Rombongan 908

Orang-orang yang menginfakkan hartanya di waktu malam dan siang secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala dari Tuhannya.
Posted by on October 27, 2016

INAQ MARNI (46, Bantuan Renovasi Rumah). Alamat : Dusun Kroya, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB. Ibu Inaq tinggal di rumah yang sangat sederhana berukuran 4 x 6 m, bersama dua anaknya yang masih bersekolah di kelas 1 SMA dan 1 SMP. Seluruh kegiatan Ibu Inaq dan anaknya dilakukan di rumah yang sangat sederhana tersebut. Untuk kebutuhan mandi, mencuci dan BAB dilakukan di sungai dekat rumah mereka. Pada 19 Agustus 2016 masyarakat bergotong-royong melakukan pembongkaran rumah Ibu Inaq, yang dilanjutkan dengan penggalian dasar rumah untuk memperkuat fondasi dan secara bertahap mulai memperbaiki rumahnya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantu meringankan beban Ibu Inaq dengan memberikan bantuan untuk pembelian bahan kayu dan ongkos tukang. Ucapan terima kasih dari Ibu Inaq dan keluarga kepada sedekaholic #SedekahRombongan karena bisa membantu renovasi rumah Ibu Inaq sehingga bisa lebih layak ditempati. Semoga semua kebaikan sedekaholic #SedekahRombongan dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan :  Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus  2016
Kurir :  @arfanesia Samsul Bahri Panca Yuniati @ririn_restu

Bantuan Renovasi Rumah

Bantuan Renovasi Rumah


MISRIYAH BINTI BARALE (47, Spondilolistesis). Alamat : Muara Madras, RT 1/1, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Pada April 2016, Ibu Misriyah merasa tidak kuat untuk berjalan lagi, tulang belakang terasa nyeri dan tidak bisa menopang badannya. Khawatir akan kondisi yang dialaminya akhirnya ia memeriksakan kesehatannya di RS Mayang Medical Center (MMC) Jambi, meski harus menempuh jarak yang sangat jauh dan memakan waktu ± 8 jam perjalanan. Berbekal BPJS akhirnya Ibu Misriyah melakukan pemeriksaan kesehatan, namun apa daya BPJS yang diharapkan dapat membantu proses pengobatan ternyata tidak dapat digunakan karena menunggak iuran selama 1 tahun. Semangat untuk sembuh yang tinggi, membuat keluarga memutuskan Ibu Misriyah tetap terus melanjutkan pengobatan di RS MMC Jambi dengan menggunakan biaya pribadi. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, menurut dokter spesalis tulang yang menangani, Ibu Misriyah dianjurkan untuk melakukan fisioterapi tulang di Jambi. Saran dokter pun diikutinya, alhamdulillah setelah melakukan beberapa kali terapi kondisinya berangsur-angsur membaik. Saat ditemui kurir #SedekahRombongan, kondisi Ibu Misriyah sudah mulai bisa berjalan walau hanya sejauh 50 meter. Selama proses pengobatan, Ibu Misriyah tinggal sementara di rumah saudaranya yang tinggal di Jambi mengingat rumahnya yang sangat jauh dari rumah sakit yang dituju. Hingga saat ini biaya pengobatan Ibu Misriyah telah menghabiskan dana ± Rp 4.000.000,-. Ibu Misriyah mempunyai 2 orang anak dan kesehariannya mengurus warung kelontong di rumah. Semenjak sakit, ia hanya bisa duduk terdiam di rumah, mengingat kondisi lingkungan rumah yang berbukit-bukit dan tidak memungkinkan untuk berjalan. Warung kelontong yang diharapkan dapat menghidupi biaya sehari-hari akhirnya tidak bisa diurus. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan Ibu Misriyah. Semoga dengan terapi yang Ibu Misriyah lakukan mendapat ridho Allah dan ia diberi kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @laviola_niza @Ilfa_Mid @ririn_restu

Ibu misriyah menderita Spondilolistesis

Ibu misriyah menderita Spondilolistesis


SITI PATIMA (46, Penyakit Jantung).  Alamat : Dusun Kampung Baru, Desa Setiris, RT 11, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Ibu Siti adalah seorang janda karena suaminya telah meninggal dunia. Saat ini Ibu Siti hanya tinggal berdua dengan putri bungsunya, Resti (13), sementara kedua anak lelakinya bekerja sebagai buruh bangunan dan buruh tralis besi. Pada tahun 2015, Ibu Siti mengalami sesak napas hingga tidak sadarkan diri. Gejala penyakit yang diderita Ibu Siti berawal sejak pertengahan Juli 2014, ketika itu ia merasakan sesak napas disertai dengan mual dan sakit kepala hebat, terlebih lagi saat berjalan dengan jarak yang cukup jauh. Tidak jarang ia merasakan dadanya tiba-tiba berdebar dan nyeri disertai sakit kepala hebat jika kelelahan saat mencari kayu bakar. Saat ini Ibu Siti hanya bisa beraktivitas di dalam rumah saja seperti memasak dan membereskan rumah, jika ia bekerja di luar rumah dan terkena sinar matahari seketika kepalanya terasa sakit dan pandangannya berkunang-kunang. Awalnya keluarga beranggapan gejala-gejala yang dirasakan oleh Ibu Siti tersebut karena ia kelelahan bekerja, namun ketika ia tidak sadarkan diri, anaknya mulai mengkhawatirkan keadaannya. Saat ditemui oleh kurir #SedekahRombongan Jambi, anak Ibu Siti menyampaikan ada rasa penyesalan karena saat itu tidak segera membawa ibunya untuk berobat. Akhirnya berbekal BPJS, Ibu Siti dibawa ke Puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Muaro Jambi. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter, Ibu Siti didiagnosis menderita penyakit jantung. Selama 5 hari Ibu Siti dirawat di RSUD Muaro Jambi. Selain minum obat dokter, ia juga rutin mengonsumsi ramuan tradisional berupa temulawak kuning yang diramunya sendiri dengan cara diseduh menggunakan air hangat dan disaring, dan kondisinya berangsur-angsur membaik. Ibu Siti terakhir kali memeriksakan kesehatannya pada Maret 2016 dan sampai saat ini ia tidak pernah lagi berobat. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Ibu Siti hanya mengandalkan kiriman uang dari kedua anak lelakinya, maklum saja dikarenakan ia hanya sebagai ibu rumah tangga. Ibu Siti tidak mau merepotkan kedua anaknya baik untuk menemaninya berobat atau membiayai proses pengobatan, sehingga ia hanya bisa berusaha menjaga kondisi badannya agar tidak terlalu kelelahan. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan Ibu Siti dan keluarga, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Ibu Siti lekas sembuh agar bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @decojet @Ilfa_Mid @ririn_restu

Ibu siti menderita Penyakit Jantung

Ibu siti menderita Penyakit Jantung


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang). Alamat : Kalenpandan RT 4/14, Pamulihan, Larangan, Brebes, Jawa Tengah.  Pasien dampingan #SRbrebes sejak awal Maret 2016 ini kini menjadi dampingan dari #SRsolo. Anak ketiga dari 5 bersaudara ini tinggal bersama Ayahnya. Namun, harus menahan sakit diusia mudanya. Untung mengalami kecelakaan yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di klinik setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan menjalani kontrol setiap bulannya, Tetapi pengobatan terhenti karena terkendala biaya serta tak ada kemajuan kesembuhan. Kurir #SRbrebes dipertemukan dengan Untung kemudian mendamipingi pengobatanya. Untung dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Maret 2016, Untung menjalani pemeriksaan awal kemudian kontrol tiap satu bulan sekali. Pada 25 April 2016, dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan rutin rawat jalan selama beberapa minggu untuk mematikan sel kanker yang ada, sebelum dilakukan operasi. Awal Agustus 2016, Untung kembali menjalani kontrol serta tes laboratorium, kemudian 8 Agustus ia menjalani operasi kaki bagian kiri. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RS serta dianjurkan untuk berbaring selama 6 minggu untuk memulihkan kaki pasca operasi. Kemudian dokter menganjurkan untuk kontrol/terapi setiap 1 minggu sekali pada hari kamis untuk pemulihan lebih lanjut dan dokter memberikan obat setiap kontrol untuk melenturkan sendi yang kaku. Santunan ke 5 kembali disampaikan setelah santunan sebelumnya berada dalam rombongan 862, syukur dan ucapan terimakasih Untung sampaikan serta doa semoga ini menjadi amal jariyah bagi kita semua kelak. Aamiin

Tanggal : 6 September 2016
Santunan : Rp 500.000,00
Kurir : @Mawan @AisyahNka @KuncoroWiboowo

Untung menderita Kanker Tulang

Untung menderita Kanker Tulang


ANGGI FEBRINA SINULINGGA (13, Jantung Bocor). Alamat : Jln. Lingkar Selatan, Pal Merah, RT 26, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Pelajar kelas 2 SLTP ini merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Gejala penyakit yang diderita oleh Anggi berawal saat ia masih  balita. Saat itu Anggi berusia 9 bulan, ia mengalami demam tinggi disertai diare dan muntah. Kedua orang tuanya menduga demam tersebut hanyalah demam biasa dan diperiksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Hingga satu minggu berlalu, keadaan Anggi tidak kunjung membaik. Orang tua Anggi mulai mengkhawatirkan keadaan anaknya, akhirnya setelah satu minggu mengalami demam yang tidak kunjung sembuh, orang tuanya membawa Anggi berobat ke Puskesmas. Anggi yang masih balita kemudian dirujuk ke rumah sakit umum setempat dan dirawat. Saat itu kondisi Anggi sudah membaik, namun pada usia 9 tahun kondisinya kembali menurun dan ia kembali dibawa ke rumah sakit umum. Anggi dirawat selama satu minggu, dan setelah dilakukan pemeriksaan medis Anggi didiagnosis mengalami penyakit jantung bocor. Keterbatasan alat yang dimiliki oleh RSU Jambi membuat dokter menyarankan agar pengobatan Anggi dilanjutkan ke rumah sakit di Jakarta. Saran yang diberikan dokter tersebut tidak dilakukan oleh kedua orang tua Anggi karena faktor biaya. Berbekal jaminan kesehatan KIS, selama ini Anggi tetap melakukan kontrol rutin ke RSUD Abdul Manaf Jambi dan menjaga diri agar tidak kelelahan dalam beraktivitas, karena jika terlalu lelah kondisinya dapat menurun kembali. Saat ditemui kurir #SedekahRombongan Jambi, ayah Anggi, Tamasya Sinulingga (49), dan ibunya, Syahdani Afrida (43), menyampaikan bahwa Anggi harus segera dioperasi di Jakarta, namun mereka belum memiliki biaya untuk berobat ke Jakarta. Saat ini untuk kebutuhan berobat dibantu oleh sanak saudara serta tetangga terdekatnya. Pak Tamasya mengais rezeki dari bekerja sebagai supir penjual gas tabung elpiji dengan penghasilan bekisar Rp 1.000.000,- Rp. 1.500.000,- per bulan. Penghasilan tersebut ia gunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari istri dan 7 orang anaknya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk operasional berobat. Semoga Anggi dapat segera berobat ke Jakarta dan ia lekas pulih kembali sehingga dapat beraktivitas seperti anak-anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @arfanesi @ShintaTantri @DecoJet @Ilfa_Mid @ririn_restu

Anggi menderita Jantung Bocor

Anggi menderita Jantung Bocor


PITRI YANA (34, Bantuan Tunai). Alamat : Desa Tunas Mudo, RT 5, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Ibu Yana adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak. Selain menjadi ibu rumah tangga, setiap harinya Ibu Yana mengais rezeki untuk menambah penghasilan keluarga dengan menjadi penjual sayur keliling di desanya. Ia adalah sosok ibu yang gigih bekerja untuk meringankan beban suami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap harinya Ibu Yana berjualan sambil menggendong kedua anaknya membawa bakul penuh sayuran yang didapatnya dari hasil mencari di sawah miik orang lain. Sayur yang didapat dan dijual setiap harinya hanya terdiri dari dua macam saja, yaitu sayur genjer dan kangkung. Suaminya, Yono (37), sehari – harinya bekerja sebagai buruh kasar harian, pekerjaan yang sering dilakukannya adalah memotong karet di kebun tetangga dan menjadi penggarap ladang pertanian milik orang lain. Hasil yang didapatnya hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari keluarganya. Sebelumnya, keluarga ini pernah mendapatkan bantuan program bedah rumah dari pemerintahan daerah setempat karena masuk dalam kategori keluarga tidak mampu, namun kehidupan mereka semakin memprihatinkan karena penghasilan keluarga semakin kecil sedangkan harga kebutuhan pokok semakin meningkat. Ibu Yana membutuhkan modal agar bisa membeli sayur di pasar untuk dijual kembali. Ibu Yana dan keluarga mengungkapkan kegembiraannya saat Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke rumah mereka. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan keluarga ini, bantuan awal pun disampaikan untuk modal berjualan sayuran. Semoga keluarga Ibu Yana bisa berjualan dengan modal yang telah diberikan, sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @SintaTantri @decojet @Ilfa_Mid

Pitri menderita Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SITI TIMAH (47, Asam Urat + Gejala Katarak). Alamat : Desa Setiris, RT 11, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Ibu Timah adalah seorang janda dengan tiga orang anak. Ibu Timah sering melakukan aktivitas berat, sehingga ia mengalami nyeri betis bagian kanan dan terasa pegal. Kondisi yang dialami Ibu Timah semakin memburuk, rasa nyeri yang hebat pada betisnya tidak kunjung membaik. Khawatir akan kondisinya, ia memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, oleh dokter Ibu Timah didiagnosis mengalami asam urat. Dokter memberikan Ibu Timah beberapa obat guna menurunkan kadar asam urat serta mengurangi nyeri. Ibu Timah tidak hanya mengalami asam urat tinggi, ia juga mengeluhkan matanya sering terasa perih dan mengeluarkan air mata. Kondisi ini menyulitkannya dalam beraktivitas terutama di bawah terik matahari. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mengatakan Ibu Timah mengalami gejala katarak. Meski dalam kondisi sakit, Ibu Timah tetap bekerja karena ia satu-satunya tulang punggung keluarga. Suaminya pada  tahun 2011 meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas. Selain mengurus rumah tangga, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Timah mengais rezeki dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Dengan upah sebesar Rp 20.000,-  per hari ia menghidupi ketiga orang anaknya : Andre (16) yang bersekolah di kelas 2 SLTA, Sri Wahyuni (12) kelas 1 SLTP, dan Khumayra (7) yang diasuh oleh keluarga Ibu Timah. Hingga saat ini, mata kiri Ibu Timah masih sering mengeluarkan air mata dan kakinya pun sering bengkak. Alhamdulillah dengan berbekal jaminan kesehatan BPJS kelas III Ibu Timah bisa melanjutkan pengobatannya, namun ia hanya bisa memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat karena jauhnya jarak menuju ke rumah sakit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bantuan awal pun diberikan #SedekahRombongan untuk membantu biaya trasportasi Ibu Timah berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @decojet @Ilfa_Mid @ririn_restu

Ibu siti menderita Asam Urat + Gejala Katarak

Ibu siti menderita Asam Urat + Gejala Katarak


ABAS BIN SUHAIMI (54, Patah Tulang). Alamat : Desa Kedemangan, RT 7, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Enam bulan yang lalu, Pak Abas mengalami musibah tertabrak kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi saat hendak menyebrang jalan Lintas Timur. Kejadian tersebut mengakibatkan Pak Abas tidak sadarkan diri. Saat itu, Pak Abas langsung dibawa ke RSUD Raden Mattaher Jambi dan dirawat sekitar satu minggu. Dari hasil pemeriksaan rontgen, dokter yang menangani menyampaikan bahwa Pak Abas mengalami patah tulang paha kanan dan dianjurkan untuk dilakukan operasi. Dikarenakan faktor biaya dan rasa putus asa, Pak Abas tidak bersemangat lagi menjemput kesembuhan dan memutuskan untuk pulang dari rumah sakit. Sesampainya di rumah, Pak Abas menjalani perawatan dengan mengandalkan jasa tukang urut. Pelaku yang menabrak Pak Abas menjanjikan untuk membiayai jasa tukang urut, namun ternyata hal tersebut hanya janji kosong, Pak Abas harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membayar jasa tukang urut tersebut. Kurang lebih 6 bulan sejak pengobatan pertama, tidak ada penanganan medis yang dilakukan sehingga kondisi Pak Abas tidak kunjung sembuh dan kakinya mengalami pembengkakan. Lima bulan belakangan Pak Abas masih tidak bisa berjalan sempurna, ia hanya bisa berdiri dan berjalan menggunakan alat bantu. Pak Abas memilik kartu BPJS kelas III, namun sudah 5 bulan ini iuran BPJS-nya tidak dibayarkan karena idak ada biaya. Sebelum kejadian ini, Pak Abas merupakan tulang punggung keluarga yang menghidupi istrinya, Sawina (59) dan ketiga anaknya. Setelah musibah ini, Pak Abas tidak dapat bekerja lagi sedangkan Ibu Sawina saat ini juga sedang menderita penyakit kronis. Sejak setahun yang lalu, Ibu Sawina menderita Ca. Nasofaring yang menyebabkan bicara dan pendengarannya terganggu. Akibat dari kondisi tersebut, Ibu Sawina hanya bisa terbaring di lantai dan badannya menjadi kurus. Pernikahan Pak Abas dan Ibu Sawina dikaruniai 3 orang anak perempuan dimana anak sulungnya telah berumah tangga. Selama Pak Abas tidak bekerja, untuk biaya sehari-hari keluarga ditanggung oleh menantu Pak Abas yang hanya bekerja sebagi buruh kasar pabrik kayu. Dari pekerjaan tersebut, menantu Pak Abas memperoleh penghasilan Rp. 300.000,- per minggu. Alhamdulillah, pada akhir September lalu #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Abas. Saat kurir #SedekahRombongan menemuinya, kurir merasakan di balik senyuman keluarga Pak Abas ada suatu beban yang sangat berat. Kepala rumah tangga sudah tidak lagi dapat bekerja dikarenakan belum sembuh dan sang ibu tengah menderita penyakit kronis. Bantuan awal diberikan oleh #SedekahRombongan untuk operasional dan akomodasi berobat. Semoga Pak Abas dapat segera pulih agar bisa memikul kembali tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @decojet @Ilfa_Mid @ririn_restu

Pak abas menderita Patah Tulang

Pak abas menderita Patah Tulang


ALM. ARIS MUDAKIR (46, Kanker Usus). Alamat : Bakpo, RT 13, Kelurahan Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tahun 2009, Pak Aris yang saat itu masih bekerja sebagai buruh penebang tebu sering mengalami sakit pada bagian perut. Berbulan-bulan hanya berobat di bidan setempat. Setelah tidak kuat menahan sakitnya, beliau kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sragen. Dokter mendiagnosa usus buntu, sehingga disarankan untuk operasi. Keluarga setuju dan dilakukan operasi. Setalah menjalani operasi, pak Aris kembali bekerja sebagai buruh penebang tebu karena menurutnya kesehatannya sudah pulih. Pekerjaan yang menguras tenaga tersebut mengakibatkan kesehatan pak Aris kembali memburuk. Bahkan selama 4 tahun terakhir ini, kesehatannya terus menurun. Pak Aris merasakan sakit dan panas pada bagian perut, menurut dokter, pak Aris menderita infeksi lambung. Apabila tidak mampu menahan rasa sakitnya, pak Aris mengkonsumsi obat bebas. Akhirnya oleh keluarga dibawa ke Rumah Sakit (RS) Amal Sehat tanpa menggunakan fasilitas kesehatan karena RS tersebut swasta. Pak Aris 3 kali dirawat di RS Amal Sehat dengan total belasan juta. Untuk menutupi biaya tersebut, istrinya, Sami, (45) meminjam uang kepada keluarganya. Sampai saat ini belum bisa melunasinya. Ibu Sami tidak memiliki pendapatan yang pasti karena penebangan tebu hanya musiman. Bahkan rumah yang ditempati keluarganya, atap banyak yang berlubang, lantainya masih berupa tanah,  dan berdinding anyaman bambu. Selama 4 tahun menahan sakit, pak Aris sudah tidak lagi bekerja. Padahal masih memiliki tanggungan anak keduanya Astuti Wulandari (9) yang masih sekolah kelas 3 di SD N 1 Ngperingan. Sedangkan anak pertama Endi Setiyobudi (21 tahun) yang hanya lulusan SD ini bekerja di pengisian air ulang. Alhamdulillah, pak Aris sudah memiliki BPJS PBI. Mengingat kondisi tersebut, kurir #SedekahRombongan tergerak untuk membantu meringankan beban pak Aris sekeluarga. Selama 1 tahun ini Pak Aris menjalani perawatan dan kontrol rutin di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Setelah operasi kedua,  kesehatan Pak Aris menurun. Pada tanggal 17 Oktober 2016, Pak Aris meninggal Dunia. Bantuan disampaikan untuk proses pemakaman. Sebelumnya, bantuan kepada Pak Aris telah masuk dalam rombongan 903 Pak Aris dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada #sedekaholics semoga Allah membalas setiap amal ibadah kita. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @mawan @aisyahnka @shofawa

Alm pak aris menderita Kanker Usus

Alm pak aris menderita Kanker Usus


DWI PURNAMI (43 Tahun, Polio). Alamat: Kemusuk Lor RT.06 Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY. Bu Dwi Purnami terserang virus polio sejak kecil karena tidak mendapat vaksinasi polio. Kaki dan tangannya mengecil, keluarganya sudah berusaha mengobatkannya kemana-mana. Namun karena tidak membuahkan hasil, akhirnya hanya didiamkan saja hingga dewasa. Kondisinya saat ini hanya bisa berdiam di rumah saja, pernah mencoba berobat kembali tetapi pihak medis sudah angkat tangan. Bu Dwi sangat membutuhkan kursi roda untuk memudahkan mobilitasnya sehari-hari. Ia dan keluarganya berasal dari kalangan sederhana, sehingga cukup berat untuk membeli sebuah kursi roda. #SedekahRombongan turut merasakan kesulitan Bu Dwi Purnami, Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi sekaligus menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic. Bantuan berupa satu unit kursi roda baru senilai satu juta rupiah. Semoga kursi roda ini dapat memudahkan aktivitas beliau.

Jumlah Bantuan Senilai : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 20 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Ibu dwi menderita Polio

Ibu dwi menderita Polio


IBU MUSIRAH (77 Tahun, Patah Tulang). Alamat: Sribit Lor RT.04/RW.12 Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY. Bu Musirah mengalami kecelakaan lalu lintas di awal Bulan September 2016 lalu. Saat jalan-jalan pagi, tiba-tiba ada sepeda motor yang menabraknya dari arah belakang, ia pun segera dibawa ke RSPAU dr. S Hardjolukito Yogyakarta. Bu Musirah harus menjalani operasi karena mengalami patah tulang kaki kanan, alhasil kaki kanannya pun dipasang pen penyangga. Pasca operasi, ia dijadwalkan untuk menjalani kontrol rutin setiap dua minggu sekali di rumah sakit yang sama. Kondisinya kini masih stagnan, dan terkadang kaki yang dioperasi terasa panas. Selama berobat, ia menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesmas. Bu Musirah sangat membutuhkan kursi roda untuk memudahkan mobilitasnya sehari-hari. Sementara ia keluarganya berasal dari kalangan sederhana, sehingga cukup berat untuk membeli sebuah kursi roda. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini… #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit. Bantuan berupa satu unit kursi roda baru senilai satu juta rupiah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka. Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan…

Jumlah Bantuan Senila : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Panyampaian : 20 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Ibu musirah menderita Patah Tulang

Ibu musirah menderita Patah Tulang


WASIRAN BIN SODIKROMO (70 Tahun, Stroke). Alamat: Dawukan RT.05/RW.05 Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY. Pak Wasiran mengalami stroke sejak empat tahun yang lalu, tepatnya tahun 2012. Sejak stroke, ia belum pernah berobat kemana pun. Penyebabnya jelas, karena keterbatasan biaya, keluarganya merupakan keluarga sederhana. Begitu pun dengan anak-anaknya yang sudah dewasa dan berkeluarga, mereka tak punya biaya untuk mengobati sang ayah. Kini Pak Wasiran tinggal bersama istrinya, anak-anaknya yang tinggal tak jauh dari rumah tinggalnya juga ikut merawatnya. Kondisinya saat ini hanya di rumah saja tanpa melakukan kegiatan, terlebih karena ia kini tidak bisa berjalan. Pak Wasiran sangat membutuhkan kursi roda untuk memudahkan aktivitasnya sehari-hari. Namun keluarganya tidak memiliki biaya untuk membeli kursi roda. #SedekahRombongan sebagai gerakan yang giat menyalurkan dana sedekah ingin meringankan sedikit beban kehidupan Pak Wasiran. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit, bantuan berupa satu unit kursi roda baru senilai satu juta rupiah. Semoga kursi roda ini dapat memudahkan aktivitas beliau, mereka pun mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan…

Jumlah Bantuan Senilai : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 20 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Pak wasiran menderita Stroke

Pak wasiran menderita Stroke


SITI MARATUS SHOLIHAH (31 Tahun, Anemia Thalassemia). Alamat: Gedad, Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Siti Maratus tinggal berdua saja bersama ibunya yang bekerja sebagai petani, sementara ayahnya sudah meninggal dunia. Semenjak lahir, Siti Maratus menderita sakit kuning, diagnosa tersebut dikeluarkan oleh sebuah klinik swasta di daerah tempatnya tinggal. “Saat kecil disarankan untuk menjalani operasi tetapi saat operasi harus ada yang dipotong organnya,” begitu pengakuan dari salah satu anggota keluarganya. Beberapa waktu yang lalu, kondisi kesehatannya menurun, itu pun tidak hanya terjadi satu kali tetapi berkali-kali. Terkadang ia pun harus menerima transfusi darah. Ia pun dijadwalkan untuk menjalani kontrol rutin, setiap kontrol ia menghabiskan biaya minimal tujuh ratus ribu rupiah. Dari rumah sakit diberi obat yang harus dikonsumsi secara rutin, jika kadar haemoglobin penuh disarankan tidak periksa. Apabila kadar haemoglobin menurun harus dibawa ke rumah sakit daerah, biasanya setiap tiga bulan sekali. Medio September 2016, Siti Musirah menjalani rawat inap dan sudah menerima transfusi darah sebanyak tiga kali. Ia pun tidak mau mengkonsumsi makanan apa pun, pada saat dipasan infus ia mengeluh sakit pada bagian perut ternyata perutnya membengkak. Siti Maratus dan keluarganya tengah menghadapi kendala dari segi ekonomi. Meski mempunyai jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesta, mereka masih terkendala biaya transportasi, akomodasi, serta biaya obat yang tak ter-cover jamkes. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini… #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit. Bantuan ini digunakan untuk membantu biaya pengobatannya, semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka… Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan…

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Ibu siti menderita Anemia Thalassemia

Ibu siti menderita Anemia Thalassemia


YATMO SUWITO (81 Tahun, Dhuafa Lansia). Alamat: RT.01/RW.10 Pabregan, Sumberejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Yatmo Suwito (81 Tahun) dan Kasitem (79 Tahun), merupakan pasangan lansia yang bekerja sebagai petani. Di usia yang sudah senja, mereka masih diuji dengan bencana, rumah mereka roboh pada 24 September 2016. Penyebab rumah roboh adalah hujan deras yang disertai dengan angin kencang pada malam sebelumnya. Selain itu, rumah lama mereka sebenarnya juga sudah lapuk kayu-kayunya. Pagi hari pada saat rumah roboh, Kakek Yatmo sedang berada di dalam rumah di bagian depan, ia pun tertimpa almari. Sementara itu, Nenek Kasitem tengah berada di dapur, ia pun juga tertimpa kayu penyangga rumah. Beruntung kedua pasangan lansia tersebut selamat meski mendapat luka ringan, mereka pun segera dibawa ke puskesmas terdekat. Kakek Yatmo dan Nenek Kasitem kini tidak memiliki rumah lagi. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah merasa harus ambil bagian saat ada saudara kita yang sedang kesulitan. Kurir juga berkoordinasi dengan pamong desa dan masyarakat setempat. Kurir kemudian mendata bahan meterial yang dibutuhkan untuk membangun kembali rumah mereka. Beberapa hari kemudian kurir mengantar bahan material untuk membangun rumah, seperti kayu, batu, pasir, semen, batako, dan lain sebagainya, bantuan yang diberikan senilai sepuluh juta rupiah. Masyarakat setempat kemudian bergotong royong dan bahu-membahu demi terwujudnya rumah baru pasangan lansia ini. Semoga rumah ini cepat selesai supaya mereka dapat segera menempati rumah barunya. Kakek Yatmo dan Nenek Kasitem menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Terima kasih #Sedekaholic, berkat bantuanmu, mereka memiliki tempat berlindung yang layak…

Jumlah Bantuan Senilai : Rp. 10.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 30 September 2016
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Pak yatmo seorang Dhuafa Lansia

Pak yatmo seorang Dhuafa Lansia


BANJIR BANDANG PANGANDARAN (Bantuan Bencana, Sembako dan Pakaian). Hari minggu, tanggal 9 Oktober 20016, hujan mengguyur deras beberapa wilayah di kabupaten Pangandaran. Hujan sepanjang hari itu mengakibatkan debit air sungai meluap dan membanjiri pemukiman warga. Air pasang yang datang tiba-tiba membuat masyarakat tidak sempat menyelamatkan harta bendanya. Di beberapa daerah ketinggian air bahkan mencapai hampir 2 meter. Tidak terhitung berapa kerugian materil yang dialami, beberapa rumah rusak dan 3 rumah roboh tersapu arus. Selain mengakibatkan banjir bandang, hujan deras pun menyebabkan beberapa titik mengalami longsor. Longsor yang paling parah terjadi di dusun Ciparakan, Desa Tunggilis. Rumah Bapak RASDA hancur dan putranya yang bernama IQBAL menjadi korban karena tertimpa reruntuhan. Belum kering lumpur akibat banjir bandang, pada hari Rabu tanggal 12 Oktober Pangandaran kembali diterjang bencana. Angin puting beliung yang datang dari pantai Bojong Salawe meluluh lantakkan beberapa rumah penduduk yang tinggal di desa Karang Jaladri dan desa Parigi. Rumah-rumah rusak tertimpa pohon yang roboh, atap rumah banyak yang terbawa angin. Kurir #SR Ciamis-Pangandaran langsung bergerak melihat ke lokasi bencana, MTSR didatangkan dari Tasikmalaya untuk memudahkan distribusi bantuan karena akses jalan dari Ciamis menuju Pangandaran terputus akibat jembatan Ciputra Pinggan amblas tersapu air.  Bantuan yang diberikan berupa bahan pokok untuk konsumsi warga yang terkena bencana, diantaranya beras, minyak goreng dan sarden. Selain bantuan pangan, #SedekahRombongan juga memberikan dua unit pompa air untuk mensuplai air bersih di wilayah yang terkena banjir bandang serta hygiene kit berupa alat mandi dan cairan disinfektan. Seragam sekolah dan baju layak pakai serta alat kebersihan pun dikirimkan ke posko bencana yang didirikan oleh PGRI kecamatan Kalipucang. Bantuan untuk korban banjir bandang diserahkan secara simbolis kepada ketua posko tanggap bencana Kecamatan Kalipucang. Untuk korban angin puting beliung #SR memberikan bantuan awal berupa terpal untuk menutupi atap rumah penduduk yang rusak. Kurir #SR Pangandaran dibantu kurir #SR Tasik ikut membantu memasang terpal di beberapa rumah penduduk. Selain itu diberikan juga paket yang berisi bahan pokok dan peralatan mandi bagi warga. Pada hari Senin tanggal 17 Oktober 2016, Kurir #SR Ciamis & Pangandaran kembali menyalurkan bantuan untuk warga korban banjir bandang di beberapa desa yang ada di wilayah kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Ada 3 titik yang terkena dampak terparah yaitu desa Pongporang, desa Pasir Ipis dan desa Cicapar. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako. Selain itu diberikan juga santunan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan terparah dan merupakan warga yang kurang mampu. Saat dilakukan pembagian bantuan, warga mengeluhkan kondisi kesehatan mereka dimana beberapa diantaranya ada yang mulai terserang gatal-gatal dan ada juga beberapa yang terkena sesak nafas. Bantuan selanjutnya diharapkan berupa bantuan obat-obatan ringan seperti salep kulit atau program pengobatan gratis bagi warga terdampak bencana.

Jumlah Bantuan: Rp. 17.900.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhier-dha @aripmunandar @indar

Bantuan Bencana, Sembako dan Pakaian

Bantuan Bencana, Sembako dan Pakaian


YULINAR BINTI  HAWA (78, TB. Paru). Alamat : Karees Kulon RT 5 RW 6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Yulinar adalah seorang janda tua yang sudah lama menjadi orang tua tunggal untuk membesarkan anak-anaknya. Suaminya  meninggal dunia dua puluh lima tahun yang lalu. Hampir sepertiga usia hidupnya dia habiskan untuk bekerja keras menghidupi keempat anaknya dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan. Ibu Yuli tidak memiliki keahlian lain selain bekerja serabutan atau menjajakan makanan di sekitar rumah kontrakannya. Akan tetapi, sejak Agustus 2016, ia tak bisa lagi menjalankan aktivitas usahanya setelah ia sakit-sakitan. Ia kerap mengalami demam berkepanjangan, batuk-batuk, dan sesak nafas. Berbagai upaya medis telah dilakuakan keluarganya, menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Diantar seorang putranta, Ibu Yuli telah dibawa periksa ke Puskesmas dan RSU Muhammadiyah yang termasuk rumah sakit rujukan di Kota Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di RSU Muhammadiyah, Ibu Yuli diduga menderita TB. Paru.  Ia harus berobat rutin dua minggu sekali ke rumah sakit. Ibu Yuli termasuk warga miskin yang layak mendapatkan bantuan untuk terus berobat sampaisembuh. Selain sudah tua dan tak punya penghasilan, penyakit yang diderita Ibu Yuli juga terkategori penyakit serius yang penanganannya cukup lama. “Walaupun sudah tua, Ibu Yuli tetap semangat untuk berobat,” kata informan yang menyampaikan kisah duka Ibu Yuli kepada kurir #SR di Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat menjenguk Ibu Yuli di rumah kontrakannya yang pengap, dan dapat mengambil pelajaran dari ketabahan dan kerja keras Ibu Yuli menjalani kahidupan. Dengan empati sedekaholics #SR, pada kunjungan pertama itu, alhadulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan untuk Ibu Yuli yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke rumah sakit dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Ibu yuli menderita TB. Paru

Ibu yuli menderita TB. Paru


TOHA BIN NUKDI (70, Patah Tulang Paha). Alamat: Kp. Nangoh RT 1/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak tiga minggu yang lalu, Pak Toha mengalami patah tulang paha bagian kanan. Awal kejadiannya ketika ia sedang duduk dan bermaksud untuk berdiri, tapi ketika ia sudah berdiri mengalami pusing kepala yang mendadak dan akhirnya ia terjatuh sehingga kakinya kanannya terbentur ke tembok lantai dan patah. Ia pun sempat tak sadarkan diri beberapa menit akibat benturan tersebut. Kondisi terkini Pak Toha hanya bisa berbaring di tempat tidur. Ia tidak berdaya sehingga buang air kecil, buang air besar dan yang lainnya ia lakukan di tempat tidurnya. Pak Toha sehari-hari berprofesi sebagai buruh dagang keliling sayuran milik orang lain. Ia punya tanggungan seorang istri bernama Ibu Ijoh (67) yang mengidap penyakit paru-paru dan harus berobat jalan tiap sebulan sekali, ditambah juga Pak Toha harus membiayai cucunya, Sidik (19) yang sudah tidak punya ayah karena meninggal beberapa tahun silam. Tanggal 19 September, Pak Toha menjalani kontrol ke RSUD dr. Soekardjo dengan jaminan KIS. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya pengobatan di luar jaminan kesehatan serta membantu meringankan beban untuk akomodasi bagi keluarga yang mengalami cobaan dari Allah ini. Sebelumnya Pak Toha tercatat masuk di Rombongan 881. Semoga mereka senantiasa diberi kesabaran dan ketawakalan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr @adesrtasik

Pak toha menderita Patah Tulang Paha

Pak toha menderita Patah Tulang Paha


YUNI KUSMAWATI (16, Gangguan Penglihatan ). Alamat: Kp. Kalawagar, RT 3/2, Kel. Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi  Jawa Barat. Yani adalah seorang siswi XII SMK. Akhir-akhir ini, Yani sering mengeluh sakit kepala dan penglihatannya kabur ketika ia pulang dari sekolah atau pun saat sedang mengaji. Setiap benda yang ia lihat selalu terlihat samar-samar. Kondisi ini sangat mengganggu proses belajar Yuni di sekolah maupun di pesantren. Yuni harus mengatur jarak pandangnya karena jika jaraknya terlalu jauh, tulisan pada buku tidak terlihat. Yuni belum pernah memeriksakan kondisi kedua matanya dikarenakan keterbatasan biaya ditambah Yuni tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Kedua orang tua Yuni, Hamdan (56) dan Yuli (54) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan tidak menentu. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk Yuni agar ia bisa memeriksakan kedua matanya dan membeli kacamata sehingga penglihatannya kembali normal. Mudah-mudahan dengan donasi dari para Sedekaholics bisa membantu proses belajarnya di sekolah dan kegiatan sehari-hari. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 13 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @luchakiem @miftahudinsr

Bantuan kacamata

Bantuan kacamata


AOS MUBAROK (67, Diabetes + Pembengkakan Jantung). Alamat: Kp. Sindangsari, RT 2/1, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab.Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah beberapa hari, Pak Aos  terbaring di Balai Pengobatan As-Syifa Singaparna. Ia dinyatakan mengidap penyakit diabetes dan pembengkakan jantung. Padahal awalnya fisiknya kuat dan mempu beraktivitas dengan normal. Keseharian Pak Aos ini disamping imam masjid jamie juga mengajarkan ilmu agama kepada anak didiknya di sore hari dan ba’da magrib. Setiap hari minggu memberikan pengajaran kepada jemaah ibu-ibu namun sejak sakit ia sudah tidak bisa mengajar lagi dan tidak bekerja sehingga tidak mempunyai pendapatan. Istrinya, Ibu Imas Masriah (55) adalah pedagang makanan ringan di sekolah samping rumahnya. Beliau sudah 3 kali keluar masuk balai pengobatan dengan jamianan KIS namun kondisinya memburuk sehingga harus menjalani rawat inap di RS SMC. MTSR menjemput jenazah alm. Pak Aos dan mengantarkannya ke rumah duka. #SedekahRombongan kembali menyampaikan uang duka untuk membantu biaya pemakaman beliau. Semoga almarhum khusnul khatimah dan mendapatkan tempat yang indah di sisi-Nya. Aamiin. Sebelumnya Pak Aos masuk dalam rombongan 882.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,
Tanggal: 12 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem  @rahmatmuzacky

Pak aos menderita Diabetes + Pembengkakan Jantung

Pak aos menderita Diabetes + Pembengkakan Jantung


DIDI BIN SUHARMA (48, Pembengkakan Jantung + Liver). Alamat: Kp. Nangoh, RT 1/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak dua bulan yang lalu kondisi kesehatan Pak Didi menurun drastis, dengan gejala bengkak pada perut dan kakinya dan sering merasa cepat kelelahan. Awalnya ia tidak terlalu memedulikan penyakitnya ini, karena ia tidak memiliki biaya untuk berobat. Namun setelah penyakitnya terlihat semakin parah, keluarganya segera membawa pak Didi ke puskesmas dengan hasil beliau harus dirujuk ke RSUD dr. Soekarjdo Tasikmalaya untuk melanjutkan pengobatannya dan sudah satu bulan dirawat di RSUD dr. Soekarjdo. Ternyata Pak Didi dinyatakan mengidap penyakit pembengkakan jantung dan liver. Pak Didi adalah seorang tulang punggung keluarga. Pekerjaan sehari-hari Pak Didi adalah buruh di sebuah pabrik tahu tak jauh dari tempat tinggalnya. Beliau memiliki tanggungan  4 orang, termasuk istrinya, Bu Kikim (45) yang sehari-hari disibukkan mengurus keperluan rumah tangga. Kondisi sekarang Pak Didi masih terbaring di ruang perawatan RSUD dr. Soekardjo. Alhamduillah, Pak Didi mempunyai jaminan KIS. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-hari selama Pak Didi dirawat di RSUD dr. Soekardjo. Semoga Pak Didi selalu diberi ketabahan dan bisa menjemput kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 15 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Pak didi menderita Pembengkakan Jantung + Liver

Pak didi menderita Pembengkakan Jantung + Liver


ENOK BINTI ENTOM (65, Stroke). Alamat: Kp. Pamijahan, RT 1/7, Kec. Sukamulya, Kel. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua bulan ini, Bu Enok hanya terbaring di atas kasur di rumahnya. Ketika bulan Ramadhan, saat Bu Enok sedang menyiapkan untuk berbuka, tiba-tiba saja tubuhnya ambruk dan tidak bisa digerakkan. Sekujur badannya menjadi kaku. Kemudian, ia dibawa oleh anaknya berobat ke dokter sekitar dan Bu Enok dinyatakan mempunyai penyakit stroke. Penyakitnya tersebut berawal dari tekanan darah yang tinggi hingga mencapai 220. Sempat dirujuk untuk rawat inap, sayangnya, Bu Enok dan keluarga menolak dengan alasan biaya. Kondisi terkini, Bu Enok tidak bisa buang air besar secara teratur dan tangan kanannya sudah mati rasa. Bu Enok tinggal bersama anaknya yang bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan tidak menentu dan kini Bu Enok sudah hidup menjanda. Untuk meneruskan pengobatan, Bu Enok mengeluhkan tentang biaya yang tak bisa ia tanggung karena tak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Setelah #SedekahRombongan mendengar informasi tentang Bu Enok, kurir segera mengunjungi rumahnya dan santunan pun diberikan untuk pengobatan dan akomodasi supaya Bu Enok bisa kembali melanjutkan pemeriksaan dan segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bu enok menderita Stroke

Bu enok menderita Stroke


MUHAMAD HILMIN ROMADHON (1, Bayi Prematur). Alamat : Blok Cikadu, RT 3/1, Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Kami akrab memanggilnya Hilmin, bayi yang lahir prematur saat kehamilan ibunya berusia enam bulan pada Januari 2016 lalu. Hilmin terlahir kembar di Rumah Sakit Permata Cirebon, namun saudara kembarnya meninggal 18 jam setelah dilahirkan. Berat badan Hilmin saat dilahirkan hanya 1,6 kilogram dan lambat dalam proses pencernaan sehingga kesulitan dalam mengeluarkan feses dan urine. Dokter mendiagnosa ada kelainan usus dan penyempitan pada lubang anus, karenanya dirujuk untuk melakukan pemeriksaan laboratorium di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Setelah diperiksa, Hilmin kembali dirawat di Rumah Sakit Permata Cirebon selama beberapa hari. Selanjutnya Hilmin menjalani pemeriksaan rutin di poliklinik anak Rumah Sakit Permata Cirebon setiap bulan, dan kini kondisinya mulai membaik, meski masih harus menjalani beberapa pemeriksaan di poliklinik mata dan THT terkait dengan kesehatannya. Hilmin adalah putra pertama dari Mahmudin (30) dan Masnuah (26) yang baru menikah pertengahan Juni 2015. Mahmudin, -ayah Hilmin- adalah seorang buruh pasar yang bekerja di Bekasi. Penghasilannya tidak menentu, bahkan untuk hidup sehari-hari masih dibantu oleh orang tuanya. Istrinya tinggal di Cirebon, dan setelah kelahiran Hilmin dia hanya mengasuh anaknya di rumah. Biaya pengobatan Hilmin saat ini sudah dibiayai BPJS PBI Kelas III, walaupun pada awalnya sempat mengalami tunggakan namun atas kebijakan pihak rumah sakit sudah dibebaskan karena tergolong pasien tidak mampu. Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Hilmin dan keluarganya oleh dokter Lina, -salah seorang dokter anak di Rumah Sakit Permata Cirebon- yang menaruh simpati kepada bayi ini. Bantuanpun diberikan oleh Sedekah Rombongan untuk membantu biaya transportasi pengobatan Hilmin yang masih akan berjalan hingga beberapa bulan ke depan. Melihat semangat orang tua Hilmin untuk menjalani pengobatan putranya, kita semua berharap Hilmin bisa selalu sehat dan hidup normal seperti bayi pada umumnya. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @nurmuhammadiskandar @ahmaedshaleh

Bantuan biaya transportasi pengobatan Hilmin

Bantuan biaya transportasi pengobatan Hilmin


IIM MARLINA (36, TB Paru MDR). Alamat : Kedung Halang Sentral, RT 3/5, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Lilis biasa kami menyapa sejak 2 tahun lalu sudah di diagnosa oleh dokter di Puskesmas tanah sareal mengidap TB Paru dan harus rutin meminum obat – obatan yang diberikan oleh Puskesmas namun karena Bu Lilis merasa kondisi nya sudah lebih baik akhirnya obat – obatan yang diberikan tidak diminum secara rutin. Beberapa bulan yang lalu Bu Lilis kembali merasakan sesak dan sering pusing setelah itu Bu Lilis kembali memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas Tanah Sareal dan diberikan rujukan untuk ke RSUD Cisarua. Betapa kagetnya Bu Lilis setelah memeriksakan kondisinya di RSUD Cisarua sekarang Bu Lilis sudah Mengidap TB Paru MDR yang di sebabkan karena ketidak rutinan Bu Lilis meminum program obat dari puskesmas. Sekarang Bu Lilis hanya bisa menyesal karena dulu tidak rutin mengikuti program obat dari puskesmas dan sekarang Bu Lilis harus rutin control ke RSUD Cisarua yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Bu Lilis. Kini Bu Lilis kebingungan karena tidak adanya biaya untuk akomodasi setiap check up ke RSUD Cisarua, maklum penghasilan suaminya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk biaya sehari – hari dan untuk keperluan anaknya yang masih kecil. Sekarang Bu Lilis kembali masuk ruangan UGD RSUD Cisarua karena kondisinya kembali drop dan harus mendapatkan perawatan intensif. Bantuan lanjutan dari pada Sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi Bu Lilis selama di RSUD Cisarua. Semoga Allah memberikan ganjaran yang setimpal untuk para sedekaholics yang telah menitipkan dananya untuk di sedekahkan di #SedekahRombongan. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 894.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu lilis menderita TB Paru MDR

Bu lilis menderita TB Paru MDR


ANDINI MAULIDYA PUTRI (8, Kanker Tulang Tangan Kiri). Alamat : Gunung Putri RT 3/9, Kelurahan Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Andin biasa ia disapa merupakan seorang pelajar kelas 2 Sekolah Dasar di daerah Gunung Putri. Awalnya Andin Normal layaknya anak pada umumnya, namun suatu ketika sedang bermain sepeda dengan teman sebayanya sepulang sekolah, Naas bagi Andin, ia terjatuh dari sepedanya karena menabrak pohon hingga masuk kedalam parit. Kejadian tersebut membuat tangan kiri Andin Patah, karena saat itu belum mempunyai jaminan kesehatan apapun, Andin hanya dibawa berobat ke tukang urut serta ke pengobatan tradisional lainnya. Makin kondisi tangan kiri Andin tak kunjung sembuh malah semakin membesar. Atas saran tetangga dan sanak saudara akhirnya Nurjaman (38) membawa Andin berobat ke Puskesmas Gunung Putri setelah sebelumnya membuat BPJS Mandiri Kelas 3 terlebih dahulu. Oleh dokter di Puskesmas, Andin dirujuk ke RSUD Cibinong untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Oleh RSUD Cibinong pun Andin kembali di rujuk ke RS. Fatmawati untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik karena alat di RSUD Cibinong belum lengkap. Setelah di RS Fatmawati barulah ketahuan bahwa penyebab makin memburuknya kondisi tangan kiri Andin adalah Kanker Tulang, serta harus segera di Amputasi agar Kanker tsb tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Saat kurir #SedekahRombongan menjenguk Andin, ia sudah kembali kerumah dengan tangan sebelah kiri yang sudah di amputasi. Namun ada Kendala yang dirasakan Ayah Andin, karena Andin harus kembali check up ke RS Fatmawati setiap 2 minggu sampai luka pasca operasinya benar – benar sembuh. Ayah Andin hanya bekerja sebagai buruh serabutan yang tidak memiliki penghasilan tetap untuk membawa Andin ke RS. Fatmawati. Kurir #SR yang merasakan kesulitan Nurjaman. Bantuan Awalpun disampaikan untuk membantu Akomodasi Andin ke RS. Fatmawati. Semoga Andin dapat kembali ceria dan bermain seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Andini menderita Kanker Tulang Tangan Kiri

Andini menderita Kanker Tulang Tangan Kiri


SITI RUKOYAH (48, Ca Mammae). Alamat : Kedung Halang Talang No. 5 RT 4/11, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Berawal pada bulan Februari Bu Siti merasakan sakit di bagian punggung da nada sedikit benjolan di daerah payudaranya, namun karena dikira tidak berbahaya akhirnya dibiarkan begitu saja oleh Bu Siti dan terkadang hanya berobat tradisional dengan diurut jika sakit tersebut muncul kembali. Puncaknya pada bulan Agustus 2016 Bu Siti tidak bisa bangun dari tempat tidurnya karena lemas disertai pusing di kepala. Karena khawatir akan kondisi kesehatan istrinya, Bu Siti dibawa oleh Suaminya ke RS. FMC Cibinong, lalu kembali di rujuk ke RSUD Kota Bogor dengan alasan bahwa di RS tersebut tidak ada kamar. Saat di RSUD Kota Bogor dan di periksa oleh tim medis di RS tersebut akhirnya ketahuan bahwa sakit yang selama ini di rasakan Bu Siti adalah Kanker Payudara (Ca Mamae). Bu Siti menggunakan BPJS Mandiri kelas 3 untuk membiayai pengobatan nya selama di RSUD untuk kemoterapi,namun yang menjadi kendala adalah tidak adanya biaya untuk akomodasi dan untuk menebus obat yang tidak di cover oleh BPJS tersebut. Karena masih panjangnya proses pengobatan Bu Siti akhirnya dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan, Ia bercerita penghasilan suaminya sebagai kuli bangunan hanya cukup untuk makan dan untuk biaya sekolah ke 3 anaknya sehingga tidak ada untuk Bu Siti memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit. Kurir #SR merasakan kesulitan Bu Siti dan keluarganya. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Bu Siti yang akan digunakan untuk membantu biaya akomodasi serta untuk menebus obat yang tidak di cover oleh BPJS. Semoga Allah senantiasa melipatgandakan kebaikan – kebaikan dari para donatur SR. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @irabintiachyani @rexy_eas

Ibu siti menederita Ca Mammae

Ibu siti menederita Ca Mammae


PONDOK PESANTREN AL – MUHAJIRIN, (Bantuan Kebutuhan Sehari – hari) Alamat : Kampung Lebak , RT 2/6, Kelurahan Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pondok Pesantren ini didirikan oleh pasangan Pak H. Didin (50) dan Bu Nani (42) yang sekarang di huni oleh 40 anak yatim piatu dhuafa yang semuanya tidak dikenakan biaya sedikitpun. Mulai dari makan, biaya sekolah, hingga tempat tinggal semuanya diberikan secara gratis. Kegiatan Pondok Pesantren ini mendidik anak yatim piatu tersebut untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi serta agar mereka semua menjadi para penghafal al-qur’an. Kondisi Pak H. Didin yang sering sakit – sakitan serta Bu Nani yang menderita katarak tidak menyurutkan semangat kedua pasangan itu untuk terus mengabdi dan mendidik anak – anak yang kurang beruntung tersebut. Pasangan tersebut bercerita kadang mereka tidak memiliki persediaan makanan karena sudah tidak punya uang sedikitpun. karena untuk kebutuhan sehari – hari pesantren ini mengandalkan bantuan dari para donatur. Kurir #SedekahRombongan yang datang memberikan bantuan untuk kebutuhan para santri dan pengurus pesantren tersebut. Semoga bantuan yang diberikan dapat membuat semangat para santri untuk menuntut ilmu semakin besar. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @irabintiachyani @rexy_eas

Bantuan Kebutuhan Sehari - hari

Bantuan Kebutuhan Sehari – hari


SARWI BINTI SANTOMI (76, Katarak). Alamat : Dusun Desa RT 5/6, Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ibu Sarwi mengalami gangguan kesehatan pada matanya sejak setahun belakangan ini. Gejala awalnya mata yang sebelah kiri gatal-gatal, dan sampai menjadi tidak melihat sama sekali. Sedangkan mata satunya lagi pun, penglihatannya menjadi tidak jelas. Belum pernah diperiksakan ke rumah sakit, hanya pernah ke mantri saja. Oleh mantri ia didiagnosis mengalami gangguan penglihatan (katarak). Namun karena ia mempunyai darah tinggi. Sekarang, sudah lama ia tidak lagi melakukan pengobatan. Ia tinggal dirumah sendirian, sedangkan untuk kehidupan sehari-hari ia mengandalkan anak perempuannya yang telah berkeluarga, yang bekerja serabutan ke sawah. Rumah anaknya berdekatan. Ibu Sarwi tidak mempunyai jaminan kesehatan. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk biaya pengurusan pembuatan kartu BPJS bagi ibu Sarwi, agar bisa berobat ke rumah sakit atau puskesmas. Supaya penyakit yang ia derita dapat didiagnosis dan diobati dengan tepat.  Sedangkan sisanya untuk digunakan sebagai biaya transportasi dan akomodasi serta membeli obat yang biasa ia gunakan untuk mengobati penyakitnya. Semoga ibu Sarwi cepat sembuh kembali dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016.
Kurir : @ddsyaefudin Fhierda Yanuar Zezen Zaini Nurdin

Bu sarwi menderita Katarak

Bu sarwi menderita Katarak


OOM ROMLAH (39, Myom). Alamat : Dusun Lengkong RT 2/6, Desa Pusakasari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ibu Oom adalah seorang Ibu rumah tangga. Beliau menjadi pasien baru  #SedekahRombongan Ciamis karena penyakit tumor jinak di rahim yang dideritanya sejak setahun yang lalu, awalnya seperti sakit perut biasa, semakin lama semakin sakit parah sampai menjerit karena kesakitan, dikarenakan kurang biaya tidak langsung diperiksa, Agustus kemarin barulah diperiksa dan setelah di Rontgen dokter mengatakan bahwa Ibu Oom sakit Myom. Waktu itu kartu BPJS belum punya kemudian Bapa Sirojudin suami Ibu Oom segera membuat kartu BPJS Mandiri Kelas III dibantu oleh pihak Pemerintah Desa Pusakasari. Proses operasi dilakukan di RSUD Ciamis pada bulan September. Keadaan beliau waktu operasi cukup mengkhawatirkan. Biaya rumah sakit ditanggung oleh BPJS Namun ada obat pasca operasi yang biaya pembeliannya tidak ditanggung oleh jaminan BPJS. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah santunan dapat disampaikan #SedekahRombongan kepada Ibu Oom untuk tambahan biaya obat-obatan diluar jaminan BPJS. Semoga beliau bisa kembali beraktivitas, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin Fhierda Yanuar @jaudymedia

Ibu oom menderita Myom

Ibu oom menderita Myom


ASEP YAYAN SULAEMAN (31 , Psikotik ). Alamat : Dusun Cimender RT 12/5, Kel. Pasirmulya, Kec. Majalaya, Kab. Karawang, Prov. Jawa Barat.  Asep adalah seorang duda dengan satu orang anak. Asep mengalami gangguan kejiwaan sejak 2 tahun lalu. Cobaan hidup berupa keadaan ekonomi yang sangat kekurangan dan kondisi rumah tangga yang tidak baik menjadi salah satu pemicunya.  Pihak keluarga berusaha membawa  Asep untuk berobat, salah satunya ke Rumah Sakit Marjuki Mahdi Bogor. Di rumah Sakit Marzuki Mahdi, Asep dirawat inap selama 40 hari sampai akhirnya dinyatakan sembuh oleh pihak Rumah Sakit.  Saat itu ia kembali menjalani kehidupannya sehari – hari bersama putra tunggalnya yang berusia 11 tahun. Namun 3 bulan terakhir, penyakit Asep kambuh kembali. Saat ini Asep tinggal hanya bersama ibunya, namun saat ini pihak keluarga tidak  membawa Asep kembali ke Rumah Sakit . Emosi Asep sering meledak-ledak hingga tak jarang Asep membahayakan dirinya sendiri. Demi keselamatan jiwanya pihak keluarga pun memilih untuk memasung dirinya.  Kendalanya yang dihadapi oleh keluarga yaitu dikarenakan fasilitas jaminan kesehatan Asep tidak bisa digunakan akibat iuran yang belum dibayar hingga satu tahun. Kurir #SedekahRombongan sungguh merasakan kesulitan yang dialami  Asep dan keluarganya.  Santunan  diberikan untuk membantu membayar iuran BPJS  nya supaya jaminan kesehatan tersebut bisa kembali digunakan dan Asep bisa mendapatkan perawatan yang seharusnya. Harapan kami  Asep bisa sembuh dan mampu untuk menjalankan kehidupan hari – hari seperti sebelumnya, bebas tanpa dipasung dan hidup normal bersama putranya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Badru @etydewi

Asep menderita Psikotik

Asep menderita Psikotik


RASMINA BINTI MUTOLIB (105, Osteoarthritis). Alamat : Blok Sumur Wasiat, Dusun III, RT 2/3, Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Embah Ras, -demikian panggilan akrab kami kepada beliau- adalah seorang  lansia yang berstatus janda. Gejala penyakitnya berawal ketika beliau merasakan linu dan nyeri pada kaki. Namun beliau dan cucunya menduga linu serta nyeri tersebut karena faktor usia saja yang akan sembuh seiring berjalannya waktu. Makin lama ternyata linu dan nyeri tak kunjung membaik bahkan membuat kondisi badannya lemah. Berbulan-bulan berlalu, kondisi kaki Embah Ras tidak menunjukkan kesembuhan juga. Beliau sering berobat ke klinik dan rumah sakit setempat bersama cucunya, bahkan dua minggu yang lalu Embah Ras sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon selama tiga hari karena mengalami koma. Embah Ras sadar kembali dan kondisinya semakin lemah. Ada perasaan menyesal karena di awal gejala nyeri dan linunya, Embah Ras tidak menanggapi secara serius. Kini beliau hanya bisa terbaring atau dipapah jika ingin duduk karena kakinya yang sudah sangat lemah. Diagnosa dokter menyebutkan ada pengeroposan tulang serta peradangan atau pengapuran sendi yang biasa disebut osteoarthritis pada tulang kaki beliau. Embah Ras tinggal bersama cucunya di sebuah rumah sederhana. Suami dan anak-anaknya sudah wafat, hanya tinggal seorang anaknya yang tinggal di Jakarta, itupun sudah dalam keadaan sakit karena sudah lansia juga. Untuk biaya hidup sehari-hari, beliau sering mendapat bantuan dari tetangga dan orang yang bersimpati selain dari cucunya sendiri. Sedangkan untuk berobat selama ini beliau memakai fasilitas BPJS PBI Kelas III. #SedekahRombongan turut merasa prihatin dan berempati atas keadaan dan kesulitan yang mereka alami, bantuanpun disampaikan untuk membantu pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Embah Ras segera sehat kembali dan menjalani usia senjanya dengan penuh kebahagiaan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestarie

Ibu rasmina menderita Osteoarthritis

Ibu rasmina menderita Osteoarthritis


DINA ROSAINA (15, Tubercolosis Paru). Alamat : Dusun Poncol Kidul, RT 5/2, Kel. Karawang Kulon, Kab. Karawang, Prov. Jawa Barat. Dina adalah seorang yatim piatu. Awalnya ia hanya menderita sakit batuk biasa, namun hingga beberapa macam obat batuk diminumnya sakitnya tidak juga sembuh. Batuk yang parah membuat tenggorokan Dina menjadi serak. Setelah obat yang dikonsumsinya dirasa tidak membawa perbaikan, Dina kemudian memeriksakan diri ke klinik terdekat. Diagnosa yang didapat Dina saat itu hanya sakit radang tenggorokan biasa dan disarankan untuk minum obat yang sudah diberikan. Selang beberapa hari batuknya semakin memburuk hingga mengeluarkan darah, Dina dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang. Dina kemudian dirawat inap untuk dilakukan observasi. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut Dina dinyatakan menderita Tubercolosis Paru atau biasa kita kenal dengan TBC. Putri pasangan Alm. Bapak Syamsudin dan  Almh. Ibu Syamsudin ini sangat terpukul mengetahui sakit yang dideritanya , namun Ibu Asuhnya Takziah (48) yang sehari – hari selalu menemaninya terus memberikan semangat. Bu Takziah yang bekerja sebagai guru paud ini menuturkan bahwa Dina sudah menjadi anak asuhnya sejak usia 7 tahun hingga sekarang, dan menurutnya Dina adalah seorang anak penurut dan berprestasi di sekolah. Selama perawatan di RSUD Karawang Dina menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat.  Kurir #SedekahRombongan memberikan santunan awal untuk membantu meringankan biaya kebutuhan sehari-hari selama Dina dirawat inap. Harapan kami semoga Dina kembali semangat menjalani hari – hari nya dan bisa segera kembali sehat seperti dulu…Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Robby @etydewi

Dina menderita Tubercolosis Paru

Dina menderita Tubercolosis Paru


RIKA MAELANI (25, Lumpuh). Alamat: Kp. Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kec. Pangkalan, Kab. Karawang, Prov. Jawa Barat. Rika adalah seorang ibu dari dua orang anak, menderita kelumpuhan sejak tahun 2013. Kelumpuhan yang dialami Rika, mulai dirasakan tidak lama setelah melakukan pemasangan alat kontrasepsi berupa IUD. Saat itu Rika pun memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat, pihak Puskesmas merujuk Rika ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang. Di RSUD Karawang, Rika sempat menjalankan rawat inap  namun kondisinya Rika tidak kunjung membaik hingga kemudian Rika pulang ke rumah. Selama 2 tahun Rika dan keluarganya hanya pasrah, hingga akhirnya di tahun 2015 Bu Rika kembali berusaha melakukan pengobatan kali ini di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) jakarta. Terapi yang dilakukan di RSCM yaitu akupunktur dan elektomagnetik namun karena kendala biaya terapi tersebut dihentikan. Pada awal bulan ini, Rika kembali ke RSUD Kab. Karawang  dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Rika dan suaminya, Andri Nugroho (37) di selasar RSHS Bandung. Suami Rika menceritakan perihal sakit yang diderita oleh istrinya selama ini. Kendala yang dihadapi pasangan ini yaitu selama Bu Rika Sakit suaminya tidak dapat maksimal dalam berjualan yang biasanya dilakukannya disekolahan sehingga mereka kerap kehabisan bekal ketika menjalankan pengobatan di RSHS. Walau Rika berobat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) namun jarak yang jauh yang harus ditempuh dari Karawang ke Bandung tentu membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit. Melihat kegigihan pasangan ini kurir #SedekahRombongan mengajak Rika dan Andri untuk tinggal Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Bantuan awal diberikan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari selama mereka menjalankan pengobatan. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan kepada Rika hingga kembali bisa berjalan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  21 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi @cucudjuanda

Rika menderita Lumpuh

Rika menderita Lumpuh


IYUK RUKMANA (45, Diabetes Mellitus). Alamat: Kampung Ciloa RT 3/11, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan kedua anaknya, kini, lelaki yang akrab dipanggil Eruk di kampungnya ini tinggal menumpang di rumah orang tuanya. Rumah yang pernah ia bangun dari hasil keringatnya telah terjual dan uangnya habis digunakan untuk biaya berobat. Pak Eruk tak bisa lagi berdagang keliling sejak ia sakit. Istrinya, Ratmini (39), yang menggantikan posisinya mencari rezeki dengan membuka warung. Pada akhir tahun 2014 bapak dua anak ini mendapatkan musibah: ia menderita kencing manis. Tanpa jaminan kesehatan apa pun, keluarga kemudian memeriksakan Pak Eruk ke dokter praktek dan rumah sakit. Berbulan-bulan lamanya ia keluar-masuk rumah sakit; bahkan sempat beberapa hari ia dirawat untuk mengupayakan kesembuhannya. Akhirnya, tim medis RSUD Soreang memutuskan untuk mengamputasi telapak kaki kirinya. Hampir setahun ia berjalan merangkak. Selama itu pula ia berharap bisa memiliki tongkat. Tetapi, jangankan untuk membeli tongkat, untuk biaya hidup sehari-hari dan kontrol pun ia harus meminjam uang. Kisah duka Pak Rukmana akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi dari pengurus Karang Taruna Desa Panyocokan. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan Pak Eruk dan keluarganya, menyampaikan Tanda Cinta Dhu’afa dari sedekaholics #SR kepadanya, dan menjadikannya pasien dampingan. Walau penanganan luka di kakinya memerlukan waktu lama, secara psikis, ia nampak tegar. Karena Pak Eruk masih harus terus berobat, untuk yang kedua kalinya sedekaholics #SR memberinya santunan yang ia terima di tempat tinggalnya. Pada awal April 2016, keluarganya mengabarkan bahwa Pak Eruk kehabisan obat dan harus kontrol ke Puskesmas. Saat dikunjungi, tercium luka di kaki kirinya mengeluarkan bau, juga tampak bernanah. Dia masih memerlukan bantuan para dermawan untuk mengobati luka bekas amputasi. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, pada bulan April 2016 kembali kurir #SR di Bandung dapat menyampaikan bantuan yang di terima di rumahnya. Pada pertengahan Oktober 2016 dia memberitahukan bahwa persediaan obat telah habis dan dia masih harus berobat. Kurir #SR kemudin menemui Pak Iyuk di rumahnya sambil menyampaikan bantuan lanjutan. Bantuan Ke-4 ini digunakan untuk membeli obat, transportasi-akomodasi kontrol, dan biaya sehari-hari. Ia begitu gembira menerima bantuan ini, apalagi kini ia juga sudah memiliki Jamkesmas untuk melanjutkan ikhtiar berobatnya. Bantuan sebelum ini tercatat administrasinya di Rombongan 833.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Ibu iyuk menderita Diabetes Mellitus

Ibu iyuk menderita Diabetes Mellitus


FATMAWATI BINTI PANDI (40. Susp. Asam Urat + Darah Tinggi + Kanker Payudara). Alamat: Kampung Cihanjawar RT 2/2, Desa Margamulya, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Ibu Fatmawati biasa dipanggil Wati. Bersama suami dan dua anaknya, ia tinggal di rumah kontrakan yang sangat sederhana. Sehari-hari pekerjaannya menjadi pembantu rumah tangga di rumah-rumah tetangga yang bergantian mempekerjakannya. Suaminya, Agus (45) adalah pekerja serabutan. Keluarga dhuafa ini semakin jatuh dalam kemiskinan semenjak Ibu Wati tak bisa lagi bekerja membantu penghasilan suaminya. Dalam dua bulan ini Ibu Wati tidak bisa bekerja seperti biasa karena kedua kakinya tidak bisa berfungsi dengan baik. Ia merasakan nyeri saat berjalan. Berkali-kali ia berobat ke Puskesmas. Ia belum pernah diperiksakan ke rumah sakit karena tidak punya jaminan kesehatan. Padahal, dokter di Puskesmas telah merujuknya ke RSUD Soreang. Ia diduga mengidap asam urat dan darah tinggi. Keinginannya untuk terus berobat ke rumah sakit sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi Kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan Ibu Wati dan keluarganya serta membantunya menjadi pasien dampingan #SR. Pada 22 Desember 2015 buruh cuci ini berobat lagi ke Puskesmas Pasirjambu. Ia juga mendapat rujukan untuk diperiksakan di RSUD Soreang. Perkembangannya belum membaik. Pada akhir Februari 2016 dia harus kembali kontrol ke rumah sakit. Keluarga dhuafa ini masih membutuhkan uluran tangan untuk terus mengikhtiarkan kesembuhan dari sakit yang dideritanya. Alhamdulillah sedekaholics #SR terus berempati kepada mereka dan kembali memberinya bantuan ketiga yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS, dan biaya sehari-hari. Pada pertengahan Oktober 2016, Ibu Wati datang ke rumah kurir #SR dan menyampaikan hasil pemeriksaan di Puskesmas bahwa pemeriksaan medisnya dirujuk ke RSUD Soreang. Sebelumnya dia memeriksakan benjolan dan luka di payudaranydulila. Pengobatannya ternyata masih harus berlanjut. Ibu Wati masih memerlukan uluran tangan untuk melanjutkan ikhtiarnya menuju kesembuhan. Alhamdulillah sedekaholiks #SR terus berempati kepada Ibu Wati dan keluarganya dengan memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi ke RSUD Soreang dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 810.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Ibu fatma menderita Susp. Asam Urat + Darah Tinggi + Kanker Payudara

Ibu fatma menderita Susp. Asam Urat + Darah Tinggi + Kanker Payudara


AJID BIN ENJUM (58, Tumor Buli/Kanker Kantung Kemih). Alamat: Jl. Mohammad Toha Gg. Junaedi Dalam V RT 7/10, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Ajid dan istrinya, Ibu Jua binti Ihi (55),  tinggal berdua di rumah sederhana berdinding triplek, yang pembuatannya dibantu dari hasil swadaya masyarakat. Mereka tidak memiliki anak dan hidup sangat sederhana. Pak Ajid tidak memiliki pekerjaan tetap. Kadang-kadang ia berjualan barang loakan dan kadang-kadang bekerja sebagai kuli bangunan. Sejak bulan Februari 2016 Pak Ajid merasakan rasa sakit pada perutnya dan kesakitan bila buang air kecil, tetapi rasa sakit itu tidak dia hiraukan. Penderitaan keluarga mereka dimulai ketika pada 26 Agustus 2016 Pak Ajid menderita rasa sakit yang sangat parah pada perutnya serta tidak bisa buang air kecil. Pak Ajid dibawa ke RSHS. Berdasarkan pemeriksaan waktu itu, dokter menyatakan bahwa ia menderita kanker kantung kemih dan harus dioperasi. Akan tetapi, karena mereka tidak memiliki biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, Pak Ajid hanya dirawat dan diberi obat selama tiga hari. Mereka memutuskan untuk pulang dan akan menjalani rawat jalan saja. Selanjutnya, dibantu oleh Ketua RT dan Ketua RW, Pak Ajid diantar-jemput menggunakan motor  ke RS Immanuel untuk berobat jalan, dengan bantuan biaya hasil swadaya RT-RW dan warga yang peduli.  Di RS Immanuel Pak Ajid kembali menjalani pemeriksaan. Setelah dilakukan pemerikaan Sscan dan USG, Pak Ajid dipastikan menderita Tumor Buli atau kanker kantung kemih dan pihak RS Immanuel merujuknya ke RSHS untuk segera dioperasi. Kabar penderitaan keluarga tersebut disampaikan Bapak Dedi Junaedi, Ketua RW setempat, kepada kurir #SedekahRombongan. Bersyukur kurir #SR bisa berkunjung ke rumah keluarga dhuafa tersebut. Kepada kurir #SR istri Pak Ajid menceritakan penderitaannya sambil menangis. “Sejak Bapak sakit, saya yang bekerja di tempat pembuatan cilok dari pagi sampai jam 2 siang. Sorenya bantu-bantu nyuci di tetangga.” Begitu kata Ibu Jua sambil berlinang air mata. Berdasarkan informasi dari Ketua RW, jaminan SKTM untuk Pak Ajid lalu dibuatkan. Setelah jaminan kesahatannya selesai, ia akan diperiksakan ke RSHS Bandung untuk menjalani operasi. Akan tetapi, Pak Ajid dan istrinya sangat membutuhkan biaya transportasi dan biaya sehari-hari untuk menunjang kehidupannya. Pada kunjungan pertama itu, kurir #SedekahRombongan alhamdulillah dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari para sedekaholik berupa bantuan uang yang akan digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi rawat jalan selama menunggu waktu untuk menjalani operasi. Pada bulan Oktober 2016 kurir #SR kembali menjenguk Pak Ajid di rumahnya. Perkembangannya belum bisa dikatakan mengembirakan. Ia masih harus melanjutkan pemeriksaannya di RSHS Bandung. Alhamdulillah dengan empati sedekaholics, pada silaturahmi yang ketiga kalinya ini kurir #SR dapat menyampaian bantuan lanjutan untuk Pak Ajid. Bantuan Ke-2 ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama ia berobat. Bantuan seblum ini tercatat di Rombongan 887.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21  Oktober 2016
Kurirs: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepBima @esumiati1

Pak ajid menderita Tumor Buli/Kanker Kantung Kemih

Pak ajid menderita Tumor Buli/Kanker Kantung Kemih


KUSWOYO BIN TRIPUNJUL (30, Katarak & Kanker Hidung). Alamat: Kp. Jelekong RT 6/1 Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kuswoyo adalah anak pertama almarhum Bapak Tripunjul dan Ibu Aan binti Cece (51). Kuswoyo memiliki 3 orang adik: satu orang bersekolah di SMA dan dua orang lagi masih di Sekolah Dasar. Sejak tahun 2000 pandangan matanya buram sehingga ia mengalami kesulitan untuk melihat. Setelah diperiksa, ternyata ia menderita katarak. Kuswoyo pernah menjalani operasi di RS Mata Cicendo Kota Bandung dan dirawat selama satu minggu. Penglihatannya sempat membaik, namun kini pandangan matanya kembali buram, malah semakin parah dan seperti mengalami kebutaan. Selain katarak, sejak tahun 2005 Kuswoyo diduga kuat terjangkit kanker hidung. Semasa ayahnya masih hidup, ia pernah menjalani pengobatan di Kota Solo dan 12 kali menjalani kemoterapi serta dirawat di rumah sakit. Belum tuntas masa pengobatan kanker hidung yang menyerangnya, ayahnya meninggal dunia. Kuswoyo pun kembali pulang bersama ibunya ke Desa Jelekong Kabupaten Bandung dan hanya sesekali memeriksakan penyakit kanker di hidungnya. Bersama ibu dan adiknya kini ia tinggal di rumah bilik yang sangat sederhana. Dengan menanggung beban penyakit yang ia alami, dan demi memenuhi kebutuhan hidupnya, Kuswoyo bekerja sebagai tukang pijat. Karena matanya sudah tidak melihat, ia dikenal sebagai “tukang pijat tuna-netra.” Untuk memudahkan pekerjaannya sebagai “tukang pijat panggilan”, ia dibantu adiknya yang paling besar yang setia mengantar dan menuntunnya ke tempat orang yang membutuhkan jasanya. Karena penghasilannya yang tidak menentu dan harus membantu membiayai keluarganya, Kuswoyo jarang punya biaya untuk kontrol dan berobat. Bahkan setelah pemerintah setempat membuatkan jaminan kesehatan (KIS) pun, Kuswoyo sering tidak punya ongkos untuk berobat ke rumah sakit yang letaknya di Kota Bandung. Padahal penyakit kanker di hidungnya masih harus terus diobati dan penyakit kataraknya semakin membuatnya buta. Cerita duka Kuswoyo dan keluarganya yang dhuafa itu diketahui salah seorang warga yang kemudian menyampaikannya kepada kurir #SedekahRombongan. Bersyukur kurir #SR dapat berkunjung dan bertemu dengan keluarga mereka. Alhamdulillah, kurir #SR juga dapat menyampaikan titipan langit melalui para sedekaholics #SR dan akan mendampinginya berobat sampai tuntas. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk biaya transportasi berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan ke Rumah Sakit Mata (RSM) Cicendo Bandung. Pada saat kurir #SR menyampaikan bantuan, Kuswoyo sedang ada panggilan memijat ke tempat yang jauh, diantar adiknya. Setelah ditunggu sampai Pukul 21.00, ia belum pulang juga sehingga santunan diterima oleh ibunya disertai kedua adiknya yang masih kecil. Pada pertengahan awal Juni 2016, kurir #SR kembali mengunjunginya untuk yang ketiga kali. Kuswoyo baru selesai menjalani operasi pada matanya. “Besok juga harus ke rumah sakit lagi. Kata dokternya harus setiap hari dikontrol,” jelas ibunya. Selain harus melakukan pemeriksaan ke RS Mata Cicendo, Kuswoyo juga masih harus menjalani kontrol untuk menangani kanker di hidungnya. Pada akhir bulan Juli 2016 kurir #SR kembali menjenguk Kuswoyo. Dari hasil pemeriksaan dokter RSHS, Kuswoyo terserang TB Perut yang disebabkan oleh Kanker hidung dan gangguan saraf matanya. Dia harus berobat jalan dan minum obat selama 9 bulan. Dia masih membutuhkan uluran tangan untuk meringankan beban hidupnya. Alhamduillah pada bulan  Juli 2016 itu #SR kembai memberinya bantuan lanjutan (Bantuan Ke-3) utuk biaya berobat Kuswoyo. Begitu juga pada bulan Oktober 2016, sedekaholics #SR kembali Berempati atas apa yang dialami Kuswoyo dan keluarganya, #SedekahRombongan juga menyampaikan santunan lanjutan yang dia terima bersama ibunnya. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke rumah sakit dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika @lilisdariyah

Pak kuswoyo menderita Katarak & Kanker Hidung

Pak kuswoyo menderita Katarak & Kanker Hidung


AGUS SETIAWAN (25, Patah Tulang +  Decubitus + Gangguan Kandung Kemih). Alamat: Jl. Mekar Sari RT 2/17, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sepuluh tahun sudah kehidupan pemuda ini seperti terenggut. Akibat kecelakaan yang dialaminya, sampaikini, ia hanya bisa menghabiskan waktu di rumah dengan duduk atau terbaring. Untuk ke kamar mandi atau toilet pun ia melakukannya dengan cara merangkak atau ngesot. Penderitaan yang dialami Agus Setiawan itu dimulai pada tahun 2010. Ketika sedang bekerja sebagai pegawai bangunan di Sukabumi, Agus mengalami kecelakaan, yaitu jatuh dari gedung lantai 4. Akibat jatuh itu, ia mengalami patah tulang belakang, syaraf terjepit, dan luka sekitar pinggang bagian belakang. Pertolongan dan bantuan yang diperoleh dari perusahaannya hanya sampai dirawat selama tiga hari. Keluarganya kemudian memeriksakannya sampai ke RSHS Bandung. Di Rumah Sakit Rujukan Pusat ini ia sempat dirawat dan mendapat tindakan operasi, dengan menggunakan fasilitas SKTM. Akan tetapi, ketika seharusnya dilakukan operasi lanjutan, yaitu pemasangan pen, keluarga mereka terbentur masalah biaya yang tidak tercover oleh fasilitas SKTM. Oleh karena itu, dengan perasaan sedih dan kecewa, Agus dibawa ke rumah dan berusaha melanjutkan pengobatan dengan cara tradisional, yaitu diurut. Disebabkan selama bertahun-tahun ia hanya berobat di rumah. Ia hanya bisa duduk dan berbaring. Organ tubuhnya, dari pinggang ke kaki menjadi lumpuh. Penderitaan dan kesedihan Agus semakin bertambah karena kedua orang-tuanya bercerai. Ayahnya tidak pernah mengunjunginya lagi; sedangkan ibunya kini tinggal bersama suaminya yang baru dan bekerja sebagai pembantu. Selama dalam penderitaannya Agus Setiawan tinggal dan dirawat oleh kakek dan neneknya di rumah berukuran sangat kecil. Bahkan, dalam Kartu Keluarga Agus tercatat sebagai anak dari Kakek Unen (73) dan Nenek Ita (72). Pada bulan November tahun 2013 Agus pernah diperiksakan lagi ke RSUD Kota Bandung, dan hasil pemeriksaannya menyatakan bahwa tulang yang seharusnya dipasangi pen sudah tersambung secara alami dengan posisi yang salah akibat terlalu lama dibiarkan tanpa perawatan dan pengobatan medis. Pada saat itu dokter menyatakan tidak sanggup mengembalikan posisi tulang tersebut ke posisi normal. Akibat cacat pada tubuhnya itu, sampai saat ini Agus tidak bisa melakukan aktivitas lain selain duduk dan berbaring. Dampak dari kondisi tersebut saat ini ia juga mengalami decubitus di bagian pantat, dan buang air kecilnya tidak terkontrol, setiap ±15 menit sekali. Menurut perkiraan, Agus mengalami gangguan saluran kandung kemih. Untuk memastikannya ia memerlukan pemeriksaan ke rumah sakit. Belum lagi ia bisa memeriksakan dirinya ke rumah sakit, penderitaan Agus semakin bertambah lagi karena kakek yang mengurusnya meninggal dunia. Kini ia tinggal dan diurus hanya oleh neneknya. Kisah duka dan penderitaan Agus beserta neneknya itu sampai kepada kurir #SedekahRombongan melalui Bapak Ryan Hendriana, Sekretaris Karang Taruna “Tunas Sari” Kel. Babakan Sari Kota Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat berkunjung dan bersilaturahmi ke rumah Agus beserta neneknya itu. Kepada kurir #SR, Agus, dengan ditemani Pak Ryan, menceritakan segala kesedihan dan kesusahannya. Agus dan neneknya sangat berharap dapat memperoleh bantuan dan pertolongan agar dapat memeriksakan dirinya dan mengobati penyakit yang sekarang dideritanya. Selain ingin memperoleh bantuan untuk pengobatan dan biaya hidup sehari-hari, Agus juga sangat berharap memiliki kursi roda agar dapat melakukan aktivitas. Ia tidak ingin terus-menerus merepotkan neneknya dan orang lain. Ia tak ingin lagi ke toilet harus digendong atau terpaksa merangkak dan ngesot bila tidak ada orang yang membantunya. Bila memiliki kursi roda, ia berharap dapat keluar dari rumahnya yang sempit itu dan melakukan aktivitas lain. Berempati dengan penderitaan Agus, pada kunjungan pertama ini kurir #SedekahRombongan alhamdulillah dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuaa dari para sedekaholik berupa bantuan uang. Bantuan Pertama ini digunakan untuk biaya transprotasi dan akomodasi pemeriksaan Agus ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @Lilisdariyah @trietan

Agus menderita Patah Tulang + Decubitus + Gangguan Kandung Kemih

Agus menderita Patah Tulang + Decubitus + Gangguan Kandung Kemih


SITI KHODIJAH (28, Bantuan Biaya Persalinan). Alamat : Jalan Kebon Jayanti RT 3/2, Kelurahan Kebon Jayanti, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Alamat ini adalah rumah kontrakan sederhana yang ditempati Ibu Siti hampir dua tahun bersama suami dan anak-anaknya.  Ibu Siti dan suaminya, Pak Aris Arifin (34) sebenarnya berasal dari Kota intan, Garut, tepatnya –sesuai data KTP– dari Kampung Buleud RT 3 RW 4, Desa Cinta Damai, Kecamatan Sukaresmi, Kabupten Garut, Provinsi Jawa Barat. Ia mengikuti suaminya mencari penghidupan di Kota Kembang, dengan berdagang cilok. Sampai saat ini, mereka belum sempat mengurus administrasi kepindahan dari kabupaten Garut ke Kota Bandung. “Jangankan untuk menguruskan KK yang baru, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun kami kewalahan. Kami juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun,” kata Ibu Siti terbata-bata. Keluarga dhuafa ini mengembara di Bandung dengan harapan nasibnya dapat berubah: menjadi berkecukupan. Walau penghasilannya tak menentu dan tak seberapa, tak ada pilihan lain bagi mereka. Ibu Siti dan Pak Aris harus berusaha tekun menjajakan dagangannya di sekitar kota Bandung. Menurut penuturan kader Pekerja Sosial Masyarrakt (PSM) Kiaracondong dan kader PKK di lingkungannya –yang menyampaikan kesulitan mereka kepada kurir #SR pada Kamis 20 Oktober 2016- Pak Aris tampak kewalahan dengan tiga orang tanggungan yang harus dihidupinya. “Sekarang suaminya belum pulang, mencari uang untuk biaya persalinan yang diperkirakan Rp.600.000,-. Ibu Siti ditangani persalinannya di Puskesmas Ibrahim Adji Kiaracondong Kota Bandung, masuk hari Rabu, 19 Oktober 2016. Persalinannya alhamdulillah berjalan lancar. Anak ketiganya, juga laki-laki, terlahir selamat dan normal  pada pukul 01.00 WIB Kamis, 20 Oktober 2016. Kader PKK dan PSM menghubungi kurir #SedekahRombongan di Bandung, mengabarkan kesulitan yang dihadapi warga miskin itu, dan mengajukan bantuan kepada #SR untuk membantu membayarkan biaya persalinan Ibu Siti Khodijah. Kurir #SR kemudian menemui mereka di Pukemas, tetapi tidak sempat bertemu dengan suaminya. “Ketika saya sampai saatnya melahirkan dan ditangani di Puskesmas ini, suami saya sedang tidak punya uang untuk biaya bersalin. Sekarang juga belum pulang. Ia sedang mencari uang untuk membayar biaya kelahiran anak ketiga ini,” tambahnya. Bersyukur kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga yang tegar ini dan dapat menyampaikan permohonan mereka kepada #SedekahRombongan. Dengan izin Allah Swt, keinginan mereka mendapatkan empati dari sedekaholics #SR dengan memberi mereka Tanda Cinta Dhuafa berupa uang. Bantuan yang disampaikan di Ruangan Nifas Puskesmas Ibrahim Adjie Kiaracodong ini digunakan untuk membayar biaya bersalin. Jumat 21 Oktober 2016 Ibu Siti dan bayinya dijadwalkan bisa pulang kerumah kontrakannya. “Terima kasih kami sampaikan kepada #SR. Jazaakumullaah,’ kata Ibu Siti menutup doanya sambil menangis haru.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @maulida_qasyanggi

Bantuan Biaya Persalinan

Bantuan Biaya Persalinan


INAN BIN SAIM (46, Susp. Eritroderma). Alamat: Kp. Gondrong RT 5/3, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Inan yang aslinya warga Kabupaten Karawang ini, sejak 7 tahun yang lalu menderita sakit kulit. Awalnya, kepalanya tertusuk bambu yang kemudian mengeluarkan cairan. Cairan yang keluar dari kepalanya tersebut, terus menetes dan merambat ke permukaan wajahnya. Dari situ, Pak Inan mulai merasakan ada sakit kulit di tubuhnya. Pak Inan sudah berupaya berobat ke mantri di kampung dan ke Puskesmas, namun tak kunjung membuahkan kesembuhan. Sehari-harinya, Pak Inan bekerja sebagai pemulung, sehingga tidak banyak materi yang ia dapatkan dari pekerjaannya ini. Sehingga menghalangi niatannya untuk mengobati sakitnya sampai tuntas. Sakit di kulitnya sangat mengganggu, karena apabila terkena terik matahari, kulitnya merasakan panas, jika terkena air, kulitnya akan mengeluarkan bau anyir. Suami dari Ibu Asih (40) ini hanya bisa pasrah dan menanti ada orang yang mau menolongnya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Inan sehingga bisa membantu meringankan bebannya. Saat ini Pak Inan akan menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis kulit di RSUD Kabupaten Bekasi. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 902. Semoga Pak Inan segera diberi kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @nurhida_161 Yunita Muslimah

Pak inan menderita Susp. Eritroderma

Pak inan menderita Susp. Eritroderma


KASTIRAH BINTI DAMAT (46, Demam Berdarah). Alamat : Dusun Sekong RT 1/5, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Tanggal 5 Oktober 2016, Ibu Kastirah mendadak mengalami panas tinggi yang awalnya hanya mengandalkan obat warung dan istirahat di rumah. Selama 4 hari panas tidak stabil dan langsung dibawa ke klinik terdekat untuk dilakukan cek darah. Dari hasil cek darah, Bu Kastirah dinyatakan terkena DBD dan harus mendapat perawatan. Karena jarak yang cukup jauh dengan rumah sakit, akhirnya ia dirawat di Klinik tersebut dengan jaminan umum. Situasi yang panik dengan keadaan yang mengkhawatirkan membuat suami Bu Kastirah mengambil keputusan tersebut. Suami Bu Kastirah, Pak Naisin hanya seorang kuli di sebuah tambak milik Juragan Tambak yang tidak jauh dari rumahnya. Mereka sangat kebingungan ketika harus membayar tagihan biaya perawatan selama 1 minggu. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan biaya perawatan Bu Kastirah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Ibu kastirah menderita Demam Berdarah

Ibu kastirah menderita Demam Berdarah


NAIMOY ROSADI (54, Diabetes Mellitus). Alamat : Kelapa Dua RT 1/5, Desa Jayasakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Berawal sekitar 10 tahun yang lalu terdapat gelembung kecil di betis sebelah kiri kaki Bu Naimoy. Namun Bu Naimoy menganggap itu hanya hal kecil sehingga tak begitu ia hiraukan. Dan hingga pada suatu hari, berbentuk luka yang semakin melebar sampai sekarang. Upaya pengobatan yang ia lakukan hanya sebatas pengobatan di Klinik terdekat yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Saat ini luka itu semakin melebar dan harus segera diambil tindakan amputasi di rumah sakit dengan peralatan yang lebih memadai, sayangnya ia takut untuk melakukan amputasi kaki. Oleh karena itu Bu Naimoy hanya melakukan pengobatan di klinik dengan peralatan minim karena takut amputasi. Suami Bu Naimoy, Pak Rosadi (53) hanya seorang buruh tani dengan penghasilan sangat minim. Mereka sangat kesulitan biaya manakala akan melakukan pemeriksaan ke Klinik. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan beban mereka saat berobat. Semoga Bu Naimoy diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Nuraini AL

Ibu naimoy menderita Diabetes Mellitus

Ibu naimoy menderita Diabetes Mellitus


OKTAVIA AGUSTIN (7, Hydrochepalus). Alamat: Kp. Padurenan RT 3/6 No. 55, Desa Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Pada usia 3 bulan, Oktavia mulai terlihat membesar kepalanya. Oleh kedua orang tuanya, ia dibawa ke Puskesmas. Dokter di Puskesmas setempat menyatakan bahwa Oktavia terkena hydrocephalus. Pada usia 2 tahun, Oktavia disarankan untuk berobat ke rumah sakit. Karena banyak yang simpati dengan keadaannya, orang-orang membantu mencarikan dana untuk biasa berobat Oktavia. Ketika di rumah sakit, dokter memberitahu kedua orang tuanya tentang resiko yang harus dihadapi jika Oktavia menjalani operasi. Kemudian orang tua Oktavia mengambil  keputusan untuk tidak lagi berobat di rumah sakit. Karena batal berobat ke rumah sakit, akhirnya orang yang membantu mencarikan dana untuk operasi pun mundur. Sejak itu, Oktavia hanya berobat di pengobatan alternatif dan menjalani beberapa terapi. Itupun tidak rutin ia jalani, terapi dilakukan hanya ketika orang tua Oktavia mempunyai biaya. Kedua orang tua Oktavia, Eko Tedi (28) dan Fitriyani (27) yang merupakan buruh serabutan merasa kesulitan untuk membiayai pengobatan Oktavia. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Oktavia dan keluarga sehingga dapat menyampaikan bantuan biaya untuk pengobatan.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 20 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

oktavia menderita Hydrochepalus

oktavia menderita Hydrochepalus


SRI MULYATI (44, Ca Mammae). Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ibu dari 2 anak ini menderita kanker payudara sejak hampir 2 tahun. Setelah menjalani pemeriksaan bertahap, bulan April 2016, ia menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kanan di RS Hermina Kota Bekasi. Saat ini ia harus menjalani kemotherapy rutin di RS. Hermina. Suaminya, Pak Umar Sumarjo (46) hanya tukang ojek yang mangkal di depan perumahan tak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya akomodasi pengobatan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS. Hermina, ia dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta untuk kemoterapy. Untuk mempermudah akses selama menjalani pengobatan, Bu Sri tinggal sementara di RSSR Jakarta. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kemoterapy. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 900.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @harji_anis

Ibu sri menderita Ca Mammae

Ibu sri menderita Ca Mammae


AKUM BIN ABDULLAH (66, Stroke). Alamat : Kp. Pisangan RT 3/2, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah sejak 2 tahun Pak Akum tidak bisa berjalan akibat terjatuh saat di kamar mandi. Upaya pengobatan yang dilakukan sudah berbagai macam, dari medis dan alternatif. Namun dari beberapa pengobatan tidak ada perubahan yang begitu mencolok. Ditambah lagi saat ini keadaan ekonomi keluarga yang terpuruk, mereka sampai putus asa untuk melakukan pengobatan. Selama ini ia hanya mengandalkan menantunya yang memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Pak Akum dan istri, Bu Unik (61) yang saat ini sudah tidak bisa bekerja karena usia yang tak lagi muda. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan pengobatan Pak Akum. Semoga mereka senantiasa selalu diberi kemudahan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Opick

Pak akum menderita Stroke

Pak akum menderita Stroke


YANAH BINTI YADI (26, Katarak dan Glukoma Sebelah Kanan). Alamat: Kp. Cibulus RT 2/5, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sekitar 2 bulan yang lalu, Bu Yanah mengikuti program operasi katarak yang diadakan sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Namun pasca operasi katarak yang dilakukan kondisi mata sebelah kanannya memburuk bahkan sampai dinyatakan sudah tidak bisa melihat. Saat ini ia sedang dalam tahap pemeriksaan glukoma mata di RS Cicendo Bandung. Suami Bu Yanah, Pak Syafrudin (35) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Terhitung lebih dari 10 kali pulang pergi ke RS Cicendo dan saat ini mereka sangat membutuhkan bantuan biaya akomodasi ke Bandung. Bukan hanya itu, Kurir #SedekahRombongan akan menyarankan agar Bu Yanah singgah di RSSR Bandung dalam menjalani proses pemeriksaan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal ke RS Cicendo Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Opick

Ibu yanah menderita Katarak dan Glukoma Sebelah Kanan

Ibu yanah menderita Katarak dan Glukoma Sebelah Kanan


NURHAYATI BINTI DASIMI (41, Ca Mammae). Alamat : Kp. Cijambe RT 5/3, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah 1 tahun lebih Bu Nurhayati menjalani pemeriksaan di RS Harapan Kita Jakarta. Kanker payudara yang dideritanya sudah stadium 3 dan sudah menjalar ke rahim. Rencananya akan dilakukan operasi pengangkatan rahim sebelum operasi kanker payudara secara bertahap. Semua biaya pengobatan bisa dicover oleh kartu BPJS yang ia miliki. Namun biaya akomodasi sehari-hari dalam menjalani masa pengobatan mereka sangat kesulitan. Saat ini kondisi Bu Nurhayati sempat drop dan harus menjalani perawatan di Ruang HCU RS Harapan Kita Jakarta. Suami Bu Nurhayati, Pak Rusdi (44) hanya seorang buruh pabrik. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit. Semoga Bu Nurhayati senantiasa selalu diberi kemudahan dalam menjalani ikhtiar pengobatannya. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Eny Meiliya

Ibu nur menderita Ca Mammae

Ibu nur menderita Ca Mammae


AI SUMIATUN (21, Pendarahan). Alamat Kp. Gaga RT 1/2, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ai yang belum lama tinggal bersama suaminya mengalami pendarahan saat usia kehamilannya baru 3 bulan. Ai belum memiliki Kartu BPJS yang tentunya membuat suaminya sangat kebingungan. Kampung halaman Ai adalah Tasikmalaya. Karena KTP Ai masih beralamat Tasikmalaya, mereka kesulitan dalam pembuatan BPJS secara instan.  Awalnya pemeriksaan dilakukan oleh Bidan Desa setempat, namun bidan tidak sanggup dan menyarankan supaya Ai menjalani kuret kandungan. Suami Ai, Juhari (26) hanya seorang pedagang tahu keliling yang mana saat ini jualannya sedang sepi. Hingga akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang kemudian langsung membawa Ai ke RS. Ridhoka Salma. Setelah menjalani pemeriksaan, esok harinya langsung dilakukan kuret di RS. Ridhoka Salma. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar cicilan rumah sakit yang terakhir. Cicilan sebelumnya masuk di Rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Ibu ai menderita Pendarahan

Ibu ai menderita Pendarahan


SARMADI BIN JAYA WINATA (75, Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak). Alamat : Dusun 2 Cibodas RT 1/3, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Sarmadi merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Berawal dari beberapa bulan yang lalu, Bapak Sarmadi mengalami kecelakaan kerja di sawah. Kaki beliau tertusuk bambu tajam sehingga membuat beliau menerima tindakan medis di kaki sebanyak 29 jahitan. Tak lama, kaki beliau membusuk dan daging di bagian kaki beliau terbuka karena kulit luar sudah mengelupas. Alhamdulillah Allah mempertemukan beliau dengan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Sehingga, kurir Kuningan segera membawa Bapak Sarmadi ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Menurut pihak medis, kaki kiri beliau sudah infeksi. Akhirnya, beliau mendapat perawatan medis berupa operasi untuk menutup daging tersebut dengan mengambil lapisan kulit dari paha. Proses operasi dilakukan secara bertahap sebanyak 3 kali operasi. Keadaan beliau pasca operasi cukup mengkhawatirkan karena beliau telah 2 kali mengalami pendarahan. Saat ini, selain luka infeksi pada kaki kirinya beliau juga mulai merasakan penglihatannya terganggu. Kemudian kurir #SedekahRombongan Kuningan membawa beliau untuk memeriksakan kesehatan matanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45. Setelah melalui beberapa pemeriksaan, pihak medis RSUD 45 mendiagnosa bahwa Bapak Sarmadi menderita katarak. Dan harus melakukan operasi. Bapak Sarmadi menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 selama menjalani pengobatan. Namun beliau membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit. Maklum saja, sejak beliau sakit tidak ada penghasilan karna beliau sudah tidak bisa pergi bekerja. Alhamdulillah, bantuan ketiga dari sedekaholics dapat disampaikan #SedekahRombongan kepada Bapak Sarmadi untuk biaya transportasi dan biaya akomodasi. Sebelumnya beliau masuk ke dalam pasien rombongan 894.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Pak sarmadi menderita Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak

Pak sarmadi menderita Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak


NIA DEWIANTI (34, Kanker Usus). Alamat : Dusun Sukamukti RT 2/4, Desa Mekar Raharja, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nia merupakan salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan. Penyakit Ibu Nia berawal ketika beliau sering mengeluh sakit di bagian perut. Akhirnya, beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit dan segera mendapat perawatan di Rumah Sakit. Hasil USG, tes darah dan rongten menunjukkan bahwa Ibu Nia menderita penyakit Kanker Usus. Beliau menjalani tindakan operasi pemotongan usus sebanyak 2 kali pada bulan Maret 2016 lalu. Untuk aktifitasnya sehari-hari pasca operasi beliau menggunakan alat Colostomy yang dipasang pada perutnya sebagai alternatif buang air besar. Saat ini kondisi beliau Alhamdulillah sudah jauh lebih baik setelah melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pertengahan bulan Juni lalu. Saat ini Ibu Nia harus rutin menjalani pemeriksaan kesehatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk kemoterapi sebelum menjalani operasi lanjutan. Selama menjalani pengobatan, Ibu Nia menggunakan BPJS mandiri kelas 3 yang dibayar secara mandiri. Namun, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani pengobatan di rumah sakit. Suami Ibu Nia, Bapak Andrianan (34) saat ini bekerja sebagai pedagang sayuran keliling demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga, namun penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kelima untuk biaya transportasi kontrol kesehatan ke RSHS Bandung. Semoga ikhtiar Ibu Nia membuahkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nia merupakan pasien rombongan 896.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu nia menderita Kanker Usus

Ibu nia menderita Kanker Usus


MUHAMMAD ALVIANO (1, Kelainan Syaraf + Microcephalus). Alamat : Kampung Cikaret RT 2/2, Kelurahan Pulosari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bayi mungil ini biasa dipanggil Alviano oleh orang tuanya, pada awal kelahirannya tidak ada kelainan apapun, Alviano sama seperti bayi – bayi pada umumnya namun pada bulan Agustus 2016 Alviano mengalami Demam tinggi disertai susah untuk minum ASI dan makanan. Karena merasa khawatir Alviano dibawa oleh Mariana (30) dan Suherman (34) ke Puskesmas Leuwiliang namun dari pengobatan yang dilakukan di Puskesmas tidak ada perubahan yang berarti bagi Alviano, ia masih tidak mau minum ASI walaupun sudah diganti dengan susu formula dan demamnya tak kunjung turun. Ketika berobat kedua kalinya ke Puskesmas, Alviano langsung di rujuk ke RSUD Leuwiliang dan dari hasil observasi pihak RSUD diperkirakan ada gangguan syaraf di otak, dikarenakan alat medis di RSUD Leuwiliang tidak lengkap akhirnya Alviano kembali dirujuk ke RS. PMI Bogor. Ketika di RS. PMI Bogor tidak dapat menerima Alviano apabila dengan jaminan BPJS yang dimilikinya. Kurir #sedekahrombongan yang mendapatkan informasi tentang Alviano langsung bergerak ke rumah Alviano, setelah berkordinasi dengan pihak keluarga akhirnya Alviano kembali dibawa ke RSUD Leuwiliang dan kembali mendapatkan rujukan ke poli anak RS. Fatmawati. Setelah diperiksa di RS. Fatmawati Alviano disarankan untuk kembali memeriksakan Alviano ke poli mata dan poli THT. Ayah Alviano yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak dapat menyembunyikan kesedihannya karena tidak bisa maksimal untuk mengobati Alviano karena keterbatasan biaya walaupun Alviano memiliki jaminan kesehatan BPJS. Penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak mencukupi untuk biaya akomodasi Alviano berobat ke Rumah Sakit. Sudah 3 minggu kurir #SR mendampingi Alviano, setelah hasil pemeriksaan mendalam di Alviano ternyata ia mengidap Mikrocephalus. Alviano sangat memerlukan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyakit apa saja yang di deritanya. Bantuan Lanjutan punkami sampaikan kepada Alviano untuk membeli kebutuhan Alviano dan untuk akomodasi Alviano ke Rumah Sakit setiap minggunya. Semoga Alviano bisa tumbuh sehat seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 902

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016 dan 19 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Alviano menderita Kelainan Syaraf + Microcephalus

Alviano menderita Kelainan Syaraf + Microcephalus


PANTI ASUHAN YATIM PIATU DAN DHUAFA AL-IDRIS (Bantuan Operasional). Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Al-Idris beralamatkan Jangkang RT05 RW11 Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY. Panti Asuhan ini didirikan oleh Bapak Ramli Idris pada tahun 2005, sampai sekarang pun beliau masih memimpin Panti Asuhan ini. Panti Asuhan ini memiliki 80 santri yang terdiri dari, 14 santri putri dan 66 santri putra. Panti Asuhan ini sebagaian besar mengasuh anak yatim piatu dari daerah indonesia bagian timur, seperti flores, dompu dll. Seluruh santri yang ada di panti asuhan ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Kebutuhan sehari-hari panti asuhan ini dicukupi oleh donatur, masyakarat sekitar dan tentu saja dari Keluarga Bapak Ramli. Santri pada panti asuhan ini umumnya merupakan siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Hampir setiap tahun ajaran baru, Panti Asuhan Ar Rasyid menerima santri baru, begitu pun tahun ajaran ini. Sepuluh (10) santri baru di terima SMP/SMA di Sleman. Jarak panti ke sekolah yang cukup jauh menggerakan pengelola dan #SedekahRombongan untuk mengadakan sepeda baru bagi ke 10 santri putra/putri ini.Maka tanggal 14 Oktober 2016 lalu, 10 sepeda di kirim oleh Tim #POPI (Pondok Panti) #SedekahRombongan. Pengurus Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Al Idris mengucapkan banyak terima kasih kepada #SahabatSR dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #SahabatSR diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin

JUmlah Bantuan : 9.125.000
Tanggal        : 14 Oktober 2016
Kurir          : @rizkyaditya4 @rofiqsilver @fahmisq @anjesmou

Bantuan Operasional

Bantuan Operasional


BENING DIAN PERTIWI (19 Tahun, Bantuan Biaya Pendidikan). Alamat: Wirobrajan BB II/109 RT.34/RW.07 Yogyakarta, DIY. Bening merupakan siswa yang tahun ini berhasil lulus dari sebuah sekolah menengah atas di Yogyakarta. Namun, ia kesulitan untuk melanjutkan pendidikannya, terlebih karena ia dan keluarganya tidak mampu untuk melunasi biaya tamat sekolah. Keluarganya menghubungi beberapa pihak pemerintah untuk memohon bantuan, namun belum ada yang merespon secara positif. Bening dan keluarganya merupakan keluarga yang sederhana, bahkan cenderung serba kekurangan. Pariyono (44 Tahun), kepala keluarga, dan Yuni Susanti (44 Tahun), sang ibu, keduanya bekerja sebagai pekerja serabutan, sembari dagang kecil-kecilan. Pasangan ini memiliki dua buah hati, yaitu bening dan satu saudaranya. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut merasakan kesulitan yang dialami oleh bening dan keluarganya. #Sedekaholic dan #SedekahRombongan kemudian berpartisipasi meringankan beban mereka dengan menyampaikan titipan langit sebesar satu juta rupiah. Bantuan ini akan digunakan untuk membantu melunasi tunggakan biaya pendidikan sekolahnya. Semoga bantuan dapat sedikit meringankan beban kehidupan mereka, mudah-mudahan bening dapat menjadi siswi yang berprestasi, dapat melanjutkan pendidikannya, dan berhasil meraih cita-cita yang diinginkannya. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @RizkyAditya4, @SatyaLuke

Bantuan Biaya Pendidikan

Bantuan Biaya Pendidikan


TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN AL-BAROKAH (Pembangunan Gedung TPA). Alamat: Grogol, Kelurahan Margodadi, Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman, DIY. TPA Al-Barokah merupakan taman pendidikan Al Quran yang memiliki banyak santri. TPA ini belum memiliki gedung dengan saranan dan/atau pra sarana yang memadai. Selama ini, santri menggunakan bangunan yang kurang bagus. Pengurus TPA berencana untuk membangun gedung dua lantai yang representatif sehingga para guru dan santri dapat menjalankan kegiatan dengan khusyuk. Pengurus kemudian menggalang donasi untuk membangun gedung baru. Alhamdulillah, donasi untuk gedung baru ini semakin hari semakin bertambah, proses pembangunan pun berjalan dengan lancar. Kini tahapan pembangunan gedung baru sudah mencapai 75%. Namun pengurus masih membutuhkan dana sekitar dua puluh juta rupiah untuk membeli bahan dan pelengkapan bangunan seperti kayu, semen, pasir, daun pintu dan jendela, pagar tangga dan balkon lantai dua, serta meja baru untuk para santri. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi dalam proses pembangunan gedung TPA tersebut. #SedekahRombongan kemudian menyalurkan dana bantuan dari #Sedekaholic sebesar dua juta rupiah yang digunakan untuk pembelian bahan material yang diperlukan. Pak Mujadi, Ketua Panitia Pembangunan Gedung TPA, mewakili seluruh panitia dan takmir, menerima bantuan dari #Sedekaholic yang disalurkan melalui #SedekahRombongan. Semoga pembangunan gedung TPA berjalan dengan lancar hingga akhir, mudah-mudahan para santri serta warga masyarakat sekitar akan memakmurkan gedung ini kelak. Pak Mujadi, mewakili panitia, takmir, dan santri, mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal Penyerahan :20 Oktober 2016
Kurir : @RizkyAditya4 @nuliwsaputri

Pembangunan Gedung TPA

Pembangunan Gedung TPA


ALDO KEVIN (1, Atresia Ani). Alamat : Jalan Jaya Murni, RT 15/5, Desa Jaya Murni, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Aldo didagnosis tidak memiliki lubang anus atau bahasa medisnya atresia ani. Kondisi Aldo diketahui sejak 2 hari pasca lahirnya, saat itu perutnya membesar yang ternyata karena tidak bisa buang air besar dan saat buang air kecil pun ia terus menangis. Aldo sering mengalami demam yang membuat kondisinya semakin memburuk. Aldo segera dilarikan orang tuanya ke bidan setempat, dan oleh bidan ia dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo untuk menjalani operasi. Dokter mengatakan Aldo harus menjalani 3 kali operasi. Seminggu pasca operasi pertama dokter menyarankan untuk operasi kedua, namun karena keterbatasan biaya orang tua Aldo memutuskan membawanya pulang. Selang beberapa hari Aldo dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk operasi kedua. Pasca operasi kondisi si kecil masih lemah, buang air kecil melalui selang dan masih belum bisa buang air besar. Ayah aldo, Bapak Indra Sahrudi (27) bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibunya, Siti Maesaroh (21), hanya ibu rumah tangga. Bapak Indra mengaku kesulitan mencari biaya berobat Aldo, saat ini pun keluarga masih memiliki utang dengan pihak lain karena BPJS kelas II milik aldo yang pembuatannya dibantu oleh teman ayahnya baru dibuat. Aldo masih harus kontrol rutin ke RSAM pasca operasi kedua. Operasi ketiga pun masih dalam tahap perencanaan. Kurir #SedekahRombongan kembali menyantuni si kecil untuk biaya transportasi dan akomodasi selama kontrol. Bapak Indra mengucapkan terima kasih banyak kepada kurir dan sedekaholics atas bantuan selama ini. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @adityaBdvil @yesaridani @akuokawai

Aldo menderita Atresia Ani

Aldo menderita Atresia Ani


CELVIN ADE KURNIAWAN (17, Perdarahan di Otak + Patah Tulang Bahu Kiri). Alamat : Dusun Muji Rahayu, RT 7/3, Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada 24 September 2016, kecelakaan tragis menimpa Celvin, ia mengalami kecelakaan tunggal saat hendak pulang ke rumahnya. Mulanya kondisi yang terlihat oleh keluarga Celvin hanya luka lecet saja dan tidak terlalu parah, namun esok harinya sepulang dari menghadiri acara di rumah tetangga, Ibu Celvin heran karena tidak mendapatkan respon ketika membangunkan Celvin yang diduga masih tidur nyenyak. Keluarga sempat melarikannya ke Rumah Sakit Islam Metro dan beberapa rumah sakit lainnya, namun karena terkendala peralatan medis yang tidak memadai, akhirnya Celvin dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Lampung. Dari hasil pemeriksaan, diketahui ada perdarahan di dalam kepala dan dokter menyarankan untuk segera dioperasi. Selain itu, Celvin juga mengalami patah tulang di bahu sebelah kiri, dokter menyarankan bahu kiri tersebut dioperasi jika pasca operasi kepala kondisinya sudah membaik. Saat ini Celvin masih sulit berkomunikasi pasca operasi di kepalanya. Ayah Celvin, Bapak Ismanto (46), bekerja di Malaysia, sedang ibunya, Siswati (44), berdagang makanan kecil di rumahnya. Celvin memiliki kartu KIS PBI Kelas 3, namun pengobatan ada yang tidak ditanggung KIS sehingga Ibu Siswati kesulitan membayar biaya pengobatan. Alhamdulillah santunan awal pun diberikan ketika kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menjenguk Celvin di RSAM. Bantuan dipergunakan untuk meringankan biaya pengobatan Celvin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @sayasepti @nia_dec07 @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Celvin menderita Perdarahan di Otak + Patah Tulang Bahu Kiri

Celvin menderita Perdarahan di Otak + Patah Tulang Bahu Kiri


JOHAN BIN ABDULLAH (71, Infeksi Paru + Stroke Ringan). Alamat : Jalan Beringin, Gang Beringin I, Lingkungan II, RT 3, Kelurahan Talang, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sesak napas dan muntah darah, itulah gejala pertama yang dialami oleh Pak Johan 5 tahun lalu. Keluarga segera membawanya ke Rumah Sakit Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, namun dokter yang menangani menyarankan dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Hasil pemeriksaan dokter RSAM, Pak Johan terkena infeksi paru. Hampir seminggu ia menjalani rawat inap di rumah sakit. Memasuki tahun 2014, Pak Johan kembali dirawat di RSAM karena penyakitnya kambuh lagi ditambah dengan stroke pada jari tangannya. Setelah beberapa hari dirawat Pak Johan meminta pulang, namun penyakitnya tak kunjung membaik. Akhirnya Pak Johan hanya minum obat warung untuk menghilangkan sesak napas dan batuknya. Saat ini Pak Jonan masih sering merasakan sesak napas dan jari tangannya kaku. Keseharian lelaki yang sudah memasuki usia senja ini adalah menjadi pemulung, sedangkan istrinya, Rina (53), hanya seorang ibu rumah tangga. Ketika kurir #SedekahRombongan Lampung bersilaturahim, Pak Johan mengakui meski memiliki Jaminan Kesehatan Kota (Jamkeskot), mereka masih terkendala dalam biaya transportasi, akomodasi dan biaya hidup sehari-hari karena pendapatan yang jauh dari kata cukup. Akhirnya kurir #SedekahRombongan Lampung menyantuni keluarga Pak Johan untuk biaya transportasi, akomodasi selama berobat di rumah sakit, dan untuk meringankan biaya hidup sehari-hari. Keluarga Pak Johan mengucapkan terima kasih banyak kepada para pencari muka di depan Tuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @nia_dec07 Gegen @yesaridani @akuokawai

Pak johan menderita Infeksi Paru + Stroke Ringan

Pak johan menderita Infeksi Paru + Stroke Ringan


MURNAH BINTI SASTRO DIJAYA (77, Buta + Tuli) Alamat : Jalan Sisingamangaraja, Gang Goa Jajar, RT 12, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sejak lima tahun yang lalu, di usia senjanya Mbah Murnah mulai mengalami penyakit lanjut usia, mulai dari rabun sampai tidak bisa mendengar lagi. Mbah Murnah hanya beberapa kali memeriksakan keluhan pada matanya ke mantri terdekat, namun karena tidak ada perubahan ia akhirnya hanya mengonsumsi obat warung beberapa kali. Semakin hari rabun matanya bertambah parah, sampai akhirnya ia tidak bisa melihat lagi. Mbah Murnah hanya bisa meraba tembok rumahnya seperti saat ingin ke kamar mandi jika suaminya pergi bekerja. Kondisi Mbah Murnah saat ini semakin memprihatinkan, ia semakin tidak bisa melihat dan mendengar, jalannya pun mulai tertatih-tatih. Suaminya, Mbah Bakat (76), adalah seorang pemulung sayuran di pasar. Mereka tidak memiliki anak, sehingga hanya tinggal berdua di rumah yang dibangun di tanah milik orang lain. Mbah Murnah tidak memiliki jaminan kesehatan, karena itulah ia tidak berani memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Penghasilan sehari-hari keluarga ini pun sangat jauh dari kata cukup. Mbah Bakat bercerita kepada kurir #SedekahRombongan Lampung bahwa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun terkadang dibantu tetangga. Kurir #SedekahRombongan tergerak membantu Mbah Murnah dan menjadikannya sebagai pasien dampingan. Santunan kedua pun disampaikan untuk biaya berobat dan transportasi ke rumah sakit. Santunan pertama masuk dalam rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @niadec_07 Gegen @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Bantuan tunai untuk biaya berobat dan transportasi ke rumah sakit.

Bantuan tunai untuk biaya berobat dan transportasi ke rumah sakit.


PUTRI AMELIA AMANDA (21, Paraparesis Inferior). Alamat : Jalan KH. Manshur, Gang Hanawi, RT 1/2, Desa Sidang Sari, Kecamatan Kota Bumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Pada Maret 2016, Putri mengalami sakit maag dan susah buang air besar, keluarga segera membawanya ke Rumah Sakit Kota Bumi. Setelah seminggu dirawat, keadaan Putri belum membaik juga sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Selang beberapa hari, tidak ada perubahan pada gadis ini justru ia mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Putri kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Gatot Subroto dan sempat rawat inap selama 20 hari namun tidak juga ada perubahan. Akhirnya ia dibawa dan dirawat lagi di RSAM untuk kontrol dan terapi setiap hari. Ayah Putri, Bapak Amirudin (52), adalah seorang wiraswasta dengan penghasilan tak seberapa sedangkan ibunya, Meli Yentina (40), seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Putri ditanggung BPJS PBI Kelas 3 namun orang tuanya kebingungan untuk operasional berobat. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendengar kabar Putri, segera mendatanginya untuk membantu meringankan biaya operasional berobat Putri. Putri merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan dan kini tinggal di RSSR Lampung karena rumahnya yang jauh dengan RSAM. Kondisi Putri saat ini masih lumpuh dari bagian pinggang sampai kaki sehingga Putri masih harus kontrol dan terapi rutin. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit dari sedekaholics untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari – hari selama di RSSR Lampung. Sebelumnya Putri dibantu pada rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @adityaBdvil @nando_931 @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Putri menderita Paraparesis Inferior

Putri menderita Paraparesis Inferior


RADITYA NAUFAL ABBIYU (1, Penggumpalan Darah di Kepala). Alamat : KP. Teluk Harapan Lingkungan I, RT 7, Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Raditya lahir dalam keadaan normal, namun menjelang usia 2 bulan ia mengalami kejang-kejang. Orang tua  Raditya segera membawanya ke Puskesmas terdekat dan diduga ia mengalami kekurangan cairan. Raditya tak kunjung mengalami perubahan, hingga akhirnya keluarga membawanya ke Rumah Sakit Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Kamar pasien yang penuh di rumah sakit tersebut membuat bayi malang itu segera dilarikan ke Rumah Sakit Imanuel. Dari hasil pemeriksaan dokter, diketahui bahwa Raditya mengalami perdarahan di kepala. Setelah rawat inap selama 5 hari, Raditya dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Saat ini Raditya masih mengalami kejang pasca operasi walau tidak sesering sebelumnya. Orang tua si kecil, Bapak Syahrizal (35), seorang buruh lepas yang pendapatannya terkadang tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan istrinya, Febe Yosephina Sihotang (23), seorang ibu rumah tangga. Si kecil memiliki Jaminan Kesehatan Kota (Jamkeskot) untuk biaya pengobatan, namun keluarga masih sulit mencari biaya akomodasi dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Lampung dipertemukan dengan keluarga Bapak Syahrizal. Santunan awal pun disampaikan untuk akomodasi berobat dan biaya hidup sehari-hari. Bapak Syahrizal menerima bantuan dari para sedekaholics dengan rasa syukur.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @nia_dec07 @nurazizahagustn Raden @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Raditya menderita Penggumpalan Darah di Kepal

Raditya menderita Penggumpalan Darah di Kepal


RAHMAH FITRIA (10, Thalassemia). Alamat : Jalan Agung Raya, RT 1/6, Kelurahan Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Rahmah awalnya mengalami panas tinggi disertai demam selama 1 minggu dan disusul mimisan yang semakin hari bertambah parah. Keluarga memutuskan membawanya ke Puskesmas. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kadar hemoglobin (Hb) Rahmah sangat rendah yakni 3.4 gr/dL sehingga pihak Puskesmas merujuknya ke Rumah Sakit Liwa. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RS Liwa, Rahmah didiagnosis terkena thalassemia dan harus transfusi darah sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Lampung. Ia sempat dirawat kurang lebih 1 minggu dan menjalani transfusi darah kembali. Setelah itu Rahmah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan dijadwalkan untuk dioperasi. Sambil menunggu jadwal operasi tiba, keluarga memutuskan pulang ke Lampung dahulu. Seminggu terakhir kondisinya semakin menurun dengan kadar Hb 3 gr/dL. Keluarga kembali membawanya ke RSAM dan setelah 4 hari rawat inap dan menjalani transfusi darah, dokter menyarankan Rahmah dirujuk kembali ke RSCM untuk segera operasi pengangkatan limpa. Kondisi saat ini kadar Hb Rahmah 8.9 gr/dL setelah transfusi darah sebanyak 3 kantong. Orang tua Rahmah, Bapak Pujono (55), hanya seorang buruh tani, sedangkan istrinya, Ibu Sumi (55), seorang ibu rumah tangga. Rahmah memiliki KIS PBI kelas 3, namun Bapak Pujono kesulitan mencari dana untuk merujuk ke RSCM, terlebih lagi simpanan sudah habis untuk biaya transportasi berobat. Mendengar hal tersebut, kurir #SedekahRombongan Lampung membantu meringankan kesulitan yang dialami Bapak Pujono. Titipan langit tersampaikan untuk biaya transportasi, akomodasi dan pengobatan Rahmah ke RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @evandlendi08 @nia_dec07 Gegen @yesaridani @akuokawai

Rahmah menderita Thalassemia

Rahmah menderita Thalassemia


ROKIYAH BINTI SILANDUNG (54, Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina). Alamat : Gedung Menang, RT 1/1, Kelurahan Gedung Menong, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Bermula saat 25 tahun yang lalu, setelah 3 bulan pasca melahirkan peranakan Ibu Rokiyah turun. Ibu Rokiyah tidak pernah merasakan keluhan apapun selama bertahun-tahun meski tetap bekerja. Hingga pada bulan Juli 2016, Ibu Rokiyah mengalami keputihan yang berlebih selama 1 bulan. Setelah itu, ia mengalami perdarahan seperti pasca melahirkan. Keluarga segera melarikan Ibu Rokiyah ke Rumah Sakit Haji Kamino. Hasil diagnosis dokter, terdapat turun peranakan atau prolaps uteri disertai dengan infeksi sekunder dan perlengketan pada dinding vagina Ibu Rokiyah. Ibu Rokiyah kemudian disarankan rujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM), tetapi karena terkendala biaya Ibu Rokiyah tidak jadi dirujuk. Tepat pada 20 September 2016 Ibu Rokiyah dibawa ke RSAM untuk berobat secara intensif, namun dari hasil diagnosis dokter, ia harus dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk segera dioperasi. Ibu Rokiyah hanyalah buruh tani sedangkan suaminya, Bapak Burhanudin sudah meninggal dunia. Ibu Rokiyah dirawat anak dan menantunya. Ibu Rokiyah telah menggunakan JKN KIS Kelas 3, namun keluarga masih kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSCM. Ibu Rokiyah merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung dan kini tinggal sementara di RSSR Jakarta karena menunggu jadwal operasi. Kondisinya saat ini masih mengalami perdarahan yang berkelanjutan. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan santunan kepada Ibu Rokiyah untuk biaya pengobatan dan transportasi berobat di RSCM. Sebelumnya Ibu Rokiyah dibantu pada rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andraderi@nia_dec07 Raden @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Ibu rokiyah menderita Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina

Ibu rokiyah menderita Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina


SISWANTO BIN RAHMAT (57, Sakit Kepala Pasca Operasi Pengangkatan Tengkorak Kepala). Alamat : Jalan Wallet Lingkungan 1, RT 5, Dusun Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Bapak Siswanto tepat terjadi pada bulan Juli 2016 lalu. Bapak Siswanto dan anaknya bertabrakan dengan sesama pengendara motor. Lelaki paruh baya itu terhempas ke jalan dan kepalanya membentur aspal, masyarakat sekitar segera melarikan Bapak Siswanto ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Setelah selama seminggu dirawat ia menjalani operasi di bagian kepala. Pasca operasi pertama, Bapak Siswanto diperbolehkan pulang dan menunggu 3 bulan lagi untuk operasi lanjutan. Saat ini Bapak Siswanto masih lemas dan sering sakit di bagian kepala serta penglihatannya terkadang tiba-tiba gelap. Bapak Siswanto kesehariannya bekerja sebagai petugas kebersihan bersama 3 anaknya, sedangkan satu anaknya yang lain mengalami keterbelakangan mental. Istrinya, Sumiati (55), yang seorang ibu rumah tangga, mengaku kesulitan mencari bantuan biaya sehingga hanya bisa berdo’a demi kesembuhan suaminya. Pasalnya, ada obat yang tidak ditanggung Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dimiliki Bapak Siswanto, sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari saja sulit didapatkan. Do’a Ibu Sumiati terkabul, kurir #SedekahRombongan Lampung mendengar kesulitan yang dialami keluarga Ibu Sumiati, bantuan demi meringankan biaya berobat suaminya dan biaya hidup sehari-hari pun tersampaikan dari titipan langit ke Ibu Sumiati. Keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada para pencari muka di depan Tuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @adityabdvil @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Pak siswanto menderita Sakit Kepala Pasca Operasi Pengangkatan Tengkorak Kepala

Pak siswanto menderita Sakit Kepala Pasca Operasi Pengangkatan Tengkorak Kepala

RSSR LAMPUNG (Biaya Operasional RSSR September 2016). Alamat : Jalan Zebra, Nomor 24, RT 6, Lingkungan 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pada bulan Mei lalu, dibangunlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Lampung. Rumah singgah yang letaknya sangat strategis berguna untuk mempermudah pasien yang harus rutin ke rumah sakit namun tempat tinggalnya jauh dari RS Abdul Moelok yang merupakan rumah sakit rujukan provinsi. Selama menetap di rumah singgah, pasien disediakan segala keperluan mulai dari : kamar tidur, dapur, sampai sembako yang bisa digunakan pasien dan pendamping pasien. Bulan ini, biaya operasional Rumah Singgah #SedekahRombongan Lampung meliputi pembelian gas, telur, pembayaran listrik, beras, air minum dan segala keperluan yang dibutuhkan pasien, pendamping maupun kebutuhan RSSR itu sendiri. Ada pula biaya tambahan untuk transportasi kurir Lampung yang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jogja. Alhamdulillah berkat bantuan dari sedekaholics, RSSR dapat memenuhi kebutuhan operasional. Sebelumnya bantuan operasional RSSR Lampung masuk dalam rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @evandlendi08 @andradideri @indahpujaamelya @nia_dec07 @nando_931 @adityaBdvil @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Biaya Operasional RSSR September 2016

Biaya Operasional RSSR September 2016

DADANG RAHMAT (31, Kaki Gajah). Alamat: Kp. Pangadangan, RT 7/2, Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjawa, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Dadang sudah menderita penyakit kaki gajah sejak setahun yang lalu. Meskipun penyakit Dadang memang sudah dinyatakan sembuh dari cacing filariasis, namun bekas penyakit tersebut yang menimbulkan kakinya bengkak, tidak kunjung hilang. Dadang hampir putus asa, berbagai upaya pengobatan sudah ia jalani mulai dari medis ke dokter puskesmas, rumah sakit maupun pengobatan alternatif. Bulan September, Dadang mulai menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung. Ia mendapatkan rujukan untuk menjalani pemeriksaan dan menjalani terapi pengobatan dengan mengkonsumsi obat-obatan sesuai yang disarankan oleh dokter RSHS, yang akan dicoba untuk selama setahun. Sudah banyak biaya yang ia keluarkan, harta berharga sudah habis ditambah kini ia tidak bekerja karena fisik yang tidak memungkinkan. Ia tinggal di rumah kontrakan dan sebatang kara karena hidup menduda. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan agar pengobatan Dadang dapat terus dilanjutkan, yang dipergunakan untuk pembelian obat-obatan di luar jaminan BPJS. Pengobatan Dadang direncanakan akan berlanjut sampai 2 tahun ke depan. Semoga ikhtiar Dadang mendapatkan hasil yang menggembirakan. Sebelumnya, Dadang tercatat di Rombongan 882.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem

Pak dadang menderita kaki gajah

Pak dadang menderita kaki gajah

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 INAQ MARNI 3,000,000
2 MISRIYAH BINTI BARALE 1,000,000
3 SITI PATIMA 750,000
4 UNTUNG SAHARA 500,000
5 ANGGI FEBRINA SINULINGGA 1,000,000
6 PITRI YANA 500,000
7 SITI TIMAH 750,000
8 ABAS BIN SUHAIMI 500,000
9 ALM. ARIS MUDAKIR 500,000
10 DWI PURNAMI 1,000,000
11 IBU MUSIRAH 1,000,000
12 WASIRAN BIN SODIKROMO 1,000,000
13 SITI MARATUS SHOLIHAH 2,000,000
14 YATMO SUWITO 10,000,000
15 BANJIR BANDANG PANGANDARAN 17,900,000
16 YULINAR BINTI HAWA 500,000
17 TOHA BIN NUKDI 500,000
18 YUNI KUSMAWATI 750,000
19 AOS MUBAROK 500,000
20 DIDI BIN SUHARMA 750,000
21 ENOK BINTI ENTOM 500,000
22 MUHAMAD HILMIN ROMADHON 500,000
23 IIM MARLINA 1,000,000
24 ANDINI MAULIDYA PUTRI 1,000,000
25 SITI RUKOYAH 1,000,000
26 PONDOK PESANTREN AL – MUHAJIRIN 1,000,000
27 SARWI BINTI SANTOMI 500,000
28 OOM ROMLAH 500,000
29 ASEP YAYAN SULAEMAN 1,300,000
30 RASMINA BINTI MUTOLIB 500,000
31 DINA ROSAINA 500,000
32 RIKA MAELANI 500,000
33 IYUK RUKMANA 500,000
34 FATMAWATI BINTI PANDI 500,000
35 AJID BIN ENJUM 500,000
36 KUSWOYO BIN TRIPUNJUL 500,000
37 AGUS SETIAWAN 500,000
38 SITI KHODIJAH 500,000
39 INAN BIN SAIM 500,000
40 KASTIRAH BINTI DAMAT 1,000,000
41 NAIMOY ROSADI 500,000
42 OKTAVIA AGUSTIN 500,000
43 SRI MULYATI 1,000,000
44 AKUM BIN ABDULLAH 500,000
45 YANAH BINTI YADI 500,000
46 NURHAYATI BINTI DASIMI 500,000
47 AI SUMIATUN 2,500,000
48 SARMADI BIN JAYA WINATA 500,000
49 NIA DEWIANTI 500,000
50 MUHAMMAD ALVIANO 2,000,000
51 PANTI ASUHAN YATIM PIATU DAN DHUAFA AL-IDRIS 9,125,000
52 BENING DIAN PERTIWI 1,000,000
53 TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN AL-BAROKAH 2,000,000
54 ALDO KEVIN 500,000
55 CELVIN ADE KURNIAWAN 1,000,000
56 JOHAN BIN ABDULLAH 500,000
57 MURNAH BINTI SASTRO DIJAYA 500,000
58 PUTRI AMELIA AMANDA 500,000
59 RADITYA NAUFAL ABBIYU 750,000
60 RAHMAH FITRIA 1,500,000
61 ROKIYAH BINTI SILANDUNG 1,000,000
62 SISWANTO BIN RAHMAT 750,000
63 RSSR LAMPUNG 5,000,000
64 Dadang Rahmat 500,000
Total 91,325,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 92,325,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 908 ROMBONGAN

Rp. 43,250,058,491,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.