Rombongan 906

Sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on October 22, 2016

DIKI WAHYUDI (6, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jln. Tengku Mahmud, Simpang Jengkol dekat TPU, Kel. Palas, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Prov. Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut. Namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun. Saat ini kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Kini mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo, untuk 1 kali siklus kemo ia membutuhkan 2 botol obat dengan harga 1,7 juta rupiah/botol, obat kemo Actinomycin tersebut tidak ditanggung BPJS. Kendala biaya membuat Diki belum menjalani kemo hingga Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. #SedekahRombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi dan menjalani operasi pembuangan tumornya yang pecah. Setelah menjalani operasi, kondisi Diki berangsur membaik dan dokter memutuskan kemo dilanjutkan kembali agar tumor semakin mengecil, namun sayangnya setelah beberapa kali menjalani siklus kemo kondisi tumor Diki kembali membesar. Akhirnya dokter menyarankan Diki untuk melanjutkan pengobatannya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berbekal surat rujukan ke RSCM, Diki dan keluarganya memutuskan untuk berobat ke Jakarta namun terkendala biaya transportasi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat memberikan bantuan biaya transportasi untuk Diki dan keluarganya sehingga mereka bisa berangkat ke Jakarta. Saat ini Diki telah tinggal di RSSR Jakarta dan melanjutkan pengobatannya di RSCM. Semoga Diki segera diberikan kesembuhan total dari penyakitnya, amin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Murda Julisman @ririn_restu

Diki menderitra Tumor di Dada Kiri

Diki menderitra Tumor di Dada Kiri


DIKI WAHYUDI (6, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jln. Tengku Mahmud, Simpang Jengkol dekat TPU, Kel. Palas, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Prov. Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut. Namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun. Saat ini kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Kini mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo, untuk 1 kali siklus kemo ia membutuhkan 2 botol obat dengan harga 1,7 juta rupiah/botol, obat kemo Actinomycin tersebut tidak ditanggung BPJS. Kendala biaya membuat Diki belum menjalani kemo hingga Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. #SedekahRombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi dan menjalani operasi pembuangan tumornya yang pecah. Setelah menjalani operasi, kondisi Diki berangsur membaik dan dokter memutuskan kemo dilanjutkan kembali agar tumor semakin mengecil, namun sayangnya setelah beberapa kali menjalani siklus kemo kondisi tumor Diki kembali membesar. Akhirnya dokter menyarankan Diki untuk melanjutkan pengobatannya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berbekal surat rujukan ke RSCM, Diki dan keluarganya memutuskan untuk berobat ke Jakarta namun terkendala biaya transportasi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat memberikan bantuan biaya transportasi untuk Diki dan keluarganya sehingga mereka bisa berangkat ke Jakarta. Saat ini Diki telah tinggal di RSSR Jakarta dan melanjutkan pengobatannya di RSCM. Selama tinggal di RSSR Jakarta, Diki dan keluarganya memerlukan biaya akomodasi untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan memberikan santunan biaya akomodasi selama Diki berikhtiar berobat di RSCM Jakarta. Semoga Diki segera diberikan kesembuhan total dari penyakitnya, amin. Bantuan sebelumnya diberikan pada Rombongan 893 dan tanggal 5 Oktober 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @ririn_restu

Diki menderita Tumor di Dada Kiri

Diki menderita Tumor di Dada Kiri


MARTA LAILY (40, Kista Rahim). Alamat : Jln. Singgalang IV, Bukit Suligi, RT 2/9, Kel. Tangkerang Timur, Kec. Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Awal bulan ramadan, Ibu Marta mengalami sakit perut dan memeriksakan diri ke Puskesmas. Ibu Marta didiagnosis terkena penyakit maag dan diberi obat maag untuk meredakan rasa sakitnya. Setelah minum obat, perut Ibu Marta justru semakin terasa sakit dan membengkak. Akhirnya, Ibu Marta dibawa ke klinik dan dokter menyarankan ia melakukan USG. Hasil USG Ibu Marta menunjukkan adanya benjolan pada rahim sebesar 2 cm. Pada 17 September 2016, tiba-tiba Ibu Marta mengalami kontraksi dan perdarahan hebat. Klinik tempat Ibu Marta selama ini memeriksakan diri segera merujuknya ke RS Aulia untuk menjalani operasi. Sebelum dioperasi, Ibu Marta harus ditransfusi darah sebanyak 6 kantong. Operasi kemudian dilakukan pada 20 September 2016 dan berlangsung selama 6 jam. Rahim Ibu Marta diangkat dan di dalam perutnya ditemukan daging serta cairan seberat 3 kg. Alhamdulillah saat ini kondisi Ibu Marta sudah mulai membaik meski masih sering merasa lemas dan perlu tambahan darah. Selama ia dirawat inap di RS Aulia dan menjalani tindakan operasi, Ibu Marta terdaftar sebagai pasien umum kelas 3 karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan. Ibu Marta adalah seorang janda dengan tanggungan 1 orang anak, almarhum suaminya yang bernama M. Yasik Bambang telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Ia bekerja sebagai tukang cuci dan masak di rumah orang dengan penghasilan sebesar 600 ribu rupiah per bulan. Dengan penghasilan sebesar itu, Ibu Marta sama sekali tidak memiliki biaya untuk membayar perawatannya selama di RS Aulia. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Marta dan dapat membantu untuk meringankan pembayaran biaya perawatannya selama di rumah sakit. Ibu Marta juga dijadikan salah satu pasien dampingan karena ia masih harus rutin kontrol setelah keluar dari rumah sakit nantinya. Semoga Ibu Marta segera pulih dari penyakitnya hingga ia sembuh total. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 26 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Marta menderita Kista Rahim

Marta menderita Kista Rahim


ATBAR DINATA (37, Gangguan Saluran Pencernaan). Alamat : Jalan Wahid Hasyim, Gang Aster, No. 7, Kelurahan Sumahilang, Kecamatan Pekanbaru, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Atbar tinggal dengan kakak laki-lakinya yang bernama Leba karena kedua orang tuanya, Bapak Bahar dan Ibu Erma, telah meninggal dunia. Riwayat penyakit Atbar bermula 3 tahun yang lalu, saat perutnya tiba-tiba membengkak. Ketika itu Atbar dibawa berobat dan dokter langsung menyarankan agar ia segera dioperasi karena ada tumor di perutnya. Alhamdulillah, operasi pada saat itu berjalan lancar dan dokter menyatakan bahwa Atbar sudah sembuh. Suatu hari Atbar tiba-tiba merasakan sesak napas hingga ia tidak sanggup makan dan minum. Akhirnya pada 24 September 2016 yang lalu ia dibawa ke IGD RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Atbar memilliki BPJS kelas 3, namun saat itu tidak dapat digunakan karena ia menunggak pembayarannya sehingga terdaftar sebagai pasien umum kelas 3. Allah SWT berkehendak lain, Atbar akhirnya meninggal dunia pada 25 September 2016 pukul 8 pagi dan dikebumikan di TPU AKAP Panam Pekanbaru. Kakak Atbar sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan penggali parit dengan penghasilan tidak tetap. Dengan kondisinya yang terbatas ia memiliki tanggungan seorang istri dan 3 orang anak. Biaya rumah sakit almarhum Atbar selama ia dirawat tidak mampu ia bayarkan karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya saja masih sulit. #SedekahRombongan merasakan kesulitan keluarga almarhum dan melunasi pembayaran biaya selama Atbar dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga almarhum Atbar khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Pak atbar menderita Gangguan Saluran Pencernaan

Pak atbar menderita Gangguan Saluran Pencernaan


FEBRI ABIDA (1, Meningitis). Alamat : Simpang PKS Murini, Sam Sam Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sekitar bulan Juli yang lalu Febri sempat terjatuh, seminggu kemudian ia mengalami demam dan dibawa ke tukang urut. Kondisi Febri masih belum mengalami perubahan yang berarti, bahkan beberapa kali ia mengalami kejang. Lokasi rumah Febri yang jauh dari rumah sakit membuat ia baru bisa dibawa ke RS Duri pada 22 Agustus 2016. Dokter menyatakan Febri terkena meningitis dan akan merujuknya ke RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru yang memiliki ruang NICU. Sayangnya, pada saat itu ruang NICU masih penuh sehingga Febri harus masuk daftar tunggu. Kian hari kondisi Febri semakin menurun, ia tidak sadar dan berulang kali mengalami kejang. Selama dirawat di RSUD Duri Febri terdaftar sebagai pasien umum kelas 3 karena belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Takdir Allah berkata lain, pada 5 September 2016 Febri meninggal dunia sebelum bisa dirujuk ke Pekanbaru. Febri merupakan anak dari Bapak Zulfahmi (32) dan Ibu Mirna (33). Bapak Zulfahmi bekerja sebagai petani dan Ibu Mirna adalah ibu rumah tangga. Penghasilan yang terbatas menyebabkan keluarga ini mengalami kesulitan untuk membayar biaya perawatan Febri selama di RSUD Duri dengan status sebagai pasien umum. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga almarhum Febri dan membantu biaya perawatan almarhum selama di rumah sakit. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.190.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Febri menderita Meningitis

Febri menderita Meningitis


ASMANIDAR BENGKALIS (44, Dhuafa). Alamat : Jalan Alhamra Ujung, Gang Arrahim, RT 5/5, Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Ibu Asmanidar adalah seorang penjual makanan keliling di kota Duri. Sehari-harinya ia berjualan keliling dari gang ke gang menjajakan kerupuk mie (makanan jalanan khas kota Duri) dan gorengan dengan menggunakan gerobak pengangkut pasir. Ia biasa berjualan keliling mulai dari jam 4 sore hingga setelah maghrib. Sejak 7 bulan yang lalu, kebutuhan hidupnya sehari-hari ia penuhi dari hasil berjualan makanan karena sejak suaminya meninggal ia tidak memiliki penghasilan. Hasil berjualan selain untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia gunakan juga untuk membayar uang kontrakan rumah dan biaya listrik. Hingga kini, ia pun masih harus menghidupi ketiga anaknya yang masing-masing berusia 11 tahun, 7 tahun dan 4 tahun yang masih membutuhkan banyak biaya untuk keperluan sekolahnya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Asmanidar dan memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Hermansyah @ririn_restu

Bantuan untuk meringankan kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Bantuan untuk meringankan kebutuhan hidupnya sehari-hari.


SALWA HASNATUL LATIF (9, Limfoma Hodgkin). Alamat : Jalan Garuda Sakti, RT 3/9, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Awal mula sakit yang dirasakan Salwa adalah saat ia merasakan adanya benjolan di bawah leher yang terasa nyeri. Orang tua Salwa kemudian membawanya ke RS di daerah Ahmad Yani Pekanbaru dan hasil diagnosis awal adalah penyakit TB Paru. Setelah beberapa lama berobat alhamdulillah Salwa dinyatakan sembuh, namun sekitar 3 bulan setelah dinyatakan sembuh Salwa merasakan rasa sakit yang sama dan ia dibawa ke RS Sansani. Dokter di RS Sansani menyatakan Salwa perlu diperiksa lebih intensif dan ia pun dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Salwa menjalani beberapa pemeriksaan hingga akhirnya dokter mendiagnosis dengan penyakit Limfoma Hodgkin (Kanker Kelenjar Getah Bening). Ketika kurir #SedekahRombongan menjenguk Salwa yang sedang menjalani kemo, kondisi Salwa memprihatinkan karena badannya yang sudah lemah dan wajahnya terlihat pucat. Selama pengobatannya Salwa menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3, namun sayangnya ada beberapa obat yang tidak ditanggung BPJS sehingga menyulitkan keluarga untuk menebus obat tersebut. Ayah Salwa, Noprizal, bekerja sebagai buruh pengangkut pasir dengan penghasilan yang tidak menentu sedangkan ibunya, Irdawati, adalah seorang ibu rumah tangga. Kondisi Salwa yang sering berobat rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit mengakibatkan kondisi keuangan orang tuanya terus menipis. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat memberikan bantuan biaya akomodasi untuk Salwa selama dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kesehatan Salwa semakin membaik dan cepat pulih seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir: @arfanesia @nhpita @fitrihandayan_ Eki @ririn_restu

Salwa menderita Limfoma Hodgkin

Salwa menderita Limfoma Hodgkin


SABAIDAH WAKIMEN (67, Pengapuran Sendi Tulang). Alamat : Jalan Lingkungan, RT 2/1, Kelurahan Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Ibu Sabaidah berawal ketika ia jatuh saat mengendarai motor sekitar 2 tahun yang lalu. Saat itu ia tidak bisa berjalan karena kakinya terkilir. Alhamdulillah setelah berobat ke tukang urut tradisional, kondisi kakinya membaik dan ia dapat kembali menjalani aktivitasnya sehari-hari. Beberapa bulan terakhir ini ia merasakan sakit pada tulang kakinya hingga tidak bisa berjalan dan seringkali harus digendong. Ketiadaan biaya membuat Ibu Sabaidah tidak dapat berobat karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun untuk memeriksakan kondisi tulangnya. Ikhtiar pengobatan dilakukan secara tradisional saja dengan memanggil tukang urut dan minum jamu. Suami Ibu Sabaidah, Wakimen (86), adalah seorang pengumpul barang bekas dengan penghasilan yang tidak menentu. Penghasilannya dari menjual barang bekas terkadang hanya mendapatkan uang sebesar Rp. 40.000,-/hari, namun terkadang selama 3 hari tidak ada barang bekas yang diperoleh untuk dijual. Hingga akhirnya Pak Wakinem dengan terpaksa harus meminta uang kepada tetangganya untuk makan sehari-hari. Anak laki satu-satunya yang sudah berkeluarga pun masih menumpang tinggal dengan keluarga ini karena penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak mencukupi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Sabaidah dan memberikan santunan untuk membantu biaya bhidup sehari-hari keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Suprapto @ririn_restu

Ibu sabaidah menderita Pengapuran Sendi Tulang

Ibu sabaidah menderita Pengapuran Sendi Tulang


SITI MARYAM (38, Gangguan Lambung). Alamat : Jalan Utama RT 3/3, Sebangsa Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada 24 Agustus 2016, Ibu Siti merasakan sesak napas tetapi hanya ia tahan dan dibiarkannya saja. Beberapa hari kemudian, napasnya terasa semakin sesak dan badan Ibu Siti mengeluarkan keringat dingin secara terus-menerus. Sejak saat itu perutnya semakin membesar seperti sedang hamil 6 bulan. Akhirnya pada 27 Agustus 2016 Ibu Siti dibawa ke Klinik Dian Husada dan didiagnosis asam lambung tinggi. Selang 2 hari kemudian, kondisinya masih tidak ada perubahan dan memburuk dengan napas yang terasa semakin sesak, hingga dokter merujuknya ke RSUD Duri. Ibu Siti sempat periksa di dokter umum, namun tiba-tiba ia pingsan dan langsung dibawa ke IGD untuk dipasang ventilator serta oksigen. Selanjutnya pemeriksaan dilakukan oleh dokter penyakit dalam yang langsung melakukan tindakan USG dan hasilnya bagus. Keadaan lambung Ibu Siti tidak bisa diketahui sehingga dokter memberikan surat rujukan tindakan endoskopi agar ia bisa berobat lanjutan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Kondisinya saat ini belum juga membaik karena Ibu Siti selalu muntah setiap kali makan, napasnya sesak sampai ke ulu hati dan ia juga tidak bisa duduk terlalu lama sehingga lebih banyak berbaring. Alhamdulillah Ibu Siti memiliki Jamkesda sehingga biaya pengobatannya selama ini ditanggung, namun tetap saja ia terkendala biaya transportasi untuk berobat ke Pekanbaru. Suami Ibu Siti, Darmayanto (41), bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan sekitar 15 – 20 ribu rupiah per hari sementara Ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga ini memiliki 1 orang anak yang baru masuk SD dan mereka tinggal di rumah kontrakan yang biaya sewanya 250 ribu rupiah per bulan dengan kamar mandi di luar rumah yang digunakan bersama dengan 7 KK lainnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Siti dan dapat membantu biaya transportasi ke Pekanbaru agar ia dapat melanjutkan pengobatannya. Semoga kondisi Ibu Siti semakin membaik dan ia dapat sehat seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi Rika @ririn_restu

Siti menderita Gangguan Lambung

Ibu Siti menderita Gangguan Lambung


ISPARUDIN DELI (63, Stroke). Alamat : Dusun II, Desa Perbarakan, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara. Awal penyakit stroke Pak Isparudin terjadi pada bulan September 2013. Sebelumnya Pak Isparudin mempunyai sakit darah tinggi dan kondisinya semakin memburuk ketika cucunya meninggal karena ia merasa sangat terpukul. Sejak saat itu, Pak Isparudin sering murung dan mengurung diri hingga akhirnya ia terserang stroke. Saat itu ia langsung dibawa ke RS PTPN Tanjung Morawa namun pelayanannya kurang maksimal. Pak Isparudin lalu berobat ke dokter saraf di Istana Center Medan dan kondisinya sempat membaik. Baru saja kesehatannya berangsur pulih, pada tahun 2014 Pak Isparudin terjatuh hingga terserang stroke untuk yang kedua kalinya. Keluarga pun terus berusaha mengobati stroke yang diderita Pak Isparudin, mulai dari pengobatan medis hingga terapi obat tradisional namun belum juga memberikan hasil yang signifikan. Ia juga sempat dibawa berobat ke Pekanbaru untuk melakukan terapi secara tradisional namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya ia dibawa ke RS Santa Maria Pekanbaru namun kondisinya belum membaik juga. Hingga akhirnya pada Juli 2016 Pak Isparudin dibawa pulang kembali ke Deli Serdang agar bisa dirawat di kampung halamannya saja. Selama berobat medis di rumah sakit, Pak Isparudin menggunakan Jamkesda yang menanggung semua biaya pengobatannya. Kondisinya saat ini semakin menurun, ia hanya dirawat di rumah saja oleh anak bungsu serta tetangga di sekitar rumahnya. Saat kurir #SedekahRombongan menemuinya, Pak Isparudin hanya bisa berbaring dan makan melalui selang sehingga mengakibatkan luka menganga pada bagian belakang tubuhnya. Pak Isparudin adalah seorang pensiunan guru MDA Kebun PTPN-2 Tanjung Garbus sedangkan istrinya saat ini sudah tidak tinggal serumah lagi dengannya. Uang pensiunnya sebesar Rp. 216.000,- per bulan tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya apalagi untuk membayar beberapa obat yang harus dikonsumsinya selama dirawat di rumah. #SedekahRombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan memberikan bantuan untuk pembelian obat antibiotik yang tidak ditanggung Jamkesda. Semoga kondisi kesehatan Pak Isparudin semakin membaik dan ia bisa pulih seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir: @arfanesia @nhpita Susanto @ririn_restu

Pak isparudin menderita Stroke

Pak isparudin menderita Stroke


ROSMAWATI SAMIRIN (32, Kista Rahim). Alamat : Desa Sencano Jaya, RT 9/2, Kelurahan Sencano Jaya, Kecamatan Batang Pranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Ibu Rosmawati berawal ketika ia sering merasakan nyeri yang luar biasa di bagian perutnya. Kemudian ia pergi berobat ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke dokter spesialis bedah agar dapat diperiksa lebih intensif. Hasil diagnosis dokter bedah setelah dilakukan USG menyatakan Ibu Rosmawati memiliki kista stadium 2 pada rahimnya. Ibu Rosmawati disarankan melakukan rawat jalan rutin agar dapat diketahui perkembangan penyakitnya setelah minum obat yang diresepkan dokter. Saran dokter itu urung dilakukannya karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun dan ketiadaan biaya transportasi untuk berobat. Kondisinya saat ini tidak kunjung membaik, ia sering mengalami rasa nyeri yang luar biasa di bagian perut sebelah kanan namun ia hanya bisa menahan rasa sakit tersebut tanpa dapat mengatasinya. Suaminya, Samirin (36), adalah seorang buruh tani dengan penghasilan tidak menentu yang bekerja di lahan kebun milik orang lain. Keluarga ini memiliki 2 anak yang masih sekolah di bangku TK dan SD sehingga seringkali mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Ibu Rosmawati dan dapat memberikan bantuan untuk mengurus BPJS agar Ibu Rosmawati dapat melanjutkan pengobatannya. Semoga Ibu Rosmawati segera diberikan kesembuhan dan sehat seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Reni @ririn_restu

Ibu rosmayati menderita Kista Rahim

Ibu rosmayati menderita Kista Rahim


MAIDA RENI (34, Melahirkan). Alamat : Jalan Kubang Raya Manunggal, RT 9/8, Kelurahan Tuah Raya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Ibu Maida saat ini sedang mengandung anak ke-3 dan kandungannya sudah berusia 8 bulan. Dokter memperkirakan Ibu Maida akan menjalani operasi caesar dalam proses melahirkan nanti karena posisi bayi yang sungsang. Saat ini ia sering mengalami kontraksi karena sudah mendekati hari perkiraan lahirnya. Keluarga Ibu Maida tidak memiliki jaminan kesehatan apapun karena memiliki keterbatasan biaya. Suaminya, Musrizal (41), bekerja sebagai supir travel cadangan dengan penghasilan yang tidak tetap. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja penghasilan Pak Musrizal tidak mencukupi, apalagi untuk membuat jaminan kesehatan yang tentunya memerlukan biaya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Maida dan memberikan bantuan untuk membuat BPJS kelas 3 agar biaya kelahiran Ibu Maida ditanggung. Semoga proses kelahiran Ibu Maida berjalan lancar dan keluarganya selalu diberikan kesehatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Bantuan biaya kelahiran Ibu Maida

Bantuan biaya kelahiran Ibu Maida


ASNIMAR BINTI YUSUF (51, Kanker Payudara). Alamat : Baloi Center, RT 6/3, Kel. Baloi indah, Kec. Batam Kota, Kota Batam, Prov. Kepulauan Riau. Pada Desember 2015, Ibu Asnimar mengeluhkan nyeri di payudaranya namun ia kira hanya penyakit biasa. Ia kemudian dibawa suaminya, Bapak Jazman Abu Sama (56), ke Puskesmas dan dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Bunda, Batam. Ibu Asnimar langsung mendapatkan penanganan operasi, dan setelah itu diketahui kanker payudara sudah ganas. RS Harapan Bunda merujuk Ibu Asnimar ke RSUD Embung Fatimah pada Februari 2016 untuk menjalani operasi lanjutan. Pada 4 Agustus 2016 ia sempat kontrol ke dokter dan diketahui ada kanker yang tumbuh di bagian atas dari luka sebelumnya. Pada 15 September 2016, Ibu Asnimar kembali menjalani operasi lanjutan. Selama ini Ibu Asnimar sudah menjalani kemo sebanyak 8 kali. Ia disarankan untuk operasi dan melakukan penyinaran radiasi di rumah sakit di Medan. Ibu Asnimar menggunakan BPJS kelas 3 untuk berobat selama ini. Saat dijenguk kurir #SedekahRombongan, ia sempat mengeluhkan masih merasakan nyeri di bagian atas bekas operasinya, namun pancaran senyum masih mengembang di bibirnya. Ia begitu kuat, tabah, dan semangat untuk sembuhnya sangat kuat sekali. Bulan Oktober ini Ibu Asnimar akan berangkat ke Medan untuk menjalani tindakan radiasi diitemani sang suami yang bekerja sebagai penjahit pakaian. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Ibu Asnimar segera sembuh dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @_ariina @herubinyatiman @ririn_estu

Ibu asnimar menderita Kanker Payudara

Ibu asnimar menderita Kanker Payudara


INTAN PUSPITA (4, Microcephalus + Penyempitan Pembuluh Syaraf). Alamat :  Kampung Mesjid Timur, RT 6/3, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Anak kedua dari pasangan Bapak Agus Achyar (50) dan Ibu Neneng (45) ini mengalami kelainan syaraf otak sejak usia 3 bulan. Meskipun penyakitnya sudah diketahui saat diperiksa oleh dokter Puskesmas, Intan tidak melakukan pengobatan secara maksimal, ikhtiar pengobatan hanya dilakukan pada tingkat Puskesmas saja. Intan belum pernah dibawa ke RSUD khususnya ke Poli Syaraf. Saat ini kondisi Intan sering kejang-kejang dan tidak pernah tidur pada malam hari. Bapak Agus yang mempunyai tanggungan 5 orang anak ini berprofesi sebagai kondektur bus. Pekerjaan ini tidak ia lakukan setiap hari sehingga ia hanya mendapatkan uang ketika bekerja. Kondisi ini mempengaruhi keadaan ekonomi keluarga, bahkan BPJS Mandiri yang dipunya belum dilunasi  selama 1 tahun. Hal tersebut membuat keinginan memeriksakan Intan ke Poli Syaraf RSUD tidak pernah terlaksana. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan berkesempatan menjenguk Intan dan mengetahui kesulitan orang tuanya. Bantuan awal pun diberikan untuk membayar iuran BPJS. Semoga Intan segera pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @kakakgladys @ririn_restu

Intan menderita Microcephalus + Penyempitan Pembuluh Syaraf

Intan menderita Microcephalus + Penyempitan Pembuluh Syaraf


ERNAWATI TOHIR (41, Jantung dan TB Paru). Alamat : Jalan Beringin 3, RT 3/6, Kelurahan Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Ernawati sebelumnya dirawat selama 3 minggu di RS Fatmawati Jakarta karena sakit jantung dan TB Paru yang dideritanya. Selama ini yang menemani Bu Ernawati berobat adalah anaknya, Nanda (19), karena suaminya telah meninggal 4 tahun lalu. Setelah kondisinya membaik, Bu Ernawati diperbolehkan pulang, ia kembali ke rumah kontrakannya yang terbilang tak cukup layak. Ia semakin kurus dan kini hanya dapat terbaring lemah di tempat tidur. Bu Ernawati dan keluarga sangat kekurangan uang untuk biaya berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari, terlebih lagi harus membayar kontrakan. Nanda pun tidak dapat mencari uang karena tidak bisa meninggalkan ibunya di rumah. Selama ini mereka mengandalkan penghasilan adik Nanda, Dona (14), yang bekerja menjaga toko dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup. Jika penyakitnya kambuh, Nanda hanya bisa membawa ibunya ke Puskesmas terdekat. Kondisi Ibu Erna berangsur membaik, sesak napasnya mulai berkurang. Nanda, menghubungi kurir #SedekahRombongan untuk meminta bantuan karena ia harus membayar kontrakan sedangkan ia tak memiliki uang sama sekali. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membayar sewa kontrakan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Bu Erna telah dibantu pada rombongan  903.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ernawati menderita Jantung dan TB Paru

Ernawati menderita Jantung dan TB Paru


SANDRA WATI (42, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sandra merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (36), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya. Ia tampak bersemangat menghadapinya dengan semangat berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (10) positif mengalami sakit yang sama sepertinya sedangkan anak keduanya, Lutfi (8), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktifitas kontrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya. Kemauan untuk sembuh sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin di RS Fatmawati Jakarta. Kondisi terkini, Aulia mengalami penurunan berat badan karena sakit yang kemungkinan diakibatkan banyaknya kegiatan di sekolah namun ia jarang makan. Ketiganya jika mengalami kelelahan langsung mengalami penurunan kondisi kesehatan sehingga harus selalu dijaga. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membawa Aulia berobat ke klinik, operasional berobat rutin ke RS Fatmawati, dan membeli kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Sandra telah dibantu pada Rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu Sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh

Ibu Sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh


DIMAS DWI NUGROHO (12, Kanker Otot dan Celebral Palsy). Alamat : Jalan H. Salim, Gang Bidan, RT 9/6, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah belasan tahun anak dari pasangan Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan celebral palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri setelah menjalani kemoterapi. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung henti dan membuat kondisinya semakin lemas. Kini ia sering mengalami sesak napas dan menggunakan tabung oksigen. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat, dan kebutuhan Dimas seperti pampers dan susu. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy


SUKARDI BIN YASMADI (64, Suspect prostat) Alamat : Karang Nangka RT 04/03, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada awalnya Pak Sukardi mengalami badan panas dingin, pusing, mata berkunang-kunang dan muka bengkak. Selang beberapa lama muncul benjolan di ketiak, leher dan selangkangan paha sehingga terasa sakit saat berjalan. Kemudian beliau berobat ke dokter umum namun tidak ada perubahan pada kondisinya. Akhirnya Pak Sukardi dirujuk ke RS Nirmala pada hari Selasa, 6 September 2016, dan dari hasil pemeriksaan tersebut dokter mendiagnosa Pak Sukardi menderita prostat. Pak Sukardi disarankan untuk berobat rutin namun karena kondisi ekonomi beliau terpaksa menunda pengobatannya di samping itu Pak Sukardi tidak memiliki asuransi kesehatan yang dapat meringankan biaya pengobatan beliau. Dengan kondisinya ini Pak Sukardi tidak dapat bekerja, jangankan bekerja untuk berjalan saja beliau merasa kesakitan dan sekarang istri Pak Sukardi bekerja sebagai buruh rumah tangga di jakarta, begitu pula dengan putranya yang hanya bekerja sebagai buruh di jakarta pun hanya bisa membantu semampunya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan deangan Bapak Sukardi sehingga dapat diberikan kesempatan untuk memberi santunan untuk membantu biaya opname di rumah sakit dan pembuatan BPJS. Semoga Pak Sukardi segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 30 Septeber 2016
Kurir : @arfanesia, didik, @paulsyifa

Pak sukardi menderita Suspect prostat

Pak sukardi menderita Suspect prostat


RSSR PURWOKERTO (Operasional, RSSR). Alamat : Jalan Penatusan Gang 1 No. 5 RT 01/RW 02, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien #SedekahRombongan. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Tegal, & Ciamis, yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga, atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari #SedekahRombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan rumah singgah.

Jumlah bantuan : Rp 1.980.000
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @arfanesia, @olipe_oile dan seluruh kurir Purwokerto

Bantuan biaya Operasional

Bantuan biaya Operasional


MTSR Purwokerto (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Mobil dengan nomor polisi AB 9032 WK ini biasa digunakan untuk membantu kelancaran pasien dampingan berobat. Penggunaan mobil MTSR ini sangat bermanfaat, terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap), dan Brebes. Dengan makin seringnya mobilitas, kebutuhan untuk BBM pun makin banyak untuk mengantar dan menjemput pasien kontrol, survey, menyampaikan santunan, atau mengantar jenazah. Penggunaan anggaran bulan September 2016 ini untuk bahan bakar kendaraan, perawatan, jasa driver, ganti kampas, dan oli mtsr.

Jumlah : 4.675.000
Tanggal : 30 Sept 2016
Kurir : @arfanesia, Nanang M Misbah & All Kurir Purwokerto

Bantuan untuk bahan bakar kendaraan, perawatan, jasa driver, ganti kampas, dan oli mtsr.

Bantuan untuk bahan bakar kendaraan, perawatan, jasa driver, ganti kampas, dan oli mtsr.


Sutanto bin Bukhori (57 th, Syaraf porosis dan komplikasi). Alamat Desa Pagerandong RT 04/04, Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Bapak Sutanto ini sudah lama mengidap syaraf porosis dan penyakit komplikasi lain, awalnya bulan Agustus 2014 badan terasa kurang enak, kaki terasa dingin, kepala sering pusing, perut sering kembung, lalu rasa sakit itu kumpul di tangan dan kaki, kemudian bulan September 2014 beliau hanya berobat ke dokter umum dan tidak ada perkembangan yang signifikan, bulan Mei 2015 melakukan kontrol di RS. Margono Purwokerto dengan diagnosa Syaraf Porosis dan disarankan berobat rutin 10 hari sekali lalu 15 hari sekali dan sekarang 1 bln sekali. Saat ini kondisi Bapak Sutanto jauh lebih baik tetapi bila kena udara dingin bisa kambuh lagi penyakit tersebut. Bapak Sutanto yang sehari-hari hanya bekerja sebagai petani kini sudah tidak bisa bekerja lagi sedangkan istrinya Ibu Siti Mukminah membuat kripik singkong untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pengobatan Bapak Sutanto. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga diberi kesempatan untuk memberikan santunan untuk biaya pengobatan di Rumah Sakit, Semoga Bapak Sutanto segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas lagi seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @arfanesia, didik, cahyo

Pak sutanto menderita Syaraf porosis dan komplikasi

Pak sutanto menderita Syaraf porosis dan komplikasi


RUMINI BINTI NGADIYO SARWO DIYONO (56, Infeksi Saluran Kencing & Pembengkakan Jantung). Alamat : Ds. Semowo, RT 002/006 Kel. Plosowangi, Kec. Cawas, Prov. Jawa Tengah. Ibu Rumini adalah seorang janda, suami beliau sudah meninggal kurang lebih 9 tahun lalu. Hampir seminggu ibu Rumini menjalani rawat inap di RSI Cawas Klaten. Beliau di diagnosa sakit Infeksi Saluran Kencing & Pembengkakan jantung. Gejala penyakitnya berawal kurang lebih sekitar 2 tahun lalu, awal yang dirasakan saat buang air kecil terasa sakit. Tetapi rasa sakit itu di tahan dan tidak dirasakan oleh ibu Rubini, beliau tetap beraktifitas seperti biasanya. Karena rasa sakit yang di rasa bu rumini semakin tambah, barulah pada Hari Raya Idul Fitri 2016 lalu beliau bercerita ke anggota keluarganya. Kemudian dari keluarga membawa bu rumini untuk periksa ke puskesmas dan klinik di sekitar tempat tinggal. Setelah beberapa kali  kontrol belum ada perubahan, kemudian di rujuk ke Rumah Sakit. Dari hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, selain sakit Infeksi Saluran Kencing ada diagnosa lain yaitu Pembengkakan Jantung. Ibu Rumini tinggal di rumah sangat sederhana hasil bantuan swadaya masyarakat sekitar tempat tinggalnya diatas tanah pekarangan salah satu saudaranya. Beliau kesehariannya bekerja serabutan, apapun yang bisa beliau kerjakan. Hasilnya pun sekedar cukup untuk makan sehari itu saja. Di rumah ini beliau di temani seorang anak piatu yang menjadi tanggung jawabnya sekaligus menemaninya. Untuk biaya pengobatan saat ini mengandalkan hasil sumbangan warga yang membesuk,pinjaman dari saudara, karena fasilitas kesehatan Jamkesmas/Jamkesda/BPJS tidak punya. Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT, dipertemukan dengan pihak keluarga ibu Rumini untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan titipan #sedekaholics yang digunakan untuk membantu biaya Rumah Sakit senilai Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah)

Tanggal penyampaian santunan : 18 oktober 2016
Santunan: Rp. 5.000.000
Kurir : @Saptuari Sugiharto@Faisal Gudeg@haniifhidayat, @aroh_toharoh @KedunkUssil@Jemi.rikab

Ibu rumini menderita Infeksi Saluran Kencing & Pembengkakan Jantung

Ibu rumini menderita Infeksi Saluran Kencing & Pembengkakan Jantung


AUDY (36, Tuberkolosis). Alamat: Jl. F. Kalasuat Malanu, Kecamatan Sorong Utara, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Audy menderita penyakit Tuberkolosis dan sudah 2 bulan terakhir ini mendapat gejala batuk-batuk disertai sesak pda bagian dada. Saat ini Audy mendapatkan perawatan kurang lebih 8 hari di RS. Selebe Solu Kota Sorong. Pekerjaan Audy sehari-hari sebagai pegawai salon di Kota Sorong. Audy hanya tinggal sendiri dan tidak mempunyai keluarga sehingga semua pengobatan ditanggung sendiri. Biaya menjadi sangat berat karena Audy juga tidak mempunyai BPJS. Beruntung pihak rumah sakit memberikan kebijaksanaan sehingga hanya membebankan biaya kamar selama 8 hari, dimana per harinya sejumlah 180,000 rupiah. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan kepada Audy untuk membantu pembiayaan kamar rumah sakit selama dirawat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 8 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Ibrahim

Ibu audy menderita Tuberkolosis

Ibu audy menderita Tuberkolosis


MTSR SORONG (PB 1526 SF, Biaya operasional Juni 2016). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Sorong, digunakan untuk antar jemput pasien selama bulan Juni dan penyaluran dana #sedekahrombongan ke pasien duafa langsung di pelosok Kota dan Kabupaten Sorong. MTSR Sorong ini berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang beralamat di Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong. Kebutuhan biaya operasional pada bulan Juni digunakan untuk mengganti spare part yang sudah aus dan pemakaian bensin berkala. Masyarakat Sorong yang membutuhkan, khususnya duafa, dapat menggunakan layanan MTSR Sorong. No telfon yang dapat dihubungi untuk pemakaian MTSR dapat dapat dihubungi di nomor 081354112984.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.528.870,-
Tanggal: 29 Juni 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Biaya operasional Juni 2016

Biaya operasional Juni 2016


FAISAL (26, Malaria). Alamat: Jln. SeleBesolu, Km.12, RT 1/RW 2 Kelurahan Klamana, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Faisal didiagnosa menderita Malaria Tropika disertai Dyspepsia berat. Gejala awal yang dirasakan seperti demam berkepanjangan selama 3 hari, mengigil, nyeri kepala, mual muntah dan nyeri pada bagian ulu hati. Faisal akhirnya masuk rumah sakit dan menjalani perawatan selama 3 hari. Pembiayaan selama di rumah sakit awalnya hendak menggunakan jaminan kesehatan BPJS, namun kebetulan rumah sakit belum siap menerima pasien dengan layanan BPJS. Ayah Faisal sudah tidak bekerja lagi dan ibunya sudah meninggal. Bantuan dana via #sedekahrombongan disampaikan untuk biaya obat-obatan dan biaya rawat inap di rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.200.000,-
Tanggal: 2 Juni 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Faisal menderita Malaria

Faisal menderita Malaria


RSSR SORONG (Biaya inventaris Juni 2016). Alamat: Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) merupakan rumah yang dijadikan persinggahan pasien-pasien yang berasal dari luar Kota Sorong. RSSR Sorong ini berada dekat dengan RS Selebe Solu Kota Sorong, sehingga memudahkan untuk akses pulang pergi ke rumah sakit ini jika harus menunggu ketersediaan kamar rawat inap. Biaya inventaris pada bulan ini digunakan untuk pembelian handphone layanan. Jumlah handphone yang dibeli sebanyak 2 unit, dengan merk Nokia tipe 105, dimana satunya lagi digunakan untuk layanan panggilan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Nomor telfon yang bisa diakses untuk RSSR adalah 081354112985 dan MTSR adalah 081354112984.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.200.000,-
Tanggal: 2 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Biaya inventaris Juni 2016

Biaya inventaris Juni 2016


PARTINI (52, Patah tulang). Alamat: Jl. Poros, RW4/RT3, Kelurahan Majener, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Partini menderita patah tulang kaki akibat terjatuh dari sepeda. Musibah itu terjadi pada bulan Januari 2016, namun hingga kini belum ada kesembuhan. Bu Partini tinggal bersama dengan suaminya yang bekerja sebagai petani sayuran. Kondisi ekonomi keluarga Bu Partini kurang beruntung, karena hasil taninya hanya bisa untuk makan harian saja. Ketika diberikan cobaan sakit, Bu Partini dan suami tidak mempunyai biaya untuk pengobatan patah tulangnya. Dana bantuan berobat disampaikan melalui #sedekahrombongan kepada Bu Partini.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Galuh

Ibu partini menderita Patah tulang

Ibu partini menderita Patah tulang


MTSR SORONG (PB 1526 SF, Biaya operasional Agustus 2016). Dalam upaya melayani pasien duafa, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Sorong beroperasi untuk antar jemput pasien dan pendistribusian dana #sedekahrombongan di beberapa wilayah Kota dan Kabupaten Sorong. Masyarakat yang terbantu mulai dari pasien duafa dengan stroke, tuberkolosis dan penyakit kanker, juga bantuan kepada Pesantren yang membutuhkan. MTSR Sorong berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang beralamat di Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong. Kebutuhan biaya operasional pada bulan Agustus digunakan untuk penggunaan bahan bakar bensin. Masyarakat Sorong yang membutuhkan, khususnya duafa, dapat menggunakan layanan MTSR Sorong. No telfon yang dapat dihubungi untuk pemakaian MTSR dapat dapat dihubungi di nomor 081354112984.

Jumlah Bantuan: Rp. 750,000-
Tanggal: 31 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Biaya operasional Agustus 2016

Biaya operasional Agustus 2016


BINGKISAN SEMBAKO (20 Paket sembako). Sejumlah 20 paket sembako didistribusikan kepada para pasien duafa dan keluarga di Kota Sorong pada bulan Juli 2016. Para kurir #sedekahrombongan menyusuri pelosok Kota Sorong dan membagikan bingkisan sembako untuk membantu kebutuhan makanan harian pasien duafa yang ada di rumah-rumah. Beberapa pasien sudah pernah mendapatkan bantuan pengobatan sehingga kali ini bantuan dikhususkan untuk konsumsi. Ucapan terima kasih terucap dari para penerima bingkisan kepada #sedekahholic yang merasa terbantu dengan adanya bingkisan sembako tersebut.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 4 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Bantuan 20 Paket sembako

Bantuan 20 Paket sembako


RSSR SORONG (Biaya operasional Agustus 2016). Alamat: Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) merupakan rumah yang dijadikan persinggahan pasien-pasien yang berasal dari luar Kota Sorong. Banyak pasien mengakses rumah sakit di Kota Sorong dari luar Kota Sorong seperti Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Bintuni, Fakfak dan lainnya. Keberadaan rumah singgah dibutuhkan untuk mengatasi kendala akomodasi bagi pasien yang sedang mengantri kamar di RSUD. Operasional RSSR pada bulan Agustus ini digunakan untuk memperbaiki mesin pompa air.

Jumlah Bantuan: Rp. 800.000,-
Tanggal: 15 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Biaya operasional Agustus 2016

Biaya operasional Agustus 2016


MISWARDI (19, Tuberkolosis). Alamat: Jln Juanda, RT 2/ RW 3, Kelurahan Majener, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Miswardi menderita penyakit Tuberkolosis sejak 6 bulan yang lalu. Gejala yang dirasakan yaitu batuk yang tidak kunjung sembuh da nada sesak pada bagian dada. Putra dari Bapak Wagiran dan Ibu Nawiti sudah tidak bersekolah sejak SMP karena keadaan ekonomi orang tuanya yang tidak mampu. Bersama orang tuanya, Miswardi tinggal di rumah dengan ukuran bangunan 6x8m, lantai tanah, dinding papan yang mulai lapuk dan atap seng yang sudah berkarat. Pekerjaan orang tua Miswardi hanya sebagai petani sayur. Semenjak Miswardi sakit, keluarganya kesulitan untuk membiayai pengobatan bahkan untuk check up kesehatan sekalipun. Jarak dari rumah ke puskesmas terdekat sangat jauh mencapai  7 Km dan itupun harus menggunakan kendaraan umum. Oleh karena itu, Miswardi sangat membutuhkan biaya untuk pemeriksaan dan berobat. Santunan melalui #sedekahrombongan disalurkan guna pengobatan Miswardi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Galuh

Pak miswardi menderita Tuberkolosis

Pak miswardi menderita Tuberkolosis


RSSR SORONG (Biaya operasional Agustus 2016). Alamat: Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) merupakan rumah yang dijadikan persinggahan pasien-pasien yang berasal dari luar Kota Sorong. Pasien duafa dari kabupaten sekitar banyak yang mengakses rumah sakit kota Sorong karena fasilitasnya lebih lengkap. Keberadaan RSSR mengatasi kesulitan pasien duafa saat melakukan perjalanan ke Kota Sorong, baik sebagai tempat transit maupun untuk menunggu ketersediaan kamar di rumah sakit. Pembiayaan operasional RSSR pada bulan Agustus ini digunakan untuk logistik rumah singgah dan pertemuan kordinasi kurir Kota Sorong.

Jumlah Bantuan: Rp. 764.000,-
Tanggal: 19 Juni 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Inventaris April 2016

Biaya operasional agustus 2016


RSSR SORONG (Inventaris April 2016). Alamat: Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pada bulan April 2016, pembelian 3 buah kasur busa dilakukan untuk melengkapi  Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Rumah singgah ini merupakan rumah yang dijadikan persinggahan pasien-pasien yang berasal para pasien duafa dari kabupaten sekitar Kota Sorong. Pasien yang menunggu antrian kamar dan transit pulang ke rumahnya di Kabupaten. RSSR dikelola bersama oleh para kurir #sedekahrombongan Sorong. Diantara para kurir ada juga yang bekerja sebagai perawat dan sangat membantu pengelolaan pasien dikemudian hari. Terima kasih kepada para sedekahholic yang sudah membantu tersedianya RSSR dan perlengkapannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 15 April 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Inventaris April 2016

Inventaris April 2016


VETY SEPTIANA (22 Tahun, Lupus). Alamat: Pedukuhan Suka RT.04/RW.13 Desa Candirejo, Kecamatan Sedang, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Vety menderita penyakit lupus sejak tahun 2010 silam. Ia masih ingat ketika awal menderita penyakit ini, saat itu ia menderita demam tinggi, dan muncul tanda-tanda penyakit lupus. Keluarganya kemudian membawanya ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter dan cek laboratorium, dokter mendiagnosanya menderita penyakit lupus. Vety disarankan menjalani rawat inap, ia menginap di sana selama sebelas hari dan sempat menjalani transfusi darah. Medio semester awal tahun itu, kesehatannya sempat menurun lagi dan langsung dibawa ke RSUD Wonosari. Dari sana ia langsung dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dan menjalani rawat inap selama 24 hari. Dokter menyarankan untuk menjalankan protokol tiap bulan untuk jadwal enam bulan. Setelah protokol pertama selesai, lalu ditambahkan protokol kedua yaitu delapan kali kemoterapi yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Pada protokol kedua ini ada obat yang harus dikonsumsi, namun pihak keluarga tidak sanggup untuk membeli obat yang tidak ter-cover jaminan kesehatan itu, padahal harga obat tersebut itu sangat mahal. Semangat Vety untuk sembuh sangat tinggi, terlihat ia pun sebenarnya tidak mau merepotkan keluarga. Pasca kemoterapi yang kedua, walau dalam kondisi harus menjalani perawatan, Vety sempat bekerja sebagai kasir di sebuah toko selama satu tahun. Pemilik toko tempatnya bekerja sangat baik hati, bahkan serinng mengingatkan berobat dan memberi ijin saat ada jadwal berobat. Sejak 2010, Vety rutin menjalani perawatan tiap bulan. Beberapa minggu yang lalu, tepatnya awal oktober, kondisi gadis 22 tahun ini tiba-tiba menurun drastis. Ia pun langsung dilarikan ke RSUD Wonosari Gunungkidul, lalu dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Vety merupakan putri dari pasangan Pak Sugiyono (52 Tahun) dan Bu Maryati (49 Tahun). Sehari-harinya, Pak Sugiyono bekerja sebagai petani untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Sementara itu Bu Maryati bekerja sebagai ibu rumah tangga, sembari merawat anaknya yang sedang sakit. Vety mempunyai saudara kembar, namun telah meninggal karena penyakit yang sama. Vety tercatat sebagai pemegang jaminan kesehatan dari pemerintah, yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS) Kelas 3. Namun demikian, Vety dan keluarganya menghadapi kesulitan biaya pengobatan dan transportasi. Kondisi ekonomi keluarga ini begitu memprihatinkan, banyak biaya yang telah mereka keluarkan sejak menjalani pengobatan pertama pada tahun 2010 silam. Bahkan keluarga ini menjual aset-aset yang mereka punya untuk membiayai pengobatan anak mereka, pernah juga mereka meminjam uang tetangga untuk menyewa mobil yang digunakan untuk berobat. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini… #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit. Bantuan ini digunakan untuk membeli obat yang diperlukan oleh Vety. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka. Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 12 Oktober 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @ryan

Ibu vety menderita Lupus

Ibu vety menderita Lupus


NUR ASIYATI (30 Tahun, Tuberculosis). Alamat: Nologaten RT.04/RW.03 Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Nur Asiyati menderita penyakit paru-paru sejak satu tahun silam dan tidak kunjung sembuh. Padahal ia telah menjalani pengobatan secara rawat jalan, pengobatannya mulai dari puskesmas, rumah sakit daerah, hingga rumah sakit pusat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Nur Asiyati mempunyai jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Kelas 3. Dengan Jamkes ini, beban biaya pengobatannya menjadi sedikit ringan. Kondisi Nur Asiyati saat ini masih dalam proses pengobatan, namun ia mengalami depresi karena penyakitnya tak kunjung sembuh. Terlebih, ia dan keluarganya kini sedang menghadapi kendala ekonomi. Hardi Tanto (32 Tahun), suaminya, yang sebelumnya bekerja di sebuah bengkel motor kini sudah tidak bekerja lagi karena harus mengurus istrinya yang sakit dan anaknya yang masih berusia lima tahun. Keluarga ini pun tidak memiliki penghasilan lagi, mereka pun hidup ala kadarnya. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini. #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit. Bantuan ini digunakan untuk membiayai pengobatan dan transportasi yang dibutuhkan kala berobat. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka. Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Mari kita doakan bersama supaya Nur Asiyati tetap tabah dan istiqomah dalam beriktiar menjemput kesembuhannya, mudah-mudahan ia lekas sehat dan dapat menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 10 Oktober 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @ryan @aji_kristanto

Ibu nur menderita Tuberculosis

Ibu nur menderita Tuberculosis


SUKASMI BINTI MARYADI (35 Tahun, Post Operasi Otak). Alamat: RT.04/RW.06 Ngelo 2, Girisubo, Gunungkidul, DIY. Gejala sakit kepala sering dialami Ibu Sukasmi, tepatnya sejak awal tahun 2015 silam. Sakitnya begitu luar biasa hingga menyebabkannya pingsan. Medio tahun yang sama, Ibu Sukasmi melakukan rongent kepala di RSUD Wonosari Gunungkidul. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, dokter menyatakan bahwa ia menderita kanker otak. Sang dokter menyarankan untuk segera berobat, Bu Sukasmi lantas dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta. Selanjutnya, Januari 2016, Bu Sukasmi menjalani operasi pada bagian kepalanya. Meski tindakan operasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit, ia dan keluarganya boleh sedikit bernafas lega karena biaya pengobatannya sedikit dibantu oleh jaminan kesehatan, Kartu Indonesia Sehat (KIS). Alhamdulillah, setelah operasi suskse dijalankan, kondisinya kian membaik meski kadang masih merasakan sedikit sakit kepala. Ia pun sekarang menjadi sangat sensitive terhadap suara yang keras dan tiba-tiba, misalnya suara petir, gergaji mesin, atau knalpot yang memekakan telinga, ia selalu merasa kaget. Ibu Sukasmi telah diperbolehkan pulang, namun harus menjalani kontrol rutin, disinilah ia dan keluarganya kembali menemui kendala. Ibu Sukasmi harus menyewa kendaraan (mobil) saat kontrol rutin, dan itu cukup memberatkan bagi mereka. Bagaimana tidak? Wasito (40 Tahun), suaminya, setiap hari bekerja sebagai petani yang mengerjakan lahan milik sendiri. Dari lahan kecil yang mereka punya belum tentu rutin menghasilkan hasil bumi yang berlimpah dan bernilai jual tinggi. Belum lagi, mereka masih memiliki tanggungan hutang dengan pihak lain. Alhamdulillah, Allah menuntun langkah Kurir #SedekahRombongan hingga akhirnya bertemu dengan Ibu Sukasmi dan keluarganya. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan untuk membantu kesulitan yang dialami oleh Ibu Sukasmi dan keluarganya. Bantuan ini disampaikan oleh Kurir #SedekahRombongan ketika bersilaturahmi ke rumahnya. Semoga bantuan ini dapat meringankan biaya transportasi ketika harus berobat dan kontrol rutin. Ibu Sukasmi dan keluarganya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 6 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @aji_kristanto

Biaya transportasi berobat Post Operasi Otak

Biaya transportasi berobat Post Operasi Otak


PARSIH BINTI SAMIJO (44 Tahun, Kanker Payudara). Alamat: Wukirsari RT.07/RW.03 Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, DIY. Satu tahun yang lalu, Ibu Parsih mengeluh sakit di payudaranya, ia kemudian menjalani rongent untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. Namun, hasilnya malah jauh dari harapan, ia dinyatakan menderita kanker payudara. Awal semester pertama tahun ini, Ibu Parsih menjalani operasi di sebuah rumah sakit swasta dengan biaya pribadi. Tagihannya mencapai angka delapan juta rupiah, bagi keluarga yang sederhana sepertinya tentu biaya itu begitu memberatkan. Setelah tindakan operasi tersebut, Ibu Parsih masih harus menjalani kemoterapi dan radioterapi. Ia sudah berhasil menjalani kemoterapi sampai yang ke-5. Kemoterapi selanjutnya, Ibu Parsih dirujuk ke RS Panti Rapih Yogyakarta, yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Setelah kemoterapi selesai, ia dijadwalkan menjalani radioterapi, untuk tindakan ini ia dirujuk ke sebuah rumah sakit di Purwokerto, Jawa Tengah. Ibu Parsih telah memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Jaminan kesehatan ini cukup membantu dalam hal pembiayaan pengobatannya, namun untuk kontrol rutin dan cek laboratorium tetap menggunakan dana pribadi karena tidak ter-cover jaminan kesehatan. Ia pun mengalami kendala dalam hal transportasi, karena untuk menyewa kendaraan ia dan keluarganya harus merogoh kocek sekitar tiga ratus lima puluh ribu rupiah untuk sekali jalan. Biasanya untuk kontrol rutin dan cek laboratorium, ia dan suaminya berboncengan menggunakan sepeda motor, turun dari rumah mereka yang berada di pegunungan, menuju rumah sakit di kota yang terletak di dataran rendah. Samijo (48 Tahun), suaminya, bekerja sebagai buruh proyek, penghasilannya bisa dibilang hanya pas-pasan. Pasangan ini memiliki dua orang anak perempuan, yang pertama sudah bekerja di sebuah kantor koperasi di Wonosari. Sedangkan yang kedua berhasil mengenyam bangku kuliah karena mendapat beasiswa pendidikan. Keluarga ini cukup terbebani dengan biaya pengobatan karena mereka berasal dari keluarga yang sederhana. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini. #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban keluarga mereka. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka… Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 6 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Ibu parsih menderita Kanker Payudara

Ibu parsih menderita Kanker Payudara


LASINEM BINTI MARTO WIYONO (39 Tahun, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Watusigar RT.01/RW.04 Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Bu Lasinem terdiagnosa menderita kanker payudara sejak tiga tahun yang lalu. Selama itu pula ia menjalani pengobatan rutin di RSUD Wonosari Gunungkidul. Ia merupakan pemegang jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesmas. Kondisinya saat ini kian memburuk dan membutuhkan pertolongan. Ia berasal dari kalangan sederhana, Bu Lasinem sangat memerlukan bantuan untuk melanjutkan ikhtiar pengobatannya. #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan sedekah turut merasakan kesulitan yang dialami oleh saudara kita. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka. Pada kesempatan itu pula Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic kepada Bu Lasinem. Bantuan ini digunakan untuk biaya berobat, akomodasi dan transportasi. Terimakasih #Sedekaholic berkat sedekahmu kini Bu Lasinem dapat melanjutkan pengobatannya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 10 Oktober 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @Aji_Kristanto

Ibu lasinem menderita Kanker Payudara

Ibu lasinem menderita Kanker Payudara


WIRASMI  BINTI WARNO SUGITO (41 Tahun, Gondok). Alamat: Gantiwarno RT.03/RW.01 Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Wirasmi menderita gondok sejak usianya tujuh belas tahun, selama itu pula ia sudah menjalani pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama kurang lebih sepuluh kali. Pada pemeriksaan yang terakhir ia siap menjalani operasi namun sebelum itu ia harus menjalani serangkaian cek laboratorium yang biayanya tidak termasuk dalam jaminan kesehatan. Karena tidak memiliki biaya, ia pun terpaksa mengurungkan niatnya untuk menjalani operasi tersebut. Sehari-harinya Wirasmi bekerja sebagai buruh cuci, pendapatan yang ia dapatkan tidak begitu banyak, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kondisinya saat ini, gondoknya semakin membesar namun tidak memiliki biaya untuk operasi, belum lagi ia masih memiliki tanggungan dengan pihak lain. Wirasmi tercatat sebagai pemilik jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Kelas 3. Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan keluarga ini dengan cara yang tak pernah disangka. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit berupa uang tunai untuk membantu pengobatannya. Semoga bantuan dapat sedikit meringankan beban kehidupannya, Wirasmi sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Ia pun senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 10 Oktober 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @Aji_Kristanto

Ibu wirasmi menderita Gondok

Ibu wirasmi menderita Gondok


OCTIARA ADRYANDINI DARMAWATI (25, Kanker Serviks). Alamat: Jalan Letjen Suprapto 16/ 39, RT 13/3, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Octiara merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak April 2016. Bapak Darmawan Budi Harto serta Ibu Herlin Sulistyowati itulah nama kedua orangtuanya yang setia merawat. Octiara yang memiliki riwayat penyakit pada bagian vitalnya, yang sempat dirawat biopsi di Rumah Sakit Sanglah dan Rumah Sakit Soebandi yang kemudian pada akhirnya di rujuk ke Malang. Octiara mengeluhkan sakit yang berawal dari keputihan, yang tak dirasa lama kelamaan bercak darah pun keluar pada bagian vitalnya dan disertai dengan rasa sakit. Sehingga mengakibatkan kondisi Octiara menjadi lemas karena penyakit yang ia derita. Mengetahui kondisi tersebut Octiara segera diperiksakan ke rumah sakit terdekat. Setelah di cek lab kemudian diketahui jika Octiara didiagnosa Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim. Pada saat bulan September kemarin, Octiara sudah konsultasi dengan dokter untuk menentukan jadwal sinar pada tanggal 30 Maret yang akan dilakukan sebanyak 25 kali. Untuk sementara ini Octiara harus menjalani kemo terapi terlebih dahulu. Namun saat akan menjalani kemo terapi yang pertama, Octiara mengalami kendala. Albumin Octiara yang rendah membuatnya harus menunda rencana untuk kemo terapinya sampai albumin Octiara naik atau normal kembali. Untuk saat ini, Octiara di sarankan rawat inap di rumah sakit sampai albuminnya kembali normal. Octiara tinggal bersama dengan neneknya yang tidak berpenghasilan. Selama pengobatan berlangsung keluarga masih memiliki tanggungan, yakni membiayai semester untuk sekolah kedua anaknya. Octiara pun bertemu dan mengungkapkan kesedihannya kepada tim #SedekahRombongan. Dengan adanya fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III yang dimiliki Octiara, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum masuk tanggungan BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Octiara dipergunakan untuk membeli obat, pampers, suplemen, dan biaya transportasi Bondowoso-Malang. Santunan kepada Octiara pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 866. Semoga albumin Octiara normal kembali sehingga siap untuk menjalani kemo terapi yang telah di jadwalkan.

Jumlah Bantuan: Rp. 785.600,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria

Octiara menderita Kanker Serviks

Octiara menderita Kanker Serviks


SITI NURUL FADILLAH (41, Leukimia). Alamat Jln. Kota Bambu Utara IV gang Darul Hidayah 2 RT 10/6 Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ibu Nurul biasa dipanggilnya. Berawal ditahun 2004, saat mengandung anak kedua kondisi ibu Nurul sering menurun dan sakit kepala bahkan sampai pingsan. Saat itu ibu Nurul melakukan pemeriksaan ke klinik terdekat, dokter menyarankan supaya ibu Nurul melakukan pemeriksaan laboratorium. Tapi karena ketiadaan biaya terpaksa ibu Nurul tidak melakukannya, hingga melahirkan anak keduanya. Tahun 2006, kembali ibu Nurul harus merasakan sakit, badannya lumpuh dan tidak bisa bangun, tenggorokan dan gusinya sampai tersembul dari lubang gigi hingga menjadi bengkak dan hampir pecah. Saat itu ibu Nurul langsung memeriksakan diri ke rumah sakit dengan biaya seadanya. Setelah dilakukan pemerikasaan laboratorium, dokter mengatakan jika ibu Nurul menderita Leukimia. Pengobatan yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan cangkok sumsum tulang belakang, tapi dengan biaya yang sangat tinggi mencapai 200 juta. Atau dengan melakukan transfusi rutin dan kemoterapi, tapi lagi-lagi karena keterbatasan biaya membuat ibu Nurul tidak melakukan pengobatan. Hingga sekarang hanya sesekali ibu Nurul berobat ke rumah sakit, hanya jika ada uang lebih dari hasil kerja suaminya. Sementara jaminan kesehatan BPJS yang dimilikinya sudah menunggak selama 2 tahun, sehingga sudah tidak bisa digunakan lagi. Sehari-hari ibu Nurul, suami dan empat anaknya tinggal disebuah rumah kontrakan. Ibu Nurul sudah tidak bisa bekerja lagi, sementara suaminya bapak Sidik Permana (42 sehari-hari bekerja sebagai pengisi suara. Dengan penghasilan yang tidak menentu bapak Sidik harus membayar kontrakan setiap bulannya, membayar biaya anak sekolah, membayar angsuran motor belum lagi untuk biaya hidup sehari-hari, sehingga untuk berobat ibu Nurul menjadi pilihan terakhir jika masih ada uang lebih. Beban hidupnya bertambah berat dengan menunggaknya angsuran motor, sehingga sering ada debtcollector yang datang ke rumahnya. Padahal dengan kondisi ibu Nurul yang seperti tidak boleh stress dan cepat lelah. Alhamdulillah ditengah kesulitan hidup yang hadapi, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Nurul dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Semoga ibu Nurul diberi kemudahan untuk menjemput kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 13 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @deni_delon @itha_r69 @untaririri

Ibu siti menderita Leukimia

Ibu siti menderita Leukimia


JUMSIAH BINTI JUHRI (63, Penurunan Pendengaran). Alamat : Dusun Manis, RT 4/2, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Enjum, biasa beliau dipanggil adalah seorang ibu yang kesehariannya berjualan sayur matang. Akan tetapi, kesehatan beliau menurun sejak 4 tahun lalu setelah beliau terjatuh dan telinganya terbentur. Kejadian tersebut mengakibatkan pendengaran beliau sedikit terganggu. Sayangnya beliau tidak langsung memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter spesialis THT karena tidak mempunyai uang yang cukup. Semenjak pendengaran beliau terganggu, beliau sudah tidak bisa berjualan seperti biasanya. Saat ini keadaan beliau masih belum bisa mendengar dengan baik dan untuk kebutuhan pokok sehari-hari beliau biasanya dibantu oleh tetangganya. Hal tersebut dikarenakan beliau adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya dan hanya ditemani satu putra yang punya keterbelakangan mental. Ibu Enjum memiliki kartu jaminan kesehatan jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS), akan tetapi biaya berobat ke dokter spesialis THT diluar tanggung jawab KIS. Melihat keadaan Ibu Enjum, kurir #SedekahRombongan Kuningan menyampaikan bantuan dari sedekaholics berupa sembako untuk kebutuhan pokok sehari-hari sekaligus untuk biaya berobat ke dokter spesialis THT dan membeli obat-obatan diluar biaya jaminan KIS. Semoga Ibu Enjum kembali sehat dan bisa berjualan lagi. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @Evainhere @nitaapuji Winda

Ibu jumsiah menderita Penurunan Pendengaran

Ibu jumsiah menderita Penurunan Pendengaran


RIANA NURJANAH (9, Bantuan Perlengkapan Sekolah). Alamat : Dusun 2 Cibodas, RT 2/3, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Riana Nurjanah adalah seorang anak yatim yang hidup dengan keadaan serba kekurangan. Ia masih duduk dibangku Sekolah Dasar kelas 4. Ayah Riana, Almarhum Bapak Maman meninggal sejak ia masih dalam kandungan. Saat ini ia tinggal bersama ibunya, Ibu Taski (49) yang bekerja sebagai seorang buruh cuci. Penghasilan Ibu Taski sangatlah minim sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja masih kesulitan. Keduanya tinggal di sebuah rumah sederhana peninggalan orang tua Ibu Taski. Riana tumbuh menjadi anak yang baik dan rajin. Sepulang sekolah ia biasa membantu pekerjaan ibunya mencari nafkah dengan mencuci pakaian tetangga. Karena penghasilan yang sangat minim, Riana kesulitan membeli perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, sepatu, buku dan mukena untuk shalat sehari-hari. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan Kuningan dipertemukan dengan Riana sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada Riana untuk membeli perlengkapan sekolah. Semoga Allah memberi kesabaran dan rezeki yang luas untuk Riana dan keluarga. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir :@ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bantuan Perlengkapan Sekolah

Bantuan Perlengkapan Sekolah


ZAHRA BINTI MUBARAK (55, Ca Mammae Dextra + Sinistra). Alamat : Jalan Kalijaga, Gang Pelita, RT 2/9, Kelurahan Pegambiran, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Zahra didiagnosa menderita kanker payudara sebelah kanan oleh dokter di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon sejak tahun 2014. Operasi telah dilakukan sebanyak dua kali di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, namun kondisinya tak kunjung membaik. Sakitnya justru menyebar ke payudara kiri, ketiak bagian belakang dan depan serta menyebar ke leher. Karena tak kuat menahan rasa sakit, Ibu Zahra kembali menjalani pengobatan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung secepatnya. Hingga saat ini Ibu Zahra sudah tiga kali memeriksakan diri ke RSHS Bandung dan kondisinya kian membaik. Saat ini Ibu Zahra tinggal di kediaman adiknya selama masa pengobatan. Hal ini dikarenakan kondisi suaminya, Bapak Abi Qismani (60) yang sudah lanjut usia dan sering sakit. Suami Ibu Zahra sudah tidak bekerja, padahal masih ada dua orang anak yang menjadi tanggungan. Bersyukur biaya pengobatan Ibu Zahra ditanggung oleh BPJS PBI Kelas III, walaupun masih harus mencari bantuan untuk biaya transportasi ke Bandung setiap kali memeriksakan penyakitnya tersebut. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan dari para sedekaholics berupa transportasi dan biaya hidup selama di Bandung kepada Ibu Zahra dengan harapan agar dia bisa berobat secara rutin dan teratur. Bantuan kepada Ibu Zahra sebelumnya termasuk dalam Rombongan 884. Semoga Ibu Zahra segera diberi kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas dengan baik. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir  : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @suniah

Ibu zahra menderita Ca Mammae Dextra + Sinistra

Ibu zahra menderita Ca Mammae Dextra + Sinistra


CICIH BINTI SADIMI (57, Susp. Kanker Rahim). Alamat:  Kp. Leuwigenta, RT 1/5, Kel. Setianagara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Gejala penyakitnya ini berawal dari seringnya Bu Cicih merasa sakit pada bagian rahim dengan disertai demam yang tinggi. Berkali kali bu Cicih berobat ke Puskesmas terdekat di daerah tempat tinggalnya, namun belum membuahkan hasil yang menggembirakan, sampai akhirnya dokter Puskesmas menyarankan agar beliau segera melanjutkan pengobatannya ke RSUD dr. Soekarjdo namun bu Cicih belum dapat melanjutkan pengobatannya ke RSUD karena terhambat masalah biaya, dan saat itu beliau belum memiliki kartu jaminan kesehatan. Beberapa bulan kemudian, dengan dibantu oleh para tetangganya, ibu dari tiga anak ini diantar untuk berobat ke RSUD karena kondisinya yang terlihat semakin parah. Perutnya membuncit dan sering tidak bisa tidur karena merasakan sakit di bagian perutnya. Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan oleh dokter RSUD, keluarlah hasil diagnosa, bu Cicih diperkirakan menderita penyakit kanker rahim sehingga untuk memastikannya harus dirujuk ke RSHS Bandung. Keluarga Bu Cicih semakin kebingungan, karena meski sekarang mereka memiliki KIS, tetapi untuk biaya transportasi dan akomodasi sehari-harinya mereka merasa tidak sanggup, maklumlah penghasilan Pak Maman sebagai seorang tukang ojeg hanya cukup untuk kebutuhan mereka sehari-hari, itu pun kadang kurang kalau penumpang sedang sepi. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang mengerti kesulitan keluarga ini dan segera menyampaikan santunan untuk membantu kesulitan Bu Cicih. Bu Cicih pun akhirnya dapat menjalankan rujukan dokter RSUD untuk melanjutkan pengobatannya ke RSHS Bandung. Semoga Bu Cicih segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 15 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Bu cicih menderita Susp. Kanker Rahim

Bu cicih menderita Susp. Kanker Rahim


JUBAEDAH BINTI MAKMUN (51, Maag Kronis). Alamat: Kp. Gunungkadu, RT 23/5, Desa Cintaraja Kec. Singaparna, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Bu Jubaedah mengeluhkan rasa sakit di bagian perut dan beliau hanya membiarkannya karena mengira sakitnya akan sembuh dengan sendirinya. Seiring waktu, sakit perutnya tidak tertahankan dan beliau memeriksakan diri ke puskesmas, ternyata Bu Jubaedah didiagnosa menderita maag kronis dan diberi obat untuk seminggu. Karena Bu Jubaedah merasa belum ada perbaikan berarti terhadap penyakitnya, atas masukan dari kenalannya, Bu Jubaedah menjalani pengobatan dengan mengkonsumsi jamu tradisional, namun setelah habis satu paket pengobatan kondisinya malah makin memburuk. Kepalanya terasa pusing berat, perutnya terasa ditusuk- tusuk, dan tinjanya berwarna hitam pekat. Melihat kondisi beliau seperti itu, suaminya, Pak Warman (56) segera meminta bantuan kepada para tetangganya, dan segera membawa Bu Jubaedah ke RSUD SMC Singaparna. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, ditemukan luka di lambungnya, sehingga ia harus menjalani rawat inap dengan jaminan KIS. Ada perasaan menyesal di hati suami Bu Jubaedah mengapa istrinya tidak dibawa ke rumah sakit saja dari dulu, itu dikarenakan Pak Warman memikirkan biaya akomodasi karena ia hanya bekerja sebagai pesuruh di sekolah dan mempunyai tanggungan 6 orang anak. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk akomodasi sehari-hari selama Bu Jubaedah menjalani rawat inap. Semoga Bu Jubaedah diberikan kesembuhan selalu setelah menjalani pengobatan. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem  @rahmatmuzacky

Ibu jubaedah menderita Maag Kronis

Ibu jubaedah menderita Maag Kronis


ETI SUMIATI (40, Fistula + Gagal ginjal). Alamat: Jln. Buaran, RT 2/2, Kel. Cakung, Kec. Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Awalnya, Bu Eti merasakan pernah memiliki bekas luka akibat beliau terjatuh pada saat masih berusia 11 tahun. Ia sudah dinyatakan sembuh oleh dokter dan bisa beraktivitas seperti biasa lagi, namun sejak bulan Januari 2016, beliau merasakan sakit pada perut bagian bawah, di tempat bekas lukanya puluhan tahun yang lalu. Selain itu juga Bu Eti saat ini menderita gagal ginjal yang mengharuskan beliau untuk melakukan cucian darah secara berkala. Selama ini beliau berobat jalan namun yang ahirnya saat beliau berkunjung ke Tasikmalaya, kondisinya menurun drastis sehingga beliau harus menjalani rawat inap di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Dalam kondisi jauh dari suami, Wahyudin (45) yang bekerja serabutan di luar kota dan tidak memiliki uang, Bu Eti dirawat inap dengan jaminan BPJS kelas III dan ditemani Bu Yani, seorang kader Posyandu yang terketuk hatinya untuk mendampingi beliau selama dirawat di rumah sakit karena terkadang kerabatnya tidak bisa menemani karena harus bekerja. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Bu Eti atas informasi dari salah satu keluarganya dan membantu kesulitan Bu Eti dengan menyampaikan santunan dari para Sedekaholics untuk biaya akomodasi dan bekal sehari-hari selama di rumah sakit. Semoga kondisi Bu Eti cepat membaik sehingga beliau bisa beraktivitas lagi seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @albareza

Ibu eti menderita Fistula + Gagal ginjal

Ibu eti menderita Fistula + Gagal ginjal


HANA NUR HALIMAH (7, TOF). Alamat : Kp. Nyempet, RT 4/ 2, Desa Padakembang Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Hana harus berobat ke Pukesmas 2 minggu sekali karena ia didiagnosa gagal jantung. Sayangnya, belum ada perubahan yang berarti, kemudian Hana mencoba pengobatan alternatif 1 bulan sekali selama 6 bulan. Pernah beberapa kali ia dirawat di RS SMC Singaparna karena jika sedang kambuh, Hana merasakan sesak nafas dan badan serta tangannya membiru. Sebenarnya Hana sudah mendapatkan rujukan ke RSHS dan harus menjalani pemeriksaan ECHO karena di RS SMC Singaparna belum ada fasilitas tersebut, namun karena tidak ada biaya, akhirnya Hana hanya dibiarkan berobat seadanya di rumah, maklumlah Pak Mulyana (50), ayah Hana hanya seorang buruh bangunan dengan tanggungan 6 orang, yang lebih sering menganggur karena sepinya pekerjaan. Ketika bertemu dengan #SedekahRombongan, Hana belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan sehingga Kurir SR segera mengajukan pembuatan Jamkesda untuk membantu meringankan biaya pengobatannya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi sehari-hari selama Hana menjalani pengobatan di RSUD SMC. Sebelumnya Hana masuk di Rombongan 882. Semoga Hana kondisinya membaik dan dapat bersekolah seperti teman-temannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem

Hana menderita gagal jantung

Hana menderita gagal jantung


NIJAR BIN TASDIK (2, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: Kp. Cisodong, RT 2/21, Desa Mekarsari, Kec. Pancatengah, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Nijar mengalami kecelakaan ketika ia sedang dibonceng naik ojek dan dipangku oleh ibunya. Saat melewati jalan menurun berbatu, sepeda motor terantuk pada sebuah batu yang agak besar sehingga Nijar terlempar dan jatuh dengan cukup keras ke jalanan yang berbatu dengan bagian wajah terlebih dahulu yang menyentuh tanah. Nijar pun menjerit kesakitan dengan bagain muka berlumuran darah. Kemudian ia dilarikan ke Puskesmas terdekat. Karena luka nijar yang cukup parah, pihak Puskesmas menyatakan tidak sanggup menanganinya sehingga Nijar dirujuk ke RSUD dr. Seokardjo Kota Tasikmalaya. Ia pun langsung mendapat tindakan medis di IGD RSUD, dan setelah kondisinya sudah mulai membaik segera dipindahkan ke ruang rawat inap dengan jaminan Jamkesda. Namun, orangtua Nijar, Tasdik (38) dan Sariah (32) kesulitan biaya sehari-hari selama di rumah sakit karena mereka harus berhenti bekerja sebagai buruh tani ditambah tanggungan sebanyak 3 orang menjadi beban tersendiri. Nijar mendapatkan jahitan di bagian wajahnya kurang lebih 10 cm. Ia menjalani rawat inap selama 10 hari. Alhamdulillah, kondisinya sudah mengalami perkembangan yang sangat baik dan diperbolehkan pulang. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-hari selama Nijar menjalani rawat inap dan pembelian obat-obatan di luar jaminan Jamkesda. Semoga Nijar segera diberi kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 14 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Nijar mengalami Kecelakaan Lalu Lintas

Nijar mengalami Kecelakaan Lalu Lintas


AMAD BIN SUTARDI (19, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir #SedekahRombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karna dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Selain itu, tim medis menjelaskan kemungkinan terburuk yang harus Amad terima ialah tindakan amputasi. Namun, untuk pemeriksaan lebih lanjut akhirnya Amad harus menjalani MRI terlebih dahulu ke RSHS Bandung, baru setelah itu tim medis bisa menyimpulkan tindakan selanjutnya. Amad memiliki kartu jaminan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (41) dan Ibu Castinah (37) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya transportasi sekaligus akomodasi selama menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan keempat kepada Amad untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSHS Bandung. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Pak amad menderita Kanker Tulang

Pak amad menderita Kanker Tulang


NANA SURYANA (36, Pembengkakan Ginjal). Alamat : Dusun Wage, RT 18/4, Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Nana adalah seorang duda yang memiliki 1 orang anak. Sejak dua tahun yang lalu kesehatan Bapak Nana sedikit terganggu. Beliau sering mengeluhkan sakit di bagian perut. Kemudian beliau di bawa ke Puskesmas, namun pihak Puskesmas menyaraankan agar beliau segera dirujuk ke rumah sakit besar. Tak lama beliau memeriksakan kondisi kesehatannya ke sebuah rumah sakit daerah kota Kuningan dengan hasil pemeriksaan penyakit berupa pembengkakan ginjal. Pihak dokter menyarankan agar beliau segera menjalani operasi, namun karena tidak ada biaya Bapak Nana hanya berobat jalan saja. Lama kelamaan penyakitnya semakin parah, hingga pada akhirnya beliau menjalani operasi. Kondisi beliau sekarang ini masih mengkhawatirkan karena beliau sering mengeluhkan sakit di perutnya. Kemudian, beliau dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani perawatan. Beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya rumah sakit harus ditanggung sendiri. Selama sakit beliau berhenti bekerja sehingga beliau tidak memiliki penghasilan. Biasnya beliau bekerja sebagai buruh harian lepas yang bekerja apabila ada orang lain yang membutuhkan jasanya. Bapak Nana dan anaknya juga tidak memiliki rumah, keduanya tinggal menumpang di rumah saudara perempuan Bapak Nana. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Kuningan dipertemukan dengan Bapak Nana, sehingga #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan awal bagi Bapak Nana yang dipergunakan untuk membayar biaya rumah sakit. Semoga Allah lekas memberikan kesembuhan untuk Bapak Nana. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Pak nana menderita Pembengkakan Ginjal

Pak nana menderita Pembengkakan Ginjal


IIS ROHMAWATI (16, TB Tulang). Alamat : Dusun Cimuncang, RT 1/4, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Iis adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan yang merupakan siswi di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah kabupaten Majalengka. Namun, sayangnya ia harus putus sekolah karena Iis menderita penyakit cukup serius, yaitu TB Tulang. Penyakit tersebut membuat Iis tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Awalnya, Iis sering merasa kesakitan di jari tangannya yang lama-kelamaan membuat jari-jarinya tidak bisa digerakkan. Tak lama, ada benjolan di tangan sebelah kiri Iis yang membuat tubuhnya semakin hari semakin lemas dan tidak bisa digerakkan. Anehnya, benjolan tersebut menyebar ke kedua kakinya. Karena hal tersebut Iis dibawa ke dokter umum dan juga Puskesmas, namun tidak ada perubahan berarti. Akhirnya, pihak keluarga mengambil cara tradisional untuk pengobatan yaitu dengan mengurut tangan dan kaki Iis dengan harapan kaki dan tangannya bisa digerakkan. Alhamdulillah, setelah 3 kali melakukan cara tradisional tersebut tangan dan kaki Iis sedikit bisa digerakkan hingga benjolan-benjolannya ikut kempes. Selang 2 bulan, kondisi Iis turun bahkan benjolan di kakinya semakin membengkak hingga membuat Iis tidak bisa berjalan sama sekali. Akibatnya, Iis dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pengobatan. Tindakan operasi Alhamdulillah telah dijalani oleh Iis. Pasca operasi, Iis harus menjalani kontrol kesehatan setiap 1 bulan sekali ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Sayangnya, Iis tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga ia melakukan pengobatan dengan biaya pribadi. Ayah Iis, Bapak Wawan telah meninggal dunia dan saat ini ia tinggal bersama Ibunya yaitu Ibu Eet. Ibu Eet (50) merasa kesulitan berkenaan dengan biaya kontrol, membeli obat sekaligus biaya transportasi untuk pengobatan Iis. Alhamdulillah, santunan kedua dapat disampaikan kepada Iis untuk biaya kontrol, membeli obat dan transportasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Iis. Aamiin. Sebelumnya Iis masuk ke dalam rombongan 900.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Iis menderita TB Tulang

Iis menderita TB Tulang


RUKINI BINTI TARSONO (46, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Dusun II Cibodas, RT. 1/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rukini adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan. Beliau mengidap penyakit Ca Mamae atau bahasa umumnya biasa disebut dengan kanker payudara semenjak 2 tahun yang lalu. Sel kanker tersebut menyerang payudara sebelah kiri beliau. Setelah positif terkena kanker payudara, beliau sudah menjalani biopsi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Selanjutnya, pada bulan April lalu beliau telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sudah 2 kali beliau menjalani operasi, namun setelah tindakan operasi yang ke 2 beliau harus melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani pengecekan kesehatan sebelum menjalani kemoterapi. Alhamdulillah selama menjalani serangkaian pengobatan Ibu Rukini terbantu dengan adanya jaminan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah. Hanya saja beliau memerlukan biaya lain seperti transportasi dan akomodasi. Suami Ibu Rukini bernama Bapak Suhana (62), beliau bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Keduanya kesulitan mendapat biaya transportasi maupun akomodasi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan ketiga kepada Ibu Rukini untuk biaya transportasi ke RSHS Bandung demi menjalani pengobatan lanjutan. Semoga beliau lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rukini merupakan pasien rombongan 896.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Ibu rukini menderita Ca Mamae Sinistra

Ibu rukini menderita Ca Mamae Sinistra


AZMI HAIL MAHLAL (2, Flek Paru). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 2 tahun, namun ia menderita penyakit serius dengan adanya flek di dalam paru-parunya. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Saat ini, ia belum bisa bergerak aktif seperti anak seusianya. Ia hanya bisa terbaring lemas bahkan duduk pun harus dibantu dengan adanya penyangga. Untuk pertama kalinya, bulan September lalu Azmi menjalani pemeriksaan di rumah sakit besar karena sebelumnya ia hanya menjalani pengobatan di Puskesmas terdekat. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Ia harus selalu menjalani kontrol kesehatan secara rutin. Azmi mempunyai jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi ke rumah sakit. Maklum saja, Bapak Johan hanya bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan ketiga kepada Azmi untuk biaya kontrol, terapi dan transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk pasien rombongan ke 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Azmi menderita Flek Paru

Azmi menderita Flek Paru


ENUNG YANI (47, Asma). Alamat: Kp. Cijati, RT 12/1, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Enung, akrab kami memanggil ibu dari tiga orang anak ini. Telah lama ia menjadi seorang janda karena suaminya (Alm. Ayi) meninggal dunia, sejak saat itu Bi Enung yang menjadi tulang punggung bagi ketiga orang anaknya. Tidak banyak harta yang ditinggalkan suaminya saat itu, karena semasa hidup dulu suaminya hanya bekerja sebagai pemulung bahan-bahan plastik yang kemudian dijual kepada pengepul. Sejak saat itu, tersirat keinginan Bi Enung untuk menjadi TKW di Arab Saudi, namun keadaan fisiknya tidak memungkinkan, karena ia menderita penyakit asma sejak lama. Selama ini ia hanya mengonsumsi obat-obatan warung untuk mengurangi rasa sesak saat penyakit asmanya kambuh. Besar sekali keinginan Bi Enung untuk memeriksakan diri ke RSUD di Purwakarta, namun selalu terkendala dengan biaya. Saat ini ia mencari nafkah dengan cara berjualan mainan anak-anak di rumahnya, penghasilannya sangat tidak menentu, kadang sama sekali ia tidak mendapatkan keuntungan. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bi Enung, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya transportasi Bi Enung menuju RSUD Bayu Asih. Mari doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit yang ada pada tubuh Bi Enung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Bu enung menderita Asma

Bu enung menderita Asma


UYUM BINTI SANOPI (57, Katarak). Alamat: Kp. Cidahu, RT 15/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bagi warga Kampung Cidahu, Mak Uyum adalah sosok yang sangat dikenal. Bagaimana tidak, jika setiap pagi Nenek sepuh ini berkeliling kampung menjajakan jualannya ke setiap rumah yang ada di Kampung Cidahu, sehingga warga sekitar sudah tidak aneh lagi dengan wajahnya. Hal tersebut Mak Uyum lakukan untuk membantu suaminya yang bekerja sebagai kuli serabutan dengan penghasilan tak menentu. Laba yang diperoleh Mak Uyum tidaklah banyak, karena dagangan tersebut bukan hasil produksinya sendiri, melainkan produksi tetangganya yang ia jajakan. Meskipun sedikit, Mak Uyum tetap bisa membantu suaminya juga membiayai cucunya yang yatim dan kini tinggal bersama Mak Uyum dan suaminya. Hanya saja beberapa minggu ini Mak Uyum harus berhenti berjualan, matanya sudah tidak normal lagi sehingga ia tidak bisa melihat, ia pun memeriksakan diri ke dokter yang ada di puskesmas sekitar, dokter tersebut mendiagnosa Mak Uyum terkena penyakit katarak. Karena keterbatasan alat, maka tim medis di puskesmas tersebut merujuk Mak Uyum untuk melakukan pemeriksaan khusus ke dokter mata yang ada di RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih). Lagi, karena kendala biaya transportasi Mak Uyum pun belum bisa memeriksakan dirinya ke RS tersebut diatas. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mak Uyum, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Mak Uyum. Bantuan tersebut berupa uang untuk biaya transportasi Mak Uyum menuju RSBA.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Bu uyum menderita Katarak

Bu uyum menderita Katarak


ESIH SUKAESIH (51, Maag Kronis). Alamat : Kp. Maniis, RT 4/5, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Esih akrab kami memanggilnya, ia sudah sejak lama mengalami sakit maag yang kronis. Saat ini tak banyak yang bisa ia dan keluarganya lakukan, karena keterbatasan biaya ia hanya mampu mengonsumsi obat warung seadanya. Ia pernah memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Ia sempat sembuh, namun tak lama kemudian penyakitnya tersebut kembali kambuh. Besar keinginan Bi Esih untuk memeriksakan dirinya ke klinik umum atau Rumah Sakit Daerah, namun ia kembali mengingat bahwa ia tak punya banyak uang, maklum saja Ende (56) suaminya adalah seorang buruh serabutan, pekerjaan dan penghasilannya sangat tak menentu. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bi Esih, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Bi Esih. Bantuan tersebut berupa uang untuk biaya pengobatan Bi Esih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Ibu esih menderita Maag Kronis

Ibu esih menderita Maag Kronis


EMUH BIN SUDIA (54, Reumatik). Alamat : Kp. Cidahu, RT 4/5, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bah Emuh, akrab kami memanggilnya, dulu ia merupakan buruh tani. Hampir setiap pagi ia pergi ke sawah dan kebun milik majikannya, ia menerima upah sebasar Rp. 40.000,-/hari. Namun kemudian pekerjaannya tersebut harus terhenti ketika Bah Emuh sering mengalami sakit di bagian kakinya, ia sering mengalami linu dan sulit untuk berjalan. Kini ia tinggal bersama anaknya dalam satu rumah, ia dibiayai oleh anaknya yang juga memiliki tanggungan istri dan 2 anak yang masih sekolah. Besar keinginan Bah Emuh untuk bisa sembuh kembali, namun obat yang ia konsumsi dari resep dokter di Puskesmas tidak terlalu membawa banyak perubahan. Ia ingin sekali berobat ke klinik dokter umum, agar mendapat pelayanan dan pengobatan yang jauh lebih baik. Namun keinginannya tersebut belum juga terwujud, ia malu dan sadar diri jika harus meminta kepada anaknya yang juga kekurangan. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bi Esih, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Bi Esih. Bantuan tersebut berupa uang untuk biaya pengobatan Bi Esih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Pak emuh menderita Reumatik

Pak emuh menderita Reumatik


AHMAD HAMBALI (68, Hernia). Alamat : Kp. Cidahu, RT 17/5, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Ki Ahmad, akrab kami memanggil kakek yang memiliki mata pencaharian sebagai petani sawo ini. Ia menanam sawo di tanah milik perhutani, setiap bulan setelah dipotong 30% oleh pihak perhutani, maka Ki Ahmad mengantongi laba sebesar Rp. 360.000,-. Uang tersebut telah cukup membiayai kebutuhan hidup ia dan anak-anaknya, namun tak cukup untuk biaya pengobatan penyakitnya. Ya, Ki Ahmad didiagnosa mengidap penyakit Hernia oleh tim medis di puskesmas ia berobat, ia dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RS Siloam Purwakarta, beruntung ia memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS. Faskes tersebut akan meringankan beban biaya terhadap pengobatan penyakitnya, namun ternyata Pak Ahmad kekurangan bekal untuk biaya akomodasi menuju RS tersebut. Bersyukur Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ki Ahmad, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Ki Ahmad. Mari doakan bersama agar proses pengobatan Ki Ahmad berjalan dengan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Ki ahmad menderita Hernia

Ki ahmad menderita Hernia


MUHAMMAD RAFLI (10, Leukimia). Alamat : Gg. Bronjong, RT 24/8, Desa Maracang, Kecamatan Maracang, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Rafli, akrab kami memanggil siswa yang duduk di kelas 3 SD ini. Sejak menginjak umur 6 tahun, ia mengalami demam disertai dengan muntah, mencret dan nyeri diseluruh persendiannya, kemudian ia dibawa ke Puskesmas setempat oleh kedua orangtuanya. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan Dek Rafli untuk menjalani tes darah di RSUD Bayu Asih Purwakarta, ia pun kemudian dibawa ke RSUD tersebut. Hasil laboratorium menyatakan bahwa Dek Rafli didiagnosa mengidap penyakit Leukimia, semenjak itu setiap bulannya Dek Rafli harus menjalani pemeriksaan secara rutin ke RSHS Bandung. Selama 2 tahun ini kedua orangtuanya tidak pernah berhenti berjuang untuk ikhtiar pengobatan anaknya agar bisa sembuh kembali, hingga keduanya rela meminjam uang kepada tetangganya. Ayahnya yakni Rogis (36) adalah seorang pengumpul rongsokan yang memiliki penghasilan yang sangat minim, selain membiayai kehidupan keluarganya sehari-hari, membiayai pengobatan Rafli, ayahnya pun harus membayar kontrakan tempat mereka tinggal setiap bulannya. Kedua orangtuanya amat sangat membutuhkan uluran bantuan dari para donator untuk membantunya membiayai pengobatan Rafli. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Rafli, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Dek Rafli. Mari doakan bersama agar proses pengobatan Dek Rafli berjalan dengan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Rafli menderita Leukimia

Rafli menderita Leukimia


MUHAMMAD RAHMAN SATYA, (1, Holopronsenchepaly). Alamat: Jl. Ahmad Yani No. 29 RT 8/3, Keluarahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bayi mungil yang lahir secara Caesar di RSBA Asri ini, adalah putra pertama dari pasangan Mujiyono (30) dan Sri Rahayu (37). Sejak umur 8 bulan dalam kandungan Ibunya, Satya telah diprediksi memiliki kelainan pada otaknya, ia mengidap penyakit Holopronsenchepaly yakni suatu kelainan otak sejak dalam kandungan, dimana otak besar tidak berpisah atau tidak terbagi dua. Biasanya kelainan ini disertai dengan gangguan pembentukan jaringan otak (agenesis serebri) dan hidrosefalus. Ia pun sempat dibawa ke RSHS untuk dilakukan tindakan pemeriksaan, namun karena ruangan penuh dan tidak segera ditangani, akhirnya orangtuanya kembali membawa Satya pulang ke Purwakarta. Tak berhenti sampai disitu, Mujiyono dan Sri pun kembali berikhtiar dengan membawa Satya ke RSUD Karawang, dokter spesialis bedah menuturkan bahwa Satya baru bisa dilakukan tindakan operasi setelah berat badannya mencapai 5 Kg, akhirnya Satya kembali dibawa pulang ke rumah. Setelah badannya mencapai 5 Kg, Ia pun kemudian dibawa ke RSHS Bandung, selama 33 hari Satya berada di ruang perawatan RS tersebut. Namun, paru-paru Satya mengalami gangguan, maka hingga saat ini dokter pun belum melakukan tindakan apapun, ia kembali dibawa ke rumah, dengan harapan bisa sembuh dengan jalan yang tak disangka-sangka. Saat ini Satya harus pulang pergi RS Siloam untuk mengganti selang yang menjadi saluran untuk mengeluarkan cairan dari kepalanya yang terus membesar. Bantuan sebelumnya telah disalurkan dan tercatat pada rombongan 873. Semoga Dik Satya segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Satya menderita Holopronsenchepaly

Satya menderita Holopronsenchepaly


MUHAMMAD GINAN FAHMI (2, Bronkitis). Alamat: Kampung Pasantren, RT 8/4, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Ginan biasa ia dipanggil. Anak pertama dari pasangan Hamdi Farhan (33) dan Nia Kurniasih (29). Pak Hamdi bekerja sebagai penjaga sekolah (honorer) di sekolah dasar dekat rumahnya. Sejak 3 bulan yang lalu Ginan sering batuk-batuk dan demam tinggi dan berlangsung selama satu minggu lebih. Ayah dan ibunya sangat khawatir atas kondisinya, Ginan diperiksa ke klinik terdekat, menurut keterangan dokter, Ginan harus segera diperiksakan ke RS. Bayu Asih. Dan mereka pun segera membawanya ke rumah sakit, setelah dicek laboratorium & rontgen Ginan harus berobat jalan selama 6 bulan ke depan, dikarenakan Ginan menderita penyakit bronkitis yang harus menjalani perawatan medis secara rutin. Mereka menggunakan BPJS Kesehatan. Akan tetapi, karena jarak rumah sakit yang cukup jauh, mereka terkendala biaya transportasi. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ginan, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan untuk pergi berobat ke rumah sakit. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis_maemunah

Ginan menderita Bronkitis

Ginan menderita Bronkitis


SANTI BINTI KHOLIL (38, Post Sectio Caesar). Alamat : Kp. Cibolang, RT 5/2, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Santi –akrab kami memanggilnya–, tujuh bulan lalu suaminya meninggal dunia saat Teh Santi mengandung anaknya yang ke-6. Bisa terbayangkan bagaimana perasaan seorang istri juga ibu yang dalam keadaan hamil harus ditinggal suami untuk selamanya. Teh Santi hanyalah seorang pembantu rumah tangga, penghasilannya sangat kecil, untuk membiayai kehidupan ia dan kelima anaknya, ia dibantu oleh anak pertamanya yang masih berumur 16 tahun yang juga bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Teh Santi menjalani profesi sebagai PRT dengan keadaan hamil, hingga pada usia kehamilan 9 bulan Teh Santi masih gigih bekerja. Hal tersebut yang menyebabkan kandungan Teh Santi harus mengalami pecah ketuban di dalam –karena terlalu aktif bekerja–, dan disarankan untuk segera dilakukan operasi. Ia pun kemudian menjalani operasi di RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih) dan menjalani perawatan selama beberapa hari. Teh Santi kebingungan membayar biaya Rumah Sakit, selain karena ia tidak memiliki banyak uang, ternyata Teh Santi pun tidak memiliki fasilitas Jaminan Kesehatan. Ia tidak memiliki BPJS maupun Jampis (Jaminan Purwakarta Istimewa) yang disediakan khusus untuk warga Purwakarta. Untuk menggunakan dan mengaktifkan fasilitas kesehatan Jampis, seorang warga harus memiliki KTP domisili Purwakarta, namun sayang Teh Santi belum memilikinya, KTP yang ia punya masih berdomisili Padang. Alhamdulillah, melalui informasi dari beberapa orang, kurir #SedekahRombongan akhirnya dipertemukan dengan keluarga Teh Santi. Kami menemuinya di ruang perawatan RSBA Purwakarta. Kami datang ingin membantu dan menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya perawatan Teh Santi, alhamdulillah bantuan tersebut telah tersampaikan. Mari doakan bersama agar Teh Santi segera pulih dan pulang ke rumah, serta Allah sehatkan ia juga anak-anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Ibu santi menderita Post Sectio Caesar

Ibu santi menderita Post Sectio Caesar


MUHAJIRIN BIN UKAT, (24, CKD Stage 5). Alamat: Kp. Cibogo Peuntas, RT 17/9, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.  Mumu panggilan akrab di kampungnya, ia adalah anak ke tujuh dari sebelas bersaudara pasangan Bapak Ukat (61) dan Ibu Masriah (50). Berawal bulan Juni 2016 Mumu merasakan tubuhnya lemas, menguning dan muntah-muntah, kemudian ia berobat ke Mantri terdekat, namun bukannya membaik justru seluruh tubuhnya membengkak. Ia pun pergi ke Puskesmas Plered dan harus dirujuk ke RS Siloam Purwkarta. Benar saja Mumu harus menjalani rawat inap selama 5 hari, menjalani berbagai macam cek lab dan rontgen dengan jaminan KIS. Dokter mendiagnosa penyakit Mumu CKD Stage 5 yaitu gagal ginjal kronik dan harus menjalani cuci darah selama seminggu dua kali. DI RS Siloam Kartu KIS hanya bisa menjamin satu kali cuci darah saja ia pun dirujuk ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Kini kedua orang tua Mumu sudah kebingungan dengan biaya trasportasi yang tidak sedikit namun harus tetap menjalani cuci darah seminggu dua kali, maklum saja Pak Ukat hanya bekerja berjualan tahu yang penghasilannya saja masih jauh dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari istri dan sebelas anaknya. Alhamdulillah info tersebut samapai kepada kurir #SedekahRombongan dan langsung menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat jalan cuci darah ke RSUD Bayu Asih Purwakarta bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 887. Semoga Allah mengangkat penyakit Mumu agar ia bisa beraktivitas seperti biasanya. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  13 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Pak muhajirin menderita CKD Stage 5

Pak muhajirin menderita CKD Stage 5


SHALHA NURMAULIDA (1, Bronkitis Kronis). Alamat: Kampung Pangkalan, RT. 2/1 Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Prov. Jawa Barat. De Shalha biasa ia dipanggil. Anak keempat dari pasangan Hendi Ahmad Tamami (43) dan Atisah (39). Pak Hendi adalah seorang ustad dan tidak memiliki pekerjaan tetap (serabutan). Sejak 1 bulan yang lalu De Shalha demam tinggi, batuk-batuk dan pilek, serta wajahnya pun memerah. Ayah dan ibunya sangat khawatir atas kondisinya. De Shalha diperiksa ke klinik terdekat, menurut keterangan dokter, De Shalha harus segera diperiksakan ke Poli Anak RS. Bayu Asih. Dan mereka pun segera membawanya ke rumah sakit, hasil pemeriksaan instalasi radiologi De Shalha menderita penyakit bronkitis kronis, dan harus menjalani perawatan rutin. Setelah 2 minggu dari pemeriksaan, suhu badan De Shalha masih naik-turun, mereka hanya memberikan paracetamol sebagai pereda demam. Namun suhu badannya malah tambah tinggi. Karena tidak ada biaya, mereka sangat kebingungan, mereka tidak mempunyai jaminan kesehatan, sedangkan mereka ingin segera memeriksakan De Shalha ke Rumah Sakit. Untuk pergi ke Klinik saja mereka meminjam uang dari tetangga. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga De Shalha, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan untuk pergi berobat ke rumah sakit. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga De Shalha segera mendapat pengobatan dan cepat sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis_maemunah

Shalha menderita Bronkitis Kronis

Shalha menderita Bronkitis Kronis


ZAKI BIN AKIM (4, Leukemia Akut). Alamat: Kp. Pamoyanan, RT 8/2, Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Zaki adalah anak kedua dari dua bersaudara pasangan dari Bapak Akim (37) dan Bu Rina (37). Berawal bulan Juli 2016 Zaki tiba-tiba jatuh dan demam tinggi, ia pun dibawa ke klinik dr.Ghalib dan hanya diberi obat penurun panas. Namun demamnya tak kunjung sembuh, Zaki malah semakin susah makan sehingga berat badannya terus menurun sampai ia lemas dan tidak bisa berjalan. Zaki langsung dibawa ke klinik dr.Aef untuk menjalani rontgen dan hasilnya normal. Namun semakin hari Zaki semakin kurus, Bu Rina semakin khawatir dan membawanya ke RSB Asri Purwakarta dan langsung menjalani rawat inap di ruang NICU selama satu Minggu dengan diagnosa Kanker Darah Akut/ Leukimia. Karena kondisinya yang semakin kritis, Zaki pun harus dirujuk ke RSHS Bandung menjalani rawat inap selama seminggu dan cek Lab. Setelah pulang Zaki harus menjalani kemoterapi seminggu sekali selama 2 tahun. Sampai saat ini Zaki sudah menjalani kemoterapi ke-empat, namun Pak Akim sudah kebingungan untuk membawa kembali Zaki ke RSHS, maklum saja pak Akim hanya berkerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya tidak menentu dan masih jauh dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya. Dengan izin Allah Kurir #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Zaki dan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan biaya transportasi berobat jalan ke RSHS Bandung. Semoga Allah menyembuhkan penyakit Zaki agar ia bisa beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Zaki menderita Leukemia Akut

Zaki menderita Leukemia Akut


NURHASANAH KURNIASIH (23, Tumor Tonsil). Alamat: Kp. Jawa, RT 5/3, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Neng Nur sapaan akrab kami, ia tinggal bersama ibunya Nia (61) dan kakanya Ai (29). Berawal sejak Neng Nur kelas tiga SD, ia sudah mempunyai penyakit amandel dan sering menjalani pengobatan tradisional dengan mencongkel amandel tersebut namun tumbuh dan tumbuh lagi. Sampai sekarang amandel tersebut semakin membesar dan hampir menutupi tenggorokan. Setiap makan ia selalu mengeluh sakit menelan sampai mengeluarkan darah, hingga akhirnya tanggal 19 September 2016 ia memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan harus dirujuk ke rumah sakit. Ia pun diantar kakanya ke dokter spesialis THT di RS Siloam Purwakarta, dokter mendiagnosa penyakitnya yaitu tumor tonsil yang semakin hari akan semakin membesar hingga keluar tenggorokan sehingga harus segera dirujuk ke RSHS untuk menjalani operasi. Tanggal 28 September Neng Nur menjalani beberapa cek lab di RSHS dan ternyata HBnya rendah mencapai 7,3 g/dl kemudian dirujuk balik ke RS Siloam untuk menjalani rawat inap dan tranfusi darah sebanyak 2 labu. Setelah pulang Neng Nur harus kembali melanjutkan pengobatan ke RSHS menjalani beberapa cek lab untuk proses operasi namun karena keterbatasan biaya ia hanya berdiam diri mengaharapkan bantuan dari orang lain, maklum saja ayahnya sudah lama meninggal dan ibunya hanya mengharapkan bantuan dari anaknya Ai yang suaminya bekerja sebagai tukang ojeg, penghasilannyapun hanya cukup untuk menghidupi keluarga saja. Bersyukur kurir #SedekahRombongan bisa dipertemukan dengan Neng Nur menyampaikan bantuan awal untuk biaya transpportasi berobat jalan ke RSHS. Semoga Allah memberi kelancaran dan kesembuhan sehingga Neng Nur bisa menjalani aktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Ibu nurhasanah menderita Tumor Tonsil

Ibu nurhasanah menderita Tumor Tonsil


NASRI TRIS NUR SEPTIANI (9, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat : Kampung Lengka RT 1/27, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Nasri adalah putra bungsu buah pernikahan (almarhum) Pak Entis Sutisna (45) dengan Bu Enung (40). Bersama ayah dan kakak sulungnya, Asri –panggilan kesehariannya– menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Ciwidey – Kota Bandung, tepatnya di daerah Sungapan Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Pada Senin, 3 Oktober 2016, sekitar pukul 16.00 WIB, motor yang dikendarai kakaknya Asri bertabrakan dengan mobil bak angkutan barang. Ketiga korban yaitu Asri, Rian (kakaknya Asri), dan Pak Entis (bapaknya Asri) kemudian dibawa MTSR Bandung Raya 1 –yang kebetulan melewati tempat kejadian, dan tengah membawa pasien– ke IGD RSUD Soreang, dibantu warga yang telah lebih dulu berusaha membantunya untuk mendapatkan pertolongan pertama. Ketiga korban kemudian ditangani dengan cepat oleh tim medis IGD RSUD Soreang. Walaupun telah dilakukan penyelamatan kegawatdaruratan, Pak Entis tetap tidak terseamatkan; dia meniggal dunia di rumah sakit; sedangkan kakaknya Asri, yaitu Rian, yang mengalami luka serius di wajahnya, dirawat di rumah sakit rujukan di Kabupaten Bandung itu. Dalam musibah itu, Asri sendiri mengalami cedera cukup serius : kaki kanannya patah. Karena lukanya cukup berat, penanganan Asri lalu dirujuk ke IGD RSHS Bandung malam itu juga. Asri didaftarkan sebagai pasien umum karena klaim Asuransi Jasaraharja belum diajukan dan jaminan BPJS PBI belum bisa digunakan. Asri dirawat di RSHS Bandung selama dua hari, menghabiskan biaya Rp.4.500.000,-; pemilik mobil angkutan memberinya santunan Rp.3.500.000,- dan sisanya berasal dari bantuan keluarga dan warga yang berempati atas apa yang dialami Asri yang kini menjadi anak yatim. Saat penguburan ayahnya, Asri masih dirawat di rumah sakit rujukan Nasional itu. Pada Rabu 5 Oktober 2016 Asri akhirnya diperbolehkan pulang dulu oleh tim medis RSHS Bandung yang menanganinya. Bersyukur MTSR Bandung sempat membawanya pulang ke rumah bibinya. Asri dan keluarganya amat layak mendapatkan bantuan dari sadaranya yang berkemampuan. Mereka termasuk dhuafa yang penderitaannya semakin bertambah setelah mereka diuji juga dengan musibah kecelakaan yang menjadi sebab kepala keluarganya meninggal dunia. Memahami betapa beratnya terpaan hidup yang dialami Nasri, siswi Kelas 3 SD, ini juga keluarganya, #SedekahRombongan memberinya bantuan, titipan para sedekaholik. Bantuan awal yang disampaikan sepulangnya dari rumah sakit ini digunakan untuk menambah kekurangan biaya rumah sakit. Semoga sedakah dari para dermawan ini mempercepat kesembuhan Dek Asri dan membawa keberkahan bagi semua. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Nasri mengalami Kecelakaan Lalu Lintas

Nasri mengalami Kecelakaan Lalu Lintas


AZAMIL HASAN (5. Leukemia). Alamat: Dusun Tengkolak Timur, RT 4/2, Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Azamil adalah buah pernikahan antara Bapak Nuriban (55) dan Ibu Kartini (48). Bersama orangtua dan kedua saudara kandungnya, anak ketiga ini hampir tiga tahun mengidap kanker darah dan harus menjalani serangkaian pengobatan di RSHS Bandung. Sebelum dirujuk ke rumah sakit terbesar di kota Bandung ini, ia diperiksakan ke fasilitas kesehatan di daerahnya dengan menggunakan Kartu Jamkesmas. Ia didiagnosis terserang Leukemia dan harus menjalani kemoterapi setiap minggunya. Tentu saja dibutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tak sedikit untuk kelangsungan berobat Azamil. Bapaknya, Nuriban, merasa tak sanggup membiayai seluruh pengobatan anaknya ini. Ia hanya seorang buruh harian yang penghasilannya sekadar cukup untuk makan istri dan ketiga anaknya. Beruntung mereka sudah memiliki Kartu Jamkesmas sehingga dalam kondisi berat seperti ini, mereka masih tetap bersyukur dan dapat bersungguh-sungguh  mengupayakan kesembuhan anaknya, tanpa terkungkung oleh persoalan biaya. Memang berat mengobati anak dalam keadaan serba kekurangan. Biaya transportasi dan akomodasi dari Karawang ke Bandung, juga keperluan hidup sehari-hari selama di Bandung, menjadi tambahan beban mereka. Mereka kerap kesulitan untuk sekadar bisa makan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan lagi dengan keluarga tabah dan tegar ini. Azamil dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan terapinya menuju kesembuhan. Keluarga pasien dampingan #SR ini berharap bisa melanjutkan kembali ikhtiar mereka meraih kesembuhan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR dapat menyampaikan Santunan Lanjutan kepada Azamil yang diterima ibunya. Begitu juga pada bulan Juli 2016, #SedekahRombongan memberi mereka bantuan, karena mereka masih membutuhkan biaya untuk terus mengikhtiarkan kesembuhan Azamil. Bantuan disampaikan di rumah singgah dan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama mereka berobat di Bandung. Pada bulan Oktober 2016 Azamil harus menjalani pemeriksaan rutin di RSHS Bandung. Akan tetapi, sesampainya di rumah sakit, ia kali ini ia tidak langsung mendapatkan pelayanan seperti biasa karena tunggakan iuran BPJS Mandiri Kelas 3 an. Azamil Hasan dan keluarganya belum dibayarkan dan harus diselesaikan terlebih dahulu. Perkembangan Azamil cukup menggembirakan. Kalau penanganannya tertunda, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatannya. Berempati atas kesulitan yang mereka hadapi, alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholik untuk Azamil Hasan yang digunakan untuk biaya pelunasan Iuran BPJS Mandiri dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 870.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung

Azamil menderita Leukemia

Azamil menderita Leukemia


SURYATI BINTI MAMAN (44, Ca Mammae). Alamat: Lingkungan Cipeuteuy Lama RT  2/6, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Sejak 2013 Ibu Suryati sudah menderita kanker payudara. Bermula dari munculnya benjolan kecil-kecil yang tidak pernah ia periksakan karena takut. Namun, karena keluarganya semakin khawatir dengan kondisinya, pada Oktober 2015 ia mulai berobat ke rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan, diketahui bahwa sel kankernya aktif dan sudah menjalar sampai ke hati. Hal itu jugalah yang mengakibatkan kaki dan tangan Ibu Suryati membengkak serta nafasnya menjadi sesak. Selain itu, urinnya juga menjadi kental dan kecoklatan. Sejak saat itu Ibu Suryati sudah menjalani lima kali kemoterapi. Jelas saja, akibat sakitnya itu keluarga Ibu Suryati yang hidup dalam kemiskinan semakin mengalami kesusahan dan menderita kesedihan. Suami Ibu Suryati, yaitu Bapak Imran, hanyalah seorang pedagang majalah keliling. Akibat kemiskinan itu, Ibu Suryati dan keluarga terpaksa tinggal menumpang di rumah kakaknya. Bahkan, demi mencukupi kebutuhan keluarga, anak sulungnya terpaksa berhenti sekolah, dan memilih bekerja untuk membantu mencari nafkah. Karena ketidakmampuan ekonomi, Ibu Suryati mengalami kesulitan untuk memiliki biaya berobat dan biaya transportasinya. Padahal, Ibu Suryati sempat dirujuk oleh dokternya untuk mengulang kembali kemoterapinya di RSHS Bandung. Hal itulah yang semakin memberatkan keluarga miskin  ini, Jarak antara tempat tinggalnya ke RSHS Bandung cukup jauh dan memerlukan biaya transportasi dan akomodasi. Kisah duka keluarga dhuafa tersebut sampai kepada kurir #SedekahRombongan melalui tetangganya, yaitu Bapak Mpi. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dapat berkunjung ke rumahnya dan bersilaturahmi. Pada kunjungan pertama itu, kurir #SR juga alhamdulillah dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaannya. Bantuan berupa uang itu akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi Ibu Suryati dalam ikhtiarnya berobat ke RSHS Bandung. Semoga bantuan #SR dan para sedekaholik menjadi amal saleh dan dapat membuka jalan bagi kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @denisugama

Ibu suryati menderita Ca Mammae

Ibu suryati menderita Ca Mammae


MTSR BANDUNG (B 2641 BF, Biaya Operasional Oktober 2016). Sejak bulan Mei 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015 intensitas penggunaan MTSR Bandung (B 1629 SZF) semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Memperhatikan betapa banyaknya warga dhuafa sakit yang  membutuhkan ambulance, alhamdulillah pada awal Mei 2016  sedekaholics #SR mempercayakan lagi satu unit mobil ambulance (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola #SR Bandung Raya. Ambulance yang kerap dipanggil Mr. Black ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah sedekaholics #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar masa penggunaan dari 4 September 2016 sampai 14 Oktober 2016, pembelian pelumas, pembelian dua ban pengganti, spooring – balancing, dan honor supir. Insya Allah, MTSR Bandung II ini akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.762.000,-
Tangggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya Operasional Oktober 2016

Biaya Operasional Oktober 2016


TAYUDIN JUBAEDAH (43, Korban Longsor Garut Selatan). Alamat : Kampung Dangur RT 2/10, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut (Garut Selatan), Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan empat anaknya, Pak Tayudin tinggal di rumah amat sederhana di tanah miliknya yang luasnya tak seberapa. Rumah yang dibangun atas jerih payahnya sebagai buruh bangunan itu  berada di dekat tebing. Sehari-hari ia memang dikenal warga sebagai buruh harian lepas yang bekerja serabutan dengan penghasilan tak seberapa dan tak menentu. Istrinya, Jubaedah (36), hanya ibu rumah tangga yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus rumah kecil mereka dan anak-anaknya : (1) Tedi Supriatna, 17 tahun; (2) Cindy Zahra N, 12 tahun ; (3) Andika, 5 tahun; dan (4) Radit, 6 bulan. Seperti disampaikan Pak Tayudin kepada kurir #SR di Garut Selatan, dengan lima tangg ungan keluarganya, ia merasakan betapa beratnya menjalani kehidupan, memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebingungan menghadapi hidup mewarnai hari-hari mereka. Pak Tayudin dan keluarganya semakin terpuruk setelah mereka juga ditimpa musibah pada musim hujan tahun ini. Rumah tempat mereka berlindung merenda harapan masa depan anggota keluarganya rata dengan tanah tertimpa longsor. “Pada Minggu 9 Oktober 2016 sekitar pukul 04.00 longsor menimpa rumah kami. Kami alhamdulillah dapat menyelamatkan diri. Tetapi semua material bangunan rumah kami hancur. Alat-alat dapur juga habis tertimpa longsor. Begitu juga peralatan sekolah anak-anak. Yang tersisa hanya televisi  dan sebagian pakaian,” paparnya sambil menangis. Pak Tayudin dan keluarganya termasuk dhuafa yang ditimpa juga dengan musibah. Tanpa bantuan lingkungan dan saudaranya, sulit bagi mereka untuk melanjutkan kehidupan. Mereka amat layak dibantu untuk meringankan beban yang kini menggelayuti hidup mereka. Saat ditemui kurir #SR yang berbela sungkawa dan mendoakannya, Pak Tayudin tampak amat terhibur dan berterima kasih. Selain bersilaturahmi, bersyukur, #SedekahRombongan juga berempati atas apa yang dialami Pak Tayudin dan keluarganya, dengan memberi mereka bantuan berupa uang, yang digunakan untuk biaya sehari-hari Pak Tayudin dan keluarganya. Alhamdulillah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @cepimooien

Bantuan biaya sehari-hari pak tayudin korban longsor garut

Bantuan biaya sehari-hari pak tayudin korban longsor garut


RINRIN MUSTHOFA (46, Saraf Terjepit + Usus Bocor). Alamat: Kp. Legok Kondang RT 4/9, Desa Pangalengan, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Dindin, sapaan akrabnya. Enam bulan sudah, Pak Dindin menderita penyakit saraf terjepit dan mengalami usus bocor. Gejala penyakitnya berawal pada pertengahan Maret 2016 lalu ketika ia sering mengalami demam disertai mual dan pusing. Gejalanya terus berulang hingga berminggu-minggu lamanya. Karena kondisinya yang tak kunjung membaik, pihak keluarga membawanya berobat ke Puskesmas Pangalengan, RSUD Soreang, dan RSUD Al Ihsan. Setelah menjalani pengobatan, kondisi Pak Dindin tak jua menunjukkan perkembangan yang menggembirakan; ia bahkan jadi tidak bisa duduk sama sekali. Akhirnya dia dibawa periksa ke RSHS Bandung berdasarkan rujan dari RSUD Soreang. Tim medis di rumah sakit rujukan pusat ini menduga ia menderita saraf terjepit di tulang ekornya. Hampir dua minggu dia menjalani rawat inap di RSHS pasca operasi tulang ekornya. Hingga saat ini mantan pedagang pasar tradisional ini harus menjalani kontrol dan pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Saat Pak Dindin menjalani pemeriksaan lanjutan, tim medis RSHS juga menemukan masalah lain yang cukup serius, yakni usus bocor. Selama Pak Didin sakit, bersyukur adik-adiknya bergantian menemaninya berobat ke rumah sakit. Adik-adiknya itulah yang mengungkapkan kisah duka yang dialami Pak Didin kepada kurir #SR saat bertemu dengan mereka di Rumah Singgah Sedakah Rombongan (RSSR) Bandung.  Pak Didin dibawa ke RSSR Bandung oleh kurir #SR di RSUD Soreang setelah penanganannya dirujuk kembali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Dua hari sekali MTSR Bandung Raya mengantar jemput Pak Dindin ke/dari RSHS Bandung. Pak Didin dan adik-adikya termasuk dhuafa yang amat layak mendapakan bantuan dan dorongan untuk terus bertahan menghadapi cobaan. Walaupun dikenal sebagai pedagang kecil di pasar tradisional, Pak Dindin kini tak memiliki simpanan dan pemasukan lagi untuk biaya sehari-hari, apa lagi untuk biaya pengobatan. Ia juga kini sendirian setelah berpisah dengan istrinya. Usahanya sebagai pedagang kelontongan terhenti karena sakit yang ia derita. Selama pengobatan, ia menggunakan fasilitas Kartu BPJS PBI Kelas 3 dan pinjaman dari sanak saudaranya. Para dermawan #SedekahRombongan merasakan kesulitan Pak Dindin dengan memberinya bantuan awal agar ia bisa melanjutkan ikhtiar sehatnya. Titipan langit dari sedekaholics #SR ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan keperluan sehari-hari selama berobat. Semoga Pak Dindin lekas diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak rinrin menderita Saraf Terjepit + Usus Bocor

Pak rinrin menderita Saraf Terjepit + Usus Bocor


RSSR (RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN) BANDUNG RAYA (BIAYA Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Desa Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun 2013 alhamdulillah #SedekahRombongan Bandung Raya telah dipercaya untuk mengelola rumah singgah yang berada di sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kami menyebutnya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung Raya. Walaupun sampai saat statusnya masih belum hak milik #SR, keberadaan RSSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya oleh saudara kita, dhuafa sakit, yang sedang berobat di RSHS Bandung. RSSR Bandung Raya menjadi tempat singgah sementara pasien dampingan #SR dari berbagai daerah di Jawa Barat yang sedang berproses menjalani tahapan pengobatan di RSHS Bandung. Di samping itu, RSSR juga berfungsi sebagai sarana kordinasi kurir, promosi, dan ladang amal bagi sedekaholics yang ingin bersedekah secara langsung. Di RSSR Bandung Raya terdapat 15 kasur bagi pasien dan ruangan tengah yang cukup luas untuk pendamping pasien. Ada dua jamban layak pakai yang bisa digunakan pasien dan keluarganya. Dapur dan peralayannya pun disediakan. Dengan empati sedekaholics, seiring perjalanan waktu, RSSR juga dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari pasien dan pendamping pasien. Setiap bulan RSSR Bandung Raya mendapatkan bantuan untuk pengadaan logistik dan kebutuhan lainnya untuk menjalankan pengkhidmatan dhuafa di RSSR Bandung Raya. Pada bulan ini bersyukur sedekaholics kembali memberi bantuan untuk operasional RSSR Bandung Raya serta alhamdulillah RSSR Bandung Raya mendapat berkah dari sedekaholics berupa sembako (beras, sayuran dan lauk pauk lainnya). Adapun pengalokasian bantuan #SR untuk operasional RSSR Bandung Raya bulan September 2016 adalah untuk: 1. Pembelian SEMBAKO, 2. Pengeluaran untuk UTILITY (PAM/PLN/TELEPON/INTERNET), 3. Pengeluaran untuk Biaya Kebersihan, 4. Pengeluaran untuk BBM. Bantuan rutin untuk operasional RSSR Bandung Raya dari para sedekaholics ini sangat bermanfaat bagi pasien dan pendamping. Semoga dapat menjadi pahala bagi para sedekaholics dan membawa berkah kesembuhan bagi pasien #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.943.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @fuad_baasil

Biaya operasional

Biaya operasional


ABDUL WAHID (76, Pembengkakan Jantung). Alamat : Desa Pardasuka, RT 1/2, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Pada akhir Juni 2016, saat pulang dari bekerja di sawah dada Bapak Wahid sesak tapi diabaikan saja olehnya. Hingga pada bulan Juli tepatnya 4 hari setelah lebaran, tengah malam dada Bapak Wahid kembali sakit dan ia tidak bisa menahannya. Bapak Wahid kemudian dibawa ke klinik rawat inap setempat, setelah beberapa hari dirawat di sana ia lalu dirujuk ke RS Detasemen Kesehatan Tentara (RS DKT) Bandar Lampung. Di RS DKT Bapak Wahid dirawat selama 1 minggu dan setelah itu ia diperbolehkan pulang. Pada 14 Agustus 2016 yang lalu penyakit Bapak Wahid kembali kambuh, kemudian ia dibawa lagi ke RS DKT tetapi dokter RS DKT merujuknya ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung karena keterbatasan alat. Dokter mengatakan bahwa Bapak Wahid terkena penyakit pembengkakan jantung. Kondisi Bapak Wahid saat ini badannya terasa lemas, sesak, sakit di seluruh tubuh, bicara sudah tidak jelas, kesulitan makan dan minum. Bapak Wahid menggunakan KIS PBI kelas III untuk berobat. Bapak Wahid mengais rezeki sebagai petani, sedangkan istrinya, Ibu Solhah (72), adalah ibu rumah tangga. Sakit yang Bapak Wahid derita membuatnya tidak bisa bekerja lagi, sehingga ia kesulitan untuk biaya transportasi dan biaya berobat di luar tanggungan BPJS. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang dialami Bapak Wahid, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya diluar tanggungan BPJS. Semoga bantuan yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri  @sayasepti @indahpujaamelya @akuokawai

Pak abdul menderita Pembengkakan Jantung

Pak abdul menderita Pembengkakan Jantung


IHYA RAMADHANI (14, Truncus Arteriosus Type 1). Alamat Jalan Domba No. 47, RT 11/4, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Gadis remaja yang duduk di kelas VII SMP ini didiagnosis Truncus Arteriosus atau lebih dikenal sebagai penyakit jantung bawaan yang baru diketahui saat ia berusia 3 tahun. Sejak 5 tahun terakhir Ihya menjalani pengobatan rutin di RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Sampai saat ini Ihya harus minum obat secara rutin, ia juga masih mudah lelah dan tubuhnya akan membiru. Ihya harus dioperasi, namun sampai ini ia belum mendapatkan jadwal operasi. Ihya merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Orang tua Ihya, Haryya Sakti (45) dan Kusni Darty (44) merasa sangat terbantu oleh #SedekahRombongan karena penghasilan mereka sebagai tukang servis elektronik dan berjualan nasi uduk tidak mencukupi biaya transportasi pengobatan Ihya. Selama pengobatan Ihya menggunakan Jamkesmas. Bantuan kembali disampaikan untuk transportasi dan biaya hidup saat berobat rutin ke RS harapan Kita. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 891. Semoga Ihya segera mendapatkan jadwal operasi dan penyakitnya dapat segera sembuh, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ihya menderita Truncus Arteriosus Type 1

Ihya menderita Truncus Arteriosus Type 1


KATIMUN BIN SUKARJO (67, Pembengkakan Jantung). Alamat : Dusun Tanjung Mukti, RT 9/5, Kelurahan Transtanjungan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pak Katimun merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Setelah didiagnosis pembengkakan jantung dan paru-paru, aktivitas Pak Katimun sehari – hari menjadi terbatas. Sampai sekarang Pak Katimun masih sering merasa lemas, sakit di bagian kepala dan perut, mual-mual hingga memuntahkan cairan. Pak Katimun menahan sakitnya karena ia masih menjalani pekerjaannya sebagai petani. Hal tersebut terpaksa ia lakukan karena ia adalah tulang punggung keluarga. Melihat kondisi Pak Katimun, istrinya, Masrokah (50), berusaha membantu suaminya dengan menjadi buruh tani. Pak Katimun berobat dengan mennggunakan KIS PBI kelas III. Pak Katimun hanya bisa berobat di Puskesmas, itupun jika ia ada uang. Pak Katimun dirujuk ke RS Detasemen Kesehatan Tentara (RS DKT) Bandar Lampung namun urung ia lakukan karena tidak memiliki uang untuk transportasi menuju ke sana. Pak Katimun pun segera memberi kabar kepada kurir #SedekahRambongan Lampung dan mengungkapkan keinginannya untuk bisa berobat ke sana. Untuk itu bantuan kembali disampaikan guna transportasi pengobatan ke RS DKT. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak katimun menderita Pembengkakan Jantung

Pak katimun menderita Pembengkakan Jantung


MAT FATONI (63, Suspect Non Hodgkin Limphoma). Alamat : Dusun Induk, RT 3/11, Desa Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Pada awal tahun 2015, Pak Fatoni merasakan ada benjolan di leher kirinya yang lama-kelamaan membesar, terasa sakit dan menyulitkannya untuk menggerakan lehernya. Pak Fatoni pun melakukan pemeriksaan di Puskesmas setempat. Setelah beberapa kali berobat tetapi tidak ada perubahan, Pak Fatoni pun dirujuk ke RSUD Tanggamus, tetapi tetap saja tidak ada perubahan. Melihat kondisi Pak Fatoni, anaknya yang berdomisili di Lampung Tengah membawanya mencoba pengobatan di RS Ahmad Yani Metro (RSAY). Di sana Pak Fatoni diambil jaringan pada benjolannya dan sementara didiagnosis terkena penyakit Non Hodgkin Limphoma atau tumor ganas kelenjar getah bening di leher kirinya. Untuk memastikan diagnosisnya, Pak Fatoni disarankan agar melakukan kemoterapi hingga benjolannya mengecil. Saat ini Pak Fatoni telah melakukan 2 kali kemoterapi dan benjolan di lehernya mulai mengecil. Setelah benjolannya mengecil sepenuhnya, Pak Fatoni disarankan untuk dilakukan biopsi ulang. Sejak mulai berobat di Metro Pak Fatoni tidak lagi bisa berkebun. Ia dan istrinya, Sumarti (46), mengandalkan penghasilan anaknya yang bekerja sebagai pegawai swasta mulai dari biaya transportasi berobat hingga biaya hidup sehari – hari. Untuk pengobatan Pak Fatoni menggunakan KIS PBI Kelas III. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Lampung dipertemukan dengan Pak Fatoni. Melihat keinginannya untuk sembuh kurir pun tergerak dan menyampaikan titipan sedekaholics guna meringankan biaya transpotasi selama berobat dan biaya hidup. Semoga Allah memberikan kesehatan kepada Pak Fathoni, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @sayasepti @akuokawai

Pak fatoni menderita Suspect Non Hodgkin Limphoma

Pak fatoni menderita Suspect Non Hodgkin Limphoma


SALIM BIN HUSEN (36, Chronic Myelositik Leukemia). Alamat : Dusun II, RT 1/2, Kelurahan Surabaya Ilir, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Sejak 6 bulan belakangan Pak Salim sering mengalami demam, mengigil, pusing dan perut terasa membengkak. Kondisi tersebut tidak Pak Salim rasakan dan ia tetap bekerja karena ia merupakan tulang punggung keluarga. Sebulan belakangan rasa sakit yang dirasakan semakin menjadi. Ia pun memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, dan dilakukan rontgen dan USG. Hasil pemeriksaan di Puskesmas membuat Pak Salim dirujuk ke RS Immanuel Bandar Lampung. Di sana kembali dilakukan pemeriksaan dan hasilnya Pak Salim didiagnosis kanker sel darah putih dengan jenis Chronic Myelositik Leukemia (CML). RS Immanuel merupakan salah satu rumah sakit rujukan tertinggi di Lampung, dikarenakan Pak Salim masih bisa ditangani di rumah sakit yang jenjangnya di bawah RS Imanuel, maka ia mengulangi rujukannya dan mendapatkan RS Ahmad Yani (RSAY) Metro sebagai rujukan. Di tahap awal Pak Salim disarankan untuk mengonsumsi obat kemoterapi secara rutin, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan ulang dan ditentukan langkah pengobatan selanjutnya. Pak Salim yang berkerja serabutan dengan penghasilan tak tentu terpaksa meninggalkan pekerjaannya karena jarak rumah yang jauh dari RSAY dan kondisinya pun sering lemah. Istrinya, Yuni Dwi Astuti (27), setia mendampinginya setiap berobat serta terus berdoa agar suaminya lekas sembuh karena ia sendiri hanya ibu rumah tangga dan kedua anaknya masih kecil-kecil. Alhamdulillah Pak Salim dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan Lampung. Bantuan awal disampaikan guna transportasi dan biaya pengobatan yang tidak tertanggung KIS Mandiri Kelas III milik Pak Salim. Semoga Pak Salim segera sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @sayasepti @akuokawai

Pak salim menderita Chronic Myelositik Leukemia

Pak salim menderita Chronic Myelositik Leukemia


SARNAYU BINTI SARDAWI (63, Batu Empedu). Alamat : Jalan Pala No. 80, RT 42/18, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sudah sejak lama Ibu Sarnayu sering mengeluh badannya lemas, napas terasa sesak, dan batuk-batuk. Setahun belakangan keluhan Ibu Sarnayu bertambah dengan sakit di bagian perut atas. Ibu Sarnayu pun berobat ke mantri terdekat diantar oleh anaknya. Mantri tersebut memberinya obat sakit maag. Pertengan Agustus 2016, sakit perutnya semakin menjadi dan akhirnya Ibu Sarnayu dibawa ke RS Muhammadiyah Metro yang langsung merujuknya ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan, Ibu Sarnayu didiagnosis terkena batu empedu dan disarankan untuk operasi secepatnya. Pada 26 Agustus 2016, Ibu Sarnayu dioperasi dan dilakukan pengangkatan batu empedu. Setelahnya Ibu Sarnayu mengeluh mual terus-menerus bahkan setelah kembali ke rumah. Akhirnya Ibu Sarnayu kembali harus dirawat di RSAY 2 pekan pasca operasi karena keluhan mualnya yang menyebabkan Ibu Sarnayu jarang makan. Kini Ibu Sarnayu disarankan untuk terus berobat rutin. Saran tersebut dikeluhkan Ibu Sarnayu karena suaminya, Sarim (74), telah lama tidak bekerja sedangkan mereka berdua juga tinggal dengan anaknya yang hanya membuka warung sayuran kecil-kecilan. Selama berobat Ibu Sarnayu menggunakan KIS PBI Kelas III, biaya transpotasi dan kebutuhan pengobatan lainnya dibiayai anaknya meski pemasukan dari warung juga tidak banyak. Oleh karenanya, kurir #SedekahRombongan Lampung pun menyampaikan bantuan untuk meringkankan biaya berobat rutin dan biaya hidup Ibu Sarnayu. Ibu Sarnayu mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @sayasepti @akuokawai

Bu sarnayu menderita Batu Empedu

Bu sarnayu menderita Batu Empedu


SUMARJI BIN ISRAM (58, Suspect Ca. Colon). Alamat : Dusun IV, RT 16/8, Desa Bumi Nabung Selatan, Kecamatan Bumi Nabung Selatan, Kabupaten Lampung Tengah. Sejak bulan Juli 2016 Pak Marji menyadari bahwa ia terus menerus buang air besar dengan kondisi feses dan terkadang ada darah yang menyertai. Puncaknya pada pertengahan bulan September 2016, kondisi Pak Marji menurun hingga sempat dirawat selama 2 hari di Puskesmas terdekat. Kondisi Pak Marji kembali menurun beberapa hari setelahnya, keluarga Pak Marji memutuskan mebawanya ke klinik terdekat. Melihat haemoglobin (sel darah merah pengikat oksigen) Pak Marji yang rendah, ia disarankan untuk langsung ke RS Mardi Waluyo Metro dan di sana ia mendapat transfusi darah sebanyak 2 kantung. Dari hasil serangkaian pemeriksaan, Pak Marji diduga menderita kanker di area usus besar atau dalam istilah medis disebut suspect Ca. Colon. Pak Marji pun langsung dirujuk ke RS Ahmad Yani Metro. Pak Marji masih menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui diagnosis pastinya. Saat kurir #SedekaRombongan Lampung menemuninya saat dirawat, Pak Marji mengungkapkan saat ini ia tidak bisa lagi menjalani pekerjaannya sebagai pengrajin kayu. Istrinya, Casmuti (52), hanyalah ibu rumah tangga, sehingga tidak ada pemasukan selama berobat. Pak Marji hanya mengandalkan KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki sedangkan untuk trasnportasi dan biaya hidup keluarga selama menemaninya di rumah sakit masih kebingungan. Kurir #SedekahRombongan Lampung menenangkan Pak Marji untuk fokus pada pengobatannya, dan sekaligus memberikan bantuan untuk trasnportasi dan biaya hidup selama berobat. Semoga Pak Marji lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @sayasepti @akuokawai

Pak sumarji menderita Suspect Ca. Colon

Pak sumarji menderita Suspect Ca. Colon


SUGITO BIN KASENI (51, Tumor Pipi). Alamat : Dusun Gragalan RT 1/1, Desa Soso, Kec. Gandusari, Kab. Blitar, Jawa Timur. Pada awalnya Pak Gito merasakan sakit pada matanya, dan muncul benjolan di pipi sebelah kanan. Kemudian beliau mencoba mengobati sakitnya secara tradisional, namun benjolannya justru menjadi semakin membesar. Selanjutnya beliau berobat ke RSUD Ngudi Waluyo Blitar dengan menggunakan biaya sendiri. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Ngudi Waluyo, Pak Gito didiagnosa menderita tumor pipi. Kemudian beliau dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar, Malang. Namun pengobatan tidak berlanjut karena kendala biaya transportasi ke Malang. Pak Gito dulunya adalah seorang penjual bakso di Kalimantan Barat. Namun karena sakit, beliau tidak bisa bekerja dan pulang kembali ke Blitar. Beliau tinggal bersama istrinya, Sarifah yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani. Pak Gito dan istri tinggal di sebuah rumah yang sangat kecil dengan berlantai tanah. Tanggungan dalam keluarga sejumlah 2 orang. Saat ini Pak Gito menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan, Pak Gito melanjutkan ikhtiar pengobatannya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi. #SedekahRombongan memberikan bantuan yang dipergunakan Pak Gito untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di Surabaya serta Pak Gito telah dibuatkan BPJS oleh #SedekahRombongan. Saat ini benjolan di pipi beliau sudah mulai mengecil dan tubuh beliaupun mulai normal kembali. Semoga dengan kontrol dan kemoterapi secara rutin kondisi Pak Gito akan semakin membaik dan bisa sembuh total. Bantuan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 898. Saat ini Pak Gito sedang menunggu jadwal kemoterapi ke delapan yang dilakukan di awal bulan ini. Semoga semuanya berjalan lancar. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Agustus 2016
Kurir: @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Pak sugito menderita Tumor Pipi

Pak sugito menderita Tumor Pipi


KASIANI BINTI NITIGIMAN (43, Kanker Leher Rahim + Patah Tulang Tangan Kiri). Alamat: Dusun IV, RT 10/4, Desa Karangrejo, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Beliau merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak 2014. Pada 5 tahun lalu Bu Kasiani mengalami kecelakaan yang mengakibatkan lengan atas sebelah kiri beliau patah. Bu Kasiani sudah memeriksakan lengan kirinya, namun beliau tidak berani untuk melakukan operasi dan hanya menjalani terapi pijat urut. Setelah berjalan 4 tahun Bu Kasiani merasakan sakit pada bagian pinggang beliau terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin. Setelah di USG ditemukanlah sel kanker pada leher rahim beliau. Kemudian beliau disarankan untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemoterapi di Rumah Sakit Palembang. Namun, beliau mengurungkan niatnya karena disarankan pihak keluarga untuk menjalani kemoterapi di Malang. Alhamdulillah setelah kemoterapi,  sekarang kondisi Bu Kasiani semakin membaik. Pada saat selesai kemoterapi yang terakhir, Bu Kasiani disarankan dokter untuk melakukan operasi pada lengan kiri beliau dan beliau menerima saran dari dokter. Pada akhir bulan September kemarin beliau masuk Rumah Sakit untuk persiapan operasi. Saat ini beliau bersama suaminya Bapak Lil Aswardi (45) tinggal di rumah Rumah Singgah Sedekah Rombongan. Beliau mempunyai 2 orang anak bernama Edwin (19) dan Ani Rahayu (11) yang tetap tinggal di Muara Enim. Sebelum sang istri sakit, Bapak Lil bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Dengan adanya fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III yang dimiliki beliau, sedikit meringankan biaya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung oleh BPJS. Santunan kembali kurir #SedekahRombangan sampaikan kepada beliau untuk transportasi ke Rumah Sakit, membeli susu dan obat-obatan yang tidak di tanggung BPJS. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 892. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mendoakan keberkahan untuk #Sedekaholics serta kurir #SedekahRombongan. Semoga Bu Kasiani dapat segera melakukan operasi dan mendapatkan kesembuhan. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp. 575.000,-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Ibu kasiani menderita Kanker Leher Rahim + Patah Tulang Tangan Kiri

Ibu kasiani menderita Kanker Leher Rahim + Patah Tulang Tangan Kiri


RAFFA ADITYA PRATAMA (2, Hydrocephalus). Alamat: Jalan Sumber Urip, RT 19/10, Dusun Krajang, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir ada benjolan dibelakang kepala bagian atas. Kemudian periksa ke bidan lalu dirujuk ke Rumah Sakit Hartoyo Lumajang. Namun, dari rumah sakit Hartoyo dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang karena peralatan medis yang lebih lengkap. Saat periksa ke dokter syaraf diperkirakan Hydrocephalus. Setelah di CT-SCAN ternyata hasilnya positif Hydrocephalus. Kepala mulai membesar saat Raffa menginjak umur 1 minggu. Makin hari makin dirasa kedua orangtuanya kalau kepala anaknya semakin membesar. Setelah berumur 5 bulan Raffa baru mendapat penanganan dan menentukan jadwal operasi.  Saat ini Raffa menjalani rawat luka 2 kali dalam seminggu di bagian perut karena pada bulan sebelumnya selang di perut Raffa sempat membuat luka terbuka selebar 6×1,3 cm. Pihak Rumah Sakit akan melakukan operasi pemasangan saluran yang mengalirkan cairan dalam otak menuju rongga perut atau disebut juga operasi pemasangan VP Shunt. Akan tetapi luka Raffa yang ada di perutnya belum kering, sehingga pihak keluarga harus sabar menunggu luka Raffa kering untuk melakukan operasi pemasangan VP Shunt.  Rofik (34), ayah Raffa bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan Rp 30.000,- sampai Rp 50.000,- per hari. Penghasilan tersebut hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja. Sumsila (27), istri beliau hanya menjadi ibu rumah tangga biasa. Raffa memiliki jaminan kesehatan yaitu BPJS kelas tiga. Kendala yang dihadapi keluarga ini adalah tidak mempunyai dana untuk pengobatan dan tempat menginap, terkadang tidur di depan RSSA demi menunggu daftar kontrol selanjutnya. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Bulan ini bantuan dialokasikan untuk biaya transportasi, membeli popok, susu, biscuit, obat.  Dan iuran BPJS. Bulan kemarin bantuan untuk Raffa tercatat dalam nomor rombongan 895. Semoga luka pada perut Raffa cepat mengering sehingga bisa dilakukan operasi dan mendapatkan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 643.100,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Raffa menderita Hydrocephalus

Raffa menderita Hydrocephalus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 DIKI WAHYUDI 2,000,000
2 DIKI WAHYUDI 2,500,000
3 MARTA LAILY 3,000,000
4 ATBAR DINATA 1,000,000
5 FEBRI ABIDA 5,190,000
6 ASMANIDAR BENGKALIS 500,000
7 SALWA HASNATUL LATIF 500,000
8 SABAIDAH WAKIMEN 500,000
9 SITI MARYAM 500,000
10 ISPARUDIN DELI 500,000
11 ROSMAWATI SAMIRIN 500,000
12 MAIDA RENI 1,000,000
13 ASNIMAR BINTI YUSUF 500,000
14 INTAN PUSPITA 500,000
15 ERNAWATI TOHIR 1,500,000
16 SANDRA WATI 1,500,000
17 DIMAS DWI NUGROHO 1,500,000
18 SUKARDI BIN YASMADI 2,000,000
19 RSSR PURWOKERTO 1,980,000
20 MTSR Purwokerto 4,675,000
21 Sutanto bin Bukhori 500,000
22 RUMINI BINTI NGADIYO SARWO DIYONO 5,000,000
23 AUDY 1,500,000
24 MTSR SORONG 3,528,870
25 FAISAL 1,200,000
26 RSSR SORONG 1,200,000
27 PARTINI 500,000
28 MTSR SORONG 750,000
29 BINGKISAN SEMBAKO 3,000,000
30 RSSR SORONG 800,000
31 MISWARDI 500,000
32 RSSR SORONG 764,000
33 RSSR SORONG 1,500,000
34 VETY SEPTIANA 2,000,000
35 NUR ASIYATI 1,000,000
36 SUKASMI BINTI MARYADI 1,000,000
37 PARSIH BINTI SAMIJO 1,000,000
38 LASINEM BINTI MARTO WIYONO 1,000,000
39 WIRASMI BINTI WARNO SUGITO 1,000,000
40 OCTIARA ADRYANDINI DARMAWATI 785,600
41 SITI NURUL FADILLAH 1,000,000
42 JUMSIAH BINTI JUHRI 500,000
43 RIANA NURJANAH 500,000
44 ZAHRA BINTI MUBARAK 500,000
45 CICIH BINTI SADIMI 750,000
46 JUBAEDAH BINTI MAKMUN 500,000
47 ETI SUMIATI 500,000
48 HANA NUR HALIMAH 500,000
49 NIJAR BIN TASDIK 1,000,000
50 AMAD BIN SUTARDI 850,000
51 NANA SURYANA 500,000
52 IIS ROHMAWATI 1,250,000
53 RUKINI BINTI TARSONO 500,000
54 AZMI HAIL MAHLAL 500,000
55 ENUNG YANI 500,000
56 UYUM BINTI SANOPI 500,000
57 ESIH SUKAESIH 500,000
58 EMUH BIN SUDIA 500,000
59 AHMAD HAMBALI 1,000,000
60 MUHAMMAD RAFLI 1,000,000
61 MUHAMMAD RAHMAN SATYA 500,000
62 MUHAMMAD GINAN FAHMI 500,000
63 SANTI BINTI KHOLIL 1,000,000
64 MUHAJIRIN BIN UKAT 1,000,000
65 SHALHA NURMAULIDA 500,000
66 ZAKI BIN AKIM 500,000
67 NURHASANAH KURNIASIH 500,000
68 NASRI TRIS NUR SEPTIANI 1,000,000
69 AZAMIL HASAN 1,500,000
70 SURYATI BINTI MAMAN 500,000
71 MTSR BANDUNG 5,762,000
72 TAYUDIN JUBAEDAH 1,000,000
73 RINRIN MUSTHOFA 1,000,000
74 RSSR BANDUNG RAYA 4,943,000
75 ABDUL WAHID 500,000
76 IHYA RAMADHANI 1,000,000
77 KATIMUN BIN SUKARJO 500,000
78 MAT FATONI 500,000
79 SALIM BIN HUSEN 1,000,000
80 SARNAYU BINTI SARDAWI 500,000
81 SUMARJI BIN ISRAM 500,000
82 SUGITO BIN KASENI 500,000
83 KASIANI BINTI NITIGIMAN 575,000
84 RAFFA ADITYA PRATAMA 643,100
Total 100,146,570

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 100,146,570,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 906 ROMBONGAN

Rp. 43,056,573,227,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.