Rombongan 917

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Posted by on November 27, 2016

KAMI  PATI (87, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Sarirejo, RT 7/2, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mbah Kami diusia yang sudah tua beliau masih harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Suami(Alm. Japar)telah lama meninggal dunia dan dari pernikahan itupun beliau tidak mempunyai anak.Hingga musibah datang, lima bulan yang lalu beliau terpleset saat berjalan kerumah keponakannya. Kejadian itu menyebabkan beliau susah untuk berjalan dan hanya bisa berbaring ditempat tidur, bahkan untuk aktivitas beliau dibantu oleh saudara dan tetangganya. Untuk berobatpun beliau tidak mampu karena tidak adanya biaya dan jaminan kesehatan. Dengan kondisi fisiknya yang seperti ini beliau tidak bisa mencari nafkah lagi, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari Mbah Kami hanya menunggu uluran tangan dari para saudara dan tetangga. #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan Mbah Kami.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir :  @dewa_popfmpati Yayan

Bantuan Biaya Hidup

Bantuan Biaya Hidup


KUSBIANDONO BIN ATMOWISASTRO (53, Hernia).  Alamat : Desa Getaan, RT 5/3, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Tiga tahun yang lalu Pak Kusbi merasakan sakit di bagian kelaminnya, rasa sakit yang dirasakan tidak dihiraukan olehnya hingga suatu hari ketika berobat ke Puskesmas, beliau didiagnosa hernia oleh dokter. Dokter menyarankan untuk tindakan operasi agar hernia tersebut tidak membesar, namun tindakan tersebut tidak dilakukan dikarenakan tidak adanya biaya. Untuk pengobatan sakitnya beliau hanya berobat ke puskesmas, itupun tidak rutin. Kini, kondisi Pak Kusbi semakin menurun sampai membuat beliau tidak bisa bekerja. Dulunya Pak Kusbiandono seorang tukang parkir dan penjual roti bakar sebagai pekerjaan tambahan. Beliau bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama istrinya, Sri Riyanti (46) dan satu anaknya. Mengingat Pak Kusbi yang sudah tidak bekerja, kebutuhan sehari-hari pun kurang, namun beliau dibantu saudaranya meski hanya sebatas kebutuhan untuk makan. Meskipun Pak Kusbi memiliki jaminan berupa BPJS kelas 3 namun beliau belum juga melakukan operasi, rasa khawatir untuk pembiayaan tindakan operasi dan biaya kontrol lainnya menjadi kendala. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya  akomodasi dan pengobatan beliau. Semoga Pak Kusbi bisa kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir  : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @donypermana

Pak kusbi menderita Hernia

Pak kusbi menderita Hernia


PUJIATI BINTI JEMAN (47, Myoma Uteri).  Alamat : Dukuh Tapen, RT 2/3,  Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Puji panggilannya, bermula dari benjolan pada perutnya yang dikiranya hanya benjolan biasa tapi seiring berjalannya waktu benjolan tersebut semakin membesar. Kemudian beliau memeriksakan diri ke dokter kandungan, dokter mendiagnosa Ibu Pujiati terkena penyakit myoma uteri atau tumor jinak otot rahim. Tidak hanya itu, bu Puji juga memiliki penyakit kulit yang menyerang kaki dan badannya. Dahulu Ibu Puji tinggal di jepara bersama suaminya, namun dua tahun yang lalu suaminya meninggal mulai saat itu Ibu Puji pindah. Dan beliau tidak dikaruniai anak, Ibu Puji tinggal dengan saudaranya. Karena Ibu Puji berasal dari keluarga yang kurang mampu, sehingga tidak memperhatikan sakit yang di deritanya. Kondisi sekarang disamping perutnya yang membesar, beliau juga penyakit kulit yang diderita selalu gatal dan tumbuh beberapa benjolan dan sampe sekarang pun belum pernah mendapat pengobatan yang berarti. Beliau juga tidak mempunyai jaminan kesehatan sehingga untuk pengobatan tidak pernah dilakukan. #SedekahRombongan memberikan santunan yang sekiranya bisa digunakan untuk pengobatan dan memenuhi kebutuhan hidup beliau.

Jumlah Bantunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @wiwiedsartawi

Bu puji menderita Myoma Uteri

Bu puji menderita Myoma Uteri


BATI PATI (77, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dukuh Mojo, RT 1/3, Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo,  Kabupaten Pati, Jawa tengah. Mbah Bati, dikenal sebagai nenek yang giat bekerja, Mbah Bati hidup seorang diri di gubuk tua yg  sudah reot dan nyaris ambruk. Di usia yang senja Mbah Bati giat bekerja sebagai pengais padi dan sesekali mencari kayu bakar, pendapatannya di tabung untuk persediaan dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari, terkadang tetangga yang baik hati memberi makan. Suami mbah bati sudah lama meninggal dunia, sedangkan  anaknya yang bekerja sebagai buruh tani hanya membantu sebisanya, mengingat penghasilan sebagai buruh tani tidak menentu. Kurir #SedekahRombongan yang mengunjunginya merasa terketuk hati untuk membantu, #SedekahRombongan memberikan santunan untuk biaya kebutuhan hidup Mbah Bati.

Jumlah Bantuan  : Rp.1.000.000,-
Tanggal   : 10 Agustus  2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @teguh

Bantuan Biaya Hidup

Bantuan Biaya Hidup


SITI AISYAH (46, Tumor Kelenjar Tiroid). Alamat: Dukuh Sentul, RT 2/2, Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Siti demikian tetangga biasa menyapa. Pada tahun 2009 silam, terdapat benjolan yang muncul dilehernya, dan semakin hari kian membesar hingga sekarang yang menimbulkan rasa sakit.  Beberapa waktu yang lalu pernah diperiksakan ke Rumah Sakit  Kariadi Semarang. Sudah dilakukan pemeriksaan Laboratorium dan USG, dokter menyatakan bahwa Ibu Siti terkena tumor kelenjar thyroid dan pada saat itu dokter menyarankan untuk tindakan operasi. Tindakan tersebut tidak kunjung dilakukan karena keterbatasan biaya, Karena saat pemeriksaan di Kariadi beberapa waktu yang lalu semua biaya dibantu oleh pihak RT dengan mengadakan iuran warga,dan sungkan rasanya bila diadakan iuran kembali untuk dirinya. Sang Suami Jasmani (51) tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan istrinya karena saat ini kondisinya juga tengah  depresi berat hingga kejiwaannya pun agak terganggu. Sedangkan dua orang anaknya Anang Ma’ruf (16) dan Ana Maftuah shofiana (10) masih  membutuhkan biaya sekolah dan kebutuhan lainnya. Mau tidak mau Ibu Siti yang harus menjadi tulang punggung keluarga. Meski memiliki jaminan kesehatan berupa KIS namun, beliau risau untuk operasi karena ketakutan akan biaya tambahan dan kurangnya pengetahuan tentang pemakaiannya. Doa selalu dipanjatkan oleh Ibu Siti agar Allah memberikan jalan keluar untuk kesusahan yang dialaminya. Alhamdulilah, #SedekahRombongan merasakan kesuliatan yang keluarga Ibu Siti alami, dan bantuan awalpun disampaikan, digunakan untuk akomodasi pengobatan. Semoga bisa membantu penyembuhan Ibu Siti dan kesehatannya semakin pulih.

Jumlah Bantunan  : Rp. 500.000,-
Tanggal    : 10 Agustus 2016
Kurir   : @robbyadiarta @dewa_popfmpati

Ibu siti menderita Tumor Kelenjar Tiroid

Ibu siti menderita Tumor Kelenjar Tiroid


SARI PATI (80, Biaya Kebutuhan Hidup).  Alamat : Desa Jatisari, RT 4/2, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Prov. Jawa Tengah.  Sepuluh tahun yang lalu Mbah Sari adalah bekerja diluar jawa bersama suaminya beliau mengais rezeki untuk kebutuhan hidup. Namun, setelah suami beliau meninggal Mbah Sari kembali ke desa Jatisari,  karena  Mbah Sari tidak punya tempat tinggal, oleh warga membangunkan rumah sederhana untuk beliau tempati. Walaupun rumah tersebut begitu sederhana, namun hal itu amat di syukuri oleh Mbah Sari. Sekarang, kondisi rumah beliau sangat memprihatinkan, sering bocornya atap membuat rumah beliau sering tergenang banjir disebabkan aliran air dari selokan tetangga dengan kondisi tanah rumah yang lebih rendah dari rumah-rumah tetangga sekitarnya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dulu beliau  bekerja sebagai buruh cuci dan masak. Tetapi dengan usia yang semakin bertambah tua kondisi tubuh beliau menjadi kurang sehat dan beliau pun sudah tidak kuat lagi untuk bekerja. Untuk kebutuhan sehari-hari beliau mengandalkan uluran tangan dari para saudara dan tetangga sekitar. #SedekahRombongan prihatin melihat keadaan mbah sari, oleh karena itu #SedekahRombongan memberikan santunan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir :  @dewa_popfmpati  Elfin

Biaya Kebutuhan Hidup

Biaya Kebutuhan Hidup


SITI ZUMROTUN NIKMAH (24, Patah Tulang). Alamat : Desa Tlogosari, RT 2/1,  Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Zumi penggilannnya, satu tahun lalu tepatnya pada tangal 12 September 2015, Zumi mengalami kecelakaan sepeda motor di Malang ketika dia masih bekerja di suatu pabrik, kaki kanannya patah, lalu dia dirawat di RS. Surabaya, sayangnya dia berobat di Rumah sakit tersebut hanya sebentar, selanjutnya dia diberi info oleh saudaranya untuk berobat di sangkal putung. Selama berbulan-bulan disana, namun takkunjung memberikan hasil, akhirnya Zumi memutuskan untuk kembali pulang ke Pati, pada 19 April 2016. Dua hari Zumi melakukan tindakan operasi di RSUD Soewondo Pati, menggunakan iuran dana dari semua keluarga secara gotong royong. Hasil operasi sudah baik namun, ada beberapa masalah pada bagian lutut karena lamanya penanganan dan dengan dua cara sebelumnya. Alhamdulillah hingga saat ini masih menjalani perawatan fisioterapi di RSUD Soewondo Pati sebanyak dua kali seminggu , namun sang ayah PAIDI (57) dan ibunya Jasmi (55) merasa kesulitan apabila mengantar  Zumi menjalani perawatan di RSUD Soewondo Pati karena jarak yang jauh, tidak adanya alat transportasi yang memadai, dan akomodasi untuk itu. Pekerjaan Bapak Paidi dan Ibu Jasmi hanyalah buruh tani, sehingga dirasa keberatan apabila mengantar Zumi periksa dengan menyewa kendaraan. Alhamdulillah, Zumi memiliki Jaminan Kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat yang mengurangi beban biaya yang ditanggung dan Zumi bertemu dengan #SedekahRombongan, secara rutin dijemput dan diantar para Kurir untuk berobat fisioterapi secara rutin, #SedekahRombongan juga memberikan bantuan untuk akomodasi pengobatan. Semoga Zumi cepat sembuh dan bisa  berjalan normal seperti sediakala. Aamiin

Jumlah Bantunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @darulnext

Zumi menderita  Patah Tulang

Zumi menderita Patah Tulang


SUTOMO BIN TARSIDIN (86, Penglihatan Kabur). Alamat : Getaan, RT 1/3, Kelurahan Pati Wetan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Tomo demikian  tetangga biasa menyapa, hidup dari belas kasihan tetangga. Di usia yang makin bertambah,  penglihatannya kian kabur dan kondisi kesehatan yang menurun. Sesekali ketika sakit Mbah hanya di panggilkan mantri oleh tetangga sekitar. Mbah Tomo hidup seorang diri, istrinya Masriah telah tiada, kesendiriannya makin memprihatinkan, tinggalnya dirumah tetangga yang kosong dan sering kebanjiran. Sewaktu ketika pernah terjadi banjir dan bencana tersebut membuat semua surat-surat kependudukannya hilang terbawa banjir. Tidak adanya jaminan kesehatan membuat Mbah Tomo hanya mengandalkan bantuan tetangga sekitar apabila terserang sakit. Kurir #SedekahRombongan yang menjumpai merasa sedih melihat keadaannya, #SedekahRombongan memberikan bantunan yang digunakan untuk membeli kebutuhan hidup beliau, semoga Allah selalu melindungi Mbah Tomo. Aamiin…

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @teguh

Pak sutomo menderita Penglihatan Kabur

Pak sutomo menderita Penglihatan Kabur


PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA (25 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di seluruh Indonesia khususnya di Pati. Sekian waktu yang dilalui untuk ikhtiar berobat untuk mendapatkan kesembuhan pulang pergi ke Rumah Sakit, rawat inap dan berbagai pengobatan lainnya. Para #Sedekaholics, kami buatkan program “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka. Seluruh Kurir #SedekahRombongan Se-Indonesia menyampaikan amanah para #Sedekaholics. Begitu pula, dengan Sedekah Rombongan Pati yang pada tahun ini menyalurkan parsel lebaran sebanyak 25 parsel kepada pasien dampingan #SedekahRombongan yang telah lama tidak disantuni, muallaf, maupun para dhuafa.  Semoga parsel yang diberikan pada para pasien dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan Ramadhan ini dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya bagi para #Sedekaholics. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah : “Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya”. Semoga Ramadhan ini menjadi moment terbaik kita dalam mendekatkan diri pada Allah. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 29 Juni 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati All Kurir

Pengadaan 25 Paket Sembako

Pengadaan 25 Paket Sembako


DAENG SANGKALA (50, Dhuafa Hidup Sebatangkara). Alamat Pulau Badi, RT 2/1,Desa Mattiro Deceng, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep. Provinsi Sulawesi Selatan.Daeng Sangkala adalah warga Pulau Badi yang hidup sebatangkara. Rumahnya sudah hampir rubuh. Ia pernah menderita penyakit Epilepsi Januari 2016 lalu, saat itu Dg Sangkala terjatuh dan tak ada yang mau mendekat, masyarakat setempat meyakini kalau penyakit ini bisa menular dari busa yang dikeluarkan dari mulutnya. Wajah Dg Sangkala terluka setelah jatuh saat penyakitnya kumat. Suaminya telah lama meninggal dunia, anaknya hanya satu, Baco (30). Namun,
akan semata wayang Dg Sangkala merantau ke kota dan tak pernah kembali lagi. Ia sendiri menetap di gubuk yang berukuran kecil.Mengisi hari harinya yang sebatangkara, Dg Sangkala cukup rajin ke masjid. Namun penyakit epilepsi yang ia alami bisa menyerang kapan saja. Termasuk saat selesai sholat berjamaah. Jika kondisi demikian, warga pun tak berani mendekat. Karena menganggap Dg Sangkala berbahaya. Jadi Dg Sangkala dibiarkan saja tergeletak di jalan. Tubuhnya kaku dan mulutnya berbusa. Lama kelamaan Dg Sangkala bangun sendiri jika sudah sadar. Sejak ada program Bank Sampah 2016 ini. Dg Sangkala mencari sampah setiap hari. Seringkali ia mencari sampah dari pagi sampai sore. Hasil dari Jualan sampah itulah yang ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dg Sangkala termasuk warga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan dorongan untuk mengikhtiarkan kesendirian yang dialaminya. Alhamdulillah, dengan empati sedakaholics #SR. Team #Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan senila Rp 1.000.000. Bantuan tersebut rencananya digunakan untuk biaya kebutuhan sehari-hari Dg Sangkala dan renovasi rumahnya yang hampir rubuh.

Tanggal 18 Agustus 2016
Rp.1.000.000
Kurir @Ismawan_As @ArifArdiansyah @Atun

Bantuan untuk biaya kebutuhan sehari-hari

Bantuan untuk biaya kebutuhan sehari-hari


NUR HAYATI BINTI ABDULLAH, (46, Tumor) Alamat : Kampung Amamotu, RT 2/1, Desa Amamotu, Kecamatan Samaturu Kab. Kolaka. Provinsi Sulawesi Tenggara. Ibu Nurhayati, wanita berusia 46 tahun ini menderita penyakit yang bermula dari 3 bulan lalu. Dengan tanda-tanda Benjolan yang ada dibagian perut. Benjolan tersebut semakin hari bertambah besar.Beberapa kali sudah dilakukan proses pengobatan di puskesmas dan dilanjutkan ke rumah sakit umum daerah. Hasil pemeriksaan dokter mengatakan ibu Nurhayati mengidap tumor. Namun pengobatan Ibu Nurhayati terhenti karena tidak adanya biaya pengobatan. Beliau juga tidak punya fasilitas kesehatan. Sementara biaya untuk pengobatannya relatif besar. Ibu Nurhayati dalam kesehariannya dikenal sebagai ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan tetap. Fasilitas kesehatan yg dimiliki berupa kartu Indonesia sehat. Salah satu faktor terkendalanya proses pengobatannya adalah akses dan waktu tempuh yang lumayan jauh. Belum lagi biaya yang tidak sedikit untuk masyarakat desa terpencil ini.Beruntung beliau bertemu dengan tim #SedekahRombongan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan  menyampaikan bantuan untuk Ibu Nurhayati yang digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan Ibu Nurhayati dan Allah mengangkat sakit yang ia derita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir @NaimDahlan @Ismawan_As

Ibu nur menderita  Paru-paru dan Muntah Darah

Ibu nur menderita Paru-paru dan Muntah Darah


ARIADI KOLAKA (38, Paru-paru dan Muntah Darah). Alamat: Jalan Delima Nomor 80, RT 3/2, Kelurahan Sea, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penyakit pak Ariadi bermula pada sejak 3 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2013 menderita penyakit paru-paru dan di sertai muntah darah.Saat ini dia hanya tinggal sebatangkara karena beberapa tahun yang lalu ia telah bercerai dengan istrinya dan saat ini dia hanya mampu berdiam diri di rumahnya karena penyakit yang ia derita saat ini dan ia hanya bisa berharap dari uluran tangan dan bantuan tetangga sekitar. Bapak Ariadi sudah beberapa kali mencoba berobat ke dokter. Tapi tidak maksimal karena ia tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Bapak Ariadi pun mencoba menggunakan pengobatan tradisional, namun hasilnya sama, tidak maksimal lagi-lagi karena faktor biaya. Kurir #Sedekah Rombongan mendapatkan informasi tentang keadaan beliau dan mengunjungi beliau di tempat kediamannya. #Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka dan memberikan bantuan kepada bapak Ariadi. Bapak Ariadi amat berterima kasih. Ia berdoa Kurir SR mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

Jumlah bantuan: Rp.500.000
Tanggal: 20 Agustus 2016
Kurir: @Ainal Haq Abidin @Na'im Dahlan

pak arisadi menderita Paru-paru dan Muntah Darah

pak arisadi menderita Paru-paru dan Muntah Darah


JOHA BINTI RAUF (73, Gula Kering Akut dan Komplikasi). Alamat: jln.Delima No.76, RT 3/2, kelurahan Sea, Kecamatan.Latambaga, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.Penyakit Ibu Joha berawal sekitar tahun 1996 yang lalu mengidap penyakit gula akut. Di tahun 1998 penderitaan Ibu Joha semain terasa saat meninggalnya sang suami. Ibu Joha mengalami stress berat karena memikirkan hidup anak-anaknya yang masih kecil. Apalagi kondisi kesehatannya semain memburuk. Ibu Joha beberapa kali pernah berobat di Rumah Sakit Bunyamin Guluh Kab.Kolaka.Karena faktor usia yang sudah tua dan kondisi keuangan keluarga yang tidak mencukupi sehingga hasil pengobatannya tidak maksimal. Saat ini Ibu Joha hanya mampu berbaring di tempat tidur. Sejauh ini segala kebutuhan Ibu Joha diurus oleh keponakannya.Kurir #Sedekah Rombongan mendapatkan informasi tentang beliau dan bisa bersilaturrahim ke rumahnya. Kurir #Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka dan segera memberikan bantuan kepada ibu Joha. Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan membeli obat.

Jumlah bantuan: Rp.500.000
Tanggal: 20 Agustus 2016
Kurir: @Ainal Haq Abidin @Na'im dahlan

Bu joha menderita Gula Kering Akut dan Komplikasi

Bu joha menderita Gula Kering Akut dan Komplikasi


RAJWAN BINTI LIMUN (65, Gula kering dan tekanan darah tinggi). Alamat: Jalan Abadi No.17, RT 2/2, Kelurahan Sea, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.Penyakit ibu Rajwan ini berawal dari 11 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2004. Ia sudah mengidap penyakit gula kering dan diperparah juga karena Ia menderita tekanan darah tinggi. Berbagai upaya pengobatan sudah dilakukan. Namun ia tak mampu berobat ke rumah sakit karena biaya yang tidak ada. Saat ini Ibu Rajwan tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa duduk dan berbaring di tempat tidur. Ibu Rajwan dirawat oleh anaknya yang berpenghasilan tidak menentu. Sudah beberapa kali ia mencoba berobat namun hasilnya nihil. Karena biaya kesehatan yang tinggi yang sulit di jangkau oleh kondisi ekonomi anak-anaknya. Kurir #sedekah rombongan mendapatkan informasi tentang beliau dan bisa bersilaturrahim ke rumahnya. Kurir #Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka dan segera memberikan bantuan kepada Ibu Rajwan. Beliau sangat berterima kasih dan mendoakan agar #SedekahRombongan terus mengabdi untuk ummat.

Jumlah bantuan: Rp.500.000
Tanggal: 20 Agustus 2016
Kurir: @Ainal Haq Abidin @Na'im Dahlan

Bu rajwan menderita Gula kering dan tekanan darah tinggi

Bu rajwan menderita Gula kering dan tekanan darah tinggi


WASEDA BINTI AHMAD, (51, Kanker Serviks), Alamat: Dusun One Te’e, RT 2/1, Desa Karumpa, Kec. Pasilambena, Kab. Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.Tinggal dan menetap di pulau terluar terkadang bukan pilihan yang menarik, bukan soal kemampun untuk hidup beradaptasi dengan alam, tapi soal bagaimana kita mendapatkan fasilitas pelayanan yang baik dari pemerintah terkait dengan infrastruktur dan SDM-nya, dan tentunya yang paling krusial adalah pelayanan kesehatan. Ibu Waseda harus memasrahkan diri terombang- ambing diatas gelombang lautan selama 13 jam lamanya dengan kondisi fisik yang lemah. Bagaimana tidak, dari kampungnya di Dusun One Te’e harus menggunakan perahu motor kecil yang berbahan dasar kayu yang biasanya hanya bisa memuat maksimal hingga 20 orang. Jika berangkat pukul 06.00 pagi maka biasanya akan tiba di pelabuhan Benteng Kab. Kepulauan Selayar pada pukul 19.00 malam, itupun jika cuaca mendukung. Dari kota Benteng Kab. Kepulauan Selayar, melanjutkan perjalanan menggunakan Bus ke Pelabuhan Pamatata dengan waktu tempuh hingga 2 jam perjalanan. Dari Pelabuhan Pamatata, mobil Bus tersebut menyeberang ke pelabuhan Bira Kab. Bulukumba dengan menggunakan kapal feri dengan waktu tempuh 2- 3 jam jika cuaca mendukung. Selanjutnya, mobil Bus tersebut kembali melanjutkan perjalanan ke Makassar hinggga 7 jam perjalanan. Ibu Waseda adalah seorang janda dengan 3 orang anak, ditinggal mati oleh suaminya, Almr. Ahmad sekitar tahun 2007. Awal sakitnya hanya dikira haid biasa, berlanjut hingga tiga 3 bulan lamanya tanpa henti, ketika itu sempat berobat dan konsultasi ke Puskemas, lalu diabaikan hingga 7 bulan lamanya, tapi darah yang awalnya dikira darah haid biasa, ternyata terus berlanjut dan keluar keputihan hingga sekarang. Waktu itu, karena merasa tidak ada perubahan dan fasilitas Puskesmas yang juga terbatas, akhirnya oleh pihak Puskesmas dirujuk ke RSUD Kab. Kepulauan Selayar, disana sempat rawat inap selama 3 malam. Dari RSUD Kab. Selayar kembali dirujuk ke Makassar di RSWS (Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan menggunakan kartu BPJS. Saat ini ibu waseda tinggal di kamar kost kontrakan karena status masih rawat jalan di RSWS, menunggu keputusan akhir untuk jadwal operasi, sebelumnya telah 2 kali menjalani pemeriksaan di ruang Instalasi Patalogi Anatomi RSWS, dari hasil Diagnosis klinik yang telah dilakukan, ibu Waseda diagnosis menderita Suspek Ca Serviks, kanker yang terjadi pada leher rahim (mulut rahim) dengan kesimpulan Carcinoma Cell Squamous Differensiasi Sedang. #SedekahRombongan merasakan kesulitan beliau, bantuan awalpun disampaikan untuk meringankan biaya hidupnya di Makassar. Semoga kondisi Ibu Waseda segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @Munatsir @Ismawan_As

Bu Waseda menderita Kanker Serviks

Bu Waseda menderita Kanker Serviks


ALDIANO FIRMANSYAH, (7, Kanker Batang Otak) Alamat Jl Perum Bumi Mangli Permai, Blok CCB No 2 004/014, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Biasa di panggil Aldo. Awal mula sakit adik Aldo merasa pusing dan mual-mual. Dan adik Aldo dibawa ke puskesmas hanya diperiksa dan diberi obat sirup. Sesudah itu 3 bulan berlalu adik Aldo semakin merasa kesakitan di bagian kepalanya, dan oleh pihak keluarga, adik Aldo langsung dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan awal, dan adik Aldo didiagnosa mengalami penyakit Kanker Batang Otak. Adik Aldo sempat di rawat di rumah sakit Dr. Soebandi selama 21 hari. Sesudah itu pihak rumah sakit harus  dirujuk ke rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut, sempat dirawat inap selama 4 hari secara intensif dan kemudian dinyatakan kondisinya membaik dan bisa diperbolehkan untuk pulang. Untuk pemeriksaan lanjutan maka adik Aldo dijadwalkan untuk MRI ulang pada tanggal 1 September 2016. Akan tetapi pada hari Jum’at tanggal 21 Oktober 2016 Adik Aldo mengalami kejang-kejang dan segera dibawa untuk perawatan di IGD rumah sakit Dr. Soebandi. Kondisinya semakin menurun sehingga pada hari Sabtu harus dirawat instensif diruang PICU NICU rumah sakit Dr. Soebandi. Setelah mendapatkan perawatan dan pihak rumah sakit pun sudah berusaha dengan maksimal tepat pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2016 pukul 14.00 WIB adik Aldo berpulang Ke Rahmatullah. Dan Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke rumah Alm Adik Aldo untuk menyampaikan titipan para sedekaholics, untuk sebagai santunan kematian adik Aldo. Semoga Adik Aldo diterima disisiNya. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Aliando menderita Kanker Batang Otak

Aliando menderita Kanker Batang Otak


ABDUH RAHMAD, (51, ), Alamat Jl Jumat Ling Karangmluo 002/006, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Rahmad panggilannya, Pak Rahmad mengalami keluhan dibagian dadanya berupa sesak nafas. Setelah itu Pak Rahmad di bawa kepuskesmas terdekat dan diperiksa, dan oleh pihak puskesmas dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah sampai di IGD Pak Rahmad terdiagnosa mengalami Infeksi Paru. Pak Rahmad sebelum sakit bekerja sebagai Supir Angkot di Desanya, dan mempunyai 4 seorang anak yang 3 masih bersekolah dan 1 baru lulus SMA. Dengan kondisinya yang seperti itu fasilitas kesehatan yang dimiliki hanyalah SPM. Baitul Siah (44) istri Pak Rahmat yang menggantikan tulang punggung keluarga selama Pak Rahmat mengalami sakit yang di alaminya. Ibu Baitul Siah ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke rumah Pak Rahmad untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Pak Rahmad. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi pembelian susu, obat, dan biaya transportasi. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 962.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016 – 18 November 2016 ( Akumulasi )
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Rahmad terdiagnosa mengalami Infeksi Paru

Pak Rahmad terdiagnosa mengalami Infeksi Paru


MEGA PUTRI MAULIDIA, (12, Kelenjar Getah Bening) Alamt Jl. Fatahillah V/19 Lingk Kauman 001/011, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Adik Mega sudah mengalami sakit kelenjar Getah bening ini sudah selama 2 tahun yang lalu. Dan sekarang sudah mengganggu ke pendengaran Adik Mega. Adik Mega di bawa ke puskesmas terdekat untuk meminta rujukan ke Dr Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Dan setelah itu adik Mega sampai di rumah sakit Dr Soebandi Jember diminta untuk di kemo tetapi pihak keluarga tidak mau karena keterbatasan biayanya karena tidak tercover oleh BPJS. Mega Putri Maulidia anak dari pasangan Bapak Imam Bastomy (35) yang bekerja sebagai penjual burung berkicau yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya dan Ibu Mei Tiyas (34) yang bekerja sebagai Pembantu rumah tangga, dengan kondisi perekonomian yang serba terbatas fasilitas kesehatan yang dimiliki adik Mega adalah BPJS kelas III. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi kerumah adik Mega untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Adik Mega. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan selama dirumah sakit dan biaya transportasi. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Mega menderita Kelenjar Getah Bening

Mega menderita Kelenjar Getah Bening


WIDYA STUTIK, (60, Diabetes) Alamt Jl. Mondu III/56 Link Perumnas 001/003, Desa Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Widya sering mengalami kejang-kejang dan juga sering jatuh. Dan pada Ibu Widya Kejang-kejang, Ibu Widya langsung dibawa ke puskesmas terdekat karena kondisi tidak stabil. Dan oleh pihak puskesmas segera dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah tiba dirumah sakit Ibu Widya terdiagnosa Diabetes yang di alami sejak 7 bulan yang lalu. Fasilitas kesehatan yang dimiliki Ibu Widya berupa SPM. Ibu Widya sempat rawat inap selama 4 hari di rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Djoko Sardjono Suami ibu Widya yang bekerja sebagai buruh serabutan di desanya. Bapak Djoko bersilahturahmi ke Rumah Singgah #SedekahRombongan untuk menyampaikan permintaan bantuan untuk membantu Ibu Widya Stutik untuk di dampingi selama proses pengobatan. Dan Kurir #Sedekahrombongan bersilahturahmi ke Rumah Sakit Dr Soebandi Jember untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Ibu Widya. Santunan yang diberikan Akomodasi untuk Biaya selama perawatan di Rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp.1.322.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu widya menderita  Diabetes

Ibu widya menderita Diabetes


TRI LUTFI NUR HIDAYAT, (25, Kanker Tulang) Alamat Dusun Krajan 004/012, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula Lutfi sakit. Lutfi ini pernah kecelakaan lalu lintas dan kakinya pun cidera sampai tidak bisa berjalan dan setelah 6 bulan berlalu kaki Lutfi ini sudah dinyatakan sembuh dan juga bisa berjalan. Dan setelah 1 tahun berlalu Lutfi ini kembali cidera saat membantu ibunya bekerja,  Lutfi ini terpeleset dan saat jatuh kakinya terkilir dan kemudian cidera lutut sehingga Lutfi tidak bisa terbangun karena kesakitan. Dan sesudah itu Lutfi dibawa pulang sesampai dirumah Lutfi dihadiri Dukun Pijat dirumahnya untuk di pijat. Sesudah selama 2 minggu  itu 4 kali di pijat ke dukun Pijat dan akhirnya kondisi kaki Lutfi pun semakin membengkak dan merasa tidak bisa digerakan lagi. Kurir #SedekahRombongan mendengar kabar derita dari tetangga Lutfi bahwa Lutfi dapat untuk di dampingi untuk pemeriksaan. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Lutfi untuk dirujuk ke Rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut, setelah sampai tiba di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, Lutfi terdiagnosa mengalami Kanker Tulang dan samapai merambat Parunya sampai membengkak. Lilis Suryani Ibu Lutfi yang bekerja sebagai membuka usaha warung kecil yang penghasilannya cukup untuk kesehariannya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu Lutfi. Santunan yang diberikan Akomodasi sebagai biaya perawatan dan obat-obatan di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp.  1.000.000,-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Tri menderita Kanker Tulang

Tri menderita Kanker Tulang


SUKARMAN BIN SUMIJAR, (36, Liver) Alamat Dusun Kidul 003/006, Desa Sumber Jeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Pak Karman tidak bisa memasukan asupan makannya karena tidak bisa menelan makanannya. Setelah 11 hari berlalu Pak Sukarman kehilangan kesadarannya sehingga tidak bisa mengontrol dirinya untuk berbicara dan berfikir. Dan juga Pak Sukarman tidak bisa berjalan karena tenaganya tidak senormal biasanya. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Pak Sukarman untuk membawanya ke puskesmas tedekat dan dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember karena kondisi yang di alami pak Sukarman semakin memburuk. Sesampai di IGD Pak Sukarman terdiagnosa Liver Akut. Pak Sukarman sempat rawat inap selama 1 hari dan ke esokan harinya Pak Sukarman menghembuskan nafas terakhirnya dirumah sakit Dr Soebandi Jember Jam 02.34 WIB dan Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Sukarman untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics. Santunan yang diberikan sebagai Santunan kematian dan biaya perawatan selama dirumah sakit Dr Soebandi Jember. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.320.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Pak sukarman menderita Liver

Pak sukarman menderita Liver


NUR HIKMAH (27, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Desa Karang Mulya, RT 4/4,  Kec. Suradadi Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, di bulan mei 2016, Nur Hikmah pernah bekerja di pabrik konveksi selama 2 bulan di Jakarta. Selama bekerja, Nur Hikmah sering mengalami batuk-batuk serta sesak napas. Batuk sering muncul saat Nur Hikmah kelelahan saat bekerja. Seringkali juga tangan dan kakinya berkeringat dingin dan muncul bintik-bintik kebiruan. Satu bulan yang lalu Nur hikmah berobat puskesmas Jatibogor dan dicurigai terdapat kelainan jantung bawaan. Sehingga dia dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal dan dilakukan echocardiogradi. Dari hasil pemeriksaan di dapatkan bahwa Nur Hikmah mengalami kelainan jantung bawaan yaitu Patent Cuctus Arteriosus (PDA) dan harus di rujuk ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi yaitu RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Nur Hikmah merasa kebingungan dengan hal ini, karena Nur Hikmah adalah seorang anak yang menjadi tulang punggung keluarganya. Ibunya telah meninggal dan sekarang harus bertanggung jawab mengurusi ayahnya. Keterbatasan biaya membuat pengobatan Nur Hikmah tidak dilanjutkan. Alhamdulillah, pada awal agustus 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Nur Hikmah. Saat ini Nur Hikmah telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan area Semarang dan telah memiliki fasiltas kesehatan berupa BPJS Non PBI Kelas III. Nur Hikmah melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kontrol rutin dilakukan untuk mengetahui perkembangan penyakit Nur Hikmah.  Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Nur Hikmah selama di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @mbakipa @DiahPertiwi1110

Nur menderita Patent Ductus Arteriosus

Nur menderita Patent Ductus Arteriosus


ELI NURJANAH (42, Tumor Dagu). Alamat : DK Tumpek, RT 4/6 Pakujati, Kec. Paguyangan, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Bu Eli adalah nama panggilannya. Awalnya, ada benjolan kecil pada bagian dagu Bu Eli. Namun, Bu Eli mengira benjolan itu adalah jerawat biasa dan dibiarkan saja. Setelah beberapa hari benjolan tersebut membesar dan terasa nyeri. Bu Eli memeriksakan ke RS. Jatiwinangun Purwokerto dan didiagnosis menderita tumor ganas pada dagu stadium awal. Kemudian Bu Eli dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tidak adanya jaminan kesehatan yang dimiliki, membuat Bu Eli kesulitan dalam melanjutkan pengobatan ke Semarang. Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu membuat proses pengobatan terhenti. Suami Bu Eli, Pak Kodirin (47) yang bekerja sebagai kuli bangunan merasa tidak mempu dengan biaya operasi yang sangat besar. Pada awal November 2016, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Eli dan tim kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan. Kemudian Bu Eli dibawa ke Semarang untuk menjalani pemeriksaan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tim kurir juga membantu proses pembuatan jaminan kesehatan Bu Eli berupa BPJS Non-PBI Kelas III. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, pada tanggal 7 Desember 2015 Bu Eli menjalani operasi pengangkatan tumor dagu di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Proses operasi tahap pertama telah selesai. Sembari menunggu operasi tahap kedua dilakukan yaitu operasi rekontruksi pada bagian dagu yang miring supaya kembali normal, Bu Eli menjalani kemoterapi tahap satu. Saat ini Bu Eli sudah menjalani kemoterapi tahap satu siklus ke tiga. Dan Bu Eli akan dijadwalkan juga untuk menjalani penyinaran Radio Therapy. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi sebelum tindakan medis yang lain dilakukan. Mohon doanya semoga Bu Eli segera sembuh. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Eli selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @sekarkusumadewi @DiahPertiwi1110

Ibu eli menderita Tumor Dagu

Ibu eli menderita Tumor Dagu


AMAR MALIK SUKARYO (1, Hydrocephalus). Alamat: Sekuro RT 9/2 Kec. Mlonggo, Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Amar adalah buah hati pertama dari pasangan suami istri Pak Agus (35) dan Bu Afifah (20). Awalnya pihak keluarga tidak menyadari bahwa Amar menderita penyakit hydrocephalus yang ditandai dengan membesarnya ukuran kepala akibat penumpukan cairan dalam otak dan mata menghadap kebawah. Pihak keluarga baru menyadari bahwa Amar tidak seperti bayi normal pada pertengahan bulan juni 2016, kepala Amar lebih sering jatuh ke belakang seperti terlihat berat. Namun, hal tersebut belum benar-benar membuat Bu Afifah sadar bahwa kepala Amar berukuran lebih besar. Hingga pada suatu hari topi yang biasa dipakai Amar beberapa hari yang lalu menjadi tidak muat dipakai lagi. Ayahnya, Pak Agus yang mengetahui hal tersebut segera membawa Amar ke dokter daerah dan langsung dinyatakan bahwa Amar positif hydrocephalus. Amar kemudian disarankan segera operasi di Semarang. Hidup sederhana dan seadanya tidak membuat Pak Agus putus asa memperjuangkan kesembuhan Amar. Pak Agus yang bekerja sebagai buruh harian lepas  segera membuat BPJS Non PBI Kelas II untuk mempermudah proses pengobatan Amar. Namun, kesulitan biaya transportasi membuat orang tua Amar kembali bersedih. Jarak Jepara dan Semarang yang cukup jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Seakan-akan Pak Agus ingin menyerah. Sementara gaji yang diterima Pak Agus hanya cukup untuk makan dan memenuhi keperluan Amar sehari-hari. Alhamdulillah, pada akhir juli 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Amar dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Amar. Amar dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan Amar lalui dengan lancar. Saat ini Amar sedang menunggu jadwal untuk menjalani operasi pemasangan selang pada kepala untuk mengurangi cairan. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir :@indrades @idaiddo @oris_tiana @harumNHS @DiahPertiwi1110

Amar menderita  Hydrocephalus

Amar menderita Hydrocephalus


AMRIH MARYANTO (23, Tumor Mata Kiri). Alamat : Dusun Ngabean, RT 4/3, Kel. Pringapus Kec. Pringapus, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Mas Amrih telah menderita tumor di bagian mata sejak lahir, sudah dilakukan operasi pada saat berusia 7 bulan dengan biaya pribadi yang dibayar secara diangsur selama berbulan-bulan. Setelah lulus SMP tumor kembali membesar dan dilakukan operasi kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan biaya swadaya masyarakat. Pada tahun 2014 tumor kembali membesar dan oleh dokter kembali disarankan untuk melakukan operasi, namun sampai sekarang belum dilakukan operasi karena terkendala biaya. Meskipun pada saat itu pasien sudah memiliki kartu Jamkesda namun dari Jamkesda tidak semua biaya dicover oleh jaminan kesehatan tersebut, sehingga pasien dan keluarga memutuskan untuk tidak melakukan operasi. Ayah Amrih, Bapak Mujiono (55) bekerja sebagai penjual sosis keliling dan Ibu Amrih, Ibu Sukarsih (55) bekerja sebagai penjual gendar pecel keliling mengungkapkan kesedihannya saat tim kuri r#SedekahRombongan berkunjung. Atas berbagai pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Mas Amril. Kemudian Mas Amril dibawa ke Semarang untuk melakukan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah, pada tanggal 5 April 2016, Mas Amrih telah dilakukan operasi. Pasca operasi, Mas Amrih menjalani kontrol rutin untuk melihat kondisi dari kankernya. Setelah kontrol pasca operasi dokter menyarankan agar Mas Amrih kini melanjutkan kontrol rutin di RSUP Dr.Kariadi. Bantuan dari sedekahholics ditujukan untuk Mas Amrih dan keluarga untuk biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @Arifin_yaa @DiahPertiwi1110

Amrih menderita Tumor Mata Kiri

Amrih menderita Tumor Mata Kiri


SEMIN BIN DANURI (62, Benign Prostrat Hipertrofi). Alamat : Wahyurejo, RT 7/1, Kel. Pringapus, Kec. Pringapus, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Pada awal tahun 2014 Pak Semin meraskan nyeri yang luar biasa ketika membuang air kecil. Dan kesehatan Pak Semin semakin menurun, ketika mau kencing tapi tidak bisa keluar air seninya dan juga nyeri yang dirasakannya. Dari diaganosis dokter, Pak Samin dinyatakan mengidap penyakit Benign Prostat Hypertrofi (BPH) atau dikenal sebagai penyakit pertumbuhan jaringan berlebih pada kelenjar prostat. Pak Semin yang kesehariannya sebagai seorang petani ladang dan tinggal bersama istrinya yang mengidap penyakit stroke, merasa tidak bias berbuat apa-apa. Pengobatan pun dihentikan. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III, namun masih dibutuhkan banyak biaya untuk bolak-balik kontrol ke Semarang. Pada awal januari 2016, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Semin. Saat ini Pak Semin telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan area Semarang. Pak Semin dapat melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani beberapa kontrol rutin, Pak Semin sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan, nyeri yang dirasakan Pak Semin sudah jarang dirasakannya lagi. Pak Semin harus rajin kontrol 1 kali dalam 1 bulan secara rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pak Semin masih belum boleh melakukan pekerjaan berat dan terlalu kelelahan, karena bisa mengakibatkan pendarahan pada alat kelamin. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi Pak Semin dan keluarga selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @ ulizphd @DiahPertiwi1110

Pak semin menderita Benign Prostrat Hipertrofi

Pak semin menderita Benign Prostrat Hipertrofi


ROMADHON BIN CUNDUK  (50, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan PBI Kelas III. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir #SedekahRombongan. Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sedang menjalani kontrol rutin sebelum dilakukan dindakan medis yang lain. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 899.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza @DiahPertiwi1110

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


SALAMAH BINTI TAMRIN (24, Kista). Alamat : Desa Jembayat, RT 1/2, Kec. Margasari, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Mbak Salamah adalah anak pasangan Bapak Tamrin (53) dan Ibu Wahyuni (43). Bapaknya hanyalah seorang sopir metromini, dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Mbak Salamah sudah berkeluarga, memiliki satu orang putra yang berumur 21 bulan. Mbak Salamah telah melakukan 3 kali operasi pada bagian perut. Yang pertama operasi caesar saat melahirkan putra pertamanya bulan November 2014. Saat operasi caesar tersebut baru diketahui bahwa mbak Salamah memiliki kista di perutnya (2 biji, besar dan kecil). Operasi kedua adalah operasi usus buntu pada bulan Mei 2016, dan yang ketiga operasi pengangkatan kista di bulan Juni 2016 namun operasi terebut gagal karna dokter tidak berani melanjutkan dikarenakan kistanya yang sudah mengalami perlengketan dengan usus sehingga saat ini mbak Salamah dirujuk berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun, Mbak Salamah tidak langsung ke Semarang karena tidak ada biaya. Mbak Salamah memilih tidak melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah pada awal Agustus 2016 tim kurir#SedekahRombongan dipertemukan dengan Mbak Salamah sehingga Mbak Salamah dapat melanjutkan pengobatan kembali. Kurir juga membantu pembuatan fasilitas kesehatan berupa BPJS Non-PBI Kelas III untuk Mbak Salamah. Saat ini Mbak Salamah sedang menjalani kontrol rutin sambil menunggu keputusan dari dokter. Santunan dari Sedekaholics kami sampaikan kepada mbak Salamah untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @asteria @DiahPertiwi1110

Ibu salamah menderita Kista

Ibu salamah menderita Kista


SUGINO BIN SOMALOSO (43, Kaki Gajah).Alamat: Dukuh Nglombo RT. 5/5, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 5 tahun yang lalu, kaki kiri digigit nyamuk dan menyebabkan luka, luka tersebut semakin hari membesar. Pak Sugino sebelumnya kerja sebagai buruh angkut sembako di Jakarta. Selama di Jakarta, harus 18 kali menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, namun tidak dapat sembuh. Karena tinggal seorang diri dan kaki semakin membesar, akhirnya Pak Sugino memutuskan untuk pulang ke Sragen. Dan tinggal bersama kakaknya yaitu Ibu Tuminah (63). Orangtua Pak Sugino sudah meninggal. Pak Sugino merupakan warga tidak mampu, Ibu Tuminah juga seperti itu. Tinggal di rumah berbilik bambu, bantuan pemerintah. Di rumah tersebut tinggal Ibu Tuminah, Pak Sugino dan Cucu dari Ibu Tuminah yaitu Adik Naya (12). Seminggu yang lalu, dibantu pihak Puskesmas Sidoharjo, Pak Sugino menjalani kontrol di Rumah Sakit Dr Moewardi (RSDM). Menurut dokter yang menanganinya, kaki Pak Sugino harus diamputasi, Pak Sugino pun pasrah, karena setiap kakinya terasa sakit. Saat ini Pak Sugino menggunakan jaminan kesehatan BPJS untuk berobat. Keluarga menyampaikan bahwa membutuhkan biaya berobat. Setelah menjalani perawatan di RSDM, Pak Sugino mengalami obesitas yang disembabkan oleh obat-obat yang dikonsumsinya. Sehingga dokter menyerah dengan tidak dapat memberikan tindakan. Semoga dengan bantuan yang diberikan, dapat digunakan Pak Sugino untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal: 7 November 2016
Kurir: @Mawan @AnisSetya60 @Shofawa

Pak sugino menderita Kaki Gajah

Pak sugino menderita Kaki Gajah


SRI SULISTYANINGSIH (44, Tuna Wicara + Epilepsi). Alamat: Desa Selokaton RT. 1/13, Kelurahan Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Lis panggilannya, menderita Tuna Wicara dan Epilepsi sejak kecil. Ayahnya Samsudin Hadi Sukamto (73) Pensiunan rendahan, dan Ibunya Surtiyem (68) Ibu Rumah Tangga. Saat ini pengobantan di tanggung oleh kakanya, karena orangtuanya sudah tua. Dan sebagai anak tertua dari 2 bersaudara ini sudah semestinya menjadi tanggung jawab kakak. Di lain sisi Kakanya yang bernama Haryanti harus merawat suaminya menderita Batu Ginjal. Kehidupan yang mempirihatinkan dengan profesi seorang pedangang di pasar Joglo dengan pendapatan yang tidak pasti bahkan juga harus kerja serabutan guna memenuhi kebutuhan sehari hari dan berobat untuk adiknya.Alhamdulillah Pengobatan Sri Listyaningsih terbantu dengan Jaminan Kesehatan (BPJS kelas 3) yang di milikinya dan di tangani oleh Dr.S Probowardoyo. Namun biaya operasional untuk pengobatan ke RS menjadi kendala saat ini, dan alat transportasi khusus yang ia butuhkan. Karena untuk duduk dan berjalan pun Mbak Lis kesulitan. Harapan si kakak bisa memiliki modifikasi kendaraan seperti para Difabel atau untuk mengantar adiknya berobat. Mengetahui hal tersebut kurir #SedekahRombongan berkunjung ke kediaman Mbak Lis. Kemudian menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk membantu  biaya modifikasi  motor. Mbak Lis dan sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di terimanya.Semoga amal kebaikan sedekaholichs dan kurir #SedekahRombongan di terima Allah.
aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 23 November 2016
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @YuliSetiyowat12

Ibu sri seorang Tuna Wicara dan menderita Epilepsi

Ibu sri seorang Tuna Wicara dan menderita Epilepsi


NABBITA ANUGERAH MUKTI (5, Kelainan Tulang Kaki) Alamat: Pangen, Juru Tengah RT 002/005, Kel. Pangen, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Nabita merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak 2013 silam. Tinggal bersama Ibunya, Dwi (36) Nabita sejak lahir telah memgalami kelainan pada tulang kakinya. Karena hal itulah sang ayah meninggalkannya dan tidak diketahui keberadaannya kini. Ibu Dwi pun berjuang sendiri untuk dapat memenuhi kebutuhan harian dan berobat Nabita. Sehari-hari beliau bekerja sebagai penjaga toko dengan penghasilan Rp. 800.000,-/bulan. Alhamdulillah kini kondisi Nabita semakin membaik setelah menjalani serangkaian pengobatan untuk dapat memperbaiki struktur kakinya. Nabita diharuskan kontrol sebulan sekali di RSO untuk mengecek perkembangan kakinya. Santunan ke-13 pun kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk biaya transportasi Nabita dari Purworejo ke Solo. Santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 831 Keluarga Nabita mengucapkan terimakasih serta mendoakan agar segala amal kita diterima serta dibalas oleh Allah SWT. Mari doakan agar Nabita segera sembuh dan dapat bermain kembali. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 November 2016
Kurir: @mawan @aisyah @cahyanieka

Nabbita menderita Kelainan Tulang Kaki

Nabbita menderita Kelainan Tulang Kaki


DESI WULANSARI (14, Kanker Epidermoid) Alamat: Dusun Krajan RT. 01/04, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.  Pasien dampingan #SRsolo sejak Juni 2015 lalu ini merupakan putri ketiga dari pasangan Bapak Suradi dan Ibu Yatun. Juni 2015 lalu, Desi mulai menjalani pengobatan di RS. Dr. Moewardi Solo, setelah melakukan berbagai macam tes laboratorium dan observasi oleh tim dokter, pada 19 Agustus 2015 Desi menjalani operasi. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Tim dokter menyatakan bila Desi perlu melakukan operasi kembali di bagian depan telinga. April 2016 dilakukan operasi. Setelah itu dilakukan kontrol Setiap bulan. Agustus 2016 dek Desi menjalani CT-Scan hasilnya dek Desi harus menjalani Sinar. Pertengahan Oktober 2016 dek Desi mulai menjalani Sinar di RSDM setiap Hari. Santunan ke-6 untuk Desi kembali disampaikan oleh #KurirSR  untuk biaya akomodasi kontrol selam proses sinar di RSDM. Sebelumnya santunan untuk Desi masuk dalam rombongan… Pihak keluarga merasa sangat senang dan bersyukur atas santunan yang disampaikan. Semoga Desi segera diberikan kesembuhan. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir: @Mawan  @Anissetya60 @cahyani_eka

Desi menderita Kanker Epidermoid

Desi menderita Kanker Epidermoid


YANI BINTI PARTO (17, Kelainan Tulang Saraf) Alamat : Desa Jatikuwung Lor Rt. 3/5, Kelurahan Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Adalah seorang remaja yang mempunyai Kelainan Tulang, dia mulai bisa berjalan usia 9 tahun sehingga cara berjalan tidak seperti remaja normal lainnya. Yani juga tidak ingin sekolah karena dia malu di ejek teman sebayanya, jadi kegiatan sehari hari yani ikuh dan bermain di rumah. Ayahnya Parto (65) kerja Bangunan dan Ibunya Wagiyem (53) seorang Ibu rumah tangga yang siap siaga merawat anaknya. Dalam kondisi perekonomiannya yang sederhana yang penting bisa menyambung hidup. Bahkan orang tua Yani sempat berfikir kalau kita sudah meninggal siapa yang akan menurus Yani, karena dia tidak punya saudara hanya anak tunggal. Penghasilan Pak Parto 300 ribu seminggu cukup buat makan sehari hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah di pertemukan dengan Yani dan Orang tuanya. Kemudian menyampaikan sedikit titipan uang dari sedekaholics guna membantu biaya hidup Yani dan orang tuanya.Yani dan Orang tuanya menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang di terimanya. Semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan di terima Alloh SWT Aamiin….

 

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 04 November 2016
Kurir : @Mawan @Anissetya60 @YuliSetiyowat12

Yani menderita Kelainan Tulang Saraf

Yani menderita Kelainan Tulang Saraf


SIHABUDIN SOFA (40, Ca Hepatoma). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT 2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Suami Tita S dan ayah tiga anak ini terserempet truk pada Jumat 10 April 2015 pukul 14.00 WIB di depan Terminal Banjaran Kabupaten Bandung. Polisi yang bertugas di Polsek Banjaran kemudian mengantar Sofa ke RSUD Soreang. Saat Sofa ditangani di rumah sakit rujukan Kab. Bandung inilah, petugas Polsek menghubungi kurir #SedekahRombongan untuk membantu Sofa karena harus dirujuk ke IGD RS Al Ihsan Baleendah Bandung setelah  mendapat penanganan luka luar. Dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Bandung, Sofa dibawa ke RSUD Al Ihsan. Selain mendapat penanganan kegawatdaruratan, ia juga difoto rontgen untuk memastikan pengaruh benturan pada tulang kaki kanannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat retak di tulang kaki kanannya dan lututnya memar. Tim medis RSUD Al Ihsan menawarkan tindakan operasi dengan syarat Sofa harus dirawat terlebih dahulu. Bagian Rawat Inap rumah sakit juga menawarkan Kelas Utama yang waktu itu masih kosong untuk perawatan Sofa. Tetapi, pihak keluarga tak sanggup membiayainya. Sofa hanyalah buruh harian pabrik kerupuk yang penghasilannya tak seberapa. Apalagi, ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Akhirnya, dimintalah rujukan agar ia ditangani di RSHS Bandung. Alhamdulillah, di rumah sakit ini ia mendapatkan penanganan yang lebih maksimal. Malam itu juga tim medis RSHS mengambil tindakan operasi di Ruang Bedah Minor IGD RSHS dari pukul 22.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB. Setelah memantau hasil operasi selama beberapa waktu, tim medis akhirnya memperbolehkan Sihabudin Sofa pulang. Pukul 03.00 WIB Sofa diantar MTSR Bandung pulang ke rumahnya. Penanganan yang sigap dari rumah sakit membuahkan hasil menggembirakan. Masa kritis Sofa telah terlampaui. Pada Senin 13 April 2015, Sofa didampingi kembali ke RSHS Bandung untuk kontrol. Alhamdulillah seluruh biaya pengobatan, baik di RSUD Soreang, RSUD Al Ihsan maupun di RS Hasan Sadikin dibayarkan dengan santunan dari sedekaholics #SR. Kini kondisi Sihabudin sudah pulih. Pembaikan tulang kakinya hampir mencapai 90persen. Akan tetapi, pada awal September 2016 ia mengeluh sakit di bagin perut sebelah kiri. Menggunakan jaminan BPJS Kelas 3, kurir #SR kemudian mendampinginya menjalani pemeriksaan ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Ia diduga mengidap hepatoma dan masih harus mendapatkan pemeriksaan tahap awal di RSHS Bandung. Pada awal November 2016 pengrajin kerupuk ini diperiksakan berkali-kalike RSHS Bandung. Berdasarkan hasil CT Scan Abdomen, dia dinyatakan positif mennderita Ca Hepatoma. Menurut tim  medis RSHS Bandung, ada tiga kemungkinan alternatif mendis utuk mengobatinya: kemoterapi, pembedahan, dan cangkok hati. Sofa harus terus melanjutkan pemeriksaanya. Selain melalui medis, dia juga bersemangat untuk berobat ke alternatif (akupuntur dan akupresur). Sofa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya. Untuk meringankan bebannya, alhamdulillah, kembali #SedekahRombmngan memberinya bantuan untuk biaya membayar iuran BPJS, transportasi-akomodasi, membeli obat yang tidak ditanggung BPJS, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 898.

Jumlah Bantuan: 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak sofa menderita Ca Hepatoma

Pak sofa menderita Ca Hepatoma


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (2, Diagnosa: Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT 2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya– ini pada usia delapan hari setelah dilahirkan kemudian diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi dipahami para awdwkaholik SR. Alhamdullah #SR bisa bersilaturahmi dengan anak yatim ini dan mendampinginya berobat ke rumah sakit sampai saat ini. Biaya tranportasi-akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung Juga biaya sehari-hari mereka dibantu sedekaholik. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Selama bulan Juni 2015 lima kali Shiddiq menjalani pemeriksaan di RSHS Banding sebelum tindakan operasi. Pada 1 dan 2 Juli 2015 ia juga dirujuk ke RS Mata Cicendo Kota Bandung yang hasil pemeriksaannya akan keluar 7 Juli 2015. Pada awal Agustis 2015 anak yatim ini harus menjalani kembali serangkaian pemerksaan medis di RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 Shiddiq dirawat inap hampir sebulan dilanjutkan dengan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi pertamanya berhasil. Pada 28 Agustus 2015 ia diperbolehkan pulang dan dijemput MTSR Bandung. Siddiq menjalani kontrol pertamanya pada 3 September 2015, juga diantar-jemput MTSR. Perkembangannya sangat menggembirakan. Benjolannya sudah mengecil. Minggu kedua Oktober 2015 Shidddiq kontrol lagi ke RSHS Bandungi. Pada kontrol ketiga, bulan November 2015, dokter menyatakan bahwa penanganan di RSHS telah tuntas. Tetapi karena pada mata kirinya sering keluar cairan dan memerah, ia dirujuk ke RS Mata Cicendo, dan harus berobat jalan dua minggu sekali. Pada akhir Desember 2015, Shiddiq diantar-jemput lagi ke RS Mata Cicendo untuk pemeriksaan matanya yang kerap berair. Pada 9 Februaru 2016, kurir #SR kembali mendampinginya kontrol ke Poli Anak RSHS Bandung. Kondisinya alhamdulillah membaik, meskipun ia masih harus kontrol kembali. Pada awal April 2016 ibunya mengabari kurir #SR di Bandung bahwa Shiddiq harus kontrol selaligus menjalani terapi di RSHS Bandung. “Kami harus bawa lagi Shiddiq ke RSHS tapi kami tak punya biaya,” kata ibunya. Anak yatim dari keluarga dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya. Kurir #SR kemudian mengantar-jemput Shiddiq dan keluarganya menjalani pemeriksaan medis dan terapis di RSHS Bandung. Selain itu, alhamdulillah, sedekaholiks #SR juga kembali memberinya bantuan untuk biaya akomodasi selama berobat dan biaya sehari-hari. Sejak bulan Mei 2016 Shiddiq rutin menjalani terapi seminggu sekali ke RSHS Bandung. Alhamdulillah kurir #SR terus mendampingi dan mengantar-jemputnya menggunakan MTSR Bandung. Meskipun kondisinya amat menggembirakan, sampai September 2016, anak yatim ini masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS Bandung. Begitu juga selama di bulan Oktober dan November 2016, Shiddiq harus menjalani terapi rutin seminggu sekali di RSHS Bandung Berempati atas apa yang dialami Shiddiq dan keluarganya, kembali kurir #SedekahRombongan di Bandung menyampaikan bantuan lanjutan untuk mereka yang digunakan untuk biaya pelunasan iuran BPJS Mandiri Kelas 2, biaya tranportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Shiddiq menderita Meningokel

Shiddiq menderita Meningokel


NOVIA NUR WULANSARI (5, Thypus dan TB Paru). Alamat: Kampung Mekarmaju RT 2/2, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari anak yatim ini biasa disapa Ovi. Dia adalah anak bungsu –dari empat bersaudara– buah pernikahan almarhum Pak Oman S dengan Ibu Elin Herlina (47). Ayahnya meninggal tiga bulan yang lalu karena sakit. Kini ibu dan kakak pertamanya-lah yang bekerja banting tulang untuk bertahan hidup di tengah kemiskinan yang lama dialami keluarga ini. Selain harapan, almarhum ayahnya tak meninggalkan warisan harta yang berarti untuk kelanjutan hidup mereka. Bahkan rumah pun tak mereka punyai. Sampai kini Ovi dan orangtuanya tinggal berpindah-pindah. Hampir sepanjang hidupnya Ovi merasakan kegetiran hidup akibat kemiskinan dan penyakit. Kalau selama ini Ovi kerap menyaksikan betapa ayahnya harus jatuh bangun melawan penyakit yang menyerangnya, kini ia pun harus merasakannya sendiri. Selama bulan November 2015 ia sering sakit. Ia kerap mengalami demam berkepanjangan disertai muntah-muntah. Sudah tiga kali ia diperiksakan ibu dan kakaknya ke Puskesmas dan klinik. Dokter di klinik dan Puskesmas Ciwidey akhirnya merujuk penanganannya ke RSUD Soreang. Ia diduga mengalami thypus dan TB. Paru. Akan tetapi, anjuran itu belum mereka jalankan karena ketidakadaan biaya dan jaminanan kesehatan. Ibunya kemudian meminta bantuan #SedekahRombongan untuk melanjutkan pengobatan anak pendiam ini. Dengan kehendak Allah SWT, sedekaholics #SR berempati atas apa yang dialami Ovi dan keluarganya. MTSR Bandung sempat mengevakuasi Ovi ke klinik saat dia mengalami muntaber. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan kepada Ovi dan keluarganya, juga memasukkannya sebagai pasien dampingan #SR. Kini masa kritisnya telah terlewati. Akan tetapi, ia masih harus berobat jalan sebulan sekali. Pada awal Mei 2016 kurir #SR sempat mengunjunginya di rumah kontrakan, kemudian mengantarnya berobat ke RSUD Soreang. Pada awal Juli 2016 kakaknya mengabarkan bahwa Ovi masih harus kontrol rutin ke RSUD. Maka pada pertengahan Juli 2016 kurir #SedekahRombongan menjenguknya di rumah kontrakan mereka yang baru. Perkembangan anak yatim itu menggembirakan. Ia mulai membaik, meskipun masih harus kontrol. Anak yatim ini masih membutuhkan bantuan para dermawan agar ia bisa sehat dan menikmati masa kanak-kanaknya. Alhamdulillah sedekaholics #SR terus berempat atas apa yang dialami Ovi dan keluarganya dengan memberi mereka bantuan lanjutan. Bantuan ke-3  digunakan untuk membayar iuran BPJS Mandiri Kelas 3, biaya transportasi-akomodasi berobat, dan biaya sehari-hari. Pada awal November 2016 orangtuanya menghuungi kurir #SR di Bandung menyampaikan perkembangan Ovi; ia masih harus kontrol ke RSUD Soreang tetapi jaminan BPJS-nya belum bisa digunakan karena tagihan iuran BPJS atas nama anggota keluarga yang lain belum terbayarkan. Saat didatangi ke ruah kontrakannya, kibunya Ovi mengharapkan bantuan #SR untuk melunasi semua tagihan Iuran BPJS. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kurir #SR dapat menyampaikan bantuan ke-4 untuk Dek Ovi dan keluarganya yang digunakan untuk melunasi tagihan Iuran BPJS Klas 3 (Rp.488.500), biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 867.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Novia menderita Thypus dan TB Paru

Novia menderita Thypus dan TB Paru


DADAH HAMIDAH (10, Radang Selaput Otak). Alamat : Kampung Babakan Timur RT 4/7 Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dadah adalah anak pertama, buah pernikahan Pak Acep Suprianto (31) dengan Bu Rosmawati (30). Sejak usia 40 hari ia kerap mengalami kejang-kejang; terkadang disertai dengan jeritan dan tangisan. Dari mulutnya juga sering keluar air liur. Berbekal Jamkesmas, orang tua Dadah berkali-kali memeriksakannya ke klinik terdekat dan Puskesmas setempat. Ketika berusia satu tahun, Dedah pernah dirawat inap di salah satu rumah sakit rujukan di Kabupaten Bandung, yaitu RSUD EBAH Kecamatan Majalaya, berdasarkan rujukan dari Puskesmas. Setelah dirawat sekitar dua minggu, penanganannya lalu dirujuk ke RSHS Bandung. Akan tetapi, sampai saat ini orangtuanya belum pernah memeriksakannya ke rumah sakit rujukan nasional itu. Hampir sepuluh tahun Dadah teronggok tak berdaya. Orang tua dan keluarganya juga tak bisa berbuat apa-apa. Kepedulian dari warga telah berkali-kali mereka terima untuk membantu biaya berobat sehingga dua tahun yang lalu Dadah sempat mendapat tindakan awal (rontgen); tetapi mereka tidak melanjutkannya karena terkendala masalah biaya. Ayahnya Dadah hanya seorang buruh angkut bata yang bekerja serabutan. Penghasilannya tak seberapa dan tak menentu. Ibunya, sampai kini tercatat sebagai buruh di pabrik tekstil dengan upah yang masih jauh dari memadai. Kalaupun digabungkan, penghasilan mereka berdua tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka yang wajar. Padahal, selain merawat Dadah, keluarga dhuafa ini pun harus membesarkan anak kedua mereka yang masih bayi (usia 10 bulan). Rumah bilik mereka yang sempit itu menjadi saksi bisu kepedihan hidup mereka yang entah sampai kapan mereka jalani. “Kami hampir putus asa mengusahakan kesembuhan Dadah. Ingin sekali berobat sampai tunas. Tapi kami tak sanggup membiayainya,” kata ibunya Dadah sambil menangis, saat ditanya kurir #SR mengenai kesiapannya untuk meneruskan pengobatan. Kisah duka mereka sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi dari kurir #SR di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung. Saat menjenguk Dadah dan keluarganya, ketiga kurir dan kedua orang tua Dadah tak kuasa menahan air mata, sambil berdoa memohon kesembuhan untuk Dadah. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada awal September 2016 kurir #SR dapat mengunjungi Dadah dan keluarganya untuk yang ketiga kalinya, dan kembali menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa berupa bantuan uang yang diterima orangtua Dadah di rumahnya. Pada awal November 2016 2016 kurir #SR kembali menemui Dadah dan keluarganya. Dadah dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk terus berobat dan melanjutkan kehiduan. Alhamdulillah sedekaholic #SR kembali berempati kepada Dadah dan memberinya bantuan lanjutan. Bantuan ke-3 yang disampaikan  di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke RSUD rujukan, membeli vitamin tambahan, serta biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepBima  @LilisDariah @Muhtarefendi

Dadah menderita Radang Selaput Otak

Dadah menderita Radang Selaput Otak


MUHAMMAD ALVIANO (1, Kelainan Syaraf + Microcephalus). Alamat : Kampung Cikaret, RT 2/2, Kelurahan Pulosari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bayi mungil ini biasa dipanggil Alviano oleh orang tuanya, pada awal kelahirannya tidak ada kelainan apapun, Alviano sama seperti bayi – bayi pada umumnya namun pada bulan Agustus 2016 Alviano mengalami Demam tinggi disertai susah untuk minum ASI dan makanan. Karena merasa khawatir Alviano dibawa oleh Mariana (30) dan Suherman (34) ke Puskesmas Leuwiliang namun dari pengobatan yang dilakukan di Puskesmas tidak ada perubahan yang berarti bagi Alviano, ia masih tidak mau minum ASI walaupun sudah diganti dengan susu formula dan demamnya tak kunjung turun. Ketika berobat kedua kalinya ke Puskesmas, Alviano langsung di rujuk ke RSUD Leuwiliang dan dari hasil observasi pihak RSUD diperkirakan ada gangguan syaraf di otak, dikarenakan alat medis di RSUD Leuwiliang tidak lengkap akhirnya Alviano kembali dirujuk ke RS. PMI Bogor. Ketika di RS. PMI Bogor tidak dapat menerima Alviano apabila dengan jaminan BPJS yang dimilikinya. Kurir #sedekahrombongan yang mendapatkan informasi tentang Alviano langsung bergerak ke rumah Alviano, setelah berkordinasi dengan pihak keluarga akhirnya Alviano kembali dibawa ke RSUD Leuwiliang dan kembali mendapatkan rujukan ke poli anak RS. Fatmawati. Setelah diperiksa di RS. Fatmawati Alviano disarankan untuk kembali memeriksakan Alviano ke poli mata dan poli THT. Ayah Alviano yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak dapat menyembunyikan kesedihannya karena tidak bisa maksimal untuk mengobati Alviano karena keterbatasan biaya walaupun Alviano memiliki jaminan kesehatan BPJS. Penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak mencukupi untuk biaya akomodasi Alviano berobat ke Rumah Sakit. Sudah 3 minggu kurir #SR mendampingi Alviano, setelah hasil pemeriksaan mendalam di Alviano ternyata ia mengidap Mikrocephalus. Alviano sangat memerlukan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyakit apa saja yang di deritanya. Bantuan Lanjutan pun kami sampaikan kepada Alviano untuk membeli kebutuhan Alviano dan untuk akomodasi Alviano ke Rumah Sakit setiap minggunya. Semoga Alviano bisa tumbuh sehat seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 908

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Alviano menderita Kelainan Syaraf + Microcephalus

Alviano menderita Kelainan Syaraf + Microcephalus


JOHAN SUGANDA (33, Luka Bakar Seluruh Badan). Alamat : Kedung Halang Central, RT 2/6, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Johan biasa ia disapa tak mengira pada tanggal 23 Oktober 2016 ia akan mendapatkan musibah. Berawal ketika ingin memasak mie instan di rumahnya, Pak Johan tidak mengira bahwa tabung gas 3 kg yang digunakan olehnya meledak. Kejadian itu membuat separuh bagian dapurnya rusak karena ledakan tabung gas tersebut. Ledakan tabung tersebut membuat tubuh Pak Johan terbakar hampir 90%. Setelah kejadian tersebut Pak Johan dibawa oleh tetangga dan keluarga yang ada dilokasi kejadian ke RSUD Kota Bogor. Dokter bedah yang menangani luka Pak Johan mengatakan bahwa luka bakar yang diderita Pak Johan sudah harus segera dioperasi namun harus dirujuk ke RSCM agar bisa dioperasi. Pak Johan menggunakan jaminan kesehatan KIS untuk mengobati pengobatannya namun yang menjadi kendala adalah biaya untuk membeli obat – obatan yang tidak di cover KIS serta biaya akomodasi untuk pulang pergi ke RSUD Kota Bogor serta untuk ke RSCM jika jadi dirujuk. Bu Dedeh (30) bercerita ketika dikunjungi oleh kurir #SedekahRombongan bahwa selama dirawat di RSUD Kota Bogor, ia sudah meminjam uang untuk bekal selama menemani sang suami di RSUD karena Pak Johan merupakan tulang punggung keluarga. Kurir #SR merasakan kesulitan yang dialami oleh Bu Dedeh karena harus menemani suaminya selama di rumah sakit serta harus membiayai anak – anaknya yang masih bersekolah. Sekarang Pak Johan sudah dibawa pulang dengan kondisi yang sudah lebih baik dengan luka yang sudah mengering namun tetap harus kontrol ke RSUD sampai benar – benar sembuh. Bantuan lanjutan diberikan untuk Pak Johan yang yang digunakan untuk akomodasi kontrol ke RSUD serta untuk membiayai kebutuhan yang diperlukan anak – anaknya. Semoga Pak Johan cepat kembali pulih agar bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak johan menderita Luka Bakar Seluruh Badan

Pak johan menderita Luka Bakar Seluruh Badan


EEN SUHAENI (73, Infeksi Tulang + Radang Sendi). Alamat : Kampung Nyangkokot, RT 2/4, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.  Mak Een biasa kami menyapa merupakan seorang janda yang sejak beberapa tahun lalu ditinggal pergi oleh sang suaminya. Sejak kepergian sang suami, kondisi kesehatan Mak Een terus menurun, ia sering merasakan sakit pada sendi – sendi di badannya serta pegal yang tak kunjung hilang hingga kini Mak Een hanya bisa berbaring ditempat tidur. Ketika diperiksa oleh dokter di Puskesmas, ia didiagnosa mengidap infeksi tulang serta radang sendi yang membuat Mak Een kerap merasa kesakitan hingga tidak bisa berjalan. Oleh dokter di Puskesmas, Mak Een disarankan untuk control ke RSUD Kota Bogor agar mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif. Dengan berbekal BPJS mandiri kelas 3 yang dimilikinya, Mak Een memeriksakan kondisinya ke RSUD dan oleh dokter RSUD diberikan paket obat yang harus rutin diminum setiap harinya, namun paket obat tersebut ada yang dicover oleh BPJS dan ada sebagian obat yang tidak di cover oleh BPJS. Sebagian obat yang tidak dicover oleh BPJS itu lah yang menjadi kendala Mak Een. Kurir #SedekahRombongan yang datang melihat kondisi Mak Een pun menyampaikan sedekah para Sedekaholic untuk Mak Een agar bisa membeli paket obat yang tidak dicover BPJS. Semoga Mak Een lekas sehat seperti biasa. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu een menderita  Infeksi Tulang + Radang Sendi

Bu een menderita Infeksi Tulang + Radang Sendi


NAILA MUAZARA ULFA (1, Jantung Bocor). Alamat : Kampung Sukamanah, RT 3/2, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Naila yang merupakan anak kedua dar pasangan Pak Yaya dan Bu Nengsih ketika lahir ada yang aneh dengan kondisinya yaitu sekujur badannya membiru saat dilahirkan namun karena ada pengetahuan tentang medis keluarga menganggap hal yang biasa dan akan hilang dengan sendirinya, namun sejak dilahirkan, setiap malam Naila selalu menangis hingga sekujur tubuhnya kembali membiru. Karena tiap malam selalu menangis Naila pun dibawa ke bidan yang ada di kampungnya namun bidan juga tidak bisa mendiagnosa apa yang dialami oleh Naila dan hanya menyarankan untuk ke RSUD Tangerang agar dapat diketahui apa sakit yang dideritanya. Ketika dibawa ke RSUD Tangerang Naila didiagnosa mengidap jantung bocor dan harus segera mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun karena pada saat itu BPJS kelas 3 Naila belum bisa digunakan akhirnya niat tersebut urung dilakukan sampai BPJS Naila aktif. Kurir #SedekahRombongan yang datang ke rumah Naila yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Bogor ini mendengarkan cerita dari Pak Yaya yang merupakan seorang tukang ojek bahwa sedang kebingungan untuk membawa Naila dari rumahnya ke RSCM karena penghasilan sebagai tukang ojek hanya cukup untuk makan sehari – hari ia dan keluarganya. Alhamdulillah dengan bantuan awal dari para #Sedekaholic untuk akomodasi Naila akhirnya Naila bisa berangkat ke RSCM tanggal 9 November 2016 setelah dirawat di ruangan PICU kondisi Naila pun semakin menurun hingga pada akhirnya pada tanggal 11 November 2016 Naila pun kembali ke pangkuan sang pencipta. Bantuan lanjutan pun diberikan kepada keluarga Naila yang digunakan untuk biaya memandikan jenazah serta untuk pembelian kain kafan untuk Naila. Semoga Naila ditempatkan di surga nya Allah Swt. Serta Allah Swt memberikan ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abahzildan @untariri @rexy_eas

Alm naila menderita Jantung Bocor

Alm naila menderita Jantung Bocor


WIWIN BINTI WARTA (26, Ca Ovarium). Alamat : Dusun pasar, RT 1/1, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat. Wiwin adalah pasien dampingan #SedekahRombongan Karawang sejak bulan April 2016. Wiwin adalah seorang Ibu rumah tangga yang didiagnosa terkena penyakit kanker rahim sejak 2 tahun lalu.  Saat ini Wiwin berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta untuk memudahkannya melakukan proses rawat jalan pengobatan penyakitnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Menggunakan Fasilitas kesehatan BPJS kelas 3, Wiwin dan Suaminya, Bapak Asep (33) yang berprofesi sebagai seorang kuli panggul bersama-sama berikhtiar melakukan pengobatan untuk Wiwin.  Saat ini Wiwin sudah menjalani operasi laparoscopy dan sudah menyelesaikan proses kemoterapinya sebanyak 3kali. Meski kondisi Wiwin Pasca kemoterapi sempat drop hingga harus dirawat inap selama 12 hari, Namun saat ini wiwin sudah berangsur membaik, nafsu makannya mulai meningkat. Sesuai saran Dokter bahwa Wiwin harus memperhatikan asupan gizi makanannya sebagai persiapan operasi pengangkatan jaringan kanker di rahimnya. Semoga Wiwin segera mendapatkan jadwal operasinya dan semoga operasinya berhasil. Santunan kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk membantu membeli susu dan pampers untuk Wiwin. Semoga Wiwin terus semangat hingga mendapatkan kesembuhan. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Anasaramadhan

Bu wiwin menderita  Ca Ovarium

Bu wiwin menderita Ca Ovarium


MOCH NABIL SATRIA  (5, NHML+Leukimia) Alamat: Kampung Warudoyong Selatan, RT 42/9, Gang Haji Munir, Kecamatan Rengasdengklok Selatan, Kabupaten Karawang, Provinsi jawa barat. Nabil adalah pasien dampingan #SedekahRombongan Karawang. Nabil mulai sakit sejak berusia 2 tahun. Gejala awalnya berupa adanya benjolan kecil dibagian lehernya, dan Nabil sering mengalami demam. Awalnya nabil diperiksa diklinik dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang (RSUD). Setelah dilakukan Biopsi Dokter menyarankan agar Nabil dirujuk ke Rumah Sakit hasan sadikin (RSHS) Bandung karena hasilnya adalah  bahwa Nabil terkena kanker kelenjar getah bening (NHML). Menggunakan Faskes BPJS kelas 3 Nabil melanjutkan pengobatan Di RSHS. Di RSHS, Nabil diharuskan menjalankan Pengobatan berupa Kemoterapi sebanyak 8 siklus. Ayah Nabil yang bernama Asep (40), bekerja sebagai buruh dan istrinya bernama KIKI (36) adalah seorang IRT, mereka terus mendampingi anak bungsunya selama di RSHS. Perkembangan terakhir mengenai Nabil adalah bahwa Nabil pun didiagnosa mengidap leukemia stadium 4. Nabil berjuang terus melawan penyakit yang bersarang di tubuh kecilnya, Nabil sempat mengalami pendarahan karena trombosit ditubuhnya hanya 3000 dan Hb nya 4. Nabil yang Saat itu berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung segera dilarikan ke IGD RSHS untuk mendapatkan perawatan segera. Alhamdulillah saat ini kondisi Nabil membaik, dan masih dalam tahap reses untuk melaksanan kemo selanjutnya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari selama Nabil berada di RSHS bandung.  Semoga Allah memberikan kekuatan kepada Nabil untuk bisa menuntaskan pengobatannya dan mendapatkan hasil yang baik yaitu berupa kesembuhan Aamiin.. Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Kasviansyah

Nabil menderita NHML+Leukimia

Nabil menderita NHML+Leukimia


MUHAMMAD DAUD (60, Stroke). Alamat : Jln. Banda Aceh-Medan, Desa Pasie Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Prov. Nanggroe Aceh Darussalam. Bapak Daud namanya, seorang Bapak yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Diketahui 2 tahun yang lalu Bapak Daud menderita tekanan darah tinggi, namun 8 bulan kemudian Bapak Daud sempat jatuh. Hal ini memperburuk keadaan Bapak Daud hingga mengakibatkan Stroke. Sejak saat itu kondisi Bapak Daud tidak bisa lagi berjalan, hanya terbaring lemah bahkan untuk makan saja menggunakan selang. Bapak Daud sempat dirujuk ke rumah sakit Meuraxa daerah Aceh Besar tetapi hanya dirawat beberapa hari kemudian dokter menganjurkan pulang, karena tidak ada perubahan yang signifikan. Karena keterbatasan biaya dan pengetahuan keluarga mengenai penggunaan BPJS dengan baik dan benar, Bapak Daud tidak pernah lagi dibawa ke rumah sakit hingga saat ini. Dan keluarga menolak Bapak Daud dibawa ke rumah sakit dengan alasan tidak ada yang mengurus mertua yang juga dalam keadaan tidak bisa melihat. Kondisi Bapak Daud saat ini, hanya terbaring dan tidak dapat berbicara lagi. Sementara istrinya, Ibu Annisa (52 tahun) hanya buruh cuci dan ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan Bapak Daud menggunakan BPJS PBI kelas III yang keseluruhan biaya ditanggung oleh pemerintah. Ditengah perjuangan Bapak Daud untuk sembuh, alhamdulillah, ia dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan yang kemudian menjenguk ke rumahnya. Bantuan pun disampaikan melalui kurir #SedekahRombongan yang digunakan untuk transportasi, pembelian obat-obatan dan pampers. Keluarga Bapak Daud menyampaikan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan. Semoga kesehatan Bapak Daud terus membaik, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @pratiwi

Pak daud menderita Stroke

Pak daud menderita Stroke


EMPONG BINTI HARUN (46, Tumor Pada Kaki). Alamat: Kp. Lewihieum, RT 2/4, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Empong, ibu paruh baya yang tinggal bersama kedua orang anaknya ini sudah sekitar 2 bulan menderita tumor di bagian bawah telapak kakinya. Awalnya berupa bintik hitam seperti tahi lalat yang semakin hari semakin membesar. Karena ketiadaan biaya, Bu Empong belum bisa memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas ataupun rumah sakit. Ia hanya mengobatinya dengan ramuan tradisional, sekedar mengurangi rasa sakitnya. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter RSUD memperkirakan Bu Empong menderita tumor ganas di kakinya, sehingga untuk pemeriksaan lebih lanjut dokter merujuknya ke RSHS Bandung. Selama empat hari Bu Empong menjalani rangkaian pemeriksaan di RSHS dan tinggal sementara di RSSR Bandung. Kali ini jadwalnya adalah pemotongan sebagian organ yang sempat mengelupas, sekalian juga akan dilakukan biopsi. Pasca menjalani operasi, Bu Empong mulai menjalani kontrol rutin untuk mengobservasi perkembangan hasil operasinya dan juga akan ditentukan apakah tindakan medis selanjutnya. Bu Empong yang hidup menjanda setelah suaminya meninggal merasa memiliki beban berat karena harus berobat meskipun Bu Empong mempunyai Jamkesmas, maklum beliau hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan harus membiayai anaknya yang masih sekolah. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya akomodasi sehari-hari selama Bu Empong menjalani kontrol rutin dan observasi di RSHS Bandung. Sebelumnya masuk di Rombongan 849.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @MiftahudinSR

Bu empong menderita Tumor Pada Kaki

Bu empong menderita Tumor Pada Kaki


ASROR MAGRIBI (13, Obstructive Hydrocephalus) Alamat: Kp. Tenjosari, RT 4/1, Dusun Tenjosari, Desa Cikukulu, Kec. Karangnunggal, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Asror, biasa ia dipanggil oleh teman-temannya ini asalnya tumbuh secara normal, namun ketika usianya menginjak 12 tahun, ia mengalami kecelakaan terjatuh dari sepeda. Ketika Asror sedang mengendarai sepedanya, tiba-tiba ia kehilangan kendali dan terperosok ke sebuah kali. Saat itu juga Asror dibawa ke Puskesmas  terdekat, namun karena terjadi benturan pada kepalanya, Asror pun dirujuk ke RS Jasa Kartini untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Di sana Asror sempat dirawat selama 2 minggu sampai akhirnya ia dirujuk ke RSHS Bandung karena ada indikasi ia menderita hydrocephalus atau pembesaran kepala. Tetapi Asror belum dapat berangkat untuk memenuhi rujukan RS Jasa Kartini Tasikmalaya karena kendala biaya akomodasi. Saat itu kondisi Asror sudah tidak dapat melihat dan berjalan karena terjadi gangguan pada bagian sarafnya, sayang pengobatan Asror harus terhenti karena keluarga sudah tidak dapat lagi mengusahakan biaya untuk melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa mengunjungi Asror dan segera menjemputnya dari tempat tinggal Asror yang cukup jauh di daerah selatan Kabupaten Tasikmalaya, dan selanjutnya mendampingi anak yang bercita-cita untuk dapat menimba ilmu di Pondok Pesantren ini melanjutkan pengobatannya sesuai dengan rujukan dokter. Asror sempat tinggal di RSSR Tasikmalaya selama 4 hari selama menjalani pemeriksaan di RS Jasa Kartini Tasikmalaya, dan kini ia sedang melanjutkan ikhtiarnya berobat di RSHS Bandung. Sudah lebih dari 3 minggu ia berada di Bandung, beberapa hari tinggal di RSSR Bandung, dan sekarang sedang dirawat di RSHS. Tanggal 27 Agustus 2016 Asror masih menjalani pengobatan di RSHS Bandung, dan alhamdulillah ia sudah mendapatkan ruangan dan menjalani rawat inap dengan jaminan KIS. Pada tanggal 19 Oktober, Asror melakukan operasi pengangkatan cairan di kepalanya dan harus beristirahat dan menjalani rawat inap. Ayah Asror, Syamsyudin (56) adalah seorang kuli bangunan dengan 3 anak merasa kesulitan dengan biaya seperti biaya transportasi dan bekal sehari-hari yang harus dikeluarkan untuk pengobatan anaknya. Santunan lanjutan kembali disampaikan #SedekahRombongan untuk membantu meringankan beban selama Asror melakukan pengobatan di RSHS. Setelah sebelumnya masuk di Rombongan 882. Semoga setelah operasi ini, Asror kembali sehat dan bisa bermain bersama teman-temannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 27 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem Cincin

Asror menderita Obstructive Hydrocephalus

Asror menderita Obstructive Hydrocephalus


RANA BINTI SOBARI (16, Pembengkakan Gusi). Alamat: Kp. Unara RT 4/2, Desa Kaputihan, Kec. Jatiwaras, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rana sudah mengalami pembengkakan pada bagian gusinya sejak 3 tahun yang lalu. Awalnya ia menderita sakit gigi pada bagian geraham atas. Rasa sakit kerap ia rasakan pada bagian giginya tersebut, namun orang tuanya hanya bisa membelikan obat warung sebagai penghilang rasa sakitnya karena tidak memiliki biaya untuk memeriksakan anaknya ke dokter. Kadang Rana mengorek bagian gigi tersebut dengan tusuk gigi karena ia merasakan seperti ada sesuatu yang menyelip pada giginya. Akan tetapi, kebiasaannya tersebut malah membuat gusinya tambah membengkak dan tak kunjung sembuh. Sebelumnya, ia pernah dibawa ke Puskesmas terdekat, namun kondisi Rana tidak kunjung membaik meskipun sudah beberapa kali berobat. Ia juga pernah dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo. Keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi yang dimiliki kedua orangtua Rana membuat pengobatan Rana tidak dilanjutkan meskipun Rana mempunyai jaminan KIS. Alhamdulillah, setelah berikhtiar demi menjemput kesembuhan, Rana mendapatkan jadwal operasi pengangkatan benjolan di gusi tanggal 25 Oktober silam dan harus dirawat inap selama 5 hari di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Ayahnya, Bapak Sobari (42) adalah seorang buruh serabutan dengan pendapatan tidak menentu dan kadang hanya cukup untuk makan sehari-hari dan Ibunya, Iroh (44) adalah seorang pembantu rumah tangga. #SedekahRombongan kemabali memberikan bantuan kepada Rana dan keluarga untuk keperluan akomodasi selama Rana melakukan pengobatan. Semoga Rana segera pulih pasca operasi yang dilakukannya dan segera bersekolah kembali untuk meraih masa depan yang cerah. Aamiin. Sebelumnya Rana masuk di Rombongan 912.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @albareza

Rana manderita Pembengkakan Gusi

Rana manderita Pembengkakan Gusi


NUNUNG BINTI MUNIR (38, Kanker Payudara). Alamat: Kp. Leuwihieum, RT 4/4, Kel. Sukarindik, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Nunung merasakan ada benjolan di payudaranya sejak sekitar 8 bulan yang lalu, namun karena kekurangtahuan dan kekhawatiran harus mengeluarkan baya yang besar, ia pun belum memeriksakannya ke dokter. Benjolan yang asalnya kecil lama kelamaan bertambah besar dan sering terasa sakit. Barulah setelah ia merasa tidak kuat lagi karena sering kesakitan, ia menceriterakan keadaannya kepada seorang bidan yang tinggal tidak begitu jauh dari rumahnya. Kemudian ia disarankan untuk memeriksakannya ke dokter Puskesmas, namun karena khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar, kembali Bu Nunung mengurungkan niatnya. Namun setelah dibujuk saudaranya, Bu Nunung pun mulai memeriksaan penyakitnya secara berjenjang mulai dari Puskesmas, yang kemudian merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Setelah dokter RSUD melakukan observasi selama kurang lebih seminggu, dokter menyarankan Bu Nunung untuk menjalani operasi pengangkatan payudara. Awalnya Bu Nunung merasa kaget mendengar saran dokter ini, namun setelah mendapatkan penjelasan dari dokter akhirnya ia bersedia untuk menjalani operasi pada tanggal 14 April 2015. Bulan Mei 2015 Bu Nunung memulai pengobatan lanjutannya di RSHS Bandung pasca menjalani operasi di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Bulan Juni 2015 Bu Nunung menjalani rangkaian pemeriksaan di RSHS Bandung untuk menentukan terapi lanjutan penyakit kanker payudara yang dideritanya. Bulan September 2015, Bu Nunung mulai menjalani kemoterapi di RSHS Bandung. Tanggal 16 Mei 2016, Bu Nunung menjalani kontrol rutin di RSHS Bandung hingga sekarang. Bu Nunung sudah lama hidup menjanda setelah kepergian suaminya apalagi anak-anaknya masih bersekolah dan mereka tinggal di rumah kontrakan kecil. Bu Nunung menceritakan keluhannya pada kurir SR saat mengunjungi beliau atas informasi dari warga sekitar kemudian ia bercerita tentang penyakitnya dan akhirnya kurir pun membantu Bu Nunung untuk membuat Jamkesda. #SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk pembelian vitamin dan obat-obatan, biaya transportasi, dan akomodasi. Santunan sebelumnya tercatat pada Rombongan 849. Semoga Bu Nunung cepat pulih dan bisa beraktivitas lagi seperti semula. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 24 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @MiftahudinSR

Ibu nunung menderita Kanker Payudara

Ibu nunung menderita Kanker Payudara


SITI SUKAESIH (44, Kanker Nasofaring). Alamat: Jl. Kosangka RT 2/1, kp. Sirna Galih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Siti mengidap Tumor Nasofaring sudah bertahun-tahun dan tak mampu berobat padahal gumpalan tumor di bagian pipi dan sebagian wajahnya yang kian hari kian membesar. Setelah menunggu jadwal operasi sekitar 4 bulan, Bu Siti kembali ke RSHS untuk menjalani perawatan tindakan operasi. Alhamdulillah, pada tanggal 23 Agustus Bu Siti Sukaesih sudah menjalani operasi dengan lancar, tumor yang selama 8 tahun menggelayutinya sudah berhasil diangkat, dan sekarang sedang menjalani perawatan pasca operasi dan persiapan kemoterapi. Atas persetujuan RSHS Bandung, pasca operasi selama lebih dari 6 bulan dari Oktober 2013 sampai April 2014, Bu Sukaesih harus kontrol di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, untuk alasan kemudahan dan biaya transport. Sayangnya, kanker yang diderita Bu Siti Sukaesih diduga kambuh lagi, terlihat dengan tumbuhnya benjolan kecil di tempat dulu bekas kankernya tumbuh. Tanggal 18 Juli 2016 Bu Sukaesih kembali akan menjalani kontrol ke RSHS Bandung untuk mengobvservasi benjolan yang tumbuh lagi pasca menjalani operasi sekitar 2 tahun yang lalu. Tanggal 24 Oktober lalu beliau sudah melakukan kontrol ke RSHS Bandung untuk kemoterapi. Suaminya, Maman (50) seorang tukang parkir ini, masih mempunyai tanggungan 2 orang anak usia sekolah. Bu Siti pun berusaha membantu suaminya dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sekitar rumahnya, itu pun hasilnya hanya cukup untuk makan. Kemampuan ekonimo keluarga Bu Siti tergolong lemah dan penderitaannya tambah berat dengan kembalinya penyakit kanker meskipun pengobatannya dijamin KIS.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk transportasi dan biaya akomodasi kontrol Bu Siti Sukaesih ke RSHS Bandung, setelah sebelumnya tercatat di Rombongan 882. Semoga ikhtiarnya untuk menjalani pengobatan membuahkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal: 23 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Ibu siti menderita Kanker Nasofaring

Ibu siti menderita Kanker Nasofaring


IMAS KARTINI (29, Anemia Hemolitik). Alamat: Kp. Cigadog RT 4/1, Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Imas sudah menjalani proses pengobatan yang cukup panjang, sejak dari Puskesmas, RSUD Kabupaten Tasikmalaya, RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan terakhir dirujuk ke RSHS Bandung. Awalnya tanggal 1 Oktober 2014 Bu Imas mengalami sakit keras yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan beberapa kali mengalami pingsan kemudian keluarganya membawa Bu Imas ke puskesmas terdekat. Semula dokter mendiagnosa Bu Imas hanya menderita penyakit maag dan memberinya obat maag sirup. Tanggal 9 Oktober 2014 Bu Imas kembali berobat ke dokter, kali ini menurut dokter ia menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung, dan ia pun diberi beberapa jenis obat yang harus diminum setiap hari dan diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Karena perkembangan penyakitnya belum kunjung membaik, Bu Imas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya, karena HB-nya menurun drastis, sampai 4,3. Ia kemudian dirawat inap selama 7 hari dan di sana ia diberi terapi pengobatan dengan beberapa jenis obat, infus, kemudian menjalani pemeriksaan rontgen dan tes darah. Karena kehabisan bekal, keluarganya membawa Bu Imas pulang paksa untuk menjalani perawatan di rumah, meskipun Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Suspect AIHA. Menurut pihak RSUD Dr. Soekardjo, Bu Imas harus mendapatkan transfusi darah jenis WRC (Washed Red Cell) yang pemrosesannya belum bisa dilakukan di PMI Tasikmalaya, sehingga tranfusi darah tidak bisa dilakukan di Tasikmalaya. Kemudian Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Anemia Hemolitik. Tanggal 25 Oktober 2016 Bu Imas kontrol dan menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Suaminya, Diki (48) sehari-harinya berjualan cilok keliling sempat putus asa dengan kelanjutan pengobatan Bu Imas apalagi ia masih punya tanggungan dua anak usia sekolah. Namun atas saran suster di RSHS, Pak Diki kemudian menghubungi kurir #SedekahRombongan untuk meminta bantuan. #SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, dan biaya sehari-hari selama Bu Imas menjalani transfusi di RSHS Bandung. Sebelumnya beliau tercatat di Rombongan 882. Semoga Bu Imas dapat terus melanjutkan pengobatannya dan segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem, Reza Alba

Bu imas menderita Anemia Hemolitik

Bu imas menderita Anemia Hemolitik


SOBIRIN BIN SUKANTA (60, Penyempitan Lambung + Kelainan Jantung + Diabetes). Alamat: Kp. Sukasari RT 3/6, Desa. Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lima bulan yang lalu, Pak Sobirin mengeluhkan sakit perut yang tidak tertahankan. Kemudian, beliau dibawa keluarganya berobat ke puskesmas dan didiagnosa maag. Pak Sobari diberi obat untuk seminggu namun setelah itu penyakitnya tak kunjung sembuh sehingga ia memutuskan untuk berobat ke rumah sakit dan ternyata ia mengalami penyempitan lambung. Seharusnya, Pak Sobari dirawat inap namun ia ketakutan dan akhirnya pulang ke rumah. Berharap kesembuhan setelah beristirahat beberapa hari, kondisi Pak Sobari malah semakin menjadi.  Beliau mengeluhkan dadanya yang terasa sesak dan jantung yang berdebar-debar, keluarganya pun kembali membawanya ke RSUD dr. Soekardjo dan setelah pemeriksaan, Pak Sobari didiagnosa mengidap penyakit kelainan jantung dan diabetes. Pak Sobari adalah seorang pesuruh sekolah yang sudah bekerja belasan tahun dan kini otomatis ia harus berhenti dari pekerjaaannya. Istrinya, Ibu Ida (50) kini menjadi pengganti suaminya sebagai tulang punggung keluarga dan harus membiayai 4 anaknya yang masih sekolah. Sekarang, Bu Ida berjualan makanan keliling dengan penghasilan puluhan ribu dan kadang hanya cukup untuk biaya sehari-hari. ketika #SedekahRombongan mengunjungi Pak Sobari, ia sesekali menangis menceritakan beban yang ia alami, meskipun ia mempunyai jaminan KIS untuk berobat tetap saja ia tak punya uang untuk bekal selama proses pengobatannya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan awal yang berasal dari donasi Sedehaolics kepada Pak Sobari untuk biaya akomodasi. Semoga Allah meringankan beban Pak Sobari dan keluarga dan memberi kesembuhan pada beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @rahmatmuzacky

Pak sobirin menderita Penyempitan Lambung + Kelainan Jantung + Diabetes

Pak sobirin menderita Penyempitan Lambung + Kelainan Jantung + Diabetes


MTSR TASIKMALAYA (B 1495 SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 3 November 2014 MTSR Tasikmalaya mengalami kerusakan pada perseneling pada saat sedang dalam perjalanan menjemput pasien ke RSSR Bandung.  Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 100km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama bulan Oktober 2016, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 896.

Jumlah Bantuan: Rp 2.500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr @albareza @adiabdillah

Biaya Operasional dan Perawatan Rutin

Biaya Operasional dan Perawatan Rutin


SUHERMAN BIN KARTA (52, Maag Kronis). Alamat : Dusun Sindangkerta RT. 16/6, Desa Hujungtiwu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pak Herman, begitulah orang-orang sekitar memanggilnya. Kesibukan Pak Herman sehari-hari membuat pola makannya kurang teratur sehingga beliau sering mengeluh merasakan perih di lambungnya dan kepalanya pusing, bahkan kadang sampai muntah. Ia pernah beberapa kali dirawat di Rumah Sakit dr. Soekardjo karena penyakitnya ini. Seiring waktu penyakit maag Pak Herman menjadi kronis karena pola makan yang tidak teratur dan tempat tinggalnya yang jauh dari tempat beliau bekerja, sehingga seringkali tidak sempat makan. Kondisinya saat ini, beliau bertambah kurus, dan penyakit maagnya sering kumat, ditambah sering mengeluh sakit leher dan kepala pusing. Jika diasupi makanan, perutnya mual ingin muntah, sampai pada tanggal 23 Oktober 2016 beliau tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya sehingga harus menjalani rawat inap di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya dengan jaminan BPJS. Pak Herman bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Kesehatan Tasikmalaya sebagai supir ambulans RSUD dengan tanggungan dua orang anak, beliau juga sering membantu pasien-pasien #SedekahRombongan di kala waktu luang beliau. #SedekahRombongan tergerak menyampaikan santunan untuk Pak Herman agar dapat meringankan biaya akomodasi dan biaya sehari-harinya. Semoga Pak Herman segera pulih dan kembali membantu para pasien #SedekahRombongan. Aamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Pak suherman menderita Maag Kronis

Pak suherman menderita Maag Kronis


ENDANG ABDUL ROHMAN (52, TB Paru + Maag Kronis). Alamat: Kp. Sukasari, RT 2/8, Desa. Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Warga sekitar rumahnya biasa memanggilnya dengan Ustadz Endang. Sudah lama Pak Endang merasakan sakit perut yang sangat mengganggu aktifitasnya namun beliau jarang menghiraukannya. Sampai suatu hari, beliau tak kuat lagi menahan dan akhirnya memeriksakan diri ke puskesmas. Setelah diperiksa dokter, Pak Endang didiagnosa penyakit maag. Dua minggu berlalu, sakitnya tak kunjung membaik ditambah batuk parah disertai muntah darah yang setiap hari datang dan nafsu makannya berkurang drastis. Keluarganya semakin panik dan membawanya ke Balai Pengobatan Asy-Syifa dan didiagnosa TB Paru, beliau pun dirawat selama satu minggu. Selama berobat, Pak Endang menghabiskan biaya 6 juta. Kini, Pak Endang harus melakukan pengobatan selama 6 bulan untuk menyembuhkan penyakit TB Paru-nya tersebut. Pak Endang biasanya mengajar mengaji selepas maghrib dan berdagang tahu ke warung-warung. Namun setelah sakit, istrinya, Ibu Iin (45) yang menggantikan pekerjaannya. Beliau juga mempunyai  5 anak yang masih kecil dan masih membutuhkan biaya sehari-hari. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa mengunjungi beliau karena rumahnya yang berdekatan dengan salah satu kurir dan memberikan bantuan untuk biaya akomodasi dan untuk membeli obat-obatan, selain itu kurir SR juga membantu pembuatan BPJS yang kini masih dalam proses. Semoga ikhtiar Pak Endang membuahkan hasil dan segera diberi kesembuhan karena Allah adalah sebaik-baiknya Penyembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @rahmatmuzacky

Pak endang menderita  TB Paru + Maag Kronis

Pak endang menderita TB Paru + Maag Kronis


SARMADI BIN JAYA WINATA (75, Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak). Alamat : Dusun 2 Cibodas, RT 1/3, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Sarmadi adalah seorang buruh tani yang masih bekerja di usia senjanya. Beliau menjadi pasien dampingan kurir #SRKuningan karena terdapat luka infeksi pada kaki kirinya. Kaki beliau tertusuk bambu tajam ketika bekerja. Keadaan beliau sempat mengkhawatirkan karena kaki beliau semakin lama semakin membusuk hingga kulit luarnya mengelupas. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Bapak Sarmadi. Dengan dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan Bapak Sarmadi segera dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Karena kaki kiri beliau sudah infeksi akhirnya beliau mendapat perawatan medis berupa operasi untuk menutup bagian daging yang terbuka dengan mengambil lapisan kulit dari paha. Proses operasi telah dilakukan secara bertahap sebanyak 3 kali operasi. Saat ini, beliau membutuhkan tongkat untuk membantunya berjalan. Belum sembuh luka infeksi tersebut, Bapak Sarmadi ternyata positif terkena katarak. Penglihatan beliau semakin terganggu seiring bertambahnya usia. Beliau telah menjalani operasi mata sebelah kiri pada tanggal 8 November 2016 lalu. Selanjutnya beliau akan menjalani operasi di bagian mata sebelah kanan. Alhamdulillah kondisi Bapak Sarmadi saat ini semakin membaik. Bapak Sarmadi menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 selama menjalani pengobatan. Namun beliau membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Bapak Sarmadi sementara ini tidak bekerja sehingga merasa kesulitan mendapat biaya untuk biaya transportsi daan akomodasi. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah santunan kelima dapat disampaikan #SedekahRombongan kepada Bapak Sarmadi untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Bapak Sarmadi. Aamiin. Sebelumnya beliau masuk ke dalam pasien rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Pak sarmadi menderita Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak).

Pak sarmadi menderita Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak).


NENGSIH BINTI KARTA MAKUN (57, Toxic Adenomatous Goiter). Alamat : Dusun Wage, RT 18/4, Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nengsih adalah salah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan. Beliau saat ini menderita penyakit Toxic Adenomatous Goiter atau biasa disebut dengan peradangan kelenjar tiroid. Awalnya, terdapat benjolan kecil di bagian leher sebelah kiri. Lama kelamaan, semakin membesar hingga menyebabkan rasa sakit. Selain itu beliau juga sering sakit kepala bahkan sampai sesak nafas. Beliau pernah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Hasilnya menunjukkan bahwa beliau terkena peradangan kelenjar tiroid dan harus operasi. Sayangnya ketersediaan alat operasi di RSUD 45 Kuningan tidak lengkap. Tak lama Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Kuningan dipertemukan dengan Ibu Nengsih. Melihat hasil pemeriksaan sebelumnya, kurir #SedekahRombongan Kuningan membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan ulang. Alhamdulillah setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, akhirnya tim medis langsung mengambil tindakan berupa operasi pengangkatan kelenjar tiroid pada tanggal 13 September 2016 lalu. Setelah melakukan operasi, Ibu Nengsih juga telah melakukan cek laboratorium meliputi cek FT4 , TSHs ,T4 (total) di sebuah klinik daerah Kuningan kota. Alhamdulillah hasil cek laboraturiumnya bagus dan beliau harus kontrol lagi bulan Mei tahun 2017 mendatang. Ibu Nengsih harus membeli obat diluar pembiayaan yang ditanggung oleh BPJS. Ibu Nengsih memang memanfaatkan kartu jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI untuk menjalani pengobatan. Akan tetapi, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi, akomodasi sekaligus biaya membeli obat. Maklum saja, suami Ibu Nengsih bernama Bapak Wardi (60) hanya bekerja sebagai buruh tani. Beliau bekerja bila ada tetangga yang membutuhkan jasanya. Penghasilan beliau sangat minim bahkan untuk kehidupan sehari-hari kadang masih kesulitan. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kelima kepada Ibu Nengsih untuk biaya membeli obat dan transportasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Ibu Nengsih. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nengsih merupakan pasien rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Bu nengsih menderita Toxic Adenomatous Goiter

Bu nengsih menderita Toxic Adenomatous Goiter


RASTINAH BINTI SARNADI (59, Stroke Ringan). Alamat : Dusun Puhun, RT 13/3, Desa Kalimanggis Wetan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rastinah adalah seorang ibu rumah tangga yang menjadi pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Di usia yang hampir memasuki kepala enam, kesehatan Ibu Rastinah mulai terganggu. Berawal dari 4 tahun yang lalu, beliau positif menderita hipertensi. Tekanan darah beliau sering tidak stabil hingga menyebabkan kondisi kesehatannya menurun. Saat ini, kesehatannya semakin menurun karena beliau terkena stroke ringan. Beberapa bagian tubuh beliau seperti kedua tangan dan mulut yang sudah kaku untuk digerakkan. Selain itu, kedua kaki beliau juga mengalami lumpuh ringan sehingga beliau tidak bisa berjalan. Dengan dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan, beliau menjalani pengobatan jalan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Beliau mendapat tindakan medis berupa terapi yang akan melatih beliau agar bisa berjalan kembali. Pihak dokter juga menyarankan agar beliau memiliki alat terapi walker stainles dengan harapan dalam waktu dekat beliau sudah bisa berjalan seperti sedia kala. Alhamdulillah dengan bantuan walker stainles saat ini beliau mulai bisa berjalan sedikit demi sedikit. Beliau harus rutin mengontrol perkembangan kesehatannya ke rumah sakit. Beliau menggunkan jaminan kesehatan sejenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI untuk meringankan biaya pengobatan beliau di rumah sakit. Hanya saja, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Keluarga Ibu Rastinah sendiri masuk ke dalam keluarga yang kurang mampu. Bapak Jamsari (69), suami Ibu Rastinah merupakan seorang kepala keluarga yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani. Pendapatan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sehari-hari. Alhamdulilah berkat pertolongan Allah #SedekahRombongan dapat menyampaika santunan ketiga untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Rastinah. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rastinah masuk kedalam rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Ibu rastinah menderita  Stroke Ringan

Ibu rastinah menderita Stroke Ringan


KARNI BINTI SUKARI (57, Ca Ovarium). Alamat : Gang Ki Delima, RT 2/5, Desa Pasindangan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Ibu Karni mengalami perdarahan hebat dan mengeluarkan gumpalan dari vagina pada bulan Juni 2016 lalu. Kejadian tersebut memaksanya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon untuk mendapat perawatan. Saat dirawat, kadar hemoglobin Ibu Karni sempat sangat rendah hingga akhirnya dilakukan transfusi sebanyak tiga labu. Kondisinya terus menurun selama beberapa hari, namun akhirnya mulai membaik pada hari ketiga perawatan. Selama lima hari di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter mengobsevasi dan menyatakan bahwa Ibu Karni terkena kanker pada rahim atau biasa disebut Ca Ovarium. Selanjutnya Ibu Karni dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pengobatan lebih intensif. Ibu Karni adalah istri dari Bapak Karna (64) yang hidup sangat sederhana. Sebelum sakit, dia berjualan es kelapa bersama suaminya. Penghasilan yang didapat hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Saat ini, ketika Ibu Karni sakit maka Bapak Karna pun tidak berjualan karena harus mendampingi istrinya di rumah sakit dan mereka tidak lagi memiliki penghasilan. Ibu Karni menggunakan fasilitas BPJS KIS Kelas III untuk biaya pengobatan, sedangkan untuk transportasi dan biaya hidup hanya mengandalkan dari bantuan para tetangga. #SedekahRombongan menaruh simpati mendalam atas keadaan mereka. Setelah bersilaturahmi dan berkunjung ke kediamannya, bantuanpun disampaikan untuk biaya transportasi selama berobat ke RSHS Bandung. Harapan kesembuhan semakin terlihat dari wajah Ibu Karni ketika kami mengunjunginya beberapa hari menjelang keberangkatan ke Bandung. Semoga pengobatan yang lebih maksimal dan bantuan dari sedekaholics bisa membuat Ibu Karni segera sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh Dwi

Pak karni menderita Ca Ovarium

Pak karni menderita Ca Ovarium


TURI BINTI AHMAD (55, Bantuan Renovasi Rumah). Alamat : Gang Mushollah, RT 3/1, Desa Jadimulya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Turi, -demikian kami akrab menyapanya-, sehari-hari tinggal dalam sebuah rumah sangat sederhana dan tidak layak huni. Atapnya terbuat dari asbes yang bocor pada beberapa bagian. Lantainya masih tanah dan temboknya ada yang berlubang. Rumahnya memiliki toilet namun tidak sesuai standar. Beberapa bagian kamarnya hampir rubuh karena kayu penyangga yang ada tidak kuat menahan bagian atas. Ibu Turi adalah istri dari Bapak Jani (63) yang mencari nafkah sebagai tukang becak. Penghasilan sehari-harinya hanya cukup untuk makan, itupun dibantu oleh Ibu Turi dengan mencari barang rongsok yang dijual lagi kepada agen rongsok di daerahnya. Alhamdulillah, pada bulan Agustus 2016 lalu, Ibu Turi akhirnya mendapat bantuan untuk merenovasi rumahnya, walau belum sepenuhnya selesai diperbaiki. Kurir #SedekahRombongan merasa bersyukur dipertemukan dengan Ibu Turi dan berkesempatan silaturahmi di kediamannya. Ketika berbincang, dia mengungkapkan keingiannya untuk bisa merampungkan renovasi rumah terutama di bagian kamar, agar dia tidak khawatir kebocoran jika hujan turun, juga mengharap bisa dibantu untuk membeli tabung gas, selang dan regulatornya agar kompor gas yang dimiliki bisa digunakan. Dengan segala keprihatinan yang ada serta niat baik untuk menyampaikan amanat sedekaholics, kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan kepada Ibu Turi untuk keperluan renovasi dan pembelian tabung gas tersebut. Saat laporan ini dibuat, kamar Ibu Turi sudah lebih layak dan nyaman untuk ditempati. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat dan bisa dijaga dengan sebaik-baiknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh Dwi

Bantuan Renovasi Rumah

Bantuan Renovasi Rumah


BILLY APRILIANA (4, Kelamin Ganda).  Alamat : Dusun Malaraman, RT 1/7, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Billy. Ia merupakan pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Billy menderita penyakit bawaan sejak lahir, ia memiliki kelamin ganda. Menurut keterangan dari pihak keluarga, Billy telah menjalani tindakan medis berupa operasi sebanyak 2 kali. Alhamdulillah Billy telah melakukan operasi ulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah diperiksa di RSHS, kondisi Billy jauh lebih baik walau sering mengeluh sakit apabila ia sedang buang air kecil. Saat ini Billy harus melakukan tindakan medis berupa cek laboratorium untuk analisis kromosom. Billy memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Namun, untuk biaya transportasi dan akomodasi serta cek laboratorium yang tidak ditanggung oleh BPJS. kedua orang tua Billy merasa kesulitan. Maklum saja, ayah Billy Bapak Nana Suhana (39) bekerja sebagai seorang buruh dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan ibu Billy bernama Ibu Umi (34), beliau ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kedua untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit serta untuk biaya cek laboratorium. Semoga Billy lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Billy termasuk kedalam Rombongan 912.

Jumlah Santunan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Billi menderita Kelamin Ganda

Billi menderita Kelamin Ganda


ROPIKOH BINTI SUKANA (17, TB Paru). Alamat : Dusun 2, RT 1/3, Desa Kalimekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ketika kecil, Pikoh –panggilan kami kepadanya- sudah menderita flek pada paru-paru. Karena ketidakpahaman akan penyakit dan pengobatannya, maka sakit itu dianggap biasa saja dan diobati seadanya hingga akhirnya Pikoh dinyatakan harus menjalani pengobatan selama tujuh bulan tanpa putus untuk menghilangkan penyakitnya tersebut. Beberapa kali Pikoh keluar masuk rumah sakit serta menjalani pengobatan di rumah. Kian hari sakitnya justru bertambah, dokter menyatakan dia terkena TB Paru dengan gejala batuk terus menerus dan tubuhnya kian kurus. Pikoh sempat dirawat selama bebrapa hari di Rumah Sakit Umum Daerah Waled Kabupaten Cirebon, namun karena kondisinya tidak kunjung membaik maka keluarga membawanya pulang. Selang berapa waktu, akhirnya Pikoh tidak bisa berdiri lagi, hanya mampu berbaring di tempat tidur. Pikoh adalah seorang yatim piatu, yang saat ini tinggal bersama budenya. Kakaknya sudah berkeluarga dan tinggal di luar kota. Dia tidak sempat menuntaskan belajarnya dan keluar sekolah ketika kelas dua SMP. Selepas keluar dari sekolah, dia pernah bekerja di pabrik garmen dan konfeksi di Jakarta. Namun tidak lama kemudian dia berhenti bekerja karena skit yang di deritanya. Selama masa pengobatan, Pikoh menggunakan fasilitas BPJS KIS Kelas III dan mendapat bantuan dari beberapa dermawan serta pihak pemerintah desa untuk transportasinya. Kurir #SedekahRombongan merasa bersimpati atas keadaan Pikoh, dan berkesempatan silaturahmi di kediamannya. Saat berkunjung tersebut, setelah berdiskusi dengan keluarganya dan memberikan gambaran tentang pentingnya perawatan intensif atas penyakit itu, maka hari itu juga Pikoh dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Gunungjati Kota Cirebon didampingi Kurir #SedekahRombongan. Bantuanpun diberikan untuk biaya transportasi dan kebutuhan beberapa hari di rumah sakit. Wajah bersemangat terlihat saat Pikoh memasuki ruang perawatan, dan kami menyampaikan pesan bahwa dengan bersemangat berarti kesembuhan sudah dicapai lebih dari setengahnya. Semoga Pikoh segera pulih dan bisa beraktifitas seperti biasa kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh

Ibu ropikoh menderita TB Paru

Ibu ropikoh menderita TB Paru


YANA BIN SUPENA (29, Suspect Ca Nasofaring). Alamat : Jalan Karyabakti, Kedung Krisik Utara, RT 1/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sakit yang diderita Yana berawal dari rasa sesak dan kesulitan bernafas. Kian hari sakitnya kian bertambah dan akhirnya berobat ke puskesmas lalu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Setelah melalui pemeriksaan, dokter menyatakan Yana terkena penyakit kanker pada bagian hidung dan akhirnya diambil tindakan operasi serta perawatan selama beberapa hari di rumah sakit tersebut. Setelah pulang, Yana rutin berobat dan memeriksakan perkembangan kesehatannya di RSUD Gunungjati Kota Cirebon. Namun, kondisinya kian hari kian melemah, dan kesulitan bernafas semakin sering disertai penglihatan yang kian tidak jelas. Dokter memeriksa lebih intensif, dan hasilnya ditemukan kanker ganas pada bagian hidung (Ca Nasofaring) sebesar biji kacang sebanyak tiga buah. Karena memerlukan pengobatan lebih lanjut, Yana dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hingga saat ini, Yana sudah beberapa kali berobat ke poliklinik RSHS Bandung dan proses pengobatannya masih terus berjalan. Sebelum sakit, Yana bekerja sebagai penarik becak dan tinggal bersama orang tuanya dalam sebuah rumah sederhana. Setelah Yana menderita sakit saat ini, biaya hidup sehari-hari ditanggung oleh ayahnya, Bapak Supena yang juga seorang penarik becak. Kendala biaya membuat pengobatan Yana hampir terhenti, karena untuk sehari-hari saja penghasilan Bapak Supena tidak mencukupi. Bersyukur untuk biaya pengobatan sudah dijamin oleh BPJS PBI Kelas III.  Perjuangan dan kegigihan untuk berusaha mencari kesembuhan bagi Yana akhirnya mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan keluarga ini. Empati dan rasa prihatin yang mendalam sangat terasa ketika kurir #SedekahRombongan bersilaturami ke kediamannya. Bantuanpun disampaikan kepada Yana untuk transportasi selama berobat ke RSHS Bandung, juga untuk kebutuhan sehari-hari. Selama berobat di Bandung, Yana mendapat pendampingan penuh dari kurir #SedekahRombongan. Bantuan sebelum ini tercatat pada Rombongan  871. Semoga Yana senantiasa diberikan kesembuhan dan keluarganya selalu diberikan kesabaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal :  13 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh Suniah

Yana manderita Suspect Ca Nasofaring

Yana manderita Suspect Ca Nasofaring


SULAMI BINTI MAEDI (48, Myoma Intra Abdomen). Alamat : Blok Plaksan, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Myoma Intra Abdomen adalah nama penyakit yang diderita Ibu Sulami selama bertahun-tahun. Semuanya berawal ketika Ibu Sulami menjalani operasi sesar kelahiran putra tunggalnya delapan tahun lalu. Beberapa bulan setelah operasi, dia merasa ada benjolan pada bagian perutnya. Karena hanya dianggap sebagai benjolan biasa, maka dia berobat ke puskesmas terdekat beberapa kali. Kian hari, benjolan tersebut kian membesar dan akhirnya pihak puskesmas merujuk Ibu Sulami untuk pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon, dokter menyatakan Ibu Sulami terkena myoma intra abdomen dengan gejala benjolan pada bagian perut yang kian hari kian membesar. Setelah diambil sample penyakitnya, dia dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini Ibu Sulami sedang menanti kelanjutan proses pengobatan di RSHS Bandung. Ibu Sulami adalah istri dari Pak Anta (54) yang hidup sederhana sebagai buruh batik. Karena sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebutlah maka sakit yang dideritanya tidak terlalu dihiraukan. Saat ini, Ibu Sulami dan Pak Anta tinggal dalam sebuah rumah sangat sederhana bersama anak tunggalnya. Karena sakit, maka saat in hanya suaminya saja yang bekerja, itupun penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya transportasi ke Bandung saat pengobatan istrinya. Biaya pengobatan Ibu Sulami sudah ditanggung menggunakan BPJS PBI Kelas III. Ketika kurir #SedekahRombongan mengunjungi kediaman mereka, ada rasa haru dan simpati yang begitu besar. Di tengah segala kekurangannya, keluarga ini masih mau berjuang untuk kesembuhan sang ibu rumah tangga. Segala cara pengobatan terus ditempuh dan kurir #SedekahRombongan merasa tergugah untuk menyampaikan amanat sedekaholics kepada Ibu Sulami dan keluarganya agar bisa segera sehat kembali. Bantuan diberikan untuk biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari selama pengobatan di Bandung. Ibu Sulami bersedia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung saat menjalani tahapan demi tahapan pemeriksaan dan tindakan untuk penyembuhan penyakitnya. Ucapan terima kasih tak henti keluar dari bibirnya serta dirangkai do’a untuk para sedekaholics yang telah membantunya. Bantuan sebelum ini tercatat pada rombongan 878. Semoga kesembuhan segera dihadirkan Allah untuk Ibu Sulami agar bisa menjalani hari-hari selanjutnya dengan lebih baik. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @nurmuhammadiskandar

Ibu sulami menderita yoma Intra Abdomen

Ibu sulami menderita yoma Intra Abdomen


ARSINI BINTI WADI (55, Kanker Tulang Hidung). Alamat : Desa Kedung Krisik Utara, RT 2/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, enam tahun lalu Ibu Arsini merasakan nyeri di sekitar tulang hidung dan pipi. Tanpa terasa, sakitnya kian menjalar dan muncul benjolan di sekitar hidung. Ibu Arsini sesekali berobat ke puskesmas,  sampai suatu saat benjolan itu terus membesar dan hampir menutup mata kirinya. Barulah dia sadar bahwa sakitnya bukan sekedar biasa saja. Dari puskesmas, Ibu Arsini dirujuk untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dokter menyatakan Ibu Arsini terkena kanker tulang hidung. Karena sakit yang dideritanya memerlukan penanganan intensif, Ibu Arsini dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun rujukan ini sempat diabaikan karena terkendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari jika harus berada di Bandung selama pengobatan. Ibu Arsini adalah seorang dhuafa yang hanya tinggal berdua dengan suaminya Bapak Akim (70) di sebuah rumah sederhana. Keduanya tidak bekerja dan hanya mengandalkan kepedulian dari para tetangga serta dermawan yang mau membantu. Hal ini disebabkan keadaan sakit dan faktor usia yang memaksa keduanya untuk tidak terlalu banyak beraktifitas. Rumah yang ditempati sekarangpun hasil gotong royong warga sekitar yang bersimpati atas keadaan mereka berdua. Bersyukur untuk biaya pengobatan sudah dijamin oleh BPJS PBI Kelas III. Apalagi setelah Ibu Arsini menderita sakit kanker tulang hidung, maka konsentrasi keduanya hanya fokus pada penyembuhan penyakit tersebut. Ketika kurir #SedekahRombongan berkunjung ke Ibu Arsini, tersirat harapan untuk berobat secara sungguh-sungguh demi kesembuhan sakitnya tersebut. Kendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-haripun diceritakan Ibu Arsini kepada kurir #SedekahRombongan. Maka, dengan niat membantu yang tulus serta menyampaikan amanat dari para sedekaholics, bantuanpun diberikan kepada Ibu Arsini untuk memenuhi rencana pengobatannya di Bandung. Sejak 1 Juni 2016, Ibu Arsini tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung, dan hasil biopsi menyarankan untuk terapi sinar sebanyak 40 kali. Setelah Idul Fitri 2016 lalu, Ibu Arsini menetap di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung hingga terapinya selesai. Saat ini, Ibu Arsini menjaalani pemeriksaaan rutin setelah terapi di Bandung. Bantuan biaya transportasi diberikan kembali untuk melengkapi proses pengobatan yang diharapkan tuntas dalam waktu dekat. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 895. Kini Ibu Arsini sudah terlihat lebih sehat karena semangatnya menjalani proses pengobatan serta berkat do’a dan bantuan dari sedekaholic sekalian.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh Suniah

Bu arsini menderita Kanker Tulang Hidung

Bu arsini menderita Kanker Tulang Hidung


NANI SURYANI (47, Tumor Ganas Ovarium). Alamat : Dusun Cigebot, RT 5/6, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nani menderita tumor ganas ovarium, awalnya sempat dikira sedang hamil karena disertai mual-mual, kehamilam memang dinantikannya setelah 20 tahun berkeluarga, setelah satu bulan perut membesar seperti enam bulan kehamilan, barulah diperiksa ke dokter, dokter pun menyarankan rontgen dan rujuk ke RSHS Bandung, hasil diagnosa dari RSHS Ibu Nani positif terkena Tumor Ganas Ovarium, Ibu Nani sangat sedih akan kejadian tersebut namun Bapak Lomri (47), suaminya terus mendampingi dan memotivasinya untuk tetap sabar. Bapak Lomri hanya bekerja sebagai buruh di peternakan ayam di kampungnya, penghasilannya hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari saja. Ibu Nani memiliki kartu KIS sehingga untuk biaya rumah sakit ditanggung oleh pemerintah. Sampai saat ini sudah sembilan kali kontrol ke RSHS Bandung. Atas ijin Allah, kurir #SedekahRombongan  Ciamis dipertemukan dengan Ibu Nani dan memberikan bantuan untuk transportasi Ciamis-Bandung dan akomodasi. Ibu Nani merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan #SedekahRombongan. Semoga Ibu Nani dapat cepat dioperasi dan kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Ibu nani menderita Tumor Ganas Ovarium

Ibu nani menderita Tumor Ganas Ovarium


DEDI CAHYADI (36, Pneumonia). Alamat : Dusun Kidul, RT 11/9, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi adalah pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Ciamis menderita radang paru-paru basah setelah 13 hari beliau di rawat di RSUD Ciamis Alhamdulillah keadannya membaik, Selasa kemarin pulang dan rawat jalan kemudian Jumat, 20 November mendatang kembali kontrol ke RS Permata Bunda Ciamis, Pekerjaan pak Dedi sebagai Satpam di salah satu pabrik yang berada di Tangerang, menjadikan beliautulang punggung keluarga dan harus menafkahi istrinya Siti Usnayah yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga. Selain itu pak Dedi masih memiliki tanggungan biaya sekolah kedua anaknya. Sementara istri dan anaknya tinggal di rumah mertuanya di Tangerang. Pak Dedi memiliki jaminan kesehatan KIS. Atas ijin Allah, kurir #SedekahRombongan Ciamis dipertemukan denga pak Dedi dan ikut memberikan bantuan kedua untuk transportasi. Pak Dedi merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan #SedekahRombongan. Sekarang pak Dedi sedang rawat jalan dirumah. Semoga pak Dedi dapat kembali sehat dan bias kembali bekerja sehingga dapat segera mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Sebelumnya pak Dedi pasien Rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Pak dedi menderita Pneumonia

Pak dedi menderita Pneumonia


ICEUH BINTI ADAM (60, Tumor Paru-Paru) Kampung Antawis, RT 1/8, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mak Iceuh akrab kami memanggil sudah beberapa tahun belakangan tidak bisa beraktifitas seperti biasanya dikarenakan kondisi tubuhnya yang sakit. Mak Iceuh sering merasakan sesak nafas yang disertai dengan nyeri di dada juga Demam, saat memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas oleh dokter di Puskesmas Mak Iceuh dirujuk ke RSUD Kota Bogor agar bisa mendapatkan pemeriksaan yang lebih detail. Di RSUD Kota Bogor Mak Iceuh pun menjalani beberapa tahapan pemeriksaan dan pada kesimpulannya dokter mendiagnosa ada Tumor Jinak di Paru – Paru Mak Iceuh dan harus segera dilakukan operasi pengangkatan Tumor tersebut. Memang untuk biaya pengobatan sudah dicover oleh BPJS Mandiri kelas 3 yang dimiliki oleh Mak Iceuh namun yang menjadi kendala adalah kondisi badan Mak Iceuh yang tidak stabil karena Mak Iceuh jarang mengkonsumsi makanan yang bernutrisi serta tidak adanya biaya untuk akomodasi ke RSUD Kota Bogor. Mak Iceuh tinggal dengan anak semata wayangnya yang bekerja sebagai buruh serabutan sehingga tidak bisa memberikan makanan yang bernutrisi untuk ibundanya. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan berkesempatan bersilaturahmi kerumah Mak Iceuh untuk menyampaikan titipan para #Sedekaholic. Bantuan awalpun disampaikan yang digunakan untuk membeli makanan yang bernutrisi serta untuk biaya akomodasi dan menebus obat yang tidak dicover oleh BPJS. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Mak Iceuh untuk menggapai kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu iceuh menderita Tumor Paru-Paru

Ibu iceuh menderita Tumor Paru-Paru


MIDAH ISTIKOMAH (26, Radang Sendi). Alamat : Dusun Cikares, RT 7/2, Desa Harummandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Seharusnya masa produktivitas kita dalam kondisi maksimal. Bekerja, mengurus rumah tangga atau melakukan kegiatan lainnya yang kita sukai. Tapi tidak demikian dengan Midah, sejak kelas 1 SMA (tahun 2006), Neng Midah, begitu biasa dia disapa, didiagnosis terkena radang sendi. Pada awalnya, dia merasa lemas dan kesulitan beraktivitas. Kemudian, lama kelamaan badannya menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan sama sekali. Orangtuanya Bapak Hadnan (…) dan ibu Munawaroh, tidak menyangka penyakit yang diderita anaknya cukup serius, sehingga pada saat itu Neng Midah hanya dibawa ke tukang pijat di kampungnya Kondisi ekonomi kedua orang tuanya tidak memungkinkan untuk membawa neng Midah ke dokter. tahun 2011 kedua orang tua Neng Midah berpisah, dan Neng Midah dirawat ibunya seorang diri. Pada sekitar tahun 2015, ada dermawan di daerah Kabupaten Pangandaran tergerak hatinya untuk membantu Neng Midah dengan membuatkan BPJS Kesehatan Mandiri dan Neng Midah pun dibawa ke RS Siaga Medika, Banyumas, Jawa Tengah. Disana diputuskan bahwa harus dilakukan tindakan operasi. Akhirnya operasi dilakukan sebanyak empat kali dalam kurun waktu 6 bulan. Berita mengenai Neng Midah pertama kali diketahui dari media sosial, dimana kurir #SedekahRombongan Pangandaran mendapatkan informasi bahwa ada warga yang sakit dan butuh bantuan. Kemudin kurir #SedekahRombongan Pangandaran, segera mengunjungi Neng Midah di rumahnya dan bersilaturahim dengan keluarganya. Dari situlah kurir #SedekahRombongan mengetahui bahwa Neng Midah harus kontrol ke RS karena kondisi kakinya yang terus mengeluarkan darah. Dari ibunya, diketahui juga bahwa pada saat itu donatur yang biasa membantu tidak bisa membantu karena sesuatu dan lain hal. dengan dana dari sedekaholics disampaikan kurir #SedekahRombongan membantu biaya transportasi dan akomodasi dari rumah neng Midah sampai ke RS Siaga Medika. Alhamdulillah, akhirnya Neng Midah bisa kontrol dan mendapatkan perawatan lebih baik, terima kasih sedekaholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @dedesaefudin @fhierda @indarkusnandar

Midah menderita Radang Sendi

Midah menderita Radang Sendi


ODAH BINTI ODIH (58, Ca Ovarium). Alamat : Kampung Legok Yenang, RT 3/4, Kelurahan Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mak Odah biasa kami memanggil sejak awal tahun 2016 sering merasakan demam disertai muntah. Karena dikira hanya masuk angin biasa akhirnya Mak Odah hanya mengkonsumsi obat – obatan warung saja tanpa memeriksakan kondisi kesehatannya ke balai pengobatan apapun. Namun lama kelamaan sakit yang dirasakan pun berbeda, Mak Odah merasakan ada benjolan dibagian bawah perutnya yang makin hari semakin membesar. Akhirnya Mak Odah memberanikan diri untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas Babakan Madang dengan menggunakan BPJS mandiri kelas 3 dan oleh pihak puskesmas ia dirujuk ke RSUD Cibinong yang dilanjutkan dirujuk kembali ke RS. Fatmawati Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Mak Odah mengidap Kanker Ovarium dan harus segera menjalani operasi agar penyakit tersebut tidak semakin parah, namun pengobatan tersebut terpaksa terhenti karena tidak adanya biaya yang dimiliki Mak Odah untuk ongkos dan akomodasi ke RS. Fatmawati. Pak Jaya yang merupakan suami Mak Odah hanya bekerja sebagai kuli di pabrik tapioka di daerah Sentul dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan. Mendengar kabar tersebut, kurir #SedekahRombongan pun dipertemukan oleh Mak Odah untuk menyampaikan dana titipan para #Sedekaholic. Bantuan dari para #Sedekaholic akan digunakan untuk biaya akomodasi Mak Odah ke RS. Fatmawati untuk melanjutkan pengobatannya. Mari kita doakan semoga Mak Odah segera diangkat penyakitnya oleh Allah Swt. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @kartimans1 @hendri.grohl @rexy_eas

Bu odah menderita  Ca Ovarium

Bu odah menderita Ca Ovarium


BAYI HUSNEH (1, Hydrocephalus + Prematur). Alamat : Kampung Bulak Amah, RT 4/6, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Adik Kecil ini dipanggil Bayi Husneh karena kedua orang tuanya yaitu Bu Husneh dan Pak Endin belum memberikan nama untuk anak tercintanya yang lahir premature diusia kandungan 8 bulan. Awalnya bu Husneh tidak merasa akan melahirkan diusia kandungan yang masih 8 bulan, ketika ia sedang mencuci tiba – tiba merasakan perutnya sakit yang teramat sangat yang membuat dirinya dibawa ke Bidan dekat rumah oleh keluarganya. Oleh Bidan tersebut dikatakan bahwa Bu Husneh akan melahirkan namun karena tekanan darahnya yang tinggi terpaksa Bu Husneh harus dirujuk ke RSUD Kota Bogor. Sesaat setelah melahirkan, Bayi Bu Husneh terlihat lemah, tidak aktif serta tidak mau menyusu kepada ibunya. Oleh dokter yang merawat akhirnya Bayi Husneh dimasukan kedalam Incubator. Hingga diumur hampir 3 minggu Bayi Husneh masih dirawat di RSUD dengan tetap dalam pengawasan dokter. Ketika melahirkan Bu Husneh belum memiliki jaminan kesehatan sehingga untuk proses persalinan menggunakan biaya umum. Baru setelah beberapa hari dirawat baru KIS PBI untuk Bu Husneh dan Bayinya selesai dibuat dan bisa digunakan. Saat ini Bu Husneh masih memiliki hutang sebesar Rp. 4.900.000 untuk biaya persalinan di RSUD. Pak Endin sehari – hari bekerja sebagai pedagang sayur keliling dengan penghasilan tidak menentu bercerita bahwa ia kebingungan untuk membayar sisa hutang karena sejak awal Nopember ia tidak berjualan karena modalnya habis untuk biaya persalinan istrinya. kurir #SedekahRombongan diberikan kesempatan untuk menyampaikan bantuan para #Sedekaholic yang akan digunakan untuk membantu meringankan beban yang dirasakan Pak Endin dan Bu Husneh membayar tagihan di Rumah Sakit. Semoga Allah memberikan kekuatan untuk Bu Husneh dan Pak Endin dalam menghadapi setiap cobaannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bayi husneh menderita Hydrocephalus + Prematur

Bayi husneh menderita Hydrocephalus + Prematur


KOKOY BINTI AHMAD (62, Kanker Tiroid). Alamat : Kampung Sindang Sari RT 3/2, Kelurahan Palasari, Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Bu Kokoy sejak setahun lalu merasakan ada perubahan yang aneh dibagian lehernya dengan tumbuh benjolan yang tiap hari makin membesar. Karena merasa khawatir ia pun memberanikan diri untuk berobat ke Puskesmas ditemani oleh Pak Diding (66) Suaminya. Pihak Puskesmas menyarankan untuk melanjutkan pengobatan ke RSUD. Sukabumi agar mengetahui penyakit apa yang sebenarnya diderita Bu Kokoy. Setelah melakukan berbagai rangkaian pemeriksaan di RSUD. Sukabumi didapatkan hasil bahwa Bu Kokoy menderita sakit Kanker Tiroid dan harus segera menjalani pengobatan lanjutan agar sel kankernya tidak makin menyebar. Bu Kokoy pun dirujuk untuk ke RS. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena di RSUD. Sukabumi tidak memiliki peralatan medis yang cukup. Memang untuk biaya pengobatan sudah tercover oleh Kartu Indonesia Sehat yang dimilikinya namun hingga saat ini Bu Kokoy belum berangkat ke RSHS karena tidak adanya biaya untuk ongkos dan akomodasi ke RSHS karena Pak Diding yang hanya bekerja sebagai petani dengan penghasilan tidak menentu sehingga hanya cukup untuk makan sehari – hari. Anak – anak Bu Kokoy pun juga tidak membantu banyak untuk pengobatan orang tuanya karena hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan ibu rumah tangga. Bantuan awalpun disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk Bu Kokoy yang akan digunakan untuk biaya akomodasi dan transportasi ke RSHS untuk melanjutkan pengobatannya. Semoga Allah menyembuhkan penyakit yang dirasakan Bu Kokoy. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Bu kokoy menderita Kanker Tiroid

Bu kokoy menderita Kanker Tiroid


NITA ROSDIANA (43, Ca Mammae). Alamat : Kampung Cimoboran, RT 4/1, Kelurahan Sukaweing, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bu Nita sudah sejak 6 tahun yang lalu didagnosa oleh dokter di RSUD. Kota Bogor mengidap penyakit Kanker Payudara, namun sudah beberapa tahun ia didiagnosa mengidap Kanker Payudara, Bu Nita sudah mengidap penyakit Stroke dan tidak bisa melakukan kegiatan apapun. Di tambah lagi Bu Nita ditinggal pergi untuk selamanya oleh suaminya yang bernama Pak Ismunaji (48). Kini Bu Nita hanya bisa terbaring lemah di ICU RSUD Kota Bogor karena kondisinya yang makin menurun setiap harinya, terkadang Bu Nita menjerit karena tidak kuat menahan sakit yang dideritanya. Pihak keluarga yang diwakili oleh Adiknya Bu Nita bercerita bahwa memang untuk pengobatan Bu Nita sudah dijamin oleh BPJS kelas 3 yang dimilikinya namun yang jadi permasalahan adalah biaya akomodasi dan bekal selama dirumah sakit keluarga yang menjaga Bu Nita ditambah lagi biaya untuk sekolah anak – anaknya yang merupakan yatim. Kurir #SedekahRombongan yang datang mengunjungi Bu Nita di RSUD. Kota Bogor merasakan kesulitan yang dirasakan oleh Bu Nita dan keluarga. Bantuan awalpun disampaikan untuk Bu Nita yang akan digunakan sebagai biaya akomodasi dan untuk biaya sehari – hari anak – anaknya. Mari kita doakan semoga allah meringankan sakit yang dirasakan Bu Nita. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abahaccit @rexy_eas

Ibu nita menderita Ca Mammae

Ibu nita menderita Ca Mammae


AGUS BIN IDIK (14, Infeksi Saluran Kencing). Alamat : Kampung Ciwalen, RT 4/11, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Agus merupakan pelajar kelas 2 Smp di kawasan Cianjur yang sejak setahun lalu selalu merasakan sakit pada saat buang air kecil (BAK) bahkan terkadang Agus tidak bisa buang air kecil yang membuat kegiatan belajar Agus menjadi terganggu. Setelah Agus bercerita ke orang tuanya, Pak Idik (35) dan Bu Icih (32) membawa Agus ke Puskesmas agar bisa mengetahui apa penyebab Agus menjadi susah BAK. Setelah diperiksa oleh dokter di Puskesmas, Agus hanya diberikan rujukan ke RSUD. Cianjur untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Oleh dokter di RSUD. Cianjur Agus didiagnosa mengidap Infeksi Saluran Kencing dan agus harus rutin check up ke RSUD. Cianjur untuk mengobati penyakit yang dideritanya, namun kini Agus tidak bisa melanjutkan pengobatannya karena tidak adanya biaya untuk ongkos dari rumah ke RSUD. Cianjur. Pak Idik hanya bekerja sebagai guru honorer di sebuah sekolah dasar di Cianjur dengan penghasilan hanya cukup untuk makan sehari – hari Pak Idik dan keluarga. BPJS Mandiri kelas 3 yang dimilikipun jadi tidak bisa digunakan karena tidak adanya uang untuk akomodasi ke Rumah sakit. Agus juga tergolong anak yang berprestasi di sekolahnya dan sudah beberapa hari tidak bisa bersekolah karena sering merasakan sakit jika tidak bisa BAK. Kurir #SedekahRombongan yang datang pun menyampaikan bantuan dari para #Sedekaholic untuk Agus agar dapat melanjutkan pengobatannya ke RSUD. Cianjur. Semoga Agus tetap bersemangat untuk menggapai kesembuhan agar dapat kembali bersekolah dan berprestasi seperti biasa. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Agus menderita Infeksi Saluran Kencing

Agus menderita Infeksi Saluran Kencing


SUHANAH BINTI BASRI (65, Adenoid Cyctic Carcinoma). Alamat : Kampung Pasir Baliung, RT 3/4, Kelurahan Bojong Kokosan, Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Bu Anah kami memanggilnya sudah sejak akhir tahun 2015 merasakan ada yang aneh dengan kondisi kesehatannya, berawal dari tumbuhnya benjolan kecil di belakang telinga yang ia pikir akan sembuh dengan sendirinya. Tak disangka sejak adanya benjolan di belakang telinga tersebut Bu Anah sering merasakan demam tinggi secara berulang – ulang akhirnya ia memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas Parung Kuda dan langsung diberikan rujukan untuk Ke RSUD. Sukabumi untuk untuk cek laboratorium. Dari hasil cek yang didapat dari RSUD. Sukabumi, Bu Anah didiagnosa mengidap Adenoid Cyctic Carcinoma dan harus segera dirujuk ke RS. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan perawatan lanjutan dari penyakit yang dideritanya. Untuk menjalani proses pengobatan Bu Anah menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Namun karena keterbatasan biaya yang dimiliki untuk ongkos ke Bandung dan bekal selama di Bandung akhirnya niat tersebut belum dilaksanakan sampai sekarang. Pak Suwardi (58) suami Bu Anah hanya bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan diberikan kesempatan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholic untuk membantu biaya transportasi dan bekal selama menjalani proses pengobatan di RSHS Bandung. Semoga Allah memudahkan ikhtiar pengobatan yang dilakukan oleh Bu Anah. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Ibu suhanah menderita  Adenoid Cyctic Carcinoma

Ibu suhanah menderita Adenoid Cyctic Carcinoma


MURTADHO BIN TATA SAJIDIN (9, Susp. Tumor Telinga). Alamat : Kampung Babakan Nangka, RT 5/11, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat. Dodo adalah pelajar sekolah kelas 2 Sekolah Dasar di Cianjur yang sejak berusia 7 tahun memiliki benjolan di belakang telinga yang jika akan terasa sakit jika benjolan tersebut di pegang. Benjolan tersebut makin hari makin membesar karena tidak ada pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh keluarga Dodo dengan alasan tidak tau bagaimana birokrasi yang ada dirumah sakit jika menggunakan BPJS PBI yang dimiliki oleh Dodo, alhasil selama ini Dodo hanya berobat di pengobatan tradisional namun tidak ada perkembangan yang signifikan. Kini Dodo sudah mulai malas bersekolah karena malu sering diejek oleh teman – temannya. Ketika dikunjungi oleh kurir #SedekahRombongan orang tua Dodo bercerita tidak memiliki pengetahuan apapun tentang birokrasi di rumah sakit dan tidak memiliki biaya untuk ke rumah sakit. Orang tua Dodo masih berfikir walaupun punya jaminan kesehatan tapi nantinya tetap harus membayar biaya pengobatan dengan biaya yang besar jadi niat Dodo untuk diperiksakan ke Puskesmas dan Rumah sakit pun urung dilakukan oleh orang tua Dodo yang hanya bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan. Setelah diberikan masukan oleh Kurir #SedekahRombongan akhirnya orang tua Dodo pun mengerti dan akan memeriksakan kondisi Dodo ke Puskesmas agar Dodo mendapatkan pelayanan kesehatan untuk mengobati sakit yang dirasakan. Bantuan awalpun disampaikan untuk Dodo yang akan digunakan sebagai biaya akomodasi Dodo periksa ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD. Cianjur dengan tetap akan didampingi oleh Kurir #SedekahRombongan. Semoga kebaikan para Sedekaholic dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Dodo menderita Susp. Tumor Telinga

Dodo menderita Susp. Tumor Telinga


RAFI ARYA SATYA (3, Hydrocephalus). Alamat : Jl. Kasuari 03, RT 7/3, Desa Tegalreja, Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. Anak pasangan Mia Rusmiati 28 tahun, dan Muhamad Armanto 29 tahun, ini lahir dari keluarga yang ayahnya bekerja sebagai seorang sopir antar jemput anak sekolah.  Di bulan November 2012 pada usia Rafi yang baru berusia 40 hari, Rafi menderita sakit panas dan setelah panasnya turun, Rafi mengalami kejang-kejang. Oleh orangtuanya, Rafi dibawa ke RS. Hermina Bogor dan karena memerlukan pemeriksaan lebih detail, maka Rafi dirujuk untuk dibawa ke RS lain yang lebih lengkap alatnya, untuk dilakukan CT Scan. Setelah dilakukan proses CT Scan di RS. Azra, Rafi di diagnosa menderita hydrocefalus dan dirujuk ke RS. PMI Bogor dan kemudian setelah dirawat di RS. PMI Bogor, Rafi dirujuk kembali ke RSCM Jakarta. Setelah dilakukan perawatan di RSCM, Rafi dirujuk kembali ke RS. Sardjito Yogyakarta untuk dilakukan operasi pemasangan selang di kepalanya. Karena keadaan ekonomi semakin sulit dan untuk pengobatan Rafi membutuhkan biaya dan waktu yang panjang, maka ayah Rafi memutuskan untuk kembali ke Bogor agar dapat bekerja menjemput nafkah. Sehingga Rafi dan orang tuanya kembali ke Bogor dan tinggal di rumah kontrakan di daerah Bantar Jati Atas, RT 3/13, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Setelah di bulan Oktober 2016 pada rombongan 914 diberikan bantuan akomodasi kontrol ke RS Sardjito Yogyakara, Kali ini bantuan lanjutan diberikan untuk pembelian alat Nasogastric Tube (NGT) untuk Rafi. Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi Rafi. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Rafi menderita Hydrocephalus

Rafi menderita Hydrocephalus


IYAH BINTI AYIH (71, Patah Kaki). Alamat : Kampung Kadumanggu, RT 3/2, Kelurahan Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mak Iyah biasa kami memanggil sudah beberapa bulan ini terpaksa berjalan dengan menyeret kakinya akibat tertabrak mobil saat sedang bekerja mencari barang bekas bersama cucunya. Karena tidak memiliki biaya dan jaminan kesehatan untuk berobat alhasil Mak Iyah hanya bisa mengurut kakinya agar tidak terlalu sakit. Dengan sakit yang sedang dirasakan Mak Iyah, Ia terpaksa tidak bisa bekerja mencari barang bekas dan hanya Cucunya saja yang bekerja mencari barang bekas. Mak Iyah dan cucu nya tinggal disebuah rumah yang tidak layak huni di daerah Babakan Madang. Bangunan berukuran 5×6 meter tersebut beratapkan daun pisang serta berdinding papan serta beralaskan tanah. Anak Mak Iyah sudah sejak beberapa tahun yang lalu dengan meninggalkan Mak Iyah dan cucunya berdua. Kurir #SedekahRombongan yang mendapat kabar tentang keadaan Mak Iyah dan cucunya langsung mendatangi kediaman Mak Iyah. #SedekahRombongan bersinergi dengan Sekolah Relawan untuk membantu merenovasi rumah Mak Iyah menjadi lebih layak huni serta membantu Mak Iyah mengurus jaminan kesehatan agar Mak Iyah bisa melakukan pengobatan kakinya ke Rumah Sakit. Bantuan awalpun disampaikan untuk Mak Iyah yang digunakan untuk membuat BPJS. Semoga Allah memberikan kesembuhan dan kekuatan untuk Mak Iyah dan cucunya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @hendri.grohl @kartimans1 @rexy_eas

Bu iyah menderita Patah Kaki

Bu iyah menderita Patah Kaki


DJUWITA BINTI DJUAN (56, Paru-Paru + Kista Ovarium). Alamat : Jl. Ters. PSM Dalam No. 265 RT 10/6, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Panggilan akrabnya Ibu Djuwita. Baru-baru ini Ibu Djuwita didiagnosa menderita penyakit paru dan kista ovarium. Gejala awalnya terjadi pada bulan September 2016; seluruh tubuhnya membengkak dan perutnya membesar. Ibu Djuwita kemudian dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pindad, Bandung dan dirawat selama tiga hari. Selama dirawat inap, ia menjalani serangkaian pemeriksaan, salah satunya Thorax PA. Ibu Djuwita didiagnosa menderita penyakit paru dan kista ovarium. Untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut, Ibu Djuwita dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menurut dokter RSHS Bandung, Ibu Djuwita harus menjalani operasi kista ovarium yang dijadwalkan pada Kamis (17/11). Pada tanggal tersebut, Ibu Djuwita seharusnya menjalani operasi, namun karena hasil pemeriksaan pada Senin (14/11) menunjukkan kondisi gula darahnya tinggi, Ibu Djuwita dijadwalkan ulang untuk menjalani operasi pada Senin (21/11). Sebelum dioperasi, Ibu Djuwita pun disarankan dokter untuk menjalani rawat inap terlebih dahulu pada Jumat (18/11). Keadaan Ibu Djuwita saat ini sangat mengkhawatirkan. Ia sering mengalami pusing dan hanya bisa tergolek lemah tak berdaya di atas tempat tidurnya. Ibu Djuwita memiliki suami bernama Adih (63) dan empat orang anak. Saat ini, Adih hanya bekerja serabutan, sehingga penghasilannya sangatlah minim dan tak menentu. Himpitan ekonomi yang harus mereka hadapi membuat keluarga ini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan Ibu Djuwita. Selama berobat, Ibu Djuwita hanya mengandalkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, atas informasi dari Ajeng (tetangga Ibu Djuwita), kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahim dengan keluarga Ibu Djuwita. Dengan empati sedekahilics, pada kesempatan itu kurir #SedekahRombongan juga menyampaikan titipan langit melalui #SedekahRombongan berupa uang kepada keluarga Ibu Djuwita. Bantuan pertama ini digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke RSHS Bandung dan untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga titipan langit dari sedekaholic #SR ini dapat membuka jalan kesembuhan bagi Ibu Djuwita. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda @Dzim_dzim

Ibu djuwita menderita  Paru-Paru + Kista Ovarium

Ibu djuwita menderita Paru-Paru + Kista Ovarium


SUMIATI BINTI KASAN (42, Gangguan Jiwa). Alamat :  Jl. Binong Kidul No. 90A/127C RT 4/3, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu yang memiliki satu anak ini adalah istri Bapak Sutisna. Suaminya bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Kiaracondong, Kota Bandung. Karena profesi suaminya yang hanya buruh kecil tersebut, keluarga mereka hidup dalam kesederhanaan, bahkan sering mengalami kesulitan ekonomi. Kesedihan dan kesusahan keluarga mereka bertambah ketika pada tahun 2014 Ibu Sumiati mengalami tekanan batin dan stress berat. Ibu Sumiati mengalami gangguan jiwa dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa Nur Ilahi Bandung selama 10 hari. Walaupun Ibu Sumiati sudah tenang dan kembali ke rumah, Bapak Sutisna tidak bisa meninggalkan rumah dan bekerja dalam waktu yang lama. Ia khawatir istrinya itu kembali mengalami gangguan jiwa dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Akibat penghasilannya sebagai kuli panggul semakin sedikit, suami Ibu Sumiati tidak mampu membeli obat penenang atau memeriksakan Ibu Sumiati secara rutin ke Rumah Sakit Jiwa. Puncak penderitaan dan kesusahan keluarga Bapak Sutisna terjadi lagi pada bulan Juli 2016. Ibu Sumiati kembali mengalami gangguan jiwa yang semakin berat. Ia sering berteriak-teriak sendiri, mengganggu ketenteraman masyarakat, dan beberapa kali melakukan tindak kekerasan kepada anaknya yang baru berusia 11 tahun. Karena kondisi istrinya yang semakin meresahkan, Ketua RT beserta beberapa warga yang peduli berusaha mencari solusi agar dapat membatu Suami dan anak Ibu Sumiati tersebut. Sampailah kabar duka keluarga dhuafa tersebut kepada Kurir #SedekahRombongan, melalui Ibu Nani Rohaeni (Ketua RT) dan beberapa pemuda Karang Taruna di daerah setempat. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dapat berkunjung dan bersama-sama membicarakan cara untuk menolong Ibu Sumiati beserta keluarganya. Pada kunjungan pertama tersebut, kurir #SedekahRombongan juga alhamdulillah dapat menyampaikan titipan #Sedekaholics, berupa uang. Bantuan awal yang diterima suaminya ini digunakan untuk biaya transportasi mengurus pembuatan Surat Keterangan Miskin (SKM), meminta surat rujukan dari Puskesmas, dan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa. Pada tanggal 5 Agustus 2016, kurir #SedekahRombongan bersama pengurus dan warga setempat berusaha membujuk Ibu Sumiati untuk dibawa ke rumah sakit. Pada saat itu Ibu Sumiati sedang mengamuk dan berusaha kabur. Alhamdulillah, dengan menggunakan MTSR kurir #SedekahRombongan bersama suami Ibu Sumiati dan para pengurus berhasil membawanya ke Rumah Sakit Jiwa Propinsi Jawa Barat di Cisarua Lembang Kabupaten  Bandung Barat. Ia akhirnya dirawat di RSJ binaan Pemprov Jabar ini dengan menggunakan Jaminan kartu BPJS. Alhamdulillah #SedekahRombongan juga dapat menyampaikan bantuan awal pada bulan Agustus 2016 yang digunakan untuk biaya akomodasi selama ia dirawat dan biaya sehari-hari keluarganya. Pada Oktober 2016 kurir #SedekahRombongan kembali mengunjungi keluarga Ibu Sumiati. Atas empati#Sedekaholics, alhamdulillah kurir #SedekahRombongan di Bandung kembali memberinya bantuan untuk melanjutkan pengobatan dan perawatan Ibu Sumiati di RSJ Cisarua Lembang Kab. Bandung Barat dan untuk memperbaiki gubuknya yang bocor dan hampir runtuh. Pertengahan bulan November 2016, kembali kurir #SedekahRombongan bersilaturahim dengan keluarga Ibu Sumiati. Kondisinya saat ini belum mengalami banyak perkembangan, emosinya seringkali masih tidak terkontrol dan kini ia harus menjalani check up di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Jalan Riau 11, Bandung. Alhamdulillah, #SedekahRombongan pun kembali menyampaikan bantuan ke-4 kepada keluarga Ibu Sumiati yang digunakan untuk biaya check up di RSJ Riau 11. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 904.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 November  2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda @Lisdamojang @trietan

Ibu sumiati menderita Gangguan Jiwa

Ibu sumiati menderita Gangguan Jiwa


RAHMANSYAH BIN MARTONO (7, TB. Tulang). Alamat: Blok Nyongat, RT 8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Sampai usianya yang kini sudah menginjak usia 6 tahun, Rahmansyah tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena sakit berat yang ia derita. Saat usia satu tahun ia  mengalami hydrocephalus. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, ia dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Saat berusia 2 tahun ia mengalami TB Tulang kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini, sudah empat tahun orangtua Rahmansyah berikhtiar di RSHS Bandung untuk kesembuhan anak keduanya ini. Satu minggu sekali dia kontrol dan dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat ini. Sampai saat ini perkembangan Rahmansyah sangat menggembirakan. Pascaoperasi ia sudah bisa berjalan, setelah dilakukan pemasangan sepatu untuk memudahkan ia berjalan serta bermain seperti anak-anak se-usianya. Dengan dukungan sedekaholics #SR, ia rajin menjalani fisioterapi seminggu 3 kali di RSHS Bandung. Rahmansyah juga semakin rajin bersekolah di TK bersama teman-teman seusianya. Ia bersemangat saat belajar membaca, menulis dan berhitung di sekolah yang tidak jauh dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Putra  bungsu dari keluarga dhuafa ini masih membutuhkan dukungan para dermawan. Ayah Rahmansyah, yaitu Martono (55), sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibundanya, Aisyah (37) hanyalah ibu rumah tangga biasa. Selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung, Rahmansyah menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas. Untuk kelanjutan terapi Rahmansyah, alhamdulillah, #SedekahRomnongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk anak periang ini. Bantuan yang diterima ibunya di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi ke Jakarta untuk kontrol pasca pembuatan sepatu kaki kanan Rahmansyah yang terkena TB. Tulang. Pemasangan sepatunya alhamdulillah berhasil. Semoga Rahmansyah segera dapat pulih dari penyakitnya. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 883.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda  @avinptr@hapsarigendhis

Rahmansyah menderita TB. Tulang

Rahmansyah menderita TB. Tulang


YATI CAHYATI (32, Tumor Mansentarial). Alamat : Kampung Cigadog RT 7 RW 6 Desa Cigadog Tugu, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Panggilannya Teh Yati. Ia kini tinggal bersama ibu, ayah dan  ayahnya setelah beberapa tahun menjanda. Ia tak punya kegiatan lain selain membantu ibunya, Ibu Waqi (52) di rumah dan sekali-kali menemani bapaknya, Pak Jaja (61) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tak menentu dan tak seberapa. Teh Yati dan keluarganya termasuk keluarga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi, semenjak Teh Yati mengalami sakit sejak tahun 2014, kehidupan ekonomi mereka semakin terpuruk. Gejala sakitnya berawal ketika Teh Yati kerap Buang Air Besar (BAB) dengan frekwensi yang tidak normal. Seiring waktu muncul benjolan di daerah sekitar anus. Saat itu ia sedang hamil tua. Berbekal BPJS Mandiri Kelas 3, orangtuanya terus memeriksakan Yati ke Puskesmas Leuwisari dan RSUD Rancamaya. Di salah satu RSUD Kabupaten Tasikmalaya ini ia sempat dua minggau dirawat juga setelah melahirkan anaknya yang meninggal tak lama setelah terlahir. Seperti penuturannya pada kurir #SedekahRombngan, untuk menyembuhkan penyakitnya, ia juga pernah dirawat di RSUD Sukarjo Kota Tasikmalaya selama 19 hari. Ia didiagnosa mengidap Tumor Mensentarial. Tim medis di RSUD Sukarjo kemudian merujuk pananganan medisnya ke RSHS Bandung. Pada 27 Oktober 2016 ia sempat diantar MTSR Tasikmalaya untuk mengawali ikhtiarnya di Kota Kembang. Bersama ibunya ia tinggal di RSSR Bandung sampai saat ini. Selama pemeriksaan di RSHS Teh Yati telah menjalani pmeriksaan lab, rontgen, USG, bahkan biopsi. Hasil Patology Anatomy (PA)-nya sudah ada. Eh Yati harus menjalani Kolonoskopi pada 29 November 2016. Berempati atas apa yang dialami Teh Yati dan keluarganya, kurir #SR bersyukur dapat memberinya bantuan awal yang digunakan untuk biaya membeli obat, pempers, biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Ibu yati menderita Tumor Mansentarial

Ibu yati menderita Tumor Mansentarial


RUSYDIYYAH AWWALIYAH (4, Bocor Jantung). Alamat : Kampung Pahing, RT 3/2, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Balita yang akrab dipanggil Diyyah ini didiagnosa menderita jantung bocor sejak usia 7 bulan. Kedua orang tua Diyyah memeriksakan kondisi Diyyah ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Pihak medis menyarankan agar Diyyah segera menjalani rawat inap di rumah sakit, akan tetapi karena orang tua Diyyah tidak memiliki biaya akhirnya Diyyah dibawa pulang dan dirawat di rumah seadanya. Tak lama, keadaan Diyyah semakin memprihatinkan karena badannya membiru. Oleh karena itu, kedua orang tua Diyyah merasa ketakutan dan segera membawa anaknya ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Setelah menjalani pemeriksaan, pihak medis segera memberi rujukan agar Diyyah dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Diyyah memeliki jaminan kesehatan jenis BPJS Mandiri kelas 3 untuk menjalani pengobatan. Namun, kedua orang tua Diyyah merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi sekaligus akomodasi selama perawatan di rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Ayah Diyyah, Bapak Juhenda (39) hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan sangat minim. Sedangkan Ibunya bernama Ibu Iis Ismayanti (26) tahun adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang tidak memiliki pekerjaan sampingan. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Diyyah dan keluarga sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada Diyyah untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Semoga Allah semakin mempermudah jalan Diyyah untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.250.000
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu rusdiyyah menderita Bocor Jantung

Ibu rusdiyyah menderita Bocor Jantung


FAQIH HIDAYAT (2, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Cibuah, RT 3/13, Desa Nanggela, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Faqih merupakan balita yang masih berumur 2 tahun. Di usia yang masih sangat kecil ia harus menahan sakit akibat adanya gangguan pada jantungnya. Menurut pihak medis, ia terkena penyakit jantung bocor semenjak lahir. Penyakit yang diderita Faqih diketahui pada saat usianya 1 bulan. Saat itu, ia terkena disentri sehingga ia dibawa ke klinik terdekat. Menurut pemeriksaan dokter, Faqih positif menderita jantung bocor. Keadaan tersebut tentu sangat mengejutkan pihak keluarga. Kemudian, pihak dokter juga menyarankan agar Faqih segera dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kondisi kesehatan Faqih sering turun hingga keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan. Bulan Pebruari lalu, sudah 2 kali ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Kuningan Medical Centre (KMC). Selain itu, ia juga pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggajati Kuningan. Hasil pemeriksaan membuat Faqih harus segera dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita. Akhirnya ia dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita dan sudah menjalani kontrol kesehatan sebanyak 2 kali. Faqih menjalani kontrol kesehatan terakhir pada tanggal 24 Oktober 2016 lalu. Namun sayangnya, lubang jantung Faqih mengalami pelebaran sehingga harus segera menjalani operasi. Jadwal operasi telah dibuat, yaitu pada tanggal 22 Nopember 2016. Akan tetapi, tindakan operasi juga bergantung pada kondisi Faqih. Bila hasil Kolaborasi Bedah (KB) dan hasil pemeriksaan THT baik maka operasi bisa dilakukan. Saat ini Faqih sering menangis menahan sakit akibat kondisi kesehatan yang semakin memburuk. Selama menjalani pengobatan, Faqih menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Faqih merupakan anak dari pasangan suami istri Bapak Karsan (36) dan Ibu Yati Rahmawati (30). Saat ini Faqih dan Ibunya tinggal menumpang dan menggantungkan kehidupan sehari-hari kepada orang tua Ibu Yati. Ibu Yati sendiri tidak bekerja sama sekali sedangkan Bapak Karsan merupakan seorang supir yang tak tentu penghasilannya. Faqih membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Faqih sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh #SedekahRombongan kepada Faqih untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Faqih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.750.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Faqih menderita Jantung Bocor

Faqih menderita Jantung Bocor


SUNARSIH BINTI SOMADI (52, Paru-Paru Basah). Alamat : Dusun 1 Cipondok, RT 6/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Ibu Sunarsih ini menderita penyakit paru-paru basah. Penyakit tersebut beliau derita semenjak 3 bulan terakhir. Beliau sering mengeluhkan sakit pada bagian dadanya yang disertai dengan batuk-batuk bahkan sesak nafas. Selama ini beliau berobat jalan ke dokter umum yang ada di daerah tempat tinggalnya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, kurir #SedekahRombongan Kuningan bisa membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, beliau harus melakukan operasi pemasangan selang dari paru – parunya, karena kondisi paru-parunya sudah penuh dengan air bahkan jantungnya sudah bengkak. Oleh karena itu, saat ini beliau tengah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Sebelumnya, beliau telah mengupayakan pembuatan kartu BPJS Mandiri kelas 3 untuk meringankan biaya perawatan. Alhamdulillah kartu BPJS beliau sudah bisa dipakai. Biarpun demikian, beliau membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Akan tetapi, suami beliau Bapak Sutar (60) bekerja sebagai seorang petani yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah atas ijin Allah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kedua kepada Ibu Sunarsih untuk biaya transportasi dan akomodasi di rumah sakit. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin. Sebelumnya Ibu Sunarsih masuk kedalam rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu sunarsih menderita Paru-Paru Basah

Bu sunarsih menderita Paru-Paru Basah


AMAD BIN SUTARDI (20, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal . Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh Karena itu, kurir #SedekahRombongan segera membawa Amad ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Pada tanggal 11 november 2016 lalu, Amad telah melakukan biopsi di RSHS Bandung, dan telah dijadwalkan MRI pada bulan maret 2017. Kondisi kaki Amad saat ini semakin bertambah bengkak menjalar ke bagian  tumit kanannya. Amad memiliki kartu jaminan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (41) dan Ibu Castinah (37) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya pembelian obat diluar BPJS dan akomodasi selama menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan ketujuh kepada Amad untuk biaya pembelian obat dan akomodasi selama di Bandung. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Amad menderita Kanker Tulang

Amad menderita Kanker Tulang


WINDA YULIANA (12, TB Kelenjar). Alamat : Dusun Sukamulya, RT 3/5, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan. Ia merupakan siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Di usia 12 tahun, kesehatan Winda sedikit terganggu. Hal itu berkenaan dengan adanya benjolan di bagian sebelah kanan leher Winda. Benjolan di lehernya semakin hari semakin membesar hingga mengeluarkan nanah. Menurut pemeriksaan tim medis, ia didiagnosa menderita TB kelenjar. Beberapa waktu lalu, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dan meninggalkan lubang bekas nanah. Dengan dampingan #SedekahRombongan Kuningan, awal September lalu Winda menjalani operasi pengambilan sampel tumor pada lehernya. Saat ini winda sedang melakukan pengobatan rutin setiap dua minggu sekali. Sudah hampir tiga bulan Winda menjalani pengobatan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Dan setelah melakukan pemeriksaan minggu ini, Dokter merujuk pengobatan Winda selanjutnya ke Rumah Sakit Sahabat Jakarta. Alhamdulillah selama menjalani pengobatan Winda menggunakan bantuan jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI, sehingga sangat membantu proses pengobatan Winda, hanya saja Winda membutuhkan biaya transportasi dan pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Maklum saja, ayah Winda, Bapak Carya (56) adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan tak tentu. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan ketujuh untuk biaya transportasi dan biaya pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Winda demi kesembuhan penyakitnya. Aamiin. Sebelumnya Winda masuk ke dalam pasien rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Winda menderita

Winda menderita TB kelenjar


KARMINI BINTI KARTA (42, Hemorage). Alamat: Kp. Cilimus, RT 3/1, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Ini –akrab kami memanggil ibu 4 orang anak ini–, mengalami pendarahan sejak 6 bulan lalu. Berawal saat ia mengantar ibunya berobat di RSHS Bandung bulan April lalu, Teh Ini terpaksa harus masuk ruang IGD karena mengalami pendarahan hebat. Namun karena ia khawatir dengan keadaan ibunya yang juga sedang sakit, ia pun memaksakan diri untuk kembali beraktivitas. Meskipun saat itu dokter di RS tersebut menyarankan Teh Ini untuk melakukan pemeriksaan USG, namun ditunda karena harus merawat ibunya. Ia berpikir bahwa pendarahan tersebut akan sembuh dengan sendirinya, namun ternyata hampir setiap bulan kini ia mengalaminya, bahkan sampai pingsan karena lemas kekurangan darah. Teh Ini mengungkapkan keinginannya untuk berobat ke dokter kandungan, supaya bisa terdeteksi penyakit yang dideritanya. Namun ia terkendala biaya, maklum saja ia seorang janda dengan 4 orang anak yang juga tinggal bersamanya. Pekerjaannya tak menentu, kadang dapat penghasilan kadang tidak sama sekali. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Teh Ini dan keluarga. Insyaallah keinginannya untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan akan segera terwujud, karena kami kurir #SedekahRombongan membawa titipan donasi dari sedekaholic untuk Teh Ini. Titipan tersebut telah kami sampaikan, mudah-mudahan Allah segera menyembuhkan Teh Ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Bu karmini menderita Hemorage

Bu karmini menderita Hemorage


EPON FATIMAH (52, Tumor Paru). Alamat: Kp. Cilimus, RT 1/1, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Epon –akrab kami memanggil ibu dari 6 orang anak ini–, didiagnosa mengalami TB Paru sejak satu tahun lalu. Selama ini ia berobat ke klinik setempat dan mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Satu bulan terakhir ini ia kemudian dirujuk untuk melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa terdapat diagnosa penyakit baru di dalam tubuhnya, yakni tumor paru. Tim medis di RS tersebut kemudian merujuk Bu Epon ke RSHS Bandung untuk dilakukan tindakan terhadap tumornya tersebut. Ia pun berangkat ke Bandung menggunakan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) dengan didampingi kurir #SedekahRombongan. Setelah 2 hari melakukan serangkaian pemeriksaan di RS tersebut, Bu Epon disarankan untuk menjalani tindakan penyedotan cairan yang terdapat di dalam paru-parunya. Tindakan tersebut harus atas ijin keluarga karena memiliki resiko yang tinggi, setelah didapat kesepakatan dan ijin keluarga kini Bu Epon telah berada di ruangan rawat inap RSHS menunggu antrian untuk dilakukan operasi penyedotan pada paru-parunya. Allah mempertemukan kami yakni kurir #SedekahRombongan dengan Bu Epon adalah melalui perangkat desa Darangdan, mereka mengabarkan bahwa ada pasien yang sakit menahun dan sudah tidak memiliki biaya untuk berobat, maklum saja suaminya adalah seorang kuli pengambil getah karet di hutan karet milik pemerintah, penghasilannya tak menentu. Setelah melakukan survey, maka pertemuan selanjutnya kami pun menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk biaya pengobatan Bu Epon. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Bu Epon.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Bu epon menderita Tumor Paru

Bu epon menderita Tumor Paru


CICIH BINTI TARI (58, TBC Paru Aktif). Alamat: Kp. Jawa, RT 8/4, Desa Cibogo Hilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Cicih akrab kami memanggilnya, sejak 2 tahun lalu telah didiagnosis mengidap penyakit TB Paru aktif. Ditandai dengan batuk yang terus menerus disertai demam juga berat badan Bu Cicih yang semakin menurun. Ia pun diharuskan mengonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA), dan menjalani kontrol pemeriksaan setiap bulannya. Setelah sempat menjalani kontrol pemeriksaan selama beberapa bulan, kini aktivitas rutin tersebut harus terhenti karena keterbatasan biaya. Maklum saja, suaminya Rojak (64) sudah sepuh dan tidak bisa maksimal dalam bekerja. Kondisi tersebut diperparah dengan keadaan kesehatan Bu Cicih yang semakin hari semakin menurun, hingga tanggal 11 November kemarin Bu Cicih harus dibawa kembali ke Rumah Sakit Bayu Asih. Setelah beberapa hari menjalani pengobatan disana, ia dan keluarga memutuskan untuk pulang ke rumah karena sudah tak memiliki biaya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami kurir #SedekahRombongan dengan Bu Cicih dan keluarga, besar sekali keinginannya untuk melanjutkan pengobatan penyakitnya tersebut. Insyaallah titipan sedekaholic yang disalurkan melalui kami kurir #SedekahRombongan akan membantu meringankan biaya pengobatannya. Mari doakan bersama agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Bu Cicih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @zakiahk99

Bu cicih menderita TBC Paru Aktif

Bu cicih menderita TBC Paru Aktif


CAHYA AMIRUL HAQ (14, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: Kp. Jawa, RT 8/4, Desa Cibogo Hilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Cahya, akrab kami memanggil remaja tanggung ini. Setiap sore ia rutin mengikuti pengajian yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Cahya, namun hal tersebut tak menghalangi semangatnya untuk mengaji meski harus kelelahan berjalan kaki. Suatu hari di awal oktober lalu, Cahya mencoba mengendarai motor milik bapaknya ke tempat pengajian. Hal tersebut merupakan kali pertama Cahya mengendarai motor dengan jarak jauh, karena ia masih belajar. Di tengah perjalanan ia menabrak seorang kakek, karena kabarnya di tempat kejadian tersebut kurang penerangan lampu, sehingga Cahya tidak melihat ada kakek yang menyebrang. Kakek tersebut pingsan dan dilarikan ke RS. Siloam, sedangkan Cahya terpental jauh dan dibawa ke tempat spesialis pengobatan patah tulang. Saat ini kondisi Cahya mulai membaik, meski dengan luka di sekujur tubuhnya. Kondisi psikologis Cahya pun terganggu, ia mengalami trauma dan tidak mau melanjutkan sekolahnya. Ibunya Endang (39) dan ayahnya Narto (45) saat ini sedang kebingungan, pasalnya keluarga korban meminta uang pengganti pengobatan sebesar Rp. 21.000.000,-, sedangkan motor milik ayahnya pun harus ditahan di kepolisian. Ayahnya memiliki penghasilan yang pas-pasan, hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari istri dan 4 orang anaknya. Selama ini mereka hanya mampu berikhtiar mencari pinjaman kepada sanak saudara. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami kurir #SedekahRombongan dengan Cahya dan keluarga, kami menyampaikan titipan sedekaholic untuk membantu meringankan biaya pengobatan dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @zakiahk99

Cahya mengalami  Kecelakaan Lalu Lintas

Cahya mengalami Kecelakaan Lalu Lintas


DEDEH SARI (30, Gangguan Pendengaran). Alamat: Kp. Cidahu, RT 17/1, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dedeh –akrab kami memanggilnya–, merupakan seorang penjaja kue keliling di Kampung Cidahu. Ia berjalan mengelilingi rumah demi rumah dari pagi hari hingga kue yang ia bawa habis terjual. Hal tersebut ia lakukan untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan keluarga, maklum saja suaminya bekerja serabutan dan memiliki penghasilan yang pas-pasan. Suatu ketika Teh Dedeh merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam telinganya, namun ia abaikan karena memang biasa terjadi. Namun kali ini berkepanjangan, ia mengeluh pendengarannya menjadi terganggu dan tidak bisa mendengar dengan baik seperti dulu. Ia pun kemudian mengonsumsi obat kampung yang disarankan orangtuanya, namun kondisinya tak juga membaik. Ia kemudian diantar suaminya memeriksakan diri ke puskesmas, hasil pemeriksaan mengharuskan Teh Dedeh menjalani pemeriksaan di dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT). Namun karena kendala biaya, maka sampai saat ini ia belum juga memeriksakan dirinya ke dokter yang disarankan tersebut diatas. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami kurir #SedekahRombongan dengan Teh Dedeh dan keluarga, kami menyampaikan titipan sedekaholic untuk membantu meringankan biaya akomodasi Teh Dedeh dalam proses pemeriksaan dan pengobatan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza

Bu dedeh menderita Gangguan Pendengaran

Bu dedeh menderita Gangguan Pendengaran


YEYEN BINTI AJID (14,Kanker Serviks). Alamat: Kp. Cidahu, RT 2/2, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Yeyen, akrab kami memanggil pelajar yang duduk di bangku kelas II SMA ini. Diusianya yang masih muda ia didiagnosa mengidap penyakit kanker serviks. Berawal dari masa haidl yang panjang dan tidak ada hentinya, ia pun mulai khawatir dan mengeluhkan hal tersebut kepada ibunya. Ia kemudian mengonsumsi ramuan kampung yang konon berkhasiat untuk menghentikan pendarahan, namun tak ada perubahan. Ibunya mulai cemas dan mengajak Neng Yeyen untuk melakukan pemeriksaan di Puskesmas, tim medis di puskesmas tersebut merujuk Neng Yeyen melakukan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA), saat itu Neng Yeyen menggunakan fasilitas kesehatan berupa Jaminan Purwakarta Istimewa (JAMPIS) untuk meringankan biaya pemeriksaannya. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RS tersebut, Neng Yeyen didiagnosis mengidap penyakit kanker serviks dan dirujuk untuk menejalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibunya kebingungan juga kaget, bingung karena tak memiliki biaya untuk membawa Yeyen Ke RSHS, dan kaget karena Yeyen masih berusia 14 tahun tapi telah didiagnosa mengidap penyakit kanker serviks. Setelah mendapat pinjaman sebesar Rp. 2.500.000,- akhirnya Neng Yeyen bisa berangkat dan menjalani rawat inap selama 7 hari. Selanjutnya tim medis mengharuskan Neng Yeyen untuk menjalani kontrol pengobatan setiap 1 bulan 1 kali. Kini Neng Yeyen dan ibunya membutuhkan biaya untuk akomodasi kontrol setiap bulannya, belum lagi harus membayar hutang bekas berobat selama 7 hari di RSHS. Sedangkan ayahnya telah lama meninggal dunia, dan ibunya pun tak memiliki pekerjaan tetap. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami kurir #SedekahRombongan dengan Neng Yeyen, kami menyampaikan titipan dari sedekaholic untuk biaya akomodasi Neng Yeyen ke RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Yeyen menderita Kanker Serviks

Yeyen menderita Kanker Serviks


SITI RAHMAWATI (1, Hydrocepalus). Alamat: Kp. Cikaret, RT 19/6, Desa Pasirjambu, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Siti merupakan anak dari pasangan Nanang (32) dan Tuti (18), ia lahir 5 bulan lalu dengan proses normal. Siti memiliki keistimewaan sejak lahir, yakni kepalanya lebih besar dari bayi-bayi pada umumnya. Awalnya orangtua Siti beranggapan bahwa hal tersebut hanya sementara, namun ternyata hingga usianya menginjak umur 5 bulan, kepala Siti semakin membesar berisi cairan. Sejak dulu kedua orangtua Siti sudah disarankan untuk melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA), namun karena keterbatasan biaya maka mereka tak bisa berbuat banyak. Maklum saja, ayahnya adalah seorang kuli pengambil getah karet di lahan milik pemerintah, penghasilannya sekitar Rp. 30.000/hari yang hanya cukup untuk membiayai hidup sehari-hari. Besar sekali keinginan Tuti sebagai ibunya untuk membawa Siti ke Rumah Sakit besar, namun ia sadar diri bahwa suaminya tak memiliki banyak uang. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami kurir #SedekahRombongan dengan Siti dan keuarga, kami menyampaikan titipan dari sedekaholic untuk biaya akomodasi Siti ke RSBA. Mari doakan semoga Siti Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Siti menderita Hydrocepalus

Siti menderita Hydrocepalus


RATIJAH BINTI PARTAI BUNGKIK (86, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Dukuh Mojo, RT.01/RW.03, Kelurahan Langenharjo, Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mbah Ratijah adalah seorang pekerja keras, diusianya yang sudah renta beliau masih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kondisinya memprihatikan dan hidupnya pas-pasan. Suaminya Sarmadi sudah meninggal  enam tahun silam, kini beliau hidup bersama anaknya Supardi (45). Bapak Supardi hanya bekerja sebagai buruh tani musiman untuk menghidupi dirinya dan ibunya tersebut. Upah yang ia terima sangatlah kecil dan tidak mencukupi untuk kebutuhan makan sehari-hari. Mbah Ratijah dan anaknya kini tinggal di gubug rapuh yang sangat sederhana, yang hanya digunakan untuk bertahan dari panas dan hujan saja. Keadaan yang menyedihkan dan memprihatinkan ini membuat kurir #SedekahRombongan merasa iba dengan apa yang Mbah Ratijah alami. Kurir #SedekahRombongan memberikan santunan dari para sedekaholics yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup beliau.

Jumlah Bantunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Agustus 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @imamteguh

Bu ratijah menderita Bantuan Biaya Hidup

Bantuan Biaya Hidup


LUCKY SEFVIANA RAHMA binti MUSTAJAB (4, Lumpuh Layu). Alamat: Dusun Candran, Desa Plumbon RT.39/RW.09, Kec Suruh, Kab Semarang, Prov Jawa Tengah. Lucky merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang mengalami kelumpuhan pada anggota tubuhnya. Hal ini terjadi pada saat usia 1 tahun, tidak diketahui secara persis penyebabnya, kemudian pada saat itu bidan yang membantu dalam proses persalinan Lucky berinisiatif untuk membawa ke RSUD Salatiga, namun hanya mendapatkan beberapa penanganan. Setelah itu, pasien Lucky tidak ada tindak lanjut dan tidak mendapat informasi tentang diagnosa penyebab sakit yang dideritanya.  Hingga kurun waktu 4 tahun keluarga hanya mampu membawa ke pengobatan alternatif. Dengan ikhtiar yg dilakukan selama ini hasil yg dicapai tidak begitu signifikan. Lucky tidak mampu menggerakan anggota tubuhnya seperti tangan dan kaki, berinteraksi secara verbal (berbicara/menyebut sesuatu) sangat terbatas dan untuk duduk pun harus dibantu, karena keterbatasan biaya Lucky tidak mendapatkan penangan yang cukup berarti atau minimal mengetahui diagnosa atas sakitnya sehingga keluarga pasien mempunyai gambaran tentang sakitnya tersebut. Dengan kondisi kehidupan serba kekurangan yaitu Pekerjaan sang ayah sebagai sales jamu, ibu sebagai ibu rumah tangga dan masih mempunyai tanggungan anak-anak yang lain untuk biaya sekolah. Dengan adanya informasi tersebut Tim #SedekahRombongan bersilaturahmi sekaligus melakukan survey, setelah melihat kondisi riil keluarga, pasien lucky diputuskan untuk sementara waktu didampingi untuk konsultasi ke dokter agar mengetahui penyebab sakitnya itu, Tim #SedekahRombongan juga membantu  memberikan informasi untuk fasilitas kesehatan menggunakan jamkesda agar nanti kedepan proses kontrol dan therapy bisa tercover oleh jamkesda. #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk biaya transportasi dan akomodasi untuk beberapa waktu.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 28 September 2016
Kurir: @robbyadiarta @agtian @faizalmoo

Lucky menderita Lumpuh Layu

Lucky menderita Lumpuh Layu


JUMI’ATI Binti RUMAT (42, Kanker Payudara). Alamat: Bandengan RT.17/RW.05, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Bu Jumi’ati merupakan seorang ibu yang cenderung tidak banyak bicara. Beliau bersifat sangat tertutup bahkan dengan keluarga sendiri. Awal mula diketahui Bu Jumi’ati menderita penyakit kanker payudara sekitar 1 tahun yang lalu. Namun Bu Jumi’ati tidak langsung mengatakan pada anak beliau maupun saudara. Bu Jumi’ati hanya membiarkannya dan tidak melakukan pengobatan apapun hingga pada akhirnya keluarga beliau mengetahui payudara bagian kanan telah membesar. Pihak keluarga lalu segera membawa Bu Jumi’ati ke RSUD Kartini untuk mendapatkan penanganan. Bulan April lalu, beliau diharuskan rawat inap di RSUD Kartini sambil menunggu dijadwalkan operasi. Bu Jumi’ati juga sempat melakukan USG. Operasi Bu Jumi’ati berjalan lancar, beliau diharuskan kembali ke Rumah Sakit untuk kontrol rutin pasca operasi untuk perawatan medis. Dua kali melakukan perawatan luka pasca operasi di RSUD, beliau diberi rujukan untuk pengobatan lanjut ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Hidup bersama 2 anak beliau, jarak yang jauh dan biaya akomodasi ke Semarang yang tidak sedikit membuat Bu Jumi’ati memutuskan tidak meneruskan pengobatan dan hanya menghabiskan sisa obat dari Rumah Sakit. Tanpa perawatan yang maksimal, tanpa obat dan tanpa pantauan dokter, Bu Jumi’ati hanya merawat luka di payudara beliau sebisanya di rumah. Waktu terus berjalan, Bu Jumi’ati masih tidak mendapatkan pengobatan. Semakin lama, luka di payudaranya semakin melebar dan mulai berbau. Obat telah lama habis dan hanya mengkonsumsi suplemen biasa. Bu Jumi’ati adalah seorang janda yang sekarang hanya bisa istirahat di tempat tidur. Untuk memenuhi kebutuhannya, Bu Jumi’ati mengandalkan menantunya yang bekerja rantau. Makan minum sehari-hari beliau dibantu oleh saudara dan tetangga beliau. Tepat di Hari Raya Ied Adha kemarin, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Jumi’ati yang kala itu sedang terbaring di kamarnya seorang diri. Tidak banyak bicara, ditemani sang anak dan adik beliau, Bu Jumi’ati tetap tidak menjelaskan apapun terkait sakit yang dideritanya. Setelah bermusyawarah, keluarga beliau dan tim #SedekahRombongan sepakat untuk mengikhtiarkan kesembuhan beliau ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Bu Jumi’ati telah melakukan serangkaian pemeriksaan awal di RSUP dr. Kariadi Semarang untuk menentukan tindak lanjut untuk beliau. Namun, dalam penantian tindakan lanjut yang akan diputuskan tanggal 17 Oktober 2016 Bu Jumi’ati terlebih dulu dipanggil kembali pada-Nya pada 9 Oktober 2016 pukul 13.30. Santunan kematian pun diberikan oleh #SedekahRombongan pada keluarga beliau. Semoga diberikan terbaik di sisi-nya. Amin

Jumlah Bantuan: 1.500.000
Tanggal: 9 Oktober 2016
Kurir: @robbyadiarta @restirianii @rifqigalih

Ibu jumiati menderita Kanker Payudara

Ibu jumiati menderita Kanker Payudara


SUMARLAN BIN KARNADI (61, Cardiomegali). Alamat: Desa Kayen, RT.03/RT.01, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Prov. Jawa Tengah. Bapak Marlan panggilannya, sudah dua tahun terakhir tidak bisa bekerja dengan baik karena sering merasakan sakit yang bermula dari bagian dadanya rasa nyeri dan sesak, terkadang menyerang tiba-tiba. Satu tahun yang lalu beliau menjalani perawatan di Rumah Sakit Kayen selama sepuluh hari. Bapak Marlan terindikasi Cardiomegaly atau biasa disebut penyakit jantung. Sepulang dari Rumah sakit ada keluhan juga di kakinya, sekarang apabila Bapak Marlan berjalan harus memakai alat bantu, sehingga Bapak Marlan tidak bisa bekerja menghidupi keluarganya. Beliau hidup dengan dua anak, Kunzaroah (20) menjadi tulang punggung keluarga dan juga menghidupi sang adik Agus Rianto (12), istri Sarmi telah meninggal. Tidak adanya jaminan kesehatan untuk pengobatan membuat Bapak Marlan tidak bisa berobat dan tidak bisa sehat seperti sediakala. #SedekahRombongan memberikan batuan untuk bisa dipergunakan membeli perlengkaan kebutuhan hidupnya. Semoga bantunan yang diberikan bisa mengurangi beban hidup keluarga ini.

Jumlah Bantunan: Rp . 1.000.000,-
Tanggal: 10 Agustus 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @wiwidsartawi

Pak sumarlan menderita  Cardiomegali

Pak sumarlan menderita Cardiomegali


WAGINI BINTI SARMIDI (61, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Dukuh Mojo, RT.01/RW.03, Desa Langenhajo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Prov. Jawa Tengah. Tetangga sekitar biasa memanggil Mbah Wagini, saat usianya yang telah senja mbah Wagini tetap aktif bekerja sebagai buruh tani, Mbah Wagini menyisihkan penghasilannya untuk makan sehari–hari, kadang kala tetangga sekitar juga memberikan sebagian rejekinya untuk Mbah Wagini. Mbah Wagini hidup seorang diri karena sang ayah Sarmidi dan ibunya Waginah telah wafat delapan tahun yang lalu, sedangkan Mbah Wagini belum pernah menikah sehingga tidak ada sanak saudara maupun anak, kesendiriannya hanya dalam gubuk reyot yang ditempati. #SedekahRombongan memberikan bantunan yang digunakan untuk membeli kebutuhan hidupnya.

Jumlah Bantunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Agustus 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @ImamTeguh

Bantuan Biaya Hidup

Bantuan Biaya Hidup


KEYLA AYU RAHMANIA PUTRI (3, Bronkopneumonia). Alamat : Dusun Soga, RT4/2, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Keyla terdiagnosa menderita bronkopneumonia atau peradangan dinding bronkiolus (saluran napas kecil pada paru-paru). Beberapa saat yang lalu, ia mengalami demam selama beberapa hari, katanya balita ini terserang penyakit tifus. Ia pun sempat dirawat selama 4 hari 3 malam di sebuah klinik di Semanu, Gunungkidul. Setelah kondisinya membaik ia diperbolehkan pulang dan kesehatannya pun tetap dipantau oleh orangtuanya di rumah. Ramlan (44), ayahnya, bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara Yuni Astuti (42) ialah ibu rumah tangga. Kedua orangtua ini menghadapi kendala biaya pengobatan sang buah hati karena sang anak tidak memiliki jaminan kesehatan. Sudah tentu biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Mendengar informasi ini, #SedekahRombongan menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk membiayai pengobatan Keyla. Keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics dan #SedekahRombongan. Semoga keberkahan selalu dilimpahkan Allah kepada sedekaholics, dan Keyla segera dikaruniai kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @saptuari @atinlelyas @Aji_Kristanto

Keyla menderita Bronkopneumonia

Keyla menderita Bronkopneumonia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 KAMI PATI 1,000,000
2 KUSBIANDONO BIN ATMOWISASTRO 1,000,000
3 PUJIATI BINTI JEMAN 500,000
4 BATI PATI 1,000,000
5 SITI AISYAH 500,000
6 SARI PATI 1,000,000
7 SITI ZUMROTUN NIKMAH 500,000
8 SUTOMO BIN TARSIDIN 1,000,000
9 PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA 2,500,000
10 DAENG SANGKALA 1,000,000
11 NUR HAYATI BINTI ABDULLAH 1,000,000
12 ARIADI KOLAKA 500,000
13 JOHA BINTI RAUF 500,000
14 RAJWAN BINTI LIMUN 500,000
15 WASEDA BINTI AHMAD 1,000,000
16 ALDIANO FIRMANSYAH 1,000,000
17 ABDUH RAHMAD 962,000
18 MEGA PUTRI MAULIDIA 500,000
19 WIDYA STUTIK 1,322,000
20 TRI LUTFI NUR HIDAYAT 1,000,000
21 SUKARMAN BIN SUMIJAR 1,320,000
22 NUR HIKMAH 1,000,000
23 ELI NURJANAH 500,000
24 AMAR MALIK SUKARYO 500,000
25 AMRIH MARYANTO 500,000
26 SEMIN BIN DANURI 500,000
27 ROMADHON BIN CUNDUK 1,000,000
28 SALAMAH BINTI TAMRIN 800,000
29 SUGINO BIN SOMALOSO 1,000,000
30 SRI SULISTYANINGSIH 2,000,000
31 NABBITA ANUGERAH MUKTI 500,000
32 DESI WULANSARI 500,000
33 YANI BINTI PARTO 1,000,000
34 SIHABUDIN SOFA 1,000,000
35 MUHAMMAD SHIDDIQ MY 750,000
36 NOVIA NUR WULANSARI 750,000
37 DADAH HAMIDAH 500,000
38 MUHAMMAD ALVIANO 500,000
39 JOHAN SUGANDA 500,000
40 EEN SUHAENI 500,000
41 NAILA MUAZARA ULFA 2,000,000
42 WIWIN BINTI WARTA 500,000
43 MOCH NABIL SATRIA 500,000
44 MUHAMMAD DAUD 500,000
45 EMPONG BINTI HARUN 500,000
46 ASROR MAGRIBI 750,000
47 RANA BINTI SOBARI 500,000
48 NUNUNG BINTI MUNIR 500,000
49 SITI SUKAESIH 750,000
50 IMAS KARTINI 500,000
51 SOBIRIN BIN SUKANTA 500,000
52 MTSR TASIKMALAYA 2,500,000
53 SUHERMAN BIN KARTA 500,000
54 ENDANG ABDUL ROHMAN 500,000
55 SARMADI BIN JAYA WINATA 1,000,000
56 NENGSIH BINTI KARTA MAKUN 750,000
57 RASTINAH BINTI SARNADI 500,000
58 KARNI BINTI SUKARI 1,000,000
59 TURI BINTI AHMAD 1,000,000
60 BILLY APRILIANA 2,500,000
61 ROPIKOH BINTI SUKANA 500,000
62 YANA BIN SUPENA 1,000,000
63 SULAMI BINTI MAEDI 1,000,000
64 ARSINI 500,000
65 NANI SURYANI 750,000
66 DEDI CAHYADI 500,000
67 ICEUH BINTI ADAM 1,000,000
68 MIDAH ISTIKOMAH 2,000,000
69 ODAH BINTI ODIH 1,000,000
70 BAYI HUSNEH 1,000,000
71 KOKOY BINTI AHMAD 500,000
72 NITA ROSDIANA 500,000
73 AGUS BIN IDIK 1,000,000
74 SUHANAH BINTI BASRI 500,000
75 MURTADHO BIN TATA SAJIDIN 1,000,000
76 RAFI ARYA SATYA 1,000,000
77 IYAH BINTI AYIH 500,000
78 DJUWITA BINTI DJUAN 500,000
79 SUMIATI BINTI KASAN 500,000
80 RAHMANSYAH BIN MARTONO 500,000
81 YATI CAHYATI 750,000
82 RUSYDIYYAH AWWALIYAH 2,250,000
83 FAQIH HIDAYAT 2,750,000
84 SUNARSIH BINTI SOMADI 2,000,000
85 AMAD BIN SUTARDI 500,000
86 WINDA YULIANA 500,000
87 KARMINI BINTI KARTA 500,000
88 EPON FATIMAH 1,000,000
89 CICIH BINTI TARI 500,000
90 CAHYA AMIRUL HAQ 500,000
91 DEDEH SARI 500,000
92 YEYEN BINTI AJID 1,000,000
93 SITI RAHMAWATI 1,000,000
94 RATIJAH BINTI PARTAI BUNGKIK 1,000,000
95 LUCKY SEFVIANA RAHMA binti MUSTAJAB 500,000
96 PUJIATI BINTI JEMAN 500,000
97 JUMI’ATI Binti RUMAT 1,500,000
98 SUMARLAN BIN KARNADI 1,000,000
99 WAGINI BINTI SARMIDI 1,000,000
100 KEYLA AYU RAHMANIA PUTRI 1,500,000
Total 88,154,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 88,154,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 917 ROMBONGAN

Rp. 44,092,755,515,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.