Rombongan 920

Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Posted by on December 4, 2016

SYAIFUL YUSUF (5, Rhabdomyosarcoma). Alamat: Kp. Panembong, RT 1/6, Kel. Manggungjaya, Kec. Rajapolah, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Syaiful, anak yang lahir pada tanggal 20 February 2011 ini menderita penyakit Rabdomiosarcoma. Ia mengeluh, ada massa yang tumbuh besar dengan cepat dibagian mulutnya, ia merasakannya sejak 1 tahun lebih. Awalnya terdapat benjolan kecil seperti jerawat. Berdasarkan keterangan dari dokter Puskesmas setempat, benjolan tersebut hanya lipoma sehingga ia mendapat tindakan medis berupa eksisi/pembuangan. Setelah dieksisi/dibuang, ternyata benjolan itu tumbuh kembali, bahkan membesar sebesar bola pimpong. Kemudian, Syaiful dibawa ke RSUD Dr. Soekardjo dan menjalani operasi. Selesai operasi, jaringan tersebut kemudian di PA dan hasilnya menunjukkan Embrional Rabdomiosarcoma. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, akhirnya Syaiful di rujuk ke RSHS Bandung untuk melakukan kemoterapi. Akan tetapi, setelah beberapa bulan berlalu, ia tak kunjung mendapat jadwal untuk melakukan kemoterapi. Sedangkan tumor di mulutnya semakin membesar. Lalu, Dinas Kabupaten Tasikmalaya membawa Syaiful ke RS SMC untuk meminta surat rujukan agar ia bisa berobat ke Darmais. Namun, dokter spesialis onkologi di RS SMC menyarankan agar Syaiful mencoba tindakan kemoterapi di SMC. Untuk pengobatannya selama ini, ia mengandalkan bantuan dari jaminan kesehatan KIS. Alhamdulillah, Bupati Kabupaten Tasikmalaya juga telah memberikan santunan untuk Syaiful. Sampai akhir Juli 2016 Syaiful telah menyelesaikan proses kemoterapi-nya sebanyak 7 kali di RSUD SMC Tasikmalaya. Selama ia menjalani kemoterapi #SR mendampingi dan mengantarnya pulang pergi dari Rajapolah ke RS SMC. Selanjutnya Syaiful dijadwalkan untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung, karena hasil 7x kemoterapi yang sudah ia jalani belum menunjukkan banyak perubahan. Sejak Akhir bulan Juli Syaiful tinggal di RSSR Bandung guna menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung, yaitu kemoterapi lanjutan dengan  formula yang berbeda dengan kemoterapi sebelumnya. Ayah Syaiful, Hadi (30) bekerja sebagai buruh harian dengan pendapatan tak menentu dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka berdua tak lelah menemani anaknya berobat. Namun Allah lebih sayang pada Syaiful sehingga ia harus berpulang pada hari Jumat, 25 November 2016. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk keluarga Syaiful sebagai bentuk bela sungkawa. Semoga Syaiful diterima di sisi Allah SWT. Aamiin. Bantuan sebelumnya di Rombongan 882.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr Cincin

Syaiful menderita Rhabdomyosarcoma

Syaiful menderita Rhabdomyosarcoma


OTONG MULAWARMAN (49, Gangguan Tiroid). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT 2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disapa! Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. De Anah R (38) hanya ibu rumah tangga yang tak punya pekerjaan untuk menopang ekonomi keluarganya. Bersama istri dan anak tunggalnya, Mang Otong menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PJKA, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan Mang Otong semakin berat sejak ia didiagnosis mengalami gangguan kelenjar tiroid pada tahun 2005 yang lalu. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tidak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya sambil menunduk. Berdasarkan penuturannya pula, ia juga pernah mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada tahun 2005 sampai 2006. Hasil ikhtiarnya: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada tahun 2009, ia sempat memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya, namun kembali terhenti karena alasan biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Mang Otong, dan bisa membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta menyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; dan alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal bulan April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata Cicendo Kota Bandung. Pada akhir Juni 2015 ia menjalani kontrol kembali ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 dia melakukan pemeriksaan matanya yang kini kemampuan melihatnya menurun 40 persen. Pada 5 Oktober 2015 ia kontrol lagi dan memerikasakan matanya ke RS Mata Cicendo. Pada 20 November 2015 Pak Otong kontrol lagi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung, menjalani pemeriksaan rutin. Hasilnya, gangguan tiroid nya masih ada, dan ia masih harus kontrol rutin sebelum dihentikan oleh tim dokter yang menanganinya. Pada akhir Januari 2016, Pak Otong kembali berobat ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Ia masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai Allah Swt menentukan kesembuhannya. Alhamdulillah, sedekaholics #SR juga terus berempati kepada Mang Otong dan keluargannya. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Pak Otong saat ia berobat ke RSHS Bandung dan memberinya santunan lanjutan. Alhamduillah perkembangan kesehatan Pak Otong membaik tetapi ia masih harus rutin kontrol sebulan sekali. Pada awal September 2016 Pak Otong mendapatkan bantuan dari Pemkab Bandung untuk perbaikan rumahnya. Sebagai empati sedekaholicster, alhamdulillah kurir #SR di Bandung juga memberinya bantuan untuk Pak Otong, untuk biaya tambahan renovasi rumah dan transportasi-akomodasi berobat ke  RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada pemeriksaan ruti di bulan November 2016, Pak Otong disarankan untuk pemeriksaan matanya di RSM Cicendo. Berdasakan hasil pemeriksaan, ia harus menjalani operasi mata. Pada 18 November 2016, didampingi istrinya, ia datang ke RSM Cicendo untuk operasi. Akan tetapi, tim medis menunda operasinya sampai akhir Desember 2016 karena retina matanya perlu ditangani terlebih dahulu dengan terapi sinar. Ksarena Pak Otong masih harus berikhtiar sehat dan masih membutuhkan dukungan, sedekaholics #SR kembali memberinya bantuan yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin Jamkesmas, uang saku, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @maulidaqasyanggi

Pak otong menderita Gangguan Tiroid

Pak otong menderita Gangguan Tiroid


IWAN SETIAWAN (18, Kecelakaan). Alamat: Kampung Ciganitri RT.3/6 Desa Cipagalo, Kelurahan Bojong Soang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak muda ini dikenal warga sebagai kuli bangunan, mengikuti jejak ayahnya Nana Setiadi (50). Ibunya Rodiah hanya ibu rumah tangga biasa. Iwan yang masih berusia sekolah ini terpaksa menunda impiannya untuk terus belajar. Kemiskinan dan musibah yang pernah menimpanya telah memupuskan hatapannya untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluarganya. Pada Juli 2014 Iwan mengalami kecelakaan motor. Dia terjatuh dan masuk selokan yang mengakibatkan kepalanya terbentur. Akibat benturan itu, batok kepala bagian samping depan remuk. Iwan dirawat selama satu bulan di RSHS Bandung. Menurut dokter yang menanganinya, batok kepalanya yang hancur harus diganti dengan bahan logam. Sayang, batok kepala pengganti harus didatangkan dari negara lain yang harganya pada waktu itu berkisar Rp.9.000.000,- (sembilan juta rupiah). Karena tidak memiliki biaya, orang tua Iwan meminta izin pulang dari rumah sakit rujukan nasional itu. Dokter mengizinkannya dengan syarat Iwan berobat rutin untuk memulihkan luka di kepalanya, sambil menyarankan agar batok kepalanya dipasang paling lambat tiga bulan setelah Iwan dirawat. Namun, saat itu keluarganya belum bisa melaksanakan saran dokter tersebut. Jangankan untuk mengganti batok kepala, biaya untuk pemeriksaan rutin dan pengobatan pun tidak selalu mereka miliki. Iwan Setiawan termasuk warga miskin yang layak dibantu. Ia putra dari keluarga tidak mampu. Ayahnya hanya seorang buruh. Iwan kini tidak sekolah; ia bekerja bersama ayahnya sebagai buruh bangunan. Penghasilan ayahnya dan pendapatan Iwan Setiawan sebagai tukang laden tetap tidak memadai untuk kehidupan mereka yang layak. Mereka hidup dalam kesederhanaan karena kemiskinan. Bahkan, biaya untuk ke rumah sakit, memeriksakan kepalanya pun sangat sulit mereka dapatkan. Untuk menutupi bekas luka di kepala bagian depan itu, Iwan sengaja memanjangkan rambutnya (gondrog), karena merasa malu atau minder. Saat dikunjungi kurir #SR, keluarganya sangat mengharapkan bantuan agar Iwan segera mendapatkan batok kepala pengganti dan dioperasi untuk pemasangannya. Kalaupun batok kepalanya belum didapatkan, orang tuanya sangat berharap ada yang bisa membantu agar Iwan dapat melanjutkan pengobatan dan melakukan kontrol rutin ke rumah sakit. Kepada kurir #SedekahRombongan yang mengunjunginya, orang tua dan pengurus RW juga setempat meminta pendapat bagaimana caranya agar Iwan bisa memperoleh biaya untuk membeli batok kepala pengganti karena tidak ditanggung oleh BPJS. Sebagai wujud kepedulian dan empati atas apa yang dialami Iwan Setiawan, sedekaholics #SR alhamdulillah memberinya Bantuan Awal yang digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS, biaya transportasi kontrol, dan biaya sehari-hari. Setelah mendapatkan bantuan dan dukungan #SR, Iwan nampak semakin bersemangat menjalani pengobatan di rumah sakit. Perjalanan ikhtiar sehatnya masih memerlukan waktu yang menuntut kesabaran. Alhamdulillah dengan empati sedekaholics, pada pertengahan Juli 2016, kembali #SR memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Berkat ikhtiar keluarga dan bantuan para Kurir #SR, akhirnya pada tanggal 30 Juli Iwan Setiawan memperoleh kabar bahwa ia akan mendapat jadwal operasi pada Senin, 1 Agustus 2016. Alhamdulillah, pada proses operasinya berjalan lancar dan selamat. Selama satu minggu pasca operasi Iwan setiawan mendapat perawatan untuk pemulihan kesehatannya. Pada masa operasi dan perawatan itu #SedekahRombongan kembali memberi bantuan Sebanyak Rp 1.000.000,-. Bantuan tersebut diperlukan untuk biaya transportasi dan bekal orang-tuanya selama mengurus proses perawatatan di Rumah Sakit. Pada Minggu 6 Agustus, Alhamdulillah, Iwan Setiawan dinyatakan sudah bisa pulang, dan ia bersama keluarganya pun kembali ke rumah dibarengi rasa gembira oleh seluruh keluarga dan para kurir #SR yang terus mendampinginya. Pascaoperasi ini, menurut dokter, Iwan masih harus terus berobat ke rumah sakit dan memerlukan biaya serta obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS. Pada awal September dan akhir November 2016 Kurir #SR kembali menyampaikan bantuan dari para sedekaholik untuk biaya transportasi kontrol dan pengobatan pasca operasi. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @lilisdariyah @trietan

Iwan menderita Kecelakaan

Iwan menderita Kecelakaan


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional November 2016). Sejak bulan Mei 2014, #SedekahRombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), kendaraan multiguna yang dapatdifungsikan sebagai ambulance dan mobil jenazah. Menghadapi medan beberapa kabupaten di wilayah Bandung Raya yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, karena tuntutan warga akan keberadaan angkutan untuk pasien semakin besar, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Memperhatikan betapa banyaknya warga dhuafa sakit yang  membutuhkan ambulance, alhamdulillah, pada awal Mei 2016 sedekaholics #SR mempercayakan lagi satu unit mobil ambulance (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola #SR Bandung Raya. Ambulance yang kerap dipanggil Mr. Black ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah sedekaholics #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar masa penggunaan dari 14 Oktober 2016 – 26 November 2016, pembelian pelumas, honor supir, dan penggantian 1 unit koopling baru. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 2 ini akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.111.000,-
Tangggal : 25 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @pian_alvian

Biaya Operasional November 2016

Biaya Operasional November 2016


RIANTI DIANA PANJAITAN (42, Kanker Ovarium + Anemia + Gangguan Elektrolit, Esusi Pleura Sinistra). Alamat :  Kampung Kaum RT 3 RW 5 Desa Salam Nunggak, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Panggilannya Ibu Riana. Kini dia hidup seorang diri setelah berpisah dengan suaminya. Dia termasuk janda dhuafa yang layak dibantu untuk kelanjutan kehidupannya. Apalagi, dalam tiga tahun ini, ia sakit-sakitan. Pada tahun 2013, Bu Rianti divonis menderita penyakit kanker ovarium. Awal gejalanya, ia merasakan nyeri perut berketerusan, menstruasinya tidak teratur, pendarahan pada rahim yang tidak teratur. Dari hari ke hari ia mengalami penurunan berat badan secara progresif. Seiring waktu, ia merasakan adanya benjolan pada kedua sisi perut bagian bawah. Nafsu makannya  pun hilang hingga ia kerap merasakan lemah dan lesu. Berbekal Jaminan Kartu BPJS, ia berusaha  memeriksakan kondisinye ke Puskesmas dan RSUD dr. Selamet Kabupaten Garut. Akan tetapi, karena terkendala biaya, pengobatannya kerap tertunda. Dia bahkan pernah dibawa periksa ke RSHS Bandung tetapi juga tidak dijalaninya sampai tuntas. Padahal, ia sangat berharap dapat melanjutkan ikhtiarnya sampai sembuh. Apa daya dia tak bisa bisa berbuat banyak. Anak tertua (usia 18 tahun) belum bisa bekerja karena mengurusi Bu Rianti yang sakit. Anak yang kedua masih sekolah kelas 6 SD; selama pengobatan anaknya kerap dia titipkan pada tetangganya. Saat dikunjungi kurir #SR di Garut, perutnya tampak membesar dan sedang menjalani pemeriksaan di RSUD Garut yang kemudian merujuk penanganan medisnya ke RSHS Bandung. Ibu Rianti sempat menyampaikan keinginannya untuk dibantu berobat ke RSHS Bandung. Bersyukur, dengan empati sedekaholics #SR, kurir #SR dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa untuk Ibu Rianti. Bantuan yang dia terima di RSUD Garut ini digunakan untuk biaya sehari-hari selama ia berobat di Kota Kembang. Alhamdulillah, difasilitasi RSUD Garut, Ibu Riani akhirnya diantar menggunakan ambulance RSUD Garut untuk diperiksa di IGD RSHS Bandung. Semoga ibu yang tabah ini segera mendapatkan penanganan terbaik dan dapat meraih kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangggal : 19 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @cecep­­_abdulhamid

Ibu rianti menderita Kanker Ovarium + Anemia + Gangguan Elektrolit, Esusi Pleura Sinistra

Ibu rianti menderita Kanker Ovarium + Anemia + Gangguan Elektrolit, Esusi Pleura Sinistra


BENI SUPARDI (45, Pneumoniae). Alamat: Cariu Timur, RT 1/1, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Beni putra dari Almarhum Bapak Maman selama ini hidup seorang diri. Kondisi kesehatan Beni selama 6 tahun belakangan semakin menurun, ia mengalami batuk berkepanjangan yang disertai sesak nafas. Menganggap sakit biasa ia pun hanya berobat ke Klinik terdekat. Keluhan lainnya 1 bulan terakhir, seringkali ia muntah-muntah setiap kali mendapat asupan makanan, membuat tubuhnya semakin terlihat kurus. Batuknya yang  parah, membuat sesak nafasnya sering kambuh. Melihat Beni yang sudah tidak mampu lagi untuk berjalan, tetangga sekitar membantu membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang. Setelah menjalani pemeriksaan ia didiagnosa menderita Pneumoniae, atau yang biasa kita kenal dengan infeksi paru-paru. Untuk kelangsungan hidupnya ia berjualan buah keliling yang dititipkan dari orang. Untuk pengobatannya Beni menggunakan fasilitas jaminan kesehatan KIS PBI yang dimilikinya. Dengan keadaannya yang terbaring sakit, membuatnya sulit untuk mencari nafkah demi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Beni, mengerti kesulitannya mencari nafkah selama ia sakit, santunan awal dari para sedekaholics pun pun disampaikan untuk membantu memenuhi kebutuhannya selama ia tidak bisa bekerja. Semoga keaadaan Beni segera membaik, tetap semangat menjalani ikhtiarnya mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Pak beni menderita Pneumoniae

Pak beni menderita Pneumoniae


FIRDASARI BINTI KANTA (1, Hydrocephalus + Susp. Pneumoniae). Alamat: Dusun Mekar Sari, RT 12/3, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Firda sejak lahir terdapat kelainan pada bagian kepalanya, namun hal ini tidak disadari sejak dini oleh keluarga. Beberapa kali mengalami panas tinggi yang disertai kejang dan muntah-muntah. Belakangan didapati Firda mengeluarkan busa di mulutnya, dan terkadang ia pun merasakan sesak nafas. Sampai usianya 8 bulan, ia masih bisa melakukan gerakan seperti bayi umumnya. Menginjak usia 9 bulan, Firda tidak lagi seaktif dulu. Gerakan motoriknya lambat, keluarga baru menyadari semakin hari ukuran kepalanya semakin membesar. Saat itu pihak keluarga membawa Firda ke klinik terdekat, dan langsung mendapat rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang. Menjalani serangkaian pemeriksaan, Firda didiagnosa menderita Hydrocephalus disertai dugaan infeksi paru-paru atau dalam bahasa medis dikenal dengan Pneumoniae.  Firda yang menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Karawang Sehat disarankan untuk melakukan operasi pemasangan saluran untuk mengeluarkan cairan dalam otaknya. Selama 2 minggu mendapatkan di RSUD Kabupaten Karawang, Firda hanya mendapat perawatan karena padatnya jadwal operasi di Rumah Sakit. Pihak keluarga akhirnya membawa Firda kembali ke rumah, tidak lama kemudian kondisi Firda memburuk sehingga memaksanya kembali  ke RSUD Kabupaten Karawang. Alhamdulillah Jumat 19 November 2016 Firda telah menjalani operasinya dengan lancar. Ayahnya Bapak Kanta (42), dan Ibunya Neneng (40) menuturkan kesedihannya, penghasilan suaminya yang bekerja sebagai buruh harian tidak cukup memenuhi kebutuhan keempat anaknya, ia kesulitan untuk mencari biaya untuk memenuhi kebutuhannya anaknya selama dirawat. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu biaya akomodosi, biaya untuk membeli susu dan pampers. Besar harapan kami, keadaan Firda semakin membaik dan keluarga senantiasa diberikan kesabaran juga ketabahan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Firda menderita  Hydrocephalus + Susp. Pneumoniae

Firda menderita Hydrocephalus + Susp. Pneumoniae


ADE KODARIYAH (36, TB MDR). Alamat: Kp. Cibodas, RT 1/9, Kel. Sukajaya, Kec. Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak dua tahun  lalu, Bu Ade menderita penyakit TB MDR (Multi Drug Resistance). Awalnya, Bu Ade merasakan sakit di dadanya, kemudian ia memeriksakan diri ke puskesams terdekat dan dinyatakan mengidap TB. Sayangnya, meskipun sudah diberi obat, Bu Ade kurang disiplin dalam meminumnya sehingga ketika melakukan pemeriksaan lanjut, penyakitnya tak kunjung sembuh hingga sekarang. Kondisi terkini, setelah diperiksa menggunakan geansexper, penyakit Bu Ade makin parah karena ia sekarang kebal terhadap obat-obatan dan  harus dirujuk ke RSHS Bandung untuk berobat selama dua tahun. TB MDR adalah penyakit yang sangat menular. Sempat diantar dengan ambulance rumah sakit, jarak antara pasien dan supir haruslah jauh dan setelahnya, mobil ambulans harus disinari Ultraviolet selama 8 jam untuk disterilkan. Meskipun ia mempunyai jaminan KIS, untuk akomodasi ke Bandung ia harus meminjam ke tetangganya yang berbaik hati membantunya. Suaminya, Toni (38) adalah seorang buruh harian dengan  penghasilan tidak menentu yang hanya cukup untuk makan sehari-hari ditambah ia harus membiayai sekolah anak-anaknya yang masih kecil. Alhamdulillah, #SedekahRombongan berkesempatan mengunjungi kediaman Bu Ade untuk menyampaikan santunan dari para Sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi Bu Ade selama berobat di RSHS. Semoga ada keajaiban untuk Bu Ade sehingga ia bisa kembali sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 27 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ari

Bu ade menderita TB MDR

Bu ade menderita TB MDR


SAMSUL BAHARI (17, Tunggakan SPP). Alamat: Jl. Bebedahan, Gg. Hasan, RT 6/6, Kel. Lengkongsari, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Samsul adalah seorang siswa kelas 2, jurusan otomotif di salah satu SMK di Tasikmalaya. Di kelasnya ia termasuk siswa berprestasi terbukti dengan masuknya Samsul dalam ranking 10 besar. Semangat belajarnya pun tinggi karena ia berharap mempunyai kemampuan yang mengangkat derajat orangtuanya di masa depan. Sayangnya, pendidikannya harus terhambat karena masalah ekonomi yang membelit keluarganya. Sudah 8 bulan ia menunggak iuran bulanan sekolah sebesar dua juta rupiah sehingga ia terancam tidak bisa mengikuti ujian semester ganjil. Setiap ujian, orangtuanya harus mendatangi sekolah untuk memastikan apakah anaknya ikut ujian atau tidak. Kadang rasa minder menghampiri ayah Samsul, Dede (45) dan ibunya, Oneng (44) karena anaknya harus menelan pahit ketika mengenyam pendidikan. Ayah Samsul bekerja sebagai tukang becak dan merasa keberatan membiayai sekolah anaknya, sedangkan ibunya pun tak bisa membantu banyak karena ia hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah yang tidak layak dan kadang bocor ketika hujan datang. #SedekahRombongan akhirnya mengunjungi rumah Samsul dan menyampaikan santunan untuk membantunya melunasi iuran. Alhamdulillah, atas donasi dari Sedekaholics, Samsul pun akhirnya diizinkan untuk mengikuti ujian semester ganjil. Semoga Samsul bisa mendapatkan cita-citanya di masa depan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ari

Santunan untuk membantunya melunasi iuran sekolah

Santunan untuk membantunya melunasi iuran sekolah


MAMAN SURYAMAN (27, Usus Buntu). Alamat : Kp. Tanah Tinggi RT 2/4, Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Berawal sekitar 5 bulan yang lalu, ketika Pak Maman sedang membantu pembangunan musholla dekat rumahnya, tiba-tiba ia merasakan sakit perut. Semenjak itu ia menjalani pemeriksaan di klinik terdekat sebelum akhirnya disarankan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Ia menjalani pemeriksaan di RS Anna Medika Kota Bekasi dan kemudian dinyatakan terkena usus buntu dan harus menjalani operasi. Pak Maman sempat menjalani 2 kali operasi di rumah sakit ini, salah satu diantaranya terpaksa ada pemotongan usus 1,5 mm. Bukan hanya itu, setelah menjalani operasi kedua ia sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Setelah 2 minggu menjalani perawatan, Pak Maman diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani kontrol rutin. Namun saat ini ia kesulitan biaya untuk akomodasi ke rumah sakit. Pak Maman hanya berprofesi sebagai seorang guru ngaji. Sedangkan istrinya, Dianita Sari (27) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang langsung menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi untuk berobat Pak Maman.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Pak maman menderita usus buntu

Pak maman menderita usus buntu


NAMIH BINTI NILAN (48, Arthralgia + Asam Urat). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 11/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 6 bulan Bu Namih tidak merasakan sakit pada paha kanan nya sehingga membuatnya kadang harus berjalan merayap pada dinding rumah. Upaya pengobatan yang sudah dilakukan hanya pengobatan di klinik terdekat, namun belum ada hasil yang memuaskan. Hingga pada hari Kamis, 3 November ia menjalani pemeriksaan ke Puskesmas Cabangbungin dan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Suami Bu Namih, Pak Oji Bin Muksin (49) adalah pasien patah tulang yang hingga saat ini penyakitnya belum pulih yang pernah dibantu pada Rombongan 880. Hal inilah yang membuat keluarga ini layak dibantu karena suami sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Bu Namih dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Kurir #SedekahRombongan melakukan pendampingan untuk tahap pemeriksaan lanjutan dan psioteraphy di RS Ridhoka Salma dengan jaminan KIS PBI. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kontrol di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu namih menderita Arthralgia + Asam Urat

Bu namih menderita Arthralgia + Asam Urat


PUNGUT BINTI NILAN (53, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 10/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ibu Pungut sekitar sebelumnya pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta, ia dipulangkan karena sering sakit-sakitan. Sudah 6 bulan terakhir ia rutin berobat di salah satu klinik terdekat dari rumahnya. Dari hasil rontgen, Bu Pungut mengalami pembengkakan jantung, sering batuk-batuk terlebih pada malam hari. Uang hasil dari ia bekerja selama beberapa bulan terakhir habis digunakan untuk biaya berobat di klinik dengan biaya umum. Semua itu ia lakukan karena besarnya keinginan untuk sembuh sehingga tidak terpikirkan untuk membuat kartu BPJS. Saat ini pengobatannya terhenti karena ia sudah tidak memiliki biaya untuk berobat. Bu Pungut sudah lama menjanda, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Saat ini ia tinggal bersama anak menantunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan sehingga dapat menyampaikan bantuan awal biaya pembuatan BPJS dan biaya berobat selama menunggu proses pembuatan Kartu BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak pungut menderita Pembengkakan Jantung

Pak pungut menderita Pembengkakan Jantung


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan biaya operasional bulan November 2016. Saat ini telah dilakukan branding ulang untuk MTSR Bekasi yang biayanya sudah termasuk dalam biaya operasional bulan ini. Biaya operasional digunakan untuk membeli bensin dan bayar tol saat mengantar pasien ke RSHS Bandung dan juga ke RSCM Jakarta. Selain pasien wilayah Bekasi, MTSR Bekasi pun akhir-akhir ini sering evakuasi pasien yang berada di wilayah Kabupaten Karawang, mengingat Kabupaten Karawang sampai dengan saat ini belum memiliki MTSR. Dalam 2 minggu terakhir ini MTSR Bekasi sudah 3 kali mengantarkan pasien dari Kabupaten Karawang ke RSSR Bandung sebelum melakukan kontrol ke RSHS. Termasuk biaya operasional saat menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Muaragembong. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 28 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Samsudin

Biaya Operasional

Biaya Operasional


NITA ROSDIANA (43, Ca Mamae). Alamat : Kampung Cimoboran, RT 4/1, Kelurahan Sukaweing, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Bu Nita sudah sejak 6 tahun yang lalu didagnosa oleh dokter di RSUD. Kota Bogor mengidap penyakit Kanker Payudara, namun sudah beberapa tahun ia didiagnosa mengidap Kanker Payudara, Bu Nita sudah mengidap penyakit Stroke dan tidak bisa melakukan kegiatan apapun. Di tambah lagi Bu Nita ditinggal pergi untuk selamanya oleh suaminya yang bernama Pak Ismunaji (48). Kini Bu Nita hanya bisa terbaring lemah di ICU RSUD Kota Bogor karena kondisinya yang makin menurun setiap harinya, terkadang Bu Nita menjerit karena tidak kuat menahan sakit yang dideritanya. Pihak keluarga yang diwakili oleh Adiknya Bu Nita bercerita bahwa memang untuk pengobatan Bu Nita sudah dijamin oleh BPJS kelas 3 yang dimilikinya namun yang jadi permasalahan adalah biaya akomodasi dan bekal selama dirumah sakit keluarga yang menjaga Bu Nita ditambah lagi biaya untuk sekolah anak – anaknya yang merupakan yatim. Kurir #SedekahRombongan yang datang mengunjungi Bu Nita di RSUD. Kota Bogor merasakan kesulitan yang dirasakan oleh Bu Nita dan keluarga. Setelah sekitar 5 hari dirawat di ICU RSUD. Kota Bogor ternyata Allah berkehendak lain, tepat pada tanggal 20 Nopember 2016 Bu Nita dipanggil menghadap sang pencipta, kepergian Bu Nita pun ditangisi oleh keluarga dan kerabat yang datang untuk menemani. Bantuan Lanjutan pun disampaikan untuk keluarga Bu Nita yang akan digunakan untuk biaya pemakaman dan administrasi di RSUD. Kota Bogor. Semoga Allah mengampuni dosa – dosa bu Nita serta ditempatkan di Surga. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abahaccit @rexy_eas

Ibu nita menderita Ca Mamae

Ibu nita menderita Ca Mamae


YUSUF BIN ROYANI (2, Kelainan Kulit). Alamat : Kampung Kedung Halang Sentral RT 3/4, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari 3 bulan yang lalu Yusuf menderita luka – luka di kaki dan di tangan yang diawali dengan gatal – gatal kemudian digaruk oleh Yusuf yang lama kelamaan gatal tersebut menjadi luka dan mengeluarkan darah dan nanah. Karena khawatir akan kondisi anaknya, Nurlela (34) ibunda Yusuf membawa anaknya ke klinik untuk memeriksakan kondisi kesehatan anaknya setelah diperiksa Yusuf diberikan Salep untuk mengobati lukanya namun setelah diberikan salep bukan membaik luka di kaki dan tangan Yusuf namun makin menyebar dan makin membesar luka – lukanya. Akhirnya Yusuf dibawa kembali ke Puskesmas oleh orang tuanya dan oleh pihak puskesmas, Yusuf dirujuk ke RSUD. Kota Bogor untuk memeriksakan kondisi Yusuf ke Poli Anak. Namun karena tidak adanya jaminan kesehatan yang dimiliki Yusuf akhirnya niat tersebut urung dilakukan sampai nanti Yusuf memiliki jaminan kesehatannya. Pak Royani (44) ayah Yusuf bercerita penghasilannya sebagai tukang ojek hanya cukup untuk makan sehari – hari Yusuf dam kedua kakaknya sehingga sampai sekarang Yusuf dan kakak nya belum dibuatkan Jaminan kesehatan apapun. Kurir #SedekahRombongan yang datang mengunjungi Pak Royani dirumahnya merasakan kesulitan Pak Royani untuk membuatkan keluarganya jaminan kesehatan. Titipan dana dari para Sedekaholic pun disampaikan untuk Yusuf yang akan digunakan untuk membuatkan Yusuf jaminan kesehatan agar dapat melanjutkan pengobatannya ke RSUD. Kota Bogor. Semoga Yusuf dapat sembuh dan kembali seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Yusuf menderita Kelainan Kulit

Yusuf menderita Kelainan Kulit


RSSR (RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN) BANDUNG RAYA (BIAYA Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun 2013 alhamdulillah #SedekahRombongan Bandung Raya telah dipercaya untuk mengelola rumah singgah yang berada di sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kami menyebutnya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung Raya. Walaupun sampai saat statusnya masih belum hak milik #SR, keberadaan RSSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya oleh saudara kita, dhuafa sakit, yang sedang berobat di RSHS Bandung. RSSR Bandung Raya menjadi tempat singgah sementara pasien dampingan #SR dari berbagai daerah di Jawa Barat yang sedang berproses menjalani tahapan pengobatan di RSHS Bandung. Di samping itu, RSSR juga berfungsi sebagai sarana kordinasi kurir, promosi, dan ladang amal bagi sedekaholics yang ingin bersedekah secara langsung. Di RSSR Bandung Raya terdapat 15 kasur bagi pasien dan ruangan tengah yang cukup luas untuk pendamping pasien. Ada dua jamban layak pakai yang bisa digunakan pasien dan keluarganya. Dapur dan peralatannya pun disediakan. Dengan empati sedekaholics, seiring perjalanan waktu, RSSR juga dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari pasien dan pendamping pasien. Setiap bulan RSSR Bandung Raya mendapatkan bantuan untuk pengadaan logistik dan kebutuhan lainnya untuk menjalankan pengkhidmatan dhuafa di RSSR Bandung Raya. Adapun pengalokasian bantuan #SR untuk operasional RSSR Bandung Raya bulan November 2016 adalah sebagai berikut:

1. Pembelian SEMBAKO : Rp.1.716.000,-
2. Pengeluaran untuk UTILITY (PAM/PLN/TELEPON/INDIHOME/Lemari) : Rp.978.000,-
3. Pengeluaran untuk Biaya Kebersihan : Rp.100.000,-
4. Pengeluaran untuk BBM, Ongkos Pulsa : Rp.682.500,-

Bantuan rutin untuk operasional RSSR Bandung Raya dari para sedekaholics ini sangat bermanfaat bagi pasien dan pendamping. Semoga dapat menjadi pahala bagi para sedekaholics dan membawa berkah kesembuhan bagi pasien #SedekahRombongan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.476.500,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @fuad_baasil

Biaya operasional

Biaya operasional


WAHIDA BINTI KEJJE (48, Gastritis dan Hipertensi Kronik). Alamat : Jalan Hasanuddin, RT 2, Desa Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Wahida menderita darah tinggi sejak tahun 2009 dan juga menderita sakit pada lambung (gastritis) sejak 3 tahun yang lalu. Setiap kali sakitnya kambuh, Ibu Wahida berobat ke Puskesmas. Jika obat yang harus diminumnya habis, Ibu Wahida kesulitan untuk menebusnya karena jarak Puskesmas yang jauh dari rumah dan ia tidak memiliki uang untuk naik ojek. Selama ini jika nyeri lambung Ibu Wahida kambuh, ia hanya minum air dari dedaunan obat yang direbusnya. Penyakit hipertensi yang diderita Ibu Wahidah sudah kronis, bahkan tekanan darahnya sering mencapai 200/90 mmHg. Ibu Wahida adalah seorang janda yang mempunyai 4 anak, sudah hampir 10 tahun suaminya meninggal dunia. Kini Ibu Wahida menjadi kepala rumah tangga dan bertanggungjawab atas keempat anaknya. Sebenarnya Ibu Wahida sudah tidak mampu bekerja lagi, namun karena dua anaknya masih butuh biaya sekolah maka ia tetap memaksakan diri mencari nafkah. Ibu Wahida memiliki kartu BPJS PBI kelas 3, namun kendala yang dihadapi adalah ketiadaan biaya transportasi menuju instansi kesehatan padahal ia harus kontrol kesehatannya secara rutin. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Ibu Wahida. Santuanan awal diberikan untuk biaya transportasi ke Puskesmas dan kontrol ulang. Semoga Ibu Wahida terus bersemangat menuju kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 2 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia Suharnaeni @rintawulandari @ririn_restu

Bu wahida menderita Gastritis dan Hipertensi Kronik

Bu wahida menderita Gastritis dan Hipertensi Kronik


ENJELINA BINTI PETRUS REO (13, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Desa Sei Limau, RT 11/2, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Empat tahun lalu, Enjelina putus sekolah saat ia kelas 3 SD. Ia sangat menginginkan dapat bersekolah lagi karena ingin menjadi anak yang pintar. Akhirnya meski usianya sudah 13 tahun yang seharusnya sudah kelas 6 SD atau 1 SMP, Enjelina disekolahkan kembali dan kini duduk di kelas 3 SD di SDN 005 Sebatik Tengah. Enjelina dan keluarganya merupakan korban deportasi TKI pada tahun 2015. Enjelina dapat bersekolah berkat bantuan keluarga orangtuanya. Kini Enjelina kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sekolahnya seperti membeli seragam, buku, dan sepatu. Bahkan Enjelina terpaksa memakai sendal jepit ke sekolah karena sepatu lamanya sudah bolong dan robek. Enjelina kini tinggal di rumah saudaranya karena orang tuanya Bapak Petrus Reo (42) dan Ibu Dafrosa Dafa (40) adalah buruh kebun di Malaysia. Orang tua Enjelina sudah lama tidak mengirimkan uang untuk membiayai sekolahnya dan sampai kini belum kembali ke Indonesia. #SedekahRombongan merasakan kesulitan Enjelina yang memiliki semangat untuk sekolah dan belajar. Bantuan awal pun disampaikan untuk membiayai kebutuhan sekolah Enjelina. Semoga Enjelina terus bersemangat bersekolah dan menggapai cita-citanya kelak. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia Daniel Lalang @rintawulandari @ririn_restu

Bantuan Biaya Sekolah

Bantuan Biaya Sekolah


DERMAWAN BIN SAMPARDI (56, Korban Musibah Angin Puting Beliung). Alamat : Desa Tangjung Karang, RT 9/3, Kecamatan Sebatik Induk, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pak Dermawan mengalami bencana angin puting beliung yang terjadi pada pukul 05.00 WITA. Saat kejadian, Pak Dermawan tidak berada di rumah, ia sedang menginap di rumah keluarga karena kelelahan bekerja di kebun dan jalan menuju rumahnya sangat jauh, licin dan mendaki. Sebelum kejadian, istri dan anak Pak Darmawan melihat di atas rumah seperti ada benda bewarna hitam mirip pohon kelapa berputar di atas rumah dan sempat mendengar 3 kali bunyi yang sangat kencang. Rumah Pak Darmawan dihuni 5 orang anggota keluarga. Kerugian akibat musibah tersebut belum dapat diperhitungkan, namun semua material rumahnya seperti papan, seng, kayu tidak bisa dipakai lagi karena bocor dan hancur. Setelah kejadian Pak Darmawan tidur di rumput di sela – sela rumahnya yang roboh, beralaskan sisa papan rumah yang hancur. Atap rumah Pak Dermawan terangkat total dan sebagian besar dinding rumahnya rubuh. Setelah musibah ini, Pak Darmawan bingung untuk membangun rumahnya kembali karena ia hanya berkebun dan penghasilannya tidak tetap. Terlebih lagi Pak Darmawan masih harus membiayai sekolaha anaknya. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Darmawan. Santunan diberikan untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari serta pembangunan rumah. Semoga Pak Darmawan dapat bangkit kembali menjalani hidup pasca musibah, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia Misnawati @rintawulandari @ririn_restu

Pak demawan  Korban Musibah Angin Puting Beliung

Pak demawan Korban Musibah Angin Puting Beliung


IGNASIUS LABA (49, Suspect Ulkus Diabetikum). Alamat : Desa Bambangan, RT 7, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Sejak satu bulan lalu Pak Ignasius tidak dapat bekerja sebagai buruh di negara tetangga karena kakinya mengalami infeksi. Awal mulanya Pak Ignasius merasakan gatal-gatal, lalu kakinya membengkak dan terdapat benjolan seperti bisul yang kemudian pecah dan membuat kakinya berlubang. Pak Ignasius belum pernah berobat dan memeriksakan kondisi kakinya ke Puskesmas karena letaknya yang jauh dari rumah dan ia tidak memiliki biaya. Pak Ignasius akhirnya hanya melakukan pengobatan sedehana di rumahnya. Pak Ignasisus tidak bekerja sudah cukup lama sehingga ia hanya mengandalkan penghasilan istrinya yang juga bekerja sebagai buruh sawit. Pak Ignasius tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sedangkan ia sangat membutuhkan tindakan dan perawatan yang intensif karena dicurigai memiliki diabetes. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan Pak Ignasius. Santunan pertama diberikan untuk biaya kontrol ke Puskesmas serta biaya transportasi menuju instansi kesehatan lanjutan. Semoga Pak Ignasius senantiasa berusaha untuk menggapai kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @vidahasan @rintawulandari @ririn_restu

Pak ignatius menderita Suspect Ulkus Diabetikum

Pak ignatius menderita Suspect Ulkus Diabetikum


JUSTINA DUMA SANGGOLA (45, Musibah Kebakaran Rumah). Alamat : Dusun Berjoko, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Justina mengalami musibah kebakaran rumah pada hari selasa, 28 September 2016 pukul 19.30 WITA. Saat itu keluarga Ibu Justina sedang tidak ada di rumah. Rumah ini ditempati oleh 3 KK dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 13 orang. Malam itu si jago merah melalap habis semua bangunan rumah milik keluarga Ibu Justina yang terbuat dari kayu ulin hingga tak menyisakan apapun. Harta benda sama sekali tidak ada yang bisa diselamatkan selain baju yang melekat di badan. Ibu Justina sangan terkejut dengan musibah ini. Ibu Justina sehari – harinya berkebun dengan penghasilan yang tidak menentu dan ia harus memenuhi kebutuhan 3 orang anak angkatnya yang masih bersekolah. Saat ini Ibu Justina dan keluarga hanya tinggal di bilik sisa rumah yang terbakar. Kurir #SedekahRombongan Kalimantan Utara merasakan kesulitan yang dialami Ibu Justina. Santunan pun diberikan untuk membantu meringankan biaya kehidupan sehari-hari serta menata kehidupan yang baru pasca musibah kebakaran. Semoga santunan ini membuat Ibu Justina bersemangat dalam ikhtiar kehidupannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 6 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia Daniel Lalang @rintawulandari @ririn_restu

Ibu justina mengalami Musibah Kebakaran Rumah

Ibu justina mengalami Musibah Kebakaran Rumah


MAWIL BIN SIMA (71, Asma dan Dermatitis Kronik). Alamat : Dusun Berjoko, RT 14, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pak Mawil menderita asma sejak ia mulai bekerja di Pulau Sebatik pada tahun 2000. Selama bekerja, ia selalu terganggu dengan sakitnya. Pak Mawil setiap bulan berobat rutin, namun belum ada perubahan. Pada tahun 2011 sakit asma Bapak Mawil mulai bertambah parah, sehingga ia tidak bisa bekerja dan hanya tinggal di rumah saja. Pak Mawil dan istri tidak memiliki anak, keduanya harus bertahan hidup dengan kondisi seadanya tanpa penghasilan yang memadai. Selain asma kini Pak Mawil juga menderita gatal-gatal. Pak Mawil tidak mampu bekerja lagi, ia hanya mengandalkan penghasilan istrinya, Halwiyah sebagai buruh lepas kelapa sawit. Pak Mawil tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kondisi Pak Mawil kini tampak lemah, ia sering mengeluh sesak jika malam hari. Sebelumnya Pak Mawil sudah disantuni kurir #SedekahRombongan Kalimantan Utara untuk biaya pengobatan dan masuk ke rombongan 901. Santunan kedua diberikan kepada Pak Mawil untuk biaya kontrol kesehatan di Puskesmas, biaya pengobatan dan biaya transportasi. Semoga Pak Mawil bisa terus berusaha menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000.-
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia Daniel Lalang @rintawulandari @ririn_restu

Pak mawil menderita Asma dan Dermatitis Kronik

Pak mawil menderita Asma dan Dermatitis Kronik


DEWI SARTIKA (26, Partus Normal Kelahiran Sungsang). Alamat : Jalan Usman Harun, RT 1, Desa Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Menjelang kelahiran Ibu Dewi sangat khawatir dengan kehamilannya, karena menurut bidan bayi yang ia kandung dalam posisi sungsang. Ibu Dewi tidak memiliki biaya jika nantinya ia harus dioperasi caesar di RSUD Nunukan. Pikiran yang membebaninya membuat Ibu Dewi kurang tidur dan tekanan darahnya naik. Ibu Dewi akhirnya melahirkan anak ketiganya di Puskesmas dengan susah payah hingga perdarahan. Biaya persalinan Ibu Dewi meminjam kepada keluarga dan harus dikembalikan. Kini Ibu Dewi merasakan kesulitan untuk membayar utang biaya persalinan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari ketiga anaknya. Suami Ibu Dewi sendiri kini sedang dipenjara dan tak memiliki pekerjaan. Ibu Dewi tidak memiliki jaminan kesehatan apapun dan tak memiliki KTP karena hilang. Ia pun belum memiliki kartu keluarga. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Dewi, bantuan awal diberikan untuk mengganti biaya persalinan serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @arfanesia Nheni @rintawulandari @ririn_restu

Bantuan untuk mengganti biaya persalinan serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan untuk mengganti biaya persalinan serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.


GORIS BUGAN (51, TB Paru). Alamat : Dusun Berjoko RT 9/2, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pak Goris sudah 5 rahun merantau di Malaysia. Awal Agustus 2016, Pak Goris mulai terserang penyakit seperti demam, batuk, sesak dan muntah darah. Ia kemudian berobat ke rumah sakit di Malaysia namun tidak ada perubahan. Awal November 2016, ia diantar temannya pulang ke Nunukan. Pak Goris lalu berobat di RSUD Nunukan dan melakukan pemeriksaan dahak dan rontgen, hasilnya menyatakan ia positif menderita TB Paru. Kini Pak Goris sering mengeluh demam, batuk, pusing, nafsu makan menurun, sakit kepala dan badannya kurus sekali. Pihak RSUD menyarankan agar selalu kontrol ke Puskesmas terdekat untuk pengobatan rutin, namun karena terkendala biaya Pak Goris tidak melakukannya. Ia pun tak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kini Pak Goris hanya dapat berdiam diri di rumahnya seorang diri. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Goris, santunan pun diberikan untuk biaya pembayaran berobat rutin dan biaya transportasi menuju instansi kesehatan lanjutan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @arfanesia @danylsebatik @rintawulandari @ririn_restu

Pak goris menderita  TB Paru

Pak goris menderita TB Paru


BAKRI BIN SANNENG (47, Gastritis Kronik). Alamat : Jln. Makatutu, Desa Masago Baru, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Bapak Bakri memiliki penyakit Gastritis yang sudah menahun. Ia sering merasakan nyeri lambung dan dua bulan belakangan nyeri lambungnya semakin hebat hingga menjalar ke dada dan punggungnya. Selama ini Bapak Bakri tidak mengobati penyakitnya, ia hanya memakan daun obat-obatan seadanya untuk meringankan nyerinya. Hal tersebut dikarenakan ketiadaan biaya dan jauhnya Puskesmas dari rumahnya meski ia telah memiliki NPJS PBI kelas III. Bapak Bakri hidup sendiri di rumah berukuran 2×4 meter tanpa penerangan dan listrik, ia hanya memakai lampu sumbu. Bapak Bakri sering merasakan nyeri yang hebat jika nyeri lambungnya kambuh. Nyeri yang dirasakan semakin berat jika ia memaksakan diri bekerja. Bapak Bakri bekerja menggarap kebun orang lain yang jaraknya 1 kilometer dari rumahnya dan ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Sehari-harinya Bapak Bakri hanya makan nasi jagung dan garam karena ketiadaan biaya. Jika hujan, seng penutup rumah Pak Bakri sering jatuh terhempas angin, dan terkadang menimpa tubuhnya. Pak Bakri membutuhkan biaya untuk kontrol berobat, terlebih lagi ia hanya hidup sebatang kara. Kurir #SedekahRombongan Kalimantan Utara merasakan kesulitan Pak Bakri, santunan awal diberikan untuk meringankan biaya transportasi ke tempat pengobatan. Semoga dengan santunan yang diberikan, Pak Bakri bisa sehat kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @arfanesia Mila @rintawulandari @ririn_restu

Pak bakri menderita Gastritis Kronik

Pak bakri menderita Gastritis Kronik


MUHAMMAD ARKAM (10, Pembengkakan Kelenjar Telinga Kanan). Alamat : RT 24/2, Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Provinsi NTB. Arkam mengalami benjolan sebesar biji jagung di dekat telinga kanan sejak usianya 5 tahun. Kondisinya semakin parah dengan adanya pembengkakan di kelenjar telinga kanan. Ayah Arkam, Pak Yasin (40), bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak tetap sedangkan ibunya, Ibu Rabiah (38) hanya ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi yang sangat sulit, mengakibatkan pengobatan Arkam tidak optimal. Pembengkakan tersebut semakin membesar serta sangat menghambat aktifitas Arkam. Dokter di RSUD Bima menyarankan untuk berobat lanjut di RSUP Sanglah Denpasar Bali. Biaya berobat Arkam sudah ditanggung BPJS yang ia miliki, namun ia tidak memiliki biaya untuk berangkat ke RSUP Sanglah Denpasar Bali. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantu memberikan bantuan untuk biaya pemberangkatan Arkam ke RSUP Sanglah Denpasar Bali. Ucapan terima kasih dari keluarga Arkam dan berdoa semoga semua kebaikan dari Sedekaholic dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.400.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @arfanesia Mukhtar Panca @ririn_restu

Akram menderita Pembengkakan Kelenjar Telinga Kanan

Akram menderita Pembengkakan Kelenjar Telinga Kanan


MUJIYEM Binti KARDIYONO (33th, Luka Bakar). Mujiyem tinggal di rumah yang sangat sederhana yang beralamatkan di karangasem klampok rt 04 rw 25 sendangtirto berbah sleman. Di rumah ini, Mujiyem tinggal bersama ibunya yang bernama Supriyahmi dan bapaknya bernama Kardiyono yang kedua nya bekerja sebagai buruh lepas. Sejak tanggal 29 September 2013 lalu, Mujiyem mengalami kecelakaan jatuh di dapur yang mengakibatkan kaki kiri nya terkena guyuran air panas yang sedang ia masak nya. Air panas tersebut mengakibatkan kaki kiri Mujiyem mengalami luka bakar yang cukup serius, saat itu pihak keluarga nya langsung membawa nya ke Rumah Sakit Rajawali untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di RS Rajawali langsung ditangani oleh dokter dan dianjurkan untuk segera operasi. Akan tetapi karena tidak ada biaya, pemeriksaan lanjutan tersebut dan pengobatan tertunda kala itu.
Alhamdulillah, kurir #sedekahrombongan di pertemukan dengan Mujiyem pertama kali tahun 2013. Dan bantuan kali ini merupakan santunan lanjuta Semoga amal kebaikan para donatur diterima oleh Allah dan diganti dengan kebaikan yang berlipat.
Aamiin

Bantuan: Rp 500.000,-
Penyampaian: 8 Juni 2015
Kurir: @RofiqSILVER @sintamurtina

Bu mujiyem menderita Luka Bakar

Bu mujiyem menderita Luka Bakar


ASROPY BIN RUMISAS (8, Cerebral Palsy). Alamat : RT 2/1, Lingkungan Bagu, Kelurahan Gerung Utara, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB. Asropy menderita Cerebral Palsy atau lumpuh otak sejak usia 2 tahun. Sakitnya diawali dengan kejang-kejang disertai demam yang sangat  tinggi dan berakibat syarafnya menjadi lumpuh. Asropy tinggal dengan ibunya, Ibu Salmas (50) dan kakak perempuannya Tuti (15) setelah ayah kandungnya, Bapak Rumisas, meninggal dunia saat Asropy berusia 2 bulan. Kondisi ekonomi yang sangat sulit membuat Ibu Salmas tidak bisa optimal membawa Asropy berobat, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja diperoleh dari pemberian tetangga dan berutang di warung terdekat. Terkadang Ibu Salmas berjualan sate sagu dengan keuntungan Rp.10.000,- per hari. Jika kondisi Asropy memungkinkan untuk ditinggal sebentar di rumah, Ibu Salmas dapat berjualan  gado-gado di pasar. Asropy tidak dapat berobat optimal dan kurang mendapat asupan gizi yang baik. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat meringankan beban kehidupan Ibu Salmah dan Asropy dengan memberikan bantuan sembako untuk membuat kios kecil-kecilan di rumah, yang mana keuntungan kios tersebut bisa untuk memenuhi  kebutuhan hidup sehari hari dan biaya  transportasi untuk berobat ke RSU Provinsi NTB. Ibu Salmah terharu saat kurir #SedekahRombongan menyampaikan amanah tersebut, ucapan terima kasih dari Ibu Salmah sekeluarga yang tidak terhingga dan berdoa semoga Allah SWT membalas semua kebaikan sedekaholics, amin.

Jumlan Bantuan : Rp.2.000.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @arfanesia Panca Yuniati Rinjanah @ririn_restu

Asropy menderita Cerebral Palsy

Asropy menderita Cerebral Palsy


RIKI MANURVA (17 Tahun, Lakalantas). Riki Manurva berasal dari Dusun Ngampel, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Ia tinggal di Panti Asuhan Daarus Selamat yang berada di Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, DIY. Tanggal 1 Oktober 2016 pagi, Riki mengalami kecelakaan lalu lintas dalam perjalanan dari panti asuhan menuju Masjid Agung Sleman. Sepeda motor yang ia kendarai bertabrakan dengan kendaraan lain, akibat kecelakaan itu ia pun langsung tak sadarkan diri. Ia pun segera dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu RSUD Sleman, siang harinya ia dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta. Sejak kecelakaan sampai dengan pertengahan bulan, pelajar sekolah menengah atas ini belum sadarkan diri. Semula dokter menyangka pasien tidak akan merespon semua rangsangan yang diberikan, tapi ternyata Penghafal Al-Quran itu bisa mengeluarkan air mata dan menggerakkan pergelangan tangannya saat dibacakan ayat-ayat suci Al-Quran. Dokter menyatakan hal ini merupakan perkembangan yang luar biasa, kondisi pasien saat ini hanya bisa merespon rangsangan saat didengarkan alunan ayat-ayat suci Al-Quran. Biaya pengobatan dan perawatan yang dikeluarkan sejak kecelakan bisa dibilang cukup banyak. Pasien memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS Kelas 3, sehingga sebagian biaya dapat tercover jamkes, namun sebagian lain tidak. Pasien (korban) juga telah mendapat santunan kecelakaan lalu lintas dari Jasa Raharja. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. #Sedekaholic melalui Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatannya. Keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal Penyerahan : 13 November 2016
Kurir : @RizkyAditya4, @JemiRikab, @Sunnahku

Bantuan biaya pengobatan paska Lakalantas

Bantuan biaya pengobatan paska Lakalantas


MUHAMMAD YASIR (17 Tahun, Lakalantas). Yasir tinggal di Panti Asuhan Daarus Selamat yang berada di Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, DIY. Ia berasal dari Dusun Ngampel RT.02/RW.14 Desa Sidorejo Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Tanggal 1 Oktober 2016 pagi, Yasir mengalami kecelakaan lalu lintas dalam perjalanan dari panti asuhan menuju Masjid Agung Sleman. Sepeda motor yang ia kendarai bertabrakan dengan kendaraan lain, akibat kecelakaan itu ia pun langsung tak sadarkan diri. Ia segera dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu RSUD Sleman, siang harinya ia dirujuk ke RS Khusus Bedah Patmasuri. Di rumah sakit tersebut, ia menjalani operasi pada kakinya. Setelah operasi, ia harus istirahat total untuk penyembuhan lukanya. Biaya pengobatan dan perawatan yang dikeluarkan sejak kecelakan bisa dibilang cukup banyak. Yasir dan keluarganya berasal dari kalangan yang sederhana. Tukiyat Bin Kartono, ayahnya, bekerja sebagai petani, sementara Ngatini Binti Kismorejo, ibunya, bekerja sebagai ibu rumah tangga, kondisi ekonomi keluarga in serba pas-pasan. Keluarga ini menghadapi kendala biaya pengobatan sang anak. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. #Sedekaholic melalui Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatannya. Yasir dan keluarganya cukup terbantu dengan adanya bantuan itu, ia dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal Penyerahan : 13 November 2016
Kurir : @RizkyAditya4, @JemiRikab, @Sunnahku

Bantuan biaya pengobatan paska Lakalantas

Bantuan biaya pengobatan paska Lakalantas


YAYASAN PENDIDIKAN AL QURAN AL MARQ ( santunan ) berdiri tahun 2011 yang beralamat di dusun Weru Botodayaan Kecamatan Rongkop Gunungkidul Yogyakarta, berdiri di atas sebuah tanah wakaf milik seorang pengusaha. Yayasan Pendidikan Al Quran Al Mar-Q mendidik 121 santri yang terdiri dari usia PAUD, SD hingga SMA. Orangtua santri juga banyak yang mengikuti agenda belajar ketika putra-putrinya TPA. Aktivitas diselenggarakan 6 hari dalam sepekan, setiap sore. Dalam waktu tertentu juga mengadakan acara pengajian sesuai segmen bagi ibu-ibu, bapak-bapak dan remaja. Sehari-sehari dikelola oleh Pengurus yang berjumlah 8 orang ustadz-ustadzah. Pada 16 November 2016, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan)  menyampaikan bantuan senilai Rp. 500.000 yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak). Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 871. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas belajar di Al Mar-Q.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal Penyerahan : 16 November 2016
Kurir : @RizkyAditya4,@Sunnahku

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN YATIM DAN DHUAFAH MUSTIKA TAMA ( Santunan ) yang berada Cemplung, Padokan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, Yogyakarta  didirikan pada 19 Juli 2010. Menempati rumah sewa kontrakan hingga tahun 2013, kini Panti Mustika Tama menempati tanah wakaf dan bangunan milik Yayasan yang dibangun atas kepedulian masyarakat, swasta, dan pengurus yang berjumlah 48 orang. Saat ini terdapat 12 anak yang diasuh dalam panti, rata-rata mereka berusia 1 hingga 5 tahun. Mayoritas adalah anak yatim piatu atau anak yang ditinggalkan orangtuanya di panti. Selain anak, Panti Mustika Tama juga merawat 98 orang kaum dhuafa yang bermukim di sekitar lingkungan panti. Pada 23 November 2016 Tim POPIMAS#SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekaRombongan )  menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk Sembako. Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 871. Semoga bantuan ini meringankan dan membantu Panti Mustika Tama untuk mengasuh anak yatim piatu menjadi anak sholeh dan sholehah berakhlaq mulia serta mandiri mendapat ridho Allah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 23 November 2016
Kurir : @RizkyAditya4 @Rofiqsilver

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN AL MURTADLO beralamat di Susukan , Genjahan Ponjong Gunungkidul Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 2000 hingga saat ini menempati sudut sederhana, menempel di bangunan SMP Muhammadiyah Susukan. Ponpes Al Murtadho mendidik 15 santri dan bertambah menjadi 23 tahun ini. Santri berasal dari berbagai provinsi di Indonesia (Klaten, Purwodadi, Gunungkidul, hingga Merauke). Ponpes Al Murtadlo memiliki tujuan untuk memelihara lingkungan masyarakat Gunungkidul. Para santri kebanyakan bersekolah di Sekolah Muhammadiyah. ( 4 SMP dan 11 SMA). Sehari-sehari dikelola oleh Pengurus yg berjumlah 20-an dan Ustadz-uztadzah yang berjumlah 5 orang. Para santri juga didukung untuk berwirausaha di bagian usaha Pondok Pesantren yaitu perikanan. Sebelumnya Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) sudah menyalurkan pernah bantuan  secara rutin dua bula sekali . Alhamdulillah pada 16 November 2016, kami kembali berkunjung memberikan santunan berupa sembako Senilai Rp. 1.000.000. Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 871. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk membangun Gunungkidul dari pesantren. Serta mendukung kesehatan santri agar dapat terus semangat belajar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 16 November 2016
Kurir : @RizkyAditya4,@Sunnahku

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PONDOK PESANTREN AL QUR’ANI  yang beralamat di Playen Gunungkidul Yogyakarta, dipimpin oleh KH. Muhammad Thohari, dan aktivitas keseharian Ponpes dibantu oleh Ketua Ponpes yaitu Bp.Syarif Harnadi. Saat ini Ponpes Al Qur’any menampung 25 siswa dhuafa. Banyak santri merupakan siswa berprestasi di sekolah. Sehari-hari para siswa iuran untuk mencukupi bahan pangan. Untuk ikut meringankan biaya kebutuhan harian khususnya sembako, Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan )  menyampaikan santunan yang di wujudkan dalam bentuk beras,minyak goreng dan gula, senilai Rp. 1.000.000,-. Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 871. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk membangun Gunungkidul dari pesantren. Serta mendukung kesehatan santri agar dapat terus semangat belajar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 16 November 2016
Kurir : @RizkyAditya4,@Sunnahku

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PONDOK PESANTREN AL MARDHOTILLAH yang beralamat di Siyono, Wonosari, Gunungkidul berdiri sejak tahun 1999. Saat ini jumlah santri yang menuntut ilmu dan diasuh oleh Ponpes Al Mardhotillah berjumlah 150. Semua santri bersekolah di SMK Agribisnis, peternakan dan Madrasah Aliyah. Para santri ini berasal dari berbagai penjuru nusantara. Pondok pesantren Al Mardhotillah menggratiskan biaya pendidikan bagi santri-santrinya, alias gratis. Infaq orangtua bisa dibilang tidak ditentukan dan sangat ringan. Hasil pendidikan ponpes Al Mardhotillah cukup berprestasi. Terdapat santri yang menorehkan prestasi tingkat nasional dalam pidato bahasa Inggris. Namun aktivitas Pondok Pesantren Al Mardhotillah bukan tanpa tantangan. Jumlah santri yang besar, menuntut pengelolaan kebutuhan rumah tangga yang besar pula. Setiap bulan ponpes ini membutuhkan 1,5 ton beras. Untuk melakukan penghematan, sudah setengah tahun ini para santri dan pengelola hanya makan bubur di pagi hari, dan baru di malam hari dapat menikmati nasi. Bila bahan pokok beras sudah benar-benar habis, maka para santri dan pengelola akan melahap nasi jagung tanpa lauk untuk makan sehari-hari. Pada Kamis, 16 Novemvber 2016, tim #POPI #SedekahRombongan menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000 yg diwujudkan dalam bentuk. Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 871. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas di Pondok Pesantren Al Mardhotillah

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 16 November 2016
Kurir : @RizkyAditya4,@Sunnahku

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN DAN SLB SEKAR HANDAYANI terletak di pegunungan gersang Girisekar, Jalan Panggang-Wonosari KM.6,5. Girisekar, Panggang, Gunungkidul Yogyakarta, seakan menjadi oase yang menyejukkan dahaga ilmu para Anak Berkebutuhan Khusus di daerah Panggang. SLB yang juga dilengkapi dengan Panti ini mendidik 27 anak ( ABK -A,B,C) berusia 10 hingga 18 tahun. Setiap bulan, Panti dan SLB Sekar Handayani membutuhkan 1 kuintal beras, dan kebutuhan sembako lainnya. Minimnya bantuan dari pihak luar menjadikan pemenuhan kebutuhan ini masih terasa sulit bagi pengelola Panti. Tim POPIMAS #SR  (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) datang untuk menyerahkan bantuan sembako senilai Rp. 1.000.000, dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 871. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan bagi aktivitas Panti dan  SLB Sekar Handayani.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 16 November 2016
Kurir : @RizkyAditya4,@Sunnahku

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) SUHARJO PUTRO yang beralamat di Sepat, Ngoro-ngoro, Patuk, Gunungkidul Yogyakarta ini awal mulanya merupakan suatu sekolah sederhana yang dimulai tahun 2005. Dimulai dari ruangan sangat sederhana, Pak Suharjo yang merupakan pamong desa menjadi satu-satunya guru dan pengelola. Pasca gempa Yogyakarta 2006, sekolah untuk ABK ini diselenggarakn di tengah lapang dengan beralaskan tenda. Sebuah organisasi kemanusiaan internasional kemudian memberikan bantuan untuk mendirikan sekolah. Saat itulah Sekolah ini pertama kalinya memiliki bangunan sendiri yang dibangun di atas tanah wakaf lurah, yang kemudian diberi nama sesuai nama guru pertama sekolah tersebut: Suharjo Putro. Saat ini sekolah ini juga memiliki panti di bagian belakang sekolah. 15 guru menjadi tenaga pengajar bagi 42 siswa (SD-LB, SMP-LB, hingga SMA-LB). Pada 16 November 2016, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan )  menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak), dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 871. Semoga bantuan ini semakin menyemangati ABK di Panti Suharjo Putro untuk menuntut ilmu dan terus berprestasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 16 November 2016
Kurir : @RizkyAditya4,@Sunnahku

Bantuan sembako

Bantuan sembako


MASJID AL-FATAH TUREN (Renovasi). Alamat: Pedukuhan Turen, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, DIY. Masjid Al-Fatah Turen telah berdiri sejak lama, masjid ini sangat makmur dan menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi warga di seputaran Pedukuhan Turen. Masjid ini memiliki ratusan orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang, jumlah jamaah masjid ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Karena telah lama berdiri, kondisi bangunannya kian lama kian usang dan memprihatinkan. Takmir dan jamaah masjid pun memutuskan untuk merenovasi secara total bangunan masjid ini. Dalam usaha ini, takmir dan jamaah masjid bersama-sama berpartisipasi untuk merenovasi masjid ini. Namun karena keterbatasan kemampuan mereka, terpaksa mengalami kendala dalam menyelesaikan renovasi masjid. Masih ada beberapa kekurangan, baik dalam pengadaan bahan material, maupun pengadaan sarana dan prasarana masjid, seperti 3 pasang daun pintu, 8 pasang jendela, pengeras suara, dan cat tembok. #SedekahRombongan turut berpartisipasi dalam proses renovasi masjid tersebut dengan menyampaikan titipan #Sedekaholic. Minggu, 13 November 2016, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi ke Masjid Al-Fatah Turen. Dalam kesempatan tersebut, kurir pun menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic yang diterima oleh takmir masjid mewakili jamaah dan masyarakat muslim di sana, mereka pun mengucapkan terima kasih kepada segenap #Sedekaholic dan #SedekahRombongan, dan mendoakan semoga bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah di dunia maupun di akhirat. Semoga renovasi masjid berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan masjid ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 13 November 2016
Kurir  : @rizkyaditya4, @Faisal_Gudeg, @imbams

Bantuan renovasi masjid

Bantuan renovasi masjid


PONDOK PESANTREN AR-RAUDHAH Alamat: Turi, Donokerto, Turi, Sleman Yogyakarta. Pondok ini sekarang menampung santri kurang lebih 80 anak. Terdiri dari 50 perempuan dan 30 laki-laki. Santri-santri di pondok ini berasal dari berbagai daerah seperti jawa tengah (magelang, batang, dll) dan beberapa daerah di seputaran jogja. Hampir 80% santri berasal dari kalangan keluarga yang tidak mampu. Mereka sekarang bersekolah di Insan Cedekia dari SMP-SMK. Beberapa dari mereka sekolah gratis di sekolah ini. Banyak kegiatan yang ada di pondok ini. Salah satunya yaitu santri mengajar TPA di masjid-masjid umum yang ada disekitar pondok, jaraknya -+ 3km. Karena letak pondok dengan masjid yang cukup jauh apabila dilakukan dengan berjalan kaki. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan pondok pesantren ar-raudah dan santrinya. #SedekahRombongan memberikan bantuan berupa sepeda untuk digunakan sebagai transportasi santri untuk mengajar ngaji ke masjid-masjid sekitar pondok. Pengurus pondok pesantren ar-raudah dan para santri mengucapkan terimakasih kepada #SedekahHolic. Semoga Allah membalas dengan kebaikan dengan yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp 3.700.000,-
Tanggal Penyampaian : 21 November 2016
Kurir  : @rizkyaditya4, @galihpamungkas7

Bantuan berupa sepeda

Bantuan berupa sepeda


PANTI ASUHAN ULIL ABAB Alamat : Jalan Ngeksigondo No. 10 Rt. 09 Rw. 02 Kotagede Yogyakarta. Panti ini tergolong baru di Kota Yogyakarta, didirikan pada bulan April 2015 lalu. Panti ini mengasuh tiga belas orang anak yang berasal dari berbagai daerah. Panti ini masih mengalami banyak kekurangan fasilitas yang mendukung. Panti ini juga belum memiliki donatur tetap baik dari lembaga swasta maupun dari pihak pemerintah. Hal ini dikarenakan Panti ini masih dalam tahap perintisan. Anak-anak yang tinggal di Panti ini mayoritas adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan beberapa orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk ikut meringankan biaya kebutuhan harian khususnya sembako, Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan )  menyampaikan santunan yang di wujudkan dalam bentuk beras,minyak goreng dan gula, senilai Rp. 1.000.000,-. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas belajar di Panti Asuhan Ulil.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 14 November 2016
Kurir : @RizkyAditya4,@rofiqsilver @anjesmou @faizfaeruz

Bantuan sembako

Bantuan sembako


LISYE ARIYANI (16, Diabetes Melitus). Alamat : Krembangan 4 RT 13/RW 7, Panjatan, Kulonprogo, DIY. Lisye, biasa ia dipanggil merupakan seorang pelajar kelas XII SMK Negeri 1 Panjatan. Pada saat kelas VIII SMP, Lisye mengalami beberapa perubahan seperti tubuh menjadi kurus walaupun nafsu makan tinggi dan intensitas buang air kecil meningkat. Melihat kondisi tersebut, orang tua Lisye memeriksakan putrinya ke dokter umum. Kondisi Lisye membutuhkan penanganan lebih sehingga diperiksakan kembali di Puskesmas Panjatan agar dapat mengakses layanan kesehatan pemerintah. Akhirnya, Lisye ditindak lanjuti di RSUD Wates. Analisis dokter mengatakan bahwa Lisye menderita penyakit diabetes melitus tipe 1 dimana pasien harus menyuntikkan insulin ke dalam tubuhnya setiap hari. Hingga saat ini, Lisye sudah terbiasa dengan 4 suntikan insulin setiap harinya. Awal Oktober 2016, kondisi Lisye sempat menurun sehingga dokter menambah dosis suntikan menjadi 1x sehari. Ayah Lisye, Wasito (49) dan ibunya, Nurmiyati (48) merasa sangat terbantu dengan kedatangan #SedekahRombongan. Ayah Lisye sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dengan pendapatan tidak menentu setiap bulan sedangkan ibu Nurmiyati sebagai ibu rumah tangga. Fasilitas BPJS belum bisa didapatkan karena ada kesalahan teknis yang sampai saat ini belum ada kelanjutannya. Biaya pengobatan masih bisa dibantu dengan jamkesmas tetapi tetap saja kebutuhan jarum suntik dan biaya saat kontrol tetap membebani keluarga. Ditambah lagi, saat ini memiliki hutang senilai Rp.7.000.000,- #SedekahRombongan merasakan kesulitan keluara pak Wasito, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan saat kontrol dan suntik insulin. Semoga Lisye dapat terus menggapai mimpinya di masa depan dengan tubuh yang sehat.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2016
Kurir : @marjunulNP,  Mochammad Yudan Febrianto,  @wiwinmarlina12

Lisye menderita Diabetes Melitus

Lisye menderita Diabetes Melitus


KASIANI BINTI NITIGIMAN (43, Kanker Leher Rahim + Patah Tulang Tangan Kiri). Alamat: Dusun IV, RT 10/4, Desa Karangrejo, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Beliau merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak 2014. Pada 5 tahun lalu Bu Kasiani mengalami kecelakaan yang mengakibatkan lengan atas sebelah kiri beliau patah. Bu Kasiani sudah memeriksakan lengan kirinya, namun beliau tidak berani untuk melakukan operasi dan hanya menjalani terapi pijat urut. Setelah berjalan 4 tahun Bu Kasiani merasakan sakit pada bagian pinggang beliau terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin. Setelah di USG ditemukanlah sel kanker pada leher rahim beliau. Kemudian beliau disarankan untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemoterapi di Rumah Sakit Palembang. Namun, beliau mengurungkan niatnya karena disarankan pihak keluarga untuk menjalani kemoterapi di Malang. Alhamdulillah setelah kemoterapi,  sekarang kondisi Bu Kasiani semakin membaik. Pada saat selesai kemoterapi yang terakhir, Bu Kasiani disarankan dokter untuk melakukan operasi pada lengan kiri beliau dan beliau menerima saran dari dokter. Pada awal bulan Oktober, Bu Kasiani telah menjalani operasi pada lengan tangan kirinya. Alhamdulillah operasi yang di jalani oleh beliau berjalan sangat lancar dan disarankan oleh dokter untuk mengkonsumsi susu yang mengandung kalsium. Kondisi Ibu Kasiani pada bulan ini telah membaik, tangan beliau telah bisa digunakan dengan normal. Untuk kontrol selanjutnya beliau menjalaninya di tanah kelahiran beliau di Muara Enim, Sumatera Selatan. Saat ini beliau bersama suaminya Bapak Lil Aswardi (45) tinggal di rumah Rumah Singgah Sedekah Rombongan. Beliau mempunyai 2 orang anak bernama Edwin (19) dan Ani Rahayu (11) yang tetap tinggal di Muara Enim. Sebelum sang istri sakit, Bapak Lil bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Dengan adanya fasilitas kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III yang dimiliki beliau, sedikit meringankan biaya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung oleh BPJS. Santunan terakhir kurir #SedekahRombangan Malang sampaikan kepada beliau untuk transportasi, membeli tiket pesawat, susu dan obat-obatan yang tidak di tanggung BPJS. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 913. Semoga kondisi Bu Kasiani senantiasa sehat selalu. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp. 2.189.273,-
Tanggal : 19 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz Fajar Dewi @nay_munaa @m_rofii11

Ibu kasiani menderita Kanker Leher Rahim + Patah Tulang Tangan Kiri

Ibu kasiani menderita Kanker Leher Rahim + Patah Tulang Tangan Kiri


ASREVI SINGGIH (26, Lumpuh). Alamat : Kemirahan, Gang 2G, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, tepatnya bulan Januari telah terjadi kecelakaan kendaraan bermotor parah yang menimpa Asrevi, sehingga dia mengalami gegar otak ringan dan memar dada. Tidak hanya itu, rusuk ke 6, 7 dan 8 bergeser dan tulang ekornya pun cedera. Akibat kecelakaan itu pun, Asrevi harus rawat inap di ICU selama 7 hari, lalu UGD selama 2 hari. Setelah beberapa bulan kecelakaan tersebut terjadi, sampai kini Asrevi masih mengalami lumpuh dari perut sampai ke bawah. Bulan ini Asrevi mulai mengkonsumsi susu berkalsium untuk mulai menjalani jadwal fisioterapi. Putra dari pasangan bapak Beni Wahyudi & Ibu Indah ini sangat berharap bisa segera menjalani operasi tulang punggung seperti yang telah disarankan oleh dokter agar bisa beraktivitas kembali. Sayangnya kendala dari banyaknya biaya yang dibutuhkan dan kesulitan transportasi mengurungkan niat ini. Asrevi telah memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan untuk biaya transportasi, membeli susu, obat-obatan, pampers dan iuran BPJS. Bantuan kepada Asrevi pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 914. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Asrevi kepada kurir #SedekahRombongan dan para Sedekaholics. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban Asrevi sekeluarga dan diberi kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa @m_rofii11

Asrevi menderita Lumpuh

Asrevi menderita Lumpuh


HARTATIK BINTI JO PAWIRO (29, Tuberculosis Paru). Alamat : Jalan Srikaya, No. 97, Dusun Damar Ulan, RT 15/4, Desa Damar Ulan, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal sakit beliau ialah pada pertengahan 2015 dimulai dengan batuk berkepanjangan yang tidak kunjung sembuh lebih dari 3 bulan, diikuti dengan berat badan yang mulai menurun. Pada awal Januari 2016, Ibu Hartatik dibawa ke Rumah Sakit Madinah Kasembon untuk diperiksa. Sampai akhirnya dirujuk menuju Rumah Sakit Saiful Anwar Malang untuk perawatan lebih intensif karena kondisi beliau saat ini memburuk dengan ditandai semakin sering sesak nafas dikarenakan penyakit Tuberculosis (TBC) Paru. Pada pertengahan bulan ini Ibu Hartatik telah menjalani kontrol dan cek lab, dikarenakan beliau mengeluh karena dahak beliau tidak bisa keluar. Muhaimin (36), suami Ibu Hartutik yang berprofesi buruh. Sementara Bapak Jo Pawiro (60) dan Ibu Rukinah (66), kedua orang tua beliau bekerja sebagi petani. Pendapatan keluarga ini yang hanya cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari menyebabkan pengobatan Ibu Hartatik pun tersendat. Meski beliau memiliki BPJS Mandiri Kelas III, tapi biaya pengobatan seperti membeli obat yang tidak tercangkup BPJS. Alhamdulillah telah dipertemukan dengan #SedekahRombongan Malang sehingga terbantu untuk mencukupi biaya pengobatan beliau. Bantuan bulan ini dipergunakan untuk biaya perbaikan KU dan transportasi pulang pergi Kediri-Malang. Santunan untuk Ibu Hartatik sebelumnya telah masuk dalam nomor rombongan 918. Semoga Ibu Hartatik segera diberi kesehatan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Ibu hartatik menderita Tuberculosis Paru

Ibu hartatik menderita Tuberculosis Paru


EKA YULIATI (41, Hernia + Miom + Batu Ginjal + Skoliosis). Alamat : Jalan Efendi 80, RT 6/15, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Bermula pada Agustus 2014 Ibu Eka yang sudah mengetahui menderita usus buntu menjalani operasi pertamanya, dan berlanjut operasi kedua pada September 2014 untuk memperbaiki operasi usus buntu tersebut dan alhamdulilah telah sembuh. Tapi pada Desember 2014 diketahui bahwa ada hernia, dan pada Juni 2016 baru diketahui juga bahwa ada miom atau tumor yang berada pada otot dinding rahim tapi belum ada tindakan untuk kedua penyakit tersebut. Beliau juga sering merasa nyeri pada punggung dan pinggang, saat diperiksakan ternyata beliau menderita penyakit skoliosis atau kelainan pada tulang punggung dan batu ginjal. sehingga saat ini beliau hanya menjalani kontrol rutin tiap bulan di RSUD Kepanjen. Selain itu, pengobatan alternatif di dua tempat juga diikuti sebagai upaya pengobatan sakit miom dan hernia. Sebenarnya sejak Juli 2016 sudah antri untuk tindakan teropong di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, tapi sampai saat ini belum ada kabar kejelasan. Andi Mulya (41), suami beliau bekerja sebagai pedagang bakso di Batam. Sementara Ibu Eka berprofesi sebagai karyawan bagian tata usaha di salah satu TK. Kesulitan biaya membuat Ibu Eka menunda pengobatan nya, meski beliau telah memiliki BPJS Mandiri kelas III. Kurir #SedekahRombongan yang dipertemukan dengan beliau bulan ini telah menyalurkan bantuan untuk pengobatan beliau. Semoga Ibu Eka segera diberi kesehatan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @mfyusuf @nay_munaa

Ibu eka menderita Hernia + Miom + Batu Ginjal + Skoliosis

Ibu eka menderita Hernia + Miom + Batu Ginjal + Skoliosis


RATEMI BINTI SAMSURI (49, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat : Temenggungan, RT 2/6 Sumberejo, Kec. Kaliwungu, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada awal tahun 2016 bu Ratemi sering mengalami pusing, namun tidak begitu dihiraukan oleh beliau, hanya berobat ke Puskesmas terdekat dan diberi obat pusing. Lalu timbul benjolan kecil di pelipis wajahnya yang semakin hari ukurannya semakin membesar. Kemudian Bu Ratemi memeriksakan keluhannya di RSUD Soewandi Kendal, dokter mendiagnosa menderita tumour facial dan dijadwalkan operasi pada bulan April 2016. Setelah menunggu beberapa minggu, Bu Ratemi menjalani operasi dan kondisinya membaik. Namun pada pertengahan Mei 2016 kondisi Bu Ratemi kembali  turun dan dibawa berobat kembali ke RSUD Soewandi Kendal. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ditemukan benjolan juga pada bagian bawah leher, lalu pihak RSUD Soewandi Kendal memberikan rujukan ke RSUD Tugurejo Semarang. Berdasarkan pemeriksaan di RSUD Tugurejo Bu Ratemi didiagnosa menderita kanker kelenjar tiroid. Pada 11 Juni 2016 Bu Ratemi kembali menjalani operasi di RSUD Tugurejo. Semua biaya untuk pemeriksaan dan operasi telah dicover fasilitas BPJS Non-PBI Kelas III yang dimiliki Bu Ratemi. Namun, adapun kendala yang dihadapi Bu Ratemi adalah biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit karena suaminya yaitu Pak Suwandi (54) bekerja sebagai teknisi listrik serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu,  dan Bu Ratemi hanyalah seorang ibu rumah tangga. Bu Ratemi masih ada tanggungan anak ketiga yang masih berusia 13 tahun. Hingga pada tanggal 13 Juni 2016 atas ijin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Ratemi dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Ratemi. Pasca operasi Bu Ratemi melakukan kontrol di RSUD Tugurejo kembali, oleh dokter disarankan untuk dilakukan tes thyroid, dan diberi rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada tanggal 01 Agustus 2016 Bu Ratemi melakukan kontrol ke RSUP Dr.  Kariadi dan menurut dokter sel kankernya sudah mulai menyebar ke otak namun untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan lebih lengkap. Untuk saat ini tindakan dokter difokuskan untuk dilakukan tes thyroid terlebih dahulu. Saat ini Bu Ratemi sedang menjalani kontrol rutin. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo  @ThikaNugrahini @DiahPertiwi1110

Ibu ratemi menderita Kanker Kelenjar Tiroid

Ibu ratemi menderita Kanker Kelenjar Tiroid


PONPES AL MUHAJIRIN Alamat : Dusun Patuk, 04/01, Patuk, Patuk, Gunungkidul. Ponpes ini didirikan pada 15 Mei 2011 dengan biaya dari swadaya masyarakat sekitar. Awal pendirian Ponpes ini diprakarsai oleh Bapak Daliyo dan Bapak Budi yang merupakan tokoh masyarakat di dusun Patuk. Bangunan dari ponpes Al Muhajirin yang pertama adalah bangunan induk di sebelah utara yang dulu merupakan satu-satunya ruangan kelas dan ruang guru berada di teras. Setelah itu kemudian menambah bangunan disebelahnya untuk dijadikan ruang kelas tambahan dan ruang guru. Kemudian mendapatkan bantuan dana lagi dari beberapa masyarakat untuk pembangunan kamar ustad di sebelah timur. Ponpes ini kemudian melanjutkan pembuatan sumur bor dengan biaya bantuan dari beberapa yayasan yang kemudian ditambahi tampungan air. Masjid yang dimiliki oleh ponpes ini merupakan bantuan dari beberapa yayasan. Saat ini ponpes ini masih banyak membutuhkan bantuan, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Kasur yang digunakan para santri pun sudah tidak layak untuk dipergunakan, begitupun kamar beberapa santri putra yang hanya ditutupi oleh dinding kayu sederhana. Asrama untuk santri putri pun masih nunut di tempat Bapak Daliyo yang merupakan salah satu pendiri ponpes tersebut. Maka dari itu Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa paket sembako dengan nilai Rp. 1.000.000 pada tanggal 16 November 2016. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas belajar di Ponpes Al Muhajirin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 16 November 2016
Kurir : @RizkyAditya4,@rianhdytllh_

Bantuan sembako

Bantuan sembako


MAJALAH TEMBUS LANGIT #SR VOLUME 12 (Biaya Cetak). Gerakan #SedekahRombongan kini telah memasuki usia yang ke-5. Selama itu pula, #SedekahRombongan telah menyalurkan dana bantuan dari #Sedekaholic kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, kami semakin bertransformasi, salah satu bentuk inovasi kami adalah menerbitkan sebuah majalah yang diberi nama Majalah Tembus Langit (MTL). MTL adalah Media Inspirasi Gerakan #SedekahRombongan, MTL Vol 12 terbit pada November 2016, pada edisi kali ini mengangkat liputan khusus “Saling Bersinergi Memaksimalkan Layanan Kemanusiaan.” MTL dicetak sebanyak 1000 eksemplar dan didistribusikan ke lebih dari 20 wilayah kerja #SR se-Indonesia, untuk disampaikan kepada #Sedekaholic. MTL juga didistribusikan ke berbagai kalangan mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras, dan dibagikan secara cuma-cuma. Proses produksi MTL Edisi 12 membutuhkan biaya sebanyak Rp. 6.500.000,- untuk biaya cetak. Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada #Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan yang tergabung lebih dari 900 rombongan. MTL juga merupakan salah satu bentuk pelaporan kepada masyarakat pada umumnya dan kepada #Sedekaholic pada khususnya, tentang pelaporan dana sedekah yang mereka titipkan melalui #SedekahRombongan. Semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah : Rp. 6.500.000,-
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @Saptuari

Biaya Cetak

Biaya Cetak


KISWAT BIN TIMBUL (68, Tumor Paru-Paru).Alamat : Gang Podang, RT 5/4, Dusun Sukorejo Arjosari, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, Bapak Kiswat merasakan sesak dan nyeri pada dada sebelah kanan. Kemudian Pak Kiswat memeriksakan diri ke klinik setempat. Dokter mengatakan tidak ada kelainan apapun. Selang beberapa hari, Pak Kiswat kembali merasakan sesak dan nyeri pada dada. Pak Kiswat langsung dibawa ke RSU Siaga Medika Pemalang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pak Kiswat menjalani rontgen dan diketahui bahwa ada sedikit masalah pada paru-paru. Pak Setelah obat dari dokter habis, Pak Kiswat kembali merasakan nyeri hingga berteriak-teriak kesakitan. Kemudian, pihak keluarga membawa Pak Kiswat berobat ke RSUD Bendan Pekalongan. Pak Kiswat menjalani perawatan dan dianjurkan untuk rawat inap selama 5 hari. Setelah itu, Pak Kiswat menjalani CT scan pada paru-parunya dan diketahui bahwa di paru-paru Pak Kiswat terdapat nodula atau tumor. Kemudian Pak Kiswat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dan menjalani perawatan lebih intensive. Pak Kiswat dan istrinya yaitu Bu Rastiah  (64) yang tidak memiliki pekerjaan merasa kebingungan jika harus berobat ke Semarang. Pak Kiswat sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu BPJS Non-PBI Kelas III. Alhamdulillah, pada tanggal 9 September 2016, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Kiswat. Santunan awal pun disampaikan untuk biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir: @indrades @idaiddo @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Pak ksiwat menderita Tumor Paru-Paru

Pak ksiwat menderita Tumor Paru-Paru


SUMINAH BINTI KASNADI (43, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Kedungcino, RT 12/4 Kec. Kedungcino, Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Ibu Sumini nama panggilannya adalah istri dari Bapak Triman dan memiliki 1 orang anak. Ibu Sumini mulai merasakan sakit pada awal 2015 di bagian payudara. Awalnya payudara terlihat membengkak seperti ketika datang bulan, tetapi terus menerus menjadi tambah parah.Payudara semakin bertambah besar dan sakit. Saat ini Bu Sumini sudah memiliki BPJS PBI kelas III yang telah dibuat, namun keterbatasan dana untuk transportasi selama berobat menjadi kendala sehingga penyakit Bu Sumini dibiarkan saja tanpa diobati. Karena kesehatan Bu Sumini tak juga membaik, pada bulan Desember 2015 akhirnya memeriksakan diri ke RSUD Dr. Kartini Jepara dan baru disinilah didiagnosa kanker payudara dan langsung dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Sumini dijadwalkan menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Kemoterapi ke-1 telah dilakukan pada 16 Februari 2016 dan kemoterapi ke-6 baru saja diselesaikan tanggal 26 Juli 2016. Perkembangan kesehatan Bu Sumini akan tetap dipantau dengan melakukan kontrol rutin. Sehari-hari Ibu Sumini bekerja sebagai buruh amplas. Pekerjaan sebagai buruh amplas pun ditinggalkan karena penyakit I Ibu Sumini semakin parah. Ibu Sumini berperan sebagai tulang punggung keluarga. Suami Ibu Sumini, Pak Triman (80) sudah tidak bekerja lagi karena terlalu tua, dan anaknya masih kelas 3 SMP. Pada akhir Januari 2016, tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sumini dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Sumini. Alhamdulillah, kondisi Bu Sumini semakin membaik dan sekarang Bu Sumini hanya melakukan kontrol rutin setiap satu bulan sekali. Setelah melakukan kontrol sebulan sekali, Bu Sumini lalu dianjurkan melakukan tindakan rontgen untuk pengecheckan berkala. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Sumini melakukan pengobatan di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Sumini segera diberi kesembuhan dan dapat berktivitas seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir: @indrades  @idaiddo @restirianii @DiahPertiwi1110

Ibu suminah menderita Kanker Payudara Kiri

Ibu suminah menderita Kanker Payudara Kiri


SRI PUJIATI (48, Anemia ). Alamat : Kp. Randukuning RT 11/3, Kel. Pati Lor, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bu Sri nama panggilannya. Awalnya, Bu Sri merasapusing dan lemas yang tidak kunjung sembuh. Kemudian keluarga membawa Bu Sri ke RSUD RAA Suwondo Pati untuk mendapat pemeriksaan lebih intensif. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasil lab menunjukkan bahwa Bu Sri menderita anemia sehingga harus dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati untuk mendapat perawatan lebih intensif. Akan tetapi Bu Sri memilih pulang untuk dirawat di rumah karena tidak adanya biaya untuk berobat. Bu Sri hanya memperoleh pengobatan seadanya di rumah. Bu Sri yang sehari-hari hanya berjualan gorengan dan suami Bu Sri yaitu Pak Temon (63) juga sebagai pekerja serabutan tidak mampu dengan besarnya biasa transportasi. Sedangkan Bu Sri masih memiliki tanggungan satu orang anak. Seluruh biaya pengobatan telah dicover BPJS PBI Kelas III yang telah dibuatkan oleh perangkat desa setempat.Pada tanggal 24 Maret 2016, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Sri. Atas berbagai pertimbangan kurir sepakat mendampingi Bu Sri dalam proses pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Bu Sri sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Sri selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @indrades @idaido @amnahnuralfi @DiahPertiwi1110

Ibu sri menderita Anemia

Ibu sri menderita Anemia


MUHAMMAD ASYARI (23, Kanker Hidung). Alamat : Desa Tluwuk, RT 8/2,Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ari, biasa ia dipanggil. Berawal bulan oktober 2014, Ari sering mengalami sakit flu tetapi hanya bagian kiri. Lama-lama berbau dan muncul benjolan tetapi belum bengkak. Karena khawatir dengan kondisi Ari kemudian orang tua Ari memeriksakan di puskesmas setempat. Setelah diberi obat dari puskesmas benjolan tersebut mengecil. Akan tetapi setelah obat habis, benjolan tersebut kembali muncul. Kemudian Ari dibawa ke RSUD RAA Suwondo Pati untuk pemeriksaan lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa Ari menderita tumor ganas. Kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi untuk menjalani operasi pengambilan sampel. Hasil pengambilan sampel menunjukkan bahwa Ari menderita kanker hidung. Ari dijadwalkan akan menjalani beberapa tahap kemotherapi. Ari telah menjalani beberapa tahap kemotherapi dan beberapa operasi pengangkatan sel kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah, kondisi Ari semakin membaik. Ayah Ari, Pak Said (51) dan ibunya, Bu Uswatun Hasanah (46) merasa sedih. Maklum saja Bapak Said bekerja menjadi buruh jemur padi dan Bu Uswatun Hasanah hanya ibu rumah tangga biasa. Penghasilan Pak Said hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Said juga masih memiliki tanggungan satu orang anak yang masih bersekolah. Hal tersebut membuat Ari memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover BPJS PBI Kelas III. Pada bulan juli 2015, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ari dan kurir sepakat mendampingi Ari dalam proses pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Ari segera sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo @vazen @DiahPertiwi1110

Ari menderita  Kanker Hidung

Ari menderita Kanker Hidung


SUDI BIN KASDI (46, Tumor Kepala). Alamat : Desa Sidorejo Tengah, RT 5/4, Kec. Balong Kembang, Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, pada tahun 2004 lalu terdapat benjolan kecil tumbuh di kepala bagian belakang Pak Sudi. Tak berapa lama benjolan tersebut membesar. Pak Sudi dibawa ke RS Kelet Jepara untuk pemeriksaan awal. Dokter mendiagnosa bahwa Pak Sudi menderita tumor kepala sehingga harus dilakukakan operasi pengangkatan tumor. Operasi pertama kali dilakukan di tahun 2013 di RS Kelet Jepara. Setelah operasi, Pak Sudi hanya kontrol perawatan luka.Benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Sempat berobat alternatif, namun bukan kesembuhan yang diperoleh justru benjolan semakin membesar. Hingga akhirnya Pak Sudi menjalani operasi ke-2 di bulan April 2014 di RSUD Kartini Jepara. Tak berhenti sampai disitu, benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Tujuh bulan setelah operasi, Pak Sudi harus menjalani operasi yang ke-3 di RSUP Dr. Kariadi Semarang di bulan November  2014.Operasi yang ke-3 terhenti karena tidak adanya biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Pak Sudi yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas dan istrinya yaitu Bu Marsulin adalah ibu rumah tangga.Pak Sudi masih memiliki dua anak yang masih bersekolah. Merasa sudah tidak mampu dengan biaya transportasi tersebut. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover BPJS PBI Kelas III yang dimiliki. Hingga atas ijin Allah, pada awal September 2014 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Sudi. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Pak Sudi. Saat ini Pak Sudi sudah menjalani operasi yang ke-3 dan melanjutkan program kemotherapi.Setelah satu tahun, saat ini Pak Sudi telah selesai menjalani serangkaian paket kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi. Selanjutnya Pak Sudi masih harus menjalani kontrol rutin, evaluasi untuk hasil dari kemoterapinya. Evaluasi yang dijalani beliau saai ini dilakukan secara berkala 3 bulan sekali. Alhamdulillah, hasil evaluasi baik dan tidak ada tanda – tanda kemunculan sakitnya lagi. Proses pengobatan Pak Sudi masih panjang. Santuan yang disampaikan ini ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Pak Sudi selama berobat di Semarang. Semoga kesembuhan segera diperoleh Pak Sudi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 16 September 2016
Kurir : @indrades @iddaiddo @desiariyanii @DiahPertiwi1110

Pak sudi menderita Tumor Kepala

Pak sudi menderita Tumor Kepala


MAYLINDA WIDIANI (20, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat: Desa Jagalan, RT 2/4, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Maylinda, biasa ia dipanggil. Pada april 2015 lalu, Maylinda merasakan ada benjolan sebesar jakun lelaki di bawah telinganya. Kemudian Maylinda dibawa orang tuanya ke RSUD Keraton Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter menyarankan agar Maylinda melakukan operasi pengambilan sampel pada benjolan.Setelah dioperasi, hasilnya Maylinda positif menderita kanker kelenjar tiroid. Selang satu bulan, Maylinda kembali melakukan operasi penggangkatan sel kanker.Dua bulan pasca operasi, Maylinda kembali mengeluhkan sakit pada bagian leher karena benjolan tersebut muncul lagi dan semakin besar. Setelah itu Maylinda dibawa ke RSUD Keraton Pekalongan untuk pemeriksaan ulang. Dokter langsung merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang agar Maylinda mendapat penanganan lebih maksimal. Maylinda telah menjalani beberapa tindakan medis untuk penanganan kanker kenejar tiroid. Alhamdulillah kondisi Maylinda semakin membaik. Ayah Maylinda yaitu Pak Yanto (60) bekerja sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi pulang pergi yang harus disiapkan untuk berobat ke Semarang.Hal tersebut membuat Pak Yanto memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Maylinda. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover BPJS PBI Kelas III yang dimiliki. Atas ijin Allah pada bulan Agustus 2015 kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Maylinda dan sepakat untuk mendampingi. Santuanan disampaikan untuk biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 911.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir :@indrades @iddaiddo @zeni_rofiqoh @DiahPertiwi1110

Maylina menderita Kanker Kelenjar Tiroid

Maylina menderita Kanker Kelenjar Tiroid


SEMIN BIN DANURI (62, Benign Prostrat Hipertrofi).Alamat : Wahyurejo, RT 7/1, Kel. Pringapus, Kec. Pringapus, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Pada awal tahun 2014 Pak Semin meraskan nyeri yang luar biasa ketika membuang air kecil. Dan kesehatan Pak Semin semakin menurun, ketika mau kencing tapi tidak bisa keluar air seninya dan juga nyeri yang dirasakannya. Dari diaganosis dokter, Pak Samin dinyatakan mengidap penyakit Benign Prostat Hypertrofi (BPH) atau dikenal sebagai penyakit pertumbuhan jaringan berlebih pada kelenjar prostat. Pak Semin yang kesehariannya sebagai seorang petani ladang dan tinggal bersama istrinya yang mengidap penyakit stroke, merasa tidak bias berbuat apa-apa. Pengobatan pun dihentikan. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III, namun masih dibutuhkan banyak biaya untuk bolak-balik kontrol ke Semarang. Pada awal januari 2016, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Semin. Saat ini Pak Semin telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan area Semarang. Pak Semin dapat melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani beberapa kontrol rutin, Pak Semin sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan, nyeri yang dirasakan Pak Semin sudah jarang dirasakannya lagi. Pak Semin harus rajin kontrol 1 kali dalam 1 bulan secara rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Pak Seminmasih belum boleh melakukan pekerjaan berat dan terlalu kelelahan, karena bisa mengakibatkan pendarahan pada alat kelamin. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi Pak Semin dan keluarga selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @ ulizphd @DiahPertiwi1110

Pak semin menderita Benign Prostrat Hipertrofi

Pak semin menderita Benign Prostrat Hipertrofi


MUCHAMMAD DWI ANUGRAH (5, Pembengkakan Pembulu Darah + Patah Tulang). Alamat : Desa Proyonanggan, RT 5/5, Kec. Batang, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Dik Anugrah atau sering dipanggil Dik Nunug. Awalnya pada tahun 2014 Dik Nunug mengeluh gatal pada kaki kirinya, orang tuanya mengira bahwa gatalnya hanya karena alergi biasa. Semakin lama gatalnya semakin melebar dan kaki kirinya semakin bengkak. Saat diperiksakan ke RSUD Batang, dokter mendiagnosa Dik Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan permbengkakan pembuluh darah atau Hemangioma sehingga harus dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada bulan Januari 2016, Dik Nunug jatuh setelah didorong temannya saat bermain, sehingga harus dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter hanya memasang gips pada kaki kiri Dik Nunug, belum berani mengambil tindakan operasi karena Dik Nunug harus menjalani operasi besar, sehingga harus menunggu kondisi tulangnya membaik. Pada bulan Juli 2016 Dik Nunug kembali jatuh, dan saat dicek di RSUP Dr. Kariadi ternyata ada tulang yang lepas, sehingga harus segera dioperasi. Ayah Dik Nunug, Pak Sukirno (39) yang hanya bekerja sebagai buruh batu berpenghasilan pas-pasan dan ibunya, Bu Wahyuni (36) yang tidak bekerja ternyata tidak cukup untuk membawa Dik Nunug bolak-balik Semarang-Batang. Meskipun biaya pengobatan telah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Pada akhir Juli 2016 Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Nunug, yang selanjutnya Dik Nunug menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Bantuan dari sedekaholics ditujukan untuk Dik Nunug dan keluarga untuk membantu biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 918.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 19 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @Amel @DiahPertiwi1110

Dwi menderita Pembengkakan Pembuluh Darah + Patah Tulang

Dwi menderita Pembengkakan Pembuluh Darah + Patah Tulang


NUR HIKMAH (27, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Desa Karang Mulya, RT 4/4,  Kec. Suradadi Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, di bulan mei 2016, Nur Hikmah pernah bekerja di pabrik konveksi selama 2 bulan di Jakarta. Selama bekerja, Nur Hikmah sering mengalami batuk-batuk serta sesak napas. Batuk sering muncul saat Nur Hikmah kelelahan saat bekerja. Seringkali juga tangan dan kakinya berkeringat dingin dan muncul bintik-bintik kebiruan. Satu bulan yang lalu Nur hikmah berobat puskesmas Jatibogor dan dicurigai terdapat kelainan jantung bawaan. Sehingga dia dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal dan dilakukan echocardiogradi. Dari hasil pemeriksaan di dapatkan bahwa Nur Hikmah mengalami kelainan jantung bawaan yaitu Patent Cuctus Arteriosus (PDA) dan harus di rujuk ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi yaitu RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Nur Hikmah merasa kebingungan dengan hal ini, karena Nur Hikmah adalah seorang anak yang menjadi tulang punggung keluarganya. Ibunya telah meninggal dan sekarang harus bertanggung jawab mengurusi ayahnya. Keterbatasan biaya membuat pengobatan Nur Hikmah tidak dilanjutkan. Alhamdulillah, pada awal agustus 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Nur Hikmah. Saat ini Nur Hikmah telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan area Semarang dan telah memiliki fasiltas kesehatan berupa BPJS Non PBI Kelas III. Nur Hikmah melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kontrol rutin dilakukan untuk mengetahui perkembangan penyakit Nur Hikmah. Santuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Nur Hikmah selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @mbakipa @DiahPertiwi1110

Nur menderita Patent Ductus Arteriosus

Nur menderita Patent Ductus Arteriosus


SUNARTI BINTI SUPRAT (55, Patah Kaki Kiri). Alamat : Dusun Jetis, Desa Margosari, RT 4/2, Kec. Limbangan, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2003 lalu, Ibu Sunarti mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki bagian kiri patah sehingga harus dipasang pen. Selama 12 tahun setelah pemasangan pen, Ibu Sunarti tidak pernah melakukan kontrol ke dokter. Ibu Sunarti yang kesehariannya bekerja sebagai buruh di peternakan ayam dan masih memiliki tanggungan 4 orang anak merasa tidak mampu dengan besarnya biaya transportasi yang harus disiapkan. Meskipun biaya pengobatan Bu Sunarti sudah dicover fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Pada bulan November 2015 Ibu Sunarti mulai merasakan sakit di bagian tulang keringnya. Sejak saat itu, Ibu Sunarti mulai melakukan kontrol dan dianjurkan untuk melepas pen yang sudah terlalu lama berada di dalam tubuhnya. Pada tanggal 24 November 2015 Ibu Sunarti menjalani operasi pelepasan pen di RS Permata Medika Ngaliyan Semarang. Pen yang dilepas hanya yang berada di tulang kering saja, sedangkan yang di bagian paha belum dilepas dengan alasan tidak terasa sakit. Saat ini Ibu Sunarti dalam keadaan baik namun sudah tidak bekerja pasca operasi. Alhamdulillah pada akhir desember 2015 kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Sunarti dan saat ini Bu Sunarti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Setelah menjalani kontrol rutin di RSUD Soewondo Kendal, Bu Sunarti telah menjalani operasi pelepasan pen yang ke dua. Saat ini kondisi Bu Sunarti sudah sembuh dan bisa beraktifitas kembali secara normal. Santunan akhir ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo @haurilmnisfari @Arifin_yaa @DiahPertiwi1110

Bu sunarti menderita Patah Kaki Kiri

Bu sunarti menderita Patah Kaki Kiri


JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI (43,Penjepitan Syaraf Tulang Belakang + Lumpuh). Alamat : Jl. Sadewo VII/40, RT 1/4, Kel. Pendrikan Lor, Kab. Semarang Tengah, Prov. Jawa Tengah. Bu Juariyah adalah seorang guru les dan mengaji bagi anak-anak disekitar rumahnya. Bu Juariyah telah mengalami kelumpuhan dan penjepitan syaraf tulang belakang selama 10 tahun, hal ini menyebabkan Bu Juariyah hanya bisa duduk dan tidak bisa jalan. Saat ini Bu Juariyah telah menjalani paket terapi berupa fisioterapi (FT) dan okupasi terapi (OT) untuk mempertahankan kekuatan dan agar semua anggota tubuh bisa digerakkan dengan baik.Kemudian karena setelah dilakukan terapi okupasi dan bagian tangan respon cukup baik dan kemampuannya meningkat, maka disarankan dokter untuk menjalani okupasi terapi (OT) dan melatih gerakan tangannya dirumah sendiri. Sampai saat ini bu Juariyah menjalani fisioterapi selama dua minggu berturut- turut, terakhir kaki beliau disinar dan berusaha untuk diluruskan tetapi mengalami kesakitan pada kakinya dan akan dilakukan bergantian dengan okupasi terapi. Suami Bu Juariyah, Pak Wawan (48) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Pak Wawan hanyalah seorang tukang pijat dan mengalami kebutaan.Dari penghasilan sebagai guru les dan tukang pijat membuat mereka belum bisa membawa Bu Juariyah berobat secara maksimal. Pada pertengahan bulan Juli 2015 kurir #SRSemarang bertemu dengan Bu Juariyah dan keluarga. Alhamdulillah kini Bu Juariyah telah menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Bu Juariyah menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Non-PBI Kelas III. Tepat setahun Bu Juariyah menjadi pasien dampingan #SRSemarang harapan kesembuhan selalu diharapkan oleh beliau. Setelah bulan april kemaren bu Juariyah dirawat inap di RSUD Tugurejo Semarang. Sampai bulan Agustus ini kondisi Bu Juariyah stabil dan masih menjalani fisoterapi berupa penyinaran dan penyetruman syaraf agar aliran darah beliau lancar dan kondisinya tidak semakin lemas. Terima kasih #Sedekaholic yang telah ikut membantu untuk pengobatan Bu Juariyah, semoga Bu Juariyah segera pulih dan bisa lebih bermanfaat bagi sesama. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Juariyah selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @syamok @DiahPertiwi1110

Ibu juariyah menderita Penjepitan Syaraf Tulang Belakang + Lumpuh

Ibu juariyah menderita Penjepitan Syaraf Tulang Belakang + Lumpuh


NGATINI BINTI AMIR (36, Tumor Dagu). Alamat: Dusun Ngaliyan RT 03/13 Kel. Kalongan, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Sepuluh tahun yang lalu, sekitar tahun 2004, Bu Ngatini awalnya memiliki keluhan sakit gigi, kemudian muncul benjolan kecil di area dagunya. Benjolan tersebut semakin lama semakin membesar. Saat itu, Bu Ngatini diantar periksa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang oleh tetangganya yang bekerja sebagai perawat di RSUP Dr. Kariadi. Bu Ngatini divonis terkena tumor dagu jinak oleh dokter dan harus dilakukan operasi. Menurut dokter meskipun tumor tersebut jinak namun apabila tidak diambil maka semakin lama akan semakin besar dan akan mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Ngatini. Namun karena jarak dari rumah beliau menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang yang cukup jauh, terlebih dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan sampai sekarang belum dilakukan operasi pengangkatan tumor padahal tumor dagunya sudah sangat besar. Bu Ngatini bekerja di sebuah perumahan sebagai buruh bagian merawat taman. Suami Bu Ngatini, Pak Kuat dahulu bekerja sebagai kernet truk di Sumatra namun sekarang hanya  bekerja serabutan di rumah. Bu Ngatini masih mempunyai tanggungan 2 anak yang masih kecil dan bapak mertua yang sudah lansia. Saat ini Bu Ngatini sudah memiliki  fasilitas BPJS PBI Kelas III  yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Karena faktor kurangnya pengetahuan sehingga Bu Ngatini memerlukan pendampingan dalam proses pengobatan. Serta dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh. Tanggal 27 Januari 2016 Tim #SedekahRombongan bertemu dengan Bu Ngatini, setelah melakukan obrolan panjang akhirnya tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Ngatini.  Pada tanggal 4 Februari 2016, atas rujukan dari RSUD Ungaran, Bu Ngatini melakukan kontrol pertama di RS Tugu Semarang dengan dampingan tim #SedekahRombongan di Poli Onkologi. Karena kondisi tumornya yang sudah sangat besar dan sudah menyerang rahang, dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi dengan resiko Bu Ngatini akan kehilangan semua gigi bagian bawahnya sebab rahang bawah harus diganti dengan pen. Dan Bu Ngatini bersedia dengan resiko tersebut. Karena keterbatasan alat di RS Tugu, Bu Ngatini dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.Alhamdulillah, tanggal 28 April 2016, Bu Ngatini menjalani operasi pengangkatan tumor di RSUP Dr. Kariadi Semrang. Operasi berjalan dengan lancar dan saat ini Bu Ngatini sedang dalam masa pemulihan pasca operasi di RSDK. Selang bantu makan sudah dilepas tanggal 25 Mei 2016. Alhamdulilah saat ini, Bu Ngatini sudah bisa menutup mulutnya dengan sempurna dan memakan makanan biasa yang teksturnya lunak. Meskipun Bu Ngatini masih belum jelas ketika berbicara dan luka jahitan operasi sebelah kiri belum kering, akan tetapi kondisi luka Bu Ngatini dalam kondisi yang bagus. Bu Ngatini menjalankan kontrol rutin satu minggu sekali untuk memeriksa dan membersihkan luka jahitan setelah operasi. Saat ini, kondisi Bu Ngatini semakin membaik #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Ngatini menjalani pengobatan di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Ngatini lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Ibu ngatini menderita Tumor Dagu

Ibu ngatini menderita Tumor Dagu


SUNARTI BINTI ASTAP (38, Kanker Ovarium). Alamat : Karangmalang, RT 4/2, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Prov.Jawa tengah. Pada tahun 2013 lalu, Bu Sunarti mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke RSUD setempat diketahui terdapat tumor dalam perut Bu Sunarti. Pihak keluarga Bu Sunarti tidak langsung melakukan pengobatan kepada Bu Sunarti karena kala itu Bu Sunarti masih bekerja di luar kota. Tahun 2014, Bu Narti pertama kali melakukan tindakan operasi di RSUD Soesilo Slawi.Namun, setahun kemudian perut Bu Sunarti terlihat bertambah besar. Bu Sunarti lalu melakukan operasi ke-2 di RSI Singkil Tegal dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dirujuk ke Semarang, Bu Sunarti tidak langsung melanjutkan pengobatan di Semarang. Tidak adanya biaya membuat pengobatan tertunda meskipun biaya pengobatan telah dicover fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI kelas III yang buatkan perangkat desa setempat. Alhamdulillah, pada bulan Juni 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, Bu Sunarti kemudian dibawa ke Semarang dan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Semarang. Saat ini Bu Sunarti telah melakukan beberapa kali kontrol di Poli Kandungan RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Sunarti segera pulih dan sehat kembali. Bantuan disampaiakan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 918.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir: @indrades @idaiddo @restirianii @DiahPertiwi1110

Ibu sunarti menderita Kanker Ovarium

Ibu sunarti menderita Kanker Ovarium


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium). Alamat : Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Ibu Musiyam mengalami keputihan terus-menerus. Ibu Musiyam mengira keputihan yang biasa terjadi menjelang datang bulan. Setelah satu bulan keputihan tersebut tidak kunjung berhenti bahkan Ibu Musiyam merasakan ada benjolan pada bagian perut. Sehingga menyebabkan Ibu Musiyam susah buang air kecil. Kemudian Ibu Musiyam berobat ke RSUD Kajen Pekalongan. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Ibu Musiyam menderita kanker ovarium atau dalam bahasa awam dikenal sebagai kanker indung telur. Kemudian Ibu Musiyam dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk penanganan lebih intensif. Ibu Musiyam menjalani operasi pengangkatan kanker pada rahim di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pasca operasi pengangkatan kanker, Ibu Musiyam telah menjalani kemoterapi 6 kali untuk membunuh sel-sel kanker yang ada.  Dari hasil USG masih terlihat bahwa kanker di indung telur Ibu Musiyam masih ada, dan ukurannya semakin membesar. Posisi kanker semakin mendesak organ ginjal sehingga mengganggu fungsi sistem perkemihannya. Ibu Musiyam yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Ibu Musiyam yaitu Bapak Kasdolah (42) sebagai tukang batu di Jakarta yang penghasilannya tidak menentu seakan-akan ingin menyerah. Ibu Musiyam juga masih memiliki tanggungan 2 anak yang belum bekerja. Pengobatan cukup panjang harus dilalui Ibu Musiyam. Kesulitan biaya transportasi juga menjadi kendala utama. Biaya pengobatan sudah dicover BPJS Non-PBI Kelas III. Alhamdulillah pada akhir tahun 2014, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Musiyam dan sepakat mendampingi selama berobat. Saat ini Ibu Musiyam sedang dijadwalkan untuk untuk operasi pemasangan selang ke ginjal. Bantuan dari sedekaholics ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya akomodasi Bu Musiyam saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir: @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Ibu siti menderita Kanker Ovarium

Ibu siti menderita Kanker Ovarium


MARYATI BINTI KASNURI (32, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Jln. Kakaktua RT 4/3 No.10, Gang 1 Randu Gunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2013 lalu, Bu Maryati memiliki benjolan di bagian payudaranya. Kemudian Bu Maryati memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Bu Maryati menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis, dokter merujuk Bu Maryati berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pengobatan pertama dilakukan setelah Bu Maryati melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan kanker Bu Maryati dioperasi, karena saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar, dokter menyarankan agar Bu Maryati segera dioperasi, akan tetapi Bu Maryati tidak berani melakukan operasi. Selain itu, karena keterbatasan biaya, kanker Bu Maryati dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Bu Maryati sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suami Bu Maryati, Bapak Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Bu Maryati, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Bu Maryati terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Bu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kankernya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di liver, dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan Bu Maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol pada tanggal 3 Juni 3016, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Alhamdulillah, Bu Maryati sudah menjalani operasi pengangkatan rahim. Operasi berjalan dengan lancar, namun Bu Maryati masih harus menjalani kemoterapi pasca operasi. Selama menjalani pengobatan Ibu Maryati tinggal di RSSR Semarang. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Maryati bisa lekas sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @Indrades @Ida @NoniiFurry @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Ibu maryati menderita  Kanker Payudara Kanan

Ibu maryati menderita Kanker Payudara Kanan


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Tulang). Alamat : Pasar Banggi, RT 1/3, Kec. Rembang, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Awalnya, Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) seorang ibu rumah tangga. Pak Heri masih memiliki 3 tanggungan anak yang masih sekolah, akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Dik Giat telah memiliki BPJS PBI Kelas III. Pada awal Maret 2016 lalu, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa  pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan  lanjutan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang. Bantuan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.297.100,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @bram_gp @DiahPertiwi1110

Giat menderita Patah Tulang

Giat menderita Patah Tulang


REZA ADITIYA PRATAMA (3, Megacolon Disease). Alamat : Desa Kedunguter, RT 9/2, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir Reza tidak dapat buang air besar seperti pada umunya. Pihak rumah sakit membantu dengan obat agar Reza bisa buang air besar. Karena tidak ada hasil akhirnya Reza dirujuk ke RS Bhakti Asih Brebes dengan harapan Reza bisa mendapat penanganan lebih intensif agar dapat buang air besar. Namun selama 9 hari lamanya, Reza tetap tidak bisa buang air besar. Kemudian Reza dirujuk ke RS Mitra Keluarga Tegal untuk melakukan rontgen. Dari pemeriksaan dokter diketahui bahwa  Reza mengidap penyakit  megacolon disease atau suatu penyakit yang terjadi karena adanya kelemahan pada persyarafan usus besar yang letaknya terbawah disekitar daerah anus. Hal tersebut  menyebabkan Reza tidak dapat buang air besar. Reza kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melakukan operasi colostomi(pembuatan anus sementara pada perut). Ayah Reza yaitu Bapak Hendro Yulistiono (30) adalah seorang petani  dan ibunya yaitu Ibu Sugiarti (25) seorang ibu rumah tangga, mengatakan bahwa tidak ada biaya jika harus pulang-pergi ke Semarang. Mengingat jarak rumah ke Semarang cukup jauh, sehingga beliau membutuhkan biaya cukup banyak untuk akomodasi. Reza telah memiliki fasilitas kesehatan yaitu BPJS Non PBI Kelas III. Alhamdulillah pada bulan Oktober 2016, tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Reza dan kurir sepakat mendampingi selama berobat. Saat ini Reza sudah menjalani operasi colostomi. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Reza dan keluarga saat berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir: @indrades @idaiddo @colourish_ @DiahPertiwi1110

Reza menderita Megacolon Disease

Reza menderita Megacolon Disease


SEPTIANA DEWI (3, Tumor Pipi). Alamat : Jl. Angkatan 66, Gang 10A, RT 4/2, Desa Kramatsari, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, 2 hari setelah Septi lahir diketahui ada benjolan pada pipi kiri.Kemudian orang tua Septi membawa ke RSUD Bendan Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.Setelah diakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Septi menderita tumor pipi. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut.Pada akhir September 2014, Septi dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan telah dilalui oleh Septi. Dokter menyarankan Septi untuk menjalani operasi pada usia 1 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Pada oktober 2015, Septi menjalani operasi pengangkatan tumor tahap satu dan selanjutnya dilakukan rekontruksi wajah. Hingga saat ini, Septi telah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 7 kali.Saat ini Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan pasca operasi. Ayah Septi, Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya, Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga, merasa kesulitan ketika berobat ke Semarang karena jarak yang sangat jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga pada pertengahan September 2014 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Septi dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dan menjadikan Septi sebagai pasien dampingan #SedekahRombongan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 918.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 26 September 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo @haurilmnisfari @DiahPertiwi1110

Septi menderita Tumor Pipi

Septi menderita Tumor Pipi


AMRIH MARYANTO (23, Tumor Mata Kiri). Alamat : Dusun Ngabean, RT 4/3, Kel. Pringapus Kec. Pringapus, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Mas Amrih telah menderita tumor di bagian mata sejak lahir, sudah dilakukan operasi pada saat berusia 7 bulan dengan biaya pribadi yang dibayar secara diangsur selama berbulan-bulan.Setelah lulus SMP tumor kembali membesar dan dilakukan operasi kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan biaya swadaya masyarakat. Pada tahun 2014 tumor kembali membesar dan oleh dokter kembali disarankan untuk melakukan operasi, namun sampai sekarang belum dilakukan operasi karena terkendala biaya. Meskipun pada saat itu pasien sudah memiliki kartu Jamkesda namun dari Jamkesda tidak semua biaya dicover oleh jaminan kesehatan tersebut, sehingga pasien dan keluarga memutuskan untuk tidak melakukan operasi. Ayah Amrih, Bapak Mujiono (55) bekerja sebagai penjual sosis keliling dan Ibu Amrih, Ibu Sukarsih (55) bekerja sebagai penjual gendar pecel keliling mengungkapkan kesedihannya saat tim kurir #SedekahRombongan berkunjung. Atas berbagai pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Mas Amril. Kemudian Mas Amril dibawa ke Semarang untuk melakukan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah, pada tanggal 5 April 2016, MasAmrih telah dilakukan operasi. Pasca operasi, Mas Amrih menjalani kontrol rutin untuk melihat kondisi dari kankernya.Setelah kontrol pasca operasi dokter menyarankan agar Mas Amrih kini melanjutkan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi. Bantuan dari sedekahholics ditujukan untuk Mas Amrih dan keluarga untuk biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @Arifin_yaa @DiahPertiwi1110

Amrih menderita Tumor Mata Kiri

Amrih menderita Tumor Mata Kiri


AMAR MALIK SUKARYO (1, Hydrocephalus). Alamat: Sekuro RT 9/2 Kec. Mlonggo, Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Amar adalah buah hati pertama dari pasangan suami istri Pak Agus (35) dan Bu Afifah (20).Awalnya pihak keluarga tidak menyadari bahwa Amar menderita penyakit hydrocephalus yang ditandai dengan membesarnya ukuran kepala akibat penumpukan cairan dalam otak dan mata menghadap kebawah. Pihak keluarga baru menyadari bahwa Amar tidak seperti bayi normal pada pertengahan bulan juni 2016, kepala Amar lebih sering jatuh ke belakang seperti terlihat berat. Namun, hal tersebut belum benar-benar membuat Bu Afifah sadar bahwa kepala Amar berukuran lebih besar.Hingga pada suatu hari topi yang biasa dipakai Amar beberapa hari yang lalu menjadi tidak muat dipakai lagi.Ayahnya, Pak Agus yang mengetahui hal tersebut segera membawa Amar ke dokter daerah dan langsung dinyatakan bahwa Amar positif hydrocephalus. Amar kemudian disarankan segera operasi di Semarang.Hidup sederhana dan seadanya tidak membuat Pak Agus putus asa memperjuangkan kesembuhan Amar. Pak Agus yang bekerja sebagai buruh harian lepas  segera membuat BPJS Non PBI Kelas II untuk mempermudah proses pengobatan Amar. Namun, kesulitan biaya transportasi membuat orang tua Amar kembali bersedih. Jarak Jepara dan Semarang yang cukup jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Seakan-akan Pak Agus ingin menyerah.Sementara gaji yang diterima Pak Agus hanya cukup untuk makan dan memenuhi keperluan Amar sehari-hari. Alhamdulillah, pada akhir juli 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Amar dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Amar. Amar dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Tahap demi tahap pemeriksaan Amar lalui dengan lancar. Saat ini Amar sedang menunggu jadwal untuk menjalani operasi pemasangan selang pada kepala untuk mengurangi cairan.Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 917.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @oris_tiana @DiahPertiwi1110

Amar menderita Hydrocephalus

Amar menderita Hydrocephalus


KUSMIATUN BINTI SUDIRJO (36, Jantung Bocor). Alamat : Tamansari RT 4/5, Desa Tamansari, Kec. Karanglewas, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Awalnya rasa sakit yang dialami oleh Ibu Kusmiatun ini terjadi sekitar tahun 2013, dimana dadanya terasa sesak, berdebar dan lemas. Kemudian beliau memeriksakan diri ke RSU Margono Purwokerto, dan diketahui bahwa Ibu Kusmiatun mengalami gangguan jantung yaitu jantung bocor. Dikarenakan adanya keterbatasan biaya, orang tua ibu Kusmiatun yang hanya seorang buruh tani ini merasa berat ketika dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. Akhirnya ibu Kusmiatun hanya melakukan kontrol dan obat jalan ketika kambuh dan tidak kuat menahan sakit. Alhamdulillah di bulan Juli 2016 kami dipertemukan dengan ibu Kusmiatun sehingga beliau bisa melanjutkan pengobatan kembali. Mengingat tindakan medis bu Kusmiatun sudah ter-cover oleh Jamkesmas, maka kami Tim Kurir Sedekah Rombongan mencoba membantu biaya operasional selama berobat di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ibu Kusmiatun kontrol kedua pada tanggal 24 Agustus 2016, hasil USG menunjukkan bahwa klep jantung sudah bocor dan HB rendah. Oleh karena itu dokter mengharuskan tindakan operasi, namun operasi baru akan direncanakan pada bulan Maret 2017. Saat ini bu Kusmiatun hanya melakukan kontrol rutin tiap bulan. Kami juga mohon doa dari sedekaholics semoga ibu Kusmiatun cepat pulih dari sakitnya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 915.

Jumlah Bantunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @asteria @DiahPertiwi1110

Bu kusmiatun menderita Jantung Bocor

Bu kusmiatun menderita Jantung Bocor


ROMADHON BIN CUNDUK  (50, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan PBI Kelas III. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir #SedekahRombongan.Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sedang menjalani kontrol rutin sebelum dilakukan dindakan medis yang lain. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza @DiahPertiwi1110

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani pemulihan pasca operasi pembuatan lubang anus. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 918.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @DiyahSumanti @DiahPertiwi1110

Wildan menderita Atresia Ani

Wildan menderita Atresia Ani


MOHAMMAD YUSUF RAMADHANI (10, Jantung Bocor). Alamat : Desa Bojong Minggir, RT 11/6, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, saat lahir Yusuf mengalami batuk, hidung tersumbat, dan sesak napas. Kondisi tersebut membatasi aktivitas Yusuf, sehingga Yusuf tidak dapat melakukan aktivitas sebagaimana anak seumurannya. Pada saat Yusuf menginjak usia 40 hari, pihak keluarga memutuskan untuk memeriksakan Yusuf ke RSUD Kajen Pekalongan. Kemudian saat Yusuf menginjak usia 1,5 tahun, Yusuf diperiksakan lagi ke  RSUD Kajen Pekalongan karena sakitnya yang tidak kunjung sembuh. Ternyata, Yusuf menderita penyakit Jantung Bocor. Dokter menyarankan agar Yusuf melakukan kontrol secara rutin demi kelancaran proses pengobatan dan bisa segera melakukan operasi pembedahan jantung. Ayah Yusuf yaitu Bapak Muji Slamet (46) yang bekerja sebagai buruh dan Ibu Syarifah (36) sebagai ibu rumah tangga. Pak Muji tidak memiliki cukup biaya untuk biaya akomodasi yang cukup besar. oleh karena itu pengobatan Yusuf dihentikan. Yusuf sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu BPJS PBI Kelas III. Alhamdulillah, atas izin Allah pada awal januari 2015 tim #SedekahRombongan bertemu dengan Yusuf. Yusuf kembali menjalani serangkaian pengobatan dan operasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Yusuf masih menjalani proses pemulihan pasca operasi dengan meminum obat dari resep dokter. Kondisi Yusuf semakin membaik, sehingga yang semula kontrol sebulan sekali menjadi 3 bulan sekali. Bantuan dari Sedekaholics telah disampaikan guna membantu biaya akomodasi dan pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2016.
Kurir : @indrades @idaiddo @nisa_unnes @DiahPertiwi1110

Yusuf menderita  Jantung Bocor

Yusuf menderita Jantung Bocor


RAHARJO PRAYITNO (36, Infeksi Tulang Belakang). Alamat : Desa Wanasari, RT 2/3, Kec. Margasari, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, Pak Raharjo mengeluh kelelahan dan sakit pada bagian bahu, sehingga melakukan pengobatan alternatif akupuntur. Namun tidak sampai dua bulan setelah menjalani akupuntur, Pak Raharjo mengalami kelumpuhan pada kedua kaki, kemudian mati rasa mulai dari dada hingga kaki. Setelah diperiksakan ke RSUD Kardinah Tegal, dokter mendiagnosa bahwa penyebab kelumpuhan adalah karena adanya infeksi pada tulang belakang Pak Raharjo. Dokter di RSUD Kardinah Tegal kemudian merujuk Pak Raharjo ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melakukan pengobatan lebih lanjut. Seketika Pak Raharjo tidak bisa melanjutkan pengobatan di Semarang karena tidak memiliki biaya untuk pulang pergi ke Semarang meskipun biaya pengobatan sepenuhnya telah dicover BPJS Non-PBI Kelas III yang dimiliki Pak Raharjo. Semenjak mengalami kelumpuhan, Pak Raharjo yang menjadi tulang punggung keluarga terpaksa berhenti bekerja, sehingga keluarganya harus bergantung pada kedua orang tua Pak Raharjo yaitu, Pak Sudaryo (58) seorang buruh kecap dan Bu Tarisi (56). Pada pertengahan Juli 2016, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Raharjo di rumahnya. Saat ini Pak Raharjo telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan dapat melanjutkan pengobatan di Semarang. Pak Raharjo sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum dilakukan tindakan medis yang lain. Bantuan kembali diberikan untuk membantu biaya akomodasi Pak Raharjo saat berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 918.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 26 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Pak raharjo menderita  Infeksi Tulang Belakang

Pak raharjo menderita Infeksi Tulang Belakang


SURONO BIN TARMUJI (42, Patah Kaki + Stroke).Alamat : Desa Jawisari RT 1/1 Kec. Limbangan, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 1992 Pak Surono kerja di RB PURA RAHARJA Jogjakarta bagian administrasi kemudian menikah pada tahun 1996. Pada tanggal 3 December 2009 Pak Surono mengalami stroke ringan di sebelah kiri. Pihak keluarga membawa Pak Surono ke RS. Bethesda Jogja untuk mendapat perawatan lebih intensif. Setelah itu stroke Pak Surono sering kambuh sampai menyerang tubuh bagian kanan hingga menyebabkan bibir me-merot kesamping. Kondisi Pak Surono tak kunjung menunjukkan perbaikan justru pada tahun 2010 penyakit Pak Surono semakin parah sampai menyerang kondisi kejiwaan dan membuat kesehatannya tidak stabil. Belum lepas dari stroke ringan yang di derita, pada awal bulan November 2011 Pak Surono mengalami kecelakaan bersama anak pertama beliau hingga menyebabkan kaki Pak Surono patah dan harus dilakukan operasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping Jogja. Dibutuhkan biaya sekitar 25 juta untuk operasi pemasangan pen di kaki namun apa daya keluarga tidak mempunyai simpanan uang sebanyak itu. Setelah meminjam kesana kemari keluarga Pak Surono hanya memperoleh pinjaman 2 juta, hanya cukup untuk menebus obat dan membayar administrasi rumah sakit .Keterbatasan dana dan tidak adanya fasilitas kesehatan membuat pengobatan Pak Surono pun ditunda hingga tahun 2013. Alhamdulillah atas ijin Allah, pertengahan tahun 2013 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Surono. Setelah mengalami tahap survey, saat ini Pak Surono telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan Pak Surono dapat melanjutkan pengobatan kembali. Tim kurir #SedekahRombongan juga membantu proses pembuatan BPJS Non-PBI Kelas III untuk Pak Surono. Pak Surono telah menjalani serangkaian pengecheckan secara intensif di RSUD Tugurejo Semarang, dan saat ini Pak Surono telah menjalani operasi pengambilan pen pada kaki. Bantuan pun disampaikan guna keperluan berobat dan keseharian Pak Surono selama menunggu panggilan untuk operasi di RSUD Tugurejo Semarang. Semoga Pak Surono lekas sembuh dan dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 915.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.600.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @rifqiizzaturrijal @DiahPertiwi1110

Pak surono menderita Patah Kaki + Stroke

Pak surono menderita Patah Kaki + Stroke


SALAMAH BINTI TAMRIN (24, Kista). Alamat : Desa Jembayat, RT 1/2, Kec. Margasari, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Mbak Salamah adalah anak pasangan Bapak Tamrin (53) dan Ibu Wahyuni (43). Bapaknya hanyalah seorang sopir metromini, dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Mbak Salamah sudah berkeluarga, memiliki satu orang putra yang berumur 21 bulan. Mbak Salamah telah melakukan 3 kali operasi pada bagian perut. Yang pertama operasi caesar saat melahirkan putra pertamanya bulan November 2014. Saat operasi caesar tersebut baru diketahui bahwa mbak Salamah memiliki kista di perutnya (2 biji, besar dan kecil). Operasi kedua adalah operasi usus buntu pada bulan Mei 2016, dan yang ketiga operasi pengangkatan kista di bulan Juni 2016 namun operasi terebut gagal karna dokter tidak berani melanjutkan dikarenakan kistanya yang sudah mengalami perlengketan dengan usus sehingga saat ini mbak Salamah dirujuk berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun, Mbak Salamah tidak langsung ke Semarang karena tidak ada biaya. Mbak Salamah memilih tidak melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah pada awal Agustus 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mbak Salamah sehingga Mbak Salamah dapat melanjutkan pengobatan kembali. Kurir juga membantu pembuatan fasilitas kesehatan berupa BPJS Non-PBI Kelas III untuk Mbak Salamah. Saat ini Mbak Salamah sedang menjalani kontrol rutin sambil menunggu keputusan dari dokter. Santunan dari Sedekaholics kami sampaikan kepada mbak Salamah untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan: Rp. 600.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @colourish_ @DiahPertiwi1110

Salamah menderita  Kista

Salamah menderita Kista

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SYAIFUL YUSUF 500,000
2 OTONG MULAWARMAN 1,000,000
3 IWAN SETIAWAN 500,000
4 MTSR BANDUNG RAYA 2 4,111,000
5 RIANTI DIANA PANJAITAN 500,000
6 BENI SUPARDI 500,000
7 FIRDASARI BINTI KANTA 500,000
8 ADE KODARIYAH 750,000
9 SAMSUL BAHARI 1,000,000
10 MAMAN SURYAMAN 500,000
11 NAMIH BINTI NILAN 500,000
12 MTSR BEKASI 4,000,000
13 PUNGUT BINTI NILAN 1,000,000
14 NITA ROSDIANA 1,000,000
15 YUSUF BIN ROYANI 500,000
16 RSSR BANDUNG RAYA 3,476,500
17 WAHIDA BINTI KEJJE 1,000,000
18 ENJELINA BINTI PETRUS REO 1,000,000
19 DERMAWAN BIN SAMPARDI 1,000,000
20 IGNASIUS LABA 1,000,000
21 JUSTINA DUMA SANGGOLA 1,000,000
22 MAWIL BIN SIMA 750,000
23 DEWI SARTIKA 1,000,000
24 GORIS BUGAN 1,000,000
25 BAKRI BIN SANNENG 1,000,000
26 MUHAMMAD ARKAM 1,400,000
27 MUJIYEM Binti KARDIYONO 500,000
28 ASROPY BIN RUMISAS 2,000,000
29 RIKI MANURVA 1,500,000
30 MUHAMMAD YASIR 1,500,000
31 YAYASAN PENDIDIKAN AL QURAN AL MARQ 500,000
32 PANTI ASUHAN YATIM DAN DHUAFAH MUSTIKA TAMA 1,000,000
33 PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN AL MURTADLO 1,000,000
34 PONDOK PESANTREN AL QUR’ANI 1,000,000
35 PONDOK PESANTREN AL MARDHOTILLAH 1,000,000
36 PANTI ASUHAN DAN SLB SEKAR HANDAYANI 1,000,000
37 PANTI ASUHAN ABK 1,000,000
38 MASJID AL-FATAH TUREN 3,000,000
39 PONDOK PESANTREN AR-RAUDHAH 3,700,000
40 PANTI ASUHAN ULIL ABAB 1,000,000
41 LISYE ARIYANI 1,000,000
42 KASIANI BINTI NITIGIMAN 2,189,273
43 ASREVI SINGGIH 800,000
44 HARTATIK BINTI JO PAWIRO 500,000
45 EKA YULIATI 500,000
46 RATEMI BINTI SAMSURI 600,000
47 PONPES AL MUHAJIRIN 1,000,000
48 MAJALAH TEMBUS LANGIT #SR VOLUME 12 6,500,000
49 KISWAT BIN TIMBUL 1,000,000
50 SUMINAH BINTI KASNADI 500,000
51 SRI PUJIATI 600,000
52 MUHAMMAD ASYARI 900,000
53 SUDI 2,000,000
54 MAYLINDA WIDIANI 500,000
55 SEMIN BIN DANURI 500,000
56 MUCHAMMAD DWI ANUGRAH 600,000
57 NUR HIKMAH 500,000
58 SUNARTI BINTI SUPRAT 1,000,000
59 JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI 500,000
60 NGATINI 500,000
61 SUNARTI BINTI ASTAP 600,000
62 SITI MUSIYAM 1,700,000
63 MARYATI BINTI KASNURI 900,000
64 GIAT AGUS SALIM 2,297,100
65 REZA ADITIYA PRATAMA 700,000
66 SEPTIANA DEWI 700,000
67 AMRIH MARYANTO 600,000
68 AMAR MALIK SUKARYO 1,000,000
69 KUSMIATUN BINTI SUDIRJO 500,000
70 ROMADHON BIN CUNDUK 1,000,000
71 MUHAMAD WILDAN AFANI 1,300,000
72 MOHAMMAD YUSUF RAMADHANI 500,000
73 RAHARJO PRAYITNO 1,300,000
74 SURONO BIN TARMUJI 1,600,000
75 SALAMAH BINTI TAMRIN 600,000
Total 87,673,873

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 87,673,873,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 920 ROMBONGAN

Rp. 44,285,697,422,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.