Rombongan 930

Apapun yang kamu infakkan atas rizki yang diberikan Allah, maka Allah menggantinya kembali dan Allah-lah sebaik-baik pemberi rezeki.
Posted by on December 28, 2016

AS SHAFA BINTI PURYADI (2, Bocor Jantung). Alamat : Jln. Projakal, RT 28, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Anak ketiga pasangan Bapak Puryadi (39) dan Ibu Mustika Wijayanti ini diketahui menderita kebocoran jantung sejak diperiksa di Puskesmas terdekat pada umur 4 bulan. Sejak itu orang tua As Shafa, terus berikhtiar untuk pengobatan anaknya. Saat kontrol rutin pada 7 Agustus 2016, ditemukan bahwa lubang yang menyebabkan kebocoran di jantung As Shafa mengecil. Pada bulan September 2016 As Shafa mengalami batuk terus-menerus selama sebulan dan orang tuanya membawanya ke dokter terdekat dan mendapatkan rujukan ke RSU Kanujoso Djatiwibowo (RSUKD) Balikpapan pada Oktober 2016. Dokter RSUKD melakukan rontgen ulang dan diketahui bahwa lubang di jantung As Shafa kembali membesar. Dokter RSUKD menyarankan agar As Shafa segera dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Bapak Puryadi kebingungan jika As Shafa harus berobat di Jakarta, karena penghasilannya sebagai buruh serabutan tak mampu membiayai kebutuhan pengobatan anaknya meski ia sudah menggunakan KIS. Alhamdulillah setelah dibantu Sedekah Rombongan As Shafa didampingi ibu dan pamannya, Naba Saputra, dapat berangkat ke Jakarta pada Minggu, 4 Desember 2016. Selama di Jakarta As Shafa tinggal di RSSR Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan Balikpapan memberikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya transportasi dari Balikpapan menuju Jakarta dan biaya hidup selama di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp 5.000.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @fperwiro Dimas @ririn_restu

Shafa menderita Bocor Jantung


MUHAMMAD AFDAN SAKURA COBOBY (3, Hydrocephalus). Alamat : Desa Soasio, RT 1/2, Dusun Rajawali, Kec. Galela, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara. Si kecil yang biasa disapa Afdan ini menderita hydrocephalus sejak berusia 5 bulan. Sang ibu, Ibu Astuti (53), sama sekali tidak menduga penyakit ini menimpa buah hatinya karena ia merasa melahirkan Afdan dalam kondisi normal. Awalnya Ibu Astuti mencurigai leher Afdan yang  terlihat lemah dan tak berdaya,  esok harinya ia membawa Afdan ke salah satu dokter praktek di Tobelo. Ibu Astuti disarankan untuk membawa Afdan ke dokter spesialis anak. Selang beberapa hari kemudian, Ibu Astuti membawa Afdan ke dokter spesialis anak dan Afdan didagnosis menderita penyakit Hydrocephalus. Saat ini kepala Afdan semakin besar, ia selalu kejang-kejang jika mengalami panas tinggi, penglihatan kedua matanya diduga kabur dan kedua kakinya membentuk huruf X. Ayah Afdan, Pak Sudarto Cibobi (57), bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu sedangkan Ibu Astuti (53) hanyalah ibu rumah tangga. Keterbatas ekonomi membuat kedua orang tua Afdan tidak membawanya berobat terlebih lagi ia tidak punya BPJS. Setelah mendapat bantuan dari Sedekah Rombongan untuk pembuatan KIS yang masuk dalam rombongan 909, kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan berobat ke RSUD Bisorie Kota Ternate.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @arfanesia @mahfudsalama Rahman @ririn_restu

Afdan menderita Hydrocephalus


MUHAMMAD AFDAN SAKURA COBOBY (3, Hydrocephalus). Alamat : Desa Soasio, RT 1/2, Dusun Rajawali, Kec. Galela, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara. Si kecil yang biasa disapa Afdan ini menderita hydrocephalus sejak berusia 5 bulan. Sang ibu, Ibu Astuti (53), sama sekali tidak menduga penyakit ini menimpa buah hatinya karena ia merasa melahirkan Afdan dalam kondisi normal. Awalnya Ibu Astuti mencurigai leher Afdan yang  terlihat lemah dan tak berdaya,  esok harinya ia membawa Afdan ke salah satu dokter praktek di Tobelo. Ibu Astuti disarankan untuk membawa Afdan ke dokter spesialis anak. Selang beberapa hari kemudian, Ibu Astuti membawa Afdan ke dokter spesialis anak dan Afdan didagnosis menderita penyakit Hydrocephalus. Saat ini kepala Afdan semakin besar, ia selalu kejang-kejang jika mengalami panas tinggi, penglihatan kedua matanya diduga kabur dan kedua kakinya membentuk huruf X. Ayah Afdan, Pak Sudarto Cibobi (57), bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu sedangkan Ibu Astuti (53) hanyalah ibu rumah tangga. Keterbatas ekonomi membuat kedua orang tua Afdan tidak membawanya berobat terlebih lagi ia tidak punya KIS. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan dan memiliki KIS, Afdan dapat berobat ke RSUD Bisorie Kota Ternate yang kemudian merujuknya ke RSCM Jakarta untuk tindakan operasi bedah syaraf. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya transportasi tiket pesawat dari Ternate ke Jakarta dan biaya berobat lanjutan ke RSCM Jakarta. Semoga adik Afdan operasinya berjalan lancar, amin.Afdan sebelumnya dibantu pada rombongan 909 dan pada 22 November 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @mahfudsalama Rahman Saha @ririn_restu

Afdan menderita Hydrocephalus


KOMARUDIN JIPUT (66, TBC Kelenjar). Alamat : Kp. Malang Nengah, RT 1/8, Kec. Jiput, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Bapak Komarudin dulu sangat aktif dalam berbagai kegiatan di desanya, ia pun terkenal sangat ramah dan sering membantu tetangganya yang mengalami kesusahan. Setelah benjolan yang ada di tangan kanannya membesar, semua rutinitas yang ia lakukan terpaksa ia hentikan. Awalnya benjolan ini berukuran besar tetapi lama-kelamaan mengecil dan berubah menjadi cekungan di permukaan kulit. Ia pikir penyakitnya ini sudah sembuh total, tetapi ternyata justru muncul benjolan lain yang hilang timbul. Setelah berobat ke mantri kesehatan setempat benjolannya sembuh. Pada suatu hari badan Pak Komarudin tidak bisa digerakkan dan perutnya mengeras sehingga ia tak dapat beraktivitas. Mantri kesehatan tempat dahulu berobat mendatanginya dan merujuk Pak Komarudin ke rumah sakit kabupaten agar ia dapat mengetahui penyakit apa yang sedang dialaminya. Setibanya di rumah sakit dilakukan pemeriksaan dan tes laboratorium yang hasilnya adalah Pak Komarudin positif menderita TBC kelenjar. Pak Komarudin sempat dirawat di rumah sakit dan setelah pulang ke rumah ia tak lagi melanjutkan pengobatannya. Hingga kini pengobatan hanya dilakukan di rumah dan dengan obat seadanya, itupun jika ada uang dan jika kebetulan ada mantri kesehatan yang berkunjung. Pak Komarudin tak dapat berobat karena terkendala biaya, jauhnya jarak rumah sakit dari rumah dan sulitnya akses transportasi. Pak Komarudin tak lagi dapat bekerja sehingga ia tak memiliki penghasilan, anak satu – satunya tinggal di Kalimantan dan istrinya dalam kondisi lumpuh. Melihat keadaan Pak Komarudin kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk operasional berobat. Semoga dengan bantuan ini Pak Komarudin dapat sembuh dan sehat kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir :  @nurmanmalan @yadi_uy @ratuditta @ririn_restu

Pak komarudin menderita TBC Kelenjar


MANDA BINTI AHYAT HIDAYAT (16, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Kp. Kadu Dadap, RT 1/2, Kec. Jiput, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Manda anak yang termasuk pintar di sekolahnya, ia selalu masuk peringkat lima besar dan masuk kelas favorit di salah satu sekolah negeri di Kabupaten Pandeglang. Setelah ayahnya meninggal, nilai hasil ujian Manda menurun drastis, hingga guru-gurunya menegur dan memberikan surat kepada orang tuanya. Salah satu faktor yang membuat nilai Manda menurun adalah ia terbebani pikiran akan nasib ibu dan ketiga adiknya sepeninggal sang ayah karena tak ada lagi yang mencari nafkah. Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang terkadang membantu tetangga sekitar yang membutuhkannya agar ia mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Ibunda Manda sempat memintanya untuk putus sekolah karena tak ada lagi biaya, namun semangat Manda untuk terus bersekolah meluluhkan hati sang ibunda. Sebetulnya Manda memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) tetapi namanya yang tertera pada KIP tidak sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) sehingga ia tak dapat menggunakan haknya. Keluarga juga sudah mencoba mengurus masalah tersebut namun hingga kini belum ada penyelesaiannya. Sedekah Rombongan merasakan apa yang dialami oleh Manda dan semangatnya membuat hati kurir Sedekah Rombongan tergugah untuk membantunya membayar iuran sekolah. Semoga Manda tetap bisa bersekolah dengan tenang dan ia dapat menggapai cita -citanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ratuditta @ririn_restu

Bantuan Biaya Sekolah


CICIN MULIANI (39, Typhus + TB Paru). Alamat : Kampung Sawah Murti, RT 1/2, Kelurahan Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Bu Cicin meninggal pada Rabu, 27 April 2016 di RS Fatmawati Jakarta. Bu Cicin mempunyai riwayat sakit Typhus dan TB Paru. Awal sakitnya pada 1 bulan yang lalu, Bu Cicin mengalami demam yang tak kunjung turun. Oleh suaminya, Iswan Khoiri (47), Bu Cicin diperiksakan ke Puskesmas. Setelah berobat dari Puskesmas, Kondisinya membaik. Satu minggu kemudian, kondisi Bu Cicin melemah hingga dibawa ke rumah sakit di daerah Parung, Bogor. Karena ketidaktersediaan peralatan, Bu Cicin dirujuk ke UGD RS. Fatmawati pada 25 April 2016. Setelah 6 jam berada di UGD, Bu Cicin dipindahkan ke ruang perawatan Gedung Teratai ruang Isolasi. Menurut pihak dokter Bu Cicin juga terkena TB Paru sehingga perlu penanganan yang itensif. Namun Allah berkehendak lain, Bu Cicin menghembuskan napas terakhirnya pada 27 April 2016. Biaya perawatan di RS Fatmawati menggunakan jaminan umum karena ia tidak mempunyai BPJS. Pak khoiri harus membayar biaya rumah sakit sekitar Rp6.000.000,-. Pak Khoiri merasa tidak mampu menutupi biaya rumah skait tersebut. Penghasilannya sebagai penjual mainan anak-anak di sekolah-sekolah masih sangat sedikit dan belum lagi ia harus menutupi kebutuhan 2 anaknya. Oleh karena itu Pak Khoiri membuat surat perjanjian utang yang setiap bulannya harus diangsur. Bantuan dari #sedekahrombongan digunakan untuk membantu membayar cicilan rumah sakit dan biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya almarhumah Ibu Cicin telah dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu cicin menderita Typhus + TB Paru


REBI SRI LENGKANA (4, Susp. Katarak). Alamat : Kp. Talanca, RT 14/1, Desa Sukamanah, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Prov. Banten. Rebi merupakan anak ke-10 dari 11 bersaudara. Pada usia 1,5 tahun Rebi ikut mengembala kambing bersama kakak-kakaknya, setibanya di tempat yang dituju tidak lama kemudian entah apa yang menjadi pemicunya, kedua kakaknya itu berkelahi. Tanah keras yang hendak dilempar ke oleh kakak Rebi ke temannya tak sengaja mengenai bola mata kanan Rebi hingga berdarah. Kakaknya yang bernama Opung itu merasa bersalah dan sedih atas apa yang menimpa adiknya. Berbulan-bulan Rebi mengalami kesakitan, dan 2 tahun sudah matanya menjadi keabu – abuan tak seperti warna pada mata normal. Jika sakitnya kambuh matanya mengeluarkan air terus-menerus dan memerah. Selama sakit Rebi belum pernah dibawa ke rumah sakit karena terkendala biaya. Ayah Rebi, Timan (38), dan ibunya, Suheti (38) mengungkapkan kesedihan atas penyakit anaknya itu saat dijengguk kurir Sedekah Rombongan. Jangankan untuk berobat, untuk makan sehari – hari saja mereka kesusahan, terlebih lagi dari 11 anak yang mereka miliki 8 orang masih harus mereka nafkahi. Pak Timan sehari-hari bekerja sebagai nelayan yang tak tentu penghasilannya, sedangkan Ibu Suheti hanya sebagai ibu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang mereka hadapi, santunan awal pun disampaikan untuk operasional pengobatan Rebi. Semoga Rebi dapat segera ditangani dan diobati matanya agar bisa seperti anak-anak lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana Ipit @ririn_restu

Rebi menderita Susp. Katarak


DIMAS DWI NUGROHO (12, Kanker Otot + Celebral Palsy). Alamat : Jalan H. Salim, Gang Bidan, RT 9/6, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah belasan tahun anak dari pasangan Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan celebral palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri setelah menjalani kemoterapi. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung henti dan membuat kondisinya semakin lemas. Kini ia sering mengalami sesak napas dan menggunakan tabung oksigen. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat, dan kebutuhan Dimas seperti pampers dan susu. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita Kanker Otot + Celebral Palsy


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (8, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (6, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); LISHA ZAHRA PERMATASARI  (5, ADHD Kombinasi). Alamat Jln. Lembang Baru IV No. 12 B , RT.2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Kondisi Rifki kini berangsur lebih baik. Ia sudah mulai paham bila diperintah dan diberi tahu tentang suatu hal. Ia pun sudah bisa diberi pemahaman bahwa ia adalah seorang kakak yang harus menjaga dan melindungi adiknya. Kondisi Zaskia pun mengalami peningkatan, ia sudah mulai bisa tenang dan dapat berbicara lebih dari 10 kata, ia pun sudah mulai bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan teman – temannya dan orang baru. Berbeda dengan kedua saudaranya, Alisha belum terlalu banyak mengalami peningkatan. Ia masih bersikap agresif dan emosinya susah dikontrol. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya diduga juga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anaknya lagi sedangkan anak – anaknya masih harus terus menjalani pengobatan. Ketiga anak Bu Ade saat ini terserang demam, mereka masih harus menjalani kontrol di RSCM Jakarta. Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan untuk pengobatan ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan


SANDRA WATI (43, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sandra merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (37), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya. Ia tampak bersemangat menghadapinya dengan semangat berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (11) positif mengalami sakit yang sama sepertinya sedangkan anak keduanya, Lutfi (9), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktifitas kontrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya. Kemauan untuk sembuh sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin di RS Fatmawati Jakarta. Kondisi Sandra dan Aulia cenderung stabil, sedangkan Fajar kini mengalami demam tinggi serta di tangan kirinya muncul benjolan kecil. Ketiganya sedang mengajukan perpindahan tempat berobat dari RS Fatmawati ke RSUD Tangerang Selatan agar lebih dekat berobat. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Sandra telah dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh


HUSNIATI BINTI MAHRUDIN (38, Suspect Kanker Mulut). Alamat : Jalan Semanggi II, RT 3/3, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Husniati kini hanya bisa berbaring di tempat tidurnya, dan sudah beberapa hari tak mendapat asupan makanan. Ia sudah tidak dapat makan karena daging di mulutnya semakin membesar menutupi hampir seluruh mulutnya. Pertumbuhan dan perkembangan daging pada mulutnya terbilang begitu cepat. Awalnya sekitar 1 bulan yang lalu, muncul benjolan di bagian pipi, lama-kelamaan benjolan tersebut tidak tumbuh di luar tetapi di dalam mulut Husniati. Suaminya, Gito (44), merasa bingung harus bertindak seperti apa karena penghasilannya sebagai tukang ojek tak mampu membawa istrinya berobat. Pak Gito beserta istri dan satu anaknya mengontrak 1 kamar yanng sangat sederhana. Ibu RT yang mengetahui kondisi Husniati berusaha membantu dengan membawanya ke RSUD Tangerang Selatan, namun karena belum memiliki KIS saat dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta pengobatan Bu Husniati tidak dilanjutkan. Kurir Sedekah Rombongan yang mengetahui informasi mengenai Bu Husniati bergegas menuju rumahnya. Melihat kondisi Husniati yang lemas, kurir pun mencoba memberi masukan agar Husniati dibawa ke UGD. Dengan persetujuan suaminya Bu Husniati akhirnya didampingi kurir dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Setelah mendapatkan penanganan awal, Husniati dianjurkan untuk melanjutkan pengobatan rawat jalan di poli bedah RS Fatmawati. Kurir memberikan pengarahan untuk segera membuat KIS agar dapat digunakan untuk berobat. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan diberikan untuk biaya pengobatan di UGD dan membuat KIS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu husni menderita Suspect Kanker Mulut


SOLEMAN BIN BAKHRUM (45, Cacat Permanen akibat Kecelakaan). Alamat : Kp. Rocek Timur, Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Pak Soleman hidup sebatangkara di rumahnya yang sangat sederhana. Pada tahun 1992 Pak Soleman mengalami kecelakaan di tempat kerjanya, ia terlindas mobil di bagian pinggang yang mengakibatkan kelumpuhan. Sejak kejadian itu istrinya meninggalkannya sedangkan kedua orang tuanya sudah lama meninggal dunia. Kini Pak Soleman hanya bisa berbaring dan sudah tak dapat berjalan lagi. Meski dalam kondisi terbatas, ia tetap berusaha mencari uang. Ia membuat gagang pisau/golok dengan penghasilan yang tak seberapa itupun jika ada yang minta dibuatkan. Tak jarang untuk biaya hidup sehari-hari Pak soleman dibantu oleh tetangganya yang kasihan. Pak Soleman sangat senang ketika kurir Sedekah Rombongan memberikannya santunan untuk kebutuhan sehari-hari. Ia mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas santunan yang diberikan. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk Pak Soleman, dan ia tetap memiliki semangat hidup meskipun dengan keadaan yang sangat memprihatinkan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Januari 2016
Kurir : @nurmanmlana Emay @ririn_restu

Pak soleman menderita Cacat Permanen akibat Kecelakaan


AYU NOVITA SARI (6, Kelainan Tulang Punggung). Alamat :  Jln. Mandor Baret Pondok Hijau, RT 7/7, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Anak dari pasangan Bapak Susanto (35) dan Ibu Ngarti (40) ini kondisinya tidak seperti anak lain seusianya. Saat kawan-kawannya sudah bisa berlari dan bermain, Ayu hanya bisa terbaring saja. Kondisi itu dialaminya sejak lahir. Di balik keterbatasannya, Ayu begitu ceria. Sorot mata indahnya menampakan keceriaan. Saat ini Ayu sedang menjalani pengobatan dengan metode akupuntur. Sudah banyak perubahan yang Ayu alami setelah melakukan pengobatan akupuntur. Kini ia sudah mampu berdiri dalam waktu yang cukup lama dan bisa duduk sendiri namun masih perlahan-lahan. Ayu masih belum bisa mendaftar sebagai peserta BPJS, karena terkendala persoalan administrasi yang masih dalam proses pengurusan. Ayu harus terus minum susu untuk pertumbuhannya, namun penghasilan Pak Susanto sebagai tukang ojek tak banyak apalagi ia juga harus membayar kontrakan rumah. Ayu masih harus menjalani terapi dan mendapat asupan yang bergizi. Ternyata persoalan administrasi kependudukan Ayu dan keluarga masih belum kunjung usai. KTP pak Susanto yang baru jadi itu hilang. oleh karena itu Pak Susanto harus mengurus kembali syarat-syarat pembuatan KTP. Ayu mengalami perkembangan yang cukup baik, berat badannya terus meningkat dan kini ia sudah bisa duduk sendiri. Dokter akupuntur yang menangani Ayu menyarankan agar Ayu terus mengonsumsi susu guna menguatkan tulangnya dan harus terus rutin menjalani terapi. Ayu disarankan untuk memakai sepatu khusus untuk membantunya berjalan. Bantuan lanjutan diberikan untuk membeli susu, pampers, operasional berobat, serta membayar kontrakan rumah Ayu. Ayu sebelumnya dibantu pada rombongan 863.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir :  @nurmanmlana @ririn_restu

Ayu menderita Kelainan Tulang Punggung


RIZKY ALVIAN (22, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Cicangkal Peusar, RT 5/1, Desa Suka Mulya, Kec. Rumpin, Kab. Bogor, Prov. Jawa Barat. Rizky adalah seorang buruh di proyek bangunan, ia tinggal bersama ibunya, Rosmiati (46) dan adiknya, Rosdiana (14) yang saat ini masih duduk di bangku SMP. Kakaknya yang lain pun ada yang ikut tinggal dalam satu rumah dengannya meski sudah berkeluarga. Rizky termasuk pemuda yang bertanggung jawab kepada keluarga, sejak ayahnya meninggal 4 tahun lalu, ia lah yang menggantikan almarhum menjadi kepala keluarga membantu ibunya untuk biaya sekolah adiknya. Sejak 10 bulan belakangan ini, Rizky mengidap penyakit kelenjar getah bening, pahanya membengkak dan semakin besar hingga membusuk karena tak diobati. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya,  kondisinya sangat memprihatinkan, Rizky hanya bisa berobat secara alternatif dan sekali berobat ke Puskesmas terdekat namun tak bisa menangani karena kondisinya sudah sangat parah. Rizky belum memiliki KIS sehingga ia tak berani berobat lanjutan ke rumah sakit. Setelah membuat KIS Rizky dapat berobat dan kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Rizky dibantu pada rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana usman @ririn_restu

Rizky menderita Kelenjar Getah Bening


PUTRI RANIA (3, Bibir Sumbing). Alamat : Kampung Curug, RT 2/2, Kelurahan Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Balita mungil yang biasa dipanggil Rania ini mengalami kesulitan berbicara tak seperti balita seusianya. Rania terlahir dengan kondisi tidak mempunyai dinding langit pada mulutnya. Anak dari pasangan Hamdani (45) dan Herlina (36) ini tidak segera mendapat penanganan dini setelah diketahui penyakitnya. Berdasarkan pengakuan Pak Hamdani, ia hanya bisa mengobati anaknya hanya saat ada yayasan yang mengadakan pengobatan gratis saja. Pak Hamdani bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu, bahkan ia tak mampu membiayai sekolah anaknya yang pertama, Diki (17), sehingga putus sekolah. Rania sempat mengikuti operasi gratis yang diadakan sebuah yayasan, namun ternyata operasi tidak berjalan sempurna yang mengharuskannya dioperasi lagi. Tindakan operasi tersebut tidak bisa diwujudkan karena pihak yayasan hanya bisa menggratiskan 1 kali tindakan operasi. Pak Hamdani dan keluarga juga belum memiliki KIS. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke rumahnya, kurir mengarahkan agar segera membuat KIS. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan diberikan untuk membantu Pak Hamdani dan keluarga membuat KIS agar Rania dapat berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Putri menderita Bibir Sumbing


UDIN SAPUTRA (22, Patah Tulang Ekor). Alamat : Kampung Pitara, RT 3/13, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Sudah 2 bulan lamanya Udin dirawat di RS Fatmawati, Jakarta. Udin mengalami patah tulang ekornya serta syaraf besarnya juga mengalami masalah. Kejadian bermula saat ia melakukan perjalanan dari Serpong menuju Depok dengan menggunakan motor. Motor yang dikendarai tiba-tiba menghantam sebuah lubang dan seketika Udin terpental hingga beberapa meter. Kondisi Udin langsung tak sadarkan diri. Anak ketiga dari Mat Alih (50) dan Lilis (45) ini ketika sadar sudah berada di salah satu rumah sakit swasta di daerah Depok. Keterbatasan alat di rumah sakit tersebut membuat Udin dirujuk ke RS Fatmawati. Udin didaftarkan sebagai peserta KIS kelas 3 yang satu hari langsung aktif dengan rekomendasi dinas sosial. Oleh pihak dokter, Udin disarankan untuk menggunakan kursi roda paraplegia guna membantu aktivitasnya selama dirumah. Sejak sakit, Udin tak lagi dapat bekerja sehingga tak memiliki penghasilan. Pak Mat Alih pun yang bekerja sebagai buruh serabutan ini merasa keberatan untuk membeli kursi roda untuk anaknya karena tidak mampu membelinya. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk membantu Udin membeli kursi roda.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak udin menderita Patah Tulang Ekor


NANDA BIN JUNAEDI (18, Patah Tulang). Alamat : Kampung Gedong, RT 1/5, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Nanda menjadi korban tabrak lari pada 3 November 2016 di Depok. Tengah malam saat sedang menjalankan profesinya sebagai pemulung, tiba-tiba ada mobil menabrak Nanda yang membuat tubuhnya terpental. Warga yang melihatnya langsung menghubungi pihak kepolisian setempat dan Nanda langsung dibawa ke RS Fatmawati Jakarta. Pihak rumah sakit langsung mencoba menghubungi dinas sosial aga mencari keberadaan orang tua Nanda, Pak Junaedi (60). Nanda mendapatkan penanganan kurang lebih selama seminggu. Ia mengalami patah tulang kaki sebalah kanan dan disarankan membeli tongkat untuk membantunya belajar berjalan. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar informasi mengenai Nanda langsung bergegas menuju RS Fatmawati untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Bantuan diberikan untuk membeli tongkat dan untuk kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.600.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Nanda menderita Patah Tulang


ERNAWATI TOHIR (41, Jantung + TB Paru). Alamat : Jalan Beringin 3, RT 3/6, Kelurahan Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Ernawati sebelumnya dirawat selama 3 minggu di RS Fatmawati Jakarta karena sakit jantung dan TB Paru yang dideritanya. Selama ini yang menemani Bu Ernawati berobat adalah anaknya, Nanda (19), karena suaminya telah meninggal 4 tahun lalu. Setelah kondisinya membaik, Bu Ernawati diperbolehkan pulang, ia kembali ke rumah kontrakannya yang tak layak. Ia semakin kurus dan kini hanya dapat terbaring lemah di tempat tidur. Bu Ernawati dan keluarga sangat kekurangan uang untuk biaya berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari, terlebih lagi harus membayar kontrakan. Nanda pun tidak dapat mencari uang karena tidak bisa meninggalkan ibunya di rumah. Selama ini mereka mengandalkan penghasilan adik Nanda, Dona (14), yang bekerja menjaga toko dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup. Jika penyakitnya kambuh, Nanda hanya bisa membawa ibunya ke Puskesmas terdekat. Setelah beberapa minggu kondisinya terus menurun, Ibu Erna meninggal dunia pada 2 November 2016 saat perjalanan menuju RS Meruya Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya kebutuhan sehari – hari anak – anak almarhumah yang kini telah menjadi yatim piatu. Sebelumnya keluarga Bu Erna telah dibantu pada rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal :  5 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu erna menderita Jantung + TB Paru


RAHIM BIN SARNA (41, Pembengkakkan Kelenjar Getah Bening + Syaraf Kejepit). Alamat : Kp. Kademangan, RT 6/2, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Pak Rahim adalah seorang sopir angkot, ia tinggal bersama istrinya, Juminah (40), dan empat orang anaknya : Jumadi Anwar (21), Rahma Linda (16), Indana Julfa (12), dan Muhammad Junedi (10). Keempat anaknya tidak ada satu pun yang mengenyam pendidikan hingga tuntas, mereka putus sekolah karena ketiadaan biaya. Dua anaknya bahkan ikut mencari nafkah dengan menjadi buruh bangunan, Ibu Juminah pun ikut membantu dengan menjadi kuli mencuci di rumah tetangga. Pada 16 Desember 2016, Pak Rahim masih memaksakan diri menarik angkot meski dalam kondisi sakit. Akhirnya kondisi Pak Rahim kini sudah tidak bisa duduk dan hanya dapat tidur telentang, untuk tidur dengan posisi miring pun sulit karena rasa nyeri yang tidak mampu ditahan olehnya. Pak Rahim pun mengeluhkan sekujur tubuhnya terasa panas dingin. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, ia baru saja pulang berobat dari Puskesmas terdekat. Ia dirujuk ke spesialis orthopedi dan penyakit dalam di rumah sakit. Ia didiagnosis adanya pembengkakkan pada kelenjar getah bening dan syaraf terjepit. Pak Rahim berobat menggunakan KIS kelas III, namun ia terkendala biaya untuk transportasi berobat. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk biaya transportasi berobat ke dokter spesialis. Semoga Pak Rahim segera diberi kesehatan seperti sedia kala dan semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @usmanuus @ririn_restu

Pak rahim menderita Pembengkakkan Kelenjar Getah Bening + Syaraf Kejepit


SUHERMAN BIN MAHMUD (60, Suspect Pengapuran Tulang). Alamat : Kp. Kademangan, RT 6/2, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Pak Suherman biasa dipanggil Pak De oleh tetangga sekitarnya, ia adalah pensiunan Babinsa Kecamatan Setu pada tahun 1978. Pak De tinggal di sebuah kontrakan yang sangat sederhana bersama anak tunggalnya, Abdel (35) dan menantunya, Billa (27) beserta cucu perempuannya Adila (4). Sudah lebih dari dua tahun belakangan ini Pak De hanya bisa tertidur dengan beralaskan karpet, bahkan buang air kecil pun di tempat ia tidur. Sakitnya bermula saat Pak De terjatuh setelah selesai mandi, lambat laun setelah kejadian itu ia tak dapat berjalan bahkan duduk saja tidak bisa. Akhirnya anaknya membawa Pak De berobat berbekal askes dan meminjam uang dengan memotong uang pensiunan yang ia miliki. Uang pensiunnya kini sudah tidak ada lagi dan anaknya pun tak memiliki uang untuk membawa Pak De berobat. Pak De masih belum bisa berjalan tapi alhamdulillah ia sudah mulai bisa duduk. Kurir Sedekah Rombongan yang datang menjumpai Pak De merasa prihatin dengan kondisinya. Ia membutuhkan pampers karena tak dapat ke kamar mandi dan juga membutuhkan kursi roda agar ia dapat beraktivitas. Abdel yang hanya seorang sopir angkot memiliki penghasilan yang hanya cukup untuk makan dan membayar kontrakan. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk membeli pampers dan kebutuhan sehari – hari Pak De. Semoga bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan mampu mengurangi  beban keluarga Pak De, dan semoga ia cepat diberikan kesembuhan atas penyakitnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @usmanuus @ririn_restu

Pak suherman menderita Suspect Pengapuran Tulang


KARMA DJASAN (46, Suspect Kanker Mata). Alamat : Kp. Babakan, RT 2/3, Kel. Babakan, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Pak Karma adalah seorang buruh bangunan yang sangat piawai dalam menjalani profesinya. Ia banyak membantu warga sekitar yang ingin merenovasi rumah meski dengan pembayaran yang tidak sesuai dengan standar jasa buruh bangunan di sekitar daerah tempat tinggalnya. Ia bahkan dengan sukarela tanpa dibayar membuatkan gubuk kecil yang cukup nyaman untuk seorang lansia. Kini, Pak Karma tak dapat lagi menjalani profesinya. Suami dari Ibu Uminah (45) ini sudah 9 bulan lebih terbaring di kasur lantainya. Ia hanya dapat tidur di kamar dengan kondisi lampu redup karena tak kuat menahan sakit pada mata kirinya jika terkena cahaya lampu yang terang. Sakit yang dideritanya membuat ia hampir setiap malam tidak dapat tidur. Pak Karma tidak dapat berobat secara maksimal karena kini ia tak memiliki biaya. Penghasilan anaknya, Kartika (18) yang bekerja sebagai buruh pabrik garmen hanya cukup untuk keperluan makan sehari-hari dan biaya berobat sang ayah di klinik kecil. Dokter di klinik tersebut sudah merujuk Pak Karma untuk berobat ke rumah sakit besar karena penyakit yang diderita Pak Karma butuh penanganan yang lebih lanjut. Kurir Sedekah Rombongan yang berkunjung ke rumah Pak Karma merasa prihatin atas kondisi yang dialaminya. Kurir Sedekah Rombongan melihat semangat Pak Karma yang tinggi untuk sembuh, karena itulah kurir memberikan bantuan awal untuk biaya berobat ke RS Fatmawati Jakarta berbekal KIS yang dimilikinya. Semoga bantuan dari Sedekah Rombongan bermanfaat dan dapat membantu penyembuhan penyakit Pak Karma. Pak Karma pun mengucapkan terima kasih diiringi dengan air mata haru atas bantuan yang diberikan kepadanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @usmanuus @ririn_restu

Pak karma menderita Suspect Kanker Mata


NIA RIYANTI (12, Thalasemia). Alamat : Kp Jombang, RT 3/2, Kel. Lengkong Gudang Timur, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Hampir 4 tahun lamanya Nia mengidap thalasemia. Delapan bulan belakangan ini kondisinya semakin memprihatinkan dengan kedua tangan yang sering kali bergerak tanpa diduga dan tak terkontrol. Beberapa hari yang lalu kondisi Nia menurun dan ia hanya dapat terbaring di tempat tidur. Menurut cerita kedua orang tuanya, Jadih dan Titi Haryati, kondisi Nia menurun karena ia belum menjalani transfusi darah rutin. Dokter mengharuskan Nia segera dibawa ke rumah sakit untuk transfusi darah utamanya ketika kelopak matanya sudah mulai cekung dan ia tidak nafsu makan. Keterbatasan biaya membuat Nia absen menjalani transfusi rutin sebanyak dua sesi. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai kondisi Nia segera menjenguknya di rumah. Setibanya di rumah kurir mengetahui Pak jadih sedang mencari pinjaman untuk membawa Nia ke RS Fatmawati Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan akhirnya memberikan bantuan awal untuk kebutuhan pengobatan Nia. Semoga bantuan yanng diberikan dapat membantu kelancaran pengobatan Nia dan ia dapat segera sembuh dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @usmanuus @ririn_restu

Nia menderita Thalasemia


ADE KUSMANA (58, Hernia + Gagal Ginjal). Alamat : Kelurahan Poris Plawad, RT 7/2, No. 32, Kecamatan Cipondoh, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Suami dari Dedeh Kusmana (50) ini sejak tahun 2014 sudah merasakan sakit pada tubuhnya. Saat itu Pak Ade hanya berobat ke Puskesmas dan pengobatan alternatif. Pak Ade kemudian dirujuk ke RSU Tangerang untuk memastikan penyakitnya. Hasil pemeriksaan medis di RSU memutuskan bahwa Pak Ade harus melakukan tindakan operasi. Akhirnya pada bulan September dilakukan operasi hernia dan pemotongan usus yang sudah membusuk. Setelah melakukan kontrol dua kali pasca operasi, pada bulan Oktober dokter menyatakan bahwa Pak Ade harus kembali dioperasi untuk masalah ginjalnya. Sambil menunggu jadwal operasi, Pak Ade menjalani tindakan cuci darah dan setiap tindakan ia harus menjalani rawat inap. Kini ia dirawat di RSU Tangerang. Pak Ade berobat menggunakan KIS kelas III namun ia tetap terkendala biaya untuk operasional berobat. Pak Ade sudah tak mempunyai pekerjaan sedangkan penghasilan Ibu Dedeh sebagai buruh cuci hanya cukup untuk makan, membayar kontrakan dan biaya sekolah anaknya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Ade dan dapat memberikan bantuan awal untuk operasional selama dirawat di RSU Tangerang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Bu ade menderita Hernia + Gagal Ginjal


ALFAN KURNIAWAN (1, Celebral Palsy). Alamat : Kapuk Pulo, RT 10/2, Kel. Kapuk Cengkareng, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Alfan anak sulung dari pasangan Bu Sani (22) dan Pak Iwan (23) yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Sejak lahir Alfan sudah terdiagnosis Celebral Palsy dan sampai saat ini ia berobat di RSUD Cengkareng. Alfan sering kejang-kejang disertai melemasnya badan dan otot-otot. Di usianya yang hampir 2 tahun Alfan hanya terbaring lemas, berat badan kurang dan cenderung gizi buruk. Alfan berobat menggunakan BPJS kelas 3, namun orang tua Alfan kesulitan untuk ongkos ke RSUD dan untuk membeli susu karena penghasilan Pak Iwan yang tidak mencukupi untuk keperluan Alfan. Belakangan ini Alfan sering kejang – kejang dan panas tinggi dalam waktu yang cukup lama bahkan hingga harus dirawat. Bebebrapa waktu lalu Alfan menjalani pemeriksaan CT-Scan atas rujukan dokter untuk mengetahui kenapa ia sering mengalami demam mendadak dan kejang hingga tak sadarkan diri. Ia masih menjalani fisioterapi untuk mengatasi permasalahan tumbuh kembangnya. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu dan operasional berobat ke RSUD Cengkareng. Sebelumnya Alfan dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Alfan menderita Celebral Palsy


AWALUDIN NASUTION (41, Kecelakaan Kerja). Alamat : Perumahan Primkopad, Blok F 12, RT 3/13, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada 29 September 2016, Pak Awaludin jatuh dari ketinggian di tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisinya saat itu tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa oleh mandornya ke Eka Hospital Pekanbaru, yang merupakan rumah sakit terdekat pada saat itu. Kondisi Pak Awaludin yang parah membuat dokter langsung mengambil tindakan operasi kepalanya yang mengalami keretakan, natinya akan dilanjutkan dengan operasi batang hidungnya yang retak serta operasi pada kakinya yang patah. Setelah operasi dilakukan, baru diketahui bahwa Pak Awaludin memiliki jaminan KIS PBI namun sayangnya mandor mendaftarkannya sebagai pasien umum kelas 3. Awalnya mandor tersebut yang menjadi penjamin dan memberikan deposit untuk operasi kepala Pak Awaludin, namun ketika biaya rumah sakit mencapai 37 juta rupiah dan Pak Awaludin masih harus menjalani perawatan, akhirnya mandor tersebut tidak lagi membantu pembayaran biaya rumah sakit. Biaya rumah sakit selanjutnya dibebankan kepada Pak Awaludin dan keluarga, sehingga mereka harus membayar sendiri kekurangan biayanya. Pada 7 Oktober 2016, Pak Awaludin sudah bisa pulang karena kondisinya membaik meski batang hidung dan kakinya masih belum dioperasi. Keluarga tidak mampu melunasi sisa tagihan sebesar 50 juta rupiah sehingga ia belum diperbolehkan pulang. Pak Awaludin bekerja sebagai tukang bangunan harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan istrinya, Ranita (30), adalah ibu rumah tangga. Keluarga ini memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih kecil. Sebagai tukang bangunan harian, penghasilan Pak Awaludin sangat terbatas dan tidak tetap. Apalagi tahun ini ia jarang mendapat panggilan pekerjaan, sehingga keluarga ini hidup dengan penuh keterbatasan. Keluarga sudah berusaha mengalihkan Pak Awaludin dari pasien status umum agar bisa menggunakan KIS PBI selain berusaha mencari pinjaman untuk dapat melunasi pembayaran rumah sakit. Alhamdulillah kurir  Sedekah Rombongan mendapatkan info tentang kesulitan yang dihadapi keluarga Pak Awaludin dan langsung bergerak menjenguknya ke Eka Hospital.  Selang beberapa hari kemudian, kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa BPJS bersedia membantu Pak Awaludin sebesar 16 juta rupiah, hingga tersisa biaya rumah sakit sebesar 34 juta rupiah lagi yang harus dibayarkan. Setelah Sedekah Rombongan melakukan proses negosiasi dengan rumah sakit, alhamdulillah mendapatkan keringanan sehingga tagihan menjadi menjadi Rp. 24.018.000,-, pembayaran juga dapat dibayarkan secara berangsur selama 10 bulan hingga lunas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan membayarkan jaminan pembayaran biaya RS Pak Awaludin di Eka Hospital hingga lunas nanti secara mengangsur sehingga ia bisa pulang ke rumahnya. Sedekah Rombongan menyampaikan santuan untuk pembayaran RS Pak Awaludin dan bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 921.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.401.800,-
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @robyparm

Pak awal menderita Kecelakaan Kerja


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional November 2016). Sejak April 2016, alhamdulillah #SedekahRombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan November 2016 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru dan dari wilayah lain di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 921.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.947.500,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @nhpita @robyparm seluruh kurir Riau

Biaya Operasional November 2016


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Bantuan ini telah masuk dalam Rombongan 925. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan angsuran pertama untuk membantu pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @nhpita Fitri Irni

alifa menderita Kelahiran Prematur Spontan


JULITA HENDRIKA (28, Kanker Payudara). Alamat : Dusun 1 Melati, RT 2/1, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Julita berawal saat ia mengandung anaknya yang ke 2. Saat itu ia merasakan rasa nyeri yang amat sangat pada payudara sebelah kanannya, hingga akhirnya teraba benjolan yang cukup besar di area payudaranya tersebut. Julita sempat berobat ke Klinik Citra Bunda di daerah Kampar, sebelum akhirnya ia dirujuk ke RS Pekanbaru Medical Center (PMC) di Pekanbaru. Dokter di RS PMC mendiagnosa Julita menderita kanker payudara dan menyarankan agar Julita menunda pengobatannya setelah anaknya lahir, karena tindakan pengobatan kemoterapi yang harus ia jalani bisa beresiko terhadap janin yang sedang dikandungnya. Alhamdulillah anak ke 2 nya lahir dengan sehat dan selamat sehingga kemudian ia mulai menjalani pengobatan kemoterapi untuk penyakitnya tersebut. Julita menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 selama ia berobat sehingga pengobatannya pun gratis. Namun begitu, akhirnya ia hanya sanggup menjalani kemoterapi beberapa kali saja, karena menghadapi kendala dalam biaya transportasi selama ia melakukan rawat jalan. Seringkali ia harus meminjam tetangga sekitar maupun kerabat terdekat agar ia bisa berobat. Suaminya, Hendrika Radianto (28), adalah seorang pedagang emperan kaki lima dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi perekonomian keluarga ini masih terbatas hanya dapat memenuhi biaya hidup mereka sehari-hari. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Julita di rumahnya, ia hanya bisa terbaring lemah dan tidak mampu lagi untuk melakukan aktivitas apapun karena kondisinya yang mudah letih. Sedekah Rombongan kemudian membantu pengurusan pindah rujukan berobat Julita ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Alhamdulillah pengurusan pindah rujukan pun lancar dan sejak itu Julita tinggal di RSSR Riau untuk melanjutkan pengobatan kemoterapinya yang sempat tertunda. Akhirnya siklus kemoterapi pun selesai ia jalani dan dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor pada payudaranya. Alhamdulillah proses operasi berjalan lancar dan Sedekah Rombongan pun menyampaikan santunan biaya akomodasi selama ia dirawat paska operasi yang dijalaninya tersebut. Julita kini sudah dinyatakan sembuh dari penyakitnya dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya di Kampar. Semoga ia selalu diberikan kesehatan dan dapat menjalani aktivitas sehari-harinya kembali seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @nhpita @damanik82 Rini

Ibu julita menderita Kanker Payudara


BAGAK BIN SAHEM (76, Dhuafa). Alamat : Jalan Batin Tali, RT 1/10, Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Kurang lebih 20 tahun yang lalu, Pak Bagak mengalami kecelakaan saat bekerja sebagai TKI di Malaysia. Kecelakaan itu menyebabkan tulang punggungnya bengkok dan beliau kehilangan pekerjaannya. Pak Bagak sempat melakukan pengobatan tetapi tidak tuntas karena ketiadaan biaya. Sejak itu Pak Bagak tidak pernah berobat lagi hingga sekarang. Beliau sudah tidak dapat beraktivitas dengan normal, karena setiap kali berjalan punggungnya semakin membungkuk. Pak Bagak menempati rumah bantuan dari Pemda Bengkalis bersama istri, anak dan cucunya. Istri beliau, Minah (56), bekerja sebagai nelayan harian. Ibu Minah setiap hari mencari ikan untuk lauk makan keluarganya. Biaya kehidupan harian keluarga Pak Bagak dibebankan kepada anaknya yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilannya yang kecil dan tidak menentu menyebabkan keluarga ini hidup dalam kondisi yang serba kekurangan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Bagak dan menyampaikan bantuan untuk meringankan kehidupannya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @nhpita @eniepalupi Iif

Bantuan untuk meringankan kehidupannya sehari-hari.


SUSI BINTI JONI (45, Tumor Payudara). Alamat: Jalan Padasuka No. 1 RT 3/1, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir sembilan bulan, Susi, seorang ibu tuna rungu ini mengidap tumor payudara. Berawal pada bulan Maret 2016, Ibu Susi merasakan benjolan kecil sebesar buah jeruk purut di payudara kanan disertai bintik-bintik merah. Saat itu, beliau tidak terlalu ambil pusing dengan benjolan kecil tersebut. Namun lama kelamaan, benjolan pada payudara kanannya itu semakin membesar dan kini, benjolan kecil juga mulai dirasa muncul di payudara kirinya. Karena kondisi kesehatannya terus menurun, Ibu Susi pun dibawa sang adik berobat ke Puskesmas terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung di Ujung Berung. Dari RSUD Kota Bandung, Ibu Susi dirujuk kembali ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani serangkaian cek laboratorium. Dari hasil cek laboratorium, dokter RSHS mendiagnosa bahwa Ibu Susi mengidap tumor payudara stadium 4. Dokter pun menyarankan Ibu Susi untuk menjalani kemoterapi rutin sebanyak 12 kali. Saat ini, Ibu Susi baru menjalani kemoterapi sebanyak 5 kali, dan masih harus melakukan kemoterapi sebanyak 7 kali lagi. Namun, perjuangan panjang Ibu Susi harus terhenti karena tidak ada cukup biaya untuk transportasi berobat. Untuk berobat selama ini pun, Ibu Susi hanya mengandalkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dimilikinya. Kini, kondisi beliau sangatlah memprihatinkan, tumor di payudaranya berkembang semakin cepat dan efek kemoterapi membuat rambutnya kian rontok.  Saat ini, beliau hidup sendiri di rumah petaknya, tak ada suami yang menemani dan anak semata wayangnya yang masih berusia belia tinggal bersama saudaranya. Sesekali beliau dijenguk oleh ibu dan adiknya. Sang adiklah yang selama ini menemani Ibu Susi menjalani ikhtiar berobat. Kesehariannya, Ibu Susi hanya bisa terbaring lemah, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan pemberian dari sang adik dan teman-teman adiknya. Alhamdulillah, atas informasi dari Bapak Iwan (adik Ibu Susi), kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dengan Ibu Susi di kediamannya. Atas izin Allah SWT, santunan awal pun diberikan kepada Ibu Susi yang digunakan untuk pembuatan BPJS Kesehatan dan kebutuhan sehari-hari. Semoga titipan langit dari Sedekaholics dapat membuka jalan kesembuhan untuk Ibu Susi. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @Lisdamojang @Ajeng @kharismaghilda

ibu susi menderita Tumor Payudara


ROSLAINI YURNALIS (38, Melahirkan Spontan). Alamat : Jl. Rinjani, RT 3/2, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Semenjak usia kandungannya 4 bulan, Ibu Ros memeriksakan kehamilan anak ke empatnya ke puskesmas terdekat dan ternyata ditemukan adanya kelainan pada janinnya. Dokter mengatakan janin tersebut kekurangan asupan gizi, sehingga perkembangan janin tidak sempurna. Dokter menyarankan Ibu Ros untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan dokter memberikan Ibu Ros vitamin serta obat penguat kandungan. Saat kurir Sedekah Rombongan menemui Ibu Ros di rumahnya, ia mengatakan sering merasakan kandungannya tiba-tiba tidak bergerak. Selain itu kadang-kadang mendadak ia merasakan sakit yang luar biasa pada kandungannya. Selama ini Ibu Ros tidak selalu dapat memeriksakan kehamilannya di puskesmas, karena terkendala biaya transportasi yang menyulitkannya untuk berobat. Pada saat itu, Jamkesda Ibu Ros masih dalam pengurusan sehingga untuk berobat pun ia harus mengeluarkan uang. Suami Ibu Ros, Yurnalis (50), bekerja sebagai buruh serabutan yang sudah 2 bulan terakhir ini tidak bekerja, sehingga kebutuhan sehari-hari keluarga ini semakin sulit untuk dipenuhi sementara ada 3 anak yang harus dinafkahi. Meskipun kehamilan Ibu Ros baru berjalan 8 bulan, pada tanggal 5 Desember 2016 tiba-tiba ia merasakan nyeri yang teramat sangat pada kandungannya. Tetangganya langsung membawanya ke RSUD Arifin Achmad dan tak lama setelah sampai di RS Ibu Ros melahirkan anaknya yang ke-4 secara normal. Bayi Ibu Ros alhamdulillah lahir dengan selamat dan normal dengan berat badan 1.750 kg. Jaminan kesehatan yang belum selesai pengurusannya membuatnya terdaftar sebagai pasien umum kelas 3, sehingga ia harus membayar biaya kelahiran anaknya di RSUD sebesar Rp. 1.205.000,-. Keluarganya tidak mampu melunasi biaya RS karena kondisi perekonomian mereka yang sangat terbatas. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan santunan untuk membantu pembayaran RS Ibu Ros. Alhamdulillah selain bantuan pelunasan biaya RS, Semoga kondisi Ibu Ros segera pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.205.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @nhpita @asynulzumarti

Ibu ros Melahirkan Spontan


YERMAN BIN AJISMAN (40, Lumpuh). Alamat : Jl. Kubang Raya KM 2, RT 3/8, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada tanggal 24 Agustus 2015, Pak Yerman berangkat dari rumah menuju ke bengkel tempat kerjanya. Malangnya di perjalanan, ia ditabrak oleh pengendara motor dari belakang. Pak Yerman terjatuh dan langsung tidak sadarkan diri, dari hidung dan mulutnya mengeluarkan darah segar. Ia segera di bawa ke RS Awal Bros Panam, Pekanbaru. Setelah menjalani pemeriksaan intensif, dokter menyatakan bahwa ada keretakan di  tengkorak Pak Yerman dan ia harus segera menjalani operasi. Selain mengalami keretakan di tengkorak, syaraf Pak Yerman juga terputus sehingga sejak saat itu kondisinya benar-benar lumpuh total. Setelah menjalani perawatan selama 30 hari di RS, akhirnya ia diperbolehkan pulang. Namun selang seminggu kemudian, ia harus dirawat kembali karena lambungnya mengalami perdarahan. Setelah seminggu menjalani rawat inap, keluarga Pak Yerman memutuskan untuk membawanya pulang dengan alasan sudah tidak ada biaya lagi. Selama berobat, Pak Yerman menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 dan biaya perawatannya sudah ditanggung penuh, namun karena ia adalah satu-satunya tulang punggung keluarga, selama ia sudah tidak dapat mencari nafkah lagi keluarga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan harian mereka selama di rumah sakit. Istri Pak Yerman, Wiwik Anita (35), adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mengurus dan merawat Pak Yerman setelah kondisinya lumpuh total. Keluarga ini memiliki 3 orang anak yang masih sekolah sehingga masih memerlukan banyak biaya. Saat ini Pak Yerman hanya dirawat di rumah, jika kondisinya melemah baru dibawa ke RS. Tubuhnya semakin kurus dan sudah tidak mampu untuk memberikan respon sedikit pun. Sesekali Pak Yerman mengalami sesak nafas sehingga tidak bisa jauh dari tabung oksigen. Bagian belakang tubuhnya mengalami dekubitus karena tidak sering mengganti diapers. Untuk makan dan minum, Pak Yerman menggunakan selang NGT yang harus diganti sebulan sekali. Di leher Pak Yerman juga dipasang alat untuk mengeluarkan dahak. Setiap 2 jam sekali, ia harus diberikan minum agar tidak mengalami dehidrasi. Ibu Wiwik lah yang merawat sendiri suaminya dan ketiga anaknya sehingga ia pun tidak ada waktu lagi untuk mencari penghasilan bagi keluarganya. Selama ini Ibu Wiwik memenuhi kebutuhan harian keluarganya dengan menjual sedikit demi sedikit aset yang mereka punya. Namun saat ini pun, aset yang tersisa hanya rumah dan sepeda motor. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Yerman dan keluarga dan menyampaikan santunan untuk membantu keluarga membeli berbagai kebutuhan yang dibutuhkan Pak Yerman selama ia dirawat di rumah. Semoga kondisi Pak Yerman dapat segera membaik, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir: @nhpita @captoel @robyparm

Pak yerman menderita lumpuh


ANJALA ZIKRI FADJUANI (14, Lumpuh). Alamat : Jl. Surau, RT 2/2, Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Anjala berawal saat ia duduk di kelas 2 SD. Tiba-tiba saat masih belajar di sekolah, ia merasa sangat lemas dan tidak kuat berjalan. Oleh orangtuanya, Anjala dibawa berobat ke RSUD Kisaran dan saat itu dokter mengatakan bahwa Anjala kekurangan gizi. Kemudian ia diberikan vitamin dan obat penguat tulang. Namun setelah obatnya habis, kondisi Anjala masih belum mengalami perubahan berarti dengan masih tidak mampunya ia untuk berjalani. Kemudian orang tua Anjala mencoba pengobatan alternatif serta tukang urut syaraf, namun ikhtiar itu pun masih juga belum memberikan perubahan. Anjala merupakan putra dari Pak Sri Wiyanto (42) dan Ibu Samini (38). Pak Wiyanto bekeja sebagai tukang bangunan dan Ibu Samini adalah seorang ibu rumah tangga. Karena semakin sulit mendapatkan pekerjaan sebagai buruh bangunan, Pak Wiyanto kemudian membawa keluarganya pindah ke Desa Pinggir. Namun tetap saja penghasilan Pak Wiyanto masih minim dan tidak menentu yang menyebabkan keluarga ini hidup dalam keterbatasan. Selama berobat, Anjala menggunakan jaminan kesehatan Jamkesda sehingga biayanya ditanggung namun keinginan membawa Anjala berobat lagi tetap terkendala karena letak rumah mereka yang jauh dari RS. Biaya transportasi yang harus disiapkan untuk membawa Anjala berobat mengurungkan niat mereka untuk mengobati anaknya karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka saja sudah sulit. Kendala tersebutlah yang menyebabkan selama 4 tahun terakhir ini Anjala tidak pernah berobat. Bila kondisinya menurun, keluarganya hanya membawanya berobat ke bidan terdekat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Anjala dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi Anjala melanjutkan pengobatannya ke RS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir: @nhpita @eniepalupi @hermanwaesyah

Anjala menderita Lumpuh


MEIRIAWATI INDRA (36, Syok Kardiogenik). Alamat : Jl. Babussalam Gang Bhineka, RT 3/7, Kelurahan Air Jamban, Kampung Lalang, Kecamatan Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sekitar 3 tahun yang lalu Meiriawati pernah dirawat di Padang, Sumatera Barat, karena sesak nafas yang dideritanya. Saat ia mengalami sesak nafas biasanya dibarengi dengan rasa pusing dan mual. Kemudian setelah ia pindah rumah dan tinggal di Duri, sakit yang sama kambuh kembali hingga 15 hari lamanya. Meiriawati sempat dibawa berobat ke klinik Dokter Jemsi, namun tidak ada perubahan berarti. Sesak nafas Meiriawati mengalami kambuh lagi hingga sekujur badannya membiru sehingga ia langsung di bawa ke IGD RSUD Duri. Di sana Meiriawati langsung menggunakan oksigen dan dimonitor intensif kondisinya selama 1 hari. Hingga saat ini Meiriawati masih sering mengalami sesak nafas, pusing dan mual. Namun ketiadaan jaminan kesehatan sering mengurungkan niat Meiriawati untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Jamkesda Meiriawati masih dalam pengurusan karena ia harus mengurus KTP, KK dan surat pindah dari Padang tempat tinggalnya dulu ke Duri. Suami Meiriawati, Indra Pirman Doni (24), bekerja sebagai buruh bongkar muat alat bangunan (pasir, batu dan lainnya) dengan penghasilan tidak menentu. Kondisi perekonomian keluarga yang masih serba minim membuat proses pengobatan Meiriawati mengalami kendala. Bahkan, ia masih memiliki tunggakan biaya perawatan di RSUD Duri sebesar Rp 750.000,-. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Meiriawati sehingga santunan dapat disampaikan untuk melunasi biaya perawatannya selama ia dirawat di RSUD Duri. Semoga Meiriawati segera diberikan kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 November 2016
Kurir : @nhpita @enipalupi Dewi Rika

Meiria menderita Syok Kardiogenik


DIKI WAHYUDI (6, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jln. Tengku Mahmud, Simpang Jengkol dekat TPU, Kel. Palas, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Prov. Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut, namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun hingga kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Akhirnya mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo dengan 1 kali siklus kemo ia membutuhkan 2 botol obat Dactinomycin. Ayahnya, Budianto, bekerja sebagai pedagang serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap setiap bulannya, sedangkan ibunya, Ningsih, adalah seorang ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian keluarga yang masih terbatas membuat Diki terkendala biaya untuk menjalani pengobatannya hingga akhirnya Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. #SedekahRombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi dan menjalani operasi pembuangan tumornya yang pecah. Setelah menjalani operasi, kondisi Diki berangsur membaik dan dokter memutuskan kemo dilanjutkan kembali agar tumor semakin mengecil, namun sayangnya setelah beberapa kali menjalani siklus kemo kondisi tumor Diki kembali membesar. Akhirnya dokter menyarankan Diki untuk melanjutkan pengobatannya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berbekal surat rujukan ke RSCM, Diki dan keluarganya memutuskan untuk berobat ke Jakarta namun terkendala biaya transportasi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat memberikan bantuan biaya transportasi untuk Diki dan keluarganya sehingga mereka bisa berangkat ke Jakarta. Saat ini Diki telah tinggal di RSSR Jakarta dan melanjutkan pengobatannya di RSCM. Semoga Diki segera diberikan kesembuhan total dari penyakitnya, aamiin. Santunan kembali disampaikan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Diki selama berada berobat di Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 921.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @nhpita @harji_anies @untaririri

Diki menderita Tumor di Dada Kiri


ASSIFA MESA AOLIA (4, Leukimia). Alamat : Komplek Perumahan PT SSDP, Dusun Kerinci Kiri, Kampung Kerinci Kanan, RT 19/5, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kira-kira 3 bulan yang lalu Assifa atau yang biasa dipanggil Sifa mengalami pembengkakan di kelenjar tiroid. Kemudian Sifa dibawa ke RS di daerah Siak dan dirawat selama beberapa hari karena pembengkakannya semakin terasa sakit. Selain adanya pembengkakan pada kelenjar tirodnya, kondisi perut Sifa juga semakin membesar dan mengeras. Dokter menyarankan agar Sifa dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk dapat diperiksa secara lebih intensif. Di RSUD Arifin Achmad Sifa dikonsul ke dokter anak, dr. Elmi Sp.A, dan menurut dokter ia diharuskan menjalani tes BMP (Bone Marrow Puncture) yaitu pengambilan sedikit sampel massa dari sumsum tulang belakang bagi pasien dengan suspek penyakit Leukimia. Setelah konsultasi, kemudian Sifa diperbolehkan untuk pulang karena dianggap kondisinya tidak terlalu buruk. Namun dalam perjalanan pulang, kondisi Sifa menurun sehingga ia langsung dibawa ke rumah sakit Eka Hospital dan dirawat inap. Selama 13 hari dirawat di Eka Hospital alhamdulillah biaya pengobatan Sifa ditanggung oleh mandor sawit tempat ayah Sifa bekerja. Saat dirawat, Sifa melakukan transfusi darah sebanyak 12 kantong. Setelah dirawat beberapa hari di Eka Hospital, Sifa dirujuk ke RSIA Eria Bunda. Di Eria Bunda Sifa dirawat lebih lama yaitu kurang lebih selama 1 bulan lamanya. Ia kembali harus ditransfusi trombofaresis sebanyak 3 kantong dan darah merah sebanyak 15 kantong. Selama dirawat di RSIA Eria Bunda Sifa tidak lagi dibiayai oleh mandor sawit, alhamdulillah keluarga memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 sehingga biaya perawatan Sifa pun gratis. Berdasarkan hasil tes BMP yang dijalani Sifa, ia dinyatakan positif mengidap penyakit Leukimia (Kanker Darah) dan harus menjalankan pengobatan kemoterapi. Namun sayangnya hingga saat, Sifa belum memenuhi persyaratan untuk menjalani kemoterapi karena kondisi gizi buruk yang dialaminya. Selain itu, Sifa mengalami peradangan gatal di tangannya sehingga kulit tangannya sudah mengalami pembusukan dan bernanah. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, kondisi Sifa hanya bisa terbaring lemah karena sesak nafas yang dialaminya. Sifa merupakan anak dari pasangan Muhsinin (35) dan Siti Saleha (27). Muhsinin bekerja sebagai buruh panen sawit sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Perekonomian keluarga yang masih serba minim menyulitkan keluarga untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari di RS. Seringkali, Muhsinin harus berhutang kepada mandor untuk biaya makan mereka sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sifa sehingga santunan untuk membantu biaya akomodasi Sifa selama dirawat di RS dapat disampaikan untuk dapat meringankan kesulitan keluarga ini. Semoga kondisi Sifa terus membaik dan ia segera disembuhkan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @nhpita @asynul_zumarti Murda

Assifa menderita Leukimia


REIHAN AL FIKRI (4, Suspek Jantung). Alamat : Jl. Melati No. 33, RT 1/3, Desa Balai Makam, Kecamatan Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Saat usia 6 bulan, Reihan mengalami sesak nafas lalu ia dibawa ke RS dan dirawat inap selama 6 hari. Namun hingga ia akhirnya diperbolehkan pulang, ia masih sesekali mengalami sesak nafas disertai dengan batuk pilek terus menerus hingga akhirnya harus diterapi uap (nebulizer) untuk mengeluarkan dahaknya. Hingga kini, sesak nafas disertai batuk pilek adalah penyakit yang Reihan alami dalam kesehariannya, bahkan kadang kondisi ini membuatnya lemas hingga bibirnya membiru. Keluarga tidak pernah berhenti berusaha untuk kesembuhan Reihan dan berharap Reihan mengalami kesembuhan. Bila sesak nafas menyerang, keluarga membawa Reihan ke RSUD Duri untuk pemeriksaan rutin dan apabila keadaan Reihan parah, maka ia harus dirawat inap. Selama pengobatannnya, menggunakan Jamkesda sehingga hampir seluruh biaya berobatnya gratis. Namun tetap saja dengan kondisi perekonomian keluarga yang serba terbatas, keluarga masih mengalami kendala untuk membiayai pengobatan Reihan yang tidak ditanggung Jamkesda. Reihan merupakan anak dari pasangan Asman (43) dan Erni dayenti (40). Pak Asman bekerja sebagai tukang ojek, dengan penghasilan Rp 1.500.000,- perbulan yang digunakannya untuk membayar sewa rumah sebesar Rp 700.000,- perbulan dan kredit motor Rp 710.000,- perbulan. Sedangkan Ibu Erni adalah seorang ibu rumah tangga. Keinginan keluarga agar Reihan bisa sembuh sangat besar, sehingga ketika dokter di RSUD Duri menyarankan agar Reihan menjalani pemeriksaan ECO untuk mengecek jantungnya keluarga pun menyetujuinya. Namun sayangnya, biaya pemeriksaan ECO tidak mampu untuk dipenuhi keluarga karena keluarga tidak memiliki dana untuk itu. Terlebih pemeriksaan ECO tersebut dilakukan di RS Eka Hospital Pekanbaru sehingga dibutuhkan juga biaya transportasi dari Duri ke Pekanbaru. Alhamdulillah Sedekah Rombongan diinfokan oleh pihak RSUD Duri mengenai kesulitan yang dialami keluarga Reihan dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan biaya pemeriksaan ECO untuk Reihan di RS Eka Hospital yang tidak ditanggung Jamkesda. Semoga Reihan segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya dan selalu sehat wal ‘afiat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 4 November 2016
Kurir : @nhpita @eniepalupi Nurul @robyparm

Reihan menderita Suspek Jantung


KHADIJAH RAHMATUNISA (1, Infeksi Paru). Alamat : Desa Titian Resak, RT 15/4, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Pada usia 8 bulan, Khadijah mengalami panas dan kejang dan oleh orang tuanya dibawa ke Puskesmas di Siberida. Pihak dokter di puskesmas menyarankan agar Khadijah dirujuk ke RSUD. Orang tua Khadijah kemudian membawa Khadijah ke RSUD dan oleh dokter RSUD ia disarankan kembali dirujuk lanjutan ke RS Safira di Pekanbaru dengan alasan peralatannya yang lebih lengkap. Akan tetapi Khadijah sempat tertahan selama 3 hari di RSUD karena orang tuanya tidak punya uang untuk membawa anaknya berobat ke Pekanbaru. Akhirnya orang tua Khadijah mendatangi kepala desa setempat untuk memohon pinjaman uang dan akhirnya berbekal pinjaman uang tersebut Khadijah dibawa ke RS Safira. Hasil diagnosa dokter menunjukkan bahwa Khadijah menderita infeksi pada paru-parunya dan dirawat inap selama 3 hari. Namun setelah dirawat inap pun kondisi Khadijah tidak mengalami perubahan yang membaik hingga akhirnya Khadijah menjalani pemeriksaan darah dan harus kembali menunggu 3 hari untuk memperoleh hasilnya. Selama berobat di RS Safira, Khadijah terdaftar sebagai pasien umum kelas 3 karena keluarganya tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kekhawatiran tidak mampu untuk membayar tagihan RS membuat orang tua Khadijah nekat membuat keputusan untuk membawa pulang Khadijah saja meskipun kondisinya belum layak pulang dan masih harus dirawat inap di RS. Ayah Khadijah, Haryanto (32), bekerja sebagai penjaga sekolah dengan penghasilan minim sedangkan ibunya, Jumariah (27), adalah seorang ibu rumah tangga. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info mengenai Khadijah langsung pergi menjenguknya ke Puskesmas di Siberida karena saat itu kondisinya sudah kritis setelah dipulangkan paksa dari RS Safira. Dokter di puskesmas menyarankan agar Khadijah dibawa ke RSUD karena obat yg harus diberikan kepada Khadijah hanya ada di RSUD. Saat itu juga Sedekah Rombongan langsung menyampaikan santunan kepada keluarga Khadijah untuk membantu biaya transportasi mereka membawa Khadijah ke RSUD karena mereka sudah tidak memiliki uang sepeser pun. Namun sayangnya takdir berkata lain, sebelum Khadijah diberangkatkan ke RSUD Allah ternyata memanggilnya terlebih dahulu dan ia menghembuskan nafasnya yang terakhir di Puskesmas Siberida. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini dan almarhumah Khadijah kelak menjadi syafaat kedua orang tuanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @nhpita Suprapto

Khadijah menderita Infeksi Paru


ALAM T. MAHENDRA (4, Bibir Sumbing). Alamat : Dusun 1 Jurong, Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Alam lahir dengan berat badan 3.9 kg dalam kondisi bibir sumbing. Meskipun demikian, tumbuh kembangnya normal namun gigi dekat bibirnya yang sumbing agak menonjol keluar. Pada umur 1 tahun Alam sempat mengalami masalah pada fungsi ginjalnya, dengan gejala hampir seluruh bagian tubuhnya dari mata, wajah, perut hingga kemaluannya membengkak. Ia kemudian menjalani pengobatan rutin di rumah sakit untuk penyakitnya tersebut. Alhamdulillah pada 15 Agustus 2016 Alam dinyatakan sembuh dari penyakitnya yang ditandai dengan fungsi ginjalnya menjadi normal kembali. Ia tetap disarankan kontrol rutin setiap 2 minggu sekali untuk menjaga kesehatan fungsi ginjalnya. #SedekahRombongan mendapatkan info tentang operasi bibir sumbing gratis dari RSIA Ibnu Sina Pekanbaru dan mengabarkan pihak keluarga Alam di Jurong. Alhamdulillah dengan tidak adanya lagi masalah kesehatan, Alam dapat menjalani operasi bibir sumbing secepatnya. Keluarga Alam memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 untuk memudahkan pengobatan Alam, namun sayangnya keluarga tetap terkendala biaya transportasi dan biaya akomodasi bila Alam berobat di RSIA Ibnu Sina Pekanbaru. Ayah Alam, Erizal Lubis (35), bekerja sebagai pendodos sawit dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Udur Tumiur (39), adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Erizal hanya mampu untuk membiayai kehidupan sehari-hari keluarganya dengan tanggungan 6 anak. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat memberikan bantuan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama ia dirawat di RSIA Ibnu Sina Pekanbaru hingga operasi bibir sumbingnya selesai dan berjalan dengan lancar (Rombongan 891). Namun pada awal Desember lalu, Alam kembali terganggu fungsi ginjalnya sehingga harus dibawa ke RSUD Duri untuk dilakukan pemeriksaan ulang. Namun biaya transportasi lagi-lagi menjadi kendala keluarga untuk membawa Alam berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan kepada keluarga Alam sehingga mereka bisa pergi ke RSUD Duri untuk memeriksakan kondisi Alam. Semoga Alam segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @nhpita @eniepalupi Dewi

Alam menderita Bibir Sumbing


MARDI BIN ZAMRI (37, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat : Jl. Damai, RT 5/3, Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada hari Rabu sore tanggal 7 Desember 2016, mobil mini bus yang ditumpangi Pak Mardi bertabrakan adu kambing hebat dengan sebuah truk kontainer di daerah Kandis. Tabrakan tersebut mengakibatkan beberapa orang meninggal di tempat dan puluhan orang mengalami luka berat termasuk Pak Mardi. Saat itu juga warga langsung membawanya ke Klinik Mutiara Kandis agar Pak Mardi mendapatkan pertolongan pertama. Setelah kondisinya mulai stabil, pihak klinik langsung membawanya ke RS Syafira di Pekanbaru. Di RS Syafira, Pak Mardi langsung dirawat di ruang ICU karena kondisinya yang masih kritis. Dokter yang memeriksanya menyatakan Pak Mardi mengalami gangguan syaraf hebat yang menyebabkan ia belum sadarkan diri. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info tentang Pak Mardi menjenguknya di RS Syafira dan bertemu dengan keluarganya. Saat kurir berkunjung, kondisi Pak Mardi sudah mulai menunjukkan sedikit perkembangan dengan sudah dapat digerakkannya jari-jari tangan dan kakinya meskipun kondisinya belum sadar sepenuhnya. Meskipun Pak Mardi mempunyai jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 namun keluarga mengalami kendala dalam hal pembayaran biaya pengobatan Pak Mardi karena RS Syafira belum menerima peserta BPJS. Kondisi perekonomian keluarga Pak Mardi masih pas-pasan dengan penghasilannya yang masih jauh dari cukup untuk membiayai kebutuhan keluarganya sehari-hari. Pak Mardi bekerja sebagai buruh bengkel serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu sedangkan istrinya, Bedwilina (35), adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya perawatan Pak Mardi di RS yang dari hari ke hari semakin besar membuat seluruh keluarga tidak mampu lagi untuk mengusahakan pembayaran biaya RS tersebut. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga ini dan menyampaikan santunan untuk membantu pembayaran biaya RS Pak Mardi di RS Syafira. Semoga kondisi Pak Mardi segera pulih dan ia dapat kembali berkumpul dengan keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @nhpita @robyparm Febri

Pak mardi menderita Kecelakaan Lalu Lintas


RISKI BIN AMRIL (15, Kanker Tulang). Alamat : Gang Horas, RT 3/6, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Saat masih kecil, Riski pernah terjatuh keras dalam posisi terduduk namun orang tuanya tidak pernah memeriksakan kondisi tulangnya setelah kejadian tersebut. Lima bulan terakhir kondisi tulang pangkal paha Riski semakin parah hingga ia mengalami kesulitan berjalan. Kakinya semakin mengecil, badannya semakin kurus hingga seperti tulang yang berbalut kulit, pangkal paha kirinya pun membengkak sebesar bola. Orang tuanya lalu membawa Riski berobat ke RS Efarina di Pangkalan Kerinci. Dokter di RS Efarina kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan pemeriksaan lebih intensif. Dokter di RSUD Arifin Achmad mendiagnosis Riski menderita Osteosarkoma atau kanker tulang pada tulang pangkal paha kirinya dan merujuknya ke RSCM Jakarta. Riski tinggal dengan ayahnya, Amril, yang bekerja sebagai pedagang kain keliling dengan penghasilan tidak tetap, dan ibunya, Rosita, yang seorang ibu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah kontrakan berukuran 4×10 dengan 1 kamar yang menampung 6 orang anggota keluarga. Selama pengobatan Riski menggunakan BPJS kelas 3, namun keluarga tetap mengalami kendala biaya transportasi berobat ke RSCM Jakarta karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun mereka masih mengalami keterbatasan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Riski dan menyampaikan santunan untuk membantu keluarga dalam biaya akomodasi dan pembelian tiket agar Riski dapat berobat ke Jakarta (Rombongan 921). Saat ini Riski telah tinggal di RSSR Jakarta dan masih berobat secara rutin di RSCM Jakarta. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Riski dan keluarga selama ia menjalani pengobatan di Jakarta. Semoga kondisi Riski dapat membaik dan ia segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Des 2016
Kurir : @nhpita @harji_anies @untaririri

Rizki menderita Kanker Tulang


CHARLES SIALAGAN (25, Patah Tulang). Alamat : Dusun 4, RT 37/9, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Charles adalah putra dari pasangan Kamen Sialagan dan Ibu Rumita Br Siregar (65) yang sejak suaminya meninggal bekerja sebagai buruh harian lepas. Pada 13 Agustus 2016 sekitar pukul 21.00 WIB, Charles mengalami kecelakaan motor tunggal sepulang ia bertandang ke rumah temannya. Kecelakaan Charles dipicu oleh kondisi jalan yang buruk yang membuat motornya oleng hingga terjatuh. Saat terjadinya kecelakaan kepala Charles terbentur ke jalan dan kondisi lengannya sobek cukup parah. Malam itu juga ia langsung dibawa ke bidan desa agar mendapatkan perawatan darurat, namun karena kondisi tulang lengannya patah dan tidak memungkinkan untuk ditangani bidan, oleh warga desa Charles langsung dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Di RSUD Charles dirawat selama 5 hari dengan status pasien umum kelas 3 karena Jamkesda yang dimiliki Charles sudah tidak berlaku lagi. Pada 18 Agustus 2016 akhirnya Charles diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi pada tulang lengannya, namun keluarganya tidak dapat membayar biaya rumah sakit karena ketiadaan uang. Pihak Sedekah Rombongan dihubungi oleh bagian pengaduan RSUD Arifin Achmad mengenai kondisi Charles dan dapat membantu membayarkan tagihan RS secara mengangsur hingga alhamdulillah lunas. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 921.

Jumlah Bantuan : Rp. 746.229,-
Tanggal : 5 Des 2016
Kurir : @nhpita Khairini

Charles menderita Patah Tulang


RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN (1, Kembar Kelahiran Prematur). Alamat : Jln. Suka Karya, Gg. Iman, RT 1/2, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bayi kembar dari pasangan Noviarman (26) dan Fitriandayani (23) ini lahir pada 12 Oktober 2016 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi prematur. Syukurlah kondisi keduanya sehat, hanya berat badannya saja yang masih kurang proporsional sehingga masih harus dirawat dalam inkubator di ruangan PICU. Untuk kebutuhan ASI si kembar, setiap harinya Ibu Fitri harus bolak-balik dari rumah ke RSUD karena ia belum sanggup menunggui bayinya di RSUD dengan kondisi yang masih belum pulih pasca operasi caesar. Selain itu, keluarga ini tidak memiliki biaya bila sehari-hari harus tinggal di RSUD. Kondisi perekonomian keluarga ini sangat sulit dengan pekerjaan Pak Noviarman sebagai buruh angkut gudang yang berpenghasilan terbatas, serta Ibu Fitri yang kadang membantu dengan mengajar di TK di dekat rumahnya. Keduanya tinggal di rumah kontrakan bersama dengan ibu, adik, dan kakak Ibu Fitri yang seorang janda dengan 4 orang anak. Pasangan ini merupakan tulang punggung keluarga besar mereka. Bapak Noviarman sendiri sudah diberikan SP 1 dari tempatnya bekerja karena sudah melebihi batas ijin yang diberikan perusahan untuk mengurus bayi kembarnya. Sejak 14 Oktober 2016 yang lalu, keluarga sudah meminta pihak RSUD agar kedua bayinya bisa dibawa pulang karena sudah kehabisan biaya. Mereka bahkan bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa mereka yang bertanggung jawab penuh atas kepulangan kedua bayinya yang berdasarkan permintaan keluarga dan bukan atas rekomendasi dokter. Pihak RSUD masih belum dapat melepas keduanya karena berat badan si kembar belum mencapai 2 kg, bahkan keduanya belum bisa minum ASI sendiri dan masih melalui selang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Noviarman dan menjadikan si kembar sebagai pasien dampingan #SR Riau. Alhamdulillah si kembar telah diperbolehkan pulang dengan kondisi sehat, namun keluarga terkendala tagihan rumah sakit yang harus dibayar sebanyak 23 juta rupiah. Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan mereka dan memberikan bantuan lanjutan untuk membayar tagihan dengan cara mencicil di RSUD. Bantuan pembayaran RS dibayarkan Sedekah Rombongan untuk membantu keluarga si kembar pada RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Santunan pembayaran sebelumnya diberikan pada Rombongan 921.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Des 2016
Kurir : @nhpita Khairini

Bantuan untuk biaya perawatan Kembar Kelahiran Prematur


M. RIZKY FEBRIAN (1, Saluran Tenggorokan Tersumbat). Alamat : Jalan Sialang Bungkuk No.49, Kelurahan Saul, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Rizky lahir dari pasangan Handri Marlinton (28) yang bekerja sebagai petugas SPBU di Jl. Srikandi Pekanbaru dan Ani Yulia (21) seorang ibu rumah tangga. Hingga kini keluarga kecil itu tinggal di rumah nenek Rizky karena gaji Pak Handri tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Awal diketahuinya kelainan pada Rizky yaitu saat ia tidak bisa menelan ASI. Orang tuanya kemudian membawa Rizky ke rumah sakit dan dilakukan rontgen untuk mengetahui penyebabnya. Hasil rontgen menunjukkan adanya saluran yang buntu di tenggorokan ke arah jantung. Akhirnya operasi awal pun dilakukan untuk memperbaiki saluran tenggorokan Rizky agar ia dapat minum ASI. Keluarga Rizky belum memiliki jaminan kesehatan untuk membiayai pengobatan anaknya karena ketiadaan biaya. Selama berobat, keluarga meminjam uang dari kerabat dan tetangga untuk membiayai operasi Rizky. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rizky dan membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sehingga ia dapat ditangani lebih intensif dan operasi lanjutan dapat dilakukan secepatnya. Alhamdulillah operasi pembuatan saluran tenggorokan Rizky berjalan lancar dan hingga kini ia menjadi pasien dampingan SR Riau. Sedekah Rombongan memberikan bantuan lanjutan untuk pembayaran biaya operasi dan rawat inap selama dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru hingga lunas. Sebelumnya Rizky telah dibantu pada Rombongan 921.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Des 2016
Kurir : @nhpita @rusdiyantik

Rizky menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat


CAHYATI TOYIB (48, Diabetes). Alamat : Jalan Poros, Desa Sencano Jaya, Kecamatan Batang Pranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Ibu Cahyati berawal dari rasa nyeri berkepanjangan yang dirasakannya di bagian perut. Setelah ia memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, ternyata ia menderita radang usus dan disarankan untuk berobat ke rumah sakit agar dapat diperiksa lebih intensif. Dokter di RSUD Pematang Reba mendiagnosisnya menderita diabetes, sehingga ia harus menjaga pola makan agar kadar gula darahnya selalu stabil. Saat kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumah Ibu Cahyati, ia sedang terbaring lemah dengan kondisi tubuh yang membengkak dan kaki kirinya yang sudah mengalami luka infeksi akibat penyakit diabetes yang dideritanya. Meskipun ia memiliki Jamkesmas, ia tidak memiliki biaya untuk pergi berobat ke rumah sakit terdekat karena lokasi rumahnya yang sangat jauh dari pusat kota. Dalam kesehariannya suami Ibu Cahyati, Toyib (52), bekerja sebagai buruh tani di kebun milik orang lain dengan penghasilan yang tidak tetap. Keluarga ini memiliki dua anak, anak yang paling besar sudah menikah dengan kondisi ekonomi yang terbatas sedangkan anaknya yang kedua terpaksa harus putus sekolah karena ketiadaan biaya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Cahyati dan dapat memberikan bantuan untuk biaya transportasi sehingga ia bisa kembali berobat (Rombongan 893). Pada tanggal 15 Desember lalu, Sedekah Rombongan mendapat info dari keluarga Ibu Cahyati yang mengabarkan bahwa kondisi Ibu Cahyati kembali memburuk dan dirawat di RSUD Pematang Reba. Ia harus segera dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru agar dapat ditangani lebih intensif. MTSR Riau segera bergerak menjemput Ibu Cahyati dari RSUD Pematang Reba di Kabupaten Indragiri Hulu untuk dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru yang jaraknya 10 jam perjalanan pulang pergi. Pada tanggal 16 Desember 2016 dini hari, MTSR Riau sampai di Pekanbaru dan langsung membawa Ibu Cahyati masuk rawat inap di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Namun sayangnya takdir Allah berkata lain, sebelum sempat ditangani lebih lanjut oleh dokter di RSUD Ibu Cahyati menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 17 Desember 2016 malam. MTSR Riau kembali mengantarkan jenazah almarhumah Ibu Cahyati ke rumah duka di Kabupaten Indragiri Hulu dan menyampaikan santunan duka kepada keluarga. Semoga almarhumah khusnul khotimah dan seluruh keluarga diberikan kesabaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @nhpita @ekow_uwal @lintaangtimur Febri

Bu cahyati menderita Diabetes


MULYATI BINTI SAABA (40,  Kelenjar Tiroid di Leher).  Alamat : Kp. Gaga RT 4/3, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar bulan Januari 2016, tumbuh benjolan kecil di leher yang membuat Bu Yati merasakan sakit saat menelan makanan. Beberapa bulan kemudian benjolan tersebut semakin besar, sebesar kelereng. Tanpa pikir panjang, Bu Yati memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, namun ia disarankan untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Seteleh menjalani pemeriksaan, ia menjalani operasi di RS Medirossa Cikarang dan sempat menjalani perawatan selama 1 minggu. Bersyukur dengan Kartu KIS PBI yang ia miliki, biaya perawatan dan operasi bisa discover. Saat ini Bu Yati harus menjalani kontrol pasca operasi untuk memantau perkembangan penyakit yang dideritanya. Bu Yati dan suaminya, Pak Sa`alip (43) yang hanya seorang nelayan merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan biaya akomodasi selama menjalani kontrol ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah @mardisay

Bu mulyati menderita Kelenjar Tiroid di Leher


MUHAMMAD NAJMU ADDIEN (1, Hydrocepalus). Alamat : Kp. Kali Manggis RT 3/5, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak Najmu usia 8 bulan di dalam kandungan, hasil USG menunjukan kondisi Najmu memang sudah ada kelainan. Oleh karena itu proses kelahirannya pun dibantu operasi Caesar di RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada usia 2 bulan, Najmu menjalani operasi pemasangan selang di belakang kepala sebagai alat untuk mengeluarkan cairan di dalam kepala. Salah satu efek dari hydrocephalus yaitu saluran kemih terinfeksi bakteri menyebabkan buang air kecil sedikit-sedikit dan sering demam, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh diserap bakteri sehingga berat badan Najmu di usia 1 tahun hanya 6,4 kg. Saluran kemih harus secepatnya dikhitan untuk menghilangkan bakteri yang ada. Saraf mata sebelah kiri juga tertekan cairan sehingga menghilangkan kemampuan mata untuk membedakan warna dan mata menjadi sipit. Sehingga diperlukan pemeriksaan lebih khusus dan obat khusus pula untuk mengembalikan fungsi mata kirinya. Ayahnya, Pak Edi Wartadi (35) hanya seorang buruh harian sedangkan ibunya, Eliatul Fitroh (30) hanya ibu rumah tangga. Saat ini Najmu masih dalam perawatan di RSCM Jakarta, mereka kesulitan untuk memenuhi bekal selama di rumah sakit. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan sehingga dapat menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  18 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita

Najmu menderita Hydrocepalus


WIWI SURYATI (51, Asam Urat + Darah Tinggi). Alamat: Jln. Pelindung Hewan Gg. Darusalam RT 4/8, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Wiwi dan suaminya yang bernama bin M. Harun (66 tahun) tinggal bersama 3 orang anaknya yang masih sekolah di SLTP dan SD. Mereka menghuni rumah sewaan yang sempit, ukuran sekitar 4 M2, dengan biaya sewa Rp.425.000,- per bulan. Suaminya yang sudah tua dan hanya tukang laden, kuli bangunan, itu kini jarang mendapat pekerjaan sehingga tidak mampu mengontrak rumah yang lebih layak. Mereka termasuk dhuafa. Di tengah kemiskinannya, keluarga ini harus membiayai anak-anaknya yang masih sekolah. Keperluan sekolah anak-anaknya sering kali tak terpenuhi. Oleh karena itu, demi mencukupi kebutuhan hidupnya, Ibu Wiwi setiap hari mau bekerja apa saja untuk membantu suaminya mencari nafkah. Setiap hari ia berkeliling menjajakan dagangan titipan tetangganya, atau membantunya mencuci pakaian dan membereskan pekerjaan dapur di tetangganya. Kesusahannya semakin bertambah setelah dalam 2 tahun ini ia terserang darah tinggi. Dalam 6 bulan terakhir Ibu Wiwi juga sering mengalami pegal dan linu; badannya bengkak-bengkak dan sulit tidur. Bahkan, dalam dua bulan terakhir ia terjangkiti penyakit gatal-gatal; muncul pula bentolan-bentolan di sekujur tubuhnya. Bentolan-bentolan yang merambat sampai ke tangan dan kakinya itu mengeluarkan cairan yang terasa perih. Akan tetapi, segala rasa sakit di badan dan pusing-pusing itu tidak dia hiraukan. Ia harus bekerja demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Ia harus terus bekerja. Selama sakit ia hanya berobat sekali-kali ke Puskesmas atau meminta obat-obatan dari tetangga dan saudaranya. Ia tak mampu berobat ke rumah sakit. Bahkan ia sering khawatir, kalau penyebab sakitnya diketahui dan harus dirawat yang pasti membutuhkan biaya lebih besar. Kabar duka derita keluarga dhuafa ani akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari para tetangganya, juga dari Ketua RW setempat yang sering membantunya. Alhamdulillah pada kunjungan pertama kurir #SR dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari para sedekaholics untuk Ibu Wiwi, berupa uang tunai. Santunan awal ini digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi, dan membeli obat-obatan. Pada 18 Desember 2016 untuk keempat kalinya kurir #SR kembali mengunjunginya. Alhamdulillah, bintik-bintik di lengan dan tubuhnya sedang dalam proses penyembuhan, kecuali darah tinggi dan asam uratnya harus terus diperiksa ke dokter dan membeli obat. Pada kunjungan keempat ini Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan dari sedekaholik untuk Ibu Wiwi agar ia dapat melanjutkan pengobatan dan untuk membantunya biaya sehari-hari bagi keluarganya yang miskin dan. Bantuan sebelum ini tercatatat di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika

Ibu wiwi menderita Asam Urat + Darah Tinggi


SRI SAPTA (48, Gagal Ginjal). Alamat: Perumahan Griya Bumi Indah (GBI) block I. 11 no 35, Kabupaten Bandung, Provinsi  Jawa Barat. Pada tahun 2010 Ibu Sri mulai sakit-sakitan, dan setelah beberapa kali berobat dan melakukan pemeriksaan, pada tahun 2012 ia dinyatakan menderita gagal ginjal. Sejak itu sampai sekarang, ia mulai menjalani cuci darah. Kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Selain wajahnya menghitam, ia juga sudah tidak bisa turun dari tempat tidur, sehingga untuk melakukan suatu aktivitas ia harus selalu  dipapah atau digotong. Selain itu, ia juga mengalami batuk yang berkepanjangan sehingga dadanya terasa sakit. Penderitaan Ibu Sri Sapta bertambah, ketika pada tahun 2012 itu, suaminya menceraikan dan meninggalkan Ibu Sri yang sedang sakit bersama kedua anaknya. Sejak itu Ibu Sri dan kedua anaknya tinggal di sebuah rumah kontrakan yang dibiayai dari hasil patungan tetangga dan teman-temannya. Ibu Sri Sapta masih sakit dan harus terus melakukan cuci darah setiap hari Selasa dan Jumat. Walaupun pengobatannya menggunakan fasilitas BPJS PBI, ia sering kesusahan karena tidak memiliki ongkos dan uang untuk membiayai obat atau alat yang tidak ditanggung oleh BPJS PBI itu. Untuk biaya sehari-hari Ibu Sri mengandalkan pengahasilan anak pertamanya yang tidak melanjutkan sekolah dan sekarang sudah bekerja. Karena kemiskinan itu pula anak keduanya pun melanjutkan sekolah dengan menggunakan fasilitas SKTM. Syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Ibu Sri beserta keluarganya melalui kabar dari Ibu Aat. Ia adalah teman dekat Ibu Sri sejak SMP yang merasa kasihan dan terus membantunya. Pada kunjungan pertama ke rumah kontrakannya itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit, berupa bantuan uang dari para sedekaholics yang berempati kepadanya. Bantuan diberikan untuk biaya transportasi berobat dan membayar biaya yang tidak ditanggung BPJS PBI. Mudah-mudahan bantuan aedekaholics dapat meringankan beban hidupnya, memberinya harapan, dan membuka jalan bagi kesembuhan Ibu Sri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @lisdamojang @iwadewa1

Ibu sri menderita Gagal Ginjal


GEIHEM BINTI ATAY (1, Luka Tersiram Air Panas). Alamat : Kampung Guang RT 1/2 Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Geihem adalah anak kedua buah pernikahan antara Pak Atay Kustaryana (38) dan Ibu Nia  Kurniawati (39). Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai pedagang, sedangkan ibunya hanya disibukkan dengan mengurus rumah tangga dan kedua anaknya. Rumah bilik sederhana yang mereka tinggali menjadi saksi kecelakaan yang menimpa balita mungil : Geihem. Pada Minggu 20 November 2016 Geihem mengalami kecelakaan, tersiram air panas dari termos berisikan 2 liter air panas. Saat itu juga keluarganya langsung membawa Geihem periksa ke RSUD Sumedang. Geihem akhirnya dirawat selama 12 hari di rumah sakit daerah itu. Karena belum memiliki Kartu JKSN KIS, ia terdaftar di RSUD itu sebagai pasien umum yang harus membayar sendiri. Selama Geihem dirawat di rumah sakit, orang tuanya memgkhawatirkan biaya pembayaran. Ketakutannya tidak bisa membayar tagihan rumah sakit, akhirnya terbukti. Ketika pulang, orangtu Geihem harus membayar biaya rumah sakir Rp.7.000.000,-, jumlah uang yang di luar kemampuannya. Orangtua Geihem terpaksa meminjam ke pihak ketiga, Rp.6.000.000,- demi kesembuhan sang buah hati. Setelah dinyatakan mulai membaik, Geihem akhirnya diizinkan pulang, tetapi dia harus kontrol lagi ke rumah sakit. Kisah ihwal musibah yang dialami Geihem dan keluarganya itu kemudian sampai kepada kurir #SR di Bandung, berdasarkan informasi dari warga yang peduli. Bersyukur kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan Geihem dan keluarganya dan dapat mengambil pelajaran dari ketegaran keluarga dhuafa menghadapi cobaan. Sambil menjenguk Geihem, alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari sedekaholik untuk biaya berobat Geihem. Bantuan awal yang diterima kedua orangtuanya ini digunakan untuk biaya membuat kartu JKSN/BPJS-KIS Mandiri Kelas 3 agar Geihem dapat menjalani kontrol dan berobat ke rumah sakit sampai tuntas. Semoga sedekah dari para dermawan melalui #SR ini membawa kesembuhan bagi Geihem dan keberkahan bagi semua!

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @nana.tj

Geihem menderita Luka Tersiram Air Panas

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 AS SHAFA BINTI PURYADI 5,000,000
2 MUHAMMAD AFDAN SAKURA COBOBY 1,000,000
3 MUHAMMAD AFDAN SAKURA COBOBY 4,000,000
4 KOMARUDIN JIPUT 500,000
5 MANDA BINTI AHYAT HIDAYAT 500,000
6 CICIN MULIANI 1,000,000
7 REBI SRI LENGKANA 500,000
8 DIMAS DWI NUGROHO 1,500,000
9 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
10 SANDRA WATI 1,500,000
11 HUSNIATI BINTI MAHRUDIN 1,000,000
12 SOLEMAN BIN BAKHRUM 500,000
13 AYU NOVITA SARI 1,000,000
14 RIZKY ALVIAN 1,000,000
15 PUTRI RANIA 1,000,000
16 UDIN SAPUTRA 1,500,000
17 NANDA BIN JUNAEDI 1,600,000
18 ERNAWATI TOHIR 1,500,000
19 RAHIM BIN SARNA 500,000
20 SUHERMAN BIN MAHMUD 500,000
21 KARMA DJASAN 500,000
22 NIA RIYANTI 500,000
23 ADE KUSMANA 500,000
24 ALFAN KURNIAWAN 500,000
25 MTSR RIAU 3,947,500
26 AWALUDIN NASUTION 2,401,800
27 ALIFA NASIHA 2,000,000
28 JULITA HENDRIKA 500,000
29 BAGAK BIN SAHEM 500,000
30 SUSI BINTI JONI 500,000
31 ROSLAINI YURNALIS 1,205,000
32 YERMAN BIN AJISMAN 1,000,000
33 ANJALA ZIKRI FADJUANI 500,000
34 MEIRIAWATI INDRA 750,000
35 DIKI WAHYUDI 500,000
36 ASSIFA MESA AOLIA 500,000
37 REIHAN AL FIKRI 1,300,000
38 KHADIJAH RAHMATUNISA 500,000
39 ALAM T. MAHENDRA 500,000
40 MARDI BIN ZAMRI 2,000,000
41 RISKI BIN AMRIL 1,000,000
42 CHARLES SIALAGAN 746,229
43 RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN 1,000,000
44 M. RIZKY FEBRIAN 1,000,000
45 CAHYATI TOYIB 1,000,000
46 MULYATI BINTI SAABA 500,000
47 MUHAMMAD NAJMU ADDIEN 500,000
48 WIWI SURYATI 500,000
49 SRI SAPTA 500,000
50 GEIHEM BINTI ATAY 500,000
Total 54,450,529

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 54,450,529,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 930 ROMBONGAN

Rp. 45,148,555,380,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.