Rombongan 916

Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki
Posted by on November 24, 2016

RSSR LAMPUNG (Biaya Operasional RSSR November 2016). Alamat : Jalan Zebra, Nomor 24, RT 6/-, Lingkungan 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) adalah tempat yang digunakan pasien dhuafa dari luar wilayah kota Bandar Lampung selama berobat jalan dan kontrol rutin ke rumah sakit-rumah sakit rujukan yang berada di wilayah kota Bandar Lampung untuk menginap sementara. RSSR mempermudah pasien-pasien dari luar daerah Bandar Lampung yang berobat jalan sehingga pasien tak harus pulang-pergi dari rumah sakit ke tempat tinggal yang lumayan jauh dari Bandar Lampung. RSSR juga dilengkapi fasilitas gratis bagi para pasien seperti TV, kulkas, peralatan makan, kompor gas, dispenser dan barang-barang keperluan dapur lainnya. RSSR saat ini terdapat kolam ikan lele yang dibudidayakan oleh kurir, bagian samping sudah di paving dan akan dibuat taman mini. Untuk biaya operasional bulan ini mencakup pembelian beras, biaya sampah, air minum, telur, minyak makan, biaya listrik, loundry sprai serta gordeng, dan biaya operasional lainnya. Semua fasilitas dan biaya operasional didapat dari sedekaholics yang khusus bersedekah untuk rumah singgah. Para pasien berterima kasih kepada para pencari muka di depan Tuhan. Biaya operasional bulan lalu masuk dalam rombongan 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi08 @adityaBdvil @indahpujaamelya @yesaridani @akuokawai

Biaya Operasional RSSR November 2016

Biaya Operasional RSSR November 2016


SANDRA SARI (23, Unspesific Lhymphadenophati). Alamat : Dusun Guyuban, RT 1/10, Desa Paguyuban, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Awalnya Sandra tidak pernah merasakan keluhan apapun dalam tubuhnya namun bulan Juli 2016 yang lalu dia merasakan lehernya pegal dan sakit, lama kelamaan lehernya bengkak, lama kelamaan membesar disertai dengan demam, sakit untuk menelan makanan, mual, muntah,sariawan seluruh permukaan bibir hingga membiru. Hal tersebut membuat Sandra tidak bisa makan. Badannya sering gemetar dan kini pendengarannya pun sedikit terganggu. Dari hasil diagnosis seentara tim dokter menyatakan bahwa Sandra terkena peradangan kelenjar getah bening pada leher yang tidak khas atau dalam bahasa kedokterannya disebut unspesific lhymphadenphati. Orang tuanya, Maswan (55) seorang buruh bangunan tidak dapat membawanya untuk berobat karna bapaknya juga baru saja sembuh dari sakit dan juga tidak memiliki jaminan kesehatan sama sekali sedangkan ibunya, Niswati (49) hanya ibu rumah tangga. Mengetahui kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi kediaman Sandra untuk memberikan bantuan dari sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan Sandra dan juga membantu untuk pembuatan kartu jaminan kesehatan. Semoga Sandra cepat berobat dan lekas sembuh dari sakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Leni Marlina @yulian_safri @sayasepti @akuokawai  @ririn_restu

Sandra menderita Unspesific Lhymphadenophati

Sandra menderita Unspesific Lhymphadenophati


SURYAWATI BINTI SAFARI  (39, Ca Mamae). ALamat : Kota Baru RT. 7/2, Kecamatan Padang Ratu, KaIbupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada tahun 2013, Ibu Suryawati didiagnosa menderita kanker payudara (Ca. Mamae). Hingga kini Ibu Suryawati tak pernah berehenti berobat demi kesemIbuhannya. Bulan Agustus 2016, Ibu Suryawati telah menjalani kemo yang ke-10 dan Bulan September 2016 menjalani kemo lagi yang ke-11, Ibu Suryawati sudah menunjukkan perubahan meski terkadang masih terasa nyeri dipayudara. Ibu Suryawati merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan dan berobat di RS Abdul Moeloek Lampung. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan dari #sedekaholics untuk berobat setelah sebelumnya dibantu dan masuk rombongan 878.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @siskakhadija @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Ibu suryawati menderita Ca Mamae

Ibu suryawati menderita Ca Mamae


YULIA THERESIA (58, Pendarahan). Alamat : Dusun Baruno 2, RT 21/-, Desa Poncowati, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.  Mamah Ntis biasa beliau disapa adalah seorang ibu rumah tangga, Awal mula sakitnya sekitar 15 hari yang lalu, Mamah Ntis merasakan demam tinggi, dan beliau menganggap demam biasa sehingga hanya berbaring di rumah. Tetapi, saat hendak buang air kecil Mamah Ntis terkejut karena mengeluarkan banyak darah padahal beliau sudah menopause sekitar empat tahun yang lalu,  kemudian pihak keluarga membawa Mamah Ntis kedokter terdekat setelah beberapa hari tak kunjung ada perubahan dan terus mengeluarkan darah, kemudian pihak keluarga membawa lagi Mamah Ntis ke dokter dan diminta untuk USG Tapi karena terkendala biaya sekarang Mamah Ntis hanya di Infus dirumah dan diberi suntikan pereda pendarahan. Suami Mamah Ntis, Zainuri Sandi (59) sekarang sudah tidak bekerja karena mengalami kecelekaan beberapa tahun yang lalu sehingga keluarga ini mengalami kesulitan untuk biaya berobat dan transportasi untuk berobat. Fasilitas kesehatan pun belum bisa digunakan karena baru dibuat. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Mamah Ntis dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup dan biaya pengobatan serta transportasi ke rumah sakit. Mereka sangat berterimakasih kepada Sedekahholics dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @siskakhadija @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Ibu yulia menderita Pendarahan

Ibu yulia menderita Pendarahan


AHMAD MAULANA (1, Hiscprung Disease). Alamat : Desa Fajar Baru, RT 2/2, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Bayi mungil ini sejak dilahirkan sudah dalam kondisi lemah dan susah buang air besar. Setelah mendapat rujukan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM), tim dokter menyatakan Maulana mengidap penyakit Hiscprung atau yang lebih dikenal dengan penyempitan usus besar dan harus segera dioperasi. Setelah operasi pertama lancar dan kondisi Maulana membaik, dokter tetap menyarankan kontrol rutin. Sudah 1 bulan belakangan ini Maulana kontrol di RSAM. Akhirnya dokter menyarankan untuk operasi kedua pada tanggal 10 November mendatang dan diharuskan membeli alat operasi. Maulana adalah pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung. Ayahnya, Bapak Saeran (31) bekerja sebagai buruh tani, dan ibunya, Ibu Rindani (24) hanya seorang ibu rumah tangga, mereka sangat berterima kasih kepada kurir #SedekahRombongan atas bantuan yang telah disampaikan selama ini. Selama pengobatan Maulana menggunakan BPJS PBI kelas 3. Namun keluarga merasa keberatan membeli alat operasi yang cukup mahal. Kurir #SedekahRombongan kembali menyantuni Maulana untuk keempat kalinya. Santunan digunakan untuk meringankan biaya pembelian alat operasi. Santunan ketiga masuk dalam rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir :@andradideri @adityaBdvil @yesaridani @akuokawai

Ahmad menderita Hiscprung Disease

Ahmad menderita Hiscprung Disease


AMIN BIN ABDULAH (58, Hernia + Sesak Napas). Alamat : Jalan Banten, RT 3/-, Kelurahan Bakung, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sejak 2007, Pak Amin yang bekerja sebagai supir truk, merasakan sakit di daerah sekitar kemaluannya. Pak Amin memeriksakan sakit yang ia derita ke Puskesmas, menurut diagnosis dokter, beliau menderita hernia. Pak Amin hanya minum obat dari dokter dan tetap bekerja seperti biasanya. Tahun 2014, beliau berencana untuk melakukan operasi namun karena keterbatasan biaya, operasi tidak jadi dilakukan. Kini penyakit hernia yang diderita Pak Amin semakin membesar, membuat dirinya susah untuk bergerak dan sering sesak napas. Beliau tinggal bersama istrinya, Ibu Rohayu (57), yang bekerja upahan memanggang kerupuk kemplang milik tetangganya. Pak Amin menggunakan jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3, namun beliau masih merasa kesulitan untuk biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Mengetahui keadaan yang dialami Pak Amin, Kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak menyantuni beliau. Santunan pertama pun disampaikan guna meringankan biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @andradideri Gegen @nia_dec07 @indahpujaamelya @yesaridani @akuokawai

Pak amin menderita Hernia + Sesak Napas

Pak amin menderita Hernia + Sesak Napas


AYUKI MIKAYLA QIYOMI NOVI (2, Kelainan Tulang Kaki di Kedua Kakinya). Alamat : Jalan P. Sebuku, Gang Bintara 1, RT 2/-, Kelurahan Tanjung Baru, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Qiyomi adalah anak ke-3 dari Bapak Iis dan Ibu Aam. Sejak lahir, Qiyomi sudah mengalami kelainan pada kedua kakinya, yaitu lentur seperti tak ada tulang, oleh bidan disarankan dibawa ke rumah sakit. Melihat kondisi tersebut, keluarga membawanya ke Rumah Sakit Puri Betik Hati, namun pihak rumah sakit menyarankan untuk diperiksa ke dokter spesialis tulang agar dapat di scan kedua kaki Qiyomi. Qiyomi akhirnya dibawa ke RSAM, dokter yang memeriksa merujuk Qiyomi ke Rumah Sakit Bintang Amin (RSBA) ke dokter spesialis tulang. Namun karena hanya ada dokter spesialis tulang umum, dokter menyarankan untuk ke dokter spesialis tulang anak dan dirujuk ke Rumah Sakit Graha Husada akhirnya orang tuanya membawa pulang dikarenakan terkendala biaya. Sampai saat ini kondisi adik Qiyomi belum diketahui secara jelas apa yang terjadi pada kedua kaki anaknya. Orang tua Qiyomi, Bapak Iis Novi (37) seorang buruh harian sedangkan Ibu Aam Yusni Supina (32), seorang ibu rumah tangga. Qiyomi memiliki BPJS Mandiri kelas 3, namun pihak keluarga terkendala biaya pengobatan untuk memeriksakan kondisi Qiyomi. Kurir #SedekahRombongan Lampung segera mendatangi kediaman Bapak Iis untuk menjenguk Qiyomi dan menyampaikan santunan dari para pencari muka di depan Tuhan. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih banyak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @andradideri Anggun @yesaridani @akuokawai

Ayuki menderita Kelainan Tulang Kaki di Kedua Kakinya

Ayuki menderita Kelainan Tulang Kaki di Kedua Kakinya


BAHUNA BINTI UDIN (83, Stroke). Alamat : Jalan AMD Saburai Lingkungan 2, RT 4/-, Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Nenek Bahuna merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung. Perempuan yang telah memasuki usia tuanya ini, mengalami stroke sejak 15 tahun yang lalu. Awalnya Nenek merasakan pinggangnya sakit lalu disertai kakinya kaku. Sakit itu dialami sampai beberapa hari, kakinya pun jadi sulit digerakkan. Menurut bidan setempat, Nenek Bahuna terkena stroke. Selama itu Nenek Bahuna hanya bisa berbaring di kasur, terlebih lagi pendengaran Sang Nenek telah berkurang. Beberapa bulan terakhir kondisi Nenek Bahuna semakin lemah. Beliau sempat tidak nafsu makan selama 3 hari. Setelah dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek beberapa hari yang lalu, kini Nenek Bahuna sudah diperbolehkan pulang. Suami Nenek Bahuna, Gani, sudah lama meninggal. Sejak saat itu beliau tinggal dengan cucu dan anaknya, Kunawati (53), yang bekerja sebagai buruh tidak tetap, namun semenjak terkena penyakit paru-paru dan jantung tidak ada lagi yang menafkahi untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Fasilitas kesehatan pun belum dimiliki. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyantuni Nenek Bahuna untuk biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Santunan pertama masuk dalam rombongan 831.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 November 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi08 @pipithasan5 @yesaridani @akuokawai

Ibu bahuna menderita Stroke

Ibu bahuna menderita Stroke


BARUNA PUSADA (24, Thallasemia). Alamat : Jalan Agung Raya, RT 1/6, Kelurahan Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Ketika dilahirkan, Baruna dalam keadaan normal. Namun selang beberapa hari, perut Baruna semakin hari membesar, Baruna pun sering terkena panas tinggi. Keluarga membawanya ke Puskesmas, lalu berobat jalan. Namun sampai beberapa hari tak ada perkembangan dengan kesehatan Baruna. Ketika ibunya membawa Baruna ke Posyandu, bidan menyarankan dibawa ke dokter spesialis anak. Pihak keluarga akhirnya membawa buah hati kesayangan mereka ke Rumah Sakit Ahmad Yani (RSAY), Metro. Dokter mendiagnosis Baruna terkena thallasemia dan menyarankan untuk operasi. Pasca operasi dan sempat rawat inap selama 15 hari, Baruna kembali panas tinggi, lalu dokter menyarankan transfusi darah karena hemoglobin (Hb) Baruna rendah. Sampai saat itu Baruna hanya transfusi darah 3 bulan sekali, dan kontrol rutin. Awal bulan Oktober 2016, Baruna dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk transfusi darah karena Hb 6.5 gr/dL. Setelah Baruna transfusi Hb naik menjadi 11 gr/dL. Kondisi Baruna saat ini, terkadang badannya terasa lemas, Hb masih sering turun, dan masih harus transfusi darah di RSAM. Orang tua Baruna, Bapak Pujono (55) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya, Sumi (55), seorang ibu rumah tangga. Baruna memiliki KIS PBI kelas III. Namun pihak keluarga merasakan kesulitan biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan hidup.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @andradideri @yesaridani @akuokawai

Baruna menderita Thallasemia

Baruna menderita Thallasemia


HALIMAH HASIAH (59, Maag Kronis + Liver + Patah Tulang Lutut). Alamat : Jalan Raden Fatah, Gang H. Umi Mastiah No 32, RT 10/-, Kecamatan Kaliawai, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pada tahun 2009, Ibu Halimah tergelincir dari tangga dan kakinya merasakan sakit hingga berhari-hari keluarga mencoba mengobati menggunakan pengobatan tradisional dan pijit, namun tak kunjung membaik. Lima tahun setelah itu, Ibu Halimah dibawa berobat ke Rumah Sakit Bumi Waras dan hasil diagnosis beliau mengalami patah tulang lutut. Sebulan kemudian Ibu Halimah mengalami mual-mual disertai muntah yang membuat perutnya semakin membesar, keluarga membawa ke Rumah Sakit Surya Asih lalu mendapat rujukan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) dan hasil diagnosis Ibu Halimah terkena maag kronis dan liver, beliau sempat dirawat selama 5 hari. Setelah seminggu di rumah, Ibu Halimah terjatuh saat mencoba berjalan karena kakinya ada kelainan dan perut yang semakin membesar. Kini Ibu Halimah di Rumah Sakit Bintang Amin (RSBA) menjalani pengobatan dan akan kembali dirujuk ke RSAM untuk operasi. Ibu Halimah hanya terbaring lemas, perut dan kaki terasa sakit ketika bergerak. Mariyani (64), suami Ibu Halimah tidak ada pekerjaan dan selama pengobatan Ibu Halimah menggunakan BPJS PBI, namun pihak keluarga merasakan kesulitan biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan Lampung mendatangi Ibu Halimah yang dalam pengobatan di RSBA untuk menyampaikan sedekah dari para sedekaholics, guna meringankan biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @andradideri @NstZakaria @nando_931 @yesaridani @akuokawai

Ibu halimah menderita Maag Kronis + Liver + Patah Tulang Lutut

Ibu halimah menderita Maag Kronis + Liver + Patah Tulang Lutut


JULIAN INKMURTI (5, Kejang-Kejang, Kepala Membesar). Alamat : Dusun IV, RT 18/8, Kelurahan Taman Bogo, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Awalnya tak ada yang aneh pada diri balita ini ketika lahir. Pertumbuhannya pun seperti anak usianya, sehat dan gemuk. Seiring waktu, memasuki usia 9 bulan, dari tenggorokan Julian muncul lendir yang semakin lama lendir mengental dan bahkan sampai hitam. Julian pun sempat mengalami panas tinggi, hingga kejang-kejang. Pihak keluarga segera melarikan buah hati mereka ke Rumah Sakit Anugrah Medical Centre (AMC), Metro. Perawat yang memeriksa melihat keganjilan pada kepala Julian yaitu semakin membesar setiap hari. Dokter menyarankan rujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk pemeriksaan yang lebih intensif, namun karena terkendala biaya, keluarga membawa Julian pulang. Semakin hari kepala Julian membesar, terkadang Julian kembali mengalami kejang-kejang, orang tuanya membawa ke mantri setempat. Sampai umur 5 tahun, Julian tidak pernah dibawa berobat lagi. Kondisi terkini anak ke-3 dari pasangan Bapak Muryanto (46), dan Ibu Wartini (44), kepala besar, terkadang mengalami kejang-kejang. Ibu Wartini hanya seorang ibu rumah tangga, sedangkan Bapak Muryanto seorang buruh tani, mereka menceritakan kesedihannya melihat kondisi anaknya yang tak kunjung sembuh ketika kurir #SedekahRombongan Lampung menjenguk Julian di kediamannya. Julian tidak memiliki fasilitas kesehatan masyarakat, sehingga pihak keluarga kesulitan membawa Julian berobat dikarenakan tidak adanya biaya. Alhamdulillah, berkat bantuan dari sedekaholics yang tersalurkan melalui kurir #SedekahRombongan, Julian dapat terbantu. Bantuan dipergunakan untuk membeli makanan bergizi dan biaya berobat Julian.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @andradideri @yesaridani @akuokawai

Julian menderita Kejang-Kejang, Kepala Membesar

Julian menderita Kejang-Kejang, Kepala Membesar


KASTURI BIN MASENI (53, Saraf Terjepit). Alamat : Dusun 3 Karang Sari, RT 15/-, Desa Braja Caka, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pak Kasturi seorang petani penyadap, pada tanggal 7 Agustus 2016 sepulang dari bekerja beliau terjatuh dari motor dengan posisi terduduk. Dua hari setelah terjatuh, Pak Kasturi tidak bisa buang air kecil maka keluarga membawa beliau ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro. Setelah dilakukan perawatan selama 3 hari di RS Mardi Waluyo, dokter menyarankan agar beliau dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) namun keluarga membawa pulang ke rumah karena keterbatasan biaya. Selama di rumah beliau melakukan pengobatan alternatif, namun setelah 17 hari di rumah beliau tetap tidak bisa buang air kecil sehingga keluarga memutuskan untuk membawa beliau ke RS Mardi Waluyo lagi. Dua hari dirawat beliau dirujuk ke RSAM dengan indikasi syaraf terjepit, kemudian dilakukan operasi di RSAM. Setelah 2 bulan pasca operasi beliau diperbolehkan pulang dengan kondisi masih lemah, terpasang selang di leher, tangan kanan tidak bisa menggengam, tangan kiri sulit digerakkan, serta kaki yang terasa panas. Istri Pak Kasturi, Satun Paniran (40), adalah seorang ibu rumah tangga. Pak Kasturi memiliki kartu JKN KIS PBI kelas 3 untuk menanggung biaya pengobatan. Namun selama sakit, keluarga mengalami kesulitan biaya hidup selama di rumah sakit. Mendengar kesulitan keluarga Pak Kasturi, kurir #SedekahRombongan langsung mengunjungi beliau di RSAM untuk menyampaikan santunan dari para sedekaholics untuk kebutuhan sehari-hari di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @andradideri @agembluk @yesaridani @akuokawai

Ibu kasturi menderita Saraf Terjepit

Pak kasturi menderita Saraf Terjepit


RAHMAH FITRIA (10, Thalassemia). Alamat : Jalan Agung Raya, RT 1/6, Kelurahan Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Rahmah adalah pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung. Beberapa bulan yang lalu, Rahmah mengalami panas tinggi, demam disusul dengan mimisan. Kadar hemoglobin (Hb) Rahmah pun sangat rendah 3.4 gr/dL sehingga pihak Puskesmas merujuknya ke RS Liwa. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RS Liwa, Rahmah didiagnosis terkena thalassemia dan harus transfusi darah sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Lampung. Setelah beberapa kali transfusi darah, Rahmah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk operasi pengangkatan limfa. Dua minggu Rahmah kontrol rutin serta transfusi darah di RSCM. Alhamdulillah setelah beberapa kali transfusi, Hb gadis cilik ini naik menjadi 12.5 gr/dL. Rahmah belum mendapatkan jadwal operasi, dan disarankan dokter kontrol kembali dua bulan kemudian. Saat ini Rahmah transfusi darah terakhir sebelum pulang ke Lampung. Orang tua Rahmah, Bapak Pujono (55), hanya seorang buruh tani, sedangkan istrinya, Ibu Sumi (55), seorang ibu rumah tangga. Rahmah memiliki KIS PBI kelas 3. Namun keluarga terkendala biaya transportasi pulang ke Lampung. Kurir #SedekahRombongan kembali menyantuni pihak keluarga untuk biaya transportasi. Santunan pertama tercatat dalam rombongan 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi08 @nia_dec07 Gegen @yesaridani @akuokawai

Rahmah menderita Thalassemia

Rahmah menderita Thalassemia


RHIDO AKBAR (1, Hydrocephalus). Alamat : Desa Karang Rejo, RT 3/1, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Selama mengandung anak kedua, kondisi Ibu Rustiawati baik-baik saja. Melahirkan pun secara normal di rumah seorang bidan desa setempat. Setelah proses persalinan selesai, mulai terlihat bahwa bayi mungil yang diberi nama Rhido Akbar itu pun terkena penyakit hydrocephalus dengan bagian kepala yang membesar. Oleh bidan disarankan dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk dilakukan proses operasi di bagian kepala bayi. Kondisi terkini buah hati dari pasangan Bapak Sugeng (32), dan Ibu Rustiawati (28), masih dalam proses penyembuhan pasca operasi di RSAM. Pekerjaan sehari-hari Ibu Rustiawati adalah sebagai ibu rumah tangga, sedangkan Bapak Sugeng seorang buruh. Selama pengobatan, Rhido menggunakan jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 3, namun ada biaya yang tidak ditanggung BPJS. Sedangkan penghasilan yang didapat pihak keluarga tidak menentu, sehingga mereka tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk pengobatan. Kurir #SedekahRombongan Lampung mendengar kabar tersebut dan langsung menghampiri buah hati Ibu Rustiawati di RSAM untuk menyampaikan sedekah dari para sedekaholics, guna meringankan biaya pengobatan.

Pihak keluarga sangat berterima kasih atas bantuan yang disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2016
Kurir : @andradideri @raden_691 @arief_neji @yesaridani @akuokawaiRI

Ridho menderita Hydrocephalus

Ridho menderita Hydrocephalus


ROKIYAH BINTI SILANDUNG (54, Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina). Alamat : Gedung Menang, RT 1/1, Kelurahan Gedung Menong, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Ibu Rokiyah adalah pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung. Pasca melahirkan 25 tahun yang lalu, peranakan Ibu Rokiyah turun. Hasil pemeriksaan dari Rumah Sakit Haji Kamino, hasil diagnosis dokter, terdapat turun peranakan atau prolaps uteri disertai dengan infeksi sekunder dan perlengketan pada dinding vagina Ibu Rokiyah. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM), pihak rumah sakit merujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sampai saat ini Ibu Rokiyah hampir dua bulan kontrol di RSCM dan tinggal di rumah singgah Jakarta. Kondisi terkini Ibu Rokiyah menurun dengan hemoglobin (Hb) 5.5 gr/dL sedangkan dokter mengatakan Hb beliau tidak boleh kurang dari 10 sehingga diharuskan melakukan transfusi darah. Setelah itu dokter menjadwalkan penyinaran pada tanggal 12 November. Ibu Rokiyah hanyalah buruh tani sedangkan suaminya, Bapak Burhanudin sudah meninggal dunia. Ibu Rokiyah didampingi cucunya tinggal di rumah singgah. Ibu Rokiyah menggunakan JKN KIS PBI kelas 3, namun keluarga masih kesulitan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan selama di Jakarta. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan santunan ketiga kepada Ibu Rokiyah untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung KIS dan biaya hidup di RSCM. Bantuan kedua dibantu pada rombongan 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @andradideri nia_dec07 Raden @yesaridani @akuokawai

Ibu rokiyah menderita Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina

Ibu rokiyah menderita Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina


RUDI BIN NURIL (42, Katarak Komplikata). Alamat : Sungai Badak, RT 2/4, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Mulanya, Pak Rudi yang kesehariannya bekerja sebagai tukang sinsu (penghalus kayu) matanya terasa gatal karena sering terkena debu kayu. Akibatnya Pak Rudi sering merasa sakit mata sebelah kiri, setelah dua tahun kemudian menular ke sebelah kanan. Setiap gatal, beliau hanya mengucek matanya tanpa diberi obat tetes maupun obat lainnya. Semakin hari penglihatannya semakin buram tetapi masih bisa melihat. Akhirnya beliau memutuskan berobat ke Puskesmas tetapi karena tidak kunjung membaik, dibawa keluarga ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) hasil diagnosis Pak Rudi terkena katarak komplikata, kemudian pihak rumah sakit merujuk Pak Rudi ke Rumah Sakit Cicendo Bandung (RSCB). Kondisi dua bulan terakhir ini Pak Rudi tidak bisa melihat dan matanya berair. As (40), istri dari Pak Rudi kesehariannya hanya sebagai ibu rumah tangga. Selama pengobatan Pak Rudi menggunakan BPJS PBI kelas 3, namun pihak keluarga merasa kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendapatkan informasi tentang kesulitan keluarga pasien, langsung mengunjungi RSAM untuk menyampaikan santunan dari para sedekaholics berupa biaya transportasi dan akomodasi ke Rumah Sakit Cicendo Bandung. Semoga Pak Rudi bisa melihat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @raden_696 @nando_931 @yesaridani @akuokawai

Pak rudi menderita Katarak Komplikata

Pak rudi menderita Katarak Komplikata


SATIAH BINTI RANIAN (66, Magh Kronis + Kaki Bengkak). Alamat : Jalan Abdul Muis Tuan Ria, Gang Batu Kalam, RT 2/1, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura Baru, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Ibu Satiah adalah seorang pedagang sapu lidi keliling, setiap hari berjalan kaki tanpa memakai alas kaki saat berkeliling menjajakan sapu lidinya. Sekitar 3 bulan yang lalu, Ibu Satiah mulai merasakan sakit di paha tetapi hanya diabaikan saja, seminggu setelah kakinya pun mulai terasa sakit disertai mual pada perut dan dadanya sesak kemudian dibawa ke dokter. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, hasilnya Ibu Satiah mengalami pergeseran sendi paha dan sakit magh, setiap kambuh Ibu Satiah kembali berobat ke dokter. Dokter menyarankan Ibu Satiah untuk dirujuk ke rumah sakit atau Puskesmas karena kondisi Ibu Satiah masih merasakan sakit di paha dan perut serta sesak napas. Suami Ibu Satiah sudah meninggal dunia, saat ini Ibu Satiah bekerja sebagai buruh cuci. Ibu Satiah memiliki JKN PBI, namun kesulitan biaya pengobatan dan transportasi untuk ke rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan yang mendengar kesulitan Ibu Satiah kemudian mengunjungi rumah Ibu Satiah untuk menyampaikan santunan dari para sedekaholics berupa biaya transportasi dan pengobatan. Melalui kurir #SedekahRombongan Ibu Satiah mengucapkan terima kasih kepada para sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @andradideri Fajri @agembluk @yesaridani @akuokawai

Ibu satiah menderita Magh Kronis + Kaki Bengkak

Ibu satiah menderita Magh Kronis + Kaki Bengkak


SUKIMIN BIN SUTRISNO (41, Benjolan di Dada). Alamat : Dusun Tanjung Sari, RT 22/7, Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Karena keadaan ekonomi, Pak Sukimin dan keluarga merantau ke Jakarta dari tahun 2015. Berawal dari rasa sakit di dada dan ada benjolan kecil pada bulan Mei 2016, sempat menyebabkan Pak Sukimin pingsan. Beliau berobat di Puskesmas Bekasi dan dirujuk ke Rumah Sakit Haji Pondok Gede, dokter mendiagnosis Pak Sukimin terkena tumor dan harus rawat inap. Karena tidak adanya kartu jaminan kesehatan, Pak Sukimin pulang ke Lampung untuk membuatnya terlebih dahulu. Beliau kembali melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) setelah memiliki kartu jaminan kesehatan. Di RSAM, Pak Sukimin kontrol selama hampir satu minggu. Kondisi saat ini, benjolan di dada semakin besar dan Pak Sukimin kerapkali batuk-batuk. Pak Sukimin adalah seorang tukang cuci kendaraan di daerah Bekasi, sedang istrinya, Ibu Poniyem (37), hanya ibu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah kontrakkan bersama keluarga lainnya. Pak Sukimin pernah masuk sebagai pasien jalur umum, sehingga ada pinjaman di pihak lain. Meski telah memiliki KIS PBI kelas III, keluarga kesulitan mencari biaya pengobatan, transportasi serta biaya hidup. Kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak hatinya untuk menolong beliau. Titipan langit pun disampaikan untuk biaya pengobatan, biaya hidup dan transportasi. Pak Sukimin menyampaikan terima kasihnya kepada kurir #SedekahRombongan Lampung dan sedekaholics yang membantu memperjuangkan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @andradideri @yesaridani @akuokawai

Pak sukimin menderita Benjolan di Dada

Pak sukimin menderita Benjolan di Dada


SYARIAH BINTI SAMSAN (81, Kurang Penglihatan + Sakit Kepala). Alamat : Jalan Udang, Gang PT, RT 2/-, Desa Garuntang, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sejak 2 tahun yang lalu tepatnya tahun 2014, Ibu Syariah merasakan matanya gatal seperti kemasukan debu, dan beliau mengabaikannya. Selang beberapa hari, gatal pada matanya semakin sering terjadi. Lama-kelamaan mata beliau makin rabun dan saat ini sudah jauh menurun penglihatannya. Untuk berjalan pun beliau menggunakan tongkat, belum lagi saat malam hari Ibu Syariah sering merasakan sakit kepala dan hanya minum obat yang dibeli di warung. Suami Ibu Syariah sudah lama meninggal dunia sehingga beliau tinggal seorang diri di atas tanah milik orang lain. Ibu Syariah sehari-hari bekerja sebagai tukang urut dan juga sering mencari barang bekas di sekitar tempat tinggalnya untuk mencukupi kebutuhan hidup dan biaya berobat. Ibu Syariah menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI. Namun beliau masih merasa kesulitan untuk berobat dan biaya hidup sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan Lampung mengetahui kesulitan yang dialami Ibu Syariah dan langsung mendatangi beliau untuk memberikan sedekah dari para sedekaholics guna meringankan biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Ibu Syariah  menyampaikan terima kasihnya kepada kurir #SedekahRombongan Lampung dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @andradideri @adityaBdvil @indahpujaamelya @yesaridani @akuokawai

Ibu syariah menderita Kurang Penglihatan + Sakit Kepala

Ibu syariah menderita Kurang Penglihatan + Sakit Kepala


WATI BINTI SUKRI (70, Infeksi Paru + Typus + Migran). Alamat : Jalan Sokarno Hatta, RT 2/-, Kampung Way Ratas, Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Provinsi Lampung. Sejak 2 minggu yang lalu Ibu Wati mengalami batuk-batuk pernah sampai berdarah dibawa keluarga berobat ke klinik kosasih panjang, alhamdulillah Ibu Wati membaik. Ibu Wati juga mempunyai riwayat typus tapi beliau tidak berobat sehingga berimbas pada penurunan berat badan Ibu Wati juga mempunyai riwayat migran yang kadang kambuh. Kondisi Ibu Wati saat ini masih batuk dan sesak napas terkadang juga merasakan sakit kepala. Ibu Wati kesehariannya bekerja sebagai penjual sayur keliling. Pak Supardi, suaminya sudah meninggal dunia, beliau tinggal bersama cucunya sedangkan anaknya bekerja di Cilegon. Beliau tidak mempunyai jaminan kesehatan sehingga selama berobat memakai jalur umum, pihak keluarga merasakan kesulitan untuk biaya berobat. Kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi rumah Ibu Wati untuk menyampaikan santunan dari sedekaholics guna untuk biaya berobat, semoga Ibu Wati lekas sembuh. Ibu Wati menyampaikan terima kasihnya kepada kurir #SedekahRombongan Lampung dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @andradideri Cory @Nando_931 @yesaridani @akuokawai

Ibu wati menderita Infeksi Paru + Typus + Migran

Ibu wati menderita Infeksi Paru + Typus + Migran


WATINI BINTI WAKIM (34, Pembengkakan Ginjal). Alamat : Perum Puri Tirtayasa, RT 15/-, Sukabumi Indah, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Kamis, 13 Oktober lalu, ketika Ibu Watini sedang bekerja mencuci pakaian tetangganya, Ibu Watini merasakan sakit pada bagian pinggul hingga menjalar ke perut. Beliau sempat tak sadarkan diri hingga dilarikan ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo namun karena tak ada ruangan, pihak rumah sakit kemudian merujuk beliau ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk menjalani pemeriksaan. Setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa Ibu Watini mengalami pembengkakan ginjal. Setelah beberapa hari rawat inap, Ibu Watini sudah diperbolehkan untuk pulang. Kondisi saat ini Ibu Watini mulai membaik namun terkadang masih merasakan nyeri pada pinggul hingga bagian perutnya sehingga beliau hanya berobat jalan di RSAM. Pekerjaan sehari-hari Ibu Watini adalah buruh cuci, sedangkan suami beliau, Bapak Asgari (54), tukang ojek. Penghasilan yang didapat tidak menentu, untuk biaya hidup sehari-hari saja mereka masih kesulitan ditambah lagi biaya transportasi berobat jalan beliau. Untuk biaya berobat Ibu Watini menggunakan jaminan kesehatan BPJS PBI kelas 3. Kurir #SedekahRombongan Lampung mendengar kabar tersebut dan langsung menyampaikan sedekah dari para sedekaholics, guna meringankan biaya transportasi serta untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @andradideri @raden_691 @arief_neji @yesaridani @akuokawai

Ibu watini menderita Pembengkakan Ginjal

Ibu watini menderita Pembengkakan Ginjal


YAMINAH BINTI PUANA (43, Tumor Ganas pada Vulva). Alamat : Jalan Kampung Baru, RT 1, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Ibu Yaminah adalah pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung yang saat ini tinggal di rumah singgah Jakarta. Satu tahun yang lalu beliau tidak mengalami menstruasi dan merasakan perih pada kemaluannya. Setelah diperiksa di Rumah Sakit Kamino Way Kanan, dokter mendiagnosis Ibu Yaminah mengalami tumor ganas pada daerah kemaluan tepatnya di vulva, sehingga RS Kamino langsung merujuknya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Setelah dilakukan pemeriksaan histopatologi dan didapatkan jenis tumornya adalah squamous cell carsinoma, beliau dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk operasi. Setelah dapat rujukan ke Rumah Sakit Darmais dari RSCM, hampir dua bulan Ibu Rokiyah kontrol, setelah kontrol minggu kemarin, dokter mengatakan beliau terkena kencing manis. Dokter menyarankan pengobatan untuk kencing manis terlebih dahulu sebelum penjadwalan operasi. Ia berobat menggunakan JKN KIS PBI kelas 3. Suami Ibu Yaminah, Bapak Lesus Gandi (48), mengais rezeki sebagai petani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan kembali memberi santunan ketiga untuk biaya obat yang tidak ditanggung BPJS dan biaya hidup di Jakarta. Santunan kedua masuk dalam rombongan 910.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @andradideri @evandlendi @trii20 @yesaridani @akuokawai

Ibu yaminah menderita Tumor Ganas pada Vulva

Ibu yaminah menderita Tumor Ganas pada Vulva


YOGA AFANDI (8, Lumpuh Layu). Alamat : Jalan Haji Sulaiman I, LK II, RT 6/-, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pada saat usia 10 bulan, Yoga sakit panas tinggi hingga mengalami step. Sejak itu perkembangan tubuh Yoga menurun. Kedua orang tuanya membawa ke Puskesmas terdekat, menurut diagnosis dokter, Yoga terkena penyakit lumpuh layu. Selain minum obat yang diberikan dokter, Yoga juga melakukan terapi (laser), tetapi setelah mencoba 3 kali terapi kondisi tubuhnya tidak kuat untuk menerima sehingga Yoga tidak pernah melakukan terapi lagi. Kondisi Yoga saat ini tidak bisa berjalan dan berbicara hanya bisa berbaring, terkadang bila terkena udara dingin tubuhnya langsung mengigil. Ayahnya Yoga, Yusri (38) hanya bekerja sebagai buruh harian lepas di toko bangunan dan ibunya, Hernawati (32) hanya seorang ibu rumah tangga. Yoga menggunakan jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3, namun orang tuanya mengalami kesulitan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan Lampung mengetahui kesulitan yang dialami keluarga dan langsung mendatangi Yoga yang saat ini hanya dirawat di rumah untuk menyampaikan sedekah dari para sedekahholics, guna meringankan biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Yoga cepat sembuh dan dapat tumbuh kembang seperti anak-anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @andradideri Gegen @nia_dec07 @indahpujaamelya @yesaridani @akuokawai

Ibu yoga menderita Lumpuh Layu

Ibu yoga menderita Lumpuh Layu


ROHATI BINTI RASMADI (39, Sindrom Steven Jhonson). Alamat : Dusun 2 Belik, RT 5/3, Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pada awal Oktober 2016, Ibu Rohati merasakan demam, keluarga mengira Ibu Rohati terkena pengakit tifus kemudian keluarga mencoba pengobatan tradisional tetapi tidak ada perubahan. Lalu Ibu Rohati dibawa ke mantri dan diberi suntikan semacam obat namun tidak ada perubahan juga. Selang beberapa hari, tangan Ibu Rohati melepuh dan luka-luka yang semakin hari menjalar hingga ke wajah. Pihak keluarga melarikan Ibu Rohati ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda, dokter mendiagnosis Ibu Rohati mengalami alergi obat yang tidak dapat diprediksi atau bahasa medisnya sindrom steven jhonson. Setelah beberapa hari rawat inap, Ibu Rohati dibawa keluarga pulang sambil berobat jalan. Kondisi saat ini beliau merasa kedinginan, kulit perih karena melepuh, sulit makan dan penglihatan mulai kabur. Suaminya, Pak Kliwon (54), mencari nafkah hanya sebagai tani di desanya. Selama pengobatan dan pembelian darah menggunakan BPJS PBI kelas 3, namun pihak keluarga merasa kesulitan obat yang tidak ditanggung BPJS dan transportasi dikarenakan jarak rumah sakit yang jauh. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendapatkan informasi tentang kesulitan keluarga pasien Ibu Rohati langsung mengunjungi ke rumahnya untuk menyampaikan santunan dari para sedekaholics berupa biaya transportasi dan pengobatan. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada para pencari muka di depan Tuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @andradideri @handimaulana28 @akhiddd @nando_931 @yesaridani @akuokawai

Ibu rohati menderita Sindrom Steven Jhonson

Ibu rohati menderita Sindrom Steven Jhonson


AISYAH HUMAIRA (2, Jantung Bocor). Alamat: Dusun Karang Sari 1, RT 5/2, Desa Sukasari, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Pada saat lahir dik Aisyah mempunyai kondisi sehat dan normal, tetapi keadaan tersebut hanya berjalan beberapa bulan. Beberapa bulan setelah Dik Aisyah lahir kondisinya kian menurun, menjadi sering sakit dan batuk-batuk, karena khawatir dengan kondisi Dik Aisyah yang semakin menurun maka kedua orang tuanya membawanya ke puskesmas terdekat, tetapi tak kunjung sembuh. Kurang lebih dua minggu yang lalu Dik Aisyah merasakan sakit yang membuatnya harus menangis beberapa hari dan dibawa ke puskesmas lagi, karena kondisinya makin melemah puskesmas memberi rujukan ke Rumah Sakit Abdul Moelok. Setelah dirawat selama satu minggu Dik Aisyah didiagnosis mempunyai kelainan jantung. Dik Aisyah pada saat itu langsung dirujuk ke Rumah Sakit di Jakarta untuk melakukan operasi. Kondisi Dik Aisyah saat ini sangat lemah, badannya semakin kurus dan terkadang batuk tak henti-henti.  Orang tua Dik Aisyak Gusnawan (34) dan Neneng Nur Janah (20) yang hanya bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya hanya mencukupi untuk kebutuhan sehati-hari. Selama perawatan di RSAM Dik Aisyah menggunakan BPJS PBI kelas III, namun pihak keluarga merasa kesulitan untuk biaya berobat dan akomodasi selama operasi. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan langsung mendatangi Dik Aisyah untuk menyampaikan sedekah dari sedekaholics untuk biaya berobat dan akomodasi selama menjalani operasi, semoga Dik Aisyah lekas diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @andradideri @purnawan_adja @yulian_safri @akuokawai

Aisyah menderita Jantung Bocor

Aisyah menderita Jantung Bocor


BAKTI SOSIAL METRO (Donor Darah + Pemeriksaan Laboratorium Sederhana Gratis). Alamat : Taman Merdeka, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung.  #SedekahRombongan Lampung mempunyai program untuk rutin melakukan kegiatan Donor Darah, tetapi kali ini disertakan Pemeriksaan Laboratorium Sederhana Gratis.  Pemeriksaan Laboratorium Sederhana Gratis terdiri dari timbang badan, cek tekanan darah, cek kolestrol, cek asam urat, dan cek gula darah. Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan Car Free Day Kota Metro bertujuan untuk melakukan bakti sosial kepada warga di Kota Metro dan sekitarnya, juga sebagai syiar bahwa #SedekahRombongan telah bergerak sampai di Provinsi Lampung tepatnya Kota Metro. Peserta di bagi menjadi dua area, area donor darah dan area pemeriksaan gratis. Dana digunakan untuk pembelian strip pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan gula darah dan operasional acara. Selain itu, dana juga digunakan untuk operasional acara dan kebutuhan petugas yankes dan bakti sosial yang terdiri dari konsumsi panitia, cetak banner dan poster, fee dokter umum dan konsultan gizi. Semoga acara bakti sosial seperti dapat terus dilakukan oleh #SedekahRombongan Lampung.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @andradideri @rn_irmala @sayasepti @akuokawai

Donor Darah + Pemeriksaan Laboratorium Sederhana Gratis

Donor Darah + Pemeriksaan Laboratorium Sederhana Gratis


HALIMAH BINTI ABDUL HAMID (48, Hemoroid). Alamat : Jl. Diponegoro, LK VII, RT 32/12, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pada awalnya Ibu Halimah tidak bisa buang air besar selama 15 hari. Kemudian pada hari Jumat, tanggal 7 Oktober 2016 Ibu Halimah bisa buang air besar namun darah terus mengalir dari lubang anusnya. Lalu Ibu Halimah pergi  ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan ibu Halimah didiagnosis hemoroid atau yang lebih dikenal dengan ambeyen. Ibu Halimah pun melakukan operasi sesuai saran dokter. Setelah itu Ibu Halimah diperbolehkan kembali ke rumah.  Tetapi seminggu berselang, dari anus Ibu harimah ada darah yang terus mengalir. Melihat hal tersebut suami Ibu Halimah, Pak Subari (57) mengambil keputusan untuk kembali membawa Ibu Halimah ke RSAY. Meski Fasilitas BPJS Mandiri kelas III kepunyaan Ibu Halimah sudah dapat digunakan tetapi biaya tertunggak dengan RSAY sebelumnya terpaska dialihkan untuk operasional pengobatan Ibu Halimah, karena pekerjaan Pak Subari yang hanya buruh tani tidak mungkin memenuhi biaya keduanya. Untuk itu kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan bantuan kepada Ibu Halimah yang merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan untuk pembayaran biaya rumah sakit yang tertunggak. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @andradideri @sayasepti @akuokawai

Ibu halimah menderita Hemoroid

Ibu halimah menderita Hemoroid


MARYANI BINTI TUKIJO (40, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Dusun V, RT 2/2, Kelurahan Bangun Rejo, Kecamatan Gunung Sugih, Kecamatan Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Bermula pada bulan Mei 2015 Ibu Maryani menyadari ada benjolan kecil di atas payudara kirinya. Tetapi tidak ia hiraukan, tetapi lama kelamaan benjolan itu kian membesar dan menggangunya. Lalu Ibu Maryani memeriksakan diri ke RS Islam Metro, hasilnya Ibu Maryani didiagnosa Ca Mamaame Sinistra atau dalam bahasa awamnya adalah kanker payudara kiri . Ibu Maryani disarankan operasi. Ibu Maryani menjalankan operasi pada 27 Mei 2016. Lalu Ibu Maryani dirujuk ke RS Ahmad Yani untuk melakukan kemoterapi rutin. Saat ini Ibu Maryani telah melakukan 6 kali kemoterapi dari 8 kali kemoterapi yang disarankan. Selama berobat Ibu Maryani telah menggunakan BPJS Mandiri Kelas 3, tetapi jarak rumah dengan rumah sakit yang cukup jauh menyulitkan Ibu Maryani karena ia sendiri sakit sedang suaminya, M. Edi Mulyono (40) hanya seorang petani yang penghasilannya hanya diwaktu tertentu dan masih harus meninggalkan pekerjaannya saat menemani Ibu Maryani berobat. Mendengar hal tersebut, kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak mengunjungi Ibu Maryani di rumah sakit dan sekaligus menyampaikan titipan sedekaholics untuk keperluan transportasi dan biaya hidup selama berobat. Semoga titipan yang disampaikan dapat berguna bagi Ibu Maryani

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @andradideri @sayasepti @akuokawai

Ibu maryani menderita Ca Mamae Sinistra

Ibu maryani menderita Ca Mamae Sinistra


NUR AINI (27, Fibrosarcoma). Alamat : Dusun I, RT 6/2, Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kab Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sekitar 5 tahun yang lalu, Ibu Nur terjatuh di kebun tidak ada luka serius tetapi terdapat benjolan di atas telinga sebelah kanannya. Ibu Nur merasakan sakit, tetapi untuk menghilangkannya hanya dibelikan obat warung. Tetapi benjolan tidak hilang. Seiring waktu berjalan jika daerah benjolan terbentur sesuatu akan membesar dan semakin membesar serta terasa sakit, tapi lagi-lagi Ibu Nur hanya mengkonsumsi obat warung. Puncaknya pada bulan Juli 2016 benjolan tersebut semakin besar dan mengganggu pendengaran Ibu Nur. Akhirnya Ibu Nur memeriksaakan diri ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke RS Mardiwaluyo Metro. Setelah melakukan pemeriksaan Ibu Nur didiagnosis fibrosarcoma atau tumor ganas pada jaringan ikat. Lalu dilakukan operasi pada pertengahan Agustus 2016. Setelah dioperasi Ibu Nur dirujuk ke RS Ahmad Yani (RSAY) untuk melakukan kemoterapi. Untuk sementara Ibu Nur disarankan untuk melakukan kemoterapi sebanyak 6 kali sembari melihat perubahannya. Jika tidak ada perubahan maka Ibu Nur disarankan untuk disinar. Banyaknya intensitas kemoterapi yang harus dijalani Ibu Nur membuat suaminya, Pak Fandri (39) kesulitan karena ia sendiri adalah seorang buruh yang sering meninggalkan pekerjaanya untuk mendampingi istrinya berobat. Selain itu juga jarak rumah yang jauh dari RSAY membutuhkan biaya. Biayanya pun tidak sedikit sedangkan pengahsilannya hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari. Meski bergitu Pak Fandri bersyukur telah memiliki fasilitas BPJS Mandiri kelas III yang dimiliki sehingga ia sedikit terbantu. Untuk membantu meringankan beban keluarga ini, kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan sedekah dari sedekaholics. Semoga bantuan yang disampaiakan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @andradideri @sayasepti @akuokawai

Nur aini menderita Fibrosarcoma

Nur aini menderita Fibrosarcoma


SAINEM BINTI SAYID (39, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Kelurahan Kebon Damar RT 3/2, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sekitar 2 tahun yang lalu saat Ibu Sainem sedang menjadi TKW di Arab, Ibu Sainem merasakan ada benjolan kecil di atas payudara kirinya. Tetapi tidak ia hiraukan, tetapi lama kelamaan benjolan itu kian membesar. Ibu Sainem lalu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan di Arab, hasilnya Ibu Sainem didiagnosis kanker payudara kiri atau dalam istilah medisnya dikenal dengan Ca Mamae Sinistra, mengetahui hal tersebut Ibu Sainem langsung meminta untuk pulang ke Indonesia meski kontraknya belum habis. Setelah pulang iIbu Sainem tidak memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit karena jarak rumah yang jauh dengan rumah sakit. Baru pada bulan April 2016 Ibu Sainem memeriksakan diri ke RSUD Lampung Timur. Ibu Sainem disarankan operasi. Ibu Sainem menjalankan operasi pada 10 Juni 2016. Lalu Ibu Sainem dirujuk ke RS Ahmad Yani untuk melakukan kemoterapi rutin. Saat ini Ibu Sainem telah melakukan 4 kali kemoterapi dari 8 kali yang disarankan. Meski selama biaya berobat telah ditanggung KIS-PBI Kelas 3 yang dimiliki, biaya untuk trasportasi masih menjadi kendala yang besar begitu juga dengan biaya hidup keluarga Ibu Sainem yang menemaninya berobat. Karena Suaminya, Purwanto (40), yang bekerja sebagai petani hanya mempunyai pendapatan diwaktu tertentu saja. Kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak untuk membantunya dengan menyampaikan titipan sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini dalam biaya pengobatan. Semoga pengobatan Ibu sainem berjalan dengan lancar dan kembali sehat seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @andradideri @sayasepti @akuokawai

Ibu sainem menderita Ca Mamae Sinistra

Ibu sainem menderita Ca Mamae Sinistra


SRI MURNI (51, Ca Mamae Dextra). Alamat : RT 24/10, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sekitar 5 Tahun yang lalu terdapat benjolan kecil di atas payudara kanannya, lalu Ibu Murni memeriksakan diri ke dokter setempat. Oleh dokter dilakukan pengangkatan pada bejolan tersebut. Tetapi tak lama berselang benjolan itu muncul kembali. Ibu Murni dirujuk ke RS Muhammadiyah Metro dan dilakukan kembali pengangkatan. Benjolan pun mucul kembali, lalu Ibu Murni dirujuk lagi ke RS Mardiwaluyo Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui ada kanker pada payudara kanannya atau dalam istilah medis dikenal dengan Ca Mamae Dextra. Pada tanggal 6 Januari 2016 dilakukan operasi untuk membersihkan benjolan serta sisa dari kanker. Setelah dioperasi Ibu Murni dirujuk ke RS Ahmad Yani untuk melakukan kemoterapi rutin. Ibu Murni telah melakukan kemoterapi yang ke 8 dari 12 kali jumlah kemoterapi yang disarankan. Suami Ibu Murni, Pak Sumadi (53) yang bekerja sebagai buruh serabutan merasa terbantu dengan adanya BPJS PBI Kelas III. Meski begitu biaya transportasi dan juga biaya hidup selama menunggui pengobatan sering kali membuat Pak Sumadi gelisah karena penghasilannya yang tidak pernah tetap. Alhamdulillah, keluarga ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan Lampung. Dan bantuan disampaikan untuk meringankan beban transportasi dan biaya hidup selama pengobatan. Semoga bantuan yang bersumber dari sedekaholics dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @andradideri @sayasepti @akuokawai

Ibu sri menderita Ca Mamae Dextra

Ibu sri menderita Ca Mamae Dextra


WAGIRAN BIN PAISO (78, Ca Colon). Alamat : Dusun II RT 8/11, Kelurahan Labuhan Ratu VI, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Mbah Wagiran sehari-harinya bekerja sebagai seorang petani. Sekitar awal tahun 2016 Mbah Wagiran mengeluh sakit disekitar perut dan ketika buang air besar, feses terus menerus cair. Khawatir dengan kondisinya, anak-anaknya membawa Mbah Wagiran untuk periksa ke Puskesmas setempat. Mbah Wagiran kemudian di rujuk ke RS Muhammadiyah Metro untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah melakukan serangkaian pemerksaan Mbah Wagiran didiagnosis Ca Colon atau kanker usus besar, dan disarankan operasi. Mbah Wagiran lalu dioperasi dan dibuatkan saluran pembuangan di perutnya. Setelah itu Mbah Wagiran dirujuk Ke RS Ahmad Yani untuk melakukan kemoterapi rutin. Mbah Wagiran telah melakukan kemoterapi yang ke 6 dari 12 kali yang disarankan dan dilakukan 3 minggu sekali dengan 4 hari menginap di rumah sakit. Hal tersebut membuatnya khawatir karena ia sendiri sudah tidak dapat bekerja sedangkan istrinya, Suwarni (71) tidak dapat bergerak banyak karena sakit diabetes yang dideritanya. Biaya berobat telah tertanggung BPJS Mandiri Kelas 3, tetapi untuk biaya transportasi dan biaya hidup selama menunggui Mbah Wagiran selama berobat dibantu anak-anaknya secara bergantian karena kondisi anak-anaknya juga tidak lebih baik dari Mbah Wagiran. Melihat semangat Mbah Wagiran untuk sembuh mengetuk hati kurir #SedekahRombongan Lampung, timbul rasa ingin membantu yang besar, sehingga titipan sedekaholics pun disampaikan. Semoga Mbah Wagiran lekas pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 November 2016
Kurir : @andradideri @sayasepti @akuokawai

Pak wagiran menderita Ca Colon

Pak wagiran menderita Ca Colon


BAYI SIDA (1, Suspect Respiratory Distress Syndrome). Alamat : Pekon Argomulyo, Kec. Sumberejo, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. awalnya Ibu Sida merasa perutnya mulas, oleh orang tuanya Ibu Sida dibawa ke bidan terdekat, karena usia kandungannya masih 8 bulan maka kematangan organ belum sempurna hingga paru-parunya tidak berkembang sempurna. Terjadilah respiratory distress syndrome atau sesak napas karena paru-paru tidak berkembang sempurna oleh bidan dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada. Bayi Ibu Sida terlahir prematur melalui operasi cesar. Berat badan Bayi Sida waktu lahir hanya 1900 gr, dan paru-paru belum berfungsi secara sempurna, Bayi Sida mengalami sesak napas, dan hingga sekarang masih di ruang icu di inkubator menggunakan alat bantu pernapasan, dan minum susu menggunakan NGT(selang ke lambung). Ibu Sida (15) adalah seorang ibu rumah tangga dan Suaminya Kefin (16) belumlah bekerja dan saat ini tinggal bersama orang tuanya, dan kartu jaminan kesehatan pun mereka tidak memiliki. Kurir #SedekahRombongan yang mengetahui hal tersebut langsung mendatangi Ibu dan Bayi Sida untuk menyampaikan sedekah dari sedekaholics untuk bantuan biaya rumah sakit Bayi Sida.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @andradideri @jajang_fajar Leni @yulian_safri  @akuokawai

Bayi sida menderita Suspect Respiratory Distress Syndrome

Bayi sida menderita Suspect Respiratory Distress Syndrome


ROHANI BINTI AMALUDIN (62, Kanker Rahim + Hemoroid). Alamat : Desa Tanjung Heran, RT 1/2, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Ibu Rohani biasa panggilan akrabnya, pada tahun 2010 lalu Ibu Rohani mengalami sakit perut yang tak sembuh-sembuh. Karena khawatir dengan kesehatannya Ibu Rohani memeriksakan penyakitnya ke bidan setempat dan diberi obat penghilang rasa sakit namun belum juga membaik dan akhirnya periksa kembali ke dokter yang terdekat, oleh dokter Ibu Rohani didiagnosis terkena kanker rahim dan harus di operasi. Ibu Rohani langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu untuk menjalani operasi. Pada awal tahun 2016 lalu Ibu Rohani juga merasakan sakit dan pedih pada saat BAB dan setelah diperiksa oleh bidan setempat Ibu Rohani juga mempunyai Hemoroid atau biasa disebutnya dengan ambeyen, bidan setempat menyarankan untuk operasi dan hanya dibekali obat penghilang rasa sakit untuk sementara dan sampai sekarang belum juga dilakukan operasi. Kemudian pasien diberi obat namun belum sempat operasi ambeyen. Selama oprasi Ibu Rohani menggunakan kartu jaminan kesehatan KIS sehingga sedikit meringankan biaya Sekarang pasca oprasi kangker rahim Ibu Rohani sering merasakan nyeri pada bagian bekas oprasi namun Ibu Rohani tidak pernah memeriksakan ke Rumah Sakit karena keterbatasan biaya. Suami Ibu Rohani Bapak Awas (66) hanya bekerja sebagai buruh yang penghasilannya tak seberapa sehingga kesulitan dalam biaya berobat dan juga transportasi. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan langsung mendatangi Ibu Rohani untuk menyampaikan
sedekah dari sedekaholics untuk biaya transportasi dan berobat. Semoga Ibu
Rohani cepat sembuh dari sakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @andradideri @jajang_fajar maria @yulian_safri @akuokawai

Ibu rohani menderita Kanker Rahim + Hemoroid

Ibu rohani menderita Kanker Rahim + Hemoroid


ROLIYAH BINTI MINHADI (64, Maag Kronis). Alamat : Dusun Purwosari, RT 14/4, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Ibu Roliyah, seorang renta yang memiliki penyakit maag kronis, pada akhir bulan oktober 2016 Ibu Roliyah mengalami sakit perut, mual-mual dan muntah. Karena khawatir dengan kesehatannya Ibu Roliyah membeli obat maag di warung terdekat, tak lama dari itu anak beliau memeriksakan penyakitnya ke dokter setempat dan diberi obat penghilang rasa sakit namun belum juga membaik dan akhirnya periksa kembali ke Puskesmas Gadingrejo, dirasakan kondisinya berangsur membaik setelah dari Puskesmas. Beberapa hari kemudian Ibu Roliyah kembali mengalami muntah-muntah dan susah untuk menelan makanan, sehingga membuat kondisi tubuhnya semakin kurang baik. Ibu Roliyah diperiksakan di klinik Kosasih Gadingrejo dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Umum Pringsewu, untuk cek lab HB dan gila darah, setelah di cek hasil semunya rendah maka harus dilakukan transfusi darah. Selama di Rumah Sakit Umum Pringsewu Ibu Roliyah menggunakan kartu jaminan kesehatan KIS sehingga sedikit meringankan biaya pengobatan. Suami Ibu Roliyah Bapak Sujadi yang hanya bekerja sebagai buruh yang penghasilannya tidak seberapa sehingga kesulitan dalam membantu biaya berobat dan juga transportasi. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan langsung mendatangi Ibu Roliyah untuk menyampaikan sedekah dari sedekaholics untuk biaya transportasi dan berobat. Semoga Ibu Roliyah cepat sembuh dari sakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @andradideri @jajang_fajar Leni @saesarraya @akuokawai

Ibu roliyah menderita Maag Kronis

Ibu roliyah menderita Maag Kronis


SARIFAH BINTI MUHAMMAD SIROJUL MUNIR (56, Suspek Gagal Jantung). Alamat : Dusun Tambah Karto, RT 4/2, Desa Tambah Rejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awal Agustus 2016, Mbah Sarifah yang akrab dipanggil Mbah Surip shock dan pingsan mendengar berita duka dari kakaknya. Beliau segera dibawa ke dokter setempat dan menurut dokter pembuluh darah Mbah Surip pecah karena ada bercak-bercak merah pada kulitnya. Oleh anaknya, dibawa ke Rumah Sakit Wismarini dan dirawat selama 3 hari. Setelah satu minggu di rumah, kondisinya pun tidak kunjung membaik dan masih mual, muntah, gemetar dan kaki mulai bengkak, dan dokter mencurigai terkena penyakit gagal jantung. Mbah Surip dibawa ke Puskesmas Gadingrejo. Tiga hari dirawat kemudian Mbah Surip dirujuk di RSAM dan mendapatkan perawatan selama 10 hari. Kondisi saat ini kaki Mbah Surip masih bengkak dan masih mual. Mbah Surip adalah seorang janda yang tinggal seorang diri. Mbah Surip memiliki JKN KIS PBI kelas 3 yang baru aktif, sehingga ada bantuan dari masyarakat setempat saat beliau berobat melalui jalur umum. Untuk kebutuhan sehari-hari Mbah Surip bekerja sebagai tukang urut tradisional. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi Mbah Surip untuk menyampaikan sedekah dari para sedekaholics untuk membantu biaya berobat dan kehidupan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir: @andradideri Leni @yulian_safri@akuokawai

Ibu sarifah menderita Suspek Gagal Jantung

Ibu sarifah menderita Suspek Gagal Jantung


IMAM MUSLIMIN (40, Kebakaran Rumah) Alamat: Desa Suwaluh RT 15/04 Kec. Balong Bendo, Kab. Sidoarjo. Senin, 29 Agustus 2016 pukul 11.45 WIB telah terjadi kebakaran rumah petak bambu berukuran 3 x 12 meter milik Bapak Imam Muslimin (40) dan bu Ana (35). Awal mula kejadian tersebut pagi hari bu Ana memasak air dengan menggunakan kayu bakar. Bara api kayu tersebut masih ada hingga siang. Sekitar pukul 12.00 WIB, bu Ana meninggalkan rumah untuk menunaikan shalat dhuhur berjamaah di masjid dekat rumahnya. Dia mengunci rumahnya karena ketiga anaknya sedang tidur siang dan saat itulah kebakaran terjadi. Bapak Imam, sang kepala keluarga bekerja di Surabaya. Setelah sholat dhuhur selesai, bu Ana baru mengetahui jika rumahnya telah habis terbakar. Masyarakat serta tetangga sekitar bahu membahu untuk memadamkan api. Namun, api telah membesar dan tidak bisa dikendalikan lagi. Tim Pemadam Kebakaran Kab. Sidoarjo yang datang ke lokasi tidak bisa berbuat banyak karna jarak rumah yang jauh dari jalan raya serta tidak adanya akses jalan masuk menuju lokasi terjadinya kebakaran. Pukul 12.30 Api baru bisa dipadamkan oleh masyarakat sekitar dengan cara bergotong royong dan baru diketahui ketiga anak bu Ana dan pak Imam telah tiada. Ketiga korban yaitu Faris (5), Abdan Syakuro (3) serta Abdul Rohman (2). Kurir #Sedekah Rombongan yang mendengar kabar tersebut langsung menuju lokasi kebakaran. Santunan telah kami sampaikan untuk membantu meringankan penderitaan keluarga pak Imam. Bantuan berupa uang tunai dan sembako juga terus mengalir dari para tetangga dan masyarakat sekitar lokasi. Masyarakat sekitar, tetangga, serta aparat desa setempat bahu membahu membersihkan puing-puing sisa kebakaran dan membangun tempat tinggal baru untuk Bapak Imam. Semoga Bapak Imam dan keluarga diberi kesabaran dan ketabahan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @Martinomongi

Pak imam mengalami Kebakaran Rumah

Pak imam mengalami Kebakaran Rumah


SUMINAH BIN ALM. MADISAN (50, Infeksi Mata), Alamat : Dusun Pagebangan RT 1 RW 02 Desa Bulurejo, Kelurahan Ayah Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Ibu Suminah mulai merasakan sakit mata saat 4 tahun yang lalu, berawal dari mata kiri yang mengalami infeksi mata dan melakukan pemeriksaan pengobatan di Rumah Sakit Purbowangi Gombong Jawa Tengah. Untuk saat ini Ibu Suminah mengalami infeksi mata kanan dan tidak bisa melihat dengan jelas. Seperti biasa Ibu Suminah sedang dalam pengobatan di RS Porbowangi Gombong dan disarankan dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. Ibu Suminah yang tidak mempunyai anak ini sehari-hari hanya mengandalkan sama saudara dan pengobatan mengandalkan KIS tidak berdaya karena masalah biaya selanjutnya serta suami jg tidak bertanggung jawab. Alhamdulilah Ibu Suminah bertemu kurir #SedekahRombongan dan bersilaturahmi ke rumah nya. Bantuan dari sedekaholics diberikan Ibu Suminah untuk kelanjutan pengobatan dan kehidupan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Turyani Rasinah Kasino

Ibu suminah menderita Infeksi Mata

Ibu suminah menderita Infeksi Mata


SUPRIHATIN LESTARI (29, Secio Caesaria + Hipertensi),  Alamat : Dusun Kayuares RT 2 RW 4 Desa Soka Kecamatan Poncowarno Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Ibu Suprihatin dengan kehamilan ke dua ini sempat mondok di Rumah Sakit Dr. Soedirman Kebumen pada bulan Agustus 2016 diagnosa Preeklamsia berat, dengan biaya sendiri dikarenakan tidak mempunyai BPJS dan tidak memiliki KTP Kebumen. Sebelumnya Ibu Suprihatin pada kehamilan pertama dulu juga melakukan operasi caesar di Lampung.  Pada  tgl 04 Oktober 2016 kembali mondok di RS Dr. Soedirman Kebumen dikarenaka kehamilan sudah mendekati perkiraan persalinan. Kemudian dilakukan operasi caesar tgl 7 Oktober 2016, sempat dirawat di ICU selama 5 hari untuk pemantauan kondisi dan terapy yang intensif. Pada tanggal 14 Oktober sudah dapat pulang dengan sehat ibu dan bayi laki-lakinya. Ibu Suprihatin yang sehari-hari hanya ibu rumah tangga dan Bapak Rohudin (29) yang bekerja sebagai buruh serabutan kebingungan akan biaya yang ditanggung untuk membayar rumah sakit. Alhamdulilah Ibu Suprihatin bertemu kurir #SedekahRombongan dan dapat bersilaturahmi ke rumah nya dan rumah sakit. Bantuan sedekaholics pun diberikan untuk meringankan beban rumah sakit yang belum terbayarkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Turyani Hari

Bantuan pemnayaran rumah sakit pasca Secio Caesaria + Hipertensi

Bantuan pemnayaran rumah sakit pasca Secio Caesaria + Hipertensi


AHMAD RUSDI BIN HASYIM (37, Anemia Gravis/Haemorhoid), Alamat : Dusun Caok RT 1 RW 3 Desa Karangrejo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Berawal dari sakit yang diderita sejak 2 tahun lalu, lemas, pucat, dan ada benjolan dianus. Kondisi semakin parah sampai suatu saat buang air besar (BAB) mengeluarkan darah segar yang diikuti rasa perih. Pemeriksaan pun dijalani dari Puskesmas Loano, dikarena alat kurang memadai maka dirujuklah ke RSU Citro Wardjojo Purworejo. Dari hasil analisa dokter, pak Rusdi disarankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena terkendala biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan akhirnya pemeriksaan belum jadi dilanjutkan maklum Pak Rusdi bekerja sebagai buruh serabutan dan pemulung. Istri yaitu Bu Murni Sri Haryanti (36) sebagai pembantu rumah tangga yang penghasilannya tidak menentu. Pak Rusdi sebagai tulang punggung keluarga dengan 2 anak, Asep(13) dan Fahri (9). Hal itu membuat ekonomi keluarga tidak menentu. Tidak cukup nya kebutuhan keluarga, membuatnya berfikir untuk tetap mencari rejeki dengan mengumpulkan barang barang bekas dan menjualnya ke pengepul rongsok. Kondisi Pak Rusdi semakin parah dan akhirnya dibawalah ke RS Aisyiyah Purworejo dengan bantuan Jamkesda. Alhamdulilah Pak Rusdi bertemu dengan kurir #sedekahrombongan yang langsung berkunjung ke RS Aisiyah dan bersilaturahmi juga ke rumah nya. Santunan dari sedekacholic diberikan untuk membantu meringankan beban biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Mila

Pak ahmad menderita Anemia Gravis/Haemorhoid

Pak ahmad menderita Anemia Gravis/Haemorhoid


FAREL ADY PRATAMA (1, Hydrocepallus), Alamat : Dusun Karanggetas RT 4 RW 4 Desa Karanggetas Kecamatan Pitiruh Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Adek Farel yang berumur 1 bulan ini mengalami panas pada pertengahan bulan September 2016 lalu sama orang tua nya Pak Muhammad Taufiq (27) dan Ibu Sutini (22) diperiksakan ke bidan desa, sama bidan desa dikasih obat penurun panas, sakit panasnya pun turun cuma masih nangis terus, dikira sama pihak keluarga kecapekan maka dek Farel dipijat ama dukun bayi urut pagi harinya tanggal 24 September 2016, kemudian jam 4 sore nya mengalami kejang-kejang, di bawa ke puskesmas terdekat disarankan lgsung dirujuk ke Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo, dikarenakan peralatan RS Palang Biru kurang lengkap dirujuk langsung ke Rumah Sakit Tjitro Wardjojo Purworejo dan langsung di rawat di Ruang ICU. Bapak Muhammad Taufiq yang sehari-hari hanya sebagai butuh tani dan Ibu Sutini yang sehari-hari hanya ibu rumah tangga kebingungan dengan biaya yang ditanggung. Alhamdulilah kurir #sedekahrombongan dapat bersilaturahmi langsung ke rumah nya. Santunan dari sedekacholic pun diberikan untuk melanjutkan pengobatan dan kehidupan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Didit Arif

Farel menderita Hydrocepallus

Farel menderita Hydrocepallus


BELLA SABRINA (4, HYDROCEPALLUS) Alamat Dusun Mranggen RT 01/RW 01 Desa Bandarsedayu Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Bella adalah buah hati dari pasangan Suheri (37) dan Nursih (33), Orang tua Bella (bapak) bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibunya sebagai ibu rumah tangga. Bella menderita hydrocepallus sejak bayi hingga saat ini belum kunjung sembuh. Orang tua Bella mengalami kesulitan secara ekonomi karena penghasilan yang minim, apalagi dari penghasilannya harus mencukupi keluarga dengan 5 anak yang menjadi tanggungan. Usaha untuk menyembuhkan bella sudah dilakukan pihak keluarga yang selama ini mendapatkan bantuan pendampingan  dari #sedekahrombongan. Sudah setahun lebih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sardjito dan didampingi di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jogjakarta. Saat ini keluarga memutuskan untuk melakukan perawatan dirumah dengan kontrol secara rutin di RS Sardjito dan RSJ Magelang. Alhamdulillah #sedekahrombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya kontrol dan pembelian susu untuk Bella. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada #sedekaholics atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan sebelumnya sudah pernah disampaikan pada Rombongan 859

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82

Bella menderita HYDROCEPALLUS

Bella menderita HYDROCEPALLUS


MTSR MAGELANG (OPERSIONAL, BBM ) Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) memiliki jangkauan operasional pelayanan di Kabupaten Magelang, Kota Magelang dan Kabupaten Temanggung serta Kabupaten Wonosobo. Adapun daerah tujuan ke bebarapa Kota sekitar, seperti Jogjakarta, Solo, Semarang. Pada Periode ini MTSR melayani pasien dampingan #sedekahrombongan yang kontrol rutin di beberapa Rumah Sakit. Selain itu juga MTSR melayani warga yang meminta tolong untuk kontrol rutin ke beberapa Rumah Sakit, diantaranya adalah ke Rumah Sakit Ken Saras Ungaran setiap hari dari Senin sampai Jumat. Pasien dampingan juga rutin kontrol ke rumah sakit tipe A. Pemakaian periode ini adalah antar jemput pasien dik Ilham dari Katekan Ngadirejo Temanggung ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Solo. Mengantar pasien Jihan fatin dari Grabag Kab. Magelang ke RSSR Jogja. Mengantar Pasien Khoirul ilham Nepak Kabupaten Magelang ke RSSR Semarang dan beberapa pasien dampingan lainnya. Pemaiakain juga untuk survey Pasien di perbatasan Wonosobo dan Banjarnegara. Anggaran Operasional juga digunakan untuk biaya Bahan Bakar, parkir, dan Pelunasan Biaya Balik Nama.

Jumlah : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 ardo, sigit, koko, ilyam

Biaya OPERSIONAL, BBM

Biaya OPERSIONAL, BBM


TAMAN PENDIDIKAN ALQURAN NAILUL MUNA (Bantuan Semen). Alamat : Dusun Randukuning 03/11, Desa Randukuning, Kecamatan Gondosuli, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah.
TPA Nailul Muna diketuai oleh Bapak Alfan (41) putra dari alm. KH Abdul Jabar Aly yang merupakan penggagas dari TPA Nailul Muna. Saat ini TPA sedang membangun gedung permanent untuk mengaji setiap bada Asar sampai Magrib. Jumlah Santri yang mengaji sudah mencapai 70 orang yang berasal dari warga kampung dan sekitarnya. TPA memiliki 5 orang tenaga pengajar yang secara ikhlas mengajar di TPA tersebut karena dalam menjalankan operasional TPA hanya mengandalkan amal dari santri, sehingga juga berimbas pada lamanya proses pembangunan gedung. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan salah satu pengajar Bapak Muhtori sehingga dapat menyampaikan bantuan untuk proses pembangunan tahap akhir gedung. Semoga bantuan ini bermafaat dan bangunan dapat segera digunakan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2016
Kurir : @marjunul @faturrozaq @masdodo_1983

Bantuan Semen

Bantuan Semen

Bantuan Semen


PUSKESMAS SALAMAN 2 (Kursi Roda) Alamat Dusun Krajan Desa Krasak Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Puskesmas Salaman 2 sudah berdiri sejak tahun 1986 . Keberadaan Puskesmas ini sangat dibutuhkan oleh warga sekitar. Puskesmas menjangkau 10 desa dengan jam operasional mulai jam 07.00 sampai jam 14.00 WIB, dengan rata-rata jumlah pasien 100 orang/hari. Dengan bertambahnya jumlah pasien yang berkunjung serta ada beberapa pasien yang membutuhkan peralatan khusus seperti kursi roda, Namun Puskesmas belum memiliki kursi roda. Selain itu ada beberapa pegawai puskesmas yang menjadi relawan #SedekahRombongan dan sering memberikan info serta pendampingan terhadap pasien #SedekahRombongan. Pihak Puskesmas bekomitmen untuk menjadi mitra #SedekahRombongan dalam hal info, pelayanan dan pengawasan pasien #SedekahRombongan yang berada di wilayah Salaman. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat memberikan bantuan berupa kursi roda guna menunjang pelayanan pasien di puskesmas yang diterima oleh Kepala Puskesmas Salaman 2 Bapak Sugeng Supriyanto, SKM. Pihak Puskesmas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan dan semoga bermanfaat bagi masyarakat.

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP, @fathurrozaq82

Bantuan Kursi Roda

Bantuan Kursi Roda


DIAH NUR SAFITRI (13, Neurogenic Blader) Alamat: Jl. Wijaya Kusuma RT 12/01 No. 9 Sukabumi, Kab. Probolinggo, Jawa Timur. Dik Diah biasa disapa, sejak usia 7 bulan dik Diah didiagnosa menderita tumor di tulang belakangnya. Ketika sakitnya kambuh, badan dik Diah menjadi panas, sakit di perut, dan kram pada kaki. Pada usia 1 tahun, dik Diah melakukan pengobatan dengan terapi serta mengkonsumsi obat herbal. Semakin lama kondisi dik Diah semakin menurun. Dik Diah di bawa ke Rumah Sakit Daerah di Probolinggo untuk menjalani MRI. Berdasarkan hasil MRI dik Diah didiagnosa menderita Neurogenic Blader dan disarankan untuk menjalani terapi rutin. Dik Diah melakukan terapi setiap seminggu sekali hingga 2 tahun lamanya. Namun ternyata belum ada hasilnya. Akhirnya dik Diah pun dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan operasi penyambungan saraf. Dik Diah menjalani operasi yang dibayar dari uang pinjaman serta sumbangan dari para dermawan. Setelah menjalani operasi, kondisi dik Diah mulai membaik. Namun sampai sekarang dik Diah tidak bisa menahan buang air kecil dan air besar sehingga mengharuskan untuk memakai pampers setiap hari. Keluarga merasa kesulitan untuk mencukupi biaya kontrol serta keperluan dik Diah setiap harinya. Ayah dik Diah telah meninggal dunia saat dik Diah berusia 3 tahun. Sedangkan ibunya, Bu Sujinah (43) bekerja sebagai pembantu rumah tangga di pagi hari dan berjualan kerupuk di sore harinya. Karena kondisi dik Diah yang sering berobat ke rumah sakit, ibunya kadang terpaksa tidak bekerja untuk menemani dik Diah di rumah sakit. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Diah. Melihat semangat yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Diah. Saat ini dik Diah rutin melakukan kontrol di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya operasi, transportasi serta biaya kebutuhan dik Diah selama agustus 2016. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 888. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Diah masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @EArynta

Diah menderita Neurogenic Blader

Diah menderita Neurogenic Blader


RUKANI BINTI NITI HARDJO (76, Diare + Hipertensi). Alamat: Jalan Semeru, Gang 1, No 1054, RT 2/1, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Ibu Rukani di usia senjanya kini sedang mengalami sakit di bagian perut. Diare ini membuat beliau semakin lemah karena asupan energi yang telah dimakan harus dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Belum lagi kondisi fisik beliau yang memang sudah lemah oleh faktor usia. Para tetangga yang mengetahui kondisi beliau semakin lemah pun berinisiatif memeriksakan Ibu Rukani menuju Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Ibu Rukani pun mendapat perawatan dan obat, sekarang sakit diare beliau sudah sembuh sepenuhnya. Akan tetapi pada bulan kemarin kaki Ibu Rukani menjadi bengkak dan beliau sama sekali tidak bisa beraktifitas. Setelah di periksakan ke dokter, ternyata kaki beliau bengkak dikarenakan masalah pada jantung beliau yang sudah tidak kuat menahan tekanan darah yang begitu tinggi dan Ibu Rukani pun mulai mengkonsumsi obat yang di resepkan oleh dokter. Kedua orang tua Ibu Rukani, Bapak Niti Hardjo dan Ibu Rukinah telah meninggal dunia. Begitu pula suaminya yang juga telah meninggal. Sehingga kini beliau tinggal sebatang kara di rumahnya. Ibu Rukani memiliki BPJS Mandiri kelas III sebagai layanan kesehatan yang cukup membantu pembiayaan pengobatan beliau, karena gaji beliau sebagai pembantu rumah tangga hanya lah pas-pasan. Kurir #SedekahRombongan yang mengetahui kesulitan beliau pun turun tangan agar beliau bisa berobat kembali. Kurir #SedekahRombongan Malang telah menyampaikan santunan kepada Ibu Rukani untuk biaya transportasi, berobat, membeli pampers dan kebutuhan sehari-hari beliau. Santunan sebelumnya masuk dalam nomor rombongan 907. Semoga kondisi Ibu Rukani lekas membaik dan dapat beraktivitas seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz Antok @nay_munaa @m_rofii11

Ibu rukani menderita Diare + Hipertensi

Ibu rukani menderita Diare + Hipertensi


MUYASSAROH BINTI ABU SALAM (48, Batu Ginjal). Alamat : Dusun Penjalinan, RT 44/4, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 2011 terasa anyang-anyangen, lalu sempat buang air kecil dengan sedikit bercampur darah, bahkan dua kali keluar batu kecil. Setelah diperiksakan teryata batu ginjal di kiri lebih besar dari batu ginjal bagian kanan. Setelah kontrol di RS Sopraoen, disarankan ke RS Saiful Anwar (RSSA) untuk menjalani sinar. Sehingga selama berhenti berobat di RSSA menjalani pengobatan herbal dengan meminum jus lobak 2x sehari. Biaya hidup selama di RS dan biaya sinar menjadi kendala Ibu Muyassaroh untuk melanjutkan pengobatan. Profesi beliau sebagai guru swasta dengan pendapatan yang tidak terlalu banyak, sementara suaminya sudah meninggal dunia sejak  15 tahun yang lalu. Tetapi karena sakit semenjak dari bulan Juli 2016 beliau tidak bisa mengajar dan selama itu biaya kehidupan dibantu keluarga besar. BPJS kelas II Non PBI ialah fasilitas kesehatan beliau, agar tindakan sinar batu ginjal bisa tertutupi. Kurir #SedekahRombongan yang mengetahui pun turun tangan agar beliau bisa berobat kembali. Bulan ini santunan pertama disalurkan untuk biaya transportasi dan biaya berobat. Semoga Ibu Muyassaroh kembali sehat. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir: @FaizFaeruz @kurniawanekko @thiwipepthy @nay_munaa

Ibu musyaroh menderita Batu Ginjal

Ibu musyaroh menderita Batu Ginjal


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Oktober 2016). #SedekahRombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien #SedekahRombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan #SedekahRombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) membuat  Malang membutuhkan MTSR tambahan. Sehingga  #SedekahRombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk biaya bahan bakar, pulsa, cuci mobil dan service rutin setiap bulan. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 915. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.132.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz @mfyusuf @nay_munaa @m_rofii11

Biaya Operasional Bulan Oktober 2016

Biaya Operasional Bulan Oktober 2016


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Agustus 2016). Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir #SedekahRombongan untuk beraktivitas seperti mengantar/ menjemput pasien dampingan #SedekahRombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari  sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, cuci mobil, stiker dan servis rutin tiap bulan agar MTSR tetap bisa terlihat baik dan lancar saat beroperasi. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 915. MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 4.250.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Biaya Operasional Bulan Oktober 2016

Biaya Operasional Bulan Oktober 2016


RSSR MALANG (Biaya Operasional Bulan Oktober 2016). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir #SedekahRombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir #SedekahRombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir #SedekahRombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, konsumsi, kebutuhan ATK, kebutuhan mck dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 915. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.088.250,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir: @FaizFaeruz @AfiatBuchori @nay_munaa @m_rofii11

Biaya Operasional Bulan Oktober 2016

Biaya Operasional Bulan Oktober 2016


MARKUS SUKARNO (65, Difabel + Batu Ginjal). Alamat: Dusun Kartotiyasan RT. 2/4, Desa Kratonan, Kecamatan Serengan, Kabupaten Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Pak Markus merupakan putra dari Pak Abdul Karim dan Ibu Sukemi. Ke dua orangtuanya sudah meninggal. Pak Markus menderita Polio sejak usia 3 Tahun. Hingga untuk melakukan aktivitas sehari-hari pak Markus merangkak dan terkadang jika lelah beliau ‘mengesot’. Setelah Ibunya meninggal pada tahun 2012 Pak Markus hidup sendiri. Untuk menyambung hidup, dirumah pak markus berjualan rokok dan beberapa kebutuhan rumah tangga. Bila hari mulai gelap sekitar pukul 18.00 WIB Pak Markus menjajakan rokoknya keliling kota Solo menggunakan sepeda yang sudah di modifikasi untuk Pak Markus. Pak Markus berjualan hingga pukul 23.00 WIB. Hasil yang didapat dari berjualan dirumah dan keliling kota solo tidak menentu, pernah tidak mendapatkan hasil sama sekali namun bila ramai bisa mendapatkan uang hingga Rp 100.000,-. Beberapa bulan terakhir ini Pak Markus tidak dapat berjualan dikarenakan Pak Markus menderita Batu Ginjal. Pada tanggal 2 Oktober 2016 Pak Markus menjalani operasi yang pertama di RS. Panti Waluyo Solo dengan menggunakan jaminan kesehatan KIS. Pasca Operasi Pak Markus harus menjalani kontrol Karena akan ada operasi lanjutan sehingga perkembangannya harus terpantu. Saat kontrol Pak Markus meminta bantuan tetangga sekitar untuk menemaninya Karena Pak Markus kesulitan ketika akan naik ke taksi dan turun dari taksi. Hingga saat ini biaya akomodasi Pak Markus tanggung sendiri dari hasil berjualannya yang ditabung. Kurir #SedekahRombongan di pertemukan dengan beliau, kemudian menyampaikan santunan dari sedekahholic untuk meringankan beban pak Markus buat berobat. Pak Markus mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di terimanya semoga amal kebaikan sedekaholic dan kurir #SedekahRombongan di terima Allah. Aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000.-
Tanggal: 12 November 2016
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @YuliSetiyowat12 @eli_annnaa

Pak markus seorang Difabel dan menderita Batu Ginjal

Pak markus seorang Difabel dan menderita Batu Ginjal


ALM. KUS TRI BOWO (33, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Kampung Losari, Kel. Semanggi, Kec. Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah. Pak Kus merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak akhir 2014. Sakitnya bermula sejak awal 2014 lalu terdapat benjolan disekitar perut beliau yang awalnya dikira sebagai hernia. Beliau pun memeriksakan ke puskesmas terdekat namun, tidak ada perubahan hingga akhirnya diperiksakan ke RS. Moewardi (RSDM) dan diketahui bila beliau menderita kanker kelenjar getah bening dan harus menjalani kemo. Namun, pengobatan tidak beliau lanjutkan karena keterbatasan biaya. Terlebih sejak mengalami sakit, beliau saat ini tidak bekerja dan hanya bergantung dari kedua orangtua. Alhamdulillah kurir dipertemukan dengan beliau, kemudian mendampingi pengobatan beliau. Dengan menggunakan BPJS beliau pun kembali menjalani kemo. Setelah menjalani beberapa rangkaian pengobatan berupa kemoterapi, hingga harus menjalani kemo ulang dan berganti obat, Allah ternyata berkehendak lain, beliau menghembuskan nafas terakhir pada Senin, 7 November 2016. Sebelumnya beliau sempat menjalani kemo dan rawat inap di RSDM hingga kondisi beliau berangsur membaik. Beliaupun dikebumikan pada Selasa, 8 November 2016. Santunan ke-11 kembali disampaikan kepada keluarga beliau untuk biaya pemakaman. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 903. Mari doakan semoga amal ibada beliau diterima dan memperoleh tempat terbaik disisiNya. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 8 November 2016
Kurir: @mawan @anissetya60 @cahyani_eka @roschandptr

Alm pak kus tri menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Alm pak kus tri menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


KHOMSIAH BINTI DASERI (56, INFEKSI MATA). Alamat : Dukuh Sendang Boto RT.22/3 Kelurahan Soko, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Khomsiah begitu beliau dipanggil oleh tetangga. Mata kanan Ibu Khomsiah sudah 2 bulan ini tidak dapat melihat, dikarenakan infeksi. Awalnya, mata Ibu Khomsiah gatal dan setiap harinya beliau kucek sehingga menyebabkan keparahan. Oleh suami, dibawa ke Rumah Sakit Asalam Gemolong, 2 kali berobat oleh dokter hanya dikatakan infeksi dan Ibu Khomsiah dianjurkan untuk kontrol di dokter spesialis mata karena keterbatasan alat dan tenaga medis di RS tersebut. Karena belum memiliki jaminan kesehatan, akhirnya Ibu Khomsiah saat ini dalam proses pembuatan BPJS kelas 3. Ibu Khomsiah saat ini tinggal bersama suaminya, Bapak Parno (57) yang bekerja sebagai buruh dengan penghasilan Rp 50.000,00 setiap bekerja. Ibu Khomsiah memiliki 2 anak, yang keduanya sudah menikah dan tinggal diluar kota. Keluarga membutuhkan bantuan dan pendampingan untuk proses kesembuhan Ibu Khomsiah. Oleh karena itu, kami menyampaikan Sedekah dari sedekaholic untuk membantu proses pengobatan Ibu Khomsiah. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,00
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @mawan @anissetya60 @shofawa

Ibu khomsiah menderita INFEKSI MATA

Ibu khomsiah menderita INFEKSI MATA


ADZKIYA SHOFA HAFIDZOH (9 Bulan/ 14 Februari 2016, Infeksi Bakteri/Kuman). Alamat: Desa Bendosari Rt 05/03 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Dek Adzkiya biasa dipanggil merupakan putri ke-3 dari pasangan Bapak Bayu (35) dan Ibu Isnaini (29). Saat ini Dek Adzkiya dirawat di RS PKU Muhammadiyah Solo karena di diagnosa Infeksi Bakteri/Kuman. Awal mulanya pada tanggal 7 November 2016 Dek Adzkiya mengalami panas tinggi hingga 39º, melihat putrinya menangis kepanasan Dek Adzkiya langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat. Saat di Puskesmas hanya di beri obat Paracetamol dan Amoxicillin. Sehari setelah diperiksakan muncul luka seperti ‘dompo’ dibagian belakang telinga. Hari berikutnya tanggal 9 November 2016 lukayang seperti ‘dompo’ menyebar hingga ke bagian leher dan langsung di bawa ke Puskesmas lagi, di puskesmas di beri obat dan menunggu reaksi dari obat jika tidak ada perubahan akan diberikan rujukan, namun karena Ibu Isnaini tidak tega melihat kondisi anaknya yang kian parah lalu langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Saat pertama kali masuk melalui IGD, ketika akan di pasang infus kesulitan mencari nadi, karena ketika dipegang kulit Dek Adzkiya mengelupas sehingga untuk memasuka obat melalui suntikan. Dek Adzkiya dirawat melalui jalur umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan, dulu orang tuanya mempunyai PKMS (jaminan kesehatan khusus warga Solo) namun sudah tidak berlaku sejak tahun 2015. Dek Adzkiya bersama ibu dan kedua kakaknya tinggal di rumah neneknya. Ayahnya sudah tidak bersama ibunya lagi sejak 1 tahun yang lalu sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masih bergantung Kakek-Neneknya. Alhamdulilah saat kurir #SR berkunjung pada tanggal 12 November 2016 kondisi Dek Adzkiya menunjukan perubahan positif, suhu badan turun untuk perawatan lukanya setiap hari dikompres dan di kasih salep pada pagi dan sore hari. Karena tidak memiliki jaminan kesehatan biaya Perawatan di Rumah Sakit hingga tanggal 12 November 2016 jam 11.17 mencapai Rp 2.300.000,-. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Adzkiya, Santunan disampaikan untuk membantu akomodasi selama Dek Adzkiya di Rumah Sakit. Dek Adzkiya dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di terimanya semoga amal kebaikan sedekaholic dan kurir #SedekahRombongan di terima Allah.
Aamiin…

Jumlah bantuan : Rp.3.000.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @Mawan @Anissetya60 @YuliSetiyowat12 @Eli_annnaa

Adzkiya menderita Infeksi Bakteri/Kuman

Adzkiya menderita Infeksi Bakteri/Kuman


SRI HANDAYANI (37,Komplikasi) Alamat: Sucen Barat RT.16/05, Kedung Lengkung, Simo, Boyolali, Jawa Tengah. Ibu satu putri ini sudah satu tahun terakhir tidak dapat beraktifitas seperti biasa, harus terbaring lemas di dipan yang beralaskan tikar dan bertutup selambu. Istri dari Bapak Muhtarudin (43) awalnya terpleset saat bekerja membantu suami di penggilingan padi, saat itu beliu merasa sedikit lemas karena masalah jantung lemah dan flek paru- paru yang diderita semenjak sekolah di madrasah tsanawiyah. Saat itu mbak Sri menjadi korban kekerasan pemuda yang sedang mabuk,  beliau menjadi korban kekerasan fisik sampi diinjak-injak. Semenjak kejadian tersebut mbk Sri menjadi syok, sehingga saat mendengar suara keras beliau selalu pingsan. Berbekal Jaminan kesehatan yang dimiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) Pengobatan sudah dijalani, mulai dari kontrol ke dokter spesialis dalam, syaraf, paru, namun belum membuahkan hasil. Karena keterbatasan biaya akhir Juli 2015 pengobatanya terhenti, sampai saat ini beliau hanya terbaring diatas dipan. Beliau tidak mengkonsumsi obat, hanya menahan rasa sakit yang diderita. Sehari- hari semua kebutuhanya disiapkan suami, jika ditinggal bekerja beliau dibantu Khusnul Laily Nur Khasanah (11). Kurir SedekahRombongan melakukan survai dan menanyakan bagaimana kelanjutan pengobatan mbak Sri. Beliau berharap bisa berobat lagi sehingga dapat kembali bekerja seperti dahulu. Sedekah rombongan memberikan bantuan titipan #sedekaholics guna akomodasi melanjutkan pengobatan.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2016
Kurir :@mawan @anissetya60 @Shofawa

Ibu sri menderita Komplikasi

Ibu sri menderita Komplikasi


MTSR PATI (K 8502 VA, Operasional Bulan September 2016). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) memiliki jangkauan operasional pelayanan di Kabupaten Pati, Kabupaten Blora dan Kabupaten Rembang. Adapun daerah tujuan ke bebarapa Kota sekitar, seperti Semarang, dan Solo. Pada Periode ini MTSR melayani pasien dampingan #SedekahRombongan yang kontrol rutin di beberapa Rumah Sakit. Selain itu juga MTSR melayani warga yang meminta tolong untuk kontrol rutin kebeberapa Rumah Sakit, diantaranya adalah ke Rumah Sakit Umum dr. Kariadi Semarang setiap hari dari Senin sampai Jumat dan ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Solo pada hari kamis. Selain itu juga mengantar pasien daerah yang kontrol rutin ke RSUD Kota Pati dan RS. Mitra Bangsa Pati untuk mengantar pasien dampingan pemeriksaan Fisioterapi, Ortopedi, kontrol perkembangan, dan tindakan operasi pasien di RSUD Pati dan RS. Mitra Bangsa Pati. Anggaran Operasional juga digunakan untuk biaya parkir, service rutin dan pembelian bbm. Pembiayaan sebelumnya masuk sudah diberikan pada ROM 913.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @dewa_popfmpati Guntur

Biaya Operasional Bulan September 2016

Biaya Operasional Bulan September 2016


SUGENG RIYANTO BIN AHMAD GIANTO (42th, Tuberkulosis ) Alamat Trosari, RT.021/ RW.006 Keluraha Salam, kecamatan Patuk kababupaten Gunungkidul, provinsi DIY, di awal 2012 pak Sugeng merasakan sakit kemudian beliau di larikan ke RS wirosaban dan hasil dari keterangan dokter hanya penyakit biasa dan belom begitu jelas, selama 7 tahun terakhir pak sugeng tidak bekerja dan hanya mengandalkan biaya kesehariannya  dari kedua orang tuanya pak Ahamd Gianto (66th) yang bekerja sebagai buruh tani dan ibu Suhartina (62th) beby sister. pada bulan septermber yang bertepatan setelah hari raya idhul adha pak Sugeng merasakan sakit kembali dan pada waktu itu juga langsung di larikan ke RS. Wirosaban dan al hasil dari pernyataan dokter, pak sugeng menderita penyakit TBC, dari pihak rumah sakit menyarankan untuk dirujuk ke RS Sarjito, kondisi terakhir pak Sugeng di RS Sarjito kritis.
Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic, yang digunakan untuk biaya pengobatannya. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban hidup Pak sugeng dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 16 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari @Faisal_gudeg @FahmiSQ @anjesmou

Pak sugeng menderita Tuberkulosis

Pak sugeng menderita Tuberkulosis


LARAS NUR AINI (6 bulan) menderita anaemia, unspecified) bertempat tinggal di produkuhan Pangkah RT 008/045,desa Pangkah, kecamatan Semin,kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Merupakan anak dari pasangan bapak Suparmin bin Parto Suwito (39th) dengan ibu Suratini binti Kismo Suwito (45 th) keduanya berprofesi sebagai buruh tani. Pada awal bulan agustus 2016, balita Laras Nur Aini nenjalani imunisasi. Beberapa hari kemudian mengalami demam. Semula dikira hanya Karena efek imunisasi. Karena tidak segera sembuh demamnya, diperiksakan ke bidan dan diberi obat penurun panas, namun tidak juga turun demam demamnya. Atas saran bidan setempat dibawa ke puskesmas terus dirujuk ke RSUD Wonosari. Dari tanggal 17 september sampai dengan tanggal 13 Oktober 2016,opname di RSUD Wonosari dengan diagnosa Bronchitis, not specified as acute or or chronic. Selama hampir satu bulan opname tetapi belum ada perubahan, akhirbya dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Sementara di  RSUP Dr. Sardjito didiagnosa Anaemia, unspecified.
Dengan menggunakan jaminan BPJS Mandiri kelas 3, balita Laras Nur Aini saat ini dirawat di RSUP Dr. Sardjito dengan kondisi demamnya belum stabil. Dokter belum bisa menentukan tindakan medis selanjutnya karena kondisi kesehatannya belum stabil
Santunan Untuk balita Laras Nur Aini (6 bulan, Anaemia, unspecified)

Jumlah bantuan Rp. 2.000.000,-
Tanggal Penyampaian: 20 Oktober 2016
Via Kurir:@Saptuari Sugiharto@Faisal Gudeg@KedunkUssil@Jemi.rikab

Laras menderita menderita anaemia, unspecified

Laras menderita menderita anaemia, unspecified


RUMI RISNAWATI (36 th, Patah tulang), seorang janda dengan empat orang anak, yang berprofesi sebagai tenaga marketing freeland. Bertempat tinggal di kampung Jogonegaran RT 044/012, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Sekitar dua setengah bulan yang lalu ibu RUMI Risnawati mengalami kecelakaan saat turun dari bus ditabrak pengendara sepeda motor. Namun pengendara sepeda motor yang menabraknya melarikan diri. Dengan ditolong warga sekitar tempat kejadian, beliau dibawa ke rumah sakit terdekat di daerah Solo. Setelah dilakukan observasi terhadap luka-lukanya,ternyata beliau mengalami patah tulang 2 bagian di tulang betis kanan. Dokter mengharuskan dilakukan tindakan operasi, namun karena ketiadaan biaya terpaksa tidak dioperasi. Setelah diobati luka bagian luar, ibu Rumi Risnawati meminta pulang. Beliau sudah tidak punya rumah, sehingga terpaksa cari kost di daerah Solo. Keadaan ekonomi membuat luka beliau tidak bisa secara rutin untuk berobat. Bahkan lukannya sampai ada belatungnya, hingga tanpa diketahui ada ular dibawah tempat tidurnya yang memakan belatung-belatung yang muncul pada luka tersebut. Ular tersebut baru diketahui saat teman-teman bu Rumi Risnawati menjenguknya, dan membawa pulang ke Yogyakarta untuk dititipkan ke kontrakan saudaranya yang juga tidak mampu
Saat ini bu Rumi Risnawati dirawat di RS PKU Muhamadiyah Kota Yogyakarta karena kesehatannya ngedrop. Namun untuk sementara hanya untuk menyetabilkan kesehatan secara umum, belum ada keterangan apakah bisa dilakukan operasi atau tidak
Pada waktu kecelakaan sebenarnya bu Rumi Risnawati mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat, namun tidak bisa dipergunakan. Akhirnya setelah lama tidak bisa menggunakan jaminan kesehatan, ada masyarakat yang membantu mengurus jaminan BPJS. Saat ini alhamdulilah  sementara perasatannya masih bisa dicover dengan BPJS nan PBI kelas 3
Alhamdulilah #kurir sedekah rombongan bisa turut serta membantu meringankan beban bu Rumi Risnawati, dengan menyampaikan bantuan titipan dari #sedekah hollics, semoga beliau segera diberikan kesembuhan

Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal  : 9 November 2016
Kurir        : @Saptuari Sugiharto @Faisal Gudeg @Jemi.rikab @KedunkUssil

Ibu rumi menderita Patah tulang

Ibu rumi menderita Patah tulang


QUINN MASAYU RAMADHANI (8 Tahun, Yatim). Alamat: Komplek Green Tabasan Indah No. 12 RT.01 Palimbangan, Halur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan. Quinn merupakan santri di Pondok Pesantren Al Anwar Bantul Yogyakarta. Sementara itu, Muhammad Ikhsan dan Dessy Priana, kedua orang tuanya, merupakan Kurir #SedekahRombongan, yang bergerak di seputaran Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Beberapa waktu yang lalu, berita duka datang dari keluarganya. Sang ayah meninggal dunia setelah beberapa saat dirawat di rumah sakit. Semasa hidupnya, sang ayah dikenal sebagai orang yang ramah, beliau juga aktif dalam kegiatan sosial dan ngurir di #SedekahRombongan. Quinn kemudian segera diterbangkan ke kampung halamannya, ditemani oleh Kyai Aris Munawar, Pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar Bantul Yogyakarta. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah turut berpartisipasi untuk meringankan beban remaja dan keluarganya ini. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan untuk biaya kepulangan Quinn, dari Yogyakarta Kalimantan Selatan. Selain itu, bantuan juga disampaikan kepadanya untuk membantu biaya sekolahnya, sekaligus santunan duka untuk keluarganya. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka, mudah-mudahan bantuan ini juga menjadi catatan amalan bagi para #Sedekaholic. Mari kita berdoa bersama-sama semoga sang ayah diterima disisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.771.247,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @Saptuari

Bantuan untuk membantu biaya sekolah, sekaligus santunan duka

Bantuan untuk membantu biaya sekolah, sekaligus santunan duka


KHOIRUL ABIDIN (21, Tumor pada Dagu). Alamat : Desa Slungkep, RT 4/1, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Bidin, begitulah warga sekitar memanggilnya. Ketika lahir Dia sama terlahir normal seperti halnya anak-anak yang lainnya. Tetapi ketika menginjak usianya 2 tahun, mulai muncul benjolan kecil pada dagunya. Benjolan itu lambat tahun semakin bertambah besar seiring usianya yang terus bertambah. Hingga benjolan itu semakin membesar seukuran 2 kepalan tangan. Sekitar 7 tahun yang lalu Bidin pernah melakukan operasi pada dagunya, itupun bantuan dari warga setempat. Akan tetapi, operasi yang harusnya dijadwalkan dilakukan 2 kali dan saat itu baru dilakukan 1 kali karena untuk operasi yang berikutnya terkendala masalah biaya. Bahkan terdapat luka didagunya yang kerap kali mengeluarkan nanah. Lukanya itu pun hanya Dia tutupi dengan perban dan supaya nanah tidak keluar dari luka didagunya. Walaupun Bidin dalam keadaan sakit seperti itu, Dia masih bekerja sebagai buruh penitik lubang kancing. Sedangkan Pak Rasmun (53) ayahnya bekerja sebagai buruh kuli angkut. Dan ibunya, Bu Suamiati telah terlebih dahulu meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Bidin adalah anak pertama dari 3 bersaudara, Diyah Rohmawati (17) dan Rusmi (16) itulah kedua adiknya yang saat ini masih bersekolah. Sedangkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) itulah Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang Bidin dan keluarga miliki. Tetapi karena kurangnya pengetahuan tentang cara penggunaannya, membuat Bidin dan keluarga tidak pernah menggunakannya untuk memeriksakan keadaannya. Dan kurangnya biaya juga yang membuat Bidin tidak bisa melakukan operasi yang kedua kalinya. Kurir #SedekahRombongan pun merasakan kesulitan yang Bidin alami. Kurir #SedekahRombongan kemudian mendatangi rumahnya sekalian bersilaturahmi, tidak lupa juga memberikan Bantuan yang diamanahkan dari para Sedekaholics kepada #SedekahRombongan. Semoga Bantuan itu bisa berguna untuk akomodasi awal Bidin untuk berobat. Dan semoga sakit yang Dia alami berangsur-angsur sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @dewa_popfmpati @ellpin86

Khoirul menderita Tumor pada Dagu

Khoirul menderita Tumor pada Dagu


JAMSURI BOJONG (56, Rabun + Gizi Kurang + Cacat di Kedua Jari Tangan). Alamat : Kp. Bojong Loa, Desa Bojong Loa, RT 2/9, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Kakek tua ini hidup sebatang kara di gubug kecil yang sangat tak layak huni. Berdinding spanduk bekas, beratap plastik yang sudah usang, dan berlantaikan tanah yang lembab gubug ini dibangun seadanya di bawah pohon bambu. Pak Jamsuri sehari-hari hanya bisa berdiam diri di dalam gubugnya karena rabun mata yang dialaminya sejak satu tahun lalu. Selain rabun mata ia juga mengalami kekurangan gizi dan cacat pada kedua tanganya.  Jangankan bisa tidur nyenyak, ketika hujan mulai turun dinding rumah dari spanduk dan atap yang hanya terbuat dari plastik bekas itu banyak yang bocor tak mampu melindunginya dari hujan. Semenjak sakit, Pak Jamsuri tidak bisa bekerja lagi sebagai pemulung, sehingga untuk makan sehari-hari ia terpaksa mengandalkan belas kasihan tetangga sekitar itupun jika ada yang memberinya makanan, jika tidak ia hanya bisa terdiam menahan lapar. Gubug yang tidak memiliki sarana sumber air dan MCK itu membuat Pak Jamsuri jika ingin BAB di malam hari ia lakukan di dalam gubugnya, sedangkan siang hari dapat ia lakukan di bawah pohon bambu sekitar rumahnya atau meminta tolong tetangga untuk diantar ke sumur umum yang jaraknya 300 meter dari rumahnya. JIka ke sumur umum, Pak Jamsuri harus membawa seember air dengan tangannya yang cacat, terlebih lagi dengan penglihatan yang sudah kabur. Rasa Syukur tak henti -henti diucapkan pak Jamsuri karena pada Minggu, 30 Oktober 2016, gubug tak layak huninya dibongkar dan dibangun menjadi rumah kecil yang Insya Allah lebih nyaman ditempati. Proses bedah rumah Pak Jamsuri dilaksanakan dalam waktu sehari, dengan mengkaryakan 3 orang tukang dibantu para kurir #SedekahRombongan Tangerang dan relawan dari Icikiwir Berbagi. Alhamdulillah kini ketika hujan Pak Jamsuri tak lagi merasakan kehujanan seperti dulu lagi. Selain itu, Pak Jamsuri juga bisa merasakan tidur yang lebih nyenyak dan tak merasakan dinginnya malam. Syukur Alhamdulillah, #SR Tangerang diberi kesempatan untuk mewujudkan sedikit impian Pak Jamsuri dengan memberikan bantuan lanjutan untuk membedah rumahnya. Sebelumnya Pak Jamsuri telah dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan  : Rp 3.542.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2016
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Pak jamsuri menderita Rabun + Gizi Kurang + Cacat di Kedua Jari Tangan

Pak jamsuri menderita Rabun + Gizi Kurang + Cacat di Kedua Jari Tangan


MUHAMMAD DWI RIFKI N (9, Tumor Wajah). Alamat : Kp. Dan Tegal, RT 19/5, Desa Pengarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Rifki adalah anak yang memiliki semangat yang luar biasa. Cita-citanya kelak ingin  menjadi seorang polisi. Rifki tidak ada rasa minder sedikit pun untuk tetap bersekolah, walau kondisi wajahnya tertutupi tumor yang semakin membesar. Tumor di wajahnya mulai membesar bermula akibat Rifki terjatuh dan mukanya terbentur meja. Setelah terbentur mukanya timbul lebam yang bukanya menghilang tetapi lama – kelamaan justru membengkak. Orang tua Rifki kemudian membawanya berobat ke dokter, namun bengkak di wajahnya semakin membesar dan mulai tak wajar. Keterbatasan ekonomi keluarga membuat Rifki hanya berobat sampai tingkatan RSUD, itupun tak rutin sesuai anjuran dokter yang menanganinya. Ayahnya yang bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan yang pas-pasan hanya bisa membiayai kebutuhan sehari-hari keluarga. Akhirnya Rifki berhenti menjalani pengobatan selama 5 tahun, dan wajahnya semakin emmbengkak. Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Rifki kembali berobat ke RSUD dan dianjurkan untuk dilakukan penyedotan pada wajahnya. Setelah tindakan penyedotan, benjolan itu kempes dan wajah Rifki kembali semula walaupun masih ada sedikit bekas benjolan. Selang berapa bulan benjolan itu mulai muncul kembali. Kini Rifki dan keluarga hanya bisa pasrah menjalani hidup dengan kondisi  sakit yang dialami Rifki. Syukur alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rifki, dan saat ini Rifki mulai menjalani pengobatan di RSCM Jakarta menggunakan BPJS. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan awal untuk biaya transportasi dan kebutuhan pengobatan lainya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  5 Oktober 2016
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @icallabdulah @ririn_restu

Dwi menderita Tumor Wajah

Dwi menderita Tumor Wajah


SAROH BINTI SARIMAN (7, Bibir Sumbing dan Gizi buruk). Alamat : Kampung Bantar Panjang, RT 7/4, Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Saroh  menderita bibir sumbing sejak lahir sehingga ia tidak dapat berbicara dengan jelas, selain itu ia juga menderita gizi buruk sehingga pertumbuhan fisiknya kurang baik. Kondisi tersebut membuat Saroh belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali. Saroh pernah diperiksakan ke RSUD Pandeglang, namun pengobatannya tidak berlanjut karena kendala biaya. Ayah Saroh, Sariman (60), hanya kuli bangunan biasa yang pekerjaannya tidak menentu, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Kedua orang tua Saroh sangat menginginkan agar anaknya sembuh dan tumbuh normal. Mereka juga berharap bibir sumbing Saroh dapat segera dioperasi agar ia dapat berbicara normal. Meskipun Saroh sudah memegang kartu BPJS, tetapi Pak Sariman tidak punya biaya untuk transportasi dan operasional berobat anaknya. Mendengar berita ini kurir #SedekahRombongan langsung bergerak mengunjungi dan menyampaikan titipan dari Sedekaholic untuk berobat Saroh. Semoga kondisi Saroh segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @oji_fahrur @ririn_restu

Saroh menderita Bibir Sumbing dan Gizi buruk

Saroh menderita Bibir Sumbing dan Gizi buruk


MUHAMMAD SUPRIANTO (13, Rabun Mata). Alamat : Kp. Cimanggu, RT 18/6, Desa Janaka, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Suprianto telah menderita rabun mata sejak lama, seiring perjalanan waktu penyakitnya semakin memburuk sehingga ia tidak bisa membaca dengan normal. Ketika belajar di sekolah ia tidak bisa membaca tulisan gurunya di papan tulis. Suprianto adalah seorang anak yatim yang rajin dan pandai, meskipun ia mempunyai masalah pada penglihatannya ia masih tetap bersemangat bersekolah. Ayahnya, Bapak Akhmad, sudah meninggal dunia setahun yang lalu. Saat ini Suprianto tinggal bersama ibundanya, Sarnah (60), yang bekerja sebagai kuli serabutan. Ibunya ingin sekali mengobati Suprianto,  tetapi keinginan  ini tidak pernah terlaksana,  maklum saja selain keadaan ekonomi yang serba sulit,  Suprianto juga belum memiliki BPJS ataupun jaminan kesehatan lainnya. Ketika kurir #SedekahRombongan mengunjungi rumahnya untuk menyerahkan sedekah dari sedekaholic, keluarga sangat terharu bahagia karena Suprianto dapat segera memeriksakan penyakit matanya. Semoga Allah memberikan kelancaran proses pengobatan Suprianto dan penyakitnya segera diangkat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @oji_fahrur @ririn_restu

Supriyanto menderita Rabun Mata

Supriyanto menderita Rabun Mata


RIAN BIN SOPANDI (10, Hydrocephalus). Alamat : Kampung Cimaliti, Desa Pasireurih, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.  Rian mengidap penyakit Hydrocephalus atau penumpukan cairan di dalam otak sejak berusia 8 bulan dan kian hari kepalanya semakin membesar. Sebelumnya Rian dan keluarga tinggal di Kabupaten Lebak dan disana ia pernah dibawa ke klinik untuk berobat, namun setelah pindah ke Kabupaten Pandegalang ia belum  pernah diperiksakan kembali. Kondisi Rian saat ini terus melemah dan sering kejang- kejang. Saat ditemui kurir #SedekahRombongan, orang tua Rian menuturkan kesulitannya mengenai biaya pengobatan Rian, meskipun Rian sudah mempunyai BPJS mandiri. Sudah beberapa bulan ini angsuran BPJS-nya menunggak, agar bisa segera bisa digunakan kembali maka orang tua rian harus segera membayar tunggakan dan mengurus perpindahan fasilitas kesehatan tingkat pertama setelah berpindah alamat. Orang tua Rian saat ini tidak mempunyai biaya operasional untuk kepengurusan dan transportasi pengobatan ke RSUD Pandeglang. Ketiadaan biaya pengobatan Rian dapat dimaklumi karena ayah Rian, Sopandi (50), bekerja sebagai buruh serabutan yang pekerjaanya tidak menentu, sedangkan ibunya, Hasanah (46) hanya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah Allah mempertemukan #sedekahrombongan dengan keluarga Rian, titipan dari sedekaholics disampaikan kepadanya untuk biaya transportasi kepengurusan BPJS dan ke RSUD Pandeglang. Semoga kondisi Rian segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016.
Kurir : @nurmanmlana @ yadi_uy @aepucok @ririn_restu

Rian menderita Hydrocephalus

Rian menderita Hydrocephalus


KARTI USEP (63, Lumpuh).  Alamat : Kampung Masjid, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabuapten Pandeglang, Provinsi Banten.  Ibu Karti mengalami kelumpuhan sejak dua tahun yang lalu akibat terjatuh di kamar mandi. Sebagian tubuhnya mulai dari tangan kiri dan kaki tidak bisa bergerak, ia sempat dirawat di RSUD Pandeglang namun akhirnya dibawa pulang kembali ke rumah dengan alasan keterbatasan biaya. Saat ini Ibu Karti hanya bisa terbaring lemah di atas dipan dengan kondisi sering mengalami sakit pada kaki dan tanganya. Keluarga tidak bisa membawanya ke rumah sakit karena tidak mempunyai biaya, maklum saja suaminya, Usep (72), berprofesi sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu, meskipun ada hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Selain ketiadaan biaya, Ibu Karti juga belum mempunyai jamnan kesehatan apapun. Berita tentang Ibu Karti sampai juga kepada kurir #SedekahRombongan, kurir pun menjenguknya dan  memberikan bantuan untuk pembuatan BPJS. Semoga Ibu Karti segera bisa berjalan kembali.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @aepucok @ririn_restu

Ibu karti menderita Lumpuh

Ibu karti menderita Lumpuh


ANITA ERWIN (30, Tumor Mulut). Alamat : Kp. Kadu Tolok, RT 1/5, Desa Sukamanah, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Penyakit yang dialami Ibu Anita sudah 1,5 tahun dideritanya. Awalnya hanya peradangan kecil pada mulut, karena pengobatan hanya dilakukan beberapa kali saja di Puskesmas, seiring waktu peradangan menjalar ke hidung dan pipi. Saat ini kondisi Ibu Anita sangat memprihatinkan, daging tumbuh sudah menutupi hidung dan mulutnya, jika dibiarkan saja dikhawatirkan akan menutup seluruh bagian wajahnya. Ibu Anita hanya dapat terbaring di tempat tidur sambil menahan rasa sakit. Ingin sekali ia berobat ke rumah sakit tapi apa daya keadaan ekonomi tidak mendukung. Suaminya yang merantau ke Kepulauan Riau bekerja sebagai buruh kuli pikul di perkebunan kelapa sawit tak ada kabar berita. Selama sakit Ibu Anita tinggal dan diurus oleh ibunya, Munah (57), yang kesehariannya bekerja sebagai buruh membuat emping yang penghasilannya tak seberapa. Pada September 2016, Ibu Anita sempat dirawat di RSUD Pandeglang dengan dampingan kurir #SedekahRombongan. Setelah dirawat delama 2 hari, Ibu Anita diperbolehkan pulang dan dianjurkan untuk rawat jalan. Saat ini kondisinya belum membaik dan kesulitan biaya untuk berobat jalan. Ketika dikunjungi kurir #SedekahRombongan, Ibu anita menuturkan ingin melakukan pengobatan secara rutin agar ia dapat segera sembuh, namun ketiadaan biaya dan lokasi RSUD yang sangat jauh dari rumahnya membuta ia tak rutin berobat. Kurir #SedkeahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada Rombongan 898. Semoga Ibu Anita segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @oji_fahrur @ririn_restu

Ibu anita menderita Tumor Mulut

Ibu anita menderita Tumor Mulut


ARWASA BIN ALI (33, Sakit Paru -Paru). Alamat : Kampung Susukan, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Arwasa  diagnosis sakit paru-paru sejak 10 tahun yang lalu. Arwasa dianjurkan berobat dengan mengikuti program penyembuhan yang dijalankan selama 3 bulan di RSUD Pandeglang. Dalam waktu 3 bulan tersebut Arwasa hanya melakukannya beberapa kali saja, selebihnya ia hanya berobat jika ada uang untuk transportasi dan operasional lainnya. Pengobatan yang tidak rutin, membuat Arwasa sering kambuh hingga muntah darah. Menurut keluarga, Arwasa terkahir kali berobat pada bulan April 2016. Arwasa sudah tidak mempunyai orang tua, dan kini tinggal bersama saudaranya yang bekerja sebagai buruh serabutan dan juga hidup serba kekurangan. Arwasa kini tidak lagi dapat bekerja sehingga pengobatan penyakit paru-parunya tidak dilakukan dengan maksimal, meskipun ia sudah mempunya kartu JKN – KIS. Ia tidak mempunyai biaya untuk transportasi dan operasional dalam melakukan pengobatan atau kontorl rutin. Berita kesulitan Arwasa pun sampai juga kepada #SedekahRombongan, Kurir pun langsung menjenguknya sekaligus untuk menyampaikan titipan sedekah dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi berobat dan kontrol rutin. Semoga Arwasa segera sembuh dari sakit paru-parunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy hamdiah @ririn_restu

Ibu arwasa menderita Sakit Paru -Paru

Ibu arwasa menderita Sakit Paru -Paru


JUNAEDI BIN ABDULLAH (55, Kencing Manis). Alamat : Kampung Kadu Kapek, Desa Woyang, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Bapak Junaedi mulai sakit sejak tahun 2006 yang lalu. Sudah 10 tahun lamanya kondisi Bapak Junaedi memprihatinkan karena kencing manis yang dideritanya. Kakinya terdapat luka yang tidak pernah mengering, saat diperiksakan ke dokter disarankan untuk diamputasi. Ketiadaan biaya dan kekhawatiran pasca amputasi membuat amputasi urung dilakukan. Bapak Junaedi pun akhirnya menghentikan pengobatannya, jika ada uang ia hanya bisa membeli obat untuk menhaan rasa asakitnya, namun jika tidak ia hanya bisa bersabar saja. Saat ini kondisi Bapak Junaedi semakin melemah dan mengalami kelumpuhan. Bapak Junaedi hanya hidup berdua bersama istrinya, Laila (50), yang kini menjadi satu – satunya tulang punggung keluarga dengan menjadi buruh cuci baju pada tetangganya. Penghasilan buruh cuci baju tentunya tidak besar, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Wajar saja jika Bapak Junaedi tidak melakukan pengobatan dengan maksimal, kartu BPJS yang ia miliiki pun sudah lama tidak dibayarkan.  Alhamdulillah Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Bapak Junaedi, #Sedekahrombongan merasakan kesulitan yang dialami Bapak Junaedi dan istrinya. Alhamdulillah titipan dari Sedekaholics telah disampaikan kepadanya untuk membantu biaya berobat atau kontrol ke dokter. Semoga Allah mengangkat penyakit Bapak Junaedi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Noveber 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy Hamdiah @ririn_restu

Pak junaedi menderita Kencing Manis

Pak junaedi menderita Kencing Manis


DARSONO BIN PANEN (24, Gizi Buruk dan Busung Lapar). Alamat : Kampung Susukan, Desa Sukarame , Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Sakit yang didertia Darsono bermula sejak tahun 2013, gejala awalnya kondisi fisik sangat lemah, napas terasa berat dan berat badan yang semakin berkurang. Awalnya keluarga menyangka bahwa Darsono menderita penyakit paru-paru, ia sempat berobat ke RSUD Pandeglang dan didiagnosis usus buntu.  Pengobatan pun terus dilanjutkan dan diagnosis dokter bukan lagi usus buntu, tapi belum ada diagnosis yang pasti. Akhirnya  keluarga kebingungan dan berasumsi Darsono menderita penyakit aneh. Kondisi Darsono semakin memburuk hingga akhirnya pengobatan dilanjutkan di RSUD Drajat Prawiranegara Serang dan dinyatakan busung lapar. Darsono terakhir kali berobat pada bulan Januari 2016 dan keluarganya sudah kehabisan biaya sehingga pengobatan pun dihentikan. Saat ini kondisi Darsono sangat memperihatinkan, ia hanya bisa terbaring lemah dengan kondisi badan yang sangat kurus, ia pun hanya mampu mengedipkan mata dan sulit berbicara. Saat masih sehat, Darsono bekerja menjadi buruh serabutan, tetapi semenjak sakit ia sudah tidak bekerja lagi. Saat ini yang mengurusnya adalah ibunya, Ibu Janasih (51), sedangkan ayahnya sudah tiada. Dalam menghidupi keempat anaknya, Ibu Janasih mengais rezeki dengan menjadi buruh pengrajin emping dengan penghasilan tidak seberapa yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja kesulitan,  itupun tidak setiap hari ada permintaan. Dengan melihat keadaan ekonominya, wajar saja Ibu Janasih tidak mampu melanjutkan pengobatan Darsono, meskipun Darsono mempunyai BPJS yang sudah lama tidak dibayarkan iurannya. Saat ditemui kurir #SedekahRombongan, Ibu Janasih ingin sekali membayar tunggakan BPJS yang kurang lebih 1 tahun tidak dibayarkan, agar ia bisa melanjutkan kembali pengobatan Darsono. Alhamdulillah titipan dari #Sedekaholic telah disampaikan kepadanya untuk membantu membayar BPJS agar Darsono segera dapat melanjutkan pengobatanya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy hamdiah ririn_restu

Pak darsono menderita Gizi Buruk dan Busung Lapar

Pak darsono menderita Gizi Buruk dan Busung Lapar


NORMA YUNITA (10, Gatal Tubuh Akut). Alamat  : Kampung Tambak Pasir, RT 2/1, Keluarahan Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Norma mengalami gatal-gatal pada tubuhnya sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya gatal-gatal  pada tubuhnya dianggap gatal biasa saja, seiring perjalanan waktu selama 2 tahun gatal-gatal tersebut tidak pernah hilang. Jika ada rezeki lebih, orang tua Norma membawanya ke Puskesmas atau ke mantri kesehatan untuk berobat, terkadang hanya membelikan obat gatal biasa saja berupa bedak gatal atau salep. Saat ini gatal-gatal pada tubuhnya tak kunjung membaik dan semakin menjalar ke seluruh  tubuh. Norma terakhir berobat ke mantri kesehatan sekitar bulan Juli 2016. Norma tinggal bersama ibunya, Ibu Emah (40), sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia ketika Norma berusia 1 tahun. Sebagai seorang janda, Ibu Emah berjuang menghidupi keluarganya dengan cara menjadi asisten rumah tangga, itu pun dilakukannya saat ia merasa sehat, karena ia sendiri juga menderita sakit epilepsi. Sakitnya yang sering kambuh membuat Ibu Emah sering tidak bekerja, sehingga kebutuhan sehari-hari sering dibantu saudara dan tetangganya yang peduli. Keadaan ekonomi keluarga Ibu Emah yang sudah janda dan sering sakit-sakitan, membuat ia dan Norma tak pernah berobat, terlebih lagi mereka belum mempunyai jaminan kesehatan apapun. Berita kesulitan Ibu Emah dan Norma sampai juga kepada #SedekahRombongan. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk membuat BPJS dan selebihnya untuk berobat Norma sebelum BPJS bisa digunakan. Semoga bantuan dari sedekaholics yang ikhlas menjadi jalan kesembuhan bagi Norma yang masa depannya masih panjang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy Titin Rustini

Norma menderita Gatal Tubuh Akut

Norma menderita Gatal Tubuh Akut


YUYUN BINTI JUMI (34, Tumor Dagu). Alamat :  Kampung Kalapasan, RT 6/3, Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu dari dua anak yang sudah tidak bersuami ini mempunyai benjolan kecil di dagu sejak masih gadis, tetapi benjolan tersebut tidak ia hiraukan dan menganggapnya hanya benjolan biasa saja. Saat ini benjolan tersebut  mengganggu aktivitasnya karena kondisinya semakin membesar. Sekitar setahun yang lalu, Ibu Yuyun pun memeriksakan benjolan tersebut ke RSUD Pandeglang, setelah melalui rangkaian pemeriksaan, akhirnya Yuyun divonis mengidap tumor dagu. Dokter yang menanganinya menyarankan tumor di dagunya harus segera diangkat, dokter pun memberikan rujukan ke RSCM Jakarta. Sampai saat ini Ibu Yuyun tidak melakukan pengobatan lanjutan ke RSCM, maklum saja saat ini ia hanya seorang janda yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Meskipun ia mempunyai BPJS mandiri tetapi untuk biaya transportasi dan operasional selama di RSCM membutuhkan biaya yang cukup besar. Selain itu ia juga harus mengurus dan membiayai 2 anaknya dan ibunya, Ibu Jumi (70), yang sudah lanjut usia dan sering sakit-sakitan.  Alhamdulillah Allah telah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Ibu Yuyun. #SedekahRombongan  merasakan kesulitannya, titipan sedekah dari Sedekahlics disampaikan kepadanya untuk biaya transportasi dan oprasional ke RSCM Jakarta.  Semoga Tumor yang ada di dagunya segera dapat dioperasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Ibu yuyun menderita Tumor Dagu

Ibu yuyun menderita Tumor Dagu


AHMAD SHOLEH (20, Luka Bakar 90%). Alamat : Dusun Mbangan, RT 3/2, Desa Sitiluhur, Kec. Gembong, Kab. Pati, Prov. Jawa tengah. Dua tahun yang lalu Mas Sholeh mengalami musibah tersengat listrik tegangan tinggi, yang mengakibatkan sekujur tubuh mengalami luka bakar parah 90 % sampai melepuh. Ketika itu Mas Sholeh langsung dibawa ke RSU Soewondo Pati dan Rawat inap sekitar satu minggu, tapi karena faktor biaya dan kondisi pasien merasa putus asa akhirnya pasien memutuskan untuk pulang. Namun hampir kurang lebih selama satu setengah tahun dari pengobatan pertama, tidak ada penanganan medis. Alhamdulillah, pada awal mei Mas Sholeh bertemu dengan #SedekahRombongan pada 20 Mei 2016 Mas Sholeh kembali ranap inap di RSUD Pati, sekitar dua minggu ranap inap dokter membolehkan Mas Sholeh pulang dan melakukan rawat jalan, luka di kaki yang sebelumnya melepuh, berair dan berbau sedikit mengering. Dia hidup dengan ibunya Juminah (40) adiknya Sri Utami (16), sang ayah sudah lama meninggal. Dulunya Sholeh adalah tulang punggung keluarga menghidupi ibu dan adiknya, namun setelah musibah seperti ini Mas Sholeh hanya bisa tidur di kasurnya beralaskan triplek agar mudah perawatan lukanya. #SedekahRombongan memberikan santunan untuk pengobatan dan untuk akomodasi. Sepulang rawat inap pada bulan Mei, Sholeh dirawat sendiri oleh ibunya dengan obat-obatan yang didapat dari Rumah Sakit. Dan akan dijadwalkan periksa lagi pada 20 Agustus 2016. Berselang dari beberapa bulan pengobatan kini mas sholeh dialih periksakan di RS. Mitra Bangsa Pati, satu minggu sekali kontrol luka dilakukan, dan para kurir pun menyisihkan waktu untuk perawatan luka mandiri apabila Mas Sholeh tidak periksa dalam satu minggu tersebut, seringnya dua sampai tiga kali seminggu perawatan luka dilakukan. Kurir #SedekahRombongan selalu mengupayakan kesembuhannya, dan berharap luka Mas Sholeh cepat sembuh agar bisa dilakukan pengobatan yang lainnya. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk akomodasi pengobatan serta pembelian obat perawatan luka sebelumnya sudah terbantu pada Rombongan 886. Semoga Mas Sholeh bisa sehat seperti semula dan bisa membahagiakan orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir  : @dewa_popfmpati Londho

Ahmad menderita Luka Bakar 90%

Ahmad menderita Luka Bakar 90%


MTSR PATI (K 8502 VA, Operasional Bulan September 2016). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) memiliki jangkauan operasional pelayanan di Kabupaten Pati, Kabupaten Blora dan Kabupaten Rembang. Adapun daerah tujuan ke bebarapa Kota sekitar, seperti Semarang, dan Solo. Pada Periode ini MTSR melayani pasien dampingan #SedekahRombongan yang kontrol rutin di beberapa Rumah Sakit. Selain itu juga MTSR melayani warga yang meminta tolong untuk kontrol rutin kebeberapa Rumah Sakit, diantaranya adalah ke Rumah Sakit Umum dr. Kariadi Semarang setiap hari dari Senin sampai Jumat dan ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Solo pada hari kamis. Selain itu juga mengantar pasien daerah yang kontrol rutin ke RSUD Kota Pati dan RS. Mitra Bangsa Pati untuk mengantar pasien dampingan pemeriksaan Fisioterapi, Ortopedi, kontrol perkembangan, dan tindakan operasi pasien di RSUD Pati dan RS. Mitra Bangsa Pati. Anggaran Operasional juga digunakan untuk biaya parkir, service rutin dan pembelian bbm. Pembiayaan sebelumnya masuk sudah diberikan pada ROM 913.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @dewa_popfmpati Guntur

Biaya Operasional Bulan September 2016

Biaya Operasional Bulan September 2016


KARTIJAH BINTI WAGIYO (87,Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Tondomulyo, RT 5/4, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Mbah kartijah diusia yang sudah tua beliau masih bekerja mencari padi hasil sisa panen. Suami beliau telah lama meninggal dunia dan dari pernikahan itupun beliau tidak mempunyai anak. Sekarang beliau sering sakit-sakitan seperti masuk angin, meriang dan pilek, hal tersebut dikarenakan usia yang kian bertambah. Sehingga membuat beliau susah untuk pergi mencari nafkah. Bahkan untuk kebutuhan sehari-hari Mbah Kartijah hanya menunggu uluran tangan dari para saudara dan tetangga. Alhamdulillah Mbah Kartijah bertemu #SedekahRombongan dan
#Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan Mbah Kartijah.

Jumlah Bantuan :Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @dewa_popfmpati Bagus

Bantuan Biaya Hidup

Bantuan Biaya Hidup


FARID JAYA MALIK (9, Talasemia Mayor). Alamat Dukuh Suwunegara, Desa Prawoto, RT 5/3, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.  Dik Farid terlahir seperti anak normal lainnya  namun, sudah sekitar 4 tahun Dik Farid di diagnosa mengidap penyakit Thalasemia Mayor. Thalasemia Mayor adalah kelainan darah yang mengakibatkan tubuh tidak memproduksi cukup hemoglobin sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di dalam tubuh sedikit. Hemoglobin adalah protein pembentuk sel darah merah yang berguna untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Sehingga mewajibkan Dik Farid untuk rajin kontrol dan tranfusi darah setiap bulan ke Rumah Sakit Kariadi Semarang dan harus segera melakukan operasi tulang sum-sum karena sudah ada penumpukan zat besi. Kalau tidak segera di operasi dikhawatirkan tidak dapat menjalani transfusi darah rutin karena di takutkan jantung pasien tidak kuat. Keluarga Dik Farid sudah kehabisan biaya untuk pengobatan selama ini dan ada beberapa hutang untuk pengobatannya. Dik Farid tinggal bersama Bapaknya Endi Suprapto (38) pekerjaan serabutan dan Ibunya Rasini (37) yang bekerja sebagai tukang jahit rumahan. Kondisi Dik Farid masih menjalani kontrol rutin dan transfusi darah setiap bulan. Dengan menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS kelas III pengobatan Dik Farid menjadi terbantu dalam pembiayaan pengobatan, namun gaji yang dikumpulkan dari kedua orang tua Dik Farid kurang mencukupi untuk transportasi yang sering dilakukan. Alhamdulillah Dik Farid bertemu dengan #SedekahRombongan dan memberikan bantuan, diberikan untuk membantu biaya pembayaran BPJS selama 4 bulan untuk 1 keluarga yang terdiri dari 4 orang. Sebelumnya sudah terbantu dalam Rombongan 885.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November  2016
Kurir : @dewa_popfmpati @mbakipa

Farid menderita Talasemia Mayor

Farid menderita Talasemia Mayor


FARID JAYA MALIK (9, Talasemia Mayor). Alamat Dukuh Suwunegara, Desa Prawoto, RT 5/3, Kec. Sukolilo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah.  Dik Farid terlahir seperti anak normal lainnya  namun, sudah sekitar 4 tahun Dik Farid di diagnosa mengidap penyakit Thalasemia Mayor. Thalasemia Mayor adalah kelainan darah yang mengakibatkan tubuh tidak memproduksi cukup hemoglobin sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di dalam tubuh sedikit. Hemoglobin adalah protein pembentuk sel darah merah yang berguna untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Sehingga mewajibkan Dik Farid untuk rajin kontrol dan tranfusi darah setiap bulan ke Rumah Sakit Kariadi Semarang dan harus segera melakukan operasi tulang sum-sum karena sudah ada penumpukan zat besi. Kalau tidak segera di operasi dikhawatirkan tidak dapat menjalani transfusi darah rutin karena di takutkan jantung pasien tidak kuat. Keluarga Dik Farid sudah kehabisan biaya untuk pengobatan selama ini dan ada beberapa hutang untuk pengobatannya. Dik Farid tinggal bersama Bapaknya Endi Suprapto (38) pekerjaan serabutan dan Ibunya Rasini (37) yang bekerja sebagai tukang jahit rumahan. Kondisi Dik Farid masih menjalani kontrol rutin dan transfusi darah setiap bulan. Dengan menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS kelas III pengobatan Dik Farid menjadi terbantu dalam pembiayaan pengobatan, namun gaji yang dikumpulkan dari kedua orang tua Dik Farid kurang mencukupi untuk transportasi yang sering dilakukan. Alhamdulillah Dik Farid bertemu dengan #SedekahRombongan dan memberikan bantuan, diberikan untuk membantu biaya pembayaran BPJS selama 4 bulan untuk 1 keluarga yang terdiri dari 4 orang. Sebelumnya sudah terbantu dalam Rombongan 885.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 5 November  2016
Kurir : @dewa_popfmpati @mbakipa

Farid menderita Talasemia Mayor

Farid menderita Talasemia Mayor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR LAMPUNG 2,500,000
2 SANDRA SARI 500,000
3 SURYAWATI BINTI SAFARI 500,000
4 YULIA THERESIA 500,000
5 AHMAD MAULANA 2,000,000
6 AMIN BIN ABDULAH 500,000
7 AYUKI MIKAYLA QIYOMI NOVI 500,000
8 BAHUNA BINTI UDIN 500,000
9 BARUNA PUSADA 500,000
10 HALIMAH HASIAH 500,000
11 JULIAN INKMURTI 500,000
12 KASTURI BIN MASENI 500,000
13 RAHMAH FITRIA 500,000
14 RHIDO AKBAR 500,000
15 ROKIYAH 1,000,000
16 RUDI BIN NURIL 1,500,000
17 SATIAH BINTI RANIAN 500,000
18 SUKIMIN BIN SUTRISNO 500,000
19 SYARIAH BINTI SAMSAN 500,000
20 WATI BINTI SUKRI 500,000
21 WATINI BINTI WAKIM 500,000
22 YAMINAH BINTI PUANA 1,000,000
23 YOGA AFANDI 500,000
24 ROHATI BINTI RASMADI 500,000
25 AISYAH HUMAIRA 1,500,000
26 BAKTI SOSIAL METRO 1,500,000
27 HALIMAH BINTI ABDUL HAMID 2,000,000
28 MARYANI BINTI TUKIJO 500,000
29 NUR AINI 500,000
30 SAINEM 500,000
31 SRI MURNI 500,000
32 WAGIRAN BIN PAISO 500,000
33 BAYI SIDA 500,000
34 ROHANI BINTI AMALUDIN 500,000
35 ROLIYAH BINTI MINHADI 500,000
36 SARIFAH BINTI MUHAMMAD SIROJUL MUNIR 500,000
37 IMAM MUSLIMIN 3,000,000
38 SUMINAH BIN ALM. MADISAN 500,000
39 SUPRIHATIN LESTARI 1,000,000
40 AHMAD RUSDI BIN HASYIM 1,000,000
41 FAREL ADY PRATAMA 1,000,000
42 BELLA SABRINA 1,000,000
43 MTSR MAGELANG 3,000,000
44 TAMAN PENDIDIKAN ALQURAN NAILUL MUNA 2,000,000
45 PUSKESMAS SALAMAN 2 1,000,000
46 DIAH NUR SAFITRI 10,000,000
47 RUKANI BINTI NITI HARDJO 500,000
48 MUYASSAROH BINTI ABU SALAM 1,000,000
49 MTSR MALANG 2,132,000
50 MTSR MALANG 4,250,000
51 RSSR MALANG 11,088,250
52 MARKUS SUKARNO 500,000
53 ALM. KUS TRI BOWO 1,000,000
54 KHOMSIAH BINTI DASERI 1,000,000
55 ADZKIYA SHOFA HAFIDZOH 3,000,000
56 SRI HANDAYANI 1,000,000
57 MTSR PATI 5,000,000
58 SUGENG RIYANTO BIN AHMAD GIANTO 3,000,000
59 LARAS NUR AINI 2,000,000
60 RUMI RISNAWATI 2,000,000
61 QUINN MASAYU RAMADHANI 6,771,247
62 KHOIRUL ABIDIN 1,000,000
63 JAMSURI BOJONG 3,542,000
64 MUHAMMAD DWI RIFKI N 1,000,000
65 SAROH BINTI SARIMAN 500,000
66 MUHAMMAD SUPRIANTO 500,000
67 RIAN BIN SOPANDI 500,000
68 KARTI USEP 500,000
69 ANITA ERWIN 500,000
70 ARWASA BIN ALI 500,000
71 JUNAEDI BIN ABDULLAH 500,000
72 DARSONO BIN PANEN 500,000
73 NORMA YUNITA 500,000
74 YUYUN BINTI JUMI 500,000
75 AHMAD SHOLEH 500,000
76 MTSR PATI 5,000,000
77 KARTIJAH 1,000,000
78 FARID JAYA MALIK 500,000
79 FARID JAYA MALIK 800,000
Total 113,083,497

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 113,083,497,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 916 ROMBONGAN

Rp. 44,004,601,515,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.