Rombongan 900

Sedekah merupakan salah satu amal yang tidak putus sampai mati.
Posted by on October 12, 2016

UTI BINTI SHALEH (56, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Jalan Kecapi Raya, Nomor 50, RT 1/1, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Uti menderita kanker payudara sejak Maret 2014. Awalnya ada benjolan pada bagian ketiak dan merasa nyeri karena itu Ibu Uti berobat dan dokter menyarankan operasi untuk mengangkat benjolan tersebut. Setelah operasi, benjolan tersebut justru membesar dan pada pemeriksaan selanjutnya dokter menyatakan Ibu Uti terkena kanker payudara pada bagian kiri. Pengobatanpun berjalan hingga akhirnya Ibu Uti menjalani operasi pengangkatan kanker pada Januari 2015. Keadaannya berangsur membaik, hingga kini pengobatan masih berjalan dan dokter menyarankan kepada Ibu Uti untuk berobat lebih lanjut ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Uti adalah istri dari Bapak Mukhtar (63) yang saat ini sudah tidak bekerja dan hidup dalam sebuah rumah sangat sederhana bersama lima anaknya. Bapak Mukhtar merasa tidak sanggup untuk menyiapkan biaya transportasi dan penginapan selama pengobatan istrinya di Bandung, walaupun untuk pengobatan sudah ditanggung BPJS PBI. Ketika bersilaturahmi ke kediaman Ibu Uti, kurir #SedekahRombongan menerima pesan tersirat bahwa Ibu Uti ingin sekali dibantu untuk biaya ke Bandung. Dan akhirnya #SedekahRombongan memberikan bantuan kepada Ibu Uti yang terus semangat untuk sehat kembali. Sesungguhnya manusia hanya wajib berikhtiar semaksimal mungkin, dan segala hasil akhirnya adalah keputusan Allah SWT. Semoga Ibu Uti segera diangkat penyakitnya dan diberikan kesehatan yang baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @heni_nuraini rina

Ibu uti menderita Ca Mamae Sinistra

Ibu uti menderita Ca Mamae Sinistra


ISAH AISAH (48, Cedera Pinggang). Alamat : Jl. Gandanegara, RT 5/2, Keluarahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Isah, akrab kami memanggil ibu dari delapan orang anak ini. Ia merawat kedelapan anaknya tanpa dibantu siapapun, bisa terbayangkan bagaimana repotnya keseharian Bu Isah. Selain merawat anak-anaknya, ia pun harus melakukan pekerjaannya sebagai seorang ibu rumah tangga yakni mencuci pakaian, memasak dan lain sebagainya. Pada umumnya, perempuan yang baru saja melahirkan seharusnya menjalani istirahat total dan berbaring di tempat tidurnya. Tapi tidak dengan Bu Isah, ia harus kembali menjalani aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga, termasuk mengambil air dari sumur yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Bu Isah, hal tersebut yang ternyata menyebabkan Bu Isah mengalami cedera pinggang, hingga saat ini Bu Isah tidak bisa berjalan secara normal, ia berjalan meliuk-liuk. Besar sekali keinginan Bu Isah untuk sembuh, karena selain cara berjalan yang tidak normal, ternyata Bu Isah sering merasa kesakitan di bagian pinggangnya. Ia pernah memeriksakan penyakitnya tersebut ke Puskesmas, itupun sudah lama yakni tahun 2011 silam. Maklum saja, suaminya pun bekerja serabutan yang berpenghasilan pas-pasan. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Isah, kami menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics untuk biaya transportasi Bu Isah menuju Rumah Sakit, juga biaya hidup sehari-hari ia dan keluarganya. Semoga Bu Isah dan keluarga, selalu dalam rahmat Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Ibu isah menderita Cedera Pinggang

Ibu isah menderita Cedera Pinggang


ANDIN MERLIANA PUTRI (1, Atresia Ani). Alamat : Kp. Babakan Sari RT 4/5, Desa Ciwareng, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Tidak akan ada menyangka bahwa adik manis seceria ini ternyata memiliki kecacatan pada tubuhnya. Semenjak lahir ia tidak memiliki lubang anus seperti bayi pada umumnya, ia harus mengerang kesakitan setiap akan melakukan buang air besar, hal tersebut harus ia lalui sampai saat ini. Pada usia 5 bulan Andin dibawa ke RSHS Bandung untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh tim medis Rumah Sakit tersebut, pihak RSHS menginformasikan bahwa Andin akan dilakukan tindakan operasi namun harus menunggu beberapa bulan mendatang. Hingga kini, 5 bulan sudah orangtua Andin menunggu kabar berita dari RSHS terkait jadwal operasi, namun belum juga ada. Bulan Juli kemarin Alhamdulillah Andin telah dilakukan operasi pertama oleh tim medis RSHS, operasi kedua harusnya dilaksanakan pada awal september lalu, namun karena ruangan di RSHS penuh, Andin dan keluarga pun kembali ke Purwakarta. Selama menunggu jadwal operasi ternyata Andin pernah dirawat intensif selama 3 hari di RS Ramahadi Purwakarta, ia mengalami diare dan muntah-muntah. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Andin, menyampaikan titipan bantuan berupa materil sekaligus membantu negosiasi dengan pihak RSHS. Bantuan tersebut semoga meringankan beban ayah Andin yang bekerja sebagai pegawai swasta di sebuah pabrik yang berada di wilayah Purwakarta. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @fentifatimah

andin menderita Atresia Ani

andin menderita Atresia Ani


KODE KOMARUDIN (44, Patah Tulang). Alamat : Kampung Hergarmanah, RT 12/6, Desa Cisarua, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Kode biasa ia dipanggil, pada bulan Agustus yang lalu Pak Kode pergi ke daerah Kalimantan bersama rombongan dari kampungnya untuk bekerja sebagai tukang bangunan disana. Setelah satu bulan disana Pak Kode memberi kabar kepada keluarganya, bahwa ia mengalami kecelakaan kerja, Pak Kode mengalami patah tulang kaki karena tertimpa reruntuhan balok  data melakukan tugasnya sebagai tukang bangunan, ia pun harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan di Kalimantan. Berhubung disana tidak ada yang bisa merawat Pak Kode, ia pun kemudian meminta untuk pulang dan menjalani pengobatan di kampung. Setibanya di kampung Pak Kode dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta dengan menggunakan Jaminan Kesehatan JAMPIS (Jaminan Purwakarta Istimewa). Pak Kode dirawat inap selama tiga hari, sampai saat ini harus terus melakukan kontrol kesehatannya selama dua minggu satu kali. Semenjak kejadian tersebut, Pak Kode tidak lagi bisa menafkahi kebutuhan lahir keluarganya, saat ini untuk biaya sehari-hari, istrinya Ibu Mamah Maryamah bekerja sebagai kuli tani, penghasilannya hanya cukup untuk keperluan sehari-hari saja. Kurir #SedekahRombongan memahami keadaan Bapak Kode dan berusaha membantu keinginan untuk sembuh dengan memberikan bantuan biaya transportasi ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta, bantuan tersebut merupakan titipan dari para sedekaholics #SedekahRombongan untuk Pak Kode. Semoga sakit yang diderita Bapak Kode segera berakhir, dan bisa kembali beraktivitas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis_mae

pak kode menderita Patah Tulang

pak kode menderita Patah Tulang


IIS NURMALASARI (2 Bulan, Atresia Ani). Alamat : Rt 4/2, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Dek Iis merupakan buah hati pertama dari pasangan Bapak Masna (25) dan Ibu Tinah (23). Ia memiliki keistimewaan lain sejak lahir, yakni tak memiliki lubang anus yang sempurna seperti bayi pada umumnya. Hal tersebut mengakibatkan perut Dek Iis semakin membuncit karena tak bisa membuang kotoran, setiap harinya ia hanya mampu menangis mengeram kesakitan. Orangtuanya tidak bisa berbuat banyak, mereka hanya mampu memeriksakan anaknya tersebut ke puskesmas setempat. Padahal Dek Iis sejak lahir telah dirujuk untuk melakukan pengobatan di RSUD Purwakarta, namun karena keterbatasan biaya akhirnya hingga saat ini kondisi Iis pun semakin memburuk, maklum saja ayahnya Iis adalah kuli serabutan yang penghasilannya tak menentu dan pas-pasan. Kabar tersebut terdengar oleh banyak relawan di Purwakarta, akhirnya Dek Iis dibawa berobat ke RS. Santosa Bandung dan menjalani perawatan intensif selama beberapa hari disana, alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bisa menemui Iis dan keluarganya di RS tersebut, juga sekaligus menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics. Seminggu lalu ketika Iis sudah berada di  rumahnya, ibunya menghubungi  kurir #SRPurwakarta dan meminta untuk segera datang ke rumahnya di Cikampek. Kami pun mendatangi rumahnya, ibunya mengeluhkan kekurangan biaya untuk membeli kantong feses, biaya transportasi ke puskesmas setiap minggunya, juga pembelian susu formula. Kami kurir #SedekahRombongan sangat bersyukur, karena untuk kedua kalinya dipertemukan dengan keluarga Iis, kami bisa menyampaikan titipan bantuan untuk Iis dari para sedekaholics SR. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 887. Semoga Dek Iis segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @nilwan_zen

Iis menderita Atresia Ani

Iis menderita Atresia Ani


RODIAH BINTI NADI (70, Batu Empedu). Alamat : Kampung Margasaluyu, RT 3/2, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Rodiah biasa ia disapa, diusianya yang sepuh ia harus tinggal seorang diri di rumah hasil dari bantuan bedah rumah pada Program Rutilahu dari Pemerintah Daerah. Mak Rodiah adalah seorang janda, dan bekerja sebagai kuli tani. Mak Rodiah memiliki 5 orang anak, 2 laki-laki dan 3 perempuan, semuanya telah menikah. Sudah hampir 1 tahun ia sering merasakan nyeri di bagian atas perut dan disertai mulas, mual, dan muntah. Mak Rodiah diperiksakan ke Puskesmas terdekat. Namun ia dirujuk untuk segera berobat ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. Mak Rodiah tidak memiliki jaminan kesehatan, dan disarankan untuk menggunakan JAMKESDA (Jaminan Kesehatan Daerah). Hasil pemeriksaan dokter Mak Rodiah menderita penyakit batu empedu, dan disarankan harus segera dioperasi. Karena tidak ada biaya, Mak Rodiah selalu menunda-nunda untuk pergi kontrol. Mak Rodiah hanya pasrah pada keadaan. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mak Rodiah, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan Mak Rodiah untuk pergi berobat ke RSUD. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2016.
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis_mae

Ibu rodiah menderita Batu Empedu

Ibu rodiah menderita Batu Empedu


MUHAMMAD SIDQI (5, Suspect Tonsilitis). Alamat : Jl. Gandanegara, RT 5/2, Keluarahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sidqi, akrab kami memanggil putra bungsu dari delapan bersaudara ini, ayahnya bernama Sadi (53) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya Isah (48) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Menurut penuturan dari kedua orantuanya, Sidqi mengalami pembengkakan di bagian dalam tenggorokannya sejak umur 4 tahun, jika tidur seperti orang mendengkur dan sesak. Kedua orangtuanya belum pernah memeriksakan Sidqi ke puskesmas atau rumah sakit besar, maklum saja selain karena keterbatasan biaya, Isah ibunya Sidqi juga disibukkan dengan tujuh saudara Sidqi yang lain, sedangkan ayahnya pun harus bekerja. Hasil kerja ayah Sidqi hanya cukup untuk biaya sehari-hari, bisa dibayangkan gaji seorang buruh serabutan yang harus membiayai kebutuhan sehari-hari 1 istri dan 8 orang anak. Maka dari itu, penyakit yang diderita Sidqi pun harus terabaikan. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Sidqi, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan penyakit Sidqi. Mari doakan bersama, semoga Allah sembuhkan Sidqi dan melapangkan rezeki keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Sidqi menderita Suspect Tonsilitis

Sidqi menderita Suspect Tonsilitis


MARDI BIN KONI (36, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Ciwareng, RT 5/3, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Mardi, sapaan akrab kami kepada laki-laki berumur 36 tahun ini. Ia mengalami gangguan jiwa sejak umur 25, tidak diketahui pasti apa penyebabnya, namun tingkah lakunya sering sekali meresahkan warga sekitar, hingga keluarganya harus tega memasung Mang Mardi dalam sebuah ruangan. Tidak ada tindakan lain yang bisa dilakukan keluarganya, selain memasung Mang Mardi, karena hal tersebut tidak memerlukan biaya yang banyak. Kemarin saat kami melakukan survey ke kediamannya, Mang Mardi telah dikeluarkan dari ruangan pasung, menurut keluarganya kini Mang Mardi mulai sembuh, meski belum secara total. Besar keinginan keluarganya untuk membawa Mang Mardi ke Rumah Sakit khusus untuk penderita gangguan jiwa, mereka masih punya harapan bahwa Mardi akan sembuh total. Selama ini yang merawat dan membiayai Mardi adalah kerabatnya yang bernama Edin, Edin bekerja sebagai buruh tani yang memiliki penghasilan Rp. 40.000-, setiap harinya, itupun jika sedang ada yang memakai jasanya. Edin pun memiliki keluarga yang menjadi prioritas untuk ia penuhi kebutuhan hidupnya, maka dari itu Edin sangat membutuhkan uluran bantuan dari para donator untuk membiayai pengobatan Mardi. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mang Mardi, kami dititipi bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Mang Mardi. Doakan bersama, semoga Allah segera menyembuhkan Mang Mardi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Pak mardi menderita  Gangguan Jiwa

Pak mardi menderita Gangguan Jiwa


NUNUNG NURJANNAH (46, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Cidahu, RT 17/ 5 , Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Nunung, akrab kami memanggilnya. Sudah sejak lama suaminya meninggal dunia karena sakit, kini Bi Nunung tinggal bersama ketiga orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah, mereka adalah Muhammad Misbahuddin; ia duduk di bangku SMK, yang kedua yakni Niska Nurjannah; ia duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, dan yang paling akhir adalah Muhammad Mujidin; ia duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar. Sejak suaminya meninggal dunia, Bi Nunung lah yang menjadi tulang punggung dan menafkahi kebutuhan keluarga kecilnya tersebut. Bi Nunung bekerja sebagai buruh tani, itupun jika musim tanam dan panen tiba. Diluar kedua musim tersebut Bi Nunung sama sekali tak memiliki penghasilan, terkadang ia hanya mengandalkan pemberian tetangga sekitarnya. Kami kurir #SedekahRombongan sangat prihatin melihat Bi Nunung dan ketiga anaknya tersebut, bersyukur ada sedekaholics yang menitipkan sebagian hartanya melalui kami kurir #SedekahRombongan untuk Bi Nunung dan keluarga. Semoga bantuan tersebut meringankan biaya Bi Nunung untuk menafkahi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

 Bantuan Biaya Hidup

Bantuan Biaya Hidup


OOM BIN OHRI (58, Maag Kronis). Alamat : Kampung Ciwareng, RT 5/3, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Prov. Jawa Barat. Mak Oom, sejak lama ia ditinggal suaminya meninggal dunia, kini Mak Oom tinggal seorang diri di rumah kayu miliknya yang sangat sederhana. Beberapa minggu ini ia merasakan perih di bagian perutnya, disertai dengan mual, muntah dan pusing. Ia sudah sering berobat ke Puskesmas, namun tidak ada perubahan. Dari dulu sebenarnya Mak Oom sudah dirujuk untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan di RSUD Purwakarta, namun karena kendala biaya maka sampai saat ini ia hanya bisa berobat seadanya di rumah. Ia sudah tak memiliki penghasilan, untuk biaya sehari-hari ia mengandalkan pemberian anak-anak dan tetangga di sekitarnya. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mak Oom, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan penyakit Mak Oom. Mari doakan bersama, semoga Allah sembuhkan Mak Oom dan melapangkan rezekinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

bu oom menderita Maag Kronis

bu oom menderita Maag Kronis


ABAS BIN UKIK (63, Hernia). Alamat : Kampung Sampalan, Rt 21/1, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Prov. Jawa Barat. Sudah beberapa bulan Pak Abas sering merasakan sakit pada perut bagian bawah. Sehingga Pak Abas tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. Pak Abas diperiksakan ke Puskesmas terdekat, hasil pemeriksaan dokter Pak Abas menderita penyakit hernia, dokter menyarankan harus segera dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. Mengingat tidak ada biaya dan sudah tidak mempunyai uang simpanan, Pak Abas tidak pernah memeriksakan penyakitnya lagi. Pak Abas merasa tersiksa jika penyakitnya sudah kambuh. Sebelum sakit seperti sekarang ini, Pak Abas mencari nafkah dengan cara berjualan di rumahnya, sekarang istrinya yang berjualan dan menjaga warung untuk menggantikan Pak Abas. Pak Abas hanya bisa pasrah pada keadaan. Pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Pak Abas sedang duduk lemah dan mengeluhkan sakitnya yang sudah lama diderita. #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga Pak Abas bisa memeriksakan kesehatannya dan keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Pak abas menderita  Hernia

Pak abas menderita Hernia


AEP BIN UCA (54, Hernia). Alamat : Kampung Palalangon, Rt 17/2, Desa Sinargalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Prov. Jawa Barat. Pak Aep adalah seorang kuli bangunan. Pak Aep tinggal di rumah milik sendiri, bersama istri dan anak-anaknya. Pak Aep sering merasakan sakit pada perut bagian bawah. Keluhan itu sering dirasakan akhir-akhir ini. Sehingga Pak Aep tidak dapat bekerja seperti biasanya. Pak Aep sudah memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas terdekat, dan hasil pemeriksaan dokter Pak Aep menderita penyakit hernia, dokter menyarankan Pak Aep harus segera dibawa ke dokter specialis bagian dalam di Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. Karena tidak punya jaminan kesehatan dan tidak ada biaya, Pak Aep tidak meneruskan ikhtiar berobatnya. Pak Aep ingin segera sembuh dari penyakit yang sering menyiksanya. Pak Aep masih mempunyai tanggungan anak sekolah yang sangat membutuhkan biaya. Istrinya tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah pada keadaan. Pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Pak Aep sedang duduk lemah dan mengeluhkan sakitnya yang sudah lama diderita. #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga Pak Aep bisa memeriksakan kesehatannya dan keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Pak aep menderita Hernia

Pak aep menderita Hernia


NENI BINTI UCA (48, Maag Kronis). Kp. Gunungkarung, RT 7/5, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Hampir 1 bulan ini Bi Neni merasakan sakit pada bagian perutnya, sakit tersebut disertai dengan mual, muntah dan pusing. Ia sempat memeriksakan diri ke puskesmas setempat, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Bi Neni menderita penyakit maag kronis, ia pun kemudian mengonsumsi obat atas resep dokter di puskesmas tersebut. Sampai saat ini, penyakit Bi Neni belum juga membaik, ia punya keinginan besar untuk memeriksakan penyakitnya tersebut ke Rumah Sakit besar di Purwakarta, karena sudah tak tahan lagi dengan sakit yang dirasakan setiap harinya. Keinginan Bi Neni tersebut harus tertunda karena kendala biaya, suaminya memiliki penghasilan yang tak menentu sebagai buruh pengambil getah karet. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bi Neni, Insyaallah keinginannya untuk memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit besar akan segera terwujud. Kami kurir #SedekahRombongan telah dititipi bantuan dari sedekaholics untuk biaya pengobatan Bi Neni, mari doakan bersama agar Allah mempermudah ikhtiar Bi Neni menuju kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Bu neni menderita Maag Kronis

Bu neni menderita Maag Kronis


IYAH KOMARIAH (46, Gangguan Penglihatan). Kp. Cidahu, RT 17/4 , Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Selama kurang lebih 12 hari ini Bu Iyah tidak bisa melakukan pekerjaannya sebagai buruh di kebun milik tetangganya, penglihatannya buram, keruh dan kadang tak bisa melihat sama sekali. Bu Iyah pernah memeriksakan dirinya ke puskesmas setempat, ia hanya diberi obat sesuai resep dokter di puskesmas tersebut. Namun hingga saat ini belum juga terlihat perubahan, Bu Iyah masih dengan kondisi mata yang buram. Ia berkeinginan untuk memeriksakan diri ke dokter specialis mata di RSUD Bayu Asih, namun karena kendala ia urungkan keinginannya tersebut. Mak iyah beserta suaminya menjadi buruh kebuh sejak 20 tahun lalu, penghasilan mereka berkisah Rp. 30.000-35.000,- setiap harinya, penghasilan tersebut sudah cukup untuk membiayai kebutuhan mereka sehari, tetapi tisak cukup untuk biaya pengobatan Mak Iyah. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Iyah, Insyaallah keinginannya untuk memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit besar akan segera terwujud. Kami kurir #SedekahRombongan telah dititipi bantuan dari sedekaholics untuk biaya pengobatan Bu Iyah, mari doakan bersama agar Allah mempermudah ikhtiar Bu Iyah menuju kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Bu iyah menderita Gangguan Penglihatan

Bu iyah menderita Gangguan Penglihatan


SARHINI BIN FULAN, (50, Gangguan Liver). Alamat : Kp. Cimanalaksa, Rt 7/7, Ds. Gunungkarung, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta, Prov. Jawa Barat. Ki Indi, begitu sapaan akrab tetangga di sekitarnya. Kakek yang masih berjuang diusia senjanya ini sangat menginspirasi. Bagaimana tidak, dengan badannya yang ringkih ia masih harus bekerja menjadi seorang kuli panggul kayu dari hutan menuju jalan raya. Kayu-kayu gelondongan yang beratnya mencapai 1,5 hingga 2 kwintal biasa dipanggul oleh Ki Indi, dengan upah Rp. 50.000/hari. Itupun jika sedang ada yang memerlukan jasanya. Jika tidak, maka Ki Indi pun tidak memperoleh penghasilan. Ditambah beberapa bulan ini harus terbaring lemah di rumahnya, perut dan seluruh tubuhnya membengkak. Keluarganya pun membawa ia ke RSBA Purwakarta, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Ki Indi mengidap penyakit Liver. Ia disarankan untuk melakukan pengobatan lanjutan sesuai jadwal yang ditetapkan, namun lagi-lagi karena keterbatasan biaya, maka Ki Indi pun hanya bisa berbaring tanpa ikhtiar berobat lagi. Alhamdulillah, kami kurir #SR bertemu dengan keluarga Ki Indi, kami menyalurkan titipan bantuan para Sedekaholic #SR untuk biaya pengobatan Ki Indi. Sejak Juli lalu, Ki Indi kembali melakukan pengobatan sesuai yang dijadwalkan doleh tim medis di RSBA, hingga bulan Oktober ini Ki Indi belum berhenti ikhitiar untuk kesembuhannya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 864.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  29 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Pak sarhini menderita Gangguan Liver

Pak sarhini menderita Gangguan Liver


AAM AMINAH (51, Gangguan Liver). Alamat : Kp. Sampalan, RT 21/ 1, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tiga tahun lalu Bu Aam ditinggal suaminya meninggal dunia, dari suaminya tersebut Bu Aam dikaruniai dua orang anak laki-laki. Setelah suaminya meninggal, Bu Aam lah yang kemudian menjadi tulang punggung keluarganya, ia menjadi buruh kebun dengan penghasilan berkisar Rp. 30.000-35.000,-/hari. Namun 2 tahun ini Bu Aam sering sekali sakit-sakitan, fisiknya sudah tidak memungkinkan untuk bekerja. Akhirnya anak lelakinya yang pertama menggantikan posisi Bu Aam sebagai tulang punggung keluarga, dengan resiko anaknya tersebut harus putus sekolah. Sebelumnya Bu Aam didiagnosa mengidap asma dan hipetensi oleh tim medis di puskesmas tempat ia berobat, namun pada pertengahan September kemarin diagnosa tim medis bertambah, Bu Aam didiagnosa mengidap gangguan liver dan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan juga pengobatan di RSUD Bayu Asih. Lagi-lagi karena kendala biaya, Bu Aam pun belum bisa berangkat ke RSUD Bayu Asih. Selama ini anak Bu Aam sebatas hanya bisa membiayai untuk kebutuhan sehari-sehari keluarganya tersebut.  Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Aam, Insyaallah keinginannya untuk memeriksakan penyakitnya ke RSUD Bayu Asih akan segera terwujud. Kami kurir #SedekahRombongan telah dititipi bantuan dari sedekaholics untuk biaya pengobatan Bu Aam, mari doakan bersama agar Allah mempermudah ikhtiar Bu Aam menuju kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  29 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Bu aam menderita Gangguan Liver

Bu aam menderita Gangguan Liver


ENCAR BINTI KATUR (75, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Kampung Babakan, RT 31/9, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Nenek penyabar ini kami panggil Mak Encar, disisa-sia hidupnya ia harus dirundung hidup penuh duka. Tinggal sendiri di sebuah gubuk reot, dengan keadaan badan yang sudah membungkuk dan kaki yang gemetar. Selama berada di gubuk tersebut, Mak Encar mengandalkan uluran bantuan tetangganya. Pernah suatu ketika, Mak Encar harus melewati moment menyedihkan dalam hidupnya, rumah biliknya harus dibongkar tanpa sebab, ia pun kemudian mencari tetangga yang mau menampungnya. Beberapa bulan ia tinggal di kamar dapur milik tetangganya, tak lama setelah itu ia pun dibangunkan sebuah rumah sederhana oleh warga sekitar, biayanya pun merupakan hasil patungan dari warga di kampung tersebut. Saat ini Mak Encar membutuhkan bantuan untuk keperluan hidupnya sehari-hari, bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mak Encar, kami telah menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk yang ketiga kalinya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 797, mari doakan bersama agar Allah selalu merahmati Mak Encar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Bantuan Biaya Hidup

Bantuan Biaya Hidup


AHMAD ALPIAN MUZAKI (5, Cleft Palate + Gizi Buruk).  Alamat : Dusun Langen tulup, RT.5/2, Desa Langgensari, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ahmad lahir dengan kondisi bibir sumbing dan tanpa langit2 (CLEFT PALATE), kondisi tersebut membuatnya kesulitan untuk sekedar minum ASI langsung dari ibunya. Kondisi fisiknya tersebut otomatis membatasi asupan yang masuk ke dalam tubunya. Ahmad hanya bisa mengkonsumsi bubur bayi meski usia nya beranjak balita. Berat badan Ahmad tidak pernah naik secara signifikan dan hingga usia satu tahun beratnya hanya 4kg. kondisi tersebut sudah termasuk kedalam gizi buruk. Selain itu Ahmad juga pernah menderita katarak kongenital namun sudah berhasil dioperasi ketika usianya 2tahun. Saat ini usia Ahmad menginjak 5 tahun dengan berat badan hanya 8Kg. Dengan kondisi gizi yang buruk, tumbuh kembang Ahmad pun tidak sesuai dengan usianya. Ahmad saat ini bahkan tidak bisa duduk, dan terus menerus dengan posisi tidur terlentang. Orang tua Ahmad tidak sanggup membawa anaknya berobat ke Dokter, Ayah Ahmad, Wadi (27) berprofesi sebagai buruh dan ibunya Otiah (27) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Meski Ahmad memiliki fasilitas BPJS kelas 3, namun fasilitas kesehatan tersebut tidak dapat digunakan karena orangtuamya tidak sanggup membayar. Kurir #SedekahRombongan memberikan santunan awal guna mengaktifkan kembali fasilitas kesehatan yang dimilikinya agar Ahmad bisa melanjutkan pengobatannya dan meningkatkan kondisi gizinya.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 19 September 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @zerinabanu Badrudin

Ahmad menderita Cleft Palate + Gizi Buruk

Ahmad menderita Cleft Palate + Gizi Buruk


IDA BINTI CAYO (17, Tumor Mandibula). Alamat : Dsn. Krajan Barat, RT 2/3, Ds. Manggungjaya, Kec. Cilamaya Kulon, Kab. Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ida, mulai merasakan gejala sakitnya sejak 4 tahun lalu. Sakit yang dirasakan di rahang bagian kirinya semakin lama semakin hebat hingga  orangtua Ida membawanya untuk diperiksa di klinik dekat rumahnya. Dokter merujuk Ida ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang. Hasil pemeriksaan medis di RSUD Kab. Karawang adalah bahwa Ida didiagnosa mengidap tumor mandibula  atau dalam bahasa awam dikenal sebagai tumor rahang bawah dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Pengobatan Ida pada saat itu terpaksa terhenti karena kendala biaya yang dihadapi oleh keluarganya. Ida hidup di keluarga yang serba kekurangan, Ibunya, Ane (51) adalah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) dengan 5 orang anak, sedangkan suaminya sudah lama meninggal. Setelah bertemu dengan kurir #Sedekah Rombongan, Ida dibuat fasilitas Jaminan Kesehatan KIS. Ida saat ini melanjutkan pengobatan dengan menggunakan Jaminan kesehatan KIS dan sudah berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung guna melanjutkan pengobatannya di RSHS. Perkembangan terakhir yaitu Dokter sudah melakukan biopsi dan Ida sedang menunggu hasilnya. Bantuan kembali diberikan oleh Kurir #SedekahRombongan untuk mencukupi biaya kebutuhan sehari-harinya selama dalam masa perawatan.Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 896. Semoga Ida bisa mendapatkan pengobatan hingga tuntas dan mendapatkan kesehatan seperi sedia kala. Aamiin yaa Rab..

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucujuanda

ida menderita Tumor Mandibula

ida menderita Tumor Mandibula


RASYA Bin RANA (10, Leukimia Limfoblastik Akut) Alamat : Dusun Buer, RT 06/01, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Rasya merasakan gejala sakitnya setahun lalu, ketika itu Rasya mengeluh seluruh badannya ngilu dan badannya panas. Orangtua Rasya membawanya ke Dokter terdekat dan Dokter menyarankankan agar Rasya dibawa ke rumah sakit Umum Daerah Karawang (RSUD).  Diagnosa tim Medis RSUD Karawang menyatakan Rasya mengidap Kanker darah dan Rasya disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hasan sadikin Bandung (RSHS). Orang tua Rasya, Bapak Rana (33), berprofesi sebagai pedagang asongan dan Ibu Siti Hasanah (32) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka membuat jaminan kesehatan BPJS kelas 3 untuk memudahkan pengobatan Rasya. Saat ini Rasya sudah dalam pendampingan kurir #SedekahRombongan Bandung dan sudah menjalankan proses kemoterapi selama 11 bulan dari 26 bulan yang dijadwalkan. Bantuan diberikan untuk membantu membeli obat mercaptopurin yang tidak dicover oleh BPJS dan untuk membantu mencukupi biaya kebutuhan sehari-hari selama Rasya menjalankan pengobatan. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam rombongan 889. Semoga Rasya lekas sehat kembali seperti sedia kala dan ceria seperti anak-anak seusianya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung

Rasya menderita  Leukimia Limfoblastik Akut

Rasya menderita Leukimia Limfoblastik Akut


YANTINUR BINTI RACHMAT (42, Anemia + Gangguan Kejiwaan). Alamat : Kampung Pataruman, Rt. 1/11, Kelurahan Sayang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Bu Yanti biasa ia disapa sejak beberapa tahun yang lalu sudah mempunyai riwayat penyakit Anemia yang kadang menyebabkan ia sering pingsan. Beban tersebut semakin bertambah ketika Bu Yanti ditinggal pergi oleh sang suami dan harus menanggung 3 anak yang masih membutuhkan biaya sekolah dan keperluan lainnya. Karna kejadian tersebut kondisi kejiwaan Bu Yanti perlahan – lahan menurun, terkadang ia suka berteriak-teriak, kadang suka menangis, bahkan terkadang ia sampai memukul – mukul dirinya sendiri. Keluarga Bu Yanti tidak bisa berbuat banyak karena kondisi ekonominya yang sulit hingga sampai sekarang Bu Yanti tidak pernah mendapatkan perawatan di rumah sakit manapun. Kurir #SedekahRombongan yang datang pun mendengarkan cerita dari keluarganya Bu Yanti bahwa Bu Yanti tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Setelah mendengarkan cerita tersebut kurir #SedekahRombongan langsung berkordinasi dengan kelurahan setempat untuk membantu mengurus BPJS untuk Bu Yanti. Bantuan Awal pun diberikan untuk Bu Yanti dan keluarga untuk biaya mengurus BPJS dan untuk biaya makan sehari – hari. Semoga Allah meringankan beban Bu Yanti agar bisa kembali pulih seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu yanti menderita Anemia + Gangguan Kejiwaan

Ibu yanti menderita Anemia + Gangguan Kejiwaan


FATIMAH ZAHARA (17, Pendarahan Pada Kelamin). Alamat : Kampung Kepuh, Rt. 03/04, Kelurahan Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Fatimah mengalami kejadian diluar dugaannya yang merusak masa depannya sekitar 11 bulan yang lalu saat masih menjadi santri di salah satu pesantren di Cianjur. Kala itu ketika ia ingin akan pulang kerumahnya dengan naik angkutan umum dari pesantren tiba – tiba ia di hipnotis oleh orang tidak bertanggung jawab lalu diperkosa hingga hamil dan melahirkan. Kasus tersebut sekarang masih ditangani oleh Polres Cianjur. Sejak kejadian tersebut alat kelamin Fatimah sering mengalami pendarahan apalagi setelah anak yang di kandung akibat perbuatan tersebut lahir, pendarahan yang dialami Fatimah makin sering terjadi. Fatimah sudah sejak kecil ditinggal meninggal oleh ayahnya dan sekarang hanya dirawat oleh Yanti (42) Ibundanya yang tidak bekerja yang membuat Fatimah belum mendapatkan pengobatan dan pemeriksaan apapun yang berkaitan dengan sakit yang di rasakannya. Sekarang Fatimah tinggal di yayasan Bina Mitra Sehat Terpadu Cianjur karena Faitmah enggan untuk menambah beban Ibu nya untuk mengurus ia dan anaknya yang baru lahir. Kurir #SedekahRombongan yang datang mengunjungi Fatimah di Yayasan tersebut merasa tersentuh mendengar cerita Fatimah, diusianya yang masih terbilang belia harus menanggung beban yang lumayan berat. Kurir pun menyampaikan sedekah titipan Sedekaholics untuk Fatimah yang akan dipergunakan membuat BPJS dan untuk membeli kebutuhan nutrisi untuk bayinya yang baru lahir. Semoga Allah memberikan kekuatan untuk Fatimah dalam menjalani segala cobaan hidup saat ini. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Fatimah menderita Pendarahan Pada Kelamin

Fatimah menderita Pendarahan Pada Kelamin


PUTRI BAMBANG DWI YANTO (1, Bibir Sumbing). Alamat : Kampung Sawah, Rt. 004/008, Kelurahan Bojong Gede, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sebelum melahirkan, Nurgianti (22) tidak merasakan kelainan apapun, namun ketika hendak melahirkan di Puskesmas Bojong Gede oleh pihak Puskesmas Nurgianti di rujuk ke RS. Salak Bogor untuk melaksanakan operasi Caesar karena kondisi Nurgianti tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Walaupun tidak memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya operasi Caesar pun dilakukan oleh RS. Salak dengan menggunakan biaya umum, namun ketika sudah melahirkan betapa sedihnya Nurgianti melihat kondisi anaknya ada kelainan yaitu bibir sumbing dan harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di RSCM Jakarta untuk memasang alat di langit-langit mulut (obturator). Namun kembali kendala biaya menjadi alasan untuk Nurgianti dan Bambang karena tidak memiliki biaya untuk akomodasi ke RSCM dan untuk membayar biaya rumah sakit untuk persalinan. Alhamdulillah setelah kurir #SedekahRombongan di pertemukan oleh Nurgianti, kurir #SedekahRombongan langsung memfasilitasi Putri dari Nurgianti untuk membuat BPJS agar bisa melanjutkan pengobatan ke RSCM. Alhamdulillah setelah kurir #sedekahrombongan berkoordinasi dengan pihak RS. Salak, Alhamdulillah segala biaya persalinan operasi Caesar Nurgianti di gratiskan. Sekarang Putri sedang melanjutkan pengobatan ke RS. Ciawi untuk pemasangan Feeding Plate agar Putri bisa minum asi dan susu yang diberikan oleh Ibunya. Bantuan lanjutan pun di sampaikan untuk membayar biaya pemeriksaan dan pembelian alat Feeding Plate untuk langit mulut Putri yang tidak di cover BPJS. Semoga Putri bisa tumbuh menjadi anak yang normal seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk ke rombongan 894.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabintiachyani @kartimans1 @tutikaendo @rexy_eas

putri menderita Bibir Sumbing

putri menderita Bibir Sumbing


TITIN SUPRIATI (55, Tuna Netra). Alamat : Jalan Paras, Rt. 02/04, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Titin terlahir dengan sebuah kekurangan yaitu tidak dapat melihat seperti orang-orang pada umumnya, namun Allah memberikan kelebihan dibalik kekurangannya yaitu dengan kemampuan untuk mengurut. Bu Titin dan Pak Hasim (52) Suaminya yang juga Tuna Netra sama – sama bekerja sebagai tukang urut dikawasan Bogor Barat. Namun sejak beberapa bulan belakangan ini Bu Titin tidak bisa menjalani pekerjaannya sebagai pengurut karena kondisi kesehatannya yang menurun, Bu Titin sering merasakan Sesak Nafas yang disertai oleh pusing dan mual. Karena tidak memiliki biaya maka Bu Titin hanya mengkonsumsi obat-obatan yang dibelinya dari warung saja. Pernah sekali Bu Titin memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas Bogor Barat, oleh dokter di Puskesmas tersebut Bu Titin disarankan untuk melanjutkan berobat ke RSUD untuk mengetahui sakit yang di alaminya serta Bu Titin disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi baik, maklum penghasilan ia dan suaminya sebagai tukang urut keliling tidak menentu setiap harinya serta mempunyai anak – anak yang harus dibiayai. Memang untuk berobat Bu Titin mempunyai fasilitas kesehatan KIS namun kembali masalah biaya untuk akomodasi ke RSUD menjadi penghalang Bu Titin untuk berobat ditambah dengan kondisi Bu Titin dan suaminya yang Tuna Netra menambah sulit Bu Titin untuk Berobat. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Titin dan Pak Hasim. Setelah mendengar kisah mereka yang luar biasa kami pun menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk Bu Titin dan Pak Hasim agar Bu Titin bisa melanjutkan pengobatannya ke RSUD Kota Bogor dan untuk membeli makanan yang bernutrisi baik supaya kesehatannya berangsur pulih. Semoga Allah membalas kebaikan para sedekaholics. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu titin seorang Tuna Netra

Bu titin seorang Tuna Netra


ALIYA BINTI KINAN (49, Stroke). Alamat : Kampung Kebon Kelapa, Rt. 03/03, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sejak 5 Tahun yang lalu Bu Aliyah sudah didiagnosa Stroke oleh dokter yang mengakibatkan Bu Aliyah tidak mampu untuk berdiri dan berjalan yang membuat aktifitasnya menjadi terganggu. Oleh dokter di Puskesmas, Bu Aliyah disarankan untuk dirujuk ke RSUD Kota Bogor serta melakukan terapi rutin untuk memulihkan kondisi kesehatannya kembali. Namun lagi – lagi tidak adanya biaya akomodasi untuk ke RSUD Kota Bogor menjadi penghalang untuk Bu Aliyah berikhtiar memperoleh kesembuhannya. Pak Ulung (52), suami Bu Aliyah hanya bekerja sebagai Hansip di kelurahan dengan penghasilan tidak seberapa dan harus membiayai 3 anak nya yang masih bersekolah dan masih membutuhkan biaya. Pak Ulung juga sekarang sering merasakan sesak di dadanya namun belum sempat diperiksakan ke dokter karena tidak adanya jaminan kesehatan. Kurir #SedekahRombongan yang datang dan mendengar cerita dari Bu Aliyah dan Pak Ulung merasa iba dan berniat untuk membantu ikhtiar Bu Aliyah dan Pak Ulung untuk mendapatkan kesembuhan nya. Bantuan Awalpun diberikan kepada Bu Aliyah dan Pak Ulung untuk biaya akomodasi Bu Aliyah terapi ke RSUD Kota Bogor serta untuk mengurus Jaminan kesetan Pak Ulung. Semoga Bu Aliyah dan Pak Ulung dimudahkan dalam ikhtiar mendapatkan kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu aliya menderita  Stroke

Ibu aliya menderita Stroke


MIMIH BINTI SAMIN (45, Kelainan Jantung). Alamat : Kampung Cibadak, Rt. 04/06, Kelurahan Cipanas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Bu Mimih biasa kami menyapa adalah seorang janda sejak 2 bulan lalu di tinggalkan suaminya menghadap sang pencipta. Berawal ketika 12 tahun yang lalu Bu Mimih di diagnosa oleh dokter di RSUD Cianjur bahwa memiliki kelainan jantung yang menyebabkan sering merasakan sakit di bagian dada hingga terkadang sampai pingsan. Karena sering merasakan hal tersebut mengganggu kegiatan Bu Mimih untuk menggantikan sang suami sebagai penjaga Villa milik seseorang di daerah cianjur. Bu Mimih tidak memiliki fasilitas kesehatan apapun yang menyebabkan ia jarang memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit. Jika Bu Mimih merasakan sakit di bagian dadanya, ia terkadang hanya memeriksakan di puskesmas yang terletak tidak jauh dari rumahnya, padahal dokter dari puskesmas tersebut menyarankan agar Bu Mimih dirujuk ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, namun karena keterbatasan biaya dan tidak adanya fasilitas kesehatan yang dimiliki Bu Mimih niatan tersebut pun di urungkan sampai nanti memiliki biaya untuk akomodasi ke RSUD Cianjur. Ketika dikunjungi oleh Kurir #SedekahRombongan di rumah peninggalan keluarganya, Bu Mimih bercerita bahwa ia sangat ingin memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit namun penghasilan yang didapatkan sebagai penjaga villa tidak memungkinkan ia untuk berobat ke Rumah Sakit yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. Penghasilan yang di dapat dari menjaga villa sudah habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya sekolah anaknya. Kurir #SR merasakan kesulitan Bu Mimih. Bantuan Awalpun disampaikan kepada Bu Mimih untuk membantu Bu Mimih membuat fasilitas kesehatan dan untuk akomodasi Bu Mimih Berobat Ke RSUD. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan untuk Bu Mimih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 02 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu mimih menderita Kelainan Jantung

Ibu mimih menderita Kelainan Jantung


IIM MARLINA (36, TB Paru MDR). Alamat : Kedung Halang Sentral, Rt.03/05, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Lilis biasa kami menyapa sejak 2 tahun lalu sudah di diagnosa oleh dokter di Puskesmas tanah sareal mengidap TB Paru dan harus rutin meminum obat – obatan yang diberikan oleh Puskesmas namun karena Bu Lilis merasa kondisi nya sudah lebih baik akhirnya obat – obatan yang diberikan tidak diminum secara rutin. Beberapa bulan yang lalu Bu Lilis kembali merasakan sesak dan sering pusing setelah itu Bu Lilis kembali memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas Tanah Sareal dan diberikan rujukan untuk ke RSUD Cisarua. Betapa kagetnya Bu Lilis setelah memeriksakan kondisinya di RSUD Cisarua sekarang Bu Lilis sudah Mengidap TB Paru MDR yang di sebabkan karena ketidak rutinan Bu Lilis meminum program obat dari puskesmas. Sekarang Bu Lilis hanya bisa menyesal karena dulu tidak rutin mengikuti program obat dari puskesmas dan sekarang Bu Lilis harus rutin control ke RSUD Cisarua yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Bu Lilis. Kini Bu Lilis kebingungan karena tidak adanya biaya untuk akomodasi setiap check up ke RSUD Cisarua, maklum penghasilan suaminya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk biaya sehari – hari dan untuk keperluan anaknya yang masih kecil. Sekarang Bu Lilis kembali masuk ruangan UGD RSUD Cisarua karena kondisinya kembali drop dan harus mendapatkan perawatan intensif. Bantuan lanjutan dari pada Sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi Bu Lilis selama di RSUD Cisarua. Semoga Allah memberikan ganjaran yang setimpal untuk para sedekaholics yang telah menitipkan dananya untuk di sedekahkan di #SedekahRombongan. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 894.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_ea

Ibu iim menderita TB Paru MDR

Ibu iim menderita TB Paru MDR


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus dan Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Hampir 9 bulan orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masukdi Rombongan 894. Saat ini Mella masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah, Poli Jantung, Poli Neuro dan Psikiatri. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 2 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefuddin @harji_anis @untaririri

Mella menderita Hidrocepalus dan Jantung Bocor

Mella menderita Hidrocepalus dan Jantung Bocor


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor dan Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang taunya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 894 untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya. Saat ini Yudistira masih harus menjalani kontrol rutin di beberapa poli di RSCM dan menunggu jadwal endoscopy.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 2 Oktober 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis  @untaririri

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Cerebral Palsy

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Cerebral Palsy


ENI SUHENI (51, Tumor Payudara). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Eni Suheni atau yang akrab disapa Ibu Eni, sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci. Ibu Eni sudah 4 tahun ini menderita Tumor Payudara. Gejala awal yang  dirasakannya ada benjolan kecil dan sakit jika disentuh pada payudaranya. Pengobatan pertama dilakukan di Puskesmas terdekat dan dari Puskesmas Ibu Eni kemudian dirujuk ke RSUD Sukmul Jakarta Utara, namun karna keterbatasan peralatan di RSUD tersebut, Ibu Eni kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RS Husada Jakarta Pusat. Operasi pengangkatan tumor pernah dilakukannya 3 tahun yang lalu di RSUD Koja Jakarta Utara, namun karna kehidupan yang miskin dan keterbatasan biaya pasca operasi Ibu Eni tidak pernah melakukan kontrol rutin dan melanjutkan pengobatannya, sehingga tumor pada payudaranyapun tumbuh kembali. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Eni, bantuan lanjutan kembali kami sampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 884. Kini Ibu Eni masih harus menjalani kemoterapi dan  kontrol rutin di RSUD Koja. Semoga pengobatannya dimudahkan dan ibu Eni Suheni diberikan kesembuhan, Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

ibu eni menderita Tumor Payudara

ibu eni menderita Tumor Payudara


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT. 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 884. Kini Alzena sedang menjalani kontrol rutin ke RSCM Jakarta, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal: 29 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

alzena menderita Gizi Buruk

alzena menderita Gizi Buruk


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan  Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk  pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 884. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anies @anasaramadhan @untaririri

Dalem pangestu menderita  Down Syndrome dan Jantung Bocor

Dalem pangestu menderita Down Syndrome dan Jantung Bocor


EVA SURYATI (34, Tumor Mata). Alamat: Jl. Budimulia RT 4/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan berlalu lintas menggunakan sepeda motor yang mengakibatkan ibu Eva mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Kini mata kanan ibu Eva  sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan ke rumah sakit.  Ibu Eva, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Meningitis dan Retinaglauma. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan,  namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 884. Saat ini ibu Eva sedang menunggu jadwal operasi matanya di RSCM Jakarta. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anis @untaririri

ibu eva menderita Tumor Mata

ibu eva menderita Tumor Mata

SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Jadi Ibu Sunarmi harus bisa merelakan untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 884. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

 

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @anasaramadhan @untaririri

ibu sunarmi menderita Tumor Mata

ibu sunarmi menderita Tumor Mata


TRI BUDIANTORO (40, TBC MDR). Alamat: Jl. Budimulia RT 8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Tri Budiantoro sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami pemuda lajang ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, Bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi  Bapak Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD Bapak Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini Bapak Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 884. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat, tapi Bapak Tri Budiantoro harus tetap menjalani proses panjang pengobatan tersebut. Sampai saat ini Bapak Tri Budiantoro masih terus menjalani kontrol rutin ke RS Persahabatan Jakarta, karena obat yang diminum sekarang tidak boleh putus. Semoga apa yang telah dilakukan Bapak Tri Budiantoro akan memberikan kesembuhan nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

pak tri menderita TBC MDR

pak tri menderita TBC MDR


AMINI BINTI NAMIN (47, Katarak). Alamat: Jl. Gas Alam Cisalak RT. 3/7 No. 54 Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok Jawa Barat. Tahun 2011, ibu Amini mengeluh sakit dibagian kepalanya. Awalnya ibu Amini hanya memeriksakan kondisinya ini ke Puskesmas terdekat, saat itu kondisinya berangsur membaik. Selang beberapa tahun, sakit yang dirasakan ibu Amini terasa sampai ke mata dan membuat pandangannya kabur. Karena takut ibu Amini memeriksakan diri ke Klinik Mata Cimanggis Medika, disana ibu Amini oleh dokter dinyatakan menderita Katarak. Beberapa bulan berobat rutin ke Klinik, akhirnya 13 Juli 2016 kemarin ibu Amini menjalani operasi untuk matanya. Sehari-hari ibu Amini adalah seorang ibu rumah tangga, sementara suaminya bapak Kandar (50) bekerja dibengkel motor dengan penghasilan yang pas-pasan. Alhamdulillah, #KurirSR dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi, setelah bantuan sebel

umnya masuk Rombongan 878. Kini ibu Amini masih menjalani kontrol rutin di poli mata RSCM. Ibu Amini menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan  @untaririri

Ibu amini menderita Katarak

Ibu amini menderita Katarak


NANA SUKAESIH (40, Gagal Jantung). Alamat : Jln. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Nana, sapaan akrab warga sekitar tempat tinggalnya. Seorang Ibu rumah tangga dengan dua orang anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar dan menengah pertama. Dua tahun lalu Ibu Nana merasakan sakit dibagian dada saat sedang melakukan aktivitas rumah tangga. Sempat menjalani rawat inap selama beberapa hari di rumah sakit.  Hasil pemeriksaan dokter saat itu, Ibu Nana dinyatakan menderita gagal jantung. Karena pada saat itu Ibu Nana belum memiliki jaminan kesehatan, dan karena keterbatasan biaya terpaksa pengobatan Ibu Nana dihentikan dan hanya menjalani rawat jalan. Sampai pada akhirnya penyakit Ibu Nana kembali kambuh dan harus menjalani rawat inap di RSUD Koja. Alhamdulillah. Ucap syukur Pak Yusuf (41) suami  Ibu Nana yang bekerja sebagai seorang guru mengaji disebuah majelis dipinggiran rel kereta api. Alhamdulillah juga kami #SedekahRombongan dapat dipertemukan dan membantu keluarga Pak Yusuf. Bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan membuatkan  BPJS. Semoga ibu Nana lekas sembuh dan dapat menjalani aktivitasnya kembali. Amin ya rabbal alamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @anasaramadhan @untaririri

Ibu nana menderita Gagal Jantung

Ibu nana menderita Gagal Jantung


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB. Paru). Alamat :  Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat dirumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September  2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan di diagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Saat ini Ibu Hanum masih dirawat diruang Isolasi rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang kesulitan yang dialami Ibu Hanum, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Bantunan awal diberikan untuk membantu biaya pengobatan dan pembuatan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Bu hanum menderita  Diabetes + TB. Paru

Bu hanum menderita Diabetes + TB. Paru


LINDAWATI TUPAL (32, Fistel Vesicovaginalis). Alamat: Dusun Banjarsari RT 2/5, Desa  Karyamulya, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Ibu Linda, seorang ibu satu anak dengan perawakan mungil ini sejak tahun 2014 dinyatakan menderita Fistel Vesicovaginalis. Dengan berbekal Jamkesda Bu Linda berangkat ke Jakarta untuk berobat ke RSCM, meski dibilang nekad tapi inilah pilihan terakhir karena sakit yang dialami Bu Linda menghauskannya untuk menjalani pengobatan di Jakarta. Tahun 2014, Bu Linda telah dilakukan tindakan operasi yang pertama. Setelah itu Bu Linda, berlanjut menjalani kontrol rutin di Poli Kebidanan RSCM. Karena kondisinya terus membaik saat itu, ibu Linda memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya sembari menunggu jadwal operasi yang kedua. Bu Linda menceritakan kesulitan hidupnya kala awal datang ke Jakarta bersama suaminya hingga kehabisan bekal untuk bertahan hidup. Suami Bu Linda, Pak Tupal Siagian (35) adalah seorang tunanetra yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijit. Dengan penghasilan yang tak menentu, tapi semangat Pak Tupal untuk bisa memberikan pengobatan yang terbaik untuk istrinya. September 2016 ini, Bu Linda mendapat panggilan dari RSCM untuk persiapan operasi keduanya. Alhamdulillah, proses operasinya telah berjalan lancar dan Bu Linda sudah diperbolehkan pulang.  Kembali, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya pulang ke kampung halamamnya di Rokan Hulu,  setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 896. Ibu Linda mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Ibu linda menderita Fistel Vesicovaginalis

Ibu linda menderita Fistel Vesicovaginalis


WARSIH BINTI MURIP (67, Diabetes, Darah Tinggi & Jantung) Alamat : Dusun Sukamaju RT. 12/25 Desa Cileungsir Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Ibu Warsih, biasa dipanggil Bi Icih, sakit-sakitan awal tahun 2010. Gejala awalnya ia sering merasa pusing, perut sakit. Menurut pemeriksaan dokter di klinik, ia divonis mempunyai penyakit darah tinggi dan gula disertai penyakit jantung. Sampai saat ini, penyakit yang dideritanya semakin parah. Jempol kakinya melepuh akibat luka sedikit, namun semakin membesar karena penyakit gula. Sekarang ia tak bisa kemana-mana, tubuhnya yang sebelah kanan mati rasa sehingga ia tidak bisa beranjak dari tempat tidur. Untuk kehidupan sehari-hari ia mengandalkan anak laki-lakinya Maman (31) yang hanya bekerja serabutan, atau kadang kuli bangunan, sekarang ia tinggal mengurus ibunya. Sedangakan sang suami telah lama wafat. Ibu Warsih mempunyai kartu KIS, yang baru dibagikan pemerintah tahun 2015, dan belum sempat digunakan. Karena walaupun punya KIS, untuk berobat ke Puskesmas atau rumah sakit memerlukan biaya transport dan akomodasi. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk biaya transport dan akomodasi untuk kembali kontrol ke Puskesmas Rancah dan ke dokter setempat untuk membeli obat dan perawatan rutin penyakit yang dideritanya. Semoga Ibu Warsih kembali sehat dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin Fhierda Yanuar @zezenzn

Bu warsih menderita Diabetes, Darah Tinggi & Jantung

Bu warsih menderita Diabetes, Darah Tinggi & Jantung


ILAH BINTI AHNAIP (52, Stroke dan Diabetes) Alamat : Dusun Sukamaju RT. 02/20 Desa Cileungsir Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. Ibu Ilah pada bulan Ramadhan tahun 2013 terkena Stroke. Awalnya ia muntah-muntah dan merasa sakit dipundak dan tangan sebelah kiri. Namun ketika ia berniat sahur, ia tidak bisa bangun. Badannya sebelah kiri kaku, dan wajahnya bengo. Kemudian oleh keluarga di bawa ke Puskesmas Rancah dan dirawat selama 3 hari. Baru setelah itu di rujuk ke RS Banjar di scan dan dirawat di ruang perawatan khusus penyakit Stroke. Namun menurut dokter katanya ini adalah terlambat, harusnya begitu terkena gejala langsung di bawa ke RS Banjar. Hasil pemeriksaan, ibu Ilah terkena stroke akibat pecah pembuluh darah di kepala disertai dengan gejala penyakit jantung. Dirawat inap di rumah sakit, hanya bertahan sampai dua hari karena mahalnya biaya dan obat yang harus dibeli. Sehingga ibu Ilah di bawa kembali ke rumah. Setelah di rumah sesekali diobati oleh beberapa mantri dan tukang pijat, namun penyakit strokenya tidak kunjung sembuh. Ibu Ilah sebelah badannya yang kiri, baik tangan dan kaki sama sekali tak bisa digerakan. Malah tambah komplikasi dengan penyakit diabetes. Sehingga sekarang jari kakinya sebelah kiri telah tidak ada akibat penyakit gula yang dideritanya. Pernah berobat juga ke tabib tradisional di Tasik, namun kesulitan biaya transport dan akomodasi yang harus menyewa mobil setiap kali mau berobat. Sedangkan suaminya Darso (61) bekerja sebagai buruh tani ke orang lain yang hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dan anaknya telah berkeluarga. Ibu Ilah punya jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat yang baru diterima dari pemerintah pertengahan tahun 2015. Namun belum pernah digunakan, karena sekarang kesulitan biaya untuk transport dan akomodasi. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk biaya transport dan akomodasi untuk kembali melakukan pengobatan rutin baik ke dokter setempat dan ke tabib tradisional/akupuntur yang beberapa tahun ini terhenti. Semoga ibu Ilah dapat kembali lagi sehat dan beraktivitas seperti sewaktu sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin Fhierda Yanuar @zezenzn

Ibu ilah menderita Stroke dan Diabetes

Ibu ilah menderita Stroke dan Diabetes


SELPIANI SUGIANTO (20, Virus Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Bojong RT 2/1, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar akhir bulan Maret 2016, Selpi mengalami panas tinggi, tenggorokan sakit sehingga tidak bisa makan. Waktu itu ia sempat dirawat di RS Hosana Medika Cikarang selama beberapa hari. Sayangnya ketika akan melakukan kontrol ia sudah tidak ada uang dan terpaksa menghentikan proses pengobatan. Namun sekitar 3 hari yang lalu, ia kembali mengalami panas dan sakit pada tenggorokan dan langsung dilarikan ke IGD RS Ridhoka Salma Cikarang. Kartu BPJS milik Selpi tidak dapat digunakan karena masalah premi yang belum dibayar, tunggakannya lebih dari 2,7 juta. Selpi adalah anak pertama yang saat ini jadi tulang punggung keluarga, sebelum sakit ia bekerja sebagai Pegawai Tata Usaha Honorer di salah satu SMA Swasta di Cikarang, namun semenjak ia sakit-sakitan ia sudah tidak bekerja lagi. Sedangkan ayahnya, Pak Sugianto (64) sudah lanjut usia dan sudah tidak bisa bekerja semenjak 2 tahun yang lalu. Ibunya, Bu Pianawati (42) hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk mencukupi makan sehari-hari, apalagi dengan adanya musibah ini. Selpi yang ternyata penganut agama Kristen ini sudah merasa pasrah kepada Tuhan. Beruntung mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang membantu menyampaikan bantuan awal untuk pembayaran premi BPJS dan bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Selpiani menderita Virus Kelenjar Getah Bening

Selpiani menderita Virus Kelenjar Getah Bening


SRI MULYATI (44, Ca Mammae). Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ibu dari 2 anak ini menderita kanker payudara sejak hampir 2 tahun. Setelah menjalani pemeriksaan bertahap, bulan April 2016, ia menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kanan di RS Hermina Kota Bekasi. Saat ini ia harus menjalani kemotherapy rutin di RS. Hermina. Suaminya, Pak Umar Sumarjo (46) hanya tukang ojek yang mangkal di depan perumahan tak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya akomodasi pengobatan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS. Hermina, Bu Sri dirujuk ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 885.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Ibu sri menderita Ca Mammae

Ibu sri menderita Ca Mammae


VIVI KHOFIFAH (14, Amandel). Alamat: Kp. Ceger RT 1/4, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak Vivi duduk di kelas 5 Sekolah Dasar, ia sering mengalami panas,tenggorokan sakit sehingga tidak dapat menelan  makanan. Lama-kelamaan hingga saat ini tumbuh benjolan di dalam tenggorokan Vivi. Dengan berbekal Kartu Jamkesda, Vivi menjalani pemeriksaan ke RSUD Kabupaten Bekasi. Namun baru beberapa kali menjalani pemeriksaan, kedua orang tua Vivi putus asa karena sudah tidak punya uang untuk transport ke RSUD Kabupaten Bekasi. Maklum saja, Ayahnya, Encas (37) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu, untuk kebutuhan pokok sehari-hari saja mereka kesulitan. Sedangkan ibunya, Marwiyah (34) hanya Ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Jaenudin

Vivi menderita Amandel

Vivi menderita Amandel


MISKANI BINTI TARI (40, Bantuan Renovasi Rumah). Alamat : Blok Sumur Keton, RT 2/2, Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Rumah Ibu Mis -demikian kami biasa memanggilnya-, sangat memprihatinkan. Rangka bagian atapnya sudah melengkung dan patah di beberapa bagian. Beberapa genteng sudah pecah yang menyebabkan lubang cahaya ketika siang dan bocor besar saat hujan datang. Salah satu ruangannya justru tidak beratap sama sekali karena sudah rubuh beberapa waktu lalu, sisa-sisa kayu sebagian masih menggelantung di bagian atas. Rumah ini memiliki dua kamar yang sama sekali tidak ditempati karena khawatir sewaktu-waktu roboh bagian atapnya. Hanya satu ruangan yang dipakai untuk segala aktifitas, mulai dari masak, belajar, hingga tidur. Beranda juga demikian, tiang-tiang penyangganya hanya bambu dan beberapa genteng mulai miring karena kayu-kayunya keropos. Ibu Mis, adalah seorang singleparent yang tinggal bersama tiga anaknya dalam rumah tersebut, Yunda (18), saat ini sekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Cirebon, Rangga (14), putus sekolah dan bekerja di sebuah warnet, serta putra bungsunya Kiki (5). Pekerjaannya adalah buruh bungkus kue dengan penghasilan Rp. 20.000,- per hari. Jika pabrik kue tempat dia bekerja sedang libur, Ibu Mis menawarkan jasa cuci baju di rumah tetangganya atau sekedar membantu berjualan. Semua dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama tiga anaknya. Kurir #SedekahRombongan pertama kali bertemu dengan Ibu Mis saat memberikan bingkisan parcel lebaran, saat itulah keprihatinan memunculkan niat untuk membantu memperbaiki rumah yang kondisinya sangat tidak layak huni tersebut. Akhirnya kurir #SedekahRombongan memprakarsai rencana renovasi rumah Ibu Mis bersama beberapa komunitas. Alhamdulillah setelah melalui koordinasi selama satu bulan, rumah ini akhirnya bisa direnovasi menjadi lebih layak dari bagian atap, plafond hingga teras. Proses renovasi sudah selesai awal September 2016, dan saat ini Ibu Mis bersama anak-anaknya sudah tinggal lebih nyaman tanpa rasa khawatir seperti dulu. Semoga amal baik sedekaholics senantiasa menjadi pemantik senyum dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan bantuan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @heni_nuraini @myusela @asihlestari @nurmuhammadiskandar

Bantuan Renovasi Rumah

Bantuan Renovasi Rumah


ANGKASA RAMADHAN (6, Gangguan Pencernaan). Alamat : Kp. Kumejing RT. 3/6, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Orang tuanya biasa memanggil dengan nama Aang, yang sejak lahir memang sudah ada kelainan. Namun, dokter belum berani untuk ambil tindakan dan harus tunggu ketika ia sudah agak besar. Ada benjolan yang terdapat seperti lubang kecil terletak sekitar 5 cm di atas bokong. Ia tidak pernah merasakn mulas saat akan buang air besar, sehingga kotorannya berceceran saat ia sedang main bersama teman-temannya. Tentu saja hal ini kadang membuat Aang dijauhi dari teman-temannya. Ketika Kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumahnya, Aang belom memiliki jaminan apa-apa untuk berobat dan rencananya akan segera dibuatkan kartu BPJS. Ayahnya, Pak Joni (44) seorang buruh serabutan, sedangkan ibunnya, Bu Acih (41) ibu rumah tangga. Pertengahan Bulan September 2016, ketika akan minta surat rujukan ke RS. Hasan Sadikin, ia disarankan untuk melakukan MRI ke RS Siloam Cikarang. Saat ini poto MRI sudah jadi dan akan diperlihatkan ke dokter di RSUD Kabupaten Bekasi. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitannya sehingga menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Aang menderita Gangguan Pencernaan

Aang menderita Gangguan Pencernaan


IRFAN YUSRAN AL GHAZALI (2, Atresia Bilier). Alamat : Kp. Bulak RT 2/3, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Irfan menderita Atresia Bilier dan sudah menjalani proses pengobatan sejak satu tahun lalu. Saat ini Irfan harus kontrol rutin ke RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta setiap minggunya serta harus minum susu khusus. Kini Irfan sedang menunggu kesiapan operasi cangkok hati. Ibunda Irfan, Ibu  Yulianingsih (24) siap mencangkokan hatinya untuk sang buah hati, akan tetapi terkendala biaya operasi yang diperkirakan menghabiskan 1,2 milyar rupiah. Irfan adalah peserta BPJS dan biaya yang  dapat  dicover BPJS sekitar 230 juta rupiah, sehingga masih terlalu banyak dana mereka butuhkan untuk menutupi biaya operasi nantinya. Selain itu sebelum operasi diperlukan  tindakan skrining yang juga membutuhkan dana besar, yaitu  20 juta rupiah. Ayah Irfan, Pak Daris (29) adalah seorang buruh serabutan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Yuli ikut membantu mencari tambahan uang dengan cara berjualan kue di depan rumahnya. Saat ini Irfan masih menjalani pemeriksaan cek laboratorium dan serangkaian pemeriksaan yang lainnya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan segera menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi kontrol ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 809. Semoga orang tua Irfan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161  @mardisay

Irfan menderita Atresia Bilier

Irfan menderita Atresia Bilier


MUFLIH HARTONO (45, Tumor Lidah). Alamat : Kp. Kali Jeruk RT 2/3, Desa Kali Jaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Muflih Hartono yang sehari-harinya biasa dipanggil Pak Anton sudah hampir 2 tahun menderita tumor lidah. Awalnya ada luka di lidah yang tak kunjung sembuh. Pada awal bulan Juni 2016, dengan berbekal jaminan Kartu BPJS, ia memberanikan diri untuk berobat ke rumah sakit. Singkat cerita, ia menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi dan kemudian dirujuk ke RS. Persahabatan Jakarta. Saat ini Pak Anton mengalami kesulitan biaya transport ke RS. Persahabatan Jakarta. Semenjak Pak Anton sakit, ia sudah tidak dapat bekerja lagi seb agai buruh serabutan. Sedangkan istrinya, Bu Iis (40) hanya ibu rumah tangga. Untuk makan sehari-hari saja mereka sangat kesulitan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transport ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 871. Semoga Pak Anton diberi kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via H. Nasim

Pak muflih menderita Tumor Lidah

Pak muflih menderita Tumor Lidah


IIS ROHMAWATI (16, TB Tulang). Alamat : Dusun Cimuncang, RT 1/4, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Remaja berusia 16 tahun ini biasa dipanggil Iis. Iis adalah seorang siswi di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah kabupaten Majalengka. Namun, sayangnya ia harus putus sekolah karena Iis menderita penyakit cukup serius, yaitu TB Tulang. Penyakit tersebut membuat Iis tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Awalnya, Iis sering merasa kesakitan di jari tangannya yang lama-kelamaan membuat jari-jarinya tidak bisa digerakkan. Tak lama, ada benjolan di tangan sebelah kiri Iis yang membuat tubuhnya semakin hari semakin lemas dan tidak bisa digerakkan. Anehnya, benjolan tersebut menyebar ke kedua kakinya. Karena hal tersebut Iis dibawa ke dokter umum dan juga Puskesmas, namun tidak ada perubahan berarti. Akhirnya, pihak keluarga mengambil cara tradisional untuk pengobatan yaitu dengan mengurut tangan dan kaki Iis dengan harapan kaki dan tangannya bisa digerakkan. Alhamdulillah, setelah 3 kali melakukan cara tradisional tersebut tangan dan kaki Iis sedikit bisa digerakkan hingga benjolan-bennjolannya ikut kempes. Selang 2 bulan, kondisi Iis drop bahkan benjolan di kakinya semakin membengkak hingga membuat Iis tidak bisa berjalan sama sekali. Akibatnya, Iis dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pengobatan. Tindakan operasi Alhamdulillah telah dijalani oleh Iis. Sayangnya, Iis tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga ia melakukan pengobatan dengan biaya pribadi. Ayah Iis, Bapak Wawan telah meninggal dunia dan saat ini ia tinggal bersama Ibunya yaitu Ibu Eet (50). Ibu Eet (50) merasa kesulitan berkenaan dengan biaya lanjutan sekaligus transportasi yang harus dijalani oleh Iis. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan Kuningan dipertemukan dengan Iis dan keluarga sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada Iis untuk biaya pengobatan lanjutan dan transportasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Iis. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Iis menderita TB Tulang

Iis menderita TB Tulang


MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita  Atresia Billier (kondisi bawaan /kongenital dimana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu). Atresia Billier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama sudah dilakukannya pada puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Dan berlanjut ke RSCM sampai akhirnya harus menjalani transplantasi hati. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun pasca menjalani tindakan transplantasi hati yang dilakukan Februari 2015 kemarin membuat Mahira harus menjalani rawat jalan yang panjang. Kondisi membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya kos disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 878. Saat ini Mahira masih terus  menjalani rawat jalan di RSCM. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhan Mahira.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 September  2016
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @untaririri

Mahira menderita Atresia Billier

Mahira menderita Atresia Billier

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 UTI BINTI SHALEH 1,000,000
2 ISAH AISAH 1,000,000
3 ANDIN MERLIANA PUTRI 1,000,000
4 KODE KOMARUDIN 500,000
5 IIS NURMALASARI 500,000
6 RODIAH BINTI NADI 500,000
7 MUHAMMAD SIDQI 500,000
8 MARDI BIN KONI 500,000
9 NUNUNG NURJANNAH 500,000
10 OOM BIN OHRI 500,000
11 ABAS BIN UKIK 1,000,000
12 AEP BIN UCA 500,000
13 NENI BINTI UCA 500,000
14 IYAH KOMARIAH 500,000
15 SARHINI BIN FULAN 1,000,000
16 AAM AMINAH 1,000,000
17 ENCAR BINTI KATUR 500,000
18 AHMAD ALPIAN MUZAKI 500,000
19 IDA BINTI CAYO 500,000
20 RASYA Bin RANA 1,000,000
21 YANTINUR BINTI RACHMAT 500,000
22 FATIMAH ZAHARA 500,000
23 PUTRI BAMBANG DWI YANTO 1,500,000
24 TITIN SUPRIATI 500,000
25 ALIYA BINTI KINAN 500,000
26 MIMIH BINTI SAMIN 500,000
27 IIM MARLINA 500,000
28 MELLATUL LATIFAH 750,000
29 YUDISTIRA PRATAMA 750,000
30 ENI SUHENI 500,000
31 ALZENA SAFA 500,000
32 DALEM PANGESTU 500,000
33 EVA SURYATI 500,000
34 SUNARMI SUTRISNO 500,000
35 TRI BUDIANTORO 500,000
36 AMINI BINTI NAMIN 500,000
37 NANA SUKAESIH 1,000,000
38 HANUM YUNARNI 1,000,000
39 LINDAWATI TUPAL 1,500,000
40 WARSIH BINTI MURIP 500,000
41 ILAH BINTI AHNAIP 500,000
42 SELPIANI SUGIANTO 3,000,000
43 SRI MULYATI 500,000
44 VIVI KHOFIFAH 500,000
45 MISKANI BINTI TARI 1,000,000
46 ANGKASA RAMADHAN 500,000
47 IRFAN YUSRAN AL GHAZALI 500,000
48 MUFLIH HARTONO 500,000
49 IIS ROHMAWATI 500,000
50 MAHIRA ASLA FAZILAH 1,000,000
Total 35,500,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 35,500,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 900 ROMBONGAN

Rp. 42,347,393,135,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.