Rombongan 912

Orang-orang yang menginfakkan hartanya di waktu malam dan siang secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala dari Tuhannya.
Posted by on November 11, 2016

MULKI SULAEMAN (5, Febrile Convulsions). Alamat: Kp. Ciserang RT 7/2, Desa Gandamekar, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dik Mulki adalah anak pertama dari pasangan Pak Riki (30) dan Bu Ai (24). Berawal bulan Mei Dik Mulki mengalami demam tinggi sampai kejang-kejang. Bu Ai langsung membawanya ke Pukesmas terdekat dan hanya mendapatkan obat penurun panas. Namun sakitnya Dik Mulki tak kunjung sembuh malah kejang-kejangnya semakin sering, sampai akhirnya Dik Mulki langsung dibawa ke RSUD Bayu asih untuk menjalani rawat inap. Bersyukur setelah beberapa hari rawat inap, kejang-kejang Dik Mulki semakin berkurang dan demamnya menurun. Meskipun sudah menggunakan Jaminan Jampis, Pak Riki yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan kebingunan dengan biaya sehari-hari selama di rumah sakit yang saat itu ia sudah meminjam uang kepada teman-temannya, hingga akhirnya dik Mulki harus pulang paksa dan menjalani pengobatan selanjutnya dirumah saja namun tetap harus kontrol selama lima belas bulan berturut-turut agar kejang-kejang tersebut terhidar pada kerusakan otak. Dengan izin Allah info tersebut sampai kepada Kurir #SedekahRombongan  dan bantuan awal dari #sedekaholics pun tersampaikan yang tercatat dalam rombongan 873. Selain berobat ke dokter spesialis syaraf Dik Mulki juga harus berobat jalan ke dokter spesialis tulang sehingga harus bolak balik dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, kami mengerti kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya kontrol Dik Mulki ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Semonga kesembuhan Dik Mulki segera pulih kembali agar ia bisa berkatifitas seperti biasanya. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Mulki menderita Febrile Convulsions

Mulki menderita Febrile Convulsions


MARYAMAH BINTI OHRI, (29, Epilepsi). Alamat: Kp. Ciwareng Kulon RT 12/4, Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Amah begitu sapaan akrab kami, ia adalah ibu dari tiga anak yang masih kecil-kecil. Berawal setelah ia melahirkan bayi kembar 4 tahun yang lalu, Amah selalu kehilangan kesadaran, secara tiba-tiba ia menyiram air panas pada tubuhnya sendiri, ketika sadar tubuhnya merasakan sakit luka panas tersebut. Karena kendala biaya ia tidak memeriksakan diri ke rumah sakit. Namun kejadian tersebut sering terjadi, ia selalu jatuh pingsan dan tiba-tiba melukai dirinya sendiri.  Kini sudah banyak luka di sekujur tubuhnya, ia hanya bisa pasrah dengan penyakitnya tersebut dan berharap bisa sembuh dengan sendirinya. Maklum saja Amah hanya bekerja sebagai pesuruh tetangga yang merasa kasihan kepadanya, ia tinggal menumpang di rumah orang tuanya yang sudah jompo, suaminya bekerja di daerah Tanggerang dan pulang dalam waktu yang lama. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Amah dan mencoba membujuk Amah untuk mau berobat meskipun ia ketakutan ketika berobat kambuh lagi dan merepotkan orang lain. Namun pada akhirnya Amah bersedia karena ia pun ingin sekali sembuh dan hidup dengan normal. Setelah lima kali kontrol ke RSUD Bayu Asih penyakit Amah sudah tidak pernah kambuh namun tetap harus berobat jalan sampai penyakitnya sembuh total. Bantuan lanjutan pun tersampaikan dari #Sedekaholics untuk biaya berobat jalan ke rumah sakit yang sebelumnya tercatan dalam rombongan 887. Semoga penyakit Amah segera diberi kesembuhan agar ia bisa beraktivitas secara normal.

 

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  21 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis

Ibu maryamah menderita Epilepsi

Ibu maryamah menderita Epilepsi


UJE JAELANI (49, Glaukoma). Alamat : Gg. Beringin, RT 75/8, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Uje adalah seorang pedagang odading keliling yang setiap harinya menyusuri beberapa perumahan di Purwakarta. ia sering sekali terjatuh ke selokan atau menabrak sesuatu yang ada di depannya saat berjalan menjajakan odadingnya di jalanan, ia juga sering kesulitan saat melihat uang pembayaran odading dari pembelinya, ia khawatir salah memberi uang kembalian. Setelah kurir #SedekahRombongan bersilaturahim ke tempat ia tinggal, dan berbincang banyak hal dengan Mang Uje, diketahui bahwa beliau didiagnosa mengidap penyakit Glaukoma sejak berada di bangku SMA, penyakit tersebut merupakan penyakit keturunan dari ibunya yang juga mengalami kebutaan. Bahkan anak Mang Uje yang kini duduk di bangku SMK, sudah harus merasakan kebutaan sejak dini. Mang Uje telah disarankan oleh dokter untuk menjalani pengobatan selama 6 bulan 1 kali, namun karena keterbatasan ekonomi, maka ia menerima dengan lapang keadaannya saat ini. Ia telah menjalani profesinya sebagai pedagang odading selama 11 tahun, selama 11 tahun pula ia hidup menumpang di rumah saudaranya di Purwakarta. Mang Uje memiliki istri dan anak yang tinggal terpisah dengan di Tasikmalaya, setiap 2 bulan 1 kali Mang Uje menengok istri dan anak-anaknya di Kampung. Saat ini tidak banyak hal yang bisa ia lakukan terhadap penyakitnya tersebut, ia justru mengutarakan keinginan barunya untuk menjalani kursus memijat, dengan keahliannya memijat Mang Uje berharap bisa tetap mencari nafkah tanpa kesulitan karena gangguan pada penglihatannya. Pertemuan kami kurir #SedekahRombongan dengan Mang Uje merupakan skenario Allah, setelah beberapa kali bertemu di jalanan dengan keadaan penglihatan Mang Uje yang memprihatinkan, kamipun kemudian mendatangi tempat tinggal Mang Uje, yakni kediaman milik saudaranya. Namun saat itu Mang Uje sedang pulang ke kampung halaman, akhirnya bantuan dari sedekaholics kami titipkan kepada saudaranya tersebut. Bantuan tersebut nantinya akan digunakan untuk biaya pengobatan penyakit glaucoma yang dideritanya juga kursus memijat. Semoga Allah limpahkan rahmat dan keberkahan untuk ia dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja_

Pak uje menderita Glaukoma

Pak uje menderita Glaukoma


ADE WATI, (62, Tumor di Anus).  Alamat: Kp. Cilimus RT 3/1, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mak Ade, biasa akrab kami memanggilnya. Sudah sejak lama ia merasakan ada benjolan di sekitar anusnya, ia berpikir bahwa benjolan tersebut hanya penyakit ambeien semata. Ternyata, seiring berjalannya waktu benjolan tersebut semakin membesar, hingga Mak Ade pun dibawa oleh anak-anaknya ke RSBA untuk melakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa sementara, Mak Ade menderita penyakit tumor anus. Tindakan sementara yang dilakukan dokter RSBA adalah melakukan operasi pemindahan saluran pembuangan air besar. Operasi pun berhasil dilakukan, tindakan selanjutnya adalah operasi pengangkatan tumor pada anusnya. Namun karena di RSBA tidak adanya peralatan yang lengkap untuk dilakukan operasi, maka dari itu Mak Ade pun dirujuk menuju ke RSHS Bandung. Saat ini, tiap harinya ia masih harus melakukan pemeriksaan dan control di RSHS. Beruntungnya, ia memiliki anak-anak yang mau merawat dan menjaganya. Sudah 1 minggu ini ia berada di RSSR Bandung bersama kedua anaknya. Suaminya Enem (74) sudah tidak sanggup lagi bekerja, ia dan istrinya Mak Ade hanya bisa mengandalkan pemberian dari anak-anaknya. Kini Mak Ade setiap bulannya menjalani kemotherapy di RSHS Bandung. Alhamdulillah #kurirSR dipertemukan dengan Mak Ade dan keluarga, kami menyampaikan titipan dari para sedekahoilic untuk membantu meringankan biaya akomodasi dan transportasi selama menjalani pengobatan di RSHS setiap bulannya. Bantuan awal telah tersalurkan dan tercatat di rombongan 887. Semoga Allah segera mengangkat penyakit yang diderita Mak Ade.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Ibu ade menderita  Tumor di Anus

Ibu ade menderita Tumor di Anus


SITI NURANI (9, Epilepsi). Alamat: Kp. Cimenteng RT 2/1, Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Rani sapaan akrab kami kepada siswa kelas 4 SDN Sempur ini, ia merupakan anak kedua dari pasangan Pak Juhra (41) dan Bu Aidah (36). Sudah sejak usia 10 bulan ia sering mengalami demam tinggi dan kejang, saat itu ibunya hanya mampu membawanya berobat ke puskesmas setempat, ia sempat sembuh dan tidak lagi mengalami kejang dan demam. Hingga menginjak umurnya yang ke-7, Rani mengalami kejang-kejang lagi dan langsung dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, dokter mendiagnosa Rani mengidap penyakit epilepsy dan harus berobat jalan agar bisa sembuh total. Ia kemudian diberi dan mengonsumsi obat sesuai resep dokter di RSUD, namun karena efek badan Rani yang membiru setelah mengonsumsi obat tersebut, maka ia berhenti dan tidak mengonsumsi obat resep dokter tersebut. Akhirnya sampai saat usianya menginjak umur 9 tahun, ia harus mengalami kejang-kejang dan demam setiap dua minggu sekali bahkan lebih. Pak Juhra sebagai ayahnya tidak bisa berbuat banyak, ia tidak bisa lagi membawa Rani ke RSUD Bayu Asih karena keterbatan biaya, maklum saja Pak Juhro berprofesi sebagai tukang ojek, yang penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, tapi tak mampu memenuhi kebutuhan pengobatan anaknya, Rani.  Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Rani dan menyarankan untuk kembali membawa Rani berobat dengan jaminan KIS dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi berobat jalan ke RSUD Bayu Asih. Semoga Allah mengangkat penyakit Rani agar ia bisa beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi @zakiahk99

Siti menderita Epilepsi

Siti menderita Epilepsi


IYOT BINTI NURHAMID (71, Katarak + Maag Kronis) Alamat : Kampung Rawatutut, RT 17/7, Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Iyot adalah seorang perempuan yang belum pernah menikah sampai usianya sudah mulai senja, tinggal di gubuk milik sendiri. Sudah 5 tahun lebih Mak Iyot menderita penyakit katarak, kedua matanya sudah tidak bisa melihat dengan jelas, berjalannya pun sudah menggunakan tongkat. Mak Iyot diurus dan dirawat oleh keponakannya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Ditambah beberapa bulan terakhir Mak Iyot sering merasakan sakit pada bagian perutnya, Mak Iyot diperiksakan ke Puskesmas terdekat,  hasil pemeriksaan dokter, Mak Iyot menderita penyakit maag yang sudah kronis. Seharusnya Mak Iyot sering mengontrol kesehatannya ke puskesmas. Namun, Mak Iyot mengeluhkan untuk biaya sehari-hari saja tidak punya. Mak Iyot sudah tidak bisa bekerja. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mak Iyot, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan biaya sehari-hari dan pergi berobat ke rumah sakit. Mak Iyot sangat mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Mak Iyot keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis_maemunah

Ibu iyot menderita Katarak + Maag Kronis

Ibu iyot menderita Katarak + Maag Kronis


RUSTIANA BINTI MAJEN (13, Kelainan Kulit). Alamat : Kampung Jenggot, RT 2/4, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Erus biasa ia disapa merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara pasangan Pak Majen (45) dan Bu Kunung (35) ini sejak 6 tahun yang lalu menderita penyakit yang terbilang aneh. Berawal dari rasa gatal di bagian badannya, Erus lalu menceritakan kondisinya ke orang tuanya dan oleh orang tuanya hanya diberikan salep untuk mengurangi rasa gatal di tubuhnya. Lama kelamaan rasa gatal tersebut makin menjadi yang membuat kulit Erus menjadi mengelupas seperti orang terbakar yang membuat Erus tidak bisa memakai baju karena akan sakit jika dipakaikan baju. Akibat sakit tersebut Erus terpaksa berhenti untuk bersekolah karena tidak bisa untuk memkai seragam padahal Erus terbilang anak yang cukup pintar disekolahnya. Ia pernah dibawa ke Puskesmas dengan mengunakan BPJS Mandiri kelas 3, sesampainya Erus di Puskesmas oleh pihak Puskesmas Erus dirujuk ke RSUD Cibinong untuk mendapatkan perawatan. Sesampainya disana dokter menyebut bahwa Erus tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik sehingga akan mudah dan rentan terkena virus dan disarankan untuk berobat ke RSCM agar mendapat perawatan yang lebih intensif. Namun niat untuk membawa Erus diurungkan karena tidak adanya biaya untuk membawa Erus kesana. Pak Majen hanya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu dan Bu Kunung hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Kurir #SR yang mendapatkan info tentang Erus langsung mendatangi Erus dirumahnya. Setelah mendengarkan kesusahan yang dialami Erus untuk berobat, kurir #SR pun memberikan bantuan awal untuk Erus yang akan dipergunakan untuk biaya akomodasi Erus berobat ke RSCM. Semoga Erus bisa kembali seperti sedia kala dan kembali bersekolah untuk mencapai cita – citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abahzildan @rexy_eas

Rustiana menderita Kelainan Kulit

Rustiana menderita Kelainan Kulit


JOHAN SUGANDA (33, Luka Bakar Seluruh Badan). Alamat : Kedung Halang Central, RT 2/6, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Johan biasa ia disapa tak mengira pada tanggal 23 Oktober 2016 ia akan mendapatkan musibah. Berawal ketika ingin memasak mie instan di rumahnya, Pak Johan tidak mengira bahwa tabung gas 3 kg yang digunakan olehnya meledak. Kejadian itu membuat separuh bagian dapurnya rusak karena ledakan tabung gas tersebut. Ledakan tabung tersebut membuat tubuh Pak Johan terbakar hampir 90%. Setelah kejadian tersebut Pak Johan dibawa oleh tetangga dan keluarga yang ada dilokasi kejadian ke RSUD Kota Bogor. Dokter bedah yang menangani luka Pak Johan mengatakan bahwa luka bakar yang diderita Pak Johan sudah harus segera dioperasi namun harus dirujuk ke RSCM agar bisa dioperasi. Pak Johan menggunakan jaminan kesehatan KIS untuk mengobati pengobatannya namun yang menjadi kendala adalah biaya untuk membeli obat – obatan yang tidak di cover KIS serta biaya akomodasi untuk pulang pergi ke RSUD Kota Bogor serta untuk ke RSCM jika jadi dirujuk. Bu Dedeh (30) bercerita ketika dikunjungi oleh kurir #SedekahRombongan bahwa selama dirawat di RSUD Kota Bogor, ia sudah meminjam uang untuk bekal selama menemani sang suami di RSUD karena Pak Johan merupakan tulang punggung keluarga. Kurir #SR merasakan kesulitan yang dialami oleh Bu Dedeh karena harus menemani suaminya selama di rumah sakit serta harus membiayai anak – anaknya yang masih bersekolah. Bantuan awalpun diberikan untuk Pak Johan yang diterima oleh Bu Dedeh yang digunakan untuk akomodasi selama di RSUD serta untuk membiayai kebutuhan yang diperlukan anak – anaknya. Semoga Pak Johan cepat kembali pulih agar bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak johan menderita Luka Bakar Seluruh Badan

Pak johan menderita Luka Bakar Seluruh Badan


NAGSYAH BINTI DARTIM (2, Kencing Darah, Kekurangan Trombosit). Alamat : Kp. Rancaudik RT 8/2 Desa Rancaudik, Kecamatan Tambak Dahan, Kaupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Besama ayah, ibu, dan kedua saurada kandungnya, Nagsyah tinggal di rumah amat sederhana di daerah perkampungan. Ayahnya, Dartim (40) hanya bekerja serabutan; Ibunya, Robiah (40) hanyal ibu Rumah tangga yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus ketiga anak mereka. Dengan tanggungan 3 anak, tampak berat kedua orangtua Nagsyah menghidupi anggoa keluarganya. Apalagi, setelah Nagsyah sakit-sakitan. Sejak awal Oktober 2016 anak bungsu mereka mengalami demam tinggi disertai biru-biru di sekitar tubuh, tangan, dan kaki. Nagsyah juga kerap mengeluarkan darah pada saat kencing. Berbagai penyambuhan telah dilakukan keluarga Nagsyah. Saat dibawa periksa ke klinik terdekat, pihak klinik merujuk Nagsyah untuk ditangani lebih lanjut di RSUD Ciereng Subang. Di RSUD ini Nagsyah bahkan sempat diarawat; pihak rumah sakit memperbolehkan Nagsyah pulang setelah ia dirawat inap selama seminggu. Namun Nagsyah tetap diharuskan untuk melakukan rawat jalan selama satu minggu sekali. Menghadapi kenyataan hidup yang tak diduga ini, keluarga Nagsyah semakin kebingunga. Pak Dartim, ayahnya, hanyalah buruh harian lepas: dia akan mendapat penghasilan jika ada orang yang mempekerjakannya. Terkadang Pak Dartim menjadi kuli bangunan, terkadang bisa membetulkan jaringan listrik. Apa pun pekerjaan yang mampu dilakukan, ia jalaini untuk mendapatkan penghasilan. Kalau ada pekerjaaj, paling besar penghasilannya hanya 50.000/hari. Untuk biaya berobat Nagsya selama ini Pak Dartim mendapatkan bantuan dari tetangga mereka yang berbaik hati. Kondisi Nagsyah dan kebingungan keluarganya yang memprihatinkan itu akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan melalui tetangga dan saudaranya, Ibu Wati. Bersyukur kurir #SedekahRombogan dapat bersilaturahmi ke rumah Bapak Dartim. Bapak Dartim menyampaikan kondisi Nagsyah kepada kurir #SR dan harapannya agar memperoleh bantuan supaya Nagsyah bisa terus berobat dan kembali sehat. Pada kunjungan pertama itu, alamdulillah kurir #SR juga dapat menyampaikan titipan dari sedekaholic berupa uang. Bantuan yang diterima orang tua Nagsyah ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi Nagsyah dan keluarganya ke rumah sakit serta biaya pembuatan BPJS Mandiri Kelas 3. Semoga ikhtiar Pak Dartim sekeluarga untuk kesembuahan Nagsyah dilancarkan dan dipermudah, sehingga Nagsyah dapat kembali sembuh seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @eliernawati @ilrwanrianto

Nagsyah menderita Kencing Darah, Kekurangan Trombosit

Nagsyah menderita Kencing Darah, Kekurangan Trombosit


MIKANDA BIN UMIN (49, Darah Tinggi). Alamat: Jl. Tamansari Bawah No.99 RT 7/20 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kotamadya Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama empat anak dan satu istrinya, ia tinggal di rumah kontrakan amat sederhana di tengah padatnya kota Bandung. Ia menganggur: tanpa pekerjaan, tak punya penghasilan. Ia merasakan beratnya menjalankan roda kehidupan rumah tangganya. Masih beruntung anak pertamanya sudah bekerja dan istrinya berjualan Mie Ayam. Meskipun demikian, tuntutan hidup keluarga duafa ini jauh lebih besar dibanding penghasilan mereka. Dua anaknya masih sekolah; yang satu kelas 3 SLTP, yang satu lagi Kelas 2 SD. Yang paling kecil balita usia 2 tahun. Kesulitan hidup semakin dirasakan keluarga prasejahtera ini  sejak Pak Mikanda sakit-sakitan. Pada tahun 2012 dia terserang penyakit darah tinggi dan kolesterol. Setelah itu ia juga mengalami stroke ringan; bahkan pernah dirawat di RS Borromeus selama satu minggu dengan biaya dibantu dari tempat ia bekerja waktu itu sebagai supir di PT. LIMAS RAGA INTI. Alhamdulillah ikhtiarnya berhasil waktu itu dan ia mendapat kesembuhan. Setelah sembuh, Pak Mikanda sempat bekerja seperti biasa. Pada Maret 2015 dia terjatuh ketika sedang melaksanakan tugas pekerjaannya. Dia diduga kuat mengalami stroke berat dan tidak bisa bicara. Setelah kejadian itu Pak Mikanda pernah diperiksakan ke RS Borromeus oleh teman sepekerjaannya. Pihak RS menyarankan Pak Mikanda menjalani terapi atas saran dokter. Setelah mengalami stroke berat, Pak Mikanda tidak bisa bekerja lagi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, dia mengandalkan hasil usaha istrinya berjualan yang modalnya berasal dari tempat Pak Mikanda bekerja (pesangon). Penghasilan anaknya yang sudah bekerja hanya cukup membantu buat makan tetapi tidak cukup untuk biaya berobat. Uang pesangon yang ia terima rupanya dipakai juga untuk biaya mengontrak rumah ukuran 3×5 meter dengan biaya Rp.5.000.000,- per tahun. Sisanya dibelikan kendaraan motor buat operasional belanja setiap hari. Pak Mikanda dan keluarganya berharap dapat melanjutkan pengobatan ke rumah sakit sampai tuntas. Harapannya disampaikan kepada kurir #SR saat berkunjung ke rumah kontrakannya. Dan alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, kurir #SedekahRombongan Bandung Raya juga dapat menyampaikan santuna untuk Pak Mikanda dan keluarganya. Bantuan Awal iini digunakan untuk biaya pembuatan BPJS Mandiri serta biaya transportasi dan akomodasi. Pada akhir Oktober 2016, kurir #SR kembali mengunjunginya. Alhamdulillah, kondisi Pak Mikanda smakin membaik. Walaupun belum bisa berbicara, ia sekarang sudah bisa berjalan. Meskipun demikian, Pak Mikanda masih membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, pada kunjungan kedua ini #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan untuk melanjutkan pengobatannya ke dokter dan berikhtiar juga dengan cara terapi. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 854.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Oktober2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @AzepBima @Tantri

Pak mikada menderita Darah Tinggi

Pak mikada menderita Darah Tinggi


AMINAH BINTI AMAN (35, Miom). Alamat : Kedung Halang Blok Asem, RT 4/2, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Minah akrab kami menyapa sejak 3 tahun lalu didiagnosa oleh dokter mengidap Miom di rahim. Pada awalnya Bu Minah sering merasakan sakit jika sedang menstruasi, karena kejadian tersebut sudah sering dirasakan jika sedang menstruasi maka kejadian tersebut dibiarkan saja dan hanya diobati dengan minum jamu – jamu yang ada di warung. Namun lama kelamaan sakit yang dirasakan jika menstruasi makin menjadi yang membuat Bu Minah terkadang sampai pingsan dan setelah selesai menstruasi pun sakitnya tak kunjung hilang yang membuat ia khawatir dan memeriksakan ke dokter di Puskesmas oleh dokter di Puskesmas, Bu Minah disarankan untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Kota Bogor dengan menggunakan BPJS mandiri kelas 3 agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pengobatan yang dijalani Bu Minah hanya berjalan sampai akhir tahun 2015 karena adanya tunggakan BPJS mandiri kelas 3 yang dimiliki Bu Minah karena sudah beberapa bulan tidak dibayar. Pak Ahmad (40) sebagai suami Bu Minah tidak bisa berbuat banyak untuk membayar tunggakan iuran BPJS istrinya, karena penghasilan sebagai buruh serabutan tidak mencukupi untuk membayar iuran tersebut. Alhamdulillah kurir #SR dipertemukan oleh Bu Minah dan keluarga dan membantu meringankan beban yang dirasakan oleh Bu Minah. Bantuan awalpun diberikan untuk Bu Minah agar bisa membayar tunggakan iuran BPJS nya agar bisa kembali melanjutkan pengobatannya. Semoga Bu Minah lekas kembali sehat. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu aminah menderita Miom

Ibu aminah menderita Miom


ONIH BINTI KAMID (59, Kencing Manis). Alamat: Jalan Kencana Indah 4 Buah Batu RT 8/11 Kelurahan Gumuruh Kecamatan Batu Nunggal Kotamadya Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama suaminya, Mamat bin Mista (65) dan kedua anaknya, ia tinggal di gubuk sempit tak layak huni yang lahannya pun berstatus pinjaman dari warga yang peduli atas nasib Bu Onih dan keluarganya. Sampai kini keluarga dhuafa ini belum memiliki rumah tinggal sendiri. Mereka berpindah-pindah menempati rumah kontrakan. Penghasilan suaminya sebagai pemulung barang rongsokan belum bisa mensejahterakan keluarganya. Walaupun ia dan kedua anaknya ikut membantu usaha suaminya, mereka masih diuji dengan kemiskinan. Bu Onih juga diuji Allah Swt dengan penyakit yang ia derita di masa tua kehidupannya. Sejak Oktober 2014, ia diduga menderita sakit “gula kering” dan “penglihatan matanya buram”. Karena tidak punya biaya dan jaminanan kesehatan apapun, pengobatan yang dapat ia upayakan hanya sampai Puskesmas. Rujukan untuk pemeriksaan ke rumah sakit umum belum sempat ia tindaklanjuti. Keadaan memprihatinkan yang dialami Bu Onih dan keluarganya akhirnya sampai kepada #SR melalui kurir Kota Bandung, Hengki S dan Hj. Lilis Dariya. Berdasarkan hasil kunjungan (survey) dan penuturan Bu Onih, ia sangat membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit atau dokter. Alhamdulillah para sedekaholics #SR berempati atas kesulitan hidup yang dialami Bu Onih dan keluarganya serta memberinya santunan awal yang digunakan untuk membuat Kartu SKM atau BPJS, transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Pada pertengahan bulan Agustus 2016, kurir #SR kembali mendapat kabar bahwa Ibu Onih sakit lagi dan membutuhkan pertolongan medis. Pada Agustus dan akhir Oktober 2016, kurir #SR kembali mengunjungi Bu Onih di rumahnya. Pada kunjungan ketiga kalinya itu, alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan dari para sedekaholic berupa uang, yang digunakan untuk biaya pemeriksaan dan pengobatan ke rumah sakit. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 833.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @Hengki @trietan @Lilisdariyah

Bu onih menderita Kencing Manis

Bu onih menderita Kencing Manis


WIWIN BINTI WARTA (26, Ca Ovarium). Alamat : Dusun Pasar, RT 1/1, Desa Kampung sawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat. Wiwin adalah seorang Ibu rumah tangga. Beliau didiagnosa terkena penyakit kanker rahim sejak 2 tahun lalu. Suami dari Ibu Wiwin, Bapak Asep (33), hanyalah seorang kuli panggul,pekerjaannya tidak tetap. Karena itu, mereka berdua hidup dalam kekurangan. Menggunakan Fasilitas Jaminan Kesehatan BPJS Kelas 3 yang telah dibuatnya, Wiwin dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan sudah menjalani operasi laparoscopy   pada bulan April 2016. Saat ini Wiwin sedang melakukan persiapan untuk menjalankan kemoterapinya yang ke 3 berupa transfusi darah putih karena hasil pemeriksaan laboratoriumnya menunjukan trombosit dalam tubuhnya kurang. Wiwin sudah menjalan rawat inap selama satu minggu untuk memulihkan kondisi tubuhnya agar siap untuk melakukan kemoterapi ke 3. Jika kemoterapi tersebut berhasil dilakukan maka ini adalah kemo terakhir di siklus pertama yang harus dijalani oleh Wiwin. Santunan kembali diberikan untuk membantu biaya sehari-harinya selama Wiwin menjalankan rawat inap di RSCM. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam rombongan 902. Semoga Allah memberikan kekuatan kepadanya dalam menjalankan pengobatan hingga dikarunia kesembuhan seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @anasaramadhan

Ibu Wiwin menderita Ca Ovarium

Ibu Wiwin menderita Ca Ovarium


ALVIN NURSYFA (16, Celebral Palsy). Alamat: Kosambi Jaya RT 1/6, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Timur. Alvin yang menghabiskan hidupnya sehari – hari di tempat tidur awalnya dilahirkan dalam kondisi normal. Dahulu ia dapat berdiri, berjalan juga bermain seperti anak – anak seusiannya. Perubahan Pada Avin terjadi berawal saat Alvin beberapa kali mengalami panas yang sangat tinggi disertai kejang di usia 2 tahun, dan terulang kembali saat usianya 3 tahun sampai akhirnya mengakibatkan Alvin tidak lagi dapat berjalan, berdiri bahkan menggerakkan kakinya. Dirasa mengganggu tumbuh kembangnya sang ibu akhirnya membawa Alvin ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang, Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan diketahui Alvin mengalami Celebral Palsy atau biasa kita kenal dengan lumpuh otak. Untuk merangsang syaraf pada tubuhnya, Dokter menyarankan agar Alvin mengikuti terapi berjalan. Namun disayangkan terapi yang harus dijalani Alvin,  terpaksa tidak lagi dilanjutkan dengan alasan kendala biaya selama berobat yang memberatkan. Hingga usianya menginjak remaja Alvin masih menggantungkan hidupnya dengan bantuan orang – orang disekitarnya, terlalu lamanya ia berbaring menyebabkan tulang punggung belakangnya tumbuh menjadi tidak sempurna. Sebagai orang tua tunggal, Ibunda Alvin, Kartem (32) memenuhi kebutuhan hidupnya bersama Alvin dengan pekerjaan yang tidak menentu. Sampai saat ini kondisi Alvin masih terbaring di rumah, Ibu Alvin menuturkan keinginannya agar Alvin dapat menjalani rawat jalan dengan fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang ia miliki. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami mereka dan menyampaikan santunan awal dari sedekaholics demi membantu biaya Alvin sehari – hari dan biaya kebutuhannya saat rawat jalan nanti. Semoga Alvin semangat menjalani pengobatannya dan segera mendapatkan kesembuhan agar dapat menjalani kesehariannya seperti anak – anak remaja pada umumnya.. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi Sutardi

Alvin menderita Celebral Palsy

Alvin menderita Celebral Palsy


DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT (3, Penurunan Daya Imun Tubuh). Alamat : Desa Linggarsari, RT 4/2, Kelurahan Linggarsari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Dimas yang hidup hanya bersama Ibunda Imas Pratiwi (20), tidak dapat bergerak aktif seperti anak-anak lain seusianya. Sejak usianya 1.5 tahun kesehatannya semakin lama dirasa semakin menurun. Seringkali ia mengalami batuk dahak berkepanjangan, tidak jarang pula ia mengalami deman yang disertai menggigil. Dituturkan sang ibu, Dimas sering kali mengalami buang air besar terus menerus setiap kali tubuhnya menerima asupan makanan. Berat badannya pun susah bertambah bahkan cenderung semakin menurun saja. Melihat hal ini ibundanya pun membawa Dimas ke Puskesmas, Dokter mendiagnosa ia menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya, atau yang biasa dikenal dengan Bronchopneumonia. Melihat kondisinya yang semakin lemah, Puskesmas memberikan rujukan kepada keluarga agar membawa Dimas segera ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang.  Di hari ke 5 perawatannya di rumah sakit, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan Dimas dan Ibunya.  Ibunda Dimas mengeluhkan sebagai orangtua tunggal yang tidak berpenghasilan membuatnya kesulitan untuk membiayai pengobatan Dimas.  Fasilitas kesehatan BPJS yang ia miliki saat ini tidak aktif karna tak mampu dibayar, terpaksa Dimas terdaftar sebagai pasien umum di Rumah Sakit tersebut. Mendengar kesulitannya dalam membayar tunggakan perawatannya, #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka dan membantu mencari jalan keluar bersama pihak Rumah Sakit. RSUD Karawang memberikan keringanan kepada Ibu Dimas dan Santunan dari para sedekaholics pun disampaikan untuk melunasi biaya perawatannya. Semoga bantuan yang diberikan meringankan kesulitan yang dialami Ibunda Dimas. Ibunda Dimas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Terucap doa untuk Dimas dan Ibunda agar tetap semangat dan optimis menjalani ihtiar berobatnya hingga sembuh. Kurir #SedekahRombongan pun mengucapkan terima kasih kepada Sedekaholics yang senantiasa memberikan perhatian dan supportnya terhadap para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Etydewi

Dimas menderita Penurunan Daya Imun Tubuh

Dimas menderita Penurunan Daya Imun Tubuh


IDA BINTI CAYO (17, Tumor Mandibula). Alamat : Dsn. Krajan Barat, RT 2/3, Ds. Manggungjaya, Kec. Cilamaya Kulon, Kab. Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ida adalah anak pertama dari 5 bersaudara. Ida mulai sakit sejak 4 tahun lalu. Sakit yang dirasakan di rahang bagian kirinya semakin lama semakin hebat hingga  orangtua Ida membawanya untuk diperiksa di klinik dekat rumahnya. Dokter merujuk Ida ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang. Hasil pemeriksaan medis di RSUD Kab. Karawang adalah bahwa Ida didiagnosa mengidap tumor mandibula  atau dalam bahasa awam dikenal sebagai tumor rahang bawah dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Pengobatan Ida pada saat itu terpaksa terhenti karena kendala biaya yang dihadapi oleh keluarganya. Ida hidup di keluarga yang serba kekurangan, Ibunya, Ane (51) adalah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) dengan 5 orang anak, sedangkan suaminya sudah lama meninggal. Setelah bertemu dengan kurir #Sedekah Rombongan, Ida dibuat fasilitas Jaminan Kesehatan KIS. Ida saat ini melanjutkan pengobatan dengan menggunakan Jaminan kesehatan KIS dan sudah berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung guna melanjutkan pengobatannya di RSHS. Perkembangan terakhir yaitu Ida sudah melakukan biopsy dan hasilnya adalah bahwa Ida positif tumor jinak. Pengobatan yang disarankan yaitu berupa operasi untuk mengganti rahangnya. Bantuan kembali diberikan oleh Kurir #SedekahRombongan untuk mencukupi biaya kebutuhan sehari-harinya selama dalam masa perawatan.Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 900. Semoga Operasi nya bisa segera dilaksanakan dan Ida kembali sehat seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucujuanda

Ida menderita Tumor Mandibula

Ida menderita Tumor Mandibula


MOCH NABIL SATRIA  (5, NHML + Leukimia) Alamat: Kampung Warudoyong Selatan,RT42/9, Gang Haji Munir, Kecamatan Rengasdengklok Selatan, Kabupaten Karawang, Provinsi jawa barat. Nabil adalah anak ke dua dari dua bersaudara.Nabil mulai sakit sejak berusia 2 tahun. Gejala awalnya berupa adanya benjolan kecil dibagian lehernya, dan Nabil sering mengalami demam. Awalnya nabil diperiksa diklinik dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang (RSUD). Hasil Biopsi di RSUD Karawang menunjukan bahwa Nabil terkena kanker kelenjar getah bening (NHML) dan Nabil dirujuk ke Rumah sakit hasan Sadikin Bandung (RSHS). Di RSHS, Nabil diharuskan menjalankan Pengobatan berupa Kemoterapi sebanyak 8 siklus. Ayah Nabil yang bernama Asep (40), bekerja sebagai buruh dan istrinya bernama KIKI (36) adalah seorang IRT, mereka terus mendampingi anak bungsunya selama di RSHS. Perkembangan terakhir mengenai Nabil adalah bahwa Nabil pun didiagnosa mengidap leukemia stadium 4. Nabil berjuang terus melawan penyakit yang bersarang di tubuh kecilnya.  Biaya perawatan medis Nabil dicover oleh BPJS kelas 3 yang dimilikinya. Perkembangan terakhir mengenai pengobatan Nabil yaitu saat ini Nabil sedang dalam perawatan di RSHS guna meningkatkan kadar HB nya dan meningkatkan berat badannya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk membantu biayamembeli susu penambah berat badan anak dan untuk membantu biaya operasional selama Nabil dirawat Semoga Allah memberikan kekuatan kepada Nabil untuk bisa menuntaskan pengobatannya dan mendapatkan hasil yang baik yaitu berupa kesembuhan Aamiin.. Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 902.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda

Nabil menderita NHML + Leukimia

Nabil menderita NHML + Leukimia


SUNARTI MUADJI (44, Ca Cervix + Ca Pulmo). Alamat : Jl. Jatayu No. 62 A Kampung Cakung RT 7/9 Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. November 2015, Ibu Sunarti mengalami menstruasi yang sangat lama kurang lrbih 2 bulan. Karena khawatir ibu Sunarti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, dari Puskesmas langsung diberikan rujukan RSUD Kota Bekasi, disana langsung dilakukan tindakan pemeriksaan Papsmear. Hasil pemeriksaan menunjukan jika ibu Sunarti menderita Ca Cervix. Tapi karena keterbatasan fasilitas akhirnya pihak RSUD merujuk ibu Sunarti ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Di RSCM ibu Sunarti langsung menjalani pemeriksaan Patologi Anatomi dan USG, hasil pemeriksaan menunjukkan jika kanker yang dialami ibu Sunarti sudah stadium 3. Dokter mengatakan jika salah satu tindakan yang harus dilakukan adalah sinar radioterapi dan kemoterapi. Sementara ibu Sunarti menunggu jadwal kemoterapi dan sinar radioterapi ibu Sunarti menjalani kontrol rutin di Poli Onkologi. Mei 2016 ibu Sunarti mendapatkan jadwal untuk sinar radioterapi sebanyak 25 kali dan kemoterapi sebanyak 3 kali. Pasca menjalani tindakan ini, Juli 2016 dilakukan tindakan biopsi dan hasilnya penyakit yang dialami ibu Sunarti sudah metastase ke Paru. Sehingga ibu Sunarti harus menjalani kemoterapi lagi untuk Ca Paru nya. Sehari-hari ibu Sunarti mempunyai sebuah warung kecil dikontrakannya, kadang juga membawa makanan kecil saat kontrol ke rumah sakit untuk dijual. Tapi dari hasil jualan tersebut tetap tidak cukup untuk membiayai 2 orang anaknya yang masih sekolah, bayar kontrakan dan biaya sehari-hari. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Sunarti dan menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi dan membayar obat yang tidak dicover oleh BPJS. Semoga bantuan yang diberikan oleh #Sedekaholics sedikit banyak bisa meringan beban yang dihadapi oleh ibu Sunarti. Aamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Ibu sunarti menderita Ca Cervix + Ca Pulmo

Ibu sunarti menderita Ca Cervix + Ca Pulmo


HADI ANDRIANSYAH (13, Varises Esofagus) Alamat: Kampung Gelam Timur RT. 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan Endoscopy. Ditengah kebingungan orang tua Hadi menjalani hidup di Jakarta, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, sekaligus menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 884. Minggu kemarin Hadi telah dilakukan tindakan endoscopy, kini Hadi kembali menjalanai kontrol rutindi poli Gastro RSCM. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Hadi menderita Varises Esofagus

Hadi menderita Varises Esofagus


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu beliau disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agih diperbolehkan pulang tapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya.  Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, kembali kurir #SedekahRombongan mendatangi keluarga Pak Agih dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS, setalah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 896. Sampai saat ini Pak Agih masih terus menjalani kontrol rutin, semoga bantuan yang diberikan oleh #SedekahRombongan sedikit banyak bisa meringankan beban yang dialami oleh keluarga Pak Agih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Pak agih menderita  Patah Tulang Kaki Kiri

Pak agih menderita Patah Tulang Kaki Kiri


ENI NURAENI (21, Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT. 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awalnya Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan  dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, Bapak Husen tidak lagi harus standby menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 894 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, saat ini pengobatannya lebih fokus pada pendengarannya. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan. Kini Eni juga sedang mengikuti program Paket C.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis  @untaririri

Eni menderita Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah

Eni menderita Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah


LEX MANTUFANUAN (52, Stroke). Alamat: Tanah Merah RT 12/7 Kelurahan Penumpang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bang Alex begitu beliau disapa, bermula 8 bulan yang lalu tiba-tiba Bang Alex mengalami kekakuan di tangan dan kaki kirinya. Kemudian dibawa ke Klinik terdekat, dokter di klinik mengatakan jika bang Alex menderita Stroke. Karena keterbatasan biaya bang Alex tidak memeriksakan dirinya ke dokter, bang Alex cukup memeriksakan diri ke klinik terdekat. Sehari-hari bang Alex bekerja serabutan, sekarang saat kondisinya sedang sakit seperti ini bang Alex tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan bang Alex saat para pasien #SR yang dirawat di RSUD Koja Tanjung Priuk banyak yang dibantu pengurusan surat-suratnya oleh bang Alex, santunan untuk biaya berobat dan kebutuhan harianpun disampaikan untuk membantu bang Alex, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 861. Bang alex menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Oktober 2016
Kurir: @ddsyefudin  @harji_anis @untaririri

Pak Lex menderita Stroke

Pak Lex menderita Stroke


ERINDHA SYIFA ARLINGGA (12, Thalasemia Mayor). Alamat: Perum Jatimulya Jl. Melati Raya No. 299 Blok I RT 12/11 Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Erindha, begitu gadis cantik ini disapa. Sekilas tak ada yang berbeda dari Erindha dibanding dengan teman-teman sebayanya, Erindga tetap sekolah dan juga bermain dengan teman-temannya. Tapi ada satu tempat yang rutin didatangi Erindha setiap 3 minggu sekali, yakni Rumah Sakit. Erindha, dinyatakan menderita Thalasemia Mayor oleh dokter saat usianya 4 tahun, kondisi dimana sel darah merahnya yang cepat rusak sehingga menyebabkan kadar hemoglobinnya rendah, sehingga penderita Thalasemia Mayor harus rutin melakukan transfusi darah sepanjang hidupnya. Sejak usia 4 tahun Erindha kecil sudah harus berteman dengan jarum suntik, tapi sebulan terakhir ini Erindha terpaksa menunda transfusinya karena kartu BPJS memiliki tunggakan iuran sebesar Rp. 879. 260,- sehingga tidak bisa digunakan. Orang tua Erindha, bapak Ori Ariandi (40) juga penderita Thalasemia, sehari-hari bekerja sebagai tukanh ojek online tapi karena kondisinya yang tidak selalu fit sehingga tidak terlalu banyak orderan yang bisa diambil. Sementara ibunya, ibu Wartiah (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Ditengah kondisinya yang serba pas-pasan Pak Ori bingung harus mencari bantuan kemana, sementara dirinya dan Erindha harus tetap transfusi. Alhamdulillah, lewat salah seorang pengurus POPTI Pak Ori dan Erindha dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Bantuan untuk membayar iuran BPJS telah disampaikan, semoga dengan bantuan ini nantinya proses transfusi yang dijalani Erindha dan Pak Ori selalu diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 25 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anies @untaririri Sari

Erindha menderita Thalasemia Mayor

Erindha menderita Thalasemia Mayor


PASIEN RSCM (Bantuan Hari Dokter Nasional). Alamat: Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta. Sejak tahun 2012 #SedekehRombongan telah bersinergi dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo terutama dibagian Hubungan Masyarakat (Humas). Jika ada beberapa kesulitan yang dihadapi oleh kurir saat mendampingi pasien di RSCM, Humas selalu memberikan jalan kemudahan. Pun sebaliknya jika ada pasien tidak mampu yang membutuhkan ambulance, kursi roda atau biaya rumah sakit yang tidak terbayar, tak jarang Humas menghubungi Sedekah Rombongan, darisinilah kami membangun simsiobis mutualisme. Seperti kemarin saat memperingati Hari Dokter Nasional, RSCM mengadakan acara membagikan snack untuk pasien-pasien yang sedang berobat jalan. Alhamdulillah, kami #SedekahRombongan bisa ikut andil memberikan bantuan untuk melancarkan acara tersebut. Ucapan terima kasih disampaikan oleh rekan-rekan dari Humas RSCM atas bantuan yang diberikan, semoga kerjasama ini akan tetap terjaga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.000.000,-
Tanggal: 21 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @untaririri

Bantuan Hari Dokter Nasional

Bantuan Hari Dokter Nasional


SANTI RISTIANDARI (30, Osteosarkoma). Alamat: Jl. Pinang 2 RT 4/2 No. 49 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Berawal Agustus 2013, Bu Susanti mengalami kecelakaan motor dan jatuh dalam posisi dudu, sehingga terjadi patah tulang. Waktu itu ibu Susanti langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapat penanganan medis yaitu pemasangan 13 pen pada tulang belakang. Saat itu ibu Susanti cukup lama menjalani perawatan, yakni sekitar 3 bulan. Pasca menjalani perawatan panjang, ibu Susanti seharusnya masih harus rutin kontrol ke RS Fatmawati Jakarta. Tapi karena ketiadaan biaya, akhirnya ibu Susanti memutuskan untuk tidak kontrol dan hanya membeli obat anti nyeri saja yang disarankan oleh dokter, obat tersebut tidak bisa dicover oleh BPJS. Hampir 3 tahun ibu Susanti hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur, dengan kondisi kaki, tangan dan kepala membengkak. Bahkan tak jarang saat sakitnya kambuh beliau susah bicara. Tidak hanya di kaki, nyeri yang dirasakan ibu Susanti  hampir ke seluruh tubuh. Ibu Susanti memiliki seorang suami, bapak Asim Abdullah (33) yang bekerja sebagai karyawan sebuah restoran. Tetapi gaji yang diterima suaminyapun hanya pas-pasan untuk biaya kontrakan, kebutuhan sekolah 2 orang anaknya dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, setelah mengetahui informasi tentang ibu Susanti, kurir #SedelahRombongan langsung mendatangi tempat tinggal ibu Susanti dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi dan membeli obat anti nyeri yang tidak dicover BPJS. Ibu Susanti menyampaikam banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anies @riniastuti @untaririri

Santi menderita Osteosarkoma

Ibu Santi menderita Osteosarkoma


DIQQA PUTRA AL HAKAM (1, Hydrocepalus). Alamat: Kemanggisan Ilir XI RT 14/8 Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Pal Merah, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. 15 November 2015, Diqqa Putra Al Hakam untuk pertama kalinya melihat dunia. Diqqa tidak terlahir seorang diri, tapi bersama saudara kembarnya Daqqa Putra Al Hakam dengan berat badan masing-masing hanya 1,6 kg dan 1,7 kg. Dan keistimewaan merekapun berlanjut, saat Diqqa berusia 2 bulan terlihat lingkar kepalanya lebih besar dari kakaknya Daqqa. Awalnya orang tua Diqqa tidak begitu memperhatikan, tapi semakin lama lingkar kepalanya makin membesar. Akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Diqqa ke RSUD Banten. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter, diketahui jika Diqqa menderita Hydrocepalus, jauh sebelum ini dokter juga menyatakan jika saudara kembar Diqqa menderita Jantung Bocor. Dokter menyarankan supaya Diqqa dilakukan operasi untuk pemasangan VP-Shunt. Alhamdulillah proses operasi dapat dilakukan saat usia Diqqa menginjak 3 bulan, namun sebulan berselang Diqqa sering mengalami demam. Saat itu, diketahui jika selang VP-Shunt nya terinfeksi, dokter menyarankan supaya Diqqa dirujuk ke RSCM. Di RSCM Diqqa kecil dilakukan operasi aff VP-Shunt, alhamdulillah kondisinya berangsur membaik. Orang tua Diqqa, bapak Ganda (35) sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan yang tidak bisa menentu dan ibu Isnaini (20) adalah seorang ibu rumah tangga. Bekerja sebagai karyawan dengan tanggungan 2 orang anak yang sakit, biaya kontrakan rumah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tentu menjadi beban tersendiri buat Bapak Ganda. Tak jarang Pak Ganda dalam waktu yang lama tidak menjenguk Diqqa di rumah sakit karena harus mengurus Daqqa di rumah. Alhamdulillah, ditengah kesulitan yang dirasakan orang tua Diqqa #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Diqqa menjalani perawatan di RS. Semoga Diqqa kecil diberi jalan untuk menemukan kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Diqqa menderita Hydrocepalus

Diqqa menderita Hydrocepalus


AMAD BIN SUTARDI (19, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir #SedekahRombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karna dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Selain itu, tim medis menjelaskan kemungkinan terburuk yang harus Amad terima ialah tindakan amputasi. Namun saat ini, Amad harus menjalani beberapa pemeriksaan oleh Dokter ahli spesialis tulang terlebih dahulu di RSHS Bandung, baru setelah itu tim medis bisa menyimpulkan tindakan selanjutnya. Amad memiliki kartu jaminan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (41) dan Ibu Castinah (37) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya transportasi sekaligus akomodasi selama menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kelima kepada Amad untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSHS Bandung. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Pak amad menderita Kanker Tulang

Pak amad menderita Kanker Tulang


WINDA YULIANA (12, TB Kelenjar). Alamat : Dusun Sukamulya, RT 3/5, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan. Ia merupakan siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Di usia 12 tahun, kesehatan Winda sedikit terganggu. Hal itu berkenaan dengan adanya benjolan di bagian sebelah kanan leher Winda. Benjolan di lehernya semakin hari semakin membesar hingga mengeluarkan nanah. Menurut pemeriksaan tim medis, ia didiagnosa menderita TB kelenjar. Beberapa waktu lalu, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dan meninggalkan lubang bekas nanah. Dengan dampingan #SedekahRombongan Kuningan, awal September lalu Winda menjalani operasi pengambilan sampel tumor pada lehernya. Saat ini keadaan Winda semakin membaik, karna selain rutin minum obat, juga makanannya harus dijaga. Dan untuk pengobatan saat ini ia juga harus menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis anak untuk menjalani kontrol kesehatan rutin selama 9 bulan. Alhamdulillah selama menjalani pengobatan Winda menggunakan bantuan jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah. Sebetulnya jaminan KIS sangat membantu proses pengobatan Winda, hanya saja Winda membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani perawatan. Maklum saja, ayah Winda, Bapak Carya (56) adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan tak tentu. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan kelima untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Winda demi kesembuhan penyakitnya. Aamiin. Sebelumnya Winda masuk ke dalam pasien rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Winda menderita TB Kelenjar

Winda menderita TB Kelenjar


NIA DEWIANTI (34, Kanker Usus). Alamat : Dusun Sukamukti, RT. 2/4, Desa Mekar Raharja, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nia merupakan salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan. Penyakit Ibu Nia berawal ketika beliau sering mengeluh sakit di bagian perut. Akhirnya, beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit dan segera mendapat perawatan di Rumah Sakit. Hasil USG, tes darah dan rongten menunjukkan bahwa Ibu Nia menderita penyakit Kanker Usus. Beliau menjalani tindakan operasi pemotongan usus sebanyak 2 kali pada bulan Maret 2016 lalu. Untuk aktifitasnya sehari-hari pasca operasi beliau menggunakan alat Colostomy yang dipasang pada perutnya sebagai alternatif buang air besar. Saat ini kondisi beliau Alhamdulillah sudah jauh lebih baik setelah melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pertengahan bulan Juni lalu. Saat ini Ibu Nia harus rutin menjalani pemeriksaan kesehatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk kemoterapi sebelum menjalani operasi lanjutan. Ibu Nia telah menjalani beberapa kali kemoterapi. Selama menjalani pengobatan, Ibu Nia menggunakan BPJS mandiri kelas 3 yang dibayar secara mandiri. Namun, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani pengobatan di rumah sakit. Suami Ibu Nia, Bapak Andrianan (34) saat ini bekerja sebagai pedagang sayuran keliling demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga, namun penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan keenam untuk biaya transportasi kontrol kesehatan ke RSHS Bandung. Semoga ikhtiar Ibu Nia membuahkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nia merupakan pasien rombongan 908      .

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu nia menderita Kanker Usus

Ibu nia menderita Kanker Usus


TETY SUSILAWATI (48, Tumor Otak). Alamat: Jl. Pasir Melati, No. 888, Desa Majalengka Wetan, Kec. Majalengka, Kab. Majalengka, Prov. Jawa Barat. Ibu Tety merupakan pasien dampingan asal Majalengka, Jawa Barat. Beliau adalah perempuan tangguh yang tetap berjuang melawan penyakit ganas tumor otak. Saat ini, beliau sudah tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Kaki, tangan, juga sebagian besar bagian tubuhnya terasa lemas tak bertenaga. Beliau pernah menjalani pengobatan di RSUD Majalengka selama 2 bulan, namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Ibu tety dirujuk ke Rumah sakit hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Alhamdulillah, saat ini Ibu Tety telah menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dan harus menjalani terapi sinar dan suntik antibiotik sebanyak dua kali dalam sehari. Untuk saat ini, Ibu Tety tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) bandung selama menjalani perawatan, dikarnakan jarak dari Majalengka yang cukup jauh dan tidak ada keluarga yang bisa mendampingi perawatannya. Selama menjalani perawatan, Ibu Tety memanfaatkan jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 2. Karna untuk kebutuhan sehari hari Ibu teti tidak mempunyai penghasilan, kurir #SedekahRombongan Kuningan kembali menyampaikan santunan keempat untuk Ibu Tety agar beliau tetap menjalani pengobatan dan untuk membeli kebutuhan sehari hari seperti pampers. Semoga Allah memberikan kesembuhan sekaligus kesabaran untuk Ibu Tety. Amiin. Sebelumnya Ibu Tety masuk kedalam rombongan 866.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000
Tanggal: 26 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @Evainhere @Nitaapuji Diah

Ibu tety menderita  Tumor Otak

Ibu tety menderita Tumor Otak


WASKINI BINTI SUKAWI (52, Glaukoma + maag Akut). Alamat : Dusun 2 Cibodas, RT 2/3, Desa Cipondok , Kec. Cibingbin, Kab. Kuningan, Prov. Jawa Barat. Ibu Waskini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan. Beliau adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Beliau tinggal bersama seorang suami dan 2 orang anak. Saat ini,  beliau sudah tidak bisa melihat. Kedua mata beliau tidak berfungsi sebagaimana mestinya dikarenakan terkena penyakit glaukoma. Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang hingga akhirnya mata akan menjadi buta. Selain itu, beliau juga menderita maag akut yang sering kambuh. Bermula sekitar 2 tahun yang lalu. Awalnya, beliau mengeluh sakit perut sehingga dibawa berobat ke dokter praktek di dekat rumahnya. Dokter menganjurkan agar beliau segera melakuan rongten dan USG. Tak lama, beliau menjalani rongten juga USG dengan hasil maag akut. Belum sembuh maag di perutnya, gangguan kesehatan lain beliau rasakan. Kedua mata beliau sering sakit dan mengeluarkan air mata. Beliau melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata. Pihak dokter mendiagnosa Ibu Waskini terkena penyakit katarak dan beliau telah menjalani pengobatan jalan selama 6 bulan. Akan tetapi, tidak ada perubahan yang signifikan sehingga beliau diberi surat rujukan untuk pemeriksaan lanjutan ke Rumah Sakit Cicendo Bandung. Selanjutnya, Ibu Waskini pun dibawa ke Rumah Sakit Cicendo dengan hasil bahwa beliau terkena penyakit glaukoma di kedua matanya. Sejak saat itu, beliau telah menjalani operasi sebanyak 2 kali. Namun sayangnya Allah berkehendak lain, meskipun telah melakukan serangkaian pengobatan, beliau sudah tidak bisa melihat seperti sedia kala. Disaat beliau sudah tidak bisa melihat, rasa sakit pada matanya masih sering beliau rasakan. Oleh karena itu, beliau masih rutin menjalani cek kesehatan di Rumah Sakit Cicendo sebanyak 2 bulan sekali. Walaupun beliau memanfaatkan Kartu Jaminan Kesehatan jenis Kartu Indonseia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah, untuk transportasi dan membeli obat diluar BPJS, beliau sangat kesulitan. Maklum saja, suami Ibu Waskini hanya bekerja sebagai seorang buruh tani yang penghasilannya hanya cukup memenuhi kebutuhan 4 orang anggota keluarga. Alhamdulillah, #SedekahRombongan Kuningan dapat menyampaikan santunan kedua kepada Ibu Waskini agar beliau bisa terus melakukan cek kesehatan ke Rumah Sakit Cicendo Bandung. Semoga Allah senantiasa memberikan kesabaran kepada Ibu Waskini dan keluarga. Aamiin. Sebelumnya Ibu Waskini masuk kedalam rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Ibu waskini menderita Glaukoma + maag Akut

Ibu waskini menderita Glaukoma + maag Akut


AZMI HAIL MAHLAL (2, Flek Paru). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 2 tahun, namun ia menderita penyakit serius dengan adanya flek di dalam paru-parunya. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Saat ini, ia belum bisa bergerak aktif seperti anak seusianya. Ia hanya bisa terbaring lemas bahkan duduk pun harus dibantu dengan adanya penyangga. Untuk pertama kalinya, bulan September lalu Azmi menjalani pemeriksaan di rumah sakit besar karena sebelumnya ia hanya menjalani pengobatan di Puskesmas terdekat. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Ia harus selalu menjalani kontrol kesehatan secara rutin. Azmi mempunyai jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi ke rumah sakit. Maklum saja, Bapak Johan hanya bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan keempat kepada Azmi untuk biaya  transportasi  dan akomodasi selama menjalani cek kesehatan. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk pasien rombongan ke 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Nopember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Azmi menderita Flek Paru

Azmi menderita Flek Paru


RSSR (RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN) BANDUNG RAYA (BIAYA Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Desa Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun 2013 alhamdulillah #SedekahRombongan Bandung Raya telah dipercaya untuk mengelola rumah singgah yang berada di sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kami menyebutnya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung Raya. Walaupun sampai saat statusnya masih belum hak milik #SR, keberadaan RSSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya oleh saudara kita, dhuafa sakit, yang sedang berobat di RSHS Bandung. RSSR Bandung Raya menjadi tempat singgah sementara pasien dampingan #SR dari berbagai daerah di Jawa Barat yang sedang berproses menjalani tahapan pengobatan di RSHS Bandung. Di samping itu, RSSR juga berfungsi sebagai sarana kordinasi kurir, promosi, dan ladang amal bagi sedekaholics yang ingin bersedekah secara langsung. Di RSSR Bandung Raya terdapat 15 kasur bagi pasien dan ruangan tengah yang cukup luas untuk pendamping pasien. Ada dua jamban layak pakai yang bisa digunakan pasien dan keluarganya. Dapur dan peralatannya pun disediakan. Dengan empati sedekaholics, seiring perjalanan waktu, RSSR juga dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari pasien dan pendamping pasien. Setiap bulan RSSR Bandung Raya mendapatkan bantuan untuk pengadaan logistik dan kebutuhan lainnya untuk menjalankan pengkhidmatan dhuafa di RSSR Bandung Raya. Adapun pengalokasian bantuan #SR untuk operasional RSSR Bandung Raya bulan September 2016 adalah sebagai berikut:

1. Pembelian SEMBAKO : Rp.1.000.000,-
2. Pengeluaran untuk UTILITY (PAM/PLN/TELEPON/INDIHOME/Lemari) : Rp.1.441.000,-
3. Pengeluaran untuk Biaya Kebersihan : Rp.100.000,-
4. Pengeluaran untuk BBM, Ongkos Pulsa : Rp.220.000,-
5. Pengeluaran untuk pembelian bahan perbaikan kamar mandi : Rp. 130.000,-

Bantuan rutin untuk operasional RSSR Bandung Raya dari para sedekaholics ini sangat bermanfaat bagi pasien dan pendamping. Semoga dapat menjadi pahala bagi para sedekaholics dan membawa berkah kesembuhan bagi pasien #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.891.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @fuad_baasil

Bantuan untuk pengadaan logistik dan kebutuhan lainnya

Bantuan untuk pengadaan logistik dan kebutuhan lainnya


SANUSI BIN KARIM (54, Stroke). Alamat : Kp. Srengseng RT 3/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Gejala penyakit yang dialami Pak Sanusi berawal 3 tahun yang lalu. Saat itu Pak Sanusi masih bekerja sebagai penjual mie ayam keliling. Ketika ia sedang mendorong gerobaknya,  tiba-tiba Pak Sanusi terjatuh dan tidak sadarkan diri. Warga sekitar yang melihatnya segera menolong dan langsung membawanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Pak Sanusi kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi dengan kartu jaminan Jamkesmas untuk penanganan lebih lanjut. Ia dinyatakan menderita stroke dan kelemahan pada bagian tubuh sebelah kanan sehingga harus menjalani rawat inap selama 1 minggu sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Setelah pulang, Pak Sanusi seharusnya menjalani kontrol rutin, namun karena ketiadaan biaya hal tersebut tidak dilakukan. Pada tanggal 2 November 2015, kondisi fisik Pak Sanusi menurun sehingga harus dibawa ke  RS. Bakti Husada Bekasi. Pak Sanusi kembali menjalani perawatan di rumah sakit ini selama 4 hari. Pak  Sanusi dan keluarganya cukup kesulitan untuk memenuhi biaya transport dan akomodasi selama di rumah sakit sehingga keluarga ini  layak dibantu. Istri Pak Sanusi, Bu Nasiah (45) selama ini yang mencari nafkah menggantikan suaminya dengan berjualan kue keliling setiap pagi. Saat ini Pak Sanusi masih menjalani kontrol rutin ke RS Bhakti Husada Cikarang. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 902. Semoga Pak Sanusi dan keluarganya diberi kesabaran menghadapi cobaan ini. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak sanusi menderita  Stroke

Pak sanusi menderita Stroke


DAYAT BIN SARJA (56, Stroke). Alamat: Kp. Saguling Panjang, RT 2/4, Desa Cilamajang, Kec. Kawalu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Dayat, biasa ia disapa tetangga sekitar awalnya mengalami kecelakaan motor pada Januari lalu. Seminggu setelah kecelakaan tidak ada luka yang berarti, namun beberapa hari kemudian ada bagian tubuhnya, seperti bagian kaki dan badan serta mulut terasa kaku dan tidak bisa digerakkan. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata sebelum kecelakaan Pak Dayat memang sudah mengalami gejala stroke tapi sayangnya penyakit tersebut tidak dirasakan olehnya. Ia pernah dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya selama seminggu. Saat ini Pak Dayat dirawat di rumah dan sudah tidak berdaya untuk bekerja sebagai buruh harian, untuk berjalan pun harus dibantu keluarganya. Istrinya, Mulyati (40)  harus menggantikan peran suaminya menjadi tulang punggung sebagai tukang cuci karena mereka mempunyai 5 anak yang masih sekolah. Kini Pak Dayat berobat jalan dengan jaminan BPJS kelas III. #SedekahRombongan pun menyampaikan santunan dari Sedekaholics kepada Pak Dayat untuk biaya akomodasi selama berobat. Semoga kesembuhan bisa dijemput oleh Pak Dayat sehingga ia bisa bekerja kembali untuk menafkahi keluarganya. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Pak dayat menderita  Stroke

Pak dayat menderita Stroke


FATHUL MAJID (19, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: Kp. Sindang Kasih, RT 3/2, Desa Sukanagara, Kec. Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Fathul adalah seorang mahasiswa peraih beasiswa yang juga menimba ilmu di pesantren. Sebulan lalu, ia dan seorang temannya mengalami kecelakaan motor karena menabrak sebuah mobil ketika akan pergi ke kampus untuk berkuliah. Alhasil, Fathul harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya selama dua minggu karena lengan kirinya patah dan harus absen kuliah. Sekarang, Fathul dirawat di rumah oleh ibunya, Idah (40) yang seorang ibu rumah tangga. Ayahnya Fathul, Asep (47) bekerja sebagai buruh mempunyai 4 orang anak yang semuanya masih bersekolah dan kini merasakan kesulitan dalam hal finansial untuk berobat jalan Fathul karena tidak mempunyai jaminan kesehatan seperti BPJS atau Jamkesmas ditambah Asep pun mempunyai orangtua yang sakit-sakitan. #SedekahRombongan pun merasakan beban yang dirasakan Fathul dan memberikan santunan yang berasal dari donasi para Sedekaholics untuk membantu biaya pemasangan gips di tangan kirinya. Semoga Fathul segera pulih dan bisa menimba ilmu kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Fathul mengalami Kecelakaan Lalu Lintas

Fathul mengalami Kecelakaan Lalu Lintas


AGUS ALI NURDIN (26, Gangguan Jiwa). Alamat: Kp. Sukamaju, RT 1/4, Desa Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Agus adalah seorang anak tunggal yang hidup normal sampai suatu hari ia menjadi korban salah tangkap karena dikira seorang pencuri oleh warga Ciamis ketika ia sedang berkunjung ke rumah temannya. Agus menjadi bulan-bulanan warga, sekujur tubuhnya lebam, perutnya terasa ngilu dan banyak luka di wajahnya. Agus dibawa berobat oleh RT sekitar rumahnya ke puskesmas dan mendapatkan beberapa jahitan di tangan karena orang-orang yang mengeroyoknya enggan bertanggung jawab. Sejak itu, ia menjadi pemurung ditambah dengan kesedihan karena ayahnya meninggal dunia. Ibunya, Fatimah (52) yang seorang ibu rumah tangga harus merawat Agus yang keadaannya semakin bertambah parah karena kini Agus sering berjalan berkeliling kampung dengan tatapan kosong dan terkadang menangis tanpa sebab. Padahal Agus menjadi harapan ibunya yang hidup menjanda karena dulu Agus adalah seorang guru yang mengajar di sekolah dan jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Pengobatan Agus masih berlangsung untuk menyembuhkan gangguan jiwanya dengan biaya 1,6 juta per bulan karena ia belum terdaftar sebagai peserta BPJS. #SedekahRombongan pun mengunjungi kediamannya yang berukuran 5×5 meter dan memberikan santunan dari para Sedekaholics untuk membantu akomodasi dan membeli beberapa obat. Semoga Agus segera diberi kesembuhan dan kembali mengajar. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Pak agus menderita Gangguan Jiwa

Pak agus menderita Gangguan Jiwa


RANA BINTI SOBARI (16, Pembengkakan Gusi). Alamat: Kp. Unara, RT 4/2, Desa Kaputihan, Kec. Jatiwaras, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rana sudah mengalami pembengkakan pada bagian gusinya sejak 3 tahun yang lalu. Awalnya ia menderita sakit gigi pada bagian geraham atas. Rasa sakit kerap ia rasakan pada bagian giginya tersebut, namun orang tuanya hanya bisa membelikan obat warung sebagai penghilang rasa sakitnya karena tidak memiliki biaya untuk memeriksakan anaknya ke dokter. Kadang Rana mengorek bagian gigi tersebut dengan tusuk gigi karena ia merasakan seperti ada sesuatu yang menyelip pada giginya. Akan tetapi, kebiasaannya tersebut malah membuat gusinya tambah membengkak dan tak kunjung sembuh. Sebelumnya, ia pernah dibawa ke Puskesmas terdekat, namun kondisi Rana tidak kunjung membaik meskipun sudah beberapa kali berobat. Ia juga pernah dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo. Keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi yang dimiliki kedua orangtua Rana membuat pengobatan Rana tidak dilanjutkan meskipun Rana mempunyai jaminan KIS. Selanjutnya, Rana kembali hanya mengandalkan obat warung sekedar untuk menghilangkan rasa sakitnya. Ayahnya, Bapak Sobari (42) adalah seorang buruh serabutan dengan pendapatan tidak menentu dan kadang hanya cukup untuk makan sehari-hari dan Ibunya, Iroh (44) adalah seorang pembantu rumah tangga. Santunan awal untuk Rana pun disampaikan #SedekahRombongan untuk biaya akomodasi selama berobat di rumah sakit dan insya Allah akan segera melakukan operasi. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Rana dan keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @albareza

Rana menderita Pembengkakan Gusi

Rana menderita Pembengkakan Gusi


RASTINAH BINTI SARNADI (59, Stroke Ringan). Alamat : Dusun Puhun, RT 13/3, Desa Kalimanggis Wetan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rastinah adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan diluar selain mengurus rumah tangga. Di usia beliau yang hampir memasuki kepala enam, kesehatan beliau mulai terganggu. Berawal dari 4 tahun yang lalu, beliau positif menderita hipertensi. Tekanan darah beliau sering tidak stabil hingga menyebabkan kondisi kesehatannya menurun. Saat ini, kesehatannya semakin menurun karena beliau terkena stroke ringan. Beberapa bagian tubuh beliau seperti kedua tangan dan mulut yang sudah kaku untuk digerakkan. Selain itu, kedua kaki beliau juga mengalami lumpuh ringan sehingga beliau tidak bisa berjalan. Alhamdulillah, untuk meringankan biaya pengobatan beliau memiliki jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah. Hanya saja, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit. Keluarga Ibu Rastinah sendiri masuk ke dalam keluarga yang kurang mampu. Suami Ibu Rastinah, Bapak Jamsari (69) merupakan seorang kepala keluarga yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani. Pendapatan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sehari-hari. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan Kuningan dipertemukan dengan Ibu Rastinah sehingga santunan awal untuk biaya transportasi dapat disampaikan kepada beliau. Selain itu, kurir #SedekahRombongan Kuningan juga mendampingi Ibu Rastinah menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Sekarkamulyan Cigugur Kuningan. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Rastinah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu rastinah menderita Stroke Ringan

Ibu rastinah menderita Stroke Ringan


TITI HASANAH (70, Osteoporosis) Kp. Sindangkasih RT 2/3 Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ibu Titi, biasa ia dipanggil oleh tetangga adalah seorang IRT yang menjalani hari-hari biasa seperti yang lainnya sampai suatu hari beliau terpeselet di kamar mandi karena lantai yang licin. Selain karena kecelakaan tersebut, fisik yang sudah renta karena usia yang sudah sepuh menjadi sebab beliau langsung ambruk dan sulit sekali sembuh. Awalnya beliau dibawa ke tukang pijit di dekat rumah namun tidak ada kemajuan berarti malah ibu Titi jadi lebih sering terkulai lemah di ranjang. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan ternyata beliau mengalami osteoporosis dan sebelumnya tidak diketahui oleh keluarga. Pada akhirnya, kegiatan beliau terhambat dan hanya bisa melamun di kamar atau sesekali mengobrol dengan anak dan tetangga. Keadaan Ibu Titi semakin buruk dan sudah tidak bisa mengingat apapun. Untuk buang air besar pun dilakukan di atas kasur, makanan yang masuk hanya cairan terigu ditambah gula dan giginya sudah keropos. Ibu Titi tinggal bersama suaminya, Unun Hidayat (78) yang juga sakit-sakitan dan diurus oleh salah satu anaknya Asep (46) yang bekerja setiap hari sebagai buruh  untuk pengobatan ibu Titi karena tidak ada jaminan kesehatan seperti BPJS. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Titi dan menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan dan akomodasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 838. Semoga Bu Titi segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Ibu titi menderita Osteoporosis

Ibu titi menderita Osteoporosis


BILLY APRILIANA (4, Kelamin Ganda). Alamat : Dusun Malaraman, RT 1/7, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Billy. Billy menderita penyakit bawaan sejak lahir, ia memiliki kelamin ganda. Menurut keterangan dari pihak keluarga, Billy telah menjalani tindakan medis berupa operasi sebanyak 2 kali. Akan tetapi, ternyata Billy diharuskan melakukan operasi ulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, untuk menyempurnakan tempat pembuangan air kecilnya. Meskipun begitu, Alhamdulillah kondisi Billy jauh lebih baik walau sering mengeluh sakit apabila ia sedang buang air kecil. Billy memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Namun, untuk biaya transportasi dan akomodasi kedua orang tua Billy merasa kesulitan. Maklum saja, ayah Billy Bapak Nana Suhana (39) bekerja sebagai seorang pedagang asongan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan ibu Billy bernama Ibu Umi (34), beliau ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Billy dan keluarga sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh #SedekahRombongan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Bandung. Semoga Billy lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Billy menderita Kelamin Ganda

Billy menderita Kelamin Ganda


NENGSIH BINTI KARTA MAKUN (57, Toxic Adenomatous Goiter). Alamat : Dusun Wage, RT 18/4, Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nengsih adalah salah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan. Beliau saat ini menderita penyakit Toxic Adenomatous Goiter atau biasa disebut dengan peradangan kelenjar tiroid. Awalnya, terdapat benjolan kecil di bagian leher sebelah kiri. Lama kelamaan, semakin membesar hingga menyebabkan rasa sakit. Selain itu beliau juga sering sakit kepala bahkan sampai sesak nafas. Beliau pernah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Hasilnya menunjukkan bahwa beliau terkena peradangan kelenjar tiroid dan harus operasi. Sayangnya ketersediaan alat operasi di RSUD 45 Kuningan tidak lengkap. Tak lama Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Kuningan dipertemukan dengan Ibu Nengsih. Melihat hasil pemeriksaan sebelumnya, kurir #SedekahRombongan Kuningan membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan ulang. Alhamdulillah setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, akhirnya tim medis langsung mengambil tindakan berupa operasi pengangkatan kelenjar tiroid pada tanggal 13 September 2016 lalu. Selanjutnya pada tanggal 26 September 2016 kemarin Ibu Nengsih telah menjalani tindakan medis berupa pemasangan alevin di lehernya. Demi kesembuhannya, Ibu Nengsih dianjurkan untuk melakukan cek laboratorium meliputi cek FT4 , TSHs ,T4 (total) di sebuah klinik daerah Kuningan kota. Pemeriksaan FT4 adalah untuk mengukur konsentrasi hormon FT4 yang dikeluarkan berlebihan pada kondisi hypertiroid atau diproduksi kurang pada kondisi hypothyroid. Pemeriksaan TSHs adalah untuk mengukur kadar Thyroid Stimulating Hormon (TSH) dalam darah dengan metode yang sensitif. Sedangkan pemeriksaan T4 adalah untuk mengetahui kadar konsentrasi hormon T4 dalam darah sebagai bentuk pemantauan pengobatan penyakit tyroid. Ibu Nengsih memanfaatkan kartu jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS). Biarpun demikian, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi sekaligus biaya cek laboratorium. Maklum saja, suami Ibu Nengsih bernama Bapak Wardi (60) hanya bekerja sebagai buruh tani. Beliau bekerja bila ada tetangga yang membutuhkan jasanya. Penghasilan beliau sangat minim bahkan untuk kehidupan sehari-hari kadang masih kesulitan. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan keempat kepada Ibu Nengsih untuk biaya cek laboratorium dan juga transportasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Ibu Nengsih. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nengsih merupakan pasien rombongan  904.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Ibu nengsih menderita Toxic Adenomatous Goiter

Ibu nengsih menderita Toxic Adenomatous Goiter


RUKAIYAH BINTI ISMAIL (62, Suspect Endophthalmitis Oculi Dextra). Alamat : Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda KM 14,5 Dusun Sempurna, Desa Cot Karieng, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Penyakit Ibu Rukaiyah terjadi sejak tahun 2010, saat itu Ibu Rukaiyah yang bekerja sebagai petani mengeluh mata kanannya tiba-tiba mengalami kemerahan dan perih seperti kemasukan benda asing saat bekerja di kebun. Beberapa hari kemudian dirinya sering mengeluh matanya terasa perih dan mengeluarkan banyak air mata hingga membuat pandangannya kabur. Beberapa bulan kemudian pandangan itu hanya tinggal setitik cahaya disertai dengan keluar lendir dari kedua matanya. Saat itu ibu Rukaiyah hanya memeriksakan dirinya ke dokter yang dekat dengan tempat tinggalnya. Dokter mengatakan jika ibu Rukaiyah menderita peradangan berat pada bola mata kanan yang dapat menyebabkan kebutaan pada mata kanannya atau dalam bahasa medis dikenal dengan penyakit Endopthalmitis occuli dextra. Kemudian dokter menyarankan untuk menjalani operasi, namun dari hasil pemeriksaan dokter, kemungkinan mata kanannya untuk melihat lagi cukup sulit. Pada tanggal 9 September 2016, tekanan darah Ibu Rukaiyah sangat tinggi dan mengakibatkan pembuluh darah mata bagian kiri Ibu Rukaiyah pecah. Dikarenakan biaya operasi yang cukup mahal dan Ibu Rukaiyah tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan sama sekali, akhirnya saat ini beliau hanya menjalani pengobatan alternatif dan pengobatan di dokter setempat. Sementara suaminya, Bapak Abdullah Idris (66 tahun) juga sudah tidak dapat bekerja karena kondisinya yang lemah. Saat ini Ibu Rukaiyah juga sedang menunggu aktivasi kartu jaminan kesehatan BPJS kelas 2 yang lagi di urus. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat dipertemukan kembali dengan Ibu Rukaiyah. Bantuan yang disalurkan melalui kurir #SedekahRombongan digunakan untuk biaya pengobatan. Bantuan sebelumnya masuk Rombongan 875. Semoga ini bisa menjadi jalan untuk kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @pratiwi

Ibu rukaiah menderita Suspect Endophthalmitis Oculi Dextra

Ibu rukaiah menderita Suspect Endophthalmitis Oculi Dextra


KARDI BIN ANIM (28, Tumor di Mata). Alamat: Kp. Ciseureuh RT 4/7, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kang Kardi adalah seorang kurir pengantar air isi ulang di depot air yang berada di tengah perumahan panorama Purwakarta. Ia memiliki benjolan besar di bagian mata yang hampir menutupi separuh wajahnya, benjolan tersebut telah ada sejak Kang Kardi lahir. Semakin bertambah usianya, tumor tersebut juga semakin membesar. Berdasarkan penuturan keluarga, semenjak kecil hingga umurnya yang ke-28 ini, Kang Kardi telah menjalani 6 kali operasi di rumah sakit. Namun, setiap kali operasi, tumor tersebut bukan hilang, malah semakin membesar. Hingga kini, ia rutin berobat setiap 3 bulan ke dokter spesialis bedah di RS Thamrin Purwakarta, dengan menggunakan fasilitas kesehatan (KIS) Kartu Indonesia Sehat. Ia disarankan berobat lebih lanjut di RSHS Bandung oleh dokter yang saat ini merawatnya. Pada tanggal 2 Mei, Kardi berangkat ke RSHS untuk menemui dokter dan memastikan jadwal operasi tumornya tersebut. Alhamdulillah ia terjadwal untuk dilakukan tindakan operasi pada 19 Mei 2016, operasi tersebut berjalan dengan lancar. Ia kembali dijadwalkan untuk dilakukan tindakan operasi yang ke-8 kalinya pada 25 November 2016 mendatang.  Meskipun secara medis dikabarkan bahwa tumor pada wajah Kardi akan kembali tumbuh, tapi kita punya Allah yang maha menyembuhkan segala penyakit. Terimakasih atas bantuan materil dari para sedekaholic, juga doa-doa dari semua. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 850.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @hastapradja

Pak kardi menderita Tumor di Mata

Pak kardi menderita Tumor di Mata


EDI SUTIADI (31, Suspect Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Langseb IV, RT 4/4, Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Pada Januari 2016 Pak Edi merasakan keluhan dibagian telinga kirinya. Keluhan yang dirasa awalnya hanya gatal namun tanpa beliau sadari tumbuh pula benjolan ditempat yang sama. Mulai merasakan benjolannya semakin membesar, Pak Edi kemudian berobat ke Puskesmas terdekat. Disana beliau mendapat rujukan untuk pemeriksaan menyeluruh di Poli THT Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa sakit pada telinganya dicurigai tumor yang dalam dunia medis dikenal dengan nama Ca Nasofaring. Pak Edi kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. Selama sakitnya Pak Edi tidak dapat maksimal untuk mencari nafkah, istrinya Cucu Kuswati (22) baru 2 bulan ini bekerja sebagai tenaga kerja wanita menggantikan Pak Edi mencari nafkah untuk kehidupannya sehari-hari.  Dokter menyarankan Pak Edi untuk datang melakukan kontrol pasca operasinya, namun tidak dilakukannya, dikarenakan kendala biaya transportasi untuk berobat. Dua bulan pasca operasinya, Pak Edi kembali merasakan sakit dan bengkak di telinganya pun semakin membesar. Dengan bekal  kartu jaminan kesehatan KIS PBI yang dimilikinya, beliau kembali datang ke RSUD Kabupaten Karawang. Dokter pun kembali merujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pak Edi kebingungan memikirkan bagaimana nanti biaya sehari-hari dan transportasinya selama berobat. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Edi, sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada beliau. Namun kendala lainnya, Pak Edi yang masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan rawat jalan selama beberapa waktu di RSCM, tidak dapat tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan dikarenakan penuhnya pasien rawat jalan yang singgah saat ini. Kurir #SedekahRombongan mencari jalan keluar dengan menyewakan tempat sementara untuknya singgah. Semangat terus Pak Edi, semoga Allah memberikan kesembuhan untuk bapak.. Aamiin..

Jumlah Bantuan : 1.200.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih Etydewi

Pak edi menderita Suspect Ca Nasofaring

Pak edi menderita Suspect Ca Nasofaring


MUHAMMAD RASHA NUROHMAN (9, Luka Bakar). Alamat : Kp. Cipanggulan RT 8/2, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Rohman, biasa ia dipanggil. Awal mula sekitar 1 tahun yang lalu Rohman terkena ledakan petasan yang mengakibatkan luka bakar cukup serius pada kedua pahanya. Saat itu ia harus menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung karena rumah sakit terdekat belum memadai untuk kasus ini. Selama 8 bulan Rohman menjalani perawatan dan operasi di RSHS, selanjutnya ia diperbolehkan untuk pulang. Ketika akan melakukan kontrol ke RSHS, orang tua Rohman tidak memiliki biaya yang cukup. Mesipun ia memiliki kartu BPJS, namun untuk ongkos menempuh jarak Sukabumi-Bandung  ia sudah tidak punya uang. Ayahnya, Agus Subarna (38) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Sedangkan ibunya, Eni Nuraeni (29) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan  yang menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi dan bekal ke RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 4 Juli 2016
Kurier: @ddsyaefudin @deri_darusman

Rasha menderita Luka Bakar

Rasha menderita Luka Bakar


DALIO BIN JOYO SENTONO (82 Tahun, Dhuafa). Pak Dalio bertempat tinggal di Pundung Sari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Pak Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Pak Dalio mempunyai dua orang anak, namun tak ada satu pun yang peduli dan enggan mengurusnya padahal jarak rumah mereka tak terlalu jauh. Begitupun dengan keluarganya yang lainnya, sama sekali tidak ada yang memperhatikannya. Pak Dalio pun kini hidup sebatang kara tanpa sanak saudara. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Ia juga menderita sakit jantung yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Kini, Pak Dalio dibantu para tetangganya untuk urusan makan sehari-hari. Ia juga kerap membantu para tetangganya, namun sebatas kemampuannya saja. #SedekahRombongan Wilayah Jogja kemudian mendampinginya selama proses pengobatannya. Ternyata, Pak Dalio selama sakit sama sekali belum pernah diperiksakan. Tetapi, Pak Dalio begitu bersemangat berikhtiar untuk menyambut kesembuhannya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kurir dan Perawat #SR akan terus mendampinginya hingga ia sembuh. Pak Dalio tinggal sendirian di rumah gubuk yang dibangun oleh bapak dukuh setempat, yang berdiri di atas lahan milik tetangganya. Kondisinya begitu memprihatinkan, lantainya masih terbuat dari tanah, genteng rumahnya banyak yang berlubang, saat musim hujan banyak air yang masuk karena hampir semua genting bolong. Bangunan semi permanen itu hanya berdinding anyaman bambu. Penghujung Bulan Oktober 2016, Pak Dalio kembali diuji dengan kemalangan, atap teras rumahnya roboh yang disebabkan oleh angin kencang. #SahabatSR melalui #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan yang digunakan untuk memperbaiki atap teras dan genteng rumahnya yang bocor. Dibantu oleh warga setempat, Pak Dalio mulai merenovasi rumahnya. Semoga renovasi rumah ini cepat selesai supaya Pak Dalio bisa menempati rumahnya kembali. Pak Dalio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Terima kasih #Sedekaholic…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Pak dalio seorang dhuafa

Pak dalio seorang dhuafa


TRIDANI ANDARWARI (45 Tahun, Kanker Payudara). Alamat: Sanggrahan RT.08 Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, DIY. Bu Tridani menderita kanker payudara, awalnya ia menderita tumor ganas pada payudara. Sejak September 2016 lalu, kondisinya kian parah, ia pun dibawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul. Dokter menyarankannya untuk segera menjalani operasi yang dijadwalkan pada pertengahan Oktober 2016. Akan tetapi, Bu Tridani masih ragu untuk menjalani operasi, terlebih ia khawatir akan biaya yang akan dikeluarkan untuk operasi dan biaya-biaya lainnya. Bu Tridani dan keluarganya merupakan keluarga sederhana. Tugiran (45 Tahun), suaminya, bekerja serabutan sebagai pengepul barang bekas. Sementara itu, Bu Tridani kini tidak lagi bisa bekerja, hanya bisa berbaring di sudut rumahnya yang hanya berukuran tiga kali tiga meter saja. Pasangan ini memiliki dua anak perempuan, anak pertama duduk bangku sekolah menengah pertama. Sementara anak kedua masih kecil usia taman kanak-kanak. Akhirnya Bu Tridani memilih untuk menjalani pengobatan secara tradisional, pun karena biayanya yang dirasa lebih ekonomis, meski mereka mempunyai jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Kelas 3. Keluarga ini tentu cukup terbebani dengan biaya pengobatan karena mereka berasal dari keluarga yang sederhana. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini… #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban keluarga mereka. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk berobat ke rumah sakit. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka… Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan ke dua  yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @fahmiSQ @anjesmo @vsyauqani

Ibu tri menderita Kanker Payudara

Ibu tri menderita Kanker Payudara


SUPRIYATI BINTI SUMARNO (33th,  lumpuh) Alamat: Kp. Klepu Rt02 Rw21ds Sendang mulyo Kec. Minggir Kab. Sleman D.I Yogyakarta. Ibu Supriyati  menderita lumpuh sejak kejadian gempa Jogja tahun 2006 lampau. Sejak kejadian itu membuatnya harus melakukan segala aktivitas duduk dikursi roda. Ibu Supriyati sekarang dirawat oleh Sumainya yang baru dikenalnya bulan maret 2015 lalu. Setelah menikah setiap hari  Ibu Supriyati oleh suaminya melakukan perawatan luka decubitus yg dialami sejak lama dan belum sembuh. Setelah dirawat dengan baik menggunakan minyak habbatusauda luka-lukanya sangat membaik, hampir nutup, tetapi karena keterbatasan biaya jadi suaminya hanya mampu beli sekuatnya saja. Kondisi Ibu Supriyati sekarang sedang mengandung 8 bulan dan Suami harus memikirkan kesehatan calon bayi, harus membeli susu hamil untuk menambah gizi calon bayi. Suami Ibu Supriyati yaitu Chomarudin bekerja sebagai tukang bangunan, sewaktu kurir SR sedang survey pak Chomarudin mengalami musibah,  jari tangannya tertimpa genteng ketika kerja, padahal baru hari pertama masuk kerja. Oleh karena musibah tersebut suami tidak bisa bekerja sementara waktu dan tidak mendapat penghasilan sampai tangganya sembuh. Sedangkan orang tua Ibu Supriyati adalah seorang penenun  stagen yang mana dalam sehari hanya bisa membuat satu sampai dua stagen yang panjangnya 10 meter. Sedangkan harga stagen di pasaran Rp. 25.000. Alhamdulillah keluarga Ibu Supriyati di pertemukan dengan #SedekahRombongan untuk menyampaikan titipan #sedekaholic senilai Rp 1.500.000.- . Biaya disampaikan untuk memenuhi kebutuhan pengobatannya dan menambah gizi calon bayi.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 24 oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @fahmiSQ @faisal_gudeg @anjesmou @riskyadityapermana4 @vsyauqani

Ibu supriyati menderita lumpuh

Ibu supriyati menderita lumpuh


POPI SANTUNAN MUSHOLA MIFTAHUL ULUM (Santunan Bahan Bangunan Mushola). Mushola Miftahul Ulum terletak Dusun Kampung Tengah 003/002, Desa Maesan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ada sekitar 120 Kepala Keluarga yang bermukim di sekitar Mushola ini dan menggunakan Mushola ini sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Mushola ini memiliki lebih dari 25-35 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang, jumlah jamaah Mushola ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Dan Mushola Miftahul Ulum ini sudah tidak layak di lihat karena Bangunan yang sudah rusak dan cat yang sudah puluhan tahun tidak pernah di perbarui. #SedekahRombongan turut berpartisipasi dalam proses renovasi Mushola tersebut dengan menyampaikan titipan #Sedekaholic. Kurir #SedekahRomongan dan bersilaturahmi ke Mushola Miftahul Ulum, dan dalam kesempatan tersebut Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic yang diterima oleh pengurus Mushola untuk mewakili masyarakat muslim di sana. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai untuk pembelian Bahan bangunan Mushola. Semoga santunan Mushola Miftahul Ulum berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan Mushola ini. Amin….

Jumlah Santunan : Rp.3.000.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Santunan Bahan Bangunan Mushola

Santunan Bahan Bangunan Mushola


NASIR BIN TIRUN,(51, POPI SANTUNAN BEDAH RUMAH). Rumah yang terletak di Dusun Krajan 001/006, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Yang ditinggali seorang Bapak Nasir yang memiliki 2 Anak yang tidak memiliki pekerjaan karena faktor usia dan pengelihatannya tidak senormal dulu lagi. Bapak Nasir ini mempunyai 2 orang anak. Seorang anak perempuan dan laki-laki yang bernama Siti Zubaida (24) dan Moh Rafa Alvaribin (2). Rumah yang ditinggali Bapak Nasir ini mengalami kerusakan yang hampir roboh dan juga tembok yang sudah rusak. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Bapak Nasir dan dalam kesempatan tersebut Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic berupa Property bedah rumah dan Semen untuk Bedah Rumah yang jumlah total sebesar Rp.3.700.000,-. Semoga santunan bedah Rumah Bapak Nasir berjalan dengan lancar Amien.

Jumlah Santunan : Rp. 3.700.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari  @gredyanto @viandwiprayugo

SANTUNAN BEDAH RUMAH

SANTUNAN BEDAH RUMAH


SITI SOLEHA, (24, Abses Parianal) Alamat Karang Semanding 001/014, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit, Siti dirujuk ke puskesmas Sukorejo yang sedang mengalami kesakitan anusnya. Setelah itu oleh pihak puskesmas Sukorejo dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah itu Siti Soleha terdiagnosa mengalami sakit Abses Parianal. Usai terdiagnosa oleh Dokter RSUD Soebandi Jember hanya melakukan rawat jalan satu minggu sekali. Siti Soleha adalah anak dari pasangan Bapak Maridi (58) yang bekerja sebagai tukang becak di pasar balung dan Ibu Tukila (45) berprofesi Ibu Rumah tangga. Keluarga Siti Soleha tergolongan keluarga tidak mampu. Yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke rumah Siti Soleha. Dan kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Siti Soleha. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi biaya perawatan di IGD dan pembelian obat-obatan diluar BPJS. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp. 1.350.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Siti menderita Abses Parianal

Siti menderita Abses Parianal


YABI BIN SARIBI ( 54 , Kusta + Diabetes). Alamat : Pohijo RT 6/1, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Provinsi  Jawa Tengah. Bapak Yabi demikian tetangga mengenalnya, bermula pada tiga tahun yang lalu beliau merasakan tidak enak badan, sudah meminum obat dari warung-warung terdekat namun tidak ada perkembangan apapun. Hingga ketika beliau sedang berjalan dan kebetulan tidak memakai alas kaki, beliau menginjak sebuah beling yang menancap ditalapak kakinya, namun beliau tidak merasakan apapun. Beliau hanya melihat darah berceceran diserambi rumahnya. Setelah kejadian tersebut Bapak Yabi memeriksakannya ke Puskesmas dokter mendiagnosa kusta dan diabetes melitus, lebih menjadikan Bapak Yabi hanya bisa berobat saat itu saja. Lama tidak adanya tindakan terhadap luka itu ternyata lukanya tidak bisa mengering terjadi pembengkakan pada luka tersebut dan kulit nya berwarna hitam. Keadaan ini membuat Bapak Yabi harus di bawa ke Rumah Sakit Kusta Donorejo Jepara. Di Rumah Sakit Donorejo Jepara beliau mendapat perawatan berupa penyesekan tulang yg mulai hancur di bagian dalam luka yang membengkak , selain itu beberapa jari sudah diamputasi. Rumah Sakit Donorejo Jepara juga memberi surat kontrol untuk pengamputasian kakinya karena luka  sudah merambat ke atas hingga mata kaki. Pengobatan Bapak Yabi tertanggung oleh Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat, Alhamdulillah sedikit melegakan keluarga beliau. Namun karena ketiadaan biaya akomodasi hingga dua bulan anjuran Pengamputasian belum dapat dilakukan. Dulunya Bapak Yabi bekerja sebagai pemulung rongsokan, beliau setiap hari keliling dari desa satu ke desa lain untuk mencari rongsokan dengan mengayuh sepeda tua dan hasil rosngsokannya dijualnkembali kepada pengepul, Istrinya Sumi (52) bekerja sebagai tani tidak bisa banyak membantu untuk akomodasi berkali-kali dan  penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari hari. Dua anak Bapak Yabi  Setyo Heri Wibowo (23) dan Siswanto (26) tidak bisa maksimal membantu ayahnya karena sudah berkeluarga. Kurir #SedekahRombongan yang menyambangi rumahnya merasa prihatin melihat keadaan Bapak Yabi, #SedekahRombongan memberikan bantuan uang digunakan untuk akomodasi Bapak Yabi supaya bisa cepat tertangani dan bisasembuh seperti sediakala. Aamiin

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2016
Kurir : @robyadiarta @dewa_popfmpati @JeanseaMaurer

Pak yabi menderita Kusta + Diabetes

Pak yabi menderita Kusta + Diabetes


RUBIYEM BINTI IROKERTO (59 Tahun, Tumor Ovarium). Alamat: Dusun Nglegok RT.03/RW.02 Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Bulan Ramadhan tahun ini, Bu Rubiyem tiba-tiba merasakan perutnya sakit seperti mulas-mulas, kembung dan maag. Karena sakitnya tak kunjung sembuh ia pun memeriksakan diri ke puskesmas terdekat, setelah diperiksa ia didignosa menderita sakit maag dan diberi obat maag. Dua bulan kemudian, ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya menurun. Ia pun menjalani usg dan sejumlah pemeriksaan lainnya, dari hasil pemeriksaan itu kemudian diketahui ada tumor di ovarium. Bu Rubiyem kemudian dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta. Ia pun memulai pengobatannya, kondisinya saat ini perut mengeras karena ada tumor. Bu Rubini berasal dari kalangan sederhana, ia menghadapi kendala transportasi untuk berobat, karena jarak rumah tinggal dengan rumah sakit sangat jauh dan harus menuruni bukit. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini. #SedekahRombongan Jogja akan mendampingi proses pengobatan Bu Rubini. #SedekahRombongan juga membantu fasilitas akomodasi selama berobat berupa tempat tinggal sementara di RSSR, sementara untuk transportasi selama berobat menggunakan MTSR Jogja. #SedekahRombongan kemudian menyalurkan bantuan yang digunakan untuk biaya kontrol rutin dan cek labolatorium untuk keperluan tindakan selanjutnya. Alhamdulillah, Bu Rubini sangat bersyukur, karena berkat bantuan #Sedekaholic ia bisa melanjutkan pengobatannya…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @ekow_st, @Aji_Kristanto

Ibu rubiyem menderita  Tumor Ovarium

Ibu rubiyem menderita Tumor Ovarium

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MULKI SULAEMAN 500,000
2 MARYAMAH BINTI OHRI 500,000
3 UJE JAELANI 500,000
4 ADE WATI 500,000
5 SITI NURANI 500,000
6 IYOT BINTI NURHAMID 500,000
7 RUSTIANA BINTI MAJEN 1,000,000
8 JOHAN SUGANDA 1,000,000
9 NAGSYAH BINTI DARTIM 500,000
10 MIKANDA BIN UMIN 500,000
11 AMINAH BINTI AMAN 1,000,000
12 ONIH BINTI KAMID 500,000
13 WIWIN BINTI WARTA 500,000
14 ALVIN NURSYFA 500,000
15 DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT 3,000,000
16 IDA BINTI CAYO 500,000
17 MOCH NABIL SATRIA 500,000
18 SUNARTI MUADJI 2,000,000
19 HADI ANDRIANSYAH 500,000
20 AGIH PRIYANTO 1,000,000
21 ENI NURAENI 500,000
22 LEX MANTUFANUAN 500,000
23 ERINDHA SYIFA ARLINGGA 1,000,000
24 PASIEN RSCM 5,000,000
25 SANTI RISTIANDARI 1,000,000
26 DIQQA PUTRA AL HAKAM 1,000,000
27 AMAD BIN SUTARDI 1,000,000
28 WINDA YULIANA 1,000,000
29 NIA DEWIANTI 750,000
30 TETY SUSILAWATI 500,000
31 WASKINI BINTI SUKAWI 500,000
32 AZMI HAIL MAHLAL 500,000
33 RSSR BANDUNG RAYA 2,891,000
34 SANUSI BIN KARIM 500,000
35 DAYAT BIN SARJA 500,000
36 FATHUL MAJID 500,000
37 AGUS ALI NURDIN 500,000
38 RANA BINTI SOBARI 500,000
39 RASTINAH BINTI SARNADI 1,000,000
40 TITI HASANAH 500,000
41 BILLY APRILIANA 1,500,000
42 NENGSIH BINTI KARTA MAKUN 1,000,000
43 RUKAIYAH BINTI ISMAIL 500,000
44 KARDI BIN ANIM 500,000
45 EDI SUTIADI 1,200,000
46 MUHAMMAD RASHA NUROHMAN 750,000
47 DALIO BIN JOYO SENTONO 1,000,000
48 TRIDANI ANDARWARI 500,000
49 SUPRIYATI BINTI SUMARNO 1,500,000
50 POPI SANTUNAN MUSHOLA MIFTAHUL ULUM 3,000,000
51 NASIR BIN TIRUN 3,700,000
52 SITI SOLEHA 1,350,000
53 YABI BIN SARIBI 1,000,000
54 RUBIYEM BINTI IROKERTO 1,000,000
Total 54,641,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 54,641,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 912 ROMBONGAN

Rp. 43,626,441,156,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.