Rombongan 924

Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.
Posted by on December 14, 2016

ROKIYAH BINTI SILANDUNG (54, Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina + Ca Cervix). Alamat : Gedung Menang, RT 1/1, Kelurahan Gedung Menong, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Ibu Rokiyah adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung sejak bulan September. Ibu Rokiyah yang didiagnosis dokter Rumah Sakit Haji Kamino menyatakan beliau turun peranakan atau prolaps uteri disertai dengan infeksi sekunder dan perlengketan pada dinding vaginanya. Saat ini beliau penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penyakitnya ca cervix atau kanker leher rahim yang diderita. Setelah mendapat jadwal penyinaran, Alhamdullilah Ibu Rokiyah saat ini telah menjalani proses penyinaran pada kanker serviksnya, beliau pun mulai membaik ditandai dengan tidak merasa kesakitan, perih, dan pendarahan lagi setelah menjalani proses penyinaran ke-13. Beliau harus menjalani penyinaran sampai 25 kali, dan saat ini sudah memasuki 16 kali penyinaran. Dokter pun mengatakan kemungkinan proses penyinaran dapat ditambah 13 kali, yaitu 10 kali sinar luar dan 3 kali sinar dalam untuk tindakan medis selanjutnya. Peranakan Ibu Rokiyah pun sekarang sudah tidak terlihat lagi, kemungkinan mengecil akibat penyinaran tersebut. Ibu Rokiyah adalah seorang buruh tani sedangkan suaminya sudah meninggal dunia. Ia menggunakan KIS PBI kelas 3 selama pengobatan. Keluarga merasa sulit karena biaya hidup di Jakarta yang cukup tinggi. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit keempat kepada Ibu Rokiyah untuk biaya hidup di RSCM. Titipan langit ketiga tersampaikan dalam rombongan 916.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  25 November 2016
Kurir : @andradideri @nia_dec07 @raden_691 @yesaridani @akuokawai

Ibu rokiyah menderita Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina + Ca Cervix


SANTIYAH BINTI SAKUN (35, Gangguan Lambung + Katarak + Tuna Rungu + Tuna Wicara). Alamat : Lingkungan 2, RT 8/4 , Desa Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Sejak kecil santi memang telah bisu dan tuli atau yang dikenal dengan tuna rungu dan tuna wicara. Tetapi sejak 5 tahun yang lalu Santi juga mengalami sakit perut. Setelah dibawa ke Puskesmas Simbarwaringin diketahui ada gangguan pada lambungnya. Selain itu mata kanannya juga sejak kecil mengalami katarak. Kemudian sejak 3 tahun yang lalu mata sebelah kiri juga mulai rabun. Ketika perutnya terasa sakit, Santi akan menjerit dan memegangi perutnya, kemudian hanya minyak angin saja yang diberikan. Dan kini Santi praktis tidak dapat melihat. Untuk beraktifitas Santi beraba dinding rumahnya atau dibantu sang ibu, Turniyah (45). Santi tak berobat karena tak memiliki jaminan kesehatan. Selain sejak sang ayah meninggal setahun yang lalu, hanya adiknya yang mencari nafkah dengan menjadi buruh serabutan. Penghasilan yang didapat sering kali tak mencukupi makan sehari-hari. Oleh karenanya Santi hanya dirawat oleh sang ibu di rumah. Mengetahui berita tentang Santi, kurir Sedekah Rombongan Lampung pun bergerak menemui Santi di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut sampaikan juga bantuan yang berasal dari sedekaholics agar Santi dapat berobat dan juga membantu biaya hidup sehari hari. Semga titipan yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @andradideri stevikinasihjanet @sayasepti @akuokawai

Ibu santiyah menderita Gangguan Lambung + Katarak + Tuna Rungu + Tuna Wicara


SAWEN BINTI MANGUN REJO (71, Bungkuk + Buta Mata Kiri). Alamat : Jl. Imam Bonjol, Lingkungan I, RT 11/4, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kematan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Mbah Wen begitu orang sekitar menyapanya. Saat masih muda mata sebelah kiri Mbah Wen membengkak lalu Mbah Wen berobat, dan dilakukan tindakan pada matanya. Dan akhirnya Mbah Wen harus kehilangan mata kirinya, dan hingga kini ia hanya bisa melihat dengan mata kanannya. Selain itu usia Mbah Wen yang tidak muda lagi membuat tubuhnya membungkuk. Ia hanya tinggal sendiri di gubuk yang dibangunkan kerabat dilingkungannya. Tidak banyak keluhan lainnya yg ia rasakan. Ketika sakit Mbah Wen akan ke puskesmas dengan menggunakan angkot atau juga dengan bantuan tetangga Untuk berobat Mbah Wen menggunakan KIS-PBI Kelas III. Mbah Wen hanya berkegiatan disekitar rumahnya, untuk makan sehari hari Mbah Wen mendapatkan dari kerabat dan juga lingkungannya. Usianya tak memungkinan lagi untuk bekerja. Mbah Wen bercerita dengan semangat ketika kurir SedekahRombongan Lampung berkunjung ke rumahnya. Tak banyak yang bisa kami bantu hanya titipan bantuan dari sedekaholis untuk biaya hidup Mbah Wen. Dan seuntai doa agar Mbah Wen tetap sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @andradideri novaanjarprakoso @sayasepti @akuokawai

Bu sawen mengalami Bungkuk + Buta Mata Kiri


SRI HERAWATI (35, Gagal Ginjal + Diabetes Melitus). Alamat : Dusun 3, RT 15/3, Desa Pangkuan Aji, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada Tahun 2008, Ibu Sri buang air kecil terus menerus, lalu ia pergi memeriksakan diri ke bidan terdekat. Setelah diperiksa diketahui kadar gulanya tinggi dengan kata lain Ibu Sri terkena diabetes melitus. Lalu selama 6 tahun kemudian beliau mengkonsumsi obat untuk mengobati diabetes melitusnya. Pada bulan Desember 2014, Ibu Sri merasa mual terus menerus disertai muntah, tetapi tidak nafsu makan hanya ingin minum saja. Hal itu menyebabkannya sempat dirawat inap di RSUD Sukadana. Setelah melakukan pemeriksaan diketahui Ibu Sri menderita gagal ginjal dan dirujuk ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro, tetapi jadwal untuk cuci darah sudah penuh. Jadi Ibu Sri sementara disarankan menjalani cuci darah di RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Di RSAM Ibu Sri melakukan cuci darah selama 6 bulan, kemudian cuci darah 2 minggu dalam sepekan dilanjutkan di RS Ahmad Yani Metro hingga saat ini. Teraturnya jadwal cuci darah menyulitkan sang suami, Suarno (40) yang bekerja sebagai petani. Pendapatan yang diperoleh hanya di waktu tertentu, sedangkan jarak rumah dengan RSAY yang jauh membutuhkan biaya transportasi yang rutin. Pak Suarno tidak mengeluh demi kesehatan istrinya. Ia tak putus berdo’a agar mendapatkan biaya untuk transportasi pengobatan sang istri. Do’a Pak Suarno pun dikabulkan melalui pertemuan dengan kurir Sedekah Rombongan Lampung. Di mana bersamaan dengan pertemuan tersebut disampaikan bantuan yang berasal dari titipan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @andradideri @sigitnurdianto2 @sayasepti @akuokawai

Ibu sri menderita Gagal Ginjal + Diabetes Melitus


SUKARDI BIN DASLA (44, Post Op Katarak). Alamat : Karya Murni Jaya, RT 1/1, Desa Karya Murni Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Semua dimulai pada tahun 2014, kedua mata Pak Sukardi sudah mulai bermasalah, seperti mulai kabur untuk melihat, silau terhadap cahaya dan seperti melihat kabut pada pandangannya. Dan terus berlanjut hingga semakin parah. Pada tahun 2016 Pak Sukardi merasa penglihatannya sudah tertutupi kabut pada ke dua matanya. Pak Sukardi memeriksakan diri ke RS Mardi Waluyo Metro dan didapati Pak Sukardi menderita katarak. Dan disarankan untuk melakukan operasi. Kemudian pada hari Selasa tanggal 29 November 2016 Pak Sukardi memutuskan untuk melakukan operasi pada mata yang sebelah kiri dahulu. Untuk mata yang sebelah kanan akan dilakukan dikemudian hari. Setelah melakukan operasi Pak Sukardi juga disarankan untuk kontrol rutin ke rumah sakit. Untuk itu ia tidak pulang tetapi tinggal di rumah orangtuanya di Kota Gajah, Lampung Tengah. Istrinya, Carsiti (42) sementara kembali ke rumah untuk meneruskan pekerjaan Pak Sukardi yang sebagai petani. Selama berobat Pak Sukardi menggunakan KIS PBI kelas III. Jarak rumah orangtua Pak Sukardi juga jauh dari rumah sakit tentu memerlukan biaya transportasi untuk kontrol rutin, sedangkan pemasukan tidak ada. Saat menganti perban di Puskesmas Pak Sukardi bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan Lampung. Pada pertemuan tersebut Pak Sukardi menceritakan sakitnya dan juga kendalanya serta keinginannya untuk melihat lebih jelas lagi. Mendengarkan cerita Pak Sukardi, kurir Sedekah Rombongan Lampung terketuk. Titipan sedekaholics pun disampaikan untuk menjadi bantuan biaya transportasinya berobat. Semoga keinginan Pak Suakrdi untuk melihat lebih jelas dapat terkabul. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @andradideri @sigitnurdianto2 @sayasepti @akuokawai

Bantuan biaya kontrol Post Op Katarak


SUPARTI BINTI SISWO WIYONO (48, Stroke + Darah Tinggi). Alamat : Dusun 2, RT 4/4, Desa Nambahrejo, Kecamatan Kotagajah, Kabuapten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Sejak bulan Juni 2016 Ibu Parti –begitu ia biasa disapa- mengetahui bahwa ia menderita darah tinggi dengan tensi 180/100. Tak lama berselang yaitu tanggal 13 September 2016, Ibu Parti mendapatkan serangan stroke. Tubuh bagian kanannya tidak bisa digerakkan. Saat itu Ibu Parti sempat dirawat di RS Ahmad Yani Metro selama 3 hari. Setelahnya Ibu Parti disarankan untuk berobat rutin dan juga melakukan terapi rutin. Tetapi terapi hanya dilakukan selama 1 bulan saja. Sampai saat ini tubuh sebelah kanan Ibu Parti masih belum bisa digerakan, merasa pusing dan juga tensi darah masih tinggi. Selain itu untuk mobilisasi Ibu parti harus dibantu, seperti pergi ke kamar mandi. Sang suami, Tumrat (51) setia mendampingi dan membantu segala aktifitasnya.  Meski sedih melihat kondisi istrinya tak banyak yang bisa dilakukan Pak Tumrat, karena penghasilannya sebagai buruh tani tidak bisa membiayai transportasi terapi rutin Ibu Parti. Mendengar kisah Ibu Parti, kurir Sedekah Rombongan Lampung segera bergerak mengunjungi keluarga ini. Kunjungan tersebut sekaligus menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya tranportasi terapi Ibu Parti seperti yang disarankan. Semoga Ibu Parti dapat segera sembuh dan sedekaholics diberikan barokah yang berlimpah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @andradideri @sigitnurdianto2 @sayasepti @akuokawai

Ibu suparti menderita Stroke + Darah Tinggi


SURATNO BIN MUKIMIN (56, Multiple Myeloma). Alamat : Dusun 3, RT 1/3, Kelurahan Badran Sari, Kecamataan Punggur, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada April 2014 Pak Ratno merasakan pinggang kesemutan. Rasa sakit terasa dari perut yang menembus sampai ke punggung. Paha juga terasa kesemutan, lalu Pak Ratni dibawa ke mantri terdekat. Oleh mantri disarankan ke rumah sakit karena sepertinya sakit yang diderita termasuk serius. Lalu Pak Ratno memeriksakan diri ke RS Islam Metro tetapi tidak ada perubahan dan dirujuk kembali ke RS Muhammadiyah Metro dan tetap saja belum ada perubahan berarti. Pak Ratno kembali dirujuk kali ini ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan sumsum tulang ditemukan bahwa Pak Ratno menderita Multiple Myeloma atau tumor yang menyerang sel plasma pada sumsum tulang. Pak Ratno disarankan untuk melakukan kemoterapi rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Sampai saat in Pak Ratno masih menjalani kemoterapi rutin. Ia sendiri sudah tidak dapat bekerja sebagai petani lagi, lebih sering beristirahat. Sang istri, Sri Mulyati (54) yang menggantikannya sebagai petani. Sedangkan ada 5 orang yang menjadi tanggungan Pak Ratno. Penghasilan sebagai petani yang hanya diwaktu tertentu membuat keluarga ini kesulitan di waktu yang lainnya. Pak Ratno dan istri mendahulukan iuran BPJS Mandiri Kelas III. Untuk transportasi ke rumah sakit selalu diusahakan meski terkadang meminta bantuan sanak keluarga. Kesulitan keluarga ini tertangkap saat kurir Sedekah Rombongan sedang berkunjung ke RSAY. Untuk itu bantuan disampaikan agar biaya transportasi selama kemoterapi dapat terbantu. Semoga Pak Ratno lekas Pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 November 2016
Kurir : @andradideri @m_yani @sayasepti @akuokawai

Pak suratno menderita Multiple Myeloma


SUTIMAN BIN SARIMIN (63, Gagal Ginjal + Asam Urat). Alamat : Dusun 4, RT 14/4, Desa Giri Karto, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sudah lama Pak Sutiman menderita asam urat. Hal itu membuatnya terus menerus meminum obat. Lama kelamaan tubuh Pak Sutiman mengurus. Pada bulan Januari tahun 2014, keluar darah telinga Pak Sutiman. Karena merasa khawatir lalu periksa ke Puskesmas terdekat dan langsung dirujuk ke RS Ahmad Yani. Dari hasil pemeriksaan Pak Sutiman didapati menderita gagal ginjal dan disarankan untuk cuci darah rutin. Hingga saat ini masih menjalani cuci darah sebanyak 2 kali dalam sepekan. Karena sakitnya, Pak Sutiman tidak lagi bisa menjadi petani, dan istrinya, Sudarmi (54) yang menggantikan. Pendapatan yang diperoleh lebih diusahakan untuk membayar iuran BPJS Mandiri kelas III. Untuk cuci darah rutin Pak Sutiman selalu ditemani dengan putrinya. Jarak yang jauh dari rumah sakit membuat Pak Sutiman dan putrinya menggunakan sepeda motor yang sudah usang. Sepeda motor tersebut sering kali rusak, yang meyebabkannya sering datang terlambat saat waktu cuci darah. Ketika sepeda motor sudak tidak bisa diusahakan lagi maka Pak Sutiman harus menyewa kendaraan yang biayanya tentu tidak murah. Ketika mengunjungi RS Ahmad Yani, Kurir Sedekah Rombongan Lampung bertemu dengan Pak Sutiman. Tersentuh mendengar cerita Pak Sutiman, kami bertekad membantu. Titipan sedekahholics yang dipercayakan pun disampaikan. Kami berharap hal tersebut dapat membantu transportasi Pak Satimun ketika melakukan cuci darah rutin. Semoga Pak Satimun dapat melakukan cuci darah dengan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir : @andradideri @m_yani @sayasepti @akuokawai

Pak sutiman menderita Gagal Ginjal + Asam Urat


TARWIN BIN WASTAR (64, Kanker Paru-Paru). Alamat : Dusun Sri Agung, RT 12/6, Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Penyakit terdeteksi pada bulan Agustus tahun 2016, dimulai dengan batuk-batuk yang tidak berhenti. Pada bulan September 2016, batuk Pak Tarwin mengeluarkan darah. Lalu pak Tarwin mencoba berobat ke dokter terdekat tapi tidak ada perubahan. Lalu mencoba berobat ke Puskesmas dan diketahui terdapat benjolan pada paru-paru pasien. Kemudian Puskesmas merujuk ke RS Ahmad Yani Metro. Disana dilakukan bronchoscopy, scanning dan pemeriksaan laboraturium. Hasilnya menunjukan terdapat kanker paru-paru. Kemudian Pak Tarwin dianjurkan melakukan kemoterapi sebanyak 6 kali. Saat ini Pak TArwin telah melakukan 2 kali. Sejak bulan Agustus 2016 tersebut Pak Tarwin tidak maksimal melakukan pekerjaannya sebagai pembuat batu bata. Kini untuk bekerja lebih banyak dibantu dengan sang istri, Susanti (39). Penghasilannya saat ini hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dengan 2 anak yang masih berusia sekolah. Untuk berobat Pak Tarwin mendahulukan iuran BPJS MAndiri kelas III yang dimiliki. Sedangkan untuk transportasi lebih sering kesulitan, terkadang dengan meminjam kepada sanak keluarga. Alhamdulillah Pak Tarwin dan kurir Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan. Kesulitan biaya transportasi Pak Tarwin pun bisa terbantu dengan titipan sedekaholics. Semoga Pak Tarwin lekas sembuh dan bekerja seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 November 2016
Kurir : @andradideri @m_yani @sayasepti @akuokawai

Pak tarwin menderita Kanker Paru-Paru


PRADANA ILHAM PAMUNGKAS (9, Meningoenchephalitis). Alamat : Dusun Nepak, RT 2/2, Kel. Bulurejo, Kec. Mertoyudan, Kab. Magelang, Prov. Jawa Tengah. Sekitar 1 tahun lalu,  Ilham mengalami panas dan kejang. Dik Ilham langsung dilarikan ke RSU Tidar Magelang, karena pihak rumah sakit tidak bisa menangani sakitnya, akhirnya Ilham dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Ilham didiagnosa Meningoenchephalitis atau peradangan selaput otak  kemudian menjalani perawatan rawat inap selama 3 bulan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selanjutnya rawat jalan dan terapi di rumah oleh terapis RSU Tidar Magelang dan membayar biaya cukup besar. Saat ini, Dik Ilham masih terbujur kaku di tempat tidur karena rawat jalan, kontrol, dan terapi tersebut terakhir yang dilakukan pada bulan Agustus 2015. Belum ada tindakan lebih lanjut lagi yang dilakukan oleh orang tua Ilham. Ayah Ilham yaitu, Bapak Zaenal Arifin (42) buruh lepas bengkel cat mobil dan Ibu Yayuk Siamussia (43) pembantu rumah tangga tidak mampu membayar tunggakan BPJS yang belum terbayarkan karena menggunakan BPJS Non-PBI Kelas III. Sehingga membuat pengobatan Ilham terhenti. Alhamdulillah atas ijin Allah SWT, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Ilham, yang selanjutnya menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Semenjak menjadi pasien dampingan Dik Ilham sudah menjalani kontrol rutin tiap bulan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat terakhir kontrol pada bulan Agustus ini, kejang Dik Ilham sudah semakin berkurang, dan karena sudah dibelikan alat nebu untuk asma, Dik Ilham sudah tidak perlu dilarikan ke rumah sakit daerah jika mengalami asma. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan susu Dik Ilham selama pengobatan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @nadiahusna @DiahPertiwi1110

Pradana menderita Meningoenchephalitis


ARIS HADI WINARTO (14, Congenital Talipes Equino Varus). Alamat : Dk. Rubiah,  RT 2/9, Desa Bageng, Kec. Gembong, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pada 15 November tahun 2001 lalu, saat Dik Aris lahir terdapat benjolan di tumit kiri serta kulit pada kaki berwarna hitam pekat seperti bekas luka bakar. Orang tua Dik Aris tidak begitu memperhatikan hal tersebut. Kemudian selang dua tahun yaitu saat Dik Aris mulai bisa berjalan, Dik Aris mengeluh kesakitan saat berjalan. Ia juga sering merasa kesemutan serta pegal saat berjalan terlalu lama. Kemudian Dik Aris dibawa periksa ke di RSUD RAA Suwondo Pati. Saat diperiksa tidak ditemukan kelainan apapun pada kakinya sehingga dokter menyarankan agar Dik Arisdirujuk ke RS Ortopedi Soeharso Surakarta untuk mendapat penanganan lebih intensive. Hasil pemeriksaan dari Surakarta tidak ada kelainan atau penyakit pada tulang, sehingga akhirnya Dik Aris kembali dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pemeriksaan lanjut. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Dik Aris congenital talipes equino varus atau kelainan pada kaki sehingga tidak bisa berjalan dengan sempurna. Kemudian dokter menyarankan untuk segera menjalani operasi supaya Dik Aris bisa berjalan normal. Alhamdulillah, Dik Aris sudah menjalani operasi. Pasca operasi, kondisi Dik Aris semakin membaik. Dokter menyatakan bahwa Dik Aris sudah benar-benar sembuh dan bisa berjalan normal. Ayah Dik Aris, Bapak Sarju (49) dan ibunya, Ibu Karti (46) merasa tidak mampu untuk melanjutkan pengobatan. Bapak Sarju yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Ibu Karti seorang ibu rumah tangga biasa. Meskipun seluruh biaya pengobatan sudah dicover oleh BPJS PBI Kelas III yang telah dibuatkan oleh perangkat desa setempat tapi keluarga terkendala biaya akomodasi. Pada awal Mei 2016, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Aris. Tim kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan di Semarang Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi saat berobat di Semarang. Bantunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 September 2016
Kurir: @indrades @idaiddo @naadiahusna @DiahPertiwi1110

Aris menderita Congenital Talipes Equino Varus


RASIYEM BINTI KASIM (42, Kanker Rahang). Alamat : Dukuh Jumbleng, RT 5/4, Kel. Sojomerto, Kec. Gemuh, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Bu Rasiyem merasakan sakit gigi, kemudian timbul benjolan di rahang kanannya. Kemudian, Bu Rasiyem berobat ke dokter praktek di desa. Oleh dokter disarankan ke RSI di Kendal. Dua hari setelah berobat, rasa sakitnya makin hebat lalu dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang. Di RSUD Tugurejo Semarang dilakukan operasi cabut gigi kiri dan kanan.Berdasarkan pemeriksaan awal, dicurigai ada keganasan. Namun karena merasa sudah membaik, pengobatan tidak dilanjutkan.Padahal dokter telah menyarankan untuk operasi. Pada awal tahun 2015, Sakit yang diderita Bu Rasiyem semakin parah. Kondisi tubuh juga semakin menurun. Kemudian Bu Rasiyem menjalani kontrol rutin di RSUD Tugurejo Semarang. Setelah menjalani kontrol rutin selama 3 bulan, pengobatan Bu Rasiyem kembali terhenti karena tidak adanya biaya untuk bolak-balik ke Semarang. Bu Rasiyem yang masih memiliki 3 tanggungan anak memilih untuk mengobati lukanya dengan obat-obatan tradisional. Alhamdulillah pada bulan Juni 2016tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Rasiyem. Dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Rasiyem. Saat ini Bu Rasiyem dapat melanjutkan pengobatannya kembali di RSUD Tugurejo Semarang. Karena penyakitnya sudah semakin parah, dokter menyarankan Bu Rasiyem untuk menjalani kemoterapi. Dan sekarang, Bu Rasiyem telah menyelesaikan kemoterapi yang ketiga. Santunan diberikan kepada Bu Rasiyem untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 918.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @rishafaiq @DiahPertiwi1110

Ibu rasiyem menderita Kanker Rahang


MANGKU SUWARNO (78, Stroke). Alamat : Gorolangu, Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY. Bapak Mangku Suwarno sudah 2 tahun stroke, dan selama 2 bulan keluar masuk RS. Santo Yusup Boro, namun selama satu minggu tidak ada perubahan. Dikarenakan  anaknya jauh tinggalnya yaitu di Magelang, maka Bapak Mangku Suwarno di pindah di RSUD Muntilan Magelang. Hampir 1 bulan di RSUD Muntilan kemudian tiap 1 minggu terapi selama 3 bulan. Dan sekarang sudah pulang ke rumah. Beliau hidup hanya dengan istrinya dan kondisi belum ada perubahan bangun tidur tidak bisa sudah hampir 2 tahun. Kondisi terkini dirawat istrinya yang juga sudah tua di rumah saja sudah hampir 2 tahun. Kadang terapi di RS. Boro dengan kartu penjamin KIS tapi biaya operasional terlalu banyak.
#SedekahRombongan bersilaturahmi untuk menyampaikan titipan sedekaholic yang di terima Ibu Mangku dan Bapak Mangku dengan kondisi masih terlalu lemas.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto,  Ahmad Amin Syaifullah
Tanggal: 4 November 2016

Pak mangku menderita Stroke


GUNAWAN ISHAK (46, Stroke). Alamat: Desa Candirejo RT 2/2, Kecamatan Magetan, Kabupaten  Magetan, Provinsi  Jawa Timur. Sekitar akhir Agustus 2016 saat pak Gunawan bekerja, tiba – tiba beliau merasakan kram pada tangan dan kemudian pingsan. Pak Gunawan langsung dibawa ke Rumah Sakit PHC Perak Surabaya. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui terjadi pendarahan pada otak dan dokter mengatakan pak Gunawan harus segera di operasi. Pihak keluarga setuju untuk dilakukan operasi. Biaya operasi sebagian ditanggung oleh perusahaan dan sebagian dilunasi keluarga dengan uang  yang diperoleh dari hutang pada tetangga sebesar Rp.25.000.000,-. Pasca operasi kondisi pak Gunawan masih belum sepenuhnya sadar dan belum dapat berbicara. Sampai saat ini tubuh pak Gunawan bagian kanan masih belum dapat digerakkan. Sebelum sakit pak Gunawan bekerja sebagai tukang mebel. Sedangkan istrinya, Sumarmi (43) seorang ibu rumah tangga. Saat ini pihak keluarga masih mengurus jaminan kesehatan BPJS. Alhamdulillah #SedekahRombongan mengetahui perjalanan pengobatan pak Gunawan dan berkesempatan untuk sedikit meringankan beban biaya pengobatan beliau. Pada September ini #SedekahRombongan memberikan bantuan dana santunan untuk pak Gunawan. Bantuan tersebut digunakan untuk tambahan biaya pengobatan Pak Gunawan. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut dapat meringankan  biaya pengobatan pak Gunawan.

Jumlah Bantuan : Rp 5.000.000,-
Tanggal : 10 September  2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD  @EArynta

Pak gunawan menderita Stroke


HARTATIK ROFI’I (41, Tumor Otak). Alamat: Dusun Sidodadi, RT 1/1, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. 3 tahun yg lalu bu Hartatik pernah mengalami jatuh di pabrik tempat beliau bekerja. Setelah jatuh, beliau merasa ada benjolan di kepala dan sering merasa pusing. Kemudian bu Hartatik memeriksakan diri ke rumah sakit setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Hartatik didiagnosa menderita tumor otak. Bu Hartatik sempat dirawat di Rumah Sakit Mojosari selama 6 hari. Karena keterbatasan peralatan, bu Hartatik di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Hartatik sudah mulai kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Saat ini bu Hartatik sudah tidak mampu berkerja lagi karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan. Bu Hartatik sering mengalami kejang, kaki & tangan susah untuk digerakkan dan sering keluar busa serta darah dari mulutnya di setiap malam. Suami bu Hartatik, bapak Rofi’i (46) juga sudah tidak bekerja karena merawat bu Hartatik. Meskipun pembayaran pengobatan di rumah sakit sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan KIS, namun untuk biaya transportasi ke Surabaya bu Suhartatik dan keluarga mengalami kesulitan. Untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk jaminan KIS, Bu Hartatik meminjam uang dari kas desa dan koperasi desa sebesar Rp. 6.000.000,-. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Hartatik. Mulai september 2016 bu Hartatik menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Bantuan pertama telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang tidak tertanggung KIS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Hartatik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 September  2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD  @Gitatamara @EArynta

Bu hartatik menderita Tumor Otak


TRI BUDIANTORO (40, TBC MDR). Alamat: Jl. Budimulia RT 8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Tri Budiantoro sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami pemuda lajang ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, Bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi  Bapak Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD Bapak Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini Bapak Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 900. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat, tapi Bapak Tri Budiantoro harus tetap menjalani proses panjang pengobatan tersebut. Sampai saat ini Bapak Tri Budiantoro masih terus menjalani kontrol rutin ke RS Persahabatan Jakarta, karena obat yang diminum sekarang tidak boleh putus. Semoga apa yang telah dilakukan Bapak Tri Budiantoro akan memberikan kesembuhan nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Pak tri menderita TBC MDR


EVA SURYATI (34, Tumor Mata). Alamat: Jl. Budimulia RT 4/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan lalu lintas menggunakan sepeda motor yang mengakibatkan ibu Eva mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Kini mata kanan ibu Eva  sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan ke rumah sakit.  Ibu Eva, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Tumor Mata. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan,  namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 900. Saat ini ibu Eva sedang menunggu jadwal operasi matanya di RSCM Jakarta. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anis @untaririri

Bu eva menderita Tumor Mata


AMINAH BINTI HATA (32, Tumor Mata). Alamat: Kampung Pasir Peteuy RT. 2/1 Desa Pasir Peteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Aminah adalah salah satu pasien #DampinganSR asal Pandeglang. 3 tahun yang lalu Ibu Aminah mengira goresan biru di bawah mata kanannya adalah bawaan kandungan, yang kebetulan saat itu Ibu Aminah sedang mengandung anak kedua. Tapi setelah melahirkan goresan dibawah matanya lambat laun makin membesar dan memerah. Ibu Aminah langsung memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, tapi karena keterbatasan fasilitas pihak puskesmas memutuskan untuk merujuk Ibu Aminah ke RSUD Betah Pandeglang, Banten. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter mengatakan jika Ibu Aminah menderita Tumor Mata. Lagi-lagi karena keterbatasan fasilitas, Ibu Aminah harus dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo. Awalnya Ibu Aminah dan suami sedikit keberatan karena harus ke Jakarta. Suami Ibu Aminah, Bapak Iyan (31) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Tapi karena tekad Ibu Aminah yang ingin sembuh, akhirnya keluarga memutuskan untuk berangkat ke Jakarta dengan berbekal jaminan kesehatan BPJS. Hampir 1 tahun berobat di RSCM, Alhamdulillah sudah banyak perubahan yang dialami Ibu Aminah. Bantuan lanjutan kembali disampaikan kepada Ibu Aminah untuk biaya akomodasi ke RSCM. Sebelumnya Ibu Aminah telah menerima bantuan dari #Sedekaholics dan masuk rombongan 902. Kini Ibu Aminah masih terus menjalani kontrol rutin si RSCM, setiap sebulan sekali. Terima kasih #SahabatSR atas bantuan yang terus mengalir, semoga ini adalah salah satu jalan ibu Aminah mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal:  28 November  2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Bu aminah menderita Tumor Mata


ENI NURAENI (21, Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT. 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan  dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, Bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 912 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, saat ini pengobatannya lebih fokus pada pendengarannya. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis  @untaririri

Eni menderita Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah


HADI ANDRIANSYAH (13, Varises Esofagus) Alamat: Kampung Gelam Timur RT. 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 912. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Hadi menderita Varises Esofagus


TYAS B CAHYANINGSIH (13, Tumor Medula). Alamat: Jalan damai RT 7/2 Kelurahan Daan Mogot, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Pagi itu, 8 tahun yang lalu saat Tyas bangun pagi tiba2 merasakan kedua kakinya lemas, bukan itu saja Tyas juga tidak bisa buang air kecil dan buang air besar. Sepuluh hari Tyas diberi obat warung oleh ibunya (Ibu Nuryati, 33), tapi usaha itu sia-sia. Akhirnya Ibu Nuryati membawa Tyas berobat ke RS Sumber Waras, lebih dari sebulan Tyas dirawat, tapi kesembuhan belum kunjung didapat. Sampai akhirnya Tyas kecil dirujuk ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), beberapa kali Tyas menjalani pemeriksaan tapi pihak dokter masih kesulitan menemukan penyebab dari kelumpuhan yang dialami oleh Tyas. Terakhir Tyas dilakukan pemeriksaan MRI 1.5, dari hasil pemeriksaan menunjukkan jika Tyas menderita Tumor Medula Spinalis (Tumor di Tulang Belakang). Dokter mengambil tindakan untuk mengangkat tumor tersebut, tapi hanya 60% saja. Pasca operasi, tak banyak juga perubahan yang dialami Tyas. Tindakan radioterapi sebanyak 30 kali pun sudah dilewati Tyas. Tapi kondisinya tak kunjung membaik, Tyas hanya bisa terbaring ditempat tidur hingga punggung dan pantatnya terluka dan membusuk hingga tulangnya keluar. Empat tahun pasca tindakan yang dilakukan di RSCM, kemarin Kurir #SedekahRombongan kembali mengunjungi Tyas. Sekarang, Tyas melanjutkan pengobatannya di RSUD Tarakan, karena jaraknya lebih dekat dari tempat tinggalnya. Sang Ibu sampai sekarang belum bisa membawa Tyas ke RS lagi, karena Ibu Nuryati tidak hanya mengurus Tyas seorang. Dibalik keceriaannya, ternyata Tyas harus menjalani tindakan amputasi pada kaki kanannya, karena bagian pantat yang telah membusuk tersebut sudah terinfeksi dan jika tidak dilakukan amputasi kemungkinan kelumpuhan yang dialami Tyas akan mengenai bagian tubuh yang lain. Ditengah kondisi Tyas yang seperti itu, tentunya membutuhkan peralatan yang banyak seperti perlengkapan perawatan luka, pampers dan susu. Ini yang membuat orang tua Tyas kadang bingung, jika tak ada uang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 490. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga proses panjang yang dijalani Tyas, nantinya akan memberikan hasil yang terbaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 26 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Tyas menderita Tumor Medula


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rahabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke RS. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya membayar kontrakan dan biaya transport setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 904. Kini Rahma masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik RSCM setiap minggunya. Keluarga Rahma juga menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Rahma menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38)  Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk biaya akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 904. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 29 November  2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Aldi menderita Cerebral Palsy


NGATIMIN  BIN MARTODIREJO (51, Stroke). Alamat: Jl. Keresek Indah, RT 1/3 Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Kotamadya Jakarta Timur. Pak Ngatimin terkena Stroke awal di tahun 2014, dengan terapi alhamdulillah kondisinya terus membaik. Namun, ujian belum selesai bagi keluarga ini, bulan Oktober 2016 pak Ngatiman terkena serangan stroke ulang yang membuat kondisinya bertambah parah, pak Ngatiman tidak bisa bangun sama sekali dari tempat tidur dan telah melewati perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Tanggal 10 November 2016 seharusnya jadwal kontrol beliau, namun karena ketiadaan biaya untuk membawa suaminya ke rumah sakit. Meski untuk biaya pemgobatan telah menggunakan jaminan kesehatan BPJS tapi untuk biaya akomodasi seringkali pak Ngatimin tidak tau harus meminjam kemana lagi. Karena, sejak 2014 lalu, pak Ngatimin tidak bisa bekerja lagi untuk mencari nafkah bagi istri dan keempat anaknya. Sehingga, sang istri yaitu ibu Komalawati (43) yang menggantikan peran pak Ngatiman dengan berjualan nasi untuk mencukupi kebutuhan hidup dan sekolah keempat anaknya. Beruntung ada tetangganya yang berbaik hati sehingga mempertemukan keluarga ini dengan #SedekahRombongan sehingga dapat melakukan pendampingan dan menyampaikan santunan awal untuk transportasi kontrol ke rumah sakit. Mohon doa dari rekan-rekan, semoga kondisi pak Ngatimin lekas pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000
Tanggal: 26 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @enymeiliya @untaririri

Bu ngatimin menderita Stroke


SURTINI MAT JENI (52, Stroke + Hipertensi). Alamat: Jl. H. Suit RT 2/6 No. 33 Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Surtini mulai sakit sejak bulan April 2015 dengan diagnosa stroke ringan. Sejak itu Bu Surtini rutin menjalani pengobatan dan terapi selama 3bulan. Setelah menjalani terapi rutin Bu Surtini dinyatakan sembuh dan sudah dapat berjalan dengan normal. Hingga pada suatu hari di bulan September 2015, Bu Surtini terjatuh di kamar mandi rumahnya saat buang air kecil. Bu Surtini segera dibawa ke Rumah Sakit Islam Sukapura Jakarta Utara dan dirawat inap selama 2 minggu dengan jaminan kesehatan BPJS. Sebagian tubuh Bu Surtini lumpuh, hanya tangan dan tubuh bagian atas yang dapat bergerak. Kakinya sudah tidak dapat bergerak dan tidak dapat merasakan apa-apa sehingga Bu Surtini hanya dapat berbaring ditempat tidur rumahnya. Selama ini Bu Surtini hanya minum obat herbal untuk menstabilkan tekanan darahnya. Suaminya Mat Jeni (65) memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya sebagai supir karena ingin merawat istrinya dirumah. Ditengah keterbatasan ekonomi yang dirasakan Bu Surtini dan suaminya, alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya terapi. Mohin doa dari rekan-rekan, semoga kondisi Bu Surtini lekas pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 November 2016
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Bu surtini menderita Stroke + Hipertensi


MARDIANA SARI (36, Kanker Payudara Kanan) Alamat: Gang H. Dahlan RT 14/9 No. 64, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Pada pertengahan bulan Juli 2016, Ibu Mardiana merasakan benjolan di bagian payudara sebelah kanan. Benjolan tersebut terasa nyeri sehingga Ibu Mardiana memeriksanya ke Rumah Sakit Pasar Rebo dengan bermodalkan jaminan kesehatan BPJS. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, dokter mengatakan jika Ibu Mardiana menderita Kanker Payudara. Pasca menjalani tindakan biopsi, benjolan di payudara kanan Ibu Mardiana semakin membesar. Pihak dokter menyarankan supaya Ibu Mardiana dirujuk ke RS Fatmawati. Besoknya, Ibu Mardiana pun segera ke RS Fatmawati dan mendapatkan jadwal kontrol di hari berikutnya, tapi sampai saat ini Ibu Mardiana belum kontrol kembali ke RS karena kurangnya biaya untuk akomodasi. Ibu Mardiana mempunyai 4 orang anak yang masih bersekolah. Sang suami, Bapak Supriyatna (37) hanya bekerja sebagai pekerja lepas (service elektronik) yang pendapatannya tidak pasti tiap harinya. Terkadang hanya cukup untuk biaya makan saja. Sebelum di diagnosa oleh dokter, Ibu Mardiana juga bekerja membantu suami memenuhi kebutuhan hidup sebagai penjaga toko. Akan tetapi saat ini Ibu Mardiana sudah tidak bekerja karena kondisi fisiknya. Alhamdulillah #KurirSR dipertemukan oleh Ibu Mardiana. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi ke RS Fatmawati untuk melanjutkan proses pengobatan yang sempat terhenti. Semoga Ibu Mardiana kondisinya segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @wirawiry @harji_anis @nurfahmadini @untaririri

Bu mardiana menderita Kanker Payudara Kanan


SHINTA AMALIA (2, Hydrocepalus) Alamat: Jalan Pahlawan Komarudin, RT 4/5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Shinta, biasa orang tua dan lingkungan sekitar memanggilnya. Balita pejuang Hydrocepalus ini tinggal disebuah rumah kontrakan bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya. Shinta, saat berusia 7 bulan didalam kandungan oleh dokter telah dinyatakan menderita Hydrocepalus melalui hasil USG. Shinta dilahirkan di RS Resti Mulya Penggilingan pada Juni 2015. Setelah 10 hari dari hari kelahirannya, orang tua Shinta mendapat rujukan ke RS Persahabatan Rawamangun untuk melakukan pemeriksaan atas kondisinya. Setelah 8 hari rawat inap di RS Persahabatan, Shinta menjalani operasi pertamanya untuk pemasangan alat di kepalanya. Untuk memenuhi kebutuhan gizinya, Shinta hanya memakan nasi yang diberi kecap manis dan meminum susu yang dibeli Ibunya diwarung karena tidak memiliki biaya untuk membeli susu khusus. Ayah Shinta, Amirudin (41) hanya penjual kue cubit keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya, Enok Suhartini (39) seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Setiap hari Shinta diajak Ibunya bekerja yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari kontrakannya. Bermodalkan jaminan kesehatan BPJS yang didapat dari pemerintah, Shinta berjuang mencari kesembuhan. Namun kendala yang dihadapi sekarang tidak adanya biaya transportasi ke rumah sakit, mengingat penghasilan kedua orang tuanya yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah. #SedekahRombongan dapat dipertemukan dengan keluarga ini. Bantuan awal pun diberikan untuk biaya transportasi dan kebutuhan yang lainnya. Terima kasih dan doa dihaturkan dari kedua orang tua Shinta kepada para #Sedekaholics. Semoga doa, dan usaha Shinta untuk mencari kesembuhan dijabah oleh Allah SWT. Amin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 November 2016
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Shinta menderita Hydrocepalus


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo  Jakarta, tepatnya di Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Ternate, Flores, Aceh dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM kita mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Saat ini ada total 22 pasien dampingan yang tinggal di RSSR. Di RSSR III ada 4 kamar yang bisa ditempati pasien. Bantuan disampaikan untuk membayar biaya sewa RSSR III, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 915. Semoga pasien-pasien yang sedang berjuang mencari kesembuhan ini diberi kesabaran serta kelancaran dalam proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.700.000,-
Tanggal: 26 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Bantuan untuk membayar biaya sewa RSSR III


KORBAN KEBAKARAN (Bantuan Sembako). Alamat: Jl. Empang Lapangan Timur RT 15/4 Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara, DKI  Jakarta. Kamis (17/11/2016), tak ada yang menyangka jika akan terjadi kebakaran besar yang melanda pemukinan warga di Jl. Empang Lapangan Timur. Dari info yang kami dapatkan kebakaran yang terjadi berasal dari ledakan gas disalah satu rumah warga, imbas dari ledakan ini ada ratusan rumah warga yang ikut terbakar. Ada sebanyak 217 kepala keluarga atau 1000 orang yang harus tinggal di tenda pengungsian dan membutuhkan bantuan. Mendengar kabar tersebut, kurir #SedekahRombongan langsung survey ke lokasi kebakaran dan menyampaikan bantuan berupa sembako, peralatan mandi, pakaian layak pakai dan seragam sekolah. Semoga bantuan yang diberikan sedikit banyak bisa meringankan beban yang dirasakan oleh warga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 26 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis Rini @untaririri

Bantuan Sembako


TONI SISWANTO (10, Megacolon) Alamat : Lingk. Jetis RT04/02, Kel.Kepatihan, Kec.Selogiri, Kab.Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Kedua orang tuanya begitu prihatin melihat kondisi anak ini. Dengan adanya keterbelakangan mental, membuat dokter cukup kesulitan ketika melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Terkadang, pasien ini tiba – tiba berlari menuju ke jalan raya. Kurir pun cukup kesulitan dengan kondisi tersebut. Toni menderita Megacolon. Di tengah himpitan ekonomi dengan segala keterbatasan keluarganya berjuang demi kesembuhan Toni. Toni ingin bisa normal seperti anak seusianya. Operasi pertama dilakukan di RSUD Wonogiri untuk pemotongan usus dan pembuatan colostomi. Siswa kelas 3 SD ini putra keempat dari lima bersaudara pasangan Bapak Senen dan Ibu Bimani. Kehidupan mereka jauh dari kekurangan. Pak Senen sehari-hari hanyalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Toni sendiri sebenarnya  sudah mulai merasakan sakit saat dia berumur 5 tahun. Keadaan ekonomi yang kekurangan membuat keluarga membiarkan sakit itu dan berharap akan sembuh dengan sendirinya. Bulan ini akan dilaksanakan pemeriksaan kembali untuk saluran pasca operasi sebelumnya. Namun, karena dia juga ada keterbelakangan mental dokter pun sepertinya kesulitan dalam proses pengobatan. Sehingga, kemungkinan pasien ini bulan depan sudah tidak bisa kami handle lagi, mengingat keluarga pun sudah memberikan sinyal lampu merah. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk mencukupi kebutuhan akomodasi, pengobatan jalan dan pembelian berbagai kebutuhan medis lain selama bulan September ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Toni menderita Megacolon


WARTI Binti KROMO KARSO ( 42, Luka Syaraf Otak ). Tinggal di Dsn.Waduk RT02/1, Ds. Kerjolor, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Ibu Warti mempunyai dua anak perempuan. Anak nomor satu saat ini bersekolah di SMP Ngadirojo. Suami bekerja sebagai tani. Mereka masih menumpang di rumah orang tuanya. Kondisi ekonomi yang kurang membuat penanganan beliau agak terlambat. Saat itu beliau sedang pergi ke ladang membantu suami. Siang terik panas matahari cukup menyengat saat itu. Ketika perjalanan pulang, tiba – tiba merasa pusing di kepalanya. Kondisi tubuh pun lemas, beliau kehilangan keseimbangan sehingga pingsan. Warti kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan penanganan. Keluarga pun kesulitan dalam biaya pengobatannya, sebab kejadian itu pun terbilang tiba – tiba. Sehingga, tidak ada persiapan sama sekali. Jaminan kesehatan juga belum punya. Salah satu kurir #Sedekahrombongan mendapatkan informasi permohonan bantuan dalam biaya pengobatannya. Dengan menindaklanjuti sesuai SOP, kurir pun segera berupaya membuatkan jaminan kesehatan. Surat Keterangan Tidak Mampu segera di urus. Selama seminggu berada di rumah sakit, beliau akhirnya diperbolehkan pulang. Namun, selang 5 hari kemudian sakit yang di alami beliau kambuh lagi. Dan harus di bawa ke rumah sakit. Dokter menyarankan dilakukan tindakan operasi. Ada syaraf yang terjepit di bagian kepala. Dengan kondisi ini, keluarga pun semakin kebingungan. Namun, kami berupaya membantu meringankan beban keluarga tersebut. Koordinasi antar kurir serta koordinator memutuskan kita handle segala biaya yang dibutuhkan. Alhamdulillah, dengan kecekatan dokter di RSUD akhirnya beliau pun terselamatkan. Semoga, bantuan #SedekahRombongan ini meringankan beban keluarga Ibu Warti. Doa untuk para sedekaholics selalu diberikan kemudahan dalam segala hal, dan juga kepada para kurir yang telah bergerak sukarela dalam melakukan penanganan serta pendampingan bagi masyarakat kurang mampu.

Bantuan : Rp. 8.810.700,-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @Mawan@Yuli

Bu warti menderita Luka Syaraf Otak


SISWADI HADISAPURO ( 79, Anemia ). Tinggal di Dsn. Jetak RT01/1, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Saat ini beliau tinggal berdua dengan sang istri yang juga sudah cukup tua. Ketika itu, beliau terbangun dari tidur sorenya kemudian ingin pergi ke kamar mandi. Beliau berjalan dengan dibantu tongkat kayu, sesampai di pintu kamar mandi kemudian terjatuh. Kepala terbentur lantai dan tak sadarkan diri. Kebetulan ada tetangga yang sedang lewat di rumahnya. Mengetahui hal itu, mereka membawa Pak Siswadi ke rumah sakit. Siswadi pun segera mendapatkan pertolongan dengan infus yang terpasang. Penanganan intensif pun dilakukan oleh dokter di rumah sakit. Selama kurang lebih 5 hari, beliau terbaring lemah di rumah sakit. Kondisi kehidupan mereka kurang mampu. Jangankan untuk biaya pengobatan, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari pun cukup sulit. Anak – anaknya pergi merantau. Namun, ada satu yang tinggal berdekatan dengan rumah beliau. Namun, penghasilannya pun pas – pasan untuk kebutuhan keluarganya sendiri. Sedekah rombongan membantu meringankan beban keluarga Siswadi dengan membayar biaya rumah sakit serta kebutuhan lain yang dibutuhkan saat proses penyembuhan. Selain itu, sebagai bantuan untuk mencukupi tambahan kebutuhan hidup mereka berdua saat ini. Doa untuk kurir serta sedekaholics yang membantu meringankan beban hidup keluarga tersebut, semoga selalu diberikan kemudahan dalam segala hal.

Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 26 September 2016
Kurir : @Mawan@Ari

Pak siswandi menderita Anemia


ADITYA KURNIAWAN (9, Thypus ). Tinggal di dsn. Sindon RT02/1, Kel. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Anak pasangan Bapak Sudar dan Ibu Marmi ini mengalami sakit panas dan kejang kemudian di bawa ke RSUD Wonogiri. Setelah terdiagnosis oleh dokter, dinyatakan dia terkena thypus serta peradangan pernafasan. Keluarga ini kurang mampu, keseharian selain sebagai buruh kuli di pasar juga bangunan. Ayahnya bingung saat harus membayar biaya pengobatan. Kondisi saat terjadi sakit begitu mendadak, sehingga segera dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan penyelamatan nyawa adit. Untuk mencukupi kebutuhan makan pun sulit, sehingga saat itu beliau sangat membutuhkan bantuan. Sebelumnya, kurir melihat kondisi keluarga ini. Memang mereka adalah keluarga kurang mampu, dimana kondisi rumah pun cukup memprihatinkan. Dari survey tersebut, akhirnya kami putuskan untuk membiayai segala biaya pengobatannya. Selain itu, juga sedikit bantuan pasca pengobatan serta kontrol ke rumah sakit. Semoga, meringankan beban keluarga ini. Keluarga sangat berterimakasih sekali kepada sedekah rombongan. Doa mereka atas kebaikan para sedekaholics bersama sedekahrombongan, semoga selalu diberikan kemudahan dalam segala hal.

Bantuan : Rp. 4.780.900,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @Mawan@Teguh

Aditya menderita Thypus


RSSR Wonogiri ( Operasional September 2016 ). Keberadaan rumah singgah yang berlokasi di depan Kantor Kelurahan Wonokarto Wonogiri sangat membantu pergerakan sedekah rombongan khususnya di Kabupaten Wonogiri. Rumah singgah adalah tempat singgah para pasien yang menjadi pasien – pasien dampingan sedekah rombongan. Pasien kami yang terhandle selama bulan september ini sejumlah 22 orang, dimana beberapa pasien dengan jarak rumah atau tempat tinggal yang cukup jauh dari rumah sakit. Ada yang berasal dari kecamatan Paranggupito, Kismantoro serta Kabupaten lain di sekitar Wonogiri. Dan pasen tersebut di rawat atau mendapatkan penanganan selain di RSUD Kabupaten Wonogiri juga di RSD Moewardi Solo. Untuk itu, keberadaan RSSR sangat membantu sekali pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri. Segala kebutuhan pasien kami anggarkan setiap bulan untuk mencukupi kebutuhan mereka. Antara lain kebutuhan makan sehari – hari, kebutuhan akan air, listrik dan sebagainya. Juga disini sebagai kantor atau basecamp pergerakan di Wonogiri. Segala keperluan selain untuk pendampingan juga sebagai tempat koordinasi kurir. Untuk operasional bulan ini sebagaimana terlaporkan pada laporan ini.

Operasional September : Rp. 1.872.500,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @Mawan@Allkurir

Biaya Operasional September 2016


MTSR ( AD1999SR, Operasional September ). Tiap harinya, tidak kurang dari 4 sampai 5 pasien kami bawa ke Moewardi Solo untuk mendapatkan penanganan secara medis. Hal ini meliputi aktivitas pendampingan kontrol secara rutin, serta pasien – pasien baru yang kita handle. Bukan itu saja, masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ini untuk mengangkut serta mengantarkan jenazah. Hal ini memberikan respon baik terhadap keberadaan #SedekahRombongan di Wonogiri yang semakin hari semakin dikenal secara luas. Hingga akhirnya, ada sedekaholics yang dengan ikhlas menambah armada ambulan untuk digunakan sebagai sarana pergerakan #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri. Tentunya kami sangat senang serta mengucapkan beribu terimakasih. Dengan adanya penambahan tersebut, operasional pun juga bertambah. Ekuivalensi tersebut wajar ketika setiap hari mobil ambulan ini hampir tak pernah istirahat. Berangkat pagi pulang petang, membaikkan membawa pasien dampingan serta warga tak mampu yang membutuhkan. Semoga ke depannya, akan semakin banyak lagi sedekaholics yang memperhatikan pergerakan kami. Sehingga, besar harapan kami kiranya bisa menambah lagi armada MTSR yang akan kami tempatkan di wilayah sekitar koordinasi soloraya. Kami selalu berharap, bahwasanya makna positip yang terbawa dari bergeraknya mobil – mobil ambulan ini membawa berkah bagi pemberi atau penyedekah. Urusan pahala tentunya hak prerogratif-Nya, namun sebagai manusia pasti kita selalu berharap yang baik dan lebih baik lagi. Mudah – mudahan, harapan kami segera diijabah oleh Tuhan, di respon oleh tangan – tangan malaikat yang digerakkan-Nya melalui manusia berhati mulia seperti para sedekaholics yang selama ini sangat banyak membantu pergerakan #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri. Keberadaan mobil ambulan yang dinamakan dengan MTSR atau Mobil Tanggap Sedekah Rombongan membawa dampak luar biasa bagi pergerakan #SedekahRombongan di Wonogiri.

Biaya : Rp. 7.321.500,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @Mawan@allteam

Biaya Operasional


HARIS BIN ABDUL BASIT (2, Suspect Meningoensefalitis). Alamat : Dusun Krajan, RT 2/1, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Haris merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Awalnya ia mengalami demam tinggi dan sempat kejang hingga mengalami penurunan kesadaran selama 2 hari. Keluarga kemudian membawa Haris  ke klinik terdekat dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Family (RSMF) Kabupaten Karawang. Dengan diagnosis awal meningitis dan bronkopneumonia, Haris mendapatkan perawatan secara intensif. Setelah seminggu di rumah sakit, Haris diperbolehkan kembali kerumah untuk melakukan rawat jalan. Pasca sakitnya ia mengalami sedikit gangguan pada penglihatannya yang lambat dalam memberikan reaksi. Keluarga kembali ke RSMF untuk  menjalani serangkaian pemeriksaan dan dianjurkan untuk pemeriksaan lanjutan. Haris dibawa ke Rumah Sakit Dewi Sri Kabupaten Karawang dan diketahui Haris menderita suspect Meningoensefalitis atau yang biasa kita kenal dengan radang selaput otak sekaligus radang otak. Dokter menganjurkan untuk menjalani fisioterapi guna merangsang fungsi syarafnya. Sampai saat ini Haris telah melakukan fisiotetapi pertama dari empat yang dijadwalkan. Alhamdulillah kondisi Haris mulai membaik terlihat ia mulai bisa memberikan respon. Ayah Haris, Bapak Abdul Basit (37)  yang seorang buruh harian lepas dan Ibu Casinah (37) seorang ibu rumah tangga menuturkan Haris rutin menjalani kontrol dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Karawang Sehat. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan dari sedekaholics  untuk meringankan biaya makan sehari-hari, biaya untuk membeli pampers dan akomodasi untuknya berobat. Orang tua Haris mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Semoga Haris kembali sehat seperti sedia kala. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 919.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Haris menderita Suspect Meningoensefalitis


IDAS HERDIATI (36, Congestive Heart Failure+Dispepsia). Alamat : Dusun Karajan Timur, RT 4/2, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.  Ibu Idas melahirkan anak ke 3 dengan kondisi sesak nafas, oleh karena itu beliau dirujuk oleh bidan setempat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Alhamdulillah anak Ibu Idas lahir dengan selamat. Setelah melahirkan dan diharuskan untuk kontrol kembalj, Ibu Idas tidak melakukan yg disarankan oleh dokter tersebut. Setelah 1 minggu semenjak Ibu Idas melahirkan, beliau mulai merasakan panas dibagian perut disertai  pembengkakan di kaki. Selang beberapa hari, bengkak yang diderita mulai merambat ke bagian perut dan pipi. Kemudian Ibu Idas dibawa ke RSUD Kabupaten Karawang. Setelah dilakukan berbagai observasi beliau di diagnosa  penyakit Congestive Heart Failure (CHF) atau sering disebut gagal jantung kongestif dan Dispepsia atau sering disebut juga gangguan pada lambung. Setelah 2 hari berada di rumah sakit, dokter sempat melakukan tindakan yaitu mengeluarkan cairan yang ada didalam perut nya sebanyak 3,5 liter air.  Cairan tersebut berwarna kuning keruh. Suami Ibu Idas, Dedi Syarifudin (35) sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas . Selama pengobatannya Ibu Idas menggunakan fasilitas Karawang Sehat. Pak Dedi merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi untuk biaya akomodasi istrinya berobat. Alhamdulilla atas ijin Allah SWT Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Idas, dan memahami kesulitan yang dirasakan beliau. Santunan awal dari para sedekahholics pun disampaikan dan dipergunakan untuk biaya akomodasi selama berobat, juga kebutuhan makan sehari-hari. Semoga dengan manfaat awal yang sudah Ibu Idas terima dapat membantu beliau agar lekas sehat kembali. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3  November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @_sutardiAnggara @tammitrie

Bu idas menderita Congestive Heart Failure+Dispepsia


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Pembelian Spare Part). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Dalam 2 minggu terakhir ini MTSR Bekasi sudah 3 kali mengantarkan pasien dari Kabupaten Karawang ke RSSR Bandung sebelum melakukan kontrol ke RSHS dan banyak lagi aktivitas pergerakan MTSR Bekasi yang begitu padat. Pada tanggal 3 Desember 2016, MTSR melakukan servis rutin dan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan ini ada beberapa spare part yang harus diganti karena suldah tidak layak pakai, diantaranya : Radiator, Kipas Radiator dengan rincian terlampir. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan biaya penggantian spare part untuk MTSR Bekasi. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Samsudin

Bantuan biaya penggantian spare part untuk MTSR Bekasi.


SRI MULYATI (44, Ca Mammae). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ibu dari 2 anak ini menderita kanker payudara sejak hampir 2 tahun. Setelah menjalani pemeriksaan bertahap, bulan April 2016, ia menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kanan di RS Hermina Kota Bekasi. Saat ini ia harus menjalani kemotherapy rutin di RS. Hermina. Suaminya, Pak Umar Sumarjo (46) hanya tukang ojek yang mangkal di depan perumahan tak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya akomodasi pengobatan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS. Hermina, ia dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta untuk kemoterapy. Untuk mempermudah akses selama menjalani pengobatan, Bu Sri tinggal sementara di RSSR Jakarta. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kemoterapy di RSPAD Gatot Subroto. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Ibu sri menderita Ca Mammae


ANI NURAINI (49, Acute Lymphadenitis). Alamat : Perum BIP Blok DE, RT 8/1, Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Ani mulai merasakan sakitnya semenjak tahun 1994 yang lalu. Awalnya Ibu Ani mengalami sakit gigi hingga kemudian pipinya menjadi bengkak. Diangggapnya sakit gigi biasa beliau pun mengabaikannya. Dan seiring bersamaan tumbuh pula benjolan kecil di bagian telinga kirinya. Kembali dianggapnya hanyalan benjolan biasa, lama-kelamaan terasa sakit dan semakin besar. Melihat keadaan Ibu Ani yang memprihatinkan akhirnya mendapat perhatian dari warga disekitar. Maka di tahun 2003 atas inisiatif dari warga, Ibu Ani dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani serangkaian pemeriksaan didapat diagnosis bahwa bejolan tersebut merupakan peradangan akut kelenjar limfa atau dalam bahasa medis kita kenal dengan Acute Lymphadenitis. Beliau kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Cipta Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, namun setelah kedatangannya 1 kali ke RSCM Jakarta Ibu Ani tidak melanjutkan pengobatannya. Sampai beberapa tahun lamanya beliau tidak menjalani pengobatan, keadaannya semakin parah,  benjolannya semakin besar hingga menutupi sebagian pipinya. Agar menerima pengobatan lebih lanjut, kembali dibantu oleh warga, beliau dibawa ke RSUD Kabupaten Karawang dan kemudian mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.  Ibu Ani yang sehari-hari seorang ibu rumah tangga menuturkan, walau mempunyai fasilitas jaminan kesehatan KIS PBI kelas III namun Ibu Ani kembali pasrah tidak melanjutkan pengobatannya yang lalu dengan alasan biaya untuk akomodasi keluar kota. Ibu Ani bersama suaminya Bapak Asep (46) yang seorang kuli serabutan dan ketiga anaknya selama ini tidak mempunyai tempat tinggal tetap, hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lain sampai akhirnya beliau dipinjamkan tempat sementara untuknya tinggal. Jangankan untuk akomodasi berobat, baginya untuk makan sehari-hari pun terasa sulit. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Ani, dan menyampaikan santunan awal dari sedekaholics yang dapat digunakan untuk Ibu Ani melanjutkan pengobatannya kembali dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-harinya.  Keluarga Ibu Ani sangat berterima kasih atas bantuan yang disampaikan. Semoga Bu Ani sabar menjalani ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddayaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Bu ani menderita Acute Lymphadenitis


AZMI HAIL MAHLAL (2, Flek Paru). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 2 tahun, namun ia menderita penyakit serius dengan adanya flek di dalam paru-parunya. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Perkembangan motorik Azmi cenderung lambat, selain itu Azmi juga belum bisa bicara seperti balita pada umumnya. Untuk pertama kalinya, bulan September lalu Azmi menjalani pemeriksaan di rumah sakit besar karena sebelumnya ia hanya menjalani pengobatan di Puskesmas terdekat. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Alhamdulillah, kepala Azmi pun saat ini sudah mulai tegak setelah sebelumnya tertunduk lemas. Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, Azmi harus melakukan terapi bicara dan membeli sebuah alat medis yang bentuknya seperti sikat gigi. Alat tersebut akan membantu Azmi melatih berbicara. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Hanya saja, Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya membeli alat medis sekaligus transportasi ke rumah sakit. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan keenam kepada Azmi untuk biaya transportasi dan membeli alat medis. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk kedalam pasien Rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Azmi menderita Flek Paru


SARMADI BIN JAYA WINATA (75, Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak). Alamat : Dusun 2 Cibodas, RT 1/3, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, Bapak Sarmadi adalah seorang buruh tani yang menjadi pasien dampingan kurir #SdekahRombongan Kuningan karena terdapat luka infeksi pada kaki kirinya. Kaki beliau tertusuk bambu tajam ketika bekerja. Keadaan beliau sempat mengkhawatirkan karena kaki beliau semakin lama semakin membusuk hingga kulit luarnya mengelupas. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Bapak Sarmadi. Dengan dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan Bapak Sarmadi telah mendapatkan tindakan medis berupa operasi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Alhamdulillah proses operasi telah dilakukan secara bertahap sebanyak 3 kali operasi. Saat ini kondisi beliau berangsur-angsur membaik dan mulai bisa berjalan tanpa menggunakan tongkat. Selain itu, kondisi kedua mata Bapak Sarmadi yang positif terkena katarak juga sudah bisa melihat dengan baik. Sebelumnya, beliau telah menjalani operasi di kedua matanya beberapa waktu lalu. Namun, beliau harus tetap melakukan kontrol kesehatan matanya agar proses penyembuhan berjalan maksimal. Bapak Sarmadi menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 selama menjalani pengobatan. Namun beliau membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit. Bapak Sarmadi sementara ini tidak bekerja sehingga merasa kesulitan mendapat biaya untuk biaya transportsi. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah santunan kenam dapat disampaikan #SedekahRombongan kepada Bapak Sarmadi untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Bapak Sarmadi. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Pak sarmadi menderita Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak


NIA DEWIANTI (34, Kanker Usus). Alamat : Dusun Sukamukti, RT 2/4, Desa Mekar Raharja, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nia merupakan salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan yang menderita kanker usus. Penyakit Ibu Nia berawal ketika beliau sering mengeluh sakit di bagian perut. Akhirnya, beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit dan segera mendapat perawatan di Rumah Sakit. Hasil USG, tes darah dan rongten menunjukkan bahwa Ibu Nia menderita penyakit Kanker Usus. Beliau menjalani tindakan operasi pemotongan usus sebanyak 2 kali pada bulan Maret 2016 lalu. Untuk aktifitasnya sehari-hari pasca operasi beliau menggunakan alat Colostomy yang dipasang pada perutnya sebagai alternatif buang air besar. Saat ini kondisi beliau Alhamdulillah sudah jauh lebih baik setelah melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pertengahan bulan Juni lalu. Ibu Nia harus menjalani check up sekaligus kemoterapi secara rutin ke RSHS Bandung. Kondisi kesehatan Ibu Nia sempat turun karena terjadi infeksi pada ususnya sehingga jadwal kemoterapi pun harus diundur. Luka di bagian usus Ibu Nia harus diobati dengan obat berupa salep yang biaya pembeliannya diluar tanggung jawab BPJS. Ibu Nia memang menggunakan BPJS mandiri kelas 3 yang dibayar secara mandiri untuk meringankan beban biaya rumah sakit. Hanya saja, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya membeli obat di luar jaminan BPJS. Suami Ibu Nia,  Bapak Andrianan (34) saat ini bekerja sebagai pedagang sayuran keliling demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga sekaligus mencicil beban hutang kepada sanak saudaranya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan ketujuh untuk membeli obat di luar jaminan BPJS. Semoga ikhtiar Ibu Nia membuahkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Bu nia menderita Kanker Usus


KURNIAWATI BINTI SUGIANTO (41, Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Pahing RT 5/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Uri, biasa beliau dipanggil merupakan anak kedua yang memiliki 4 saudara. Saat ini, di usia kepala empat beliau diperkirakan menderita Ca Mamae atau yang biasa disebut dengan kanker payudara. Gejala awal beliau rasakan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya payudara sebelah kanan beliau terasa sakit, tepatnya di bagian bawah ketiak. Tak lama, pihak keluarga memutuskan  untuk membawa beliau ke dokter umum yang membuka praktek di daerah rumah beliau. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Ibu Uri diperkirakan mengidap kanker payudara. Setelah itu, beliau hanya melakukan pengobatan tradisional dengan hanya meminum ramuan daun sirsak saja. Alhamdulillah beberapa waktu lalu Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Ibu Kurniawati sehingga beliau bisa menjalani pemeriksaan awal di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Dari hasil diagnosis tim medis rumah sakit, Ibu Uri mengidap kanker payudara stadium 3 dan adanya kelenjar disekitar payudara sebelah kanannya.  Selain itu, di akhir bulan Nopember lalu beliau telah melakukan operasi pengangkatan kelenjar dan sel kanker. Saat ini, Ibu Uri tengah menunggu hasil laboratorium. Apabila hasilnya bagus, maka tindakan selanjutnya adalah kemoterapi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Untuk pengobatan, Ibu Uri terbantu dengan adanya kartu BPJS mandiri kelas 3. Walaupun begitu, Ibu Uri membutuhkan biaya untuk transportasi, akomodsi dan juga membeli alat medis diluar BPJS. Beliau termasuk keluarga yang kurang mampu. Hidup beliau bergantung pada saudara dan kedua orang tuanya yang sudah tua, Bapak Sugianto (80) dan Ibu Wasri (75). Keduanya sudah tidak bekerja hingga akhirnya hidup keduanya bergantung pada anak-anak yang lain. Alhamdulillah, karena bantuan Allah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kedua kepada Ibu Kurniawati untuk biaya transportasi, akomodasi dan membeli alat medis. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Kurniawati. Aamiin. Sebelumnya Ibu Kurniawati masuk di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu nia menderita Ca Mamae Dextra


RUKINI BINTI TARSONO (46, Ca Mammae Sinistra). Alamat : Dusun II Cibodas, RT 1/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rukini adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan. Beliau mengidap penyakit Ca Mamae atau bahasa umumnya biasa disebut dengan kanker payudara semenjak 2 tahun yang lalu. Sel kanker tersebut menyerang payudara sebelah kiri beliau. Setelah positif terkena kanker payudara, beliau sudah menjalani biopsi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Selanjutnya, pada bulan April lalu beliau telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sudah 2 kali beliau menjalani operasi, namun setelah tindakan operasi yang ke 2 beliau harus melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi. Kondisi terakhir beliau kemarin sempat turun, karena HBnya rendah. Alhamdulillah, beliau masih bisa melakukan kemoterapi karena sebelumnya beliau diminta untuk memakan buah-buahan dan telur sebanyak 1 kg. Beliau juga harus membeli obat yang pembeliannya diluar tanggung jawab BPJS. Alhamdulillah, biarpun demikian Ibu Rukini sangat terbantu dengan adanya jaminan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Hanya saja beliau memerlukan biaya lain seperti transportasi dan pembelian obat di luar BPJS. Suami Ibu Rukini bernama Bapak Suhana (62), beliau bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Keduanya kesulitan mendapat biaya transportasi maupun pembelian obat. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan ke lima kepada Ibu Rukini untuk biaya transportasi dan juga buaya membeli obat. Semoga beliau lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rukini masuk di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu rukini menderita Ca Mammae Sinistra


RUSYDIYYAH AWWALIYAH (4, Bocor Jantung). Alamat : Kampung Paling, RT 3/2, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Balita yang akrab dipanggil Diyyah ini divonis menderita jantung bocor sejak usia 7 bulan. Kedua orang tua Diyyah memeriksakan kondisi Diyyah ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Pihak medis menyarankan agar Diyyah segera menjalani rawat inap di rumah sakit, akan tetapi karena orang tua Diyyah tidak memiliki biaya akhirnya Diyyah dibawa pulang dan dirawat di rumah seadanya. Tak lama, keadaan Diyyah semakin memprihatinkan karena badannya membiru. Oleh karena itu, kedua orang tua Diyyah merasa ketakutan dan segera membawa anaknya ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Setelah menjalani pemeriksaan, pihak medis segera memberi rujukan agar Diyyah dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Diyyah dan keluarga. Sehingga pertengahan Nopember lalu santunan awal dapat disampaikan kepada Diyyah untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Saat ini, kondisi Diyyah masih memprihatinkan, ia masih berada dalam ruangan ICU Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Terhitung dari keberangkatan, Diyyah sudah hampir 20 hari dirawat. Diyyah memiliki jaminan kesehatan jenis BPJS Mandiri kelas 3 untuk menjalani pengobatan. Namun, kedua orang tua Diyyah merasa kesulitan berkenaan dengan biaya akomodasi selama melakukan pengobatan di rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Ayah Diyyah, Bapak Juhenda (39) hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan sangat minim. Sedangkan Ibunya bernama Ibu Iis Ismayanti (26) tahun adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang tidak memiliki pekerjaan sampingan. Alhamdulillah, karena pertolongan Allah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kedua kepada Diyyah dan keluarga untuk akomodasi selama pengobatan. Semoga Allah semakin mempermudah jalan Diyyah untuk sembuh. Aamiin. Sebelumnya Diyyah masuk di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Diyyah menderita Bocor Jantung


DIDI RASIDI (43, Susp. Liver). Alamat : Dusun Puhun, RT 3/5, Desa Luragunglandeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Didi adalah seorang tuna wicara yang kesehatannya tengah terganggu. Menurut keterangan dari Emak Ratni yang merupakan bibi dari Bapak Didi, sudah kurang lebih 2 minggu Bapak Didi mengeluh sakit pada bagian perut. Ketika disentuh, perut beliau ternyata terasa keras. Kondisi tersebut disertai dengan sakit kepala, sulit buang air besar dan perubahan mata yang warnanya berubah menjadi kekuningan. Biarpun kondisinya amat mengkhawatirkan, beliau tidak segera dibawa ke rumah sakit karena beliau kesulitan berkenaan dengan biaya pengobatan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Bapak Didi. Kurir Kuningan segera membawa beliau ke dokter praktek di wilayah tempat tinggal Bapak Didi. Hasil diagnosa dokter menjelaskan bahwa beliau menderita penyakit liver. Jaminan kesehatan yang beliau miliki adalah jaminan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Bapak Didi dan Emak Ratni sendiri termasuk ke dalam keluarga yang kurang mampu. Keduanya hidup di sebuah gubuk bambu yang dibangun swadaya oleh masyarakat sekitar. Untuk kehidupan sehari-hari, tak jarang keduanya bergantung pada pemberian dari masyarakat sekitar. Sebelum sakit, Bapak Didi biasa menerima pekerjaan sebagai seorang buruh pemetik buah kelapa, petai ataupun hasil kebun lain milik warga sekitar. Dengan pendapatan seadanya keluarga ini hidup serba kekurangan. Emak Ratni sendiri sama sekali tidak bekerja karena beliau sudah sangat tua dan sudah mulai pikun.  Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah santunan awal dapat disampaikan kepada Bapak Didi untuk biaya berobat. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Bapak Didi untuk mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Pak didi menderita Susp. Liver


IIS ROHMAWATI (16, TB Tulang). Alamat : Dusun Cimuncang, RT 1/4, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Iis adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan yang merupakan siswi di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah kabupaten Majalengka. Namun, sayangnya ia harus putus sekolah karena Iis menderita penyakit cukup serius, yaitu TB Tulang. Penyakit tersebut membuat Iis tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Awalnya, Iis sering merasa kesakitan di jari tangannya yang lama-kelamaan membuat jari-jarinya tidak bisa digerakkan. Tak lama, ada benjolan di tangan sebelah kiri Iis yang membuat tubuhnya semakin hari semakin lemas dan tidak bisa digerakkan. Anehnya, benjolan tersebut menyebar ke kedua kakinya. Karena hal tersebut Iis dibawa ke dokter umum dan juga Puskesmas, namun tidak ada perubahan berarti. Akhirnya, pihak keluarga mengambil cara tradisional untuk pengobatan yaitu dengan mengurut tangan dan kaki Iis dengan harapan kaki dan tangannya bisa digerakkan. Alhamdulillah, setelah 3 kali melakukan cara tradisional tersebut tangan dan kaki Iis sedikit bisa digerakkan hingga benjolan-benjolannya ikut kempes. Selang 2 bulan, kondisi Iis menurun bahkan benjolan di kakinya semakin membengkak hingga membuat Iis tidak bisa berjalan sama sekali. Akibatnya, Iis dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pengobatan. Tindakan operasi Alhamdulillah telah dijalani oleh Iis. Pasca operasi, Iis harus menjalani kontrol kesehatan setiap 1 bulan sekali ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Iis harus menjalani kontrol kesehatan untuk yang ketiga kalinya agar proses penyembuhannya berjalan dengan baik. Iis sudah memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3. Sehingga, bisa meringankan untuk pengobatan selanjutnya. Ayah Iis, Bapak Wawan telah meninggal dunia dan saat ini ia tinggal bersama Ibunya yaitu Ibu Eet. Ibu Eet (50) merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi, karna jarak dari Majalengka ke kuningan lumayan jauh, Iis Harus menyewa mobil untuk mengantar kontrol ke rumah sakit. Sedangkan keseharian Ibu Eet hanya bekerja sebagai pembuat sapu. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan ke empat kepada Iis untuk biaya transportasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Iis. Aamiin. Sebelumnya Iis masuk di Rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Iis menderita TB Tulang


TASWID BIN DARNO (48, Tumor Perut). Alamat: RT 3/1, Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Taswid, seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai seorang supir angkutan umum. Saat ini, beliau kembali terkena gangguan kesehatan setelah sebelumnya pada tahun 2012 beliau telah menjalani operasi pengangkatan tumor di perut. Kesehatan beliau kembali terganggu di pertengahan tahun 2015 dengan gejala awal berupa pembengkakan di kaki sebelah kanan. Hal tersebut akibat dari sebuah penyakit di bagian saluran kencing yang tersumbat karena adanya benjolan. Pertengahan bulan Agustus lalu, beliau sudah menjalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Kuningan dan menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selang beberapa bulan, kesehatan Bapak Taswid kembali memburuk. Tumor di perutnya kambuh kembali hingga menghimpit ginjal Bapak Taswid sehingga beliau harus menjalani pemasangan selang di bagian ginjalnya.  Saat ini, beliau sedang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS sejenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Sayangnya beliau kesulitan untuk mendapatkan biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani perawatan di Bandung. Maklum saja, semenjak sakit beliau sudah tidak bisa bekerja seperti sedia kala. Istri beliau pun tidak dapat bekerja sebagai pedagang masakan keliling karena menjaga suaminya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kedua kepada Bapak Taswid untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga Allah semakin meringankan ikhtiar Bapak Taswid demi kesembuhan beliau. Aamiin. Sebelumnya Bapak Taswid masuk di Rombongan 885.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Pak taswid menderita Tumor Perut


DEDEH HIDAYATI (51, TB Paru). Alamat: Kp. Cibuntu, RT 2/11, Desa Kotabaru, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua tahun ini Ibu Dedeh menderita TB Paru. Awalnya, ia merasakan sakit di bagian dada, ini diakibatkan karena ia sering berbaring di lantai dan tidak menjaga makanan seperti seringnya meminum air es. Sempat berobat ke puskesmas namun sayangnya, Bu Dedeh tidak disiplin menjalani pengobatan yang harusnya ia meminum obat selama enam bulan tapi ia hanya menjalani pengobatan selama empat bulan. Keadaan terkini, ketika ia memeriksakan kembali penyakitnya karena sering kambuh ternyata Bu Dedeh sudah kebal obat dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Bu Dedeh adalah seorang janda yang sehari-harinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dalam sehari ia hanya mengantongi uang 15 ribu padahal kedua anaknya, Nisa (16) dan Ucu (18) masih butuh biaya untuk sekolah. Meskipun Bu Dedeh berobat menggunakan jaminan KIS, ia mempunya kendala untuk masalah akomodasi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa mengunjungi kediaman Bu Dedeh dan melihat keadaannya yang sudah kurus kering. Santunan pun diberikan untuk akomodasi Bu Dedeh selama berobat dan kurir pun menganjurkan supaya Bu Dedeh lebih disiplin meminum obat. Semoga Allah memberi kesehatan pada Bu Dedeh karena hanya ia yang menjadi tulang punggung keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bu dedeh menderita TB Paru


KOYAH BINTI KOSASIH (42, Kanker Payudara). Alamat: Kp. Tegalgede, RT 4/11, Kel. Kotabaru, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak setahun lalu, Bu Koyah merasakan sakit di payudara kanannya. Pada awalnya, Bu Koyah tidak menghiraukan penyakitnya namun suatu hari payudaranya tersebut semakin sakit dan mengeluarkan keringat dingin. Untungnya, ketika itu ada tetangganya yg sedang berkunjung dan melihat keadaannya sehingga Bu Koyah dibawa ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kemudian ia dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya dan dinyatakan mengidap kanker payudara dan harus dirawat untuk biopsi. Akhirnya, ia pun dioperasi namun harus masih melakukan pengobatan selama 5 tahun. Meskipun Bu Koyah mempunyai jaminan KIS, tetap saja ia harus mengeluarkan biaya obat sebanyak 4 juta. Suami Bu Koyah, Pudin (51) yang bekerja sebagai ojek hanya pasrah dan kebingungan mencari biaya pengobatan yang harus dilakukan bertahun-tahun tersebut apalagi ia masih punya anak yang masih sekolah. Atas informasi dari tetangganya, #SedekahRombongan pun menjenguk Bu Koyah dan menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk akomodasi dan obat. Semoga Allah memberi kemudahan dan kesembuhan untuk Bu Koyah dan keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 7 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bu koyah menderita Kanker Payudara


TIAH BINTI TASWID (91, Osteoporosis). Alamat: Kp. Tegalgede, RT 4/11, Kel. Kotabaru, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Mak Tiah, biasa ia dipanggil warga sekitar adalah seorang nenek yang sudah lahir dari zaman penjajahan. Bisa dibilang fisiknya dulu kuat dan jarang terkena penyakit. Namun sudah beberapa tahun ini punggungnya selalu sakit untuk duduk pun sulit. Ketika ia dibawa untuk berobat ke puskesmas, ternyata ia mengidap penyakit pengeroposan tulang atau Osteoporosis dikarenakan umur yang sudah sepuh. Ia enggan melakukan pengobatan ke RS karena tidak kuat berjalan. Sekarang keadaannya sudah semakin lemah dan hanya bisa berbaring di atas kasur. Untuk berobat ia dibantu jaminan KIS dari pemerintah. Suaminya sudah meninggal beberapa tahun lalu dan sekarang ia hidup sendiri tanpa penghasilan karena ia sudah tidak bekerja untuk makan pun dibantu tetangga sekitar rumahnya. #SedekahRombongan pun mengunjungi rumahnya dan menyampaikan santunan untuk membeli susu dan obat. Semoga Allah selalu memberi kesehatan pada Mak Tiah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bu tiyah menderita Osteoporosis


EMIM HAMIMAH (56, Lemah Jantung+Maag Kronis+Hipertensi). Alamat : Kp. Rancabungur, RT 1/2, Kel. Sukalaksana, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari tahun 2011, Bu Emim menderita penyakit lemah jantung. Setiap hari fisiknya semakin lemah, untuk beraktivitas pun sulit karena tubuhnya mudah lelah ditambah dengan penyakit maag yang sudah parah karena Bu Emim sering melewatkan jadwal makan. Karena banyak beban pikiran, akhirnya darahnya sering naik dan kadang tidak sadarkan diri hingga harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya berkali-kali menggunakan jaminan KIS. Sekarang ia hanya berobat ke klinik karena penyakitnya sering kambuh meskipun jaraknya jauh dari rumahnya. Suaminya, Alm. Ali sudah meninggal beberapa tahun silam dan sekarang ia tinggal bersama anaknya yang bekerja serabutan dengan pendapatan tidak menentu. #SedekahRombongan pun ikut merasakan beban yang ia hadapi dan menyampaikan titipan langit untuk biaya akomodasi dan obat. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Bu Emim dan memberi kemudahan dalam setiap hal. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir :  @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bu emim menderita Lemah Jantung+Maag Kronis+Hipertensi


ANI SUMARNI (47, Susp. AVN Angeografi Celebral). Alamat: Kp. Cigeureung, RT 1/1, Kel. Parakanyasag, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah sejak lahir, Bu Ani mengalami kelainan pada wajahnya. Awalnya terdapat benjolan kecil dan semakin membesar namun tidak pernah diobati sama sekali sampai ia meginjak usia puluhan tahun. Akhir-akhir ini kelainannya tersebut semakin parah dan Bu Ani sering merasa sakit kepala. Setelah pemeriksaan ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya akhirnya diputuskan ia harus diobati secara berkala. Sudah beberapa kali ia masuk rumah sakit untuk dirawat karena penyakitnya tersebut. Sampai sekarang, biaya yang sudah dikeluarkan mencapai 6 juta rupiah dan sekarang ia mulai kebingungan untuk berobat karena sudah kehabisan uang dan tidak mempunyai jaminan kesehatan. Bu Ani hidup berdua dengan anaknya, Kosim (20) yang bekerja sebagai buruh karena suaminya sudah meninggal sejak beberapa tahun silam. Terkadang untuk makan ia diberi tetangganya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bisa mengunjungi rumahnya yang jauh dari layak untuk menyampaikan santunan dan mengantarkannya ke RSHS Bandung dengan menggunakan MTSR untuk pengobatan lanjutan. Semoga Bu Ani segera disembuhkan Allah SWT dan bisa kembali bekerja demi kelangsungan hidupnya. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @nickyfauzizah

Bu ani menderita Susp. AVN Angeografi Celebral


KOYOH BINTI SALKI (51, Maag Kronis). Alamat: Kp. Gunungkadu, RT 2/5, Desa Cintaraja Kec. Singaparna, Kab.Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Bu Koyoh mengeluhkan rasa sakit di bagian perut dan beliau hanya membiarkannya karena mengira sakitnya akan sembuh dengan sendirinya. Seiring waktu, sakit perutnya tidak tertahankan dan beliau memeriksakan diri ke puskesmas, ternyata Bu Koyoh didiagnosa menderita maag kronis dan diberi obat untuk seminggu. Karena Bu Koyoh merasa belum ada perbaikan berarti terhadap penyakitnya, atas masukan dari kenalannya, Bu Koyoh menjalani pengobatan dengan mengkonsumsi jamu tradisional, namun setelah habis satu paket pengobatan kondisinya malah makin memburuk. Kepalanya terasa pusing berat, perutnya terasa ditusuk- tusuk, dan tinjanya berwarna hitam pekat. Melihat kondisi beliau seperti itu, suaminya, Pak Warman (56) segera meminta bantuan kepada para tetangganya, dan segera membawa Bu Koyoh ke RSUD SMC Singaparna. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, ditemukan luka di lambungnya, sehingga ia harus menjalani rawat inap dengan jaminan KIS. Ada perasaan menyesal di hati suami Bu Koyoh mengapa istrinya tidak dibawa ke rumah sakit saja dari dulu, itu dikarenakan Pak Warman memikirkan biaya akomodasi karena ia hanya bekerja sebagai pesuruh di sekolah dan mempunyai tanggungan 6 orang anak.#SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk akomodasi sehari-hari selama Bu Koyoh menjalani rawat inap. Semoga Bu Koyoh diberikan kesembuhan selalu setelah menjalani pengobatan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp  500.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu koyoh menderita Maag Kronis


FAUZAN RAMDANI (1, Susp. Paru-Paru Basah). Alamat: Kp. Nangoh, RT 2/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Fauzan terlahir dengan gangguan tenggorokan, terlihat dari nafasnya yang kadang terengah-engah dan sering menangis seperti menahan sakit. Sudah diperiksa di puskesmas namun ia harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Beberapa bulan ini penyakitnya tersebut tidak diobati karena terkendala biaya padahal Fauzan semakin hari semakin terlihat tidak sehat. Orangtuanya, Dede (29) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Siti (22) yang hanya seorang IRT mempunyai alasan menunda pengobatan anaknya karena sampai sekarang anaknya tidak punya jaminan kesehatan sehingga mereka takut biaya pengobatan ke depannya. #SedekahRombongan pun akhirnya bisa mengunjungi rumah Fauzan dan melihat kondisinya kemudian membawanya ke RSUD agar ia bisa diobati dan juga kurir akan membantu pembuatan jaminan BPJS supaya biaya pengobatan Fauzan takmembengkak. Semoga Fauzan segera sembuh dan bisa tumbuh layaknya anak normal lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Desember 2016
Kurir: @ddsyefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Fauzan menderita Susp. Paru-Paru Basah


UHO BIN JUNAEDI (61, Susp. Saraf Terjepit+Lumpuh dari Punggung ke Bawah). Alamat: Jl. Desa RT 8/2, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kang Uho –begitu panggilan kesehariannya– tinggal di rumah kecil, berukuran 15 M2, bersama 4 keponakannya yang sudah berkeluarga. Pak Uho sendiri sampai usianya kini belum pernah menikah. Penderitaannya selama puluhan tahun sakit, sepertinya menutup harapannya untuk berkeluaga. Hampir 40 tahun dia mengalami kelumpuhan dari bagian punggung sampai kaki. “Seingat saya, saya mengalami kelumpuhan sejak usia 28 tahun,” katanya lirih saat ia ditanya kurir #SR di Bandung. Bagi kebanyakan orang, pastilah itu penderitaan yang menyesakkan, teramat menyiksa!. Selama Pak Uho sakit, terbaring tak berdaya, keponakannyalah yang membantu kehidupan dan merawatnya. Menurut pemeriksaan dokter di Klinik Pindad Bandung, kelumpuhan yang ia alami diakibatkan oleh adanya syaraf yang terjepit. Namun, berbagai upaya pengobatan medis ia rasakan tidak menghasilkan kesembuhan sehingga menimbulkan keputus-asaan. Maka sejak tahun 1980 pengobatannya dilanjutkan ke pengobatan alternatif. Yang lebih memilukan, sejak 2009, fungsi penglihatan matanya memburam dan terus memburam; gejala ini belum diketahui penyebabnya, apakah akibat ketuaan atau akibat penyakit tertenti yang menyerang matanya. “Meskipun demikian, saya bersyukur keponakan saya mau merawat saya sampai sekarang. Tanpa bantuan mereka, saya tak bisa apa-apa,” tambahnya. Keponakan Pak Uho, walaupun hanya pekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu, terus berusaha merawat dan membiayai kebutuhan Pak Uha. Karena penghasilan mereka pas-pasan, mereka sangat kesulitan mendapatkan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, juga biaya pengobatan Pak Uho. Kabar tentang penderitaan Kang Uho dan keluarganya akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan. Pada 12 Maret 2016 alhamdulillah kurir #SR dapat berkunjung dan bersilaturahmi dengan Pak Uho dan keluarganya. Pada pertemuan itulah mereka memaparkan kisah duka Pak Uho kepada kurir #SR; mereka juga menyampaikan harapannya untuk terus berikhtiar, melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan Kang Uho ke rumah sakit. Dengan izin Allah Swt, sedekaholics #SR berempati atas apa yang dialami Pak Uho dengan memasukkannya dalam Daftar Pasien Dampingan #SedekahRombongan Bandung Raya. Pada awal Desember 2016, Kurir #SR kembali mengunjungi Pak Uho untuk menjenguknya yang masih terbaring, dengan kondisi yang belum membaik. Ia masih membutuhkan dorongan dan dukungan untuk terus berobat. Alhamdulillah, pada kunjungan keempat itu, Kurir #SR kembali dapat menyampaikan bantuan dari Sedekaholics kepadanya. Bantuan Keempat yang ia terima langsung ini akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkihendrawan @Djim_djim

Pak uho menderita Susp. Saraf Terjepit+Lumpuh dari Punggung ke Bawah


SALSA SUKMAWATI (2, Bibir Sumbing + Gizi Buruk). Alamat: Jalan Cibaduyut Gg. Tarate 2 Blok Oca  RT 1/1, Kelurahan Cangkuang, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Salsa adalah anak bungsu dari keluarga miskin, hasil pernikahan Pak Dede Rohman (39) dengan Ibu Diah (30). Sehari-hari Pak Dede bekerja sebagai tukang odong-odong dan memiliki anak enam orang. Anak pertamanya berusia 16 tahun bekerja serabutan dan bantu-bantu di pabrik sandal, anak kedua dan ketiganya putus sekolah, sedangkan anak keempat dan kelima belum sekolah. Salsa Sukmawati terlahir dengan bibir sumbing dan terlihat cacat pada mata sebelah kirinya. Menurut bidan yang menangani sejak kelahirannya, mata Salsa yang sebelah kiri itu tidak akan berfungsi normal. Selain itu, Salsa terlahir dengan berat badan dan kondisi yang tampak kurang gizi. Kondisi tubuh dan berat badan ananda Salsa yang tidak memenuhi persyaratan itulah yang menyebabkan tindakan operasi pada bibir sumbingnya tidak bisa dilakukan. Meskipun demikian, harapan dan keinginan orang tua Salsa untuk dapat mengoperasi bibir sumbing anaknya itu tidaklah hilang. Sekarang, ananda Salsa Sukmawati sudah berusia dua tahun. Akan tetapi kesedihan dan duka kedua orang tuanya belum juga hilang disebabkan kondisi Salsa yang saat ini semakin memprihatinkan. Berat badan Salsa terus menurun akibat kurangnya penanganan medis dan kurangnya asupan gizi. Kemiskinan keluarga Pak Dede Rohman tak mampu memenuhi kebutuhan anak dan istrinya, apalagi untuk membiayai pengobatan Salsa. Kabar tentang kisah duka keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan melalui tetangganya yang peduli, yaitu Ibu Mega. Syukur, kurir #SR dapat berkunjung ke rumah orang tua Salsa Sukmawati dan bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah ini. Pada kunjungan itu juga, alhamulillah, kurir #SR dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa berupa bantuan uang dari sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaan keluarga Pak Dede. Bantuan pertama ini diberikan untuk membiayai pembuatan Jaminan Kesehatan agar Salsa memperoleh kemudaan berobat ke rumah sakit, dan mudah-mudahan dapat membantunya membeli obat atau makanan untuk menambah asupan gizi dan vitamin. Pada awal Desember 2016 Kurir #SedekahRombongan kembali mengunjungi keluarga Salsa. Pada kunjungan kedua itu Kurir #SR kembali menyampaikan bantuan dari para Sedekaholik yang berempati dengan keadaan Salsa dan kondisinya keluarganya yang masih dalam kesusahan. Semoga bantuan para sedekaholik kepada Salsa dan keluarganya ini dapat meringankan beban hidup keluarganya, memberi harapan dan membuka jalan bagi kesembuhan Salsa. Aamiin ya Robbal Aalamin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima  @lilisdariyah @trietan

Salsa menderita Bibir Sumbing + Gizi Buruk


DONI SYAIFUL RAHMAN (19, Thalasemia Major). Alamat : Jl. Ancol Kawung No. 34 RT 4/3, Kelurahan Ancol Kawung, Kecamatan Ancol, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Doni ad alah anak kedua dari Bapak Sabar (58) dan Ibu Lisa Setiawati (50). Anak pertama Pak Sabar, Desy, telah meninggal dunia di usia 25 tahun dengan  penyakit yang sama diderita Doni. Pak Sabar sempat  membiayai pengobatan dua orang anaknya tanpa jaminan kesehatan apa pun. Semua hasil jerih payah usaha Pak Sabar sudah habis terkuras. Kini yang tersisa hanyalah gubuk kecil di ujung gang sempit,  yang kini jadi tempat tinggal mereka. Rumah pengap itu menjadi saksi betapa selama ini mereka harus memikul cobaan hidup yang teramat berat! Penghasilan Pak Sabar sebagai pedagang bakso tahu pikulan keliling tentu tak kan seberapa dibandingkan dengan tuntutan hidup dan keniscayaan yang harus mereka hadapi setiap hari. Meskipun demikian, Pak Sabar tak pernah merasa lelah berusaha, sambil mengobati anaknya. Doni diduga mengidap penyakit Thalasemia Major sejak usia 9 bulan. Beberapa tahun terakhir ia harus ditransfusi darah dua minggu sekali. Akibat transfusi itu terjadi pembengkakan limpa dan perutnya membesar. Ia sering mengalami sesak nafas dan harus diberi bantuan oksigen  Meskipun tabung oksigen  sudah dimilikinya, mereka harus mengisinya dua kali setiap bulan. Sebelum Doni terdaftar sebagai peserta BPJS, biaya transfusi dibayar sendiri dari hasil kerja dan pinjaman karena pengajuan SKTM tidak pernah selesai. Kini biaya transfusi darah sudah  ditanggung BPJS. Tetapi, untuk membeli obat yang lain, biaya transportasi dan kebutuhan oxygen harus mereka keluarkan sendiri walau mereka harus meminjam ke pihak ketiga. Padahal, hutang mereka terdahulu yang digunakan untuk membiayai pengobatan putranya –sebelum ada BPJS– belum terlunasi. Pak Sabar dan keluarganya membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS, transportasi, dan biaya tambahan untuk kebutuhan sehari-hari. Biaya yang mereka butuhkan untuk membeli obat, isi ulang oxygen, dan lain-lain per bulan sekitar Rp.800.000,-. Cerita duka keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir #SedekahRombongan berdasarkan informasi salah satu radio swasta di Kota Bandung. Alhamdulillah #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah dan tawakal ini dan menjadikan Doni sebagai pasien dampingan. Pada pertengahan Mei 2016 kurir #SR Bandung Raya menjenguk Doni di rumahnya dan memberinya bantuan untuk terus berobat rutin karena kondisinya belum membaik. Beberapa bulan kurir #SR di Kota Bandung terus menjenguk Doni di rumahnya. Walau kondisinya tampak membaik, pengobatannya masih harus berlanjut. Selain melakukan transfuse darah, Doni juga selalu memeriksakan matanya ke Cicendo dan berobat untuk gatal-gatal di tubuhnya yang diakibatkan dari efek samping transfuse darah. Dengan rahmat Allah Swt, Alhamdulillah, pada awal Desember 2016 #SR kembali menyampaikan titipan langit melalui para sedekaholics untuk membantu meringankan beban hidup keluarga dhuafa ini. Bantuan ke-9 yang mereka terima di rumahnya yang sempit ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat rutin, membeli gas oxygen,  pemeriksaan mata ke RS Cicendo, dan mengobati gatal-gatalnya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 894.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda  @azepbima @hengkisenandika

Pak doni menderita Thalasemia Major


SURYATI BINTI MAMAN (44, Ca Mammae). Alamat: Lingkungan Cipeuteuy Lama RT  2/6, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Sejak 2013 Ibu Suryati sudah menderita kanker payudara. Bermula dari munculnya benjolan kecil-kecil yang tidak pernah ia periksakan karena takut. Namun, karena keluarganya semakin khawatir dengan kondisinya, pada Oktober 2015 ia mulai berobat ke rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan, diketahui bahwa sel kankernya aktif dan sudah menjalar sampai ke hati. Hal itu jugalah yang mengakibatkan kaki dan tangan Ibu Suryati membengkak serta nafasnya menjadi sesak. Selain itu, urinnya juga menjadi kental dan kecoklatan. Sejak saat itu Ibu Suryati sudah menjalani lima kali kemoterapi. Jelas saja, akibat sakitnya itu keluarga Ibu Suryati yang hidup dalam kemiskinan semakin mengalami kesusahan dan menderita kesedihan. Suami Ibu Suryati, yaitu Bapak Imran, hanyalah seorang pedagang majalah keliling. Akibat kemiskinan itu, Ibu Suryati dan keluarga terpaksa tinggal menumpang di rumah kakaknya. Bahkan, demi mencukupi kebutuhan keluarga, anak sulungnya terpaksa berhenti sekolah, dan memilih bekerja untuk membantu mencari nafkah. Karena ketidakmampuan ekonomi, Ibu Suryati mengalami kesulitan untuk memiliki biaya berobat dan biaya transportasinya. Padahal, Ibu Suryati sempat dirujuk oleh dokternya untuk mengulang kembali kemoterapinya di RSHS Bandung. Hal itulah yang semakin memberatkan keluarga miskin  ini, Jarak antara tempat tinggalnya ke RSHS Bandung cukup jauh dan memerlukan biaya transportasi dan akomodasi. Kisah duka keluarga dhuafa tersebut sampai kepada kurir #SedekahRombongan melalui tetangganya, yaitu Bapak Mpi. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dapat berkunjung ke rumahnya dan bersilaturahmi. Pada kunjungan pertama itu, kurir #SR juga alhamdulillah dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaannya. Bantuan berupa uang itu akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi Ibu Suryati dalam ikhtiarnya berobat ke RSHS Bandung. Pada awal Desember 2016 Kurir #SR kembali mengunjungi Ibu Suryani. Kondisinya masih menampakkan bengkak-bengkak di tangan dan sering mengalami sesak nafas. Pada kunjungan kedua itu, kemblai Kurir #SR menyampaikan bantuan dari Sedekaholik, yang akan digunakan untuk biaya control dan rontgen ke RSHS Bandung. Semoga bantuan #SR dan para Sedekaholik menjadi amal saleh dan dapat membuka jalan bagi kesembuhannya. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @denisugama

Bu suryati menderita Ca Mammae


RINA ROSITA (53, Susp. Kanker Rahim). Alamat : Jl. Garuda No. 59 RT 2/5, Kelurahan Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandug, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rina dikenal warga sebagai pedagang kecil yang sesekali menjadi pembantu di salon. Akan tetapi, kini ia tak punya penghasilan lagi dari pekerjaan yang lama ia geluti. Ia sakit-sakitan. Pada tahun 2007 Ibu Rina mulai merasakan mules-mules dan merasakan adanya benjolan kecil di perut. Setelah diperiksa di klinik, di perut Ibu Rina didiagnosa ada miom kecil. Pada tahun 2010 Ibu Rina kembali memeriksakan perutnya ke Rumah Sakit. Berdasarkan hasil USG, Ibu Rina dinyatakan mengidap kanker rahim. Sampai sekarang miom-nya terus menjalar dan perutnya terus membesar. Tetapi ia belum bisa berobat secara rutin dikarenakan tidak memiliki biaya.  Ibu Rina Rosita termasuk dhuafa yang layak dibahagiakan. Ia hanyalah seorang janda yang papa. Suaminya pergi, entah ke mana. Ketiga anaknya tinggal dan diurus oleh keluarga suaminya. Ibu Rina sekarang tinggal di rumah warisan orang tuanya bersama kedua adiknya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia berjualan jajanan (goreng-gorengan). Untuk menambah pendapatannya ia juga mejadi pembantu, bekerja di sebuah salon di dekat rumah tinggalnya. Penderitaan akibat penyakit serta harapannya untuk dapat berobat dan sembuh diketahui oleh Mamah Eneng (tetangganya) yang kemudian menyampaikannya kepada kurirwati #SedekahRombongan. Alhamdulillah, sedekaholics #SR berempati atas apa yang dialami Ibu Rina dan memberinya santunan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan ke rumah sakit dan biaya sehari-hari. Pada awal Februari 2016, kurir #SR mengunjunginya, sambil menyampaikan bantuan untuk biaya berobat. Kondisi saat itu masih tetap, yaitu benjolan pada perutnya masih belum berkurang. Pada Desember 2016 kurir #SR mengunjungi Ibu Rina dirumahnya yang sangat sedehana. Ia masih membutuhkan bantuandan dorongan. Untuk meringankan biaya hidup dan melanjutkan pengobatan Ibu Rina, alhamdulillah kurir #SedekahRombongan kembali dapat menyampaikan bantuan uang dari para sedekaholik yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sahari-hari. Semoga bantuan dari para dermawan ini dapat membuka jalan bagi kesembuhannya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 842.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangal : 6 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @lilisdariyah @hengkisenandika

Bu rina menderita Susp. Kanker Rahim

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ROKIYAH BINTI SILANDUNG 500,000
2 SANTIYAH BINTI SAKUN 500,000
3 SAWEN BINTI MANGUN REJO 500,000
4 SRI HERAWATI 500,000
5 SUKARDI BIN DASLA 500,000
6 SUPARTI BINTI SISWO WIYONO 500,000
7 SURATNO BIN MUKIMIN 500,000
8 SUTIMAN BIN SARIMIN 500,000
9 TARWIN BIN WASTAR 500,000
10 PRADANA ILHAM PAMUNGKAS 500,000
11 ARIS HADI WINARTO 1,000,000
12 RASIYEM BINTI KASIM 1,000,000
13 MANGKU SUWARNO 1,000,000
14 GUNAWAN ISHAK 5,000,000
15 HARTATIK ROFI’I 500,000
16 TRI BUDIANTORO 500,000
17 EVA SURYATI 500,000
18 AMINAH BINTI HATA 500,000
19 ENI NURAENI 500,000
20 HADI ANDRIANSYAH 500,000
21 TYAS B CAHYANINGSIH 1,000,000
22 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
23 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
24 NGATIMIN BIN MARTODIREJO 500,000
25 SURTINI MAT JENI 500,000
26 MARDIANA SARI 500,000
27 SHINTA AMALIA 500,000
28 RSSR JAKARTA 2,700,000
29 KORBAN KEBAKARAN 2,000,000
30 TONI SISWANTO 1,000,000
31 WARTI Binti KROMO KARSO 8,810,700
32 SISWADI HADISAPURO 5,000,000
33 ADITYA KURNIAWAN 4,780,900
34 RSSR Wonogiri 1,872,500
35 MTSR SOLO 7,321,500
36 HARIS BIN ABDUL BASIT 1,000,000
37 IDAS HERDIATI 500,000
38 MTSR BEKASI 2,500,000
39 SRI MULYATI 1,000,000
40 ANI NURAINI 1,000,000
41 AZMI HAIL MAHLAL 750,000
42 SARMADI BIN JAYA WINATA 500,000
43 NIA DEWIANTI 750,000
44 KURNIAWATI BINTI SUGIANTO 2,000,000
45 RUKINI BINTI TARSONO 750,000
46 RUSYDIYYAH AWWALIYAH 500,000
47 DIDI RASIDI 500,000
48 IIS ROHMAWATI 750,000
49 TASWID BIN DARNO 500,000
50 DEDEH HIDAYATI 1,000,000
51 KOYAH BINTI KOSASIH 1,000,000
52 TIAH BINTI TASWID 750,000
53 EMIM HAMIMAH 500,000
54 ANI SUMARNI 500,000
55 KOYOH BINTI SALKI 500,000
56 FAUZAN RAMDANI 500,000
57 UHO BIN JUNAEDI 500,000
58 SALSA 500,000
59 DONI SYAIFUL RAHMAN 500,000
60 SURYATI BINTI MAMAN 500,000
61 RINA ROSITA 500,000
Total 74,735,600

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 74,735,600,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 924 ROMBONGAN

Rp. 44,748,215,267,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.