Rombongan 932

Rutinkan diri anda bersedekah, maka keajaiban akan selalu terjadi pada anda
Posted by on December 30, 2016

NUR SALIM (42, diabetes dan amputasi kaki), Alamat : Tegalrejo rt 03 rw 03, Kamongan, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Pak nur salim adalah seorang kepala rumah tangga yang beristrikan ibu Sumini (37, ibu tumah tangga ) dan mempunyai 2 orang anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SMU dan kelas 3 SD. Keseharian pak Nur Salim mencari nafkah dengan berjualan sosis goreng jajanan anak di sekolah sekolah SD di sekitaran pak nur salim tinggal. Sekitar tahun 2008 beliau terserang penyakit diabetes, kondisi tubuh masih normal, namun kedua kaki terasa nyeri. lama kelamaan kondisi tubuh sering drop dan kaki tidak begitu kuat untuk berjalan atau berdiri lama. Akhirnya dalam beraktifitas memakai motor modifikasian roda 3. Awal derita, ditanggal 31 Mei 2016, saat pak Nur salim berjualan, tidak sengaja kaki kiri terkena teflon panas bekas menggoreng sosis dan terjadi luka, lama kelamaan luka semakin melebar dan kaki bengkak semakin besar, sehingga oleh keluarga dilarikan ke rumah sakit. Atas masukan dari karyawan rumah sakit, pak Nur salim disarankan untuk dirawat di klinik milik salah satu karyawan rumah sakit, akhirnya selama 2 bulan beliau pulang balik kontrol setiap 2 hari sekali. Tapi karena kondisi semakin memburuk, akhirnya pak nur salim masuk rumah sakit lagi ke poli bedah juga poli dalam dengan fasilitas BPJS mandiri kelas 3, dan karena diabetes sudah menyerang sampai tulang, dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya solusi terakhir tgl 27 September 2016 kaki kiri Pak Nur salim diamputasi. Pasca amputasi kondisi beliau masih ditempat tidur, belum bisa beraktifitas sama sekali dengan kaki bekas amputasi masih basah dan masih menjalani perawatan ekstra dan kontrol rutin ke rumah sakit, sambil mulai belajar berjalan memakai tongkat penyangga. Sambil menunggu penyembuhan dan pengeringan, keluarga berharap mempunyai kursi roda yang bisa membantu pak nur salim berinteraksi diluar rumah dan memacu semangat hidup, mengingat pasca amputasi yang membuat pak nur salim dan keluarga perlu motivasi dari lingkungan. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga pak Nur salim untuk sedikit meringankan derita beliau dengan memberikan bantuan dari para #sedekahholics yang di gunakan untuk membeli kursi roda dan sedikit santunan untuk transportasi kontrol ke rumah sakit. Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk pak Nur salim, dan semoga juga pak Nur salim segera diberikan kesembuhan agar bisa menunaikan tugasnya sebagai pejuang keluarga.

Jumlah bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 01 desember 2016
Kurir : @marjunulNP @fathurrozaq82, muh andari

Pak nur menderita diabetes dan amputasi kaki


AHMAD RIZAL DWI BERNANDA ( 16, Beasiswa) Alamat : Dusun  Ngawen, rt 02 rw 03, Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Rizal saat ini bersekolah kelas 1 di SMK Muhammadiyah 1 Muntilan Magelang. Rizal adalah anak kedua dari pasangan Siti muji estri (38) dan Much tolkah zubaidi (40). Rizal mempunyai 2 saudara kandung, kakaknya yang bekerja jualan makanan kecil2an, dan adiknya yg masih kelas 4 SD. Karena kondisi ekonomi keluarga yang kurang beruntung, akhirnya timbul masalah keluarga, yang mengakibatkan kedua orang tua bercerai ditahun 2005, bapaknya pergi meninggalkan keluarga sampai sekarang. Untuk menghidupi ke 3 anaknya, ibunya saat itu bekerja sebagai pemilah rongsok/ barang bekas, dengan menempati rumah ala kadarnya yang hampir roboh sampai sekarang. Tahun 2010, ibunya menikah lagi dan melahirkan 2 anak lagi, sehingga rizal mempunyai 2 adik tiri beda ayah. Dan ternyata bapak tirinya hanya menafkahi anak kandungnya sendiri  dan tidak begitu memperdulikan kehidupan anak tirinya termasuk biaya pendidikan Rizal dan kedua saudaranya kandungnya. Karena semangat Rizal untuk melanjutkan pendidikannya, ibunya Rizal berusaha cari biaya dengan bekerja sebagai pembantu kebersihan di TK ABA Desa setempat, dengan dibantu juga kakak kandungnya dengan berjualan makanan ringan. Namun  kondisi keuangan keluarga masih terseok seok, bahkan biaya daftar ulang awal masukpun masih Ada tunggakan, belum lagi biaya lainnya, penjangkauan #Sedekah rombongan tidak hanya di rumah, tapi juga ke sekolah Rizal di SMK Muhamadiyah 1 muntilan magelang, tunggakan biaya sekolah sebesar Rp 2.500.000, yang terdiri dari biaya daftar ulang sebesar Rp.800.000,-, biaya pengembangan diri Rp.700.000,-,biaya kunjungan industri Rp.600.000,- dan biaya lain termasuk SPP sebesar 400.000,-.Alhamdulillah bantuan dari #sedekah rombongan sebesar Rp.2.500.000,- telah diserahkan ke  pihak sekolah untuk menutup kekurangan tunggakan biaya sekolah Rizal. Keluarga dan pihak sekolah sangat berterimakasih kepada #sedekah rombongan, semoga bermanfaat serta rizal bisa lebih bersemangat dan bersungguh sungguh dalam belajar, sehingga tetap bisa mempertahankan ranking 1 yang selama ini dipegang Rizal.

Jumlah bantuan : Rp.2.500.000,-
Tanggal : 30 november 2016
Kurir :@marjunulNP @fathurrozaq82, muh andari

Bantuan Beasiswa


MUJI AYEM (36, Patah Tulang Ekor). Alamat : Kedungan 2, rt 011 rw 05, Sambeng, Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Muji ayem adalah seorang pemuda sebagai tulang punggung keluarga ,hidup bersama kedua orang tuanya bapak Karyadi (70) dan ibu Kartimah (68) yang sudah tidak bisa bekerja secara produktif sebagai petani tradisional mengingat usia yang sudah tua. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, muji ayem bekerja sebagai pedagang sayur keliling dan sebagai pemetik bunga kenanga. Rabu, 09 november 2016 sekitar jam 8, Muji ayem rencana memetik bunga kenanga dengan memanjat pohonnya. Karena malamnya hujan dan posisi pohon agak basah sehingga dahan licin, qodarulloh, dah mulai memanjat sekitar 9 meter, kaki terpeleset dan jatuh  kebawah +/-9 meter, sementara ditempat jatuh banyak bebatuan. Pada saat tersebut, badan tidak bisa digerakan, bahkan kedua kaki seperti mati rasa. Badan jika digerakan menjerit kesakitan. Pihak keluarga sementara belum menghendaki dibawa kerumah sakit, dan saat itu langsung dibawa ke pengobatan alternatif pijat sangkal putung di wonosobo, dan menurut tukang pijatnya pasien mengalami patah tulang ekor. Akhirnya sementara ini hanya dirawat sendiri dirumah oleh keluarga dan kontrol ke wonosobo seminggu sekali, dan  mengundang tukang pijat dari srumbung magelang setiap 2 hari sekali. Sementara Kondisi muji ayem sekarang masih  terbaring ditempat tidur, belum bisa bangun, untuk duduk masih dibantu didudukkan, kedua kaki seperti lumpuh, belum bisa digerakkan, bahkan kaki dipegangpun belum kerasa. Sementara juga sekarang bidan desa lagi mediasi  membujuk keluarga untuk membawa muji ayem ke rumah sakit untuk rontgen dan pemeriksaan agar bisa ditindaklanjuti untuk pengobatannya dengan fasilitas jamkesda. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan  muji ayem dengan memberikan santunan dari para #sedekahholics yang digunakan untuk biaya Periksa ke Dokter serta tambahan biaya kebutuhan keluarga mengingat muji ayem belum bisa bekerja samasekali. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada #sedekah rombongan yang telah memberikan bantuan, semoga beliau segera cepat sembuh pulih dan segera bisa menunaikan kewajibannya sebagai pejuang keluarga.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 01 Desember 2016
Kurir : @marjunulNP @fathurrozaq82, muh andari

Pak muji menderita Patah Tulang Ekor


AHMAT AFIFUROHMAN (10, LUMPUH + SULIT UNTUK BICARA). Alamat : Dusun Dawungan RT9 RW5, Desa Ngaderjo 2, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Adik Afif pada awalnya ketika usia 9 bulan, tepatnya tahun 2007 yang lalu mengalami demam tinggi yang mengakibatkan kejang-kejang selama setengah hari sehingga pihak keluarga membawa adik Aif ke Puskesmas Salaman dan menjalani opname selama 1 minggu, ketika menjalani opname kondisi adek Aif tidak kunjung sembuh malah kondisinya makin memburuk hingga tidak sadar selama kurang lebih 24 jam. Pihak Puskesmas Salaman menyarankan untuk dirujuk ke RSU TIDAR Magelang. Tapi karena tidak adanya biaya untuk sehari-hari dan transportasi maka pihak keluarga tidak dapat membawa ke RSU TIDAR Magelang. Karena terbatasnya biaya maka adek Afif berhenti berobat selama 9 tahun ini. Hingga saat ini usia adek Afif sudah 10 tahun tapi juga belum bisa jalan dan untuk bicara masih sulit cuma bisa beberapa kata saja tidak seperti layaknya seumuran adik Afif. Adik Afif adalah putra dari bapak Sodikin (47) yang bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya kurang untuk biaya hidup sehari-hari dan ibuk Samirah (40) yang tidak bekerja. Untuk biaya pengobatan menggunakan BPJS KIS. Kini kesulitan biaya hidup sehari-hari dan biaya transportasi berobat. #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan mereka, Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu beban hidup keluarga adek Afif dan semoga adek Afif bisa lekas sembuh. Pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari #SedekahRombongan yang telah di berikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus Mardi

Ahmat menderita LUMPUH + SULIT UNTUK BICARA


NINA AMANAH BINTI DJAWAHIR (46, Tumor Padat Ovarium). Alamat : Desa Katerban RT 1 RW 1 Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Berawal dari sakit perut pada waktu datang bulan, sehingga yang dirasakan sakit sangat luar biasa sampai jatuh dan pingsan. Sakit itu berulang lagi ketika datang bulan datang. Akhirnya tepat bulan Oktober 2016, Bu Nina dibawa ke RSUD Tjitro Wardjojo Purworejo untuk melakukan pemeriksaan sakit yang dirasaka. Dari analisis dokter diketahui ada tumor ovarium. Karena di RSUD Tjitro Wardjojo Purworejo kurang lengkap dan memadai maka dirujuk ke RS. Sardjito Jogjakarta dengan fasilitas BPJS mandiri kelas 3. Sampai saat ini Bu Nina masih menunggu jadwal untuk operasi di RS. Sardjito. Bu Nina yang biasa dipanggil oleh para pelanggan jahitnya. Bu Nina bekerja menjahit pakaian untuk membantu menopang ekonomi keluarga kecilnya. Sudah sejak lama Bu Nina berprofesi menjadi penjahit kecil kecilan dirumah, dengan beberapa alat jahit tua yang bekerja menemaninya. Maklum karena suami beliau Bapak Pamuji Raharjo (47) yang berprofesi sebagai tukang servis elektronik panggilan hanya cukup untuk kebutuhan pokok saja. Bu Nina dikaruniani 3 anak. Anak pertama sudah bekerja diwarung makan di Jogjakarta yang bernama Firmanindar Fusuf (22), anak kedua bernama Mohammad Firsa Affanin (18), sejak usia 8 bulan sampai saat ini hanya bisa duduk dikursi roda karena penyakit lumpuh, anak ketiga bernama Raihan Farmasi (15) duduk dikelas 3 SMP swasta di Kutoarjo. Rutinitas Bu Nina seperti ibu rumah tangga lainnya, menyiapkan bekal untuk anak anaknya dan antar jemput bagi anak keduanya maklum karna kondisi fisik anak ke dua yang tidak bisa jalan harus dianter jemput setiap hari bersekolah di SLB Muhammadiyah Purworejo. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nina dirumahnya. Bantuan dari Sedekahholic diberikan untuk meringankan beban hidup dan mudah mudahan menjadi jalan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Dwi Rafiq

Ibu nina menderita Tumor Padat Ovarium


SRI KARDIATI (49, CA Mamae),  Alamat : Dusun Mranti Rt 01 Rw 01, Kelurahan Mranti, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sri biasa panggilan ibu Sri Kardiati, mulai merasakan sakit tahun 2012 yang lalu dengan tanda tanda di dada seperti ada benjolan di payudara kiri. Karena ada benjolan di payudara tersebut ibu Sri mengobatinya dengan obat herbal. Pengobatan ini tidak membuat sembuh malahan penyakitnya makin parah, kemudian diperiksakan ke dokter praktek. Setelah diperiksa kemudian disarankan operasi pada tanggal 29 Oktober 2013 di RSU Tjitro Wardjojo Purworejo dengan fasilitas SKTM. Ibu Sri sangat terkejut karena dari hasil laboratorium diketahui  tergolong kanker ganas. Pada awal tahun 2014 sampai awal 2015 menjalani kemoterapi  di RS Sardjito Yogyakarta dengan fasilitas BPJS kelas 3 mandiri. Pada akhir 2015 lalu Ibu Sri mulai merasakan ada benjolan lagi di payudara kanan serta telah dilakukan operasi tgl 2 Oktober 2015. Ternyata selain itu Ibu Sri punya penyakit kista dan di operasi di RS Sardjito pada tanggal 8 Juni 2015. Semenjak sakit untuk kebutuhan hidup sehari hari bu Sri dibantu oleh tetangga dan adik kandungnya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisi saat ini bu Sri terkadang masih merasakan  nyeri di daerah payudara (kanan dan kiri) dan pada daerah jahitan (operasi kista). Alhamdulilah Bu Sri bertemu dengan Kurir Sedekah Rombongan dan diupayakan  menjadi pasien dampingan #SR untuk pengobatan lanjutan di RS Sardjito Jogjakarta. Bantuan kedua pun diberikan untuk meringankan kehidupan dan kebutuhan sehari-hari bu Sri pada saat berobat di RS Sardjito Jogjakarta. Bantuan sebelumnya dimasukkan dalam Rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Didit Dwi Wiwit

Ibu sri menderita CA Mamae


MUHAMMAD AKBAR KHALFANI (1, Pendarahan otak + Hydrocepallus), Alamat : Dusun Trimulyo RT 02 RW 01 Desa Trimulyo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 1.5 bulan ananda Akbar diberikan ujian dari Alloh. Saat itu gejala awal yang ditunjukkan adalah demam dan kejang, kemudian orang tua membawa Ananda ke bidan desa setempat. Karena kondisi Ananda yang semakin parah lalu dirujuk ke RS. Tjitro Wardjojo Purworejo selama 3 minggu dengan menggunakan fasilitas Jamkesda. Dari efek sakit panas dan kejang kemudian terjadi pendarahan otak yang menyebabkan semakin lama fungsi penglihatan menurun, hydrocepallus dan mengalami perkembangan mental. Atas saran dari dokter yang menangani ananda dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta agar hasil diagnosa dan penanganan lebih lanjut bisa dilaksanakan semaksimal mungkin. Ananda Akbar adalah anak bungsu dari 3 bersaudara pasangan bapak Bambang Sukmantoro (49) dan ibu Elin Herlina (36). Pak Bambang yang berprofesi sebagai penjual sembako tidak cukup untuk membawa ananda berobat ke RS Sardjito Yogjakarta. Selain hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari pak Bambang juga masih membiayai sekolah kedua kakak ananda Akbar. Alhamduliah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ananda Akbar, kami prihatin dengan kondisi Ananda yang hampir 7 bulan tidak ditanggani medis dengan semestinya. Bantuan lanjutan dari para sedekaholics sangat membantu keluarga untuk biaya kebutuhan dan pengobatan Ananda Akbar. Bantuan sebelumnya dimasukkan dalam Rombongan 898

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Rafiq Didit Dwi Wiwit

Akbar menderita Pendarahan otak + Hydrocepallus


BISMO YUDA WICAKSONO (15, Sindrom Guillain Barre). Alamat :  Perum Tawang Gading Jalan Pajajan Cilacap, Jawa Tengah, untuk saat ini kontrak di Perum Pepabri RT 1 RW 5 Gang Melati No. 12, Borokulon, Banyuurip, Purworejo, Jawa Tengah. Pada tgl 21 Juli 2016 sehabis ananda Bismo main sepak bola mulai terasa kaki kiri kesemutan lama lama tidak bisa digerakkan, 30 menit kemudian kaki kanan juga mengalami hal yang sama. Kesemutan terakhir dirasakan sampai menjalar ke pinggang, sama orang tua nya Ananda Bismo Bapak Sadar Bromo Yudo (43) dan Ibu Retna Listyaningsih (41) dibawa periksa ke RSUD Cilacap dan dirawat selama 1 hari, untuk memaksimalkan pengobatan  dirujuk ke RSUP DR. Margono Purwokerto. Di RSUP DR. Margono dirawat selama 6 hari dan sempat masuk ruang ICCU dengan diagnosis akhir suspect  Sindrom Guillain Barre. Pada tanggal 29 Juli dirujuk ke RSUP DR. Sardjito Jogjkarta, dirawat di ruang PICU selama 26 hari, dan dirawat di bangsal mulai tgl 24 agustus 2016. Perkembangan penyakit kelumpuhan otot sampai dengan paru-paru sehingga harus dipasang ventilator. diijinkan pulang pada tgl 23 November 2016. Supaya tidak terlalu jauh dalam kontrol di Sardjito, maka Pak Bromo kontrak rumah di Purworejo, yang sebagian keluarga besar dari Ibu Retna dari Purworejo. Untuk saat ini kaki masih tidak bisa digerakkan, sudah bisa mengangkat kedua tangan tetapi jari jari belum bisa digerakkan, pernafasan dengan tracheostomi, terdapat luka dicubitus. Bismo kontrol rutin ke RSUP DR Sardjito planning setiap bulan sekali apabila kondisi stabil dan fisioterapi 2 kali dalam satu minggu di RSUD Tjitro Wardjojo Purworejo. Walaupun pengobatan dijamin sama BPJS Mandiri kelas 2, Pak Bromo sekarang tidak bekerja karena fokus merawat Bismo. Biaya hidup selama ini dibantu saudara dan untuk makan ikut orang tua dari ibu Retno. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dan langsung bersilaturahmi ke rumahnya. Bantuan awal dari sedekacholic untuk meringankan biaya kehidupan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Endah Didit

Bismo menderita Sindrom Guillain Barre


FITRIYAH BINTI SAID  (36, Katarak ). Alamat : Karang Tengah, RT 1/11, Kel. Parakan Kauman, Kec. Parakan, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbak Fitri merupakan gadis yang sejak dahulu jauh dari orang tuanya. Sampai sekarang beliau tinggal bersama kakaknya Ainun (38, penjahit). Derita Mbak Fitri sudah dirasakan semenjak berusia 20 tahun, saat itu dirasakan pandangannya kabur apalagi jika menjelang malam hari. Namun kejadian itu tidak dirasakan sampai usia menginjak 30 tahun. Melihat hal aneh dengan penglihatan adiknya, sang kakak memeriksakan ke RS PKU Muhammadiyah Parakan Temanggung. Hasil diagnose Dokter mengatakan jika Mbak Fitri mengalami Katarak dan untuk bisa sembuh harus dilakukan operasi. Meskipun Mbak Fitri mempunyai Jaminan Kesehatan KIS, namun untuk biaya selama operasi keluarga sangat kesulitan sehingga diputuskan untuk menunda operasinya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan yang bersilaturahmi kerumah beliau memberikan informasi adanya operasi katarak gratis di Magelang. Keluarga pun segera menyiapkan persyaratan untuk mengikutinya, namun keluarga juga kesulitan biaya untuk akomodasi selama operasi nanti. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Mbak Fitri untuk sedikit membantu meringankan deritanya dengan memberikan bantuan dari para #Sedekahholics yang digunakan untuk biaya akomodasi dan transportasinya. Keluarga yang diwakili Ketua RT setempat mengucapkan terimakasih kepada #SedekahRombongan yang telah membantu warganya, semoga Mbak Fitri segera sembuh dan bisa beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Bu fitriyah menderita Katarak


KUAT SUDIMUN (43, Patah Tulang Kaki ). Alamat : Krajan II, RT 5/2, Desa Ngipik, Kec. Pringsurat, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Pak Dimun adalah seorang kepala rumah tangga yang beristrikan Ibu Sariyah (42, Ibu rumah tangga), dan mempunyai 2 orang anak yang sudah berkeluarga semua. Awal mula derita pak Dimun sekitar 2 tahun yang lalu, kala itu seperti biasa pagi hari pergi ke ladangnya, saat itu dilihatnya ada pohon yang rimbun dan menutupi tanamannya sehingga pohon itu harus di tebang. Saat memanjat itulah batang yang dinaikinya patah dan membuat Pak Dimun jatuh dari ketinggian sekitar 4 meter. Istrinya yang tak jauh dari tempat itu segera meminta bantuan untuk memberikan bantuan pertolongan, Pak Dimun segera dibawa ke RSUD Temanggung, namun karena keterbatasan alat maka segera dirujuk ke RS Kustati Solo. Setelah mendapat perawatan Pak Dimun diketahui patah tulang di kedua kakinya. Dokter segera melakukan operasi dan dirawat sekitar 1 bulan. Alhamdulillah Pak Dimun mempunyai Jaminan Kesehatan Jamkesmas sehingga tidak ada biaya selama proses di RS Kustati Solo. Setelah pulang kondisi Pak Dimun juga tidak bisa kembali seperti semula sehingga kedua kakinya lemas dan sangat sulit digerakkan. Keluarga hanya bisa pasrah atas kejadian ini. Saat ini Pak Dimun hanya di rumah saja duduk dan tidur, keluarganya sangat berharap mempunyai kursi roda yang bisa membantu Pak Dimun untuk berinteraksi di luar rumah. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan  keluarga Pak Dimun untuk sedikit meringankan derita beliau dengan memberikan bantuan dari para #Sedekahholics yang digunakan untuk membeli kursi roda. Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bantuan ini bisa bermafaat untuk Pak Dimun.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Pak kuat menderita Patah Tulang Kaki


SUMIRAH BINTI ATMO (65, Stroke Kanan ). Alamat : Dusun Watukodok, RT 1/3, Desa Keblukan, Kec. Kaloran, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbah Mirah hidup hanya berdua dengan suaminya yaitu Mbah Banjar (70). Kedua anaknya sudah berkeluarga sehingga sudah hidup dan tinggal bersama keluarganya masing masing. Derita stroke  Mbah Sumirah sudah dialami sejak 5 tahun yang lalu. Saat itu seperti biasa sedang bersih bersih rumah namun tanpa di duga beliau terpeleset dan jatuh. Suaminya yang mengetahui segera membawa ke Puskesmas setempat dan mendapat perawatan. Dari pemeriksaan di Puskesmas di ketahui tekanan darahnya sangat tinggi dan membuat beliau mengalami Stroke kanan. Kaki dan tangannya sebelah kanan tidak bisa digerakkan. Dokter Puskesmas menyarankan untuk segera di bawa ke RSUD Temanggung, namun keluarga yang hidup pas-pasan dan Mbah Sumirah tidak mempunyai Jaminan Kesehatan apapun memutuskan untuk dirawat di rumah saja dengan membeli obat di Puskesmas setiap bulannya. Saat ini Mbah Sumirah hanya di tempat tidur saja dan diurus oleh suaminya yang sudah tua renta dengan rutin setiap bulannya membeli obat di Puskesmas setempat. Keluarga hanya bisa pasrah melihat keadaan ini mengingat keluarga ini sangat kesulitan ekonominya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Ibu Sumirah dengan memberikan bantuan dari para #Sedekahholics yang digunakan untuk membeli Obat obatan dan untuk kebutuhan sehari harinya. Keluarga yang diwakili Kepala Dusun setempat mengucapkan terimakasih kepada #SedekahRombongan yang telah membantu warganya, semoga Ibu Sujinah segera sembuh dan bisa beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Bu sumirah menderita Stroke Kanan


RAKA AJI WIBAWA ( 1, Jantung Bocor ). Alamat : Dusun Delok, RT 2/7, Desa Gesing, Kec. Kandangani, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Raka adalah anak pertama yang terlahir dari pasangan Bapak Waluyo (34, Buruh Tani) dan Ibu Romiyati (23, Ibu rumahtangga). Raka lahir setelah 8 bulan dikandung di RSUD Temanggung. Setelah lahir Dokter yang menangani ada hal yang tidak lazim, itu diketahui setelah badannya terlihat kehitam hitaman dan dengan nafas yang tidak teratur, Dokter segera memberikan pertolongan dengan menggunakan Oksigen, Dokter segera melakukan pemeriksaan secara intensif dan diketahui hasilnya ada kelainan di jantungnya yang di diagnose mengalami jantung bocor. Kedua orang tuanya mendengar hal tersebut merasa kaget dan khawatir sehingga diputuskan selama hampir 3 bulan dirawat di RSUD Temanggung. Dokter pun menyarankan untuk membawa ke RS yang mempunyai peralatan yang lebih lengkap, namun saat itu Raka belum mempunyai Jaminan Kesehatan sehingga diputuskan untuk dibawa pulang. Saat ini Raka berada dirumah dan terlihat masih lemas. Orang tua Raka juga sudah mengurus Jaminan Kesehatan BPJS mandiri kelas III dengan harapan bisa segera ke RS Kariadi Semarang yang mempunyai peralatan yang lebih lengkap, namun keadaan ekonomi orang tuanya yang tidak mampu membuat harapan untuk ke RS belum terwujud sampai sekarang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Raka Aji Wibawa dengan memberikan bantuan dari para #Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi ke RS Kariadi Semarang. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada #SedekahRombongan yang telah membantunya, semoga Raka segera sembuh dan bisa melanjutkan cita citanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Raka menderita Jantung Bocor


PRADANA ILHAM PAMUNGKAS (8, Santunan Kematian) Nepak, RT 2 / RW 2, Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Adik Ilham adalah anak dari bapak Yaenal Arifin (42, Buruh lepas bengkel cat mobil), Ibu Yayuk Siamussia (43, pembantu rumah tangga). Adik Ilham menderita sakit sekitar 2 tahun lalu yang awalnya menderita panas dan akhirnya kejang langsung di bawa ke RSU Magelang karena pihak RSU tidak bisa menangani maka dirujuk ke RS Karyadi Semarang dan sempat rawat inap selama 3 bulan dan selanjutnya rawat jalan dan therapi dirumah oleh therapis rsu magelang dengan membayar Rp 50.000,-. Adik Ilham hanya terbujur kaku di tempat tidur karena rawat jalan, kontrol, terapi tersebut terakhir pada bulan Agustus 2015.  Alhamdulillah adik Ilham sudah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak bulan januari 2016 hingga sampai saat ini. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan. Pada awal bulan Nopember, kondisi adik ilham sangat lemah sehingga harus rawat inap di Rumah Sakit Umum Magelang. Hampir satu bulan di RSU kondisi adik ilham tidak stabil terkadang panas bahkan sempat masuk ruang ICU selama beberapa hari, bahkan matanya membengkak dan ginjalnya juga bermasalah. Innalillahiwainnalillahi rojiun. Tepatnya pada tanggal 24 Nopember 2016 pukul 10.00 wib adik ilham telah berpulang ke rahmatulloh. Setelah perjuangan melawan penyakitnya akhirnya Alloh pun mengambil adik ilham kembali ke sisiNya. Keluarga merasa sangat kehilangan begitu pula para kurir #SedekahRombongan yang selalu mendampingi dan mengantar adik ilham berobat. Kurir #Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas meninggalnya adik Ilham dan memberikan santunan dari #sedekaholics kepada keluarga adik Ilham yang diterima oleh orang tua adik Ilham. Keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan selama hidup adik ilham. Semoga adik ilham khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Nopember 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @Sigit Purnomo

Santunan Kematian


SUMIYATI BINTI ALM. SANDIHARJO (55, TBC Paru). Alamat : Dusun Kutosari RT 1 RW4 Kecamatan Kutosari Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Penyakit paru-paru yang diderita Ibu Sumiyati sudah sejak lama, ini merupakan sakit turunan dari keluarga. Sebelumnya sudah ada yang mengidap sakit paru – paru. Sering merasa sesak dan lemas, tapi karena faktor ekonomi dan biaya, waktu itu bu Sumiyati belum ada jamkesmas, bu Sumiyati membiarkan penyakitnya begitu saja, pernah sekali periksa ke Dokter Wenni, setelah itu tidak pernah periksa karena tidak punya biaya. Tahun 2014 didaftarkan sama perangkat desa Jamkesmas untuk periksa dan opname pertama di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong selama 1 minggu. Kemudian opname kedua masuk pada tanggal 30 November 2016 di RSU PKU Muhammadiyah Gombong. Putra putri bu Sumiyati ada 8 anak. 3 anak diantaranya blm menikah. Anak-anak bu Sumiyati hanya bekerja sebagai serabutan. Tinggal dirumah sederhana dengan 4 orang anak dan 2 cucunya. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi keberadaan bu Sumiyati yang lagi sakit dan dapat bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholic pun diberikan untuk meringankan bu Sumiyati berobat dan kebutuhan sehari-hari

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto Fitri

Bu sumiyati menderita TBC Paru


INDRI SUSANTI BINTI MUCHOSIN (26, Gagal Ginjal + Busung Air + Kerusakan Otot Jantung). Alamat : Dusun Sidomukti RT 2 RW 1 Kelurahan Jemur, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Bu Indri Susanti mulai merasakan sakit kurang lebih 1 tahun yang lalu. Berawal hanya merasa sering gemetar, lemas, sesak, muncul keringat dingin, perut mengeras dan semakin lama kian membesar. Gejala tersebut oleh pihak keluarga sedang hamil, akhirnya di periksakan ke dokter kandungan Dokter Palupi. Setelah mengetahui hasilnya negatif, kemudian Dokter Palupi menyarankan untuk pemeriksaan dokter spesialis penyakit dalam. Setelah diperiksakan ke dokter spesialis dalam dan Ibu Indri Susanti mengkonsumsi obat resep selama beberapa waktu namun tidakada perubahan yang pasti, kemudian orang tua dan suami menyarankan dg pengobatan alternatif akan tetapi hasilnyapun nihil. Bu Indri yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya pasrah. Kondisi yang semakin lama semakin parah akhir nya sama keluarga dibuatin BPJS mandiri untuk melakukan perawatan dan rawat inap di Rumah Sakit  PKU Muhammadiyah Sruweng. Selama rawat inap selama satu minggu bu Indri semakin membutuhkan maka direncanakan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Dr. Margono Purwokerto. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi tersebut dan berkunjung ke rumah sakit. Santunan dari sedekacholic pun diberikan untuk meringankan biaya hidup sehari-hari di rumah sakit. Namun takdir berkata lain, Alloh lebih menyanyangi Bu Indri, Bu Indri meninggal Dunia tanggal 17 Desember 2016 setelah dirawat 2 hari di Rumah Sakit Dr. Margono Purwokerto.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Fitri

Bu indri menderita Gagal Ginjal + Busung Air + Kerusakan Otot Jantung


KURNIANDI METIARIDHO (11, CTEV). Alamat: Lawatan RT. 1/1, Dukuh Turi, Tegal, Jawa Tengah. Dik Ridho merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak tahun 2015 lalu.  Sejak lahir Dik Ridho sudah mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya. Meski begitu, Dik Ridho termasuk sosok yang rajin dan pantang menyerah. Bahkan ia pernah bekerja di tempat pengrajin bulu angsa. Ayahnya, Kuwatman (40) bekerja sebagai penjual mie ayam yang berpenghasilan tidak menentu. sementara Ibunya Kurninda (35) tidak bekerja. Dik Ridho pernah mendapat bantuan pengobatan dari luar. Namun tidak sampai selesai sudah terhenti. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Ridho dan keluarga. Sehingga pengobatan bisa dilanjutkan kembali. Sejauh ini, Dik Ridho telah menjalani dua kali operasi. Kondisi terkini, kakinya sudah bisa untuk berpijak dan akan melaksanakan kontrol kembali bulan Februari mendatang. Santunan ke-10 kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan Solo untuk biaya akomodasi dan transportasi dari Tegal ke Solo (PP) . Santunan sebelumnya telah masuk dalam rombongan 910. Dik Ridho dan keluarga menyampaikan terima kasih kepada #SedekahHolic. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang jauh lebih baik lagi. Aamiin

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Desember 2016
Kurir:@Mawan @Anissetya60 @Ayak

Ridho menderita CTEV


MTSR SOLO (AD 1998 SR, Biaya Operasional Bulan November) Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance SedekahRombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik merah ini, pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911.  Mobil ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan. Perawatan serta kebersihan bebo pun terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan November ini, kebutuhan oprasional MTSR digunakan untuk biaya pembelian bensin & perawatan. Doa terbaik untuk  #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.957.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @Mawan @anissetya60 @ayak @usamah

Biaya Operasional Bulan November


RSSR SOLO (Operasional Bulan November 2016) Alamat: Jl. Manggis II RT 2/5, Kecamatan Jajar, Kelurahan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-3 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Madiun dan pasiem transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti konsumsi serta obat-obatan pun terus disediakan. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 907. Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 8.878.000
Tanggal:  27 November 2016
Kurir: @mawan @anissetya60 @cahyanieka @usamah

Operasional Bulan November 201


AISYAH BINTI RANTAN VINARNO (1, Tuberculosis Paru). Alamat : Jalan Imam Bonjol, Gang Kelapa 3, RT 2/-, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sekitar 1 bulan yang lalu tepatnya 30 november Dik Aisyah mengalami batuk dan panas tinggi keluarga yang khawatir dengan keadaan Dik Aisyah langsung membawanya ke bidan, setelah diperiksa bidan mengatakan Dik Aisyah terkena Tuberculosis Paru (TB). Dik Aisyah diperbolehkan pulang setelah diberi obat dari bidan. Namun Dik Aisyah kembali batuk dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moelek (RSAM) disarankan untuk dirawat karna kondisinya semakin menurun. Saat ini kondisi Dik Aisyah masih lemah, badan sering kejang dan panas tinggi. Pak Rantan Vinarno (30) orang tua dari Dik Aisyah bekerja sebagai buruh harian dan Ibu Lisda Azizah (22) sebagai ibu rumah tangga, penghasilan orang tua Dik Aisyah hanya mencukupi untuk kehidupan sehari-hari. Selama berobat Dik Aisyah menggunakan jalur umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Pihak keluarga merasa kesulitan dalam biaya rumah sakit dan untuk kehidupan sehari-hari. Mengetahui keadaan Dik Aisyah, kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi ke RSAM untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna mengurangi kesulitan yang dialami Dik Aisyah semoga bantuan yang diberikan  dapat meringankan beban keluarga Dik Aisyah untuk berobat dan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi08 @adityabdvil @nando_931 @yesaridani @akuokawai

Aisyah menderita Tuberculosis Paru


WARTINEM binti MINTONO (42 Th, Gagal Ginjal) alamat :  Dusun Semanu Tengah  RT. 003 RW. 037, Kelurahan Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu dari 3  anak ini sebelumnya bekerja sebagai pedagang baju keliling untuk membantu ekonomi keluarganya. Suami Bu Wartinem bekerja sebagai kenek truk pasir. Sebagai pedagang keliling ibu Wartinem memiliki kebiasaan minum minuman berenergi dingin untuk menjaga staminanya, ternyata kebiasaannya tersebut berakibat sangat fatal untuk kesehatannya. Pada awal tahun 2015 Bu Wartinem divonis dokter terkena gagal ginjal dan diharuskan untuk melakukan cuci darah dua kali seminggu di RS Sardjito. Semenjak itu bu wartinem tidak bisa bekerja lagi .  #Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai bu wartinem pada saat bu wartinem sedang dirawat di RS. Sardjito karena drop kondisinya,  akhirnya kurir  Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan  sebesar Rp. 500.000,- untuk pembelian resep, Cek lab, dll serta bantuan transportasi ke Jogja setiap hari Senin dan Kamis. Semoga bantuan tersebut bisa membuat bu wartinem semakin semangat untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Nopember 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Bu wartinem menderita Gagal Ginjal


FERIZAL SYARIF (44, Suspect TB Tulang).   Alamat : Jalan Dr Samratulangi, Gang Anggrek, RT 1/-, Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Berawal dari 6 bulan yang lalu, Pak Feri mengalami nyeri di bagian tulang punggung setelah bekerja membawa berkarung-karung pakaian untuk dijualnya. Pak Feri sempat terjatuh hingga masuk ke Rumah Sakit Advent selama seminggu. Beliau dirawat dan merasakan sakit di bagian punggung dan kaki, setelah pulang dari RS Advent beberapa hari kemudian Pak Feri tidak dapat merasakan kakinya sehingga selama hampir satu bulan hanya terbaring di atas kasur saja. Beberapa hari setelahnya keadaan beliau semakin parah dan akhirnya dibawa ke RS Graha Husada. Untuk sementara dokter mencurigai Pak Feri terkena penyakit TB tulang.  Sampai saat ini Pak Feri masih lemas dan merasakan sakit di bagian punggung dan kaki, ia pun masih dalam perawatan secara intensif melalui fisioterapi di klinik umum. Alhamdulillah ia mulai bisa berjalan walau masih tertatih. Ibu Jumairan Zohir (45) istri dari Pak Feri kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Selama pengobatan Pak Feri menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS mandiri kelas III. Besarnya kebutuhan dana untuk berobat dikeluhkan keluarga Pak Feri. Mendengar kabar tersebut Kurir Sedekah Rombongan Lampung menyampaikan bantuan untuk mengurangi kesulitan yang dialami Pak Feri semoga dengan bantuan dari sedekaholics dapat meringankan beban keluarga Pak Feri untuk berobat dan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi08 @nando_931 @yesaridani @akuokawai

Pak ferizal menderita Suspect TB Tulang


WELAS ASIH (54 Tahun, Gangguan Fungsi Hati & Komplikasi). Alamat: Kaliurang Selatan RT.05/RW.13 Kecamatan Hargobinangun, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Enam bulan yang lalu, Bu Welas Asih tiba-tiba merasakan nyeri dan sakit yang tak tertahankan pada bagian perutnya. Setelah diperiksa ternyata ia menderita penyakit gangguan fungsi hati (liver), terkadang perutnya membesar seperti orang hamil padahal tidak. Kondisinya saat ini lemas dan badannya sangat kurus, perutnya masih sering membesar dan ia pun kerap merasakan sakit. Ironisnya penyakitnya itu semakin menjalar dan mempengaruhi organ tubuh lain yaitu ginjal. Selama ini ia telah menjalani rawat jalan dan kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, karena menurut dokter kondisinya harus terpantau baik. Bu Elas Asih telah mengeluarkan banyak dana, ada yang berasal dari pribadi maupun meminjam dari orang lain. Selama berobat, ia menggunakan jalur umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah. Namun, saat ini ia dan keluarganya tengah mengusahakan mengikuti program jaminan kesehatan dari pemerintah agar biaya pengobatannya lebih ringan. Bu Welas Asih tinggal berdua saja bersama suaminya, Pak Wagiran (58 Tahun), yang bekerja sebagai tukang kayu, sementara ia sendiri tidak mampu lagi untuk bekerja karena kondisinya itu. Meski menghadapai kendala ekonomi, namun Bu Elas Asih memiliki keinginan yang kuat untuk sembuh agar bisa beraktivitas seperti sedia kala dan mendampingi suaminya yang setia merawatnya di kala sakit. Melihat kegigihan pasangan ini para tetangga mereka pun kerap memberikan bantuan, seperti mengantarkan pasien ke rumah sakit. Mari bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini… #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban mereka. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah beliau sembari menyampaikan bantuan yang digunakan untuk mengurus pembuatan jaminan kesehatan dan biaya berobat sementara sebelum jaminan kesehatan bisa digunakan. Bu Welas Asih pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @anggaubi

bu welas menderita Gangguan Fungsi Hati & Komplikasi


PARTIYEM BINTI TUMIJO TOMO DIHARJO (46 Tahun, Tumor Otak). Alamat: Dusun Lanteng 1 RT.01 Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Riwayat sakitnya dimulai sejak tahun 2015 silam. Awalnya Ibu Partiyem dirawat di rumah sakit daerah, namun karena kondisinya sakitnya semakin parah ia kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Meski demikian, ia tidak mau dirujuk dan memilih pulang karena tidak punya biaya berobat. Terlebih ia tidak memiliki jaminan kesehatan baik dari swasta maupun dari pemerintah, dapat dipastikan biaya pengobatannya mahal. Ibu Partiyem dan keluarganya berasal dari keluarga yang sederhana. Kedua orang tuanya masih hidup, masing-masing bekerja sebagai petani dan pedagang sayur. Pak Pujiyono (36 Tahun), suaminya, bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilan keluarga ini hanya cukup untuk biaya hidup dan makan sehari-hari. Belum lagi keperluan lain, seperti biaya sekolah anak. Karena masalah biaya inilah Ibu Partiyem dan keluarganya hanya bisa pasrah dengan keadaan mereka saat ini. Saat ini ia tidak mampu lagi untuk berobat ke rumah sakit, ia hanya mengkonsumsi vitamin dan suplemen herbal. Kondisi kesehatannya saat ini kian memprihatinkan, ia tidak bisa melihat, minggu-minggu terakhir ini ia juga sudah tidak bisa berjalan lagi. Ibu Partiyem lebih banyak berbaring di atas tempat tidur daripada melakukan aktivitas. Nafsu makannya pun menurun karena mengalami kesulitan ketika menelan makanan, ketika menelan ia merasakan tenggorokannya sakit. Mari kita bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini… #Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan titipan dari #Sedekaholic untuk membantu kesulitan mereka. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Ibu Partiyem dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St  @imbams

Bu partiyem menderita Tumor Otak


KAMTO SUWARNO SURADI (60,Diabetes) alamat : Dusun Jaten RT 016 RW 06, Desa Jambakan,Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Bapak Kamto sakit sekitar 2 tahun lalu, awal yang dirasakan adalah gatal-gatal dikarenakan alergi obat. Kemudian tumbuh bisul seperti cacar air lalu bisul pecah dan kemudian luka dan merambat dan tidak bisa kering. Kemudian dibawa ke rumah sakit lagi. Dan karena luka yang belum kering akhirnya dokter mendiagnosa sakit diabetes basah. Dan sempat kering kemudian kambuh lagi dan dibawa ke rumah sakit tegalyoso klaten sebanyak 4 kali. Luka sempat kering tapi sekarang mengalami kelumpuhan. Dan sulit untuk mengunakan pakean dikarnakan luka yg merata diseluruh tubuhnya. Keinginan untuk sembuh sangat besar dan masih memikirkan anak yg pling kecilnya baru lulus sekolah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah swt. dipertemukan dengan pihak keluarga Bapak Kamto untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban keluarga Bapak Kamto dengan menyampaikan santunan titipan #sedekaholics yang digunakan untuk akomodasi ke RS. Dr.Soeradji.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_@Putri,@Hanif,@Sunandar eko pranoto dan @Zainal arifin

Pak kamto menderita Diabetes


RENDRA RAMADON (1, Hydrochepalus). Alamat : Campang Jaya, RT 5/1, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya Rendra lahir secara normal dalam keadaan sehat di bidan setempat. Seminggu kemudian, bayi pasangan Bapak Erwin Pribadi (36) dan Ibu Nurhayati (37) mengalami kejang-kejang dan matanya berputar tanpa arah. Bapak Erwin segera melarikan anaknya ke Rumah Sakit Abdul Moeleok (RSAM). Sang ibu pun sudah terlebih dahulu rawat inap di RSAM disebabkan penyakit tumor di kepalanya. Setelah diperiksa dokter, Rendra memiliki cairan di kepala dan didiagnosis terkena hydrochepalus. Semakin hari kepala si kecil membesar dan badannya pun menjadi kurus. Dua minggu setelah rawat inap dan selesai dioperasi, ibunya, Nurhayati, meninggal dunia. Kondisi Rendra saat ini masih kontrol di RSAM, tubuh lemah pasca operasi, kepala pun hanya bisa miring jika ditidurkan. Bapak Erwin bekerja sebagai buruh panggul. Selama pengobatan Rendra menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI namun ada obat yang tidak ditanggung KIS sehingga keluarga keberatan mencari biaya pengobatan, biaya hidup pun sulit didapatkan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan keluarga Bapak Erwin. Santunan awal pun disampaikan diperuntukkan biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Bapak Erwin berterima kasih atas bantuan dari para sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 November 2016
Kurir : @andradideri Fajri @yesaridani @akuokawai

Rendra menderita Hydrochepalus


ROKIYAH BINTI SILANDUNG (54, Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina + Ca Servix). Alamat : Gedung Menang, RT 1/1, Kelurahan Gedung Menong, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Ibu Rokiyah adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung sejak bulan September. Ibu Rokiyah yang didiagnosis dokter Rumah Sakit Haji Kamino menyatakan beliau turun peranakan atau prolaps uteri disertai dengan infeksi sekunder dan perlengketan pada dinding vaginanya. Saat ini beliau tinggal di rumah singgah Jakarta untuk penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Alhamdullilah Ibu Rokiyah saat ini telah selesai menjalani proses penyinaran sebanyak 25 kali pada kanker serviksnya. Setelah menjalani penyinaran terakhir kemarin, beliau sedang menunggu hasil akhir penentuan kelanjutan pengobatannya yang akan diberitahukan pada tanggal 27 Desember 2016 nanti. Hasilnya menentukan akan dilakukan penyinaran bagian dalam atau tidak, dikarenakan kondisi beliau saat ini masih lemas. Jika pihak dokter merasa pengobatannya bisa diteruskan di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Lampung, maka kemungkinan beliau akan segera pulang ke Lampung untuk meneruskan pengobatannya di RSAM. Alhamdulillah walaupun kondisi tubuh beliau masih lemas, tetapi kondisinya justru banyak mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari beliau yang sudah bisa buang air kecil tanpa merasa kesakitan lagi. Perdarahan pun sudah terhenti serta peranakan beliau yang semula terlihat di luar sudah kembali normal. Ibu Rokiyah adalah seorang buruh tani sedangkan suaminya sudah meninggal dunia. Ia menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI selama pengobatan. Keluarga merasa sulit karena biaya hidup dan transportasi di Jakarta yang cukup tinggi. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit kelima kepada Ibu Rokiyah untuk biaya hidup dan transportasi. Titipan langit keempat tersampaikan dalam rombongan 924.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @andradideri @nia_dec07 @raden_691 @yesaridani @akuokawai

Bu rokiyah menderita Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina + Ca Servix


RUDI BIN NURIL (42, Katarak Komplikata). Alamat : Sungai Badak, RT 2/4, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Bapak Rudi yang pekerjaannya sebagai penghalus kayu sering merasakan gatal pada matanya dikarenakan debu kayu. Mulanya hanya pada bagian mata sebelah kiri, kemudian menjalar ke bagian mata kanan. Penglihatan Bapak Rudi pun kabur, setelah sempat periksa ke Puskesmas, keluarga membawanya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) hasil diagnosis Pak Rudi terkena katarak komplikata, kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Cicendo Bandung (RSCB) karena sudah tidak bisa melihat lagi dan sering keluar air di kedua matanya. Sudah dua bulan Bapak Rudi menetap di rumah singgah Bandung untuk kontrol di RSCB. Bapak Rudi mata kirinya sudah dioperasi namun dokter mengatakan bakteri di mata kiri mulai menyebar dan diharuskan pengangkatan bola mata sebelum bakteri menyerang otak. Bola mata sebelah kiri pun diangkat, sedangkan mata kanan beliau bakterinya bisa ditangani namun kornea matanya rusak dan harus diganti dengan mencari donor mata. Dokter pun menyuruh keluarga Bapak Rudi untuk mencarikan donor kornea. Sekarang kondisi Bapak Rudi sudah membaik dan masih proses kontrol seminggu sekali dan pada kontrol ke-3 dilakukan pencucian mata dan cabut jahitan. As (40), istri dari Pak Rudi kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Selama pengobatan Bapak Rudi menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Keluarga merasa kesulitan untuk biaya akomodasi selama di Bandung, uang yang tersisa sudah menipis. Setelah bertemu kurir Sedekah Rombongan, beliau pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Titipan langit ketiga kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi. Titipan langit kedua tertulis dalam rombongan 922.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  24 Desember 2016
Kurir : @andradideri @raden_691 @yesaridani @akuokawai

Pa rudi menderita Katarak Komplikata


SUKIMIN BIN SUTRISNO (41, Rabdomyosarcoma). Alamat : Dusun Tanjung Sari, RT 22/7, Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Awalnya tumbuh benjolan dan rasa sakit di dada ketika Bapak Sukimin merantau ke Jakarta tahun 2015 lalu. Setelah mendapat rujukan dari Puskesmas ke RS Haji Pondok Gede, dokter mendiagnosis Bapak Sukimin terkena keganasan pada otot atau bahasa medisnya rabdomyosarcoma. Karena terkendala jaminan kesehatan, beliau pulang ke Lampung. Beliau kembali melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) setelah memiliki kartu jaminan kesehatan. Bapak Sukimin diharuskan kontrol di RSAM, dan rawat inap untuk sedot cairan di paru-parunya karena sering mengalami batuk-batuk dan sesak napas. Dokter merujuk Bapak Sukimin ke Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta. Di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta beliau dilakukan penyedotan cairan di paru-paru kembali dan dipasang selang untuk mengeluarkan cairan di paru-paru akibat tumor ganas di dadanya tersebut. Kondisi terkini Bapak Sukimin harus dilakukan kemoterapi sebanyak minimal enam kali, selanjutnya beliau akan melakukan kemoterapi yang ke-2 kalinya pada hari Senin, 19 Desember 2016. Setelah itu Bapak Sukimin diperbolehkan kemoterapi di RSAM, Lampung. Bapak Sukimin sebelumnya adalah seorang tukang cuci kendaraan di daerah Bekasi, sedang istrinya, Ibu Poniyem (37), ibu rumah tangga. Mereka memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, namun kesulitan mendapatkan biaya transportasi dan akomodasi pulang ke Lampung. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali mendampingi pengobatan Bapak Sukimin. Titipan langit yang ketiga pun kembali disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi pulang ke Lampung. Titipan langit sebelumnya tercatat dalam rombongan 922.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @andradideri @yesaridani @akuokawai

Pak sukimin menderita Rabdomyosarcoma


SURATI BINTI DUL BAKAR (44, Maag Kronis). Alamat : Jalan Tomat, RT 5/-, Kecamatan Jagabaya, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pada bulan Maret yang lalu Ibu Surati menjalani operasi sesar di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (RSDKT) untuk kelahiran anaknya, setelah itu dirawat selama seminggu dan dibolehkan pulang. Beberapa bulan kemudian tepatnya bulan Oktober, Ibu Surati sering merasakan sakit pada perutnya dan hanya berobat di mantri sekitar desa. Mantri di desa mengatakan Ibu Surati mengalami sakit maag dan kemudian diberi obat. Beberapa bulan kemudian Ibu Surati merasakan sakit pada bagian perutnya hingga beliau lemas. Keluarga kemudian membawa Ibu Surati ke UGD RSDKT karena kondisinya semakin lemah. Ibu Surati saat ini masih dalam perawatan di RSDKT. Pak Erwandi (49), suami dari Ibu Surati yang kesehariannya mencari nafkah dengan mengumpulkan barang bekas. Selama berobat Ibu Surati menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Pihak keluarga merasa kesulitan dalam biaya akomodasi selama di rumah sakit. Mengetahui keadaan Ibu Surati, kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi UGD RSDKT untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna biaya akomodasi selama di rumah sakit. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga Ibu Surati dan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi08 @adityaBdvil @nando_931 @yesaridani @akuokawai

Bu surati menderita Maag Kronis


SUYANTI BINTI TARUNO (51, Ca Serviks). Alamat : Desa Fajar Baru, RT 3/10, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Ibu Suyanti adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung sejak bulan Juni. Awalnya beliau jatuh dari motor dan mengalami perdarahan pada kemaluan. Keluarga segera membawanya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) setelah rawat inap beberapa hari dokter menyatakan bahwa beliau terkena kanker leher rahim stadium satu atau bahasa medisnya Ca Serviks. Setelah itu dokter merujuk ke Rumah Sakit Darmais khusus kanker. Sudah beberapa bulan beliau menjalankan pengobatan di Rumah Sakit Darmais dan menjalani radioterapi serta kemoterapi bahkan sempat transfusi darah. Pada tanggal 21 Desember 2016 beliau harus menjalankan kontrol kembali dan pada tanggal 29 Desember 2016 menjalankan jadwal kontrol selanjutnya. Kondisi beliau saat ini masih lemah. Sebelum menjalankan pengobatan di Rumah Sakit Darmais, beliau sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Imanuel. Suaminya, Bapak Sutarno (59), bekerja sebagai buruh tani. Selama pengobatan Ibu Suyanti menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI namun keluarga merasa kesulitan dalam biaya hidup di Jakarta yang cukup tinggi. Kurir Sedekah Rombongan Lampung berjuang meringankan beban keluarga. Santunan pun kembali disampaikan untuk ketiga kalinya kepada Ibu Suyanti guna meringankan biaya hidup di Rumah Sakit Darmais. Santunan kedua tersampaikan dalam rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi08 @nurazizahagustn @yesaridani @akuokawai

Ibu suyanti menderita Ca Serviks


UTAR SUTARNA (47, Retinopati Unspesific). Alamat : Perum GMP, RT 1/6, Desa Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Berawal tahun 2014 yang lalu tepatnya bulan Oktober, Pak Utar merasakan matanya mulai rabun. Beliau kemudian menggunakan kaca mata untuk membantu penglihatannya. Lama kelamaan matanya menjadi tidak bisa melihat. Bulan Oktober 2016, keluarga berinisiatif membawa Pak Utar ke RS Yukum Medical Centre setelah diperiksa dokter mengatakan Pak Utar mengalami kelumpuhan syaraf mata atau bahasa medisnya retinopati unspesific dan disarankan rujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM). Karena keterbatasan biaya, baru bulan Desember ini Pak Utar berobat ke RSAM. Dokter menyarankan beliau untuk rujuk ke RS Cicendo Bandung (RSCB). Pekerjaan Pak Utar adalah staff administrasi, namun semenjak tidak bisa melihat lagi, beliau tidak dapat bekerja dan digantikan oleh istrinya, Maisyaroh (37). Selama berobat, Pak Utar menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II yang didapat dari tempatnya bekerja. Jauhnya rumah sakit rujukkan membuat Pak Utar kesulitan mencari biaya transportasi dan akomodasi ke RSCB. Mengetahui keadaan beliau, kurir Sedekah Rombongan Lampung mencoba membantu dengan meringankan kesulitan Pak Utar. Santunan awal pun disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi beliau di RSCB. Pak Utar mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi08 @adityabdvil @yesaridani @akuokawai

Pak utar menderita Retinopati Unspesific


YAMINAH BINTI PUANA (43, Tumor Ganas pada Vulva). Alamat : Jalan Kampung Baru, RT 1/-, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Ibu Yaminah adalah pasien Sedekah Rombongan Lampung yang saat ini tinggal di rumah singgah Jakarta. Satu tahun yang lalu beliau tidak mengalami menstruasi dan merasakan perih pada kemaluannya. Setelah diperiksa di Rumah Sakit Kamino Way Kanan, dokter mendiagnosis Ibu Yaminah mengalami tumor ganas pada daerah kemaluan tepatnya di vulva, sehingga RS Kamino langsung merujuknya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Setelah dilakukan pemeriksaan histopatologi dan didapatkan jenis tumornya adalah squamous cell carsinoma, beliau dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk operasi. Setelah dapat rujukan ke Rumah Sakit Darmais dari RSCM, hampir empat bulan Ibu Yaminah kontrol, setelah kontrol minggu kemarin, dokter mengatakan beliau diharuskan melakukan sinar sebanyak 25 kali dan dalam seminggu sinar dilakukan sebanyak 5 kali sampai dengan 5 minggu. Dokter belum bisa menjadwalkan operasi sampai dengan selesai sinar dan pemeriksaan lanjutannya. Semenjak pengobatan beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Suami Ibu Yaminah, Bapak Lesus Gandi (48), mengais rezeki sebagai petani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberi santunan keempat untuk biaya obat yang tidak ditanggung BPJS dan biaya hidup di Jakarta. Santunan ketiga masuk dalam rombongan 916.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi @trii20 @yesaridani @akuokawai

Bu yaminah menderita Tumor Ganas pada Vulva


MUSTAQIM BIN SARIPAN (41, Ca Colon). Alamat : RT 15/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Pak Mustaqim merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Pak Mustaqim harus menjalani pengobatan rutin yaitu kemoterapi setiap 2 minggu sekali di RSUD Ahmad Yani Metro. Kemoterapi harus dijalani Pak Mustaqim sejak ia didiagnosis kanker usus besar atau dalam bahasa medis Ca Colon. Hal tersebut membuatnya harus meninggalkan kampung halamannya di Sumatera Selatan. Selama berobat Pak Mustaqim tinggal di rumah kerabat di Kota Metro. Istrinya, Parti (27) hanya bisa membantu kerabatnya yang bekerja sebagai petani, sedangkan Pak Mustaqim lebih banyak beristrihat karena kondisinya. Selama berobat Pak Mustaqim menggunakan JKN-KIS PBI kelas III tetapi tidak adanya pemasukan membuat keluarga ini masih saja khawatir tentang operasional selama pengobatan. Melihat kekhawatiran tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan bantuan dari para sedekaholics untuk keperluan operasional berobat. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 892. Semoga pengobatan Pak Mustaqim berjalan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @andradidery @sayasepti @akuokawai

Pak mustaqim menderita Ca Colon


AMIN SURTAMIN (14, Lumpuh). Alamat : RT 13/-, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya saat pertengahan kelas 4, tahun 2013, tiba-tiba saat di kelas, kaki Amin merasa sulit digerakkan, tulang belakang pun sulit ditegakkan. Lalu gurunya segera menghubungi Ibunda Amin, Tati Isnawati (36). Ibu Tati segera ke sekolah dan menggendong anaknya pulang ke rumah. Amin mengeluh tidak dapat menggerakkan badan dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Ayah Amin, Jiharudin (65) yang sedang bekerja segera pulang. Karena khawatir dengan keadaan anaknya, akhirnya Ayah Amin segera membawa putra kesayangannya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) dan dokter mengatakan Amin terkena lumpuh karena syarafnya melemah. Setelah rawat inap beberapa hari, akhirnya Amin dibawa pulang. Kemudian pihak keluarga mencoba pengobatan alternatif namun tak kunjung membaik. Semakin lama kondisi Amin bertambah buruk, badannya menjadi lunak jika dipijat. Namun Amin masih bisa menulis dan menggerakkan tangan. Amin pun sekolah dengan menggunakan kursi roda bantuan pemerintah. Namun belakangan ini tangan Amin sulit digerakkan, Ia jadi sulit menulis, padahal semangatnya ingin bersekolah sangat tinggi. Ayah Amin, Bapak Jiharudin seorang pemulung, sedang ibunya, Tati seorang ibu rumah tangga. Amin memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Tetapi biaya sehari-hari saja sulit sedangkan orangtua harus mencari biaya lebih untuk akomodasi pengobatan Amin. Kurir Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu akomodasi dan biaya hidup sehari-hari. Keluarga berterimakasih kepada kurir dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @akhiddd @handimaulana28 @yesaridani @akuokawai

Pak amin menderita Lumpuh


LINDRI KURNIADI (23, Kanker Kelenjar Getah Bening + Lumpuh). Alamat : Jalan Trio Deso gang Rawaweh No. 138 RT 2/5, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Lindri awalnya menderita batuk yang berkepanjangan dan tak sembuh-sembuh, ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Kotabumi untuk dirawat. Karena keterbatasan peralatan di RSUD Kotabumi Lindri dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Setelah beberapa hari dirawat dan diperiksa ditemukan kanker kelenjar getah bening tepat di belakang paru-paru. Ia kemudian dirawat sebulan dan dilakukan tindakan operasi di akhir tahun 2015. Setelah operasi, Lindri harus menjalani kemoterapi untuk membersihkan sel kankernya yang masih tersisa. Selang 2 bulan kemudian sakitnya kambuh lagi dan seluruh badannya langsung lumpuh, seketika itu langsung dirawat lagi di RSAM selama 15 hari dan didiagnosis kanker getah beningnya telah menjalar ke sumsum tulang belakang. Lindri sempat dirujuk ke RS Gatot Subroto Jakarta dan dirawat selama 15 hari. Di RS Gatot Subroto dianjurkan untuk melakukan operasi pengangkatan 3 ruas tulang belakang namun kedua orang tuanya Edi Warman (50) dan Eva Diana (43) tidak mengizinkan. Akhirnya Lindri dibawa pulang dan melakukan pengobatan dirumah. Hal tersebut dikarenakan orang tua Lindri takut biaya yang dihabiskankan mahal, karena Bapaknya hanya berdagang kecil-kecilan dengan pengasilan yang tidak tetap dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Lindri menggunakan jaminan kesehatan JKN KIS Mandiri kelas III. Kondisi Lindri sekarang alhamdulillah mulai membaik meskipun belum banyak dan terkadang masih terasa sakit pada seluruh badannya. Lindri kini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung, Titipan langit yang ke dua pun kembali disampaikan untuk membantu pengobatan Lindri, sebelumnya Lindri masuk ke dalam rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir : @andradideri @yulian_safri @akuokawai

Lindri menderita Kanker Kelenjar Getah Bening + Lumpuh


BANDARIAH BINTI SEMIDIN (43, Stroke). Alamat : Desa Gedung Menang, RT 1/1, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung. Pada tahun 2010, Ibu Bandariah ketika hendak memasak nasi, pandangan matanya tiba-tiba menjadi gelap dan seketika itupun beliau jatuh pingsan. Pihak keluarga langsung membawanya ke Puskesmas setempat, dokter yang menangani mengatakan Ibu Bandariah terkena stroke. Pihak Puskesmas lalu merujuk beliau ke RS Kamino, Waykanan, karena keterbatasan biaya, maka Ibu Bandariah dibawa pulang kembali ke rumah. Sejak itu Ibu Bandariah hanya diam di rumah dan sampai sekarang masih terbaring lemas. Ibu Bandariah pun tidak dibawa berobat lagi ke rumah sakit. Suaminya, Nurdin (63) seorang buruh harian lepas. Ibu Bandariah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI untuk pengobatan. Suaminya mengungkapkan kesedihan yang mereka alami selama ini saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan Lampung. Maklum saja mereka tidak mempunyai biaya untuk membawa Ibu Bandariah berobat karena untuk makan sehari-hari pun susah. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya transportasi berobat dan biaya hidup. Semoga Ibu Bandariah bisa sembuh seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @akhiddd Nofrika @yesaridani @akuokawai

Bu bandariah menderita Stroke


AHMAD SOLIHUN (54, Stroke + Hipertensi). Alamat : Dusun 2, RT 5/4, Desa Nambahrejo, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Sebelumnya Pak Ahmad tidak pernah merasakan yang menunjukkan gejala penyakit saat ini, namun Pak Ahmad tidak pernah memeriksakan tekanan darahnya. 3 hari sebelum mengalami serangan stroke, Pak Ahmad mengeluh batuk pilek biasa dan berobat ke bidan dengan tekanan darah 130/90 mmhg. Pada tanggal 1 Desember 2016, Pak Ahmad mengalami serangan stroke dan meminta bantuan pihak Puskesmas setempat untuk mengecek kondisi Pak Ahmad, setelah petugas Puskesmas datang dan memeriksakan kondisi Pak Ahmad, ternyata tekanan darahnya mencapai 200/120 mmhg dan tangan serta kaki sebelah kanannya sudah tidak bisa di gerakkan. Pak Ahmad merasa pusing yang berputar dan mual muntah, setelah itu petugas Puskesmas menganjurkan untuk membawa Pak Ahmad ke Rumah Sakit supaya mendapat penanganan lebih lanjut, namun karena terkendala ekonomi Pak Ahmad urung ke Rumah Sakit sehingga Pak Ahmad hanya mendapat obat-obatan dari Puskesmas. Pak Ahmad berencana untuk membuat kartu JKN KIS terlebih dahulu baru akan berobat ke RS. Kemudian kurir Sedekah Rombongan mendengar hal ini membantu melakukan koordinasi dengan Kelurahan dan Dinas Sosial setempat untuk pengajuan segera bantuan kartu jaminan kesehatannya. Setelah diproses melalui Dinas Sosial setempat, Pak Ahmad dapat mendaftar sebagai peserta JKN-KIS Mandiri Kelas III yang langsung aktif. Setelah itu Pak Ahmad mendapat perawatan rawat inap di RS Demang Lampung Tengah hingga 8 Desember 2016. Saat ini Pak Ahmad masih sulit menggerakkan tangan dan kaki sebelah kanan dan memerlukan bantuan untuk beraktivitas, tekanan darah berangsur membaik. Pada kurir Sedekah Rombongan, Pak Ahmad dan keluarga menceritakan saat ini keluarga semakin mengalami kesulitan ekonomi, karena Pak Ahmad yang hanya sebagai petani kini tidak dapat bekerja. Sedangkan isterinya, Siti Patonah (49) yang juga sebagai petani tidak dapat bekerja penuh karena harus membagi waktu untuk mengurus Pak Ahmad yang sedang sakit. Melihat kondisi tersebut, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya awal iuran JKN KIS Mandiri dan juga untuk biaya kehidupan sehari-hari. Semoga Pak Ahmad cepat sembuh dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @andradideri @sigitrudianto2 @rn_irmala @akuokawai

Pak ahmad menderita Stroke + Hipertensi


MUHALIP BIN DULAH HARJO (69, Adenocarsinoma Recti). Alamat : Dusun 3,  RT 9/3, Desa Saptomulyo, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Mbah Muhalip mulai merasakan mual dan muntah pada awal bulan September 2016. Dan disertai diare terus menerus hingga 19 september 2016. Kemudian Mbah Muhalip dibawa ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Selama 9 hari dirawat tidak ada perubahan masih diare terus menerus. Lalu dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan didapati kanker diusus besarnya dengan jenis Adenocarsinoma Recti. Mbah Muhalip dirujuk di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Awal bulan Oktober 2016 Mbah Muhalip mulai melakukan pemeriksaan di RSCM. Selama 28 hari disana, Mbah Muhalip disarankan untuk melakukan operasi. Nomor urut yang diapat untuk jadwal operasi adalah 28. Jadwal operasi yang jauh, membuatnya memutuskan untuk kembali ke Lampung karena biaya hidup di Jakarta yang cukup mahal. Tetapi kondisi Mbah Muhalip terus menurun. Untuk itu anak-anak Mbah Muhalip segera membuat rujukan ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Dan hasilnya Mbah Muhalip harus dilakukan operasi secepatnya. Untuk proses tersebut ada beberpa pengobatan yang tidak tertanggung JKN-KIS PBI yang dimiliki. Untuk itu keluarga merasa kebingungan karena Mbah Muhalip sendiri sudah lama tidak bekerja dan anak-anaknya pun kondisinya kurang lebih sama. Alhamdulillah, kabar tentang Mbah Muhalip terdengar oleh kurir Sedekah Rombongan Lampung. Bantuan pun disampaikan untuk membantu pengobatan yang tidak tertanggung jaminan kesehatan. Semoga bantuan yang disampaikan menjadi berkah bagi pasien dan sedekaholics. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @andradideri Fajri Adit @sayasepti @akuokawai

Pak muhalip menderita Adenocarsinoma Recti


SUGENG BIN WIJI (53, Tumor Colon + Post Op Colostomy). Alamat : Dusun 3, RT 3/3, Desa Saptomulyo, Kecamatan  Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Awal Oktober 2016 Pak Sugeng mengeluh mual dan terasa mau muntah tetapi tidak bisa, serta mengalami kesulitan buang air besar. Kemudian Pak Sugeng memutuskan untuk berobat ke dokter swasta setempat kemudian Pak Sugeng dinyatakan menderita Maag. Namun setelah berobat penyakitnya tidak kunjung ada perubahan bahkan perutnya semakin membesar. Pada tanggal 5 November 2016 dengan berbekal jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III, dengan rujukan dari Puskesmas setempat, Pak Sugeng berobat ke RSUD Ahmad Yani Metro. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, Pak Sugeng dinyatakan menderita penyakit Tumor Colon dan diputuskan untuk operasi pada tanggal 18 November 2016 dan menjalani perawatan rawat inap selama seminggu dan pasien sempat dirawat di ICU selama 4 hari. Saat ini pak Sugeng terpasang Colostomy diperutnya atau lubang pengganti anus untuk BAB. Kini Pak Sugeng menjalani kontrol rutin di RSUD Ahmad Yani Metro. 3 bulan mendatang Pak Sugeng direncanakan menjalani operasi Colostomy yang ke-2.  Saat Kurir Sedekah Rombongan mendatangi Pak Sugeng, beliau dan keluarga menceritakan kesedihannya. Karena sakit dan kondisi yang lemah, kini Pak Sugeng yang kesehariannya adalah petani menjadi tidak dapat bekerja. Sedangkan isterinya, Suliyem (47) yang juga sebagai petani tidak dapat bekerja penuh karena harus membagi waktu untuk mengurus Pak Sugeng yang sedang sakit. Karena ekonomi yang terbatas, keluarga menjadi kesulitan untuk biaya transportasi dan kehidupan sehari-hari. Melihat hal tersebut, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga Pak Sugeng cepat sembuh dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @andradideri @sigitrudianto2 @rn_irmala @akuokawai

Pak sugeng menderita Tumor Colon + Post Op Colostomy


SUGITO BIN SURATMIN (56, Lymphoma Hodgkin disease ). Alamat : Dusun Sinar Sari, RT 1/1, Desa Trisinar, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pak Gito begitu ia biasa disapa dan ia merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Semua bermula sekitar tahun 2012 muncul benjolan kecil di sekitar leher Pak Gito. Pak Gito lalu memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan disarankan ke dokter spesialis. Beberapa kali benjolan tersebut di operasi tetapi kembali muncul sampai pengobatan berlanjut hingga RS Mardi Waluyo hingga RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruhi Pak Gito didiagnosis Lymphoma Hodgkin Disease yang lebih dikenal dengan tumor ganas kelenjar getah bening serta disarankan untuk kembali operasi. Pada 1 Januari 2015, Pak Gito dioperasi di bagian leher kanannya. Pak Gito kemudian menjalani pengobatan rutin setelahnya. Seiring waktu berjalan leher kanan Pak Gito kembali membengkak, untuk itu Pak Gito dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Istrinya, Warsini (52) yang setia menemani Pak Gito selama berobat. Tetapi setelah di RSAM Pak Gito langsung dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Meski telah berobat menggunakan JKN-KIS Mandiri kelas III, tidak adanya pemasukan menyulitkan keluarga ini untuk melakukan rujukan yang disarankan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Lampung berikhtiar untuk terus membantu Pak Gito. Untuk itu bantuan kembali disampaikan untuk biaya transportasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @andradideri Raden Fajri @sayasepti @akuokawai

Pak sugito menderita Lymphoma Hodgkin disease


RSSR LAMPUNG (Biaya Operasional RSSR Desember 2016). Alamat : Jalan Zebra, Nomor 24, RT 6/-, Lingkungan 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Melihat banyaknya kaum dhuafa yang kesulitan mencari tempat tinggal jika harus kontrol ke rumah sakit – rumah sakit yang berada di wilayah Bandar Lampung, Sedekah Rombongan akhirnya membangun sebuah rumah singgah yang letaknya sangat strategis. Didirikan pada bulan Mei, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) berfungsi sebagai penginapan sementara kamu dhuafa sakit yang berasal dari luar Kota Bandar Lampung selama mereka kontrol atau rawat jalan di rumah sakit yang berada di Kota Bandar Lampung. RSSR pun membantu meringankan biaya transportasi pasien karena tidak perlu pulang ke rumah jika harus kontrol setiap hari. Selain RSSR gratis, pasien dan pendamping pasien diberikan fasilitas dan sembako gratis dari Sedekah Rombongan. Rumah singgah terdiri dari beberapa kamar tidur yang siap menampung hingga puluhan pasien. Melonjaknya pasien beberapa waktu lalu, membuat biaya operasional pun meningkat. Sehingga biaya operasional bulan ini mencakup pembelian beras, air minum, telur, biaya administrasi, biaya listrik, gas, loundry sprai dan biaya operasional lainnya. Selain itu pengeluaran administrasi pun masuk dalam biaya operasional. Berkat bantuan sedekaholics, RSSR dapat mengurangi kesulitan para kaum papa. Para pasien berterima kasih kepada sedekaholics dan juga kurir yang telah membantu mereka selama ini. Biaya operasional bulan lalu tertulis dalam rombongan 916.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi08 @adityaBdvil Fajri @yesaridani @akuokawai

Biaya Operasional RSSR Desember 2016


MILLAH KHULUQI (37, Miopi). Alamat: Merpati 1 Perumahan Patal 34, RT 1/1, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Millah menderita sakit mata miopi atau yang lebih dikenal dengan mata minus yang menyebabkan beliau kesulitan untuk melihat objek jarak jauh (Miopi). Terlebih lagi juga ada gejala alergi jika mata terkena debu, angin, dan matahari. Padahal pekerjaan beliau sebagai guru memerlukan penglihatan yang normal. Alm Suharlan M. Shodiq merupakan nama suami beliau yang telah meninggal, sementara ibu Millah sendiri berprofesi sebagai guru ngaji. Beliau kini tinggal bersama putranya yang juga merupakan pasien Sedekah Rombongan Malang dengan penyakit yang sama. Jaminan kesehatan JKN KIS Mandiri Kelas III yang telah dimiliki beliau pun belum mampu menyokong biaya pengobatannya yang harus intensif, maklum saja pendapatan ibu Millah juga minimum. Kurir Sedekah Rombongan Malang pun membantu dengan membelikan kacamata khusus untuk sakit yang beliau derita. Semoga kondisi Ibu Millah semakin membaik. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.110.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Bu millah menderita Miopi


ANDI PRATITA WARDANA (45, Stroke). Alamat :  RT 3/2, Dusun Bungur, Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Pertengahan Oktober 2016, setelah shalat Subuh kepala Bapak Andi terasa sakit, beliau pun beristirahat sejenak, namun lidah serasa kaku sehingga ucapan beliau sudah tidak jelas. Tak selang lama muntah dalam kondisi tidak sadar. Hari telah siang, tapi Bapak Andi juga tidak kunjung siuman, akhirnya dibawa ke RS Aminah Blitar. Setelah diperiksa, dokter menyatakan operasi untuk menghentikan penyebaran pembuluh darah yang pecah. Operasi tersebut hanya bisa dilakukan di RS Syuhada Haji Blitar, keluarga pun menyetujui. Operasi selesai, tapi Bapak Andi belum sadar, 2 jam kemudian baru ada perkembangan yaitu bisa mendengar. Sayangnya Bapak Andi pun wafat pada awal November. Nurul Af’iddah Rahmawati (40), istri Bapak Andi hanya sebagai ibu rumah tangga, sehingga keluarga ini menggantungkan pemenuhan kebutuhan mereka dari pendapatan Bapak Andi. Belum adanya fasilitas kesehatan yang dimiliki juga menyulitkan keluarga ini. Sementara keempat anak beliau juga masih kecil-kecil sehingga membutuhkan banyak biaya untuk sekolah. Alhamdulillah dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan, sehingga sedekah dari para sedekaholics pun tersalurkan untuk keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa Dirham

Pak andi menderita Stroke


SITI USWATUL ROISA (36, Kelenjar Tyroid). Alamat : Dusun Urek-Utek, RT 1/3, Desa Asrikaton Kec. Pakis, Kab. Malang, Prov. Jawa Timur. Bulan September beliau merasa nggreges, gemeteran, pusing, benjolannya sakit, keringat dingin. Ibu Siti juga sudah pernah periksa ke dokter dan langsung didiagnosa penyakit beliau tergolong ganas. Beliau pun dirujuk untuk menjalani cek lab, tapi belum ada biaya jadi pemeriksaan ditunda. Berat badan pun turun 10 kg dalam waktu sebulan, masih bisa bekerja tapi tidak boleh terlalu keras sampai beliau kelelahan, terlebih nafas yang juga sering sesak. Kini Ibu Siti hanya menjalani pengobatan alternatif, hasilnya beliau merasa sakitnya berkurang sakitnya dan benjolannya mengecil Pekerjaan beliau ialah sebagai buruh serabutan, sementara Bapak Joko (39) sebagai suaminya bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan kurang dari 500 ribu per bulan. Kesulitan biaya menjadikan Ibu Siti terpaksa menghentikan pengobatannya, beliau  juga belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah mulai Bulan November ini santunan dari Sedekah Rombongan Malang mulai tersalurkan untuk biaya berobat dan membeli obat. Semoga Ibu Siti bisa segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.078.520,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa @hayyudc

Bu siti menderita Kelenjar Tyroid


ASREVI SINGGIH (26, Lumpuh). Alamat : Kemirahan, Gang 2G, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, tepatnya bulan Januari telah terjadi kecelakaan kendaraan bermotor parah yang menimpa Asrevi, sehingga dia mengalami gegar otak ringan dan memar dada. Tidak hanya itu, rusuk ke 6, 7 dan 8 bergeser dan tulang ekornya pun cedera. Akibat kecelakaan itu pun, Asrevi harus rawat inap di ICU selama 7 hari, lalu UGD selama 2 hari. Setelah beberapa bulan kecelakaan tersebut terjadi, sampai kini Asrevi masih mengalami lumpuh dari perut sampai ke bawah. Pada bulan sebelumnya Asrevi mulai mengkonsumsi susu berkalsium untuk mulai menjalani jadwal fisioterapi. Alhamdulillah sekarang kondisi Asrevi sudah mulai membaik. Pada awalnya Asrevi yang belum bisa duduk, sekarang sudah bisa dan nafsu makannya pun sudah mulai bertambah. Putra dari pasangan bapak Beni Wahyudi & Ibu Indah ini sangat berharap bisa segera menjalani operasi tulang punggung seperti yang telah disarankan oleh dokter agar bisa beraktivitas kembali. Sayangnya kendala dari banyaknya biaya yang dibutuhkan dan kesulitan transportasi mengurungkan niat ini. Asrevi telah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan untuk biaya transportasi, membeli susu, obat-obatan, pampers dan iuran BPJS. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Asrevi kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Bantuan kepada Asrevi pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 920. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban Asrevi sekeluarga dan diberi kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @FaizFaeruz @afiatbuchori @nay_munaa @m_rofii11

Asrevi menderita Lumpuh


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan November 2016). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar/ menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, cuci mobil, pilok dan servis rutin tiap bulan agar MTSR tetap bisa berperforma baik dan lancer saat beroperasi. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 916. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 4.128.300,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Biaya Operasional Bulan November 2016


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan November 2016). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat  Malang membutuhkan MTSR tambahan. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk biaya fotokopi log book, biaya bahan bakar, pulsa dan service rutin setiap bulan. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 916. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.004.500,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @mfyusuf @nay_munaa @m_rofii11

Biaya Operasional Bulan November 2016


RSSR MALANG (Biaya Operasional Bulan November 2016). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, kebutuhan ATK, kebutuhan mck, biaya administrasi, pemenuhan gizi pasien seperti susu, sayur dan buah. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 916. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.875.970,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @nay_munaa @m_rofii11

Biaya Operasional Bulan November 2016


TEGUH PRASETYA (10, Tidak Memiliki Anus). Alamat : Jl. Giam IV No. 4, Blok B13, RT 10/3, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Teguh lahir dalam kondisi tidak memiliki anus sehingga ia tidak bisa BAB. Alhamdulillah, operasi pertama dapat ia jalani saat berusia 9 bulan untuk membuat lubang pembuangan kotoran sementara. Dokter menyarankan agar Teguh kembali lagi untuk tindakan operasi kedua untuk pembuatan lubang anus buatan saat ia sudah berusia 3 atau 4 tahun. Namun sayangnya operasi tersebut urung dilakukan karena kondisi Teguh yang kurus dan mengalami anemia. Dokter meminta keluarga agar Teguh dapat dinaikkan berat badannya terlebih dahulu dan anemianya juga dapat diatasi sehingga operasi kedua dapat dilakukan. Saat ini Teguh sudah berusia 10 tahun dengan kondisi fisiknya yang sudah cukup baik untuk menjalani operasi lanjutan. Dengan berbekal surat rujukan ke RSUD Arifin Achmad, Teguh melanjutkan pengobatannya untuk persiapan operasi yang telah tertunda selama 6 tahun. Tepat sehari setelah melakukan rontgen, Teguh mengalami demam tinggi yang disebabkan oleh infeksi pada lubang pembuangan sementara di perutnya. Akhirnya Teguh harus menjalani rawat inap untuk mengobati infeksi yang dideritanya tersebut dan jadwal operasinya terpaksa diundur lagi. Selama melakukan pengobatannya, Teguh menggunakan jaminan kesehatan KIS Mandiri kelas 3, namun tetap saja keluarga masih mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari mereka selama menjaga Teguh di RS. Ayah Teguh, Perinaldi (58), bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu sedangkan ibunya, Sri Suharni (53), bekerja sebagai asisten rumah tangga. Dengan perekonomian keluarga yang masih dalam keterbatasan dan hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, mereka tidak memiliki dana lebih untuk biaya akomodasi Teguh di RS. Seorang anggota Komunitas Muslimah Riau menghubungi Sedekah Rombongan dan menceritakan tentang kondisi Teguh. Kurir Sedekah Rombongan segera menjenguk Teguh yang sedang dirawat di RSUD Arifin Achmad dan menemui keluarganya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teguh dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi keluarga selama Teguh dirawat di RSUD Arifin Achmad. Semoga kondisi Teguh segera pulih dan ia dapat menjalani operasi lanjutannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir : @nhpita @mursyidafw Risti

Teguh Tidak Memiliki Anus


DIQQA PUTRA AL HAKAM (1, Hydrocepalus). Alamat: Kemanggisan Ilir XI RT 14/8 Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Pal Merah, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. 15 November 2015, Diqqa Putra Al Hakam untuk pertama kalinya melihat dunia. Diqqa tidak terlahir seorang diri, tapi bersama saudara kembarnya Daqqa Putra Al Hakam dengan berat badan masing-masing hanya 1,6 kg dan 1,7 kg. Dan keistimewaan merekapun berlanjut, saat Diqqa berusia 2 bulan terlihat lingkar kepalanya lebih besar dari kakaknya Daqqa. Awalnya orang tua Diqqa tidak begitu memperhatikan, tapi semakin lama lingkar kepalanya makin membesar. Akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Diqqa ke RSUD Banten. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter, diketahui jika Diqqa menderita Hydrocepalus, jauh sebelum ini dokter juga menyatakan jika saudara kembar Diqqa menderita Jantung Bocor, tapi akhir bulan kemarin telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Dokter menyarankan supaya Diqqa dilakukan operasi untuk pemasangan VP-Shunt. Alhamdulillah proses operasi dapat dilakukan saat usia Diqqa menginjak 3 bulan, namun sebulan berselang Diqqa sering mengalami demam. Saat itu, diketahui jika selang VP-Shunt nya terinfeksi, dokter menyarankan supaya Diqqa dirujuk ke RSCM. Di RSCM Diqqa kecil dilakukan operasi aff VP-Shunt, alhamdulillah kondisinya berangsur membaik. Orang tua Diqqa, bapak Ganda (35) sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan yang tidak bisa menentu dan ibu Isnaini (20) adalah seorang ibu rumah tangga. Bekerja sebagai karyawan dengan tanggungan 2 orang anak yang sakit, biaya kontrakan rumah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tentu menjadi beban tersendiri buat Bapak Ganda. Tak jarang Pak Ganda dalam waktu yang lama tidak menjenguk Diqqa di rumah sakit karena harus mengurus Daqqa di rumah. Alhamdulillah, ditengah kesulitan yang dirasakan orang tua Diqqa #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 912. Kemarin Diqqa sempat melewati masa kritis, tapi Alhamdulillah kini kondisinya kemabali stabil.  Diqqa juga masih harus menjalani kontrol rutin di RS M.H Tamrin Salemba. Semoga Diqqa kecil diberi jalan untuk menemukan kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 6 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Diqqa menderita Hydrocepalus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah bantuan
1 NUR SALIM 1,500,000
2 AHMAD RIZAL DWI BERNANDA 2,500,000
3 MUJI AYEM 1,000,000
4 AHMAT AFIFUROHMAN 1,000,000
5 NINA AMANAH BINTI DJAWAHIR 1,000,000
6 SRI KARDIATI 500,000
7 MUHAMMAD AKBAR KHALFANI 500,000
8 BISMO YUDA WICAKSONO 1,000,000
9 FITRIYAH BINTI SAID 1,000,000
10 KUAT SUDIMUN 1,000,000
11 SUMIRAH BINTI ATMO 1,000,000
12 RAKA AJI WIBAWA 500,000
13 PRADANA ILHAM PAMUNGKAS 1,000,000
14 SUMIYATI BINTI ALM. SANDIHARJO 1,000,000
15 INDRI SUSANTI BINTI MUCHOSIN 500,000
16 KURNIANDI METIARIDHO 500,000
17 MTSR SOLO 4,957,000
18 RSSR SOLO 8,878,000
19 AISYAH BINTI RANTAN VINARNO 1,000,000
20 WARTINEM binti MINTONO 500,000
21 FERIZAL SYARIF 1,000,000
22 WELAS ASIH 1,000,000
23 PARTIYEM BINTI TUMIJO TOMO DIHARJO 1,000,000
24 KAMTO SUWARNO SURADI 1,000,000
25 RENDRA RAMADON 500,000
26 ROKIYAH BINTI SILANDUNG 500,000
27 RUDI BIN NURIL 1,000,000
28 SUKIMIN BIN SUTRISNO 2,500,000
29 SURATI BINTI DUL BAKAR 500,000
30 SUYANTI BINTI TARUNO 500,000
31 UTAR SUTARNA 1,500,000
32 YAMINAH BINTI PUANA 1,000,000
33 MUSTAQIM BIN SARIPAN 500,000
34 AMIN SURTAMIN 750,000
35 LINDRI KURNIADI 500,000
36 BANDARIAH BINTI SEMIDIN 750,000
37 AHMAD SOLIHUN 500,000
38 MUHALIP BIN DULAH HARJO 1,000,000
39 SUGENG BIN WIJI 500,000
40 SUGITO BIN SURATMIN 1,500,000
41 RSSR LAMPUNG 5,000,000
42 MILLAH KHULUQI 1,110,000
43 ANDI PRATITA WARDANA 1,000,000
44 SITI USWATUL ROISA 1,078,520
45 ASREVI SINGGIH 500,000
46 MTSR MALANG 4,128,300
47 MTSR MALANG 4,044,500
48 RSSR MALANG 11,875,970
49 TEGUH PRASETYA 500,000
50 DIQQA PUTRA AL HAKAM 1,000,000
Total 79,072,290

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 79,072,230,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 932 ROMBONGAN

Rp. 45,340,617,769,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.