Rombongan 913

Bersedekahlah kamu sekalian, karena sesungguhnya sedekah itu pemisah dari neraka
Posted by on November 14, 2016

SARJO SUWITO (66 Tahun, Susp. Prostat). Alamat: RT.01/RT.03 Karangnongko, Kemiri, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Pak Sarjo tinggal bersama istrinya, Rubi (53 Tahun). Sehari-harinya, sepasang suami istri ini bekerja sebagai buruh tani, terkadang mereka berjualan kayu bakar untuk menambah penghasilan. Setiap hari ia pun menggembala 2 kambing dan 1 sapi miliknya, atau mencarikan mereka makan. Pak Sarjo dicurigai menderita sakit prostat, awal mula sakitnya ia merasakan sakit pada kemaluan. Ia tidak bisa kencing apabila tidak dipasangi selang, saat ia berobat ke dokter baru dipasang selang. Ia pun mendapatkan obat pereda nyeri, namun setelah efek dari obat tersebut habis, ia merasa kesakitan lagi. Setiap kontrol ke dokter, ia diantar oleh anaknya menggunakan sepeda motor. Saat kontrol terakhir, ia disarankan untuk segera menjalani operasi, namun karena keterbatasan biaya, rencana operasi itu urung dilakukan. Pak Sarjo memiliki kartu jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Namun ia menghadapi kendala biaya transportasi dan akomodasi. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. #Sedekaholic melalui Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan titipan langit untuk membantu biaya transportasi saat kontrol. Semoga bantuan dapat sedikit meringankan beban kehidupannya, Pak Sarjo dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Ia dan keluarganya pun senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @ekow_st, @Aji_Kristanto

Pak sarjo menderita Susp. Prostat

Pak sarjo menderita Susp. Prostat


TULASTRI BINTI PARTIREJO PADI (44 Tahun, Tumor di Leher). Alamat: Duren RT.02/RW.06 Ponjong, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Ujian sakit tengah menimpa saudara kita, Bu Tulastri mulai merasakan gejala tumor di leher sejak dua tahun yang lalu. Saat itu ada benjolan di leher, tetapi rasanya tidak sakit. Waktu terus berlalu, satu tahun kemudian ia memeriksakan diri ke RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta. Dokter menyarankan untuk segera menjalani operasi pengangkatan benjolan. Namun, karena pasien merasa takut, terlebih ia tidak memiliki biaya yang cukup, maka operasi itu urung dilakukan. Sekitar Agustus 2016, Bu Tulastri sering merasa pusing, setiap makan tenggorokannya terasa pahit. Hingga saat ini pun kondisi kesehatannya tak jauh berbeda, masih sering pusing, tenggorokan pahit, dan tidak enak badan. Waluyo (44 Tahun), suaminya, bekerja sebagai dukuh. Keluarga mereka kini tengah terlilit hutang untuk biaya pengobatan sebelumnya yang membutuhkan banyak biaya. Bu Tulastri memiliki jaminan kesehatan BPJS Kelas 3, namun mereka tengah menghadapi kendala ekonomi, terutama untuk kebutuhan pengobatan. Bu Tulasri kemudian menjadi Pasien Dampingan #SR Jogja, #SedekahRombongan dan #Sedekaholic membantu fasilitas akomodasi selama berobat berupa tempat tinggal sementara di RSSR. Sementara untuk transportasi selama berobat menggunakan MTSR Jogja. #SedekahRombongan dan #Sedekaholic juga menyampaikan titipan langit yang digunakan membantu biaya pengobatannya, seperti cek laboratorium, dan untuk keperluan tindakan selanjutnya. Alhamdulillah, Bu Tulastri dan keluarganya sangat bersyukur karena berkat bantuan #Sedekaholic mereka bisa melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 30 Oktober 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Bu tulastri menderita Tumor di Leher

Bu tulastri menderita Tumor di Leher


SUMARNO BIN SUPARMIN (48, Lumpuh). Alamat : Jln. Srigading, RT 1/1, Pekon Sukoharjo 3 Barat, Kec. Sukoharjo, Kab. Pringsewu, Prov. Lampung. Pada tahun 2000, Pria yang akrab disapa Pak No ini mengalami kaku di kaki setelah bangun tidur, namun ia tidak begitu mempedulikannya hingga akhirnya lama- kelamaan kaki kananya lumpuh. Pak No akhirnya berobat ke dokter syaraf dan didiagnosis mengalami kelumpuhan. Tanganya pun tidak mampu memegang benda secara normal. Akhirnya Pak No mencoba berobat ke pengobatan alternatif. Setahun kemudian kaki kiri Pak No juga mengalami kelumpuhan. Setelah bertahun-tahun berikhtiar Pak No mulai putus asa dan mulai menerima keadanya. Kondisi saat ini Pak No tidak dapat berjalan dan hanya duduk atau berbaring di kursi atau dipan. Pak No hidup seorang diri di rumah yang dibangun di tanah milik tetangganya yang sengaja dibuatkan untuk membantu Pak No. Saat ini Pak No tidak bekerja, sebelumnya ia adalah kuli panggul. Ia juga tidak memiliki jaminan kesehatan. Untuk makan sehari-hari Pak No mendapatkan bantuan dari para tetangga. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan Pak No, bantuan pun disampaikan untuk membantu meringankan biaya pengobatan dan biaya hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @jajang_fajar @yulian_safri @akuokawai

Pak sumarno menderita Lumpuh

Pak sumarno menderita Lumpuh


SUYATMI BINTI DERI (63, Ca. Colon). Alamat : Desa Tegal Sari RT. 9/3, Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Ibu Suyatmi merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ibu Suyatmi berdagang di kantin sekolah, ia sering telat makan hingga sering merasa mual dan sakit perut. Ia hanya meminum obat maag untuk mengatasi sakitnya. Hinga pada Januari 2016, Ibu Suyatmi tidak kuat lagi menahan sakit karena jika buang air besar bercampur darah. Kemudian oleh anaknya Ibu Suyatmi dibawa ke Puskesmas setempat yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Kondisinya yang semakin buruk, membuat Ibu Suyatmi dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Dari hasil foto rontgen, Ibu Suyatmi didiagnosis terkena Ca. Colon atau tumor ganas usus besar dan harus segera dioperasi. Dokter membuat lubang pembuangan sementara di perut sebelah kiri dan sekarang Ibu Suyatmi menjalani kemoterapi. Sejauh ini Ibu Suyatmi sudah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisi Ibu Suyatmi saat ini masih sering merasa mual dan perutnya masih terasa sakit. Kondisinya saat ini sudah lebih baik namun masih harus menjalani kemoterapi. Dalam pengobatannya Ibu Suyatmi terbantu dengan BPJS Mandiri kelas 3, namun untuk transportasi dan biaya sehari – hari ia sering merasa bingung karena sejak sakit ia hanya mengandalkan penghasilan menantunya, Yuli (35), yang bekerja sebagai buruh. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan langsung mendatangi Ibu Suyatmi untuk menyampaikan sedekah dari #sedekaholic untuk meringankan biaya selama melakukan kemoterapi dan untuk kesehariannya, semoga Ibu Suyatmi bisa untuk segera sembuh. Ibu Suyatmi sebelumnya dibantu pada Rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir :@wirawiry @andradideri Leni Marlina @yulian_safri @akuokawai @ririn_restu

Ibu suyatmi menderita Ca. Colon

Ibu suyatmi menderita Ca. Colon


ARIF SUBAGIO (54, Diabetes Melitus). Alamat : Jalan Cendana, RT 5/2, Desa Poncowati, Kecamatan Poncowati, Kelurahan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada tahun 2013, pria yang akrab disapa Pak Subagio ini mulai mengidap penyakit Diabetes Melitus atau kencing manis. Pada bulan Juni 2016, ia menjalani pengobatan di Rumah Sakit Yukum Medical Centre dikarenakan kondisi penyakitnya yang mulai parah. Ia sering merasakan gatal-gatal, mudah merasa lemah, gampang kelelahan, sering kesemutan di kaki dan tangan, penglihatan kabur dan jika terluka maka sukar sembuh (gangren). Hal ini merupakan gejala umum yang biasa dirasakan oleh penyandang diabetes melitus. Bapak Subagio dulunya bekerja sebagai penjaga sekolah tapi kini harus berhenti karena kondisinya yang tak memungkinkan untuk bekerja lagi. Pak Subagio memiliki seorang istri dan dua orang anak. Untuk berobat ia menggunakan KIS-PBI kelas III. Kini sang istri, Mujiati (37), yang mencari nafkah dengan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Kesulitan dalam biaya hidup merupakan kondisi yang tengah dirasakan keluarga Pak Subagio sehingga ia tidak dapat membiayai pengobatan secara total. #SedekahRombongan merasakan apa yang tengah Pak Subagio dan keluarga alami. Bantuan awalpun diberikan yaitu berupa biaya untuk pengobatan dan biaya hidup. Semoga dengan bantuan dari sedekaholics yang diamanahkan melalui #SedekahRombongan dapat meringankan beban kehidupan Pak Subagio dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @siskakhadija @juniwahyu1927 @akuokawai

Pak arif menderita Diabetes Melitus

Pak arif menderita Diabetes Melitus


DARMINI BINTI ABDULLAH (50, Suspect Batu Ginjal). Alamat : Desa Gayau Sakti, RT 20/5, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Ibu Darmi begitu biasa dipanggil, sejak tahun 2014 sudah menderita gejala ginjal. Saat buang air kecil ia merasakan sakit, awalnya ia tidak menghiraukan rasa sakit tersebut namun semakin hari rasa sakitnya semakin parah. Saat beraktivitas terlalu berat ia juga merasakan sakit pada pinggangnya, biasanya gejala ini sering ia rasakan ketika mengangkut air dari masjid ke rumahnya. Ibu Darmi biasa memeriksakan kondisi kesehatannya di Puskesmas dan disarankan untuk berobat ke dokter spesialis guna pengobatan lebih lanjut. Ibu Darmi terkendala biaya pengobatan yang tidak sedikit sehingga urung memeriksakan diri ke dokter spesialis. Selain itu, lokasi tempat tinggalnya yang jauh dari rumah sakit serta tak ada keluarga yang bisa mengantarkannya juga menjadi alasannya tidak berobat lebih lanjut. Sehari-harinya Ibu Darmi tidak memiliki pekerjaan. Ibu Darmi memiliki seorang suami dan dua orang anak, namun ia hanya tinggal sendiri di rumahnya dikarenakan sang suami Poniman (55) bekerja di luar daerah. Untuk berobat ia memiliki kartu BPJS PBI Kelas III yang dibuatkan oleh warga setempat. Kondisi hidup yang sulit dan biaya sehari-hari yang tak tercukupi juga masih ia rasakan. Alhamdulillah atas izin Allah, informasi mengenai Ibu Darmi sampai kepada kurir #SedekahRombongan. Bantuan awal pun segera disalurkan untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya pengobatan. Semoga Allah segera memberikan kesembuhan kepada Ibu Darmi, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @siskakhadija @yovidestiana @akuokawai

9-raden-putih

Bu darmini menderita Suspect Batu Ginjal

Bu darmini menderita Suspect Batu Ginjal


JAINAP BINTI JAHRI (60, Asam Urat + Diabetes Melitus). Alamat : Lingkungan VI A, RT 29/11, Desa Yukum Jaya, Kecamatan Yukum Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Wanita yang akrab disapa Wak Enap ini sejak tahun 2010 sudah mulai mengidap penyakit asam urat dan pada tahun 2016 ia juga mengidap diabetes melitus atau kencing manis. Wak Enap sering merasakan sakit pada tubuhnya, apabila berjalan jauh badannya terasa pegal-pegal terutama pada betis kaki. Jika terdapat luka di tubuhnya sukar untuk sembuh (gangren), dan kini matanya pun mulai terganggu. Gejala-gejala tersebut umum dirasakan oleh penyandang asam urat dan diabetes melitus. Wak Enap biasa bekerja sebagai tukang pijat panggilan. Ia tinggal bersama sang suami, Raden Putih (81), dan seorang cucu Indah (17). Untuk berobat ia menggunakan KIS PBI kelas III. Suaminya sudah lama tidak bekerja karena sakit sehingga Wak Enap menjadi satu-satunya yang mencari nafkah. Tuntutan hidup yang kian hari kian meninggi membuat ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya meski dalam kondisi sakit. Penghasilan yang kecil dan tak menentu membuat Wak Enap terkendala untuk membiayai pengobatan penyakitnya secara tuntas. #SedekahRombongan ikut merasakan apa yang Wak Enap utarakan. Bantuan awal pun diberikan yaitu berupa biaya untuk pengobatan dan biaya hidup. Semoga dengan bantuan dari sedekaholics yang diamanahkan melalui #SedekahRombongan dapat menjadi titik awal untuk mendapatkan pengobatan guna kesembuhan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @siskakhadija @juniwahyu1927 @akuokawai

Bu jainap menderita Asam Urat + Diabetes Melitus

Bu jainap menderita Asam Urat + Diabetes Melitus


MUJIANTO BIN ABDULLAH (59, Gagal Ginjal). Alamat : RT 4/2, Desa Bandarsari, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Enam bulan yang lalu sewaktu pulang dari sawah Pak Muji merasakan sakit perut yang tak tertahankan. Istrinya, Sudarsih (57) mengira Pak Muji hanya sakit maag atau masuk angin, tetapi hingga keesokan harinya sakitnya tak kunjung membaik dan keluarga membawanya ke bidan terdekat. Setelah beberapa hari kondisi Pak Muji tak kunjung juga mengalami perubahan hingga keluarga membawanya ke mantri terdekat. Selang beberapa hari keadaan Pak Muji masih sama, keluarga membawanya ke dokter terdekat dan sempat ke paranormal. Sakit perut Pak Muji tak kunjung sembuh dan kini kakinya mengalami pembengkakkan dan badannya terasa berat. Akhirnya Pak Muji dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dan didiagnosis terkena jantung dan harus dirawat inap selama tiga hari. Selain terkena jantung, Pak Muji juga mengalami gagal ginjal dan disarankan untuk cuci darah di Rumah Sakit Umum Pringsewu seminggu dua kali. Pak Muji dan Ibu Sudarsih bekerja sebagai petani, anak pertamanya meninggal enam tahun lalu karena sakit sedangkan anak keduanya tidak dapat melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMA karena tidak adanya biaya, terlebih lagi kini Pak Muji dalam keadaan sakit. Pak Muji kesulitan untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari keluarga dan transportasi untuk berobat meski telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Pak Muji dan keluarga. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup dan biaya pengobatan serta biaya transportasi ke rumah sakit. Mereka sangat berterima kasih kepada #Sedekahholics dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @xkurniawatix @siskakhadija @akuokawai

Pak mujianto menderita Gagal Ginjal

Pak mujianto menderita Gagal Ginjal


RADEN PUTIH (81, Radang Usus). Alamat : Lingkungan VI A, RT 29 /11, Desa Yukum Jaya, Kecamatan Yukum Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada tahun 2006 silam Bapak Raden Putih pernah menjalani operasi usus buntu di RSD Demang Sepulau Raya. Awal tahun 2016 ia mulai menderita radang usus. Demi kesembuhannya ia pun melakukan pengobatan di RS Yukum Medical Centre dan RS Mitra Mulia Husada. Kini ia masih sering merasakan sakit dan perih pada perutnya dan juga sering terkena diare. Untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya ia biasa mengonsumsi obat dari Puskesmas. Bapak Raden Putih sebelumnya memiliki pekerjaan sebagai petani upahan namun dikarenakan kondisi fisik yang sudah renta dan penyakit yang ia idap membuatnya tidak bisa bekerja lagi. Ia tinggal bersama istrinya, Jainap (60) dan seorang cucu Indah (17). Untuk berobat ia menggunakan KIS PBI kelas III. Sang istri kesehariannya bekerja sebagai tukang pijat panggilan dengan penghasilan yang tak menentu. Kondisi sang istri pun kini sering mengalami sakit sehingga kehidupan masa tua mereka sehari-harinya terasa semakin sulit. #SedekahRombongan ikut merasakan apa yang Pak Raden Putih utarakan. Bantuanpun awalpun diberikan berupa biaya untuk pengobatan dan biaya hidup. Semoga dengan bantuan dari sedekaholics yang diamanahkan melalui #SedekahRombongan dapat meringankan kehidupan di masa tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @siskakhadija @juniwahyu1927 @akuokawai

Pak raden menderita Radang Usus

Pak raden menderita Radang Usus


SUHARYADI BIN SUGIONO (39,  Lumpuh + Ulkus Dekubitus). Alamat Dusun Sidoharjo , RT 2/1, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Berawal pada Mei 2016, Bapak Suharyadi mengalami kecelakaan di pabrik karet tempatnya bekerja. Ia terjatuh dari ketinggian kurang lebih 4 meter dengan posisi kepala yang terjatuh lebih dahulu. Ia lalu dibawa ke rumah sakit daerah namun dirujuk ke Rumah Sakit Gatot Subroto. Ia mengalami gangguan saraf akibat terjatuh yang menyebabkannya lumpuh. Dokter pun menyarankan agar segera diambil tindakan operasi namun karena kondisinya yang selalu menurun membuat  tindakan operasi tidak dapat dilakukan. Pasca perawatan di rumah sakit kondisinya kian memburuk, kini ia hanya terbaring lemah di tempat tidur. Hal ini yang membuatnya menderita dekubitus di bagian punggung yang mana terjadi kerusakan kulit karena kurangnya aliran darah dan iritasi pada kulit yang menutupi tulang yang menonjol akibat kulit tersebut mendapatkan tekanan dari tempat tidur yang terlalu lama. Ia juga mengalami susah buang air kecil dan sudah 7 hari dipasangi kateter. Mengingat kondisinya yang tak mungkin bisa bekerja lagi membuat kontrak kerjanya tidak dapat dilanjutkan. Ia kini dirawat oleh istrinya, Agustina (30), dan memiliki anak yang masih berumur 19 bulan. Pak Suharyadi terdaftar sebagai peserta BPJS kelas III yang dibiayai oleh perusahaan tempatnya bekerja tetapi sudah nonaktif karena sudah selesai kontrak. Kini Ia merasa kesulitan untuk membiayai hidup apalagi untuk biaya pengobatan. Kurir #SedekahRombongan yang mengetahui informasi mengenai Bapak Suharyadi segera mendatangi rumahnya dan memberikan bantuan. Dengan menerima titipan dari langit, Pak Suharyadi sangat bersyukur hingga meneteskan air mata dan berterima kasih kepada sedekaholics semoga segalanya menjadi berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @siskakhadija @purnawan_aja @akuokawai

Pak suharyadi menderita Lumpuh + Ulkus Dekubitus

Pak suharyadi menderita Lumpuh + Ulkus Dekubitus


SUMARJO BIN ATMO SUTARTO (54, Stroke). Alamat : Lingkungan VI B, RT 33/12, Desa Yukum Jaya, Kecamatan Yukum Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Bapak Sumarjo mulai menderita stroke pada tahun 2013. Gejala yang ia derita berawal saat bangun dari tidur, seluruh tubuhnya tidak bisa digerakan dan matanya hanya bisa terbuka separuh saja. Kemudian ia dibawa ke RSUD Demang Sepulau Raya dan mendapat penanganan 1 hari saja lalu dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung dan dirawat inap selama 1 bulan. Dalam masa pengobatannya ia menjalani proses fisioterapi. Pasca pengobatan kondisi matanya sudah kembali normal namun masih mengalami lumpuh. Kemudian ia menjalani pengobatan terapi alternatif, setelah terapi selama dua bulan tubuh bagian sebelah kirinya sudah bisa digerakkan dan kini hanya tinggal bagian tubuh sebelah kanannya saja yang masih mengalami lumpuh. Bapak Sumarjo kini tidak memiliki pekerjaan lagi, kesehariannya digunakan untuk beristirahat di rumah saja. Ia memiliki seorang istri dan dua orang anak perempuan. Untuk berobat ia menggunakan BPJS Mandiri Kelas III. Kini sang istri, Sutini (44), yang menggantikannya mencari nafkah sehari-hari dengan berjualan pecel. Kebutuhan anak sekolah serta penghasilan keluarga yang serba pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari membuat Bapak Sumarjo harus menghentikan pengobatan terapinya. Mendengar keluh kesahnya membuat #SedekahRombongan segera bergerak memberikan santunan awal guna membantu biaya pengobatannya. Semoga dengan amanah yang dipercayakan sedekaholics kepada #SedekahRombongan dapat membantu Pak Sumarjo mendapatkan kesembuhan seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @siskakhadija @juniwahyu1927 @akuokawai

Pak sumarjo menderita Stroke

Pak sumarjo menderita Stroke


RSSR LAMPUNG (Biaya Operasional RSSR Oktober 2016). Alamat : Jalan Zebra, Nomor 24, RT 6, Lingkungan 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Lampung adalah tempat tinggal sementara untuk pasien dhuafa dari luar Kota Bandar Lampung yang berobat jalan dan kontrol rutin ke rumah sakit rujukan di Kota Bandar Lampung. Selama ini pasien sangat terbantu dengan adanya RSSR Lampung karena mempermudah mereka berobat jalan tanpa harus pulang-pergi dari rumah sakit ke tempat tinggal mereka yang letaknya sangat  jauh dari Kot Bandar Lampung. RSSR pun dilengkapi fasilitas gratis bagi para pasien. RSSR saat ini dalam tahap renovasi di beberapa ruangan dan pemindahan ruang sekretariat. Sehingga biaya operasional bulan ini selain mencakup kebutuhan renovasi juga untuk pembelian beras, air minum, telur, biaya administrasi, biaya listrik, laundry sprei dan gordeng, serta biaya operasional lainnya. Semua fasilitas didapat berkat bantuan sedekaholics yang khusus bersedekah untuk rumah singgah. Para pasien berterima kasih kepada sedekaholics dan juga kurir yang telah membantu mereka selama ini. Biaya operasional sebelumnya masuk dalam rombongan 910.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @evandlendi08 @adityaBdvil @yesaridani @akuokawai

Biaya Operasional RSSR Oktober 2016

Biaya Operasional RSSR Oktober 2016


SD DARUL HIKAM (Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jalan Pakubuwono 1, RT 1/6, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pendidikan adalah hak setiap warga negara yang harus dipenuhi. Pemerintah menerapkan WAJAR DIKDAS (Wajib Belajar Pendidikan Dasar) selama 12 tahun. Keberhasilan progam tersebut dicapai dengan berbagai cara salah satunya dengan pendidikan gratis. Namun banyak anak – naka yang belum bisa menjangkau pendidikan gratis di sekolah negeri sehingga mereka harus berupaya menggapai pendidikan mereka di sekolah swasta. Tak dapat dielakkan jika sekolah swasta membebani biaya pendidikan bagi siswanya, namun ada sekolah swasta yang memberi kemudahan dan keringanan biaya sekolah, salah satunya SD Darul Hikam yang berada di Cibodas, Kabupaten Tangerang. SD Darul Hikam memudahkan siswanya yang tidak mampu agar tetap bisa bersekolah dengan mencari donatur. Informasi mengenai siswa tidak mampu pun didapati oleh kurir #Sedekahrombongan. Setelah dilakukan survey, sebanyak 20 siswa SD Kelas 1 yang belum membayar buku sebesar Rp.100.000,- per anak.  Bantuan dari donatur #sedekahrombongan diberikan untuk membantu membayar buku 20 siswa. kedua puluh siswa tersebut yatim dhuafa dimana rata – rata ibu mereka bekerja sebagai buruh cuci. Semoga Allah SWT memudahkan adik-adik tersebut menggapai cita – cita mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ical @chatur

Bantuan Biaya Sekolah

Bantuan Biaya Sekolah


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI Blok B Seruni 7/2/1 RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Iswah Yudi sudah 10 hari berbaring di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati, Jakarta. Bagian kaki Yudi dipastikan akan lumpuh seumur hidup karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu pada November 2014. Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di Poli Rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh. Karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya. Karena itu, timbul luka dibagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Selama 10 hari dirawat di RS Fatmawati, Yudi mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia. Istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan BPJS. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan Indri mengundurkan diri untuk merawat Yudi. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Beruntung #sedekahrombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan kini ia sehari-harinya beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari – hari dan membeli obat. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 799.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak iswah menderita Lumpuh

Pak iswah menderita Lumpuh


ERNAWATI TOHIR (41, Jantung dan TB Paru). Alamat : Jalan Beringin 3, RT 3/6, Kelurahan Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Ernawati sebelumnya dirawat selama 3 minggu di RS Fatmawati Jakarta karena sakit jantung dan TB Paru yang dideritanya. Selama ini yang menemani Bu Ernawati berobat adalah anaknya, Nanda (19), karena suaminya telah meninggal 4 tahun lalu. Setelah kondisinya membaik, Bu Ernawati diperbolehkan pulang, ia kembali ke rumah kontrakannya yang terbilang tak cukup layak. Ia semakin kurus dan kini hanya dapat terbaring lemah di tempat tidur. Bu Ernawati dan keluarga sangat kekurangan uang untuk biaya berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari, terlebih lagi harus membayar kontrakan. Nanda pun tidak dapat mencari uang karena tidak bisa meninggalkan ibunya di rumah. Selama ini mereka mengandalkan penghasilan adik Nanda, Dona (14), yang bekerja menjaga toko dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup. Jika penyakitnya kambuh, Nanda hanya bisa membawa ibunya ke Puskesmas terdekat. Kondisi Ibu Erna semakin menurun karena tidak mau makan. Ia tidak lagi bisa diajak berkomunikasi dengan baik dan susah tidur. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli kebutuhan sehari – hari dan sewa mobil untuk berobat. Sebelumnya Bu Erna telah dibantu pada rombongan  906.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu ernawati menderita Jantung dan TB Paru

Ibu ernawati menderita Jantung dan TB Paru


ERNAWATI TOHIR (41, Jantung dan TB Paru). Alamat : Jalan Beringin 3, RT 3/6, Kelurahan Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Ernawati sebelumnya dirawat selama 3 minggu di RS Fatmawati Jakarta karena sakit jantung dan TB Paru yang dideritanya. Selama ini yang menemani Bu Ernawati berobat adalah anaknya, Nanda (19), karena suaminya telah meninggal 4 tahun lalu. Setelah kondisinya membaik, Bu Ernawati diperbolehkan pulang, ia kembali ke rumah kontrakannya yang terbilang tak cukup layak. Ia semakin kurus dan kini hanya dapat terbaring lemah di tempat tidur. Bu Ernawati dan keluarga sangat kekurangan uang untuk biaya berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari, terlebih lagi harus membayar kontrakan. Nanda pun tidak dapat mencari uang karena tidak bisa meninggalkan ibunya di rumah. Selama ini mereka mengandalkan penghasilan adik Nanda, Dona (14), yang bekerja menjaga toko dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup. Jika penyakitnya kambuh, Nanda hanya bisa membawa ibunya ke Puskesmas terdekat. Setelah beberapa minggu kondisinya terus menurun, Ibu Erna meninggal dunia pada 2 November 2016 saat perjalanan menuju RS Meruya Jakarta. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya pemulasaran jenazah dan kebutuhan sehari – hari anak – anaknya yang kini telah menjadi yatim piatu. Sebelumnya Bu Erna telah dibantu pada rombongan 906 dan pada 30 Oktober 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal :  2 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu ernawati menderita Jantung dan TB Paru

Ibu ernawati menderita Jantung dan TB Paru


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasan dan TB paru sejak  tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta seperti RS Polri Kramat Jati, RS Harapan Kita, RSCM dan RS Persahabatan untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati dicover BPJS tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Ibu Fatmawati telah menjalani pemeriksaan endoskopi dan masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan medis lainnya sebelum menjalani pemasangan alat. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :  25 Oktober 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana anas ramadhan @ririn_restu

Bu fatmawati menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru

Bu fatmawati menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru


HAMSAD RANGKUTI (73, Darah Tinggi, Stroke, Prostat). Alamat : Jalan Bangau 6 No. 268, RT 2/8, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Depok. Lebih dari lima tahun, maestro cerpenis kebanggaan Indonesia, Hamsad Rangkuti (73), menderita darah tinggi dan stroke yang membuat ia lebih banyak menghabiskan hari-harinya di tempat tidur. Pria yang karena karya fenomenalnya telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional ini, kini justru kesulitan keuangan untuk membiayai pengobatannya. Lingkungan rumah Pak Hamsad juga sangat tidak sehat karena berdekatan dengan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS). Antara rumah Pak Hamsad dengan TPSS hanya berjarak tujuh meter dan sampah sering dibiarkan berbulan-bulan, akibatnya seluruh anggota keluarga sering jatuh sakit. Ironisnya, TPSS tersebut dibangun di atas tanah milik Pak Hamsad, namun keluarga tak pernah mendapatkan kompensasi apapun. Keluarga Pak Hamsad sudah menolak tegas pembangunan TPSS ini, merekapun telah mengeluhkan dampak buruknya terutama yang menimpa keluarga pada pemerintah Depok, namun tidak ada hasil. Ditengah sakit yang mendera, Pak Hamsad, yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia ini justru harus akrab dengan bau sampah di rumahnya sendiri. Kondisi tersebut juga membuatnya kini tinggal di rumah besannya di daeran BSD Tangerang Selatan. Saat kurir #sedekahrombongan menjenguk Pak Hamsad ia sedang tertidur dengan selang yang terpasang. Kondisinya semakin menurun, ia tak lagi bisa makan melalui mulut, tidak biasa diajak berbicara bahkan tak mengenali orang-orang di sekitarnya termasuk istrinya. Setiap hari Pak Hamsad menjalani rawat jalan di RS Siloam Tangerang. Bahkan dalam satu hari ia tak hanya kontrol ke dokter spesialis tetapi juga harus menjalani terapi di hari yang sama. Beberapa bulan terakhir Pak Hamsad sering dirawat di rumah sakit karena kondisinya menurun. Pak Hamsad belum menjalani operasi karena ketiadaan biaya dan jikapun operasi dilakukan tingkat keberhasilannya tidak 100 %. Bantuan lanjutan diberikan untuk membantu biaya operasional berobat di rumah sakit. Sebelumnya Pak Hamsad telah dibantu pada rombongan 876. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Pak Hamsad yang telah berkarya dan mengharumkan nama bangsa.

Jumlah Bantuan :  Rp. 2.000.000,-
Tanggal :  4 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

PAk hamsad menderita Darah Tinggi, Stroke, Prostat

PAk hamsad menderita Darah Tinggi, Stroke, Prostat


CICIN MULIANI (39, Typhus dan TB Paru). Alamat : Kampung Sawah Murti, RT 1/2, Kelurahan Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Bu Cicin meninggal pada Rabu, 27 April 2016 di RS. Fatmawati Jakarta. Bu Cicin mempunyai riwayat sakit Typhus dan TB Paru. Awal sakitnya pada 1 bulan yang lalu, Bu Cicin mengalami demam yang tak kunjung turun. Oleh suaminya, Iswan Khoiri (47), Bu Cicin diperiksakan ke Puskesmas. Setelah berobat dari Puskesmas, Kondisinya membaik. Satu minggu kemudian, kondisi Bu Cicin melemah hingga dibawa ke rumah sakit di daerah Parung, Bogor. Karena ketidaktersediaan peralatan, Bu Cicin dirujuk ke UGD RS. Fatmawati pada 25 April 2016. Setelah 6 jam berada di UGD, Bu Cicin dipindahkan ke ruang perawatan Gedung Teratai kelas Isolasi. Menurut pihak dokter Bu Cicin juga terkena TB Paru sehingga perlu penanganan yang itensif. Namun Allah berkehendak lain, Bu Cicin menghembuskan napas terakhirnya pada 27 April 2016. Biaya perawatan di RS Fatmawati menggunakan jaminan umum karena ia tidak mempunyai BPJS. Pak khoiri harus membayar biaya rumah sakit sekitar Rp6.000.000. Pak Khoiri merasa tidak mampu menutupi biaya rumah skait tersebut. Penghasilannya sebagai penjual mainan anak-anak di sekolah-sekolah masih sangat sedikit dan belum lagi beliau harus menutupi kebutuhan 2 anaknya. Oleh karena itu Pak Khoiri membuat surat perjanjian utang yang setiap bulannya harus diangsur. Bantuan dari #sedekahrombongan digunakan untuk membantu membayar cicilan rumah sakit dan operasional keseharian. Sebelumnya Ibu Cicin dibantu pada Rombongan 848.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bu cicin menderita Typhus dan TB Paru

Bu cicin menderita Typhus dan TB Paru


UMI ALFIAH (36, Tumor Pembuluh Darah). Alamat  Jln. Ukir Dalam No. 53, RT 6/13, Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak 2011 lalu, terdapat benjolan pada mata bagian kiri Bu Umi. Dari hasil CT-Scan RSCM Jakarta Bu Umi didiagnosa menderita tumor pembulu darah. Sebelumnya, Bu Umi berdagang sayuran di pasar namun karena gampang lelah, kondisinya sering menurun akhirnya ia tidak bisa lagi berdagang. Sudah beberapa bulan ini ia mengandalkan bantuan dari saudara-saudaranya di kampung dan tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun sempat mengalami depresi karena beberapa bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Ia kebingungan bagaimana menafkahi keempat anaknya dalam kondisi sakit seperti ini. Ia pun sering kebingungan untuk membayar kontrakan karena sudah tidak lagi berdagang. Bu Umi mendapatkan jadwal operasi mata pada 1 Januari 2017. Kondisi Bu Umi semakin memburuk, ia sering merasakan sakit pada matanya dan badannya semakin melemah. Beberapa hari yang lalu ia dirawat di RSUD Cengkareng. Ia masih harus menjalani kontrol rutin dan Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Bu Umi dibantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah


UMI ALFIAH (36, Tumor Pembuluh Darah). Alamat  Jln. Ukir Dalam No. 53, RT 6/13, Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Bu Umi merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Sejak 2011 lalu, terdapat benjolan pada mata bagian kiri Bu Umi. Dari hasil CT-Scan RSCM Jakarta Bu Umi didiagnosa menderita tumor pembulu darah. Sebelumnya, Bu Umi berdagang sayuran di pasar namun karena gampang lelah, kondisinya sering menurun akhirnya ia tidak bisa lagi berdagang. Sudah beberapa bulan ini ia mengandalkan bantuan dari saudara-saudaranya di kampung dan tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun sempat mengalami depresi karena beberapa bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Ia kebingungan bagaimana menafkahi keempat anaknya dalam kondisi sakit seperti ini. Ia pun sering kebingungan untuk membayar kontrakan karena sudah tidak lagi berdagang. Bu Umi mendapatkan jadwal operasi mata pada 1 Januari 2017. Kondisi Bu Umi semakin memburuk, ia sering merasakan sakit pada matanya dan badannya semakin melemah bahkan sempat dirawat di RSUD Cengkareng. Bu Umi masih rutin berobat jalan sambil menjalani serangkaian pemeriksaan untuk persyaratan operasi yang beberapa bulan lagi akan dilaksanakan. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Bu Umi dibantu pada Rombongan 905 dan pada 16 Oktober 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah


NATHAN LEVINE SUWANTO (2, Bocor Jantung). Alamat: Jln. Ukir Dalam No. 54, RT 6/13, Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Nathan adalah anak pertama dari Bu Sisca (28) dan Pak Wawan (30) yang bekerja sebagai supir pribadi. Sejak Nathan lahir sudah ada kelainan pada hidungnya dimana warna hidungnya terlihat kebiru-biruan tidak seperti bayi pada umumnya. Nathan didiagnosis menderita kelainan jantung dan berobat di RSCM Jakarta. Kekurangan gizi membuat tumbuh kembang Nathan terhambat : ia belum bisa berjalan, berbicara dan mendengar. Nathan kini menggunakan alat bantu dengar dan masih harus menjalani terapi. Ia sudah dapat berdiri tegak dan mendengar lebih baik namun masih harus belajar berjalan. Nathan dijadwalkan menjalani rawat jalan di RS Harapan Kita untuk memeriksakan kondisi jantungnya. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk oerasional berobat ke RS Harapan Kita. Sebelumnya Nathan dibantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Nathan menderita Bocor Jantung

Nathan menderita Bocor Jantung


NATHAN LEVINE SUWANTO (2, Bocor Jantung). Alamat: Jln. Ukir Dalam No. 54, RT 6/13, Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Nathan adalah anak pertama dari Bu Sisca (28) dan Pak Wawan (30) yang bekerja sebagai supir pribadi. Sejak Nathan lahir sudah ada kelainan pada hidungnya dimana warna hidungnya terlihat kebiru-biruan tidak seperti bayi pada umumnya. Nathan didiagnosis menderita kelainan jantung dan berobat di RSCM Jakarta. Kekurangan gizi membuat tumbuh kembang Nathan terhambat : ia belum bisa berjalan, berbicara dan mendengar. Nathan kini menggunakan alat bantu dengar dan masih harus menjalani terapi. Ia sudah dapat berdiri tegak dan mendengar lebih baik namun masih harus belajar berjalan. Nathan saat ini dirawat di RSUD Cengkareng karena mengalami memar di kepala belakang dan muntah berkepanjangan akibat jatuh dan kepala belakangnya terbentur dengan keras. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk oerasional selama Nathan dirawat di RSUD Cengkareng. Sebelumnya Nathan dibantu pada Rombongan 905 dan pada 16 Oktober 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Nathan menderita Bocor Jantung

Nathan menderita Bocor Jantung


REZA AFIF FIRDAUS (1, Tumor Ganas Testis). Alamat : Pedongkelan Depan No. 36, RT 4/6, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Reza adalah anak dari Pak Drajad (43) yang keseharianya berjualan bubur dan Ibu Jarwi (32) yang keseharianya mengurus Reza yang tengah sakit. Sejak bayi Reza sudah mengidap penyakit tumor testis. Kondisi tersebut membuat kedua orang tua Reza kebingungan, karena harus mendampingi anaknya yang harus berobat ke RSUD Cengkareng dan RSCM Jakarta. Jika sedang mendampingi Reza berobat, Pak Drajad terpaksa tak berjualan padahal ia masih harus memenuhi kebutuhan kedua kakak Reza yang masih sekolah. Saat ini Reza telah menjalani kemoterapi yang ke-4, meski menggunakan BPJS, untuk kemoterapi kali ini ada obat yang harus dibeli yang tidak ditanggung BPJS. Reza masih harus menjalani kemoterapi. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk berobat dan membelli obat yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Reza dibantu pada Rombogan 905.

Jumlan Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Reza menderita Tumor Ganas Testis

Reza menderita Tumor Ganas Testis


REZA AFIF FIRDAUS (1, Tumor Ganas Testis). Alamat : Pedongkelan Depan No. 36, RT 4/6, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Reza adalah anak dari Pak Drajad (43) yang keseharianya berjualan bubur dan Ibu Jarwi (32) yang keseharianya mengurus Reza yang tengah sakit. Sejak bayi Reza sudah mengidap penyakit tumor testis. Kondisi tersebut membuat kedua orang tua Reza kebingungan, karena harus mendampingi anaknya yang harus berobat ke RSUD Cengkareng dan RSCM Jakarta. Jika sedang mendampingi Reza berobat, Pak Drajad terpaksa tak berjualan padahal ia masih harus memenuhi kebutuhan kedua kakak Reza yang masih sekolah. Saat ini menjalani kemoterapi pasca pengangkatan tumor di testisnya. Ia telah menjalani 6 sesi kemoterapi yang membuat kulitnya menghitam. Setelah menjalani serangkaian kemoterapi dan pemeriksaan USG, masih tersisa sel tumor yang harus dibersihkan dengan rangkaian kemoterapi 6 sesi lagi. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional kemoterapi ke RSCM Jakarta. Sebelumnya Reza dibantu pada Rombogan 905 dan pada 16 Oktober 2016.

Jumlan Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Reza menderita Tumor Ganas Testis

Reza menderita Tumor Ganas Testis


SELLA UMI SALAMAH (3, Komplikasi Jantung + Katarak + Rubella Kongenital). Alamat : Perum Taman Raya Rajeg, B 11/32, RT 4/7, Mekar Sari Rajeg, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Sella anak ke-2 dari pasangan Bu Ristiwana (38) dan Pak Bustomi (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Sejak lahir Sella mengalami kelainan jantung bocor, kemudian berobat ke RS Harapan Kita Jakarta. Beberapa kali berobat di RS Harapan Kita, kemudian diketahui bahwa Sella mengidap penyakit lainya, yaitu, katarak di kedua matanya dan juga terkena virus rubella kongenital atau infeksi virus yang menyebabkan campak jerman. Dikarenakan penyakitnya butuh penanganan yang lebih serius, akhirnya Sella dirujuk ke RSCM Jakarta untuk penanganan lebih lanjut. Kejadian tersebut jelas membuat keluarganya bingung, karena keterbatasan biaya. Walaupun Sella pengguna Jamkesda yang sudah sangat membantu  pengobatanya, tetapi tetap saja mereka harus mengeluarkan biaya, yaitu ongkos ke rumah sakit dan biaya obat yang tidak ditanggung Jamkesda, disamping itu juga Sella harus rutin membeli susu yang harganya cukup mahal. Kondisi Sella belum menunjukkan adanya perkembangan yang baik dan semakin memburuk. Baru – baru ini Sella mengalami gatal di seluruh tubuhnya yang menimbulkan bentol – bentol. Rencananya Sella akan dibawa ke dokter spesialis kulit untuk memastikan kondisinya namun orang tuanya tak memilliki uang untuk berobat. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli susu. Sebelumnya Sella dibantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Sella menderita Komplikasi Jantung + Katarak + Rubella Kongenital

Sella menderita Komplikasi Jantung + Katarak + Rubella Kongenital


MISKA AULIA (3, Rubella Kongenital Syndrom). Alamat : Kapuk Pulo, RT 6/10, Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Anak ke-3 dari pasangan Pak Saripudin dan Ibu Musripah ini mengalami  Rubella Kongenital Syndrom yang menyebabkan kecacatan lahir yang dialami Miska. Ia menderita kelainan pada mata kanannya yang mulanya didiagnosis katarak. Selain itu ia juga menderita kelainan jantung bawaan jenis PA VSD. RSUD Cengkareng tempat awal Miska berobat merujuknya ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita dilakukan kateterisasi untuk persiapan operasi bedah thorax yang masih dalam penjadwalan. Sambil menunggu jadwal operasi, Miska dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan penunjang penyakit kataraknya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinyatakan Miska memerlukan lensa mata yang tidak dicover BPJS. Alhamdulillah Miska dapat memiliki lensa mata tersebut dan kini sudah bisa bermain seperti anak-anak normal lainya. Saat ini Miska masih menunggu jadwal untuk tindakan operasi untuk jantungnya. Belakangan ini ia sering sesak napas dan mudah lelah. Miska masih harus rawat jalan rutin, namun untuk kebutuhan berobat terasa berat bagi Pak Saripudin yang bekerja sebagai buruh konveksi dengan penghasilan yang sangat kecil. Oleh karena itu #SedekahRombongan menjadikan Miska sebagai pasien dampingan agar ia dapat terus berobat. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Miska di bantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Miska menderita Rubella Kongenital Syndrom

Miska menderita Rubella Kongenital Syndrom


ALFAN KURNIAWAN (1, Celebral Palsy). Alamat : Kapuk Pulo, RT 10/2, Kel. Kapuk Cengkareng, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Alfan anak sulung dari pasangan Bu Sani (22) dan Pak Iwan (23) yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Sejak lahir Alfan sudah terdiagnosis Celebral Palsy dan sampai saat ini ia berobat di RSUD Cengkareng. Alfan sering kejang-kejang disertai melemasnya badan dan otot-otot. Di usianya yang hampir 2 tahun Alfan hanya terbaring lemas, berat badan kurang dan cenderung gizi buruk. Alfan berobat menggunakan BPJS kelas 3, namun orang tua Alfan kesulitan untuk ongkos ke RSUD dan untuk membeli susu karena penghasilan Pak Iwan yang tidak mencukupi untuk keperluan Alfan. Kondisi Alfan sering memburuk dan demam tinggi bahkan ia telah dirawat inap di RSUD sebanyak 3 kali. Ia masih harus rawat jalan rutin agar kondisinya semakin membaik. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu dan operasional berobat ke RSUD Cengkareng. Sebelumnya Alfan dibantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Alfan menderita Celebral Palsy

Alfan menderita Celebral Palsy


ALFAN KURNIAWAN (1, Celebral Palsy). Alamat : Kapuk Pulo, RT 10/2, Kel. Kapuk Cengkareng, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Alfan anak sulung dari pasangan Bu Sani (22) dan Pak Iwan (23) yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Sejak lahir Alfan sudah terdiagnosis Celebral Palsy dan sampai saat ini ia berobat di RSUD Cengkareng. Alfan sering kejang-kejang disertai melemasnya badan dan otot-otot. Di usianya yang hampir 2 tahun Alfan hanya terbaring lemas, berat badan kurang dan cenderung gizi buruk. Alfan berobat menggunakan BPJS kelas 3, namun orang tua Alfan kesulitan untuk ongkos ke RSUD dan untuk membeli susu karena penghasilan Pak Iwan yang tidak mencukupi untuk keperluan Alfan. Belakangan ini Alfan sering kejang – kejang dan panas tinggi dalam waktu yang cukup lama bahkan hingga harus dirawat. Bebebrapa waktu lalu Alfan menjalani pemeriksaan CT-Scan atas rujukan dokter untuk mengetahui kenapa ia sering mengalami demam mendadak dan kejang hingga tak sadarkan diri. Ia masih menjalani fisioterapi untuk mengatasi permasalahan tumbuh kembangnya. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu dan operasional berobat ke RSUD Cengkareng. Sebelumnya Alfan dibantu pada Rombongan 905 dan pada 10 Oktober 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Alfan menderita Celebral Palsy

Alfan menderita Celebral Palsy


HARUN AL- RASYID (9, Celebral Palsy). Alamat : Jalan H Jairi, RT 5/2, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Harun anak pertama dari Bu Samidah (46) yang bekerja sebagai tukang jahit dan Pak Mujiono (47) yang tidak bisa bekerja karena kendala fisik yang sudah tidak mendukung. Saat berusia 2 bulan Harun sakit demam, kejang kemudian dirawat di rumah sakit. Hingga saat ini, Harun masih sering mengalami kejang sehingga mengakibatkan tubuhnya lemas dan tidak dapat melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Di usianya kini ia hanya bisa berguling dan semua aktivitas tergantung pada orang tuanya. Harun berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia pun berobat dibantu dengan BPJS. Harun saat ini menjalani terapi alternatif di RS swasta di daerah Kapuk dua kali dalam seminggu untuk melatih organ geraknya yang masih kaku dan sulit untuk digerakkan. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional terapi rutin. Sebelumnya Harun dibantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

harun menderita Celebral Palsy

harun menderita Celebral Palsy


HARUN AL- RASYID (9, Celebral Palsy). Alamat : Jalan H Jairi, RT 5/2, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Harun anak pertama dari Bu Samidah (46) yang bekerja sebagai tukang jahit dan Pak Mujiono (47) yang tidak bisa bekerja karena kendala fisik yang sudah tidak mendukung. Saat berusia 2 bulan Harun sakit demam, kejang kemudian dirawat di rumah sakit. Hingga saat ini, Harun masih sering mengalami kejang sehingga mengakibatkan tubuhnya lemas dan tidak dapat melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Di usianya kini ia hanya bisa berguling dan semua aktivitas tergantung pada orang tuanya. Harun berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia pun berobat dibantu dengan BPJS. Meski pengobatan ditanggung BPJS, orang tua Harus masih menghadapi kendala ongkos pulang pergi ke RSUD Cengkareng untuk fisioterapi yang harus dilakukan dengan rutin. Saat ini Harun masih menjalani fisioterapi rutin dan sudah mulai mengalami sedikit perkembangan meski belum signifikan. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan terapi rutin. Sebelumnya Harun dibantu pada Rombongan 905 dan pada 10 Oktober 2016.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

harun menderita Celebral Palsy

harun menderita Celebral Palsy


YANI BIN ADJAN (50, Glaucoma). Alamat: Jln. Ukir Dalam, RT 6/13, Kec. Cengkareng Timur, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Bu Yani berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia tinggal di kontrakan sepetak bersama sang ayah yang sudah sangat sepuh, Pak Adjan (80). Sejak 3 tahun lalu, kedua mata Bu Yani memerah, ia lalu berobat ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Cengkareng untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD akhirnya ia didiagnosis menderita Glaucoma (sejenis katarak). Bu Yani kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bu Yani berobat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Yani tidak bekerja, ia pun belum menikah. Selama ini ia dibantu oleh tetanganya. Kondisi saat ini Bu Yani sama sekali tidak bisa melihat dan tumbuh benjolan di bagian leher yang belum pernah ia periksakan. Pengobatan untuk matanya pun sempat tertunda karena tidak memeliki uang untuk ongkos ke RSCM. Setelah menjalani pengobatan di RSCM, Bu Yani memutuskan untuk berobat secara alternatif karena menurut dokter penyakitnya sulit disembuhkan. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membayar kontrakan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Bu Yani dibantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

ibu yani menderita Glaucoma

ibu yani menderita Glaucoma


YANI BIN ADJAN (50, Glaucoma). Alamat: Jln. Ukir Dalam, RT 6/13, Kec. Cengkareng Timur, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Bu Yani berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia tinggal di kontrakan sepetak bersama sang ayah yang sudah sangat sepuh, Pak Adjan (80). Sejak 3 tahun lalu, kedua mata Bu Yani memerah, ia lalu berobat ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Cengkareng untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD akhirnya ia didiagnosis menderita Glaucoma (sejenis katarak). Bu Yani kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bu Yani berobat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Yani tidak bekerja, ia pun belum menikah. Selama ini ia dibantu oleh tetanganya. Kondisi saat ini Bu Yani sama sekali tidak bisa melihat dan tumbuh benjolan di bagian leher yang belum pernah ia periksakan. Pengobatan untuk matanya pun sempat tertunda karena tidak memeliki uang untuk ongkos ke RSCM. Setelah menjalani pengobatan di RSCM, Bu Yani memutuskan untuk berobat secara alternatif karena menurut dokter penyakitnya sulit disembuhkan. Setelah berobat ke alternatif kondisi Bu Yani semakin membaik, benjolan di leher semakin mengecil. Ia masih berikhtiar secara medis untuk penyakit kataraknya. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Bu Yani dibantu pada Rombongan 905 dan pada 10 Oktober 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

ibu yani menderita Glaucoma

ibu yani menderita Glaucoma


MTSR PATI (K 8502 VA, Biaya Operasional Bulan Agustus 2016). Sejak Juli tahun 2016, #SedekahRombongan Pati dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi daerah sekitar Pantura Timut yang mencakup daerah Pati, Blora dan Rembang tentu saja MTSR membutuhkan tenaga prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SedekahRombongan maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Pati. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan biaya operasional bulan Agustus 2016. Biaya operasional digunakan untuk membeli pertamax, membayar biaya service mobil rutin perbulan, mengingat pada awal-awal penggunaan MTSR dirasa kurang maksimal karena sering rusak, jadi pada servicenya diutamakan sesering mungkin agar enak dirasakan pasien untuk perjalanan pengantara pasien yang harus dirujuk di Semarang maupun di Solo.
Insya Allah, MTSR Pati akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Pati dan pasien miskin dari wilayah lain di Pati.

Jumlah Bantuan : Rp.10.000.000,-
Tanggal : 05 November 2016
Kurir : @dewa_popfmpati Guntur

Biaya operasional digunakan untuk membeli pertamax, membayar biaya service mobil rutin perbulan

Biaya operasional digunakan untuk membeli pertamax, membayar biaya service mobil rutin perbulan


RETNO PATI  (42, Diabetes + TBC). Alamat : Desa Alasdowo, RT 3/4, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Pak Retno sudah lama beliau merantau ke Jakarta untuk mencoba peruntungan nasib. Tetapi setahun yang lalu, kesehatan beliau mulai menurun dan sering sakit-sakitan. Karena Pak Retno disana hanya sebagai karyawan kontrak, maka beliau pun tidak mendapatkan fasilitas kesehatan dari pabrik. Oleh karena itu, beliau lama tidak memeriksakan kondisi tubuhnya dan menunggu cukup biaya untuk periksa ke dokter. Setelah biaya terasa cukup Pak Retno memeriksakan kondisinya ke dokter dan dari hasil pemeriksaannya, Dokter menyatakan bahwa beliau terkena penyakit Tuberculosis (TBC) dan Diabetes. Setelah itu, karena keterbatasan biaya Pak Retno hanya melakukan pengobatan di Puskesmas terdekat tetapi belum juga ada perkembangan dari kondisinya. Bahkan ketika bulan Ramadhan kemarin karena ingin bisa berkumpul dengan keluarga, beliau memaksakan untuk pulang dengan menumpang truk karena ketiadaan biaya. Kondisi Pak Retno pun semakin menurun karena perjalanan yang ditempuh 2 kali lebih lama disebabkan kondisi jalanan yang macet dimana-mana. Beberapa hari setelah setibanya dirumah, beliau barulah dibawa ke Rumah Sakit Umum di Jepara oleh tetangganya agar bisa segera mendapatkan perawatan. Dan selama 4 hari beliau dirawat di Rumah Sakit dan setelah dinyatakan kondisinya mulai membaik Pak Retno akhirnya diijinkan untuk pulang. Tetapi karena kurangnya biaya, beliau tidak bisa melakukan kontrol secara rutin ke Rumah Sakit. Sebelumnya beliau adalah satpam komplek pergudangan di Jakarta, dan seorang tulang punggung keluarga. Sedangkan Sugeng Jamroni (15) anak semata wayangnya yang sekarang duduk dibangku sekolah kelas IX di Sekolah Menengah Pertama Negari (SMPN) 1 Dukuhseti yang sejak kacil dirawat oleh Mbah Jamroni (75) ibu Pak Retno. Karena kondisi Pak Retno yang belum sembuh dan belum bisa bekerja, Mbah Kemirah lah yang merawat beliau. Dan untuk pengobatannya, beliau mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) ketika Pak Retno dirawat di Rumah Sakit. Dan sekarang, untuk kebutuhan sehari-hari beliau mengandalkan Mbah Kemirah dan  bantuan dari tetangga sekitar karena beliau sakit dan tidak lagi bekerja. Kurir #SedekahRombongan pun ikut merasakan kesulitan yang beliau derita. Dengan membawa titipan dari para Sedekaholics, Kurir #SedekahRombongan datang bersilaturahmi dan sekaligus memberikan Bantuan kepada Pak Retno. Semoga dengan Bantuan yang diberikan bisa membantu beliau memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 02 Oktober 2016
Kurir : @dewa_popfmpati @N_Jidda

Ibu retno menderita Diabetes + TBC

Ibu retno menderita Diabetes + TBC


ELLA DWI ANGGRAINI (19, Retinoblastoma). Alamat: Dusun Ngampel, RT 2/3, Desa Doroampel, Kecamatan Sumber Gempol , Kabupaten Tulungagung , Provinsi Jawa Timur. Saat Ella berusia 5 tahun keluar benjolan kecil di mata sebelah kanan yang semakin membesar. Sempat diperiksakan ke RSU Sutomo Surabaya dan dokter pun mendiagnosa kalau Ella terkena retinoblastoma atau tumor ganas pada mata. Ella pun juga sempat mencoba pengobatan alternatif namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya pada pertengahan bulan 2012 lalu tepatnya bulan juni kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ella. 12 November 2012 yang lalu Ella menjalani  operasi pengangkatan bola mata di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang. Kondisi Ella saat ini sudah membaik dan kontrol apabila ada keluhan. Terakhir kali, Ella telah kontrol di RSI Aisyah pada 10 Oktober 2016. Ella ikut dan dibesarkan oleh Bapak Atim (57), kakeknya dan Ibu Surnami (48) sebagai neneknya. Pekerjaan kakek dan neneknya ialah berjualan sayur di pasar serta rokok dan kacang rebus pada malam hari. Dengan penghasilan Rp 30.000 sampai Rp 50.000 per hari, yang hanya cukup untuk mencukupi makan sehari-hari. Keadaan seperti itu dirasa sulit untuk kakek dan nenek Ella untuk berobat ke rumah sakit. Selain itu Ella tidak mempunyai fasilitas kesehatan apapun. Bantuan pun tersampaikan untuk Ella yang dialokasikan untuk biaya kontrol ke Rumah Sakit, transportasi ke Rumah Sakit dan transportasi Tulungagung-Malang. Bantuan sebelumnya masuk dalam nomor rombongan 835. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang ditanggung keluarga saat ini dan kondisi Ella semakin membaik. Aamin

Jumlah Bantuan : Rp 1.029.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Ibu ella menderita Retinoblastoma

Ibu ella menderita Retinoblastoma


SALSA SOFIATUN HALIMAH (3, Talasemia). Alamat: Dusun Winony, RT 1/2, Desa Dono, Kecamatan Sendong, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Kabar sedih bertambah saat awal mula sakit yang diderita Salsa yaitu perutnya yang membesar, disusul dengan terjadinya komplikasi kelainan darah. Sampai akhirnya Salsa divonis terkena menderita Talasemia. Bulan-bulan sebelumnya Salsa harus menjalani pengobatan rutin di poli anak Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Alhamdulillah mulai pertengahan bulan Juli 2016 Salsa tidak perlu jauh-jauh ke Malang untuk berobat karena telah dirujuk di RS Tulungagung karena kondisinya membaik. Salsa merupakan putri ke-4 dari 5 bersaudara. Ibu Rubiah (33) sebagai ibu Salsa mendpatkan pengahsilan dengan menitipkan kerupuk di toko-toko. Ibu Rubiah banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nya sendiri karena suami beliau tidak ada sudah hampir 2 tahun ini, padahal masih ada 2 kakak Salsa juga yang masih memerlukan biaya banyak untuk sekolah dan biaya hidup. Bantuan kali ini digunakan untuk uang saku membantu kehidupan sehari-hari Salsa dan keluarga. Salsa telah memiliki kartu BPJS kelas III sebagai layanan kesehatannya. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan KU dan transportasi. Santunan sebelumya telah tercatat dalam nomor rombongan 884. Semoga Salsa segera sembuh kembali seperti pertengahan bulan kemarin, aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori @nay_munaa

Salsa menderita Talasemia

Salsa menderita Talasemia


KASIANI BINTI NITIGIMAN (43, Kanker Leher Rahim + Patah Tulang Tangan Kiri). Alamat: Dusun IV, RT 10/4, Desa Karangrejo, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Beliau merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak 2014. Pada 5 tahun lalu Bu Kasiani mengalami kecelakaan yang mengakibatkan lengan atas sebelah kiri beliau patah. Bu Kasiani sudah memeriksakan lengan kirinya, namun beliau tidak berani untuk melakukan operasi dan hanya menjalani terapi pijat urut. Setelah berjalan 4 tahun Bu Kasiani merasakan sakit pada bagian pinggang beliau terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin. Setelah di USG ditemukanlah sel kanker pada leher rahim beliau. Kemudian beliau disarankan untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemoterapi di Rumah Sakit Palembang. Namun, beliau mengurungkan niatnya karena disarankan pihak keluarga untuk menjalani kemoterapi di Malang. Alhamdulillah setelah kemoterapi,  sekarang kondisi Bu Kasiani semakin membaik. Pada saat selesai kemoterapi yang terakhir, Bu Kasiani disarankan dokter untuk melakukan operasi pada lengan kiri beliau dan beliau menerima saran dari dokter. Pada awal bulan Oktober, Bu Kasiani telah menjalani operasi pada lengan tangan kirinya. Alhamdulillah operasi yang di jalani oleh beliau berjalan sangat lancar dan disarankan oleh dokter untuk mengkonsumsi susu yang mengandung kalsium. Bu Kasiani pun rutin menjalani kontrol dan pada akhir bulan Oktober beliau menjalani angkat jahitan dan pelepasan perban. Untuk saat ini Bu Kasiani menjalani latihan menggenggam agar tulang beliau tidak kaku dan supaya menjadi kuat. Saat ini beliau bersama suaminya Bapak Lil Aswardi (45) tinggal di rumah Rumah Singgah Sedekah Rombongan. Beliau mempunyai 2 orang anak bernama Edwin (19) dan Ani Rahayu (11) yang tetap tinggal di Muara Enim. Sebelum sang istri sakit, Bapak Lil bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Dengan adanya fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III yang dimiliki beliau, sedikit meringankan biaya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung oleh BPJS. Santunan kembali kurir #SedekahRombangan sampaikan kepada beliau untuk transportasi ke Rumah Sakit, membeli susu dan obat-obatan yang tidak di tanggung BPJS. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 906. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mendoakan keberkahan untuk Sedekaholics serta kurir #SedekahRombongan. Semoga Bu Kasiani lekas mendapatkan kesembuhan dan bisa menggunakan tangan kiri beliau dengan normal. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp. 715.770,-
Tanggal : 29 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @nay_munaa

Ibu kasiani menderita Kanker Leher Rahim + Patah Tulang Tangan Kiri

Ibu kasiani menderita Kanker Leher Rahim + Patah Tulang Tangan Kiri


SUPARTIYATUL BINTI SADI (48, Kolesterol + Asam Urat). Alamat: Dusun Sukolilo, RT 19/7, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sejak 2014, Bu Supartiyatul mulai merasakan kepala beliau yang sering pusing dan tubuh yang terasa berat untuk bergerak. Tapi beliau menganggapnya sudah biasa dan tidak segera diperiksakan. Lama kelamaan beliau merasa kondisinya semakin melemah dan dirasakan sakit pada persendian lutut beliau saat di pagi hari. Mengetahui kondisi beliau yang semakin melemah, keluarga pun membawa Bu Supartiyatul untuk diperiksakan ke dokter desa setempat. Beliau pun di sarankan untuk kontrol lagi jika obat yang telah diresepkan oleh dokter sudah habis. Untuk saat ini beliau hanya bisa tidur di atas tempat tidur karena tidak kuat lagi untuk berdiri. Suami beliau, Kasianto (47) yang bekerja sebagai buruh tani dengan gaji sekitar tiga puluh ribu per hari, sementara Ibu Supartiyatul sebagai ibu rumah tangga biasa. Beliau belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Keinginan beliau untuk kembali sehat sangat tinggi, tapi keterbatasan biaya untuk berobat, baik transportasi maupun uang saku menjadi kendala beliau. Alhamdulillah bertemu dengan kurir #SedekahRombongan Malang sehingga memudahkan beliau untuk segera berobat. Semoga Ibu Supartiyatul bisa segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz Eko @nay_munaa

Ibu supriyatul menderita Kolesterol + Asam Urat

Ibu supriyatul menderita Kolesterol + Asam Urat


SAID ALI JOYONINGRAT (7, Alergi Debu, Angin, dan Matahari). Alamat: Merpati 1 Perumahan Patal 34, RT 1/1, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Awalnya muncul kemerahan di mata, sampai 2 minggu berlalu. Sehingga keluarga membawanya ke dokter hingga berjalan pengobatan 2 bulan. Kalau Ali sering terkena angin, debu dan cahaya yang terus menerus kornea matanya yang berwarna putih menjadi cokelat, lama-kelamaan tumbuh daging di mata. Saat ini dikhawatirkan kondisi matanya sering memerah jika bermain di ruang terbuka. Alm Suharlan M. Shodiq merupakan nama ayah Ali yang telah meninggal, sementara ibunya Millah Khuluqi (35) berprofesi sebagai guru ngaji. Fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III yang telah dimiliki Ali pun belum mampu menyokong biaya pengobatannya yang harus intensif, apalagi pendapatan ibu Ali yang juga minimum. Kurir #SedekahRombongan Malang yang bertemu dengan Ali pun membantunya untuk membeli kacamata, transportasi dan kebutuhan berobat. Semoga kondisi Ali semakin membaik. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz Poppy @nay_munaa

Pak said menderita Alergi Debu, Angin, dan Matahari

Pak said menderita Alergi Debu, Angin, dan Matahari


GINEM BINTI KASRO (76, Infeksi di Kaki Kiri). Alamat: Jalan Sawojajar GG19/50G, RT 2/4, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedung Kandang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tiga bulan lalu kaki beliau digigit serangga, lalu membengkak di kedua kaki, tangan, dan wajah. Ditambah lagi kaki kiri tergores knalpot motor dan luka, lama-kelamaan tambah besar dan bernanah. Ibu Ginem juga menderita darah tinggi, sudah berobat 4x ke dokter umum dan tidak kunjung sembuh. Tidak adanya pendamping untuk ke rumah sakit menyebabkan beliau belum pernah ke Rumah Sakit. Bagian luka sekarang ini menimbulkan rasa sakit, Ibu Ginem pun terbatas dalam berjalan karena sering pusing, kulitnya pun gampang terluka. Sekarang Ibu Ginem tinggal bersama anaknya, Bambang Sumiko (46) yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan gaji satu juta rupiah perbulan, serta menantunya, Ria Mahmudiyah (30) yang bekerja penjahit dan penjaga kantin. Sementara suami beliau, Bapak Kasro telah meninggal. BPJS kelas III adalah fasilitas kesehatan yang dimiliki Ibu Ginem. Kendala yang dihadapi beliau ialah tidak adanya biaya untuk pergi berobat, sampai dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan Malang untuk membantu beliau. Semoga Ibu Ginem bisa segera sembuh. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc @m_rofii11

Bu ginem menderita Infeksi di Kaki Kiri

Bu ginem menderita Infeksi di Kaki Kiri


MARWAH HABIBATUN NISA (6, Hidrosefalus). Alamat : Jln. BGN 3, RT 7/2 Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Marwah adalah anak dari pasangan Bu Jamilah (30) dan Pak Asep (40) yang keseharianya berdagang tahu di Pasar Cengkareng. Marwah terlahir sehat, namun saat berusia 3 bulan ia sama sekali tidak bisa menangis hingga akhirnya dibawa ke RSUD Cengkareng dan didiagnosis ada cairan berlebih di otak yang disebabkan oleh sepsis atau infeksi. Sampai saat ini Marwah sudah menjalani 3 kali operasi pemasangan selang di kepala untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Pak Asep sangat kebingungan untuk operasional berobat Marwah meski sudah menggunakan BPJS, karena penghasilannya hanya bisa untuk makan dan membayar sewa rumah saja. Marwah akan dijadwalkan menjalani operasi tulang kakinya di RSUD Cengkareng. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat rutin. Sebelumnya Marwah telah dibantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

marwah menderita Hidrosefalus

marwah menderita Hidrosefalus


MARWAH HABIBATUN NISA (6, Hidrosefalus). Alamat : Jln. BGN 3, RT 7/2 Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Marwah adalah anak dari pasangan Bu Jamilah (30) dan Pak Asep (40) yang keseharianya berdagang tahu di Pasar Cengkareng. Marwah terlahir sehat, namun saat berusia 3 bulan ia sama sekali tidak bisa menangis hingga akhirnya dibawa ke RSUD Cengkareng dan didiagnosis ada cairan berlebih di otak yang disebabkan oleh sepsis atau infeksi. Sampai saat ini Marwah sudah menjalani 3 kali operasi pemasangan selang di kepala untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Pak Asep sangat kebingungan untuk operasional berobat Marwah meski sudah menggunakan BPJS, karena penghasilannya hanya bisa untuk makan dan membayar sewa rumah saja. Marwah akan dijadwalkan menjalani operasi tulang kakinya di RSUD Cengkareng. Di sela pengobatannya Marwah juga menjalani terapi alternatif di RS Kapuk yang dilaksanakan seminggu dua kali namun biayanya tidak ditanggung BPJS. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat rutin dan terapi. Sebelumnya Marwah telah dibantu pada Rombongan 905 dan pada 10 Oktober 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

marwah menderita Hidrosefalus

marwah menderita Hidrosefalus


MAHMUDIN BIN FULAN (46, Patah Tulang + Buta). Alamat : Kp. Solear, RT 4/4, Desa Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Suami dari Ibu Dahlia (40) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini sehari – harinya bekerja sebagai kuli bangunan. Pada awal tahun 2015, Pak Mahmud mengalami kecelakaan saat sedang bekerja di sebuah proyek pembangunan di Makasar, Sulawesi Selatan. Pak Mahmud terjatuh dari lantai 3 hingga mengalami patah tulang pada kakinya dan tidak bisa berjalan selama beberapa bulan. Pada awal tahun 2016, ia kembali bekerja meski dengan kondisi kaki yang belum 100% sembuh. Pak Mahmud kembali berhenti bekerja karena ia tidak dapat melihat selama 3 bulan. Dokter menyarankan agar segera dilakukan tindakan operasi pada matanya, namun meski Pak Mahmud sudah memiliki BPJS kelas 3, ia tidak memiliki uang untuk transportasi ke rumah sakit karena sudah tak lagi bekerja. Akhirnya dengan terpaksa Pak Mahmud meminjam uang pada tetangganya. Alhamdulillah tetangganya membantunya berobat karena istrinya harus bekerja di rumah majikannya yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Alhamdulillah, tetangga Pak Mahmud pun peduli dan menginformasikan kondisi Pak Mahmud kepada #SedekahRombongan hingga ia kini menjadi pasien dampingan. Kondisi Pak Mahmud sudah mulai membaik, mata kirinya pun sudah bisa melihat walaupun belum terlalu jelas. Saat ini ia menunggu jadwal operasi mata kanannya yang akan dilaksanakan di RSUD Balaraja Banten. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi guna menjalani kontrol rutin. Sebelumnya Pak Mahmud dibantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Pak mahmudin menderita Patah Tulang + Buta

Pak mahmudin menderita Patah Tulang + Buta


AI HANIFAH (27, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Nagrog, RT 3/7, Curug Wetan, Curug, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Satu tahun yang lalu Ibu Hanifah mulai merasakan ada benjolan di payudara kanannya, namun ia tidak mempedulikan benjolan itu yang kian lama membesar dan didiagnosa kanker payudara. Ibu Hanifah hars rutin berobat dua minggu sekali. Beberapa minggu terakhir kondisi Bu Hanifah menurun, payudaranya kembali membesar setelah sempat mengecil dan siap untuk dioperasi. Operasi akhirnya ditunda kembali menunggu kondisi Bu Hanifah membaik. Bu Hanifah harusnya rutin menjalani kemoterapi sebulan dua kali, namun ketiadaan biaya membuat ia tak pernah kontrol lagi karena suaminya, Pak Sofyan yang tadinya bekerja sebagai supir serabutan kini tidak lagi bisa bekerja karena harus merawat Bu Hanifah. Setelah pengobatan terhenti dua bulan kondisi Bu Hanifah kembali menurun, payudaranya makin membesar. Kini Bu Hanifah kembali dirawat, untuk itu ia membutuhkan bantuan untuk operasional berobat. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Bu hanifah sebelumnya telah dibantu pada Rombongan 886.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur @ririn_restu.

Ibu ai menderita Kanker Payudara

Ibu ai menderita Kanker Payudara


NURHADI ARIYANTO (37, Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus). Alamat : Pondok Arum Blok B7, Kel. Nambo Jaya Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pada Kamis, 5 November 2015 tepatnya pada pukul 15.00 WIB, Nurhadi terkena ledakan tabung kompresor di halaman rumahnya. Ledakan tersebut hingga mengenai bagian matanya dan menyebabkan luka yang cukup parah. Oleh tetangganya Nurhadi langsung dilarikan ke RSU Tangerang dan pihak rumah sakit menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi, namun di RSU Tangerang tidak ada peralatan medis yang memadai untuk dilakukan operasi mata. Setelah berpindah-pindah ke lebih dari dua rumah sakit dan berdasarkan saran dokter, Nurhadi dirujuk ke rumah sakit khusus mata RS Aini. Di RS Aini operasi dapat dilakukan namun biaya yang dibutuhkan sangat besar. Biaya operasi diperkirakan sekitar Rp. 30.000.000,- itupun belum termasuk obat-obatan dan ruang rawat inap. Mengingat penghasilan Suami dari Suryanti (32) ini sebagai buruh lepas/serabutan tidak menentu, ia tak mampu membiayai operasi tersebut. Bu Suryanti pun sudah menjadi tukang urut untuk menambah-nambah penghasilan keluarga. Akhirnya Pak Nurhadi mencari pinjaman untuk membiayai operasinya dan masih tersisa utang hingga sekarang. Pada Selasa, 10 November 2015, Nurhadi mendapat tindakan operasi. Secara fisik, bentuk kelopak mata Nurhadi memang terlihat normal namun ternyata syaraf matanya ada yang putus. Kini matanya semakin membaik dan ia perlahan sudah bisa melihat meski belum terlalu jelas. Nurhadi masih harus rutin menjalani pengobatan hingga matanya bisa lebih baik lagi. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya kontrol rutin. Sebelumnya dibantu pada Rombongan 851.

Jumlah Bantuan: Rp.  1.000.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @nurzainpriyatno @ririn_restu

Pak nurhadi menderita Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus

Pak nurhadi menderita Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus


ASTI BINTI ASRIF (17, Demam Tinggi). Alamat : Kp. CIpacung, RT 3/6, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Sejak beberapa hari yang lalu Asti yang sudah yatim ini mengalami demam tinggi. Sakitnya dirasakan sejak ia tererjatuh dari motor ketika dibonceng temannya hendak pergi kesekolah. Awalnya ia menganggap biasa saja, tetapi hari-hari berikutnya badannya terasa sakit dan ia mengalami demam yang sangat tinggi. Saat mengalami demam tinggi, Asti tidak memeriksakan sakitnya ke dokter karena ia tidak mempunyai uang simpanan untuk berobat. Maklum saja, Asti masih seorang pelajar kelas X di salah satu SMK swasta di Kabupaten Pandeglang. Asti tinggal seorang diri di rumah berukuran 3 X 6 meter warisan dari ayahnya yang sudah meninggal 2 tahun yang lalu, sedangkan ibu kandungnya berada di kota lain yang cukup jauh. Sejak Asti berusia 1 tahun hingga kini ibunya tidak pernah menjenguknya lagi. Asti hanya hidup seorang diri tanpa punya ayah, ibu, adik ataupun  kakak. Paman dan bibi dari keluarga ayahnya pun jarang sekali menjengkuknya. Biaya hidup Asti didapat dari hasil kerjanya menjadi asisten rumah tangga setiap seminggu sekali. Ketika sakit seperti ini Asti merasa kesusahan, ia tidak berani meminta bantuan kepada tetangganya. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah dipertemukan dengan Asti, ia pun menceritakan kesusahannya kepada kurir #sedekahRombongan, titipan dari sedekaholics disampaikan kepadanya untuk biaya berobat. Semoga Asti segera membaik agar ia bisa bersekolah dan bekerja kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy

Asti menderita Demam Tinggi

Asti menderita Demam Tinggi


ALM. CICIN MULIANI (39, Typhus dan TB Paru). Alamat : Kampung Sawah Murti, RT 1/2, Kelurahan Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Bu Cicin meninggal pada Rabu, 27 April 2016 di RS. Fatmawati Jakarta. Bu Cicin mempunyai riwayat sakit Typhus dan TB Paru. Awal sakitnya pada 1 bulan yang lalu, Bu Cicin mengalami demam yang tak kunjung turun. Oleh suaminya, Iswan Khoiri (47), Bu Cicin diperiksakan ke Puskesmas. Setelah berobat dari Puskesmas, Kondisinya membaik. Satu minggu kemudian, kondisi Bu Cicin melemah hingga dibawa ke rumah sakit di daerah Parung, Bogor. Karena ketidaktersediaan peralatan, Bu Cicin dirujuk ke UGD RS. Fatmawati pada 25 April 2016. Setelah 6 jam berada di UGD, Bu Cicin dipindahkan ke ruang perawatan Gedung Teratai kelas Isolasi. Menurut pihak dokter Bu Cicin juga terkena TB Paru sehingga perlu penanganan yang itensif. Namun Allah berkehendak lain, Bu Cicin menghembuskan napas terakhirnya pada 27 April 2016. Biaya perawatan di RS Fatmawati menggunakan jaminan umum karena ia tidak mempunyai BPJS. Pak khoiri harus membayar biaya rumah sakit sekitar Rp6.000.000,-. Pak Khoiri merasa tidak mampu menutupi biaya rumah skait tersebut. Penghasilannya sebagai penjual mainan anak-anak di sekolah-sekolah masih sangat sedikit dan belum lagi beliau harus menutupi kebutuhan 2 anaknya. Oleh karena itu Pak Khoiri membuat surat perjanjian utang yang setiap bulannya harus diangsur. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membayar ciiclan tunggakan di rumah sakit setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 November  2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Alm bu cicin menderita Typhus dan TB Paru

Alm bu cicin menderita Typhus dan TB Paru


YAYASAN BINA ANAK PERTIWI (Rumah Singgah Anak Jalanan). Alamat : Jalan Bacang RT.9/1 No. 46, Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Lebih dari 18 tahun yayasan yang berfokus pada anak jalanan ini berdiri. Ada sekitar 800 anak baik yang tinggal di dalam maupun di luar rumah singgah yang menjadi binaan yayasan ini. Sekitar 20 anak  tinggal di rumah singgah sedangkan yang lainnya tinggal di rumah mereka masing-masing. “Kami mengutamakan dan mengupayakan agar anak-anak kembali ke rumah mereka, karena sebaik-baiknya tempat adalah keluarga,” ungkap Mas Ali (32) salah satu pengurus Yayasan Bina Anak Pertiwi. Mas Ali sendiri merupakan angkatan pertama yang menjadi binaan yayasan ini, ia adalah mantan anak jalanan yang dibina, disekolahkan hingga kini ia bisa mandiri, bisa berkuliah dan mengabdi pada yayasan. Yayasan Bina Anak Pertiwi mengurusi banyak hal yang berkaitan dengan anak, mulai dari anak jalanan, anak terlantar hingga anak yang bermasalah dengan hukum. Dari cerita Mas Ali, apa yang kita lihat di TV seperti kasus penyewaan anak untuk mengemis, bayi yang diberi obat saat mengemis dan kasus jalanan yang terdengar sangat miris itu ternyata benar adanya. “Kehidupan jalanan begitu keras, pendekatan yang baik adalah menerima mereka bukan dengan kekerasan juga,” ungkapnya. Menurutnya juga, anak jalan tidak selalu akibat faktor ekonomi, ada beberapa anak yang menjadi binaan yayasan ini yang berasal dari keluarga mampu namun kondisi keluarga yang tidak harmonis membuat anak lebih memilih untuk keluar rumah dan tinggal di jalan. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah peredaran obat-obatan yang rentan di lingkungan anak. “Mereka sangat mudah mendapatkan obat-obatan dengan harga murah,” ceritanya. Yayasan Bina Anak Pertiwi memiliki berbagai kegiatan antara lain kegiatan belajar non formal, sekolah paket untuk anak putus sekolah, kegiatan bermusik dan lain-lain. Kendala finansial membuat yayasan ini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan operasional yayasan. Terlebih lagi puluhan anak harus di sekolahkan dan diberi makan. Seminggu terakhir ini Yayasan Bina Anak Pertiwi mengalami kesulitan membeli beras untuk anak-anak binaannya. Bahkan mas Ali harus menjual Handphone serta menggadaikan motornya hanya untuk memenuhi kebutuhan makan anak-anak. Saat ini pihak yayasan mengalami kesulitan pembayaran listrik yang sudah menunggak selama 3 bulan. Bantuan dari sedekah rombongan diberikan untuk membayar tunggakan listrik. Sebelumnya Yayasan Bina Anak Pertiwi dibantu pada rombongan 843.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November  2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan untuk untuk membayar listrik

Bantuan untuk untuk membayar listrik


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (6, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (4, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); LISHA ZAHRA PERMATASARI  (3, ADHD Kombinasi). Alamat Jl. Lembang Baru IV No. 12 B , RT.2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Kondisi Rifki kini berangsur lebih baik. Ia sudah mulai paham bila diperintah dan diberi tahu tentang suatu hal. Ia pun sudah bisa diberi pemahaman bahwa ia adalah seorang kakak yang harus menjaga dan melindungi adiknya. Kondisi Zaskia pun mengalami peningkatan, ia sudah mulai bisa tenang dan dapat berbicara lebih dari 10 kata, ia pun sudah mulai bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan teman – temannya dan orang baru. Berbeda dengan kedua saudaranya, Alisha belum terlalu banyak mengalami peningkatan. Ia masih bersikap agresif dan emosinya susah dikontrol. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya diduga juga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anaknya lagi sedangkan anak – anaknya masih harus terus menjalani pengobatan. Ketiga anak Bu Ade saat ini terserang demam, mereka masih harus menjalani kontrol di RSCM Jakarta. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 903.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan pengobatan ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan

Bantuan pengobatan ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (6, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (4, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); LISHA ZAHRA PERMATASARI  (3, ADHD Kombinasi). Alamat Jl. Lembang Baru IV No. 12 B , RT.2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Kondisi Rifki kini berangsur lebih baik. Ia sudah mulai paham bila diperintah dan diberi tahu tentang suatu hal. Ia pun sudah bisa diberi pemahaman bahwa ia adalah seorang kakak yang harus menjaga dan melindungi adiknya. Kondisi Zaskia pun mengalami peningkatan, ia sudah mulai bisa tenang dan dapat berbicara lebih dari 10 kata, ia pun sudah mulai bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan teman – temannya dan orang baru. Berbeda dengan kedua saudaranya, Alisha belum terlalu banyak mengalami peningkatan. Ia masih bersikap agresif dan emosinya susah dikontrol. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya diduga juga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anaknya lagi sedangkan anak – anaknya masih harus terus menjalani pengobatan. Ketiga anak Bu Ade saat ini terserang demam, mereka masih harus menjalani kontrol di RSCM Jakarta. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada Rombongan 903 dan 17 Oktober 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan pengobatan ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan

Bantuan pengobatan ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan


SANDRA WATI (42, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sandra merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (36), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya. Ia tampak bersemangat menghadapinya dengan semangat berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (10) positif mengalami sakit yang sama sepertinya sedangkan anak keduanya, Lutfi (8), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktifitas kontrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya. Kemauan untuk sembuh sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin di RS Fatmawati Jakarta. Kondisi terkini, Aulia mengalami penurunan berat badan karena sakit yang kemungkinan diakibatkan banyaknya kegiatan di sekolah namun ia jarang makan. Ketiganya jika mengalami kelelahan langsung mengalami penurunan kondisi kesehatan sehingga harus selalu dijaga. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk cek lab di luar RS Fatmawati serta membayar biaya kontrakan. Sebelumnya Sandra telah dibantu pada Rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh

Ibu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh


AMSIAH BINTI AMSIR (40, Janda Dhuafa). Alamat : Kp. Pendurenan RT 1/4, Kel. Cilandak Timur, Kec. Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Prov. DKI Jakarta. Amsiah adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Suaminya yang seorang mu’alaf sudah meninggal 10 tahun yang lalu karena sakit. Pesan dari almarhum suaminya selalu diingatnya “jangan kamu gadai iman kamu, dan jaga selalu mulutmu”. Sepeninggal suaminya, ia harus banting tulang seorang diri menghidupi keluarga kecilnya. Mulai dari menjadi buruh cuci, jualan makanan hingga mengumpulkan gelas plastik air mineral bekas, terakhir ia menjadi cleaning service di sebuah rumah sakit, namun tak lama ia harus kehilangan pekerjaannya. Sejak saat itu, ia tak lagi berpenghasilan, untuk membiayai keperluan anaknya sekolah ia kesulitan dan minta bantuan kesana sini. Untuk makanpun sulit, terlebih lagi kontrakan yang ia tinggali bersama anak-anaknya harus ia tinggalkan karena tak mampu lagi membayar dan ia pun saat itu masih punya utang tunggakan sewa kontrakan selama 3 bulan. Ia merasa kebingungan, tak jarang ia menangis karena masalah yang dihadapinya. Di satu sisi ia terus dikejar untuk membayar utang sewa kontrakan, disisi lain ia harus mencari kontrakan baru dimana nantinya ia akan tinggal, namun ia tidak punya uang. Mungkin jika sang suami masih ada kondisi tidak akan seperih ini pikirnya. Namun ia tidak boleh menyesalinya, teringat nasehat seorang teman padanya bahwa ia harus terus bersholawat, berzikir dan meminta pada Allah SWT. Ibu Amsiah sebelumnya pernah dibantu oleh #sedekahrombongan pada rombongan 750. Bantuan lanjutan diberikan untuk membayar tunggakan sewa kontrakan. Semoga Allah selalu memberi kemudahan untuk Ibu Amsiah.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir: @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan lanjutan untuk membayar sewa kontrakan

Bantuan lanjutan untuk membayar sewa kontrakan


DIMAS DWI NUGROHO (12, Kanker Otot dan Celebral Palsy). Alamat : Jalan H. Salim, Gang Bidan, RT 9/6, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah belasan tahun anak dari pasangan Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan celebral palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri setelah menjalani kemoterapi. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung henti dan membuat kondisinya semakin lemas. Kini ia sering mengalami sesak napas dan menggunakan tabung oksigen. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat, dan kebutuhan Dimas seperti pampers dan susu. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 10 November 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy


JAMSURI BOJONG (56, Rabun + Gizi Kurang + Cacat di Kedua Jari Tangan). Alamat : Kp. Bojong Loa, Desa Bojong Loa, RT 2/9, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Kakek tua ini hidup sebatang kara di gubug kecil yang sangat tak layak huni. Berdinding spanduk bekas, beratap plastik yang sudah usang, dan berlantaikan tanah yang lembab gubug ini dibangun seadanya di bawah pohon bambu. Pak Jamsuri sehari-hari hanya bisa berdiam diri di dalam gubugnya karena rabun mata yang dialaminya sejak satu tahun lalu. Selain rabun mata ia juga mengalami kekurangan gizi dan cacat pada kedua tanganya.  Jangankan bisa tidur nyenyak, ketika hujan mulai turun dinding rumah dari spanduk dan atap yang hanya terbuat dari plastik bekas itu banyak yang bocor tak mampu melindunginya dari hujan. Semenjak sakit, Pak Jamsuri tidak bisa bekerja lagi sebagai pemulung, sehingga untuk makan sehari-hari ia terpaksa mengandalkan belas kasihan tetangga sekitar itupun jika ada yang memberinya makanan, jika tidak ia hanya bisa terdiam menahan lapar. Gubug yang tidak memiliki sarana sumber air dan MCK itu membuat Pak Jamsuri jika ingin BAB di malam hari ia lakukan di dalam gubugnya, sedangkan siang hari dapat ia lakukan di bawah pohon bambu sekitar rumahnya atau meminta tolong tetangga untuk diantar ke sumur umum yang jaraknya 300 meter dari rumahnya. JIka ke sumur umum, Pak Jamsuri harus membawa seember air dengan tangannya yang cacat, terlebih lagi dengan penglihatan yang sudah kabur.  Syukur Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan Tangerang dipertemukan dengan Pak Jamsuri. Kurir memberikan bantuan awal untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan berencana memberikan bantuan lanjutan untuk membuatkan gubug kecil yang lebih layak huni.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  26 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu @endangmplus @pratama_chatur

Pak jamsuri menderita Rabun + Gizi Kurang + Cacat di Kedua Jari Tangan

Pak jamsuri menderita Rabun + Gizi Kurang + Cacat di Kedua Jari Tangan


RSSR SORONG (Biaya operasional Juli 2016). Alamat: Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) merupakan rumah yang dijadikan persinggahan pasien-pasien yang berasal dari luar Kota Sorong. Pasien duafa dari kabupaten sekitar banyak yang mengakses rumah sakit kota Sorong karena fasilitasnya lebih lengkap. Keberadaan RSSR mengatasi kesulitan pasien duafa saat melakukan perjalanan ke Kota Sorong, baik sebagai tempat transit maupun untuk menunggu ketersediaan kamar di rumah sakit. RSSR ini dikelola oleh para relawan atau kurir Sedekah Rombongan yang diantaranya berprofesi sebagai perawat. Pembiayaan operasional RSSR pada bulan Juli digunakan untuk logistik rumah singgah dan operasional rutin Rumah Singgah Sedekah Rombongan.  Layanan Rumah Singgah di Kota Sorong dapat dihubungi di nomor 081354112985. Biaya operasional RSSR sebelumnya pada rombongan #844 dan #906

Jumlah Bantuan: Rp. 4.979.250,-
Tanggal: 31 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Biaya operasional Juli 2016

Biaya operasional Juli 2016


RSSR SORONG (Biaya operasional September 2016). Alamat: Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Sekarang pasien-pasien yang kurang mampu dari kabupaten sekitar Kota Sorong dapat mengakses layanan Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR). Rumah singgah ini merupakan rumah yang dapat dijadikan persinggahan pasien-pasien yang menunggu antrian kamar rumah sakit atau berobat jalan. Pasien duafa dari kabupaten sekitar banyak yang mengakses rumah sakit Kota Sorong karena fasilitasnya lebih lengkap. Pembiayaan operasional RSSR pada bulan September digunakan untuk logistik rumah singgah dan operasional untuk mendukung berjalannya Rumah Singgah Sedekah Rombongan. Untuk mendapatkan layanan Rumah Singgah di Kota Sorong dapat menghubungi 081354112985. Biaya operasional RSSR sebelumnya pada rombongan #844 dan #906.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.867.000,-
Tanggal: 30 September 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Biaya operasional September 2016

Biaya operasional September 2016


BEDJOE ARYO SAPUTRO  (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan RT 12/04, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kab. Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di RS. PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah  pada jantung Dik Bedjo (kelainan jantung) kemudian merujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi ke Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang kuli bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangat begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dik Bedjo. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 866, keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.100.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  @GitaTamara @EArynta

Bedjoe menderita Kelainan Jantung

Bedjoe menderita Kelainan Jantung


SARNO BIN SETRO GIMUN (45, Prostat) Alamat: Desa Karangrejo RT 21/09, Kec. Kawedanan, Kab. Magetan, Jawa Timur. Pada tahun 2010 Pak Sarno mulai mengalami gangguan kencing. Kemudian Pak sarno memeriksakan diri ke Rumah Sakit terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Sarno di Diagnosa menderita prostat. Pak Sarno menjalani pengobatan dengan biaya umum di Rumah Sakit tersebut. Setelah beberapa kali berobat, Pak Sarno memutuskan untuk menghentikan pengobatannya karena keterbatasan biaya. Kondisi Pak Sarno semakin lama semakin memburuk, muncul benjolan pada buah zakarnya. Benjolan tersebut mengeluarkan nanah dan semakin lama semakin membesar terutama saat Pak Sarno kelelahan. Karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk, Pak Sarno berhenti bekerja. Benjolan pada buah zakar mengakibatkan Pak Sarno tidak bisa buang air kecil dan harus memakai kateter. Bahkan bila benjolan itu kambuh dan membengkak, Pak Sarno akan kesulitan untuk berjalan. Karena keterbatasan biaya, Pak Sarno hanya berobat di klinik dokter terdekat saat benjolan kambuh saja. Saat ini Pak Sarno sudah tidak bekerja. Sedangkan istri Pak Sarno bekerja sebagai penjual jamu. Jumlah tanggungan keluarga Pak Sarno adalah 4 orang. Penghasilan istri Pak Sarno tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan Pak Sarno. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Sarno berdasarkan informasi dari saudara salah satu kurir #SedekahRombongan. #SedekahRombongan membuatkan BPJS untuk Pak Sarno agar dapat melanjutkan kembali pengobatannya. Setelah selama 5 bulan berobat di RSUD Soedono Madiun dalam dampingan #SedekahRombongan, Pak Sarno dirujuk dokter untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat ini Pak Sarno rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap 2 minggu sekali. Bantuan sudah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta obat yang tidak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat di rombongan 888. Keluarga pak Sarno mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Pak sarno menderita Prostat

Pak sarno menderita Prostat


AMENIA BINTI KARSUN (46, Sinus Ohrenicocostali) Alamat: Dusun Buncitan RT 10/5, Desa Kampung Baru, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pada bulan Januari 2014 bu Amenia merasakan sakit tenggorokan yang tidak seperti biasanya. Bu Amenia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Sidoarjo, bu Amenia didiagnosa  menderita Sinus Ohrenicocostali. Karena keterbatasan alat, bu Amenia di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan beberapa kali pemeriksaan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter memberikan advice untuk kemoterapi. Bu Amenia sudah menjalani beberapa kali kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya, terutama untuk biaya transportasi bu Amenia akhirnya menghentikan pengobatannya. Bu Amenia adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan sang suami, pak Banjir (50) merupakan seorang kuli angkut air. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan pada bulan Februari 2016 mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Amenia. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholics kepada beliau. #SedekahRombongan juga membantu bu Amenia dalam pembuatan jaminan kesehatan BPJS. Saat ini bu Amenia kembali menjalani kemoterapi. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya obat diluar tanggunan BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 901. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Amenia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Ibu amenia menderita Sinus Ohrenicocostali

Ibu amenia menderita Sinus Ohrenicocostali


JULAILA DABONG (38, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Meriam Jaya, RT 10/1, Desa Dabong, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Julaila merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Di leher Ibu Julaila tumbuh benjolan yang setelah menjalani rangkaian pengobatan ia didiagnosis menderita kanker nasofaring. Sebelumnya Ibu Julaila berobat di RS Sudarso Pontianak namun dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Dengan berbekal bantuan dari #SedekahRombongan Ibu Julaila beberapa minggu menjalani pemeriksaan di RS Dharmais, namun karena pada saat itu Ibu Julaila dalam kondisi hamil, dokter memutuskan untuk menghentikan sementara pengobatan kemoterapi selama masa kehamilan Ibu Julaila. Ibu Julaila pun diperkenankan pulang ke Pontianak. Saat di Pontianak Ibu Julaila sempat dirawat di RSUD Sudarso. Kini Ibu Julaila melanjutkan pengobatannya di RS Dharmais Jakarta. Setelah sebelumnya beberapa kali menjalani kemoterapi, kondisi Ibu Julaila berangsur membaik. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup selama berobat dan kebutuhan lainnya selama di Jakarta. Sebelumnya Ibu Julaila telah dibantu pada Rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu julaila menderita Kanker Nasofaring

Ibu julaila menderita Kanker Nasofaring


MISNAWATI AMBOK (26, Post Sectio Caesarea atas Indikasi Pre Eklamsi Berat dengan Perdarahan Pasca Melahirkan + Edema Paru). Alamat : Desa Sinar Kalimantan, Kec. Mendahara, Kab. Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Lokasi rumah yang cukup jauh dari fasilitas kesehatan mengakibatkan Ibu Misna jarang memeriksakan kehamilannya. Tiba-tiba saat akan melahirkan barulah diketahui bahwa tekanan darahnya meningkat dan ia dibawa oleh bidan desa setempat ke RSUD Abdul Manap Kota Jambi dengan waktu tempuh sekitar 8-9 jam. Saat itu diputuskan bahwa ia harus segera dioperasi caesar dikarenakan dapat terjadi kegawatan pada ibu dan bayi jika tidak dilakukan dengan segera. Beberapa jam setelah operasi, Ibu Misna mendadak sesak dan segera dipindahkan ke ruang perawatan High Care Unit (HCU) untuk mendapatkan pemantauan ketat. Setelah menjalani perawatan di ruang HCU selama 1 hari, keadaan Ibu Misna tidak kunjung  membaik. Ia masih sesak dan lemah serta dijelaskan bahwa hantaran oksigen di dalam tubuhnya menurun. Dokter khawatir akan kondisi Ibu Misna, karena dapat terjadi kegagalan pernapasan sehingga dokter menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas ICU. Orangtua Ibu Misna, Suhaimi (52) dan Mayani (45) sehari-hari bekerja sebagai nelayan lepas. Suami Ibu Misna, Ambok Irik (30) bekerja hanya sebagai buruh tani kelapa, sedangkan Ibu Misna sendiri hanya ibu rumah tangga. Mereka memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), sayangnya saat itu kondisi ruang Intensive Care Unit (ICU) di RSUD rujukan di Provinsi Jambi sedang penuh. Satu-satunya jalan adalah dengan mencari ruang ICU di rumah sakit swasta dengan syarat membayarkan uang jaminan  senilai 3 juta rupiah. Keadaan serba mendadak dan kondisi mereka yang hanya memiliki sedikit simpanan untuk kebutuhan selama di rumah sakit membuat keluarga nelayan ini kebingungan harus mencari bantuan kemana. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Bantuan awal pun disampaikan sebagai jaminan untuk perawatan di ICU. Semoga Ibu Misna segera membaik dan pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal : 17 September 2016
Kurir : @arfanesia @shintatantri fredi asta @Ilfa_Mid

Ibu misna menderita ost Sectio Caesarea atas Indikasi Pre Eklamsi Berat dengan Perdarahan Pasca Melahirkan + Edema Paru

Ibu misna menderita ost Sectio Caesarea atas Indikasi Pre Eklamsi Berat dengan Perdarahan Pasca Melahirkan + Edema Paru


ISBARIA BINTI TARMIZI (18, Siswa Dhuafa Berprestasi). Alamat : Desa Celuak, RT 6/3, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Isbaria adalah seorang anak yatim yang sudah lama ditinggal meninggal oleh ayahnya. Sehari – hari, Isbaria dibesarkan dan dididik oleh ibunya seorang diri, Ibu Siti Hindun. Ibu Siti Hindun adalah seorang petani karet dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan segala keterbatasan selama ini, Isbaria telah menjadi seorang siswi yang berprestasi di sekolahnya. Salah satu prestasinya yang menonjol adalah Tilawatil Qur’an. Isbaria pernah menjadi juara dalam seleksi di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten Bangka Tengah. Meskipun hidup dalam serba kekurangan, Isbaria tidak pernah menyerah dalam menuntut ilmu hingga akhirnya Isbaria mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah di Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Isbaria menghadapi kendala biaya transportasi untuk menuju kota Yogyakarta karena uang simpanan hanya cukup untuk akomodasi awal setibanya di Yogyakarta. Alhamdulillah, #Sedekahrombongan bertemu dengan keluarga Isbaria dan bisa membantu biaya transportasi keberangkatan ke Yogyakarta. Semoga perjuangan Isbaria menuntut ilmu selalu diberkahi Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, @Effendy_babel

Bantuan biaya transportasi keberangkatan ke Yogyakarta untuk seleksi MTQ

Bantuan biaya transportasi keberangkatan ke Yogyakarta untuk seleksi MTQ


SUHARDI SIJUK (29, Kanker Leher). Alamat : Jalan Padat Karya RT 16/6, Desa Tg.Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pak Suhardi tidak pernah menyangka, awal mula sariawan di mulutnya bisa menimbulkan efek panjang dan berkelanjutan. Sariawan yang sudah ia derita hingga 3 bulan lamanya sejak bulan Desember 2015, telah menjalar di sebagian rongga mulut dan lidahnya sehingga membuatnya tidak bisa makan dan minum dengan normal. Efek dari sakit tersebut, muncul benjolan di bagian leher sebelah kanan Pak Suhardi. Semakin hari benjolan tersebut makin besar dan membuatnya terus merasakan kesakitan. Berat badan Pak Suhardi turun drastis hingga 50 kg dan terkadang ia juga tidak bisa tidur. Pak Suhardi sudah berulang kali diopname di rumah sakit dan dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi di Jakarta. Meskipun Pak Suhardi sudah terdaftar menjadi peserta BPJS-JKN, keluarga tetap merasa keberatan atas rekomendasi tersebut karena faktor biaya. Pak Suhardi hanya berprofesi sebagai nelayan yang bekerja menjalankan usaha orang lain. Pak Suhardi harus menghabiskan waktu hingga 1 minggu di laut demi mencari nafkah untuk keluarganya. Sejak Pak Suhardi sakit dan tidak bisa melaut, istrinya, Ibu Devi menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi ke tiga anaknya yang masih kecil. Alhamdulillah, #Sedekahrombongan bertemu langsung dan merasa prihatin dengan kondisi Pak Suhardi saat beliau diopname di Rumah Sakit Alma Tanjungpandan. Allah SWT berkehendak lain, pada bulan Agustus 2016, Pak Suhardi meninggal dunia dalam perjuangan melawan penyakitnya. Semoga Allah SWT menggugurkan semua dosa – dosanya dan menerima amal ibadahnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Aswanto @ririn_restu

Pak suhardi menderita Kanker Leher

Pak suhardi menderita Kanker Leher


JULIANI BINTI SARMUN (3, Atresia Ani). Alamat : Mur Payung, Desa Sigar Penjalin, Kec. Tanjung, Kab. Lombok Utara, Prov. NTB. Sejak lahir Juliani menderita Atresia Ani atau tidak mempunyai anus. Selama ini untuk BAB menggunakan lubang yang sengaja dibuat di perut pada saat baru lahir dan kondisi ini berlangsung sampai sekarang. Ayah Juliani, Bapak Sarmun (44), bekerja sebagai buruh bangunan lepas dan ibunya, Ibu Saenah (43) adalah ibu rumah tangga. Setelah Juliani cukup umur direncanakan akan dilakukan operasi pembuatan lubang anus. Keluarga mengalami kesulitan biaya untuk transportasi dari rumahnya ke RSUP Provinsi dengan perjalanan yang memakan waktu 3 – 4 jam. Juliani merupakan anak bungsu dari 7 (tujuh) bersaudara, dan tidak ada satupun saudaranya yang melanjutkan pendidikan melebihi SMP, bahkan ada yang tidak bersekolah sama sekali. Kondisi ekonomi yang sulit menghambat kelancaran pengobatan Juliani. Alhamdulillah, #Sedekah Rombongan dapat membantu meringankan kesulitan yang dialami orang tua Juliani dengan memberikan bantuan untuk transportasi dan kebutuhan saat mendampingi Juliani berobatdi poli anak RSUP Mataram. Bila hasil laboratorium dan pemeriksaan darah Juliani dalam kondisi baik, ia direncanakan operasi pada 9 November 2016. Ucapan terima kasih dari kedua orang tua Juliani kepada #SedekahRombongan yang sudah membantu pengobatan Juliani, semoga semua kebaikan sedekaholic dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 6 November 2016
Kurir : @arfanesia Samsul Bahri dan  Panca Yuniati

Juliani menderita Atresia Ani

Juliani menderita Atresia Ani


RAH BINTEN (48, Tumor di Paha). Alamat : Parit Senang Hati, RT 2/3, Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Rah Binten adalah janda dengan 3 orang anak, suaminya sudah meninggal sejak 13 tahun yang lalu. Untuk menghidupi ketiga anaknya Ibu Rah Binten menoreh pohon getah/karet setiap harinya. Enam tahun lalu muncul benjolan kecil di bagian paha sebelah kirinya, namun karna tidak terasa sakit ia tak pernah memeriksakannya ke Puskesmas. Hingga akhirnya sebelum bulan ramadhan benjolan yang tadinya kecil perlahan membesar dan Ibu Rah Binten merasakan sakit yang luar biasa. Ibu Rah Binten pun sering tak dapat tidur karena menahan sakit. Ketiadaan biaya menjadi alasan utama Ibu Rah Binten tidak pernah berobat, jangankan berobat untuk kebutuhan hidup sehari – hari saja belum tercukupi. Alhamdulillah Ibu Rah Binten sudah mulai menjalani pengobatannya setelah didampingi #SedekahRombongan. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya pergantian perban untuk menutupi luka bekas operasi pengangkatan tumor dan akomodasi kontrol rutin ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu rah binten menderita Tumor di Paha

Ibu rah binten menderita Tumor di Paha


MAIMUNAH WAJOK (64, Tumor Payudara). Alamat : Jalan Raya, RT 2/13, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Maimunah sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani. Sudah belasan tahun Ibu Maimunah hidup menjanda, untuk bertahan hidup ia menanam padi di lahan milik orang lain yang nantinya hasil dari pertanian tersebut akan dibagi dua dengan pemilik lahannya. Hasil dari bertani memang tidak seberapa, namun sangat membantu Ibu Maimunah menopang hidupnya selama ini. Beberapa bulan terakhir, Ibu Maimunah tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasa dikarenakan tumbuh benjolan di payudaranya yang terkadang terasa nyeri saat ia beraktivitas. Ibu Maimunah sempat dibawa berobat ke rumah sakit untuk menghilangkan rasa nyeri di payudaranya namun setelah rasa nyerinya hilang setelah memeinum obat, ia tidak kembali lagi berobat karena keterbatasan biaya. Maklum saja,  hasil dari bekerja sebagai buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Maimunah saat berkunjung ke rumahnya, bantuan awal pun diberikan untuk biaya akomodasi berobat. Semoga Ibu Maimunah lekas sembuh sehingga dapat beraktivitas kembali seperti sediakala, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1000.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @arfaneisa @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu maimunah menderita Tumor Payudara

Ibu maimunah menderita Tumor Payudara


PAULUS OLA (41, Dermatitis + Batuk Kronik + Luka akibat Benda Tumpul). Alamat : Dusun Berjoko, RT 11, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pak Paulus adalah buruh pabrik kayu asal Indonesia yang bekerja di Malaysia. Pada 8 April 2016 sekitar pukul 3 pagi, Pak Paulus dan teman-temannya ditangkap kepolisian Malaysia karena tidak memiliki paspor hingga dipenjara. Pak Paulus pernah mendapat cambukan rotan hingga menimbulkan luka yang tidak bisa hilang karena di sana ia tidak pernah diobati. Penjara yang ia tempati berukuran 20 x 6 meter dihuni sekitar 150 orang dewasa, kondisinya pun kotor dan kumuh. Di penjara ia juga makan tidak teratur bahkan terkadang hanya minum air dan makan mie mentah. Selama di penjara Pak Paulus terserang berbagai macam penyakit, seperti : dermatitis kronik hingga menimbulkan luka, diare, dan batuk. Akhirnya pada 28 Juli 2016 Pak Paulus dapat pulang ke Kabupaten Nunukan dan keesokan harinya ia kembali ke Sebatik untuk bertemu sanak keluarga. Kehidupan di penjara menyisakan berbagai masalah, mulai dari penyakit yang dideritanya hingga ketiadaan pekerjaan. Pak Paulus tidak memiliki jaminan kesehatan apapun untuk berobat, sedangkan ia sudah 3 bulan tidak bekerja sehingga tak memiliki penghasilan. Ia tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya dan tidak memiliki biaya untuk mengobati penyakitnya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Paulus. Santunan awal diberikan untuk biaya pengobatan. Semoga Pak Paulus selalu berusaha menjemput kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Daniel Lalang @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Pak paulus menderita Dermatitis + Batuk Kronik + Luka akibat Benda Tumpul

Pak paulus menderita Dermatitis + Batuk Kronik + Luka akibat Benda Tumpul

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SARJO SUWITO 1,000,000
2 TULASTRI BINTI PARTIREJO PADI 1,000,000
3 SUMARNO BIN SUPARMIN 500,000
4 SUYATMI BINTI DERI 500,000
5 ARIF SUBAGIO 500,000
6 DARMINI 500,000
7 JAINAP 500,000
8 MUJIANTO BIN ABDULLAH 750,000
9 RADEN PUTIH 500,000
10 SUHARYADI BIN SUGIONO 750,000
11 SUMARJO BIN ATMO SUTARTO 750,000
12 RSSR LAMPUNG 5,000,000
13 SD DARUL HIKAM 2,000,000
14 ISWAH YUDI 500,000
15 ERNAWATI TOHIR 1,500,000
16 ERNAWATI TOHIR 2,500,000
17 FATMAWATI BINTI ANWAR 500,000
18 HAMSAD RANGKUTI 2,000,000
19 CICIN MULIANI 500,000
20 UMI ALFIAH 500,000
21 UMI ALFIAH 500,000
22 NATHAN 750,000
23 NATHAN 750,000
24 REZA AFIF FIRDAUS 750,000
25 REZA AFIF FIRDAUS 500,000
26 SELLA UMI SALAMAH 500,000
27 MISKA AULIA 500,000
28 ALFAN KURNIAWAN 500,000
29 ALFAN KURNIAWAN 750,000
30 HARUN AL- RASYID 500,000
31 HARUN AL- RASYID 500,000
32 YANI BIN ADJAN 750,000
33 YANI BIN ADJAN 500,000
34 MTSR PATI 10,000,000
35 RETNO PATI 1,000,000
36 ELLA DWI ANGGRAINI 1,029,000
37 SALSA SOFIATUN HALIMAH 1,000,000
38 KASIANI BINTI NITIGIMAN 715,770
39 SUPARTIYATUL BINTI SADI 1,000,000
40 SAID ALI JOYONINGRAT 1,500,000
41 GINEM BINTI KASRO 500,000
42 MARWAH HABIBATUN NISA 750,000
43 MARWAH HABIBATUN NISA 500,000
44 MAHMUDIN BIN FULAN 500,000
45 AI HANIFAH 500,000
46 NURHADI ARIYANTO 1,000,000
47 ASTI BINTI ASRIF 500,000
48 ALM. CICIN MULIANI 1.500,000
49 YAYASAN BINA ANAK PERTIWI 1,000,000
50 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
51 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
52 SANDRA WATI 2,500,000
53 AMSIAH BINTI AMSIR 1,500,000
54 DIMAS DWI NUGROHO 1,500,000
55 JAMSURI BOJONG 500,000
56 RSSR SORONG 4,979,250
57 RSSR SORONG 5,867,000
58 BEDJOE ARYO SAPUTRO 2,100,000
59 SARNO BIN SETRO GIMUN 500,000
60 AMENIA BINTI KARSUN 500,000
61 JULAILA DABONG 1,000,000
62 MISNAWATI AMBOK 3,000,000
63 ISBARIA BINTI TARMIZI 1,000,000
64 SUHARDI SIJUK 2,000,000
65 JULIANI BINTI SARMUN 1,000,000
66 RAH BINTEN 500,000
67 MAIMUNAH WAJOK 1,000,000
68 PAULUS OLA 500,000
Total 84,941,020

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 84,941,020,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 913 ROMBONGAN

Rp. 43,711,382,176,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.