Rombongan 931

Berinfaklah kamu atas sebagian rizki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang tidak ada jual beli lagi.
Posted by on December 29, 2016

MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH (4,  Suspect Infeksi Ginjal). Alamat : Dusun Karangsari, RT 13/5, Desa Dukuhpicung, Kecamatan Luragung,  Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Arkha. Diusia yang masih sangat kecil, Arkha menderita infeksi ginjal. Penyakit tersebut baru diketahui pada akhir bulan November 2016 lalu dengan gejala awal bengkak di bagian wajah, perut, kemaluan dan kaki. Biarpun demikian, Arkha tidak pernah mengeluh sakit. Kedua orang tua Arkha panik ketika perut Arkha tiba-tiba terlihat bengkak dan terasa keras. Saat ini Arkha sedang menjalani pengobatan di sebuah klinik dokter umum. Alhamdulillah mulai terlihat perkembangan yang positif. Bengkak di bagian wajah dan kemaluan mulai kempes. Akan tetapi, pengobatan Arkha belum maksimal karena belum diperiksa di rumah sakit dengan alat medis yang jauh lebih lengkap. Arkha juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Orang tua Arkha Bapak Andriansyah (30) bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Arkha sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada Arkha untuk biaya transportasi, pemeriksaan sekaligus pembelian obat dan juga biaya pembuatan BPJS Mandiri kelas 3. Semoga Arkha lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Arkha menderita Suspect Infeksi Ginjal


WARI BINTI CAKRA LAKSANA (54, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun 3 Cipondok, RT 6/1, Desa Cipondok,  Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Wari adalah seorang perempuan paruh baya yang baru mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit gagal ginjal pada tanggal 5 November 2016 lalu. Beliau mengalami gejala awal berupa sesak nafas, kaki bengkak, dan susah tidur. Saat bertemu pertama kali dengan kurir Sedekah Rombonga Kuningan, kondisi beliau sangat memprihatinkan. Keadaan beliau sangat lemah dengan kaki yang semakin membengkak. Alhamdulillah, dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan Ibu Wari bisa dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan awal sekaligus pengobatan. Beliau dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan, akan tetapi pihak rumah sakit segera merujuk beliau agar dibawa ke Rumah Sakit El-Syifa Kuningan yang peralatan medisnya jauh lebih lengkap dalam menangani penyakit gagal ginjal. Setelah satu hari menjalani rawat inap di Rumah Sakit El-Syifa, beliau harus melakukan tindakan medis berupa transfusi darah karena kondisinya sempat menurun. Akan tetapi kehendak Allah berkata lain, keesokan harinya Ibu Wari meninggal karena kondisi beliau yang semakin menurun. Ibu Wari mempunyai kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Tapi untuk sewa Ambulans tidak ditanggung oleh BPJS. Santunan awal Alhamdulillah telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada almarhumah Ibu Wari untuk biaya akomodasi dan sewa ambulans. Semoga almarhumah Ibu Wari diterima di sisi Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @MayasyarohAndis

Bu wari menderita Gagal Ginjal


IIS ROHMAWATI (16, TB Tulang). Alamat : Dusun Cimuncang, RT 1/4, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Iis adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan yang merupakan siswi di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah kabupaten Majalengka. Namun, sayangnya ia harus putus sekolah karena Iis menderita penyakit cukup serius, yaitu TB Tulang. Penyakit tersebut membuat Iis tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Awalnya, Iis sering merasa kesakitan di jari tangannya yang lama-kelamaan membuat jari-jarinya tidak bisa digerakkan. Tak lama, ada benjolan di tangan sebelah kiri Iis yang membuat tubuhnya semakin hari semakin lemas dan tidak bisa digerakkan. Anehnya, benjolan tersebut menyebar ke kedua kakinya. Karena hal tersebut Iis dibawa ke dokter umum dan juga Puskesmas, namun tidak ada perubahan berarti. Akhirnya, pihak keluarga mengambil cara tradisional untuk pengobatan yaitu dengan mengurut tangan dan kaki Iis dengan harapan kaki dan tangannya bisa digerakkan. Alhamdulillah, setelah 3 kali melakukan cara tradisional tersebut tangan dan kaki Iis sedikit bisa digerakkan hingga benjolan-benjolannya ikut kempes. Selang 2 bulan, kondisi Iis menurun bahkan benjolan di kakinya semakin membengkak hingga membuat Iis tidak bisa berjalan sama sekali. Akibatnya, Iis dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pengobatan. Tindakan operasi Alhamdulillah telah dijalani oleh Iis. Pasca operasi, Iis harus menjalani kontrol kesehatan setiap 2 minggu sekali ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Sudah kurang lebih 3 bulan Iis rutin menjalani kontrol ke poli dalam dan poli bedah. Iis juga harus rutin mengkonsumsi obat. Iis sudah memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3. Sehingga, bisa meringankan untuk pengobatan selanjutnya. Ayah Iis, Bapak Wawan telah meninggal dunia dan saat ini ia tinggal bersama Ibunya yaitu Ibu Eet. Ibu Eet (50) merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi, karna jarak dari Majalengka ke kuningan lumayan jauh. Iis Harus menyewa mobil untuk mengantar kontrol ke rumah sakit. Sedangkan keseharian Ibu Eet hanya bekerja sebagai pembuat sapu. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ke lima kepada Iis untuk biaya transportasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Iis. Aamiin. Sebelumnya Iis masuk ke dalam Rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Iis menderita TB Tulang


JUWI BINTI ASWAN (40, Katarak). Alamat : Dusun 3 Cibeurem, RT 3/3, Desa Cibeureum, Kecamatan Cibeureum,  Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sejak satu tahun kebelakang, Ibu yang biasa dipanggil Ibu Juwi ini secara tiba-tiba tidak bisa berjalan dan melihat. Beliau tinggal sendirian karena tidak memiliki suami maupun anak. Beliau belum pernah memerikskan kondisinya ke dokter praktek, Puskesmas atau rumah sakit. Beliau terbiasa mengonsumsi obat-obatan warung yang mudah dan murah untuk dibeli. Keadaannya tentu tak kunjung membaik karena obat-obatan yang beliau konsumsi tidak sesuai dengan sakit yang beliau derita. Saat ini beliau hanya bisa berdiam diri di rumah tanpa bisa melakukan banyak aktifitas. Beliau menggantungkan hidupnya dengan belas kasihan dari tetangganya. Sebetulnya beliau memiliki kartu jaminan kesehataan JKN-KIS PBI. Biarpun demikian, kondisi beliau yang tinggal sendiri menyulitkan beliau untuk pergi berobat karena tidak ada yang menemani. Terlebih beliau tidak memiliki biaya untuk transportasi berobat. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan beliau di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Setelah diperiksa, kedua mata beliau positif terkena katarak. Alhamdulillah tindakan operasi pada mata sebelah kanan bisa langsung dilakukan. Alhamdulillah karena pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan awal kepada Ibu Juwi untuk biaya transportsi  sekaligus akomodasi ke rumah sakit. Semoga Allah memudahkan ikhtiar beliau untuk mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Ibu juwi menderita Katarak


KURNIAWATI BINTI SUGIANTO (41, Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Pahing RT 5/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Uri, biasa beliau dipanggil merupakan anak kedua yang memiliki 4 saudara. Saat ini, di usia kepala empat beliau diperkirakan menderita Ca Mamae atau yang biasa disebut dengan kanker payudara. Gejala awal beliau rasakan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya payudara sebelah kanan beliau terasa sakit, tepatnya di bagian bawah ketiak. Tak lama, pihak keluarga memutuskan  untuk membawa beliau ke dokter umum yang membuka praktek di daerah rumah beliau. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Ibu Uri diperkirakan mengidap kanker payudara. Setelah itu, beliau hanya melakukan pengobatan tradisional dengan hanya meminum ramuan daun sirsak saja. Alhamdulillah beberapa waktu lalu Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Kurniawati sehingga beliau bisa menjalani pemeriksaan awal di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Dari hasil diagnosis tim medis rumah sakit, Ibu Uri mengidap kanker payudara stadium 3 dan adanya kelenjar disekitar payudara sebelah kanannya.  Selain itu, di akhir bulan Nopember lalu beliau telah melakukan operasi pengangkatan kelenjar dan sel kanker. Saat ini beliau harus menjalani tindakan lanjutan berupa kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selain itu, beliau juga membutuhkan salep khusus yang pembeliannya diluar tanggung jawab BPJS. Beliau juga membutuhkan biaya untuk transportasi dan akomodsi ke Bandung. Untuk pengobatan, Ibu Uri terbantu dengan adanya kartu BPJS mandiri kelas 3. Walaupun begitu, Ibu Uri membutuhkan biaya untuk transportasi, akomodsi dan juga membeli alat medis diluar BPJS. Beliau termasuk keluarga yang kurang mampu. Hidup beliau bergantung pada saudara dan kedua orang tuanya yang sudah tua, Bapak Sugianto (80) dan Ibu Wasri (75). Keduanya sudah tidak bekerja hingga akhirnya hidup keduanya bergantung pada anak-anak yang lain. Alhamdulillah, karena bantuan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketiga kepada Ibu Uri untuk biaya transportasi, akomodasi dan membeli alat medis. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Kurniawati. Aamiin. Sebelumnya Ibu Kurniawati masuk kedalam rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Ibu kurniati menderita Ca Mamae Dextra


RSSR (RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN) BANDUNG RAYA (BIAYA Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2,  Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun 2013 alhamdulillah #SedekahRombongan Bandung Raya telah dipercaya untuk mengelola rumah singgah yang berada di sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kami menyebutnya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung Raya. Walaupun sampai saat statusnya masih belum hak milik #SR, keberadaan RSSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya oleh saudara kita, dhuafa sakit, yang sedang berobat di RSHS Bandung. RSSR Bandung Raya menjadi tempat singgah sementara pasien dampingan #SR dari berbagai daerah di Jawa Barat yang sedang berproses menjalani tahapan pengobatan di RSHS Bandung. Di samping itu, RSSR juga berfungsi sebagai sarana kordinasi kurir, promosi, dan ladang amal bagi sedekaholics yang ingin bersedekah secara langsung. Di RSSR Bandung Raya terdapat 15 kasur bagi pasien dan ruangan tengah yang cukup luas untuk pendamping pasien. Ada dua jamban layak pakai yang bisa digunakan pasien dan keluarganya. Dapur dan peralatannya pun disediakan. Dengan empati sedekaholics, seiring perjalanan waktu, RSSR juga dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari pasien dan pendamping pasien. Setiap bulan RSSR Bandung Raya mendapatkan bantuan untuk pengadaan logistik dan kebutuhan lainnya untuk menjalankan pengkhidmatan dhuafa di RSSR Bandung Raya. Adapun pengalokasian bantuan #SR untuk operasional RSSR Bandung Raya bulan Desember 2016 adalah sebagai berikut:

1. Pembelian SEMBAKO : Rp. 2.352.000,-
2. Pengeluaran untuk UTILITY (PAM/PLN/TELEPON/INDIHOME) : Rp. 495.000,-
3. Pengeluaran untuk Biaya Kebersihan, perlengkapan kebersihan : Rp. 575.000,-
4. Pengeluaran untuk BBM, Ongkos Pulsa : Rp. 100.000,-

Bantuan rutin untuk operasional RSSR Bandung Raya dari para sedekaholics ini sangat bermanfaat bagi pasien dan pendamping. Semoga dapat menjadi pahala bagi para sedekaholics dan membawa berkah kesembuhan bagi pasien #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.522.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @fuad_baasil

BIAYA Operasional


GEMPA PIDIE ( Bantuan Sembako dan Perlengkapan sehari-hari). Alamat : Jln. Banda Aceh – Medan Gampong Matang, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Prov. Nanggroe Aceh Darussalam. Rabu, 7 Desember 2016 gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter pukul 05:03 mengguncang wilayah Banda Aceh – Pidie Jaya. Gempa bumi hampir dirasakan di wilayah Provinsi Aceh dari Banda Aceh, Pidie Jaya, Lhoksemawe dan Meulaboh. Puluhan bangunan hancur, ratusan korban luka-luka dan ratusan korban meninggal dunia akibat gempa tersebut. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu/dhuafa korban gempa Pidie. Jenis bantuan yang diberikan berupa Sembako, Sarung, Kelambu, Perlengkapan Mandi dan lain-lain. Bantuan hanya disalurkan di satu titik tepatnya di posko gampong Matang. Semoga paket berbagi pasca gempa Pidie bisa bermanfaat dan bisa mengurangi beban mereka yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @Pratiwi

Bantuan Sembako dan Perlengkapan sehari-hari


MUHAMMAD ANDRI (28, Tuberculosis). Taman Cimanggu Poncol, RT 1/5, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Andri biasa kami memanggil mulai merasakan ada yang janggal pada kesehatannya setahun yang lalu, ia menderita batuk – batuk yang tak kunjung sembuh. Karena merasa khawatir akhirnya Andri diantar istrinya Lia (25) berobat ke puskesmas Tanah Sareal dan oleh dokter sana di diagnosa mengidap Tuberculosis dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit khusus Paru yang berada di Cisarua. Sekitar 15 hari Andri mendapatkan perawatan intensif di RS. Cisarua dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 namun Andri terpaksa pulang kerumahnya karena ia dan Istrinya kehabisan bekal selama berada di rumah sakit walaupun pengobatannya belum tuntas. Kini Andri kembali dirawat di RSUD Kota Bogor karena tiba – tiba kondisi badannya drop sehingga harus mendapatkan perawatan di ruang isolasi RSUD Kota Bogor. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Andri dan istrinya, istrinya bercerita bahwa ia kehabisan bekal selama di rumah sakit karena sejak Andri sakit Lia lah yang bekerja untuk mencari nafkah sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan tidak seberapa. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh Andri dan Lia. Bantuan awal pun disampaikan untuk Andri yang akan digunakan untuk bekal selama dirumah sakit dan untuk membeli obat yang tidak di cover oleh BPJS. Semoga Andri cepat sembuh sehingga bisa kembali mencari nafkah untuk keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Andri menderita Tuberculosis


MUHAMMAD JAFAR (4, Kanker Usus + Gizi Buruk). Alamat : Kampung Muara Lebak, RT 1/10, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Jafar sapaan akrab kami untuk adik kecil ini, sudah sejak lahir terlihat ada gangguan dengan pertumbuhannya, Jafar sejak kecil sulit sekali untuk diberikan makanan baik berupa ASI ataupun yang lainnya. Sering kali setelah makan Jafar memuntahkan kembali apa yang telah dimakannya yang tak pelak membuat Jafar tidak tumbuh seperti kebanyakan bayi pada umumnya yang membuat  Pak Sutiadi (46) dan Bu Tuti (39) orang tua Jafar merasa khawatir akan kondisi anaknya dan membawa Jafar berobat ke puskesmas dengan fasilitas jaminan BPJS PBI. Oleh puskesmas Jafar diberikan rujukan ke RSUD Kota Bogor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan terdiagnosa bahwa Jafar mengidap Kanker Usus dan Gizi Buruk yang membuat Jafar kembali dirujuk ke RSCM Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Pak Sutiadi yang bekerja sebagai buruh serabutan merasakan kesulitan untuk akomodasi Jafar selama di RSCM karena penghasilan sebagai buruh sangatlah tidak menentu. Kini Jafar dirawat di RSCM karena kondisi Jafar yang sering drop. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah dengan Jafar untuk menyampaikan dana titipan para sedekaholic yang akan digunakan sebagai akomodasi Jafar selama di RSCM. Semoga Jafar bisa kembali pulih agar dapat bermain dan belajar seperti semula. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Jafar menderita Kanker Usus + Gizi Buruk


SITI NURLELA (23, Ca Mammae + Tumor Kepala). Alamat : Gang Kosasih, RT 4/10, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari 2 tahun yang lalu, Siti sapaan akrab kami merasakan ada benjolan kecil di bagian payudara sebelah kirinya, sekitar 2 minggu kemudian muncul lagi benjolan yang lumayan besar di bagian kepala siti dan 1 minggu kemudian muncul juga benjolan di payudara sebelah kanan siti yang membuat dirinya minder untuk melakukan aktivitas apapun. Makin hari benjolan di payudara dan kepala Siti makin membesar yang membuat Siti sering kesakitan hingga pingsan. Pada bulan Oktober 2016 Siti melakukan operasi pengangkatan payudara sebelah kirinya dengan menggunakan BPJS PBI di Rumah Sakit Ciawi agar sel kankernya tidak semakin menyebar yang membahayakan Siti. Sekarang Siti harus rutin check up ke RS. Ciawi untuk mempersiapkan operasi yang kedua untuk mengangkat payudara sebelah kanannya dan operasi yang ketiga untuk mengangkat tumor yang ada di kepalanya. Namun untuk check up ke RS. Ciawi tersebut Siti mengalami kendala tidak adanya biaya akomodasi karena Pak Abdul (51) ayahnya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu dan Bu Kiah (48) hanya bekerja sebagai buruh cuci yang juga tidak banyak membantu keadaan ekonomi keluarga. Mendengar cerita dari kedua orang tua Siti tentang kesulitan yang dirasakan Siti, Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesedihan yang dirasakan Siti, disaat perempuan seusia produktif Siti sedang giat mengejar cita – cita tapi Siti harus berjuang untuk sembuh dari penyakitnya. Bantuan Awalpun disampaikan untuk siti yang akan digunakan untuk akomodasi Siti ke Rumah Sakit. Mari kita doakan semoga Siti Lekas sembuh dari segala penyakitnya agar bisa kembali beraktifitiaas seperti biasanya dan semoga Allah senantiasa memberikan kesabaran untuk Siti dalam menghadapi segala ujian untuk nya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Siti menderita Ca Mammae + Tumor Kepala


MUMUN BINTI ALIYAS (55, Tumor Leher). Alamat : Kampung Manunggal 1, RT 2/4, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Mumun sejak awal tahun 2016 merasakan ada benjolan sebesar ibu jari dibagian lehernya, karena tidak terasa mengganggu akhirnya benjolan tersebut pun dibiarkan begitu saya hingga pada bulan Oktober 2016 benjolan tersebut makin membesar dan terasa sakit jika disentuh serta mengeluarkan darah dan nanah yang membuat aktifitas Bu Mumun terganggu, karena khawatir akhirnya Bu Mumun memeriksakan diri ke RSUD Kota Bogor dan dari hasil pemeriksaan di diagnosa bahwa Bu Mumun mengidap Tumor Leher dan harus segera menjalani operasi agar sel Tumor tersebut tidak menyebar kebagian lainnya, karena terkendala biaya untuk menebus obat yang tidak di cover oleh jaminan kesehatan yang ia miliki yaitu BPJS PBI, akhirnya pengobatan Bu Mumun pun terhenti. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang, Bu Mumun bercerita kalau suaminya Pak Icang hanya bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu yang membuat pengobatan Bu Mumun terhenti padahal Bu Mumun sangat ingin sembuh dari penyakitnya agar bisa kembali membantu suaminya bekerja sebagai asisten rumah tangga. Melihat semangat yang besar dari Bu Mumun, kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan titipan sedekah dari para Sedekaholics untuk membantu akomodasi Bu Mumun untuk berobat ke rumah sakit. Semoga Bu Mumun terus semangat dalam menjalani ikhtiar pengobatannya dan semoga Allah segera mengangkat penyakit yang dialami oleh Bu Mumun. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu mumun menderita Tumor Leher


ENGKUS BIN AHMAD (55, Tumor Leher). Alamat : Kampung Kebon, RT 5/9, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sejak beberapa tahun yang lalu Pak Engkus merasakan ada benjolan di lehernya yang makin hari makin membesar dan membuat tubuh Pak Engkus makin kurus hingga membuatnya tidak bisa berjalan. Karna khawatir akan kondisi suaminya akhirnya Bu Hadijah membawa Pak Engkus ke Rumah sakit dengan menggunakan KIS PBI. Dari hasil pemeriksaan dokter mendiagnosa Pak Engkus mengidap Tumor leher ganas dimana jaringan tumor tersebut tumbuh dengan cepat, karena ketiadaan biaya akhirnya pengobatan untuk Tumor yang dirasakan Pak Engkus pun dihentikan. Bu Hadijah bercerita sejak sakit beberapa tahun yang lalu ia yang menggantikan Pak Engkus menjadi kepala keluarga dengan penghasilan yang pas – pasan sebagai buruh tani. Melihat kondisi Pak Engkus yang makin hari makin menurun pihak keluarga berencana untuk membawa Pak Engkus kembali ke Rumah Sakit namun sayang Allah berkehendak lain, pada tanggal 17 Desember 2016 Pak Engkus dipanggil menghadap yang kuasa sekitar pukul 11 malam. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang, terlihat raut kesedihan menyelimuti keluarga Pak Engkus. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dialami Bu Hadijah dan keluarga yang ditinggal pergi untuk selama – lamanya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk Bu Hadijah yang digunakan sebagai biaya pemakaman untuk Pak Engkus. Semoga Allah mengampuni segala dosa Pak Engkus serta Pak Engkus ditempatkan ditempat terbaik di sisi Allah Swt. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak engkus menderita Tumor Leher


WAWA BINTI AJUM (66, Lumpuh + Gangguan Pendengaran + Kelainan Jantung). Alamat : Kampung Perkoneng, RT 2/11, Kelurahan Solok Pandan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Bu Wawa sejak usia 40 tahun di diagnosa oleh dokter mengidap kelainan jantung yang membuat ia tidak bisa melakukan aktivitas yang terlalu berat, lambat laun penyakit tersebut membuat kaki Bu Wawa sulit untuk digerakkan dan akan terasa sakit jika dibawa berjalan hingga pada akhirnya di tahun 2014 Bu Wawa pun tidak bisa berjalan lagi dan hanya bisa duduk dan berbaring. Bu Wawa yang sudah janda sejak beberapa tahun lalu hanya mengharapkan bantuan dari anak – anaknya untuk makan dan kebutuhan sehari – hari serta bantuan dari para tetangga. Untuk memeriksakan kondisi kesehatannya Bu Wawa menggunakan KIS PBI namun untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas yang menjadi kendala. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Bu Wawa, mendengar cerita dari tetangganya yang menyebut bahwa Bu Wawa sudah beberapa bulan belakangan tidak memeriksakan kondisi kesehatannya ke RS. Cianjur karena tidak adanya biaya akomodasi untuk ke RS. Cianjur. Merasakan kesulitan yang dialami Bu Wawa, titipan sedekah para sedekaholic pun disampaikan untuk Bu Wawa yang digunakan sebagai akomodasi Bu Wawa kembali control ke RS. Cianjur. Semoga Allah membalas sedekah para sedekaholic berkali lipat. Aamin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu wawa menderita Lumpuh + Gangguan Pendengaran + Kelainan Jantung


DIDIN SYAEFUDIN (39, Keropos Tulang Pinggul). Alamat: Kampung Nyalindung RT 3/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Hampir dua tahun Kang Didin tak berdaya. Jangankan untuk menghidupi keluarganya; untuk berjalan pun ia tak mampu, karena tulang/otot punggangnya tak berfungsi. Mungkin karena kuli bangunan ini terlalu sering memaksakan memikul beban di luar kemampuannya. Sampai saat ini ia belum mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Keluarganya tak mampu mengupayakan kesembuhannya karena ketiadaan biaya. Bapaknya, juga terkena stroke cukup lama. Saat bertemu dengan kurir #SedekahRombongan, mereka menuturkan kisah hidupnya sambil sesekali menyeka air mata: Terlihat juga kepiluan, rasa malu, dan harapan saat pertama kali Pak Didin merasakan duduk di kursi roda. Tak henti-hentinya ia juga mengucapkan terima kasih dan doa bagi semua. Berbulan-bulan Didin tak ada di kampungnya. Ia diajak berobat alternatif oleh saudaranya. Akan tetapi, upaya ini juga tak dilanjutkan. Pada pertemuan dengan kurir #SR tanggal 22 Februari 2015 Didin menuturkan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit. Secara psikologis, kondisi Pak Didin kini membaik, meskipun aktivitasnya masih menggunakan kursi roda. Pada kunjungan terakhir, 11 September 2015, ia menuturkan bahwa ia sebulan sekali diperika di  Puskesmas dan diterapi urut. Pada 30 November 2015, kurir #SR bersilaturahmi kembali ke rumah orangtuanya. Kondisinya masih belum menggembirakan. Begitu juga, pada 12 Februari 2016, saat dikunjungi #kurir #SR, Pak Didin mengutarakan rencananya untuk berobat lagi pada 16 Februari 2016. Alhamdulillah pada bulan itu ia mendapatkan bantuan. Pada akhir Mei 2016 keluarganya menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Didin harus kontrol dan terapi. Walaupun tidak sempat mengantarnya berobat, pada bulan ini kurit #SR memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobatnya. Pada minggu kedua bulan September 2016, kurir #SR kembali menjenguk Pak Didin di rumah panggung milik orangtuanya, dan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari Pak Didin. Kondisinya membaik secara psikis, tetapi ia masih harus menjalani terai. Pada pertengahan Desember 2016, Pak Didin menghubingi kurir #SR di Bandung, mengabarkan bahwa ia harus kontrol dan periksa rutin ke Puskesmas. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan kemudian dapat menjenguknya lagi di rumah sempit milik orangtuanya. Ia masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh. Karena itu, bantuan lanjutan kembali disampaikan kepada bapak satu anak ini untuk membayar BPJS/KIS Mandiri Kelas III, biaya transportasi-akomodasi, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 895.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak didin menderita Keropos Tulang Pinggul


UNDANG SUBKI (50, Stroke). Alamat : Kampung Salamanjah RT 2/2, Desa Mekaramaju, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan dua anaknya, Pak Undang tinggal di rumah bilik amat sederhana di daerah yang dikenal sebagai kampung pengrajian pandai besi. Pak Undang sendiri dikenal warga sebagai buruh harian di usaha rumahan pengrajian golok dan pisau. Istrinya, Ibu Yaah (43), hanya ibu rumah tangga biasa; tak ada pekerjaan lain selain membantu suami dan mengurus anak-anaknya. Mereka termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan; apalagi setelah Pak Undang tidak bisa lagi menafkahi keluarganya karena sakit sejak pertengahan Juni 2016. Awalnya, suatu hari, tangan kiri Pak Undang tiba-tiba tidak bisa digerakkan. Keluarganya kemudian membawanya periksa ke alternatif pijat refleksi,  Puskesmas, bahkan RSUD Soreang. Dia diduga terserang stroke. Berkali-kali dia berobat secara medis maupun nonmedis, tetapi kondisinya malah semakin memburuk. Saat ditemui kurir #SR di Kabupaten Bandung, kaki kiri Pak Undang bahkan tidak bisa berfungsi lagi. Berbicara pun ia tak kuasa. Ia tidak bisa berbuat banyak. Pekerja keras ini terpaksa harus kehilangan mata pencahariannya. Penghasilannya yang tak seberapa itu kini tiada lagi. “Jangankan untuk berobat ke rumah sakit, untuk biaya hidup sehari-hari pun kerap dibantu saudara. Kami punya jaminan Kartu Indonesia Sehat. Tapi kami tak sanggup kalau harus terus-menerus ke rumah sakit,” kata istrinya kepada kurir #SR yang bertemu dengan mereka atas informasi saudaranya. Pada pertemuan pertama dengan Pak Undang dan keluarganya, mereka menyampaikan keinginannya untuk mencoba berobat ke Klinik dr. Bana sebelum melanjutkan kembali ikhtiar nya ke RSUD Soreang. Dengan izin Allah Swt dan empati sedekaholics #SR, kurir #SR kemudian mengantarnya periksa malam itu juga. Alhamdulillah kurir #SR juga dapat menyampaikan bantuan awal untuk Pak Undang dan keluarganya. Bantuan yang mereka terima di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Pada pertengahan Desember 2016, istri Pak Undang menghubungi kurir #Srdi Bandung mengabarkan bahwa Pak Undang memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar ke rumah sakit dan ke alternatif. Bersyukur kurir #SR dapat menjenguknya untuk yang ketiga kali. Kini bagian kaki sebelah kiri dan tangan sebalah kiri yang belum kembali normal. Ia masih harus terus berobat dan menjalani terapi. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik #SR, pada kesempatan itu kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk Pak Undang Subki. Bantuan kedua yang diterima di rumahnya ini digunaan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak undang menderita stroke


HANDI BIN MURTADI (38, Hernia Scrotalis). Alamat: Kampung Halimun RT 5/2 Desa Jayamekar, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari ia dipanggil Kang Handi. Bersama istrinya, Lilis (38), buruh tani itu tinggal di rumah panggung amat sederhana hasil jerih payah mereka bekerja sebagai buruh tani. Akan tetapi, Kang Handi kini tak bisa lagi bekerja keras seperti dulu, terutama semenjak ia mulai sering sakit sejak 10 tahun (sejak tahun 2008). Seperti pengakuannya kepada kurir #SR di Garut, Cecep Abdul Hamid, awalnya Kang Handi kerap sakit di perut dan pusing kepala. Ia juga sering mengalami demam berkepanjangan. Karena rasa nyeri yang hebat, ia pernah berkali-kali pingsan dan diperiksakan ke Pusksmas. Berbagai upaya pengobatan ia tempuh, baik secar medismaupun non medis. Berkali-kali keluarganya membawa ia periksa ke dokter praktek dengan biaya pinjaman dari keluarga. Pak Handi juga pernah melakukan pengobatan di RSUD dr. Selamet Garut pada bulan Oktober 2016. Sambil menunggu selesai proseses pembuatan kartu JKSN/KIS Mandiri Kelas III, Kang Handi diharuskan rutin kontrol dan menjalani pemeriksaan tahapan awal di rumah sakit daerah tersebut. Sayang, karena keterbatasan biaya, sering kali ia tak bisa berangkat ke rumah sakit untuk pemeriksaan kondisinya. “Padaha, saya ingin sekali segera ditindak dan cepat sembuh supaya bisa bekerja seperti biasa lagi,” katanya memeparkan harapannya. Keinginan Kang Hendi untuk terus berobat sampai sambuh akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SR di Garut. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan segera dapat menjenguknya sambil menyampaikan bantuan dari sedekaholics #SR untuk Pak Hendi BIN MURTADI. Bantuan yang disampaikan di rumahnya ini digunakan untuk biaya transfortasi, membayar iuran BPJS-KIS Mandiri, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @cecep_abdulhamid

Pak handi menderita Hernia Scrotalis


ATAY KUSTARYANA (38, Lymphoma Stadium III B). Alamat: Kampung Dusun Gudang RT 1/2, Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan kedua anaknya, Kang Atay –begitu panggilannya– tinggal di rumah sederhana hasil jerih payahnya berusaha sebagai pedagang. Istrinya, Ibu Nia Kurniawati (39), sehari-hari lebih banyak disibukkan dengan urusan rumah tangga dan mengasuh kedua anaknya. Usaha Kang Atay mulai terganggu ketika ia mengalami sakit dan harus diperiksakan ke dokter bahkan rumah sakit. Tahum 1996 ia pernah ditangani dokter praktek dan berobat rutin di Balai Paru Bandung. Seiring perjalanan waktu, Kang Atay merasakan ada pembengkakan  di lehernya. Menggunakan Jaminan kesehatan KIS Mandiri Kelas III, pada 2016 ia kemudian memeriksakan dirinya ke Puskesmas dan RSUD Sumedang. Dengan tetap semangat, Kang Atay keluar-masuk rumah sakit itu untuk menjalani pemeriksaan. Akhirnya, tim medis di RSUD Suedang merujuk penanganan medis untuk pengobatan Kang Atay ke RSHS Bandung. Dengan biaya pinjaman dari keluarga dan pihak ketiga lainnya, ia kemudian menjalani pemeriksaan lebih seksasma di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan akhir, Kang Atay diduga mengidap Lymphoma Stadium III B. Ia harus menjalani kemo terapi (6 siklus) sebulan sekali di RSHS Bandung. Ujian yang dialami Kang Atay dan keluarganya itu akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SR di Bandung melalui informasi seorang sahabat dekat Kang Atay. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi dengan Kang Atay dan mendapatkan pelajaran berharga dari kesabaran dan kegigihannya menjalankan perintah Allah Swt : tetap berikhtiar dalam keadaan apa pun. Pada kunjungan yang pertama itu, alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholik #SR untuk Kang Atay. Bantuan pertama yang diterima di rumahnya ini digunakan untuk biaya membayar iuran BPJS/JKSN-KIS Mandiri Kelas III dan biaya sehari-hari.  Semoga sedekah ini semakin mempercepat kesembuhan Pak Atay Kustaryana dan membawa keberkahan bagi semua!

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @nana.tjs

Pak atay menderita Lymphoma Stadium III B


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional Desember 2016). Sejak bulan Mei 2014, #SedekahRombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), kendaraan multiguna yang dapatdifungsikan sebagai ambulance dan mobil jenazah. Menghadapi medan beberapa kabupaten di wilayah Bandung Raya yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, karena tuntutan warga akan keberadaan angkutan untuk pasien semakin besar, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Memperhatikan betapa banyaknya warga dhuafa sakit yang  membutuhkan ambulance, alhamdulillah, pada awal Mei 2016 sedekaholics #SR mempercayakan lagi satu unit mobil ambulance (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola #SR Bandung Raya. Ambulance yang kerap dipanggil Mr. Black ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah sedekaholics #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar masa penggunaan dari 26 November 2016 sampai 22 Desember 2016, pembelian pelumas, honor supir, dan penggantian 1 ban baru. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 2 ini akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.071.500,-
Tangggal : 22 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya Operasional Desember 2016


JUNANI BINTI YUDA (63, Infeksi Saluran Pernapasan + Hipertensi + Diabetes Melitus). Alamat : Dusun Cikangkung, RT 3/3, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Ibu Junani biasa dipanggil Bi Junani istri dari Bapak Lili Rukmana (63) beliau adalah seorang Ibu Rumah Tangga mengindap penyakit Diabetes Melitus sejak tahun 2002, Ibu Junani sudah berkali-kali masuk puskesmas, rumah sakit dan klinik. Seharusnya terus dilakukan perawatan ekstra dikarenakan kondisi keuangan Bapak Lili yang tidak menentu maka beliau hanya bisa mengobati istrinya dengan melakukan terapi ditambah minum jamu tradisional secara rutin dengan harga Rp. 250.000,- perminggunya dan alhamdulillah mengalami perubahan secara berlangsung. Namun pada hari kamis tanggal 15 Desember 2016, Bi Junani mengalami mual dan muntah-muntah kemudian suaminya membawanya ke Puskesmas Pangandaran untuk perawatan, menurut keterangan Medis Puskesmas Pangandaran seharusnya segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Banjar dikarenakan HB (Hemoglobin)nya menurun untuk melakukan transfusi darah. Bi Junani tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun dan Pa Lili hanya seorang pekerja serabutan yang cukup buat makan sehari-hari saja. Atas Izin Alloh SWT, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Ibu Junani dan menyampaikan santunan awal untuk biaya beli obat, transportasi, dan akomodasi. Ibu Junani dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Junani dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-.
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @indarkusnandar

Ibu junani menderita Infeksi Saluran Pernapasan + Hipertensi + Diabetes Melitus


AYU BIN ARIS SUNANDAR (1, Labiopalatoschizies). Dusun Karajan, RT 2/3, Desa Pucung, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir Adik Ayu terlahir dengan kondisi bibir sumbing tembus ke langit-langit mulut atau istilah kedokteran disebut Labiopalatoschizies . Selama ini orang tua adik Ayu sudah mencoba melakukan pengobatan di RS. CITO, RS. Titian Bunda dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang tetapi belum kunjung membaik atau belum sama sekali dilakukan tindakan operasi. Pihak RSUD Karawang telah memberikan rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan Rumah Sakit Umun Umum Pertamina (RSUP) Jakarta dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang. Namun belum dilaksanakan dikarenakan terkendala biaya lain. Orang tua adik Ayu, Aris Sunandar (24) merupakan buruh harian lepas yang pendapatannya tidak menentu dan hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sedangkan ibu nya Yani Suryani (24) merupakan ibu rumah tangga. Kedua orang tua Adik ayu ingin sekali jika anak nya mendapatkan tindakan operasi untuk memperbaiki bibir dan langit-langit mulut, namun mereka terkendala biaya. Fasilitas Jaminan kesehatan yang sekarang dipergunakan adalah Karawang Sehat. Saat ini kedua orang tua adik Ayu sangat membutuhkan biaya untuk sehari-hari, transportasi dan rumah singgah selama berada di RSHS atau di RSUP. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga adik Ayu. Kami ikut merasakan apa yang dialami keluarga. Santunan awal pun disampaikan. Semoga dengan  dipertemukannya kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini dapat membantu dan memfasilitasi adik Ayu untuk menjalani operasi dan mendapatkan kondisi yang lebih baik lagi kedepannya. Amin ya Robbal alamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa

Ayu menderita Labiopalatoschizies


ABDUL MANAP (63, Stroke). Alamat: Kp. Ciharashas, RT 3/8, Desa Sumelap, Kec. Tamansari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah empat tahun ini, Pak Abdul menderita penyakit stroke. Berawal dari rasa sakit di bagian tangan kanan dan menjalar ke seluruh tubuh dan akhirnya menjadi kaku. Keluarganya membawanya ke puskesmas setempat namun ia harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Sempat dirawat selama delapan hari namun tidak ada kemajuan sama sekali. Setelah itu, ia mulai berobat alternatif sebagai ikhtiar dan berharap sembuh. Pak Abdul sudah pergi ke Garut dan daerah lainnya agar ia sehat kembali namun hingga sekarang kondisinya malah semakin lemah dan hanya bisa berdiam diri di rumah karena ia sudah tidak bisa beraktivitas dan untuk berjalan pun sulit. Jika ia mau buang air harus dibantu sanak saudaranya. Pak Abdul dulu sempat bekerja sebagai penjahit namun setelah penyakit stroke menyerangnya, kini ia menganggur tanpa penghasilan dan tulang punggung keluarga digantikan oleh istrinya, Oom (56) yang bekerja sebagai buruh tani. Kadang juga ia dibantu anaknya yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Sekarang, Pak Abdul sudah menghentikan pengobatannya karena terkendala biaya dan tak mempunyai jaminan kesehatan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan bertemu dengan Pak Abdul dan menyampaikan bantuan untuk membeli obat dan akomodasi karena terkadang ia harus pergi dengan ojeg dan ongkosnya pun lumayan mahal. Semoga Pak Abdul bisa kembali sehat dan diberi kesabaran menghadapi penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak abdul menderita Stroke


UNDANG BIN ENJANG (64, Radang Sendi+Osteoporosis+Maag Kronis). Alamat: Kp. Tegal Gede, RT 4/11, Desa Kotabaru, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua tahun ini, Pak Undang bisa berjalan karena menderita penyakit radang sendi. Gejala awalnya adalah ia sering gampang lelah ketika berjalan meskipun jaraknya dekat, setelah dilakukan pemeriksaan CT Scan ternyata bukan hanya radang sendi yang ia derita, osteoporosis pun ikut menggerogoti tulangnya ditambah ia pun menderita maag kronis sejak lama karena sering melewatkan waktu makan. Ia pernah dirawat selama dua minggu di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya namun tak ada kemajuan berarti yang ia rasakan, semakin hari penyakitnya malah semakin memburuk. Sempat bekerja sebagai pengrajin sendal kelom Tasikmalaya, namun karena sepinya pesanan akhirnya ia sekarang hanya mengharap belas kasihan tetangga dan makan pun diberi olah anaknya. Istrinya, Anah (55) yang setia merawatnya di rumah tak bisa membantu banyak dalam hal ekonomi. Setali uang dengan pasien lainnya yang mempunyai masalah finansial, Pak Undang pun menghentikan pengobatannya karena tak punya jaminan kesehatan seperti KIS. Alhamdulillah, atas informasi Ketua RT,  Sedekah Rombongan bisa berkunjung ke kediaman Pak Undang untuk melihat kondisinya dan memberikan bantuan untuk membeli obat dan transportasi. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Pak Undang. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak undang menderita Radang Sendi+Osteoporosis+Maag Kronis


SADLI BIN HUNAENI (74, Hernia+Diabetes Melitus). Alamat: Kp. Tegal Gede, RT 4/11, Desa Kotabaru, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Pak Sadli sudah mengidap penyakit Hernia selama lima tahun. Gejala awal yaitu rasa sakit di alat vitalnya. Ia sering meringis kesakitan saat buang air kecil. Setelah memeriksakan diri ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya ternyata ia didiagnosa menderita penyakit hernia dan harus dioperasi. Pasca operasi, rasa sakitnya malah tidak menghilang sama sekali dan malah menjadi-jadi. Selain penyakit Hernia, Pak Sadli pun menderita penyakit Diabetes Melitus ditandai dengan penglihatan yang mulai kabur, sering haus, dan sering buang air kecil daripada orang normal lainnya. Sekarang ia hanya bisa berobat alternatif, itu pun harus menjual singkong agar punya biaya berobat meskipun ia mempunyai jaminan KIS. Pak Sadli dulu bekerja sebagai buruh tani, dan sekarang ia hanya berjualan hasil kebunnya dan itu pun tidak seberapa. Pak Sadli hidup berdua dengan istrinya yang sudah mulai renta, Lomrah (70) di rumah kecil. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan mempunyai kesempatan untuk melihat kondisi Pak Sadli dan menyampaikan bantuan dari Sedekaholics agar ia bisa kembali berobat ke rumah sakit. Semoga Allah mengangkat penyakit Pak Sadli dan beban keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 20 Desember 2016
Kurir:  @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak sadli menderita Hernia+Diabetes Melitus


MEGAWATI BINTI MUHAMMAD YUSUF HUSEN (28, Jantung Bocor ). Alamat : Jln. Blang Bintang – Cot Mancang Desa Cot Mancang, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Prov. Nanggroe Aceh Darussalam. Nama panggilannya Mega, seorang kakak yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Pada tahun 2015 kak Mega mengeluh sakit di bagian dada dan batuk mengeluarkan darah, kak Mega mengira ia hanya terkena infeksi paru-paru. Bulan April tahun 2015 kak Mega berobat di dokter spesialis paru, namun kak Mega masih batuk mengeluarkan darah. Di tahun yang sama tepatnya bulan Agustus kak Mega melakukan rontgen, dan hasilnya kak Mega didiagnosa jantung bocor. Selama tahun 2015 kak Mega hanya menjalani rawat jalan, dokter menganjurkan operasi ke jakarta karena katup jantung kak Mega harus di ganti. Kak Mega urung melakukan operasi dengan alasan tidak ada yang mendampingi. Kak Mega sempat menjalani rawat inap di RSCM setelah hari jumat lalu tanggal 2 Desember 2016 kesehatannya menurun yang mengakibatkan pembekuan darah di pangkal kepala kak Mega. Selama menjalani pengobatan kak Mega menggunakan JKN-KIS PBI yang keseluruhan biaya di tanggung pemerintah, kak Mega tinggal bersama suami dan 1 orang anak. Tapi Allah berkehendak lain, pada tanggal 8 Desember 2016 kak Mega wafat di Jakarta dan jenazahnya dipulangkan oleh keluarga menggunakan pesawat ke Aceh. Melihat kondisi tersebut kurir Sedekah Rombongan Aceh pun kembali memberikan bantuan lanjutan kepengurusan jenazah di Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk Rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.050.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @pratiwi

Mega menderita Jantung Bocor


BUDI ATMAJA (70, Stroke Ringan). Alamat : Blok Duku, RT 2/2, Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Bapak Budi pertama kali merasakan sakit empat tahun lalu. Ketika itu dia sedang melaksanakan sholat di mushola dekat rumahnya, tiba-tiba tangan dan kakinya merasakan kesemutan yang sangat hebat. Diapun tidak bisa berdiri dan pulang dipapah oleh beberapa orang tetangganya. Hari-hari berikutnya rasa sakit dan kesemutan terus berlanjut hingga sekujur tubuh. Pak Budi berobat ke puskesmas, dan hasil pemeriksaaan petugas menyatakan Pak Budi terdiagnosa stroke ringan. Karena kendala biaya, maka pengobatan Pak Budi tidak dilakukan secara intensif hingga akhirnya kondisi kesehatan Pak Budi terus menurun. Pak Budi mulai kesulitan menggerakkah bagian tubuh sebelah kanannya. Kaki kanan lumpuh, demikian juga dengan tangannya. Hal tersebut berlangsung hingga saat ini tanpa pengobatan atau pemeriksaaan kesehatan. Sebelum mengalami sakit, Pak Budi bekerja sebagai pamong di Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon tempat dia tinggal saat ini bersama Ibu Casmona (60) istrinya, dan dua orang anaknya. Beberapa tahun lalu anaknya menikah dan tidak lagi tinggal bersama di rumah tersebut. Beberapa bulan setelah pensiun dari kerja, Pak Budi menjalani hidup yang sederhana dan serba terbatas karena tidak memiliki penghasilan lagi. Rumah tempat tinggal yang hanya sepetak dan berhimpit dengan tetangganya, ditempati Pak Budi dengan keadaaannya saat ini. Untuk membantu aktivitas sehari-hari Pak Budi dibantu oleh istrinya, mulai dari pagi hingga waktu istirahat karena dia tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Selama ini Pak Budi tidak memiliki jaminan kesehatan apapun untuk berobat. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke kediamannya, Pak Budi mengutarakan keinginan untuk sembuh dan mulai berobat kembali. Bantuan dari sedekaholics diberikan kepada Pak Budi untuk meringankan biaya transportasi berobat dan kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan yang diberikan bisa memberi manfaat dan Pak Budi segera diberikan kesembuhan agar bisa menjalani hidup yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh suwandi

Pak budi menderita Stroke Ringan


KARTEM BINTI ADAM (85, Lumpuh). Alamat : Desa Legok, RT 15/3, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Mbah Kartem –demikian kami menyapa beliau- mengalami sakit pada bagian kaki yang mengakibatkan tidak bisa berjalan atau lumpuh. Selain karena faktor usia yang sudah senja, kelumpuhan pada kakinya berawal ketika beliau terjatuh saat hendak menjalankan sholat tarawih di mushola dekat tempat tinggalnya enam bulan lalu. Kaki Mbah Kartem membengkak dan terasa sakit jika digerakkan, karenanya Mbah Kartem hanya bisa duduk dan berbaring saja di tempat tidur. Bersama keponakannya, beliau berobat ke mantri desa dan diberi obat penghilang rasa nyeri. Hingga kini Mbah Kartem belum berobat kembali dan keadaannya tak kunjung membaik. Mbah Kartem tinggal sorang diri dalam sebuah gubuk tua yang sangat tidak layak huni bersama keponakannya. Keadaannya sangat memprihatinkan. Kondisi ekonomi dan kehidupan sehari-hari yang berada di bawah rata-rata normal menyebabkan Mbah Kartem menggantungkan kebutuhan sehari-hari kepada keponakannya yang bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tak menentu. Mbah Kartem juga tidak memiliki jaminan kesehatan untuk berobat, hal ini disebabkan ketidakpahaman, juga karena tidak ada keluarga yang bisa membantu proses pembuatannya. Kurir Sedekah Rombongan sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan Mbah Kartem. Setelah bersilaturahmi, berbagi cerita dan menyampaikan keprihatinan, bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk meringankan biaya hidup sehari-hari serta bantuan transportasi berobat. Ucapan terima kasih dan rasa haru mendalam disampaikan olehnya kepada para sedekaholics melalui kurir Sedekah Rombongan yang datang ke tempat tinggal beliau. Semoga Mbah Kartem bisa segera sehat kembali dan menikmati masa tua dengan penuh ketenangan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @agiswandi @asiihlestari

Bu kartem menderita Lumpuh


SARI’AH BINTI SAPARI (40, Gangguan Pengelihatan). Alamat : Blok Duku, RT 1/2, Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ketika sedang menggoreng makanan, tanpa sengaja minyak terpercik ke mata kirinya. Hal itu membuat mata Ibu I’ah –demikian kami akrab menyapanya- sakit dan membengkak. Karena kejadian tersebut, keluarganya memeriksakan Ibu I’ah ke puskesmas setempat untuk mendapat pengobatan. Setelah berobat beberapa lama, matanya semakin tidak bisa melihat dan sakit tersebut mulai merambat ke mata kanan. Ibu I’ah akhirnya berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Saat itu dia masih bisa melihat samar-samar, namun akhirnya tidak bisa melihat sama sekali. Proses sakit dan berobat yang berjalan hampir delapan tahun tersebut, akhirnya membuahkan diagnosa dokter RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon bahwa mata Ibu I’ah mengalami kebutaan total dan tidak bisa diobati lagi. Ibu I’ah adalah orang tua tunggal dengan seorang anak berusia tiga belas tahun. Sebelum sakit, dia bekerja sebagai buruh harian lepas. Hidupnya yang dalam kondisi ekonomi bawah memaksa dia untuk terus bekerja walau dalam keadaan tidak dapat melihat seperti saat ini. Untuk menghidupi putranya, dia membantu tetangga yang berjualan ayam goreng sebagai buruh di bagian mencabuti bulu ayam. Itupun tidak rutin setiap hari. Alhamdulillah selama proses pengobatan, dia menggunakan fasilitas BPJS PBI Kelas III sehingga tidak terlalu membutuhkan biaya. Karena kondisi kesehatan yang sudah tidak bisa diobati lagi, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanat dari sedekaholics kepada Ibu I’ah dengan memberikan bantuan biaya hidup untuk meringankan beban yang harus ditanggungnya. Semoga dalam keadaan demikian, Ibu I’ah tetap bisa semangat menjalani hari-hari bersama putranya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh suwandi

Bu sariah menderita Gangguan Pengelihatan


JUMIAH BINTI RADIMAH (50, Hernia). Alamat : Jalan Sunan Gunungjati, Desa Dukuh, RT 2/6, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sakit yang diderita Ibu Jumiah berawal dari nyeri di sekitar rahim setahun lalu. Hal ini dianggap biasa saja karena efek bekerja keras seperti mengangkut air dan sebagainya. Kian hari sakitnya kian terasa dan muncul benjolan di bawah perut hingga akhirnya Ibu Jumiah memeriksakan diri ke mantri kesehatan di Puskesmas setempat. Setelah melalui pemeriksaan, Ibu Jumiah disarankan untuk berobat ke poliklinik di rumah sakit karena didiagnosa menderita hernia dan harus menjalani operasi. Hal tersebut tidak dilaksanakan olehnya karena kendala biaya. Rasa sakit yang dideritanya dibiarkan begitu saja sambil terus beraktifitas seperti biasa. Karena proses pengobatan yang tidak berjalan, sakit Ibu Jumiah kian terasa, suatu ketika badannya gemetar dan kepalanya merasakan pening yang sagat hebat hingga Ibu Jumiah hampir pingsan. Ibu Jumiah adalah seorang janda, istri dari almarhum Bapak Casmita. Saat ini dia tidak bekerja, hanya melakukan aktifitas sehari-hari di rumahnya seperti mengangkut air dan mencuci. Biaya hidup sehari-hari mengandalkan anak pertamanya yang bekerja sebagai buruh lepas harian. Tentu saja hal ini tidak mencukupi semua kebutuhannya, dan menyebabkan keadaan ekonomi yang semakin memprihatinkan. Bersyukur selama berobat, biayanya sudah dijamin melalui Kartu IndonesiaSehat (KIS). Ketika berkunjung ke kediaman Ibu Jumiah, kurir Sedekah Rombongan mencoba memahami kebutuhan yang paling penting untuk segera dilaksanakan. Setelah melalui diskusi, Ibu Jumiah menyetujui untuk melanjutkan pengobatan yang terhenti beberapa waktu lalu. Bantuanpun diberikan berupa biaya transportasi dan pendampingan selama pengobatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon (RSMP) Cirebon. Setelah melalui pemeriksaan, dan beberapa kali kunjungan ke poliklinik RSMP Cirebon, Ibu Jumiah akhirnya menjalani operasi. Alhamdulillah, dua minggu setelah operasi, Ibu Jumiah kembali sehat dan menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para sedekaholics yang telah membantunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh yosef @asiihlestari

Bu jumiah menderita Hernia


JANA BIN RODIN (37, Stroke). Alamat : Jalan Sunan Gunungjati, Gang Jadipas, RT 4/1, Desa Jadimulya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dua bulan lalu, tepatnya akhir September 2016, Jana mengalami kejang-kejang dan fungsi organ tubuhnya mendadak tidak bekerja seperti biasanya. Karena hal tersebut, Jana langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Dokter Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon, -tempat dia berobat waktu itu- menyatakan Jana terkena strooke. Setelah mendapat perawatan selama beberapa hari,  dia diperbolehkan pulang dan harus menjalani pengobatan rutin. Setelah pulang dari rumah sakit, kondisi Jana hanya bisa berbaring di tempat tidur dan kakinya lumpuh, tidak dapat berjalan dengan baik. Jana adalah suami dari Sumarni (35). Pekerjaannya sebelum sakit adalah sebagai kurir salah satu jasa ekspedisi di Cirebon. Hidup sederhana bersama anaknya yang berusia tiga tahun, kini Jana tidak lagi bisa mencari nafkah. Istrinya berusaha menopang biaya hidup sehari-hari dengan bekerja semampunya namun tetap tidak maksimal karena dia juga harus mengurus anak yang masih balita. Kondisi ekonomi yang tidak begitu baik, menjadi kian sulit karena Jana sebagai kepala keluarga tidak bisa menghidupi istri dan anaknya disebabkan sakit dan tidak bekerja. Biaya berobat selama ini dijamin oleh BPJS PBI Kelas III. Sedekah Rombongan berempati atas apa yang terjadi dengan keluarga ini. Bantuan para sedekaholics diberikan kepada Jana untuk membantu biaya transportasi berobat dengan harapan Jana dapat kembali sehat dan bisa bekerja seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh yosef @asiihlestari

Pak jana menderita Stroke


IMAM YUSUF FADILAH (23, Neoplasma Bones Skull and Face). Alamat : Kampung Krajan, RT 5/1, Kelurahan Jomin Timur, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Imam yang seorang yatim piatu mulai merasakan sakitnya semenjak 4 tahun yang lalu. Berawal dari benjolan kecil di pipi sebelah kanannya, yang ia anggap sebagai benjolan biasa. Benjolan yang awalnya kecil ini semakin hari semakin membesar dan terasa sakit. Dituturkan oleh Imam, terkadang sakitnya ia rasakan nyeri hingga terasa di kepala. Melihat kondisinya, dibantu oleh badan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Imam dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Mendapatkan perawatan selama 1 hari dan menjalani pemeriksaan, Imam terdiagnosis menderita Neoplasma Bones Skull and Face atau dalam bahasa umum kita mengenalnya dengan tumor ganas pada tulang wajah. Untuk pengobatan lebih lanjut, Imam kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Ia sempat menjalani beberapa kali pemeriksaan tumor di pipinya, namun disayangkan terpaksa berhenti melakukan pengobatan lebih lanjut dikarenakan alasan biaya. Imam selama sakitnya tidak bisa mencari nafkah untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Untuk tempat tinggal dan kebutuhannya sehari-hari, ia dibantu oleh salah satu anggota PSM yang merasa prihatin melihat keadaannya. Walau menggunakan jaminan kesehatan Karawang Sehat, namun ia terbentur biaya akomodasi untuk kembali melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Imam, dan menyampaikan santunan awal untuk meringankan biaya akomodasi selama ia berobat, dan biaya kebutuhan Imam sehari-hari selama ia belum dapat bekerja. Imam mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Terucap doa untuknya, semoga ia bisa kembali sehat dan menjalankan aktifitas normal seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Pak imam menderita Neoplasma Bones Skull and Face


RSSR RIAU (Operasional RSSR November 2016). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah SedekahRombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan #SR Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan November 2016 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk kebutuhan makan sehari-haripasien, biaya listrik, biaya kebersihan dan biaya operasional harian lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 921.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.706.500,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @nhpita @robyparm dan seluruh kurir Riau

Operasional RSSR November 2016


WULAN HASNA ARDINI (3, Lumpuh+TBC) Alamat: Dusun Saudan RT 1/10, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Hasna sapaan akrabnya, berawal dari panas tinggi dan kejang selama 2 hari, Hasna kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat oleh ibunya. Meski sudah diberi obat kondisinya belum membaik hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Surakarta. Dengan Jamkesda nya selama 11 hari dirawat, ia tidak bisa jalan dan kemudian kehilangan pita suara. Dari hasil scan diketahui, ia menderita TBC yang sudah masuk ke saraf otak sehingga menyebabkan lumpuh dan hilang pita suara. Saat ini, Hasna rutin menjalani terapi di YPAC Prof. Dr. Soeharso 3x seminggu. Sang ibu, Jumiyem (39) merupakan tulang punggung keluarga karena suami beliau Bapak Sarman (42) menderita TBC dan rutin menjalani pengobatan di puskesmas sehingga tidak dapat bekerja. Demikian pula dengan anak kedua Novita D. (15) yang juga menderita TBC sehingga tidak sekolah. Sementara anak pertama beliau Desi L. (21) sudah menikah dan sedang hamil besar. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, beliau biasa bekerja sebagai pengasuh anak di desa dengan penghasilan Rp. 250.000/bulan. Namun, sejak Hasna sakit, beliau tidak lagi bekerja karena harus mengurus Hasna serta dikhawatirkan sakit Hasna akan menular ke lingkungan tempat beliau bekerja. Saat ini, beliau hanya mengandalkan bantuan warga sekitar untuk mencukupi kebutuhan harian. Kurir SedekahRombongan dipertemukan dengan Hasna dan keluarga kemudian menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan selama di YPAC Prof. Dr. Soeharso. Ibu Hasna dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih serta mendoakan semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir diterima Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Desember 2016
Kurir: @mawan @anissetya60 @YuliSetiyowati12 @ayak @usamah

Wulan menderita Lumpuh+TBC


ALMH. ATHIFAH TRI NURJANNAH (1, Jantung bocor+Infeksi Paru+Epilepsi+Bibir sumbing) Alamat : Dusun Jantran RT 24, Kelurahan Pilang, Kecamatan Masaran, kabupaten Sragen. Dik Athifah lahir prematur saat usia kandungan ibunya 29 minggu. Dik Athifah Lahir dengan kondisi bibir sumbing dan jantung bocor. Putri dari bapak Redi (36) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan ibu Taryani (35) sebagai ibu rumah tangga ini awalnya dibawa ke RSUD Sragen untuk dilakukan pengobatan, dari RSUD Sragen kemudian dirujuk ke RS DR Moewardi. Saat dirawat di RS DR Moewardi dokter menyatakan juga ada kelainan di paru-paru dik Athifah, paru-paru dik Athifah terkena infeksi. Saat ini dik Athifah menggunakan fasilitas kesehatan BPJS Mandiri untuk tetap dapat berobat di RS DR Moewardi. Dokter menyarankan untuk operasi pertama yaitu operasi bibir sumbing, namun saat ini berat badan dik Athifah belum memenuhi syarat untk tindakan operasi. Dokter menganjurkan untuk dilakukan perbaikan gizi terlebih dahulu supaya berat badan dik Athifah memenuhi syarat, untuk memperbaiki gizi dik Athifah dianjurkan untuk mengkonsumsi susu khusus yang diberikan oleh rumah sakit. Pada tanggal 1 Desember 2016 Allah berkehendak lain, di RS PKU Muhammadiyah Surakarta dik Athifah menghembuskan nafas terakhir. Semoga dik athifah dapat tenang di sisiNya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @Mawan @Anissetya60 @Shofa @Ayak @Usamah @YuliSetiyowat12

Arhifah menderita Jantung bocor+Infeksi Paru+Epilepsi+Bibir sumbing


ISTINA BINTI SUTARJI (40, Ca Cervix). Beralamat : Dukuh Gedungbendo Rt 2/10  Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Ibu Istina mengalami tumor kandungan, berawal pada Mei 2016 beliau merasakan kembung, lalu diperiksakan ke puskesmas, namun setelah beberapa hari tidak kunjungan membaik. Kemudian dibawa ke klinik, oleh dokter dilakukan USG dan terdapat benjolan. Menurut diagnosa dokter, benjolan tersebut adalah kista. Oleh dokter diberi rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sragen. Ibu Istina menjalani biopsi, lalu didiagnosa tumor ganas dikandungan dan dirujuk ke Rumah Sakit Dr Moewardi (RSDM) Solo. Selama ini, Ibu Istina harus menjalani kontrol rutin setiap bulannya dan harus bolak-balik dari Ngawi ke Solo dan sebaliknya menggunakan alat transportasi umum. Terakhir kontrol pada bulan November dan akan dijadwalkan operasi pada tanggal 23 Desember ini, namun selama di rumah, perut Ibu Istina semakin membesar. Bahkan berat badan beliau sudah naik 6 kg. Dengan membesarnya perut beliau, membuat nafas menjadi sesak. Menurut dokter, cairan diperut tersebut sudah masuk ke paru-paru dan ginjal. Saat ini Ibu Istina menjalani rawat inap di RSDM untuk menunggu jadwal operasi. Suami Ibu Istina, Bapak Sri Handoyo (48) hanya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang tidak menentu. Sekali kerja hanya mendapat penghasilan Rp 30.000,00. Namun, karena harus menemani istrinya berobat, sehingga Bapak Handoyo tidak bisa bekerja. Padahal beliau masih mempunyai 3 tanggungan anak, Istiantoro (23),  Handini (14) dan Hasim (7). Keluarga beliau tergolong keluarga yang tidak mampu, sehingga mendapatkan Kartu Indonesia Sehat untuk berobat. Meskipun demikian, beliau mengalami kesulitan untuk biaya selama menjalani pengobatan dan untuk biaya sekolah anak. Oleh karena itu, kurir SR menyampaikan sedekah dari #sedekaholics untuk membantu biaya berobat Ibu Istina. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

‌Jumlah bantuan : Rp 500.000,00
‌tanggal : 23 Desember 2016
‌kurir : @mawan @anissetya60 @shofawa

Ibu istina menderita Ca Cervix


A JULI RAMIDIONO (44, Neurofibromatosa). Alamat : Jalan Kapiworo III Dalam, Dusun Jabung, RT 2/12, Kelurahan Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Neurofibromatosa ialah penyakit yang mempengaruhi sistem saraf, otot, tulang, dan kulit. Sejak umur 10 tahun telah muncul benjolan-benjolan berukuran kecil, tetapi jumlah benjolan tersebut kian lama bertambah. 2012 ialah terakhir kali diperiksakan ke dokter, dokter menyarankan Bapak Juli untuk tidak banyak pikiran, sementara pengobatan medis belum diputuskan. Obat herbal pun beliau konsumsi pula untuk menghilangkan linunya. 21 November, Bapak Juli diperiksakan dan  diberi obat untuk menghilangkan nyerinya. Kastawi (65), ialah ayah dari Bapak Juli, mereka kini tinggal hanya berdua, karena Ibu dari Bapak Juli telah meninggal, sementara Bapak Juli belum menikah. Pekerjaan ayah beliau ialah membuat kerajinan alat peraga biologi yang penghasilannya ialah musiman. Bapak Juli sendiri bekerja serabutan sebagai tukang bangunan. Kondisi keluarga ini memang minim pendapatan, sehingga Bapak Juli pun kesulitan mengobatkan penyakitnya. Jaminan kesehatan juga belum dimiliki beliau. Alhamdulillah mulai Bulan November ini santunan telah tersalurkan untuk biaya berobat dan membeli obat Bapak Juli. Semoga Bapak Juli bisa segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp 1.091.521,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa @hayyudc

Pak juli menderita Neurofibromatosa


MILLAH KHULUQI (37, Miopi). Alamat: Merpati 1 Perumahan Patal 34, RT 1/1, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Millah menderita sakit mata miopi atau yang lebih dikenal dengan mata minus yang menyebabkan beliau kesulitan untuk melihat objek jarak jauh (Miopi). Terlebih lagi juga ada gejala alergi jika mata terkena debu, angin, dan matahari. Padahal pekerjaan beliau sebagai guru memerlukan penglihatan yang normal. Alm Suharlan M. Shodiq merupakan nama suami beliau yang telah meninggal, sementara ibu Millah sendiri berprofesi sebagai guru ngaji. Beliau kini tinggal bersama putranya yang juga merupakan pasien Sedekah Rombongan Malang dengan penyakit yang sama. Jaminan kesehatan JKN KIS Mandiri Kelas III yang telah dimiliki beliau pun belum mampu menyokong biaya pengobatannya yang harus intensif, maklum saja pendapatan ibu Millah juga minimum. Kurir Sedekah Rombongan Malang pun membantu dengan membelikan kacamata khusus untuk sakit yang beliau derita. Semoga kondisi Ibu Millah semakin membaik. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Bu milah menderita Miopi


SITI USWATUL ROISA (36, Hyperthyroid). Alamat : Dusun Urek-Utek, RT 1/3, Desa Asrikaton Kec. Pakis, Kab. Malang, Prov. Jawa Timur. Penyakit beliau ialah berupa benjolan di leher, diawali sejak Bulan September beliau merasa nggreges, gemeteran, pusing, benjolannya sakit, keringat dingin. Ibu Siti juga sudah pernah periksa ke dokter dan langsung didiagnosa penyakit beliau tergolong ganas. Beliau pun dirujuk untuk menjalani cek lab, tapi belum ada biaya jadi pemeriksaan ditunda. Berat badan pun turun 10 kg dalam waktu sebulan, masih bisa bekerja tapi tidak boleh terlalu keras sampai beliau kelelahan, terlebih nafas yang juga sering sesak. Kini Ibu Siti hanya menjalani pengobatan alternatif, hasilnya beliau merasa sakitnya berkurang sakitnya dan benjolannya mengecil Pekerjaan beliau ialah sebagai buruh serabutan, sementara Bapak Joko (39) sebagai suaminya bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan kurang dari 500 ribu per bulan. Kesulitan biaya menjadikan Ibu Siti terpaksa menghentikan pengobatannya, beliau  juga belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah mulai Bulan November ini santunan dari Sedekah Rombongan Malang mulai tersalurkan untuk biaya berobat dan membeli obat. Semoga Ibu Siti bisa segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.078.520,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa @candyaryo

Bu siti menderita Hyperthyroid


SUDIARJO SUPONO (61, Diabetes Melitus + Post Amputatum Kaki Kiri). Alamat : RT 1/1, Desa Karangjambe, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Bapak Sudiarjo berawal pada Februari 2016, yaitu muncul luka melepuh seperti bekas tersiram air panas di bagian betis dan kaki kirinya. Beliau kemudian memeriksakan diri ke mantri kesehatan desa Kalitinggar. Setelah dua kali beliau berobat belum juga ada perubahan pada kondisinya. Bapak Sudiarjo lantas memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Goetheng Purbalingga. Setelah dirawat di RS Goetheng selama satu minggu, beliau diperbolehkan pulang ke rumah dan diharuskan kontrol kembali. Pada saat kontrol tersebut, beliau dirujuk ke RS Margono Purwokerto untuk pengobatan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa Bapak Sudiarjo menderita diabetes melitus, sehingga kaki kirinya harus segera diamputasi agar luka di kaki kirinya tidak menyebar ke bagian lain. Alhamdulillah operasi amputasi kaki kiri beliau berjalan lancar. Bapak Sudiarjo juga sudah melakukan dua kali kontrol setelah operasi tersebut. Saat ini beliau rutin melakukan cek darah tiap bulan di Apotek Kasih Purbalingga dan mengkonsumsi obat gula yang dibeli di apotek. Bapak Sudiarjo dan istrinya, Parsinah (58), menceritakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Bapak Sudiarjo bekerja sebagai tukang becak sebelum kaki kirinya diamputasi, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang semula sudah kecil kini semakin berkurang semenjak Bapak Sudiarjo sakit. Alhamdulillah biaya pengobatannya dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun beliau tidak memiliki biaya untuk cek darah, obat yang dikonsumsinya dan kebutuhan sehari-hari. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami Bapak Sudiarjo, santunan diberikan untuk membantu biaya pembuatan kaki palsu.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @virgiawanadr @paulsyifa

Pak sudiarjo menderita Diabetes Melitus + Post Amputatum Kaki Kiri


IFTA AHYA RISTA (5, Infeksi Toxoplasma pada Otak). Alamat : RT 2/1, Desa Brobot, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang diderita Dik Ifta berawal pada Juli 2016, ketika badannya mulai lemas dan seketika itu juga ia tidak dapat beraktifitas. Dik Ifta yang semula tumbuh normal tidak dapat berjalan dan berbicara lagi. Orang tuanya segera memeriksakan ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Hasil cek darah dan elektroensefalografi (EEG) menunjukkan Dik Ifta menderita infeksi toxoplasma pada otaknya. Toxoplasma merupakan virus yang menyerang ibu hamil dan berpindah ke anak saat lahir yang menyebabkan cacat bawaan, keterbelakangan mental, dll. Dokter menyarankan agar Dik Ifta dirawat inap di rumah sakit namun keluarga masih keberatan karena kasihan kepada Dik Ifta dan repot. Pengobatan Dik Ifta dilanjutkan dengan kontrol ke RS Goetheng Purbalingga. Kini ia sering mengalami kejang, susah berjalan serta semua kemampuan motorik dan oralnya menurun. Orang tua Dik Ifta, Suharso (36) dan Yatmiati (23) menceritakan kesulitan dan kesedihan yang dialami mereka saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Bapak Suharso bekerja sebagai buruh berpenghasilan kecil, sedangkan Ibu Yatmiati adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah biaya pengobatan Dik Ifta dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun mereka masih kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi saat Dik Ifta kontrol ke rumah sakit. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari Dik Ifta. Semoga Dik Ifta segera diberi kesembuhan, sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @rianayananta @paulsyifa

Ifta menderita Infeksi Toxoplasma pada Otak


TEGUH SARI (47, Kanker Otak). Alamat : RT 1/4, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Teguh, biasa ia dipanggil mengalami sakit kepala sejak satu tahun yang lalu. Awalnya beliau memeriksakan diri ke dokter umum, namun pada akhir bulan Juni 2016, Ibu Teguh mengalami sakit kepala hebat yang menyebabkan beliau tidak dapat melakukan aktifitas apapun selama dua hari. Keluarganya membawa Ibu Teguh berobat ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Hasil CT scan menunjukkan bahwa ada benjolan berupa kanker di bawah otaknya. Dokter menyarankan agar Ibu teguh melakukan operasi. Namun saat dilakukan operasi, kondisi otak sedang mengalami pembengkakan sehingga pengangkatan kanker saat itu ditunda. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Teguh. Ibu Teguh dan suaminya, Napun (60) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang dialami mereka. Bapak Napun bekerja sebagai buruh tani berpenghasilan kecil, sedangkan Ibu Teguh adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah biaya pengobatan Ibu Teguh dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun pengobatan Ibu Teguh masih terkendala akomodasi dan transportasi ke rumah sakit mengingat jarak rumah sakit dan tempat tinggalnya yang cukup jauh. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi beliau. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Semoga Ibu Teguh segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @kusumawardani05 @paulsyifa

Bu teguh menderita Kanker Otak


SUWANTO BIN MUDEBI (53, Tuna Rungu + Tuna Wicara + Gangguan Penglihatan). Alamat : RT 3/1, Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Wanto, biasa ia dipanggil, adalah seorang tuna rungu dan tuna wicara sejak lahir. Beliau pernah bekerja sebagai tukang parkir, namun beliau tidak dapat bekerja secara maksimal bahkan pernah tertabrak mobil karena keterbatasannya tersebut. Setelah kejadian tersebut, beliau memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai tukang parkir. Bapak Wanto juga menderita rabun senja. Semakin bertambah usia, kondisi matanya semakin parah hingga sekarang beliau tidak dapat melihat seperti semula. Sayang, beliau tidak pernah melakukan pengobatan karena kesulitan dalam berkomunikasi dan tidak ada yang mendampingi. Bapak Wanto menikah dengan Ibu Rida yang juga seorang tuna rungu dan tuna wicara. Pasangan ini mencari nafkah bersama-sama dengan mencari dan mengumpulkan botol dan kardus bekas setiap pagi dan sore hari. Bapak Wanto mendorong gerobak dan Ibu Rida menjadi penunjuk arah baginya. Mereka juga sempat membuka warung kecil. Namun ketika dagangannya mulai habis, mereka tidak dapat mengisinya kembali karena hasil penjualan dagangan dan barang bekasnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah mereka memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Meski dalam kondisi yang sangat terbatas, Bapak Wanto dan istrinya tidak pernah meminta belas kasihan orang lain. Mereka selalu berusaha untuk mandiri dengan memanfaatkan segalanya yang mereka miliki. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pasangan ini. Santunan diberikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari keluarga Bapak Wanto. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2016

DHEFIN EL FATIH (1, Jantung Bocor). Alamat : RT 3/1, Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Fatih, biasa ia dipanggil, diketahui menderita jantung bocor sejak usia 3 bulan. Ia lahir secara caecar di Rumah Sakit (RS) Wiradadi Husada. Setelah diketahui ada masalah pada janjungnya, keluarga membawanya ke RS Margono untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pengobatan Dik Fatih kemudian dilanjutkan ke RS Sardjito. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ia menderita jantung bocor. Pulang dari RS Sardjito, kondisi Dik Fatih sempat turun, bahkan berat badannya turun hingga 1,5 kg. Setelah 4 minggu dirawat, kondisinya mulai stabil. Kini pengobatan Dik Fatih dilanjutkan di RS Cipto Mangunkusumo. Orang tua Dik Fatih, Kuntoro (33) dan Nurul Hasanah (28) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang dihadapi mereka. Bapak Kuntoro bekerja sebagai karyawan honorer di perpustakaan sekolah dasar dan Ibu Nurul adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Kuntoro yang kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Alhamdulillah biaya pengobatan Dik Fatih dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun mereka tidak memiliki simpanan dana untuk membayar biaya transportasi, akomodasi dan obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Fatih. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi, akomodasi dan obatnya. Semoga pengobatan Dik Fatih berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @menttariii @firdhanelis @paulsyifa

Dhefin menderita Jantung Bocor


ASMAN AZHARI (81, Maag Kronis + Asma). Alamat : Kp. Sawi, RT 2/4, Kec. Jiput, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Sudah beberapa bulan ini kondisi Kakek Asman sering lemah, ia sudah tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Kakek Asman menderita maag kronis yang disebabkan tidak teraturnya pola makan, sewaktu masih bekerja ia sering lupa makan. Kakek Asman juga menderita asma karena kondisi tempatnya bekerja berdebu dan sangat kotor. Penyakit yang diderita Kakek Asman selama ini belum ada penanganan yang serius, ia hanya berobat ke bidan desa terdekat yang belum bisa memastikan penyakit apa yang dideritanya. Kakek Asman kini tak dapat beraktivitas berat, makan pun dilakukannya di tempat tidurnya. Kakek Asman hidup dengan istrinya yang juga sedang sakit, sang anak yang menjaga dan merawat mereka berdua juga hidup dalam keterbatsan ekonomi sehingga tak pernah membawa orang tuanya berobat. Kakek Asman dan istrinya hanya bisa pasrah menghadapi penyakitnya, satu hal yang mereka ingat bahwa ‘’Allah SWT tidak akan menguji kita jika kita tidak bisa menghadapi ujian tersebut ’’, ungkapnya. Kakek Asman dan istri sebetulnya mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetapi belum mereka gunakan karena rumah sakit terdekat jaraknya lumayan jauh dan membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Kakek Asman ingin sekalli berobat saat merasakan perutnya sakit dan keram. Saat kurir Sedekah Rombongan mendatangi Kakek Asman, rasa senang terpancar dari raut mukanya, ia sangat berharap adanya bantuan untuknya agar ia bisa berobat. Bantuan awal pun diberikan kurir Sedekah Rombongan untuk pengobatan Kakek Asman, semoga ia bisa beraktivitas kembali seperti dulu.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  17 Desember 2016
Kurir :  @nurmanmlana @ratuditta @ririn_restu

Pak asman menderita Maag Kronis + Asma


MAYLINDA WIDIANI (20, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat: Desa Jagalan, RT 2/4, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Maylinda, biasa ia dipanggil. Pada april 2015 lalu, Maylinda merasakan ada benjolan sebesar jakun lelaki di bawah telinganya. Kemudian Maylinda dibawa orang tuanya ke RSUD Keraton Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter menyarankan agar Maylinda melakukan operasi pengambilan sampel pada benjolan.Setelah dioperasi, hasilnya Maylinda positif menderita kanker kelenjar tiroid. Selang satu bulan, Maylinda kembali melakukan operasi penggangkatan sel kanker. Dua bulan pasca operasi, Maylinda kembali mengeluhkan sakit pada bagian leher karena benjolan tersebut muncul lagi dan semakin besar. Setelah itu Maylinda dibawa ke RSUD Keraton Pekalongan untuk pemeriksaan ulang. Dokter langsung merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang agar Maylinda mendapat penanganan lebih maksimal. Maylinda telah menjalani beberapa tindakan medis untuk penanganan kanker kenejar tiroid. Alhamdulillah kondisi Maylinda semakin membaik. Ayah Maylinda yaitu Pak Yanto (60) bekerja sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi pulang pergi yang harus disiapkan untuk berobat ke Semarang. Hal tersebut membuat Pak Yanto memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Maylinda. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover JKN-KIS PBI yang dimiliki. Atas ijin Allah pada bulan Agustus 2015 kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Maylinda dan sepakat untuk mendampingi. Saat ini Maylinda sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santuanan disampaikan untuk biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @indrades @iddaiddo @zeni_rofiqoh @DiahPertiwi1110

Maylinda menderita Kanker Kelenjar Tiroid


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya  Operasional Bulan Oktober). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Oktober 2016. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 922.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.421.500,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan Oktober


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya  Operasional Bulan Oktober). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Oktober2016. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 922.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.437.223,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan Oktober


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Oktober). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Oktober 2016. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 922.

Jumlah Bantuan : Rp. 16.528.350,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan Oktober


RSSR SEMARANG (Biaya Inventaris RSSR Bulan Oktober). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk pembelian meja kursi Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Oktober 2016. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 922.

Jumlah Bantuan : Rp. 683.045,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Inventaris RSSR Bulan Oktober


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang). Alamat : Kalenpandan RT 4/14, Pamulihan, Larangan, Brebes, Jawa Tengah.  Awalnya, Untung mengalami kecelakaan yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di klinik setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan menjalani kontrol setiap bulannya, Tetapi pengobatan terhenti karena terkendala biaya serta tak ada kemajuan kesembuhan. Ayah Untung yaitu Bapak Darman (50) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi yang harus disiapkan. Maklum saja, Bapak Darman tidak memiliki simpanan uang. Pak Darman masih memiliki tanggungan 5 anak. Seluruh biaya pengobatan Untung telah dicover oleh JKN-KIS PBI. Kurir #SRbrebes dipertemukan dengan Untung kemudian mendamipingi pengobatanya. Untung dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Maret 2016, Untung menjalani pemeriksaan awal kemudian kontrol tiap satu bulan sekali. Pada 25 April 2016, dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan rutin rawat jalan selama beberapa minggu untuk mematikan sel kanker yang ada, sebelum dilakukan operasi. Awal Agustus 2016, Untung kembali menjalani kontrol serta tes laboratorium, kemudian 8 Agustus ia menjalani operasi kaki bagian kiri. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RS serta dianjurkan untuk berbaring selama 6 minggu untuk memulihkan kaki pasca operasi. Kemudian dokter menganjurkan untuk kontrol/terapi setiap 1 minggu sekali pada hari kamis untuk pemulihan lebih lanjut dan dokter memberikan obat setiap kontrol untuk melenturkan sendi yang kaku. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Untung menderita Kanker Tulang


BANJIR BANDANG CILILITAN (Bantuan Korban Banjir). Alamat : Kp. Cililitan, Kec. Patia, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Banjir bandang yang terjadi pada 8 Desember 2016 lalu mengakibatkan dua desa terendam, salah satunya Kampung Cililitan yang mengalami banjir terparah. Sekitar 33 rumah di daerah tersebut terendam cukup parah, namun walaupun rumah mereka terendam air warga Kampung Cililitan tetap memilih tinggal di rumah masin – masing. Sebagian besar warga yang bermata pencaharian sebagai petani mereka kini tidak bisa bekerja menggarap sawahnya, karena hampir sebagian besar sawah mereka ikut terendam banjir. Padi yang mereka baru tanam dan yang siap panen pun tak luput tersapu banjir. Mereka mengalami kesusahan mendapatkan air bersih dan bantuan makanan. Akses jalan yang susah dan jauh dari pusat kota menyebabkan bencana banjir ini kurang mendapatkan perhatian, sehingga sampai saat ini belum banyak relawan yang membantu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali diijinkan Allah SWT untuk membantu meringankan beban saudara kita yang terkena banjir. Mudah-mudahan bantuan dari Sedekah Rombongan bisa bermanfaat untuk meringankan beban mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @chatur_pratama @abdulahicall @ririn_restu

Bantuan Korban Banjir


JURIH BIN SALMAN (62, Patah Tulang Belakang). Alamat : Jalan Abdul Majid, Gang Saidi No. 1 C, Kelurahan Cipete, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Pak Jurih saat ini sedang terbaring di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Pak Jurih masuk rumah sakit pada 17 November 2016 melalui UGD karena tak sadarkan diri ketika terjatuh saat membenahi atap di tempat ia bekerja. Setelah mendapat penanganan di UGD, Pak Jurih kemudian dipindahkan ke ruangan Highcare selama 19 hari. Pak Jurih harus mengalami tindakan operasi pemasangan pen pada tulang belakangnya. Suami dari Bu Jena (33), ini sempat mengalami lupa ingatan, namun saat ini sekitar 80 % ingatannya sudah kembali. Oleh pihak dokter RS Fatmawati, Pak Jurih disarankan menggunakan kursi roda paraplegia yang tidak ditanggung KIS. Bu Jena merasa tidak mampu untuk menebusnya karena untuk biaya sehari-hari dengan 2 anak saja ia mengalami kesusahan. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar kondisi Pak Jurih langsung bergegas menyampaikan amanat dari Sedekaholics Sedekah Rombongan. Bantuan diberikan untuk membantu Pak Jurih membeli kursi roda.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak jurih menderita Patah Tulang Belakang


DAVID RIYADI (3, Luka Bakar). Alamat : Jalan Bacang, No. 46, RT 9/1, Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Balita mungil itu kini sedang terbaring di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. David mengalami luka bakar akibat bermain di gerobak bakso milik ayahnya. David bermain-main dengan gerobak bakso tanpa pengawasan orang tuanya. Tiba-tiba gerobak bakso terbalik dan panci yang berisi air panas jatuh mengenai David hingga sekujur tubuhnya melepuh. David dirawat di RS Fatmawati ruang central luka bakar. Ayah David, Kardi (35) dan ibunya, Nani (33)  tidak mempunyai identitas sama sekali. Pihak yayasan dimana David dan keluarga tinggal berupaya mengurus pembuatan KIS dengan menggunakan Surat Keterangan Orang Terlantar (SKOT). Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan dari sedekaholics untuk membantu biaya operasional David selama dirawat di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

David menderita Luka Bakar


ELIATUL IKHLAS (12, Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu Sedekah Rombongan. Ia masih harus berobat rutin di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, pembuluh darah di tangan dan bibirnya akan membengkak dan menghitam. Elia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta dan masih menjalani pengobatan di RSCM. Elia diharuskan menggunakan stocking agar tidak ada penyebaran pada sakitnya. Bantuan diberikan untuk membeli susu dan stocking seperti yang dianjurkan dokter. Sebelumnya Elia dibantu pada rombongan 903.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @untaririri @ririn_restu

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah


OYOH SABIN (33, Bantuan Modal Usaha). Alamat : Gang Mawar, Lapak Rongsokan (Belakang Mall Margocity), Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Bu Oyoh adalah ibu dari 3 anak yang tinggal di lapak pemulung. Seluruh anggota keluarga bekerja sebagai pemulung. Bu Oyoh dan dua anaknya yang masih kecil memulung dari pagi hingga siang hari sedangkan suaminya, Pak Sabin, yang ditemani anaknya, Anda (15), memulung dari pagi hingga malam hari. Bu Oyoh ingin sekali berjualan dan berhenti memulung, namun ketiadaan biaya membuatnya harus terus menjalani profesi tersebut. Terlebih lagi 1 bulan yang lalu, Anda mengalami musibah ditabrak mobil saat memulung pada malam hari yang membuatnya dirawat di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar keadaan Bu Oyoh, langsung bergegas menyampaikan bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Bantuan diberikan untuk membantu Bu Oyoh membeli kebutuhan untuk usahanya. Bu Oyoh ingin berdagang makanan di sekitaran Universitas Indonesia, Depok.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan Modal Usaha


WAHYU SUTOMO (65, Lansia Dhuafa). Alamat : Jalan Pondok Pinang, RT 2/3, Bukit Hijau, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Pak Wahyu tidak memiliki sanak saudara di Jakarta, ia merantau ke Jakarta dari kampung halamannya di Jepara, Jawa Tengah untuk mencari pekerjaan. Pak Wahyu bekerja di Jakarta sebagai buruh bangunan, namun pekerjaan tersebut tidak rutin setiap hari dilakukan karena ia terhitung sebagai buruh harian, itupun jika ada pekerjaan. Pak Wahyu tinggal di sebuah rumah kosong yang sudah lama tidak ditinggali oleh pemiliknya seizin  pihak keamanan setempat. Kondisi kesehatan Pak Wahyu juga semakin hari semakin menurun. Kekuatan fisiknya sudah tidak mampu untuk melakukan pekerjaan yang terlalu menguras tenaga. Pak Wahyu ingin kembali ke kampung halamannya, namun uang yang dimilikinya juga belum cukup untuk membeli tiket. Bantuan dari Sedekah Rombongan diberikan untuk membantu Pak Wahyu pulang ke kampung halamannya serta untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak wahyu seorang Lansia Dhuafa


HAMSAD RANGKUTI (74, Darah Tinggi + Stroke + Prostat). Alamat : Jalan Bangau 6, No. 268, RT 2/8, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Lebih dari lima tahun, maestro cerpenis kebanggaan Indonesia, Hamsad Rangkuti (73), menderita darah tinggi dan stroke yang membuat ia lebih banyak menghabiskan hari-harinya di tempat tidur. Pria yang karena karya fenomenalnya telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional ini, kini justru kesulitan keuangan untuk membiayai pengobatannya. Lingkungan rumah Pak Hamsad juga sangat tidak sehat karena berdekatan dengan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS). Antara rumah Pak Hamsad dengan TPSS hanya berjarak tujuh meter dan sampah sering dibiarkan berbulan-bulan, akibatnya seluruh anggota keluarga sering jatuh sakit. Ironisnya, TPSS tersebut dibangun di atas tanah milik Pak Hamsad, namun keluarga tak pernah mendapatkan kompensasi apapun. Keluarga Pak Hamsad sudah menolak tegas pembangunan TPSS ini, mereka pun telah mengeluhkan dampak buruknya terutama yang menimpa keluarga pada pemerintah Depok, namun tidak ada hasil. Di tengah sakit yang mendera, Pak Hamsad, yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia ini justru harus akrab dengan bau sampah di rumahnya sendiri. Kondisi tersebut juga membuatnya kini tinggal di rumah besannya di daeran BSD, Tangerang Selatan. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Pak Hamsad ia sedang tertidur dengan selang yang terpasang. Kondisinya semakin menurun, ia tak lagi bisa makan melalui mulut, tidak biasa diajak berbicara bahkan tak mengenali orang-orang di sekitarnya termasuk istrinya. Setiap hari Pak Hamsad menjalani rawat jalan di RS Siloam Tangerang. Bahkan dalam satu hari ia tak hanya kontrol ke dokter spesialis tetapi juga harus menjalani terapi di hari yang sama. Beberapa bulan terakhir Pak Hamsad sering dirawat di rumah sakit karena kondisinya menurun. Pak Hamsad belum menjalani operasi karena ketiadaan biaya dan jikapun operasi dilakukan tingkat keberhasilannya tidak 100 %. Pak Hamsad kini sedang dirawat di RSU Siloam, Karawaci, Tangerang. Pak Hamsad pada minggu, 18 Desember 2016, mengalami kesusahan bernapas. Oleh Keluarga, Pak Hamsad langsung dibawa ke UGD RSU Siloam. Sebelumnya Pak Hamsad telah dibantu pada rombongan 913. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Pak Hamsad yang telah berkarya dan mengharumkan nama bangsa.

Jumlah Bantuan :  Rp. 2.000.000,-
Tanggal :  22 Desember  2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak hamsad menderita Darah Tinggi + Stroke + Prostat


YAYAN BIN DIDIN (43, HNP + Tulang Leher Retak). Alamat : Kampung Leuweung Gede, RT 8/27, Kelurahan Ciberem, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Pak Yayan saat ini sedang terbaring di RS Fatmawati, Jakarta. Sudah hampir 2 Minggu lamanya Pak Yayan dirawat. Sakit Pak Yayan bermula pada 13 tahun yang lalu saat ia terjatuh dari motor. Pak Yayan harus segera menjalani operasi, namun sebelum mendapat tindakan operasi ia harus melakukan MRI. Pak Yayan mengurungkan niatnya untuk berobat lanjutan dan sakitnya dibiarkan saja tanpa ada pengobatan karena terbentur biaya, . Sejak program BPJS mulai diadakan, Pak Yayan dihimbau oleh tetangga untuk segera mengurus kepesertaan supaya pengobatannya bisa ditanggung. Pak Yayan kemudian mendaftar sebagai peserta BPJS serta mengurus rujukan yang pada akhirnya ia dirawat di RS Fatmawati. Pak Yayan oleh pihak dokter didiagnosis menderita HNP (Saraf Kejepit) dan ada keretakan pada tulang leher, serta ginjalnya dicurigai mengalami masalah. Dalam waktu dekat, Yayan akan menjalani operasi untuk ginjalnya. Dokter menyarankan Pak Yayan untuk menggunakan kursi roda paraplegia untuk membantunya beraktivitas sehari – hari. Sedekah Rombongan memberikan bantuan lanjutan untuk membeli kursi roda yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Pak Yaya dibantu pada Rombongan 929.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak yayan menderita HNP + Tulang Leher Retak


USMAN BIN M SALEH (65, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Jalan Raya Kilometer 9.5, Kelurahan Wajok Hulu, RT 3/2, Kecamatan Siantan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Pak Usman merupakan tulang punggung keluarga, kesehariannya ia berkerja sebagai satpam kontrak di perusahaan swasta. Sakitnya berawal ketika jari jempolnya terkena pukulan palu saat membetulkan rumahnya, karena tidak segera diobati akhirnya terjadi infeksi pada jempolnya. Pada 25 Juni 2016, keluarga berinisiatif untuk membawa Pak Usman ke RS Yarsi Pontianak dan dokter menyarankan untuk mengamputasi jempol tangannya agar infeksinya tidak menyebar ke bagian tangan yang lain. Delapan puluh hari pasca operasi ada Pak Usman merasakan ada yang mengganjal di bagian bawah ketiak kirinya. Setelah diperiksa ditemukan ada sel kanker yang sudah tumbuh, karena keterbatasan alat medis dokter merujuknya ke RS Dharmais Jakarta. Ketiadaan biaya membuat Pak Usman mengurungkan niat berobat ke Jakarta. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Usman, bantuan awal pun diberikan untuk pembelian tiket pesawat serta biaya akomodasi dan kebutuhan  hidup selama berobat di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp.3.050.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Pak usman menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


LANGGENG SUGI HARTONO  (43, Santunan  Kematian). Alamat : Lingkungan Mendut III, RT 01/06 Kelurahan Mendut, Kec. Mungkid, Kab. Magelang , Prov. Jawa Tengah. Pak Tono adalah seorang kepala rumah tangga yang sangat bertanggung jawab. Ini dibuktikan dengan kerja kerasnya untuk menafkahi  istrinya Maryati ( 40, Ibu rumah tangga) dan ke dua anaknya. Derita Pak Tono dimulai sekitar bulan Juli 2016, beliau mengeluh sakit di perutnya, keluarga segera membawa ke RSUD Muntilan Magelang untuk mendapatkan perawatan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dokter diketahui menderita Tumor pada Kandung kemih dan disarankan segera di rujuk ke RS Sarjito Yogyakarta. Setelah melakukan persiapan yang cukup termasuk kelengkapan menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI kelas 3, Pak Tono segera dibawa ke RS Sarjito. Sekitar seminggu di RS Sarjito dilakukan operasi  dan diperbolehkan pulang dengan melakukan kontrol secara rutin. Setelah Operasi kondisi Pak Tono semakin lemah dan segera dibawa ke RS Sarjito lagi, namun belum ada ruang untuk Pak Tono sehingga di bawa ke RS. Panti Rapih dan dilakukan cuci darah selama hampir 1 minggu dan belum bisa BAB. Innalillahiwainnailaihirojiun pada tanggal 31 Oktober 2016 Alloh berkehendak lain ,Pak Tono meninggal dunia. Keluarga merasa sedih dan kehilangan atas meninggalnya Pak Tono. Kurir #SedekahRombongan yang memang sebelumnya sudah bersilaturahmi ke rumahnya turut berbela sungkawa atas meninggalnya Pak Tono dan memberikan bantuan dari #Sedekahholics untuk keluarga Pak Tono dan bantuan itu diterima oleh Pak Jamhari selaku orang tua dari Pak Tono..Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini dan semoga Pak Tono diberi Khusnulkhotimah. Aminn.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, @noventata

Santunan Kematian


FATONAH SAIDI (70, Bantuan Dhuafa),  Alamat : Dusun Tegalurung rt 03 rw 11, Desa Banyubiru Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. mbah Tonah adalah seorang janda dan tinggal sebatang kara, dalam kesehariaannya mbah Tonah membeli pakaian bekas dan menjualnya lagi di pasar muntilan. Sehingga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mbah tonah hanya mengandalkan dari hasil berjualan tersebut yang kadang juga habis untuk ongkos dari rumah kepasar. Pada saat kurir datang ke rumah bersamaan dengan hujan, tidak ada ruangan di dalam rumah yang bisa digunakan untuk duduk dengan tenang karena hampir semua ruangan bocor dan kondisi atap rumah juga sudah mulai miring.  Alhamdulillah #sedekah rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan mbah Tonah untuk sedikit meringankan derita beliau dengan memberikan bantuan dari para #sedekahholics yang di gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan perbaikan atap rumah. Mbah Tonah mengucapkan terimakasih semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan semoga juga mbah Tonah selalu diberikan kesehatan untuk dapat memenuhi kebutuhan kesehariannya.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 02 Desember 2016
Kurir : @marjunulNP @fathurrozaq82, @masdodo_1983

Bantuan Dhuafa


MUAWANAH binti SUMARNO, (17, Colitis TB) Dusun Petung Lumut, Rt 003 rw 007 Desa Ngepanrejo Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Sekitar 2 tahun yang lalu adik Muawanah pernah terjatuh dari sepeda motor ketika akan berangkat sekolah dan tidak melaporkan kepada orang tuanya. Setelah merasa sakitnya tidak bisa ditahan maka adek Muawanah memberanikan diri untuk berbicara kepada orang tuanya  dan akhirnya keluarga pun hanya membawa adek Muawanah ke tukang pijat. Karena merasa adek muawanah hanya terkilir biasa tapi setelah beberapa kali pergi ke tukang pijat dan tidak ada perkembangan sama sekali, akhirnya keluarga memberanikan diri membawa adek Muawanah untuk berobat dengan jaminan bpjs mandiri. Setelah pemeriksaan di RSUD Tidar Kota Magelang diketahui bahwa ternyata pinggul adek muawanah bergeser dan harus dilakukan operasi kedua pinggulnya karena pinggul adek muawanah sudah terinfeksi bakteri. Untuk itu adek Muawanah dirujuk di RS Ortophedi Solo untuk dilakukan operasi, setelah dilakukan operasi pertama untuk pinggul sebelah kiri pada bulan juli 2016, untuk operasi pinggul sebelah kanan adek Muawanah dijadwalkan pada tahun 2017 karena pinggul adek Muawanah terinfeksi bakteri Colitis TB dan bakteri atau virus itu harus dihilangkan terlebih dahulu baru setelah itu dilakukan operasi ke dua. Adik Muawanah putra bapak SUMARNO (49) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, dan ibu bernama LATIFAH (41), hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Sekarang adek Muawanah hanya bisa berbaring ditempat tidur dan sementara waktu ini tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Saat ini adik Muawanah mendapat pengobatan untuk mengobati virus dari Puskesmas Bandongan Magelang dan tidak perlu kontrol di rs ortophedi solo sementara ini. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah. Semoga adik Muawanah segera pulih dari sakitnya dan bisa kembali bersekolah seperti biasa.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @marjunulNP @faturrozaq82 @nurchotiah88

Muawanah menderita Colitis TB


PUSKESMAS GEMAWANG (Kursi Roda) Alamat Jalan Muncar-Gemawang Km 01 Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Puskesmas Gemawang sudah berdiri sejak tahun 1987. Keberadaan Puskesmas ini sangat dibutuhkan oleh warga sekitar. Puskesmas menjangkau 20 desa yang berada di Kecamatan Gemawang dan 2 Desa yang berada di kecamatan Sukodadi Kendal, dengan jam operasional untuk rawat jalan dimulai jam 07.00 sampai jam 14.00 WIB sedangkan untuk rawat inap dan UGD diberlakukan 24 jam. Dengan rata-rata jumlah pasien 100 orang/hari. Dengan bertambahnya jumlah pasien yang berkunjung serta ada beberapa pasien yang membutuhkan peralatan khusus seperti kursi roda. Namun Puskesmas belum memiliki kursi roda. Selain itu ada beberapa pegawai Puskesmas yang menjadi relawan #SedekahRombongan dan sering memberikan info serta pendampingan terhadap pasien #SedekahRombongan. Pihak Puskesmas bekomitmen untuk menjadi mitra #SedekahRombongan dalam hal info, pelayanan dan pengawasan pasien #SedekahRombongan yang berada di wilayah Gemawang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat memberikan bantuan berupa kursi roda guna menunjang pelayanan pasien di puskesmas yang diterima oleh Kepala Puskesmas Gemawang dr. Emi Sih Karuniati, MM. Pihak Puskesmas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan dan semoga bermanfaat bagi masyarakat.

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @M_ilyam17

Bantuan Kursi Roda


EKSA MAULANA SARIF (2 Bulan, Hydrocephalus). Alamat : Kampung Tejosari, RT 6/RW 7, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Adek Eksa kini menderita hydrocephalus sejak lahir, pada saat hamil ibu Linda memeriksakan kandungannya serta di USG dokter kandungan menyatakan bayi di kandungan itu kembar dan harus operasi. Ketika melahirkan pada 8 september 2016 di rujuk ke RS Budi Rahayu Magelang, saat itu dokter yang menangani melakukan operasi ternyata bayi yang dikandung ibu Linda bukannya kembar tapi bayi yang dikandungnya menderita hydrocepahalus. Ketika itu pihak RS Budi Rahayu memberikan rujukan ke RSU Tidar Magelang ketika diperiksa dokter mau di pasang selang dokter tidak menemukan tempat yang pas buat dipasang selang tersebut. Kemudian pihak RSU Tidar menyarankan untuk ditindak lanjut ke RST Magelang setelah di RST dan ditangani dokter maka dokter menyarankan untuk ke RS Sarjito Jogja. Saat ini sudah ke RS Sarjito cuma diperiksa saja belum ada penanganan lebih lanjut. Saat ini kepala adek Eksa makin membesar. Adek Eksa putra dari dari bapak Eko Porwandianto (22) yang bekerja sebagai buruh yang penghasilanya tidak tentu dan ibuk Linda Aprlia Ningrum (21) kini tidak bekerja karena harus merawat adek Eksa. Memiliki Fasilitas kesehatan BPJS KIS kelas 3, kini kesulitan transportasi dan kesulitan untuk mendapatkan perawatan di RS. Biaya yang sudah keluar saat ini untuk biaya persalinan operasi adek Eksa di RS Budi Rahayu sebesar Rp. 3.000.000 karena saat melahirkan belom mempunyai BPJS KIS. #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan mereka, Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu beban mereka semoga adek Eksa dapat segera sembuh. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus Mardi

Eksa menderita Kursi Roda

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH 500,000
2 WARI BINTI CAKRA LAKSANA 1,250,000
3 IIS ROHMAWATI 750,000
4 JUWI BINTI ASWAN 1,000,000
5 KURNIAWATI BINTI SUGIANTO 750,000
6 RSSR BANDUNG RAYA 3,522,000
7 GEMPA PIDIE 10,000,000
8 MUHAMMAD ANDRI 500,000
9 MUHAMMAD JAFAR 750,000
10 SITI NURLELA 1,000,000
11 MUMUN BINTI ALIYAS 750,000
12 ENGKUS BIN AHMAD 500,000
13 WAWA BINTI AJUM 750,000
14 DIDIN SYAEFUDIN 500,000
15 UNDANG SUBKI 500,000
16 HANDI BIN MURTADI 500,000
17 ATAY KUSTARYANA 500,000
18 MTSR BANDUNG RAYA 2 4,071,500
19 JUNANI BINTI YUDA 1,500,000
20 AYU BIN ARIS SUNANDAR 500,000
21 ABDUL MANAP 500,000
22 UNDANG BIN ENJANG 500,000
23 SADLI BIN HUNAENI 750,000
24 MEGAWATI BINTI MUHAMMAD YUSUF HUSEN 5,050,000
25 BUDI ATMAJA 500,000
26 KARTEM BINTI ADAM 1,000,000
27 SARI’AH BINTI SAPARI 500,000
28 JUMIAH BINTI RADIMAH 500,000
29 JANA BIN RODIN 500,000
30 IMAM YUSUF FADILAH 500,000
31 RSSR RIAU 3,706,500
32 WULAN HASNA ARDINI 500,000
33 ALMH. ATHIFAH TRI NURJANNAH 1,000,000
34 ISTINA BINTI SUTARJI 500,000
35 A JULI RAMIDIONO 1,091,521
36 MILLAH KHULUQI 1,100,000
37 SITI USWATUL ROISA 1,078,520
38 SUDIARJO SUPONO 2,000,000
39 IFTA AHYA RISTA 1,000,000
40 SUWANTO BIN MUDEBI 1,000,000
41 DHEFIN EL FATIH 1,000,000
42 ASMAN AZHARI 500,000
43 MAYLINDA WIDIANI 1,500,000
44 MTSR SEMARANG 8,421,500
45 MTSR SEMARANG 9,437,223
46 RSSR SEMARANG 16,528,350
47 RSSR SEMARANG 683,045
48 UNTUNG SAHARA 3,000,000
49 BANJIR BANDANG CILILITAN 2,000,000
50 JURIH BIN SALMAN 1,500,000
51 DAVID RIYADI 500,000
52 ELIATUL IKHLAS 500,000
53 OYOH SABIN 1,000,000
54 WAHYU SUTOMO 1,000,000
55 HAMSAD RANGKUTI 2,000,000
56 YAYAN BIN DIDIN 1,500,000
57 USMAN BIN M SALEH 3,050,000
58 LANGGENG SUGI HARTONO 1,000,000
59 FATONAH SAIDI 1,000,000
60 MUAWANAH binti SUMARNO 1,500,000
61 PUSKESMAS GEMAWANG 1,000,000
62 EKSA MAULANA SARIF 1,000,000
Total 112,990,159

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 112,990,159,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 931 ROMBONGAN

Rp. 45,261,545,539,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.