Rombongan 925

Orang-orang yang menginfakkan hartanya di waktu malam dan siang secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala dari Tuhannya.
Posted by on December 14, 2016

DODI HENDIANA (38, Pembusukan kaki akibat infeksi). Alamat: Jalan Oto Iskandardinata, Gg. Muhammadiyah RT 5/3, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sungguh tidak disangka kalau luka kecil di bagian jempol kaki Pak Dodi, yang sudah beberapa tahun lalu tidak terobati, akan berakibat fatal bagi kakinya. Sejak delapan bulan yang lalu telapak kakinya kanannya terlihat semakin mengecil dan menghitam sampai ke lutut. Menggunakan fasilitas BPJS PBI, keluarganya kemudian memeriksakan Pak Dodi ke klinik, tetapi penyakitnya tidak kunjung sembuh, malah kulitnya mengelupas dan dari lutut ke bawah tinggal menyisakan tulang. Karena kondisinya yang mengkhawatirkan, ia lalu dibawa periksa ke Poliklinik di RSHS Bandung. Berdasarkan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa kaki Pak Dodi harus diamputasi. Dan sejak itu, berbulan-bulan ia hanya terbaring beralaskan anyaman bekas bungkus kopi di kamar sewaannya, menunggu jadwal operasi yang antriannya cukup panjang. Sejak mengalami penderitaan di kakinya itu, Pak Doni tidak lagi bisa berjalan. Pekerjaannya sebagai pedagang asongan, berjualan kopi, tisu, permen, dll. tidak bisa ia jalani lagi. Karena ia sudah tidak bisa mencari nafkah nafkah dan belum menikah, sehari-hari ia terbaring diurus oleh kakaknya yang juga tinggal di rumah sewaan bersamanya. Selama menunggu jadwal amputasi, Pak Dodi harus terus melakukan pemeriksaan ke RSHS Bandung, namun ia tidak memiliki biaya sehingga pemeriksaannya kerap tertunda. Sementara itu, kakak yang mengurusnya juga hidup dalam kemiskinan dan memiliki tanggungan keluarga, sehingga sangat sulit untuk memiliki biaya untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi biaya transportasi dan berobat ke Rumah Sakit. Kabar penderitaan Bapak Doni beserta keluarga kakaknya itu akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan melalui tetangga Pak Dodi, yang kebetulan dikenalnya, dan menyampaikan kisahnya di sekolah tempat anak-anaknya belajar. Alhamdulillah, pada awal Desember 2016 Kurir #SR dapat berkunjung ke kamar sewaannya dan mendapatkan pelajaran dari keluarga dhuafa yang tabah ini. Pada kunjungan pertama itu, bersyukur kurir #SR juga dapat menyampaikan bantuan dari sedekaholics yang berempati dengan penderitaannya. Bantuan awal berupa uang ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan ini mudah-mudahan dapat meringankan beban hidup Pak Dodo Hendiana juga membuka harapan dan kemudahan dalam ikhtiarnya sampai ia sembuh sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember  2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkihendrawan @esumiati1

Pak dodi menderita Pembusukan kaki akibat infeksi


AGUS BIN MOMO (48, Lumpuh). Alamat: Kampung Balong RT 1/10, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Buruh tani ini tinggal di rumah bilik di daerah pegunungan bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Selain menjadi buruh tani, dia sekali-kali berdagang buah-buahan, seperti konyal, kesemek dan alpukat yang ia ambil dari pohon-pohon di hutan dekat kampungnya. Betapapun kerasnya usaha Pak Agus menghidupi keluarganya, sampai kini ia masih merasakan beratnya beban ekonomi yang menggelayuti bahtera rumah tangganya. Istrinya, Raswati (33), yang kedua kakinya cacat sejak lahir, hanya mampu menjalankan tugas sehari-hari sebagai istri dengan segala keterbatasannya. Keluarga ini layak dibantu, apalagi kini Pak Agus –sebagai tulang punggung keluarga— mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dari pohon saat mengambil buah konyal pada awal tahun 2015. Berbekal Jamkesmas, kerabat dan tetangganya memeriksakan Pak Agus ke Puskesmas, RSUD Soreang, dan RSHS Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata tulang pinggul dan kakinya harus dioperasi. Sampai kini ia menunggu jadwal panggilan untuk masuk ruang rawat inap. Kenyataan pahit yang dialami Pak Agus dan keluarganya diketahui #SedekahRombongan berkat informasi dari Kepala Desa Cisondari. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini padal 1 Mei 2015. Pada tanggal yang sama disampaikan pula wujud empati sedekaholik #SR kepada keluarga dhuafa ini, berupa bantuan untuk biaya sehari-hari dan transportasi-akomodasi selama dia berobat. Pada pertengahan Agustus 2015 kondisi Pak Agus memburuk; pantatnya mengalami decubitus. Pada malam hari, dia kemudian dievakuasi MTSR Bandung ke IGD RS Santosa Kota Bandung, dan dirawat inap di sana menggunakan Jamkesmas/BPJS PBI. Pada 5 September 2015 dia diperbolehkan pulang karena masa kritisnya telah terlewati. Tanggal 12 September 2015 Pak Agus diharuskan kontrol ke rumah sakit yang sama. MTSR kembali menjemputnya sekaligus memberinya bantuan untuk membeli obat, transportasi dan akomodasi pengobatan serta biaya sehari-hari. Pada 6 Oktober 2015 Pak Agus didampingi lagi kontrol ke RSHS Bandung untuk penanganan tulangnya. Ia sempat menginap sampai 8 Oktober 2015. Pada minggu kedua November 2015 ia kembali dievakuasi ke RSSR Bandung untuk melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Berdasarkan kapasitas hasil pemeriksaan RMI, tim medis RSHS Bandung memutuskan untuk mengambil tindakan operasi tulang yang akan dilaksanakan pada bulan Januari 2016. Senin 18 Januari 2016 keluarganya memberi tahu kurir #SR bahwa Pak Agus harus ke RSHS Bandung untuk diagnosa RMI pada Kamis, 21 Januari 2016. Pak Agus kemudian dievakuasi dari rumahnya ke RSSR Bandung pada Rabu 20 Januari 2016. Alhamdulillah decobitus di tulang belakangnya mulai mengering. Masih ada tahapan medis yang harus ia jalani, yaitu operasi tulang belakangnya. Pada bulan Maret 2016 ia harus melakukan pemeriksaan pra-operasi di RSHS Bandung. Pada bulan itu bersyukur #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Luka besar di punggungnya mulai berangsur sembuh. Tak ada lagi nanah dan bau menyengat. Akan tetapi, karena Pak Agus bersedia menjalani operasi tulang ekornya, maka pada bulan Juni dan Juli 2016 kurir #SR membawanya periksa ke RSHS Bandung sambil menunggu panggilan masuk ruang rawat inap. Sejak 8 Juli 2016 ia bahkan tinggal di RSSR Bandung didampingi anaknya. Ikhtiar untuk kesembuhan Pak Agus masih cukup lama. Pak Agus dan keluarganya masih membutuhkan bantuan, selain motivasi dan dukungan. Allhamdulillah pada akhir Juli 2016 Pak Agus dipanggil masuk ruaangan rawat inap sebelum dilakukan tindakan operasi bedah plastik dan operasi tulang belakang. Tindakan operasi dyang dilaksanakan di RSHS Bandung alhamdulillah berjalan lancar. Pascaoperasi Pak Agus harus menjalani kontrol dua minggu sekali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Kini kondisinya amat menggembirakan. Ia sudah mulai bisa duduk. Mekipun demikian, ia masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk melanjutkan ikhtiar sehatnya sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada akhir Agustus 2016 kembali #SR memberinya santunan lanjutan. Pada awal November 2016 Pak Agus kembali didampingi kurir #SR benjalani kontrol dan pengobatan di RSHS Bandung. Ia tinggal di RSSR bandung sambil mengikuti program terapi dan rawat jalan di RSHS Bandung. Alhamdulillah pada bulan kesebelas ini pun #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada Desember 2016 Pak Agus harus datang lagi ke RSHS Bandung dan tinggal di RSSR Bandung. Ia harus menjalani terapi rutin dua kali semingga yang hasilnya sudah mulai berhasil karena kini ia sudah bisa duduk. Tetapi karena ia masih memerlukan bantuan, kembali MTSR Bandung mengantar-jemputnya dan memberinya bantuan lanjutan untuk Pak Agus dan keluarganya. Bantuan yang ia terima di rumahnya ini digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari Pak Agus dan keluarganya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ascun

Pak agus menderita Lumpuh


YULNIDA (45, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Karees Kulon RT 5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat. Ibu Yulnida tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anaknya dan ibunya yang sudah renta. Pekerjaannya sehari-hari adalah buruh harian lepas untuk menafkahi keluarga. Beban hidupnya dirasakan semakin berat sejak ia mengalami gagal ginjal kronik 4 tahun yang lalu. Karena penyakit yang dideritanya itu, ia harus mengatur pola makannya sesuai anjuran dokter dan teratur minum obat. Tidak hanya itu, ia juga harus menjalani hemodialisa 2 kali dalam satu minggu agar kondisi fisiknya tetap stabil. Bu Yulnida berobat menggunakan kartu BPJS PBI Kelas 3. Alhamdulillah, sampai saat ini #SedekahRombongan dapat mendampingi Bu Yulnida berobat di RS Hasan Sadikin Bandung. Dari perjalanan penyakitnya, diketahui bahwa pada bulan Juni 2014, Bu Yulnida mendapat tindakan penyedotan untuk mengurangi cairan di bagian perut. Keadaannya sesudah itu ia berangsur membaik. Namun, pada bulan Agustus 2014, bagian kaki dan tangannya mengalami pembengkakan. Bu Yulnida berobat kembali pada bulan September 2014. Saat ini kondisinya stabil meskipun ada keluhan gatal di badannya. Pada awal bulan Januari 2015 kurir SR mendapat informasi dari Bu Yulnida bahwa ia kerap merasakan denyut jantungnya berdetak cepat dan keras. Pada 29 Juni 2015 kurir #SedekahRombongan menemuinya di ruangan Hemodialisa RSHS Bandung dan menyampaikan Santuan Lanjutan. Pada kunjungan tanggal 26 Februari 2015, Bu Yulnida mengutarakan bahwa tim dokter RSHS menganjurkannya berkonsultasi ke Poli Kulit serta tetap kontrol dan menjalani hemodialisa 2 kali seminggu. Pada 30 April 2015 kurir SR mengunjungi Bu Yulnida di RSHS. Pada akhir Juni 2015 ia juga menjalani kontrol rutinnya ke RSHS Bandung. Kondisinya masih stagnan meskipun permasalahan pada kulitnya sudah teratasi. Pada awal Agustus 2015 kembali MTSR Bandung mengantar-jemput Bu Yulnida kntrol ke RSHS dan menjalani hemodialisis. Akhir September 2015 ia kontrol juga ke RS Mata Cicendo Kota Bandung karena ia kehilangan 30 persen fungsi matanya. Selain ada gangguan lain di matanya, ia juga harus mengganti kacamata. Alhamdulillah #SR membantu membelikannya. Akhir Oktober 2015, Bu Yulnida kembali menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Pada 25 November 2015 kondisi Bu Yulnida menurun drastis. Saat menjalani hemodialisis, ia muntah-muntah, tak bisa bergerak dan sempat pingsan. Ia kemudian dievakuasi di IGD RSHS Bandung. Masa kritisnya alhamdulillah dapat terlewati. Pada 19 Januari 2016 keluarganya mengontak kurir #SR memberitakan bahwa Bu Yulnida tak bisa berjalan ketika akan pergi menjalani hemodialisa. MTSR 1629 kemudian menjemput dia ke rumahnya. Pada pertengahan Maret 2016, kurir SR mendampinginya kembali kontrol dan cuci darah di RSHS Bandung. Kondisinya masih mengkhawatirkan. Fungsi matanya semakin menurun walaupun dibantu dengan kaca mata. Alhamdulillah saat itu #SR juga dapat menyampaikan bantuan untuk Bu Yulnida. Pada bulan Mei 2016 dan Juni 2016 kurir #SR rutin menjenguk dan mendampinginya agar ia bisa terus termotivasi untuk kontrol rutin dan menjalani hemodialisis delapan kali sebulan. Sesekaholics #SR juga alhamdulillah terus membantunya untuk biaya berobat Bu Yulnida. Pada awal Juli 2016 kurir #SR menjenguk Bu Yulnida di rumahnya untuk yang kesekian kalinya sambil menyampaikan bantuan para sedekaholics #SR. Pada pertengahan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR di Bandung mengabarkan bahwa ia harus diperiksakan ke Poli Kulit di RSHS Bandung, selain masih harus menjalani cuci darah secara rutin. Ia juga memohon bantuan untuk biaya kontrak rumah bulan Agustus 2016. Bersyukur sedekaholics #SR terus memberinya bantuan. Pada bulan Desember 2016 keluarganya mengabarkan bahwa kondisinya menurun. Ia kemudian dijemput untuk kontrol ke RSHS sambil menjalani hemodialisis dua kali seminggu. Karena ikhtiar pengobatan Bu Yulnida masih harus dilakukan dan ia termasuk dhuafa yang layak dibantu, kembali #SR menyampaikan Santunan Lanjutan untuk Bu Yulnida yang digunakan untuk tambahan biaya kontrakan dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Bu yulnida menderita Gagal Ginjal Kronik


ELAH HAYATI (36, TB Paru  Aktif). Alamat: Jalan Cidurian Utara RT 5/10 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong,  Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Suami Ibu Elah, yaitu Pak Endang Kosasih hanyalah seorang tukang jahit yang penghasilannya pas-pasan. Selain harus mengurus tiga orang anak, Ibu Elah Hayati dan suaminya merasakan beban hidupnya semakin berat sejak tahun 1997. Pada waktu itu, Ibu Elah terkena penyakit TB Paru aktif yang membuatnya harus berobat selama berbulan-bulan sampai dinyatakan sembuh. Akan tetapi, pada tahun 1999 penyakitnya itu kambuh lagi, yang membuatnya harus kembali berobat dalam jangka waktu yang lama. Musibah ini tentu saja membuat keadaan ekonomi mereka semakin sulit. Nasib malang belum juga selesai, ketika pada Mei 2016 penyakit TB Paru Ibu Elah kembali kambuh, yang memaksanya harus keluarmasuk rumah sakit; ia bahkan sempat dirawat di RSP Rotinsulu Kota Bandung. Walaupun pada waktu itu ia berobat menggunakan fasilitas kesehatan SKTM, tetapi biaya transportasi-akomodasi bolak-balik ke rumah sakit semakin mempersulit kehidupan keluarga mereka. Walaupun sekarang sudah pulang ke rumah, Ibu Elah harus rutin menjalani  berobat jalan dan kontrol setiap dua minggu. Keadaan ekonomi yang semakin sulit membuat suami Ibu Elah sering kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya, dan sering kesusahan untuk berangkat berobat jalan ke RSP Rotinsulu. Kabar duka keluarga dhuafa itu akhirnya sampai kepada Kurir #SedekahRombongan melalui Ibu Ajeng, warga yang peduli dan berempati atas apayang dialami Ibu Elah dan keluarganya. Bersyukur kurir #SR dapat berkunjung ke rumah Ibu Elah dan bertemu dengan suami serta anak-anaknya. Banyak pelajaran hidup yang didapat dari keteguhannya menerima cobaan. Pada kunjungan pertama itu, alhamdlillah, kurir #SR dapat menyampaikan Titipan Langit, yaitu bantuan uang dari sedekaholik yang berempati pada penderitaan Ibu Elah. Bantuan yang disampaikan di rumah sempitnya itu semoga dapat meringankan beban ekonominya dan membantunya untuk biaya transportasi kontrol dan berobat jalan Ibu Elah ke Rumah Sakit Paru-paru Rotinsulu Bandung. Semoga bantuan sedekaholik itu memberi manfaat yang banyak dan membuka jalan bagi kesembuhan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangal : 5 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @Djim_djim @hengkisenandika

Bu elah menderita TB Paru Aktif


ASEP SUPRIATNA (52, Ankylosing Spondylitis). Alamat: Gang Slamet 2 RT 6/2, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sudah tujuh tahun, Bapak Asep menderita penyakit ankylosing spondylitis − penyakit peradangan kronis yang menjangkiti tulang belakang dan bagian tubuh lainnya. Berawal pada tahun 2009, Bapak Asep sering mengeluh sakit atau nyeri pada bagian leher dan pundak. Bapak Asep mengira gejala itu hanya masuk angin biasa. Namun, lama-kelamaan, rasa nyeri yang beliau rasakan semakin hebat dan menjalar ke bagian tubuh lainnya. Mulai dari leher, pundak, punggung, sampai kaki terasa sakit dan kaku, terutama bila melakukan aktivitas. Pada tahun 2010, Bapak Asep sempat dibawa berobat oleh istrinya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung, Ujung Berung untuk menjalani cek laboratorium. Pada tahun 2012, Bapak Asep kembali melakukan pemeriksaan fisik dan cek laboratorium di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menurut pemeriksaan tim medis di RSUP ini, beliau didiagnosa menderita ankylosing spondylitis. Hingga kini, kondisi Bapak Asep kian memburuk dan berat badannya turun secara drastis sehingga dia hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Rasa kaku dan nyeri membuat hampir seluruh bagian tubuh Bapak Asep tidak bisa digerakkan (kecuali pada bagian tangan). Karena itulah, sang istri merasa kesulitan membawa Pak Asep untuk berobat karena beliau tidak tahan merasakan sakit yang hebat saat tubuhnya diangkat atau digerakkan. Di tengah kondisi Bapak Asep yang sangat memperihatinkan, sang istri, Ibu Tati Susilawati (44) juga harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga dengan berdagang. Penghasilannya yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena himpitan ekonomi yang dialami keluarganya, Ibu Tati merasa kesulitan untuk biaya pengobatan Bapak Asep, apalagi sang suami juga belum memiliki kartu jaminan kesehatan (Jamkesmas). Ujian hidup yang dialami keluarga Pak Asep, akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SR di Bandung atas informasi dari temannya yang peduli akan apa yang mereka alami. Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, #SedekahRombongan bisa bersilaturahim dengan keluarga Bapak Asep dan dapat menyampaikan titipan langit dari Sedekaholics yang digunakan untuk pembuatan kartu  BPJS Kesehatan dan kebutuhan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekahholics bisa meringankan beban keluarga Bapak Asep dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda @hilyaqasyanggi

Pak asep menderita Ankylosing Spondylitis


YAYAH BINTI AMIR (56, Kanker Kelenjar). Alamat : Kampung Gamblung RT 3/2, Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama suaminya, Bapak Siban (57), Ibu Yayah tinggaldi rumah amat sederhana, hasil jerih payah mereka bekerja sebagai buruh serabutan. Keluarga dhuafa ini semakin merasakan beratnya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sejak Ibu Yayah sering sakit. Ia kerap megalami demam berkepanjangan tak tak bisa beraktivitas membantu suaminya. Karena ketidakmempuan keluarganya, sayang, ia belum memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit. Pada awal tahun 2014 Ibu Yayah merasakan adanya pembengkakan di lehernya yang dari hari ke hari semakin terlihat. Menggunakan Jaminan BPJS PBI Kelas 3, baru pada tahun 2016 Ibu Yayag memeriksakan dirinya ke Puskesmas dan RSUD Cikopo, Cicalengka Kabupaten Bandung. Keluarga Bu Yayah bolak-balik membawanya periksa ke Puskesmas dan RSUD tersebut. Tim medis di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Bandung itu akhirnya merujuk penanganan medis Ibu Yayah ke RSHS Bandung. Akan tetapi, Ibu Yayah dan suaminya tidak segera menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung karena terkendala masalah biaya. Perjuangan Ibu Yayah dan suaminya untuk terus berikhtiar sehat di tengah kemiskinan mereka, akhirnya sampai beritanya atas informasi dari Pak Dodi yang diterima kurir #SR di Nagreg. Bersyukur pada akhir November 2016 kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan Ibu Yayah dan keluarganya. Seperti yang disampaikan kepada kurir #SR, Ibu Yayah sangat berharap dapat melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Alhamdulillah, harapan Ibu Yayah dan keluarganya mendapatkan empati dari sedekaholics #SR dengan memberi mereka bantuan berupa uang tunai. Santunan yang disampaikan di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportsi-akomodasi dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mukhtarefendi @boydandi @kharismagilda

Bu yayah menderita Kanker Kelenjar


ENGKUS KUSTIWANA (36, Susp. Kanker Paru). Alamat: Kampung Jeungjing RT 2/2, Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari Pak Engkus dikenal warga sebagai tukang sol sepatu yang ulet menjajakan jasanya untuk menghidupi keluarganya. Walau penghasilannya tak seberapa dan tak menentu, ia setia menggeluti profesinya itu, ditemani istrinya, Ibu Cucu (32), yang kesehariannya lebih banyak disibukkan dengan urusan rumah tangga. Akan tetepi, dalam dua tahun ini, pekerjaannya kerap tertunda karena ia harus keluar-masuk Puskesmas dan rumah sakit. Ia sering mengalami sesak yang amat berat dalam jangka waktu yang lama. Seiring perjalanan waktu, ia kerap batuk yang sekali-kali dibarengi keluarnya darah hitam. Berbekal jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Pak Engkus tak putus asa memeriksakan dirinya ke klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Garut. “Pada Agustus 2016, saya bahkan sempat mendapatkan tindakan medis berupa operasi kecil di RSUD dr. Selamet Garut,” kata Pak Engkus saat memaparkan upayanya mengikhtiarkan kesembuhan dari penyakit kepada kurir #SedekahRombongan di Garut, Cecep Abdul Hamid. Setelah beberapa kali kontrol ke RSUD setempat, penanganan medisnya kemudian dirujuk ke RSHS Bandung dan RSU Paru-Paru Rotinsulu Bandung. Ia diduga mengidap kanker pada paru-parunya. Tetapi, karena terkendala masalah biaya, selama beberapa minggu, dia mengurungkan tekadnya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit yang lebih lengkap di Bandung. Harapannya untuk kembali sehat terbuka ketika kurir #SR meenjemput Pak Engkus ke rumahnya untuk berangkat berobat ke RSUP Rotinsulu Bandung menggunakan MTSR Bandung. Bersyukur dia mendapatkan kelancaran saat pemeriksaan awal di RSUP tersebut; ia diharuskan berobat jalan. Pada akhir Desember 2016, Pak Engkus harus datang lagi untuk pemeriksaan lanjutan. Setelah menginap semalam di RSSR Bandung, esok harinya Pak Engkus dan istrinya pulang ke kampung halaman menggunakan angkutan umum. Alhamdulillah ikhtiar Pak Engkus mendapat dukungan dari sedekaholics #SR yang memberinya bantuan berupa uang yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Sesaat sebelum puang, dia menyampakan ucapan terima kasih kepada sedekaholics dan kurir #SR serta mendoakan kebaikan untuk semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @cecepabdulhamid @kharismagilda

Pak engkus menderita Susp. Kanker Paru


ANNISA BINTI WAWAN (5, Hydrochepalus). Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT 2/13, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Annisa, Wawan (29) bekerja sebagai kusir delman; sedangkan ibunya, Isma, hanya ibu rumah tangga. Saat Annisa berusia satu bulan, ia didiagnosis hydrochepalus. Berbekal Jamkesmas waktu itu Annisa sudah menjalani pemasangan selang (vp shunt) dan tiga kali mendapat tindakan operasi. Tetapi, sampai saat ini penyakitnya belum teratasi. Pada akhir tahun 2014 dokter menyarankan Annisa dioperasi kembali. Akan tetapi, orangtuanya merasa belum siap. Apalagi saat itu Annisa tidak terdaftar lagi sebagai peserta Jamkesmas. Masalah biaya rumah sakit menjadi kendala. Sebelumnya Annisa dirawat di RSHS Bandung karena penyakitnya kambuh, kepalanya terus membesar dan diduga mengalami meningitis. Tata laksana  terhadap keadaan Annisa membutuhkan waktu lama dan diperlukan kesiapan moril dan materiil. #SedekahRombongan kemudian mendaftrakan Annisa sebagai peserta BPJS sehingga orangtuanya tidak perlu merasa khawatir akan biaya pengobatan yang sangat mahal. Sampai Januari 2015 Annisa berobat jalan ke RSUD Soreang menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Setelah Annisa memiliki Kartu BPJS, Alhamdulillah orang tuanya termotivasi kembali untuk melanjutkan tindakan operasi keempat bagi Annisa. Sayang, operasi belum dilaksanakan karena kondisi Annisa belum stabil. Ia kerap mengalami kejang setiap hari. Bahkan kini kedua matanya tak bisa melihat. Pada 30 Juni 2015, Kurir #SR bisa bertemu lagi dengan Annisa dan keluarganya setelah beberapa bulan mereka mengadu nasib di Cirebon. Untuk kesekian kalinya, mereka didampingi kembali mengawali pemeriksaannya ke RSUD Soreang kemudian ke RSHS Bandung. Pada awal Oktober 2015 Annisa mengalami kejang-kejang. Ia kemudian diperiksakan ke bidan dan Puskesmas. Ibunya Annisa, Bu Isma sendiri sedang mengandung anak ketiga. Dua kali Bu Isma diantar MTSR kontrol rutin pekembagan kehamilannya. Dokter Kandungan RSUD Soreang menduga kelahirannya melalui operasi. Dan pada 17 November 2015 Bu Isma melahirkan putri ketiganya melalui operasi cessar. Sementara itu kondisi anak keduanya, Annisa memburuk. Hampir setiap malam ia kejang dan demam. Pada pertengahan Januari 2016 kurir #SR menemui Annisa dan keluarganya untuk pemeiksaan rutin ke RSUD Soreang. Secara medis, tindakan terakhir untuk mengurangi cairan dan pembesaran kepalanya adalah operasi. Akan tetapi, sampai saat ini tindakan itu belum dilaksanakkan, menunggu kesiapan kedua orangtuanya. “Kami masih trauma Pak. Sudah dua kali Annisa dioperasi, tetapi kepalanya masih seperti itu,” jawab ibunya ketika ditanya kurir mengapa tindakan operasinnya selalu ditunda. “Bantu kami membeli obat untuk menangani Annisa kalau kejang dan kebutuhan susu. Apalagi, kami bulan ini (Februari 2016, red.) harus ikut suami ke Cirebon,” tambahnya. Selama Annisa tinggal di Cirebon, alhamdulillah empati sedekaholics #SR terus disampaikan. Pada awal Mei 2016 Annisa dan ibunya pulang ke kampung halaman tempat Ibu Isma dibesarkan. Saat dikunjungi kurir #SR, ibunya Annisa menyatakan bahwa Annisa akan diperiksakan kembali secara rutin ke rumah sakit, karena kondisinya semakin menurun. Pada bulan Mei 2016 bersyukur kurir #SR dapat menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari Annisa dan keluarganya. Pada akhir Agustus 2016 ibunya Annisa memberitahu kurir #SR di Bandung bahwa kondisi Annisa kembaali menurun drastis. Ia tak mau menerima asupan makanan dan lingkar kepalanya membesar. Saat dikunjungi, kondisi Annisa memanga amat mengkhawatirkan. Ia masih harus menjalani terapi dan penanganan lainnya di rumah sakit. Dengn doa semua dan bantuan paramedis, bersyukur Annisa dapat diangani dengan baik. Pada  akhir November 2016, ibunya menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa pada telinga kiri Annisa ada luka yang terus membesar. Beberapa hari kemudian kurir SR menemui Annisa dan ibunya di rumah kontrakan, kemudian membawa Annisa periksa ke Pukesmas Kopo dan RSUD Soreang. Annisa dianjurkan untuk kontrol rutin dua kali dalam seminggu ke rumah sakit. Memahami begitu beratnya cobaan yang dialami keluarga miskin ini, kembali bantuan dari sedekaholics #SR disampaikan kepada mereka. Bantuan yang dia terima di rumah orangtua angkatnya ini digunakan untuk biaya membayar iuran BPJS, membeli obat dan susu, serta biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @maulidaqayanggi

Annisa menderita Hydrochepalus


REDI GUSTIANDI (23, Gangguan Kejiwaan). Alamat: Kampung Ciwidey Tengah RT 2/10 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak kedua dari Bapak Aman (56) dan ibu Leni (56) ini tingggal di rumah kontrakan di Ciwidey bersama ketiga saudara kandungnya. Lima tanggungan keluarga ini amat memberatkan mereka. Apalagi, sejak empat tahun yang lalu, Redi mengalami gangguan kejiwaan. Berbagai upaya penyembuhan telah dijalankan keluarganya, baik melalui alternatif maupun medis (rawat jalan). Ia belum pernah dirawat inap secara intensif di rumah sakit, sampai mereka menjadi pasien dampingan #SR. Sebelum mendapatkan bantuan rutin dari sedekaholics #SR, Redi tidak memiliki jaminan kesehatan, baik Jamkesmas maupun BPJS. Fasilitas yang mereka miliki hanya SKTM dan Gakinda Kabupaten Bandung yang nominal jaminannya sangat terbatas. Domisili keluarga ini tidak menetap. Mereka kerap berpindah kontrakan. Perekonomian keluarga Rendi amat terpuruk. Ayahnya hampir dua tahun tidak bekerja karena sakit, dan kini sudah meninggal dunia (wafat: Oktober 2015). Karena Redi dan keluarganya perlu dibantu, kader PKK Desa Ciwidey menghubungi #SedekahRombongan untuk bersama-sama mencarikan solusi. Alhamdulillah kini Redi sudah memiliki Kartu BPJS Mandiri dan sudah termanfaatkan sejak 6 April 2015. Gangguan yang dialami Redi kerap meresahkan warga, sehingga kemudian ia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Selama 19 hari akhirnya Redi dirawat inap di RSHS Bandung dengan dampingan #SedekahRombongan. Pada 5 Mei 2015 Redi diizinkan pulang dan harus kontrol seminggu kemudian. Kini pengobatan Redi bisa dilakukan di RSUD Soreang. Ia kontrol rutin sebulan sekali. Pada bulan Desember 2015, MTSR 1629 sempat mengantarnya ke RSUD Soreang bersama pasien yang lain. Pada 6 Februari 2016, ibunya memberitahu kurir #SR bahwa kondisi kejiwaan Redi memburuk. Ia lalu diantar kembali kontrol ke RSUD Soreang. Sehari kemudian ibunya mengabarkan bahwa anaknya mulai tenang. Pada awal April 2016 ibunya kembali menghubungi kurir #SR dan menuturkan bahwa Redi masih harus berobat. Begitu juga pada bulan Juli dan Agustus 2016 Redi sempat diantar kontrol ke RSUD Soreang. Pada bulan September 2016 ibunya mengabarkan bahwa pada minggu pertama September 2016 Redi harus menjalani kontrol rutin RSUD Soreang. Redi dan keluarganya yang tergolong dhuafa ini masih membutuhkan bantuan dan motivasi untuk meneruskan pengobatan. Alhamdulillah pada bulan September, #SR dapat membantunya; begitu juga pada Oktober 2016 dan November 2016 Redi dapat menjalani kontrol rutin ke RSUD Soreang didampingi kakaknya. Akan tetapi, pada 25 November 2016 kondisinya menurun drastis. Ia sempat tak sadarkan diri. “Pak mohon bantuan. Redi kerap merasakan sakit di perutnya. Ia berkali-kali tak sadarkan diri dan perutnya membengkak,” tutur kakaknya saat menghubungi kurir #SR. Malam itu juga Redi dibawa periksa ke IGD RSUD Soreang yang kemudian merujuknya ke UGD RSHS Bandung. Karena kondisinya semakin kritis, Redi lalu dirawat di Ruang ICU RSHS Bandung. Ia diduga mengalami serangan jantung dan gangguan pada ginjalnya. Lima hari ia mendapatkan penanganan terbaik di RSUP itu. Tetapi Allah Swt berkehendak lain; insya Allah yang terbaik baginya. Pada 30 November 2016 Redi meninggal dunia di RSHS Bandung. Malam itu juga jenazahnya diantarkan MTSR Bandung ke tempat kelahirannya di bandung Selatan. Memahami betapa beratnya cobaan hidup yang dialami keluarga Redi, dengan empati sedekaholics, alhamdulillah kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya membayar iuran BPJS, biaya transportasi-akomodasi, biaya keperluan sehari-hari selama. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Redi menderita Gangguan Kejiwaan


PESANTREN DARUS SURUUR 3 (Biaya Khitanan Anak Yatim Piatu). Alamat : Jalan Nanjung Kampung Panyaweuyan RT 3/13 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Pesantren Daarur Suruur 3 termasuk pesantren besar yang jamaah dan santrinya cukup banyak, baik laki-laki maupun perempuan. Jadwal pengajian di pesantren ini cukup padat dan bervariasi. Yang lebih istimewa lagi, sebagian besar santrinya adalah saudara kita yang secara ekonomi kurang beruntung (kaum dhuafa). Anak-anak dari keluarga fakir-miskin, anak yatim, anak yatim piatu banyak yang dibesarkan dan dididik di lembaga pendidikan keagamaan ini, agar mereka kelak menjadi anak saleh yang berguna bagi agama, nusa, bangsa dan negara. Tak sedikit di antara mereka yang sejak balita diasuh di pesantren tradisional ini. Hampir setiap tahun pesantren ini mengadakan Khitanan Massal untuk anak-anak yang sudah tak mempunyai orang tua dan jauh dari keluarganya itu. keberadaan Pesantren Daarus Suruur 3 Kota Cimahi dan kegiatan Khitanan Massal tahunan itu akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung atas informasi dari salah seorang santri senior, “Alhamdulillah pada tahun ini pun Pesantren akan mengadakan kegiatan Sunatan Massal untuk anak yatim/yatim piatu dan anak-anak dari keluarga tak mampu. Pelaksanaannya tanggal 3 Desember 2016 bertempat di Pesantren, yang akan ditutup dengan pengajian. Kalau Bapak dan #SedekahRombongan mau ikut berpartisipasi, tentu mereka akan sangat terbantu.” Bersyukur kurir #SR Bandung Raya kemudian dapat bersilatuahmi dengan Pimpinan Pesantren dan pengurus hariannya. Kegiatan pengkhidmatan mereka amat layak mendapatkan dukungan dari para dermawan. Alhamdulillah dengan empati para sedekaholics, kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan berupa uang yang digunakan untuk biaya khitan atas nama Azka Ahmad (7), Padil (5), Utsman (5), dan Dede (4). Seteleh bantuan disampaikan, mereka mendoakan kebaikan untuk para sedekaholics dan kurir #SR. Semoga anak-anak dhuafa itu mendapatkan keberkahan dari khitanan massal itu sebagai peristiwa hidup yang harus dijalaninya dengan ikhlas.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya Khitanan Anak Yatim Piatu


EDI SUTIADI (31, Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Langseb IV, RT 4/4, Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Pak Edi merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan asal Kabupaten Karawang. Sejak Januari 2016 mulai merasa keluhan pada bagian kiri telinganya. Setelah menjalani pemeriksaan, didapat diagnosis bahwa sakit pada telinganya adalah tumor yang dalam dunia medis dikenal dengan nama Ca Nasofaring. Selama beliau sakit, 3 bulan terakhir istrinya Cucu Kuswati (22) menggantikannya mencari nafkah sebagai tenaga kerja wanita. Menggunakan fasilitas jaminan kesehatan KIS PBI yang dimilikinya, Pak Edi dibawa ke Rumah Sakit Cipta Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Untuk memudahkannya menjalani rawat jalan serta menjaga kondisinya kesehatannya agar stabil dan tidak mudah cepat lelah, beliau disewakan rumah sementara. Pak Edi yang kondisinya berangsur membaik sampai dengan saat ini masih menjalani rawat jalan di poli radiologi dan telah menjalani radioterapi sebanyak 13 kali dari 25 kali yang dijadwalkan serta menjalani kemoterapi sebanyak 2 kali. Santunan kembali disampaikan kurir #SedekahRombongan untuk membantu memenuhi kebutuhan makan, dan biaya sewa tempat tinggalnya selama menjalani pengobatan. Pak Edi mengucapkan terima kasih banyak atas titipan dari para sedekaholics. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 919. Semoga Pak Edi kembali sehat dan dapat menjalani aktifitasnya sehari-hari seperti dulu. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 2 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @harji_anis @etydewi2

Pak edi menderita Ca Nasofaring


SITI ROMLAH (64, Diabetes Melitus + Hipertensi+ Retinopathy). Alamat : Dusun Jatimulya, RT 2/4, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 7 Tahun yang lalu Ibu Romlah mulai menderita kencing manis dengan gula darah berkisar di atas 400 mg/dl. Keluhan lain adalah kondisi kaki tidak bisa digerakkan sehingga tidak bisa duduk normal. Saat ini bahkan Ibu Romlah tidak bisa melihat karena komplikasi penyakit kencing manis. Karena penyakit darah tingginya Ibu Romlah tidak bisa dioperasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Ibu Romlah hidup bersama dengan anaknya. Setelah itu pihak keluarga hanya bisa membawa beliau berobat ke puskesmas dan klinik terdekat. Ibu Romlah saat ini hanya berbaring ditempat tidur tidak bisa bergerak. Karena tidak ada biaya sejak tahun 2015, beliau sudah tidak berobat kemana-mana lagi. Saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan pihak keluarga mengutarakan kesulitan yang dihadapinya selain tidak mempunyai biaya perawatan dan biaya hidup sehari-hari, kendala lainnya adalah surat-surat penting hilang terbawa banjir tahun 2010. sejak saat itu hingga sekarang Ibu Romlah tidak memiliki dokumen kependudukan baik KTP ataupun Kartu Keluarga (KK). Hingga kesulitan membuat kartu jaminan kesehatan #SedekahRombongan merasakan akan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu meringankan pihak keluarga. Semoga Ibu Romlah bisa terus berobat sehingga kesehatannya kembali pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @kosasihsidik @sutardianggarawibawa IndriMn

Bu siti menderita Diabetes Melitus + Hipertensi+ Retinopathy


DEDI CAHYADI (36, Pneumonia). Alamat : Dusun Kidul, RT 11/9, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi adalah pasien dampingan kurir #SR Ciamis, beliau menderita Paru-paru Basah (Pneumoniae), kini keadannya mulai membaik, akan tetapi batuknya masih belum berhenti dan napasnya masih terenggah-enggah, sekarang Pak Dedi tinggal bersama orangtuanya untuk mendapatkan perawatan. Rabu, 7 Desember 2016 kembali, beliau kembali kontrol ke RS Permata Bunda Ciamis dan membeli obat. Dirinya kini masih belum bisa bekerja seperti biasanya sebagai Satpam di salah satu pabrik yang berada di Tangerang dikarenakan kondisi sakitnya. Beliau merupakan tulang punggung keluarga dan harus menafkahi istrinya Siti Usnayah (31) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Selain itu Pak Dedi masih memiliki tanggungan biaya sekolah kedua anaknya. Sementara istri dan anaknya tinggal di rumah mertuanya di Tangerang. Pak Dedi memiliki jaminan kesehatan KIS. Atas ijin Allah, kurir #SedekahRombongan Ciamis dipertemukan denga pak Dedi dan ikut memberikan bantuan kedua untuk transportasi. Pak Dedi merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan #SedekahRombongan. Semoga pak Dedi dapat kembali sehat dan bisa kembali bekerja sehingga dapat segera mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Sebelumnya Pak Dedi adalah Pasien Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Pak dedi menderita Pneumonia


MIDAH ISTIQOMAH (26, Radang Sendi) Alamat : Dusun Cikarees, RT 6/2, Desa Harum, Mandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Neng Midah adalah pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Pangandaran menderita radang sendi, kini keadaannya mulai membaik setelah dilakukan operasi sebanyak 4 kali di RSU Siaga Medika Purwokerto yang awalnya di danai oleh Donatur dikampungnya, Neng Midah memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas III yang sampai saat ini masih di biayai oleh donatur tersebut, karena menurut keterangan Dokter akhir bulan November ini adalah jadwal pengambilan pen, neng Midah dan Ibunya hanya bisa pasrah dikarenakan keterbatasan biaya, sementara Ibunya Munawaroh (41) seorang janda yang berpenghasilan tidak menentu, sebagai buruh Tani. Atas ijin Alloh, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan neng Midah sehingga dapat memberikan bantuan kedua untuk transportasi pulang pergi dan biaya kontrakan selama melakukan kontrol ke RSU Siaga Medika. Ibunya Midah merasa terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan. Semoga Neng Midah dapat kembali sehat dan dapat menikmati hidup layaknya gadis remaja lainnya. Sebelumnya Neng Midah adalah Pasien Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @indarkusnandar

Midah menderita Radang Sendi


YAYASAN AL FAJAR BERSERI (Bantuan Operasional). Alamat : Jl. Kp. Pulo RT 4/37 No.44, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Yayasan Al Fajar Berseri berdiri sejak tahun 2008. Bapak Marsan,  pimpinan yayasan ini  memulai niatnya membangun panti berawal dari rasa iba melihat para penyandang gangguan mental yang semakin hari semakin banyak. Maka dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, lelaki paruh baya ini memberanikan diri memberikan pelayanan rehabilitasi di rumahnya sendiri. Berbagai tantangan, penderitaan, pengorbanan dan perjuangan berupaya menghidupi  pasien-pasien gangguan kejiwaan yang terlantar yang diambil dari jalanan kemudian ditampung di rumahnya yang berfungsi  sebagai panti. Dengan perjuangan yang cukup berat, Pak Marsan terus mengusahakan agar dapat menampung mereka. Prinsipnya:  “mereka manusia yang sama seperti kita mahluk Allah SWT yang membutuh makan, minum, pakaian dan tempat tinggal untuk bernaung.” Berbekal tekad itulah, pelan-pelan namun pasti beliau mendirikan sebuah Panti Rehabilitasi gangguan kejiwaan/disabilitas mental dengan nama “Yayasan Al Fajar”.  Saat ini jumlah penghuni panti sebanyak 204 orang.  Pengelolaan panti terdiri 15 orang yaitu ketua, sekretaris, bendahara, kepala panti, kepala bidang  kesehatan, kepala bidang konsumsi, dan petugas yang merawat penghuni panti. Kegiatan yang dilakukan terhadap penderita ganggguan mental laki-laki dan perempuan yang berada di panti ini beragam, diantara berkumpul untuk meningkatkan ketrampilan social dan interaksi di antara mereka. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat bersilaturrahmi dan menyampaikan santunan lanjutan guna membantu meringankan beban Pak Marsan  dan pengurus panti.  Santunan ini digunakan untuk keperluan operasional Yayasan Al Fajar. Santunan sebelumnya masuk di Rombongan 840.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bantuan Operasional


NAMIH BINTI NILAN (48, Arthralgia + Asam Urat). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 11/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 6 bulan Bu Namih tidak merasakan sakit pada paha kanan nya sehingga membuatnya kadang harus berjalan merayap pada dinding rumah. Upaya pengobatan yang sudah dilakukan hanya pengobatan di klinik terdekat, namun belum ada hasil yang memuaskan. Hingga pada hari Kamis, 3 November ia menjalani pemeriksaan ke Puskesmas Cabangbungin dan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Suami Bu Namih, Pak Oji Bin Muksin (49) adalah pasien patah tulang yang hingga saat ini penyakitnya belum pulih yang pernah dibantu pada Rombongan 880. Hal inilah yang membuat keluarga ini layak dibantu karena suami sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Bu Namih dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Kurir #SedekahRombongan melakukan pendampingan untuk tahap pemeriksaan lanjutan dan psioteraphy di RS Ridhoka Salma dengan jaminan KIS PBI. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kontrol di rumah sakit. Dalam 2 minggu terakhir, Bu Namih menjalani kontrol sebanyak 5 kali diantaranya psioteraphy. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu namih menderita Arthralgia + Asam Urat


MULYANA BINTI YADI (20, Gagal Ginjal). Alamat : Jalan Kampus Unkris RT 5/9, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Awal Januari 2016, Mulyana atau yang biasa disapa Mul ini, sudah merasakan tanda-tanda sakitnya itu. Setiap hari ia sering merasakan lemas, hingga pada bulan Maret 2016, ia drop dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi dengan jaminan SKTM atau Surat Keterangan Tidak Mampu. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan terkena gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah secara rutin. Beberapa kali ia menjalani cuci darah di RSUD Kota Bekasi dengan menggunakan SKTM, namun kali ini ia disarankan agar menggunakan Kartu KIS. Ketidaktahuan mereka tentang prosedur pembuatan kartu KIS kini menjadi kendala. Sampai akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Mulyana sudah lama ditinggalkan ayahnya, Pak Mulyadi yang kini sudah tiada dan saat ini ia tinggal bersama ibu dan sepupuhnya. Penghasilan mereka sehari-hari tidak dapat menopang biaya pengobatannya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke RS Bakti Husada Cikarang untuk melakukan cuci darah. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana  @mardisay @zebhs

Mulyana menderita Gagal Ginjal


MOHAMMAD ADAM BIN SUBADA (49, Stroke). Alamat : Kp. Cabang Pulo Bambu RT 1/1, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sudah 2 tahun lebih Pak Adam tidak bekerja lagi sebagai pegawai desa di tempat tinggalnya semenjak stroke serta kelumpuhan kaki dan tangan sebelah kiri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan pendapatan  istrinya yang bekerja sebagai buruh sawah tetangga. Ibu Maya Pohan (40), istri Pak Adamlah yang saat ini menjadi tulang punggung keluarga dengan tanggungan 3 orang. Awal penyakit Pak Adam bermula sekitar 1 tahun yang lalu saat Pak Adam sedang di kamar mandi, tiba-tiba lengan dan tungkai kirinya tidak dapat digerakan yang membuat ia terjatuh di kamar mandi. Berbagai upaya kesembuhan sudah dilakukan oleh keluarga Pak Adam. Saat ini Pak Adam masih rutin menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi dan teraphy. Kondisinya sudah terlihat ada kemajuan, sedikit-sedikit belajar berjalan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama ia menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @alle_Recyclle @mardisay

Pak adam menderita Stroke


RAMI BINTI RAWA (85, Asam Urat Tinggi). Alamat Kp. Pulo Tanjung RT 1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah semenjak 3 tahun nenek ini sering sakit-sakitan, namun karena ia tidak punya uang untuk berobat akhirnya ia hanya mengandalkan obat-obatan warung. Maklum saja nenek ini hidup di rumah yang sangat kecil. Sedangkan sanak saudara hanya kadang-kadang saja memberinya uang, karena kondisi ekonomi mereka pun tergolong tidak mampu. Kadang nenek Rami mendapat pemberian uang dari tetangga yang simpati. Selama ini ia tidak pernah ke puskesmas karena kondisi yang tidak memungkinkan. Penyakitnya hanya bisa dirasakan tanpa bisa berbuat banyak. Pertengahan bulan September 2016, Nenek Rami sempat dirawat di Puskesmas karena sesak nafas, tapi saat ini sudah pulang karena kondisinya sudah mulai membaik namun harus menjalani kontrol rutin. Suami nenek Rami sudah sekitar 21 tahun yang lalu meninggal dunia. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat ke puskesmas dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu rami menderita Asam Urat Tinggi


PUNGUT BINTI NILAN (53, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 10/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ibu Pungut sekitar sebelumnya pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta, ia dipulangkan karena sering sakit-sakitan. Sudah 6 bulan terakhir ia rutin berobat di salah satu klinik terdekat dari rumahnya. Dari hasil rontgen, Bu Pungut mengalami pembengkakan jantung, sering batuk-batuk terlebih pada malam hari. Uang hasil dari ia bekerja selama beberapa bulan terakhir habis digunakan untuk biaya berobat di klinik dengan biaya umum. Semua itu ia lakukan karena besarnya keinginan untuk sembuh sehingga tidak terpikirkan untuk membuat kartu BPJS. Saat ini pengobatannya terhenti karena ia sudah tidak memiliki biaya untuk berobat. Bu Pungut sudah lama menjanda, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Saat ini ia tinggal bersama anak menantunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan sehingga dapat menyampaikan bantuan lanjutan biaya berobat selama menunggu proses pembuatan Kartu BPJS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu pungut menderita Pembengkakan Jantung


DARWATI BINTI JAYADI (51, Diabetes Militus). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah 1 tahun Bu Darwati menderita diabetes, saat ini menimbulkan luka pada kaki sebelah kiri.  Selama itu, Bu Darwati menjalani pengobatan rutin di RS. Sentra Medika Cikarang. Namun keterbatasan biaya transport membuat pengobatannya tidak maksimal. Terkadang berbenturan dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Ada kalanya obat yang dibutuhkan tidak ada di apotik rumah sakit, sehingga harus membeli di luar. Seandainya obat yang ia butuhkan tersedia di apotik rumah sakit, ada kemungkinan bisa tercover oleh Kartu BPJS yang ia miliki tanpa harus merogoh kocek. Pendapatan suami tidak menentu, kadang untuk makan pun sulit. Suami Bu Darwati, Pak Usir (52) yang sehari-harinya mencari nafkah sebagai tukang ojek. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Saat ini Bu Darwati masih rutin menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Sentra Medika Cikarang. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Bu darwati menderita Diabetes Militus


ARNAYU BINTI AJID (73, Cacat Kaki). Alamat : Kp. Ceger RT 3/4, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 11 tahun yang lalu Nenek Arnayu pernah terjatuh dan cidera pada bagian paha kanan. Karena ketiadaan biaya pengobatan hanya dilakukan sebatas urut tradisional dan itu pun tidak maksimal. Hingga saat ini ia berjalan dengan menggunakan penyangga yang sekaligus jadi tempat duduk saat ia lelah berjalan. Untuk  memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya ia berjalan dari pintu ke pintu dengan meminta-minta mengharap belas kasihan orang lain. Suami Nenek Arnayu sudah meninggal sekitar 30 tahun yang lalu tanpa dikaruniai anak. Sekarang ia tinggal menumpang pada orang lain yang sudi rumahnya ia tempati. Ketika Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Nenek Arnayu, langsung mengupayakan bantuan sebuah alat bantu berjalan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan Walker dan sejumlah uang untuk kebutuhan sehari-hari kepada Nenek Arnayu. Ekspresi gembira yang disertai cucuran air mata pun tak dapat dibendung. Ucapan terimakasih serta doa kebaikan tidak henti-hentinya terucap saat melepas kepergian Kurir #SedekahRombongan untuk pamit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @Zebhs Jaenudin

Bu arnayu menderita Cacat Kaki


MEGAWATI BINTI MUHAMMAD YUSUF HUSEN (28, Jantung Bocor ). Alamat : Jln. Blang Bintang – Cot Mancang Desa Cot Mancang, Kabupaten Aceh Besar, Kecamatan Blang Bintang, Prov. Nanggroe Aceh Darussalam. Nama panggilannya Mega, seorang kakak yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Pada tahun 2015 kak Mega mengeluh sakit di bagian dada dan batuk mengeluarkan darah, kak Mega mengira ia hanya terkena infeksi paru-paru. Bulan April tahun 2015 kak Mega berobat di dokter spesialis paru, namun kak Mega masih batuk mengeluarkan darah. Di tahun yang sama tepatnya bulan Agustus kak Mega melakukan rontgen, dan hasilnya kak Mega didiagnosa jantung bocor. Selama tahun 2015 kak Mega hanya menjalani rawat jalan, dokter menganjurkan operasi ke jakarta karena katup jantung kak Mega harus di ganti. Kak Mega urung melakukan operasi dengan alasan tidak ada yang mendampingi. Kondisi kak Mega sekarang masih menjalani rawat inap di RSCM setelah hari jumat lalu tanggal 2 Desember 2016 ngedrop yang mengakibatkan pembekuan darah di pangkal kepala kak Mega. Selama menjalani pengobatan kak Mega menggunakan BPJS PBI kelas III yang keseluruhan biaya di tanggung, kak Mega tinggal bersama suami dan 1 orang anak. Di tengah perjuangan kak Mega untuk sembuh, alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan kak Mega yang kemudian menjenguk di rumahnya. Bantuan pun disalurkan melalui kurir #SedekahRombongan yang digunakan untuk biaya transportasi, kost dan uang saku selama di Jakarta. Kak Mega menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 904. Semoga kesehatan kak Mega terus membaik, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @pratiwi

Bu mega menderita Jantung Bocor


MAMAN SURYAMAN (47, Diabetes Melitus). Alamat : Dusun Sindang RT 5/7, Desa Rancah, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Lima tahun yang lalu (tahun 2011), Pak Maman didiagnosa menderita penyakit Diabetes Melitus dan menyebabkan beliau harus merelakan kaki kanannya untuk diamputasi. Walaupun ia telah kehilangan kaki kanannya, Pak Maman masih bisa beraktifitas seperti biasa dan masih lbisa kerja mencari nafkah. Setahun yang lalu, penyakitnya kambuh lagi, dan kali ini menyerang kaki sebelah kirinya. Kondisi telapak kaki kirinya sekarang sudah membusuk, begitu pula sebagian jari-jari tangannya. Kondisi tersebut membuat Pak Maman tidak bisa lagi berikhtiar mencari nafkah untuk makan dan berobat. Tentu saja kondisi tersebut membuat Pak Maman tidak bisa mengobati penyakitnya sehingga semakin parah dari waktu ke waktu. Sampai saat ini Pak Maman belum melakukan pengobatan serius lagi dikarenakan keterbatasan dana. Pekerjaan Pak Maman sebelumnya adalah seorang karyawan di bengkel mobil. Sejak tidak lagi bekerja, Pak Maman hanya berdiam diri dirumah bersama istrinya Eni (47) dan kedua anaknya yang kini masih sekolah di SMP. Pak Maman memiliki BPJS Mandiri kelas 1, namun sejak tidak bisa bekerja, ia tidak lagi mampu membayar iuran bulanannya sehingga BPJS miliknya tidak bisa lagi digunakan. Atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Pak Maman dan ikut memberikan bantuan berupa biaya untuk pengobatan ke mantri kesehatan setempat dan membeli obat-obatan. Keluarga Pak Maman merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Pak Maman dapat kembali sehat dan bisa kembali beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhirda @zezenzn

Pak maman menderita Diabetes Melitus


TITA BINTI EMED (44, Sinonasal). Alamat : Kampung Cikukulu RT 23/09, Desa Pondok Kaso Landeuh, Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan ketiga anaknya, ia tinggal di rumah sederhana hasil jerih payah mereka bertahun-tahun bekerja keras sebagai buruh harian tak tetap. Suaminya, Pak Baden (53), sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir di kampungnya. Ibu Tita sendiri lebih banyak disibukkan dengan urusan rumah tangga. Dengan tanggungan anak tiga orang, cukup berat bagi mereka menjalani tuntutan kehidupan ekonomi keluarganya. Apalagi, setelah Ibu Tita sakit-sakitan dan harus rutin berobat ke dokter praktek, Puskesmas, dan rumah sakit, kondisi ekonomi mereka semakin terpuruk, seperti yang dituturkan suaminya kepada kurir #SR di RSSR Bandung. Bagaimana tidak? Sejak bulan April 2016 mereka harus mencari uang untuk biaya berobat, padahal untuk biaya hidup sehari-hari pun mereka kerap merasakan kesulitan mendapatkannya. Sakitnya berawalnya saat Ibu Tita sering mimisan yang disusul dengan munculnya bentol, dan gumpalan cairan padat seperti gaji. Seiring waktu ia juga kerap merasa sakit di sekitar kepala. Selain ke dokter praktek, suaminua kemudian memeriksakannya ke Puskesmas Parung Kuda dan RSUD Bunut Kabupaten Sukabumi, menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dia juga pernah dirujuk penanganannya ke RSUD Sekarwangi. Di RSUD itulah ia pernah menjalani operasi dan dirawat satu minggu. Pascaoperasi, tim medis kembali merujuknya ke RSHS Bandung, pada pertengahan Juni 2016. Saat berobat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) inilah, Ibu Tita bertemu dengan kurir #SR di Bandung, berdasarkan informasi dari keluarga pasien dampingan #SR. Saat itu mereka tengah mengalami kesulitan, kehabisan bekal, padahal tahap pemeriksaan masih lama. Akhirnya, ia diajak tinggal di RSSR Bandung. Pada pertengahan bulan Agustus 2016 Bu Tita pulang dulu ke kampung halamannya di Sukabumi. Setelah seminggu di rumahnya, ia kembali lagi melanjutkan tahapa pemeriksaan medisnya di RSHS Bandung. Berdasarkan hasil diagnosa terakhir, Bu Tita harus menjalani 33 kali terapi sinar di RSHS Bandung. Hampir 40 hari Bu Tita dan suami setianya tinggal di RSSR dalam rangka berikhtiar sehat ke RSHS Bandung. Keluarga dhuafa yang diuji juga dengan penyakit ini masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk meneruskan pengobatannya. Pada 9 September 2016 Bu Tita harus datang lagi ke RSHS untuk menjalani proses biopsi agar ia segera mengawali tindakan medis yang dibutuhkan di Rumah Sakit Umum Nasional (RSUP) ini. Memahami betapa beratnya beban hidup ibu Tita dan keluarganya, pada September 2016 kembali #SedekahRombongan memberi mereka bantuan untuk biaya berobat dan ongkos pulang. Pada minggu terakhir Oktober 2016, ibu Tita dan suaminya datang lagi ke RSHS Bandung untuk memulai terapi sinar yang telah dijadwalkan. Kondisinya cukup stabil untuk mengawali terapi yang dilaksanakan pada 3 November 2016. Mereka akan tinggal di RSSR bandung sampai Ibu Tita menuntaskan terapi sinarnya (44 Kali). Mereka masih membutuhkan biaya unuk keberlangsungan ikhtiarnya. Alhamdulillah, kurir #SR di Bandung pada bulan itu telah menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Tita dan suaminya.  Hampir sebuan mereka tinggal di RSSR Badung sampai  9 Desember 2016. Berdasarkanhasil pemeriksaan terakhir di RSHS, alhamdulillah terapi sinarnya dianggap berhasil. Ibu Tita dan suaminya meminta izin pulang dulu karena jadwal kontrolnya di awal Januari 2017. “Kami juga kangen sama anak kami yang tinggal di kakaknya,” tambah BuTita. Mereka masihmemerlukan bantuan dan layak untuk terusdi bantu sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Tita bin Emed yang digunakan untuk biaya transportasi/ongkos pulang-pergi RSSR-Sukabumi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ pianjawir

Bu tita menderita Sinonasal


WAWAN BIN ADAM (49, Susp. Diabetes Basah). Alamat : Jl. Pamoyanan RT 5/2 Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Povinsi Jawa Barat. Panggilannya Kang Wawan. Lajang yang pekerjaannya serabutan ini tinggal di rumah kakaknya. Sunguh tak terbayang sebelumnya kalau di usia produktifnya dia harus terpaku merasakan sakit yang tak terkira. Awalnya, 8 bulan yang lalu Kang Wawan merasakan kondisi tubuhnya tidak seperti bisa. Ia mudah merasa lapar dan haus; ia juga jadi sering buang air kecil dan mulutnya tampak kering. Ia juga kerap sakit kepala; penglihatannya kerap kabur. Berat badannya mengalami penurunan. Seiring waktu, di bagian kaki kirinya muncul luka yang terus membesar, menghitam, dan membau. Berbagai upaya untuk menyembuhkan penyakitnya dilakukan Kang Wawan dan keluarganya. Berbekal BPJS Mandiri, ia bolak-balik memeriksakannya ke klinik, Puskesmas, bahkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Selamt. Dia diduga mengidap penyakit diabetes basah, dan divonis kakinya harus diamputasi sampai lutut. Tim medis di RSUD Garut kemudian merujuk penanganan medis Kang Wawan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Akan tetapi, keinginannya untuk terus berobat terkendali masalah biaya. Harapan Kang Wawan untuk terus berikhtiar akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SedekahRombongan ats informasi dari Ibu Cucu. Bersyukur pada1 Desember 2016 kurir #SR di Garut, Cecep A Hamid, dapat bersilaturahmi dengan Kang Wawan dan keluarganya. Setelah persyaratan untuk berobat di RSHS Bandung disiapkan, Kang Wawan akhirnya dijemput MTSR Bandung Raya untuk berobat di Kota Kembang. Selain itu, alhamdulillah, sedekaholics #SR juga berempati atas apa yang dia alami dengan memberinya bantuan berupa uang. Bantuan yang disampaikan di rumah kakaknya ini digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @cecepAhamid

Pak wawan menderita Susp. Diabetes Basah


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan November 2016). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR Bandung Raya 1 harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR Bandung Raya 1 sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya 1 semakin tinggi. Ketersediaan bahan bakar, kesiapan kendaraan, dan kesigapan supir MTSR Bandung Raya 1 menjadi keharusan agar pengkhidmatan #SedekahRombongan semakin dirasakan masyarakat. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya 1 dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung Raya  1 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah para dermawan #SedekahRombongan telah memberi bantuan untuk operasional bulan November 2016 yang digunakan untuk : (1) membayarkan pembelian bahan bakar; (2) biaya ganti oli dan servis rutin; (3) honor supir; (4) biaya tol dan parkir; (5) dan pengeluaran tak terduga. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 1 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholic #SR dibalas Allah SWT dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.759.500,-
Tangggal: 9 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya Operasional Bulan November 2016


UPIN BIN YATINEM ( 37, Katarak Komplikasi). Alamat : Dusun Gembor RT 5/7, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Mang Upin begitu dia biasa disapa, beliau adalah suami dari Ibu Poliah (36) dan ayah dari 2 orang putra dan putri yang bernama Ahmad Mubarok (14) yang sekarang duduk di Kls 2 MTs Al Ma’arif Wonoharjo, dan Santika Putri (4). Sejak usianya 4 tahun, Mang Upin Menderita gangguan penglihatan, beliau divonis terkena sakit cacar namun setelah sakitnya sembuh, penglihatannya terus mengalami penurunan. Pada awalnya, hanya mata sebelah kanan yang tidak bisa melihat. Pada bulan September 2016, mata yang sebelah lagi ikut terganggu sehingga kedua matanya sama sekali tidak bisa melihat. Ibu Poliah yang mengambil alih peran sebagai kepala rumah tangga, kini bekerja sebagai kepala rumah tangga, kini bekerja sebagai buruh Tani dengan penghasilan tidak menentukan. Jangankan untuk biaya berobat, untuk makan sehari-hari dan biaya berobat, untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah anak sulungnya saja masih kurang. Kondisi keluarga Mang Upin menimbulkan simpati warga sekitar rumahnya, dan secara sukarela mengumpulkan donasi untuk membantu biaya berobat di RSU Banjar. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dokter Mata, Mang Upin disarankan untuk segera melakukan operasi agar terhindar dari kebutaan permanen. Dengan dana pinjaman, keluarga mang Upin membawa beliau ke RS Cicendo untuk diperiksa dikarenakan kondisi ekonomi keluarga membawa ke klinik saja kemudian dilakukan operasi untuk mata sebelah kanan. Mang Upin tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, setelah dilakukan operasi sekarang kondisi matanya sudah bisa melihat walaupun hanya sebelah. Dalam waktu sebulan yang akan datang, Mang Upin diharuskan kembali ke Klinik untuk melakukan kontrol. Atas Izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Mang Upin dan telah menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi Pangandaran – Bandung dan Akomodasi. Mang Upin dan keluarga merasa terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan. Semoga kondisi Mang Upin segera kembali seperti sedia kala sehingga bisa melakukan aktivitasnya lagi sebagai tulang punggung keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tangga : 27 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @indarkusdinar

Pak upin menderita Katarak Komplikasi


DEDE ARNASIH (51, Stroke). Alamat: Kp. Siluman RT 3/2, Kel. Setiaratu, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, Ibu Dede mengeluhkan tangannya yang kesemutan tanpa henti. Beberapa hari kemudian, tubuh bagian kiri Bu Dede sulit digerakkan dan beliau pun langsung dibawa ke puskesmas oleh keluarganya. Karena keadaannya yang semakin parah, lalu ia pun dibawa ke RSUD Tasikmalaya atas rujukan puskesmas untuk dirawat inap selama 8 hari. Kini, keadaan Bu Dede hanya bisa terbaring di atas kasur dan harus berobat seminggu sekali. Suaminya, Pak Aso (54) yang bekerja sebagai supir bus otomatis harus berhenti bekerja karena harus merawat istrinya padahal ia punya 3 anak yang harus dinafkahi. Kondisi terkini, Bu Dede sudah membaik namun masih harus melakukan terapi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Dede dan suami. Santunan lanjutan pun diberikan oleh kurir dari para Sedekaholics untuk membantu meringankan biaya akomodasi, terapi dan juga pengobatan karena ada obat yang harus dibeli di luar jaminan KIS sebesar 300 ribu perbulannya, untuk ke rumah sakit pun ia harus menyewa angkot dengan biaya 75 ribu. Semoga Bu Dede segera diberi kesembuhan dan bebannya diringankan. Aamiin. Sebelumnya masuk di rombongan 919.

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Pak dede menderita Stroke


SIDIK BIN YANTO (21, Epilepsi). Alamat: Kp. Nangoh RT 1/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Saat Sidik balita, ia termasuk anak yang sehat tanpa penyakit apapun, namun menginjak usia 6 tahun Sidik terserang demam tinggi dan disertai kejang-kejang sehingga keluargaya langsung membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah melalui berbagai pemeriksaaan ternyata Sidik didiagnosa mengidap penyakit epilepsi. Setelah dirawat selama satu minggu di rumah sakit, ia pun pulang namun masih harus melakukan pengobatan. Sayangnya, hingga menjelang dewasa penyakitnya tersebut tidak membaik ditambah dengan berhentinya pengobatan karena ketiadaan biaya. Penderitaan Sidik bertambah dengan meninggalnya sang ayah ketika ia masih kecil dan sekarang Sidik tinggal bersama ibunya, Kikim (39) di kontrakan kecil dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah tidak seberapa sedangkan Yanto belum bisa membantu perekonomian keluarga karena ia belum bekerja. Meskipun Sidik berobat menggunakan jaminan KIS, ia terbebani dengan biaya transportasi dan kadang harus membeli obat yang tidak dijamin KIS. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Sidik dan menyampaikan santunan dari para Sedekaholics untuk biaya akomodasi dan pengobatan. Semoga Sidik segera diberi kesembuhan sehingga ia bisa bekerja membantu ibunya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak sidik menderita Epilepsi


NUR HASANAH (48, Stroke). Alamat: Kp. Cisarua RT 2/1, Kel. Cineam, Kec. Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari setahun lalu, Bu Nur mengidap penyakit stroke. Gejala awal yang terasa yaitu badannya yang semakin lemas setelah ia melakukan pekerjaan rumah, kemudian seluruh badannya menjadi kaku dan akhirnya tidak bisa digerakkan. Karena panik akhirnya Bu Nur dibawa ke dokter spesialis dan sayangnya ia dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo dan harus dirawat selama 10 hari. Karena tidak ada perubahan sama sekali, akhirnya Bu Nur memilih jalan alternatif dengan melakukan terapi ke Garut. Setelah berpindah-pindah tempat pengobatan, keadaan Bu Nur masih saja tidak membaik dan sekarang hanya bisa berbaring di atas kasur di rumahnya. Suaminya, Irin (50) yang bekerja sebagai buruh tani merasa kesulitan dalam mencari biaya pengobatan karena penghasilan yang tidak seberapa dan masih ada 3 anaknya yang masih harus sekolah, ditambah Bu Nur tak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Sampai sekarang, biaya pengobatan sudah mencapai jutaan dan dibantu sebagian keluarga. Alhamdulillah #SedekahRombongan bisa dipertemukan dengan Bu Nur dan keluarga dan menyampaikan bantuan untuk akomodasi dan obat. Semoga Allah segera mengambil penyakit Bu Nur dan menggantinya dengan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 9 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu nur menderita Stroke


HENI BINTI DEDE (46, Benjolan di Kepala). Alamat: Kp. Panyingkiran RT 2/5, Kel. Indiahiang, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Baru sebulan ini Bu Heni merasakan pusing di kepalanya dan semakin hari semakin tidak tertahankan. Kemudian ia meraba seluruh kepalanya dan ternyata ada benjolan kecil sebesar kelereng di bagian kepala sebelah kanan. Seminggu kemudian benjolannya semakin membesar namun sampai sekarang Bu Heni enggan memeriksakan diri ke dokter. Suaminya, Asep (49) yang bekerja sebagai buruh bangunan sempat memaksa istrinya untuk pergi ke dokter tapi istrinya takut dengan biaya pengobatan yang harus dikeluarkan apalagi ia tak mempunyai jaminan kesehatan. Bu Heni dan Pak Asep mempunyai 5 orang anak yang masih kecil dan membutuhkan biaya sekolah. Atas informasi dari tetangganya, akhirnya #SedekahRombongan menemui Bu Heni dan menyampaikan santunan untuk biaya pemeriksaan dan akomodasi agar ia bisa mengetahui penyakit yang kini ia rasakan. Semoga Allah memberi kesehatan pada Bu Heni dan keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 9 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu heni menderita Benjolan di Kepala


MUMU BIN DAYAT (39, TB Paru+Maag Kronis). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 3/6, Desa Karikil, Kec. Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lima bulan lalu, Pak Mumu muntah darah di rumahnya setelah pulang bekerja kemudian keluarganya langsung membawa Pak Mumu ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah pemeriksaan ternyata, Pak Mumu mengidap penyakit TB Paru dan maag kronis karena ia sering merasakan sakit perut diakibatkan dari seringnya melewatkan waktu makan. Pak Mumu harus dirawat di rumah sakit namun biaya menjadi kekhawatiran tentang biaya perawatan. Di tengah kebingungannya, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bisa bertemu dengan Pak Mumu ketika kurir sedang mengantar pasien lainnya untuk berobat jalan. Pak Mumu yang bekerja sebagai buruh tani dengan pengahasilan rata-rata 30 ribu per hari ini mengungkapkan kelegaannya karena kurir akan membantu pembuatan Jamkesda agar biaya rawat inap bisa diringankan. Di rumah sakit ia ditemani istrinya, Mimin (35) dan ia harus meninggalkan ketiga anaknya di rumah. Santunan pun diberikan untuk biaya transporasi dan bekal selama di rumah sakit. Semoga pengobatan Pak Mumu dimudahkan dan penyakitnya segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak mumu menderita TB Paru+Maag Kronis


MTSR TASIKMALAYA (B 1495 SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 100km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama bulan Desember 2016, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 919.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya Operasional dan Perawatan Rutin


NURHAYATI LASIMUN (56, Rabun + Alergi). Alamat : Desa Harapan Baru, RT 2/5, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Ibu Nurhayati menderita penyakit alergi sejak tahun 2009. Sekujur tubuhnya sering mengalami gatal-gatal yang sangat mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Seringkali ia juga merasa perih karena kulitnya terluka akibat gatal-gatalnya tersebut. Pengobatan yang dilakukannya selama ini hanya dengan mengonsumi ramuan pahit juga obat oles tradisional untuk meringankan rasa gatalnya. Selain menderita alergi, Ibu Nurhayati juga mengalami kerabunan sehingga ia tidak bisa membaca dengan baik. Ibu Nurhayati bekerja sebagai buruh pengumpul biji sawit (brondolan) dengan upah Rp. 40.000 s.d. Rp. 60.000,- setiap panen, sedangkan suaminya telah meninggal dunia. Ibu Nurhayati sangat ingin sembuh dari alergi dan kerabunan yang dideritanya, akan tetapi dengan upah pas-pasannya sebagai buruh sawit ia tidak mampu untuk berobat. Ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun untuk membeli obat alergi dan kacamata yang sangat ia butuhkan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Nurhayati dan menyampaikan bantuan berupa kacamata untuk membantu penglihatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 650.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @nhpita @eniepalupi Nurul @ririn_restu

Bu nur menderita Rabun + Alergi


ABDUL MANAF (28, Lumpuh). Alamat : Desa Harapan Baru, RT 2/1, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada 10 November 2011, Manaf mengalami kecelakaan yang cukup parah ketika ia sedang bekerja di daerah Sukaramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kedua kaki Manaf patah sehingga dokter Puskesmas yang menanganinya saat itu langsung merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Di sana Manaf disarankan untuk segera menjalani operasi pada kakinya, namun ia hanya memiliki Jamkesda Kabupaten Bengkalis yang tidak bisa digunakan untuk berobat di Kabupaten Kampar maupun Pekanbaru, sehingga ia harus membayar seluruh biaya perawatannya di rumah sakit secara umum. Besarnya biaya operasi serta biaya perawatan di rumah sakit membuat Manaf urung berobat dan keluarga membawanya pulang ke rumah. Salah seorang kakak Manaf kemudian membawanya berobat ke daerah Ujung Batu, di sana ia hanya berobat ke bidan di Puskesmas untuk membersihkan daging yang sudah membusuk pada kakinya di daerah bekas luka kecelakaannya. Setelah beberapa tahun berobat di Ujung Batu, Manaf dan ibunya kemudian pindah kembali ke Duri. Sebelumnya Manaf merupakan tulang punggung keluarga, namun saat ini ia sudah tidak bisa berjalan. Keinginan Manaf yang kuat untuk bisa sembuh, terutama karena ia sekarang bisa menggunakan Jamkesdanya kembali, mendorong Manaf untuk berusaha kembali mencari penghasilan dengan cara menjaga ayam titipan tetangga. Manaf berharap dari hasil usahanya yang dikumpulkan sedikit demi sedikit ini dapat mencukupi dana untuk berobat kembali ke RSUD Duri, meski jarak tempuh dari rumahnya ke RSUD cukup jauh. Sayangnya, belakangan ini kakinya semakin sering sakit sehingga Manaf berobat ke dokter umum terdekat dan dokter merujuknya untuk berobat ke RSUD Duri. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Manaf dan dapat menyampaikan bantuan pembelian kursi roda agar ia lebih leluasa untuk beraktivitas serta biaya transportasi untuk berobat di RSUD Duri. Semoga Manaf segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya dan ia dapat beraktivitas dengan normal seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir: @nhpita @eniepalupi Nurul @ririn_restu

Pak abdul menderita Lumpuh


NURBAITI WARIDI (43, Kanker Payudara). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, RT 4/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sejak tahun 2014 bagian payudara Ibu Nur terasa sakit dan ngilu, bila ia melakukan aktivitas berat rasa nyeri yang dirasakannya semakin mendera. Semakin lama payudaranya yang sakit tersebut menjadi benjolan yang semakin membesar. Langkah awal pengobatan yang dilakukan Ibu Nur adalah dengan menggunakan ramuan obat-obatan (herbal), namun setelah 4 bulan menjalani pengobatan tradisional tidak ada perkembangan berarti dan benjolan di payudaranya masih terasa nyeri. Akhirnya Ibu Nur memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan dokter di Puskesmas merujuknya ke RSUD Selasih Pelalawan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pada Maret 2015, dari hasil pemeriksaan laboratorium dokter mendiagnosis Ibu Nur mengidap kanker payudara. Dokter di RSUD Pelalawan kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk menjalani kemoterapi. Ia sempat menjalani kemoterapi selama 4 kali, namun akhirnya tidak dilanjutkan karena tidak memiliki biaya untuk transportasi dari rumahnya ke Pekanbaru. Pengobatan kemoterapi yang terhenti menyebabkan payudara Ibu Nur membengkak kembali hingga akhirnya pada bulan Juni 2016 ia kembali melanjutkan pengobatan kemoterapi sebanyak 6 kali dengan bantuan dana dari kerabatnya. Alhamdulillah selama ikhtiar pengobatannya Ibu Nur menggunakan BPJS kelas 3 sehingga seluruh biaya berobat ditanggung oleh BPJS, namun selama ia dirawat di RS keluarga masih mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan biaya makan mereka sehari-hari. Suami Ibu Nur, Waridi (42), bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak tetap sehingga belum dapat mencukupi kebutuhan Ibu Nur selama ia dirawat di RS. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Nur dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama ia dirawat di RSUD. Semoga ibu Nur senantiasa semangat ikhtiar pengobatannya dan segera diberikan kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Surveyor : @nhpita @siswanto10 @robyparm @ririn_restu

Bu nur menderita Kanker Payudara


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Semoga kondisi Alifa segera membaik dan ia dapat segera berkumpul dengan keluarganya di rumah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @nhpita Irni Bunga @ririn_restu

Bantuan untuk membantu pembelian susu formula


NUR ANNISA (7, Lumpuh). Alamat : KM 11 Sebanga, Jalan Karet, RT 1/11, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Annisa pernah terjatuh ketika masih berusia 7 bulan saat sedang mencoba telungkup. Kemudian orang tua Annisa membawanya ke tukang urut di dekat rumah dan menurut tukang urut tersebut kaki Annisa tidak ada yang terkilir. Setelah beberapa bulan, Annisa tidak bisa belajar berjalan seperti bayi pada umumnya pada usianya sudah hampir 1 tahun. Kaki Annisa seperti tidak kuat untuk menopang tubuhnya. Akhirnya orang tua Annisa membawa berobat ke RS Permata Hati (RSPH) di kota Duri. Annisa sempat menjalani rawat jalan selama 6 bulan di RSPH, setelah itu terhenti karena tidak ada perubahan yang membaik. Akhirnya 9 bulan kemudian Annisa kembali dibawa berobat ke RSUD Duri. Di RSUD Duri, Annisa sempat menjalani CT-Scan namun dokter masih belum bisa menentukan penyebab Annisa mengalami kelumpuhan sehingga Annisa dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan lebih intensif. Alhamdulillah selama berobat Annisa menggunakan Jamkesda sehingga seluruh biaya pengobatan gratis. Orang tua Annisa, Bapak Mahendra (36) bekerja sebagai petani dan Ibu Rusmawati (39) adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu Rusmawati tidak bisa sering meninggalkan rumah karena menjaga Annisa dan kakaknya yang juga menderita lumpuh. Penghasilan Bapak Mahendra yang minim menyebabkan keluarga ini tidak memiliki biaya untuk membawa Annisa ke Pekanbaru. Meskipun pengobatan Annisa ditanggung Jamkesda, namun keluarga tetap mengalami kendala untuk membawa Annisa ke Pekanbaru karena tidak memiliki biaya untuk transportasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Annisa dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi mereka di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @nhpita @eniepalupi @robyparm @ririn_restu

Nur menderita Lumpuh


AFNAN AL HISYAM (25-04-2016,Radang paru-paru, Otak tidak penuh) Alamat Dusun Sinoman RT 003 RW 008 Desa Jatimalang, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur
Pada bulan oktober 2016,awalnya adik Afnan Al Hisyam, sakit batuk dan panas. Diperiksakan ke bidan terdekat sampai dua kali periksa namun demamnya tidak turun. Kejadian diperiksakan ke dokter specialis anak dan langsung dirujuk ke RSUD Pacitan. Setelah opname 7 hari, dokter mendiagnosa sakit radang paru-paru dan dirujuk ke RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Di RSUP DR Sardjito disarankan rawat inap. Dokter mendiagnosa sakit komplikasi radang paru-paru dan Otak tidak penuh. Sempat dirawat di bangsal 2 malam, namun karena keadaan kesehatannya terus menurun, terpaksa harus dirawat di ruang PICU. Walaupum saat ini masa kritisnya sudah terlewati tetapi masih belum sadarkan diri. Dokter masih melakukan observasi lagi karena terjadi umpal pada tulang belakang
Adik Afnan Al Hisyam selamat berobat dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS nov PBI kelas 3. Kedua orang tuanya yaitu bapak Sugiarni bin Paitun (07-02-1970,karyawan swasta) dan ibu Eka Suryati (17-08-1985,ibu rumah tangga) mengalami kendala biaya selama pengobatan untuk biaya-biaya yang tidak tercover bpjs
Alhamdulilah #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga adik Afnan Al Hisyam, untuk menyampaikan bantuan titipan #Sedekah hollics untuk meringankan biaya selama menjalani pengobatan. Keluarga adik Afnan Al Hisyam mengucapkan banyak terima kasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi #Sedekah hollics dan #Sedekah rombongan

Bantuan: Rp 2.000.000,-
Penyampaian: 05 Desember 2016
Via: @Saptuari Sugiharto @faisal_gudeg @Kedunk Ussil@Jemi.rikab

Afnan menderita Radang paru-paru, Otak tidak penuh


RUKINEM BINTI KARIYO DIMEJO (31-12-1949,hidup sebatang karan) alamat Pedukuhan Ngijo Wetan Duwet Gentong RT 002,Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Dalam usianya yang sudah lanjut,ibu Rukinem (kalau dikampung biasa dipanggil mbah Gimo) harus hidup seorang diri. Sebenarnya beliau mempunyai seorang anak perempuan, namun sejak puluhan tahun yang lalu pergi merantau ke Bandung. Sempat pulang satu kali ditahun 2006 saat terjadi gempa besar yogyakarta. Setelah itu tidak ada kabar beritanya lagi. Ketika berusaha ditelurusi keberadaan anaknya, hanya diperoleh keterangan awal merantau dulu jadi asisten rumah tangga di jalan gambir no 12 Bandung, anaknya bernama Riyana
Keadaan ibu Rukinem sangat memprihatinkan, kesehatannya juga sudah mulai menurun,untuk berjalan kepasar saja harus sering berhenti karena nafasnya sudah tidak begitu kuat. Untuk makan sehari-hari kadang dibantu para tetangga karena sudah bisa bekerja lagi. Dirumahnya terlihat beberapa jemuran nasi aking
Alhamdulilah #Sedekah rombongan dipertemukan dengan ibu Rukinem untuk menyampaikan bantuan titipan dari #Sedekah hollics, yang berupa sembako, alat tidur dah bantuan tunai. Ibu Rukinem mengucapkan terimakasih dah mendoakan segenap #Sedekah hollics dan #Sedekah rombongan, semoga menjadi amal kebaikan bagi #Sedekah hollics dan #”Sedekah rombongan

Bantuan: Rp 1.500.000,-
Penyampaian: 22 November 2016
Kurir:@Saptuari Sugiharto@Faisal Gudeg@Kedunk Ussil@Doraima@Ratna Melani@Jemi.rikab

Bantuan berupa sembako, alat tidur dah bantuan tunai


PADI  BIN SAKIP (33, Tumor Mata). Alamat: Dusun Kururan, RT 28/6, Desa Mbelulu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 19 tahun, pak Padi mengalami kecelakaan dan benturan pada mata sehingga menyebabkan mata bagian kanan menonjol keluar. Pak Padi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Kondisi pak Padi lambat laun semakin membaik pasca kecelakaan, namun pada usia 32 tahun kondisi mata padi selalu memerah dan terdapat daging tumbuh di dalam mata. Pak Padi memeriksakan diri ke  RSUD Soedono Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Padi di diagnosa menderita  tumor mata. Pak Padi kemudian dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan dan penanganan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali kontrol serta pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor. Pak Padi tidak memiliki jaminan kesehatan serta terkendala dana untuk operasi. Pak Padi tinggal bersama istrinya. Pak Padi bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Padi. Mulai september 2016 pak Padi menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Bantuan pertama telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi. #SedekahRombongan juga membantu pak Padi untuk pembuatan serta pembayaran iuran BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Padi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 September  2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  @EArynta

Pak padi menderita Tumor Mata


AMENIA BINTI KARSUN (46, Sinus Ohrenicocostali) Alamat: Dusun Buncitan RT 10/5, Desa Kampung Baru, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pada bulan Januari 2014 bu Amenia merasakan sakit tenggorokan yang tidak seperti biasanya. Bu Amenia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Sidoarjo, bu Amenia didiagnosa  menderita Sinus Ohrenicocostali. Karena keterbatasan alat, bu Amenia di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan beberapa kali pemeriksaan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter memberikan advice untuk kemoterapi. Bu Amenia sudah menjalani beberapa kali kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya, terutama untuk biaya transportasi bu Amenia akhirnya menghentikan pengobatannya. Bu Amenia adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan sang suami, pak Banjir (50) merupakan seorang kuli angkut air. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan pada bulan Februari 2016 mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Amenia. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholics kepada beliau. #SedekahRombongan juga membantu bu Amenia dalam pembuatan jaminan kesehatan BPJS. Saat ini bu Amenia kembali menjalani kemoterapi. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya obat diluar tanggunan BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 913. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Amenia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bu amenia menderita Sinus Ohrenicocostali


ERISKA DWI NOFITRI (11, Kanker Ginjal). Alamat : Dusun Sugian RT 3/2, Desa Sukorejo, Kec. Parengan, Kab. Tuban, Jawa Timur. Riska biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, pada bulan Oktober2013 mengalami demam tinggi dan perutnya mulai mengeras. Orang tua Riska membawa ke dokter praktek yang kemudian di rujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di Bojonegoro. Setelah menjalani berbagai macam rangkaian pemeriksaan, Riskadidiagnosa menderita penyakit tumor ginjal bagian kiri. Setelah 7 hari di Rumah Sakit, Riska menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri dengan biaya mandiri. Pada bulan Februari 2014 kondisi kesehatan Riska kembali menurun. Berbekal kartuJamkesmas, keluarga membawa Riska ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Dokter mendiagnosaterdapat bekas tumor yang berkembang menjadi kanker pada saluran ginjal kanan. Dokter tidak berani melakukan operasi karena ginjal kiri Riska sudah diangkat dan hanya sisa ginjal sebelah kanan. Oleh karena itu tindakan yang dapat dilakukan adalah kemoterapi dan radioterapi. Ibunya, Warjan (38) adalah seorang ibu rumah tangga. Pada saat itu pihak keluarga merasa berat dengan banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan,biaya transportasi dan tempat tinggal sementara selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami #SedekahRombongan dipertemukan dengan Riska. Setelah melalui survey, Riska resmi menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Saat ini Riska melakukan kontrol rutin sebulan sekali. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 904. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Riska masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Riska bisa segera diobati dan Riska bisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-citanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Eriska menderita Kanker Ginjal


MOH. IMRON (44, Tumor Tulang). Alamat : Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo RT03/02, Kec. Trowulan, Kab. Mojokerto, Jawa Timur. Pak Imron biasa dipanggil adalah seorang petani padi di kampungnya. Pada awal tahun 2012, tepatnya saat beliau memanen padi di sawah milik orang lain yang sedang ia lakukan, tangan kanan beliau cidera. Pengobatan pertama yang dilakukan hanya diurut saja. Lama-kelamaan, timbul benjolan kecil seperti uci-uci di tangan kanan beliau. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin membesar. Oleh pihak keluarga,pasien dibawa berobat ke RS. Sakinah ,Kota Mojokerto dengan biaya umum. Berdasarkan hasil foto rontgen yang telah dilakukan di rumah sakit, Pak Imron diagnosa menderita tumor tulang. Karna ketiadaan biaya, akhirnya pasien pulang paksa. Harapan beliau dapat kembali sehat seperti semula dan dapat memberi nafkah untuk keluarganya. Alhamdulillah Pak Imron dipertemukan oleh #SedekahRombongan dan saat itu juga kurir #SedekahRombongan langsung menjemput Pak Imron beserta keluarga untuk diantar ke Surabaya. Bantuan sudah diberikan untuk membantu biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 901. Pak Imron dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholics melalui #SedekahRombongan. Serta mari kita berdoa bersama-sama agar Pak Imron dapat kembali sehat dan bisa menafkahi keluarganya kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir: @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Pak imron menderita Tumor Tulang


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jl. Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Ibu Reni panggilan akrabnya mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor,mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan airmata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya ibu Reni memeriksakan dirinya di puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit terdekat karna alasan peralatan yang lebih lengkap. Di rumah sakit, dilakukanlah CT.SCAN dan diketahui bahwa Ibu Misreni menderita Tumor Mata. Ibu Misreni adalah seorang Petani padi dan memetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Ibu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah. Pihak Rumah sakit merekomendasikan Ibu Misreni untuk dirujuk ke RSU. Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan kepada keluarga Ibu Misreni. Santunan pertama telah kami berikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 901. Harapan Ibu Misreni semoga bisa sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 September 2016
Kurir  : @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Ibu misreni menderita Tumor Mata


NJOO SWIE FOEN (61, Kanker Payudara). Alamat:  Jl. Syamanhudi No 35, Jember, Jawa Timur. Bu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya juga merupakan salah satu pasien #SedekahRombongan yang telah meninggal dunia. Sakit yang diderita Bu Gio berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa Bu Gio menderita kanker payudara stadium 3. Dan diharuskan untuk operasi. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan Bu Gio  membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan Bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Bu Gio sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga dan tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan Bu Gio, kemudian diberikan bantuan sebesar Rp. 500.000,- yang digunaka untuk biaya transportasi ke Surabaya. #SedekahRombongan juga membantu Bu Gio dalam pembuatan BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Mulai awal menjalani kemoterapi dan radiotherapy Bu Gio telah didampingi oleh #SedekahRombongan. Bantuan sebelumnya sudah diberikan dan masuk di rombongan 904.  Saat ini semua proses kemoterapi dan radioterapi sudah selesai, namun muncul benjolan lagi yang semakin membesar di punggung beliau dan saat ini masih dalam tahap diagnosis. Saat ini Bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 September 2016
Kurir:   @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Ibu njoo menderita Kanker Payudara


RIRIN INDRAWATI (51, Kanker Mulut) Alamat: Dusun Duku RT 1/27, Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pada awal tahun 2013 muncul benjolan di langit langit mulut Bu Ririn. Kemudian Bu Ririn  melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Jember dan dilakukan tindakan biopsi. Dari hasil pemeriksaan, Bu Ririn didiagnosa menderita kanker mulut. Selanjutnya dilakukan operasi pada kelenjar air liur Bu Ririn. Pasca operasi benjolan kembali tumbuh. Pada tahun 2014 Bu Ririn di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Ririn baru melakukan pengobatan ke RSU Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Agustus 2015 untuk menjalani radioterapi. Keterlambatan untuk datang ke RSUD Dr. Soetomo karena kendala biaya transportasi ke Surabaya.  Pada Februari 2016 muncul benjolan di atas hidung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Ririn kembali didiagnosa menderita kanker dan kanker baru tersebut sudah tidak bias dioperasi karena sudah menyebar ke otak. Bu Ririn memiliki fasilitas jaminan kesehatan (JKN), namun beliau merasa kesulitan biaya transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang kesulitan yang dialami bu Ririn, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Bantunan sudah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 904. Bu Ririn dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholics atas bantuan yang telah diberikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan: Rp  500.000,-
Tanggal: 25 September 2016
Kurir: @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bu ririn menderita Kanker Mulut


MISRIYA BIN ALAWI (35, Tumor Pipi). Alamat: Desa Glingseran RT 10/1, Kec. Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak Bu Misriya umur 10 tahun muncul benjolan di dalam gusi  sebelah kiri dan semakin lama semakin membesar. Kemudian Bu Misriya memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Misriya didiagnosa menderita tumor pipi kemudian di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan tindakan operasi  bedah pengangkatan benjolan. Setelah tindakan operasi, bu Misriya rutin kontrol ke Poli Bedah Mulut, Poli Mata, Poli Syaraf dan Poli Bedah Plastik. Namun ikhtiar Bu Misriya sempat terhenti karena kendala biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Suami bu Misriya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal karena kecelakaan. Sehari-hari bu Misriya bekerja sebagai buruh tani dan tempat tinggal selama ini masih menumpang dirumah saudara nya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan Bu Misriya dan memberikan bantuan kepada Bu Misriya yang dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya. Saat ini bu Misriya melakukan kembali melakukan pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 901. Bu Misriya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Misriya masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 7 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara @EArynta

Bu misriya menderita Tumor Pipi


SUCI RAMADANI​ (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Dukuh Kupang Barat 1 buntu 3 blok II no 58 Surabaya. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRSurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannyapun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di RS William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 915. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui #SedekahRombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan Balita mungil ini bias tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi

Suci menderita Kelumpuhan Saraf Otak


SARNO BIN SETRO GIMUN (45, Prostat) Alamat: Desa Karangrejo RT 21/09, Kec. Kawedanan, Kab. Magetan, Jawa Timur. Pada tahun 2010 Pak Sarno mulai mengalami gangguan kencing. Kemudian Pak sarno memeriksakan diri ke Rumah Sakit terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Sarno di Diagnosa menderita prostat. Pak Sarno menjalani pengobatan dengan biaya umum di Rumah Sakit tersebut. Setelah beberapa kali berobat, Pak Sarno memutuskan untuk menghentikan pengobatannya karena keterbatasan biaya. Kondisi Pak Sarno semakin lama semakin memburuk, muncul benjolan pada buah zakarnya. Benjolan tersebut mengeluarkan nanah dan semakin lama semakin membesar terutama saat Pak Sarno kelelahan. Karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk, Pak Sarno berhenti bekerja. Benjolan pada buah zakar mengakibatkan Pak Sarno tidak bisa buang air kecil dan harus memakai kateter. Bahkan bila benjolan itu kambuh dan membengkak, Pak Sarno akan kesulitan untuk berjalan. Karena keterbatasan biaya, Pak Sarno hanya berobat di klinik dokter terdekat saat benjolan kambuh saja. Saat ini Pak Sarno sudah tidak bekerja. Sedangkan istri Pak Sarno bekerja sebagai penjual jamu. Jumlah tanggungan keluarga Pak Sarno adalah 4 orang. Penghasilan istri Pak Sarno tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan Pak Sarno. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Sarno berdasarkan informasi dari saudara salah satu kurir #SedekahRombongan. #SedekahRombongan membuatkan BPJS untuk Pak Sarno agar dapat melanjutkan kembali pengobatannya. Setelah selama 5 bulan berobat di RSUD Soedono Madiun dalam dampingan #SedekahRombongan, Pak Sarno dirujuk dokter untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat ini Pak Sarno rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap 2 minggu sekali. Bantuan sudah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta obat yang tidak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat di rombongan 913. Keluarga pak Sarno mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Pak sarno menderita Prostat


AQILA FEBI ANGRAENI (1, Hidrosepalus) Alamat : Dusun. Bopong RT2/1, Desa Sugihwaras, Kec. Parengan  Kab. Tuban, Jawa Timur. Pada saat lahir, kondisi Dik Aqila normal, namun saat  usia 38 hari Dik Aqila mengalami kejang sampai koma. Kemudian Dik Aqila dirawat di RSUD Bojonegoro selama 18 hari. Pada usia 2 Bulan,  kepala Dik Aqila semakin lama semakin terlihat membesar. Setelah melakukan pemeriksaan ke RSUD Bojonegoro dan didiagnosa Hidrosepalus, Dik Aqila dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut, yaitu operasi pengambilan cairan di kepala. Ayah Dik Aqila, Sucipto (24) bekerja sebagai buruh tani, sedangkan Siska (22), Ibu Dik Aqila sebagai ibu rumah tangga. Selama berobat ke RSUD Dr. Soetomo, Dik Aqila menggunakan jaminan kesehatan BPJS Kelas 3. Namun karena tidak mampu membayar iuran dan merasa keberatan dengan biaya transportasi ke Surabaya, Dik Aqila menghentikan pengobatannya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan Dik Aqila dan memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya transportasi. #SedekahRombongan juga menanggung biaya iuran BPJS Dik Aqila. Setelah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan, Dik Aqila menjalani terapi satu minggu dua kali ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan sudah diberikan, Dik Aqila dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan para sedekahholics yang telah memberikan sedikit rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu proses pengobatannya. Semoga semua amal kebaikan sedekahholics diterima oleh Allah SWT dan rejekinya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Miftakhul_Huda @EArynta

Aqila menderita Hidrosepalus


MUHAMMAD NUR ALFA (3, Invaginasi). Alamat : Lingkungan Krajan Barat, RT 11/2, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Beberapa bulan yang lalu Alfa susah makan karena merasakan sakit di bagian perutnya. Orang tuanya pun membawa Alfa ke tukang urut atau pijat untuk mengurut Alfa agar mau makan kembali. Tapi diduga pijatan tukang urut tersebut terlalu kencang saat menekan usus besar Alfa yang masih belum terlalu kuat organ tubuhnya. Sehingga ususnya tidak berkontraksi secara baik karena sebagian usus tersangkut dibagian usus yang lain atau yang lebih dikenal dengan istilah invaginasi dalam dunia kedokteran. Tindakan operasi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pemasangan alat bantu pencernaan sudah berhasil dilakukan dan saat ini Alfa sedang dijadwalkan untuk operasi kedua kalinya. Pada akhir bulan November Alfa telah direncanakan dokter untuk melakukan radiologi lopografi atau pemeriksaan secara radiologi dengan memasukan media kontras positif kedalam usus melalui lubang buatan pada daerah perut. Alfa tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Harianto (37) yang bekerja petani dan Ibu Sunarti (34) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa. BPJS Mandiri Kelas III adalah fasilitas kesehatan yang Alfa miliki. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Malang telah dipertemukan dengan Alfa dan memberi bantuan lanjutan untuk membeli kantong stoma, susu dan transportasi Pasuruan-Malang. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam rombongan nomor 918. Semoga Alfa segera diberi kelancaran dalam menjalani pengobatan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 890.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz Candy @nay_munaa @m_rofii11

Nur menderita Invaginasi


ERNI BIN NARDI (24, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Jember, RT 5/3, Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Erni dan suamimya, Ortha Melando (27), telah berumah tangga selama 5 tahun. Selama itu, pasangan tersebut belum dikaruniai keturunan. Untuk segera mendapatkan anak, salah satu usaha yang dilakukan oleh Erni adalah dengan mengkonsumsi jamu. Sayangnya usaha tersebut malah menjadikan Erni terkena penyakit. Sekitar 10 bulan yang lalu, tensi Erni sempat tinggi. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, Erni dinyatakan gagal ginjal. Sampai saat ini, Erni telah melakukan penyinaran sebanyak 52 kali, rawat inap sebanyak 17 kali dan untuk sekarang Erni harus kontrol setiap awal bulan untuk cuci darah. Suaminya, Ortha Melando (27), memilih berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk merawat Erni yang lebih berharga baginya. Karena tidak memiliki pekerjaan, pasangan ini dan keluarganya pelan-pelan mulai menjual segala harta bendanya untuk biaya pengobatan Erni. Beruntung biaya pengobatan Erni yang rutin kontrol di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang tiap tanggal 1 ini banyak terbantu dengan Fasilitas Kesehatan BPJS Mandiri kelas I. Melihat kesulitan tersebut, kurir Sedekah Rombongan tanggap memberikan bantuan kepada Erni yang bulan ini dialokasikan untuk biaya transportasi pulang pergi Jombang-Malang dan membeli obat-obatan. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 903. Semoga bantuan dari Sedekaholics bisa meringankan beban Erni dan semoga lekas diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11 @nay_munaa

Pak erni menderita Gagal Ginjal


ANDI  SAHERTIAN (48, Kusta). Alamat : Griya Damai Sejahtera C20, RT 1/6, Desa Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar tahun 2014 yang lalu, kaki kiri Bapak Andi terkena pacul dan terluka saat kerja bakti, tapi luka tersebut terus membengkak sampai mengeluarkan bau tak sedap. Muncullah bercak yang berwarna putih di kulit, lalu benjolan yang tidak hilang setelah beberapa minggu. Penyakit kusta yang disebabkan oleh bakteri ini sepertinya telah menyerang kulit dan jaringan saraf Bapak Andi. Setelah tiga tahun tanpa penanganna sama sekali. Akhirnya beliau dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan diputuskan kaki beliau diamputasi, tapi sebelum amputasi dilakukan ternyata Bapak Andi dirujuk ke Rumah Sakit Kusta Kediri. 25 Oktober 2016, Bapak Andi pun berhasil dioperasi dengan tanpa biaya di Rumah Sakit Kusta Kediri. Yakob Sehartian dan Sarinah adalah nama kedua orang tua beliau, tapi kini keduanya telah meninggal sehingga Bapak Andi kini sebatang kara. Bapak Andi juga belum menikah, dan dahulunya bekerja sebagai kuli bangunan dengan gaji pas-pasan. BPJS kelas III Mandiri ialah fasilitas kesehatan yang beliau miliki. Keterbatasan biaya pada awalnya menyurutkan niat Bapak Andi untuk berobat, sampai akhirnya dipertemukan dengan Sedekah Rombongan Malang. Bantuan untuk Bapak Andi dipergunakan untuk transportasi Malang-Kediri dan untuk keperluan sehari-hari saat di rumah sakit. Bantuan anda telah tersampaikan, semoga Bapak Andi bisa segera sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori @mfyusuf @nay_munaa

Pak andi menderita Kusta


SUCANTI RIYONO (53, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 4/11, Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penyakit beliau ditandai dengan kondisi awal tangan beliau bengkak dan tidak bisa digerakkan, kondisi ini semakin memburuk disertai payudara kiri beliau juga membengkak. Mengetahui hal tersebut keluarga beliau berinisiatif untuk membawa Ibu Sucanti ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah menjalani pemeriksaan beliau di diagnosis kanker payudara. Setelah pemeriksaan Ibu Sucanti tidak melanjutkan untuk menjalani pengobatan kembali. Dua bulan belakangan ini Ibu Sucanti hanya terbaring di kamar tidur, karena sudah lemas dan tidak bisa beraktivitas lagi. Saat mendapatkan informasi tentang Ibu Sucanti, tim Sedekah Rombongan Malang datang untuk membantu beliau. Namun sayang, sesampainya di kediaman Ibu Sucanti ternyata beliau telah dinyatakan meninggal dunia. Riyono (63), suami beliau yang bekerja sebagai kuli bangunan tidak mampu mencukupi biaya pengobatan istrinya. Sementara Ibu Sucanti hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, sehingga tidak adanya biaya menyurutkan niat beliau untuk berobat. Beliau memiliki BPJS Mandiri kelas III sebagai fasilitas kesehatan. Santunan kematian pun diberikan kurir Sedekah Rombongan untuk keluarga beliau. Semoga amal ibadah beliau diterima tuhan yang maha esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @kurniawanekko @nay_munaa @m_rofii11

Bu suci menderita Kanker Payudara Kiri


NOTO BIN MULI (46, Suspect Infeksi Paru). Alamat:  Jl. Calukan Geneng Tengah Tol, RT 38/63, Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Biasa dipanggil Bapak Noto, beliau sudah 1,5 tahun merasakan sakit. Awalnya badan terasa lemas, selang beberapa hari beliau dibawa ke dokter. Dokter pun memberikan informasi tentang penyakit pasien, bahwa Pak Noto menderita sakit paru-paru yang dicurigai karena infeksi. Sekitar 1 bulan yang lalu sempat beliau dirawat selama 1 minggu di Rumah Sakit Masyitoh Bangil. Sakit paru-paru tentu membutuhkan biaya banyak, Pak Noto pun menghentikan sementara jadwal kontrol beliau. Apalagi Pak Noto tinggal sendirian, kedua orang tuanya telah wafat, dulu beliau bertahan dari hasil pekerjaan sebagai pramu jasa. Kini beliau hanya bisa berharap rezeki dari Allah yang dititipkan oleh orang lain. Apalagi untuk berobat, kendala biaya dan transportasi menjadi alasan. BPJS juga masih dalam tahap pengurusan. Alhamdulillah dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan sehingga bisa megurangi beban Bapak Noto. Bantuan untuk Bapak Noto dialokasikan untuk kebutuhan berobat dan transportasi. Semoga kondis Bapak Noto akan segera membaik dan dapat beraktivitas kembali. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @kurniawanekko @nay_munaa @m_rofii11

Pak noto menderita Suspect Infeksi Paru


HUSNAUS ZAHROTUL HABIBAH (6, Gangguan Pengeluaran Air Mata). Alamat :  RT 11/4, Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Awal mula kecelakaan motor terjadi saat menjadi penumpang  motor yg dikendarai oleh  tetangganya. Hingga akhirnya ia dibawa ke Rumah Sakit Paru Kota Batu yang kemudian dilakukan operasi pada bulan Maret 2016. Setelah dioperasi, beberapa bulan kemudian mata Dek Nana mengeluarkan cairan seperti air mata terus menerus, hampir setiap hari. Menurut dokter ada kemungkinan terjadi risiko tindakan saat setelah melakukan operasi pada bagian kepala Dik Nana. Sampai saat ini belum ada tindakan medis lanjutan yang dilakukan oleh pihak keluarga karena kurangnya biaya dalam menjalani pengobatan. Dik Nana hingga saat ini hanya sekali memeriksakan diri di Rumah Sakit Paru Kota Batu, setelah itu tidak memeriksakan diri. Dik Nana merupakan seorang anak yatim dari alm. Bapak Sahidin, sementara ibunya, Lilik Habibah (40) sekarang bekerja sebagai buruh tani. Pemasukan keluarga ini yang begitu minim menjadikan perawatan kondisi mata, Dek Nana juga tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan sama sekali. Kurir Sedekah Rombongan pun turun tangan untuk memberikan bantuan untuk pengobatan Dik Nana dan dipergunakan untuk biaya berobat dan membeli obat mata khusus. Semoga Dik Nana bisa segera sembuh dan ceria kembali.

Jumlah Bantuan : Rp 632.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nursadino @nay_munaa @m_rofii11

Nana menderita Gangguan Pengeluaran Air Mata


SUHADA FATMA BALKIS (11, Lumpuh). Alamat : KM 11 Sebanga, Jalan Karet, RT 1/11, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Suhada merupakan putri sulung dari Bapak Mahendra (36) dan Ibu Rusmawati (39). Saat Suhada berusia 7 tahun, ia tiba-tiba merasa lemas sampai tidak sanggup berjalan. Selain itu, badannya sering mengalami demam tinggi. Ibu Rusmawati mengira Suhada hanya lemas karena demam biasa dan memaksanya agar tetap berusaha untuk berjalan, namun semakin hari kondisinya justru semakin menurun hiingga akhirnya ia dibawa berobat ke RS Permata Hati (RSPH) Duri. Dokter RSPH mendiagnosis Suhada mengidap penyakit paru dan harus rutin mengonsumsi obat untuk mengatasi penyakitnya agar ia juga tidak mengalami demam lagi. Selama pengobatannya Suhada menggunakan Jamkesda sehingga seluruh biaya berobatnya gratis. Suhada menjalani rawat jalan pengobatan penyakit parunya selama 6 bulan, namun karena tidak ada perubahan akhirnya pengobatan Suhada dihentikan. Orang tua Suhada kemudian mencoba pengobatan tradisional dan berulang kali membawa Suhada ke tukang urut namun ia masih tetap tidak bisa jalan. Pada 18 Oktober 2016 lalu, kondisi Suhada kembali menurun sehingga ia dibawa ke RSUD Duri dan langsung dirawat inap. Suhada pun akhirnya menjalani CT-Scan namun dokter juga belum dapat memastikan diagnosis penyakit yang diderita Suhada. Dokter masih belum berhasil menemukan penyebab penyakit Suhada yang membuat kondisinya lumpuh, sehingga akhirnya merujuk Suhada ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Kondisi perekonomian keluarga Suhada menjadi kendala baginya untuk melanjutkan pengobatan karena keluarga tidak memiliki biaya untuk membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penghasilan Pak Mahendra sebagai petani yang tidak menentu hanya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga ini. Apalagi adik Suhada juga butuh perhatian lebih karena menderita penyakit yang sama. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Suhada dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama Suhada berobat ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Suhada dan adiknya, Annisa, menjadi pasien dampingan SR Riau yang akan dibantu pengobatannya hingga mereka berdua insyaa Allah bisa mendapatkan kesembuhan total. Semoga Suhada segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @nhpita @eniepalupi @robyparm @ririn_restu

Suhada menderita Lumpuh


RONI BIN ZAINUDDIN (6, Gangguan Ginjal). Alamat : Dusun Timber Punti Kayu, RT 8/3, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Roni berawal saat ia berumur 1,5 tahun saat matanya tiba-tiba membengkak seperti biduran. Selang beberapa hari kemudian sekujur tubuh Roni juga ikut membengkak hingga ia akhirnya dibawa ke klinik terdekat dan dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa Roni hanya menderita alergi saja. Setelah beberapa hari mengosumsi obat dari dokter, kondisi Roni tidak mengalami perubahan membaik. Roni pun diperiksa kembali oleh dokter di klinik yang sama dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih intensif dokter menyatakan adanya gangguan pada ginjal Roni sehingga ia harus dirujuk ke RSUD Indra Sari di Pematang Rebah. Setelah dokter di RSUD Pematang Rebah melakukan pemeriksaan ia kembali dirujuk lanjutan ke RS Ibnu Sina di Pekanbaru karena peralatan di RSUD tidak memadai untuk melakukan pengecekan ginjalnya. Di RS Ibnu Sina Pekanbaru, dokter memberikan obat untuk mengobati ginjal Roni dan ia harus tetap berobat jalan agar kondisi ginjalnya terus terpantau dalam pengawasan dokter. Sayangnya keluarga mengalami kendala keterbatasan biaya, terlebih lagi karena selama berobat Roni terdaftar sebagai pasien umum sehingga biaya pengobatan yang dikeluarkan menjadi besar. Kondisi tersebut menyebabkan Roni tidak pernah lagi melakukan kontrol selama 4 bulan terakhir ini. Orang tua Roni, Zainuddin (39), bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya, Watiah (36), adalah seorang ibu rumah tangga. Perekonomian keluarga yang masih terbatas belum dapat memenuhi kebutuhan dan akomodasi Roni berobat. Roni pun belum memiliki jaminan kesehatan apapun karena ketiadaan biaya dan keterbatasan informasi untuk membuat BPJS. Selama ini orang tua Roni terpaksa mengandalkan bantuan dari tetangga untuk biaya pengobatan Roni. Alhamdulillah, akhirnya kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Roni dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu pengurusan pembuatan BPJS serta pembayaran iurannya. Semoga Roni dapat melanjutkan pengobatannya kembali sehingga ia bisa sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @nhpita Bayu

Roni menderita Gangguan Ginjal


JULIAWATI WARIDI (37, Tumor Jinak di Bahu Kiri). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, RT 4/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada tahun 2004, di bahu sebelah kiri Ibu Juliawati tiba-tiba terdapat benjolan kecil, namun karena Ibu Juliawati tidak merasakan apapun pada benjolan tersebut ia tidak memeriksakan diri ke dokter. Hingga akhirnya pada tahun 2016 benjolan kecil di bahu kirinya menjadi besar dan ia sering merasakan sakit, pegal dan nyeri. Terlebih lagi saat ia sedang melakukan aktivitas berat dan merasa kecapekan, benjolannya terasa semakin nyeri hingga berdenyut. Meskipun begitu, ia tetap tidak dapat memeriksakan kondisinya ke dokter karena ketiadaan biaya untuk pergi ke rumah sakit. Suami Ibu Juliawati, Waridi (42), bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap. Penghasilannya yang masih minim hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Hingga akhirnya alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Juliawati sehingga santunan dapat disampaikan untuk membantu biaya transportasi untuk berobat ke RS Evarina di Pelalawan. Selama proses pengobatannya, alhamdulillah Ibu Juliawati menggunakan BPJS kelas 3 sehingga seluruh biaya pengobatannya gratis. Dokter di Pelalawan yang memeriksa Ibu Juliawati langsung menyarankan agar ia dirawat inap untuk dapat dilakukan tindakan operasi pembuangan tumor jinak di bahu kirinya tersebut. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan Ibu Juliawati saat ini sudah terbebas dari tumor jinak yang selama ini mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Semoga Ibu Juliawati segera pulih dan selalu sehat wal ‘afiat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @nhpita @siswanto10

Julia menderita Tumor Jinak di Bahu Kiri


ROSIDAH BINTI SAM’ANI (7, Cerebral Palsy). Alamat : Desa Tantaringan, Kecamatan Muarah Harus, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Rosidah mengalami kelainan cerebral palsy sejak lahir. Anggota badan Rosidah sulit untuk digerakkan, sehingga perkembangannya terhambat. Hingga usianya yang sudah memasuki 7 tahun ini Rosidah belum bisa berjalan dan berbicara. Keseharian Rosidah hanya duduk di bangku kayu khusus yang dibuat oleh ayahnya dan untuk berpindah tempat Rosidah harus digendong ibunya. Dengan berbekal Jaminan Tablong Sehat (JTS), orang tua Rosidah, Bapak Sam’ani dan Ibu Nur Wahidah, sejak tahun 2014 rutin membawa Rosidah ke RSUD Tanjung untuk melakukan fisioterapi agar perkembangannya semakin membaik. Fisioterapi ini rutin dilakukan hingga JTS-nya diberhentikan pada awal tahun 2016. Ketiadaan biaya membuat orang tua Rosidah yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan terpaksa menghentikan fisioterapinya di RSUD Tanjung. Alhamdulillah ada seorang fisioterapis yang bersedia meluangkan waktunya untuk datang ke rumah Rosidah untuk melakukan fisoterapi. Fisioterapis tadi menyarankan agar memiliki kursi roda khusus untuk membantu proses fisioterapi agar perkembangan Rosidah lebih cepat membaik, namun karena harganya yang cukup mahal orang tua Rosidah terpaksa mengurungkan niat untuk membelinya. Atas kehendak Allah, Rosidah dipertemukan dengan kurir sedekah rombongan. yang dapat membantu membelikan kursi roda khusus untuk Rosidah. Saat menerima bantuan kursi roda khusus Rosidah terlihat sangat bahagia, keluarga berharap semoga perkembangan Rosidah bisa semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.500.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir : @arfanesia @ilhamasmara slamet @ririn_restu

Rosidah menderita Cerebral Palsy


ABDUL RANI (64, Cellulitis). Alamat : Jl Raya Tua Tunu, RT 1, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Saat pulang bekerja Pak Abdul merasakan gejala demam, ia tiba – tiba merasa menggigil dan panas tinggi. Beberapa hari kemudian, muncul bintik-bintik merah disertai bengkak di sekitar kakinya. Kondisi tersebut semakin parah saat Pak Abdul Rani tidak memeriksakan kondisinya ke dokter tetapi hanya mengandalkan obat tradisional. Akibatnya kaki Pak Abdul Rani melepuh dan muncul koreng yang menimbulkan aroma tidak sedap. Selama 2 bulan Pak Abdul Rani belum memeriksakan kondisi kakinya dikarenakan kekhawatiran terkait masalah biaya meskipun ia telah memiliki KIS. Berat badan Pak Abdul Rani menurun drastis dan ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Pak Abdul Rani adalah seorang buruh harian tidak menentu sedangkan istrinya hanya ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian mereka yang terbatas membuat keluarga tidak berani membawa ke dokter untuk diperiksa lebih intensif. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dan merasa prihatin dengan kondisi Pak Abdul Rani. Bekerjasama dengan pihak Puskesmas setempat, akhirnya Pak Abdul Rani bisa dievakuasi ke RS Bhakti Wara untuk dirujuk dan ditangani secara intensif. Pak Abdul Rani didiagnosis dokter menderita penyakit cellulitis. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Herda @ririn_restu

Pak abdul menderita Cellulitis


MUHADI SIJUK (72, Lumpuh). Alamat : Jln. Sijuk, RT 17/8, Dusun Air Gelarak, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pak Muhadi adalah sosok yang tidak pernah kenal lelah dalam menjemput rejeki Allah SWT meski usianya sudah senja. Berprofesi sebagai seorang buruh harian lepas, ia rela melakukan apa saja yang halal untuk mendapatkan makanan setiap hari bagi keluarganya. Kini ia sudah tidak bisa lagi bergerak bebas pindah dari hutan ke hutan mencari kayu bakar untuk dijual sebagai mata pencaharian tetapnya. Ia saat ini menderita lumpuh dan hanya bisa terbaring di tempat tidurnya. Sejak 2 tahun lalu, Pak Muhadi tiba – tiba jatuh sakit dan hampir setengah badannya sudah tidak bisa digerakkan lagi. Pak Muhadi yang terdaftar sebagai peserta JKN tidak berani untuk memeriksakan kondisinya karena khawatir akan biaya yang harus dibayarkan jika rutin berobat. Pengobatan alternatif menjadi pilihan keluarganya untuk menyembuhkan sakit Pak Muhadi meskipun sampai saat ini belum berdampak baik bagi penyembuhannya. Hidup dalam kondisi terbatas di desa kecil di pulau Belitung, membuatnya hanya bisa pasrah dengan kondisi penyakitnya. Kini ia hanya bergantung hidup pada pemberian anak -anaknya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu langsung dengan Pak Muhadi dan dapat memberikan bantuan yang  diharapkan dapat membantu keluarga membawa Pak Muhadi berobat ke rumah sakit terdekat sekaligus membantu biaya kehidupan sehari – harinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Desmi @ririn_restu

Pak muhadi menderita Lumpuh


TUKIJAH BINTI RUBIDI (35, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Pedukuhan Klendrekan, RT 13/27, Desa Banjarsari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak beberapa tahun yang lalu bu Tukijah menderita sakit tetapi tidak begitu diperhatikan karena beliau masih bisa bekerja seperti biasa. Setelah hampir 3 tahun kesehatannya mulai menurun.  Lehernya terasa kaku dan timbul bengkak. Setelah diperiksakan ke puskesmas setempat langsung dirujuk ke RSUD Wates, Kulonprogo kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Dokter menyarankan untuk melakukan tes laboratorium di RSA UGM Yogyakarta. Dari hasil tes laboratorium diketahui, Ibu Tukijah menderita sakit kanker kelenjar getah bening. Pihak RSA UGM kembali merujuk pasien ke RSUP DR Sardjito untuk melakukan kemoterapi. Sayangnya jadwal kemoterapi Ibu Tukijah sempat tertunda karena ada obat yang tidak tersedia di apotek. Kesehatan Ibu Tukijah tidak stabil dan sering keluar masuk rumah sakit. Saat ini, di bagian leher yang semula bengkak muncul luka dan mengeluarkan darah. Suaminya, Tukiran bin Paijo (45) bekerja sebagai petani. Ia merasa tidak mampu melanjutkan pengobatan istrinya. Meskipun Ibu Tukijah memiliki fasilitas kesehatan KIS tetapi biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit memang tidak sedikit. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan keluarga Ibu Tukijah untuk menyampaikan amanah sedekaholics. Bantuan ini digunakan untuk meringankan biaya akomodasi pengobatan Ibu Tukijah. Mari kita doakan semoga Ibu Tukijah segera memeroleh kesembuhan. Santunan sebelumnya telah dilaporkan di Rombongan 844.

Jumlah Bantuan: Rp. 854.500,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir: @Saptuari @AtinLelyaS @Jemi.rikab

Bu tukijah menderita Kelenjar Getah Bening


MUCHOLIFAH BINTI IMAM SUPARMAN (58, Os Proptosis). Alamat : RT 3/2, Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Awalnya, Bu Mucholifah merasa tidak enak badan karena kelelahan bekerja. Karena kondisinya semakin menurun, ia terpaksa dilarikan ke RSUD Dolopo Madiun, dan rawat inap selama lima hari. Setelah diperiksa ternyata ia memiliki kadar asam urat yang tinggi. Beberapa bulan kemudian ia merasakan ada ganjalan di matanya. Namun karena tidak memiliki biaya, Bu Mucholifah tidak memeriksakannya. Saat ini bola matanya menonjol keluar. Pihak keluarga berinisiatif membawanya ke rumah sakit berbekal uang pinjaman dari saudaranya karena saat itu belum memiliki jaminan kesehatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Mucholifah didiagnosa menderita tumor retrobulbar. Ia pun dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Saat ini, ia telah selesai mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan sudah dapat digunakan untuk berobat. Meski demikian ia dan keluarganya terkendala biaya akomodasi dan transportasi selama pengobatan. Bu Mucholifah merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak. Anak yang pertama dan ketiga dalam kondisi keterbelakangan mental. Sementara itu, Pak Misni, suaminya bekerja sebagai buruh tani, terkadang penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Bu Mucholifah pun harus ikut bekerja sebagai tukang bersih-bersih di rumah tetangga, namun semenjak sakit ia tidak bisa bekerja lagi karena badannya lemas dan lebih banyak berbaring di tempat tidur. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Mucholifah, dan akan mendampingi proses pengobatannya. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover dan pembelian susu peptamen. Semoga Bu Mucholifah segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 582.510,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bu mucholifah menderita Os Proptosis


CHADISAH BIN KASWARI (47, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Wadas Wetan, RT 1/7, Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2016 Bu Cahdisah merasa ada benjolan kecil di payudaranya. Setelah diperiksakan ke RSUD Temanggung, diketahui bahwa benjolan tersebut adalah kanker payudara. Bu Chadisah kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk menjalani operasi. Setelah operasi, ia pun menjalani kemoterapi sebanyak 4 kali, kondisinya juga semakin membaik dan diperbolehkan untuk rawat jalan. Namun, September 2016, Bu Chadisah merasakan sakit pada pinggang, kakinya pun terasa nyeri dan kaku. Kembali ia diperiksakan ke RSUD Temanggung, ternyata kankernya sudah bermetastase ke tulang. Ia pun dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito, dan sempat berobat sebanyak tiga kali. Namun sayang pengobatannya terpaksa terhenti karena keterbatasan biaya. Pak Zarkoni (52), suaminya, bekerja sebagai petani, sementara penghasilan yang ia dapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Belum lagi mereka masih memiliki tanggungan anak yang masih bersekolah. Untuk berobat, mereka mengandalkan jaminan kesehatan dari pemerintah, KIS. Kondisinya saat ini hanya bisa berbaring di rumah saja, tidak bisa berjalan karena kaki sudah mati rasa dan tidak bisa digerakkan. Kondisi ekonomi dan keadaan tubuh yang lemah menjadi kendala untuk melanjutkan pengobatannya. Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan akan mendampingi proses pengobatan pasien. Sedekah Rombongan kemudian menyalurkan bantuan yang akan digunakan untuk biaya kontrol rutin dan pembelian obat yang tidak tercover, serta untuk keperluan tindakan selanjutnya. Semoga Bu Chadisah segera diberikan kesehatan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 557.700,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bu Chasidah menderita Kanker Payudara


SUBARNI BINTI SARNO SUWITO (41, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Nangsri Kidul, RT 1/4, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Tahun 2013, pada saat ia menyusui anaknya, ia melihat ada benjolan kecil pada payudaranya. Lama-kelamaan ia merasakan nyeri pada bagian payudara, kemudian memeriksakan diri ke dokter. Tak disangka, dokter menyarankan untuk menjalani operasi. Karena Bu Subarni merasa takut akhirnya rencana itu urung dilakukan. Ia memutuskan untuk menjalani pengobatan dengan cara tradisional. Ia pun berobat ke tempat pengobatan alternatif. Awal Tahun 2016, benjolan pada payudaranya membesar dengan cepat dan akhirnya pecah. Oktober 2016, Bu Subarni akhirnya mau menjalani operasi di PKU Muhammadiyah Wonosari. Untuk biaya operasi dan pengobatan, ia mengandalkan jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Bu Subarni juga sering mengalami pusing kepala karena ternyata ia juga memiliki penyakit vertigo. Sugiyono (66), suaminya, bekerja sebagai buruh tani. Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak, yang pertama lulusan SMP dan kini bekerja sebagai karyawan di warung tenda pecel lele. Anak kedua masih SMP dan berencana untuk tidak melanjutkan sekolahnya karena ketiadaan biaya. Sementara anak yang terakhir masih berusia 3 tahun dan belum bersekolah. Sedekah Rombongan Jogja akan mendampingi proses pengobatan Bu Rubiyem. Sedekah Rombongan kemudian menyalurkan bantuan yang digunakan untuk biaya kontrol rutin dan cek laboratorium untuk keperluan tindakan selanjutnya. Alhamdulillah, Bu Subarni sangat bersyukur, karena berkat bantuan sedekaholics ia bisa melanjutkan pengobatannya. Santunan sebelumnya terdapat pada pelaporan Rombongan 921.

Jumlah Bantuan : Rp. 965.650,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

Bu subarni menderita Kanker Payudara


SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO (46, Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Sawah Lor, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY. Sudah dua tahun Bu Suprapti menderita kanker payudara. Awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Bu Suprapti kemudian memeriksakannya ke poliklinik umum dan langsung dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito di Yogyakarta. Oleh dokter dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito dan disarankan untuk menjalani kemoterapi. Jadwal kemoterapinya sudah selesai. Bu Suprapti pun sudah menjalani operasi mastektomi (pengangkatan payudara) sebelah kanan di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Suaminya bekerja sebagai pekebun, sementara ia sendiri, dulu, bekerja sebagai pedagang makanan. Hasil kerja dan usaha mereka cukup digunakan untuk membiayai hidup harian. Bu Suprapti kemudian menjadi pasien dampingan dan segera melanjutkan proses pengobatannya. Selama pengobatan Bu Suprapti menggunakan fasilitas BPJS Kelas III. Saat ini kondisi kesehatannya semakin membaik. Bu Suprapti dijadwalkan 30x sinar di RS Moewardi Solo. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi selama Bu Suprapti melanjutkan pengobatan di Solo. Semoga Bu Suprapti segera memeroleh kesembuhan, Aamiin. Laporan tentang santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 881.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Ibu suprapti menderita Ca Mamae Dextra


JOKO SANTOSA (24, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Kalibenda, RT 1/3, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum terdiagnosa menderita kanker nasofaring, pemuda lulusan SMK ini bekerja sebagai karyawan swasta. Semenjak sakit, Joko keluar dari pekerjaannya, kemudian menjalani pengobatan di RS. Emanuel Banjarnegara, Jawa Tengah dan selalu didampingi ibunya. Meski sudah berobat selama beberapa minggu tidak tampak perkembangan signifikan pada kesehatan Joko. Akhirnya Joko dirujuk ke rumah sakit yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko dan ibunya. Sejak itu, Joko menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Di awal datang di RSSR Jogja, kondisinya lemah hingga dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani perawatan kurang lebih satu tahun, Joko, yang sebelumnya terbatas geraknya di atas kursi roda, saat ini sudah dapat berjalan kembali. Untuk biaya pengobatan, Joko memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Saat ini Joko masih menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover BPJS dan susu khusus untuk tulang. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat pada rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 883.480,-
Tanggal : 24 November 2016
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

Joko menderita Kanker Nasofaring


MTSR JOGJA (AG 4032 VK, Operasional Bulan November). Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Selain memiliki lima unit Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), Sedekah Rombongan Jogja mendapat amanah tiga unit motor dari sedekaholics yang diberi nama Motor Tempur Sedekah Rombongan. Setiap hari motor tempur ini digunakan oleh pendamping pasien sebagai alat transportasi dari rumah singgah ke rumah sakit. Selain itu, motor ini juga digunakan untuk operasional pergerakan kurir seperti survei pasien, penyerahan santunan, distribusi majalah Tembus Langit, pengambilan obat pasien, dan pendampingan pasien di rumah sakit. Pada Bulan November ini dilakukan branding Sedekah Rombongan untuk MTSR motor ini. Biaya ini meliputi biaya branding MTSR dan pembelian bahan bakar. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 547.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan November


MTSR JOGJA (AB 1185 JC, Operasional Bulan November). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar selama bulan November 2016. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.860.850,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan November


MTSR JOGJA (AB 1030 W, Operasional Bulan November). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk cuci mobil dan pembelian bahan bakar selama bulan November 2016. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.044.200,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan November


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan November). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar, cuci mobil, dan servis ringan. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.926.200,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan November


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan November). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi ke nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya pemasangan dragbar dan pembelian bahan bakar. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja ini sebelumnya ada pada rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.519.200,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan November


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan November). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menelepon ke nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya pembelian bahan bakar dan servis rutin. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.104.200,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan November


RSSR JOGJA (Pembelian Fingerprint). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Di usianya yang menginjak lima tahun, Gerakan Sosial #SedekahRombongan semakin bertransformasi menjadi sebuah organisasi yang lebih profesional. Selama itu pula, #SedekahRombongan telah menyalurkan dana bantuan dari sedekaholics kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan lainnya. Kini #SedekahRombangan telah memiliki 14 rumah singgah dan 35 armada ambulance dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. #SedekahRombongan merekrut staf untuk mendukung kerja ratusan Kurir #SR yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Staf #SR berkantor di RSSR dan mengerjakan pekerjaan administrasi kantor, administrasi keuangan, dan pekerjaan lain yang memudahkan pergerakan #SedekahRombongan. RSSR Jogja 1 membutuhkan 1 unit mesin absensi fingerprint. Mesin yang dapat mendeteksi susunan kontur sidik jari ini digunakan untuk absensi karyawan #SedekahRombongan yang berkantor di RSSR Jogja. Keuntungan sistem absensi menggunakan mesin ini diantaranya yaitu praktis, menghemat waktu dan ruang, mencatat waktu kedatangan dan kepulangan secara akurat. Terima kasih sedekaholics, berkat sedekahmu kami dapat memberikan pelayanan maksimal kepada para dhuafa yang membutuhkan di luar sana. Doa kami menyertai sedekaholics semua agar selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Laporan mengenai pembelian inventaris RSSR Jogja sebelumnya terdapat dalam Rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 790.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

Pembelian Fingerprint


RSSR JOGJA (Operasional Bulan November). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Biaya operasional bulan Oktober ini meliputi biaya administrasi, biaya operasional distribusi majalah Tembus Langit Sedekah Rombongan, biaya konsumsi, biaya pajak frekuensi radio handy talky (HT) dan biaya pembelian bhp perawat (pembelian masker, handsrub, kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien).  Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 911. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 27.332.422,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan November

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 DODI HENDIANA 500,000
2 AGUS BIN MOMO 500,000
3 YULNIDA 750,000
4 ELAH HAYATI 500,000
5 ASEP SUPRIATNA 500,000
6 YAYAH BINTI AMIR 500,000
7 ENGKUS KUSTIWANA 500,000
8 ANNISA BINTI WAWAN 750,000
9 REDI GUSTIANDI 1,000,000
10 PESANTREN DARUS SURUUR 3 2,000,000
11 EDI SUTIADI 1,300,000
12 SITI ROMLAH 500,000
13 DEDI CAHYADI 500,000
14 MIDAH ISTIQOMAH 2,000,000
15 YAYASAN AL FAJAR BERSERI 1,000,000
16 NAMIH BINTI NILAN 1,000,000
17 MULYANA BINTI YADI 500,000
18 MOHAMMAD ADAM BIN SUBADA 1,000,000
19 RAMI BINTI RAWA 1,000,000
20 PUNGUT BINTI NILAN 1,000,000
21 DARWATI BINTI JAYADI 1,000,000
22 ARNAYU BINTI AJID 1,500,000
23 MEGAWATI BINTI MUHAMMAD YUSUF HUSEN 3,500,000
24 MAMAN SURYAMAN 500,000
25 TITA BINTI EMED 500,000
26 WAWAN BIN ADAM 1,000,000
27 MTSR BANDUNG RAYA 1 5,759,500
28 UPIN BIN YATINEM 750,000
29 DEDE ARNASIH 700,000
30 SIDIK BIN YANTO 500,000
31 NUR HASANAH 1,000,000
32 HENI BINTI DEDE 750,000
33 MUMU BIN DAYAT 500,000
34 MTSR TASIKMALAYA 1,000,000
35 NURHAYATI LASIMUN 650,000
36 ABDUL MANAF 1,500,000
37 NURBAITI WARIDI 500,000
38 ALIFA NASIHA 1,000,000
39 NUR ANNISA 500,000
40 AFNAN AL HISYAM 2,000,000
41 RUKINEM BINTI KARIYO DIMEJO 1,500,000
42 PADI BIN SAKIP 500,000
43 AMENIA BINTI KARSUN 500,000
44 ERISKA DWI NOFITRI 500,000
45 MOH. IMRON 1,000,000
46 MISRENI BINTI SAMIN 500,000
47 NJOO SWIE FOEN 500,000
48 RIRIN INDRAWATI 500,000
49 MISRIYA BIN ALAWI 500,000
50 SUCI RAMADANI​ 500,000
51 SARNO BIN SETRO GIMUN 600,000
52 AQILA FEBI ANGRAENI 1,000,000
53 MUHAMMAD NUR ALFA 890,000
54 ERNI BIN NARDI 1,000,000
55 ANDI SAHERTIAN 1,500,000
56 SUCANTI RIYONO 1,000,000
57 NOTO BIN MULI 1,000,000
58 HUSNAUS ZAHROTUL HABIBAH 632,000
59 SUHADA FATMA BALKIS 500,000
60 RONI BIN ZAINUDDIN 500,000
61 JULIAWATI WARIDI 500,000
62 ROSIDAH BINTI SAM’ANI 5,500,000
63 ABDUL RANI 1,000,000
64 MUHADI SIJUK 1,000,000
65 TUKIJAH BINTI RUBIDI 854,500
66 MUCHOLIFAH BINTI IMAM SUPARMAN 582,510
67 CHADISAH BIN KASWARI 557,700
68 SUBARNI BINTI SARNO SUWITO 965,650
69 SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO 1,000,000
70 JOKO SANTOSA 883,480
71 MTSR JOGJA 547,000
72 MTSR JOGJA 1,860,850
73 MTSR JOGJA 2,044,200
74 MTSR JOGJA 1,926,200
75 MTSR JOGJA 3,519,200
76 MTSR JOGJA 4,104,200
77 RSSR JOGJA 790,000
78 RSSR JOGJA 27,332,422
Total 112,499,412

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 112,499,412,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 925 ROMBONGAN

Rp. 44,860,714,679,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.