Rombongan 918

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.
Posted by on November 29, 2016

SUMARNU BIN IRO RADIMAN (46, Perdarahan Otak Akut + Diabetes Mellitus). Alamat : Dusun Jetis, RT3/15, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Bulan Oktober 2016, Pak Sumarnu menyadari terdapat luka (selulitis) di kaki kanannya. Kemudian ia melakukan pemeriksaan di RSI Klaten.  Saat itu keadaannya demam dan luka sudah membusuk. Dokter menyarankan, tanggal 10 Oktober 2016 itu, Pak Sumarnu rawat inap di rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Pak Sumarnu didiagnosa menderita diabetes mellitus (kencing manis) yang juga disertai dengan hipertensi (tekanan darah tinggi). Selama dirawat, dokter melakukan tidakan penanganan luka dengan pembedahan minor karena kondisi luka sudah sampai pada tulang dan tendon (otot). Setelah kondisi membaik Pak Sumarnu diperbolehkan pulang dan melakukan rawat jalan. Tanggal 4 November 2016 lalu, Pak Sumarnu mengalami penurunan kesadaran lalu dirawat di ICU RSI Klaten. Dari pemeriksaan selanjutnya diketahui bahwa Pak Sumarnu mengalami perdarahan dan pembengkakan otak.  Setelah kesadarannya pulih Pak Sumarnu menjalani rawat inap di bangsal dan dokter melakukan tindakan pembedahan minor yang kedua pada tanggal 12 November 2016 karena lukanya semakin memburuk. Saat ini, luka di kaki Pak Sumarnu tidak kunjung membaik karena sudah terjadi komplikasi di pembuluh darahnya. Dokter telah menjadwalkan operasi amputasi. Pak Sumarnu sebelumnya berjualan mie ayam untuk menghidupi keluarganya. Sementara Iryani (50), istri Pak Sumarnu seorang ibu rumah tangga dan saat ini fokus mendampingi pengobatan sang suami. Meski selama pengobatan ini Pak Sumarnu memanfaatkan fasilitas kesehatan KIS PBI Kelas III, tetapi biaya transportasi dan akomodasi dari rumah ke rumah sakit tidaklah sedikit. Saat bersilaturahim dan menjenguk Pak Sumarnu, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan amanah sedekaholics ini untuk meringankan biaya akomodasi perawatan luka setiap harinya. Semoga kebaikan dari sedekaholics menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Sumarnu, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @saptuari @atinlelyas Wahyuningrum

Pak sumarnu menderita Perdarahan Otak Akut + Diabetes Mellitus

Pak sumarnu menderita Perdarahan Otak Akut + Diabetes Mellitus


ISWANTO BIN KAMIJO (53, Gagal Ginjal). Alamat : Pedukuhan Prapak Wetan RT 3/7, Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya Pak Iswanto menderita sakit hipertensi (tekanan darah tinggi) sudah lama. Tahun 2013ia perika ke rumah sakit dan didiagnosa gagal ginjal. Dokter sudah menyarankan untuk cuci darah (hemodialisa) tetapi karena takut dan trauma Pak Iswanto tidak pernah melakukan hemodialisa. Bulan Januari 2016 lalu kondisi Pak Iswanto menurun. Pihak keluarga segera memeriksakan ke RS Panti rapih, Yogyakarta. Ia menjalani rawat inap selama 4 hari dan diharuskan hemodialisa. Pak Iswanto bersedia, dan dijadwalkan hemodialisa rutin dua kali seminggu. Sebelum sakit Pak Iswanto bekerja sebagai tenaga serabutan. Setelah sakit, istrinya, Tumbar binti Sukiyo (44) menjadi tulang punggung keluarga dan bekerja serabutan di warung sate milik tetangga. Selain untuk biaya berobat sang suami, Bu Tumbar menyisihkan penghasilan untuk biaya sekolah kedua putranya yang masih duduk di bangku TK dan SMK. Saat ini Pak Iswanto berobat rawat jalan dan hemodialisa rutin. Beruntung keluarga ini memiliki jaminan kesehatan BPJS BPJS Non PBI Kelas III sehingga dapat meringankan biaya pemeriksaan. Alhamdulilah #SedekahRombongan bisa bertemu dengan keluarga Pak Iswanto untuk menyampaikan titipan dari sedekaholics. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover dan bantuan akomodasi ke rumah sakit. Keluarga Pak Iswanto mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga sedekaholics dan #SedekahRombongan dilancarkan segala usahanya, dan dicatat sebagai amal kebaikan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir: @saptuari @atinlelyas @Jemi.rikab

Pak iswanto menderita Gagal Ginjal

Pak iswanto menderita Gagal Ginjal


RIZKI NANDAR DIANSYAH (12, Patah Tulang + Epilepsi). Alamat: RT 7/15, Dusun Kwangen Lor, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Rizki yang lahir lebih dulu beberapa menit dari sang adik, sebenarnya terlahir dengan kondisi fisik yang baik dan sehat. Namun setelah berumur 3 hari, Rizki mengalami kejang. Saat diperiksakan ke dokter, ternyata Rizki mengalami epilepsi dan penyusutan volume otak yang menyebabkan perkembangannya terhambat. Bermodalkan Jamkesda dari pemerintah, sang ibu rutin membawa sang anak ke RSUP Dr. Sarjito untuk terapi dan kontrol dokter. Akan tetapi pengobatan rutin yang sudah dijalaninya lebih dari 10 tahun itu harus terhenti karena kartu BPJS pengganti program Jamkesmas tak kunjung diberikan. Semenjak itu Rizki sering mengalami kejang lagi. Puncaknya pada 30 Oktober 2016, Rizki kembali kejang hingga menyebabkan tulang kakinya patah. Ia pun dibawa ke pengobatan sangkal putung di daerah Magelang oleh kedua orang tuanya. Ayahnya, Suratman (36) seorang sopir jasa angkut dengan penghasilan harian tidak menentu. Ibunya, Puji Rusukemi (32) sebagai buruh cuci di kios laundry di Jalan Dewan no. 126, Yogyakarta. Oleh pemilik laundry, keluarga kecil ini diperbolehkan tinggal disana sehingga jarak ke rumah sakit menjadi lebih dekat. Sebenarnya orang tua Rizki ingin buah hatinya mendapat penanganan medis lebih lanjut, tetapi kartu jaminan kesehatannya tidak bisa digunakan lagi. Saat ini Rizki hanya bisa berbaring di kamar saja. Orangtuanya masih menunggu kartu BPJS PBI-nya aktif. Sambil menunggu ia menjalani kontrol rutin seminggu sekali di pengobatan Sangkal Putung. Bantun dari sedekaholics ini dipergunakan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol dan pembelian obat. Semoga Rizki segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal: 11 November 2016
Kurir: @saptuari @atinlelyas @Boyadisakti

Rizki menderita Patah Tulang + Epilepsi

Rizki menderita Patah Tulang + Epilepsi


MUHAMMAD ISMAIL BIN DAWUD (5, Luka Bakar) , Alamat : Dusun Jrakah RT 1 RW 3 Desa Jrakah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah. Kejadian Berawal dari Ananda Ismail bersama trman-teman sebayanya sedang bermain obor pada malem takbiran, pada saat menyalakan oncor (bambu yang diisi minyak/spirtus) terjadilah cipratan minyak/spirtus ke tubuh ananda Ismail, kejadian begitu cepat, Ananda Ismail seketika terbakar hingga 60% bagian tubuhnya. Setelah kejadian tersebut Ananda Ismail sempat dirawat di RSU Tjitro Wardjojo Purworejo selama 6 hari dengan jalur mandiri dan dilanjutkan rawat jalan. Karena kondisi luka terkena infeksi maka pihak keluarga bekerja sama dengan pamong desa untuk membawa ananda Ismail ke RSU. Ananda Ismail putra dari Pak Dawud, pak Dawud sehari-hari bekerja sebagai  bengkel motor. Kondisi saat ini luka bakar kena infeksi dan merasakan panas. Pak Dawud sangat sedih akan kejadian ini dan merasakan kebingungan akan biaya yang ditangung. Berkat kerja sama ama pihak desa maka satu minggu setelah kejadian pak Dawud sekeluarga dibuatin BPJS mandiri. Supaya penanganan medis yang lengkap maka kurir #SedekahRombongan lagsung berkoordinasi untuk membawa ke RS Sardjito Jogjakarta. Alhamdulilah saat ini ananda Ismail udah ditangani sama team medis RS Sardjito Jogjakarta. Santunan ke dua diberikan dari sedekahcholic untuk keluarga pak Dawud untuk keperluan sehari-hari di RS Sardjito Jogjakarta. Santunan sebelumnya di masukan dalam Rombongan 889

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Didit Rafiq Arif Fandi Adib Mila Wiwit

Ismail menderita Luka Bakar

Ismail menderita Luka Bakar


SONIA ANDRIYATI BINTI SLAMET (11, Tumor Kelenjar Getah Bening), Alamat : Dusun Sindomulyo ,RT 03 / RW 01  ,Desa Sidomulyo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Ananda Sonia mulai merasakan sakit setelah lebaran tahun 2016, berawal dari munculnya benjolan di sebelah kiri dan mulai diperiksakan ke puskesmas Sruwohrejo. Dikarenakan tidak kunjung sembuh dan benjolan tersebut pindah ke daerah hidung yang mengakibatkan mata sebelah kiri agak keluar. Sama pihak keluaga melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut di RSU Tjitro Wardjojo Purworejo. Mata dek Sonia semakin membesar dan peralatan di RSU kurang menunjag maka dimulai membuat rujukan ke RS Sardjito Yogyakarta. Bapak nya ananda Sonia Pak Slamet (43) sehari-hari membantu bude nya ananda Sonia di Jakarta sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Pembuatan BPJS pun dibuat sama pak Slamet dari awal ananda sakit. Semenjak ananda Sonia sakit praktis bapak slamet tidak bekerja karena selalu mendampingi ananda Sonia berobat. Pak Slamet dan bu Mursinah memiliki anak Sonia Andriyati (11) , Zakia Takiana (7) dan Bilqis Nabila Hafizara (8). Alhamdulilah pak Slamet bertemu ama kurir #SedekahRombongan langsung silaturahmi ke rumahnya. Pengobatan pun dilakukan mulai dari Kemo di RS Sardjito Jogjakarta, cuma Baru melakukan kemo yang ke 4 Ananda Sonia mengalami alergi, dan dilanjut kan melakukan sinar. Jadwal sinar pun dicari yang paling cepat sampai ke RS Moewardi Solo. Dan akhirnya Sonia di rujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Santunan ke dua  dari sedekahcholic pun diberikan ke keluarga pak Slamet untuk membeli tiket kereta api dan kehidupan sehari-hari di Jakarta. Santunan sebelumnya diberikan pada Rombongan 901

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 November 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Didit Rafiq

Sonia menderita Tumor Kelenjar Getah Bening

Sonia menderita Tumor Kelenjar Getah Bening


RAHMA HANAN HAFIZHAH (11, beasiswa) Alamat: RT.53/rw.15, Dukuh, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo. Rahma Hanan Hafizhah biasa dipanggil Hanan. Putri dari Bapak Surat dan Ibu Sukarita. Bapak bekerja sebagai buruh tambanh pasir progo, sementara ibunya ibu rumah tangga. Orang tuanya memiliki tanggungan anak 2. Hanan mempunyai tunggakan uang sekolah dari bulan Agustus sampai sekarang. Ayahnya bekerja sebagai buruh tambang pasir di sungai progo. Penghasilan beliau tidak menentu, biasanya 15.000 sehari. Apalagi sekarang musim hujan, kalau banjir tidak bisa mengambil pasir.
Beruntung tim #sedekah rombongan dapat bersilaturahmi untuk menyampaikan beasiswa dari sedekaholics berupa uang.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 1 November 2016
Kurir: @MarjunulNP, Mochamad Yudan Febrianto, @kak_yanna

Bantuan beasiswa

Bantuan beasiswa


SHOLAHUL AMRIH (12, beasiswa). Alamat Ngrojo, RT.69/RW.23, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo. Sholahul Amrih adalah anak dari Bapak Fauzan dan ibu Kholidah. Dia duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Pekerjaan sehari-hari orang tuanya adalah penjual sate keliling, yang mempunyai penghasilan tidak menentu. Selain itu Ibu Kholidah mempunyai 3 tanggungan anak. Sholahul Amrih mempunyai tunggakan biaya sekolah 3-4 bulan. Kedua orang tuanya mempunyai hutang yang banyak, dikarenakan mengurus akte kelahiran Ishol yang rumit. Dari penghasilan berjualan sate keliling hanya cukup untuk makan sehari-hari. Penghasilan bisa tidak menentu jika hujan.
Beruntung tim #sedekah rombongan dapat bersilaturahmi untuk menyampaikan beasiswa dari sedekaholics berupa uang.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 1 November 2016
Kurir: @MarjunulNP, Mochamad Yudan Febrianto, @kak_yanna

Bantuan beasiswa

Bantuan beasiswa


FATURROHMAN (9, beasiswa). Alamat: Ngemplak, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo. Faturrohman yang biasa dipanggil Fatan adalah seorang anak penjual sate keliling. Lahir dari orang tua bernama Khoirul dan Nur Azizah. Ibunya adalah ibu rumah tangga, baru saja melahirkan bayi kembar. Fatan yang duduk di bangku kelas 3 SD masih menunggak spp dari bulan Agustus 2016. Dari pekerjaan orang tuanya,  penghasilannya tidak menentu. Apalagi jika hujan turun.
Beruntung tim #sedekah rombongan dapat bersilaturahmi untuk menyampaikan beasiswa dari sedekaholics berupa uang.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 1 November 2016
Kurir: @MarjunulNP, Mochamad Yudan Febrianto, @kak_yanna


TPA AL FATH (Rumah ibadah). Alamat : Nengahan RT. 04, Ngireng-Ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY. TPA Al Fath berdiri baru 3 bulan lalu dengan dimotori ustadz Paryono bin Paiman. Diawali dari 9 santri, semakin bertambah hari, semakin bertambah santrinya hingga 30 santri dengan 2 ustadz. Dari segi pemasukan keuangan, TPA ini mengandalkan donatur dan infak dari peserta/santri. Tujuan mulia, TPA Al Fath berdiri tidak hanya santri bisa baca tulis kitab tapi juga ada pembekalan karakter, sehingga kehadiran TPA bisa merubah dan menggugah mental karakter anak-anak. Selain kegiatan rutin belajar, ngaji, sekolah karakter, TPA Al Fath memberikan kegiatan outdoor seperti outbound, dan fasilitas perpustakaan, dll. #sedekahrombongan menyampaikan santunan untuk keperluan operasional TPA ini, semoga bantuan ini bermanfaat untuk santri dan tentunya untuk warga masyarakat sekitar. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp.2.000.000,-
Tanggal : 05 November 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Santunan untuk keperluan operasional TPA

Santunan untuk keperluan operasional TPA


SUTIRAH BINTI IROIJOYO (76, Bedah Rumah). Alamat : Nengahan RT. 04, Ngireng-Ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY. Mbah SUTIRAH dan   mbah Kismanto adalah sepasang dhuafa yang berteduh di rumah dari dinding anyaman bambu (gedhek) dan beralaskan tanah. sejak lama sepasang dhuafa ini akrab dengan dinginnya malam dan bocornya air hujan. Ketiga putranya yaitu Bu Bariyem (50), Watiman (45), dan Watini (38) tidak bisa apa-apa karena sekedar merehap rumah kedua orangtuanya tidak sanggup karena mereka juga hidup sederhana. Akhir-akhir ini rumah sudah bocor dimana-mana, maklum rumah tersebut belum direhab/direnovasi lama. Atap genteng dan kerangka bangunan dari bambu sudah banyak yang rusak. Pintu dan jendela juga sudah lapuk. Mbah Sutirah ini membutuhkan dana untuk renovasi rumah untuk mengganti dinding dan rangka atap. Kondisi saat ini, atap sudah diganti rangka bambu dan dinding, pintu dari board.  Beruntung kurir #sedekahrombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Mbah Sutirah untuk menyampaikan amanat sedekaholiks yaitu berupa santunan untuk membantu biaya rehab rumah..

Jumlah Bantuan : Rp 2.500.000,00
Tanggal: 05 November 2016
Kurir: @MarjunulNP, Mochamad Yudan Febrianto

Bedah rumah

Bedah rumah


FATIMAH BINTI KARTA (78, Operasi Saluran Pembuangan). Alamat : Bawuran RT. 04, Pleret, Bantul, DIY. Mbah Fatimah adalah seorang janda dengan 3 anak, anak pertama sudah berkeluarga dan jualan pecel lele, anak kedua sebagai buruh karet di Sumatra, dan yang ketiga sebagai buruh bangunan. Beberapa bulan ini,mbah Fatimah sering sakit-sakitan terutama sulit buang air besar dan sakit perut. Berawal 2 bulan lalu Mbah Fatimah sakit perut serta terbaring di ranjang, kemudian periksa di puskesmas sebagai pasien umum dan dilanjutkan periksa di rumah sakit Nur Hidayah Bantul sebagai pasien umum karena mbah Fatimah tidak memiliki KK dan KTP pasca gempa 2006. Pemeriksaan awal dengan diagnosa infeksi saluran pembuangan dan diberi obat. Berjalan hari Mbah Fatimah kembali merasakan sakit perut dan sulit buang air besar, kembali ke rumah sakit dan disarankan operasi namun urung dilaksanakan karena tiada biaya. Baru setelah kurir #sedekahrombongan bertemu mbah Fatimah dan putrinya,  baru terlaksana operasinya. 07 November, Mbah Fatimah menjalani operasi dan opname 2 hari. Sekarang menjalani hari dengan pemulihan dan berobat jalan. #sedekahrombongan menyampaikan santunan yang digunakan untuk biaya operasi Mbah Fatimah.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 09 November 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

bantuan Operasi Saluran Pembuangan

bantuan Operasi Saluran Pembuangan


BASIR BIN TIRTOIRONO (89, Santunan duafa ) Alamat : Madigondo , Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Bapak Basir setelah di tinggal / meninggal istrinya 6 tahun yang lalu lantas dia harus memenuhi kebutuhan hidup sendiri, masak sendiri, cari kayu bakar sendiri, nyuci senddiri  dan segala urusannya sendiri. Bapak Basir sudah sangat tua dan kadang sakit sakitan, rumahnya juga tidak begitu layak anaknya yang dekat juga kurang begitu perhatian, anak yang lainnya jauh. Bersyukur #Sedekah Rombongan bersilaturahmi dengan Bapak Basir untuk menyampaikan santunan sedekaholic kepada  Bapak Basir. Bapak Basir sangat senang dan mengucapkan terima kasih atas santunan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @Marjunul NP, Mochammad Yudan Febrianto, Ahmad Amin Saifullah.

Santunan duafa

Santunan duafa


MASJID AL HUDA (Bantuan Operasional Tempat Ibadah) Alamat : Nglinggo Timur, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Masjid Al Huda bulan yang lalu mengalami bencana tanah longsor yang mengenai dapur dan gudang. Daerah itu memang rawan longsor, awal bulan tahun ini Pak Dukuh Nglinggo Timurpun pernah jadi korban kelongsoran.
Bersyukur #SedekahRombongan bersilaturahmi datang ke Masjid Al Huda untuk menyampaikan santunan sedekaholic kepada  Masjid Al Huda untuk membantu operasional masjid yang diwakili Takmir (Bapak Jalaludin),  takmir sangat senang dan mengucapkan terima kasih atas bantuan ini.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 4 November 2016
Kurir : @Marjunul NP, Mochammad Yudan Febrianto, Ahmad Amin Saifullah.

Bantuan Operasional Tempat Ibadah

Bantuan Operasional Tempat Ibadah


SUPARNO BIN KASMANAT (56, Tumor Mata). Alamat Desa Liyangan, RT 1/3, Kec. Subah, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah.  Pada awal bulan mei 2016, mata kiri Pak Suparno terkena debu semen ketika melakukan rutinitasnya sebagai tukang becak. Sejak saat itu mata kirinya mulai terasa panas, hingga pada bulan juli mulai muncul banyak butir-butir merah kehitaman yang ternyata adalah darah beku di mata kiri Pak Suparno. Setelah diperiksakan ke RSUD Kab. Batang, dokter mendiagnosa bahwa yang ada di mata kiri Pak Suparno adalah tumor ganas. Dokter di RSUD setempat kemudian merujuk Pak Suparno ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani operasi. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, Pak Suparno dijadwalkan untuk operasi dan menunggu antrian operasi nomor 500. Semua biaya pengobatan telah dicover fasilitas kesehatan yang dimiliki Pak Suparno yaitu BPJS PBI Kelas III yang dibuatkan perangkat desa setempat. Sebagai tulang punggu keluarga, Pak Suparno mengalami kesulitan dalam bekerja sebagai tukang becak. Istrinya, Sutini (48) hanya seorang ibu rumah tangga sehingga tidak bisa membantu menambah penghasilan keluarga. Pak Suparno dan istri harus menghidupi ketiga anaknya dan membiayai sekolah dua dari ketiga anaknya tersebut. Pada bulan Agustus, salah satu tetangga Pak Suparno menghubungi kurir #SedekahRombongan, hingga akhirnya kurir#SedekahRombongan dipertemukan oleh Pak Suparno dan keluarga dan Pak Suparno menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Saat ini Pak Suparno sedang menunggu panggilan untuk ranap selanjutnya menjalani operasi. Bantuan awal diberikan untuk membantu biaya akomodasi Pak Raharjo berangkat ke Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Pak suparno menderita Tumor Mata

Pak suparno menderita Tumor Mata


RAHARJO PRAYITNO (36, Infeksi Tulang Belakang). Alamat : Desa Wanasari, RT 2/3, Kec. Margasari, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, Pak Raharjo mengeluh kelelahan dan sakit pada bagian bahu, sehingga melakukan pengobatan alternatif akupuntur. Namun tidak sampai dua bulan setelah menjalani akupuntur, Pak Raharjo mengalami kelumpuhan pada kedua kaki, kemudian mati rasa mulai dari dada hingga kaki.  Setelah diperiksakan ke RSUD Kardinah Tegal, dokter mendiagnosa bahwa penyebab kelumpuhan adalah karena adanya infeksi pada tulang belakang Pak Raharjo. Dokter di RSUD Kardinah Tegal kemudian merujuk Pak Raharjo ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melakukan pengobatan lebih lanjut. Seketika Pak Raharjo tidak bisa melanjutkan pengobatan di Semarang karena tidak memiliki biaya untuk bolak-balik ke Semarang meskipun biaya pengobatan sepenuhnya telah dicover BPJS Non-PBI Kelas III yang dimiliki Pak Raharjo. Semenjak mengalami kelumpuhan, Pak Raharjo yang menjadi tulang punggung keluarga terpaksa berhenti bekerja, sehingga keluarganya harus bergantung pada kedua orang tua Pak Raharjo yaitu, Pak Sudaryo (58) seorang buruh kecap dan Bu Tarisi (56). Pada pertengahan Juli 2016, tim kurir#SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Raharjo di rumahnya. Saat ini Pak Raharjo telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan dapat melanjutkan pengobatan di Semarang. Pak Raharjo sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum dilakukan tindakan medis yang lain. Bantuan awal diberikan untuk membantu biaya akomodasi Pak Raharjo saat berobat..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Pak raharjo menderita Infeksi Tulang Belakang

Pak raharjo menderita Infeksi Tulang Belakang


RASIYEM BINTI KASIM (42, Kanker Rahang). Alamat : Dukuh Jumbleng, RT 5/4, Kel. Sojomerto, Kec. Gemuh, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Bu Rasiyem merasakan sakit gigi, kemudian timbul benjolan di rahang kanannya. Kemudian, Bu Rasiyem berobat ke dokter praktek di desa. Oleh dokter disarankan ke RSI di Kendal. Dua hari setelah berobat, rasa sakitnya makin hebat lalu dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang. Di RSUD Tugurejo Semarang dilakukan operasi cabut gigi kiri dan kanan. Berdasarkan pemeriksaan awal, dicurigai ada keganasan. Namun karena merasa sudah membaik, pengobatan tidak dilanjutkan. Padahal dokter telah menyarankan untuk operasi. Pada awal tahun 2015, Sakit yang diderita Bu Rasiyem semakin parah. Kondisi tubuh juga semakin menurun. Kemudian Bu Rasiyem menjalani kontrol rutin di RSUD Tugurejo Semarang. Setelah menjalani kontrol rutin selama 3 bulan, pengobatan Bu Rasiyem kembali terhenti karena tidak adanya biaya untuk bolak-balik ke Semarang. Bu Rasiyem yang masih memiliki 3 tanggungan anak memilih untuk mengobati lukanya dengan obat-obatan tradisional. Alhamdulillah pada bulan Juni 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Rasiyem. Dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Rasiyem. Saat ini Bu Rasiyem dapat melanjutkan pengobatannya kembali di RSUD Tugurejo Semarang. Karena penyakitnya sudah semakin parah, dokter menyarankan Bu Rasiyem untuk menjalani kemoterapi. Dan sekarang, Bu Rasiyem telah menyelesaikan kemoterapi yang ketiga. Santunan diberikan kepada Bu Rasiyem untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @ rishafaiq @DiahPertiwi1110

Ibu rasiyem menderita Kanker Rahang

Ibu rasiyem menderita Kanker Rahang


SUTI BINTI TIRTO DJANI (53, Katarak). Alamat : Ds. Karang Legi 6/2, Kec. Trangkil, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2012 lalu, Bu Suti terkena gigitan serangga di bagian mata sebelah kanan, namun hal itu tidak dirasa oleh Bu Suti. Lama-lama mata Bu Suti memerah dan menjalar ke mata sebelah kiri. Pekerjaan Bu Suti menjadi kuli cetak bata membuat kondisi mata Bu Suti semakin parah. Kemudian Bu Suti memeriksakan ke klinik mata daerah setempat, namun dokter mengatakan bahwa tidak ada kelainan apapun pada mata. Selang beberapa hari, kondisi Bu Suti kembali menurun. Bu Suti merasakan gatal pada bagian mata. Bu Suti hanya mengobati dengan obat seadanya yang dibeli di warung. Tetangga sekitar menyarankan untuk memeriksakan ke RSUD RAA Soewondo Pati agar mendapat penanganan lebih intensive. Bu Suti tetap tidak mau  karena tidak ada biaya untuk berobat. Bu Suti tinggal bersama anaknya, Santoso (21) yang bekerja sebagai kuli angkut bata. Penghasilannya pun hanya cukup untuk makan sehingga tidak cukup untuk biaya akomodasi saat berobat ke rumah sakit. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS PBI Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada bulan Mei 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Suti. Kemudian Bu Suti dibawa kontrol ke RSUD RAA Soewondo Pati, dokter mendiagnosa bahwa Bu Suti menderita karatak dan mata sebelah kanan sudah tidak bisa dioperasi karena tegangan syaraf kornea mata kanan Bu Suti sudah sangat tinggi, dikhawatirkan bila dioperasi hasilnya pun tidak maksimal, lalu dokter memberi obat dan memantau kondisi mata kiri beliau apakah memungkinkan untuk operasi. Karena keterbatasan alat,  Bu Suti dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk memperoleh penanganan lebih intensive. Setelah dilakukan pengecheckan, dokter mengatakan bahwa mata sebelah kiri Bu Suti masih bisa dioperasi. Pada pertengahan agustus 2016, Bu Suti telah selesai menjalani operasi. Saat ini, Bu Suti menjalani kontrol pasca operasi. Bantuan dari Sedekaholics diberikan untuk akomodasi selama pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @yodhadidot @DiahPertiwi1110

Bu suti menderita Katarak

Bu suti menderita Katarak


SUNARTI BINTI ASTAP (38, Kanker Ovarium). Alamat : Karangmalang, RT 4/2, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Prov.  Jawa tengah. Pada tahun 2013 lalu, Bu Sunarti mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke RSUD setempat diketahui terdapat tumor dalam perut Bu Sunarti. Pihak keluarga Bu Sunarti tidak langsung melakukan pengobatan kepada Bu Sunarti karena kala itu Bu Sunarti masih bekerja di luar kota. Tahun 2014, Bu Narti pertama kali melakukan tindakan operasi di RSUD Soesilo Slawi. Namun, setahun kemudian perut Bu Sunarti terlihat bertambah besar. Bu Sunarti lalu melakukan operasi ke-2 di RSI Singkil Tegal dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dirujuk ke Semarang, Bu Sunarti tidak langsung melanjutkan pengobatan di Semarang. Tidak adanya biaya membuat pengobatan tertunda meskipun biaya pengobatan telah dicover fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI kelas III yang buatkan perangkat desa setempat. Alhamdulillah, pada bulan Juni 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, Bu Sunarti kemudian dibawa ke Semarang dan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Semarang. Saat ini Bu Sunarti telah melakukan beberapa kali kontrol di Poli Kandungan RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Sunarti segera pulih dan sehat kembali. Bantuan disampaiakan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @restirianii @DiahPertiwi1110

Bu sunarti menderita Kanker Ovarium

Bu sunarti menderita Kanker Ovarium


MUCHAMMAD DWI ANUGRAH (5, Pembengkakan Pembulu Darah + Patah Tulang). Alamat : Desa Proyonanggan, RT 5/5, Kec. Batang, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Dik Anugrah atau sering dipanggil Dik Nunug. Awalnya pada tahun 2014 Dik Nunug mengeluh gatal pada kaki kirinya, orang tuanya mengira bahwa gatalnya hanya karena alergi biasa. Semakin lama gatalnya semakin melebar dan kaki kirinya semakin bengkak. Saat diperiksakan ke RSUD Batang, dokter mendiagnosa Dik Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan permbengkakan pembuluh darah atau Hemangioma sehingga harus dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada bulan Januari 2016, Dik Nunug jatuh setelah didorong temannya saat bermain, sehingga harus dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter hanya memasang gips pada kaki kiri Dik Nunug, belum berani mengambil tindakan operasi karena Dik Nunug harus menjalani operasi besar, sehingga harus menunggu kondisi tulangnya membaik. Pada bulan Juli 2016 Dik Nunug kembali jatuh, dan saat dicek di RSUP Dr. Kariadi ternyata ada tulang yang lepas, sehingga harus segera dioperasi. Ayah Dik Nunug, Pak Sukirno (39) yang hanya bekerja sebagai buruh batu berpenghasilan pas-pasan dan ibunya, Bu Wahyuni (36) yang tidak bekerja ternyata tidak cukup untuk membawa Dik Nunug bolak-balik Semarang-Batang. Meskipun biaya pengobatan telah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Pada akhir Juli 2016 Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Nunug, yang selanjutnya Dik Nunug menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Bantuan dari sedekaholics ditujukan untuk Dik Nunug dan keluarga untuk membantu biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @Amel @DiahPertiwi1110

Dwi menderita Pembengkakan Pembulu Darah + Patah Tulang

Dwi menderita Pembengkakan Pembulu Darah + Patah Tulang


SEPTIANA DEWI (3, Tumor Pipi). Alamat : Jl. Angkatan 66, Gang 10A, RT 4/2, Desa Kramatsari, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, 2 hari setelah Septi lahir diketahui ada benjolan pada pipi kiri. Kemudian orang tua Septi membawa ke RSUD Bendan Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Septi menderita tumor pipi. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Pada akhir September 2014, Septi dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan telah dilalui oleh Septi. Dokter menyarankan Septi untuk menjalani operasi pada usia 1 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Pada oktober 2015, Septi menjalani operasi pengangkatan tumor tahap satu dan selanjutnya dilakukan rekontruksi wajah. Hingga saat ini, Septi telah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 7 kali. Saat ini Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan pasca operasi. Ayah Septi, Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya, Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga, merasa kesulitan ketika berobat ke Semarang karena jarak yang sangat jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga pada pertengahan September 2014 tim kurir#SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Septi dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dan menjadikan Septi sebagai pasien dampingan #SedekahRombongan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 899.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @ haurilmnisfari @DiahPertiwi1110

Septi menderita Tumor Pipi

Septi menderita Tumor Pipi


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan.  Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga akhirnya tim kurir#SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir#SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani pemulihan pasca operasi pembuatan lubang anus. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.170.380,-
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @DiyahSumanti @DiahPertiwi1110

Wildan menderita Atresia Ani

Wildan menderita Atresia Ani


SUHANA BIN YUSRAN (25, Tumor Jinak di Rahim) Alamat: Perumahan Zarindah Permai, Blok B1 Samata, RT 2/1, Desa Sunggumanai, Kec Pattallassang Kab. Gowa, Sulawesi Selatan.
Awal sakitnya sekitar 2 Minggu yang lalu, konsultasi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan yang sudah  dia prediksi telah hamil 3 bulan. Setelah di USG ternyata hasilnya bukan Hamil normal tetapi dalam istilah medis disebut Molahidatidosa atau Hamil anggur yang tentu penyembuhannya harus segera dikuretase. Sepulang kerumah dan waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari, tiba- tiba terjadi perdarahan sehingga suami segera membawa ke Klinik kesehatan, langsung dipasang infus dan ditransfusi 2 kantong darah. Setelah beberapa hari dirawat, diperbolehkan pulang tetapi seminggu kemudian kembali mengalami perdarahan yang lebih parah dari sebelumnya sehingga kembali dilarikan ke UGD, menurut analisa medis bahwa pendarahan terjadi karena masih banyak sisa2 jaringan yg tidak dikeluarkan sebelumnya sehingga harus dilakukan tindakan kuretase ulang.
Ibu satu orang anak ini masih sementara proses pemulihan, pengobatan dan kontrol rutin terus dilakukan, karena sesekali ada darah yang keluar. Saat masuk RS dalam keadaan darurat, tidak menggunakan Faskes seperti BPJS, tetapi jalur umum dan membayar RS hasil pinjaman rekan- rekan kerjanya waktu itu. Sementara suaminya, Yusran (25) berstatus sebagai karyawan pada salah satu perusahaan swasta di Makassar.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan beliau, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya berobat. Semoga kondisi Ibu Suhana segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan      : Rp. 500.000,-
Tanggal                     : 21 Agustus 2016
Kurir                           :@Munatsir @Ismawan_As

Suhana menderita Tumor Jinak di Rahim

Suhana menderita Tumor Jinak di Rahim


MUHIDIN (51, Stroke ). Alamat : Pewisoa, Rt 2/1, Desa Pewisoa Jaya, Kec Tangge Tada Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Hanya orang-orang layak yang pantas menerima hal yang special. Rajin bersedekah membuktikan jikalau Anda telah menjadi orang-orang spesial. Muhidin menderita penyakit stroke sejak tahun 2014. Penyakit ini bermula dia rasakan seusai mengambil air wudhu untuk shalat subuh. Tiba-tiba badannya menggigil dan lemas. Perasaannya was-was dan berlanjut hingga dia tidak bisa mengeluarkan suara. Keesokan harinya ia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Dari hasil pemeriksaan dokter Muhidin mengidap penyakit stroke. Badannya di bagian kanan serasa mati rasa, setelah itu Muhidin diminta untuk datang melakukan kontrol setiap minggu ke rumah sakit.
Namun dengan menggunakan dana pribadi beberapa tahun lamanya ia tak sanggup lagi membiayai sakitnya. Alhamdulillah team #SedekahRombongan bertemu dengan Bapak Muhidin. #SedekahRombongan merasakan kesulitan Muhidin dan keluarga. Melalui #Sedekahholics, bantuan diserahkan sehingga dapat meringankan beban Muhidin dan keluarganya.

Jumlah Bantuan :Rp:500.000.
Tanggal :  21 Agustus 2016.
Kurir: @muzakkir @Areefy_dip

Pak muhidin menderita Stroke

Pak muhidin menderita Stroke


TAMRIN (59,Rematik dan Diabetes Kering). Alamat : Tinggalpewisoa, RT 2/1,   Desa Pewisoa Jaya Kec Tangge Tada, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.Pribadi yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemurah. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.Tamrin, pasien Sedekah Rombongan menderita penyakit diabetes atau gula kering semenjak tahun 2010. Awal penyakit ini dirasakan setelah Ia kecapaian usai bekerja di kebun. Malam harinya ia lemas dan muntah-muntah.
Keesokan paginya Tamrin diantar ke rumah sakit.oleh keluarga, hasil pemeriksaan dokter mendiagnosa, ia positif kena penyakit gula kering.Tamrin diminta datang berobat untuk dikontrol dua kali seminggu, namun karena Tamrin merasa tidak sanggup untuk membayar biaya pengobatan dua kali seminggu tersebut. Dikarenakan dana yang terbatas.ia pun enggan untuk menjalani pengobatan rutin yang disarankan dokter.@SedekahRombongan turut merasakan kesulitan Tamrin dan keluarga maka disalurkan bantuna guna meringankan beban Tamrin. Semoga bantuan ini dapat lading amal jariah kita semuanya.

jumlah Bantuan :Rp:500.000.
Tanggal 22 agustus 2016.
Kurir:@muzakkir @Areefy_dip

Pak tarmin menderita Rematik dan Diabetes Kering

Pak tarmin menderita Rematik dan Diabetes Kering


A’DONG (85, Stroke  dan kulit melepuh kena air panas). Alamat : Jl. Poros Mamasa, RT 2/2,  Kel. Darma, Kec. Polewali, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
A’dong mengalami strok sejak tiga tahun lalu, sementara kulit melepuh terjadi hampir bersamaan dengan stroknya. Bapak A’dong adalah seorang kepala keluarga dengan profesi petani kebun, tiga tahun lalu beliau tiba-tiba merasa seluruh tubuhnya kaku dan nyeri.
Setelah beberapa minggu malah semakin berat dan kaku, ditambah lagi tiba-tiba beliau tersiram air panas hampir di sekujur badan beliau bagian kanan setelah hendak menyeduh minuman.
Akhirnya keluarga membawa ke rumah sakit terdekat dengan biaya sendiri, hal ini dilakukan setiap bulan sekali ketika memiliki biaya yang ditabung dikarenakan beliau tidak memiliki kartu jaminan kesehatan.
Kini A’dong hanya bisa beristirahat di rumah dan hampir setahun terakhir tidak lagi pernah memeriksakan diri ke dokter, sementara pekerjaan kebun diambil alih oleh istri dan anak beliau. Kurir sedekah rombongan di Polewali Mandar berkesempatan menyalurkan bantuan dari #sedekaholic. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan kehidupan A’dong dan keluarga.

Jumlah bantuan   Rp. 500.000,-
Tanggal  : 22 Agustus 2016
Kurir      : @Mujahid @Areefy_dip

Pak adong menderita Stroke dan kulit melepuh kena air panas

Pak adong menderita Stroke dan kulit melepuh kena air panas


MUHAMMAD AQIL (13, Terlambat Tumbuh Kembang). Alamat: RT 28/11, Desa Patuk Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Aqil merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak tahun 2014. Sejak lahir Aqil sudah menderita keterbatasan fisik yaitu tumbuh kembang lambat dan sampai saat ini Aqil masih belum bisa berjalan. Aqil sekarang tetap rutin fisioterapi di YPAC Malang. Sehingga kini kondisinya kaki sudah mulai kuat menapak. Meski belum bisa berdiri, Alhamdulillah otot kakinya sudah mulai terbentuk sempurna dibanding sebelumnya. Ia merupakan sosok istimewa, bakatnya tidak biasa dimiliki oleh anak lain sepantarannya. Ia merupakan hafidz Qur’an asal Wajak, bahkan Aqil pernah berprestasi dengan mendapatkan juara 1 lomba adzan di sekolahnya, inilah yang diperjuangkan Kurir agar Aqil tetap semangat. Aqil merupakan anak pertama dari Bapak Arifin (37) dan Ibu Yulia Ulfa (29). Tentu anak seperti Aqil harus dipertahankan sebagai motivasi kita bahwa tentu ada kelebihan dalam setiap manusia. Aqil memiliki Jamkesmas sebagai layanan kesehatannya. Dengan mengetahui hal tersebut #SedekahRombongan Malang membantunya agar bisa rutin fisioterapi. Santunan untuk Aqil pada bulan ini telah dipergunakan untuk biaya transportasi dan berobat. Bantuan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 911. Pihak keluarga sangat bersyukur atas santunan yang diberikan semoga bakat dan kondisi Aqil tambah lebih baik setelah ikhtiar dan do’a yang selalu dipanjatkannya. Amiiin..

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal  : 14 November 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Aqil menderita Terlambat Tumbuh Kembang

Aqil menderita Terlambat Tumbuh Kembang


SUKARNI BINTI MASWADI (35, Biaya Kebutuhan Hidup). Alamat: Desa Pandak, RT.02/RW.01, Kelurahan Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Beliau tinggal dirumah yang sangat sederhana bersama kedua anaknya. Bu Sukarni sehari-harinya bekerja sebagai buruh cetak batu bata, itupun hanya musiman dikalau musim kemarau tiba. Dan ketika musim penghujan tiba, beliau bekerja sebagai buruh tani disawah tetangganya. Itu semua beliau lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tulang punggung keluarga ialah Bu Sukarni. Beban hidup beliau pun terasa lebih berat karena suami beliau Pak Sudarto sudah terlebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Ditambah harus mengurus dan menyekolahkan Rahman Raihanun Na’im (5) anak keduanya yang sekarang menginjak Sekolah Dasar (SD). Sedangkan Fepta Erna Listiyawati (18) sudah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sedang berusaha mencari kerja untuk membantu ibunya. Karena untuk makan sehari-hari saja sering kekurangan dan seringkali dibantu oleh Pak Maswadi dan Bu Sumarni orang tua beliau, yang pekerjaannya pun sama sebagai buruh tani. Alhamdulillah kurir #Sedekah Rombongan mendapat informasi tentang keadaannya dan menemui beliau dirumahnya. Semoga dengan santunan ini bisa sedikit membantu untuk memenuhi kebutuhan beliau sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 September 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @ImamTeguh

Pak sukarni menderita Biaya Kebutuhan Hidup

Pak sukarni menderita Biaya Kebutuhan Hidup


TARSO BIN HARJO SUKIRNO (65, Lumpuh). Alamat: Dukuh Cangkring, RT.01/RW.02, Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Tarso diusianya yang sudah tua ini, beliau masih semangat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bekerja sebagai buruh tani. Walaupun cuma sedikit upahnya, beliau tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Tetapi karena usia yang sudah semakin tua, beliau mulai terserang penyakit. Diawali pada tahun 2014, beliau pernah terkena penyakit stroke ringan hingga mengakibatkan Mbah Tarso tidak bisa bekerja kembali. Dan pada tahun 2015 musibah kembali menghampiri beliau, ia terjatuh didepan rumahnya. Setelah diperiksa di Rumah Sakit Umum Soewondo, ternyata dari hasil rontgennya menunjukkn bahwa tulang pinggul sebelah kiri beliau retak. Pada bulan Oktober 2015 yang lalu, beliau menjalani operasi dengan menggunakan kartu indonesia sehat (KIS). Karena faktor usia dan ada indikasi gagal operasi, hingga menyebabkan Mbah Tarso lumpuh dan tidak bisa berjalan. Beliau hanya bisa terbarik ditempat tidur dan untuk duduk pun hanya sebentar saja, karena jika terlalu lama akan terasa sakit pada punggulnya. Mbah Pasirah (59) istri beliau yang setiap hari merawatnya dibantu oleh Nurul, anak pertamanya yang sekarang sudah berkeluarga tetapi tetap tinggal bersama Mbah Tarso. Sedangkan anaknya yang lain, Totok Supriadi (21) bekerja sebagai nelayan. Karena pekerjaan itu ia jarang pulang kerumah untuk bertemu dan membantu orang tuanya. Dan karena alasan keterbatasan biaya Mbah Tarso tidak pernah dibawa berobat lagi. Untuk kesehariannya pun sering dibantu oleh para saudara-saudara beliau. Kurir #Sedekah Rombongan mendapat informasi tentang keadaan beliau, kemudian langsung mendatangi rumahnya dan memberikan santunan kepada Mbah Tarso. Semoga dengan santunan itu bisa berguna untuk memenuhi kebutuhan Mbah Tarso dan keluarganya.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Andi

Pak tarso menderita Lumpuh

Pak tarso menderita Lumpuh


INDO NURU ( 75, Radang, Mulut jadi Kaku). Alamat :  Kalambunan, RT 2/2, Desa Kolai, Kecamatan Malua,  Kabupaten Enrekang. Sulawesi Selatan.
Indo Nuru adalah salah satu warga di Desa Kolai. Ia mulai merasakan sakit dua tahun lalu. Awalnya ia merasakan gatal di area mulutnya. Lama kelamaan ia tidak bisa merasakan  sesuatu saat makan atan minum. Indo Nuru mengaku seperti terjadi kram di sekitar mulutnya. Namun karena dianggap biasa ia tidak berobat ke dokter. Dengan anggapan sakitnya itu bisa sembuh. Rupanya kondisi itu tidak berubah, malah semakin parah.
Oleh anaknya, Nuareni (40), Indo Nuru dibawa ke dokter puskesmas di Kecamatan Malua. Oleh dokter diberikan obat. Namun tidak ada perubahan. Sakit yang ia alami tidak kunjung sembuh Oleh keluarga ia dibawa ke Kota Pare pare. Jarak dari kampung ke kota Pare-pare sekitar 150 km. Dana yang dipakai saat itu hasil urunan dari keluarga dan tetangga dekat di kampung. Meski demikian setelah diperiksa oleh dokter tidak ada juga solusi. Indo nuru berkisah bahwa dokter menyarankan tinggal di rumah sakit. Namun ia menolak karena alasan biaya. Kedua jarak dari rumah lumayan jauh dan semua itu butuh biaya. Apalagi memang tidak punya BPJS.
Akhirnya Indo Nuru kembali ke kampungnya. Ia hanya mengandalkan berobat jalan atau menggunakan Sanro (Dukun). Indo Nuru berharap bisa sembuh dengan pengobatan tradisional karena jika ke rumah sakit butuh biaya yang besar. Sementara ia sudah tidak bekerja lagi. Suaminya Ambe (almarhum) sudah meninggal sejak lama. Selama ini Indo Nuru hanya tinggal di rumah panggung peninggalan suaminya. Sementara kebutuhan sehari-harinya disiapkan oleh anaknya.
Hingga suatu waktu Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Indo Nuru, Sedekah rombongan peduli dengan keadaan beliau. Bantuan Rp 500 ribu diberikan untuk meringankan beban Indo Nuru.Indo Nuru amat senang, Bahkan sempat berlinang air mata saat kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan tersebut. Ia berdoa semoga #sedekaholic dan kurir #SR bisa mendapat berkah dan rahmat dari Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @Ismawan_As

Bu nuru menderita Radang, Mulut jadi Kaku

Bu nuru menderita Radang, Mulut jadi Kaku


MUHAMMAD TAUFIK (18, Siswa Hampir Putus Sekolah), Alamat: Bungin RT 3/1, Desa Bungin, kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulsel.
Ketiadaan biaya untuk lanjut di Sekolah Menengah Atas (SMA) membuat Adik Taufik nyaris menyerah mengejar cita-citanya. Siswa SMA Negeri 1 Malua yang beradministrasi di Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang. Berjarak puluhan kilometer dari rumah tempat ia tinggal bersama orangtua dan kelima saudaranya di Desa Bungin. Dengan kondisi akses jalan yang tentu menanjak dan belum adanya alat transportasi yang menjangkau sekolah tersebut, maka banyak penduduk yang memutuskan tidak mengantarkan anaknya ke gerbang pintu sekolah hingga mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Termasuk orangtua dari Adik Taufik yang hanya berprofesi sebagai buruh tani. Ketiadaan akses dan  mahalnya biaya sekolah membuat ibunya berpikir berulang kali untuk menyekolahkannya.
Namun Taufik bergeming, ia menolak menyerah dan menghapus cita-cita dari ingatannya untuk menjadi seorang Polisi. Untuk menghemat biaya perjalanan, ia memutuskan menetap di sebuah ruangan di sekolahnya. Memutuskan untuk tinggal di sekolah adalah jawaban yang paling tepat dan berkat izin kepala sekolah maka rencana ini berjalan lancar. Bersama sepuluh temannya, mereka hidup di kamar berukuran 3×4 di sekolah yang tergolong berada di daerah tertinggal tersebut
Taufik. Setelah ditinggal ayahnya bersama 5 saudaranya yang lain yaitu Ilham (16), liz (13), ival (10), dan dewi (7). Ia harus menggantungkan hidup bersama ibunya, Harpinah (47). Bahkan Taufik tidak mengenal sosok ayahnya tersebut hingga ini. Sebagai anak sulung, diapun harus berjuang untuk keluarganya. Meski demikian ia sangat ingin bersekolah dan dengan berat hati mengabaikan tanggungjawab tersebut.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan Taufik, berbekal titipan dari langit dari para donator, maka disalurkanlah bantuan untuk ia dapat melanjutkan sekolahnya untuk membiayai keperluan pembelian buku, dan alat sekolah lain serta biaya kepulangannya jika sesekali rindu bertemu keluarganya yang berjarak sekira 70 kilometer dari sekolah. Paling utama untuk biaya beli beras.

Jumlah bantuan: Rp 500.000
Tanggal: 25 Agustus 2016
Kurir:@Hamdanibaso @Ismawan_As

Bantuan untuk membiayai keperluan pembelian buku, dan alat sekolah lain

Bantuan untuk membiayai keperluan pembelian buku, dan alat sekolah lain


SRI DEWI (19, Siswa Hampir Putus Sekolah) Alamat: Baroko, RT 2/2, Desa Benteng Alla, kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulsel.Kabupaten Enrekang yang berjarak sekitar 250 kilometer dari ibukota provinsi Sulsel, yakni Makassar. terletak di dataran tinggi pegunungan Latimojong. Akses warga untuk mendapatkan pendidikan sebagai hak warga negara pun sulit terpenuhi.
Salah satu generasi muda yang harus berjuang dari kondisi ini adalah. Sri Dewi. Siswi kelas XII ini berasal dari desa Benteng Alla ini ditinggal mati oleh ayahnya di usia 53 tahun. Kini ia bergantung hidup dengan orang tua nya, bu Inni (60 tahun) yang hidup sebagai buruh tani.Demi mempermudah ia bersekolah ia memutuskan tinggal di sekolahnya usai mendapatkan ijin dari kepala sekolah, Dewi –panggilan akrabnya- memutuskan untuk tinggal sebab jarak sekolah 80 kilometer dari rumah yang tidak memungkinkan ia pulang setiap hari.
Kecukupan hidupnya selama ini dari kiriman beras ibunya sebanyak 10 liter per bulan. Tiba tiba terhenti pada bulan kedelapan, kiriman yang dinantikan untuk mengisi perutnya tiap hari tidak lagi datang setelah ibunya pun kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan sehari-harinya sendiri.Hal tersebut membuat cita-cita Dewi untuk menjadi psikolog seolah menemui jalan yang terjal. Dewi pun sempat mengaku ingin berhenti bersekolah agar dapat membantu orangtuanya menjadi buruh tani dan melupakan cita-cita bersekolah setinggi mungkin. Selama bersekolah ia memang sangat jarang bertemu keluarganya hanya sekitar enam bulan sekali. Ia diizinkan oleh kepala sekolah untuk tinggal di ruangan sekolah yang tidak terpakai. Ukurannya sekitar 3×4. Di ruangan tersebut ia bersama temannya menetap.
#SedekahRombongan pun memutuskan membantu Sri Dewi yang kini duduk di kelas tiga SMA. Sedikit lagi ia dapat melanjutkan ke jenjang perkuliahan, maka dana yang dititipkan dari para donatur diserahkan kepada Dewi mencukupi kebutuhan beras. Dana ini digunakan untuk keperluan sehari-hari Dewi selama sekolah.

Jumlah bantuan: Rp 500.000
Tanggal: 25 Agustus 2016
Kurir: @Hamdanibaso @Ismawan_As

Bantuan untuk keperluan sehari-hari Dewi selama sekolah.

Bantuan untuk keperluan sehari-hari Dewi selama sekolah.


INDO SIDA (80, Tekanan Darah Tinggi + Asam Urat ). Alamat :  Dusun Kalambunan, RT 2/2, Desa Kolai, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Beliau tinggal bersama anaknya, Kadira (60) yang juga sering sakit-sakitan.  Ibu Sida mengalami tekanan darah tinggi sejak tahun 2013. Pertama kali saat ia merasakan sakit pada kakin dan kepala yang tak bias ia tahan. Ia tak bisa berjalan karena kakinya terasa amat sakit. Oleh anaknya ia dibawa ke Puskesmas di kecamatan Malua. Hasil diagnosa dokter menyebutkan bahwa Ibu Sida mengalami penyakit tekanan darah tinggi ditambah dengan asam urat.
Dokter puskesmas memberikan obat seadanya. Beberapa bulan kemudian ibu Sida mengalami sakit pada kaki akibat asam urat kembali. Asam urat dan tekanan darah tinggi tak kunjung sembuh, malah sebaliknya makin parah.  Jarak yang jauh ke puskesmas membuat keluarganya hanya memberikan obat tradisional. Untuk ke Rumah sakit, mereka tidak punya biaya. Apalagi Ibu Sida tidak memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS.  Suami Ibu Sida sudah lama meninggal. Untuk kebutuhan sehari-hari. Ibu Sida dibantu oleh tetangga terdekat.
Alhamdulillah di bulan Juli beliau dipertemukan dengan tim Sedekah Rombongan. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim #SedekahRombongan. Berempati atas apa yang mereka alami, sdekaholics #SedekahRombongan kemudian memberi mereka Titipan Langit beruupa uangyang digunakan untuk membantu biaya pengobatan Pak Edi dan transportasinya selama berobat. Semoga kesehatan Ibu Sida dapat kembali pulih dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp .500.000,-
Tanggal: 25 Agustus 2016
Kurir: @Ismawan_As

Ibu sida menderita Tekanan Darah Tinggi + Asam Urat

Ibu sida menderita Tekanan Darah Tinggi + Asam Urat


ANDI NURUNG SITAMBOLO (95, Lumpuh). Alamat : Kampung Macanang,RT 3/1,  Kel. Macanang, Kec. Tanete, Kab. Bone, Prov. Sul-Sel. Nurung Sitambolo merupakan sebatang kara yang dahulu sehari – hari bekerja sebagai buruh di kebun warga. Di sekeliling kampung yang terletak di desa yang terpencil tersebut. Bu Nurung dikenal sebagai buruh yang dapat membantu berbagainkeperluan masyarakat di kebun, entah untuk memetik buah kakao hingga memanen padi di sawah.
Namun perih di bagian kaki sejak desember 2015 lalu. Memaksa ia berhenti dari segala aktivitas selama ini. Setelah memeriksakan ke puskesmas, pihak medis menyarankan untuk meneruskan pengobatan ke kota di Makassar atau Bone sebab keterbatasan peralatan sehingga menyulitkan puskesmas mengidentifikasi penyakit Nurung. Maka pihak bidan pun menyarankan untuk segera diperiksakan ke Klinik. Namun ketersediaan biaya oleh Nurung membuatnya pasrah dengan kondisi kaki yg akhirnya berujung kini ia tak mampu berjalan.
Ibu Nurung tidak ada biaya, selain hanya mengandalkan pemasukan dari hasil peras keringatnya sendiri ia pun hanya mengharap kebaikan tetangganya. karna ia tak pernah menikah. Saat ini ia tinggal di rumah keluarganya untuk mempermudah kebutuhannya dan menjalani hari-hari di masa tuanya.  Untuk kebutuhan sehari -hari ia tinggal berharap kebaikan sang pemilik rumah dan tetangganya.
Kurir #SedekahRombongan sungguh memahami kesulitan yang dirasakan Nurung Sitambolo. Bantuan awal disampaikan untuk biaya sehari-hari. #SedekahRombongan berharap bantuan dari langit ini dapat meringankan keterbatasan Ibu Nurung demi penghidupan kedepannya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @Areefy_dip @Hjimmy

Bu nurung menderita Lumpuh

Bu nurung menderita Lumpuh


HANAJE BINTI SUDDING (51, Kanker Payudara). Alamat: Lonrae, RT 1/2, Desa Riattang Timur, Kecamamatan Tanete Rilau, Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan.
Untung tak dapat diraih. Malang tak dapat ditolak, Ibu Hanaje yang kini berusia 51 tahun harus merelakan kesehatannya terenggut setelah mengetahui dia kini menderita kanker payudara. Penyakit yang diketahui yahun lalu ini terus membuatnya gusar, pasalnya kanker di bagian payudara merupakan pembunuh paling ‘ganas’ di Indonesia bagi wanita paruh baya.
Namun hanaje hanya bisa pasrah, setelah ditinggal mati oleh suaminya beberapa tahun lalu ia hanya berjuang sendirian mengais rejeki karena juga tak dikaruniai anak. Hanaje yang sehari-harinya berprofesi sebagai buruh perkebunan tinggal bersama sepupunya di desa Lonroe, tanete rilau, Bone.
Dia memutuskan tinggal bersama keluarganya tahun 2015 silam, setelah divonis kanker, awalnya hanya benjolan kecil namun kian hari benjolan tersebut membeaar dan memerah. Ia pun memeriksakan diri ke Rumah Sakit  setelah pemeriksaan diketahui ia mengidap kanker payudara dan dokter menyarankan untuk tindakan operasi. Namun apaboleh buat, tindakan tersebut urung dilaksanakan meski kebutuhan untuk pengangkatan benjolan tersebut mesti segera dilaksanakan karena keterbatasan biaya.
Hanjaje memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS namun, ia tetap tak enggan melakukan operasi karen biaya yang akan ditanggung penjamin kesehatan tersebut hanya sebagian. Ia kini hanya dapat berdoa agar Allah SWT memberikan jalan keluar untuk kesulitannya. Dan dibalik kesukitan tersebut ada hikmah untuk kita semua, Alhamdulilah, #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang Hanaje yang hidup seorang diri tanpa kekuarga inti. bantuan awalpun disampaikan. Semoga bisa membantu demi penghidupan sehari-hari dan tambahan biaya beli obat.

Jumlah Bantunan  : Rp. 750.000
Tanggal    : 27 Agustus 2016
Kurir   : @Areefy_dip @HjJimmy

Bu hanaje menderita Kanker Payudara

Bu hanaje menderita Kanker Payudara


KHOIRUL AZZAM (1,1, Kanker Testis). Alamat : Lumbumpetigo  RT 3/2, Desa Wani, Kec. Tanantovea, Kab. Donggala Sulawesi Tengah.
Khoirul Azzam menderita kanker testis sudah 6 bulan lamanya. Khoirul Azzam yg awalnya ceria dan riang sejak menderita penyakit tersebut berubah menjadi tdk besemangat. Hari demi hari kondisi fisiknya mengalami penurunan dan buah pelirnya mengalami pembengkakan dan pembesaran. Dengan kondisi seperti itu akhirnya kedua orangtuanya  memeriksakan ke puskesmas setempat.
Setelah menjalani proses pemeriksaan, Dokter puskesmas menyarankan agar dirujuk ke salah satu Rumah Sakit Pemerintah di kota Paluuntuk mendapatkan pengobatan lanjutan. Akhirnya pihak rumah sakit memvonis Khoirul Azzam menderita penyakit Kanker Testis dan disarankan segera menjalani proses pembedahan mengingat penyakit tersebut sudah sangat akut. Karena peralatan bedah belum memadai di rumah sakit tersebut akhirnya adinda Khoirul Azzam mendapat rujukan untk pembedahan di RS. Dr. Wahidin Kota Makassar Sulawesi Selatan.
Kedua org tua Khoirul Azzam mulai kebingungan karena kendala pembiayaan. Ayahnya hanyalah seorang supir taksi yang penghasilannya pas-pasan. Untuk mendapatkan pengobatan gratis pihak Rumah sakit menyarankan untuk segera melakukan pengurusan BPJS. Kemudian ayahnya segera mengurus BPJS tersebut yg prosesnya menunggu sampai 14 hari.
Usaha yang lain dilakukan keluarga Khoirul Azzam adalah memuat beritanya di surat kabar harian lokal dengan harapan agar masyarakat bisa tergerak hatinya untuk memberikan bantuan dana dalam rangka kesembuan berlalu. Alhamdulillah via upaya ini akhirnya kurir #SedekahRombongan membaca berita mengenai penyakit di derita dinda Khoirul Azzam. Kemudian langsung melakukan silaturahim di kediaman dinda Khoirul Azzam dan keluarga. Dengan berbagai pertimbangan Tim #SedekahRombongan akhirnya menyetujui untuk membantu secara full pengobatan dinda Khoirul Azzam yg akan segera di rujuk ke Makassar sambil menunggu Kartu BPJS terbit.
Namun, Allah SWT memiliki rencana lain, ketika persiapan telah dilakukan sampai pada hari terbitnya Kartu BPJS, dinda Khoirul Azzam meninggal dunia. Saat bersilaturahim ke kediaman orng tua Khoirul Azzam yg masih dalam keadaan berduka kurir #Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic sebesar satu juta rupiah. Bantuan ini akan digunakan   untuk meringankan beban keluarga yg ditinggalkan dinda Khoirul Azzam.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 28 Agustus 2016
Kurir    : @AbdulRasyid @Areefy_dip

Azzam menderita Kanker Testis

Azzam menderita Kanker Testis


INDO MINA  (50, Lumpuh). Alamat Jalan Cakalang, RT 2/2,  Kelurahan Sea, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Mina menderita lumpuh sejak 30 tahun lalu. Tiba-tiba saja ia merasakan sakit pada kakinya dan tidak bisa berjalan. Kedua kakinya mati rasa. Sehingga akhirnya mengharuskan Ibu Mina harus baring terlentang di kasur.
Untuk pengobatannya, Ibu Mina tidak bisa ke rumah sakit. Selain alasan biaya. Rumah sakit yang jaraknya relatif jauh membuat ibu Mina tidak sanggup. Apalagi tidak ada saudara yang bisa mengantar dan menjaganya di rumah sakit.  Untuk pengobatan, ia hanya mengandalkan obat tradisional. Tapi tidak ada perubahan Ia sebatang kara, Kedua orang tuanya meninggal dunia sejak lama. Ia juga belum bersuami. Untuk kebutuhan sehari hari, Ibu Mina dibantu oleh tetangga sekitar rumahnya.
Info tentang ibu mina didengar oleh Kurir #Sedekah Rombongan. Upaya untuk membantu beliau dilakukan. Bantuan pun diberikan untuk bisa meringankan beban Ibu Mina. Setelah dikunjungi oleh team dari #SedekahRombongan, Ibu Mina merasa bahagia dan haru. Ia Bahagia sebag baginya orang yang jauh di pelosok Kolaka bisa mendapat bantuan dari #SedekahRombongan. Ia berharap Allah SWT memberikan berkah buat semua yang terlibat di #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal 28 Agustus 2016
Kurir @BahanaAlam @Areefy_dip

Bu mina menderita Lumpuh

Bu mina menderita Lumpuh


DAENG HANISA (50, Diabetes Melitus & Lumpuh) Alamat Jalan Poros Makassar-MAros Km 25 Istiqamah 4, Keluarahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten  Maros, Provinsi Sulsel.
Diabetes akut yang menyerang kaki Hanisa membuat perempuan paruh baya ini akhirnya menyerah. Hanisa yang mengidap penyakit diabetes mellitus, selama hampir dua tahun lamanya. Meninggal dunia di usianya yang menginjak 50 tahun. Hanisa meninggal di rumah keluarganya di Kelurahan Bontoa, Maros. Nisa panggilan akrabnya, meninggal setelah penyakit diabetes yang menggerogoti kakinya hingga membuat wanita ini tak mampu berjalan dan beraktivitas seperti sediakala.
Berjuang selama hampir dua tahun melawan penyakit yang ia sendiri baru ketahui sebagai diabetes stadium akut setelah luka di kaki yang tak kunjung sembuh. Penyebab kematian diduga karena diabetes yang menyerang kaki bagian kanannya tersebut. Penyakit yang bermula dari kaki kanannya yang luka hingga membusuk.
Penyakit Hanisa tak pernah ditangani secara medis. Selain tidak ada biaya berobat juga tak satupun keluarga yang menemani Hanisa selama ini. Hanisa sebatang kara. Hanisa tak memiliki suami apalagi anak setelah tak pernah menikah hingga di usianya yang menginjak 50 tahun. Ia hanya bertahan hidup dari belas kasihan tetangga dan kerabat yang sesekali mengunjunginya, entah menderma dengan beras atau uang.
Tak ada pekerjaan yang dapat dilakukannya. Jangankan mendapatkan fasilitas kesehatan gratis yang disediakan Pemerintah Maros, untuk mencukupi berjalan menuju tempat makan pun ia kesulitan.
#SedekahRombongan turut merasakan kesulitan Hanisa, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan masih sempat menyalurkan sumbangan yang memang diperuntukkan untuk kaum dhuafa seperti Hanisa. Bantuan tersebut dipergunakannya untuk biaya berobat dan kehidupan sehari-hari. Diharapkan bantuan sejumlah 500 ribu rupiah tersebut dapat membangkitkan semangat Hanisa untuk sembuh dan melawan penyakitnya. Meski takdir berkata lain, Hanisa dipanggil Ilahi Rabbi beberapa hari setelah bantuan diberikan.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000
Tanggal:  29 Agustus 2016
Kurir: @Ismawan_As @Areefy_dip

Bu hanisa menderita Diabetes Melitus & Lumpuh

Bu hanisa menderita Diabetes Melitus & Lumpuh


MUHAMMAD HATTA (30, Lumpuh). Alamat Dusun Pakere, RT 2/2, Desa Bontotallasa. Kec Simbang. Kab Maros.Provinsi Sulawesi Selatan. Hatta sehari hari berprofesi sebagai nelayan yang mengumpulkan teripang di laut gugusan pulau Spermonde, Selat Makassar. Menjadi pencari teripang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari telah ia lakoni sejak menginjak bangku sekolah dasar. Ia mengikuti jejak kedua orantuanya yang bernama Dg Hasan dan ibunya Norma. Selain mencari teripang untuk dijual ke pasar, Hatta juga membantu ayahnya dengan bergantian mengayuh becak di kota Maros. Dengan penghasilan yang tak menentu dari kedua profesi tersebut guna mencukupi kebutuhan tanggungan keluarga mereka juga kadang bekerja sebagai buruh tani jika musim panen tiba.
Namun aktivitas Hatta tersebut terhenti sekitar 10 tahun lalu. Hal ini disebabkan seusai mencari teripang ia merasakan gejala penyakit yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Perutnya tiba-tiba membengkak. Ia pun segera dibawa ke Puskesmas. Setelah diperiksa, pihak Puskesmas hendak merujuknya ke rumah sakit, namun karena alasan tidak ada biaya ia menolak.
Setelah beberapa lama tak ditangani secara medis, lama kelamaan perutnya semakin membesar dan sakit. Selain itu ia juga merasakan keluh di kakinya berhari-hari. Tiba-iba kaki yang biasa ia gunakan untuk mengayuh becak dan mencari teripang menolak perintah dari syaraf Hatta. Kakinya Ia rasakan tak bisa digerakkan, barulah lama kelamaan pada hari itu juga ia mafhum dirinya telah lumpuh. Apa daya biaya untuk makan sehari-hari saja sudah sulit, sehingga untuk berobat dirasa akan membutuhkan uang yang tidak sedikit sehingga ia dan kedua orangtuanya memutuskan merawat Hatta sendiri dan urung dibawa ke rumah sakit.
Kari hari-hari Hatta hanya ia habiskan di tempat tidur. Terhitung hingga selama sepuluh tahun setelah tak bisa mencari nafkah. Seluruh kebutuhan keluarga kini bertumpu pada orangtuanya. Perawatannya pernyakit yang hingga kini belum diketahui penyebabnya hanya dilakukan di rumah. Namun tak jua ada perubahan.
#SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan titipan langit untuk membantu Hatta. Semoga bantuan dapat sedikit meringankan beban kehidupannya. Hatta dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Ia dan keluarganya pun senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : RP.500.000
Tanggal: 29 Agustus 2016
Kurir @ismawan_As @Tapa

Pak hatta menderita Lumpuh

Pak hatta menderita Lumpuh


KAMINI BINTI TARUB (59, Ca Uteri). Alamat : Dusun Dua, RT 10/2, Desa Cineumbeuy, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Kamini adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Saat ini beliau menjadi salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan. Sejak bulan Juni lalu, Ibu Kamini menderita penyakit Ca Uteri atau lebih dikenal dengan Kanker Rahim. Beliau pernah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Berdasarkan hasil USG, penyakit yang beliau derita tersebut sejenis tumor ganas sehingga pihak RSUD 45 Kuningan menyarankan agar beliau melanjutlan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun karena keterbatasan biaya, beliau tidak segera memeriksakan kondisinya ke RSHS Bandung. Selang beberapa bulan, kondisi Ibu Kamini semakin memburuk. Perutnya semakin terlihat membesar dan sering disertai dengan rasa panas sekaligus sakit. Lama beliau tidak menjalani pengobatan medis di rumah sakit, beliau hanya meminum ramuan tradisional sebagai ikhtiar penyembuhan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Ibu Kamini. Kurir #SedekahRombongan Kuningan segera membawa Ibu Kamini untuk melakukan pemeriksaan ulang di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Hasilnya sangat mengejutkan, ternyata beliau menderita penyakit kanker rahim akut dan harus segera di bawa ke RSHS Bandung. Pihak medis menyimpulkan bahwa kanker rahim beliau sudah sangat parah. Proses penyebaran sel kanker sudah sangat cepat sehingga perut beliau semakin hari semakin membesar. Beliau saat ini lebih memilih untuk menjalani pengobatan di rumah meskipun beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS yang dibayar oleh pemerintah yaitu jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ibu Kamini kesulitan berkenaan dengan biaya membeli obat diluar KIS dan pampers untuk memudahkan beliau ketika buang air. Maklum saja, beliau tinggal dengan seorang putranya yang saat ini bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah toko sembako. Sehingga kebutuhan hidup sehari-hari ditanggung oleh putra semata wayangnya. Hanya saja, pendapatan putra beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Alhamdulillah, santunan kedua dapat disampaikan oleh #SedekahRombongan kepada Ibu Kamini untuk biaya membeli obat dan pampers. Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk Ibu Kamini. Aamiin. Sebelumnya Ibu Kamini masuk rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 650.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Bu kamini menderita Ca Uteri

Bu kamini menderita Ca Uteri


NADINI ISLAM SAPUTRI (2, Gangguan pendengaran Telinga + Colestasis Hati) Alamat: Ngruki RT 1/17, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. Nadin merupakan putri kembar pasangan Bapak Didik Surani (42) dan Ibu Nofiati. Sejak awal, Nadin lahir dengan kondisi tidak normal dengan berat 1,3kg sehingga mengharuskannya berada di inkubator selama 1 bulan, melakukan transfusi darah serta alat bantuan pernafasan. Nadin menderita colestasis hati dan juga gangguan pendengaran kanan-kiri. Selama satu tahun, Nadin menjalani pengobatan dan kini colestasis hati yang Nadin alami sedkiti demi sedikit membaik. Meskipun demikian Nadin masih membutuhkan alat bantu pendengaran. Selama pengobatan, Nadin menggunakan BPJS mandiri kelas 3 yang membantu mengurangi beban biaya berobat. Meskipun demikian, keluarga masih tetap kesulitan dikarenakan biaya pengobatan Nadin tidak semuanya ter-cover oleh BPJS. Sementara ayah Nadin bekerja sebagai buruh sablon dengan penghasilan Rp. 50.000,- itupun tidak menentu tergantung pesanan. Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Nadin kemudian menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan alat bantu dengar serta terapi yang dibutuhkan. Keluarga sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan serta mendoakan semoga amal ibadah sedekaholics dan kurir dibalas Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000
Tanggal: 25 November 2016
Kurir: @mawan @anissetya60 @aris

Nadini menderita Gangguan pendengaran Telinga + Colestasis Hati

Nadini menderita Gangguan pendengaran Telinga + Colestasis Hati


DESTI ISTIKOMAH (17, Penyandang Disabilitas Mental Intelektual) Alamat: Dukuh Krecek RT4/2 Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Desti merupakan putri ke empat dari Bapak Marsidi (57) dan Ibu Karsiti (47). Pak  Marsidi bekerja sebagai tukang Ojek di Jakarta sedangkan ibu Karsiti sebagai Asisten Rumah Tangga di Jakarta juga. Namun, ketika ada kasus yang menimpa Desti keduanya pulang kampung dan belum mendapatkan pekerjaan lagi. Pada tanggal 17 Agustus 2016 Desti menjadi korban pemerkosaan oleh 7 pelaku yang merupakan pekerja proyek jalan tol di daerahnya. Tindak pidana pemerkosaan Desti telah di laporkan kepada polres Boyolali dan didampingi oleh sebuah organisasi bernama SIGAB (Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel). SIGAB merupakan Organisasi yang membela dan memperjuangkan hak-hak difabel di seluruh Indonesia. Akan Tetapi ada permasalahn lain yang dihadapi keluarga Desti yakni rumah yang mereka tempati jauh dari standart rumah sehat atau rumah layak huni. Rumah tersebut memang seyokyanya di renovasi terutama pada bagian kamar mandi. Namun demikian keluarga Desti tidak memiliki biaya untuk memperbaiki rumah. Karena penghasilan yang diperoleh di keluarga ini lebih diprioritaskan untuk membiayai sekolah adiknya Aniva (13), Desti dan biaya hidup sehari hari. Sehingga Desti dan keluarga mengharapkan bantuan untuk membuat kamar mandi. Alhamdulillah #Sedekahrombongan dipertemukan dengan Desti, santunan pun disampaikan guna membantu dalam pembuatan kamar mandi. Desti dan Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah di terimanya semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan di terima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir : @Mawan @Anissetya60 @YuliSetiyowat12 @Eli_annnaa

Desi seorang Penyandang Disabilitas Mental Intelektual

Desi seorang Penyandang Disabilitas Mental Intelektual


MUCHTAROM BIN BAMBANG ROHMADI (34, Teroid + Pembekakan Jantung). Alamat: Desa Semanggi, RT. 1/11, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Pak Muchtarom merupakan suami dari Ibu Sriyanti (38) dan memiliki 2 Putri yakni Inayah (12) dan Fitria (10). Pak Muchtarom sehari-hari bekerja sebagai Buruh Catering dan bila sedang tidak ada ‘job’ buruh serabutan. Namun sejak bulan Oktober Pak Muchtarom tidak dapat bekerja lagi dikarenakan sakit tersebut. Awal mulanya yang dirasakan kembung di bagian perut, mual dan kaki bengkak. Melihat kondisi seperti itu dilarikanlah ke RS Kustati Solo kemudian diagnosa pembekakan jantung dan diperkirakan teroid. Dari RS Kustati diberi obat untuk teroid hingga 3 bulan namun tidak ada perubahan. Alhasil, Tanggal 26 November 2016 pengobatan pindah ke RS PKU Muhammadiyah Surakarta atas rekomendasi dari keluarga. Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta menjalani perawatan di ICU selama 4 hari. Hingga pada tanggal 5 November 2016 Pak Muchtarom sudah menunjukan perkembangan yang positif dan kaki sudah tidak bengkak lagi, kemudian diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit. Selama menjalani serangkaian pengobatan di Rumah Sakit Pak Muchtarom  ditanggung oleh BPJS. Kini Pak Muchtarom hanya bisa berbaring di tempat tidur, jikalau ingin duduk pun hanya sebentar tidak bisa berlama-lama karena ada iritasi di bagian tulang ekornya dari efek pemakaian pampers. Selagi menunggu jadwal kontrol, di rumah Pak Muchtarom harus mengikuti beberapa anjuran dari dokter seperti minum air putih dibatasi untuk menjaga pembekakan jantungnya, sehingga untuk asupan energinya minum-minuman yang berasa manis dan setiap makan harus dengan empal daging sebanyak 3 ons bila tidak badan akan lemas, terasa panas dan bahkan sesak nafas. Bila Pak Muchtarom kaget atau panik Pak Muchtarom akan mengalami sesak nafas sehingga dirumah harus sedia Oksigen. Rencana medis selanjutnya Pak Muchtarom disarankan oleh dokter untuk menjalani tes Teroid di luar Rumah Sakit untuk memastikan teroidnya karena teroid Pak Muchtarom  tidak terlihat secara kasat mata. Selama Pak Muchtarom jatuh sakit tidak ada pemasukan lagi hingga saat ini hanya mengandalkan uang dari bantuan warga sekitar. Alhamdulillah #Sedekahrombongan dipertemukan dengan Pak Muchtarom santunan awal pun disampaikan guna membantu biaya akomodasi Pak Muchtarom selama ranap di Rumah Sakit. Pak Muchtarom dan Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang di terimanya semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan di terima Allah dan mengharap do’a semoga Pak Muchtarom segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir : @Mawan @Anissetya60 @YuliSetiyowat12 @Eli_annnaa

Pak mochtarom menderita Teroid + Pembekakan Jantung

Pak mochtarom menderita Teroid + Pembekakan Jantung


DHANNY SETYO NUGROHO (16, Patah Tulang Tangan & Kaki kanan). Alamat: Purwosari, RT 2/11, Purwosari, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Dhanny menderita patah tulang kejadianya bermula ketika Dhanny beserta teman-temannya jalan mengendarai sepeda motor ke Telaga Sarangan pada hari Minggu tanggal 24 Juli 2016. Memasuki wilayah Sarangan jam 11.00 WIB sepeda motor yang dikendarai Dhanny tabrakan dengan Mobil Pick up dari arah Timur, akibat dari kecelakaan tersebut Dhanny menderita patah tulang pada tangan kanan dan kaki kanannya. Ayahnya Suryo Aji Nugroho (37) adalah Buruh Bangunan yang kerja serabutan dengan penghasilan sedikit. sedangkan Ibunya Sofiah (37) ibu Rumah Tangga sudah tidak serumah lagi dengan Dhanny karena bercerai dengan bapaknya, Selama ini Dhanny di asuh neneknya Atik Suprapti (59) yang bekerja sebagai Pengasuh anak – anak dengan penghasilan tak menentu perbulannya. Segala daya, upaya dilakukan nenek Suprapti demi kesembuhan cucunya Dhanny, Senin Malam tanggal 26 Juli 2016, Dhanny di operasi dan di pasang pen di PolIklinik Jati Husada, Jaten, Karanganyar. Kemudian kembali periksa di RS Kasih Ibu Surakarta,  Seminggu 2 kali Tenaga medis dari RS Kasih Ibu memeriksa dan melakukan fisioterapi di rumah Dhanny. Kondisi ekonomi yang kekurangan tidak memungkinkan Dhanny untuk berobat secara rutin dan mendapat kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah dipertemukan dengan Dhanny dan neneknya. Santunan  ke- 3 dari #sedekaholics kembali diberikan untuk membantu meringankan biaya pengobatan. Santunan Sebelumnya masuk rombongan 907 Dhanny dan mbah Suprapti menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Semoga amal kebaikan #Sedekaholics dan #SedekahRombongan diterima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : November 2016
Kurir  : @mawan @anissetya60 @warihhandoyo

Dhanny menderita Patah Tulang Tangan & Kaki kanan

Dhanny menderita Patah Tulang Tangan & Kaki kanan


MISNARI BIN AWIH (52, Stroke). Alamat : Jalan KH. Malik Dalam, RT 1/5, Desa Buring, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Sudah sekitar awal Februari, 2016 Bapak Misnari menderita stroke dengan keluhan sakit di bagian alat reproduksi beliau pada 3 minggu terakhir ini. Penyebab nya pun belum diketahui apa, karena perawatan beliau sampai saat ini masih di rumah dengan perawatan dari keluarga. Sekarang Bapak Misnari hanya bisa berbaring di atas ranjang dan tidak bisa beraktivitas sama sekali. Sulastri (46), istri beliau bekerja sebagai ibu rumah tangga & tukang pijet panggilan. Sementara Bapak Misnari bekerja sebagai kuli angkut di pabrik dengan pendapatan yang sangat kecil. Tapi karena kondisi beliau saat ini tidak memungkinkan bekerja, anak beliau yang masih berumur 15 tahun pun menggantikan pekerjaan beliau untuk menambah pendapatan keluarga. Jamkesda ialah fasilitas kesehatan yang beliau miliki. Apalagi untuk keperluan berobat beliau yang terkendala dalam trannsportasi menuju rumah sakit dan biaya rawat. Kurir #SedekahRombongan Malang pun menyampaikan bantuan agar Bapak Misnari sembuh. Semoga Bapak Misnari bisa segera membaik dan bekerja kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa

Pak misnari menderita Stroke

Pak misnari menderita Stroke


VARIESHA PUTRI RAMADHANI (1, Penyempitan Usus + Perlengketan Usus). Alamat : Dusun Prigelan, RT 1/1, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 4 bulan, Variesha sudah tidak bisa makan, sehingga ia hanya mendapat asupan gizi dari minuman. Jika dipaksakan untuk makan, makanan tersebut langsung ditolak oleh perutnya sehingga dimuntahkan dan tubuh Variesha kejang-kejang. Akhirnya pada usia 9 bulan baru diketahui bahwa Variesha mengalami penyempitan usus dan usus lengket. Sementara operasi baru bisa dilakukan setelah usia 12 bulan. Tapi bulan ini,  di saat usianya memasuki 15 bulan,  Variesha dinyatakan meninggal dunia oleh dokter setelah menjalani rawat inap selama 20 hari di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Andri Wibowo (26), sebagai ayah Variesha berprofesi sebagai karyawan swasta, begitu juga profesi ibu Variesha, Ika Wijayanti (25). BPJS Mandiri Kelas III merupakan fasilitas kesehatan yang dimiliki Variesha. Keluarga pun dipertemukan oleh kurir #SedekahRombongan Malang sehingga titipan dari Sedekaholics dapat kami salurkan untuk membantu biaya transportasi, MRS di RSSA Malang, dan membeli obat-obatan. Semoga Variesha tenang di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa

Variesha menderita Penyempitan Usus + Perlengketan Usus

Variesha menderita Penyempitan Usus + Perlengketan Usus


MUHAMMAD NUR ALFA (3, Invaginasi). Alamat : Lingkungan Krajan Barat, RT 11/2, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Beberapa bulan yang lalu Alfa susah makan karena merasakan sakit di bagian perutnya. Orang tuanya pun membawa Alfa ke tukang urut atau pijat untuk mengurut Alfa agar mau makan kembali. Tapi diduga pijatan tukang urut tersebut terlalu kencang saat menekan usus besar Alfa yang masih belum terlalu kuat organ tubuhnya. Sehingga ususnya tidak berkontraksi secara baik karena sebagian usus tersangkut dibagian usus yang lain atau yang lebih dikenal dengan istilah invaginasi dalam dunia kedokteran. Tindakan operasi pemasangan alat bantu pencernaan sudah berhasil dilakukan, dan saat ini Alfa sedang dijadwalkan untuk operasi kedua kalinya. 10 November menjalani kontrol pemeriksaan stoma. Alfa tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Harianto (37) yang bekerja petani dan Ibu Sunarti (34) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa. BPJS Mandiri Kelas III adalah fasilitas kesehatan yang Alfa miliki. Alhamdulillah kini Alfa telah dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan Malang, saat sebelumnya keluarganya kesulitan dana untuk pengobatan Alfa. Semoga Alfa segera diberi kesehatan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.116.264,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc @nay_munaa

Alfa menderita Invaginasi

Alfa menderita Invaginasi


HARTATIK BINTI JO PAWIRO (29, Tuberculosis Paru). Alamat : Jalan Srikaya, No. 97, Dusun Damar Ulan, RT 15/4, Desa Damar Ulan, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal sakit beliau ialah pada pertengahan 2015 dimulai dengan batuk berkepanjangan yang tidak kunjung sembuh lebih dari 3 bulan, diikuti dengan berat badan yang mulai menurun. Pada awal Januari 2016, Ibu Hartatik dibawa ke Rumah Sakit Madinah Kasembon untuk diperiksa. Sampai akhirnya dirujuk menuju Rumah Sakit Saiful Anwar Malang untuk perawatan lebih intensif karena kondisi beliau saat ini memburuk dengan ditandai semakin sering sesak nafas dikarenakan penyakit Tuberculosis (TBC) Paru. Muhaimin (36), suami Ibu Hartutik yang berprofesi buruh. Sementara Bapak Jo Pawiro (60) dan Ibu Rukinah (66), kedua orang tua beliau bekerja sebagi petani. Pendapatan keluarga ini yang hanya cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari menyebabkan pengobatan Ibu Hartatik pun tersendat. Meski beliau memiliki BPJS Mandiri Kelas III, tapi biaya pengobatan seperti membeli obat yang tidak tercangkup BPJS, biaya transportasi dan tempat tinggal menjadi kendala lain. Alhamdulillah telah dipertemukan dengan #SedekahRombongan Malang sehingga terbantu untuk mencukupi biaya pengobatan beliau. Semoga Ibu Hartatik segera diberi kesehatan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Bu hartatik menderita Tuberculosis Paru

Bu hartatik menderita Tuberculosis Paru


SRI RAHAYU (41, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Tawangsari, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak tahun 2014. Awal mula beliau merasakan sakit pada di payudara sebelah kiri dan lambat laun semakin membesar sampai menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke Rumah Sakit Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani. Akhirnya Bu Sri dibawa ke Bhayangkara dan dilakukan operasi. Untuk saat ini Bu Sri akan menjalani kontrol 1 bulan sekali di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan mengkonsumsi obat yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Edi Nugroho (45) dan satu anaknya bernama Hilal (12). Sehari-hari Pak Edi bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan antara 20 ribu sampai 30 ribu per harinya. Dan Bu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya fasilitas kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas II yang dimiliki Bu Sri, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendala dalam proses pengobatan. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim #SedekahRombongan. Santunan ke-14 kembali kurir sampaikan untuk biaya iuran BPJS dan transportasi pulang pergi Kediri-Malang. Bantuan kepada Bu Sri pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 914. Semoga kondisi Bu Sri akan selalu membaik dan diberi kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Ibu sri menderita Kanker Payudara Kiri

Ibu sri menderita Kanker Payudara Kiri


MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (58, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi. Namun beliau masih ada keluhan, pada bagian tangan sebelah kiri beliau mulai membengkak dan dirasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas. Untuk saat ini beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pengobatan dan kontrol. Ibu Musripah sebagai anak dari Bapak Alm. Slamet Kudori dan Ibu Mariatun ini juga harus menanggung biaya keluarganya. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya yang hanya sebagai kuli bangunan. Itupun jika bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan yang masih belum cukup untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya fasilitas kesehatan yang dimiliki beliau berupa BPJS kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Bu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang dan iuran BPJS. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir #SedekahRombongan dan para Sedekaholics. Santunan bulan sebelumnya kepada Ibu Musripah masuk dalam rombongan nomor 905. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas sembuh. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 804.390,-
Tanggal : 24 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Bu musripah menderita Kanker Payudara Kiri

Bu musripah menderita Kanker Payudara Kiri


AHMAD ZAINURI (20, Kanker Nasofaring). Alamat: Jalan Ki Ageng Gribig, Gang  6, RT 2/5, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Zainuri tidak menyangka jika ternyata radang yang dia anggap penyakit biasa ini lama-kelamaan semakin parah bahkan ia juga menjadi sulit untuk bicara. Zainuri pun sempat menjalani pengobatan alternatif, akan tetapi kondisi Zainuri tetap tak kunjung membaik. Sehingga akhirnya Zainuri pergi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan diketahui bahwa ia di diagnosis kanker nasofaring atau kanker di rongga belakang hidung. Rencana pengobatan yang harus dijalani Zainuri ialah 12 kali kemoterapi di RSSA. Untuk bulan ini Zainuri rawat inap di Rumah Sakit dikarenakan untuk menjalani sinar sebanyak 35 kali. Hendri (46) sebagai ayah Zainuri yang bekerja sebagai supir travel dengan gaji tak tentu. Dengan adanya fasilitas kesehatan BPJS Mandiri kelas II yang dimiliki Zainuri sedikit meringankan beban dari keluarga ini. Saat bertemu dengan tim dari #SedekahRombongan ayah Zainuri pun mengungkapkan kesedihannya karena terkendala dalam biaya untuk upaya kesembuhan Zainuri. Bantuan untuk bulan ini dipergunakan untuk biaya transportasi dan berobat. Santunan pada bulan sebelumnya telah masuk dalam nomor rombongan 892. Semoga bantuan Sedekaholics untuk pengobatan rutin Zainuri dapat bermanfaat, Zainuri lekas sehat dan bisa beraktifitas kembali seperti sedia kala agar dapat bekerja membantu kehidupan ekonomi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Zainuri menderita Kanker Nasofaring

Zainuri menderita Kanker Nasofaring

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUMARNU BIN IRO RADIMAN 1,000,000
2 ISWANTO BIN KAMIJO 1,000,000
3 RIZKI NANDAR DIANSYAH 1,000,000
4 MUHAMMAD ISMAIL BIN DAWUD 500,000
5 SONIA ANDRIYATI BINTI SLAMET 750,000
6 RAHMA HANAN HAFIZHAH 1,000,000
7 SHOLAHUL AMRIH 1,000,000
8 FATURROHMAN 1,000,000
9 TPA AL FATH 2,000,000
10 SUTIRAH BINTI IROIJOYO 2,500,000
11 FATIMAH BINTI KARTA 3,000,000
12 BASIR BIN TIRTOIRONO 500,000
13 MASJID AL HUDA 2,000,000
14 SUPARNO BIN KASMANAT 500,000
15 RAHARJO PRAYITNO 500,000
16 RASIYEM BINTI KASIM 2,000,000
17 SUTI BINTI TIRTO DJANI 600,000
18 SUNARTI 1,000,000
19 MUCHAMMAD DWI ANUGRAH 1,000,000
20 SEPTIANA DEWI 1,300,000
21 MUHAMMAD WILDAN 1,170,380
22 SUHANA BIN YUSRAN 500,000
23 MUHIDIN 500,000
24 TAMRIN 500,000
25 A’DONG 500,000
26 MUHAMMAD AQIL 500,000
27 SUKARNI BINTI MASWADI 1,000,000
28 TARSO BIN HARJO SUKIRNO 1,000,000
29 INDO NURU 500,000
30 MUHAMMAD TAUFIK 500,000
31 SRI DEWI 500,000
32 INDO SIDA 500,000
33 ANDI NURUNG SITAMBOLO 500,000
34 HANAJE BINTI SUDDING 750,000
35 KHOIRUL AZZAM 1,000,000
36 INDO MINA 500,000
37 DAENG HANISA 500,000
38 MUHAMMAD HATTA 500,000
39 KAMINI BINTI TARUB 650,000
40 NADINI ISLAM SAPUTRI 1,000,000
41 DESTI ISTIKOMAH 1,500,000
42 MUCHTAROM BIN BAMBANG ROHMADI 1,000,000
43 DHANNY SETYO NUGROHO 500,000
44 MISNARI 2,000,000
45 VARIESHA PUTRI RAMADHANI 1,000,000
46 MUHAMMAD NUR ALFA 1,116,264
47 HARTATIK BINTI JO PAWIRO 800,000
48 SRI RAHAYU 500,000
49 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 804,390
50 AHMAD ZAINURI 500,000
Total 46,941,034

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 46,941,034,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 918 ROMBONGAN

Rp. 44,139,696,549,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.