Rombongan 928

Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.
Posted by on December 22, 2016

MUHAMMAD ALFIN (9, Radang Paru-Paru + Gizi Buruk). Alamat : Kelurahan Penyengat Rendah, RT 12, Kecamatan Telanai Pura, Kota Jambi, Prov. Jambi. Alfin, biasa ia dipanggil adalah putra sulung dari 2 bersaudara. Alfin menderita radang paru-paru dan gizi buruk. Alfin lahir dengan kondisi fisik yang normal, tidak ada satu pun yang kurang dari anggota tubuhnya. Kondisi Alfin saat ini dialaminya sejak umur 3 bulan. Ketika itu Alfin mengalami demam tinggi disertai kejang-kejang, oleh orang tuanya Alfin segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan. Setelah dirawat dengan baik kondisi Alfin saat itu  berangsur-angsur membaik, namun saat Alfin berumur 8 tahun tepatnya tahun 2015 Alfin kembali dirawat di RSUD Abdul Manaf. Alfin mendapatkan perawatan selama 10 hari di RSUD Abdul Manap, dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis ia didiagnosis sakit radang paru-paru. Pada tahun 2016, Alfin kembali harus dilarikan ke rumah sakit oleh Puskesmas setempat. Puskesmas bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Jambi membantu Alfin agar bisa dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Bermodalkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) akhirnya Alfin dapat dirawat di RSUD Raden Mattaher. Ibu Alfin, Juliana (30), menceritakan kondisi Alfin yang semakin tidak menentu. Juliana merupakan orang tua tunggal, karena saat Alfin berumur 6 tahun, ayahnya meninggalkannya tanpa alasan yang jelas dan hingga saat ini tidak diketahui keberadaanya. Untuk makan sehari-hari saja mereka kesusahan sehingga membuat badan Alfin sangat kurus. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Alfin, kondisinya sangat memprihatinkan. Alfin sudah tidak bisa berjalan seperti anak lainnya, hanya terbaring lemah di tempat perawatan. Ibu Alfin sangat menyanyangi anak-anaknya hingga ia rela berhenti kerja dan tidak mencari pekerjaan lagi hanya untuk menjaga Alfin setiap harinya. Alfin tidak bisa ditinggalkan dan tidak ada tempat untuk menitipkan Alfin. Keluarga kecil ini hanya hidup bertiga, tidak ada sanak saudara. Keluarga ini pun mengontrak dan keseharian mereka selama ini hanya mengandalkan bantuan dari sekitarnya. Bantuan awal pun disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan untuk membantu biaya  sehari-hari selama Alfin di rumah sakit. Semoga Alfin cepat mendapatkan penanganan yang memadai dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @decojet @laviola_nizar @Ilfa_Mid

Alfin menderita Radang Paru-Paru + Gizi Buruk


SRI SUPATNO (57, Sakit Mata + Tuna Wisma). Alamat : Kenali Asam Bawah, RT 19/3, Kec. Kota Baru, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Mbah Sri biasa orang memanggilnya. Ia berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. Sekitar tahun 1987 mbah Sri merantau bersama salah satu temannya ke Jambi. Istri beserta kedua anaknya ditinggal di kampung untuk menjaga orang tua Mbah Sri. Sejak di Jambi Mbah Sri tinggal seorang diri tidak ada sanak saudara yang mendampinginya. Mbah Sri sudah berada di daerah ini sekitar 16 tahun, ia sudah beberapa kali berpindah-pindah tempat tinggal menumpang di tanah orang. Saat ini saja Mbah Sri menumpang tanah orang yang bernama Pak Budi (54), yang biasa menyuruh Mbah Sri menggarap tanah pertaniannya. Mbah Sri mengalami sakit mata, matanya sering berair sudah sejak lama. Setelah ditemui  kurir Sedekah Rombongan, selang beberapa hari kemudian matanya mulai mengeluarkan air lagi dan terasa pedih. Kondisi tersebut mungkin disebabkan karena Mbah Sri sering terkena asap yang dikeluarkan dari lampu teplok  di rumahnya. Matanya juga sering sakit saat beraktivitas di tengah terik matahari. Hal ini sudah berlangsung lama dan oleh Mbah Sri hanya diberi tetes mata yang dibelinya di warung terdekat dan belum pernah menjalani pengobatan secara medis. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah kondisi tempat tinggal Mbah Sri yang sangat tidak layak. Gubuknya terletak di bawah rerimbunan pohon dengan luas sekitar 2,5 x 2 meter, dan tinggi kurang dari 1,5 meter yang membuat orang di dalamnya tak dapat berdiri dengan sempurna dan harus menunduk untuk masuk ke dalamnya. Dindingnya hanya dari potongan kayu bekas seadanya dengan pintu yang untuk membukanya hanya cukup dengan digeser atau diangkat saja. Lantainya hanya tanah yang sudah terlihat menghitam tanpa ada karpet atau alas lainnya. Tempat tidur Mbah Sri yang hanya papan berlapis tikar kusam letaknya bersebelahan langsung dengan tempat memasak atau tungku api tanpa ada pembatas apapun. Atapnya hanya dibuat dari tumpukan plastik atau terpal bekas, kertas, dan hanya sebagian saja beratapkan seng bekas yang diberi pemberat kayu. Jika hujan tiba sering Mbah Sri harus tidur dengan kondisi atap yang bocor. Gubuknya juga belum teralirir listrik dan hanya menggunakan lampu templok. Sehari-hari Mbah Sri mengais rezeki menjadi buruh kasar, ia mencangkul tanah yang akan ditanami oleh sang pemilik kebun. Untuk menambah penghasilannya ia juga bekerja sebagai pengepul barang bekas. Hasil yang didapatkan tidak tentu jumlahnya, terkadang dari barang bekas yang terkumpul dalam dua minggu ia hanya mendapatkan uang sebesar Rp20.000,-. Sehari-harinya Mbah Sri hanya makan di waktu siang atau sore hari. Ia memasak nasi dengan tungku kayu dengan lauk seadanya, sering juga ia memasak mie instan yang dibelinya di warung terdekat. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Mbah Sri, bantuan disampaikan untuk membeli 1 unit sepeda bekas, bantal, kasur dan selimut. Semoga dengan adanya sepeda dapat membantu kelancaran aktivitas Mbah Sri sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @deco_Jet @Ilfa_Mid @ririn_restu

Ibu sri menderita Sakit Mata + Tuna Wisma


AGUSTINI SURYANTI (23, Kanker Kelenjar Limfa). Alamat : Desa Dasan Lekong, Kec. Suela, Kab. Lombok Timur, Prov. Nusa Tenggara Barat. Agustini adalah anak keempat dari Bapak Supriadi (60) yang bekerja sebagai petani dan Ibu Sanun yang sudah meninggal dunia. Agustini adalah seorang penjaga toko sembako di Lombok. Sekitar tahun 2009 Agustini mengeluh muncul benjolan di sisi kiri lehernya yang awalnya seukuran kelereng dan kemudian membesar menjadi seukuran bola pingpong. Benjolan tersebut semakin membesar sejak setahun terakhir dan membuatnya kesulitan untuk makan hingga akhirnya ia berobat ke dokter. Oleh dokter di RS Mataram Agustini didiagnosis menderita kanker kelenjar limfa yang harus segera dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali, untuk tindakan lebih lanjut. Selama di RS Mataram Agustini mengaku belum pernah mendapat pengobatan, sampai akhirnya ia akhirnya harus di rujuk ke RSUP Sanglah dengan biaya yang berasal dari pinjaman saudaranya. Di RSUP Sanglah Agustini sudah mendapat pengobatan berupa kemoterapi sebanyak 6 kali, namun tidak terdapat berubahan, dan dokter berencana akan megganti obat kemoterapinya. Satu tahun terakhir Agustuni terpaksa berhenti bekerja karena kedaannya semakin parah sehingga ia tidak bisa membantu ayahnya memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan ketiga saudara juga berpenghasilan tidak menentu. Akibatnya untuk kehidupan sehari-hari, mereka mengandalkan pemberian uang dari saudara dan tetangga mereka. Di Lombok, keluarga Agustini belum memiliki rumah sendiri, mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sangat sederhana. Saat harus menjalani pengobatan di RSUP Sanglah, Agustini tinggal di sebuah  kost dekat dengan RSUP Sanglah yang keadaannya cukup memprihatinkan. Agustini juga merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya karena pendapatan ayahnya yang hanya seorang petani tidak dapat mencukupinya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Agustini dan menyampaikan titipan dari pada sedekahholics untuk biaya kost dan biaya untuk membeli kebutuhan rawat luka. Besar harapan semoga Agustini segera sembuh dan diberi ketabahan juga kesabaran, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Agustini menderita Kanker Kelenjar Limfa


DEMI BINTI AMA’ FAHMI (39, Kanker Payudara). Alamat : Desa Tembeng Putik Timur, Kec. Wanasaba, Kab. Lombok Timur, Prov. Nusa Tenggara Barat. Ibu Demi adalah janda yang memiliki 2 orang anak. Awalnya sekitar 1 tahun yang lalu, muncul benjolan di payudara sebelah kiri, satu bulan setelah benjolan tersebut muncul, benjolan tersebut pecah dan terasa nyeri. Setelah itu tumbuh benjolan lagi yang semakin lama semakin membesar dan juga nyerinya bertambah dan sering berdarah. Sebelumnya Bu Demi pernah dirawat di RS Mataram, Lombok, dan di sana dinyatakan menderita kanker payudara, lalu disarankan oleh dokter untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut di RSUP Sanglah, Bali. Ketiadaan biaya membuat Demi tidak segera berobat, sampai akhirnya keadaannya semakin menurun dan keluarga membawanya kembali ke RS Mataram. Bu Demi sempat dirawat beberapa hari dan akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah dengan bantuan biaya yang dikumpulkan oleh saudaranya. Bu Demi saat ini sudah menjalani kemoterapi sebanyak 3 kali dan rencana akan dilakukan terapi sinar. Selama menjalani kemoterapi kondisi Bu Demi sering mengalami penurunan sehingga terkadang diperlukan rawat inap pasca kemoterapi. Sejak menjalani pengobatan di RSUP Sanglah pada Juli 2016, Bu Demi tinggal bersama anak pertamanya, Hendra (22) di sebuah kost yang sangat sederhana. Bu Demi juga memiliki 1 orang anak lagi bernama Risma Damayanti (9), seorang pelajar kelas 3 SD yang saat ini diasuh oleh keluarganya di Lombok. Bu Demi sudah bercerai dengan suaminya, akibatnya untuk kehidupan sehari-hari Bu Demi dan anaknya mengandalkan uang pinjaman dari saudarannya. Di Lombok, keluarga ini tinggal di rumah peninggalan orang tua Bu Demi. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Bu Demi di kostnya, ia mengungkapkan kesedihannya atas penyakit yang ia derita, dan juga kesedihannya memikirkan anaknya di Lombok karena mereka memiliki utang serta tunggakan biaya sekolah anaknya. Pengobatan selama di RSUP Sanglah yang dijalani Bu Demi ditanggung oleh BPJS kelas III yang ia miliki. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang Bu Demi  alami, dan bantuan awal diberikan untuk membantu pengobatan di luar tanggungan rumah sakit, melunasi biaya sekolah anaknya, serta untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga Bu Demi lekas diberi kesembuhan, dan tetap semangat menjalani ikhtiarnya dalam mencari kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Bu demi menderita Kanker Payudara


YOHANES APRILIANO DEGA (2, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali, Kab. Nageko, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang dimiliki, Yohanes dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani operasi colostomy sebanyak 2 kali dan sudah ditutup. Saat ini kondisi Yohanes sudah lebih baik dan menjalani rawat jalan sembari menunggu jadwal operasi berikutnya, namun untuk operasi berikutnya dokter di RSUP Sanglah menyarankan untuk merujuk Yohanes ke RSCM Jakarta dikarenakan peralatan operasi di RSUP Sanglah belum memadai. Ayah dan ibu Yohanes yang  bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu membuat mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes yang memerlukan biaya dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan anaknya namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan selama di RSUP Sanglah sudah ditanggung oleh KIS kelas III yang dimilikinya. Selama di Bali awalnya mereka tinggal di RSUP Sanglah, namun karena kebijakan dari RSUP Sanglah yang tidak mengizinkan keluarga menginap di rumah sakit, mereka terpaksa mereka mencari kost untuk tempat tinggal. Selama di Bali mereka tidak bekerja, sehingga tidak ada penghasilan sama sekali sehingga mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Alhamdulillah, pada penghujung bulan September 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Yohanes dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Yohanes. Saat ini Yohanes sedang menunggu jadwal operasi yang kemungkinan besar akan dirujuk ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Bantuan disampaikan untuk biaya kost dan kebutuhan harian. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Yohanes menderita Malformasi Anorectal


ZAHRA AL BAHIRA (2, Gagal Jantung). Alamat : Tolotangga, RT 1/7, Kec. Monta, Kab. Bima, Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB). Zahra adalah anak kedua dari pasangan Andriawan (41) dan Imrah (35). Awalnya pihak keluarga tidak menyadari bahwa Zahra menderita penyakit jantung bocor yang menyebabkannya mengalami gagal jantung. Keluarga baru menyadarinya saat Zahra berusia 9 bulan ia mengalami batuk sekitar 1 bulan lamanya, sesak napas, kaki dan tangannya membiru. Orang tua Zahra kemudian membawanya ke rumah sakit dan sejak saat itu dokter menyatakan bahwa Zahra mengalami penyakit jantung bocor dan juga gizi buruk. Zahra kemudian disarankan segera dirujuk ke RSUP Sanglah Bali oleh dokter di daerah Bima agar ia mendapatkan penanganan yang lebih baik. Hidup sederhana dan seadanya tidak membuat orang tua Zahra putus asa memperjuangkan kesembuhan anaknya. Jangankan untuk berobat, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja Pak Andriawan yang bekerja sebagai petani merasa kesulitan. Berkat bantuan dari para tetanga, akhirnya terkumpul dana untuk keberangkatan Zahra berobat di RSUP Sanglah, Bali. Selama berobat di RSUP Sanglah Zahra menggunakan jaminan KIS daerah Bima yang dimiliki keluarga ini, namun mereka mengalami kesulitan biaya untuk tempat tinggal selama di Bali, transportasi saat berobat, dan kebutuhan susu untuk Zahra. Hal tersebut membuat orang tua Zahra kembali bersedih. Saat menjalani pengobatan Zahra Di Bali, keluarga tidak memiliki saudara yang bisa ditumpangi. Alhamdulillah, pada akhir November  2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Zahra dan bantuan dari para sedekahholics disampaikan untuk membantu biaya kost Zahra selama di Bali dan membeli susu. Semoga keadaan Zahra semakin membaik dan keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam mencari kesembuhan untuk Zahra, amin.

Jumlah Bantunan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 28 November  2016
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Zahra menderita Gagal Jantung


AHYAT HIDAYAT (41, Lipoma). Alamat : Kp. Kadu Dadap, RT 3/3, Kec. Jiput, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Bapak Ahyat kini terganggu aktivitasnya setelah benjolan yang ada di dada kirinya membesar dan semakin membengkak. Ia pikir benjolan tersebut hanyalah benjolan biasa dan tak akan membesar seperti sekarang. Kegiatan yang rutin yang biasa ia lakukan seperti ke sawah atau membantu tetangga sudah tidak sanggup ia kerjakan. Keluarga dari Bapak Ahyat pun membawanya ke Puskesmas terdekat dan setelah diperiksa ternyata ia dinyatakan menderita lipoma yakni benjolan lunak atau tumor jinak yang terdapat pada kulit bagian bawah atau pada jaringan lemak. Puskesmas tidak memiliki fasilitas untuk uji laboratorium sehingga Bapak Ahyat dirujuk ke RSUD setempat. Esoknya Bapak Ahyat berobat ke RSUD dengan bantuan uang hasil iuran tetangga terdekatnya. Setibanya di RSUD ia harus melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan menjalani operasi untuk pengambilan sampel jaringan atau biopsi. Setelah selesai dilakukan biopsi ia dirujuk ke RSU Kota karena peralatan medis di RSUD tidak memadai. Malangnya, saat ingin berobat di RSU ia ditipu oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Dokter RSU Kota mendiagnosis Bapak Ahyat menderita Tumor Mamae namun harus dipastikan dulu dengan menjalani serangkaian pemeriksaan medis seperti USG. Luka bekas biopsi Bapak Ahyat pun masih harus mendapatkan perawatan yakni penggantian perban 2 kali dalam satu hari. Ketiadaan biaya untuk membeli kebutuhan pergantian perban membuat lukanya tidak terawat sehingga mulai melebar dan membusuk. Jika tidak ada penanganan secepatnya dikhawatirkan akan timbul penyakit baru yang menyerang Bapak Ahyat. Istri Bapak Ahyat, Ibu Surtinah (35,) dan anaknya, Manda (16) mengungkapkan kebahagiannya dan memanjatkan syukur kepada Allah SWT saat dijenguk oleh kurir Sedekah Rombongan yang memberikan mereka bantuan. Maklum saja, mereka tidak memiliki simpanan untuk bekal berobat, walaupun telah mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS) mereka masih mebutuhkan biaya untuk transportasi dan akomodasi berobat. Bapak Ahyat sebelumnya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tak seberapa sedangkan istrinya hanya seorang ibu rumah tangga yang terkadang ikut membantu menambah penghasilan keluarga dengan berjualan. Bapak Ahyat memiliki empat orang anak perempuan, tiga anak masih bersekolah dan si bungsu yang baru berumur 1 tahun. Ketika penyakit Lipoma menyerangnya  otomatis tidak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari – hari dan sekolah anak-anaknya. Mereka tinggal di rumah yang sangat kecil dan kumuh. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Bapak Ahyat segera dioperasi dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia bisa kembali beraktivitas dan dapat mengembalikan senyuman anak-anak dan istrinya lagi.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir :  @nurmanmlana @ratuditta @ririn_restu

Pak ahyat menderita Lipoma


RSSR SURABAYA (Operasional RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Surabaya ini didirikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien #SedekahRombongan Surabaya yang berasal dari luar kota. Sehingga dengan adanya Rumah Singgah #SedekahRombongan sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholics kali ini dipergunakan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM serta biaya konsumsi pasien yang tinggal di RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 910. Kurir dan para pasien #SedekahRombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholics, semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 6.135.789,-
Tanggal : 31 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara @EArynta

Bantuan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM serta biaya konsumsi pasien


MELATI BINTI AMIR (6, Cogenilal Perforalef Nasal Seplum). Alamat: Perum Panji RT 03/15, Kec. Mimbaan Panji, Kab.Situbondo, Jawa Timur. Melati biasa ia dipanggil adalah anak yang periang dan pantang menyerah. Pada usia 3 bulan Melati mengalami muntah berak (Muntaber) dengan tergesa-gesa orangtua membawa Melati ke UGD RSUD Situbondo. Pada saat itu kondisinya memburuk. Mulutnya keluar busa dan hidungnya mengalami infeksi sehingga Melati bernafas melalui mulutnya. Melati diperbolehkan menjalani Oprasi jika berat badan telah mencapai 10kg. Pada usia 1,5th ,Melati dirujuk ke RSU.Dr.Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Pihak Dr dari RSU.Dr.Soetomo belum mengijinkan Melati menjalani Oprasi karna usianya Masih dibawah 5th. Sembari menunggu Melati diijinkan menjalani Oprasi,dokter menghimbau Melati untuk menjalani kontrol rutin. Ayahnya, Amir 28th hanyalah seorang pengamen yang penghasilannya per hari tidak sampai Rp.50.000,- dan ibunya Sri Siswo budi utami 26th hanyalah seorang pembantu rumah tangga yang penghasilannya per hari hanya tidak lebih dari Rp.40.000,-. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan oleh dek Melati dan bantuan pertama telah disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk membantu biaya Transportasi selama pengobatan dan biaya obat-obatan. Alhamdulillah usia dek Melati telah mencapai 5th dan mendapat persetujuan dari dokter untuk menjalani operasi pada usia 6th. Operasi pertama dilakukan tanggal 25 Maret 2016. Rasa syukur, bahagia dan ucapan terima kasih disampaikan oleh pak Amir dan ibu Sri kepada sedekaholics melalui #SedekahRombongan yang telah membantu pengobatan Melati. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 915. Saat ini Melati menjalani kontrol per bulan sembari menunggu jadwal oprasi kedua yang akan  dilakukan jika usia Melati telah mencapai 10 tahun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir  : @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Melati menderita Cogenilal Perforalef Nasal Seplum


MONDY BIN YANTO (11, Kelainan Pada Anus) Alamat : Kelurahan Pelanjau, RT 10/3, Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Murid kelas 4 SD ini sebenarnya merupakan anak yang periang, namun karena ia memiliki kelainan dimana terdapat usus yang keluar di bagian perutnya, Mondy menjadi jarang sekali keluar rumah. Kelainan yang diderita Mondy sudah ia alami sejak lahir. Sewaktu bayi Mondy sering menangis sepanjang hari, karena tak mengetahui penyebabnya maka orang tuanya membawa Mondy  ke Puskesmas terdekat. Dokter yang memeriksa pada waktu itu menyarankan untuk segera dibawa ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Sampai saat ini terhitung sudah dua kali Mondy menjalani operasi, namun karena jauhnya rumah sakit dari rumah, keterbatasan transportasi dan tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan maka dalam beberapa tahun terahir Mondy sudah tidak lagi menjalani kontrol rutin yang disarankan oleh dokter. Terlebih lagi ayah Mondy, Yanto, juga mengalami sakit saraf terjepit yang membuatnya kesulitan berjalan dan harus menggunakan tongkat. Akhirnya tindakan yang dapat dilakukan orang tua Mondy hanya bergantian membersihkan luka pada usus yang keluar dari perutnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mondy, kurir harus menelusuri hutan, naik turun bukit untuk sampai ke rumah Mondy. Bantuan awal pun diberikan untuk kebutuhan transportasi serta kebutuhan lain untuk pengobatan Mondy.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Mondy menderita Kelainan Pada Anus


SITTI NUR (49, Hipertensi Kronik). Alamat : Dusun Berjoko, RT 11, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Sitti Nur dan suami dulunya adalah TKI di Malaysia, tetapi setelah memiliki anak mereka kembali dan tinggal di Indonesia dan memilih menetap di Pulau Sebatik. Mereka tidak bisa pulang ke kampung halaman di Tana Toraja, Sulawesi Selatan karena kesulitan biaya. Saat ini Ibu Sitti Nur memiliki penyakit hipertensi, hampir setiap minggu ia berobat ke Puskesmas Pembantu (Pustu) yang harus ditempuhnya dengan berjalan kaki kurang lebih 45 menit dari tempat tinggalnya. Petugas Pustu pun telah menyarankan agar berobat ke RSUD Nunukan, namun ia terkendala biaya. Petugas Pustu khawatir jika tekanan darahnya terus tinggi berpotensi terjadi serangan stroke, terelebih lagi Ibu Sitti Nur sering mengeluh nyeri tengkuk. Selain itu, ketersediaan obat di Pustu sangat terbatas. Ibu Sitti Nur dan suaminya, Pak Baharudin (54) adalah buruh kasar di perbatasan Indonesia dengan Malaysia, penghasilan mereka yang tak menentu membuat mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarga dengan 6 orang anak. Ibu Sitti memiliki kartu jaminan kesehatan KIS PBI kelas III, namun ia masih merasa kesulitan untuk biaya transportasi menuju Puskesmas yang ketersediaan obatnya lebih lengkap daripada di Pustu. Kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara merasakan kesulitan yang di alami Ibu Sitti. Santunan awal pun diberikan untuk kebutuhan transportasi menuju Puskesmas dan membeli obat-obatan yang tidak ditanggung KIS. Semoga Ibu Sitti semakin giat menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000.-
Tanggal :10 November 2016
Kurir : @arfanesia Duwi Subakti @Sebatikdanyl @rintawulandari @ririn_restu

Bu siti menderita Hipertensi Kronik


GORIS BUGAN (51, TB Paru Kronis). Alamat : Dusun Berjoko RT 9/2, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pak Goris sudah 5 tahun merantau di Malaysia. Awal Agustus 2016, Pak Goris mulai terserang penyakit seperti demam, batuk, sesak dan muntah darah. Ia kemudian berobat ke rumah sakit di Malaysia namun tidak ada perubahan. Awal November 2016, ia diantar temannya pulang ke Nunukan. Pak Goris lalu berobat di RSUD Nunukan dan melakukan pemeriksaan dahak dan rontgen, hasilnya menyatakan ia positif menderita TB Paru. Kini Pak Goris sering mengeluh demam, batuk, pusing, nafsu makan menurun, sakit kepala dan badannya kurus sekali. Pihak RSUD menyarankan agar selalu kontrol ke Puskesmas terdekat untuk pengobatan rutin, namun karena terkendala biaya Pak Goris tidak melakukannya. Ia pun tak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kini Pak Goris hanya dapat berdiam diri di rumahnya seorang diri. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Goris, santunan lanjutan pun diberikan untuk biaya kebutuhan berobat rutin dan biaya transportasi menuju instansi kesehatan lanjutan. Sebelumnya Pak Goris telah dibantu pada Rombongan 920. Semoga dengan santunan lanjutan ini Pak Goris lebih giat dalam menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000.-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @arfanesia @danylsebatik @rintawulandari @ririn_restu

Pak goris menderita TB Paru Kronis


MAWIL BIN SIMA (71, Asma dan Dermatitis Kronis). Alamat : Dusun Berjoko, RT 14, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pak Mawil menderita asma sejak ia mulai bekerja di Pulau Sebatik pada tahun 2000. Selama bekerja, ia selalu terganggu dengan sakitnya. Pak Mawil setiap bulan berobat rutin, namun belum ada perubahan. Pada tahun 2011 sakit asma Bapak Mawil mulai bertambah parah, sehingga ia tidak bisa bekerja dan hanya tinggal di rumah saja. Pak Mawil dan istri tidak memiliki anak, keduanya harus bertahan hidup dengan kondisi seadanya tanpa penghasilan yang memadai. Selain asma kini Pak Mawil juga menderita gatal-gatal. Pak Mawil tidak mampu bekerja lagi, ia hanya mengandalkan penghasilan istrinya, Halwiyah sebagai buruh lepas kelapa sawit. Ibu Halwiyah pun memeiliki penyakit hipertensi dan pernah dibantu oleh Sedekah Rombongan. Pak Mawil tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kondisi Pak Mawil kini masih lemas, nafsu makannya menurun, masih terserang gatal dan kulit badannya bersisik. Kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara kembali memberikan santunan lanjutan untuk biaya kontrol kesehatan di Puskesmas, kebutuhan pengobatan lainnya dan untuk biaya transportasi. Semoga Pak Mawil bisa terus berusaha menjemput kesembuhan. Sebelumnya Pak Mawil telah dibantu pada Rombongan 920.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000.-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @arfanesia Daniel @rintawulandari @ririn_restu

Pak mawil menderita Asma dan Dermatitis Kronis


IGNASIUS LABA (49, Suspect Ulkus Diabetikum). Alamat : Desa Bambangan, RT 7, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Sejak satu bulan lalu Pak Ignasius tidak dapat bekerja sebagai buruh di negara tetangga karena kakinya mengalami infeksi. Awal mulanya Pak Ignasius merasakan gatal-gatal, lalu kakinya membengkak dan terdapat benjolan seperti bisul yang kemudian pecah dan membuat kakinya berlubang. Pak Ignasius belum pernah berobat dan memeriksakan kondisi kakinya ke Puskesmas karena letaknya yang jauh dari rumah dan ia tidak memiliki biaya. Pak Ignasius akhirnya hanya melakukan pengobatan sedehana di rumahnya. Pak Ignasisus tidak bekerja sudah cukup lama sehingga ia hanya mengandalkan penghasilan istrinya yang juga bekerja sebagai buruh sawit. Pak Ignasius tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sedangkan ia sangat membutuhkan tindakan dan perawatan yang intensif karena dicurigai memiliki diabetes. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Ignasius. Sejak pemberian bantuan pertama dari Sedekah Rombongan, kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara beserta petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) secara rutin mengunjungi Pak Ignasius untuk melakukan perawatan luka. Hasilnya kini luka Pak Ignasius membaik dan terdapat tanda kesembuhan. Pak Ignasius masih harus menjalani perawatn luka dan pengobatan rutin. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan lanjutan untuk biaya kebutuhan kontrol ke Puskesmas dan instansi kesehatan lanjutan. Sebelumnya Pak Ignasius telah dibantu dalam Rombongan 920. Semoga Pak Ignasius senantiasa berusaha untuk menggapai kesembuhannya, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000.-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @arfanesia @sebatikdanyl @rintawulandari @ririn_restu

Pak ignatius menderita Suspect Ulkus Diabetikum


PONIATI BINTI NITIREJO (63, Susp. Rehumatoid Athritis + Malaria Kambuhan). Alamat : Desa Maspul RT 6, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Poniati merupakan TKI asal Jawa Timur yang bekerja sudah bertahun – tahun lamanya di Tawau, Malaysia.  Kini ia tinggal menetap di Pulau Sebatik tepatnya di Desa Maspul. Ibu Poniati sering mengalami sakit terutama di bagian kakinya yang terasa ngilu dan sulit digunakan untuk berjalan. Hingga akhirnya tiba – tiba kaki Ibu Poniati tidak bisa digerakkan sama sekali dan ia tidak bisa berjalan. Keterbatasan biaya membuat kaki Ibu Poniati belum mendapat penanganan medis dan belum diketahui diagnosis penyakitnya. Selain itu, Ibu Poniati juga pernah mengidap malaria, karena dahulu Pulau Sebatik merupakan daerah endemis malaria. Kini sakit malarianya itu sering kambuh secara tiba – tiba. Selama ini jika sakitnya kambuh, Ibu Poniati hanya beli obat di warung, meminum jamu yang dibuatnya sendiri atau dipijat oleh suaminya. Suami Ibu Poniati, Bapak Marten (65) hanya bekerja sebagai buruh sawit serabutan di desa yang penghasilannya tak menentu, bahkan terkadang tak ada penghasilan sama sekali. Ibu Poniati ingin sekali berobat ke Puskesmas. Ia memiliki KIS PBI Kelas III, namun karena terkendala biaya dan akses transportasi serta jauhnya jarak yang harusn ditempuh menuju Puskesmas atau Puskesmas Pembantu (Pustu) membuat Ibu Poniati tak bisa berobat. Kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara merasakan kesulitan yang dialami Ibu Poniati. Santunan awal diberikan untuk biaya transportasi menuju Puskesmas dan tempat pelayanan pengobatan lanjutan. Semoga Ibu Poniati selalu bersemangat dalam menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @arfanesia @mubinsae @rintawulandari @ririn_restu

Bu poniati menderita Susp. Rehumatoid Athritis + Malaria Kambuhan


AERA SAMSUN (27, Partus Normal). Alamat : Dusun Berjoko, RT 13, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Saat Ibu Aera sedang mengandung anak kedua, tiga bulan kemudian suaminya Bapak Wangge (36), dipecat dari tempatnya bekerja di Malaysia karena tidak memiliki paspor. Kini ia tidak memiliki pekerjaan lagi sedangkan ia sangat butuh biaya untuk persalinan istrinya. Ibu Aera dan Bapak Wangge beserta anak mereka saat ini tinggal menumpang di rumah orang. Mereka bekerja di kebun orang lain untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan membantu keluarga yang mereka tumpangi. Saat akan melahirkan Ibu Aera sangat sedih karena tidak memiliki biaya untuk melahirkan di Puskesmas apalagi di rumah sakit. Akhirnya ia memilih untuk melahirkan di rumah karena selain ketiadaan biaya, jarak dari rumah menuju ke Puskesmas Pembantu (Pustu) cukup jauh sekitar 7 km. Akhirnya tetangga memanggil petugas kesehatan untuk datang membantu Ibu Aera melahirkan. Ibu Aera sempat bingung bagaimana membayar biaya persalinan anaknya, karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Terlebih lagi setelah melahirkan, banyak kebutuhan bayinya yang harus dipenuhi, dan ia harus rutin ke Posyandu terdekat untuk memeriksa perkembangan bayinya. Kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara merasakan kesulitan yang dialami Ibu Aera. Santunan awal pun diberikan untuk biaya pasca persalinan, serta biaya transportasi ke Posyandu. Semoga Ibu Aera dan bayi sehat selalu.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000.-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @arfanesia @sebatikdannyl @rintawulandari @ririn_restu

Bu aera menderita Partus Normal


TERANG BIN IBRAHIM (91, Asma + Katarak). Alamat : Jalan Pantai Indah Dusun Mekar, RT 16, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Terang menderita katarak sejak tahun 2013 dan asma sejak tahun 2010. Sejak saat itu Ibu Terang susah berjalan, setiap bulan asmanya kambuh sehingga ia kesulitan menjalani aktivitasnyas. Untuk berjalan di sekitar rumah saja sulit baginya. Ibu Terang tinggal di rumah anaknya yang tertua dan kondisi anaknya pun tidak mampu membiayai pengobatan ibunya. Mata Ibu Terang yang mendereita katarak sudah hampir tidak bisa melihat sama sekali karena tidak pernah diobati. Kondisi Ibu Terang sangat lemah, sudah seminggu asmanya kambuh sehingga ia tidak punya nafsu makan. Di masa tuanya, Ibu Terang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara merasakan kesulitan yang dialami Ibu Terang. Santunan awal pun diberikan untuk biaya pengobatan, transportasi serta kebutuhan pengobatan lainnya. Semoga Ibu Terang bisa kembali sehat dan menikmati hari tuanya dengan bahagia.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 4 November 2016
Kurir : @arfanesia Misnawati @rintawulandari @ririn_restu

Bu terang menderita Asma + Katarak


TARIBIS BINTI PATTA (78, Reumatik Kronis). Alamat : Desa Tanjung Karang, RT 9/3, Kecamatan Sebatik Induk, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Taribis menderita penyakit reumatik kronis pada tulang lutut dan tulang belakangnya karena jatuh dari motor pada tahun 2009. Akibatnya Ibu Taribis tidak bisa berjalan dengan normal dan membungkuk. Saat ini Ibu Taribis tinggal seorang diri di pondok yang berukuran 4 x 7 meter. Anak Ibu Taribis bekerja sebagai TKI di Malaysia dan jarang sekali pulang. Terkadang ketika sakit Ibu Taribis kambuh, ia hanya berbaring di rumah dan tidak berobat karena tidak memiliki uang. Ibu Taribis hanya bisa meminta bantuan tetangga saat ingin meminum obat tradisional atau jamu. Suami Ibu Taribis sudah meninggal, sehingga dengan kondisi kesehatan dan ekonomi yang sulit ia harus berjuang seorang diri memenuhi kebutuhan hidupnya. Ibu Taribis tidak memiliki jaminan kesehatan karena berkas kependudukannya sudah bertahun-tahun hilang. Ibu Taribis ingin sembuh, ia ingin dapat membeli obat untuk meredam nyeri jika sakitnya kambuh lagi. Kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara merasakan kesulitan yang dialami Ibu Taribis. Santunan awal pun diberikan untuk operasional berobat ke Puskesmas dan memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000.-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @arfanesia Misnawati @rintawulandari @ririn_restu

Bu tabiris menderita Reumatik Kronis

HANIY DAYANIY (14, Asma + Cereberal Palsy + Lumpuh + Riwayat Kejang Demam). Alamat : Desa Aji Kuning, RT 4, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Haniy lahir prematur dengan berat badan lahir rendah. Semasa bayi Haniy sering mengalami demam hingga kejang. Kondisi tersebut menghambat pertumbuhan dan perkembangannya : baik fisik, motorik maupun kemampuan verbalnya. Haniy tidak dapat berbicara, berjalan dan hanya bisa berbaring. Semua aktivitasnya dibantu oleh keluarga. Kini Haniy telah berusia 14 tahun, tubuhnya membesar namun perkembangan kakinya terhambat karena kakinya jarang digunakan untuk beraktivitas, sehingga ia mengalami atrofi yakni bentuknya mengecil. Kini Haniy mengalami lumpuh, ia hanya bisa duduk dan mengesot ketika beraktivitas. Haniy mengeluh terdapat pembengkakkan di paha kanannya dan dicurigai adanya penyakit kekakuan tulang. Selama ini Haniy hanya berobat di rumah dengan pengobatan seadanya. Saat kecil Haniy pernah berobat ke rumah sakit namun tak berlangsung lama karena terkendala biaya. Penghasilan ayah Hani, Hasbullah (48), yang bekerja sebagai buruh perkebunan sawit di Malaysia tak mampu mengobati Haniy, sedangkan ibunya, Martina (43) hanya ibu rumah tangga. Haniy memiliki KIS kelas III namun karena terkendala biaya transportasi dan kebutuhan di rumah sakit, ia tidak pernah kontrol kembali ke RSUD Nunukan. Kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara merasakan kesedihan yang dirasakan orang tua Haniy. Santunan awal diberikan untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga dengan adanya bantuan ini Haniy bisa bersemangat untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @arfanesia @rintawulandari @ririn_restu

Haniy menderita Asma + Cereberal Palsy + Lumpuh + Riwayat Kejang Demam


YUNUS BIN DAENG MATENGGA (51, Stroke + Lumpuh). Alamat : Jalan Achmad Yani, RT 4, Gang Haseng, Desa Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pak Yunus pernah mengalami lumpuh total selama hampir 4 bulan. Sakitnya tidak ada gejala yang terlihat namun tiba-tiba sepulang melaut Pak Yunus langsung mengalami serangan stroke. Pak Yunus lalu diperiksa di Puskesmas terdekat, tekanan darahnya tinggi mencapai 210/100 mmhg sehingga ia dirawat inap di Puskesmas Sungai Nyamuk selama 1 minggu. Seharusnya Pak Yunus segera dirujuk ke RSUD Nunukan tetapi ia tidak mempunyai uang untuk transportasi ke sana sehingga memilih pengobatan alternatif di dekat rumah. Saat itu tak jauh dari rumah Pak Yunus ada pengobatan alternatif yang sedang mengadakan promosi sehingga istrinya rutin membawa suaminya ke pengobatan tersebut. itu. Saatalternatif Pak Yunus mengalami perkembangan, ia sudah bisa berjalan meski dengan tertatih – tatih dengan bantuan alat/tongkat. Keluarga Pak Yunus kekurangan biaya untuk operasional berobat ke rumah sakit. Sakit yang diderita Pak Yunus membuat ia tidak dapat bekerja padahal ia masih memiliki tanggungan 6 orang anak yang harus dinafkahi dan disekolahkan. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Yunus. Santunan awal diberikan untuk biaya transportasi ke Puskesmas dan fasilitas kesehatan lanjutan. Semoga Pak Yunus senantiasa bersemangat menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @arfanesia Aisyah @rintawulandari @ririn_restu

Pak yunus menderita Stroke + Lumpuh


PUSKESMAS AJI KUNING (Bantuan 3 Unit Kursi Roda). Alamat : Jalan Bintang Husada, RT 4, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Puskesmas Aji Kuning merupakan satu-satunya instansi kesehatan di Kecamatan Sebatik Tengah, karena jarak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sangat jauh dan harus menyeberang pulau. Puskesmas ini juga berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia. Sebagian besar pasien yang dibantu Sedekah Rombongan melakukan pengobatan di Puskesmas ini. Sebagian besar kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara juga merupakan pegawai di Puskesmas Aji Kuning. Informasi pasien pun banyak diberikan oleh petugas yang bukan kurir. Melihat hal tersebut, pentingnya menjalin kerjasama dengan Puskemas Aji Kuning. Kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara pun bersilaturahmi menyampaikan maksud dan tujuannya. Dengan adanya kerjasama diharapkan terjalin komunikasi yang baik mengenai informasi pasien dhuafa, pelayanan medis, dan juga kemudahan akses kurir saat bergerak di Puskesmas Aji Kuning. Bersamaan dengan acara silaturahmi kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara menyampaikan bantuan berupa 3 unit kursi roda yang sangat dibutuhkan untuk evakuasi pasien  di Puskesmas ini. Semoga kursi roda yang diberikan dapat bermanfaat bagi penanganan medis pasien di Puskesmas Aji Kuning dan antara Sedekah Rombongan dengan Puskesmas Aji Kuning selalu dapat menjalin kerjasama yang baik dalam membantu pasien dhuafa yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @rintawulandari @ririn_restu

Bantuan 3 Unit Kursi Roda


SITI BAROKAH (57 Tahun, Pembengkakan Jantung). Alamat: Prenggan KG III/745 RT.40/RW.08 Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kabupaten Kota Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Siti Barokah merupakan janda, ia memiliki satu anak laki-laki. Suaminya telah meninggal dunia sejak anak mereka lahir, dua puluh sembilan tahun silam. Bu Siti Barokah berasal dari kalangan sederhana, rumahnya juga sangat sederhana. Dindingnya dari anyaman bambu, sementara lantainya masih terbuat dari tanah, hanya ada sedikit perabot di dalamnya. Sehari-harinya ia bekerja sebagai karyawan pembuat yangko, makanan khas Yogyakarta. Di usianya yang tak muda lagi, Bu Siti Barokah mengalami bengkak di kakinya, ternyata itu adalah gejala penyakit yang dideritanya sekarang. Setelah diperiksakan ke puskesmas, dan dirujuk ke rumah sakit daerah, diketahui bahwa ia mengalami pembengkakan jantung. Berbekal Jamkesmas, Bu Siti Barokah kemudian mulai berobat, ia diwajibkan menjalani kontrol rutin di RSUD Kota Jogja. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban kehidupannya. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah beliau sembari menyampaikan bantuan berupa uang tunai sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah untuk membantu biaya transpotasi dan pengobatannya. Siti Barokah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Setelah berobat dan rajin kontrol, kini kondisinya mulai membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER

Ibu siti menderita Pembengkakan Jantung


MUJIYEM Binti KARDIYONO (33th, Luka Bakar). Mujiyem tinggal di rumah yang sangat sederhana yang beralamatkan di Karangasem Klampok RT 04 RW 25 Sendangtirto Berbah, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di rumah ini, Mujiyem tinggal bersama ibunya yang bernama Supriyahmi dan bapaknya bernama Kardiyono yang kedua nya bekerja sebagai buruh lepas. Sejak tanggal 29 September 2013 lalu, Mujiyem mengalami kecelakaan jatuh di dapur yang mengakibatkan kaki kiri nya terkena guyuran air panas yang sedang ia masak nya. Air panas tersebut mengakibatkan kaki kiri Mujiyem mengalami luka bakar yang cukup serius, saat itu pihak keluarga nya langsung membawa nya ke Rumah Sakit Rajawali untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di RS Rajawali langsung ditangani oleh dokter dan dianjurkan untuk segera operasi. Akan tetapi karena tidak ada biaya, pemeriksaan lanjutan tersebut dan pengobatan tertunda kala itu. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan di pertemukan dengan Mujiyem pertama kali tahun 2013. Dan bantuan kali ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 594. Semoga amal kebaikan para donatur diterima oleh Allah dan diganti dengan kebaikan yang berlipat. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir: @KissHerry, @Ekow_St, @RizkyAditya4 @anjesmou

Bu Mujiyem menderita Luka Bakar


MUHAMAD ARKHAB PRABASWARA (9 bulan, sakit kena Virus CMV) alamat Pedukuhan Krapyak RT 08 Desa Triharjo Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar satu setengah bulan yang lalu dik Muhamad Arkhab Prabaswara rewel dan muntah-muntah, tidak mau menyusu. Diperiksakan ke poliklinik Swa di Sleman diberi obat jalan, dengan catatan kalau muntahnya tidak berhenti segera dibawa ke RSUD. Karena tidak membaik maka segera dibawa ke RSUD Sleman. Sempat opname 3 minggu dengan diagnosa infeksi paru-paru, tetapi ternyata tidak kunjung membaik kesehatannya. Dirujuk ke RSUP Dr Sardjito, tetapi bangsal penuh. Akhirnya bisa dirawat setelah mendaftar lewat poliklinik. Diagnosa dokter menyatakan positif terkena Virus CMV, dan disarankan opname, tetapi orang tuanya bingung dan trauma jangan-jangan sudah opname lama tetapi tidak ada perkembangannya. Dan memilih obat jalan. Setelah beberapa hari dirumah, ada masyarakat yang menjelaskan resiko dari Virus tersebut, disarankan untuk segera mencari rujukan lagi untuk opname. Dari poliklinik Swa diberi rujukan untuk pemeriksaan ke RSA UGM. Saat ini opname di RSA UGM sudah, hal yang memberatkan adalah dik Muhamad Arkhab Prabaswara harus minum dua jenis susu sekaligus dimana yang satu jenis satu kantong harus habis dalam satu hari. Orang tua akik Muhamad Arkhab Prabaswara, yaitu bapak Basuni bin Martodiharjo usia 43 tahun berprofesi sebagai marbot masjid, sedangkan ibunya, ibu Suratmi binti Sansudini usia 39 tahun berprofesi sebagai pembantu/asisten rumah tangga pada sebuah play group Saat ini adik Muhamad Arkhab Prabaswara sudah boleh pulang dari rumah sakit tetapi masih harus menjalani rawat jalan. Beruntung keluarga ini memiliki jaminan kesehatan Jamkesda yang bisa dipergunakan selama perawatan kesehatan, tetapi untuk pembelian susu tidak tercover Jamkesda. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dik Muhamad Arkhab Prabaswara, untuk menyampaikan bantuan titipan dari #Sedekahollics, untuk membantu meringankan beban keluarga. Semoga dik Muhamad Arkhab Prabaswara segera diberi kesembuhan. Keluarga dik Muhamad Arkhab Prabaswara mengucapkan terimakasih kepada segenap #Sedekahollics dan #SedekahRombongan, dan mendoakan Semoga dicatat sebagai amal kebaikan dan diberikan kelancaran dalam segala urusannya

Jumlah Bantuan : Rp 1.500. 000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir: @KissHerry, @Ekow_St, @Jemi.rikab @Kedunk Ussil

Arkhab menderita sakit kena Virus CMV


ASEH SUGIRAN (43 Tahun, Lumpuh). Alamat:  Banyu, Rejosari, Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun saat ini ia tinggal di sebuah kamar kos yang beralamat di Jl. Raya Janti No. 8 Caturtunggal, Sleman, DIY. Sugiran (43 Tahun), suaminya, bekerja sebagai pedagang makanan, ia mempunyai sebuah angkringan. Pendapatan hariannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarga ini mempunya dua tanggungan yaitu anak pertama yang tengah menempuh studi di universitas dan anak kedua yang tengah duduk di bangku sekolah dasar kelas lima. Akhir Desember 2015 silam, Bu Aseh mengalami kecelakaan, ia terjatuh dari lantai dua saat sedang bersih-bersih. Ia segera dilarikan ke RSU Bethesda Yogyakarta dan menjalani rawat inap selama dua hari. Berhubung banyak anggota keluarga tinggal di Tegalyoso, Klaten, Jawa Tengah, pasien kemudian dibawa pulang ke sana. Ia menjalani operasi tulang belakang dan pemasangan pen di RSUP dr. Soeradji Tritonegoro Klaten, dan dirawat selama kurang lebih setengah bulan. Paska operasi, pasien mengalami kelumpuhan kaki karena ada syaraf yang terjepit akibat tulang belakang ada yang bergabung. Pengobatan di RSU Bethesda menggunakan biaya sendiri, setelah itu keluarganya baru mengurus jaminan kesehatan untuk meringankan biaya pengobatan selanjutnya. Dari Tegalyoso, pasien kemudian berpindah tempat tinggal ke Wonosari, Gunung Kidul. Selama dua setengah bulan pasien menjalani 21 x terapi di RSJD Dr. RM. Soejarwadi, Klaten, Jawa Tengah. Beruntung sang kakak membantunya dengan menyediakan transportasi setiap kali terapi. Awal Mei 2016, Bu Aseh kembali ke kamar kosnya, semenjak itu ia belum terapi lagi. Kondisinya saat ini belum bisa berjalan dan masih menggunakan kursi roda. Syaraf telapak kakinya belum bisa berfungsi, kakinya juga kerap merasakan nyeri. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan kepada Bu Aseh. Bantuan ini digunakan untuk kontrol rutin terapi ciro di blunyahrejo yang rutin setiap seminggu sekali dan Alhamdulillah ada perkembangan membaik. Bu Aseh dan keluarganya sangat senang menerima bantuan ini, mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #SahabatSR diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @jemigigi @Hutdi_Nur

Bu aseh menderita Lumpuh


SRI KADARWATI (38 Tahun, Kanker Usus). Alamat: Gandok RT. 05 Dk Mredo, Bangunhardjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya Bu Sri tidak merasakan gejala sakit dan tetap melakukan bekerja seperti biasa sebagai penjual sayur keliling. Namun tiba-tiba tidak bisa buang air besar dan perutnya mengeras. Setelah periksa ke Rumah Sakit Umum Daerah Yogyakarta, dikertahui Bu Sri mengalami Kanker Usus. September 2016, Bu Sri segera dioperasi dengan memotong pada bagian usus besar sepanjang 7 cm. Operasi dilakukan sebanyak tiga kali. Suaminya sering kali terkendala biaya dan transportasi untuk mengantarkan Bu Sri untuk berobat ke rumah sakit. Perawatan di rumah seperti ganti verban juga hanya dilakukan seadanya tanpa ada bantuan dari perawat, hal tersebut sangat beresiko menimbulkan infeksi jika dilakukan tidak dilakukan oleh yang berpengalaman. Namun hal tersebut tetap dilakukan karena terkendala biaya untuk menggunakan jasa perawat. Agenda untuk tindakan selanjutnya adalah kemoterapi. Rencana kemoterapi akan dilakukan sebanyak delapan kali. Dikarenakan kemoterapi tdak bisa dilakukan di RSUD Yogyakarta maka dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Dr. S Harjolukito. Kemoterapi telah dilakukan sebanyak satu kali pada tanggal 4 November 2016. Keadaan Bu Sri kini hanya bisa melakukan aktivitasnya sangat terbatas, terkadang harus dibantu oleh suaminya. Untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan memberikan bantuan dari para sedekahholics yang diharapkan dapat membantu dalam pengobatannya. Terima kasih #Sedekaholic berkat bantuanmu Bu Sri dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @bbbintanggg

Ibu sri menderita Kanker Usus


REZA BAGUS HENDRAWAN (15, Leukimia) Alamat : Kp. Muara Rt 03 Rw 05, Kelurahan Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Propinsi Jawa Tengah. Reza adalah anak dari pasangan Suripno (40 tahun) dan Tohiroh (40 tahun). berawal pada bulan januari lalu Reza mengalami mual, muntah dan sering sakit-sakitan. Orang tua lantas membawa reza ke rumah sakit di Bumiayu. Awalnya pihak Rumah Sakit mengira Reza hanya sakit demam berdarah. Reza dirawat 4 kali namun kondisi tidak juga membaik, pihak rumah sakit meminta keluarga untuk di rujuk saja ke RS Sardjito di Jogja. Pada bulan mei Keluarga membawa Reza untuk rujuk ke sardjito, ternyata hasil laborat di RS Sardijo posisif leukimia all hr. Pengobatan Yang ditempuh membuat kondisi Reza membaik dan semakin setabil. Bulan lalu kondisi Reza sempat ngedrop namun sekarang sudah membaik, ada perubahan hb dr 2,5 sekarang 8 lebih. Dalam pengobatannya Reza memiliki Jaminan Kesehatan bpjs kelas 3 yg sangat membantu, walaupun ada obat yang tidak tercover oleh bpjs. Orang tua Reza Suripno (40 tahun) dulunya seorang pedagang sayur keliling memakai gerobak. Sedangkan ibunya Tohiroh (40 tahun) hanyalah seorang ibu rumah tangga. Namun keluarga mempunyai banyak kendala yang dihadapi seperti biaya sehari-hari karna bapak tidak bisa bekerja lagi harus merawat dan selalu menjaga Reza, apalagi permintaan anak harus selalu di turuti serta akomodasi untuk rutin kontrol setiap sebulan dua kali dan harus menempuh jarak yang jauh dari Brebes ke Jogja. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Reza untuk memberikan santunan dari #Sedekaholic senilai 1.000.000. Santunan diberikan sebagai biaya akomodasi dan beberapa obat yang tidak tercover oleh bpjs. Keluarga Reza mengucapkan banyak terimakasih, semoga kawan-kawan #SR diberi kesehatan, keberkahan dan selalu eksis membantu sesama. Amien.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000.-
Tanggal : 24 November 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @RofiqSILVER @anjesmou @adityapermana4

Reza menderita Leukimia


RAHMAD EKO (27th, metastasis intra cebral) Alamat Lengkap Dusun Tegal Layang RT05/RW, Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Eko yang bekerja sebagai pelayan rumah makan sejak Tanggal 14 oktober beliau merasakan pusing dan tidak bisa jalan, dan pada malam harinya sempat mengalami kejang-kejang, Agus sugiono ayah 51th yang bekerja sebagai buruh batu dan Dalmini ibu 53th yang bekerja sebagai tukang jual sayur langsung membawa anaknya Eko ke RSUD panembahan senopati, dan hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit menyarankan untuk dirujuk ke RS sarjito, setelah itu dari pihak keluarga memutuskan untuk membawa Eko pulang kerumah, eko pun sulit berkomunikasi, dia tidak bisa beraktivitas dan hanya berbaring di tempat tidur. Alasan keluarga tidak membawa langsung ke RS sarjito karena kendala kendaraan dan biaya akomodasi ke RS. Sarjito, Eko sendiri sudah memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic, akan tetapi sebelum kita berangkat untuk menyampaikan bantuan kurir mendapat berita duka bahwa rahmad eko telah berpulang ke rumah Allah SWT pada tanggal 30 okteber 2016. Dan dari pihak keluarga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban hidup keluagra mas Rahmad Eko dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :12 November 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @FahmiSQ, @anjesmou

Rahmad menderita metastasis intra cebral


NGADIMAN BIN MUHAMAD SEMIN (39 th,Cervicrocranical Syndrome /Kelainan Tulang belakang) alamat Pedukuhan Jambon RT 19,Desa Jambon, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa YogyakartaPada tahun 1995 waktu bekerja disawah tiba-tiba di sekitar pergelangan lutut kesakitan seperti ditusuk-tusuk jarum dan sulit untuk berjalan. Karena keterbasan biaya, tidak berani memeriksakan ke rumah sakit dan hanya dipijit oleh tukang pijat. Waktu itu setelah beberapa kali dipijit, ternyata sembuh. Karena sudah merasa sembuh pak Ngadiman merantau mencari pekerjaan ke Tangerang, dan bekerja di pabrik. Pada tahun 1998 ternyata kambuh lagi, dibawa ke tukang pijit, dipijat sembuh lagi. Tahun 2012 kambuh lagi, dipijit lagi tetapi tidak sembuh. Diperiksakan ke RSUD Wates dan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito sempat opname 12 hari dan MRI di Rumah sakit Panti Rapih. Dari hasil sitiscan dokter menyimpulkan terjadi pergeseran tulang belakang. Sepulang Dari RSUP Dr. Sardjito pak Ngadiman merasa sudah sehat tetapi masih diharuskan kontrol rutin. Tetapi tidak melakukan kontrol rutin sehingga kambuh lagi. Sejak itu tidak pernah merasa sakitnya sembuh total,sampai saat ini kalau sakitnya parah dibawa kerumah sakit, jika tidak parah dianggap sudah biasa. Terakhir diperiksakan ke RSUD Wates, diagnosa mengalami sakit Cervicrocranical Syndrome, dokter menyarankan untuk dilakukan terapi rutin. Dengan menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat, bapak Ngadiman saat ini menjalani terapi rutin di RSUD Wates Kulonprogo. Sekian tahun lamanya sakit, bapak Ngadiman pantang menyerah untuk tetap bekerja sebagai punjual cilok keliling untuk tetap bisa membantu ekonomi keluarga dengan tanggungan 2 orang anak. Namun selama menjalani terapi terpaksa tidak bisa berjualan. Sedangkan istrinya harus rela meninggalkan anaknya yang masih balita, untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di kota yogyakarta demi mencukupi ekonomi keluarga. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Ngadiman untuk menyampaikan bantuan titipan dari #Sedekaholics,semoga bisa meringankan beban dan derita beliau. Bapak Ngadiman mengucapkan banyak terumakasih dan mendoakan Semalem menjadi amal kebaikan bagi segenap #Sedekaholics dan #SedekahRombongan, semoga dilancarkan semua usahanya, dan semoga bapak Ngadiman segera mendapatkan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Jemi.rikab @RofiqSILVER @Kedunk Ussil

Pak ngadiman menderita Cervicrocranical Syndrome /Kelainan Tulang belakang


RAHAYU BINTI NGATIJO (11th, Hidrosefalus post vp shunt) Alamat : Temuwuh, RT 02 kecamatan Dlingo kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rahayu merupakan anak ke 4 dari 6 bersaudara dari pasangan Ngatijo (60 tahun) dan Robiyah (41 tahun). Berawal ketika masih di Lampung pada bulan ketiga tahun 2016, Rahayu hanya mengalami pusing. keluarga membawa Rahayu ke rumahsakit, lalu dokter menyarankan untuk melalukan operasi karana ada cairan di kepala yang harus disedot. Pada bulan ke4 dilakukan dioperasi pada kepalanya dan operasi berhasil. Namun Rahayu mengalami buta mata karna efek syaraf yang ada di kepalanya mengganggu syaraf penglihatan. Setelah pulang dari operasi tepatnya 10 hari setelahnya perut Rahayu membesar akibat cairan yang ada pada tubuhnya tidak dapat diurai dengan baik. Pada bulan ke 5 cairan dalam perut disedot namun hanya seminggu perut sudah membesar lagi, dan disedot cairan tersebut tiap bulannya sampai bulan ke 9. Padahal perjalanan dari rumahnya ke rumah sakit di Lewa, Lampung Barat memakan waktu sampai satu hari penuh. Akhirnya keluarga memutuskan untuk mengobati sakit Rahayu pulang ke kampung di Jogja, maka sudah 1 bulan di kampung Dlingo. Perjuangan Rahayu memang berat ia harus putus sekolah sejak kelas 4 SD, padahal Rahayu termasuk anak yang pintar di sekolahnya. Keluarga sangat memperhatikan kondisi Rahayu, sampai rela menjual tanah di lampung untuk biaya pulang ke Jogja. Bapak Rahayu hanyalah seorang buruh tani yang bekerja diladang orang karna tidak punya sawah sendiri. Sedangkan ibunya hanya mengurusi anak-anaknya karna anak pertama mengalami lumpuh kaki, sehingga tidak dapat beraktifitas normal, terkadang juga membantu suami bekerja di ladang orang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Rahayu untuk memberikan santunan titipan #Sedekaholic senilai 1.000.000. Santunan diberikan sebagai biaya akomodasi di rumah sakit dan biaya pengurusan BPJS, Karena Rahayu tidak punya jaminan kesehatan maka harus mengurus pencabutan Kartu Keluarga Lampung.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 November 2016
kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @anjesmou @fahmiSQ

Rahayu menderita Hidrosefalus post vp shunt


NURHAYATI binti Nurhadi (31, tumor payudara+kanker tulang belakang). Alamat : Giwangan UH 7/66, RT 8 RW 3 Kota Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hayati, biasa ia dipanggil adalah seorang ibu RT tinggal di daerah Giwangan Yogyakarta yang sebelumnya didiagnosis kanker payudara dan kanker tulang belakang. Terakhir kali dirontgen untuk melihat bagaimana perkembangan apakah ada penjalaran dan ditemukan teroid atau sejenis tumor. Sehingga saat ini harus segera dilakukan tindakan dari dokter yang biasa menanganinya. Namun saat ini masih menunggu keadaan HBnya normal. Hayati tinggal bersama ayah Hayati, Nurhadi (72) dan ibunya, Noktrimah (58), dan memiliki 1 anak, yang bekerja hanya ibunya berjualan dan suaminya sebagai tenaga sales. Mereka tidak mempunyai simpanan untuk berobat maupun kebutuhan sehari-hari Hayati dan mempunyai Fasilitas Kartu BPJS Kesehatan namun tidak semua obat ditanggung. Saat ini kondisi Nurhayati sedang mengalami drop karena kurang HB dan membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya di luar pengobatan rumah sakit. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan individu di luar pengobatan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 910.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @satyaluke

Ibu nurhayati menderita tumor payudara+kanker tulang belakang


MURSIDI BIN MUHAJID (56 Tahun, Pengapuran Tulang Kaki). Alamat: RT.04 Kepek, Ngentak, Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Mursidi mulai merasakan sakit sejak empat tahun yang lalu, awalnya ia merasakan nyeri pada lehernya. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata terjadi pengapuran tulang, setelah itu ia menjalani pengobatan. Lama-kelamaan sakitnya menjalar, dari leher ke punggung, lalu ke paha atas. Sakitnya itu mengakibatkan terbatasnya aktivitas yang bisa ia lakukan, ia pun terpaksa berhenti bekerja karena tak mampu lagi. Selama berobat, Pak Mursidi harus check up rutin, dua kali dalam seminggu. Sementara itu untuk kontrol perkembangan pengobatan dilakukan satu kali setiap bulannya. Selama berobat, Pak Mursidi memanfaatkan jaminan kesehatan BPJS, untuk meringankan biaya pengobatannya. Mulai pertengahan tahun ini, Pak Mursidi ternyata harus melakukan treatmen injeksi triwulan, namun pengobatan ini biayanya tidak termasuk yang dapat tercover oleh BPJS. Padahal, ia dan keluarganya tengah menghadapi kendala ekonomi. Pak Mursidi dan istrinya tidak mampu lagi mencari nafkah sendiri. Mereka pun tidak memiliki penghasilan dan tak mungkin mengeluarkan dana tambahan untuk pengobatan. Pak Mursidi hanya mengandalkan penghasilan anaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kadang kala, ia dibantu tetangganya yang biasa membagi makanan sekedarnya. Kondisinya saat ini kakinya harus selalu dililit perban untuk mengurangi rasa sakit. Saat berjalan ia pun harus menggunakan alat bantu karena kalau tidak ia tidak bisa berdiri tegak. Mari bantu saudara kita yang tengah mengalamikesulitan ini… Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi sembari menyampaikan titipan dari #Sedekaholic untuk membantu kesulitan mereka.Bantuan ini digunakan untuk membiaya pengobatan yang biayanya tak tercover oleh BPJS. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @HaniaAmien

Pak mursidi menderita Pengapuran Tulang Kaki


HAYYU WAHYUNINGTYAS (15 Tahun, Gagal Ginjal) alamat : RT.02/RW.02 Jabres, Sruweng, Kebumen, Jawa Tengah. Merupakan anak pertama dari dua bersaudara, anak pasangan Achmad Riyanto dan Tri Ariyani. Hayyu menderita gagal ginjal, dan menjalani perawatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Ia menjalani rawat inap selama 3 minggu untuk persiapan cuci darah sebanyak lima kali. Akhirnya pelajar sekolah menengah pertaman ini harus menjalani operasi pemasangan alat cuci darah di tubuhnya (melalui perut). Hayyu diperbolehkan pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan, namun setiap satu bulan sekali ia harus kontrol ke rumah sakit. Hayyu berasal dari keluarga yang tergolong kurang mampu. Orang tuanya merasa kebingungan mencari tambahan penghasilan untuk membayai pengobatan Hayyu. Karena penghasilan yang mereka dapatkan hanya bisa mencukupi kehidupan sehari-hari. Keluarganya juga terkendala transportasi, setiap akan kontrol mereka harus menyewa mobil dengan harga yang tak murah. Beruntung, melalui jalan yang ditunjukkan Allah,  Tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan Hayyu dan keluarganya. #Sedekaholics melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya akomodasi dan transportasi selama berobat. Hayyu dan keluarganya sangat berterimakasih dan bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh #Sedekaholics. Ia kemudian memanjatkan doa supaya #Sedekaholics selalu mendapat keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @RizkyAditya4

Hayyu menderita Gagal Ginjal


SUHARTINAH BINTI SURAHYO (60 th, Fraktur Pergelangan Tangan) alamat : Pedusunan Gedong RT 49 RW 25 Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 18 Agustus 2016 Ibu Suhartinah bermaksud mengambil air bersih di sumber mata air sebelah barat daya rumahnya. Tetapi saat perjalanan pulang, terpeleset dan jatuh. Akibat kejadian tersebut pergelangan tangan kirinya bengkak. Atas saran dan bantuan dari salah satu saudaranya, diperiksakan ke RSA UGM Yogyakarta. Dari hasil ronchen dokter menyimpulkan pergelangan tangannya mengalami pergeseran. Sebenarnya dokter menyarankan Untuk dilakukan tindakan operasi, namun karena keadaan ekonomi dan juga takut dioperasi, pada saat itu ibu Suhartinah memilih pulang dan dipijit alternatif. Atas nasehat dari masyarakat pada saat ini ibu Suhartinah bersedia dioperasi agar bisa bekerja seperti biasanya. Kondisi ekonomi keluarga ini sangat memprihatinkan, disamping menderita sakit, rumahnya yang terbuat dari kayu, blandarnya patah belum bisa memperbaiki Dengan menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat, beberapa hari yang lalu ibu Suhartinah diperiksakan lagi ke RSUD Wates Kulonprogo. Dari hasil pemeriksaan diketahui ada tulang yang retak di pergelangan tangannya, namun karena faktor usia, dokter tidak berani mengambil tindakan operasi . Alhamdulilah #Sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga ibu Suhartinah, untuk menyampaikan bantuan titipan dari #Sedekahollics, guna meringankan beban dan derita beliau. Keluarga ibu Suhartinah mengucapkan banyak terimakasih dan mendoakan, semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap #Sedekah hollics dan #SedekahRombongan, semoga dilancarkan segala urusannya. Dan semoga ibu Suhartinah segera diberi kesembuhan

Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 16 November 2016
Kurir: @KissHerry, @Ekow_St @jemigigi @Vendihermawan

Bu suhartinah menderita Fraktur Pergelangan Tangan


KABUL MARGONO (48 th, Ca Nashofaring) Alamat : Kp. Tegalrejo Rt 16 Ds. Banguntapan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak 1,5 tahun yg lalu tepatnya saat bulan Ramadhan Pak Kabul merasakan panas di rahang bawah sebelah kanan. Awal mula hanya tumbuh benjolan kecil sebesar jari, namun setelah seminggu membesar sebesar kepalan tangan seperti sakit gondong. Setelah diperiksakan ke RSKB ternyata Pak Kabul Mengidap penyakit tumor ganas. Tumor tersebut terus membesar dan membesar dari leher hingga bahu, bahkan sekarang tangan kanannyapun ikut membengkak. Berbagai pengobatanpun sudah pernah di tempuh, bahkan hampir seluruh rumah sakit di Jogja pernah beliau coba, namun banyak yang menolak dikarenakan menggunakan jaminan kesehatan KIS. Awal mula di rujuk ke RS Hadjolukito karna terlalu lama pindah ke senopati dan sudah operasi bahkan sudah kemo tp belum selesai oleh dokter harjunot ali karna dokter harjun pindah wirosaban maka ikut pindah juga, namun di sana belum ada kemo karna baru diadakan mulai januari, setelah itu membuat bpjs dan memilih ke RS Panti Rapih disana dapat menangani, lalu di rujuk ke RS Sardjito di poli THT di sini sempat ct scan ke rsa ugm hingga RSKB dan kemarin sempat mencoba jalur pengobatan alternatif di purbalingga. Kondisi terkini Pak Kabul hanya bisa terbaring di atas kasur, untuk duduk dan keseharian bisa di lakukan sendiri. Kendala yang dihadapi yakni pihak keluarga sedang mengupayakan kesembuhan pak Kabul, namun terkadang pak Kabul takut dan malas untuk pergi ke rumah sakit. Pak kabul mempunyai istri Jumirah (53 tahun) bekerja sebagai Cleaning service dan seorang Anak bernama Sugeng Widodo (23 tahun) seorang mahasiswa dan buka angkringan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Kabul untuk memberikan santunan dari #Sedekaholic senilai 1.000.000. Santunan diberikan sebagai biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000.-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir :@KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @anjesmou @RizkyAditya4 @tya @d.islamiyah

Pak kabul menderita Ca Nashofaring


PONIYATI binti KAMADI (45, kanker payudara+kanker tulang belakang). Alamat : Mrisi RT 1 Tirtonirmolo Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sakit kanker payudara dan sudah menjalar ke tulang pinggul. Walaupun sudah menjalani operasi 2 kali dan kemo 4 kali sejak 2011 tetapi kanker tumbuh di tempat yg sama dan terakhir menjalar ke tulang pinggul. Operasi pengangkatan kanker pada payudara mulai pada tahun 2013. Saat ini menunggu operasi pengangkatan yg ketiga kalinya pada November dan menunggu jadwal kemo lagi untuk tulangnya. Poniyati tinggal bersama ibunya dan anaknya. Sedangkan suaminya sudah meninggalkan rumah sejak Poniyati sakit. Dahulu menggunakan fasilitas jamkesda, BPJS baru saja diperolehnya untuk kategori bantuan pemerintah untuk orang miskin. Biaya operasional masih diperlukan untuk membiayai perjalanan pengobatan selama di RS. Rencananya akan dioperasi bulan ini dan kemo di luar kota setelah dioperasi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya operasional dan pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St @satyaluke

Bu poniyati menderita kanker payudara+kanker tulang belakang


MTSR SURABAYA (W 894 PV, Biaya Operasional September 2016). Pada tahun 2015, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Dan mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan untuk MTSR wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para dhuafa dampingan #SedekahRombongan dari RSSR Surabaya ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para dhuafa dampingan yang berada di luar Kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien dhufa #SedekahRombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya pengurusan STNK, service rutin, biaya bahan bakar, biaya tol dan transportasi pasien. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 910. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 10.604.500,-
Tanggal : 31 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara @EArynta

Biaya Operasional September 2016


MURATIN NGASIMIN (63, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Sadang, RT 3/7, Desa Sadang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2014, bu Muratin mulai merasakan ada benjolan kecil di payudara sebelah kanan. Benjolan tersebut lama kelamaan semakin membesar. Sekitar bulan mei 2015, bu Muratin memeriksakan diri ke rumah sakit setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan, bu Muratin didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter menyarankan untuk operasi, namun karena beliau tidak memiliki jaminan kesehatan serta keterbatasan dana, bu Muratin menunda operasinya. 6 bulan kemudian kondisi bu Muratin semakin menurun, keluarga membawa beliau ke RSUD Tuban dan sempat menjalani rawat inap. Kondisi bu Muratin masih belum ada perkembangan. Sekitar bulan januari 2016 kondisi benjolan di payudara, maaf sudah pecah. Bu Muratin di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk melakukan kemoterapi. Sampai sekarang bu Muratin belum bias berangkat ke RSUD Dr. Soetomo karena kondisi beliau masih sangat lemas. Bu Muratin hanya tinggal bersama suaminya, pak Ngasimin (75) yang sekarang sudah tidak sanggup untuk bekerja. Mendengar informasi tersebut, alhamdulillah #SedekahRombongan berkesempatan untuk sedikit meringankan beban beliau. Pada bulan September #SedekahRombongan memberikan bantuan dana untuk bu Muratin agar beliau bias focus untuk dalam berobat saja. Namun takdir berkata lain, pada pertengahan september 2016, bu Muratin menghembuskan nafas yang terakir di kediaman beliau. Kami turut berbela sungkawa atas kepergian beliau. Santunan kematian sudah diberikan. Keluarga almarhumah mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.800.000,-
Tanggal : 17 September  2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  @MiftahAbuSasi @EArynta

Bu muratin menderita Kanker Payudara


DESSY NUR FADILAH  (13, Kanker Nasofaring) Alamat: Jl. Semampir AWS Gang 5, No. 15A, Surabaya, Jawa Timur. Dessy merupakan pelajar kelas VII SMP. Pada awal tahun 2015, Dessy mengalami pusing dan bengkak dipipinya. Setelah diperiksakan ke Rumah Sakit Dessy didiagnosa menderita tumor. Akhirnya Dessy menjalani tindakan operasi di RS Mitra Lamongan dengan pembiayaan BPJS. Pasca operasi keadaan tumornya justru semakin memburuk. Kemudian Dessy dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, Dessy didiagnosa menderita kanker nasofaring, dan harus menjalani kemoterapi. Dessy memiliki BPJS kelas 2. Dikarena keterbatasan biaya, kondisi gizi Dessy menjadi tidak terpenuhi, sehingga badannya menjadi sangat kurus. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan, namun sejak Dessy sakit ayahnya berhenti bekerja. Begitu juga dengan ibunya sebagai seorang ibu rumah tangga. Saat ini kebutuhan yang tidak sanggup dipenuhi keluarga adalah biaya obat-obatan kemoterapi yang tidak tercover BPJS, susu untuk tambahan gizi Dessy dan kebutuhan Dessy sehari-hari. Melihat kesulitan tersebut, kami #SedekahRombongan merasa mempunyai tanggung jawab untuk membantu. Dessymenjadi pasien dampingan #SR Surabaya pada Februari 2016. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk pengobatan, memenuhi nutrisi dan kebutuhan Dessy sehari-hari. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 899. Dessy dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan para sedekahholics yang telah memberikan sedikit rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu proses pengobatannya. Semoga semua amal kebaikan sedekahholics diterima oleh Allah SWT dan rejekinya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 25 September 2016
Kurir  : @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Bu dessy menderita Kanker Nasofaring


SUKIRAN BIN MARTODIYO (63, Post Operasi Patah Tulang + Cedera Otak). Alamat: Dusun Krandon, RT 7/3, Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Pada bulan Juli 2016 pak Sukiran mengalami kecelakaan motor bersama anaknya. Kondisi pak Sukiran terluka parah sedangkan anaknya meninggal dunia di tempat kejadian. Pak Sukiran di tolong oleh warga setempat dan di bawa ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan pertama. Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, diketahui terdapat cedera otak serta patah pada leher belakang. Sebelum sakit pak Sukiran bekerja sebagai buruh tani. Namun saat ini beliau sudah tidak bekerja lagi karena beliau hanya terbaring di tempat tidur dan kesulitan untuk menggerakkan tangan dan kakinya. Pak Sukiran tinggal bersama anaknya. Istri beliau, Alm. Kasmiati sudah meninggal dunia. Anak pak Sukiran juga tidak dapat bekerja karena merawat ayahnya yang tidak bisa ditinggalkan. Pak Sukiran memiliki jaminan kesehatan KIS untuk melanjutkan pengobatannya, namun saat ini beliau masih memiliki hutang untuk biaya kematian anaknya yang kecelakaan bersama beliau. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari beliau juga kesulitan karena tidak ada yang bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan berkesempatan untuk sedikit meringankan beban beliau. Pada bulan September #SedekahRombongan memberikan bantuan dana untuk pak Sukiran. Bantuan tersebut digunakan untuk tambahan biaya kebutuhan sehari-hari. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan  : Rp 750.000,-
Tanggal  : 24 September  2016
Kurir  : @Wahyu_CSD @MasSutomo @EArynta

Pak sukiran menderita Post Operasi Patah Tulang + Cedera Otak


SUGIANTO BIN SUKIH (16, Autis). Alamat: Ngagel Rejo 3, No. 17, Surabaya. Sekitar bulan September 2016,  Sugianto tiba-tiba merasa lemas. Kemudian keluarga membawa Sugianto ke   Klinik untuk berobat, namun kondisi Segianto tidak kunjung membaik. Akhirnya Sugianto dibawa ke Rumah Sakit Dr. Soewandi. Sugianto kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan pemeriksaan CT Scan, foto thorax, pemeriksaan laboratorium lengkap. Namun sampai saat ini belum ada diagnosa pasti terkait penyakit Sugianto. Dokter pernah mengatakan bahwa Sugianto mengalami autis. Sugianto tinggal bersama ibunya, Uliana (37) yang bekerja serabutan (buruh cuci, buruh memasak, pengemudi gojek). Sedangkan ayah Sugianto, Alm. Sukih sudah meninggal dunia. Sugianto memiliki jaminan kesehatan BPJS untuk melanjutkan pengobatannya. Namun dia sering kali kekurangan biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan berkesempatan untuk sedikit meringankan beban Sugianto. Pada bulan September #SedekahRombongan memberikan bantuan dana untuk Sugianto. Bantuan tersebut digunakan untuk tambahan biaya kebutuhan sehari-hari. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 30 September  2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD  @Nandarezky @EArynta

Pak sigianto menderita Autis


ABDUL FATAH (46 Tahun, Kanker Nasofaring) Alamat: Dusun Cangaan,  RT 1/3, Desa Cangaan, Kec. Genteng Wetan, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur. Bapak 3 orang anak ini mengalami sakit sejak 2013 lalu. Awalnya beliau mengeluh pusing dan mata yang tidak begitu jelas untuk melihat. Setelah beberapa kali ke dokter, dokter hanya mengira kecapekan dan butuh istirahat. Tetapi seiring berjalannya waktu, sakit yang diderita tidak kunjung sembuh. Akhirnya dokter di rumah sakit setempat merujuk ke rumah sakit di daerah Jember. Di rumah sakit tersebut barulah diketahui bahwa Pak Abdul menderita kanker nasofaring ganas yang terletak di bagian belakang hidung dan harus di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ketika di rujuk ke Surabaya Pak Abdul dan istrinya, bu Utri  (42) mulai kebingungan mengenai dana dan penyakit yang diderita suaminya. Beliau sempat menunda keberangkatan ke Surabaya karena keterbatasan dana. Memang sejak sakit beliau tidak lagi bekerja, ketiga anaknya dititipkan ke saudara. Pekerjaan menjahit digantikan oleh anak pertama dengan penghasilan yang tidak menentu, anak kedua tidak bisa melanjutkan sekolah yang juga karena keterbatasan biaya, dan anak yang ketiga masih berumur 2 tahun. Ditengah kebingungan mencari uang untuk berobat, transportasi, dan menghidupi keluarga, sang istri bu Utri mencoba meminta permohonan bantuan ke kelurahan setempat. dan dari kelurahan dibantu untuk dibuatkan sebuah proposal untuk pengajuan bantuan. Proposal inilah yang digunakan bu Utri untuk meminta sumbangan ke toko-toko, tetangga sebelah dan orang-orang yang ditemuinya. Setiap terkumpul dana, langsung digunakan untuk berangkat ke Surabaya, dan ketika dana habis mereka pulang untuk mencari dana kembali. Begitulah tutur bu Utri kepada kami, kurir #SedekahRombongan. Berkat Tangan Allah kami bisa bertemu keluarga pak Abdul dan sedikit membantu meringankan proses pengobatannya. Pak Abdul mengidap kanker nasofaring stadium 4 dan sudah menjalar di syaraf mata, sekarang beliau harus menjalani serangkaian kemoterapi dan sinar radioterapi di RSUD Dr. Soetomo. Saat ini kondisi Pak Abdul sudah semakin membaik. Selain melakukan biopsi, beliau juga melakukan kontrol rutin sebulan sekali ke Posa Mata dan Paliatif. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 831. Pak Abdul dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan dengan bantuan ini beliau masih dapat melanjutkan ikhtiar mencar kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000
Tanggal : 7 September 2016
Kurir :   @Wahyu_CSD @Gitatamara @EArynta

Pak abdul menderita Kanker Nasofaring


YANTI BINTI ARNIMAN (25, Susp. TB Paru). Alamat : Kampung Cirarap, RT 1/5, Kelurahan Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Teh Yanti akrab kami memanggil ibu muda ini. Sudah sejak lama ia mengalami batuk yang tak berkesudahan disertai dengan kondisi fisik yang selalu terasa lemas dan lunglai. Ia juga merasakan ketidaknormalan dengan suhu tubuhnya, yakni selalu merasakan kedinginan meski saat cuaca panas. Sampai saat ini Teh Yanti belum memeriksakan dirinya ke Puskesmas ataupun Rumah Sakit, hal tersebut karena ia tak memiliki biaya untuk berobat. Maklum saja, ibu satu balita ini telah bercerai dengan suaminya, maka saat ini ia hanya mampu mengandalkan orangtuanya yang bekerja sebagai buruh serabutan. Besar sekali keinginan Teh Yanti untuk bisa memeriksakan dirinya ke Puskesmas atau Rumah Sakit, ia khawatir jika batuknya dibiarkan maka akan menular pada anaknya yang baru berumur 2 bulan. Kala itu Teh Yanti juga mengeluhkan bahwa ia mengalami payudara bocor, sehingga tidak bisa memberi ASI secara maksimal kepada anaknya, hal tersebut menyebabkan ia harus membeli susu formula untuk anaknya. Kami merasakan kesedihan yang tersirat di wajah ibu muda ini, bersyukur Allah mempertemukan kami kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Teh Yanti. Pertemuan kami kala itu adalah untuk menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya pemeriksaan dan pengobatan Teh Yanti. Bantuan awal pun telah tersalurkan, mari doakan bersama semoga Allah segera menyembuhkan Teh Yanti.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabintiachyani @ayahsupel @rexy_eas

Bu yanti menderita Susp. TB Paru


MUHAMMAD ALVIANO (1, Kelainan Syaraf + Microcephalus). Alamat : Kampung Cikaret, RT 2/2, Kelurahan Pulosari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bayi mungil ini biasa dipanggil Alviano oleh orang tuanya, pada awal kelahirannya tidak ada kelainan apapun, Alviano sama seperti bayi – bayi pada umumnya namun pada bulan Agustus 2016 Alviano mengalami Demam tinggi disertai susah untuk minum ASI dan makanan. Karena merasa khawatir Alviano dibawa oleh Mariana (30) dan Suherman (34) ke Puskesmas Leuwiliang namun dari pengobatan yang dilakukan di Puskesmas tidak ada perubahan yang berarti bagi Alviano, ia masih tidak mau minum ASI walaupun sudah diganti dengan susu formula dan demamnya tak kunjung turun. Ketika berobat kedua kalinya ke Puskesmas, Alviano langsung di rujuk ke RSUD Leuwiliang dan dari hasil observasi pihak RSUD diperkirakan ada gangguan syaraf di otak, dikarenakan alat medis di RSUD Leuwiliang tidak lengkap akhirnya Alviano kembali dirujuk ke RS. PMI Bogor. Ketika di RS. PMI Bogor tidak dapat menerima Alviano apabila dengan jaminan BPJS yang dimilikinya. Kurir #sedekahrombongan yang mendapatkan informasi tentang Alviano langsung bergerak ke rumah Alviano, setelah berkordinasi dengan pihak keluarga akhirnya Alviano kembali dibawa ke RSUD Leuwiliang dan kembali mendapatkan rujukan ke poli anak RS Fatmawati. Setelah diperiksa di RS Fatmawati Alviano disarankan untuk kembali memeriksakan Alviano ke poli mata dan poli THT. Ayah Alviano yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak dapat menyembunyikan kesedihannya karena tidak bisa maksimal untuk mengobati Alviano karena keterbatasan biaya walaupun Alviano memiliki jaminan kesehatan BPJS. Penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak mencukupi untuk biaya akomodasi Alviano berobat ke Rumah Sakit. Sudah 3 minggu kurir #SR mendampingi Alviano, setelah hasil pemeriksaan mendalam di Alviano ternyata ia mengidap Mikrocephalus. Alviano sangat memerlukan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyakit apa saja yang di deritanya. Bantuan Lanjutan pun kami sampaikan kepada Alviano untuk membeli kebutuhan Alviano dan untuk akomodasi Alviano ke Rumah Sakit setiap minggunya. Semoga Alviano bisa tumbuh sehat seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 917

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Alviano menderita Kelainan Syaraf + Microcephalus


EDI BIN UNUS SATARI (16, Benjolan di Kaki). Alamat : Bubulak Bojong Enyod, RT 4/16, Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Udis biasa kami memanggil pada awalnya hanya merasakan ada benjolan di kakinya, karena tidak merasakan sakit benjolan tersebut pun dibiarkan hingga makin hari muncul benjolan – benjolan lainnya yang sering mengeluarkan air. Udis belum pernah memeriksakan kondisi kesehatannya karena tidak memiliki biaya untuk ke Puskesmas, BPJS PBI yang dimilikinya pun tidak dapat digunakan karena adanya perbedaan data antara yang tertera di kartu BPJS dengan Kartu Keluarga Udis. Sejak orang tuanya meninggal 2 tahun yang lalu, Udis kini tinggal dan bergantung kepada tetangganya, terkadang Udis menjadi tukang parkir untuk mendapatkan uang jajan karena ia tidak mungkin meminta uang kepada tetangganya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Udis, setelah mendengar cerita dan kesulitan yang dirasakan oleh Udis sebagai yatim piatu, kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh Udis. Bantuan awalpun disampaikan untuk Udis yang akan digunakan untuk mengurus BPJS yang tidak bisa digunakan serta untuk biaya sehari – hari Udis. Semoga Allah membalas segala kebaikan para Sedekaholics. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Pak edi menderita Benjolan di Kaki


KOSASIH BIN AHMAD (37, Susp. TB Paru). Alamat : Jalan Kayumanis, RT 3/3, Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Kosasih dengan bekerja bersama istrinya Siti Maryam (39) sebagai pemulung di wilayah sekitaran Cibinong sudah sejak beberapa bulan lalu menderita batuk yang tak kunjung sembuh.yang kini juga diderita oleh sang istri. Karena tidak memiliki biaya ataupun jaminan kesehatan apapun Pak Kosasih tidak pernah memeriksakan kondisi kesehatannya. Penghasilan sebagai pemulung yang tidak menentu yang terkadang habis untuk membayar kontrakan sehingga tidak bisa untuk membeli makanan. Kedua anak Pak Kosasih juga tidak bersekolah dan memiliki badan yang kurus karena kurangnya asupan makanan yang bergizi yang diberikan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk mengunjungi rumah Pak Kosasih. Ketika masuk ke dalam Rumah Pak Kosasih banyak sekali barang – barang bekas yang bertumpuk di dalam rumah sehingga menyebabkan banyak bau yang tidak sedap didalam rumah tersebut. Pak Kosasih pun bercerita sudah 2 hari keluarganya tidak bisa makan karena tidak memiliki uang untuk makan dan hanya bisa minum jika rasa lapar mulai terasa. Mendengar cerita Pak Kosasih, Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang dialami Pak Kosasih dan keluarga. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Pak Kosasih untuk membuat BPJS agar dapat memeriksakan kondisi kesehatan dirinya dan keluarganya serta untuk membeli makanan agar anak Pak Kosasih tidak kelaparan. Semoga bantuan yang disampaikan bisa mengurangi beban yang dirasakan Pak Kosasih. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabintiachyani @rexy_eas

Pak kosasih menderita Susp. TB Paru


SOFYAN BIN EDAH (28, TB MDR). Alamat : Kp. Ciracap, RT 1/5, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kang Sofyan, akrab kami memanggilnya. Beberapa bulan ini ia sering mengalami batuk disertai dengan muntah darah dalam volume yang besar, sejak saat itu ia menjadi cepat merasa lelah dan tidak bisa beraktivitas sebagaimana biasa. Ia pernah memeriksakan diri dan menjalani pengobatan namun tidak sampai tuntas, hal tersebut karena ia tak memiliki banyak biaya, maklum saja selama sakit ia tidak bisa mencari nafkah sebagaimana biasa. Selain itu Kang Sofyan juga belum memiliki fasilitas kesehatan apapun, hal tersebut membuat biaya pemeriksaan dan pembelian obat menjadi membengkak. Bersyukur kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Kang Sofyan, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk Kang Sofyan. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk membayar biaya pembuatan BPJS, agar kedepannya Kang Sofyan tidak terlalu berat membayar biaya pemeriksaan dan pengobatan penyakitnya. Mari doakan bersama agar Allah segera menyembuhkan Kang Sofyan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Kang sofyan menderita TB MDR


TUTI SUPRIYATIN (56, Sesak Nafas + Diabetes). Alamat : Kp. Perkoneng, RT 2/11, Kelurahan Perkoneng, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Bu Tuti, akrab kami memanggilnya. Sudah sejak lama ia menderita penyakit diabetes, luka di kakinya pun semakin parah dan meluas. Belum sembuh dari penyakit tersebut, kini Bu Tuti harus menjalani rawat inap di RSUD Cianjur karena merasakan sesak nafas yang hebat. Sudah beberapa hari ini ia dirawat di ruang Apel dengan kondisi yang juga belum membaik. Beruntung ia telah memiliki KIS PBI, sehingga tidak terlalu memberatkan suaminya Dahlan (47) yang memiliki penghasilan pas-pasan sebagai buruh serabutan. Hanya saja Bu Tuti kekurangan biaya untuk akomodasi dan biaya pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Bersyukur kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Tuti dan keluarga, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi dan pembelian obat. Mari doakan bersama agar Bu Tuti segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu tuti menderita Sesak Nafas + Diabetes


HAMDAN BIN USMAN (14, Susp. Polio). Alamat : Kampung Cikodom, RT 1/12, Kelurahan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Hamdan pada awalnya merupakan anak yang normal seperti anak – anak pada umumnya, namun 2 tahun yang lalu Hamdan mengalami kejang – kejang disertai demam tinggi yang membuat kedua orang tuanya khawatir dengan kondisi Hamdan, namun karena keterbatasan yang dimiliki Hamdan hanya diberikan obat – obatan warung biasa tanpa dibawa ke Rumah Sakit yang membuat kini Hamdan tidak bisa berbicara, berjalan dan hanya bisa berbaring ditempat tidur. Pernah sekali Hamdan dibawa ke klinik dan di diagnosa Hamdan mengidap Polio namun harus diperiksakan lebih lanjut ke RSUD. Cibinong untuk memastikan apa sakit yang dirasakan Hamdan. Karena Hamdan tidak memiliki fasilitas kesehatan apapun serta tidak memiliki biaya untuk berobat akhirnya Hamdan tidak dibawa ke RSUD. Cibinong. Ketika dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan Pak Usman (51) ayah Hamdan bercerita tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan yang tetap sehingga tidak bisa memberikan pengobatan yang baik untuk anaknya dan istrinya pun juga tidak memiliki penghasilan karena hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga yang terkadang membantu masak di tetannga. Mendengar cerita dari Pak Usman, Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan niatan untuk membantu meringankan beban Pak Usman dengan membawa Hamdan kerumah sakit. Niatan tersebut disambut baik oleh Pak Hamdan dan Istri dengan suka cita dengan mengucapkan banyak terimakasih kepada kurir Sedekah Rombongan yang datang. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Hamdan yang akan digunakan untuk membuat BPJS dan untuk kebutuhan sehari – hari. Semoga Allah membalas kebaikan para Sedekaholics dimanapun berada. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @kasriyanto @rexy_eas

Hamdan menderita Susp. Polio


MOCH NABIL SATRIA  (5, NHML + Leukimia) Alamat: Kampung Warudoyong Selatan, RT 42/9, Gang Haji Munir, Kecamatan Rengasdengklok Selatan, Kabupaten Karawang, Provinsi jawa barat. Nabil adalah pasien dampingan #SedekahRombongan Karawang. Nabil mulai sakit sejak berusia 3 tahun lalu, awalnya berupa benjolan kecil dibagian lehernya, dan Nabil sering mengalami demam. Nabil kemudian diperiksa diklinik dan  dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang (RSUD). Hasil Biopsi menunjukan bahwa Nabil terkena kanker kelenjar getah bening (NHML). Pengobatan Nabil dilanjutkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan Faskes BPJS kelas 3. Saat ini orang tua Nabil, Ayahnya yang bernama Asep (40), bekerja sebagai buruh dan istrinya bernama KIKI (36) adalah seorang IRT, mereka terus mendampingi anak bungsunya selama di RSHS. Perkembangan terakhir mengenai Nabil adalah bahwa Nabil sempat dirawat beberapa hari di RSHS karena berat badannya terus menyusut dan Nabil sulit untuk mengunyah makanan karena di sekitar mulutnya terdapat banyak sekali sariawan. Selain mengidap NHML, Nabil juga mengidap leukemia stadium4, hal tersebut menyebabkan kondisi Hb dan trombositnya sering kali drop dan menyebabkan pendarahan. Nabil  Saat ini sudah berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung dan sedang dalam tahap menaikan berat badannya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali untuk membeli obat-obatan yang tidak dicover oleh BPJS dan untuk  membeli susu guna menaikkan berat badan Nabil yang turun drastis. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan kepada Nabil, Aamiin.. Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 923.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Kasviansyah

Nabil menderita NHML + Leukimia


SHAKILLA ZAHRANY (1, Susp. Tumor Abdomen). Alamat : Kp. Kaliabang Dukuh No.24 RT 2/9, Desa Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya pada usia 2 bulan, Shakilla mengalami perut kembung dan sempat dibawa ke puskesmas terdekat. Obat antibiotik yang didapat dari puskesmas tidak ada pengaruh apa-apa. Pemeriksaan pun beralih ke beberapa rumah sakit swasta di Kota Bekasi, setelah menjalani CT Scan dan serangkaian pemeriksaan lainnya, Shakila dirujuk ke RSCM Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut menggunakan Kartu KIS Mandiri kelas II. Shakilla pernah dirawat selama 5 hari di RSCM Jakarta dengan tindakan transfusi darah. Dan hingga saat ini Shakilla masih menjalani kontrol rutin di RSCM Jakarta. Orang tua Shakilla sangat merasa kesulitan dengan biaya akomodasi selama menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Ayahnya, Priyono (26) hanya seorang pelayan di salah satu mini market dekat rumahnya. Sedangkan ibunya, Rinda Sari (25) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRmbongan dipertemukan dengan mereka sehingga dapat menyampaikan bantuan awal untuk akomodasi ke RSCM Jakarta. Semoga Priyono dan keluarga diberi kemudahan dalam segala urusan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Joko

Shakilla menderita Susp. Tumor Abdomen


NANA BIN MULAH (26, CKD). Alamat : Kp. Bojong Koneng Poncol RT 3/7, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 2 minggu yang lalu, Nana merasakan sakit pinggang dan perut serta badan terasa lemas. Saat itu juga langsung dibawa ke IGD RSUD Kabupaten Bekasi, di IGD Nana sempat drop dan tidak sadarkan diri sehingga ia masuk ke ruang perawatan intensif di ruang ICU. Dalam 2 minggu terakhir ia menjalani cuci darah sebanyak 3 kali dan kondisi saat ini sudah sadar namun masih dalam perawatan. Beruntung Nana memiliki kartu KIS PBI sehingga tidak dikenakan biaya apapun oleh rumah sakit. Namun orang tua Nana kesulitan bekal untuk menunggui Nana di rumah sakit. Ayahnya, Pak Mulah (47) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Sedangkan ibunya, Bu Nemih (45) hanya ibu rumah tangga yang hanya bisa pasrah. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan sehingga  bantuan awal pun disampaikan untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mamat Maksudi @mardisay

Ibu nana menderita CKD


JAJANG PERMANA (39, Stroke). Alamat: Kampung Bojongkoneng, RT 4/ 12, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Provinsi Jawa Barat. Pada bulan April 2014 Bapak Jajang tiba-tiba tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Seluruh badannya terasa lemas. Berdasarkan pemeriksaan dokter di Graha Rancamanyar Kab. Bandung, Pak Jajang didiagnosa terserang stroke. Akibat sakitnya itu, ia tidak lagi bisa mencari nafkah, berjualan bandros keliling, padahal ia memiliki istri dan dua orang anak yang masih kecil. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya itu, Pak Jajang hanya mengandalkan pemberian mertuanya yang bekerja sebagai tukang becak. Sebagai ikhtiar untuk kesembuhannya, Pak Jajang sesekali berobat ke dokter ahli saraf, yang praktek di daerah dekat rumahnya. Untuk melanjutkan berobat ke rumah sakit, mereka tidak memiliki biaya dan belum memilik jaminan kesehatan. Kondisi kehidupannya yang sulit itu sudah berlangsung kurang lebih dua tahun. Sekarang Pak Jajang sudah bisa berjalan, namun langkahnya masih terpapah-papah dan tangannya masih belum bisa digerakkan. Dalam kondisi yang belum sehat dan normal seperti biasa, dia memaksakan diri mencari nafkah untuk anak-istrinya, dengan menjadi pemulung, mengumpulkan rongsokan untuk dijual. Anaknya yang pertama sudah kelas 1 SMP, dan anaknya yang kedua masih berusia empat tahun. Oleh karena itu, istrinya tidak bisa membantu mencari nafkah karena harus mengurusi kedua anaknya yang masih kecil. Sementara itu, mertuanya yang hanya tukang becak tidak bisa terus membantu lagi karena penghasilannya pun semakin berkurang. Kondisi kehidupannya yang miskin dan dalam kesulitan itu diketahui kurir Sedekah Rombongan yang tinggal tak jauh dari tempat tinggal Pak Jajang. Bersyukur, kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Pak Jajang dan bersilaturahmi dengan keluarganya. Pada kunjungan pertama itu, alhamdulillah kurir #SR juga dapat menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan berupa uang dari sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaan keluarganya. Bantuan melalui Sedekah Rombongan itu diberikan untuk meringankan beban hidupnya, membantunya untuk biaya transportasi membuat BPJS dan biaya berobat. Mudah-mudahan bantuan ini dapat memberinya harapan dan membuka jalan bagi kesembuhan Pak Jajang Permana.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @seynie05

Pak jajang menderita Stroke


NENG RAHMAWATI (12, Leukemia). Alamat: Kampung Cibetik Cipageran RT 5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani ini upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, setelah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan, pemeriksaan dan kontrol Neng semakin teratur. Kondisinya kini mulai membaik, walaupun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu #SedekahRombongan dapat mengantarkan titipan dari #Sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir #SedekahRombongan mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan Maret 2016 kurir #SedekahRombongan kembali bertemu dengan Neng dan ibunya saat mereka menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Pada saat itu kurir #SedekahRombongan alhamdulillah dapat menyampaikan Titipan Langit kepada mereka yang mereka terima di rumah Singgah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Pada akhir Juni 2016 Neng dan ibunya bertemu lagi dengan kurir #SedekahRombongan saat ia berobat ke RSHS Bandung. Kondisinya membaik, tetapi ia masih harus menjalani terapi di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah kembali #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan untuk Neng dan keluarganya. Hingga Oktober 2016, kondisi Neng terus membaik dan masih rutin menjalani pengobatan di RSHS. Pada akhir Oktober 2016 Neng berangkat lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterai lanjutan. Neng membutuhkan bantuan paradermawan untuk membeli obat. Alhamdulillah, dengan rahmat Allah Swt, pada bulan itu sedekaholics #SR kembali memberinya bantuan lanjutan untuk Neng dan keluarganya. Pada bulan Desember 2016< Neng dn ibunya datang lagi ke rumahsinggah untuk menjalani kontrol dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Ia masih membutuhkan bantuan para derawan untuk menuntaskan ikhtiarnya. Alhamdulillah dengan empati sedekaholik, kembali kurir #SR dapar menyampaikan bantuan untuk Neng Rahmwati. Bantuan yang diterima ibunya di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ambutung @kharismagilda

Neng menderita Leukemia


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT 9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sopa, putri Pak Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics #SR sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah, pada pertemuan terakhir, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir #SedekahRombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Ia sempat menginap di rumah singgah. Di RCAK inilah alhamdulillah pada bulan April 2016 ia mendapatkan lagi bantuan dari #SedekahaRombongan. Walaupun Sopa nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, pada pertengaham Mei 2016 dengan empati dari sedekaholics, kembali kurir #SR di Bandung juga dapat menyampaikan Titipan Langit kepada Sopa yang diterima bapaknya. Pada akhir Juni 2016 Sopa dan bapaknya datang kembali ke RSHS Bandung untuk melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah #SR dapat memfasilitasinya berobat dengan membernya bantuan lanjutan. Berdasarkan informasi dari kurir #SR di Bandung, pada Oktober 2016, kondisinya membaik walaupun ia masih membutuhkan bantuan. Bersyukur, dengan empati sedekaholics, kembali bantuan lanjutan dapat disampaikan kurir #SR kepada mereka. Pada pertengahan Desember 2106 Soa dan ayahnya datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol dan pengobatan. Ia masih harus berobat danmembutuhkan bantuan. Alhadulillah kembali #SedekahRombongan memberinya santunan lanjutan untuk biayaberobat Sopa. Bantuannya yang disampaikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan karena tidak dijamin oleh Jamkesmas, juga untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 17 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin@cucucuanda@ambulutung @ghildakharisma

Sopa menderita Lupus


MUHAMMAD AZKA (3, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT 3/2, Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Sampai saat ini Azka didampingi kurir #Sedekahrombongan dan tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung apabila ia sedang menjalani pengobatan dan atau kontrol di RSHS Bandung. Dek Azka termasuk pasien dampingan yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada awal Maret 2016 #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan yang diterima ibunya di rumah singgah. Pada awal bulan April 2016, Azka dan orangtuanya kembali datang ke Bandung untuk melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Karena mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung kembali dapat menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang juga diterima ibunya. Setelah cukup lama tidak bertemu, pada akhir Juli 2016 ia datang kembali berobat ke RSHS Bandung dan tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung, dan alhamdulillah #SR kembali memberi mereka bantuan lanjutan titian sedekaholics. Perkembangan Dek Azka amat menggembirakan. Ia berangsur sembuh. Meskipun demikian, ia masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS bandung. Azka dan keluarganya masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pada Septmber 2016, saat mereka menjalani pemeriksaan di Kota Kembang, bersyukur kurir #SR dipertemukan kembali dengan Azka dan orangtuanya. Pada pertemuan di RCAK Bandung itu alhamdulillah kurir #SR juga dapat menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Pada akhir Oktober 2016 Azka dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung untuk kontrol dan memjalani pengobatan lanjutan. Akan tetapi, Azka tidak langsung ditangani seperti biasa karena iuran BPJS Keluarganya menunggak. Kesulitan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung. Setelah diajukan kepada #SR, alhamdulillah sedekaholics #SR berempati kepadanya dan kembali memberinya santunan lanjutan untuk Muhammad Azka. Pada pertengahan Desember 2016 Azka datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol dan pengobatan. Kondisinya terus membaik, tetapi ia masih harus terus berobat. Karena Azk dan keluarganya mesih memerlukan bantuan, kembali Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan untuk biaya berobat Azka. Bantuan yang disampaikan di Rumah Singgah Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk biaya membeli obat dan ongkos pulang. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ambulutung @ghildakharisma

Azka menderita Leukemia


MUHAMMAD RIFKI (12, Leukemia). Alamat: Blok Pakupatan RT 8/3, Kelurahan Wotgali, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Rifki adalah seorang anak yatim piatu yang saat ini diasuh oleh paman dan bibinya. Ia menderita kanker darah sejak 6 bulan yang lalu. Paman yang mengasuhnya, Warnijan (47) dan Bibinya, Salamah (45) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Mereka termasuk keluarga dhuafa yang layak dibantu untuk meringankan beban hidupnya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rifki serta bibinya dan dapat mengambil pelajaran hidup dari kisah mereka: ketabahan dan kesabaran. Mereka pernah tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung dan sampai sekarang menjadi pasien dampingan kurir #SedekahRombongan di Bandung. Pendampingan untuk Rifki dilakukan sampai kini karena ia masih harus kontrol rutin ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dengan izin Allah SWT, pada akhir Desember 2015, kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki dan keluarganya, juga dapat menyampaikan bantuan untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Pada awal Februari 2016 kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki saat ia berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Kondisi Rifki berangsur membaik, meskipun dia masih harus terus berobat karena belum dinyatakan sembuh secara medis. Rifki dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan terapinya. Dengan bantuan #Sedekaholics, pada bulan itu alhamdulillah ia bisa berobat menjalani jadwal terapinya. Pada bulan April 2016 ia diperiksakan lagi ke RSHS Bandung sambil menjalani terapi rutin. Pada bulan keempat ini ia juga mendapatkan bantuan dari #SedekahRombongan. Pada Mei 2016 kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki dan keluarganya di rumah singgah. Perkembangannnya cukup menggembirakan meskipun ia masih harus menjalani terapi di RSHS Bandung. Karena Rifki dan keluarganya masih membutuhkan dukungan untuk terus berobat, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan sedekaholics untuk Rifki. Hingga Oktober 2016, bantuan dari #Sedekaholics tak henti-hentinya mengalir untuk Rifki. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali bertemu dengan Rifki dan kondisinya saat ini terus membaik. Akan tetapi pada akhir Oktober 2016, Rifki datang kembali ke Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung untuk melanjutkan pemeriksaan dan pengobatannya di RSHS Bandung. Ia masih harus menjalani terapi rutin dan membutuhkan uluran tangan para dermawan. Dengan izin Allah swt, bersyukur pada bulan kesepuluh itu sedekaholics #SR kembali memberinya santunan lanjutan untuk Rifki. Pada pertengahan Desember 2016, Rifki kembali dibawa periksa ke RSHS Bandunguntuk menjalani kontrol dan pemeriksaan rutin. Ia masih harus ters berobat dan masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembabli Sedekah rombongan memberi mereka santunan lanjutan. Bantuan yang diterima ibunya di RCAK Bandung ini diberikan digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 17 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @ambulutung @kharismagilda

Rifki menderita Leukemia


UNDANG SUDARNA (53, Susp. Tumor Kulit / Tumor Mata). Alamat : Kampung Cipakis RT 4/7, Desa Cipakis, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu Pak Undang kerap merasakan gatal pada tahi lalat di pipi sebelah kanannya. Seiring perkebangan waku, selain gatal, ia juga merasakan perih sekali-kali pada tempat yang sama. Yang lebih mengkhawatirkan, semakin lama muncul luk a di pipinya yang melebar ke daerah mata, bahkan akhirnya memyerang metanya. Lelaki yang dikenal sebagai tukang ojeg itu tidak sempat memeriksakan gejala aneh di pipinya itu ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya, jaminan kesehatan apa pun, dan jauhnya jarak dari rumah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur. Tempat tinggalnya berada di wilayah Cianjur bagian selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Duda tak punya anak ini bertemu dengan kurir #SedekahRombongan saat ia tinggal di rumah kakaknya di Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Rupanya ia beencana pindah ke Bandung. Kepindannya ke Kabupaten Bandung ia maksudkan agar ia bisa memulai hidup baru dan bisa lebih mudah memeriksakan dirinya ke sarana kesehatan. Saat dikunjungi di rumah kakaknya yang sederhana, ia mengutarakan harapannya untuk melanjutkan pengobatannya yang lama tertunda. Didampingi kakaknya dan pengurus lingkungan, ia sempat diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang saat kondisinya menurun. Pak Undang termasuk warga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan dorongan untuk mengikhtiarkan kesembuhan dari penyakit yang dialaminya. Alhamdulillah, dengan empati sedakaholics #SR, kurir di Bandung juga dapat menyampaikan bantun awal yang digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS Mandiri, biaya transportasi dan biaya sehari-hari. Setelah terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri Kelas 3, kini ia semakin bersemangat untuk berobat. Selama bulan November sampai pertengahan Desember 2016 Pak Undang kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan awal di RSHS Bandung, dan ditangani di Poli Ongkologi. Dia tinggal di RSSR Bandung, dan sekali-kali diantar-jemput MTSR Bandung pulang ke rumah saudaranya di Kecamatan Ciwidey. Kini ia tengah menunggu pemeriksaan melalui CT-Scan yang dijadwalkan di akhir Desember 2016. Ikhtiar kesembuhannya masih cukup lama. Untuk membantunya terus berobat samai sembuh, kembali kurir #SR menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholik yang digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @otong.m

Pak undang menderita Susp. Tumor Kulit / Tumor Mata


YATI CAHYATI (32, Tumor Mansentarial). Alamat : Kampung Cigadog RT 7/6, Desa Cigadog Tugu, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Panggilannya Teh Yati. Ia kini tinggal bersama ibu, ayah dan  ayahnya setelah beberapa tahun menjanda. Ia tak punya kegiatan lain selain membantu ibunya, Ibu Waqi (52) di rumah dan sekali-kali menemani bapaknya, Pak Jaja (61) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tak menentu dan tak seberapa. Teh Yati dan keluarganya termasuk keluarga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi, semenjak Teh Yati mengalami sakit sejak tahun 2014, kehidupan ekonomi mereka semakin terpuruk. Gejala sakitnya berawal ketika Teh Yati kerap Buang Air Besar (BAB) dengan frekwensi yang tidak normal. Seiring waktu muncul benjolan di daerah sekitar anus. Saat itu ia sedang hamil tua. Berbekal BPJS Mandiri Kelas 3, orangtuanya terus memeriksakan Yati ke Puskesmas Leuwisari dan RSUD Rancamaya. Di salah satu RSUD Kabupaten Tasikmalaya ini ia sempat dua minggau dirawat juga setelah melahirkan anaknya yang meninggal tak lama setelah terlahir. Seperti penuturannya pada kurir #SedekahRombngan, untuk menyembuhkan penyakitnya, ia juga pernah dirawat di RSUD Sukarjo Kota Tasikmalaya selama 19 hari. Ia didiagnosa mengidap Tumor Mensentarial. Tim medis di RSUD Sukarjo kemudian merujuk pananganan medisnya ke RSHS Bandung. Pada 27 Oktober 2016 ia sempat diantar MTSR Tasikmalaya untuk mengawali ikhtiarnya di Kota Kembang. Bersama ibunya, ia tinggal di RSSR Bandung untuk mempermudahnya berobat di rumah sakit rujukan pusat itu. Selama penanganan awal di RSHS Bandung Teh Yati telah menjalani pemeriksaan lab, rontgen, USG, bahkan biopsi. Hasil Patology Anatomy (PA)-nya sudah ada. Teh Yati harus menjalani Kolonoskopi pada 29 November 2016. Berempati atas apa yang dialami Teh Yati dan keluarganya, kurir #SR bersyukur dapat memberinya bantuan awal yang digunakan untuk biaya membeli obat, pempers, biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat di RSHS Bandung. Didampingi ibunya, ia bersemangat menjalani serangkaian pemeriksaan di rumah sakit. Bantuan sesama keluarga pasien dan motivasi kurir #SR amat membantunya untuk terus berobat sampai tuntas. Dia dijadwalkan akan menjalani kemoterapi mulai pertengahan Desember 2016. Akan tetapi, karena kondisi kesehatannya menurun (HB : 7), ia dirujuk kembali ke RSUD Tasikmalaya untuk memulihkan HB nya. Teh Yeti dan ibunya membutuhkan bantuan operasional untuk pulang dulu dan menjalani transfusi di rumah sakit daerah. Alhamdulillah, kembali kurir #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk Teh Yeti yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi Bandung-Tasikmalaya dan biaya sehari-hari. MTSR sempat mengantarkannya sampai Pool Travel. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @wid cincin

Bu yati menderita Tumor Mansentarial


ENTIN BINTI KASTOLANI (41, Tumor Abdomen). Alamat: Kampung Sipapanting RT 5/1, Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Entin diduga menderita kista ovarium sejak awal tahun 2016. Gejala awalnya ia kerap mengalami sakit di bagian perut. Ia kerap merasakan sakit perut tetapi rasa sakitnya timbul dari organ-organ lain, seperti usus kecil, usus besar, hati, kandung empedu, dan pankreas. Seiring perjalanan waktu, perutnya terus membesar. Ia juga sulit makan dan tidur. Berbekal Jamkesmas, berbagai upaya medis dilakukan keluarga Bu Eti untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi perutnya terus membesar seiring perkembangan waktu. “Kami sudah berupaya sampai rumah sakit di daerah. Anak saya harus diperiksakan ke RSHS Bandung tetapi kami tak sanggup membiayainya,” kata ibunya yang setia mendampingi janda satu anak itu. Seperti yang juga dituturkan adiknya, keluarga Bu Eti telah memeriksakannya ke Puskesmas, RSUD Singaparna dan RSUD Kota Tasikmalaya. Di RSUD Singaparna ia pernah mendapatkan tindakan pengeluaran cairan di perutnya (melalui selang), dan sempat dirawat dua minggu. Cerita duka Bu Entin dan keluarga dhuafa ini sampai kepada #SR melalui informasi keluarga pasien yang pernah didampingi berobat oleh kurir #SR. Ibu Entin amat layak dibaantu. Ia termsuk janda yang lemah secara ekonomi, juga fisik. Penyakit yang dideritanya sangat serius dan perlu penanganan berkelanjutan. Almarhum suaminya, Pak Syahrudin, tak banyak meninggalkan warisan harta untuk melanjutkan kehidupan; ia hanya buruh harian dengan penghasilan tak menentu. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dengan Bu Entin di rumah orangtuanya. Karena rujukan dari RSUD Tasikmalaya untuk berobat ke RSHS Bandung sudah disiapkan, malam itu juga ia diantar MTSR Bandung berobaat ke Kota Kembang dan beristirahat di RSSR Bandung. Di rumah singgah ia sempat menurun drastis kondisinya, sehingga segera diperiksakan ke IGD RSHS Bandung. Alhamdulillah malam itu juga ia mendapatkan ruangan untuk rawat inap. Pada 3 November 2016, Bu Entin menjalani operasi dan dirawat inap sampai 9 Desember 2016. Setelah melewati masa pemulihan, ia kemudian diperolehkan pulang sementara, sebelum menjalani kemoterapi yang akan dilaksanakan mulai pertengahan bulan Desember 2016. Ibu Entin tidak langsung pulang ke kampung halamannya; ia memilih tinggal di RSSR Bandung. Pada pertengahan Desember 2016 HB-nya menurun drasatis. Ia kemudian diperiksakan kembali ke RSSR Bandung. Janda dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar secara medis sampai ia sembuh. Alhamdulillah harapannya semakin terbuka. Dan denganvempati sedekaholics, kurir #SR juga dapat memberinya bantuan untuk Bu Entin. Bantuan yang disampikan di RSHS Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat/vitamin, dan biaya sehari-hari selama dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini  tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu entin menderita Tumor Abdomen


LIA RATNASARI (40, Hepatitis B). Alamat : Kampung Cipandan Kaler RT 1/7, Desa Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama kedua anaknya, Teh Lia –begitu panggilan sehari-harinya— tinggal di rumah sederhana milik ibunya. Janda dhuafa ini telah lama diuji Allah Swt dengan penyakit yang mengakibaykan ia semakin berat menjalankan roda ekonomi keluarganya. Ia sakit sejak tahun 2006. Gejala awalnya, seperti dikemukakan ibunya, ia sering merasa mual dan mengalami semacam vertigo. Berbagai upaya medis dilakukan keluarganya untuk menyembuhkan penyakit yang dialami Bu Lia. Karena belum memilik Jaminan BPJS, pengobatannya lebih sering dilakukan menggunakan jasa dokter umum/praktek di sekitar Soreang. Hampir seminggu sekali dia harus menjalani pemeriksaan/pengobatan dengan biaya sendiri danatau pinjaman dari keluarga. Keluarga Bu Lia belum mampu membawanya periksa ke rumah sakit karena mengkhawatirkan masalah biaya dan belum memiliki jaminan kesehatan apa pun. Padahal, Bu Lia dan keluarganya sangat mengharapkan bisa ditangani penanganan medisnya sampai di rumah sakit. Dengan dukungan juga bantuan keluarga dan rekan-rekan semasa sekolahnya, Bu Lia akhirnya dirawat di RSUD Soreang, dan didaftaarkan sebagai pasien yang menggunakan jaminan SKTM Kabupaten Bandung. Tim medis menduga ia mengidap Hepatitis B. Keinginannya untuk terus berobat sampai sembuh akhirnya terpenuhi dan beritanya kemudian diterima kurir Sedekah Rombongan di Pasirjambu, Drajat Permana. Bersyukur kurir #SR dapat menjenguknya di rumah sakit daerah itu. Setelah dirawat inap hampir seminggu, Bu Lia dan keluarganya meminta untuk pulang karena tagihan dari rumah sakit sudah melebihi batas biaya yang ditanggung SKTM Bandung; sedangkan kartu BPJS yang sedang diproses, belum bisa digunakan. Selisih tagihannya mencapai Rp.7.000.000,- Memahami kesulitan yang dihadapi Bu Lia dan keluarganya, alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan segera menyampaikan titipan para dermawan untuk Bu Lia. Bantuan berupa uang ini digunakan untuk menambah pembayaran atas tagihan biaya berobat di RSUD Soreang. Semoga sedekah ini membuka jalan kesembuhan bagi ibu Lia Ratnasari sehingga ia bisa kembali beraktivitas. Aamiin!

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @drajatpermana

Bu lia menderita Hepatitis B


SANI’AH BINTI KAYUN (32, Kanker Payudara + Bronkhitis + Liver). Alamat : Lingkungan Palasari, RT 2/14, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan kedua anaknya, Ibu Sani –panggilan sehari-harinya— tinggal di rumah sempit. Suaminya, Pak Riki Cintara (35)hanya pekerja serabutan yang penghasilannya tak seberapa dan tak menentu. Mereka termasuk keluarga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi, sejak tahun 2010, salah satu anggota keluarganya, yaitu Ibu Sani sakit-sakitan. Ia sering demam, mual, dan kehilangan nafsu makan. Seiring waktu, ia juga merasakan ada benjolan di payudaranya. Akan tetapi, sayang, keluarganya tak langsung memeriksakan Bu Sani ke rumah sakit. Baru pada tahun 2015, Bu Sani dibawa periksa dan mulai berobat di RS Pakuwon Sumedang. Di rumah sakit swasta itu, tiga kali ia mendapatkan pemeriksaan di Poli Bedah, dan didaftar sebagai pasien umum. Ia diduga terserang kanker payudara. Karena tidak ada biaya, pengobatannya diberhentikan. Dari hari ke hari kondisi Bu Suni semakin parah. Penyakitnya bertambah, komplikasi ke bronkhitis dan liver. Akhirnya Ibu Suni berobat kembali menggunakan JKSN KIS. Setelah diperiksakan ke Puskesmas, penanganannya kemudian dirujuk ke RSUD Sumedang menggunakan KIS. Di tengah kemiskinannya, Ibu Suni harus menghadapi ujian berupa penyakit yang hampir menggerogoti semangat hidupnya. Saat terakhir diperiksa, dinyatakan bahwa kankernya sudah menjalar ke paru dan hati. “Sekarang perut pasien mengalami pembengkakan dan dada terasa sesak. Tim medis RSUD Sumedang sudah memberikan rujukan ke RSHS Bandung pada tanggal 17 November 2016. Namun, karena keterbatasan biaya, pengobatan lanjutan urung dilakukan,” papar Bu Cucu Rukmini, saudaranya yang juga kader PKK, kepada kurir #SR di Sumedang, Deni Sugama, saat menjenguknya pada 14 Desember 2016. Pada kesempatan itu, kurir Sedekah Rombongan juga, alhamdulillah, dapat menyampaikan bantun dari sedekaholik yang digunakan untuk biaya berobat Ibu Suni. Dengan dukungan dari berbagai pihak yang peduli, bersyukur, pada Kamis, 15 Desember 2016, Ibu Suni dapat dibawa periksa ke RSHS Bandung. Didampingi kurir #SR di Bandung, ia sempat menjalani pemeriksaan awal. Akan tetapi, karena ia harus mendapatkan transfusi darah di RSUD, tim medis RSHS merujuk ulang penanganannya hari itu juga. Menggunakan MTSR Bandung Raya 1, Ibu Suni lalu diantarkan sampai ke tempat tinggalnya. Semoga sedekahdari para dermawan membukan harapannya untuk terus istikomah menjalankan perintahNya : berikhtiar meraih kesembuhan! Aamiin!

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @deni_sugama

Ibu saniah menderita Kanker Payudara + Bronkhitis + Liver


EPOY BINTI MANSUR (39, Gangguan Mental). Alamat : Kp. Cidahu RT 2/1, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Epoy, akrab kami memanggilnya. Umurnya memang tak lagi muda, tapi semenjak sebuah peristiwa mengganggu pikirannya, ia mengalami perubahan pada tingkah lakunya, yakni seperti tingkah laku anak kecil. Tak jarang ia menjadi guyonan anak-anak yang bermain di sekitarnya, namun ia hanya tertawa polos. Ia tidak bisa menangkap pembicaraan dengan baik jika ada orang yang mengajaknya berbicara, tapi beruntungnya ia tidak mengganggu orang-orang di sekitarnya. Meski begitu, keluarganya mempunyai keinginan besar untuk membawa Teh Epoy menjalani pemeriksaan dan pengobatan ke Rumah Sakit. Namun lagi-lagi karena kendala biaya, maka selama ini Teh Epoy dibiarkan begitu saja. Maklum saja, Teh Epoy beserta ibunya yang sudah sepuh, saat ini dibiayai oleh kerabatnya yang merupakan seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Epoy dan keluarga, insyaallah pengobatan penyakit yang diderita Teh Epoy akan segera terwujud, karena kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan penyakit Teh Epoy tersebut. Mari doakan bersama, agar Teh Epoy kembali menjadi manusia normal pada umumnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Bu epoy menderita Gangguan Mental


SITI HAMIDAH (57, Hipertensi + Liver). Alamat : Kp. Cijati, RT 12/1, Desa Cjiati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Siti, akrab kami memanggilnya. Sejak lama ia memiliki penyakit hipertensi dan tidak pernah diobati, ia hanya ikhtiar dengan cara menjaga asupan makanan. Belum sembuh satu penyakit, kini Bu Siti didiagnosa memliki penyakit liver. Gejala awal berupa seringnya ia buang air kecil dengan disertai rasa dahaga, juga sesak pada dada. Ia pun kemudian memeriksakan diri ke puskesmas, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Bu Siti didiagnosa mengidap penyakit liver. Ia kemudian dirujuk untuk menjalani pengobatan ke Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA), namun karena kendala biaya maka saat ini hanya bisa diobati memakai obat kampung seadanya. Maklum saja, selama ini ia dibiayai oleh anaknya yang juga kekurangan, anaknya tersebut merupakan seorang penjaga ikan di kolam terapung danau Cirata, dengan penghasilannya yang pas-pasan ia harus membiayai ibu, istri dan ketiga anaknya. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Siti dan keluarga, insyaallah pengobatan penyakit yang diderita Bu Siti akan segera terwujud, karena kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan penyakit Bu Siti tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Ibu siti menderita Hipertensi + Liver


KARDI BIN ANIM (28, Tumor di Mata). Alamat: Kp. Ciseureuh RT 4/7, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kang Kardi adalah seorang kurir pengantar air isi ulang di depot air yang berada di tengah perumahan panorama Purwakarta. Ia memiliki benjolan besar di bagian mata yang hampir menutupi separuh wajahnya, benjolan tersebut telah ada sejak Kang Kardi lahir. Semakin bertambah usianya, tumor tersebut juga semakin membesar. Berdasarkan penuturan keluarga, semenjak kecil hingga umurnya yang ke-28 ini, Kang Kardi telah menjalani 6 kali operasi di rumah sakit. Namun, setiap kali operasi, tumor tersebut bukan hilang, malah semakin membesar. Hingga kini, ia rutin berobat setiap 3 bulan ke dokter spesialis bedah di RS Thamrin Purwakarta, dengan menggunakan fasilitas kesehatan (KIS) Kartu Indonesia Sehat. Ia disarankan berobat lebih lanjut di RSHS Bandung oleh dokter yang saat ini merawatnya. Pada tanggal 2 Mei, Kardi berangkat ke RSHS untuk menemui dokter dan memastikan jadwal operasi tumornya tersebut. Alhamdulillah ia terjadwal untuk dilakukan tindakan operasi pada 19 Mei 2016, operasi tersebut berjalan dengan lancar. Ia kembali dijadwalkan untuk dilakukan tindakan operasi yang ke-8 kalinya pada 25 November 2016.  Namun ternyata operasi tersebut harus ditunda sampai mendapat ruangan di RSHS Bandung. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan biaya akomodasi untuk proses pengobatan Kang Kardi. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @hastapradja

Kang kardi menderita Tumor di Mata


SOFIA SRI NUR HERMAWAN (1, Cairan di Otak). Alamat : Gg. Nusa Indah III, RT 7/1, Kelurahan Nagrikaler, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Fia, akrab kami memanggil balita cantik ini. Pada tanggal 29 November 2016, Dek Fia mengalami demam tinggi disertai kejang-kejang. Orangtuanya mulai panik lalu membawa Dek Fia ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Asri Purwakarta. Dek Fia menjalani CT Scan di RS yang berbeda, namun tetap menjalani rawat inap di RSIA Asri. Hasil CT scan menunjukkan bahwa terdapat cairan pada otak Dek Fia, pihak RSIA Asri pun merujuk Dek Fia ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Keluarga sempat meminjam uang untuk proses pengobatan Dek Fia, karena penghasilan ayahnya sebagai buruh tak cukup untuk menutupi kebutuhan pengobatan anaknya tersebut. Dek Fia pun diberangkatkan ke RSHS menggunakan ambulans milik RSIA Asri, selang satu hari berada di RSHS, Dek Fia menghembuskan nafas terakhirnya. Ya, Dek Fia tidak tertolong lagi, ia pun dikebumikan di Purwakarta. Alhamdulillah saat Dek Fia masih dalam proses pengobatan, kami kurir Sedekah Rombongan sempat menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Dek Fia. Mari doakan bersama, agar almarhumah Dek Fia bisa menjadi tabungan kebaikan untuk kedua orangtuanya kelak.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @hastapradja

Sofia menderita Cairan di Otak


DODOH SRI RAUDHOH (22, Kanker Mulut). Alamat : Kp. Sukaati, RT 6/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dodoh akrab kami memanggil ibu muda ini, dua bulan lalu ia merasakan sakit pada gigi bagian depan disertai bengkak pada gusi. Hal tersebut ia abaikan, karena merupakan hal biasa yang sering ia rasakan. Tak dinyana, selama kurun waktu 3 minggu ini, bengkak tersebut semakin membesar disertai dengan keluarnya nanah dan darah. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Di Rumah Sakit tersebut ia menjalani proses rontgen dengan diagnosa kanker mulut. Ia pun harus memakai selang NGT, karena minuman dan makanan sudah tidak bisa masuk lewat mulutnya. Hasil rontgen mengharuskan Teh Dodoh untuk melanjutkan pemeriksaan penyakitnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah sekitar 10 hari Teh Dodoh menjalani proses pemeriksaan penyakitnya di RSHS Bandung memakai fasilitas kesehatan berupa BPJS PBI, ia baru melakukan cek laboratorium pada jantung dan paru. Dengan kondisi hamil tua, yakni 7 bulan Teh Dodoh berjuang melawan penyakitnya dengan sabar dan ikhlas. Qadarullah, ia pun melahirkan bayi pertamanya dengan berat 1,7 Kg dan dalam keadaan premature, bayinya tersebut sementara harus menjalani proses inkubasi di Rumah Sakit. Suaminya Badrudin (25), sementara ini tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya di Rumah Sakit. Maka dari itu, ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk membiayai proses pengobatan istrinya tersebut. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dodoh dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Dodoh selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Teh Dodoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Teh dodoh menderita Kanker Mulut


YOYOH KHODIJAH (66, Tumor Usus). Alamat : Gg. Sekolah, RT 8/3, Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Yoyoh merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, Februari lalu ia sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Bayu Asih dengan keluhan penyakit typus. Bulan Desember ini kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Bu Yoyoh dengan penyakit tumor usus yang dideritanya. Belum lama ini ia sering merasakan sakit pada bagian perutnya, rasa sakit tersebut tak jarang membuat Bu Yoyoh kesulitan untuk berjalan. Ia pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih untuk dilakukan pemeriksaan, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa terdapat benjolan-benjolan pada usus Bu Yoyoh. Dua benjolan besar telah dilakukan melalui proses operasi di RS tersebut, masih tersisa benjolan-benjolan kecil pada ususnya, pihak RSBA menyarankan untuk dilakukan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun karena kendala biaya ia pun hanya bisa dirawat di rumah oleh anaknya yang janda dan juga tak memiliki pekerjaan, suaminya telah lama meninggal dunia. Untuk membeli kantong feses pun ia harus menunggu uluran bantuan dari orang lain. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan titipan bantuan dari para sedekahloics untuk biaya pengobatan Bu Yoyoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ulfahfauziah

Bu yoyoh menderita Tumor Usus


RASYA NURYAMAN PUTRA (1, Susp. Tumor Ginjal). Alamat: Kp. Cibogo, RT 3/4, Kel. Janggala, Kec. Sukaraja, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rasya terlahir normal tanpa kekurangan apapun. Namun menginjak bulan ke-8, Rasya mulai mengeluhkan perutnya yang sakit hingga ia menangis menjerit. Karena panik, akhirnya orangtua Rasya membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah pemeriksaan ternyata ditemukan benjolan di ginjal Rasya dan diduga itu adalah tumor sehingga Rasya harus dirujuk ke RSHS. Sempat kebingungan berangkat ke RSHS Bandung karena biaya antar dengan ambulans mencapai 700 ribu. Alhamdulillah, orangtua Rasya bertemu dengan kurir #SedekahRombongan yang sedang membantu pasien lain untuk berobat. Akhirnya, MTSR membawa Rasya ke Bandung dan sempat singgah di RSSR Bandung. Ibu Rasya, Yayu (30) adalah seorang IRT dan ayahnya, Nuryaman (35) bekerja sebagai buruh sehingga mereka merasa kesulitan membiayai pengobatan Rasya karena tak punya jaminan kesehatan. Santunan lanjutan pun disampaikan untuk membeli diaper dan susu yang dibutuhkan Rasya. Kondisinya sekarang masih lemah dan menunggu jadwal pemeriksaan selanjutnya di RSSR Bandung. Semoga Rasya segera sehat agar ia bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 18 Desember 2016
Kurir: @ddsayefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @widicincin @adiabdillah

Rasya menderita Susp. Tumor Ginjal


AAH BINTI SUEB (40, TB Paru). Alamat: Jl. Lili Rochli Gunung Batu, RT 6/8, Kel. Cipedes, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sembilan bulan lalu, Bu Aah sudah merasakan tidak enak pada dadanya dan beberapa hari kemudian ia mulai mengalami sesak napas sampai akhirnya ia muntah darah. Kemudian keluarganya membawanya ke puskesmas namun harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah pemeriksaan dahak, akhirnya diketahui bahwa Bu Aah mengidap TB Paru dan harus berobat selama 6 bulan. Suaminya, Dede Rosadi (42) adalah sorang buruh tani namun kadang-kadang ia tak mempunyai pekerjaan apapun dan harus menganggur dan tak mempunyai pemasukan. Mereka mempunyai 2 anak yang masih sekolah dan membutuhkan biaya pendidikan. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil 4×4 meter dengan sanitasi kurang memadai. Bu Aah sudah dua bulan meminum obat dan bertekad akan berdisiplin dalam meminumnya agar segera sembuh. Sekarang, ia masih rutin ke RSUD untuk memeriksa perkembangan penyakitnya dengan jaminan KIS. Sayangnya, ia terkendala masalah akomodasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Bu Aah dan keluarga dan menyampaikan bantuan untuk akomodasi dan obat. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Bu Aah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bu aah menderita TB Paru


ULFA FAUZIAH (18, Tunggakan Sekolah). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kel. Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ulfa adalah seorang siswa berprestasi. Ketika duduk di bangku SMP, ia meraih ranking pertama hingga bangku SMA. Ia bersekolah di pesantren selama 6 tahun. Selama sekolah, sudah banyak kegiatan yang ia geluti dan ia termasuk anak yang aktif terbukti dengan terpilihnya Ulfa sebagai ketua OSIS semasa SMA. Namun sayang, pendidikannya harus terkendala masalah ekonomi keluarganya sehingga sekarang ia masih saja  menunggak biaya iuran bulanan. Tunggakan sekolahnya sudah mencapai 8 juta dan sekarang ijazahnya ditahan sekolah. Ayahnya, Ahmad (49) adalah seorang pedagang di pasar dengan pendapatan tidak menentu sedangkan ibunya, Iis (46) adalah seorang IRT. Mereka tinggal di rumah kontrakan dan sekarang terbebani dengan tunggakan sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa berkunjung ke rumahnya dan meyampaikan bantuan untuk membantu meringankan biaya iuran sekolah yang sudah lama tidak terbayar. Semoga ada jalan dari Allah SWT sehingga pendidikan Ulfa tak terbebani dengan masalah biaya dan keluarganya diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 17 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bantuan Tunggakan Sekolah


DZIKRY MUHAMMAD (2, Sesak Napas). Alamat:   Jl. Ir. Djuanda, RT 2/6, Desa Panyingkiran, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak dari lahir, Dzikry mempunyai masalah dengan sistem pernapasannya. Setiap hari napasnya terlihat berat dan suaranya seperti mengorok dan terkadang Dzikry kejang-kejang dan panas. Dzikry pernah dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa namun tak ada kemajuan sama sekali, sampai sekarang ia hanya dirawat di rumah karena keluarganya tak mampu membawanya ke rumah sakit dan Dzikry tidak mempunyai jaminan apapun. Ibunya, Yuli (25) hanya sorang IRT dan ayahnya, Dindin (39) terkadang hanya menganggur di rumah dan sesekali bekerja sebagai tukang bangunan. Ketika Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah kontrakan kecilnya, Dzikry sedang dipangku ibunya dan napasnya terdengar sangat berat. Bantuan dari Sedekaholics pun disampaikan untuk membantu pengobatannya agar Dzikry bisa dibawa ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan selanjutnya. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Dzikry sehingga tumbuh kembangnya tidak terganggu dan bisa bermain bersama teman sebayanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Dzikry menderita Sesak Napas


NANAH HINDANAH (46, Stroke). Alamat: Kp. Gunung Batu, RT 2/8, Kel. Cipedes, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari dua tahun lalu saat Bu Nanah sedang bekerja di sawah, tiba-tiba seluruh badannya menjadi kaku dan langsung ambruk dan ia langsung dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Ia pun dirawat selama delapan hari dan ternyata ia terserang penyakit stroke. Namun karena tak ada uang untuk biaya rumah sakit, Bu Nanah pun harus pulang paksa dan hanya dirawat di rumah sakit. Selama pengobatan, Bu Nanah menghabiskan uang hingga 3 juta dan itu pun hasil pinjaman dari tetangganya. Meskipun ia mempunyai jaminan KIS, tapi Bu Nanah enggan berobat lagi ke RS karena terbebani biaya akomodasi dan obat-obatan  di luar jaminan KIS. Suaminya, Yana (56) adalah seorang pekerja paruh waktu dengan penghasilan 20 ribu/hari. sekarang mereka tinggal di rumah anaknya yang sudah bekerja. Atas info dari tetangganya, Sedekah Rombongan pun mengunjungi rumahnya yang bisa dibilang kurang layak dan sempit. Saat kurir SR menemuinya, Bu Nanah sedang duduk di kursi karena separuh badannya sudah tidak bisa digerakkan. Sekarang ia memakai kursi roda jika ingin pergi ke luar rumah. Bantuan pun diberikan untuk biaya akomodasi dan obat. Semoga Allah menyembuhkan penyakit Bu Nanah dan memberikan kesabaran bagi keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 17 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bu nanah menderita Stroke


NANANG JUHRO (46, Hernia+TB Paru). Alamat: Kp. Ranca Sepat, RT 3/5, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah satu tahun ini Pak Nanang merasakan sakit pada kemaluannya kemudian Pak Nanang memeriksakan diri ke puskesmas dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Pak Nanang mengidap penyakit hernia dan harus segera dioperasi ditambah adanya penyakit yang baru terdeteksi, yaitu TB Paru karena Pak Nanang juga selalu mengeluh kalau dadanya terasa sesak dan pernah muntah darah. Sayangnya, ia menolak melakukan operasi karena keterbatasan biaya. Sudah 6 bulan ini, ia tidak bekerja dan beberapa barang berharganya sudah dijual untuk membeli obat. Istrinya, Yayah (44) hanya seorang IRT namun setelah suaminya sakit dan menganggur, mau tak mau Bu Yayah harus menggantikan peran suaminya dan bekerja menjadi pembantu di rumah tetangganya.   Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mendatangi rumahnya dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi dan pembelian obat karena kondisinya sekarang hanya bisa menahan sakit dan semoga bantuan dari para Sedekaholics bisa membantu Pak Nanang menjemput kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @adiabdillah @miftahudinSR

Pak nanang menderita Hernia+TB Paru


ENUNG NINA NURHASANAH (43, Bantuan Perbaikan Rumah). Alamat: Kp. Bojong Kaum, RT 5/11, Kel. Cipedes, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sebulan lalu, saat hujan deras dan angin sedang kencangnya, pohon dekat rumah Bu Enung tiba-tiba saja tumbang di atas rumah dan membuat atapnya menjadi bolong sehingga ketika hujan turun, air akan masuk dan membuat seisi rumah banjir. Banyak perabotan rumah yang menjadi basah dan rusak, aliran listrik pun terhenti karena banyak kabel yang rusak sehingga tidak ada pencahayaan yang cukup ketika malam hari. Hingga sekarang, atap rumahnya masih bolong dan belum diperbaiki karena Bu Enung tidak mempunyai biaya untuk memperbaikinya. Bu Enung adalah seorang janda dengan 3 anak yang masih sekolah, enam tahun yang lalu suaminya meninggal karena TB Paru dan tidak sempat diobati karena tak pernah memeriksakan diri. Bu Enung kini berdagang gorengan keliling kampung dan kadang merugi karena dagangannya ada yang tidak laku. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan berkesempatan untuk melihat keadaan rumahnya dan memberikan santunan untuk membantu biaya renovasi rumahnya agar bisa ditempati kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 17 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ari

Bu enung menderita Bantuan Perbaikan Rumah


WINAH BINTI TOI (44, Suspect Spinal Stenosis). Alamat : Dusun Balong, RT 3/1, Kelurahan Bolang, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Winah merasakan sakitnya di awal tahun 2014. Awalnya Ibu Winah merasakan pegal-pegal dan kesemutan yang terus menerus di telapak kakinya. Beliau hiraukan karena dianggapnya hanya keluhan biasa. Namun beberapa bulan kemudian tiba-tiba Ibu Winah merasakan kakinya lemas dan sulit untuk berdiri. Keluarga membantunya membawa ke puskesmas terdekat. Dari sana kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani perawatan selama 7 hari, Ibu Winah kecurigaan menderita penyempitan celah sendi atau dalam bahasa medis dikenal dengan spinal stenosis. Dokter kemudian merujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, namun pihak keluarga menolaknya pada saat itu. Selama 2 tahun belakangan, Ibu Winah yang hanya terbaring lemas tak berdaya hanya melakukan ikhtiarnya melalui pengobatan seadannya. Akhir November 2016 lalu didampingi kurir Sedekah Rombongan Ibu Winah melakukan pemeriksaan di RSSR Bandung dengan menjalani serangkaian pemeriksaan. Untuk mendapat diagnosis terbarunya, beliau harus melakukan pemeriksaan MRI terlebih dahulu. Jadwal untuknya masih harus menunggu 6 bulan kemudian, dikarenakan penuhnya antrian. Suami Ibu Winah, Bapak Ajo (52) yang sehari-hari bekerja sebagai kuli serabutan menuturkan, Walaupun memiliki jaminan kesehatan KIS PBI kelas III untuk pengobatannya, namun Ibu Winah memunda rujukannya dengan alasan biaya akomodasi, tempat tinggal serta kebutuhannya selama berobat di Bandung. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Winah, dan bertekad mendampinginya selama berobat. Santunan awal disampaikan untuk meringankan kebutuhan beliau sehari-hari membeli pampers dan akomodasi selama berobat. Semoga Ibu Winah terus semangat menjalani ikhtiarnya berobat hingga sembuh. Sedekah Rombongan mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics yang terus memberikan perhatian dan supportnya kepada para dhuafa sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi2

Bu winah menderita Suspect Spinal Stenosis


SODIKIN BIN AHMAD JAENUDIN (82, Pembesaran Prostat). Alamat : Dusun Cicurug, RT 3/4, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pak Sodikin biasa dipanggil Pak Ikin sehari-harinya bekerja sebagai penebang pohon bambu melihat umur yang sudah tua beliau bisa dibilang sehat, sudah 1 bulan ini pak Ikin mengeluhkan sakit di bagian reproduksinya beliau langsung diperiksa di Klinik terdekat, melalui diagnosa dokter Pak Ikin mengidap penyakit Pembesaran Kelenjar Prostat dan harus segera di operasi, setelah itu Pak Ikin dibawa ke RSUD Ciamis untuk diperiksa, dikarenakan tidak mempunyai kartu Jaminan Kesehatan apapun Pak ikin belum bisa melakukan operasi dikarenakan biaya yang lumayan besar, besoknya balik lagi ke RSUD untuk sementara dipasang alat bantu buang air kecil melalui selang, Pak Ikin tinggal bersama istrinya Elah (76). Atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Pak Ikin dan menyampaikan santunan awal berupa biaya untuk pembuatan BPJS, transportasi dan akomodasi. Pak Ikin dan istrinya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Pak Ikin dapat kembali sehat dan bisa kembali beraktivitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Pak sodikin menderita Pembesaran Prostat


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Dalam minggu ini, MTSR Bekasi sudah beberapa kali mengantarkan pasien dari Kabupaten Karawang ke RSSR Bandung sebelum melakukan kontrol ke RSHS dan banyak lagi aktivitas pergerakan MTSR Bekasi yang begitu padat. Di antaranya sepulang dari RSSR Bandung, MTSR Bekasi dalam perjalanan pulangnya sambil mengantarkan pulang 2 pasien ke Cilaamaya Karawang dan Cibitung Bekasi. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan biaya operasional untuk MTSR Bekasi. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Alle_Recycle

Biaya Operasional


MUHAMMAD SUEB (63, Hypertensi). Alamat : Perum Telaga Harapan Blok F11 No. 24 RT 8/12, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Sueb,- Panggilan sehari-hari- pada pertengahan November 2016, secara mendadak tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri. Oleh istrinya dan dibantu beberapa tetangga terdekat, ia dievakuasi ke Klinik terdekat yang tidak jauh dari lokasi. Namun dengan melihat kondisi Pak Sueb yang tak sadarkan diri, dokter klinik menyarankan agar Pak Sueb dibawa ke rumah sakit. Dan akhirnya Pak Sueb dilarikan ke IGD RS Ridhoka Salma untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah menjalani pemeriksaan di IGD, Pak Sueb disarankan untuk menjalani perawatan intensif di Ruang ICU. Setelah menjalani perawatan di Ruang ICU selama 3 hari, Pak Sueb dipindahkan ke ruangan perawatan. Pak Sueb tidak memiliki jaminan apa-apa, sehingga tercatat sebagai pasien umum dan tidak dapat diupayakan Jaminan secepatnya karena ia tercatat di KTP sebagai warga DKI Jakarta. Pak Sueb adalah seorang guru ngaji di tempat ia tinggal saat ini, rumah yang ia tempati statusnya rumah orang lain yang ditinggal oleh pemiliknya. Atas ijin pemilik rumah, ia dikuasakan untuk menempati rumah tersebut tanpa membayar uang sewa. Pak Sueb tinggal berdua bersama istrinya tanpa ada anak dan saudara yang dekat. Istrinya, Bu Tasrifah (54) hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka sempat kebingungan dengan biaya rumah sakit, bahkan Bu Tasrifah pernah mengutarakan niat untuk membawa pula suaminya secara paksa dengan alasan tidak ada biaya. Alhamdulillah, mereka dipertemukan oleh Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu biaya perawatan Pak Sueb. Setelah menjalani perawatan 3 hari di ICU dan 10 hari di ruang perawatan biasa, biaya mencapai sekitar 10 juta rupiah. Kurir #SedekahRombongan mengupayakan pembuatan Surat Perjanjian Hutang (SPH) kepada RS Ridhoka Salma untuk mencicil biaya perawatan Pak Sueb. Cicilan pertama pun disampaikan untuk pembayaran biaya perawatan Pak Sueb.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Zaenal

Pak sueb menderita Hypertensi


MUHAMMAD ZAINAL (4, Penyumbatan gumpalan darah di kepala). Alamat : Ujung Harapan At Taufiq Gg 2 RT 1/44, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Hasil pemeriksaan awal dirumah sakit, ada penyumbatan atau semacam gumpalan darah di kepala, sehingga sampai usia hampir 5 tahun, ia tidak bisa jalan dan bicara, tangannya hanya mengepal seperti bayi. Dengan bermodalkan fasilitas jaminan Kesehatan berupa BPJS, keluarga terus berusaha mengobati dik Zainal meskipun kadang harus cari pinjaman untuk kebutuhan biaya akomodasi ke RSUD Kota Bekasi. Ayahnya bernama Pak Osim (40) seorang petugas kebersihan yang setiap bulannya menerima upah 800 ribu rupiah, sedangkan ibunya, Bu Fatmawati (38) ibu rumah tangga. Dengan penghasilan tersebut, Pak Osim menghidupi keluarga istri dan 2 orang anak. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan membeli susu. Saat ini masih harus menjalani kontrol rutin ke RSUD Kota Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa

zainal menderita Penyumbatan gumpalan darah di kepala


ALIM BIN NISAM (55, TB Paru). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Berawal sekitar 3 bulan yang lalu, Pak Alim merasakan badannya demam dan panas tinggi yang disertai batuk dan muntah darah. Saat itu juga Pak Alim dilarikan ke RS. Medirossa berbekal kartu jaminan KIS PBI. Setelah menjalani pemeriksaan, Pak Alim dinyatakan mengidap TB Paru dan menjalani perawatan selama 1 minggu. Saat ini ia harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit dan belum bisa bekerja untuk menafkahi keluarganya. Pak Alim yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek, sangat kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di rumah sakit.  Sedangkan istrinya, Ibu Tati (46) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya akomodasi selama Pak Alim menjalani pengobatan di RS Anissa Cikarang. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Pak alim menderita TB Paru


IIS JUJU ZULAIKAH (22, Infeksi Kaki Sebelah Kanan). Alamat: Desa Candi RT. 01/06, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Iis merupakan pasien dampingan SedekahRombongan Semarang yang saat ini menjadi dampingan SedekahRombongan Solo. Mei 2015 silam sepulang dari bekerja di Kalimantan, Mbak Iis mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki kanannya retak. Oleh warga sekitar dilarikan ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Tiga hari kemudian setelah kondisi Mbak Iis agak membaik dokter melakukan operasi pemasangan pen di kaki kanan. Beberapa bulan setelah operasi pemasangan pen, kaki bekas pen mengalami bengkak namun karena jarak ke Rumah Sakit jauh dan kondisi keuangan keluarga yang tidak mampu maka tidak dibawa ke rumah sakit sehingga pada akhirnya kaki yang bengkak tadi membusuk, jahitan membuka, pen lepas dan sekarang terlihat tulang kaki karena daging juga mengelupas. Apabila berjalan, keluar tetesan darah dari luka tersebut. Namun karena keterbatasan biaya, pengobatan dilakukan seadanya. Sejak sakit, Mbak Iis tidak bekerja, kemudian Mbak Iis dan Ibunya, Ida Zubaidah (42) memutuskan untuk kembali ke Jawa tinggal menumpang di rumah kerabat di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan harapan akan mendapatkan pengobatan yang lebih layak. Sementara sang ayah dan adik tetap berada di Kalimantan. Kurir SedekahRombongan Semarang dipertemukan dengan Mbak Iis dan keluarga kemudian mendampingi pengobatan Mbak Iis hingga mengantar berobat ke Solo. Mbak Iis baru saja menjalani operasi pengambilan pen Senin, 5 September 2016. Setelah perawatan rutin setiap hari selama 1 bulan, luka kaki mbak Iis sudah menutup dan mengecil. Namun, cairan yang keluar tidak kunjung kering. Santunan ke- 5 untuk disampaikan kepada Mbak Iis, dimana santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 910 Semoga mampu mengurangi beban dan Mbak Iis berangsur sembuh. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @mawanhananto @Anissetya60 @Shofawa

Iis menderita Infeksi Kaki Sebelah Kanan


ZENA NUR ZULAIKA (5, Infeksi Paru+Jantung Bocor+Megacolon+Cerebral Palsy+Bibir Sumbing) Alamat: Dusun Wonorejo RT 2/2, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah. Zena begitu panggilan gadis kecil ini. Lahir dengan caesar, keadaan Zena kala itu normal seperti bayi sehat lainnya. Namun, masuk usia 5 bulan, ASI yang ia minum selalu keluar dari hidung, berat badannya pun tidak normal sampai saat ini memasuki usia 5tahun, ia hanya memiliki berat 8kg. Menurut dokter hal tersebut dikarenakan adanya kelainan pada megacolon yang menyebabkan nutrisi tidak dapat terserap dengan baik serta sulitnya BAB. Sehingga selang NGT selalu terpasang di hidung hingga lambung untuk memberikan asupan nutrisi. Perkembangannya pun melambat karena ia juga mengalami Cerebral Palsy. Putri pasangan Bapak Supriyanto (39) yang bekerja sebagai cleaning service dengan penghasilan Rp. 1.700.000/bulan dan  Ibu Rulin Aristiana (28) sebagai ibu rumah tangga ini rencananya oleh tim dokter akan dilakukan operasi megacolon terlebih dahulu agar nutrisi dapat tercerna dan BAB kembali lancar menggunakan jamkes KIS dari pemerintah. Namun, pengobatan yang panjang disertai tanggungan orang tua yang banyak menyebabkan ia sempat terkendala untuk berobat. Ia tinggal dengan kakek, nenek dan 1 keluarga lain dalam 1 rumah. Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Zena kemudian menyampaikan santunan awal untuk pendampingan pengobatannya. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diterima semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir diterima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir: @mawan @anissetya60 @ayak @shofawa @usamah @yulisetiyowat12

Zena menderita Infeksi Paru+Jantung Bocor+Megacolon+Cerebral Palsy+Bibir Sumbing

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUHAMMAD ALFIN 500,000
2 SRI SUPATNO 1,000,000
3 AGUSTINI SURYANTI 1,000,000
4 DEMI BINTI AMA’ FAHMI 1,000,000
5 YOHANES APRILIANO DEGA 500,000
6 ZAHRA AL BAHIRA 600,000
7 AHYAT HIDAYAT 1,000,000
8 RSSR SURABAYA 6,135,789
9 MELATI BINTI AMIR 500,000
10 MONDY BIN YANTO 1,000,000
11 SITTI NUR 750,000
12 GORIS BUGAN 750,000
13 MAWIL BIN SIMA 500,000
14 IGNASIUS LABA 500,000
15 PONIATI BINTI NITIREJO 1,000,000
16 AERA SAMSUN 750,000
17 TERANG BIN IBRAHIM 1,000,000
18 TARIBIS BINTI PATTA 750,000
19 HANIY DAYANIY 1,000,000
20 YUNUS BIN DAENG MATENGGA 1,000,000
21 PUSKESMAS AJI KUNING 4,000,000
22 SITI BAROKAH 1,500,000
23 MUJIYEM Binti KARDIYONO 1,000,000
24 MUHAMAD ARKHAB PRABASWARA 1,500,000
25 ASEH SUGIRAN 500,000
26 SRI KADARWATI 1,000,000
27 REZA BAGUS HENDRAWAN 1,000,000
28 RAHMAD EKO 1,000,000
29 NGADIMAN BIN MUHAMAD SEMIN 1,000,000
30 RAHAYU BINTI NGATIJO 1,000,000
31 NURHAYATI binti Nurhadi 5,000,000
32 MURSIDI BIN MUHAJID 500,000
33 HAYYU WAHYUNINGTYAS 500,000
34 SUHARTINAH BINTI SURAHYO 1,000,000
35 KABUL MARGONO 1,000,000
36 PONIYATI binti KAMADI 1,000,000
37 MTSR SURABAYA 10,604,500
38 MURATIN NGASIMIN 2,800,000
39 DESSY NUR FADILAH 1,000,000
40 SUKIRAN BIN MARTODIYO 750,000
41 SUGIANTO BIN SUKIH 500,000
42 ABDUL FATAH 500,000
43 YANTI BINTI ARNIMAN 500,000
44 MUHAMMAD ALVIANO 1,000,000
45 EDI BIN UNUS SATARI 500,000
46 KOSASIH BIN AHMAD 1,000,000
47 SOFYAN BIN EDAH 500,000
48 TUTI SUPRIYATIN 750,000
49 HAMDAN BIN USMAN 1,000,000
50 MOCH NABIL SATRIA 1,000,000
51 SHAKILLA ZAHRANY 500,000
52 NANA BIN MULAH 500,000
53 JAJANG PERMANA 500,000
54 NENG RAHMAWATI 1,000,000
55 SOPA NUR PAOJA 750,000
56 MUHAMMAD AZKA 750,000
57 MUHAMMAD RIFKI 1,000,000
58 UNDANG SUDARNA 900,000
59 YATI CAHYATI 500,000
60 ENTIN BINTI KASTOLANI 500,000
61 LIA RATNASARI 1,000,000
62 SANI’AH BINTI KAYUN 500,000
63 EPOY BINTI MANSUR 500,000
64 SITI HAMIDAH 1,000,000
65 KARDI BIN ANIM 1,000,000
66 SOFIA SRI NUR HERMAWAN 1,000,000
67 DODOH SRI RAUDHOH 1,000,000
68 YOYOH KHODIJAH 500,000
69 RASYA NURYAMAN PUTRA 500,000
70 AAH BINTI SUEB 500,000
71 ULFA FAUZIAH 1,000,000
72 DZIKRY MUHAMMAD 500,000
73 NANAH HINDANAH 750,000
74 NANANG JUHRO 500,000
75 ENUNG NINA NURHASANAH 1,000,000
76 WINAH BINTI TOI 1,000,000
77 SODIKIN BIN AHMAD JAENUDIN 1,000,000
78 MTSR BEKASI 2,500,000
79 MUHAMMAD SUEB 2,500,000
80 MUHAMMAD ZAINAL 500,000
81 ALIM 1,000,000
82 IIS JUJU ZULAIKAH 500,000
83 ZENA NUR ZULAIKA 500,000
 93,790,289

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 93,790,289,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 928 ROMBONGAN

Rp. 45,094,104,851,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.