Rombongan 914

Sedekah adalah pembuka rejeki. Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat bersamaan anda juga sedang mengundang rejeki yang jauh lebih banyak.
Posted by on November 17, 2016

HAMIYAH SYAFIUDIN (50, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Jalan Sunan Ampel, RT 5/1, Kelurahan Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada 2013 awal terdapat benjolan sebesar kelereng di payudara sebelah kanan, Ibu Hamiyah pun melakukan USG, tapi saat itu dikira hanya benjolan biasa. Sampai diketahui hasilnya ialah kanker dan disarankan melakukan operasi. Kondisi beliau semakin memburuk hanya duduk dan berbaring di kamar tidur selama beberapa bulan terakhir ini. Keluarga pun hanya bisa mengobatkan Ibu Hamiyah ke aneka pengobatan alternatif yang ada, karena belum mampu membiayai operasi karena keterbatasan biaya. Untuk saat ini beliau kembali menjalani pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar dan beliau mulai mendapatkan perawatan luka dari pihak Rumah Sakit. Ibu Hamiyah di jadwalkan kontrol setiap 1 bulan sekali. Syafiudin (64), suami beliau juga tidak bisa berbuat banyak karena gajinya tidak mencukupi biaya pengobatan istrinya yang terbilang mahal bagi keluarga ini. Ibu Hamiyah sebenarnya telah memiliki BPJS Mandiri kelas III, sehingga cukup terbantu untuk biaya pengobatan. Akan tetapi untuk kebutuhan lain seperti transportasi dan makan beliau masih merasa kesulitan. Kurir #SedekahRombongan yang bertemu beliau pun membantu untuk menangani kesulitan beliau. Bantuan yang di berikan untuk beliau digunakan untuk biaya transportasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar dan membeli obat-obatan yang tidak di tanggung BPJS . Bantuan kepada Ibu Hamiyah pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 905. Semoga Ibu Hamiyah segera diberi kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz Wibi @nay_munaa @m_rofii11

IBu hamiyah menderita Kanker Payudara Kanan

IBu hamiyah menderita Kanker Payudara Kanan


SRI RAHAYU (41, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Tawangsari, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak tahun 2014. Awal mula beliau merasakan sakit pada di payudara sebelah kiri dan lambat laun semakin membesar sampai menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke Rumah Sakit Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani. Akhirnya Bu Sri dibawa ke Bhayangkara dan dilakukan operasi. Untuk saat ini Bu Sri akan menjalani kontrol 1 bulan sekali di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dan mengkonsumsi obat yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Edi Nugroho (45) dan satu anaknya bernama Hilal (12). Sehari-hari Pak Edi bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan antara 20 ribu sampai 30 ribu per harinya. Dan Bu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya fasilitas kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas II yang dimiliki Bu Sri, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendala dalam proses pengobatan. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim #SedekahRombongan. Santunan ke-13 kembali kurir sampaikan untuk biaya perbaikan KU, iuran BPJS, transportasi ke Rumah Sakit dan transportasi Kediri-Malang. Bantuan kepada Bu Sri pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 909. Semoga kondisi Bu Sri akan selalu membaik dan diberi kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 710.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria @m_rofii11

Ibu sri menderita Kanker Payudara Kiri

Ibu sri menderita Kanker Payudara Kiri


ASREVI SINGGIH (26, Lumpuh). Alamat: Kemirahan Gang 2G, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, tepatnya bulan Januari telah terjadi kecelakaan kendaraan bermotor parah yang menimpa Asrevi, sehingga dia mengalami gegar otak ringan dan memar dada. Tidak hanya itu, rusuk ke 6, 7 dan 8 bergeser dan tulang ekornya pun cedera. Akibat kecelakaan itu pun, Asrevi harus rawat inap di ICU selama 7 hari, lalu UGD selama 2 hari. Setelah beberapa bulan kecelakaan tersebut terjadi, sampai kini Asrevi masih mengalami lumpuh dari perut sampai ke bawah. bulan ini Asrevi telah menjalani observasi, untuk bulan berikutnya ia di jadwalkan untuk memulai terapi. Putra dari pasangan bapak Beni Wahyudi & Ibu Indah ini sangat berharap bisa segera menjalani operasi tulang punggung seperti yang telah disarankan oleh dokter agar bisa beraktivitas kembali. Sayangnya kendala dari banyaknya biaya yang dibutuhkan dan kesulitan transportasi mengurungkan niat ini. Apalagi Asrevi juga tidak memiliki fasilitas kesehatan apapun. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan untuk biaya transportasi, membeli obat dan pampers. Bantuan kepada Asrevi pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 905. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Asrevi kepada kurir #SedekahRombongan dan para Sedekaholics. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban Asrevi sekeluarga dan diberi kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

pak asrevi menderita Lumpuh

pak asrevi menderita Lumpuh


EDI YUSUF (67, Stroke + Diabetes). Alamat: Kampung Pakuluran RT 4/2, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 10 tahun, Pak Edi menderita stroke. Seluruh tubuh bagian kanannya lemas dan sulit untuk digerakkan, sehingga membuat Pak Edi kesulitan untuk melakukan aktivitas apa pun. Selama 7 tahun lamanya dia hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Karena keterbatasan biaya, ia hanya bisa berobat jalan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang dan sempat menjalani terapi. Akan tetapi, sebelum ia terbebas dari penyakit stroke, Pak Edi kini juga menderita penyakit diabetes. Sunggah berat ujian yang harus dia jalani! Karena tidak mendapat pengobatan maksimal, penyakit diabetes yang dideritanya semakin bertambah parah. Akibatnya, mata kiri Pak Edi tidak bisa melihat lagi dan mata kanannya mengalami rabun.  Pada Agustus 2016, stroke yang diderita Pak Edi bahkan kambuh kembali. Tubuh bagian kanannya semakin sulit digerakkan dan kondisi kesehatannya kembali memburuk. Saat ini, Pak Edi tinggal bersama istrinya, Saripah (57), yang juga menderita penyakit jantung, sehingga tidak bisa melakukan aktivitas yang terlalu berat. Di tengah himpitan ekonomi yang harus dihadapinya, Pak Edi juga memiliki tanggungan tiga orang cucu, karena anak (yang juga orangtua dari cucu-cucunya) itu sudah lama meninggal. Sebelum sakit, Pak Edi bekerja sebagai seorang s upir. Maka semenjak terkena stroke, ia tak lagi memiliki penghasilan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga Pak Edi hanya mengandalkan pemberian dari tetangga-tetangganya. Saat ini, ia masih memiliki tunggakan, Rp.500.000,- pinjaman dari pihak ketiga yang ia gunaka untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan Rp.240.000,- untuk pinjaman beras yang ia beli. Untuk berobat selama ini, Pak Edi hanya mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimilikinya. Kisah tentng kesulitan hidup keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan di Bandung, yang kemudian menemuinya untuk bersilaturahmi dan mendoakan Pak Edi. Berempati atas apa yang mereka alami, sdekaholics #SedekahRombongan kemudian memberi mereka Titipan Langit beruupa uangyang digunakan untuk membantu biaya pengobatan Pak Edi dan transportasinya selama berobat. Saat ini, Pak Edi sedang menjalani terapi untuk  mengobati penyakitnya. Alhamdulillah, kesehatan Pak Edi mulai membaik, namun ia tetap harus menjalani terapi beberapa kali lagi. Semoga kesehatan Pak Edi dapat kembali pulih dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp .500.000,-
Tanggal: 1 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda @BoySatrio

Pak edi menderita Stroke + Diabetes

Pak edi menderita Stroke + Diabetes


TUTIH BINTI APUD ( 55, tumor mata). Alamat: Kampung Cibeureum, Jl. Goalpara RT 3/5, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Riwayat penyakit Bu Tutih berawal sejak  bulan Februari yang lalu. Bu Tutih menceritakan, awalnya ia  merasakan gangguan penglihatan disertai gatal di mata sebelah kanan. Semakin hari rasa gatalnya semakin bertambah dan kelopak matanya membengkak.  Kemudian Bu  Tutih dibawa periksa ke  RSUD Syamsudin Sukabumi. Setelah diperiksa,  ia diduga menderita tumor mata, sehingga harus dirujuk RS Mata Cicendo Bandung. Setelah menjalani berbagai tahapan pemeriksaan awal di rumah sakit rukukan nasional ini, akhirnya Bu Tutih menjalani operasi pada tanggal 11 Februari 2015 dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas.  Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Bu Tutih kemudian  diharuskan kontrol  kembali tanggal 1 Maret 2015. Selain  di RS Mata Cicendo Kota Bandung, ia juga ditangani pengobatannya di RSHS Bandung. Ibu penyabar ini harus menjalani 6 kali siklus kemo terapi untuk jangka waktu tiga bulan – dua minggu sekali dia mendapatkan tindakan kemoterapi sambil dirawat di RSHS Bandung. Sungguh berat cobaan hidup yang dialamuIbu Tutih dan keluarganya.  Mereka termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan dukungan  untuk terus mengikhiarkan kesembuhan. Bu Tutih hanyalah ibu rumah tangga yang tak punya penghasilan selain dari suaminya. Suaminyasendiri, Pak Idim (60) hanyalah buruh bangunan yang penghasilannya tak seberapa dan tak menentu. Dengan tanggungan 3 anak dan satu istri yang kini diuii dengan penyakit serius, ia merasakan betapa bertatnya melalui kehidupan. Semenjak istrinya sakit, penghasilan Pak Idim digunakan sebagai bekal saat berobat ke Bandung. Saudara-saudara dekatnya memang tak tinggaal diam; mereka kerap membantunya, meskipun tidak bisa diandalkan selamanya karena mereka juga tidak termasuk orang berada. Dengan empati sedekaholics #SR, sampai saat ini alhamdulillah Bu Tutih masih bisa kontrol rutin ke RSHS Bandung. Pada bulan Oktober 2016, Bu Tutih dan anaknya datang kembali ke Rumah Singgah #SR Bandung untuk menjalani pemeriksaan setelah ia menuntaskan kemoterapinya yang ke-5. Walaupun kondisinya tampak membaik, ia masih harus kontrol ke rumah sakit dan belum dinyatakan sembuh total. Unuk kelanjutan ikhtiarnya, #SR kembali memberinya bantuan lanjutan yang disampaikan di Rumah Singgah SR Bandung. Pada awal November 2016, ibu pendiam ini datang lagi ke RSHS Bandung, dianar anaknya, untuk menjalani kemoterapi ke-6. Kondisinya kurang menggembirkan. Setalah beberapa hari tinggal di RSSR Bandung, ia kemudian dirawat di Gedung Preia 2 RSHS Bandung selama delapan hari. Bu Tutih dan keluarganya yang dhuafa ini masih membutuhkan bantuan untuk biaya berobat di RS Cicendo Bandung dan RSHS Bandung. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan kembali menyampaikan Titipan Langit  untuk Ibu Tutih yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasidan biaya sehari-hari selama ia berobat di Kota Kembang. Semoga Allah Swt memberi kesembuhan kepada Ibu Tutih. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Ibu tutih menderita tumor mata

Ibu tutih menderita tumor mata


NANI MARYANI (50, Tumor Ovarium). Alamat : Kampung Babakan Baru RT 2/4, Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama anak satu-satunya, Bu Nani tinggal di rumah keluarganya. Dengan segala keterbatasan, mereka bahu-membahu saling membantu menjalani kehidupan.  Ketika Bu Nani sakit, keluarganya sekemampuan menjaga dan mendampinginya. Pada awal Januari 2016 Bu Nani merasa sakit di bagian peranakan. Setelah diurut atau dipijat oleh paraji, gejala aneh yang ia rasakan itu bukannya membaik, malah semakin mengakibatkan rasa sakit. Karena kondisi kesehatannya tak kunjung pulih, pada Februari 2016  ia dibawa periksa ke Puskesmas setempat. Karena Puskesmas menyatakan tidak sanggup menangani penyakitnya, akhirnya penanganan penyakit Ibu Nani dirujuk ke RSUD Cikopo Cicalengka Kabupaten Bandung. Di RSUD ini ia dicek darah dan di-USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Ibu Nani Maryani diduga kuat terkena penyakit Tumor Ovarium. Untuk lebih memastikan penyakitnya, Ibu Nani kembali diperiksakan ke RSHS Bandung. Setelah kembali di-USG , menjalani rontgent, dan berdasarkan pemeriksaan di laboratorium, Ibu Nani dinyatakan mengidap penyakit Tumor Ovarium Ganas dan dianjurkan untuk segera menjalani operasi. Setelah mendaftar serta berdasarkan antrian Ibu Nani akan mendapat jadwal operasi pada Februari 2017. Ibu Nani memohon bantuan doa dari kurir #SedekahRombongan yang mengunjunginya agar tindakan operasinya dapat segera dilaksanakan dan berhasil. Berdasarkan pengamatan kurir yang mengunjunginya, Bu Nani amat layak dibantu. Ibu Nani sangat menderita akibat rasa sakit. “Obat penahan sakit” yang harus diminumnya tidak terbeli. Di samping menanggung penderitaan dari penyakitnya, ia juga mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebagai seorang janda dan memiliki tanggungan seorang anak, sekarang ia tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah. Biaya sehari-hari saat ini dibantu anaknya yang juga sudah berkeluarga. Harapan Bu Nani untuk terus berjuang melawan kanker, akhirnya sampai juga kepada kurir #SR. Pada 22 April 2016, MTSR Bandung sempat mengevakuasi Bu Nani ke IGD RSUD Cicalengka dan IGD RSHS Bandung karena kondisinya menurun drastis. Ia sempat tinggal tiga hari di RSSR.Bandung. Selain mendapatkan dampingan dari #SR, alhamdulillah ia juga mendapatkan bantuan dari sedekaholics yang digunakan untuk akomodasi selama berobat, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Pada pertengahan Mei 2016, Bu Nani akhirnya dapat menjalani tindakan operasi di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung. “Karena menunggu antrian untuk masuk ruang rawat inap di RS Cibadak lama, terpaksa kami pindahkan operasinya ke rumah sakit lain. Biayanya dengan menjual rumah kami,” kata anaknya saat dijenguk kurir #SR. Kondisinya kini membaik walau ia harus kontrol satu bulan sekali. Alhamdulillah #SedekahRobongan bisa terus mendampingi dan membantunya membayarkan sebagian hutangnya walapun secara diangsur. Bu Nani masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk terus berobat dan mengurangi beban kehidupannya. Berempati atas apa yang dialami Bu Nani, pada bulan Oktober 2016,  SedekahRombongan kembali memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi kontrol dan menjalani kemoterapi kembali. Pada bulan November 2016 Bu Nani juga menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Alhamdulillah kondisinya mambak. Untuk meringankan bebannya, kembali #SedekahRombongan memberinya bantuan untuk biaya berobat dan biaya sehai-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @lilisdariyah @muhtarefendi

Ibu nani menderita Tumor Ovarium

Ibu nani menderita Tumor Ovarium


AGUS BIN MOMO (48, Lumpuh). Alamat: Kampung Balong RT 1/10, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Buruh tani ini tinggal di rumah bilik di daerah pegunungan bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Selain menjadi buruh tani, dia sekali-kali berdagang buah-buahan, seperti konyal, kesemek dan alpukat yang ia ambil dari pohon-pohon di hutan dekat kampungnya. Betapapun kerasnya usaha Pak Agus menghidupi keluarganya, sampai kini ia masih merasakan beratnya beban ekonomi yang menggelayuti bahtera rumah tangganya. Istrinya, Raswati (33), yang kedua kakinya cacat sejak lahir, hanya mampu menjalankan tugas sehari-hari sebagai istri dengan segala keterbatasannya. Keluarga ini layak dibantu, apalagi kini Pak Agus –sebagai tulang punggung keluarga— mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dari pohon saat mengambil buah konyal pada awal tahun 2015. Berbekal Jamkesmas, kerabat dan tetangganya memeriksakan Pak Agus ke Puskesmas, RSUD Soreang, dan RSHS Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata tulang pinggul dan kakinya harus dioperasi. Sampai kini ia menunggu jadwal panggilan untuk masuk ruang rawat inap. Kenyataan pahit yang dialami Pak Agus dan keluarganya diketahui #SedekahRombongan berkat informasi dari Kepala Desa Cisondari. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini padal 1 Mei 2015. Pada tanggal yang sama disampaikan pula wujud empati sedekaholik #SR kepada keluarga dhuafa ini, berupa bantuan untuk biaya sehari-hari dan transportasi-akomodasi selama dia berobat. Pada pertengahan Agustus 2015 kondisi Pak Agus memburuk; pantatnya mengalami decubitus. Pada malam hari, dia kemudian dievakuasi MTSR Bandung ke IGD RS Santosa Kota Bandung, dan dirawat inap di sana menggunakan Jamkesmas/BPJS PBI. Pada 5 September 2015 dia diperbolehkan pulang karena masa kritisnya telah terlewati. Tanggal 12 September 2015 Pak Agus diharuskan kontrol ke rumah sakit yang sama. MTSR kembali menjemputnya sekaligus memberinya bantuan untuk membeli obat, transportasi dan akomodasi pengobatan serta biaya sehari-hari. Pada 6 Oktober 2015 Pak Agus didampingi lagi kontrol ke RSHS Bandung untuk penanganan tulangnya. Ia sempat menginap sampai 8 Oktober 2015. Pada minggu kedua November 2015 ia kembali dievakuasi ke RSSR Bandung untuk melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Berdasarkan kapasitas hasil pemeriksaan RMI, tim medis RSHS Bandung memutuskan untuk mengambil tindakan operasi tulang yang akan dilaksanakan pada bulan Januari 2016. Senin 18 Januari 2016 keluarganya memberi tahu kurir #SR bahwa Pak Agus harus ke RSHS Bandung untuk diagnosa RMI pada Kamis, 21 Januari 2016. Pak Agus kemudian dievakuasi dari rumahnya ke RSSR Bandung pada Rabu 20 Januari 2016. Alhamdulillah decobitus di tulang belakangnya mulai mengering. Masih ada tahapan medis yang harus ia jalani, yaitu operasi tulang belakangnya. Pada bulan Maret 2016 ia harus melakukan pemeriksaan pra-operasi di RSHS Bandung. Pada bulan itu bersyukur #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Luka besar di punggungnya mulai berangsur sembuh. Tak ada lagi nanah dan bau menyengat. Akan tetapi, karena Pak Agus bersedia menjalani operasi tulang ekornya, maka pada bulan Juni dan Juli 2016 kurir #SR membawanya periksa ke RSHS Bandung sambil menunggu panggilan masuk ruang rawat inap. Sejak 8 Juli 2016 ia bahkan tinggal di RSSR Bandung didampingi anaknya. Ikhtiar untuk kesembuhan Pak Agus masih cukup lama. Pak Agus dan keluarganya masih membutuhkan bantuan, selain motivasi dan dukungan. Allhamdulillah pada akhir Juli 2016 Pak Agus dipanggil masuk ruaangan rawat inap sebelum dilakukan tindakan operasi bedah plastik dan operasi tulang belakang. Tindakan operasi dyang dilaksanakan di RSHS Bandung alhamdulillah berjalan lancar. Pascaoperasi Pak Agus harus menjalani kontrol dua minggu sekali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Kini kondisinya amat menggembirakan. Ia sudah mulai bisa duduk. Mekipun demikian, ia masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk melanjutkan ikhtiar sehatnya sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada akhir Agustus 2016 kembali #SR memberinya santunan lanjutan. Pada awal Noveber 2016 Pak Agus kembali didampingi kurir #SR benjalani kontrol dan pengobatan di RSHS Bandung. Ia tinggal di RSSR bandung sambil mengikuti program terapi dan rawat jalan di RSHS Bandung. Alhamdulillah pada bulan ini pun #SedekahRombongan dapat menyampaikan  bantuan Lanjutan untuk Pak Agus dan keluarganya. Bantuan yang ia terima di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya membeli obat yang tidak ditanggung BPJS dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ascun

Pak agus menderita Lumpuh

Pak agus menderita Lumpuh


SUDRAJAT BIN DAHLAN (30, Lumpuh). Alamat: Kampung Gunung Leutik RT 2/16 Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sebelum mengalami kelumpuhan, Pak Sudrajat dikenal warga sebagai pembuat gorengan dan jajanan di kampung, dibantu istrinya, Eulis (40) dan ibunya. Pak Ajat – demikian panggilan kesehariannya– menjajakan makanan dan jajanan produksinya berkeliling kampung dibantu oleh ibu dan istrinya. Hanya dari membuat dan menjual jajanan itulah keluarga mereka mencari nafkah. Akan tetapi, sejak tahun 2005, ayah dari satu anak ini tidak bisa lagi menjalankan usahanya karena ia sakit-sakitan. Bahkan kini ia hanya terbujur tak berdaya. Usaha kecilnya, membuat makanan dan berdagang, dilanjutkan oleh ibu dan istrinya. Berdasarkan penuturan keluarganya, awalnya Pak Sudrajat mengalami sakit panas yang sangat lama. Berbagai ikhtiar pengobatan dilakukan. Segala obat pernah ia coba, mulai “obat warung” sampai obat dari Puskesmas, tetapi sakit panasnya tidak kunjung turun apalagi hilang. Karena sakitnya itu, ia hanya mampu berbaring; seiring perjalanan waktu, kakinya terasa tidak berdaya dan mengalami kelumpuhan. Sayang, pengobatannya belum maksimal. Padahal, Pak Ajat sangat menimpikan untuk bisa sembuh seperti semula agar bisa bekerja menafkahi keluarganya. Kabar mengenai penderitaan Pak Ajat dan keluarganya yang dhuafa itu akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan di Bandung Alhamdulillah, kurir #SR dapat mengunjungi dan bertemu dengan Pak Ajat dan keluarganya. Kepada kurir #SR, Pak Ajat menceritakan kesulitan hidup mereka: “Karena kesulitan ekonomi yang kami alami, sering kami tidak mempunyai ongkos dan biaya untuk berobat ke dokter atau rumah sakit. Ia hanya berobat sekali-kali ke Puskesmas dengan menggunakan fasilitas BPJS,” tambah istrinya sambil menunduk. Mereka sangat berharap mendapatkan bantuan untuk biaya berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah sedekaholics #SR memahami apa yang menjadi impian Pak Ajat serta berempati atas apa yang menimpa mereka dengan memberinya Bantuan Awal pada Maret 2016 dan mendaftarkannya sebagai pasien dampingan #SR. Pada Oktober 2016 kurir #SR di Bandung kembali menjenguk Pak Ajat di rumahnya. Alhamdulillah, kondisinnya semakin membaik, meskipun dia masih harus kontrol rutin ke rumah sakit. Karena ia masih membutuhkan uluran tangan sedekahokics, juga motivasi, pada Oktober 2016 kembali #SR menyampaikan santunan untuk Pak Ajat. Pada minggu pertama bulan Noveber 2016 kurir #SR menemui Pak Ajat di rumahnya. Setelah menyampaikan ucapan terima kasih dan doa untuk para sedekaholics #SR, ia juga menceritakan bahwa ia masih harus kontrol  rutin dan pengobatannya belum dihentikan pihak rumah sakit. Alhamdulillah #SR terus berempati apa aya yang dia alami dan kembali menyampaikan Titipan Langit untuk Pak Ajat. Bantuan ke-5 ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @AzepBima @LilisDariyah @muhtarefendi

Pak sudrajat menderita Lumpuh

Pak sudrajat menderita Lumpuh


UNDANG SUDARNA (53, Susp. Tumor Kulit / Tumor Mata). Alamat : Kampung Cipakis RT 4/7, Desa Cipakis, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu Pak Undang kerap merasakan gatal pada tahi lalat di pipi sebelah kanannya. Seiring perkebangan waku, selain gatal, ia juga merasakan perih sekali-kali pada tempat yang sama. Yang lebih mengkhawatirkan, semakin lama muncul luk a di pipinya yang melebar ke daerah mata, bahkan akhirnya memyerang metanya. Lelaki yang dikenal sebagai tukang ojeg itu tidak sempat memeriksakan gejala aneh di pipinya itu ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya, jaminan kesehatan apa pun, dan jauhnya jarak dari rumah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur. Tempat tinggalnya berada di wilayah Cianjur bagian selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Duda tak punya anak ini bertemu dengan kurir #SedekahRombongan saat ia tinggal di rumah kakaknya di Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Rupanya ia beencana pindah ke Bandung. Kepindannya ke Kabupaten Bandung ia maksudkan agar ia bisa memulai hidup baru dan bisa lebih mudah memeriksakan dirinya ke sarana kesehatan. Saat dikunjungi di rumah kakaknya yang sederhana, ia mengutarakan harapannya untuk melanjutkan pengobatannya yang lama tertunda. Didampingi kakaknya dan pengurus lingkungan, ia sempat diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang saat kondisinya menurun. Pak Undang termasuk warga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan dorongan untuk mengikhtiarkan kesembuhan dari penyakit yang dialaminya. Alhamdulillah, dengan empati sedakaholics #SR, kurir di Bandung juga dapat menyampaikan bantun awal yang digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS Mandiri, biaya transportasi dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @maulidaqasyanggi

Pak undang menderita Susp. Tumor Kulit / Tumor Mata

Pak undang menderita Susp. Tumor Kulit / Tumor Mata


USE ROSIDIN (70, Hipertensi+Stroke). Alamat: Kp. Warung Nangka RT 2/8, Kelurahan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa, Kota Bandung, Provunsi Jawa Barat. Sebelum terserang stroke dan mengalami kelumpuhan, Pak Use Rosidin adalah seorang penarik becak. Istrinya bernama Oneng Binti Parsa (64). Mereka tinggal bersama anak-menantunya di rumah sederhana di gang yang sempit. Sejak 2013 Pak Use sakit dan terbaring di rumahnya akibat terserang darah tinggi, stroke, dan badannya lumpuh di bagian kanan. Selama tiga tahun ia pun tidak bisa bekerja untuk mencari nafkah, sehingga keluarga mereka hidup dalam keprihatinan dan serba kekurangan. Kebutuhan mereka sehari-hari diperoleh dari anaknya yang sudah berkeluarga dan dari saudara-saudaranya. Ketika terserang stroke ringan, Pak Use pernah dirawat di RSHS Bandung selama sepuluh hari. Berdasarkan anjuran dokter pada saat itu, mereka diperbolehkan pulang dan dipersilakan melanjutkan pengobatan dengan cara terapi. Karena keterbatasan biaya, mereka hanya sekali-kali saja melakukan pengobatan dengan cara terapi. Tetapi sampai saat ini lumpuhnya tidak kunjung membaik. Pak Use masih terbaring dirawat istri dan anak-anaknya dengan penuh kesabaran. Kabar duka keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan dan alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi mengunjungi mereka. Kepada kurir #SR, keluarga Pak Use Rosidin menceritakan penderitaannya karena sakit dan beban ekonominya yang berat. Walaupun memiliki KIS (Kartu Indonesia Sehat), mereka tidak bisa membawa Pak Use berobat ke klinik atau rumah sakit karena tidak memiliki biaya transportasi dan bekal sehari-hari. Mereka sangat berharap mendapat bantuan agar dapat mengobati Pak Use walaupun hanya kepada ahli terapi yang harus mereka datangkan. Alhamdulillah Pak Use dan keluarganya mendapatkan bantuan dari sedekaholic #SR dan didaftarkan  sebagai pasoen dampingan sehingga ia bisa melanjutkan pengobatan. Meskipun nilainya tidak besar, dengan keberkahan sedekah, Pak Use bisa berobat kembali. Ia amat berterima kasih kepada sedekaholics #SR yang tak terus membantunya berobat. Pada bulan Juni 2016 kurir #SR menjenguk Pak Use untuk yang ketiga kalinya. Pak Use menuturkan bahwa ia masih harus kontrol rutin ke rumah sakit. Ia juga harus melaksanakan anjuran dokter: terus menjalani pengobatan dengan terapi. Karena itu, ia masih membutuhkan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya. Alhamdulillah harapannya disambut ketulusan para sedekaholics #SR dengan memberinya santunan lanjutan yang dia terima di rumah sempitnya itu. Pada awal bulan November 2016 kurir #SedekahRombongan di Bandung bersyukur bisa bertemu lagi dengan Pak Use di rumah sempitnya dan dapat mengambil pelajaran dari ketabahan dan semangat hidupnya. Sambil menyampaikan terima kasih kepada sedekaholics dan kurir #SR, ia juga menyampaikan harapannya untuk terus melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah, pada kesempatan itu juga kurir #SR dapat menyampaikan bantuan untuk Pak Use dan keluarganya. Bantuan ke-4 ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi ke rumah sakit dan biaya sehari-hari Pak Use Rosidin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 867.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @hengkisenandika @esumiati

Pak use menderita Hipertensi+Stroke

Pak use menderita Hipertensi+Stroke


TATANG BIN DIDI JUNAEDI (49, Gumpalan Darah di Dalam Kepala). Alamat: Jl. H. Munajad III No. 126 D, RT 7/8, Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Juli 2016, Pak Tatang terserang sakit kepala yang sangat menyakitkan. Ketika dibawa ke klinik, dokter mengatakan bahwa ia terkena darah tinggi. Dokter memberinya obat darah tinggi. Akan tetapi, karena sakit di kepalanya tidak berkurang, Pak Tatang kembali berobat ke Puskesmas di Kiaracondong; dari sana ia dirujuk untuk diperiksakan ke RS Immanuel Bandung. Menggunakan KIS, ia kemudian dievakuasi ke RS Immanuel; di RS ini pun ia hanya diberi obat. Satu bulan berlalu; sakit di kepalanya tidak berkurang, sehingga ia semakin menderita. Pak Tatang hanya terbaring di rumahnya, tak bisa lagi mencari nafkah untuk keluarganya. Pak Tatang –yang sehari-hari mencari nafkah berjualan barang bekas di pasar loakan– kini tak bisa lagi memberi nafkah istri dan kelima anaknya; beberapa di antaranya masih sekolah di SMA, SMP dan SD. Melihat penderitaan keluarga dhuafa ini, salah satu adik Pak Tatang kemudian membawa dan merawat Pak Tatang di rumahnya. Karena kondisi Pak Tatang semakin mengkhawatirkan, adiknya membawanya ke RS Immanuel untuk yang kedua kalinya. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan bahwa di kepala Pak Tatang terdapat gumpalan darah yang sudah mengeras dan harus dilakukan tindakan operasi untuk mengeluarkannya. Karena keluarganya sangat memerlukan biaya untuk perawatan, transportasi dan bekal sehari-hari, adik Pak Tatang meminta bantuan saudara-saudaranya yang lain. Kabar duka keluarga prasejahtera ini akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan melalui keluarga adiknya, yaitu Ibu Tanti. Ketika kurir #SR mengunjungi rumah Ibu Tanti, Pak Tatang sudah dibawa ke RS Immanuel. Menurut informasi dari RS, ia dijadwalkan akan dioperasi pada malam harinya. Pada esok harinya kurir #SR dapat mengunjungi Pak Tatang di ruang perawatan kelas 3 RS Immanuel. Alhamdulillah tindakan operasinya berjalan lancar; dia dirawat untuk masa pemulihan. Pada kunjungan kedua itu, kurir #SR juga bersyukur dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari para sedekaholik. Bantuan yang diterima keluarganya di RS Immanuel ini digunakan untuk membantu keluarga Pak Tatang memenuhi kebutuhan transportasi dan bekal sehari-hari di rumah sakit. Walaupun satu minggu setelah dioperasi Pak Tatang bisa pulang, ia masih merasakan sakit di kepalanya dan terus merasa pusing. Karena itu ia kembali diperiksakan ke Rumah Sakit Immanuel. Dokter yang menanganinya menyarankan ia melakukan pemeriksaan/cek up setiap minggu. Keluarga Pak Tatang memerlukan bantuan biaya transportasi dan akomodasi. Pada pertengahan September 2016 Kurir #SR kembali mengunjungi Pak Tatang di rumahnya. Pada kunjungan kedua itu kurir #SR kembali menyampaikan bantuan, titipan dari sedekaholics, berupa uang untuk biaya transportasi-akomodasi selama proses pemeriksaan dan pengobatan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi semua yang telah membantunya. Pada awal bulan November 2016 keluarga Pak tatang meminta bantuan #SR karena kondisinya mengalami penurunan. Menggunakan MTSR Bandung Raya, ia kemudian dibawa periksa ke IGD RSHS Bandung. Alhamdulillah keadaan kritisnya dapat teratasi dan malam itu juga tim medis membolehkannya pulang. Ia dirujuk untuk segera menjalani kontrol ke Poli Syaraf. Pada 4 November 2016 kurir #SR di Bandung kemudian menjenguk Pak Tatang di rumahnya untuk mendoakan dan memotivasi Pak Tatang sambil menyampaikan santunan lanjutan yang digunakan untuk biaya membeli obat, transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 894.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @esumiati

11-tatang-bin-didi-junaedi-2

TITA BINTI EMED (44, Sinonasal). Alamat : Kampung Cikukulu RT 23/09, Desa Pondok Kaso Landeuh, Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan ketiga anaknya, ia tinggal di rumah sederhana hasil jerih payah mereka bertahun-tahun bekerja keras sebagai buruh harian tak tetap. Suaminya, Pak Baden (53), sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir di kampungnya. Ibu Tita sendiri lebih banyak disibukkan dengan urusan rumah tangga. Dengan tanggungan anak tiga orang, cukup berat bagi mereka menjalani tuntutan kehidupan ekonomi keluarganya. Apalagi, setelah Ibu Tita sakit-sakitan dan harus rutin berobat ke dokter praktek, Puskesmas, dan rumah sakit, kondisi ekonomi mereka semakin terpuruk, seperti yang dituturkan suaminya kepada kurir #SR di RSSR Bandung. Bagaimana tidak? Sejak bulan April 2016 mereka harus mencari uang untuk biaya berobat, padahal untuk biaya hidup sehari-hari pun mereka kerap merasakan kesulitan mendapatkannya. Sakitnya berawalnya saat Ibu Tita sering mimisan yang disusul dengan munculnya bentol, dan gumpalan cairan padat seperti gaji. Seiring waktu ia juga kerap merasa sakit di sekitar kepala. Selain ke dokter praktek, suaminua kemudian memeriksakannya ke Puskesmas Parung Kuda dan RSUD Bunut Kabupaten Sukabumi, menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dia juga pernah dirujuk penanganannya ke RSUD Sekarwangi. Di RSUD itulah ia pernah menjalani operasi dan dirawat satu minggu. Pascaoperasi, tim medis kembali merujuknya ke RSHS Bandung, pada pertengahan Juni 2016. Saat berobat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) inilah, Ibu Tita bertemu dengan kurir #SR di Bandung, berdasarkan informasi dari keluarga pasien dampingan #SR. Saat itu mereka tengah mengalami kesulitan, kehabisan bekal, padahal tahap pemeriksaan masih lama. Akhirnya, ia diajak tinggal di RSSR Bandung. Pada pertengahan bulan Agustus 2016 Bu Tita pulang dulu ke kampung halamannya di Sukabumi. Setelah seminggu di rumahnya, ia kembali lagi melanjutkan tahapa pemeriksaan medisnya di RSHS Bandung. Berdasarkan hasil diagnosa terakhir, Bu Tita harus menjalani 33 kali terapi sinar di RSHS Bandung. Hampir 40 hari Bu Tita dan suami setianya tinggal di RSSR dalam rangka berikhtiar sehat ke RSHS Bandung. Keluarga dhuafa yang diuji juga dengan penyakit ini masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk meneruskan pengobatannya. Pada 9 September 2016 Bu Tita harus datang lagi ke RSHS untuk menjalani proses biopsi agar ia segera mengawali tindakan medis yang dibutuhkan di Rumah Sakit Umum Nasional (RSUP) ini. Memahami betapa beratnya beban hidup ibu Tita dan keluarganya, pada September 2016 kembali #SedekahRombongan memberi mereka bantuan untuk biaya berobat dan ongkos pulang. Pada minggu terakhir Oktober 2016, ibu Tita dan suaminya datang lagi ke RSHS Bandung untuk memulai terapi sinar yang telah dijadwalkan. Kondisinya cukup stabil untuk mengawali terapi yang dilaksanakan pada 3 November 2016. Mereka akan tinggal di RSSR bandung sampai Ibu Tita menuntaskan terapi sinarnya. Mereka masih membutuhkan biaya unuk keberlangsungan ikhtiarnya. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Tita bin Emed yang digunakan untuk biaya membeli oba/viamain, biaya transportasi pulang-pergi RSSR-Sukabumi, dan uang saku selama mereka berobat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal :  4 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @pianjawir

Ibu tita menderita Sinonasal

Ibu tita menderita Sinonasal


ERINA NURFADILAH (7, Leukemia Limpoblastik Akut (LLA)). Alamat: Dusun Sukasari RT 8/4, Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Erina adalah putri bungsu dari 2 bersaudara, dia masih duduk dibangku Taman kanak-kanak (TK) ketika mulai merasakan sakitnya. Awalnya Erina sering mengeluhkan sakit di sekujur tubuhnya dan merasa lemas. Berkali-kali Erina diperiksakan ke Puskesmas, juga ke RSUD Karawang. Setelah menjalani seluruh tahapan pemeriksaan di RSUD Karawang, Erina didiagnosa mengidap Leukimia Limpoblastik Akut (ALL).  Erina kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung; hasilnya, ia diharuskan menjalani kemoterapi sebanyak 49 kali yang terbagi ke dalam 7 siklus. Berbekal fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) mereka berikhtiar untuk kesembuhan Erina, dan ini cukup meringankan beban keluarga dhuafa ini. Akan tetapi, selama menjalani kemoterapi, ia harus membeli obat yang tidak dijamin Jamkesda Berkat pertolongan Allah Swt dan upaya bersama, perkembangan kesehatan Erina amat menggembirakan,  bulan Oktober adalah kemo terakhir Erina.Hasil pemeriksaan BMIT nya menunjukkan bahwa sel kanker dalam tubuh Erina sebesar 0%, dan erina dinyatakan sembuh. Ayah Erina, Ahmad (37) yang berprofesi sebagai buruh dan ibunya  Dedeh Ropiah (35) merasa sangat bersyukur dan berbahagia atas kesembuhan putri bungsunya tersebut. Orang tua Erina tak hentinya mendoa kan para sedekaholics yang sudah membantu Erina mendapatkan kesembuhan. Selanjutnya Erina masih harus rutin mengonsumsi obat mercapto setiap hari hingga satu tahun kedepan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan kembali  menyampaikan bantuan lanjutan untuk Erina yang digunakan untuk tambahan biaya membeli obat Mercapto.Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan Erina dan menjadikan kesembuhannya selamanya. Aamiin.. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp. 750,000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung

Erina menderita Leukemia Limpoblastik Akut

Erina menderita Leukemia Limpoblastik Akut


WIWIN BINTI WARTA (26, Ca Ovarium). Alamat : Dusun pasar, RT 1/1, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat. Wiwin adalah seorang Ibu rumah tangga. Beliau didiagnosa terkena penyakit kanker rahim sejak 2 tahun lalu. Suami dari Ibu Wiwin, Bapak Asep (33), adalah seorang kuli panggul, pekerjaannya tidak tetap. Karena itu, mereka berdua hidup dalam kekurangan. Menggunakan Fasilitas Jaminan Kesehatan BPJS Kelas 3, Wiwin dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan sudah menjalani operasi laparoscopy   pada bulan April 2016. Bulan lalu Wiwin masih melakukan persiapan untuk menjalankan kemoterapinya yang ke 3 berupa transfusi darah putih karena hasil pemeriksaan laboratoriumnya menunjukan trombosit dalam tubuhnya kurang. Alhamdulillah saat ini sudah menyelesaikan kemoterapi ke 3 nya. Pasca kemoterapi tersebut Wiwin harus dirawat inap selama 12 hari untuk memulihkan kondisi tubuhnya, karena setelah proses kemoterapi selesai, Wiwin sulit menerima asupan makanan. In syaa Allah tidak lama lagi Wiwin akan menjalankan operasi ke dua nya, yaitu operasi pengangkatan jaringan kanker di tubuhnya.  Santunan kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk membantu biaya sehari-hari. Semoga Wiwin terus semangat hingga mendapatkan kesembuhan. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam rombongan 902. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran pada proses operasinya nanti. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Suharji

Ibu wiwin menderita Ca Ovarium

Ibu wiwin menderita Ca Ovarium


RIKA MAELANI (25, Tuberculosis Tulang). Alamat: Kp. Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kec. Pangkalan, Kab. Karawang, Prov. Jawa Barat. Rika adalah seorang ibu dari dua orang anak, menderita kelumpuhan sejak tahun 2013. Saat itu Rika pun memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat, pihak Puskesmas merujuk Rika ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang. Di RSUD Karawang, Rika sempat menjalankan rawat inap  namun kondisinya tidak kunjung membaik hingga kemudian Rika pulang ke rumah. Selama 2 tahun Rika dan keluarganya hanya pasrah. Tiga bulan yang lalu Rika kembali ke RSUD Kab. Karawang  dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Rika berobat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun pasangan suami istri ini kesulitan mendapatkan biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Rika dan suaminya, Andri Nugroho (37) yang biasanya berprofesi sebagai penjual dagangan asongan di selasar RSHS Bandung. Saat ini Rika sudah menjalani beberapa pemeriksaan diawali dengan pemeriksaan di poli orthopedic, pemeriksaan USG, laboratorium, tes paal paru dll. Hasil pemeriksaan darah menyatakan Rika positif mengidap Tuberculosis tulang dan penanganan medis yang disarankan yaitu agar Rika mengonsumsi obat untuk menekan penyakitnya dan Rika diharuskan untuk memakai korset khusus yang berfungsi untuk menyangga tulang belakangnya. Kurir #SedekahRombongan mengajak Rika dan Andri untuk tinggal Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Bantuan lanjutan diberikan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari dan membeli obat yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatannya. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam rombongan 908. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan kepada Rika hingga kembali bisa berjalan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda

Ibu rika menderita Tuberculosis Tulang

Ibu rika menderita Tuberculosis Tulang


SARMADI BIN JAYA WINATA (75, Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak). Alamat : Dusun 2 Cibodas, RT 1/3, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Sarmadi adalah seorang buruh tani yang masih bekerja di usia senjanya. Beliau menjadi pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan karena terdapat luka infeksi pada kaki kirinya. Kaki beliau tertusuk bambu tajam ketika bekerja sehingga membuat beliau menerima tindakan medis di kaki sebanyak 29 jahitan. Akan tetapi, kaki beliau semakin lama semakin membusuk dan daging di bagian kaki beliau terbuka karena kulit luar sudah mengelupas. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Bapak Sarmadi. Dengan dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan Bapak Sarmadi segera dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Karena kaki kiri beliau sudah infeksi akhirnya beliau mendapat perawatan medis berupa operasi untuk menutup bagian daging yang terbuka dengan mengambil lapisan kulit dari paha. Proses operasi telah dilakukan secara bertahap sebanyak 3 kali operasi. Keadaan beliau pasca operasi cukup mengkhawatirkan karena beliau telah 2 kali mengalami pendarahan. Oleh karena itu, beliau harus selalu menjalani kontrol kesehatan ke rumah sakit. Saat ini, untuk berjalan beliau dibantu dengan menggunakan tongkat. Belum sembuh luka infeksi tersebut, Bapak Sarmadi ternyata positif terkena katarak. Penglihatan beliau semakin terganggu seiring bertambahnya usia. Beliau akan segera melakukan operasi katarak pada tanggal 8 November 2016 mendatang. Bapak Sarmadi menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 selama menjalani pengobatan. Namun beliau membutuhkan biaya transportasi, akomodasi sekaligus biaya membeli obat luka infeksi diluar tanggung jawab BPJS. Bapak Sarmadi sementara ini tidak bekerja sehingga merasa kesulitan mendapat biaya untuk transportasi dan pembelian obat diluar BPJS. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah santunan keempat dapat disampaikan #SedekahRombongan kepada Bapak Sarmadi untuk biaya transportasi, akomodasi dan biaya obat-obatan diluar jaminan BPJS. Semoga Allah memberi kesembuhan pada luka di kaki beliau dan proses operasi katarak beliau berjalan dengan lancar. Aamiin. Sebelumnya beliau masuk ke dalam pasien rombongan 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Pak sarmadi menderita Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak

Pak sarmadi menderita Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak


RUKINI BINTI TARSONO (46, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Dusun II Cibodas, RT 1/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rukini adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan. Beliau mengidap penyakit Ca Mamae atau bahasa umumnya biasa disebut dengan kanker payudara. Semenjak 2 tahun yang lalu, sel kanker tersebut menyerang payudara sebelah kiri beliau. Setelah positif terkena kanker payudara, beliau sudah menjalani biopsi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Selanjutnya, pada bulan April lalu beliau telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sudah 2 kali beliau menjalani operasi, namun setelah tindakan operasi yang ke 2 beliau harus melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi. Saat ini, beliau rutin melakukan kemoterapi di RSHS Bandung. Namun, kemoterapi kali ini beliau harus meminum obat kemoterapi dosis tinggi. Alhamdulillah selama menjalani serangkaian pengobatan Ibu Rukini terbantu dengan adanya jaminan kesehtan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Hanya saja beliau memerlukan biaya lain seperti transportasi dan biaya untuk membeli obat diluar BPJS. Suami Ibu Rukini bernama Bapak Suhana (62), beliau bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Keduanya kesulitan mendapat biaya transportasi maupun akomodasi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan keempat kepada Ibu Rukini untuk biaya transportasi ke RSHS Bandung demi menjalani pengobatan lanjutan. Semoga beliau lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rukini merupakan pasien rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Ibu rukini menderita Ca Mamae Sinistra

Ibu rukini menderita Ca Mamae Sinistra


WAWAN ANWAR (46, Hipertensi + Pembengkakan Hati). Alamat : Dusun Wage, RT 2/7, Desa Luragunglandeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Mang Wawan biasa beliau dipanggil merupakan seorang penjaga balai desa. Beliau mencari nafkah dengan diamanahi menjaga sekaligus membersihkan balai desa. Kesehatan beliau saat ini sedang terganggu karena penyakit hipertensi sekaligus pembengkakan hati. Sejak 2 bulan terakhir, gejala yang biasa beliau rasakan adalah rasa pusing yang tak tertahan. Beliau sudah berkali-kali menjalani rawat inap di rumah sakit karena kondisi beliau selalu turun. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan Kuningan dipertemukan dengan Mang Wawan sehingga para kurir dapat melakukan dampingan terhadap Mang Wawan untuk melakukan pemeriksaan awal. Berdasarkan pemeriksaan tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan, beliau mengalami pembengkakan pada hati karena beliau sering mengkonsumsi obat warung ketika rasa pusingnya sulit ditahan. Tim medis menjelaskan apabila dalam jangka waktu 3 minggu berturut-turut menjalani pengobatan namun tidak ada perubahan, maka beliau harus segera dirujuk ke dokter mata. Hal tersebut karena dikhawatirkan rasa pusing yang beliau rasakan diakibatkan karena ada gangguan pada kedua matanya. Alhamdulillah, Mang Wawan memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI untuk berobat. Namun, beliau membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit. Penghasilan beliau sebagai penjaga balai desa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kadang, beliau juga tak segan menerima pekerjaan lain seperti menjadi buruh harian. Selain itu, istri beliau yang bernama Ibu Misnah juga sering menerima pekerjaan sebagai buruh tani demi memenuhi kebutuhan keluarga. Alhamdulillah, santunan awal dapat disampaikan oleh #SedekahRombongan kepada Mang Wawan untuk biaya transportasi. Semoga Allah lekas memberikan jalan kesembuhan untuk beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Diah

Pak wawan menderita Hipertensi + Pembengkakan Hati

Pak wawan menderita Hipertensi + Pembengkakan Hati


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Operasional Oktober 2016). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk service rutin MTSR Serta untuk operasional penjemputan pasien selama bulan Oktober 2016. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.250.000,
Tanggal :  31 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya Operasional Oktober 2016

Biaya Operasional Oktober 2016


DEDI MUNANDAR (65, Gangguan Prostat + TB Paru). Alamat : Kampung Bojong Neros, RT 1/7, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi biasa ia di panggil pada awalnya memang memiliki riwayat penyakit TB Paru dan masih sampai sekarang masih menjalani proses pengobatan di RSUD Cisarua. Namun sejak 3 bulan terakhir ia punya masalah baru pada kesehatannya yaitu Pak Dedi sering merasakan sakit yg luar biasa ketika akan buang air kecil. Pak Dedi kembali memeriksakan kondisi kesehatannya di RSUD Kota Bogor dan ternyata ada gangguan di prostat Pak Dedi dan jika ingin kembali lancar pada saat buang air kecil seharusnya Pak Dedi melakukan operasi Prostat namun karena Pak Dedi ada gangguan di Paru – Paru maka operasi tersebut tidak bisa dilakukan dan untuk membantu buang air kecil Pak Dedi hanya bisa di bantu dengan pemasangan kateter dan kateter tersebut harus di ganti setiap 3 hari sekali. Pak Dedi memiliki jaminan kesehatan KIS untuk pengobatan namun ia tidak memiliki akomodasi apapun untuk ke RSUD karena kondisi Pak Dedi yang sudah tidak mampu untuk melakukan pekerjaan apapun. Alhamdulillah kami di pertemukan dengan Pak Dedi untuk menyampaikan titipan dari pada sedekaholics. Bantuan lanjutan pun di sampaikan ke Pak Dedi untuk akomodasi dan untuk biaya makan sehari – hari Pak Dedi yang saat ini tinggal sendiri di sebuah rumah kecil di kawasan Paledang. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 893. Semoga Pak Dedi tetap semangat menjalani proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Pak dedi menderita Gangguan Prostat + TB Paru

Pak dedi menderita Gangguan Prostat + TB Paru


FITRIA ANDRIYANI (25, Liposarcoma). Alamat : Kedung Halang Sentral, RT 3/1, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari 10 bulan yang lalu ada bisul kecil di bawah ketiak Fitria, karena menimbulkan sakit yang luar biasa dan menggangu aktivitasnya, Fitria pun memeriksakan kondisinya ke puskesmas Bogor Utara, ketika diperiksa oleh dokter puskesmas, ia hanya diberikan obat penghilang rasa nyeri dan salep untuk benjolan tersebut. Namun 3 bulan yang lalu benjolan tersebut makin membesar dan membiru hingga Fitria akhirnya memeriksakan kembali ke puskesmas dan oleh pihak puskesmas di rujuk ke RSUD Kota Bogor dan setelah di periksa oleh dokter, Fitri di diagnosa mengidap kanker lipoma atau biasa disebut Liposarcoma dan di sarankan untuk melanjutkan ke RS. Dharmais Jakarta, namun karena Fitri tidak memiliki biaya untuk akomodasi ke RS. Dharmais akhirnya niatan tersebut urung dilakukan. Chandra (32) suami Fitri tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga BPJS mandiri kelas 3 yang dimiliki oleh Fitri pun menunggak 2 bulan. Kurir #SedekahRombongan pun berkesempatan membantu meringankan beban Fitri untuk melanjutkan proses pengobatannya ke RS. Dharmais. Kini tangan kanan Fitria telah diamputasi oleh pihak dokter RS Dharmais karena dikhawatirkan bakterinya akan menyebar jika tidak segera diamputasi. Proses pengobatan Fitria tidak berhenti sampai disitu, ia masih harus rutin memeriksakan kondisi tangannya pasca di operasi  hingga benar-benar dinyatakan sembuh oleh dokter. Bantuan lanjutan pun di sampaikan untuk Fitria yang digunakan untuk akomodasi Fitria check up ke RS Dharmais. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 894. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan untuk Fitria agar tabah dalam menjalani segala ujian yang sedang dihadapi, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu fitria menderita Liposarcoma

Ibu fitria menderita Liposarcoma


KANTA BIN DIDI (23, Bantuan Rumah Layak Huni). Alamat : Kampung Batok, RT 3/3, Kelurahan Batok, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kanta merupakan anak tertua dari 4 bersaudara. Mereka berempat merupakan anak yatim piatu yang ditinggal oleh Ibu dan Ayahnya sejak 3 tahun yang lalu. Ibunya meninggal karena sakit yang derita sedangkan ayahnya meninggal karena kecelakaan kerja. Kanta yang merupakan anak tertua ini bekerja sebagai cleaning service di daerah Tenjo untuk menghidupi ke 3 adiknya yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah dan untuk makan sehari – hari. Kanta dan ke 3 adiknya tinggal disebuah rumah yang sangat tidak layak huni. Di rumah berukuran 3×5 meter mereka harus tidur ber 4. Jika musim hujan datang tak jarang mereka harus kebocoran dan harus tidur menyatu dengan yang lainnya. Rumah tersebut tidak memiliki kamar mandi, jika mereka ingin mandi,mencuci dan segala keperluan lainnya, mereka harus berjalan sekitar 300 meter dari rumahnya dengan kondisi kamar mandinya yang juga sama tidak layaknya karena kamar mandi tersebut merupakan kamar mandi yang dibuat dengan bambu dan kayu dengan air yang mengalir dari sebuah sungai. Dinding rumahnya pun hanya terbuat dari anyaman bambu sehingga jika malam datang angin akan dengan mudah masuk kedalam rumah tersebut. Kurir #SedekahRombongan yang mendapat info tentang keluarga tersebut langsung mendatangi kediaman mereka di wilayah Tenjo. Akses jalan yang sulit tak menyurutkan semangat kurir #SR untuk mendatangi keluarga kanta, dan setelah melihat langsung kondisi rumahnya, kurir #SR langsung berkordinasi dengan perangkat desa setempat dan dengan para relawan untuk membantu membuatkan rumah yang lebih layak untuk mereka. Alhamdulillah segala material untuk pembangunan rumah tersebut sudah dibeli dan progres pembangunan rumah tersebut sudah mencapai 80%. Terimakasih atas segala bantuan dari para sedekaholics sehingga Kanta bersama  ketiga adiknya bisa tinggal di rumah yang lebih layak serta rumah yang lebih sehat dari rumah sebelumnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abahzildan @rexy_eas

Bantuan Rumah Layak Huni

Bantuan Rumah Layak Huni


SUMINTA BIN AHMAD (56, Lumpuh). Alamat : Kampung Semplak, RT 1/2, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Suminta tidak terbayangkan jika sekarang hanya bisa terbaring lemah di kasur yang biasa ia gunakan dikarenakan sudah tidak bisa berjalan akibat lumpuh. Awalnya sekitar 8 tahun lalu Pak Suminta menjalani operasi usus buntu di sebuah Rumah Sakit di daerah Bogor, namun setelah pulang dari operasi usus buntu tersebut perlahan – lahan kondisi Pak Suminta malah menurun yang menyebabkan ia tidak bisa berjalan selama 7 tahun ini. Pernah Pak Suminta memeriksakan kembali kesehatannya ke RSUD Kota Bogor dan disarankan untuk menjalani therapy untuk menghidupkan kembali syaraf – syaraf di kaki Pak Suminta. Sejak tidak bisa melakukan kegiatan apapun, biaya hidup Pak Suminta dan keluarga dipikul oleh Bu Yati (54) istri Pak Suminta yang menggantikan perannya sebagai kepala keluarga dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji tidak seberapa besar. Untuk pengobatan Pak Suminta sendiri mempunyai BPJS PBI yang diberikan pemerintah namun kartu BPJS tersebut hilang karena tertinggal di sebuah angkot ketika Bu Yati mengantarkan suaminya check up ke RSUD tempo hari dan hingga kini kartu BPJS tersebut belum diurus kembali karena tidak adanya biaya untuk akomodasinya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Suminta, setelah mendengarkan cerita Pak Suminta, Kurir pun menyampaikan dana titipan para Sedekaholic untuk Pak Suminta yang digunakan untuk akomodasi mengurus BPJS PBI yang hilang serta untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga Pak Suminta bisa kembali pulih. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Pak suminta menderita  Lumpuh

Pak suminta menderita Lumpuh


MAHATI BINTI AMIN (60, Ca Ovarium). Alamat : Kedung Halang Sentral, RT 2/5, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Mahati sudah sejak 5 tahun lalu didiagnosa mengidap Kanker Ovarium oleh dokter di RSUD Kota Bogor dan harus di rujuk ke RS. Dharmais atau Ke RSCM Jakarta, namun karena kondisi fisik Bu Mahati yang sering drop akhirnya beberapa kali pengobatan yang sedang dijalani oleh Bu Mahati terhenti. Kini Bu Mahati kembali melanjutkan ikhtiar pengobatannya agar bisa mendapatkan kesembuhan ke RSCM. Bu Mahati yang merupakan seorang Janda ini tinggal dirumah anaknya yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu namun selalu setia mendampingi Bu Mahati untuk berobat di RSCM. Dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) pengobatan Bu Mahati pun tidak dikenakan biaya apapun, namun tetap masalah akomodasi dan kebutuhan sehari-hari yang menjadi kendala, terlebih lagi Bu Mahati yang sudah tidak bisa banyak bergerak dan tidak memungkinkan harus rutin check up 1 minggu 2 sampai 4 kali sehingga tidak mungkin Bu Mahati harus pulang pergi ke Bogor. Kurir #SedekahRombongan yang mendapatkan info tentang Bu Mahati langung mendatangi rumah Bu Mahati. Setelah berkordinasi dengan keluarga dan semua kurir #SedekahRombongan di Jakarta akhirnya kami dengan keluarga sepakat untuk menyewakan kamar Kost untuk Bu Mahati bersama anaknya karena kamar di RSSR Jakarta sedang penuh serta agar lebih memudahkan Bu Mahati check up ke RSCM. Bantuan awalpun disampaikan untuk Bu Mahati yang digunakan untuk membayar kamar kost dan untuk biaya makan sehari-hari. Semoga Allah senantiasa melindungi Bu Mahati. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu mahati menderita Ca Ovarium

Ibu mahati menderita Ca Ovarium


RAFI ARYA SATYA (3, Hydrocephalus). Alamat : Jl. Kasuari 3, RT 7/3, Desa Tegalreja, Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. Anak pasangan Mia Rusmiati (28), dan Muhamad Armanto (29), ini lahir dari keluarga yang ayahnya bekerja sebagai seorang sopir antar jemput anak sekolah.  Di bulan November 2012 pada usia Rafi yang baru berusia 40 hari, Rafi menderita sakit panas dan setelah panasnya turun, Rafi mengalami kejang-kejang. Oleh orangtuanya, Rafi dibawa ke RS. Hermina Bogor dan karena memerlukan pemeriksaan lebih detail, maka Rafi dirujuk untuk dibawa ke RS lain yang lebih lengkap alatnya, untuk dilakukan CT Scan. Setelah dilakukan proses CT Scan di RS. Azra, Rafi di diagnosa menderita hydrocefalus dan dirujuk ke RS. PMI Bogor dan kemudian setelah dirawat di RS PMI Bogor, Rafi dirujuk kembali ke RSCM Jakarta. Setelah dilakukan perawatan di RSCM, Rafi dirujuk kembali ke RS. Sardjito Yogyakarta untuk dilakukan operasi pemasangan selang di kepalanya. Karena keadaan ekonomi semakin sulit dan untuk pengobatan Rafi membutuhkan biaya dan waktu yang panjang, maka ayah Rafi memutuskan untuk kembali ke Bogor agar dapat bekerja menjemput nafkah. Sehingga Rafi dan orang tuanya kembali ke Bogor dan tinggal di rumah kontrakan di daerah Bantar Jati Atas, RT 3/13, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Setelah di bulan Mei 2016 pada Rombongan 858 diberikan bantuan akomodasi kontrol ke RS Sardjito Yogyakara dan kali ini bantuan lanjutan disampaikan untuk akomodasi kontrol ke RS Sardjito Yogyakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Rafi menderita Hydrocephalus

Rafi menderita Hydrocephalus


KRISTIANA VITA SARI (34, Diabetes Melithus). Alamat : Desa Telaga Murni RT 3/14, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bermula dari bisul yang terdapat di bokong dan kemudian menyebabkan demam. Saat kondisi demam, Bu Vita dibawa ke klinik dengan biaya umum. Beberapa kali menjalani pengobatan di klinik, ternyata belom ada harapan membaik, namun sebaliknya bisul pecah hingga menimbulkan luka yang melebar. Dokter klinik menyarankan agar Bu Vita melanjutkan pengobatan ke RS. Ridhoka Salma. Setelah dilakukan pemeriksaan teryata harus dilakukan operasi Debridement terhadap luka bisul tersebut dan dari pemeriksaan laboratorium juga menunjukan kalau Bu Vita ada penyakit gulanya (DM). Kemudian dilakukan operasi pada hari itu juga,pada saat operasi teryata bisul/absesnya sudah melebar sehingga nanti setelah operasi perlu dilakukan perawatan luka terbuka . Setelah selesai operasi dan beberapa hari menjalani rawat inap luka yg tadinya terbuka sudah bisa ditutup dengan cara dijahit. Biaya operasi yang sangat besar membuat suami Bu Vita kebingungan. Pak Yudi (38), hanya bekerja sebagai buruh di tempat pembuatan lemari kayu. Karena KTP dan Kartu Keluarga Bu Vita masih wilayah Solo, keluarganya kesulitan dalam memproses Kartu BPJS dalam waktu cepat. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan dan berupaya membuat surat perjanjian hutang yang akan dicicil oleh #SedekahRombongan. Santunan lanjutanpun disampaikan untuk membayar cicilan di rumah sakit yang terakhir. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Ibu kristiana menderita Diabetes Melithus

Ibu kristiana menderita Diabetes Melithus


DARWATI BINTI JAYADI (51, Diabetes Militus). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah 1 tahun Bu Darwati menderita diabetes, saat ini menimbulkan luka pada kaki sebelah kiri.  Selama itu, Bu Darwati menjalani pengobatan rutin di RS. Sentra Medika Cikarang. Namun keterbatasan biaya transport membuat pengobatannya tidak maksimal. Terkadang berbenturan dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Ada kalanya obat yang dibutuhkan tidak ada di apotik rumah sakit, sehingga harus membeli di luar. Seandainya obat yang ia butuhkan tersedia di apotik rumah sakit, ada kemungkinan bisa tercover oleh Kartu BPJS yang ia miliki tanpa harus merogoh kocek. Pendapatan suami tidak menentu, kadang untuk makan pun sulit. Suami Bu Darwati, Pak Usir (52) yang sehari-harinya mencari nafkah sebagai tukang ojek. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Saat ini Bu Darwati masih rutin menjalani pemeriksaan di RS Sentra Medika Cikarang. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 885.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Ibu darwati menderita Diabetes Melithus

Ibu darwati menderita Diabetes Melithus


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan Oktober 2016). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR Bandung Raya 1 harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR Bandung Raya 1 sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya 1 semakin tinggi. Ketersediaan bahan bakar, kesiapan kendaraan, dan kesigapan supir MTSR Bandung Raya 1 menjadi keharusan agar pengkhidmatan #SedekahRombongan semakin dirasakan masyarakat. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasi menyokong misi MTSR Bandung Raya 1 dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung Raya  1 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah para dermawan #SedekahRombongan telah memberi bantuan untuk operasional bulan Oktober 2016 yang digunakan untuk : (1) membayarkan pembelian bahan bakar; (2) biaya ganti oli dan servis rutin; (3) honor supir; (4) biaya tol dan parkir; (5) pengeluaran tak terduga. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 1 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholic #SR dibalas Allah SWT dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 896.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.400.000,-
Tangggal: 3 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya Operasional Bulan Oktober 2016

Biaya Operasional Bulan Oktober 2016


DEDI CAHYADI (36, Pneumonia). Alamat : Dusun Kidul, RT 11/9, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Sejak 4 bulan yang lalu, pak Dedi mengeluhkan sesak di bagian dadanya. Awalnya rasa sakit itu tidak dihiraukan dan beliau tetap beraktivitas seperti biasa. Namun, beberapa bulan berlalu sesak napas yang diderita tak kunjung membaik, bahkan lebih parah karena disertai batuk. Kondisi itu memaksa pak Dedi untuk memeriksakan kondisinya ke pelayanan kesehatan terdekat, dokter mendiagnosis terkena penyakit pneumonia atau infeksi di paru-paru sehingga mengakibatkan terjadinya sesak napas. Pekerjaan pak Dedi sebagai Satpam di salah satu pabrik yang berada di Tangerang, menjadikan beliau tulang punggung keluarga dan harus menafkahi istrinya Siti Usnayah yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga. Selain itu pak Dedi masih memiliki tanggungan biaya sekolah kedua anaknya.  Karena keadaan tak kunjung membaik, pak Dedi akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya di Ciamis dengan harapan bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik. Karena kondisi ekonominya yang kurang memadai, pak Dedi pulang sendirian, sementara istri dan anaknya tinggal di rumah mertuanya di Tangerang. Pak Dedi memiliki jaminan kesehatan yaitu BPJS Mandiri kelas 3, namun kartu BPJS nya tertinggal di Tangerang, sehingga belum bisa dipakai untuk berobat. Atas ijin Alloh, kurir #SedekahRombongan Ciamis dipertemukan denga pak Dedi dan ikut memberikan bantuan awal berupa biaya rontgen, beli obat & transportasi. Pak Dedi merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan #SedekahRombongan. Sekarang pak Dedi sedang mendapatkan perawatan di RSUD Ciamis. Semoga pak Dedi dapat kembali sehat dan bisa kembali bekerja sehingga dapat segera mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak-anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin Fhierda Yanuar @jaudymedia

Pak dedi menderita  Pneumonia

Pak dedi menderita Pneumonia


EEN BINTI WAHYAR (62, Keropos Tulang Belakang). Alamat: Kampung Pangeteran RT 4/13, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Keropos tulang belakang yang diderita Ibu Een sudah dialaminya sejak 2012. Berdasarkan penuturannya, ia kerap merasakan nyeri yang teramat pada perutnya, yang diikuti pula rasa sakit pada tulang punggung dan pinggang, serta rasa linu di sekujur badannya. Meskipun termasuk dhuafa, ia terus berupaya mengobatinya. Tindakan medis pernah dia tempuh di RSUD Ujung Berung. Berdasarkan hasil rontgen, diketahui ada keretakan pada cincin tulang belakang Bu Een. Sebagai terapinya, dokter kemudian memakaikan alat penyangga tulang di badannya. Pada tahun 2015 Bu Een kembali memeriksakan kondisi kesehatannya di RSUD Ujung Berung Kabupaten Bandung. Tim medis menyimpulkan bahwa cincin tulang belakang Bu Een tidak bisa diobati lagi, dan dia harus terus-menerus memakai alat penyangga tulang, dibantu dengan obat pereda nyeri dan suplemen tulang yang diresepkan dokter. Menurut tim medis, pemakaian alat penyangga tulang itu dianggap penting; jika tidak memakai alat tersebut, dia tidak akan bisa berdiri –apalagi berjalan– dan tulang punggungnya akan terasa sakit yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. “Jika pergi berobat, saya kerap mengalami kesulitan. Berjalan pun susah,” kata Bu Een; seperti dikemukakan kurir yang menemuinya, “Kasihan Bu Een! Ia tak bisa berjalan seperti biasa. Kediamannya pun terletak di daerah pegunungan. Kondisi jalannya terjal dan menanjak. Lebih dari itu, akses untuk mendapatkan jasa tranportasi umum pun susah didapat.Karena itu, Bu Een sering menggunakan jasa ojeg yang ongkosnya cukup tinggi (Rp.70.000,- per orang pulang-pergi); jika harus menggunakan angkot, Bu Een menyewanya dengan biaya Rp.250.000.” Biaya transportasi berobat Bu Een sangat mahal. Padahal, untuk membiayai kehidupan sehari-hari, ditambah keperluan hidup kedua cucunya, selama ini dia peroleh dari bantuan warga atau sedekah beberapa kelompok pengajian yang menjenguknya, atau dari zakat yang hanya diperolehnya sekali dalam setahun. Alhamdulillah, dengan kemurahan hati Yang Maha Rahman Maha Rahim, melalui ibu-ibu pengajian yang acap kali menjenguknya, informasi mengenai derita Bu Een akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan, yang dilanjut dengan kunjungan langsung ke kediaman Bu Een. Berdasarkan kesaksian kurir #SR Bandung, Bu Een sangat layak mendapatkan bantuan untuk biaya berobat. Dengan empati sedekaholics #SR, alhamdulillah ia sudah dibantu sedekaholics #SR dan dimasukkan dalam Daftar Pasien Dampingan #SR. Santunan Awal yang pernah ia terima di rumahnya digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, biaya membeli obat, dan biaya sehari-hari. Karena jarak yang jauh, pada pertengahan bulan Agustus, kurir #SR baru bisa kembali mengunjungi Ibu Een untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Berdasarkan penuturan Bu Een dan keluarganya juga pengamatan kurir #SR, dia masih harus terus memeriksakan dan mengobati penyakit yang dideritanya. Maka pada kunjungan kedua itu, kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan titipan sedekaholics untuk Ibu Een. Pada awal November 2016 kurir #SR menemui Bu Een untuk yng ketiga kalinya. Ia nampak semakin membaik meskipun masih harus kontrol ruin. Alhamdulillah seekahoics #SR terus berepati d memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari. Semoga bantuan ini dapat membantu ikhtiar kesembuhannya, serta membawa berkah bagi semua! Bantuan sebelum ini l tercatat di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika @HaLisda

Bu een menderita Keropos Tulang Belakang

Bu een menderita Keropos Tulang Belakang


SALSA SUKMAWATI (2, Bibir Sumbing & Gizi Buruk). Alamat: Jalan Cibaduyut Gg. Tarate 2 Blok Oca  RT 1/1, Kelurahan Cangkuang, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Salsa adalah anak bungsu dari keluarga miskin, hasil pernikahan Pak Dede Rohman (39) dengan Ibu Diah (30). Sehari-hari Pak Dede bekerja sebagai tukang odong-odong dan memiliki anak enam orang. Anak pertamanya berusia 16 tahun bekerja serabutan dan bantu-bantu di pabrik sandal, anak kedua dan ketiganya putus sekolah, sedangkan anak keempat dan kelima belum sekolah. Salsa Sukmawati terlahir dengan bibir sumbing dan terlihat cacat pada mata sebelah kirinya. Menurut bidan yang menangani sejak kelahirannya, mata Salsa yang sebelah kiri itu tidak akan berfungsi normal. Selain itu, Salsa terlahir dengan berat badan dan kondisi yang tampak kurang gizi. Kondisi tubuh dan berat badan ananda Salsa yang tidak memenuhi persyaratan itulah yang menyebabkan tindakan operasi pada bibir sumbingnya tidak bisa dilakukan. Meskipun demikian, harapan dan keinginan orang tua Salsa untuk dapat mengoperasi bibir sumbing anaknya itu tidaklah hilang. Sekarang, ananda Salsa Sukmawati sudah berusia dua tahun. Akan tetapi kesedihan dan duka kedua orang tuanya belum juga hilang disebabkan kondisi Salsa yang saat ini semakin memprihatinkan. Berat badan Salsa terus menurun akibat kurangnya penanganan medis dan kurangnya asupan gizi. Kemiskinan keluarga Pak Dede Rohman tak mampu memenuhi kebutuhan anak dan istrinya, apalagi untuk membiayai pengobatan Salsa. Kabar tentang kisah duka keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan melalui tetangganya yang peduli, yaitu Ibu Mega. Syukur, kurir #SR dapat berkunjung ke rumah orang tua Salsa Sukmawati dan bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah ini. Pada kunjungan kedua itu alhamulillah kurir #SR juga dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa berupa bantuan uang dari sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaan keluarga Pak Dede. Bantuan pertama ini diberikan untuk membiayai pembuatan Jaminan Kesehatan agar Salsa memperoleh kemudaan berobat ke rumah sakit, dan mudah-mudahan dapat membantunya membeli obat atau makanan untuk menambah asupan gizi dan vitamin. Semoga bantuan para sedekaholik ini dapat terus diberikan kepada Salsa dan keluarganya untuk meringankan beban hidupnya, memberi harapan dan membuka jalan bagi kesembuhan Salsa. Aamiin ya Robbal Aalamin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika @lilisdariyah

Salsa menderita Bibir Sumbing & Gizi Buruk

Salsa menderita Bibir Sumbing & Gizi Buruk


ARKADAN SIKRI (6, Tetanus Kronis). Alamat: Desa Lengkong RT  1/1, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Keceriaan bocah laki-laki ini seakan sirna setelah dirinya didiagnosa menderita penyakit tetanus kronis. Arkadan, akrab kami memanggilnya. Awalnya pada bulan Oktober 2016 lalu, Arkadan mengalami kejang-kejang selama satu jam sekali, secara terus-menerus. Karena khawatir dengan kondisi puteranya, orangtua Arkadan membawanya ke rumah sakit daerah, lalu Arkadan pun dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengobatan, kini Arkadan sudah tidak mengalami kejang-kejang lagi. Namun malangnya, area testis Arkadan mengalami pembengkakan dan terdapat cairan di dalamnya. Dokter RSHS pun mendiagnosa Arkadan menderita tetanus kronis. Hingga saat ini, Arkadan masih harus menjalani perawatan di rumah sakit sampai dokter memutuskan tindakan selanjutnya. Arkadan adalah putera dari pasangan Agung Gumelar (31) dan Masripah (22). Ayah Arkadan sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya tidak menentu. Minimnya penghasilan yang diperoleh sang ayah hanya cukup untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Ditambah saat ini, ibu Arkadan juga sedang dalam kondisi sakit. Kesulitan ekonomi yang harus dihadapi keluarga ini membuat pengobatan Arkadan menjadi terhambat. Untuk berobat, Arkadan menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS)Faskes tingkat I. Namun fasilitas jaminan kesehatan ini belum sepenuhnya menyokong biaya pengobatan Arkadan yang harus intensif. Selama ini, biaya untuk pengobatan dan biaya operasional selama di rumah sakit, Arkadan mendapat bantuan dari para saudara dan tetangga yang peduli kepadanya. Alhamdulillah, atas informasi dari Bapak Yayat, salah satu keluarga dari orangtua Arkadan, kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dengan keluarga Arkadan di RSHS Bandung. #SedekahRombongan pun berkesempatan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholics untuk biaya pengobatan Arkadan. Semoga Arkadan segera diberikan kesembuhan dan kondisi kesehatannya kembali pulih seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @episodeere @lilisdariyah

Arkadan menderita Tetanus Kronis

Arkadan menderita Tetanus Kronis


ASRI AGUSTIN (15, Susp. Penyakit Kulit dan Sembelit). Alamat: Kampung Pangeteran RT 4/13, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Penyakit kulit yang diderita Asri mulai terasa sejak ia duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Pada mulanya di wajah Asri timbul bintk-bintik yang mirip dengan bisul kecil. Seiring perjalanan waktu, bintik-bintik itu semakin lama semakin banyak, menyebar, dan menyiksa karena menimbulkan rasa gatal yang hebat. Selain itu, ia juga cukup lama mengalami gangguan pada pencernaan. Sayang, Asri belum pernah memeriksakan penyakitnya ke dokter karena tidak ada biaya dan jauhnya tempat tinggal Asri –ia dan keluarganya tinggal di kampung, di daerah pegunungan. Bersama ayahnya, Asri numpang di rumah neneknya yang juga sedang sakit. Ayahnya, meskipun sehat, tidak dapat membiayainya berobat. Penghasilannya sebagai buruh bangunan dan kerja serabutan tidak mencukupi kebutuhan dasar hidup mereka. Meskipun demikian, ayah Asri terus berusaha menyekolahkan anaknya padahal ongkos ke sekolah menghabiskan sekitar Rp.150.000,- per minggu. Keluarga dhuafa ini layak dibantu. Kehidupan mereka serba sulit. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka juga membutuhkan bantuan untuk berobat di tengah tingginya biaya transportasi karena akses dari rumah ke pusat kesehatan yang jauh dan sulit ditempuh. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, selain dari penghasilan ayah Asri yang tak mencukupi itu, juga diperoleh dari bantuan warga dan jemaah pengajian yang datang memberi santunan. Atas kehendak Allah SWT, informasi mengenai kesulitan yang dialami Asri dan keluarganya akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan. Berempati atas kesulitan yang dialami Asri dan keluarganya, sedekaholics #SR kemudian memberi mereka bantuan yang disampaikan kurir #SR di rumah sederhana itu, yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat serta biaya sehari-hari. Pada 7 Agustus 2016, kurir #SR kembali mendapat kabar bahwa penyakit Asri semakin bertambah, dengan muncul benjolan-benjolan berair sampai ke bagian wajahnya. Pada kunjungannya yang kedua itu, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan sari sedekaholik berupa uang untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke rumah sakit di kota, yang jaraknya cukup jauh dan membutuhkan ongkos yang banyak. Asri harus menjalani kontro rutin ke RSUD Ujungberung Kota bandung. Pada November 2016 kurir #SR menjenguk Asriuntuk ketiga kalinya. Ia belum dinyatakan sembug dan masih harus berobat ke ruah sakit. Alhamdulillah dengan empati sedekaholik, #SR juda memberinya bantuan lanjutan untuk Asri Agustin yang digunakan untuk biaya berobat. Semoga bantuan ke-3 ini menjadi berkah bagi semua dan membawa kesembuhan khusunya bagi Asri. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika @Lilis Dariyah @Tantri

Ibu asri menderita Susp. Penyakit Kulit dan Sembelit

Ibu asri menderita Susp. Penyakit Kulit dan Sembelit


RASDI BIN FULAN (57, Lumpuh). Alamat: Kp. Cisumur, RT 7/3, Desa Cirende, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bah Rasdi –akrab kami memanggil kakek sepuh ini–, 8 tahun yang lalu ia sering merasakan sakit pada persediaannya, terutama pada sendi lutut. Tidak diketahui pasti apa penyakitnya, namun nyeri pada sendi lututnya tersebut menyebabkan ia tidak bisa berjalan hingga sekarang. Ia pernah memeriksakan penyakitnya tersebut ke Rumah Sakit Karya Husada Campaka, tim medis di RS tersebut menyarankan Bah Rasdi untuk melakukan operasi, namun karena kendala biaya ia pun hanya mampu berobat seadanya. Kondisi tersebut diperparah dengan nyeri dan sulitnya Bah Rasdi untuk buang air kecil, ia pun dibawa berobat ke RS Karya Husada dengan menggunakan fasilitas kesehatan KIS (Kartu Indonesia Sehat), ia didiagnosa mengidap penyakit Urolitiasis atau gangguan pada saluran kemih. Proses pengobatannya masih panjang, sedangkan selama 8 tahun ini Bah Rasdi hanya bisa terbaring lemah di kasur kamarnya, ia sudah tak mampu lagi mencari nafkah. Maka selama itu pula istrinyalah yang menggantikan posisi suaminya tersebut sebagai pencari nafkah. Istrinya bekerja sebagai kuli di sawah milik orang lain, namun kabarnya ia jarang sekali diajak oleh para kuli lain, karena badannya yang sudah ringkih membuat pekerjaannya tersebut menjadi tidak maksimal. Mereka membutuhkan bantuan untuk biaya sehari-hari juga biaya pengobatan Bah Rasdi, maka kami sangat bersyukur ketika Allah mempertemukan kami dengan Bah Rasdi dan istri. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic #SedekahRombongan untuk Bah Rasdi, mari kita doakan semoga Bah Rasdi segera Allah berikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603

Pak rasdi menderita Lumpuh

Pak rasdi menderita Lumpuh


MUHAMMAD RAFLI (10, Leukimia). Alamat: Gg. Bronjong, RT 24/8, Desa Maracang, Kecamatan Maracang, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak menginjak umur 6 tahun, Dek Rafli mengalami demam disertai dengan muntah, mencret, dan nyeri diseluruh persendiannya, kemudian ia dibawa ke Puskesmas setempat oleh kedua orangtuanya. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan Dek Rafli untuk menjalani tes darah di RSUD Bayu Asih Purwakarta, ia pun kemudian dibawa ke RSUD tersebut. Hasil laboratorium menyatakan bahwa Dek Rafli didiagnosa mengidap penyakit Leukimia, semenjak itu setiap bulannya Dek Rafli harus menjalani pemeriksaan secara rutin ke RSHS Bandung. Selama 2 tahun ini kedua orangtuanya tidak pernah berhenti berjuang untuk ikhtiar pengobatan anaknya agar bisa sembuh kembali, hingga keduanya rela meminjam uang kepada tetangganya. Ayahnya yakni Rogis (36) adalah seorang pengumpul rongsokan yang memiliki penghasilan yang sangat minim, selain membiayai kehidupan keluarganya sehari-hari, membiayai pengobatan Rafli, ayahnya pun harus membayar kontrakan tempat mereka tinggal setiap bulannya. Kedua orangtuanya amat sangat membutuhkan uluran bantuan dari para donator untuk membantunya membiayai pengobatan Rafli, mereka menginginkan anaknya sembuh agar dapat melanjutkan kembali sekolahnya yang terputus di tengah jalan. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Rafli, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Dek Rafli. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 906. Mari doakan bersama agar proses pengobatan Dek Rafli berjalan dengan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @hastapradja

Rafli menderita Leukimia

Rafli menderita Leukimia


NANANG BIN ADANG (41, Suspect Tumor Jinak Jaringan Lemak). Alamat: Kp. Cidawolong, RT 25/8, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mang Nanang, akrab kami memanggilnya. Ia menuturkan bahwa terdapat benjolan di bawah telinga kanannya, benjolan tersebut terasa gatal yang sangat dan semakin membesar dalam kurun waktu 1 tahun ini. Ia pernah memeriksakan diri ke puskesmas setempat, kemudian dirujuk ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih) dengan berbekal fasilitas kesehatan berupa Jampis (Jaminan Purwakarta Istimewa). Ia menjalani serangkaian pemeriksaan di RS tersebut dengan hasil diagnosa sementara suspect tumor jinak dari jaringan lemak, dan disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan tumor tersebut. Pihak medis RSBA memiliki keterbatasan dalam peralatan operasi tumor, maka ia pun dirujuk menuju RSHS Bandung. Sesampainya di RSHS Bandung, Mang Nanang kembali menjalani serangkaian pemeriksaan. Namun tim medis di RS tersebut menyimpulkan bahwa dalam sementara waktu Mang Nanang cukup mengonsumsi obat sesuai yang dianjurkan pada resep. Untuk ikhtiar pengobatan penyakitnya ini, Mang Nanang telah menghabiskan banyak uang, bahkan sampai harus menumpuk hutang ke saudaranya. Bulan ini pun Mang Nanang harus berhenti mengonsumsi obat, karena keterbatasan biaya yang dimilikinya. Maklum saja, Mang Nanang ini seorang kuli panggul yang penghasilannya kadang ada, kadang tak ada. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mang Nanang, kami diamanahi oleh sedekaholics #SedekahRombongan untuk menyampaikan bantuan. Bantuan tersebut nantinya akan digunakan Mang Nanang untuk kembali membeli obat yang telah habis. Doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit Mang Nanang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Pak nanang menderita Suspect Tumor Jinak Jaringan Lemak

Pak nanang menderita Suspect Tumor Jinak Jaringan Lemak


ADE WATI (62, Tumor di Anus).  Alamat: Kp. Cilimus RT 3/1, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mak Ade, akrab kami memanggilnya. Sudah sejak lama ia merasakan ada benjolan di sekitar anusnya, ia berpikir bahwa benjolan tersebut hanya penyakit ambeien semata. Ternyata, seiring berjalannya waktu benjolan tersebut semakin membesar diiringi nyeri yang tak tertahankan, hingga Mak Ade pun dibawa oleh anak-anaknya ke RSBA untuk melakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa sementara, Mak Ade menderita penyakit tumor anus. Tindakan sementara yang dilakukan dokter RSBA adalah melakukan operasi pemindahan saluran pembuangan air besar. Operasi pun berhasil dilakukan, tindakan selanjutnya adalah operasi pengangkatan tumor pada anusnya. Namun karena satu dan lain hal, Mak Ade pun dirujuk menuju ke RSHS Bandung. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan ulang di Rumah Sakit tersebut, tim medis memutuskan menunda tindakan operasi untuk sementara waktu. Ia kemudian dianjurkan untuk menjalani kemotherapy. Oktober ini merupakan kali ke-6 Mak Ade menjalani proses kemotherapy, badannya semakin mengecil dan tampak lemas. Ia kemudian akan menjalani proses sinar therapy pada bulan Desember mendatang selama kurang lebih 30 hari. Kami kurir #SedekahRombongan bersyukur telah dipertemukan dengan Mak Ade, selama kurang lebih 6 bulan ia menjadi pasien dampingan kurir #SedekahRombongan. Ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk biaya akomodasi ikhtiar pengobatannya ke RSHS, maklum saja suaminya sudah sepuh dan tak lagi mampu bekerja. Ia pun tak bisa mengandalkan anaknya, karena anaknya pun memiliki penghasilan yang terbatas. Titipan bantuan telah tersalurkan selama beberapa kali dari para sedekaholics #SedekahRombongan untuk Mak Ade, bantuan sebelumnya telah tercatat di dalam rombongan 887. Mari doakan bersama, agar Allah mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Mak Ade.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Mak ade menderita Tumor di Anus

Mak ade menderita Tumor di Anus


IYAM BINTI ENTA (75, Stroke Ringan) Alamat : Kampung Bungursarang, RT  8/4, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Iyam adalah seorang janda, tinggal bersama anak perempuannya yang telah menikah. Suaminya telah lama meninggal. Mak Iyam mempunyai 3 orang anak perempuan, dan semuanya telah menikah. Sudah hampir 4 tahun Mak Iyam mengalami stroke ringan pada bagian tangan kanannya. Mak Iyam merasakan kaku dan pegal, sampai tangan kanannya tidak bisa digerakan. Karena tidak ada biaya, Mak Iyam tidak pernah dibawa ke rumah sakit. Untuk biaya sehari-hari saja mereka hanya mengandalkan hasil kuli kebun anak perempuannya Iyar (41) yang tak seberapa. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mak Iyam, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan untuk biaya sehari-hari dan pergi berobat ke rumah sakit. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Mak Iyam segera mendapat pengobatan dan keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @lisa_koncara

Mak iyam menderita Stroke Ringan

Mak iyam menderita Stroke Ringan


JEJE BINTI WIWI (72, Jantung) Alamat : Kampung Bungursarang, RT 9/4, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Jeje adalah seorang janda, tinggal bersama anak perempuannya yang telah menikah. Suaminya telah lama meninggal. Mak Jeje mempunyai 2 orang anak perempuan, dan semuanya telah menikah. Sepeninggal suaminya Mak Jeje sering sakit-sakitan. Awalnya Mak Jeje sering merasa pusing, sesak dan nyeri pada bagian dada, terkadang Mak Jeje sering jatuh pingsan. Setelah diperiksa ke klinik terdekat, Mak Jeje didiagnosa menderita penyakit jantung, dokter menyarankan agar segera dibawa ke RSUD Bayu Asih, akan tetapi keluarga mereka terkendala dengan tidak adanya biaya. Mak Jeje tidak mempunyai Jaminan Kesehatan. Untuk biaya sehari-hari saja Mak Jeje hanya mengandalkan menantunya yang bekerja sebagai tukang kuli bangunan. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mak Jeje, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan untuk ongkos pergi berobat ke rumah sakit. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Mak Jeje segera mendapat pengobatan dan keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @lisa_koncara

Mak jeje menderita Jantung

Mak jeje menderita Jantung


SITI ROSIDAH (50, Hipertensi). Alamat: Kp. Cidahu, RT 1/1, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mak Idah, akrab kami memanggil perempuan sepuh ini. Ia bercerita kepada kami, bahwa ia tak lagi mampu bekerja semenjak sering nyeri di bagian kepala. Ia kebingungan, kalau tidak bekerja maka terpaksa harus mengandalkan anaknya yang juga kekurangan, anaknya tersebut hanya kuli di tempat pengeringan karet dengan penghasilan pas-pasan. Mak Idah ingin kembali sembuh, besar keinginannya untuk menjalani ikhtiar pengobatan supaya bisa kembali bekerja sebagai kuli di sawah. Namun hal tersebut hanya sekedar ingin, karena Mak Idah tak memiliki uang untuk pengobatannya. Suaminya pun telah lama meninggal dunia, ia benar-benar kebingungan harus mencari bantuan kemana. Alhamdulillah, kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mak Idah, kami menemuinya dengan niatan menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic #SedekahRombongan. Bantuan tersebut yang nantinya akan digunakan Mak Idah untuk berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @ddsayefudin @nzn1603 @asepza_

Ibu siti menderita Hipertensi

Ibu siti menderita Hipertensi


SARIP BIN FULAN (38, Luka Nekrotik). Alamat: Kp. Krajan, RT 6/2, Desa Taringgul Landeuh, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tepat dua bulan lalu, Mang Sarip memeriksakan dirinya ke Klinik Dokter Zakaria dengan keluhan luka di kaki kanan, luka tersebut terasa perih dan mengeluarkan nanah. Ia kemudian mengonsumsi obat luar dan dalam sesuai resep dokter di klinik tersebut, tak dinyana ternyata sebulan kemudian lukanya semakin meluas. Ia kembali lagi memeriksakan diri ke klinik tersebut, kali ini ia dirujuk ke Rumah Perawatan Luka Trinanda di Wanayasa, dokter meuturkan bahwa ia menderita luka nekrotik dan memerlukan perawatan intensif. Selain itu Mang Sarip pun perlu melakukan pengangkatan jaringan mati atau secara medis disebut debridmen. Mang Sarip kemudian melanjutkan ikhitiar pengobatannya di tempat yang direkomendasikan oleh dokter tersebut diatas, kurang lebih sudah 7 kali ia menjalani pengobatan disana, lukanya pun perlahan mengering. Ia masih harus melakukan pengobatan disana, namun harus terhenti karena kendala biaya. Selain itu Mang Sarip merupakan tulang punggung keluarga, ia harus membiayai kedua orangtua dan adiknya yang masih duduk di bangku sekolah. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mang Sarip, kami diamanahi oleh sedekaholic #SedekahRombongan untuk menyampaikan bantuan. Bantuan tersebut nantinya akan digunakan Mang Sarip untuk kembali melakukan pengobatan pada lukanya. Doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit Mang Sarip.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @ddsayefudin @nzn1603 @andraalfarabi

Pak sarip menderita Luka Nekrotik

Pak sarip menderita Luka Nekrotik


DEDI SUHAEDI (45, Pembengkakan Kelenjar Getah Bening + TB Paru Aktif). Alamat: Jl. Basuki Rahmat, RT 13/7, Desa Sindang Kasih, Kecamatan  Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi telah berhenti bekerja sejak ia mengalami benjolan di bagian lehernya, benjolan tersebut awalnya hanya ia anggap penyakit gondok, namun ternyata semakin hari semakin membesar. Ia pun kemudian memeriksakan diri ke klinik setempat, tim medis di klinik tersebut mendiagnosa bahwa Pak Dedi mengalami pembengkakan kelenjar getah bening pada lehernya. Ia dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih) berbekal fasilitas kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan ulang di RS tersebut, ternyata ia pun didiagnosa mengidap penyakit TB Paru. Saat itu dokter menyarankan agar Pak Dedi segera melakukan operasi, operasi pun telah dilaksanakan pada tanggal 23 November 2016. Tak sampai disitu, kini Pak Dedi harus melakukan kontrol pengobatan 1 bulan 1 kali ke RSBA, ia sempat kebingungan karena sudah tak memiliki biaya. Untuk biaya hidup ia dan keluarganya pun harus meminjam kepada tetangga, apalagi dua anaknya masih duduk di bangku sekolah, dan memerlukan banyak pembiayaan. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Dedi, kami diamanahi oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan. Bantuan tersebut nantinya akan digunakan Pak Dedi melanjutkan ikhtiar pengobatan penyakitnya. Doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit Pak Dedi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 mulyati

Pak dedi menderita Pembengkakan Kelenjar Getah Bening + TB Paru Aktif

Pak dedi menderita Pembengkakan Kelenjar Getah Bening + TB Paru Aktif


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mammae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bu Juriah adalah seorang ibu rumah tangga biasa, sejak 2 tahun yang lalu Bu Juriah merasakan ada benjolan di payudaranya sebelah kanan namun tidak ia hiraukan. Baru sekitar delapan bulan yang lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang sebelum akhirnya ia dirujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kurir #SedekahRombongan mendampinggi Bu Juriah ke ke RSHS Bandung menggunakan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Bu Juriah selama ini tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung bersama suaminya sambil sambil menjalankan proses pengobatan yang dianjurkan oleh Dokter yaitu kemoterapi. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dengan jumlah tanggungan 3 orang. Perkembangan terakhir Bu juriah sudah menyelesaikan 7 siklus kemoterapi pertamanya. Namun karena ada benjolan yang kembali tumbuh, Dokter menyarankan untuk dilakukan kemoterapi berikutnya. Saat ini Bu Juriah sedang dalam masa persiapan untuk kemo siklus berikutnya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-harinya. Semoga Bu Juriah dan keluarga diberi kemudahan dan kekuatan dalam ikhtiarnya dan kemoterapi ini akan menjadi siklus terakhir yang harus dijalankan. Aamiin ya rab.. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 864.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih

Ibu juriah menderita Ca Mammae

Ibu juriah menderita Ca Mammae


RASYA BIN RANA (10, Leukimia Limfoblastik Akut). Alamat : Dusun Buer, RT 6/1, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Rasya adalah siswa sekolah tingkat dasar, awalnya sepulang sekolah Rasya mengeluh seluruh badannya ngilu dan panas. Hal itu terjadi setahun yang lalu. orangtua Rasya membawanya ke Dokter terdekat dan Dokter menyarankankan agar Rasya dibawa ke rumah sakit Umum Daerah Karawang (RSUD).  Diagnosa tim Medis RSUD Karawang menyatakan Rasya mengidap Kanker darah dan Rasya disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hasan sadikin Bandung (RSHS). Orang tua Rasya, Bapak Rana (33), berprofesi sebagai pedagang asongan dan Ibu Siti Hasanah (32) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka membuat jaminan kesehatan BPJS kelas 3 untuk memudahkan pengobatan Rasya. Saat ini Rasya sudah dalam pendampingan kurir #SedekahRombongan Bandung dan sudah menjalankan proses kemoterapi selama 12 bulan dari 26 bulan yang dijadwalkan. Selain kemoterapi, Rasya juga diharuskan mengonsumsi obat mercaptopurin, dengan dosis 1×1 setiap harinya. Obat tersebut tidak termasuk dalam jaminan kesehatan BPJS PBI kelas 3 yang dimilikinya, sehingga kurir #SedekahRombongan menyampaikan dana santunan lanjutan untuk membantu membeli obat tersebut  Bantuan sebelumnya masuk ke dalam rombongan 900. Semoga Rasya diberikan kekuatan untuk dapat menyelesaikan proses kemoterapinya hingga dapat sehat kembali seperti sedia kala dan ceria seperti anak-anak seusianya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung

Rasya menderita Leukimia Limfoblastik Akut

Rasya menderita Leukimia Limfoblastik Akut


EEN ENAH (58, Hipertensi + Wasir). Alamat: Kp. Sindangkasih, RT 2/2, Desa Sukanagara, Kec. Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah sebulan ini, Bu Een berdiam diri di rumah karena sakit yang dideritanya. Berawal dari rasa sakit kepala yang tidak tertahankan sampai beliau pingsan. Beberapa hari kemudian, keluarganya membawa Bu Een ke puskesmas dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Bu Een mengalami hipertensi. Kondisinya ditambah parah dengan matanya yang menjadi rabun sehingga membuat pandangan menjadi kabur. Bu Een enggan dirawat di rumah sakit karena kesulitan ekonomi, ia hanya berobat ke dokter setempat dan meminum obat tradisional karena selain hipertensi, Bu Een mempunyai penyakit wasir. Suaminya, Pak Oman (61) bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan tidak menentu. Sebenarnya, Pak Oman ingin membawa istrinya ke RS namun tidak punya biaya untuk akomodasi meskipun mereka mempunyai jaminan KIS PBI. #SedekahRombongan pun mengunjungi rumah 5×5 meter milik suami istri ini untuk memberikan bantuan atas amanah dari Sedekaholics untuk biaya akomodasi. Semoga Bu Een diberi kesembuhan dan kemudahan berobat. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Ibu een menderita Hipertensi + Wasir

Ibu een menderita Hipertensi + Wasir


ENDANG RAHMAT (71, Stroke). Alamat: Kp. Sindangkasih, RT 4/2, Desa Sukanagara, Kec. Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Endang sudah menderita stroke dari tiga tahun yang lalu. Beliau tiba-tiba saja terjatuh ketika bekerja dan bagian kiri badannya menjadi kaku. Ia pernah dirawat di RS dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya selama beberapa hari namun sama sekali tidak ada kemajuan, akhirnya ia dibawa kembali ke rumah karena tak mampu membayar biaya rumah sakit. Sekarang, Pak Endang sudah tidak bekerja dan hidup menduda. Kadang ada tetangganya datang ke rumah sekedar melihat keadaannya dan memberi sedikit makanan. Kini, Pak Endang hanya terbaring di atas kasur dan sudah tidak bisa mengingat orang-orang sekitar karena pikun. Pak Endang sudah lama tidak berobat karena tidak mempunyai jaminan kesehatan seperti KIS dan merasa kesulitan bila ia harus mengeluarkan uang pribadi terlebih ia hanya hidup sendirian. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi rumahnya dengan diantar warga, suara Pak Endang terdengar parau, sedikit sekali kalimat yang keluar dari mulut. Kurir pun menyampaikan santunan yang akan digunakan Pak Endang untuk membeli obat dan akomodasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakit beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad TUTUN BI

Pak endang menderita Stroke

Pak endang menderita Stroke


TUTUN BINTI NONO (68, Maag + Hipertensi + Stroke). Alamat: Jl. Pamijahan, RT 3/7, Desa Sukamulya, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Tutun mempunyai penyakit maag dari beberapa tahun lalu karena terlalu banyak bekerja sebagai buruh tani dan jarang sekali makan. Namun sejak awal tahun 2016, penyakit Bu Tutun bertambah dengan naiknya tekanan darah sehingga membuatnya stroke dan akhirnya tidak bisa bergerak. Bagian tangan dan kaki kanannya sekarang menjadi kebas dan kaku. Sayangnya, meskipun kondisi Bu Tutun begitu memprihatinkan, keluarganya tak bisa membawanya ke rumah sakit untuk dirawat. Mereka hanya membelikan obat untuk meredam rasa sakit. Bu Tutun tinggal bersama adiknya, Dirah (63) dan 3 cucu yang sudah yatim piatu di rumah dengan satu kamar. Anak-anaknya tinggal terpisah dan hanya menjenguk sesekali. Bu Tutun pernah berobat ke klinik terdekat dengan jaminan KIS PBI namun tidak dilanjutkan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa dipertemukan dengan Bu Tutun dan menyampaikan bantuan untuk membeli obat di luar jaminan KIS dan akomodasi. Mudah-mudahan Allah segera mengangkat penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Ibu tutun menderita Maag + Hipertensi + Stroke

Ibu tutun menderita Maag + Hipertensi + Stroke


DIDIN SURYADIN (33, TB Tulang). Alamat: Jl. Bebedahan, RT 5/6, Desa Lengkongsari, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.  Dua bulan lalu, Pak Didin mengalami kecelakaan kerja. Ia jatuh dengan kaki tertekuk dan akhirnya tidak bisa berjalan karena kakinya patah. Kemudian Pak Didin dibawa ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk dirawat dan setelah pemeriksaan lebih lanjut ternyata Pak Didin mengidap penyakit TB tulang dan harus terus mendapatkan perawatan. Kini, ia dirawat di rumah oleh istrinya, Yunisari (31) yang sedang mengandung 9 bulan dan membutuhkan biaya untuk melahirkan sedangkan Pak Didin sudah tidak bekerja lagi sebagai buruh bangunan setelah kecelakaan tersebut. Meskipun Pak Didin mempunyai jaminan KIS untuk berobat, tetap saja beliau mempunyai keterbatasan mobilitas karena kakinya yang cidera ditambah tidak adanya kendaraan yang bisa mengantarnya untuk berobat. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa melihat keadaannya dan ikut merasakan beban yang dihadapi Pak Didin. Bantuan pun diberikan kepada Pak Didin berupa jangka untuk berjalan dan uang tunai untuk biaya akomodasi selama berobat. Semoga Pak Didin segera pulih dan bisa berjalan kembali untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 6 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ari

Pak didin menderita TB Tulang

Pak didin menderita TB Tulang


AGUS SUWANDI (55, Tumor Otak). Alamat : Kp. Rawa Lintah RT 4/3, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pertengahan bulan Maret 2016, saat Pak Agus sedang di tempat kerja ia mengaalami kejang-kejang dan lemas. Upaya keluarga hanya membawa Pak Agus ke pengobatan alternatif karena tidak ada biaya. Namun hingga saat ini tidak ada perkembangan yang baik sehingga membuat keluarga mulai putus asa. Sebenarnya Pak Agus memiliki Kartu BPJS Kesehatan yang preminya sudah tidak dibayar selama 2 tahun terakhir. Sebagai seorang kepala keluarga, Pak Agus bekerja sebagai juru parkir untuk memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya. Semenjak ia sakit, sudah tidak ada penghasilan lagi sehingga membuat perekonomian keluarga ini terpuruk. Istri Pak Agus, Bu Yanti (45) sudah 3 tahun tidak dapat melihat karena penyakit glukoma yang dideritanya. Saat ini ia rutin menjalani kontrol di RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk bekal selama menjalani kontrol di RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 895. Semoga Pak Agus cepat membaik dan dapat beraktivitas kembali. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Alle_Recyclle @mardisay

Pak agus menderita Tumor Otak

Pak agus menderita Tumor Otak


JUJU HANAH (75, Lumpuh). Alamat: Kp. Rarangjami, RT 3/7, Desa Pangkalan, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah tiga minggu ini, Bu Juju hanya bisa tidur di atas kasur lusuh di rumahnya. Ketika sore hari sepulangnya Bu Juju dari pengajian, ia merasakan tidak enak badan dan sakit kepala yang tidak tertahankan kemudian beliau pun pingsan dan segera dibawa ke rumah. Ketika Bu Juju mulai sadar, mendadak kakinya tidak bisa digerakkan dan kini kondisi beliau hanya terkapar dan tidak bisa kemana-mana. Bu Juju dirawat anaknya, Elis (36) yang hidup menjanda tanpa anak sama seperti dirinya. Elis biasanya jualan makanan keliling untuk membiayai kehidupan sehari-hari dirinya dan Bu Juju karena mereka hanya tinggal berdua tanpa anggota keluarga laki-laki. Sempat akan berobat dengan jaminan KIS PBI, namun kendala biaya transportasi menjadi penghalang utama. #SedekahRombongan akhirnya mengunjungi kediaman Bu Juju dan menyampaikan bantuan untuk keperluan akomodasi dan obat-obatan. Mudah-mudahan Allah berkenan mengangkat semua kesulitan Bu Juju dan anaknya dan semoga kembali sehat seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu juju menderita  Lumpuh

Bu juju menderita Lumpuh


MULYANA BINTI YADI (20, Gagal Ginjal). Alamat : Jalan Kampus Unkris RT 5/9, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Awal Januari 2016, Mulyana atau yang biasa disapa Mul ini, sudah merasakan tanda-tanda sakitnya itu. Setiap hari ia sering merasakan lemas, hingga pada bulan Maret 2016, ia drop dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi dengan jaminan SKTM atau Surat Keterangan Tidak Mampu. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan terkena gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah secara rutin. Beberapa kali ia menjalani cuci darah di RSUD Kota Bekasi dengan menggunakan SKTM, namun kali ini ia disarankan agar menggunakan Kartu KIS. Ketidaktahuan mereka tentang prosedur pembuatan kartu KIS kini menjadi kendala. Sampai akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Mulyana sudah lama ditinggalkan ayahnya, Pak Mulyadi yang kini sudah tiada dan saat ini ia tinggal bersama ibu dan sepupuhnya. Penghasilan mereka sehari-hari tidak dapat menopang biaya pengobatannya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke RS Bakti Husada Cikarang untuk melakukan cuci darah. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Ratna @mardisay

Mulyana menderita Gagal Ginjal

Mulyana menderita Gagal Ginjal


NURHAYATI BINTI WAWI (36, Batu Empedu). Alamat : Kp. Cabang Pulo Bambu RT 1/1, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Berawal 2 bulan yang lalu, Bu Nurhayati sering merasakan sakit pinggang. Upaya pengobatan yang sudah dilakukan hanya sebatas kemampuannya saja, yakni ke Puskesmas. Bu Nurhayati memiliki kartu BPJS yang sudah tidak dapat digunakan karena tunggakan premi yang hampir mencapai 1 juta rupiah. Namun pada akhir bulan Oktober 2016, terpaksa ia dievakuasi ke RS Ridhoka Salma Cikarang Barat. Proses Kartu BPJS 3×24 jam dimanfaatkan untuk membayar tagihan dan melakukan konfirmasi ke kantor BPJS, Alhamdulillah berjalan lancar. Mereka sempat mengalami kesulitan biaya untuk melunasi tunggakan BPJS karena tidak ada biaya. Suami Bu Nurhayati, Pak Gampang Hermawan (40) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan sehingga Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembayaran iuran BPJS dan bekal di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : 1.500.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Alle_recycle

Ibu nurhayati menderita Batu Empedu

Ibu nurhayati menderita Batu Empedu


NUR AVIFAH AMATULLAH (13, Hepatitis A + Thypus). Alamat : Kp. Kebon Kelapa RT 3/3, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada hari Senin tanggal 17 Oktober lalu, Avivah menderita sakit panas. Lalu ia dibawa berobat ke klinik terdekat. Setelah menjalani rawat jalan selama beberapa hari, Avivah belum juga menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Lalu orang tua Avivah kembali membawa ia ke klinik dan kembali menjalani rawat jalan. Namun, pada hari Rabu, 26 Oktober 2016 lalu penyakit Avivah semakin memburuk anggotan badan dan matanya menguning. Karena panik, kedua orang tua Avivah kembali membawanya untuk berobat ke klinik. Dokter di klinik merujuk Avivah ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut. Setelah dilakukan cek darah, Avivah dinyatakan positif mengidap Hepatitis A dan Thypus. Dokter menyarankan agar Avivah menjalani rawat inap di RSUD Kabupaten Bekasi. Karena belum memiliki BPJS ataupun jaminan kesehatan apapun, ayah Avivah, Afrizal (51) yang sehari-hari bekerja sebagai penjual lontong sayur dan Ibu Avivah, Andriani Yusuf (47) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga merasa kesulitan untuk membayar biaya pengobatan selamat di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya perawatan Avivah dan bekal selama ia menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Nur menderita Hepatitis A + Thypus

Nur menderita Hepatitis A + Thypus


KEISYA RIA AMANSYAH (6, Epilepsi). Alamat: Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT 2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ayah Keisya bernama Dasman Firmansyah (31), sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Ibunya bernama Mimin Minarti (29), seorang ibu rumah tangga.  Jumlah tanggungan mereka 3 orang.  Semenjak lahir di RS Permata Bunda Cibitung Bekasi, Keisya sudah mendapatkan perawatan intensif karena gangguan pernapasan dan kejang.  Keisya dirawat selama 3 minggu dan  diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat. Namun, setelah 1 minggu di rumah Keisya kembali kejang-kejang dan di rawat di RSUD Cibitung selama 1 bulan. Setelah itu Keisya mengalami kejang berulang  kali sampai dirawat di rumah sakit.  Seiring bertambah usia Keisya,  kedua orangtuanya merasa beban semakin berat. Hingga akhirnya ada teman orangtua Keisya yang memberikan bantuan untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung.  Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, Keisya dinyatakan menderita epilepsi. Ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh BPJS, sehingga harus beli sendiri. Jarak tempuh Cikarang-Bandung membuat Ibunya Keisya mengambil keputusan baru untuk melanjutkan pengobatan Keisya ke RSCM Jakarta. Saat ini Keisya masih rutin melakukan pengobatan di RSCM Jakarta. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Santunan sebelumya masuk di Rombongan 893. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Keisya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 November 2016
Kurir: @ddsyaefudi @SuharnaYana @aaiyom

Keisya menderita Epilepsi

Keisya menderita Epilepsi


KURNIAWATI BINTI SUGIANTO (41, Suspect Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Pahing, RT 5/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Uri, biasa beliau dipanggil merupakan seorang janda yang tidak bekerja. Saat ini beliau diperkirakan menderita Ca Mamae atau yang biasa disebut dengan kanker payudara. Gejala awal beliau rasakan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya payudara sebelah kanan beliau terasa sakit, tepatnya di bagian bawah ketiak. Tak lama, pihak keluarga memutuskan untuk membawa beliau ke dokter umum yang membuka praktek di daerah rumah beliau. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Ibu Uri diperkirakan mengidap kanker payudara. Beliau baru 3 kali menjalani pengobatan jalan ke dokter praktek. Setelah itu beliau mengambil langkah untuk menjalani pengobatan tradisional dengan hanya minum air rebusan daun sirsak. Hingga akhirnya kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Uri. Kemudian kurir #SedekahRombongan Kuningan membawa Ibu Uri ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pengecekan kesehatan. Dari hasil pemeriksaan, tim medis rumah sakit mendiagnosa Ibu Uri mengidap penyakit Ca Mamae Dextra stadium 3 dan adanya kelenjar. Ibu Uri harus melakukan biopsi dan juga kemoterapi. Sayangnya, beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Beliau termasuk keluarga yang kurang mampu. Hidup beliau bergantung pada ketiga saudaranya yang sudah berkeluarga. Sedangkan kedua orangtuanya, Bapak Sugianto (80) dan Ibu Wasri (75) sudah tidak bekerja lagi karna sudah tua. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Ibu Uri sehingga santunan awal dapat disampaikan dari sedekaholics kepada Ibu Uri untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan awal dengan dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Kurniawati. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu kurniati menderita Suspect Ca Mamae Dextra

Ibu kurniati menderita Suspect Ca Mamae Dextra


SYARIF NURDIANSYAH (39, Neurofibromatosis). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT.2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif sudah berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas, namun tidak teratur karena terkendala biaya transport ke rumah sakit. Maklum saja penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan upaya kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampingi Pak Syarif berobat. Kini Pak Syarif harus menjalani bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung. Terapi bedah beku secara rutin harus ia jalani untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS, ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pak Syarif juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minggu terakhir bulan Aptil 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan ia mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, alhamdulillah, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Pada pertengahan Agustus 2015, Pak Syarif melanjutkan ikhtiar berobatnya ke RSHS Bandung dan ia menjalani bedah beku. Pada awal Oktober 2015 ia harus kontrol lagi ke RSHS dan kembali menjalani bedah beku. Pada bulan November 2015 ia tidak mendapatkan terapi bedah bekunya karena obatnya kosong. Pada bulan Desember 2015 kurir sudah mendaftarkannya untuk terapi bedah beku yang keberhasilannya mulai terasa. Pada awal Februari 2016 seorang dokter RSHS Bandung menelpon keluarga Pak Syarif, menawarkan alternatif lain untuk penanganan penyakitnya, yaitu melalui operasi kecil. Didampingi kurir #SR, ia kemudian diantar ke RSHS Bandung untuk menjalaninya. Tindakan ini membawa hasil yang memuaskan. Pada April dan Mei 2016 Pak Syarif kontrol rutin ke RSHS Bandung sambil meneruskan tindakan operasi mengangkat benjolan-benjolan lainnya yang masih bertebaran di sekujur tubuhnya. Begitu juga pada Juni 2016, MTSR dan kurir Bandung bersyukur bisa  mendampingi Pak Syarif menjalani operasi kecil di RSHS Bandung dan memberinya satunan lanjuan untuk biaya berobat. Ia harus senantiasa didampingi karena tak bisa berjalan secara normal setelah penglihatannya tak berfungsi dengan baik. Pada pertengahan September 2016, kurir #SR Bandung menemuinya kembali di rumahnya dan memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari. Pada awal November 2016 Pak Syarif menghubungi lagi kurir #SR, mengemukakan bahwa ia ingin kembali melanjutkan pengobatan ke RSHS Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat mendampinginya berobat. Tim medis RSHS memberinya tindakan bedah beku. Pada pemeriksaan kali ini, ia juga dijadwalkan tindakan operasi kecil  pada awal Desember 2016. Pak Syarif dan keluarganya masih memerlukan bantuan untuk melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali memberinya santun untuk biaya transport, membeli obat dan biaya sehari-hari kepada muadzin yang juga rutin mengajar ngaji anak-anak di mushola ini. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 896.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 7  November 2016
Kurir.: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak syarif menderita Neurofibromatosis

Pak syarif menderita Neurofibromatosis


SAFA OCTAVIANI PUTRI (3, Down Syndrome). Alamat : Jl. Pahlawan Sukaluyu I No. 22 RT 7/6, Kelurahan Cihaur Geulis, Kecamatan Cibeuying Kaler, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Safa bertemu dengan kurir #SedekahRombongan berkat informasi dari Ibu Heni, pegawai RSHS Bandung yang berempati atas apa yang dialami Safa dan keluarganya yang tergolong dhuafa. Sejak dilahirkan Safa mengalami kelainan bawaan yang dikenal dengan istilah Down Sindrome. Secara medis, kelainan ini cukup serius, yaitu suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Pertumbuhannya tidak normal seperti umumnya anak-anak. Ia mengalami kelainan genetika. Gejala penyakit ini pada Safa terlihat pada gejala yang tampak minimal dan melalui tanda yang khas. Penampilan fisiknya berbeda dengan penampian fisik umumnya anak-anak. Kedua orang tua dan keluarganya telah memeriksakan Safa, baik secara medis maupun nonmedis. Sayang sampai saat ini ia tidak memiliki jaminan kesehaan BPJS. Safa pernah dirawat di RSHS Bandung yang biayanya sampai saat ini belum terbayarkan (Sisa tagihannya kurang lebih Rp.5.500.000,-). Padahal samapai saat ini Safa harus terus menjalani  kontrol rutin ke RS Santo Yusuf dan RSHS Bandung. Saat bertemu dengan kurir #SR di RSHS Bandung, ibunya menyampaikan harapannya untuk dapat membayar tunggakan tagihan di RSHS Bandung dan kelanjutan ikhtiar sehatnya bagi Safa. Mereka termasuk mustahiq yang layak dibantu. Tempat tinggal mereka numpang rumah keluarga. Ayah Safa, Pak Andi Rusli (29) hanya buruh harian lepas yang penghasilannya tak menentu dan tak seberapa. Ibunya Rina Marlina (38) sehari-hari hanya disibukkan dengan urusan rumah tangga dan merawat kedua anak mereka. Harapan mereka alhamdulillah mendapatkan empati dari sedekaholis #SR dengan memberi mereka bantuan awal pada 22 Agustus 2016. Bantuan yang diterima ibunya itu digunakan untuk membayar cicilan tagihan dari RSHS Bandung dan biaya pembuatan BPJS Kelas 3. Pada minggu pertama November 2016 kurrir #SR di Bandung menemui Safa dan ibunya di rumah kontrakan yang juga menjadi tempat ia bekerja. Safa masih harus terus kontrol ke rumah sakit dan membutuhkan bantuan. Sambil menjenguk Safa, alhamdulillah, kurir #SR juga dapat menyampaikan titipan dari para dermawan untuk Safa dan keluarganya. Bantuan Ke-2 ini digunakan untuk biaya operasional berobat, biaya sehari-hari dan biaya mengangsur tagihan dari rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tangal : 8 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @fuad_baasil

Safa menderita Down Syndrome

Safa menderita Down Syndrome


RUSTIFAH BINTI HAWA (73, Stroke). Alamat: Jalan Haji Iskat No. 21/6B, Kelurahan Cicendo, Kecamatan Pasirkaliki, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rustifah, seorang janda berusia lanjut ini sebetulnya sudah menderita sakit dari empat tahun yang lalu. Namun, Ibu Rustifah tidak terlalu mempedulikan sakit yang dideritanya, sehingga ia pun tidak pernah memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit. Pada bulan Agustus 2016, Ibu Rustifah terjatuh dan mengalami stroke sehingga sebagian tubuhnya tidak dapat lagi digerakkan. Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Ia hanya bisa terbaring lemah di atas dipan yang sudah reot di rumahnya. Karena kondisi kesehatannya yang kian memburuk, pada 8 November 2016, ibu Rustifah harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Salamun, Bandung selama tiga hari dan alhamdulillah diizinkan pulang pada 11 November 2016. Beban hidup yang Ibu Rustifah rasakan sangatlah berat. Ibu Rustifah sudah lama ditinggal sang suami. Saat ini ia tinggal bersama ketiga cucunya yang belum dewasa. Himpitan ekonomi yang dialami Ibu Rustifah membuatnya kesulitan untuk berobat. Untuk makan sehari-hari saja, Ibu Rustifah dan cucu-cucunya mendapat bantuan dari sanak saudara dan para tetangga yang peduli kepadanya. Saat ini untuk biaya pengobatan, Ibu Rustifah menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bersyukur, atas informasi dari Ibu Titin (saudara Ibu Rustifah), kurir #SedekahRombongan bisa bersilaturahim ke rumah Ibu Rustifah dan melihat kondisi janda tua dhuafa ini. Kurir #SedekahRombongan juga sempat membawa periksa Ibu Rustifah ke RSUD Salamun Kota Bandung. Di rumah sakit binaan TNI Angkatan Udara itu ia dirawat ditemani saudaranya. Dengan empati sedekahlic, alhamdulillah Kurir #SR juga dapat menyampaikan bantuan untuk Ibu Rustifah yang diterima salah satu saudara jauhnya. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari. Semoga titipan langit dari sedekaholic #SR dapat membuka jalan kesembuhan bagi Ibu Rustifah dan membawa keberkahan bagi semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @episodeere @maulida_qasyanggi @gilda

Ibu rustifah menderita  Stroke

Ibu rustifah menderita Stroke


ENTIN BINTI KASTOLANI (41, Tumor Abdomen). Alamat: Kampung Sipapanting RT 5/1, Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Entin diduga menderita kista ovarium sejak awal tahun 2016. Gejala awalnya ia kerap mengalami sakit di bagian perut. Ia kerap merasakan sakit perut tetapi rasa sakitnya timbul dari organ-organ lain, seperti usus kecil, usus besar, hati, kandung empedu, dan pankreas. Seiring perjalanan waktu, perutnya terus membesar. Ia juga sulit makan dan tidur. Berbekal Jamkesmas, berbagai upaya medis dilakukan keluarga Bu Eti untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi perutnya terus membesar seiring perkembangan waktu. “Kami sudah berupaya sampai rumah sakit di daerah. Anak saya harus diperiksakan ke RSHS Bandung tetapi kami tak sanggup membiayainya,” kata ibunya yang setia mendampingi janda satu anak itu. Seperti yang juga dituturkan adiknya, keluarga Bu Eti telah memeriksakannya ke Puskesmas, RSUD Singaparna dan RSUD Kota Tasikmalaya. Di RSUD Singaparna ia pernah mendapatkan tindakan pengeluaran cairan di perutnya (melalui selang), dan sempat dirawat dua minggu. Cerita duka Bu Entin dan keluarga dhuafa ini sampai kepada #SR melalui informasi keluarga pasien yang pernah didampingi berobat oleh kurir #SR. Ibu Entin amat layak dibaantu. Ia termsuk janda yang lemah secara ekonomi, juga fisik. Penyakit yang dideritanya sangat serius dan perlu penanganan berkelanjutan. Almarhum suaminya, Pak Syahrudin, tak banyak meninggalkan warisan harta untuk melanjutkan kehidupan; ia hanya buruh harian dengan penghasilan tak menentu. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dengan Bu Entin di rumah orangtuanya. Karena rujukan dari RSUD Tasikmalaya untuk berobat ke RSHS Bandung sudah disiapkan, malam itu juga ia diantar MTSR Bandung berobaat ke Kota Kembang dan beristirahat di RSSR Bandung. Di rumah singgah ia sempat menurun drastis kondisinya, sehingga segera diperiksakan ke IGD RSHS Bandung. Alhamdulillah malam itu juga ia mendapatkan ruangan untuk rawat inap. Pada 3 November 2016, Bu Entin menjalani operasi dan sampai kini dirawat inap untuk pemulihan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR juga dapat memberinya bantuan untuk Bu Entin. Bantuan yang disampikan di RSHS Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat/vitamin, dan biaya sehari-hari selama dirawat di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @cincin

Ibu entin menderita Tumor Abdomen

Ibu entin menderita Tumor Abdomen


RASTINAH BINTI SARNADI (59, Stroke Ringan). Alamat : Dusun Puhun, RT 13/3, Desa Kalimanggis Wetan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rastinah adalah seorang ibu rumah tangga yang menjadi pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Di usia yang hampir memasuki kepala enam, kesehatan Ibu Rastinah mulai terganggu. Berawal dari 4 tahun yang lalu, beliau positif menderita hipertensi. Tekanan darah beliau sering tidak stabil hingga menyebabkan kondisi kesehatannya menurun. Saat ini, kesehatannya semakin menurun karena beliau terkena stroke ringan. Beberapa bagian tubuh beliau seperti kedua tangan dan mulut yang sudah kaku untuk digerakkan. Selain itu, kedua kaki beliau juga mengalami lumpuh ringan sehingga beliau tidak bisa berjalan. Dengan dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan, beliau menjalani pengobatan jalan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Beliau mendapat tindakan medis berupa terapi yang akan melatih beliau agar bisa berjalan kembali. Pihak dokter juga menyarankan agar beliau memiliki alat terapi walker stainles dengan harapan dalam waktu dekat beliau sudah bisa berjalan seperti sedia kala. Beliau memiliki kartu jaminan kesehatan jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI untuk meringankan biaya pengobatan beliau di rumah sakit. Hanya saja, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya membeli alat terapi walker stainles dan biaya transportasi ke rumah sakit. Keluarga Ibu Rastinah sendiri masuk ke dalam keluarga yang kurang mampu. Bapak Jamsari (69), suami Ibu Rastinah merupakan seorang kepala keluarga yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani. Pendapatan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sehari-hari. Alhamdulilah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kedua untuk biaya membeli alat terapi walker stainles sekaligus biaya transportasi. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Rastinah. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rastinah masuk kedalam rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu rastinah menderita Stroke Ringan

Ibu rastinah menderita Stroke Ringan


AMAD BIN SUTARDI (20, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir #SedekahRombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karena dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Selain itu, tim medis menjelaskan kemungkinan terburuk yang harus Amad terima ialah tindakan amputasi. Namun saat ini, Amad harus menjalani beberapa pemeriksaan oleh dokter ahli spesialis tulang terlebih dahulu di RSHS Bandung, baru setelah itu tim medis bisa menyimpulkan tindakan selanjutnya. Pada tanggal 11 november 2016, Amad kembali melakukan biopsi di RSHS Bandung, kemudian setelah itu baru direncanakan jadwal MRI. Amad memiliki kartu jaminan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (41) dan Ibu Castinah (37) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya pembelian obat diluar BPJS dan akomodasi selama menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan keenam kepada Amad untuk biaya pembelian obat dan akomodasi selama di Bandung. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Pak amad menderita Kanker Tulang

Pak amad menderita Kanker Tulang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 HAMIYAH SYAFIUDIN 1,000,000
2 SRI RAHAYU 710,000
3 ASREVI SINGGIH 500,000
4 EDI YUSUF 500,000
5 TUTIH BINTI APUD 500,000
6 NANI MARYANI 500,000
7 AGUS BIN MOMO 750,000
8 SUDRAJAT BIN DAHLAN 500,000
9 UNDANG SUDARNA 750,000
10 USE ROSIDIN 500,000
11 TATANG BIN DIDI JUNAEDI 500,000
12 TITA BINTI EMED 750,000
13 ERINA NURFADILAH 750,000
14 WIWIN BINTI WARTA 500,000
15 RIKA MAELANI 1,000,000
16 SARMADI BIN JAYA WINATA 500,000
17 RUKINI BINTI TARSONO 1,000,000
18 WAWAN ANWAR 500,000
19 MTSR BOGOR 5,250,000
20 DEDI MUNANDAR 500,000
21 FITRIA ANDRIYANI 1,000,000
22 KANTA BIN DIDI 15,000,000
23 SUMINTA BIN AHMAD 500,000
24 MAHATI BINTI AMIN 1,000,000
25 RAFI ARYA SATYA 500,000
26 KRISTIANA VITA SARI 2,500,000
27 DARWATI BINTI JAYADI 500,000
28 MTSR BANDUNG RAYA 1 5,400,000
29 DEDI CAHYADI 750,000
30 EEN BINTI WAHYAR 500,000
31 SALSA SUKMAWATI 500,000
32 ARKADAN SIKRI 500,000
33 ASRI AGUSTIN 500,000
34 RASDI BIN FULAN 1,000,000
35 MUHAMMAD RAFLI 1,000,000
36 NANANG BIN ADANG 1,000,000
37 ADE WATI 500,000
38 JEJE BINTI WIWI 500,000
39 SITI ROSIDAH 500,000
40 SARIP BIN FULAN 1,000,000
41 DEDI SUHAEDI 1,000,000
42 JURIAH BINTI IDUN 500,000
43 RASYA BIN RANA 1,000,000
44 EEN ENAH 500,000
45 ENDANG RAHMAT 500,000
46 TUTUN BINTI NONO 500,000
47 DIDIN SURYADIN 1,500,000
48 AGUS SUWANDI 1,000,000
49 JUJU HANAH 500,000
50 MULYANA 500,000
51 NURHAYATI BINTI WAWI 1,500,000
52 NUR AVIFAH AMATULLAH 1,500,000
53 KEISYA RIA AMANSYAH 500,000
54 KURNIAWATI BINTI SUGIANTO 750,000
55 SYARIF NURDIANSYAH 500,000
56 SAFA OCTAVIANI PUTRI 750,000
57 RUSTIFAH BINTI HAWA 500,000
58 ENTIN BINTI KASTOLANI 750,000
59 RASTINAH BINTI SARNADI 1,000,000
60 AMAD BIN SUTARDI 1,000,000
Total 68,360,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 68,360,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 914 ROMBONGAN

Rp. 43,779,742,176,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.