Rombongan 915

Siapa yang memberi pinjaman kepada pinjaman yang baik, maka Alloh akan melipatgandakan balasannya dan balasan yang mulia.
Posted by on November 19, 2016

WINDA YULIANA (12, TB Kelenjar). Alamat : Dusun Sukamulya, RT 3/5, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan. Ia merupakan siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Di usia 12 tahun, kesehatan Winda sedikit terganggu. Hal itu berkenaan dengan adanya benjolan di bagian sebelah kanan leher Winda. Benjolan di lehernya semakin hari semakin membesar hingga mengeluarkan nanah. Menurut pemeriksaan tim medis, ia didiagnosa menderita TB kelenjar. Beberapa waktu lalu, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dan meninggalkan lubang bekas nanah. Dengan dampingan #SedekahRombongan Kuningan, awal September lalu Winda menjalani operasi pengambilan sampel tumor pada lehernya. Saat ini keadaan Winda semakin membaik. Selain rutin minum obat, Winda juga harus menjaga asupan makanan yang ia makan. Terlebih berkenaan dengan pengobatan, saat ini ia harus menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis anak untuk menjalani kontrol kesehatan rutin selama 9 bulan. Alhamdulillah selama menjalani pengobatan Winda menggunakan bantuan jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI, sehingga sangat membantu proses pengobatan Winda, hanya saja Winda membutuhkan biaya transportasi dan pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Maklum saja, ayah Winda, Bapak Carya (56) adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan tak tentu. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan keenam untuk biaya transportasi dan biaya pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Winda demi kesembuhan penyakitnya. Aamiin. Sebelumnya Winda masuk ke dalam pasien rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Nopember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Winda menderita TB Kelenjar

Winda menderita TB Kelenjar


TETY SUSILAWATI (49, Tumor Otak). Alamat: Jl. Pasir Melati, No. 888, Desa Majalengka Wetan, Kec. Majalengka, Kab. Majalengka, Prov. Jawa Barat. Ibu Tety merupakan pasien dampingan asal Majalengka, Jawa Barat. Beliau adalah perempuan tangguh yang tetap berjuang melawan penyakit ganas tumor otak. Saat ini, beliau sudah tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Kaki, tangan, juga sebagian besar bagian tubuhnya terasa lemas tak bertenaga. Beliau pernah menjalani pengobatan di RSUD Majalengka selama 2 bulan, namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Ibu Tety dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Alhamdulillah, saat ini Ibu Tety telah menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan harus menjalani terapi sinar dan suntik antibiotik sebanyak dua kali dalam sehari. Untuk saat ini, Ibu Tety tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung selama menjalani perawatan. Hal itu dikarnakan jarak dari Majalengka yang cukup jauh dan tidak ada keluarga yang bisa mendampingi perawatannya. Kondisi terkini sudah membaik, beliau sudah bisa berkomunikasi dengan baik namun muncul benjolan lagi dikepalanya. Beliau membutuhkan biaya untuk membeli obat dan transportasi kepulangan beliau ke Majalengka. Selama menjalani perawatan, Ibu Tety memanfaatkan jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 2. Untuk kebutuhan beliau sehari-hari Ibu Tety tidak memiliki penghasilan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kelima untuk membeli obat diluar tanggungan BPJS dan juga untuk biaya transportasi pulang ke majalengka. Semoga Allah memberikan kesembuhan sekaligus kesabaran untuk Ibu Tety. Aamiin. Sebelumnya Ibu Tety masuk kedalam rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal: 11 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Ibu tety menderita Tumor Otak

Ibu tety menderita Tumor Otak


JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI (43, Penjepitan Syaraf Tulang Belakang + Lumpuh). Alamat : Jl. Sadewo VII/40, RT 1/4, Kel. Pendrikan Lor, Kab. Semarang Tengah, Prov. Jawa Tengah. Bu Juariyah adalah seorang guru les dan mengaji bagi anak-anak disekitar rumahnya. Bu Juariyah telah mengalami kelumpuhan dan penjepitan syaraf tulang belakang selama 10 tahun, hal ini menyebabkan Bu Juariyah hanya bisa duduk dan tidak bisa jalan. Saat ini Bu Juariyah telah menjalani paket terapi berupa fisioterapi (FT) dan okupasi terapi (OT) untuk mempertahankan kekuatan dan agar semua anggota tubuh bisa digerakkan dengan baik. Kemudian karena setelah dilakukan terapi okupasi dan bagian tangan respon cukup baik dan kemampuannya meningkat, maka disarankan dokter untuk menjalani okupasi terapi (OT) dan melatih gerakan tangannya dirumah sendiri. Sampai saat ini bu Juariyah menjalani fisioterapi selama dua minggu berturut- turut, terakhir kaki beliau disinar dan berusaha untuk diluruskan tetapi mengalami kesakitan pada kakinya dan akan dilakukan bergantian dengan okupasi terapi. Suami Bu Juariyah, Pak Wawan (48) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Pak Wawan hanyalah seorang tukang pijat dan mengalami kebutaan. Dari penghasilan sebagai guru les dan tukang pijat membuat mereka belum bisa membawa Bu Juariyah berobat secara maksimal. Pada pertengahan bulan Juli 2015 kurir #SRSemarang bertemu dengan Bu Juariyah dan keluarga. Alhamdulillah kini Bu Juariyah telah menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Bu Juariyah menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Non-PBI Kelas III. Tepat setahun Bu Juariyah menjadi pasien dampingan #SRSemarang harapan kesembuhan selalu diharapkan oleh beliau. Setelah bulan april kemaren bu Juariyah dirawat inap di RSUD Tugurejo Semarang. Sampai bulan Agustus ini kondisi Bu Juariyah stabil dan masih menjalani fisoterapi berupa penyinaran dan penyetruman syaraf agar aliran darah beliau lancar dan kondisinya tidak semakin lemas . Terima kasih #Sedekaholic yang telah ikut membantu untuk pengobatan Bu Juariyah, semoga Bu Juariyah segera pulih dan bisa lebih bermanfaat bagi sesama. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Juariyah selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantunan        : Rp. 1.000.000,-
Tanggal                       : 28 Agustus 2016
Kurir        : @indrades @idaiddo @syamok @DiahPertiwi1110

Ibu juariyah menderita Penjepitan Syaraf Tulang Belakang + Lumpuh

Ibu juariyah menderita Penjepitan Syaraf Tulang Belakang + Lumpuh


NGATINI BINTI AMIR (36, Tumor Dagu). Alamat: Dusun Ngaliyan RT 03/13 Kel. Kalongan, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Sepuluh tahun yang lalu, sekitar tahun 2004, Bu Ngatini awalnya memiliki keluhan sakit gigi, kemudian muncul benjolan kecil di area dagunya. Benjolan tersebut semakin lama semakin membesar. Saat itu, Bu Ngatini diantar periksa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang oleh tetangganya yang bekerja sebagai perawat di RSUP Dr. Kariadi. Bu Ngatini divonis terkena tumor dagu jinak oleh dokter dan harus dilakukan operasi. Menurut dokter meskipun tumor tersebut jinak namun apabila tidak diambil maka semakin lama akan semakin besar dan akan mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Ngatini. Namun karena jarak dari rumah beliau menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang yang cukup jauh, terlebih dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan sampai sekarang belum dilakukan operasi pengangkatan tumor padahal tumor dagunya sudah sangat besar. Bu Ngatini bekerja di sebuah perumahan sebagai buruh bagian merawat taman. Suami Bu Ngatini, Pak Kuat dahulu bekerja sebagai kernet truk di Sumatra namun sekarang hanya  bekerja serabutan di rumah. Bu Ngatini masih mempunyai tanggungan 2 anak yang masih kecil dan bapak mertua yang sudah lansia. Saat ini Bu Ngatini sudah memiliki  fasilitas BPJS PBI Kelas III  yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Karena faktor kurangnya pengetahuan sehingga Bu Ngatini memerlukan pendampingan dalam proses pengobatan. Serta dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh. Tanggal 27 Januari 2016 Tim #SedekahRombongan bertemu dengan Bu Ngatini, setelah melakukan obrolan panjang akhirnya tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Ngatini.  Pada tanggal 4 Februari 2016, atas rujukan dari RSUD Ungaran, Bu Ngatini melakukan kontrol pertama di RS Tugu Semarang dengan dampingan tim #SedekahRombongan di Poli Onkologi. Karena kondisi tumornya yang sudah sangat besar dan sudah menyerang rahang, dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi dengan resiko Bu Ngatini akan kehilangan semua gigi bagian bawahnya sebab rahang bawah harus diganti dengan pen. Dan Bu Ngatini bersedia dengan resiko tersebut. Karena keterbatasan alat di RS Tugu, Bu Ngatini dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah, tanggal 28 April 2016, Bu Ngatini menjalani operasi pengangkatan tumor di RSUP Dr. Kariadi Semrang. Operasi berjalan dengan lancar dan saat ini Bu Ngatini sedang dalam masa pemulihan pasca operasi di RSDK. Selang bantu makan sudah dilepas tanggal 25 Mei 2016. Alhamdulilah saat ini, Bu Ngatini sudah bisa menutup mulutnya dengan sempurna dan memakan makanan biasa yang teksturnya lunak. Meskipun Bu Ngatini masih belum jelas ketika berbicara dan luka jahitan operasi sebelah kiri belum kering, akan tetapi kondisi luka Bu Ngatini dalam kondisi yang bagus. Bu Ngatini menjalankan kontrol rutin satu minggu sekali untuk memeriksa dan membersihkan luka jahitan setelah operasi. Saat ini, kondisi Bu Ngatini semakin membaik. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Ngatini menjalani pengobatan di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Ngatini lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantuan         : Rp. 1.300.000,-
Tanggal                        : 30 Agustus 2016
Kurir                           : @indrades @idaiddo @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Ibu ngatini menderita Tumor Dagu

Ibu ngatini menderita Tumor Dagu


MARYATI BINTI KASNURI (32, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Jln. Kakaktua RT 4/3 No.10, Gang 1 Randu Gunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2013 lalu, Bu Maryati memiliki benjolan di bagian payudaranya. Kemudian Bu Maryati memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Bu Maryati menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis, dokter merujuk Bu Maryati berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pengobatan pertama dilakukan setelah Bu Maryati melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan kanker Bu Maryati dioperasi, karena saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar, dokter menyarankan agar Bu Maryati segera dioperasi, akan tetapi Bu Maryati tidak berani melakukan operasi. Selain itu, karena keterbatasan biaya, kanker Bu Maryati dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Bu Maryati sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suami Bu Maryati, Bp Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Bu Maryati, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Bu Maryati terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Bu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kankernya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di liver, dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan Bu Maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol pada tanggal 3 Juni 3016, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Alhamdulillah, Bu Maryati sudah menjalani operasi pengangkatan rahim. Operasi berjalan dengan lancar, namun Bu Maryati masih harus menjalani kemoterapi pasca operasi. Selama menjalani pengobatan Ibu Maryati tinggal di RSSR Semarang. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Maryati bisa lekas sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 899.

Jumlah bantuan : Rp. 1.790.000 ,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @Indrades @Idaiddo @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Ibu maryati menderita Kanker Payudara Kanan

Ibu maryati menderita Kanker Payudara Kanan


WAWAN ANWAR (46, Hipertensi + Pembengkakan Hati). Alamat : Dusun Wage, RT 2/7, Desa Luragunglandeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Mang Wawan biasa beliau dipanggil merupakan seorang penjaga balai desa. Beliau mencari nafkah dengan diamanahi menjaga sekaligus membersihkan balai desa. Kesehatan beliau saat ini sedang terganggu karena penyakit hipertensi sekaligus pembengkakan hati. Sejak 2 bulan terakhir, gejala yang biasa beliau rasakan adalah rasa pusing yang tak tertahan. Beliau sudah berkali-kali menjalani rawat inap di rumah sakit karena kondisi beliau selalu turun. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan Kuningan dipertemukan dengan Mang Wawan sehingga para kurir dapat melakukan dampingan terhadap Mang Wawan untuk melakukan pemeriksaan awal. Berdasarkan pemeriksaan tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan, beliau mengalami pembengkakan pada hati karena beliau sering mengkonsumsi obat warung ketika rasa pusingnya sulit ditahan. Tim medis menjelaskan apabila dalam jangka waktu 3 minggu berturut-turut menjalani pengobatan namun tidak ada perubahan, maka beliau harus segera dirujuk ke dokter mata. Hal tersebut karena dikhawatirkan rasa pusing yang beliau rasakan diakibatkan karena ada gangguan pada kedua matanya. Belum genap 3 minggu menjalani pengobatan, Mang Wawan harus menjalani pemeriksaan ke poli mata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Hal tersebut dikarenakan pusing yang beliau rasakan tak kunjung membaik. Alhamdulillah, Mang Wawan memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI untuk berobat. Namun, beliau membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit. Penghasilan beliau sebagai penjaga balai desa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kadang, beliau juga tak segan menerima pekerjaan lain seperti menjadi buruh harian. Selain itu, istri beliau yang bernama Ibu Misnah (42) juga sering menerima pekerjaan sebagai buruh tani demi memenuhi kebutuhan keluarga. Alhamdulillah, santunan kedua dapat disampaikan oleh #SedekahRombongan kepada Mang Wawan untuk biaya transportasi. Semoga Allah lekas memberikan jalan kesembuhan untuk beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Diah

Pak wawan menderita Hipertensi + Pembengkakan Hati

Pak wawan menderita Hipertensi + Pembengkakan Hati


SUMINAH BINTI KASNADI (43, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Kedungcino, RT 12/4 Kec. Kedungcino, Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Ibu Sumini nama panggilannya adalah istri dari Bapak Triman dan memiliki 1 orang anak. Ibu Sumini mulai merasakan sakit pada awal 2015 di bagian payudara. Awalnya payudara terlihat membengkak seperti ketika datang bulan, tetapi terus menerus menjadi tambah parah. Payudara semakin bertambah besar dan sakit. Saat ini Bu Sumini sudah memiliki BPJS PBI kelas III yang telah dibuat, namun keterbatasan dana untuk transportasi selama berobat menjadi kendala sehingga penyakit Bu Sumini dibiarkan saja tanpa diobati. Karena kesehatan Bu Sumini tak juga membaik, pada bulan Desember 2015 akhirnya memeriksakan diri ke RSUD Dr. Kartini Jepara dan baru disinilah didiagnosa kanker payudara dan langsung dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Sumini dijadwalkan menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Kemoterapi ke-1 telah dilakukan pada 16 Februari 2016 dan kemoterapi ke-6 baru saja diselesaikan tanggal 26 Juli 2016. Perkembangan kesehatan Bu Sumini akan tetap dipantau dengan melakukan kontrol rutin. Sehari-hari Ibu Sumini bekerja sebagai buruh amplas. Pekerjaan sebagai buruh amplas pun ditinggalkan karena penyakit I Ibu Sumini semakin parah. Ibu Sumini berperan sebagai tulang punggung keluarga. Suami Ibu Sumini, Pak Triman (80) sudah tidak bekerja lagi karena terlalu tua, dan anaknya masih kelas 3 SMP. Pada akhir Januari 2016, tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sumini dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Sumini. Alhamdulillah, kondisi Bu Sumini semakin membaik dan sekarang Bu Sumini hanya melakukan kontrol rutin setiap satu bulan sekali. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Sumini melakukan pengobatan di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Sumini segera diberi kesembuhan dan dapat berktivitas seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantuan          : Rp. 600.000,-
Tanggal                       : 31 Agustus 2016
Kurir          : @indrades @idaiddo @restirianii @syamok @DiahPertiwi1110

Ibu suminah menderita Kanker Payudara Kiri

Ibu suminah menderita Kanker Payudara Kiri


RUDI HARTONO ( 40, Kanker Kulit). Alamat: Bumiharjo RT 01/07 Kec. Ngandong Keling,  Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Pak Rudi biasa ia dipanggil. Berawal pada pertengahan tahun 2007 yang lalu, ketika Pak Rudi sedang membantu tetangga merenovasi rumah, kemudian kakinya tersangkut kabel listrik dengan teganggang yang sangat tinggi sehingga Pak Rudi  tersengat arus listrik tersebut. Kemudian tetangga membawa Pak Rudi ke RSUD Kartini Jepara. Karena luka pada kaki Pak Rudi  parah, sehingga harus dilakukan tindakan operasi untuk mengamputasi kaki kiri. Proses operasi berjalan lancar dan Pak Rudi menjalani proses perbaikan pasca operasi. Pasca operasi Pak Rudi harus terus menjalani kontrol  agar luka bekas operasi segera sembuh. Berbekal Jamkesmas pada waktu itu, sang istri, Bu Nani (36) dengan setia mengantar Pak Rudi  kontrol rutin di RSUD Kartini. Setelah merasa lebih baik, Pak Rudi tidak melanjutkan kontrol rutin. Selain merasa kondisi sudah baik, disebabkan biaya transportasi yang cukup banyak sehingga Pak Rudi tidak melanjutkan pengobatan. Selang 9 tahun pasca operasi, Pak Rudi kembali merasakan sakit pada bagian kaki kanan. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata Pak Rudi menderita kanker kulit yang mengharuskan diamputasi kaki kanannya. Saat itu kondisi Pak Rudi sangat drop karena kehilangan kedua kakinya membuat Pak Rudi tidak bisa bekerja seperti biasa. Sedangkan Pak Rudi memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih sekolah. Namun Allah berkehendak lain, alhamdulillah tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Rudi. Saat ini Pak Rudi telah menjadi pasien dampingan SR Semarang. Alhamdulilah kondisi Pak Rudi semakin membaik, kini pak Rudi sudah menjalani kontrol 3 bulan sekali untuk memantau kondisi sel kanker Pak Rudi. Mohon doa dari #sedekahholic sekalian agar Pak Rudi lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasanya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi Pak Rudi Selama melakukan pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 880.

Jumlah Bantuan          : Rp 1.506.250,-
Tanggal                       : 30 Agustus 2016
Kurir                             : @indrades @idaiddo @arifiin_yaa @DiahPertiwi1110

Pak rudi menderita Kanker Kulit

Pak rudi menderita Kanker Kulit


KUSMIATUN BINTI SUDIRJO (36, Jantung Bocor). Alamat : Tamansari RT 4/5, Desa Tamansari, Kec. Karanglewas, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Awalnya rasa sakit yang dialami oleh Ibu Kusmiatun ini terjadi sekitar tahun 2013, dimana dadanya terasa sesak, berdebar dan lemas. Kemudian beliau memeriksakan diri ke RSU Margono Purwokerto, dan diketahui bahwa Ibu Kusmiatun mengalami gangguan jantung yaitu jantung bocor. Dikarenakan adanya keterbatasan biaya, orang tua ibu Kusmiatun yang hanya seorang buruh tani ini merasa berat ketika dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. Akhirnya ibu Kusmiatun hanya melakukan kontrol dan obat jalan ketika kambuh dan tidak kuat menahan sakit. Alhamdulillah di bulan Juli 2016 kami dipertemukan dengan ibu Kusmiatun sehingga beliau bisa melanjutkan pengobatan kembali. Mengingat tindakan medis bu Kusmiatun sudah ter-cover oleh Jamkesmas, maka kami Tim Kurir Sedekah Rombongan mencoba membantu biaya operasional selama berobat di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ibu Kusmiatun kontrol kedua pada tanggal 24 Agustus 2016, hasil USG menunjukkan bahwa klep jantung sudah bocor dan HB rendah. Oleh karena itu dokter mengharuskan tindakan operasi, namun operasi baru akan direncanakan pada bulan Maret 2017. Saat ini bu Kusmiatun hanya melakukan kontrol rutin tiap bulan. Kami juga mohon doa dari sedekaholics semoga ibu Kusmiatun cepat pulih dari sakitnya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantunan        : Rp. 725.000,-
Tanggal                        : 26 Agustus 2016
Kurir                  : @indrades @idaiddo @asteria @astialfathin @DiahPertiwi1110

Ibu kusmiatun menderita Jantung Bocor

Ibu kusmiatun menderita Jantung Bocor


FARID JAYA MALIK (9, Talasemia Mayor). Alamat : Dukuh Suwunegara RT 3/5 Desa Prawoto Kec. Sukolilo Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Farid, biasa ia dipanggil terlahir seperti anak normal lainnya yang bersekolah dn bermain. Sekitar 4 tahun yang lalu Farid didiagnosa mengidap penyakit kelainan darah atau yang disebut Talasemia Mayor. Talasemia Mayor adalah kelainan darah yang mengakibatkan tubuh tidak memproduksi cukup hemoglobin sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di dalam tubuh sedikit. Hemoglobin adalah protein pembentuk sel darah merah yang berguna untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Farid harus rajin kontrol dan tranfusi darah setiap bulan ke RSUP. Dr. Kariadi dan harus segera melakukan operasi tulang sum-sum karena sudah ada penumpukan zat besi. Jika tidak segera dioperasi dikhawatirkan Farid tidak dapat menjalani transfusi darah rutin karena ditakutkan jantung Farid tidak kuat. Ayah Farid, Endi Suprapto (38) dan ibunya, Rasini (37) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Saat ini farid menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Non-PBI Kelas III, Pak Endi yang bekerja sebagai pekerja serabutan tidak cukup untuk membiayai pengobatan. Keluarga Farid sudah kehabisan biaya untuk pengobatan selama ini dan ada beberapa hutang untuk pengobatannya. Sekarang kondisi Dik Farid masih menjalani kontrol rutin dan transfusi darah setiap bulan. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama di semarang dan rawat inap di RSUP Dr.  Kariadi Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 886.

Jumlah Bantunan        : Rp. 500.000,-
Tanggal                       : 26 Agustus 2016
Kurir                        : @indrades @idaiddo @mbakipa @DiahPertiwi1110

Farid menderita Talasemia Mayor

Farid menderita Talasemia Mayor


SURONO BIN TARMUJI (42, Patah Kaki + Stroke). Alamat : Desa Jawisari RT 1/1 Kec. Limbangan, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 1992 Pak Surono kerja di RB PURA RAHARJA Jogjakarta bagian administrasi kemudian menikah pada tahun 1996. Pada tanggal 3 December 2009 Pak Surono mengalami stroke ringan di sebelah kiri. Pihak keluarga membawa Pak Surono ke RS. Bethesda Jogja untuk mendapat perawatan lebih intensif. Setelah itu stroke Pak Surono sering kambuh sampai menyerang tubuh bagian kanan hingga menyebabkan bibir me-merot kesamping. Kondisi Pak Surono tak kunjung menunjukkan perbaikan justru pada tahun 2010 penyakit Pak Surono semakin parah sampai menyerang kondisi kejiwaan dan membuat kesehatannya tidak stabil. Belum lepas dari stroke ringan yang di derita, pada awal bulan November 2011 Pak Surono mengalami kecelakaan bersama anak pertama beliau hingga menyebabkan kaki Pak Surono patah dan harus dilakukan operasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping Jogja. Dibutuhkan biaya sekitar 25 juta untuk operasi pemasangan pen di kaki namun apa daya keluarga tidak mempunyai simpanan uang sebanyak itu. Setelah meminjam kesana kemari keluarga Pak Surono hanya memperoleh pinjaman 2 juta, hanya cukup untuk menebus obat dan membayar administrasi rumah sakit. Keterbatasan dana dan tidak adanya fasilitas kesehatan membuat pengobatan Pak Surono pun ditunda hingga tahun 2013. Alhamdulillah atas ijin Allah, pertengahan tahun 2013 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Surono. Setelah mengalami tahap survey, saat ini Pak Surono telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan Pak Surono dapat melanjutkan pengobatan kembali. Tim kurir #SedekahRombongan juga membantu proses pembuatan BPJS Non-PBI Kelas III untuk Pak Surono. Pak Surono telah menjalani serangkaian pengecheckan secara intensif di RSUD Tugurejo Semarang, dan saat ini Pak Surono telah menjalani operasi pengambilan pen pada kaki. Bantuan pun disampaikan guna keperluan berobat dan keseharian Pak Surono selama menunggu panggilan untuk operasi di RSUD Tugurejo Semarang. Semoga Pak Surono lekas sembuh dan dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 880.

Jumlah Bantunan              : Rp. 1.300.000,-
Tanggal                             : 28 Agustus 2016
Kurir                 : @indrades @idaiddo @rifqiizzaturrijal @DiahPertiwi1110

Pak surono menderita Patah Kaki + Stroke

Pak surono menderita Patah Kaki + Stroke


SUNARSIH BINTI SOMADI (52, Suspect Paru – Paru Basah). Alamat : Dusun 1 Cipondok, RT 6/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Ibu Sunarsih ini menderita penyakit paru-paru basah. Penyakit tersebut beliau derita semenjak 3 bulan terakhir. Beliau sering mengeluhkan sakit pada bagian dadanya yang disertai dengan batuk-batuk bahkan sesak nafas. Selama ini beliau berobat jalan ke dokter umum yang ada di daerah tempat tinggalnya. Namun tak ada perubahan sama sekali, karna beliau harus dibawa ke rumah sakit khusus untuk menangani penyakit paru – paru. Kemudian kurir #SedekahRomobongan Kuningan membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur untuk pengecekan kesehatan. Saat ini beliau tengah menunggu aktifnya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III. Beliau membutuhkan biaya transportasi sekaligus akomodasi untuk berobat ke rumah sakit agar beliau bisa mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Suami beliau, Bapak Sutar (60) bekerja sebagai seorang petani yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Ibu Sunarsih, sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh #SedekahRombongan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boi

Ibu sunarsih menderita Suspect Paru - Paru Basah

Ibu sunarsih menderita Suspect Paru – Paru Basah


IIS ROHMAWATI (16, TB Tulang). Alamat : Dusun Cimuncang, RT 1/4, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Iis adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan yang merupakan siswi di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah kabupaten Majalengka. Namun, sayangnya ia harus putus sekolah karena Iis menderita penyakit cukup serius, yaitu TB Tulang. Penyakit tersebut membuat Iis tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Awalnya, Iis sering merasa kesakitan di jari tangannya yang lama-kelamaan membuat jari-jarinya tidak bisa digerakkan. Tak lama, ada benjolan di tangan sebelah kiri Iis yang membuat tubuhnya semakin hari semakin lemas dan tidak bisa digerakkan. Anehnya, benjolan tersebut menyebar ke kedua kakinya. Karena hal tersebut Iis dibawa ke dokter umum dan juga Puskesmas, namun tidak ada perubahan berarti. Akhirnya, pihak keluarga mengambil cara tradisional untuk pengobatan yaitu dengan mengurut tangan dan kaki Iis dengan harapan kaki dan tangannya bisa digerakkan. Alhamdulillah, setelah 3 kali melakukan cara tradisional tersebut tangan dan kaki Iis sedikit bisa digerakkan hingga benjolan-benjolannya ikut kempes. Selang 2 bulan, kondisi Iis menurun bahkan benjolan di kakinya semakin membengkak hingga membuat Iis tidak bisa berjalan sama sekali. Akibatnya, Iis dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pengobatan. Tindakan operasi Alhamdulillah telah dijalani oleh Iis. Pasca operasi, Iis harus menjalani kontrol kesehatan setiap 1 bulan sekali ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Iis harus menjalani kontrol kesehatan untuk yang kedua kalinya agar proses penyembuhannya berjalan dengan baik. Kartu jaminan kesehatan iis sedang dalam proses, sehingga untuk kontrol yang kedua ini, iis masih belum bisa menggunakan kartu jaminan kesehatan. Ayah Iis, Bapak Wawan telah meninggal dunia dan saat ini ia tinggal bersama Ibunya yaitu Ibu Eet. Ibu Eet (50) merasa kesulitan berkenaan dengan biaya kontrol, membeli obat sekaligus biaya transportasi untuk pengobatan Iis. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan ketiga kepada Iis untuk biaya kontrol, membeli obat dan transportasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Iis. Aamiin. Sebelumnya Iis masuk ke dalam rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Iis menderita TB Tulang

Iis menderita TB Tulang


DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT (3, Penurunan Daya Imun Tubuh). Alamat : Desa Linggarsari, RT 4/2, Kelurahan Linggarsari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Dimas yang hidup hanya bersama ibunya, merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Sejak usianya 1.5 tahun kesehatannya semakin lama dirasa semakin menurun. Seringkali ia mengalami batuk dahak berkepanjangan, tidak jarang pula ia mengalami deman yang disertai menggigil. Dituturkan sang ibu, Imas Pratiwi (20), Dimas sering kali mengalami buang air besar terus menerus setiap kali tubuhnya menerima asupan makanan. Berat badannya pun susah bertambah bahkan cenderung semakin menurun saja. Melihat hal ini ibundanya pun membawa Dimas ke Puskesmas, Dokter mendiagnosa ia menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya, atau yang biasa dikenal dengan Bronchopneumonia. Dimas sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Karawang selama 3 minggu, setelah itu Dimas diizinkan pulang untuk mendapatkan rawat jalan. Namun selang beberapa hari ia dirumah, kondisinya kembali menurun, Jumat lalu, 4 November 2016 Dimas kembali membutuhkan transfusi darah karena trombositnya menurun ke angka 4ribu. Dikarenakan kesediaan darah di PMI karawang sedang kosong, kurir #SedekahRombongan Karawang membantu untuk mengambil persedian darah di PMI Bekasi agar Dimas dapat segera mendapatkan transfusi darah. Saat ini Dimas menggunakan fasilitas kesehatan KIS PBI untuk pengobatannya. Alhamdulillah santunan dari para sedekaholics pun kembali disampaikan untuk membantu menutupi kebutuhannya selama di Rumah Sakit. Ibunda Dimas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan, semoga Dimas dan ibunya senantiasa sabar menjalani ihtiarnya.  Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan ia tercatat dalam Rombongan(..).

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi

Dimas menderita Penurunan Daya Imun Tubuh

Dimas menderita Penurunan Daya Imun Tubuh


HANDI KUSNAWAN (11, End Stage Tebal Disease). Alamat : Dusun Kecemek, RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi adalah anak sulung dari dua besaudara. Handi mulai merasakan gejala sakitnya 4 tahun lalu, beberapa minggu ia kehilangan nafsu makan yang membuatnya mual terus-menerus, disertai bengkak di sekujur tubuhnya. Keluarga membawanya ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang. Setelah seminggu mendapatkan perawatan, Handi mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, namun keluarga menolaknya pada saat itu dengan alasan kondisi ibunya sedang mengandung putra kedua, dan keberatan biaya berobat. Setahun kemudian Handi mengalami keluhan yang sama, dan mendapatkan perawatan selama seminggu di RSUD Kabupaten Karawang. Selang beberapa hari di rumah, ia kembali merasakan sakit, keluhan tambahan Handi mulai sesak nafas disertai panas tinggi. Awal Juni lalu Handi kembali dibawa ke RSUD Kabupaten Karawang, ia  didiagnosa menderita End Stage Tebal Disease yang dalam bahasa awam dikenal dengan nama gagal ginjal. Segera Handi dirujuk ke RSHS Bandung. Di RSHS Bandung, Handi akhirnya menjalani cuci darah rutin seminggu dua kali selama 5 bulan ini. Ayah Handi, Engkus Kusnawan (35) yang berprofesi sebagai buruh menuturkan, walau dibantu fasilitas kesehatan KIS PBI untuk pengobatan, namun ia kesulitan mencari dana transport untuk Handi berobat ke Bandung. Istrinya, Nurjanah (34) yang seorang ibu rumah tangga. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Keluarga ini di RSUD Karawang atas informasi seorang perawat ruangan anak karena Handi harus segera kembali ke RSHS Bandung namun terkendala biaya. Handi diantar ke RSHS oleh kurir #SedekahRombongan dan Santunan awal pun disampaikan untuk membantu biaya sehari-harinya. Semoga Handi dan keluarganya diberikan kekuatan untuk melakukan ikhtiar pengobatan ini Aamiin..

Jumlah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Etydewi

Handi menderita End Stage Tebal Disease

Handi menderita End Stage Tebal Disease


ACIH BINTI ANDI (40, Usus Buntu). Alamat : Kp.Cibuluh RT 7/3, Desa Bojongmangu, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah hampir 1 bulan Bu Acih sering merasakan sakit perut dan ia sempat menjalani pemeriksaan awal di puskesmas terdekat. Dari puskesmas, Bu Acih disarankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RS Harapan Mulia Cibarusah, akhirnya Bu Acih dinyatakan terkena usus buntu dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Pada tanggal 31 Oktober 2016, ia menjalani operasi di RS Harapan Mulia dengan Jaminan Kartu KIS PBI. Selama menjalani masa perawatan pasca operasi, mereka sempat kebingungan untuk bekal selama berada di rumah sakit. Suaminya, Pak Edo (41) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan mereka sehingga dapat menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Icih

Bu acih menderita Usus Buntu

Bu acih menderita Usus Buntu


PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN RHAUDATUL MUHIBIN ASSYIFA (Bantuan Tunai). Pondok Pesantren ini yang beralamat di Kampung Kalijeruk RT 2/3, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Setelah satu tahun sejak didirikan, pondok pesantren ini terus berkiprah dan segenap pengurus bercita-cita melahirkan generasi robbani yang hifdzul Quran. Pesantren ini didirikan pada tanggal 8 Februari 2014. Tujuan utamanya adalah membantu anak-anak yatim dan dhuafa di wilayah Cikarang untuk menghafal sekaligus mengamalkan ajaran al-quran. Harapannya adalah melahirkan generasi Islam yang kaffah. Selama menjadi santri di pondok pesantren ini, anak-anak dhuafa yang belajar di sini tidak dipungut biaya baik untuk makan ataupun peralatan belajar lainnya. Untuk kali ini Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan pada hari Minggu, 13 November 2016, dalam Acara Santunan Anak Yatim yang berlokasi di halaman Pondok Pesantren. Ust. Nasim, panggilan akrab pengasuh Ponpes ini mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas kepedulian #SedekahRombongan yang terus bergerak menyampaikan titipan langit bagi yang membutuhkan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 809.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan biaya operasional bulan November 2016. Saat ini telah dilakukan branding ulang untuk MTSR Bekasi yang biayanya sudah termasuk dalam biaya operasional bulan ini. Biaya operasional digunakan untuk membeli bensin dan bayar tol saat mengantar pasien ke RSHS Bandung dan juga ke RSCM Jakarta. Selain pasien wilayah Bekasi, MTSR Bekasi pun akhir-akhir ini sering evakuasi pasien yang berada di wilayah Kabupaten Karawang, mengingat Kabupaten Karawang sampai dengan saat ini belum memiliki MTSR. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Samsudin

Bantuan Biaya untuk membeli bensin dan bayar tol saat mengantar pasien

Bantuan Biaya untuk membeli bensin dan bayar tol saat mengantar pasien


NAMIH BINTI NILAN (48, Arthralgia + Asam Urat). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 11/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 6 bulan Bu Namih tidak merasakan sakit pada paha kanan nya sehingga membuatnya kadang harus berjalan merayap pada dinding rumah. Upaya pengobatan yang sudah dilakukan hanya pengobatan di klinik terdekat, namun belum ada hasil yang memuaskan. Hingga pada hari Kamis, 3 November ia menjalani pemeriksaan ke Puskesmas Cabangbungin dan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Suami Bu Namih, Pak Oji Bin Muksin (49) adalah pasien patah tulang yang hingga saat ini penyakitnya belum pulih yang pernah dibantu pada Rombongan 880. Hal inilah yang membuat keluarga ini layak dibantu karena suami sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Bu Namih dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Kurir #SedekahRombongan melakukan pendampingan untuk tahap pemeriksaan pertama di RS Ridhoka Salma dengan jaminan KIS PBI. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama menjalani kontrol di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Ibu namih menderita Arthralgia + Asam Urat

Ibu namih menderita Arthralgia + Asam Urat


YUYUN YUNIAR (35, Lipoma). Alamat : Dusun Bugis Utara RT 10/2, Desa Tanah Baru, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sekitar 1 tahun yang lalu, Bu Yuyun pernah terjatuh dari sepeda motor dengan posisi pinggang tertimpa motor. Saat itu ia mengalami luka lecet kecil sehingga tidak terlalu diperdulikan akan dampak lainnya. Sekitar 8 bulan kemudian tumbuh benjolan di bagian atas pinggul agak ke belakang yang lama-kelamaan membesar seperti bengkak. Setelah menjalani pemeriksaan di klinik terdekat, ia diharuskan menjalani operasi kecil yang ternyata isi benjolan tersebut adalah nanah. Suami Bu Yuyun, Pak Kurtubi (41) hanya seorang buruh harian lepas yang penghasilannya tidak menentu. Mereka sempat kebingungan untuk membayar biaya operasi yang memang tidak bisa menggunakan BPJS karena klinik ini tidak bekerja sama dengan BPJS. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan beban Bu Yuyun. Semoga penyakit Bu Yuyun segera disembuhkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nuraini AL

Ibu yuyun menderita Lipoma

Ibu yuyun menderita Lipoma


MARSAN BIN LELE (65, Hernia). Alamat : Kp. Putat RT 3/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pak Marsan dalam waktu 6 bulan terakhir sering merasakan sakit perut yang tak kunjung sembuh. Upaya yang dilakukan hanya sebatas tindakan urut dan pijat saja. Namun kini ia baru menyadari bahwa ada benjolan yang makin membesar pada bagian kemaluannya. Dengan berbekal Kartu KIS PBI yang ia miliki akhirnya ia menjalani pemeriksaan di Puskesmas Cabangbungin. Namun ia disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan tindakan operasi di rumah sakit. Pak Marsan sempat kebingungan karena anak-anaknya tinggal jauh merantau entah kemana, sedangkan ia hanya tinggal bersama istrinya yang sering sakit-sakitan, Bu Kaswati (60) yang hanya seorang ibu rumah tangga. Sehari-harinya Pak Marsan bekerja serabutan di kampungnya. Terkadang di musim panen padi ia bekerja sebagai kuli angkut karung gabah dan semenjak sakit ia tidak bisa bekerja lagi. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini sehingga dapat melakukan pendampingan dan menyampaikan santunan awal untuk bekal selama menjalani pemeriksaan di RS Ridhoka Salma Cikarang Barat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @alle_recycle

Pak marsan menderita Hernia

Pak marsan menderita Hernia


KUSNADI BIN DUL NASIR (69, Tension Headache). Alamat : Dusun Jatayu RT 3/4, Desa Semuli Jaya, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Pak Kusnadi sudah hampir 2 tahun tinggal bersama keluarga dari anaknya yang mendiami sebuah rumah kontrakan di Tambun Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada tanggal 6 November 2016, Pak Kusnadi mendadak sakit kepala yang sangat sakit. Keluarga langsung mengevakuasi Pak Kusnadi ke RS Ridhoka Salma Cikarang Barat dan menjalani perawatan. Awalnya Kurir #SedekahRombongan akan mengupayakan BPJS instant yang prosesnya 1 hari langsung aktif, namun sayangnya ketika akan mengurus Surat Rekomendasi dari Dinsos Kabupaten Bekasi terjadi kendala. Pihak Dinas Sosial Kabupaten Bekasi tidak berwenang mengeluarkan surat rekomendasi meskipun ada surat keterangan domisili karena Pak Kusnadi warga Lampung. Akhirnya proses BPJS Instan tidak dapat diteruskan dan hanya mengandalkan pendaftaran BPJS dengan masa aktif 14 hari. Saat ini Pak Kusnadi menjalani perawatan dengan biaya umum yang inshaa Allah akan ditanggung #SedekahRombongan. Anak Pak Kusnadi hanya seorang tukang ojek yang penghasilannya tidak pasti, sedangkan istri Pak Kusnadi, Bu Tuti Suryati (61) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan awal bekal selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak kusnadi menderita Tension Headache

Pak kusnadi menderita Tension Headache


UMYATI BINTI ABDUL LATIF (34, Caesar). Alamat : Kp. Srengseng RT 3/2, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bu Umiyati saat ini sedang hamil 8 bulan, anak yang ke 3. Saat kontrol kandungannya ke klinik, Bu Umiyati diharuskan menjalani operasi Caesar saat melahirkan. Karena menurut dokter akan sangat beresiko apabila melahirkan secara normal. Hal ini dikarenakan Ibu Umyati pernah menjalani operasi Kista. Bu Umyati dan sekeluarga sudah memiliki kartu BPJS, namun sudah lama tidak dibayar iurannya karena tidak ada biaya. Tunggakannya sudah mencapai 1,5 juta dengan jumlah tanggungan 4 orang. Suaminya, Pak Aspuri Juki (42) hanya seorang buruh harian lepas yang penghasilannya tidak menentu. Untuk makan sehari-hari saja mereka sangat kesulitan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk  membantu membayar tunggakan iuran BPJS. Semoga Bu Umyati diberi kemudahan dalam proses persalinannya. Aamiin…!!!

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Ibu umyati menderita Caesar

Ibu umyati menderita Caesar


AZMI HAIL MAHLAL (2, Flek Paru). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 2 tahun, namun ia menderita penyakit serius dengan adanya flek di dalam paru-parunya. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Saat ini, ia belum bisa bergerak aktif seperti anak seusianya. Ia hanya bisa terbaring lemas bahkan duduk pun harus dibantu dengan adanya penyangga. Untuk pertama kalinya, bulan September lalu Azmi menjalani pemeriksaan di rumah sakit besar karena sebelumnya ia hanya menjalani pengobatan di Puskesmas terdekat. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Setelah rutin melakukan fisiotherapi, Alhamdulillah kondisi Azmi mulai membaik. Karna saat ini Azmi sudah bisa duduk dengan tegak. Setelah menjalani beberapa kali kontrol kesehatan, pihak medis memutuskan agar Azmi melakukan tes laboratorium sekaligus rongten untuk melihat hasil terbaru berkenaan dengan penyakitnya. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Hanya saja, Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya cek laboratorium, rongten sekaligus transportasi ke rumah sakit. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kelima kepada Azmi untuk biaya  transportasi dan akomodasi selama menjalani cek kesehatan. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk pasien rombongan ke 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Ibu azmi menderita Flek Paru

Ibu azmi menderita Flek Paru


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta, tepatnya di Jl. Kenari II Inspeksi Kali Ciliwung RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM kita mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-hari RRSR menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik untuk 3 rumah singgah dan beberapa kamar kos yang kita sewa. Saat ini pasien yang ada di 3 RSSR berjumlah 18 orang pasien dan 20 pendamping. Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik, Operasional bulan November 2016 di RSSR Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 904. Semoga pasien-pasien yang sedang berjuang kesembuhan diberi kelancaran dalam proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 15.000.000,-
Tanggal: 8 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anies @anasaramadhan @untaririri

Bantuan eras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik untuk 3 rumah singgah

Bantuan eras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik untuk 3 rumah singgah


KASIATUN MUTALIM (55, Diabetes Melitus). Alamat: Jl. Budi Mulia RT 9/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, DKI Jakarta. Ibu Kasiatun, sudah setahun ini menderita Diabetes Melitus. Meski begitu, Bu Kasiatun jarang memeriksakan diri ke dokter. Karena ketiadaan biaya, suami ibu Kasiatun Bapak Mutalim (59) sudah tidak bekerja karena kondisinya yang sudah tua. Sampai akhirnya seminggu yang lalu ibu Kasiatun harus dilarikan ke IGD Pademangan Barat, karena kondisinya menurun. Sempat lima hari menjalani rawat inap, tapi Allah lebih sayang, innalillahi wa innailaihi roji’uun ibu Kasiatun berpulang. Kami dari #SedekahRombongan turut bela sungkawa dan menyampaikan bantuan untuk membantu biaya pemakaman. Semoga almarhumah ibu Kasiatun diberikan tempat terbaik disisi-Nya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 November 2016
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Ibu kasiatun menderita Diabetes Melitus

Ibu kasiatun menderita Diabetes Melitus


IWAN SETIAWAN (36, Gagal Ginjal). Alamat: Jl. Asem Baris Raya gang 6 Rt 6/5 Kelurahan Kebonbaru, Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Iwan Setiawan atau lebih akrab disapa Pak Iwan, sudah beberapa tahun terakhir ini Pak Iwan menderita Hipertensi dan Asma. Tapi beberapa bulan yang lalu, Pak Iwan merasakan mual hebat dan muntah, oleh keluarga dibawa ke dokter 24 jam, dokter mengatakan jika Pak Iwan ada masalah di lambungnya. Awalnya hanya diberi obat nyeri, tapi tak kunjung membaik kondisinya. Kemudian keluarga pak Iwan membawanya ke Puskesmas yang kemudian dirujuk ke RS Budi Asih. Di RS Budi Asih, Pak Iwan mengalami kejang dan hasil laboratoriumnya menunjukkan ureum dan creatin-nya tinggi sehingga Pak Iwan harus dilakukan tindakan cuci darah atau HD. Pasca cuci darah pertama ternyata hasilnya masih sama aja. Sehingga dokter menyarankan supaya Pak Iwan menjadi cuci darah rutin setiap 2x seminggu. Sering bolak-balik ke rumah sakit tanpa bisa bekerja lagi, tentu menjadi masalah besar buat pak Iwan. Istrinya Bu Latifah (34) adalah seorang ibu rumuah tangga. Sehingga untuk balik ke rumah sakit tak jarang ibu Latifah harus meminjam ke saudaranya. Alhamdulillah # SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga pal Iwan, sekaligis menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi dan obat yang tidak dicover BPJS. Semoga Pak Iwan terus diberi kekuatan dan kesabaran untuk melewati ini semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 8 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Pak iwan menderita Gagal Ginjal)

Pak iwan menderita Gagal Ginjal)


SYAKILA CHOIRUNNISA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Hutan Jati RT 4/11 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Syakila adalah putri kedua dari pasangan bapak Sultoni (33) dan ibu Sumiyati (34). Syakila terlahir beda dengan bayi pada umumnya, yaitu ada pembesaran di kepala. Saat ibu Sumiyati mengandung, sebenarnya sudah terdeteksi adanya virus tokso pada janin Syakila. Dokter sempat memberikan obat supaya virus itu mati, tapi yang terjadi virus malah berkembang. Sampai saat usia kandungan 9 bulan, Syakila harus terlahir dengan kondisi kepala yang besar (Hydrocepalus). Saat itu, dokter menganjurkan untuk operasi pemasangan VP Shunt jika usia Syakila sudah menginjak 3 bulan. Tapi, karena masalah internal operasi itu tidak kunjung dilakukan. Sampai saat usia Syakila menginjak 6 bulan, pihak rumah sakit menyarankan supaya Syakila dirujuk ke RSCM. Alhamdulillah, di RSCM Syakila langsung bisa dilakukan pemasangan VP Shunt, kondisinya juga baik. Beberapa bulan paska menjalani operasi, kadang Syakila mengalami kejang dan keluar busa dari mulutnya. Syakila kecil harusnya berobat rutin ke rumah sakit setiap seminggu sekali, tapi karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung akhirnya pengobatan dialihkan ke RSUD terdekat itupun tidak dilakukan secara rutin.  Bapak Sultoni sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta tapi gaji yang diterimanya tidak cukup jika harus dipakai untuk bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan masih untuk membeli susu dan pampers untuk anak kembarnya yang masih berusia 8 bulan (adik Syakila). Sementara ibu Sumiyati dirumah mengurus ketiga putri kecilnya. Kadang jika waktunya kontrol tapi tidak mempunyai ongkos, orang tua Syakila harus meminjam uang ke tetangganya atau rela tidak berangkat ke rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan orang tua Syakila berikhtiar mencari kesembuhan untuk putrinya, Allah menuntun langkah #kurirSR untuk bertemu dengan mereka. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan Syakila telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 904. Semoga ini akan sedikit banyak membantu mengurangi beban orang tua Syakila. Kini Syakila masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM setiap  2 minggu sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri  Ryan

Syakila menderita Hydrocepalus

Syakila menderita Hydrocepalus


SILVA NADILA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Pulo Nangka 1 RT 8/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Silva biasa bocah ini disapa, saat usianya menginjak sepuluh bulan terdapat tanda pembesaran kepala dan pernah mengalami demam tinggi. Karena khawatir, orang tua Silva membawa Silva ke RS Royal Taruma, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan Hydrocepalus. Pihak dokter menyarankan jika sebaiknya Silva segera dilakukan operasi untuk pemasangan VP Shunt. Alhamdulillah dengan berbekal BPJS, semua tindakan bisa dilakukan. Setelah dilakukan tindakan operasi lingkar kepala Silva tidak bertambah besar. Tetapi Silva kecil masih terlihat lemas dan lunglai, belum bisa mengangkat kepalanya saat usianya sudah menginjak 2 tahun, sehingga Silva masih harus menjalani kontrol rutin ke RS. Orang tua Silva, bapak Sanajaya (43) dan ibu Sarni (33) tidak patah semangat untuk berjuang mencari kesembuhan putri pertamanya ini. Bapak Sana sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut di sebuah pergudangan dengan penghasilan yang pas-pasan, sementara ibu Sarni sebagai ibu rumah tangga. Kadang bapak Sana bingung jika tiba jadwal kontrol tapi tidak ada biaya, dengan sangat terpaksa mereka seperti harus merelakan satu kesempatan hilang melihat anaknya sembuh. Alhamdulillah, ditengah kondisi itu #kurirSR dipertemukan dengan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari buat Silva, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 904. Saat ini Silva masih harus menjalani fisioterapi setiap seminggu sekali di RS Royal Taruma dan rencananya Silva akan dibuatkan sepatu avo untuk membantu terapi berjalannya. Semoga apa yang telah diusahakan oleh orang tua Silva nantinya akan berbuah manis, ya bisa melihat sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 November  2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri  Ryan

Silva menderita Hydrocepalus

Silva menderita Hydrocepalus


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT. 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 902. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dan kemoterapi di Poli Anak RSCM. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 8 Novemver 2016
Kurir: @wirawiry @harji_

Siti menderita Tumor Perut

Siti menderita Tumor Perut


YAYASAN GALUH (Bantuan Sembako), beralamat di Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT. 3/2, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Yayasan Galuh diketuai oleh Bpk. Suhanda Gendu (59) anak dari Gendu Mulatip yang merupakan pendiri dari Yayasan Galuh. Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan. Sejak tahun 1980, Yayasan Galuh sudah berdiri diatas tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 4.000m, saat ini sudah menampung sekitar 370an pasien dari Bekasi dan kota lainnya, dalam sebulan kebutuhan beras untuk Yayasan bisa mencapai 6 ton ditambah lauk pauk yang harus mereka siapkan dengan dibantu oleh relawan sebanyak 45 orang. Mereka adalah orang-orang yang pilihan Tuhan, dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang skizofrenia, cacat mentalnya dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah sejak tahun 2012 #SedekahRombongan telah rutin menyampaikan bantuan untuk keperluan operasional dan pada bulan November 2016 kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk keperluan operasional yayasan ini setelah santunan sebelumnya masuk pada Rombongan 898. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Bapak Suhanda dan tentunya untuk pasien-pasien yang sekarang berikhtiar di Yayasan Galuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 7 November  2016
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri Sugiono

Bantuan Sembako

Bantuan Sembako


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu, RT. 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini  adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 902. Pasca menjalani tindakan operasi untuk rekonstruksi hidung, kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 7 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Ibu agustini menderita Tumor Pipi

Ibu agustini menderita Tumor Pipi


AFIFAH SYAHIRA (3, Tumor Batang Otak). Alamat: Jl. Peta Barat Rawalele RT. 8/10 No. 15, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Afifah Syahira, sejak Maret 2015 lalu dinyatakan oleh team dokter yang menanganinya menderita Tumor Batang Otak. Sejak saat itu pula, Afifah mulai bersahabat dengan rumah sakit. Penyakit ini termasuk jarang dialami oleh anak seusianya, sehingga tidak semua rumah sakit bisa menangani. Salah satu rumah sakit yang bisa menangani adalah RS Siloam Karawaci, tapi ada beberapa kendala yang dihadapi oleh orang tua Afifah, Ibu Irna Soleha (27) selain rumah sakit tersebut tidak bisa menerima pasien dengan jaminan kesehatan BPJS, jarak tempuh ke rumah sakit cukup jauh, juga Afifah tidak bisa dibawa naik kendaraan umum. Afifah butuh sirkulasi udara yang cukup dan jika dipaksakan Afifah bisa mengalami kejang. Jadi untuk bisa dibawa ke rumah sakit yang jauh harus memakai kendaraan pribadi atau ambulance. Semua itu juga tidak mudah untuk seorang ibu Irna Sholeha yang sehari-hari hanya berjualan es keliling, terlebih dimusim penghujan seperti ini, sering kali dagangan yang dibawanya tidak habis. Jika mengandalkan dari hasil berjualan ibu Irna, tidak memungkinkan untuk Afifah dilakukan operasi karena untuk biaya kontrakan dan makan sehari-hari saja sudah sangat pas-pasan. Sejak Afifah mulai sakit ibu Irna, membesarkan Afifah seorang diri sehingga beliau harus banting tulang sendiri. Rasanya berat sekali beban yang harus dipikul ibu Irna. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan kembali dengan Afifah dan menyampaikan bantunan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 883. Kini Afifah sedang menjalani perawatan di RSUD Cengkareng.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 November 2016
Kurir: @wirawiry  @harji_anis  @anasaramadhan @untaririri

Afifah menderita Tumor Batang Otak

Afifah menderita Tumor Batang Otak


ENI SUHENI (51, Tumor Payudara). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Eni Suheni atau yang akrab disapa Ibu Eni, sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci. Ibu Eni sudah 4 tahun ini menderita Tumor Payudara. Gejala awal yang  dirasakannya ada benjolan kecil dan sakit jika disentuh pada payudaranya. Pengobatan pertama dilakukan di Puskesmas terdekat dan dari Puskesmas Ibu Eni kemudian dirujuk ke RSUD Sukmul Jakarta Utara, namun karna keterbatasan peralatan di RSUD tersebut, Ibu Eni kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RS Husada Jakarta Pusat. Operasi pengangkatan tumor pernah dilakukannya 3 tahun yang lalu di RSUD Koja Jakarta Utara, namun karena kehidupan yang miskin dan keterbatasan biaya pasca operasi Ibu Eni tidak pernah melakukan kontrol rutin dan melanjutkan pengobatannya, sehingga tumor pada payudaranyapun tumbuh kembali. Dan kemarin, kondisi Ibu Eni kembali drop, sempat dilarikan ke RSUD Koja, tapi maut tak ada yang tau Ibu Eni berpulang. #SedekahRombongan kembali kami menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya proses pemakaman, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 900.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 November  2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Eni menderita Tumor Payudara

Eni menderita Tumor Payudara


SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat. tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Jadi Ibu Sunarmi harus bisa merelakan untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 900. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Ibu sunarmi menderita Stroma Nodosa

Ibu sunarmi menderita Stroma Nodosa


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB Paru). Alamat :  Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat dirumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September  2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan di diagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 900. Kini ibu Hanum masih harus menjalani kontrol rutin di RSUP Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Ibu hanum menderita Diabetes + TB Paru

Ibu hanum menderita Diabetes + TB Paru


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan  Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk  pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 900. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anies @anasaramadhan @untaririri

Dalem menderita Down Syndrome dan Jantung Bocor

Dalem menderita Down Syndrome dan Jantung Bocor


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT. 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 900. Kini berat badan Alzena terus naik dan masih rutin menjalani kontrol ke RSCM Jakarta, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal: 7 November  2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Alzena menderita Gizi Buruk

Alzena menderita Gizi Buruk


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor dan Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 900 untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya. Saat ini Yudistira masih harus menjalani kontrol rutin di beberapa poli di RSCM.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 7 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis  @untaririri

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Cerebral Palsy

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Cerebral Palsy


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus dan Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Hampir 10 bulan orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masukdi Rombongan 900. Saat ini Mella sedang menjalani rawat inap di ruang PJT RSCM, untuk persiapan dilakukan kateterisasi jantung. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 7 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Mella menderita Hidrocepalus dan Jantung Bocor

Mella menderita Hidrocepalus dan Jantung Bocor


RSSR JAKARTA (Perlengkapan Alat Pelatihan Reparasi Handphone). Alamat : Jln. Kenari II Inspeksi Kali Ciliwung, RT 4/4 No. 15, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Jakarta berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta  yang sedang menjalani rawat jalan khususnya di RSCM Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM kita mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-hari RSSR menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik untuk 3 rumah singgah dan beberapa kamar kos yang kita sewa. Pembelian perlengkapan alat reparasi handphone ini guna memperdayakan pasien dan pendamping pasien yang tinggal di RSSR Jakarta untuk bekal selama dan selepas tinggal di RSSR Jakarta. Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Inventaris, setelah sebelumnya bantuan operasional masuk di rombongan 904. Semoga pasien-pasien yang sedang berjuang mencari kesembuhan diberi kelancaran dalam proses pengobatannya. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 5 November 2016
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Bantuan Perlengkapan Alat Pelatihan Reparasi Handphone

Bantuan Perlengkapan Alat Pelatihan Reparasi Handphone


RAFFA RIZKY SAPUTRA DAN RAFFI RIZKY SAPUTRA (1, Kembar Siam). Alamat: Jl. Kalibaru Timur VII RT 11/1 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta. Raffa dan Raffi adalah si kembar siam (bagian dada menyatu) yang lahir pada tanggal 1 Agustus 2016 dan mereka terlahir berbeda dari bayi pada umumnya. Raffa dan Raffi diketahui kembar siam saat usia kandungan sang bunda menginjak bulan ketujuh, sebelumnya malah terkesan tak diketahui jika bayinya kembar. Sejak lahir Raffa dan Raffi belum pernah pulang ke rumahnya. Mereka terus menjalani perawatan di RSUPN Dr Cipto Mangun Kusumo, mulai dari ruang Perina, PICU dan sekarang di ruang BCH. Sejauh ini kondisi Raffa dan Raffi cukup stabil dan direncanakan akan menjalani tindakan operasi 2 minggu lagi untuk pemisahan. Sekarang Raffa dan Raffi sedang menunggu hasil pemeriksaan MRI untuk salah satu persiapannya. Alhamdulillah, untuk biaya perawatan sehari-hari tercover oleh BPJS. Tapi, hampir 3 bulan, terus bertahan di rumah sakit menjadi beban tersendiri untuk orang tua Raffa dan Raffi, terlebih susu yang harus dikonsumsi oleh Raffa dan Raffi adalah susu khusus dengan harga kurang lebih Rp. 350.000,- dan satu kaleng susu tidak cukup untuk 2 hari . Orang tua Rafaa dan Raffi, bapak Joni (26) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya, ibu Paulina (23) adalah seorang ibu rumah tangga. Ditengah beban yanh dihadapi oleh orang tua Raffa dan Raffi, alhamdulillah lewat bagian Humas RSCM, #SedekahRombongan mendapat informasi tentang pasien ini dan menyampaikan bantuan awal untuk membeli susu.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 14 November 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @nurfahmadini

 Kembar Siam

Kembar Siam


UMAMAH BINTI BAGOL AMSAR (48, Ca Cervix). Alamat: Jl. Pondok Labu 1 No. 58 RT 7/7 Kelurahan Cilandak, Kecamatan Pondok Labu, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Dua tahun yang lalu Ibu Umamah didiagnosa Ca Cervix oleh dokter, yang menyebabkan rahimnya harus diangkat. Pasca operasi pengangkatan rahim tersebut, kesehatan Ibu Umamah berangsur membaik. Namun, tahun 2015 kemarin tepatnya sepuluh hari setelah lebaran, kesehatan Ibu Umamah kembali menurun hingga tidak bisa berjalan.  Semenjak itu Ibu Umamah rutin menjalani kontrol ke RS Fatmawati, dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan radioterai, tapi karena keterbatasan fasilitas Ibu Umamah dirujuk ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM,  beliau sempat dirawat selama sembilan hari untuk menjalani radioterapi, namun karena kondisinya sudah membaik Ibu Umamah diperbolehkan pulang. Hari ini Ibu Umamah telah menjalani 10x proses radioterapi, sekarang Ibu Umamah sedang menunggu hasil evaluasi dari tindakan radioterapi yang dijalaninya. Sering bolak-balik ke RSCM, sebenarnya menjadi beban tersendiri untuk Ibu Umamah karena membutuhkan biaya untuk trabsport, sementara suaminya Bapak Mamat Supahmat (56) sehari2 hanya bekerja sebagai supir dengan penghasilan yang tidak menentu. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Umamah dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi. Semoga hasil radioterapi yang telah dijalani Ibu Umamah mendapat hasil yang diharapkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 November 2016
Kurir: @wirawiry @denirachman Nury @untaririri

Ibu umamah menderita Ca Cervix

Ibu umamah menderita Ca Cervix


INDRO TRI WAHYONO (48, Stroke). Alamat: Jl. Sadar Raya No. 40 RT 2/2 Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Indro Tri Wahyono, atau sering disapa dengan nama Pak Indro sudah 14 tahun ini menderita Stroke. Berawal saat Pak Indro ditinggalkan keluarganya, saat ini Pak Indro seperti menahan beban pikiran yang cukup berat sehingga tekanan darahnya naik hingga Pak Indro terkena Stroke. Pak Indro sampai saat ini belum pernah berobat ke pelayanan medis, ia hanya ke berobat ke pengobatan alternatif karena tidak ada biaya. Dab beberapa bulan terakhir inipun Pak Indro sudah tidak lagi berobat ke pengobatan alternatif. Kini Pak Indro hanya tinggal bersama ibunya, ibu Siti (65) . Untuk kebutuhan hidup sehari-hari Pak Indro dan ibunya bergantung pada gaji pensiun sang Ayah. Dengan sedikit pelo Pak Indro menceritakan tentang kondisinya dan harapannya supaya ada dermawan yang bisa membantunya supaya bisa sembuh kembali. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Indro sekaligus menyampaikan bantuan untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 November 2016
Kurir: @wirawiry @denirachman Nury @untaririri

Pak indro menderita Stroke

Pak indro menderita Stroke


SONI ISRA ISTAIN (30, Tumor Mata). Alamat : Dusun Sumber RT 01/12, Kel. Sugihan, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban, Propinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, di bagian kelopak mata pak Soni terdapat benjolan kecil seperti di gigit nyamuk, karena dianggap benjolan biasa , ia tidak menghiraukan benjolan tersebut. Namun seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut semakin membesar dan menutupi sebagian kelopak mata sebelah kanan dan hampir merembet ke pipi. Akhirnya pak Soni memeriksakan dirinya ke Puskesmas Jatirogo, Tuban. Dari hasil diagnosa sementara dokter di Puskesmas, diketahui bahwa pak Soni menderita tumor mata. Pihak Puskesmas merujuk pak Soni ke RSUD Tuban. Namun karena peralatan dirasa kurang memadai, pihak rumah sakit merujuk pak Soni ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Ayah pak Soni seorang tukang kayu serabutan yang sehari harinya belum tentu mendapat penghasilan. Pak Soni sempat menunda keberangkatannya ke Surabaya karena tidak adanya biaya transportasi dan berobat. Beliau sempat berjualan es kelapa muda di sekitaran terminal Jatirogo, Tuban. Hal tersebut dilakukan supaya dapat membantu meringankan beban ayahnya. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan pak Soni dan bantuan pertama dari sedekaholics telah kami sampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan biaya berobat. Pak Soni mengucapkan banyak terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan. Semoga kondisi pak Soni dapat segera sembuh seperti sediakala dan dapat kembali beraktifitas untuk membantu meringakan  beban ayahnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir:  @Wahyu_CSD @MiftakhulAbuSasi @Martinomongi

Pak soni menderita Tumor Mata

Pak soni menderita Tumor Mata


RSSR MALANG (Operasional Bulan September 2016). Alamat: Jalan Emas no 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir #SedekahRombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir #SedekahRombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir #SedekahRombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, konsumsi, kebutuhan mck dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 903. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.551.583,-
Tanggal : 31 September 2016
Kurir: @FaizFaeruz @AfiatBuchori @nay_munaa @m_rofii11

Bantuan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, konsumsi, kebutuhan mck dan biaya administrasi.

Bantuan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, konsumsi, kebutuhan mck dan biaya administrasi.


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan September 2016). Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir #SedekahRombongan untuk beraktivitas seperti mengantar/ menjemput pasien dampingan #SedekahRombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari  sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bensin, parkir, reparasi body mobil, konsumsi kurir saat survey dan move serta untuk servis rutin tiap bulan agar MTSR tetap bisa beroperasi dengan baik dan lancar. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 898. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 9.981.568,-
Tanggal : 31 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Bantuan untuk membeli pulsa, bensin, parkir, reparasi body mobil, konsumsi kurir saat survey dan move serta untuk servis rutin tiap bulan

Bantuan untuk membeli pulsa, bensin, parkir, reparasi body mobil, konsumsi kurir saat survey dan move serta untuk servis rutin tiap bulan


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan September 2016). #SedekahRombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien #SedekahRombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan #SedekahRombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) membuat  Malang membutuhkan MTSR tambahan. Sehingga  #SedekahRombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk biaya bensin, pulsa, kaca film, konsumsi kurir saat survey dan move serta service rutin setiap bulan. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 902. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.020.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @mfyusuf @nay_munaa @m_rofii11

Bantuan untuk biaya bensin, pulsa, kaca film, konsumsi kurir saat survey dan move serta service rutin setiap bulan.

Bantuan untuk biaya bensin, pulsa, kaca film, konsumsi kurir saat survey dan move serta service rutin setiap bulan.


ELOK SIBAN (68, CKD stage V + DM tipe 2 + Hipoalbumin + Sepsis). Alamat : Jalan Diponegoro, Kelurahan Parteker, Kecamatan Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Elok Siban seorang janda dengan dua orang anak yang telah menikah. Menurut informasi yang tim kurir dapatkan, bu Elok tidak memiliki pekerjaan tetap selama di Bondowoso, beliau hanya bekerja membantu tetangga. Rumahnya hanya berupa satu ruangan, alasnya tanah dan dindingnya hanya dari triplek. Saat beliau menengok salah seorang putrinya di Pamekasan, kondisinya menurun sehingga dibawa ke RSUD Pamekasan. Setelah dilakukan pemeriksaan, barulah diketahui bahwa bu Elok mengalami komplikasi gagal ginjal kronis, kencing manis, dan albumin rendah. Bu Elok membutuhkan rawat inap untuk transfusi albumin. Setelah 3 hari dirawat kondisinya semakin menurun. Transfusi albumin pun belum bias dilakukan dikarenakan kondisinya yang kurang baik dan  ditambah lagi harganya yang mahal yaitu 900 ribu / perbotol. Bu Elok membutuhkan 3 botol albumin. Beliau harus dirawat di Intensive Care Unit (ICU). Setelah dirawat beberapa hari di ICU, kondisnya jjuga menurun, nyawa bu Elok tidak bisa diselamatkan.  Bu Elok sebelumnya tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, baru membuat BPJS setelah dirawat di rumah sakit. Bantuan sudah diberikan kepada keluarga bu Elok. Bantuan dipergunakan untuk biaya pengobatan & pemakaman. Keluarga bu Elok mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang dititipkan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @drerien @hrosania

Bu elok menderita CKD stage V + DM tipe 2 + Hipoalbumin + Sepsis

Bu elok menderita CKD stage V + DM tipe 2 + Hipoalbumin + Sepsis


MUNIRAH BINTI AMINA (96, Dhuafa). AlamaT: Jl. Sinhaji, Kel. Jungcangcang, Kec. Pamekasan Madura, Jawa Timur. Mbah Nirah panggilan beliau, seorang janda yang sudah lama ditinggalkan suami karena kecelakaan. Beliau memiliki seorang anak, tetapi meninggal sewaktu masih kecil. Kini beliau hidup seorang diri di rumah yang kurang layak huni. Terdapat kandang ayam di pelataran rumah beliau yang membuat udara dan lingkungan disekitar rumah menjadi kurang sehat. Beberapa bulan yang lalu beliau terjatuh, sehingga menyebabkan tangan kanannya sakit dan menyulitkan beliau untuk beraktivitas sehari-hari di usia senjanya saat ini. Pendengaran beliau juga kurang berfungsi dengan baik dikarenakan faktor usia. Untuk bisa berkomunikasi dengan beliau, harus menggunakan bahasa isyarat agar bisa dipahami. Beberapa donatur, baik dari POLRI dan TNI membantu meringankan kebutuhan sehari-hari beliau dengan memberikan sembako. Beliau memiliki kerabat yaitu keponakan yang pernah mengajak beliau untuk tinggal bersama, tetapi beliau menolak dan memilih untuk tetap tinggal di rumah yang dibangun bersama almarhum suaminya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan Mbah Nirah. Bantuan telah disampaikan dan semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat untuk keseharian mbah Nirah. Mbah Nirah mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang dititipkan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @estianti01 @hrosania

Ibu munirah menderita Dhuafa

Ibu munirah seorang Dhuafa


TIMAH BINTI SUKRI (70, Lumpuh) Alamat : Jl. Sempar selatan, Kec. Blega, Kab. Bangkalan Madura, Jawa Timur. Mbah Timah biasa disapa. Saat ini mbah Timah tidak bisa bekerja karena kondisi fisiknya yang lumpuh. Pada awalnya, mbah Timah bekerja sebagai penjual makanan di lingkungan sekolah dasar, beberapa tahun lalu ia kerap kali terjatuh ketika mengangkat meja untuk dagangannya dan mulai mengeluh sakit di bagian kaki, namun tidak kunjung diperiksakan ke dokter. Semakin lama kondisi mbah Timah melemah dan hanya bisa duduk di ranjangnya. Saat ini Mbah Timah tidak bisa bekerja sehingga hanya bisa bergantung pada orang disekitarnya.  Saat kurir #SedekahRombongan berkunjung, kondisi mbah Timah masih lemah. Mbah Timah tidak memiliki fasilitas jaminan apapun. Melihat keadaan tersebut, kami #SedekahRombongan beruntung dapat membantu meringankan beban belaiu dengan menyampaikan bantuan dari para sedekaholics. Mbah Timah mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang dititipkan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @ivaninteen @masyrihahatib @hrosania

Ibu timah menderita Lumpuh

Ibu timah menderita Lumpuh


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Oktober). Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan #SedekahRombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. #SedekahRombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi ke nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya servis rutin, penggantian oli mesin, oli transmisi, lampu kabut, kaki-kaki, dan pembelian bahan bakar. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.145.060,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan biaya servis rutin, penggantian oli mesin, oli transmisi, lampu kabut, kaki-kaki, dan pembelian bahan bakar.

Bantuan biaya servis rutin, penggantian oli mesin, oli transmisi, lampu kabut, kaki-kaki, dan pembelian bahan bakar.


AULIYA WIDYANINGRUM (9, Suspec Hidrosefalus). Alamat : Desa Wandansari RT 2/1, Kelurahan Lubang Indangan, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Beberapa bulan lalu Auliya mengeluh sakit kepala namun enggan memeriksakannya ke dokter. Media Bulan September 2016 lalu, kondisinya kesehatannya menurun, lemah dan pusing, ada benjolan di kepala, jika makan langsung muntah-muntah. Orang tuanya membawanya ke sebuah klinik, lalu  ia dirujuk ke Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo, Jawa Tengah. Siswa kelas 4 SD ini dirawat selama dua hari, dan dicurigai menderita hidrosefalus, ia kemudian dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter pun menyarankan untuk segera menjalani operasi pengangkatan cairan yang menyumbat. Aulia tinggal bersama ibu dan kakeknya. Ayahnya Muchamad Soleh (40), bekerja sebagai karyawan di sebuah toko listrik yang berada di kawasan Jokteng Kulon, Yogyakarta. Winarti (39), ibunya, bekerja sebagai ibu rumah tangga, mengurus anak semata wayangnya dan juga ayahnya yang sudah tua. Keluarga ini tidak punya rumah, melainkan tinggal menumpang di rumah orang tua mereka (rumah kakek). Sementara itu, Much. Soleh tinggal di Yogyakarta dan seminggu sekali pulang ke Purworejo. Keluarga ini sudah mendaftar BPJS namun belum dapat digunakan (belum aktif). Auliya masih membutuhkan pertolongan untuk biaya akomodasi dan pengobatan. Terlebih saat ini keluarga memiliki tanggungan hutang kepada pihak lain untuk biaya pengobatan sang anak. Awal bulan lalu, kondisi Auliya menurun dan harus opname di RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir #SedekahRombongan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan awal untuk akomodasi Auliya selama di rumah sakit. Semoga Auliya segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Auliya menderita Suspec Hidrosefalus

Auliya menderita Suspec Hidrosefalus


SIYAM BINTI MARYUDI (52, Ca Mamae Dextra + Sinistra). Alamat : Dusun Jurug, RT 8, Desa Siderejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Yogyakarta. Bu Siyam menderita kanker payudara sejak tahun 2014 silam. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Siyam kemudian mendampingi Bu Siyam untuk proses pengobatannya. Tahun 2015, Bu Siyam telah menjalani operasi dan melakukan serangkaian kemoterapi. Setiap sebulan sekali, Bu Siyam kontrol rutin di poli onkologi RSPAU dr. S. Hardjolukito. Bu Siyam dan suaminya bekerja sebagai buruh kebun. Pendapatan mereka hanya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan untuk membiayai sekolah anak semata wayangnya. Meskipun dalam proses pengobatan menggunakan fasilitas kesehatan, Jamkesmas. Bu Siyam dan keluarga merasa kesulitan untuk biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit. Pascaoperasi pertama kondisi Bu Siyam semakin membaik, tetapi pertengahan tahun 2016 ini, muncul benjolan di sekitar payudara Bu Siyam. Dokter memutuskan untuk melakukan operasi kembali. Awal Oktober lalu Bu Siyam menjalani operasi di RSPAU dr. S. Hardjolukito. Setelah kondisinya stabil, Bu Siyam diperbolehkan pulang ke rumah. Tetapi, kemarin kondisinya menurun. Badan lemas, kepala pusing, dan sulit berbicara. Bu Siyam hanya tergolek di Kasur saja. Kurir #SedekahRombongan segera menjemput dan mengantar Bu Siyam ke RSPAU dr. S. Hardjolukito. Bu Siyam disarankan untuk rawat inap lagi. Bantuan ini dipergunakan untuk akomodasi selama Bu Siyam rawat inap di rumah sakit. Santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 911. Semoga Bu Siyam segera mendapat kesembuhan dan dapat beraktivitas kembali, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @saptuari @atinlelyas Vendi

Ibu siyam menderita Ca Mamae Dextra + Sinistra

Ibu siyam menderita Ca Mamae Dextra + Sinistra


JIHAN FATIN (2, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan adalah satu pasien dampingan #SedekahRombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dokter mendiagnosa menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan dan demam tinggi & kejang sampai memengaruhi fungsi syaraf mata. Bagian punggungnya pun mengalami decubitus karena terlalu lama berbaring. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu pregistimil. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Orangtua Jihan pun tercengang ketika mendengar biaya pengobatan dengan cara cangkok hati bisa mencapai 1‒1,5M. Meski memiliki jaminan kesehatan, BPJS, namun tidak bisa dimaksimalkan karena jaminan kesehatan ini maksimal mengcover 250 juta rupiah. Sebeliumnya Jihan kontrol rutin dua minggu sekali di RSUP Dr. Sardjito, tetapi sekarang cukup sebulan sekali. Fisioterapinya bisa dilakukan di RSUD setempat setiap dua minggu sekali. Bantuan dari sedekaholics ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu pregistimil dan pembelian obat yang tidak dicover BPJS. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 907.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.084.081,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita Atresia Bilier + Sirosis

Jihan menderita Atresia Bilier + Sirosis


MUHAMAD FAREL KURNIYANTO (7, Retinoblastoma). Alamat : Dusun Binangun, RT 11/5, Desa Wringinanom, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Farel termasuk pasien dampingan baru di #SedekahRombongan. Ia didiagnosa menderita retinoblastoma yaitu kanker mata pada anak. Gejala penyakit ini mulai muncul sekitar awal tahun 2016. Saat itu mata kiri Farel mengeluarkan air mata, namun tidak kunjung sembuh. Orang tuanya kemudian membawanya ke RSUD Wonosobo Jawa Tengah. Setelah diperiksa ia diberi obat salep dan obat tetes. Karena tidak ada perkembangan, dua minggu kemudian Farel dibawa ke RSUD Purwokerto. Tujuh minggu berobat namun belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, Farel pun dirujuk ke RS Mata Dr. YAP Yogyakarta, kemudian dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah melakukan biopsy, hasil menunjukkan Farel menderita retinoblastoma. Farel merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, anak pasangan Suharyanto (50) dan Tunjiyah (43). Ayahnya bekerja sebagai tukang ojek, sementara ibunya bekerja sebagai buruh pabrik. Tetapi sekarang ibunya tidak lagi bekerja karena harus mendampingi pengobatan sang buah hati. Setelah menjalani serangkaian kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito, Farel dijadwalkan melakukan sinar sebanyak 35x. Oleh dokter, Farel disarankan untuk mencari jadwal sinar tercepat sebab kanker yang ia derita termasuk jenis yang cepat menyebar. Alhamdulillah saat ini Farel sudah dijadwalkan sinar di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Selama pengobatan Farel menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri Kelas III. Bantuan ini digunakan untuk pembelian susu, tiket perjalanan Jogja-Jakarta, dan akomodasi Farel selama di Jakarta. Pelaporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 842. Semoga Farel segera mendapat kesembuhan, Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.389.300,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Farel menderita Retinoblastoma

Farel menderita Retinoblastoma


SRI KARDIYATI (49, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Dusun Mranti No. 1948 RT 1/1, Desa Mranti, Kecamatan  Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Awalnya Bu Sri merasa sakit ketika muncul benjolan kecil di payudara sebelah kiri. saat Benjolan itu terasa panas, untuk itu ia menjalani pengobatan secara tradisional dengan mengkonsumsi ramuan herbal. Bu Sri Kardiyati terus menjalani pengobatan alternatif itu selama kurang lebih satu tahun lamanya. Namun selama itu pula tidak ada perubahan pada benjolan itu, ukurannya tidak mengecil dan rasanya masih sakit dan panas. Saat itu belum diketahui ia menderita kanker payudara. Merasa pengobatan alternatifnya kurang efektif, Bu Sri Kardiyati pun memeriksakan diri ke RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Di rumah sakit ini ia menjalani sejumlah pemeriksaan untuk mengetahui diagnosa sakitnya. Berdasarkan pemeriksaan itu, dokter menyatakan Bu Sri Kardiyati menderita kanker payudara, dokter pun menyarankan untuk segera menjalani operasi biopsi. Operasi biopsi dilakukan di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo, hasil biopsi menyatakan ia menderita kanker ganas. Bu Sri Kardiyati kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta agar mendapatkan perawatan dan pengobatan maksimal. Di rumah sakit rujukan, ia menjalani kemoterapi, alhamdulillah pengobatannya lancar dan kondisi kesehatannya pun kini baik dan terkontrol. Ia sangat bersemangat berobat menjemput kesembuhannya, semua protokol pengobatan seperti rongent, cek laboratorium, dan lain sebagainya, ia jalani dengan ikhlas. Selama berobat Bu Sri Kardiyati menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri Kelas III. Namun, ia memiliki kendala transportasi dan akomodasi, jarak Purworejo-Yogyakarta cukup jauh sehingga biaya transportasinya mahal. Belum lagi jika ada jadwal kontrol atau kemoterapi yang jarak waktunya berdekatan ia harus menginap. Bu Sri Kardiyati juga tidak ada keluarga yang mendampingi kala berobat, jadi semuanya ia lakukan sendiri. Bu Sri Kardiyati kemudian menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Sedekaholics melalui #SedekahRombongan kemudian menyalurkan bantuan yang digunakan untuk akomodasi selama di rumah sakit. Bu Sri Kardiyati sangat berterima kasih kepada sedekaholics dan #SedekahRombongan. Ia pun senantiasa mendoakan agar sedekaholics diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Ibu sri menderita Ca Mamae Sinistra

Ibu sri menderita Ca Mamae Sinistra


HANNA AZZAHRA (5, Leukemia). Alamat : Dusun Tumiyang, RT 1/1, Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Hanna terdiagnosa menderita kanker darah/leukemia saat usianya tiga setengah tahun. Ia menjadi salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan yang menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Awalnya, wajahnya pucat dan kelopak mata dalam berwarna putih. Hanna juga cepat lelah meski kegiatannya hanya bermain-main layaknya anak-anak biasa. Hanna juga sering mengalami demam selama lebih dari satu bulan, orang tuanya hanya memberikan obat penurun panas. Orang tua Hanna kemudian membawa Hanna berobat ke puskesmas. Setelah diperiksa, Hanna langsung dirujuk ke RSUD Banyumas, Jawa Tengah. Di RSUD setempat ia menjalanai serangkaian cek laboratorium dan transfusi darah karena hanya mempunyai kadar hemoglobin yang rendah. Kemudian, ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Hanna adalah anak ke kedua dari dua bersaudara pasangan Anom Suwelo (36) dan Nur Asiah (32). Ayah Hanna bekerja sebagai buruh proyek di kampung halamannya. Sementara Ibu Hanna dahulu merupakan seorang perajin batik rumahan, kini fokus merawat anak-anaknya di rumah. Hanna mempunyai kakak laki-laki berusia 14 tahun yang kini tengah duduk di bangku sekolah menengah pertama. Selama pengobatan Hanna menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat ini kondisi Hanna semakin membaik. Dua minggu sekali ia kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito dan terus bersemangat menjalani protokol kemoterapi. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover dan biaya transportasi dari rumah ke rumah singgah #SedekahRombongan. Orang tua Hanna sangat berterima kasih kepada sedekaholics dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan selama ini. Santunan sebelumnya telah terlapor di Rombongan 873.

Jumlah Bantuan : Rp. 585.450,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Hana menderita Leukemia

Hana menderita Leukemia


MELATI BINTI AMIR (6, Kelainan Bawaan Lahir Rusaknya Tulang Hidung Bagian Dalam) Alamat : Perum Panji RT 03/15 Kec. Mimbaan Panji, Kab. Situbondo, Provinsi Jawa Timur.  Melati, biasa ia dipanggil adalah anak yang periang dan pantang menyerah. Pada usia 3 bulan Melati mengalami muntaber dengan tergesa-gesa orang tua membawa melati ke UGD RSUD Situbondo. Pada saat itu kondisinya memburuk, mulutnya keluar busa dan hidungnya mengalami infeksi sehingga Melati hanya bisa bernafas melalui mulutnya. Melati diperbolehkan menjalani operasi jika berat badan telah mencapai 10 kg. Pada usia 1,5 tahun, Melati dirujuk ke RSUD .Dr.Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Pihak dari RSUD. Dr.Soetomo belum mengijinkan Melati menjalani operasi karena usianya masih dibawah 5th. Sembari menunggu Melati diijinkan menjalani operasi, dokter menghimbau Melati untuk menjalani kontrol rutin. Ayahnya, Amir (28) seorang pengamen dan ibunya Sri Siswo (26) hanyalah seorang pembantu rumah tangga. Dek Melati memiliki Fasilitas Jamkesmas, namun Pak Amir dan Bu Sri merasa kesulitan dalam biaya transportasi dan obat-obatan selama masa pengobatan di Surabaya. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan oleh dek Melati dan bantuan diberikan untuk membantu biaya transportasi selama pengobatan dan biaya obat-obatan. Usia Dek Melati telah mencapai 5 tahun dan mendapat persetujuan dari dokter untuk menjalani operasi pada usia 6th dan operasi pertama dilakukan pada tanggal 25 Maret 2016. Rasa syukur,bahagia,dan terimakasih disampaikan oleh Pak Amir dan Bu Sri kepada sedekaholics melalui kurir #SedekahRombongan yang telah membantu pengobatan Melati sehingga Melati dapat menjalani hidup. Saat ini Melati menjalani kontrol setiap bulan sembari menunggu jadwal oprasi kedua yang akan dilakukan jika usia Melati telah mencapai 10 tahun.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Melati menderita Kelainan Bawaan Lahir Rusaknya Tulang Hidung Bagian Dalam

Melati menderita Kelainan Bawaan Lahir Rusaknya Tulang Hidung Bagian Dalam


SUHARTIK BINTI TASIYO (42, Komplikasi) Alamat: Desa Kedungsumber Barat RT 01/01 Kec. Balongpanggang, Kab. Gresik, Propinsi Jawa Timur. Bu Suhartik biasa disapa, pada  akhir tahun 2014 beliau merasakan lemah di sekujur tubuhnya. 3 hari kemudian kondisinya belum membaik. Akhirnya pihak keluarga membawa bu Suhartik ke rumah sakit terdekat. Awal tahun 2015 baru diketahui bahwa bu Suhartik menderita diabetes, sakit di paru-paru, ginjal, dan jantung. Karena kondisi yang semakin memburuk, akhirnya bu Suhartik dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Bu Suhartik adalah seorang penjual nasi pecel setiap paginya. Beliau setiap harinya berkeliling desa untuk menjajakan dagangannya. Namun semenjak sakit, beliau tidak bisa berkeliling untuk berjualan lagi. Bapak Rachmad (46) suami bu Suhartik bekerja sebagai buruh serabutan. Pendapatannya hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Alhamdulillah, kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan bu Suhartik. Tekad kami, akan mendampingi bu Suhartik sampai sembuh. Namun Tuhan lebih sayang terhadap bu Suhartik. Pada 4 Agustus 2016, Ibu Suhartik telah kembali ke rahmatullah, meninggalkan kita selama-lamanya. Bantuan dari sedekaholics telah kami sampaikan untuk membantu biaya berobat dan proses pemakaman. Semoga amal ibadah beliau diterima dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran dan ketabahan. Keluarga bu Suhartik mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang dititipkan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MukhMukhlisin @Martinomongi

Ibu suhartik menderita Komplikasi

Ibu suhartik menderita Komplikasi


SUCI RAMADANI (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Dukuh Kupang Barat 1 buntu 3 blok II no 58 Surabaya (status rumah adalah kos). Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRSurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannyapun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di RS William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 888. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui #SedekahRombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan Balita mungil ini bias tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 02/06, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir #SedekahRombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajju. Alhamdulillah, kami kurir #SedekahRombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali tentu juga adalah harapan dari kami,kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau melakukan kontrol 1 bulan sekali sembari menunggu adanya pendonor mata untuk beliau. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 901. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @MasKhus1027 @EArynta

Pak munawir menderita Gloukoma

Pak munawir menderita Gloukoma


DIARDO BRIGITA WIRYAWAN (6 Tahun, Postop Kloaka). Alamat: Perumahan Kramat 1 blok M-8, Kab. Jember, Jawa Timur. Dik Diardo biasanya ia dipanggil adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak awal kelahirannya dik Diardo sudah terdeteksi adanya daging tumbuh pada saluran anusnya, sehingga pada usia 2 bulan dik Diardo harus melakukan operasi pembuatan anus di perut sebelah kiri. Genap usia 10 bulan dilakukan operasi kedua yaitu pengangkatan daging tumbuh yang ada di dalam anusnya. Semua operasi ini dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menggunakan SKTM karena rumah sakit di Jember saat itu tidak mampu menangani dik Diardo. Beberapa waktu kemudian penggunaan SKTM untuk pengobatan dihapuskan oleh pemerintah dan keluarga dik Diardo beralih membuat BPJS agar pengobatan dik Diardo dapat terus berjalan. Selama proses pengobatan biaya yang dikeluarkan yaitu untuk transportasi dari Jember ke Surabaya tidaklah murah, sehingga mau tidak mau orang tua dik Diardo harus mencari pinjaman agar proses pengobatan dapat terus berjalan. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan dipertemukan dengan dik Diardo dan keluarga ,sehingga berkesempatan membantu membiayai proses pengobatannya. Saat ini dik Diardo disarankan dokter untuk melakukan suntik hormon satu kali setiap bulannya sebelum dilakukan proses operasi selanjutnya. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 890. Keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Diardo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga kondisi dik Diardo semakin hari semakin baik sehingga memudahkan proses pengobatan yang masih harus dijalani selanjutnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD @RathyaJelitaP @Martinomongi

Diargo menderita Postop Kloaka

Diargo menderita Postop Kloaka


PEGGY LESTARI (19, Penonjolan Selaput Otak). Alamat: Dusun Bareng, RT 14/4, Kelurahan Bareng, Kecamata Sugih Waras, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Peggy merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak Juni 2016. Awalnya dia pernah jatuh yang mana kepalanya terbentur, Kemudian muncul benjolan dan sudah pernah operasi untuk diambil. Kemudian pada kelas 6 Sekolah Dasar, muncul benjolan di daerah mata. Setelah itu diperiksakan dan kata dokter harus dilakukan tindakan medis di RSUD Dokter Soetomo. Kini kondisi Peggy terkadang merasakan nyeri di bagian mata yang ada benjolannya. Peggy telah menjalani operasi dan berjalan lancar, meskipun kata dokter penyakit yang di derita Peggy tidak hilang seluruhnya, karena dokter takut tulang hidung Peggy patah. Peggy tinggal bersama kedua orang tuanya yaitu Pak Wasito (54) dan Ibu Paini (54) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Alhamdulillah Peggy sudah memiliki kartu BPJS kelas 3 untuk membantu biaya pengobatannya. Namun biaya transportasi dan kebutuhan lain untuk mendukung pengobatan yang tidak di tanggung BPJS juga memberatkan kedua orang tua Peggy yang bekerja sebagai buruh tani. Santunan yang telah diberikan kepada Peggy dipergunakan untuk membeli obat dan biaya transportasi Bojonegoro-Malang . Bantuan kepada Peggy pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 870. Semoga Peggy segera sembuh dan bisa bersekolah kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Peggy menderita Penonjolan Selaput Otak

Peggy menderita Penonjolan Selaput Otak


DINA AGUSTINA (37, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Sanggrah RT 07/03, Desa Pakandangan Sangra, Kec. Bluto, Kab. Sumenep Madura, Jawa Timur. Bu Dina biasa disapa, pada pertengahan tahun 2013 ketika masih tinggal di Bekasi, hidung bu Dina terasa mampet seperti pilek. Setelah pindah domisili ke Madura awal tahun 2014, beliau diperiksakan ke dokter spesialis dan mendapat vonis mengidap tumor jinak. Pertengahan tahun 2014 Bu Dina dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan sudah melakukan operasi pada maret 2015. Tindakan yang dilakukan pasca operasi adalah kemoterapi. Kondisi pasien saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Yang dikeluhkan pasien adalah biaya transportasi dari rumah di Sumenep ke RSUD Dr. Soetomo yang mahal, serta biaya kost ketika sedang berada di Surabaya untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Bahkan tidak jarang pasien tidur di teras rumah sakit yang sudah tentu tidak layak dijadikan tempat istirahat. Apalagi untuk jadwal berobat bisa 2 kali dalam satu bulan. Pak Joyo (42) suami bu Dina, sebelumnya bekerja sebagai pengajar di yayasan islam di Sumenep tetapi diberhentikan karena sering izin untuk menemani istri berobat ke Surabaya. Saat ini pak Joyo bekerja serabutan, terkadang bertani. Pasien tinggal dirumah orang tua suami, bersama bapak dan ibu mertuanya serta seorang anak di Sumenep. Setelah melalui survey dan dirasa layak mendapat bantuan, bu Dina menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Kondisi bu Dina bulan ini sempat menurun dan melakukan pemeriksaan di RSUD Pamekasan. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 901. Keluarga bu Dina merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Dina masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @EArynta

Ibu dina menderita Kanker Nasofaring

Ibu dina menderita Kanker Nasofaring


RIZKI IKMALA (3, Tumor Hati). Alamat : Desa Greden RT 4/17, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Dik Rizki biasa disapa, pada awal februari 2016, dik Rizki mengeluhkan perutnya yang semakin membesar. Keluarga membawa dik Rizki berobat ke Puskesmas terdekat. terkendala keterbatasan peralatan di Puskesmas, dik Rizki dirujuk ke RSUD Jember. Hasil pemeriksaan di RSUD Jember, dik Rizki didiagnosa menderita tumor hati. Kemudian dik Rizki dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Rizki untuk melakukan kontrol rutin di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Orang tua Dik Rizki, Jumadi (47) bekerja sebagai kuli batu. Sedangkan ibunya, Umi Hanik (46) seorang ibu rumah tangga. Meskipun dik Rizki memiliki BPJS sebagai jaminan kesehatan, namun karena biaya transportasi ke Surabaya tidak sedikit, keluarga sempat ingin menghentikan pengobatan dik Rizki. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Dik Rizki. Kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Rizki. Saat ini dik Rizki menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan rutin melakukan kontrol di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan pertama telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dik Rizki. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Dik Rizki masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 12 Agustus 2016
Kurir   : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Rizki menderita Tumor Hati

Rizki menderita Tumor Hati


SAMPAN BIN MARTO BALO (55, Tumor Ginjal). Alamat : Dusun Banjar Utama, RT 5/2, Desa  Banjareja, Kecamatan  Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Pak Sampan dulunya bekerja sebagai buruh bangunan. Sementara istrinya, Jumiyah (52) ialah ibu rumah tangga. Awalnya Pak Sampan sering mengeluhkan sakit di perut bagian kiri. Bagian perut tersebut juga tegang dan keras. Selain itu, setiap buang air juga keluar darah segar. Keluargan Pak Sampan segera memeriksakan ke Puskesmas. Namun karena keterbatasan alat Pak Sampan dirujuk ke RS PKU Gombong, Kebumen. Di PKU Gombong ini Pak Sampan opname selama sepuluh hari. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan Pak Sampan menderita tumor di ginjalnya. Pihak rumah sakit pun merujuk pengobatan Pak Sampan ke RSUP Dr. Sardjito. Meski memiliki fasilitas jaminan kesehatan, Jamkesmas, keluarga merasa keberatan karena keterbatasan ekonomi dan tidak ada tempat singgah selama menjalankan serangkaian pemeriksaan penunjang. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir #SR dengan keluarga Pak Sampan. Sejak itu, Pak Sampan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Selama berobat di RSUP Dr. Sardjito, Pak Sampan mendapat pendampingan penuh dari #SedekahRombongan Yogyakarta. Saat ini Pak Sampan sedang opname di RSUP Dr. Sardjito untuk menjalani operasi. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Pak Sampan dapat sehat kembali dan beraktivitas seperti semula. Santunan sebelumnya terdapat dalam pelaporan rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.044.550,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Pak sampan menderita Tumor Ginjal

Pak sampan menderita Tumor Ginjal


EDY PURNOMO,(38, POPI SANTUNAN BEDAH RUMAH). Rumah yang terletak di Dusun Krajan 002/004, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Yang ditinggali seorang Bapak Edy Purnomo yang memiliki 4 Anak yang memiliki pekerjaan sebagai . Bapak Edy Purnomo ini mempunyai 4 orang anak. Seorang 3 anak perempuan yang bernama Rifatul Hasanah (18), Dea Ulfa Maisaron (7), Dela Putri Nursaidah (5) dan 1 Anak laki-laki yang bernama Muhammad Rizal (14), yang rata-rata masih bersekolah. Rumah yang ditinggali Bapak Edy Purnomo ini mengalami kerusakan yang hampir roboh dibagian atap rumah dan juga Dapur yang sudah roboh. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Bapak Edy Purnomo dan dalam kesempatan tersebut Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic berupa Property bedah rumah dan Semen untuk Bedah Rumah yang jumlah total sebesar Rp.7.000.000,-. Semoga santunan bedah Rumah Bapak Edy Purnomo berjalan dengan lancar. Dan Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 7.000.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari  @gredyanto @viandwiprayugo

POPI SANTUNAN BEDAH RUMAH

POPI SANTUNAN BEDAH RUMAH


RATNADILLA BINTI HERU, (17, Ca Kulit) Ber Alamat Dusun Sukolembono RT 030 RW 001 Sumber Gading , Kecamatan Sumber Wringin Kapubaten Bondowoso. Ratnadilla adalah anak Dari Bapak Heru yang sehariannya hanya bekerja pengisi gas Korek keliling yang tidak mampu membiayai Kehidupannya . dan di Tambah penyakit Anaknya yang sedang kambuh untuk di bawa ke rumah sakit. Ratnadilla Anak Pak Heru tergolong Orang tidak mampu, dan   kurir #SedekahRombongan Jember bersillaturahmi untuk membantu Ratnadilla untuk mendapatkan pengobatan di rumah sakit agar penyakitnya segera di tangani. Alhamdulillah proses pengobatan pun sudah berjalan dan saat ini Ratnadilla harus menjalani perawatan rutin seminggu sekali. Santunan yang disampaikan dipergunakan untuk akomodasi selama perawatan rutin selama perawatan di rumah sakit dan biaya transportasi. Semoga Ratnadilla segera diberikan jalan kesembuhan dan kontribusi para #sedekaholic mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 907

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari , @viandwiprayugo @gredyanto

Ratna menderita Ca Kulit

Ratna menderita Ca Kulit


POPI SANTUNAN MUSHOLA FATAHILLAH (Santunan Bahan Bangunan Mushola). Mushola Fatahillah terletak Dusun Krajan 003/001, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ada sekitar 120 Kepala Keluarga yang bermukim di sekitar Mushola ini dan menggunakan Mushola ini sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Mushola Fatahilla ini baru dibangun karena masjid yang jauh dari pemukiman warga sekitar. #SedekahRombongan turut berpartisipasi dalam proses pembangunan Mushola tersebut dengan menyampaikan titipan #Sedekaholic. Kurir #SedekahRomongan dan bersilaturahmi ke Mushola Fatahillah dan dalam kesempatan tersebut Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic yang diterima oleh pengurus Mushola untuk mewakili masyarakat muslim di sana. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai untuk pembelian Bahan bangunan Mushola Yaitu Kramix,Kayu Plavon dan Internet. Semoga santunan Mushola Fatahillah berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan Mushola ini. Amin….

Jumlah Santunan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : November 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Santunan Bahan Bangunan Mushola

Santunan Bahan Bangunan Mushola


EED BIN RABU (63, Maag dan Reumatik). Alamat : Jln. Pekonlom Sinar Teguh, RT 6, LK. I, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya Pak Eed sering mengeluhkan sakit di seluruh badannya karena ia tidur hanya beralaskan kayu. Pak Eed juga sering menahan lapar karena tidak memiliki makanan hingga akhirnya mengalami sakit maag. Pak Eed tidak pernah memeriksakan penyakitnya ke dokter terdekat atau ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya untuk berobat dan ia tidak ingin merepotkan keluarganya, terlebih lagi ia juga tidak memiliki jaminan kesehatan. Setiap Pak Eed merasakan sakit, ia hanya meminum obat warung untuk meredakan sakit yang ia rasakan. Pak Eed mengais rezeki sebagai nelayan, ia menggunakan kulkas bekas untuk dijadikan sampan. Sudah 5 tahun Pak Eed tinggal sendiri, ia tidak ingin merepotkan keluarganya sehingga ia tinggal di halaman luar rumah saudaranya yang hanya beralas dan beratapkan kayu, tanpa ada kasur dan tempatnya terbuka. Kendala yang dihadapi Pak Eed adalah ketiadaan biaya hidup dan biaya berobat, serta tidak adanya tempat tinggal yang layak. Melihat kondisi Pak Eed, kurir #SedekahRombongan Lampung tidak tinggal diam, bantuan dari sedekehaolics pun disampaikan. Semoga bantuan yang disampaikan dapat bermanfaat bagi Pak Eed, dan ia bisa tinggal di tempat yang lebih layak lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Triss Kurnia @evandlendi @gembluk @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak eed menderita Maag dan Reumatik

Pak eed menderita Maag dan Reumatik


BAYI NY. DWI NGATRIANA (1, Bayi Berat Lahir Rendah + Respiratory Distress Syndrome). Alamat : Dusun Bangun Harjo, RT 4/2, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Bayi dari Ibu Dwi Ngatriana (36) ini lahir pada usia kehamilan 35 minggu, dengan proses kelahiran sectio caesaria. Dari hasil pemeriksaan rutin di bidan terdekat, saat usia kehamilan 1- 5 bulan kondisi kandungan normal tidak ada masalah dengan ibu dan janin. Memasuki usia kehamilan 6 bulan Ibu Dwi mengalami hipertensi sehingga disarankan untuk mengurangi konsumsi garam. Saat itu tidak dinyatakan terjadi kegawatan pada janin dan karena ketidaktahuan Ibu Dwi kondisi tersebut diabaikan saja. Saat usia kehamilan 8 bulan, Ibu Dwi mulai mengalami pembengkakan pada tubuh, Ia kemudian memeriksakan diri ke bidan seperti biasa. Bidan menyarankan untuk segera ke spesialis kandungan karena tensi darah Ibu Dwi yang tinggi dan terjadi gejala keracunan pada kehamilan, namun keluarga hanya pergi ke bidan senior. Ketidaktahuan tentang bahaya keracunan kehamilan membuat kondisi ibu bayi memburuk. Pada 26 Agustus 2016, Ibu Dwi dibawa ke RS Abdul Moeloek dan dilakukan operasi caesar pada 28 Agustus 2016. Bayi lahir dengan berat 1.4 kg dan mengalami gagal tumbuh saat dalam kandungan. Skor pernafasan bayi pun sangat jelek dan dicurigai telah terjadi infeksi yang berat sehingga bayi mengalami stress pernapasan berat atau dalam bahasa medisnya dikenal dengan respiratory distress syndrom. AKhirnya dilakukan pertolongan pertama dan bayi Ibu Dwi dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Suami Ibu Dwi, Sutikno (40) mengais rezeki sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu, sedangkan Ibu Dwi sendiri hanya ibu rumah tangga. Bayi Ibu Dwi belum memiliki jaminan kesehatan apapun, BPJS yang telah dibuat masih belum aktif sehingga penobatan menggunakan  biaya pribadi. Bapak Sutikno dan Ibu Dwi kesulitan untuk biaya perawatan bayi mereka di rumah sakit dan terpaksa berutang.  Kurir #Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan yang dialami mereka, bantuan awal pun diberikan. Semoga Bayi Ibu Dwi lekas diberi kesembuhan oleh Allah SWT dan bisa normal seperti bayi seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @akuokawai @agembluk @indahpujaamelya @ririn_restu

72-bayi-ny-dwi-ng-2

Bayi Berat Lahir Rendah + Respiratory Distress Syndromeatriana


AHMAD YANI YAHYA ( 51, Limfadenopati suspect Tuberculoma). Alamat : Dusun 7, RT 7/2, Kelurahan Wana, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pak Yani sudah lama merasakan sesak napas disertai batuk, namun tidak ia keluhkan ke keluarganya. Puncaknya pada awal Juli 2016, Pak Yani merasakan susah untuk bernapas, akhirnya ia dibawa ke dokter setempat lalu dirujuk ke RS Mardi Waluyo. Di RS Mardi Waluyo Pak Yani menjalani pemeriksaan rontgen, dan setelah itu ia dirujuk ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Pada akhir Juli 2016, Pak Yani ke RSAY, ia disarankan rawat inap dan melakukan CT-Scan. Setelah melakukan CT-Scan, Pak Yani diperbolehkan pulang dan pada 15 Agustus 2016 ia kembali ke RSAY untuk mengambil hasil CT-Scan. Dari hasil CT-Scan, Pak Yani didiagnosis Limfadenopati dan Suspect Tuberculoma atau dalam bahasa awamnya dikenal dengan tumor jinak pada kelenjar getah bening. Pak Yani disarankan untuk rawat inap dan ditransfusi darah, nantinya setelah diperbolehkan pulang ia disarankan berobat rutin ke Puskesmas terdekat selama 2 bulan dan kembali berobat ke RSAY. Selama awal pengobatan Pak yani dibantu anak-anaknya, mulai dari pembuatan BPJS Mandiri kelas 2, dan biaya transportasi ke RSAY di Metro yang jaraknya jauh dari rumah. Saat ini anak-anaknya mulai kesulitan untuk biaya transportasi karena seringnya pengobatan yang harus dilakukan di RSAY Metro. Pak Yani sendiri sudah lama tidak bekerja sebagai petani, sedangkan istriya, Salmah (49) hanya ibu rumah tangga. Mendengar cerita tentang Pak Yani, kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak membantu dengan menyampaikan titipan sedekaholics untuk operasional berobat. Semoga Pak Yani dapat terus berobat dan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @ sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak ahmad menderita Limfadenopati suspect Tuberculoma

Pak ahmad menderita Limfadenopati suspect Tuberculoma


RINI RAHAYU (11, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Jalan Pala, No. 15, RT 39/18, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Jika terlalu lelah beraktivitas, terkadang area di bawah mata Rini akan membiru dan bibirnya menghitam. Semakin lama, siswi SMP ini menjadi sering mudah lelah dan sesak napas. Orang tua Rini khawatir dengan kondisinya. Pada awal bulan Juli 2016, Rini akhirnya dibawa ke dokter setempat untuk diperiksakan kondisinya. Rini disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Rumah Sakit A. Yani (RSAY) Kota Metro. Setelah diperiksa Rini didiganosis terkena sakit jantung dan dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta untuk mengetahui diagnosis pastinya. Rini pun mengikuti rujukan yang telah disarankan dan dinyatakan mengidap penyakit Patent Ductus Arteriosus atau penyempitan salah satu katup jantung akibat penyakit jantung bawaan. Setelah beberapa kali kontrol, Rini dijadwalkan untuk operasi pemasangan kateter pada 22 Juli 2017. Rini disarankan mengonsumsi obat yang diresepkan selama menunggu operasi. Ayah Rini, Misdaki Haki (46), bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tak tentu, sedangkan ibunya, Sarmini (39), hanya seorang ibu rumah tangga dengan 3 anak yang semua masih bersekolah. Mereka tinggal di sebagian rumah milik saudara. Walaupun Rini sudah memiliki KIS PBI Kelas III, namun terkadang ada beberapa obat yang harus dibeli dan tidak ditanggung BPJS. Melihat kondisi Rini dan keluarga, kurir #SedekahRombongan Lampung bergerak menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya pembelian obat dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Semoga Rini lekas sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti anak-anak lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Rini menderita Patent Ductus Arteriosus

Rini menderita Patent Ductus Arteriosus


MISKA AULIA (3, Rubella Kongenital Syndrom). Alamat : Kapuk Pulo, RT 6/10, Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Anak ke-3 dari pasangan Pak Saripudin dan Ibu Musripah ini mengalami  Rubella Kongenital Syndrom yang menyebabkan kecacatan lahir yang dialami Miska. Ia menderita kelainan pada mata kanannya yang mulanya didiagnosis katarak. Selain itu ia juga menderita kelainan jantung bawaan jenis PA VSD. RSUD Cengkareng tempat awal Miska berobat merujuknya ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita dilakukan kateterisasi untuk persiapan operasi bedah thorax yang masih dalam penjadwalan. Sambil menunggu jadwal operasi, Miska dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan penunjang penyakit kataraknya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinyatakan Miska memerlukan lensa mata yang tidak dicover BPJS. Alhamdulillah Miska dapat memiliki lensa mata tersebut. Kondisi Miska belakangan ini sering menurun, bahkan ia sempat dirawat di RSUD Cengkareng. Miska masih harus rawat jalan rutin, namun untuk kebutuhan berobat terasa berat bagi Pak Saripudin yang bekerja sebagai buruh konveksi dengan penghasilan yang sangat kecil. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Miska di bantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Rubella Kongenital Syndrom

Rubella Kongenital Syndrom

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 WINDA YULIANA 750,000
2 TETY SUSILAWATI 500,000
3 JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI 1,000,000
4 NGATINI BINTI AMIR 1,300,000
5 MARYATI BINTI KASNURI 1,790,000
6 WAWAN ANWAR 1,000,000
7 SUMINAH BINTI KASNADI 600,000
8 RUDI HARTONO 1,506,250
9 KUSMIATUN BINTI SUDIRJO 725,000
10 FARID JAYA MALIK 500,000
11 SURONO BIN TARMUJI 1,300,000
12 SUNARSIH BINTI SOMADI 750,000
13 IIS ROHMAWATI 750,000
14 DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT 500,000
15 HANDI KUSNAWAN 1,000,000
16 ACIH BINTI ANDI 500,000
17 PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN RHAUDATUL MUHIBIN ASSYIFA 2,500,000
18 MTSR BEKASI 3,000,000
19 NAMIH BINTI NILAN 1,000,000
20 YUYUN YUNIAR 500,000
21 MARSAN BIN LELE 500,000
22 KUSNADI BIN DUL NASIR 500,000
23 UMYATI BINTI ABDUL LATIF 1,000,000
24 AZMI HAIL MAHLAL 1,000,000
25 RSSR JAKARTA 15,000,000
26 KASIATUN MUTALIM 500,000
27 IWAN SETIAWAN 1,000,000
28 SILVA 500,000
29 SITI MARSELA 500,000
30 YAYASAN GALUH 2,500,000
31 AGUSTINI NURMAN 750,000
32 AFIFAH SYAHIRA 500,000
33 ENI SUHENI 500,000
34 SUNARMI SUTRISNO 500,000
35 HANUM YUNARNI 500,000
36 DALEM PANGESTU 500,000
37 ALZENA SAFA 500,000
38 YUDISTIRA PRATAMA 750,000
39 MELLATUL LATIFAH 750,000
40 RSSR JAKARTA 750,000
41 RAFFA RIZKY SAPUTRA DAN RAFFI RIZKY SAPUTRA 1,000,000
42 UMAMAH BINTI BAGOL AMSAR 1,000,000
43 INDRO TRI WAHYONO 1,000,000
44 SONI ISRA ISTAIN 500,000
45 RSSR MALANG 7,551,583
46 MTSR MALANG 9,984,568
47 MTSR MALANG 4,020,000
48 ELOK SIBAN 1,000,000
49 MUNIRAH BINTI AMINA 2,000,000
50 TIMAH BINTI SUKRI 1,000,000
51 MTSR JOGJA 6,145,060
52 AULIYA WIDYANINGRUM 500,000
53 SIYAM BINTI MARYUDI 500,000
54 JIHAN FATIN 2,084,081
55 MUHAMAD FAREL KURNIYANTO 2,389,300
56 SRI KARDIYATI 500,000
57 HANNA AZZAHRA 585,450
58 MELATI BINTI AMIR 500,000
59 SUHARTIK BINTI TASIYO 1,500,000
60 SUCI RAMADANI 500,000
61 MUNAWIR BIN WASIMIN 500,000
62 DIARDO BRIGITA WIRYAWAN 500,000
63 PEGGY LESTARI 500,000
64 DINA AGUSTINA 1,500,000
65 RIZKI IKMALA 500,000
66 SAMPAN BIN MARTO BALO 1,044,550
67 EDY PURNOMO 7,000,000
68 RATNADILLA BINTI HERU 1,000,000
69 POPI SANTUNAN MUSHOLA FATAHILLAH 1,500,000
70 EED BIN RABU 500,000
71 BAYI NY. DWI NGATRIANA 750,000
72 AHMAD YANI YAHYA 500,000
73 RINI RAHAYU 500,000
74 MISKA AULIA 750,000
Total 111,775,842

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 111,775,842,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 915 ROMBONGAN

Rp. 43,891,518,018,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.