Rombongan 933

sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on December 31, 2016

RISMA SIAHAAN (22, Arterio Venous Malformation). Alamat: Jl Jend.Sudirman 45 Pendawa 2 No. 256 Sampit, RT 48/18, Desa Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kota Waringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Risma Siahaan, putri ke-2 dari tiga bersaudara, anak dari Ibu Rosita Boru Nadeak (47) sudah 12 tahun ini mengalami sakit pada tungkai dan kaki kanannya. Gejala awal yang sering ia rasakan adalah nyeri dan pegal-pegal pada kaki. Selain itu Risma juga tidak kuat berdiri terlalu lama, dan biasanya ia akan merasa baal serta kesemutan. Selama ini, karena hidup dengan ekonomi yang pas-pasan dan sepenuhnya masih dibiayai oleh ibunya yang bekerja sebagai buruh tani, Risma anak yatim ini tidak pernah mendapatkan fasilitas pengobatan yang memadai. Alhamdulillah pada pertengahan tahun 2014, dengan dibantu oleh sanak saudaranya dan dibekali jaminan kesehatan BPJS, Risma dapat menjalani pengobatan di RSUD Murjani Sampit Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter RSUD Murjani yang menanganinya Risma menderita penyakit dengan diagnosis AVM Regio Femur sampai Pedis dextra (AVM regio femur-pedis dextra yaitu: terbentuknya hubungan abnormal antara pembuluh darah arteri dengan vena disertai bypass pada sistem kapiler darah pada daerah paha hingga kaki kanan) dan pengobatan lanjutannya harus dirujuk ke RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Meskipun telah berobat dengan fasilitas BPJS, yang sangat membantu Risma dalam menjalani pengobatannya, akan tetapi tingginya biaya kost dan biaya hidup sehari-hari di Jakarta dirasa sangat memberatkan, apalagi Risma saat ini sama sekali belum memiliki pekerjaan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Risma, sekaligus membantu meringankan beban Risma, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 759. Kondisi Risma Sihaan Alhamdulillah stabil, Risma masih terus menjalani kontrol ruti di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Risma menderita Arterio Venous Malformation


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta, tepatnya di Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM kita mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-hari RRSR menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik untuk 3 rumah singgah dan beberapa kamar kos yang kita sewa. Saat ini pasien yang ada di 3 RSSR berjumlah 18 orang pasien dan 20 pendamping. Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik, Operasional bulan November 2016 di RSSR Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 915. Semoga pasien-pasien yang sedang berjuang kesembuhan diberi kelancaran dalam proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 15.000.000,-
Tanggal: 19 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anies @anasaramadhan @untaririri

Bantuan untuk keperluan Logistik, Operasional bulan November 2016


SYAKILA CHOIRUNNISA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Hutan Jati RT 4/11 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Syakila adalah putri kedua dari pasangan bapak Sultoni (33) dan ibu Sumiyati (34). Syakila terlahir beda dengan bayi pada umumnya, yaitu ada pembesaran di kepala. Saat ibu Sumiyati mengandung, sebenarnya sudah terdeteksi adanya virus tokso pada janin Syakila. Dokter sempat memberikan obat supaya virus itu mati, tapi yang terjadi virus malah berkembang. Sampai saat usia kandungan 9 bulan, Syakila harus terlahir dengan kondisi kepala yang besar (Hydrocepalus). Saat itu, dokter menganjurkan untuk operasi pemasangan VP Shunt jika usia Syakila sudah menginjak 3 bulan. Tapi, karena masalah internal operasi itu tidak kunjung dilakukan. Sampai saat usia Syakila menginjak 6 bulan, pihak rumah sakit menyarankan supaya Syakila dirujuk ke RSCM. Alhamdulillah, di RSCM Syakila langsung bisa dilakukan pemasangan VP Shunt, kondisinya juga baik. Beberapa bulan paska menjalani operasi, kadang Syakila mengalami kejang dan keluar busa dari mulutnya. Syakila kecil harusnya berobat rutin ke rumah sakit setiap seminggu sekali, tapi karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung akhirnya pengobatan dialihkan ke RSUD terdekat itupun tidak dilakukan secara rutin.  Bapak Sultoni sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta tapi gaji yang diterimanya tidak cukup jika harus dipakai untuk bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan masih untuk membeli susu dan pampers untuk anak kembarnya yang masih berusia 8 bulan (adik Syakila). Sementara ibu Sumiyati dirumah mengurus ketiga putri kecilnya. Kadang jika waktunya kontrol tapi tidak mempunyai ongkos, orang tua Syakila harus meminjam uang ke tetangganya atau rela tidak berangkat ke rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan orang tua Syakila berikhtiar mencari kesembuhan untuk putrinya, Allah menuntun langkah #kurirSR untuk bertemu dengan mereka. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan Syakila telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 915. Semoga ini akan sedikit banyak membantu mengurangi beban orang tua Syakila. Kini Syakila masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM setiap  2 minggu sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri  Ryan

Syakila menderita Hydrocepalus


SILVA NADILA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Pulo Nangka 1 RT 8/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Silva biasa bocah ini disapa, saat usianya menginjak sepuluh bulan terdapat tanda pembesaran kepala dan pernah mengalami demam tinggi. Karena khawatir, orang tua Silva membawa Silva ke RS Royal Taruma, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan Hydrocepalus. Pihak dokter menyarankan jika sebaiknya Silva segera dilakukan operasi untuk pemasangan VP Shunt. Alhamdulillah dengan berbekal BPJS, semua tindakan bisa dilakukan. Setelah dilakukan tindakan operasi lingkar kepala Silva tidak bertambah besar. Tetapi Silva kecil masih terlihat lemas dan lunglai, belum bisa mengangkat kepalanya saat usianya sudah menginjak 2 tahun, sehingga Silva masih harus menjalani kontrol rutin ke RS. Orang tua Silva, bapak Sanajaya (43) dan ibu Sarni (33) tidak patah semangat untuk berjuang mencari kesembuhan putri pertamanya ini. Bapak Sana sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut di sebuah pergudangan dengan penghasilan yang pas-pasan, sementara ibu Sarni sebagai ibu rumah tangga. Kadang bapak Sana bingung jika tiba jadwal kontrol tapi tidak ada biaya, dengan sangat terpaksa mereka seperti harus merelakan satu kesempatan hilang melihat anaknya sembuh. Alhamdulillah, ditengah kondisi itu #kurirSR dipertemukan dengan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari buat Silva, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 915. Saat ini Silva masih harus menjalani fisioterapi setiap seminggu sekali di RS Royal Taruma dan rencananya Silva akan dibuatkan sepatu avo untuk membantu terapi berjalannya. Semoga apa yang telah diusahakan oleh orang tua Silva nantinya akan berbuah manis, ya bisa melihat sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Desember2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri  Ryan

Silva menderita Hydrocepalus


AFIFAH SYAHIRA (3, Tumor Batang Otak). Alamat: Jl. Peta Barat Rawalele RT. 8/10 No. 15, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Afifah Syahira, sejak Maret 2015 lalu dinyatakan oleh tim dokter yang menanganinya menderita Tumor Batang Otak. Sejak saat itu pula, Afifah mulai bersahabat dengan rumah sakit. Penyakit ini termasuk jarang dialami oleh anak seusianya, sehingga tidak semua rumah sakit bisa menangani. Salah satu rumah sakit yang bisa menangani adalah RS Siloam Karawaci, tapi ada beberapa kendala yang dihadapi oleh orang tua Afifah, Ibu Irna Soleha (27) selain rumah sakit tersebut tidak bisa menerima pasien dengan jaminan kesehatan BPJS, jarak tempuh ke rumah sakit cukup jauh, juga Afifah tidak bisa dibawa naik kendaraan umum. Afifah butuh sirkulasi udara yang cukup dan jika dipaksakan Afifah bisa mengalami kejang. Jadi untuk bisa dibawa ke rumah sakit yang jauh harus memakai kendaraan pribadi atau ambulance. Semua itu juga tidak mudah untuk seorang ibu Irna Sholeha yang sehari-hari hanya berjualan es keliling, terlebih dimusim penghujan seperti ini, sering kali dagangan yang dibawanya tidak habis. Jika mengandalkan dari hasil berjualan ibu Irna, tidak memungkinkan untuk Afifah dilakukan operasi karena untuk biaya kontrakan dan makan sehari-hari saja sudah sangat pas-pasan. Sejak Afifah mulai sakit ibu Irna, membesarkan Afifah seorang diri sehingga beliau harus banting tulang sendiri. Rasanya berat sekali beban yang harus dipikul ibu Irna, tapi segala beban itu seolah telah berakhir. Innalillahi wa innailaihi roji’uun, kemarin kami mendapat kabar kita Afifa telah berpulang. Perjuanganmu telah selesai dik, semoga tenang disana. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantunan lanjutan untuk biaya pemakaman Afifah , setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal: 21 Desember 2016
Kurir: @wirawiry  @harji_anis  @anasaramadhan @untaririri

Afifah menderita Tumor Batang Otak


SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat. tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Jadi Ibu Sunarmi harus bisa merelakan untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk membayar BPJS dan biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 915. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 17 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Bu sunarmi menderita Stroma Nodosa


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB Paru). Alamat :  Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat dirumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September  2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan di diagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 915. Kini ibu Hanum masih harus menjalani kontrol rutin di RSUP Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Bu hanum menderita Diabetes + TB Paru


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan  Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk  pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 915. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anies @anasaramadhan @untaririri

Dalem menderita Down Syndrome dan Jantung Bocor


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 915. Kini berat badan Alzena terus naik dan masih rutin menjalani kontrol ke RSCM Jakarta, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal: 17 Desember  2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Alzena menderita Gizi Buruk


MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita  Atresia Billier (kondisi bawaan /kongenital dimana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu). Atresia Billier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama sudah dilakukannya pada puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Dan berlanjut ke RSCM sampai akhirnya harus menjalani transplantasi hati. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun pasca menjalani tindakan transplantasi hati yang dilakukan Februari 2015 kemarin membuat Mahira harus menjalani rawat jalan yang panjang. Kondisi membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya kos disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 900. Saat ini Mahira  tetap masih terus  menjalani rawat jalan setiap sebulan sekali di RSCM. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhan Mahira.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Desember  2016
Kurir : @wirawiry @harjie_anis @untaririri

Mahira menderita Atresia Billier


AMENIA BINTI KARSUN (46, Sinus Ohrenicocostali) Alamat: Dusun Buncitan RT 10/5, Desa Kampung Baru, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pada bulan Januari 2014 bu Amenia merasakan sakit tenggorokan yang tidak seperti biasanya. Bu Amenia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Sidoarjo, bu Amenia didiagnosa  menderita Sinus Ohrenicocostali. Karena keterbatasan alat, bu Amenia di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan beberapa kali pemeriksaan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter memberikan advice untuk kemoterapi. Bu Amenia sudah menjalani beberapa kali kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya, terutama untuk biaya transportasi bu Amenia akhirnya menghentikan pengobatannya. Bu Amenia adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan sang suami, pak Banjir (50) merupakan seorang kuli angkut air. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan pada bulan Februari 2016 mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Amenia. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholics kepada beliau. #SedekahRombongan juga membantu bu Amenia dalam pembuatan jaminan kesehatan BPJS. Saat ini bu Amenia kembali menjalani kemoterapi. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya obat diluar tanggunan BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 925. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Amenia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bu amenia menderita Sinus Ohrenicocostali


HARTATIK ROFI’I (41, Tumor Otak). Alamat: Dusun Sidodadi, RT 1/1, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. 3 tahun yg lalu bu Hartatik pernah mengalami jatuh di pabrik tempat beliau bekerja. Setelah jatuh, beliau merasa ada benjolan di kepala dan sering merasa pusing. Kemudian bu Hartatik memeriksakan diri ke rumah sakit setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Hartatik didiagnosa menderita tumor otak. Bu Hartatik sempat dirawat di Rumah Sakit Mojosari selama 6 hari. Karena keterbatasan peralatan, bu Hartatik di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Hartatik sudah mulai kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Saat ini bu Hartatik sudah tidak mampu berkerja lagi karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan. Bu Hartatik sering mengalami kejang, kaki & tangan susah untuk digerakkan dan sering keluar busa serta darah dari mulutnya di setiap malam. Suami bu Hartatik, bapak Rofi’i (46) juga sudah tidak bekerja karena merawat bu Hartatik. Meskipun pembayaran pengobatan di rumah sakit sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan KIS, namun untuk biaya transportasi ke Surabaya bu Suhartatik dan keluarga mengalami kesulitan. Untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk jaminan KIS, Bu Hartatik meminjam uang dari kas desa dan koperasi desa sebesar Rp. 6.000.000,-. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Hartatik. Mulai september 2016 bu Hartatik menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang tidak tertanggung KIS. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 924. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Hartatik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD @EArynta

Bu hartafik menderita Tumor Otak


HELMIATUS SOLEKAH (6, Tumor Mata). Alamat: Dusun Krajan, RT 10/ 04, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mia biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, Mia menderita tumor mata sejak setahun lalu ia menjadi pasien dampingan dari Sedekah Rombongan. Tumor yang diderita oleh Mia sudah menjalar hingga ke tulang dan tengkorak matanya. Sehingga satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor dan sebagian tulang serta tengkorak kepalanya. 12 juni 2015 Mia telah menjalani operasi, alhamdulillah operasi yang dijalani oleh Mia berhasil, dan diketahui bila tumor yang dideritanya tidaklah ganas, sehingga tidak diperlukan kemoterapi. Namun, Mia masih harus menjalani rekontruksi mata 2-3 bulan berikutnya, serta bedah plastik di sekitar wajah dan pemasangan bola mata palsu. Pada awal sakitnya, keluarga Mia mengeluhkan tentang banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan, ongkos transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mia. Setelah melalui survey, Mia resmi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Mia melakukan kontrol rutin sebulan sekali ke Surabaya. Bantuan telah diberikan untuk biaya transportasi dan berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 888. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Mia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Mia bisa segera diobati dan Mia bisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @EArynta

Mia menderita Tumor Mata


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jl. Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Ibu Reni panggilan akrabnya mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah& seoarng anaklelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 925. Harapan Ib Misreni semoga bisa sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Oktober 2016
Kurir  : @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Ibu reni menderita Tumor Mata


MISRIYA BIN ALAWI (35, Tumor Pipi). Alamat: Desa Glingseran RT 10/1, Kec. Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak Bu Misriya umur 10 tahun muncul benjolan di dalam gusi  sebelah kiri dan semakin lama semakin membesar. Kemudian Bu Misriya memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Misriya didiagnosa menderita tumor pipi kemudian di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan tindakan operasi  bedah pengangkatan benjolan. Setelah tindakan operasi, bu Misriya rutin kontrol ke Poli Bedah Mulut, Poli Mata, Poli Syaraf dan Poli Bedah Plastik. Namun ikhtiar Bu Misriya sempat terhenti karena kendala biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Suami bu Misriya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal karena kecelakaan. Sehari-hari bu Misriya bekerja sebagai buruh tani dan tempat tinggal selama ini masih menumpang dirumah saudara nya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan Bu Misriya dan memberikan bantuan kepada Bu Misriya yang dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya. Saat ini bu Misriya melakukan kembali melakukan pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 925. Bu Misriya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Misriya masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 28 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bu misriya menderita Tumor Pipi


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 02/06, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali tentu juga adalah harapan dari kami,kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau melakukan kontrol 1 bulan sekali sembari menunggu adanya pendonor mata untuk beliau. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 915. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Pak munawir menderita Gloukoma


NJOO SWIE FOEN (61, Kanker Payudara). Alamat:  Jl. Syamanhudi No 35, Jember, Jawa Timur. Bu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya juga merupakan salah satu pasien Sedekah Rombongan yang telah meninggal dunia. Sakit yang diderita bu Gio berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa bu Gio menderita kanker payudara stadium 3, dan diharuskan untuk operasi. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan bu Gio  membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Bu Gio sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan bu Gio. Kami memberikan bantuan sebesar Rp. 500.000,- yang digunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya. Sedekah Rombongan juga membantu bu Gio dalam pembuatan BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Mulai awal menjalani kemoterapi dan radioterapi bu Gio telah didampingi oleh Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya sudah diberikan dan masuk di rombongan 925.  Saat ini semua proses kemoterapi dan radioterapi sudah selesai, namun muncul benjolan lagi yang semakin membesar di punggung beliau dan saat ini masih dalam tahap diagnosis. Saat ini bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Oktober 2016
Kurir:   @Wahyu_CSD @EArynta

Ibu njoo menderita Kanker Payudara


PADI  BIN SAKIP (33, Tumor Mata). Alamat: Dusun Kururan, RT 28/6, Desa Mbelulu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 19 tahun, pak Padi mengalami kecelakaan dan benturan pada mata sehingga menyebabkan mata bagian kanan menonjol keluar. Pak Padi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Kondisi pak Padi lambat laun semakin membaik pasca kecelakaan, namun pada usia 32 tahun kondisi mata padi selalu memerah dan terdapat daging tumbuh di dalam mata. Pak Padi memeriksakan diri ke  RSUD Soedono Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Padi di diagnosa menderita  tumor mata. Pak Padi kemudian dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan dan penanganan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali kontrol serta pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor. Pak Padi tidak memiliki jaminan kesehatan serta terkendala dana untuk operasi. Pak Padi tinggal bersama istrinya. Pak Padi bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Padi. Mulai september 2016 pak Padi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 925. Sedekah Rombongan juga membantu pak Padi untuk pembuatan serta pembayaran iuran BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Padi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  @EArynta

Pak padi menderita Tumor Mata


RIRIN INDRAWATI (51, Kanker Mulut) Alamat: Dusun Duku RT 1/27, Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pada awal tahun 2013 muncul benjolan di langit langit mulut Bu Ririn. Kemudian Bu Ririn  melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Jember dan dilakukan tindakan biopsi. Dari hasil pemeriksaan, Bu Ririn didiagnosa menderita kanker mulut. Selanjutnya dilakukan operasi pada kelenjar air liur Bu Ririn. Pasca operasi benjolan kembali tumbuh. Pada tahun 2014 Bu Ririn di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Ririn baru melakukan pengobatan ke RSU Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Agustus 2015 untuk menjalani radioterapi. Keterlambatan untuk datang ke RSUD Dr. Soetomo karena kendala biaya transportasi ke Surabaya.  Pada Februari 2016 muncul benjolan di atas hidung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Ririn kembali didiagnosa menderita kanker dan kanker baru tersebut sudah tidak bias dioperasi karena sudah menyebar ke otak. Bu Ririn memiliki fasilitas jaminan kesehatan (JKN), namun beliau merasa kesulitan biaya transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang kesulitan yang dialami bu Ririn, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Bantunan sudah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 925. Bu Ririn dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholics atas bantuan yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp  500.000,-
Tanggal: 12 Oktober 2016
Kurir: @Wahyu_CSD @EArynta

Bu ririn menderita Kanker Mulut


NURHOSNA BIN MUSAKKI (46, Tumor Mata ). Alamat : Desa Dawuhan RT 1/2, Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal September 2014 lalu, muncul benjolan pada mata Bu Nurhosna, kemudian Bu Nurhosna memeriksakan dirinya di RSUD Bondowoso dan didiagnosa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolanpada mata kanan Bu Nurhosna semaikin bertambah besar. Sehingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biayatransportasi ke Surabaya beliau hampir putus asa untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Bu Nurhosna seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 2 orang anak. Beruntung kami Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau. Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan, transpotasi serta membantu membuatkan BPJS untuk Bu Nurhosna.Bantuan kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan sejumlah Rp. 500.000,- untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 904. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Bu Nurhosna bisa segera selesai dan dokter menyatakan sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Oktober 2016
Kurir:  @Wahyu_CSD @EArynta

Bu nurhonsa menderita Tumor Mata


IIS JUJU ZULAIKAH (22, Infeksi Kaki Sebelah Kanan). Alamat: Desa Candi RT. 01/06, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Iis merupakan pasien dampingan SedekahRombongan Semarang yang saat ini menjadi dampingan SedekahRombongan Solo. Mei 2015 silam sepulang dari bekerja di Kalimantan, Mbak Iis mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki kanannya retak. Oleh warga sekitar dilarikan ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Tiga hari kemudian setelah kondisi Mbak Iis agak membaik dokter melakukan operasi pemasangan pen di kaki kanan. Beberapa bulan setelah operasi pemasangan pen, kaki bekas pen mengalami bengkak namun karena jarak ke Rumah Sakit jauh dan kondisi keuangan keluarga yang tidak mampu maka tidak dibawa ke rumah sakit sehingga pada akhirnya kaki yang bengkak tadi membusuk, jahitan membuka, pen lepas dan sekarang terlihat tulang kaki karena daging juga mengelupas. Apabila berjalan, keluar tetesan darah dari luka tersebut. Namun karena keterbatasan biaya, pengobatan dilakukan seadanya. Sejak sakit, Mbak Iis tidak bekerja, kemudian Mbak Iis dan Ibunya, Ida Zubaidah (42) memutuskan untuk kembali ke Jawa tinggal menumpang di rumah kerabat di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan harapan akan mendapatkan pengobatan yang lebih layak. Sementara sang ayah dan adik tetap berada di Kalimantan. Kurir SedekahRombongan Semarang dipertemukan dengan Mbak Iis dan keluarga kemudian mendampingi pengobatan Mbak Iis hingga mengantar berobat ke Solo. Mbak Iis baru saja menjalani operasi pengambilan pen Senin, 5 September 2016. Setelah perawatan rutin setiap hari selama 1 bulan, luka kaki mbak Iis sudah menutup dan mengecil. Namun, cairan yang keluar tidak kunjung kering. Akhirnya dokter menganjurkan untung dirawat di rumah sakit. Santunan ke-4. untuk pembelian obat dan akomodasi selama menjalani rawat inap disampaikan kepada Mbak Iis, dimana santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 928. Semoga mampu mengurangi beban dan Mbak Iis berangsur sembuh. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @mawanhananto @Anissetya60 @Ayak

Mbak iis menderita Infeksi Kaki Sebelah Kanan


SONIA ANDRIYATI BINTI SLAMET (11, Tumor Kelenjar Getah Bening), Alamat : Dusun Sindomulyo ,RT 03 / RW 01  ,Desa Sidomulyo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Ananda Sonia mulai merasakan sakit setelah lebaran tahun 2016, berawal dari munculnya benjolan di sebelah kiri dan mulai diperiksakan ke puskesmas Sruwohrejo. Dikarenakan tidak kunjung sembuh dan benjolan tersebut pindah ke daerah hidung yang mengakibatkan mata sebelah kiri agak keluar. Sama pihak keluaga melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut di RSU Tjitro Wardjojo Purworejo. Mata dek Sonia semakin membesar dan peralatan di RSU kurang menunjag maka dimulai membuat rujukan ke RS Sardjito Yogyakarta. Bapak nya ananda Sonia Pak Slamet (43) sehari-hari membantu bude nya ananda Sonia di Jakarta sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Pembuatan BPJS pun dibuat sama pak Slamet dari awal ananda sakit. Semenjak ananda Sonia sakit praktis bapak slamet tidak bekerja karena selalu mendampingi ananda Sonia berobat. Pak Slamet dan bu Mursinah memiliki anak Sonia Andriyati (11) , Zakia Takiana (7) dan Bilqis Nabila Hafizara (8). Alhamdulilah pak Slamet bertemu ama kurir #SedekahRombongan langsung silaturahmi ke rumahnya. Pengobatan pun dilakukan mulai dari Kemo di RS Sardjito Jogjakarta, cuma Baru melakukan kemo yang ke 4 Ananda Sonia mengalami alergi, dan dilanjut kan melakukan sinar. Jadwal sinar pun dicari yang paling cepat sampai ke RS Moewardi Solo. Dan akhirnya Sonia di rujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Santunan ke empat dari sedekahcholic pun diberikan ke keluarga pak Slamet untuk membayar biaya kehidupan dan pembayaran kontrakan di Jakarta. Santunan sebelumnya pada Rombongan 901, 918 dan 921

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Untari Didit

Sonia menderita Tumor Kelenjar Getah Bening


NGATINAH BINTI MARTOREJO (56, Patah Tulang). Alamat : Sitanjung RT 1 RW 3  Kelurahan Pangenjurutengah, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Sakit kerapuhan tulang punggung yang diderita Bu Ngatinah yang menyebabkan lebih kurang dua tahun ini sering terbaring di tempat tidur sehingga tidak bisa beraktifitas seperti orang sehat pada umumnya. Kalau untuk berdiri harus dibantu orang lain dan menggunakan tongkat. Keadaan ini yang menyebabkan dirinya sering tiduran saja. Pada hari Jumat 25 November 2016 Bu Ngatinah ingin buang air kecil namun sayang ia terjatuh sehingga kakinya patah. Alhamdulillah ada tetangga yang memberitahu kurir Sedekah Rombongan sehingga kami membantu mengantar ke Rumah Sakit Tjitro Wardjojo Purworejo. Santunan dari sedekacholic pun diberikan untuk meringankan kehidupan sehari-hari di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangga : 25 November 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Wiwit

Ibu ngatinah menderita Patah Tulang


KAMINI BINTI ALM. SANDIARJO(42, TBC). Alamat : Dusun Banyumudal RT 5 RW2, Kelurahan Buayan Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Bu kamini mulai merasakan batuk-batuk sejak 2 tahun yg lalu, sudah berobat berulang kali berobat ke dokter maupun obat herbal tidak sembuh, akhirnya pada tanggal 18 November 2016 berobat ke Rumah Sakit  Purbowangi dan disarankan Rawat Inap, bu Kamini di lakukan pemeriksaan radiologi dari hasil rontgen dada di dapatkan ada TBC dan penumpukan cairan di selaput paru2, bu Kamini di rawat di ruang isolasi selama 4 hari dan minta pulang atas kehendak sendiri pada tanggal 22 November 2016 karena tidak ada biaya dikarenakan bu Kamini tidak punya BPJS/KIS, bu Kamini dirawat di rumah oleh keluarganya, keluarga mengurus KIS ke desa setelah dicek ternyata masuk kuota KIS dan akhirnya pasien mendapatkan kartu KIS, karena kondisi bu Kamini semakin menurun sampai tidak sadar akhirnya pada tanggal 11Desember 2016 dibawa ke RSU PKU Muhammadiyah Gombong dan pada tangal  20 Desember 2016 sudah boleh pulang, namun bu Kamini mengalami amnesia sebagian dari anggota keluarga dan peristiwa tidak diingat. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan messenger informasi tersebut dan bersilaturahmi ke rumahnya. Sekarang ini Bu Kamini melakukan pengobatan kontrol setiap minggu selama minimal 6 bulan. Santunan dari sedekahcholic pun diberikan untuk kehidupan sehari-hari dan transportasi

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Tuti

Bu kamini menderita TBC


ZUNAIDAH BINTI SINAH (55, Bedah Rumah). Alamat: Kalipetir Lor, Margosari, Pengasih, Kulon Progo, DIY. Zunaidah merupakan ibu dari empat orang anak. Ibu Zunaidah hidup tanpa didampingi oleh suami karena ditinggal pergi entah kemana. Ibu Zunaidah berusaha mencukupi kebutuhan keluarga dengan menjadi buruh cuci dan masak di rumah makan. Kedua anaknya sudah bekerja di pabrik, akan tetapi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan cicilan hutang dan biaya hidup sehari-hari. Sementara kedua anaknya yang lain belum mendapatkan pekerjaan. Kondisi rumah ibu Zunaidah sangat memprihatinkan karena masih berlantaikan tanah, dinding dari anyaman bambu, dan belum memiliki kamar mandi. Kebutuhan air dicukupi melalui sumur umum yang jaraknya 50 meter dari rumah. Alkhamdulillah kedatangan Sedekah Rombongan dapat menjadi secercah harapan untuk meningkatkan kondisi rumah yang lebih baik. Santunan yang diberikan akan digunakan untuk membangun kamar mandi sederhana sehingga keluarga Ibu Zunaidah dapat melakukan MCK.

Jumlah bantuan: Rp 2.500.000,-
Tanggal: 16 Desember 2016
Kurir: @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febriyanto, Wiwin Marlina

Bantuan Bedah Rumah


KATARINA SELLA BERLIAN (1.5 , pasca operasi, tidak punya anus). Alamat lengkap: Wonotawang, RT 31 RW 13,Sidoharjo Samigaluh Kulon Progo. Anak, Katarina Sella Berlian adalah anak kedua dari Lorentius Maryanto  dan Antonia Margiyanti, anak ini sejak lahir sudah ada kekurangan yaitu tidak memiliki anus sejak lahir. Sehingga oleh dokter di RS Sarjito dioperasi dibuatkan lubang anus buatan, di samping itu ada tempat pembuangan lewat perut. Karena saluran yang menuju anus jadi satu dengan saluran yang di lubang vagina. Maka harus dioperasi danimal masih harus 5 kali operasi sampai anak umur 10 tahun.Namun karena keterbatasan keluarga dalam masalah biaya hampir 6 bulan tidak dikontrolkan anus buatan tersebut menutup kembali. Perkembangan / pertumbuhan dari anak tersebut sangat bagus dan anak ini sangat sehat namun tidak punya anus, dan sementara kalau buang kotoran lewat lubang buatan di perut. Sebenarnya akan dioperasikan tetapi biaya cukup banyak terutama untuk operasionalnya, karena sudaah harus di RS Sarjito. BPJS  sekarang sudah punya dan menggunakan fasilitas ini.Riwayat
Pengobatan: Anak ini sudah langsung di tangani Dokter di RS Sarjito lahir terus beberapa bulan di buatkan anus buatan ,  6 bulan tidak di kontrolkan padahal harus di kontrolkan sehingga menutup lagi. Anak sekarang kalau BAB harus lewat lubang di perut dengan pakai selang. Pertumbuhan anaknya sangat bagus, anak sehat.Kendala yg dihadapi atau alasan dibantu :  harus operasi lagi membuat anus buatan mengingat pertumbuhan anak tersebut, sementara ini kalau periksa di RSUP Sarjito sebagian banyak biaya sendiri ,  biaya operasional terlalu banyak.Sedekah Rombongan datang untuk memberikan sedekahholic, keluarga Maryanto sangat senang dengan bantuan tersebut.

Jumlah bantuan Rp 1.000.000,
Tanggal: 20 Desember 2016
Kurir: @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febriyanto, Ahmad Amin.

Bantuan perawatan pasca operasi, tidak punya anus

​–
EVA TRISNAWATI        ( 17, Beasiswa). Alamat : Klampok Pedukuhan IV Rt 018 Rw 008 Brosot Galur Kulon Progo.   Eva Trisnawati biasa dipanggil eva adalah putri dr ibu Arifah (janda cerai hidup) yg bekerja sebagai buruh di warung bakmi tetanganya. Hasil dari buruh ibu Arifah untuk menanggung biaya hidup dan membayar kontrakan rumahnya. Dan ibu Arifah menanggung 2 anak yg masih sekolah semua. Saat ini Eva yg duduk d SMA N 1 LENDAH KELAS XI IPA 1, memiliki tungakan biaya sekolah sumbangan pendidikan sebesar Rp.965.000. Uang hasil kerja ibu Arifah sementara ini untuk mencukupi kebutuhan hidup masih kurang, sehingga prioritas biaya pendidikan tidak terperhatikan.
Beruntung tim Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk menyampaikan beasiswa dari sedekaholics.

Jumlah bantuan: Rp.1.000.000.-
Tanggal: 15 Desember 2016
Nama Kurir : @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febriyanto, Herman.

Beasiswa


WARDI UTOMO (75, Dhuafa). Alamat : Botokan RT 12, Jatirejo, Lendah Kulon Progo, DIY. Mbah Wardi adalah seorang laki-laki tua yang tinggal brsama anak laki-laki satu-satunya yang masih bujang walau umur sudah dewasa. Di rumah gedhek beliau tinggal. Kondisi mbah Wardi kini sudah tidak bisa kemana-mana. Setiap hari hanya berada di tempat tidur. Makan,buang air kecil,dan lain sebagainya dilakukan di tempat tidur. ketika sakit pun beliau jarang di bawa periksa karena keterbatasan ekonomi. Anak laki-lakinya hanya bekerja serabutan. Jika ada orang yang minta bantuan kerja ia baru akan bekerja. Sebelumnya, Sugiyo (anak laki-laki) bekerja di tempat yang jauh. Tapi kini ia meninggalkan pekerjannya karena merawat bapaknya yang sudah tua dan sering sakit-sakitan. Untuk menyambung hidupnya, Sugiyo juga memelihara unggas (ayam,angsa,burung) di rumah.
Beruntung tim Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholiks untuk biaya hidup dan pengobatan simbah Wardi.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Nama kurir : @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febriyanto,Rohanna Desy Kurniawati

Bantuan untuk biaya hidup dan pengobatan simbah Wardi.


ENNI NUGRAHENI (16, Beasiswa). Alamat: Pedukuhan Jelok RT 053/RW 026, Sentolo, Kulon Progo, DIY. Enni merupakan salah satu pelajar kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Pengasih. Enni merupakan salah satu siswa yang cerdas dalam bidang akademik dan seni tari. Kemampuan menarinya sering ditunjukkan ketika acara sekolah dan pementasan di daerah-daerah. Namun, sayangnya kemampuan akademik yang bagus kurang didukung dengan kemampuan finansial. Enni sering mengalami kesulitan membayar biaya sekolah sehingga ia membantu kebutuhan biaya melalui kemampuan menarinya. Ayah Enni, Tukijan Ali Musthofa (58) saat ini sudah tidak mampu bekerja karena kondisi sedang sakit. Sedangkan ibunya sudah meninggal sejak Enni berusia 3 tahun. Kebutuhan sehari-hari ditanggung kakaknya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Tanggungan tunggakan biaya sekolah yang harus dibayarkan sebesar Rp 4.000.000,-.
Alkhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi dengan keluarga Enni untuk menyampaikan titipan sedekaholic untuk membantu meringankan biaya sekolah.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 16 Desember 2016
Kurir: @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febriyanto, Wiwin Marlina.

Beasiswa


GATOT NUGROHO (48, Diabetes+ Rabun Pasca operasi). Alamat lengkap : Klangon, Banjaroyo, Kalibawang, kulon progo, DIY.  Gatot Nugroho 3 bulan yang lalu dioperasi karena diabet di kaki dan pinggulnya, jadi sudah 2 kali operasi yang dilakukan di RS. Panti Rapih Yogyakarta. Sekarang karena diabetnya itu sudah menyerang mata atau penglihatannya kabur 90% tidak bisa melihat. Maka diperiksakan ke RS. Dokter Yap Yogyakarta dengan diagnosa dokter dimana rabunnya sudah parah dan harus operasi tersebut, akan tetapi karena Gatot Nugroho itu sakit diabet maka diobati dulu, dan salah satu obat ada yang ditetes dan akibatnya sangat sakit sekali maka dihentikan oleh dokter, dan Gatot Nugroho harus operasi. Operasi kurang lebih habis Rp. 45.000.000,-, kalau pakai bpjs harus menunggu 3- 6 bulan. Padahal harus segera dilakukan operasi. Gatot yang pekerjaanya sebagai satpam di sebuah hotel tidak mampu membiayainya, apalagi sekarang tidak bisa melihat hampir 90% cukup repot untuk kerja. Istri kerja jualan makanan juga tidak sanggup membiayai. Dan sekarang berobat alternatif yang juga butuh biaya. Sedekah Rombongan bersilaturahmi memberikan bantuan sedekahholic untuk biaya operasional pengobatan.

Jumlah bantuan :  Rp.1.000.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, R. Ahmad Amin.

Pak gatot menderita Diabetes+ Rabun Pasca operasi


TPA  AL MA’ARIF (Bantuan Operasional). Alamat lengkap : Munggangwetan, Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY. Salah satu TPA yang lumayan maju, dulu pengajian belajar Al qur’an bagi ibu ibu, remaja, dan  sekarang pengajian dan TPA itu anggota ada 60 orang dengan Ustad/ah 13 orang. Untuk kegiatan operasional memang sangat minim sehingga sangat membutuhkan bantuan operasional. Beruntung kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic yang diterima salah satu Ustadzahnya yang bernama Rahmawati.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Nama Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, R.Ahmad Amin.S.

Bantuan Operasional


MUJIAH BINTI WARJO (78 , Dhuafa). Alamat lengkap Madigondo Sidoharjo Samigaluh Kulon Progo. Ibu Mujiah seorang duafa/fakir miskin, yang sudah tua , hidup sendiri dirumah sendiri, memasak sendiri. Keadaan rumahnya memprihatinkan dan sempit 7 tahun suamiya yang bernama Bapak Nasrun meninggal dunia. Ibu Mujiah sangat membutuhkan santunan untuk memenuhi kebutuhanya. #Sedekah Rombongan hadir untuk menyampaikan batuan sedekah holix, yang Ibu Mujiah kebetulan ada di Madjid sehingga di berikan di serambi Masjid Jihad.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Desember 2016.
Kurir: @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Ahmad Amin.

Bu mujiah seorang Dhuafa


MEI DIANA SURYANINGSIH (18, Anemia + polip cervix) Alamat: Bekelan Rt 42, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Diana begitu biasa dipanggil adalah puteri dari Sumini (45) seorang janda yang bekerja serabutan. Hidup sederhana dan tinggal menumpang dengan kedua anaknya yaitu Diana dan adiknya yang juga menderita Autis dirumah orangtua. Perawatan untuk Diana dan adiknya yang Autis sangatlah besar dengan penghasilan Sumini yang tidak menentu.Pada Maret 2016, Diana opname dan dilakukan operasi, dengan biaya ditanggung Jamkesda.Tetapi untuk pengobatan selanjutnya harus membayar sendiri, karena jatah dari jamkesda sudah habis.Bln November 2016 Diana harus opname lagi karena anemia dengan kadar hb 3,2gr% dan dilakukan transfusi 6 kantong dengan biaya ditanggung sendiri sebesar 6,5 juta. Diana direncanakan akan di operasi lagi karena polip tumbuh lagi, dan diperkirakan biaya operasi sekitar 15 juta. Namun sebelum operasi dilakukan biopsi dengan hasil kanker leher rahim stadium 3a, sehingga direncanakan untuk khemotherapy terlebih dahulu selama 4 kali dan akan di observasi kemajuannya untuk tindakan operatif bila memungkinkan. Masih butuh waktu yang panjang bagi Diana untuk berobat. Keluarga bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholic.

Jumlah bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Nama kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febriyanto, Lilik Wuryani.

Mei menderita Anemia + polip cervix


SUBARNO BIN PRAPTO SUDARNO (38, kanker kelenjar getah bening). Alamat: Tunjungan, Pengasih, Kulon Progo, DIY. Subarno merasa ada benjolan di lehersejak Februari 2015, kemudian berobat ke Puskesmas Pengasih 1 dan mendapat rujukan ke RSUD Wates. Di RSUD Wates dilakukan operasi dengan hasil PA peradangan. Setelah opname beberapa haridan kontrol pasca operasi, luka operasi tidak kunjung sembuh bahkan membengkak dan terasa panas. Pada bulan Mei 2016, Subarno dirujuk ke RSUP DR Sardjito oleh SpB Onk dilakukan PA dengan hasil posistif kanker dan mendapat masukan untuk khemoterapi. Karena kondisi ekonomi Subarno yang sebelum sakit bekerja serabutan, praktis selama sakit tidak bekerja. Istrinya, Jumiyati mempunyai dua anak yang sudah duduk di kelas 1 SLTP dan satu lagi berusia 2 tahun. Subarno mempunyai jamkesmas namun sampai ke RSUP Sardjito membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga Subarno merasa sangat lemah dan tidak sadarkan diri saat berobat di dokter. Kemudian opname di RSUD Wates dan setelah membaik disarankan khemo di Sardjito.
Keluarga bersyukur pada bulan September 2016, kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi untuk memberikan santunan yang pertama yang digunakan untuk berobat ke Sardjito. Subarno pun mempunyai hutang Rp 5.000.000,- pada saat berobat sebelumnya. Sekarang Subarno masih melanjutkan khemoterapi, kondisi luka masih basah, keadaan umum lemah, mual dan muntah. Subarno masih membutuhkan pendampingan Sedekah Rombongan untuk biaya transportasi.  Kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan kedua dari sedekaholic.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 18 Desember 2016
Kurir: @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febriyanto, Lilik Wuryani.

Pak subarno menderita kanker kelenjar getah bening


BADKO TPA KULON PROGO (Bantuan Operasional). Alamat: Masjid Masyfa, Wonosidi Kidul, Wates, Kulon Progo, DIY. Badko TPA Kulon Progo yang diketuai oleh H.M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd. mempunyai banyak program kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya ustadz dan santri serta segala bentuk kegiatan monitoring dan evaluasi Badko TKA-TPA se kabupaten Kulon Progo. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan secara berkesinambungan dengan dukungan tenaga serta dana seadanya. Kegiatan dalam rangka evaluasi kualitas SDM yang dilakukan oleh 576 santri, tentu saja membutuhkan tenaga pikiran serta dana yang tidak sedikit jumlahnya. Badko TKA-TPA pun mendapat bantuan dari berbagai pihak, namun masih saja banyak kekurangan dana. Adapun kekurangan dana yang ada sebesar Rp 8.000.000,-. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi dan memberikan bantuan sedekaholics.

Jumlah bantuan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 18 Desember 2016
Kurir:  @MarjunulNP, Mochmammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani.

Bantuan Operasional


PONPES AL MANAR (Bantuan Operasional).  Alamat: Pengasih, Pengasih, Kulon Progo, DIY. Ponpes Al Manar dibawah pimpinan Muhammad Syaifuddin, S.sy S.Th.I adalah salah pondok pesantren yang maju pesat dan menampung pelajar SLTP Putra sekaligus sebagai penghafal Qur’an. Sejak 4 tahun yang lalu, sudah meluluskan santri penghafal Qur’an dengan pembiayaan gratis. Para santri pun berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sedangkan operasional pondok didapatkan dari para orang tua asuh dan para dermawan yang bersodaqoh. Pada saat ini, santri yang belajar di pondok semakin banyak dan orang tua asuh yang memberikan sodaqoh tetap tidak bisa mencukupi kebutuhan para santri. Beruntung kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 16 Desember 2016
Nama Kurir : @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febriyanto, Lilik Wuryani.

Bantuan Operasional


SARIYEM BINTI OLOIJOYO (80, Sakit Kronis). Alamat: Nglotak, Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo. Simbah Sariyem adalah ibu yang tinggal seorang diri. Suaminya sudah meninggal dunia. Beliau dirawat oleh keponakannya yang tinggal 500 m dari rumah Simbah Sariyem. Beliau mempunyai penyakit kronis yang sudah diderita selama 5 tahun, yaitu hipertensi, maag kronis dan sakit mata dari tahun 2010-2016. Beliau masih periksa rutin di RSUD Wates. Terakhir dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Yap karena baru saja melakukan operasi mata kanan (glukoma) pada tanggal 11 November 2016. Rencana ke depan akan melakukan operasi mata kiri (katarak). Kendala yang dihadapi adalah biaya operasional rumah sakit yang hanya mengandalkan bantuan dari keponakan.
Beruntung kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 Desember 2016
Nama Kurir : @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febriyanto, Abind.

Bu sariyem menderita Sakit Kronis


CASBANI (45, Gangguan jiwa) Alamat : Sibolong Jatimulyo Girimulyo KP. Casbani biasa bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu dan serba kekurangan. Rumah yang ditempati pun sudah tidak layak huni, dengan lobang pada dinding yg tidak permanen. Sejak bulan Agustus kemarin mengalami gangguan jiwa dan terpaksa harus berobat ke Grasia. Saat ini belum bisa bekerja, sementara tangungan Casbani yaitu Sukarsih (38) dengan dua anaknya yang masih duduk dikelas 5 SD dan satu lagi masih bayi membutuhkan perhatian serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang selama ini dibantu tetangga. Casbani sendiri memerlukan kontrol rutin, tetapi karena tidak ada biaya maka tidak pernah periksa rutin. Rumah pun memerlukan perbaikan karena sudah banyak berlubang. Keluarga bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi untuk menyampaikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah.bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Nama kurir : @Marjunul NP, Muchammad Yudan Febriyanto, Lilik Wuryani.

Bu casbani menderita Gangguan jiwa


GESANG SLAMET WIDODO (17, Beasiswa Pendidikan). Alamat : Tangkilan, RT 3, Sidoarum, Godean, Sleman. Gesang hidup bersama ibu (Endang Sulastri Lestaril di rumah bagian belakang. Rumah yg depan (yang lebih layak) dikontrakkan untuk menambah biaya hidup.
Gesang merupakan anak yatim, ayahnya meninggal ketika dia masih Sekolah Dasar. Biaya hidup hanya dari ibu yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Untuk menambah biaya hidup dan sekolah pernah gesang menjadi tukang sepulang sekolah dan pernah pula berjualan di Malioboro. Ia juga sambil order souvenir. Ingin sekali Gesang bisa membantu ibunya. Namun akhir-akhir ini gesang jarang melakukannya lagi karena ia menderita sakit anemia. Dia pernah berminggu-minggu tidak berangkat sekolah karena sakitnya. Saat ini Gesang bersekolah di SMK N 1 SEDAYU Bantul dan masih memiliki tunggakan 3.900.000,00. Selain itu ibu Endang juga masih memiliki hutang untuk membelikan Gesang laptop. Laptop digunakan sebagai kebutuhan belajardi  jurusannya yaitu komputer jaringan. Selain itu, keluarganya masih memiliki hutang untuk memasang listrik rumah. Beruntung tim Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk menyampaikan beasiswa dari sedekaholics.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Nama Kurir : @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febriyanto, Rohanna Desy Kurniawati

Beasiswa Pendidikan


FITRIYANTO BIN SARWONO (39, Lumpuh). Alamat Dusun Tengahan RT 2 RW 3 Desa Kaliharjo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Mas Fitriyanto mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya berawal dari ketika dirinya mengalami kecelakaan kerja pada tahun 2006. Saat itu ia bekerja di biro periklanan. Pada saat bongkar papan reklame dirinya tersengat listrik dan terjatuh. Ketika dibawa ke rumah sakit dan diperiksa dokter , ditemukan adanya pergeseran tulang belakang sehingga diperlukan operasi. Saat itu juga dilakukan pemasangan pen pada tulang belakangnya. Sejak saat itu mas Fitriyanto sudah tidak bisa berdiri dan berjalan sehingga dia mengalami kelumpuhan bagian bawah. Untuk aktifitas sehari hari mas Firiyanto menggunakan kursi roda bahkan mas Fitriyanto masih sempat meneruskan pekerjaannya dengan mendesaign reklame pesanan para pelanggan. Mas Fitriyanto ingin sekali memiliki motor modifikasi yang bisa digunakan untuk aktifitas menjemput pesanan dan mengantar desaign iklan, juga untuk kegiatan lain sehingga dirinya tidak jenuh di rumah. Namun karena keterbatasan biaya keinginan ini belum sempat terwujud. Alhamdulillaah keluhan mas Fitriyanto ini sampai pada kurir Sedekah Rombongan dan Alhamdulillaah keinginan ini dapat terwujud. Saat ini motor untuk yang dimodif sudah dibelikan dan siap untuk dimodifikasi. Mas Fitriyanto berterima kasih sekali pada para sedekaholiks yang sudah bersedia membantu mewujudkan keinginannya.

Jumlah Bantuan : Rp.9.000.000,-
Tanggal : 25 Desember 2016
Kurir : @Marjunul NP Toto Sudiarto Didit

Pak fitriyanto menderita Lumpuh


RIFANDA IDZNI BIN DAMAHURI  (11, Tidak Ada Daun Telinga). Alamat : Kauman RT 2 RW 2 Kelurahan Wadaslintang Kecamatan Wadaslintang Kabupaten  Wonosobo Provinsi Jawa Tengah. Anak pasangan dari suami Damanhuri umur 46 tahun pekerjaan buruh tani dan istri Siti Asiah umur 42 tahun sebagai ibu rumah tangga. Ananada Rifanda mengalami cacat tidak punya daun telinga sejak lahir. Keluarga membawa ke RSUD Wonosobo dengan jaminan kesehatan dari BPJS dan disarankan dokter untuk segera dibawa ke RSUP Sardjito Jogjakarta untuk segera dilaksanakan operasi,namun operasi itu tidak bisa sekali selesai akan tetapi harus dilakukan secara bertahap. Saat ini operasi tinggal tahap akhir saja, sehingga diharuskan untuk segera ke RSUP Sardjito Jogyakarta. Namun  keluarga yang hanya sebagai buruh tani ini sangat kesulitan biaya baik untuk transportasi ataupun biaya selama di RSUP Sardjito. Alhamdulillaah keluhan ini sampai pada salah satu kurir Sedekah Rombongan dan oleh Sedekah Rombongan ananda Rifanda dibantu transportasi dan pendampingan untuk tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jogjakarta selama menjalani kontrol dan pemeriksaan di RSUP Sardjito Jogjakarta. Bantuan awal diberikan untuk akomodasi dan biaya hidup selama di RSUP Sardjito Jogjakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Yoga

Rifanda Tidak Ada Daun Telinga


SRI SETIYANI BINTI ALM. JOYO (61, Ca Servik), Alamat : Dusun Prapag RT 1 RW 4 Kelurahan Panjangsari Kabupaten Gombong Provinsi Jawa Tengah. Bu Sri Setiyani dari dulu punya riwayat sakit Myoma, dan pernah operasi Myoma tahun 1996 di RSU PKU Muhammadiyah Gombong dan dinyatakan sembuh, namun pada bln Oktober 2015 terjadi perdarahan kemudian periksa ke dokter kandungan dianalisa kemungkinan ada sisa-sisa saat operasi tahun1996 dan bu Sri Setiyani disarankan mondok namun menolak karena tidak punya biaya dan tidak punya BPJS. Untuk mendapat kesembuhan bu Sri Setiyani mendaftar BPJS mandiri dan dapat terealisasi pada bulan Maret 2016, setelah terdafatar BPJS buSri Setiyani periksa ke Pelayanan Faskes 1 dan dirujuk ke dokter kandungan, di sarankan untuk pemeriksaan pap smear dan USG, bu Sri Setiyani Rawat Inap di RS Palang Biru Gombong selama 3 hari, setelah ada hasil bu Sri Setiyani di rujuk  ke bagian Onkology  RSUP Margono Dr. Soekarjo Purwokerto, tepatnya tanggal 26 Juli 2016. Pada bulan September 2016 kondisi bu Sri Setiyani semakin memburuk seluruh badan bengkak, tidak bisa digerakkan akhirnya datang ke RSUP Margono Soekarjo namun rawat jalan. Bu Sri Seiyani dilakukan pemeriksaan lengkap pada tanggal 4 Oktober 2016, kemudian di lakukan Kemoterapy 1 tanggal 15 Oktober 2016, namun sampai kemo ke 6 tanggal 17 November 2016 batal karena kondisi menurun hasil laborat Hb Turun jd 9,9 jadi ditunda Kemo, hanya diberi vitamin. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi dengan bu Sri Setiyani. Bantuan dari Sedekacholic pun diberikan untuk transportasi ke Purwokerto dan kehidupan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Dwi Tuti

Ibu sri menderita Ca Servik


ADRIAN PRADIPTA AMZARI BIN SUWARDI (1, Suspect Astresia Billier). Alamat : Dusun Karang Tengah RT 3 RW 2 Kelurahan Paduroso Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Setelah 1 hari kelahiran dari tangga lahir 21 Oktober 2016, ananda Adrian sedikit rewel dikarenakan mata mulai sedikit kuning dan mata mulai keluar kotoran. Diperiksan bidan desa supaya di rujuk ke RSU Tjitro Wardjojo. Ananda Adrian merupakan anak pertama dari Bapak Suwardi (30) dan ibu Juwariyati (23) untuk di rujuk ke Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta dengan diagnosa suspect Astria billier. Tanggal 24 Oktober 2016 melakukan pengobatan di Poli Anak di Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta dan melakukan pengecekan Bilirubin (pengecekan sakit Kuning) terdeteksi 15, padahal normal nya dibawah satu. Untuk sàat ini masih tahap observasi dan pengecekan di Rumah Sakit Sardjito Jogjakata. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi ini dan bersilaturahmi ke rumahnya. Bantuan dari Sedekacholic pun diberikan untuk transportasi dan akomodasi saat pengobatan di Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Didit

Adrian menderita Suspect Astresia Billier


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 1 (MTSR 1) PURWOREJO (Biaya Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk  mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk  penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada Bulan Desember 2016 biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut :
– Biaya pemeliharaan MTSR (Service, ganti olie, ganti ban luar 2) Rp. 1.765.000,-
– Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM)  Rp. 1.320.000,-
– Bantuan tiket pasien (tiket kereta api) Rp. 100.000,-

Jumlah Bantuan : Rp. 3.185.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto All Kurir

Biaya Operasional


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 2 (MTSR 2) PURWOREJO (Biaya Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk  mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk  penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada Bulan Desember 2016 biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut :

– Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM)  Rp. 1.315.000,-

Jumlah Bantuan : Rp. 1.315.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto All Kurir

Biaya Operasiona


SUMARNI BINTI WONGSO KARNO (52, Metastase Tumor Colon). Alamat : Wirobrajan WB 2 RT 35 RW 07 No 107 Yogyakarta. Awalnya bu Sumarni mengalami rasa sakit di perut dan mulai membesar. Nafsu makan berkurang. Setelah dicek ternyata terdapat benjolan (tumor)dalam usus besar, dan harus dilakukan operasi. Operasi sudah dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2016, dibuatkan lubang pembuangan BAB di perut sebelah kanan. Setelah operasi diperlukan tindakan kemoterapi dan sudah dilakukan tanggal 9 September 2016. Saat ini sudah menjalani kemoterapi yang ke 4, dan minggu ini (ahir Desember 2016) akan menjalani kemoterapi yang ke 5, dari rencana sampai 8 kali. Alhamdulillah bu Sumarni sudah bisa jalan-jalan, yang sebelumnya lemas, hanya bisa berbaring dan duduk. Suami Bu Sumarni, Pak Klimun Hardiyanto (55) sehari-hari bekerja sebagai pembuat tahu, namun karena menunggu istrinya untuk melayani segala sesuatunya maka tidak bisa lagi bekerja, ekonomi keluarga yang sebelumnya normal menjadi tidak menentu. Keluarga ini mempunyai 2 anak yang sudah lulus STM, satu sudah berkeluarga, bekerja sebagai pegawai bengkel, penghasilannya hanya cukup untuk keluarga barunya saja yang baru saja memiliki seorang anak. Anak satu lagi belum bekerja, dan mengalami gangguan penglihatan, yang akan segera dioperasi. Bersyukur ibu Sumarni mendapatkan jaminan Kartu Indonesia Sehat, sehingga biaya rumah sakit bisa gratis. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk akomodasi, obat yang tidak dicover KIS, under pad, popok celana, dan vitamin. Ini bantuan kedua, sebelumnya sudah disampaikan pada Rombongan 911

Jumlah bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP

Bu sumarni menderita Metastase Tumor Colon


TONO WIYARJO (85, Stroke). Alamat :  Selopamioro RT 03, Imogiri, Bantul, DIY. Pak Tono Wiyarjo adalah seorang suami dari Ibu Kasnem (80) dan ayah dari dua anak yang sudah berkeluarga dimana kedua anaknya dan pak Tono bekerja sebagai buruh tani.  Pak Tono awalnya sering menderita sesak nafas sejak 4 tahun, dan periksa puskesmas Imogiri dan Rumah sakit swasta di Bantul. Berjalannya waktu kondisi fisik pak Tono semakin lemah dan sakit sesak nafas kambuhan dan sejak 2 tahun terakhir juga stroke dan pengobatan hanya dengan terapi, dan tidak maksimal berobat karena keadaan ekonomi pak Tono dan kedua anaknya sebagai buruh tani tidak mencukupi untuk berobat apalagi mengurus Jaminan kesehatan mandiri. Ubtuk Kebutuhan sehari- hari saja pak Tono, dibantu tetangga sehingga sementara untuk berobat rutin tidak mempunyai dana. Keluarga pak Tono Wiyarjo bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholik berupa santunan yang dapat dipergunakan untuk pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani

Pak tono menderita Stroke


SANEM BINTI KARYO DINOMO (90, Komplikasi) Alamat : Kalidadap 1 RT 03, Selopamioro, Imogiri, Bantul, DIY. Simbah Sanem adalah janda dengan dua anak yang semuanya perempuan dan sudah berkeluarga.  Simbah Sanem sejak 2 tahun terakhir merasakan sakit di hati serta beberapa anggota badan terutama kaki tidak bisa digerakkan (lumpuh) sehingga hari-hari dihabiskan di tempat tidur di dampingi anaknya yang bergantian menjaga. Awalnya periksa di klinik swasta di Bantul dengan diagnosa sakit stroke dan gejala kelumpuhan, namun keluarga memutuskan rawat jalan karena keadaan ekonomi yang pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari apalagi biaya operasional berobat jangka panjang. Selang berganti hari Simbah Sanem mengalami sakit di hati dan periksa di RSUD Bantul dengan diagnosa komplikasi dengan jamkesmas. Sanem bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi untuk menyampaikan santunan dari sedekaholik untuk menyampaikan santunan untuk operasional berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani

Bu sanem menderita Komplikasi


EKO WAHYUDI (26, Tumor Testis). Alamat: Dusun Pelang RT. 2/2, Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Mas Eko sapanya, sejak 1,5 tahun lalu  menderita nyeri pada selangkangan dan sekitar paha sering ia rasa, namun tidak ia pedulikan karena harus bekerja. Kedua orangtuanya telah lama berpulang, Bapak Sakarmin dan Ibu Imah, ia memiliki seorang adik bernama Aji (17) yang tinggal bersama dengan budhenya di Wonogiri. Sakit yang ia derita semakin parah hingga membengkak, budhe kemudian membawanya pulang  bersama budhe, pakdhe dan adik. Ia kemudian dibawa berobat ke Rumah Sakit Dr. Moewardi (RSDM) menggunakan Jaminan kesehatan (BPJS) kelas 3. Satu bulan menjalani pengobatan rawat jalan. Dokter menyatakan ia menderita tumor testis. Karena sakitnya itulah ia melepas pekerjaan sebagai buruh di Jakarta, rumah kontrakan di Jakarta dalam proses pengurusan untuk pindah tempat. Adiknya yang selama ini merawat karena budhe harus bekerja di Bogor berjualan jamu sementara pakdhe di rumah menderita tbc sehingga tidak dapat bekerja. Operasi pertama telah dilalui Mas Eko pada 16 September 2016. Saat ini mas Eko menjalani kemoterapi siklus 2 di RSDM alhamdulillah tumor mas Eko semakin mengecil dan berhenti kemo nanti di siklus ke 4. Santunan ke-4 untuk biaya hidup selama rawat inap di RS kembali di sampaikan kepada Mas Eko. Dimana santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 929. Mas Eko dan keluarga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang di berikan dan memohon doa kepada semua agar Mas Eko di beri kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal:17 Desember 2016
Kurir: @Mawan @anissetya60 @Yulisetiyowat12 @Ayak

Eko menderita Tumor Testis


MARDALINA BINTI LOSO NEGER (26, Neurofibroma et Regio Gluteus) Alamat: Sugehwaras RT 2/6, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Selama 2 tahun terakhir, Mbak Lina merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo. Sakitnya diawali dengan adanya benjolan kecil di pantat Mbak Lina. Lama kelamaan, benjolan tersebut membesar, hingga pada 2010 keluarga memeriksakan Mbak Lina ke RS. Pandanarang Boyolali yang kemudian merujuk Mbak Lina untuk melakukan pengobatan ke RS. Dr. Moewardi (RSDM). Namun, karena terkendala biaya, operasi pun urung Mbak Lina lakukan. Sutiyem (45) Ibu Mbak Lina bekerja sebagai buruh serabutan, sementara sang ayah sudah lama pergi sejak mengetahui Mbak Lina sakit. Mbak Lina bekerja sebagai pengasuh anak dengan penghasilan Rp. 400.000,-/bulan. Sejak didampingi oleh #SedekahRombongan, Mbak Lina sudah menjalani 6 kali operasi. Tanggal 9 November 2016 Mbak Lina mengalami pendarahan dan langsung dilarikan ke IGD RSDM. Dikarenakan darah yang keluar banyak sehingga Mbak Lina harus menjalani tranfusi darah dan luka jahitan pesca operasi ke-6 dijahit kembali. Santunan ke-11 pun kembali disampaikan untuk biaya selama berada di Rumah Sakit. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 899. Mbak Lina dan Keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekahrombongan untuk santunan yang diberikan. Semoga Mbak Lina segera sembuh dan dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 18 November 2016
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @Shofawa @Eli_annnaa

Lina menderita Neurofibroma et Regio Gluteus


JUMILAH BINTI MUGIMAN (27 Tahun, Operasi Kista). Alamat : Plakaran Lor RT.01 Gilang, Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Pada medio semester kedua tahun 2016, Ibu Jumilah mulai merasakan sakit di perutnya, setelah periksa ke dokter ternyata ada kista di organ reproduksinya. Dokter menyarankan untuk segera menjalani pengangkatan kista supaya masa itu tidak menggangu kesehatannya. Pak Mamok (39 Tahun), suaminya, segera mengusahakan pengobatan untuk istrinya, ia mendaftarkan operasi di dua rumah sakit tetapi waiting list-nya masih panjang. Pada akhirnya, Ibu Jumilah menjalani operasi pengangkatan kista di RSPAU dr. S Hardjolukito Yogyakarta, pada akhir bulan Oktober 2016. Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan lancar, kondisinya saat ini sehat dan masih menjalani kontrol rutin setiap satu minggu sekali. Selama berobat, mereka menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesmas. Meski biaya operasi dan obat-obatan tercover oleh jamkes namun tidak untuk akomodasi, ada pula pemeriksaan dan obat-obatan yang tidak tercover jamkes. Mereka tentu merasa kesulitan karena harus mengeluarkan biaya tak terduga tersebut, padahal keluarga ini merupakan keluarga yang sederhana. Pak Mamok bekerja sebagai service garden di sebuah kompleks perumahan di Yogyakarta, ia pun merangkap sebagai tenaga serabutan untuk menambah penghasilannya. Sementara itu, Ibu Jumilah merupakan seorang ibu rumah tangga. Keluarga ini dikaruniai satu anak yang masih balita, mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan mungil dan sederhana di pinggiran kota. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan titipan langit untuk membantu biaya transportasi saat kontrol dan juga pembelian obat-obatan yang tak tercover oleh jamkes. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga mereka. Pak Mamok dan Ibu Jumilah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.400.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari

Bantuan paska Operasi Kista


ERGA NOVA PRATAMA (2 Tahun, Epilepsi). Alamat: Bundelan RT.03/RE.08 Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Di lereng pegunungan yang tandus ada sebuah rumah sederhana yang dihuni 8 anggota keluarga. Erga, adalah salah satu anak yang tinggal di rumah itu, ia merupakan anak dari Pak Wahid Muklisin (26 Tahun), yang bekerja sebagai buruh harian lepas, dan Ibu Nurwi Itasari (25 Tahun), yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Berawal dari satu bulan tahun yang lalu, badan Erga tiba-tiba lemas, orang tuanya kemudian membawanya ke Puskesmas Ngawen. Setelah diperiksa ia diberi obat untuk dikonsumsi selama tiga hari, namun tak kunjung membaik. Kondisinya malah semakin parah, Erga juga mengalami kejang, dalam satu hari ia bisa kejang sebanyak tujuh sampai delapan kali. Orang tuanya kemudian membawanya ke dokter spesialis yang membuka praktek di Wonosari, Gunungkidul. Dokter memberikan obat untuk dikonsumsi selama tiga puluh hari, tapi satu bulanm kemudian setelah obatnya habis kondisinya masih sama dan setiap hari mengalami kejang. Dokter kemudian merujuknya ke rumah sakit besar di Kota Yogyakarta. Tetapi sungguh malang keluarga ini tak mampu untuk membiayai transportasi berikut pemeriksaan dan/atau pengobatan sang anak. Selain itu, Erga juga tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga biaya pengobatannya dapat dipastikan akan sangat mahal. Secara ekonomi keluarga ini dapat dikategorikan miskin, untuk makan sehari-hari saja masih kesulitan. Dengan rasa pilu dan sedih keluarga ini terpaksa tidak membawa sang anak berobat, hanya bisa pasrah dengan keadaan dan keterbatasan. Saat Erga kejang, keluarga hanya bisa memandang sembari menitikkan air mata mendengar jeritan sang anak. Awal Desember 2016, Erga harus mendapatkan perawatan, ia pun terpaksa masuk icu sebuah rumah sakit, tetapi pihak keluarga merasa bingung karena tidak memiliki uang untuk membayar tagihannya. Mari kita bantu saudara kita yang tengah kesulitan ini. #Sedekaholic dan #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit sebesar sepuluh juta rupiah yang digunakan untuk mebayar biaya perawatan icu, dan juga untuk membantu biaya akomodasi pengobatan dan pembuatan jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Saat ini jaminan kesehatannya masih dalam proses. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka… Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan…

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 4 Desember 2016
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto,

Erga menderita Epilepsi


SONI ISRA ISTAIN (30, Tumor Mata). Alamat : Dusun Sumber RT 01/12, Kel. Sugihan, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban, Propinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, di bagian kelopak mata pak Soni terdapat benjolan kecil seperti di gigit nyamuk, karena dianggap benjolan biasa , ia tidak menghiraukan benjolan tersebut. Namun seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut semakin membesar dan menutupi sebagian kelopak mata sebelah kanan dan hampir merembet ke pipi. Akhirnya pak Soni memeriksakan dirinya ke Puskesmas Jatirogo, Tuban. Dari hasil diagnosa sementara dokter di Puskesmas, diketahui bahwa pak Soni menderita tumor mata. Pihak Puskesmas merujuk pak Soni ke RSUD Tuban. Namun karena peralatan dirasa kurang memadai, pihak rumah sakit merujuk pak Soni ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Ayah pak Soni seorang tukang kayu serabutan yang sehari harinya belum tentu mendapat penghasilan. Pak Soni sempat menunda keberangkatannya ke Surabaya karena tidak adanya biaya transportasi dan berobat. Beliau sempat berjualan es kelapa muda di sekitaran terminal Jatirogo, Tuban. Hal tersebut dilakukan supaya dapat membantu meringankan beban ayahnya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pak Soni dan bantuan dari sedekaholics telah kami sampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan biaya berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 915. Pak Soni mengucapkan banyak terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan. Semoga kondisi pak Soni dapat segera sembuh seperti sediakala dan dapat kembali beraktifitas untuk membantu meringakan  beban ayahnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir:  @Wahyu_CSD @MiftakhulAbuSasi @Martinomongi

Pak soni menderita Tumor Mata


MOH. HASAN (30, Penyempitan Sigmoid). Alamat: Dusun Kolla RT 02/04, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Pak Hasan biasa ia dipanggil, mengalami kecelakaan lalu lintas di Malaysia, saat itu pak Hasan yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia mengendarai motor lalu bertabrakan dengan mobil yang dikendarai oleh warga Malaysia. Kecelakaan tersebut menyebabkan usus besar pak Hasan terpotong dan harus di sambung kembali. Sempat dirawat dan dioperasi di salah satu rumah sakit di Malaysia, namun karena tidak ada biaya akhirnya pada tanggal 29 Juli 2016 pak Hasan pulang ke Indonesia dengan kondisi ada kantong diperutnya sebagai penampung pembuangan kotoran. Pak Hasan sempat melakukan CT scan pada tanggal 6 Oktober 2016 di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, dokter mengatakan bahwa ada penyempitan di daerah sigmoid dan harus dilakukan operasi. Sebelum dilakukan operasi penyambungan usus besar, kantong tersebut harus diganti tiap 3 hari sekali. Sang istri, Masruroh (30) tetap bekerja di Malaysia untuk mencari rejeki guna untuk membayar hutang rumah sakit Malaysia sekitar 90 juta, sedangkan putra pak Hasan berumur 3 tahun diasuh ibunya di Malaysia. Saat ini beliau tinggal bersama neneknya yang mengandalkan uang kiriman saudara dari Malaysia untuk kebutuhan sehari-hari. Pak Hasan merasa sangat sedih karena merasa menjadi beban keluarga sehingga ia bersemangat sekali untuk bisa sembuh, namun biaya operasi sangat mahal bagi pak Hasan yang saat ini tidak bisa bekerja dan hanya mengandalkan uang kiriman dari saudaranya menjadi kendala dalam proses ikhtiar mencari kesembuhan. Saat ini kartu BPJS masih dalam proses pengurusan sehingga belum bisa diaktifkan. Mendengar info tersebut, kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal pak Hasan. Kami berkesempatan menyampaikan bantuan dari sedekaholics berupa uang tunai. Bantuan tersebut akan digunakan pak Hasan untuk membeli kantong penampung kotoran dari ususnya. Pak Hasan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @lika.js @RaniSriFafan @hrosania

Pak hasan menderita Penyempitan Sigmoid


MTSR MAGELANG (OPERASIONAL BBM). Penggunaan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan sangatlah di perlukan oleh Pasien dampingan maupun masyarakat di sekitar Wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Pemanfaatan MTSR adalah sebagai alat transportasi untuk mengantar dan menjemput pasien dampingan ke beberapa Rumah Sakit rujukan di wilayah Jogjakarta, Semarang, Temanggung dan Solo. Selain itu juga kadang melayani permintaan tolong dari warga sekitar  yang membutuhkan MTSR untuk kontrol ke beberapa Rumah Sakit dan juga untuk  survey sasaran dhuafa serta mengantarkan bantuan. Pada Periode kali ini MTSR di gunakan untuk beberapa kali mengantar pasien dampingan yang kontrol dari Ngadirejo Temanggung ke RSSR Solo, mengantar ke RSSR Semarang, mengantar pasien ke RSSR Jogjakarta. Mengantar dan menjemput Pasien Operasi ke RSUD Ambarawa dari Srumbung Kabupaten Magelang. Mengantar Kontrol Pasien Jihan Fatin dari Grabag Kabupaten Magelang ke RSSR Jogjakarta. Pemakaian juga untuk melayani permintaan warga ke RS Kensaras Ungaran dan RS Sardjito Jogjakarta. Pemakaian juga untuk melakukan survey ke Wadaslintang Wonosobo. MTSR juga dipakai untuk mengantar secara estafet pasien dari Purwokerto ke RS Moewardi Solo. Seiring dengan banyaknya pasien dampingan dan Permintaan warga dalam menggunakan MTSR maka jumlah Bahan Bakar pun semaikin tinggi. Keberadaan MTSR sangatlah bermanfaat bagi pasien dhuafa dampingan maupun warga sekitar. Anggaran juga dipakai untuk membayar biaya Tol ke Semarang dan membayar nomor Hotline MTSR. Anggaran juga dipakai untuk membayar sopir profesional (bayaran). Semoga keberadaan MTSR bisa memberi manfaat yang lebih bagi masyarakat.

Jumlah : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP, @fathurrozaq82, ardo_limar, sigit purnomo, swastiko

Biaya operasional untuk pembelian BBM, Tol dan supir


FAHRI AKBAR NURFIANTO (2, Jantung Bocor). Alamat : Dukuh Kadireso, Desa Argodadi, Kecamatan  Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY. Fahri adalah anak kedua dari Kirwanto dan Evi Rahayu, sejak umur 1 tahun tidak mengalami pertambahan berat badan. Pemeriksaan ke RSUD Bantul dengan diagnosa jantung bocor dan dirujuk ke RSUP DR. Sarjito dan inap 3 hari untuk menjalani serangkaian pemeriksaan yang akhirnya dirujuk ke RS. Harapan Kita Jakarta. 6 bulan kemudian Fahri periksa ke RS. Harapan Kita dan beberapa kali bolak-balik ke RS. Harapan Kita dengan harapan untuk sembuh. Ayahanda Fahri (Kirwanto) sebagai karyawan bengkel dengan penghasilan pas-pasan untuk kehidupan sehari-hari, harus menanggung biaya operasional berobat dari Jogja ke Jakarta yang tidak sedikit. Kabar gembira jadwal operasi 27 Oktober 2016, sejak sekian lama bolak-balik Jakarta untuk kontrol dan memastikan jadwal operasi. Fahri bersama kedua orangtuanya dan kakaknya berangkat ke RS. Harapan Kita Jakarta tanggal 4 Oktober 2016 untuk menjalani pemeriksaan pra operasi. Keluarga bersyukur kurir #Sedekahrombongan bisa bersilaturahmi untuk memberikan santunan ketiga dari sedekaholiks untuk biaya operasional pengobatan dengan nomer rombongan 889.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-.
Tanggal : 03 Oktober 2016.
Nama kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Fahri menderita Jantung Bocor


MTSR WONOGIRI ( B1732KZH, Operasional Dan Perawatan Rutin ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan merupakan prasarana proses pergerakan sedekah rombongan. Di Wonogiri kita mempunyai 3 kendaraan yang setiap hari selalu bergerak. Pergerakan ini khususnya untuk proses pendampingan pasien yang cukup banyak. Selain itu juga menangani kebutuhan dari warga yang membutuhkan. Satu kendaraan bisa 4 – 5 kali dalam satu minggu. Antara lain kegiatan survey pasien, pendampingan ke rumah sakit antar jemput dan kebutuhan lain misalkan ketika insidental ada pemakaman jenazah yang membutuhkan mobil ambulans. Kebutuhan bahan bakar pun membutuhkan anggaran yang kita cukupi dari keseluruhan proses pendistribusian dana. Dengan harga BBM pertalite sekitar Rp. 7.050,- serta proses mobilitas dalam seminggu rata – rata 4-5 kali. Untuk kebutuhan ini, biaya operasional bulan Juli 2016 sebagaimana terlampir dalam laporan narasi berikut. Semoga, semakin banyak warga yang menggunakan MTSR khususnya masyarakat kurang mampu. Karena, kita ada untuk mereka. Dan insyaallah pengguna pun tidak di pungut biaya apapun. Malahan kita sering juga memberikan bantuan dana kepada pengguna ketika dari hasil survey serta kesepakatan tim kurir memang wajar untuk di santuni. Titipan sedekah dari para sedekaholics kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar serta service rutin.

Bantuan/Biaya : Rp. 6.278.950,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Allkurir

Bantuan biaya operasional bahan bakar serta service rutin


MTSR WONOGIRI ( AD1999SR, Operasional Dan Perawatan Rutin ). Pergerakan MTSR ini cukup padat. Dalam waktu satu minggu bisa 3 sampa 4 kali antar jemput pasien di wilayah Wonogiri dan sekitarnya. Pergantian oli bahkan bisa di lakukan dalam jangka waktu dua bulan sekali. Selain itu, pengecekan onderdil lain yang kiranya bermasalah pun dilakukan. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Wonogiri dan sekitar termasuk Pacitan, Jawa Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RS Moewardi Solo. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RS Moewardi. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para sedekaholics kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama bulan ini.

Bantuan/Biaya : Rp. 5.100.625,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Allkurir

Bantuan biaya operasional bahan bakar serta service rutin


MTSR WONOGIRI ( B1732KZH, Operasional Dan Perawatan Rutin ). Fungsi Mobil Tanggap Sedekah Rombongan untuk mendukung pergerakan sedekah rombongan sangat luar biasa. Hal ini sangat dibutuhkan demi kelancaran transportasi antar jemput pasien – pasien dampingan sedekah rombongan di wilayah Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Kegiatan MTSR antara lain kegiatan survey pasien, pendampingan ke rumah sakit antar jemput dan kebutuhan lain misalkan ketika insidental ada pemakaman jenazah yang membutuhkan mobil ambulans. Kebutuhan bahan bakar pun membutuhkan anggaran yang kita cukupi dari keseluruhan proses pendistribusian dana. Untuk kebutuhan ini, biaya operasional bulan September 2016 sebagaimana terlampir dalam laporan narasi berikut. Semoga, semakin banyak warga yang menggunakan MTSR khususnya masyarakat kurang mampu. Karena, kita ada untuk mereka. Dan insyaallah pengguna pun tidak di pungut biaya apapun. Malahan kita sering juga memberikan bantuan dana kepada pengguna ketika dari hasil survey serta kesepakatan tim kurir memang wajar untuk di santuni. Titipan sedekah dari para sedekaholics kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar serta service rutin.

Bantuan/Biaya : Rp. 6.753.400,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @Mawan@Allkurir

Bantuan biaya operasional bahan bakar serta service rutin


MUH. RIZKI (5, Rabdomiosarcoma) Alamat: Kampung Pabuaran RT. 1/5, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sungguh menyedihkan nasib Rizki, bocah yang sejak kecil sudah menderita Rabdomiosarcoma. Saat itu mata sebelah kirinya menonjol keluar. Melihat kondisi anaknya yang sepeti ini, orang tua Rizki sempat bingung harus bagaimana karena jika berobat pasti akan berlangsung lama sementara bayangan tentang biaya terus menghantuinya. Ibunya, Siti Solihat (39) menyatakan kesulitan yang mereka hadapi dimana mempunyai tanggungan 5 anak semuanya masih kecil-kecil. Ayahnya, Acang (41) adalah seorang supir truk pengangkut pasir. Dengan keyakinan dan harapannya akan kesembuhan Rizki, orang tua Rizki memutuskan untuk membawa Rizki berobat ke Jakarta. Karena saat itu, Rumah Sakit Daerah tempatnya berobat tidak dapat menangani penyakitnya. Ditengah proses pengobatan yang dijalani Rizki, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Melihat semangat Rizki yang ingin sembuh begitu luar biasa, kami merasa bertanggung jawab untuk membantunya. Bantuan lanjutan untuk biaya hidup selama Rizki menjalani pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebeumnya masuk Rombongan 884. Kini Rizki kecil masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM Kirana setiap sebulan sekali, rencananya Rizki akan dilakukan tindakan pemasangan protesa mata. Semoga proses pengobatan yang dijalani Rizki akan menuntunnya menuju kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Rizki menderita Rabdomiosarcoma


SAYID YUSUF RAMADHANI (12, Kanker Tulang). Alamat: Jl. Batu Ratna 4 RT 17/5 No. 57 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Jakarta Timur, DKI Jakarta. Sayid Yusuf Ramadhani atau lebih akrab disapa Yusuf, sekitar satu tahun yang lalu saat bermain bola terjatuh, tapi saat itu tidak begitu dihiraukan oleh bocah 12 tahun ini. Klimaksnya, sekitar 6 bulan yang lalu ketika Yusuf tiba-tiba terjatuh saat sedang bermain di sekolahnya. Beberapa hari kemudian kaki kanannya bengkak, tapi oleh orang tua Yusuf tidak dibawa ke rumah sakit, melainkan dibawa ke tukang urut. setelah diurut, kaki Yusuf tak kunjung sembuh, yang ada semakin bengkak. Karena khawatir, orang tua Yusuf akhirnya membawa Yusuf ke RS Fatmawati, di RS dilakukan tindakan biopsi. Pasca dilakukan biopsi belum ada lagi tindakan lanjutan yang dijalani Yusuf. Enam bulan berlalu, kondisi kaki Yusuf semakin mengkhawatirkan kakinya semakin bengkak, mengalami perdarahan dan mengeluarkan pus. Selain itu Yusuf juga sering mengeluh sesak napas, sehingga di rumahnya orang tua Yusuf harus sedia oksigen dan alat uap (nebulizer). Kini Yusuf hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur. Sebenarnya orang tua Yusuf, Bapak Sayid Usman (34) yang sehari bekerja sebagai tukan ojek dan Ibu Irmawati (31) Ibu Rumah Tangga, ingin membawa Yusuf berobat supaya mendapat penganan yang lebih baik dan nantinya Yusuf bisa sembuh. Tapi masalah biaya rupanya menjadi penghalang jalan Yusuf untuk mencari kesembuhan. Bapak Usman, sebagai tukang ojek penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebituhan sehari-hari, padahal untuk membawa Yusuf ke rumah sakit harus menyewa mobil. Alhamdulillah, ditengah beban hidup yang dipikul Bapak Usma, #SedekahRombongan hadir untuk memberikan sedikit bantuan untuk mengurangi beban Bapak Usman. Semoga ini bisa menjadi salah satu jalan untuk Yusuf mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini Astuti

Sayid menderita Kanker Tulang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RISMA SIAHAAN 500,000
2 RSSR JAKARTA 1,500,000
3 SYAKILA CHOIRUNNISA 500,000
4 SILVA NADILA 500,000
5 AFIFAH SYAHIRA 750,000
6 SUNARMI SUTRISNO 1,000,000
7 HANUM YUNARNI 500,000
8 DALEM PANGESTU 500,000
9 ALZENA SAFA 500,000
10 MAHIRA ASLA FAZILAH 1,000,000
11 AMENIA BINTI KARSUN 500,000
12 HARTATIK ROFI’I 500,000
13 HELMIATUS SOLEKAH 500,000
14 MISRENI BINTI SAMIN 500,000
15 MISRIYA BIN ALAWI 500,000
16 MUNAWIR BIN WASIMIN 500,000
17 NJOO SWIE FOEN 500,000
18 PADI BIN SAKIP 500,000
19 RIRIN 500,000
20 NURHOSNA BIN MUSAKKI 500,000
21 IIS JUJU ZULAIKAH 1,000,000
22 SONIA ANDRIYATI BINTI SLAMET 1,000,000
23 NGATINAH BINTI MARTOREJO 500,000
24 KAMINI BINTI ALM. SANDIARJO 500,000
25 ZUNAIDAH BINTI SINAH 2,500,000
26 KATARINA SELLA BERLIAN 1,000,000
27 EVA TRISNAWATI 1,000,000
28 WARDI UTOMO 500,000
29 ENNI NUGRAHENI 1,000,000
30 GATOT NUGROHO 1,000,000
31 TPA AL MA’ARIF 2,000,000
32 MUJIAH BINTI WARJO 500,000
33 MEI DIANA SURYANINGSIH 1,500,000
34 SUBARNO BIN PRAPTO SUDARNO 1,000,000
35 BADKO TPA KULON PROGO 2,000,000
36 PONPES AL MANAR 2,000,000
37 SARIYEM BINTI OLOIJOYO 1,000,000
38 CASBANI 1,000,000
39 GESANG SLAMET WIDODO 1,000,000
40 FITRIYANTO BIN SARWONO 9,000,000
41 RIFANDA IDZNI BIN DAMAHURI 500,000
42 SRI SETIYANI BINTI ALM. JOYO 500,000
43 ADRIAN PRADIPTA AMZARI BIN SUWARDI 500,000
44 MTSR PURWOREJO 3,185,000
45 MTSR PURWOREJO 1,315,000
46 SUMARNI BINTI WONGSO KARNO 1,500,000
47 TONO WIYARJO 500,000
48 SANEM BINTI KARYO DINOMO 500,000
49 EKO WAHYUDI 500,000
50 MARDALINA BINTI LOSO NEGER 500,000
51 JUMILAH BINTI MUGIMAN 1,400,000
52 ERGA NOVA PRATAMA 10,000,000
53 SONI ISRA ISTAIN 500,000
54 MOH. HASAN 500,000
55 MTSR MAGELANG 3,000,000
56 FAHRI AKBAR NURFIANTO 1,000,000
57 MTSR WONOGIRI 6,278,950
58 MTSR WONOGIRI 5,100,625
59 MTSR WONOGIRI 6,753,400
60 MUH. RIZKI 800,000
61 SAYID YUSUF RAMADHANI 1,000,000
Total 89,082,975

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 89,082,975,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 933 ROMBONGAN

Rp. 45,429,700,744,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.