Rombongan 922

Rutinkan diri anda bersedekah, maka keajaiban akan selalu terjadi pada anda.
Posted by on December 11, 2016

RSSR SEMARANG (Operasional Bulan September). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan September 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 14.539.451,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan September


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya  Operasional Bulan September). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan September 2016.

Jumlah Bantuan: Rp. 8.502.351,-
Tanggal: 30 September 2016
Kurir: @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan September


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya  Operasional Bulan September). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa TengahKarena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan September 2016.

Jumlah Bantuan: Rp. 7.834.521,-
Tanggal: 30 September 2016
Kurir: @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan September


RSSR SEMARANG (Biaya Inventaris RSSR Bulan Agustus). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk pembelian computer, laptop, dan peralatan multimedia sosial media #SedekahRombongan di Semarang selama bulan Agustus 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 22.500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Inventaris RSSR Bulan Agustus


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Agustus). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Agustus 2016. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 901.

Jumlah Bantuan : Rp. 13.935.012,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan Agustus


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya  Operasional Bulan Agustus). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Agustus 2016. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 901.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.397.350,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan Agustus


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya  Operasional Bulan Agustus). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Agustus 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.203.500,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan Agustus


RATNADILLA BINTI HERU, (17, Ca Kulit) Ber Alamat Dusun Sukolembono RT 030 RW 001 Sumber Gading , Kecamatan Sumber Wringin Kapubaten Bondowoso. Ratnadilla adalah anak Dari Bapak Heru yang sehariannya hanya bekerja pengisi gas Korek keliling yang tidak mampu membiayai Kehidupannya . dan di Tambah penyakit Anaknya yang sedang kambuh untuk di bawa ke rumah sakit. Ratnadilla Anak Pak Heru tergolong Orang tidak mampu, dan   kurir #SedekahRombongan Jember bersillaturahmi untuk membantu Ratnadilla untuk mendapatkan pengobatan di rumah sakit agar penyakitnya segera di tangani. Alhamdulillah proses pengobatan pun sudah berjalan dan saat ini Ratnadilla harus menjalani perawatan rutin seminggu sekali. Santunan yang disampaikan dipergunakan untuk akomodasi selama perawatan rutin selama perawatan di rumah sakit dan biaya transportasi. Semoga Ratnadilla segera diberikan jalan kesembuhan dan kontribusi para #sedekaholic mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 915

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @yudhoari , @viandwiprayugo @gredyanto

Ratna menderita kanker kulit


ICHA ARISDIANA AGESTASARI, (19, Meningitis) Alamat Jl. Kenanga VII Blok 6 No.90 003/001, Desa Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Awal mula adik Icha sakit, sering mengalami demam dan lemas, dan oleh pihak keluarga dibawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialaminya. Kemudian oleh pihak puskesmas dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Dan setelah di rumah sakit Dr. Soebandi Jember Icha didiagnosa mengalami penyakit Meningitis. Adik Icha pun diperiksa dan di beri resep obat dari dokter untuk pemulihan penyakitnya, setelah 1 minggu berlalu Icha kembali lagi ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut lagi dan akhirnya kondisi kesadaran Icha membaik. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Icha untuk menyampaikan titipan #sedekaholics #SedekahRombongan untuk membantu Adik Icha. Santunan yang diberikansebagai akomodasi biaya perawatan selama dirumah sakit Dr. Soebandi Jember dan biaya transportasi. Semoga adik Icha bisa lekas sehat kembali dan para #sedekaholic #SedekahRombongan mendapatkan kemudahan semua urusannya. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Icha menderita Meningitis


KIPTIYAH, (44, Tumor Payudara) Alamat Dusun Sumber Anget 001/004, Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Kiptiyah, dia sering kesakitan di bagian dadanya sebelah kiri. Kemudian muncul benjolan kecil di area payudara sebelah kirinya. Setelah itu Ibu Kiptiyah datang ke puskesmas terdekat untuk berobat. Kemudian Ibu Kiptiyah harus dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pengobatan dan pemeriksaan lebih lanjut. Sesampai di rumah sakit Dr. Soebandi Jember Ibu Kiptiyah diperiksa dan didiagnosa menderita Tumor Payudara. Dan oleh pihak dokter Ibu Kiptiyah harus segera di kemo karena benjolan yang dialami Ibu Kiptiyah sudah semakin membesar. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke rumah Ibu Kiptiyah untuk menyampaikan titipan #sedekaholics untuk membantu ibu Kiptiyah. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi Biaya perawatan dan transportasi. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Ibu kiptiyah menderita Tumor Payudara


PRETTY WIJAYA IKA, (44, Kanker Serviks) Alamat Jl. Pelita No 37 016/006, Desa Tamansari, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ibu Pretty Wijaya Ika, Biasa dipanggil Ibu Ika. Ibu Ika mengalami sakit Kanker Serviks yang dialami selama 1 tahun yang lalu, penyakit di alami Ibu Ika kambuh dan oleh pihak keluarga dibawa kerumah sakit kusuma bakti untuk perawatan lebih lanjut dan sempat rawat inap selama 8 hari. Dan 8 hari berlalu Ibu Ika dirujuk kerumah sakit Dr. Koesnadi Bondowoso untuk perawatan lebih lanjut lagi untuk menangani penyakit yang dialami Ibu Ika. dan setelah rawat inap selama 6 Hari di rumah sakit Dr. Koesnadi Bondowoso Ibu Ika menghebuskan nafas terakhirnya. Dan Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Ika, dan menyampaikan titipan para #sedekaholic untuk biaya pemakaman dan santunan kematian. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran dan kekuatan iman.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Bu Pretty menderita Kanker Serviks


MUHAMMAD SUJATI (37, Tumor Ganas pada Leher). Alamat : Jalan Pancuran, Gang Kliwon, RT 2/1, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari tiga tahun lalu, Pak Sujati merasakan ada benjolan kecil pada leher sebelah kiri. Karena dianggap sakit biasa, maka benjolan tersebut dibiarkan saja sampai akhirnya terus membesar dan terasa sakit. Pak Sujati akhirnya memeriksakan diri ke dokter dan dinyatakan terkena tumor ganas dan disarankan melalkukan pengobatan secara medis yaitu operasi pengangkatan tumor tersebut. Saran dokter tidak disetujui oleh Pak Sujati, dan dia lebih memilih pengobatan herbal sebagai ikhtiar penyembuhan penyakitnya. Sakit Pak Sujati akhirnya kian bertambah. Tumor yang tumbuh di leher sebelah kirinya merambat ke dada dan kian membesar, sampai membuatnya tidak bisa bangun dari tempat tidur karena rasa sakit yang luar biasa disertai susah bernafas. Merasa semakin sakit, Pak Sujati akhirnya menyetujui untuk dilakukan tindakan medis. Kurir #SedekahRombongan membawa Pak Sujati ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung atas rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Namun Allah berkehendak lain. Sesampainya di RSHS Bandung dan mendapat tindakan pengobatan selama empat jam, Pak Sujati menghembuskan nafas terakhirnya dan berpulang. Sebelum menderita sakit tumor ganas, Pak Sujati bekerja sebagai staf keamanan pada salah satu perusahaan swasta di Cirebon. Kehidupan sehari-hari yang dijalani sangatlah sederhana bersama istri dan anaknya. Setelah mengalami sakit, dia berhenti bekerja. Namun bersyukur biaya pengobatan ditanggung BPJS Kelas II yang diberikan oleh perusahaan tempat dia bekerja. Jenazah Pak Sujati diantar ke kediamannya di Cirebon menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Bandung. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan tenang di sisi Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi

Pak sujati menderita Tumor Ganas pada Leher


SEPTIAN TRI PRASETYO, (20, Combus) Alamat Dusun Krajan 002/002, Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa TImur. Berawal yang diderita Septian ini Bekerja sebagai tukang parkir di Bali sejak 2 bulan yang lalu. Septian ini tinggal kamar kost dekat tempat ia bekerja. Kronologis kejadian yang dialaminya sebagai berikut; Septian usai bangun tidur langsung mandi di kamar mandinya dan teman sekamar Septian sebut saja Agus ini sedang memasak untuk sarapan pagi mereka dan tiba-tiba saat memasak kompor gas yang di gunakan meledak dan mengakibatkan kebakaran. Pada saat kobaran api akibat meledaknya kompor gas tersebut Septian masih terjebak di dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi Septian merasa pengap karena kepulan asap dan tiba-tiba pintu kamar mandi terbakar, api menyebar ke dalam ruang kamar mandi yang sempit itu. Septian yang terjebak ditengah kobaran api itu berusaha melarikan diri dengan segala daya dan upaya yang dia miliki. Akhirnya dia berhasil keluar dari kamar kost yang terbakar itu. Tak lama kemudian Septian pun tak sadarkan diri dan luka bakar yang dialaminya termasuk luka bakar berat. Segera dia dilarikan ke Rumah Sakit Sangla Bali untuk mendapatkan perawatan intensif.  Setelah 3 hari dalam perawatan intensif dengan terpaksa Septian harus pulang ke rumahnya karena keterbatasan biaya. Karena kondisinya yang sangat memerlukan pengobatan pihak keluarga yang berlatar belakang buruh tani ini membawa Septian ke Rumah Sakit Paru Jember untuk berobat. Sesampainya di Rumah Sakit Paru Jember Septian bertemu dengan #Kurir #SedekahRombongan untuk tindakan pendampingan selama pengobatan. Setelah dirawat dengan intensif selama kurang lebih 6 jam tepat pukul 22.47 WIB (29/11//2016) Septian menghembuskan nafas terakhirnya. #Kurir #SedekahRombongan langsung bergerak menuju  Rumah Sakit Paru Jember untuk mengevakuasi Jenazah ke tempat tinggalnya, dan menyampaikan titipan para #sedekaholics untuk membantu Alm. Septian. Santunan yang diberikan sebagai akomodasi biaya perawatan selama di Rumah Sakit Sangla Bali dan Rumah Sakit Paru Jember, dan Santunan kematian Alm. Septian. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga yang di tinggalkan dan juga diberi kesabaran. Dan Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 8.200.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Septian menderita Combus


ABDUL HALIM, (42, Hepatitis) Alamat Dusun Krajan A 002/021, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Riwayat Sakit Abdul Halim Lama sakit hampir 3 bulan lamanya hingga sekarang awalnya mungkin kepacekan bekerja setiap hari meskipun sakit tidak dirasakan. Lama kelamaan Abdul Halim merasakan sakit panas yang terus menerus, mual-mual dan disertai pusing akhirnya keluarga membawanya ke puskesmas terdekat. Karena kondisi mulai lemah, pihak puskesmas menyarankan harus dirawat inap dan Dokter menyatakan Abdul Halim terdiagnosa mengalami Gangguan pada Livernya yang dinyatakan mengalami penyakit Hepatitis. Selama 7 hari di puskesmas Dokter menyarankan Bapak Abdul Halim diperbolehkan Pulang. Dan Tiga hari kemudian Abdul Halim kondisinya mulai agak mendingan akhirnya dia mulai bekerja lagi sebagai kuli bangunan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya karena harus membayari anak-anaknya yang masih sekolah. Setelah bekerja selama 2 hari, penyakit yang dideritanya kambuh dan drop. Abdul Halim sudah 4 kali selama sakit masuk ke puskesmas hingga sekarang. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke tempat tingggal Abdul Halim untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Abdul Halim. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan intensif selama dipuskesmas Bangsalsari. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Pak abdul menderita Hepatitis


ROHIB BIN MUHAMMAD, (24, Infeksi Saluran Kencing) Alamat Dusun Kalisatan 002/019, Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Biasa dipanggil Rohib. Rohib ini berusia 24 tahun yang menderita Infeksi Saluran Kencing sejak 18 Bulan yang lalu. Akhirnya keluarga membawanya ke Puskesmas terdekat untuk perawatan lebih lanjut. Dokter menyatakan bisa dirawat di Puskesmas tersebut. Karena keluarga tidak mampu untuk mengobati Rohib di Puskesmas akhirnya pinjam Uang ke salah satu orang tetangga untuk pengobatan di puskesmas terdekat tersebut. Dan Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke Rumah Rohib tersebut untuk membantu Rohib dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Rohib. Santunan yang diberikan sebagai perawatan di Puskesmas dan Pembelian Obat di luar BPJS. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2016 dan 6 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Pak rohib menderita Infeksi Saluran Kencing


HOTIMAH BINTI TOLAK, (36, Cacat Lahir) Alamat Dusun Karang Anyar 001/014, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hotimah adalah anak dari pasangan Bapak Tolak dan Ibu Sarima. Hotimah mengalami Cacat lahir yang tidak memiliki kedua tangan dan mempunyai Kaki satu. Keseharian Hotimah hanya duduk dan makan karena tidak bisa membantu Bapak,Ibu dan Keluarganya disebabkan tidak memiliki kedua tangan dan 1 Kaki. Hotimah ini tinggal bersama Bapak,Ibu, dan Kakak-Kakaknya dalam 1 rumah yang sempit. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Hotimah di di acara Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang sebelumnya  disebut Hari Internasional Penyandang Cacat. Dan kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu Hotimah. Dan Santunan yang diberikan berupa Kursi Roda. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Hotimah, dan santunan yang diberikan oleh para sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Bantuan berupa Kursi Roda


MUHAMMAD CAHYADI, (31, Cacat Lahir) Alamat Dusun Karang Anyar 003/017, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Cahyadi ini mengalami Cacat tangan sejak lahir yang tidak mempunyai kedua tangan. Dan Cahyadi juga mempunyai keahlian memperbaiki atau Servise Handphone yang menggerakan alat servise handphone dengan kedua kakinya dan Cahyadi Tinggal bersama saudaranya. Dan Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Cahyadi di acara Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang sebelumnya  disebut Hari Internasional Penyandang Cacat. Dan kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu Cahyadi untuk memperlengkap alat servise Handphone. Santunan yang diberikan alat reparasi Handphone berupa Blower dan Solder. Semoga santunan yang diberikan kepada Cahyadi dapat memperlancar pekerjaannya. Dan santunan yang diberikan oleh para sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Bantuan alat reparasi Handphone


FATIMAH BINTI SARIMAN, (40, Lumpuh total) Alamat Dusun Krajan 012/002, Desa Sukorejo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ibu Fatimah menderita kelumpuhan sejak 10 tahun yang lalu, yang dimulai linu-linu di persendian kaki dan tangan. Dan yang mengakibatkan tidak bisa beraktifitas seperti biasanya semakin hari Ibu Fatimah tidak bisa menggerakkan jari tangan dan kakinya. Dikerenakan tidak melakukan pengobatan mengakibatkan jari tangan dan kakinya mengkerut atau menekuk dengan sendirinya. Dan Akhirnya tidak bisa bergerak sama sekali dan hanya bisa terbaring di tempat tidurnya. Semenjak menderita kelumpuhan suaminya meninggalkan Ibu Fatimah karena mengalami kelumpuhan. Dan sekarang Ibu Fatimah tinggal bersama Ibunya Ibu Pat (72) yang sudah tua. Untuk menghidupi kesehariannya Ibu Pat berjualan rumput pakan sapi di pinggir jalan untuk membiayai kesehariannya. Ibu Fatimah tidak mempunyai Anak dan mereka tinggal menumpang di dapur seorang krabat ibu Pat.  Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Ibu Pat dan menawarkan Ibu Fatimah untuk berobat kerumah sakit terdekat namun Ibu Fatimah tidak bersedia karena sudah pasrah dengan keadaanya dan tidak ada yang dapat mendampingi selama pengobatan di rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Fatimah. Santunan yang diberikan untuk biaya hidup sehari-hari. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Bantuan untuk biaya hidup sehari-hari


ISNAIN BIN UMAR, (38, Katarak) Alamat Dusun Sasi 003/011, Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit, Isnain bekerja sebagai buruh serabutan di Kalimantan yang kerjanya diterik matahari yang mengakibatkan kerusakan kedua bola  matanya. Dan setelah 3 bulan kemudian Bapak Isnain mulai susah untuk melihat dan tidak bisa bekerja. Dan Istri Bapak Isnain menginggalkan Isnain karena Bapak Isnain tidak bisa bekerja lagi seperti biasanya. Bapak Isnain mempunyai dua Anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Dan saat ini Bapak Isnain ini tinggal bersama kedua anaknya dirumah sempit berdinding kayu. Untuk memakan kesehariannya pun dibantu oleh tetangga setempat. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Isnain. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi biaya hidup untuk kesehari-hariannya. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga kecil Bapak Isnain. Dan semoga santunan yang diberikan oleh para Sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Pak isnain menderita Katarak


ADI BIN SUGIMAN (21, Gagal Ginjal Kronis). Alamat : Dusun 4, RT 2/-, Negara Bumi Udik Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Setahun yang lalu Adi mengalami sering pusing, mual dan pegal di pinggang yang menjalar sampai ke perut, karena keluhan tersebut keluarga membawa Adi ke klinik terdekat. Hasil pemeriksaan Adi mengalami darah tinggi, tekanan darahnya mencapai 180/100 mmHg. Adi sempat mengkonsumsi obat penurun darah, namun tidak rutin dan mengabaikan sakitnya. Tiga bulan yang lalu, tepatnya setelah lebaran, remaja ini kembali mengalami pusing, muntah-muntah sampai kejang sehingga keluarga melarikannya ke rumah sakit di daerah Lampung Tengah kemudian pihak rumah sakit merujuk Adi ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Adi mengalami gagal ginjal akibat tekanan darah tinggi sehingga harus melakukan cuci darah rutin 2 kali seminggu. Kondisi terkini pasangan Bapak Sugiman (51) dan Ibu Wati (45), masih rutin cuci darah di RSAM, jika terlambat atau tidak cuci darah, Adi mengalami kejang-kejang, dokter pun menyarankan pemasangan simino secepatnya. Semenjak sakit adi berhenti bekerja karena cepat lelah. Pekerjaan orang tua Adi adalah seorang buruh serabutan dan ibu rumah tangga sehingga penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adi menggunakan KIS PBI kelas III selama pengobatan, tetapi biaya transportasi pulang-pergi setiap minggunya membuat pihak keluarga kesulitan. Kurir #SedekahRombongan Lampung mendengar kesulitan keluarga. Bantuan dari sedekaholics melalui kurir #SedekahRombongan pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @andradideri @agembluk @yesaridani @akuokawai

Adi menderita Gagal Ginjal Kronis


IRA BINTI EMOK, (48, Buta) Alamat Dusun Sumber Kokap 033/011, Desa Randu Agung, Kecamatan SumberJambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Ira Adalah seorang janda tua yang mengalami Buta. yang awalnya Ibu Ira Buta menderita Katarak yang tidak di periksakan ke Dokter karena faktor Ekonomi dan Akhirnya setelah penyakit Katarak yang dialami Ibu Ira ini semakin memparah dan tidak bisa di obati dan mengakitbatkan Buta. Ibu Ira ini tinggal bersama Saudaranya yang sudah tua. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Ibu Ira untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Ira. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi sebagai biaya hidup untuk kesehariannya. Semoga santunan yang diberikan ke pada Ibu Ira berguna dan cukup untuk biaya hidup kesehariannya. Dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Ibu ira menderita buta


SAKMAN BIN SAKMU, (84, Katarak) Alamat Dusun Lamparan 004/001, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bapak Sakman menderita penyakit Katarak yang sudah dialami sejak 2 tahun yang lalu, yang dimulai dari gatal-gatal di bagian matanya dan setelah 3 bulan berlalu mata Bapak Sakman mulai merabun dikarenakan tidak melakukan pengobatan  dan akhirnya tidak bisa melanjutkan aktivitas bekerjanya. Sebelum sakit Bapak Sakman bekerja sebagai buruh tani di desanya. Bapak Sakman tinggal bersama istrinya Sardani (67) dan cucunya. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi untuk membantu Bapak Sakman untuk perawatan lebih lanjut di RSUD Paru Jember untuk pengobatan. Dan Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Sakman, Santunan yang diberikan untuk Akomodasi pembelian obat diluar BPJS dan pasca operasi. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Pak sakman menderita Katarak


INDRAYANI BINTI HAJIB, (26, Bibir Sumbing) Alamat Dusun Grujukan Timur 004/011, Desa Suco Pangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur. menderita Bibir Sumbing sejak lahir yang tidak di tangani oleh keluarganya karena keterbatasan biayanya. Indrayani tinggal bersama Suaminya Marhapi (32) yang bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentukan. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Indrayani di pergunungan J88 yaitu di Sucopangepok dan Kurir #SedekahRombongan menawarkan kepada Indriyani untuk perobatan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengembalikan bibir Sumbing yang dialami Indrayani. Dan Indrayani setuju untuk perawatan lebih lanjut. Kurir #SedekahRombongan langsung membawanya ke RSUD Paru Jember untuk perawatan lebih lanjut. Dan Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Indriyani. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi Pasca Operasi. Semoga santunan yang diberikan kepada Indriyani berguna bagi dirinya. Dan Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Ibu indrayani menderita Bibir Sumbing


AZKA ALKHALIFI ZIKRI (2, Ginjal Bocor + Kelainan Pada Tulang Kaki). Alamat : Gunung Batu I, RT 3/1, Kelurahan Sri Katon, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Balita menggemaskan ini, Azka adalah pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung. Sejak lahir Azka sudah mengalami kelainan pada tulang kaki. Ketika usianya menginjak 17 bulan, terjadi pembengkakkan di sekujur tubuhnya. Setelah dibawa ke beberapa rumah sakit di Bandar Lampung, diketahui Azka mengalami ginjal bocor. Walau sudah berkali-kali dibawa ke rumah sakit, pembengkakkan di tubuhnya masih sering terjadi. Sudah 3 kali Azka kontrol di Rumah Sakit Puri Betik Hati dalam kurun waktu sebulan setelah mendapat rujukan dari RSAM. Kondisi Azka saat ini kadar protein sudah turun dari positif 3 menjadi positif 2, masih bengkak di sekujur tubuh sehingga dilakukan siklofosfamid untuk ginjalnya. Dokter yang menangani mengatakan Azka harus menjalani empat kali lagi siklofosfamid. Ayahnya, Pak Dodi Irwanto (27), seorang buruh pabrik dan Ibu Suratminah (21), hanya seorang ibu rumah tangga. Azka memiliki kartu jaminan kesehatan PBI kelas 3. Namun rumah sakit yang jauh dari tempat tinggal, membuat keluarga ini merasa kesulitan dalam biaya transportasi. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit dari sedekaholics untuk biaya pengobatan dan transportasi. Santunan pertama masuk pada rombongan 902. Semoga balita lucu ini segera sehat dan tumbuh kembang seperti balita lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 November 2016
Kurir : @andradideri @nia_dec07 @yesaridani @akuokawai

Azka menderita Ginjal Bocor + Kelainan Pada Tulang Kaki


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1009 TX , Biaya Operasional November 2016 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo  dan Banyuwangi. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Ganti Ban, Bahan Bakar, Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 910

Jumlah santunan: Rp.7.760.000,-
Tanggal: 30 November 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Biaya Operasional November 2016


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR November 2016 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR).  Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan November 2016. Semoga sedekah dari para #sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 909

Jumlah Santunan : Rp. 11.351.000,-
Tanggal :  29 November 2016
kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Operasional RSSR November 2016


POPI SANTUNAN MUSHOLA (Santunan Pipa untuk Mushola). Mushola AL-Barokah terletak Dusun Krajan A, RT 002 RW 002, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ada sekitar 50 Kepala Keluarga yang bermukim di sekitar Mushola ini dan menggunakan Mushola ini sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Mushola ini memiliki lebih dari 15-25 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang, jumlah jamaah Mushola ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Dan Mushola Al-Barokah ini mengajukan bantuan kepada Kurir #SedekahRombongan untuk pembelian Pipa Air karena Sumur Mushola yang sekarang dialami kemasukan Air Limbah dan akhirnya Air pun membau. Dan Sumur itu tidak dapat dipakai, Akhirnya Pipa yang dibutuhkan untuk menyalurkan Air Bor ke salah satu tetangga tersebut. Semoga santunan Mushola Al-Barokah digunakan dengan baik dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan Mushola ini. Amin….

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto @viandwiprayugo

Santunan Pipa untuk Mushola


FARID , (1 Craniosynostosis ,) Alamat di RT 001 RW 001 Lingkungan Krajan, Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Farid adalah seorang anak dari keluarga kurang mampu yang Penyakit yang dideritanya adalah Craniosynostosis telah dialaminya sejak usia masih sangat kecil atau bawakan sejak lahir. Keterbatasan ekonomi membuatnya sulit mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit. Dan Kesadaran Adik Farid semakin menurun dan oleh pihak keluarga langsung dilarikan kerumah sakit di Situbondo karena Farid mengalami kejang-kejang dan sempat rawat inap 1 hari, dan Adik Farid menghebuskan nafas terakhirnya dan berpulang ke Rahmatullah. #Kurir #Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke rumah Adik Farid untuk menyampaikan santunan kematian Adik Farid. Semoga Keluarga yang di tinggalkan di beri kesabaran dan ketabahan. Santunan yang di berikan semoga bermanfaat bagi keluarganya.  Santunan sebelumnya masuk di rombongan 881

Jumlah santunan: Rp.1.500.000,-
Tanggal: 6 November 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Farid menderita Craniosynostosis


HENDRA BIN JONO (40, Thypoid + Maagh). Alamat : Jalan Udang 1, Gang PT Garuntang, LK 2, RT 9/-, Kelurahan Garutang, Kecamatan Teluk Betung, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sejak tahun 2000, Pak Hendra yang bekerja sebagai pemulung tinggal di bawah kolong jembatan dengan membuat tenda yang terbuat dari terpal dan karung beras untuk ditinggali bersama istrinya. Mulai bulan September 2016, Pak Hendra pindah ke tempat tinggal sementara dari tetangganya. Tanggal 15 Oktober sepulang memulung Pak Hendra merasakan lemas seluruh badannya dan demam tinggi, tetangga yang prihatin dengan kondisi Pak Hendra membawanya ke Puskesmas terdekat. Pak Hendra dinyatakan menderita gejala thypoid dan maagh karena makan tidak teratur. Saat ini keadaan beliau masih sering panas tinggi jika kelelahan dan perut terasa sakit. Istri Pak Hendra, Ibu Eneng (35) adalah seorang pemulung juga. Pak Hendra tidak memiliki jaminan kesehatan karena mereka tidak memiliki kartu identitas apapun, saat ini mereka sedang membuat KTP karena sudah memiliki tempat tinggal. Penghasilan yang selalu kurang membuat keluarga ini kesulitan mencari makan sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendengar kesulitan keluarga Pak Hendra kemudian menyampaikan santunan dari para sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari Pak Hendra dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @andradideri @adityaBdvil @agembluk @yesaridani @akuokawai

Pak Hendra menderita Thypoid + Maagh


ROINI BINTI NADI (41, Congestive Heart Failure + Atrial Fibrillation). Alamat : Dusun IV, Blok Wage, RT 4/7, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Roini sudah menderita sakit sejak sepuluh tahun lalu, namun mulai terasa berat sejak lima tahun terakhir. Gejalanya, sering merasa sesak nafas secara mendadak dan degup jantung terasa cepat. Awalnya sakit ini tidak begitu dirasakan, karena dianggap sebagai sakit ringan yang akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun, akhirnya Ibu Roini merasa sakitnya kian bertambah hingga akhirnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dokter menyatakan Ibu Roini terdiagnosa Congestive Heart Failure atau gagal jantung kongestif dan Atrial Fibrillation yang ditandai dengan irama jantung yang tidak stabil dan cenderung cepat. Setelah menjalani perawatan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter memberikan rujukan untuk pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun karena kendala biaya, rujukan untuk berobat ke Bandung belum juga terlaksana. Ibu Roini adalah seorang janda dari almarhum Bapak Wadi yang wafat beberapa tahun lalu. Saat ini dia hidup bersama lima orang anaknya. Ibu Roini tidak bekerja, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dia hanya menerima pesanan pembuatan ketupat, itupun tidak setiap hari ada yang memesan, hanya pada waktu tertentu saja. Hal ini jelas membuat dia tidak sanggup untuk berobat ke Bandung walaupun biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS PBI Kelas III. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan simpati dan empati mendalam atas keadaannya. Setelah bersilaturahmi, bantuan dari sedekaholics diberikan kepada Ibu Roini untuk biaya transportasi selama pengobatan di Bandung. Seraya memberikan pendampingan, do’apun teriring agar Ibu Roini segera diberikan kesembuhan dan kesehatan yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh suniah

Bu roini menderita Congestive Heart Failure + Atrial Fibrillation


IMAM SUPRIYONO (35, Steven Jhonson Syndrome). Alamat : Jalan H. Komarudin, Gang Damai 1, RT 16/2, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pak Imam merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung. Penyakit yang dialami Pak Imam bermula dari demam pada bulan Maret 2011 lalu. Pak Imam yang sebelumnya hanya mengkonsumsi obat warung dan apotik, memeriksakan diri ke klinik namun setelah itu Pak Imam kejang dan sulit bernapas. Beliau sempat dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) karena tak sadarkan diri, setelah beberapa hari rawat inap, tubuh Pak Imam melepuh dan tidak bisa bergerak, dokter mendiagnosis Bapak Imam mengalami penyakit Steven Johnson Syndrome (SJS) atau reaksi alergi hebat pada kulit, saluran napas, mata, dan saluran pencernaan. Penyakit itu pun menyebabkan penglihatan Pak Imam rabun. Pihak RSAM merujuk Pak Imam ke Rumah Sakit Cicendo Bandung (RSCB). Beberapa bulan ini Pak Imam hanya kontrol di RSAM. Penglihatannya semakin bertambah parah, beliau harus dituntun bila berjalan. Setiap menit matanya harus diberi obat tetes mata agar tidak perih. Dokter mengatakan Pak Imam harus segera dirujuk ke RSCB. Keadaan itu membuatnya hanya bisa mengais rezeki di rumah dengan membuka warung kecil. Untuk meringkan kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat, istrinya, Ibu Sri Lestari (36), bekerja antar-jemput anak sekolah. Selama ini Pak Imam menggunakan BPJS PBI kelas III untuk biaya pengobatannya. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyantuni Pak Imam. Santunan kedua pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama Pak Imam dirujuk ke RSCB. Santunan pertama masuk dalam rombongan 903.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @andradideri Fajri @yesaridani @akuokawai

Pak imam menderita Steven Jhonson Syndrome


NISNA BINTI ASRI (9, Tumor Otak). Alamat : Sungai Cambai, RT 1/1, Kelurahan Sungai Cambai, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Berawal sejak bulan Juli lalu, saat itu Nisna merasakan sakit di bagian kepalanya dan mengalami kejang hingga harus dirawat di RS Mesuji selama 15 hari. Kemudian ia sembuh dan akhirnya pulang dan bisa beraktifitas seperti biasa. Awal bulan November saat sedang menonton TV, Nisna kejang kembali dan harus dibawa ke RS di Mesuji selama 10 hari dirawat namun tidak ada perubahan dan akhirnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk pemeriksaan intensif. Dokter mengatakan Nisna mengidap tumor otak yang membuatnya sering kejang-kejang. Saat ini putri pasangan dari Bapak Asri (63) dan Ibu Artini (61) masih dirawat di RSAM dan masih dalam perawatan intensif karena belum ada perubahan sejak masuk. Orang tua Nisna, Bapak Asri bekerja sebagai petani untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari, sedang ibunya sudah meninggal dunia. Nisna menggunakan BPJS Mandiri kelas III selama pengobatan. Pihak keluarga kesulitan dalam biaya akomodasi di RSAM selama Nisna dirawat. Mendengar kabar tersebut, kurir #SedekahRombongan Lampung segera menjenguk Nisna di rumah sakit. Titipan langit pun tersampaikan kepada pihak keluarga ketika kurir #SedekahRombongan menjenguk untuk yang kedua kalinya. Bantuan dipergunakan sebagai biaya akomodasi selama di rumah sakit. Semoga gadis cilik ini segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi08 @yesaridani @akuokawai

Nisna menderita Tumor Otak


SITI KOMSYAH (16, Katarak). Alamat : Blok Kebagusan, RT 2/10, Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Kokom –demikian kami akrab menyapanya- sudah memiliki kelainan pada mata kirinya. Dan ketika Kokom duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya kelas enam, mata kanannya juga mengalami gangguan penglihatan, berawal dari minus sampai merambat ke silindris dan akhirnya dokter mendiagnosa Kokom terkena katarak. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi, namun karena keterbatasan biaya, sakit pada mata Kokom hanya diberi obat tetes mata dan dibantu dengan mengenakan kacamata. Hal ini menyebabkan Kokom seringkali kesulitan mengikuti pelajaran karena susah membaca dan matanya terasa perih untuk melihat terlalu lama apalagi jika disertai terpapar sinar matahari langsung. Kokom adalah seorang yatim piatu, putri almarhum Bapak Sarja dan almarhumah Ibu Karwina. Saat ini dia tinggal bersama budenya. Keadaan dia yang sederhana namun memiliki semangat untuk belajar dan aktif di organisasi terlihat jelas ketika kurir #SedekahRombongan menemuinya di SMA Negeri 1 Jamblang, tempat dia bersekolah. Selama in, biaya pengobatan Kokom menggunakan fasilitas BPJS PBI Kelas III. Setelah berdiskusi dan Kokom menyatakan kesediaanya untuk menjalani pengobatan lanjutan, kurir #SedekahRombongan membantu proses pembuatan surat rujukan dari Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon untuk dibawa ke Rumah Sakit Mata (RSM) Cicendo Bandung. Bantuan transportasi, biaya hidup dan pendampingan selama pengobatan di Bandung diberikan #SedekahRombongan untuk Kokom. Saat ini Kokom telah selesai menjalani pemeriksaan tahap awal di RSM Cicendo Bandung dan akan dilanjutkan dengan pengobatan berikutnya selama beberapa bulan ke depan. Bantuan sedekaholics telah meringankan beban seorang yatim piatu yang saat ini menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Cirebon.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh aulia

Ibu siti menderita Katarak


RUDI BIN NURIL (42, Katarak Komplikata). Alamat : Sungai Badak, RT 2/4, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Bapak Rudi yang pekerjaannya sebagai penghalus kayu sering merasakan gatal pada matanya dikarenakan debu kayu. Mulanya hanya pada bagian mata sebelah kiri, kemudian menjalar ke bagian mata kanan. Penglihatan Bapak Rudi pun kabur, setelah sempat periksa ke Puskesmas, keluarga membawanya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) hasil diagnosis Pak Rudi terkena katarak komplikata, kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Cicendo Bandung (RSCB) karena sudah tidak bisa melihat lagi dan sering keluar air di kedua matanya. Sebulan ini Bapak Rudi menetap di rumah singgah Bandung untuk kontrol di RSCB. Mata kiri beliau sudah di operasi pekan kemarin, namun dokter mengatakan virus di mata kiri mulai menyebar dan diharuskan pengangkatan bola mata sebelum virus menyerang otak. Sedangkan mata kanan beliau virusnya bisa ditangani namun kornea matanya rusak dan harus diganti dengan mencari donor mata. Bapak Rudi pun mengalami penurunan berat badan karena nafsu makan yang berkurang. As (40), istri dari Pak Rudi kesehariannya hanya sebagai ibu rumah tangga. Selama pengobatan Bapak Rudi menggunakan BPJS PBI kelas 3. Keluarga merasa kesulitan untuk biaya akomodasi selama di Bandung, uang yang tersisa sudah menipis. Setelah bertemu kurir #SedekahRombongan, beliau pun menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung. Titipan langit kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi. Santunan pertama tertulis dalam rombongan 916.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir : @andradideri @raden_691 @yesaridani @akuokawai

Pak rudi menderita Katarak Komplikata


SUKIMIN BIN SUTRISNO (41, Benjolan di Dada). Alamat : Dusun Tanjung Sari, RT 22/7, Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Awalnya tumbuh benjolan dan rasa sakit di dada ketika Bapak Sukimin merantau ke Jakarta tahun 2015 lalu. Setelah mendapat rujukan dari Puskesmas ke RS Haji Pondok Gede, dokter mendiagnosis Bapak Sukimin terkena tumor. Karena terkendala jaminan kesehatan, beliau pulang ke Lampung. Beliau kembali melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) setelah memiliki kartu jaminan kesehatan. Bapak Sukimin diharuskan kontrol di RSAM, dan rawat inap untuk sedot cairan. Beliau pun masih sering mengalami batuk-batuk dan sesak napas. Dokter merujuk Bapak Sukimin ke Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta. Kondisi saat keberangkatan pun Bapak Sukimin dibantu dengan tabung oksigen karena kesulitan bernapas. Kondisi terkini sudah sedot cairan paru-paru 1 botol dari yang seharusnya 4 botol di RS Persahabatan. Dikarenakan Bapak Sukimin pusing dan batuk-batuk, proses sedot cairan pun dihentikan sampai batuknya sembuh. Dokter mengatakan akan dilakukan endoskopi untuk melihat jenis tumornya, hasilnya akan keluar rabu depan. Bapak Sukimin sebelumnya adalah seorang tukang cuci kendaraan di daerah Bekasi, sedang istrinya, Ibu Poniyem (37), hanya ibu rumah tangga. Mereka memiliki KIS PBI kelas III, namun kesulitan mendapatkan biaya transportasi dan akomodasi selama di Jakarta. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali mendampingi pengobatan Bapak Sukimin. Titipan langit yang kedua pun kembali disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi beliau selama di Jakarta. Titipan langit sebelumnya tercatat dalam rombongan 916.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @andradideri @yesaridani @akuokawai

Pak sukimin menderita Benjolan di Dada


SUKMAENAH BINTI SUHARNA (33, Tumor Daerah Wajah). Alamat : Way Mati, RT 3/8, Desa Sukadana Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Ketika umur 3 tahun, bagian hidung Sukmaenah muncul benjolan seperti biji jagung namun diabaikan karena beliau tidak merasakan sakit. Tahun demi tahun benjolan semakin membesar, tetapi tidak diperiksakan ke dokter karena keterbatasan biaya. Menjelang umur 33 tahun, benjolan ini membesar dan menyebar sampai ke daerah mata, hidung dan mulut sehingga mata sebelah kanan, mulut dan hidung sudah tertutup oleh benjolan sehingga kesulitan jika berbicara. Terkadang di daerah wajah Sukmaenah terasa pedih dan sakit kalau sedang kumat. Sukmaenah segera dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM), menurut diagnosis dokter, beliau mengalami tumor ganas di daerah wajah atau bahasa medisnya tumor regial fasial ukuran 15 x 13 cm. Ayahnya, Suharna (59) bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya sudah meninggal sejak lama. Sukmaenah mempunyai dua adik yang juga memiliki tumor. Mereka memiliki KIS PBI kelas III. Namun karena keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi, Bapak Suharna kesulitan mencari biaya yang diperlukan. Kurir #SedekahRombongan Lampung prihatin melihat kondisi keluarga ketika menjenguk Sukmaenah di RSAM. Bantuan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama di RSAM. Keluarga berterima kasih kepada kurir dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @andradideri Azizah @raden_691 @yesaridani @akuokawai

Ibu sukaemah menderita Tumor Daerah Wajah


SUANDI BIN URI (40, Atrial Fibrillation). Alamat : Blok Pon, RT 5/5, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Suandi merasa sakit pada bagian dada sejak tujuh tahun lalu. Karena tidak merasa terganggu setiap waktu, maka rasa sakit itu diabaikan sampai suatu ketika dia merasakan sakit yang sangat luar biasa. Akhirnya dia memeriksakan diri ke dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon dan dokter mendiagnosa Pak Suandi terkena Atrial Fibrillation dengan gejala irama degup jantung yang cepat. Karena keadaannya mengkhawatirkan, dokter memberikan rujukan untuk berobat lebih lanjut ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun kendala biaya menjadi sebab tidak segera dipenuhinya pengobatan ke Bandung tersebut. Pak Suandi adalah seorang bapak dari tiga orang anak. Saat ini dia tidak lagi bekerja karena sakit yang diderita. Istrinya, Ibu Ade Yuliana menjadi buruh cuci untuk sekedar menghidupi keluarga. Sangat jelas keadaan ekonomi tidak menunjang untuk transportasi dan lainnya selama pengobatan di Bandung walaupun biaya pengobatan sudah ditanggung BPJS PBI Kelas III. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics. Setelah bersilaturahmi, bantuanpun diberikan untuk transpotrasi selama Pak Suandi berobat ke RSHS Bandung. Atas bantuan yang disampaikan, Pak Suandi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dan memohon do’a untuk kelancaran pengobatan serta kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh suniah

Pak suandi menderita Atrial Fibrillation


SUSYANI BINTI MUHAMMAD NASIRUDIN (33, Myoma Intra Abdomen). Alamat : Desa Dukuh, RT 3/5, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awal Mei 2016, Ibu Susi –demikian kami akrab menyapanya- merasakan sakit pada bagian perut. Karena sakitnya berlanjut, maka dia berobat ke puskesmas. Dokter puskesmas menyatakan terlalu banyak gas asam lambung di dalam perut sehingga menyebabkan perutnya terasa sakit. Setelah beberapa hari pengobatan dan tidak ada perubahan yang signifikan, Ibu Susi akhirnya memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Setelah beberapa kali berobat jalan, dokter mendiagnosa Ibu Susi terkena tumor ovarium. Karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, pengobatanpun berhenti, sampai akhirnya Ibu Susi mencoba berobat ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Di sini Ibu Susi didiagnosa myoma intra abdomen dengan gejala perut semakin membesar dan mengeras. Dokter menyarankan untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung agar mendapat penanganan lebih lanjut. Ibu Susi adalah istri dari Bapak Jaedi (37) seorang sopir angkutan umum. Sehari-hari mereka hidup sederhana bersama tiga orang anak, dua di antaranya adalah anak kembar. Tinggal dalam sebuah rumah pra sejahtera, dan penghasilan sang suami yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, membuat rencana pengobatan ke Bandung menjadi tertunda walaupun sudah disiapkan BPJS PBI Kelas III untuk  pembiayaan berobatnya. Menyikapi hal tersebut, kurir #SedekahRombongan berusaha untuk memahami keadaan Ibu Susi dan segera memberikan bantuan untuk transportasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Bandung nanti. Saat ini Ibu Susi sedang menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Mitra Plumbon sebelum berangkat ke Bandung untuk tindakan medis lebih lanjut.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi

Ibu susyani menderita Myoma Intra Abdomen


ABDUL WAHAB HASIM (56, Gagal Ginjal + Diabetes + Jantung Bocor). Alamat : Lingkungan I, RT 5/1, Desa Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Sekitar lima tahun yang lalu Pak Wahab mengalami sesak nafas dan badan terasa lemas kemudian pihak keluarga membawa beliau ke Puskesmas tetapi belum juga mengalami perubahan dan lama kelamaan Pak Wahab berat badannya berangsur-angsur menurun. Keluarga khawatir sehingga membawa Pak Wahab ke Puskesmas kembali, tetapi pihak Puskesmas tidak sanggup dan harus di rujuk ke Rumah Sakit Demang Sepulau Raya dan didiagnosis Pak Wahab terkena Gagal Ginjal, Diabates, dan Jantung Bocor. Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit Pak Wahab diizinkan untuk pulang. Hingga saat ini Pak Wahab masih sering bolak-balik masuk Rumah Sakit. Kondisi Pak Wahab saat ini masih sering sesak nafas dan dari bagian perut ke kaki mengalami pembengkakan sehingga kesulitan untuk berjalan. Sejak sakit lima tahun yang lalu sampai sekarang Pak Wahab tidak dapat bekerja lagi sehingga dibantu istrinya Siti Maimunah (51) yang mencari nafkah dengan berjualan, penghasilan yang didapat tidak menentu, untuk biaya hidup sehari-hari  ditambah lagi biaya transportasi berobat beliau. Untuk biaya berobat Pak Wahab menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III tetapi untuk sementara tidak dapat digunakan karena menunggak dua bulan. Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Pak Wahab dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Pak Wahab dan keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekahholics dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000.-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @andradideri @siskakhadija @xkurniawatix @akuokawai

Pak abdul menderita Gagal Ginjal + Diabetes + Jantung Bocor


WATINI BINTI TAMAD (25, Leukimia). Alamat : Desa Dukuh, RT 2/6, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dua bulan setelah Watini melahirkan anak pertama, tepatnya bulan Agustus 2016, kondisi badannya melemah. Terjadi pendarahan hebat yang mengakibatkan tubuhnya tidak bisa bangun dan hampir tidak sadarkan diri. Melihat hal tersebut, Watini dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon dan dirawat serta diberikan transfusi darah. Dokter mendiagnosa Watini terkena leukimia  atau kekurangan darah. Setelah sembilan hari dirawat, akhirnya Watini diperbolehkan pulang. Namun setelah beberapa hari di rumah, Watini kembali mengalami penurunan kondisi kesehatan. Dia kembali dibawa ke RSUD Arjawinangun untuk pengobatan intensif. Watini adalah istri dari Suteja (26), seorah buruh harian lepas. Keadaan ekonomi yang sangat sederhana, membuat pengobatan Watini tidak berjalan maksimal karena terbagi dengan keperluan sang bayi. Penghasilan Suteja hanya cukup untuk  biaya hidup sehari-hari, bahkan seringkali dibantu oleh orang tuanya karena mereka masih tinggal serumah. Biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS PBI Kelas III. #SedekahRombongan yang dipertemukan dengan keluarga ini merasa sangat bersyukur karena bisa membantu dalam keadaan yang sangat dibutuhkan. Pendampingan berupa transportasi dan biaya hidup selama dirumah sakit telah diberikan, termasuk  usaha mencari darah untuk ditransfusikan. Selama beberapa waktu ke depan, Watini akan terus menjalani pemeriksaan rutin di RSUD Arjawinangun untuk memantau kondisi kesehatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi

Ibu watini menderita Leukimia


MARSINI BINTI MARSOWIYONO (49, Darah Tinggi + Kolestrol + Jantung). Alamat : Dusun III, RT 3/3, Desa Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten  Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada tahun 2009 Ibu Marsini pernah menderita usus buntu dan telah dioperasi di Rumah Sakit Daerah Demang Sepulau Raya. Dan pada tahun 2012 beliau mulai menderita darah tinggi dan sempat beberapa kali masuk Rumah Sakit Islam Asy Syifa Bandar Jaya untuk menjalani pengobatan. Lalu pada tahun 2016 Ibu Marsini merasakan sesak dibagian dadanya dan pada bagian wajahnya mengalami pembengkakan yang cukup parah yang membuat matanya sampai menjadi sipit karena tertutup oleh bengkaknya. Ibu Marsini kemudian dibawa ke Rumah Sakit Yukum Medical Centre (YMC) dan beliaupun dinyatakan dokter mengidap kolesterol dan jantung. Ibu Marsini kini masih kerap merasakan sesak dibagian dadanya dan wajahnya pun masih sering mengalami bengkak namun tidak parah seperti sebelumnya. Untuk mengurangi gejala sakit yang sering dialaminya beliaupun diberikan obat-obatan dari Rumah Sakit YMC tiap kali beliau menjalani kontrol. Dalam kesehariannya Ibu Marsini biasa kembantu sang suami bekerja di ladang, suami beliau Suparman (52) sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentu. Untuk berobat beliau menggunakan BPJS PBI Kelas III. Sebelum ada program BPJS, keluarga Ibu Marsini sangat terkendala untuk pembayaran biaya berobat. Penghasilan sang suami yang tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan sehari-hari menjadi kendala yang dialami oleh keluarga Ibu Marsini. Bantuan awal disampaikan #SedekahRombongan kepada Ibu Marsini guna biaya berobat dan juga untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Ibu Marsini dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @andradideri @siskakhadija @juniwahyu1927 @akuokawai

Ibu marsini menderita Darah Tinggi + Kolestrol + Jantung


MUJIANTO BIN ABDULLAH (59, Gagal Ginjal). Alamat : RT 4/2, Desa Bandarsari, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Enam bulan yang lalu sewaktu pulang dari sawah Pak Muji merasakan sakit perut yang tak tertahankan dan beliau mengira hanya terkena sakit maag atau masuk angin, tetapi hingga keesokan harinya sakit yang dirasakannya tak kunjung membaik sehingga keluarga membawanya ke bidan terdekat. Setelah beberapa hari kondisi Pak Muji tak kunjung juga mengalami perubahan sehingga keluarga membawanya ke mantri terdekat. Selang beberapa hari keadaan Pak Muji masih sama, lalu keluarga membawanya ke dokter terdekat dan sempat ke alternatif. Sakit perut Pak Muji tak kunjung sembuh dan kini kakinya mengalami pembengkakkan dan badannya terasa berat. Akhirnya Pak Muji dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dan didiagnosis mengalami gagal ginjal dan disarankan untuk cuci darah di Rumah Sakit Umum Pringsewu seminggu dua kali. Hingga kini Pak Muji tidak pernah berhenti untuk melakukan cuci darah dan kondisi terakhir Pak Muji sempat mengalami kencing darah. Untuk berobat Pak Muji sangat terbantu dengan adanya faskes BPJS PBI Kelas III. Karena masih dalam kondisi sakit Pak Muji mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya kehidupan sehari-hari keluarganya. Dan untuk berobat Pak Muji terkendala di biaya akomodasi dan transportasi. Untuk itu kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan bantuan kepada Pak Muji yang merupakan pasien dampingan untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan kebutuhan hidup yang sebelumnya dibantu dan masuk rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir :  @andradideri @siskakhadija @xkurniawatix @akuokawai

Pak mujianto menderita Gagal Ginjal


WATINI BINTI NASUDIN (35, Tumor Jinak pada Ketiak). Alamat : Desa Dukuh, RT 2/5, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Watini mulai merasakan sakit pada tahun 2007, dengan benjolan seperti bisul di bagian bawah ketiak sebelah kiri. Penyakitnya ini sempat diperiksakan ke puskesmas dan mantri kesehatan setempat dan diberi obat penghilang rasa nyeri.  Karena semakin lama semakin membesar, maka pada Juli 2015, Ibu Watini kembali memeriksakan penyakitnya ke mantri kesehatan. Dari hasil pemeriksaan, mantri tersebut menganjurkan untuk segera dioperasi karena benjolan tersebut didiagnosa tumor jinak. Namun karena masalah biaya, anjuran operasi tak kunjung bisa dilaksanakan. Ibu Watini adalah istri dari Bapak Edi Mulyadi (45) yang bekerja sebagai tukang becak. Kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana bersama dua anaknya, tidak memungkinkan Ibu Watini mengumpulkan biaya transportasi dan keperluan lainnya untuk pengobatan lanjutan serta menjalani operasi walaupun biaya pengobatan sudah dijamin oleh BPJS PBI Kelas III. Ketika kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi ke kediamannya, tersirat keinginan untuk segera mengobati sakitnya dengan menjalani operasi. Akhirnya #SedekahRombongan menyampaikan amanat dari sedekaholics kepada Ibu Watini berupa bantuan yang digunakan untuk biaya transportasi selama pengobatan berjalan. Tumor jinak pada ketiak Ibu Watini akhirnya berhasil diangkat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Saat ini, ibu Watini sudah kembali sehat. Atas bantuan yang diberikan, Ibu Watini dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada para sedekaholics yang telah berkenan membantunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi

Bu watini menderita Tumor Jinak pada Ketiak


RAIHAN FRANZKIA FERNANDO (2, Lymphadenopathy). Alamat : Dusun 1, RT 4/1, Desa Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Raihan begitulah keluarga biasa memanggilnya, sejak umur 4 bulan sudah mengidap penyakit lymphadenopathy yang umumnya disebut juga dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Bulan Februari 2016 lalu merupakan awal mula gejala penyakitnya terasa, Raihan seperti merasakan sesuatu yang meresahkan dibagian lehernya namun tidak ada upaya untuk diperiksakan. Setahun kemudian benjolan mulai muncul dileher Raihan diiringi dengan rasa sakit diarea benjolan tersebut. Setelah itu keluarga memutuskan untuk memeriksakan Raihan kedokter dan dokterpun menganjurkan agar Raihan dioperasi. Kini kondisi benjolan Raihan semakin membesar dan terlihat berwarna merah dan juga terdapat seperti bekas luka sayatan. Raihan merupakan putra dari pasangan Bapak Sukria (40) dan Ibu Dewi (29). Orang tua Raihan biasa bekerja sebagai buruh tani. Keluarga Raihan tidak memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Raihan harus menjalani operasi guna kesembuhan penyakitnya namun kondisi keuangan keluarga Raihan tidak memungkinkan untuk membiayai operasi tersebut. Melihat kondisi Reihan membuat #SedekahRombongan segera memberikan bantuan agar Raihan segera dapat mendapatkan tindakan pengobatan sesegara mungkin. Adapun bantuan awal yang diberikan guna untuk mengurus proses pengobatan. Semoga dengan bantuan dari para sedekaholics yang diamanahkan melalui #SedekahRombongan tersebut dapat menjadi jalan untuk Raihan dalam mendapatkan kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @andradideri @siskakhadija Purnawan @akuokawai

Raihan menderita Lymphadenopathy


ROSSA BINTI SENEN (46, Maag Kronis + Diabetes Melitus). Alamat : Dusun Lingkungan VI A , RT 30/11, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Ibu Rossa mulai merasakan gejala penyakitnya pada awal bulan September 2016 dan beliau telah melakukan pengobatan sebanyak tiga kali di dua rumah sakit yang berbeda. Untuk pengobatan pertama dan kedua dilakukan di Rumah Sakit Yukum Medical Centre (YMC). Untuk pengobatan ketiga dilakukan di Rumah Sakit Daerah Abdoel Moeloek atas rujukan dari pihak Rumah Sakit YMC. Ibu Rossa dinyatakan dokter menderita maag kronis dan diabetes melitus atau yang biasa disebut juga dengan kencing manis. Saat sakit Ibu Rossa sering merasakan uluh hati terasa perih, bagian pinggang dan punggung terasa sakit, kepala pusing dan sering mengalami muntah-muntah. Kondisi Ibu Rossa kini kian membaik namun masih tidak dapat beraktivitas terlalu lelah. Ibu Rossa biasa membuat jamu racikan guna untuk membantu penyembuhan penyakitnya. Sebulan sekali beliau diwajibkan melakukan kontrol di Rumah Sakit YMC. Ibu Rossa memiliki seorang suami dan satu orang anak perempuan. Sang suami Fahmi (39) biasanya bekerja diluar daerah. Dikarenakan kondisi kesehatan Ibu Rossa yang sempat memburuk membuat suaminya meninggalkan pekerjaan diluar daerah. Untuk berobat Ibu Rossa menggunakan BPJS PBI Kelas III. Kini untuk membiayai kehidupan sehari-hari Ibu Rossa hanya bergantung dari uang kiriman anaknya dikarenakan suaminya belum mendapat pekerjaan yang baru. #SedekahRombongan yang berkunjung ke kediaman Ibu Rossa segera menyampaikan bantuan dari sedekaholics berupa tunjangan awal guna untuk biaya hidup serta akomodasi untuk berobat. Semoga dengan bantuan ini dapat membantu keluarga Ibu Rossa dan semoga setelah beliau sehat, keadaan ekonomi beliau juga dapat membaik seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @andradideri @siskakhadija @juniwahyu1927 @akuokawai

Rossa menderita Maag Kronis + Diabetes Melitus


MIROD BIN MINTARSIK (85, Pembengkakan Lambung, Sulit BAB). Alamat: Kampung Maruyung, RT 1/3, Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri tercinta, Ibu Itok (82), Pak Mirod tinggal di rumah sederhana. Berdasarkan penuturan keponakannya, Pak Tasman, bapak pendiam ini sakit cukup lama. Awalnya, pada Februari 2016 Aki Iro –panggilan akrabnya– terserang sakit perut yang sangat menyakitkan dan menimbulkan rasa pusing. Waktu itu juga ia diperiksakan ke RSUD Bina Sehat di Dayeuh Kolot untuk diberi tindakan medis. Setelah dirawat dan dirontgent, hasilnya menunjukkan bahwa Pak Mirod mengalami pembengkakan lambung akibat sulit BAB dan kurang minum. Dari rumah sakit, ia diberi obat dan resep untuk dibeli di apotek. Namun, merasa tidak sakit, Pak Mirod tidak lagi meminum obat karena tidak memiliki uang untuk membelinya di apotek. Pada akhir Mei 2016 Pak Mirod kembali mengalami pusing-pusing disusul muntah-berak; ia kemudian pingsan. Dalam keadaan seperti itu ia kembali dievakuasi ke RSUD Bina Sehat di Dayeuh Kolot. Di salah satu rumah sakit rujukan di Kab. Bandung ini ia dirawat satu hari. Karena keterbatasan biaya, mereka meminta izin pulang, dan memilih berobat jalan. Sampai kini Pak Mirod belum bisa berobat maksimal di rumah sakit; ia hanya menjalani pemeriksaan di Puskesmas atau dokter praktek terdekat. Jarak dari rumah mereka ke RSUD di Kabupaten Bandung cukup jauh. Mereka termasuk dhuafa dan mustahiq. Bapak Mirod dan istrinya tinggal berdua di rumah bilik bambu sederhana. Mereka tidak dikaruniai anak. Hanya keponakannya yang sesekali mengunjungi dan menemaninya. Pak Mirod tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia dan istrinya hanya bekerja bila ada tetangganya/warga yang meminta bantuannya di kebun. Selain hasil kerja serabutan, ia bisa membeli kebutuhan hidup atas karena bantuan saudara atau keponakannya. Saat dirawat di rumah sakit, ia memperoleh bantuan biaya dari tetangga dan saudaranya, juga dari salah satu yayasan. Saat dikunjungi, Pak Mirod menuturkan, “Sekarang saya dalam masa istirahat untuk proses pemulihan. Saya belum bisa berangkat ke RSUD untuk pemeriksaan dan melanjutkan pengobatan karena jaraknya jauh di kota; saya juga belum punya biaya. Baru sekali saya diperiksakan lagi, ke dokter di Klinik 24 jam yang jaraknya agak dekat.” Sampai kini ia tidak lagi bisa membeli obat seperti yang diresepkan dokter, karena obat itu harus dibeli di apotek yang harga per botolnya cukup mahal. Kabar duka yang menimpa keluarga Pak Mirod akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan di Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat mengunjungi mereka dan menyampaikan Titipan Langit dari sedekaholics untuk Pak Mirod. Santunan yang mereka terima langsung ini digunakan untuk biayai transportasi pemeriksaan ke RSUD, biaya membeli obat yang harus dibeli di apotek, dan untuk membantu biaya sehari-hari. Pada akhir November 2016 Kurir #SR kembali mengunjungi Pak Mirod. Melihat kondisi Pak Mirod yang masih lemah dan memerlukan pengobatan berkelanjutan, pada kunjungan ketiga ini #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan uang dari sedekaholics SR yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari Pak Mirod dan istrinya, yang tidak lagi memiliki mata pencaharian. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 883.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika

Pak mirod menderita Pembengkakan Lambung, Sulit BAB


SIDEM BINTI KARYAWIJAYA (63, Stroke). Alamat : Kampung Dono Arum, RT 11/3, Kelurahan Dono Arum, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada awal tahun 2014 Bu Sidem mulai terkena penyakit stroke. Awal mula pada pagi hari ketika bangun dari tidur, tiba-tiba kaki sebelah kiri terasa berat dan tidak bisa digunaķan untuk berjalan. Kemudian beliau diperiksakan ke klinik dokter terdekat. Sekitar 1 tahun berlalu penyakitnya pun tak kunjung sembuh, justru semakin parah, bahkan hanya bisa berbaring di atas tempat tidur. Segala kebutuhan pribadi mulai dari makan dan lain-lain, bu Sidem dibantu oleh anaknya . Karena kondisi ekonomi, keluarga memutuskan membawa ke pengobatan alternatif dan selama 3 bulan alhamdulillah kondisi beliau mengalami perubahan yang lebih baik. Namun pada Maret 2016 muncul masalah baru, dibagian perut timbul nanah (abses). Kali ini keluarga memutuskan membawa bu Sidem ke RS Harapan Bunda dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Abses telah hilang tetapi stroke yang dideritanya masih perlu pengobatan lebih lanjut, karena tangan dan kaki kiri masih tidak bisa bergerak. Bu Sidem adalah seorang janda, suaminya meninggal dunia belasan tahun yang lalu. Sekarang beliau tinggal dengan anak bungsunya yang sudah berkeluarga dan bekerja sebagai buruh tani harian dan kerja serabutan. Penghasilan anaknya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Selama pengobatan beliau menggunakan fasilitas BPJS PBI kelas III. Mendengar kabar tesebut Kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan bantuan untuk mengurangi kesulitan yang dialami Bu Sidem, semoga dengan bantuan dari sedekahholics dapat meringankan beban keluarga Bu Sidem untuk berobat dan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @andradideri @siskakhadija @yovie_Destiana Rony @akuokawai

Bu sidem menderita Stroke


ABDUL RAHMAT (36, Epilepsi + Lumpuh). Alamat : Dusun 2,  RT 2/3,  Desa Nambahrejo, Kecamatan Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Rahmat demikian ia biasa disapa. Rahmat mulai terkena epilepsi pada tahun 2008. Saat itu sempat dirawat di RS Mardi Waluyo Metro. Kemudian Rahmat menjalani berobat jalan selama 3 bulan. Dalam perjalanan pengobatan Rahmat tidak mampu berjalan. Setelah tidak dapat berjalan Rahmat sempat dibawa untuk berobat ke RS Ahmad Yani. Tetapi masih belum ada perubahan berarti, Rahmat belum dapat berjalan. Sampai saat ini Rahmat hanya berada di tempat tidur dan dalam sehari Rahmat bisa sampai 3 kali mengalami serangan epilepsi. Selama ini Rahmat dirawat sang Ibu, Cicih (65) yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan juga menjadi guru ngaji untuk anak-anak sekitar rumahnya. Pak Abdullah (66), ayah Rahmat, bekerja sebagai buruh tani serabutan, yang penghasilannya tak menentu. Hal itu pulalah yang menghentikan pengobatan Rahmat terdahulu. KIS Mandiri kelas III yang dimiliki Rahmat pun masih dalam keadaan tertunggak. Mendengar kabar tentang Rahmat, kurir #SedekahRombongan Lampung segera bergerak. Mengunjungi kediaman Rahmat sembari menyampaikan titipan sedekaholics agar tunggakan jaminan kesehatan Rahmat dapat terbayar dan untuk bantuan biaya pengobatan. Semoga Rahmat segera dapat berobat kembali. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @andradideri Sigitnurdianto @sayasepti @akuokawai

Pak abdul menderita Epilepsi + Lumpuh


CICIH BINTI IHROM (64, Hipertensi + Suspect Tumor pada Lutut Kanan). ALamat : Dusun 2, RT 2/3, Desa Nambahrejo, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Sejak tahun 2001 Ibu cicih telah mempunyai darah tinggi atau hipertensi yang berkisar 180/100 -200/100 mmHg sampai sekarang. Saat pemeriksaan terakhir di Puskesmas, tekanan darahnya berkisar 200/100 mmHg. Tetapi sudah 3 bulan ini, Ibu Cicih juga mengeluh nyeri di bawah lutut sebelah kanan karena ada benjolan sebesar kepalan tangan. Rasa nyeri tersebut menggangu kegiatan Ibu Cicih sehari-hari. Ibu Cicih hanya mampu memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Oleh dokter di Puskesmas disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih rinci ke rumah sakit karena diduga benjolan tersebut adalah tumor. Tetapi apa boleh buat, Ibu Cicih terus menunda pemeriksaan ke rumah sakit karena sang suami, Abdullah (65) yang bekerja sebagai buruh tani serabutan, penghasilannya tak seberapa hanya mencukup kebutuhan sehari-hari. Jangankan untuk berobat untuk membayar iuran jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III milik Ibu Cicih saja sampai saat ini belum terbayarkan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan Lampung dipertemukan dengan Ibu Cicih. Ibu Cicih mengungkapkan keinginannya untuk dapat berobat. Mendengar keingingan tersebut, kurir #SedekahRombongan Lampung langsung bergerak dengan menyampaikan titipan sedekaholics agar iuran yang tertunggak dapat terbayarkan dan Ibu Cicih dapat terus berobat. Semoga titipan yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @andradideri @sigitnurdianto2 @sayasepti @akuokawai

Ibu cicih menderita Hipertensi + Suspect Tumor pada Lutut Kanan


DIKI SAPUTRA (19, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun I, RT 3/2, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Saat itu Diki sedang duduk dikelas 8 jenjang SMP, atau sekitar tahun 2010, kegiatan sekolahnya begitu padat. Tetapi Diki sering merasa lelah, dengan perut yang mengeras. Karena khawatir dengan kondisi Diki, orangtua berinisiatif membawanya ke Puskesmas terdekat. Lalu Diki mengonsumsi obat yang diberikan, tetapi belum ada perubahan. Lalu Diki dirujuk RS Ahmad Yani (RSAY) Metro, dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya didapati Diki menderita gagal ginjal dan disarankan untuk melakukan cuci darah seacara rutin. Dan sejak saat itu pula seolah Diki berhenti tumbuh, tubuhnya tidak bertambah tinggi sampai sekarang. Diki menjalani cuci darah secara rutin di RSAY sebganyak 2 kali dalam sepekan. Ketika ayahnya, Wayan Senen (37) sedang bekerja sebagai buruh pabrik pembuat mi, sang ibu, Saniyah (36) yang selalu menemani ketika berobat. Ayah dan Ibu Diki merasa terbantu dengan adanya KIS PBI Kelas III. Biaya transportasi selama pengobatan kini menjadi pengeluaran rutin keluarga ini. Penghasilan yang tidak seberapa dari menjadi buruh itupun hanya tersisa sedikit, tetapi selalu diusahakan agar Diki terus bisa berobat. Melihat kondisi Diki, kurir #SedekahRombongan Lampung tersentuh dan menjadikannya pasien #SedekahRombongan dengan menyampaikan titipan sedekaholics. Titipan dimaksudkan untuk membantu biaya transportasi pengobatan DIki. Semoga Diki dapat terus menjalani pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir : @andradideri @m_yani @sayasepti @akuokawai

Diki menderita Gagal Ginjal

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR SEMARANG 14,539,451
2 MTSR SEMARANG 8,502,351
3 MTSR SEMARANG 7,834,521
4 RSSR SEMARANG 22,500,000
5 RSSR SEMARANG 13,935,012
6 MTSR SEMARANG 7,397,350
7 MTSR SEMARANG 8,203,500
8 RATNADILLA BINTI HERU 500,000
9 ICHA ARISDIANA AGESTASARI 500,000
10 KIPTIYAH 500,000
11 PRETTY WIJAYA IKA 1,000,000
12 MUHAMMAD SUJATI 1,000,000
13 SEPTIAN TRI PRASETYO 8,200,000
14 ABDUL HALIM 1,500,000
15 ROHIB BIN MUHAMMAD 500,000
16 HOTIMAH BINTI TOLAK 1,000,000
17 MUHAMMAD CAHYADI 1,000,000
18 FATIMAH BINTI SARIMAN 1,000,000
19 ISNAIN BIN UMAR 500,000
20 ADI BIN SUGIMAN 500,000
21 IRA BINTI EMOK 750,000
22 SAKMAN BIN SAKMU 500,000
23 INDRAYANI BINTI HAJIB 500,000
24 AZKA ALKHALIFI ZIKRI 500,000
25 MTSR JEMBER 7,760,000
26 RSSR JEMBER 11,351,000
27 POPI SANTUNAN MUSHOLA 500,000
28 FARID 1,500,000
29 HENDRA BIN JONO 500,000
30 ROINI BINTI NADI 500,000
31 IMAM SUPRIYONO 1,500,000
32 NISNA BINTI ASRI 1,000,000
33 SITI KOMSYAH 1,000,000
34 RUDI BIN NURIL 1,000,000
35 SUKIMIN BIN SUTRISNO 1,500,000
36 SUKMAENAH BINTI SUHARNA 1,000,000
37 SUANDI BIN URI 500,000
38 SUSYANI BINTI MUHAMMAD NASIRUDIN 500,000
39 ABDUL WAHAB HASIM 750,000
40 WATINI BINTI TAMAD 500,000
41 MARSINI BINTI MARSOWIYONO 750,000
42 MUJIANTO BIN ABDULLAH 500,000
43 WATINI BINTI NASUDIN 500,000
44 RAIHAN FRANZKIA FERNANDO 750,000
45 ROSSA BINTI SENEN 500,000
46 MIROD BIN MINTARSIK 500,000
47 SIDEM BINTI KARYAWIJAYA 750,000
48 ABDUL RAHMAT 500,000
49 CICIH BINTI IHROM 500,000
50 DIKI SAPUTRA 500,000
Total 139,973,185

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 139,973,185,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 922 ROMBONGAN

Rp. 44,628,129,667,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.