Rombongan 926

Sedekah menjadikan diri anda lebih pantas untuk menerima rezeki yang lebih besar.
Posted by on December 19, 2016

MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia + Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah rutin 2 kali setiap bulan. Alhamdulillah transfusi darah sudah dapat dilaksanakan secara rutin dan terakhir Zaky menjalani transfusi darah ke-4 pada 3 Oktober 2016. Untuk transfusi darah dan berobat ke RS Depati Hamzah Pangkalpinang, Zaky dan ayahnya harus menempuh perjalanan selama 3 jam dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zaky harus dirawat selama 1 hari untuk keperluan proses transfusi darah. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan kepada Zaky untuk keperluan akomodasi selama di perjalanan dan kebutuhan selama berobat di Pangkalpinang. Sebelumnya Zaky masuk ke rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel @ririn_restu

zaky menderita Thalasemia + Hernia Scrotalis


RIDWAN BIN KURDIYANTO (5, Thalasemia). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten  Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ridwan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Buah hati pasangan Bapak Kurdiyanto (30) dan Ibu Umi Habibah (22) ini telah lama dicurigai mengidap Thalasemia. Saat berusia 1 tahun, Ridwan berobat ke dokter dan didiagnosis gejala penyakit Thalasemia. Saat usia 3 tahun, Ridwan kembali menjalani pemeriksaan di Puskesmas Pulau Besar dengan hasil kadar hemoglobin 4 gr/dL di bawah batas normal. Dokter menyarankan Ridwan dibawa ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, namun karena keterbatasan biaya pengobatan urung dilakukan. Perjalanan menuju RSUD Depati Hamzah membutuhkan waktu 3 jam dan biaya yang terasa besar bagi keluarga. Bapak Kurdiyanto hanya bekerja sebagai buruh sedangkan Ibu Umi Habiba sehari – harinya megurus Ridwan dan keempat saudaranya yang salah satunya juga mengidap thalasemia. Ridwan memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) namun sebelumnya ia tidak menjalani pengobatan dan transfusi darah secara rutin sesuai anjuran dokter karena ketiadaan biaya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dapat membantu Ridwan sehingga ia bisa mulai transfusi darah secara rutin sejak Agustus kemarin. Bulan Oktober ini, Ridwan kembali menjalani kontrol dan transfusi darah di RS Depati Hamzah Pangkalpinang. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan, semoga dapat memberikan kemudahan bagi keluarga dalam proses pengobatan penyakit Ridwan. Sebelumnya Ridwan dibantu pada Rombongan 909.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Ridwan menderita Thalasemia


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia + Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah ruAll Pagestin 2 kali setiap bulan. Alhamdulillah transfusi darah sudah dapat dilaksanakan secara rutin dan terakhir Zaky menjalani transfusi darah ke-4 pada 3 Oktober 2016. Untuk transfusi darah dan berobat ke RS Depati Hamzah Pangkalpinang, Zaky dan ayahnya harus menempuh perjalanan selama 3 jam dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zaky harus dirawat selama 1 hari untuk keperluan proses transfusi darah. Zaky kembali akan menjalani transfusi darah pada 8 November 2016, Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan kepada Zaky untuk keperluan akomodasi selama di perjalanan dan kebutuhan selama berobat di Pangkalpinang. Sebelumnya Zaky dibantu pada rombongan 902 dan 3 Oktober 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel @ririn_restu

zaky menderita Thalasemia + Hernia Scrotalis


ARYANTI BINTI ARTANA (1, Paru – Paru Basah). Alamat : Jln. Konghin, Desa Pedindang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Aryanti adalah anak               ke-4 dari pasangan Bapak Artana dan Ibu Haeti. Pasca mudik Idul Adha ke Jawa tahun ini, kondisi kesehatan Aryanti mulai terganggu. Satu minggu setelah kembali ke Pangkalpinang, Aryanti mengalami batuk pilek disertai sesak napas. Pada 26 September 2016, kondisi Aryanti semakin memburuk dan langsung dibawa ke UGD RSUD Depati Hamzah dan diopname selama 4 hari. Aryanti didiagnosis menderita penyakit paru – paru basah dan sempat mengalami koma selama 1 hari. Meskipun keadaannya belum stabil, keluarga meminta membawa pulang Aryanti karena khawatir dengan biaya pengobatan yang tinggi meskipun dokter belum mengizinkannya pulang. Aryanti dan keluarga belum terdaftar sebagai peserta KIS. Pada 30 September 206 tengah malam, penyakit Aryanti kembali kambuh dan akhirnya ia diopname. Bapak Artana merupakan warga pendatang yang mengadu nasib di kota Pangkalpinang selama 2 tahun bersama keluarganya. Sehari – hari Bapak Artana bekerja sebagai buruh harian tidak tetap. Kondisi ekonomi keluarga Bapak Artana sangat memprihatinkan karena penghasilan yang didapat tidak menentu dan jauh dari cukup. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Bapak Artana dan Aryanti di RSUD Depati Hamzah dan dapat memberikan bantuan untuk membantu biaya pengobatan. Bantuan yang diberikan semoga bisa membantu meringankan beban keluarga dalam penyembuhan sakit Aryanti.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @ririn_restu

Aryanti menderita Paru – Paru Basah


ELIA KAMELIA (11, Penyempitan Pembuluh Darah). Alamat : Jln. Bukit Cermin, RT 3/2, Kel. Bukit Cermin, Kec. Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang, Prov. Kepulauan Riau. Sekitar lima tahun yang lalu, Elia mengeluhkan kaki kanannya sakit dari lutut sampai mata kaki secara tiba – tiba. Tak lama kaki kirinya pun merasakan sakit seperti kaki kanannya. Akhirnya sakitnya terus – menerus bergantian seperti kesemutan. Jika sakit pada kakinya menghadang, kepala Elia pun ikut sakit. Kondisi tersebut bisa dialami Elia hingga 3 hari lamanya. Kondisi fisik Elia memang tidak terlihat mengidap penyakit yang ternyata adalah penyempitan pembuluh darah, ia masih terlihat ceria dan bersemangat seperti anak – anak lainnya. Kemauan untuk sembuh Elia sangat tinggi, dukungan dari orang tuanya pun besar karena tak tega melihat anaknya masih belia sering mengalami sakit. Ibu Elia, Ibu Fatimah (47), sudah mengusahakan pengobatan untuk anaknya namun belum menunjukkan hasil membaik. Ia mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Keluarga baru membuat Kartu Indonesia Sehat (KIS) namun belum dapat digunakan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya berobat ke rumah sakit. Semoga Elia dapat segera sembuh dan bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir: @arfanesia @heruwidodobinyatiman @Dody @ririn_restu

Elia menderita Penyempitan Pembuluh Darah


NGILMAN BIN SANMUSDI (51, Cedera Syaraf Tulang Belakang). Alamat : Kampung Budi Mulya, RT 2/4, Kecamatan Kijang Kota, Kota Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Sembilan tahun yang lalu Pak Ngilman dimintai tolong oleh tetangganya untuk memperbaiki kandang kambing. Saat Pak Ngilman memperbaiki bagian atap yang tingginya kurang lebih 2 meter ia terjatuh dengan posisi terduduk yang mengakibatkan bagian pinggang hingga kakinya tidak bisa digerakkan. Selang seminggu dari kejadian tersebut ia baru memeriksakan kondisinya ke rumah sakit dan pihak rumah sakit mengatakan alat medis penunjang kesembuhannya tidak tersedia di sana. Beberapa bulan kemudian keluarga membawa Pak Ngilman kembali ke rumah sakit namun masih belum juga diketahui kondisi pasti yang dialami Pak Ngilman. Kini Pak Ngilman tidak pernah lagi dibawa ke rumah sakit, untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya ia hanya mengonsumsi obat pereda nyeri yang dibeli di apotek. Kondisi Pak Ngilman yang hanya bisa berbaring membuat kakinya mengecil dan selalu mengalami kesakitan saat buang air kecil serta beberapa bagian tubuh terdapat koreng dikarenakan terlalu lama berbaring. Istri Pak Ngilman, Ibu Tarwiyah (85), mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Pengobatan Pak Ngilman sangat terbantu dengan adanya KIS Kelas III yang dimilikinya, namun ia terkendala biaya akomodasi dan transportasi karena  pasangan lansia ini tidak memiliki uang.  Untuk kehidupan sehari-hari saja mereka hanya mengandalkan uluran tangan para dermawan. Melihat kondisi Pak Ngilman saat ini, kurir Sedekah Rombongan memutuskan mendampinginya berobat ke rumah sakit. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan dari sedekaholics pun disampaikan guna biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Pak Ngilman keadaannya lekas kembali pulih dan sehat selalu.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir: @arfanesia @Heruwidodobinyatiman @Hana @ririn_restu

Pak ngilman menderita Cedera Syaraf Tulang Belakang


IQBAL SAEFANI (6, Bantuan Sepeda). Alamat: Dusun Kotabaru RT 2/10, Desa Kutasari Kec. Cipari, Kab. Cilacap, Jawa Tengah. Iqbal, biasa ia dipanggil adalah putra kedua dari Pak Krisdiyanto (39) dan Bu Sumarni (35). Pak Krisdiyanto adalah pasien dampingan #SedekahRombongan yang menderita sakit pembuluh darah arteri pada kedua kakinya. Sejak tahun 2011, Pak Krisdiyanto dan keluarga harus ikhlas dengan keadaan kedua kakinya yang diamputasi. Alhamdulillah sejak menggunakan kaki palsu Pak Krisdiyanto dapat bekerja walau serabutan untuk menghidupi  istri dan kedua orang anaknya, Sri Mulyani (15) dan Iqbal Saefani (5). Namun kondisinya belum memungkinkan untuk  mengantarkan Dik Iqbal berangkat sekolah karena lokasi sekolahnya yang cukup jauh. Untuk meringankan kesulitan keluarganya, santunan kembali disampaikan berupa sepeda untuk iqbal berangkat sekolah agar ia lebih giat bersekolah. Santunan untuk Pak Krisdiyanto sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 832, 875, 883, 887 dan 895

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @arfanesia, Nanang, @paulsyifa

Bantuan Sepeda


RSSR PURWOKERTO (Operasional, RSSR). Alamat : Jalan Penatusan Gang 1 No. 5 RT 01/RW 02, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien #SedekahRombongan. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, & Cilacap (Barlingmasca) yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga, atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari #SedekahRombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan rumah singgah, biaya pengecatan beserta jasanya untuk rumah singgah baru yang rencananya dipakai karena RSSR lama habis masa kontraknya.

Jumlah bantuan : Rp 5.042.500
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @arfanesia, @olipe_oile dan seluruh kurir Purwokerto

Bantuan untuk kebutuhan operasional bulanan rumah singgah


DIAN FRIANTO (25, Kaki Palsu). Alamat: Dusun Pesanggrahan RT 2/5, Kelurahan Wangon, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Dian mengalami kecelakaan lalu lintas pada 24 Juli 2010. Saat itu ia jatuh dari sepeda motor dan kakinya terlindas truk yang sedang melintas di depan SMK Panca Bhakti Banjarnegara. Dian langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, namun sayang kaki kirinya tidak dapat diselamatkan sehingga harus diamputasi. Dian dan istrinya, Ully Sundari (22) mengungkapkan kesedihan dan kesulitannya saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk membeli kaki palsu. Penghasilan Dian sebagai karyawan swasta hanya cukup untuk menghidupi keluarganya. Saat ini Dian menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS yang dapat membantu biaya pengobatannya. Alhamdulillah Dian dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Santunan diberikan untuk membiayai pengadaan kaki palsu untuk Dian. Semoga dengan adanya kaki palsu tersebut dapat membantunya beraktifitas dengan lebih leluasa.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 14 Oktober 2016
Kurir: @arfanesia, @KangImam, @paulsyifa

Bantuan Kaki Palsu


SRI NINGSIH (37, Ca Cervix). Alamat: Karang Malang RT 16/7, Kec. Kedung Banteng, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Bu Sri pertama kali diperiksa di RSI Adiwerna Tegal. Dari hasil pemeriksaan dokter mendiagnosa Bu Sri menderita kanker servix. Bu Sri kemudian dirujuk ke RSUD margono Purwokerto. Dari sana, dokter kemudian merujuk ke RSU Banyumas. Operasi pengangkatan rahim dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2016. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Saat ini Bu Sri masih harus kontrol yang membuatnya bolak-balik dari Tegal ke Purwokerto. Bu Sri dan suaminya, Slamet Trianto (43) mengungkapkan kesedihan dan kesulitan yang dialaminya saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya pengobatan, transportasi dan akomodasi selama kontrol ke rumah sakit. Pak Slamet adalah seorang buruh tani. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sekolah ketiga anaknya. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga santunan dapat diberikan untuk membantu biaya transporasi selama Bu Sri kontrol dari Tegal ke RSU Banyumas.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 Oktober 2016
Kurir: @arfanesia, @olipe_oile, @paulsyifa

Ibu sri menderita Ca Cervix


KARSITI BINTI KARSONO (59, Ca Cervix). Alamat : Desa Somawangi RT 6/3, Kec. Mandiraja, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Bu Karsiti berawal pada tahun 2014. Pada saat itu, beliau sering mengalami pendarahan. Pihak keluarga sempat membawanya berobat ke puskesmas setempat, hingga pada awal 2016 dirujuk ke RS Emanuel Klampok. Dari RS Emanuel, beliau di sarankan berobat lanjeut ke RS Margono Purwokerto. Dari keterangan dokter, Bu Karsiti menderita kanker servick. Beliau segera diobati dengan kemoterapi dan disinar luar sebanyak 26 kali. Alhamdulillah pengobatannya berjalan dengan lancar. Saat ini beliau sedang menjalani sinar rutin setiap hari Rabu di RS Margono hingga Desember 2016. Bu Karsiti dan suaminya, Karsono (71) menceritakan kesulitan dan kesedihan yang dialaminya saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Maklum saja, Pak Karsono yang berprofesi sebagai seorang buruh dan penderes tidak memiliki simpanan untuk keperluan pengobatannya. Meski biaya pengobatan dapat dibantu dengan kartu BPJS yang dimilikinya, ada kendala lain yang menjadi hambatan. Saat opname di RS Emanuel, terpaksa Bu Karsiti harus meminjam uang sebesar Rp 2.000.000,- untuk melunasi biaya pengobatannya. Selain itu, Bu Karsiti juga membutuhkan bantuan transportasi dari rumahnya ke RS Margono. Semua kendala tersebut tidak menyurutkan semangat Bu Karsiti untuk sembuh. Alhamdulillah Bu Karsiti dipertemukan dengan #SedekahRombongan, sehingga santunan dapat diberikan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi Bu Karsiti.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia, @KangImam, @paulsyifa

Ibu karsiti menderita Ca Cervix


DARTI BINTI MISTAR (52, Stroke + Pengecilan Otak Sebelah Kiri). Alamat : Desa Dagan RT 1/2, Kec. Bobotsari, Kab. Purbalingga, Prov. Jawa Tengah. Gejala sakit yang diderita Bu Darti berawal pada 9 September 2015. Saat itu tekanan darah beliau naik hingga mengharuskannya dibawa ke RSUD Goeteng Purbalingga. Namun saat diberi obat penurun tensi yang diletakkan di bawah lidahnya, Bu Darti justru kejang-kejang serta tangan kiri dan kaki kirinya tidak bisa digerakkan. Setelah satu minggu dirawat, tidak ada perubahan pada kondisinya. Akhirnya Bu darti dibawa pulang. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, terlihat kedua kakinya semakin mengecil dan tidak bisa digerakkan. Praktis Bu Darti tidak dapat beraktifitas seperti biasa. Sehari-hari ia hanya terbaring di tempat tidur. Bu Darti dan suaminya, Mistar (55) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang dihadapinya pada kurir. Saat ini Bu Darti menggunakan fasilitas kesehatan berupa Jamkesmas yang dapat membantu biaya pengobatannya. Pak Mistar yang bekerja sebagai penggali pasir dan pembuat bulu mata palsu merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Bu Darti yang biasa membantunya dengan berjulan gorengan keliling tidak dapat bekerja lagi. Alhamdulillah Bu Darti dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga santunan dapat diberikan untuk membantu biaya transportasi saat pengobatannya dan keperluan sehari-hari keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia, Didik, @paulsyifa

Bu darti menderita Stroke + Pengecilan Otak Sebelah Kiri


RAMA FABIAN PURWANEGARA (11, Pembengkakan Saraf Mata). Alamat: Jl. Lensapura RT 6/1, Desa Teluk, Kec. Purwokerto Selatan, Kab. Banyumas, Prov. Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Dik Rama berawal pada Juli 2015. Dik Rama mengeluhkan matanya yang sakit dan penglihatannya yang kabur. Kedua orang tuanya segera memeriksakannya ke balai pengobatan mata di Jl. Kamandakan Purwokerto. Dari hasail pemeriksaan dokter menyampaikan bahwa Dik Rama mengalami pembengkakan saraf mata. Dokter juga menyampaikan bahwa untuk Kasus Dik Rama dapat diobati dengan terapi secara rutin. Hingga saat ini Dik Rama masih rutin melakukan terapi di balai pengobatan tersebut. Alhamdulillah sekarang kedua mata Dik Rama sudah dapat melihat dengan normal meski terkadang mata kirinya masih terasa sakit. Kontrol yang sebelumnya satu minggu sekali kini menjadi satu bulan sekali. Penghasilan ayah Dik Rama, Suhendar (37) hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah. Keluarga Dik Rama masih tinggal bersama kakeknya, Tn. Adbul Aziz seorang porter angkut barang di terminal purwokerto yang penghasilan hariannya sekitar 30-50 ribu. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya perpanjangan BPJS. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 789, 830 dan 872

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Oktober 2016
Kurir: @arfanesia, @ddeaan, @paulsyifa

Rama menderita Pembengkakan Saraf Mata


SURATNO BIN TUMIHARJO (46, Tumor Mata). Alamat: Jl. Bayangkara RT 1/3 Kedunguter, Kec. Banyumas, Kab. Banyumas, Prov. Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Pak Suratno berawal pada tahun 2006, matanya terasa gatal namun dibiarkan saja. Semakin hari rasa gatal di matanya makin terasa, beliau pun sempat berobat ke pengobatan alternatif namun tidak ada perubahan yang berarti.  Setelah rasa gatal di matanya tidak kunjung sembuh, akhirnya beliau memeriksakan diri ke RSUD Margono. Dari hasil pemeriksaan ditemukan ada kelenjar kecil di matanya. Pak Suratno sempat dirujuk ke RSUD Sardjito untuk dilakukan operasi namun tidak beliau lakukan karena takut dioperasi. Sejak saat itu pengobatannya terhenti. Sudah 10 tahun Pak Suratno tidak menjalani pengobatan lagi dan kondisi matanya semakin membesar. Saat ini beliau sedang menunggu jadwal operasi di RSUD Margono. Pak Suratno dan istrinya, Lestari menceritakan kesulitan yang dihadapinya saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan tidak terdaftar pada fasilitas jaminan kesehatan. Sejak sakit Pak Suratno tidak dapat bekerja, sedangkan istrinya bekerja sebagai penjahit baju untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Alhamdulillah Pak Suratno dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga santunan dapat disampaikan untuk membantu biaya pembuatan kartu BPJS.  Semoga operasi Pak Suratno nanti lancar dan segera diberi kesembuhan sehingga dapat bekerja mencari nafkah untuk keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : Tomy, Aji @paulsyifa

Pak suratno menderita Tumor Mata


SUDIR BIN MUHYATI (39, Lutut Retak). Alamat : Desa Bojong RT 1/1, Kec. Mrebet, Kab. Purbalingga, Prov. Jawa Tengah. Pada 20 September 2016, Pak Sudir jatuh dari pohon kelapa saat bekerja. Saat itu Pak Sudir tidak langsung dibawa berobat ke dokter atau puskesmas terdekat, beliau hanya dipijat oleh tukang pijat di daerah Karangcengis. Tukang pijat yang menanganinya berpendapat bahwa lutut kakinya retak. Setelah dua kali menjalani terapi, alhamdulillah sudah terlihat perkembangan yang baik dari kondisi kakinya. Namun beliau tidak dapat meneruskan terapinya karena masalah dana. Sejak sakit Pak Sudir tidak bisa bekerja menderes nira kelapa seperti biasanya. Penghasilan keluarganya pun terhenti. Istrinya, Sugiarti (23) yang biasa membantunya memasak nira kelapa tidak dapat bekerja. Uang simpanannya yang tidak seberapa, bahkan tidakk mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Semua permasalahan Pak Sudir tersebut disampaikannya kepada kurir #SedekahRombongan yang menjenguknya. Saat ini beliau menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelompok penderes. Alhamdulillah Pak Sudir dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga santunan dapat disampaikan untuk membantu biaya pengobatannya dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Pak Sudir segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Oktober 2016
Kurir: @arfanesia, Didik, @paulsyifa

Pak sudir menderita Lutut Retak


KASEM BINTI WIYAWI KRAMA (51, Dermatitis unspecified). Alamat: Dermaji RT 08/03, Kec. Lumbir, Kab. Banyumas, Prov. Jawa Tengah. Pada Februari 2016, Bu Kasem didiagnosa menderita penyakit seleroderma yaitu penyakit langka yang mengakibatkan adanya pengerasan kulit pada bagian muka dan tangannya. Saat ini, Bu Kasem mulai merasakan gatal di bagian tangannya dan semakin meluas. Kerana tak tahan dengan rasa gatal tersebut, kadang Bu Kasem menggaruk daerah yang terasa gatal sehingga muncul ruam di area tersebut. Jarak rumahnya yang sangat jauh menyulitkan Bu Kasem untuk berobat ke RSU Banyumas. Maklum saja Bu Kasem tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan tidak terdaftar dalam fasilitas jaminan kesehatan. Penghasilannya sebagai buruh tani hanya cukup untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari dan biaya sekolah ketiga anaknya. Alhamdulillah Bu Kasem dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga santunan dapat diberikan untuk membantu transportasi dan biaya pengobatannya. Semoga sakit yang diderita Bu Kasem segera diangkat dan diberi kesehatan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2016
Kurir: @arfanesia, @menttariii, @misterrmoo, @paulsyifa

Bu kasem menderita Dermatitis unspecifie


RIKI FEBRIAN alias DEWI (14, Intermediete Sex). Alamat: Desa Karang Nangka RT 2/5, Kec. Kedung Banteng, Kab. Banyumas, Prov. Jawa Tengah. Riki, biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar SMP, dulunya ia dipanggil dengan nama DEWI. Riki yang memiliki kelamin ganda (intermediete sex) tersebut pertama kali dioperasi di RSU Kariadi pada tahun 2008. Saat itu ada donatur yang membiayai pengobatannya namun berhenti ditengah jalan karena dananya habis. Orang tua Riki yang khawatir dengan keadaan anaknya berusaha mencari bantuan kesana kemari karena Riki harus menjalani dua kali operasi lagi agar alat kelaminnya dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Ayah Riki, Isnen (48) dan ibunya, Kitem (43) kembali mengungkapkan kesedihan dan kesulitan saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat. Penghasilannya sebagai buruh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya yang memiliki enam orang anak. Mereka juga tinggal di rumah sederhana dengan dinding bambu (semi permanen). Alhamdulillah Riki dipertemukan dengan #SedekahRombongan pada tahun 2015 sehingga ia dapat melanjutkan pengobatan dan melakukan operasi yang kedua. Pada tahun ini, dokter akan melakukan operasi yang terakhir pada Riki. Sebelum operasi tersebut Riki diharuskan kontrol dan menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu. #SedekahRombongan kembali merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi dari Purwokerto ke Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 724. Semoga operasi terakhir Riki dapat berjalan dengan lancar dan berhasil.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 29 Oktober 2016
Kurir: @arfanesia, @olipe_oile, @kusumawardhani05, @paulsyifa

Riki menderita Intermediete Sex


SYAHRI BAROKAH (4, Jantung Bocor). Alamat : RT 3/4, Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Dik Syahri bermula pada tahun 2013 ketika ia mengalami sesak nafas dan demam panas. Gejala ini sering kambuh sehingga ia diperiksakan ke Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) Roendito Makam Rembang. Hasil pemeriksaan di RS Roendito menunjukkan Dik Syahri menderita jantung bocor. Ia pun dirujuk ke RS Goetheng Purbalingga. Hasil rontgen dan diagnosis dokter di RS Goetheng juga menyatakan hal yang sama sehingga ia dirujuk ke RS Karyadi Semarang. Namun setelah mengetahui biaya pengobatannya yang besar, orang tua Dik Syahri hanya bisa pasrah, tidak dapat melanjutkan pengobatan untuk anaknya. Alhamdulillah Dik Syahri dipertemukan dengan orang-orang yang peduli kepadanya. Ia pun didampingi bidan desa dan dibawa ke RS Karyadi dengan ambulance Puskesmas Rembang. Namun Alloh berkehendak lain, pada 23 November 2016, kurir #SedekahRombongan mendapat kabar bahwa Dik Syahri telah meninggal dunia. Ayah Dik Syahri, Tumar (28) dan ibunya, Surti (34) menceritakan kesedihan yang dialami mereka. Bapak Tumar bekerja dengan membuka jasa servis barang-barang elekronik, sedangkan Ibu Surti adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan mereka hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka kesulitan untuk memenuhi biaya pengobatan Dik Syahri karena tidak terdaftar dalam fasilitas jaminan kesehatan manapun. #SedekahRombongan merasakan kesulitan dan kesedihan yang dialami orang tua Dik Syahri, bantuan diberikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Semoga Dik Syahri mendapatkan tempat terbaik disisiNya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Syahri menderita Jantung Bocor


TANIA VANY ARDIANTI (20, Post Amputatum Kaki Kanan). Alamat : RT 3/4, Desa Grecol Wetan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Vani, biasa Ia dipanggil, mengalami kecelakaan lalu lintas pada 18 Juli 2016 ketika akan pulang dari tempatnya bekerja. Ia dan sepeda motor yang dikendarainya terjatuh karena menyenggol kendaraan lain. Naas, kaki kanannya terlindas truk tronton yang melintas dibelakangnya. Seketika itu juga Vany dibawa ke rumah sakit terdekat. Vany menjalani 5 kali operasi sebelum akhirnya Ia harus merelakan kaki kanannya diamputasi pada 27 Juli 2016. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Saat ini Vany sedang menjalani penyembuhan pasca operasi. Sejak saat itu, Ia harus menggunakan kursi roda atau kruk untuk membantu mobilitasnya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Vany. Ayah Vany, Yulianto Ardi Andanu (48) dan ibunya, Lasiti (42) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang mereka hadapi saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Sebelum kecelakaan itu terjadi, Vany bekerja sebagai karyawan swasta. Ayahnya bekerja sebagai supir mebel dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarganya tidaklah banyak, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah biaya pengobatan Vany dapat dibantu fasilitas kartu BPJS Non PBI kelas II yang dimilikinya. Untuk membantu mobilitasnya agar dapat beraktifitas seperti biasa, Vany membutuhkan kaki palsu. Namun kondisi perekonomian keluarganya tidak memungkinkan untuk membelikannya kaki palsu. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga Vany, bantuan pun diberikan untuk membantu biaya pengadaan kaki palsu.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.750.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @misterrmoo @virgiawanadr @paulsyifa

Tania menderita Post Amputatum Kaki Kanan


MUDDAKIR BIN DULHADI DARYAN (38, Keloid Akibat Luka Bakar). Alamat : Jl. Gunung Wilis, RT 1/2, Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Muddakir mengalami kecelakaan kerja pada 12 Januari 2016. Saat akan mengelas baud gardan mobil di bengkel tempatnya bekerja, ternyata masih ada sisa bensin kering pada mobil. Hal tersebut menimbulkan ledakan yang menyebabkan Bapak Muddakir terbakar pada kedua tangan dan kakinya. Beliau langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto dan mendapatkan perawatan selama satu minggu. Beliau melanjutkan pengobatan di Puskesmas Purwokerto Utara dengan mendapatkan suntikan obat steroid setiap minggunya. Biaya suntik obat steroid yang mahal membuat Bapak Muddakir tidak mampu meneruskan pengobatannya. Beliau pun mencoba beralih ke pengobatan herbal dengan menggunakan madu dan minyak zaitun, namun tidak menghasilkan perubahan yang berarti. Keloid pada bekas luka bakarnya semakin membesar dan menyebabkan beliau kesulitan melakukan aktifitas berat, sehingga beliau tidak dapat kembali bekerja di bengkel. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga dapat mendampingi pengobatannya. Dokter spesialis kulit RS Margono menyarankan agar Bapak Muddakir melanjutkan pengobatan ke RS Sardjito. Beliau dijadwalkan menjalani operasi pada 1 Desember 2016. Bapak Muddakir yang semula bekerja sebagai montir di bengkel kini tidak dapat bekerja, sedangkan istrinya, Waginah (31) bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura. Penghasilan keluarga yang semula sudah sedikit kini semakin berkurang semenjak Bapak Muddakir tidak bekerja. Alhamdulillah biaya pengobatan di rumah sakit dapat dibantu fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI kelas III yang dimilikinya. Namun beliau tidak memiliki simpanan yang cukup untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Sardjito. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami Bapak Muddakir, santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Pak muddakir menderita Keloid Akibat Luka Bakar


RASIEM BINTI AMAD SUEB (55, Tumor Kepala). Alamat : RT 3/6, Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bu Rasiem, biasa beliau dipanggil adalah istri dari Alm. Suheni. Gejala awal penyakitnya berawal pada tahun 2011. Pada bagian kepala sebelah kanannya tumbuh benjolan kecil, kemudian terus membesar dan menyebar ke belakang telinga. Keluarganya pernah membawa Bu Rasiem berobat ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa di kepala Bu Rasiem tumbuh tumor yang menyebabkan pembengkakan pada kepalanya. Pada tahun 2012, Bu Rasiem direncanakan akan dioperasi di Rumah Sakit Emanuel Klampok namun tidak terlaksana karena beliau tidak mau. Sejak saat itu hingga kini tidak ada pengobatan yang dilakukan Bu Rasiem, sehingga pembengkakan di kepalanya semakin besar. Alhamdulillah pada 20 Oktober 2016, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Rasiem. Beliau menceritakan kesedihan dan kesulitan yang dialaminya saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Maklum saja beliau tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan Fasilitas Kartu BPJS Kesehatan pun belum bisa difungsikan karena baru mendaftar dan sedang diurus oleh pihak desa. Selain itu beliau juga sulit berobat karena tidak ada yang mendampinginya saat harus berobat ke rumah sakit. Saat ini Bu Rasiem tinggal bersama anak perempuan, Ningsih dan menantunya, Wahid di rumah yang sangat sederhana.  Wahid bekerja sebagai buruh tani berpenghasilan minim, sedangkan Ningsih adalah seorang ibu rumah tangga. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan disampaikan untuk membantu kebutuhan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics dapat meringankan beban Bu Rasiem dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @arfanesia @KangImam @paulsyifa

Bu rasiem menderita Tumor Kepala


ANDI SUTOWO (21, Post Amputatum Kaki Kanan). Alamat : RT 2/2, Desa Tambak Negara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Andi, biasa ia dipanggil mengalami kecelakaan pada 2013 saat ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Diponegoro 2 Rawalo. Seketika itu ia dilarikan ke RS Siaga Medika. Dari RS Siaga Medika, pengobatan Andi dirujuk ke RS Margono. Luka pada kaki kanannya cukup parah sehingga harus diamputasi. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Andi tidak berputus asa dan menyesali kondisinya tersebut. Ia dapat melanjutkan sekolahnya hingga lulus SMK dan saat ini bekerja sebagai montir di salah satu bengkel di daerah Rawalo. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Andi. Biaya pengobatannya dapat dibantu oleh fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dimilikinya. Namun ia masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Terlebih lagi kaki kanannya yang diamputasi sehingga keterbatasan dalam bergerak. Kedua orang tua Andi, Siswo Sumarko (50) dan Warsiti (40) bekerja sebagai buruh tani yang berpenghasilan minim. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami Andi. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @kusumawardani05 @paulsyifa

Andi menderita Post Amputatum Kaki Kanan


PARIAH BINTI MARTAJI (53, Diabetes + Peningkatan Asam Lambubg+ Flu Tulang). Alamat : RT 4/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bu Pariah, biasa ia dipanggil memiliki kebiasaan minum es batu, es kopi dan es teh pada setiap malam hari. Lambat laun beliau mengeluh bahwa setelah buang air kecil beliau merasa lemas dan tidak memiliki tenaga. Bu Pariah lantas memeriksakan diri ke klinik IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita penyakit diabetes, peningkatan asam lambung dan flu tulang. Hingga satu tahun terakhir ini beliau sudah menjalani opname sebanyak dua kali, yang pertama di Rumah Sakit Banyumas dan yang kedua di Rumah Sakit Margono. Sepulang dari opname yang terakhir, beliau tidak dapat duduk dan berdiri. Berat badannya pun turun sekitar 30 kg. Saat ini Bu Pariah tidak mau makan dan hanya minum susu. Beliau juga mengeluarkan darah ketika buang air besar. Pak Untung (55) bekerja sebagai pedagang dengan menjual mie ayam dengan gerobak keliling. Penghasilannya yang kecil hanya mencukupi untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengannya pada 11 November 2016. Bu Pariah dan suaminya, Pak Untung menceritakan kesulitan yang dihadapi mereka saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya membeli obat yang tidak terjamin oleh Kartu Banyumas Sehat (KBS) yang dimilikinya serta transportasi ke rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pembelian obat yang tidak dijamin KBS dan transportasi ke rumah sakit. Semoga Bu Pariah segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir : @arfanesia @menttariii @firdhanelis @paulsyifa

Bu pariah menderita Diabetes + Peningkatan Asam Lambung+ Flu Tulang


SARTINAH BINTI HAWARI (56, Gagal Ginjal). Alamat : RT 5/2, Desa Kedungwuluh Lor, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bu Sartinah, biasa ia dipanggil, menderita gagal ginjal sejak tahun 2012. Beliau pernah dirawat di RS Margono selama 6 hari dan RS Banyumas selama 14 hari pada 2 bulan yang lalu. Bu Sartinah juga sering mengeluh sesak napas. Saat ini beliau masih melakukan cuci darah (HD) dua kali dalam satu minggu. Pak Dasa Hadi Suroso (57) bekerja sebagai tukang kayu dan Bu Sartinah adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan mereka yang minim hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah biaya pengobatan beliau dapat dibantu dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS PBI kelas III yang dimilikinya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau. Bu Satinah dan suaminya, Pak Dasa mengungkapkan kesedihan dan kesulitan yang dihadapi mereka. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, bantuan awal disampaikan untuk membantu biaya pengobatan, transportasi dan akomodasi. Semoga Bu Satinah segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 November 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @kusumawardani05 @paulsyifa

Bu sartinah menderita Gagal Ginjal


SUNARSO BIN MIRANOM (39, Bantuan Rumah). Alamat : RT 3/6, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pak Narso dan istrinya, Sidon (43) tinggal di balai desa Cipaku sejak tahun 2009. Sebelumnya, mereka tinggal di rumah tetangganya. Namun baru 3,5 bulan mereka tinggal disana, atap rumah tersebut ambruk. Sekretaris desa yang bersimpati terhadap keadaan Pak Narso menyarankan mereka untuk tinggal di balai desa Cipaku. Sejak saat itu Pak Narso dan istrinya menabung sedikit demi sedikit agar dapat memiliki rumah sendiri. Pak Narso dan Istrinya yang memiliki keterbatasan penglihata (tuna netra), bekerja dengan menawarkan jasa pijat mulai tahun 2003. Mereka harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah putrinya dan menabung untuk membuat rumah. Saat ini putri mereka, Fima Muazizah belajar di kelas 3 sekolah dasar. Mereka juga tidak terdaftar dalam fasilitas jaminan kesehatan mana pun. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi mereka. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya pendirian rumah keluarga Pak Narso. Pembangunan rumah Pak Narso dimulai pada tanggal 20 November 2016. Alhamdulillah kini Pak Narso sudah memiliki rumah untuk tinggal bersama keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @arfanesia,Rahayu, Didik @rianayananta @paulsyifa

Bantuan untuk membantu biaya pendirian rumah


KUSMIATUN BINTI SUDIRJO (37, Congestive Heart Failure). Alamat : Tamansari, RT 4/5, Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Ibu Kusmiatun berawal pada tahun 2013. Beliau merasakan dada sesak, berdebar dan lemas. Keluarganya membawa Ibu Kusmiatun berobat ke Rumah Sakit (RS) Margono. Dari hasil pemeriksaan diketahui Ibu Kusmiatun menderita gagal jantung atau Congestive Heart Failure (CHF). Dokter menyarankan tindakan operasi untuk pengobatannya. Awalnya, Ibu Kusmiatun tidak dapat langsung menjalankan operasi karena masalah biaya. Sehingga beliau hanya melakukan kontrol dan berobat jalan ke RS Margono dan RS Islam Purwokerto ketika sakitnya kambuh dan tidak kuat menahan sakitnya lagi. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau dan dapat membantu proses pengobatannya. Hingga saat ini beliau sudah menjalani kontrol ke RS Karyadi Semarang sebanyak 4 kali dan direncanakan operasi pada April 2017. Namun Alloh berkehendak lain, kondisi Ibu Kusmiatun semakin melemah. Akhirnya pada 14 November 2016, kurir #SedekahRombongan menerima kabar atas wafatnya Ibu Kusmiatun. Ibu Kusmiatun adalah seorang janda dengan dua orang anak. Sebelum sakit beliau bekerja sebagai asisten rumah tangga berpenghasilan kecil. Dari penghasilan tersebut, beliau harus dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari bersama kedua anaknya. Orang tuanya, Bapak Sudirjo (71) dan Ibu Nasipah (61) adalah pasangan buruh tani yang berpenghasilan kecil juga. Alhamdulillah biaya pengobatan Ibu Kusmiatun selama ini dibantu oleh fasilitas Jaminan Kesehatan Masyarakat (jamkesmas) yang dimilikinya. Namun keluarga masih harus memikirkan biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. #SedekahRombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga Ibu Kusmiatun, bantuan kembali disampaikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Sebelumnya Ibu Kusmiatun sudah pernah dibantu #SedekahRombongan dan terdapat dalam rombongan 915. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Bu kusmiatun menderita Congestive Heart Failure


ACIH WARDANI (19, Post Amputatum Kaki Kiri). Alamat : RT 3/7, Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Acih, biasa ia dipanggil, mengalami kecelakaan lalu lintas pada 21 Oktober 2015 sekitar pukul 13.30. Saat itu, ia dan temannya menaiki bus mikro jurusan Bobotsari. Bus yang mereka kendarai  mengalami oleng dan terjatuh di daerah Karang Nanas. Naas, kaki kiri Acih tertimpa badan bus. Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Wiradadi dan langsung menjalani operasi pemasangan pen di kaki kirinya. Setelah tiga hari, dokter menyatakan bahwa kaki kirinya harus diamputasi karena luka di kaki kirinya terlalu parah dan banyak syaraf yang putus akibat terkena badan bus. Mendengar hal tersebut, awalnya keluarga Acih tidak setuju dan mereka pun mengupayakan pengobatan lain agar kakinya tidak diamputasi, yaitu dengan cara pengobatan alternatif. Sampai akhirnya Acih dibawa ke RS Moewardi dan mendapat kesimpulan yang sama bahwa kaki kirinya harus segera diamputasi. Acih yang sudah pasrah dan ikhlas pun merelakan kaki kirinya untuk diamputasi. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Kini Acih sudah tidak merasakan sakit lagi dan sedang mengikuti kursus menjahit. Ayah Acih, Warkun Sumarno (49) dan ibunya, Juwaria (43) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang dihadapi keluarga mereka. Bapak Warkun bekerja sebagai buruh dan Ibu Juwaria adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan mereka sangat sedikit dan hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah pengobatan Acih dapat dibantu fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (jamkesda) yang ia miliki. Namun untuk membantu mobilitas Acih perlu kaki palsu. Penghasilan keluarganya yang kecil tidak memungkinkan untuk membelikannya kaki palsu. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan disalurkan untuk membantu biaya pengadaan kaki palsu untuk Acih.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.750.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @misterrmoo @ajiprst @paulsyifa

Bantuan biaya perawatan Post Amputatum Kaki Kiri


ROLIANA BINTI SUEB (10, Tumor Rahang). Alamat : Dusun Biting, RT 2/3, Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Gejala awal penyakit yang diderita Dik Roliana berawal pada Desember 2015, ketika ia merasakan ada benjolan di pipi kirinya semakin membesar. Orang tuanya kemudian membawanya berobat ke Puskesmas terdekat. Puskesmas merujuk poli anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga, kemudian dilakukan rontgen di poli gigi. Hasil rontgen menunjukkan Dik Roliana menderita tumor epitel odontogenik atau tumor rahang. Pengobatan dilanjutkan di poli bedah mulut Rumah Sakit Margono mulai April hingga September 2016. Saat terakhir bertemu, Dokter menyebutkan Dik Roliana harus menjalani kurang lebih empat kali operasi. Benjolan pada pipi kiri Dik Roliana pun semakin membesar dan membengkak bahkan terdapat tambahan benjolan di dekat telinga dan leher. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Roliana, sehingga dapat membantu mendampingi pengobatannya. Operasi pun dilakukan untuk membuka ruang sebagai jalan keluar cairan. Dik Roliana diharuskan kontrol setiap bulannya dan operasi selanjutnya dijadwalkan pada Februari 2017. Saat dijenguk kurir #SedekahRombongan, Ibunya Roliana, Janiah (30) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang mereka hadapi dalam upaya pengobatan Dik Roliana. Ayahnya, Sueb (35) bekerja sebagai buruh bangunan di Subang, Jawa Barat dan sering sakit, sedangkan Bu Janiah bekerja sebagai buruh pabrik bulu mata di Purbalingga. Penghasilan keduanya sangat minim, sehingga tidak ada simpanan untuk biaya berobat Dik Roliana. Biaya pengobatannya selama ini terbantu dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI kelas III yang dimilikinya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal disampaikan untuk membantu biaya pengobatan, transportasi dan akomodasi selama pengobatan Dik Roliana. Semoga pengobatannya berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @arfanesia Rahayu @paulsyifa

Roliana menderita Tumor Rahang


DIAN MIASTUTI (34, Bantuan Modal Kerja). Alamat : Jambu, RT 2/1, Desa Jambu, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Kondisi ekonomi keluarga Ibu Dian sangat memprihatinkan. Usaha yang dijalankan suaminya, Arif Surya Atmaja (39) mengalami kegagalan (bangkrut), sehingga kini penghasilan keluarganya hanya mengandalkan usaha kerajinan tangan yang dijalankan Ibu Dian. Ibu Dian dan suaminya menceritakan kesulitan dan kesedihan yang mereka alami saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Maklum saja, hingga saat ini Bapak Arif belum bekerja lagi. Sedangkan mereka harus membayar biaya kontrak rumah yang ditinggalinya. Usaha kerajinan tangan Ibu Dian juga jarang menerima pesanan, sehingga penghasilannya pun kecil. Beliau terkendala modal untuk membeli alat dan bahan kerajinan yang dapat menambah variasi produk kerajinan tangan yang dihasilkan, sehingga meningkatkan hasil produksinya dan usahanya pun dapat berkembang. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga Ibu Dian. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk pengadaan alat dan bahan kerajinan tangan. Semoga usaha kerajinan tangan Ibu Dian dapat berkembang dan bermanfaat bagi keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Bantuan Modal Kerja


SATIMAN BIN SAJUM (54, Gagal Ginjal). Alamat: RT 2/4, Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Bapak Satiman berawal pada Ramadhan tahun 2013, ketika beliau merasa mual dan muntah-muntah. Keluarga langsung membawanya berobat ke RS Banyumas. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Bapak Satiman menderita gagal ginjal. Mengetahui hal tersebut, Bapak Satiman langsung menjalani cuci darah untuk mengobati sakit yang dideritanya. Hingga saat ini, beliau masih sering sakit-sakitan bahkan terkadang pingsan. Kondisinya ini menyebabkan Bapak Satiman tidak dapat bekerja sebagai supir truk lagi. Bapak Satiman dan istrinya, Parsini (51), mengungkapkan kesedihan dan kesulitan yang dialami mereka. Semenjak Bapak Satiman tidak bekerja, Ibu Parsini kini berdagang pakaian setiap hari minggu untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Ketiga anak laki-lakinya yang bekerja sebagai buruh juga berusaha membantu kedua orang tua mereka. Namun apa daya, penghasilan mereka tidak banyak. Alhamdulilah, Bapak Satiman memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III yang dapat membantu biaya pengobatannya. Atas izin Allah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Satiman. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya vitamin dan obat yang tidak ditanggung BPJS serta modal usaha agar beliau dapat kembali bekerja. Semoga Bapak Satiman dapat kembali sehat dan bekerja seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @arfanesia, Aji @paulsyifa

Pak satiman menderita Gagal Ginjal


MASJID ATTAQWA (Bantuan Pembangunan Masjid). Alamat : Grumbul Sokawera RT 3/3, Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Masjid Attaqwa dibangun di atas tanah wakaf seluas 459m2. Saat ini kondisi masjid sudah lapuk dimakan usia, sehingga bangunan masjid harus direnovasi total. Pembangunan ulang masjid ini harus segera dilakukan mengingat umat islam dari tiga desa menjalankan ibadahnya di masjid ini, yaitu Pasir Wetan, Pasir Kulon dan Pasir Lor. Rencana pembangunan masjid dimulai dengan merobohkan bangunan lama masjid, kemudian diganti dengan bangunan baru yang lebih kuat dan luas. Bangunan masjid yang baru diharapkan dapat membuat jamaah lebih nyaman dalam beribadah dan dapat menampung jamaah lebih banyak lagi. Pengurus masjid sudah mengupayakan penggalangan dana untuk biaya pembangunan masjid ini, namun dana yang terkumpul belum mencukupi kebutuhan pembangunan masjid. Dana tersebut berasal dari sumbangan warga sekitar dan beberapa donatur yang tergerak membantu kebutuhan pembangunan tersebut. Alhamdulillah pengurus masjid dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Pengurus masjid pun menceritakan kesulitan yang dihadapinya. Bantuan dari sedekaholics disalurkan untuk membantu biaya pembangunan Masjid Attaqwa. Semoga pembangunan masjid dapat segera diselesaikan sehingga jamaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Bantuan Pembangunan Masjid


SYAHRANI WINDA LESTARI (10, Tumor Otak). Alamat: Dukuh Turi RT 4/4, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Dik Winda berawal pada tahun 2014. Kedua orang tuanya membawa Dik Winda berobat ke rumah sakit di daerahnya, kemudian dirujuk ke RSUD Sardjito. Di RSUD Sardjito, Dik Winda menjalani operasi pengangkatan tumor dari otaknya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Saat ini Dik Winda sedang menjalani terapi sinar di RSUD Margono Purwokerto sebanyak 30 kali. Hingga 8 November 2016, ia sudah menjalani 15 kali penyinaran. Terapi sinar tersebut dilakukannya rutin setiap Senin sampai dengan Jumat. Tempat tinggalnya yang berada di Bumiayu membuat Dik Winda harus menempuh perjalanan Bumiayu-Purwokerto dengan angkutan umum setiap kali ia terapi di RSUD Margono. Hal tersebut tentu sangat menyulitkannya. Maklum saja, kedua orang tua Dik Winda tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan transportasi selama proses terapi tersebut. Ayah Winda, Nurokhman (41) adalah seorang buruh bangunan berpenghasilan kecil, sedangkan ibunya, Luluk Lutfianing (35) adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan penghasilan yang kecil, mereka harus membiayai kebutuhan hidup ketiga orang anaknya yang masih bersekolah dan membayar iuran BPJS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan mereka pada tanggal 20 Oktober 2016. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya bulanan BPJS, transportasi dari Bumiayu ke Purwokerto dan rumah singgah selama Dik Winda menjalani terapi sinar di RSUD Margono. Semoga Dik Winda segera diberi kesembuhan, sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @arfanesia, @misterrmoo @paulsyifa

Syahrani menderita Tumor Otak


FAIQ RAZAAN MUSTHOFA (10, Bibir dijahit karena jatuh). Alamat: RT 4/3, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Faiq, biasa ia dipanggil adalah anak dari pasangan Sokhadi Ahmad Hartono (45) dan Titi Suwanti (38). Pada Sabtu 22 Oktober 2016 pukul 14.00, Faiq jatuh dari ketinggian 3 meter. Naas, bibirnya terkena paku. Pihak keluarga langsung membawanya ke RS Ummu Hani. Ternyata luka pada bibirnya cukup serius sehingga bibirnya harus mendapat lima jahitan. Hingga 5 November 2016, Faiq masih harus kontrol karena jahitan di bibirnya masih basah. Kondisi tersebut membuatnya sulit untuk merbicara. Jangankan untuk bicara atau makan, untuk menggerakkan bibirnya saja ia kesulitan. Kedua orang tua Faiq menceritakan kesedihan dan kesulitan yang dialaminya saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah biaya pengobatannya dapat dibantu BPJS non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun fasilitas tersebut hanya dapat digunakan pada saat darurat, sedangkan pada saat kontrol tetap harus membayar. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat. Ayah Faiq adalah seorang wiraswasta, sedangkan ibunya bekerja sebagai guru paud. Penghasilan mereka hanya mencukupi untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah Faiq dipertemukan dengan #SedekahRombongan. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama kontrol ke RS Ummu Hani. Semoga luka Faiq segera sembuh, sehingga ia dapat berbicara dengan nyaman lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @arfanesia, Didik @paulsyifa

Faiz menderita Bibir dijahit karena jatuh


SOBIRIN BIN TIRTA (42, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Watulempung RT 4/1, Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pak Sobirin, biasa ia dipanggil, menderita sakit gagal ginjal sejak tahun 2013. Beliau diharuskan menjalani cuci darah sebanyak dua kali tiap minggunya, yaitu pada hari Selasa dan Jumat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Selain itu, beliau juga diharuskan kontrol rutin sebulan sekali. Saat ini, Pak Sobirin mengalami pembengkakan perut, jantung dan nafas yang cepat dan dalam. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau. Pak Sobirin dan istrinya, Nasiati (39) menceritan kesedihan dan kesulitan yang dialami mereka. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan transportasi ke rumah sakit. Pak Sobirin yang sebelumnya bekerja sebagai buruh pada proyek bangunan, sudah tidak bekerja lagi karena kondisinya yang sakit. Sedangkan istrinya bekerja sebagai buruh lepas yang penghasilannya minim. Pak Sobirin sempat memulai ternak ayam, namun semua ayamnya kini sudah mati karena penyakit. Dengan penghasilan yang minim, Pak Sobirin dan istrinya harus menafkahi kedua anaknya yang masih kecil. Alhamdulillah biaya pengobatan beliau terbantu dengan kartu BPJS PBI kelas III yang dimilikinya, meski ada obat yang tidak ditanggung BPJS. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal disampaikan untuk membantu biaya membeli obat dan transportasi selama pengobatan Pak Sobirin. Semoga Pak Sobirin segera diberi kesembuhan agar dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @iwunn @ajiprst @paulsyifa

Pak sobirin menderita Gagal Ginjal


KUSMIYATI BINTI TARSONO (38, Benjolan di Payudara Kanan). Alamat: Kaliputih RT 2/1, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Ibu Kus, biasa ia dipanggil mengalami nyeri di payudara sebelah kanan pada 15 Oktober 2016. Meski sudah muncul benjolan di payudara sebelah kanannya, beliau tidak segera memeriksakannya ke dokter. Hingga pada hari Jumat, 21 Oktober 2016 Ibu Kus memeriksakan diri ke Puskesmas. Dokter menyarankan agar Ibu Kus segera memeriksakan diri ke rumah sakit supaya dapat diketahui lebih jelas jenis penyakitnya. Dokter di Puskesmas tidak berani memberi diagnosa pada penyakitnya. Namun karena tidak ada biaya berobat dan tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan manapun maka Ibu Kus tidak dapat langsung memeriksakan diri ke rumah sakit. Saat ini, benjolan di payudaranya semakin membesar dan terdapat ruam-ruam berwarna merah di sekitarnya. Beliau juga sering merasa nyeri dan sesak nafas jika penyakitnya kambuh. Pada Selasa sore tanggal 25 Oktober 2016, suaminya, Rudi Maryoto (44) datang ke RSSR Purwokerto untuk meminta bantuan. Ibu Kus tinggal bersama suami dan kedua anaknya di sebuah kamar kos di dekat RSSR Purwokerto. Hingga saat ini mereka belum memiliki tempat tinggal tetap. Suaminya bekerja sebagai buruh. Mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan tidak terdaftar dalam fasilitas jaminan kesehatan manapun. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit, transportasi dan pembuatan jamkesda/KBS. Semoga Ibu Kus segera diberi kesembuhan dan kesehatan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @arfanesia, @misterrmoo Puspita @paulsyifa

Bu kusmiati menderita Benjolan di Payudara Kanan


ANNISA AL FAIZAH (20, Pembengkakan Otak). Alamat: RT 2/1, Desa Kembaran Kulon, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Annisa mengalami kecelakaan pada hari Jumat, 14 Oktober 2016. Pada hari itu, saat keluar dari kamar mandi tanpa sengaja ia terbentur tembok. Seketika itu Annisa terjatuh dan tidak sadarkan diri. Pihak keluarga langsung membawanya ke puskesmas terdekat. Pengobatan kemudian dilanjutkan dengan rawat jalan di RSUD Margono. Kini kondisi Annisa sudah membaik namun ia masih mengalami hilang ingatan (amnesia). Ayah Annisa, Kristino (43) menceritakan kronologi kejadian yang dialami putrinya saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja ia tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan tidak terdaftar dalam fasilitas jaminan kesehatan. Bapak Kristino bekerja dengan membuka bengkel motor sederhana. Penghasilan dari bengkel motor tersebut hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Annisa yang awalnya membantu dengan bekerja sebagai guru PAUD kini tidak dapat bekerja lagi karena kondisinya. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan mereka. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pembuatan kartu BPJS PBI kelas III, pengobatan dan transportasi selama kontrol ke RSUD Margono. Semoga Annisa segera diberi kesembuhan sehingga dapat mengingat kembali dan bekerja seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2016
Kurir : Didik @paulsyifa

Annisa menderita Pembengkakan Otak


SLAMET BIN KUSMADI KIRMAN (50, Cidera Kepala Berat + Interna Cerebral Hematom + Pendarahan Sub Aranoid). Alamat: RT 2/1, Desa Sumilir, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Slamet, biasa beliau dipanggil mengalami kecalakaan lalu lintas pada Selasa 25 Oktober 2016. Pada hari itu, pukul 09.30 Bapak Slamet terjatuh dari sepeda motor. Kecelakaan tersebut menyebabkannya mendapat luka di bagian kepala dan tidak sadarkan diri. Saat itu juga beliau dilarikan ke RSUD Margono dan masuk ke ruang ICU. Dari hasil pemeriksaan diketahui beliau mengalami cidera kepala berat (CKB), Interna Cerebral Hematom (ICH) dan Pendarahan Sub Aranoid (PSA) yang menyebabkannya tidak sadarkan diri. Tindakan operasi pun belum dapat dilakukan pada kondisinya saat itu. Hingga 30 Oktober 2016, saat dijenguk kurir #SedekahRombongan ia masih belum sadarkan diri. Sampai akhirnya kurir #SedekahRombongan menerima kabar atas wafatnya Pak Slamet pada 2 November 2016. Istri Slamet, Rindah (42) mengungkapkan kesedihan dan kesulitan yang dialaminya saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan fasilitas jaminan kesehatan pun tidak punya. Sedangkan biaya ambulans yang membawanya dari Tangerang ke RSUD Margono di Purwokerto sebesar Rp9.000.000,- dan biaya opname di ICU RSUD Margono sebesar Rp3.000.000,-. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami Ibu Rindah. Santunan diberikan untuk membantu biaya yang dikeluarkan selama pengobatan Bapak Slamet. Semoga Bapak Slamet mendapatkan tempat terbaik di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan pun diberi ketabahan. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @arfanesia, Didik @paulsyifa

Pak slamet menderita Cidera Kepala Berat + Interna Cerebral Hematom + Pendarahan Sub Aranoid


MASJID ASSALAM (BANTUAN RENOVASI). Alamat: RT 3/6, Desa Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Masjid Assalam merupakan tempat ibadah umat islam di Desa Karanglewas Kidul dan sekitarnya. Masjid ini belum memiliki tempat parkir tertutup yang memadahi. Posisi lantai teras masjid  pada bagian selatan juga terlalu rendah, sehingga ketika hujan air akan menciprat ke lantai masjid. Hal tersebut menyebabkan lantai masjid menjadi licin, sehingga membahayakan bagi jamaah terutama jamaah lanjut usia dan anak-anak. Untuk mengatasi hal tersebut, pengurus masjid berencana membuat atap/kanopi di halaman masjid sebelah selatan. Atap tersebut diperkirakan dapat mencegah cipratan air hujan masuk ke lantai masjid sekaligus dapat berfungsi sebagai tempat parkir jamaah yang teduh dan terlindung dari hujan. Pengurus masjid sudah mengupayakan penggalangan dana untuk menyelesaikan pembangunan  namun dana yang terkumpul belum mencukupi kebutuhan renovasi masjid. Dana tersebut berasal dari sumbangan warga sekitar dan beberapa donatur yang tergerak membantu renovasi masjid. Alhamdulillah pengurus masjid dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Pengurus masjid pun menceritakan kesulitan yang dihadapi mereka. Bantuan dari #Sedekaholics disalurkan untuk membantu biaya renovasi Masjid Assalam. Semoga renovasi masjid dapat segera selesai sehingga jamaah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @arfanesia, Yunanto @paulsyifa

Bantuan renovasi


AGUS SUPRIYADI (57, Massa Epigastrium + Gangguan Penglihatan). Alamat : Jl. Mayjen Sutoyo Gang I, RT 4/8, Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang dialami Pak Agus berawal pada Februari 2016, ketika mulai merasakan panas di dada,  perut terasa mual serta kembung. Beliau tidak dapat langsung memeriksakan diri ke rumah sakit karena terkendala biaya. Pada April 2016, lambungnya mulai bengkak. Akhirnya pada Selasa, 9 Agustus 2016, Pak Agus baru memeriksakan diri ke Rumah Sakit Margono setelah mendapatkan jaminan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita Massa Epigastrium atau benjolan ulu hati. Sakit pada lambung Pak Agus belum reda dan pinggangnya juga mulai terasa sakit. Setelah tanggal 15 Agustus 2016, Pak Agus menjalani USG (Ultra Sono Graphy) di RS Margono, diperoleh hasil ada benjolan di ulu hati yang harus segera diangkat. Akhirnya pada 23 Agustus 2016 beliau menjalani operasi pengangkatan benjolan di ulu hati tersebut. Alhamdulillah operasi tersebut berjalan lancar dan sekarang Pak Agus sudah sehat kembali. Namun ternyata Pak Agus mengalami gangguan penglihatan sehingga kesulitan untuk memulai usahanya kembali. Pak Agus dan istrinya, Sarinah (53) kembali menceritakan kesedihan dan kesulitan mereka saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Pak Agus biasa berjualan bubur candil di alun-alun Purwokerto, sedangkan istrinya berjualan jajanan pasar. Alhamdulillah biaya pengobatan Pak Agus dapat dibantu fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (jamkesda) yang dimilikinya. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, bantuan kembali disampaikan untuk biaya pembelian kaca mata. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 897. Semoga Pak Agus dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @ajiprst @paulsyifa

Pak agus menderita Massa Epigastrium + Gangguan Penglihatan


EKO PRAYITNO (32, Retinoblastoma) Alamat : Dsn. Klego RT 01/08, Ds. Tirtosworo, Kec. Giriwoyo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sudah dua tahun ini mengidap Retinoblastoma di mata sebelah kiri. Awalnya hanya berupa benjolan kecil di sebelah mata kiri. Tapi lama kelamaan benjolan itu semakin membesar. Tahun 2015 lalu Eko sudah sempat berobat di RSD.MOEWARDI Surakarta. Bahkan sempat menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Kondisi juga sempat membaik. Namun karena kehabisan biaya pengobatan terhenti selama satu tahun. Sakit itu dibiarkan saja hingga akhirnya memperburuk kondisinya.  Tim dokter akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kemoterapi dan radioterapi. Hanya saja radioterapi baru mau dilakukan Maret tahun depan. Saat ini Eko sudah mulai menjalani kemoterapi rutin tiap bulannya. Selain itu juga rutin menjalani test lab pasca kemoterapi, serta konsultasi. Saat ini kondisi fisik jauh lebih baik dibanding pertama kali kita handle dulu.  Eko anak pasangan Sutiman, 60 dan Sumiyen, 55 ini Eko sebelum sakit juga bekerja sebagai seorang kuli bangunan. Namun, dua tahun lalu setelah menderita kanker itu Eko memutuskan untuk tidak bekerja. Orang tuanya juga hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sekali jalan mereka butuh biaya 600 ribu sampai 800 ribu karena jarak rumah sampai RS sangat jauh, padahal mereka dalam sebulan 3 sampai 4 kali ke RS. Itu belum termasuk perlengkapan medikasi selama di rumah untuk perawatan luka. Keluarga Eko saat ini masih terdaftar sebagai peserta BPJS MANDIRI, artinya mereka masih harus membayar iuran tiap bulannya. Biaya yang tak sedikit bukan yang harus mereka keluarkan setiap bulannya? Kini berkat uluran para sedekaholic Eko sudah bisa melanjutkan pengobatannya kembali.

Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak eko menderita Retinoblastoma


KATNI JARTO (43, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri , Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri.Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi, dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi, pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca  operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Sebulan sekali Bu Katni menjalani kemoterapi, test darah dan konsultasi rutin pastinya. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Tindakan selanjutnya adalah chek up rutin untuk evaluasi perkembangan medisnya. Dalam sebulan paling tidak 3 kali beliau bolak- balik ke RSD.Moeardi Surakarta. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto,suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS.  Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 1.103.800,-
Tanggal  : 21 Oktober 2016
Kurir       :@Mawan,@Nonis,@Dodo

Ibu katni menderita Rhabdomyosarcoma


WINANTI BINTI TAYAT, (20, Megacolon). Alamat : Dsn Pagersengon   RT 02/ 07, Ds. Selopuro, Kec. Batuwarno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Winanti  sudah hampir 3 tahun berjuang untuk sembuh dari sakit Megacolon yang dideritanya di RS Dr.Moewardi Surakarta. Gadis kelahiran tanggal 10 Juni 1996 ini sebenarnya sudah menderita kelainan usus dari lahir, hanya saja baru terdeteksi di usia 17 tahun. Dari bayi Winanti selalu bermasalah dalam buang air besar. Kadang seminggu sekali,dua minggu bahkan sebulan sekali baru bisa buang air besar. Tiga tahun pula Winanti jadi pasien dampingan #Sedekah Rombongan. Empat kali operasi sudah di jalani tapi belum juga menunjukkan kemajuan. Beberapa tindakan pemeriksaan sudah dilakukan tapi tak membuahkan hasil juga. Langkah terakhir yang dilakukan bulan ini dilakukan tindakan Endoskopi. Hasilnya terbaca bahwa saluran usus dan anus masih sangat sempit. Sangat beresiko jika dilakukan operasi penyambungan usus karena ukurannya belum normal. Perjuangan  yang tak kenal lelah untuk mendapatkan kesembuhan. Mengingat tempat tinggal Winanti cukup jauh di pelosok desa dengan kondisi alam pegunungan. Menempuh jarak sekitar 76 km menuju RS.Dr Moewardi rela dijalani. Apalagi kondisi ekonomi keluarganya juga dari keluarga tak mampu. Pak Tayat yang sudah berusia 70 an tahun masih harus bekerja sebagai buruh tani. Sementara Ibu Sutiyem, ibunya  Winanti hanya ibu rumah tangga biasa merawat Winanti dirumah. Meskipun keluarga Winanti memiliki Jamkesmas, tetap saja mereka masih tak mampu membiayai perlengkapan medis untuk medikasi sekaligus transportasi. Kehadiran Sedekah Rombongan sangatlah membantu meringankan  beban mereka.

Bantuan  : Rp. 3.745.200,-
Tanggal   : 20 Oktober  2016
Kurir        : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Ibu winanti menderita Megacolon


FARID ABDULLAH ( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat :   Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec. Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah.  Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani).  Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RSU Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Setelah operasi pembuatan anus, Farid harus rutin menjalani businasi untuk membuat ukuran anus sesuai seperti usianya. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.832.900,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Farid menderita Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


KARTINI BINTI SAMIYO (57, Ca Mammae), Alamat : Dsn Blimbing 02/07 , Ds.Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Hampir satu tahun jadi pasien dampingan kita. Pertama kali kita handle kondisi payudara sebelah kanan membengkak karena sudah terjadi peradangan dengan kondisi luka berlobang menganga di beberapa tempat, berdarah dan bernanah. Kondisi seperti itu sudah 9 bulan beliau derita. Dokter pun sempat mengatakan tak bisa diangkat karena kondisinya sudah seperti itu, khawatir terjadi masalah pasca operasi. Akhirnya dokter mengambil langkah tindakan kemoterapi dahulu selama 3 kali. Ternyata setelah menjalani kemoterapi luka justru mengering, menutup dan payudara juga mengecil. Melihat kondisi yang seperti inilah tim dokter akhirnya berani melakukan tindakan operasi pengangkatan payudara. Setelah menjalani 9 kali kemoterapi dan dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang lebih baik, dokter memutuskan untuk mengganti kemoterapi infuse menjadi kemoterapi obat. Dua minggu sekali Bu Kartini harus ke RS untuk mengambil obat sekaligus konsultasi. Bu Kartini yang kesehariannya hanya tinggal dirumah saja menumpang di rumah anaknya. Kebetulan kehidupan anaknya pun tak jauh beda dengan keadaan Bu Kartini, artinya juga dari keluarga tak mampu. Meskipun Bu Kartini peserta BPJS mandiri, masih ada obat yang tak tercover BPJS, Sedekah Rombongan yang sudah hampir 2 tahun ini mendampingi, sangat membantu meringankan beban Bu Kartini. Semoga kondisi Bu Kartini kedepan jadi lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 1.310.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Ibu kartini menderita Ca Mammae


LUTFHI ARYA FIRDAUS (2, Jantung + Hemangioma). Alamat : Dsn Pancuran RT 01/06, Desa Kaliancar, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov.  Jawa Tengah. Lutfhi mengalami masalah kesehatan sejak lahir. Terlahir dalam keadaan terlambat satu minggu dari jadwal kelahiran membuat bayi ini harus dilahirkan lewat proses dipacu. Karena ada masalah setelah kelahiran Lutfi langsung masuk dalam perawatan ruang inkubator selama 5 hari untuk menjalani perawatan dan fisiotherapi agar bisa menyusu tanpa alat bantu selang. Ternyata tak sampai situ saja, 7 hari setelah kelahirannya muncul bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuhnya. Keluarga berharap bercak itu akan hilang seiiring bertambah usia. Tapi pada kenyataannya justru sebaliknya bertambahnya usia, bercak semakin banyak. Pertumbuhannya  juga lambat dan sering sakit-sakitan  dan dilihat secara sepintas memang seperti anak yang tak normal BB hanya 5 KG. Dari semua test yang dilakukan Lutfi didiagnosa menderita kelainan jantung dan hemangioma kapiler. Saat ini Lutfi rutin terapi obat jantung, sebulan sekali chek up. Melihat kondisi Lutfi yang semakin baik, dokter mulai berani mengambil tindakan fisioterapi. Kondisi Lutfi yang lemah akibat mengalami gangguan jantung memang membuat tumbuh kembangnya terhambat. Lutfi belum bisa berjalan seperti anak seusianya. Bahkan saat pertama kali dihandle hanya bisa berbaring lemah saja. Saat ini Lutfi dijadwalkan fisioterapi rutin seminggu dua kali. Ayah Lutfi, Pak Anton kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan. Sementara Ibunya, Siti Aisyah bekerja sebagai pelayan toko demi membantu meringankan kebutuhan keluarga. Lutfi saat ini peserta BPJS MANDIRI. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk pendampingan serta proses penghandle-an secara rutin. Semoga, kondisinya semakin membaik.

Bantuan : Rp. 2.180.600,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Luthfi menderita Jantung + Hemangioma


SURADI BIN SONO KARTO (33, TBC + Tulang Belakang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan  : 1.000.000,-
Tanggal   : 23 Oktober 2016
Kurir       : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak suradi menderita TBC + Tulang Belakang


APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI (6 Luka Bakar). Alamat : Dsn. Mloko RT 02/01, Ds.  Songbledeg, Kec. Paranggupito, Kab. Wonogiri , Prov. Jawa Tengah. Sandra,begitu nama panggilannya, awalnya anak yang aktif dan periang. Malangnya bulan Juli tahun 2014 dia mengalami luka bakar di tubuhnya akibat ledakan gas elpigi. Sandra mengalami luka bakar di kedua tangan,kaki,punggung dan wajahnya. Pada saat kejadian Sandra segera dilarikan ke RS dan untuk menjalani operasi selama 7 kali di RSUD WONOGIRI dalam kurun waktu setahun ini. Tapi ternyata sampai sekarang kondisi kulit Sandra tak mengalami perubahan .Akhirnya pihak RSUD WONOGIRI memutuskan merujuk ke RSD.MOEWARDI SOLO untuk ditangani Dokter specialis bedah plastik. Selama hampir satu tahun di RSD.MOEWARDI SURAKARTA, Sandra sudah menjalani 14 kali operasi rekontruksi, tapi karena tak menunjukkkan banyak perubahan akhirnya Sandra dirujuk ke RS.SOETOMO SURABAYA. Tanggal 2 Mei 2016 Sandra jalani operasi yang pertama di RS.Dr Soetomo Surabaya. Pasien mulai masuk ruang operasi jam 09:00 WIB dan baru keluar dari ruang operasi jam 20:00 WIB. Sandra menjalani operasi rekontruksi di jari tangan , kaki dan pipi. Selain medikasi Sandra juga menjalani rehabilitasi medis serta terapi ke psikiatri. Rencana selanjudnya akan dilakukan operasi lanjutan untuk keloidnya. Saat ini Sandra menjadi dampingan #SRWonogiri dan #SRSurabaya. Tak mudah bagi keluarga Sandra melewati semua in. Ayahnya, Bapak Taufik hanya buruh sebagai nelayan dengan penghasilan pas-pasan untuk sementara ibunya, Ibu Esti bekerja sebagai buruh tani untuk membantu ekonomi keluarganya. Keluarga ini memang peserta JAMKESMAS, tapi untuk biaya transport selama di Solo dan Surabaya tentulah membutuhkan biaya yang tak sedikit. Saat ini Sandra menjadi dampingan #SRWonogiri dan #SRSurabaya dan semoga saja bisa meringankan beban keluarga.Semoga Sandra dan keluarga diberi kesabaran,operasi bisa berjalan lancar dan bisa lebih baik dari  sebelumnya.

Bantuan  : Rp.  2.300.500,-
Tanggal  : 10 Oktober 2016
Kurir   : @Mawan,@Nonis

Aprilia menderita Luka Bakar


YANUAR TRIADI (16, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dsn.Pasekan RT 01/10, Kel. Pasekan, Kec.Eromoko, Kab.Wonogiri, Prov.Jawa Tengah. Siswa kelas 1 SMK PGRI WONOGIRI ini lahir pada tanggal 16 Januari 2000. Yanu begitu dia biasa dipanggil, mulai merasakan sakit sudah sekitar 4 tahun yang lalu. Awalnya muncul benjolan kecil di leher sebelah kanan disertai sering panas dan batuk. Selama tahun 2013 sampai 2015 berobat jalan di dokter terdekat, tak sedikit biaya yang di keluarkan. Seminggu sekali menebus obat menghabiskan biaya 200 sampai 300 ribuan. Bukannya sembuh ,benjolan yang awalnya hanya sebesar biji jagung justru bertambah jadi sebesar telur ayam. Tahun 2015 akhirnya memutuskan berobat ke RSUD WONOGIRI dan dilakukan PA. Hasilnya Yanu di diagnosa menderita kelenjar getah bening. Pihak RSUD WONOGIRI pun segera merujuk Yanu ke RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Berdasar analisa dan diagnosa hasil PA dari RSUD WONOGIRI, pihak RSD.MOEWARDI SURAKARTA akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan kemoterapi. Selama setahun Yanu sudah menjalani 8 kali kemoterapi. Sudah di hentikan kemoterapinya, karena benjolan sudah tak ditemuka lagi. Tapi ternyata pertengahan tahun 2016 Yanu kembali mengalami panas, demam di tubuhnya,sering kejang bahkan benjolan tumbuh lagi. Yanu pun segera dilarikan ke RSUD WONOGIRI dan sempat menjalani rawat inap selama satu minggu. Tak kunjung membaik, Yanu dirujuk ke RSD.MOEWARDI lagi dan langsung menjalani ranap selama satu bulan. Dari semua hasil observasi akhirnya Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan tindakan kemoterapi. Kemoterapi pertama kembali dilakukan, kondisi sempat membaik bahkan dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi yang kedua, masalah kembali muncul saat persiapan rawat inap kemoterapi yang kedua, kondisi Yanu kembali drop. Kemoterapi yang kedua ini Yanu harus menjalani rawat inap selama sebulan bahkan harus menjalani suntik sumsum tulang belakang. Kedua orang tua buruh tani dengan pendapatan tidak tetap.Sementara dalam sebulan perlu ke RSDM 3-4 kali. Biaya yang harus dikeluarkan jika kondisi pasien stabil bisa naik kendaraan Sumsum sekitar 150 -200 ribu.Tapi jika kondisi drop harus sewa mobil sendiri 500 ribu sekali jalan. Orang tua Yanu, Bapak Samidi dan Ibu Sukini kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu. Mereka memang memiliki kartu jaminan kesehatan berupa KIS. Tapi bukan berarti semua bisa tercover. Untuk biaya berobat selama ini mereka biasanya menjual dulu apa yang mereka punya. Karena sakit ini juga, Yanu terpaksa berhenti sekolah dulu. Dan bantuan sedekaholic sangatlah membantu Yanu melanjutkan pengobatan.

Bantuan : Rp. 1.723.780,-
Tanggal  : 14 Oktober 2016
Kurir       : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Yanuar menderita Kelenjar Getah Bening


RIAN JUNIOR ( 8, Atresia Ani ). Alamat : Dsn. Pasekan RT 01/02, Ds. Pasekan, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa. Rian begitu anak ini biasa di panggil, sejak lahir menderita kelainan. Terlahir tanpa memiliki anus atau Atresia Ani, selain itu juga menderita Down Syndrom. Rian lahir secara normal dibantu oleh bidan di Jakarta karena waktu itu ibunya memeng sedaang merantau di Jakarta. Ketidaknormalan Rian baru diitemukan saat  tahu bahwa Rian tak memiliki anus. Rian segera dirujuk ke RSCM untuk dialkukan tindakan operasi pembuatan stoma. Waktu itu untuk membiayai operasi Rian, ibunya rela menjual sebidang tanah, satu-satunya harta yang dimiliki ibunya Rian. Merasa semakin kesulitan ekonomi, dan tak mampu membiayai hidup di Jakarta, akhirnya Rian dibawa pulang kampung oleh ibunya dan memutuskan menetap di desa saja. Harusnya bayi atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 4-6 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 tahun lebih Rian bisa menjalani operasi pembuatan anus. Sayangnya ada masalah pasca operasi pembuatan anus. Proses penyembuhan luka lambat yang menyebabkan anus menutup kembali. Keluarga Rian memang memiliki KIS, tapi kondisi ekonomi yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Rian hanya bisna pasrah. Ibunya Rian, Ibu Yatiem hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatan hanya 100 sampai 200 ribu per bulan, sehari-hari lebih sering makan tiwul karena jarang mampu membeli beras. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjudkan pengobatan. Atas dampingan #Sedekah Rombongan Rian dapat melanjudkan pengobatannya.

Bantuan : Rp. 1.241.600,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Rian menderita Atresia Ani


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir hingga menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini perkembangan menunjukkan perkembangan yang cukup bagus pada kulitnya. Cuaca tak begitu panas, jadi kulit tak terlalu kering. Seperti bulan sebelumnya ,dokter menyarankan untuk tetap menjaga kelembaban kulitnya. Bisa dengan mengolesi kulit dengan lotion, olive oil dan juga sering memandikan. Khusus untuk mandi, Daffa disarankan memakai air tanpa menggunakan sabun, seminggu sekali menggunakan rebusan air secang dan air susu sapi murni. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Hanya saja untuk kesaehatannya bulan ini agak menurun. Cuaca yang sering hujan membuat Daffa terserang flu dan batuk. Akan tetapi kondisi seperti ini tak perlu dikhawatirkan karena sudah ditangani oleh dokter specialis anak. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi isi ini tak perlu ddan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI,  akan tetapi sebagian besar  obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Setiap dua minggu kami mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.680.000,-
Tanggal : 3 Oktober  2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Januar menderita Ichtyosis Lamelar


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Setelah  menjalani kemotherapi yang keenam untuk sementara kemoterapi dilanjudkan dengan kemoterapi obat. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pasca pengangkatan tumor yang sudah 11 tahun dideritanya, bahkan kemudian, berjalan hampir dua minggu terjadi pendarahan hebat di pipi. Kini kondisinya sudah mulai membaik meskipun belum pulih total. Lebarnya bekas luka operasi pengangkatan tumor memang membuat luka susah kering dan perlu waktu lama untuk membuatnya kembali menutup. Untuk sementara selama luka belum sembuh sempurna, dokter belum berani melanjudkan kemoterapi, focus pada medikasi untuk penyembuhan lukanya. Keluarga ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Kebutuhan untuk perjalanan, serta proses pendampingan di cukupi dengan #SedekahRombongan. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.340.000,-
Tanggal : 15 Oktober  2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak dalimin menderita Tumor Pipi


TRI PURNOMO APRIANTO ( 59, Syaraf Terjepit), Alamat :  Dsn. Jarum RT 01/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sudah hampir 12 bulan ini beliau sakit, keluar masuk RS menjalani rawat inap. Beberapa tahun yang lalu pun beliau sudah sering sakit-sakitan bahkan beberapa kali menjalani operasi diantaranya tyroid dan hernia. Tapi untuk kali ini beliau merasakan sakit dari bahu sampai kaki. Terasa panas, kesemutan sakit untuk melakukan gerakan apalagi untuk berjalan. Bulan Maret Pak Tri menjalani operasi pengangkatan benjolan yang menjadi penyebab syaraf terjepit. Saat ini pengobatan dilanjudkan dengan fisioterapi rutin dua kali dalam seminggu. Saat ini kondisi lebih baik dari pada sebelumnya. Sudah bisa berjalan biarpun masih sering merasakan kesemutan di kedua tangannya.    Kehidupan Pak Tri sangat kederhana bisa dibilang hanya pas-pasan. Sebelum sakit beliau adalah tulang punggung keluarga. Diusia tuanya beliau belum bisa menikmati masa-masa istirahat seperti kebanyakan orang. Beban ekonomi salah satu penyebabnya.  Pak Tri yang awalnya peserta BPJS MANDIRI, saat ini sudah jadi peserta KIS. Pak Tri ingin sembuh, membesarkan ketiga cucu yatim piatu karena kedua orang tua anak-anak ini meninggal dunia setahun lalu karena sakit. Kesembuhan Pak Tri, menentukan masa depan anak-anak yatim piatu ini. Bantuan #Sedekah Rombongan selama ini sangan meringan beban keluarga pak Tri.

Bantuan : Rp. 1.721.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @Mawan@Yuli@Dodo

Pak tri menderita Syaraf Terjepit


SALMAN POGA (43, Diabetes Melitus). Alamat : Perumahan Indonusa, RT 2/8, Kel. Air Raja, Kec. Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang, Prov. Kepulauan Riau. Pak Poga biasa dipanggil, adalah seorang ayah dengan 3 orang anak : anak pertama duduk di kelas 1 SMP, anak kedua kelas 2 SD, dan anak ketiga masih berusia 2,5 tahun. Pak Poga mulai mengalami sakit-sakitan sekitar 3 tahun yang lalu yaitu sejak tahun 2013. Gejala awalnya ia sering merasa pusing, kepala terasa berat, dan perut terasa sakit. Pak Poga sempat diperiksa di Puskesmas dan dicek darahnya ternyata kadar gulanya tinggi mencapai 400 mg/dL. Oleh dokter diberi obat untuk menurunkan kadar gula darahnya, alhamdulillah kadar gula bisa turun dan ia masih bisa bekerja. Awal tahun 2016 ketika bekerja kaki kiri Pak Poga berdarah akibat tertusuk paku. Setelah berobat di Puskesmas hanya disarankan rawat jalan dan diberi obat, namun bukannya sembuh lukanya justru menjadi infeksi. Keluarga akhirnya memeriksakan Pak Poga ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Riau. Dari diagnosis dokter menyatakan luka Pak Poga tidak bisa sembuh dengan cepat karena ia memiliki riwayat diabetes. Hampir 1 bulan Pak Poga dirawat di RSUP untuk penyembuhan kakinya. Akibat dari sakitnya Pak Poga tidak bisa berjalan dan bekerja seperti biasanya. Sudah hampir 9 bulan meski luka di kakinya sudah sembuh tetapi Pak Poga masih merasakan badannya terasa lemah, matanya berbayang, perut mual-mual dan terkadang hingga muntah. Alhamdulillah sekarang Pak Poga sudah bisa mulai berjalan meski masih dibantu dengan tongkat. Untuk pengobatan di RSUP, Pak Poga menggunakan KIS yang baru didapat dari pemerintah pada tahun 2015. Meski memiliki KIS tidak semua obat Pak Poga ditanggung, pasca operasi ada beberapa obat yang harus ditebus di Apotek sehingga ia terpaksa berutang. Terlebih lagi ia juga membutuhkan biaya untuk transportasi dan akomodasi berobat. Pak Poga menyampaikan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan yang memberikannya bantuan untuk operasional berobat. Semoga Pak Poga lekas sehat dan bisa bekerja kembali menghidupi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir: @arfanesia @Heruwidodobinyatiman dodi @ririn_restu

Pak salman menderita Diabetes Melitus


TRISNO HADI (64, Kanker Anus). Alamat : Rusunawa Pemda II, Blok B1 lt.2, No.5, RT1/1, Kel. Sungai Harapan, Kec. Sekupang, Kota Batam, Prov. Kepulauan Riau. Bapak Trisno adalah seorang kepala rumah tangga yang giat bekerja mencari rizki untuk keluarganya. Gejala penyakitnya baru terasa saat Agustus 2016. Awalnya Bapak Trisno merasakan ada cairan bercampur darah yang keluar dari anusnya, namun ia tidak menceritakan keluhannya pada keluarganya. Hingga akhirnya istrinya, Ibu Sukasmi (67), curiga dengan sikap Bapak Trisno. Setelah Bapak Trisno menceritakan kondisinya, keluarga membawanya ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) dan barulah diketahui ia mengidap penyakit kanker anus. Dari hasil pemeriksaan di RSOB, dokter menjelaskan ada penebalan dinding anus sekitar 3 cm dan dokter menyarankan harus dioperasi. Bapak Trisno harus membeli obat yang tidak ditanggung KIS kelas 3 yang dimilikinya, namun karena terbatasnya biaya obat tersebut tidak terbeli. Sementara ini Bapak Trisno menggunakan pampers karena cairan yang bercampur darah sering keluar. Bapak Trisno masih belum mengambil keputusan untuk dioperasi karena takut. Ibu Sukasmi mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk kebutuhan berobat. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya membeli obat diluar BPJS dan kebutuhan berobat lainnya. Semoga kesehatan Bapak Trisno kembali pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir: @arfanesia @Heruwidodobinyatiman @ririn_restu

Pak trisno menderita Kanker Anus


SAWINA BINTI SAUDIN (59, Kanker Nasofaring). Alamat : Desa Kedemangan, RT 7, Kec. Jambi Luar Kota, Kab. Muaro Jambi, Prov. Jambi. Penyakit yang diderita oleh Ibu Sawina bermula sejak  pertengahan Mei 2015. Saat itu Ibu Sawina mengalami demam tinggi disertai nyeri pada tenggorokannya. Hingga seminggu ia mengalami demam dan dirawat di rumah saja oleh anaknya dengan hanya berbekal obat penurun demam. Demam sudah menurun, namun beberapa hari kemudian muncul benjolan di leher tepat di bawah dagunya dan hanya dianggap benjolan biasa. Hingga pada Januari 2016, benjolan tersebut semakin membesar sehingga membuat Ibu Sawina semakin kesulitan untuk bernapas dan menelan makanan. Melihat kondisi kesehatannya semakin menurun, akhirnya Ibu Sawina ditemani oleh keluarganya memeriksakan diri di Puskesmas Sekernan Ilir. Dari pemeriksaan yang dilakukan di Puskesmas, akhirnya Ibu Sawina dirujuk ke RSUD Sengeti. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Sengeti, Ibu Sawina harus mendapatkan penganan lebih lanjut, namun saat itu Ibu Sawina belum memiliki jaminan kesehatan. Didampingi oleh perawat RSUD, akhirnya Ibu Sawina dibantu untuk mengurus KIS kelas III. Berbekal KIS tersebut akhirnya Ibu Sawina dirujuk ke RS Royal Prima Jambi dan dirawat selama kurang lebih tiga minggu. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, oleh dokter Ibu Sawina didiagnosis menderita kanker nasofaring dan dirujuk ke RS Moh. Husen Palembang. Ketiadaan biaya membuat keluarga membawa pulang kembali Ibu Sawina dan hanya merawatnya di rumah. Berjalannya waktu keluarga hanya bisa pasrah melihat kondisi Ibu Sawina. Semakin hari kondisi kesehatan Ibu Sawina semakin menurun, tubuhnya semakin kurus dan hanya bisa terbaring lemah di tempat tidurnya. Ada perasaan menyesal terlihat dari raut muka suaminya, Pak Abas (54), ia mengungkapkan kesedihannya saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi kediamanan mereka. Maklum saja keluarga tersebut tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat, terlebih lagi kondisi Pak Abas yang tidak bisa bekerja lagi sejak 6 bulan lalu karena kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang pinggulnya. Kondisi keluarga Pak Abas semakin memprihatinkan karena KIS yang mereka miliki tidak bisa digunakan karena tidak dibayarnya iuran sejak pengobatan Ibu Sawina dihentikan. Pernikahan Ibu Sawina dan Pak Abas dikaruniai 3 anak perempuan yang tidak memiliki pekerjaan. Kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut hanya bertumpu dari penghasilan menantu anak pertama mereka dari bekerja sebagai kuli kasar kayu. Penghasilan tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal guna membayarkan tunggakan iuran KIS agar dapat digunakan untuk proses pengobatan selanjutnya dan untuk kebutuhan sehari – hari. Manusia hanya berusaha, namun rencana Allah SWT yang terbaik. Setelah tunggakan iuran KIS dibayarkan dan KIS-nya aktif kembali, kurir Sedekah Rombongan bersama keluarga berencana mengantarkan Ibu Sawina berobat. Tepat satu hari sebelum jadwal berobat telah ditentukan, Ibu Sawina kembali ke Rahmatullah. Allah selalu mempunyai rencana yang terbaik untuk semua mahkluknya. Semoga keluarga Pak Abas diberikan kesabaran dan keikhlasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @decojet @Ilfa_Mid @ririn_restu

Ibu sawina menderita Kanker Nasofaring


MUHAMMAD DANI FIRNANDA (14, Luka Bakar). Alamat : Desa Kayen, RT 6/6, Kec. Kayen, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Nanda nama panggilannya, sejak dua bulan yang lalu dengan tidak sengaja terkena tumpahan minyak panas , kejadian berawal  ketika bermain dirumah bersama adiknya, tumpahan minyak panas mengenai kedua kakinya dan dari kejadian tersebut tidak hanya menimpa dirinya namun adiknya juga terkena dibagian telapak kaki. Setelah kejadian mereka langsung dibawa berobat ke mantri desa setempat. Setelah 2 kali pengobatan luka mereka mengalami kemajuan, sedikit demi sedikit luka melepuh menghilang, Mantri menyarankan agar dilakukan pengobatan dilakukan secara rutin tetapi karena keterbatasan biaya untuk berobat akhirnya keluarga tidak bisa meneruskan pengobatan. Sebulan berlalu luka mulai kering dengan sendirinya. Tetapi masalah kembali datang, luka yang tadinya kering mengelupas dan meninggalkan bekas belang pada kulit. Nanda mulai tidak percaya diri karena bekas belang tersebut.  Tidak adanya Jaminan Kesehatan dari pemerintah dan kurangnya edukasi dalam keluarga membuat pengobatan tersendat dan tidak bisa diteruskan kembali. Setiap bermain bersama teman – temannya, dia selalu memakai celana panjang untuk menutupi luka tersebut. Nanda sekolah di  SMP PGRI 6 Kayen kelas VII B, dia hadalah anak pertama dari 4 bersaudara  dari pasangan dari bapak Sukarman Alm dan  Ibu Wagirah (38). Sejak ditinggal Almarhum bapaknya, kehidupan mereka serba kekurangan karena Ibunya tidak bekerja karena harus mengurus  Nanda dan 3 saudaranya, Vera Nevia (12), Muh. Haikal (3) dan Fino Rizkia (7 bulan). Hidup Nanda dan keluarga hanya mengandalkan bantuan dari saudara dan warga. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya sekolah dan pengobatan Nanda. Semoga Nanda beserta keluarga mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dari Allah SWT. Aamiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir  : @dewa_popfmpati @donypermana @JeanseaMaurer

Pak muhammad menderita Luka Bakar


KARTINI BINTI SADIYO (70, Hepatitis A). Dusun Blimbing, Desa Sumberejo, RT 1/1, Kec. Jaken, Kab. Pati, Provinsi Jawa Tengah.  Berawal 6 bulan yang lalu Ibu Kartini mengalami kecelakaan terserempet motor saat perjalanan pulang kerja. Setelah  itu beliau dibawa ke RSUD Soewondo Pati  untuk memeriksakan luka yang dialaminya dan ternyata beliau juga terdiagnosa penyakit hepatitis A. Penyakit Hepatitis A merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang organ hati dan disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis. Setelah menjalani pengobatan di RSUD Soewondo Pati Ibu Kartini diperbolehkan pulang dengan harus rutin kontrol luka dan penyakit hepatitisnya sebulan sekali, namun hal tersebut tidak dilakukan lantaran beliau tidak memiliki biaya yang cukup untuk kontrol rutin. Sebelum sakit, Mbah Kartini bekerja sebagai buruh tani dan sekarang tidak mampu bekerja karena kondisi fisik lemah. Karena tidak adanya biaya dan Jaminan Kesehatan Ibu Kartini tidak bisa kontrol rutin di RSUD Pati. Dan kondisi beliau saat ini masih merasakan nyeri dan sakit pada badannya pasca terserempet motor. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Kartini bantuan pun diberikan, dipergunakan untuk berobat beliau. Semoga Ibu Kartini bisa sembuh seperti sediakala. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2016
Kurir : @dewa_popfmpati Rochim @JeanseaMaurer

Bu kartini menderita Hepatitis A


BAKTI SOSIAL PATI AYOBERBAGIPATI (Pemeriksaan Kesehatan Gratis + Bantuan Sembako + Pentas Seni+ Donor Darah).  Alamat : SMP N 2 Jakenan, Desa Glonggong, Kec. Jakenan,  Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. AyoBerbagiPati diketuai oleh Bapak Sutrisno (46), Komunitas ini merupakan salah satu komunitas sosial di Pati yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. AyoberbagiPati memiliki visi berbagi tanpa batas. Ayoberbagi fokus dalam kegiatan sosial seperti Dugel ( Dundum Sego Buntel ) atau berbagi nasi bungkus untuk gelandangan pada jum’at malam, santunan dhuafa, bantuan beasiswa, khitan gratis, dan membantu pengobatan dhuafa. Dalam perkembangannya AyoberbagiPati sudah rutin melaksanakan pengobatan gratis persemester setiap tahunnya. Dalam semester kedua tahun ini AyoberbagiPati bersinergi bersama Sedekah Rombongan Pati dengan tema ” Semangat Muda Semangat Berbagi”. Acara yang bertepatan satu hari setelah peringatan hari Sumpah  Pemuda yang dihadiri oleh 350 peserta bermaksud menggugah kembali semangat pemuda untuk menghilangkan sifat apatis, menanamkan pendidikan karakter dalam diri penerus bangsa agar memupuk kembali tali silaturahim dengan lebih peduli terhadap keberadaan saudara kita yang masih berkekurangan. Rangkaian acara pengobatan gratis, berbagi sembako, berbagi santunan beasiswa dan khitan gratis juga diiringi oleh pentas seni siswa yang bertujuan memupuk mental anak muda dalam berkarya. Dalam acara itu Sedekah Rombongan, RS. Mitra Bangsa Pati, PMI  dan SMP N 2 Jakenan bekerjasama memeriahkan acara yang bermanfaat tersebut. Keceriaan dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah para peserta menambah semangat untuk selalu berbuat kebaikan. Disamping Sedekah Rombongan menjadi tuan rumah dalam acara tersebut Sedekah Rombongan juga memberi bantuan uang digunakan untuk akomodasi acara dan pembelian beberapa sembako untuk dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2016
Kurir : @dewa_popfmpati  @ellfin89 @JeanseaMaurer

Pemeriksaan Kesehatan Gratis + Bantuan Sembako + Pentas Seni+ Donor Darah


KUSBIANDONO BIN ATMOWISASTRO (53, Hernia).  Alamat : Desa Getaan, RT 5/3, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Tiga tahun yang lalu Bapak Kusbi merasakan sakit di bagian kelaminnya, rasa sakit yang dirasakan tidak dihiraukan olehnya hingga suatu hari ketika berobat ke Puskesmas, beliau didiagnosa hernia oleh dokter. Dokter menyarankan untuk tindakan operasi agar hernia tersebut tidak membesar, namun tindakan tersebut tidak dilakukan dikarenakan tidak adanya biaya. Untuk pengobatan sakitnya beliau hanya berobat ke puskesmas, itupun tidak rutin. Dulunya Bapak Kusbiandono seorang tukang parkir dan penjual roti bakar sebagai pekerjaan tambahan. Beliau bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama istrinya, Sri Riyanti (46) dan satu anaknya. Mengingat Bapak Kusbi yang sudah tidak bekerja, kebutuhan sehari-hari pun kurang, namun beliau dibantu saudaranya meski hanya sebatas kebutuhan untuk makan. Meskipun Bapak Kusbi memiliki jaminan berupa BPJS kelas 3 namun beliau belum juga melakukan operasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan Bapak Kusbi  dan pada tangal 29 Oktober 2016 beliau sudah bisa operasi hernia dan sekarang beliau sudah bisa berjualan roti bakar kembali dengan istrinya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk kontrol rutin pasca operasi dan akomodasi. Sebelumnya Bapak Kusbi sudah terbantu di rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir  : @dewa_popfmpati @donypermana @JeanseaMaurer

Pak kusbiandono menderita Hernia


JUMROTUN BINTI SUMARMO (1, Kanker Kulit).  Alamat : Desa Glonggong, RT 2/2, Kec.  Jakenan, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah.  Jumrotun ini lahir dalam keadaan normal dengan tanda lahir tahi lalat di bagian pipi kiri. Namun, tanda lahir tersebut kini membesar dan memerah. Pada saat itu Jumrotun dibawa ke RSUD Pati untuk melakukan pemeriksaan awal lalu, dokter mengharuskan rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena terkendala biaya, orang tua hanya mampu berdiam diri tidak mampu berbuat apa- apa. Sang ibu Paini (43) hanya bekerja serabutan dan sang Ayah Sumarmo (48) pergi dan tidak pernah memberi kabar. Jumrotun tinggal hanya bertiga dengan ibu dan kakaknya Zaenal Saputra (14). Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu Keluarga Jumrotun dan menjadi pasien dampingan, dan kini sedang proses pembuatan BPJS kelas III yang nantinya akan digunakan untuk pengobatan dan pemeriksaan selanjutnya. Sedekah Rombongan memberikan bantunan kepada Jumrotun yang digunakan untuk pembayaran BPJS dan akomodasi pengobatan awal. Semoga Jumrotun segera bisa berobat dan bisa sembuh. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @dewa_popfmpati @Bagus @JeanseaMaurer

Jumrotun menderita Kanker Kulit


DEVA ELEN VALENSTYA (8, Demam Berdarah).  Alamat : Desa Mintomulyo, RT 6/3, Kec. Juwana, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Elen biasa dipanggil, Pada tgl. 04 November 2016 Elen terserang demam tinggi dan kejang lalu neneknya Rusminah (56) dan Kakeknya Rabun (58) membawa Dek Elen berobat ke  Puskesmas Juwana dan didiagnosa  Demam Berdarah (DB), pihak Puskesmas mengharuskan perawatan lanjut Rujuk ke Rumah Sakit setempat. Kakek dan Nenek Elen hanya mampu berdiam diri tidak mampu berbuat apa- apa, beberapa hari di Puskesmas Elen tidak ada perubahan malah semakin menurun , karena tidak memiliki biaya untuk berobat serta tidak adanya Jaminan Kesehatan untuk perawatan lanjut di Rumah Sakit.Dek Elen tinggal bersama Neneknya Rusminah (56), Kakek Rabun (58) dan Adiknya Leoni Amelia Putri (5). Sang Ibu Santri Novita  sudah meninggal dunia karena mengidap penyakit kanker rahim 3 tahun silam. Sang Ayah Awi (33) sudah menikah kembali, dan hidup bersama istri barunya meninggalkan Dek Elen dan adiknya. Neneknya Rusminah (36) sudah tidak mampu bekerja karena menderita kanker lambung, dan Kakeknya Rabun (38) bekerja semampunya, upah yang didapat hanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Sedekah Rombongan  mengunjungi Elen ke puskesmas untuk memberikan jalan keluar atas keputus asaan dari keluarga, lalu kurir Sedekah Rombongan membawa Dek Elen ke RS.Mitra Bangsa Pati untuk perawatan yang lebih baik.
Sedekah Rombongan memberi bantuan yang digunakan untuk membayar Biaya Rawat Inap di RS. Mitra Bangsa Pati selama 6 hari dan sudah di nyatakan sembuh oleh Dokter.  Sedekah Rombongan memberikan bantuan  kepada Elen untuk biaya rawat inap. Sebelumnya sudah pernah terbantu pada Rombongan 816.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @dewa_popfmpati @JeanseaMaurer @ImamTeguh

Deva menderita Demam Berdarah


SABINAH BINTI JIMAN  (70, Bantuan  Biaya Hidup).  Alamat : Desa Jimbaran, RT 3/2, Kec. Kayen, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sabinah tinggal sendirian dirumah dengan status menumpang di tanah milik desa. Kondisi rumah yang ditempati saat ini begitu memprihatinkan. Dengan dinding bambu yang sudah lapuk termakan usia. Semasa hidup ia bersama suaminya Jasmimem ( alm ) dikenal sebagai seorang pekerja keras. Selama pernikahan Mbah Sabinah sebenarnya memiliki dua orang anak.  Anak pertama Tarwi (53) sudah berkeluarga dan mengurus keluarganya sendiri. Anak kedua Jasmilah(34) berjuang di tanah rantau di Jakarta sebagai buruh dan terkadang mengirim uang untuk membantu kebutuhan Ibunya. Dalam kesehariannya Mbah Sabinah bekerja sebagai buruh tani serabutan, termasuk mencari padi sisa panen untuk dimakan dan  selebihnya untuk dijual.  Mbah Sabinah dengan usia lanjut tidak pernah mengeluh dengan keadaan hidupnya. Dan dengan usianya yang sudah lanjut tidak memupuskan semangatnya untuk bekerja apapun jika dimintai tolong oleh warga yang membutuhkan bantuannya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada Mbah Sabinah digunakan untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari- hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @dewa_popfmpati  @ellfin89 @JeanseaMaurer

Bantuan Biaya Hidup


JUWADI BIN SUPAR (60, Katarak). Alamat : Desa Sidokerto, RT 8/1, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Prov. Jawa Tengah. Delapan tahun yang lalu Mbah Juwadi merasakan penglihatan yang menurun setelah diperiksakan ternyata dokter mendiagnosa katarak kepada beliau. Dulu, Mbah Juwadi sering memeriksakan  penyakitnya di Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital, namun itu hanya dilakukan 3x, karena ketika dokter menyarankan tindakan operasi, dan Mbah Juwadi tidak melaksanakan saran tersebut  karena keterbatasan biaya. Sekarang mata beliau benar-benar tidak bisa melihat. Alhamdulillah pada bulan Oktober mbah juwadi dipertemukan dengan #SedekahRombongan, pada tanggal 5 Oktober 2016 Mbah juwadi melakukan operasi cataract di RSUD Soewondo Pati Dua jam operasi dilakukan Alhamdulillah lancar, dan tiga hari setelah operasi dilakukan Mbah Juwadi disarankan untuk kontrol rutin agar beliau segera mendapat kesembuhan. Mbah Juwadi tinggal berdua bersama Istrinya Tri Suryani (56) beliau memiliki anak namun sudah berkeluarga. Dan untuk aktivitas keseharian, beliau dibantu oleh istrinya. Para saudara dan tetangga pun sering memberikan bantuan berupa makanan karena kondisi ekonomi keluarga Mbah Juwadi yang kurang mampu, apalagi dengan kondisi sakit seperti itu yang menyebabkan beliau tidak dapat bekerja lagi. Selama melakukan pengobatan , Mbah Juwadi menggunakan Jaminan Kesehatan berupa  Kartu Indonesia Sehat (KIS).  #SedekahRombongan memberikan bantuan yang digunakan Mbah Juwadi untuk akomodasi pengobatan. Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk beliau. Terimakasih sedekahholics yang telah memberikan bantuan yang berguna untuk akomodasi pengobatan semua pasien.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 3 Oktober 2016
Kurir  : @dewa_popfmpati Sugiono  @JeanseaMaurer

Pak juwadi menderita Katarak


SLAMET BIN AMIR (53, Katarak). Alamat : Desa Plangitan, RT 9/1, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov.  Jawa Tengah. Slamet nama panggilan beliau. Sekitar 1 tahun yang lalu mata kanan pak Slamet mengalami penurunan penglihatan, hingga sekitar 7 bulan berikutnya  mata sebelah kirinya mulai juga mengalami penurunan penglihatan, tidak adanya pengobatan membuat kedua matanya tidak bisa melihat. Pak Slamet dulu bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, namun karena sakit beliau memutuskan untuk pulang kampung. Melalui informasi dari salah satu tetangga Hadi Setiawan (42), Sedekah Rombongan bertemu dengan Bapak Slamet , setelah dilakukan survey dan mempelajari bersama-sama, maka Sedekah Rombongan memutuskan langsung untuk membantu berobat ke fasilitas kesehatan setempat sesuai BPJS yang Bapak Slamet miliki. Setelah 2 kali kontrol ke RSUD Soewondo Pati,  dokter mendiagnosa Katarak dan menyarankan agar dilakukan tindakan operasi. Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total. Pasien memiliki keinginan untuk sembuh dan harapan pak Slamet untuk bisa bekerja dan beraktivitas normal kembali sangat besar. Beliau hidup dengan istri Sri Handayani (51) dan 4 anak, Nurul (25), Husein (21) , Wahyu(18) , Anis(14). Untuk kebutuhan sehari-hari pak Slamet hanya mengandalkan bantuan dari saudara dan tetangga yang mau menolong dan alhamdulillah ada bantuan dari tetangga yg baik hati bersedia mendampingi beliau dalam proses pengobatan ini dan insyaallah sampai sembuh.Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan dan akomodasi. Semoga pak Slamet beserta keluarganya mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dari Allah SWT. Aamiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir  : @dewa_popfmpati  Imam_teguh @JeanseaMaurer

Pak slamet menderita Katarak


FANISHA CHAIRAMAN (3, Suspect Leukemia). Alamat : Desa Ketanen, RT 2/4, Kec. Trangkil, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Dek Fanisha diumurnya yang masih balita yang seharusnya sedang asyik-asyiknya bermain dengan seumurannya, tetapi itu semua tidak bisa baginya. Dulunya ia lahir normal seperti bayi-bayi yang lainnya, tetapi sejak Dek Fanisha berumur 9 bulan ia mulai sering sakit-sakitan. Hingga 1 tahun belakangan ini ia sering merasakan sakit pada bagian perut, kepala, serta muncul bintik-bintik merah pada kulitnya. Sejak saat itu Dek Fanesha menjadi anak yang susah makan dan berat badannya menurun drastis. Pada bulan Agustus 2016 Dek Fanisha dibawa orang tuanya berobat ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati dan menjalani rawat inap selama 3 hari lamanya, Dokter mendiagnosa MDS (Sindrom myelodysplastic )adalah sekelompok penyakit di mana produksi sel abnormal sumsum tulang. Ada tidak cukup sel darah normal yang sedang dibuat. Hal ini menyebabkan anemia, perdarahan dan risiko infeks. Karena di RS. Keluarga Sehat tidak ada dokter spesialis darah, maka Dek Fanisha dirujuk ke Rumah Sakit Umum Karyadi. Akhir Agustus 2016 Dek Fanisha tiba dan dirawat selama 6 hari disana. Dari hasil serangkaian pemeriksaan dokter, Dek Fanisha didiagnosa menderita Suspect Leukemia (dicurigai keganasan sel darah putih) dan mengaharuskan ia untuk menjalani cuci darah. Karena keterbatasan dana membuat orang tua Dek Fanisha tidak bisa rutin menjalani transfusi darah untuk anaknya. Hingga kondisi Dek Fanisha sering lemas dan lebih sering digendong oleh orang tuanya. Dengan kondisi Pak Suparman (39) ayahnya yang bekerja sebagai buruh dan Bu Chairani Nasution (33) ibunya hanya pegawai toko kelontong kecil. Apalagi orang tuanya juga harus membayar biaya sekolah Aditya Chairaman (7) kakak Dek Fanisha yang sekarang kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Dengan mengandalkan BPJS kelas III yang dibayar pribadi, dengan itulah sedikit membantu biaya pengobatan Dek Fanisha. Setelah 2 minggu dirawat di RSUP Kariadi Semarang dan akhirnya sudah diperbolehkan pulang. Namun baru semalam dirumah Dek Fanisha mengeluarkan darah dari hidungnya, dibawalah Dek Fanisha untuk rawat inap kembali di RSUD Soewondo Pati. Semoga amanah yang dititipkan Sedekaholics kepada kami bisa membantu Dek Fanisha agar bisa sembuh dan bisa ceria kembali. Bantuan yang diberikan dipergunakan untuk biaya akomodasi dan pembelian susu untuk Dek Fanisha

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Oktober  2016
Kurir : @dewa_popfmpati Guntur @JeanseaMaurer

Fanisha menderita Suspect Leukemia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUHAMMAD ZAKY 500,000
2 RIDWAN BIN KURDIYANTO 500,000
3 MUHAMMAD ZAKY 500,000
4 ARYANTI BINTI ARTANA 1,000,000
5 ELIA KAMELIA 500,000
6 NGILMAN BIN SANMUSDI 1,000,000
7 IQBAL SAEFANI 1,200,000
8 RSSR PURWOKERTO 5,042,500
9 DIAN FRIANTO 2,000,000
10 SRI NINGSIH 1,000,000
11 KARSITI BINTI KARSONO 1,000,000
12 DARTI BINTI MISTAR 750,000
13 RAMA FABIAN PURWANEGARA 500,000
14 SURATNO BIN TUMIHARJO 1,000,000
15 SUDIR BIN MUHYATI 500,000
16 KASEM BINTI WIYAWI KRAMA 500,000
17 RIKI FEBRIAN alias DEWI 1,000,000
18 SYAHRI BAROKAH 1,500,000
19 TANIA VANY ARDIANTI 2,750,000
20 MUDDAKIR BIN DULHADI DARYAN 1,000,000
21 RASIEM BINTI AMAD SUEB 1,000,000
22 ANDI SUTOWO 1,000,000
23 PARIAH BINTI MARTAJI 1,000,000
24 SARTINAH BINTI HAWARI 1,000,000
25 SUNARSO BIN MIRANOM 15,000,000
26 KUSMIATUN BINTI SUDIRJO 1,000,000
27 ACIH WARDANI 2,750,000
28 ROLIANA BINTI SUEB 1,000,000
29 DIAN MIASTUTI 1,500,000
30 SATIMAN BIN SAJUM 1,000,000
31 MASJID ATTAQWA 3,000,000
32 SYAHRANI WINDA LESTARI 1,000,000
33 FAIQ RAZAAN MUSTHOFA 500,000
34 SOBIRIN BIN TIRTA 500,000
35 KUSMIATUN 1,000,000
36 ANNISA AL FAIZAH 1,000,000
37 SLAMET BIN KUSMADI KIRMAN 1,500,000
38 MASJID ASSALAM 3,000,000
39 AGUS SUPRIYADI 500,000
40 EKO PRAYITNO 3,000,000
41 KATNI JARTO 1,103,800
42 WINANTI BINTI TAYAT 3,745,200
43 FARID ABDULLAH 1,832,900
44 KARTINI BINTI SAMIYO 1,310,000
45 LUTFHI ARYA FIRDAUS 2,180,600
46 SURADI BIN SONO KARTO 1,000,000
47 APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI 2,300,500
48 YANUAR TRIADI 1,723,780
49 RIAN JUNIOR 1,241,600
50 JANUAR DAFFA MAULANA 1,680,000
51 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,340,000
52 TRI PURNOMO APRIANTO 1,721,000
53 SALMAN POGA 1,000,000
54 TRISNO HADI 500,000
55 SAWINA BINTI SAUDIN 1,000,000
56 MUHAMMAD DANI FIRNANDA 1,000,000
57 KARTINI BINTI SADIYO 1,000,000
58 BAKTI SOSIAL PATI AYOBERBAGIPATI 2,500,000
59 KUSBIANDONO BIN ATMOWISASTRO 500,000
60 JUMROTUN BINTI SUMARMO 500,000
61 DEVA 1,000,000
62 SABINAH BINTI JIMAN 1,000,000
63 JUWADI BIN SUPAR 500,000
64 SLAMET BIN AMIR 500,000
65 FANISHA CHAIRAMAN 1,000,000
Total 98,171,880

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 98,171,880,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 926 ROMBONGAN

Rp. 44,958,886,559,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.