Rombongan 911

Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.
Posted by on November 9, 2016

MUHAMMAD SOBI (86, Pembengkakan Kaki). Alamat : Dusun Dewa Tanjung, RT 1/2, Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Pak Sobi saat ini sedang menderita sakit pada kakinya yang sering kambuh dan membengkak hingga terkadang membuatnya sulit berjalan. Awal mula sakitnya sekitar 10 tahun yang lalu, ketika sedang bekerja di kebun tiba-tiba saja kakinya terasa linu, ia pun beristirahat namun ketika akan berdiri kakinya terasa kaku dan tidak bisa digerakkan. Pak Sobi berteriak minta tolong dan akhirnya ada warga yang datang menolong dan ia dibawa ke Puskesmas terdekat. Sepulang dari Puskesmas, kakinya belum juga dapat digerakkan dan justru semakin membengkak. Keluarga membawa Pak Sobi ke rumah sakit terdekat dan setelah diperiksa oleh dokter dinyatakan hasilnya tidak ada penyakit yang serius ia hanya mengalami kram biasa. Pak Sobi lalu diberi obat-obatan dan diperbolehkan pulang, seminggu kemudian kakinya sembuh dan sudah dapat beraktivitas seperti biasa. Dua bulan kemudian, Pak Sobi mengalami sakit yang sama dan selalu kambuh hingga sekarang. Sudah berulang kali berobat ke dokter namun hasil pemeriksaan tetap menyatakan tidak ada penyakit yang serius. Terkadang jika tidak ada biaya Pak Sobi hanya membeli obat-obatan warung saat penyakitnya kambuh. Sebetulnya Pak Sobi ingin sekali memeriksakan sakitnya ke rumah sakit besar namun ia tidak memiliki biaya jaminan kesehatan apapun. Sehari-harinya Pak Sobi bekerja di kebun itupun jika dalam kondisi sehat. Pak Sobi hanya tinggal berdua dengan sang istri, Ibu Boinah (71). Kini Pak Sobi saat berjalan harus menggunakan tongkat dan karena seringnya kambuh kakinya melengkung seperti huruf O. Kurir #SedekahRombongan yang datang melihat keadaanya sangat prihatin atas beban derita yang dialami Pak Sobi, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan dari para sedekahholics yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Pak Sobi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @azizilalang @lilianiharis @akuokawai

Pak sobi menderita Pembengkakan Kaki

Pak sobi menderita Pembengkakan Kaki


SUGITO BIN SURATMIN (56, Lymphoma). Alamat : Dusun Sinar Sari, RT 1/1, Desa Trisinar, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pak Gito begitu ia biasa disapa. Sekitar tahun 2012 muncul benjolan kecil di sekitar leher Pak Gito. Pak Gito lalu memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan disarankan ke dokter spesialis. Setelah ke dokter benjolan tersebut dioperasi, tetapi sebulan kemudian benjolan kecil kembali muncul. Melihat kondisi Pak Gito, dokter menyarankan untuk ke RS Mardi Waluyo Metro. Setelah diperiksa Pak Gito didiagnosis Tuberkulosis Kelenjar dan melakukan pengobatan rutin selama 6 bulan. Selama pengobatan benjolan tersebut mengempis tetapi setelah beberapa bulan benjolan kembali muncul semakin besar seperti bengkak di leher kanan dan kiri. Kali ini disertai pendengaran yang berkurang serta mata yang terasa buram. Kemudian Pak Gito kembali ke RS Mardi Waluyo dan langsung dirujuk ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah diperiksa kembali Pak Gito didiagnosis Lymphoma yang lebih dikenal dengan tumor kelenjar getah bening serta disarankan untuk operasi. Pada 1 Januari 2015, Pak Gito dioperasi di bagian leher kanannya. Pak Gito kemudian menjalani pengobatan rutin setelahnya. Seiring waktu berjalan leher kanan Pak Gito kembali membengkak, untuk itu Pak Gito dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Pak Gito yang seorang petani sudah lama tidak dapat bekerja, pekerjaan tersebut digantikan oleh istrinya, Warsini (52). Pak Gito dan Bu Warsini sudah sangat bersyukur pengobatan yang panjang ini telah terbantu BPJS Mandiri kelas III yang dimiliki. Meski sudah memiliki BPJS, untuk transportasi pengobatan ke RSAY saja ia sering kesulitan karena pendapatan yang tak menentu, apalagi untuk transportasi ke RSAM yang jaraknya lebih jauh. Alhamdulillah Pak Gito bertemu dengan kurir #SedekahRombongan Lampung. Bantuan Awal pun disampaikan untuk membantu transportasi pengobatan ke RSAM. Semoga bantuan sedekaholics yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @yulian_safri @sayasepti @akuokawai

Pak sugito menderita Lymphoma

Pak sugito menderita Lymphoma


HALIMAH BINTI ABDUL HAMID (48, Hemoroid). Alamat : Jln. Diponegoro, LK VII, RT 32/12, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pada awalnya Ibu Halimah tidak bisa buang air besar selama 15 hari. Kemudian pada Jumat, 7 Oktober 2016, Ibu Halimah bisa buang air besar namun darah terus mengalir dari lubang anusnya. Melihat kondisi Ibu Halimah, sang suami, Pak Subari (57) membawanya ke RS Ahmad Yani Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan Ibu Halimah didiagnosis menderita penyakit hemoroid atau yang lebih dikenal dengan ambeyen. Dikarenakan sudah terlalu banyak pendarahan yang dialami Ibu Halimah, ia disarankan untuk melakukan operasi secepatnya. Pak Subari (57) mengambil keputusan untuk mengikuti saran dokter. Operasi dilakukan pada Senin, 9 Oktober 2016. Operasi tetap dilakukan meski Pak Subari sendiri tahu bahwa BPJS Mandiri kelas III kepunyaan Ibu Halimah masih tertunggak dan ada batasan waktu untuk mengurusnya. Pekerjaan Pak Subari hanya sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak tetap. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak membantu keluarga ini untuk pelunasan biaya rumah sakit karena BPJS tidak bisa digunakan karena iurannya tertunggak. Pak Subari dan Ibu Halimah mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @sayasepti @akuokawai

Ibu halimah menderita Hemoroid

Ibu halimah menderita Hemoroid


WALIM BIN MARHADI (76, Sesak Napas). Alamat : Dusun II, RT 2/2, Desa Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pak Walim mengalami sesak napas kurang lebih 4 tahun. Ia sering merasakan sesak napas apalagi ketika lelah. Pada suatu hari ia merasakan sesak napas yang luar biasa dan sempat dirawat di RSUD Abdoel Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Dari hasil pemeriksaan terdapat masalah pada paru-parunya. Sakit yang dialami Pak Walim membuatnya harus istirahat total. Selain itu, Pak Walim harus rutin kontrol ke dokter dan mengonsumsi obat. Pak Walim dan istrinya, Ibu Poniem (69), tinggal bersama anaknya yang bekerja sebagai buruh. Pak Walim sudah tidak bisa beraktivitas dan tidak produktif, karena itulah biaya berobat dan kebutuhan sehari harinya hanya mengharapkan pemberian dari anaknya. Meskipun terdaftar sebagai peserta BPJS kelas III, Pak Walim sering bingung karena tidak ada biaya untuk berobat, terlebih lagi tidak semua obat ditanggung oleh BPJS. Ia pun kebingungan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Kurir #SedekahRombongan Lampung mendengar kesulitan yang dialami keluarga Pak Walim, bantuan demi meringankan biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari pun tersampaikan dari titipan langit ke Pak Walim. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada para pencari muka di depan Tuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @siskakhadija @purnawan_adja @akukokawai

Pak walim menderita Sesak Napas

Pak walim menderita Sesak Napas


YANI NURYANI (54, Rematik + Diabetes). Alamat : Dusun Tanjungsari, RT 3/5, Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Ibu Yani saat ini sedang menderita sakit rematik dan diabetes. Sekitar 2 tahun lalu Ibu Yani merasakan sakit kesemutan dan kram, lalu suaminya membawanya ke dokter dan dinyatakan menderita rematik. Ketiadaan biaya membuat pengobatan Ibu Yani tidak maksimal. Setahun kemudian Ibu Yani kembali merasakan sakit pada kaki dan sekujur badannya bengkak. Selain rematik, dokter juga mendiagnosis Ibu Yani menderita diabetes. Akhirnya keluarga membuat kartu BPJS, dan setelah itu ia dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro. Setelah ditangani dokter alhamdulillah penyakit Ibu Yani berangsur membaik, namun ketika mengurus administrasi untuk pulang pihak rumah sakit mengatakan bahwa kartu BPJS tidak dapat digunakan sehingga seluruh biaya menjadi tanggungan keluarga. Ibu Yani diharuskan kontrol sebulan sekali namun karena sudah tidak memiliki biaya ia sudah tidak kontrol lagi ke rumah sakit dan jika bengkaknya kambuh ia hanya dibawa ke Puskesmas terdekat. Saat ini sekujur badan Ibu Yani sering mengalami bengkak disertai nyeri kaki sehingga ia tidak bisa berjalan. Sang suami, Bapak Zulkifli Pasaribu (59), hanya bekerja menjadi buruh tani sehingga untuk biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari mereka merasa kekurangan. Kurir #SedekahRombongan yang datang ke rumah dan melihat keadaanya sangat prihatin atas beban derita yang dialami Ibu Yani sekeluarga, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan dari para sedekahholics yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Ibu Yani.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @azizilalang @lilianiharis @akuokawai

Ibu yani menderita Rematik + Diabetes

Ibu yani menderita Rematik + Diabetes


HALIMAH BINTI AWAL (44, Ulkus Dekubitus). Alamat : Dusun Pringkumpul 1, RT 1/1, Kec. Pringsewu Selatan, Kab. Pringsewu, Prov. Lampung. Ibu Halimah awalnya mengeluhkan adanya bisul di punggungnya, karena membengkak ia akhirnya memeriksakan diri ke dokter, namun tidak ada perubahan. Pada Januari 2016, Ibu Halimah mencoba berobat ke spesialis kulit dan kelamin, ia didiagnosis mengalami infeksi kulit atau ulkus dekubitus. Sebelumnya Ibu Halimah memiliki riwayat sakit diabetes yang ditandai dengan mata rabun, sering pusing dan kadar gula tinggi sejak tahun 2005. Setelah memeriksakan diri ke dokter Ibu Halimah disarankan untuk diperiksa lebih lanjut di Rumah Sakit Wisma Rini. Kondisi saat ini Ibu Halimah masih terkena diabetes, punggung yang terinfeksi dan harus diobati setiap hari oleh perawat. Ibu Halimah bersama 2 anak laki – lakinya tinggal di rumah kontrakan. Meskipun memiliki jaminan kesehatan KIS kelas 3, Bu Halimah tidak memiliki uang untu biaya pembersihan luka yang tidak ditanggung KIS, sementara penghasilannya dari berjualan gorengan hanya cukup untuk makan sehari – hari. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendapat informasi terkait Bu Hallimah segera memberikan santunan awal untuk membantu meringankan biaya pengobatan Ibu Halimah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri Maria @yulian_safri @akuokawai

Ibu halimah menderita Ulkus Dekubitus

Ibu halimah menderita Ulkus Dekubitus


MISWANTO BIN SUTRESNO (34, Kusta). Alamat : Jalan Melati, Nomor 106, Pekon Wonosobo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Pria yang akrab disapa Bapak Mis ini menderita kusta sudah sangat lama. Sakit kusta yang menyerang kaki sebelah kanan Bapak Mis tepatnya di jari kakinya sudah terindikasi sejak duduk di bangku SD. Penyakitnya ditandai dengan mati rasa di jari kaki kanannya, namun Bapak Mis dan keluarga tidak mengetahui sakit yang diderita olehnya. Bapak Mis tidak memeriksakan kondisi kakinya yang terkena kusta hingga saat ini karena baginya berobat ke dokter ataupun rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Beberapa kali tetangga mengajak Bapak Mis untuk berobat, namun ia menolaknya. Ayahnya, Sutresno, sudah meninggal sedangkan ibunya, Marliyah (50), hanya ibu rumah tangga. Bapak Mis hanya tinggal bersama neneknya dan saudaranya. Meski memiliki KIS PBI Kelas 3, Bapak Mis eggan memeriksakan diri karena takut, tidak paham dan tidak ada biaya untuk transportasi berobat. Untuk biaya hidup sehari-hari saja ia masih kesulitan. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan Bapak Mis dan keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan hidup. Semoga Bapak Mis diberikan kekuatan dan kesembuhan dari penyakit yang dideritanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @danifariz @yulian_safri @akuokawai

Pak miswanto menderita Kusta

Pak miswanto menderita Kusta


AMIYATI BINTI PAWIRO (80, Stroke). Alamat : Dusun Purwosari, RT 9/3, Desa Tegal Sari, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Mbah Ami biasa ia dipanggil, adalah seorang nenek tua yang hidup sebatang kara. Tiga tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2013, Mbah Ami merasa pusing dan tiba-tiba tidak sadarkan diri. Oleh tetangganya Mbah Ami dibawa ke Puskesmas dan dirawat selama 4 hari. Mbah Ami mengalami kelumpuhan karena stroke, beberapa kali berobat ke alternatif dan terapi, namun karena keterbatasan biaya hingga kini ia hanya bisa berbaring dan duduk di tempat tidur. Ia tidak memiliki jaminan kesehatan. Mbah Ami dirawat oleh pasangan Bapak Maryono (43) seorang buruh pabrik dan Ibu Yati (38) yang bekerja sebagai buruh cuci dan setrika. Mereka memiliki penghasilan yang tidak menentu dan masih memiliki tanggungan 3 orang anak yang kebutuhannya harus dipenuhi setiap hari. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan ditakdirkan bertemu dengan keluarga Bapak Maryono yang merawat Mbah Ami. Bantuan pun diberikan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari hari. Semoga kondisi kesehatan Mbah Ami semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri Leni @yulian_safri@akuokawai

Ibu amiyati menderita Stroke

Ibu amiyati menderita Stroke


HADI ABUDUSSALAM (4, Hidrosefalus). Alamat : Lingkungan Pringombo 3, RT 4/3, Kecamatan Pringsewu Timur, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Hadi dilahirkan secara caesar di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Sejak lahir Hadi sudah menderita hidrosefalus. Saat berusia 3 hari ia dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Lampung untuk menjalani operasi pertamanya. Pada usia 4 bulan Hadi kembali menjalani operasi dan dilakukan transfusi darah melalui kepala karena kaki dan tangan tidak bisa dilakukan transfusi. Saat Hadi berusia 7 bulan, kepalanya semakin membesar dan dilakukan operasi kembali untuk yang ketiga kalinya. Menginjak usia 10 bulan, Hadi menjalani operasi ke-4 dan ke-5. Setelah menjalani operasi pada Oktober dan November 2013, Hadi kembali dioperasi untuk mengeluarkan cairan di kepalanya pada Agustus 2016. Pada Oktober 2016 Hadi kembali dioperasi untuk yang ketujuh kalinya. Kondisi Hadi semakin membaik namun luka bekas operasi masih belum begitu kering. Sakit yang diderita Hadi mmbuat ia sulit berbicara, pertumbuhan dan perkembangan geraknya kurang maksimal. Ayah Hadi, Bapak Romlan (37), bekerja sebagai buruh yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari sedangkan ibunya, Ibu Martini (28), hanyalah seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Hadi menggunakan BPJS kelas 3 mandiri. Hadi merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung yang sedang dalam pemulihan pasca operasi di RSAM Lampung. Saat ini kurir #SedekahRombongan Lampung sudah tiga kali menyantuni Hadi, untuk biaya transportasi kontrol rutin dan membantu kehidupan sehari-hari. Kondisi Hadi saat ini sudah membaik, kepalanya sudah mulai mengecil. Bantuan lanjutan kembali di sampaikan untuk biaya transportasi kontrol rutin dan kehidupan sehari-hari. Bantuan ketiga kalinya masuk pada rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir: @wirawiry @andradideri @saesarraya @yulian_safri @akuokawai

Hadi me nderita Hidrosefalus

Hadi me nderita Hidrosefalus


MUNAWIYAH BINTI SANMARWI (43, Lumpuh). Alamat : Talang Beringin, RT 2/1, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Ibu Munawiyah menderita darah tinggi sejak 4 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2012. Awalnya Ibu Munawiyah merasa pusing, ia kemudian menyuruh anaknya untuk membelikan obat sakit kepala di warung. Tiga hari mengalami sakit kepala tiba-tiba Ibu Munawiyah pingsan, oleh keluarganya ia dibawa ke Puskesmas Sumberejo dan langsung dirujuk ke RSUD Kota Agung. Di sana Ibu Munawiyah mendapat perawatan selama 6 hari dan dinyatakan mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Ibu Munawiyah menjalani pengobatan terapi selama 6 kali, namun hanya ada sedikit perubahan. Selain berobat ke dokter spesialis, ia kemudian mencoba berobat di pengobatan alternatif di daerah Kedondong selama 4 kali. Suaminya, Pak Tugiran (45), bekerja sebagai buruh tani dan memelihara hewan ternak titipan kerabatnya. Pengobatan selama ini Ibu Munawiyah menggunakan biaya pribadi karena tidak memiliki BPJS. Ibu Munawiyah terkendala dalam pengobatan dan biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendapatkan informasi tentang kesulitan keluarga Ibu Munawiyah langsung mengunjungi tempat tinggalnya untuk menyampaikan santunan dari para sedekaholics berupa kursi roda dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri Leni@yulian_safri@akuokawai

Ibu munawiyah menderita Lumpuh

Ibu munawiyah menderita Lumpuh


SAKIRAN BIN AHMAD SAIMI (40, Patah Tulang + Syaraf Mati). Alamat : Pekon Banyuwangi, RT 1/1, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Bapak Sakiran sebelumnya adalah seorang buruh timah di Kepulauan Bangka. Pertengahan 2011, Pak Sakiran mendapat musibah tertimpa dan tertimbun longsoran tanah di tambang timah tempatnya bekerja. Saat tertimpa longsoran Pak Sakiran dalam kondisi duduk, sehingga longsoran tersebut mengenai punggungnya. Saat kejadian tersebut Pak Sakiran dibawa teman-temannya ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan penanganan medis. Pihak rumah sakit menganjurkan Pak Sakiran untuk dioperasi karena terjadi patah tulang di tulang belakang, mengenai syaraf dan terdapat luka yang cukup parah di bagian pinggul. Keluarga Pak Sakiran menolak dilakukan operasi karena biaya yang cukup tinggi. Hingga akhirnya Pak Sakiran dipulangkan ke kampung halamannya. Selama 4 tahun ini Pak Sakiran hanya bisa berbaring miring di ranjang, tubuh bagian bawahnya tidak bisa digerakkan, kaku karena syaraf terputus dan tulang punggung belakang patah. Pak Sakiran tidak bisa bekerja lagi, sehingga istrinya, Siti Indun (42) membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan menjadi buruh pemotong genteng. Pak Sakiran tidak memiliki kartu jaminan kesehatan, dikarenakan pihak keluarga kesulitan mencari biaya baik untuk membuat kartu jaminan kesehatan maupun biaya hidup sehari-hari. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi kediaman Pak Sakiran untuk menyampaikan sedekah dari para sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari. Pak Sakiran adalah pasien dampingan kurir #SedekahRombongan, kondisi saat ini Pak Sakiran masih terbaring di rumahnya, dan kondisinya belum kunjung membaik. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan santunan yang kedua untuk biaya pengobatan ke dokter. Santunan sebelumnya Pak Sakiran masuk dalam rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir: @wirawiry @andradideri @saesaraya @yulian_safri @akuokawai

Pak sakiran menderita Patah Tulang + Syaraf Mati

Pak sakiran menderita Patah Tulang + Syaraf Mati


SRIYATI BINTI SAMINO (46, Patah Tulang). Alamat : Dusun Purwosari 1, RT 12/3, Desa Tegalsari, Kec. Gadingrejo, Kab. Pringsewu, Prov. Lampung. Bermula dari bulan Januari lau, saat Ibu Sriyati hendak ke rumah kerabatnya, ia terjatuh dari sepeda yang dinaikinya. Ibu Sri kemudian dibawa ke rumah sakit dan harus menjalani operasi karena mengalami patah tulang. Operasi tidak dilakukan karena tidak ada biaya dan jaminan kesehatan. Selama 10 bulan ini Ibu Sri hanya menjalani pengobatan tradisional di daerah Sangkal Putung. Selama berobat Ibu Sri tidak ada perubahan, dan kondisinya semakin memburuk. Jumat, 21 Oktober 2016, Ibu Sri dibawa ke RS Wismarini Pringsewu. Hasil rontgen menunjukkan tulang Ibu Sri masih terlihat patah, dan harus dilakukan operasi pemasangan pen. Kaki Ibu Sri terlihat bengkak dan ia kesultan dalam berjalan. Beruntung saat ini Ibu Sri sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Non PBI kelas III, sehingga biaya pengobatan dapat dicover oleh BPJS. Meskipun sudah tercover BPJS namun Ibu Sri masih merasa kesulitan untuk membayar biaya transportasi berobat. Pekerjaan suami Ibu Sri, Bapak Suyono (48), adalah seorang buruh yang penghasilanya tak menentu, sementara ia harus memenuhi kebutuhan istri dan 3 anaknya yang masih bersekolah. Kurir #SedekahRombongan yang melihat kondisi tersebut segera mendatangi Ibu Sri. Santunan Awal pun diberikan untuk biaya transportasi berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri Leni @yulian_safri @akuokawai

Ibu sriyati menderita Patah Tulang

Ibu sriyati menderita Patah Tulang


SUMARNI BINTI WONGSO KARNO (52, Metastase Tumor Colon). Alamat : Wirobrajan WB 2 RT 35 RW 07 No 107 Yogyakarta. Awalnya sekitar 5 bulan yang lalu bu Sumarni mengalami rasa sakit di perut dan mulai membesar. Nafsu makan berkurang. Setelah dicek ternyata terdapat benjolan (tumor)dalam usus besar, dan harus dilakukan operasi. Operasi sudah dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2016, dibuatkan lubang pembuangan BAB di perut sebelah kanan. Setelah operasi diperlukan tindakan kemoterapi dan sudah dilakukan tanggal 9 September 2016. Kontrol setiap 3 minggu sekali. Kontrol terahir 29 September 2016. Sampai saat ini bu Sumarni masih rawat jalan dengan obat dan menunggu kabar untuk dilakukan kemoterapi yang kedua.
Suami Bu Sumarni, Pak Klimun Hardiyanto (55) sehari-hari bekerja sebagai pembuat tahu, namun karena menunggu istrinya untuk melayani segala sesuatunya maka tidak bisa lagi bekerja, ekonomi keluarga yang sebelumnya normal menjadi tidak menentu. Keluarga ini mempunyai 2 anak yang sudah lulus STM, satu sudah berkeluarga, bekerja sebagai pegawai bengkel, penghasilannya hanya cukup untuk keluarga barunya saja yang baru saja memiliki seorang anak. Anak satunya belum bekerja, dan mengalami gangguan penglihatan, yang akan segera dioperasi. Bersyukur ibu Sumarni mendapatkan jaminan Kartu Indonesia Sehat, sehingga biaya rumah sakit bisa gratis. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk akomodasi, obat yang tidak dicover KIS, under pad, popok celana, dan vitamin.

Jumlah bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP, Agung Susanto

Ibu sumarni menderita Metastase Tumor Colon

Ibu sumarni menderita Metastase Tumor Colon


ERNI MURYATI (39, Penyempitan Pembuluh Darah Jantung), Alamat : Pangenjurutengah RT 2 RW 2 Kelurahan Pangenjurutengah Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Ibu Erni Muryati mengalami gejala sakit sejak bulan September 2016 yang lalu. Sakit yang dirasakan Bu Erni sering merasakan sesak di dada, terasa panas, ada rasa tertusuk di dada kiri sampai tembus bagian belakang punggung, dan juga sering berkeringat dingin. Sakit yang diderita ini tidak diperhatikan maupun diperiksakan oleh Bu Erni paling hanya minta dikerokin dan kadang minum obat warung. Beberapa hari ini sering kambuh dengan gejala yang sama sehingga Bu Erni tidak kuat menahan sakit sampai suatu saat Bu Erni pingsan. Setelah kejadian ini tetangganya Bu Erni berinisiatif membawa berobat ke RS Panti Waluyo Purworejo. Kondisi yang sudah parah membuat Bu Erni di bantu dengan pernafasan oksigen, kondisi badan lemas dan tekanan darah tidak stabil. Karena kondisi ekonomi Bu Erni tidak bisa melanjutkan pembayaran BPJS yang sudah tidak dibayar setahun. Kendala yang dihadapi saat ini adalah biaya hidup dan pembayaran Rumah Sakit mengingat Bu Erni seorang janda hanya bekerja sebagai buruh asongan di terminal. Beliau juga harus menghidupi 2 anak yang pertama, Jalu Yuswo Panjang (17) putus sekolah SLTA dan Fikrian Erlangga (10) SD kelas 5. Tidak hanya itu beliau juga harus membayar biaya sewa rumah yang semakin tahun semakin naik. Alhamdulilah Bu Erni ketemu sama Kurir #SedekahRombongan yang langsung berkunjung ke RS Nanti Waluyo Purworejo. Bantuan diberikan untuk kehidupan sehari-hari anak-anaknya di rumah sakit. Semoga Bu Erni segera membaik dan dapat berjualan kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto

Ibu erni menderita Penyempitan Pembuluh Darah Jantung

Ibu erni menderita Penyempitan Pembuluh Darah Jantung


TUMIRAN BIN DOLAH UMAR (80,Bantuan Beli Material), Alamat : DusunTenggahan Desa Kaliharjo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Mbah Tumiran merupakan penjual kayu bakar yang setiap hari nya mencari kayu di hutan (repek) dan menjual nya ke kota Purworejo di pasar Baledono 3 kali dalam seminggu dengan setiap penjualannya mendapatkan uang sebesar Rp. 20.000,-. Mbah Tumiran tinggal seorang diri beliau belum pernah berkeluarga. Di gubug yang bisa di katakan sangat “kronis” terletak di tengah hutan tanpa penerangan di malam hari. Waktu musim hujan ini sebagian rumahnya ambrol terkena derasnya air hujan. Alhamdulilah Kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dan bersilaturahmi ke rumah mbah Tumiran. Kemudian #SedekahRombongan membantu bantuan ke dua untuk pengadaan material seperti semen dan kayu serta pembangunan kembali rumah mbah Tumiran oleh warga Dusun Tengahan. Mbah Tumiran dan pihak Desa Kaliharjo sangat senang dan mengucapkan terima kasih para sedekacholic yang membantu salah satu warganya. Bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 901

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Rani Fitri Didit Fandi Nurul

Bantuan pembelian Material

Bantuan pembelian Material


ARIF FAUZAN BIN NADIM ASHARI (1, Hydrocepalus). Alamat : Desa Karanggetas RT 4 RW 2 Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Ananda Arif dilahirkan dari buah cinta Ibu Wasirah dan Bapak Nadim Ashari. Tetapi selama masih dikandungan usia 7 bulan, Ananda sudah didiagnosa dokter ada kelainan di kepalanya. Setelah proses kelahiran menurut dokter ada cairan dikepala yang bisa membayakan kalau tidak segera di atasi. Alloh telah memberikan sebuah kado kecil untuk Ananda Arif, dimana tidak semua bayi diberikan kelainan seperti itu. Keluarga pernah memeriksakan ke RSU Tjitro Wardjojo Purworejo dan setelah dirawat beberapa hari disarankan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Sardjito Yogjakarta, akan tetapi karena biaya orang tua tidak sanggup membawanya. Maklum orang tua Ananda hanya bekerja serabutan dan ibu nya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Pada akhirnya hanya dirawat dirumah dan sesekali dibawa ke Puskesmas terdekat. Jaminan kesehatan pun keluarga belum memilikinya. Alhamdulilah berkat informasi yang ada maka kurir #SedekahRombongan segera mencari alamat dan dipertemukan dengan keluarga Ananda Arif. Kurir memahami kondisi dan kesulitan yang dihadapi. Berkat bantuan dari para sedekahholic, keluarga sangat terbantu dan semoga menjadi jalan kesembuhan buat Ananda.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Arif Ato

Arif menderita Hydrocepalus

Arif menderita Hydrocepalus


AZKAH TRI KUMALASARI (1, Suspect Megacolon), Alamat : Dusun Kliwonan RT 1 RW 1 Desa Kliwonan Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Dek Azkah buah cinta dari pasangan bapak Ponimin (46) dan ibu Manem (43), lahir dua bulan yang lalu secara caesar di RSU Tjitro Wardjojo Purworejo. Dek Azkah lahir dengan sungsang dengan berat bayi 2.4 kg. Setelah dirawat dan diperbolehkan pulang, kondisi Dek Azkah tidak menunjukan gejala sakit apapun. Terlihat sehat seperti anak pada umumnya. Keluarga sangat bahagia melihat kedatangan Dek Azkah dirumah, akan tetapi pada hari ke 6 setelah pulang dari RSU, Dek Azkah sakit panas dan kemudian keluarga membawa ke Puskesmas terdekat. Karena fasilitas di puskesmas yang kurang lengkap maka Dek Azkah dirujuk ke RSU lagi. Hasil pemeriksaan dokter rumah sakit cukup membuat keluarga lemas, yaitu diagnosa Sepsis Don Syndrome. Dek Azkah hanya rawat inap selama 7 hari, dengan kondisi tersebut masih disarankan untuk kontrol seminggu sekali. Tepat nya pada saat kontrol tanggal 4 Oktober 2016 Dek Azkah dapat rujukan ke RSU Sardjito Yogyakarta dengan diagnosa rujukan Hizcprung Disease (suspect megacolon). Kondisi saat ini Dek Azkah terpasang selang di anus. Dikarenakan mempunyai fasilitas BPJS PBI biaya rumah sakit ditanggung oleh pemerintah. Akan tetapi keluarga masih binggung untuk kebutuhan hidup sehari hari, mengingat Pak Ponimin hanya bekarja sebagai buruh tani. Ibu Manem sebagai ibu rumah tangga biasa yang tidak bekerja. Adapun anak-anaknya Pak Ponimin yang pertama Sudi Retnosari (17) dan yang ke dua Jeni Muktiasih (12) yang masih membutuhkan kebutuhan sekolah. Alhamdulilah Pak Ponimin bertemu dengan kurir #SedekahRombongan yang langsung silaturahmi ke rumah nya. Bantuan dari sedekacholic pun diberikan untuk meringankan kebutuhan dan kontrol ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto

Azkah menderita Suspect Megacolon

Azkah menderita Suspect Megacolon


PANTI ASUHAN AL-FADHILAH (Biaya operasional) Alamat : Jln. Sunan Kalijaga V No.10 Rt 01 Rw 04, Kelurahan Jurang Ombo, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Panti Asuhan Al Fadhilah berdiri sejak tahun 2014 yang lalu dengan ketua panti Triyoga Edi Santoso (45) dan pengurus lain 1 orang yaitu Dela Puspita (21). Tahun 2014 Panti ini dulu merupakan panti asuhan khusus untuk anak yatim putra, tetapi sekarang karena sudah banyak anak yatim putra yang bekerja maka sekarang panti ditempati oleh anak yatim putri. Panti Asuhan Al-Fadhilah berdiri diatas rumah kontrakkan. Panti mempunyai anak asuh sebanyak 5 anak yang semuanya bersekolah, 2 (dua) anak bersekolah di MAN Kab. Magelang berada dikelas X, 2 (dua) anak lagi bersekolah di SMKN Kab. Magelang di tingkat XI, sedangkan seorang lagi bersekolah di MTS Negeri Kota Magelang ditingkat VII. Kesulitan yang dialami panti saat ini adalah masih ada tunggakan biaya sekolah beberapa anak panti dan biaya operasional sehari-hari. Alhamdulilah #Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan disampaikan untuk membantu biaya operasional panti. Pengurus mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @ MarjunulNP @faturrozaq82 @nurchotiah88

Bantuan Biaya operasional

Bantuan Biaya operasional


RATNA CATUR WIJAYANTI (46, kanker usus). Alamat : Perum lembah hijau jl. Jatiluhur 4 blok B no. 102 Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Sejak 1 tahun yang lalu Bu Ratna di vonis menderita kanker usus dan harus segera dilakukan operasi pemotongan usus. Tetapi karena kendala biaya maka operasi urung dilakukan. Namun karena kondisi bu Ratna yang semakin memburuk maka dilakukan operasi pemotongan usus pada bulan mei 2016. Kondisi sekarang setelah operasi bu Ratna harus melakukan kemoterapi setiap 2 minggu sekali di RS Karyadi Semarang. Bu Ratna telah bercerai dengan suaminya sehingga sekarang ini Bu Ratna hanya hidup dengan anak semata wayangnya, anak pertama bu Ratna memilih hidup bersama bapaknya karena mengetahui beban hidup yang harus dilalui bu Ratna. Untuk menghidupi buah hatinya, bu Ratna bekerja sebagai tenaga honorer di sebuah SMK Muhammadiyah Kec. Mertoyudan Kab. Magelang, dengan penghasilan perbulan Rp. 400.000 dirasa kurang untuk mencukupi hidup sehari-hari maka bu Ratna mengajar les privat. Untuk biaya akomodasi berobat dari rumah ke RS karyadi, bu Ratna hanya mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Alhamdulilah #Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Alloh SWT dengan keluarga bu Ratna untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita ini dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics dengan memberikan uang santunan untuk biaya berobat bu Ratna agar diberikan kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @marjunulNp @faturrozaq82 @nurchotiah88

Bu ratna menderita kanker usus

Bu ratna menderita kanker usus


NURCHOLIS (12, Celebral Palsy) Alamat : Nglarangan rt 4 rw 13 Desa Sidoagung Kec. Tempuran Kab. Magelang Propinsi Jawa Tengah. Ketika usia 6 bulan dik nurcholis pernah sakit demam yang menyebabkan melemasnya otot kaki dan otot tangan. Sampai saat ini dik nurcholis menderita kelumpuhan kaki sehingga untuk berjalan adik Nurcholis harus dibantu kursi roda. Waktu kecil keluarga sudah pernah memeriksakan kesehatan adik nurcholis dan juga sudah pernah terapi beberapa kali di RSJ Magelang tapi karena kendala biaya dan juga transportasi maka terapi tersebut berhenti di tahun 2010. Dik Nurcholis pernah mendapatkan bantuan kursi roda dari UCP UGM Yogjakarta di tahun 2010 tetapi keadaan kursi roda itu sekarang sudah tidak layak digunakan dan ketika bu Tuniyah menghubungi pihak UCP untuk meminta bantuan kursi roda lagi, keluarga harus membayar sekitar Rp 4.400.000 dan keluarga pun merasa sangat keberatan dengan biaya tersebut. Keluarga pun pernah meminta bantuan dinas sosial tapi pihak dinas tak bisa menolong karena merasa tidak bekerja sama dengan pihak UCP. Adik Nurcholis putra bapak Waldi( 40 ) yang hanya bekerja sebagai buruh pengantar telur ayam keliling dengan penghasilan Rp. 500.000, sedangkan ibunya Tuniyah (36), seorang buruh pembuat keranjang ikan asin dengan penghasilan Rp. 300.000. Saat ini adik Nurcholis bersekolah di SDN Sidoagung 3 Tempuran dan duduk di kelas 4, untuk pergi ke sekolah ibu Tuniyah mendorong kursi roda setiap harinya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan tanpa pernah mengeluh, itupun dengan jarak yang lumayan cukup jauh. Pernah adik Nurcholis di tolak di sekolah yang dekat dengan rumahnya dengan alasan bahwa pendaftaran siswa baru telah tutup, tapi karena semangat belajar adik Nurcholis sangat tinggi sehingga adik Nurcholis tetap ingin bersekolah. Alhamdulilah #Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Alloh SWT dengan keluarga adik Nurcholis untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekaholics dengan membelikan sebuah kursi roda multifungsi untuk adik Nurcholis yang bisa digunakan agar lebih leluasa bergerak. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman #Sedekah Rombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah santunan : Rp. 2.500.000
Tanggal : 29 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP @faturrozaq82 @nurchotiah88

nurkholis menderita Celebral Palsy

nurkholis menderita Celebral Palsy


ZAENAL MASDIQI RIDWAN (10, Kulit Bersisik ). Alamat : Dusun Sekeket RT 2/ 6, Desa Ngaliyan, Kec. Bejen, Kab.Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Diqi adalah anak dari pasangan Suratemin (47) dan Sukhainah (35) merupakan keluarga kurang mampu yang hanya bekerja sebagai buruh tani di Desanya. Sejak lahir pada kaki kananya ada seperti coretan tinta. Ibunya berpikir bahwa dengan baby oil akan sembuh, namun dari hari kehari tidak ada perubahan. Saat usia 2 tahun, kulit sisiknya semakin menjalar hingga kedua tanganya. Ayahnya yang seorang buruh membawanya berobat ke mantri setempat dengan biaya mandiri. Disana, mantri tersebut memberikan rujukan untuk melanjutkan berobat ke Dokter spesialis kulit di Temanggung. Saat itu juga langsung dibawa ke Dokter Spesialis Kulit dan dari diagnosa beliau belum bisa menyimpulkan jenis penyakit tersebut. Pengobatan berhenti dikarenakan kondisi ekonomi . Awal bulan Oktober dengan dibantu Perangkat Desa setempat orang tuanya membawa ke RSUD Temanggung dan diberikan rujukan untuk ke RS Sarjito Yogyakarta agar mendapatkan perawatan dan diagnose secara maksimal. Meskipun mempunyai Jaminan Kesehatan Jamkesmas, namun keluarga sangat kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasinya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Diqi untuk dapat membantu dengan memberikan santunan dari para #Sedekahholic yang digunakan kesulitan untuk biaya akomodasi dan transportasi ke RS Sarjito Yogyakarta. Keluarga sangat bersyukur #SedekahRombongan bisa membantunya. Semoga Allah SWT mengangkat penyakit Diqi dan sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
KURIR : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Abdurrochman Wachid

Zaenal menderita Kulit Bersisik

Zaenal menderita Kulit Bersisik


PUJI PRAYITNO ABU HAMZAH ( 48, patah tulang belakang ). Alamat : Dusun Clapar, RT 11/6, Desa Ngawen, Kec. Muntilan, Kab. Magelang,Prov. Jawa Tengah. Bapak Puji adalah seorang kepala keluarga yang beristrikan Rohyani (47 ,ibu tumah tangga) dan mempunyai 7 orang anak yang semuanya masih duduk di bangku sekolah sehingga membutuhkan biaya yang sangat besar. Untuk menafkahi dan mencukupi kebutuhan keluarga, beliau bekerja tidak menentu mulai dari berdagang plastik kemasan, juru parkir, pedagang makanan ringan, hingga sekarang ikut diproyek bangunan. Senin, 26 September 2016 sekitar pukul 10 beliau memanjat pohon di depan rumahnya untuk memangkas batang pohon yang sudah rimbun, kondisi pohon agak basah karena malamnya hujan, ranting pohon yang dipotong terkena kabel listrik sehingga secara otomatis Pak Puji tersengat listrik dan terjatuh dari ketinggian sekitar 4 meter. Posisi jatuhnya juga sangat mengerikan, kepala terbentur batu sehingga robek dan mengucurkan darah, dan tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan. Keluarga segera membawa ke Rumah Sakit Umum Muntilan, Setelah mendapatkan perawatan dari Dokter diketahui tulang rusuk belakang patah 2 dan yang retak. Kemudian beliau menjalani rawat inap di RSU Muntilan selama 2 hari karena dengan fasilitas kesehatan Jamkesda. Karena tidak adanya biaya beliau dibawa pulang dan hanya dirawat sendiri dirumah oleh keluarga sesuai dengan rekomendasi dari Dokter dan meminum obat secara rutin. Kondisi Pak Puji memang belum sepenuhnya pulih namun sudah bisa duduk dan tubuhnya sudah mulai bisa digerakkan. Keluarga Pak Puji sangat kesulitan biaya untuk control ke RSU dan membeli obat mengingat Pak Pujilah yang selama ini mencari nafkah. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan Bapak Puji dengan memberikan santunan dari para #sedekahholics yang digunakan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari harinya. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada #SedekahRombongan yang telah memberi bantuan, semoga beliau segera cepat sempuh pulih dan segera bisa menunaikan kewajibannya sebagai pejuang keluarga.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82, Muh Andari

Pak puji menderita patah tulang belakang

Pak puji menderita patah tulang belakang


REAVY WILLDAN KURNIAWAN (15, Beasiswa ) Alamat : Dusun Ngesrep RT 05 RW 01 Desa Nguwet Kec.Kranggan Kab.Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Reavy adalah anak dari pak Kuat (40) warga ngesrep Nguwet kec Kranggan Yang beliau kurang beruntung dari segi fisik dan ekonomi. Pak Kuat mengalami kebutaan dari lahir, membuat beliau berasa mempunyai keterbatasan, perjuangan panjang yang dilewati pak Kuat dalam berjuang melewati hidup. Pak Kuat pergi ke Jogjakarta bekerja di rumah sakit Dr Yap dan akhirnya memperoleh pasangan hidup, istri juga mempunyai keterbatasan sama dengan pak Kuat. Pernikahan sampai mempunyai 2 orang anak yang sekarang duduk di MTS dan SD, Istri pak Kuat yang kurang bisa menerima kondisi keluarga yang di bilang miskin maka istri meninggalkan pak Kuat dan anaknya. Kebutuhan anak anak semua di tanggung pak Kuat sendiri yang saat ini tinggal di rumah yang hampir roboh, karena kondisi ekonomi membuat tunggakan biaya sekolah tidak terbayar. Hal tersebut sampai ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kranggan yang akhirnya TKSK kranggan melakukan koordinasi dengan kurir #SR Temanggung. Hasil koordinasi dengan #SR akhirnya ada assement dengan menyambangi ke rumah pak Kuat. Pak Kuat yang membuka pratek pijit namun hasil juga tidak bisa mencukupi biaya hidup, Kurir #SR dan TKSK tidak hanya berkunjung di rumah pak Kuat tapi juga ke sekolah dik Reavy di MTS yang tidak jauh dari rumahnya, tunggakan biaya sekolah dari kelas 2 hingga sekarang duduk di kelas 3 belum terbayar. Alhamdulilah bantuan dari #sedekahrombongan sebesar 1.000.000,- untuk biaya sekolah untuk menutup kekurangan tunggakan biaya sekolah uang di serahkan ke pihak sekolah Revy tunggakan selama kelas 2 sejumlah 300.000,- sisanya 700.000 di pergunakan untuk pembiyaan sekolah kelas 3.terimkasih untuk #SedekahRombongan semoga bermanfaat serta Revy bisa sekolah dengan sungguh sungguh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir :@MarjunulNP @fathurrozaq82 @M_ilyam17 swastiko

Bantuan Beasiswa

Bantuan Beasiswa


SUJINAH BINTI ATMO (75, Stroke ). Alamat : Dusun Munding Lor, RT 4/7, Desa Kundisari, Kec. Kedu, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Ibu Sujinah adalah seorang janda yang hidup sendiri. Kedua anaknya sudah berkeluarga dan sudah hidup dengan keluarga kecilnya dan jauh dari Ibu Sujinah. Ibu Sujinah mengalami Stroke sudah sekitar 5 tahun yang lalu, awalnya sering dirasakan pusing sampai akhirnya terjatuh di kamar mandi, tetangganya membawa ke Bidan setempat dan di ketahui mengalami Stroke kanan dan tangan yang sebelah kanan tidak bisa digerakkan. Ibu Sujinah sebenarnya memiliki Jaminan Kesehatan Jamkesmas namun dikarenakan kondisi keuangan beliau tidak dibawa ke RSUD Temanggung dan hanya di berikan obat jalan dari Puskesmas setempat. Saat ini kondisi Ibu Sujinah masih memprihatinkan, beliau sangat kesulitan untuk berjalan dan jika berjalan menggunakan alat bantu dari bambu yang sangat sederhana dan setiap bulannya selalu rutin kontrol ke Puskesmas dengan diantar Kepala Dusun setempat, untuk makan beliau mengandalkan pemberian tetangganya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Ibu Sujinah dengan memberikan bantuan dari para #Sedekahholics yang digunakan untuk membeli alat bantu berjalan dan untuk kebutuhan sehari harinya. Keluarga yang diwakili Kepala Dusun setempat mengucapkan terimakasih kepada #SedekahRombongan yang telah warganya, semoga Ibu Sujinah segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Ibu sujinah menderita Stroke

Ibu sujinah menderita Stroke


AHMAD DHANI (7, Suspek Ginjal ). Alamat : Dusun Sempon, RT 1/1, Desa Rejosari, Kec. Bansari, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Dhani adalah anak sulung yang terlahir dari pasangan Bapak Wahyono ( 35, Buruh Tani) dan Ibu Isyani ( 32, Ibu rumah tangga). Dhani terlahir dengan normal dan seperti anak kecil lainnya juga meminum ASI, namun menginjak usianya 3,5 tahun Dhani tidak mau makan bubur ataupun nasi sehingga hanya makan mie instan dan jajanan kecil. Saat umurnya memasuki 5 tahun di rasakan seluruh badannya panas di sertai pembengkakan di sekujur tubuhnya terutama di bagian pipinya. Orang tuanya segera membawa Dhani ke Puskesmas Bansari untuk mendapatkan perawatan, namun pihak Puskesmas memberikan rujukan ke RS PKU Muhammadiyah Parakan Temanggung. Dhani segera di bawa ke RS PKU Muhammadiyah untuk mendapatkan perawatan. Dokter yang menanganinya memberikan penjelasan bahwa Dhani mengalami Suspek atau gejala ginjal. Seminggu di RS PKU Muhammadiyah kondisi Dhani sudah semakin membaik dan pembengkaan di tubuhnya sudah mulai berkurang sehingga diperbolehkan pulang. Selama di RS PKU Muhammadiyah Dhani menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Saat ini Dhani sudah dirumah dan sudah sekolah lagi, namun Dokter memberikan rujukan untuk setiap minggunya melakukan kontrol ke RS dan harus menjaga pola makan yaitu dengan makan nasi banyak meminum air putih. Kondisi orang tua Dhani sebagai buruh tani sangat kesulitan biaya jika harus ke RS PKU Muhammadiyah setiap minggunya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Ahmad Dhani dengan memberikan bantuan dari para #Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi dan berobat setiap minggunya ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada #SedekahRombongan yang telah membantunya, semoga Dhani segera sembuh dan bisa melanjutkan cita citanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Ahmad menderita Suspek Ginjal

Ahmad menderita Suspek Ginjal


PONIJAN BIN SETU (57, Bencana Longsor). Alamat : Klodran RT 05 RW 06, Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Bersama istr,i anak dan cucunya, Pak Ponijan tinggal di rumah amat sederhana di tanah miliknya yang luasnya tak seberapa. Rumah yang dibangun atas jerih payahnya sebagai buruh petani itu berada di dekat tebing. Sehari-hari ia memang dikenal warga sebagai marbot masjid yang setiap harinya setia membersihkan masjid dan mengurus segala keperluan rumah tangga masjid di desanya. Dengan upah tak seberapa yang diterima setiap hari raya idul fitri serta penghasilan sebagai buruh tani tidak menentu. Istrinya, Siyam (53), hanya ibu rumah tangga yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus rumah kecil mereka dan cucu cucunya. Seperti disampaikan Pak Ponijan kepada kurir #SR di Temanggung, dengan lima tanggungan keluarganya, ia merasakan betapa beratnya menjalani kehidupan, memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebingungan menghadapi hidup mewarnai hari-hari mereka. Pak Ponijan dan keluarganya semakin terpuruk setelah mereka juga ditimpa musibah pada musim hujan tahun ini. Rumah tempat mereka berlindung merenda harapan masa depan anggota keluarganya tertimpa longsor yang mengakibatkan sebelah kanan rumah rusak. Pada Minggu, 16 Oktober 2016 sekitar pukul 17.20 wib longsor menimpa rumah kami. Kami alhamdulillah dapat menyelamatkan diri, tetapi Alat-alat dapur serta meja kursi tamu habis tertimpa longsor, begitu juga peralatan sekolah cucu pak Ponijan. Yang tersisa hanya televisi dan sebagian pakaian, paparnya sambil menangis. Pak Ponijan dan keluarganya termasuk dhuafa yang ditimpa juga dengan musibah. Tanpa bantuan lingkungan dan saudaranya, sulit bagi mereka untuk melanjutkan kehidupan. Mereka amat layak dibantu untuk meringankan beban yang kini menggelayuti hidup mereka. Saat ditemui kurir #SR yang bekunjung dan mendoakannya, Pak Ponijan tampak amat terhibur dan berterima kasih. Selain bersilaturahmi, bersyukur, #SedekahRombongan juga berempati atas apa yang dialami Pak Ponijan dan keluarganya, dengan memberi mereka bantuan berupa uang, yang digunakan untuk biaya rehab rumah dan biaya sehari-hari Pak Ponijan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @M_ilyam17

Bantuan untuk biaya rehab rumah dan biaya sehari-hari Pak Ponijan.

Bantuan untuk biaya rehab rumah dan biaya sehari-hari Pak Ponijan.


RSSR JOGJA (Inventaris RSSR). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Gerakan #SedekahRombongan kini telah memasuki usia yang kelima. Selama itu pula, #SedekahRombongan telah menyalurkan dana bantuan dari sedekaholics kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan lainnya. Semakin hari, kami semakin bertransformasi dan berbenah diri, dari semula yang hanya gerakan sedekah jalanan kini mencoba bergerak lebih profesional tanpa meninggalkan ruh dan nafas #SedekahRombongan. Dalam perkembangannya, #SedekahRombongan Jogja kini memiliki Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) yang merupakan rumah tinggal sementara bagi pasien dampingan #SedekahRombongan yang tengah melakukan proses pengobatan. #SedekahRombongan juga merekrut staf untuk mendukung kerja ratusan Kurir #SR yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Staf #SedekahRombongan berkantor di RSSR dan mengerjakan pekerjaan administrasi kantor dan administrasi keuangan, dan pekerjaan lain yang memudahkan pergerakan #SedekahRombongan. RSSR Jogja 1 membutuhkan sebuah genset (diesel generator), sebuah perangkat yang berfungsi menghasilkan daya listrik pada saat pemadaman listrik, agar kinerja staf tidak terganggu. Selain itu #SedekahRombongan juga membutuhkan tempat penyimpanan atau brankas yang digunakan sebagai tempat penyimpanan berbagai surat-surat berharga dan juga uang tunai yang dapat digunakan dalam mengatasi kondisi darurat. Untuk itu kami membeli sebuah brankas berukuran standar yang sesuai dengan kebutuhan perkantoran. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 898. Terima kasih sedekaholics, berkat sedekahmu kami dapat memberikan pelayanan maksimal kepada para dhuafa yang membutuhkan di luar sana.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.786.000,-
Tanggal Penyerahan : 21 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

Pengadaan diesel generator

Pengadaan diesel generator


SIYAM BINTI MARYUDI (52, Ca Mamae Dextra + Sinistra). Alamat : Dusun Jurug, RT 8, Desa Siderejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Yogyakarta. Bu Siyam menderita kanker payudara sejak tahun 2014 silam. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Siyam kemudian mendampingi Bu Siyam untuk proses pengobatannya. Tahun 2015, Bu Siyam telah menjalani operasi dan melakukan serangkaian kemoterapi. Setiap sebulan sekali, Bu Siyam kontrol rutin di poli onkologi RSPAU dr. S. Hardjolukito. Bu Siyam dan suaminya bekerja sebagai buruh kebun. Pendapatan mereka hanya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan untuk membiayai sekolah anak semata wayangnya. Meskipun dalam proses pengobatan menggunakan fasilitas kesehatan, Jamkesmas, Bu Siyam dan keluarga merasa kesulitan untuk biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit. Pascaoperasi pertama kondisi Bu Siyam semakin membaik, tetapi pertengahan tahun 2016 ini, muncul benjolan di sekitar payudara Bu Siyam. Dokter memutuskan untuk melakukan operasi kembali. Awal Oktober lalu Bu Siyam menjalani operasi di RSPAU dr. S. Hardjolukito. Bantuan ini dipergunakan untuk akomodasi selama Bu Siyam rawat inap di rumah sakit. Santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 795. Semoga Bu Siyam segera mendapat kesembuhan dan dapat beraktivitas kembali, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bu siyam menderita Ca Mamae Dextra + Sinistra

Bu siyam menderita Ca Mamae Dextra + Sinistra


TUSIYAH BINTI HARJO UTOMO (47, Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Kempul, RT 1/3, Desa Jetis, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Akhir Desember 2015 lalu, Bu Tusiyah merasakan ada benjolan di payudara kanan, tetapi ia tidak merasa sakit sama sekali. Oleh pihak keluarga Bu Tusiyah diobati di pengobatan alternative, namun tidak sembuh. Setelah diperiksakan di Puskesmas Loano ternyata disinyalir ada semacam tumor kemudian dirujuk ke RSUD Tjitro Wardojo Purworejo. Setelah di USG ternyata harus dioperasi. Operasi ini sudah dilakukan pada tanggal 29 Maret 2016 di RSUD TW Purworejo. Oleh dokter disarankan untuk kontrol lagi sebulan berikutnya dan melakukan perawatan luka pascaoperasi cukup di Puskesmas terdekat saja. Tanggal 29 April 2016 Bu Tusiyah kontrol lagi ke RSUD TW Purworejo dan oleh dokter harus dirujuk ke RSUP Sardjito Jogjakarta. Suaminya, Siswo Sumarto (58) sangat berterimakasih kepada sedekaholics #SedekahRombongan atas pendampingannya selama ini. Selama pengobatan, Bu Tusiyah menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga segala biaya pengobatan ditanggung pemerintah. Bu Tusiyah mendapat 8x jadwal kemoterapi dan sudah menjalani 3x kemoterapinya di RSUP Dr. Sardjito. Semoga Sakit Bu Tusiyah segera dapat disembuhkan sehingga bisa membantu suami mencari nafkah. Aaamin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 852.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Ibu tusiyah menderita Ca Mamae Dextra

Ibu tusiyah menderita Ca Mamae Dextra


MTSR JOGJA (AB 1030 W, Operasional Bulan Oktober). Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan #SedekahRombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. #SedekahRombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans #SedekahRombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir #SedekahRombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar selama bulan Oktober 2016, ganti ban mobil, dan ganti oli. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.711.060,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan Operasional Bulan Oktober 2016

Bantuan Operasional Bulan Oktober 2016


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Oktober). Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan #SedekahRombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. #SedekahRombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menelepon ke nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya pembelian bahan bakar dan servis rutin. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.251.060,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan Operasional

Bantuan Operasional


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Oktober). Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan #SedekahRombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. #SedekahRombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans #SedekahRombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir #SedekahRombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar, cuci mobil, dan servis rutin. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.213.060,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan untuk pembelian bahan bakar, cuci mobil, dan servis rutin

Bantuan untuk pembelian bahan bakar, cuci mobil, dan servis rutin


MTSR JOGJA (AB 1185 JC, Operasional Bulan Oktober). Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan #SedekahRombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. #SedekahRombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans #SedekahRombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir #SedekahRombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar selama bulan September 2016. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.188.060,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan untuk pembelian bahan bakar

Bantuan untuk pembelian bahan bakar


MTSR JOGJA (AB 1185 JC, Biaya Pajak). Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan #SedekahRombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. #SedekahRombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans #SedekahRombongan di wilayah operasional Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Tanggal 20 Oktober 2016 kurir #SedekahRombongan mengurus biaya pajak tahunan untuk MTSR ini. Bantuan ini dipergunakan untuk pelunasan biaya pajak mobil. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.897.300,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Teguh Santosa

Bantuan pembayaran Biaya Pajak

Bantuan pembayaran Biaya Pajak


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Oktober). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan #SedekahRombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan #SedekahRombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ada karena tuntutan kebutuhan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui #SedekahRombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja #SedekahRombongan secara nasional. Biaya operasional bulan Oktober ini meliputi biaya administrasi, biaya operasional, biaya konsumsi, dan biaya pembelian bhp perawat. Biaya operasional terdiri dari biaya listrik dan air, administrasi/perkantoran, serta keperluan lain di RSSR. Biaya konsumsi meliputi biaya logistik untuk menunjang gizi pasien dampingan #SedekahRombongan. Dan pembelian bhp perawat antara lain untuk pembelian masker, handsrub, kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 898. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 26.455.525,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan Biaya operasional terdiri dari biaya listrik dan air, administrasi/perkantoran, serta keperluan lain di RSSR

Bantuan Biaya operasional terdiri dari biaya listrik dan air, administrasi/perkantoran, serta keperluan lain di RSSR


ESKA YULIANTO (16, Kontraktur Otot + Skoliosis). Alamat : RT 9/3, Desa Dawuhan, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Eska adalah pasien dampingan #SedekahRombongan wilayah Yogyakarta sejak tahun 2015. Eska anak yang lahir dan tumbuh dengan normal. Tapi di usia delapan tahun, ketika berjalan tiba-tiba Eska jatuh padahal tidak terantuk batu atau apapun. Tak lama setelah itu, ia merasa tidak enak badan kemudian diperiksakan ke puskesmas terdekat. Sejak itu ia sering merasa badan panas dan berkali-kali berobat ke puskesmas. Lima bulan kemudian ia merasa tubuhnya lemas dan tidak kuat berdiri. Lama kelamaan ia tidak bisa berjalan lagi dan hanya bisa duduk di kursi saja. Eska kemudian menjalani delapan kali fisioterapi di RSUD Djojonegoro, Temanggung, Jawa Tengah. Kurir #SedekahRombongan kemudian memberikan saran supaya keluarga mengurus surat rujukan dari RSUD Djojonegoro, Temanggung, Jawa Tengah, ke RSUP Dr. Sarjito, Yogyakarta, agar Eska dapat menjalani pengobatan di rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap. Eska merupakan anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Sutopo (47) dan Manisah (42). Ayah Eska bekerja sebagai petani sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Eska mempunyai kakak perempuan lulusan sekolah menengah atas, Septian (20), dan tidak bekerja karena dengan ibunya bergantian merawat Eska. Selama menjalani pengobatan Eska menggunakan fasilitas kesehatan, Jamkesmas. Pihak rumah sakit telah mengupayakan yang terbaik untuk Eska, tapi tidak ada perkembangan kondisi. Tubuhnya semakin kurus, ototnya kian mengalami pemendekan dan tulang punggungnya semakin bengkok (skoliosis). Saat ini Eska melakukan fisioterapi di rumahnya, dibantu oleh kakaknya, dan menjalani konrol rutin sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini digunakan untuk pembelian susu dan obat yang tidak tercover. Mari kita doakan semoga Eska segera mendapat kesembuhan, Aamiin. Laporan sebelumnya terdapat di rombongan 852.

Jumlah Bantuan : Rp. 788.350,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

Eska menderita Kontraktur Otot + Skoliosis

Eska menderita Kontraktur Otot + Skoliosis


MAYLINDA WIDIANI (20, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat: Ds Jagalan RT 2/4, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Maylinda, biasa ia dipanggil, merupakan warga yang merupakan Kabupaten Pemalang sudah mengidap penyakit Kanker Kelenjar Tiroid sejak April 2015. Hal ini berawal dari kecelakaan Maylinda yang membuatnya dilarikan ke Puskesmas setempat. Maylinda kemudian dirujuk ke RS Kraton untuk memeriksa adanya benjolan sebesar jakun lelaki. Pada bulan April 2015 dilakukan biopsi untuk memeriksa penyakit yang diderita Maylinda. Hasil nya bahwa Maylinda dinyatakan menderita Kanker kelenjar tiroid. Seminggu kemudian dilakukan operasi keseluruhan untuk mengambil sel kanker. Sekitar bulan Juli 2015, sel kanker menjadi bertambah besar. Oleh karena itu, dokter di RSUD Kraton menyarankan Maylinda untuk dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Atas ijin Allah pada bulan Agustus 2015 kurir #Sedekah Rombongan bertemu dengan Maylinda dan membawanya untuk berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Hasil kontrol pertama di poli bedah onkologi menyatakan bahwa Maylinda harus mengkonsumsi obat tirak dari dokter. Setelah satu bulan berhenti mengkonsumi tirak, Maylinda kemudian menjalani tes laboratorium untuk mengetahui kadar tiroid yang ada di tubuhnya. Hasil tes terakhi menunjukkan bahwa kadar tiroid dalam tubuhnya cukup tinggi. Doktor Poli bedah Onkologi kemudian meminta Maylinda untuk melakukan sidik tiroid di bagian Radiologi. Sidik tiroid digunakan untuk mengetahui sampai mana penyebaran sel kanker. Tindakan sidik tiroid akan dilakukan mulai tanggal 26 Oktober 2015 yang didahului dengan tes lab. Sembari menunggu tindakan sidik tiroid, Maylinda dianjurkan untuk mengkonsumsi obat tirak selama sebulan (bulan September) dan berhenti mengkonsumsi tirak mulai bulan Oktober 2015 untuk keperluan sidik tiroid. Konsumsi obat tirak dilakukan sehari sekali dengan aturan diperbolehkan makan 2 jam setelah mengkonsumsi obat Tirak. Pengalaman sebelumnya tenyata Maylinda mengkonsumsi tirak dengan aturan yang salah yang diduga inilah sebab sel kanker menmbesar. Selama pengobatan berlangsung, Maylinda dilarang mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak yodium seperti ikan asin, dan makanan yang asin-asin karena dapat merangsang sel kanker membesar serta merangsang kelenjar tiroid untuk mengeluarkan hormone tiroid. Selain itu, Maylinda juga dilarang mengkonsumi makanan bakaran dan makanan cepat saji. Maylinda sudah mulai melakukan beberapa pemeriksaan guna proses sidik tiroid di bagian radiologi RSUP Dr.Kariadi Semarang. Salah satunya yaitu tes darah. Hasil tes darah pada tanggal 26 Oktober 2015 menunjukkan bahwa hemoglobin Maylinda cukup kurang, sehingga dokter menyarankan agar pasien mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Selanjutnya pada tanggal 2 November 2015 , pasien akan menjalani tetes obat guna sidik tiroid di radiologi dengan dr.Gani. Setelah ditetes, Maylinda kemudian discan untuk melihat perkembangan sel kanker. Dokter mengatakan bahwa sel kanker bisa mengecil dalam kurun waktu 6 bulan. Sebulan kemudian tanggal 3 desember 2015, pasien kontrol dokter sekaligus cek lab untuk melihat reaksi dr obat tirak dan sidik tiroid. Menurut dokter, ternyata sel kankernya masih banyak dan perlu dilakukan pengobatan dengan dosis tinggi. Untuk sementara waktu, konsumsi tirak ditingkatkan menjadi satu setengah tablet pada hari senin, rabu, dan jumat. Sedangkan untuk hari-hari lain masih tetap satu tablet. Pada tanggal 5 Januari akan direncanakan pengobatan lebih lanjut. Pada hari Kamis, 7 Januari 2016, Maylinda melakukan tes lab di RSUP Dr. Kariadi untuk mengecek tiroid yang masih ada dalam tubuhnya yang selanjutnya digunakan sebagai pertimbangan dokter pada pengobatan selanjutnya. Awal Mei, tepatnya tanggal 5, Maylinda melakukan konsultasi dengan dokter di kedokteran nuklir RSUP Dr. Kariadi Semarang. Hasil sidik tiroid menunjukkan bahwa sel kanker sudah mulai berkurang. Tak tampak penangkapan radioaktifitas patologis di lapangan tiroid dan tidak tampak metastasis jaringan tiroid pada bagian tubuh lainnya. Selanjutnya Pada tanggal 30 Mei 2016, Maylinda kembali melakukan cek lab dan kontrol di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Hasilnya diambil pada tanggal 1 Juni dan menunjukka bahwa kondisi Maylinda sudah membaik, tetapi dokter menyarankan untuk melakukan tes lab di luar untuk memastikan apakah kanker benar-benar sudah menghilang. Saat ini Maylinda sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi selama di Semarang.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir :@indrades @iddaiddo @zeni_rofiqoh @DiahPertiwi1110

Maylinda menderita Kanker Kelenjar Tiroid

Maylinda menderita Kanker Kelenjar Tiroid


ARIK SUGIANTO (33, Kanker Usus). Alamat: Dusun Ngreco, RT 2/2, Desa Ngreco, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal Mei 2015 dirasakan nyeri di bagian ulu hati dan selalu berbunyi seperti lapar. Rasa sakit itu bertambah sejak pertengahan Agustus 2015. Pengobatan awal di dua rumah sakit Kediri sampai operasi pemasangan kolostomi atau lubang yang dibuat dinding perut kedalam usus untuk mengeluarkan kotoran BAB. Setelah itu beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan dirawat selama 16 hari. Saat ini beliau menjalani rawat jalan di poli bedah dalam RSSA Malang. Kondisi beliau pun masih lemas, sedikit sulit makan namun masih mau jajan (ngemil dan minum jus), dan saat ini didiagnosa kanker usus stadium akhir. Bapak Arik sebelumnya bekerja sebagai penjaga sound system keliling musiman dengan pendapatan tak menentu, sementara Rina Wahyuni (31) istri beliau berprofesi sebagai buruh jual cilok dengan gaji satu juta tiap bulannya. Namun selama suaminya berobat ke Malang, Ibu Rina memilih libur bekerja untuk mendampingi suaminya. Begitu pula Bapak Arik yang semenjak sakit, tidak bisa bekerja untuk menghidupi 2 anaknya, hanya mengandalkan pendapatan istri dan pinjaman pinjaman. BPJS kelas III merupakan fasilitas kesehatan Bapak Arik. Obat-obat yang tidak dijamin BPJS dan biaya selama di Malang seperti makan, transportasi menjadi kendala Bapak Arik melanjutkan pengobatan. Semoga Bapak Arik dan keluarga diberi kemudahan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz Eko @m_rofii11

Pak arik menderita Kanker Usus

Pak arik menderita Kanker Usus


CICI ASRI WAHYUSI (18, Meningokel). Alamat: Jalan Bedagung, RT 2 /3, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Cici menderita meningokel atau benjolan yang diakibatkan keluarnya selaput otak dari tulang kepala sejak lahir. Pada usia 8 tahun sempat menjalani operasi di rumah sakit HVA Pare. Sampai akhirnya ia dirujuk dari RSUD ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang untuk menjalani operasi pada awal 2012 dan 2014. Bulan Juni 2016 Cici berhasil operasi benjolan di telapak kaki. Untuk selanjutnya Cici akan kontrol tiap 2 bulan sekali karena kondisinya sudah cukup membaik. Cici merupakan siswa berprestasi di kelasnya yang meraih 5 besar dari SD sampai SMP. Meski keterbatasan fisik, dengan semangat yang tinggi ia tetap bisa untuk berprestasi. Cici merupakan anak pertama dari 4 bersaudara yang berusia 8 tahun, 6 tahun dan 4 tahun. Sang ayah bekerja di sebuah pabrik sepatu di Kediri, sementara ibunya ialah ibu rumah tangga biasa. Pengobatan Cici pun terkendala sampai akhirnya keluarga dipertemukan dengan tim #SedekahRombongan pada pertengahan tahun 2011 lalu. Bulan ini, bantuan dialokasikan untuk biaya kontrol, iuran BPJS dan uang transportasi Kediri-Malang. Bantuan terakhir telah masuk dalam nomor rombongan 867. Semoga Cici bisa menjadi anak yang membanggakan untuk kedua orang tuanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 650.500,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa

Cici menderita Meningokel

Cici menderita Meningokel


HENGKI PERNANDO (17, Snake Bite). Alamat: Dusun Krajan, RT 20/4, Kelurahan Duwetkrajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Awalnya mendapatkan tugas untuk pergi melihat sawah, pada saat perjalanan Hengki menginjak ular dan ular itu langsung menggigit kaki sebelah kiri Hengki. Sehingga ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Benmari dan dirawat selama 3 hari, sementara luka Hengki pun semakin membengkak, mungkin ini dikarenakan keterbatasan sarana prasarana sehingga Hengki belum bisa mendapatkan penanganan yang intensif. Akhirnya Hengki dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang karena luka masih bengkang dan sering demam. Ayah Hengki, Bapak Ponito (56) bekerja sebagai petani, sementara Ibunya telah meninggal. Fasilitas kesehatan apapun juga belum dimiliki oleh Hengki. Tidak adanya biaya untuk pengobatan, sementara luka Hengki harus segera diobati. Alhamdulillah telah dipertemukan dengan #SedekahRombongan Malang sehingga terbantu untuk mencukupi biaya pengobatannya. Semoga Hengki kembali sehat. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 3.569.600,-
Tanggal : 29 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori @nay_munaa

Hengki terkena gigitan ular

Hengki terkena gigitan ular


GALIH FERI SAPUTRA (18, Benjolan di Tangan Kanan). Alamat: Dusun Slorok, RT 3/3, Kelurahan Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur. Awalnya dirasa normal dengan istilah toh atau tanda lahir dan sangat kecil. Namun seiring berjalannya waktu, Galih merasakan pertambahan masa yang semakin membesar pada tangannya dan pada saat yang bersamaan Galih sangat terganggu dengan adanya pembesaran pada tangannya tersebut. Karena penambahan besar benjolan pada tangan tersebut maka keluarga berinisiatif untuk membawa Galih ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Blitar. Akan tetapi pihak keluarga Galih merasa kurangnya mendapat pelayanan yang baik. Pihak keluarga pun mencoba untuk membawa Galih ke Rumah Sakit Bhayangkara. Namun lagi-lagi hal yang sama terjadi hingga akhirnya keluarga membawanya ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Galih mulai mendapatkan perawatan dan langsung menuju poli bedah. Setelah menjalani operasi pada tangannya, Galih pun mulai menjalani kontrol untuk rawat luka di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Blitar setelah mendapat surat rujukan dari RSSA Malang. Saat ini Galih direncanakan untuk operasi tahap ke-2, setelah konsultasi ke dokter pada pertengahan bulan Oktober. Galih ialah anak dari pasangan Pak Jarno & Bu Winarsih ini mengalami nasib yang kurang baik karena yang lain. Remaja 18 tahun ini hidup bersama 4 saudara dan Galih adalah anak ke dua dari pasangan Pak Jarno dan Bu Winarsih. Dengan adanya fasilitas kesehatan BPJS kelas III, sedikit meringankan beban Galih dalam berobat. Akan tetapi Galih dan keluarga masih memiliki kesulitan yang dikarenakan Pak Jarno dan Bu Winarsih hanya bekerja sebagai petani . Keluarga pun menceritakan kondisi dan keadaan anaknya kepada kurir #SedekahRombongan. Bantuan pun tersampaikan untuk Galih yang dialokasikan untuk perbaikan KU, iuran BPJS dan transportasi Blitar-Malang. Santunan kepada Galih pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 885. Ucapan terima kasih senantiasa terucapkan dari kami sebagi kurir #SedekahRombongan dan dari keluarga pasien. Sedekahmu telah membantu mereka yang memang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa

Galih menderita Benjolan di Tangan Kanan

Galih menderita Benjolan di Tangan Kanan


MUHAMMAD AQIL (13, Terlambat Tumbuh Kembang). Alamat: RT 28/11, Desa Patuk Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Aqil merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak tahun 2014. Sejak lahir Aqil sudah menderita keterbatasan fisik yaitu tumbuh kembang lambat dan sampai saat ini Aqil masih belum bisa berjalan. Aqil sekarang tetap rutin fisioterapi di YPAC Malang. Sehingga kini kondisinya kaki sudah mulai kuat menapak. Meski belum bisa berdiri, Alhamdulillah otot kakinya sudah mulai terbentuk sempurna dibanding sebelumnya. Ia merupakan sosok istimewa, bakatnya tidak biasa dimiliki oleh anak lain sepantarannya. Ia merupakan hafidz Qur’an asal Wajak, bahkan Aqil pernah berprestasi dengan mendapatkan juara 1 lomba adzan di sekolahnya, inilah yang diperjuangkan Kurir agar Aqil tetap semangat. Aqil merupakan anak pertama dari Bapak Arifin (37) dan Ibu Yulia Ulfa (29). Tentu anak seperti Aqil harus dipertahankan sebagai motivasi kita bahwa tentu ada kelebihan dalam setiap manusia. Aqil memiliki Jamkesmas sebagai layanan kesehatannya. Dengan mengetahui hal tersebut #SedekahRombongan Malang membantunya agar bisa rutin fisioterapi, serta membantu akomodasi Aqil ke tempat klinik karena rumah Aqil yang belum ada angkutan umum. Bantuan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 907. Pihak keluarga sangat bersyukur atas santunan yang diberikan semoga bakat dan kondisi Aqil tambah lebih baik setelah ikhtiar dan do’a yang selalu dipanjatkannya. Amiiin..

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir: @FaizFaeruz Lazuardi @m_rofii11

Aqil menderita Terlambat Tumbuh Kembang

Aqil menderita Terlambat Tumbuh Kembang


FARIDA BINTI SUYANTO (52, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Jalan Bawean, RT 4/3, Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal sakit beliau ditandai dengan benjolan kecil di dada sebelah kanan, karena keadaan semakin mengkhawatirkan, beliau mendapat rujukan dari Rumah Sakit Pare tempat biasanya beliau berobat, untuk menuju Rumah Sakit Saiful Anwar Malang pada bulan Mei 2016. Sampai saat ini Ibu Farida sudah menjalani 8 kali kemo. Kabarnya Ibu Farida sudah tidak kemo lagi, dikarenakan kankernya sudah hilang. Untuk bulan ini Ibu Farida telah menjalani kontrol rutin setiap bulannya. Alhamdulillah, hasil kontrol lab untuk bulan ini normal dan tidak ada keluhan rasa sakit yang dirasakan Bu Farida. Ayah beliau ialah alm Bapak Suyanto, sementara ibu beliau alm Bu Suparti. Beliau memiliki 2 anak, putra dan putri yang sekarang duduk di bangku SMA. Sekarang beliau tinggal dengan anaknya yang putra, sementara suami beliau telah meninggal sejak 1996. Pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang gajinya tak seberapa banyak, menyulitkan beliau untuk memenuhi kebutuhan berobat terutama dalam biaya transportasi Kediri-Malang dan sebaliknya serta biaya tempat menginap sewaktu di Malang. Ibu Farida memiliki fasilitas kesehatan berupa Jamkesmas. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan KU, iuran BPJS dan transportasi Kediri-Malang. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam nomor rombongan 895. Semoga kondisi Ibu Farida tetap membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa

Ibu farida menderita Kanker Payudara Kanan

Ibu farida menderita Kanker Payudara Kanan


WIWI SURYATI (51. Diagnosa : Asam Urat + Darah Tinggi). Alamat: Jln. Pelindung Hewan Gg. Darusalam RT 4/8, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Wiwi dan suaminya yang bernama bin M. Harun (66 tahun) tinggal bersama 3 orang anaknya yang masih sekolah di SLTP dan SD. Mereka menghuni rumah sewaan yang sempit, ukuran sekitar 4 M2, dengan biaya sewa Rp.425.000,- per bulan. Suaminya yang sudah tua dan hanya tukang laden, kuli bangunan, itu kini jarang mendapat pekerjaan sehingga tidak mampu mengontrak rumah yang lebih layak. Mereka termasuk dhuafa. Di tengah kemiskinannya, keluarga ini harus membiayai anak-anaknya yang masih sekolah. Keperluan sekolah anak-anaknya sering kali tak terpenuhi. Oleh karena itu, demi mencukupi kebutuhan hidupnya, Ibu Wiwi setiap hari mau bekerja apa saja untuk membantu suaminya mencari nafkah. Setiap hari ia berkeliling menjajakan dagangan titipan tetangganya, atau membantunya mencuci pakaian dan membereskan pekerjaan dapur di tetangganya. Kesusahannya semakin bertambah setelah dalam 2 tahun ini ia terserang darah tinggi. Dalam 6 bulan terakhir Ibu Wiwi juga sering mengalami pegal dan linu; badannya bengkak-bengkak dan sulit tidur. Bahkan, dalam dua bulan terakhir ia terjangkiti penyakit gatal-gatal; muncul pula bentolan-bentolan di sekujur tubuhnya. Bentolan-bentolan yang merambat sampai ke tangan dan kakinya itu mengeluarkan cairan yang terasa perih. Akan tetapi, segala rasa sakit di badan dan pusing-pusing itu tidak dia hiraukan. Ia harus bekerja demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Ia harus terus bekerja. Selama sakit ia hanya berobat sekali-kali ke Puskesmas atau meminta obat-obatan dari tetangga dan saudaranya. Ia tak mampu berobat ke rumah sakit. Bahkan ia sering khawatir, kalau penyebab sakitnya diketahui dan harus dirawat yang pasti membutuhkan biaya lebih besar. Kabar duka derita keluarga dhuafa ani akhirnys sampai kepada kurir #SedekahRombongan berdasarkan informasi dari para tetangganya, juga dari Ketua RW setempat yang sering membantunya. Alhamdulillah pada kunjungan pertama kurir #SR dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari para sedekaholics untuk Ibu Wiwi, berupa uang tunai. Santunan awal ini digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi, dan membeli obat-obatan. Pada akhir Oktober 2016 kembali kurir #SR mengunjunginya. Alhamdulillah, bintik-bintik di lengan dan tubuhnya sedang dalam proses penyembuhan. Pada kunjungan ketiga ini #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan sedekaholik untuk melanjutkan pengobatan darah tinggi dan asam uratnya. Selain itu, mudah-mudahan dapat membantunya untuk biaya sehari-hari keluarganya yang miskin. Bantuan sebelum ini tercatatat di Rombongan 883.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @hengkisenandika

Ibu wiwi menderita Diagnosa : Asam Urat + Darah Tinggi

Ibu wiwi menderita Diagnosa : Asam Urat + Darah Tinggi


MUTIAH BINTI CARNA (73, Lumpuh akibat kecelakaan + Pengeroposan tulang). Alamat: Kebon Waru Barat No. 46/41, RT 4/2, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cibeuying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Mutiah sudah lama menjanda dan tidak memiliki anak. Suaminya, Bapak Eman, sudah lama meninggal dunia dan sejak itu ia hidup sendirian di rumahnya yang berukuran kurang-lebih 2 X 2,5 meter. Ketika masih sehat ia mencari nafkah dengan menjadi tukang pijat di daerahnya. Sungguh malang nasib Ibu Muatiah, ketika suatu hari ia terjatuh dari bangku yang dipijaknya ketika sedang menjemur pakaian. Akibatnya tangannya terkilir dan bahunya keseleo. Beberapa hari ia harus terbaring karena seluruh badannya juga sakit. Setelah agak sembuh, karena ia hidup sendirian, ia kembali memaksakan diri melakukan pekerjaan rumahnya. Akan tetapi, karena kondisinya belum sehat — tangan dan bahunya masih sakit– ia kembali terjatuh dari bangku yang ia pijak ketika menjemur pakaian: kakinya terluka sangat parah sehingga dijahit sampai 24 jahitan. Sejak kecelakaan tersebut, sudah satu tahun lebih Ibu Mutiah terbaring di kamarnya dengan perawatan seadanya yang diperoleh dari dokter yang didatangkan ke gubugnya. Disebabkan oleh kondisinya yang sudah lama terbaring itu, kakinya menjadi lumpuh dan badannya sulit untuk bisa bangkit. Berdasarkan keterangan dokter yang terakhir memeriksanya, tulang kaki Ibu Mutiah mengalami pengeroposan. Sayang, sampai saat ini ia belum pernah dibawa periksa ke rumah sakit. Selama setahun lebih Ibu Mutiah dirawat oleh adik dan keponakannya yang juga hidup sangat sederhana. Kebutuhan sehari-hari Ibu Mutiah diperoleh dari pemberian tetangga yang merasa kasihan dan sesekali menjenguknya. Kisah duka Ibu Mutiah itu disampaikan oleh Pak Iwan Kusumah kepada kurir #SedekahRombongan. Pak Iwan seorang petugas Linmas yang peduli dan turut membantu kebutuhan Ibu Mutiah. Bersyukur kurir #SR dapat berkunjung ke rumah Ibu Mutiah. Kepada kurir #SR, keluarga Ibu Mutiah dan Pak Iwan menyampaikan harapannya agar Ibu Mutiah mendapat bantuan untuk pengobatan dan biaya hidupnya sehari-hari. Berempati dengan kondisi hidup keluarga dhuafa tersebut, alhamdulillah, #SR kemudian menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari sedekaholik, berupa bantuan uang. Bantuan Pertama ini digunakan biaya memeriksakan Ibu Mutiah ke rumah sakit dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Oktober 2016
Kurirs: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika

Ibu mutiah menderita Lumpuh akibat kecelakaan + Pengeroposan tulang

Ibu mutiah menderita Lumpuh akibat kecelakaan + Pengeroposan tulang


MUHAMMAD AZKA (3, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT 3/2 Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Sampai saat ini Azka didampingi kurir #Sedekahrombongan dan tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung apabila ia sedang menjalani pengobatan dan atau kontrol di RSHS Bandung. Dek Azka termasuk pasien dampingan yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada awal Maret 2016 #Sedekah-Rombongan menyampaikan santunan lanjutan yang diterima ibunya di rumah singgah. Pada awal bulan April 2016, Azka dan orangtuanya kembali datang ke Bandung untuk melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Karena mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung kembali dapat menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang juga diterima ibunya. Setelah cukup lama tidak bertemu, pada akhir Juli 2016 ia datang kembali berobat ke RSHS Bandung dan tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung, dan alhamdulillah #SR kembali memberi mereka bantuan lanjutan titian sedekaholics. Perkembangan Dek Azka amat menggembirakan. Ia berangsur sembuh. Meskipun demikian, ia masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS bandung. Azka dan keluarganya masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pada Septmber 2016, saat mereka menjalani pemeriksaan di Kota Kembang, bersyukur kurir #SR dipertemukan kembali dengan Azka dan orangtuanya. Pada pertemuan di RCAK Bandung itu alhamdulillah kurir #SR juga dapat menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Pada akhir Oktober 2016 Azka dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung untuk kontrol dan memjalani pengobatan lanjutan. Akan tetapi, Azka tidak langsung ditangani seperti biasa karena iuran BPJS Keluarganya menunggak. Kesulitan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung. Setelah diajukan kepada #SR, alhamdulillah sedekaholics #SR berempati kepadanya dan kembali memberinya santunan lanjutan untuk Muhammad Azka. Bantuan yang disampaikan di Rumah Singgah Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk biaya pelunasan tunggakan BPJS Mandiri Kelas 3. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung

Azka menderita Leukemia

Azka menderita Leukemia


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT 9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sopa, putri Bp. Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics #SR sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah, pada pertemuan terakhir, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir #SedekahRombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Ia sempat menginap di rumah singgah. Di RCAK inilah alhamdulillah pada bulan April 2016 ia mendapatkan lagi bantuan dari #SedekahaRombongan. Walaupun Sopa nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, pada pertengaham Mei 2016 dengan empati dari sedekaholics, kembali kurir #SR di Bandung juga dapat menyampaikan Titipan Langit kepada Sopa yang diterima bapaknya. Pada akhir Juni 2016 Sopa dan bapaknya datang kembali ke RSHS Bandung untuk melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah #SR dapat memfasilitasinya berobat dengan membernya bantuan lanjutan. Berdasarkan informasi dari kurir #SR di Bandung, pada Oktober 2016, kondisinya membaik walaupun ia masih membutuhkan bantuan. Bersyukur, dengan empati sedekaholics, kembali bantuan lanjutan dapat disampaikan kurir #SR kepada mereka. Bantuannya yang disampaikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan karena tidak dijamin oleh Jamkesmas, juga untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 862.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 26 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin@cucucuanda@abahlutung

Sopa menderita Lupus

Sopa menderita Lupus


NENG RAHMAWATI (12, Leukemia). Alamat: Kampung Cibetik Cipageran, RT 5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani ini upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, setelah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan, pemeriksaan dan kontrol Neng semakin teratur. Kondisinya kini mulai membaik, walaupun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu #SedekahRombongan dapat mengantarkan titipan dari #Sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir #SedekahRombongan mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan Maret 2016 kurir #SedekahRombongan kembali bertemu dengan Neng dan ibunya saat mereka menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Pada saat itu kurir #SedekahRombongan alhamdulillah dapat menyampaikan Titipan Langit kepada mereka yang mereka terima di rumah Singgah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Pada akhir Juni 2016 Neng dan ibunya bertemu lagi dengan kurir #SedekahRombongan saat ia berobat ke RSHS Bandung. Kondisinya membaik, tetapi ia masih harus menjalani terapi di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah kembali #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan untuk Neng dan keluarganya. Hingga Oktober 2016, kondisi Neng terus membaik dan masih rutin menjalani pengobatan di RSHS. Pada akhir Oktober 2016 Neng berangkat lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterai lanjutan. Neng membutuhkan bantuan paradermawan untuk membeli obat. Alhamdulillah, dengan rahmat Allah Swt, sedekaholcs #SR kembali memberinya bantuan lanjutan untuk Neng dan keluarganya. Bantuan yang diterima ibunya di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Semoga bantuan sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @kharismagilda

Neng menderita Leukemia

Neng menderita Leukemia


ANDIKA SURYA (6, ALL). Alamat: Kampung Gunung Guruh RT 35/17, Desa Cikajang, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Cukup lama Andika Surya mengidap penyakit kanker darah, Akut Leukimia Limfoblastik (ALL). Penyakit tersebut diderita Andika sejak akhir tahun 2014. Menurut penuturan orangtuanya, awalnya Andika kerap terlihat lemas, loyo dan sering sakit; bahkan berat badannya terus menyusut. Berbagai upaya dilakukan keluarganya untuk menyembuhkan Andika. Puskesmas, klinik, dokter praktek, dan RSUD menjadi tempat yang kerap mereka datangi untuk memeriksakannya. Akhirnya penanganan medis Andika dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah mendapatkan rujukan medis dari RSUD Bunut Sukabumi. Di Rumah Sakit Umum Pusat inilah keluarga dhuafa ini bertemu dengan kurir #SedekahRombongan dan menyampaikan keinginannya untuk bisa berobat di Kota Kembang di tengah kemiskinan yang mereka alami. Alhamdulillah sampai saat ini, Andika telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Bandung. Andika terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Ayah Andika, Bapak Sumanto (31), sehari- hari hanya seorang guru honorer di salah satu sekolah di Sukabumi. Ibunya, Rini Andrian (31), hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang disibukkan dengan kegiatan kerumahtanggaan. Penghasilan keluarga ini sangat minim; hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sampai saat ini Andika masih menjalani terapi pengobatan di RSHS Bandung dengan menggunakan fasilitas jaminan BPJS Kesehatan. Alhamdulillah kondisi terakhir Andika semakin membaik. Bahkan, hasil BMP evaluasi tim dokter di Poli Hemato RSHS Bandung, menunjukkan bahwa kondisi Andika menuju ke arah sehat. Meskipun demikian, ia masih harus menjalani kontrol rutin. Untuk menjalani pengobatan, Andika harus berangkat dari Sukabumi menuju RSHS Bandung. Andika dan keluarganya membutuhkan uang transportasi dan bekal selama di Bandung, juga biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Pada bulan September 2016, Andika menjalani kontrol ke RSHS Bandung dan bertemu dengan kurir #SedekahRombongan. Pada kesempatan bersilaturahmi itu, alhamdulillah kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Andika. Kini kondisinya menggembirakan, meskipun dia masih harus terus kontrol rutin bulan berikutnya. Begitu juga pada awal bulan Oktober 2016, #SedekahRombongan kembali memberi bantuan yang digunakan untuk pembelian obat Mercapto dan biaya transportasi-akomodasi berobat di RSHS Bandung. Saat ditemui #SedekahRombongan pada bulan Oktober 2016, kondisi Andika pun terus menunjukkan perkembangan yang positif. Akan tetapi, pada akhir Oktober 2016, Andika datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan dan tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Alhamdulillah, dengan empai sedekaholics #SR, kembali kurir #SR di Bandung menyamaian bantuan lanjutan untuk Andika yang digunakan untuk biaya tambahan membeli obaat. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Andika dan keberkahan untuk para dermawan. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 904.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 26 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @kharismagilda

Andika menderita Akut Leukimia Limfoblastik

Andika menderita Akut Leukimia Limfoblastik


MUHAMMAD RIFKI (12, Leukemia). Alamat: Blok Pakupatan RT 8/3, Kelurahan Wotgali, Kecamatan Plered, Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Rifki seorang anak yatim piatu yang saat ini diasuh oleh paman dan bibinya. Ia menderita kanker darah sejak 6 bulan yang lalu. Paman yang mengasuhnya, Warnijan (47) dan Bibinya, Salamah (45) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Mereka termasuk keluarga dhuafa yang layak dibantu untuk meringankan beban hidupnya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rifki serta bibinya dan dapat mengambil pelajaran hidup dari kisah mereka: ketabahan dan kesabaran. Mereka pernah tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung dan sampai sekarang menjadi pasien dampingan kurir #SedekahRombongan di Bandung. Pendampingan untuk Rifki dilakukan sampai kini karena ia masih harus kontrol rutin ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dengan izin Allah SWT, pada akhir Desember 2015, kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki dan keluarganya, juga dapat menyampaikan bantuan untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Pada awal Februari 2016 kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki saat ia berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Kondisi Rifki berangsur membaik, meskipun dia masih harus terus berobat karena belum dinyatakan sembuh secara medis. Rifki dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan terapinya. Dengan bantuan #Sedekaholics, pada bulan itu alhamdulillah ia bisa berobat menjalani jadwal terapinya. Pada bulan April 2016 ia diperiksakan lagi ke RSHS Bandung sambil menjalani terapi rutin. Pada bulan keempat ini ia juga mendapatkan bantuan dari #SedekahRombongan. Pada Mei 2016 kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki dan keluarganya di rumah singgah. Perkembangannnya cukup menggembirakan meskipun ia masih harus menjalani terapi di RSHS Bandung. Karena Rifki dan keluarganya masih membutuhkan dukungan untuk terus berobat, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan sedekaholics untuk Rifki. Hingga Oktober 2016, bantuan dari #Sedekaholics tak henti-hentinya mengalir untuk Rifki. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali bertemu dengan Rifki dan kondisinya saat ini terus membaik. Akan tetapi pada akhir Oktober 2016, Rifki datang kembali ke Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung untuk melanjutkan pemeriksaan dan pengobatannya di RSHS Bandung. Ia masih harus menjalani terapi rutin dan membutuhkan uluran tangan para dermawan. Dengan izin Allah swt, bersyukur sedekaholics #SR kembali memberinya santunan lanjutan yang digunakan untuk Rifki. Bantuan yang diterima ibunya di RCAK Bandung ini diberikan digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 905.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 26 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @kharismagilda

Rifki menderita Leukemia

Rifki menderita Leukemia


HANI NURHAWATI (35, Lupus dan Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang, RT.1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah sambil terus berusaha, bekerja menjadi pembantu dan tukang cuci. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya semakin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal, dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Pada 18 September 2015 kurir #SR menemuinya di RSHS. Kondisnya masih memprihatinkan dan ia harus terus berobat. Begitu juga saat ia dijemput selesai berobat pada 14 November 2015, ia masih diharuskan berobat dan alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan. Pada akhir Desember 2015, ia mengeluhkan rasa sakit di telinganya. Kondisi Bu Hani semakin memburuk. Pada awal Februari 2016, dia meminta bantuan kurir #SR untuk berobat karena beberapa bagian dari kulit kepalanya kerap mengeluarkan nanah. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada bulan itu #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Pada akhir Maret 2016 Bu Hani kembali memohon bantuan #SR untuk melanjutkan pengobatan. Saat bertemu di RSHS Bandung, ia menyampaikan bahwa kanker di kulit kepalanya semakin menyebar. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Bu Hani di RSHS Bandung saat ia berobat dan memberinya santunan lanjutan dari para dermawan. Pada minggu pertama di bulan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa ia masih berobat rutin dan membutuhkan bantuan. Saat dijumpai di RSHS Bandung, kondisinya belum membaik. Ia masih membutuhkan uluran tangan. Pada bulan Oktober 2016 kurir #SR di Bandung bertemu kembali dengan Ibu Hani di RSHS Bandung. Ia masih terus berjuang menjalankan usahanya untuk sembuh dari penyakit yang lama ia alami. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, kembali #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk uang transport-akomodasi berobat dan biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 884.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit


AHMAD MUZAKI (4, Leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT 2/1, Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu, Zaki didiagnosa menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, yaitu RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Sampai saat ini ia tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung. Ia termasuk pasien dampingan #SR yang sampai saat ini dibantu untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih harus melanjutkan terapinya. Pada awal Maret 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Dek Zaki di rumah singgah, saat ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Waktu itu sedekaholics #SR memberi mereka bantuan untuk biaya berobat. Alhamdulillah perkembangannya semakin menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus terapi rutin ke RSHS Bandung. Pada awal April 2016 Zaki dan kedua orangtuanya datang kembali ke Bandung untuk menjalani terapi rutin. Saat itu alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantunya untuk biaya berobat. Perkembangannya alhamdulillah cukup menggembirakan, tetapi dia masih harus terus berobat. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk tambahan membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS. Karena itu, pada bulan September 2016 #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. Begitu juga pada bulan Oktober 2016, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat Zaki. Pada bulan ini De Zaki sempat mendapatkan tindakan di RS Al Islam Kota Bandung. Batuan yang diterima bapaknya di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakn untuk membeli obat. “Jazakumullah #SR! Semoga sedekah para dermawan membawa kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi semua pasien dan kurir SR, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Zaki penuh ketulusan. Bantuan untuk Ahmad Zaki sebelum ini tercatat di Rombongan 894.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung

Zaki menderita Leukemia

Zaki menderita Leukemia


ARSINI BINTI WADI (55, Suspek : Kanker Tulang Hidung). Alamat : Desa Kedung Krisik Utara, RT 2/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Bersama suaminya, Akim (70), Ibu Arsini tinggal berdua di rumahnya yang sangat sederhana, yang dibangun atas kepedulian warga. Meskipun tidak dikaruniai anak, pasangan suami-istri dhuafa ini bekerja keras untuk mencari nafkah. Tetapi, karena faktor usia juga pendidikan dan keterampilan yang tendah, mereka sulit keluar dari kubangan kemiskinan. Apalagi, sejak Ibu Arsini sakit, kehidupan ekonomi mereka semakin terpuruk. Awalnya, enam tahun lalu (tahun 2000) Ibu Arsini mengalami nyeri di sekitar hidung dan pipi sebelah kirinya. Seiring dengan adanya nyeri di sekitar hidung, tumor juga mulai tumbuh di tulang hidungnya dan semakin hari semakin membesar hingga menutup lubang hidung dan matanya. Upaya penyembuhan tak banyak yang mereka lakukan. Ibu Arisini (55) hanya ibu rumah tangga biasa, dan suaminya sudah lama tidak lagi mencari nafkah. Bahkan, rumah yang mereka tempati kini sebelumnya sangat memprihatinkan dan tidak layak ditempati. Karena faktor ekonomi inilah, selama 6 tahun ini pasien hanya sesekali berobat di Puskesmas. Pada tahun 2016 keluarga dhuafa ini bertemu dengan kader PKK di kampungnya. Berkat bantuan kader itu kemudian Bu Arsini dibantu berobat ke RSUD Gunung Jati Cirebon. Pihak RS menyatakan bahwa pasien harus dirujuk ke RSHS Bandung. Karena kendala biaya, saat itu pasien tidak dapat diberangkatkan. Berbagai upaya mencari bantuan akhirnya dilakukan, melalui Pemda Cirebon, Dinas Kesehatan, juga berbagai organisasi sosial, tetapi belum membuahkan hasil yang maksimal. Bersyukur, atas kehendak Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan pasien dan keluarganya. Setelah bersilaturahmi dengan mereka, pada 1 Juni 2916, kurir #SR di Cirebon berketetapan hati untuk membantu Ibu Arsini dan mengajukannya sebagai pasien dampingan #SR. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, pada 2 Juni 2016 pasien lalu diberangkatkan ke Bandung untuk tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung selama berobat di RSHS Bandung. Dengan izin Allah Swt pula alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan santunan kepada Bu Arsini. Bantuan awal yang mereka terima di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan uang saku selama ia berobat di RSHS Bandung. Sebelum Idul Fitri 1437 H Bu Arsini meminta diantar pulang dulu untuk berlebaran bersama keluarganya dan alhamdulillah MTSR bisa memenuhi harapannya. Setelah Idul Fitri keluarganya meminta bantuan #SR untuk menjemputnya. Karena MTSR berhalangan, dia berangkat ke RSHS menggunakan jasa travel. Sejak 17 Juli 2016 Nek Arsini kembali tinggal di RSSR Bandung didampingi suaminya untuk menjalani pemeriksaan rutin. Berdasarkan hasil biopsi tim medis, Bi Arsini harus menjalani 40 kali terapi sinar. Pada akhir Agustus 2016 Ibu Arsini datang lagi ke Bandung dan tinggal di RSSR Bandung untuk menjalani terapi sinar. Bersyukur dia amat bersemangat dalam berikhtiar sehat dan kurir #SR dapat mendampinginya setiap hari. Ibu Arsini dan suaminya kemudian tinggal di RSSR Bandung hampir dua bulan dan telah menuntaskan semua tahapan terapi sinar. Karena jadwal kontrolnya masih tiga minggu ke depan, Bu Arsini dan suaminya meminta izin pulang dulu untuk berkumpul dengan keluarganya. Mereka masih membutuhkan bantuan para dermawan. Sungguh berat derita nenek dhuafa ini! Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung dapat menyampaikan Bantuan Ke-4 yang disampaikan di RSSR. Santunan lanjutan ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi pulang dan membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Ibu arsini menderita Suspek : Kanker Tulang Hidung

Ibu arsini menderita Suspek : Kanker Tulang Hidung


ANGRIZKY ANUGRAH (33, Celebral Palcy + Tumor di Kepala). Alamat: Gang Simpang RT 2/7, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rizky, panggilan akrabnya. Atas kehendak Allah SWT, Rizky terlahir dengan kondisi tidak sempurna. Sejak lahir, ia menderita celebral palsy dan tumor di bagian kepala. Penyakit yang diderita Rizky, membuat perkembangan pada kendali otot dan gerakannya menjadi abnormal. Gangguan ini membuat fisik dan mental Rizky tidak seperti anak-anak seusianya. Selama sakit, Rizky pernah menjalani tindakan operasi dan dirawat di beberapa rumah sakit swasta di Bandung. Ujian yang harus dihadapi Rizky dan keluarga memang berat, namun mereka tak gentar berikhtiar demi kesembuhan Rizky. Rizky adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya telah lama meninggal dunia dan kini ia tinggal bersama ibunya di rumah pamannya. Sedangkan kedua adiknya, masing-masing sudah berumah tangga dan tinggal di luar Kota Bandung. Sepeninggal ayahnya, Rizky dibesarkan oleh ibunya. Dengan segala keterbatasan, ibunya banting tulang membesarkan Rizky dan kedua adiknya. Sungguh berat ujian yang mereka alami! Tabungan peninggalan ayahnya juga sudah habis untuk biaya sehari-hari dan biaya pengobatan Rizky. Kesulitan ekonomi yang mereka hadapi, membuat pengobatan Rizky menjadi terhambat. Ditambah selama berobat, Rizky didaftarkan sebagai pasien umum, karena ia dan keluarganya tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang dihadapi keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan atas informsi dari pengurus Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung. Berempati atas apa yang dialami Rizky dan keluarganya, bersyukur kurir #SedekahRombongan berkesempatan mengunjungi Rizky dan ibunya yang tabah walau bertahun-tahun diterpa musibah. Kepada kurir #SedekahRombongan, ibunya menyatakan keinginannya untuk meneruskan ikhtiar berobat Rizky ke rumah sakit. Gayung bersambut! Alhamdulillah, harapan untuk kesembuhan Rizky terbuka kembali. Dengan empati sedekaholics #SR, pada saat silaturahmi itu kurir #SedekahRombongan juga langsung menyampaikan bantuan untuk Rizky yang dipergunakan untuk biaya pembuatan kartu BPJS Mandiri. Semoga titipan langit dari sedekaholics ini dapat membuka jalan kesembuhan untuk Rizky. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda @maulida_qayanggi

Rizky menderita Celebral Palcy + Tumor di Kepala

Rizky menderita Celebral Palcy + Tumor di Kepala


OKON SURIANA (58, Jantung Koroner). Alamat : Kampung Agung RT 2/22 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Bersama istri dan satu orang anaknya yang masih sekolah, Pak Okon tinggal di rumah sederhana di daerah pertanian. Sehari-hari ia bekerja sebagai buruh tani di kebon palawija, dengan penghasilan tak menentu dan tak seberapa. Istrinya, Ibu Uis Juwita (54) hanya disibukkan dengan kegiatan rutin mengurus rumah dan anaknya yang masih serumah – dua anak mereka yang lain sudah berumah tangga. Sebagaimana pengakuannya kepada kurir #SR, tanggungan dua orang pun cukup memberatkan bagi keluarga buruh tani ini, apalagi sejak tahun 2009 Pak Okon tidak bisa lagi menjalankan aktivitas bekerjanya secara normal setelah ia positif mengidap penyakit jantung Koroner. Masih beruntung dia memiliki Kartu Jamkesmas. Berbagai upaya medis dilakukan keluarganya untuk menyembuhkannya. Tak terhitung berapa kali ia keluar-masuk Puskesmas Ciwidey, RSUD Soreang, dan RSHS Bandung untuk berobat. Pada Juni 2009 ia bahkan sempat dirawat lam di RSHS dan mendapatkan tindakan operasi (pemasangan satu ring di jantungnya). Berbulan-bulan ia rutin kontrol dan akhirnyaia merasa sembuh dan kembali beraktivitas walaupun tidak meksimal. Pada awal tahun 2016 ia kembali merasakan gejala yang sama saat dia didiagnosa mengalami sakit jantung koroner. Rasa nyeri di dada, sesak nafas, cepat merasa cape mewarnai hari-hari hidupnya. Akhirnya, keluarga memutuskan untuk mengikhtiarkan kesehatannya ke rumah sakit. Pada 27 September 2016 kondisinya menurun drastis. Keluarganya kemudian membawanya periksa ke IGD RSHS Bandung pukul 3 dini hari. Setelah ditangani selama beberapa waktu, ia lalu dimasukkan ruang rawat inap. Seminggu kemudian tim medis RSHS memutuskan untuk menjalankan tindakan operasi (bedah jantung) sebagai penanganan medisnya. Ia dirawat di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu sejak 28 September 2016 sampai 17 Oktober 2016. Di RSHS Bandung inilah Pak Okjon bertemu dengan kurir #SR saat ia kebingungan mencari penginapan. Akhirnya ia diajak tinggal di RSSR Bandung untuk menjalani kontrol dan pemeriksaan seminggu dua kali ke RSHS. Pada 26 Oktober 2016 ia diantarkan MTSR Bandung pulang ke rumahnya karena pemeriksaan selanjutnya menunggusepuluh hari. Memahami betapa beratnya cobaan hidup yang dialami Pak Ojkon dan keluarganya, kurir #SR kemudian memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, biaya membeli obat, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak okon menderita Jantung Koroner

Pak okon menderita Jantung Koroner


MUHAMMAD HARUN ARASYID (1, Infeksi Paru-paru). Alamat : Puri Mutiara Indah Jl Kakap 13B/ D-N/08 RT 1/7, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak usia 5 bulan, napas Harun sering tersengal, seperti ada dahak yang mengganggu pernapasannya, namun tidak bisa keluar. Oleh orang tuanya, Harun dibawa ke bidan. Tetapi karena masih usia 5 bulan, bidan memutuskan untuk tidak melakukan tindakan apa-apa. Dan akan dilakukan tindakan nanti ketika usia 7 bulan. Setelah usia 7 bulan, napas Harun kembali tersengal. Lalu ia dibawa ke RS Annisa dan dokter melakukan tindakan uap. Sepulangnya dari RS Annisa, kondisi Harun sudah lebih baik. Selanjutnya, Harun menjalani uap rutin setiap 2 kali perbulan di bidan dengan biaya Rp 70.000,-. Namun, pada bulan September lalu, di usia 11 bulan napas Harun kembali tersengal. Harun kembali dibawa ke bidan lalu dirujuk ke RS Annisa. Harun menjalani rawat inap di RS Annisa selama 4 hari dengan biaya umum karena belum memiliki kartu BPJS. Kini, biaya untuk berobat masih hutang ke rekan dan saudara. Ayah Harun, Asro’i (36) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibunya Sulastri (35) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga merasa kesulitan untuk meneruskan pengobatan Harun. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Harun dan keluarga sehingga bisa membantu meringankan bebannya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan awal untuk biaya akomodasi mengurus BPJS Kesehatan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161 Nur Aini Putri

Harun menderita Infeksi Paru-paru

Harun menderita Infeksi Paru-paru


ANGGITA PUSPITASARI (12, Tumor Paha). Alamat: Kp. Cabang Kebon Kopi RT 2/7, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Bermula pada 1 tahun lalu, pada paha Anggita mengalami benjolan yang semakin lama semakin membesar. Lalu Anggita dibawa ke salah satu rumah sakit di Cikarang. Namun karena merasa tidak mendapat pelayanan yang cepat, Anggita dibawa pulang lagi ke rumah dan menjalani pengobatan alternatif. Sampai pada 4 bulan lalu, tumor pada paha bagian kiri Anggita semakin membesar dan mengeluarkan darah. Oleh keluarga, Anggita kembali dibawa ke rumah sakit dan menjalani pengobatan sampai luka di pahanya tidak mengeluarkan darah lagi. Kini Anggita hanya berobat jalan di rumah dengan mengandalkan obat-obatan alternatif. Anggita berencana ingin berobat secara tuntas, namun Ibunya, Sri Wahyu (45) yang seorang single parent dan merupakan ibu rumah tangga merasa kesulitan untuk membiayai pengobatan putrinya. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Anggita dan keluarga sehingga bisa membantu meringankan bebannya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan awal untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161 Nur Aini Putri

Anggita menderita Tumor Paha

Anggita menderita Tumor Paha


SAMIJEM BINTI SUTARDI (88, Susp. Tumor Hidung). Alamat : Kp. Tapak Serang RT 6/3, Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Berawal sekitar 2 tahun yang lalu, tumbuh tahi lalat di hidung Nenek Samijem. Karena merasa terganggu, ia pun mencongkel tahi lalat tersebut dengan jarum yang akhirnya menimbulkan luka kecil. Luka kecil yang ia harapkan akan sembuh, justru malah lukanya semakin melebar hingga sekarang. Upaya pengobatan hanya dilakukan di Puskesmas dan klinik terdekat saja. Sekitar beberapa bulan yang lalu pernah ia mendapat surat rujukan untuk menjalani pemeriksaan lanjut ke RSUD Kabupaten Bekasi dengan jaminan Kartu KIS PBI, namun terkendala dengan biaya transport dan pendampingan. Nenek Samijem hanya tinggal sebatangkara di sebuah emperan rumah milik saudara dari Almarhum suaminya. Nenek Samijem berasal dari Solo yang sudah puluhan tahun menetap di sini, ikut suaminya yang memang asli warga Cabangbungin Bekasi. Sampai suaminya meninggal 30 tahun yang lalu, ia tidak dikaruniai anak. Itulah yang menyebabkan ia saat ini hidup sebatangkara. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi selama menjalani pengobatan. Semoga Nenek Samijem diberi kemudahan dalam menjalani ikhtiar pengobatannya. Aamiin..!!!

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Ibu samijem menderita Susp. Tumor Hidung

Ibu samijem menderita Susp. Tumor Hidung


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan biaya operasional bulan Oktober 2016. Biaya operasional digunakan untuk membeli bensin dan bayar tol saat mengantar pasien ke RSHS Bandung dan juga ke RSCM Jakarta. Selain pasien wilayah Bekasi, MTSR Bekasi pun akhir-akhir ini sering evakuasi pasien yang berada di wilayah Kabupaten Karawang, mengingat Kabupaten Karawang sampai dengan saat ini belum memiliki MTSR. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Samsudin

Biaya operasional untuk membeli bensin dan bayar tol

Biaya operasional untuk membeli bensin dan bayar tol


RISKI DWI HARYONO (17, Gangguan Syaraf Mata). Alamat : Perum Bumi Jaya Indah, Blok S No. 29, RT 46/11, Kelurahan Munjul Jaya, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Riski, akrab kami memanggil pemuda yang lahir pada tahun 1999 ini. Ia didiagnosa mengalami gangguan pada syaraf matanya yang menyebabkan penglihatannya menjadi sangat buram dan tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik di sekolahnya. Hal tersebut berawal sejak ayahnya Sudiyono (alm) meninggal dunia, saat itu ibunya Sri Hartati (52) menitipkan Riski kepada saudaranya untuk diasuh sekaligus dibiayai oleh saudaranya tersebut. Di rumah saudaranya tersebutlah Riski sering bermain game tanpa mengenal waktu, ia bermain siang hingga malam, kadang sampai tidak ingat makan dan tidur. Dua tahun kemudian Riski merasakan buram pada penglihatannya, tidak bisa melihat jelas, dia hanya bisa melihat samar barang-barang yang berwujud besar. Dokter mendiagnosa syaraf mata riski sudah rusak akibat pantulan cahaya yang berlebihan. Hingga kini Riski harus menjalani kontrol pengobatan selama 1 bulan 1 kali dengan menggunakan fasilitas BPJS kelas 3. Ibunya merasa keberatan untuk menanggung biaya akomodasi Riski setiap bulannya ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih), maka Alhamdulillah kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Riski, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Riski menuju RSBA. Semoga Riski kembali Allah sembuhkan dan bisa bersekolah seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja_

Riski menderita Gangguan Syaraf Mata

Riski menderita Gangguan Syaraf Mata


ELAN SUHERLAN (58, Syaraf Terjepit). Alamat : Kp. Gunungkarung, RT 10/ 5, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bah Elan, akrab kami memanggil lelaki yang usianya tak muda lagi ini. Diusia senjanya, kini Bah Elan tetap menjalani pekerjaannya sebagai pengambil getah karet di hutan milik pemerintah. Dengan tertatih ia memanggul dua ember getah karet dari hutan menuju pabrik, tangan dan kakinya kadang bergetar karena berat beban yang ia panggul di pundaknya. Saat itu, jalanan menuju pabrik sangat licin, seperti biasa Bah Elan memanggul dua ember getah karet, tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh, getah karet yang ia kumpulkan sedari pagi hingga sore harus tumpah diatas tanah, selain itu Bah Elan sempat pingsan dan tak sadarkan diri. Ketika terbangun Bah Elan mengeluh sakit pada bagian pinggangnya, ia pun kemudian menjalani pengobatan dengan cara pijat tradisional, namun belum juga membaik. Kemudian keluarganya membawa Bah Elan untuk menjalani pemeriksaan di Puskesmas, tim medis di puskesmas tersebut mendiagnosa Bah Elan mengalami HNP (Herniated Nukleus Pulposus) atau kebanyakan masyarakat mengenalnya dengan sebutan penyakit syaraf terjepit. Hal tersebut terjadi ketika adanya penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang belakang, sehingga penonjolan tersebut menekan syaraf dan mengakibatkan timbulnya rasa sakit, kesemutan juga kelemahan pada anggota gerak. Bah Elan disarankan untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih), namun karena keterbatasan biaya, hingga kini Bah Elan belum bisa berobat ke RS tersebut. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bah Elan, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Bah Elan. Bantuan tersebut berupa uang untuk biaya transportasi Bah Elan menuju RSBA.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Pak elan menderita Syaraf Terjepit

Pak elan menderita Syaraf Terjepit


LUSI BINTI MANSUR (14, Lupus). Alamat : Kp. Cidahu, RT 16/5, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Usi –akrab kami memanggil gads remaja ini–, ia merupakan putri bungsu dari pasangan Bapak Mansur (Alm) dan Ibu Nirat (45). Ya, pada tanggal 14 Januari 2014 lalu, ayah Lusi meninggal dunia. Ayahnya meninggalkan empat orang anak dan satu istri. Maka, semenjak itu ibunya lah yang membiayai Usi dan ketiga saudaranya. Adapun riwayat penyakit Usi, diawali dengan seringnya mengalami muntah dan pusing. Ibunya pun membawanya berobat ke Puskesmas terdekat, ia pun hanya didiagnosa mengalami penyakit maag. Satu minggu berlalu, kondisi kesehatan Usi tak juga membaik, ia justru semakin sering mengalami muntah, pusing lalu seluruh kulitnya memerah. Ibunya pun mulai khawatir, ingin hati segera memeriksakan Lusi ke RSUD Purwakarta, namun apa daya hasil berjualan di warungnya tak cukup untuk membiayai pengobatan Lusi, karena ia harus membayar hutang bekas modal warungnya dahulu. Ia pun kemudian meminta bantuan Pak RT setempat, biaya pengobatan Usi dibantu dari hasil perelek (patungan) warga setempat. Usi pun bisa berobat di RSUD Bayu Asih, tak dinyana ternyata hasil pemeriksaan menunjukan bahwa Usi menderita penyakit lupus. Genap sepuluh hari Usi berada di ruang perawatan RSUD Bayu Asih, ia dirawat oleh ibunya. Namun, selama Usi dirawat di Rumah Sakit, itu tanda bahwa ibunya tak bisa berdagang di warung kecil miliknya dan tak memiliki penghasilan, ibunya pun kembali meminjam uang kepada tetangga terdekatnya. Saat itu sebenarnya Usi dirujuk untuk menjalani pemeriksaan ke RSHS Bandung, namun Ibunya memutuskan untuk membawa Usi pulang ke rumah. Selain karena kendala biaya, ia pun harus memenuhi kewajibannya membayar hutang kepada tetangganya, maka dari itu Ibunya harus kembali berdagang. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Usi, saat itu tampak gurat kesedihan di wajah ibunya, kami dengan membuka telinga mendengar segala keluh kesahnya. Minggu berikutnya kami kembali datang ke rumahnya, kali ini kami membawa titipan bantuan dari para sedekaholics #SR, bantuan tersebut akan digunakan Usi dan keluarganya untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung, karena Ibunya menuturkan jika uang sudah terkumpul, maka ikhtiar pengobatan anaknya akan dilanjutkan. Selain itu, bantuan tersebut juga digunakan untuk biaya sehari-hari keluarga Lusi juga biaya untuk melunasi hutang yang dulu digunakan untuk biaya pengobatan Lusi. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada rombongan 877. Semoga Allah memudahkan segala urusan keluarga Usi, juga Allah angkat penyakit Usi dan kembali disehatkan sebagaimana biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Lusi menderita Lupus

Lusi menderita Lupus


EMAN SUHERMAN (38, Urolitiasis). Alamat : Kp. Cijambu, RT 5/2, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Eman adalah seorang petani, ia bertani dengan sistem berbagi hasil dengan pemilik lahan tempat ia bertanam. Jika dirata-ratakan, Pak Eman mendapat laba kurang lebih Rp. 30.000,- setiap harinya, uang tersebut telah cukup untuk membiayai istri dan anak-anaknya sehari-hari. Namun beberapa minggu ini profesinya tersebut harus terganggu, karena ia sering merasakan sakit di bagian pinggangnya, ia pun memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, namun tidak ada tanda-tanda kesembuhan. Pak Eman semakin merasa kesakitan saat ia buang air kecil, ia pun kemudian kembali memeriksakan diri ke puskesmas dan didiagnosa mengalami penyakit kencing batu atau secara medis disebut Urolitiasis. Ia dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih, namun karena kendala biaya hingga saat ini Pak Eman hanya bisa mengobati kesakitannya tersebut dengan obat-obatan dari puskesmas. Mungkin laba Rp. 30.000,-/hari yang didiapat Pak Eman dari hasi kebunnya tersebut diatas telah cukup untuk membiayai hidup keluarganya sehari-hari, tapi tidak cukup untuk digunakan biaya pemeriksaan ke RSBA. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Eman, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Pak Eman. Bantuan tersebut berupa uang untuk biaya transportasi Pak Eman menuju RSBA.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Pak eman menderita Urolitiasis

Pak eman menderita Urolitiasis


NENIH BINTI INI (37, Maag Kronis). Alamat : Kp. Sukagalih, RT 9/4, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah sejak lama Teh Nenih menderita penyakit maag kronis, selama ini ia hanya diobati sedadanya menggunakan obat-obatan dari warung. Dengan penyakitnya tersebut, Teh Nenih masih bisa menjalani aktivitasnya menjadi seorang buruh tani dan buruh cuci di rumah tetangganganya, hal tersebut ia lakukan untuk membantu suaminya yang memiliki pekerjaan serabutan. Namun, sudah hampir 2 minggu ini Teh Neni harus terbaring di kasur kamarnya, ia merasakan mual muntah dan pusing secara bersamaan dan tidak ada hentinya. Meskipun sudah dua kali memeriksakan diri ke Puskesmas, namun sama sekali tidak ada perubahan. Besar sekali keinginannya untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah, agar mendapat pelayanan dan pengobatan yang lebih baik. Ia berpikir bahwa umurnya masih muda, anaknya yang ketiga baru berumur 3 tahun dan sangat membutuhkan perhatian besar dari ibunya. Ia ingin sembuh kembali seperti manusia pada umumnya, namun karena kendala biaya maka The Neni belum bisa mewujudkan keinginannya untuk menjalani pengobatan dan pemeriksaan di RSUD. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Teh Neni, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Teh Neni. Bantuan tersebut berupa uang untuk biaya transportasi Teh Neni menuju RSBA.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Ibu nenih menderita Maag Kronis

Ibu nenih menderita Maag Kronis


IIS NURMALASARI (1, Atresia Ani). Alamat : Rt 4/2, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Dek Iis merupakan buah hati pertama dari pasangan Bapak Masna (25) dan Ibu Tinah (23). Ia memiliki keistimewaan lain sejak lahir, yakni tak memiliki lubang anus yang sempurna seperti bayi pada umumnya. Hal tersebut mengakibatkan perut Dek Iis semakin membuncit karena tak bisa membuang kotoran, setiap harinya ia hanya mampu menangis mengeram kesakitan. Orangtuanya tidak bisa berbuat banyak, mereka hanya mampu memeriksakan anaknya tersebut ke puskesmas setempat. Padahal Dek Iis sejak lahir telah dirujuk untuk melakukan pengobatan di RSUD Purwakarta, namun karena keterbatasan biaya akhirnya hingga saat ini kondisi Iis pun semakin memburuk, maklum saja ayahnya Iis adalah kuli serabutan yang penghasilannya tak menentu dan pas-pasan. Kabar tersebut terdengar oleh banyak relawan di Purwakarta, akhirnya Dek Iis dibawa berobat ke RS. Santosa Bandung dan menjalani perawatan intensif selama beberapa hari disana, alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bisa menemui Iis dan keluarganya di RS tersebut, juga sekaligus menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics. Seminggu lalu ketika Iis sudah berada di rumahnya, ibunya menghubungi kurir #SRPurwakarta dan meminta untuk segera datang ke rumahnya di Cikampek. Kami pun mendatangi rumahnya, ibunya mengeluhkan kekurangan biaya untuk membeli kantong feses, biaya transportasi ke puskesmas setiap minggunya, juga pembelian susu formula. Kami kurir #SedekahRombongan sangat bersyukur, karena untuk kedua kalinya dipertemukan dengan keluarga Iis, kami bisa menyampaikan titipan bantuan untuk Iis dari para sedekaholics SR. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 900. Semoga Dek Iis segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @nilwan_zen

Iis menderita Atresia Ani

Iis menderita Atresia Ani


KHODIJAH BINTI WIRTA (84, Stroke) Alamat : Kampung Rawatutut, RT 16/7, Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mak Ijah adalah seorang janda, tinggal di rumah milik sendiri. Suaminya sudah lama meninggal. Mak Ijah mempunyai 3 orang anak, semuanya anaknya telah menikah. Sudah 11 tahun lebih Mak Ijah mengalami stroke. Mak Ijah tidak bisa beranjak dari tempat tidur. Mak Ijah hanya dirawat di rumah oleh anak perempuanya Ibu Omih (56). Mak Ijah tidak pernah dibawa ke rumah sakit, karena tidak ada biaya. Mereka hanya pasrah pada keadaan. Untuk biaya dan keperluan sehari-hari Mak Ijah hanya mengandalkan anak laki-lakinya yang bekerja sebagai tukang kuli bangunan. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mak Ijah, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan biaya sehari-hari dan pergi berobat ke rumah sakit. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Mak Ijah keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis_maemunah

Ibu khodijah menderita Stroke

Ibu khodijah menderita Stroke


IDAH BINTI SUHIYA (65, Stroke) Alamat : Kampung Rawatutut, RT 17/7, Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mak Arum adalah seorang ibu rumah tangga, tinggal di rumah gubuk milik sendiri bersama suaminya Naroh (65). Suaminya adalah pengrajin boboko (tempat nasi dari bambu). Mak Idah tidak mempunyai anak. Sudah 3 tahun lebih Mak Idah mengalami stroke. Mak Idah tidak bisa beranjak dari tempat tidur, tidak bisa berjalan. Pak Naroh suaminya sangat setia mengurus istrinya, setiap hari Pak Naroh merawat, memberi makan dan memandikan istrinya. Mak Idah tidak pernah dibawa ke rumah sakit, karena tidak ada biaya. Mereka hanya pasrah pada keadaan. Untuk biaya sehari-hari Pak Naroh hanya mengandalkan hasil jualan boboko yang tak seberapa. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mak Idah, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan untuk biaya sehari-hari dan pergi berobat ke rumah sakit. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Mak Idah segera mendapat pengobatan dan keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis_maemunah

Ibu idah menderita Stroke

Ibu idah menderita Stroke

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUHAMMAD SOBI 500,000
2 SUGITO BIN SURATMIN 500,000
3 HALIMAH BINTI ABDUL HAMID 2,500,000
4 WALIM BIN MARHADI 500,000
5 YANI NURYANI 500,000
6 HALIMAH BINTI AWA 500,000
7 MISWANTO BIN SUTRESNO 500,000
8 AMIYATI BINTI PAWIRO 500,000
9 HADI ABUDUSSALAM 500,000
10 MUNAWIYAH BINTI SANMARWI 1,000,000
11 SAKIRAN BIN AHMAD SAIMI 500,000
12 SRIYATI BINTI SAMINO 500,000
13 SUMARNI BINTI WONGSO KARNO 1,500,000
14 ERNI MURYATI 500,000
15 TUMIRAN BIN DOLAH UMAR 1,000,000
16 ARIF FAUZAN BIN NADIM ASHARI 1,000,000
17 AZKAH TRI KUMALASARI 500,000
18 PANTI ASUHAN AL-FADHILAH 3,000,000
19 RATNA CATUR WIJAYANTI 500,000
20 NURCHOLIS 2,500,000
21 ZAENAL MASDIQI RIDWAN 1,000,000
22 PUJI PRAYITNO ABU HAMZAH 1,000,000
23 REAVY WILLDAN KURNIAWAN 1,000,000
24 SUJINAH BINTI ATMO 1,000,000
25 AHMAD DHANI 1,000,000
26 PONIJAN BIN SETU 1,000,000
27 RSSR JOGJA 10,786,000
28 SIYAM BINTI MARYUDI 500,000
29 TUSIYAH BINTI HARJO UTOMO 500,000
30 MTSR JOGJA 5,711,060
31 MTSR JOGJA 5,251,060
32 MTSR JOGJA 4,213,060
33 MTSR JOGJA 5,188,060
34 MTSR JOGJA 2,897,300
35 RSSR JOGJA 26,455,525
36 ESKA YULIANTO 788,350
37 MAYLINDA WIDIANI 500,000
38 ARIK SUGIANTO 1,000,000
39 CICI ASRI WAHYUSI 650,500
40 HENGKI PERNANDO 3,569,600
41 GALIH FERI SAPUTRA 500,000
42 MUHAMMAD AQIL 500,000
43 FARIDA BINTI SUYANTO 700,000
44 WIWI SURYATI 500,000
45 MUTIAH BINTI CARNA 500,000
46 MUHAMMAD AZKA 750,000
47 SOPA NUR PAOJA 750,000
48 NENG RAHMAWATI 750,000
49 ANDIKA SURYA 750,000
50 MUHAMMAD RIFKI 750,000
51 HANI NURHAWATI 500,000
52 AHMAD MUZAKI 750,000
53 ARSINI BINTI WADI 500,000
54 ANGRIZKY ANUGRAH 500,000
55 OKON SURIANA 750,000
56 MUHAMMAD HARUN ARASYID 500,000
57 ANGGITA PUSPITASARI 500,000
58 SAMIJEM BINTI SUTARDI 500,000
59 MTSR BEKASI 2,000,000
60 RISKI DWI HARYONO 500,000
61 ELAN SUHERLAN 500,000
62 LUSI BINTI MANSUR 500,000
63 EMAN SUHERMAN 500,000
64 NENIH BINTI INI 500,000
65 IIS NURMALASARI 500,000
66 KHODIJAH BINTI WIRTA 500,000
67 IDAH BINTI SUHIYA 500,000
Total 109,960,515

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 109,960,515,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 911 ROMBONGAN

Rp. 43,571,800,156,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.