Rombongan 905

Sedekah adalah keajaiban yang mengundang banyak kebaikan untuk menghiasi hidup anda.
Posted by on October 21, 2016

HAFID BIN MALINTA (51, Reumatik Kronis). Alamat: Dusun Sungai Limau, RT 5, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Bapak Hafid sudah mengidap reumatik kronis sejak tahun 1989, saat itu ia masih bekerja sebagai buruh kebun di Malaysia. Nyeri sendinya sering kambuh hingga kakinya bengkak. Bapak Hafid sudah minum obat namun tak kunjung sembuh. Ditahun 2002, Bapak Hafid kembali ke Indonesia dan mencari pekerjaan di Sebatik. Tahun 2013 kondisi kesehatan Bapak Hafid kembali menurun dan harus dirawat di RSUD Nunukan. Di rumah sakit, Bapak Hafid dioperasi oleh tim dokter pada area yang bengkak. Setelah operasi, Bapak Hafid kembali ke Sebatik dan bekerja, namun seiring pekerjaannya yang cukup berat, sakit reumatiknya sering kambuh. Beberapa bulan yang lalu, kaki Bapak Hafid yang terdapat luka operasi terkena kayu saat bekerja. Lukanya kembali terbuka dan menjadi infeksi. Saat ini Bapak Hafid harus rutin membersihkan luka di Puskesmas meski jaraknya dari rumah sangat jauh. Lebih dari 1 kilometer Bapak Hafid harus berjalan kaki menggunakan tongkatnya. Bapak Hafid tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, ia adalah seorang duda yang tak memiliki anak, sehingga harus mengerjakan semuanya sendirian. Alhamdulillah, akhirnya Bapak Hafid bertemu dengan kurir #SedekahRombongan di Pulau Sebatik. Kurir #SR turut merasakan kesulitan dan kesedihan Bapak Hafid yang terus berikhtiar untuk kesembuhan. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya kontrol di Puskesmas Pembantu. Sebelumnya Bapak hafid telah dibantu pada Rombongan 879. Semoga Bapak Hafid senantiasa semangat dalam berikhtiar menjemput kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Nheni @ririn_restu

Pak hafid menderita Reumatik Kronis

Pak hafid menderita Reumatik Kronis


SITI AISYAH (9, Tumor Payudara). Alamat : Kampung Tanagara, RT 1/2, Desa Kurung Dahu, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Anak ke-3 dari 5 bersaudara ini mengalami gejala sakit sekitar 6 enam bulan yang lalu. Aisyah yang masih duduk dibangku kelas 4 SD ini menderita tumor di payudaranya. Selama ini ia diobati hanya secara tradisional saja dan belum pernah diperiksakan secara medis. Aisyah diurus oleh ibunya, Muniroh (34), sedangkan ayahnya sudah lama meninggal dunia. Ibu Muniroh mengais rezeki dengan menjadi buruh kebun dan terkadang membantu pekerjaan rumah tangga tetangganya. Menjadi orang tua tunggal untuk kelima anaknya merupakan beban yang berat bagi Ibu Muniroh, apalagi saat ini ia harus membiayai pengobatan Aisyah. Aisyah sudah mempunyai BPJS, namun jarak dari rumah ke RSUD yang cukup jauh membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berita kesulitan Ibu Muniroh sampai kepada kurir #SedekahRombongan, bantuan pun diberikan kepadanya untuk membantu biaya transportasi Aisyah berobat. Semoga tumor yang ada pada payudara gadis kecil inipun bisa segera dioperasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Siti menderita Tumor Payudara

Siti menderita Tumor Payudara


UMI ALFIAH (36, Tumor Pembuluh Darah). Alamat  Jln. Ukir Dalam No. 53, RT 6/13, Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak 2011 lalu, terdapat benjolan pada mata bagian kiri Bu Umi. Dari hasil CT-Scan RSCM Jakarta Bu Umi didiagnosa menderita tumor pembulu darah. Sebelumnya, Bu Umi berdagang sayuran di pasar namun karena gampang lelah, kondisinya sering menurun akhirnya ia tidak bisa lagi berdagang. Sudah beberapa bulan ini ia mengandalkan bantuan dari saudara-saudaranya di kampung dan tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun sempat mengalami depresi karena beberapa bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Ia kebingungan bagaimana menafkahi keempat anaknya dalam kondisi sakit seperti ini. Ia pun sering kebingungan untuk membayar kontrakan karena sudah tidak lagi berdagang. Bu Umi mendapatkan jadwal operasi mata pada 1 Januari 2017. Kondisi Bu Umi semakin memburuk, ia sering merasakan sakit pada matanya dan badannya semakin melemah. Ia masih harus menjalani kontrol rutin sambil menunggu operasi mata yang telah dijadwalkan. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Bu Umi dibantu pada Rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah


HARYANTO BIN MUHARDI (52th, Gagal Ginjal) Alamat: Sonayan RT 06 Rw 20 Madurejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Beliau dulu adalah seorang supir, sedangkan istrinya Desy Ermawati (36th) mulai bekerja menjadi seorang asisten rumah tangga sejak suaminya tidak sanggup bekerja lagi. Bapak Yanto, sapaan sehari-harinya, mulai merasakan perubahan berat badan yang drastis dirasakan sejak tahun 2001. Akhirnya beliau memeriksakan dirinya ke puskesmas dan mendapatkan perawatan akhirnya membaik dan bisa bekerja kembali. Malangnya, tahun 2006 kembali merasakan sakit dan diperiksakan ke RSUD terdekat. dari RSUD kemudian dirujuk ke RS Hardjolukito untuk pengobatan lebih lanjut karena dokter mendiagnosa sakit gagal ginjal dan harus cuci darah. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau dan menyampaikan bantuan dari para #sedekahholics untuk membeli timbangan dan tabung oksigen serta meringankan biaya berobat beberapa bulan yang akan datang.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.500.000.-
Tanggal: 14 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @dwiastutihelmy @iisbaedlowie @haniifhidayat alda

Pak haryanto menderita  Gagal Ginjal

Pak haryanto menderita Gagal Ginjal


NGADIYO BIN KERTOKAMSO (60th, Patah Tulang) alamat : Sonayan RT 06/RW20 Madurejo, Prambanan, Sleman, DIY. Istrinya Mawarna tinggal di Lampung, dan sekarang beliau tinggal bersama anak-anaknya. Awal mulanya bapak Ngadiyo beraktifitas seperti biasa mencari rumput untuk ternaknya di sawah dengan menggunakan motor. Saat hampir tiba di rumah, beliau keserempet oleh kendaraan lain, sehingga mengakibatkan jatuh dengan posisi duduk. Saat itu juga langsung diperiksakan ke dokter dan di diagnosa tulangnya mengalami pergeseran. Oleh anak-anaknya lalu dibawa ke pengobatan alternatif di Salatiga. Selama sebulan penuh beliau menjalani perawatan intensif dan pengobatan herbalnya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga beliau dan membantu meringankan beban beliau dengan menyampaikan santunan dari para #sedekahholic yang digunakan untuk keperluan kelanjutan pengobatannya.

Jumlah Bantunan : Rp 1.000.000.-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @dwiastutihelmy @dorraima @haniifhidayat alda

Pak ngadiyo menderita Patah Tulang

Pak ngadiyo menderita Patah Tulang


LEHA BINTI MATRI (54, Tumor Payudara). Alamat : Dusun Mekar Jaya, RT 12/1, Desa Dabong, Kec. Kubu, Kab. Kubu Raya, Prov. Kalimantan Barat. Ibu 1 orang anak ini biasa membantu suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan, dengan menjadi juru masak di tempat suaminya bekerja. Tiga bulan terahir Ibu Leha tidak bisa bekerja lagi karena ada benjolan di payudaranya yang ukurannya sangat besar dan disertai rasa sakit. Awalnya benjolan tersebut kecil, namun setelah 3 bulan terahir benjolan tersebut tumbuh begitu cepat sehingga Ibu Leha tidak kuat menahan rasa sakit. Ibu Leha tidak pernah berobat karena jarak rumah sakit dari rumahnya sangat jauh sehingga membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit. Maklum saja suami Ibu Leha, Bapak Deron, tidak ada simpanan uang untuk biaya berobat istrinya karena penghasilannya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Leha, bantuan awal pun diberikan untuk biaya berobat. Semoga Ibu Leha segera diangkat penyakitnya dan diberikan kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu leha menderita Tumor Payudara

Ibu leha menderita Tumor Payudara


FARID ABDULLAH ( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik) bulan anak pasangan Suharmin, 29 dan Yesi Setiyani, 25. Bersama kedua orang tuanya Farid tinggal di Dsn. Tahunan RT 02/06 Desa Sambirejo, Kec.Jatisrono, Farid begitu nama panggilannya, menderita kelainan yang tidak biasa. Kedua pergelangan tanganya bengkok, masing-masing tangan jarinya hanya empat. Tidak hanya itu, bayi ini juga tidak mempunyai daun dan lubang telinga sebelah kanan. Farid yang terlahir pada tanggal 14 Januari 2016 ini, selain menderita kelainan fisik, bayi ini juga mengalami kelainan bocor jantung dengan empat kebocoran jantung. Bayi malang yang ayahnya hanya seorang terapis kesehatan ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani).  Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RSU Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di petut sebelah kiri. Saat itu kedua orang tuanya belum memiliki BPJS, sehingga biaya perawatan dengan biaya umum. Biaya yang tak sedikit tentunya untuk operasi colostomy, hingga karena tak ada biaya lagi hanya selama empat hari dirawat dirumah sakit keluarga meminta pulang. Selama di rawat di rumah, pihak keluarga tetap saja kebingungan memikirkan biaya, karena bagaimanapun pengobatan Farid masih dalam jangka panjang. Hingga akhirnya Tim #SRWonogiri datang dan memutuskan untuk menghandle bayi Farid. Melihat kondisi urgent seperti ini, tim segera bergerak cepat, mengurus pembuatan BPJS dengan percepatan aktivasi dan dalam waktu sehari BPJS langsung bisa diaktifkan. Farid pun bisa melanjudkan pengobatan ke RSD.Moewardi Surakarta. Selang lima bulan pasca operasi pembuatan stoma, akhirnya Farid menjalani operasi pembuatan anus. Operasi berjalan lancar, hanya saja ada masalah pasca operasinya. Saluran air seni tersumbat menyebabkan Farid tak bisa buang air kecil, perutpun membengkak. Bahkan Farid sempat tak sadarkan diri selama beberapa hari di HCU. Tim dokter segera melakukan operasi lanjutan dengan memasang cateter di kedua sisi perutnya. Butuh rawat inap selama sebulan buat Farid untuk memulihkan kondisinya pasca operasi pembuatan anusnya. Perjuangan Farid tak akan berhenti sampai di situ saja, bayi malang ini masih membutuhkan lagi beberapa kali operasi. Yaitu  operasi penyambungan usus dan penutupan stoma. Sementara untuk masalah jantungnya, sejak memasuki usia enam bulan, Farid menjalani pengobatan rawat jalan lewat terapi obat yang harus di minum setiap hari. Untuk tumbuh kembangnya Farid juga menjalani fisioterapi seminggu sekali, dan untuk anusnya dilakukan tindakan businasi rutin. Dalam seminggu Farid harus ke RSD.Moewardi dua kali untuk Fisioterapi dan businasi. Artinya paling tidak dalam sebulan minimal 8 kali bolak- balik RS padahal jarak tempuhnya hampir 80 km dari rumah Farid. Untuk operasi penutupan stoma memang dijadwalkan enam bulan pasca pembuatan anus sekaligus menunggu ukuran anus normal sesuai usianya. Sementara untuk jantungnya akan di observasi enam bulan pasca terapi obat. Jika tak ada perubahan kemungkinan besar akan dilakukan tindakan operasi. Dan kemungkinan juga operasi dilakukan di Jakarta. Saat ini dokter juga belum bisa mendiaknosa apakah pergelangan tangan dan jarinya bisa direkontruksi atau tidak. Kelainan fisiknya juga belum diketahui apakah oleh virus atau sebab lain. Sedekaholic, perjuangan Farid masihlah panjang. Sementara melihat kondisi ekonomi kedua orang tuanya sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Noniska

Farid menderita Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik

Farid menderita Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


EKO PRAYITNO (32, Retinoblastoma) Alamat Dsn Klego RT 01/08 Desa Tirtosworo, Kec.Giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah. Sudah dua tahun ini mengidap Retinoblastoma di mata sebelah kiri. Awalnya hanya berupa benjolan kecil di sebelah mata kiri. Tapi lama kelamaan benjolan itu semakin membesar. Tahun 2015 lalu Eko sudah sempat berobat di RSD.MOEWARDI Surakarta. Bahkan sempat menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Kondisi juga sempat membaik. Namun karena kehabisan biaya pengobatan terhenti selama satu tahun. Sakit itu dibiarkan saja hingga akhirnya memperburuk kondisinya. Tubuh semakin kurus,luka semakin melebar dan membengkak serta anemia berat. Eko yang sempat mendapat perhatian dari pemda ini akhirnya dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri untuk perbaikan kondisi umum. Setelah kondisi membaik Eko segera di rujuk kembali ke RSD.MOEWARDI Surakarta menjalani rawat inap selama tiga minggu serta menjalani serangkaian test ulang karena pasien sudah setahun lebih tak berobat. Tim dokter akhirnya memutuskan untuk melanjudkan kemoterapi dan radioterapi. Hanya saja radioterapi baru mau dilakukan Maret tahun depan. Ternyata selain faktor ketiadaan biaya akomodasi, menunggaknya iuran BPJS juga jadi masalahnya.BPJS tak aktif karena ada tunggakan. Keluarga yang beranggotakan empat orang dalam satu KK ini tak mampu lagi mengangsurnya. Eko anak pasangan Sutiman, 60 dan Sumiyen, 55 ini Eko sebelum sakit juga bekerja sebagai seorang kuli bangunan. Namun, dua tahun lalu setelah menderita kanker itu Eko memutuskan untuk tidak bekerja. Orang tuanya juga hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sekali jalan mereka butuh biaya 600 ribu sampai 800 ribu karena jarak rumah sampai RS sangat jauh, padahal mereka dalam sebulan 3 sampai 4 kali ke RS. Biaya yang tak sedikit bukan yang harus mereka keluarkan setiap bulannya? Kini berkat uluran para sedekaholic Eko sudah bisa melanjutkan pengobatannya kembali.

Bantuan : Rp. 3.875.670,-
Tanggal : 2 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Noniska

Eko menderita Retinoblastoma

Eko menderita Retinoblastoma


TONI SISWANTO (10, Megacolon) Alamat : Dusun Jetis 04/02, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten WonogirI, Jawa Tengah. Siswa kelas 3 SD ini putra keempat dari lima bersaudara pasangan Bapak Senen dan Ibu Bimani. Kehidupan mereka jauh dari kekurangan. Pak Senen sehari-hari hanyalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Menghidupi lima orang anak dan juga ibunya yang sudah renta. Toni sendiri sebenarnya  sudah mulai merasakan sakit saat dia berumur 5 tahun. Keadaan ekonomi yang kekurangan membuat keluarga membiarkan sakit itu dan berharap akan sembuh dengan sendirinya, mengingat terkadang sakit itu kadang timbul dan hilang dengan sendirinya. Dari hasil rongent , USG dan Lopograpi diketahui bahwa Toni menderita Megacolon. Operasi pertama dilakukan di RSUD WONOGIRI untuk pemotongan usus dan pembuatan colostomi. Bulan ini akan dilaksanakan pemeriksaan kembali untuk saluran pasca operasi sebelumnya. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk mencukupi kebutuhan akan hal tersebut, untuk akomodasi, pengobatan jalan dan pembelian berbagai kebutuhan medis lain. Ditengah himpitan ekonomi dengan segala keterbatasannya keluarga Toni berjuang demi kesembuhan Toni. Toni ingin bisa normal seperti anak seusianya, ingin kembali bermain dan bersekolah bersama saudara kembarnya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Kikis

Toni menderita Megacolon

Toni menderita Megacolon


WINANTI Binti TAYAT ( 20, Megacolon ). Tinggal di Dusun Pagersengon 02/07, Selopuro, Batuwarno, Wonogiri, Jawa Tengah. Sejak Juni 2014, pasien ini kami dampingi dan beberapa kali operasi telah di lakukan, namun sampai saat ini upaya tersebut belum benar – benar sempurna. Kedua orang tua pun seolah tampak lelah, apalgi sang bapak. Operasi terakhir membutuhkan pendampingan extra, dan ini dilakukan oleh salah satu kurir kami yang kebetulan juga seorang perawat dan tinggal tidak terlalu jauh dari rumah keluarga Winanti. Winanti sangat ingin tersembuhkan. Operasi terakhir berjalan dan dia terpaksa di rawat di Moewardi hampir satu bulan lamanya. Di rumah sakit kondisi tubuh benar – benar memprihatinkan. Tubuh kurus dan layu, akhirnya pun kami bawa pulang untuk kita rawat sendiri. Kondisi inilah yang membuat tim memutuskan merawat luka Winanti sampai benar-benar memungkinkan untuk mampu melanjudkan pengobatan ke RSD. Moewardi lagi. Selama perawatan dirumah baik biaya medikasi maupun perlengkapan medikasi dan obat tetap tercover oleh #SedekahRombongan. Saat ini Winanti melanjudkan chek up kembali ke Rumah Sakit Daerah Moewardi Solo. Kami telah memberikan bantuan dan laporan pada rombongan 584, 580, 676, 736, 696, 744, 779, 821, 871, 891.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Kikis

Winanti menderita Megacolon

Winanti menderita Megacolon


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah. Daffa terlahir kurang sempurna. Balita ini mempunyai kelainan kromosom. Dengan adanya kelainan tersebut menyebabkan dia tidak mempunyai pori – pori di kulitnya. Yulianto, ayah Daffa tidak putus asa. Begitu pula Ibunya, Rahning Puspitasari. Mereka sayang kepada anak satu – satunya ini. Kedua orang tua Daffa tidak bekerja, akan tetapi sang ayah selalu berupaya bekerja apapun juga untuk mendapatkan uang demi pengobatan sang anak. Untuk mengobatinya, mereka rutin setiap dua minggu membawa Daffa ke Rumah Sakit Moewardi Solo. Jarak dari rumah pun cukup jauh. Pasien ini sudah kita dampingi sejak satu tahun yang lalu. Adapun obat luar yang harus di cukupi belum tercover oleh jaminan kesehatan. Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Setiap dua minggu kami mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Biaya akomodasi dan transportasi kita bantu meringankan. Alhamdulillah, perkembangan psikologis anak ini semakin membaik. Dia sudah tidak terlihat minder dengan apa yang di alaminya saat ini. Bulan ini perkembangan menunjukkan sedikit kondisi kurang bagus pada kulitnya. Kulit bermasalah disebabkan faktor cuaca yang tidak menentu. Cuaca panas membuat kulit Daffa gatal dan dia sering menggaruknya. Akibatnya kulit menjadi berdarah karena luka. Saran yangg diberikan dokter untuknya adalah dengan menjaga kelembaban kulit. Bisa dengan mengolesi kulit dengan lotion. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Dia sudah mulai belajar berdiri sendiri dan berbicara. Jari tangan dan kaki sudah mulai terbentuk sempurna. Ketika pertama kali #SedekahRombongan menghandlenya, jari tangan masih menyatu begitupun dengan jari – jari kaki. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Janura menderita  Ichtyosis Lamelar

Janura menderita Ichtyosis Lamelar


SATIJEM TUKARUNG ( 43, Ca Mamae ). Alamat dusun Blimbing RT02/16, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri, Jawa tengah. Perjalanan pengobatan ibu ini berjalan hampir 1 tahun. Dia menderita sakit kanker payudara atau dalam bahasa medis disebut dengan Ca Mamae. Kondisi sebelum sakit, dia tidak merasakan apa – apa. Suatu ketika, payudara sebelah kiri terasa sakit sekali. Hal ini dibiarkan begitu saja, maklum dia dan suami hidup miskin. Suami beliau pun juga tidak normal, sang suami pasca mengalami kecelakaan mengakibatkan kaki pincang. Sehingga, saat berjalan pun harus menggunakan alat bantu. Kondisi saat ini cukup bagus. Tiap minggu sekali pasien dampingan #SedekahRombongan tersebut menjalani kontrol rutin ke Rumah Sakit Moewardi Solo Jawa Tengah. Dia tidak punya anak. Suami bekerja sebagai buruh jahit di Jakarta. Awalnya, suaminya juga kita handle dalam pengobatannya. Bantuan rutin ini untuk pengobatan, akomodasi serta transportasi dan pembelian obat yang diperlukan serta tidak tercakup dalam jaminan kesehatan. Bulan Juli ini, Satijem melaksanakan khemoterapi ke sepuluh. Semoga, dengan pendampingan #SedekahRombongan, bisa meringankan beban keluarga tersebut. Sehingga Satijem bisa sembuh dari Ca Mamae yang dideritanya saat ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Bu satijem menderita Ca Mamae

Bu satijem menderita Ca Mamae


KARTINI BINTI SAMIYO (57, Ca Mammae), Alamat : Dusun Blimbing 02/07 , Ngadirojo Kidul, Ngadirojo Wonogiri, Jawa Tengah. Hampir satu tahun jadi pasien dampingan kita. Pertama kali kita handle kondisi payudara sebelah kanan membengkak karena sudah terjadi peradangan dengan kondisi luka berlobang menganga di beberapa tempat, berdarah dan bernanah. Kondisi seperti itu sudah 9 bulan beliau derita. Dokter pun sempat mengatakan tak bisa diangkat karena kondisinya sudah seperti itu, khawatir terjadi masalah pasca operasi. Akhirnya dokter mengambil langkah tindakan kemoterapi dahulu selama 3 kali. Ternyata setelah menjalani kemoterapi luka justru mengering, menutup dan payudara juga mengecil. Melihat kondisi yang seperti inilah tim dokter akhirnya berani melakukan tindakan operasi pengangkatan payudara. Melihat hasil pasca operasi juga bagus, dokter pun memutuskan melanjudkan kemoterapi karena Bu Kartini juga sudah di level stadium 4. Sampai saat ini pasien sudah menjalani 8 kali kemoterapi. Kondisi pasien saat ini juga stabil bahkan sudah bisa beraktifitas seperti sebelum beliau sakit dulu.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Ibu kartini menderita Ca Mamae

Ibu kartini menderita Ca Mamae


TRI PURNOMO APRIANTO ( 59, Syaraf Terjepit), Alamat :  Dusun Jarum 01/01, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Sudah hampir 11 bulan ini beliau sakit, keluar masuk RS menjalani rawat inap. Beberapa tahun yang lalu pun beliau sudah sering sakit-sakitan bahkan beberapa kali menjalani operasi diantaranya tyroid dan hernia. Tapi untuk kali ini beliau merasakan sakit dari bahu sampai kaki. Terasa panas, kesemutan sakit untuk melakukan gerakan apalagi untuk berjalan. Kehidupan Pak Tri sangat kederhana bisa dibilang hanya pas-pasan. Sebelum sakit beliau adalah tulang punggung keluarga. Diusia tuanya beliau belum bisa menikmati masa-masa istirahat seperti kebanyakan orang. Beban ekonomi salah satu penyebabnya. Untuk tindakan selanjutnya pasien harus menjalani fisioterapi rutin seminggu dua kali di RSD. Moewardi Surakarta untuk melatih otot dan syaraf yang selama ini mengalami gangguan. Pak Tri ingin sembuh, membesarkan ketiga cucu yatim piatu karena kedua anak-anak ini meninggal dunia setahun lalu karena sakit. Kesembuhan Pak Tri, menentukan masa depan anak-anak yatim piatu ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Pak tri menderita Syaraf Terjepit

Pak tri menderita Syaraf Terjepit


PARIYEM BINTI TARYO (48, Tumor Syaraf Tulang Belakang), beralamat Klampisan 02/10 , Kaliancar ,Selogiri , Wonogiri, Jawa Tengah. Pasca operasi pengangkatan tumor yang mengganggu kinerja syarafnya selama ini pasien mengalami kelumpuhan dari pinggang sampai telapak kaki. Pasien disarankan menjalani fisioterapi rutin seminggu dua kali setiap hari Senin dan Kamis di RSD.Moewardi Solo. Perlu kesabaran juga baik untuk pasien, keluarga pasiaen terasuk pendamping karena fisioterapi ini akan memakan waktu lama. Saat ini pasien sudah menunjukkan adanya perkembangan, bagian tubuh dari pinggang sampai lutut sudah mulai bisa digerakkan kembali. Sang suami, Taryo hanya bekerja sebagai buruh. Mereka hidup kurang mampu. Anaknya pun sudah berkeluarga, dan kehidupannya juga tidak jauh berbeda dengan mereka. Kondisi keterbatasan ekonomi ini yang membuat pengobatan sempat tertunda. Saat ini fisioterapi fokus ke bagian lutut sampai telapak kaki. Bantuan #SedekahRombongan untuk proses pendampimgan pasien selama kontrol dan mencukupi kebutuhan lainnya. Perkembangan saat ini sudah cukup membaik serta menunjukkan progress yang positip. Semoga kesabaran Bu Pariyem bisa menunjukkan hasil seperti yang diharapkan, bisa berjalan kembali seperti sedia kala.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Bu pariyem menderita Tumor Syaraf Tulang Belakang

Bu pariyem menderita Tumor Syaraf Tulang Belakang


REZA AFIF FIRDAUS (1, Tumor Ganas Testis). Alamat : Pedongkelan Depan No. 36, RT 4/6, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Reza adalah anak dari Pak Drajad (43) yang keseharianya berjualan bubur dan Ibu Jarwi (32) yang keseharianya mengurus Reza yang tengah sakit. Sejak bayi Reza sudah mengidap penyakit tumor testis. Kondisi tersebut membuat kedua orang tua Reza kebingungan, karena harus mendampingi anaknya yang harus berobat ke RSUD Cengkareng dan RSCM Jakarta. Jika sedang mendampingi Reza berobat, Pak Drajad terpaksa tak berjualan padahal ia masih harus memenuhi kebutuhan kedua kakak Reza yang masih sekolah. Beruntung pengobatan Reza terbantu oleh BPJS, namun masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit saat melakukan kemoterapi. Saat ini Reza telah menjalani kemoterapi yang ke-3, kondisinya memburuk pasca kemoterapi. Kulitnya menghitam dan kering akibat efek dari kemoterapi. Selanjutnya Reza masih harus menjalani kemoterapi yang dijadwalkan 2 minggu sekali. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk berobat menjalani kemoterapi ke RSCM Jakarta. Sebelumnya Reza dibantu pada Rombogan 884.

Jumlan Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Reza menderita Tumor Ganas Testis

Reza menderita Tumor Ganas Testis


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat Dusun Suwondo, RT 01 RW 09, Desa Gumiwang, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Saat ini menjalani kemotherapi yang keenam. Pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pasca operasi pertama, kondisi agak tidak baik. Kemudian, berjalan hampir dua minggu terjadi pendarahan hebat di pipinya. Keluarga sangat risau, dan kami pun menjemput ke rumah yang cukup jauh dari kota. Perjalanan kemudian menuju Moewardi Solo. Istrinya menangis terus selama dalam perjalanan itu. Keluarga ini kurang mampu, himpitan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga ini. Usia yang tak lagi muda dan produktif, tenaga yang tak lagi sekuat dulu, membuatnya hanya pasrah dengan keadaan yang menimpanya saat ini. Dan sakit itu pun terbiarkan selama 10 tahun. Rumahnya sangat sederhana, rumah tua yang berlantaikan tanah dan memprihatinkan, jika hujan lebat tak sedikit air masuk ke rumah karena sebagian genteng bocor. Dia tak pernah mengeluh dengan hidupnya itu. Kebutuhan untuk perjalanan, serta proses pendampingan di cukupi dengan #SedekahRombongan.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak dalimin menderita Tumor Pipi

Pak dalimin menderita Tumor Pipi


LUTFHI ARYA FIRDAUS (16 bulan, Jantung + Hemangioma). Alamat : Dusun Pancuran 01/06, Desa Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Lutfhi mengalami masalah kesehatan sejak lahir. Terlahir dalam keadaan terlambat satu minggu dari jadwal kelahiran membuat bayi ini harus dilahirkan lewat proses dipacu. Karena ada masalah setelah kelahiran Lutfi langsung masuk dalam perawatan ruang inkubator selama 5 hari untuk menjalani perawatan dan fisiotherapi agar bisa menyusu tanpa alat bantu selang. Ternyata tak sampai situ saja, 7 hari setelah kelahirannya muncul bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuhnya. Keluarga berharap bercak itu akan hilang seiiring bertambah usia. Tapi pada kenyataannya justru sebaliknya bertambahnya usia, bercak semakin banyak. Pertumbuhannya  juga lambat dan sering sakit-sakitan. Putra pertama pasangan Bapak Anton Sujarwo  dan Ibu Siti Aisyah ini dilihat secara sepintas memang seperti anak yang tak normal BB hanya 5 KG. Dari semua test yang dilakukan Lutfi didiagnosa menderita kelainan jantung dan hemangioma kapiler. Saat ini Lutfi rutin terapi obat jantung, sebulan sekali chek up. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk pendampingan serta proses penghandle-an secara rutin. Semoga, kondisinya semakin membaik.

Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 16 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Kikis

Luthfi menderita Jantung + Hemangioma

Luthfi menderita Jantung + Hemangioma


RSSR WONOGIRI ( Operasional, Juli 2016). Bertempat di depan kantor Kelurahan Wonokarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Manfaat dari adanya RSSR sangat dirasakan baik oleh pasien maupun masyarakat umumnya. Ini juga sebagai basecamp dari komando pergerakan #SedekahRombongan di Wonogiri. Kondisi perbaikan beberapa perlengkapan di rumah singgah untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dampingan yang menginap perlu dilakukan. Hal ini agar kenyamanan mereka pun terpenuhi. Akomodasi serta pembelian lauk dan kebutuhan pokok lainnya bulan ini cukup banyak. Pasien yang singgah tidak hanya seorang saja namun terkadang bersama anggota keluarga lainnya. Tercukupinya kebutuhan tersebut merupakan salah satu upaya sedekah rombongan tim Wonogiri memberikan upaya maksimal agar semua bisa tertangani dengan baik. Selain untuk singgah, RSSR juga sebagai basecamp dalam kegiatan tim. Keberadaan RSSR atau dinamakan Rumah Singgah Sedekah Rombongan sangat penting sebagai prasana dalam membantu pergerakan kurir #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri. Segala biaya dan kebutuhan yang timbul untuk mencukupi pasien dampingan membutuhkan operasional yang tiap bulannya kami laporkan melalui website ini. Pada bulan Juli 2016, kegiatan di RSSR pun cukup banyak. Selain sebagai tempat transit para pasien, khususnya pasien yang akan kita kontrolkan esok harinya. Maka, saat malam sebelumnya kami inapkan di RSSR ini. Dan mereka membutuhkan makan serta pendampingan secara medis. Selain itu, untuk menjaga RSSR kami siapkan staf sebagai pendamping khusus yang bertugas dalam kebersihan rumah dan sebagainya. Selain untuk rumah singgah aktivitas lain adalah untuk rapat koordinasi, konsultasi pendampingan serta penerimaan tamu yang ingin tahu lebih jauh tentang pergerakan sedekah rombongan. Pasien yang sedang akan melakukan upaya medis secara intensif kita inapkan di rumah singgah, jeda waktu kontrol pun yang berdekatan bisa efektif saat pasien berada di rumah singgah, dan segala biaya yang timbul dari aktivitas tersebut kami bebankan pada anggaran operasional untuk Rumah Singgah Sedekah Rombongan. Adapun kebutuhan untuk bulan Juli sebagaimana terlaporkan di website ini, semoga bermanfaat.

Operasional : Rp. Rp. 6.910.300,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @Mawan@Allteam

Biaya operasional

Biaya operasional


SRI RAHAYU (41, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Tawangsari, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak tahun 2014. Awal mula beliau merasakan sakit pada di payudara sebelah kiri dan lambat laun semakin membesar sampai menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke Rumah Sakit Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani. Akhirnya ibu Sri dibawa ke Bhayangkara dan dilakukan operasi. Alhamdulillah sekarang kondisi beliau semakin membaik. Setiap 3 minggu sekali beliau menjalani kontrol dan mengkonsumsi obat yang diberikan dari pihak Rumah Sakit. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Edi Nugroho (45) dan satu anaknya bernama Hilal (12). Sehari-hari Pak Edi bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan antara 20 ribu sampai 30 ribu per harinya. Dan ibu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas II yang dimiliki ibu Sri, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendala dalam proses pengobatan. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim #SedekahRombongan. Santunan ke-12 kembali kurir sampaikan untuk biaya masuk Rumah Sakit, transportasi ke Rumah Sakit dan Kediri-Malang. Bantuan kepada Bu Sri pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 893. Keluarga merasa bersyukur atas santunan yang diberikan semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang ditanggung saat ini.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.017.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria

Ibu sri menderita Kanker Payudara Kiri

Ibu sri menderita Kanker Payudara Kiri


LINTANG RAMADANI (20, Kista Pada Rahang Bawah). Alamat: Dusun Jangkung, RT 30/10, Desa Dadapan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Awal tahun 2007 Lintang menderita sakit gigi, setelah itu dibawa ke dokter gigi dan dilakukan perawatan. Sakit giginya pun sembuh tapi masih bengkak di bagian rahang dan terus membengkak sampai sekarang dan terasa nyeri. Sempat operasi tahun 2009 di Rumah Sakit Saiful Anwar, tapi karena sudah tidak ada biaya lagi, Lintang tidak bisa melanjutkan pengobatan sampai sekarang. Lintang pun mencoba menjalani pengobatan herbal dengan meminum rebusan daun sirsak. Lintang yang tinggal bersama suaminya Ahmad Surono (27), yang bekerja sebagai penjual cilok tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobat istrinya. Apalagi Lintang juga tidak memiliki fasilitas kesehatan apapun. Bantuan pertama kali di bulan ini untuk biaya transportasi, membeli obat dan iuran BPJS. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Lintang kepada kurir #SedekahRombongan dan para #Sedekaholics. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Lintang dan bisa lekas sembuh. Aminn.

Jumlah Bantuan : Rp. 614.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa

Ibu lintang menderita Kista Pada Rahang Bawah

Ibu lintang menderita Kista Pada Rahang Bawah


ASREVI SINGGIH (26, Lumpuh). Alamat: Kemirahan Gang 2G, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, tepatnya bulan Januari telah terjadi kecelakaan kendaraan bermotor parah yang menimpa Asrevi, sehingga dia mengalami gegar otak ringan dan memar dada. Tidak hanya itu rusuk ke 6,7 dan 8 bergeser dan tulang ekornya pun cedera. Akibat kecelakaan itu pun, Asrevi harus rawat inap di ICU selama 7 hari, lalu UGD selama 2 hari. Setelah beberapa bulan kecelakaan tersebut terjadi, sampai kini Asrevi masih mengalami lumpuh dari perut sampai ke bawah. Bahkan sebulan terakhir ini kondisinya hanya mampu terbaring di kamar tidur. Putra dari pasangan bapak Beni Wahyudi & Ibu Indah ini sangat berharap bisa segera menjalani operasi tulang punggung seperti yang telah disarankan oleh dokter agar bisa beraktivitas kembali. Sayangnya kendala dari banyaknya biaya yang dibutuhkan dan kesulitan transportasi mengurungkan niat ini. Apalagi Lintang juga tidak memiliki fasilitas kesehatan apapun. Bantuan pertama kali di berikan kurir #SedekahRombongan untuk biaya transportasi, membeli obat, pampers dan iuran BPJS. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Asrevi kepada kurir #SedekahRombongan dan para #Sedekaholics. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Asrevi dan beliau lekas sembuh. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @LazuardiPurnama @nay_munaa

Asrevi menderita Lumpuh

Asrevi menderita Lumpuh


MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (58, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Kediri. Keluhan pada bagian tangan sebelah kiri terasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas . Ibu Musripah sebagai anak dari Bapak Alm. Slamet Kudori dan Ibu Mariatun ini juga harus menanggung biaya keluarganya. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya yang hanya sebagai kuli bangunan. Itupun jika bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan kurang dari Rp 1.000.000/bulan. Dengan adanya fasilitas kesehatan yang dimiliki beliau berupa BPJS kelas 3, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Bu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi ke Rumah Sakit, Kediri-Malang dan iuran BPJS. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir #SedekahRombongan dan para #Sedekaholics. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas sembuh. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 21 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa

Ibu musripah menderita Kanker Payudara Kanan

Ibu musripah menderita Kanker Payudara Kanan


HAMIYAH SYAFIUDIN (50, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Jalan Sunan Ampel, RT 5/1, Kelurahan Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada 2013 awal terdapat benjolan sebesar kelereng di payudara sebelah kanan, Ibu Hamiyah pun melakukan USG, tapi saat itu dikira hanya benjolan biasa. Sampai diketahui hasilnya ialah kanker dan disarankan melakukan operasi. Kondisi beliau semakin memburuk hanya duduk dan berbaring di kamar tidur selama beberapa bulan terakhir ini. Keluarga pun hanya bisa mengobatkan Ibu Hamiyah ke aneka pengobatan alternatif yang ada, karena belum mampu membiayai operasi karena keterbatasan biaya. Syafiudin (64), suami beliau juga tidak bisa berbuat banyak karena gajinya tidak mencukupi biaya pengobatan istrinya yang terbilang mahal bagi keluarga ini. Ibu Hamiyah sebenarnya telah memiliki BPJS kelas 3, sehingga cukup terbantu untuk biaya pengobatan, hanya saja biaya lain seperti makan dan transport masih belum terpenuhi. Kurir #SedekahRombongan yang bertemu beliau pun membantu untuk menangani kesulitan beliau. Bantuan yang di berikan untuk beliau digunakan membeli obat-obatan dan transportasi ke Rumah Sakit. Semoga Ibu Hamiyah segera diberi kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Ibu hamiyah menderita Kanker Payudara Kanan

Ibu hamiyah menderita Kanker Payudara Kanan


AKMINA BINTI ENDIN (53, Kanker Serviks). Alamat: Jalan Letjend Suprapto, RT 8/2, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Sudah mulai 1 tahun lalu yaitu tahun 2015, Ibu Akmina mulai merasakan gejala yang tidak biasa di daerah kemaluan beliau. Akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri di RSUD Bondowoso, yang dari itu diketahui adanya sel kanker di serviks atau leher rahim beliau. Saat ini kondisi badan beliau semakin lemah, sampai bertemu dengan kurir #SedekahRombongan Malang dan menjadi pasien dampingan. Bulan ini Ibu Akmina telah menjalani kemo pertama, dan dijadwalkan kemo pertengahan bulan Oktober ini. BPJS kelas 3 yang telah dimiliki beliau pun cukup membantu biaya berobat beliau. Hanya saja tetap ada kendala biaya transportasi dan biaya hidup pendamping selama di Rumah Sakit rujukan. Bantuan dari kurir #SedekahRombongan dipergunakan beliau untuk membeli obat, pampers, susu, transportasi ke Rumah Sakit dan Bondowoso-Malang. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Akmina kepada kurir #SedekahRombongan dan para #Sedekaholics. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Akmina dan beliau lekas sembuh. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 879.400,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori @nay_munaa

Ibu akmina menderita Kanker Serviks

Ibu akmina menderita Kanker Serviks


MBAH SIAMAH (80, Tumor Mata Kiri). Alamat: RT 3/1, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Awal tahun 2005 dirasa ada benjolan sebesar kutil di area mata sebelah kiri dan dianggap benjolan biasa namun seiring berjalannya waktu benjolan menjadi sebesar kelereng. Sempat menjalani pengobatan alternatif namun kondisi semakin memburuk. Lalu beliau mencoba menjalani rawat jalan di puskesmas Kecamatan Turen sejak Januari 2006-2013, namun kondisi beliau belum membaik bahkan menjadi buta mulai tahun 2008 sampai sekarang. Kondisi terkini beliau semakin memburuk dan dirasa nyeri seperti ditusuk-tusuk, pengobatan juga tidak dilanjutkan karena keterbatasan biaya dan keterlambatan penanganan. Beliau merasa berat karena suami beliau sudah meninggal. Untuk biaya hidup Mbah Siamah terkadang dibantu oleh saudara dan tetangga sekitar. Kami kurir #SedekahRombongan turut prihatin dengan keadaan yang beliau rasakan. Alhamdulillah sedekah yang diberikan para #Sedekaholics tersampaikan dan dipergunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari beliau. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban Mbah Siamah dalam keseharian beliau. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 1.400.000,-
Tanggal : 2 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori @nay_munaa

Mbah siamah menderita Tumor Mata Kiri

Mbah siamah menderita Tumor Mata Kiri


MISKA AULIA (3, Rubella Kongenital Syndrom). Alamat : Kapuk Pulo, RT 6/10, Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Anak ke-3 dari pasangan Pak Saripudin dan Ibu Musripah ini mengalami  Rubella Kongenital Syndrom yang menyebabkan kecacatan lahir yang dialami Miska. Ia menderita kelainan pada mata kanannya yang mulanya didiagnosis katarak. Selain itu ia juga menderita kelainan jantung bawaan jenis PA VSD. RSUD Cengkareng tempat awal Miska berobat merujuknya ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita dilakukan kateterisasi untuk persiapan operasi bedah thorax yang masih dalam penjadwalan. Sambil menunggu jadwal operasi, Miska dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan penunjang penyakit kataraknya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinyatakan Miska memerlukan lensa mata yang tidak dicover BPJS. Alhamdulillah Miska dapat memiliki lensa mata tersebut dan kini sudah bisa bermain seperti anak-anak normal lainya. Kondisinya saat ibi cukup baik, hanya saja ia masih harus tetap menjalani kontrol rutin di RSCM Jakarta dan RSUD Cengkareng. Untuk kebutuhan berobat terasa berat bagi Pak Saripudin yang bekerja sebagai buruh konveksi dengan penghasilan yang sangat kecil. Oleh karena itu #SedekahRombongan menjadikan Miska sebagai pasien dampingan agar ia dapat terus berobat. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Miska di bantu pada Rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Miska menderita Rubella Kongenital Syndrom

Miska menderita Rubella Kongenital Syndrom


MARWAH HABIBATUN NISA (6, Hidrosefalus). Alamat : Jln. BGN 3, RT 7/2 Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Marwah adalah anak dari pasangan Bu Jamilah (30) dan Pak Asep (40) yang keseharianya berdagang tahu di Pasar Cengkareng. Marwah terlahir sehat, namun saat berusia 3 bulan ia sama sekali tidak bisa menangis hingga akhirnya dibawa ke RSUD Cengkareng dan didiagnosis ada cairan berlebih di otak yang disebabkan oleh sepsis atau infeksi. Sampai saat ini Marwah sudah menjalani 3 kali operasi pemasangan selang di kepala untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Pak Asep sangat kebingungan untuk operasional berobat Marwah meski sudah menggunakan BPJS, karena penghasilannya hanya bisa untuk makan dan membayar sewa rumah saja. Kondisi Marwah belum banyak perubahan, ia hanya bisa berbaring dan duduk bersender. Marwah akan dijadwalkan untuk operasi lanjutan di RSCM Jakarta namun masih harus menjalani pemeriksaan medis penunjang operasi. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat rutin, membeli susu dan makanan bergizi untuk Marwah. Sebelumnya Marwah telah dibantu pada Rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Marwah menderita Hidrosefalus

Marwah menderita Hidrosefalus


YANI BIN ADJAN (50, Glaucoma). Alamat: Jln. Ukir Dalam, RT 6/13, Kec. Cengkareng Timur, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Bu Yani berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia tinggal di kontrakan sepetak bersama sang ayah yang sudah sangat sepuh, Pak Adjan (80). Sejak 3 tahun lalu, kedua mata Bu Yani memerah, ia lalu berobat ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Cengkareng untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD akhirnya ia didiagnosis menderita Glaucoma (sejenis katarak). Bu Yani kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bu Yani berobat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Yani tidak bekerja, ia pun belum menikah. Selama ini ia dibantu oleh tetanganya. Kondisi saat ini Bu Yani sama sekali tidak bisa melihat dan tumbuh benjolan di bagian leher yang belum pernah ia periksakan. Pengobatan untuk matanya pun sempat tertunda karena tidak memeliki uang untuk ongkos ke RSCM. Saat ini Bu Yani masih terus berobat jalan di RSCM namun belum ada perkembangan yang baik dari penyakitnya. Belum dapat diketahui penanganan apa yang akan dilakukan untuk mata Bu Yani. Kini kondisi Bu Yani menurun, ia sering mengeluh kesakitan pada mata dan seluruh tubuhnya. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membayar kontrakan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Bu Yani dibantu pada Rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu yani menderita Glaucoma

Ibu yani menderita Glaucoma


NATHAN LEVINE SUWANTO (2, Bocor Jantung). Alamat: Jln. Ukir Dalam No. 54, RT 6/13, Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Nathan adalah anak pertama dari Bu Sisca (28) dan Pak Wawan (30) yang bekerja sebagai supir pribadi. Sejak Nathan lahir sudah ada kelainan pada hidungnya dimana warna hidungnya terlihat kebiru-biruan tidak seperti bayi pada umumnya. Nathan didiagnosis menderita kelainan jantung dan berobat di RSCM Jakarta. Kekurangan gizi membuat tumbuh kembang Nathan terhambat : ia belum bisa berjalan, berbicara dan mendengar. Nathan kini menggunakan alat bantu dengar dan masih harus menjalani terapi. Ia sudah dapat berdiri tegak dan mendengar lebih baik namun masih harus belajar berjalan. Kondisi jantungnya juga semakin membaik dan ia harus kontrol setahun sekali untuk memeriksakan jantungnya. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu dan operasional terapi. Sebelumnya Nathan dibantu pada Rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Nathan menderita Bocor Jantung

Nathan menderita Bocor Jantung


ALFAN KURNIAWAN (1, Celebral Palsy). Alamat : Kapuk Pulo, RT 10/2, Kel. Kapuk Cengkareng, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Alfan anak sulung dari pasangan Bu Sani (22) dan Pak Iwan (23) yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Sejak lahir Alfan sudah terdiagnosis Celebral Palsy dan sampai saat ini ia berobat di RSUD Cengkareng. Alfan sering kejang-kejang disertai melemasnya badan dan otot-otot. Di usianya yang hampir 2 tahun Alfan hanya terbaring lemas, berat badan kurang dan cenderung gizi buruk. Alfan berobat menggunakan BPJS kelas 3, namun orang tua Alfan kesulitan untuk ongkos ke RSUD dan untuk membeli susu karena penghasilan Pak Iwan yang tidak mencukupi untuk keperluan Alfan. Belakangan ini Alfan sering kejang – kejang dan panas tinggi dalam waktu yang cukup lama bahkan hingga harus dirawat. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu dan operasional berobat ke RSUD Cengkareng. Sebelumnya Alfan dibantu pada Rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Alfan menderita Celebral Palsy

Alfan menderita Celebral Palsy


ARIS WAHYU HIDAYAT (35, Sesak Napas Akut). Alamat : Kampung Jatengreng, RT 1/3, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sudah lebih dari dua minggu Pak Aris tidak dapat bekerja sebagai satpam. Ia hanya bisa terbaring di rumah karena mengalami sesak napas yang sudah akut. Awalnya ia mengalami demam, lama-kelamaan napasnya terasa berat ditambah perutnya yang agak membesar. Oleh istrinya, Sarinah (38), Pak Aris dibawa ke rumah sakit swasta yang dekat dengan rumah. Pak Aris sempat mendapat diagnosis terkena typhus, namun hanya dirawat selama 3 hari karena ia tak mampu membayar biaya rumah sakit yang terus membesar. Setelah dirawat kondisi Pak Aris tidak mengalami perubahan, oleh tetangganya yang bekerja di sebuah rumah sakit Pak Aris dibiayai pemeriksaan darah dan rontgen di tempat tetangganya bekerja. Tetangganya tersebut menyarankan Pak Aris untuk menjalani pemeriksaan endoskopi yang biayanya tidak murah. Pak Aris urung mengikuti saran tetangganya tersebut karena sungkan jika terus dibiayai tetangganya. Pak Aris mencoba mencari pinjaman namun tidak menemukan hasil. Ia pun tidak memiliki simpanan karena penghasilannya selain untuk menafkahi anak dan istrinya, ia juga harus menafkahi ibu, adik, serta keponakannya. Kurir #SedekahRombongan langsung bergegas ke rumah petakan Pak Aris yang saat itu terbaring lemas. Bantuan dari sedekaholic #sedekahrombongan diberikan untuk membantu biaya berobat Pak Aris serta mendaftar sebagai peserta BPJS. Semoga allah SWT memudahkan urusan Pak Aris.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Aris menderita Sesak Napas Akut

Pak Aris menderita Sesak Napas Akut


HARUN AL- RASYID (9, Celebral Palsy). Alamat : Jalan H Jairi, RT 5/2, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Harun anak pertama dari Bu Samidah (46) yang bekerja sebagai tukang jahit dan Pak Mujiono (47) yang tidak bisa bekerja karena kendala fisik yang sudah tidak mendukung. Saat berusia 2 bulan Harun sakit demam, kejang kemudian dirawat di rumah sakit. Hingga saat ini, Harun masih sering mengalami kejang sehingga mengakibatkan tubuhnya lemas dan tidak dapat melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Di usianya kini ia hanya bisa berguling dan semua aktivitas tergantung pada orang tuanya. Harun berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia pun berobat dibantu dengan BPJS. Meski pengobatan ditanggung BPJS, orang tua Harus masih menghadapi kendala ongkos pulang pergi ke RSUD Cengkareng untuk fisioterapi yang harus dilakukan dengan rutin. Saat ini Harun masih menjalani fisioterapi rutin, meskipun belum banyak mengalami perkembangan, ia terlihat begitu ceria. Kurir #SedekahRombongan kembali  memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan terapi rutin. Sebelumnya Harun dibantu pada Rombongan 884.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Harun menderita  Celebral Palsy

Harun menderita Celebral Palsy


TERAPI WICARA RS FATMAWATI JAKARTA (Terapi Wisata ke Gelanggan Samudra Ancol). Alamat : Poliklinik Tumbuh Kembang RS Fatmawati Jakarta, Jln. RS Fatmawati,  Kel. Cilandak Barat, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Prov. DKI Jakarta. Terapi Wisata merupakan kegiatan rutin tahunan Poliklinik Tumbuh Kembang RS Fatmawati Jakarta. Terapi Wisata biasanya dilakukan 1 – 2 kali dalam satu tahun. Yang menjadi peserta dalam terapi wisata adalah anak-anak yang menjalani terapi di poliklinik tumbuh kembang anak RS Fatmawati Jakarta. Mereka adalah para penderita dislogia yakni gangguan bicara akibat kelainan perkembangan mental seperti yang dialami anak dengan Autis, Celebral Palsy, Downsyndrom juga para penderita disaudia atau gangguan pada pendengaran. Selain Terapi Wisata, ada juga kegiatan rutin bulanan yang dilakukan di rumah sakit. Dalam kegiatan tersebut para peserta diterapi secara bersama-sama sambil melakukan berbagai permainan. Agar anak – anak tidak bosan hanya berkegiatan di rumah sakit, maka diadakan terapi wisata yang bertujuan agar mereka mengenal dunia luar dan mampu bersosialisasi serta dapat belajar sambil berekreasi. Sebagian besar anak-anak berasal dari keluarga tidak mampu. Pada pertengahan bulan Oktober, Poliklinik Tumbuh Kembang Anak mengadakan kembali kegiatan terapi wisata ke Citra Raya World Of Wonder, Cikupa, Tangerang. Kegiatan ini akan diikuti oleh sebanyak 40 anak. #Sedekahrombongan memberi bantuan untuk transportasi dan akomodasi kegiatan ini. Sebelumnya Poliklinik Tumbuh Kembang RS Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 784.

Jumlah Bantuan: Rp.  3.000.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Terapi Wisata ke Gelanggan Samudra Ancol

Terapi Wisata ke Gelanggan Samudra Ancol


ANDINI MAULIDYA PUTRI (8, Kanker Tulang). Alamat : Gunung Putri, RT 3/9, Kelurahan Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Andini kini terbaring lemah di RS Fatmawati Jakarta. Ia menderita  kanker tulang di tangan sebelah kirinya yang kini kondisinya mengalami pembasaran melebih paha orang dewasa. Sakitnya berawal saat tangan kiri Andini dipelintir oleh temannya, keesokan harinya tangannya mengalami pembengkakan. Oleh ayahnya, Nurjaman (32), Andini dibawa ke tukang pijat namun bukan semakin membaik, justru semakin parah. Pembengkakan tersebut menjalar sampai ke pundaknya. Andini kemudian dibawa ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Cibinong. Keterbatasan alat di RSUD Cibinong membuat Andini dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta. Dokter mengatakan bahwa tangan Andini harus diamputasi agar tidak terjadi penyebaran sel kanker. Pak Nurjaman dan juga istrinya, Mitun (31) yang baru saja melahirkan ini, memasrahkan semua kepada pihak dokter. Bantuan dari #sedekahrombongan diberikan untuk operasional di rumah sakit selama Andini dirawat dan untuk pembayaran iuran BPJS kelas 3 agar tidak terjadi penunggakan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Andini menderita Kanker Tulang

Andini menderita Kanker Tulang


SURONO BIN ATMOREJO (44, HNP). Alamat : Cipete Utara, RT 2/3, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah 5 bulan lamanya Pak Surono dirawat di RS Fatmawati Gedung Soelarto, Jakarta. Pak Surono mengidap penyakit HNP atau Saraf Kejepit di bagian saraf utamanya. Awalnya Pak Surono terjatuh dari gedung lantai 2 saat bekerja sebagai buruh bangunan. Pak Surono dibawa ke UGD RS Fatmawati oleh rekan-rekannya pada 26 Maret 2016. Keesokannya, Pak Surono dipindahkan ke ruang Highcare selama 2 Minggu, kondisinya kemudian membaik sehingga ia dipindahkan ke ruang perawatan di Gedung Soelarto. Pada 28 Mei 2016, Pak Surono mendapatkan tindakan operasi di bagian leher karena pada bagian toraknya ada yang patah, selain itu untuk mengatasi saraf kejepit di bagian saraf utamanya yakni saraf penggerak. Saat ini Pak Surono menjalani terapi di Poli Rehabmedik untuk belajar mandiri dalam melakukan aktivitas nantinya. Istri Pak Surono, Sucianingsih (42), selalu mendampinginya ditemani 2 orang anaknya. Bu Suci saat ini sudah tidak mempunyai tempat tinggal karena Pak Surono sudah dirawat berbulan – bulan membuat Bu Suci juga tinggal di rumah sakit, dan mereka tak mampu membayar sewa kontrakan. Kondisi tersebut bahkan membuat  anaknya yang berusia 6 bulan dititipkan ke pedagang minuman mengingat di usia tersebut sangat rentan terserang virus  jika berada di rumah sakit. Bantuan dari #sedekahrombongan digunakan untuk operasional di rumah sakit serta membantu biaya sewa rumah di sekitar rumah sakit. Pak Surono selama ini berobat menggunakan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak surono menderita HNP

Pak surono menderita HNP


RIZKY ALVIAN (22, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Cicangkal Peusar, RT 5/1, Desa Suka Mulya, Kec. Rumpin, Kab. Bogor, Prov. Jawa Barat. Pemuda dari 6 bersaudara ini adalah seorang buruh di proyek bangunan, ia tinggal bersama ibunya, Rosmiati (46) dan adiknya, Rosdiana (14) yang saat ini masih duduk di bangku SMP. Kakaknya yang lain pun ada yang ikut tinggal dalam satu rumah dengannya meski sudah berkeluarga. Rizky termasuk pemuda yang bertanggung jawab kepada keluarga, sejak ayahnya meninggal 4 tahun lalu, ia lah yang menggantikan almarhum menjadi kepala keluarga membantu ibunya untuk biaya sekolah adiknya. Sejak 10 bulan belakangan ini, Rizky mengidap penyakit kelenjar getah bening, pahanya membengkak dan semakin besar hingga membusuk karena tak diobati. Ketika kurir #SedekahRombongan mengunjunginya,  kondisinya sangat memprihatinkan, Rizky hanya bisa berobat secara alternatif dan sekali berobat ke Puskesmas terdekat namun tak bisa menangani karena kondisinya sudah sangat parah. Rizky belum memiliki BPJS sehingga ia tak berani berobat lanjutan ke rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan memberikan pengarahan kepada keluarga terkait pembuatan BPJS dan memberikan bantuan untuk operasional berobat dan membuat BPJS. Ucapan terima kasih teriring air mata dan pelukan dari keluarga Rizky atas bantuan yang diberikan dan mereka berdoa semoga sedekaholic #SedekahRombongan selalu diberikan kesehatan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :16 september 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana usman @ririn_restu

Pak rizky menderita Kelenjar Getah Bening

Pak rizky menderita Kelenjar Getah Bening


MAHMUDIN BIN FULAN (46, Patah Tulang + Buta). Alamat : Kp. Solear, RT 4/4, Desa Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Suami dari Ibu Dahlia (40) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini sehari – harinya bekerja sebagai kuli bangunan. Pada awal tahun 2015, Pak Mahmud mengalami kecelakaan saat sedang bekerja di sebuah proyek pembangunan di Makasar, Sulawesi Selatan. Pak Mahmud terjatuh dari lantai 3 hingga mengalami patah tulang pada kakinya dan tidak bisa berjalan selama beberapa bulan. Pada awal tahun 2016, ia kembali bekerja meski dengan kondisi kaki yang belum 100% sembuh. Pak Mahmud kembali berhenti bekerja karena ia tidak dapat melihat  selama 3 bulan. Dokter menyarankan agar segera dilakukan tindakan operasi pada matanya, namun meski Pak Mahmud sudah memiliki BPJS kelas 3, ia tidak memiliki uang untuk transportasi ke rumah sakit karena sudah tak lagi bekerja. Akhirnya dengan terpaksa Pak Mahmud meminjam uang pada tetangganya. Alhamdulillah tetangganya membantunya berobat karena istrinya harus bekerja di rumah majikannya yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Alhamdulillah, tetangga Pak Mahmud pun peduli dan menginformasikan kondisi Pak Mahmud kepada #SedekahRombongan. Kurir #SedekahRombongan akhirnya memberikan bantuan awal untuk biaya transportasi ke RSUD Balaraja guna menjalani kontrol rutin, sambil menunggu tindakan operasi yang sudah direncanakan oleh pihak RSUD Balaraja.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @pratama_catur @ririn_restu

Pak mahmudin menderita Patah Tulang + Buta

Pak mahmudin menderita Patah Tulang + Buta


SULIYEM BIN SUKMO (53, Asma + Darah Tinggi). Alamat : Kampung Apung, RT 9/2, Kelurahan Pondok Jagung 2, Kecamatan Kalideres, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Suliyem yang biasa dipanggil Bu Iyem ini adalah seorang janda yang hanya memiliki satu anak, Yanto (26). Beberapa tahun yang lalu suami Bu Iyem meninggal dunia karena sakit. Saat ini ia tinggal berdua dengan Yanto di kontrakan sepetak. Bu Iyem bekerja sebagai pembantu rumah tangga di daerah Kalideres, hanya saja ia sudah tidak bisa bekerja lagi karena menderita asma akut dan darah tinggi. Penyakit asma yang dideritanya sudah sangat parah sehingga ia sering tiba-tiba merasa sesak dan lemas. Bu Iyem juga sering mengeluh sakit kepala. Berbekal kartu BPJS PBI dari pemerintah, Yanto membawa Ibunya berobat ke Puskesmas Pesakih di dekat rumahnya, namun karena peralatan yang kurang memadai ia dirujuk ke RSUD Cengkareng yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. Bu Iyem sempat dirawat dan ia menjalani berbagai pemeriksaan medis sehingga diketahui sakit kepala yang diderita Bu Iyem akibat penyakit darah tinggi yang beresiko terjadi serangan stroke dan gagal jantung. Setelah kondisinya membaik, Bu Iyem berobat jalan dan diberi beberapa obat, salah satunya obat darah tinggi yang harus diminum setiap hari. Belakangan ini Bu Iyem sering tiba-tiba sesak hingga tubuhnya menggigil. Mengingat RSUD yang letaknya lumayan jauh, dokter menyarankan untuk menyediakan tabung oksigen di rumah untuk berjaga-jaga ketika sesak napas Bu Iyem kambuh. Hal tersebut juga dikarenakan Yanto tak dapat terus menemani Bu Iyem di rumah karena harus bekerja. Penghasilan Yanto sebesar Rp. 850.000,- per bulan hanya bisa untuk membayar kontrakan dan makan sehari-hari sehingga tidak bisa membeli tabung oksigen tersebut. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Iyem dan Yanto, bantuan awal pun diberikan untuk membeli tabung oksigen yang sangat dibutuhkan Bu Iyem saat keadaan darurat bila asma dan sesaknya kambuh tiba-tiba.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Ibu suliyem menderita Asma + Darah Tinggi

Ibu suliyem menderita Asma + Darah Tinggi


SUMIYATI BINTI SURO WIONO (48, Tumor Otak Sebelah Kanan). Alamat : Jalan Randu, Gang Dermawan LK 2, RT 5, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Ibu Yati panggilan akrabnya, ia pernah mengalami kecelakaan motor hingga kepalanya terbentur jalan pada tahun 2014. Beberapa hari setelahnya, Ibu Yati mengalami kejang-kejang pada sebagian badan sebelah kiri dan keluarga segera membawa Ibu Yati ke Rumah Sakit Bintang Amin (RSBA), akan tetapi ia langsung dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Hasil dari CT-scan dan MRI terdapat tumor di dalam kepala sebelah kiri, dokter menyarankan untuk melakukan operasi. Keterbatasan biaya membuat keluarga Ibu Yati melakukan pengobatan alternatif dan membuat kondisi Ibu Yati membaik. Pada pertengahan Agustus 2016, Ibu Yati tiba-tiba mengalami kejang-kejang kembali dan langsung dilarikan ke RSAM. Kondisi terkini Ibu Yati masih sakit kepala dan terkadang kejang-kejang namun sudah ada jadwal operasi untuk pengangkatan tumor di otaknya. Keseharian Pak Sumijo (58), suami dari Ibu Yati adalah buruh bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja. Ibu Yati menggunakan fasilitas kesehatan JKN PBI Kelas 3 ynamun masih ada biaya yang harus ditanggung keluarga. Pak Sumijo pun kesulitan mencari biaya hidup di rumah sakit. Mendengar informasi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung mendatangi Ibu Yati dan menyampaikan bantuan dari para sedekaholics untuk meringankan kebutuhan selama di rumah sakit dan biaya pengobatan Ibu Yati.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @nando_931 @indahpujaamelya @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Ibu sumiyati menderita Tumor Otak Sebelah Kanan

Ibu sumiyati menderita Tumor Otak Sebelah Kanan


AISYAH BINTI AKMARI (62, Stroke). Alamat : Kampung Tenjolahang Timur, RT 2/2, Desa Tenjolahang, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Aisyah menderita stroke sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya beberapa bagian tubuhnya sering bergetar dan sulit digerakkan, seiring berjalannya waktu penyakitnya semakin akut, sehingga berjalan pun harus dipapah. Berkat bantuan tetangga, Ibu Aisyah sempat dibawa ke Puskesmas untuk berobat, tetapi penyakitnya tak kunjung membaik. Saat ini kondisi kesehatan Ibu Aisyah menurun drastis. Ibu Aisyah adalah seorang janda, biaya hidupnya ditopang oleh anaknya yang sudah mempunya keluarga dan hidup dalam kondisi serba kekurangan. Kondisi tersebut membuat anaknya tidak bisa membawa berobat ibunya secara maksimal. Ketika Ibu Aisyah mengalami sakit, anaknya pun kebingungan karena tidak punya simpanan yang cukup untuk membawa ibunya berobat. Selain itu, Ibu Aisyah juga belum terdaftar sebagai peserta JKN. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, Ibu Aisyah  menyampaikan kesulitannya dan keinginannya untuk berobat. Alhamdulillah titipan dari sedekaholics telah disampaikan kepadanya untuk pembuatan BPJS dan transportasi berobat ke Puskesmas atau RSUD. Semoga Ibu Aisyah setelah mempunyai jaminan kesehatan bisa berobat dengan rutin dan segera sembuh kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @oji_fahrur @ririn_restu

Ibu aisyah menderita Stroke

Ibu aisyah menderita Stroke


MUHAMMAD FAISAL (2, Kelainan Saluran Pernapasan).  Alamat : Kp. Mauk, RT 1/3, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Faisal adalah anak pertama dari pasangan Bapak Afendi (24) dan Ibu Lilis (24). Ia mengalami kelainan saluran pernapasan sejak berusia 1 bulan. Tahun pertama pengobatan hanya pada tingkat Puskesmas saja, itu juga tidak dilakukan secara rutin, hanya sesekali saja ketika penyakitnya kambuh. Pernah juga Puskesmas merujuknya ke RSUD, tetapi orang tua Faisal tidak membawanya berobat karena ketiadaan biaya. Pada 9 Oktober 2016, penyakit Faisal kembali kambuh, saat itu kondisinya kritis sehingga Ibu Lilis segera membawanya ke Puskesmas. Hasil pemeriksaan dokter Puskesmas menyatakan bahwa Faisal harus segera dirawat di RSUD. Pak Afendi yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di salah satu kantor di Jakarta memiliki penghasilan yang jauh dari cukup. Pak Afendi pun hanya dapat pulang untuk menjenguk anak dan istrinya paling cepat 2 minggu sekali, bahkan terkadang 1 bulan sekali. Hal tersebut dilakukannya untuk menghemat biaya. Saat kondisi Faisal menurun, Ibu Lilis kebingungan apa yang harus dilakukannya, karena selain tidak punya pegangan, ia juga tidak didampingi suaminya. Akhirnya Ibu Lilis mendatangi kantor Dinas Sosial Pandeglang untuk meminta Surat Keterangan Tidak Mampu agar anaknya bisa dirawat di RSUD, karena meskipun BPJS Mandiri sudah dimilikinya tetapi sudah 10 bulan tidak dibayarkan. Alhamdulillah Allah mempertemukan Ibu Lilis dengan kurir #SedekahRombongan di kantor Dinas Sosial, kurir pun mendampinginya berobat ke RSUD Berkah Pandeglang dan memberikan bantuan awal untuk membayar iuran BPJS. Semoga Faisal segera pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Faisal menderita Kelainan Saluran Pernapasan

Faisal menderita Kelainan Saluran Pernapasan


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasan dan TB paru sejak  tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta seperti RS Polri Kramat Jati, RS Harapan Kita, RSCM dan RS Persahabatan untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati dicover BPJS tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Ibu Fatmawati telah menjalani pemeriksaan endoskopi dan masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan medis lainnya. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 903.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :  13 Oktober 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy anas ramadhan @ririn_restu

Ibu fatmawati menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru

Ibu fatmawati menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru


SIPLI BIN INDA (58, Eksim Akut). Alamat : Kampung Kadu Payung, RT 3/2, Desa Bama, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Bapak Sipli mengalami sakit sejak dua tahun yang lalu, awalnya ia mengira hanya gatal-gatal biasa saja, seiring berjalannya waktu penyakitnya semakin lama semakin menyebar hingga memenuhi sebagian tubuhnya. Keterbatasan ekonomi membuat Bapak Sipli tidak mengobati penyakitnya secara medis, pengobatan hanya menggunakan obat tradisional saja. Saat ini ia tersiksa dengan rasa gatal di tubuhnya. Bapak Sipli berprofesi sebagai buruh pertanian, ia hanya bekerja jika ada tetangga yang menyuruhnya menggarap lahan pertanian. Garapan pertanian tidak setiap hari ia dapatkan,  hasilnya pun belum cukup untuk biaya hidup sehari-hari bersama istri dan ketiga anaknya, apalagi untuk biaya berobat. Sejak sakit kulitnya bertambah parah, ia tidak bisa bekerja lagi di ladang dan hanya bisa pasrah menunggu keajaiban atas kesembuhannya. Ketika dikunjungi kurir #sedekahrombongan, Bapak Sipli menyampaikan kesulitannya, bantuan awal pun diberikan kepadanya untuk biaya  berobat secara medis ke Puskesmas. Semoga Bapak Sipli segera sembuh dari penyakit kulitnya sehingga dia dapat bekerja lagi untuk mengais rezeki.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000
Tanggal : 11 oktober 2016
Kurir: @wiraairiy @nurmanmlana @yadi_uy  @bapakamin @ririn_restu

Pak sipli menderita Eksim Akut

Pak sipli menderita Eksim Akut


ENOK TUTI BINTI MIMIN (42, Tumor Pipi). Alamat : Kp. Kalahang Tengah  RT 4/2, Desa Kadudodol, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Istri dari Bapak  Munajat (47) yang bekerja sebagai buruh tani ini menderita tumor di pipi sebelah kanan. Awal mula sakitnya pada tahun 1998, di pipinya terdapat luka seperti jerawat namun lama kelamaan menjadi besar dan bernanah. Setelah diperiksa ternyata itu merupakan tumor, akhirnya pada tahun 2000 Ibu Enok menjalani operasi yang pertama di RS Tugu, Priuk, Jakarta. Operasi pertamanya belum maksimal sehingga Ibu Enok harus dioperasi kembali pada Tahun 2007 di RSUD Pandeglang dengan menggunakan Jamkesmas. Pada Tahun 2008, ia kembali menjalani operasi di RS Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta. Ternyata tidak cukup sampai di situ, pada tahun 2015 Bu Enok dioperasi lagi di RSCM Jakarta, bahkan mata sebelah kanannya harus diangkat karena sudah tidak berfungsi. Pengobatan yang dijalani menggunakan Kartu Jaminan Kesehatan (KIS). Setelah menjalani rangkaian tindakan operasi, Bu Enok masih harus rutin berobat ke RSCM dan nantinya harus dioperasi di bagian wajah, hidung, telinga, dan bibir. Bagian telinganya lebih diprioritaskan untuk dioperasi karena sudah tidak lagi berfungsi sejak pasca operasi sebelumnya. Suaminya merasa kesusahan untuk biaya transportasi dan operasional berobat ke RSCM Jakarta, walaupun untuk biaya berobat sudah ditanggung BPJS. Maklum saja, jangankan untuk biaya berobat, penghasilannya sebagai buruh tani pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beserta istri dan ketiga anaknya yang masih sekolah. Bu Enok saat ini masih harus menjalani rawat jalan. Mendekati jadwal berobat, Bu Enok kesulitan untuk biaya transportasi dan operasional berobat ke RSCM. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi ke RSCM setelah sebelumnya dibantu pada Rombongan 849.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Oktober 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy Emay Humairoh @ririn_restu

Pak enok menderita Tumor Pipi

Pak enok menderita Tumor Pipi


PESANTREN TAHFIDZ QURAN HALIMATUS ASSADIYAH (Bantuan Tunai). Alamat :  Jalan H. Sulaeman No. 24, RT 4/7, Kelurahan Perigi Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pondok pesantren ini didirikan oleh KH. Imam di tanah miliknya secara swadaya untuk menampung para santri yang ingin menjadi penghafal Al-Quran. Sudah puluhan santri bermukim di sana yang kebanyakan dari mereka adalah keluarga dhuafa yang berasal dari luar daerah mulai dari Tangerang sampai Flores. Pondok Pesantren ini membutuhkan biaya untuk operasional pendidikan dan kebutuhan sehari – hari santri. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu operasional pesantren ini. Sebelumnya pesantren ini telah dibantu pada Rombongan 633.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir @wirawiry @ririn_restu

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


ALI USMAN (62, TB Tulang). Alamat : Jl. Palapa No. 34, RT 3/11, Kel. Karangsari, Kec. Adipala, Kab. Cilacap, Prov. Jawa Tengah. Tiga tahun lalu, Pak Ali pernah terjatuh dari perahu saat bekerja sebagai nelayan. Saat itu ia tak sadarkan diri dan segera dibawa ke rumah sakit. Ia telah menjalani berbagai pemeriksaan medis hingga jari tangan sebelah kirinya diamputasi. Sejak saat itu kondisinya berangsur membaik. Beberapa bulan yang lalu, Pak Ali tiba – tiba tidak bisa berjalan. Bagian tubuh perut ke bawah sudah mati rasa dan ia dinyatakan menderita lumpuh. Sebelumnya Pak Ali didiagnosis menderita TB Tulang, namun setelah meminum obat secara rutin selama 6 bulan kondisinya belum membaik. Dokter menyatakan kemungkinan ada penyakit lain yang menyerang tulang Pak Ali. Saat ini Pak Ali hanya bisa terbaring lemah. Sudah lebih dari tiga bulan Pak Ali dirawat di RS Fatmawati Jakarta. Istrinya, Saimah, dan anak bungsunya yang mulanya tingal di Cilacap kini berada di Jakarta untuk mendampinginya dan tinggal bersama anak sulungnya yang sebelumnya telah lama tinggal di Jakarta untuk bekerja. Mereka terpaksa tinggal berdesakan di kontrakan kecil di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Pak Ali masih harus menjalani rangkaian pemeriksaan medis, dan salah satunya harus dilakukan di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pak Ali membutuhkan kursi roda khusus dan harus menjalani terapi agar bisa hidup mandiri meski mengalami kelumpuhan. Keluarga tak mampu membeli kursi roda karena tak memiliki uang, anak sulung Pak Ali tidak lagi bekerja karena mendampingi Pak Ali di rumah sakit, sedangkan suaminya adalah pengemudi ojek online yang penghasilannya hanya cukup untuk membayar kontrakan dan makan sehari – hari. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk membeli kursi roda khusus.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak ali menderita TB Tulang

Pak ali menderita TB Tulang


SAINAH BINTI SALEH (35, Bantuan Tunai). Alamat : Cidawang Bangsal, RT 2/3, Desa Paku Sengkunyit, Kecamatan Martapura, Kabupaten Oku Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Ibu Inah biasa ia dipanggil, sehari-harinya bekerja sebagai penjual keripik keliling. Ibu Inah biasa berkeliling jualan keripik sejak pukul 7 pagi dengan berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan. Suami Ibu Inah, Bapak Jumani (42), berjualan Mie ayam keliling, dalam sehari ia membuat 40 porsi mie ayam, namun terkadang tidak habis. Pendapatan kotor sehari-hari yang diperoleh Bapak Jumani sekitar 150 ribu rupiah. Ibu Inah memiliki 3 orang anak, anak pertama mereka, Saeni (17), terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA karena keterbatasan biaya orang tuanya. Anak mereka yang lain, Patonah (9) kelas 3 SD dan Nurdin (5) masih TK. Keluarga ini tinggal di sebuah rumah sangat kecil yang dibangun di tanah yang mereka kontrak. Ibu Inah ingin menambah modal untuk berdagang, ia tidak hanya ingin berjualan keripik saja, tetapi lauk-pauk yang sudah matang beserta cemilan pempek dan lain-lain. Anak pertamanya juga sangat ingin kembali bersekolah, namun Ibu Inah dan Pak Jumani tidak memiliki uang. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan lanjutan pun disampaikan untuk membantu biaya masuk sekolah anak mereka yang pertama. Semoga cita – cita anak Bu Inah tercapai dan ia dapat membantu orang tuanya kelak, amin. Sebelumnya Ibu Inah telah dibantu pada Rombongan 802.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @sintamurtinaa @ririn_restu

Bantuan tunai

Bantuan tunai


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional September 2016). Sejak April 2016, alhamdulillah #SedekahRombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan September 2016 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru dan dari wilayah lain di Provinsi Riau, amin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 899.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.040.000,-
Tanggal : 15 Oktober  2016
Kurir : @arfanesia @nhpita seluruh kurir Riau @ririn_restu

Biaya Operasional September 2016

Biaya Operasional September 2016


RSSR RIAU (Operasional RSSR September 2016). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah SedekahRombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan #SR Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan September 2016 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk membeli perlengkapan RSSR, konsumsi pasien, biaya listrik dan biaya operasional harian lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, amin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 899.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.895.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita seluruh kurir Riau @ririn_restu

Operasional RSSR September 2016

Operasional RSSR September 2016

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 HAFID BIN MALINTA 750,000
2 SITI AISYAH 500,000
3 UMI ALFIAH 750,000
4 HARYANTO BIN MUHARDI 1,500,000
5 NGADIYO BIN KERTOKAMSO 1,000,000
6 LEHA BINTI MATRI 500,000
7 FARID ABDULLAH 1,000,000
8 EKO PRAYITNO 3,875,670
9 TONI SISWANTO 500,000
10 WINANTI Binti TAYAT 1,000,000
11 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
12 SATIJEM TUKARUNG 1,000,000
13 KARTINI 1,000,000
14 TRI PURNOMO APRIANTO 1,000,000
15 PARIYEM BINTI TARYO 1,000,000
16 REZA AFIF FIRDAUS 750,000
17 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,000,000
18 LUTFHI ARYA FIRDAUS 1,000,000
19 RSSR WONOGIRI 6,910,300
20 SRI RAHAYU 1,017,000
21 LINTANG RAMADANI 614,000
22 ASREVI SINGGIH 500,000
23 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 1,100,000
24 HAMIYAH SYAFIUDIN 1,000,000
25 AKMINA BINTI ENDIN 879,400
26 MBAH SIAMAH 1,400,000
27 MISKA AULIA 500,000
28 MARWAH HABIBATUN NISA 750,000
29 YANI BIN ADJAN 750,000
30 NATHAN LEVINE SUWANTO 750,000
31 ALFAN KURNIAWAN 500,000
32 ARIS WAHYU HIDAYAT 1,000,000
33 HARUN AL- RASYID 500,000
34 TERAPI WICARA RS FATMAWATI JAKARTA 3,000,000
35 ANDINI MAULIDYA PUTRI 500,000
36 SURONO BIN ATMOREJO 1,500,000
37 RIZKY ALVIAN 1,000,000
38 MAHMUDIN BIN FULAN 1,000,000
39 SULIYEM BIN SUKMO 1,000,000
40 SUMIYATI BINTI SURO WIONO 750,000
41 AISYAH BINTI AKMARI 500,000
42 MUHAMMAD FAISAL 500,000
43 FATMAWATI BINTI ANWAR 500,000
44 SIPLI BIN INDA 500,000
45 ENOK TUTI BINTI MIMIN 500,000
46 PESANTREN TAHFIDZ QURAN HALIMATUS ASSADIYAH 1,500,000
47 ALI USMAN 1,500,000
48 SAINAH BINTI SALEH 1,000,000
49 MTSR RIAU 5,040,000
50 RSSR RIAU 5,895,000
Total 63,481,370

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 63,481,370,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 905 ROMBONGAN

Rp. 42,956,426,657,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.