Rombongan 902

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Posted by on October 16, 2016

INAN BIN SAIM (46, Susp. Eritroderma). Alamat: Kp. Gondrong RT 5/3, Desa Jejayen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Inan yang aslinya warga Kabupaten Karawang ini, sejak 7 tahun yang lalu menderita sakit kulit. Awalnya, kepalanya tertusuk bambu yang kemudian mengeluarkan cairan. Cairan yang keluar dari kepalanya tersebut, terus menetes dan merambat ke permukaan wajahnya. Dari situ, Pak Inan mulai merasakan ada sakit kulit di tubuhnya. Pak Inan sudah berupaya berobat ke mantri di kampung dan ke Puskesmas, namun tak kunjung membuahkan kesembuhan. Sehari-harinya, Pak Inan bekerja sebagai pemulung, sehingga tidak banyak materi yang ia dapatkan dari pekerjaannya ini. Sehingga menghalangi niatannya untuk mengobati sakitnya sampai tuntas. Sakit di kulitnya sangat mengganggu, karena apabila terkena terik matahari, kulitnya merasakan panas, jika terkena air, kulitnya akan mengeluarkan bau anyir. Suami dari Ibu Asih (40) ini hanya bisa pasrah dan menanti ada orang yang mau menolongnya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Inan sehingga bisa membantu meringankan bebannya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit. Semoga Pak Inan segera diberi kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana@mardisay

Pak inan menderita Susp. Eritroderma

Pak inan menderita Susp. Eritroderma


KAMINI BINTI TARUB (59, Carcinoma Cervix). Alamat : Dusun Dua, RT 10/2, Desa Cineumbeuy, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Kamini adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Sejak bulan Juni lalu, Ibu Kamini menderita penyakit serius pada perutnya. Beliau pernah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Berdasarkan hasil USG, penyakit tersebut sejenis tumor ganas sehingga pihak RSUD 45 Kuningan menyarankan agar beliau melanjutlan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun karena keterbatasan biaya, beliau tidak segera memeriksakan kondisinya ke RSHS Bandung. Selang beberapa bulan, kondisi Ibu Kamini semakin memburuk. Perutnya semakin terlihat membesar dan sering disertai dengan rasa panas sekaligus sakit. Lama beliau tidak menjalani pengobatan medis di rumah sakit, beliau hanya meminum ramuan tradisional sebagai ikhtiar penyembuhan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Ibu Kamini. Kurir #SedekahRombongan Kuningan segera membawa Ibu Kamini untuk melakukan pemeriksaan ulang di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Hasilnya sangat mengejutkan, ternyata beliau menderita penyakit Carcinoma Cervix atau bahasa umumnya lebih dikenal dengan Kanker Rahim dan sudah memasuki stadium 6. Ibu Kamini juga memiliki jaminan kesehatan BPJS yang dibayar oleh pemerintah yaitu jaminan KIS. Hanya saja, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi untuk pengobatan lanjutan ke RSHS. Ibu Kamini sendiri saat ini tinggal dengan seorang putranya yang saat ini bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah toko sembako. Beliau telah lama bercerai dengan suaminya sehingga kebutuhan hidup sehari-hari ditanggung oleh putra semata wayangnya. Hanya saja, pendapatan putra beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Alhamdulillah, santunan awal dapat disampaikan oleh #SedekahRombongan kepada Ibu Kamini untuk biaya transportasi kontrol kesehatan ke Rumah Sakit. Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk Ibu Kamini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Bu kamini menderita Carcinoma Cervix

Bu kamini menderita Carcinoma Cervix


AZMI HAIL MAHLAL (2, Flek Paru). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Usia Azmi baru 2 tahun, namun ia menderita penyakit serius dengan adanya flek di dalam paru-parunya. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Diusia ke 2 ia belum bisa bergerak aktif seperti anak seusianya. Ia hanya bisa terbaring lemas bahkan duduk pun harus dibantu dengan adanya penyangga. Untuk pertama kalinya Azmi menjalani pemeriksaan di rumah sakit besar karena sebelumnya ia hanya menjalani pengobatan di Puskesmas terdekat. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Azmi mempunyai jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Namun hingga saat ini masih ada tunggakan BPJS yang belum dibayar. Selain itu, Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi ke rumah sakit. Maklum, Bapak Johan hanya bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kedua kepada Azmi untuk biaya terapi lanjutan sekaligus transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi merupakan pasien rombongan 896.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Azmi menderita Flek Paru

Azmi menderita Flek Paru


AMAD BIN SUTARDI (19, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 05/06, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten. Berdasarkan diagnosa dokter ternyata Amad terkena penyakit kanker tulang. Tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Setelah melakukan pengobatan herbal secara teratur ada perkembangan positif berkenaan dengan kesehatan Amad. Ia sudah bisa berjalan dengan lebih baik. Namun, saat ini kondisinya kembali drop karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir #SedekahRombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata efek pengobatan herbal yang dilakukan Amad membuat pembuluh darah di kakinya pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad harus segera melakukan MRI terlebih dahulu sebelum melakukan operasi. Untuk pengobatan, Amad memiliki kartu jaminan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah. Saat ini Kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (41) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim, sedangkan Ibu Castinah (37) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Penghasilan Bapak Sutardi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya check up lanjutan sebelum ia melakukan tindakan medis berupa operasi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan ketiga kepada Amad untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan biaya check up sebelum operasi. Semoga Allah menyembuhkan penyakit Amad, sehingga Amad bisa membantu kedua orang tuanya lagi. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam rombongan 891.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Pak amad menderita Kanker Tulang

Pak amad menderita Kanker Tulang


ASMIRAH ( 22, Carcinoma Cervix) Alamat : Ds. Krajan, RT 6/2, Kel. Pasir Tanjung, Kec. Lemah Abang, Kab. Karawang, Prov. Jawa Barat. Asmirah biasa dipanggil, seorang ibu rumah tangga biasa yang baru saja memiliki putra berusia beberapa bulan ketika ia mulai merasakan nyeri di perutnya. Asmirah menganggap  sakit yang dirasakannya normal bagi wanita yang baru melahirkan. Namun hingga putranya berusia 2tahun, sakitnya tidak kunjung hilang, hingga akhirnya Asmirah memutuskan untuk memeriksakannya di klinik terdekat. Gejala lain yang Nampak tidak biasa adalah berat badan Asmirah menyusut terus sejak 6 bulan lalu, ditambah lagi selama 3bulan ini tidak datang menstruasi. Hasil pemeriksaan USG di klinik tersebut menyatakan Asmirah menderita kista. Tim medis klinik tersebut segera merujuknya ke Rumah Sakit Umum daerah Kab. Karawang (RSUD). Menggunakan fasilitan Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat, Asmirah dibawa oleh kakaknya ke RSUD Karawang, sedangkan suaminya bernama Ateng (27) sedang bekerja sebagai supir beko di Batam. Setelah dilakukan Pemeriksaan secara menyeluruh, Dokter menyatakan Asmirah mengidap Carcinoma Cerviks atau Kanker mulut Rahim dan disarankan untuk dilakukan tindakan operasi segera di rumah sakit rujukan yaitu Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS). Karena jadwal operasi di RSHS Bandung sangat padat, dibantu lembaga sosial sekitar, Asmirah dibawa ke Rumah Sakit  Santosa Bandung  agar dapat segera dilakukan tindakan. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Asmirah ketika beliau masih berada di RSUD Karawang, bantuan diberikan untuk membantu biaya mencukupi kebutuhan sehari-hari nanti di RS.Sentosa Bandung. Saat ini, operasi sudah dilakukan dan berjalan dengan baik. Asmirah sedang dalam tahap proses pemulihan. Semoga Asmirah bisa kembali sehat seperti sedia kala. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi

Ibu asmirah menderita Carcinoma Cervix

Ibu asmirah menderita Carcinoma Cervix


EROH BINTI YARDI (61, Carcinoma Cervix). Alamat : Kp. Banun, RT 1/5, Dusun Pundong, Kel. Pasir Tanjung, Kab. Karawang, Prov. Jawa Barat. Ibu Eroh adalah seorang ibu rumah tangga, yang sehari – hari membantu kehidupan ekonomi keluarga dengan berjualan makanan keliling kampung. Ibu Eroh mulai merasakan sakit di perutnya  semenjak Agustus 2016 lalu, Bu Eroh pun hanya memeriksakannya ke bidan terdekat. Bidan tersebut pun menyarankan untuk segera diperiksakan ke rumah sakit. Pihak keluarga membawa Ibu Eroh ke Rumah Sakit Intan Barokah Klari. Setelah sempat dirawat inap beberapa hari, Ibu Eroh dinyatakan mengidap Carcinoma Cervix atau yang sering kita kenal dengan kanker mulut rahim. Tim medis Rumah Sakit Intan Barokah merujuk Bu Eroh ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang (RSUD) agar mendapatkan tindakan sesegera mungkin. Ibu Eroh dibantu oleh organisasi masyarakat setempat kemudian dibawa ke RSUD Karawang, untuk mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS . Karena jadwal operasi di RSHS sangat padat, maka Ibu eroh dipindahkan rujukannya ke Rumah Sakit Sentosa Bandung. Suami Bu Eroh, Maryadi (65)  saat ini sudah tidak lagi mampu bekerja atau bahkan  ikut mendampingi sang istri selama dirawat. Biaya pengobatan Ibu Eroh saat ini ditanggung oleh jaminan kesehatan dari Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat ini Ibu Eroh sedang menunggu jadwal operasi dari pihak rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan bertemu ibu Eroh ketika beliau dirawat di RSUD Kab.Karawang. Bantuan awal disampaikan untuk membantu biaya operasional selama di rumah sakit. Semoga Ibu Eroh mendapatkan  kemudahan dalam mendapatkan jadwal operasi di Rumah Sakit Sentosa Bandung dan mendapatkan hasil yang baik. Aamiin..

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi

Ibu eroh menderita Carcinoma Cervix

Ibu eroh menderita Carcinoma Cervix


WIWIN BINTI WARTA (26, CA Ovarium). Alamat : Dusun pasar, RT. 01/01, Desa Kampung sawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat. Wiwin adalah seorang Ibu rumah tangga. Beliau didiagnosa terkena penyakit kanker rahim sejak 2 tahun lalu. Suami dari Ibu Wiwin, Bapak Asep (33), hanyalah seorang kuli panggul,pekerjaannya tidak tetap. Karena itu, mereka berdua hidup dalam kekurangan. Menggunakan Fasilitas Jaminan Kesehatan BPJS Kelas 3 yang telah dibuatnya, Wiwin dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan sudah menjalani operasi laparoscopy   pada bulan April 2016. Saat ini Wiwin sedang melakukan persiapan untuk menjalankan kemoterapinya yang ke 3 berupa pemeriksaan laboratorium. Kemoterapi ke 3 ini adalah kemo terakhir di siklus pertama yang harus dijalani oleh Wiwin. Kondisi umum Wiwin saat ini dalam keadaan stabil, berat badannya pun berangsur naik. Semoga hasil cek laboratoriumnya baik dan Wiwin bisa segera menyelesaikan kemo siklus pertamanya. Santunan kembali diberikan untuk membantu biaya sehari-harinya selama proses kemo dilakukan . Bantuan sebelumnya masuk ke dalam rombongan 893. Semoga Allah memberikan kekuatan kepadanya dalam menjalankan pengobatan hingga dikarunia kesembuhan seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 19 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @anasa

Wiwin menderita CA Ovarium

Wiwin menderita CA Ovarium


BANJIR BANDANG GARUT (Bantuan Sandang, Pangan, Papan, dan Santunan Duka). Alamat: Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Banjir bandang kembali menghempas ibu pertiwi. Kali ini, derasnya guyuran hujan yang berakibat pada bencana besar tersebut terjadi di Kota Intan, Garut (20/9), malam. Banjir bandang di Garut terjadi karena air Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri meluap akibat hujan berintensitas tinggi yang terjadi di daerah tersebut. Ketinggian banjir mencapai 1,5 meter hingga 2 meter. Sejumlah pemukiman penduduk dan beberapa bangunan sentral, seperti RSUD dr. Slamet dan Polsek Tarogong pun turut terendam dan mengalami kerusakan. Tak hanya meluluhlantakkan pemukiman penduduk dan bangunan lain sekitarnya dalam sekejap, banjir bandang ini juga menimbulkan korban jiwa dan banyak warga terluka bahkan hanyut terbawa arus. Menurut data terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, sebanyak 24 orang tewas, 27 orang luka ringan, 4 orang luka berat, 12 orang hilang, dan 1.000 orang mengungsi. Terdapat beberapa kecamatan terdampak banjir, di antaranya Kecamatan Bayongbong, Kecamatan Garut Kota, Kecamatan Tarogong Kidul, Kecamatan Tarogong Kaler, Kecamatan Banyuresmi, dan Kecamatan Karangpawitan. Mendengar kabar duka tersebut, #SedekahRombongan bergegas mengirimkan bantuan langsung ke lokasi bencana. Selasa, 21 September 2016 tim kurir #SedekahRombongan sudah tiba di lokasi bencana, sehari setelah musibah yang cukup menghentak warga Jawa Barat khususnya. Kurir #SR tak henti melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terkait: pemerinah setempat, organisasi/badan penanggulangan bencana dan relawan setempat agar distribusi bantuan dari #Sedekaholics bisa sampai secara cepat dan tepat ke sasaran. Dibantu para relawan dari pecinta alam dan siswa SLTA/SMK, kurir #SR dan tiga MTSR siap siaga di Posko yang telah disediakan yang beralamat di Jalan Raya Bayongbong No. 988 Kp. Padarek RT. 4/6 Desa Sirnagalih, Kecamatan Bayongbong, Kabupten Garut. Adanya posko ini amat memudahkan kurir #SedekahRombongan untuk melakukan penggalangan, pergerakan dan pendistribusian bantuan. Alhamdulillah, dari hari Rabu, 21 September 2016 sampai hari Minggu, 9 Oktober 2016, bantuan berupa uang dari sedekaholics #SR untuk korban banjir di Kabupaten Garut mencapai Rp.80.214.950,- yang dibelikan barang untuk memenuhi kebutuhan prioritas korban di masa kritis pascabencana. Bantun lainnya yang berupa barang layak pakai dan barang baru pun diterima #SR, baik yang disampaikan langsung oleh para dermawan maupn tidak langsung, melalui kurir #SR yang datang ke lokasi bahkan melalui perusahaan jasa angkutan. Sampai minggu kedua di bulan Okober 2016 kurir #SedekahRombongan terus berupaya menyampaikan bantuan untuk korban, baik korban langsung maupun korban lainnya yang terdampak. Adapun jenis bantuan yang diprioritaskan pada Program #Pray for Garut Periode Pertama ini adalah (1) bantuan pangan (sembako) juga susu, bubur bayi, makanan tambahan dan jajanan anak; (2) bantuan sandang di antaranya selimut, pakaian dalam, sarung, mukena, kebutuhan khusus perempuan, pakaian bayi dan anak, popok bayi, seragam sekolah; (3) kebutuhan lain seperti kantong sekolah, buku dan alat tulis untuk siswa SD; (4) bantuan berupa uang untuk keluarga yang anggota keluarganya meninggal terbawa arus banjir, dan bagi janda dan atau lansia yang termasuk korban terdampak; (5) bantuan untuk mengganti sarana pra sarana di mesjid yang rusak terendam air, dan pengecatan masjid dan mushalla; (6) bantuan berupa biaya transportasi dan akomodasi para relawan (Pasukan Bersih-Bersih) yang membantu warga membersihkan puing-puing, lumpur dan kotoran akibat banjir; (7) bantuan untuk mendukung operasional pencarian korban banjir yang secara berkala dilakukan tim pecinta alam (SURPAPALA Garut). Sebagian besar bantuan melalui #SedekahRombongan disampaikan secara langsung ke sejumlah titik-titik darurat banjir dan ke lokasi yang cukup parah dan tidak terjangkau. Semoga segala bentuk sedekah dari para dermawan bernilai pahala di dalam pandangan Allah Swt serta membawa kebaikan dan keberkahan bagi semua! Sesungguhnya ada hikmah dari setiap bencana yang dikirimkan Yang Maha Kuasa, “… dan jika menerima musibah, ia bersabar, maka itu jadi kebaikan baginya.” (HR Muslim) #PrayForGarut.

Jumlah Bantuan : Rp.80.214.950,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @endanghanafi

Bantuan Sandang, Pangan, Papan, dan Santunan Duka

Bantuan Sandang, Pangan, Papan, dan Santunan Duka


LALITA ASANI (11, Leukimia Hairis) Alamat: Dusun Tanjungsari, RT16/6, Desa Mekarmaya, Kec. Cilamaya, Kab. Karawang, Provinsi Jawa Barat. Lalita adalah sosok anak perempuan yang tangguh. Dia berjuang melawan sakit yang dideritanya sejak berusia 8 tahun. Lalita didiagnosa leukemia stadium 3 dan harus menjalankan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS).  Lalita berhasil menyelesaikan kemoterapi yang dianjurkan oleh Dokter sebanyak 110x. Setelah menyelesaikan kemoterapi, lalita menjalankan pemeriksaan sumsum tulang belakang untuk memeriksa perkembangan sel kanker di dalam tubuhnya pasca kemoterapi. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukan perkembangan yang sangat baik, yaitu hanya ditemukan sebesar 0,78 persen sel kanker di tubuh Lalita. Dokter menyatakan hal tersebut berarti sebuah kesembuhan baginya. Hal tersebut tidak lepas dari kegigihan ibunya Cahyanah (28) dalam mengupayakan pengobatan untuk Lalita meskipun dia hanya berprofesi sebagai buruh tani.   Dokter menyarankan lalita untuk melakukan pemeriksaan darah secara rutin, namun Fasilitas Jaminan kesehatan BPJS yang dimilikinya saat ini tidak bisa digunakan, karena Ibu Lalita tidak mampu membayar iuran BPJS nya. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu membayar iuran BPJS Lalita dan Ibunya sehingga fasilitasnya bisa kembali digunakan. Santunan selanjutnya masuk ke dalam Rombongan 833 . Semoga hasil pemeriksaan rutin Lalita menunjukkan hasil yang baik, dan Lalita bisa kembali bermain dan belajar seperti anak-anak seusianya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000-
Tanggal: 5 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu

Lalita menderita Leukimia Hairis

Lalita menderita Leukimia Hairis


MOCH NABIL SATRIA  (5, NHML + Leukimia) Alamat: Kampung Warudoyong Selatan,RT42/9, Gang Haji Munir, Kecamatan Rengasdengklok Selatan, Kabupaten Karawang, Provinsi jawa barat. Nabil tadinya seorang anak yang sehat dan lincah, namun ketika menginjak usia 2 tahun  kesehatannya terganggu. Gejala awalnya berupa adanya benjolan kecil dibagian lehernya, dan Nabil sering mengalami demam. Awalnya nabil diperiksa diklinik dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang (RSUD). Hasil Biopsi di RSUD Karawang menunjukan bahwa Nabil terkena kanker kelenjar getah bening (NHML) dan Nabil dirujuk ke Rumah sakit hasan Sadikin Bandung (RSHS). Di RSHS, Nabil diharuskan menjalankan Pengobatan berupa Kemoterapi sebanyak 8 siklus. Ayah Nabil yang bernama Asep (40), bekerja sebagai buruh dan istrinya bernama KIKI (36) adalah seorang IRT, mereka terus mendampingi anak bungsunya selama di RSHS. Perkembangan terakhir mengenai Nabil adalah bahwa Nabil pun didiagnosa mengidap leukemia stadium 4. Nabil berjuang terus melawan penyakit yang bersarang di tubuh kecilnya.  Biaya perawatan medis Nabil dicover oleh BPJS kelas 3 yang dimilikinya, kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan kembali untuk membantu biaya operasional selama Nabil dirawat dan untuk membeli obat-obatan yang tidak dicover oleh BPJS. Saat ini Nabil sedang dalam masa reses setelah menyelesaikan siklus ke 7 kemoterapinya. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada Nabil untuk bisa menuntaskan pengobatannya dan mendapatkan hasil yang baik yaitu berupa kesembuhan Aamiin.. Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 898

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda

Nabil menderita NHML + Leukimia

Nabil menderita NHML + Leukimia


KARTINI BINTI HASAN BASRI (62, Luka Kaki). Alamat : Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda KM 14,5 Dusun Sejahtera Desa Cot Karieng, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Prov. Nanggroe Aceh Darussalam. Awal mula penyakit Ibu Kartini diketahui pada tahun 2008, saat itu Ibu Kartini sedang di sawah, kaki kanannya terluka. Satu minggu kemudian kaki Ibu Kartini bengkak dan lukanya semakin parah. Ibu Kartini langsung dibawa ke rumah sakit dan sebagian daging di ibu jari  kanannya harus diambil. Kemudian di awal tahun 2016 lalu kaki kanannya yang dulu terluka mulai dirasakan nyeri kembali.Beliau selalu mengoleskan antiseptik di kakinya. Ibu Kartini juga didiagnosa menderita Diabetes Melitus atau kencing manis sehingga membuat luka di kakinya semakin sulit sembuh. Kaki Ibu Kartini semakin memerah dan lukanya semakin parah. Pada pertengahan bulan Juni lalu Ibu Kartini terpeleset di kamar mandi. Kaki kirinya patah yang mengakibatkan Ibu Kartini tidak bisa berjalan lagi, 2 bulan yang lalu Ibu Kartini harus dirujuk ke rumah sakit karena kaki kanan yang luka itu mulai membusuk. Dokter juga menganjurkan kaki kirinya yang patah akibat jatuh harus diamputasi,tetapi Ibu Kartini enggan kakinya diamputasi. Selama 14 hari di rumah sakit kaki Ibu Kartini hanya dibersihkan. Kondisi Ibu Kartini sekarang, kaki bagian kanan ibu Kartini sudah diamputasi pada tanggal 4 September 2014. Namun keadaannya semakin memburuk seluruh badan ibu Kartini bengkak, tidak bisa berbicara lagi dan hanya terbaring lemah. Selama menjalani pengobatan ibu Kartini menggunakan BPJS PBI tetapi karena ibu Kartini rawat jalan biayanya harus di tanggung keluarga. Saat ini ibu Kartini tinggal bersama adiknya. Di tengah semangat Ibu Kartini untuk sembuh, alhamdulillah, dia dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan yang kemudian menjenguk Ibu Kartini di rumahnya. Bantuan pun di salurkan melalui kurir #SedekahRombongan yang digunakan untuk biaya berobat. Ibu Kartini menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Ibu Kartini cepat sembuh. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @pratiwi

Ibu kartini menderita Luka Kaki

Ibu kartini menderita Luka Kaki


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Operasional September 2016). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk service rutin MTSR Serta untuk operasional penjemputan pasien. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 894.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya Operasional September 2016

Biaya Operasional September 2016


CECEP ROHENDIANA (48 Tahun, Patah Tulang Kaki Kanan). Alamat: Griya Purwo Asri Blok C No. 256 Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Cecep mengalami patah tulang kaki kanan karena kecalakaan lalu lintas yang ia alami saat bekerja sebagai tukang ojek. Penghujung Agustus 2016, Pak Cecep mendapat penumpang ojek, tujuannya dari Bundaran UGM ke Jangkang, Sleman. Sepulang mengantarkan penumpang, ia mengalami kecelakaan lalu lintas akibat menghindari pengendara sepeda motor yang memotong jalan di seputaran Jl. Kaliurang Km. 5 (UGM). Pertolongan pertama, Pak Cecep segera dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu di RS Panti Rapih Yogyakarta. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, terjadi retak tulang dan pergeseran sendi. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi dan MRI. Tetapi karena ketiadaan biaya, terpaksa hanya dilakukan rawat jalan sesuai keadaan keuangannya. Sehari-harinya, Pak Cecep bekerja sebagai tukang ojek bermodal pinjaman sepeda motor dari temannya, setiap hari harus menyetor uang sewa motor yang digunakan untuk ojek. Pak Cecep tidak memiliki jaminan kesehatan, beberapa waktu yang lalu tasnya dicuri orang termasuk di dalamnya laptop, buku nikah dan kartu keluarga. Pak Cecep tidak memiliki tempat tinggal tetap, alamat tersebut hanya tempat tinggal tumpangan dari temannya, sedangkan temannya sudah pindah rumah. Karena alasan tidak mau merepotkan temannya, ia memilih hidup sebagai tuna wisma, kadang tidur di emperan kantor pos UGM, kadang numpang di lorong rumah sakit, kadang kalau hujan numpang tidur di warnet. Kondisinya saat ini belum bisa beraktivitas dengan baik karena masih menggunakan kruk atau alat bantu berjalan. Bu Nuri C (46), Istri Pak Cecep, yang sebelumnya merupakan ibu rumah tangga kini menggantikannya bekerja sebagai tukang ojek. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic, yang digunakan untuk biaya pengobatannya. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban hidup Pak Cecep dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 1 Oktober 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @JemiRikab, @Dorraima

Pak cecep menderita Patah Tulang Kaki Kanan

Pak cecep menderita Patah Tulang Kaki Kanan


YUNITA BINTI SUKARTA (28, ODMK + Gangguan Fungsi Hati). Alamat : Kampung Sirnasari, Rt. 05/04, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Nita biasa dipanggil sejak lahir tidak ada kelainan apapun yang dirasakan keluarganya bahkan Nita masih bisa lulus dari SLTA di daerah Bogor. Namun setelah lulus dari SLTA baru tampak kelainan pada diri Nita. Nita lebih banyak menyendiri, suka berbicara sendiri bahkan terkadang ia melakukan aktivitas yang membahayakan keselamatan dirinya sendiri. Nita pernah dibawa berobat ke RS. Marzoeki Mahdi yang khusus menangani masalah kejiwaan namun pengobatan Nita terhenti karena tidak adanya biaya yang dimiliki oleh kedua orang tuanya ditambah Nita belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Sukarta (60) tidak bekerja sedangkan ibunya Yuwarni (50) hanya bekerja sebagai penjual kue keliling. Saat ini Nita juga di diagnosa oleh dokter menderita gangguan fungsi hati yang menyebabkan ia sering demam dan muntah – muntah. Kurir #SedekahRombongan yang datang dan melihat kondisi Nita merasa iba karena di usia yang masih produktif Nita harus mengidap ODMK dan Gangguan fungsi hati. Bantuan awalpun diberikan untuk Nita yang akan digunakan membuat jaminan kesehatan dan untuk akomodasi Nita berobat kerumah sakit. Semoga Allah Senantiasa menjaga Nita hingga sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Yunita menderita ODMK + Gangguan Fungsi Hati

Yunita menderita ODMK + Gangguan Fungsi Hati


DHANU BIN ABU BAKAR (59, Patah Kaki Kanan). Alamat : Kampung Kedung Halang Blok Asem, Rt. 04/02, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Dhanu akrab kami memanggil 1 tahun yang lalu ketika sedang membantu sanak keluarganya merenovasi rumah, Pak Dhanu terjatuh ketika sedang mengangkat barang dan kaki kanan nya terkena kayu balok. Karena merasa hanya keseleo saja akhirnya Pak Dhanu hanya mengobati nya dengan mengurut. Namun setelah diurut kondisi kaki Pak Dhanu bukan nya membaik malah semakin sakit jika dibawa berjalan. Selama 8 bulan kondisi Pak Dhanu tak kunjung diperiksakan ke Rumah Sakit walaupun Pak Dhanu memiliki BPJS untuk berobat karena dipikir dengan hanya mengobati ke tukang urut akan sembuh dengan sendirinya. Tak sengaja kurir #SR bertemu dengan Pak Dhanu saat sedang berjalan sambil menyeret kaki Kanannya langsung mengajak bicara Pak Dhanu ternyata salah yang membuat Pak Dhanu tidak memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit karena tidak tahu bagaimana birokrasi dan proses pengobatan di rumah sakit dengan menggunakan BPJS ditambah lagi Pak Dhanu tidak memiliki biaya akomodasi untuk ongkos dari rumahnya ke RSUD karena pekerjaan Pak Dhanu sebagai penjahit dirumahnya dengan penghasilan tidak menentu setiap harinya ditambah harus mengbiayai istrinya Bu Onih (56) dan 1 orang anaknya. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan Pak Dhanu sebagai kepala keluarga dan tulang punggung keluarga serta membutuhkan biaya untuk berobat. Bantuan awalpun diberikan untuk Pak Dhanu untuk Akomodasi Pak Dhanu berobat ke RSUD didampingi oleh kurir #SedekahRombongan. Semoga Allah memudahkan ikhtiar pengobatan Pak Dhanu agar bisa kembali bekerja seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak dhanu menderita Patah Kaki Kanan

Pak dhanu menderita Patah Kaki Kanan


ACANG BIN MAHMUDIN  (51, Diabetes + Asam Urat + Darah Tinggi). Alamat : Kp. Cicadas RT 01 RW 04 Desa Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Acang adalah seorang kepala keluarga yang keseharianya menjadi pengajar di suatu madrasah kecil untuk belajar di kampung Cicadas. Sudah hampir 14 hari Pak Acang terbaring di kasur karena rasa kambuh atas penyakit yang dideritanya yang dimulai dari pasca Idul Adha. Beliau mengidap penyakit ini sudah lebih dar 3 tahun. Namun karena tidak memiliki biaya yang cukup untuk menyembuhkan penyakitnya secara total, beliau hanya mengandalkan obat – obatan yang diberikan oleh Bidan kampung yang memiliki sedikit ilmu kedokteran tersebut. Selama bertahun – tahun beliau selalu mengalami rasa sakit yang sama yaitu dari kaki yang bengkak yang menyulitkanya untuk beraktifitas, suatu saat sembuh suatu saat kembali muncul rasa sakitnya. Tetapi rasa sakit puncaknya ialah ketika kemarin yang menyebabkan beliau hanya bisa terbaring diatas kasur. Kini, atas izin Allah Pak Acang keadaanya mulai membaik, mulai mampu untuk berjalan biarpun tertatih – tatih. Pak Acang sendiri bekerja sebagai buruh harian lepas pengumpul batu sungai yang menanggung 6 orang anak dan 1 istri, yang fasilitas kesehatanpun keluarganya tidak memiliki.  Beliau bersyukur dengan adanya bantuan dari #SedekahRombongan merasa telah membantu meringkankan beban dalam biaya pengobatanya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @rexy_eas Via Huda

Pak acang menderita Diabetes + Asam Urat + Darah Tinggi

Pak acang menderita Diabetes + Asam Urat + Darah Tinggi


SHENDI BIN ACA (13, Susp. Tumor Jinak di Pipi). Alamat : Kampung Talahab Sentral, Rt. 03/09, Kelurahan Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Shendi biasa kami menyapa merupakan anak kelas 6 sekolah dasar. Sejak 2 tahun yang lalu muncul benjolan di Pipi Shendi seperti bisul, oleh Ibu Nur (41) ibundanya Shendi hanya diberikan obat – obatan dari dedaunan saja, namun benjolah yang dikira bisul tersebut tidak kunjung sembuh malah semakin berair dan sering mengeluarkan darah dan nana. Hingga pada sekitar awal bulan Mei 2016 Shendi dibawa Bu Nur memeriksakan kondisi Pipinya ke Puskesmas. Dokter di Puskesmas menyarankan agar Shendi dirujuk ke RSUD Kabupaten Bogor untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena menurut dokter tersebut benjolan di Pipi Shendi merupakan Tumor Jinak yang dikhawatirkan akan menjadi Tumor Ganas jika tidak dilakukan tindakan lebih lanjut. Walaupun Shendi memiliki Jamkesmas untuk biaya pengobatannya tetap saja Shendi mengurungkan niat nya ke RSUD Kabupaten Bogor karena lagi – lagi masalah tidak adanya biaya akomodasi untuk ke RSUD Kabupaten Bogor. Orang tua Shendi, Aca (40) dan Nur (41) sama – sama bekerja sebagai buruh petik Teh dengan penghasilan keduanya hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sekolah Shendi dan 2 saudaranya yang lain. Alhamdulillah Allah mempertemukan kami dengan Shendi sambil menyerahkan titipan sedekah dari sedekaholics untuk Shendi supaya Shendi bisa melanjutkan pengobatan ke RSUD Kabupaten Bogor. Semoga Shendi bisa segera sehat agar bisa kembali sekolah seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabintiachyani @rexy_eas

Shendi menderita Susp. Tumor Jinak di Pipi

Shendi menderita Susp. Tumor Jinak di Pipi


RENALDO ZAKARIA (32, Benjolan di Leher + Benjolan di Dada). Alamat : Jalan Babakan Lebak, Rt. 04/05, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Edo biasa kami menyapanya adalah seorang tulang punggung keluarga semenjak ditinggal pergi ayahnya, namun Edo sudah 2 minggu ini tidak bisa bekerja karena merasakan sakit yang membuat ia hanya bisa berbaring dirumahnya. Berawal pada tanggal 19 September lalu Edo mengeluh sakit pada gigi nya yang berlubang, karena dipikir hanya sakit gigi biasa, Edo hanya meminum obat – obatan warung biasa namun 3 hari berselang ternyata bagian gigi yang sakit tersebut membengkak hingga kebagian leher. Karna merasakan khawatir keluarga langsung membawa Edo ke puskesmas Bogor Barat untuk mendapatkan perawatan, oleh dokter di puskesmas Edo dirujuk ke RSUD Kota Bogor agar mendapatkan perawatan lanjutan. Sesampainya di RSUD Kota Bogor, Edo langsung ditangani di UGD RSUD Kota Bogor dengan menggunakan BPJS PBI, Namun karena Edo tidak bisa membuka mulut dokter RSUD belum bisa mendiagnosa sakit apa yang di alami oleh Edo karena dari hasil Rontgen tidak menunjukkan adanya kelainan apapun. Karena tidak mendapatkan hasil yang memuaskan di RSUD, keluarga pun mencoba pengobatan alternative, saat ini benjolan yang ada di leher sudah pecah  dan mengecil namun tiba – tiba muncul benjolan baru di bagian dada Edo yang juga lumayan besar. Kini Edo hanya bisa terbaring di rumahnya karena saat dibawa kembali ke RSUD ternyata Edo sudah harus di rawat diruangan isolasi karena luka yang ada di Dada dan di Leher tersebut mengeluarkan Bau yang tidak sedap dan dikhawatirkan sudah terinfeksi, namun karena ruangan isolasi di RSUD Kota Bogor sudah penuh akhirnya kembali Edo harus dibawa pulang kerumah. Kurir #SedekahRombongan yang mendapatkan info tentang Edo langsung mengunjungi Edo dirumahnya sekaligus mendengarkan penjelasan dari keluarga nya. Keluarga Edo kesulitan untuk membawa Edo kerumah sakit walaupun sudah mempunyai BPJS PBI karena tidak memiliki biaya akomodasi karena dirumah tersebut hanya Edo yang bekerja, Kedua kakak perempuan Edo sudah memiliki keluarga masing – masing dan hanya bisa membantu semampunya. Kurir #Sr pun merasakan kesulitan keluarga Edo yang sedang berikhtiar untuk kesembuhan Edo. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Edo agar Edo tidak kesulitan lagi untuk berobat kerumah sakit. Semoga Edo segera pulih dan bisa kembali bekerja. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @rexy_eas

Pak edo menderita Benjolan di Leher + Benjolan di Dada

Pak edo menderita Benjolan di Leher + Benjolan di Dada


YANI MARYANI (45, Tifus + Hipertensi). Alamat : Kampung Sukanagalih, Rt. 04/02, Kelurahan Cipanas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Bu Yani akrab kami memanggil merupakan ibu dari 3 orang anak. Baru 3 bulan yang lalu Bu Yani melahirkan anak ke-3 nya di Puskesmas Pacet. 2 Bulan pasca melahirkan Bu Yani sering merasakan sakit kepala yg disertai demam lalu oleh suaminya Pak Jali hanya diberikan obat sakit kepala warung saja. Setelah mengkonsumsi obat warung sekitar 7 hari sakit kepala yang dirasakan Bu Yani tak kunjung reda malah sekarang disertai mual – mual. Karna khawatir Pak Jali pun membawa istrinya berobat ke Puskesmas dengan menggunakan KIS yang dimiliki dan oleh Puskesmas Bu Yani dirujuk ke RSUD Cianjur, namun karena tidak adanya biaya yang di miliki oleh Pak Jali untuk membawa Bu Yani ke RSUD akhirnya Bu Yani tidak jadi dibawa ke RSUD. Bu Yani hanya dirawat dirumah saja dengan meminum obat – obatan yang diberikan oleh puskesmas. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan oleh Pak Jali di tempat kerjanya. Setelah mendengarkan keluh kesah Pak Jali yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak seberapa sehingga tidak bisa membawa Bu Yani ke RSUD, kurir #SR pun merasakan kesulitan yang di alami oleh Pak Jali dan Bu Yani. Bantuan awalpun disampaikan untuk Bu Yani yang akan digunakan untuk akomodasi Bu Yani ke RSUD Cianjur serta untuk membantu biaya sehari – hari Bu Yani dan keluarga. Semoga Bu Yani segera kembali sehat agar bisa kembali beraktivitas dan merawat anaknya yang baru lahir. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu yani menderita Tifus + Hipertensi

Ibu yani menderita Tifus + Hipertensi


QURES BIN ADNA (13, Tuberculosis). Alamat : Kampung Talahab Sentral, Rt. 03/09, Kelurahan Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Qures merupakan pelajar kelas 1 Sekolah Menengah Pertama. Sejak setahun lalu didiagnosa mengidap Tuberculosis oleh Puskesmas Kecamatan Nanggung. Sebenarnya Qures disarankan untuk dirujuk ke RS. Cisarua untuk mengobati TB yang dideritanya. Namun karena jarak dari rumah Qures ke RS. Cisarua harus memakan waktu kurang lebih 4 jam dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit jadi Qures tidak melanjutkan pengobatannya ke RS. Cisarua. Qures sudah 6 bulan rutin mengkonsumsi obat – obatan dari puskesmas Nanggung tapi kembali terhenti karena tidak ada uang untuk membeli obat – obatan dipuskesmas tersebut. Qures merupakan seorang anak yatim yang beberapa tahun lalu ditinggal pergi oleh ayahnya, sedangkan Liah (43) ibunya Qures merupakan butuh pemetik teh dengan penghasilan harian yang sangat kecil dan hanya cukup untuk makan ia dan Qures. Qures juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun karena jika ingin mengurus pembuatan jaminan kesehatan membutuhkan waktu 4 sampai 5 jam dari rumahnya dan lagi – lagi Qures dan ibunya tidak memiliki biaya untuk mengurus jaminan kesehatn tersebut. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini sambil menyerahkan titipan sedekah para sedekaholics untuk Qures agar Qures bisa melanjutkan pengobatannya serta agar Qures bisa membuat fasilitas kesehatan supaya tidak kebingungan lagi jika ingin berobat. Semoga Allah menyembuhkan Qures agar ia bisa kembali bersekolah seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabinti achyani @rexy_eas

Qures menderita Tuberculosis

Qures menderita Tuberculosis


MUHAMMAD ALVIANO (1, Kelainan Syaraf + Susp. Tumor Otak). Alamat : Kampung Cikaret, Rt. 02/02, Kelurahan Pulosari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bayi mungil ini biasa dipanggil Alviano oleh orang tuanya, pada awal kelahirannya tidak ada kelainan apapun, Alviano sama seperti bayi – bayi pada umumnya namun pada bulan Agustus 2016 Alviano mengalami Demam tinggi disertai susah untuk minum ASI dan makanan. Karena merasa khawatir Alviano dibawa oleh Mariana (30) dan Suherman (34) ke Puskesmas Leuwiliang namun dari pengobatan yang dilakukan di Puskesmas tidak ada perubahan yang berarti bagi Alviano, ia masih tidak mau minum ASI walaupun sudah diganti dengan susu formula dan demamnya tak kunjung turun. Ketika berobat kedua kalinya ke Puskesmas, Alviano langsung di rujuk ke RSUD Leuwiliang dan dari hasil observasi pihak RSUD diperkirakan ada gangguan syaraf di otak, dikarenakan alat medis di RSUD Leuwiliang tidak lengkap akhirnya Alviano kembali dirujuk ke RS. PMI Bogor. Ketika di RS. PMI Bogor tidak dapat menerima Alviano apabila dengan jaminan BPJS yang dimilikinya. Kurir #sedekahrombongan yang mendapatkan informasi tentang Alviano langsung bergerak ke rumah Alviano, setelah berkordinasi dengan pihak keluarga akhirnya Alviano kembali dibawa ke RSUD Leuwiliang dan kembali mendapatkan rujukan ke poli anak RS. Fatmawati. Setelah diperiksa di RS. Fatmawati Alviano disarankan untuk kembali memeriksakan Alviano ke poli mata dan poli THT. Ayah Alviano yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak dapat menyembunyikan kesedihannya karena tidak bisa maksimal untuk mengobati Alviano karena keterbatasan biaya walaupun Alviano memiliki jaminan kesehatan BPJS. Penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak mencukupi untuk biaya akomodasi Alviano berobat ke Rumah Sakit. Bantuan awalpun kami sampaikan kepada Alviano untuk membeli kebutuhan Alviano dan untuk akomodasi Alviano ke Rumah Sakit. Semoga Alviano bisa tumbuh sehat seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Alviano menderita Kelainan Syaraf + Susp. Tumor Otak

Alviano menderita Kelainan Syaraf + Susp. Tumor Otak


SRI DARWATI (42, Kista Ovarium). Alamat : Perum Wahana Pondok Gede Blok DS. 36, Rt. 12/7, Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bu Sri akrab kami menyapa merupakan ibu dari 4 orang anak yang sejak 2 bulan lalu di diagnosa mengidap Kista Ovarium oleh dokter. Berawal dari ketika sedang menstruasi sama seperti wanita pada umumnya tidak ada yang dirasakan berbeda oleh Bu Sri, Namun setelah selesai menstruasi Bu Sri sering merasakan lemas pada badannya dan kelaminnya sering mengeluarkan darah yang tidak seperti darah ketika sedang menstruasi, karena Bu Sri merasa akan sembuh dengan sendirinya akhirnya kejadian tersebut dibiarkan begitu saja hingga beberapa hari. Namun makin hari kondisi Bu Sri makin menurun, wajahnya makin terlihat pucat dan tidak bisa melakukan aktivitas apapun karna kondisi badannya yang lemas, Alhamdulillah ada seorang tetangga Bu Sri yang perhatian dengan kondisi Bu Sri dan mengajak Bu Sri untuk berobat ke Puskesmas. Setelah diperiksa oleh dokter di Puskesmas Bu Sri didiagnosa mengidap Kista Ovarium dan disarankan untuk operasi di rumah sakit namun karena Bu Sri belum memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya niat untuk ke rumah sakit pun urung dilakukan. Kurir #SedekahRombongan yang mendapatkan info tentang Bu Sri langsung mengunjungi Bu Sri di kawasan cileungsi, ternyata Bu Sri sudah lama beberapa minggu tidak tinggal dirumah kontrakannya karena tidak mampu membayar kontrakan, sekarang ia,suami dan ke 4 anaknya tinggal di sebuah rumah kecil di daerah Cileungsi yang beliau dan keluarga tinggali dengan gratis. Pak Dedi (46) suami Bu Sri bekerja sebagai buruh pabrik didaerah cileungsi dengan penghasilan tidak banyak dan hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari untuk ia dan ke 4 anaknya sehingga tidak mempunyai biaya untuk membuatkan Bu Sri Jaminan kesehatan. Kurir #SR merasakan kesulitan yang dirasakan Bu Sri dan menyerahkan titipan sedekah dari para sedekaholics untuk membantu Bu Sri membuat jaminan kesehatan dan untuk akomodasi Bu Sri berobat ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatannya lebih lanjut. Semoga bantuan yang diberikan bisa melancarkan ikhtiar Bu Sri untuk mendapatkan kesembuhan dari sakit yang sedang dirasakannya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Ibu sri menderita Kista Ovarium

Ibu sri menderita Kista Ovarium


MUHAMMAD AFFAN (1, Dehidrasi + Kurang Gizi). Alamat : Kampung Bandungan, Rt. 05/03, Kelurahan Leuwingkokot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Adik kecil ini kami panggil Affan, pada saat dilahirkan Affan seperti bayi pada umumnya, Affan dilahirkan normal tapi seiring bertambahnya usia Affan, berat badannya bukannya semakin naik tapi malah semakin turun awal dilahirkan Affan memiliki berat 3.5kg tapi kini Affan memiliki berat 1.8kg. Karena merasa khawatir akan kondisi anaknya Bu Rukmini (36) dan Pak Tata (42) membawa Affan ke Puskesmas dan disarankan oleh dokter Puskesmas Affan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RSUD Kab. Bogor. Hasil Observasi di RSUD Kab. Bogor di temukan bahwa Affan Dehidrasi dan kekurangan asupan gizi yang baik sehingga membuat berat badan Affan terus menurun. Pihak rumah sakit menyarankan Affan untuk dirawat untuk menaikkan berat badannya namun karena Affan belum memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya Affan tidak jadi rawat sampai nanti jaminan kesehatannya selesai dibuat. Pak Tata bercerita penghasilannya sebagai buruh harian lepas tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizi Affan, ditambah lagi Pak Tata harus menghidupi 3 orang saudara Affan yang lainnya yang juga masih kecil dan membutuhkan biaya. Kurir #SedekahRombongan yang mendengar cerita Pak Tata merasakan kesedihan yang dirasakan Pak Tata. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Affan yang digunakan untuk memberi asupan gizi yang baik untuk Affan dan untuk biaya mengurus jaminan kesehatan. Mari kita doakan semoga Affan dapat tumbuh dan besar seperti bayi pada umumny. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Affan menderita Dehidrasi + Kurang Gizi

Affan menderita Dehidrasi + Kurang Gizi


CHOTIMAH BINTI MUHAMMAD CHOTIB (63, Kelainan Syaraf + Hipertensi). Alamat : Kampung Kencana Rt. 1/11, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Imah biasa ia dipanggil sudah 4 tahun ini didiagnosa oleh dokter RSUD mengidap kelainan syaraf yang disebabkan karena ia terjatuh saat dikamar mandi. Sejak kejadian itu Bu Imah jadi sering merasakan pegal,pusing hingga menyebabkan ia tidak kuat untuk berjalan dan hanya bisa berbaring dan duduk di kursi. Bu Imah rajin memeriksakan kesehatannya di RSUD dengan menggunakan BPJS PBI namun karena kendala tidak adanya uang untuk ongkos ke RSUD. Sekarang Bu Imah tidak bisa mengikuti kegiatan pengajian rutin di masjid dekat rumahnya karena kondisi fisiknya yang makin menurun. Suami Bu Imah, Pak Rudi (65) tidak bisa berbuat banyak karena kondisi fisiknya juga sudah tidak kuat untuk bekerja yang terlalu berat. Bu Imah dan Pak Rudi enggan merepotkan anak – anaknya yang sudah berkeluarga. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Imah. Semangat Bu Imah untuk sembuh dan beraktifitas seperti biasa sangatlah besar namun terkendala oleh biaya akomodasi. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Bu Imah agar Bu Imah bisa kembali melanjutkan pengobatannya di RSUD. Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk Bu Imah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu chotimah menderita Kelainan Syaraf + Hipertensi

Ibu chotimah menderita Kelainan Syaraf + Hipertensi


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT. 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta dan membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 894. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dan kemoterapi di Poli Anak RSCM. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 4.250.000,-
Tanggal: 10 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Siti menderita Tumor Perut

Siti menderita Tumor Perut


AMINAH BINTI HATA (32, Tumor Mata). Alamat: Kampung Pasir Peteuy RT. 2/1 Desa Pasir Peteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Aminah adalah salah satu pasien #DampinganSR asal Pandeglang. 3 tahun yang lalu Ibu Aminah mengira goresan biru di bawah mata kanannya adalah bawaan kandungan, yang kebetulan saat itu Ibu Aminah sedang mengandung anak kedua. Tapi setelah melahirkan goresan dibawah matanya lambat laun makin membesar dan memerah. Ibu Aminah langsung memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, tapi karena keterbatasan fasilitas pihak puskesmas memutuskan untuk merujuk Ibu Aminah ke RSUD Betah Pandeglang, Banten. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter mengatakan jika Ibu Aminah menderita Tumor Mata. Lagi-lagi karena keterbatasan fasilitas, Ibu Aminah harus dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo. Awalnya Ibu Aminah dan suami sedikit keberatan karena harus ke Jakarta. Suami Ibu Aminah, Bapak Iyan (31) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Tapi karena tekad Ibu Aminah yang ingin sembuh, akhirnya keluarga memutuskan untuk berangkat ke Jakarta dengan berbekal jaminan kesehatan BPJS. Hampir 1 tahun berobat di RSCM, Alhamdulillah sudah banyak perubahan yang dialami Ibu Aminah. Bantuan lanjutan kembali disampaikan kepada Ibu Aminah untuk biaya akomodasi ke RSCM. Sebelumnya Ibu Aminah telah menerima bantuan dari #Sedekaholics dan masuk rombongan 878. Kini Ibu Aminah masih terus menjalani kontrol rutin si RSCM, setiap sebulan sekali. Terima kasih #SahabatSR atas bantuan yang terus mengalir, semoga ini adalah salah satu jalan ibu Aminah mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal:  10 Oktober  2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Ibu aminah menderita Tumor Mata

Ibu aminah menderita Tumor Mata


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Operasional Oktober 2016). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk service rutin MTSR Serta untuk operasional penjemputan pasien. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 894

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,
Tanggal :  6 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya Operasional Oktober 2016

Biaya Operasional Oktober 2016


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu, RT. 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini  adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 894. Pasca menjalani tindakan operasi untuk rekonstruksi hidung, kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 10 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Ibu agustini menderita Tumor Pipi

Ibu agustini menderita Tumor Pipi


KARLINAN BIN SUBUR (14, Luka di Bokong Tulang Kanan). Alamat: Kp. Srengseng RT.1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karlinan, putra bapak Subur (51) seorang penarik becak dan ibu Nacih (42) buruh tani di kampungnya. Sejak 2 tahun yang lalu, Karlinan menderita luka di bokong kanan.  Riwayat penyakitnya ini diawali ketika ia terjatuh dan  bokongnya menimpa batu. Bokong kanan Karlinan menjadi bengkak, muncul bisul dan nanah serta darah terus menerus. Karlinan sempat tidak mendapat terapi medis karena ketiadaan biaya. Setelah memiliki kartu BPJS,  Karlinan dibawa berobat ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan mendapatkan penanganan berupa operasi  pembersihan luka di tulang bokong. Ia juga operasi pelurusan tulang kaki, karena tulang  kaki  kanannya memendek 5 cm. Setelah dioperasi keadaannya terus membaik. Pekan lalu Karlinan datang ke RSCM Jakarta, ia dapat obat paru tulang yang harus diminum 3 butir sehar. Dan tanggal 13 Oktober 2016 nanti, Karlinan datang kembali ke RSCM Jakarta untuk rontgen bagian tulang yang luka. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama Karlinan kontrol ke RSCM. Sebelum ini ia tercatat di Rombongan 878. Semoga harapan kesembuhan untuk Karlinan tetap ada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  9 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Karlinan menderita Luka di Bokong Tulang Kanan

Karlinan menderita Luka di Bokong Tulang Kanan


SARBINI BIN DIMUN (70, Liver). Alamat: Kp. Kaliabang RT 1/4, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten  Bekasi, Propinsi Jawa Barat. Pak Bini sapaan sehari-hari lelaki tua renta ini, sudah dari tiga tahun lalu merasakan sakit pada bagian perutnya, tapi dia abaikan dan terus di bawa bekerja di sawah karena tanggung jawabnya pada keluarga. Seiring waktu berjalan, rasa sakit itu makin menjadi dan menimbulkan benjolan yang semakin membesar, namun masih ia abaikan. Pak Bini dan keluarga masih menganggap ini hanya sakit perut biasa akibat sering telat makan. Setiap kali Pak Bini mengeluh sakit, hanya dibawa ke mantri dan cukup dengan minum obat yang dapat mengurangi rasa sakit itu. Namun baru pada tiga minggu yang lalu salah seorang menantunya memperhatikan orang tuanya dari mata dan kulitnya yang  terlihat kuning pada saat dia mengeluh sakit. Kemudian seperti biasa ia dibawa ke mantri terdekat, namun kali ini ia disaraankan untuk di bawa ke rumah sakit. Dengan bekal Kartu KIS NON PBI yang sudah ia miliki, Pak Sarbini langsung dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi.  Dari hasil pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi dinyatakan bahwa Pak Sarbini menderita Liver. Sementara itu karena keterbatasan peralatan penunjang, maka ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Mulai dari sinilah keluarga Pak Sarbini yang hanya buruh tani ini mengalami kendala, terutama urusan prosedur dan akomodasi ke RSCM Jakarta. Sedangkan saat ini Pak Bini  hanya terbaring merasakan sakit pada perutnya, jangankan untuk bekerja mencari nafkah bahkan untuk sekedar duduk dia tidak mampu bertahan lama, sementara nafsu makannya hampir hilang walaupun semangkok bubur tak mampu dihabiskan. Sedangkan istrinya, Ibu Nuriyam (63) hanya bisa pasrah tak berdaya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan untuk menyampaikan bantuan awal akomodasi ke RSCM Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @abu_fatan @mardisay

Pak bini menderita Liver

Pak bini menderita Liver


KURNESIH BINTI SADEN (37, Partus). Alamat: Kp.Galang, RT 4/2, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada tanggal 8 Oktober 2016, Bu Kurnesih yang sedang mengandung di usia 7 bulan 7 hari, mengalami pecah ketuban. Padahal belum tiba waktunya untuk melahirkan. Pihak keluarga memutuskan untuk membawa Ibu Kurnesih ke rumah sakit swasta di Cikarang dengan jaminan Kartu KIS PBI, namun sampai siang tanggal 9 Oktober 2016 belum ada tindakan operasi dari rumah sakit. Hal ini dikarenakan peralatan NICU di rumah sakit sedang penuh. Akhirnya ia dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi. Pihak RSUD Kabupaten Bekasi memutuskan untuk melakukan observasi selama 2-3 hari, karena belum waktunya bayi untuk dilahirkan. Kondisi bayi dalam keadaan masih sangat lemah, sehingga akan diberi obat penguat paru-paru terlebih dahulu. Dalam jangka waktu observasi yang masih berlangsung ini, nantinya akan diambil keputusan apakah perlu dilakukan operasi sesar atau tidak. Suaminya, Pak Anang Wiyatna (43) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak seberapa. Mereka sangat kesulitan untuk kebutuhan selama berada di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 Oktober 2016
Kurir :@ddsyaefudin @SuharnaYana Via Icih

Ibu kurnesih menderita Partu

Ibu kurnesih menderita Partu


FIKRI BIN MADRUDIN (6, Hemophilia). Alamat: Kp. Pulo Kukun RT 2/6, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Awal gejala penyakitnya yaitu seluruh badan Fikri tampak membiru dan pucat. Setelah diagnosis dokter ditegakkan bahwa ia mengalami hemophilia, Fikri harus menjalani pengobatan seumur hidup. Fikri dijadwalkan kontrol teratur 1 bulan sekali ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Tujuannya adalah kondisi fisiknya tetap fit, kuat dan tidak melemah. Empat tahun terakhir mereka sering pulang-pergi Bekasi-Bandung untuk pengobatan Fikri. Ayahnya, Pak Madrudin (36) adalah seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Ibu Engkar (32) ibu rumah tangga. Fikri mengalami gejala hemophilia sejak usia 9 bulan. Kemiskinan mereka menjadi kendala dalam masalah biaya, sehingga ada kalanya ibunda Fikri hanya membawa berobat saat kondisi Fikri memburuk. Alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal berobat ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 880.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @mardisay

Fikri menderita Hemophilia

Fikri menderita Hemophilia


WARSIH BINTI KEMAN (47, Kanker Serviks). Alamat : Kp. Pisangan RT 1/2, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada bulan Januari 2016, Bu Warsih mengalami pendarahan. Oleh keluarga, ia dibawa ke rumah sakit terdekat di Cikarang. Di rumah sakit tersebut, ia menjalani pemeriksaan USG, namun pemeriksaan belum menunjukkan hasil apa-apa. Kemudian setelah 3 minggu, Bu Warsih kembali mengalami pendarahan dan dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi dengan jaminan Kartu KIS PBI yang ia miliki. Dari RSUD Kabupaten Bekasi, ia dirujuk ke rumah sakit lain untuk menjalani cek laboratorium dan biopsi. Istri dari Pak Tarwo (52) yang bekerja sebagai sopir ini kembali harus dirujuk lagi ke RS Persahabatan, Jakarta dan menjalani rawat inap selama 5 hari. Diagnosa dokter mengatakan kalau Ibu Warsih menderita Kanker Serviks stadium 3. Tindakan selanjutnya, ia harus dirujuk lagi di RSCM, Jakarta untuk menjalani sinar dan kemoteraphy selama 25 kali. Hari demi hari menjalani proses kemoteraphy di RSCM Jakarta, Pak Tarwo merasakan kesulitan, karena penghasilan ia kerja sebagai supir tidak dapat memenuhi kebutuhan ongkos berobat. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga Ibu Warsih dan menyampaikan santunan awal untuk biaya akomodasi selama berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Opik

Ibu warsih menderita Kanker Serviks

Ibu warsih menderita Kanker Serviks


MEGA YULYANAH (24, Liver). Alamat : Kp. Gandu RT 6/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Selama 5 bulan terakhir ini, Mega mengalami kelainan pada tubuhnya. Tubuhnya, terus mengalami pembengkakan, terutama daerah wajah dan perut. Oleh keluarga, Mega diperiksakan ke puskesmas dan klinik, oleh dokter ia didiagnosa menderita Liver bahkan kemungkinan ada komplikasi dengan gagal ginjal. Dari hasil pemeriksaan sementara di klinik ia disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjut ke rumah sakit. Namun sayangnya Mega tidak memiliki Kartu Jaminan apa-apa, sehingga niat untuk berobat ke rumah sakit tidak terlaksana. Semakin hari, ia merasakan sakit yang semakin menjadi, tubuhnya juga semakin membengkak. Istri dari Dedi (21) yang merupakan buruh serabutan ini tidak melakukan pengobatan secara rutin, karena keterbatasan biaya yang dimiliki. Mega dan keluarga hanya bisa pasrah dan berharap ada bantuan untuk dapat meringankan bebannya. Sampai akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang berupaya membantu mereka dalam mengurus Kartu KIS NON PBI sebelum mereka berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi selama mengurus jaminan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @iidfahrudin @mardisay

Mega menderita Liver

Mega menderita Liver


AZIZ DEBIA AROBI (22, Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum). Alamat: Kp. Pamahan RT 4/1, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Aziz menderita Diabetes Melitus (DM) tipe I ini sudah cukup lama,  yaitu sekitar 8 tahun. Selama itu pula ia diharuskan untuk berobat rutin di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bahkan menurut dokter, pengobatan ini harus dijalani Aziz seumur hidup.  Aziz kini tinggal bersama ibunya, Ibu Winih (42), yang sehari-harinya sebagai buruh serabutan di sawah milik tetangga. Pekerjaan itu dilakukan ibunya,  semenjak ayahnya, Pak Maja meninggal 6 tahun yang lalu. Karena penyakit Diabetes Melitus yang ia derita tipe tergantung insulin (IDDM), maka selama masa pengobatan Aziz harus menyuntik sendiri dengan alat suntik Novorapid FlexPen  beberapa saat setelah ia makan. Obat yang didapat dari rumah sakit  hanya cukup untuk 1 bulan dan ia  harus kembali sebelum obat habis. Aziz pernah punya pengalaman  kehabisan obat, sehingga ia sempat mengalami koma. Saat ini Aziz masih rutin menjalani beberapa kali pemeriksaan ke Poli Endokrin untuk memeriksakan kakinya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 885. Semoga Allah memudahkan segala urusan Aziz agar ia tetap semangat menjalani kehidupan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @suharnayana @mardisay

Aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum

Aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum


SANUSI BIN KARIM (54, Stroke). Alamat : Kp. Srengseng RT 3/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Gejala penyakit yang dialami Pak Sanusi berawal 3 tahun yang lalu. Saat itu Pak Sanusi masih bekerja sebagai penjual mie ayam keliling. Ketika ia sedang mendorong gerobaknya,  tiba-tiba Pak Sanusi terjatuh dan tidak sadarkan diri. Warga sekitar yang melihatnya segera menolong dan langsung membawanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Pak Sanusi kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi dengan kartu jaminan Jamkesmas untuk penanganan lebih lanjut. Ia dinyatakan menderita stroke dan kelemahan pada bagian tubuh sebelah kanan sehingga harus menjalani rawat inap selama 1 minggu sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Setelah pulang, Pak Sanusi seharusnya menjalani kontrol rutin, namun karena ketiadaan biaya hal tersebut tidak dilakukan. Pada tanggal 2 November 2015, kondisi fisik Pak Sanusi menurun sehingga harus dibawa ke  RS. Bakti Husada Bekasi. Pak Sanusi kembali menjalani perawatan di rumah sakit ini selama 4 hari. Pak  Sanusi dan keluarganya cukup kesulitan untuk memenuhi biaya transport dan akomodasi selama di rumah sakit sehingga keluarga ini  layak dibantu. Istri Pak Sanusi, Bu Nasiah (45) selama ini yang mencari nafkah menggantikan suaminya dengan berjualan kue keliling setiap pagi. Saat ini Pak Sanusi masih menjalani kontrol rutin ke RS Bhakti Husada Cikarang. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 872. Semoga Pak Sanusi dan keluarganya diberi kesabaran menghadapi cobaan ini. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak sanusi menderita Stroke

Pak sanusi menderita Stroke


MULYANA BINTI YADI (20, Gagal Ginjal). Alamat : Jalan Kampus Unkris RT 5/9, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Awal Januari 2016, Mulyana atau yang biasa disapa Mul ini, sudah merasakan tanda-tanda sakitnya itu. Setiap hari ia sering merasakan lemas, hingga pada bulan Maret 2016, ia drop dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi dengan jaminan SKTM atau Surat Keterangan Tidak Mampu. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan terkena gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah secara rutin. Beberapa kali ia menjalani cuci darah di RSUD Kota Bekasi dengan menggunakan SKTM, namun kali ini ia disarankan agar menggunakan Kartu KIS. Ketidaktahuan mereka tentang prosedur pembuatan kartu KIS kini menjadi kendala. Sampai akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Mulyana sudah lama ditinggalkan ayahnya, Pak Mulyadi yang kini sudah tiada dan saat ini ia tinggal bersama ibu dan sepupuhnya. Penghasilan mereka sehari-hari tidak dapat menopang biaya pengobatannya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi pembuatan Kartu KIS agar Mulyana dapat melanjutkan pengobatan cuci darah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Ratna @mardisay

Mulyana menderita Gagal Ginjal

Mulyana menderita Gagal Ginjal


AWALIA NURHIDAYAH (4, Hisprung). Alamat : Jln. Masjid Al Husna, RT 4/2, Kec. Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Prov. Bangka Belitung. Awalia merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan, sejak lahir ia sudah memililki kelainan, ia hanya Buang air Besar (BAB) sebanyak satu kali dalam dua hari. Saat berusia 6 bulan, Awalia tidak pernah lagi BAB, karena awam dan menganggap biasa kondisi ini, orang tua Awalia memberikannya obat pencahar untuk merangsang Awalia agar BAB. Hal ini dilakukan untuk waktu yang cukup lama namun obat ini tidak lagi memberikan pengaruh sehingga akhirnya orang tua Awalia membawanya ke dokter. Saluran pembuangan (anus) Awalia ada dan normal, namun yang menjadi masalah adalah tidak adanya keinginan untuk BAB. Akibatnya kotoran menumpuk di dalam perut dan ada yang sudah mengeras. Awalia menjalani operasi usus pada bulan Februari lalu. Sebagian kecil ususnya dipotong dan dibuatkan saluran BAB di luar perut. Pada bulan Mei, Awalia kembali menjalani operasi untuk memasukkan usus ke dalam perutnya. Operasi berjalan lancar Namun Awalia belum kunjung sembuh, ia Awalia masih belum bisa BAB dengan sendirinya melainkan harus dengan obat rangsangan. Pada 11 Agustus 2016, Awalia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Husien Palembang untuk menjalani pengobatan yang lebih maksimal. Harapannya Awalia bisa sembuh kembali. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan lanjutan untuk keperluan keberangkatan Awalia dan keluarga ke Palembang. Sebelumnya Awalia masuk dalam rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.750.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Herda @ririn_restu

Awalia menderita Hisprung

Awalia menderita Hisprung


SAHARUDIN BIN PUDIN (15, Suspect Fraktur Lengan Kanan). Alamat : Desa Maspul, RT 5/5, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pada 19 September 2016, Saharudin jatuh dari sepeda motor di jalan yang kondisinya rusak. Saharudin menderita luka-luka di badan, punggung, dan tangannya. Akibat kecelakaan itu juga tangan kanan Saharudin tidak bisa digerakkan, namun keluarga tidak membawanya ke Puskesmas karena terkendala biaya. Diduga lengan kanan Saharudin mengalami fraktur atau patah tulang. Sementara ini Saharuddin hanya berobat dengan ramuan tradisional saja. Ayah Saharudin, Bapak Pudin (35) dan ibunya, Juhera (35) mengaku kesulitan dana karena musibah ini terjadi begitu mendadak sedangkan mereka tidak memiliki simpanan uang untuk biaya berobat. Saharudin tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan guna biaya berobat ke RSUD Nunukan untuk rontgen dan tindakan selanjutnya. Semoga Saharudin terus bersemangat untuk menjemput kesembuhan, dan  ia dapat beraktivitas seperti biasa lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @arfanesia @rintawulandari @mubinsae @ririn_restu

Saharudin menderita Suspect Fraktur Lengan Kanan

Saharudin menderita Suspect Fraktur Lengan Kanan


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia dan Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan #Sedekahrombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah rutin 2 kali setiap bulan. Transfusi pertama sudah dilakukan pada 12 Juli 2016, transfusi kedua pada 27 Juli 2016, kemudian dilanjutkan transfusi ketiga pada 30 Agustus 2016. Untuk menuju kota Pangkalpinang, Zaky dan ayahnya harus menempuh perjalanan selama 3 jam dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zaky dirawat selama 1 hari untuk keperluan proses transfusi darah. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan kepada Zaky untuk keperluan akomodasi selama di perjalanan dan kebutuhan selama berobat di Pangkalpinang. Sebelumnya Zaky masuk ke rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, @Effendy_babel @ririn_restu

Zaky menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis

Zaky menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis


RIDWAN BIN KURDIYANTO (5, Thalasemia). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten  Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Buah hati pasangan Bapak Kurdiyanto (30) dan Ibu Umi Habibah (22) ini telah lama dicurigai mengidap Thalasemia. Saat berusia 1 tahun, Ridwan berobat ke dokter dan didiagnosis gejala penyakit Thalasemia. Saat usia 3 tahun, Ridwan kembali menjalani pemeriksaan di Puskesmas Pulau Besar dengan hasil kadar hemoglobin 4 gr/dL di bawah batas normal. Dokter menyarankan Ridwan dibawa ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, namun karena keterbatasan biaya pengobatan urung dilakukan. Perjalanan menuju RSUD Depati Hamzah membutuhkan waktu 3 jam dan biaya yang terasa besar bagi keluarga. Bapak Kurdiyanto hanya bekerja sebagai buruh sedangkan Ibu Umi Habiba sehari – harinya megurus Ridwan dan keempat saudaranya yang salah satunya juga mengidap thalasemia. Ridwan memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Santunan dari para sedekaholic #SedekahRombongan disampaikan kepada keluarga Ridwan untuk membantu biaya pengobatan ke RSUD Depati Hamzah. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Ridwan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, @Effendy_babel @ririn_restu

Ridwan menderita Thalasemia

Ridwan menderita Thalasemia


SITI RAHMADANI (8, Luka Bakar). Alamat : Jalan Taib, Perum Gelase Asri, RT 22/8, Desa Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. “Untuk tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”, ungkapan tersebut sesuai dengan ujian yang menimpa keluarga Bapak Fendi (56). Anak sulungnya, Siti Rahmadani, terkena musibah luka bakar 80%. Pada Jumat, 8 Juli 2016, saat Bapak Fendi menunaikan ibadah Salat Jumat, Siti bermain korek api gas sambil membakar plastik. Tidak disangka, plastik tersebut menyambar baju Siti dan melahap habis sebagian besar bajunya. Dalam kondisi panik Siti memanggil ibunya untuk mendapatkan pertolongan. Ibu Siti, Iis (45), segera membantu memadamkan api secepat mungkin hingga mengalami luka bakar di telapak tangannya. Siti segera dibawa ke UGD RSUD Depati Hamzah untuk mendapatkan pertolongan medis, namun karena luka bakarnya sudah cukup parah maka tubuhnya mulai membengkak dan kulitnya terkelupas. Bapak Fendi dan Ibu Iis hanya bisa pasrah melihat kondisi Siti. Siti tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya rumah sakit menjadi tanggungan Bapak Fendi yang hanya berprofesi sebagai buruh harian. Alhamdulillah kurir #Sedekahrombongan dapat bertemu dengan Siti dan keluarganya untuk memberi semangat, namun 20 hari kemudian kurir mendapatkan informasi bahwa Siti telah meninggal dunia di RSUD Depati Hamzah. Akhirnya santunan dari para sedekaholic disampaikan kepada keluarga Siti. Semoga almarhumah kelak dapat menjadi penolong bagi orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Shanty @ririn_restu

Siti menderita Luka Bakar

Siti menderita Luka Bakar


AWALULAH BIN SIRAJUDIN (2, Luka Bakar dan Berulat di Kepala). Alamat : Desa Nicera, RT 15/6, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Awalulah merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Saat rumahnya terbakar, Awalulah mengalami luka bakar. Luka tersebut tidak segera ditangani sehingga muncul ulat di kepalanya. Awalulah sempat dirawat di RSUD Kabupaten Bima selama 2 minggu, karena mengalami luka bakar 50%. Selama pengobatan di RSUD Bima, Awalulah tidak mengalami perubahan dan akhirnya pada 4 September 2016 ia dirujuk ke RSU Sanglah Bali. Ayah Awalulah, Bapak Sirajudin (31) bekerja sebagai buruh tani, sedangkan Ibunya, Masita (28 ) hanya seorang  ibu rumah tangga. Mereka tidak mempunyai uang untuk biaya pengobatan lanjutan anaknya. Kondisi Awalulah berangsur membaik sehingga dokter memperbolehkannya untuk pulang ke Bima, dan selanjutnya dapat meneruskan pengobatan di RSUD Kabupaten  Bima. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantu biaya transportasi kepulangan Awalulah dan ibunya ke Bima. Ucapan terima kasih dari kedua orang tua Awalulah pada #SedekahRombongan dan berdoa semoga Allah swt membalas semua kebaikan tersebut, aamiin. Sebelumnya Awalulah telah dibantu pada Rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 September 2016
Kurir : @arfanesia via Mukhtar, Panca Yuniati, Mang Sri, Lusi @ririn_restu

Awalulah menderita Luka Bakar dan Berulat di Kepala

Awalulah menderita Luka Bakar dan Berulat di Kepala


MASJID AL MUKHLISIN (Bantuan Dana Pembangunan). Alamat : Jalan Armada, Dusun Air Raya Ujung 2, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Dusun Air Raya masuk kriteria sebagai daerah pengembangan baru, keberadaan masjid di daerah ini belum tersedia sedangkan masyarakat sangat membutuhkannya. Masjid Al Mukhlisin didirikan pada Februari 2016 atas swadaya masyarakat. Berdasarkan mufakat, Masjid Al Mukhlisin dipimpin oleh Pak Sutra dan untuk sementara waktu hanya bisa dipergunakan untuk salat lima waktu. Keterbatasan biaya pembangunan masjid ini membuat penyediaan sarana pendukung seperti : teras masjid, toilet, tempat wudhu, dan lain – lain, belum tersedia dengan maksimal. Oleh karena itu Pak Sutra dan tim terus menggalang dana bantuan untuk bisa menyelesaikan sarana prasarana yang masih tertunda. Alhamdulillah #Sedekahrombongan dapat menyampaikan bantuan untuk keperluan pembangunan sarana pendukung di Masjid Al Mukhlisin. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk kelancaran beribadah masyarakat sekitar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 9 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Wahyudi Belitung @ririn_restu

Bantuan Dana Pembangunan

Bantuan Dana Pembangunan


TRI BINTANG (6, Meningitis + Cerebral Palsy Spastik). Alamat : Jln. Teuku Umar, Gg. Pondok Pinang, RT 7/3, Kel. Kota Paal Satu, Kec. Tanjungpandan, Kab. Belitung, Prov. Bangka Belitung. Pada November 2015, Tri Bintang mengalami demam panas tinggi, ia dibawa ke RSUD Tanjungpandan dan langsung mendapatkan perawatan intensif. Dokter mendiagnosis Tri Bintang mengalami Meningitis dan Cerebral Palsy Spastik. Penyakit tersebut akhirnya membuat Tri Bintang hanya dapat terbaring lemah di tempat tidurnya, tangan dan kaki kaku, tidak bisa duduk dan berjalan. Tri Bintang terdaftar menjadi peserta BPJS. Orang tua Tri Bintang, Bapak Johari dan Ibu Rohana hanya bisa pasrah dengan kondisi anaknya. Bapak Johari memiliki tanggungan 3 orang anak dan 1 istri sehingga pendapatan yang ia terima sebagai buruh bangunan tidak bisa menutupi kesehariannya. Untuk membantu perekonomian keluarga, Ibu Rohana menjual kue keliling setiap sore. Bapak Johari dan Ibu Rohana berkeinginan sekali membelikan kursi roda khusus karena Tri Bintang tidak bisa lagi digendong. Alhamdulillah kurir #Sedekahrombongan bertemu dengan Tri Bintang dan keluarganya untuk memberi semangat dan memberikan santunan dari para sedekaholic untuk membeli kursi roda.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.350.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Wahyudi Belitung @ririn_restu

Tri menderita Meningitis + Cerebral Palsy Spastik

Tri menderita Meningitis + Cerebral Palsy Spastik


GUNARTI BINTI MURBIJI (48, Stroke). Alamat : Pondok Suguh No. 6, RT 1, Desa Retak Mudik, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Bu Gunarti mempunyai riwayat darah tinggi, pada Januari 2016 tensinya pernah mencapai 240/100 mmHg. Ia akhirnya memeriksakan diri ke Pukesmas dan setelah diberi obat alhamdulillah keadaannya membaik. Setelah berbuka puasa Bu Gunarti mengalami pusing dan setelah dibawa ke dokter ternyata tensinya kembali tinggi dan ditambah kadar gula yang tinggi. Hasil pemeriksaan dokter Bu Gunarti mengalami stroke ringan. Sepulang dari dokter Bu Gunarti masih bisa berjalan namun setelah salat subuh badannya yang sebelah kiri tidak bisa digerakkan lagi. Suami Bu Gunarti, Pak Fahmi (50) bekerja sebagai buruh serabutan yang tak tentu penghasilannya sehingga tak bisa membiayai pengobatan istrinya. Setelah melakukan pengobatan di RS Raflesia dan melakukan terapi, berangsur-angsur kesehatan Bu Gunarti mengalami perkembangan dimana tangan dan kakinya sudah bisa digerakkan. Dokter menyarankan untuk terapi sebulan sekali ke rumah sakit dan melakukan terapi sendiri di rumah agar otot tangan dan kakinya tidak kaku. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan transportasi kontrol bulanan setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 893. Semoga santunan tersebut bermanfaat serta meringankan biaya untuk berobat dan Bu Gunarti diberikan kesembuhan oleh ALLAH SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @Arfanesia @AldiMeifi @agus_irawan1986 @ririn_restu

Ibu gunarti menderita Stroke

Ibu gunarti menderita Stroke


YURNANI BINTI LABAN (54, Stroke). Alamat : Jln. Jendral Sudirman No. 266, Provinsi Bengkulu. Bu yurnani adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Dua tahun yang lalu Bu Yurnani terjatuh dari motor saat pergi ke pasar hingga mengalami stroke. Saat itu, motor Bu Yunarni melewati polisi tidur namun karena kehilangan keseimbangan akhirnya ia terjatuh. Bu Yunarni dilarikan ke rumah sakit dan diketahui mengalami tekanan darah tinggi, bagian kiri badannya juga mengalami mati rasa. Bu Yunarni mempunyai 3 orang anak, anak pertama bekerja sebagai penjaga malam/satpam dengan penghasilan Rp. 950.000,-/bulan, anak kedua baru mencari pekerjaan dengan merantau ke Jakarta, sedangkan anak ketiganya baru tamat sekolah. Sebelum mengalami stroke Bu Yunarni berjualan sawo di pasar, namun sejak sakit ia mengandalkan penghasilan anak pertamanya sebagai satpam untuk memenuhi kebutuhan harian dan berobat. Selain itu rumah yang ditinggalinya pun masih mengontrak. Alhamdulillah Bu Yurnani kembali dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan yang memberikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan memenuhi kebutuhan sehari -hari. Semoga santunan tersebut bermanfaat dan Bu Yurnani segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Aaamiin. Sebelumnya Bu Yunarni telah dibantu pada Rombongan 803.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @Arfanesia @AldiMeifi @Agus_irawan1986 @ririn_restu

Ibu yurnani menderita Stroke

Ibu yurnani menderita Stroke


DITO SETRIASA (23, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat : Desa Dermayu, RT 1, Kec. Air Periukan, Kab. Seluma, Prov. Bengkulu. Dito mengalami kecelakaan maut, ia ditabrak sepeda motor saat menyebrang di Jalan Lintas Bengkulu Seluma dan yang menabrak tewas di tempat. Dito mengalami luka parah hingga tidak sadarkan diri, warga setempat langsung membawanya ke UGD RS M. Yunus Kota Bengkulu pada 23 September 2016. Kepala Dito Retak hingga mengalami pendarahan, hidung dan telinganya mengeluarkan darah. Dokter menganjurkan Dito untuk segera dioperasi, namun karena keterbatasan alat di RS M. Yunus ia dirujuk ke RS M. Husein Palembang. Keluarga kebingungan untuk membawa Dito ke Palembang karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sedangkan biaya operasi yang harus dikeluarkan sebesar 70 juta rupiah tak mampu dipenuhi. Maklum saja ayah Dito, Sahmin (51) sehari – harinya bekerja sebagai petani sedangkan ibunya, Emili (49) adalah seorang penjual gorengan. Penghasilan keduanya tidak lebih dari Rp. 1.500.000,-/bulan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah Dito dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan yang menyerahkan bantuan dari sedekaholic #SedekahRombongan untuk keperluan akomodasi dan biaya lain di rumah sakit. Semoga santunan tersebut dapat bermanfaat dan Dito segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 September 2016
Kurir : @Arfanesia @ Aldimeifi @Agus_irawan1986 @ririn_restu

Dito menderita Kecelakaan Lalu Lintas

Dito menderita Kecelakaan Lalu Lintas


NI LUH GEDE ARYAWATI (41, Kista Ovarium). Alamat : Banjar Gunung, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Ibu Aryawati adalah seorang ibu rumah tangga dengan 1 orang anak angkat. Sekitar satu tahun yang lalu ia mengalami nyeri perut hebat dan setelah satu minggu tidak ada perubahan ia berobat di salah satu rumah sakit swasta di Denpasar, dan dinyatakan menderita kista ovarium. Beberapa bulan kemudian dilakukan pengangkatan kista tersebut, namun seminggu setelah dilakukan operasi kondisinya semakin memburuk. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, dokter memutuskan untuk membuka ulang bekas operasi tersebut, dan didapatkan ususnya sudah berubah menghitam karena infeksi dan dilakukan pemotongan usus serta kolostomi (bagian usus besar). Setelah operasi kedua, kolostomi tersebut mengalami kebocoran sehingga ia mengalami sepsis dan harus dirawat di ruang ICU RSUD Mangusada. Suami Ibu Aryawati, I Ketut Budiana (42), merasa sedih saat mengetahui istrinya mengalami kista ovarium, ditambah dengan komplikasi penyakit yang begitu banyak. Tidak ada yang mengurus rumah dan anak selama Ibu Aryati dirawat di RSUD Mangusada. I Ketut Budiana yang merupakan seorang sopir saat dijenguk kurir #SedekahRombongan mengungkapkan kesedihannya, ia kini tidak dapat bekerja karena harus mengurus anaknya yang masih berumur 2 tahun dan istrinya yang sakit. Hal tersebut membuat keluarga tidak memiliki penghasilan sama sekali, sehingga mereka kesulitan untuk makan. Untungnya, pengobatan Ibu Aryati sudah tercover oleh BPJS Kelas III. Keluarga ini tinggal di rumah peninggalan orang tua mereka. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami mereka, bantuan awal diberikan untuk membantu biaya pengobatan di luar tanggungan rumah sakit dan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Semoga Ibu Aryawati segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @arfanesia @sukma @ririn_restu

Ibu aryawati menderita Kista Ovarium

Ibu aryawati menderita Kista Ovarium


HANIFAH BINTI ABDULLAH (35, Kanker Payudara). Alamat : Desa Tanak Kaken, Kec. Sakra Barat, Kab. Lombok Timur, Prov. Nusa Tenggara Barat. Ibu Hanifah adalah seorang petani dan terkadang menjadi pembantu rumah tangga. Sekitar 2 tahun yang lalu, muncul benjolan di payudara sebelah kiri Ibu Hanifah, satu bulan kemudian benjolan tersebut pecah dan ia merasakan nyeri. Setelah itu tumbuh benjolan lagi yang semakin membesar dan juga nyerinya bertambah serta mengeluarkan bau yang tidak sedap. Sebelumnya Ibu Hanifah pernah dirawat di RS Mataram dan disarankan dokter untuk dilakukan kemoterapi dan operasi pengangkatan payudara di RSUP Sanglah Bali, namun karena terkendala biaya ia hanya membiarkan penyakitnya. Sampai akhirnya keadaan Ibu Hanifah semakin memburuk dan keluarga membawanya kembali ke RS Mataram, di sana ia sempat dirawat beberapa hari dan akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah. Di RSUP Sanglah Ibu Hanifah sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali, dan rencananya akan dilakukan operasi sekitar bulan Desember 2016. Ibu Hanifah selama satu tahun terakhir berhenti bekerja karena kedaannya semakin parah, sehingga ia tidak mampu membantu suaminya, Sahirman (40) yang  juga bekerja sebagai petani. Penghasilan Pak Sahirman dari bertani tidak menentu, terkadang dalam satu hari keluarga ini tidak ada pemasukan sama sekali. Akibatnya untuk kehidupan sehari-hari, mereka mengandalkan pemberian uang dari saudara mereka. Di Lombok keluarga ini tinggal di rumah kakak Ibu Hanifah, sedangkan saat menjalani pengobatan di RSUP Sanglah, Ibu Hanifah tinggal di kost yang keadaannya kurang baik. Saat kurir #SedekahRombongan menjenguk Ibu Hanifah di kostnya, ia mengungkapkan kesedihannya atas penyakit yang ia derita, dan juga kesedihannya memikirkan keluarganya di Lombok, karena mereka memiliki utang serta tunggakan biaya sekolah anaknya, Habib Ahmad, yang masih duduk di kelas 4 SD. Anak pertama Ibu Hanifah, Hendrawan (22) ikut dengan pamannya merantau di Kalimantan dan tidak pernah ada kabar. Pengobatan selama di RSUP Sanglah sudah tercover oleh BPJS kelas III yang ia miliki. #SedekahRombongan ikut merasakan kesedihan yang Ibu Hanifah alami, bantuan awal diberikan untuk membantu pengobatan di luar tanggungan rumah sakit, biaya sekolah anaknya, serta untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga Ibu Hanifah lekas diberi kesembuhan, bisa beraktivitas seperti semula sehingga dapat bekerja seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Ibu hanifah menaderita Kanker Payudara

Ibu hanifah menaderita Kanker Payudara


YOHANES APRILIANO DEGA (1, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali, Kab. Nageko, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur (NTT). Yohanes terlahir dengan cacat bawaan dimana ia tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada skrotum dan juga penisnya. Sebelumnya Yohanes pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena tidak memiliki fasilitas yang lengkap, akhirnya ia dirujuk ke RSUP Sanglah Bali. Selama menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani operasi colostomy sebanyak 2 kali. Saat ini kondisi Yohanes sudah lebih baik dan menjalani rawat jalan sembari menunggu jadwal operasi berikutnya. Ayah Yohanes, Quirines Nere (38) dan ibunya, Kristina Biji Kula (29), bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu. Hal ini membuat keluarga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita Yohanes. Awalnya orang tua Yohanes pasrah menerima keadaan anaknya, namun karena kondisi Yohanes yang semakin melemah membuat mereka kasihan dan membawanya berobat ke rumah sakit. Biaya pengobatan selama di RSUP Sanglah sudah ditanggung oleh BPJS kelas III yang dimilikinya. Selama di Bali, awalnya orang tua Yohanes tinggal di RSUP Sanglah, namun karena kebijakan dari RSUP Sanglah mereka tidak lagi diizinkan untuk menginap di sana, dan terpaksa mencari kost untuk tempat tinggal. Selama di Bali mereka tidak bekerja sehingga tidak ada penghasilan sama sekali dan membuat mereka mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Saat kurir #SedekahRombongan menjenguk Yohanes, orang tua Yohanes mengungkapkan kesedihan yang mereka alami. Bantuan awal diberikan untuk meringankan biaya pengobatan Yohanes di luar tanggungan rumah sakit, biaya kost dan untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga Yohanes bisa sembuh dan tumbuh normal seperti anak yang lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Yohanes menderita Malformasi Anorectal

Yohanes menderita Malformasi Anorectal


SANDRA WATI (42, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sandra merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (36), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya. Ia tampak bersemangat menghadapinya dengan semangat berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (10) positif mengalami sakit yang sama sepertinya sedangkan anak keduanya, Lutfi (8), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktifitas kontrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya. Kemauan untuk sembuh sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin di RS Fatmawati Jakarta. Kondisi ketiganya masih stabil. Mereka sudah membuat kartu BPJS dan masih menunggu aktif agar bisa segera digunakan. Kurir #SedekahSebelumnya kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli susu dan kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Sandra telah dibantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh

Ibu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh


SITI ZUNARIAH (1, Infeksi Paru). Alamat : Dusun Simpang Sari, RT 1/3, Kelurahan Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Bayi cantik ini biasa dipanggil Zunariah. Akhir bulan Agustus lalu, Zunariah mengalami pilek dan mencret, kemudian keluarga membawanya berobat ke klinik terdekat dan hasil pemeriksaan menyatakan Zunariah hanya mengalami sakit biasa. Satu minggu kemudian tepatnya sebelum Idul Adha, Zunariah mengalami sesak napas, keluarga membawanya ke Puskesmas terdekat namun disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) karena dari hasil pemeriksaan Zunariah mengalami infeksi paru. Zunariah masih dirawat di RSAM dengan keluhan sesak napas dan infeksi paru. Ayahnya, Pak Sobari (43), adalah buruh harian lepas sedangkan ibunya, Omah (32), adalah ibu rumah tangga. Si mungil ini tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga keluarga menggunakan biaya pribadi untuk berobat. Pihak keluarga mengaku kesulitan untuk membayar biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari selama di rumah sakit. Karena tidak ada lagi dana berobat dan tidak adanya jaminan kesehatan, keluarga ingin membawa pulang Zunariah meskipun pengobatan belum tuntas. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendapatkan informasi tentang kesulitan keluarga Pak Sobari, langsung mengunjunginya di RSAM dan menyampaikan titipan langit dari para sedekaholics untuk kebutuhan sehari-hari selama dirawat, membuat jaminan kesehatan dan biaya berobat agar bayi cantik ini mendapatkan pengobatan yang lebih intensif.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @nia_dec07 @nando_931 @indahpujaamelya @agembluk @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Siti menderita Infeksi Paru

Siti menderita Infeksi Paru


SITI ROHAYA (45, Perdarahan + Koma Pasca Melahirkan). Alamat : Dusun Ogan Campang, RT 3/2, Kecamatan Abang Perkurun, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Pada tanggal 16 Agustus 2016, Ibu Siti Rohaya melahirkan anak ke-5 melalui operasi caesar di Rumah Sakit Kotabumi. Setelah 2 hari rawat inap, kondisi Ibu Siti dan bayinya semakin memburuk. Bayi dari Ibu Siti dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit dan Ibu Siti mengalami perdarahan hingga koma. Pihak rumah sakit kemudian memberikan rujukan untuk membawa Ibu Siti ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Sampai saat ini, dokter yang menangani belum bisa menyimpulkan sakit apa yang diderita oleh Ibu Siti setelah selama 4 minggu dirawat di RSAM. Kondisi terkini Ibu Siti masih koma. Ibu Siti tinggal bersama suaminya, Sunarno (49), yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani. Selama perawatan dan pengobatan Ibu Siti menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) PBI kelas 3. Semenjak Ibu Siti dirawat, Pak Sunarno tidak bekerja lagi, sehingga ia kesulitan mencari biaya hidup selama di RSAM dan biaya pengobatan yang tidak ditanggung JKN. Mendengar kabar tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung mendatangi Ibu Siti yang masih dalam perawatan di RSAM untuk menyampaikan titipan langit guna meringankan kebutuhan hidup selama di rumah sakit dan biaya pengobatan Ibu Siti.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @adityaBdvil @Nando_931 @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Ibu siti menderita Perdarahan + Koma Pasca Melahirkan

Ibu siti menderita Perdarahan + Koma Pasca Melahirkan


ROKIYAH BINTI SILANDUNG (54, Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina). Alamat : Gedung Menang, RT 1/1, Kelurahan Gedung Menong, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Bermula dari 25 tahun yang lalu, setelah 3 bulan pasca melahirkan, peranakan Ibu Rokiyah turun. Ibu Rokiyah tidak pernah merasakan keluhan apapun selama bertahun-tahun meski tetap bekerja. Hingga pada bulan Juli 2016, Ibu Rokiyah mengalami keputihan yang berlebih selama 1 bulan. Setelah itu, ia mengalami perdarahan seperti pasca melahirkan. Keluarga segera melarikan Ibu Rokiyah ke Rumah Sakit Haji Kamino. Hasil diagnosis dokter, terdapat turun peranakan atau prolaps uteri disertai dengan infeksi sekunder dan perlengketan pada dinding vagina Ibu Rokiyah. Ibu Rokiyah kemudian disarankan rujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM), tetapi karena terkendala biaya, Ibu Rokiyah tidak jadi dirujuk. Tepat pada 20 September, Ibu Rokiyah dibawa ke RSAM untuk berobat secara intensif, namun hasil dari diagnosis dokter, ia harus dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk segera dioperasi. Ibu Rokiyah hanyalah buruh tani sedangkan suaminya, Bapak Burhanudin sudah meninggal dunia. Ibu Rokiyah dirawat anak dan menantunya. Ibu Rokiyah telah menggunakan JKN KIS Kelas 3, namun keluarga masih kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSCM. Mendengar kesulitan keluarga Ibu Rokiyah, kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak untuk memberikan santunan dari sedekaholics guna meringankan biaya transportasi dan akomodasi ke RSCM. Ibu Rokiyah mengucapkan terima kasih banyak kepada kurir #SedekahRombongan dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @andraderi @nia_dec07 Raden @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Ibu rokiyah menderita Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina

Ibu rokiyah menderita Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina


SAFARI ABDUL AHMAD (60, Stroke). Alamat : Dusun II, RT 7/2, Desa Kotabaru, Kecamatan Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pak Safari adalah seorang buruh bangunan. Awal mula sakitnya sekitar lima tahun yang lalu sewaktu masih tinggal di Jakarta, saat sedang mengendarai motor Pak Safari terjatuh. Tidak lama sejak kejadian itu, tiba-tiba kakinya tidak dapat digerakan, mulut mencong dan tidak dapat berbicara. Keluarga hanya membawanya ke klinik dan pengobatan altenatif, Pak Safari dinyatakan terkena penyakit stroke atau pecahnya pembuluh darah di otak. Setelah sekian lama berobat, belum ada perubahan yag signifikan dari penyakitnya. Akhirnya keluarga memutuskan pindah ke Lampung karena kehabisan biaya. Saat ini kondisi Pak Safari hanya bisa duduk lemah di kursi roda dan tidak dapat berbicara. Pak Safari adalah tulang punggung keluarga yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan istrinya, Parinah (56), adalah ibu rumah tangga. Sejak pulang ke Lampung, Pak Safari sudah tidak dapat bekerja. Kondisi ekonomi anaknya pun tidak jauh berbeda dengan orang tuanya sehingga Pak Safari merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat. Keluarga ini belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Pak Safari dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup dan biaya pengobatan Pak Safari. Ia sangat berterimakasih kepada Sedekahholics dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @siskakhadija @xkurniawatix @akuokawai

Pak safari menderita Stroke

Pak safari menderita Stroke


DARSITI BINTI TUKMIRJA (81, Stroke).  Alamat : Dusun Tanjung Sari, RT 2/5, Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Saat ini Ibu Darsiti sedang menderita stroke dan mengalami kelumpuhan. Awalnya beberapa tahun yang lalu, tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing, penglihatannya kabur dan mendadak sulit bicara, ika berjalan terhuyung dan kehilangan keseimbangan.Cucunya kemudian membawa Ibu Darsiti ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter, Ibu Darsiti didiagnosis terkena gejala penyakit stroke atau pecahnya pembuluh darah di otak. Ibu Darsiti disarankan oleh dokter untuk rajin kontrol ke rumah sakit. Setelah mengonsumsi obat, kondisi sakitnya mulai berkurang, namun karena tidak ada biaya pengobatannya tak dilanjutkan kembali. Dua tahun terakhir kaki Ibu Darsiti mulai kaku dan tidak bisa digerakkan, hingga kini kakinya lumpuh tidak dapat berjalan. Sebetulnya Ibu Darsiti memiliki jaminan kesehatan BPJS PBI kelas III, tetapi karena rumah sakit rujukannya terlalu jauh yaitu Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro, pengbatannya menjadi terhambat. Cucu Ibu Darsiti tidak memiliki biaya untuk transportasi berobat ke rumah sakit tersebut. Saat ini Ibu Darsiti hanya pasrah terbaring di atas tempat tidur. Kesehariannya ia hanya ditemani sang suami, Bapak M. Tohir (79), yang juga sedang sakit. Mereka berdua sudah tidak dapat bekerja lagi untuk kehidupan sehari-hari dan hanya mengandalkan upah cucunya yang bekerja sebagai buruh tani.  Kurir #SedekahRombongan yang datang ke rumah Ibu Darsiti sangat prihatin dengan keadaannya. Untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Ibu Darsiti.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @Abdulaziz @lilianiharis @akuokawai @ririn_restu

Ibu darsiti menderita Stroke

Ibu darsiti menderita Stroke


MUHAMMAD TOHIR (79, Hemoroid). Alamat : Dusun Tanjung Sari, RT 2/5, Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Pak Tohir saat ini sedang menderita ambeien atau dalam bahasa medis dikenal dengan penyakit hemoroid. Penyakitnya saat ini sudah semakin parah. Awalnya sekitar 5 tahun yang lalu,  saat Pak Tohir akan Buang Air Besar (BAB), ia merasakan sakit di bagian anusnya. Pak Tohir kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan didiagnosis menderita ambeien. Untuk memastikan penyakitnya, Pak Tohir pergi ke rumah sakit. Benar saja, dokter rumah sakit juga mendiagnosis Pak Tohir menderita ambeien yang sudah parah. Kondisi Pak Tohir saat ini masih menderita ambeien dan jika BAB mengeluarkan darah serta terasa sangat sakit. Ketiadaan biaya membuat pengobatan Pak Tohir dihentikan. Saat ini Pak Tohir dan istrinya, Darsiti (81), hidup di rumah cucunya yang juga hidup serba kekurangan. Pak Tohir yang kini renta sudah tidak dapat lagi bekerja. Kegiatannya sehari-hari hanyalah berada di rumah menemani sang istri yang juga sedang sakit stroke. Fasilitas jaminan kesehatan saat ini yang dimiliki adalah BPJS PBI Kelas III.  Kurir #SedekahRombongan yang datang kerumah Pak Tohir merasa sangat prihatin dengan keadaannya. Untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Pak Tohir.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @ Abdul aziz @lilianiharis @akuokawai @ririn_restu

Pak tohir menderita Hemoroid

Pak tohir menderita Hemoroid


TANSIAH BINTI MUHAMMAD TAHIR (58, Maag Kronis). Alamat : Jalan Raya Merak Belantung, Dusun 5, RT 1/5, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Ibu Tan, begitulah orang-orang sekitar memanggilnya. Ibu Tan adalah seorang janda yang tidak memiliki anak, ia tinggal sendirian di rumah yang dibangun di atas tanah milik tetangga. Pada tahun 2010 lalu, Ibu Tan terkena maag karena jarang makan. Ia pernah dibawa ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda oleh keponakannya, tetapi hanya rawat inap beberapa hari saja. Seiring waktu maag Ibu Tan menjadi kronis karena telat makan dan tidak diobati lagi. Kondisinya saat ini, bertambah kurus, maag yang sering kumat, ditambah sering mengeluh sakit leher dan kepala pusing. Jika diasupi makanan, perutnya mual ingin muntah, tetapi bila tidak makan maagnya kumat. Keseharian Ibu Tan adalah mencari kayu bakar, namun karena kayu bakar jarang digunakan lagi membuat ia tidak memiliki pendapatan. Ibu Tan memiliki fasilitas JKN KIS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi, ia tidak pergi berobat. Ibu Tan menceritakan kondisi keuangannya ketika bertemu kurir #SedekahRombongan Lampung. Ia kesulitan mencari biaya hidup sehari-hari walau beberapa kali dapat bantuan dari para tetangga. Kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak menyampaikan titipan langit untuk Ibu Tan agar meringankan biaya transportasi, akomodasi dan biaya hidupnya. Semoga Ibu Tan sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @handi @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Ibu tansiah menderita Maag Kronis

Ibu tansiah menderita Maag Kronis


TAUFIK QUROHMAN ALFIKRI (14, Tumor Pembuluh Darah Lutut Kiri). Alamat : Palas Jaya, RT 11/4, Desa Palas Jaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Taufik adalah seorang pelajar SMP di desanya. Bermula pada 3 tahun yang lalu, Taufik merasakan ada benjolan di lutut kirinya, tapi ia biarkan saja. Kemudian benjolan itu kian membesar dan sedikit mengganggu aktifitasnya. Baru pada bulan Januari 2016, Taufik memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat namun pihak Puskesmas meminta agar Taufik dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalianda. Setelah diperiksa Taufik didiagnosis terkena tumor pembuluh darah. Taufik disarankan melakukan operasi namum gagal karena keterbatasan alat yang dimiliki rumah sakit. Taufik pun disarankan untuk memeriksaan diri lebih lanjut ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM).  Pada tanggal 13 September lalu, tumor di lutut Taufik berhasil dioperasi. Taufik masih harus menjalani pengobatan di RSAM namun ia terkendala biaya. Ayah Taufik, Suhartono (47), hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak tentu sedangkan ibunya, Nurhayati (46), hanyalah ibu rumah tangga. Walau sudah memiliki JKN-KIS PBI kelas 3, Bapak Suhartono masih berat mencari dana untuk keperluan pengobatan Taufik. Taufik adalah pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung. Untuk itu #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan titipan sedekaholics untuk biaya operasional dan akomodasi berobat Taufik. Sebelumnya Taufik telah dibantu pada Rombongan 892.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @akhiddd @evandlendi @andraderi @sayasepti @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Taufik menderita Tumor Pembuluh Darah Lutut Kiri

Taufik menderita Tumor Pembuluh Darah Lutut Kiri


SUTILAH BINTI KLIWON (39, Tumor Mata Kiri). Alamat : Tegalrejo, RT 15/8, Desa Transtanjungan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinisi Lampung. Sepulang kerja menanam padi, saat magrib Ibu Sutilah mencuci baju karena ia berpikir besok pagi-pagi akan bekerja. Saat itulah tidak sengaja busa sabun cuci mengenai mata sebelah kirinya dan segera ia bersihkan dengan menggunakan air. Ia mengira setelah dibersihkan dengan air matanya tidak akan perih lagi, namun tidak lama kemudian ia mengeluh matanya sakit dan terasa panas. Ternyata terjadi pembengkakan hampir di seluruh mata kirinya hingga ia tak dapat melihat. Kini ia hanya dapat melihat menggunakan mata kanannya. Ibu Sutilah baru sekali berobat ke bidan setempat karena jarak ke Puskesmas terdekat cukup jauh, itu pun ia dibantu oleh tetangganya. Ibu Sutilah kemudian berobat di RS Abdul Moeloek (RSAM) Lampung namun disarankan untuk dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Ibu Sutilah kini telah berobat ke RSCM dengan BPJS PBI dan telah dioperasi pada 1 September 2016. Kebutuhan berobat di Jakarta terasa berat karena suaminya, Sarman (50), hanya bekerja sebagai buruh yang penghasilannya untuk makan sehari-hari saja sering kali tidak cukup. Ibu Sutilah adalah pasien dampingan #sedekahrombongan, bantuan kembali diberikan untuk pembellian mata palsu pasca operasi yang telah dijalaninya. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 891.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @ arisasamara @sayasepti @akuo_kawai @ririn_restu

Ibu sutilah menderita Tumor Mata Kiri

Ibu sutilah menderita Tumor Mata Kiri


KATIMUN BIN SUKARJO (67, Pembengkakan Jantung). Alamat : Dusun Tanjung Mukti, RT 9/5, Kelurahan Transtanjungan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Awal mulanya Pak Katimun mengeluhi sakit pada bagian perutnya, ia merasa pusing dan mual namun ketika muntah hanya cairan bening yang keluar. Pada tahun 2014 Pak Katimun memeriksakan diri ke RS Bumi Waras dan melakukan rontgen, hasilnya menyatakan bahwa Pak Katimun mengalami pembengkakan jantung. Dokter menyarankan untuk istirahat total dan kontrol sebanyak 4 kali, tetapi karena Pak Katimun harus menanggung hidup 5 orang, ia tetap bekerja dan tidak menjalani kontrol. Sampai saat ini sakitnya sering kambuh, jika kambuh Pak Katimun merasakan sakit yang sangat terasa di bagian kepala hingga perutnya, ia mual-mual dan muntah dengan mengeluarkan cairan saja. Jika kambuh Pak Katimun hanya mampu menangis dan mengguling-guling menahan rasa sakitnya. Saat ada uang, Pak Katimun membeli obat seperti obat yang dahulu pernah ia minum saat pemeriksaaan awal. Istrinya, Masrokah (50) juga tidak dapat berusaha banyak, ia sendiri berusaha membantu suaminya dengan menjadi buruh tani. Meski telah mempunyai KIS PBI Kelas 3, Pak Katimun mengurungkan keinginanya untuk berobat karena jarak rumahnya ke rumah sakit sangat jauh. Saat kurir #SedekahRombongan Lampung datang berkunjung, Pak Katimun mengungkapkan keinginannya untuk dapat mengobati sakitnya. Mendengar hal tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung berusaha membantu dengan menyampaikan titipan sedekaholics agar Pak Katimun dapat kembali berobat dan lekas sembuh seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak katimun menderita Pembengkakan Jantung

Pak katimun menderita Pembengkakan Jantung


KAYLA NATANIA MUCHLIS (1, Gizi Kurang). Alamat : Jalan Jambu, RT 18/6, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Bayi lucu ini dilahirkan melalui proses operasi Sextio Caesaria (SC) sebelum kandungan ibunya berusia 9 bulan. Hal tersebut dikarenakan tubuh ibunya, Lilis  Muslimah (39), menggemuk diakibatkan tekanan darah yang terus meninggi. Kayla disarankan meminum susu formula selain ASI dikarenakan berat badannya yang kurang. Penghasilan ayahnya, Ahmad Muchlis (51) yang bekerja sebagai buruh tidak tetap, sehingga Kayla tidak begitu rutin mendapatkan asupan susu dan diganti dengan makanan lain. Kayla secara rutin mengikuti kegiatan di Posyandu. Usai pemeriksaaan berat badan, sudah 2 bulan ini Kayla masuk dalam daftar bayi di bawah garis merah atau bayi dengan gizi kurang. Kayla disarankan untuk terus mengonsumsi susu dan makanan tambahan lain yang bergizi. Berat badan terakhir Kayla hanya 5,5 Kg dan belum ada perubahan yang signifikan dari pertumbuhannnya karena di usianya saat ini, Kayla hanya bisa berbaring. Ayahnya merasa kesulitan jika harus membeli susu dan makanan bergizi lain untuk Kayla, karena ia juga mempunyai tanggungan menghidupi 4 anggota keluarga yang lain. Terlebih lagi, kartu BPJS Mandiri Kelas III yang dimiliki masih tertunggak pembayarannya. Kurir #SedekahRombongan Lampung mendengar kesulitan yang dialami keluarga Bapak Achmad. Santunan pun diberikan untuk membantu biaya pembelian susu dan biaya hidup sehari-hari agar Kayla dapat tumbuh kembang dengan baik sesuai anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @yusiyensa @akuokawai @ririn_restu

Kayla menderita Gizi Kurang

Kayla menderita Gizi Kurang


WIDODO BIN GITO MULYO (43, Pembengkakan Limfa). Alamat : Dusun 2, RT 7, Kelurahan Gunung Mas, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pak Widodo tidak merasakan keluhan apapun sebelumnya, tetapi sepulang bekerja di ladang pada awal Juni 2016, ia muntah darah. Khawatir melihat kondisi Pak Widodo, istrinya, Sutanti (32), membawanya ke dokter setempat dan oleh dokter langsung dirujuk ke RS Ahmad Yani. Setelah diperiksa ternyata terjadi pembengkakaan pada limfa dan disarankan untuk melakukan tranfusi darah, namun karena tidak ada jaminan kesehatan Pak Widodo hanya melakukan tranfusi sebanyak 2 kantung darah lalu pulang ke rumah sambil menunggu pembuatan jaminan kesehatan. Belum selesai pembuatan jaminan kesehatan, Pak Widodo kembali muntah darah dan masuk rumah sakit. Pak Widodo kembali disarankan transfusi darah, dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, namun ia hanya bisa transfusi 1 kantung darah karena keterbatasan biaya. Pak Widodo tidak bisa bekerja sedangkan istrinya hanya ibu rumah tangga dan kedua anaknya masih kecil. Kondisi tersebut memberatkannya untuk lebih lama dirawat di rumah sakit. Melihat hal tersebut, kurir #SedekahRombongan Lampung bergegas memberikan bantuan dari sedekaholics agar Pak WIdodo dapat melanjutkan pengobatan. Semoga pengobatan Pak Widodo berjalan lancar dan ia kembali dapat beraktivitas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuo_kawai @ririn_restu

Pak widodo menderita Pembengkakan Limfa

Pak widodo menderita Pembengkakan Limfa


SUMINTEN BINTI WIRYO SUMARTO (65, Dislipidemia + Diabetes Melitus). Alamat : Jalan Satelit II, Nomor 39, RT 32/15, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Mbah Suminten sehari-harinya merawat tanaman sayuran yang tumbuh di sekitar rumahnya dan kemudian menjulanya ke warung terdekat. Tetapi akhir-akhir ini Mbah Suminten merasakan badannya lemas, bagian leher terasa kaku dan berkeringat terus- menerus. Mbah Suminten lalu berobat ke mantri setempat dan didapatkan kadar kolesterol dan gula darahnya tinggi. Mbah Suminten disarankan untuk periksa secara berkala tetapi karena ketiadaan biaya ia pindah berobat ke Puskesmas terdekat. Dari hasil pemeriksaan dokter, Mbah Suminten didiagnosis terkena penyakit dislipidemia atau peningkatan kadar kolesterol dalam darah dan diabetes melitus atau peyakit kencing manis. Meski telah pindah berobat ke Puskemas, Mbah Suminten tetap saja jarang memeriksakan kondisinya karena ketiadaan biaya. Sampai saat ini Mbah Suminten masih sering mengeluh lemas, kaku di bagian leher dan berkeringat terus- menerus. Mbah Suminten tinggal dengan saudaranya, Harimani (67), yang bekerja sebagai buruh dan masih mempunyai tanggungan 1 anak sekolah. Mbah Suminten ingin sekali memeriksakan kondisinya, tetapi tidak tega juga dengan saudaranya, ia pun tidak memiliki jaminan kesehatan sama sekali. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung bergerak dengan menyampaikan sedekah dari para sedekaholics agar Mbah Suminten dapat terus berobat. Semoga Mbah Suminten dapat kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu suminten menderita Dislipidemia + Diabetes Melitus

Ibu suminten menderita Dislipidemia + Diabetes Melitus


DAMSIAH BINTI SARBINI (58, Diabetes Melitus). Alamat : Dusun VI, RT 18/6, Desa Balai Rejo, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Ibu Damsiah adalah seorang janda, ia tinggal bersama kakak laki-lakinya. Awalnya Ibu Damsiah mengeluh matanya sakit kemudian beliau memeriksakan diri ke dokter dan didiagnosis menderita diabetes melitus atau kencing manis. Setelah itu dokter memberikan obat dan menyarankan untuk kontrol setiap 1 bulan sekali, namun karena tempat berobat jauh dari rumah, Ibu Damsiah berhenti kontrol. Kondisi Ibu Damsiah saat ini mengalami kesulitan dalam melihat dan kakinya terasa kaku. Ibu Damsiah tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga ia tidak berani berobat ke rumah sakit, terlebih lagi, kakaknya hanyalah seorang buruh yang tidak tetap penghasilannya. Melihat kondisi tersebut #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi Ibu Damsiah untuk menyampaikan titipan langit dari para sedekaholics agar dapat meringankan kesulitannya dan juga menyarankan agar membuat kartu jaminan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele maria apriana @jajang_fajar @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Ibu damsiah menderita Diabetes Melitus

Ibu damsiah menderita Diabetes Melitus


RAMLI BIN MUSTAFA (78, Hemoroid + Soft Tissue Tumor et Regio Frontalis Dextra ). Alamat : RT 1/2, Desa Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Pada pertengahan bulan Mei 2016, Bapak Ramli mengeluh sakit kepala. Seiring waktu, tiba-tiba muncul benjolan-benjolan kecil yang semakin besar tiap harinya di bagian pelipis sebelah kanan. Bapak Ramli akhirnya memeriksakan diri ke rumah sakit dan dari hasil pemeriksan dokter dicurigai benjolan tersebut merupakan tumor jinak dari jaringan lunak, atau dalam bahasa medis dikenal sebagai sof tissue tumor. Sejak beberapa bulan yang lalu Bapak Ramli juga mengidap penyakit hemoroid atau dalam bahasa awam dikenal sebagai penyakit ambeien. Bapak Ramli hanya pergi ke Puskesmas terdekat karena kondisi keuangan keluarganya yang cukup sulit. Rumah yang ditempati pun bukan milik pribadi, tapi menumpang milik warga. Walau telah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS, Bapak Ramli tidak berobat dikarenakan takut ada  biaya yang tidak ditanggung JKN-KIS. Untuk biaya transportasi ke rumah sakit saja, ia masih kesulitan. Melihat kondisi tersebut, kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan titipan langit dari para sedekaholics untuk transportasi dan membeli obat yang tidak ditanggung JKN.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele maria apriana @jajang_fajar @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Pak ramli menderita Hemoroid + Soft Tissue Tumor et Regio Frontalis Dextra

Pak ramli menderita Hemoroid + Soft Tissue Tumor et Regio Frontalis Dextra


SARIPAH BINTI RAHIM (96, Kanker Rahim). Alamat : RT 1/2, Desa Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Pada tahun 2012, Nenek Saripah mengeluhkan sakit di bagian perut, kemudian ia memeriksakan dirinya ke dokter dan didiagnosis mengidap kanker rahim. Nenek Saripah pun konsultasi ke dokter untuk dilakukan operasi, namun dokter mengatakan bahwa usianya sudah terlalu tua sehingga beresiko besar jika dioperasi. Anak dan mantunya merawat Nenek Saripah karena ia sudah kesulitan berjalan. Saat ini kondisi kanker rahim Nenek Saripah sebesar telur ayam dan ia hanya bisa mengeluh kesakitan. Untuk menghilangkan rasa sakitnya, Nenek Saripah bergantung kepada obat yang diberikan dokter. Nenek Saripah tidak berani ke rumah sakit karena tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Obat yang diberikan dokter pun hampir habis, dan Nenek Saripah tidak berani periksa lagi karena tidak ada biaya berobat. Melihat kondisi tersebut, kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak menyantuni Nenek Saripah. Titipan dari para sedekaholics disampaikan untuk biaya berobat dan juga menyarankan untuk membuat kartu jaminan kesehatan agar mendapatkan pelayanan medis yang dibutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele maria apriana @jajang_fajar @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Ibu saripah menderita Kanker Rahim

Ibu saripah menderita Kanker Rahim


JASMI BINTI JASMAN (13, Hematom Vagina). Alamat : Dusun IX, RT 26/10, Desa Pempen, Kec. Gunung Pelindung, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Jasmi merupakan siswi kelas VIII SMP. Pada Senin pagi, 19 September 2016, Jasmi memanjat pohon jambu di sekitar rumah, namun ranting yang dijadikan pijakan patah hingga ia terjatuh. Orang tua Jasmi yang mendengar suara debam segera menghampirinya. Orang tua Jasmi lalu membawa Jasmi ke dokter dan ternyata ada darah yang mengalir deras melalui kemaluannya, sepertinya organ kemaluan Jasmi terbentur bagian batang pohon. Jasmi lalu dibawa ke Puskesmas terdekat, dan senin sore ia dirujuk ke Rumah Sakit Ahmad Yani. Jasmi dirawat dan dilakukan USG, hasilnya ada hematom vagina dan perdarahan di dalamnya sehingga disarankan untuk operasi. Operasi pun dilakukan meski orang tua Jasmi, Jasman (56) dan Suni (46) yang bekerja sebagai buruh serabutan, tak memiliki biaya dan Jasmi juga tidak memiliki jaminan kesehatan. Mereka hanya ingin buah hatinya segera terobati. Melihat keinginan tersebut, kurir #SedekahRombongan Lampung terketuk untuk membantu keluarga ini. Bantuan Awal disampaikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Jasmi lekas pulih dan dapat bersekolah kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Spetember 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Jasmi menderita Hematom Vagina

Jasmi menderita Hematom Vagina


RINA NINGSIH (55, Post Laparotomi e.c Tumor Intra Abdomen). Alamat : Jalan Wolter Monginsidi No.37, RT 37/12, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sekitar bulan Juli 2016 Ibu Rina sering mengeluh sakit di perutnya, namun keluhan itu dibiarkan saja. Lama-kelamaan sakit perutnya sering kambuh dan semakin bertambah nyerinya hingga sulit beraktivitas. Ibu Rina kemudian berobat ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke Poli Penyakit Dalam RS Mardi Waluyo Metro. Hasil pemeriksaan medis menyatakan Ibu Rina menderita tumor di dalam perutnya atau Post Laparotomi e.c Tumor Intra Abdomen  sehingga disarankan untuk rawat inap dan dioperasi. Ibu Rina pun menjalani operasi pada 22 September 2016, kondisinya sempat menurun hingga menjalani perawatan di ICU. Ibu Rina tinggal dengan anaknya yang bekerja sebagai buruh. Selama pengobatan, anak Ibu Rina yang menunggui dan harus meninggalkan pekerjaannya. Memang biaya pengobatan telah tertanggung JKN PBI kelas III, tetapi dengan tidak adanya pemasukan menyulitkan biaya selama menunggui Ibu Rina di rumah sakit. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan Lampung dipertemukan dengan Ibu Rina dan keluarga. Bantuan awal  disampaikan untuk memenuhi biaya hidup selama menunggui Ibu Rina berobat. Semoga keadaan Ibu Rina segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @rn_irmala @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Rina menderita Post Laparotomi e.c Tumor Intra Abdomen

Rina menderita Post Laparotomi e.c Tumor Intra Abdomen


VIVI APRIYANI (41, Batu Ginjal + Batu Empedu). Alamat : Jalan Cut Nyak Dien, RT 11/2, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ibu dari empat orang anak ini merasakan ada perubahan pada dirinya setelah melahirkan anak ke-4 pada tahun 2009. Ibu Vivi merasa mudah lemas, lelah, sulit berjalan jauh dan tidur gelisah. Terlebih lagi saat buang air besar disertai darah karena haemoroid atau ambeien yang dideritanya dan membuat Ibu Vivi terasa semakin lemas. Ibu Vivi lalu memeriksakan diri ke rumah sakit dan didiagnosis menderita anemia dan harus dirawat serta dilakukan transfusi darah. Sejak saat itu Ibu Vivi rutin melakukan transfusi darah meskipun terkadang jumlah kantung darah tidak sesuai dengan saran dokter karena golongan darah Ibu Vivi, yaitu AB rhesus positif sulit untuk didapatkan. Ibu Vivi melakukan transfusi darah setiap 2 – 3 bulan sekali dan bisa menghabiskan 10 kantung darah setiap kali transfusi. Sang suami, Syaiful Amri (50), bekerja di Bandar Lampung sebagai penjual buah-buahan tetapi sejak Ibu Vivi sakit ia memutuskan untuk mencari penghasilan di Metro sebagai tukang tambal ban, tetapi penghasilan yang didapat hanya cukup untuk makan. Ibu Vivi merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung. Pada saat bantuan sebelumnya telah dilakukan operasi untuk mengobati haemoroid atau ambeien. Ibu Vivi telah diperbolehkan kembali ke rumah, tetapi ia masih mengeluh sakit di perutnya. Ibu Vivi pun kembali memeriksakan diri ke Rumah Sakit Ahmad Yani dan hasilnya didiagnosis Batu Ginjal dan Batu Empedu, dan ia kembali harus dirawat. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan titipan sedekahholics yang digunakan untuk biaya hidup selama dirawat dan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 862.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu Vivi menderita Batu Ginjal + Batu Empedu

Ibu Vivi menderita Batu Ginjal + Batu Empedu


AZKA ALKHALIFI ZIKRI (2, Ginjal Bocor + Kelainan Pada Tulang Kaki). Alamat : Gunung Batu I, RT 3/1, Kelurahan Sri Katon, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Sejak lahir Azka sudah mengalami kelainan pada tulang kaki. Saat usia Azka 17 bulan, terjadi pembengkakan di seluruh tubuh, kemudian orang tuanya membawanya ke klinik terdekat. Dari hasil laboratorium, dokter klinik belum bisa memastikan di daerah mana terjadi pembengkakan sehingga Azka dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Dari hasil tes urine, Azka positif mengalami bocor ginjal, karena tidak adanya biaya orang tuanya membawanya pulang sambil berobat jalan. Setelah 3 hari, tubuh Azka semakin membengkak, akhirnya keluarga membawanya ke Rumah Sakit Imanuel sampai kondisinya membaik. Selang sebulan pulang dari rumah sakit, pada 29 Agustus 2016, Azka mengalami cacingan yang menyebabkan bengkak di badannya kambuh lagi, kemudian Azka kembali dibawa ke Rumah Sakit Imannuel. Tiga minggu tidak ada perubahan, pihak Rumah Sakit Imannuel merujuknya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Kondisi saat ini Azka masih mengalami pembengkakan di sekujur tubuhnya. Ayahnya, Pak Dodi Irwanto (27), seorang buruh pabrik dan Ibu Suratminah (21), hanya seorang ibu rumah tangga. Azka memiliki kartu jaminan kesehatan PBI kelas 3, namun orang tuanya mengalami kesulitan biaya berobat dan kehidupan sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi Azka yang masih dirawat di RSAM dan menyampaikan titipan langit untuk biaya kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan Azka.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @nia_dec07 @evandlendi08 @indahpujaamelya @agembluk @andraderi @nando_931 @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Azka menderita Ginjal Bocor + Kelainan Pada Tulang Kaki

Azka menderita Ginjal Bocor + Kelainan Pada Tulang Kaki


KARMIJO BIN SUMARTO (82, Tuli + Prostat). Dusun VI, RT 18/6, Desa Adirejo, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sejak 5 tahun yang lalu, Mbah Karmijo menderita prostat. Awalnya, sepulang mengumpulkan barang-barang rongsokan, Mbah Karmijo merasakan sakit ketika buang air kecil. Mbah Karmijo hanya membiarkannya beberapa hari, selang seminggu ia sudah tidak tahan lagi hingga keluarga mendatangkan mantri terdekat. Hasil pemeriksaan mantri, Mbah Karmijo dinyatakan terkena prostat. Mbah Karmijo pun rutin meminum obat dari mantri, namun ketika obat habis, sakitnya pun kambuh kembali. Akhirnya hingga kini ia hanya mengonsumsi obat warung saja. Kondisi terkini Mbah Karmijo masih sering kesakitan ketika buang air kecil, ia pun sudah tidak bisa mendengar lagi sejak beberapa tahun silam. Mbah Karmijo tidak memiliki anak dan hanya tinggal sendiri semenjak istrinya pergi, namun ada sanak saudara yang sering menjenguknya. Ia tinggal di sebuah gubuk kecil yang penuh dengan barang-barang rongsokan. Mbah Karmijo tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan sehingga pengobatan belum secara intensif dilakukan karena kondisi keuangan yang serba kekurangan. Untuk biaya hidup sehari-hari saja didapat dari bantuan tetangga dan sanak saudara. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak menyantuni Mbah Karmijo. Bantuan dari para sedekaholics segera disampaikan untuk meringankan biaya hidup sehari-hari dan biaya pengobatan. Mbah Karmijo mengucapkan terima kasih kepada kurir dan sedekaholics atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Pak kamijo menderita Tuli + Prostat

Pak kamijo menderita Tuli + Prostat


KUS TRI BOWO (33, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Kampung Losari, Kel. Semanggi, Kec. Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah. Pak Kus merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak akhir 2014. Sakitnya bermula sejak awal 2014 lalu terdapat benjolan disekitar perut beliau yang awalnya dikira sebagai hernia. Beliau pun memeriksakan ke puskesmas terdekat namun, tidak ada perubahan hingga akhirnya diperiksakan ke RS. Moewardi (RSDM) dan diketahui bila beliau menderita kanker kelenjar getah bening dan harus menjalani kemo. Namun, pengobatan tidak beliau lanjutkan karena keterbatasan biaya. Alhamdulillah kurir dipertemukan dengan beliau, kemudian mendampingi pengobatan beliau. Beliau telah menjalani 6 kali kemoterapi dan 2 kali kemoterapi lanjutan dikarenakan harus mengganti obat. Saat ini kondisi beliau sedamg drop sehingga harus menjalani rawat inap di RSDM. Kaki dan perut beliau semakin bengkak sementara berat badan terus berkurang. Santunan ke-10 kembali disampaikan kepada beliau untuk biaya kebutuhan hidup selama berada di rumah sakit. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 868. Semoga kondisi beliau dapat berangsur pulih kembali. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Oktober 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka  @cahyani_eka

Pak kus menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Pak kus menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


RSSR LAMPUNG (Pembelian Inventaris Bulan September 2016 RSSR). Alamat : Jalan Zebra, Nomor 24, RT 6, Lingkungan 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Lampung berfungsi sebagai penginapan sementara pasien-pasien dari luar kota yang berobat di RS Abdul Moeloek Lampung yang merupakan rumah sakit rujukan provinsi. Biaya rumah singgah sendiri didapat dari para sedekaholics yang khusus bersedekah untuk rumah singgah. Selain penginapan gratis, pasien dan pendamping yang tinggal di RSSR Lampung mendapatkan sembako untuk makan sehari – hari. Sampai saat ini, sudah puluhan pasien yang pernah menginap di RSSR Lampung. Mulai dari yang terkena lumpuh, katarak, tumor hingga ginjal bocor. Pasien – pasien tersebut dibuatkan databasenya dan karena semakin banyak data pasien yang ada dibutuhkan tempat penyimpanan yang memadai, untuk itu RSSR Lampung membeli lemari khusus penyimpanan. Selain itu, beberapa pasien butuh kursi roda untuk digunakan di rumah singgah. Jadi untuk melengkapi kebutuhan RSSR Lampung, biaya inventaris meliputi pembelian kursi roda dan lemari. Semoga bantuan dari sedekaholics bermanfaat bagi kaum dhuafa yang menginap di RSSR Lampung. Bantuan RSSR Lampung sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @andradideri @evandlendi08 @nia_dec07 @indahpujaamelya @yesaridani @akuokawai @ririn_restu

Pembelian Inventaris Bulan September 2016 RSSR

Pembelian Inventaris Bulan September 2016 RSSR


RSSR LAMPUNG (Pelunasan Pertama Biaya Sewa Tahun Ke-2 RSSR). Alamat : Jln. Zebra No. 24, RT 6, Lingkungan I, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Lampung ini didirikan sebagai tempat tinggal sementara dan untuk membantu pasien-pasien di luar kota Bandar Lampung agar lebih mudah dalam mendapatkan pengobatan, khususnya di RS Abdul Moeloek (RSAM) yang merupakan rumah sakit rujukan provinsi dan rumah sakit pendidikan dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Mengingat jauhnya jarak antar kabupaten ke kotamadya yang kurang lebih minimal memakan waktu sekitar 3 jam, dan skala urgenitas untuk pasien-pasien di RSAM, maka kurir #SedekahRombongan Lampung dengan dukungan dari para sedekaholic akhirnya dapat mewujudkan terbentuknya RSSR Lampung ini. Dana yang diberikan sejumlah dibawah ini digunakan untuk biaya pembayaran tahap pertama perpanjangan rumah singgah yang dikontrak selama 2 tahun ke depan, setelah sebelumnya laporan operasional RSSR Lampung masuk dalam rombongan 880. Kurir #SedekahRombongan Lampung mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholics dan pihak yang terlibat akan terciptanya RSSR Lampung ini, semoga dengan adanya RSSR Lampung, semakin banyak pasien Lampung yang mendapatkan pengobatan dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal ketika menjalani pengobatan di RSAM. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @andradideri @evandlendi @akuokawai @ririn_restu

Pelunasan Pertama Biaya Sewa Tahun Ke-2 RSSR

Pelunasan Pertama Biaya Sewa Tahun Ke-2 RSSR


SAENI BINTI ZAELANI (36, Vulnus Amputatum dan Osteomyelitis). Alamat : Dusun Banjar Mulyo, RT 1/2, Desa Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten  Tanggamus, Provinsi Lampung. Pada 26 Juli 2016 Ibu Saeni mengalami kecelakan lalu lintas, sepeda motor yang dikendarai Ibu Saeni bersama anaknya tertabrak bus dalam kota. Kaki Ibu Saeni terlindas roda bus tersebut yang mengakibatkan kakinya remuk sehingga salah satu kakinya harus diamputasi. Ibu Saeni sempat dirawat di RS Mitra Husada Pringsewu selama 9 hari, dan sekarang hanya di rawat di rumahnya. Kondisi salah satu kakinya yang diamputasi semakin memburuk. Di atas lututnya terdapat koreng yang berlubang cukup besar dan mulai membusuk, dicurigai Ibu Saeni terkena radang tulang atau osteomyelitis. Koreng tersebut harus dibersihkan secara rutin. Pekerjaan suami Ibu Saeni, Tego Dintik (41), adalah buruh terkadang juga menjadi supir. Ibu Saeni tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga biaya pengobatan seperti untuk membersihkan luka terasa berat. Untuk biaya hidup sehari-hari saja keluarga ini mengalami kesulitan. Keadaan Ibu Saeni semakin memburuk, ia harus segera dibawa ke rumah sakit. Untuk itu kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyantuninya untuk meringankan biaya berobat dan biaya hidup sehari – hari. Ibu Saeni sebelumnya pernah dibantu pada Rombongan 891.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahyamarlele @saesarraya Maria @jajang_fajar @akuokawai @ririn_restu

Ibu saeni menderita Vulnus Amputatum dan Osteomyelitis

Ibu saeni menderita Vulnus Amputatum dan Osteomyelitis


MTSR MALANG (AB 8158 AU, Biaya Operasional MTSR Agustus 2016). Mobil Tanggap #SedekahRombongan atau MTSR adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir #SedekahRombongan (SR) untuk beraktivitas seperti mengantar/ menjemput pasien dampingan #SedekahRombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari  sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, cuci MTSR dan servis rutin. Agar MTSR tetap bisa beroperasi dengan baik dan move pun lebih lancar. Santunan dari #sedekaholics ini sangat membantu untuk operasional MTSR Malang dalam aktivitas pendampingan para pasien dampingan #SedekahRombongan. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 892. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi #sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 3.682.357,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa

Biaya Operasional MTSR Agustus 2016

Biaya Operasional MTSR Agustus 2016


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional MTSR Agustus 2016). #SedekahRombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien #SedekahRombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Mobil Tanggap #SesekahRombongan (MTSR) Malang yang kedua ini berfungsi sebagai mobil antar jemput pasien yang memerlukan kapasitas kursi penumpang lebih banyak dibanding MTSR 1, sehingga designnya seperti mini bus yang muat orang jumlah banyak. Mobilitas MTSR 2 pun juga padat, bahkan sering keluar kota untuk mengantar/menjemput pasien. MTSR yang didapatkan dari peogram “PATUNGAN AMBULAN” ini tentu harus dijaga dan beroperasi sebagai wujud pertanggung jawaban kami kepada para donatur. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini MTSR 2 pembelian bahan bakar, servis bulanan, dan cuci ambulan. Bulan ini MTSR 2 juga menjadi ambulan gratis bagi para warga saat Baksos #SedekahRombongan Malang. Laporan keuangan MTSR 2 ini bulan sebelumnya bisa dicek di nomor rombongan 892. Semoga MTSR ini pun lebih bermanfaat dan membantu bagi yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.273.950,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa

Biaya Operasional MTSR Agustus 2016

Biaya Operasional MTSR Agustus 2016


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Inventaris #SedekahRombongan). #SedekahRombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien #SedekahRombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan #SedekahRombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) membuat  Malang membutuhkan MTSR tambahan. Sehingga  #SedekahRombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Alhamdulillah, respon positif masyarakat Malang dan sekitarnya kami dapatkan. Program ini pun berjalan lancar sehingga dana dapat terkumpul dalam waktu sekitar 1 bulan sejumlah yang tertera di bawah ini. Mobil luxio dengan plat nomor N 1208 CJ telah berada di garasi Rumah Singgah #SedekahRombongan Malang. Dana tersebut juga telah dialokasikan untuk renovasi dan membeli keperluan MTSR yang lain, seperti cutting sticker, sensor parkir, cover jok, AC Belakang, strobo, kaca film, fog lamp dan karpet mobil. Sekarang MTSR baru #SedekahRombongan Malang telah beroperasi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini, baik dukungan dalam bentuk materi maupun membantu dalam penyebarluasan informasi. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 165.674.498,-
Tanggal : 11 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @mfyusuf @nay_munaa

Pengadaan MTSR Semarang

Pengadaan MTSR Semarang

MTSR SURABAYA (W 894 PV, Biaya Operasional Juli 2016). Pada tahun 2015, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Dan mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan untuk MTSR wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para dhuafa dampingan #SedekahRombongan dari RSSR Surabaya ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para dhuafa dampingan yang berada di luar Kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di  wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien dhufa #SedekahRombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar MTSR, tol dan biaya transportasi pasien. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 888.

Jumlah Bantuan : Rp 6.120.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @MasKhus1027 @EArynta

Biaya Operasional Juli 2016

Biaya Operasional Juli 2016


RSSR SURABAYA (Perpanjangan Biaya Sewa RSSR 1 Tahun + Biaya Operasional Juli 2016). Alamat : Jalan Semampir Selatan gang 2A no 61, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Surabaya ini didirikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien  #SedekahRombongan Surabaya yang berasal dari luar kota. Sehingga dengan adanya Rumah Singgah #SedekahRombongan sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Sewa RSSR Surabaya habis pada pada akhir Juni, dan berkat bantuan dana dari sedekaholics akhirnya sewa RSSR Surabaya dapat diperpanjang. Bantuan dana digunakan untuk perpanjangan sewa RSSR 1 tahun, yang dibayarkan pada tanggal 15 Juli 2016 dan digunakan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM serta biaya konsumsi pasien yang tinggal di RSSR. Kurir dan para pasien #SedekahRombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholics, semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya masuk dalam rombongan 888.

Jumlah Bantuan : Rp 37.024.096,-
Tanggal : 15 Juli 2016
Kurir : @wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Perpanjangan Biaya Sewa RSSR 1 Tahun + Biaya Operasional Juli 2016

Perpanjangan Biaya Sewa RSSR 1 Tahun + Biaya Operasional Juli 2016

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 INAN BIN SAIM 500,000
2 KAMINI BINTI TARUB 750,000
3 AZMI HAIL MAHLAL 1,000,000
4 AMAD BIN SUTARDI 1,000,000
5 ASMIRAH 500,000
6 EROH BINTI YARDI 500,000
7 WIWIN BINTI WARTA 500,000
8 BANJIR BANDANG GARUT 80,214,950
9 LALITA ASANI 1,200,000
10 MOCH NABIL SATRIA 500,000
11 KARTINI BINTI HASAN BASRI 1,000,000
12 MTSR BOGOR 1,000,000
13 CECEP ROHENDIANA 1,000,000
14 YUNITA BINTI SUKARTA 750,000
15 DHANU BIN ABU BAKAR 500,000
16 ACANG BIN MAHMUDIN 500,000
17 SHENDI BIN ACA 500,000
18 RENALDO ZAKARIA 750,000
19 YANI MARYANI 500,000
20 QURES BIN ADNA 500,000
21 MUHAMMAD ALVIANO 500,000
22 SRI DARWATI 1,000,000
23 MUHAMMAD AFFAN 1,000,000
24 CHOTIMAH BINTI MUHAMMAD CHOTIB 500,000
25 SITI 4,250,000
26 AMINAH BINTI HATA 500,000
27 MTSR BOGOR 1,000,000
28 AGUSTINI NURMAN 750,000
29 KARLINAN BIN SUBUR 500,000
30 SARBINI BIN DIMUN 500,000
31 KURNESIH BINTI SADEN 500,000
32 FIKRI BIN MADRUDIN 500,000
33 WARSIH BINTI KEMAN 500,000
34 MEGA YULYANAH 500,000
35 AZIZ DEBIA AROBI 500,000
36 SANUSI BIN KARIM 500,000
37 MULYANA BINTI YADI 500,000
38 AWALIA NURHIDAYAH 1,750,000
39 SAHARUDIN BIN PUDIN 1,000,000
40 MUHAMMAD ZAKY 500,000
41 RIDWAN BIN KURDIYANTO 500,000
42 SITI RAHMADANI 500,000
43 AWALULAH BIN SIRAJUDIN 1,500,000
44 MASJID AL MUKHLISIN 1,000,000
45 TRI BINTANG 1,350,000
46 GUNARTI BINTI MURBIJI 1,000,000
47 YURNANI BINTI LABAN 1,000,000
48 DITO SETRIASA 1,000,000
49 NI LUH GEDE ARYAWATI 1,100,000
50 HANIFAH BINTI ABDULLAH 1,000,000
51 YOHANES APRILIANO DEGA 2,000,000
52 SANDRA WATI 1,500,000
53 SITI ZUNARIAH 1,000,000
54 SITI ROHAYA 750,000
55 ROKIYAH BINTI SILANDUNG 1,200,000
56 SAFARI ABDUL AHMAD 500,000
57 DARSITI BINTI TUKMIRJA 1,000,000
58 MUHAMMAD TOHIR 500,000
59 TANSIAH BINTI MUHAMMAD TAHIR 500,000
60 TAUFIK QUROHMAN ALFIKRI 500,000
61 SUTILAH BINTI KLIWON 1,500,000
62 KATIMUN BIN SUKARJO 500,000
63 KAYLA NATANIA MUCHLIS 500,000
64 WIDODO BIN GITO MULYO 500,000
65 SUMINTEN BINTI WIRYO SUMARTO 500,000
66 DAMSIAH BINTI SARBINI 500,000
67 RAMLI BIN MUSTAFA 500,000
68 SARIPAH BINTI RAHIM 500,000
69 JASMI BINTI JASMAN 500,000
70 RINA NINGSIH 500,000
71 VIVI APRIYANI 500,000
72 AZKA ALKHALIFI ZIKRI 750,000
73 KARMIJO BIN SUMARTO 500,000
74 KUS TRI BOWO 500,000
75 RSSR LAMPUNG 2,500,000
76 RSSR LAMPUNG 10,000,000
77 SAENI BINTI ZAELANI 500,000
78 MTSR MALANG 3,682,357
79 MTSR MALANG 5,273,950
80 MTSR MALANG 165,674,498
81 MTSR SURABAYA 6,120,000
82 RSSR SURABAYA 37,024,096
Total 369,339,851

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 369,339,851,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 902 ROMBONGAN

Rp. 42,799,791,306,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.