Rombongan 903

Bersedekah dapat menolongmu keluar dari kesulitan hidup.
Posted by on October 17, 2016

RSSR MALANG (Operasional Bulan Agustus 2016). Alamat : Jalan Emas no 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir #SedekahRombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir #SedekahRombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir #SedekahRombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air, konsumsi, pampers, bendera dan tiang bendera serta administrasi. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 892. Bantuan dari sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 15.181.931,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir: @FaizFaeruz @AfiatBuchori @nay_munaa

Operasional Bulan Agustus 2016

Operasional Bulan Agustus 2016


MUHAMMAD DAFFY SYASIFAWAIDI (2, Limfangioma). Alamat : Dusun KP Haji, RT 7/2 Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Terlahir dengan memiliki penyakit bawaan, setelah diperiksa ternyata terdiagnosa Limfangioma (tumor jinak). Tumor jinak yang tumbuh sejak lahir tersebut berada di leher dan di bawah ketiak sebelah kanan. Sampai saat ini penyakit Daffy masih mungkin kambuh, tapi diperbolehkan untuk kontrol ringan dengan dokter bedah di Bondowoso. Alhamdulillah Daffy dipertemukan dengan Kurir Malang dan telah melakukan 2x operasi pengambilan tumor. Daffy merupakan putra pertama dari pasangan Bapak Halid (25), beliau bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Lina Lutfiah (21), yang bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa, setelah melihat pekerjaan orang tua Daffy tentu keluarga ini kesulitan untuk mencukupi biaya berobat karena gaji ayah tidak menentu dan ibu yang tidak berpenghasilan. Meski selama ini untuk biaya perawatan Daffy menggunakan fasilitas BPJS, jadi cukup membantu ekonomi keluarga Daffy. Bulan kemarin santunan masuk dalam nomor rombongan 892. Semoga Daffy segera sembuh total dan dapat tumbuh besar menjadi anak yang sehat, kuat dan berbakti kepada orang tua kelak. Amin..

Jumlah Bantuan: Rp. 1.250.000.-
Tanggal : 6 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria

Daffy menderita Limfangioma

Daffy menderita Limfangioma


ERNI BIN NARDI (24, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Jember, RT 05/03, Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Erni dan suamimya, Ortha Melando (27), telah berumah tangga selama 5 tahun. Selama itu, pasangan tersebut belum dikaruniai keturunan. Untuk segera mendapatkan anak, salah satu usaha yang dilakukan oleh Erni adalah dengan mengkonsumsi jamu. Sayangnya usaha tersebut malah menjadikan Erni terkena penyakit. Sekitar 10 bulan yang lalu, tensi Erni sempat menyentuh angka 200. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, Erni dinyatakan gagal ginjal. Sampai saat ini, Erni telah melakukan penyinaran sebanyak 52 kali, rawat inap sebanyak 17 kali dan harus kontrol setiap awal bulan. Suaminya, Ortha Melando (27), memilih resign dari pekerjaannya sebagai karyawan sebuah BPR untuk merawat Erni yang lebih berharga baginya. Karena tidak memiliki pekerjaan, pasangan ini dan keluarganya pelan-pelan mulai menjual segala harta bendanya untuk biaya pengobatan Erni. Beruntung biaya pengobatan Erni yang rutin kontrol di RS Saiful Anwar Malang tiap tanggal 1 ini banyak terbantu dengan Fasilitas Kesehatan BPJS. Namun untuk obat-obatan dan biaya transport Jombang-Malang, Erni dan Ortha harus menanggungnya sendiri. Alhamdulillah, sekarang Ortha sudah pindah ke Jakarta untuk merantau. Melihat kesulitan tersebut kurir #SedekahRombongan tanggap memberikan bantuan kepada Erni. Semoga bantuan dari #Sedekahholics bisa meringankan beban Erni dan Ortha.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Ibu erni menderita Gagal Ginjal

Ibu erni menderita Gagal Ginjal


SUMIATI BINTI SUHUD (48, Kanker Payudara). Merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak bulan Agustus 2015. Beliau tinggal bersama suaminya Pak Tumirin (53) di Dusun Kartosari RT 1/4, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal mula sakit yang diderita beliau ialah pada pertengahan 2014 terdapat benjolan sebesar telur puyuh di payudara sebelah kiri. Dikira benjolan biasa namun lama kelamaan semakin membesar. Pada akhir 2014 pun dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk diperiksakan dan mendapat tindakan awal yaitu foto rontgent. Dari hasil pemeriksaan tersebut kemudian ditemukanlah adanya kanker payudara. Setelah operasi dan rutin kontrol, ternyata kanker beliau sudah menjalar ke otak. Sampai beberapa lama beliau hanya mampu terbaring di kasur dengan dirawat oleh suaminya. Sampai akhirnya awal September, kurir #SedekahRombongan Malang menerima kabar atas wafatnya bu Sumiati. Sehari-hari Pak Tumirin yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu, dan Bu Sumiati tidak bekerja, sempat mengalami putus asa dalam usahanya untuk mengobatkan istrinya. Pekerjaan sebagai buruh harian lepas membuat proses pengobatan Bu Sumiati putus-sambung, yang akhirnya bertemu kurir Malang dan didampingi sampai wafatnya bu Sumiati. Bu Sumiati memiliki Jamkesda sebagai fasilitas kesehatan beliau. Santunan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 895. Semoga Keluarga yang ditinggalkan pun diberi ketabahan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @asyitamaliyah

Ibu sumiati menderita Kanker Payudara

Ibu sumiati menderita Kanker Payudara


SUPIATI BINTI ROFIK (46th, Kanker Serviks). Alamat : Jalan KH Ali, RT 19/5, Desa Sekar Putih, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ibu Supiati mengalami sakit pada awal januari tahun 2013. Awal mula sakitnya yaitu terjadi di bagian pinggang yang terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin di bagian tubuh Bu Supiati. Mengetahui kondisi tersebut Bu Supiati segera memeriksakan ke rumah sakit terdekat. Setelah di cek lab kemudian diketahui jika beliau didiagnosa Kanker Serviks. Saat ini Bu supiati menjalani kontrol rutin Paspmer setiap 3 bulan sekali di RSSA. Suami Ibu Supiati bapak Nur Ali (50) keseharian beliau hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan Rp 500.000,- per bulan. Penghasilan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan 3 orang anaknya. Anak yang pertama bernama Moch Ari Sofianto yang masih duduk di bangku SMA berumur (16) anak kedua beliau bernama Anita Arfaini juga sekarang duduk di bangku SMA berumur (15) dan anak ketiga beliau bernama Agung Hendra yang masih duduk di bangku SD berumur (10). Beliau sekeluarga sempat mengalami putus asa dalam berobat, karena tidak memiliki biaya. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Bu Supiati kepada kurir #SedekahRombongan dan para #Sedekahholic. Bantuan sebelumnya telah masuk dlaam nomor rombongan 875. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Supiati dan Ibu Supiati lekas sembuh. Aminn

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 9 September 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria

Ibu supiyati menderita Kanker Serviks

Ibu supiyati menderita Kanker Serviks


SAHWANI BINTI ASJONO (46, Kanker Serviks). Alamat : RT 12/4, Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, Kota Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bu Sahwani mulai menderita sakit sejak November 2015. Penyakit ini pun memerlukan tindakan cepat sehingga beliau dan keluarga memutuskan untuk melakukan operasi. Operasi berjalan lancar dan berhasil di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Pasca operasi, keadaan kesehatan bu Sahwani membaik, dan pihak dokter menyarankan agar bu Sahwani dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang lebih optimal. Akhirnya bu Sahwani pun mengikuti hal yang telah disarankan oleh dokter. Setelah operasi, Bu Sahwani perlu melakukan kemo yang otomatis dilakukan di RSSA. Jauhnya jarak dari Bondowoso ke Malang tentu menyulitkan keadaan ekonomi bu Sahwani sekeluarga untuk mencari transportasi, belum lagi biaya rumah sakit dan penginapan untuk keluarga beliau. Apalagi pekerjaan suami beliau, Misnawi (42) sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tak tentu. Ibu Sahwani memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Syukurlah, kami sebagai kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga bisa membantu mengurangi beban keluarga bu Sahwani. Semoga setelah operasi, kemo dan pengobatan ini bu Sahwani semakin lancar, sehingga beliau bisa segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 21 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Ibu sahwati menderita Kanker Serviks

Ibu sahwani menderita Kanker Serviks


IMAM SUPRIYONO (35, Steven Jhonson Syndrome). Alamat : Jalan H. Komarudin, Gang Damai 1, RT 16/2, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pada Maret 2011, sepulang dari bekerja Bapak Imam mengalami demam, kemudian ia meminum obat warung dan obat dari apotek tetapi tidak ada perubahan. Bapak Imam memeriksakan diri ke klinik terdekat, tetapi setelah beberapa jam kemudian tiba–tiba ia mengalami kejang dan susah bernapas.  Beberapa menit tubuh Bapak Imam kaku tidak bisa bergerak hingga pingsan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Selama 4 hari ia tak sadarkan diri dan setelah sadar, dokter mendiagnosis Bapak Imam mengalami penyakit Steven Johnson Syndrome (SJS) atau reaksi alergi hebat pada kulit, saluran napas, mata, dan saluran pencernaan. Tubuh Bapak Imam melepuh, jaringan lunak termakan habis, dan ia tidak bisa bergerak. Bapak Imam dirawat di RSAM selama 12 hari dan setelah kondisinya membaik dokter memperbolehkannya pulang. Bapak Imam tetap harus menjalani rawat jalan karena tubuhnya melepuh selama 3 bulan. Akhirnya, Bapak Imam sembuh 90% normal, tetapi penyakit tersebut berefek pada matanya yang tidak melihat dengan jelas. Dari  hasil pemeriksaan dokter di RSAM, mata Bapak Imam harus dioperasi dan dirujuk ke Rumah Sakit Cicendo Bandung. Bapak Imam terkendala untuk operasi di Bandung karena biaya operasional dan operasi yang mahal. Saat ini Bapak Imam hanya beraktivitas di rumah dengan keadaan mata yang kabur dan harus diberikan obat tetes mata setiap menitnya agar tidak perih saat berkedip. Mata yang tidak bisa melihat normal membuat Bapak Imam hanya bisa mengais rezeki dengan membuka warung kecil di rumahnya. Untuk meringkan kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat, istrinya, Ibu Sri Lestari (36), bekerja antar-jemput anak sekolah. Selama ini Bapak Imam menggunakan BPJS kelas III PBI untuk biaya pengobatannya. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang dialami Bapak Imam, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Bapak Imam bisa segera operasi mata sehingga ia bisa melihat dengan jelas, sembuh dari penyakit SJS dan bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele fajri @indahpujaamelya @akuokawai @ririn_restu

Pak imam menderita Steven Jhonson Syndrome

Pak imam menderita Steven Jhonson Syndrome


ANDIRO ADREANSAH (1, Suspek Tumor Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Krajan RT 2/1, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir Andiro sudah memiliki benjolan di dekat ketiak kanannya. Andiro dibawa ke pengobatan alternatif yang tak jauh dari kampungnya. Tapi, bukannya membaik, benjolan itu malah semakin membesar. Padahal, awalnya benjolan ini ukurannya kecil. Akhirnya keluarga membawanya ke puskesmas terdekat. Beberapa kali periksa, tetapi petugas medis tidak dapat mendiagnosa penyakit apa yang tengah diderita Andiro. Petugas medis di puskesmas tersebut menyarankan untuk membawa Andiro ke RSUD. Dr. Soebandi yang merupakan rumah sakit besar di kota Jember. Dari hasil pemeriksaan dokter di RS tersebut dicurigai adik Andiro terkena penyakit tumor kelenjar getah bening. Akhirnya Andiro dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dan menjalani penyuntikan. Bulan depan Andiro dijadwalkan untuk menjalani kontrol lanjutan. Andiro tinggal bersama kedua orang tuanya dan kakaknya yang bernama Siti Mariyam (7). Bapak Saman (34) bekerja sebagai pencari tokek dengan penghasilan tak menentu dan Ibu Ulfa (28) hanya sebagai Ibu rumah tangga biasa yang mengurus kedua anaknya. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 895. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga Andiro diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 653.500,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Andiro menderita Suspek Tumor Kelenjar Getah Bening

Andiro menderita Suspek Tumor Kelenjar Getah Bening


KUS TRI BOWO (33, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Kampung Losari, Kel. Semanggi, Kec. Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah. Pak Kus merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak akhir 2014. Sakitnya bermula sejak awal 2014 lalu terdapat benjolan disekitar perut beliau yang awalnya dikira sebagai hernia. Beliau pun memeriksakan ke puskesmas terdekat namun, tidak ada perubahan hingga akhirnya diperiksakan ke RS. Moewardi (RSDM) dan diketahui bila beliau menderita kanker kelenjar getah bening dan harus menjalani kemo. Namun, pengobatan tidak beliau lanjutkan karena keterbatasan biaya. Alhamdulillah kurir dipertemukan dengan beliau, kemudian mendampingi pengobatan beliau. Beliau telah menjalani 6 kali kemoterapi dan 2 kali kemoterapi lanjutan dikarenakan harus mengganti obat. Saat ini kondisi beliau sedamg drop sehingga harus menjalani rawat inap di RSDM. Kaki dan perut beliau semakin bengkak sementara berat badan terus berkurang. Santunan ke-10 kembali disampaikan kepada beliau untuk biaya kebutuhan hidup selama berada di rumah sakit. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 868. Semoga kondisi beliau dapat berangsur pulih kembali. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Oktober 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka  @cahyani_eka

Pak kus menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Pak kus menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


HIKMAWATI BINTI SAIMAN (5,Cerebral Palsy). Alamat: RT. 6/3, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Hikma merupakan putri pasangan dari Pak Saiman (36) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Rayem (26) seorang ibu rumah tangga. Hikma sendiri mengalami cacat bawaan sejak lahir dan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan sejak pertengahan tahun lalu. Selama didampingi #SedekahRombongan Hikma sudah menjalani beberapa perawatan dan pengobatan. Pada 23 April 2016 lalu Hikmah menjalani operasi kaki kirinya. Setelah itu, Hikmah masih perlu menjalani kontrol rutin untuk mengetahui perkembangan kakinya. Pada tanggal 15 Juni 2016, Hikma kembali kontrol. Karena kaki Hikma masih belum lurus, maka diputuskan untuk di gips  kembali. Pada 8 agustus 2016, gips dilepas dan menggunakan sepatu kembali. Agar mempercepat proses pemulihan, Hikma dianjurkan untuk terapi. Minimal 2 kali sehari setelah mandi. Pada 7 September 2016, Hikma kembali menjalani kontrol rutin. Alhamdulillah sekarang sudah mulai membaik dan mulai belajar berjalan tanpa memakai sepatu, dan sampai hari ini masih dalam tahap terapi dari keluarga terutama orang tuanya. Karena proses pengobatan yang panjang, kedua orang tua Hikma tidak bisa bekerja. Sehingga tidak ada pemasukan. Alhamdulillah berkat Sedekaholics,  kurir #SedekahRombongan Solo dapat menyampaikan santunan ke-9 kepada keluarga Hikma untuk membantu meringankan biaya hidup sehari-hari dan transportasi Purworejo – Solo. Sebelumnya santunan kepada Hikma telah masuk rombongan 888 . Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Oktober 2016
Kurir: @mawan @aisyahNKA

Hikma menderita Cerebral Palsy

Hikma menderita Cerebral Palsy


ARIS MUDAKIR (46, Ca Colon). Alamat : Dukuh Bakpo Rt 13, Kelurahan Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Pak Aris merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo. Awal didampingi, kesehatan Pak Aris lemah, merasakan sakit dan panas di daerah perut. Pak Aris tidak kuat untuk berjalan jauh. Setelah melewati tahap pemeriksaan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soehadi Prijonegoro Sragen yang saat itu didiagnosa Usus Buntu. Hingga sekarang dirujuk dan menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Dr. Moewardi (RSDM) Solo. Pak Aris sudah menjalani 2 kali operasi di RSDM dengan diagnosa Ca Colon (Kanker Usus Besar). Setelah menjalani operasi kedua, kesehatan Pak Aris menurun, badannya menjadi kurus dan sangat lemah, yang menyebabkan Pak Aris harus menjalani transfusi darah setiap rawat inap karena nilai Hb dibawah batas normal. Selama menjalani pengobatan, Pak Aris menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Pak Aris sudah tidak lagi bekerja. Padahal masih memiliki tanggungan anak keduanya Astuti Wulandari (9 tahun) yang masih sekolah kelas 3 di SD N 1 Ngperingan. Sedangkan anak pertama Endi Setiyobudi (21 tahun) yang hanya lulusan SD ini bekerja di pengisian air ulang dengan upah Rp 50.000,00 setiap kerja apabila musim kemarau karena kebutuhan air yang banyak. Uang tersebut dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membayar biaya sekolah adiknya dan untuk biaya berobat Pak Aris. Keluarga membutuhkan bantuan untuk pengobatan. Santunan sebelumnya masuk rombongan 884, keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada #sedekaholics semoga Allah membalas setiap amal ibadah kita. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,00
Tanggal : 7 Oktober 2016
Kurir : @mawan @aisyahnka @shofawa

Pak aris menderita Ca Colon

Pak aris menderita Ca Colon


SARTIM BIN YUSDI (48, kaki palsu). Alamat: Jl. Pertiwi, RT 05/04, Desa Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 1997 Pak Sartim mengalami kecelakaan saat bekerja yang mengakibatkan jari kakinya harus diamputasi. Lambat laun ternyata jari yang diamputasi tersebut mengalami infeksi sehingga dokter memutuskan untuk megamputasi kakinya. Ternyata infeksi terus menyebar sehingga harus dilakukan operasi lagi. Sampai saat ini Pak Sartim sudah melakukan 3 kali operasi. Operasi pertama dilakukan di RSUD Margono, kedua di RSU Banyumas dan yang terakhir di RSUD Sardjito. Dari hasil operasi yang terakhir, kaki Pak Sartim harus diamputasi hingga di atas lutut. Saat dikunjungi Kurir #SedekahRombongan, suami dari Aryati ini menceritakan kesulitannya dalam mencari nafkah untuk keluarganya karena kondisi kakinya tersebut. Sampai saat Pak Sartim belum bekerja lagi. Sehari-hari beliau hanya menjaga warung dagangannya yang hampir tidak ada lagi dagangan yang bisa dijual. Praktis penghasilan keluarga Pak Sartim semakin menurun sementara kebutuhan keluarga untuk hidup sehari-hari dan biaya sekolah anaknya harus dipenuhi. Beruntung Pak Sartim memiliki saudara dan tetangga yang mau membantu meringankan masalah ekonomi yang dihadapinya. Beliau juga memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dapat membantu biaya pengobatan kakinya.  Namun disisi lain Pak Sartim merasa harus bertanggung jawab sebagai kepala keluarga untuk mencari penghidupan yang layak bagi keluarganya. Beliau sangat ingin memakai kaki palsu agar dapat mempermudah aktifitasnya. #SedekahRombongan merasakan semangat Pak Sartim untuk menghadapi kesulitan yang dialaminya. Santunan disampaikan untuk keperluan pengadaan kaki palsu dan modal usaha Pak Sartim. Semoga dengan ‘kaki baru’nya, dapat mempermudah Pak Sartim menjemput rizki untuk menafkahi keluarganya.

Jumlah bantuan : Rp 4.000.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @Menttariii, @paulsyifa

Bantuan kaki palsu

Bantuan kaki palsu


DWI WAHYUNI (23, kaki palsu). Alamat: Dusun Pete RT 05/03, Desa Berta, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bu Dwi sudah terkena kanker tulang pada tahun 2015, setelah kontrol di Tahun 2015 tersebut dokter menyarankan kepada Bu Dwi untuk mengamputasi kaki kanannya hingga di atas lutut supaya kankernya tersebut tidak menyebar. Meski merasa berat untuk kehilangan kaki kanannya akhirnya pada tanggal 18 Oktober 2015 kaki kanan Bu Dwi diamputasi. Beruntung beliau memiliki jamkesmas yang dapat membantu biaya operasinya, namun semenjak saat itu aktifitas Bu Dwi jadi terhambat. Bu Dwi bekerja membuat besek dari anyaman bambu dan penghasilan dari membuat besek yang tidak seberapa ini harus diatur dengan baik agar mencukupi kebutuhan hidupnya. Rasa tidak percaya diri karena kondisi kakinya  membuat Bu Dwi merasa rendah diri dan enggan bergaul dengan orang lain. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Bu Dwi, santunan diberikan untuk membiayai pembuatan kaki palsu agar Bu Dwi dapat beraktifitas dengan lebih leluasa dan kembali bersemangat.

Jumlah bantuan : Rp3.000.000
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @arfanesia, @menttariii, Nanang, @paulsyifa

Bantuan kaki palsu

Bantuan kaki palsu


SUWARNI BINTI AHMAD (54, kaki besar sebelah kanan), Tinggal di Rejasari RT 05/07, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Istri dari Ahmad (60) ini memiliki riwayat sakit jantung, eelain itu Bu Suwarni juga harus berobat rutin ke dokter syaraf, karena kaki kanannya yang membesar. Keadaan tersebut menyebabkan Bu Suwarni mengalami kesulitan dalam beraktifitas. Selama ini beliau biasa berobat ke RS Islam Purwokerto dan dokter menyarankan agar Bu Suwarni melakukan pemeriksaan lanjutan di RSUD Margono, namun saran dari dokter terpaksa belum dilakukan karena terkendala biaya. Biaya hidup sehari-hari keluarga Pak Ahmad dan Bu Suwarni  selama ini mengandalkan anak pertama mereka yang bekerja sebagai buruh dan praktis tidak ada dana simpanan untuk berobat, walaupun Bu Suwarni memiliki BPJS yang dapat membantu biaya pengobatannya namun ada biaya lain diluar tanggungan BPJS yang harus dipenuhi seperti transportasi selama berobat dan obat yang di luar jaminan BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Suwarni dan diberi kesempatan untuk memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan membeli obat yang di luar tanggungan BPJS. Semoga Ibu Suwarni segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktifitas kembali seperti biasanya.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @arfanesia, @olipe_oile, @paulsyifa

Ibu suwarni mengalami kaki besar sebelah kanan

Ibu suwarni mengalami kaki besar sebelah kanan


KARSO BIN MUJIB (35 th, stroke) yang beralamat di Tambaksari Kidul RT 06/01, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2014 Pak Karso mendadak  jatuh dan kaki kirinya tidak bisa digerakkan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Pak Karso menderita stroke dan sekitar 6 bulan yang lalu kaki kanan Pak Karso juga tidak bisa digerakkan sehingga kini beliau hanya dapat terbaring di tempat tidur. Semenjak menderita lumpuh ini Pak Karso yang semula bekerja sebagai buruh kini tidak dapat bekerja lagi. Karena kondisi tersebut Pak Karso sekarang tinggal bersama kedua orang tua kandungnya dan  Istri beliau Ibu Sri (33) yang mengambil alih tugas Pak Karso untuk mencari nafkah dengan menjadi buruh rumah tangga dengan penghasilan yang di bawah standart. Dari penghasilan tersebut Bu Sri harus membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, sekolah anak semata wayangnya dan biaya pengobatan Pak Karso, Beruntung beliau memiliki BPJS yang dapat meringankan biaya pengobatan selama ini. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Karso dan keluarga serta diberi kesempatan untuk membantu biaya transportasi ketika terapi di Rumah Sakit, semoga Pak Karso segera diberi kesembuhan dan dapat menjalankan kewajibannya lagi sebagai kepala rumah tangga.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @arfanesia, @olipe_oile, @paulsyifa

Pak karso menderita stroke

Pak karso menderita stroke


KITEM BINTI SARNO (48, Lupus) yang beralamat di Sambeng Kulon RT 02/02, Kecamatan  Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah ini sudah lama menderita penyakit lupus tetapi Bu Kitem belum pernah berobat secara serius karena keterbatasan biaya. Tetangga Bu Kitem yang mengetahui cerita beliau merasa simpati dan berusaha meminta bantuan kepada Sedekah Rombongan agar dapat membantu kesulitan Bu Kitem. Bu Kitem yang seorang janda mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beliau tidak dapat bekerja karena penyakit yang dideritanya. Jangankan untuk berobat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja terkadang Bu Kitem hanya bisa mengandalkan belas kasihan dan bantuan dari tetangganya yang peduli, selain itu beliau tidak memiliki jaminan kesehatan yang seharusnya dapat meringankan biaya pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan diberi kesempatan untuk memberikan santunan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @arfanesia, @olipe_oile, @paulsyifa

Bu kitem menderita Lupus

Bu kitem menderita Lupus


DARWIS BIN KARYO (32, Suspect Leukemia). Alamat : Negeri Agung, RT 6/2, Desa Negeri Agung, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Dua minggu belakangan ini, Pak Darwis sering mengeluhkan sakit kepala dan perut setiap pulang berkebun. Ketiadaan biaya membuat Pak Darwis hanya membeli obat di warung untuk meringankan sakitnya. Dua hari yang lalu, Pak Darwis tiba-tiba pingsan sepulang bekerja, keluarga segera membawanya ke bidan terdekat namun disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Dr. A. Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung. Setibanya di rumah sakit, Pak Darwis langsung dibawa ke ruang ICU dan hasil diagnosis dokter menyatakan ia menderita suspect leukemia atau kanker sel darah putih. Pak Darwis adalah seorang buruh deres kelapa di desanya, sedangkan istrinya, Ari Purwanti (34), seorang ibu rumah tangga. Mereka tidak memiliki kartu jaminan kesehatan karena tidak ada biaya. Penghasilan yang didapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika bertemu kurir #SedekahRombongan Lampung, Ibu Ari menceritakan kesulitannya mencari biaya pengobatan dan biaya hidup selama di rumah sakit. Biaya yang sudah keluar pun didapat dari simpanan dan bantuan saudara. Kurir #SedekahRombongan tergerak menyantuni keluarga Pak Darwis. Santunan awal pun diberikan untuk meringankan biaya pengobatan, membuat kartu jaminan kesehatan dan biaya hidup selama di rumah sakit. Keluarga Pak Darwis pun mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @megaekasp @adityaBdvil @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Pak darwis menderita Suspect Leukemia

Pak darwis menderita Suspect Leukemia


DWI SURYA PRATAMA (12, Bantuan Keperluan Sekolah). Alamat : Jalan Jahe Rawa Subur, Nomor 18, RT 2/2, Kelurahan Enggal, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Surya termasuk anak yang pandai di sekolahnya. Ia anak kedua dari pasangan Bapak Pegat Suryanto (40), dan Ibu Tri Yamini (35). Ibunya meninggal ketika ia kelas 3 SD. Surya hidup bersama 3 saudara kandungnya yang bersekolah di tempat yang sama. Seragam yang dimiliki Surya serta saudara kandungnya, hampir semuanya sudah tidak muat lagi di badannya, warnanya pun pudar dan kusam, sedangkan peralatan sekolah, ala kadarnya. Pak Pegat bekerja sebagai tukang kebersihan yang setiap hari mengangkut sampah para tetangga yang berada di lingkungan rumahnya. Penghasilan yang didapat pun tidak sebanding dengan pengeluaran. Pak Pegat  masih kesulitan mencari biaya hidup serta biaya kebutuhan Surya dan anaknya yang lain. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang dialami Surya dan keluarganya, bantuan awal pun disampaikan untuk memenuhi kebutuhan sekolah serta kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @trii20 @indahpujaamelya @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Bantuan Keperluan Sekolah

Bantuan Keperluan Sekolah


YAYASAN MUHAMMADIYAH (Bantuan Operasional Bulanan). Alamat : Jalan Palapa 1, RT 2/3, KecamatanPajaresuk, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Yayasan Muhammadiyah merupakan sebuah yayasan yang menaungi Panti Asuhan Putra Umul Mu’minin Aisya Binti Abu Bakar yang telah berdiri sejak tahun 1991. Fungsi dari panti ini adalah untuk menampung, mendidik dan memelihara anak-anak yatim, yatim piatu dan anak telantar. Saat ini, panti diketuai oleh Bapak Agus Santosa,S.Ag (43), dengan jumlah santri sebanyak 25 orang dan 5 pendamping. Panti ini memiliki beberapa ruangan seperti ruang kegiatan belajar santri, mushola, beberapa kamar mandi dan dapur. Semakin hari, kebutuhan panti pun semakin bertambah, mulai dari sembako, biaya pendidikan sampai renovasi beberapa ruangan yang sudah rusak antara lain kamar mandi. Kondisi tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu pada 25 September 2016, kurir #SedekahRombongan Lampung beramai-ramaI mengunjungi panti ini seraya menyambung tali silaturahim, memberikan bantuan untuk biaya operasional panti, juga berdoa untuk para korban yang sedang tertimpa bencana banjir dan longsor di Garut, Jawa Barat. Semoga bantuan dana yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Panti Asuhan Putra Umulmu’minin Aisya Binti Abu Bakar.

JumlahBantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @saesaraya @jajang_fajar @yulian_safri @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Bantuan Operasional Bulanan

Bantuan Operasional Bulanan


MUALIMAH BINTI AHMAD SAMSI (44, Demam Dengue + Dispesia). Alamat : Dusun Purwosari, RT 16/14, Desa Tegal Sari, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awalnya, Ibu Muamilah merasakan mual pada perutnya dan hanya diobati dengan obat maag saja. Tak lama kemudian Ibu Mualimah muntah-muntah dan langsung dibawa ke dokter praktik terdekat oleh suaminya, Sunarto (42). Setelah tiga hari berobat, Ibu Mualimah tidak merasakan adanya perubahan pada tubuhnya, kemudian ia dibawa lagi ke dokter praktik yang lain namun masih saja belum ada perubahan. Ibu Mualimah masih merasakan mual, muntah, ditambah lagi sesak napas dan badan panas dingin. Ibu Mualimah dibawa lagi ke klinik rawat inap dan dilakukan pengecekkan darah, hasilnya didapati trombosit menurun. Dokter mendiagnosis Ibu Mualimah terkena penyakit demam dengue akibat nyamuk demam berdarah dan juga dispesia ataau maag. Ibu Mualimah dirawat selama empat hari dan masuk sebagai pasien umum karena tak memiliki jaminan kesehatan. Bapak Sunarto hanya bekerja sebagai tukang sapu sekolah di dekat rumahnya dengan berpenghasilan pas-pasan. Kadang kebutuhan sehari-hari pun masih sulit didapatkan. Biaya selama perawatan pun didapat dari pinjaman dengan pihak lain. Keterbatasan biaya berobat maupun biaya hidup yang dialami Ibu Mualimah membuat kurir #SedekahRombongan tergugah untuk menyantuni Ibu Mualimah dan menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan maupun biaya hidup.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @yulian_safri leni @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Ibu mualimah menderita Demam Dengue + Dispesia

Ibu mualimah menderita Demam Dengue + Dispesia


WARITEM BINTI WARIS (60, Oedem et Regio Pedis Dextra Sinistra). Alamat : Desa Wonokarto, RT 1/3, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Mbah Waritem sudah sejak lama menderita Oedem et Regio Pedis Dextra Sinistra atau biasa disebut bengkak pada kaki yang disebabkan setiap hari ia harus berjalan sangat jauh. Awalnya, Mbah Waritem merasa nyeri pada kakinya, lalu ia memijitnya dan mengolesinya dengan minyak kayu putih. Kian hari, kaki kanannya membesar dan sakit. Mbah Waritem hanya menahan sakitnya, ia tidak pernah memeriksakan kakinya karena keterbatasan biaya. Mbah Waritem tinggal seorang diri di gubuk kecilnya, suaminya, Waris, sudah lama meninggal dunia sehingga Mbah Waritem harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup. Mbah Waritem menjual kacang rebus di terminal Gadingrejo Pringsewu setiap malam dan terkadang menjualkan ayam potong milik tetangganya untuk menambah penghasilan. Mbah Waritem tidak memiliki jaminan kesehatan, sehingga ia kesulitan berobat. Terlebih lagi usia yang tak lagi muda, membuat Mbah Waritem kesulitan mencari biaya hidup. Melihat kondisi tersebut, kurir #SedekahRombongan segera mendatangi Mbah Waritem. Santunan awal pun disampaikan untuk biaya berobat dan untuk meringankan biaya hidupnya. Mbah Waritem sangat berterima kasih kepada sedekaholics dan kurir yang sudah membantunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry@abahnyamarlele@yulian_safriLeni @yesaridani@akuokawai@ririn_restu

Ibu waritem menderita Oedem et Regio Pedis Dextra Sinistra

Ibu waritem menderita Oedem et Regio Pedis Dextra Sinistra


BIMA ASYAA RAMADHAN (3, Nefrotik Syndrome). Alamat : Desa Waringinsari Barat, RT 2/1, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Di usianya yang masih sangat kecil, Bima harus merasakan sakit yang kebanyakan menimpa orang dewasa. Awal tahun 2016 Bima dilarikan ke Balai Pengobatan Siliwangi karena mengalami kesulitan buang air kecil, terjadi pembengkakan pada pipi, perut, dan buah zakarnya. Bima kemudian oleh dokter dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pringsewu untuk mendapat perawatan yang lebih baik. Di RSUD Pringsewu Bima didiagnosis mengalami nefrotik syndrome atau ginjal bocor. Setelah beberapa hari dirawat keadaan Bima membaik dan diperbolehkan pulang. Bulan Juni 2016 kejadian serupa terulang kembali, dan terjadi lagi pada tanggal 21 September 2016. Setelah 6 hari dirawat Bima diperbolehkan pulang, namun karena tidak adanya biaya dan tidak memiliki kartu JKN, Bima tidak dapat pulang. Beruntung ada tetangga yang menjaminkan STNK motornya agar dapat dijadikan jaminan dan Bima bisa pulang. Bima tinggal dengan kedua orang tua dan kakaknya. Pekerjaan ayah Bima adalah buruh serabutan, sementara ibunya yang mengalami kesulitan berjalan karena pengapuran tulang adalah seorang ibu rumah tangga. Mendengar kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung segera mendatangi pihak RSUD Pringsewu untuk melakukan komunikasi serta mensurvei rumah Bima. Santunan awal pun disampaikan untuk membayar tagihan biaya rawat inap dan untuk meringankan biaya hidupnya. Orang tua Bima menghaturkan rasa terimakasih kepada sedekaholics dan kurir yang sudah membantunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @jajang_fajar @saesarraya @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Bima menderita Nefrotik Syndrome

Bima menderita Nefrotik Syndrome


ELIATUL IKHLAS (12, Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan RT. 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu #sedekahrombongan. Ia amsih harus berobat rutin di RSCipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, pembuluh darah di tangan dan bibirnya akan membengkak dan menghitam. Elia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta dan masih menjalani pengobatan di RSCM. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan untuk operasional berobat. Sebelumnya Elia dibantu pada rombongan 881.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 September 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy via @anasaramadhan @ririn_restu

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah


YAMINAH BINTI PUANA (43, Tumor Ganas pada Vulva). Alamat : Jalan Kampung Baru, RT 1, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Sejak tahun 2015, Ibu Yaminah tidak mengalami menstruasi dan merasakan perih pada kemaluannya. Kemudian Ibu Yaminah periksa ke Puskesmas Kasui dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Kamino Way Kanan. Menurut diagnosis dokter Ibu Yaminah mengalami tumor ganas pada daerah kemaluan tepatnya di vulva, sehingga RS Kamino langsung merujuknya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Selama menunggu rujukan tersebut Ibu Yaminah hanya rawat jalan dan tidak pernah rawat inap. Saat di RSAM sudah dilakukan pemeriksaan histopatologi dan didapatkan jenis tumornya adalah squamous cell carsinoma. Sabtu, 24 September 2016, Ibu Yaminah diharuskan operasi dan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Ibu Yaminah masih merasakan sakit pada kemaluannya jika terlalu lama duduk. Ia berobat menggunakan JKN KIS. Suami Ibu Yaminah, Bapak Lesus Gandi (48), mengais rezeki sebagai petani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga mereka terkendala biaya hidup serta akomodasi untuk ke RSCM Jakarta. Mendengar kesulitan yang mereka alami kurir #SedekahRombongan Lampung langsung tergerak memberikan santunan awal dari para sedekahholics untuk meringankan biaya hidup dan akomodasi Ibu Yaminah berobat di RSCM Jakarta. Semoga operasi Ibu Yaminah berjalan lancar dan ia kembali sehat seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @warawiry @abahnyamarlele @evandlendi @trii20 @indahpujaamelya @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Ibu yaminah menderita Tumor Ganas pada Vulva

Ibu yaminah menderita Tumor Ganas pada Vulva


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasan dan TB paru sejak  tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta seperti RS Polri Kramat Jati, RS Harapan Kita, RSCM dan RS Persahabatan untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati dicover BPJS tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Ibu Fatmawati telah menjalani pemeriksaan endoskopi dan masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan medis lainnya. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 884.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  23 September 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @harji_anis @untari @ririn_restu

Ibu fatmawati menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru

Ibu fatmawati menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (6, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (4, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); LISHA ZAHRA PERMATASARI  (3, ADHD Kombinasi). Alamat Jl. Lembang Baru IV No. 12 B , RT.2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Kondisi Rifki kini berangsur lebih baik. Ia sudah mulai paham bila diperintah dan diberi tahu tentang suatu hal. Ia pun sudah bisa diberi pemahaman bahwa ia adalah seorang kakak yang harus menjaga dan melindungi adiknya. Kondisi Zaskia pun mengalami peningkatan, ia sudah mulai bisa tenang dan dapat berbicara lebih dari 10 kata, ia pun sudah mulai bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan teman – temannya dan orang baru. Berbeda dengan kedua saudaranya, Alisha belum terlalu banyak mengalami peningkatan. Ia masih bersikap agresif dan emosinya susah dikontrol. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya diduga juga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anaknya lagi sedangkan anak – anaknya masih harus terus menjalani pengobatan. Ketiga anak Bu Ade saat ini terserang demam, mereka masih harus menjalani kontrol di RSCM Jakarta. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan untuk beroabat untuk ketiga anak penderita ADHD

Bantuan untuk beroabat untuk ketiga anak penderita ADHD


ERNAWATI TOHIR (41, Jantung dan TB Paru). Alamat : Jalan Beringin 3, RT 3/6, Kelurahan Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Ernawati sebelumnya dirawat selama 3 minggu di RS Fatmawati Jakarta karena sakit jantung dan TB Paru yang dideritanya. Selama ini yang menemani Bu Ernawati berobat adalah anaknya, Nanda (19), karena suaminya telah meninggal 4 tahun lalu. Setelah kondisinya membaik, Bu Ernawati diperbolehkan pulang, ia kembali ke rumah kontrakannya yang terbilang tak cukup layak. Ia semakin kurus dan kini hanya dapat terbaring lemah di tempat tidur. Bu Ernawati dan keluarga sangat kekurangan uang untuk biaya berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari, terlebih lagi harus membayar kontrakan. Nanda pun tidak dapat mencari uang karena tidak bisa meninggalkan ibunya di rumah. Selama ini mereka mengandalkan penghasilan adik Nanda, Dona (14), yang bekerja menjaga toko dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup. Jika penyakitnya kambuh, Nanda hanya bisa membawa ibunya ke Puskesmas terdekat. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli makanan yang bergizi, membeli kebutuhan sehari – hari, dan membayar kontrakan. Sebelumnya Bu Erna telah dibantu pada rombongan  892.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu erna menderita Jantung dan TB Paru

Ibu erna menderita Jantung dan TB Paru


SITI SAMSIAH (5, Kelainan Ginjal). Alamat : Kampung Umbul, Desa Pasir Gudang, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Anak yang sudah tidak memiliki ayah kandung ini mengalami sakit sejak satu tahun yang lalu. Gejala awalnya terjadi pembengkakan pada kaki, seiring berjalanannya waktu, pembengkakan menjalar pada tubuh dan pipi, dan sekarang Siti tidak bisa berjalan lagi. Kondisi Siti semakin buruk, ibunya, Ibu Epon (32), memeriksakannya ke Puskesmas Kecamatan Picung. Hasil rangkaian pemeriksaan di Puskesmas mendiagnosis Siti menderita kelainan ginjal. Akhirnya Puskesmas merujuk Siti untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD Berkah. Dua bulan sudah Siti berobat ke RSUD Berkah dengan jadwal berobat setiap 1 minggu sekali. Saat ini yang membiayai Siti adalah ayah tirinya, Tono (37), yang mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh tani di kampungnya. Penghasilan buruh tani tidak cukup untuk kebutuhan sehari – hari, apalagi untuk berobat. Meski pengobatan sudah ditanggung BPJS, tetapi biaya transportasi dari kampung halamannya ke RSUD membutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena jarak yang cukup jauh dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam.  Berita kesulitan Siti sampai kepada kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah tanda cinta dari sedekaholic telah disampaikan kepada Siti untuk membantu biaya pengobatannya. Semoga kelainan ginjal yang diderita gadis kecil ini segera membaik, agar ia bisa ceria lagi bermain bersama teman-temannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Ibu siti menderita Kelainan Ginjal

Ibu siti menderita Kelainan Ginjal


INDRA BIN SADAR (56, Asma Akut). Alamat : Kampung Jolok, RT 4/3, Desa Bama, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Sudah dua tahun Pak Indra mengalami sesak napas yang akut. Hasil diagnosis dokter di Puskesmas ia terkena penyakit asma. Tahun pertama Pak Indra masih sering berobat ke Puskesmas dan membeli obat sesak napasnya, namun saat ini ia sudah menghentikan pengobatannya karena tak ada biaya. Pak Indra hanya bisa pasrah, ia hidup dengan istri dan dua orang anaknya. Pak Indra sehari -harinya berkebun, namun semenjak terkena sesak napas, ia sudah tidak lagi mampu bekerja. Istrinya yang kini berusaha mencari nafkah dengan menjadi buruh emping yang penghasilannya tidak menentu. Kedua anaknya hanyalah buruh serabutan, mereka sudah berumah tangga dan mempunyai tanggungan sehingga tidak bisa membantu orang tuanya secara maksimal. Tak hanya ketiadaan biaya, Pak Indra juga belum mempunyai jaminan kesehatan apapun. Saat dijenguk kurir #SedekahRombongan, Pak Indra menceritakan kesulitannya. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholic telah disampaikan kepadanya untuk membantu pengobatannya. Semoga Pak Indra segera sembuh dari penyakit sesak napasnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 september 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @bapakamin @ririn_restu

Pak indra menderita Asma Akut

Pak indra menderita Asma Akut


NUR HAYATI binti NURHADI (31, kanker tulang belakang). Alamat : Giwangan UH 7/66, RT 8 RW 3 Yogyakarta. Hayati, biasa ia dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga istri dari Apri Agung Susilo (29) tahun lalu diperiksa dokter mengidap penyakit kanker payudara. Setelah itu dilakukan pengobatan dengan kemoterapi dan dilakukan pengangkatan payudara yang didiagnosis dokter mengidap penyakit kanker. Namun setelah selesai menjalani kemoterapi selama beberapa bulan karena dokter tidak dari awal menentukan seperti biasanya bahwa setelah selesai kemo harus melakukan penyinaran akhirnya Hayati belum bisa dinyatakan sembuh karena kanker sudah menjalar ke tulang belakang. Akhirnya Hayati harus menjalani kemoterapi lagi untuk menghilangkan kanker di tulang belakangnya. Hayati tinggal bersama ayah Hayati, Nurhadi (72) dan ibunya, Noktrimah (58), dan memiliki 1 anak, yang bekerja hanya ibunya berjualan dan suaminya sebagai tenaga sales. Mereka tidak mempunyai simpanan untuk berobat dan mempunyai Fasilitas Kartu BPJS Kesehatan namun tidak semua obat ditanggung. Biaya pengobatan masih diperlukan untuk membiayai terapi tulang tersebut. Saat ini kondisi Hayati sudah agak membaik. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 815.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir :@KissHerry, @Ekow_St @RofiqSILVER @satyaluke

Ibu nur menderita kanker tulang belakang

Ibu nur menderita kanker tulang belakang


TRIDANI ANDARWARI (45 Tahun, Kanker Payudara). Alamat: Sanggrahan RT.08 Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, DIY. Bu Tridani menderita kanker payudara, awalnya ia menderita tumor ganas pada payudara. Sejak September 2016 lalu, kondisinya kian parah, ia pun dibawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul. Dokter menyarankannya untuk segera menjalani operasi yang dijadwalkan pada pertengahan Oktober 2016. Akan tetapi, Bu Tridani masih ragu untuk menjalani operasi, terlebih ia khawatir akan biaya yang akan dikeluarkan untuk operasi dan biaya-biaya lainnya. Bu Tridani dan keluarganya merupakan keluarga sederhana. Tugiran (45 Tahun), suaminya, bekerja serabutan sebagai pengepul barang bekas. Sementara itu, Bu Tridani kini tidak lagi bisa bekerja, hanya bisa berbaring di sudut rumahnya yang hanya berukuran tiga kali tiga meter saja. Pasangan ini memiliki dua anak perempuan, anak pertama duduk bangku sekolah menengah pertama. Sementara anak kedua masih kecil usia taman kanak-kanak. Akhirnya Bu Tridani memilih untuk menjalani pengobatan secara tradisional, pun karena biayanya yang dirasa lebih ekonomis, meski mereka mempunyai jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Kelas 3. Keluarga ini tentu cukup terbebani dengan biaya pengobatan karena mereka berasal dari keluarga yang sederhana. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini… #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban keluarga mereka. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk berobat ke rumah sakit. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka… Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan…

Jumlah Bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @fahmiSQ @anjesmo @vsyauqani

Ibu tri menderita Kanker Payudara

Ibu tri menderita Kanker Payudara


MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI (15 Tahun, Kaki Letter O). Alamat: Semoyan RT.01 No.12 Singosaren, Banguntapan, Bantul, DIY. Remaja lima belas tahun ini terlahir dengan kaki normal, akan tetapi seiring pertumbuhannya ia mengalami kelainan pada tulang kakinya. Ia mengalami kondisi genu varum atau kaki berbentuk O, akibatnya ia mengalami kesulitan berjalan. Sampai kelas enam sekolah dasar ia berjalan menggunakan bantuan tongkat penyangga. Fauzan lahir di tengah keluarga yang serba terbatas secara ekonomi. Kedua orang tuanya ingin sekali mengobati anaknya tetapi mereka tidak punya biaya dan tidak punya jaminan kesehatan dari pemerintah. Pak Wardani, ayahnya, tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai pedagang kecil dan membantu membersihkan lingkungan sebuah masjid di kawasan Kotagede Yogyakarta. Sementara Bu Wulan, ibunya, seorang ibu rumah tangga yang kini juga tengah sakit. Kakinya kian melemah dan yang menyebabkan sang ibu tak bisa beraktifitas penuh. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Fauzan dan keluarganya, #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk mendaftar jaminan kesehatan, BPJS. Setelah itu, atas kesepakatan bersama, Fauzan menjadi Pasien Dampingan #SR Jogja, mulai menjalani proses pengobatannya. Proses pengobatannya dilakukan secara bertahap, yang pertama pengobatan kaki kanan terlebih dahulu. Operasi pertamanya adalah operasi taylor spatial yaitu pemasangan alat di kaki kanannya. Tahap ini sudah terlewati, operasi kedua dijalankan dan kini alat tersebut dipindahkan di kaki kiri. Alat ini harus terpasang di kaki kirinya selama beberapa bulan ke depan. Perjalanan pengobatannya masih panjang, mudah-mudahan keluarga ini senantiasa diberikan kesabaran selama proses pengobatan sang anak. Kembali, #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit untuk membiayai pengobatannya. Fauzan dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal Penyerahan : 10 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER

Fauzan menderita Kaki Letter O

Fauzan menderita Kaki Letter O


HELMY TAQIYUDIN (6 Tahun, Retinoblastoma). Alamat: Danasri RT.02/RW.01 Buayan, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Helmy sejak usia dua tahun menderita kanker mata pada anak, atau istilah kedokterannya, retinoblastoma. Gejala penyakitnya sebenarnya sudah muncul sejak usianya menginjak dua bulan. Orang tuanya mengira, Helmy hanya terkena konjungtivitis atau belekan. Gejala ini umumnya memang tidak disadari para orang tua sebagai suatu tanda tumor ganas. Karena tak kunjung sembuh, akhirnya Helmy dibawa berobat ke puskesmas. Dokter mendiagnosa Helmy terkena infeksi mata dan hanya diberi obat tetes mata saja. Tentu, obat ini tak membuat mata Helmy mendingan. Lama-kelamaan bola matanya semakin membesar hingga sebesar bola pingpong. Tapi karena tak mempunyai biaya berobat, orang tuanya tidak membawanya ke rumah sakit. Pak Turisman, ayahnya, bekerja sebagai buruh harian lepas. Sementara Bu Kamsiyah, ibunya, merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Helmy dan keluarganya dipertemukan dengan #SedekahRombongan, kemudian ia pun menjadi salah satu Pasien Dampingan #SedekahRombongan Yogyakarta. Proses pengobatan Helmy memakan waktu yang tak sebentar, hampir tiga tahun lamanya. Helmy selesai menjalani satu protokol kemoterapi (105 kemoterapi) dan dinyatakan sembuh bulan Maret 2015. Meski telah dinyatakan sembuh, Helmy tetap dijadwalkan kontrol setiap enam bulan sekali atau jika ada keluhan. Oktober 2016, Helmy, didampingi oleh orang tuanya, kembali menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Alhamdulillah, hasilnya baik dan masih disarankan untuk kontrol enam bulan berikutnya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan titipan langit untuk membantu biaya akomodasi kontrol rutin, semoga Helmy senantiasa diberikan kesehatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000
Tanggal Penyerahan :13 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @tya_nurulendah

Helmy menderita Retinoblastoma

Helmy menderita Retinoblastoma


SEKOLAH BUNGA PAPUA (Bantuan honor guru). Alamat: Kompleks Suku Kokoda di Kelurahan Klawasi, Kecamatan Sorong Barat, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Sekolah Bunga Papua adalah sekolah informal setara SD bernama Kokoda Maona yang diselenggarakan secara swadaya masyarakat. Sekolah ini dibentuk bersama-sama dengan warga di Kompleks Suku Kokoda. Hampir semua warga di komplek ini tidak bisa membaca dan anak-anak tidak sekolah. Mayoritas warga pun adalah muslim. Jumlah siswa di Sekolah Bunga Papua sejumlah 12 anak. Kelas sekolah informal ini diberi nama Kokoda Maona (Kokoda itu Kita). Selain itu juga sekolah informal Bunga Papua menyelenggarakan kelas PAUD di kompleks Samkur (samping kuburan), di Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong. Jumlah siswa untuk kelas PAUD tersebut sejumlah 32 anak. Sebagai upaya untuk membantu proses belajar mengajar, Sekolah Bunga Papua merekrut pengasuh dan pengajar yang berasal dari lingkungan setempat, dimana terdiri dari 4 orang lokal (Dolince Kareth, Yune Dorisara, Jufri Atune, dan Latief Adine). Sekolah juga mengorganisir relawan dan membentuk PKBM GEROPA (Gerakan Penduli Pendidikan Anak Papua). Geropa akan menjadi pendukung kelas-kelas yang sudah berjalan. Sehubungan penyediaan 2 kelas ini bersifat swadaya masyarakat, maka pihak penyelenggara berupaya untuk menggalang dana dari berbagai pihak. Kebutuhan utama yang belum terpenuhi adalah honor guru yang terdiri dari 4 orang disebutkan diatas. Santunan melalui #sedekahrombongan ditujukan untuk meringankan biaya honor guru pada bulan Agustus dan September 2016. Sekolah Bunga Papua ini juga pernah mendapatkan bantuan #sedekahrombongan pada rombongan 812.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 1 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Danar

Bantuan honor guru

Bantuan honor guru


SUPARDI (45, Kolesterol tinggi). Alamat: Jl. Sungai Kamundan, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bapak Supardi menderita penyakit kolesterol tinggi dan asam lambung. Kondisinya ini sempat diperiksakan ke Puskesmas 1 bulan yang lalu dan mulai membaik. Namun, beberapa hari kemudian, saat mulai kembali bekerja, gejala kolesterolnya kumat kembali dan semakin parah. Pak Supardi sampai kehilangan kesadaran dan segera dilarikan ke bagian ICU RSUD Sorong. Mendengar berita Pak Supardi, kurir #sedekahrombongan segera ke rumah sakit. Pak Supardi merupakan peserta BPJS, sehingga beberapa jenis perawatan dan obat ditanggung. Tapi ternyata ada jenis obat yang tidak ditanggung BPJS, selain itu juga biaya non perawatan sehingga cukup kesulitan. Pak Supardi bekerja sebagai penjual sayur keliling. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna meringankan biaya obat dan kebutuhan lainnya selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Pasinem

Pak supardi menderita Kolesterol tinggi

Pak supardi menderita Kolesterol tinggi


YUSMALDI (36, Penurunan imun tubuh). Alamat: Jl. Sungai Maruni KM10, Kelurahan Klasaman, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Yusmaldi menderita penyakit penurunan imun tubuh sejak 3 tahun lalu. Selain itu juga Pak Yusmaldi menderita Tuberkolosis dan pengobatan Tuberkolosisnya ini sudah berjalan 4 bulan. Sehari-hari Pak Yusmaldi bekerja sebagai penjaga sebuah gerai Handphone di Kota Sorong. Penghasilannya sebagai penjaga gerai hanya cukup untuk kebutuhan makan harian. Kesulitan yang dialami Pak Yusmaldi adalah untuk membiayai kebutuhan berobat dan menjaga kondisi tubuhnya agar dapat selalu sehat. Santunan biaya pengobatan dari #sedekahrombongan disampaikan kepada Pak Yusmaldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Hilal Achmad

Pak yusmaldi menderita Penurunan imun tubuh

Pak yusmaldi menderita Penurunan imun tubuh


MTSR SORONG (PB 1526 SF, Biaya operasional Mei 2016). Alhamdulillah pengadaan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan sudah dilakukan pada bulan Mei 2016. Namun ada beberapa proses penyiapan MTSR agar optimal melayani pasien duafa di Kota dan Kabupaten Sorong. MTSR Sorong ini siap sedia di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang beralamat di Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong (dekat dengan Gereja GKI Klawalu). Biaya operasional pada bulan Mei digunakan untuk mengganti beberapa spare part, servis mesin, bensin dan biaya balik nama STNK ke Perkumpulan Sedekah Rombongan. Layanan MTSR Sorong ini dapat dihubungi di nomor 081354112984 guna mempermudah panggilan warga duafa yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan: Rp. 6.000.000,-
Tanggal: 30 Mei 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Biaya untuk mengganti beberapa spare part, servis mesin, bensin dan biaya balik nama STNK

Biaya untuk mengganti beberapa spare part, servis mesin, bensin dan biaya balik nama STNK


REVANS (32, Penurunan imun tubuh). Alamat: Jl. Mandiri, Kelurahan Remu Selatan, Kecamatan Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Revans menderita penyakit penurunan imun tubuh sejak 5 tahun lalu. Saat berjuang menghadapi penyakitnya, Revans juga terkena penyakit tambahan yaitu Tuberkolosis sejak 7 bulan lalu. Upaya pengobatan dilakukan dengan biaya seadanya. Pekerjaan harian Revans sebagai pedagang asongan dan penghasilan berdagang ini hanya bisa untuk makan harian. Revans merasa berat untuk juga mengeluarkan biaya berobat. Informasi mengenai Revans didapat dari relawan kesehatan pendamping penderita Tuberkolosis. Santunan disampaikan kepada Revans untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Hilal Achmad

Pak revans menderita Penurunan imun tubuh

Pak revans menderita Penurunan imun tubuh


MTS MUHAMMADIYAH (Renovasi ruangan kelas). Alamat: Jl. Pendidikan Lorong 2 TG Seneboy, Kelurahan Malaingkedi, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. MTS Muhammadiyah adalah sekolah di bawah Yayasan Muhammadiyah ini berencana melakukan pembangunan gedung dan beberapa renovasi ruangan kelas belajar. Sekolah ini juga mempekerjakan banyak guru honor untuk mengimbangi jumlah murid yang ada. Sedangkan Biaya Operasional Sekolah saja tidak cukup untuk membiayai guru honor bahkan pembangunan. Kondisi ini disampaikan Kepala Madrasah, Ibu Nurfauziati kepada kurir #sedekahrombongan. Sekolah ini berupaya menggalang dana seperti membuat acara Bazzar untuk memenuhi biaya pembangunan dan renovasi sekolah khususnya. Saat serah terima santunan, Bu Kepala Madrasah mengucap syukur kepada #sedekahrombongan yang mempunyai kepedulian terhadap sekolahnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 15 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Hasanuddin

Renovasi ruangan kelas

Renovasi ruangan kelas


MARKUS (25, Tuberkolosis). Alamat: Jl. Jendral Sudirman, Kelurahan Remu Utara, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Markus menderita penyakit Tuberkolosis sudah 2 bulan lamanya. Gejala yang dirasakan seperti batuk yang tidak kunjung henti dan sesak pada bagian dadanya. Saat ini Markus tinggal bersama orangtuanya. Markus belum bekerja dan masih tergantung dari orang tuanya. Orang tua Markus bekerja sebagai penjual ikan asin di pasar. Sehubungan orang tuanya sibuk bekerja di pasar, membuat Markus kurang diperhatikan pendampingan pengobatannya. Markus menyampaikan kepada kurir #sedekahrombongan bahwa dirinya bertekad untuk segera sembuh dari penyakitnya. Bantuan biaya berobat disampaikan melalui #sedekahrombongan kepada Markus dan keluarganya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Hilal Achmad

Markus menderita Penurunan imun tubuh

Markus menderita Penurunan imun tubuh


MTSR SORONG (PB 1526 SF, Biaya operasional Juli 2016). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Sorong, sejak keberadaannya pada bulan Mei 2016, telah melayani antar jemput pasien dan distribusi santunan ke pelosok Kota dan Kabupaten Sorong. MTSR Sorong ini selalu standby di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang beralamat di Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong (dekat dengan Gereja GKI Klawalu). Biaya operasional pada bulan Juli digunakan untuk mengganti beberapa spare part, servis rutin dan bensin. Layanan MTSR Sorong ini dapat dihubungi di nomor 081354112984.

Jumlah Bantuan: Rp. 4.207.550,-
Tanggal: 30 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Biaya untuk mengganti beberapa spare part, servis rutin dan bensin.

Biaya untuk mengganti beberapa spare part, servis rutin dan bensin.


ANTONIA KRENAT (54, Tuberkolosis). Alamat: Jl. Poros Sorong, Desa Mariat Gunung, Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Antonia didiagnosa oleh dokter menderita penyakit Tuberkolosis. Awalnya Bu Antonia tidak mengetahui jika dirinya menderita penyakit tersebut, gejala yang dirasakan seperti batuk yang tidak kunjung sembuh itu disepelekan saja saja. Sampai akhirnya bertemu dengan relawan pendamping Tuberkolosis. Relawan ini kemudian mengantar Bu Antonia ke Puskesmas untuk mendapat pemeriksaan laboratorium. Hasil dari pemeriksaan tersebut menyatakan bahwa Bu Antonia positif terkena Tuberkolosis. Sudah terhitung 4 bulan Bu Antonia melakukan pengobatan penyakitnya. Bu Antonia adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ini tinggal di rumahnya yang sederhana bersama suami dan 3 anaknya. Suami Bu Antonia bekerja sebagai petani jagung dengan penghasilan yang tidak minim. Santunan melalui #sedekahrombongan diberikan kepada Bu Antonia untuk dukungan transportasi ke Puskesmas dan makanan tambahan bergizi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Hilal Achmad

Ibu antonia menderita Tuberkolosis

Ibu antonia menderita Tuberkolosis


PONDOK TETIRAH DZIKIR (Operasional Pasien). Pondok Tetirah Dzikir beralamat di Jl. Wonosari Km. 10, Kuton RT.02/RW.15 Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY. Pondok Tetirah Dzikir merupakan panti rehabilitasi yang membantu penyembuhan bagi para pecandu narkotika dan obat-obatan terlarang, orang-orang yang mempunyai masalah dengan kejiwaan, serta remaja bermasalah. Pak Tri Hardono, pendiri sekaligus pengurus pondok, dibantu oleh delapan staf lainnya setiap hari dengan telaten memberikan terapi pada orang-orang terbuang itu. Di sini, doa dan dzikir menjadi kunci utama dalam proses penyembuhan pasien. Terapi doa & dzikir lebih mudah merasuk ke kalbu, setiap doa positif akan naik ke langit, tembus ke langit mengalirkan energi kinetik, kembali ke bumi, menyentuh kalbu-kalbu. Tak ada daya upaya kecuali pertolongan Alloh SWT, itulah konsep utama yang selalu dijunjung… Terapi doa dan dzikir dilaksanakan sesudah sholat fardhu selama 1 jam. Setiap waktu sholat, semua pasien keluar menuju mushola, seusai dzikir langsung menuju ruangan kembali. Pondok Tetirah Dzikir menangani 45 pasien rawat inap yang menempati 6 unit ruangan. Selain itu juga melakukan rawat jalan bagi 80 orang pecandu NAPZA. Ada salah satu pasien yang tengah menjalani rehabilitasi, ia menderita sakit parah dan harus menjalani pengobatan di rumah sakit. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyampaikan sedekah turut prihatin melihat kondisi pasien. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit untuk meringankan beban biaya pengobatan selama di rumah sakit, yang diterima oleh pimpinan pondok mewakili pasien dan keluarga pasien. Pak Tri Hardono mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Setelah keluar dari rumah sakit, pasien akan dipulangkan dan dirawat di rumah oleh keluarganya di Sragen, Jawa Tengah.

Jumlah bantuan : Rp. 6.000.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @Saptuari

Bantuan Operasional Pasien

Bantuan Operasional Pasien


ISMADI KARTINI (56  Tahun, Stroke). Pak Ismadi tercatat sebagai warga Dusun Jethak RT.05/RW.29 Sendangtirto, Berbah, Sleman, DIY. Pak Ismadi memiliki riwayat stroke yang menyerangnya sejak beberapa tahun yang lalu. Stroke menyerang bagian tubuhnya sebelah kiri, namun ia masih bisa menjalankan aktivitasnya, ia pun rajin menjalani terapi rutin. Sejak Maret 2016, ia merasakan sakit pada bagian ginjal, ia pun segera menjalani pemeriksaan di puskesmas terdekat. Dari sana kemudian dirujuk ke RSUD Prambanan, disana ia menjalani permeriksaan lebih lanjut  dan dirawat inap selama satu minggu. Hasil pemeriksaan mengatakan ada batu ginjal, ia pun kembali dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, namun rujukan ditolak. Pak Ismadi kemudian memilih dirawat di RS Bethesda Yogyakarta, disana ia menjalani pemeriksaan ulang. Ternyata tidak ada ditemuan batu empedu, namun memang syaraf-syaraf bagian tubuh kanan bermasalah. Kondisi Pak Ismadi semakin menurun, Ia masih dirawat secara intensif, kini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Mulai muncul luka decubitus atau luka akibat tekanan, pada bagian punggungnya. Sejak mengalami sakit, Pak Ismadi tidak lagi bisa bekerja sebagai buruh bangunan seperti ketika sehat dulu. Istrinya membantu perekonomian keluarga dengan berjualan makanan kecil yang dititipkan di warung kelontong dan warung angkringan. Selama berobat, Pas Ismadi menggunakan jaminan kesehatan Jamkesmas, yang kini dialihkan menjadi KIS. Namun saudara kita ini masih membutuhkan pertolongan, untuk membiayai akomodasi dan pembelian obat yang tidak terjamin oleh jamkes. Mari kita bersama-sama meringankan beban hidupnya… #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk membantu meringankan beban kehidupan mereka sebesar dua juta rupiah yang akan digunakan untuk biaya akomodasi, transportasi dan pembelian obat. Semoga bantuan ini dapat memberikan semangat beliau untuk tetap ikhtiar menghadapi sakitnya dan tetap berusaha mencari kesembuhan atas sakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 22 September 2016
Kurir : @Saptuari

Pak ismadi menderita Stroke

Pak ismadi menderita Stroke


ABU ROSYID (46 Tahun, Santunan Kematian). Pak Abu bersama istri dan anaknya tinggal di Kompleks Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim, Sidomulyo, Gulong, Salam, Magelang, Jawa Tengah. Satu bulan yang lalu, Pak Abu mengalami kecelakaan lalu lintas, ia ditabrak anak sekolah yang ugal-ugalan mengendarai motor. Akibat kecelakaan tersebut, ia mengalami bengkak di tangan dan kakinya, ia pun terpaksa mendapat jahitan di kaki. Pak Abu mengalami kesulitan saat berjalan dan terpaksa menggunakan tongkat penyangga, beberapa hari ini kondisinya belum membaik, belum pulih benar… Tetapi, ia tak punya biaya lagi untuk berobat maupun untuk biaya hidup sehari-hari, karena sudah beberapa minggu tidak bekerja. Pak Abu memaksakan diri untuk bekerja kembali seperti sebelum sakit dulu, ia berjualan majalah dan buku-buku agama pada berbagai acara pengajian. Ketika berangkat bekerja menggunakan motor, ia mengalami kecelakaan kembali. Kondisinya sangat kritis dan ia pun segera dilarikan ke IGD RSUD Muntilan, Jawa Tengah. Dengan Ketetapan Allah, Ia mengambil kembali apa yang Ia miliki. Pak Abu berpulang ke rahmatullah pada 21 September 2016 pukul lima sore dengan meninggalkan satu istri dan enam orang anak. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai orang yang ramah, beliau juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Beliau kerap menjadi penceramah di masjid, pendampingan anak yatim piatu, hingga menjadi pengajar anak-anak di TPA. Satu orang anaknya sudah lulus sekolah dan sudah bekerja, namun sang istri masih menanggung lima anak lainnya yang masih duduk di bangku setara SMA, SMP, dan SD.  Mari kita bersama-sama meringankan beban hidup mereka… Kurir #SedekahRombongan kemudian bertakziah sembari memberikan santunan duka sebesar lima juta rupiah untuk membantu biaya sekolah lima anak yatim ini. Bantuan diterima oleh sang istri dan anak tertuanya, mari kita berdoa bersama-sama semoga Pak Abu diterima disisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 22 September 2016
Kurir : @Saptuari

Santunan Kematian

Santunan Kematian


NGATINEM BINTI SUMODIKORO (75 Tahun, Tumor Otak). Bu Ngatinem tercatat sebagai warga Karanganyar, Kutu Dukuh RT.29/RW.29 Sinduari, Mlati, Sleman, DIY. Riwayat penyakitnya sebenarnya sudah dirasakannya sejak beberapa bulan yang lalu. Bu Ngatinem sering merasa pusing, dan puncaknya ia mengalami sakit kepala disertai dengan kejang, pada penghujung Bulan September 2016. Ia pun langsung dilarikan ke RSA UGM Yogyakarta. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mevonisnya menderita tumor otak. Bu Ngatinem disarankan untuk segera menjalani operasi agar penyakitnya tidak semakin parah. Namun karena faktor ekonomi dan faktor usia yang telah lanjut, pihak keluarga masih ragu akan menjalankan operasi tersebut atau tidak. Bu Ngatinem tinggal seorang diri, ia bekerja sebagai asisten rumah tangga. Di usianya yang telah senja, sebenarnya ia tak lagi bisa bekerja secara efektif dan maksimal, namun atasannya masih memberikannya kesempatan kerja. Bu Ngatinem kondisi ekonominya begitu memprihatinkan, untuk makan sehari-hari saja serba kekurangan. Bu Ngatinem memiliki seorang anak laki-laki yang tinggal tak jauh dari rumahnya, namun sang anak juga hidup dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Beban keluarga ini semakin berat karena istri sang anak juga menderita kanker payudara. Keduanya tak punya tanah maupun rumah, beruntung tetangga mereka ada yang berbaik hati memberikan tumpangan lahan untuk tinggal seadanya. Kondisi Bu Ngatinem saat ini sudah membaik meski lidahnya masih kaku, namun ia sudah bisa diajak berkomunikasi. Selama berobat, Bu Ngatinem menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah, Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta). Namun ia menghadapi kendala biaya hidup dan biaya pengobatan di luar jaminan. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit sebesar Rp. 1.500.000,-. Bantuan ini digunakan membantu biaya pengobatannya. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban kehidupannya, Bu Ngatinem dan keluarganya begitu bersyukur dan berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Mari kita doakan bersama agar ia juga segera diberikan kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @Saptuari, @Faisal_Gudeg, @JemiRikab, @Dorraima

Ibu ngatinem menderita Tumor Otak

Ibu ngatinem menderita Tumor Otak


PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QURAN AL-ANWAR BANTUL (Renovasi Bangunan Pondok Pesantren). Alamat: Bolon, Palbapang, Bantul, DIY, Kode Pos 55713. Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Anwar Bantul berdiri pada tahun 2016 silam. Pondok ini awal mulanya adalah sebuah majelis ta’lim yang didirikan oleh Alm. KH Dachlan Anwar. Seiring berjalannya waktu, majelis ini dikembangkan menjadi sebuah pondok pesantren yang fokus untuk mendalami Al-Quran. KH. Aris Munawar, putra Alm. KH Dachlan Anwar, adalah tokoh penting yang berinisiatif untuk membangun dan mengembangkan pondok pesantren ini. Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Anwar Bantul memiliki visi terwujudnya generasi qurani yang mandiri, tafaqquhfiddin, dan berakhlaqul karimah. Program unggulan pondok pesantren ini yaitu Tahfidzul Quran, cepat membaca Al-Quran dengan metode An-Nahdhiyyah, baca kitab kuning disertai pemahaman, dan ilmu Nahwu Sharof. Saat ini Ponpes Tahfidzul Quran Al-Anwar memiliki 56 santri, terdiri dari 15 orang pria dan 41 orang wanita. Diantara santri-santri tersebut sudah ada yang berhasil menghafal hingga 25 jus. Pondok pesantren ini tengah melakukan renovasi bangunan agar lebih nyaman, baik untuk ditinggali maupun untuk kegiatan menimba ilmu. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi dalam proses pembangunan renovasi bangunan pondok pesantren. #SedekahRombongan kemudian menyalurkan dana bantuan dari #Sedekaholic, sebesar lima juta rupiah untuk membantu biaya renovasi bangunan pondok pesantren. Semoga renovasi bangunan pondok pesantren berjalan dengan lancar dan menjadi berkah bagi para penghuniya. KH. Aris Munawar, mewakili semua santri yang tinggal di pondok pesantren ini mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 7 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari

Renovasi Bangunan Pondok Pesantren

Renovasi Bangunan Pondok Pesantren


LOVE MASJID GERAKAN KEBERSIHAN MASJID (Operasional. Alamat: Jl. Raya Pasar Sapi No.86 Dalangan RT.01/RW.09 Kebondalem Kidul, Prambanan, Sleman, DIY. Love Masjid merupakan sebuah gerakan berkeliling masjid dari satu masjid ke masjid lain untuk membersihkan sarana dan pra-sarana di masjid seperti karpet, mimbar, toilet, tempat wudhu, dan segala macam tempat dan/atau perabot yang ada di dalam masjid. Gerakan ini diinisiasi oleh anak-anak muda, dilatarbelakangai atas keprihatinan terhadap kondisi kebersihan masjid-masjid yang kurang mendapatkan perhatian secara rutin baik dari marbot maupun jamaah masjid, karena kegiatan dan mobilitas jamaah yang cukup tinggi. Love Masjid mempunyai kendaraan operasional dalam bentuk ambulance, karena selain bebersih masjid, gerakan ini juga melebarkan sayap salah satunya ke ranah kesehatan dengan menyediakan mobil ambulance untuk masyarakat yang membutuhkan. Ambulance Love Masjid kini membutuhkan perbaikan mesin secara total, mesin dibongkar dan dipebaiki secara keseluruhan, istilahnya turun mesin. Perbaikan total ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Love Masjid membutuhkan partisipasi dari kita semua agar terkumpul donasi untuk membiayai perbaikan ambulance. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi dalam perbaikan ambulance. #SedekahRombongan kemudian menyalurkan dana bantuan dari #Sedekaholic, sebesar lima juta rupiah untuk membantu biaya perbaikan ambulance. Bejo Kahono, leader komunitas ini, mewakili seluruh anggota gerakan mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Ke depannya, #SedekahRombongan dan Gerakan Love Masjid akan bersinergi, bersama-sama berjibaku melayani saudara kita yang membutuhkan, semoga langkah ini senantiasa istiqomah, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 7 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari

Bantuan untuk membantu biaya perbaikan ambulance

Bantuan untuk membantu biaya perbaikan ambulance


ZAKIYATUL AZWIR AZIZ (15 Tahun, Penyakit Paru-Paru). Alamat: Pondok Pesantren Al-Anwar, Bolon, Palbapang, Bantul, DIY, Kode Pos 55713. Zakiyatul merupakan santri di pondok pesantren ini. Orang tuanya, Pak Afif dan Bu Himmatunasiroh, menitipkannya di pondok ini supaya putra mereka dapat mendalami Al-Quran. Keluarga sederhana ini berasal dari Wadas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah. Selain nyantri, pemuda ini juga menempih pendidikan sekolah menengah atas. Beberapa hari ini, Zakiyatul merasa tidak enak badan, ia pun batuk-batuk berat dan badannya pun terasa lemas. Ia pun memeriksakan diri ke rumah sakit, ternyata ia menderita penyakit paru-paru. Ia pun segera dirujuk ke RS Khusus Paru-Paru Respira Yogyakarta. Ia pun disarankan untuk menjalani rawat inap. Alhamdulillah, setelah beberapa hari kondisinya kian membaik dan sudah diperbolehkan pulang ke pondok. Zakiyatul tidak memiliki jaminan kesehatan baik dari pihak swasta maupun pemerintah. Biaya rumah sakit dibantu oleh pihak pondok dan donatur pondok. Mari kita juga membantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini… #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit, semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka… Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan… Semoga Zakiyatul segera pulih kondisi kesehatannya dan dapat beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.261.000,-
Tanggal Penyerahan: 13 Oktober 2016
Kurir : @Saptuari

Zakiyatul menderita Penyakit Paru-Paru

Zakiyatul menderita Penyakit Paru-Paru


MUHAMMAD IZZUDIN (8 Tahun, Demam Berdarah). Alamat: Pondok Pesantren Al-Anwar, Bolon, Palbapang, Bantul, DIY, Kode Pos 55713. Adik Izzudin merupakan santri di pondok pesantren ini, Pak Muhdi dan Bu Boniyem menitipkannya di pondok ini supaya putra mereka dapat mendalami Al-Quran. Keluarga ini berasal dari Kretek, Bantul, DIY. Awal Oktober 2016, Adik Izzudin terserang demam berdarah, suhu badannya panas, turun, lalu panas lagi, turun lagi, disertai dengan pusing dan muntah. Ia pun segera dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati dan disarankan untuk rawat inap. Alhamdulillah, ia berhasil melewati masa kritis, setelah beberapa hari kondisinya kian membaik dan sudah diperbolehkan pulang ke pondok. Siswa sekolah dasar ini berasal dari keluarga yang sederhana, ia pun tidak memiliki jaminan kesehatan baik dari pihak swasta maupun pemerintah. Biaya rumah sakit dibantu oleh pihak pondok dan donatur pondok. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi dalam membantu proses pengobatan Adik Izzudin. #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit dari #Sedekaholic, sebesar satu setengah juta rupiah untuk membantu biaya rumah sakit. Semoga Adik Izzudin segera pulih kondisi kesehatannya dan dapat beraktivitas seperti biasanya. Tak lupa ia pun mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal penyampaian : 13 Oktober 2016
Kurir: @Saptuari

REKAPITULASI BANTUAN

Izzudin menderita Demam Berdarah

Izzudin menderita Demam Berdarah

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR MALANG 15,181,931
2 MUHAMMAD DAFFY SYASIFAWAIDI 1,250,000
3 ERNI BIN NARDI 1,000,000
4 SUMIATI BINTI SUHUD 1,000,000
5 SUPIATI BINTI ROFIK 1,000,000
6 SAHWANI BINTI ASJONO 600,000
7 IMAM SUPRIYONO 500,000
8 ANDIRO ADREANSAH 653,500
9 KUS TRI BOWO 500,000
10 HIKMAWATI BINTI SAIMAN 500,000
11 ARIS MUDAKIR 500,000
12 SARTIM BIN YUSDI 4,000,000
13 DWI WAHYUNI 3,000,000
14 SUWARNI BINTI AHMAD 500,000
15 KARSO BIN MUJIB 500,000
16 KITEM BINTI SARNO 500,000
17 DARWIS BIN KARYO 1,000,000
18 DWI SURYA PRATAMA 500,000
19 YAYASAN MUHAMMADIYAH 2,000,000
20 MUALIMAH BINTI AHMAD SAMSI 500,000
21 WARITEM BINTI WARIS 500,000
22 BIMA ASYAA RAMADHAN 2,000,000
23 ELIATUL IKHLAS 500,000
24 YAMINAH BINTI PUANA 1,000,000
25 FATMAWATI BINTI ANWAR 1,000,000
26 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
27 ERNAWATI TOHIR 1,500,000
28 SITI SAMSIAH 500,000
29 INDRA BIN SADAR 500,000
30 NUR HAYATI binti NURHADI 1,000,000
31 TRIDANI ANDARWARI 500,000
32 MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI 1,000,000
33 HELMY TAQIYUDIN 500,000
34 SEKOLAH BUNGA PAPUA 2,000,000
35 SUPARDI 1,000,000
36 YUSMALDI 500,000
37 MTSR SORONG 6,000,000
38 REVANS 500,000
39 MTS MUHAMMADIYAH 2,000,000
40 MARKUS 500,000
41 MTSR SORONG 4,207,550
42 ANTONIA KRENAT 500,000
43 PONDOK TETIRAH DZIKIR 6,000,000
44 ISMADI KARTINI 2,000,000
45 ABU ROSYID 5,000,000
46 NGATINEM BINTI SUMODIKORO 1,500,000
47 PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QURAN AL-ANWAR BANTUL 5,000,000
48 LOVE MASJID GERAKAN KEBERSIHAN MASJID 5,000,000
49 ZAKIYATUL AZWIR AZIZ 3,261,000
50 MUHAMMAD IZZUDIN 1,500,000
Total 93,153,981

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 93,153,981,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 903 ROMBONGAN

Rp. 42,892,945,287,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.