Rombongan 909

"Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan,kecuali ia bertambah
Posted by on November 2, 2016

KODIR BIN WALIYAN (27, Tuna Daksa). Alamat : RT 002/004, Kel. Kepil, Kec. Kepil, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. Odi, biasa ia dipanggil sejak lahir sudah memiliki kelainan pada kakinya sehingga mengharuskan ia menggunakan kaki palsu untuk membantu kesehariannya. Saat ini kaki palsu yang digunakan sudah tidak layak pakai, hingga mengakibatkan ngilu di bagian kakinya setiap malam. Ayah Odi, Waliyan (49, Buruh) dan ibunya, Siti Aminah (45) sudah berpisah sejak Odi masih SD, dari lulus SMA Odi sudah merantau ke Jogja karena suasana rumah yang tidak kondusif. Ayah yang merantau ke Bangka Belitung dan ibunya sekarang tinggal di Semarang bersama keluarga barunya membuat Ia harus mandiri hidup di Jogja. Biaya kaki palsu yang ia gunakan juga di tabung sendiri dan sedikit tambahan dari ibunya. Kini Odi tinggal di kost-kostan daerah jalan Kaliurang dengan biaya bulanan 350.000 rupiah, bekerja sebagai karyawan counter pulsa pada siang hari dan berjualan roti bakar miliknya sendiri di malam hari. Dulu sebelum memiliki gerobak roti bakar sendiri Ia pernah bekerja sebagai karyawan pemilik roti bakar dari situlah Ia belajar membuat roti bakar yang sekarang Ia jual di seberang Gedung Pusat Rehabilitasi YAKKUM jalan Kaliurang KM 13,5 dengan sewa tempat 300.000 setiap bulannya. Saat ini Odi membutuhkan kaki palsu yang lebih layak dan nyaman digunakan agar bekerja-nya lebih baik lagi, #SedekahRombongan sangat mendukung semangat Odi untuk hidup mandiri dan lebih maju lagi. Santunan disampaikan untuk keperluan pengadaan kaki palsu Odi, semoga dengan “kaki baru”nya, dapat mempermudah Odi menjemput rizki.

Jumlah bantuan : Rp 1.750.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @vsyauqani , @fahmishiddiqi

Pak kodir seorang Tuna Daksa

Pak kodir seorang Tuna Daksa


THOIROTUN NAFI’AH RATNASWARI (6 Bulan, Leukimia & Jantung Bocor). Alamat: Dusun Nggadon Karangtalun RT.02/RW.38 Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY. Thoirotun lahir normal di RS Nur Hidayah Bantul, namun saat usianya selapan (40 hari) tubuh si bayi membiru. Orang tuanya segera membawanya ke puskesmas, dari sana kemudian dirujuk ke RS Nur Hidayah Bantul, dari sana masih dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, si bayi divonis menderita jantung bocor. Ironisnya, setelah observasi lebih lanjut, si bayi diketahui menderita leukemia atau kanker darah. Pasien kemudian dijadwalkan untuk menjalani 113 kemoterapi untuk pengobatan kanker darahnya. Thoirotun merupakan putri pasangan Pak Yatmanto (39 Tahun) dan Bu Musta’inah (35 Tahun), keluarga ini merupakan keluarga yang kurang berada. Pak Yatmanto sehari-harinya bekerja sebagai buruh pengecat kandang burung. Sementara Bu Musta’inah sembari mengurus rumah tangga, ia berjualan parfum untuk membantu mengangkat perekonomian keluarga mereka. Namun sejak anak mereka sakit, mereka berhenti bekerja dan tidak mempunyai ladang penghasilan lagi. Kondisi pasien kini masih menjalani rangkaian kemoterapi, dan baru-baru ini terpaksa menjalani rawat inap karena sesak napas. Selama berobat, keluarga ini memanfaatkan jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesda. Jamkes ini cukup meringankan biaya berobat, dibandingkan jika tidak menggunakan jamkes. Kendati demikian, keluarga ini masih menghadapi kendala lain yaitu untuk transportasi dan akomodasi, tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit mengingat jarak rumah tinggal dengan rumah sakit terbilang jauh. Belum lagi, mereka juga masih memiliki tanggungan dengan pihak lain yang saat itu digunakan untuk membantu pengobatan sang anak. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini… #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit. Bantuan ini digunakan untuk membantu biaya akomodasi dan/atau transportasi yang dikeluarkan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka… Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 21 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @imbams

Thoirotun menderita Leukimia & Jantung Bocor

Thoirotun menderita Leukimia & Jantung Bocor


SOIMAH BINTI SARMIN TAHYUDIN (17 Tahun, Buta). Alamat tinggal: Panti Asuhan La-Tahzan, Jurugentong, RT.08/RW.34. No.21 Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY. Sungguh malang kini yang dirasakan oleh gadis tujuh belas tahun ini, Soimah secara tiba-tiba kehilangan indera pengelihatannya saat membakar sate di halaman panti asuhan. Kejadian naas itu menimpanya pada medio bulan September 2016 lalu. Pandanga matanya mendadak gelap dan tidak dapat melihat apa pun. Tak tinggal diam, para pengurus panti yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawanya ke RSI Hidayatullah Yogyakarta, sesampainya di sana langsung dirujuk ke RS Dr. Yap Yogyakarta. Di rumah sakit khusus mata ini ia diperiksa secara intensif, dokter menduga syaraf yang menghubungkan mata dengan otak ada yang terputus. Soimah sempat dirawat inap selama lima hari lamanya, karena tidak ada perkembangan yang signifikan akhirnya ia dibawa pulang ke tempat asalnya di Cilacap, Jawa Tengah. Alamat asalnya di Tegal Lanang RT.06/RW.04 Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Di kampung halamannya tersebut hanya ada neneknya yang termasuk dari kalangan kurang berada. Soimah merupakan putri pasangan Sarmn Tahyudin (53 Tahun) dan Muliyati (43 Tahun), kedua orang tuanya kini tidak lagi bisa mendampingi hidup sang anak. Di Jogja, Soimah tinggal di panti asuhan, biaya hidup dan sekolahnya dibiayai oleh pihak panti asuhan. Soimah tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, pihak panti dan keluarganya tentu sangat terbebani dengan biaya pengobatannya selama ini. Pihak panti dan pihak keluarga sekuat tenaga untuk mengusahakan biaya pengobatan dari beberapa donatur, mereka juga mengupayakan pengobatan baik dari segi medis maupun alternatif. Namun kondisinya saat ini belum dapat melihat kembali. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. #Sedekaholic melalui Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit untuk membantu biaya pengobatan Soimah. Pihak panti dan pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan… Rencana selanjutnya, Soimah akan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Semoga ikhtiar mereka berbuah manis, dipulihkan pengelihatan kondisi kesehatannya dan dapat beraktivitas seperti biasanya. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyampaian : 12 Oktober 2016
Kurir : @rizkyaditya4 @jemirikab

Soimah mengalami buta

Soimah mengalami buta


WASITO BIN TARSO (34 Tahun, Asma). Alamat: RT.05/RW.04 Sambirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Pak Wasito menderita asma sejak kelas 4 Sekolah Dasar. Sejak saat itu ia sering mengalami sesak napas apabila kelelahan atau terkena paparan debu dan kondisi terebut berlangsung hingga saat ini. Pak Wasito sehari-harinya bekerja sebagai karyawan tukang mebel di sebuah produsen mebel di seputaran Godean, Sleman. Sementara, Eni Susanti (33 Tahun), istrinya, bekerja sebagai petani di Semanu, Gunungkidul. Pak Wasito menginap di penginapan yang disediakan oleh perusahaan, selama ia bekerja. Ia pulang untuk menemui istri dan keluarganya setiap satu bulan sekali. Rumah mereka di Semanu, Gunungkidul, begitu sederhana, bangunan permanen itu masih berlantai tanah, seolah belum jadi, gelap dan sedikit kumuh. Penghasilan keluarga ini jangan ditanya lagi, pas-pasan sekali, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beberapa waktu yang lalu, karena penyakitnya kambuh, Pak Wasito terpaksa dirawat inap di RS PKU Wonosari Gunungkidul, selama lebih dari sepuluh hari. Ia pun sempat ‘ditahan’ di rumah sakit karena masih menunggak biaya rumah sakit. Padahal, tagihan biaya rumah sakit bisa dibilang tidak sedikit, terlebih karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Kurir #SedekahRombongan kemudian mengunjungi Pak Wasito di rumah sakit, membantunya mengurus administrasi dan keuangan di rumah sakit, sekaligus mengantarkannya pulang ke rumah. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan dari #Sedekaholic sebesar enam juta tiga ratus ribu rupiah untuk membantu melunasi biaya rumah sakit. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kehidupannya, ia dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Ia dan keluarganya pun senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.300.000,-
Tanggal Penyerahan : 13 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Pak wasito menderita Asma

Pak wasito menderita Asma


IBU SUPADMI (48 Tahun, Renovasi Rumah). Alamat: Bundelan RT.01/RW.08 Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Jika kita melewati jalanan di seputaran Desa Bundelan, kita akan melihat satu gubuk sederhana yang berada di sebuah bukit kecil. Namun apabila kita mendekat ke arahnya, yang kita dapati adalah gubuk yang sudah beralih fungsi menjadi menjadi tempat tinggal. Padahal, gubuk itu awalnya merupakan kandang sapi, sungguh tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal. Ukurannya hanya lima kali empat meter, bangunan semi permanen itu hanya berdinding anyaman bambu. Bagian yang berlubang terpaksa ditambal dengan terpal usang, atapnya dari genting lawas, sebagian sudah pecah. Saat musim hujan, banyak air yang masuk karena hampir semua genting berlubang. Masuk ke dalamnya hanya ada satu ruangan, gelap dan kumuh. Tak ada meja atau kursi untuk duduk atau bertamu, di lantai yang masih terbuat dari tanah itu hanya ada sebuah tikar usang. Gubuk itu ditinggali oleh Bu Supadmi, seorang janda yang memiliki tiga anak. Anak pertama tingal bersama Bu Supadmi, sementara dua anaknya tinggal bersama mantan suaminya. Sehari-harinya, Bu Supadmi bekerja sebagai buruh cuci piring di sebuah rumah makan. Rumah Bu Supadmi sangat tidak layak huni dan sewaktu-waktu bisa roboh. Sebenarnya Bu Supadmi sangat ingin tinggal di rumah yang sehat, namun ia tidak mampu untuk membangun rumah. Jangankan membangun yang baru, memperbaikinya saja ia tak mampu karena tak memiliki biaya. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Kurir #SedekahRombongan segera mendatangi dan melalukan survei lapangan, dilanjutkan koordinasi dengan pamong desa dan masyarakat setempat. Kurir kemudian mendata bahan meterial yang dibutuhkan untuk merenovasi rumah Bu Supadmi. Kurir #SedekahRombongan mengantar bahan material untuk membangun rumah, seperti kayu, batu, pasir, semen, batako, dan lain sebagainya. Bantuan yang diberikan senilai sepuluh juta rupiah, bantuan ini merupakan titipan dari #Sedekaholic. Dibantu oleh warga setempat, Bu Supadmi mulai membangun kembali rumahnya, mereka gotong royong dan bahu membahu demi terwujudnya rumah baru untuk Bu Supadmi. Semoga pembangunan rumah ini cepat selesai supaya ibu dan anaknya segera bisa menempati rumah barunya. Bu Supadmi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Terima kasih #Sedekaholic, berkat bantuanmu, Bu Supadmi dan anaknya memiliki tempat berlindung yang layak…

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 10 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Renovasi Rumah

Renovasi Rumah


YAYASAN BHAKTI LUHUR (Bantuan Tunai). Alamat : Perumahan Sinar Pamulang, Blok. A-12, No. 3-9, Kel. Pamulang Barat, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Panti yang membantu merawat anak-anak penderita autis dan hydrocephalus itu dibina oleh seorang suster bernama Maria (37). Ketika kurir #SedekahRombongan mengunjungi panti tersebut, kurir langsung dihadapkan oleh anak-anak istimewa yang saat itu sedang makan hanya dengan nasi dan ikan. Dengan kesabaran Maria dan rekan – rekannya mengurus anak – anak penghuni panti tersebut yang berjumlah 51 anak. Ia mengaku senang sekaligus iba melihat kondisi anak – anak tersebut. Selama ini panti tersebut belum banyak mendapat bantuan dana baik dari pemerintah maupun non pemerintah sehingga masih mengalami kesulitan terutama untuk kebutuhan sehari – hari. Maria mengaku enggan mempubikasikan kondisi pantinya karena khawatir dianggap memanfaatkan kondisi anak – anak di sana. Saat itu panti ini telah mendapatkan bantuan sekarung beras dan 2 kg telur ayam dari seorang donatur, bantuan tersebut harus dicukupkan utamanya untuk makan anak – anak. Kurir #SedekahRombongan turut memberikan bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan penghuni panti tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 september 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana usman @ririn_restu

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


KHAIRIL AMRI (5, Abses Otak dan Jantung Bocor). Alamat : Desa Jembatan Mas, RT 9/1, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi. Khairil dilahirkan pada 30 Januari 2011, ketika itu ia terlahir dengan kondisi badan membiru. Pada usia 9 bulan, barulah diketahui bahwa Khairil mengalami jantung bocor. Orang tuanya tidak menyangka jika Khairil mengidap penyakit jantung bawaan. Khairil pun mengalami keterlambatan perkembangan karena ia hanya bisa duduk. Khairil direncanakan dapat menjalani operasi jantung pada usia 3 tahun. Setelah genap usianya 3 tahun, Khairil dijadwalkan untuk operasi di RS Harapan Kita Jakarta dengan bantuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Batanghari. Akan tetapi, operasi yang telah direncanakan tidak dapat dilakukan karena pada saat itu Khairil belum memiliki jaminan kesehatan dan keluarga memilih untuk pulang ke Jambi dahulu. Akhirnya operasi pun ditunda dan Khairil pulang ke Jambi dengan kondisi badan masih membiru. Sejak pulang ke Jambi Khairil hanya menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat, mengingat biaya yang digunakan untuk operasi tidaklah sedikit. Kondisi kesehatan Khairil terus menurun dan puncaknya sekitar Maret 2016 ia mengalami demam lebih dari 1 bulan disertai dengan tangan dan kaki kiri tidak bisa digerakan, bahkan terkadang tangannya bergerak tanpa bisa dikendalikan. Bermodalkan BPJS Kelas III, orang tuanya membawa Khairil ke RSUD H. Abdoel Madjid Batoe Batanghari namun dirujuk ke RS Raden Mattaher Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan CT Scan, diketahuilah Khairil juga mengidap abses otak dan disarankan untuk dioperasi di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, Ibu Khairil, Aina Ananda (25), menceritakan abses otaknya harus segera mendapat tindakan. Sejak 4 Juli 2016, Khairil berada di Jakarta untuk menjalankan pengobatan di RSCM Jakarta. Pada Rabu, 28 September 2016, kondisi Khairil menurun dan ia dirawat di ruang ICU. Tim medis telah berusaha semaksimal mungkin, namun kehendak Allah SWT yang lebih berkuasa. Nyawa Khairil tidak dapat tertolong, ia meninggal dunia pada Rabu, 28 September 2016 pukul 14.30 WIB. Orang tua Khairil, seketika itu langsung menghubungi kurir #SedekahRombongan Jambi, dan kurir Jambi segera menghubungi kurir #SedekahRombongan Jakarta untuk mengurus keberangkatan jenazah Khairil dari Jakarta ke Jambi. Alhamdulillah pengurusan jenazah Khairil diberi kemudahan dan diberangkatkan pada Kamis, 29 September 2016 pukul 06.30 WIB dengan menggunakan pesawat terbang. Jenazah Khairil tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 07.40 WIB dan langsung dibawa ke rumah duka. Bantuan diberikan guna membantu biaya akomodasi penerbangan jenazah Khairil. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan, amin. Sebelumnya Khairil telah dibantu pada Rombongan 890.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.920.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @arfanesia @ Shintatantri @Emhadi_usman @ilfa_Mid @ririn_restu

Alm Khairil menderita Abses Otak dan Jantung Bocor

Alm Khairil menderita Abses Otak dan Jantung Bocor


SITI MAISAROH (37, Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB). Alamat : Jalan HP Kusuma, RT 18, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Kehamilan Ibu Siti kali ini merupakan kehamilan ketiganya. Selama hamil Ibu Siti beberapa kali memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Koni, Kota Jambi. Sampai dengan usia kehamilan menjelang persalinan, saat memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Koni diketahui bahwa tekanan darah Ibu Siti meningkat, sehingga disarankan untuk melakukan persalinan di RSUD Abdul Manap. Setibanya di RSUD Abdul Manap, diputuskan Ibu Siti harus segera menjalani persalinan melalui operasi caesar, dengan pertimbangan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya. Saat kurir #SedekahRombongan mengunjungi Ibu Siti di RSUD Abdul Manap, terlihat kesedihan yang tersimpan pada wajahnya dan keluarganya mengingat biaya operasi caesar yang tidak sedikit, sedangkan BPJS yang disiapkan untuk persalinan belum aktif. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan Ibu Siti sudah diperbolehkan pulang, namun masih ada tunggakan rumah sakit sejumlah Rp. 5.712.000,-. Tunggakan ini terasa berat, dikarenakan suaminya, Herman Hadi (39), yang bekerja sebagai buruh bangunan, serta merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga hanya berpenghasilan kurang dari Rp.700.000,- per dua minggu itupun jika ada borongan kerja. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu membayar cicilan tunggakan rumah sakit, setelah sebelumnya dibantu pada Rombongan 890.

Jumlah Bantuan : Rp. 712.500,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @arfanesia @Shintatantri @ririn_restu

Bantuan untuk perawatan Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB

Bantuan untuk perawatan Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB


NURAINI CIK MAT (51, Stroke Ringan). Alamat : Jln. Talang Betutu Lama KM.14, Kompleks Griya Sukajadi Permai 2, Blok D13, RT 17/1, Kel. Sukajadi, Kec. Talang Kelapa, Kab. Banyuasin, Prov. Sumatera Selatan. Wanita yang biasa disapa Bude Nur ini adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Saat akhir bulan Ramadhan Juli lalu, Bude Nur terjatuh dari kamar mandi, oleh anaknya ia langsung diistirahatkan di kamar namun sayangnya tidak segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Dua hari setelah terjatuh, barulah Bude Nur dibawa ke Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) Palembang dan dirawat hingga hampir 2 minggu lamanya dengan diagnosis stroke ringan. Setelah diperbolehkan pulang dan rawat jalan di rumah, Bude Nur menjalani terapi alternatif dan tetap meminum obat yang diresepkan dokter. Suami Bude Nur, Pakde Kardi (50), bekerja sebagai penjaga keamanan di RSMH. Bude Nur belum memiliki jaminan kesehatan karena pembuatan kartu BPJS secara kolektif yang tak kunjung selesai dibuat. Saat dijenguk oleh kurir #SedekahRombongan di rumahnya, kondisi Bude Nur semakin lemas karena ia tidak mau makan sejak seminggu terakhir. Akhirnya Bude Nur dibawa lagi ke ICU RSMH untuk mendapatkan pengobatan. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Bude Nur dan keluarga, bantuan diberikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Bude Nur segera membaik kondisinya dan bisa beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @ arfanesia Hery Setyawan @ririn_restu

Ibu nuraini menderita Stroke Ringan

Ibu nuraini menderita Stroke Ringan


RIDWAN BIN KURDIYANTO (5, Thalasemia). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten  Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ridwan merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Buah hati pasangan Bapak Kurdiyanto (30) dan Ibu Umi Habibah (22) ini telah lama dicurigai mengidap Thalasemia. Saat berusia 1 tahun, Ridwan berobat ke dokter dan didiagnosis gejala penyakit Thalasemia. Saat usia 3 tahun, Ridwan kembali menjalani pemeriksaan di Puskesmas Pulau Besar dengan hasil kadar hemoglobin 4 gr/dL di bawah batas normal. Dokter menyarankan Ridwan dibawa ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, namun karena keterbatasan biaya pengobatan urung dilakukan. Perjalanan menuju RSUD Depati Hamzah membutuhkan waktu 3 jam dan biaya yang terasa besar bagi keluarga. Bapak Kurdiyanto hanya bekerja sebagai buruh sedangkan Ibu Umi Habiba sehari – harinya megurus Ridwan dan keempat saudaranya yang salah satunya juga mengidap thalasemia. Ridwan memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) namun sebelumnya ia tidak menjalani pengobatan dan transfusi darah secara rutin sesuai anjuran dokter karena ketiadaan biaya. Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu Ridwan sehingga ia bisa mulai transfusi darah secara rutin sejak Agustus kemarin. Bulan September ini, Ridwan kembali menjalani kontrol dan transfusi darah di RS Depati Hamzah Pangkal Pinang. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan, semoga dapat memberikan kemudahan bagi keluarga dalam proses pengobatan penyakit Ridwan. Sebelumnya Ridwan dibantu pada Rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, @Effendy_babel @ririn_restu

Ridwan menderita Thalasemia

Ridwan menderita Thalasemia


AWALIA NURHIDAYAH (4, Hisprung). Alamat : Jln. Masjid Al Husna, RT 4/2, Kec. Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Prov. Bangka Belitung. Awalia merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan, sejak lahir ia sudah memililki kelainan, ia hanya Buang air Besar (BAB) sebanyak satu kali dalam dua hari. Saat berusia 6 bulan, Awalia tidak pernah lagi BAB, karena awam dan menganggap biasa kondisi ini, orang tua Awalia memberikannya obat pencahar untuk merangsang Awalia agar BAB. Hal ini dilakukan untuk waktu yang cukup lama namun obat ini tidak lagi memberikan pengaruh sehingga akhirnya orang tua Awalia membawanya ke dokter. Saluran pembuangan (anus) Awalia ada dan normal, namun yang menjadi masalah adalah tidak adanya keinginan untuk BAB. Akibatnya kotoran menumpuk di dalam perut dan ada yang sudah mengeras. Awalia menjalani operasi usus pada bulan Februari lalu. Sebagian kecil ususnya dipotong dan dibuatkan saluran BAB di luar perut. Pada bulan Mei, Awalia kembali menjalani operasi untuk memasukkan usus ke dalam perutnya. Operasi berjalan lancar namun Awalia belum kunjung sembuh, ia Awalia masih belum bisa BAB dengan sendirinya melainkan harus dengan obat rangsangan. Pada 11 Agustus 2016, Awalia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Husien Palembang untuk menjalani pengobatan yang lebih maksimal. Harapannya Awalia bisa sembuh kembali. Pengobatan Aulia di Pangkal Pinang tidak semuanya ditanggung BPJS sehingga menyisakan tagihan. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan lanjutan untuk melunasi tagihan rumah sakit. Sebelumnya Awalia masuk dalam rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.370.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Herda @ririn_restu

awalia menderita Hisprung

awalia menderita Hisprung


RINI ARYANTI (33, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Gandaria 1, RT 7/3, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Istri dari Bapak Syarif ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ia menderita kanker payudara sejak Februari 2016 saat mengandung anak ketiga. Pasca melahirkan anaknya di akhir bulan April 2016, Ibu Rini menjalani operasi pengangkatan payudaranya dengan lancar pada 11 Mei 2016 di RS Bakti Wara Pangkalpinang. Setelah kurang dari dua bulan pasca operasi pengangkatan kanker, kondisi Ibu Rini menurun dan kembali muncul benjolan di sekitar dada sebelah kiri. Dokter memperkirakan masih ada jaringan kanker di sekitar payudara Ibu Rini sehingga dokter merujuknya untuk menjalani pengobatan intensif di RS Khusus Kanker Dharmais Jakarta. Bapak Syarif yang bekerja sebagai teknisi servis AC hanya mendapat penghasilan jika ada yang menggunakan jasanya. Kondisi tersebut membuat ia tak mampu membayar tagihan rumah sakit saat istrinya dirawat di RS Bakti Wara Pangkalpinang dan biaya pengobatan istrinya di Jakarta. Pada 17 Juli 2016, Ibu Rini diberangkatkan ke Jakarta untuk segera menjalankan pengobatan di RS Dharmais. Ibu Rini telah menjalani kemoterapi yang pertama. Hari demi hari selama diopname di RS Dharmais, kondisi fisik Ibu Rini semakin menurun dan benjolan tumor yang ada di dada sebelah kiri semakin membesar. Kondisi tersebut membuat ia tidak bisa banyak bergerak lagi. Tepat pada 15 September 2016, Ibu Rini menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. Jenazah dikebumikan keluarga di kampung halamannya di Kuningan. Semoga amal ibadah Ibu Rini diterima Allah SWT dan keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan, amin. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu keluarga dalam proses pemakaman dan kepulangan keluarga kembali ke Bangka Belitung. Sebelumnya bantuan untuk Ibu Rini masuk dalam rombongan 897.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Kemas Mahmud  @suharji @rianannanudz @ririn_restu

Ibu rini menderita Kanker Payudara

Ibu rini menderita Kanker Payudara


M. RIZKY FEBRIAN (1, Saluran Tenggorokan Tersumbat). Alamat : Jalan Sialang Bungkuk No.49, Kelurahan Saul, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Rizky lahir dari pasangan Handri Marlinton (28) yang bekerja sebagai petugas SPBU di Jl. Srikandi Pekanbaru dan Ani Yulia (21) seorang ibu rumah tangga. Hingga kini keluarga kecil itu tinggal di rumah nenek Rizky karena gaji Pak Handri tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Awal diketahuinya kelainan pada Rizky yaitu saat ia tidak bisa menelan ASI. Orang tuanya kemudian membawa Rizky ke rumah sakit dan dilakukan rontgen untuk mengetahui penyebabnya. Hasil rontgen menunjukkan adanya saluran yang buntu di tenggorokan ke arah jantung. Akhirnya operasi awal pun dilakukan untuk memperbaiki saluran tenggorokan Rizky agar ia dapat minum ASI. Keluarga Rizky belum memiliki jaminan kesehatan untuk membiayai pengobatan anaknya karena ketiadaan biaya. Selama berobat, keluarga meminjam uang dari kerabat dan tetangga untuk membiayai operasi Rizky. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rizky dan membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sehingga ia dapat ditangani lebih intensif dan operasi lanjutan dapat dilakukan secepatnya. Alhamdulillah operasi pembuatan saluran tenggorokan Rizky berjalan lancar dan hingga kini ia menjadi pasien dampingan SR Riau. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk pelunasan pembayaran biaya operasi dan rawat inap selama dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Sebelumnya Rizky telah dibantu pada Rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @mursyidafw @ririn_restu

Rizki menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat

Rizki menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat


SYAHRUL HIDAYAT (14, Leukimia). Alamat : Jl. Panti Asuhan, Gang Bambu Kuning, RT 13, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Syahrul berawal pada tahun 2013, pada saat itu terdapat beberapa benjolan kelenjar di sekitar lehernya. Selain itu ia sering mengalami demam tinggi dan kehilangan selera makan sehingga badannya semakin kurus. Beberapa bulan kemudian kondisinya semakin memburuk, Syahrul sering mimisan bahkan muntah darah hingga segera dibawa ke RSUD Dumai dan dilakukan cek darah. Hasil lab menunjukkan kadar HB-nya hanya 2 gr/dL dan trombositnya hanya 15.000. Saat itu juga ia langsung menjalani transfusi darah sebanyak 11 kantong dan dirujuk ke RSUD Pekanbaru. Di RSUD Pekanbaru, dokter mengecek kondisi Syahrul dengan pemeriksaan BMP sumsum tulang belakang dan hasil diagnosis dokter menyatakan Arul menderita leukimia. Pengobatan kemoterapi pun segera dijalani Syahrul karena kondisinya semakin parah. Ia menjalani kemo selama 2.5 tahun hingga akhirnya dinyatakan sembuh. Pada bulan Juni 2016 tiba-tiba Syahrul tidak bisa jalan dan lumpuh total, ia pun segera menjalani pemeriksaan BMP kembali untuk memastikan apakah penyakitnya kambuh namun ternyata hasilnya negatif. Hingga kini, Syahrul masih menjalani masa observasi karena lumpuh pada kakinya belum juga membaik dan belum ditemukan apa penyebabnya. Sementara ini ia menjalani terapi totok pada kakinya sambil menunggu hasil pemeriksaan medisnya keluar. Selama berobat di Pekanbaru, Syahrul tinggal di RSSR didampingi ibunya, Sri (36), yang tengah hamil 7 bulan. Ayah Syahrul, Selamat (43), tidak dapat mendampingi Syahrul karena ia pun baru saja mengalami kecelakaan dan belum dapat beraktivitas dengan maksimal. Kondisi perekonomian keluarga semakin sulit, ayah Syahrul yang bekerja sebagai buruh serabutan sementara tidak bisa bekerja karena kondisinya saat ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Syahrul dan keluarga dan dapat memberikan bantuan biaya akomodasi selama Syahrul dirawat di RS Eria Bunda Pekanbaru. Hingga kini Syahrul menjadi pasien dampingan #SR Riau dan tinggal di RSSR Riau. Semoga ia segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, amin. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 890.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @fitrihandayan_ @ririn_restu

Syahrul menderita Leukimia

Syahrul menderita Leukimia


MUHAMMAD ARIF MUBAROK (9, Suspect Autoimun). Alamat : Jalan Tegal Sari KM 4, RT 1/4, Kulim Duri, Kelurahan Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak 9 bulan yang lalu saat duduk di kelas 2 SD, Arif sering merasakan lemas yang disertai dengan bengkak-bengkak di sekujur tubuhnya. Saat itu ia langsung dibawa ke RSUD Duri dan dirawat inap untuk menjalani transfusi darah B+ sebanyak 2 kantong. Hingga kini ia sering dirawat inap di RSUD Duri maupun RSUD Pekanbaru. Pengobatannya sempat terhenti ketika kelenjar tiroidnya membengkak sehingga ia harus menunggu sampai fungsi tiroidnya normal kembali. Selama berobat Arif menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesda. Dua bulan terakhir ini Arif sering diopname di RSUD Duri karena kondisi kesehatannya menurun. Ia terlihat pucat hingga jari-jarinya memutih, badannya penuh bercak memerah dan hanya bisa terbaring lemah sehingga harus menjalani transfusi darah. Akhirnya dokter memutuskan Arif dirujuk ke RSUD Pekanbaru agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif dan menjalani pemeriksaan ulang untuk mengetahui kepastian tentang penyakitnya. Meskipun biaya pengobatan Arif telah dijamin oleh Jamkesda, namun keluarga Arif masih mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi mereka sehari-hari selama Arif dirawat di RSUD Pekanbaru. Ayah Arif, M. Khairul Ilyas (42), bekerja sebagai pendodos sawit dengan penghasilan tidak tetap dan ibunya, Siti Rahmawati (37), adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga Arif hanya mampu untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari saja. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Arif dan keluarganya dan memberikan santunan untuk membantu biaya akomodasi mereka selama mendampingi Arif dirawat inap di RSUD Pekanbaru. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Arif menderita Suspect Autoimun

Arif menderita Suspect Autoimun


AWALUDIN NASUTION (41, Kecelakaan Kerja). Alamat : Perumahan Primkopad, Blok F 12, RT 3/13, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada 29 September 2016, Pak Awaludin jatuh dari ketinggian di tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisinya saat itu tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa oleh mandornya ke Eka Hospital Pekanbaru, yang merupakan rumah sakit terdekat pada saat itu. Kondisi Pak Awaludin yang parah membuat dokter langsung mengambil tindakan operasi kepalanya yang mengalami keretakan, natinya akan dilanjutkan dengan operasi batang hidungnya yang retak serta operasi pada kakinya yang patah. Setelah operasi dilakukan, baru diketahui bahwa Pak Awaludin memiliki jaminan KIS PBI namun sayangnya mandor mendaftarkannya sebagai pasien umum kelas 3. Awalnya mandor tersebut yang menjadi penjamin dan memberikan deposit untuk operasi kepala Pak Awaludin, namun ketika biaya rumah sakit mencapai 37 juta rupiah dan Pak Awaludin masih harus menjalani perawatan, akhirnya mandor tersebut tidak lagi membantu pembayaran biaya rumah sakit. Biaya rumah sakit selanjutnya dibebankan kepada Pak Awaludin dan keluarga, sehingga mereka harus membayar sendiri kekurangan biayanya. Pada 7 Oktober 2016, Pak Awaludin sudah bisa pulang karena kondisinya membaik meski batang hidung dan kakinya masih belum dioperasi. Keluarga tidak mampu melunasi sisa tagihan sebesar 50 juta rupiah sehingga ia belum diperbolehkan pulang. Pak Awaludin bekerja sebagai tukang bangunan harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan istrinya, Ranita (30), adalah ibu rumah tangga. Keluarga ini memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih kecil. Sebagai tukang bangunan harian, penghasilan Pak Awaludin sangat terbatas dan tidak tetap. Apalagi tahun ini ia jarang mendapat panggilan pekerjaan, sehingga keluarga ini hidup dengan penuh keterbatasan. Keluarga sudah berusaha mengalihkan Pak Awaludin dari pasien status umum agar bisa menggunakan KIS PBI selain berusaha mencari pinjaman untuk dapat melunasi pembayaran rumah sakit. Alhamdulillah kurir  #SedekahRombongan mendapatkan info tentang kesulitan yang dihadapi keluarga Pak Awaludin dan langsung bergerak menjenguknya ke Eka Hospital.  Selang beberapa hari kemudian, kurir #SedekahRombongan mendapat kabar bahwa BPJS bersedia membantu Pak Awaludin sebesar 16 juta rupiah, hingga tersisa biaya rumah sakit sebesar 34 juta rupiah lagi yang harus dibayarkan. Setelah #SedekahRombongan melakukan proses negosiasi dengan rumah sakit, alhamdulillah mendapatkan keringanan sehingga tagihan menjadi menjadi Rp. 24.018.000,-, pembayaran juga dapat dibayarkan secara berangsur selama 10 bulan hingga lunas. Kurir #SedekahRombongan membayarkan angsuran pertama biaya RS Pak Awaludin di Eka Hospital sehingga ia bisa pulang ke rumahnya. Semoga kondisinya segera pulih dan ia dapat segera bekerja kembali seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 2.401.800,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @mursyidafw @ririn_restu

Pak awaludin mengalami Kecelakaan Kerja

Pak awaludin mengalami Kecelakaan Kerja


SUMIDI RIAU (40, Patah Tulang). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, RT 24/6, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sekitar 2 tahun yang lalu ketika bapak Sumidi sedang bekerja, tiba-tiba kaki sebelah kirinya terkena mesin parang babat. Akibatnya bapak Sumidi mengalami patah tulang tepat di atas mata kakinya. Ketiadaan jaminan kesehatan membuat Bapak Sumidi hanya berobat seadanya. Ia tidak pernah menjalani operasi patah tulang dan hanya mengeceknya sesekali jika ada biaya atau dengan meminjam uang tetangga. Bapak Sumidi bekerja sebagai buruh lepas di perkebunan sawit dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan istrinya, Sri Rahayu (42), berjualan makanan di SD dekat rumah mereka. Kondisi tersebut membuat kebutuhan sehari-hari masih sulit untuk mereka penuhi. Saat ini, luka di kaki bapak Sumidi sudah mengering tetapi ia masih merasa kebas dan kakinya mengecil. Kakinya belum bisa dipakai menapak karena masih terasa sakit, jikapun dipaksaan kakinya akan membengkak. Alhamdulillah, setelah dibantu #SedekahRombongan, Bapak Sumidi bisa memiliki BPJS dan dapat melanjutkan pengobatan. Ia  kemudian berobat ke RSUD Selasih Pelalawan, namun setelah beberapa waktu masih belum ada perubahan sehingga ia di rujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi Bapak Sumidi melakukan kontrol lanjutan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Sebelumnya Bapak Sumidi telah dibantu pada Rombongan 828.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir: @arfanesia @nhpita @siswanto10 @ririn_restu

Pak sumidi menderita Patah Tulang

Pak sumidi menderita Patah Tulang


RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN (1 Bulan, Kembar Kelahiran Prematur). Alamat : Jln. Suka Karya, Gg. Iman, RT 1/2, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bayi kembar dari pasangan Noviarman (26) dan Fitriandayani (23) ini lahir pada 12 Oktober 2016 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi prematur. Syukurlah kondisi keduanya sehat, hanya berat badannya saja yang masih kurang proporsional sehingga masih harus dirawat dalam inkubator di ruangan PICU. Untuk kebutuhan ASI si kembar, setiap harinya Ibu Fitri harus bolak-balik dari rumah ke RSUD karena ia belum sanggup menunggui bayinya di RSUD dengan kondisi yang masih belum pulih pasca operasi caesar. Selain itu, keluarga ini tidak memiliki biaya bila sehari-hari harus tinggal di RSUD. Kondisi perekonomian keluarga ini masih sulit dengan pekerjaan Pak Noviarman sebagai buruh angkut gudang yang berpenghasilan terbatas, serta Ibu Fitri yang kadang membantu dengan mengajar di TK di dekat rumahnya. Keduanya tinggal di rumah kontrakan bersama dengan ibu, adik, dan kakak yang seorang janda dengan 4 orang anak. Pasangan ini merupakan tulang punggung keluarga besar mereka. Bapak Noviarman sendiri sudah diberikan SP 1 dari tempatnya bekerja karena sudah melebihi batas ijin yang diberikan perusahan untuk mengurus bayi kembarnya. Sejak 14 Oktober 2016 yang lalu, keluarga sudah meminta pihak RSUD agar kedua bayinya bisa dibawa pulang karena sudah kehabisan biaya. Mereka bahkan bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa mereka yang bertanggung jawab penuh atas kepulangan kedua bayinya yang berdasarkan permintaan keluarga dan bukan atas rekomendasi dokter. Pihak RSUD masih belum dapat melepas keduanya karena berat badan si kembar belum mencapai 2 kg, bahkan keduanya belum bisa minum ASI sendiri dan masih melalui selang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Noviarman dan menjadikan si kembar sebagai pasien dampingan #SR Riau hingga mereka nantinya dapat keluar dari rumah sakit dalam keadaan sehat sempurna. Bantuan awal diberikan #SedekahRombongan kepada keluarga ini untuk membantu biaya akomodasi selama si kembar masih dalam perawatan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @andrisyah84 Tika @karin_latief @ririn_restu

Bantuan biaya perawatan untuk bayi prematur

Bantuan biaya perawatan untuk bayi prematur


MONIKA LAURA PUTRI (8, Perdarahan di Otak). Alamat : Jln. Tribatra, RT 5/8, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Monika berawal saat ia sering mengalami sakit kepala sejak 2 tahun yang lalu. Saat sakit kepalanya mendera, terkadang Monika menjerit-jerit karena tak tahan dengan rasa nyeri yang dirasakannya. Kepala Monika sempat gundul di beberapa bagian karena ia sering menarik dan menjambak rambutnya setiap rasa nyeri di kepalanya menyerang. Keluarga lalu membawanya berobat ke RS M. Jamil di Padang dan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya perdarahan di otak besar. Dokter menyarankan agar Monika dioperasi pada usia 10 tahun agar kondisinya lebih stabil. Selain adanya gangguan pada otak besarnya, Monika juga mengalami gangguan pada jantungnya dan sempat dirawat inap di rumah sakit selama sebulan. Hingga kini, ia masih kontrol rutin di RSUD Duri dan rutin minum obat untuk menjaga kondisinya tetap stabil hingga tindakan operasi dilakukan nanti. Seluruh dokumen hasil pemeriksaan medis saat ini ditinggal di Padang, karena rumah yang ditempati di Riau masih menumpang di lahan bekas gudang milik orang lain sehingga dikhawatirkan berkas tersebut akan hilang. Kondisi Monika saat ini masih sering mengalami nyeri di kepalanya hingga muntah-muntah, tak jarang ia terpaksa harus ijin dari sekolah karena penyakitnya ini. Walaupun Monika dan keluarganya menggunakan jaminan kesehatan KIS selama berobat, namun keluarga tetap mengalami kendala dalam pembelian obat Monika yang tidak ditanggung oleh BPJS sebesar Rp. 800.000,- setiap kontrol. Selama ini, pembelian obat tersebut dibantu oleh masyarakat sekitar yang peduli dan sumbangan dari teman-teman sekolah Monika. Ayah Monika, Beni Melayu (37), bekerja sebagai pengumpul barang bekas yang penghasilannya tidak menentu, sedangkan ibunya, Mariani (37), adalah seorang ibu rumah tangga. Dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari saja keluarga ini masih mengalami kesulitan apalagi untuk membeli obat. Saat kurir #SedekahRombongan menjumpai Monika di rumahnya ia terlihat sangat semangat untuk berobat, sehingga insyaa Allah ia menjadi pasien dampingan sampai ia dinyatakan sembuh total nantinya. Alhamdulillah bantuan awal dapat disampaikan oleh #SedekahRombongan untuk membantu pembelian obat Monika yang tidak ditanggung oleh BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Monika menderita Perdarahan di Otak

Monika menderita Perdarahan di Otak


MARIANI BENI (37, Tumor Payudara dan Gangguan Jantung). Alamat : Jln. Tribrata Ujung, RT 5/8, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada tahun 2003 saat masih tinggal di Padang, Ibu Mariani sering mengalami sesak napas hingga tubuhnya gemetar dan berkeringat dingin. Setelah diperiksa di RS M. Jamil Padang, dokter mendiagnosis Ibu Mariani menderita penyakit jantung sehingga ia harus menjalani operasi untuk pemasangan ring. Ibu Mariani menggunakan jaminan kesehatan KIS yang membebaskannya dari biaya berobat. Pada tahun 2011, Ibu Mariani dan keluarga pindah ke Duri, kota kecil di Kabupaten Bengkalis Riau, dan melanjutkan pengobatan serta kontrol jantungnya di RSUD Duri. Di RSUD Duri ternyata tidak semua obat jantung ditanggung oleh BPJS dan harus membeli sendiri di apotik. Hal ini menyulitkan Ibu Mariani untuk melanjutkan pengobatan rutin. Kondisi kesehatannya semakin memburuk saat ia merasakan adanya benjolan pada payudara sebelah kanannya. Benjolan tersebut terkadang membengkak dan pecah di dalam sehingga membentuk kelenjar-kelenjar kecil yang terasa sangat nyeri. Pada tahun 2014, akhirnya ia memeriksakan kondisi payudaranya di RS M. Jamil Padang dan dokter menyarankannya untuk menjalani operasi pengangkatan tumor payudara. Sayangnya, operasi tersebut urung dilakukan karena kondisi jantungnya yang lemah, yang tidak memenuhi syarat untuk dilakukan operasi. Akhirnya pengobatan pun hanya bisa dilakukan sebatas kontrol rutin di RSUD Duri. Obat-obatan yang gratis di RS M. Jamil Padang ternyata tidak gratis di RSUD Duri, sehingga Ibu Mariani sering mengalami kesulitan untuk menebus obat. Ketiadaan biaya membuatnya sering tidak mengonsumsi obat secara rutin, akibatnya ia sering mengalami sesak napas, badan tiba-tiba membengkak dan merasakan nyeri di payudaranya. Warga di sekitar rumahnya sering memberikan bantuan untuk pembelian obat Ibu Mariani. Suami Ibu Mariani, Beni Melayu (37), adalah seorang pengumpul barang bekas dengan tanggungan 8 orang anak. Kesulitan ekonomi yang dihadapi membuat Ibu Mariani dan suaminya menitipkan 7 orang anaknya di rumah saudara serta neneknya. Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah Ibu Mariani merasakan kesulitan yang dirasakan keluarga ini. Santunan pun kemudian diberikan untuk membantu pembelian obat yang tidak ditanggung BPJS. Semoga Ibu Mariani segera diberikan kesembuhan dan bisa sehat seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Nurul Yuli @ririn_restu

Ibu mariani menderita Tumor Payudara dan Gangguan Jantung

Ibu mariani menderita Tumor Payudara dan Gangguan Jantung


SITI NURUL JANNAH (47,  CA Endometrium). Alamat : RT 12/4, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan,  Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti, demikian biasa dipanggil di rumah, suaminya yang hanya bekerja sebagai sopir panggilan dengan penghasilan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Itupun  masih banyak dibantu oleh keluarga, karena sekarang bu Siti menumpang di rumah saudara karena belum mempunyai tempat tinggal. Kini Ibu Siti  tidak lagi bisa ceria seperti dahulu. Setelah beliau mengidap penyakit CA Endometrium,  bu Siti hanya mampu berbaring di tempat tidurnya dengan ditemani sang suami dan dua anaknya lagi yg masih kecil. Pengobatan yang dulu pernah dijalaninya harus terpaksa berhenti karena faktor biaya dan transpot dari rumah menuju tempat berobat yang jauh. Suaminya tidak sanggup lagi untuk menyewa kendaraan tiap kali harus berobat. Fasilitas kartu BPJS pun sempat tak terbayar karena bu Siti sudah tidak memiliki simpanan untuk membayarnya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami bu Siti, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga bu Siti segera sembuh dari sakitnya dan kesehatannya kembali pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu siti menderita CA Endometrium

Ibu siti menderita CA Endometrium


SUMINEM BINTI KARSO (76, Asam Urat). Alamat : Dusun Sekawis,  RT 3 /2, Desa Tanjungrejo Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Suminem biasa dipanggil Mbah Minem oleh tetangganya adalah seorang dhuafa yang hidup seorang diri. Tinggal di rumah sangat sederhana dan tidak mempunyai penghasilan. Mbah Minem biasanya membantu tetangga untuk membersihkan rumah kemudian diberinya upah, itupun kalau ada yang menyuruhnya. Kalau tidak ada, Mbah Minem juga tidak makan dan hanya mengharap pemberian tetangga. Beberapa bulan yang lalu Mbah Minem sakit, punggungnya tidak bisa digerakkan. Karena tidak punya uang, maka Mbah Minem juga tidak pernah periksa lagi. Mbah Minem memiliki Kartu Indonesia Sehat kelas 3. Namun mbah Minem masih kesulitan untuk akomodasi dalam berobat. Bantuanpun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan Mbah Minem. Tak lupa Mbah Minem mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan. Sehingga mbah Minem dapat berobat dan menjemput kesembuhannya agar dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu suminem menderita Asam Urat

Ibu suminem menderita Asam Urat


TUGEH BIN ODI (25, Gangguan Lambung). Alamat : Jln. Rangau KM 10, RT 2/1, Desa Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak 1 bulan terakhir Tugeh merasakan sakit di bagian perut yang disertai dengan sesak napas hingga muntah darah. Semakin hari perutnya semakin membesar dan ia mengalami kesulitan untuk buang angin dan BAB. Tugeh kemudian berobat ke klinik di daerah Pinggir dan dokter merujuk Tugeh untuk berobat lanjutan ke RSUD Duri. Di RSUD ia langsung dirawat inap selama seminggu karena kondisinya saat itu memburuk. Selama berobat, Tugeh menggunakan Jamkesda sehingga ia tidak mengalami kesulitan selama dirawat inap, namun selama berobat jalan ia terkendala karena ada beberapa obat yang tidak ditanggung Jamkesda. Kondisinya saat ini masih belum mengalami banyak perubahan, ia masih sulit untuk duduk dan berjalan, tidak bisa makan dalam jumlah banyak karena mudah sesak napas dan perut masih membesar. Selain itu, saat BAB ia sering mengeluarkan darah hingga merasa kesakitan. Setiap kali ingin BAB, Tugeh harus digendong oleh keluarganya ke sungai yang jaraknya kira-kira 50 meter dari rumahnya. Dengan kondisi fisiknya yang lemah, Tugeh tidak dapat mencari nafkah sehingga ia mengalami kesulitan untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesda. Selama ini, para tetangga sekitar sering berinisiatif membantu pembelian obat untuk Tugeh. Pekerjaan Tugeh sehari-hari adalah petani penggarap dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan istrinya, Ente Rahma (21) adalah seorang ibu rumah tangga. Kurir #SedekahRombongan yang menemui Tugeh merasa prihatin karena kondisi rumahnya sangat tidak layak huni dengan ketiadaan sekat antar ruang di dalam rumah tersebut. Rumah tersebut dihuni oleh 3 keluarga, dengan ketiadaan sekat antara ruang makan, ruang tidur dan dapur sehingga seluruh kegiatan hanya berpusat di dalam satu ruangan, sedangkan MCK tidak ada di dalam rumah. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Tugeh dan dapat memberikan santunan untuk membantu pembelian obat yang tidak ditanggung oleh Jamkesda. Semoga Tugeh segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Tugeh menderita Gangguan Lambung

Tugeh menderita Gangguan Lambung


MARIATI BINTI KEMAN (56, Stroke). Alamat : Desa Sukajadi, RT 3/2, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Sekitar 2,5 tahun yang lalu, Ibu Mariati tiba-tiba terjatuh ketika sedang duduk. Sejak saat itu ia tidak dapat menggerakkan hampir seluruh bagian kiri tubuhnya. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Ibu Mariati terkena stroke dan harus berobat rutin agar tubuhnya bisa digerakkan kembali. Sayangnya, keluarga Ibu Mariati tidak memiliki biaya untuk membawanya berobat secara rutin karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Hingga kini Ibu Mariati hanya bisa terbaring di tempat tidur, bahkan untuk makan dan buang air besar saja dilakukan di tempat tidur. Ibu Mariati tinggal satu rumah dengan kedua anaknya karena suaminya, Arisman, telah meninggal dunia. Kedua anak perempuannya, Novrianti dan Puput, berstatus janda dengan anak yang masih kecil. Novrianti sendiri mengidap penyakit diabetes dan sudah tidak dapat beraktivitas seperti biasa karena sulit berjalan, sehingga keluarga ini hanya mengandalkan Puput yang mencari nafkah dengan membuat makanan kecil yang dititipkannya ke warung-warung di sekitar rumah. Penghasilannya yang tidak menentu menyebabkan Puput kesulitan untuk membiayai pengobatan ibunya secara rutin. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Mariati dan dapat memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Suprapto @ririn_restu

Ibu mariati menderita Stroke

Ibu mariati menderita Stroke


RUSMI BINTI TEMBOK, (71, Diabetes). Alamat : Dukuh Sekawis,  RT 6/2,  Desa Tanjungrejo, Kecamatan Kebonsari , Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Rus biasa dipanggil seperti itu oleh keluarga dan tetangganya. Mbah Rus sudah sejak lama sakit pengeroposan tulang. Karena keadaan yang tidak memungkinkan, mbah Rus tidak pernah berobat sampai kakinya sulit untuk berjalan dan sekarang berjalan harus menggunakan kruk. Padahal mbah Rus dulu harus mengurus anaknya yang bernama Yuni yang sakit diabetes namun belum lama meninggal. Karena untuk berjalan mbah Rus harus memakai kruk atau penyangga maka sekarang sudah tidak bisa bekerja, padahal sebelum sakit masih bisa bekerja di sawah untuk bisa  mencukupi  kebutuhan sehari – harinya. Mbah Rus saat ini memiliki fasilitas BPJS kelas 3. Namun mbah Rus kesulitan untuk pergi berobat karena tidak ada saudara yang bisa mengantar. Kondisi keluarga mbah Rus sungguh sangat memprihatinkan. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang mereka alami, bantuanpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan mbah Rus. Mbah Rus merasa senang dan bersyukur. Tidak lupa mbah Rus mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan oleh #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30  September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu rusmi menderita Diabetes

Bu rusmi menderita Diabetes


DIANA PUTRI (4, Kelainan Jantung). Alamat : Desa Tegar 20 KM Bekasap, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Diana lahir dalam keadaan normal meskipun sudah terlihat tanda-tanda napasnya agak tersengal. Saat ia berumur 3 bulan, badan Diana tiba-tiba membiru dan ia mengalami sesak napas. Keluarga langsung membawanya ke RSUD Duri dan dari hasil pemeriksaan diketahui ada kelainan pada jantungnya sehingga ia langsung dirawat inap selama 2 hari. Mengingat Diana perlu diperiksa lebih intensif, pihak RSUD Duri kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Ia dirawat di sana selama 20 hari sambil menunggu hasil ECO. Saat itu Diana disarankan untuk dibawa ke RSCM Jakarta, namun karena berat badannya masih kurang dari 5 kg dan keluarga telah kehabisan biaya hidup di Pekanbaru, akhirnya pihak keluarga meminta agar Diana diperbolehkan pulang untuk dirawat di rumah saja. Meskipun demikian, Diana tetap kontrol rutin ke RSUD Duri. Alhamdulillah saat Diana berumur 3.5 tahun keluarga sudah berhasil mengumpulkan uang dan meminta kepada pihak RSUD Duri agar merujuk Diana kembali ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk selanjutnya dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita Jakarta Diana kembali menjalani pemeriksaan rontgen, ECO dan diobservasi untuk persiapan pra operasi. Hasil observasi menunjukkan Diana tidak dapat dioperasi karena tekanan darahnya tinggi dan hasil keputusan tim dokter mewajibkan Diana minum obat setiap hari untuk memperpanjang usianya. Obat seharga Rp.1.500.000,-/bulan tersebut tidak ditanggung BPJS dan hanya ada di RS Eka Hospital. Alhamdulillah dokter anak di RSUD Duri, Aryuni, SpA, sedang mengusahakan agar obat tersebut masuk subsidi Pemda setempat sehingga harganya bisa lebih murah di RSUD Duri. Diana tidak boleh beraktivitas hingga kelelahan karena dapat menyebabkan sesak napas. Ia pun tidak boleh berlari karena dikhawatirkan bisa terjatuh karena dapat menyebabkan badannya membiru hingga pingsan. Harga obat yang cukup mahal membuat kondisi keluarga semakin sulit. Ayah Diana, Wahidin (33), bekerja sebagai petani serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Nuryani (34), adalah seorang ibu rumah tangga. Sebelumnya keluarga ini memiliki ladang yang tidak seberapa luas untuk dijadikan pegangan hidup mereka, namun itu pun telah terjual untuk biaya transportasi dan akomodasi mereka saat Diana menjalani pengobatannya di RS Harapan Kita Jakarta. Jangankan untuk membeli obat, penghasilan keluarga ini pun tidak mencukupi untuk biaya hidup. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Diana dan keluarganya dan dapat kembali memberikan santunan untuk membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Semoga Diana selalu sehat dan diberikan kesembuhan dari penyakitnya, amin. Diana kini menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan sebelumnya telah dibantu pada Rombongan 890

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Ibu diana manderita Kelainan Jantung

Ibu diana manderita Kelainan Jantung


SYAFRUDDIN BIN SISI (62, Stroke) Alamat : Jl. Pramuka, RT 2/17, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Awal penyakit Pak Syafrudin berawal sejak 4 tahun yang lalu, saat itu ia tiba-tiba merasakan tangan kirinya tidak bisa digerakkan. Dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3, keluarga kemudian memeriksakan Pak Syafrudin ke RSUD Bangkinang. Dokter kemudian menyatakan bahwa ia terkena stroke ringan dan masih bisa diobati secara alternatif. Saat ini Pak Syafrudin telah dapat menggerakan tangan kirinya walaupun belum bisa terlalu aktif dan kondisinya tersebut masih menyulitkannya mencari nafkah. Situasi ini menyebabkan keluarga terkendala biaya untuk membawanya berobat. Saat kondisinya masih sehat, Pak Syafrudin bekerja sebagai tukang becak, sedangkan istrinya, Ibu Laili (52), adalah ibu rumah tangga. Penghasilan yang diperolehnya belum dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari sehingga keluarga ini masih hidup dalam keterbatasan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Syafrudin dan dapat memberikan bantuan transportasi untuk memudahkan ia dalam menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @karin_latief @ririn_restu

Pak syarifudin menderita Stroke

Pak syarifudin menderita Stroke


ALMH. SITI NURKAYAH. Alamat : Dusun 02, RT 11/3, Desa Klagen Serut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbak Nur (Almh), demikian bisa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 2 orang anak dan suaminya telah meninggal dunia dua tahun yang lalu. Anak yang pertama masih dusuk di kelas 8 SMP dan adiknya kelas 4 SD. Untuk melunasi hutang sejak suaminya masih hidup maka mbak Nur harus menjual sepetak tanah satu – satunya yang dimiliki. Dan tanpa diduga mbak Nur yang sebelumnya setiap hari berjualan jajan di SD itu, tiba – tiba terganggu psikisnya. Ibunya mbak Nur terkejut sekali melihat kondisi anaknya seperti itu. Belum cukup sampai di situ penderitaan mbak Nur. Dia juga terkana batu empedu dan liver, dan syarafnya juga kena sehingga mbak Nur tidak bisa bicara. Baru 5 bulan ini kondisi langsung turun drastis. Mbak Nur hanya bisa terkulai di  atas tempat tidur. Untuk berbaring saja harus dibantu anaknya. Sungguh tidak tega melihat kondisi mbak Nur sekarang. Sudah pernah berobat memakai jaminan kesehatan KIS, namun dokter tidak berani melakukan operasi  selama kejiwaannya belum pulih. Sampai punggung mbak Nur lecet – lecet karena bisanya hanya berbaring saja. Saat ibunya bertemu #SedekahRombongan dengan meneteskan air mata menceritakan kondisi anaknya. Lima hari setelah #SedekahRombongan bertemu dengan mbak Nur meninggal dunia. Sehingga pada waktu menyampaikan  santunan hanya bisa bertemu ibu kandungnya, sementara kedua anaknya masih belum pulang sekolah. Ibunya bercerita kalau kedua anak mbak Nur yang yatim piatu tersebut akan sipelihara oleh seseorang yang peduli terhadap kondisi  keluarga tersebut. Ibunya mbak Nur menyampaikan terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang  telah disampaikan oleh #SedekahRombongan. Semoga almarhum mbak Nur diterima arwahnya dan diampuni segala dosanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Almh bu siti menderita batu empedu dan liver

Almh bu siti menderita batu empedu dan liver


LAILI BINTI MARISAT (52, Gangguan Liver). Alamat : Jln. Pramuka, RT 2/17, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Ibu Laili berawal saat ia sedang berjualan di pasar, saat itu tiba-tiba ia merasa pusing dan 3 hari kemudian perutnya membesar. Awalnya keluarga hanya mengobati seadanya dengan obat kampung, namun kondisi Ibu Laili tidak kunjung membaik sehingga akhirnya keluarga membawa Ibu Laili berobat ke RSUD Bangkinang. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyatakan kondisi liver Ibu Laili 80% sudah tidak berfungsi lagi. Dengan kondisinya tersebut, Ibu Laili diharuskan untuk menjalani pengobatan rutin dan tidak diperbolehkan berjualan lagi karena harus banyak istirahat. Selama ini pengobatan ibu Laili di tanggung oleh BPJS kelas 3, namun ada beberapa obat yang harus ia beli sendiri. Saat ini fisik Ibu Laili semakin lemah dan badannya juga mengurus, ia masih sering merasa pusing dan tampak pucat. Suaminya, Syafruddin (62), bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan yang tidak menentu dan masih jauh dari cukup, namun kini Pak Syafrudin tidak dapat lagi mencari nafkah karena menderita stroke. Semakin sulitnya ekonomi keluarga menyebabkan keluarga ini kesulitan membawa Ibu Laili berobat secara rutin dan juga membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Laili untuk memberikan santunan untuk membantu biaya pengobatan yang diperlukan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Rini @ririn_restu

Ibu laily menderita Gangguan Liver

Ibu laily menderita Gangguan Liver


MURDAYANI BINTI HARDJO PARDJO (50, Kanker Payudara). Alamat : Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbak Mur setiap harinya dulu bekerja sebagai tukang sayur di pasar Pagotan, karena sakit kanker payudara, akhirnya usaha sayurnya gulung tikar. Sudah operasi di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya, namun masih belum sembuh dan harus di kemotherapi. Pada hari Selasa, 22 Maret 2016 kemarin pak Suroso  suaminya mengantar istrinya kemotherapy, namun di Banaran Sragen bapak Suroso mngalami kecelakaan lalu lintas dan koma di RSUD Sragen. Atas permintaan keluarga karena jauh maka pak Suroso dipindah ke RSUD Soedono Madiun. Saat sekarang sudah dibawa pulang namun daya ingatnya masih belum pulih, dan karena kondisi keluarga kurang ada yang merawat akhirnya suami istri tersebut dibawa ke rumah orang tua pak Suroso di Desa Pupus RT 1 RW 7 Kecamatan Lembehan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Dan mbak Mur sampai sekarang sudah  kemotherapi di RS Moewardi Solo. Jadwal terakhir kontrol adalah bulan September kemarin. Namun karena kondisi bu Mur semakin lemah, berjalan tidak mampu, maka tidak berangkat kontrol sampai sekarang.  Dengan keadaan tersebut, bu Mur yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk dalam rombongan 867, saat ini santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan agar bisa sembuh dan mampu beraktifitas seperti sediakala.  Bu Mur merasa senang sekali dan suaminya mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari sedekacholics yang telah disampaikan oleh #SedekahRombongan. Semoga dengan santuan tersebut bu Mur mendapatkan kesehatan, pulih dan bisa sehat lagi. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu murdiyani menderita Kanker Payudara

Ibu murdiyani menderita Kanker Payudara


MISINI BINTI SAKIMAN (52, Menometroragia). Alamat : Jl. Lestari, RT 3/3, Desa Batin Sobangsa Duri 13, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak 1 tahun yang lalu, Ibu Misini sudah sering mengalami nyeri pada perutnya. Ia bahkan pernah mengalami perdarahan hingga harus menjalani transfusi darah sebanyak 6 kantong. Ketika dokter melakukan pemeriksaan USG hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada masalah dengan rahimnya. Dokter hanya memberikan Ibu Misini obat untuk meringankan rasa nyeri yang dirasakannya dan kondisinya sempat membaik. Satu bulan terakhir ini perut Ibu Misini terasa nyeri lagi dan kembali terjadi pendarahan. Ibu Misini hanya bisa berbaring dan tidak bisa banyak bergerak karena pendarahan akan semakin banyak bila ia terlalu banyak bergerak. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan 6 buah pembalut karena gumpalan pendarahan berlebihan yang dialaminya. Ibu Misini lalu dibawa berobat ke Puskesmas Duri 13 yang kemudian dirujuk untuk berobat ke dokter kandungan di daerah Bagan Batu. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ditemukan miom sebesar 10 cm yang melekat di rahim Ibu Misini yang mengakibatkannya terus menerus mengalami pendarahan. Oleh dokter tersebut, ia langsung dirujuk ke RSUD Duri dan harus menjalani rawat inap. RSUD Duri pun kemudian  merujuk Ibu Misini ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Alhamdulillah selama berobat pengobatan Ibu Misini ditanggung Jamkesda yang dimilikinya, namun tetap saja keluarga menghadapi kendala karena tidak memiliki biaya untuk membawa Ibu Misini ke Pekanbaru. Suaminya, Sumudin (55), bekerja sebagai supir truk dengan penghasilan yang belum dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari, sedangkan Ibu Misini sendiri adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Misini dan dapat memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @robyparm @ririn_restu

Ibu misini menderita Menometroragia

Ibu misini menderita Menometroragia


SITI ALFIYAH (56, Cysta  Ovarium). Alamat : Jl. Sunan  Ampel, RT 13/6,  Desa  Sumberejo,  Kecamatan Geger,  Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau hidup dengan suaminya yang tiap hari bekerja di sawah. Beberapa bulan yang lalu bu Siti sakit dan akhirnya rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Soedono Madiun. Setelah beberapa hari menjalani pemeriksaan, bu Siti diperbolehkan pulang  tanpa mengetahui sakit yang dideritanya. Namun beberapa hari kemudian bu Siti anfal dan dibawa ke RSI Madiun dan akhirnya pada tanggal 25 Agustus 2016 dilakukan operasi Cysta Ovarium kanan. Belum lama setelah operasi yaitu tanggal 5 September 2016 kemarin bu Siti harus kembali ke Rumah Sakit karena dalam jangka waktu yang belum lama perut dan paha sampai kaki sebelah kanan membesar tanpa tahu apa penyebabnya. Akhirnya dari hasil pemeriksaan maka bu Siti harus dirujuk ke Solo. Namun karena terbentur biaya, bu Siti belum menjalani pemeriksaan lanjut di RS yang ditunjuk oleh Dokter. Sawah satu-satunya sudah  terjual untuk biaya rumah sakit dan pengobatan sebelumnya. Karena suaminya juga sudah lama  mengalami sakit dan kini terkena stroke. Saat sekarang bu Siti memiliki fasilitas jaminan kesehatan Bpjs mandiri.  #SedekahRombongan merasakan beban berat bu Siti yang sudah tidak punya simpanan  untuk biaya berobat. Bantuan awalpun disampaikan kepada bu Siti untuk biaya berobat. Bu Siti tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas kepada sedekacolics atas bantuan yang telah disampaikan oleh #SedekahRombongan. Semoga bu Siti bisa sembuh seperti sediakala sehingga bisa beraktifitas lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu siti menderita Cysta Ovarium

Ibu siti menderita Cysta Ovarium


SUPARNO BIN SALIM (53, Stroke). Alamat : Jl. Cendrawasih, Gang Gereja No. 9, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Parno biasa dipanggil demikian, menderita sakit stroke sejak kurang lebih satu tahun ini. Awalnya sebenarnya pak Parno jarang sekali mengeluh. Tiba-tiba saja setelah makan soto, pak Parno lemas dan  tidak bisa berjalan. Akhirnya diperiksakan dan sampai sekarang masih melakukan terapi. Pak Parno  ditinggal istrinya di Papua tidak pulang-pulang, tidak mempunyai gaji bulanan. Saat ini di rawat di rumah peninggalan orang tuanya bersama ibu Marsini (kakak sulung) dan anaknya yang masih usia sekolah. Kondisi keluarganya sangat pas-pasan. Makan dan minum sekeluarga sangat sederhana dan seadanya.  Walaupun mempunyai jaminan kesehatan KIS namun untuk akomodasi sangat membutuhkan uluran tangan guna untuk pemulihan kondisi fisik. Pak Suparno ini mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dari kakak sulung nya hasil penjualan kopi dan teh disekitar rumahnya. Dan setiap bulannya Pak Suparno harus kontrol ke RSUD Sogaten. Pada saat kontrol Pak Suparno di antar ketua RT nya dan anaknya. Dan saat keluar dari gang rumahnya beliau di gendong oleh tetangganya karena kondisi fisik tidak bisa berjalan dengan di sewakan taksi. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga pak Parno. Bantuanpun disampaikan kepada pak Parno untuk biaya pengobatan. Keluarga pak Parno sangat senang dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekacholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak suparno menderita Stroke

Pak suparno menderita Stroke


LASMINI BINTI SUPRIYADI (53, kanker payudara). Alamat : Kelurahan Patihan, RT 1/4, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Lasmini dulunya bekerja dengan membuka warung kopi kecil didepan rumahnya. Beliau adalah seorang wanita yang tangguh, hidup berdua dengan suami di rumah tua menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya yang menderita penyakit paru paru dan harus berobat ke dokter umum 5 hari sekali. Sebenarnya sudah lama beliau merasakan sakit di dada sebelah kanan nya yang tumbuh benjolan sebesar telur ayam. Namun karena ketangguhanya, rasa sakit itu tidak dihiraukan. Sampai akhirnya benjolan itu semakin parah hingga mengularkan cairan. Bu Lasmini masih tidak menceritakanya kepada siapa pun. Akhir bulan Agustus kondisi Bu Lasmini semakin memburuk dan sudah tidak mampu menahan rasa sakitnya. Saat di periksa, dokter menyatakan bahwa beliau menderita kanker stadium lanjut. Karena kondisi nya semakin drop dan kehilangan kesadaran Bu Lasmini di larikan ke RSUD dr. Soedono Madiun untuk penanganan lebih lanjut menggunakan fasilitas Jamkesmas. Namun,  karena suaminya tidak memiliki penghasilan dan tabungan untuk biaya operasional selama di Rumah sakit. Bu Lasmini pun di bawa pulang dan di rawat di rumah sebisanya. Bantuan dari Sedekaholic sebesar Rp 500.000di sampaikan guna biaya medikasi penggantian perban dan pembelian perban. Rasa terimakasi di ucapkan dari Bu Lasmini dan keluarga kepada #SedekahRombongan. Semoga tuhan mengangkat penyakit yang di derita bu Lasmini. Amiin.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Ronyprata58

Ibu lasmini menderita kanker payudara

Ibu lasmini menderita kanker payudara


IIN TUMINI (43, Ca Cervik). Alamat : Kelurahan Patalan RT 4/1, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Iin, biasa ibu dua anak itu di panggil. Beliau bekerja dengan suaminya, Pak Kenik (44) sebagai tukang rosok ( pengumpul barang bekas) di Jakarta. Namun setahun lalu Bu Iin menderita sakit yang membuatnya tidak mampu bekerja membantu suaminya lagi. Karena penghasilan dari suami yang pas pas an dan di rasa berat di gunakan untuk biaya hidup di Jakarta dan harus membiayai sekolah kedua anaknya di kampung. Pak Kenik memutuskan untuk membawa Bu Iin bulang ke Ngawi. Setelah pulang ke kampung Pak Kenik bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Untuk mendapat biaya pengobatan yang lebih ringan Kenik mendaftarkan keluarganya ke kantor BPJS dan memilih fasilitas pembayaran kelas dua. Namun, karena kurangnya wawasan dan isu rumah sakit tidak melayani pasien BPJS dengan baik dari oknum tidak bertanggung jawab. Pak Kenik menghentikan pembayaran BPJS Bu Iin dan memilih pengobatan alternatif dan herbal. Sepuluh bulan belalu, bukanya semakin membaik, Kondisi Iin malah semakin memburuk bahkan tidak mampu berjalan dan terjadi pendarahan setiap hari. Saat mengetahui keberadaan #SedekahRombongan di wilayah Magetan. Pak Kenik segera mendatangi RSSR Magetan pada tanggal 15 Oktober 2016 untuk meminta bantuan. Langsung saja Kurir mensurvey kondisi Bu Iin dan benar saja sangat memprihatinkan. Hari berikutnya Kurir #SedekahRombongan wilayah Magetan melunasi tunggakan pembayaran BPJS dan melarikan Iin ke RSDU dr Widodo Ngawi. Bantuan dari sedekaholic sebesar Rp 2.500.000 disampaikan guna pembayaran BPJS selama sepuluh bulan dan biaya operasional rawat inap. Ucapan terimakasih di ucapkan berulang ulang dari Bu Iin dan keluarga atas bantuan yang di berikan oleh #SedekahRombongan. Allhamdulillah saat narasi ini di buat Bu Iin Tumini sudah dirawat di rumah sakit dan kondisi nya semakin membaik dan mampu berjalan lagi.

Jumplah Bantuan : 2.500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @Ronyprata58

Ibu iin menderita Ca Cervik

Ibu iin menderita Ca Cervik


NURZAKI BIN MATORI (3, Retinablastoma). Alamat : Jln. Sungai Masjid, RT 7/3, Desa Medan Emas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Si kecil yang biasa disapa Zaki ini setahun terakhir berjuang melawan tumor di matanya. Zaki sudah menjalani operasi pengangkatan bola mata beserta tumornya namun perjuangannya masih belum selsai karena ia masih harus menjalani kemoterapi. Setahun terakhir Zaki sudah menjalani 10 kali kemoterapi, seharusnya ia dirujuk ke Jakarta namun ayahnya, Bapak Matori, berkeberatan mengingat jauhnya jarak serta besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Akhirnya dokter yang menangani Zaki menyarankan agar keluarga berkonsultasi ke bagian administrasi RSUD Sudarso dan menceritakan kondisi keluarga yang sesungguhnya. Setelah berdiskusi dengan pihak rumah sakit, akhirnya pihak rumah sakit menyetujui kemoterapi Zaki dilakukan di RSUD Sudarso dengan syarat keluarga harus meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan setiap bulannya hingga kemoterapi bisa berjalan sampai sepuluh kali. Setelah menjalani kemoterapi, beberapa bulan kondisi Zaki membaik namun tidak bertahan lama karena tumor yang tadinya sudah mengecil tumbuh lagi dengan begitu cepat. Kondisi Zaki bahkan semakin menurun hingga harus dibawa ke rumah sakit. Dokter menyarankan agar Zaki segera dirujuk ke RS Dharmais Jakarta untuk penanganan yang lebih baik. Lagi – lagi Bapak Matori berkeberatan, maklum saja penghasilanya sebagai buruh panjat pohon kelapa hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah keluarga Zaki dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan dan kurir merasakan betul kesulitan keluarga Zaki. Bantuan awal pun diberikan untuk kebutuhan akomodasi serta biaya hidup selama berobat di Jakarta. Semoga Zaki segera sembuh dari penyakitnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.900.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Nurzaki menderita Retinablastoma

Nurzaki menderita Retinablastoma


DIRWAS BIN DAUD (6, microsefalus + cerebal palsy + syaraf tangan putus + gangguan paru-paru). Alamat : KPR Bukit Selosari Permai Blok A3 No 3, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Dirwas adalah putra kedua pasangan Bapak Daud (37 tahun) dan Ibu Ai Mulyani (26 tahun), yang mengalami kelainan sejak lahir. Kelainan itu sendiri diketahui sejak Dirwas berumur 4 bulan. Di usia nya yang ke enam seharus nya Dirwas sudah bisa berlarian hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur karena penyakit microsefalus yang menghambat tumbuh kembang nya. Tidak cukup sampai disitu, saat usia menginjak 5 tahun tulang tangan Dirwas menjadi bengkok dan saat dilakukan rontgen dinyatakan jika syaraf tangan nya putus. Karena keterbatasan biaya maka pengobatan Dirwas hanya dilakukan dengan terapi di Magetan. Pak Daud yang bekerja sebagai penjual bubur ayam sangat kesulitan membiayai pengobatan Dirwas. Di lain sisi Pak Daud masih mempunyai 5 anak yang masih kecil- kecil, yang tertua berusia 7 tahun dan yang bungsu baru berusia 6 bulan, sedangkan Dirwas adalah anak ke 2. Belum lagi harus memikirkan biaya kontrak rumah setahun sekali, semua dirasa cukup memberatkan Pak Daud. Alhamdulillah pak Daud dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari mantan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dik Dirwas menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan memulai pengobatan dengan jaminan Bpjs di Rumah Sakit Ortopedi Solo untuk masalah tulang tangan nya dan ke rsu Moewardi untuk terapi tumbuh kembang nya yang dilakukan tiap seminggu sekali. Santunan ke empat titipan para Sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama menjalani pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 805 833 dan 866. Pak Daud mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 2 Oktober 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Ronypratama

Dirwas menderita microsefalus + cerebal palsy + syaraf tangan putus + gangguan paru-paru

Dirwas menderita microsefalus + cerebal palsy + syaraf tangan putus + gangguan paru-paru


MTSR MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional September 2016). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan #SedekahRombongan Magetan sejak 2 tahun lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan #SedekahRombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan September 2016 sebesar Rp 3.000.000 di gunakan untuk biaya servis rutin, pembelian BBM dan cuci mobil. Semoga dengan bantuan dari Sedekaolic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 891

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

 Biaya Operasional September 2016

Biaya Operasional September 2016


MTSR MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional September 2016). Dua bulan lalu tepatnya tanggal 12 Agustus 2016 #SedekahRombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir #SedekahRombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan #SedekahRombongan menjemput kesembuhan ke rumah sakit Magetan, Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi, Ponorogo, Caruban dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan September 2016 sebesar Rp 3.200.000 di alokasikan untuk biaya servis, pembelian BBM dan cuci mobil. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 891.

Jumlah Bantuan : Rp 3.200.000
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

 Biaya Operasional September 2016

Biaya Operasional September 2016


SARMI BINTI SIMON (43 tahun, Diabetes). Alamat : Dusun Jajar, Kelurahan Mbelotan RT 1/1, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa timur. Bu Sarmi adalah seorang ibu yang tinggal di sebuah rumah tua yang sempit bersama suami, anak, dan dua keluarga lain yaitu kakak dan adik nya. Dengan kata lain rumah tua yg berukuran 10 meter persegi itu di tinggali tiga keluarga dengan jumlah jiwa 11 orang. Tiga bulan lalu Bu Sarmi merasakan nyeri dan luka di kakinya yang menyebabkan Bu Sarmi tak sadarkan diri. Setelah di larikan dan di periksakan ke puskesmas setempat dokter mengatakan bahwa Bu Sarmi menderita diabetes dan harus di rawat di rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Bu Sarmi pun di rawat di RSUD dr. Soedono Madiun menggunakan jaminan Jamkesmas selama 20 hari untuk memulihkan kondisinya. Setelah kondisi pulih Bu Sarmi di perbolehkan pulang dan di rawat di rumah. Namun Bu Sarmi kesulitan melakukan kontrol rutin sesuai dengan anjuran dokter di karenakan kehabisan biaya untuk Operasional perjalanan pulang pergi ke rumah sakit di tambah lagi ada obat yang tidak tertanggung Jamkesmas dan harus di tebus dengan biaya sendiri. Sedangkan suaminya, WoyoWoyo (48) yang bekerja sebagai sopir pun gajinya harus di potong karena sudah memiliki kas bon pada bos nya yang di gunakan untuk biaya sekolah anak dan biaya sehari hari sehingga tidak mampu membiayai pengobatan istrinya. Tuhan Maha Besar, saat Pak Woyo berusaha mencari pinjaman untuk biaya berobat jalan istrinya bertemu dengan Kurir #SedekahRombongan yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan Bu Sarmi. Setelah melakukan survey, bantuan dari sedekaholic di sampaikan sebesar Rp 1.000.000 untuk biaya Operasional pengobatan Bu Sarmi ke rumah sakit. Semoga bantuan yang di berikan dapat meringankan kesulitan mereka dan Bu Sarmi segera sembuh. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama @SonyRohman

Ibu sarmi menderita Diabetes

Ibu sarmi menderita Diabetes


SUWARNO TAKERAN (52, Diabetes). Alamat : Desa Kerik, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Di awal tahun 2002 Pak Suwarno mengalami nyeri di bagian kaki kirinya, namun di anggap sebagai nyeri biasa. Pak Suwarno seorang ayah dari tiga anak bersama istri Marsih (45) tidak menganggap rasa nyeri di kaki nya sebagai hal yg serius dan tetap bekerja sebagai tukang becak. Setelah 10 tahun berlalu tepatnya di tahun 2012 rasa nyeri di kaki Pak Suwarno semakin parah hingga membuat nya tidak mampu berjalan serta muncul luka di kaki kiri dan di sertai penglihatan yang kabur sehingga membuat Pak Suwarno tidak mampu bekerja seperti biasa. Keluarga akhirnya membawa Pak Suwarno ke Puskesmas dan setelah di periksa, Dokter menyatakan Pak Suwarno menderita Diabetes. Untuk mendapat penanganan yang lebih serius Suwarno melanjutkan pengobatan di RSUD dr Sayidiman Magetan menggunakan fasilitas kesehatan JAMKESMAS. Namun, Karena istri yang  bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu di tambah lagi ada anak pertama, Feri (28) yg mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan dan harus di rawat oleh Marsih. Pengobatan Suwarno di hentikan dan di rawat di rumah semampunya. Akhir September 2016 kondisi Suwarno memburuk dan di larikan ke RSUD dr. Soedono Madiun untuk mendapat penangan. Informasi tentang Pak Suwarno di dapat dari salah seorang warga yg simpatik kepada keluarga nya dan bantuan dari sedekaholic pun di sampaikan untuk membantu biaya Operasional di rumah sakit. Semoga kondisi Pak Suwarno segera membaik dan dapat bekerja lagi seperti biasa. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp  1.000.000
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @RonyPratama

Pak suwarno menderita Diabetes

Pak suwarno menderita Diabetes


M.FAUZAN BIN EDY (2, Gizi Buruk). Alamat : Lingkungan Parapimpi, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. Dari hasil diagnosis dokter RSUD Dompu, Fauzan mengalami gizi buruk. Badannya sangat kurus dengan berat badan yang tidak sesuai dengan usianya. Kedua orang tua Fauzan sudah  bercerai, ayahnya, Edy (20), tidak  bekerja sedangkan ibunya, Etty (18), bekerja  sebagai TKW di Brunei Darussalam. Fauzan diasuh oleh neneknya sejak ibunya  bekerja di luar negeri satu tahun yang lalu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari nenek Fauzan berkeliling kampung berjualan ikan. Saat sang nenek berjualan, Fauzan tinggal di rumah bersama saudara sepupunya yang juga masih anak-anak, sehingga asupan gizi atau makan Fauzan tidak teratur. Berkali – kali Fauzan dirawat di RSUD Dompu dan sampai usia 2 tahun ia belum bisa berjalan. Dokter menganjurkan agar ia menjalani fisioterapi untuk merangsang gerakan motorik kasarnya sehingga ia dapat segera berjalan. Biaya fisioterapi sebesar Rp. 50.000,- per satu kali kunjungan tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. Selama Fauzan di rumah sakit neneknya selalu minta pulang dengan alasan tidak ada biaya untuk makan cucu – cucunya yang ditinggalkan di rumah. Ibu Etty pulang kembali ke Indonesia karena mendapat kabar bahwa Fauzan sakit dan sering dirawat di RSUD Dompu. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat meringankan beban nenek dan ibu Fauzan dengan memberikan bantuan asupan makanan dan minuman yang bergizi untuk pertumbuhan dan perkembangan Fauzan dan untuk biaya fisioterapi. Ucapan terima kasih dari nenek dan ibunda Fauzan, mereka berdoa semoga Allah SWT membalas semua kebaikan sedekaholic #SedekahRombongan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.750.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016.
Kurir  :  @arfanesia Omiyati Fatimah Panca Yuniati @ririn_restu

Fauzan meanderita Gizi Buruk

Fauzan meanderita Gizi Buruk


REZA TRI ANDIKA (16, Gangguan Saluran Kencing). Alamat : Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Semua berawal sekitar empat tahun lalu saat Reza bemain sepeda bersama teman-teman nya. Reza terjatuh dari sepeda dan saluran kencing nya terbentur sadel sepeda yang menyebab kan Reza tidak dapat buang air kecil seperti biasa. Keluarga membawanya ke Puskesmas yg selanjutnya di rujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza di rujuk ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk mendapat penanganan serius. Operasi telah di lakukan dengan menggunakan fasilitas kesehatan Jamkesmas untuk membaikan kondisi Reza seperti semula. Namun, hasil operasi tidak sesuai harapan dan di nyatakan gagal. Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Dokter menyaran kan Reza melanjutkan pengobatan di RSUD dr. Saiful Anwar Malang untuk penanganan lebih lanjut. Namun, Karna ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Merasa sudah tidak sanggup membiayai Operasional untuk pengobatan Reza dan pengobatan pun di hentikan selama dua tahun. Selama itu pula Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencing nya dan di ganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat sampai akhirnya #SedekahRombongan mendengar kabar tentang Reza. 26 September 2016 Kurir #SedekahRombongan melakukan survei ke rumah Reza dan melihat kondisinya. Melihat kondisi Reza Kurir segera bertindak membawa Reza melanjutkan pengobatan dan di sambut antusias dan rasa terimakasih dari keluarga Reza. Reza melakukan pengobatan dari Puskesmas sampai RSUD dr. Soedono Madiun dan pada tanggal 5 Oktober 2016 Reza kembali di Rujuk ke RSSA Malang dengan dampingan #SedekahRombongan

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 9 Oktober 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Reza menderita Gangguan Saluran Kencing

Reza menderita Gangguan Saluran Kencing


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan September 2016). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015, kami mengontrak rumah di Jln. Jaksa Agung Suprapto 25 Magetan selama satu tahun. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi subuh bisa langsung berangkat ke Solo.  Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain  untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan September 2016 setelah sebelum nya masuk rombongan 891.

Jumlah Santunan : Rp 2.800.000
Tanggal : Kamis, 1 Oktober 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan September 2016

Biaya operasional Rssr Magetan bulan September 2016


MTSR MAGETAN (AE 8066 NE, Balik nama MTSR Magetan). Pada tanggal 19 April tahun 2015 #SedekahRombongan mempercayakan satu unit mobil APV 2008 dengan plat nomor B 1755 KVD yang selanjutnya akan di fungsikan sebagai ambulan atau MTSR di wilayah Magetan. Karena mobil yang jenis STNK dan BPKB masih standar mobil penumpang, Untuk kenyamanan berkendara mengantar pasien #SedekahRombongan Magetan menjemput kesembuhan. Maka di luar kebutuhan Operasional pokok MTSR seperti bensin, Servis rutin dan biaya rutin lain nya. Untuk melengkapi persyaratan operasional sebagai ambulan. Kurir #SedekahRombongan Magetan melakukan mutasi balik nama dari B 1755 KVD dengan jenis surat mobil penumpan menjadi AE 8066 NE dengan jenis surat ambulan. Kali ini biaya Operasional di gunakan untuk biaya balik nama dan rubah bentuk surat dari mobil penumpang menjadi ambulan.

Jumlah Bantuan : 5.300.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @RonyPratama

Biaya Balik nama MTSR Magetan

Biaya Balik nama MTSR Magetan


NURYADI BIN SUPARMIN ( 29, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar setahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya hanya ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Titipan santunan keenam dari sedekahholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya operasional selama rawat inap, setelah sebelum nya masuk rombongan 874. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @RonyPratama

Nuryadi menderita tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja

Nuryadi menderita tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah. Yulianto, ayah Daffa tidak putus asa. Begitu pula Ibunya, Rahning Puspitasari. Mereka sayang kepada anak satu – satunya ini. Kedua orang tua Daffa tidak bekerja, akan tetapi sang ayah selalu berupaya bekerja apapun juga untuk mendapatkan uang demi pengobatan sang anak. Perkembangan psikologis anak ini semakin membaik. Dia sudah tidak terlihat minder dengan apa yang di alaminya saat ini. Bulan ini perkembangan menunjukkan sedikit kondisi kurang bagus pada kulitnya. Kulit bermasalah disebabkan faktor cuaca yang tidak menentu. Cuaca panas membuat kulit Daffa gatal dan dia sering menggaruknya. Akibatnya kulit menjadi berdarah karena luka. Saran yangg diberikan dokter untuknya adalah dengan menjaga kelembaban kulit. Bisa dengan mengolesi kulit dengan lotion. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Dia sudah mulai belajar berdiri sendiri dan berbicara. Jari tangan dan kaki sudah mulai terbentuk sempurna. Ketika pertama kali #SedekahRombongan menghandlenya, jari tangan masih menyatu begitupun dengan jari – jari kaki. Adapun obat luar yang harus di cukupi belum tercover oleh jaminan kesehatan. Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Setiap dua minggu kami mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Januar menderita Ichtyosis Lamelar

Januar menderita Ichtyosis Lamelar


SATIJEM TUKARUNG ( 43, Ca Mamae ). Alamat dusun Blimbing RT02/16, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri, Jawa tengah. Perjalanan pengobatan ibu ini berjalan hampir 1,5 tahun. Dia menderita sakit kanker payudara atau dalam bahasa medis disebut dengan Ca Mamae. Kondisi sebelum sakit, dia tidak merasakan apa – apa. Suatu ketika, payudara sebelah kiri terasa sakit sekali. Hal ini dibiarkan begitu saja, maklum dia dan suami hidup miskin. Suami beliau pun juga tidak normal, sang suami pasca mengalami kecelakaan mengakibatkan kaki pincang. Sehingga, saat berjalan pun harus menggunakan alat bantu. Kondisi saat ini cukup bagus. Tiap minggu sekali pasien dampingan #SedekahRombongan tersebut menjalani kontrol rutin ke Rumah Sakit Moewardi Solo Jawa Tengah. Dia tidak punya anak. Suami bekerja sebagai buruh jahit di Jakarta. Awalnya, suaminya juga kita handle dalam pengobatannya. Bantuan rutin ini untuk pengobatan, akomodasi serta transportasi dan pembelian obat yang diperlukan serta tidak tercakup dalam jaminan kesehatan. Bulan Agustus ini, Satijem melaksanakan khemoterapi ke sebelas. Semoga, dengan pendampingan #SedekahRombongan, bisa meringankan beban keluarga tersebut. Sehingga Satijem bisa sembuh dari Ca Mamae yang dideritanya saat ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Ibu satijem menderita Ca Mamae

Ibu satijem menderita Ca Mamae


KARTINI BINTI SAMIYO (57, Ca Mammae), Alamat : Dusun Blimbing 02/07 , Ngadirojo Kidul, Ngadirojo Wonogiri, Jawa Tengah. Hampir satu tahun jadi pasien dampingan kita. Pertama kali kita handle kondisi payudara sebelah kanan membengkak karena sudah terjadi peradangan dengan kondisi luka berlobang menganga di beberapa tempat, berdarah dan bernanah. Kondisi seperti itu sudah 9 bulan beliau derita. Dokter pun sempat mengatakan tak bisa diangkat karena kondisinya sudah seperti itu, khawatir terjadi masalah pasca operasi. Akhirnya dokter mengambil langkah tindakan kemoterapi dahulu selama 3 kali. Ternyata setelah menjalani kemoterapi luka justru mengering, menutup dan payudara juga mengecil. Melihat kondisi yang seperti inilah tim dokter akhirnya berani melakukan tindakan operasi pengangkatan payudara. Melihat hasil pasca operasi juga bagus, dokter pun memutuskan melanjudkan kemoterapi karena Bu Kartini juga sudah di level stadium 4. Sampai saat ini pasien sudah menjalani 9 kali kemoterapi. Kondisi pasien saat ini juga stabil bahkan sudah bisa beraktifitas seperti sebelum beliau sakit dulu.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Ibu kartini menderita Ca Mamae

Ibu kartini menderita Ca Mamae


TRI PURNOMO APRIANTO ( 59, Syaraf Terjepit), Alamat :  Dusun Jarum 01/01, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Sudah hampir 12 bulan ini beliau sakit, keluar masuk RS menjalani rawat inap. Beberapa tahun yang lalu pun beliau sudah sering sakit-sakitan bahkan beberapa kali menjalani operasi diantaranya tyroid dan hernia. Tapi untuk kali ini beliau merasakan sakit dari bahu sampai kaki. Terasa panas, kesemutan sakit untuk melakukan gerakan apalagi untuk berjalan. Kehidupan Pak Tri sangat kederhana bisa dibilang hanya pas-pasan. Sebelum sakit beliau adalah tulang punggung keluarga. Diusia tuanya beliau belum bisa menikmati masa-masa istirahat seperti kebanyakan orang. Beban ekonomi salah satu penyebabnya. Untuk tindakan selanjutnya pasien harus menjalani fisioterapi rutin seminggu dua kali di RSD. Moewardi Surakarta untuk melatih otot dan syaraf yang selama ini mengalami gangguan. Pak Tri ingin sembuh, membesarkan ketiga cucu yatim piatu karena kedua anak-anak ini meninggal dunia setahun lalu karena sakit. Kesembuhan Pak Tri, menentukan masa depan anak-anak yatim piatu ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Agustus 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Pak tri menderita Syaraf Terjepit

Pak tri menderita Syaraf Terjepit


TONI SISWANTO (10, Megacolon) Alamat : Dusun Jetis 04/02, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten WonogirI, Jawa Tengah. Siswa kelas 3 SD ini putra keempat dari lima bersaudara pasangan Bapak Senen dan Ibu Bimani. Kehidupan mereka jauh dari kekurangan. Pak Senen sehari-hari hanyalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Menghidupi lima orang anak dan juga ibunya yang sudah renta. Toni sendiri sebenarnya  sudah mulai merasakan sakit saat dia berumur 5 tahun. Keadaan ekonomi yang kekurangan membuat keluarga membiarkan sakit itu dan berharap akan sembuh dengan sendirinya, mengingat terkadang sakit itu kadang timbul dan hilang dengan sendirinya. Dari hasil rongent , USG dan Lopograpi diketahui bahwa Toni menderita Megacolon. Operasi pertama dilakukan di RSUD WONOGIRI untuk pemotongan usus dan pembuatan colostomi. Bulan ini akan dilaksanakan pemeriksaan kembali untuk saluran pasca operasi sebelumnya. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk mencukupi kebutuhan akan hal tersebut, untuk akomodasi, pengobatan jalan dan pembelian berbagai kebutuhan medis lain. Ditengah himpitan ekonomi dengan segala keterbatasannya keluarga Toni berjuang demi kesembuhan Toni. Toni ingin bisa normal seperti anak seusianya, ingin kembali bermain dan bersekolah bersama saudara kembarnya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Toni menderita Megacolon

Toni menderita Megacolon


PARIYEM BINTI TARYO (48, Tumor Syaraf Tulang Belakang), beralamat Klampisan 02/10 , Kaliancar ,Selogiri , Wonogiri, Jawa Tengah. Pasca operasi pengangkatan tumor yang mengganggu kinerja syarafnya selama ini pasien mengalami kelumpuhan dari pinggang sampai telapak kaki. Pasien disarankan menjalani fisioterapi rutin seminggu dua kali setiap hari Senin dan Kamis di RSD.Moewardi Solo. Perlu kesabaran juga baik untuk pasien, keluarga pasiaen terasuk pendamping karena fisioterapi ini akan memakan waktu lama. Saat ini pasien sudah menunjukkan adanya perkembangan, bagian tubuh dari pinggang sampai lutut sudah mulai bisa digerakkan kembali. Sang suami, Taryo hanya bekerja sebagai buruh. Mereka hidup kurang mampu. Anaknya pun sudah berkeluarga, dan kehidupannya juga tidak jauh berbeda dengan mereka. Kondisi keterbatasan ekonomi ini yang membuat pengobatan sempat tertunda. Saat ini fisioterapi fokus ke bagian lutut sampai telapak kaki. Bantuan #SedekahRombongan untuk proses pendampimgan pasien selama kontrol dan mencukupi kebutuhan lainnya. Perkembangan saat ini sudah cukup membaik serta menunjukkan progress yang positip. Semoga kesabaran Bu Pariyem bisa menunjukkan hasil seperti yang diharapkan, bisa berjalan kembali seperti sedia kala.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Ibu pariyem menderita Tumor Syaraf Tulang Belakang

Ibu pariyem menderita Tumor Syaraf Tulang Belakang


LUTFHI ARYA FIRDAUS (17 bulan, Jantung + Hemangioma). Alamat : Dusun Pancuran 01/06, Desa Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Lutfhi mengalami masalah kesehatan sejak lahir. Terlahir dalam keadaan terlambat satu minggu dari jadwal kelahiran membuat bayi ini harus dilahirkan lewat proses dipacu. Karena ada masalah setelah kelahiran Lutfi langsung masuk dalam perawatan ruang inkubator selama 5 hari untuk menjalani perawatan dan fisiotherapi agar bisa menyusu tanpa alat bantu selang. Ternyata tak sampai situ saja, 7 hari setelah kelahirannya muncul bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuhnya. Keluarga berharap bercak itu akan hilang seiiring bertambah usia. Tapi pada kenyataannya justru sebaliknya bertambahnya usia, bercak semakin banyak. Pertumbuhannya  juga lambat dan sering sakit-sakitan. Putra pertama pasangan Bapak Anton Sujarwo  dan Ibu Siti Aisyah ini dilihat secara sepintas memang seperti anak yang tak normal BB hanya 5 KG. Dari semua test yang dilakukan Lutfi didiagnosa menderita kelainan jantung dan hemangioma kapiler. Saat ini Lutfi rutin terapi obat jantung, sebulan sekali chek up. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk pendampingan serta proses penghandle-an secara rutin. Semoga, kondisinya semakin membaik.

Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Luthfi menderita Jantung + Hemangioma

Luthfi menderita Jantung + Hemangioma


FARID ABDULLAH ( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik) bulan anak pasangan Suharmin, 29 dan Yesi Setiyani, 25. Bersama kedua orang tuanya Farid tinggal di Dsn. Tahunan RT 02/06 Desa Sambirejo, Kec.Jatisrono, Farid begitu nama panggilannya, menderita kelainan yang tidak biasa. Kedua pergelangan tanganya bengkok, masing-masing tangan jarinya hanya empat. Tidak hanya itu, bayi ini juga tidak mempunyai daun dan lubang telinga sebelah kanan. Farid yang terlahir pada tanggal 14 Januari 2016 ini, selain menderita kelainan fisik, bayi ini juga mengalami kelainan bocor jantung dengan empat kebocoran jantung. Bayi malang yang ayahnya hanya seorang terapis kesehatan ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani).  Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RSU Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di petut sebelah kiri. Saat itu kedua orang tuanya belum memiliki BPJS, sehingga biaya perawatan dengan biaya umum. Biaya yang tak sedikit tentunya untuk operasi colostomy, hingga karena tak ada biaya lagi hanya selama empat hari dirawat dirumah sakit keluarga meminta pulang. Selama di rawat di rumah, pihak keluarga tetap saja kebingungan memikirkan biaya, karena bagaimanapun pengobatan Farid masih dalam jangka panjang. Hingga akhirnya Tim #SRWonogiri datang dan memutuskan untuk menghandle bayi Farid. Melihat kondisi urgent seperti ini, tim segera bergerak cepat, mengurus pembuatan BPJS dengan percepatan aktivasi dan dalam waktu sehari BPJS langsung bisa diaktifkan. Farid pun bisa melanjudkan pengobatan ke RSD.Moewardi Surakarta. Selang lima bulan pasca operasi pembuatan stoma, akhirnya Farid menjalani operasi pembuatan anus. Operasi berjalan lancar, hanya saja ada masalah pasca operasinya. Saluran air seni tersumbat menyebabkan Farid tak bisa buang air kecil, perutpun membengkak. Bahkan Farid sempat tak sadarkan diri selama beberapa hari di HCU. Tim dokter segera melakukan operasi lanjutan dengan memasang cateter di kedua sisi perutnya. Butuh rawat inap selama sebulan buat Farid untuk memulihkan kondisinya pasca operasi pembuatan anusnya. Perjuangan Farid tak akan berhenti sampai di situ saja, bayi malang ini masih membutuhkan lagi beberapa kali operasi. Yaitu  operasi penyambungan usus dan penutupan stoma. Sementara untuk masalah jantungnya, sejak memasuki usia enam bulan, Farid menjalani pengobatan rawat jalan lewat terapi obat yang harus di minum setiap hari. Untuk tumbuh kembangnya Farid juga menjalani fisioterapi seminggu sekali, dan untuk anusnya dilakukan tindakan businasi rutin. Dalam seminggu Farid harus ke RSD.Moewardi dua kali untuk Fisioterapi dan businasi. Artinya paling tidak dalam sebulan minimal 8 kali bolak- balik RS padahal jarak tempuhnya hampir 80 km dari rumah Farid. Untuk operasi penutupan stoma memang dijadwalkan enam bulan pasca pembuatan anus sekaligus menunggu ukuran anus normal sesuai usianya. Sementara untuk jantungnya akan di observasi enam bulan pasca terapi obat. Jika tak ada perubahan kemungkinan besar akan dilakukan tindakan operasi. Dan kemungkinan juga operasi dilakukan di Jakarta. Saat ini dokter juga belum bisa mendiaknosa apakah pergelangan tangan dan jarinya bisa direkontruksi atau tidak. Kelainan fisiknya juga belum diketahui apakah oleh virus atau sebab lain. Sedekaholic, perjuangan Farid masihlah panjang. Sementara melihat kondisi ekonomi kedua orang tuanya sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik

Farid menderita Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat Dusun Suwondo, RT 01 RW 09, Desa Gumiwang, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Saat ini menjalani kemotherapi yang keenam. Pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pasca operasi pertama, kondisi agak tidak baik. Kemudian, berjalan hampir dua minggu terjadi pendarahan hebat di pipinya. Keluarga sangat risau, dan kami pun menjemput ke rumah yang cukup jauh dari kota. Perjalanan kemudian menuju Moewardi Solo. Istrinya menangis terus selama dalam perjalanan itu. Keluarga ini kurang mampu, himpitan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga ini. Usia yang tak lagi muda dan produktif, tenaga yang tak lagi sekuat dulu, membuatnya hanya pasrah dengan keadaan yang menimpanya saat ini. Dan sakit itu pun terbiarkan selama 10 tahun. Rumahnya sangat sederhana, rumah tua yang berlantaikan tanah dan memprihatinkan, jika hujan lebat tak sedikit air masuk ke rumah karena sebagian genteng bocor. Dia tak pernah mengeluh dengan hidupnya itu. Kebutuhan untuk perjalanan, serta proses pendampingan di cukupi dengan #SedekahRombongan.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Pak dalimin menderita Tumor Pipi

Pak dalimin menderita Tumor Pipi


EKO PRAYITNO (32, Retinoblastoma) Alamat Dsn Klego RT 01/08 Desa Tirtosworo, Kec.Giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah. Sudah dua tahun ini mengidap Retinoblastoma di mata sebelah kiri. Awalnya hanya berupa benjolan kecil di sebelah mata kiri. Tapi lama kelamaan benjolan itu semakin membesar. Tahun 2015 lalu Eko sudah sempat berobat di RSD.MOEWARDI Surakarta. Bahkan sempat menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Kondisi juga sempat membaik. Namun karena kehabisan biaya pengobatan terhenti selama satu tahun. Sakit itu dibiarkan saja hingga akhirnya memperburuk kondisinya. Tubuh semakin kurus,luka semakin melebar dan membengkak serta anemia berat. Eko yang sempat mendapat perhatian dari pemda ini akhirnya dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri untuk perbaikan kondisi umum. Setelah kondisi membaik Eko segera di rujuk kembali ke RSD.MOEWARDI Surakarta menjalani rawat inap selama tiga minggu serta menjalani serangkaian test ulang karena pasien sudah setahun lebih tak berobat. Tim dokter akhirnya memutuskan untuk melanjudkan kemoterapi dan radioterapi. Hanya saja radioterapi baru mau dilakukan Maret tahun depan. Ternyata selain faktor ketiadaan biaya akomodasi, menunggaknya iuran BPJS juga jadi masalahnya.BPJS tak aktif karena ada tunggakan. Keluarga yang beranggotakan empat orang dalam satu KK ini tak mampu lagi mengangsurnya. Eko anak pasangan Sutiman, 60 dan Sumiyen, 55 ini Eko sebelum sakit juga bekerja sebagai seorang kuli bangunan. Namun, dua tahun lalu setelah menderita kanker itu Eko memutuskan untuk tidak bekerja. Orang tuanya juga hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sekali jalan mereka butuh biaya 600 ribu sampai 800 ribu karena jarak rumah sampai RS sangat jauh, padahal mereka dalam sebulan 3 sampai 4 kali ke RS. Biaya yang tak sedikit bukan yang harus mereka keluarkan setiap bulannya? Kini berkat uluran para sedekaholic Eko sudah bisa melanjutkan pengobatannya kembali.

Bantuan : Rp. 3.652.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Eko menderita Retinoblastoma

Eko menderita Retinoblastoma


RIAN JUNIOR ( 8, Kanker Otak ). Tinggal di Tasikharjo RT03/2, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah. Rian mengalami keterbelakangan mental disebabkan karena perkembangan otak yang relatif terhambat. Hal ini di pengaruhi faktor sakit kanker yang di alaminya. Kedua orang tuanya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membawanya ke pengobatan baik medis maupun non medis. Akan tetapi, keterbatasan ekonomi kedua orang tuanya, hal ini tidak bisa berjalan sebagaimana harapan. Wiyarti, ibunya berharap anak satu – satunya ini bisa mendapatkan mukjijat kesembuhan. Pekerjaan sehari – hari ibu ini hanyalah sebagai petani membantu suami menggarap ladang yang bukan miliknya sendiri. Penghasilan tiap hari pun tidak tentu. Kondisi ini pun bisa dikatakan tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka. Mereka bisa mendapatka hasil untuk kebutuhan pokok pun sudah alhamdulillah. Kondisi rumah pun biasa saja, dinding masih kayu serta lantai belum dilapisi plester atau keramik. Terkadang pula, jika musim hujan air masuk ke rumah. Hal ini dikarenakan atap atau genteng yang sebagian besar juga bocor. Mereka membutuhkan biaya untuk pengobatan sang anak. Kebutuhan itu antara lain untuk kontrol setiap minggu sekali. Jarak tempuh antara rumah dengan rumah sakit pun cukup jauh. Jika kebetulan belum mempunyai uang, mereka pun berupaya dengan meminjam uang ke tetangganya. Bantuan ini sebagai bantuan pengobatan rian, semoga saja dengan bantuan dari #SedekahRombongan bisa sedikit meringankan beban keluarga mereka saat ini. #SedekahRombongan mencoba membantu semaksimal mungkin. Rian menjadi pasien dampingan yang setiap kali melaksanakan kontrol kita dampingi. Tim #SR Wonogiri dengan bantuan perangkat setempat, berusaha meringankan beban hidup keluarga kurang mampu ini. Semoga, langkah ini bisa bermanfaat bagi sesama. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Rian menderita Kanker Otak

Rian menderita Kanker Otak


MARTINUS KAMPAR (28, Patah Tulang Kaki). Alamat : Dusun 1 Melati, RT 5/1, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada 12 Juli 2016, Martinus pergi ke salah satu perusahaan di daerah Kampar untuk memenuhi panggilan pekerjaan, namun nasib baik belum berpihak kepadanya sehingga ia tidak mendapatkan pekerjaan tersebut dan pulang kembali ke rumahnya dengan mengendarai motor. Dalam perjalanan pulang, Martinus berusaha menghindari lubang di jalan namun akhirnya malah menabrak pohon sawit. Malangnya tidak ada yang menolongnya karena pada saat itu jalanan sepi dan tidak ada satu pun orang yang lewat, hingga keesokan paginya Martinus ditemukan warga setempat dalam keadaan pingsan. Warga kemudian membawanya ke Puskesmas terdekat dan dokter menganjurkan agar Martinus segera dirujuk ke RSUD Pekanbaru karena kondisinya semakin memburuk dengan suspect patah tulang pada kakinya. Bagian Pengaduan RSUD Pekanbaru menginfokan kurir #SedekahRombongan Riau mengenai kondisi Martinus yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga ia memiliki tunggakan biaya selama dirawat inap di RSUD yang tidak bisa ia dibayarkan. Sehari-hari Martinus hanya bekerja sebagai buruh serabutan, ia bekerja bila ada yang meminta bantuannya. Jangankan untuk membayar biaya rumah sakit, ia sendiri pun belum dapat menghidupi keluarganya secara layak. Istrinya, Putri (20), adalah seorang ibu rumah tangga dan saat ini tengah mengandung anak pertama mereka. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk melunasi biaya perawatan Martinus di RSUD Pekanbaru. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp. 574.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Pak martinus menderita Patah Tulang Kaki

Pak martinus menderita Patah Tulang Kaki


CHARLES SIALAGAN (25, Patah Tulang). Alamat : Dusun 4, RT 37/9, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Charles adalah putra dari pasangan Kamen Sialagan dan Ibu Rumita Br Siregar (65) yang sejak suaminya meninggal bekerja sebagai buruh harian lepas. Pada 13 Agustus 2016 sekitar pukul 21.00 WIB, Charles mengalami kecelakaan motor tunggal sepulang ia bertandang ke rumah temannya. Kecelakaan Charles dipicu oleh kondisi jalan yang buruk yang membuat motornya oleng hingga terjatuh. Saat terjadinya kecelakaan kepala Charles terbentur ke jalan dan kondisi lengannya sobek cukup parah. Malam itu juga ia langsung dibawa ke bidan desa agar mendapatkan perawatan darurat, namun karena kondisi tulang lengannya patah dan tidak memungkinkan untuk ditangani bidan, oleh warga desa Charles langsung dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Di RSUD Charles dirawat selama 5 hari dengan status pasien umum kelas 3 karena Jamkesda yang dimiliki Charles sudah tidak berlaku lagi. Pada 18 Agustus 2016 akhirnya Charles diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi pada tulang lengannya, namun keluarganya tidak dapat membayar biaya rumah sakit karena ketiadaan uang. Pihak #SedekahRombongan dihubungi oleh bagian pengaduan RSUD Arifin Achmad mengenai kondisi Charles dan alhamdulillah kembali dapat memberikan bantuan lanjutan untuk membayar angsuran biaya rumah sakit. Sebelumnya Charles dibantu pada Rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Pak charles menderita Patah Tulang

Pak charles menderita Patah Tulang


ALIYA ZIFARA HUMAIRA (3, Jantung Bocor dan Penyempitan Paru-Paru). Alamat : Jalan Ir. H. Juanda, RT 22, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Aliya adalah anak pertama dari pasangan Dedi irawan (29) dan Dewi Utari (30). Penyakit yang dialami Aliya bermula saat ia berusia 6 bulan dimana ia mengalami bentol-bentol di badannya. Dengan bermodalkan BPJS kelas III, saat itu orang tua Aliya membawanya berobat ke Puskesmas setempat namun dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Tak hanya mengalami bentol-bentol, jika menangis tubuh Aliya menjadi kebiruan. Saat berobat di RS Raden Mattaher Jambi kondisi Aliya menurun hingga dirawat selama 5 hari. Pada usia 15 bulan, kondisi Aliya semakin menurun, pertumbuhan dan perkembangan Aliya tidak sama seperti teman sebayanya. Aliya terlihat sangat kurus, nafsu makan berkurang, dan hingga berusia 15 bulan Aliya belum bisa berjalan. Setelah dilakukan beberapa pemeriksan di RS Raden Mattaher Jambi, oleh dokter Aliya dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS harapan Kita Aliya sempat dirawat selama 7 hari dan diagnosa  menderita jantung bocor dan penyempitan paru-paru. Setelah dirawat Aliya diperbolehkan pulang dan dijadwalkan kontrol rutin sambil menungu jadwal operasi. Setelah 3 kali berobat, Aliya dijadwalkan operasi pada 16 Agustus 2016 lalu. Selama kontrol dan perawatan di Jakarta Aliya mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan Kota Jambi. Operasi ditunda karena Aliya mengalami masalah pada bagian telinganya. Aliya masih terus berobat di RS Harapan Kita dalam rangkaian perawatan sebelum operasi. Kurir #SedekahRombongan menemui Alya dan orang tuanya di tempat tinggal sementara mereka di kawasan RS Harapan Kita dan memberikan bantuan untuk operasonal berobat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk proses pengobatan Aliya, serta harapannya rangkaian operasi Aliya dapat berjalan lancar sehingga ia bisa segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @Ilfa_Mid @ririn_restu

Aliya menderita Jantung Bocor dan Penyempitan Paru-Paru

Aliya menderita Jantung Bocor dan Penyempitan Paru-Paru


SITI HAJJAH MAY PUSPITA (5, Kejang Demam). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 7/2, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Buah hati dari Bapak Kusiman dan Ibu Nurhasanah ini mengalami kejang secara tiba – tiba. Saat itu Siti dan beberapa saudara kandungnya sedang bersenda gurau di rumah sederhana mereka, ia kemudian terjatuh dan kepalanya membentur dinding rumah dan langsung kejang – kejang. Kedua orang tua Siti memberikan obat demam untuk meredakan penyakitnya, namun beberapa hari kemudian kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya ia dibawa ke RSUD Bangka Tengah. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan Siti harus kontrol rutin selama 2 tahun di RSUD. Siti terdaftar sebagai peserta BPJS. Kini jika Siti mengalami demam sering disertai dengan kejang-kejang. Bapak Kusiman sehari-harinya hanyalah buruh serabutan yang tidak tentu penghasilannya. Di usianya yang semakin tua membuat kondisi fisik Bapak Kusiman semakin menurun sehingga terkadang tidak dapat bekerja dengan maksimal. Dari 12 anaknya, Bapak Kusiman masih harus menghidupi 8 anak. Untuk makan sehari-hari mereka terkadang meminjam uang dari tetangga. Alhamdulillah kurir #Sedekahrombongan dapat bertemu dengan Siti dan keluarganya untuk memberi semangat. Santunan dari para sedekaholic pun disampaikan kepada keluarga Siti untuk pengobatannya dan kebutuhan sehari – hari keluarga. Semoga Allah mengangkat penyakit Siti.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, @Effendy_babel Ahmad Hendra Martadinata @ririn_restu

Siti menderita Kejang Demam

Siti menderita Kejang Demam


NOVRIANTI BINTI ARISMAN (29, Diabetes). Alamat : Desa Sukajadi, RT 3/2, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Novrianti menderita penyakit diabetes sejak 3 tahun yang lalu. Kondisi Novrianti semakin memprihatinkan setelah kaki kanannya mulai membusuk hingga akhirnya suaminya meninggalkannya begitu saja setahun yang lalu. Novrianti sempat berobat ke Puskesmas dan dokter menyarankan agar jari kakinya diamputasi setelah kondisi lukanya cukup kering. Ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun untuk berobat sehingga seringkali harus menunggu tersedianya uang dulu untuk pergi berobat. Kehidupan Novrianti saat ini sangat bergantung pada adik perempuannya yang juga berstatus janda anak satu. Untuk meringankan penyakitnya, Novrianti mengobati luka-luka pada kakinya dengan pengobatan herbal dan adiknya lah yang sehari – hari membantu mengganti perbannya karena ia sudah sulit berjalan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Novrianti dan menyampaikan santunan untuk membantu pengurusan BPJS. Semoga Novrianti segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Prapto @ririn_restu

Novrianti menderita Diabetes

Novrianti menderita Diabetes


MABRIS LUBIS (52, Diabetes). Alamat : Dusun 1 Melati, RT 2/1, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pak Mabris menderita penyakit diabetes sejak 5 tahun yang lalu dengan gejala awal mudah lelah, cepat merasa lapar dan haus. Meskipun nafsu makannya meningkat, anehnya berat badannya malah semakin berkurang. Ujung kaki kanan Pak Mabris mengalami gatal-gatal yang tidak kunjung sembuh hingga akhirnya menjadi luka yang membusuk. Ketiadaan jaminan kesehatan membuatnya sulit untuk berobat karena kondisi ekonomi keluarganya yang masih sulit. Pak Mabris bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan yang tidak menentu dan masih belum dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Istrinya, Eti (51), adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya mengurus Pak Mabris yang sudah tidak mampu lagi menarik becak. Selama ini Ibu Eti lah yang membuatkan berbagai ramuan tradisional untuk membantu mengobati luka di kaki kanan Pak Mabris yang telah membusuk. #SedekahRombongan yang mendapatkan kabar tentang Pak Mabris dan keluarganya segera mengunjungi kediaman mereka dan menyampaikan santunan untuk membantu keluarga mengurus jaminan kesehatan BPJS. Semoga pengobatan Pak Mabris berjalan lancar dan ia segera sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Otri @ririn_restu

Pak mabris menderita Diabetes

Pak mabris menderita Diabetes


MUHAMMAD KHOLIKIL AROZIQI, (9, CA TULANG) Alamat Jl Bungur No 16, Desa Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Rossi nama panggilannya, terdaftar sebagai siswa kelas 3 di sekolah tingkat dasar. 5 bulan yang lalu Rossi mengalami kecelakaan atau terjatuh saat bermain sepak bola, dalam kegitatan proses pembelajaran Olahraga di sekolahnya. Setelah saat jam sekolah pulang, Rossi pulang dengan berjalan sambil menahan rasa sakit di kakinya. 5 bulan telah berlalu, kaki Rossi membengkak akibat tidak mendapatkan penanganan medis. Bahkan untuk periksa ke pusat kesehatan masyarakat pun tidak bisa dia peroleh dikarenakan kondisi perekonomian yang tidak memungkinkan. Bapak Rossi tidak lagi bekerja karena fungsi pengelihantannya tidak normal lagi, dan sampai Rossi tidak lagi bisa bersekolah dikarenan kaki kanannya semakin membengkak dan Rossi tidak bisa berjalan normal. Rossi tinggal di rumah kontrakan yang sempit hanya cukup untuk tidur berdua dengan Ayahnya, Imam Syafi’i (64) Ayah dari Rossi tidak lagi bisa bekerja karena keterbatasan daya lihat yang dia miliki, Imam Ayah Rossi hanya bisa bekerja hanya menjadi tukang parkir liar dan itupun tidak setiap hari. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Adik Rossi dirumahnya, saat warga di desanya memberi kabar dengan kurir #SedekahRombong bahwa adik Rossi layak di bantu untuk menangani sakit yang di alami adik Rossi. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu adik Rossi. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi biaya pengobatan, pembelian obat diluar BPJS dan Pembelian Kruk. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Rossi menderita kanker TULANG

Rossi menderita kanker TULANG


ALI IMRON, (5, Meninokel) Alamat Dusun Sumber Balin 004/003, Desa Cumedak, Kecamatan SumberJambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Awal mula Adik Ali dirujuk ke Puskesmas SumberJambe karena Ali merasa pusing, sesudah itu Ali Imron bertemu dengan kurir #SedekahRombongan di saat Ali di Puskesmas. Kurir #SedekahRombongan membawa Ali dirujuk kerumah sakit Dr Soebandi Jember Untuk pemeriksaan lebih lanjut hingga sampai penjadwalan Operasi Meninokel yang dialami Adik Ali. setelah itu usai penjadwalan Operasi Ali Imron kembali lagi setelah 1 bulan mendatang. 1 bulan berlalu Adik Imron menjalanin operasi yang sakit di alami adik Ali. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu biaya pasca operasi dan obat-obatan selama perawatan di rumah sakit Dr Soebandi Jember. Santunan yang digunakan untuk Akomodasi pasca Operasi dan obat-obatan. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp.  3.300.000,-
Tanggal : 26 September 2016 dan 30 Oktober 2016 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Ali menderita Meninokel

Ali menderita Meninokel


SISKAWATI PONGOLIU (2, Hydrocephalus). Alamat : Desa Motolohu Selatan, Kec. Randangan, Kab. Pohuwato, Prov. Gorontalo. Cika biasa ia dipanggil adalah putri pertama dari pasangan Bapak Adrian Pongoliu (26) dan Ibu Sriyanti Badu (24). Saat mengandung Cika Ibu Sriyanti merasakan keanehan pada janinnya, namun kerena tidak ada biaya ia mengurungkan niatnya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kelahiran Cika pun hanya menggunakan jasa bidan kampung. Saat Cika berusia 6 bulan, pihak Puskesmas Motolohu Selatan yang melakukan imunisasi melihat ada yang aneh pada kepalanya namun tidak memeriksanya lebih lanjut. Barulah setelah  usia 2 tahun kondisi Cika diketahui oleh Pemda setempat yang melakukan kunjungan ke desa-desa. Saat akan dilakukan pemeriksaan ternyata keluarga ini tidak memiliki identitas, untungnya Pemda setempat langsung bergerak dan akhirnya Cika bisa dirujuk ke RS dr. Herizal Umar Pohuwato Gorontalo. Keterbatasan alat medis membuat Cika dirujuk ke RS Aloe Saboe Prov. Gorontalo. Di sana Cika menjalani pemeriksaan CT-Scan dan hasilnya yaitu Communicating Hydrocephalus dengan lingkar kepala 66 cm melebihi ukuran kepala anak normal seusianya. Pengobatan Cika menggunakan BPJS Mandiri kelas III yang dibayarkan oleh Pemda setempat, namun keluarga terkendala biaya hidup selama Cika dirawat di rumah sakit. Maklum saja, Bapak Adrian hanya seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan Ibu Sriyanti hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Cika dan keluarga dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan Gorontalo, bantuan pun disalurkan untuk memenuhi kebutuhan selama perawatan Cika. Semoga Cika lekas sembuh, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @yunitagobel @ririn_restu

Siska menderita Hydrocephalus

Siska menderita Hydrocephalus


NUR HIDAYATI (20, Bantuan Kebutuhan Pokok). Alamat : Desa Soagimelaha, RT 2/3, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Gadis yang mulanya bernama Rurut ini dan 9 orang keluarganya adalah bagian dari Suku Tugutil/ Suku Lingon, sebuah suku primitif yang mendiami hutan Halmahera. Rurut pertama kali ditemukan 3 orang warga Galela pencari kayu gaharu di hutan pada 12 Agustus 2016, dan ia memilih ikut warga ke kampung. Selama 2 minggu sejak ditemukan, Rurut beradaptasi dengan warga Kecamatan Maba dan Galela, Kabupaten Halmahera Utara. Warga menerima Rurut dengan baik, ia diberikan makanan dan pakaian. Rurut kembali tinggal bersama keluarganya di hutan Halmahera Timur selama kurang lebih 3 minggu. Rurut mengambil keputusan keluar hutan dan memilih kembali ke warga Maba. Akhirnya keluarga Rurut pun berbondong-bondong ikut keluar hutan bersamanya. Pada Minggu, 2 Oktober 2016,  Rurut  dan 9 orang keluarganya sampai di Desa Soagimelaha. Rurut dan keluarga berkeinginan untuk meninggalkan hutan karena kehidupan mereka di sana sangat kesulitan. Selain itu, konflik antar sesama suku di hutan selalu terjadi membuat mereka merasa tidak nyaman. Rurut dan keluarganya dibuatkan tenda oleh warga untuk mereka tinggal, warga pun menyediakan makan dan pakaian. Ketika kurir #SedekahRombongan menemui Rurut pada 4 Oktober 2016 jam 23.30 WIT, mereka sudah tidur di rumah Pak Badrun, warga yang menemukannya di hutan. Keesokan harinya, mereka kembali ke tenda dan bertemu dengan kurir #SedekahRombongan. Tenda tempat mereka tinggal diperbaiki warga agar lebih layak huni. Ahamdulillah kurir #SedekahRombongan Halmahera Utara dapat menyampaikan titipan #Sedekaholis dalam bentuk kebutuhan pokok untuk Rurut dan keluarganya di rumah Pak Badrun.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia Rahman Saha @MahfudSalama

Bantuan Kebutuhan Pokok

Bantuan Kebutuhan Pokok


RHIZKY Z. TOGUBU (1, Hydrocephalus). Alamat : Desa Balbar, RT 3/3, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Saat melaksanakan akikah Rhizky, ayahnya, Ilham Manaf (28), kaget melihat kepala anaknya membesar. Akhirnya Rhizky dibawa ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate dan didiagnosis menderita hydrocephalus dan dirujuk ke rumah sakit di luar kota. Ketiadaan biaya membuat Rhizky hanya diobati secara tradisional. Saat itu Rhizky berusia 6 bulan dan lingkar kepalanya berukuran 53 cm. Rhizky bertahan dengan obat tradisional yang diminimunya selama 6 bulan namun kondisinya belum membaik bahkan lingkar kepalanya bertambah menjadi 61 cm. Rhizky kini tinggal bersama orang tuanya di sebuah kos mahasiswa di Kelurahan Sasa, RT 4/2, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, karena ayahnya masih berkuliah semester akhir di Universitas Muhammadiyah Ternate. Ibunya, Rosita J Kopman (28), sehari – harinya bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu kantor Pemda Provinsi Maluku Utara. Kondisi Rhizky semakin menurun, akhirnya orang tuanya memutuskan Rhizky kembali menjalani pengobatan medis agar bisa dioperasi. Rhizky berobat menggunakan BPJS Mandiri kelas III. Ia dirujuk ke RSCM Jakarta untuk menjalani operasi. Kurir #SedekahRombongan Ternate melihat secara langsung kondisi fisik Ryzky yang semakin hari kepalanya semakin membesar dan sangat memprihantikan. Kurir #SedekahRombongan Ternate menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi Rhizky dan kedua orang tuanya dari Ternate ke Jakarta. Sebelumnya Rhizky dibantu pada Rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia Heldha Paays, Nurchaida Ali @MahfudSalama @ririn_restu

Rhizky menderita Hydrocephalus

Rhizky menderita Hydrocephalus


NURUL HUDA, (38, Kanker Usus) Pria berumur 38 Tahun ini merupakan pekerja serabutan. Alamat Jl. manggar Gang 11, RT 2 RW 16, Gebang , Patrang, Jember. Riwayat sakitnya dimulai kurang lebih setahun lalu ditandai dengan BAB disertai dengan darah segar sehingga pada waktu itu dirawat kurang lebihnya dua minggu di Rumah Sakit Citra Husada. Sebetulnya dokter sudah merekomendasikan untuk segera dilakukan operasi untuk mengangkat benjolan di ususnya, Diagnosanya adalah Tumor usus. Karena keterbatasan perekonomian Pak Nurul menunda operasinya tersebut sampai pada akhirnya Tiga bulan lalu kondisinya menurun dan mengalami pendarahan tiap kali BAB sehingga harus dirawat kembali di Rumah Sakit Citra Husada. 9 kantong darah sudah dihabiskan dalam masa perawatan seminggu itu dan sekali lagi dokter merekomendasikan untuk segera dilakukan tindakan medis lanjutan ke Rumah sakit Dr. Soebandi. Bapak dari satu putri ini yang sekarang duduk di kelas 3 SMK benama Nadira. Nadira lah yang memberi informasi terhadap Tim #SRjember dan kemudian dilakukan survey dan pendampingan. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan Pak Nurul didiagnosa menderita kanker usus yang harus segera dilakukan tindakan medis lanjutan ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Dan dalam kesehariannya Pak Nurul melakukan Pekerjaan apapun termasuk Reparasi Alat-alat Rumah tangga sampai perihal permesinan. Santunan di Bulan ini Untuk Akomodasi Pembelian Obat-obatan dan Rawat Jalan. Semoga Pak Nurul segera diberikan jalan kesembuhan dan kontribusi para sedekaholic mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 907

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 06 September 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Pak nurul menderita Kanker Usus

Pak nurul menderita Kanker Usus


MOTOR DAN MOBIL BANTUAN TRANSPORT PASIEN TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN  BONDOWOSO ( F 6185 BM, Biaya Operasional Transportasi Pasien ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Motor Trail dan Mobil Bantuan Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Bondowoso, Besuki, Situbondo. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk bahan bakar. Semoga sedekah dari pada #Sedekaholic #SedekahRombongan semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 907

Jumlah santunan: Rp. 700.000,-
Tanggal: 13 September 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Biaya Operasional Transportasi Pasien

Biaya Operasional Transportasi Pasien


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Oktober 2016 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR).  Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Oktober 2016. Semoga sedekah dari para #sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 907

Jumlah Santunan : Rp. 6.676.000,-
Tanggal :  31 Oktober 2016
kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Biaya Operasional RSSR Oktober 2016

Biaya Operasional RSSR Oktober 2016


MUHAMMAD AFDAN SAKURA COBOBY (3, Hydrocephalus). Alamat : Desa Soasio, RT 1/2, Dusun Rajawali, Kec. Galela, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara. Si kecil yang biasa disapa Afdan ini menderita hydrocephalus sejak berusia 5 bulan. Sang ibu, Ibu Astuti (53), sama sekali tidak menduga penyakit ini menimpa buah hatinya karena ia merasa melahirkan Afdan dalam kondisi normal. Awalnya Ibu Astuti mencurigai leher Afdan yang  terlihat lemah dan tak berdaya,  esok harinya ia membawa Afdan ke salah satu dokter praktek di Tobelo. Ibu Astuti disarankan untuk membawa Afdan ke dokter spesialis anak. Selang beberapa hari kemudian, Ibu Astuti membawa Afdan ke dokter spesialis anak dan Afdan didagnosis menderita penyakit Hydrocephalus. Saat ini kepala Afdan semakin besar, ia selalu kejang-kejang jika mengalami panas tinggi, penglihatan kedua matanya diduga kabur dan kedua kakinya membentuk huruf X. Ayah Afdan, Pak Sudarto Cibobi (57), bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu sedangkan Ibu Astuti (53) hanyalah ibu rumah tangga. Keterbatas ekonomi membuat kedua orang tua Afdan tidak membawanya berobat terlebih lagi ia tidak punya BPJS. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Halmahera Utara menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu pengurusan BPJS Afdan dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @MahfudSalama Rahman Saha @ririn_restu

Afdan menderita Hydrocephalus

Afdan menderita Hydrocephalus


MULYONO BIN HARJO SUPIRNO (64, Tuna Netra). Alamat : RT 3/1, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan,  Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Mulyono  merupakan kakek tua yang hidup sebatang kara. Sejak istrinya meninggal kira – kira 15 tahun yang lalu,  mbah Mulyono hidup sendiri dengan keadaan matanya yang buta. Sebenarnya dulu mbah Mul adalah orang yang rajin dan selalu menjaga kebersihan di rumahnya. Saat itu, mbah Mul membersihkan kebun di sebelah rumahnya, tiba – tiba matanya kena percikan batu kecil yang tajam dan akhirnya terluka parah mata mbah Mul. Waktu itu hanya diobati seadanya tanpa ada tindak lanjut yang lebih baik  karena kondisi yang tidak mampu. Saat ini mbah Mul memiliki fasilitas kesehatan BPJS. Setiap hari kegiatannya hanya berdiam diri dalam rumah. Untuk makan setiap hari mbah Mul dikirim oleh keponakannya yang rumahnya kira-kira 100 meter dari rumahnya. Itupun cuma sebungkus nasi dan air putih. Sebenarnya mbah Mul punya anak tiri namun kini tinggal di Surabaya ikut keluarganya karena keadaan mentalnya sedang terganggu. Sejak itulah mbah Mul hidup sendiri dan tak pernah keluar rumah. Alhamdulillah mbah Mul mendapatkan santunan titipan dari sedekaholics sebesar Rp 1.000.000 yang telah disampaikan oleh  #SedekahRombongan  untuk biaya berobat dan keperluan sehari – harinya. Tidak lupa mbah Mul mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Mulyono menderita Tuna Netra

Mulyono menderita Tuna Netra

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 KODIR BIN WALIYAN 1,750,000
2 THOIROTUN NAFI’AH RATNASWARI 1,000,000
3 SOIMAH BINTI SARMIN TAHYUDIN 1,000,000
4 WASITO BIN TARSO 6,300,000
5 IBU SUPADMI 10,000,000
6 YAYASAN BHAKTI LUHUR 1,000,000
7 KHAIRIL AMRI 10,920,000
8 SITI MAISAROH 712,500
9 NURAINI CIK MAT 500,000
10 RIDWAN BIN KURDIYANTO 500,000
11 AWALIA NURHIDAYAH 1,370,000
12 RINI ARYANTI 2,000,000
13 M. RIZKY FEBRIAN 1,000,000
14 SYAHRUL HIDAYAT 500,000
15 MUHAMMAD ARIF MUBAROK 500,000
16 AWALUDIN NASUTION 2,401,800
17 SUMIDI RIAU 500,000
18 RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN 500,000
19 MONIKA LAURA PUTRI 500,000
20 MARIANI BENI 1,500,000
21 SITI NURUL JANNAH 1,000,000
22 SUMINEM BINTI KARSO 1,000,000
23 TUGEH BIN ODI 750,000
24 MARIATI BINTI KEMAN 500,000
25 RUSMI BINTI TEMBOK 1,000,000
26 DIANA PUTRI 800,000
27 SYAFRUDDIN BIN SISI 500,000
28 ALMH. SITI NURKAYAH 1,000,000
29 LAILI BINTI MARISAT 500,000
30 MURDAYANI BINTI HARDJO PARDJO 1,000,000
31 MISINI BINTI SAKIMAN 500,000
32 SITI ALFIYAH 1,000,000
33 SUPARNO BIN SALIM 500,000
34 LASMINI BINTI SUPRIYADI 500,000
35 IIN TUMINI 2,500,000
36 NURZAKI BIN MATORI 3,900,000
37 DIRWAS BIN DAUD 500,000
38 MTSR MAGETAN 3,000,000
39 MTSR MAGETAN 3,200,000
40 SARMI BINTI SIMON 1,000,000
41 SUWARNO TAKERAN 1,000,000
42 M.FAUZAN BIN EDY 1,750,000
43 REZA TRI ANDIKA 1,000,000
44 RSSR MAGETAN 2,800,000
45 MTSR MAGETAN 5,300,000
46 NURYADI BIN SUPARMIN 1,000,000
47 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
48 SATIJEM TUKARUNG 1,000,000
49 KARTINI BINTI SAMIYO 1,000,000
50 TRI PURNOMO APRIANTO 1,000,000
51 TONI SISWANTO 1,000,000
52 PARIYEM BINTI TARYO 1,000,000
53 LUTFHI ARYA FIRDAUS 1,000,000
54 FARID ABDULLAH 1,000,000
55 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,000,000
56 EKO PRAYITNO 3,652,000
57 RIAN JUNIOR 1,000,000
58 MARTINUS KAMPAR 574,000
59 CHARLES SIALAGAN 1,000,000
60 ALIYA ZIFARA HUMAIRA 500,000
61 SITI HAJJAH MAY PUSPITA 750,000
62 NOVRIANTI BINTI ARISMAN 500,000
63 MABRIS LUBIS 500,000
64 MUHAMMAD KHOLIKIL AROZIQI 1,000,000
65 ALI IMRON 3,300,000
66 SISKAWATI PONGOLIU 2,000,000
67 NUR HIDAYATI 2,000,000
68 RHIZKY Z. TOGUBU 2,500,000
69 NURUL HUDA 500,000
70 MOTOR DAN MTSR BONDOWOSO 700,000
71 RSSR JEMBER 6,676,000
72 MUHAMMAD AFDAN SAKURA COBOBY 1,500,000
73 MULYONO BIN HARJO SUPIRNO 1,000,000
Total 120,606,300

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 120,606,300,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 909 ROMBONGAN

Rp. 43,370,664,791,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.