Rombongan 927

Sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on December 21, 2016

SAFITRI WAHYU WULANDARI (13, End Stage Renal Disease). Alamat : Perum Bumi Indah Pesona, RT 6/14, Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Wulan, biasa dia dipanggil, seorang siswa pelajar berprestasi yang duduk dibangku SMP kelas VIII. Wulan merasakan sakitnya semenjak 1 tahun lalu, seringkali ia mual hingga muntah, terkadang sesak dan mudah sekali lelah, namun karena takut ia tak pernah mengeluhkan apa yang dialaminya. Hingga pertengahan November lalu, Wulan tak bisa menahan sakit, sekujur tubuh dan wajahnya pun bengkak-bengkak sampai ia sendiri kesulitan untuk membuka kedua matanya. Melihat kondisinya, keluarga kemudian membawa Wulan ke Rumah Sakit Izza Cikampek. Setelah menjalani pemeriksaan secara menyeluruh, diketahui bahwa Wulan mengalami gagal ginjal kronis yang dalam dunia medis dikenal dengan End Stage Renal Disease (ESRD). Melihat kondisinya yang membutuhkan penanganan medis lebih jauh, pihak rumah sakit menyarankan agar Wulan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun orang tua Wulan, Bapak Suparmin (59) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan Ibu Sudarni (55) seorang ibu rumah tangga menolak melanjutkan pengobatannya putrinya dengan alasan biaya akomodasi. Selama berobat Wulan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS Non PBI kelas III. Kedua orang tua Wulan menginginkan untuk meneruskan pengobatan putrinya tetapi khawatir  biaya kebutuhan nanti selama Wulan berobat. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan keluarga ini, dan dapat melihat kondisi Wulan secara langsung. Didampingi kurir #SedekahRombongan Wulan dibawa ke RSHS Bandung dan untuk memudahkannya berobat ia tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Merasakan kesulitan yang dirasakan, bantuan awal dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akamodasi selama berobat serta kebutuhan hidup sehari-hari. Harapan kami, semoga  Wulan bisa kembali sehat dan bersekolah lagi seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 November 2016
Kurir : @ddayaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2


HARIS BIN ABDUL BASIT (2, Suspect Meningoenchephalitis). Alamat : Dusun Krajan RT 2/1, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Haris merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Awalnya ia mengalami demam tinggi dan sempat kejang hingga mengalami penurunan kesadaran selama 2 hari. Keluarga kemudian membawa Haris  ke klinik terdekat dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Family (RSMF) Kabupaten Karawang. Dengan diagnosis awal meningitis dan bronkopneumonia, Haris mendapatkan perawatan secara intensif. Setelah seminggu di rumah sakit, Haris diperbolehkan kembali kerumah untuk melakukan rawat jalan. Pasca sakitnya ia mengalami sedikit gangguan pada penglihatannya yang lambat dalam memberikan reaksi. Keluarga kembali ke RSMF untuk  menjalani serangkaian pemeriksaan dan dianjurkan untuk pemeriksaan lanjutan. Haris dibawa ke Rumah Sakit Dewi Sri (RSDS) Kabupaten Karawang dan diketahui Haris menderita suspect Meningonchephalitis atau yang biasa kita kenal dengan radang selaput otak sekaligus radang otak. Haris telah menjalani fisioterapi  pertamanya yang dianjurkan Dokter guna merangsang fungsi syarafnya.  Kondisi Haris terakhir yaitu tangan dan kakinya terlihat sedikit membengkak, responnya kembali menurun. Untuk itu Haris akan melakukan pemeriksaan dan kelanjutan fisiotetapinya yang kedua dari empat yang dijadwalkan. Ayah Haris, Bapak Abdul Basit (37)  yang seorang buruh harian lepas dan Ibu Casinah (37) seorang ibu rumah tangga menuturkan walau selama pengobatannya Haris menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Karawang Sehat, namun keluarga kesulitan dalam mencari biaya untuk akomodasi, dan kebutuhan sehari-hari Haris. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan dari sedekaholics  untuk meringankan biaya membeli pampers, biaya akomodasi untuknya berobat dan kebutuhan makannya sehari-hari. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 919. Orang tua Haris mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Besar harapan kami semua, semoga Haris kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Haris menderita Suspect Meningoenchephalitis


LINA ROHIMAH (18, Tunggakan Sekolah). Alamat : Kp. Desa Kolot RT 2/7, Kel. Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lina adalah seorang siswi SMK swasta yang duduk di kelas 11. Meskipun terlahir dari keluarga yang tak berkecukupan, semangat Lina untuk sekolah begitu tinggi. Sayangnya, semangatnya tersebut harus terhalang oleh masalah ekonomi yang membelitnya. Sudah beberapa bulan ini Lina merasa minder pergi ke sekolah karena mempunyai tunggakan iuran sebesar 2 juta rupiah setelah sebelumnya ia bercerita bahwa tunggakan sekolahnya hanya 1,5 juta. Di rumahnya pun ia harus menjaga ibunya, Kamilah (44) sendirian yang sedang sakit stroke sejak dua tahun lalu karena ayahnya sudah meninggal. Karena tak ada yang bekerja mencari nafkah, Lina dan ibunya hanya berharap pada belas kasihan tetangganya. Ketika kurir #SedekahRombongan mengunjungi rumahnya yang sebenarnya tidak layak huni, Lina bercerita bahwa ia ingin terus bersekolah agar ia nantinya bisa bekerja dan membiayai kehidupannya dan ibunya. Santunan pun diberikan kembali pada Lina untuk melunasi semua tunggakan sekolahnya dan membantu biaya bulanan sekolahnya agar ia bisa kembali menimba ilmu di bangku SMA sampai lulus. Semoga Lina bisa menggapai jenjang pendidikan yang tinggi sehingga ia bisa terbebas dari jerat kemiskinan. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 8 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bantuan biaya bulanan sekolah


DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT (3, Penurunan Daya Imun Tubuh + Gizi Buruk + Bronchopneumoniae). Alamat : Desa Linggarsari, RT 4/2, Kelurahan Linggarsari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Saat menginjak usia 1.5 tahun, kesehatan Dimas semakin lama dirasa semakin menurun. Seringkali ia mengalami batuk dahak berkepanjangan serta mengalami demam yang disertai menggigil. Dimas juga sering kali mengalami buang air besar terus menerus setiap kali tubuhnya menerima asupan makanan. Berat badannya pun susah bertambah bahkan cenderung semakin menurun saja. Melihat hal ini ibundanya pun membawa Dimas ke Puskesmas, Dokter mendiagnosa ia menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya, atau yang biasa dikenal dengan Bronchopneumonia dikarenakan penurunan daya imun tubuhnya. Dimas sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Karawang selama 3 minggu, setelah itu Dimas diizinkan pulang untuk selanjutnya mendapatkan rawat jalan. Sampai saat ini Dimas masih menjalani pengobatan secara rutin di RSUD Kabupaten Karawang dan beberapa kali mendapatkan transfusi darah yang kesediaan diambil oleh kurir #SedekahRombongan dari PMI Bekasi. Dimas yang hidup hanya bersama ibunya Imas Pratiwi (20), merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan sejak Oktober lalu. Ibu Imas yang sampai saat ini belum bisa bekerja karena sehari-harinya menemani Dimas. Walaupun menggunakan fasilitas jaminan kesehatan KIS PBI Kelas III namun Ibu Imas mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dan biaya akomodasi untuk mengantar Dimas berobat ke Rumah Sakit. Alhamdulillah santunan lanjutan titipan langit dari sedekaholics pun kembali disampaikan untuk membantu Dimas membeli susu, pampers, biaya akomodasinya ke Rumah Sakit dan biaya makan sehari-hari. Ibunda Dimas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan. Harapan kami semoga kondisi Dimas semakin terus membaik. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan ia tercatat dalam Rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Dimas menderita Penurunan Daya Imun Tubuh + Gizi Buruk + Bronchopneumoniae


FAQIH HIDAYAT (2, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Cibuah, RT 3/13, Desa Nanggela, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Faqih merupakan balita yang masih berumur 2 tahun. Di usia yang masih sangat kecil ia harus menahan sakit akibat adanya gangguan pada jantungnya. Menurut pihak medis, ia terkena penyakit jantung bocor semenjak lahir. Penyakit yang diderita Faqih diketahui pada saat usianya 1 bulan. Saat itu, ia terkena disentri sehingga ia dibawa ke klinik terdekat. Menurut pemeriksaan dokter, Faqih positif menderita jantung bocor. Keadaan tersebut tentu sangat mengejutkan pihak keluarga. Kemudian, pihak dokter juga menyarankan agar Faqih segera dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kondisi kesehatan Faqih sering turun hingga keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan. Bulan Pebruari lalu, sudah 2 kali ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Kuningan Medical Centre (KMC). Selain itu, ia juga pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggajati Kuningan. Hasil pemeriksaan membuat Faqih harus segera dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita. Akhirnya ia dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita dan sudah menjalani kontrol kesehatan sebanyak 2 kali. Faqih menjalani kontrol kesehatan terakhir pada tanggal 24 Oktober 2016 lalu. Namun sayangnya, lubang jantung Faqih mengalami pelebaran sehingga harus segera menjalani operasi. Pada tanggal 22 Nopember 2016 lalu, faqih telah menjalani operasi. Alhamdulillah, operasi berjalan dengan lancar. Faqih juga sudah bisa bermain dengan teman – temannya walaupun masih harus banyak istirahat pasca operasi. Faqih juga telah melakukan kontrol 2 kali pasca operasi, saat ini Faqih sudah boleh pulang ke rumah. Namun orang tua Faqih terkendala dengan biaya transportasi serta pembelian obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Selama menjalani pengobatan, Faqih menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Faqih merupakan anak dari pasangan suami istri Bapak Karsan (36) dan Ibu Yati Rahmawati (30). Saat ini Faqih dan Ibunya tinggal menumpang dan menggantungkan kehidupan sehari-hari kepada orang tua Ibu Yati. Ibu Yati sendiri tidak bekerja sama sekali sedangkan Bapak Karsan merupakan seorang supir yang tak tentu penghasilannya. Alhamdulillah, karena pertolongan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedua kepada Faqih untuk biaya transportasi dan pembelian obat di luar tanggungan BPJS. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Faqih. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Faqih menderita Jantung Bocor


NABILA ZAHRANI SALSABILA (1, Bayi Prematur). Alamat : Dusun Kliwon, RT 3/1, Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa barat. Bayi yang lahir pada tanggal 01 September 2016 ini lahir dalam keadaan prematur sehingga harus masuk inkubator. Keadaan yang dialami Nabila dipengaruhi oleh riwayat medis ibunya ketika mengandung. Ketika Nabila masih dalam kandungan, ibunya menderita sesak nafas hingga positif terkena TB Paru. Semenjak saat itu, janin tidak berkembang dengan baik sehingga saat dilahirkan Nabila termasuk bayi prematur yang berat badannya dibawah normal. Beberapa waktu lalu, Nabila pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan bantuan alat medis berupa inkubator agar pertumbuhannya semakin baik. Alhamdulillah, pasca menjalani perawatan kondisi Nabila cukup stabil, akan tetapi ia harus mengkonsumsi susu khusus. Susu tersebut harus dibeli dengan biaya yang tidak murah. Namun,  penghasilan ayah Nabila, Bapak Amir Rudin (34) sebagai seorang buruh harian lepas hanya cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Ditambah dengan kondisi Ibu Nabila yang sekarang sedang tidak sehat. Nabila juga tidak mempunyai kartu jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedua kepada Nabila untuk biaya akomodasi dan membeli susu. Semoga kesehatan Nabila semakin membaik. Aamiin. Sebelumnya Nabila masuk di Rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bantuan untuk biaya akomodasi dan membeli susu


TASKINI BINTI MIHARTA (65, Stroke). Alamat : Dusun 2 Cibodas, RT 4/3, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Taskini adalah salah seorang ibu rumah tangga yang menderita stroke diusia senjanya. Sudah 8 tahun beliau tidak bisa berjalan. Awalnya, gejala yang beliau rasakan seperti sering mengeluh pusing dan sakit di bagian kaki kirinya. Selain itu beliau juga memiliki riwayat hipertensi atau darah tinggi. Karena kondisi yang tak kunjung membaik, beliau memeriksakan kondisinya ke dokter praktek setempat. Pihak dokter menjelaskan bahwa Ibu Taskini menderita stroke. Dengan kondisi seperti itu, beliau diharuskan menjalani terapi rutin di rumah sakit. Beliau telah menjalani berbagai macam pengobatan medis di berbagai rumah sakit yang ada di daerah Kuningan termasuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Kondisi beliau saat ini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Untuk aktifitas harian seperti buang air kecil maupun besar beliau sangat bergantung pada penggunaan pampers. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 untuk membantu meringankan biaya pengobatan di rumah sakit. Hanya saja beliau kesulitan berkenaan dengan biaya pembelian pampers karena beliau membutuhkan kurang lebih 7 pampers dalam sehari. Ibu Taskini hanya tinggal dengan anak bungsunya karena sang suami telah meninggal dunia. Hidup beliau ditanggung oleh anak bungsunya yang bekerja sebagai seorang karyawan sebuah koperasi kecil. Pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Taskini sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya membeli pampers. Semoga Allah memberi jalan kesembuhan untuk Ibu Taskini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu taskini menderita Stroke


SUNARSIH BINTI SOMADI (52, Tumor Paru – Paru). Alamat : Dusun 1 Cipondok, RT 6/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Ibu Sunarsih ini menderita penyakit paru-paru basah dan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Penyakit tersebut beliau derita sejak 3 bulan terakhir. Beliau sering mengeluhkan sakit pada bagian dadanya yang disertai dengan batuk-batuk bahkan sesak nafas. Selama ini beliau berobat jalan ke dokter umum yang ada di daerah tempat tinggalnya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, kurir Sedekah Rombongan Kuningan bisa membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, beliau harus melakukan operasi pemasangan selang dari paru – parunya untuk menyedot cairan, karena kondisi paru-parunya sudah penuh dengan air bahkan jantungnya sudah bengkak. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu beliau telah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Pasca menjalani rawat inap, tim medis menyarankan beliau agar segera menjalani pemeriksan ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta untuk pengobatan lanjutan. Pada tanggal 6 Desember 2016 Kemarin, Ibu Sunarsih didampingi kurir Sedekah Rombongan Kuningan melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan tim medis rumah sakit, bahwa ada tumor di paru – paru Ibu Sunarsih. Ibu Sunarsih terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 3. Biarpun demikian, beliau membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Maklum saja, suami beliau Bapak Sutar (60) hanya bekerja sebagai seorang petani yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah atas ijin Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketiga kepada Ibu Sunarsih untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Jakarata. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin. Sebelumnya Ibu Sunarsih masuk ke dalam Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu sunarsih menderita Tumor Paru – Paru


AMAD BIN SUTARDI (19, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir  Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir Sedekah Rombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karena dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Selain itu, tim medis menjelaskan kemungkinan terburuk yang harus Amad terima ialah tindakan amputasi. Amad telah menjalani beberapa pemeriksaan oleh dokter ahli spesialis tulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat diperiksa, keadaan kaki Amad semakin bengkak ke bagian bawah. Hasil pemeriksaan dokter spesialis adalah bahwa kemungkinan kecil bagi Amad bisa melakukan operasi pengangkatan tumor. Pada tanggal 7 Desember 2016, Amad telah menjalani MRI, dan saat ini tengah menunggu hasil. Setelah itu baru diputuskan rencana operasi. Amad memiliki kartu jaminan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (41) dan Ibu Castinah (37) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya akomodasi dan membeli obat-obatan diluar tanggung jawab BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ke tujuh kepada Amad untuk biaya akomodasi dan membeli obat-obatan. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Pak amad menderita Kanker Tulang


JUJUN JUNAEDI (16, Penyakit Kulit). Alamat : Kp. Babakan, RT 29/8, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Jujun, akrab kami memanggil siswa yang duduk di kelas II MA Miftahul Ulum ini. Sudah sejak 2 minggu lalu ia terpaksa tidak mengikuti pembelajaran juga Ujian Akhir Semester di sekolahnya, hal tersebut dikarenakan beberapa bagian pada tubuhnya penuh dengan benjolan nanah. Ia mengeluhkan kaku, perih dan gatal pada bagian benjolan-benjolan tersebut, bahkan kadang mengeluarkan darah. Sebelumnya ia pernah memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, benjolan nanah tersebut sempat mengering beberapa hari namun kembali kambuh. Ibunya ingin sekali memeriksakan Jujun ke dokter specialist kulit, namun karena keterbatasan biaya maka Jujun pun dibiarkan begitu saja. Ayahnya Abar (35) yang merupakan kuli serabutan mengungkapkan bahwa selama ini ia tak bisa berbuat banyak untuk kesembuhan anaknya tersebut, hal tersebut tak lain karena Abar yang memiliki penghasilan pas-pasan dan memiliki 3 tanggungan anak. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Jujun, pertemuan tersebut menjadi jembatan sampainya titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Jujun. Ibunya menuturkan Jujun akan sesegera mungkin dibawa ke dokter specialis kulit menggunakan fasilitas kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), agar ia bisa mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) di sekolahnya. Mari doakan bersama agar Jujun segera pulih dari penyakit yang dideritanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Jujun menderita Penyakit Kulit


MUHAMMAD RAFLI (10, Leukimia). Alamat : Gg. Bronjong, RT 24/8, Desa Maracang, Kecamatan Maracang, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Rafli merupakan pasien dampingan gerakan Sedekah Rombongan. Sejak menginjak umur 6 tahun, ia mengalami demam disertai dengan muntah, mencret dan nyeri diseluruh persendiannya, kemudian ia dibawa ke Puskesmas setempat oleh kedua orangtuanya. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan Dek Rafli untuk menjalani tes darah di RSUD Bayu Asih Purwakarta, ia pun kemudian dibawa ke RSUD tersebut. Hasil laboratorium menyatakan bahwa Dek Rafli didiagnosa mengidap penyakit Leukimia, semenjak itu setiap bulannya Dek Rafli harus menjalani pemeriksaan secara rutin ke RSHS Bandung. Selama 2 tahun ini kedua orangtuanya tidak pernah berhenti berjuang untuk ikhtiar pengobatan anaknya agar bisa sembuh kembali, hingga keduanya rela meminjam uang kepada tetangganya. Ayahnya yakni Rogis (36) adalah seorang pengumpul rongsokan yang memiliki penghasilan yang sangat minim, selain membiayai kehidupan keluarganya sehari-hari dan membiayai pengobatan Rafli, ayahnya pun harus membayar kontrakan tempat mereka tinggal setiap bulannya. Kedua orangtuanya amat sangat membutuhkan uluran bantuan dari para donator untuk membantu membiayai pengobatan Rafli. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Rafli, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Dek Rafli. Bantuan tersebut digunakan Dek Rafli untuk biaya akomodasi ke RSHS Bandung juga biaya pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Pada tanggal 8 Desember 2016, saat kami menyambangi rumahnya, kami lihat Dek Rafli semakin kurus dan sangat pucat. Mari doakan bersama agar proses pengobatan Dek Rafli berjalan dengan lancar. Adapun laporan bantuan sebelumnya, tercatat pada Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @hastapradja

Rafli menderita Leukimia


MUHAMMAD RAHMAN SATYA, (1, Holopronsenchepaly). Alamat: Jl. Ahmad Yani No. 29, RT 8/3, Keluarahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bayi mungil yang lahir secara Caesar di RSBA Asri ini, adalah putra pertama dari pasangan Mujiyono (30) dan Sri Rahayu (37). Sejak umur 8 bulan dalam kandungan Ibunya, Satya telah diprediksi memiliki kelainan pada otaknya, ia mengidap penyakit Holopronsenchepaly yakni suatu kelainan otak sejak dalam kandungan, dimana otak besar tidak berpisah atau tidak terbagi dua. Biasanya kelainan ini disertai dengan gangguan pembentukan jaringan otak (agenesis serebri) dan hidrosefalus. Ia pun sempat dibawa ke RSHS untuk dilakukan tindakan pemeriksaan, namun karena ruangan penuh dan tidak segera ditangani, akhirnya orangtuanya kembali membawa Satya pulang ke Purwakarta. Tak berhenti sampai disitu, Mujiyono dan Sri pun kembali berikhtiar dengan membawa Satya ke RSUD Karawang, dokter spesialis bedah menuturkan bahwa Satya baru bisa dilakukan tindakan operasi setelah berat badannya mencapai 5 Kg, akhirnya Satya kembali dibawa pulang ke rumah. Setelah badannya mencapai 5 Kg, Ia pun kemudian dibawa ke RSHS Bandung, selama 33 hari Satya berada di ruang perawatan RS tersebut. Namun, paru-paru Satya mengalami gangguan, maka hingga saat ini dokter pun belum melakukan tindakan apapun, ia kembali dibawa ke rumah, dengan harapan bisa sembuh dengan jalan yang tak disangka-sangka. Saat ini Satya harus pulang pergi RS Siloam untuk mengganti selang yang menjadi saluran untuk mengeluarkan cairan dari kepalanya yang terus membesar. Bantuan sebelumnya telah disalurkan dan tercatat pada Rombongan 906. Semoga Dik Satya segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @hastapradja

Rahman menderita Holopronsenchepaly


DEDI SUHAEDI (45, Pembengkakan Kelenjar Getah Bening + TB Paru Aktif). Alamat: Jl. Basuki Rahmat, RT 13/7, Desa Sindang Kasih, Kecamatan  Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi telah berhenti bekerja sejak ia mengalami benjolan di bagian lehernya, benjolan tersebut awalnya hanya ia anggap penyakit gondok, namun ternyata semakin hari semakin membesar. Ia pun kemudian memeriksakan diri ke klinik setempat, tim medis di klinik tersebut mendiagnosa bahwa Pak Dedi mengalami pembengkakan kelenjar getah bening pada lehernya. Ia dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih) berbekal fasilitas kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan ulang di RS tersebut, ternyata ia pun didiagnosa mengidap penyakit TB Paru. Saat itu dokter menyarankan agar Pak Dedi segera melakukan operasi, operasi pun telah dilaksanakan pada tanggal 23 November 2016. Tak sampai disitu, kini Pak Dedi harus melakukan kontrol pengobatan 1 bulan 1 kali ke RSBA, ia sempat kebingungan karena sudah tak memiliki biaya. Untuk biaya hidup ia dan keluarganya pun harus meminjam kepada tetangga, apalagi dua anaknya masih duduk di bangku sekolah, dan memerlukan banyak pembiayaan. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Dedi, kami diamanahi oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan yang akan digunakan oleh Pak Dedi untuk melanjutkan ikhtiar pengobatan penyakitnya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tertulis di dalam Rombongan 914. Doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit Pak Dedi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 mulyati

Pak dedi menderita Pembengkakan Kelenjar Getah Bening + TB Paru Aktif


OJAT BIN FULAN (39, Maag Kronis). Alamat: Kp. Babakan Jati, RT 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah bertahun-tahun Mang Ojat menderita penyakit maag kronis. Ia tidak pernah memeriksakan dirinya ke puskesmas ataupun Rumah Sakit, hal tersebut karena ia merasa bahwa penyakit maag tersebut hanya penyakit biasa. Seiring bertambahnya waktu, ternyata penyakit tersebut mulai menyita waktu kerja Mang Ojat. Mual, muntah dan nyeri di bagian lambung membuat ia tak mampu bekerja. Selama ini ia hanya menggunakan pengobatan kampung, namun tak juga nampak kesembuhan. Kini ia pun sangat berharap bisa melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Rumah Sakit besar, karena sudah tak tahan dengan nyeri yang timbul dari lambungnya. Hal tersebut belum juga terwujud karena Mang Ojat tak memiliki banyak biaya. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mang Ojat, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics. Bantuan tersebut yang nantinya akan digunakan Mang Ojat untuk biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Pak ojat menderita Maag Kronis


LUSI BINTI MANSUR (14, Lupus). Alamat : Kp. Cidahu, RT 16/5, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Usi –akrab kami memanggil gadis remaja ini–, ia merupakan putri bungsu dari pasangan Bapak Mansur (Alm) dan Ibu Nirat (45). Ya, pada tanggal 14 Januari 2014 lalu, ayah Lusi meninggal dunia. Ayahnya meninggalkan empat orang anak dan satu istri. Maka, semenjak itu ibunyalah yang membiayai Usi dan ketiga saudaranya. Adapun riwayat penyakit Usi, diawali dengan seringnya mengalami muntah dan pusing. Ibunya pun membawanya berobat ke Puskesmas terdekat, ia pun hanya didiagnosa mengalami penyakit maag. Satu minggu berlalu, kondisi kesehatan Usi tak juga membaik, ia justru semakin sering mengalami muntah, pusing lalu seluruh kulitnya memerah. Ibunya pun mulai khawatir, ingin hati segera memeriksakan Lusi ke RSUD Purwakarta, namun apa daya hasil berjualan di warungnya tak cukup untuk membiayai pengobatan Lusi, karena ia harus membayar hutang bekas modal warungnya dahulu. Ia pun kemudian meminta bantuan Pak RT setempat, biaya pengobatan Usi dibantu dari hasil perelek (patungan) warga setempat. Usi pun bisa berobat di RSUD Bayu Asih, tak dinyana ternyata hasil pemeriksaan menunjukan bahwa Usi menderita penyakit lupus. Ia pun kemudian mendapat rujukan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung, keberangkatannya menuju RSHS sempat tertunda karena kendala biaya juga ibunya tak bisa meninggalkan warungnya dalam waktu lama, jika warung ditinggal dan ditutup, maka keluarga Usi tidak memiliki penghasilan. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Usi, saat itu tampak gurat kesedihan di wajah ibunya, kami dengan membuka telinga mendengar segala keluh kesahnya. Saat itu kami membawa titipan bantuan dari para sedekaholics #SR, bantuan tersebut akan digunakan Usi dan keluarganya untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung, karena Ibunya menuturkan jika uang sudah terkumpul, maka ikhtiar pengobatan anaknya akan dilanjutkan. Selain itu, bantuan tersebut juga digunakan untuk biaya sehari-hari keluarga Lusi juga biaya untuk melunasi hutang yang dulu digunakan untuk biaya pengobatan Lusi. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 911. Semoga Allah memudahkan segala urusan keluarga Usi, juga Allah angkat penyakit Usi dan kembali disehatkan sebagaimana biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asep_za

Lusi menderita Lupus


ATIK BINTI ANA (15, Pendarahan Post Partum). Alamat : RT 4/2, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Atik, akrab kami memanggilnya. Ia dan suaminya sedang berbahagia, karena baru saja lahir seorang bayi dari rahimnya. Proses bersalin berjalan secara normal, ia dibantu oleh bidan di puskesmas setempat. Setelah proses bersalin selesai dan Teh Atik beserta keluarga membayar biaya persalinannya di bagian administrasi, ia pun diperbolehkan pulang dengan menggunakan ambulance milik puskesmas tersebut. Ada kejanggalan saat ia pulang ke rumah, yakni darah yang keluar semakin banyak, seharusnya semakin hari darah yang keluar semakin sedikit volumenya. Keluarga pun memberi Teh Atik obat-obatan racikan kampung, mereka belum bisa membawa Teh Atik untuk berobat di klinik ataupun di Rumah Sakit. Pasalnya biaya bekas bersalin kemarin pun merupakan hasil meminjam dari kerabatnya. Namun semakin hari kondisi Teh Atik semakin memburuk, ia nampak kekurangan darah, karena setiap harinya darah yang keluar semakin banyak. Ia pun akhirnya dibawa ke Puskesmas, tim medis di Puskesmas tersebut menyatakan bahwa ada tali placenta bayi yang tertinggal di dalam Rahim Teh Atik, ia kemudian segera dirujuk menuju Rumah Sakit Bayu Asih. Lagi lagi suaminya Dedi (23) kebingungan, ia bingung mencari biaya untuk akomodasi menuju RSBA. Dengan terpaksa, suaminya pun kembali mencari pinjaman kepada kerabatnya. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Teh Atik, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi pengobatannya. Mari doakan agar Teh Atik segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Atik menderita Pendarahan Post Partum


MUHAMMAD MISBAH AL AMIN (15, Typus). Alamat: Kp. Jawa, RT 7/4, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Misbah, akrab kami memanggil remaja yang duduk di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah ini. Dua minggu lalu ia mengalami demam disertai dengan mimisan. Ibunya khawatir dengan kondisi anaknya tersebut, Misbah pun kemudian dibawa ke mantri terdekat. Ia didiagnosa mengidap penyakit typus dan diharuskan untuk istirahat sementara waktu. Namun karena saat itu adalah jadwal Ujian Akhir Sekolah (UAS), maka Misbah pun memaksakan diri meski dengan keadaan lemas dan pucat. Ibunya menuturkan bahwa Misbah memiliki semangat belajar yang tinggi, sehingga ia khawatir jika tertinggal ujian tersebut. Hari Rabu tepatnya pada tanggal 7 Desember, yakni hari ketiga Misbah menjalani UAS, ia pun harus jatuh pingsan di sekolah dengan kondisi keluar darah dari hidungnya, atau biasa kita sebut mimisan. Ia pun segera dibawa ke Rumah Sakit Asri, dengan sigap tim medis di RS tersebut langsung melakukan tindakan kepada Misbah. Ibunya kebingungan, karena ayah Misbah sudah lama tak bekerja dan tak memiliki penghasilan. Selain itu, Misbah pun tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan yang bisa meringankan biaya pengobatannya. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Misbah, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya pengobatan Misbah. Mari doakan bersama agar Misbah segera sembuh dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @zakiah99

Misbah menderita Typus


ENUR NURYANI (33, Tumor Payudara). Alamat: Kp. Krajan, RT 13/4, Kelurahan Maracang, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Enur –sapaan akrab kami–, ia merasakan ada benjolan sebesar kelereng di payudaranya sejak 3 tahun lalu. Hal tersebut ia abaikan karena tak mengganggu aktivitas juga tak dirasa nyeri. Bulan oktober lalu benjolan tersebut terasa nyeri berdenyut, ukurannya pun membesar sebesar telur. Ia pun kemudian memeriksakan diri ke Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sel tumor yang telah mengivasi pembuluh limfovaskuler. Tim medis di Rumah Sakit tersebut menyarankan Teh Enur untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung, keberangkatan Teh Enur menuju Bandung sempat tertunda. Selain karena khawatir tidak ada yang mendampingi, Teh Enur juga kekurangan biaya. Suaminya Abdul Muhyi (34) merupakan buruh pabrik yang memiliki penghasilan terbatas, penghasilannya hanya cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Teh Enur, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan penyakitnya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 919.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @hastapradja

Bu enur menderita Tumor Payudara


AHMAD ROHILI (42, Hepatoma). Alamat: Kp. Babakan, RT 29/8, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Ahmad, akrab kami memanggil lelaki kelahiran Cilegon ini. Sejak lama ia merasakan ada ganjalan saat melakukan pekerjaannya sebagai tukang las di sebuah bengkel alat berat, yakni sering mengalami kelelahan dan nyeri di bagian ulu hati. Namun hal tersebut ia anggap biasa, karena tidak menimbulkan nyeri yang sangat. Sejak tanggal 22 November, tiba-tiba rasa sakit tersebut semakin menjadi dengan intensitas waktu yang semakin sering, jika sedang kambuh Pak Ahmad mengeluarkan keringat dingin dari sekujur tubuhnya. Istrinya Imas (32) mulai khawatir dengan keadaan suaminya tersebut, Pak Ahmad kemudian dibawa berobat ke klinik setempat. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RS Siloam Purwakarta. hasil pemeriksaan di RS tersebut, menunjukkan ditemukannya sebuah benjolan di bagian organ hati Pak Ahmad. Ia pun kembali dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk dilakukan tindakan terhadap benjolannya tersebut, diketahui bahwa Pak Ahmad telah didiagnosa mengidap penyakit kanker hati atau secara medis disebut hepatoma. Pada pertengahan ikhtiar pengobatannya, Pak Ahmad beserta istri kekurangan biaya akomodasi, terlebih karena BPJS kelas III miliknya belum bisa digunakan, ia pun kemudian meminta tolong kepada kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja meskipun Pak Ahmad bekerja sebagai tukang las di sebuah bengkel alat berat, namun beberapa bulan ini pekerjaannya tersebut harus terhenti karena sakit yang dideritanya. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Ahmad, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Pak Ahmad. Mari doakan bersama agar Allah segera menyembuhkan Pak Ahmad.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Pak Ahmad menderita Hepatoma


AZKA AL GAZALI (1, Bayi Prematur). Alamat : Kampung Kliwon, RT 2/5, Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah seorang bayi yang baru lahir prematur di usia kehamilan menjelang 8 bulan. Azka lahir di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Karena kondisi tersebut, akhirnya bayi Azka harus di inkubator selama 10 hari. Akan tetapi, setelah 10 hari tidak ada perubahan yang baik berkenaan dengan kondisi Azka. Kemudian, pihak rumah sakit mengambil keputusan agar bayi Azka di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pihak Rumah Sakit Sekar Kamulyan menelpon ke RSHS, namun sayangnya ruangan di RSHS masih penuh. Oleh karena itu, sambil menunggu informasi lanjutan dari RSHS, bayi Azka melanjutkan perawatan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan dengan alat medis seadanya. Alhamdulillah, semakin hari kondisi Azka membaik dan boleh pulang ke rumah. Saat ini bayi Azka menjalani perawatan di rumah dengan bantuan lampu-lampu yang bisa menghangatkan tubuhnya. Selain itu, bayi Azka harus berobat jalan 3 hari sekali ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan. Biarpun memiliki jaminan kesehatan sejenis KIS (Kartu Indonesia Sehat) PBI,  kedua orang tua Azka kesutilan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit. Maklum saja, ayah bayi Azka Bapak Dading hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan pas-pasan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan bayi Azka sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada bayi Azka untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga kondisi bayi Azka semakin hari semakin membaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Azka lahir prematur


WINDA YULIANA (12, TB Kelenjar). Alamat : Dusun Sukamulya, RT 3/5, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan. Ia merupakan siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Di usia 12 tahun, kesehatan Winda sedikit terganggu. Hal itu berkenaan dengan adanya benjolan di bagian sebelah kanan leher Winda. Benjolan di lehernya semakin hari semakin membesar hingga mengeluarkan nanah. Menurut pemeriksaan tim medis, ia didiagnosa menderita TB kelenjar. Beberapa waktu lalu, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dan meninggalkan lubang bekas nanah. Dengan dampingan Sedekah Rombongan Kuningan, awal September lalu Winda menjalani operasi pengambilan sampel tumor pada lehernya. Saat ini winda sedang melakukan pengobatan rutin setiap dua minggu sekali. Sudah hampir lima bulan Winda menjalani pengobatan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Keadaan luka winda saat ini sudah mulai membaik, hanya saja untuk meyakinkan lagi hasil diagnosa tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan, kemudian tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan merujuk winda ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Rencananya, tanggal 15 Desember 2016, kurir Sedekah Rombongan Kuningan, akan mendampingi winda  ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, untuk pengobatan lanjutan. Alhamdulillah selama menjalani pengobatan Winda menggunakan bantuan jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI, sehingga sangat membantu proses pengobatan Winda, hanya saja Winda membutuhkan biaya transportasi dan pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Maklum saja, ayah Winda, Bapak Carya (56) adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan tak tentu. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kedelapan untuk biaya transportasi dan biaya pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Winda demi kesembuhan penyakitnya. Aamiin. Sebelumnya Winda tercatat di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.750.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Winda menderita TB Kelenjar


TIAN HERDIANI (33, Tumor Ganas Payudara Kanan). Alamat : Babakan Cianjur, RT 3/28, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Tian awalnya merasakan nyeri di area payudaranya,  bersamaan tumbuh benjolan pada payudara sebelah kanannya. Semula beliau mengabaikan, namun kelamaan Ibu Tian tidak lagi dapat menahan sakit. Keluarga akhirnya membawa Ibu Tian ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani pemeriksaan secara menyeluruh diketahui Ibu Tian menderita tumor ganas pada payudara dan segera dilakukan tindakan operasi. Pasca operasi yang dijalani, timbul keluhan lain, beliau merasakan benjolan baru pada payudara sebelah kirinya. Ibu Tian kembali memeriksakan diri dan Dokter menyarankan untuk melakukan operasi yang kedua guna mengangkat benjolan tersebut. Selang beberapa waktu pasca operasi yang kedua, kondisi kesehatannya menurun, bahkan di bagian payudaranya mulai mengeluarkan nanah. Kembali memeriksakan kesehatannya ke RSUD Kabupaten Karawang. Dokter kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung  dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan KIS PBI kelas III. Ibu Tian yang seorang ibu rumah tangga dan suaminya Yana Suryana (35) yang seorang buruh harian lepas menuturkan keadaannya yang sulit memenuhi kebutuhan selama berobat, banyak dibantu oleh warga sekitar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Ibu Tian dan Bapak Yana. Untuk memudahkan dirinya menjalani pengobatan rutin di RSHS Bandung beliau tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Santunan awal titipan sedekaholics pun telah disampaikan untuk meringankan biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari selama berobat. Ibu Tian mengucap syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang disampaikan. Semoga iktiarnya membuahkan kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu  @_SutardiAnggara @etydewi2

Bu tian menderita Tumor Ganas Payudara Kanan


HANDI KUSNAWAN (11, End Stage Renal Disease). Alamat : Dusun Kecemek, RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Anak pertama dari pasangan Bapak Engkus Kusnawan (35) dan Ibu Nurjanah Binti Chalim (34), mulai merasakan sakitnya sejak 4 tahun lalu. Beberapa minggu merasakan mual terus-menerus disertai bengkak di sekujur tubuhnya, keluarga membawa Handi ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang. Menjalani perawatan selama seminggu, ia  mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, namun pada saat itu keluarga menolak dengan alasan biaya. Setahun kemudian mengalami keluhan yang sama, Handi dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Seminggu mendapatkan perawatan Handi kembali ke rumah. Selang beberapa hari di rumah, ia kembali merasakan sakit, lehernya merasa tercekik disertai panas tinggi. Orang tua Handi pada saat itu hanya membawanya berobat secara herbal. Bukan sembuh yang di dapat, namun keadannya semakin parah. Awal Juni lalu Handi dilakukan pemeriksaan kembali pada Handi di RSUD Kabupaten Karawang, dan ia terdiagnosis menderita End Stage Renal Disease yang dalam bahasa umum dikenal dengan gagal ginjal. Handi kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk menjalani pengobatannya lebih lanjut. Handi sampai saat ini rutin menjalani kontrol kesehatan serta cuci darah sesuai jadwal yang telah ditentukan. Untuk kemudahan selama Handi menjalani pengobatan ia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ibu Handi yang seorang ibu rumah tangga menuturkan, keadaan suaminya yang seorang buruh dengan penghasilan yang tidak menentu, menjadi kendala memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walau dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya namun mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Handi berobat. Kembali santuan lanjutan disampaikan untuk meringankan memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Handi berobat. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan 915. Ayah Handi merasa sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih atas support yang diberikan selama ini. Semoga titipan dari sedekaholics memberikan harapan baru untuk Handi, dan ia kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Handi menderita End Stage Renal Disease


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 100km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama 7-8 Desember 2016 dari tanggal, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 919.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 14 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya Operasional dan Perawatan Rutin


PUPUT OKTAVIANI (23, Ca Mammae). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Semenjak 3 tahun yang lalu, Puput pernah menderita kanker payudara stadium satu dan sudah pernah dioperasi di RSUD Kabupaten Bekasi.  Setelah operasi, kondisi Puput semakin menurun dan saat ini badan Puput semakin hari semakin kurus, nafasnya berat dan suaranya nyaris habis tidak terdengar. Semenjak itu Puput belum pernah berobat ke rumah sakit manapun dikarenakan keterbasan biaya dan belum memiliki jaminan kesehatan. Namun terlihat sangat besar keinginannya untuk sembuh. Suaminya, Nirman (24) hanya seorang buruh harian disebuah pabrik di Cikarang. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat di luar apotik rumah sakit dan biaya akomodasi berobat ke RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 919.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Puput menderita Ca Mammae


DAHLIAH BINTI DAHLAN (52, Kanker Serviks). Alamat : Kp. Teluk Haur RT 1/5, Desa Kertajaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Berawal semenjak bulan Desember 2015, Bu Dahliah sering mengeluarkan darah dari kemaluannya, dianggap datang bulan, namun tidakberaturan. Saat itu awalnya ia dibawa ke RS Islam Karawang, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta. Setelah menjalani perawatan beberapa hari dan serangkaian pemeriksaan ia dinyatakan terkena kanker serviks. Dan saat kondisinya sudah mulai membaik ia diperbolehkan pulang, namun harus rutin menjalani kontrol sesuai jadwal yang sudah ditentukan.  Bu Dahlia seorang janda yang tinggal bersama anaknya. Suaminya, Pak Iming sudah meninggal sejak 12 tahun yang lalu. Bu Dahliah sangat kesulitan biaya akomodasi ke rumah sakit, terlebih saat ini ia harus menjalani kontrol 3 hari berturut-turut di RSCM Jakarta. Dengan bantuan Kurir #SedekahRombongan, Bu Dahliah disarankan untuk tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Semoga penyakit Bu Dahliah dapat segera disembuhkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Opik @mardisay

Ibu dahliah menderita Kanker Serviks


RAVEENA PUTRI MAULIDA (7, Usus Buntu). Alamat : Perum Wahana Blok G16 No. 1 RT 3/18, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak awal November 2016, Raveena sering merasakan sakit pada perutnya. Dianggap sakit perut biasa, orang tua nya membelikan obat-obatan di warung terdekat, namun tidak kunjung membaik.  Tanggal 3 Desember 2016 setelah Ravena menjalani pemeriksaan di Puskesmas, akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit. Di RS Ridhoka Salma Cikarang Barat, Raveena menjalani perawataan tanpa memiliki jaminan apa-apa. Pada tanggal 5 Desember 2016, Raveena menjalani operasi usus buntu di RS Ridhoka Salma. Akhirnya keluarga ini dipertemukan oleh Kurir #SedekahRombongan untuk membantu kesulitan mereka. Ayahnya, Pak Nunu (34) tidak memiliki pekerjaan tetap, ia hanya berprofesi sebagai badut sulap yang hanya sewaktu-waktu dapat undangan untuk mengisi acara. Namun rumah kontrakan yang selama ini ia tempati sudah 3 bulan lebih belum bayar sewa. Sedangkan ibunya, Bu Sri Budi Hartati (31) ibu rumah tangga yang tidak bisa berbuat banyak membantu suaminya dalam mencari nafkah. Kurir #SedekahRombongan berupaya membuat perjanjian hutang untuk mencicil biaya perawatan dan operasi di rumah sakit. Alhamdulillah, bantuan awal yang sekaligus cicilan pertama telah disampaikan untuk biaya perawatan dan operasi Raveena.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Koko Jatmiko @mardisay

Raveena menderita Usus Buntu


ELI NURJANAH (42, Tumor Dagu). Alamat : DK Tumpek, RT 4/6 Pakujati, Kec. Paguyangan, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Bu Eli adalah nama panggilannya. Awalnya, ada benjolan kecil pada bagian dagu Bu Eli. Namun, Bu Eli mengira benjolan itu adalah jerawat biasa dan dibiarkan saja.Setelah beberapa hari benjolan tersebut membesar dan terasa nyeri. Bu Eli memeriksakan ke RS. Jatiwinangun Purwokerto dan didiagnosis menderita tumor ganas pada dagu stadium awal. Kemudian Bu Eli dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tidak adanya jaminan kesehatan yang dimiliki, membuat Bu Eli kesulitan dalam melanjutkan pengobatan ke Semarang. Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu membuat proses pengobatan terhenti. Suami Bu Eli, Pak Kodirin (47) yang bekerja sebagai kuli bangunan merasa tidak mempu dengan biaya operasi yang sangat besar. Pada awal November 2016, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Eli dan tim kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan. Kemudian Bu Eli dibawa ke Semarang untuk menjalani pemeriksaan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tim kurir juga membantu proses pembuatan jaminan kesehatan Bu Eli berupa BPJS Non-PBI Kelas III. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, pada tanggal 7 Desember 2015 Bu Eli menjalani operasi pengangkatan tumor dagu di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Proses operasi tahap pertama telah selesai. Sembari menunggu operasi tahap kedua dilakukan yaitu operasi rekontruksi pada bagian dagu yang miring supaya kembali normal, Bu Eli menjalani kemoterapi tahap satu. Saat ini Bu Eli sudah menjalani kemoterapi tahap satu siklus ke tiga. Dan Bu Eli akan dijadwalkan juga untuk menjalani penyinaran Radio Therapy. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi sebelum tindakan medis yang lain dilakukan. Mohon doanya semoga Bu Eli segera sembuh. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Eli selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @sekarkusumadewi @DiahPertiwi1110

Bu eli menderita Tumor Dagu


REZA ADITIYA PRATAMA (3, Megacolon Disease). Alamat : Desa Kedunguter, RT 9/2, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir Reza tidak dapat buang air besar seperti pada umunya. Pihak rumah sakit membantu dengan obat agar Reza bisa buang air besar. Karena tidak ada hasil akhirnya Reza dirujuk ke RS Bhakti Asih Brebes dengan harapan Reza bisa mendapat penanganan lebih intensif agar dapat buang air besar. Namun selama 9 hari lamanya, Reza tetap tidak bisa buang air besar. Kemudian Reza dirujuk ke RS Mitra Keluarga Tegal untuk melakukan rontgen. Dari pemeriksaan dokter diketahui bahwa  Reza mengidap penyakit  megacolon disease atau suatu penyakit yang terjadi karena adanya kelemahan pada persyarafan usus besar yang letaknya terbawah disekitar daerah anus. Hal tersebut  menyebabkan Reza tidak dapat buang air besar. Reza kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melakukan operasi colostomi(pembuatan anus sementara pada perut). Ayah Reza yaitu Bapak Hendro Yulistiono (30) adalah seorang petani  dan ibunya yaitu Ibu Sugiarti (25) seorang ibu rumah tangga, mengatakan bahwa tidak ada biaya jika harus pulang-pergi ke Semarang. Mengingat jarak rumah ke Semarang cukup jauh, sehingga beliau membutuhkan biaya cukup banyak untuk akomodasi. Reza telah memiliki fasilitas kesehatan yaitu BPJS Non PBI Kelas III. Alhamdulillah pada bulan Oktober 2016, tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Reza dan kurir sepakat mendampingi selama berobat. Saat ini Reza sudah menjalani operasi colostomi. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Reza dan keluarga saat berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 572.500,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @asteria @DiahPertiwi1110

Reza menderita Megacolon Disease


NGATINI BINTI AMIR (36, Tumor Dagu). Alamat : Dusun Ngaliyan RT 03/13 Kel. Kalongan, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Sepuluh tahun yang lalu, sekitar tahun 2004, Bu Ngatini awalnya memiliki keluhan sakit gigi, kemudian muncul benjolan kecil di area dagunya. Benjolan tersebut semakin lama semakin membesar. Saat itu, Bu Ngatini diantar periksa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang oleh tetangganya yang bekerja sebagai perawat di RSUP Dr. Kariadi. Bu Ngatini divonis terkena tumor dagu jinak oleh dokter dan harus dilakukan operasi. Menurut dokter meskipun tumor tersebut jinak namun apabila tidak diambil maka semakin lama akan semakin besar dan akan mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Ngatini. Namun karena jarak dari rumah beliau menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang yang cukup jauh, terlebih dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan sampai sekarang belum dilakukan operasi pengangkatan tumor padahal tumor dagunya sudah sangat besar. Bu Ngatini bekerja di sebuah perumahan sebagai buruh bagian merawat taman. Suami Bu Ngatini, Pak Kuat dahulu bekerja sebagai kernet truk di Sumatra namun sekarang hanya  bekerja serabutan di rumah. Bu Ngatini masih mempunyai tanggungan 2 anak yang masih kecil dan bapak mertua yang sudah lansia. Saat ini Bu Ngatini sudah memiliki  fasilitas BPJS PBI Kelas III  yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Karena faktor kurangnya pengetahuan sehingga Bu Ngatini memerlukan pendampingan dalam proses pengobatan. Serta dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh. Tanggal 27 Januari 2016 Tim #SedekahRombongan bertemu dengan Bu Ngatini, setelah melakukan obrolan panjang akhirnya tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Ngatini.  Pada tanggal 4 Februari 2016, atas rujukan dari RSUD Ungaran, Bu Ngatini melakukan kontrol pertama di RS Tugu Semarang dengan dampingan tim #SedekahRombongan di Poli Onkologi. Karena kondisi tumornya yang sudah sangat besar dan sudah menyerang rahang, dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi dengan resiko Bu Ngatini akan kehilangan semua gigi bagian bawahnya sebab rahang bawah harus diganti dengan pen. Dan Bu Ngatini bersedia dengan resiko tersebut. Karena keterbatasan alat di RS Tugu, Bu Ngatini dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.Alhamdulillah, tanggal 28 April 2016, Bu Ngatini menjalani operasi pengangkatan tumor di RSUP Dr. Kariadi Semrang. Operasi berjalan dengan lancar dan saat ini Bu Ngatini sedang dalam masa pemulihan pasca operasi di RSDK. Selang bantu makan sudah dilepas tanggal 25 Mei 2016. Alhamdulilah saat ini, Bu Ngatini sudah bisa menutup mulutnya dengan sempurna dan memakan makanan biasa yang teksturnya lunak. Meskipun Bu Ngatini masih belum jelas ketika berbicara dan luka jahitan operasi sebelah kiri belum kering, akan tetapi kondisi luka Bu Ngatini dalam kondisi yang bagus. Bu Ngatini menjalankan kontrol rutin satu minggu sekali untuk memeriksa dan membersihkan luka jahitan setelah operasi. Saat ini, kondisi Bu Ngatini semakin membaik #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Ngatini menjalani pengobatan di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Ngatini lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @lianhumaira@DiahPertiwi1110

Bu ngatini menderita Tumor Dagu


TRI SURYANTI BINTI DUMADI ( 20, Patah Tulang Kanan ). Alamat : Dusun Jamus, Desa Jamus RT 3/01, Mranggen, Kab. Demak, Prov. Jawa Tengah. Awalnya adalah akibat kecelakaan yang dialami sewaktu berangkat kerja ke ngablak di sebuah pabrik bersama temannya, Tri yang sedang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan berlawanan dengan sepeda motor tossa roda tiga yang menyebabkan kaki sebelah kanan bawah patah. Lalu Tri dibawa ke rumah sakit selama 1,5 hari. Karena tidak ada biaya pengobatan di rumah sakit akhirnya dibawa ke pengobatan alternative. Patah tulang tersebut menyebabkan bahaya infeksi atau mungkin sudah membusuk karena luka pada tulang terbuka dan dagingnya terkelupas serta kulitnya sudah membusuk. Hal ini dikarenakan pengobatan patah tulang tidak di tangani secara tepat dan benar. Dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk proses pengobatan karena Tri tidak memiliki jaminan kesehatan. Namun atas ijin Allah tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Tri. Saat pertama kali kurir #Sedekah Rombongan mengunjungi rumah Tri, ayah Tri yaitu Bapak Dumadi (56) dan ibunya, Ibu Yuliyah (53) mengungkapkan kesedihannya karena tidak bisa melakukan pengobatan kepada Tri. Setelah mengurus surat BPJS akhirnya Tri mendapatkan fasilitas BPJS PBI kelas 3. Saat ini Tri telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang dan Tri telah menjalani pengobatan lanjutan di RSUD Ketileng Semarang. Setelah menjalani beberapa tindakan medis, Tri menjalani operasi pertama yaitu pemasangan pen dan untuk meluruskan kaki. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Dan Tri sedang menjalani kontrol rutin pasca operasi. Setelah menjalani beberapa kali kontrol, kondisi Tri dinyatakan baik. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Tri selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 895.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @indrades@idaiddo @harisarmansyah1 @DiahPertiwi1110

Pak tri menderita Patah Tulang Kanan


NUR HIKMAH (27, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Desa Karang Mulya, RT 4/4,  Kec. Suradadi Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, di bulan mei 2016, Nur Hikmah pernah bekerja di pabrik konveksi selama 2 bulan di Jakarta. Selama bekerja, Nur Hikmah sering mengalami batuk-batuk serta sesak napas. Batuk sering muncul saat Nur Hikmah kelelahan saat bekerja. Seringkali juga tangan dan kakinya berkeringat dingin dan muncul bintik-bintik kebiruan. Satu bulan yang lalu Nur hikmah berobat puskesmas Jatibogor dan dicurigai terdapat kelainan jantung bawaan. Sehingga dia dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal dan dilakukan echocardiogradi. Dari hasil pemeriksaan di dapatkan bahwa Nur Hikmah mengalami kelainan jantung bawaan yaitu Patent Cuctus Arteriosus (PDA) dan harus di rujuk ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi yaitu RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Nur Hikmah merasa kebingungan dengan hal ini, karena Nur Hikmah adalah seorang anak yang menjadi tulang punggung keluarganya. Ibunya telah meninggal dan sekarang harus bertanggung jawab mengurusi ayahnya. Keterbatasan biaya membuat pengobatan Nur Hikmah tidak dilanjutkan. Alhamdulillah, pada awal agustus 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Nur Hikmah. Saat ini Nur Hikmah telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan area Semarang dan telah memiliki fasiltas kesehatan berupa BPJS Non PBI Kelas III. Nur Hikmah melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kontrol rutin dilakukan untuk mengetahui perkembangan penyakit Nur Hikmah. Santuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Nur Hikmah selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @mbakipa @DiahPertiwi1110

Nur menderita Patent Ductus Arteriosus


SUNARTI BINTI JOYO KARNO (47, Tumor Perut +  Batu Ginjal).  Alamat : DK. Jenggolo Desa, Kec. Banyuurip, Kab. Margorejo, Prov. Jawa Tengah. Pada awal tahun 2014, Bu Sunarti sering mengeluh sakit pada perut. Kemudian Bu Sunarti dibawa ke rumah sakit setempat untuk periksa namun peralatan kesehatan yang kurang memadai sehingga Bu Sunarti dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk memperoleh tindakan lebih lanjut. Bu Sunarti menjalani rontgen dan berbagai tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang, hasilnya positif bahwa Bu Sunarti menderita tumor perut dan batu ginjal. Hal tersebut yang membuat perut Bu Sunarti sering sakit. Bu Sunarti dianjurkan untuk kontrol rutin sambil menunggu tindakan selanjutnya. Setelah menjalani kontrol rutin, pada awal bulan juni 2014 Bu Sunarti menjalani operasi pengangkatan tumor perut. Dan proses operasi berjalan lancar. Bu Sunarti menjalani kontrol rutin pasca operasi. Bu Sunarti yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Sunarti, Pak Sardini (52) sebagai buruh tani. Bu Sunarti sempat ingin menyerah dalam menjalani pengobatan. Maklum saja, Bu Sunarti tidak memiliki cukup simpanan uang sehingga tidak jarang meminjam uang kepada tetangga sekitar untuk biaya transportasi ke Semarang. Bu Sunarti sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu BPJS PBI Kelas III. Atas ijin Allah SWT pada awal maret 2016, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Dengan berbagai pertimbangan, kurir sepakat untuk melakukan dampingan Bu Sunarti selama pengobatan. Saat ini, kondisi Bu Sunarti semakin membaik, meski terkadang masih merasakan nyeri di bagian kaki, paha, dan pinggang karena penyakit batu ginjalnya. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi saat berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu sunarti menderita Tumor Perut + Batu Ginjal


FAJAR FIRMANSYAH (10, Hipertiroid). Alamat : Dukuh Larangan, RT 23/11, Desa Jatingarang, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir terdapat benjolan kecil pada leher Fajar. Kedua orang tua Fajar tidak begitu mengkhawatirkan benjolan tersebut. Pada usia 5 tahun, benjolan tersebut semakin membesar dan bila diraba terasa keras. Kemudian Fajar dibawa ke RSUD Kajen dilakukan pemeriksaan lebih intensive. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Fajar menderita hiperteroid atau berlebihnya hormon tiroid pada tubuh. Dokter merujuk Fajar ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Fajar yaitu Bapak Dul Azis (47) yang bekerja sebagai buruh tani tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Fajar sudah memiliki dasilitas kesehatan yaitu BPJS PBI Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada awal oktober 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Fajar. Kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Fajar. Fajar dibawa kesemarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Fajar sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum menjalani tindakan selanjutnya. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo @Qiiyu @DiahPertiwi1110

Fajar menderita Hipertiroid


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 3/ 1, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Pada awal 2014 tim kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 921.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.600,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @auliarahman04 @DiahPertiwi1110

Maghfiroh menderita Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah


FARID JAYA MALIK (9, Talasemia Mayor). Alamat : Dukuh Suwunegara RT 3/5 Desa Prawoto Kec. Sukolilo Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Farid, biasa ia dipanggil terlahir seperti anak normal lainnya yang bersekolah dn bermain. Sekitar 4 tahun yang lalu Farid didiagnosa mengidap penyakit kelainan darah atau yang disebut Talasemia Mayor. Talasemia Mayor adalah kelainan darah yang mengakibatkan tubuh tidak memproduksi cukup hemoglobin sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di dalam tubuh sedikit. Hemoglobin adalah protein pembentuk sel darah merah yang berguna untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Farid harus rajin kontrol dan tranfusi darah setiap bulan ke RSUP Dr. Kariadi dan harus segera melakukan operasi tulang sum-sum karena sudah ada penumpukan zat besi.Jika tidak segera dioperasi dikhawatirkan Farid tidak dapat menjalani transfusi darah rutin karena ditakutkan jantung Farid tidak kuat. Ayah Farid, Endi Suprapto (38) dan ibunya, Rasini (37) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Saat ini farid menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Non-PBI Kelas III, Pak Endi yang bekerja sebagai pekerja serabutan tidak cukup untuk membiayai pengobatan. Keluarga Farid sudah kehabisan biaya untuk pengobatan selama ini dan ada beberapa hutang untuk pengobatannya. Sekarang kondisi Dik Farid masih menjalani kontrol rutin dan transfusi darah setiap bulan. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama di semarang dan rawat inap di RSUP Dr.  Kariadi Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 916.

Jumlah Bantunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @mbakipa @DiahPertiwi1110

Farid menderita Talasemia Mayor


KUSMIATUN BINTI SUDIRJO (36, Jantung Bocor). Alamat : Tamansari RT 4/5, Desa Tamansari, Kec. Karanglewas, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Awalnya rasa sakit yang dialami oleh Ibu Kusmiatun ini terjadi sekitar tahun 2013, dimana dadanya terasa sesak, berdebar dan lemas. Kemudian beliau memeriksakan diri ke RSU Margono Purwokerto, dan diketahui bahwa Ibu Kusmiatun mengalami gangguan jantung yaitu jantung bocor. Dikarenakan adanya keterbatasan biaya, orang tua ibu Kusmiatun yang hanya seorang buruh tani ini merasa berat ketika dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. Akhirnya ibu Kusmiatun hanya melakukan kontrol dan obat jalan ketika kambuh dan tidak kuat menahan sakit. Alhamdulillah di bulan Juli 2016 kami dipertemukan dengan ibu Kusmiatun sehingga beliau bisa melanjutkan pengobatan kembali. Mengingat tindakan medis bu Kusmiatun sudah ter-cover oleh Jamkesmas, maka kami Tim Kurir Sedekah Rombongan mencoba membantu biaya operasional selama berobat di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ibu Kusmiatun kontrol kedua pada tanggal 24 Agustus 2016, hasil USG menunjukkan bahwa klep jantung sudah bocor dan HB rendah. Oleh karena itu dokter mengharuskan tindakan operasi, namun operasi baru akan direncanakan pada bulan Maret 2017. Saat ini bu Kusmiatun hanya melakukan kontrol rutin tiap bulan. Kami juga mohon doa dari sedekaholics semoga ibu Kusmiatun cepat pulih dari sakitnya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @asteria @DiahPertiwi1110

Bu kusmiatun menderita Jantung Bocor


ROMADHON BIN CUNDUK  (50, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan PBI Kelas III. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir #SedekahRombongan.Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sudah menjalani serangkaian program kemoterapi. Setelah ini akan dilakukan evaluasi untuk memastikan kondisi kanker Pak Romadhon. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza @DiahPertiwi1110

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


SUNARTI BINTI ASTAP (38, Kanker Ovarium). Alamat : Karangmalang, RT 4/2, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Prov.Jawa tengah. Pada tahun 2013 lalu, Bu Sunarti mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke RSUD setempat diketahui terdapat tumor dalam perut Bu Sunarti. Pihak keluarga Bu Sunarti tidak langsung melakukan pengobatan kepada Bu Sunarti karena kala itu Bu Sunarti masih bekerja di luar kota. Tahun 2014, Bu Narti pertama kali melakukan tindakan operasi di RSUD Soesilo Slawi. Namun, setahun kemudian perut Bu Sunarti terlihat bertambah besar. Bu Sunarti lalu melakukan operasi ke-2 di RSI Singkil Tegal dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dirujuk ke Semarang, Bu Sunarti tidak langsung melanjutkan pengobatan di Semarang. Tidak adanya biaya membuat pengobatan tertunda meskipun biaya pengobatan telah dicover fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI kelas III yang buatkan perangkat desa setempat. Alhamdulillah, pada bulan Juni 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, Bu Sunarti kemudian dibawa ke Semarang dan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Semarang. Saat ini Bu Sunarti telah menjalani operasi pengangkatan kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Sunarti segera pulih dan sehat kembali. Bantuan disampaiakan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir: @indrades @idaiddo @restirianii @DiahPertiwi1110

Bu sunarti menderita Kanker Ovarium


RASIYEM BINTI KASIM (42, Kanker Rahang). Alamat : Dukuh Jumbleng, RT 5/4, Kel. Sojomerto, Kec. Gemuh, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Bu Rasiyem merasakan sakit gigi, kemudian timbul benjolan di rahang kanannya. Kemudian, Bu Rasiyem berobat ke dokter praktek di desa. Oleh dokter disarankan ke RSI di Kendal. Dua hari setelah berobat, rasa sakitnya makin hebat lalu dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang. Di RSUD Tugurejo Semarang dilakukan operasi cabut gigi kiri dan kanan.Berdasarkan pemeriksaan awal, dicurigai ada keganasan. Namun karena merasa sudah membaik, pengobatan tidak dilanjutkan.Padahal dokter telah menyarankan untuk operasi. Pada awal tahun 2015, Sakit yang diderita Bu Rasiyem semakin parah. Kondisi tubuh juga semakin menurun. Kemudian Bu Rasiyem menjalani kontrol rutin di RSUD Tugurejo Semarang. Setelah menjalani kontrol rutin selama 3 bulan, pengobatan Bu Rasiyem kembali terhenti karena tidak adanya biaya untuk bolak-balik ke Semarang. Bu Rasiyem yang masih memiliki 3 tanggungan anak memilih untuk mengobati lukanya dengan obat-obatan tradisional. Alhamdulillah pada bulan Juni 2016tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Rasiyem. Dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Rasiyem. Saat ini Bu Rasiyem dapat melanjutkan pengobatannya kembali di RSUD Tugurejo Semarang. Karena penyakitnya sudah semakin parah, dokter menyarankan Bu Rasiyem untuk menjalani kemoterapi. Dan sekarang, Bu Rasiyem telah menyelesaikan kemoterapi yang ke-5. Santunan diberikan kepada Bu Rasiyem untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 822.575,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @rishafaiq @DiahPertiwi1110

Bu rasiyem menderita Kanker Rahang


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.400.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @DiyahSumanti @DiahPertiwi1110

Wildan menderita Atresia Ani


RAHARJO PRAYITNO (36, Infeksi Tulang Belakang). Alamat : Desa Wanasari, RT 2/3, Kec. Margasari, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, Pak Raharjo mengeluh kelelahan dan sakit pada bagian bahu, sehingga melakukan pengobatan alternatif akupuntur. Namun tidak sampai dua bulan setelah menjalani akupuntur, Pak Raharjo mengalami kelumpuhan pada kedua kaki, kemudian mati rasa mulai dari dada hingga kaki. Setelah diperiksakan ke RSUD Kardinah Tegal, dokter mendiagnosa bahwa penyebab kelumpuhan adalah karena adanya infeksi pada tulang belakang Pak Raharjo. Dokter di RSUD Kardinah Tegal kemudian merujuk Pak Raharjo ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melakukan pengobatan lebih lanjut. Seketika Pak Raharjo tidak bisa melanjutkan pengobatan di Semarang karena tidak memiliki biaya untuk pulang pergi ke Semarang meskipun biaya pengobatan sepenuhnya telah dicover BPJS Non-PBI Kelas III yang dimiliki Pak Raharjo. Semenjak mengalami kelumpuhan, Pak Raharjo yang menjadi tulang punggung keluarga terpaksa berhenti bekerja, sehingga keluarganya harus bergantung pada kedua orang tua Pak Raharjo yaitu, Pak Sudaryo (58) seorang buruh kecap dan Bu Tarisi (56). Pada pertengahan Juli 2016, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Raharjo di rumahnya. Saat ini Pak Raharjo telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan dapat melanjutkan pengobatan di Semarang. Pada tanggal 15 Oktober 2016, Pak Raharjo menjalani operasi kembali karena menurut dokter, hasil jahitan pada operasi pertama masih kurang baik. Pasca operasi kedua, Pak Raharjo harus kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi hingga luka bekas operasi kering dan sembuh. Selanjutnya Pak Raharjo cukup menjalani fisioterapi hingga fungsi motorik tubuhnya kembali seperti semula.. Bantuan kembali diberikan untuk membantu biaya akomodasi Pak Raharjo saat berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 876.114,-
Tanggal : 26 Oktober 2016​​
Kurir : @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Pak raharjo menderita Infeksi Tulang Belakang


SURONO BIN TARMUJI (42, Patah Kaki + Stroke). Alamat : Desa Jawisari RT 1/1 Kec. Limbangan, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 1992 Pak Surono kerja di RB PURA RAHARJA Jogjakarta bagian administrasi kemudian menikah pada tahun 1996. Pada tanggal 3 December 2009 Pak Surono mengalami stroke ringan di sebelah kiri. Pihak keluarga membawa Pak Surono ke RS. Bethesda Jogja untuk mendapat perawatan lebih intensif. Setelah itu stroke Pak Surono sering kambuh sampai menyerang tubuh bagian kanan hingga menyebabkan bibir me-merot kesamping. Kondisi Pak Surono tak kunjung menunjukkan perbaikan justru pada tahun 2010 penyakit Pak Surono semakin parah sampai menyerang kondisi kejiwaan dan membuat kesehatannya tidak stabil. Belum lepas dari stroke ringan yang di derita, pada awal bulan November 2011 Pak Surono mengalami kecelakaan bersama anak pertama beliau hingga menyebabkan kaki Pak Surono patah dan harus dilakukan operasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping Jogja. Dibutuhkan biaya sekitar 25 juta untuk operasi pemasangan pen di kaki namun apa daya keluarga tidak mempunyai simpanan uang sebanyak itu. Setelah meminjam kesana kemari keluarga Pak Surono hanya memperoleh pinjaman 2 juta, hanya cukup untuk menebus obat dan membayar administrasi rumah sakit .Keterbatasan dana dan tidak adanya fasilitas kesehatan membuat pengobatan Pak Surono pun ditunda hingga tahun 2013. Alhamdulillah atas ijin Allah, pertengahan tahun 2013 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Surono. Setelah mengalami tahap survey, saat ini Pak Surono telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan Pak Surono dapat melanjutkan pengobatan kembali. Tim kurir #SedekahRombongan juga membantu proses pembuatan BPJS Non-PBI Kelas III untuk Pak Surono. Pak Surono telah menjalani serangkaian pengecheckan secara intensif di RSUD Tugurejo Semarang, dan Pak Surono telah menjalani operasi pengambilan pen pada kaki. Saat ini Pak Surono sedang menjalani kontrol rutin di RS Permata Medika Semarang. Bantuan pun disampaikan guna keperluan berobat dan keseharian Pak Surono selama menunggu panggilan untuk operasi di RSUD Tugurejo Semarang. Semoga Pak Surono lekas sembuh dan dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @rifqiizzaturrijal @DiahPertiwi1110

PAk surini menderita Patah Kaki + Stroke


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium). Alamat : Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Ibu Musiyam mengalami keputihan terus-menerus. Ibu Musiyam mengira keputihan yang biasa terjadi menjelang datang bulan. Setelah satu bulan keputihan tersebut tidak kunjung berhenti bahkan Ibu Musiyam merasakan ada benjolan pada bagian perut. Sehingga menyebabkan Ibu Musiyam susah buang air kecil. Kemudian Ibu Musiyam berobat ke RSUD Kajen Pekalongan. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Ibu Musiyam menderita kanker ovarium atau dalam bahasa awam dikenal sebagai kanker indung telur. Kemudian Ibu Musiyam dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk penanganan lebih intensif. Ibu Musiyam menjalani operasi pengangkatan kanker pada rahim di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pasca operasi pengangkatan kanker, Ibu Musiyam telah menjalani kemoterapi 6 kali untuk membunuh sel-sel kanker yang ada.  Dari hasil USG masih terlihat bahwa kanker di indung telur Ibu Musiyam masih ada, dan ukurannya semakin membesar. Posisi kanker semakin mendesak organ ginjal sehingga mengganggu fungsi sistem perkemihannya. Ibu Musiyam yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Ibu Musiyam yaitu Bapak Kasdolah (42) sebagai tukang batu di Jakarta yang penghasilannya tidak menentu seakan-akan ingin menyerah. Ibu Musiyam juga masih memiliki tanggungan 2 anak yang belum bekerja. Pengobatan cukup panjang harus dilalui Ibu Musiyam. Kesulitan biaya transportasi juga menjadi kendala utama. Biaya pengobatan sudah dicover BPJS Non-PBI Kelas III. Alhamdulillah pada akhir tahun 2014, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Musiyam dan sepakat mendampingi selama berobat. Saat ini Ibu Musiyam sedang menjalani serangkaian program kemoterapi. Bantuan dari sedekaholics ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya akomodasi Bu Musiyam saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 772.500,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Ibu siti menderita Kanker Ovarium


SEPTIANA DEWI (3, Tumor Pipi). Alamat : Jl. Angkatan 66, Gang 10A, RT 4/2, Desa Kramatsari, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, 2 hari setelah Septi lahir diketahui ada benjolan pada pipi kiri. Kemudian orang tua Septi membawa ke RSUD Bendan Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.Setelah diakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Septi menderita tumor pipi. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut.Pada akhir September 2014, Septi dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan telah dilalui oleh Septi. Dokter menyarankan Septi untuk menjalani operasi pada usia 1 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Pada oktober 2015, Septi menjalani operasi pengangkatan tumor tahap satu dan selanjutnya dilakukan rekontruksi wajah. Hingga saat ini, Septi telah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 7 kali.Saat ini Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan pasca operasi. Ayah Septi, Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya, Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga, merasa kesulitan ketika berobat ke Semarang karena jarak yang sangat jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga pada pertengahan September 2014 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Septi dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dan menjadikan Septi sebagai pasien dampingan #SedekahRombongan. Dik Septi telah menjalani operasi rekonstruksi tahap ke tujuh. Saat ini Dek Septi sedang menjalani kontrol rutin untuk persiapan rekonstruksi tahap ke delapan yang direncanakan akan dilakukan pada bulan November 2016. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo @haurilmnisfari @DiahPertiwi1110

Septi menderita Tumor Pipi


JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI (43,Penjepitan Syaraf Tulang Belakang + Lumpuh). Alamat : Jl. Sadewo VII/40, RT 1/4, Kel. Pendrikan Lor, Kab. Semarang Tengah, Prov. Jawa Tengah. Bu Juariyah adalah seorang guru les dan mengaji bagi anak-anak disekitar rumahnya. Bu Juariyah telah mengalami kelumpuhan dan penjepitan syaraf tulang belakang selama 10 tahun, hal ini menyebabkan Bu Juariyah hanya bisa duduk dan tidak bisa jalan. Saat ini Bu Juariyah telah menjalani paket terapi berupa fisioterapi (FT) dan okupasi terapi (OT) untuk mempertahankan kekuatan dan agar semua anggota tubuh bisa digerakkan dengan baik.Kemudian karena setelah dilakukan terapi okupasi dan bagian tangan respon cukup baik dan kemampuannya meningkat, maka disarankan dokter untuk menjalani okupasi terapi (OT) dan melatih gerakan tangannya dirumah sendiri. Sampai saat ini bu Juariyah menjalani fisioterapi selama dua minggu berturut- turut, terakhir kaki beliau disinar dan berusaha untuk diluruskan tetapi mengalami kesakitan pada kakinya dan akan dilakukan bergantian dengan okupasi terapi. Suami Bu Juariyah, Pak Wawan (48) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Pak Wawan hanyalah seorang tukang pijat dan mengalami kebutaan.Dari penghasilan sebagai guru les dan tukang pijat membuat mereka belum bisa membawa Bu Juariyah berobat secara maksimal. Pada pertengahan bulan Juli 2015 kurir #SRSemarang bertemu dengan Bu Juariyah dan keluarga. Alhamdulillah kini Bu Juariyah telah menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Bu Juariyah menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Non-PBI Kelas III. Tepat setahun Bu Juariyah menjadi pasien dampingan #SRSemarang harapan kesembuhan selalu diharapkan oleh beliau. Setelah bulan april kemaren bu Juariyah dirawat inap di RSUD Tugurejo Semarang. Sampai bulan Agustus ini kondisi Bu Juariyah stabil dan masih menjalani fisoterapi berupa penyinaran dan penyetruman syaraf agar aliran darah beliau lancar dan kondisinya tidak semakin lemas. Terima kasih #Sedekaholic yang telah ikut membantu untuk pengobatan Bu Juariyah, semoga Bu Juariyah segera pulih dan bisa lebih bermanfaat bagi sesama. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Juariyah selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @syamok @DiahPertiwi1110

Ibu juariyah menderita Penjepitan Syaraf Tulang Belakang + Lumpuh


MARYATI BINTI KASNURI (32, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Jln. Kakaktua RT 4/3 No.10, Gang 1 Randu Gunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2013 lalu, Bu Maryati memiliki benjolan di bagian payudaranya. Kemudian Bu Maryati memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Bu Maryati menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis, dokter merujuk Bu Maryati berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pengobatan pertama dilakukan setelah Bu Maryati melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan kanker Bu Maryati dioperasi, karena saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar, dokter menyarankan agar Bu Maryati segera dioperasi, akan tetapi Bu Maryati tidak berani melakukan operasi. Selain itu, karena keterbatasan biaya, kanker Bu Maryati dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Bu Maryati sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suami Bu Maryati, Bapak Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Bu Maryati, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Bu Maryati terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Bu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kankernya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di liver, dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan Bu Maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol pada tanggal 3 Juni 3016, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Alhamdulillah, Bu Maryati sudah menjalani operasi pengangkatan rahim. Operasi berjalan dengan lancar, namun Bu Maryati masih harus menjalani kemoterapi pasca operasi. Bu Maryati sudah menjalani pemeriksaan laboratorium ulang. Semoga hasil laboratorium Bu Maryati baik dan kemoterapi ke-4 segera terlaksana. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Maryati bisa lekas sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.073.005,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @Indrades @Ida @NoniiFurry @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu maryati menderita Kanker Payudara Kanan


SALAMAH BINTI TAMRIN (24, Kista). Alamat : Desa Jembayat, RT 1/2, Kec. Margasari, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Mbak Salamah adalah anak pasangan Bapak Tamrin (53) dan Ibu Wahyuni (43). Bapaknya hanyalah seorang sopir metromini, dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Mbak Salamah sudah berkeluarga, memiliki satu orang putra yang berumur 21 bulan. Mbak Salamah telah melakukan 3 kali operasi pada bagian perut. Yang pertama operasi caesar saat melahirkan putra pertamanya bulan November 2014. Saat operasi caesar tersebut baru diketahui bahwa mbak Salamah memiliki kista di perutnya (2 biji, besar dan kecil). Operasi kedua adalah operasi usus buntu pada bulan Mei 2016, dan yang ketiga operasi pengangkatan kista di bulan Juni 2016 namun operasi terebut gagal karna dokter tidak berani melanjutkan dikarenakan kistanya yang sudah mengalami perlengketan dengan usus sehingga saat ini mbak Salamah dirujuk berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun, Mbak Salamah tidak langsung ke Semarang karena tidak ada biaya. Mbak Salamah memilih tidak melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah pada awal Agustus 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mbak Salamah sehingga Mbak Salamah dapat melanjutkan pengobatan kembali. Kurir juga membantu pembuatan fasilitas kesehatan berupa BPJS Non-PBI Kelas III untuk Mbak Salamah. Saat ini Mbak Salamah sedang menjalani kontrol rutin pasca operasi. Santunan dari Sedekaholics kami sampaikan kepada mbak Salamah untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.260.659,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @asteria @DiahPertiwi1110

Bu salamah menderita Kista


RATEMI BINTI SAMSURI (49, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat : Temenggungan, RT 2/6 Sumberejo, Kec. Kaliwungu, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada awal tahun 2016 bu Ratemi sering mengalami pusing, namun tidak begitu dihiraukan oleh beliau, hanya berobat ke Puskesmas terdekat dan diberi obat pusing. Lalu timbul benjolan kecil di pelipis wajahnya yang semakin hari ukurannya semakin membesar. Kemudian Bu Ratemi memeriksakan keluhannya di RSUD Soewandi Kendal, dokter mendiagnosa menderita tumour facial dan dijadwalkan operasi pada bulan April 2016. Setelah menunggu beberapa minggu, Bu Ratemi menjalani operasi dan kondisinya membaik. Namun pada pertengahan Mei 2016 kondisi Bu Ratemi kembali  turun dan dibawa berobat kembali ke RSUD Soewandi Kendal. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ditemukan benjolan juga pada bagian bawah leher, lalu pihak RSUD Soewandi Kendal memberikan rujukan ke RSUD Tugurejo Semarang. Berdasarkan pemeriksaan di RSUD Tugurejo Bu Ratemi didiagnosa menderita kanker kelenjar tiroid.Pada 11 Juni 2016 Bu Ratemi kembali menjalani operasi di RSUD Tugurejo. Semua biaya untuk pemeriksaan dan operasi telah dicover fasilitas BPJS Non-PBI Kelas III yang dimiliki Bu Ratemi. Namun, adapun kendala yang dihadapi Bu Ratemi adalah biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit karena suaminya yaitu Pak Suwandi (54) bekerja sebagai teknisi listrik serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu,  dan Bu Ratemi hanyalah seorang ibu rumah tangga. Bu Ratemi masih ada tanggungan anak ketiga yang masih berusia 13 tahun. Hingga pada tanggal 13 Juni 2016 atas ijin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Ratemi dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Ratemi. Pasca operasi Bu Ratemi melakukan kontrol di RSUD Tugurejo kembali, oleh dokter disarankan untuk dilakukan tes thyroid, dan diberi rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada tanggal 01 Agustus 2016 Bu Ratemi melakukan kontrol ke RSUP Dr. Kariadi dan menurut dokter sel kankernya sudah mulai menyebar ke otak namun untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan lebih lengkap. Untuk saat ini tindakan dokter difokuskan untuk dilakukan tes thyroid terlebih dahulu. Saat ini Bu Ratemi sedang menjalani kontrol rutin. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo  @ThikaNugrahini @DiahPertiwi1110

Bu ratemi menderita Kanker Kelenjar Tiroid


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl. Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) hanya  bekerja sebagai pedagang asongan dan Ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Bima dipertemukan dengan #SedekahRombongan, dan saat itu juga kurir #SedekahRombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya terbilang lancar. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumya tercatat pada rombongan 898. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan. Juga mari bersama-sama kita berdoa semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 28 September 2016
Kurir   : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bima menderita Kelainan Ginjal

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SAFITRI WAHYU WULANDARI 500,000
2 HARIS BIN ABDUL BASIT 500,000
3 LINA ROHIMAH 500,000
4 DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT 1,000,000
5 FAQIH HIDAYAT 1,250,000
6 NABILA ZAHRANI SALSABILA 500,000
7 TASKINI BINTI MIHARTA 500,000
8 SUNARSIH BINTI SOMADI 1,500,000
9 AMAD BIN SUTARDI 750,000
10 JUJUN JUNAEDI 750,000
11 MUHAMMAD RAFLI 1,000,000
12 MUHAMMAD RAHMAN SATYA 500,000
13 DEDI SUHAEDI 1,000,000
14 OJAT BIN FULAN 1,000,000
15 LUSI BINTI MANSUR 1,000,000
16 ATIK BINTI ANA 1,000,000
17 MUHAMMAD MISBAH AL AMIN 500,000
18 ENUR NURYANI 500,000
19 AHMAD ROHILI 1,000,000
20 AZKA AL GAZALI 500,000
21 WINDA YULIANA 1,750,000
22 TIAN HERDIANI 500,000
23 HANDI KUSNAWAN 500,000
24 MTSR TASIKMALAYA 1,000,000
25 PUPUT OKTAVIANI 1,000,000
26 DAHLIAH BINTI DAHLAN 1,000,000
27 RAVEENA PUTRI MAULIDA 2,500,000
28 ELI NURJANAH 500,000
29 REZA ADITIYA PRATAMA 572,500
30 NGATINI BINTI AMIR 500,000
31 TRI SURYANTI BINTI DUMADI 500,000
32 NUR HIKMAH 500,000
33 SUNARTI BINTI JOYO KARNO 500,000
34 FAJAR FIRMANSYAH 500,000
35 MAGHFIROH 850,600
36 FARID JAYA MALIK 500,000
37 KUSMIATUN BINTI SUDIRJO 500,000
38 ROMADHON BIN CUNDUK 1,000,000
39 SUNARTI BINTI ASTAP 1,000,000
40 RASIYEM BINTI KASIM 822,575
41 MUHAMAD WILDAN AFANI 1,400,000
42 RAHARJO PRAYITNO 876,114
43 SURONO BIN TARMUJI 1,000,000
44 SITI MUSIYAM 772,500
45 SEPTIANA DEWI 800,000
46 JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI 500,000
47 MARYATI BINTI KASNURI 1,073,055
48 SALAMAH BINTI TAMRIN 1,260,659
49 RATEMI BINTI SAMSURI 500,000
50 MOHAMAD BIMA ADI 1,000,000
Total 41,428,003

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 41,428,003,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 927 ROMBONGAN

Rp. 45,000,314,562,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.