Rombongan 934

Karena sedekah yang ikhlas adalah pembuka pintu rizki, penolak bala, dan penyubur pahala.
Posted by on January 1, 2017

YULIANA DWI RAHAYU (14,Thalassemia Mayor). Alamat:  Kontarakan Bpk. Tukijan Jl. Bhayangkara, Gang Bayangkara No. 24 D, RT. 2/13, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Putri kedua dari Bapak Badrun Winarto (48) seorang pekerja proyek bangunan dan Ibu Arti Rahayu (42) seorang ibu rumah tangga ini menderita Thalassemia Mayor sejak masih kecil. Kondisi keduanya hingga kini masih bisa beraktivitas normal. Yuliana saat ini masih kontrol ke RSCM sedangkan sang kakak, membantu sang ibu dengan bekerja menjadi penjaga konter handphone. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya operasional berobat ke RSCM, sebelumnya sudah dibantu dalam rombongan 843. Semoga Yuliana dan keluarga selalu diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @untaririri

Yuliana menderita Thalassemia Mayor


SAMIYEM KARSOWIJOYO (61, Katarak). Alamat : Sidamukti, RT 5/4, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Di usianya yang sudah lanjut ini, Bu Samiyem masih harus mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan keluarganya. Bu Samiyem mencari uang dengan menjadi buruh cuci dan masak di rumah tetangganya. Bu Samiyem mempunyai 3 anak, salah satunya sedang mengalami depresi dan kesehariannya hanya mengunci diri di kamar. Tiga bulan terakhir, Bu Samiyem mengeluh matanya tidak bisa melihat dengan jelas, yang disebabkan karena riwayat sakit katarak yang dideritanya. Sakitnya tersebut tidak pernah diobati dan hanya dibiarkan saja. Bu Samiyem menginginkan agar bisa melihat dengan normal kembali, namun ia tidak mempunyai uang untuk mengobatinya. Kurir yang mendengar keadaan Bu Samiyem, langsung segera mengunjungi ke rumahnya. Bantuan lanjutan dari sedekaholics  Sedekah Rombongan pun diberikan kepada Bu Samiyem untuk memenuhi kebutuhan harian, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @wirawiry @untaririri

Bu samiyem menderita Katarak


MURYANANTI AHMAD (46, Patah Tulang Kaki Kanan). Alamat: Jl. Karet Belakang RT 10/2 Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Pagi itu, 5 Desember 2016 Ibu Muryananti mengantar anak-anaknya ke sekolah dengan berjalan kaki, tiba-iba dari belakang ada sepeda motor yang menabrak Ibu Muryananti. Saat itu Ibu Muryananti langsung terjatuh dan didapatnya kaki bagian kanan mengalami luka parah. Sebagai pertolongan awal, Ibu Muryananti oleh warga sekitar dibawa ke RS Budi Asih Jakarta Timur. Sempat dirawat selama 4 hari dan selebihnya sudah diperbolehkan pulang tai Ibu Muryananti masih harus menjalani rawat jalan. Setelah kejadian itu, Ibu Muryananti tidak bisa lagi bekerja untuk membantu suaminya, bapak Ahmad Safei (47) sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Dilain pihak, Ibu Muryananti masih membutuhkan biaya untuk menjalani kontrol rutin RS Budi Asih. Allhamdulillah setelah mendapat informasi tentang keadaan Ibu Muryananti, #KurirSR langsung mengunjungi  kediaman Ibu Muryananti dan menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga bantuan yang diberikan ini dapat meringankan sedikit banyak beban yang sedang dijalani Ibu Muryananti.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 22 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Ibu muryananti menderita Patah Tulang Kaki Kanan


PEJUANG HATI adalah kumpulan dari beberapa lintas komunitas yang didalamnya lebih memperhatikan anak-anak penderita Atresia Bilier. Atresia Bilier adalah kondisi dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal yang menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung empedu. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti dari Atresia bilier, tapi pada kasus Atresia Bilier sering ditandai dengan saat anak masih berusia 2 minggu akan tampak kuning diseluruh tubuh dan sklera mata, perut buncit (karena hati membesar), gatal-gatal sehingga anak mudah rewel, tinja berwarna pucat atau dempul dan air kemih berwarna kuning pekat (gelap). Tindakan medis yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Bilier sejauh ini adalah kasai dan transplantasi hati. Tapi anak dengan Atresia Bilier biasanya juga akan mengalami gangguan disistem percernaan yang membuat mereka mudah terkena gizi buruk. Sehingga anak-anak ini harus mengkonsumsi susu khusus supaya nutrisinya terpenuhi tapi yang menjadi kendala bagi sebagian besar orang tua adalah susu yang harus dikonsumsi ini harganya relatif mahal. Padahal salah satu syarat untuk bisa dilakukan pembedahan (kasai dan transplantasi hati) adalah kondisi tubuhnya bagus dan harus mencapai berat badan tertentu. Dari sinilah teman-teman dari Pejuang Hati tergerak, mereka hadir untuk membantu meringankan beban orang tua anak-anak penderita Atresia Bilier yaitu dengan membantu memberikan susu khusus. Selain itu, Pejuang Hati juga hadir untuk menjembatani antara orang tua dengan pihak rumah sakit jika sang anak akan dilakukan transplantasi hati, karena tidak semua biaya transplantasi hati ini bisa ditanggung oleh BPJS. Biaya yang masih harus disiapkan untuk tindakan transplantasi hati adalah ratusan juta rupiah, untuk biaya pemeriksaan awal pendonor dan kebutuhan darah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan turut serta menjadi bagian dari Pejuang Hati dan menyampaikan santunan awal untuk membantu mewujudkan hati yang baru untuk anak-anak Atresia Bilier.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri Sugiono

Bantuan biaya transplantasi hati


MUALIMAT SARNO (31, Myoma Uteri). Alamat: Jl. Budi Mulia RT 10/4 Pademangan Barat, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Mualimat, begitu ibu 1 orang anak ini sering disapa. Ibu Mualimat sudah setengah tahun terakhir ini menderita Myoma Uteri, dan 3 bulan yang lalu baru saja dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan rahimnya. pasca menjalani operassi, masih ada serangkaian terapi yang harus dilakukan oleh Ibu Mualimat, salah satunya adalah kemoterapi. Bulan kemarin Ibu Mualimat telah menyelesaikan kemoterapi pertamanya di RSU Gatot Subroto. Alhamdulillah, kondisinya berangsur membaik, kini Ibu Mualimat sedang menjalani kemoterapi yang keduanya masih. Selain kemoterapi Ibu Mualimat juga harus menjalani kontrol rutin di Poli Onkologi, dari sini Ibu Mualimat kadang merasa keberatan karena meskipun biaya pengobatan telah ditanggung oleh jaminan kesehatan (BPJS)  tapi Ibu Mualimat harus mengeluarkan biaya untuk akomodasi ke rumah sakit. Sementara kondisi ekonominya sedang kekurangan, semenjak Ibu Mualimah sakit beliau tidak bisa lagi membantu suaminya bekerja. Suami Ibu Mualimah, Bapak Sarno (35) sehari-hari bekerja sebagai sopir dengan penghasilan yang tidak menentu, padahal masih ada anakmereka yang membutuhkan biaya untuk sekolah. Alhamdulillah, keluarga kecil ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan mendapat bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga roses pengobatan yang dijalani oleh Ibu Muaimat diberikan kelancaran dan lekas diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 23 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @untaririri Sri Wulandari

Bu mualimat menderita Myoma Uteri


HADI ANDRIANSYAH (13, Varises Esofagus) Alamat: Kampung Gelam Timur RT. 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 924. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Hadi menderita Varises Esofagus


RIZA SAPUTRI (16, Sinoviosarkoma). Alamat : Ds. Teluk Kandai RT. 1/1, Kelurahan Teluk Kandai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Gadis manis yang akrab disapa Riza ini adalah siswi kelas 2 SMP yang telah cuti selama 6 bulan karena harus menjalani proses pengobatan yang panjang. Bermula pada bulan Juli 2015 silam, di paha sebelah kanan Riza terdapat benjolan sebesar telur ayam, beberapa bulan sebelumnya sudah ada tapi Riza tidak berani mengatakan kepada orang tuanya. Sejak saat itu, orang tua Riza membawa Riza berobat ke RS. San Sani, tapi pihak dokter tidak mengetahui diagnosa pasti dari sakit yang diderita Riza. Tidak puas berobat di rumah sakit tersebut, orang tua Riza kemudian membawa Riza berobat ke RS. Eka Hospital, disana dokter mengatakan jika Riza menderita Tumor Jinak, tapi karena keterbatasan alat akhirnya pihak rumah sakit merujuk Riza ke RS. Arifin Ahmad Pekan Baru. Di RS. Arifin Ahmad, Riza langsung dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada bulan November 2015, Riza bersama dengan kedua orangtuanya berangkat ke Jakarta untuk berikhtiar mencari kesembuhan. Di RSCM Riza langsung mendapat penanganan medis, setelah menjalani beberapa pemeriksaan, bulan Desember 2015, Riza dilakukan tindakan biopsi dan dari hasil biopsi tersebut dokter mengatakan jika Riza menderita Sinoviosarkoma. Setelah dilakukan tindakan biopsi, benjolan di paha Riza sempat membesar. Selama ini pengobatan yang dijalani adalah pemberian kemoterapi. Nanti untuk tindak lanjutnya akan dilakukan tindakan pengangkatan tumor jika respon pemberian terapi posistif. Hampir Selama 10 bulan Riza dan kedua orang tuanya berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan tentu bukan menjadi hal yang mudah. Sebelum ke Jakarta ayah Riza, bapak Syafrizal (43) adalah seorang petani kebun dan ibunya, ibu Santi (38) sehari- hari menjadi ibu rumah tangga biasa. selama di Jakarta bapak Syafrizal tidak bisa berkebun lagi, untuk kebutuhan sehari-hari selama di Jakarta harus berhemat. Alhamdulillah Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga ini dan kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan selama di rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 904. Saat ini Riza masih menjalani rawat jalan dua kali seminggu di Poli Bedah Anak di RSCM Kiara. Alhamdulillah, kodisi Riza pun terus membaik. Riza dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Riza juga meminta doa dari #SahabatSR semoga jalan dia untuk mencari kesembuhan diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Riza menderita Sinoviosarkoma


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta, tepatnya di Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM kita mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-hari RRSR menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik untuk 3 rumah singgah dan beberapa kamar kos yang kita sewa. Saat ini pasien yang ada di 3 RSSR berjumlah 20 orang pasien dan 24 pendamping. Bantuan ini disampaikan untuk membayar sewa rumah singgah di bulan Desember 2016, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 915. Semoga pasien-pasien yang sedang berjuang kesembuhan diberi kelancaran dalam proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.700.000,-
Tanggal: 21 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anies @anasaramadhan @untaririri

untuk membayar Biaya sewa rumah singgah di bulan Desember 2016


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT. 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 915. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dan kemoterapi di Poli Anak RSCM. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Siti menderita Tumor Perut


YAYASAN GALUH (Bantuan Sembako), beralamat di Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT. 3/2, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Yayasan Galuh diketuai oleh Bpk. Suhanda Gendu (59) anak dari Gendu Mulatip yang merupakan pendiri dari Yayasan Galuh. Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan. Sejak tahun 1980, Yayasan Galuh sudah berdiri diatas tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 4.000m, saat ini sudah menampung sekitar 370an pasien dari Bekasi dan kota lainnya, dalam sebulan kebutuhan beras untuk Yayasan bisa mencapai 6 ton ditambah lauk pauk yang harus mereka siapkan dengan dibantu oleh relawan sebanyak 45 orang. Mereka adalah orang-orang yang pilihan Tuhan, dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang skizofrenia, cacat mentalnya dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah sejak tahun 2012 #SedekahRombongan telah rutin menyampaikan bantuan untuk keperluan operasional dan pada bulan November 2016 kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk keperluan operasional yayasan ini setelah santunan sebelumnya masuk pada Rombongan 915. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Bapak Suhanda dan tentunya untuk pasien-pasien yang sekarang berikhtiar di Yayasan Galuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 28 Desember  2016
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Bantuan Sembako


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus dan Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Hampir 10 bulan orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli vaksin yng tidak tercover oleh BPJS dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masukdi Rombongan 915. Saat ini Mella sedang menunggu jadwal pemberian vaksin, untuk persiapan tindakan kateterisasi di PJT RSCM . Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.750.000,-
Tanggal: 6 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Mella menderita Hidrocepalus dan Jantung Bocor


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor dan Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 915 untuk membeli alat terapi (sepatu avo), pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit. Sampai saat ini Yudistira mash terus menjalani control rutin di beberapa poli dan menjalani terapi di RSCM. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya

Jumlah Bantuan: Rp. 2.250.000,-
Tanggal: 6 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis  @untaririri

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Cerebral Palsy


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru, RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu beliau disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agih diperbolehkan pulang tapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya.  Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, kembali kurir #SedekahRombongan mendatangi keluarga Pak Agih dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 912. Sampai saat ini Pak Agih masih terus menjalani kontrol rutin, semoga bantuan yang diberikan oleh #SedekahRombongan sedikit banyak bisa meringankan beban yang dialami oleh keluarga Pak Agih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Agih menderita Patah Tulang Kaki Kiri


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu, RT. 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini  adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 915. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan menunggu jadwal operasi yang selanjutnya. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 6 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Bu agustini menderita Tumor Pipi


KUSNADI BIN SARJONO (33, Usus Buntu). Alamat : Kp. Kademangan, RT 3/3, Kel. Kademangan, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Saat pria yang akrab disapa Bang Engkus ini istirahat selepas bekerja menggali septictank milik tetangga, ia merasakan nyeri di ulu hati dan perutnya seperti gejala maag. Akhirnya ia dibawa ke Puskesmas setempat karena sakitnya tak tertahankan. Mendengar informasi mengenai Bang Engkus dari ketua lingkungan, kurir Sedekah Rombongan segera mendatanginya di Puskesmas. Saat kurir mengunjunginya, Bang Engkus sedang merintih kesakitan, kedua anaknya : Rizki Kurniawan (6) dan Nadia Dwi Rahma (5), terus menangis melihat kondisi sang ayah. Suami dari Nuraida (26) ini tidak segera dirujuk oleh pihak Puskesmas meski sudah diharuskan menjalani rontgen dan pemeriksaan medis lain yang tidak tersedia di Puskesmas. Akhirnya malam harinya Bang Engkus dirujuk ke RSUD Kota Tangerang Selatan bermodalkan KIS kelas III yang dimilikinya dan sudah lebih dari lima hari dirawat. Dokter mendiagnosis Bang Engkus menderita usus buntu dan harus menjalani rangkaian pemeriksaan untuk tindakan selajutnya. Setelah diberi obat oleh dokter, Bang Engkus terus – menerus buang air besar hingga kondisinya lemah. Istri dan anak Bang Engkus setia mendampinginya namun mereka kebingungan karena tak memiliki biaya, bahkan untuk makan saja mereka memakan makanan yang disediakan rumah sakit untuk sang ayah. Sudah satu tahun belakangan ini Bang Engkus tak memiliki pekerjaan tetap, sedangkan istrinya hanya ibu rumah tangga. Prihatin dengan kondisi Bang Engkus, kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk kebutuhan selama Bang Engkus dirawat. Semoga Bang Engkus segera diberi kesembuhan dan dapat memiliki pekerjaan yang layak untuk menghidupi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @usmasnuus @ririn_restu

Pak kusnadi menderita Usus Buntu


NUR AISYAH (1, Gangguan Limpa). Alamat :  Kp. Babakan Kelapa Dua, RT 3/4, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Aisyah merupakan putri pertama dari pasangan Heriyanto (26) dan Siti Khodijah (22). Gejala penyakit Aisyah terdeteksi dari fesesnya yang berwarna pucat. Kondisi tersebut sempat dikhawatirkan orang tua Aisyah namun mereka hanya membiarkannya hingga perut Aisyah membesar dan keras. Akhirnya Pak Heriyanto membawa Aisyah ke Puskesmas setempat dan dokter mengharuskan di-USG untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya. Dari hasil USG diketahui bahwa ada gangguan pada limpa Aisyah yang tidak berfungsi dengan baik. Akhirnya Aisyah dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk penanganan lebih lanjut. Meski telah memiliki KIS, Pak Heryanto kebingungan untuk kebutuhan berobat Aisyah karena penghasilannya sebagai satpam sebesar Rp750.000,-/bulan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Kebingungannya semakin bertambah karena menurut dokter kemungkinan besar Aisyah harus menjalani operasi. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk kebutuhan berobat ke RS Fatmawati. Semoga Aisyah diberi kesembuhan dan pengobatannya dilancarkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @usmanuus @ririn_restu

Nur menderita Gangguan Limpa


EKANINGSIH NATADIKUSUMAH (83, Stroke + Gangguan Jantung). Alamat : Jln. Dahlia, RT 8/2, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Bu Eka tinggal berdua di rumah kontrakan petak bersama anaknya, Jenny Suziani. Sebagai kepala keluarga Bu Jenny mencari nafkah dengan berjualan makanan keliling komplek dan kampung sekitar. Ia menjajakan peyek, nasi goreng, nasi kuning, cheese stick dan segala jenis makanan yang bisa ia olah untuk melanjutkan kehidupannya bersama sang Ibu. Sementara itu, Bu Eka hanya dapat terbaring lemah dan sesekali duduk di kasur karena kakinya terkena stroke sejak 8 tahun yang lalu. Suaranya pun lirih, sangat pelan ketika berkomunikasi dengan orang lain, karena ia mengidap gangguan jantung yang menyebabkannya sedikit sesak saat berbicara. Bu Eka semangat untuk sembuh, namun karena keterbatasan biaya selama ini ia hanya terbaring di rumah. Alhamdulillah, salah satu kurir Sedekah Rombongan Banten dipertemukan dengan Bu Eka dan telah menyampaikan bantuan dari sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk pembuatan KIS agar Bu Eka dapat memeriksakan sakitnya ke tenaga medis. Semoga Bu Eka segera sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @rianananudz @ririn_restu

Bu eka menderita Stroke + Gangguan Jantung)


BUDI SANTOSO (66, Infeksi Luka Pada Kaki). Alamat : Jalan Kampung Sawah, RT 2/5, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pak Budi adalah seorang lansia yang tidak mempunyai sanak saudara di Tangerang Selatan. Kegiatan sehari-harinya adalah sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Ia bekerja jika ada yang membutuhkan, namun saat ini ia tidak bisa menjalankan aktivitasnya karena harus menjalani perawatan di RS Fatmawati Jakarta. Pak Budi mengalami infeksi pada kakinya yang terdapat luka dan membusuk. Awalnya Pak Budi menginjak paku, namun hanya dibiarkan saja dan lama-kelamaan luka tersebut membesar dan ia mengalami kesakitan. Dibantu oleh tetangganya, Pak Budi dibawa ke RSUD Tangerang selatan dan kemudian dirujuk ke RS Fatmawati. Pak Budi menggunakan KIS PBI sebagai jaminan kesehatannya. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan diberikan untuk kebutuhan selama dirawat di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak budi menderita Infeksi Luka Pada Kaki


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Benjolan Saluran Pernapasan + TB Paru). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasan dan TB paru sejak  tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta seperti RS Polri Kramat Jati, RS Harapan Kita, RSCM dan RS Persahabatan untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati dicover BPJS tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Ibu Fatmawati kini dirawat di RSCM Jakarta karena kondisinya menurun.  Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan selama dirawat di RSCM. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :  29 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu fatma menderita Benjolan Saluran Pernapasan + TB Paru


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Benjolan Saluran Pernapasan + TB Paru). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasan dan TB paru sejak  tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta seperti RS Polri Kramat Jati, RS Harapan Kita, RSCM dan RS Persahabatan untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati dicover BPJS tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Setelah sempat dirawat di RSCM beberapa waktu lalu, kondisi Bu fatmawati berangsur membaik. Ia masih harus menjalani kontrol rutin sambil menunggu tindakan selanjutnya untuk menangani penyakitnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari – hari selama berobat di Jakarta. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 913 dan pada 29 November 2016.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :  13 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu fatma menderita Benjolan Saluran Pernapasan + TB Paru


SANDRA WATI (43, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sandra merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (37), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya. Ia tampak bersemangat menghadapinya dengan semangat berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (11) positif mengalami sakit yang sama sepertinya sedangkan anak keduanya, Lutfi (9), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktifitas kontrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya. Kemauan untuk sembuh sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin di RS Fatmawati Jakarta. Kondisi Sandra dan Aulia cenderung stabil, sedangkan Fajar kondisinya sering menurun, beberapa hari terakhir ia mengalami demam tinggi dan di tangan kirinya muncul benjolan kecil. Ketiganya sedang mengajukan perpindahan tempat berobat dari RS Fatmawati ke RSUD Tangerang Selatan agar lebih dekat berobat. Setelah memiliki KIS, pengobatan ketiganya kini sudah ditanggung BPJS, namun Aulia harus menjalani pemeriksaan laboratorium di luar RS Fatmawati yang tidak ditanggung BPJS. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk pemeriksaan laboratorium dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Sandra telah dibantu pada Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh


SARTONO BIN WAWAN (50, Patah Tulang Belakang). Alamat : Rajekwesi, RT 2/4, Kelurahan Rajekwesi, Kecamatan Pagerbarang, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Pak Sartono saat ini sedang menjalani perawatan di RS Fatmawati Jakarta. Pak Sartono mengalami patah pada tulang belakang akibat terjatuh saat ia bekerja sebagai buruh bangunan di daerah Jakarta Selatan. Oleh rekan kerjanya, Pak  Sartono dibawa ke RS Fatmawati. Ditemani oleh istrinya, Bu Lenah (40), Pak Sartono mendapatkan tindakan pemasangan pen pada tulang belakangnya. Pak Sartono disarankan oleh dokter menggunakan kursi roda untuk aktivitasnya agar ia bisa mandiri meski mengalami kelumpuhan. Kursi roda tersebut tidak ditanggung KIS kelas III yang dimilikinya. Pak Sartono merasa kesulitan membeli kursi roda tersebut karena ia tidak mempunyai biaya untuk membelinya. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk membantu Pak Sartono membeli kursi roda paraplegia.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak sartono menderita Patah Tulang Belakang



ELIATUL IKHLAS (13, Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu Sedekah Rombongan. Ia masih harus berobat rutin di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, pembuluh darah di tangan dan bibirnya akan membengkak dan menghitam. Elia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta dan masih menjalani pengobatan di RSCM, namun jika rentang waktu untuk jadwal pengobatan lanjutan cukup lama, ia memilih pulang ke kampungnya di Pandeglang. Saat mendekati jadwal yang ditentukan, Elia kembali ke RSSR Jakarta untuk melanjutkan pengobatan.  Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk  biaya transportasi ke Jakarta. Sebelumnya Elia dibantu pada rombongan 931. Semoga Allah segera mengangkat penyakit yang diderita Elia.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah


AZMI HAIL MAHLAL (2, Flek Paru). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 2 tahun, namun ia menderita penyakit serius dengan adanya flek di dalam paru-parunya. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Perkembangan motorik Azmi cenderung lambat, selain itu Azmi juga belum bisa bicara seperti balita pada umumnya. Untuk pertama kalinya, bulan September lalu Azmi menjalani pemeriksaan di rumah sakit besar karena sebelumnya ia hanya menjalani pengobatan di Puskesmas terdekat. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Alhamdulillah, kepala Azmi pun saat ini sudah mulai tegak setelah sebelumnya tertunduk lemas, dan saat ini Azmi sudah bisa belajar berjalan, dan juga sudah mulai aktif belajar berbicara. Pengobatan rutin yang dilakukan Azmi saat ini adalah dengan terapi sinar. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Hanya saja, Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi ke rumah sakit. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketujuh kepada Azmi untuk biaya transportasi. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk kedalam pasien Rombongan ke 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Azmi menderita Flek Paru


NIA DEWIANTI (34, Kanker Usus). Alamat : Dusun Sukamukti, RT 2/4, Desa Mekar Raharja, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nia merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita kanker usus. Penyakit Ibu Nia berawal ketika beliau sering mengeluh sakit di bagian perut. Akhirnya, beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit dan segera mendapat perawatan di Rumah Sakit. Hasil USG, tes darah dan rongten menunjukkan bahwa Ibu Nia menderita penyakit Kanker Usus. Beliau menjalani tindakan operasi pemotongan usus sebanyak 2 kali pada bulan Maret 2016 lalu. Untuk aktifitasnya sehari-hari pasca operasi beliau menggunakan alat Colostomy yang dipasang pada perutnya sebagai alternatif buang air besar. Saat ini kondisi beliau Alhamdulillah sudah jauh lebih baik setelah melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pertengahan bulan Juni lalu. Ibu Nia harus menjalani check up sekaligus kemoterapi secara rutin ke RSHS Bandung. Pada akhir november lalu, kondisi kesehatan Ibu Nia sempat turun karena terjadi infeksi pada ususnya sehingga jadwal kemoterapi pun harus diundur. Luka di bagian usus Ibu Nia harus diobati dengan obat berupa salep yang biaya pembeliannya diluar tanggung jawab BPJS. Alhamdulillah keadaan fisik Ibu Nia kembali membaik dan Ibu Nia dapat menjalani kemoterapi. Walaupun kolostomi Ibu Nia sudah mengecil, namun sangat rentan infeksi. Ibu Nia memang menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri kelas III untuk meringankan beban biaya rumah sakit. Hanya saja, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke RSHS Bandung. Suami Ibu Nia,  Bapak Andrianan (34) saat ini bekerja sebagai pedagang sayuran keliling demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga sekaligus mencicil beban hutang kepada sanak saudaranya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedelapan untuk transportasi ke bandung. Semoga ikhtiar Ibu Nia membuahkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nia merupakan pasien Rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu nia menderita Kanker Usus


WAWAN ANWAR (46, Hipertensi + Pembengkakan Hati). Alamat : Dusun Wage, RT 2/7, Desa Luragunglandeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Mang Wawan biasa beliau dipanggil merupakan seorang penjaga balai desa. Beliau mencari nafkah dengan diamanahi menjaga sekaligus membersihkan balai desa. Kesehatan beliau saat ini sedang terganggu karena penyakit hipertensi sekaligus pembengkakan hati. Sejak 2 bulan terakhir, gejala yang biasa beliau rasakan adalah rasa pusing yang tak tertahan. Beliau sudah berkali-kali menjalani rawat inap di rumah sakit karena kondisi beliau selalu turun. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Mang Wawan sehingga para kurir dapat melakukan dampingan terhadap Mang Wawan untuk melakukan pemeriksaan awal. Berdasarkan pemeriksaan tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan, beliau mengalami pembengkakan pada hati karena beliau sering mengkonsumsi obat warung ketika rasa pusingnya sulit ditahan. Tim medis menjelaskan apabila dalam jangka waktu 3 minggu berturut-turut menjalani pengobatan namun tidak ada perubahan, maka beliau harus segera dirujuk ke dokter mata. Hal tersebut karena dikhawatirkan rasa pusing yang beliau rasakan diakibatkan karena ada gangguan pada kedua matanya. Pada pertengahan november lalu, Mang Wawan telah menjalani pemeriksaan mata, dan hasilnya Mang Wawan harus menggunakan kacamata untuk bantuan penglihatannya. Pada tanggal 20 Desember 2016, Mang Wawan melakukan pemeriksaan ke poli penyakit dalam, dan dokter menyatakan bahwa Mang Wawan sudah sehat. Namun, walau demikian, Mang Wawan masih merasakan sakit dibagian tengkuknya. Alhamdulillah, Mang Wawan memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk menunjang pengobatannya. Namun, beliau membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit. Penghasilan beliau sebagai penjaga balai desa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kadang, beliau juga tak segan menerima pekerjaan lain seperti menjadi buruh harian. Selain itu, istri beliau yang bernama Ibu Misnah (42) juga sering menerima pekerjaan sebagai buruh tani demi memenuhi kebutuhan keluarga. Alhamdulillah, santunan ketiga dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Mang Wawan untuk biaya transportasi. Semoga Allah lekas memberikan jalan kesembuhan untuk beliau. Aamiin. Sebelumnya Mang Wawan masuk kedalam pasien Rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Diah

Pak wawan menderita Hipertensi + Pembengkakan Hati


TASWID BIN DARNO (48, Tumor Perut). Alamat: RT 3/1, Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Taswid, seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai seorang supir angkutan umum. Saat ini, beliau kembali terkena gangguan kesehatan setelah sebelumnya pada tahun 2012 beliau telah menjalani operasi pengangkatan tumor di perut. Kesehatan beliau kembali terganggu di pertengahan tahun 2015 dengan gejala awal berupa pembengkakan di kaki sebelah kanan. Hal tersebut akibat dari sebuah penyakit di bagian saluran kencing yang tersumbat karena adanya benjolan. Pertengahan bulan Agustus lalu, beliau sudah menjalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Kuningan dan menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selang beberapa bulan, kesehatan Bapak Taswid kembali memburuk. Tumor di perutnya kambuh kembali hingga menghimpit ginjal Bapak Taswid sehingga beliau harus menjalani pemasangan selang di bagian ginjalnya.  Saat ini, beliau sedang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah hampir 3 minggu, Bapak Taswid menjalani rawat inap. Penanganan  yang sudah dilakukan saat ini adalah Bapak Taswid telah melakukan dua kali cuci darah dan juga akan dilakukan CT Scan setelah melakukan cuci darah. Beliau memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Sayangnya beliau kesulitan untuk mendapatkan biaya akomodasi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Maklum saja, semenjak sakit beliau sudah tidak bisa bekerja seperti sedia kala. Istri beliau pun tidak dapat bekerja sebagai pedagang masakan keliling karena menjaga suaminya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketiga kepada Bapak Taswid untuk biaya  akomodasi. Semoga Allah semakin meringankan ikhtiar Bapak Taswid demi kesembuhan beliau. Aamiin. Sebelumnya Bapak Taswid masuk ke dalam Rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Pak taswid menderita Tumor Perut


RUKINI BINTI TARSONO (46, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Dusun II Cibodas, RT 1/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rukini adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Beliau mengidap penyakit Ca Mamae atau bahasa umumnya biasa disebut dengan kanker payudara semenjak 2 tahun yang lalu. Sel kanker tersebut menyerang payudara sebelah kiri beliau. Setelah positif terkena kanker payudara, beliau sudah menjalani biopsi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Selanjutnya, pada bulan April lalu beliau telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sudah 2 kali beliau menjalani operasi, namun setelah tindakan operasi yang ke 2 beliau harus melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi.  Sebelum menjalani kemoterapi ke RSHS, Kurir Sedekah Rombongan Kuningan membawa Ibu Rukini untuk menjalani cek darah di RS. Sekar Kamulyan Cigugur. Dan hasilnya, HB Ibu Rukini hanya 9. Kemudian Dokter menganjurkan untuk membeli obat, agar HB nya bisa naik. Alhamdulillah Ibu Rukini bisa menjalani kemoterapi minggu ini.  Dan harus menjalani kemoterapi satu kali lagi. Ibu Rukini memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Hanya saja beliau memerlukan biaya lain seperti transportasi dan pembelian obat di luar BPJS. Suami Ibu Rukini bernama Bapak Suhana (62), beliau bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Keduanya kesulitan mendapat biaya transportasi maupun pembelian obat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ke enam kepada Ibu Rukini untuk biaya transportasi dan juga biaya membeli obat. Semoga beliau lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rukini merupakan pasien Rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Ibu rukini menderita Ca Mamae Sinistra


AMAD BIN SUTARDI (19, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir  Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir Sedekah Rombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karena dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Kemudian Amad dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad telah menjalani beberapa pemeriksaan oleh dokter ahli spesialis tulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kemudian pada tanggal 7 Desember 2016, Amad telah menjalani MRI. Dari hasil pemeriksaan tim medis poli ortopedi, Amad harus melakukan transfusi pembuluh darah agar tidak bengkak. Dan jadwal transfusi akan dilakukan pada tanggal 28 Desember 2016.  Amad memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (41) dan Ibu Castinah (37) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya akomodasi dan membeli obat-obatan diluar tanggung jawab BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ke delapan kepada Amad untuk biaya akomodasi dan membeli obat-obatan. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000
Tanggal : 22 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Amad menderita Kanker Tulang


KOKOM BINTI EMUT  (34, Kista di Rahim). Alamat : Kampung Babakan, RT 28/8, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Kokom akrab kami memanggilnya, nyeri di bagian perutnya sudah terasa sejak ia masih menjadi TKI pada tahun  2013-2014 lalu. Awalnya hanya ia anggap sebagai nyeri haidl biasa, namun setelah pulang ke Indonesia, nyerinya semakin hebat dan mengganggu. Akhirnya berbekal uang Rp. 200.000,-  ia memeriksakan diri ke klinik dan  hasil USG menunjukkan bahwa Bi Kokom didiagnosa menderita penyakit kista. Ia pun dirujuk menuju Rumah Sakit Siloam Purwakarta dengan berbekal jaminan kesehatan berupa BPJS PBI. Saat itu ia sempat kekurangan biaya akomodasi untuk menjalani kontrol di RS tersebut setiap bulannya, beruntungnya Allah takdirkan kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan The Kokom dan membantu meringankan biaya akomodasinya tersebut. Selang beberapa bulan The Kokom tak lagi melakukan kontrol ke RS tersebut, ia dan suaminya memutuskan untuk melakukan ikhtiar pengobatan menggunakan daun sirsak yang direbus. Rasa nyeri dan volume kista pada rahimnya pun sempat berkurang dan mengecil. Namun, setelah beberapa bulan menggunakan pengobatan tradisional tersebut, volume kista pada Rahim Teh Kokom menjadi besar kembali, selain itu ia pun kembali diserang rasa nyeri pada bagian perutnya. Setelah kembali menjalani pemeriksaan di RS Siloam, volume kista pada Rahim Teh Kokom kembali membesar. Ia disarankan untuk mengonsumsi obat sesuai resep dokter di RS tersebut. Alhamdulillah kali kedua Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Teh Kokom dan suami. Kami kembali menyampaikan titipan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan Teh Kokom. Suaminya Asep (31) sedang tidak memiliki pekerjaan apapun, sehingga ia sangat berterimakasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan karena telah bersedia membantu pengobatan istrinya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 792.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Bu kokom menderita Kista di Rahim


KARMINI BIN KARTA (42, Hemorage). Alamat: Kp. Cilimus, RT 3/1, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Ini –akrab kami memanggil ibu 4 orang anak ini–, mengalami pendarahan sejak 6 bulan lalu. Berawal saat ia mengantar ibunya berobat di RSHS Bandung bulan April lalu, Teh Ini terpaksa harus masuk ruang IGD karena mengalami pendarahan hebat. Namun karena ia khawatir dengan keadaan ibunya yang juga sedang sakit, ia pun memaksakan diri untuk kembali beraktivitas. Meskipun saat itu dokter di RS tersebut menyarankan Teh Ini untuk melakukan pemeriksaan USG, namun ditunda karena harus merawat ibunya. Ia berpikir bahwa pendarahan tersebut akan sembuh dengan sendirinya, namun ternyata hampir setiap bulan kini ia mengalaminya, bahkan sampai pingsan karena lemas kekurangan darah. Teh Ini mengungkapkan keinginannya untuk berobat ke dokter kandungan, supaya bisa terdeteksi penyakit yang dideritanya. Namun ia terkendala biaya, maklum saja ia seorang janda dengan 4 orang anak yang juga tinggal bersamanya. Pekerjaannya tak menentu, kadang dapat penghasilan kadang tidak sama sekali. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Teh Ini dan keluarga. Insyaallah keinginannya untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan akan segera terwujud, karena kami kurir #SedekahRombongan membawa titipan donasi dari sedekaholics untuk Teh Ini. Titipan tersebut telah kami sampaikan, mudah-mudahan Allah segera menyembuhkan Teh Ini. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Bu karmini menderita Hemorage


IIS NURMALASARI (1, Atresia Ani). Alamat : Rt 4/2, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Dek Iis merupakan buah hati pertama dari pasangan Bapak Masna (25) dan Ibu Tinah (23). Ia memiliki keistimewaan lain sejak lahir, yakni tak memiliki lubang anus yang sempurna seperti bayi pada umumnya. Hal tersebut mengakibatkan perut Dek Iis semakin membuncit karena tak bisa membuang kotoran, setiap harinya ia hanya mampu menangis mengeram kesakitan. Orangtuanya tidak bisa berbuat banyak, mereka hanya mampu memeriksakan anaknya tersebut ke puskesmas setempat. Padahal Dek Iis sejak lahir telah dirujuk untuk melakukan pengobatan di RSUD Purwakarta, namun karena keterbatasan biaya akhirnya hingga saat ini kondisi Iis pun semakin memburuk, maklum saja ayahnya Iis adalah kuli serabutan yang penghasilannya tak menentu dan pas-pasan. Kabar tersebut terdengar oleh banyak relawan di Purwakarta, akhirnya Agustus lalu Dek Iis dibawa berobat ke RS. Santosa Bandung dan menjalani perawatan intensif selama beberapa hari disana, alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bisa menemui Iis dan keluarganya di RS tersebut, juga sekaligus menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics. Sebulan kemudian ketika Iis sudah berada di rumahnya, ibunya menghubungi kurir #SRPurwakarta dan meminta untuk segera datang ke rumahnya di Cikampek. Kami pun mendatangi rumahnya, ibunya mengeluhkan kekurangan biaya untuk membeli kantong feses, biaya transportasi ke puskesmas setiap minggunya, juga pembelian susu formula. Alhamdulillah hingga saat ini terhitung 4 kali kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk Dek Iis, kedua orangtuanya meminta agar para kurir ikut mendoakan proses operasi Dek Iis yang kedua pada 22 Januari mendatang. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 923. Semoga Dek Iis segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603

Iis menderita Atresia Ani


SUTARMAN BIN FULAN (63, Diabetes + TB Paru). Alamat : Kampung Ciranji, RT 4/2, Desa Cirende, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Aman, akrab kami memanggilnya. Bertahun-tahun ia menderita penyakit diabetes, penyakit tersebut diperparah saat setelah istrinya meninggal dunia. Bahkan Pak Amat terdiagnosa penyakit baru di tubuhnya, yakni TB Paru. Gejala yang sering ia rasakan adalah sesak juga sakit di lambung, selain itu badannya semakin kurus kering. Pak Amat disarankan untuk melakukan kontrol setiap bulannya ke Rumah Sakit Bayu Asih, namun karena keterbatasan biaya ia pun hanya mampu mengobati dengan obat warung seadanya. Seminggu lalu penyakitnya semakin parah, ia sempat pingsan dan dibawa ke IGD Rumah Sakit Bayu Asih dan menjalani rawat inap di RS tersebut. Pak Aman yang merupakan seorang buruh tani ini, merasa keberatan dengan biaya akomodasinya menuju Rumah Sakit. Maklum saja semenjak sakit ia tidak bisa lagi mencari nafkah, ditambah ia pun memiliki tanggungan 1 anak yang masih duduk di bangku sekolah. Beruntungnya Allah mempertemukan kami yakni kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Aman, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Pak Aman menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603

Pak sutarman menderita Diabetes + TB Paru


ANO BINTI AEP (58, TB Paru). Alamat : Kp. Cidahu, RT 1/1, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Ano, akrab kami memanggil janda dengan 3 orang anak ini. Sudah dua minggu Bi Ano tidak bisa bekerja karena sakit yang dideritanya, ia mengalami sesak dan tidak bisa tidur dengan nyenyak, badannya pun lemah dan lunglai, sehingga hanya mampu terbaring lemah di sudut kamarnya. Bi Ano memeriksakan diri ke puskesmas terdekat, tim medis di puskesmas tersebut menyatakan bahwa Bi Ano didiagnosa menginap TB Paru, Bi Ano dirujuk segera ke Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Lagi-lagi karena keterbatasan biaya, Bi Ano pun tidak bisa berbuat banyak, ia hanya mampu mengobati kesakitannya dengan obat-obatan seadanya. Belum lagi ia mempunyai tiga tanggungan anak yang masih duduk di bangku sekolah, ketiganya membutuhkan biaya bekal sehari-hari. Beruntungnya Allah mempertemukan kami yakni kurir Sedekah Rombongan dengan Bi Ano, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Bi Ano menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Bu ano menderita TB Paru


HAMDAN LUTFI, (3, Gizi Buruk), Alamat: Kp. Babakan Asem RT 15/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Hamadan adalah anak pasangan dari Nanang (44) dan Acah (40). Di usianya saat ini ia tidak seperti halnya teman sebayanya khususnya dalam hal fisik dan mental. Hamdan terlahir prematur semua itu mungkin karena keadaan ekonomi kedua orangtuanya yang sangat memprihatinkan. Ketika mengandung Bu Acah sangat kurang asupan gizi, jangankan untuk memakan makanan yang bergizi untuk mendapatkan beras saja Pak Nanang sangatlah susah. Semua itu bukan karena Pak Nanang tidak mau bekerja, akan tetapi didaerahnya lapangan kerja sangat sedikit, apalagi pada 3 tahun kebelakang di tempat mereka tinggal mengalami gagal panen beberapa kali, padahal Pak Nanang hanya bisa menjadi buruh tani disawah otomatis kalau panennya gagal berarti ia tidak bisa ikut kuli panen. Setelah beberapa bulan Hamdan lahir, berat badannya tidak megalami kenaikan justru semakin menurun, sehingga bidan menyarankan Hamdan diperiksa ke rumah sakit. Sampai akhirya dokter mendiagnosa Hamdan mengalami gizi buruk yang bisa menimbulkan berbagai penyakit dalam tubuhnya. Dokter menyarankan agar Hamdan meminum vitamin dan makanan yang kaya akan gizi. Hamdan harus terus control berobat jalan agar kondisinya semakin membaik. Namun Pak Nanang begitu kebingungan, karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja terkadang ia harus meminjam ke warga sekitar. Bersyukur kurir #sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga Hamdan dan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Hamdan bisa tumbuh sehat dan normal seperti anak yang lainnya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 869.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Hamdan menderita Gizi Buruk


ENDIN BIN SU’EB (36, Depresi). Alamat : Kp. Maniis, RT 11/3, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Endin, akrab kami memanggilnya. Semenjak perceraian kedua orangtuanya, Endin mengalami depresi, ia sering teriak-teriak dan tertawa tak jelas. Tak jarang ia membuat anak-anak di sekitar rumahnya ketakutan dan berlarian. Ayahnya Su’eb tidak bisa berbuat banyak untuk mengobati penyakit anaknya tersebut, maklum saja ayahnya adalah seorang buruh serabutan yang memiliki penghasilan pas-pasan. Jika sudah melewati batas, tak jarang juga Mang Ending dipasung dan diikat oleh ayahnya. Jika kondisinya kembali stabil, ikatan tersebut dilepas kembali. Ayahnya memiliki harapan besar untuk mengobati Mang Endin ke Rumah Sakit khusus gangguan jiwa, ia amat sangat membutuhkan ukuran bantuan dari para donator. Bersyukur kurir #sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga Mang Endin dan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Pak endin menderita Depresi


MUHAMMAD YUSUF (12, Penyakit Kulit). Alamat : Kp. Sukagalih, RT 15/4, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Yusuf, akrab kami memanggil siswa yang duduk di kelas 6 Sekolah Dasar ini. Sudah sejak lama ia mengalami gatal dan borok di bagian kakinya, selama ini orantuanya hanya memberi obat-obatan warung seadanya, gatal dan borok tersebut kini menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia mengeluhkan kaku, perih dan gatal pada bagian borok tersebut, bahkan kadang mengeluarkan darah. Sebelumnya ia pernah memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, borok tersebut sempat mengering beberapa hari namun kembali kambuh. Ibunya ingin sekali memeriksakan Yusuf ke dokter specialist kulit, namun karena keterbatasan biaya maka Yusuf pun dibiarkan begitu saja. Ayahnya Nasir yang merupakan kuli serabutan mengungkapkan bahwa selama ini ia tak bisa berbuat banyak untuk kesembuhan anaknya tersebut, hal tersebut tak lain karena Nasir memiliki penghasilan pas-pasan dan memiliki tanggungan anak. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Yusuf, pertemuan tersebut menjadi jembatan sampainya titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Yusuf. Ibunya menuturkan Yusuf akan sesegera mungkin dibawa ke dokter specialis kulit menggunakan fasilitas kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Mari doakan bersama agar Yusuf segera pulih dari penyakit yang dideritanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Yusuf menderita Penyakit Kulit


MUHAMMAD NAJMU ADDIEN (1, Hydrocepalus). Alamat : Kp. Kali Manggis RT 3/5, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak Najmu usia 8 bulan di dalam kandungan, hasil USG menunjukan kondisi Najmu memang sudah ada kelainan. Oleh karena itu proses kelahirannya pun dibantu operasi Caesar di RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada usia 2 bulan, Najmu menjalani operasi pemasangan selang di belakang kepala sebagai alat untuk mengeluarkan cairan di dalam kepala. Salah satu efek dari hydrocephalus yaitu saluran kemih terinfeksi bakteri menyebabkan buang air kecil sedikit-sedikit dan sering demam, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh diserap bakteri sehingga berat badan Najmu di usia 1 tahun hanya 6,4 kg. Saluran kemih harus secepatnya dikhitan untuk menghilangkan bakteri yang ada. Saraf mata sebelah kiri juga tertekan cairan sehingga menghilangkan kemampuan mata untuk membedakan warna dan mata menjadi sipit. Sehingga diperlukan pemeriksaan lebih khusus dan obat khusus pula untuk mengembalikan fungsi mata kirinya. Ayahnya, Pak Edi Wartadi (35) hanya seorang buruh harian sedangkan ibunya, Eliatul Fitroh (30) hanya ibu rumah tangga. Mereka kesulitan karena untuk biaya khitan Najmu tidak discover BPJS yang ia miliki. Biaya yang ditaksir sekitar 2 juta rupiah untuk biaya khitan tersebut belum ia dapat, sedangkan proses khitan harus segera dilakukan. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan sehingga dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya khitan Najmu.Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan…..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  23 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita

Najmu menderita Hydrocepalus


USEP BIN ENDU (43, Hernia Ingunalis Dextra). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah sejak 3 bulan yang lalu, Pak Usep merasakan ada benjolan yang tumbuh pada sekitar kemaluannya. Benjolan tersebut lama-kelamaan semakin membesar dan sangat menggangu aktivitas. Namun benjolan tersebut kadang hilang ketika baru bangun tidur, tapi setelah menjalani aktivitas atau jalan, benjolan tersebut membesar. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Karya Medika 1 Cikarang, ia dijadwalkan operasi hari Senin, 26 Desember 2016 jam 15.00 WIB. Namun sebelumnya kartu BPJS Pak Usep terkendala dengan iuran yang belum dibayar. Semenjak 3 bulan terakhir Pak Usep tidak bisa bekerja karena kondisinya yang tidak bisa banyak bergerak. Pak Usep yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan merasa kesulitan ketika harus membayar iuran BPJS yang ia miliki sekeluarga. Sedangkan istrinya, Bu Simah Sumarni (43) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal untuk membayar iuran BPJS dan bekal selama ia menjalani perawatan setelah operasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Jainudin

Pak usep menderita Hernia Ingunalis Dextra


PUPUT OKTAVIANI (23, Ca Mammae). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Semenjak 3 tahun yang lalu, Puput pernah menderita kanker payudara stadium satu dan sudah pernah dioperasi di RSUD Kabupaten Bekasi.  Setelah operasi, kondisi Puput semakin menurun dan saat ini badan Puput semakin hari semakin kurus, nafasnya berat dan suaranya nyaris habis tidak terdengar. Semenjak itu Puput belum pernah berobat ke rumah sakit manapun dikarenakan keterbasan biaya dan belum memiliki jaminan kesehatan. Namun terlihat sangat besar keinginannya untuk sembuh. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, ternyata selain Ca Mammae, Putri juga terkena TB Paru dan harus menjalani pengobatan rutin. Suaminya, Nirman (24) hanya seorang buruh harian disebuah pabrik di Cikarang. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat di luar apotik rumah sakit dan biaya akomodasi berobat ke RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Puput menderita Ca Mammae


KASWATI BINTI MAJA (61, TB Paru + Gangguan Jantung). Alamat : Kp. Putat RT 3/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bu Kaswati sudah sekitar 2 tahun sering mengalami sesak nafas, namun karena pengobatannya tidak teratur penyakitnya tidak kunjung sembuh. Hingga pada hari Kamis, tanggal 20 Desember 2016, kondisinya sangat mengkhawatirkan dan sempat dilakukan infus selama 2 hari di klinik terdekat, namun kondisinya tidak ada perubahan. Melihat kondisi Bu Kaswati yang belum ada tanda-tanda kesembuhan suaminya berinisiatif membawa Bu Kaswati ke RS Ridhoka Salma dengan jaminan KIS PBI. Setelah menjalani pemeriksaan melalui IGD, akhirnya Bu Kaswati menjalani perawatan di RS Ridhoka Salma. Suaminya, Pak Marsan (67) hanya seorang buruh serabutan, namun karena kondisinya yang sering sakit-sakitan, ia sudah tidak bisa mencari nafkah secara rutin. Mereka kesulitan dengan keadaan seperti ini, Pak Marsan dengan setia menunggui istrinya yang terbaring di ruang rawat RS Ridhoka Salma. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka sehingga dapat menyampaikan bantuan awal untuk membantu biaya perawatan di klinik dan bekal selama Bu Kaswati menjalani perawatan di RS Ridhoka Salma.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu kaswati menderita TB Paru + Gangguan Jantung


RAMI BINTI RAWA (85, Asam Urat Tinggi). Alamat Kp. Pulo Tanjung RT 1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah semenjak 3 tahun nenek ini sering sakit-sakitan, namun karena ia tidak punya uang untuk berobat akhirnya ia hanya mengandalkan obat-obatan warung. Maklum saja nenek ini hidup di rumah yang sangat kecil. Sedangkan sanak saudara hanya kadang-kadang saja memberinya uang, karena kondisi ekonomi mereka pun tergolong tidak mampu. Kadang nenek Rami mendapat pemberian uang dari tetangga yang simpati. Selama ini ia tidak pernah ke puskesmas karena kondisi yang tidak memungkinkan. Penyakitnya hanya bisa dirasakan tanpa bisa berbuat banyak. Pertengahan bulan September 2016, Nenek Rami sempat dirawat di Puskesmas karena sesak nafas, tapi saat ini sudah pulang karena kondisinya sudah mulai membaik namun harus menjalani kontrol rutin. Suami nenek Rami sudah sekitar 21 tahun yang lalu meninggal dunia. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat ke puskesmas dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu rami menderita Asam Urat Tinggi


MTSR TASIKMALAYA (B 1495 SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 100km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama 20-26 Desember 2016 dari tanggal, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 927.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya Operasional dan Perawatan Rutin


EMAY BIN DANU (61, Ca Nasofaring). Alamat: Kp. Cialia RT 1/3, Desa Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini, Pak Emay mempunyai benjolan di lehernya. Awalnya hanya benjolan kecil dan tidak terasa sakit, ternyata beberapa minggu kemudian benjolannya membesar dan mulai terasa mengganggu. Ia pun mencoba mengobatinya dengan pengobatan alternatif namun tak ada perubahan sama sekali. Akhirnya, ia mencoba berobat ke RS SMC Rancamaya Kabupaten Tasikmalaya dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan didiagnosa kanker nasofaring. Ia pun harus dirawat selama dua minggu dan melakukan kemoterapi. Setelah kemoterapi selesai, penyakitnya malah tidak kunjung sembuh dan benjolannya malah semakin membesar dan harus berobat lanjut ke RSHS Bandung. Sayangnya, ia tak melanjutkan pengobatannya karena terhalang masalah biaya akomodasi, meskipun ia mempunyai KIS. Pak Emay bekerja sebagai petani dan sudah beberapa bulan ini ia harus berdiam diri di rumah karena penyakitnya. Istrinya, Omah (57) yang kini harus menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga ditambah mengurus ketiga cucunya yang masih bersekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk mengunjungi rumah kontrakan Pak Emay dan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan Pak Emay selama di Bandung dan MTSR juga mendampingi Pak Emay sampai ke RS Hasan Sadikin Bandung. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesembuhan untuknya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah

Pak emay menderita Ca Nasofaring


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38)  Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk biaya akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 924. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 22 Desember  2016
Kurir: @ddsyaefudin @untaririri

Aldi menderita Cerebral Palsy

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 YULIANA DWI RAHAYU 500,000
2 SAMIYEM KARSOWIJOYO 500,000
3 MURYANANTI AHMAD 1,000,000
4 PEJUANG HATI 1,000,000
5 MUALIMAT SARNO 750,000
6 HADI ANDRIANSYAH 500,000
7 RIZA SAPUTRI 500,000
8 RSSR JAKARTA 2,700,000
9 SITI MARSELA 500,000
10 YAYASAN GALUH 2,500,000
11 MELLATUL LATIFAH 1,750,000
12 YUDISTIRA PRATAMA 2,250,000
13 AGIH PRIYANTO 1,000,000
14 AGUSTINI NURMAN 750,000
15 KUSNADI BIN SARJONO 500,000
16 NUR AISYAH 500,000
17 EKANINGSIH NATADIKUSUMAH 500,000
18 BUDI SANTOSO 500,000
19 FATMAWATI BINTI ANWAR 500,000
20 FATMAWATI BINTI ANWAR 500,000
21 SANDRA WATI 1,500,000
22 SARTONO BIN WAWAN 1,500,000
23 ELIATUL IKHLAS 500,000
24 AZMI HAIL MAHLAL 750,000
25 NIA DEWIANTI 750,000
26 WAWAN ANWAR 500,000
27 TASWID BIN DARNO 500,000
28 RUKINI BINTI TARSONO 1,000,000
29 AMAD BIN SUTARDI 1,250,000
30 KOKOM BINTI EMUT 1,000,000
31 KARMINI BIN KARTA 500,000
32 IIS NURMALASARI 500,000
33 SUTARMAN BIN FULAN 500,000
34 ANO BINTI AEP 500,000
35 HAMDAN LUTFI 500,000
36 ENDIN BIN SU’EB 500,000
37 MUHAMMAD YUSUF 500,000
38 MUHAMMAD NAJMU ADDIEN 1,000,000
39 USEP BIN ENDU 1,000,000
40 PUPUT OKTAVIANI 1,000,000
41 KASWATI BINTI MAJA 1,500,000
42 RAMI BINTI RAWA 500,000
43 MTSR TASIKMALAYA 1,000,000
44 EMAY BIN DANU 500,000
45 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
Total 39,450,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 45,450,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 934 ROMBONGAN

Rp. 45,475,150,744,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.