Rombongan 910

Sedekah menjadikan diri anda lebih pantas untuk menerima rezeki yang lebih besar.
Posted by on November 8, 2016

KURNIANDI METIARIDHO (11, CTEV). Alamat: Lawatan RT. 1/1, Dukuh Turi, Tegal, Jawa Tengah. Dik Ridho merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak tahun 2015 lalu.  Sejak lahir Dik Ridho sudah mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya. Meski begitu, Dik Ridho termasuk sosok yang rajin dan pantang menyerah. Bahkan ia pernah bekerja di tempat pengrajin bulu angsa. Ayahnya, Kuwatman (40) bekerja sebagai penjual mie ayam yang berpenghasilan tidak menentu. sementara Ibunya Kurninda (35) tidak bekerja. Dik Ridho pernah mendapat bantuan pengobatan dari luar. Namun tidak sampai selesai sudah terhenti. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Ridho dan keluarga. Sehingga pengobatan bisa dilanjutkan kembali. Sejauh ini, Dik Ridho telah menjalani dua kali operasi. Kondisi terkini, kakinya sudah bisa untuk berpijak dan akan melaksanakan kontrol kembali bulan September mendatang. Santunan ke-9 kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan Solo untuk biaya akomodasi dan transportasi dari Tegal ke Solo (PP) . Santunan sebelumnya telah masuk dalam rombongan 888. Dik Ridho dan keluarga menyampaikan terima kasih kepada #SedekahHolic. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang jauh lebih baik lagi. Aamiin

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Oktober 2016
Kurir:@Mawan @elliana

Ridho mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya

Ridho mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya


RSSR LAMPUNG (Biaya Sewa Pelunasan Kedua Tahun ke-2 RSSR). Alamat : Jalan Zebra, Nomor 24, RT 6, Lingkungan 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Berada di tengah-tengah kota dengan letak yang strategis, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Lampung dibangun untuk membantu pasien RSSR Lampung agar mudah menjangkau rumah sakit. RSSR Lampung didirikan dari bantuan sedekaholics dan masyarakat sekitar. Tepat dibangun pada bulan Mei lalu, keberadaan RSSR Lampung sangat bermanfaat bagi para kaum papa yang harus kontrol rutin setiap hari maupun yang sedang menunggu jadwal operasi di rumah sakit. Pasien pun mendapatkan fasilitas gratis di RSSR Lampung mulai dari kamar tidur, kamar mandi, hingga kebutuhan dapur yang bisa digunakan pasien selama menetap di RSSR. Pasien pun terbantu dengan adanya kurir tanggap #SedekahRombongan yang selalu memantau keadaan pasien dan juga RSSR. Saat ini biaya sewa RSSR Lampung memasuki tahun ke-2. Setelah sebelumnya telah dibayarkan cicilan pertama, Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali membayar cicilan selanjutnya sekaligus melunasi biaya sewa RSSR tahun ke-2. Kurir #SedekahRombongan dan para pasien mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan baik berupa tenaga, dana maupun do’a dari para sedekaholics. Semoga RSSR Lampung bermanfaat dan berguna bagi para pasien RSSR. Biaya sewa pelunasan pertama masuk dalam rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @evandlendi08 @adityaBdvil @yesaridani @akuokawai

Biaya Sewa Pelunasan Kedua Tahun ke-2 RSSR

Biaya Sewa Pelunasan Kedua Tahun ke-2 RSSR


MARJUKI BIN ATMO DIKRONO (51,  BATU GINJAL). Alamat: Desa Bayan, Krajan RT. 12/20, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Adalah seorang kepala keluarga yang menderita Batu Ginjal sejak tahun 2001 yang lalu. Beliau punya tanggungan istrinya Sri Haryanti (48) dan 2 anak Dicky (22) dan Dicka (18). Saat ini kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dari Istrinya Sri Haryanti yang berjualan sayur di pasar dan putranya Dicky  Kerja di pabrik.  Hasil diagnosa dari RS Kasih Ibu gejala Batu Ginjal, sudah pernah dilakukan operasi. Oprasi pertama tahun 2001 di RS Kasih Ibu dengan biaya Umum, Karena tidak memiliki biaya keluarga menggadaikan Sertifikat Tanah. Operasi ke 2 di RS Moewardi. Operasinya yang ke 3 kondisi beliau drop, namun sudah membaik. Saat ini  masih ada 2 benjolan lagi, dan sedang proses pemeriksaan untuk operasi yang ke 4. Mengetahui hal tersebut kurir #SedekahRombongan, segera melakukan survai dan Santunan dari sedekaholics kurir sampailan untuk meringankan beban keluarga. Pak Marjuki dan Bu Sri Haryanti mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan. semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan di terima Allah SWT.
Aamiin…

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 01 November 2016
Kuri: @Mawan @Anissetya60 @YuliSetiyowat12

Pak marjuki menderita BATU GINJAL

Pak marjuki menderita BATU GINJAL


NOVAL ROLAND MARGALES (3, PJK + TOF). Alamat : Desa Dipotrunan RT. 3/11, Tipes, Serengan, Surakarta, Jawa Tengah. Sejak lahir, 29 Maret 2013 anak Noval sudah didiagnosa penyakit Jantung Bawaan (PJK) + Tetralogy of Fallot (TOF). Putra Bapak Wahyu Sutrisno (33), Buruh Lepas pembuat kok (bola bulu tangkis) di lingkungan tempat tinggalnya dengan penghasilan  tidak lebih dari Rp.700.000,- perbulan. Sedangkan Ibunya Tutik Suryaningsih (30) ibu rumah tangga yang tidak mempunyai sumber penghasilan. Berbekal kartu BPJS, saat ini  dik Noval menjalani Pengobatan  di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Karena keterbatasan peralatan medis, dik.  Noval di rujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. November 2014 Noval  operasi pemasangan selang pada jantung. untuk memacu keseimbangan jantung, sehingga bisa beraktifitas normal. Lantaran keterbatasan ekonomi noval baru bisa kontrol lagi  tanggal 24 Agustus 2016. Oleh pihak RS disarankan untuk Operasi Besar dan Rawat Inap, secepatnya. Sangat berat bagi pak Wahyu untuk mewujudkan kesembuhan Noval. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Noval, dan menyampaikan titipan dari Sedekaholics untuk membantu akomodasi berobat ke Jakarta. Dik Noval dan kedua orang tuanya menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.  Semoga amal kebaikan Sedekaholics dan #SedekahRombongan diterima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @mawan @cahyani_eka  @warihhandoyo.

Noval menderita PJK + TOF

Noval menderita PJK + TOF


SUMARNO BIN HARTO GIYO (44, Bantuan Biaya Hidup) Alamat: Masjid Al Karim, Banaran, Kecamatan Pabelan, Kelurahan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Pak Bejo panggilannya, merupakan nama akrab yang diberikan oleh warga sekitar kepada beliau, karena beliau selamat dari kecelakaan yang menimpa beliau. Pada 2011 silam saat beliau bekerja, pergelangan kaki beliau terkena gergaji mesin. Oleh teman kerja beliau dibawa ke rumah sakit, namun karena tidak segera memperoleh penanganan, kaki beliau bernanah, berulang kali berpindah rumah sakit, namun karena ketiadaan biaya saat itu, sakit yang dialami beliau tidak kunjung teratasi. Hingga 2014, beliau memutuskan menjual rumah untuk biaya operasi kaki beliau yang semakin hari semakin membusuk dan bernanah. Istri beliau pergi meninggalkan beliau setelah mengetahui sakit yang dialami, sementara anak pertama beliau meninggal karena terserah demam berdarah. Anak kedua beliau dititipkan kepada kerabat beliau di Pati. Beliau kemudian tinggal di Masjid Al Karim dan menjadi takmir dengan penghasilan Rp. 300.000,-/bulan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, beliau selepas subuh menjual karpet di pasar dekat tempat tinggal beliau. Setelah menjalani operasi pada awal 2014 kaki beliau tetap tak kunjung sembuh, hingga akhirnya seorang dermawan membiayai operasi amputasi kaki beliau. Saat ini, dengan satu kaki, beliau melanjutkan hidup. Kedua orangtua beliau telah berpulang, sementara saudara beliau sudah menikah sehingga beliau tinggal di masjid bersama dengan takmir masjid lain. Beliau tidak memiliki jamkesmas sehingga tidak melanjutkan pengobatan pasca amputasi kaki. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan untuk kebutuhan hidup beliau. Beliau sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih semoga amal ibadah kita diterima dan mendapat balasan dari Allah SWT. Aaamiiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 27 Oktober 2016
Kurir: @mawan @cahyani_eka @roschandra

Sumarno menderita Bantuan Biaya Hidup

Sumarno menderita Bantuan Biaya Hidup


BELA SAPUTRI (3Bulan, Jantung Bocor) Alamat: Prigi, RT 02/01, Krajan, Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Bela merupakan putri kedua pasangan Bapak Sutarno (41) dan Ibu Dwi Wuryanti. Pada usia 1,5 bulan, ia tiba-tiba mengalami sesak nafas terus menerus dan tak kunjung membaik. Kedua orangtuanya kemudian membawa Bela ke bidan terdekat, kemudian oleh bidan dirujuk ke RSUD Sukoharjo. Selama 6 hari dirawat pihak rs merujuk Bela ke RS. Dr. Moewardi (RSDM) di Solo, yang oleh tim dokter kemudian mengatakan dik Bela menderita kelainan jantung. Bela dianjurkan untuk menjalani perawatan di RSCM Jakarta bila usianya sudah masuk 4 atau 5 bulan. Namun, keluarga merasa kesulitan karena sang ayah hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Untuk memenuhi kebutuham sehari-hari pun sulit, terlebih Bela harus menggunakan oksigen yang disediakan di rumah, sementara ibunya tidak bekerja karena harus merawat bela. Anak pertama Pak Tarno yang berusia 19 tahun membantu keluarga dengan berjualan mie ayam. Namun, penghasilan tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Sementara ini untuk perawatan sehari-hari Bela masih menggunakan biaya umum karena belum memiliki bpjs. Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bela kemudian menyampaikan santunan untuk biaya transportasi dan biaya hidup selama berada di Jakarta saat keberangkatan Bela berobat di RSCM. Pihak keluarga merasa bersyukur dan senang sekali, serta mendoakan semoga amal ibadah kita diterima dan dibalas oleh Allah SWT. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 30 Oktober 2016
Kurir: @mawanu @anissetya60  @ocid_ahmad

Bela menderita Jantung Bocor

Bela menderita Jantung Bocor


RSSR WONOGIRI ( Operasional, Agustus 2016). Bertempat di depan kantor Kelurahan Wonokarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Manfaat dari adanya RSSR sangat dirasakan baik oleh pasien maupun masyarakat umumnya. Ini juga sebagai basecamp dari komando pergerakan #SedekahRombongan di Wonogiri. Kondisi perbaikan beberapa perlengkapan di rumah singgah untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dampingan yang menginap perlu dilakukan. Hal ini agar kenyamanan mereka pun terpenuhi. Akomodasi serta pembelian lauk dan kebutuhan pokok lainnya bulan ini cukup banyak. Pasien yang singgah tidak hanya seorang saja namun terkadang bersama anggota keluarga lainnya. Tercukupinya kebutuhan tersebut merupakan salah satu upaya sedekah rombongan tim Wonogiri memberikan upaya maksimal agar semua bisa tertangani dengan baik. Selain untuk singgah, RSSR juga sebagai basecamp dalam kegiatan tim. Keberadaan RSSR atau dinamakan Rumah Singgah Sedekah Rombongan sangat penting sebagai prasana dalam membantu pergerakan kurir #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri. Segala biaya dan kebutuhan yang timbul untuk mencukupi pasien dampingan membutuhkan operasional yang tiap bulannya kami laporkan melalui website ini. Adapun kebutuhan untuk bulan Agustus sebagaimana terlaporkan di website ini, semoga bermanfaat.

Operasional : Rp. Rp. 4.600.250,-
Tanggal : 28 Agustus 2016
kurir : @Mawan@Nonis@Dodo@Yuli

Bantuan biaya Operasional

Bantuan biaya Operasional


AYUDIA DELLA INARA (1 Tahun, Leukimia aml). Alamat: Dusun Koripan RT.04 Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, DIY. Ayudia merupakan putri dari pasangan Bapak Ari Rahmat (22 Tahun) dan Ibu Ismawati (21 Tahun). Sehari-harinya sang ayah bekerja sebagai karyawan di pabrik mebel di Kota Bantul. Sementara itu, ibunya merupakan ibu rumah tangga. Pada saat usianya menginjak delapan bulan, Ayudia mengalami demam tinggi. Demam berlangsung hingga lima hari dan tak turun-turun. Selain itu muncul bintik-bintik merah pada kulitnya, awalnya dicurigai menderita demam berdarah. Namun ketika diperiksakan lebih lanjut, Ayudia divonis menderita leukimia aml. Ayudia kemudian menjalani serangkaian pengobatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pengobatan yang dilakukan yaitu rangkaian kemoterapi, dan saat ini sudah menjalani kemoterapi ke-3. Kondisinya saat ini masih sering flu dan batuk, serta muncul benjolan pada keningnya. Proses pengobatannya masih harus menyelesaikan satu protokol kemoterapi, saat ini Ayudia mendapat perawatan di ruangan isolasi di rumah sakit. Selama pengobatan, keluarganya memanfaatkan jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesos, sehingga untuk biaya pengobatan dan fasilitasnya tidak terlalu memberatkan keluarganya. Namun, keluarganya mengalami kendala lain yaitu kekurangan biaya akomodasi dan transportasi, serta biaya obat yang tidak tercover jamkes. Keluarga Ayudia merupakan keluarga yang sederhana, penghasilan kepala keluarga sangat pas-pasan dan hanya bisa mencukupi kehidupan sehari-hari. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan, yang akan dimanfaatkan untuk biaya akomodasi dan transportasi saat berobat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban yang mereka pikul, mudah-mudahan bantuan ini juga menjadi catatan amalan bagi para #Sedekaholic. Orang tua Ayudia mengucap syukur dan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan, mereka pun berdoa semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi yang memberi maupun yang menerimanya… Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @anjesmo

Ayudia menderita Leukimia aml

Ayudia menderita Leukimia aml


TUKIRAH BINTI REBON (59 Tahun, Komplikasi Stroke & Diabetes). Alamat: Dusun Ngaran II, Desa Banjarsari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Nenek Tukirah menderita komplikasi stroke dan diabetes, berdasarkan vonis dokter ketika ia berobat ke sebuah puskesmas di daerah tempat tinggalnya. Di usianya yang hampir senja ini, ditambah dengan komplikasi sakit yang dideritanya, Nenek Tukirah tidak lagi bisa bekerja. Sementara itu, Karso Utomo, suaminya, sudah meninggal terlebih dahulu. Nenek Tukirah dirawat oleh anak dan keluarganya di sebuah gubuk tua berlantai tanah, berdinding anyaman bambu. Sejak satu bulan yang lalu kondisi kesehatannya kian hari kian menurun. Kondidi fisiknya kian melemah dan hanya bisa berbaring saja, kakinya juga mulai kaku dan sulit digerakkan. Akibat berbaring terus dalam waktu yang lama, bagian pinggagnnya muncul luka decubitus, yaitu luka tekan akibat berbaring dalam waktu yang lama. Selama ini, Nenek Tukirah menjalani rawat jalan dengan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dari dokter puskesmas, luca decubitusnya juga hanya dirawat ala kadarnya. Nenek Tukirah sebenarnya memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, namun keluarganya sudah pasrah melihat kondisi sang nenek yang kian melemah. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. #Sedekaholic melalui Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan titipan langit sebesar satu juta rupiah untuk membantu biaya pembelian obat (rawat jalan) dan perawatan luka decubitus. Semoga bantuan dapat sedikit meringankan beban kehidupannya, ia dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Ia dan keluarganya pun senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER,@JemiRikab @KedunkUssil

Ibu tukirah menderita Komplikasi Stroke & Diabetes

Ibu tukirah menderita Komplikasi Stroke & Diabetes


MURTASID BIN WIDI ISNORO (42 Tahun, Stroke). Alamat: Dusun Ngemplak Caban RT.02/RW.07 Desa Tridadi, Kabupaten Sleman, DIY. Satu tahun yang lalu, September 2015, Pak Murtasid mengalami kecelakaan lalu lintas. Sepeda yang dikendarainya terserempet oleh kendaraan lainnya yang melaju lebih kencang. Pak Murtasid memang sempat terjatuh, beruntung ia tidak mengalami luka atau sakit yang serius. Selang dua bulan setelah peristiwa tersebut, Pak Murtasid tiba-tiba merasakan tubuhnya lemas dan kesemutan pada tubuh bagian kanan. Ia pun segera diperiksakan ke RSUD Murangan Sleman. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosanya mengalami serangan stroke, ia pun dirawat selama dua minggu lamanya. Saat itu, Pak Murtasid sedikit mengalami shock, tak percaya di usianya yang belum terlalu senja namun sudah terserang stroke. Waktu itu, ia merasa depresi, merasa dunianya kiamat, hidupnya berakhir. Setelah kondisinya membaik, ia pun diperbolehkan untuk pulang, namun ia harus menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara rutin setiap bulan. Pak Murtasid sehari-harinya bekerja sebagai pedagang mainan anak-anak, ia biasa berkeliling menjajakannya dagangannya. Turyani Binti Wasuri (36 Tahun), istrinya, bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pak Murtasid setelah itu bangkit kembali dan begitu bersemangat dalam menjemput kesembuhannya. Selain kontrol rutin dan berobat secara medis, ia pun menjalani terapi pijat tradisional dan mengkonsumsi obat-obatan herbal. Kini, kondisinya kian membaik meski separuh bagian tubuhnya masih sulit digerakkan dan sulit untuk beraktivitas. Pak Murtasid memiliki jamkesda, namun ia masih memiliki kendala biaya untuk berobat terutama untuk terapi pijat tradisional dan obat-obatan herbal. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut merasakan kesulitan yang dialami oleh saudara kita ini. #Sedekaholic dan #SedekahRombongan kemudian berpartisipasi meringankan beban mereka, Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit sebesar satu juta rupiah. Bantuan ini akan digunakan untuk membantu membiayai terapi tradisional dan membeli obat-obetan herbal, karena kedua hal tersebut terbukti dapat membantu kesembuhan Pak Murtasid. Semoga bantuan dapat sedikit meringankan beban kehidupan mereka, mudah-mudahan Pak Murtasid segera diberikan kesembuhan agar dapat beraktivitas seperti sedia kala. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, , @JemiRikab@KedunkUssil

Pak mustasid menderita Stroke

Pak mustasid menderita Stroke


WAKIDI BIN SAPARI (49 Tahun, Fraktur Tulang Ekor). Alamat: Dusun Nglampar RT.01/RW.18 Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, DIY. Lima belas tahun yang lalu, Pak Wakidi mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat itu, ia segera dibawa ke klinik, lalu dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah. Setelah menjalani rawat inap selama satu minggu, ia pun diperbolehkan pulang ke rumah. Beberapa tahun kemudian, ia mulai merasakan sakit di bagian sekitar pinggang. Ia pun pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, setelah di-rongent baru diketahui ternyata ada pergeseran pada tulang ekor. Dokter menyarankan padanya untuk menjalani terapi di dokter spesialis syaraf. Pak Wakidi pun mendatangi tempat terapi, dokter spesialis syaraf kemudian menganjurkan untuk segera menjalani terapi rutin setiap 2 minggu sekali selama 3 bulan. Namun, usai terapi di bulan ketiga, belum ada perubahan dengan sakitnya. Dokter kembali menyarankan untuk melanjutkan terapi lagi, sayangnya Pak Wakidi tidak bisa meneruskan terapi itu karena terkendala biaya. Sehari-harinya, Pak Wakidi bekerja sebagai karyawan pabrik, penghasilan yang ia dapatkan begitu pas-pasan. Di tempat kerjanya, ia mendapat toleransi tinggi, ia diperbolehkan untuk bekerja semampunya karena keterbatasannya. Pak Wakidi memiliki istri bernama Suratinah Binti Sarjo (47 Tahun) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi keluarga ini terasa makin berat karena ibu dan ibu mertua juga sedang sakit. Kondisinya saat ini masih sering merasakan sakit pada pinggang dan tulang ekor. Pak Wakidi sebenarnya ingin sekali berobat kembali, ia pun sudah memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Kelas 3. Namun ia menghadapi kendala dari segi biaya akomodasi dan transportasi, serta biaya terapi yang tidak ter-cover oleh BPJS. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Wakidi. Kurir #SedekahRombongan kemudian berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit. Bantuan ini digunakan untuk membantu biaya akomodasi dan/atau transportasi yang dikeluarkan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka. Pak Wakidi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Terima kasih #Sedekaholic, serkat sedekahmu, Pak Wakidi dapat melanjutkan terapinya kembali…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal Penyerahan : 25 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @KedunkUssil, @JemiRikab

Pak wakidi menderita Fraktur Tulang Ekor

Pak wakidi menderita Fraktur Tulang Ekor


HARTI PANGESTUTI (43 Tahun, Diabetes). Alamat: Gondosuli RT.04/RW.03 Sanggrahan, Semaki, Kecamatan Umbulharjo, Kabupaten Kota Yogyakarta, DIY. Bu Harti terdiagnosa menderita penyakit diabetes tipe basah sejak awal tahun ini, tepatnya sejak Februari 2016. Sejak sakit, ia mengalami susah makan, sering mual dan muntah, kondisi kesehatannya pun kian hari kian menurun. Bu Harti mempunyai luka di kaki kiri, lukanya itu menganga mulai dari telapak kaki sampai betis. Luka tersebut mengeluarkan nanah karena tidak dirawat dengan baik, sementara itu jari jempol kaki kirinya sudah diamputasi. Pak Zainal (47 Tahun), suaminya, bekerja sebagai pedagang asongan, pendapatannya tak menentu, kondisi ekonominya pun tak terlalu mapan. Pasangan ini memiliki dua orang anak yang masih kecil-kecil, keluarga ini tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana. Dua bulan belakangan, sang suami tidak lagi bisa bekerja karena harus menjaga anak-anak dan merawat istrinya yang sakit. Ia pun tidak mampu lagi untuk membiayai pengobatan istrinya, ia merawat luka sang istri dengan alat seadanya. Ironisnya mereka masih memiliki tunggakan puluhan juta rupiah di sebuah rumah sakit pemerintah. Kondisi Bu Harti lama-lama hanya bisa terbaring tak berdaya, suaminya membersihkan luka dan mengganti sendiri perban di kaki istrinya karena mereka tak mampu membayar perawat. Bu Harti seharusnya mengkonsumsi obat namun mereka tidak mampu untuk membelinya. Kondisinya kian hari kian menurun, #SedekahRombongan kemudian membawanya ke RSU Nur Hidayah Bantul agar bisa dirawat dan dipulihkan kesehatannya. Bu Harti dirawat selama sepuluh hari, setelah kondisinya baik, dokter mengizinkannya pulang. Bu Harti tidak memiliki jaminan kesehatan, biaya yang harus dikeluarkan pun terbilang sangat banyak. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini. #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit. Bantuan ini digunakan untuk membayar biaya rumah sakit. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka. Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan…

Jumlah Bantuan : Rp. 10.916.385,-
Tanggal Penyerahan : 21 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @Mashobirin

Ibu harti menderita Diabetes

Ibu harti menderita Diabetes


NURHAYATI BINTI NURHADI (31, tumor payudara+kanker tulang belakang). Alamat : Giwangan UH 7/66, RT 8 RW 3 Yogyakarta. Hayati, biasa ia dipanggil adalah seorang ibu RT tinggal di daerah Giwangan Yogyakarta. Tahun lalu diperiksa dokter mengidap penyakit kanker payudara. Setelah itu dilakukan pengobatan dengan kemoterapi dan dilakukan pengangkatan payudara yang didiagnosis dokter mengidap penyakit kanker. Namun setelah selesai menjalani kemoterapi selama
beberapa bulan karena dokter tidak dari awal menentukan seperti biasanya bahwa setelah selesai kemo harus melakukan penyinaran akhirnya Hayati belum bisa dinyatakan sembuh karena kanker sudah menjalar ke tulang belakang dan tumor yang belum hilang dari payudaranya. Akhirnya Hayati harus menjalani kemoterapi lagi untuk menghilangkan jaringan tumor yang berkembang di dada dan di tulang belakangnya. Hayati tinggal bersama ayah Hayati, Nurhadi (72) dan ibunya, Noktrimah
(58), dan memiliki 1 anak, yang bekerja hanya ibunya berjualan dan suaminya sebagai tenaga sales. Mereka tidak mempunyai simpanan untuk berobat dan mempunyai Fasilitas Kartu BPJS Kesehatan namun tidak semua obat ditanggung. Biaya pengobatan masih diperlukan untuk membiayai pengobatan yang tidak dicover oleh BPJS. Saat ini kondisi Hayati belum membaik dan masih harus melakukan kemoterapi lagi. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali
disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 903.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2016
Kurir :@KissHerry, @Ekow_St @rofiqsilver @satyaluke

Ibu nurhayati menderita tumor payudara+kanker tulang belakang

Ibu nurhayati menderita tumor payudara+kanker tulang belakang


KRITIYANTI binti KAHONO (23 tahun Kelenjar getah bening/tumor mamae), Alamat warak RT 02/ RW 02 kel. Giri Sekar kec. panggang kab. Gunungkidul prov. DIY. Bermula sakit pada tahun 2012. Pertama dirasakan adalah ngilu dibagian dada, kemudian dilihat ternyata ada benjolan dipayudara. Sehingga untuk kerja berat sedikit dirasakan sakit dan tidak dapat melakukan aktifitas normal. Pengobatan pertama dibawa ke puskesmas, karena dirasa tidak bisa ditangani kemudian dirujuk ke Nur Hidayah. Setelah dirujuk di rumah sakit Nur Hidayah dianjurkan untuk operasi. Operasi dilaksanakan tanggal 20 juli 2015, setelah operasi melakukan kontrol 3 kali. Saat ini kondisinya sudah sehat , namun kalau kedinginan ditangan sebelah kiri masih terasa pegal2. Ayah Kristiyanti, Kahono bekerja sebagai supir truk, sedangkan ibu Kristiyanti (rubiyanti pekerjaan sehari2 bekerja sebagai penjaga toko. Saat itu tidak bisa membayar biaya rumah sakit. Alhamdulillah setelah operasi yg dilaksanakan dirumah sakit NH dengan biaya dari #sedekahrombongan mbk kritiyanti saat ini  dapat sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.272.190,-
Tanggal Penyerahan : 18 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER

kritiyanti menderita Kelenjar getah bening/tumor mamae

kritiyanti menderita Kelenjar getah bening/tumor mamae


SRI SUDARWIYANTI (49th, Kanker Payudara ) alamat Rotowijayan RT 043 / RW 012 Kadipaten Kraton Kodya Yogyakarta DIY , Ibu Sri Sudarwiyanti (49th) yang berprofesi juru masak serta ibu dari seorang anak sejak 1 tahun yang lalu menderita sakit kanker payudara sebelah kiri ,adapun riwayat pengobatanya pada bulan juli 2014 menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di RSUD Jogja untuk selanjutnya dirujuk ke RSUP Dr Sarjito Yogyakarta guna tindakan lebih lanjut ,kondisi saat ini pasca kemotherapy 1 dari 6 kali yang dijadwalkan selama menjalani proses kesembuhannya menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS kelas 3 Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan Ibu Sri Sudarwiyanti untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban penderitaan beliau dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics guna meringankan biaya akomodasi selama menjalani proses kesembuhan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @rizkyaditya4

Ibu sri menderita Kanker Payudara

Ibu sri menderita Kanker Payudara


SAHRONI BIN NADHIRUN (41 Tahun, Tumor Otak). Alamat: Gampingan Wb 1/870 RT.49/RW.11 Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta, DIY. Juli 2016, Pak Sahroni diharuskan rawat inap selama seminggu di Rumah Sakit Panti Rapih karena pada ginjalnya terpadat kristal sebanyak 0,5 ml. Setelah seminggu, Pak Sahroni diberikan obat untuk rawat jalan. Setelah rawat jalan, kristal di ginjalnya mengecil menjadi 0,3 ml. Pada Agustus 2016, Pak Sahroni diharuskan rawat inap seminggu lagi dikarenakan hatinya terdapat bakteri. September 2016, tiba-tiba ia mengalami pingsan dan kejang. Setelah di-scan diketahui terdapat tumor pada otaknya sebesar 5,5 x 4 cm di sebelah kanan atas. Pak Sahroni merupakan tulang punggung keluarga, karena sakit ia hanya bisa melakukan aktivitasnya di ranjang saja. Apabila sedang kambuh, Pak Sahroni mengalami pusing yang luar biasa, kejang, dan sesak, sehingga membutuhkan oksigen tambahan untuk membantunya bernafas. Pak Sahroni saat ini terkendala untuk transportasi karena tidak ada yang bisa mengendari motor selain Pak Sahroni. Berapa waktu lalu #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Sahroni untuk menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @bbbintanggg

Pak sahroni menderita Tumor Otak

Pak sahroni menderita Tumor Otak


SRI SUYATMI (58th, Ca Mammae) alamat Selokraman RT 046/011 Purbayan Kotagede Yogyakarta. Suaminya bernama pak Suprihatin (67 th). Bu Sri merasakan ada benjolan pada payudaranya pada bulan Mei 2014. Kemudia beliau periksa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RS Hidayatulloh. Setelah diperiksa ke RS Hidayatulloh, beliau dianjurkan dokter untuk dilakukan operasi. Akhirnya operasi pengangkatan bagian kanker/ mastektomi dilakukan pada bulan September 2014. Dari pihak RS Hidayatullah merujuk beliau ke RS. Sardjito untuk dilakukan kemoterapi, dimulai kemo pertama pada tanggal 24 Desember 2014 dan kemo selanjutnya dilakukan setiap 3 minggu sekali, hingga total 6 kali kemoterapi. Bu Sri dan suaminya bekerja dengan membuka warung di rumahnya, karena suami bu Sri sudah tidak mampu bekerja berat akibat sakit diabetes. Putra beliau yang pertama bernama Agung Yulianto (34 th) bekerja di event organizer,putra kedua Fitrian Prihantoro (29th) bekerja marketing di Walls. Kami memberinya santunan untuk membantu biaya akomodasi pemeriksaan beliau ke rumah sakit.yang sebelumnya masuk dalam rombongan ke 668.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal Penyerahan : 18 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @rizkyaditya4

Ibu sri menderita Ca Mammae

Ibu sri menderita Ca Mammae


RAGIL GUNTUR PAMUNGKAS BIN SEHANA (25th, ca nasofaring), yang beralamat di dusun Tegal Bugelan RT 010/004 kel. Kebondalem Lor Kec. Prambanan Kab. Klaten Priv. Jawa Tengah.Ragil adalah anak ke 4 dari 4 bersaudara, putra pasangan Alm. Sehana dan Minggir (63, buruh harian lepas). Mas guntur sakit sudah sekitar 3 tahun. Awal yg di rasakan adalah terbangun jam 3 dini hari merasa kan haus yang tidak biasanya disertai kedua pipinya terasa sakit,pegal-pegal dan kaku. Rasanya pengen minum terus tenggorokan sakit kalo untuk menelan, kalo orang jawa bilang “plancingen” serta keluar keringat dingin. Awal pengobatan langsung di periksakan ke RS Soeradji klaten, hasil nya di ketahui ada sel kanker lunak yang tidak berbahaya. Seiring berjalannaya waktu ada benjolan kecil di leher bagian belakang do bareng i dengan sering mimisam dan batuk batuk sampai keluar darah kurang lebih hampir 6 bulan. Setelah itu di periksakan lagi ke BKM paru- paru, tetapi tidak ada perubahan sama sekali. Selama 6 bulan benjelon itu semakin berkembang dengan cepat, kemudian kembali lagi di periksakan ke RS Soeradji. Tetapi dari pihak RS Soeradji di beri rujukan untuk melanjutkan pengobatan ke RS Sardjito Yogyakarta. Di RS Sardjito ini mas gutur di sarankan untuk melakukan kemo terapi sebanyak 4 kali. Namun di kemo yang ke 3 pihak dokter memutuskan untuk menghentikan kemo. Setelah itu mas guntur di sarankan untuk penyinaran. Setelah 2 kali penyinaran kondisi fisik mas guntur drop, memutuskan tidak melanjutkan pengobatan karena merasa tidak kuat saat menjalani penyinaran. terakhir penyinaran sebelum puasa kemaren. Setelah tidak melanjutkan pengobatan medis, mas guntur melanjutkan pengobatan alternatif. Sudah beberapa tempat pengobatan alternatif ia datangi, pokoknya setiap ada info pengobatan alternatif pasti langsung di datangi. Kondisi saat ini sering terbaring di ranjang, sudah mulai sulit untuk beraktifitas. Pendengaranya juga sudah mulai berkurang, sering keluar keringat dingin. Untuk biaya pengobatan masih di tanggung kartu jamkesmas. Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Ragil Guntur Pamungkas untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #sedekaholics yang dipergunakan untuk santunan santunan awal.

Jumlah Bantuan : 1.000.000
Tanggal : 20 oktober 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @RofiqSILVER  @satyaluke @haniifhidayat, @KedunkUSIL

Ragil menderita  ca nasofaring

Ragil menderita ca nasofaring


SUWARTINI binti PRAPTO HARJONO (42th, Bantuan Tunai ) adalah istri dari Alm. Darwin Harsono (45 thn) bin Sarjono yang bertempat tinggal di Karangbendo RT.06 Kretek, Jambidan, Banguntapan, Bantul, DIY, beliau adalah isteri yang dengan setia merawat suaminya yang sejak Maret 2016 tiba – tiba lumpuh tidak dapat bergerak, suami beliau yang sebelumnya bekerja sebagai buruh cetak batu bata karena sakitnya tidak dapat lagi menjadi tulang punggung keluarga. Segala upaya pengobatan telah dilaksanakan untuk kesembuhan pak Darwin, Alhamdulillah pada Awal Agustus 2016 #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau dan telah disalurkan santunan untuk melanjutkan upaya pengobatan (Rombongan 880), namun Allah berkehendak lain, pada Sabtu 8 Oktober 2016 bakda Isya’ pak Darwin menghembuskan nafas yang terakhir, semoga Allah mengampuni dosa beliau dan menerima semua amal shalih beliau, beliau meninggalkan Isteri dan dua Anak yang masih sekolah. Kendala yang dihadapi keluarga saat ini adalah tidak adanya lagi tulang punggung keluarga yang selama ini menafkahi keluarga. Alhamdulillah #SekedahRombongan pada hari Senin 10 Oktober 2016 kembali menyalurkan santunan untuk keluarga beliau, bu Suwartini akan menggunakan sebagian dari uang santunan tersebut untuk modal berdagang, semoga bu Suwartini kedepan mampu mandiri dan mampu membiayai sekolah anak – anaknya hingga selesai.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir :  @KissHerry @Ekow_St @RofiqSILVER @pesona_batik

uang santunan untuk modal berdagang

uang santunan untuk modal berdagang


SUMARTINAH BINTI MANGUNWIYONO (40th, polip serviks) Alamat : Kp. Blimbing Rt 03/05 Kel. Girisekar Kec. Panggang Kab. Gunungkidul Prop. D.I Yogyakarta. Pada awal tahun 2016 Bu Sumartinah merasa cepat lelah saat beraktifitas dan merasa sakit pada kemaluannya. Ketika datang bulan Bu Sumartinah merasakan gatal yang berlebih dan sering sakit-sakitan. Beliau membiarkan sakit tersebut karena tidak mempunyai biaya berobat sampai 3 bulanan. Pada bulan Juni ada pap smear di kelurahan yang di lakukan oleh Dr RS Paramita, maka Bu Sumartinah memeriksakan sakit tersebut. Hasil pap smear menyatakan ada benjolan di kemaluan yakni tumbuh polip, maka harus di operasi untuk menghilangkan polip tersebut. Bu Sumartinah lantas mencari informasi bantuan untuk meringankan biaya operasinya, karna beliau hanya ibu rumah tangga dan tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Bu Sumartinah mempunyai suami Sunail (46th, Buruh) dan mempunyai 3 orang anak. Anak pertama kuliah mendapat beasiswa di Uin, kedua masih SMP dan terakhir masih kelas 5 SD. Penghasilan Suami sebagai buruh proyek bangunan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan Allah dengan keluarga Bu Sumartinah untuk menyampaikan titipan #Sedekaholic, bantuan di sampaikan untuk biaya operasi di RS Nur Hidayah senilai Rp. 1.551.500. Alhamdulillah sekarang kondisi Bu Martinah sudah baik dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.551.500
Tanggal : 18 oktober 2016
kurir : @KissHerry @Ekow_St  @rofiqsilver @fahmiSQ @anjesmou vitra, ekohari, risky

ibu sumartinah menderita polip serviks

ibu sumartinah menderita polip serviks


IIS JUJU ZULAIKAH (22, Infeksi Kaki Sebelah Kanan). Alamat: Desa Candi RT. 01/06, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Iis merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Semarang yang saat ini menjadi dampingan #SedekahRombongan Solo. Mei 2015 silam sepulang dari bekerja di Kalimantan, Mbak Iis mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki kanannya retak. Oleh warga sekitar dilarikan ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Tiga hari kemudian setelah kondisi Mbak Iis agak membaik dokter melakukan operasi pemasangan pen di kaki kanan. Beberapa bulan setelah operasi pemasangan pen, kaki bekas pen mengalami bengkak namun karena jarak ke Rumah Sakit jauh dan kondisi keuangan keluarga yang tidak mampu maka tidak dibawa ke rumah sakit sehingga pada akhirnya kaki yang bengkak tadi membusuk, jahitan membuka, pen lepas dan sekarang terlihat tulang kaki karena daging juga mengelupas. Apabila berjalan, keluar tetesan darah dari luka tersebut. Namun karena keterbatasan biaya, pengobatan dilakukan seadanya. Sejak sakit, Mbak Iis tidak bekerja, kemudian Mbak Iis dan Ibunya, Ida Zubaidah (42) memutuskan untuk kembali ke Jawa tinggal menumpang di rumah kerabat di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan harapan akan mendapatkan pengobatan yang lebih layak. Sementara sang ayah dan adik tetap berada di Kalimantan. Kurir #SedekahRombongan Semarang dipertemukan dengan Mbak Iis dan keluarga kemudian mendampingi pengobatan Mbak Iis hingga mengantar berobat ke Solo. Mbak Iis baru saja menjalani operasi pengambilan pen Senin, 5 September 2016. Setelah perawatan rutin setiap hari selama 1 bulan, luka kaki mbak Iis sudah menutup dan mengecil. Namun, cairan yang keluar tidak kunjung kering. Akhirnya dokter menganjurkan untung dirawat di rumah sakit. Santunan kedua untuk biaya selama berada di RS disampekan kepada Mbak Iis. Semoga mampu mengurangi beban dan Mbak Iis berangsur sembuh. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @mawanhananto @aisyahnka @Cahyani_eka

Iis menderita  Infeksi Kaki Sebelah Kanan

Iis menderita Infeksi Kaki Sebelah Kanan


TRI YATMIN (27 Tahun, Partus). Alamat: RT.04/RW.07 Kedung 2, Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Medio Oktober 2016 lalu, Ibu Tri Yatmin melahirkan anak pertamanya di sebuah klinik bersalin di Wonosari. Setelah melahirkan kondisinya masih lemas dan masih dalam masa pemulihan. Ibu Tri Yatmin dan Pak Suyono (34 Tahun), berasal dari kalangan yang sederhana. Suaminya hanya bekerja sebagai buruh, sementara ia sendiri merupakan seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga ini jangan ditanya lagi, pas-pasan sekali, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Keluarga ini menghadapi kendala kekurangan biaya untuk membayar biaya persalinan dan perawatan setelah persalinan. Ia dan bayinya belum diperbolehkan pulang sebelum melunasi biaya-biaya tersebut. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Kurir #SedekahRombongan kemudian mengunjungi mereka di klinik bersalin, membantu mereka mengurus administrasi dan keuangan di rumah sakit, sekaligus mengantarkannya pulang ke rumah. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan dari #Sedekaholic untuk membantu melunasi biaya klinik bersalin tersebut. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Bantuan biaya pesalinan

ibu tri menderita partus paska melahirkan


WASTINI BINTI SOKARJO (38 Tahun, Tumor Jinak Ketiak). Alamat: Timunsari RT.02/RW.02 Hargosari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Riwayat penyakitnya dimulai setahun yang lalu, awalnya payudaranya terasa sakit dan keras. Ia pun memeriksakan diri ke bidan, dugaan sementara sakit karena menggunakan kontrasepsi yang sudah kadaluarsa. Oleh bidan diberi resep obat anti nyeri, namun masih terasa sakit dan keras meski sudah mengkonsumsi obat yang diberikan. Bu Wastini kemudian minta dirujuk ke RSUD Wonosari Gunungkidul, namun tidak diberi rujukan. Atas inisiatif sendiri, ia pun berobat ke rumah sakit daerah dan berhasil bertemu dengan dokter. Dari sana ternyata masih dirujuk lagi ke RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta. Ia pun menjalani serangkaian pemeriksaan seperti usg dan rongent, setelah itu ia diberi obat anti nyeri. Pada pemeriksaan kedua, diketahui bahwa ada benjolan kecil pada ketiak, benjolan tersebut tidak sakit malah payudaranya yang sakit. September 2016, Bu Wastini menjalani operasi pengangkatan benjolan di bagian kanan, satu bulan kemudian benjolan di bagian kiri yang diangkat. Setelah dua kali operasi ia masih harus menjalani kontrol rutin. Kondisinya saat ini secara umum baik dan stabil, namun ketiaknya masih nyeri dan payudaranya masih terasa sakit. Bu Wastini tengah dihadapkan pada kendala biaya transportasi, wajar saja karena ia dan keluarganya berasal dari kalangan yang sederhana. Untuk berobat ia mengandalkan jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesmas. Sementara untuk biaya transportasi berobat kadang ia dibantu oleh adiknya. Sehari-harinya ia bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun sejak sakit ia tidak bisa bekerja lagi. Muhammad Ali (48 Tahun), suaminya, bekerja sebagai sopir di Jakarta. Dulu sopir pribadi, sekarang hanya sopir panggilan, dulu punya gaji tetap, sekarang belum tentu punya pendapatan. Ia merangkap menjadi marbot musholla, meski tidak diberi gaji tapi ia mendapat tempat tinggal cuma-cuma. Pasangan ini memiliki satu tanggungan, yaitu anak tunggal mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan, yang akan dimanfaatkan untuk biaya transportasi saat berobat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban yang mereka pikul, mudah-mudahan bantuan ini juga menjadi catatan amalan bagi para #Sedekaholic. Bu Wastini mengucap syukur dan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan, mereka pun berdoa semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi yang memberi maupun yang menerimanya… Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Ibu wastini menderita Tumor Jinak Ketiak

Ibu wastini menderita Tumor Jinak Ketiak


HERIYANTO BIN TUGINO (14 Tahun, Sunat). Alamat: Nglindur Kulon, Nglindur, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Heriyanto merupakan putra kedua dari Bapak Tugino dan Ibu Tutik. Saat ini ayahnya bekerja sebagai pedagang burung, sementara ibunya bekerja sebagai buruh tani, sementara kakaknya belum bekerja. Keluarga Bapak Tugino ini baru saja kembali dari transmigrasi di Kalimantan. Mereka mengikuti program transmigrasi dari pemerintah ini sejak sembilan tahun yang lalu. Saat di Kalimantan, Bapak Tugino bekerja di salah satu perusahaan sawit. Sembilan tahun sang ayah bekerja di perusahaan tersebut, keluarga mereka tak kunjung mendapatkan kesejahteraan yang layak. Heriyanto dan kakanya masing-masing ada pada usia sekolah menengah pertama, kelas 1 dan 2. Namun dikarenakan keterbatasan biaya, saat ini mereka berdua belum dapat melanjutkan sekolah kembali. Kakak Heriyanto sudah di unat sejak 3 tahun yang lalu pada saat berada di Kalimantan. Tetapi Heriyanto belum disunat karena keterbatasan biaya sunat dan biaya transportasi yang mahal menuju rumah sakit yang berjarak sekitar 100 km dari rumah mereka. Mari kita bantu saudara kita ini… #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk biaya sunat. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka. Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Bantuan untuk biaya sunat

Bantuan untuk biaya sunat


DALIO BIN JOYO SENTONO (82 Tahun, BPH Prostat). Alamat: Dusun Pundung Sari RT. 03 RW. 05, Kel. Pundungsari,  Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Pak Dalio tinggal sendirian di rumah gubuk milik bapak dukuh setempat, yang berdiri di atas lahan milik tetangganya. Pak Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Pak Dalio mempunyai dua orang anak, namun tak ada satu pun yang peduli dan enggan mengurusnya padahal jarak rumah mereka tak terlalu jauh. Begitupun dengan keluarganya yang lainnya, sama sekali tidak ada yang memperhatikannya. Pak Dalio pun kini hidup sebatang kara tanpa sanak saudara. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Ia juga menderita sakit jantung yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Kini, Pak Dalio dibantu para tetangganya untuk urusan makan sehari-hari. Ia juga kerap membantu para tetangganya, namun sebatas kemampuannya saja. #SedekahRombongan Wilayah Jogja kemudian mendampinginya untuk memulai pengobatannya. Ternyata, Pak Dalio selama sakit sama sekali belum pernah diperiksakan. Tetapi, Pak Dalio begitu bersemangat berikhtiar untuk menyambut kesembuhannya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Awal Tahun 2016, Pak Dalio mengeluh tidak bisa buang air kecil, badannya pun terasa sangat lemas. Pak Dalio segera dilarikan ke UGD RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menggunakan MTSR. Setelah melalui pemeriksaan, dokter menyarankan untuk segera dioperasi. Pak Dalio kemudian menjalani operasi setelah mendapat kamar dan jadwal operasi, dan alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar. Pasca operasi, Pak Dalio masih harus menjalani kontrol rutin setiap bulan. Kurir dan perawat #SR akan terus mendampinginya hingga ia sembuh. #SahabatSR melalui #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya akomodasi, pembelian susu, biaya kebutuhan sehari-hari, dan obat-obatan yang tidak ter-cover BPJS. Semoga Pak Dalio segera pulih dan selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Pak daliyo menderita  BPH Prostat

Pak daliyo menderita BPH Prostat


SENEN WASITO (55 Tahun, Stroke). Alamat: RT.05/RW.14 Ngasem, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Awalnya Bu Senen menderita hipertensi, suatu hari ia merasakan badannya lemas semua, terutama kaki – tangan dan tubuh bagian kanan lemas tidak bisa digerakkan. Suaminya kemudian membawanya ke sebuah klinik, dari sana kemudian dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Saat itu mereka terpaksa menghabiskan biaya transportasi sebesar tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Sementara itu, untuk biaya pengobatan semuanya ditanggung oleh jaminan kesehatan dari pmerintah, Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Senen memiliki suami bernama Pak Iman Wasito (63 Tahun), yang bekerja sebagai buruh tani di ladang milik tetangganya. Kondisinya saat ini, tangan kanan dan kaki kanan masih sulit untuk digerakan. Namun setelah rutin kontrol, kondisinya sudah mulai membaik. Saat ini ia rutin melakukan kontrol di RSUD Wonosari setiap sebulan sekali dengan biaya transportasi sebesar dua ratus ribu rupiah untuk menyewa mobil tetangga. Dulu kontrol setiap satu minggu sekali, Karena kondisinya menunjukkan perkembangan yang baik sekarang kontrol setiap satu bulan sekali. Bu Senen dan keluarganya membutuhkan biaya untuk transportasi saat kontrol, dari rumah tinggal ke rumah sakit. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. #Sedekaholic melalui Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan titipan langit sebesar satu juta rupiah untuk membantu biaya transportasi saat kontrol. Semoga bantuan dapat sedikit meringankan beban kehidupannya, ia dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Ia dan keluarganya pun senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Pak senen menderita Stroke

Pak senen menderita Stroke


PUPON BINTI SENTONO (93 Tahun, Dhuafa). Alamat: Trukan, Karangasem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Nenek Pupon tinggal sebatang kara, suaminya telah meninggal terlebih dahulu sejak 48 tahun yang lalu. Nenek Pupon dan suaminya tidak dikaruniai anak dan sekarang pun tidak ada yang merawat dan menemaninya. Nenek Pupon tinggal di sebuah gubuk reot berukuran 4 x 8 meter. Kondisinya begitu memprihatinkan, lantainya masih terbuat dari tanah, genteng rumahnya banyak yang berlubang, saat musim hujan banyak air yang masuk karena hampir semua genting bolong. Bangunan semi permanen itu hanya berdinding anyaman bambu, bagian yang berlubang ia perbaiki sendiri dengan bambu yang ia ambil dari kebun bambu yang ada di belakang rumahnya. Kamar mandinya juga bisa dikatakan tidak layak untuk diguakan, kakus yang berada di luar rumah itu hanya ditutupi oleh anyaman bambu, tanpa atap. Setiap hari, Nenek Pupon diurus oleh para tetangganya yang ada di sekitar rumahnya karena sang nenek sudah tidak mampu bekerja lagi. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban nenek yang sudah tua renta itu. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah beliau sembari menyampaikan bantuan berupa bahan-bahan sembako, mukena dan sajadah, lampu, lemari, dan uang tunai. Nenek Pupon menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Terima kasih #Sedekaholic…

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @ekow_st, @Aji_Kristanto

Bantuan berupa bahan-bahan sembako

Bantuan berupa bahan-bahan sembako


SUGANTA BIN NATA SUWITA (43 Tahun, Kanker Testis). Kaliwaru RT.01/RW.14 Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Sejak sepuluh bulan yang lalu, testisnya mulai membesar, ia pun diperiksakan ke puskesmas dan didiagnosa menderita hernia. Dari puskesmas kemudian dirujuk ke RSB Cawas, Klaten. Setelah melalui pemeriksaan, dokter mendiagnosanya menderita tumor testis, kemudian dilakukan pengangkatan tumor. Enam bulan kemudian, testisnya mulai membesar lagi, ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar, RSI Klaten Jawa Tengah, masih dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Ia pun menjalani usg, cek labolatorium dan pemeriksaan patologi anatomi. Hasilnya mengatakan bahwa ia menderita kanker testis dan diminta untuk segera melakukan kemoterapi. Pak Suganta dan Bu Triyani (33 Tahun), istrinya, keduanya berprofesi sebagai buruh tani. Pasangan ini hanya mempunyai satu anak perempuan. Pak Suganta adalah tulang punggung keluarga, sejak sakit ia tidak bisa lagi bekerja. Ia memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Kelas 3. Namun mereka masih kekurangan biaya untuk mengcover biaya pengobatan yang tak termasuk dalam fasilitas BPJS, termasuk untuk akomodasi dan transportasi selama berobat. Mereka sangat kekurangan biaya, sampai harus menjual 4 gram emas milik putrinya, padahal emas itu adalah hadiah lomba kejuaraan kesenian. Mereka juga meminjam uang dari banyak pihak untuk membantu biaya pengobatan sang kepala keluarga. Keluarga ini sangat membutuhkan uluran tangan #Sedekaholic semuanya… Kondisinya saat ini kian memprihatinkan, badannya sangat kurus, diperkirakan ada sel yang bermetastase ke daerah lipatan paha. Ia pun mengalami depresi karena penyakitnya tak kunjung sembuh. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan, yang akan dimanfaatkan untuk biaya transportasi saat berobat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka, mudah-mudahan bantuan ini juga menjadi catatan amalan bagi para #Sedekaholic. Pak Suganta dan keluarganya mengucap syukur dan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan, mereka pun berdoa semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi yang memberi maupun yang menerimanya… Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 25 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @ekow_st, @Aji_Kristanto

Pak suganta menderita Kanker Testis

Pak suganta menderita Kanker Testis


PRAYOGO BIN SUTARSO (22 Tahun, Gangguan Syaraf). Alamat: Randusari RT. 3/3, Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Prayogo tinggal bersama kedua orang tuanya, Pak Sutarso (65 Tahun), yang bekerja sebagai petani, dan Bu Muginem (65 Tahun), yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Prayogo merupakan anak satu-satunya di keluarga ini, sejak balita ia mengalami gangguan perkembangan, awalnya ia hanya mengalami demam tinggi sampai kejang. Sejak saat itu ia mengalami perubahan perilaku dan kesehatannya pun terganggu, sering sakit dan masuk-keluar rumah sakit. Prayogo mengalami gangguan kejiwaan sejak enam tahun silam, ia sering mengamuk sehingga orang tuanya memeriksakannya ke RSJ Grhasia Sleman. Prayogo sering masuk-keluar rumah sakit ini, ia pun menjalani rawat jalan dan dan kontrol rutin setiap satu bulan sekali. Lama-kelamaan keuangan keluarga ini semakin menipis, sawah ladang habis terjual untuk biaya berobat serta biaya transportasi & akomodasi. Akhirnya keluarganya memindahkan tempat berobatnya ke RSJ Dr. RM. Soejarwadi Klaten, yang letaknya lebih dekat dari rumah mereka dibandingkan dengan rumah sakit sebelumnya. Di rumah sakit ini ia juga menjalani rawat jalan, kontrol rutin dan ambil obat setiap satu bulan sekali. Sejak satu tahun terakhir, keluarga ini tidak lagi mempunyai biaya transportasi untuk berobat. Jangankan untuk berobat, untuk biaya hidup sehari-hari saja susah. Kadang para tetangga membantu mereka dengan memberi makan. Sang ibu juga tidak bisa bekerja setiap hari karena harus mengasuh anaknya. Keluarga Prayogo hanya pasrah saja, jadi ia hanya diperiksakan ke puskesmas di daerah tempat tinggalnya saja. Prayogo sekarang sering kejang karena tidak mendapat obat yang semestinya, kadang ia pun mengamuk. Prayogo memiliki fasilitas kesehatan dari pemerintah, BPJS. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan dari #Sedekaholic untuk membantu kesulitan mereka. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @ekow_st, @Aji_Kristanto

Prayogo menderita Gangguan Syaraf

Prayogo menderita Gangguan Syaraf


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1009 TX , Biaya Operasional Oktober 2016 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo  dan Banyuwangi. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 907

Jumlah santunan: Rp.6.050.000,-
Tanggal: 31 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Biaya Operasional Oktober 2016

Biaya Operasional Oktober 2016


SUBROTO BIN KASERO, (47, TB Tulang) Alamat Dusun Krajan 002/005, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Bapak Subroto mengalami jatuh saat turun dari angkutan umum bis satu tahun yang lalu. Sesudah itu bapak Subroto mengalami kesakitan di bagian kakinya sehingga di bawa ke dukun pijat di desanya sehingga keadaannya semakin membaik. Setelah 3 bulan yang berlalu Bapak Subroto mengalami kesakitan pada kakinya, sesudah itu kaki Bapak Subroto semakin mengecil dan berjalan pun tidak normal. Setelah itu Bapak Subroto bawa ke Puskesmas terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut, oleh pihak Puskesmas tidak menyagupi untuk masalah penyakit bapak Subroto sehingga pihak puskesmas Bapak Subroto segera di rujuk ke Rumah Sakit dr. Soebandi Jember untuk penanganan lebih lanjut. Setelah di diaognosa Bapak Subroto mengalami penyakit TB Tulang di Kakinya, sehingga oleh pihak rumah sakit segera di operasi supaya kaki yang di alami bapak Subroto tidak semakin mengecil. Bapak Subroto bekerja sebagai buruh tani di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bapak Subroto tinggal bersama istri dan ayahnya yang sudah tua, bahkan bapak Subroto tetap menjadi pulang punggung keluarga dengan bekerja semampunya.  Kurir #SedekahRombongan bertemu oleh Bapak Subroto di rumah sakit dr. Soebandi untuk membantu Bapak Subroto untuk yang sedang mengalami kesulitan pembiayaan operasi dan obat-obatan yang dibutuhkan Bapak Subroto. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para #Sedekaholics untuk membantu bapak Subroto dan semoga mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Santunan yang disampaikan dipergunakan untuk pembiayaan operasi, akomodasi selama perawatan di rumah sakit dan pembelian obat. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 907

Jumlah Santunan : Rp. 830.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto@viandwiprayugo

Pak subroto menderita TB Tulang

Pak subroto menderita TB Tulang


NYAHAT DARSUS, (58, Gegar Otak+Koma) Alamat Dusun Parsehan 001/009, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Awal mula sakit Bapak Nyahat memulai aktivitasnya di pagi hari saat perjalanan ke sawah dengan mengendarai sepeda kayuh dan tiba-tiba  dari arah belakang dia ditabrak oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi. Setelah itu bapak Nyahat dilarikan ke Puskesmas terdekat karena bapak Nyahat tidak tersadarkan diri. Sesudah itu oleh pihak puskesmas dirujuk ke rumah sakit Wonolangan Dringu untuk perawatan lebih lanjut, dan setelah di diagnosa bahwa Bapak Nyahat mengalami gagar otak dibagian otak tengahnya dan harus dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah itu Bapak Nyahat dirawat inap selama 21 hari dan keadaanpun semakin membaik dan stabil. Sebelum sakit bapak Nyahat bekerja sebagai buruh serabutan di desanya, dan sebagai tulang punggung keluarga dia dikenal sebagai sosok pekerja keras. Dan istrinya Ibu Sini Darsus sedang mengalami sakit Stroke. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga bapak Nyahat dirumah sakit dr Soebandi Jember. Dan kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Bapak Nyahat. Santunan yang diberikan untuk akomodasi pembelian Obat-obatan di Luar BPJS dan transport Probolinggo – Jember. Semoga bapak Nyahat segera diberikan kesembuhan dan santunan yang diberikan para sedekaholic mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 907

Jumlah Santunan : Rp. 1.150.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir: @Yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Pak nyahat menderita Gegar Otak+Koma

Pak nyahat menderita Gegar Otak+Koma


NUR SALI, (41, Combus) Alamat Dusun Jeni 001/010, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Nur Sali, biasa di panggil Sali. Mas Sali kecelakaan kerja saat bekerja dibangunan di Bali. Nur Sali mengalami kesetrum di Aliran Listrik yang tegangantinggi saat berada di lantai 4, sampai akhirnya tersetrum dan jatuh hinggah tersangkut di kabel Listrik. Dan Mas Sali pun semaput, hingga akhirnya dibawa ke puskesmas terdekat di bali. Usai dirawat dipuskesmas terdekat di Bali. Mas Nur Sali dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Memakai Ambulan Puskesmas di Bali, dan sampai di IGD rumah sakit Dr. Soebandi Jember Nur Sali mengalami sakit dan kepanasan di bagian tubuhnya. Setelah itu Mas Nur Sali terdiagnosa mengalami penyakit Combus atau Luka bakar di bagian tubuhnya. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga Mas Sali untuk menyapaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Mas Nur Sali. Santunan digunakan untuk Akomodasi biaya perawatan selama dirumah sakit Dr. Soebandi Jember. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp.500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto  @viandwiprayugo

Pak sali menderita Combus

Pak sali menderita Combus


FITRIA RAHMADANI, (1,Hydrocephalus) Alamat Dusun Krajan 001/007, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur Adek Fitri mengalami Hydrocephalus bawakan sejak lahir. Adik Fitri yang masih berumur 1 tahun ini sering tidak menyadari diri dan juga sering diam. Adik Fitria langsung dirujuk ke puskesmas terdekat di tanggul dan oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi untuk perawatan lebih lanjut, setelah itu, adik Fitri diperiksa oleh Dokter dirumah sakit Dr Soebandi untuk segera di Operasi. Dan setelah 1 bulan. Adik Fitria Di operasi untuk pemasangan selang. Adik Fitria Anak dari pasangan Bapak Jasuri bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Maratul Mukminah sebagai Ibu Rumah tangga dirumahnya. #SedekahRombongan berlisahturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics untuk Akomodasi Pasca Operasi dan uang transport saat Kontrol. Semoga sedekah para sedekaholic dalam membantu Adik Fitria Rahmadani menjadi catatan amal baik dan mendapatkan ganti berlipat ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 23 September 2016 dan 25 Oktober 2016 (Akumulasi)
Kurir :  @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Ibu fitria menderita Hydrocephalus

Ibu fitria menderita Hydrocephalus


MUHAMMAD ALVIYAN KHUSNURIDHO, (6 Bulan, Meningitis) Alamat: Dusun Krajan Desa Pejaten RT 003 RW 001, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Adik Alviyan adalah seorang anak kecil yang masih berumur 6 bulan, dan saat berumur 4 bulan Alviyan sering mengalamai Kejang-kejang dan Panas Tinggi. Dan pada saat itu Alviyan dirujuk ke Klinik Mitramedika, dan Oleh pihak Klinik Mitramedika Alviyan di rujuk kerumah sakit Dr. Koesnadi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dan pada saat hari itu Adik Alviyan terdiagnosa mengalami penyakit Meningitis.  Dan Alviyan dirawat dirumah sakit Dr. Koesnadi Bondowoso selama 13 hari. Dan Selama 13 hari dirawat dirumah sakit Dr. Koesnadi Bondowoso. Alviyan adalah seorang putra dari pasangan Bapak Safri (26) yang berprofesi sebagai buruh lepas di Perusahaan Meubel di Bondowoso. Dan Ibu Limliyana (24) yang berprofesi sebagai Ibu Rumah tangga. Keluarga Adik Alviyan tergolong keluarga kurang mampu dan hanya cukup membiayai kehidupan kesharianNya. #SedekahRombongan bersilahturahmi ke Rumah Sakit Dr. Koesnadi Bondowoso untuk menyampaikan titipan para #Sedekaholic #SedekahRombongan untuk membantu keluarga Alm. Adik Alviyan, untuk Santunan kematian Adik Alviyan. semoga amal ibadah diterima disisiNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 907

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @yudhoari  @gredyanto @viandwiprayugo

Alviyan menderita Meningitis

Alviyan menderita Meningitis


RIYANTO BIN SURATNO (12, Meningitis)  Alamat Jl. Nusantara Blok GN 005/005 RW 011, Desa Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit adik Riyanto yang duduk di bangku kelas 6 SD sering mengalamai kejang-kejang dan panas tinggi. Dan pada saat itu adik Riyanto dirujuk ke puskesmas terdekat di Kaliwates, dan oleh pihak puskesmas di rujuk keRumah Sakit Paru Jember untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dan pada saat hari itu adik Riyanto didiagnosa menderita penyakit Meningitis.  Setelah dirawat intensif selama 2 hari untuk perbaikan kondisinya adik Riyanto dirujuk ke Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Adik Riyanto adalah putra anak dari pasangan Bapak Suratno (44) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Suama (41) yang tidak bekerja. Penghasilan orang tuanya pun hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan adik Riyanto di rumah sakit paru yang tergeletak lemas. Dan kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para #sedekaholics untuk membantu Adik Riyanto yang sedang mengalami permasalahan biaya pengobatan. Dan santunan yang diberikan untuk Akomodasi biaya pengobatan diluar BPJS atau KIS selama di Rumah Sakit Paru Jember. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 907

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal :  23 Agustus 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Riyanto menderita Meningitis

Riyanto menderita Meningitis


HOSNA BINTI SUMARYAM, (44,Tumor Perut) Dusun Tempean 009/004, Desa Padasan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Hosna dibawa ke puskesmas terdekat karena, Ibu Hosna mengalami kesakitan di bagian perutnya. Dan oleh pihak puskesmas dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara Bondowoso untuk perawatan lebih lanjut. Sesudah itu Ibu Hosna terdiaknosa bahwa ibu Hosna mengalami Tumor Perut. Dan oleh pihak Dokter rumah sakit Bhayangkara diminta untuk segera di Operasi, supaya tumor yang dialami tidak semakin membesar. Kurir #SedekahRombongan mendengar kabar dari warga sekitar bahwa Ibu Hosna layak untuk memerlukan bantuan. Dan Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke rumah sakit Bhayangkara untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Ibu Hosna. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi perawatan selama dirumah sakit Bhayangkara Bondowoso.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo @gredyanto

Bu hosna menderita Tumor Perut

Bu hosna menderita Tumor Perut


EDI ABDUR RACHMAN, (28, Gagal Ginjal) Alamat Jl Supriyadi 014/003, Desa Kademangan, Kecamatan Bondowoso,Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Awal mula Edi mengalami kesakitan di bagian perutnya dan dibawa ke Puskesmas terdekat yaitu Kademangan. Setelah itu Edi diperiksa dan ternayata mengalami gagal ginjal, setelah itu Edi dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Koesnadi Bondowoso untuk perawatan lebih lanjut. Sesudah itu Edi di rawap inap selama 7 hari dirumah sakit Dr. Koesnadi Bondowoso. Setelah usai 7 hari rawat inap di rumah sakit, Edi pulang sudah di perbolehkan pulang. Setelah usai dirumah selama 3 hari penyakit Edi kambuh lagi dan langsung dilarikan ke IGD rumah sakit Dr. Koesnadi dan belum sempat dirawat di IGD Edi pulang ke rahmatullah. Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke rumah Alm Edi untuk menyampaikan titipan sedekaholics. Santunan yang diberikan untuk santunan kematian. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Pak Edi menderita Gagal Ginjal

Pak Edi menderita Gagal Ginjal


BANTUAN KACAMATA UNTUK SANTRIWATI PONDOK PESANTREN RADLATUL ULUM, Alamat Jl. KH Ahmad Sukri 002/009, Desa Sumber Wringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Merupakan bantuan untuk pengadaan kacamata anak-anak di usia belajar tingkat SMP dan SMA bagi Anak-anak yang kurang mampu. Tim #SedekahRombongan menerima informasi bahwa ada anak yang menderita kelainan mata dan membutuhkan kacamata, dengan latar belakang dari keluarga kurang mampu/duafa. Dan Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Santriwati yang sedang mengalami kelainan mata. Santunan yang diberikan digunakan untuk pembelian kacamata untuk 14 Anak Santriwati kurang mampu yang berada di Pondok Pesantren Radlatul Ulum yang terdiri dari:

Kholifah (17)
Siti Amalia (18)
Maghfiroh Hasanah (16)
Siti Muniroh (13)
Holisatul Hasanah (17)
Anisatul Faiqoh (16)
Fitriyah (19)
Firdatul Qomariyah (16)
Iis Nayni (18)
Lum’atul Aisy (16)
Ziadatun Najah (18)
Siti Fatimah (18)
Nurul Roivatul Q (15)
Anisatul Hasanah (17)

Semoga santunan yang di berikan bermanfaat bagi Anak-anak Santriwati Pondok Pesantren Radlatul Ulum. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah santunan: Rp. 2.705.000,-
Tanggal: 11 Oktober 2016
Kurir: @gredyanto @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan kacamata

Bantuan kacamata


BANTUAN KACAMATA UNTUK SANTRIWAN PONDOK PESANTREN RADLATUL ULUM, Alamat Jl. KH Ahmad Sukri 002/009, Desa Sumber Wringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Merupakan bantuan untuk pengadaan kacamata anak-anak di usia belajar tingkat SMP dan SMA bagi Anak-anak yang kurang mampu. Tim #SedekahRombongan menerima informasi bahwa ada anak yang menderita kelainan mata dan membutuhkan kacamata, dengan latar belakang dari keluarga kurang mampu/duafa. Dan Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Santriwan yang sedang mengalami kelainan mata. Santunan yang diberikan digunakan untuk pembelian kacamata untuk 10 Anak Santriwan kurang mampu yang berada di Pondok Pesantren Radlatul Ulum yang terdiri dari:

Jupri (19)
Aldi Hasan (19)
Muhammad Robith (18)
Abdul Muiz (17)
Hamidi (13)
Abdul Mukid (16)
Mulyadi (18)
Ahmad Bahus (16)
Abdul Zainal (17)
Ahmad Samsul Arifin (17)

Semoga santunan yang di berikan bermanfaat bagi Anak-anak Santriwan Pondok Pesantren Radlatul Ulum. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah santunan: Rp. 2.140.000,-
Tanggal: 11 Oktober 2016
Kurir: @gredyanto @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan kacamata

Bantuan kacamata


AMANAH BINTI EMBIK (76, Cedera Kepala Berat + Suspect Stroke). Alamat  : Jln. Panembakan Utara, RT 6/6, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Sejak lama Ibu Amanah memiliki penyakit darah tinggi atau hipertensi. Beliau jarang sekali kontrol ke Puskesmas atau  dokter dikarenakan sudah tua renta dan tidak ada lagi yang mengurusnya. Ibu Amanah meminum obat darah tinggi namun tidak rutin. Beberapa hari yang lalu, Ibu Amanah jatuh terpeleset saat berjalan di samping rumahnya. Kepalanya terbentur, ia kemudian tidak sadar dan tidak bisa menggerakan tangannya. Ibu Amanah juga mengalami muntah darah dan keluar darah dari hidungnya. Saat ini Ibu Amanah sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dokter setempat memeriksa Ibu Amanah  dan mencurigai bahwa ia terkena cedera kepala berat akibat benturan di kepalanya serta mengalami stroke atau pecahnya pembuluh darah di otak akibat penyakit darah tinggi yang ia derita selama ini. Selama hidupnya, Ibu Amanah mencari nafkah seorang diri dikarenakan suaminya telah lama meninggal dunia. Ia berjualan gorengan dan minuman ringan di sekitar rumahnya. Jaminan kesehatan sama sekali tidak ia miliki. Kurir #SedekahRombongan yang mengetahui kondisi tersebut, merasa iba akan kondisinya. Santunan pun diberikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga beliau dapat kembali pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri Lestari @akuokawai

Ibu amanah menderita Cedera Kepala Berat + Suspect Stroke

Ibu amanah menderita Cedera Kepala Berat + Suspect Stroke


RIO HADI GUSTITA (13, CKD + Sindrom Nefrotik + Susp. Retinopati). Alamat : Pekon Ciherang, RT 3/2, Desa Ciherang, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Rio merupakan pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Lampung. Awalnya, Rio merasakan perutnya terdapat benjolan kecil, kembung dan membesar. Sejak bulan September lalu Rio sudah menjalani pengobatan di RS Abdul Moeloek dan didiagnosis terkena penyakit sindrom nefrotik (ginjal bocor) serta retinopati (putus syaraf mata). Dikarenakan Rio harus mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap, akhirnya ia disarankan untuk dirujuk ke RS Cicendo Bandung. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RS Cicendo, Rio kembali harus dirujuk ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mengobati kondisi kelainan ginjalnya terlebih dahulu. Operasi pada kedua matanya ditunda terlebih dahulu, dikarenakan dari hasil pemeriksaan dokter di RSHS mengatakan bahwa fungsi ginjal Rio sudah sangat buruk dan terkena penyakit gagal ginjal atau Chronic Kidney Disease (CKD). Rio pun harus menjalankan cuci darah secara rutin. Ayah Rio, Bapak Nugroho Hadi Saputro (36), dan Ibunya, Sunarti (39), bekerja sebagai guru honorer. Rio menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas 3. Rio kini menetap sementara di RSSR Bandung. Kondisi Rio saat ini masih dalam perawatan penyakit ginjalnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dan menunggu jadwal operasi mata di RS Cicendo. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit dari sedekahholics untuk biaya pengobatan dan transportasi dari RSSR ke RSHS. Sebelumnya Rio dibantu pada rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @indahpujaamelya @nando_931 @yesaridani @akuokawai

Rio menderita CKD + Sindrom Nefrotik + Susp. Retinopati

Rio menderita CKD + Sindrom Nefrotik + Susp. Retinopati


SUHANDA TUBUY (45, Lumpuh + Pembengkakkan pada Tubuh). Alamat : Kampung Tubuy, RT 1/2, Desa Giripawana, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Suhanda merasakan gejala awal sakitnya sejak 2 tahun yang lalu. Ia sering mengalami kesemutan pada kaki dan tangannya. Semakin lama penyakitnya semakin parah, ia pun memeriksakannya ke Puskesmas dan didiagnosis sementara mengidap penyakit asam urat. Meski sering berobat ke Puskesmas penyakitnya tak kunjung sembuh, namun sebaliknya penyakitnya bertambah akut sehingga membuatnya tidak bisa berjalan. Dokter Puskesmas pun sudah mengarahkannya untuk berobat lanjutan ke RSUD Pandeglang, tetapi saran tersebut tidak pernah dilakukannya dengan alasan khawatir dirawat karena ia tidak mempunyai simpanan biaya yang cukup. Ditambah lagi tempat tinggal Pak Suhanda berada di pelosok perkampungan, sehingga untuk ke RSUD harus sewa mobil. Kini keadaan Suhanda hanya bisa duduk dan berbaring saja di tempat tidur. Sebelum sakit, Pak Suhanda bekerja sebagai buruh serabutan, kini ia sudah tidak mampu bekerja lagi. Kebutuhan sehari-harinya ditanggung oleh istrinya yang berjualan kue keliling. Anak pertamanya yang laki-laki juga berjuang membantu keluarga dengan menjadi kuli serabutan. Meskipun urusan mencari nafkah diperjuangkan istri dan anaknya, tetapi hasilnya masih belum cukup untuk membantu biaya pengobatan Pak Suhanda. Pak Suhanda berobat dengan menggunakan KIS, namun ia masih kesulitan biaya transportasi dan operasional lainnya. Alhamdulillah berita kesulitan Pak Suhanda terdengar oleh kurir #SedekahRombongan Pandeglang. Bantuan dari sedekaholics pun disampaikan kepadanya untuk biaya transportasi dan operasional berobat ke RSUD Pandeglang. Semoga Pak Suhanda segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlama @yadi_uy @ririn_restu

Pak suhanda menderita Lumpuh + Pembengkakkan pada Tubuh

Pak suhanda menderita Lumpuh + Pembengkakkan pada Tubuh


MTSR SURABAYA (W 894 PV, Biaya Operasional Agustus 2016). Pada tahun 2015, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Dan mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan untuk MTSR wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para dhuafa dampingan #SedekahRombongan dari RSSR Surabaya ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para dhuafa dampingan yang berada di luar Kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di  wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien dhufa #SedekahRombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya balik nama MTSR, pembayaran pajak tahunan MTSR, biaya bahan bakar, biaya tol dan transportasi pasien. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 902. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 19.174.900,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Biaya Operasional Agustus 2016

Biaya Operasional Agustus 2016


RSSR SURABAYA (Operasional RSSR). Alamat : Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Surabaya ini didirikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien  #SedekahRombongan Surabaya yang berasal dari luar kota. Sehingga dengan adanya Rumah Singgah #SedekahRombongan sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholics kali ini dipergunakan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM serta biaya konsumsi pasien yang tinggal di RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya masuk dalam rombongan 902. Kurir dan para pasien #SedekahRombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholics, semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 3.734.625,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @wahyu_CSD @Gitatamara @EArynta

Bantuan tunai untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM serta biaya konsumsi pasien yang tinggal di RSSR

Bantuan tunai untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM serta biaya konsumsi pasien yang tinggal di RSSR


YAMINAH BINTI PUANA (43, Tumor Ganas pada Vulva). Alamat : Jalan Kampung Baru, RT 1, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Sejak tahun 2015, Ibu Yaminah tidak mengalami menstruasi dan merasakan perih di bagian kemaluannya. Kemudian Ibu Yaminah periksa ke Puskesmas Kasui dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Kamino Way Kanan. Menurut diagnosis dokter Ibu Yaminah mengalami tumor ganas pada daerah kemaluan tepatnya di vulva, maka RS Kamino langsung merujuknya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Selama menunggu rujukan tersebut Ibu Yaminah hanya rawat jalan dan tidak pernah rawat inap. Saat di RSAM sudah dilakukan pemeriksaan histopatologi dan didapatkan jenis tumornya adalah squamous cell carsinoma. Sabtu, 24 September 2016, Ibu Yaminah diharuskan operasi dan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta oleh dokter yang memeriksanya. Ibu Yaminah masih merasakan sakit pada kemaluannya apabila terlalu lama duduk. Ia berobat menggunakan JKN KIS. Suami Ibu Yaminah, Bapak Lesus Gandi (48), mengais rezeki sebagai petani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga mereka mengalami kendala biaya hidup serta akomodasi untuk rujuk ke RSCM Jakarta. Mendengar kesulitan yang mereka alami kurir #SedekahRombongan Lampung langsung memberikan bantuan akomodasi dan transportasi ke Jakarta. Saat ini Ibu Yaminah masih kontrol setiap hari di Rumah Sakit Darmais setelah dapat rujukan dari RSCM. Selama di Jakarta Ibu Yaminah tinggal di RSSR Jakarta. Kurir #SedekahRombongan kembali memberi santunan lanjutan untuk biaya obat yang tidak ditanggung BPJS dan biaya transportasi berobat. Santunan pertama masuk dalam rombongan 903.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @evandlendi08 @trii20 @indahpujaamelya @yesaridani @akuokawai

Ibu yaminah menderita Tumor Ganas pada Vulva

Ibu yaminah menderita Tumor Ganas pada Vulva


ANANG SUROSO (60, Katarak). Alamat : Dusun Palas Jaya, RT 10/5, Kelurahan Palas Jaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Kurang lebih 1 tahun yang lalu Mbah Anang terjatuh dan tidak dapat berjalan. Mbah Anang kemudian sakit selama satu bulan dan mulai tidak dapat melihat. Ia lalu dibawa ke Puskesmas terdekat dan hasilnya didiagnosis menderita katarak. Oleh pihak Puskesmas disarankan untuk dirujuk ke RSUD Adul Moeloek, tetapi hal itu urung dilakukan karena jaraknya yang jauh dan juga ketiadaan biaya untuk transportasi. Kini Mbah Anang tidak dapat melihat sama sekali. Mbah Anang yang sebelumnya bekerja sebagai petani kini tidak dapat bekerja, sehingga sang istri, Kuswanti (47), yang memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan membantu pekerjaan tetangga. Fasilitas Jaminan Kesehatan yang dimiliki oleh Mbah Anang adalah BPJS PBI Kelas III. Saat Kurir #SedekahRombongan Lampung mengunjungi kediamannya, Mbah Anang mengungkapkan keinginannya untuk dapat melihat kembali. Mbah Anang merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang berobat di RS DKT Bandar Lampung. Kondisi Mbah Anang saat ini sudah bisa melihat, namun ia masih diharuskan melakukan operasi lanjutan pada mata sebelah kirinya. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi dan transportasi juga obat – obatan di luar tanggungan BPJS. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 892.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @akhidd @yesaridani @akuokawai

Pak anang menderita Katarak

Pak anang menderita Katarak


TAUFIK QUROHMAN ALFIKRI (14, Tumor Pembuluh Darah Lutut Kiri). Alamat : Palas Jaya, RT 11/4, Desa Palas Jaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Taufik adalah seorang pelajar SMP di desanya. Bermula pada 3 tahun yang lalu, Taufik merasakan ada benjolan di lutut kirinya, tapi ia biarkan saja. Kemudian benjolan itu kian membesar dan mengganggu aktivitasnya. Baru pada Januari 2016, Taufik memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat namun pihak Puskesmas merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalianda. Setelah diperiksa Taufik didiagnosis terkena tumor pembuluh darah. Taufik disarankan melakukan operasi namum gagal karena keterbatasan alat yang dimiliki rumah sakit. Taufik pun disarankan untuk memeriksaan diri lebih lanjut ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Pada 13 September lalu, tumor di lutut Taufik berhasil dioperasi. Taufik masih harus menjalani pengobatan di RSAM namun ia terkendala biaya. Ayah Taufik, Suhartono (47), hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak tentu, sedangkan ibunya, Nurhayati (46), hanyalah ibu rumah tangga. Walau sudah memiliki JKN-KIS PBI kelas 3, Bapak Suhartono masih berat mencari dana untuk keperluan pengobatan Taufik. Saat ini kurir #SedekahRombongan sudah dua kali menyantuni Taufik, untuk biaya pengobatan serta transportasi dan akomodasi Taufik berobat. Kondisi terkini Taufik masih diharuskan kontrol rutin untuk mengetahui perkembangan lututnya pasca operasi. Untuk itu #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan titipan sedekaholics untuk biaya transportasi dan akomodasi selama Taufik kontrol di RSAM. Santunan ketiga pun diberikan. Sebelumnya Taufik telah dibantu pada Rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @akhiddd @yesaridani @akuokawai

Pak taufik menderita Tumor Pembuluh Darah Lutut Kiri

Pak taufik menderita Tumor Pembuluh Darah Lutut Kiri


SAMIKUN BIN SANURI (58, Suspect Tumor Kepala). Alamat : RT 3/2, Desa Bina Bumi, Kecamatan Meraksa Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Awalnya Pak Samikun sering merasakan sakit kepala yang luar biasa sejak 3 bulan yg lalu. Ketika itu ia hanya berobat pada bidan, perawat dan di Puskesmas terdekat. Menurut mereka awalnya hanya maag kronis, ketika tak kunjung sembuh, akhirnya diberi rujukan oleh Puskesmas untuk berobat ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter di RS Yukum Medical Center, dugaan sementara terdapat tumor kepala bagian kiri. Saat ini masih dalam observasi dokter.  Dokter memberi jadwal agar Pak Samikun berobat 7 hari sekali. Kesulitan biaya membuat obat yang ditebus hanya separuhnya dan terkadang membuat Pak Samikun terlambat untuk kontrol sesuai jadwal. Pak Samikun dianjurkan untuk scanning ulang, akan tetapi menunggu Kartu BPJS Kelas III aktif agar meringankan biaya berobatnya. Saat ini Pak Samikun dan istrinya, Ibu Lasiah (55), tinggal bersama di rumah anaknya yang dekat dengan rumah sakit. Pekerjaan anaknya yaitu buruh sebagai pengolah kayu dan tinggal di rumah sederhana. Kurir #SedekahRombongan Lampung mendengar kesulitan yang dialami keluarga Pak Samikun, bantuan demi meringankan biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari pun tersampaikan dari titipan langit ke Pak Samikun. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada para pencari muka di depan Tuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @siskakhadija @purnawan_adja @akuokawai

Pak samikun menderita Suspect Tumor Kepala

Pak samikun menderita Suspect Tumor Kepala


YUSNAH BINTI AFIAN (71, Sesak Napas). Alamat : Lingkungan 2, RT 8/3, Kelurahan  Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi  Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Saat ini Nenek Yusnah menderita sesak napas yang sudah ia alami selama 5 tahun. Awal mulanya saat sedang berjualan di pasar Nenek Yusna mengeluh sakit tenggorokan disertai batuk dan dada yang terasa sesak sehingga ia sulit bernapas. Nenek Yusna lalu berobat di klinik Husada, ia didiagnosis menderita sesak napas dan diberi obat serta disarankan melakukan kontrol. Ketiadaan biaya membuat Nenek Yusna tidak melanjutkan kontrolnya. Nenek Yusna tidak memiliki jaminan kesehatan apapun dikarenakan ia tak mampu membayar iuran per bulannya. Sehari-harinya Nenek Yusna tinggal bersama anaknya yang berkerja menjadi tukang becak, sementara sang suami, Samsul Bahri, sudah lama meninggal dunia. Nenek Yusna hidup serba kekurangan karena hanya anaknya lah yang mencari nafkah. Jika sakitnya kambuh, Nenek Yusna hanya membeli obat-obatan warung dikarenakan tidak ada biaya untuk berobat. Sesekali terkadang jika ada biaya Nenek Yusna berobat ke mantri desa. Kurir #SedekahRombongan yang melihat keadaan Nenek Yusna sangat prihatin atas beban derita yang ditanggungnya. Untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Nenek Yusna.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @Nasuation69  @lilianiharis  @akuokawai

Ibu yusnah menderita Sesak Napas

Ibu yusnah menderita Sesak Napas

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 KURNIANDI METIARIDHO 500,000
2 RSSR LAMPUNG 5,000,000
3 MARJUKI BIN ATMO DIKRONO 1,000,000
4 NOVAL ROLAND MARGALES 1,000,000
5 SUMARNO BIN HARTO GIYO 2,000,000
6 BELA SAPUTRI 1,000,000
7 RSSR WONOGIRI 4,600,250
8 AYUDIA DELLA INARA 1,000,000
9 TUKIRAH BINTI REBON 1,000,000
10 MURTASID BIN WIDI ISNORO 1,000,000
11 WAKIDI BIN SAPARI 1,500,000
12 HARTI PANGESTUTI 10,916,385
13 NURHAYATI BINTI NURHADI 500,000
14 KRITIYANTI binti KAHONO 5,272,190
15 SRI SUDARWIYANTI 500,000
16 SAHRONI BIN NADHIRUN 1,000,000
17 SRI SUYATMI 500,000
18 RAGIL GUNTUR PAMUNGKAS BIN SEHANA 1,000,000
19 SUWARTINI binti PRAPTO HARJONO 3,000,000
20 SUMARTINAH BINTI MANGUNWIYONO 1,551,500
21 IIS JUJU ZULAIKAH 500,000
22 TRI YATMIN 1,000,000
23 WASTINI BINTI SOKARJO 1,000,000
24 HERIYANTO BIN TUGINO 1,000,000
25 DALIO BIN JOYO SENTONO 500,000
26 SENEN WASITO 1,000,000
27 PUPON BINTI SENTONO 2,000,000
28 SUGANTA BIN NATA SUWITA 1,000,000
29 PRAYOGO BIN SUTARSO 1,000,000
30 MTSR JEMBER 6,050,000
31 SUBROTO BIN KASERO 830,000
32 NYAHAT DARSUS 1,150,000
33 NUR SALI 500,000
34 FITRIA RAHMADANI 800,000
35 MUHAMMAD ALVIYAN KHUSNURIDHO 1,000,000
36 RIYANTO BIN SURATNO 750,000
37 HOSNA BINTI SUMARYAM 500,000
38 EDI ABDUR RACHMAN 1,000,000
39 BANTUAN KACAMATA UNTUK SANTRIWATI PONDOK PESANTREN RADLATUL ULUM 2,705,000
40 BANTUAN KACAMATA UNTUK SANTRIWAN PONDOK PESANTREN RADLATUL ULUM 2,140,000
41 AMANAH BINTI EMBIK 1,000,000
42 RIO HADI GUSTITA 1,000,000
43 SUHANDA TUBUY 500,000
44 MTSR SURABAYA 19,174,900
45 RSSR SURABAYA 3,734,625
46 YAMINAH BINTI PUANA 1,000,000
47 ANANG SUROSO 1,000,000
48 TAUFIK QUROHMAN ALFIKRI 500,000
49 SAMIKUN BIN SANURI 500,000
50 YUSNAH BINTI AFIAN 500,000
Total 99,174,850

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 91,174,850,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 910 ROMBONGAN

Rp. 43,461,839,641,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.