Rombongan 929

Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan,kecuali ia bertambah,bertambah,bertambah.
Posted by on December 25, 2016

EKO WAHYUDI (26, Tumor Testis). Alamat: Dusun Pelang RT. 2/2, Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Mas Eko sapanya, sejak 1,5 tahun lalu  menderita nyeri pada selangkangan dan sekitar paha sering ia rasa, namun tidak ia pedulikan karena harus bekerja. Kedua orangtuanya telah lama berpulang, Bapak Sakarmin dan Ibu Imah, ia memiliki seorang adik bernama Aji (17) yang tinggal bersama dengan budhenya di Wonogiri. Sakit yang ia derita semakin parah hingga membengkak, budhe kemudian membawanya pulang  bersama budhe, pakdhe dan adik. Ia kemudian dibawa berobat ke Rumah Sakit Dr. Moewardi menggunakan Jaminan kesehatan (BPJS) kelas 3. Satu bulan menjalani pengobatan rawat jalan. Dokter menyatakan ia menderita tumor testis. Karena sakitnya itulah ia melepas pekerjaan sebagai buruh di Jakarta, rumah kontrakan di Jakarta pun belum diurus kembali. Adiknya yang selama ini merawat karena budhe harus bekerja di Bogor berjualan jamu sementara pakdhe di rumah menderita tbc sehingga tidak dapat bekerja. Operasi pertama telah dilalui Mas Eko pada 16 September 2016. Saat ini mas Eko menjalani kemoterapi siklus 2 di Rumah Sakit Dr.Moewardi dan alhamdulillah tumor mas eko semakin mengecil dan berhenti kemo nanti di siklus ke 4. Santunan ke3 untuk biaya hidup selama rawat inap di RS kembali di sampaikan kepada Mas Eko. Setelah santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 899 . Mas Eko dan keluarga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang di berikan dan memohon doa kepada semua agar Mas Eko di beri kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 5 Desember 2016
Kurir: @Mawan @anissetya60 @Yulisetiyowat12

Pak eko menderita Tumor Testis


SRI WAHYUNI (37, Union Fraktur Genu Dex) Alamat : Perumahan Bumisaraswati Blok C2 No. 21 RT 12/10, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Sejak tahun 2007 ibu Sri menderita TB tulang yang mengharuskan dilakukan pemotongan sendi lutut dan dipasang pen yang menyebabkan lutut ibu Sri Wahyuni tidak dapat ditekuk. Pen yang seharusnya dilepas dalam waktu 2-3 tahun terpaksa ditunda karena saat itu beliau tidak memiliki biaya. Biaya yang seharusnya dipakai untuk operasi pelepasan pen terpaksa dipakai untuk pengobatan anak beliau yang saat itu menderita leukimia. Bulan November 2015 anak beliau menghembuskan nafas terakhir dan setelah itu beliau baru bisa melanjutkan pengobatan kaki. Agustus 2016, beliau memeriksakan kembali kaki beliau ke RS Karima Utama Surakarta dan berdasarkan hasil rontgen, tulang beliau mulai keropos dan menghitam, pen yang ada di dalam tulang juga harus segera dilepas agar tidak semakin parah. Dokter juga menyarankan setelah pelepasan pen untuk dipasang sendi buatan supaya lutut ibu Sri Wahyuni dapat ditekuk kembali. Operasi pelepasan pen secara keseluruhan dicover oleh BPJS kelas 3 milik beliau. tetapi untuk pemasangan sendi buatan hanya 50% saja yang dicover BPJS, sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan sendi buatan sekitar Rp.75.000.000.- Ibu Sri Wahyuni dan keluarga tidak memiliki biaya untuk menutup 50% biaya kekurangan tersebut dikarenakan penghasilan bapak Agung Wahyudi (28) suami beliau sebagai buruh di toko sembako hanya cukup untuk menutup biaya sehari-hari. Saat ini sambil menunggu terkumpulnya biaya dari donatur, ibu Sri Wahyuni melakukan kontrol di RS Orthopedi Surakarta secara rutin untuk memantau perkembangan tulangnya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Sri Wahyuni kemudian menyampaikan bantuan untuk membantu biaya pemasangan sendi. Ibu Sri Wahyuni beserta keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterima semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir SedekahRombongan diterima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @Mawan @Anissetya60 @Ayak @Shofa @Usamah @YuliSetiyowat12

Ibu sri menderita Union Fraktur Genu Dex


SUTINI PATI (97, Bantuan Biaya Hidup).  Alamat : Desa Kedumulyo, RT 4/1  Kec.Sukolilo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sutini sebenarnya adalah warga pendatang di Desa Kedumulyo. Ia menumpang tinggal membangun rumah di tanah milik warga. Semasa muda ia  dan suami bekerja apa saja utuk mencukupi kebutuhan hidup.  Pernikahan Mbah Sutini dan Mbah Supardi belum dikaruniai buah hati. Kehidupan mereka jalani dengan ikhlas.Sepeninggal suaminya, Mbah Sutini hidup sendiri dan karena usia yang sudah lanjut hampir menginjak satu abad, Mbah Sutini hanya bisa duduk di atas dipan bambu  yang juga untuk tempat tidur. Rumah yang ia tempati dahulu kini ambruk rata dengan tanah. Ia kini tinggal dalam rumah berukuran 2×3 Meter menempel di belakang rumah milik warga yang iba dan mengurus kebutuhannya sehari- hari mulai makan, minum, MCK dan lain- lain. Mbah Sutini kini hanya bisa duduk dan menyapa dalam suara lirih pada setiap orang yang lewat sembari mendoakan mereka yang sekiranya sudi mampir di gubuknya. Keadaannya kini  begitu memprihatinkan. #SedekahRombongan memberikan santunan kepada Mbah Sutini untuk membantunya mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @dewa_popfmpati  @ellfin89

Bantuan Biaya Hidup


RINA HANDAYANI (30, Gagal Ginjal ). Alamat : Desa. Pasucen, RT  4/2, Kec. Trangkil, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2015 bulan april yg lalu, mbk Rina merasakan lemas, nafsu makan berkurang, cepat lelah, ganguan kencing, pucat dan badan semakin kurus. Mengetahui hal tersebut  Mbak Rina berobat rawat jalan ke RSUD RAA Soewondo Pati, dan pada pemeriksaan tersebut pihak Rumah Sakit melakukan laborat, setelah di lakukan laborat oleh dokter Mbak Rina terdiagnosa  gagal ginjal dan hepatitis b, setelah mengetahui hal tersebut pihak dokter menyarankan pasien segera menjalani rawat inap dan langsung melakukan tindakan hemodialisa (cuci darah) di Rumah Sakit Islam Pati (RSI Pati) . Setelah keluar dari RSI Pati, Mbak Rina sudah rutin menjalani hemodialisa secara rutin di RSUD RAA Soewondo Pati dan RSI Ngemplak. Selama pengobatan Mbak Rina memakai BPJS kelas III Mandiri, iur bpjs di bayarkan oleh saudara2 dan dari belas kasih tetangga. Mbak Rina tinggal bersama adiknya Solikun (19) yang belum bekerja, sedangkan kedua orang tuanya sudah meninggal. Sebelum sakit Mbak Rina bekerja menjadi TKI di Hongkong, gaji yang didapat ditabung untuk kebutuhan sekolah adiknya dan untuk membeli keperluan keluarganya. Namun  Allah berkehendak lain, tabungan yang sudah dikumpulkan habis digunakan untuk berobat. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada bulan Oktober  2016 Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbak Rina, kemudian Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada Mbak Rina yang bertujuan untuk biaya sehari-hari dan biaya akomodasi berobat rawat jalan Kemudian. Semoga Mbak Rina diberi Kesembuhan oleh Allah. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @dewa_popfmpati @BayuHumor @JeanseaMaurer

Ibu rina menderita Gagal Ginjal


ARIS MULYONO (18, Bantuan Biaya Bencana Rumah Roboh ).  Alamat : Desa Kayen, RT 3/7, Kec. Kayen, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Aris nama panggilannya, dia adalah seorang anak yatim yang pada tanggal 27 Oktober 2016 mendapat musibah rumah roboh, malam hari pada saat itu hujan deras berhubung kayu rumah yang sudah lapuk dan tak terurus selama puluhan tahun lamanya dan sepeninggal  ayahnya Miskan yang telah meninggal menyebabkan atap tidak mampu menopang jalannya air kemudian runtuh. Beruntung Ibunya Sutiah (44) dalam kondisi selamat, pagi harinya  Warga bergotong royong selama 10 hari bersama Koramil setempat membantu mendirikan kembali rumahnya. Aris tinggal bersama Ibunya Sutiah (44), dan kakaknya Akas Damiyanto (23) namun, sang kakak masih belajar di bangku perguruan tinggi Universitas Diponegoro, Untuk keperluan kuliah kakaknya dibantu oleh salah seorang warga dan mendapatkan beasiswa bidik misi dari Pemerintah sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Ibunya Sutiah (44) mengalami gangguan kejiwaan sepeninggal suaminya Miskan yang meninggal sekitar 10 tahun yang lalu. Ia terpaksa menitipkan Ibunya kepada sanak keluarga yang lain demi mencukupi kebutuhan keluarga. Baru saja diterima bekerja sebagai karyawan di sebuah toko di Pati. Ia baru sebulan bekerja dan terpaksa harus meninggalkan Ibunya dirumah demi membantu perekonomian keluarga. Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Aris dan memberikan bantuan yang digunakan membantu pembangunan rumah Aris. Ia sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih akhirnya rumah tersebut kembali berdiri kembali dengan swadaya masyarakat bersama para donatur yang telah membantunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @dewa_popfmpati  @ellfin89 @JeanseaMaurer

Bantuan Biaya Bencana Rumah Roboh


SUWITO BIN MUHAMMAD TOHA (46, Retak Tulang Kaki). Alamat: Dukuh Socan, RT 4/3, Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Pak Suwito seperti biasanya, setiap hari beliau melakukan rutinitas seperti hari-hari yang lalu. Tetapi beberapa bulan yang lalu ketika beliau pergi naik sepeda motor karena ada sesuatu hal, Pak Suwito mengalami kecelakaan dengan sepeda motor. Beliau bertabrakan didekat lapangan Desa Kayen dengan pengendara motor lain. Karena dari pihak penabrak dan Pak Suwito sama-sama dalam keadaan ekonomi yang kurang mampu, maka akhrinya mereka memilih jalan damai. Dan sebagai tali asih, Pak Suwito diberi uang Rp.500.000,- dipergunakan untuk pijat tradisional. Setelah beliau dibawa ditukang pijat tradisional, Pak Suwito diperkirakan mengalami retak tulang kaki kanan sebelah atas. Setelah musibah itu kaki beliau tidak bisa berjalan secara normal, Pak Suwito pun hanya bisa beraktivitas dirumah saja dan tidak bisa bekerja kembali. Demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Sri Mujiati (33) istri beliau terpaksa harus bekerja sebagai pelayan toko. Itu pun untuk kebutuhan kedua anak beliau yang masih kecil, Eka Diyah Puspita (8) dan Muhammad Fajar Setyawan (5). Selama beberapa bulan Pak Suwito hanya berobat dengan dipijat oleh tukang pijat tradisional tanpa pernah dibawa ke puskesmas atau pun ke Rumah Sakit terdekat karena beliau tidak memiliki cukup biaya. Walaupun beliau memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetapi karena ketidaktahuan tentang prosedur pelayanan kesehatan disana dan ketidaktahuan tentang bagaimana cara menggunakannya, kartu itu tidak pernah digunakan. Karena kondisi beliau yang seperti itu dan keuangan yang tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, tidak jarang beliau mendapatkan bantuan dari orangtua ataupun para saudaranya. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kesulitan yang beliau hadapi, kemudian menyambangi rumah Pak Suwito, guna memberikan bantunan dari para Sedekaholics yang diamanahkan kepada kami, Bantuan yang diberikan digunakan untuk pembelian tongkat berjalan, walker, akomodadi pasca operasi dan perawatan di rumah sakit. semoga bermanfaat untuk biaya akomodasi beliau. Sebelumnya sudah terbantu pada rombongan ke 919. Semoga Pak Suwito bisa sehat kembali dan beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @dewa_popfmpati  @irawanery108  @JeanseaMaurer

Pak suwito menderita Retak Tulang Kaki


MULYANI BIN SUGITO (45, Kanker Lambung) Alamat : Dukuh Mbonagung, RT 4/2, Desa Margorejo, Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Awalnya rasa sakit yang dialami oleh Bapak Mulyani ini terjadi sekitar dua tahun lalu, dimana perutnya terasa sakit dan mual-mual. Kemudian beliau memeriksakan diri ke RSUD Soewondo Pati setelah pemeriksaan, di ketahui Bapak Mulyani mengalami gangguan pada lambung yang didiagnosa oleh Dokter yaitu Ca Recti. Ca. Recti adalah keganasan jaringan epitel pada daerah rektum, Dokter mesarankan untuk di lakukan pemeriksaan di RSUP Kariadi Semarang. Oleh keluarga, Bapak Mulyani langsung dibawa ke RSUP Kariadi Semarang, Setelah dilakukan pemeriksaan di ke RSUP Kariadi Semarang,  Bapak Mulyani disarankan untuk Kemo terapi sampai 12 kali. Pengobatan Bapak Mulyani selama di RSUP Kariadi Semarang sudah tercover oleh Jamkesda, namun biaya untuk akomodasi ke RSUP Kariadi Semarang dan untuk akomodasi perawatan beliau.  Beruntung Bapak Mulyani memiliki jaminan kesehatan berupa JAMKESDA yang sangat berguna sekali membantu meringankan pengobatan yang dilakukan. Beliau tinggal bersama 2 anak yang bernama Eat Syahroni (16), Leny Septiani (10) dan istri Bu Sri Indah Wati (36) yang bekerja sebagai buruh cuci yg hasilnya belum tentu, Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga, Beliau masih di bantu sanak saudara. Alhamdulillah di awal bulan November 2016, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Mulyani untuk kemo yang ke 9 sehingga beliau bisa melanjutkan pengobatan kembali. Mengingat tindakan medis Bapak Mulyani sudah tercover oleh Jamkesda, maka  Sedekah Rombongan mencoba membantu biaya operasional selama berobat di RSUP Kariadi Semarang. Tetapi ALLAH berkehendak lain, sepulang dari RSUP Kariadi Semarang  keadaannya semakin memburuk dan pada hari minggu 27 November 2016 siang beliau Meninggal Dunia. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya pemakaman .

Jumlah bantuan  : Rp 1.000.000,-
Tanggal               :  27 November 2016
Kurir                    : @Dewa_popfmpati @JeanseaMaurer @hendro_way

Pak mulyani menderita Kanker Lambung


PUTRA DARUS (34, Tumor Wajah ). Alamat : Jl.Plasma 3, Kel. Kenagarian Aur Kuning, Kec. Pasaman, Kab. Pasaman, Prop. Sumatera Barat. Putra menderita sakit tumor wajah. Saat ini tinggal bersama kedua orang tuanya. Sakit yang dideritanya sudah cukup lama. Hampir selama 5 tahun ini tidak mendapatkan penanganan medis. Hal ini dikarenakan keluarga tidak mempunyai biaya karena mereka hidup kekurangan. Informasi dari salah satu rekan di sana melalui whatsapp, kemudian minta bantuan kepada Sedekah Rombongan. Akhirnya, kami memutuskan agar pasien di survey terlebih dahulu. Lenggo, rekan di sana kemudian kami minta tolong untuk melakukan survey serta menghandle pasien ini. Sehingga, walau kurir belum ada di lokasi insyaallah Ibu ini berkenan untuk berpartisipasi dan bergabung menjadi kurir sedekah rombongan di wilayah Pasaman, Sumatera Barat. Pasien ini belum mempunyai jaminan kesehatan. Kondisi semakin parah ketika rasa sakit kambuh, terjadi pembengkakan sedemikian rupa. Keluarga ini kurang mampu, untuk mencukupi kebutuhan makan pun sulit. Putra Darus keseharian sebagai petani. Dia mempunyai 3 orang anak. Tanggal 29 Oktober 2016, pasien di bawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan pengecekan secara medis. Yang bersangkutan mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit M. Jamil dan mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Tanggal 3 Nopember 2016, dilakukan tindakan operasi untuk pasien ini. Dan saat ini pun masih dalam proses pendampingan kurir sedekah rombongan. Bantuan untuk akomodasi selama proses penanganan, transportasi serta saat di rumah sakit kita berikan. Semoga, beliau nantinya akan sembuh sebagaimana yang diharapkan. Aamiin.

Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @Mawan@Lenggo

Pak putra menderita Tumor Wajah


RSSR WONOGORI (Operasional, Oktober 2016). Alamat : Jln. Yudistira No. 4 , Kel. Wonokarto, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri. Tepatnya di depan kantor Kelurahan Wonokarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Adanya Rumah Singgah Sedekah Rombongan sangat penting sekali. Manfaat dari adanya RSSR selain sebagai transit pasien yang rumahnya jauh di pelosok desa, juga sebagai basecamp dari komando pergerakan SedekahRombongan di Wonogiri. Kenyamanan dan kondusifitas lingkungan RSSR yang berada di permukiman warga kota Wonogiri selalu kita perhatikan. Kondisi perbaikan beberapa perlengkapan di rumah singgah untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dampingan yang menginap selalu dilakukan. Hal ini agar kenyamanan mereka pun terpenuhi. Pembayaran kebutuhan rutin selain listrik, air, koneksivitas online dan sebagainya kita anggarkan. Selain itu untuk kebutuhan akomodasi serta pembelian lauk dan kebutuhan pokok lainnya juga sama. Tiap bulan kita selalu mencukupi segala kebutuhan pasien. Untuk kita ketahui bersama bahwa pasien yang singgah tidak hanya seorang saja namun terkadang bersama anggota keluarga lainnya. Bahkan ada pasien yang selama sebulan penuh tinggal di RSSR mengingat pasien harus chek up ke RS. Tercukupinya kebutuhan tersebut merupakan salah satu upaya sedekah rombongan tim Wonogiri memberikan upaya maksimal agar semua bisa tertangani dengan baik. Selain untuk singgah, RSSR juga sebagai basecamp dalam kegiatan tim. Keberadaan RSSR atau dinamakan Rumah Singgah Sedekah Rombongan sangat penting sebagai prasana dalam membantu pergerakan kurir SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri. Segala biaya dan kebutuhan yang timbul untuk mencukupi pasien dampingan membutuhkan operasional yang tiap bulannya kami laporkan melalui website ini. Adapun kebutuhan untuk bulan Oktober sebagaimana terlaporkan di website ini.

Operasional : Rp. Rp. 6.542.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @Mawan@Allteam

Biaya operasional


MTSR WONOGIRI ( AD1999SR, Operasional Dan Perawatan Rutin ). Bulan Oktober 2016 MTSR Wonogiri melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Servis tersebut untuk service kaki-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli dua buah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Selain itu juga dilakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Wonogiri semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Wonogiri dan sekitar termasuk Pacitan, Jawa Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RS Moewardi Solo. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RS Moewardi. Bahkan kadang dalam seminggu bisa 3-4 kali pulang pergi ke Solo yang berjarak sekitar 98 km dengan waktu tempuh 2-3 jam sekali jalan dalam penanganan pasien terjauh di area Wonogiri perbatasan Pacitan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para sedekaholics kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama bulan ini.

Bantuan/Biaya : Rp. 8.156.300,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @Mawan@Allkurir

Operasional Dan Perawatan Rutin


MTSR WONOGIRI ( B1732KZH, Operasional Dan Perawatan Rutin ). Proses pendampingan pasien serta mobilitas cukup tinggi hampir setiap hari kita lakukan. Hal ini bukan saja proses pendampingan pasien rutin akan tetapi juga sering dibutuhkan oleh warga masyarakat yang membutuhkan. Selain itu untuk perawatan agar kondisi tetap prima pun kita lakukan. Keberadaan MTSR sangat penting, mengingat dalam proses transportasi membawa pasien maupun warga yang membutuhkan perlu hal tersebut. Frekuensi penggunaan MTSR Wonogiri semakin hari semakin tinggi. Tidak cukup satu MTSR yang bergerak. Pelayanan terhadap masyarakat dengan memaksimalkan peran MTSR kita optimalisasi. Semakin sering bergerak, masyarakat pun semakin banyak yang membutuhkan. Bentuk dari kegiatan MTSR antara lain survey lokasi atau survey pasien. Membawa pasien antar jemput ke rumah sakit serta memulangkan ke rumah. Dan ini kita lakukan hampir setiap saat. Perbaikan akibat terjadinya kecelakaan membutuhkan biaya tidak sedikit. Untuk diketahui bahwa MTSR ini mengalami kecelakaan bertabrakan dengan truk, namun kondisi driver alhamdulillah selamat. Ada beberapa kondisi yang harus segera kita cukupi. Titipan sedekah dari para sedekaholics kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, rekondisi mobil. Alhamdulillah saat ini sudah bisa digunakan kembali untuk mendukung aktivitas pendampingan pasien sedekah rombongan di Wonogiri.

Bantuan/Biaya : Rp. 7.325.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @Mawan@Allkurir

Biaya Operasional Dan Perawatan Rutin


PATMI BINTI SOEKROMO SIMIN (55, Kanker Payudara) Alamat: Dukuh Brak Bunder, RT 10, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Patmi sapaan akrab beliau merupakan pasien dampingan SedekahRombongan Solo sejak 2 tahun lalu. Beliau tinggal dengan seorang menantu dan dua cucu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup beliau biasa berjualan di pasar dengan penghasilan tidak menentu, sementara kedua anak beliau merantau di Kalimantan dan Jogja. Awal 2014 silam beliau tertabrak motor saat hendak pulang dari berjualan, dari situlah benjolan di payudara beliau semakin membesar dan bengkak. Beliau memeriksakan diri ke RSUD Sragen, namun karena keterbatasan alat tim dokter merujuk beliau untuk berobat di RS. Dr. Moewardi (RSDM) Solo. Niat untuk berobat hendak beliau urungkan karena keterbatasan dana, saat itulah kurir SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau kemudian mendampingi pengobatan beliau. Saat ini beliau telah menjalani operasi serta 6 kali kemoterapi. Beliau berangsur sembuh meski harus menjalani kontrol rutin 3 bulan sekali. Santunan ke-8 kembali kurir sampaikan untuk membantu biaya kebutuhan harian beliau. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 897. Mari bersama doakan agar beliau lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir: @mawan@Anissetya60 @Ayak

Bu patmi menderita Kanker Payudara


NADI SUWANTO (47, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: Desa Labuhan, RT 4/1, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Akhir tahun 2015, pak Nadi mengalami kecelakaan motor saat perjalanan ke Tuban untuk membeli obat sakit perut. Motor yang digunakan pak Nadi adalah motor milik tetangga. Pak Nadi ditolong oleh warga setempat dan di bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolpngan pertama. Tidak ada tanggung jawab dari pihak yang menabrak pak Nadi. Beberapa hari kemudian pak Nadi merasa nyeri hebat pada kaki sebelah kiri dan berlanjut sampai tidak bisa berjalan selama 2 bulan. Pihak keluarga membawa pak Nadi ke sangkalputung untuk mengobati kakinya. Setelah pengobatan di sangkalputung pak Nadi mulai dapat berjalan kembali, namun masih  sering merasakan nyeri hebat pada kakimya. Pak Nadi kemudian dibawa ke RSUD Lamongan dan dilakukan pemeriksaan penunjang.  Berdasarkan hasil foto rongten yang dilakukan di RSUD Lamongan, diketahui  bahwa urat syaraf kaki pak Nadi bermasalah dan cincin anulus lutut pecah. Karena keterbatasan sarana-prasarana, pak Nadi dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Sehari – hari pak Nadi bekerja serabutan dan beliau tinggal sendiri di rumah tetangga yang tidak terhuni. Meskipun pak Nadi memiliki jaminan kesehatan berupa JAMKESMAS yang menanggung biaya pengobatan, namun biaya transportasi dan biaya hidup di Surabaya selama kontrol tidaklah sedikit. Saat ini pak Nadi mulai kehabisan uang untuk biaya transportasi selama kontrol dan membayar obat yang tidak tercover JAMKESMAS. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Nadi. Saat ini pak Nadi menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang tidak tertanggung JAMKESMAS. Pak Nadi merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Nadi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 4 September  2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  @Mukhlisin @EArynta

Pak nadi mengalami Kecelakaan Lalu Lintas


NOVITA PUTRI (16, Maag Akut + Thypus + Gejala Leukimia). Alamat: Dusun Pegantenan RT 1/2, Desa Pegantenan, Kec. Pegantenan, Kab. Pamekasan, Prov. Jawa Timur. Novi merupakan salah satu hafidz al-quran di salah satu pondok di Kecamatan Pegantenan. Info dari bapak pasien, Novi sudah mulai merasa sakit sejak di pondok, tetapi ia menahan rasa sakitnya yaitu maag. Setelah berkelanjutan, akhirnya maag Novi semakin parah dan pihak pondok memulangkannya ke rumah. Karena faktor ekonomi, pihak keluarga memutuskan untuk merawat Novi dirumah dengan pengobatan tradisional. Beberapa minggu kemudian, kondisi Novi semakin mengkhawatirkan. Badannya mulai panas dan warna mata menguning. Pihak keluarga dibantu oleh sanak saudara dan tetangga memutuskan untuk membawa Novi ke Rumah Sakit Paru-Paru di Pamekasan. Novi berobat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hasil pemeriksaan dokter menyatakan Novi mengalami maag yang sudah akut ditambah thypus dan gejala leukimia. Hasil diagnosa dokter membuat pihak keluarga semakin takut akan kondisi Novi dan memutuskan untuk membawa ia pulang karena pemeriksaan dokter dirasa kurang memuaskan, ditambah kondisi keuangan keluarga yang minim. Bapak pasien, Efendi (46) tidak memiliki pekerjaan tetap, sedangkan ibu pasien, Nur (44) sebagai ibu rumah tangga. Bapak Efendi mempunyai 4 anak dengan selisih umur yang sangat berdekatan. Untuk keperluan sehari-hari keluarga pak Efendi dibantu oleh saudara kandungnya, termasuk untuk makan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan berkesempatan untuk sedikit meringankan beban Novi dan keluarga. Pada bulan September #SedekahRombongan memberikan bantuan dana untuk Novi. Bantuan tersebut digunakan untuk tambahan biaya kebutuhan sehari-hari. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @rizYuris @intifada_Nisya @hrosania

Novita menderita Maag Akut + Thypus + Gejala Leukimia


ADANIYAH HIDAYATI (54, Diabetes). Alamat: Jl. Stadion V, Kec. Pamekasan, Kab. Pamekasan, Prov. Jawa Timur. Bu Endang biasa beliau disapa. Beberapa tahun yang lalu bu Endang merasakan sakit sehingga memeriksakan diri ke dokter. Dokter mendiagnosa bahwa beliau terkena diabetes, dan menyarankan untuk  melakukan rawat inap di RSUD Pamekasan. Beliau menolak dan meminta dokter untuk memberikan resep obat dan melakukan rawat jalan saja. Beberapa bulan kemudian, kaki beliau tertancap paku karat saat hendak pergi ke dapur, maklum saja lantai di rumah beliau beralas tanah. Paku tersebut tertancap hinga menembus kaki kanan beliau. Beliaupun pergi ke rumah sakit, dan dokter menyarankan agar kaki beliau segera diamputasi agar tidak terjadi infeksi mengingat kondisi beliau yang menderita diabetes. Beliau menolak dan memilih untuk kembali pulang. Secara rutin beliau pergi ke dokter untuk meminta resep obat demi mengurangi rasa sakitnya. Saat ini kondisi kaki kanan beliau seperti terkena luka bakar berwarna hitam, dan keadaan ini mempengaruhi kaki kiri beliau yang memiliki warna serupa dengan kaki kanan meskipun tidak terluka. Beliau memiliki seorang anak perempuan, dan tinggal di rumah peninggalan almarhumah nenek beliau. Beliau membuka usaha warung kecil-kecilan di rumahnya, namun usaha tersebut kurang berhasil. Anak beliau membantu kebutuhan sehari-hari dengan berjualan kopi di pinggir jalan saat malam hari. Bu Endang memiliki kartu BPJS namun kurang memahami fungsi dari kartu tersebut, sehingga beliau mengandalkan putrinya dan bantuan dari para dermawan. #SedekahRombongan memahami kesulitan bu Endang. Pada bulan September #SedekahRombongan memberikan bantuan dana untuk bu Endang. Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat untuk meringankan beban bu Endang untuk berobat. Bu Endang dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @estianti01

Ibu endang menderita Diabetes


MAIMUNA BINTI MANDHAWI (58, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dsn. Rongkarong, RT 4/9, Kel. Gladak Anyar, Kec. Pamekasan, Kab. Pamekasan, Prov. Jawa Timur. Mak Muna, panggilan beliau sehari-hari adalah seorang janda cerai mati. 3 tahun lalu beliau mengalami kecelakaan saat hendak pergi ke pasar. Becak yang beliau tumpangi ditabrak oleh kendaraan umum. Hal ini mengakibatkan jempol tangan kanan beliau tergencet besi becak. Saat itu beliau dibantu orang-orang sekitar untuk diantar pulang ke rumah. Beliau merasa jempol tangan kanan mati rasa, sehingga tetangga menyarankan untuk pergi ke dokter, namun beliau menolak. Beliau memiliki seorang anak perempuan kelas XI di salah satu pondok pesantren di Pamekasan. Beliau menuturkan jika harus berobat akan membutuhkan banyak biaya. Maklum saja, beliau tidak memiliki simpanan untuk berobat dan tidak ada jaminan kesehatan. Jempol tangan kananmak Muna sudah tidak berfungsi lagi karena syaraf-syaraf di jempol kanannya sudah rusak. Saat ini beliau bekerja sebagai pembantu rumah tangga harian dengan mengandalkan keempat jari tangan kanannya yang masih berfungsi. Beruntung, beliau memiliki tetangga yang baik, karena rumah beliau diperbaiki seadanya oleh sumbangan para tetangga. #SedekahRombongan merasakan kesulitan beliau. Pada bulan September #SedekahRombongan memberikan bantuan dana untuk mak Muna. Bantuan tersebut digunakan untuk tambahan biaya kebutuhan sehari-hari. Mak Muna mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @estianti01

Bantuan Biaya Hidup


ROSIDAH BINTI SAKJAN (57, Kelenjar Betah Bening). Alamat: Desa Pengarengan, Kec. Blega, Kab. Bangkalan, Prov. Jawa Timur. Ibu Rosidah biasa ia disapa oleh para tetangga di sekitar tempat tinggalnya. Saat ini bu Rosidah tinggal seorang diri setelah beberapa bulan lalu ibunya meninggal dunia di usia senja. Sekitar 4 bulan lalu, ibu Rosidah mengeluhkan sakit di area bagian mulut dan gigi, lalu ia bergegas memeriksakan diri ke dokter gigi. Setelah sepekan, rasa nyeri tak kunjung reda dan terjadi pembengkakan di bagian pipi dan merambat ke leher. Banyak tetangga yang beranggapan hanya sakit gusi dan semacam gondok. Namun, pembengkakan tak kunjung mengecil hingga 3 bulan, bahkan membesar dan beranak pinak di bagian leher. Ponakan dan para tetangga yang sering berkunjung pun mulai khawatir dan menganjurkan untuk dibawa ke dokter di bangkalan. Akhirnya, ibu Rosidah dbawa ke dokter THT dan diharuskan melakukan tes FNAB. Hasil lab menyebutkan bahwa ia menderita kelenjar getah bening dan terdapat kanker ganas di area tersebut. Bu Rosida memiliki kartu SEHATI (sehat bersama bupati), namun hanya bisa digunakan di area bangkalan saja. Karena keterbatasan dana untuk berobat medis, keluarganya sempat membawa ia ke pengobatan lintah dan alternatif lain. Saat kurir #Sedekahrombongan berkunjung ke kediamannya, ponakan ibu Rosidah, Ros (29) mengungkapkan kesedihanya karena tidak bisa membawa tantenya berobat ke jalur medis, dengan alasan keterbatasan dana berobat. Kurir #SedekahRombongan menganjurkan untuk membuat kartu BPJS dan keluarga setuju. Pada bulan September #SedekahRombongan memberikan bantuan dana untuk bu Rosidah. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transport dan berobat ke RSUD Dr. Soetomo. Pertengahan september lalu ibu Rosidah mulai berobat ke RSUD Dr. Soetomo dan melakukan biopsi, hasilnya akan keluar akhir bulan September. Alhamdulillah #SedekahRombongan berkesempatan untuk sedikit meringankan beban bu Rosidah. Bu Rosidah dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut ia masih bias terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 05 September 2016
Kurir: @Wahyu_CSD @vanmadura @masyrifahhatib

Ibu rosidah menderita Kelenjar Betah Bening


TIJA BINTI MASRINA (60, Bantuan Renovasi Rumah Dhuafa) Alamat: Dusun Pagentenan RT 3/1, Desa Pagentenan, Kab. Pamekasan, Prov. Jawa Timur. Ibu Tija biasa ia disapa, merupakan seorang dhuafa yang tinggal sendiri di sebuah desa kecil Pegantenan. Beliau memiliki 1 orang putra. Namun putranya tersebut tinggal terpisah dengan beliau. Pendapatan sehari-hari bu Tija tidak menentu, pendapatan beliau hanya dari membantu tetangga bila dipanggil utuk jasa pijat, terutama pijat untuk anak balita. Namun pendapatan dari hasil pijatnya sangat minim. Biasanya pendapatan satu kali pijat sekitar 5 ribu rupiah. Hal tersebut dikarenakan pendapatan masyarakat pedesaan tidak sebesar masyarakat kota.  Anak beliau belum bisa membantukehidupan bu Tija dikarenakan kondisi ekonominya juga tidak jauh lebih baik. Rumah bu Tija hanya terdiri dari 1 kamar saja, dan sekarang kondisinya memprihatinkan karena hampir roboh. Hal tersebut dikarenakan atap dan kerangkanya sudah mulai lapuk dimakan rayap. Rumah tersebut tidak memiliki kamar mandi. Apabila beliau membutuhkan kamar mandi, bu Tija menumpang kepada tetangga disamping rumah yangg kebetulan kamar mandinya ada di luar rumah. Bahkan, listrikpun beliau harus menumpang kepada tetangga dekatnya. Mendengar info tersebut, kami Kurir #SedekahRombongan segera melakukan survey  ke tempat bu Tija. Alhamdulillah #SedekahRombongan berkesempatan untuk sedikit meringankan beban bu Tija dengan memperbaiki atap rumah bu Tija. Bu Tija dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir: @Wahyu_CSD @vanmadura @intifada_nisya @hrosania

Bantuan Renovasi Rumah Dhuafa


ULFA ALYA FITRI (1, Hydranencephaly). Alamat: Dusun Tedunan RT 3/5, Desa Socah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Alya biasa ia disapa adalah putri dari bu Nur Hasanah (41) dan bapak Selamet (52). Sehari-hari bu Nur berkegiatan sebagai ibu rumah tangga sedang pak Selamet bekerja serabutan. Diagnosa kelainan yang dialami adik Alya telah diketahui sejak dalam kandungan. Adik Alya lahir dengan cara operasi di Rumah Bersalin Assyifa Bangkalan dikarenakan ukuran kepalanya yang besar. Setelah lahir, makin hari kepala Alya makin membesar, lalu  keluarganya memeriksakan ke dr. Mulyadi, Sp. OG dan  diberi surat rujukan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena terkendala biaya, tidak adanya jaminan kesehatan serta rasa takut orang tua Alya akan pelayanan yang lama, akhirnya pihak keluarga tidak membawa Alya ke RSUD Dr. Soetomo dan lebih memilih melakukan perawatan seadanya di rumah. Semakin hari kepala Alya semakin besar. Ketika Alya berusia  10 bulan, kedua orang tuanya  dibujuk oleh kerabat untuk segera membawa Alya ke RSUD Dr. Soetomo dengan jaminan semua biaya gratis, dan akhirnya pihak keluarga sepakat. Sesampainya di RSUD Dr.  Soetomo, dokter menyatakan bahwa otak Alya  sudah mengecil dan tinggal menyisakan otak kecil untuk bernafas dan otak lainnya sudah tertutup cairan di kepalanya. Jika dilakukan operasi akan beresiko terjadi pendarahan, sehingga keluarga pada akhirnya kembali membawa Alya pulang. #SedekahRombongan berkesempatan untuk sedikit meringankan beban pak Selamet dan keluarga. Bantuan telah disampaikan, diharapkan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari adik Alya. Pak Selamet dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir: @Wahyu_CSD @vanmadura @ainululic_19 @siham78 Eko Nuril

Ulfa menderita Hydranencephaly


INDRI ASTUTI, (24 tahun, Kanker Serviks). Alamat :Dusun Kebun Kopi Uwentira, RT 2/1, Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Indri Astuti sejak dua tahun mengidap penyakit kanker serviks. Awalnya ia tidak tahu apa yang membuat alat vitalnya mengalami pendarahan. Indira kemudian memeriksakan ke puskesmas terdekat. Oleh dokter puskesmas hanya diberikan obat generic biasa. Ia berfikir bahwa apa yang ia alami hanya masalah haid biasa. Namun lama kelamaan tubuhnya mengalami sakit pada tulang belakang. Sering kelelahan saat beraktivitas dan keluar cairan dari alat vitalnya.
Satu bulan lalu, Oktober 2016, Indira dirujuk ke RS Anuta Pura, Kota Palu. Setelah mendapat perawatan oleh dokter dan diperiksa di laboratorium rumah sakit. Hasil diagnosa Indira mengidap penyakit Kanker Serviks. Sudah hampir sebulan dirawat di RSU Anuta Pura Kota Palu. Kondisi kesehatan Indira terus mengalami penurunan. Dokter yang merawat Indira menyarankan agar pengobatannya dilanjutkan di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan karena rumah sakit tidak mampu menangani penyakitnya.
Rencana ke Makassar hanya sebatas rencana. Apa daya, keluarga Indira mengurungkan niat ke Makassar karena mereka tak punya biaya. Anak dari Bapak Adi Sugiman (60) dan Ibu Haina (51) ini akhirnya dipulangkan ke rumahnya sembari berobat jalan. Kendala biaya menjadi persoalan utama. Perawat yang bersimpati atas nasib Indira kemudian mempublish foto Indira ke Facebook. Informasi tentang Indira pun sampai ke kurir Sedekah Rombongan.
Kurir Sedekah Rombongan melakukan survei ke rumah sakit. Setelah berkoordinasi dengan Korwil pusat akhirnya diputuskan bahwa Sedekah Rombongan akan membantu pengobatan Indira hingga ke Makassar. Keluarga Indira sangat berterima kasih atas bantuan Sedekah Rombongan yang mau membantu pengobatan Indira ke Makassar.
Sebelum berangkat, segala kelengkapan administrasi disiapkan. kartu BPJS Mandiri, dan administrasi lainnya disiapkan. Sedekah rombongan akan membantu biaya transportasi dan akomodasi keluarganya selama di Makassar.
1 November 2016, Evakuasi Indira ke Makassar dipilih Lewat jalur darat, hal ini membutuhkan waktu perjalanan sekitar 18 jam. Pilihan ini dilakukan sebab Indira tidak memungkinkan naik pesawat. Sebelum hari keberangkatan, Kordinasi kurir Sedekah Rombongan Makassar dengan Palu terus dilakukan. Hingga akhirnya Indira dibawa ke Makassar naik ambulance melewati jalur trans Sulawesi. Dari Palu Sulawesi Tengah menuju ke Mamuju (Sulawesi Barat) terus mengambil jalur lintas Sulawesi Barat – dan berakhir di Makassar, Sulawesi Selatan hari Berikutnya 2 November 2016.
Di Kabupaten Maros, Ambulance Sedekah Rombongan jalan beiringan dengan ambulance yang membawa Indira. Kondisi Indira melemah sehingga tidak diperkenankan pindah ambulance. Sesampai di Rumah Sakit, kurir Sedekah Rombongan Makassar menunggu di depan UGD. Sesaat setelah sampai, Kurir Sedekah Rombongan mengurus berkas perawatan Indira di rumah sakit.
Awalnya pihak rumah sakit menolak merawat Indira. Dengan alasan pasien seperti ini hanya dirawat jalan. Setelah negosiasi dengan dokter kepala, akhirnya pihak rumah sakit siap merawat Indira. Sementara keluarga yang mendapinginya  tidak punya sanak keluarga di Makassar. Makanya diputuskan untuk mencari rumah kost yang dekat dengan rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan Makassar menyiapkan beras untuk kebutuhan makan keluarga Indira selama di Makassar.
Setelah 2 Minggu menjalani pengobatan tiba-tiba pasien tersebut mengalami kondisi kritis dan dipindahkan ke kamar HCU untuk mendapatkan perawatan. Setelah perawatan kondisi Indira  semakin memburuk. Tak lama berselang Indira menghembuskan nafas terakhirnya.
Kurir Sedekah Rombongan segera mengurus berkas jenasah untuk dipulangkan ke Palu melalui jalur darat. Setelah selesai, jenazah menuju palu pada pukul 06.30 WITA pada hari Jum,at, 11 November 2016. Menempuh perjalanan 18 jam dengan ambulance Sedekah Rombongan.
Kurir Sedekah Rombongan yang membawa jenazah tiba di Palu Sabtu siang, 12 November 2016 dan langsung menuju ke rumah duka. Setelah sholat Ashar, jenazah Indira dimakamkan. Tugas Kurir Sedekah Rombongan mengantar jenazah Indira ke rumah keluarganya selesai. Kurir SR pun kembali ke Makassar lewat jalur trans Sulawesi yang jaraknya 830 KM. Saat Kurir Sedekah Rombongan berpamitan, pihak keluarga almarhum mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Tangisan haru mewarnai perpisahan itu. Keseriusan Kurir Sedekah Rombongan mendampingi selama di Makassar hingga mengantar kembali pulang membuat kesan yang berarti bagi keluarga Indira.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.000.000
Tanggal :14 November 2016
Kurir @Abdulrasyid @Ismawan_As @AhmadHamzah @Areffy_dip

Ibu indri menderita Kanker Serviks


DINA AGUSTINA (37, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Sanggrah RT 07/03, Desa Pakandangan Sangra, Kec. Bluto, Kab. Sumenep Madura, Jawa Timur. Bu Dina biasa disapa, pada pertengahan tahun 2013 ketika masih tinggal di Bekasi, hidung bu Dina terasa mampet seperti pilek. Setelah pindah domisili ke Madura awal tahun 2014, beliau diperiksakan ke dokter spesialis dan mendapat vonis mengidap tumor jinak. Pertengahan tahun 2014 Bu Dina dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan sudah melakukan operasi pada maret 2015. Tindakan yang dilakukan pasca operasi adalah kemoterapi. Kondisi pasien saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Yang dikeluhkan pasien adalah biaya transportasi dari rumah di Sumenep ke RSUD Dr. Soetomo yang mahal, serta biaya kost ketika sedang berada di Surabaya untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Bahkan tidak jarang pasien tidur di teras rumah sakit yang sudah tentu tidak layak dijadikan tempat istirahat. Apalagi untuk jadwal berobat bisa 2 kali dalam satu bulan. Pak Joyo (42) suami bu Dina, sebelumnya bekerja sebagai pengajar di yayasan islam di Sumenep tetapi diberhentikan karena sering izin untuk menemani istri berobat ke Surabaya. Saat ini pak Joyo bekerja serabutan, terkadang bertani. Pasien tinggal dirumah orang tua suami, bersama bapak dan ibu mertuanya serta seorang anak di Sumenep. Setelah melalui survey dan dirasa layak mendapat bantuan, bu Dina menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Kondisi bu Dina bulan ini sempat menurun dan melakukan pemeriksaan di RSUD Pamekasan. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 915. Keluarga bu Dina merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Dina masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.400.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @opotondanda @EArynta

Ibu dina menderita Kanker Nasofaring


RAHMAT MAULIDAN AZUARDI (11, Thalassemia). Alamat : Dsn. Ranggang RT 4/2, Desa Ambunten Timur, Kecamatan Sumenep, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Ardi biasa ia disapa, sejak usia 2 tahun divonis dokter menderita thalassemia sehingga darahnya cepat rusak. Darahnya menumpuk di limpa, yang mengakibatkan limpanya bengkak dan pada akhirnya pada tahun 2012 yang lalu telah dilakukan operasi pengangkatan limpa. Saat ini ketika kondisi Ardi pucat, ia harus segera melakukan transfusi darah ke Rumah Sakit Graha Amerta Surabaya karena di Sumenep belum tersedia alat transfusinya. Bu Elvi Usyani (41), ibu Ardi adalah seorang janda dengan tiga orang anak. Ardi adalah anak bungsu, anak tertua bu Elvi masih sekolah SMA. Sehari-hari bu Elvi berjualan soto dan kaldu di Jln. Seludang Sumenep. Karena besarnya biaya hidup dan biaya pengobatan yang tidak sesuai dengan pendapatan sehari-hari yang didapat, terkadang bu Elvi harus berhutang untuk memenuhi biaya berobat. Biaya pengobatan Ardi ke Surabaya menggunakan fasilitas BPJS, walaupun BPJS tidak mengcover keseluruhan biaya. Melihat semangat yang tinggi dari Ardi, kami #SedekahRombongan beruntung diberi kesempatan untuk membantunya. Bantuan telah diberikan, bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan ketika di Surabaya. Ardi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut ia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @rwahyuagung @hrosania

Rahmat menderita Thalassemia


OEIJ MEI LING (40, Kencing Manis + Anemia PSMBA + Tumor Ganas pada Perut) Alamat : Komplek Cipta Persada, RT 4/26, Kel. Buliang, Kec. Batu Aji, Kota Batam, Prov. Kepulauan Riau. Ibu Meli adalah panggilan akrabnya. Seorang mualaf yang hidup sebatang kara ini dibawa tetangganya ke RSUD Embung Fatimah karena kondisinya menurun. Sebelumnya ia juga pernah dirawat di RSUD yang sama dengan biaya ditanggung oleh pihak rumah sakit. Meski Ibu Meli memiliki BPJS kelas 1, namun kini tak bisa ia gunakan karena masih adanya iuran yang beum dibayarkan. Ibu Meli dipindahkan dari RSUD Embung Fatimah ke RSUP Tanjung Pinang. Saat dirawat Ibu Meli membutuhkan banyak darah dan harus berkali – kalli menjalani transfusi karena kadar HB-nya rendah. Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan medis Ibu Meli juga didiagnosis ada tumor ganas di dalam perutnya. Pada 7 Oktober 2016, Ibu Meli menjalani operasi pengangkatan tumor yang ada di perutnya dan dirawat di ruang ICU. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya akomodasi selama di rumah sakit dan obat yang tidak ditanggung KIS. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 899. Semoga Ibu Meli segera diberi kesembuhan agar ia bisa beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman @ririn_restu

Ibu meli menderita Thalassemia


MADRASAH DINIYAH NURUL IHSAN (Bantuan Perlengkapan Sarana Belajar). Alamat: Dusun Karangnangger RT 2/2, Desa Karangnangger, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Madrasah Nurul ihsan adalah satu-satunya madrasah diniyah  bagi anak-anak di sekitar desa Karangnangger untuk belajar ilmu agama. Setiap ba’da dzuhur sampai pukul 5 sore, sebanyak 111 anak-anak dari tingkat kelas TK sampai kelas 6 belajar ilmu agama dengan didampingi oleh 8 ustadz dan ustadzah. Madrasah yang telah didirikan sejak 2 tahun lalu ini dibangun di sebidang tanah hasil wakaf dari warga. Madrasah ini terdiri dari 4 bangunan kelas yang terbuat dari dinding kayu berlantai tanah dengan jendela yang selalu terbuka, serta sebuah musholla yang sekaligus juga dimanfaatkan sebagai ruang kelas. Melihat hat tersebut, kami #SedekahRombongan merasa terpanggil untuk ikut membantu agar suasana madrasah menjadi lebih aman & nyaman ketika digunakan belajar mengajar. Kami beruntung mendapat kesempatan untuk menyalurkan bantuan 8 paket papan tulis dan 8 buah terpal. Pengurus madrasah dan para santri sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Tak lupa mereka mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.300.000,-
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @radityorenal hesti sri @hrosania

Bantuan Perlengkapan Sarana Belajar


NOVAL ARIYANTO (7, Hydrochepalus). Alamat : Dusun Aeng Anyar RT 3/2, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Noval biasa ia dipanggil oleh orang tuanya. Sejak usia 7 bulan, Noval memiliki kelainan yaitu ukuran lingkar kepala yang tidak normal. Putra pertama dari pak Faisol (30) dan bu Nur Fitriya (29) ini belum pernah dibawa ke dokter karena keterbatasan ekonomi. Beliau bekerja sebagai petani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bu Fitriya sehari-hari berkegiatan sebagai ibu rumah tangga. Selain itu keluarga pak Faisol tidak memiliki jaminan kesehatan, sehingga semakin memberatkan langkah mereka untuk ikhtiar mencari kesembuhan bagi Noval. Hingga usianya 7 tahun, dek Noval belum bisa duduk ataupun berdiri sendiri, ia hanya berbaring dan butuh bantuan jika ingin duduk. Mendengar hal tersebut kami #SedekahRombongan melakukan survey ke kediaman pak Faisol. Dirasa sesuai dengan kriteria pasien Sedekah Rombongan, kami segera memberikan bantuan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan pemeriksaan awal untuk Noval. Noval dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut ia bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @fadel @hrosania

Noval menderita Hydrochepalus


MUSOFA HAMDAN (14, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto,  RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 14 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang hanya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan  masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang  salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut,  Hamdan yang sebelumnya  sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 897, kali ini Hamdan kembali menerima santunan untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Ucapan terimakasih disampaikan  kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolahnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak mustofa menderita Shepinabifida


MUHAMMAD NUR ZAKI, (10 tahun, Lumpuh). Alamat : RT 4/2 desa Jatisari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur. Keluarga ibu Sumini ini sungguh malang nasipnya. Bu Sumini yang sudah lama mempunyai penyakit jantung dan hampir setahun ini ditambah lagi dengan perutnya yang membesar. Kondisi tersebut ternyata masih terasa semakin berat lagi karena anaknya  Zaki lumpuh sejak kecil. Dari mulai bisa berjalan sudah nampak bahwa berjalannya tidak sempurna. Namun waktu itu ibunya masih telaten untuk mengantar sekolah hingga kelas 3 SD. Akhirnya sekarang Zaki tidak sekolah lagi karena kondisi ibunya juga sakit. Sementara bapaknya harus kerja serabutan agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Saat  kurir SR mendatangi rumah  bu Sumini, kondisi Zaki tergolek lemas di tempat tidurnya. Untuk beraktifitas sehari-hari Zaki digendong. Zaki adalah anak kembar. Sementara kembarannya diasuh oleh saudaranya di Ponorogo dengan kondisi yang sama. Saat ini Zaki memiliki fasilitas jaminan kesehatan BPJS.  Alhamdulillah Zaki mendapatkan santunan lepas sebesar Rp 1.000.000, dan akan digunakan untuk biaya berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 891.Tak lupa Zaki beserta keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Zaki menderita Lumpuh


SITI CHOMSATUN, (41, patah tulang kaki karena Kecelakaan). Alamat : Desa Banthengan RT 6/2, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti adalah  ibu dari 2 orang anak Marzuki dan Nadya serta memiliki suami yang kondisinya stres. Merupakan seorang dhuafa, yang bekerja sebagai seorang buruh cuci untuk menghidupi anak-anaknya seorang diri. Punya suami namun tak bisa diharapkan karena kondisi kejiwaaannya yang terganggu. Ia  bekerja tak menentu, kanan kiri pekerjaan yang ada disambutnya demi memenuhi kebutuhan buah hatinya walaupun hasilnya tak seberapa. Ini membuatnya tak sempet untuk mengurusi hal-hal lainnya, ia lebih mementingkan kebutuhan makannya dan keluarga. Bahkan rumahnya yang dari gedek pun tak dipedulikannya, hingga akhirnya mendapatkan bantuan dari TNI AU untuk merenovasi rumahnya. Alhamdulillah menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Namun ditengah-tengah perjalanannya meraih rezeki, Bu Siti mengalami kecelakan yang menyebabkannya patah kaki.  Ia sempat kebingungan untuk mendapatkan biaya operasi yang mencapai 18 juta rupiah, beruntung saudara-saudara, tetangga-tetangganya masih berusaha untuk membantu untuk mengurusi jamkesmas, dan namun tetap ada rasa kekhawatiran dalam diri Bu Siti untuk meraih kesembuhannya. Alhamdulillah Bu Siti bertemu dengan Sedekah Rombongan, dan mendapatkan santunan untuk  biaya pengobatannya, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 891. Harapan beliau bila sembuh dapat segera bekerja kembali seperti sedia kala serta mengurus anak dan suaminya yang kondisinya masih stres. Tidak lupa bu Siti mengucapkan banyak terimakasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Bu Siti diberi kekuatan dan kesabaran untuk menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu siti menderita patah tulang kaki karena Kecelakaan


BEGAWAN ALFATHIHAN,  (12, Lumpuh). Alamat :  Dusun Modinan, RT 1/1,  Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bega adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakaknya baru saja lulus SLTA  dan adiknya masih berusia 4 tahun. Bapaknya yang bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kecil di desanya. Bega saat ini lulus dari kelas 6 di sebuah MI di desanya. Semangatnya untuk bersekolah sangat besar, sehingga dia tetap melanjutkan sekolah meskipun dalam keadaan lumpuh sejak 3 tahun yang lalu. Saat bertemu dengan Sedekah Rombongan, Bega menyampaikan ingin melanjutkan sekolah tapi kalau sudah bisa berjalan lagi. Kurir Sedekah Rombongan  memberi semangat agar tetap bisa melanjutkan sekolah walau kondisi belum mampu berjalan lagi. Dulu kakinya masih bisa berjalan meski tidak begitu sempurna, namun karena tidak ada tindakan/ pemeriksaan oleh orang tua karena faktor keterbatasan pengetahuan dan keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, akibatnya Bega mengalami kelumpuhan. Saat ini tangannya pun sulit untuk diangkat atau digerakkan. Sehingga untuk memakai bajupun Bega harus dibantu orang lain. Bega hanya bisa menulis pelajaran saat tangannya menopang pada bangku/meja saja. Saat ini Bega menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS. Dengan keadaan tersebut, Bega yang sebelumnya  sudah pernah mendapatkan santunan  dan masuk dalam rombongan  897, saat ini santunan pun kembali disampaikan untuk membantu pengobatan agar bisa sembuh dan mampu beraktifitas sesuai perkembangannya. Bega merasa senang sekali dan orang tua Bega mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari sedekacholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga dengan santuan tersebut Bega pulih bisa berjalan lagi sehingga masa depannya cerah. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bega menderita Lumpuh


BIBIT BIN MUSTAHAL (53, kelainan syaraf sejak kecil). Alamat : Dusun Ngesrep, RT 24/11, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Bibit, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya adalah seorang yang hidup sebatangkara sudah sejak lama. Orang tuanya meninggal dunia sewaktu pak Bibit masih kecil. Kondisi pak Bibit yang kurang sempurna keadaan fisiknya sejak kecil membuatnya tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah. Kaki dan tangan pak Bibit seperti orang stroke dan sebagian wajah juga agak kurang sempurna dan tidak bisa bicara dengan jelas. Pak Bibit saat ini memiliki fasilitas kesehatan BPJS. Beruntung pak Bibit mempunyai tetangga yang baik sehingga untuk keperluan makan sehari – hari ada yang membantu. Namun pak Bibit untuk pergi berobat ada kendala karena untuk biaya transportasi mengalami kesulitan. Sehingga pak Bibit hanya berdiam diri di rumah dengan kondisi yang kurang sempurna tadi. Melihat kondisi pak Bibit  demikian, maka  santunan lepas untuk biaya berobat disampaikan oleh Sedekah Rombongan sehingga pak Bibit bisa berobat lagi. Ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics  atas bantuannya  yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak bibit menderita kelainan syaraf sejak kecil


SARIJEM BINTI MAT IDRIS (70, Asam Urat).  Alamat : Dusun Ngesrep,  RT 26/11,  Desa Banjasasari Kulon, Kecamatan Dagangan,  Kabupaten Madiun,  Provinsi Jawa Timur. Mbah Sarijem atau biasa dipanggil Mbah Ijem oleh tetangganya adalah seorang nenek renta yang hidup sebatang kara. Pada saat bertemu dengan kurir #SedekahRombongan, mbah Ijem sedang sakit namun tetap saja menemui kurir Sedekah Rombongan dengan kondisi yang lemas. Sudah beberapa hari terakhir, mbah Ijem merasa badannya sakit semua, sehingga untuk makan sehari – hari mbah Ijem diberi oleh tetangganya. Sungguh tidak tega melihat rumah mbah Ijem yang benar – benar tidak layak huni. Temboknya yang terbuat  dari anyaman bambu, sudah banyak yang rusak. Belum lagi lantainya yang masih belum diplester, jadi masih berupa tanah dan lembab. Satu ruangan berisi aneka macam perlengkapan kebutuhan sehari-hari bercampur jadi satu. Kurir Sedekah Rombongan selalu memberikan semangat dan motivasi untuk Mbah Ijem supaya melanjutkan hidupnya dalam keadaan apapun. Ucapan terima kasih  Mbah Ijem kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh  Sedekah Rombongan sehingga Mbah Ijem bisa melanjutkan hidup dan aktifitasnya dengan baik karena dengan bantuan tersebut sekarang rumah mbah Ijem sudah dipleater, dinding yang awalnya anyaman bambu maka sekarang juga diganti.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27  November 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Mbah sarijem menderita Asam Urat


ALM. IMAM SYAFEI (16, Kanker tulang). Alamat : Desa Banjarejo, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Syafei biasa dipanggil demikian oleh keluarganya adalah seorang anak laki – laki yang duduk di bangku SMK kelas 10. Syafei sudah mengalami sakit yang dideritanya ini selama 1,5  tahun. Kejadian tersebut terjadi  sejak Syafei baru saja  selesai ujian SMP dan akan masuk ke SMK. Awalnya seperti kecethit pada waktu akan upacara. Lama kelamaan kakinya membesar. Mulai  lebaran  kemarin sampai  sekarang mengeluarkan  darah.
Kemarin baru saja pulang dari rumah sakit Surabaya. Keterangan Dokter,  bila diamputasi tidak menjamin untuk sembuh. Untuk ke rumah sakit diantar perangkat desa  Banjarejo. Syafei ini 3 bersaudara. Syafei anak terakhir.  Pada saat ini mempunyai jaminan kesehatan bpjs. Di surabaya 10 hari untuk proses pengobatan. Namun Allah berkehendak lain. Dua hari sebelum santunan disampaikan, Syafei dipanggil Allah SWT. Semoga almarhum Syafei diampuni semua dosanya dan diterima semua amalnya. Amin. Orang tua almarhum Syafei tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan santunan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak imam menderita Kanker tulang


SITI NURUL JANNAH (47,  CA Endometrium). Alamat : RT 12/4, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan,  Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti, demikian biasa dipanggil di rumah, suaminya yang hanya bekerja sebagai sopir panggilan dengan penghasilan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Itupun  masih banyak dibantu oleh keluarga, karena sekarang bu Siti menumpang di rumah saudara karena belum mempunyai tempat tinggal. Kini Ibu Siti  tidak lagi bisa ceria seperti dahulu. Setelah beliau mengidap penyakit CA Endometrium,  bu Siti hanya mampu berbaring di tempat tidurnya dengan ditemani sang suami dan dua anaknya lagi yg masih kecil. Pengobatan yang dulu pernah dijalaninya harus terpaksa berhenti karena faktor biaya dan transport dari rumah menuju tempat berobat yang jauh. Suaminya tidak sanggup lagi untuk menyewa kendaraan tiap kali harus berobat. Fasilitas kartu BPJS pun sempat tak terbayar karena bu Siti sudah tidak memiliki simpanan untuk membayaenya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami bu Siti, bantuan yang kedua pun telah disampaikan sebesar Rp 2.000.000 untuk biaya akomodasi rawat inap selama menjalani kenoterapi di rumah sakit, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 906. Semoga bu Siti segera sembuh dari sakitnya dan kesehatannya kembali pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu siti menderita CA Endometrium


MUCHOLIFAH BINTI IMAM SUPARMAN ( 58, OS PROPTOSIS) Alamat : RT 3/2, Desa  Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Mucholifah adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak. Anak yang pertama dan ketiga dalam kondisi keterbelakangan mental. Suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh tani terkadang tidak mencukupi untuk mengepulkan asap dapur mereka, sehingga Bu Mucholifah harus ikut bekerja sebagai tukang bersih – bersih di rumah tetangga. Sampai suatu hari Bu Mucholifah merasa tak enak badan, semua badannya terasa sakit sampai harus opname di RSUD Dolopo selama 5 hari dan dinyatakan memiliki asam urat tinggi. Namun tak sampai di situ saja sakit yang diderita Bu Mucholifah. Beberapa bulan yang lalu Bu Mucholifah merasakan ada ganjalan di matanya. Karena sudah tidak ada biaya, maka Bu Mucholifah tidak pernah memeriksakannya. Sehingga sampai saat ini kondisi mata Bu Mucholifah sangat mengenaskan, bola matanya menonjol keluar. Karena kondisi yang semakin parah, suami Bu Mucholifah mengajaknya periksa dengan meminjam uang pada saudaranya, dari hasil pemeriksaan, ternyata Bu Mucholifah menderita Tumor Retrobulbar dan dirujuk ke RS. Sardjito Jogjakarta. Meski Saat ini Bu Mucholifah memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah berupa KIS ( Kartu Indonesia Sehat ), namun belum punya dana untuk akomodasi dan mengurus keperluan pengobatannya, sehingga Bu Mucholifah harus terbaring lemas di rumah saja. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami bu Mucholifah. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi pengobatan. Bu Mucholifah merasa senang sekali dan mengucapkan terimakasih kepada sedekacholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan supaya bisa melanjutkan proses pengobatan dan operasinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu mucholifah menderita OS PROPTOSIS


SAMIYEM KARSOWIJOYO (61, Katarak). Alamat : Sidamukti, RT 5/4, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Di Usianya yang sudah lanjut ini, Bu Samiyem masih harus mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan keluarganya. Bu Samiyem mencari uang dengan menjadi buruh cuci dan masak di rumah tetangganya. Bu Samiyem mempunyai 3 anak, salah satunya sedang mengalami depresi dan kesehariannya hanya mengunci diri di kamar. Tiga bulan terakhir, Bu Samiyem mengeluh matanya tidak bisa melihat dengan jelas, yang disebabkan karena riwayat sakit katarak yang dideritanya. Sakitnya tersebut tidak pernah diobati dan hanya dibiarkan saja. Bu Samiyem menginginkan agar bisa melihat dengan normal kembali, namun ia tidak mempunyai uang untuk mengobatinya. Kurir yang mendengar keadaan bu Samiyem, langsung segera mengunjunginya di rumahnya. Bantuan sedekaholics  Sedekah Rombongan pun diberikan kepada Bu Samiyem untuk mendaftar sebagai peserta BPJS yang nantinya bisa digunakan berobat secara gratis.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 30 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @ririn_restu

Bu samiyem menderita Katarak


DINDA KAILA YUSIFA (5, Jantung Bocor). Alamat : Jalan Kemiri, RT 3/3, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Bocah cantik yang mempunyai nama panggilan Dinda itu, kini hanya lebih banyak diam. Dinda mengalami jantung bocor dan sampai saat ini ia masih belum bisa berjalan. Syaraf Dinda tidak berfungsi dengan baik dan saat ini menjalani rawat jalan di RSCM Jakarta. Dinda selalu berobat ditemani oleh sang ibu, Lidiya (31). Ayah Dinda, Yusuf Supriyadi, sudah meninggal dunia 3 tahun yang lalu. Dinda akan menjalani kontrol di poli anastesi pada 1 November 2016, pengobatannya terhambat karena ia sering mengalami demam. Dinda berobat menggunakan KIS kelas III. Bantuan dari Sedekah Rombongan diberikan untuk biaya operasional berobat Dinda.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Dinda menderita Jantung Bocor


FURQON EFENDI (Patah Tulang Belakang). Alamat : Kampung Babakan Empang, RT 3/6, Kelurahan Pasarean, Kecamatan, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Furqon di rawat di RS Fatmawati Jakarta karena menderita patah tulang belakang. Keadaan itu bermula sekitar 7 bulan yang lalu, Furqon jatuh dari atap rumah saat membenahi genteng rumahnya. Furqon dengan bantuan tetangga langsung dibawa ke RSUD Bogor. Saat itu Furqon merasa kesakitan di bagian punggungnya dan tidak bisa berdiri. Selama 3 bulan menjalani kontrol di RSUD Bogor, Furqon dirujuk ke RS Medika yang kemudian merujuknya ke RS Fatmawati. Selama berobat, Furqon ditemani oleh istrinya, Khodijah (32). Khodijah sebelumnya berniat ingin mengobati anaknya, Alif (7) yang terkena sakit Hernia, namun hal itu diurungkan karena harus konsentrasi untuk kesembuhan suaminya. Furqon disarankan untuk membeli kursi roda khusus untuk membantu dalam aktivitasnya sehari-hari, namun Khodijah merasa keberatan karena untuk kebutuhan sehari-hari saja kini mendapat bantuan dari keluarga dan tetangganya. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar informasi Furqon ini langsung bergegas untuk segera memberikan bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Bantuan diberikan untuk membantu membeli kursi roda paraplegia.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak furwon menderita Patah Tulang Belakang


HANAH BINTI DURAHMAN (46, Asma Akut). Alamat : Kampung Kapuk, RT 5/4, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Bu Hanah sehari-harinya membantu sang suami, Pak Rusma (55), untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan membuka warung nasi kecil-kecilan. Sudah beberapa hari, Bu Hanah tidak membuka warung karena kondisinya saat ini sedang tidak sehat. Bu Hanah mengaku sering sesak napas. Pak Rusma hanya bisa membelikan obat yang dibelinya di warung. Penghasilannya sebagai montir bengkel membuatnya tidak mampu membawa Bu Hanah untuk berobat. Kurir yang mendengar informasi soal Bu Hanah langsung bergegas menyampaikan bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Bantuan diberikan untuk membuat KIS kelas III dan memenuhi kebtuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1000.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu hanah menderita Asma Akut


ERAH BINTI SAIKAM (50, Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Cilandak Curug, RT 4/2, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Gejala penyakitnya yang dialami Bu Erah berawal pada akhir tahun 2011, saat itu muncul benjolan di bagian dada yang menyebabkan pegal dan nyeri. Lama – kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terasa sakit. Bu Erah melakukan pemeriksaan ke klinik terdekat di daerah Rangkas Bitung. Setelah diperiksa, dokter menyatakan Bu Erah menderita infeksi ginjal. Selama 3 tahun Bu Erah mengonsumsi obat dari klinik tempat ia berobat tapi belum ada hasil. Kemudian Bu Erah dirujuk ke RSUD setempat untuk berobat. Letak rumah yang jauh dari perkotaan dan akses jalan yang sulit dilewati dengan kendaraan membuat keluarga kesulitan membawa Bu Erah ke RS. Bu Erah bekerja sebagai buruh tani dan suaminya Bapak Suardi (52) seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Bu Erah biasa ia dipanggil. Beliau tinggal bersama 2 orang anaknya. Anaknya bekerja di Jakarta sebagai buruh konveksi. Bu Erah dan suaminya mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan karena ia sendiri tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional rawat jalan. Sebelumnya Bu Erah telah dibantu pada rombongan 896.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bu erah menderita Infeksi Ginjal


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI, Blok B Seruni 7/2/1, RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Iswah Yudi sebelumnya dirawat di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kaki Yudi menderita lumpuh karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu terjadi pada November 2014. Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM Jakarta dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di poli rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh. Karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya. Karena itu, timbul luka dibagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Selama 10 hari dirawat di RS Fatmawati, Yudi mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia. Istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan KIS kelas III. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan ia mengundurkan diri untuk merawat suaminya. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan kini ia sehari-harinya beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari – hari dan membeli obat selama perawatan di rumah. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Pak Yudi menderita Lumpuh


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI, Blok B Seruni 7/2/1, RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Iswah Yudi sebelumnya dirawat di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kaki Yudi menderita lumpuh karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu terjadi pada November 2014. Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM Jakarta dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di poli rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh. Karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya. Karena itu, timbul luka dibagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Selama 10 hari dirawat di RS Fatmawati, Yudi mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia. Istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan KIS kelas III. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan ia mengundurkan diri untuk merawat suaminya. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan kini ia sehari-harinya beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat untuk perawatan lukanya di rumah. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 913 dan pada 7 November 2016.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Pak Yudi menderita Lumpuh


SAMSIAH BINTI UJANG (27, Hepatitis B). Alamat : Kampung Sukahatu Labuan, RT 2/4, Desa Kalang Anyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Samsiah merasakan sakitnya sejak tahun 2014. Awalnya ia tidak menyangka akan menderita Hepatitis B, dan hanya mengira sakit maag saja. Setahun kemudian penyakitnya bertambah parah namun ia hanya berobat dengan mengunakan ramuan tradisional dan tak kunjung mengalami perbaikan. Kondisi Samsiah semakin parah sehingga pengobatan secara medis pun dilakukannya di Puskesmas setempat dan didagnosis Hepatitis B. Kodisi Samsiah semakin buruk dengan perut yang membuncit, mata dan kulit menguning, berat badan turun drastis. Akhirnya pada November 2016 dengan berbekal KIS, Samsiah pun dirawat di RSUD Berkah Pandeglang. Kondisi Samsiah semakin parah karena tidak segera ditangani secara medis dikarenakan tidak ada biaya. Maklum saja suaminya, Ading (30), hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan pekerjaan dan penghasilan yang tak menentu sehingga ia tidak bisa menyisihkan untuk menabung. Meskipun Samsiah sudan memegang KIS  tetapi biayatransportasi dan kebutuhan berobat lainnya menjadi beban yang sangat berat. Terelebih lagi saat dirawat di RSUD Pandeglang ada obat yang tidak ditanggung KIS. Berita tentang Bu Samsiah terdengar oleh Sedekah Rombongan, kurir pun menjenguknya sekaligus menyampaikan bantuan dari sedekaholic untuk membantu biaya pembelian obat yang tidak di tanggung KIS dan membantu biaya operasional selama di RSUD Pandeglang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Ibu samsiah menderita Hepatitis B


TIAH NURFADILAH (18, Anemia Akut).  Alamat : Kampung Cikondang, RT 2/2, Desa  Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Gejala sakit yang dialami Tiah berawal sejak 1 tahun yang lalu, ia merasakan ada kelainan pada perutnya dan ia selalu merasa pusing. Kondisi tersebut ia biarkan saja dan berharap akan sembuh dengan sendirinya. Sakit yang dialami Tiah semakin parah, akhirnya ia memeriksakan diri ke Puskesmas dan didiagnosis menderita anemia. Seiring berjalannya waktu penyakit Tiah semakin akut. Pada awal November 2016 adalah puncak dari penyakit yang diderita Tiah, akhirnya orang tuanya memeriksakannya ke Puskesmas dan dirujuk untuk segera dirawat di RSUD Serang. Ketiadaan biaya membuat orang tuanya tak membawa Tiah ke RSUD. Akhirnya kondisi Tiah semakin parah dan mengkhawatirkan dengan keadaan perut mengeras, tidak bisa bicara, tidak mampu makan dan dari matanya meneteskan darah. Meski kondisinya sudah parah Tiah masih saja dirawat di rumah dan tidak dibawa ke rumah sakit. Kondisi ini bukan karena orang tua Tiah tidak sayang dan membiarkannya tersiksa oleh sakitnya, tetapi ayahnya, Abdullah (50), yang bekerja sebagai buruh pertanian tidak punya penghasilan tetap setiap harinya sedangkan ibunya, Siti (45), hanya ibu rumah tangga. Orang  tua Tiah hanya bisa pasrah. Meski Tiah sudah memiliki KIS, namun orang tuanya tidak memiliki uang sama sekali untuk transportasi berobat dan kebutuhan di rumah sakit jika Tiah dirawat. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Pandeglang dengan Tiah, namun saat itu juga Tiah berpulang kepangkuan Allah SWT. Sedih bukan hanya dirasakan keluarga Tiah tetapi dirasakan juiga oleh kurir Sedekah Rombongan. Bantuan pun diberikan kepada orang tua Tiah untuk mebantu biaya pemakaman. Semoga Allah menerima iman, islam dan amal ibadahnya serta mengampuni semua kesalahan Tiah. Insya Allah, Tiah dipilh Allah menjadi salah satu dari sekian banyak makhluk-Nya untuk menghuni Surga-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Tiah menderita Anemia Akut


YAYAN BIN DIDIN (43, HNP dan Tulang Leher Retak). Alamat : Kampung Leuweung Gede, RT 8/27, Kelurahan Ciberem, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Yayan saat ini sedang terbaring di RS Fatmawati, Jakarta. Sudah hampir 2 Minggu lamanya Yayan dirawat. Sakit Yayan bermula pada 13 tahun yang lalu saat ia terjatuh dari motor. Yayan harus segera menjalani operasi, namun sebelum mendapat tindakan operasi ia harus melakukan MRI. Karena terbentur biaya, Yayan mengurungkan niatnya untuk berobat lanjutan dan sakitnya dibiarkan saja tanpa ada pengobatan. Sejak program BPJS mulai diadakan, Yayan dihimbau oleh tetangga untuk segera mengurus kepesertaan supaya pengobatannya bisa ditanggung. Yayan kemudian mendaftar sebagai peserta BPJS serta mengurus rujukan yang pada akhirnya Yayan mendapatkan perawatan di RS Fatmawati. Yayan oleh pihak dokter didiagnosis menderita HNP (Saraf Kejepit) dan ada keretakan pada tulang leher, serta ginjal Yayan dicurigai mengalami masalah. Dalam waktu dekat, Yayan akan menjalani operasi untuk ginjalnya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk operasional sehari-hari selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak yayan menderita HNP dan Tulang Leher Retak


DEVI AMALIA (2, Gizi Buruk dan Diare). Alamat : Desa Tabalar Ulu, RT 1, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Devi adalah putri dari pasangan Bapak Dawir dan Ibu Udur Alfrida yang bekerja sebagai petani. Gizi buruk yang dialami Devi disadari oleh kedua orang tuanya sejak Devi berusia 8 bulan. Berat badan yang tidak kunjung naik membuat kedua orang tuanya merasa ada yang janggal dengan buah hatinya. Akhirnya Devi diajak ke fasilitas kesehatan terdekat dan dinyatakan gizi buruk. Hingga berangsur usia 2 tahun, berat badan Devi tak kunjung naik. Devi juga terkena diare disertai penurunan berat badan yang signifikan. Kedua orang tua Devi mengupayakan berbagai cara untuk kesembuhannya. Devi telah memiliki Jamkesda yang meringankan upaya pengobatannya, namun orang tuanya terkendala biaya akomodasi dan penyediaan makanan bergizi untuk Devi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan orang tua Devi saat mengurus rujukan ke rumah sakit daerah. Kurir pun menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk bantuan biaya akomodasi pengobatan Devi. Semoga berat badan Devi segera berangsur naik dan ia semakin sehat, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @nurmanmaulana @rianananudz @nahrulhasan @ririn_restu

Devi menderita Gizi Buruk dan Diare


MUHAMMAD RIFKIANSYAH (6, Edema dan Gizi Buruk). Alamat : RT 4, Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Rifki adalah putra dari Bapak Abdul Jani (51) dan Ibu Derni (41) yang bekerja sebagai nelayan di Pulau Derawan. Saat usia 2 bulan, Rifkiansyah mengalami kejang dan sianosis (kulit membiru) di seluruh tubuhnya. Saat berusia 6 bulan Rifki sering mengalami step, lalu ia dibawa ke tenaga kesehatan di daerah Berau oleh kedua orang tuanya. Setelah mengalami step, berlanjut hampir setiap 3 bulan sekali Rifki mengalami kejang. Kejang yang terus berulang tersebut membuat kaki Rifki kaku, dan hingga kini tidak dapat diluruskan lagi. Setelah dibawa ke tenaga kesehatan, ternyata Rifki juga mengalami edema atau kelebihan cairan dalam tubuh yang menyebabkan tubuh Rifki bengkak. Cairan atau air minum yang dikonsumsi Rifki sangat sedikit, namun ia sering buang air kecil. Di Berau, beberapa kali Rifki dibawa ke tenaga kesehatan, namun hal itu dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan kejangnya saja. Alhamdullillah salah satu kurir Sedekah Rombongan yang berada di Pulau Berau dipertemukan dengan Rifki dan menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi dan pembelian makanan bergizi untuk Rifki dan keluarga. Semoga Rifki segera sehat dan semangat meraih cita-cita, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @nurmanmaulana @rianananudz @nahrulhasan @ririn_restu

Rifki menderita Edema dan Gizi Buruk


SULIYEM BIN SUKMO (53, Asma + Darah Tinggi). Alamat : Kampung Apung, RT 9/2, Kelurahan Pondok Jagung 2, Kecamatan Kalideres, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Suliyem yang biasa dipanggil Bu Iyem ini adalah seorang janda yang hanya memiliki satu anak, Yanto (26). Beberapa tahun yang lalu suami Bu Iyem meninggal dunia karena sakit. Saat ini ia tinggal berdua dengan Yanto di kontrakan sepetak. Bu Iyem bekerja sebagai pembantu rumah tangga di daerah Kalideres, hanya saja ia sudah tidak bisa bekerja lagi karena menderita asma akut dan darah tinggi. Penyakit asma yang dideritanya sudah sangat parah sehingga ia sering tiba-tiba merasa sesak dan lemas. Bu Iyem juga sering mengeluh sakit kepala. Berbekal kartu KIS PBI dari pemerintah, Yanto membawa Ibunya berobat ke Puskesmas Pesakih di dekat rumahnya, namun karena peralatan yang kurang memadai ia dirujuk ke RSUD Cengkareng yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. Bu Iyem sempat dirawat dan ia menjalani berbagai pemeriksaan medis sehingga diketahui sakit kepala yang diderita Bu Iyem akibat penyakit darah tinggi yang beresiko terjadi serangan stroke dan gagal jantung. Setelah kondisinya membaik, Bu Iyem berobat jalan dan diberi beberapa obat, salah satunya obat darah tinggi yang harus diminum setiap hari. Belakangan ini Bu Iyem sering tiba-tiba sesak hingga tubuhnya menggigil. Mengingat RSUD yang letaknya lumayan jauh, dokter menyarankan untuk menyediakan tabung oksigen di rumah untuk berjaga-jaga ketika sesak napas Bu Iyem kambuh. Hal tersebut juga dikarenakan Yanto tak dapat terus menemani Bu Iyem di rumah karena harus bekerja. Penghasilan Yanto sebesar Rp. 850.000,- per bulan hanya bisa untuk membayar kontrakan dan makan sehari-hari sehingga tidak bisa membeli tabung oksigen tersebut. Alhamdulillah setelah diberikan bantuan tabung oksigen oleh SedekahRombongan, kondisi Bu Iyem semakin membaik. Sebelumnya ia hanya dapat berbaring dengan sesak napas kini ia sudah dapat duduk. Raut mukanya pun terlihat lebih segar, namun ia masih harus tetap menjalani kontrol rutin untuk mengevaluasi penyakit darah tingginya yang membuat tangan kanannya sering kaku dan sulit digerakkan. Sebulan sekali Bu Iyem berobat ke RSUD untuk kontrol rutin dan mengambil obat darah tingginya.  Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan untuk biaya operasional dan membeli obat. Sebelumnya Bu Iyem telah dibantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Pak suliyem menderita Asma + Darah Tinggi


HARUN AL- RASYID (9, Celebral Palsy). Alamat : Jalan H Jairi, RT 5/2, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Harun anak pertama dari Bu Samidah (46) yang bekerja sebagai tukang jahit dan Pak Mujiono (47) yang tidak bisa bekerja karena kendala fisik yang sudah tidak mendukung. Saat berusia 2 bulan Harun sakit demam, kejang kemudian dirawat di rumah sakit. Hingga saat ini, Harun masih sering mengalami kejang sehingga mengakibatkan tubuhnya lemas dan tidak dapat melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Di usianya kini ia hanya bisa berguling dan semua aktivitas tergantung pada orang tuanya. Harun berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia pun berobat menggunakan KIS. meski telah berobat menggunakan KIS, orang tua Harun terkendala biaya transportasi untuk fisioterapi rutin di RSUD Cengkareng. Harun tidak patah semangat dalam menjalani pengobatan. Ia rela harus mengantri sejak subuh hari setiap hari Senin demi menjemput kesembuhan. Meskipun entah sampai kapan Harun harus menjalani pengobatan, orang tua Harun tetap percaya akan mukzizat Allah atas usaha yang telah mereka lakukan. Sejauh ini fisioterapi dan vitamin stimulasi otak  yang sangat dibutuhkan Harun agar kondisi kesehatannya selalu ada perkembangan yang baik. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan terapi rutin. Sebelumnya Harun dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Harun menderita Celebral Palsy


NATHAN LEVINE SUWANTO (2, Bocor Jantung). Alamat : Jln. Ukir Dalam No. 54, RT 6/13, Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Nathan adalah anak pertama dari Bu Sisca (28) dan Pak Wawan (30) yang bekerja sebagai supir pribadi. Sejak Nathan lahir sudah ada kelainan pada hidungnya dimana warna hidungnya terlihat kebiru-biruan tidak seperti bayi pada umumnya. Nathan didiagnosis menderita kelainan jantung dan berobat di RSCM Jakarta. Kekurangan gizi membuat tumbuh kembang Nathan terhambat : ia belum bisa berjalan, berbicara dan mendengar. Nathan kini menggunakan alat bantu dengar dan masih harus menjalani terapi. Ia sudah dapat berdiri tegak dan mendengar lebih baik namun masih harus belajar berjalan. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk oerasional berobat di RSUD Cenngkareng. Sebelumnya Nathan dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Nathan menderita Bocor Jantung


UMI ALFIAH (36, Tumor Pembuluh Darah pada Mata). Alamat  Jln. Ukir Dalam No. 53, RT 6/13, Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak 2011 lalu, terdapat benjolan pada mata bagian kiri Bu Umi. Dari hasil CT-Scan RSCM Jakarta Bu Umi didiagnosa menderita tumor pembulu darah. Sebelumnya, Bu Umi berdagang sayuran di pasar namun karena gampang lelah, kondisinya sering menurun akhirnya ia tidak bisa lagi berdagang. Sudah beberapa bulan ini ia mengandalkan bantuan dari saudara-saudaranya di kampung dan tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun sempat mengalami depresi karena beberapa bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Ia kebingungan bagaimana menafkahi keempat anaknya dalam kondisi sakit seperti ini. Ia pun sering kebingungan untuk membayar kontrakan karena sudah tidak lagi berdagang. Bu Umi mendapatkan jadwal operasi mata pada 1 Januari 2017. Kondisi Bu Umi sering tidak sabil, jika terlalu lelah ia merasakan nyeri pada kelopak matanya. Bu Umi harus menjalani pemeriksaan penunjang dalam mempersiapkan operasi yang akan dijadwalkan pada Januari 2017 nanti. Dari hasil pemeriksaan kontrol rutin, diketahui tumor di pembuluh mata Bu Umi sudah masuk stadium 2 sehingga dokter sangat mengharapkan operasi dapat dilakukan tepat waktu dan tidak mundur. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Bu Umi dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah pada Mata


REZA AFIF FIRDAUS (1, Tumor Ganas Testis). Alamat : Pedongkelan Depan No. 36, RT 4/6, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Reza adalah anak dari Pak Drajad (43) yang keseharianya berjualan bubur dan Ibu Jarwi (32) yang keseharianya mengurus Reza yang tengah sakit. Sejak bayi Reza sudah mengidap penyakit tumor testis. Kondisi tersebut membuat kedua orang tua Reza kebingungan, karena harus mendampingi anaknya yang harus berobat ke RSUD Cengkareng dan RSCM Jakarta. Jika sedang mendampingi Reza berobat, Pak Drajad terpaksa tak berjualan padahal ia masih harus memenuhi kebutuhan kedua kakak Reza yang masih sekolah. Reza masih harus menjalani kemoterapi, namun pasca tindakan kemoterapi ia sering merasakan mual dan susah makan sehingga berat badannya turun. Dokter menyarankan untuk minum susu khusus penambah berat badan, karena jika berat badan Reza turun daya tahan tubuhnya pun akan menurun dan dikhawatirkan sel kanker yang sudah mulai jinak menjadi ganas kembali. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat ke RSCM Jakarta dan membeli susu penambah berat badan. Sebelumnya Reza dibantu pada Rombogan 913.

Jumlan Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Reza menderita Tumor Ganas Testis

MISKA AULIA (3, Rubella Kongenital Syndrom + Penyakit Jantung Bawaan VSD). Alamat : Kapuk Pulo, RT 6/10, Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Anak ke-3 dari pasangan Pak Saripudin dan Ibu Musripah ini mengalami  Rubella Kongenital Syndrom yang menyebabkan kecacatan lahir. Ia menderita kelainan pada mata kanannya yang mulanya didiagnosis katarak. Selain itu ia juga menderita kelainan jantung bawaan VSD ( Ventrikel Septal Defect) atau yang seringkali disebut jantung bocor. RSUD Cengkareng tempat awal Miska berobat merujuknya ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita dilakukan kateterisasi untuk persiapan operasi bedah thorax yang masih dalam penjadwalan. Sambil menunggu jadwal operasi, Miska dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan penunjang penyakit kataraknya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinyatakan Miska memerlukan lensa mata yang tidak dicover BPJS. Alhamdulillah Miska dapat memiliki lensa mata tersebut dan kini sudah bisa bermain seperti anak-anak normal lainya. Saat ini Miska masih menunggu jadwal untuk tindakan operasi jantungnya. Miska telah menjalani beberapa kali sesi terapi wicara di RSUD Cengkareng dan kini ia sudah mulai bisa mengenali bunyi dan suara. Miska juga masih harus menjalani kontrol rutin untuk penanganan matanya dan berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir dokter menyatakan katarak pada kanannya  kembali muncul sehingga harus dioperasi lagi. Sebelumnya Miska dirawat di RSUD Cengkareng karena diare akut yang disebabkan oleh virus. Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Miska di bantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Miska menderita Rubella Kongenital Syndrom + Penyakit Jantung Bawaan VSD


YANI BIN ADJAN (50, Glaucoma). Alamat: Jln. Ukir Dalam, RT 6/13, Kec. Cengkareng Timur, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Bu Yani berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia tinggal di kontrakan sepetak bersama sang ayah yang sudah sangat sepuh, Pak Adjan (80). Sejak 3 tahun lalu, kedua mata Bu Yani memerah, ia lalu berobat ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Cengkareng untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD akhirnya ia didiagnosis menderita Glaucoma. Bu Yani kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bu Yani berobat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Yani tidak bekerja, ia pun belum menikah. Selama ini ia dibantu oleh tetanganya. Kondisi saat ini Bu Yani sama sekali tidak bisa melihat dan tumbuh benjolan di bagian leher yang belum pernah ia periksakan. Pengobatan untuk matanya pun sempat tertunda karena tidak memeliki uang untuk ongkos ke RSCM. Setelah menjalani pengobatan di RSCM, Bu Yani memutuskan untuk berobat secara alternatif, namun karena ketiadaan biaya pengobatannya terhenti. Bu Yani kembali menjalani pengobatan secara herbal yang sebelumnya pernah dijalaninya. Hasilnya berdampak baik pada benjolan di lehernya, ia sudah tidak lagi merasakan nyeri. Meski sudah tidak dapat melihat, Bu Yani pasrah namun tidak berputus asa. Ia tetap menjalani aktivitasnya meski dengan kondisi terbatas. Alhamdulillah tetangganya memberi pekerjaan   membuang benang dan hasilnya dapat ia gunakan untuk kebutuhan sehari – hari. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membayar kontrakan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Bu Yani dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Bu yani menderita Glaucoma


MARWAH HABIBATUN NISA (6, Hidrosefalus). Alamat : Jln. BGN 3, RT 7/2 Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Marwah adalah anak dari pasangan Bu Jamilah (30) dan Pak Asep (40) yang keseharianya berdagang tahu di Pasar Cengkareng. Marwah terlahir sehat, namun saat berusia 3 bulan ia sama sekali tidak bisa menangis hingga akhirnya dibawa ke RSUD Cengkareng dan didiagnosis ada cairan berlebih di otak yang disebabkan oleh sepsis atau infeksi. Sampai saat ini Marwah sudah menjalani 3 kali operasi pemasangan selang di kepala untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Pak Asep sangat kebingungan untuk operasional berobat Marwah meski sudah menggunakan KIS, karena penghasilannya hanya bisa untuk makan dan membayar sewa rumah saja. Orang tua Marwah berkonsultasi pada dokter spesialis orthopedi di RSCM atas rujukan dokter rehabmedis RSUD Cengkareng, dokter menyatakan ada kelainan pada tulang panggul Marwah sehingga menyebabkan kakinya memiliki ukuran yang tak sama. Dokter RSCM menyarankan untuk segera dioperasi namun atas berbagai pertimbangan orang tua Marwah menolak saran tersebut dan memilih jalan fisioterapi dan pijat syaraf. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat rutin dan terapi. Sebelumnya Marwah telah dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Marwah menderita Hidrosefalus


SUHERMAN ANGSANA (62, Susp. Hepatoma). Alamat : Kampung Angsana, RT 2/1, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Bapak Suherman mengidap penyakit yang cukup serius. Sejak bulan puasa yang lalu ia merasakan mual disertai demam yang dikira penyakit maag. Akhirnya ia hanya diberikan obat maag warung oleh keluarganya, namun lama – kelamaan sakit yang dirasakan semakin parah. Akhirnya Pak Suherman memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas Cisoka dan dirujuk ke RSUD Cisoka. Di RSUD ia didiagnosis menderita Susp. Hepatoma atau kanker hati, setelah menjalani USG harus dilakukan sinar di rumah sakit. Pak Suherman dirujuk ke RSUD Tangerang atas kemauannya sendiri, karena di sana ada saudaranya yang bersedia mendampinginya berobat. Pak Suherman berobat menggunakan KIS kelas III, hanya saja Ia kesulitan untuk biaya operasional dan untuk obat yang tidak ditanggung. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bertemu dengan Pak Suherman dan dapat memberikan bantuan awal untuk biaya operasional dan juga untuk membeli obat.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 20 November 2016
Kurir: @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Pak suherman menderita Susp. Hepatoma


MUHAMMAD DWI RIFKI N (9, Tumor Wajah). Alamat : Kp. Dan Tegal, RT 19/5, Desa Pengarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Rifki adalah anak yang memiliki semangat yang luar biasa. Cita-citanya kelak ingin  menjadi seorang polisi. Rifki tidak ada rasa minder sedikit pun untuk tetap bersekolah, walau kondisi wajahnya tertutupi tumor yang semakin membesar. Tumor di wajahnya mulai membesar bermula akibat Rifki terjatuh dan mukanya terbentur meja. Setelah terbentur mukanya timbul lebam yang bukanya menghilang tetapi lama – kelamaan justru membengkak. Orang tua Rifki kemudian membawanya berobat ke dokter, namun bengkak di wajahnya semakin membesar dan mulai tak wajar. Keterbatasan ekonomi keluarga membuat Rifki hanya berobat sampai tingkatan RSUD, itupun tak rutin sesuai anjuran dokter yang menanganinya. Ayahnya yang bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan yang pas-pasan hanya bisa membiayai kebutuhan sehari-hari keluarga. Akhirnya Rifki berhenti menjalani pengobatan selama 5 tahun, dan wajahnya semakin membengkak. Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Rifki kembali berobat ke RSUD dan dianjurkan untuk dilakukan penyedotan pada wajahnya. Setelah tindakan penyedotan, benjolan itu kempes dan wajah Rifki kembali semula walaupun masih ada sedikit bekas benjolan. Selang berapa bulan benjolan itu mulai muncul kembali. Kini Rifki dan keluarga hanya bisa pasrah menjalani hidup dengan kondisi  sakit yang dialami Rifki. Alhamdulillah Rifki dapat kembali menjalani pengobatan. Ia berobat ke RSCM Jakarta menggunakan KIS kelas III dan menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui jenis tumor yang dideritanya dan menentukan kapan tindakan operasi dapat dilakukan. Rifki sempat dirawat di RSCM Jakarta lebih dari dua minggu , saat itu keluarganya sangat membutuhkan biaya untuk akomodasi berobat selama Rifki dirawat. Ayah Rifki tak dapat bekerja karena harus merawat dan menungguinya di rumah sakit. Setelah menjalani rawat inap, kondisi Rifki mengalami kemajuan. Tumor yang sebelumnya menutupi wajahnya kini mengecil dan wajah Rifki mulai bisa terlihat. Rifki dijadwalkan menjalani operasi pada Januari 2017.    Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat dan kebutuhan pengobatan lainnya. Sebelumnya Rifki telah dibantu pada Rombongan 916.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  5 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @icallabdulah @ririn_restu

Rifki menderita Tumor Wajah


AI HANIFAH (27, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Nagrog, RT 3/7, Curug Wetan, Curug, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Satu tahun yang lalu Ibu Hanifah mulai merasakan ada benjolan di payudara kanannya, namun ia tidak mempedulikan benjolan itu yang kian lama membesar dan didiagnosis kanker payudara. Ibu Hanifah hars rutin berobat dua minggu sekali. Beberapa kali kondisi Bu Hanifah menurun, payudaranya kembali membesar setelah sempat mengecil dan siap untuk dioperasi. Operasi akhirnya ditunda kembali menunggu kondisi Bu Hanifah membaik. Bu Hanifah harusnya rutin menjalani kemoterapi sebulan dua kali, namun ketiadaan biaya membuat ia tak pernah kontrol lagi karena suaminya, Pak Sofyan yang tadinya bekerja sebagai supir serabutan kini tidak lagi bisa bekerja karena harus merawat Bu Hanifah. Setelah pengobatan terhenti kondisi Bu Hanifah kembali menurun, payudaranya semakin membesar bahkan mengeluarkan darah yang cukup banyak. Bu Hanifah kembali menjalani kemoterapi setiap dua minggu sekali. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Bu hanifah sebelumnya telah dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur @ririn_restu.

Bu hanifah menderita Kanker Payudara


MURSALAM BIN ALWI (56, Kanker Nasofaring) Alamat: Dusun Botolinggo, RT 25/09, Desa Botolinggo, Kec. Botolinggo, Kab. Bondowoso, Jawa Timur.  Pak Mursalam adalah seorang kepala keluarga dari 5 orang anggota keluarga. Beliau bekerja sebagai buruh tani. Beliau mengidap penyakit kanker nasofaring sejak oktober 2015. Awalnya pak Mursalam merasakan nyeri dibagian leher sebelah kanan. Lalu beliau berobat ke Puskesmas dan dirujuk ke RSU Dr. Koesnadi Bondowoso. Waktu itu pak Mursalam diberi tindakan dengan mendapat suntikan pada bagian leher yang sakit.  Sakitnya pun mereda dan beliau menganggap sakitnya sudah sembuh. Namun 2 bulan berselang, pak Mursalam kembali merasakan sakit di bagian yang sama. Akhirnya pak Mursalam kembali berobat ke RSU Dr. Koesnadi Bondowoso. Setelah berobat selama sebulan pak Mursalam mendapat rujukan ke RSU Dr. Soebandi Jember. Setelah menjalani pengobatan selama 1 bulan di Jember, beliau dirujuk ke RSU Dr. Soetomo Surabaya. Pak Mursalam menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Surabaya dari januari 2016. Pak Mursalam menjalani kontrol setiap 2 kali dalam seminggu di POSA (Poli Onkologi Satu Atap) THT. Setelah ikhtiar mencari kesembuhan selama 2 bulan di Surabaya, beliau memutuskan untuk berhenti dan berobat jalan di daerah asal. Akhir agustus 2016 kami kurir #SedekahRombongan mendapat berita duka dari keluarga beliau bahwa pak Mursalam telah meninggal dunia. Kami merasa kehilangan dan turut berduka cita. Semoga amal ibadah beliau diterima allah SWT. Bantuan telah diberikan kepada keluarga almarhum untuk membantu biaya pemakaman. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 843. Keluarga almarhum sangat berterima kasih atas bantuan para sedekahholics yang telah memberikan sedikit rezekinya melalui #SedekahRombongan. Semoga semua amal kebaikan sedekahholics diterima oleh Allah SWT dan rejekinya dilancarkan. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,­
Tanggal : 29 Agustus 2016
Kurir :   @Wahyu_CSD @Martinomongi

Pak mursalam menderita Kanker Nasofaring


KAMASE (70, Cacat Permanen Kaki dan Tangan). Alamat :  Lingkungan Batu-batu, RT 2/1, Kel. Darma, Kec. Polewali, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Kamase mengalami cacat kaki dan tangan sejak lahir. Kamase hidup sebatang kara di sebuah rumah gubuk yang terletak di tengah kebun seorang warga setempat, lahan yang ia garap selaku buruh. Kamase tidak pernah dikunjungi oleh keluarga baik keluarga dekat maupun jauh.
Ia sendiri tidak tahu menahu keberadaan kerabatnya semenjak terpisah dari mereka beberapa puluh tahun yang lalu. Sejak kecil Kamase dan kedua orang tuanya terpisah setelah keduanya bercerai hingga meninggal dunia.
Untuk kebutuhan sehari-hari  Kamase mengusahakan sendiri dengan bekerja membantu warga di lahan kakao atau tanaman lain serta ia membuat kerajinan sapu lidi dari daun kelapa yang dijual ke warga sekitar. Tidak jarang pula ada warga yang berbesar hati mengulurkan bantuan makanan maupun pakaian untuk Kamase yang mengaku belum pernah sama sekali mendapatkan perawatan dari dokter dikarenakan kondisi ekonomi keluarga dan jarak tempat tinggal beliau yang cukup jauh dari rumah sakit setempat.
Kurir #SedekahRombongan di polewali mandar berkesempatan menyalurkan bantuan dari #sedekaholic, semoga bantuan ini bisa meringankan beban hidup beliau.

Jumlah bantuan   Rp. 500.000,-
Tanggal   :  22 Agustus 2016
Kurir      : @Mujahid @Areefy_dip

Pak kamase menderita Cacat Permanen Kaki dan Tangan


MUHAMMAD  NATSIR (60, Tumor Gusi dan Leher). Alamat : Kompleks BTN Villamas Cendrawasih, RT 2/1, Kel. Takatidung, Kec. Polewali, Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat. M. Natsir mengidap penyakit tumor di gusi dan lehernya sejak 2 tahun lalu. Awalnya hanya benjolan di leher kemudian membengkak lalu meletus dan bernanah, menurut pengakuannya asal mula penyakit ini muncul, disebabkan karena salah dalam mencabut gigi yang berakibat luka dan inveksi. Bukan hanya gusinya yang bengkak tapi sudah menjalar ke leher dan naik ke mata beliau sehingga mengalami pembengkakan di sekitar mata yang mengakibatkan ia kesulitan bicara serta tidak mampu menoleh. Natsir sudah pernah menjalani operasi di Rumah Sakit Siloam Makassar, dua bulan yang lalu dengan jaminan Asuransi Kesehatan, namun sampai sekarang belum ada perubahan bahkan menurut Natsir yang merupakan pensiunan pegawai dinas perhubungan ini badan di bagian sebelah kiri juga sudah mulai tidak bisa digerakkan akibat pengaruh penyakitnya tersebut.
Kini Natsir hanya bisa beristrihat di rumah mengonsumsi obat seadanya sambil dirawat oleh sang istri. Kini ia tidak bisa berangkat berobat ke Makassar karena menipisnya dana transportasi dan akomodasi. Kurir sedekah rombongan di Polewali berkesempatan menjenguk beliau di kediamannya dan menyerahkan bantuan dari #sedekaholic. Semoga bantuan ini bisa membantu beliau dan meringankan biaya hidup sehari-hari yang hanya bertumpu dari gaji pensiunannya.

Jumlah bantuan   Rp. 1.000.000,-
Tanggal                 : 23 Agustus 2016
Kurir                      : @Mujahid @Areefy_dip

Pak natsir menderita Tumor Gusi dan Leher


JUMALING (34, Lumpuh separuh badan). Alamat :  Jalan Batu-batu, RT 2/2,  Kel. Darma, Kec. Polewali, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Jumaling menderita lumpuh separuh badan, bengkak dan gatal, penyakit aneh ini pertama kali menyerangnya ketika menebang kayu di hutan tiga tahun lalu, pada saat beliau bekerja tiba-tiba dia merasa sekujur badannya gatal lalu bengkak, setelah beberapa hari kulitnya mulai terasa bebal, memerah dan enggan digerakkan. Keluarga Jumaling telah berulang kali membawanya ke puskesmas dan rumah sakit terdekat dengan jaminan kartu kesehatan, namun sampai sekarang belum ada perubahan bahkan penyakit beliau semakin aneh, hal itu terlihat dari kulit beliau yang membiru disertai bengkak di wilayah muka dan sebagian badannya.
Sebenarnya pihak rumah sakit telah memberinya rujukan berobat ke rumah sakit di kota Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan. Namun sampai sekarang belum dilakukan oleh keluarga dikarenakan kesulitan biaya transportasi dan akomodasi selama proses pengobatan di rumah sakit yang berjarak 250 km dari kediaman. Kini Jumaling hanya bisa beristirahat di rumah dan berobat seadanya, sementara untuk biaya hidup ditanggung oleh saudara dan kerabat beliau. Kurir sedekah rombongan di Polewali Mandar berkesempatan menyalurkan bantuan dari #sedekaholic. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan kehidupan Jumaling dan keluarganya.

Jumlah Bantuan  Rp. 750.000,-
Tanggal                 : 23 Agustus 2016
Kurir                      : @Mujahid @Areefy_dip

Pak jumaling menderita Lumpuh separuh badan


PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH (Bantuan Kacamata). Alamat: Jl. R. Abd Aziz 86, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pada awal september 2016, beberapa kurir Sedekah Rombongan mengunjungi salah satu panti asuhan di Pamekasan Madura. Disana mereka bertemu dengan adik-adik Panti Asuhan Muhammadiyah. Waktu itu kurir #SRmadura menanyakan apa saja keluhan dan kesulitan yang dialami di panti tersebut. Beberapa dari mereka mengeluhkan merasa ada masalah dengan penglihatan, mereka kesulitan melihat penjelasan guru di papan tulis saat di sekolah dan ada salah satu adik panti mengeluhkan sampai keluar air mata jika terlalu lama melihat ke papan. Setelah itu, di hari yang sama kurir #SRmadura mengajak adik-adik panti asuhan putri untuk memeriksakan kondisi mata ke optik. Setelah diperiksa, barulah diketahui bahwa adik-adik ini seharusnya menggunakan kacamata sebagai alat bantu penglihatan mereka. Melihat kondisi tersebut Sedekah Rombongan beruntung diberi kesempatan membantu adik-adik di panti asuhan tersebut dalam pengadaan kacamata. Tujuannya supaya adik-adik tersebut merasa lebih nyaman dan tidak kesulitan dalam belajar. Bantuan telah diberikan, para pengurus dan adik-adik Panti Asuhan Muhammadiyah mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekholics melalui Sedekah Rombongan, karena sangat membantu mereka untuk dapat belajar dengan lebih baik lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @erdytaa @radityorenal

Bantuan Kacamata


SULASIH BINTI SALIMIN (41, Bantuan Biaya Hidup).  Alamat : Desa Jimbaran, RT 3/2, Kec. Kayen, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ibu Sulasih tinggal bersama ibu dan dua orang anak dirumah dengan status menumpang di tanah milik desa. Kondisi rumah yang ditempati saat ini begitu memprihatinkan. Dengan dinding bambu yang sudah lapuk termakan usia, dibagian belakang rumah hampir roboh. Sehari hari ibu Sulasih bekerja sebagai buruh tani serabutan, termasuk mencari padi sisa panen untuk dimakan dan  selebihnya untuk dijual. Bertahun- tahun mengalami hidup yang serba memprihatinkan dan menjadi tulang punggung keluarga, karena tidak ada yang diharapkan lagi dari siapa- siapa.  Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada Ibu Sulasih digunakan untuk membeli kebutuhan sehari- hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @dewa_popfmpati  @Irawanery108 @JeanseaMaurer

Bantuan Biaya Hidup


SUWARNI PATI (69, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Desa Puri, RT 2/2, Kec. Pati, Kab.  Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Suwarni namanya, beliau adalah seorang janda yang sudah sepuh hidup seorang diri. Suami beliau Suyono telah lama meninggal dunia dan dari pernikahan itu beliau tidak diaruniai anak. Dengan usia yang sudah tua itu beliau tidak bisa bekerja. Hidup beliau hanya mengandalkan bbayaran sewa ruangan bekas bengkel sang suami yang kini disewa digunakan untuk tempat reparsi komputer. Dan Untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari mbah suwarni biasanya beliau dibantu tetangga sekitar. Sedekah Rombongan bertemu dengan mbah suwarni dan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir : @dewa_popfmpati  Hendro  @JeanseaMaurer

Bantuan Biaya Hidup


MTSR PATI (K 8502 VA, Operasional Bulan Oktober dan November 2016). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) memiliki jangkauan operasional pelayanan di Kabupaten Pati, Kabupaten Blora dan Kabupaten Rembang. Adapun pengantaran pasien lebih sering untuk ke Semarang. Pada Periode ini MTSR melayani pasien dampingan Sedekah Rombongan yang kontrol rutin di Rumah Sakit daerah dari kecamatan yang berbeda-beda di sekitar kabupaten Pati, selain itu juga MTSR melayani warga yang meminta tolong untuk kontrol rutin kebeberapa Rumah Sakit daerah, diantaranya adalah ke Rumah Sakit Umum ke RSUD Soewondo Pati dan RS. Mitra Bangsa Pati untuk mengantar pasien dampingan pemeriksaan Fisioterapi, Ortopedi, kontrol perkembangan, dan tindakan operasi pasien di RSUD Soewondo Pati dan RS. Mitra Bangsa Pati. Anggaran Operasional juga digunakan untuk biaya parkir, service rutin, pembelian bbm, gaji Driver selama setengah bulan, biaya pemasangan light bar, membeli ban baru dan pergantian nama STNK atas nama Ambulance Sedekah Rombongan. Pembiayaan sebelumnya masuk sudah diberikan pada ROM 913.

Jumlah Bantuan: Rp. 7.550.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @dewa_popfmpati Sugiono @JeanseaMaurer

Biaya Operasional Bulan Oktober dan November 2016


NAUFAL ARDIANSYAH (2, Hydrochaepalus). Alamat : Desa Gajahmati,  RT 4/2, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bermula dari keluhan yang dirasakan Dek Naufal sejak umur 4 bulan, Dek Naufal mengeluh demam  disertai BAB cair,  kemudian Dek Naufal segera dibawa ke bidan Desa Gajahmati. Bidan desa  mendiagnosa bahwa Dek Naufal menderita Hydrocephalus. Hydrocephalus adalah akumulasi abnormal cairan cerebrospinal di dalam otak akibat tersumbatnya aliran pengeluaran cairan otak tersebut. Cairan ini sering meningkatkan tekanan sehingga dapat memeras dan merusak otak. Pada normalnya cairan otak itu diproduksi dan diserap dengan seimbang. Kepala Dek Naufal semakin lama mulai membesar ketika berumur empat bulan. Setelah berobat di bidan desa, Dek Naufal diberi rujukan ke Pukesmas Pati 1 untuk ke RSUD Soewondo Pati, dan akhirnya dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Di RSUP Kariadi Semarang Dek Naufal menjalani rawat inap selama dua hari, dalam rawat inap yang dilakukan, Dek Naufal sudah menjalani rontgen  dan dokter menyarankan untuk tindakan operasi. Namun dikarenakan ketiadaan biaya akhirnya Dek Naufal menghentikan pengobatannya dikarenakan ketiadaan biaya. Ibunya Rufikah (20) bekerja sebagai ibu rumah tangga dan Ayahnya Subandi (25) bekerja sebagai buruh serabutan, pendapatan yang sangat minim untuk tindakan operasi yang disarankan oleh dokter. Saat itu juga dik Naufal masih menggunakan jaminan kesehatan berupa Jamkesda. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan Dik Naufal dan memberikan bantuan yang digunakan untuk pembuatan BPJS mandiri kelas III dan untuk akomodasi di RSUP Kariadi Semarang untuk periksa observasi pengobatan. Semoga Allah memberi  kesembuhan untuk Dek Naufal. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @dewa_popfmpati Nadya @JeanseaMaurer

Naufal menderita Hydrochaepalus


MUHAMMAD ZIKRI (1, Hydrocephalus). Alamat : Kampung Masjid, RT 3/2, Desa Kondangjaya, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Anak ke-3 dari pasangan Suryadi (36) dan Ropiah (35) ini mulai diketahui menderita hydrocephalus sejak berusia 4 bulan. Awalnya orang tua Zikri menyangka itu penyakit biasa saja, mereka pun membawa Zikri ke Puskesmas. Seiring perjalanan waktu kepala Zikri semakin membesar karena menumpuknya cairan. Orang tuanya pun kembali memeriksakannya ke Puskesmas, akhirnya dokter mendiagnosis bahwa Zikri mengidap penyakit Hydrocephalus. Dokter Puskesmas kemudian memberikan rujukan untuk pemeriksaan lanjutan ke RSUD Pandeglang. Sesuai anjuran dokter orang tua Zkiri kemudian memeriksakannya ke RSUD Pandeglang dan disarankan agar Rizki dirawat inap, namun orang tua Rizki menolaknya karena tidak ada biaya dan Rizki belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sampai saat ini Rizki hanya terbaring di rumah dengan kondisi lemah dan kepala semakin membesar hingga 3 kali lipat dari ukuran biasanya. Ingin sekali orang tua Zikri membawanya ke RSUD untuk dirawat, tetapi apa daya karena ketiadaan biaya Zikri hanya dirawat di rumah tanpa pengobatan. Bapak Suryadi bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan Ibu Sopiah hanya ibu rumah tangga biasa. Jangankan untuk berobat, penghasilan Bapak Suryadi hanya dapat dicukup-cukupi untuk kebutuhan sehari – hari saja. Alhamdulillah kabar mengenai Zikri sampai kepada Sedekah Rombongan. Bantuan dari sedekaholics pun disampaikan kepada  orang tua Zikri untuk membantu biaya pembuatan KIS agar ia bisa berobat dengan maksimal. Semoga Zikri yang masih balita ini segera  mendapatkan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Zikri menderita Hydrochaepalus


KALSUM KOMARUDIN (66, Lumpuh). Alamat : Kp. Malang Nengah, RT 1/8, Kec. Jiput, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Ibu Kalsum adalah cerminan kesetiaan seorang istri pada suami. Ia begitu legowo menerima keadaan suaminya, Komarudin (66), yang hanya bisa terbaring dan sudah tidak bisa melalukan aktivitas apapun. Ibu Kalsum begitu telaten merawat sang suami yang terbaring sakit sudah 1 tahun lamanya. Tapi kini, Ibu Kalsum sudah tidak lagi dapat merawat suaminya, ia menderita lumpuh sejak 3 bulan belakangan ini. Awal mulanya Ibu Kalsum terpeleset sewaktu ingin mengambil handuk yang dijemur di depan rumah, tetapi setelah terjatuh badannya menjadi mati rasa. Tak lama kemudian dari pusar sampai tubuh bagian bawah tidak bisa digerakkan. Ibu Kalsum hanya tinggal berdua dengan suaminya, semua anak – anaknya merantau ke tempat yang jauh. Kondisi tersebut membuat Ibu Kalsum kebingungan, sehingga ia dan suaminya tidak pernah berobat secara medis. Terlebih lagi ia belum mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ibu Kalsum hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang tidak punya penghasilan, kini ia dan suaminya hanya mengharapkan belas kasihan dari tetangga dan kerabat sekitar untuk kehidupan mereka sehari-hari. Ibu Kalsum sebetulnya ingin sekali berobat ketempat yang lebih baik, tetapi ia hanya mampu berobat ke tukang urut karena faktor ekonomi dan jarak rumah sakit yang jauh dari rumah. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dialami Ibu Kalsum dan suaminya, bantuan awal pun sudah tersalurkan untuk operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari. Semoga Ibu kalsum cepat sembuh dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir :  @nurmanmlana @ratuditta @ririn_restu

Ibu kalsum menderita Lumpuh


ARIS HAPID  (29, Cacat akibat Kecelakaan). Alamat : Kp. Sukarame, RT 3/1, Kec. Jiput, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Aris merupakan sosok yang sangat tangguh, meski dalam kondisi terbatas ia terus berusaha mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Setelah kecelakaan yang terjadi 4 tahun lalu, Aris sangat sulit mencari pekerjaan. Pengalaman dua tahun menjadi operator di sebuah pabrik tak mampu meloloskonnya pada lowongan pekerjaan yang ia ajukan. Sudah beberapa pabrik di kota ia datangi untuk mencari pekerjaan, namun apa daya satu pun tidak ada yang mau menerimanya. Setelah beberapa bulan tinggal di kota akhirnya Aris dan keluarga pun pulang ke kampung halaman berharap bisa mencari pekerjaan lain. Kondisi desa ternyata lebih sulit mencari pekerjaan akhirnya ia hanya dapat bekerja serabutan. Aris dan keluarga menempati rumah bekas orang tuanya yang kondisinya sangat tidak layak, terlebih lagi untuk anak satu – satunya yang masih kecil. Apabila hujan, hampir semua atap rumah bocor, kayu penyangga rumah sudah rapuh, bahkan istrinya, Sumiati (25) pernah kejatuhan genteng. Anaknya, Rizky Aditia (5), sering mengalami demam karena lingkungan rumah yang sangat kotor dan tak layak huni. Rumah Aris pernah dijanjikan akan direnovasi, namun higga kini belum terlaksana. Jangankan untuk merenovasi rumah, untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari saja kesusahan. Aris dan keluarga sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari karena ia tak memiliki penghasilan. Melihat kondisi dan keadaan tersebut Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari – hari. Semoga Aris dan keluarga dapat hidup lebih layak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir :  @nurmanmlana @ratuditta @ririn_restu

Aris menderita Cacat akibat Kecelakaan


DULATIF BIN SALIM (60, Tumor Ganas pada Pinggang). Alamat : Kampung Kadu Kolecer, RT 2/4, Desa Babakan Lor, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Sakit yang dialami Pak Dulatif bermula sejak 1 tahun yang lalu, pada pinggang belakangnya terdapat benjolan kecil. Dengan dibantu warga dan aparat pemerintahan setempat ia sempat berobat dengan menggunakan KIS di RSUD Pandeglang. Dokter mendiagnosis adanya tumor pada pinggang bagian belakang, selanjutnya dokter melakukan operasi kecil. Pasca operasi Pak Dulatif  dianjurkan untuk terus berobat, namun karena ketiadaan biaya untuk transportasi ke RSUD ia pun tidak melakukan kontrol rutin. Kondisi tersebut membuat tumornya tumbuh kembali dengan ukuran yang lebih besar. Akhirnya Pak Dulatif kembali berobat ke RSUD Pandeglang yang kemudian merujuknya ke RSUD  Serang. Pak Dulatif kemudian dirujuk lagi ke RS Dharmais Jakarta, namun karena tidak ada biaya ia tak pernah menjalani rujukan tersebut dan menghentikan pengobatannya. Pak Dulatif adalah tulang punggung keluarga dengan 1 anak, ia bekerja serabutan jika ada tetangga yang meminta bantuannya. Pak Dulatif pun tak memiliki rumah, ia dan keluarga tinggal di rumah milik orang lain yang berempati padanya. Informasi mengenai Pak Dulatif sampai pada Sedekah Rombongan, saat kurir menjenguknya keadaannya sangat lemah, tubuhnya pucat karena sudah beberapa hari tidak bisa makan. Kondisi Pak Dulatif pun menurun dratis hingga dibawa ke IGD RSUD Berkah Pandeglang. Pak Dulatif dirawat selama 4 hari dan menjalani transfusi darah sebanyak 8 kantong. Alhamdulillah kondisinya berangsur membaik. Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya di rumah sakit dan dapat memberikan bantuan dari sedekaholics untuk kebutuhan pengobatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Pak dulatif menderita Tumor Ganas pada Pinggang


RUDIANA BIN HARUN (16, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Kampung Kalibaru, RT 11/3, Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Rudiana adalah anak pertama dari tiga bersaudara, ia merupakan pelajar kelas IX di SMP Negeri 1 Malingping Kabupaten Lebak. Bulan Desember 2016 ini adalah akhir dari proses belajar mengajar pada semester ganjil dan sekolah menyelenggarakan Ujian Akhir Semester  (UAS). persyaratan bagi siswa untuk mengikuti UAS tersebut salah satunya adalah harus melunasi tunggakan biaya administrasi. Tidak terkecuali bagi Rudiana, iapun harus melunasi tunggakan administrasi sekolahnya. Sebetulnya pihak sekolah telah memberi kebijakan jika belum bisa melunasi biaya administrasi sekolah pihak orang tua/ wali murid bisa menghadap pihak sekolah untuk mengajukan permohonan penangguhan pembayaran, tetapi orang tua Rudiana sudah sering menghadap pihak sekolah namun tetepa saja mereka kesulitan untuk membayarnya. Orang tua Rudiana sangat ingin melunasi semua tunggakan agar beban hidup yang mereka tanggung sedikit berkurang. Ayah Rudiana, Bapak Harun (36) bekerja sebagai buruh serabutan dengan pekerjaan dan penghasilan yang tak menentu, sedangkan ibunya, Ibu Suhenah (34) hanya seorang ibu rumah tangga. Informasi mengenai kesulitan Rudiana ini sampai juga ke Sedekah Rombongan. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics telah disampaikan kepadanya untuk membantu menutupi tunggakan sekolahnya. Semoga Rudiana dapat menyelesaikan sekolahnya dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Bantuan Biaya Sekolah


ENI BINTI SUHARJA  (76, Lumpuh + Stroke). Alamat : Kp. Jiput, RT 1/1, Kec. Jiput, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Ibu Eni adalah seorang janda, di usianya yang sudah renta ia tetap bersemangat menjalani hidup. Ia mengisi masa tuanya dengan aktif datang ke pengajian – pengajian meski dengan berjalan kaki. Setelah penyakit stroke menyerangnya 3 tahun belakangan ini, ia sudah tidak bisa melakukan aktivitas yang rutin ia lakukan, kini ia hanya menghabiskan hari – harinya di tempat tidur usangnya. Keluarga dan tetangganya menyarankan Ibu Eni dibawa ke tukang urut yang terkenal di daerahnya, tetapi penyakitnya belum juga membaik. Ibu Eni hanya bisa berobat ke tukang urut karena ia tidak memiliki uang untuk berobat secara medis. Kondisi Ibu Eni yang tak kunjung membaik membuat keluarga memutuskan membawa Ibu Eni ke bidan terdekat, namun kondisinya semakin buruk dengan tulang kaki dan tangan bergeser yang mungkin karena diurut terlalu kencang. Untuk kebutuhan sehari – hari Ibu Eni mengandalkan bantuan dari pemberian anaknya, itu pun jarang ia dapatkan karena kebanyakan anaknya tinggal di luar kota dan sudah berumah tangga. Kehidupan Ibu Eni semakin sulit karena tidak ada yang menunggu dan merawatnya di rumah. Setelah melihat keadaan Ibu Eni, kurir Sedekah Rombongan merasa iba padanya dan bantuan pertama pun disalurkan untuk berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Semoga Ibu Eni bisa kembali sehat dan dapat menjalani aktivitasnya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir :  @nurmanmlana @yadi_uy @ratuditta @ririn_restu

Ibu eni menderita Lumpuh + Stroke


NURYADI BIN SUPARMIN ( 29, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar setahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya hanya ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Titipan santunan ketujuh dari sedekahholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya operasional selama rawat inap dan obat diluar Bpjs setelah sebelum nya masuk rombongan 909. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @RonyPratama

Pak nuryadi menderita tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


SUGI BIN PARTOWAGI, (52, pergeseran tempurung lutut) Alamat : RT.01/03 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Pada Desember 2014 Pak Sugi mengalami kecelakaan kecil hingga tempurung lutut nya bergeser dan menyebabkan beliau tidak bisa berjalan. Pernah di obatkan ke Sangkalputung dan RS Kustati tetapi karena ketidakadaan biaya pengobatan harus terhenti. Pak Sugi hanya bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan yang tidak menentu. Apalagi sejak mengalami kecelakaan, praktis tidak bisa bekerja sama sekali. Bu Sani (48 tahun) yaitu istri pak Sugi bekerja sebagai penganyam bambu yang penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beliau mempunyai 2 anak, yang pertama sudah berkeluarga dan anak kedua beliau masih tinggal serumah dan mendampingi proses pengobatan pak Sugi selama ini. Berdasarkan informasi dari warga sekitar akhir nya Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Sugi. Beliau melanjutkan pengobatan ke RSO Soeharso Solo. Setelah beberapa kali berobat, saat ini sudah ada kemajuan, beliau sudah bisa berjalan walau dengan bantuan walker, dan proses pengobatan terus dilanjutkan. Santunan titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk pembelian obat dan akomodasi selama proses pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 891. Keluarga pak Sugi sangat terharu dan berterimakasih atas santunan yang telah disampaikan oleh Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurive @Ronypratama

Pak sugi menderita pergeseran tempurung lutut


ANDIK ISDIANTO, (26, remuk tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Desa Plosotinil RT 5/3 Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Andik mengalami kecelakaan 2 tahun lalu, saat akan berangkat kerja di suatu Expo dengan di boncengkan teman nya. Kecelakaan beruntun terjadi dan Andik mengalami luka yang cukup serius, tulang lutut nya hilang sepanjang 6 cm. Saat itu Andik langsung dilarikan ke Rsud Sayidiman Magetan, dan setelah beberapa hari dirawat harus dirujuk ke Rsu Suharso/ Orthopedi Solo, dilakukan operasi dengan jaminan Bpjs. Setelah proses operasi, Andik hanya mampu melakukan kontrol dua kali, setelah itu berhenti berobat karena sudah tidak punya biaya lagi. Orang tua Andik yaitu Pak Suyono (40) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya yaitu Bu Asmirah, seorang ibu rumah tangga, jadi sangat keberatan untuk biaya pengobatan Andik. Beruntung saat kontrol kedua, Andik bertemu dengan Nuryadi yang merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan sehingga Nuryadi menyampaikan tentang kondisi Andik pada salah satu kurir #SRMagetan. Setelah melalui proses survey, Andik menjadi salah satu pasien dampingan dan bisa melanjutkan proses pengobatan kembali. Santunan pertama titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama rawat inap dan pembelian obat diluar tanggungan Bpjs. Andik dan keluarga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas semua bantuan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Ronyprata58

Pak andik menderita remuk tulang kaki karena kecelakaan


KARNO BIN DULSUKUR, (85, Stroke). Alamat: Dusun Meseh, RT 09/02 Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Karno biasa dipanggil adalah suami dari bu Sainem. Beliau dinyatakan mengidap stroke tanggal 25 November 2016 yang lalu dan dirawat di Rsud Sayidiman Magetan. Sehari-hari mbah Karno hidup hanya bersama bu Sainem. Sebenarnya mereka mempunyai satu anak, namun sudah lebih dari 20 tahun ini tidak pernah pulang. Mbah Karno dan Bu Sainem merawat cucu semata wayangnya. Namun sekarang cucu nya sudah menikah dan pergi mengikuti suaminya. Sehari-hari mereka makan mengandalkan uang hasil dari mbah Karno menjadi buruh tani. Dengan adanya mbah Karno masuk Rumah sakit saat ini, mbah Sainem kebingungan untuk membiayai suaminya tersebut. Dengan kondisi seperti itulah yang membuat kurir Sedekah Rombongan merasakan bagaimana sulitnya keluarga mbah Karno. Informasi mengenai mbah Karno diperoleh dari informasi warga sekitar. Alhamdulillah titipan santunan lepas dari para Sedekaholic sejumlah Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama rawat inap di rumah sakit. Mbah Sainem sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Sony_Rohman

Pak karno menderita Stroke


RSSR MAGETAN (Pelunasan Biaya Sewa Tahun Ke-2 dan 3). Alamat : Jalan Hasanudin RT 4/5 Desa Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Rumah singgah Sedekah Rombongan atau biasa disebut RSSR merupakan rumah tempat persinggahan bagi para pasien dampingan. Tak jarang pasien dampingan Sedekah Rombongan berdomisili diluar kota Magetan sehingga mereka membutuhkan rumah tinggal sementara sembari menjalani kontrol rutin. Pertambahan pasien dampingan serta ambulance yang ada mengharuskan RSSR Magetan untuk memiliki rumah singgah yang lebih luas dan memiliki garasi agar bisa untuk parkir dua Mtsr Magetan. Perpindahan RSSR pun terwujud pada 1 November 2016. Bantuan untuk pelunasan biaya sewa RSSR baru sebesar Rp 20.000.000 dari sedekaholics pun tersampaikan dan digunakan untuk pembayaran sewa Rumah Singgah Magetan untuk kurun waktu 2,5 tahun mendatang. Semoga dengan adanya RSSR baru semakin banyak pasien yang terbantu dalam menjemput kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 20.000.000
Tanggal : 1 November  2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Pelunasan Biaya Sewa Tahun Ke-2 dan 3


GALUH PUJI RAHAYU (15 tahun minus mata) Alamat : Dusun Sengon  RT 4/1 Desa Sendangagung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. SOFI NUR KHAFIFAH ( 13 tahun, minus mata) Alamat : Dusun Geyong, RT 10/2 Desa Ngancar Kecamatan Plaosan  Kabupaten Magetan Jawa Timur. SUJIATI (14, minus mata) Alamat : RT 5/3 Dusun Mbutri Desa Ngancar Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Mereka bertiga adalah  anak didik SMP Negeri 3 Plaosan yang duduk di kelas 8 dan 9. Mereka  mengeluh tidak dapat melihat tulisan yang ada di papan tulis ruang kelas dari tempat duduk masing masing di karenakan minus mata yang akhirnya oleh wali kelas di tempat kan di tempat duduk paling depan agar mereka tidak ketinggalan pelajaran. Karena wali kelas merasa kasihan dan menilai keduanya dari kluarga kurang mampu, akhirnya wali kelas nya berinisiatif melaporkan masalah tersebut kepada kurir Sedekah Rombongan Magetan agar di usahakan bantuan kaca mata minus dan pemeriksaan terlebih dahulu. Setelah kurir mensurvei rumah mereka , para kurir tercengang karena orang tua mereka tidak mengetahui hal tersebut. Karena orang tua mereka masing masing hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak pasti, maka orang tua  tersebut langsung meminta bantuan Sedekah Rombongan untuk memeriksakan dan memohon bantuan kacamata untuk anak mereka. Alhamdulillah santunan lepas titipan dari  para Sedekaholic senilai Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk pengadaan kacamata minus. Pihak sekolah dan orang tua  ketiga anak ini mengucapkan terimakasih atas santunan dari para Sedekaholic yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive

Bantuan untuk pengadaan kacamata minus


SUDARTIK BINTI SUNOMO, (48, Diabetes & Infeksi Paru-paru). Alamat : RT 1/1 Desa Tamanan Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pada bulan Agustus 2016 Bu Sudartik menderita batuk, tapi menganggapnya sebagai batuk biasa. Bu Sudartik seorang Ibu dari dua anak bersama suaminya Joko Sumarno (49) tidak menganggap batuk yang dideritanya sebagai hal serius. Setelah 2 minggu batuk Bu Sudartik semakin parah, beliau batuk disertai yang keluar darah dari mulutnya. Sebelumnya, Bu Sudartik menderita penyakit diabetes selama kurang lebih 3 tahun. Keadaan tersebut membuat kondisi Bu Sudartik semakin buruk dengan tubuhnya yang lemas. Pada tanggal 8 September 2016 tepatnya, keluarga akhirnya membawa Bu Sudartik ke RSUD dr Sayidiman dan setelah diperiksa, Dokter menyatakan Bu Sudartik menderita Infeksi Paru-paru. Untuk mendapat penanganan yang lebih serius Bu Sudartik melanjutkan opname di RSUD dr Sayidiman Magetan tanpa menggunakan Jaminan Kesehatan. Bu Sudartik baru membuat kartu BPJS dan aktif pada tanggal 27 September 2016. Selama 2 minggu dirawat di RSUD dr Sayidiman Bu Sudartik mengalami masa kritis tetapi beliau mampu melewatinya dan masih bisa bertahan. Namun, Karena suami yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu dan sudah mengeluarkan seluruh tabungannya masih belum cukup untuk menanggung biaya pengobatan tersebut. Pengobatan Bu Sudartik di hentikan dan di rawat di rumah semampunya. Setelah BPJS aktif Bu Sudartik menjalani rawat jalan di RSUD dr Sayidiman. Informasi tentang Bu Sudartik di dapat dari salah seorang warga yg simpatik kepada keluarga nya dan santunan lepas titipan dari sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 di sampaikan untuk membantu biaya Operasional di rumah sakit. Semoga kondisi Bu Sudartik segera membaik dan dapat bekerja lagi seperti biasa. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Bu sudartik menderita Diabetes & Infeksi Paru-paru


IIN TUMINI (43, Ca Cervik). Alamat : Kelurahan Patalan RT 4/1, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Iin, biasa ibu dua anak itu di panggil. Beliau bekerja dengan suaminya, Pak Kenik (44) sebagai tukang rosok ( pengumpul barang bekas) di Jakarta. Namun setahun lalu Bu Iin menderita sakit yang membuatnya tidak mampu bekerja membantu suaminya lagi. Karena penghasilan dari suami yang pas pas an dan di rasa berat di gunakan untuk biaya hidup di Jakarta dan harus membiayai sekolah kedua anaknya di kampung. Pak Kenik memutuskan untuk membawa Bu Iin pulang ke Ngawi. Setelah pulang ke kampung Pak Kenik bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Untuk mendapat biaya pengobatan yang lebih ringan Kenik mendaftarkan keluarganya ke kantor BPJS dan memilih fasilitas pembayaran kelas dua. Namun, karena kurangnya wawasan dan isu rumah sakit tidak melayani pasien BPJS dengan baik dari oknum tidak bertanggung jawab. Pak Kenik menghentikan pembayaran BPJS Bu Iin dan memilih pengobatan alternatif dan herbal. Sepuluh bulan belalu, bukanya semakin membaik, kondisi bu Iin Tumini malah semakin memburuk bahkan tidak mampu berjalan dan terjadi pendarahan setiap hari. Saat mengetahui keberadaan  Sedekah Rombongan di wilayah Magetan. Pak Kenik segera mendatangi RSSR Magetan pada tanggal 15 Oktober 2016 untuk meminta bantuan. Langsung saja Kurir mensurvey kondisi Bu Iin dan benar saja sangat memprihatinkan. Hari berikutnya Kurir Sedekah Rombongan wilayah Magetan melunasi tunggakan pembayaran BPJS dan melarikan Iin ke RSDU dr Widodo Ngawi. Untuk selanjutnya pengobatan bu Iin Tumini dilanjutkan ke Rsud. Moewardi Solo.
Bantuan kedua dari sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 disampaikan dan digunakan untuk biaya operasional rawat inap selama proses kemoterapi dan obat- obatan yang tidak tercover Bpjs. Santunan pertama untuk bu Iin masuk dalam rombongan 909. Ucapan terimakasih di sampaikan dari Bu Iin dan keluarga atas bantuan yang di berikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumplah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @Ronyprata58

Bu iin menderita Ca Cervik

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 EKO WAHYUDI 500,000
2 SRI WAHYUNI 500,000
3 SUTINI PATI 1,000,000
4 RINA HANDAYANI 1,000,000
5 ARIS MULYONO 1,000,000
6 SUWITO BIN MUHAMMAD TOHA 1,700,000
7 MULYANI BIN SUGITO 1,000,000
8 PUTRA DARUS 3,000,000
9 RSSR Wonogiri 6,542,000
10 MTSR WONOGIRI 8,156,300
11 MTSR WONOGIRI 7,325,000
12 PATMI BINTI SOEKROMO SIMIN 500,000
13 NADI SUWANTO 500,000
14 NOVITA PUTRI 1,000,000
15 ADANIYAH HIDAYATI 500,000
16 MAIMUNA BINTI 1,500,000
17 ROSIDAH BINTI SAKJAN 1,000,000
18 TIJA BINTI MASRINA 2,500,000
19 ULFA ALYA FITRI 2,000,000
20 INDRI ASTUTI 8,000,000
21 DINA AGUSTINA 1,400,000
22 RAHMAT MAULIDAN AZUARDI 1,000,000
23 OEIJ MEI LING 1,000,000
24 MADRASAH DINIYAH NURUL IHSAN 2,300,000
25 NOVAL ARIYANTO 1,000,000
26 MUSOFA HAMDAN 1,000,000
27 MUHAMMAD NUR ZAKI 1,000,000
28 SITI CHOMSATUN 1,000,000
29 BEGAWAN ALFATHIHAN 1,000,000
30 BIBIT BIN MUSTAHAL 1,000,000
31 SARIJEM BINTI MAT IDRIS 1,000,000
32 ALM. IMAM SYAFEI 1,000,000
33 SITI NURUL JANNAH 1,000,000
34 MUCHOLIFAH BINTI IMAM SUPARMAN 1,500,000
35 SAMIYEM KARSOWIJOYO 500,000
36 DINDA KAILA YUSIFA 500,000
37 FURQON EFENDI 1,500,000
38 HANAH BINTI DURAHMAN 1,000,000
39 ERAH BINTI SAIKAM 1,000,000
40 ISWAH YUDI 500,000
41 ISWAH YUDI 500,000
42 SAMSIAH BINTI UJANG 500,000
43 TIAH NURFADILAH 500,000
44 YAYAN BIN DIDIN 500,000
45 DEVI AMALIA 500,000
46 MUHAMMAD RIFKIANSYAH 1,000,000
47 SULIYEM BIN SUKMO 750,000
48 HARUN AL- RASYID 750,000
49 NATHAN LEVINE SUWANTO 500,000
50 UMI ALFIAH 500,000
51 REZA AFIF FIRDAUS 750,000
52 MISKA AULIA 500,000
53 YANI BIN ADJAN 500,000
54 MARWAH HABIBATUN NISA 750,000
55 SUHERMAN ANGSANA 500,000
56 MUHAMMAD DWI RIFKI N 500,000
57 AI HANIFAH 500,000
58 MURSALAM BIN ALWI 1,000,000
59 KAMASE 500,000
60 MUHAMMAD NATSIR 1,000,000
61 JUMALING 750,000
62 PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH 1,000,000
63 SULASIH BINTI SALIMIN 1,000,000
64 SUWARNI PATI 1,000,000
65 MTSR PATI 7,550,000
66 NAUFAL ARDIANSYAH 500,000
67 MUHAMMAD ZIKRI 500,000
68 KALSUM KOMARUDIN 500,000
69 ARIS HAPID 500,000
70 DULATIF BIN SALIM 15,000,000
71 RUDIANA BIN HARUN 900,000
72 ENI BINTI SUHARJA 500,000
73 NURYADI BIN SUPARMIN 1,000,000
74 SUGI BIN PARTOWAGI 1,000,000
75 ANDIK ISDIANTO 1,000,000
76 KARNO BIN DULSUKUR 1,000,000
77 RSSR MAGETAN 20,000,000
78 GALUH PUJI RAHAYU 1,000,000
79 SUDARTIK BINTI SUNOMO 1,000,000
80 IIN TUMINI 1,000,000
Total 139,623,300

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 0,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM ROMBONGAN

Rp. 45,094,104,851,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.