Rombongan 919

Harta tidak akan berkurang karena sedekah.
Posted by on December 1, 2016

WARSINI BINTI ASTRO PAING (78, Asam Urat/Diabetes Melitus/Katarak). Alamat: Desa Langenharjo RT.05/RW.01, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Beliau diusianya yang sudah sepuh, Mbah Warsini tinggal seorang diri di Dukuh Jetak. Dulunya beliau bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi diri sehari-hari bersama suaminya, Mbah Paeman yang sudah lama meninggal dunia terlebih dahulu. Tetapi sudah lama beliau tidak bisa bekerja lagi, karena faktor usia yang semakin menua dan penyakit yang mulai berdatangan padanya. Dan hasil pemeriksaan bidan Desa Bu Eko diketahui bahwa beliau menderita penyakit asam urat, diabetes dan katarak. Bahkan 1 tahun yang lalu, ibu jari kaki beliau yang sebelah kiri harus diamputasi karena penyakit diabetes yang Mbah Warsini derita. Untuk pengobatan, Mbah Warsini memanfaatkan kartu Jamkesmas yang diberikan pemerintah desa kepada beliau. Sebenarnya beliau dulu tidak tinggal sendiri karena tidak dianugerahi anak, Mbah Warsini mengadopsi 3 anak. Tapi seiring waktu berlalu anak angkatnya tumbuh dewasa bahkan beliau menyekolahkan mereka sampai lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Tetapi ketika para anak angkat beliau sudah bekerja dan hidup mapan, tidak satupun dari mereka menjenguk Mbah Warsini dan beliau sekarang hidup seorang diri dan tidak dapat bekerja lagi karena sakit yang dideritanya. Bahkan untuk makan dan kebutuhan sehari-hari beliau bergantung pada ponakan dan bantuan dari tetangga yang prihatin dengan keadaannya. Kurir #SedekahRombongan merasa prihatin dengan keadaan beliau dan kemudian memberikan santunan kepadanya. Semoga dengan santunan itu bisa sedikit membantu dalam memenuhi kebutuhan beliau.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 26 September 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @WahyuSantoso

Ibu warsini menderita Asam Urat/Diabetes Melitus/Katarak

Ibu warsini menderita Asam Urat/Diabetes Melitus/Katarak


UMBAR BIN TRO SULAKAH (54, Biaya Kebutuhan Hidup). Alamat: Dukuh Nglecong RT.05/RW.2, Desa Pagendisan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Pak Umbar tinggal bersama keluarganya dirumah yang sangat sederhana bahkan bisa dibilang memprihatinkan. Karena beliau dan keluarganya hanya tinggal dirumah yang berlantaikan tanah dan berdindingkan dinding anyaman dari bambu, atapnya pun bocor disana sini ketika hujan tiba. Sedangkan Pak Umbar hanya bekerja sebagai petani dan Bu Suginah (49) pun sama, ia hanya bekerja sebagai petani juga. Mereka bertani semampu biaya dan tenaganya, maka sering kali keluarga ini tidak mendapatkan hasil panen yang cukup. Apalagi untuk menghidupi keempat anak mereka yang hampir semua memiliki kecerdasan dibawah normal. 3 anak mereka tidak bersekolah yaitu Puji Lestari (24) anak pertama, Darmin (18) anak kedua, bahkan Mulyono (14) anak mereka ketiga mengalami kelumpuhan. Sedangkan hanya Aan (13) anak mereka keempat yang bisa mengecap pendidikan dan Alhamdulillah ia sekarang kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Karena kekurangan biaya yang Pak Umbar alami, Mulyono anak ketiganya tidak pernah beliau periksakan ke dokter. Walaupun beliau punya kartu Jamkesmas tetapi karena kurangnya pengetahuan tentang cara penggunaannya, kartu itupun tidak pernah Pak Umbar gunakan. Untuk makan sehari beliau dan keluarga sering sekali kekurangan, bahkan para saudara karena merasa prihatin melihat keadaannya sering membantu untuk memenuhi kebutuhannya. Mendengar kondisi yang Pak Umbar dan keluarga alami, Kurir #SedekahRombongan merasa prihatin dengan keadaan yang beliau alami. Kurir #SedekahRombongan pun berkunjung kerumah beliau dan memberikan santunan. Semoga dengan santunan itu bisa sedikit membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau dan keluarganya.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 02 Oktober 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Hendro

Bantuan Biaya Kebutuhan Hidup

Bantuan Biaya Kebutuhan Hidup


REMI BINTI KARSIDIN (71, Katarak/Penurunan Daya Pendengaran). Alamat: Desa Sitiluhur RT.03/RW,02, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Remi diusianya yang sudah tua, beliau tetap semangat untuk bekerja mencari nafkah. Walaupun harus bersusah payah beliau bekerja karena usia yang sudah sangat sepuh atau tua. Kesehatan beliau yang semakin menurun, apalagi panca indranya sudah mulai melemah. Tapi Mbah Remi tetap semangat untuk mencari nafkah sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sekarang beliau tidak bisa bekerja lagi karena sakit yang beliau derita. Sakit karena faktor usia, penurunan daya pendengarnya dan katarak membuat beliau tidak dapat bekerja lagi. Apalagi ditambah Mbah Sehman, suami beliau telah terlebih dahulu meninggal dunia dan Kartini (35) anaknya mengalami keterbelakangan mental. Keadaan bertambah prihatin karena beliau tidak punya biaya untuk berobat, bahkan kartu jaminan kesehatan dari daerah pun tidak beliau miliki padahal Mbah Remi adalah betul-betul keluarga yang tidak mampu. Apalagi sekarang untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, beliau mengandalkan uluran tangan dari saudara dan tetangga yang prihatin dengan keadaannya. Kurir #SedekahRombongan juga ikut merasa kasihan dengan keadaan beliau dan anaknya. Setelah mendapat informasi tentang Mbah Remi, Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilahturahmi ke rumah beliau dan memberikan santunan. Semoga dengan santunan itu bisa membantu Mbah Remi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Yayan

Bu remi menderita Katarak/Penurunan Daya Pendengaran

Bu remi menderita Katarak/Penurunan Daya Pendengaran


MARNI BIN ARJOYAS (61, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Desa Lahar, RT.03/RW.02, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Diusianya yang sudah tua, seharusnya Mbah Marni duduk diam menikmati masa tua dirumah bersama keluarganya. Tetapi itu semua tidak seperti kenyataannya, diusia beliau yang sudah tua Mbah Marni tinggal sebatang kara di rumah yang bisa dikatakan sangat sederhana. Keseharian beliau hanya mengais sisa-sisa panen atau “ngasak” kalau istilah orang jawa. Dari hasil ngasak itulah beliau menjualnya untuk kebutuhan sehari-hari dan sebagian hasilnya Mbah Marni sisihkan untuk makan. Beliau hanya tinggal seorang diri karena Mbah Karni belum pernah berumah tangga sebelumnya. Dulu beliau tinggal bersama orang tuanya tetapi orang tua Mbah Marni telah terlebih dahulu meninggal dunia. Oleh karena itu diusianya yang sudah tua beliau tetap bekerja keras agar bisa memenuhi kehidupan sehari-hari. Karena hasil beliau ngasak tidak pasti, kadang Mbah Karni harus hutang di toko sembako untuk memenuhi kebutuhannya. Di usia yang sudah tua pula sering kali beliau sakit dan dengan mengandalkan kartu Jamkesmas Mbah Marni berobat di puskesmas didesanya. Bahkan karena iba dengan keadaan beliau, sering sekali tetangganya memberikan bantuan baik berupa makanan dan kebutuhan lainnya. Mendengar kesusahan yang Mbah Marni rasakan, Kurir #SedekahRombongan merasa sedih dan prihatin. Kemudian Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi kerumah beliau dan memberikan santunan kepada Mbah Marni. Semoga dengan santunan itu bisa bermanfaat dan membantu meringankan kebutuhan sehari-hari beliau.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 24 September 2016
Kurir: @robbyadiarta  @dewa_popfmpati @Hendro

Bantuan Biaya Hidup

Bantuan Biaya Hidup


SUKINAH BINTI TRO JONO (70, Biaya kebutuhan hidup). Alamat: Desa Durensawit, RT.03/RW.01, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Sukinah diusia yang sudah sepuh hanya tinggal seorang diri dirumahnya. Keseharian beliau dahulunya bekerja sebagai buruh tani tetapi karena faktor usia yang sudah tua, kondisi tubuh Mbah Sukinah mulai kurang sehat dan untuk bekerja pun sudah tidak kuat lagi. Sedangkan diusianya yang sudah tua dan kurang sehat lagi beliau hanya tinggal sebatang kara. Anaknya yang telah menikah dan cucunya, tidak bisa menengok Mbah Sukinah karena mereka tinggal jauh diluar kota. Keadaan beliau bertambah memprihatinkan karena rumah yang beliau tempati, bisa dibilang tidak layak huni. Karena tiang penyangga rumah Mbah Sukinah mulai rapuk dan hampir ambruk, bahkan bagian belakang rumahnya sudah ambruk. Ditambah lagi kondisi rumah beliau yang tidak memiliki kamar mandi, bahkan tidak ada sekat antara dapur dan tempat tidurnya. Untuk tidur pun cuma beralaskan tikar tanpa ada kasur untuk beliau tidur. Sedangkan karena Mbah Sukinah tidak bisa bekerja lagi, untuk keperluan hidup terkadang dibantu para saudara dan tetangganya. Kami kurir #SedekahRombongan turut prihatin mendengarkan kesulitan yang beliau rasakan. Lewat donasi yang diberikan dari para Sedekaholics, Kami kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan. Semoga dengan santunan itu bisa sedikit membantu untuk keperluan hidup Mbah Sukinah.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 26 September 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Elpin

Biaya kebutuhan hidup

Biaya kebutuhan hidup


SIDAH BINTI HAJO YAS (46, TB Paru). Alamat: Desa Lahar, RT.03/RW.02, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Bu Sidah tinggal dirumah berdua saja dengan anak beliau. Kurang lebih, sekitar 1 tahun yang lalu beliau sering mengeluh batuk dan sesak napas. Batuknya, sering sekali dirasakan memberat dan disertai demam. Selain itu juga Bu Sidah mengeluh terjadi penurunan berat badan dan nafsu makan. Kemudian beliau menjalani pengobatan di Puskesmas terdekatnya dengan memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dari hasil diagnosis dokter, Bu Sidah terkena penyakit TBC Paru atau infeksi bakteri tuberkulosis pada paru-parunya. Dan karena sakit itu, Bu Sidah harus menjalani opname di RSUD Soewondo sekitar 1 tahun yang lalu. Sebelum terserang penyakit itu, Bu Sidah kehariannya mengais sisa-sisa panen atau “ngasak” istilah jawanya. Kemudian hasil dari ngasak dijual untuk kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan Selamet Riyadi (14)anaknya yang sekarang masih sekolah kelas 3 Madhrasah Tsanawiyah (MTS) .Bu Sidah bukan hanya tulang punggung keluarga tetapi sebagai orang tua tunggal juga karena Pak Ngatmin, suami beliau telah terlebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Sedangkan Bapak Hajo Yas dan Ibu Dasi, orangtua beliau sudah lama meninggal dunia. Kini beliau hanya tinggal berdua dengan anaknya dirumah yang sangat sederhana. Karena sakit yang pernah beliau derita dan usia yang semakin tua menyebabkan Bu Sidah tidak dapat bekerja kembali. Untuk keseharian kadang para saudara dan tetangga memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup beliau. Bahkan karena kepepet untuk kebutuhan sehari-hari, beliau sampai harus berhutang ke toko dan ke tetangganya. Mendapat informasi tentang kesulitan yang Bu Sidah alami, kemudian Kurir #SedekahRombongan menyambangi rumah beliau bersilahturahmi sekaligus menyampaikan amanah dari para Sedekaholics yang dititipkan kepada kita. Semoga dengan apa yang #SedekahRombongan berikan bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 24 September 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Hendro

Bu sidah menderita TB Paru

Bu sidah menderita TB Paru


SUWITO BIN MUHAMMAD TOHA (46, Retak Tulang Kaki). Alamat: Dukuh Socan, RT.04/RW.03, Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Pak Suwito seperti biasanya, setiap hari beliau melakukan rutinitas seperti hari-hari yang lalu. Tetapi beberapa bulan yang lalu ketika beliau pergi naik sepeda motor karena ada sesuatu hal, Pak Suwito mengalami kecelakaan dengan sepeda motor. Beliau bertabrakan didekat lapangan Desa Kayen dengan pengendara motor lain. Karena dari pihak penabrak dan Pak Suwito sama-sama dalam keadaan ekonomi yang kurang mampu, maka akhrinya mereka memilih jalan damai. Dan sebagai tali asih, Pak Suwito diberi uang Rp. 500.000,- dipergunakan untuk pijat tradisional. Setelah beliau dibawa ditukang pijat tradisional, Pak Suwito diperkirakan mengalami retak tulang kaki kanan sebelah atas. Setelah musibah itu kaki beliau tidak bisa berjalan secara normal, Pak Suwito pun hanya bisa beraktivitas dirumah saja dan tidak bisa bekerja kembali. Demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Sri Mujiati (33) istri beliau terpaksa harus bekerja sebagai pelayan toko. Itu pun untuk kebutuhan kedua anak beliau yang masih kecil, Eka Diyah Puspita (8) dan Muhammad Fajar Setyawan (5). Selama beberapa bulan Pak Suwito hanya berobat dengan dipijat oleh tukang pijat tradisional tanpa pernah dibawa ke puskesmas atau pun ke Rumah Sakit terdekat karena beliau tidak memiliki cukup biaya. Walaupun beliau memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetapi karena ketidaktahuan tentang prosedur pelayanan kesehatan disana dan ketidaktahuan tentang bagaimana cara menggunakannya, kartu itu tidak pernah digunakan. Karena kondisi beliau yang seperti itu dan keuangan yang tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, tidak jarang beliau mendapatkan bantuan dari orangtua ataupun para saudaranya. Kurir #SedekahRombongan mendengar kesulitan yang beliau hadapi, kemudian menyambangi rumah Pak Suwito. Guna memberikan santunan dari para Sedekaholics yang diamanahkan kepada kami, semoga bermanfaat untuk biaya akomodasi beliau .

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 September 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @WiwidSartawi

Pak suwito menderita Retak Tulang Kaki

Pak suwito menderita Retak Tulang Kaki


MUHADI BIN HARDI ALIMAN (59, Patah Tulang Kaki). Alamat: Dusun Sungai Cina, RT.03/RW.4, Kelurahan Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Provinsi Kalimantan Barat. Bapak Muhadi sebelumnya adalah warga kota Pati tapi sudah lama beliau bersama istrinya merantau di Kalimantan Barat. Suatu hari karena atap rumah yang sering bocor ketika hujan tiba, beliau berniat membetulkan atap yang bocor tadi. Tetapi karena kurang kehati-hatian, beliau terjatuh dari atap dan menyebabkan kaki beliau sakit. Dari pihak keluarga kemudian beliau dibawa ke Rumah Sakit di Kalimantan Timur, dari hasil rontgen menunjukkan tulang kaki sebelah kanannya patah. Beliau di Rumah Sakit memanfaatkan Kartu BPJS kelas 3 dengan pembayaran dibayar oleh Bapak Muhadi sendiri. Tapi karena keterbatasan alat di Rumah Sakit hingga belum ada tindakan untuk melakukan operasi. Karena belum ada kepastian tentang tindakan selanjutnya, beliau memutuskan untuk pulang ke Pati, yang Bapak Muhadi rasa jarak ke Rumah Sakit dekat dan alat-alat medisnya yang lengkap. Setelah sampai di Pati pun sama tidak ada tindakan medis lebih lanjut karena terbentur dengan masalah biaya. Hingga ketika itu beliau tidak bisa berjalan, sehingga ketika beraktivitas harus merangkak. Sebelum musibah itu terjadi beliau dan istrinya Umbarwati (55)  bekerja sebagai buruh perkebunan di Kalimantan Timur. Beliau sekarang bergantung kepada Orang tua beliau yaitu Bapak Hardi Aliman, Bu Rutinah dan saudara-saudaranya untuk kebutuhan sehari-hari, karena Bapak Muhadi beserta istrinya sudah tidak bekerja lagi. Mendengar informasi tentang kesulitan yang beliau alami, kami Kurir #SedekahRombongan mendatangi rumah Bapak Muhadi guna bersilahturahmi dan memberikan santunan. Semoga bantuan yang diamanahkan para Sedekaholics kepada #SedekahRombongan bisa membantu untuk akomondasi awal beliau.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 September 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Hendro

Pak muhadi menderita Patah Tulang Kaki

Pak muhadi menderita Patah Tulang Kaki


YUDHA SAFARI, (1, Kelainan Usus) Alamat Dusun Kramat 004/001, Desa Kembangan, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Adik Yudha lahir di Puskesmas Binakal Bondowoso pada tanggal 05 Maret 2016. Adik Yudha mengalami kalainan usus bawakan sejak lahir.  5 bulan kemudian Adik Yudha bertemu kurir #SedekahRombongan ketika selesai menjalani operasi kolostomi di  rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Alhamdulillah setelah dilaksanakan operasi tersebut kondisi Adik Yudha berangsur-angsur membaik. Adik Yudha adalah anak dari pasangan Mas Badrih (23) dan Mbak Ustatun Hasanah (25). Mas Badrih bekerja sebagai buruh kelapa sawit di kalimantan, dan Mbak Ustatun Ibu rumah tangga. Fasilitas kesehatan yang dipergunakan adalah SPM untuk meringankan biaya pengobatan Adik Yudha. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para #sedekaholics untuk membantu Adik Yudha yang masih balita ini. Santunan yang diberikan sebagai biaya rawat inap, akomodasi selama perawatan dan biaya pasca operasi. Semoga Adik Yudha bisa lekas sehat kembali dan tumbuh menggapai cita-citanya serta bermanfaat bagi sesamanya. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 10.145.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2016 – 4 November 2016 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Yudha menderita Kelainan Usus

Yudha menderita Kelainan Usus


MAIMONA BINTI SUTRISNO, (33, Kanker Servik) Alamat Dusun Berabi 021/004, Desa Pekalangan,  Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Saat Ibu Maimona kesakitan, Ibu Maimona di bawa ke puskesmas terdekat dan langsung di rujuk ke rumah sakit Dr. Koesnadi Bondowoso. Setelah itu Ibu Maimona diminta rawat inap untuk perawatan lebih lanjut sampai kondisi Ibu Maimona kembali Pulih. Setelah 5 hari dirawap dirumah sakit Dr Koesnadi Bondowoso Ibu Maimona menghebuskan nafas terakhirnya. Kurir #SedekahRombongan langsung bersilahturahmi ketempat tinggal Ibu Maimona untuk menyampaikan titipan para sedekaholics. Santunan yang diberikan santunan kematian. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga dan anak-anaknya dan juga diberi kesabaran. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Ibu maimona menderita Kanker Servik

Ibu maimona menderita Kanker Servik


SAINUR RASYID, (32, Komplikasi Jantung) Alamat Jl. KH.A. Dahlan III/70  003/001, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mas Rosyid nama panggilannya, Mas Rosyid mengalami penyakit Komplikasi Jantung yang dialami 8 bulan yang lalu. Pada saat 8 bulan berlalu penyakit Mas Rosyid kambuh dan oleh pihak kelurga langsung dibawa ke puskesmas  terdekat dan oleh pihak puskesmas dirujuk ke RSUD Bina Sehat Jember. Dan terdiagnosa mas Rosyid mengalami Komplikasi Jantung, dan dirawat inap di RSUD Bina Sehat Jember. Mas Rosyid bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Fasilitas kesehatan yang dimilikinya berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi untuk menyampaikan titipan para sedekaholics. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi biaya perawatan selama di RSUD Bina Sehat Jember. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  19 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Pak sainur menderita Komplikasi Jantung

Pak sainur menderita Komplikasi Jantung


ASMONOWATI (52, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Tim #SRjember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada.Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk  Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 907

Jumlah santunan: Rp.600.000,-
Tanggal: 7 November 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Bu asmono menderita Keloid Akut

Bu asmono menderita Keloid Akut


SITI YULIA (11, Cerebral Palsy). Alamat di Dusun Krajan 002/003, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari,Kabupaten Jember, Jawa Timur. Siti Yulia merupakan anak dari pasangan Alm. Wahyudi Susanto (30th) Dan pasangan Susiati (28th). Dia sekarang berusia 11 tahun. Dia berasal dari keluarga yang tidak mampu, waktu hidup ayahnya bekerja berjualan cilok dan ibunya hanya menjadi ibu rumah tangga. Dia beserta ibunya sekarang di sebuah rumah milik neneknya. Dia menderita penyakit ini sejak 10 tahun yang lalu. Awal penyakitnya ketika pada usia 1 tahun dia sudah bisa berjalan dan berbicara. namun kemudian tiba-tiba dia mengalami demam yang tinggi. Orang tuanya membawa dia ke mantri terdekat dan menghasilkan diagnosa sakit typus dan diberi obat oleh mantri tersebut. Namun setelah 1 minggu berjalan, demamnya tidak kunjung turun dan malah diperparah dengan kejang-kejang pada badannya. sejak saat itu dia mulai sulit bicara dan sulit menggerakkan anggota badan. Fasilitas kesehatan yang dimiliki Adik Siti Yulia ini berupa Jamkesmas. Kurir #SedekahRombongan Berilahturahmi untuk membantu dan menyampaikan titipan sedekaholics. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan dan obat-obatan di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA.

Jumlah Santunan : Rp.500.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto @viandwiprayugo

Siti menderita Cerebral Palsy

Siti menderita Cerebral Palsy


OKI APRILIANTO, (12, Hemofilia) Alamat Jl. Cempedak No 2 Lingk. Kreyongan Atas, Desa Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Saat itu Adik Oki mengalami demam dan bintik-bintik merah di badannya selama 5 hari dan oleh pihak keluarga dilarikan ke Puskemas terdekat karena kondisi kesehatan Oki semakin menurun. Setelah pemeriksaan ke Puskesmas Adik Oki dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut dan juga sempat rawat inap selama 2 hari. Adik Oki Anak dari pasang Bapak Purwanto (65) tidak bekerja karena mengalami sakit katarak, dan Ibu Musawaroh yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang penghasilannya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya. Fasilitas Kesehatan yang dipergunakan adalah SPM untuk meringankan biaya pengobatan. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk menyampaikan titipan sedekaholics dan membantu Adik Oki. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan selama dirumah sakit dan obat-obatan. Semoga Adik Oki bisa lekas sehat kembali dan untuk para #sedekaholic diberikan kelancaran semua urusannya baik di dunia maupun di akherat kelak. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.232.000,-
Tanggal : 19 November 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Pak oki menderita Hemofilia

Pak oki menderita Hemofilia


KADIR BIN TALI, (59, Komplikasi Jantung) Alamat Dusun Tugurejo 002/016, Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bapak Kadir sering mengalami sesak nafas disaat menjalani aktivitas dirumahnya, Dan saat itu Bapak Kadir sesak nafas disaat bangun tidur. Setelah itu oleh pihak keluarga langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mengobati penyakitnya. Setelah itu oleh pihak keluarga langsung meminta rujukan ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah terdiagnosa Bapak Kadir mengalami Kompilkasi Jantung dan Bapak Kadir Harus rawat intensif untuk pengobatan Bapak Kadir. Setelah usai rawat intensif selama 2 hari Bapak Kadir diperbolehkan pulang. Bapak Kadir bekerja sebagai buruh serabutan di desanya yang penghasilannya tidak memungkinkan, dan Jumaati Istri dari Bapak Kadir yang bekerja sebagai buruh tani didesanya yang membantu Bapak Kadir mencari nafkah untuk kebutuhan seharinya. Rumah Bapak Kadir terbuat dengan dinding bambu yang sempit, dan Keluarga Bapak Kadir tergolong orang kurang mampu yang layak untuk dibantu. Fasilitas kesehatan yang dimilikinya berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Kadir. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya Transport dan obat-obatan di Luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Pak kadir menderita Komplikasi Jantung

Pak kadir menderita Komplikasi Jantung


SITI FATIMAH (81, Bronkitis). Alamat : Kp. Pangkalan RT 6/3, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Prov. Jawa Barat. Nek Empat biasa ia disapa. Nek Empat adalah seorang janda, tinggal bersama anak perempuannya yang sudah menikah. Awal sakit beliau ialah pada awal tahun 2016 dimulai dengan batuk yang berkepanjangan. Nek Empat dibawa ke klinik terdekat untuk diperiksa, dan dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta untuk perawatan lebih intensif karena kondisi Nek Empat semakin memburuk dengan ditandai semakin sering sesak nafas. Hasil pemeriksaan dokter Nek Empat menderita penyakit bronkitis yang mengharuskan kontrol ke rumah sakit secara rutin. Tutik (42), anaknya yang hanya seorang pedagang warung kecil, dan suaminya bekerja sebagai kuli bangunan. Pendapatan keluarga ini hanya cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari, menyebabkan pengobatan Nek Empat pun tersendat. Nek Empat tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Keluarga meminta bantuan untuk biaya pembuatan Kartu BPJSKesehatan dan biaya akomodasi rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan sangat mengerti keadaan keluarga ini. Alhamdulillah santunan awal dari para sedekaholic telah disampaikan. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Semoga ikhtiarnya membuahkan hasil berupa kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @lilis_maemunah

Ibu siti menderita bronkhitis

Ibu siti menderita bronkhitis


EUIS BINTI TOING (60, Tumor Punggung). Alamat: Kp. Nangorak, RT 5/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Euis merupakan seorang janda dengan 1 orang anak, 24 tahun yang lalu suaminya meninggal dunia. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Mak Euis bekerja sebagai buruh cuci di rumah milik tetangganya dengan penghasilan sekitar Rp.10.000/hari. Beberapa bulan ini ia mengeluhkan ada benjolan di sekitar punggungnya, benjolan tersebut berukuran sebesar telur ayam dan terasa nyeri. Pernah memeriksakan diri ke puskesmas setempat, kemudian dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) untuk memastikan penyakit yang dideritanya. Namun karena kendala biaya, ia pun hanya bisa pasrah pada keadaan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami kurir #SedekahRombongan dengan Mak Euis, kami menyampaikan titipan sedekaholic untuk membantu meringankan biaya akomodasi ke RSBA dan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @zakiahk99

Ibu Euis menderita Tumor Punggung

Ibu Euis menderita Tumor Punggung


WAWAN BIN NANANG (29, Gangguan Jiwa). Alamat: Kp. Cibolang RT 18/1, Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Berawal anak bungsu dari pasangan Bapak Nanang (Alm) dan Ibu Rojanah (50) ini sejak usia 18 tahun sudah menunjukan perilaku yang tidak wajar, ia kerap melamun, berbicara sendiri, sampai tidak bisa mengendalikan emosi. Kemudian Bu Rojanah membawanya ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke RSUD Bayu Asih Purwakarta dengan jaminan KIS. Dokter menyarankan untuk membawanya ke RSJ Cisarua Bandung dan menjalani perawatan. Namun karena kendala biaya Wawan hanya bisa berobat jalan ke RSUD Bayu Asih dengan catatan tidak boleh berhenti berobat sampai benar-benar sembuh total. Semenjak Pak Nanang meninggal dunia beberapa bulan yang lalu, Bu Rojanah mengeluh kehabisan uang untuk membawa anaknya berobat sehingga kondisi Wawan kerap memburuk. Maklum saja kini Ibu Rojanah hanya mengandalkan anak-anak nya yang hanya bisa untuk kebutuhan sehari-hari saja sedangkan untuk membawa Wawan berobat terkadang Bu Rojanah harus meminjam uang ke tetangga terdekatnya untuk biaya transportasi dan obat yang tidak tercover KIS. Bersyukur Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Wawan sehingga bisa menyampaikan bantuan awal untuk kembali berobat jalan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Semoga Wawan segera diberi kesembuhan agar ia bisa beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  20 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @zakiahk99

Wawan menderita Gangguan Jiwa

Wawan menderita Gangguan Jiwa


ENUR NURYANI (33, Tumor Payudara). Alamat: Kp. Krajan, RT 13/4, Kelurahan Maracang, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Enur –sapaan akrab kami–, ia merasakan ada benjolan sebesar kelereng di payudaranya sejak 3 tahun lalu. Hal tersebut ia abaikan karena tak mengganggu aktivitas juga tak dirasa nyeri. Bulan oktober lalu benjolan tersebut terasa nyeri berdenyut, ukurannya pun membesar sebesar telur. Ia pun kemudian memeriksakan diri ke Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sel tumor yang telah mengivasi pembuluh limfovaskuler. Tim medis di Rumah Sakit tersebut menyarankan Teh Enur untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung, keberangkatan Teh Enur menuju Bandung sempat tertunda. Selain karena khawatir tidak ada yang mendampingi, Teh Enur juga kekurangan biaya. Suaminya Abdul Muhyi (34) merupakan buruh pabrik yang memiliki penghasilan terbatas, penghasilannya hanya cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Teh Enur, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk biaya pengobatan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @hastapradja

Ibu enur menderita Tumor Payudara

Ibu enur menderita Tumor Payudara


UZI LESTARI (15, Kanker Tulang Belakang). Alamat : Kampung.Gamnung RT 4/8, Desa Mejarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Uzi adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Bersama ibu dan saudaranya, ia tinggal di rumah bedeng milik perusahaan (bedeng adaah perumahan sederhana untuk pekerja kelas rendahan di perusahaah perkebunan teh). Ayahnya telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan. Ibunya, Bu Komariah (40), hanyalah ibu rumah tangga biasa yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus rumah dan anak-anak; ia tidak punya pekerjaan tetap untuk melanjutkan kehidupan: membesarkan kedua anaknya yang kini menjadi anak yatim. Sepeninggal ayahnya, Uzi dan keluarganya semakin terpuruk. Mereka termasuk dhuafa yang sangat layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi setelah siswi SLTP ini mengalamai sakit yang tak biasa sejak bulan Juli 2016. Ia diduga  terserang tumor di betis dan kanker tulang belakang. Berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga Uzi membawanya berkali-kali diperiksa ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang. Akhinya, RSUD Soreang merujuk penanganan medis Uzi ke RSHS Bandung. Akan tetapi karena ketidakadaan biaya, ikhtiarnya tertunda beberapa lama, padahal Uzi bersemangat untuk berobat karena ingin kembali bersekolah. Harapan Uzi dan keluarganya untuk terus berobat akhirnya sampai beritanya kepada #SedekahRombongan atas informasi dari keder Posyandu di desa yang berada di dataran tinggi ini. Dengan Izin Allah Swt, bersyukur kurir #SR di Kabupaten Bandung dapat mengantar-jemput dan mendampingi Uzi diperiksakan di RSHS Bandung. Setelah dua kali didampingi menjalani tahapan diagnosa di RSHS, alhamdulillah, tindakan biopsi sudah dilakukan. Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya keluar hasil pemeriksaan terakhir berupa penegakan Patology Anatomy (PA). Ia didiagnosa mengidap Tumor Tulang Belakang. Pada awal November 2016, Uzi akhirnya menjalani operasi tulang belakang. Secara medis, perjalanan dia meraih kesembuhan masih amat panjang. Dia harus kontrol rutin seminggu sekali, sedangkan segala kemampuan mereka telah terkuras habis. Memahami musibah yang dialami Uzi dan keluarganya, dengan empati sedekaholics #SR, kurir #SR di Bandung alhamdulillah kembali dapat menyampaikan bantuan Ke-2 untuk Uzi yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya membeli obat yang tidak ditanggug Pogram BPJS. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ascun

Pak uzi menderita Kanker Tulang Belakang

Pak uzi menderita Kanker Tulang Belakang


DADAN BIN ADAM (41, Gangguan Jiwa). Alamat: Kampung Margaluyu RT 2/10, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Tanggungan: 2 anak. Jaminan Kesehatan: Jamkesmas. Sejak 4 tahun yang lalu Dadan mengalami gangguan jiwa. Bersama kedua anaknya, Dadan tinggal menumpang di rumah ibunya yang sudah tua. Harta benda yang Dadan miliki semenjak berumah tangga habis terjual untuk biaya berobat. Kondisi psikologis Dadan mulai terganggu semenjak ia ditinggal istrinya. Upaya pengobatan medis dan alternatif sudah dilakukan untuk kesembuhan Pak Dadan, namun gangguan kejiwaannya semakin memburuk. Ia terlihat semakin sering berbicara dan tertawa sendiri serta pergi berhari-hari ke hutan mengikuti suara-suara halusinasi yang terdengar di telinganya. Enam bulan terakhir Pak Dadan kerap melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain, seperti mengamuk dan melukai warga di sekitar tempat tinggalnya. Karena kondisinya ini, keluarga memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit jiwa (RSJ). Alhamdulilllah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Dadan dan keluarganya tabah ini dan dapat mendampingi sekaligus memberikan bantuan kepada Pak Dadan dan keluarganya. Berbekal Jamkesmas, Pak Dadan sempat diperiksakan ke RSUD Soreang. Kemudian ia dirujuk lagi ke IGD RS Jiwa Cisarua Lembang Kabupaten Bandung Barat, diantar oleh MTSR Bandung. Dia akhirnya dirawat di rumah sakit jiwa binaan Pemprov Jawa Barat ini selama 40 hari. Setelah dirawat, kondisinya membaik. Tindakannya tak membahayakan lagi. Ia juga mulai nyambung saat berkomunikasi. Pada 26 Januari 2015 ia menjalani kontrol yang pertama ke RSJ Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Sejak Februari 2015 sampai Oktober 2015 biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari Pak Dadan, alhamdulillah, dibantu warga secara bergiliran sehingga ia bisa kontrol sebulan sekali ke RSUD Soreang. Kondisinya terus membaik walaupun ia belum sembuh total dan masih harus menjalani kontrol rutin. Pada minggu pertama bulan November 2015 buruh tani ini menjalani pemeriksaan di RS rujukan Kabupaten Bandung itu. Begitu juga, pada bulan Desember 2015 dan Januari 2016 Pak Dadan rutin menjalani kontrol ke RSUD Soreang. Untuk meringankan beban Pak Dadan dan keluarga dhuafa ini, pada awal tahun 2016 #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobatnya. Pada awal April 2016 kurir #SR menemui Pak Dadan di rumah orangtuanya. Kondisinya terus membaik tetapi dia masih harus kontrol rutin ke RSUD Soreang. Satu hari pun dia tidak boleh terlewat minum obat. Pada bulan Oktober dan November 2016 kurir #SR kembali menemui Pak Dadan di rumahnya. Walaupun tak pernah  terlewat memeriksakan diri dan meminum obat yang dianjurkan, kondisi Pak Dadan belum dinyatakan sembuh. Pak Dadan dan keluarganya masuh membutuhkan bantuan para dermawam. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholic #SR, kembali kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan kepada Pak Dadan, yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan #SR sebelum ini tercatat di Rombongan 833.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 18 November 2016
Kurir @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak dadan menderita Gangguan Jiwa

Pak dadan menderita Gangguan Jiwa


TATANG BIN DIDI JUNAEDI (49, Gumpalan Darah di Dalam Kepala). Alamat: Jl. H. Munajad III No. 126 D, RT 7/8, Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Juli 2016, Pak Tatang terserang sakit kepala yang sangat menyakitkan. Ketika dibawa ke klinik, dokter mengatakan bahwa ia terkena darah tinggi. Dokter memberinya obat darah tinggi. Akan tetapi, karena sakit di kepalanya tidak berkurang, Pak Tatang kembali berobat ke Puskesmas di Kiaracondong; dari sana ia dirujuk untuk diperiksakan ke RS Immanuel Bandung. Menggunakan KIS, ia kemudian dievakuasi ke RS Immanuel; di RS ini pun ia hanya diberi obat. Satu bulan berlalu; sakit di kepalanya tidak berkurang, sehingga ia semakin menderita. Pak Tatang hanya terbaring di rumahnya, tak bisa lagi mencari nafkah untuk keluarganya. Pak Tatang –yang sehari-hari mencari nafkah berjualan barang bekas di pasar loakan– kini tak bisa lagi memberi nafkah istri dan kelima anaknya; beberapa di antaranya masih sekolah di SMA, SMP dan SD. Melihat penderitaan keluarga dhuafa ini, salah satu adik Pak Tatang kemudian membawa dan merawat Pak Tatang di rumahnya. Karena kondisi Pak Tatang semakin mengkhawatirkan, adiknya membawanya ke RS Immanuel untuk yang kedua kalinya. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan bahwa di kepala Pak Tatang terdapat gumpalan darah yang sudah mengeras dan harus dilakukan tindakan operasi untuk mengeluarkannya. Karena keluarganya sangat memerlukan biaya untuk perawatan, transportasi dan bekal sehari-hari, adik Pak Tatang meminta bantuan saudara-saudaranya yang lain. Kabar duka keluarga prasejahtera ini akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan melalui keluarga adiknya, yaitu Ibu Tanti. Ketika kurir #SR mengunjungi rumah Ibu Tanti, Pak Tatang sudah dibawa ke RS Immanuel. Menurut informasi dari RS, ia dijadwalkan akan dioperasi pada malam harinya. Pada esok harinya kurir #SR dapat mengunjungi Pak Tatang di ruang perawatan kelas 3 RS Immanuel. Alhamdulillah tindakan operasinya berjalan lancar; dia dirawat untuk masa pemulihan. Pada kunjungan kedua itu, kurir #SR juga bersyukur dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari para sedekaholik. Bantuan yang diterima keluarganya di RS Immanuel ini digunakan untuk membantu keluarga Pak Tatang memenuhi kebutuhan transportasi dan bekal sehari-hari di rumah sakit. Walaupun satu minggu setelah dioperasi Pak Tatang bisa pulang, ia masih merasakan sakit di kepalanya dan terus merasa pusing. Karena itu ia kembali diperiksakan ke Rumah Sakit Immanuel. Dokter yang menanganinya menyarankan ia melakukan pemeriksaan/cek up setiap minggu. Keluarga Pak Tatang memerlukan bantuan biaya transportasi dan akomodasi. Pada pertengahan September 2016 Kurir #SR kembali mengunjungi Pak Tatang di rumahnya. Pada kunjungan kedua itu kurir #SR kembali menyampaikan bantuan, titipan dari sedekaholics, berupa uang untuk biaya transportasi-akomodasi selama proses pemeriksaan dan pengobatan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi semua yang telah membantunya. Pada awal bulan November 2016 keluarga Pak tatang meminta bantuan #SR karena kondisinya mengalami penurunan. Menggunakan MTSR Bandung Raya, ia kemudian dibawa periksa ke IGD RSHS Bandung. Alhamdulillah keadaan kritisnya dapat teratasi dan malam itu juga tim medis membolehkannya pulang. Ia dirujuk untuk segera menjalani kontrol ke Poli Syaraf. Akan tetapi, setelah kunjungan terakhir pada 4 November 2016 kurir #SR mendapat kabar bahwa Pak Tatang kembali mengalami kritis dan akhirnya meninggal dunia. Innalillahi wa ina ilahihi rojiun, manusia hanya mampu berikhitiar dan Allah mahatahu apa yang terbaik bagi umatnya. Setelah Kurir #SR membantu pemulasaraan jenazah dan proses pemakamannya, kembali Kurir #SR menyampaikan bantuan uang dari para Sedekaholics sebagai tanda cinta untuk keluarga almarhum yang ditinggalkan. Bantuan tersebut tentunya sangat dibutuhkan keluarga dhuafa tersebut untuk biaya pengurusan jenazah dan biaya pemakaman. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantun : Rp. 500.000,-
Tangal : 23 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @esumiati @hengkiseandika

Pak tatang menderita Gumpalan Darah di Dalam Kepala

Pak tatang menderita Gumpalan Darah di Dalam Kepala


MUTIAH BINTI CARNA (73, Lumpuh akibat kecelakaan + Pengeroposan tulang). Alamat: Kebon Waru Barat No. 46/41, RT 4/2, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cibeuying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Mutiah sudah lama menjanda dan tidak memiliki anak. Suaminya, Bapak Eman, sudah lama meninggal dunia dan sejak itu ia hidup sendirian di rumahnya yang berukuran kurang-lebih 2 X 2,5 meter. Ketika masih sehat ia mencari nafkah dengan menjadi tukang pijat di daerahnya. Sungguh malang nasib Ibu Muatiah, ketika suatu hari ia terjatuh dari bangku yang dipijaknya ketika sedang menjemur pakaian. Akibatnya tangannya terkilir dan bahunya keseleo. Beberapa hari ia harus terbaring karena seluruh badannya juga sakit. Setelah agak sembuh, karena ia hidup sendirian, ia kembali memaksakan diri melakukan pekerjaan rumahnya. Akan tetapi, karena kondisinya belum sehat — tangan dan bahunya masih sakit– ia kembali terjatuh dari bangku yang ia pijak ketika menjemur pakaian: kakinya terluka sangat parah sehingga dijahit sampai 24 jahitan. Sejak kecelakaan tersebut, sudah satu tahun lebih Ibu Mutiah terbaring di kamarnya dengan perawatan seadanya yang diperoleh dari dokter yang didatangkan ke gubugnya. Disebabkan oleh kondisinya yang sudah lama terbaring itu, kakinya menjadi lumpuh dan badannya sulit untuk bisa bangkit. Berdasarkan keterangan dokter yang terakhir memeriksanya, tulang kaki Ibu Mutiah mengalami pengeroposan. Sayang, sampai saat ini ia belum pernah dibawa periksa ke rumah sakit. Selama setahun lebih Ibu Mutiah dirawat oleh adik dan keponakannya yang juga hidup sangat sederhana. Kebutuhan sehari-hari Ibu Mutiah diperoleh dari pemberian tetangga yang merasa kasihan dan sesekali menjenguknya. Kisah duka Ibu Mutiah itu disampaikan oleh Pak Iwan Kusumah kepada kurir #SedekahRombongan. Pak Iwan seorang petugas Linmas yang peduli dan turut membantu kebutuhan Ibu Mutiah. Bersyukur kurir #SR dapat berkunjung ke rumah Ibu Mutiah. Kepada kurir #SR, keluarga Ibu Mutiah dan Pak Iwan menyampaikan harapannya agar Ibu Mutiah mendapat bantuan untuk pengobatan dan biaya hidupnya sehari-hari. Berempati dengan kondisi hidup keluarga dhuafa tersebut, alhamdulillah, #SR kemudian menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari sedekaholik, berupa bantuan uang. Bantuan Pertama ini digunakan biaya memeriksakan Ibu Mutiah ke rumah sakit dan biaya sehari-hari. Pada akhir November 2016, diantar oleh Pak Iwan dan salah seorang keluarganya, Kurir #SR kembali mengunjungi Ibu Mutiah yang masih terbaring sendirian di kamarnya. Di ruang yang gelap dan sempit itu, Ia mengungkapkan keinginannya untuk sekedar bisa duduk. Hasil pengobatan dokter yang didatangkan ke rumahnya belum menunjukkan perekembangan membaik. Pada kunjungan kedua itu kembali Kurir #SR menyampaikan bantuanuan uang dari para Sedekaholic untuk membantu biaya berobat, terutama untuk kebutuhannya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 November 2016
Kurirs: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika

Bu mutiah menderita Lumpuh akibat kecelakaan + Pengeroposan tulang

Bu mutiah menderita Lumpuh akibat kecelakaan + Pengeroposan tulang


SAMSUDIN BIN OTO (58, Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan satu anaknya yang masih lajang, Pak Samsudin tinggal di rumah panggung sederhana, hasil kerja kerasnya, berdagang, sebelum ia terserang penyakit. Sejak awal 2011 Pak Samsudin tidak bisa bekerja lagi seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan biaya pribadi, ia memeriksakan penyakitnya ke dokter praktek dan rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Samsudin pertama kali didiagnosa menderita kencing mannis (Diabetes Melitus). Ketika masih mengobati penyakitnya itu, ia juga dikatakan menderita gagal ginjal berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional ini ia pernah dua minggu dirawat, menggunakan biaya sendiri. Bertahun-tahun ia berobat, menguras segala yang ia miliki: kesabaran, harta dan air mata. Karena tidak punya lagi biaya, dia sempat berhenti berobat. Apalagi, istrinya pun, Imas Rosmiati (55) sudah setahun terserang Stroke. Atas saran saudaranya, ia kemudian membuat Kartu BPJS Kelas 3. Sampai saat ini dia bisa berobat lagi dan menjalani hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali di RS AMC Cileunyi Bandung, menggunakan fasilitas BPJS. Musibah yang menimpa Pak Samsudin dan keluarganya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah #SR bisa bersilaturahmi dengan Pak Samsudin dan keluarganya, menyampaikan bantuan dari sedekaholics serta mendaftarkannya sebagai pasien dampingan #SR. Alhamdulillh masa kritisnya telah terlewati. Tetapi ia harus rutin kontrol dan berobat ke rumah sakit. Pada minggu kedua di bulan Maret 2016 kurir #SR di Bandung kembali menemu Pak Samsudin di rumahnya. Walaupun nampak membaik, ia masih harus melanjutkan berobatnya. Begitu juga, saat dikunjungi kurir #SR ke rumahnnya pada akhir April 2016, kondisinya belum membaik. Ia masih membutuhkan uluran tangan saudaranya yang peduli. Karena itu, kembali kurir #SR menyampaikan Titipan Langit dari sedekaholics #SR kepadanya. Bantuan yang ia terima di rumahya ini digunakan untuk membayar Iuran BPJS, ongkos ke rumah sakit, dan biaya sehari-hari. Dikarenakan sejak Mei proses cuci darah Pak Samsudin harus ia jalani 2x seminggu, maka pada bulan Juni sampai September dan Oktober 2016 kurir #SR secara berturut-turut kembali menyampaikan Titipan Langit dari sedekaholic #SR, yang akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat. Pada beberapa kali kunjungan diperoleh kabar bahwa kedua ginjal Pak Samsudin harus “dinuklir”. Namun, karena jadwal tindakan itu harus mengantri dan menunggu sampai Februari 2017, sementara kondisi Pak Samsudin semakin mengkhawatirkan, maka dokter menyarankan untuk melakukannya melalui jalur umum. Tetapi, Biaya “menuklir” melalui jalur umum tersebut tentu tidak ditanggung BPJS, dan biayanya berkisar antara Rp 1.500.000,-. Selain itu, sejak bulan lalu Pak Samsudin harus bolak-balik memeriksakan matanya ke RS Mata Cicendo dikarenakan sekarang ia mengalami ngangguan penglihatan. Memahami betapa beratnya derita hidup Pak Samsudin dan keluarganya, pada November 2016 Kurir #SedekahRobongan kembali memberinya santunan lanjutan  untuk biaya transportasi-akomodasi cuci. Semoga dari bantuan para sedekaholic nanti, secara bertahap kedua ginjal Pak Samsudin dan gangguan penglihatan pada matanya dapat disembuhkan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika @lilisdariyah @hengkisenandika

Pak samsudin menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal

Pak samsudin menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal


IMAS ROSMIATI (52, Darah Tinggi dan Stroke). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan satu anaknya yang belum berkeluarga, Bu Imas tinggal di rumah panggung yang amat sederhana. Suaminya, Pak Samsudin (58), bekerja sebagai pedagang keliling yang kini tidak bisa lagi beraktivitas karena ia juga menderita penyakit seperti yang dialami istrinya. Suami-istri ini tengah mendapatkan ujian luar biasa! Sejak akhir 2013 Bu Imas tidak mampu lagi menjalankan tugas kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Ia sakit-sakitan, dan sempat berbulan-bulan hanya teronggok di pembaringan. Berawal dari serangan thypus, kedua pergelangan tangan dan pergelangan kakinya kemudian tak bisa berfungsi. Dari pergelangan kaki dan tangan sampai jari-jarinya bahkan menghitam. Ia diduga mengalami Stroke dan Darah Tinggi. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, baik melalui medis maupun nonmedis dengan biaya sendiri. Selain ke dokter praktek, Puskesmas, RSUD Sumedang, ia bahkan pernah berobat ke RSHS Bandung sebagai pasien umum. Karena sudah habis biaya, akhirnya ia menggunakan fasilitas BPJS Kelas 3 untuk berobat. Akan tetapi, ikhtiar berobatnya kerap terhenti karena ketidakadaan dana. Cobaan hidup yang dialami Bu Imas akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan atas informasi seorang kader PKK. Ketika kurir #SR berkunjung ke rumahnya, ia menuturkan harapannya untuk terus berobat. Alhamdulillah empati sedekaholics  #SR menjawab keinginan Bu Imas dan dapat mendampinginya berobat sampai saat ini. Pada kunjungan di bulan Maret 2016 tampak kondisi psikisnya menggembirakan, tetapi, secara fisik, masih stagnan. Begitu juga pada kunjungan bulan Agustus 2016, Bu Imas kondisi fisiknya belum membaik. Tangan dan kakinya masih sakit dan sulit digerakkan, sehingga setiap harus berobat ia memerlukan transportasi yang bisa mengantar-jemput dari rumahnya ke rumah sakit. Ia masih harus kontrol rutin ke RSUD dan masih membutuhkan bantuan biaya untuk melanjutkan usahanya untuk sembuh. Pada bulan Agustus danSeptember 2016, Alhamdulillah, Kurir #SR dapat kembali memberi bantuan karena Ibu Imas harus menjalani kontrol dan pengobatan rutin ke rumah sakit. Pada bulan November 2026 Kurir #SR kembali mengunjunginya. Berdasarkan hasil kunjungan tersebut terlihat kondisi Ibu memerlukan bantuan berobat dan terapi, karena tangan dan kakinya masih sulit dan sakit bila digerakkan. Memahami derita yang dialami Bu Imas dan keluarganya, kembali #SedekahRombongan menyampaikan titipan sedekaholic #SR kepada Ibu Imas. Bantuan yang disampaikan di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi kontrol dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 894.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @tantri @anggapradika @lilisdariyah

Bu imas menderita Darah Tinggi dan Stroke

Bu imas menderita Darah Tinggi dan Stroke


IIS HERLINA (33, Tumor Usus). Alamat. Kampung Cisonggo RT 10 RW 03, Desa Cintajaya, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya,  Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan kedua anaknya, Bu Iis tinggal di rumah orangtuanya. Keluarga kecil ini belim memiliki rumah sendiri. “Boro-boro untuk bikin rumah; untuk makan sehari-hari juga susah Kang,” aku suaminya saat ngobrol dengan kurir #SR di RSSR Bandung. Suami Bu Iis, yaitu Pak Nanang Odes (40), sehari-hari bekerja sebagai tukang servis alat elektronik dan pedagang barang elekteonik bekas. Teh Iis sendiri hanya berperan sebagai ibu rumah tangga. Menurut pengakuannya, keluarga mereka merasa berat menghidupi anggota keluarganya dalam kondisi ekonomi yang serba kekurangan. Anaknya yang satu sekolah di SMP dan yang satu lagi di SD. Jamkesda Tasikmalaya. “Saya semakin bingung apalagi setelah istri saya sering sakit,” tambah Pak Odes. Bu Iis menambahkan bahwa ia mulai sakit sejak 17 Agustus 2016. Gejala awlnya ia sering mengalami pendarahan. Sebelumnya, sekitar tahun 2015, Bu Iis pernah mengalami hamil angggur. Selama satu bulan ia dirawat inap di RSUD Rancamaya kabupaten tasikmalaya setelah dilakukan pengangkatan. Pada Agustus 2016, ia juga mengalami Kista dan kemudian menjalani operasi pengangkatan rahim, dengan menggunakan jaminan Kartu Jamkesda kabuptn tasikmalaya. Pada September 2016 ia didiagnosa mengidap Tumor Usus berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS Bandung. Berbekal seadanya, ia tinggal di Bandung selama 45 hari. Di RSHS Bandung, bersyukur kurir #SR bisa bertemu dengan Bu Iis dan suaminya, keluarga dhuafa, buruh kecil berjiwa besar ini! Pak Odes menambahkan bahwa tahapan ikhtiar medis yang tengah dijalani istrinya di RSHS Bandung adalah 6 kali siklus kemoterapi. Ia sudah menjalaninya 2 kali kemoterapi (jarak antar siklus kemo ruangannya seminggu sekali). Perjuangan Bu Iis dan suaminya masih cukup lama sementara ia sudah tak memiliki biaya lagi. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholic #SR, kurir di Bandung dapat menyampaikan bantuan awal untuk Bu Iis dan suaminya. Bantuan yang ia terima di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya trasportasi-akomodasi berobat, membeli obat dan alat kesehatan, juga untuk uang saku mereka.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu iis menderita Tumor Usus

Bu iis menderita Tumor Usus


DINA ROSAINA (15, Tuberculosis Paru). Alamat : Dusun Poncol Kidul, RT 5/2, Kelurahan Karawang Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Dina adalah seorang yatim piatu. Awalnya ia hanya menderita sakit batuk biasa, namun hingga beberapa macam obat batuk diminumnya sakitnya tidak juga sembuh. Batuk yang parah membuat tenggorokan Dina menjadi serak. Setelah obat yang dikonsumsinya dirasa tidak membawa perbaikan, Dina kemudian memeriksakan diri ke klinik terdekat. Diagnosis yang didapat Dina saat itu hanya sakit radang tenggorokan biasa dan disarankan untuk minum obat yang sudah diberikan. Selang beberapa hari batuknya semakin memburuk hingga mengeluarkan darah, Dina dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang. Dina kemudian dirawat inap untuk dilakukan observasi. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut Dina dinyatakan menderita tuberculosis paru atau biasa kita kenal dengan TBC. Putri pasangan Alm. Bapak Syamsudin dan  Almh. Ibu Syamsudin ini sangat terpukul mengetahui sakit yang dideritanya , namun Ibu Asuhnya Takziah (48) yang sehari – hari bekerja sebagai guru paud, terus memberikan semangat. Bu Takziah menuturkan sampai saat ini Dina rutin menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSUD Kabupaten Karawang. Walau semua biaya pengobatannya di RSUD Kabupaten Karawang menggunakan fasilitas KIS PBI, namun kendala yang dihadapi adalah biaya akomodasi selama ia berobat. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi kembali dengan Dina, dan menyampaikan santunan kedua untuk membantu biaya akomodasi, agar ia rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke RSUD Kabupaten Karawang. Ibu Takziah mengucapkan terima kasih atas santunan dan support yang diterima. Semoga titipan dari sedekaholics memberikan harapan baru untuk Dina, dan ia dapat kembali sehat seperti sedia kala. Aamiin. Santunan sebelumnya sudah diberikan, dan Dina tercatat dalam pasien rombongan nomor 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2 @_SutardiAnggara

Dina menderita Tuberculosis Paru

Dina menderita Tuberculosis Paru


JAMHARI DESTAM (14, Acute Limphoblastic Leukemia ALL). Alamat : Dusun Pisang Sambo, RT 3/1, Kelurahan Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sakit yang diderita Jamhr dimulai sejak 5 bulan terakhir dirasakan, awalnya ia seringkali demam, dan sakit disekujur tulang, wajahnya selalu pucat, dan keluar bintik kemerahan di kulit. Keluarga kemudian membawanya ke Puskesmas terdekat, melihat kondisinya Ia pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang. Menjalani pemeriksaan Jamhari  diduga menderita Acute Limphoblastic Leukemia (ALL) atau yang secara umum kita kenal dengan kanker sel darah putih. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk pemeriksaan menyeluruh serta pengobatannya. Orang tua Jamhari, Bapak Juwat (48) dan Ibu Nurhayati (48) sungguh terpukul mendengar berita ini, dengan biaya seadanya berangkatlah Jamhari ke RSHS Bandung. Hasil pemeriksaan yang sama pun didapat, Jamhari positif menderita ALL, mendengar diagnosa sakitnya keluarga bingung bagaimana dengan biaya kebutuhan hidupnya nanti selama di Bandung, pekerjaannya sebagai buruh tani pun kadang tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Selama perawatannya Jamhari tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker Bandung yang merupakan rekanan dari #SedekahRombongan. Bapak Juwat mengungkapkan kesulitannya saat bertemu Kurir #SedekahRombongan, walau saat ini ia menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS PBI untuk biaya perawatan putranya, namun untuk pembelian obat yang wajib Jamhari konsumsi setiap harinya, tidak ditanggung oleh BPJS PBI. Mengerti kesulitan yang dihadapi keluarga ini, Kurir #SedekahRombongan pun menyampaikan santunan untuk membantu Jamhari membeli obat yang dibutuhkan. Terima kasih kepada para sedekaholic yang terus memberikan harapan kepada para duafa sakit. Semoga bantuan yang maksimal dari para sedekaholic bisa membuat Jamhari kembali sehat. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin, @zerinabanu @etydewi2

Jamhari menderita Acute Limphoblastic Leukemia ALL

Jamhari menderita Acute Limphoblastic Leukemia ALL


ANANDA KEISYA SYAPUTRI (1, Atresia Ani). Alamat : Kampung Anyar, RT 4/6, Kelurahan Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bayi cantik ini biasa dipanggil Keisya, bayi yang baru berusia 5 bulan ini sejak lahir diberikan keistimewaan oleh sang pencipta, sejak lahir Keisya tidak memiliki Anus yang dalam bahasa medis disebut Atresia Ani. Keisya sudah melakukan berbagai pengobatan mulai dari RSUD. Kabupaten Bogor hingga sekarang dirujuk di RS. Fatmawati. Pihak RS. Fatmawati telah melakukan operasi pertama untuk membuat saluran baru untuk Keisya, namun itu hanya operasi awal yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit, dokter yang menangani Keisya menyebut bahwa akan ada tahapan operasi selanjutnya untuk Keisya. Mendengar kabar seperti itu dari Dokter, orang tua Keisya mulai kebingungan untuk memenuhi biaya yang diperlukan Keisya dalam menjalani tahapan demi tahapan pengobatan di RS. Fatmawati. Oni (19) ayah keisya tidak memiliki pekerjaan yang tetap yang membuat tidak bisa berbuat banyak untuk pengobatan anaknya. Walaupun Keisya mempunyai BPJS PBI untuk biaya pengobatannya tapi Oni dan Nova tidak memiliki biaya untuk akomodasi control Keisya ke RS. Fatmawati. Beberapa kali control ke RS. Fatmawati sering dibantu oleh kakek dan neneknya, namun mereka merasa sudah terlalu banyak membebani orang tua mereka. Mendengar cerita dari Oni dan Nova, kurir #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka untuk mengobati anak mereka. Bantuan awal pun disampaikan untuk Keisya yang akan digunakan sebagai biaya akomodasi Keisya control ke RS. Fatmawati untuk menjalani operasi kedua yang akan insya allah dilaksanakan pada bulan desember. Semoga Keisya cepat sembuh dan dapat tumbuh seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Keisya menderita Atresia Ani

Keisya menderita Atresia Ani


MAMAN FIRMANSYAH (13, Kelainan Tulang + Lumpuh). Alamat : Kampung Cisirih, RT 1/8, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Maman biasa kami memanggil sejak lahir tidak ada tanda – tanda kelainan dari bayi lain, namun beranjak usia balita mulai terlihat perbedaan yang mencolok dari balita seusianya, Maman tidak bisa berjalan walaupun umurnya sudah memasuki 3 tahun serta kondisi badannya yang tidak tumbuh layaknya anak – anak seusianya. Pak Ismail dan Bu Iis hanya bisa membawa Maman berobat ke Mantri kampung karena keterbatasan biaya yang dimiliki. Seiring berjalannya waktu kondisi Maman tidak mengalami perubahan hingga memasuki usia ke 13 tahun. Pernah sekali Maman dibawa ke RSUD. Cianjur untuk menjalani pengobatan namun oleh dokter disarankan Maman untuk rutin 1 kali seminggu untuk melakukan therapy di RSUD. Cianjur. Memang untuk biaya therapy sudah ditanggung oleh BPJS PBI yang dimiliki Maman setahun yang lalu namun tetap saja Maman tidak bisa rutin melakukan therapy karena keterbatasan biaya akomodasi dari rumah ke RSUD yang berjarak cukup jauh. Pak Ismail hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya makan sehari – hari keluarga sedangkan Bu Iis hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Kurir #SedekahRombongan yang datang merasakan kesulitan yang dialami oleh Maman untuk melanjutkan pengobatan. Bantuan awalpun disampaikan untuk Maman yang akan digunakan sebagai biaya akomodasi Maman Therapi ke RSUD. Cianjur. Semoga Maman dapat sembuh dan tumbuh seperti anak – anak seusianya serta dapat bersekolah untuk meraih cita – citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Maman menderita Kelainan Tulang + Lumpuh

Maman menderita Kelainan Tulang + Lumpuh


ESON CARSAN (55, Tumor Ganas pada Leher). Alamat : Dusun Sukajadi, RT 10/19, Desa Cileungsir, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Bapak Eson begitu beliau akrab disapa, mulai mengidap penyakit tumor pada akhir tahun 2015. Pada awal penyakitnya, muncul benjolan kecil dibagian leher beliau diiringi dengan rasa nyeri. Diduga hanya gondongan biasa membuat beliau tidak memeriksakan kondisinya kedokter. Namun seiring berjalannya waktu benjolan tersebut terlihat semakin membesar dan kondisi kesehatan beliaupun ikut menurun. Keadaan tersebut memaksa beliau untuk memeriksakan kondisinya ke pelayanan kesehatan terdekat. Oleh dokter setempat beliau didiagnosis menderita kanker ganas dan harus dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter ahli. Setelah dilakukan pemeriksaan ke dokter ahli, beliau dinyatakan positif menderita tumor ganas/kanker  pada lehernya dan harus dioperasi. Saat ini Bapak Eson sedang mendapatkan perawatan dan akan segera dilakukan operasi di RSUD Banjar. Pekerjaan sehari-hari Bapak Eson hanyalah seorang kuli panggul batang pohon kelapa yang penghasilannya tidak seberapa. Dalam keluarganya beliau memiliki Seorang istri Titi (48) dan satu orang anak. Bapak Eson memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III. Pekerjaan yang berat dan kondisi fisik yang terus menurun membuat beliau sangat sulit untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Kini beliau tetap harus bekerja untuk menafkahi keluarganya walaupun kondisi kesehatannya tidak mendukung. Atas izin Allah, kurir #SedekahRombongan Ciamis dipertemukan dengan Bapak Eson. Melihat kondisi beliau #SedekahRombongan segera menyampaikan bantuan awal berupa biaya transportasi dan akomodasi untuk pengobatannya. Bapak Eson merasa sangat terbantu dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan sedekaholic. Semoga Bapak Eson dapat kembali sehat dan bisa kembali bekerja seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin Fhirda @zezenzn

Pak eson menderita Tumor Ganas pada Leher

Pak eson menderita Tumor Ganas pada Leher


HENDRA GUNAWAN,  (26, Giant Cell Tumor). Alamat: Kampung Rawa Sentul RT 2/4, Desa Jaya Mukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak 3 tahun yang lalu  Hendra mulai merasakan nyeri dan bengkak pada lutut sebelah kirinya, yang mengharuskan Hendra berobat. Namun karena ketidaktahuannya akan gejala-gejala tumor yang dideritanya, Hendra memilih berobat secara tradisional. Selama satu tahun, penyakitnya malah bertambah parah. Bengkak di lututnya semakin membesar. Akhirnya ia memutuskan untuk berobat di RS Medirosa Bekasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Hendra didiagnosa mengidap tumor pada tulang lutut kaki kirinya, yang dalam istilah medis dikenal sebagai Giant Cell Tumor. Penanganannya kemudiandan dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Pada tahun 2012, Hendra menjalani operasi pertama dan dilanjutkan dengan radioterapi sebanyak 30 kali di RS Hasan Sadikin Bandung. Selama rutinitas pengobatan tersebut, Hendra tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Pada Juni 2016 Hendra menjalani operasi pengangkatan PEN yang sudah lama tertanam di kaki kirinya. Operasi yang dilaksanalan di rumah sakit di Kota Bandung ini alhamdulillah berjalan lancar. Hendra diberikan kekuatan dan kemudahan dalam proses ikhtiarnya menuju kesembuhan. Meskipun demikian, Hendra masih harus terus kontrol ke RSHS Bandung. Karena itu, dengan empati sedekaholis #SR, pada ban Juni 2016, saat dia singgah di RSSR Bandung, alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya pembelian obat Actonel –sebutir Rp.132.000 yang tidak ditanggung BPJS– serta pembelian tongkat dan bekal selama dia tinggal di Bandung. Pada akhir Juli 2016, Hendra datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol. Perkembangannya cukup menggembirakan, tetapi ia  masih harus kontrol. Pada pertengahan November 2016 dia datang lagike RSHS dan tinggal di RSSR Bandung selama beberapa hari. Hendra masih memerlukan dukungan dnbantuan sedekaholcs untuk kelanjutan pengobatannya sampai ia mendpati kesembuhan total. Alhamdulilah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @avinptr

Hendra menderita Giant Cell Tumor

Hendra menderita Giant Cell Tumor


DEDI ROHENDI (38, Patah tulang selangkangan + decubitus + saluran nafas terganggu akibat kecelakaan lalu lintas). Alamat : Jl. Kebon Kangkung I No. 12/127 RT 1, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 11 Mei 2016 Pak Dedi mengalami kecelakaan lalu lintas di Jl. Soekarno Hatta Bandung ketika pulang kerja malam. Ia dikenal sebagai sebagai office boy di sebuah perusahaan swasta dengan status sebagai pegawai kontrak. Malam itu Dedi tertabrak truk hingga masuk ke bagian bawah truk dan terseret. Akibat kejadian itu, Dedi mengalami luka bagian pantat dan paha sehingga dagingnya habis akibat terseret dan bagian tulang selangkangannya patah. Pak Dedi kemudian dibawa periksa dan dirawat di RS Al Islam Bandung selama satu minggu. Terdaftar sebagai Pasien Umum, di rumah sakit ini ia mendapatkan tindakan operasi plastik di bagian pantatnya. Setelah seminggu di RSAI, keluarganya merasa tak mampu untuk membayar biaya rumah sakit. Untuk biaya berobat, ia juga berhutang Rp.5000.000,- kepada pihak ketiga. Pada 17 Mei 2016, penanganan medisnya kemudian dirujuk ke RSHS Bandung setelah keluarganya mendaftarkan Pak Dedi sebagai pesert BPJS PBI. Dibantu warga dan kurir #SR Bandung, ia kemudian dibawa periksa ke RSHS menggunakan MTSR Bandung. Akibat kecelakaan itu rupanya cukup serius. Ia mengalami luka di bagian pantat dan paha, saluran pembuangan air besar terganggu, dan saluran pernafasan menjadi terganggu. Tim medis di RSHS memutuskan untuk mengambil tindakan operasi pembuatan saluran pembuangan air besar di bagian perut dan saluran pernafasan di tenggorokannya. Pak Dedi sempat dirawat di  RSHS Bandung selama hampir 4 bulan; ia bahkan sempat ditangani di Ruangan ICU RSHS. Saat ditemui kurir #SR di rumah orang tuanya, Pak Dedi hanya bisa tidur tergeletak; ia tidak bisa duduk apalagi berdiri; badannya sangat kurus. Di badan bagian belakangnya juga muncul decubitus. “Setiap saat harus ada yang menjaganya karena ia harus selalu diberi nafas bantuan melalui tabung oksigen –sehari dibutuhkan 2 tabung oksigen ukuran kecil); dahaknya harus sering disedot, “ jelas Bu Ai Siti Halimah (35), istri Pak Dedi yang menuturkan kisah dukanya sambil menahan tangis. “Semoga ada yang bisa bantu kami, terutama untuk membeli obat di luar tanggungan BPJS seperti obat untuk mengobati luka (setiap hari butuh 4 lembar supratul dan perban),” tambahnya kepada kurir Kota Bandung, Kang Dzim Dzim. Harapan keluarga dhuafa dengan tanggunan dua orang ini akhirnya sampai kepada sedekaholic #SR. Setelah menjenguk dan mendoakannya, alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan juga dapat menyampaikan Banuan Awal untuk Pak Dedi Rohendi, yang digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @Dzim Dzim @Tantri

Pak dedi menderita Patah tulang selangkangan + decubitus + saluran nafas terganggu akibat kecelakaan lalu lintas

Pak dedi menderita Patah tulang selangkangan + decubitus + saluran nafas terganggu akibat kecelakaan lalu lintas


ETI SURYETI (43, Tumor pada Anus). Alamat: Kampung Pasir Sareh RT 4/5, Kelurahan Sinarjaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Awalnya, Bu Eti sering merasakan sakit pada bagian perut dan pinggangnya, namun ia tak pernah  menghiraukan rasa sakitnya itu; dia hanya menganggap sakit perut biasa. Setelah dua minggu, sakit perut yang dia rasakan tak kunjung membaik dan kondisinya malah semakin parah. Undang (45), suami Bu Eti, tak tega melihat sakit yang diderita istrinya itu. Lantas, ia membawanya berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah dua minggu berobat di Puskesmas, dokter belum bisa mendiagnosa penyakit yang dialami ibu pendiam ini. Akhirnya, pemeriksaan medis Bu Eti dirujuk ke RSHS Bandung. Setelah menjalani pemeriksaan, Ibu Eti didiagnosa mengidap Tumor Anus. Selama kurang lebih satu tahun, dia berikhtiar menjalani pengobatan di RSHS Bandung hanya ditemani anak terbesarnya. Suaminya, Pak Undang –yang hanya buruh harian lepas– tidak bisa meninggalkan pekerjaan dan kedua anak mereka di kampung halaman. “kalau suami saya berhenti bekerja, dari mana biaya sehari-hari. Untuk biaya pengobatan ini kami kesulitan,’ kata Bu Eti. Penghasilan Ibu Eti sebagai pembantu rumah tangga dan upah sang suami yang tidak menentu, kalau digabungkan, hanya cukup untuk membiayai kehidupan keluarga sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak mereka. Setiap berobat ke RSHS Bandung, mereka kerap kebingungan karena tidak punya sanak saudara di Bandung. Dalam ketidakmampuan ekonomi, Ibu Eti terpaksa harus bolak-balik menjalani pengobatan di kampung orang. Kesulitan hidup mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung, atas informasi dari pasien dampingan #SR yang sempat dirawat dalam ruangan yang sama dengan Ibu Eti. Bersyukur kurir #SR bisa bersilaturahmi dengan Ibu Eti! Dari ibu asal desa ini, kita dapat belajar arti sabar dan tawakal. Saat menceritakan kegetiran hidup yang dialami keluarganya, tersirat kuat jugs harapannya untuk terus berikhtiar menjalankan perintah Allah Swt. Secara medis, ia akan menjalani kemoterapi yang dijadwalkan mulai akhir Desember 2016. Ibu Eti memutuskan untuk pulang dulu ke kampungnya, setelah sebulan tinggal di RSSR Bandung. Tangisan dan doanya rupanya didengar Allah Swt. Dengan empati sedekaholic, alhamdulillah, bantuan dari #SR untuk Ibu Eti pun dapat disampaikan. Bantuan yang dia terima di RSSR ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, tambahan biaya membeli obat, dan biaya sehari-hari. Saat menerima titipan langit tersebut, Bu Eti mengucapkan terima kasih dan mendoakan para dermawan dan kurir #SR agar senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal:  22 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu eti menderita Tumor pada Anus

Bu eti menderita Tumor pada Anus


EDI SUTIADI (31, Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Langseb IV, RT 4/4, Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Pada Januari 2016 Pak Edi merasakan keluhan dibagian telinga kirinya. Keluhan yang dirasa awalnya hanya gatal namun tanpa beliau sadari tumbuh pula benjolan ditempat yang sama. Mulai merasakan benjolannya semakin membesar, Pak Edi kemudian berobat ke Puskesmas terdekat. Disana beliau mendapat rujukan untuk pemeriksaan menyeluruh di Poli THT Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa sakit pada telinganya adalah tumor yang dalam dunia medis dikenal dengan nama Ca Nasofaring. Pak Edi kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. Selama sakitnya Pak Edi tidak dapat maksimal untuk mencari nafkah, istrinya Cucu Kuswati (22) baru 2 bulan ini bekerja sebagai tenaga kerja wanita menggantikan Pak Edi mencari nafkah untuk kehidupannya sehari-hari.  Dokter menyarankan Pak Edi untuk datang melakukan kontrol pasca operasinya, namun tidak dilakukannya, dikarenakan kendala biaya transportasi untuk berobat. Dua bulan pasca operasinya, Pak Edi kembali merasakan sakit dan bengkak di telinganya pun semakin membesar. Dengan bekal kartu jaminan kesehatan KIS PBI yang dimilikinya, beliau kembali datang ke RSUD Kabupaten Karawang. Dokter pun kembali merujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. Pak Edi terus semangat mencari kesembuhannya, saat ini beliau masih menjalani pengobatan rutin dan kemoterapi ke RSCM. Karena padatnya penghuni di Rumah Singgah Sedekah Rombongan, Pak Edi disediakan tempat singgah sementara untuk memudahkannya datang ke RSCM. Saat ini beliau belum dapat maksimal mencari nafkah, sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Alhamdulillah melalui Kurir #SedekahRombongan santunan kedua kembali disampaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan makan, dan biaya tempat tinggalnya. Pak Edi mengucapkan terima kasih banyak atas titipan dari para sedekaholics. Sebelumnya Pak Edi tercatat dalam pasien rombongan nomor 912. Semangat Pak Edi, semoga ikhtiarnya membuahkan hasil berupa kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2 Kosasih

Pak edi menderita Ca Nasofaring

Pak edi menderita Ca Nasofaring


NAZMA NOVIANTI (11, Acute Limphoblastic Leukemia). Alamat : Dusun Belendung 2, RT 3/9, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Nazma adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak 3 tahun belakangan. Nazma lahir dengan kondisi sehat, ia mulai merasakan sakitnya saat usianya menginjak 21 bulan. Awalnya Nazma mengalami batuk, pilek dan demam tinggi, mendadak ia menjadi sulit berdiri dan berjalan, terlihat di beberapa bagian tubuhnya terdapat memar-memar dan ia mengeluh kesakitan apabila disentuh, tidak jarang pula terjadi pendarahan pada gusinya. Melihat kondisi Nazma  keluarga memeriksakan ke klinik terdekat, disana ia mendapatkan perawatan selama seminggu sampai keluarga membawanya kembali ke rumah. Dua minggu kemudian ia kembali merasakan keluhan yang sama, keluarga kemudian membawa Nazma ke Rumah Sakit Dewi Sri Kabupaten Karawang. Setelah menjalani serangkain pemeriksaan di RSDS Kabupaten Karawang, didapat diagnosis sakitnya dan pihak Rumah Sakit menjelaskan untuk bisa membawa Nazma ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, ia memerlukan surat rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang. Di RSUD Kabupaten Karawang ia kembali menjalani pemeriksaan dan didapat diagnosis yang sama, Nazma menderita sakit Acute Limphoblastic Leukemia (ALL) atau yang lebih kita kenal dengan sakit kanker sel darah putih. Dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS Non PBI kelas III yang dimiliknya, kedua orang tua Nazma, Bapak Sanudin (50) dan Ibu Kari (42) kemudian membawa Nazma ke RSHS Bandung untuk mendapatkan pengobatan secepatnya. Ibu Kari yang kesehariannya mengurus Nazwa, menuturkan kesedihannya menerima cobaan Nazma sakit, pendapatan suaminya yang tidak menentu sebagai buruh lepas menjadi kendala Nazma berobat secara rutin. Alhamdulillah #SedekahRombongan yang turut mendamping Nazma menyelesaikan kemo’nya sebanyak 110 kali, sungguh mengerti kesulitan yang dirasakan, dan titipan langit para sedekaholics pun kembali disampaikan untuk membantu Nazma membeli obat yang wajib ia konsumsi setiap harinya yang tidak di cover dari BPJS serta membantu biaya akomodasinya selama berobat rutin ke Rumah sakit. Selama 1 tahun kedepan Nazma harus rutin mengkonsumsi obat, semangat ya Nazma  dalam menjalani iktiarnya, semoga perjuangannya membuahkan kesembuhan. Nazma sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan nomor 455 di #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Nazma menderita Acute Limphoblastic Leukemia

Nazma menderita Acute Limphoblastic Leukemia


SYABAN BIN HASAN (2, Leukimia). Alamat : Dusun Bakan Jati RT 40/17, Kelurahan Karya Sari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Putra pasangan Pak Hasan (35), dan Bu Ati (32) sudah beberapa bulan terakhir menurun kondisi kesehatannya. Keluarga baru menyadari sakit yang diderita Syaban bukanlah sakit biasa, melihatnya merasakan demam tinggi yang tidak turun selama beberapa hari, dengan mata yang terus berair, disertai  pipi dan perutnya yang semakin membengkak, Syaban dibawa ke Puskesmas terdekat. Melihat kondisinya saat itu, Puskemas pun merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan Syaban didiagnosa menderita sakit Kanker Darah, atau biasa dalam bahasa medis kita kenal sebagai Leukimia. Melihat kondisinya yang semakin kritis tim medis RSUD memberikan rujukan untuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Walau menggunakan fasilitas jaminan kesehatan KIS PBI, namun Pak Hasan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas menuturkan pihak keluarga keberatan membawa Syaban ke RSHS Bandung, dengan alasan takut biaya yang dikeluarkan sehari-hari selama disana semakin besar dan jauhnya lokasi Rumah Sakit dari tempat tinggal. Kurir #SedekahRombongan sudah berusaha memberikan penjelasan agar pihak keluarga tidak perlu mengkhawatirkan hal ini, namun disayangkan pihak keluarga memilih membawa Syaban untuk kembali pulang kerumah. Kurir #SR memahami hal ini, dan menyampaikan santunan lepas yang dititipkan dari sedekaholics. Pak Hasan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Besar harapan kami pihak keluarga semangat menjalani ikhtiarnya, Syaban diberikan kesembuhan atas sakitnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Etydewi2

Syahban menderita Leukimia

Syahban menderita Leukimia


RIDWAN BIN  MULYADI (28, TB Paru). Alamat : Jorong Ladang Darek RT 9/22, Desa Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Sudah sekitar 3 tahun Ridwan menderita sakit TB Paru, selama itu pengobatannya tidak beraturan karena ketiadaan biaya berobat. Ridwan merantau dari daerah asalnya di Bekasi bersama ibunya Deshendri (49), semenjak ayahnya meninggal sekitar 5 tahun yang lalu. Tempat tinggal di Bekasi pun selalu berpindah-pindah kontrakan dan saat ini ia menempati salah satu kontrakan di daerah Tambun, Kabupaten Bekasi. Ridwan sehari-hari bekerja sebagai pengamen, ia tidak memiliki KTP, hal inilah yang membuat ia harus berobat dengan biaya umum ke rumah sakit. Hingga akhirnya ia dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang berusaha membantu kesulitan Ridwan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama melakukan pengobatan di RSUD Kabupaten Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mamat Maksudi Samsudin

Ridwan menderita TB Paru

Ridwan menderita TB Paru


HARIS BIN ABDUL BASIT (2, Meningitis + Bronkopneumonia ). Alamat : Dusun Krajan, RT 2/1, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Haris merupakan anak ke-2 dari pasangan Bapak Abdul Basit (37) dan Ibu Casinah BT Tarsam (37). Ia mulai merasakan demam tinggi sejak satu bulan lalu. Orangtua Haris sempat membawa Haris ke klinik terdekat namun tidak ada perubahan. Orang tua Haris mulai khawatir ketika demamnya tidak kunjung turun dan disertai kejang-kejang. Ayah Haris langsung membawa Haris kembali ke klinik. Haris yang mengalami penurunan kesadaran selama 2 hari, dan  mendapat rujukan ke Rumah Sakit Mitra Family Kabupaten Karawang. Setelah mendapat kabar bahwa Haris koma, Kurir #SedekahRombongan mendampingi Keluarga Haris ke Rumah Sakit Mitra Family Kabupaten Karawang untuk mendapatkan perawatan di ruangan PICU. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosis Haris terkena meningitis atau radang selaput otak dan bronkopneumonia atau sering disebut dengan radang paru-paru. Bapak Abdul sehari-hari merupakan buruh harian lepas yang penghasilannya tidak menentu sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Haris baru memiliki kartu jaminan kesehatan sehingga sebelumnya Haris masuk sebagai pasien jalur umum. Saat ini baik Haris ataupun keluarga membutuhkan bantuan untuk biaya sehari-hari di rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan sangat mengerti keadaan keluarga ini, Alhamdulilah santunan awal dari para sedekaholics telah disampaikan untuk membantu biaya makan sehari-hari dan akomodasi selama di rumah sakit. Orang tua Haris mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Semoga Haris senantiasa sehat, kembali ceria seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2 Badrudin @tammitrie

Haris menderita Meningitis + Bronkopneumonia

Haris menderita Meningitis + Bronkopneumonia


PUPUT OKTAVIANI (23, Ca Mammae). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Semenjak 3 tahun yang lalu, Puput pernah menderita kanker payudara stadium satu dan sudah pernah dioperasi di RSUD Kabupaten Bekasi.  Setelah operasi, kondisi Puput semakin menurun dan saat ini badan Puput semakin hari semakin kurus, nafasnya berat dan suaranya nyaris habis tidak terdengar. Semenjak itu Puput belum pernah berobat ke rumah sakit manapun dikarenakan keterbasan biaya dan belum memiliki jaminan kesehatan. Namun terlihat sangat besar keinginannya untuk sembuh. Suaminya, Nirman (24) hanya seorang buruh harian disebuah pabrik di Cikarang. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat di luar apotik rumah sakit dan biaya akomodasi berobat ke RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Puput menderita Ca Mammae

Puput menderita Ca Mammae


BANJIR MUARAGEMBONG (Bantuan Sembako Untuk Korban Banjir). Alamat : Kp. Gaga RT 2/4, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 4 Desa yang terdiri lebih dari 250 Kepala Keluarga terendam banjir luapan dari sungai Citarum. Sudah lebih dari 10 hari banjir yang merendam 4 desa ini membuat perekonomian warga sekitar lumpuh. Ratusan hektar tambak terendam banjir yang mengakibatkan gagal panen. Bantuan dari berbagai kalangan berdatangan, mulai dari pakaian layak pakai, sembako dan air mineral. Tidak ketinggalan dalam hal ini, Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan Bekasi ikut membantu meringankan beban mereka dengan menyampaikan 100 paket sembako masing-masing senilai Rp. 50.000,-. Bantuan disampaikan ke titik yang paling sulit dijangkau dengan transportasi menggunakan perahu.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @iid_fahrudin

Bantuan Sembako Untuk Korban Banjir

Bantuan Sembako Untuk Korban Banjir


KUSNADI BIN DUL NASIR (69, Tension Headache). Alamat : Dusun Jatayu RT 3/4, Desa Semuli Jaya, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Pak Kusnadi sudah hampir 2 tahun tinggal bersama keluarga dari anaknya yang mendiami sebuah rumah kontrakan di Tambun Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada tanggal 6 November 2016, Pak Kusnadi mendadak sakit kepala yang sangat sakit. Keluarga langsung mengevakuasi Pak Kusnadi ke RS Ridhoka Salma Cikarang Barat dan menjalani perawatan. Awalnya Kurir #SedekahRombongan akan mengupayakan BPJS instant yang prosesnya 1 hari langsung aktif, namun sayangnya ketika akan mengurus Surat Rekomendasi dari Dinsos Kabupaten Bekasi terjadi kendala. Pihak Dinas Sosial Kabupaten Bekasi tidak berwenang mengeluarkan surat rekomendasi meskipun ada surat keterangan domisili karena Pak Kusnadi warga Lampung. Akhirnya proses BPJS Instan tidak dapat diteruskan dan hanya mengandalkan pendaftaran BPJS dengan masa aktif 14 hari. Saat ini Pak Kusnadi menjalani perawatan dengan biaya umum yang inshaa Allah akan ditanggung #SedekahRombongan. Anak Pak Kusnadi hanya seorang tukang ojek yang penghasilannya tidak pasti, sedangkan istri Pak Kusnadi, Bu Tuti Suryati (61) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar cicilan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak kusnadi menderita Tension Headache

Pak kusnadi menderita Tension Headache


MARSAN BIN LELE (65, Hernia). Alamat : Kp. Putat RT 3/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pak Marsan dalam waktu 6 bulan terakhir sering merasakan sakit perut yang tak kunjung sembuh. Upaya yang dilakukan hanya sebatas tindakan urut dan pijat saja. Namun kini ia baru menyadari bahwa ada benjolan yang makin membesar pada bagian kemaluannya. Dengan berbekal Kartu KIS PBI yang ia miliki akhirnya ia menjalani pemeriksaan di Puskesmas Cabangbungin. Namun ia disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan tindakan operasi di rumah sakit. Pak Marsan sempat kebingungan karena anak-anaknya tinggal jauh merantau entah kemana, sedangkan ia hanya tinggal bersama istrinya yang sering sakit-sakitan, Bu Kaswati (60) yang hanya seorang ibu rumah tangga. Sehari-harinya Pak Marsan bekerja serabutan di kampungnya. Terkadang di musim panen padi ia bekerja sebagai kuli angkut karung gabah dan semenjak sakit ia tidak bisa bekerja lagi. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, Pa Marsan menjalani operasi pada tanggal 13 November 2016. Sebelum menjalani operasi Pak Marsan dianjurkan untuk membeli alat MESH yang berfungsi menyangga usus agar tidak turun lagi setelah operasi hernia, alat tersebut tidak dicover oleh Kartu Indonesia Sehat. Harganya sekitar 1 juta rupiah. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk pembelian MESH dan bekal selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @alle_recycle

Pak marsan menderita Hernia

Pak marsan menderita Hernia


NURKINAH BINTI ASAN (45, Kolesterol Tinggi). Alamat : Kp. Gaga RT 1/2, Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah hampir 1 tahun lebih Bu Nurkinah hanya terbaring di tempat tidur, sekujur tubuh lemah dan tidak dapat digerakan. Upaya pengobatan awal dilakukan di puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Cibitung Medika Kabupaten Bekasi. Selama 4 bulan terakhir, Alhamdulillah kondisi Bu Nurkinah saat ini sudah mulai berangsur membaik terlihat dari tangannya yang sudah dapat digerakan sedikit demi sedikit. Namun belakangan ini mereka mulai kebingungan dengan bekal selama menjalani pengobatan di rumah sakit, sedangkan biaya rumah sakit sudah tercover oleh Kartu KIS yang ia miliki. Suami Bu Nurkinah, Pak Rohmani (47) bekerja sebagai nelayan, namun dampak banjir yang melanda tempat tinggalnya mengakibatkan Pak Rohmani tidak dapat mencari nafkah. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini sehingga dapat menyampaikan bantuan awal untuk bekal berobat ke RS Cibitung Medika.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Ibu nurkinah menderita Kolesterol Tinggi

Ibu nurkinah menderita Kolesterol Tinggi


ONYI BINTI KAWI (53, TB Paru). Alamat : Kp. Cibadak RT 12/5, Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bu Onyi saat ini sedang hamil 6 bulan, sejak 3 tahun yang lalu ia sering mengalami sesak nafas. Namun baru 3 bulan terakhir ia memeriksakan diri ke Puskesmas yang jaraknya sekitar 30 km ditempuh dengan ojek sepeda motor selama 1 jam karena menyusuri jalan setapak. Hasil pemeriksaan ternyata Bu Onyi terkena TB Paru dan disarankan harus menjalani pengobatan rutin selama 6 bulan tanpa putus. Keadaan ekonomi Bu Onyi sangat memprihatinkan, hanya mengharapkan pemberian dari anaknya yang sudah berkeluarga. Suami Bu Onyi, Pak Naja (56) hanya seorang penyandang cacat yang berupaya mengais risky membuat kerajinan dari bambu yang tidak tentu entah kapan ada orang yang membeli hasil kerajinannya. Untuk akomodasi selama menjalani pengobatan ia merasa kebingungan dan kadang harus pinjam ke tetangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama menjalani pengobatan rutin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Icih

Pak onyi menderita TB Paru

Pak onyi menderita TB Paru


DEDE ARNASIH (51, Stroke). Alamat: Kp. Siluman, RT 3/2, Kel. Setiaratu, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, Ibu Dede mengeluhkan tangannya yang kesemutan tanpa henti. Beberapa hari kemudian, tubuh bagian kiri Bu Dede sulit digerakkan dan beliau pun langsung dibawa ke puskesmas oleh keluarganya. Karena keadaannya yang semakin parah, lalu ia pun dibawa ke RSUD Tasikmalaya atas rujukan puskesmas untuk dirawat inap selama 8 hari. Kini, keadaan Bu Dede hanya bisa terbaring di atas kasur dan harus berobat seminggu sekali. Suaminya, Pak Aso (54) yang bekerja sebagai supir bus otomatis harus berhenti bekerja karena harus merawat istrinya padahal ia punya 3 anak yang harus dinafkahi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Dede dan suami. Bantuan pun disampaikan oleh kurir dari para Sedekaholics untuk membantu meringankan biaya akomodasi dan pengobatan karena ada obat yang harus dibeli di luar jaminan KIS sebesar 300 ribu perbulannya, untuk ke rumah sakit pun ia harus menyewa angkot dengan biaya 75 ribu. Semoga Bu Dede segera diberi kesembuhan dan bebannya diringankan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Pak dede menderita Stroke

Pak dede menderita Stroke


ENGKOS BIN DAMA (70, Katarak+Reumatik). Alamat: Kp. Rarangjami, RT 1/3, Kel. Indihiang, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Engkos, biasa dipanggil warga sekitar sudah 5 tahun menderita katarak. Awalnya, hanya satu matanya yang terkena namun lama-kelamaan, mata yang lainnya ikut terjangkit penyakit ini. Ditambah lagi Pak Engkos menderita reumatik dan kini ia hanya bisa berobat seminggu sekali ke dokter terdekat tanpa perawatan di rumah sakit. Setiap berobat ia harus menghabiskan puluhan ribu karena tak mempunyai jaminan kesehatan. Pak Engkos kini hidup sebatang kara karena istri dan anaknya sudah meninggal. Beliau sempat membuka usaha sendiri yaitu warung kecil-kecilan namun harus gulung tikar beberapa bulan lalu. Ketika kurir #SedekahRombongan mengunjungi beliau, terlihat atap rumahnya hampir roboh dimakan usia dan bagian dalam rumahnya pun gelap karena tak ada aliran listrik. Bantuan pun disampaikan untuk biaya pengobatan Pak Engkos per minggunya. Semoga Pak Engkos bisa bersabar dengan cobaan yang diberikan Allah dan segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 24 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @ulfafauziah

Pak engkos menderita  Katarak+Reumatik

Pak engkos menderita Katarak+Reumatik


TIA SASUTIASIH (36, Pendarahan Rahim). Alamat: Kp. Sodongwangi, RT 1/4, Kel. Sindangjaya, Kec. Cikalong, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, Ibu Tia merasa ada darah keluar dari vaginanya padahal hari itu bukan jadwal menstruasi beliau. Karena merasa takut, akhirnya Bu Tia memeriksakan diri ke puskesmas dan bidan mengatakan kalau itu hanya pendarahan biasa. Keesokan harinya, darah yang keluar makin banyak dan Bu Tia kembali ke puskesmas namun ia diberi rujukan untuk pemeriksaan lanjutan ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Ternyata, Bu Tia harus dirawat selama sembilan hari dengan jaminan KIS karena pendarahan tersebut berasal dari rahimnya. Suaminya, Ateng (43) bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu dan harus menafkahi ketiga anaknya yang masih sekolah. Sejak Bu Tia sakit, beban suaminya makin bertambah karena terkadang ia harus libur bekerja ditambah jarak rumah sakit dari rumahnya terhitung jauh sehingga ongkos transportasi keluar ratusan ribu. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa mengunjungi Bu Tia di RSUD dan menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk akomodasi. Semoga Bu Tia segera pulih supaya anak-anaknya kembali terawat oleh ibunya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @adebuser

Ibu tia menderita Pendarahan Rahim

Ibu tia menderita Pendarahan Rahim


MAMAY SOPYAN (67, Kecelakaan Lantas). Alamat: Kp. Pangkalan, RT 1/7, Kel. Indihiang, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kecelakaan yang dialami Pak Mamay terjadi ketika bulan Juli. Saat itu beliau sedang menyebrang menuju rumahnya, tiba-tiba ada siswa SMP yang mengendarai sepeda motor menabrak beliau. Alhasil, Pak Mamay langsung rubuh di aspal dan warga sekitar langsung membawanya ke dokter terdekat. Setelah diperiksa keadaan fisiknya, ternyata kaki Pak Mamay mengalami keretakan tulang sehingga ia harus dirawat selama beberapa hari. Sayangnya, Pak Mamay menolaknya dengan alasan biaya akomodasi meskipun mempunyai jaminan KIS. Kini, Pak Mamay hanya berobat ke tukang pijat dua kali seminggu. Dulu, Pak Mamay bekerja sebagai guru mengaji namun sejak kecelakaan, ia tak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan pemberian anaknya, Hendi (39) dan kini beliau hidup menduda tanpa ada istri yang mengurus karena sudah meninggal beberapa tahun lalu. Atas informasi warga sekitar yang memberitahukan kurir, #SedekahRombongan pun menyampaikan bantuan untuk akomodasi agar Pak Mamay bisa berobat ke RSUD di Poli Ortopedi. Semoga kaki Pak Mamay segera sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal: 24 November 2016
Kurir: @dedesyaefudin @mustikanoverita @ulfafauziah

Pak mamay menderita Kecelakaan Lantas

Pak mamay menderita Kecelakaan Lantas


MAMAT BIN SAMIAN (59, Reumatik+Hipertensi+Asma). Alamat: Kp. Cikopo, RT 1/1, Kel. Kaputihan, Kec. Jatiwaras, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah empat tahun Pak Mamat menderita sakit. Awalnya, ketika ia sedang bekerja bakti di kampungnya, beliau mengeluhkan sakit di bagian kaki dan beberapa setelah itu Pak Mamat langsung ambruk dan semakin hari semakin lemah. Keadaan beliau makin parah dengan datangnya penyakit lain seperti darah tinggi, sesak napas dan sering muntah setelah makan. Keluarganya tak pernah membawa Pak Mamat ke rumah sakit karena keterbatasan biaya dan jarak ke rumah sakit pun bisa terbilang jauh. Kini, Pak Mamat hanya memeriksakan diri ke puskesmas. Sempat mengajukan pembuatan KIS namun sampai sekarang tak ada respon dari aparat setempat. Istrinya, Amah (55) yang kini menggantikan peran Pak Mamat sebagai tulang punggung keluarga, ia bekerja sebagai buruh tani. Sekarang, Pak Mamat dirawat di rumah anaknya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan diberi kesempatan untuk mengunjungi Pak Mamat dan keluarga atas informasi dari tetangganya. Bantuan pun disampaikan oleh kurir untuk biaya pengobatan yang menghabiskan ratusan ribu setiap bulannya. Semoga penyakit Pak Mamat segera diangkat penyakitnya dan kembali bekerja demi menafkahi keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Pak mamat menderita Reumatik+Hipertensi+Asma

Pak mamat menderita Reumatik+Hipertensi+Asma


YATI BINTI JAJA (35, Tumor Usus). Alamat: Kp. Cigadog Tugu, RT 7/1, Desa Cigadog, Kec. Leuwisari, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari tahun lalu, Bu Yati mengeluhkan sakit pada perut. Bu Yati mengira sakit perutnya tersebut adalah penyakit maag namun sakitnya semakin menjadi-jadi. Akhirnya, ia memberanikan diri untuk berobat diantar tetangganya. Setelah melakukan pemeriksaan di RS SMC Singaparna, ternyata Bu Yati mengidap penyakit kista dan harus segera dioperasi. Biaya pengobatannya dibantu dari para tetangga yang merasa iba padanya. Sayangnya, karena keterbatasan alat medis, Bu Yati harus dirujuk ke RSHS Bandung dan dinyatakan mengidap penyakit tumor usus. Untuk pengobatan lanjut, keluarga Bu Yati membuatkan BPJS kelas III untuknya tapi karena hidup menjanda dan tidak bekerja, Bu Yati merasa keberatan untuk pergi ke RSHS. Biaya akomodasi yang menjadi beban. Akhirnya, #SedekahRombongan pun bisa bertemu dengan Bu Yati dan mengantarkannya ke Bandung dan sekarang sedang menunggu jadwal kontrol di RSSR Bandung. Santunan pun diberikan untuk biaya sehari-hari selama berobat. Semoga penyakit Bu Yati segera diangkat oleh Allah SWT. Aamin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @rezaalba @widicincin

Bu yati menderita Tumor Usus

Bu yati menderita Tumor Usus


CEPI BIN TOTOH (8, Susp. Tumor Perut+Kelainan Jantung). Alamat: Kp. Babakan Picung, RT 14/3, Desa Arjasari, Kec. Singaparna, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ketika duduk di kelas 1 SD, Cepi mengeluhkan sakit di bagian dada, ketika diperiksa ternyata ada cairan di jantungnya. Berat badannya semakin menyusut hingga beberapa kilogram. Satu tahun kemudian, keadaan Cepi makin memburuk terlihat dari kakinya yag sulit digunakan berjalan dan perutnya yang semakin membesar, kemungkinan Cepi mengidap tumor perut seperti yang dikatakan dokter. Kini, kondisinya semakin memprihatinkan karena fungsi jantungnya hanya 17%. Ibunya, Fatonah (46) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu dan hanya beliaulah yang selalu menemani Cepi untuk berobat dengan sabar. Pengobatan Cepi sempat terhenti karena masalah biaya akomodasi padahal untuk jaminan KIS sudah dimiliki Cepi. Alhamdulillah #SedekahRombongan segera menemui Cepi dan Ibunda setelah mendapatkan info tentang Cepi, MTSR pun mengantarkan Cepi ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatan lanjutan dan menyampaikan santunan untuk akomodasi. Semoga Cepi bisa segera sembuh dan kembali belajar bersama teman-temannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 November 2016
Kurir: @ddsyaefudi, @mustikanoverita @adiabdillah @rezaalba

Pak cepi menderita

Cepi menderita Susp. Tumor Perut+Kelainan Jantung


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 100km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama bulan November 2016, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 896.

Jumlah Bantuan: Rp 1.400.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Operasional dan Perawatan Rutin

Operasional dan Perawatan Rutin


EMPONG BINTI HARUN (46, Tumor Ganas). Alamat: Kp. Lewihieum, RT 2/4, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Empong, ibu paruh baya yang sudah sekitar 4 bulan menderita tumor di bagian bawah telapak kakinya. Awalnya berupa bintik hitam seperti tahi lalat yang semakin hari semakin membesar. Karena ketiadaan biaya, Bu Empong belum bisa memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas ataupun rumah sakit. Ia hanya mengobatinya dengan ramuan tradisional, sekedar mengurangi rasa sakitnya. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter RSUD memperkirakan Bu Empong menderita tumor ganas di kakinya, sehingga untuk pemeriksaan lebih lanjut dokter merujuknya ke RSHS Bandung. Selama empat hari Bu Empong menjalani rangkaian pemeriksaan di RSHS dan tinggal sementara di RSSR Bandung. Kali ini jadwalnya adalah pemotongan sebagian organ yang sempat mengelupas, sekalian juga akan dilakukan biopsi. Kondisi terkini, Bu Empong harus melakukan pengobatan ke RSHS setiap dua minggu sekali. Bu Empong yang hidup menjanda setelah suaminya meninggal merasa memiliki beban berat karena harus berobat meskipun Bu Empong mempunyai Jamkesmas, maklum beliau hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan harus membiayai anaknya yang masih sekolah.#SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya akomodasi sehari-hari selama Bu Empong menjalani kontrol rutin dan observasi di RSHS Bandung. Sebelumnya masuk di Rombongan 849.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @MiftahudinSR

Bu empong menderita Tumor Ganas

Bu empong menderita Tumor Ganas


SYAIFUL YUSUF (5, Rhabdomyosarcoma). Alamat: Kp. Panembong, RT 1/6, Kel. Manggungjaya, Kec. Rajapolah, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Syaiful, anak yang lahir pada tanggal 20 February 2011 ini menderita penyakit Rabdomiosarcoma. Ia mengeluh, ada massa yang tumbuh besar dengan cepat dibagian mulutnya, ia merasakannya sejak 1 tahun lebih. Awalnya terdapat benjolan kecil seperti jerawat. Berdasarkan keterangan dari dokter Puskesmas setempat, benjolan tersebut hanya lipoma sehingga ia mendapat tindakan medis berupa eksisi/pembuangan. Setelah dieksisi/dibuang, ternyata benjolan itu tumbuh kembali, bahkan membesar sebesar bola pimpong. Kemudian, Syaiful dibawa ke RSUD Dr. Soekardjo dan menjalani operasi. Selesai operasi, jaringan tersebut kemudian di PA dan hasilnya menunjukkan Embrional Rabdomiosarcoma. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, akhirnya Syaiful di rujuk ke RSHS Bandung untuk melakukan kemoterapi. Akan tetapi, setelah beberapa bulan berlalu, ia tak kunjung mendapat jadwal untuk melakukan kemoterapi. Sedangkan tumor di mulutnya semakin membesar. Lalu, Dinas Kabupaten Tasikmalaya membawa Syaiful ke RS SMC untuk meminta surat rujukan agar ia bisa berobat ke Darmais. Namun, dokter spesialis onkologi di RS SMC menyarankan agar Syaiful mencoba tindakan kemoterapi di SMC. Untuk pengobatannya selama ini, ia mengandalkan bantuan dari jaminan kesehatan KIS. Alhamdulillah, Bupati Kabupaten Tasikmalaya juga telah memberikan santunan untuk Syaiful. Sampai akhir Juli 2016 Syaiful telah menyelesaikan proses kemoterapi-nya sebanyak 7 kali di RSUD SMC Tasikmalaya. Selama ia menjalani kemoterapi #SR mendampingi dan mengantarnya pulang pergi dari Rajapolah ke RS SMC. Selanjutnya Syaiful dijadwalkan untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung, karena hasil 7x kemoterapi yang sudah ia jalani belum menunjukkan banyak perubahan. Sejak Akhir bulan Juli Syaiful tinggal di RSSR Bandung guna menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung, yaitu kemoterapi lanjutan dengan  formula yang berbeda dengan kemoterapi sebelumnya. Ayah Syaiful, Hadi (30) bekerja sebagai buruh harian dengan pendapatan tak menentu dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka berdua tak lelah menemani anaknya berobat. Namun Allah lebih sayang pada Syaiful sehingga ia harus berpulang pada hari Jumat, 25 November 2016. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk keluarga Syaiful sebagai bentuk bela sungkawa. Semoga Syaiful diterima di sisi Allah SWT. Aamiin. Bantuan sebelumnya di Rombongan 882.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr Cincin

Syaiful menderita Rhabdomyosarcoma

Syaiful menderita Rhabdomyosarcoma


AISYAH BINTI YAYAT SUPRIATNA (23, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/5, Desa Sukaratu, Kec. Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi  harus dirujuk ke RSHS  Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (49), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Karena Aisyah tidak dapat menjalani transfusi di Tasikmalaya, tanggal 24 November 2016 Aisyah kembali menjalani jadwal transfusi di RSHS Bandung, dan #SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk obat-obatan,  transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Aisyah menjalani perawatan di RSHS. Semoga Aisyah dapat terus melanjutkan pengobatannya dan  diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan lebih baik. Sebelumnya masuk di rombongan 882

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 November 2016
Kurir:@ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Aisyah menderita Thalasemia

Aisyah menderita Thalasemia


FAIRUS SAFANA (3, Hydrosefalus + TB Paru). Alamat: Kp. Talaga , RT 1/8, Desa Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika dilahirkan, keadaan fisik Fairus sudah terlihat tidak normal. Kepalanya yang membesar tidak seperti bayi kebanyakan. Orangtuanya sudah membawanya ke puskesmas sampai ke rumah sakit untuk ditangani. Berkali-kali keluar masuk rumah sakit hingga berobat jalan selama lima bulan pernah Fairus jalani. Namun, sampai sekarang keadaannya masih memprihatinkan karena tidak ada perubahan yang menggembirakan. Keluarga Fairus sudah berusaha mengobati buah hatinya ini sesuai dengan kemampuannya, tapi kemampuan perekonomian mereka sangat terbatas. Bulan April 2015 Fairus diduga menderita hernia, namun yang akan didahulukan adalah pengobatan TB Parunya dulu, serta terapi yang harus ia jalani di klinik swasta. Fairus bulan Mei 2016 masih menjalani terapi rutin TB Paru dan terapi gerak utuk melatih syaraf motoriknya di klinik swasta.Ayahnya, Hidayatullah (36) hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sebenarnya Fairus mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda, tapi ayahnya mempunyai tujuh anak yang harus dibiayai dan mereka membutuhkan biaya tambahan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Sehingga ketika menerima bantuan dari #SedekahRombongan yang berasal dari donasi para Sedekaholics, mereka mengungkapkan  kelegaannya. Santunan #SedekahRombongan disampaikan kembali untuk biaya terapi dan pengobatan Fairus selama bulan November 2016 di RSUD dr. Soekardjo dan klinik Syifa Medina Tasikmalaya, untuk biaya transportasi, akomodasi sehari-hari, biaya terapi, dan membeli asupan makanan bergizi agar kondisinya tetap stabil dan untuk meningkatkan gizi Fairus yang juga mengalami perkembangan badan yang agak terlambat. Semoga Fairus dapat segera sembuh dan merasakan kegembiraan seperti anak-anak yang lainnya. Aamiin. Sebelumnya masuk di rombongan  881.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Fairus menderita Hydrosefalus + TB Paru

Fairus menderita Hydrosefalus + TB Paru


JALALUDIN BIN YAHYA (51, Stroke) Alamat: Kp. Siluman, RT 2/4, Kel. Sukaratu, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bapak Jalal, biasa ia dipanggil adalah kepala keluarga yang bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga, meskipun dalam keadaan yang tidak sehat beliau selalu memaksakan diri untuk pergi mencari penumpang karena pekerjaannya memang menjadi ojek. Sayangnya, 5 tahun yang lalu ia terkena stroke yang mengakibatkan seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan. Kemudian beliau berobat di RSUD, tapi itupun hanya sekali dan tidak dirawat karena keluarga sudah tidak punya biaya untuk transportasi, rumah pun sudah habis dijual untuk kebutuhan obat yang tidak dicover BPJS. Akhirnya Pak Jalal melakukan pengobatan alternatif tapi keadaannya sama sekali tidak membaik. Ia hanya terbaring tak berdaya dan kini sudah tidak bisa duduk sehingga BAB dan BAK pun dilakukan di atas kasur. Pak Jalal ditemani anaknya, Siti Maryana (18)  di rumah petak dengan penerangan seadanya, atap rumahnya pun terkadang bocor ditambah pintu yang tak bisa dikunci. Alhamdulillah, #SedekahRombongan diberi kesempatan untuk bertemu dengan beliau dan menyampaikan santunan lanjutan dari para Sedekaholics untuk keperluan akomodasi dan obat. Semoga Pak Jalal diberi kesembuhan dan bisa menjadi tulang punggung bagi keluarga. Aamiin. Sebelumnya masuk di rombongan 867.

Jumlah santunan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 25 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Pak jalal menderita  Stroke

Pak jalal menderita Stroke


KAMILAH BINTI UCA (43, Susp. Parkinson’s Disease). Alamat: Kp. Desakolot RT 2/7, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun yang lalu Bu Kamilah secara tiba tiba tak sadarkan diri dan terjatuh. Beliau sempat dilarikan oleh MTSR ke IGD RSUD SMC dan dirawat beberapa hari sampai akhirnya beliau siuman. Namun setelah sadar beliau tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya apalagi bangun. Karena peralatan yang kurang memadai maka beliau pun dirujuk ke RSUD dr.  Soekarjdo Kota Tasikmalaya, dan kurang lebih 15 hari dirawat inap di sana dengan jaminan KIS. Pasca beliau dirawat dan kondisinya agak membaik ia diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Terkadang juga beliau harus memeriksakan diri ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali untuk membantu kesulitan janda tua yang saat ini sudah tidak memiliki sumber penghasilan lagi ini dan untuk membeli obat yang menghabiskan ratusan ribu rupiah per minggunya. Suami Bu Kamilah, alm. Pak Endin, adalah pasien penderita kanker dampingan SR yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.  Almarhum suami Bu Kamilah meningggalkan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Bu Kamilah dan keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di rombongan 896.

Jumlah Bantuan: Rp. 800.000,-
Tanggal: 23 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Ibu kamilah menderita Susp. Parkinson's Disease

Ibu kamilah menderita Susp. Parkinson’s Disease


AGUS ALI NURDIN (26, Gangguan Jiwa). Alamat: Kp. Sukamaju, RT 1/4, Desa Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Agus adalah seorang anak tunggal yang hidup normal sampai suatu hari ia menjadi korban salah tangkap karena dikira seorang pencuri oleh warga Ciamis ketika ia sedang berkunjung ke rumah temannya. Agus menjadi bulan-bulanan warga, sekujur tubuhnya lebam, perutnya terasa ngilu dan banyak luka di wajahnya. Agus dibawa berobat oleh RT sekitar rumahnya ke puskesmas dan mendapatkan beberapa jahitan di tangan karena orang-orang yang mengeroyoknya enggan bertanggung jawab. Sejak itu, ia menjadi pemurung ditambah dengan kesedihan karena ayahnya meninggal dunia. Ibunya, Fatimah (52) yang seorang ibu rumah tangga harus merawat Agus yang keadaannya semakin bertambah parah karena kini Agus sering berjalan berkeliling kampung dengan tatapan kosong dan terkadang menangis tanpa sebab. Padahal Agus menjadi harapan ibunya yang hidup menjanda karena dulu Agus adalah seorang guru yang mengajar di sekolah dan jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Pengobatan Agus masih berlangsung untuk menyembuhkan gangguan jiwanya dengan biaya 1,6 juta per bulan karena ia belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Sekarang ia sudah dirawat selama dua bulan dan menunjukkan perkembangan. #SedekahRombongan pun mengunjungi kediamannya yang berukuran 5×5 meter dan memberikan santunan lanjutan dari para Sedekaholics untuk membantu akomodasi dan membeli beberapa obat. Semoga Agus segera diberi kesembuhan dan kembali mengajar. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 912.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 25 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Agus menderita Gangguan Jiwa

Agus menderita Gangguan Jiwa


KAYAH BINTI UJU (47, Katarak) Alamat: Kp. Pangkalan, RT 1/7, Kel. Indihiang, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Setahun ini, aktivitasnya terhambat karena mata kirinya mulai buram dan sulit untuk melihat, berjalan pun harus dituntun oleh anaknya. Setelah diperiksa di dokter terdekat ternyata ia mengidap katarak. Penyebabnya karena sering terpapar asap rokok. Asalnya ia akan mengikuti operasi katarak gratis tapi sayangnya terlambat karena minim informasi. Meskipun Bu Kayah punya jaminan kesehatan KIS, beliau tidak mampu pergi berobat karena masalah ongkos transportasi yang dirasanya berat. Kini ia mengontrak bersama suaminya, KUSNADI (46) di salah satu rumah dekat anak sulungnya, Sri (27). Bu Kayah sehari-harinya adalah seorang petani. Beliau setiap hari ke sawah untuk mengurus padi milik tetangganya karena ia tidak punya lahan sendiri. Kadang beliau juga menerima pekerjaan apapun dari tetangganya, sekedar mengurus anak atau mencuci pakaian. Namun Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Kayah dan menyampaikan titipan langit untuk obat mata dan transportasi. Semoga Bu Kayah segera diberi kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 856.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bu kayah menderita Katarak

Bu kayah menderita Katarak

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 WARSINI BINTI ASTRO PAING 1,000,000
2 UMBAR BIN TRO SULAKAH 1,000,000
3 REMI BINTI KARSIDIN 1,000,000
4 MARNI BIN ARJOYAS 1,000,000
5 SUKINAH BINTI TRO JONO 1,000,000
6 SIDAH BINTI HAJO YAS 1,000,000
7 SUWITO BIN MUHAMMAD TOHA 500,000
8 MUHADI BIN HARDI ALIMAN 500,000
9 YUDHA SAFARI 10,145,000
10 MAIMONA BINTI SUTRISNO 1,000,000
11 SAINUR 500,000
12 ASMONOWATI 600,000
13 SITI YULIA 500,000
14 OKI APRILIANTO 1,232,000
15 KADIR BIN TALI 500,000
16 SITI FATIMAH 500,000
17 EUIS BINTI TOING 500,000
18 WAWAN BIN NANANG 500,000
19 ENUR NURYANI 500,000
20 UZI 1,000,000
21 DADAN BIN ADAM 1,000,000
22 TATANG BIN DIDI JUNAEDI 500,000
23 MUTIAH BINTI CARNA 500,000
24 SAMSUDIN BIN OTO 500,000
25 IMAS ROSMIATI 500,000
26 IIS HERLINA 500,000
27 DINA ROSAINA 500,000
28 JAMHARI DESTAM 1,000,000
29 ANANDA KEISYA SYAPUTRI 1,000,000
30 MAMAN FIRMANSYAH 1,000,000
31 ESON CARSAN 500,000
32 HENDRA GUNAWAN 500,000
33 DEDI ROHENDI 500,000
34 ETI SURYETI 1,000,000
35 EDI SUTIADI 500,000
36 NAZMA NOVIANTI 1,200,000
37 SYABAN BIN HASAN 500,000
38 RIDWAN BIN MULYADI 500,000
39 HARIS BIN ABDUL BASIT 500,000
40 PUPUT OKTAVIANI 1,000,000
41 BANJIR MUARAGEMBONG 5,000,000
42 KUSNADI BIN DUL NASIR 2,500,000
43 MARSAN BIN LELE 1,500,000
44 NURKINAH BINTI ASAN 500,000
45 ONYI BINTI KAWI 500,000
46 DEDE ARNASIH 500,000
47 ENGKOS BIN DAMA 750,000
48 TIA SASUTIASIH 500,000
49 MAMAY SOPYAN 700,000
50 MAMAT BIN SAMIAN 500,000
51 YATI BINTI JAJA 500,000
52 CEPI BIN TOTOH 500,000
53 MTSR TASIKMALAYA 1,400,000
54 EMPONG BINTI HARUN 500,000
55 SYAIFUL YUSUF 500,000
56 AISYAH BINTI YAYAT SUPRIATNA 500,000
57 FAIRUS SAFANA 500,000
58 JALALUDIN BIN YAHYA 750,000
59 KAMILAH BINTI UCA 800,000
60 AGUS ALI NURDIN 750,000
61 KAYAH BINTI UJU 500,000
Total 58,327,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 58,327,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 919 ROMBONGAN

Rp. 44,198,023,549,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.