Rombongan 897

Bersedekah memang membuat harta anda berkurang, tapi membuat hati anda bertambah kaya, dimana pada akhirnya harta-harta mendekat kepada anda.
Posted by on October 5, 2016

PATMI BINTI SOIKROMO SIMIN (55, Kanker Payudara) Alamat: Dukuh Brak Bunder, RT 10, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Patmi sapaan akrab beliau merupakan pasien dampingan #SRsolo sejak 2 tahun lalu. Beliau tinggal dengan seorang menantu dan dua cucu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup beliau biasa berjualan di pasar dengan penghasilan tidak menentu, sementara kedua anak beliau merantau di Kalimantan dan Jogja. Awal 2014 silam beliau tertabrak motor saat hendak pulang dari berjualan, dari situlah benjolan di payudara beliau semakin membesar dan bangkak. Beliau memeriksakan diri ke RSUD Sragen, namun karena keterbatasan alat tim dokter merujuk beliau untuk berobat di RS. Dr. Moewardi (RSDM) Solo. Niat untuk berobat hendak beliau urungkan karena keterbatasan dana, saat itulah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau kemudian mendampingi pengobatan beliau. Saat ini beliau telah menjalani operasi serta 6 kali kemoterapi. Beliau berangsur sembuh meski harus menjalani kontrol rutin 3 bulan sekali. Santunan ke-8 kembali kurir sampaikan untuk membantu biaya kebutuhan harian beliau. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 842. Mari bersama doakan agar beliau lekas sembuh. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir: @mawan@aisyahnka, @cici

Ibu patmi menderita Kanker Payudara

Ibu patmi menderita Kanker Payudara


LARTOMO BIN KROMOYONO (65, Komplikasi) Alamat: Dukuh Jatikuwung Kidul RT 2/5, Kel. Jatikuwung, Kec. Gondangrejo, Kab. Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Pak Lartomo merupakan buruh pekerja bangunan dengan penghasilan Rp. 900.000,-/bulan. Namun, Sekitar bulan Juli 2016 sepulang kerja, Pak Lartomo merasakan sakit di bagian  tulang punggung dan menderita batuk yang cukup lama. Selama beberapa bulan terakhir Pak Lartomo menjalani pengobatan ke Puskesmas yang kemudian dirujuk ke Dr. Arif (Ahli Penyakit dalam). Dari hasil USG diketahui Pak Lartomo mengalami gagal ginjal, tulang punggung retak dan saraf terjepit. Dan dirujuk kembali ke Poli Bedah Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo (RSDM). Di RSDM beliau didiagnosa ada bakteri di paru-parunya karena batuk yang terlalu lama (TBC). Saat ini Pak Lartomo menjalani observasi, menunggu hasil kultur dahak 2 bulan, kemungkinan akan menjalani operasi. Alhamdulillah selama pengobatan ada jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) pbi dari pemerintah. Pak Lartomo tinggal bersama istrinya, Kadinah (65). Di rumah tersebut masih ada tanggungan 1 anak dan 2 cucu. Saat ini Pak Lartomo pasrah karena sudah sering merasa kesakitan dan tidak ada pemasukan untuk berobat, karena sejak sakit beliau tidak lagi bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah di pertemukan dengan keluarga Pak Lartomo kemudian menyampaikan titipan dari sedekahholics untuk biaya berobat. Pak Lartomo dan keluarga mengucapakan terimakasih atas bantuan yang diterimanya. Semoga amal kebaikan sedekahholics dan kurir #SedekahRombongan di terima Alloh SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @Mawan @Aisyahnka @YuliSetiyowat12

Pak lartomo menderita Komplikasi

Pak lartomo menderita Komplikasi


MUHAMMAD FAJAR AKSANI (11, Beasiswa). Alamat : RT 65/RW 22, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo, DIY. Muhammad Fajar Aksani adalah anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan suami istri, Rusi Indrawati dan Agus  Riyadi. Fajar sekarang duduk di bangku kelas 6, sementara adik-adiknya di kelas 1 dan 4. Pekerjaan orang tua sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Orang tuanya pun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masih mempunyai hutang di pasar. Ketiga anak tersebut membutuhkan bantuan membayar biaya sekolah. Beruntung kurir #sedekahrombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga ibu Rusi Indrawati untuk menyampaikan amanat para #sedekaholiks yaitu santunan beasiswa untuk Muhammad Fajar Aksani.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @MarjunulNP Mochammad Yudan Febrianto @kak_yanna

Bantuan Beasiswa

Bantuan Beasiswa


MASJID AL AMIN (Biaya Operasional). Alamat : RT. 29/RW.10, Tanggulangin, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo, DIY. Masjid Al Amin sudah berdiri sejak tahun 1996, sehingga sekarang sudah berumur 20 tahun. Selama 20 tahun, masjid tersebut belum pernah direhab/direnovasi. Atap genteng dan kerangka bangunan sudah banyak yang rusak. Lantainya lebih rendah daripada jalan yang ada di depan masjid tersebut. Kusen pintu dan jendela juga sudah lapuk. Masjid ini membutuhkan dana yang besar untuk renovasi. Kondisi masjid saat ini, atap sudah dirobohkan dan beberapa kusen jendela dan pintu telah dicopot. Untuk merehab masjid ini membutuhkan biaya besar tentunya. Saat ini telah terkumpul sedikit banyak dana swadaya masyarakat. Beruntung kurir #sedekahrombongan bisa bersilaturahmi dengan takmir masjid Al Amin untuk menyampaikan amanat sedekaholiks yaitu berupa santunan untuk membantu biaya operasional masjid.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal: 25 September 2016
Kurir: @MarjunulNP Mochamad Yudan Febrianto @kak_yanna

Bantaan Biaya Operasional

Bantaan Biaya Operasional


SYAHRUDIN BIN SENIYEM (12, Mata Kabur). Alamat : RT13 RW07, Klegen, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo, DIY. Syahrudin adalah anak kedua Ibu Seniyem, seorang janda duafa dengan 3 anak. Anak pertama kelas 3 STM. Anak ke 2 dan ke 3 kelas 5 SD. Pekerjaan sehari hari sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan Rp. 400.000,- perbulan yang tentunya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan uang itu ia harus memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai transportasi ke sekolah anak nomer 1 karena sekolah agak jauh dari rumah. Anak nomer 2 yang bernama Syahrudin mengalami pandangan kabur sejak 3 bulan yang lalu. Setelah di periksakan harus memakai kacamata. Bersyukur kurir #sedekahrombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga ibu Seniyem untuk menyampaikan amanat para #sedekaholiks yaitu memberikan santunan untuk pengadaan kacamata.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @MarjunulNP Mochammad Yudan Febrianto, Asih Suparni

Bantuan kacamata

Bantuan kacamata


TPA AR RUKYAT (perawatan gedung). Alamat : Pedukuhan Depok III, Desa Depok, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, DIY. TPA Ar Rukyat diketuai oleh Achmadi (43) sekaligus salah satu guru mengaji. TPA ini digunakan oleh anak-anak sekitar secara aktif sejak berdirinya masjid pada tahun 1999. Saat ini, sekitar 30 anak yang aktif mengikuti TPA. TPA kekurangan alas yaitu karpet pada saat pelaksanaan TPA karena sebagian tikar sudah tidak layak pakai. Untuk membeli kembali belum dapat dilakukan karena pada bulan Juni 2016 bangunan masjid Ar Rukyat memerlukan perawatan dan pengecatan yang menghabiskan biaya sebesar Rp 20.000.000,- yang diambilkan dari dana yang terkumpul dari infak warga sekitar masjid. Saat ini masih mempunyai kekurangan pembayaran sebesar Rp 1.500.000,- #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk mengurangi kekurangan biaya perawatan gedung masjid, yaitu biaya tukang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @MarjunulNP Mochammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani

Bantuan biaya perawatan gedung

Bantuan biaya perawatan gedung


BAYI IBU NGADIYAH (1, Hiperbilirubinemia + Bronchopneumonia). Alamat : Pedukuhan Kempong RT 40/RW 19, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Bayi Ibu Ngadiyah adalah anak keempat dari Ibu Ngadiyah (44). Bayi Ibu Ngadiyah lahir pada tanggal 12 September 2016 secara normal di bidan praktik mandiri dengan berat badan lahir 3,7 kg dan panjang badan 49 cm. Menurut bidan, kondisi bayi sehat, namun perlu di periksakan lebih lanjut ke RSUD Wates untuk memastikannya. Pada tanggal 15 September bayi Ibu Ngadiyah dibawa ke RSUD Wates dengan biaya sendiri karena belum mempunyai jaminan kesehatan. Dari hasil pemeriksaan laborat, bayi Ibu Ngadiyah perlu dilakukan perawatan lebih lanjut. Namun karena tidak mempunyai biaya oleh keluarga dibawa pulang ke rumah. Maklum, pada saat melahirkan Ibu Ngadiyah tidak dapat menggunakan jamkesmas yang dipunyainya sehingga harus membayar biaya persalinan sebesar Rp 1.270.000,-. Merasa tidak punya uang sebanyak itu, Pak Tukimin, suami ibu Ngadiyah meminjam uang kepada temannya untuk membayar persalinan istrinya. Permasalahan jaminan kesehatan ini kemudian mendapatkan solusi dari Dinas Kesehatan Kulon Progo untuk mendaftarkan Ibu Ngadiyah sebagai peserta BPJS PBI. Kemudian bayi Ibu Ngadiyah dibawa ke RSUD Wates untuk mendapatkan perawatan. Kondisi saat ini telah selesai mendapatkan foto therapy, minum melalui nasogastrik tube (NGT) karena masih sesak napas. Sang ayah, Tukimin (43) bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Sedangkan sang ibu, Ngadiyah (44) bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi 3 anaknya dan 1 ibu. Hidup serba kekurangan membuat bu Ngadiyah kadang tinggal bersama 3 anaknya dan kadang di rumah pak Tukimin yang sangat kecil. #sedekahrombongan saat ketemu dengan keluarga Ibu Ngadiyah, sang bayi belum diberi nama. Kurir #sedekahrombongan bersilaturahmi untuk menyampaikan santunan untuk biaya berobat bayi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @MarjunulNP Mochammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani

Bayi ibu ngadiyah menderita Hiperbilirubinemia + Bronchopneumonia

Bayi ibu ngadiyah menderita Hiperbilirubinemia + Bronchopneumonia


SUBARNO BIN PRAPTO SUDARNO (38, Kanker KelenjarGetah Bening). Alamat : Pedukuhan Tunjungan, Desa Pengasih, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Pak Subarno merasakan ada benjolan kecil dilehernya pada bulan Februari 2015, kemudian berobat ke Puskesmas Pengasih I dan mendapatkan rujukan ke RSUD Wates, kemudian dioperasi dan dilakukan pemeriksaan PA dengan hasil peradangan. Setelah opname beberapa hari dan kontrol setelah operasi, luka bekas operasi tidak kunjung sembuh bahkan membengkak dan terasa panas. Pada bulan Mei 2016 pak Subarno dirujuk ke RSUP DR. Sardjito, dan oleh dokter spesialis bedah onkologi disarankan untuk operasi dengan hasil PA positiv kanker dan dirujuk kembali ke RSUP DR. Sardjito untuk mendapatkan kemotherapy. Akan tetapi karena keterbatasan dana, pak Subarno belum bisa ke RSUP DR. Sardjito, dan hanya periksa ke dokter praktik apabila merasa pusing, lemes. Pada saat periksa beberapa minggu yang lalu, Subarno jatuh tidak sadarkan diri dan dirujuk ke RSUD Wates untuk mendapatkan perawatan selama satu minggu dan pada saat kontrol disarankan untuk kemotherapy di RSUP DR. Sardjito. Pak Subarno adalah seorang suami dari Jumiati (38) dan mempunyai 2 orang anak laki-laki yang pertama kelas 1 SLTP sedangkan yang kedua berusia 2 tahun. Pak Subarno sebelum sakit bekerja serabutan, kadang sebagai pembantu tukang bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. Praktis sejak sakitnya bertambah parah, pak Subarno tidak bekerja. Bu Jumiyati kemudian berjualan kecil-kecilan di depan rumah dengan penghasilan yg tidak seberapa. Selama pengobatan sudah dijamin oleh Jamkesmas. Meskipun demikian, biaya untuk operasional pengobatan selama ini selain dibantu oleh tetangga, pak Subarno mendapatkan pinjaman dari tetangga, bahkan sampai saat ini mempunyai pinjaman sebesar Rp. 5.000.000,- dan belum bisa mengembalikan. #SedekahRombongan merasakan kesulitan Subarno, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya ke RSUP DR. Sardjito. Semoga Pak Subarno segera mendapatkan pengobatan yang memadai.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani

Pak subarno menderita Kanker KelenjarGetah Bening

Pak subarno menderita Kanker KelenjarGetah Bening


ADI PRASETYO (17, Beasiswa). Alamat : RT. 01 Manding, Desa Trirenggo, Kec. Bantul, Kab. Bantul, DIY. Ananda adalah siswa kelas 2, teknik mesin SMK Muhammadiyah 1 Bantul yang memiliki tunggakan biaya pendidikan. Saat ini Adi akan menghadapi ujian sekolah. Sekolah Adi mensyaratkan agar semua tanggungan biaya bisa dilunasi sebelum ujian berlangsung. Orang tua sudah berupaya mencari dana untuk memenuhi kekurangan biaya sekolah tersebut. Pak Wahyudi adalah ayah dari Ananda Adi yg pekerjaan kesehariannya adalah tukang batu, dan ibunya pembantu rumah tangga yang hasilnya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga ini. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi dengan keluarga Ananda Adi dan menyampaikan amanah dari para sedekaholic sejumlah santunan untuk meringankan tanggungan biaya sekolah, sehingga saat ini Ananda Adi dapat mengikuti ujian sekolah seperti siswa lainnya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Herman

Bantuan Beasiswa

Bantuan Beasiswa


INTAN ANDIKA PUTRI (10, Beasiswa). Alamat : Madigondo RT.21/RW 08, Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY. Intan Andika Putri adalah anak dari Dwi Rohmad dan Kartika Sari. Intan Andika Putri duduk di bangku kelas 5 SD. Ibu Kartika Sari sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu, begitu juga dengan bapak Dwi Rohmad bekerja sebagai security. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, orang tua Intan masih memiliki hutang, hal ini sehingga Intan membutuhkan uluran tangan untuk membantu membayar biaya sekolah yang belum bisa terbayar. Beruntung kurir #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan neneknya Intan Andika Putri untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan untuk membantu biaya pendidikan Intan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Ahmad Amin.

Bantuan Beasiswa

Bantuan Beasiswa


SRI SUBEKTI RAHAYU (41, Ca Kelenjar Getah Bening). Alamat : Krekah RT. 05, Pandak, Bantul, DIY. Ibu Bekti beberapa bulan lalu mengalami nyeri dan pusing serta di leher terdapat benjolan. Sudah berobat di Puskesmas, RSUD Bantul dan dokter desa dengan diagnosa Ca kelenjar getah bening. Berobat rutin di dokter desa dengan suntikan. Kondisi sudah membaik, namun harus rutin suntik untuk menghilangkan kanker. Suami (Daryono) sebagai buruh jahit dengan penghasilan tidak tentu, tentunya agak repot karena harus memenuhi kebutuhan obat dan operasional pengobatan. #Sedekahrombongan bertemu keluarga Daryono dan Ibu Bekti untuk menyampaikan santunan untuk biaya operasional pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Ibu sri menderita Ca Kelenjar Getah Bening

Ibu sri menderita Ca Kelenjar Getah Bening


REIHAN DHARMA SURYA (1, Labiopalato Schizis/Bibir Sumbing). Alamat : Gondangan,  Sidomulyo,  Pengasih, Kulon Progo, DIY. Dik Reihan adalah putra dari bapak Slamet Riyadi dan ibu Suparmi. Sejak bayi berusia 1 bulan, dik Reihan berpisah dengan bapaknya sehingga ia tinggal dengan ibunya, kakek, dan neneknya sehingga segala kebutuhan dipenuhi kakeknya yang penuh keterbatasan. Setelah usia 3 bulan, ibu Suparmi sudah mulai bekerja. Selama perawatan sejak lahir sampai saat ini punya hutang di tetangga. Dik Reihan punya riwayat lahir prematur usia 8 bulan di kandungan dengan BB 1.800 gram. Kondisi bayi saat ini bb 4.800 gram, dan sering batuk sesak nafas. Sudah berobat rutin di Puskesmas dan kondisi belum membaik, karena dot khusus yang digunakan untuk minum susu rusak dan memakai dot biasa. Bersyukur sejak penantian lama, dik Reihan akhirnya dioperasi di sebuah  rumah sakit di Semarang tanggal 16 September 2016 bersama kurir sedekah rombongan. #Sedekahrombongan tidak lupa untuk menyampaikan Santunan kedua kalinya untuk biaya operasional pengobatan, dimana santunan sebelumnya diberikan dan terdapat dalam rombongan 855.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 September 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Reihan menderita Labiopalato Schizis/Bibir Sumbing

Reihan menderita Labiopalato Schizis/Bibir Sumbing


MUSOFA HAMDAN, (14, Spina Bifida). Alamat: Dusun Baliboto,  RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 14 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Spina Bifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang hanya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi singgle parent. Sementara Hamdan  masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang  salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Hamdan, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Hamdan. Ibunya Hamdan tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya  mendapatkan bantuan. Ucapan terimakasih disampaikan  kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui #SedekahRombongan. Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12  September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Mustofa menderita Spina Bifida

Mustofa menderita Spina Bifida


NUK BINTI SOMO KARYO, (95, Traumatic). Alamat : RT 3/1, Desa Geger, Kecamatan  Geger, Kabupaten  Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Nuk adalah seorang dhuafa yang tinggal di pedalaman desa Geger. Di usianya yang sudah sangat renta, mbah Nuk masih harus bekerja mencari penghidupan sendiri. Dengan kondisi yang sudah tidak sehat lagi, membuat tubuh mbah Nuk tidak kuat menahan beban berat. Padahal dalam kesehariannya mbah Nuk harus bekerja berat angkat kayu untuk sesuap nasi. Pada saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan, mbah Nuk terkulai lemas di tempat tidur karena sehari sebelum kami kunjungi, mbah Nuk terjatuh di parit milik tetangganya disebabkan kehilangan kontrol keseimbangan. Karena hidup  sebatang kara maka untuk pergi berobat ke Puskesmas terdekat, mbah Nuk menunggu bantuan tetangga dekat. Saat ini mbah Nuk mempunyai fasilitas BPJS. Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Mbah Nuk yang kondisinya sangat memprihatinkan. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk membantu biaya berobat dan membantu kesulitan sehari – hari mbah Nuk. Mbah Nuk merasa senang sekali dan sangat bersyukur.Tidak lupa mbah Nuk mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas santunan yang telah disampaikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 12 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan untuk membantu biaya berobat dan membantu kesulitan sehari - hari

Bantuan untuk membantu biaya berobat dan membantu kesulitan sehari – hari


JA’FAR SHODIQ, (15, Depresi). Alamat : Dusun Selorejo, RT 8/2, Desa Prambon,  Kecamatan  Dagangan,  Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Ja’far adalah seorang anak yatim yang tinggal di sebuah rumah sederhana bersama ibunya. Sejak ayahnya meninggal dunia, ibunya yang dulu pernah berjualan ayam di pasar Dungus, sekarang berhenti karena mengalami kecelakaan dan patah tulang  lengan atas pada saat berangkat berjualan dan tidak ada modal untuk usaha di rumah. Karena kasihan dengan ibunya, Ja’far keluar dari sekolah  karena ingin membantu ibunya mencari nafkah dan meringankan beban ibunya. Beruntung ada tetangganya yang baik hati membawa Ja’far ke Pondok Pesantren agar mendapatkan pendidikan lagi. Namun baru beberapa hari di Pondok, Ja’far mengalami depresi karena beban pikiran yang dialami.  Ja’far sering diam saja, bahkan tiba-tiba pergi keluar dari  pondok tanpa arah dan tujuan. Pernah ditemukan seorang warga dan karena ditanya tidak menjawab maka diserahkan ke polsek setempat. Pada saat #SedekahRombongan berkunjung ke Pondok kebetulan Ja’far juga sedang tidak ada di kamarnya.  Menurut gurunya nanti biasanya malam dia sudah kembali lagi ke Pondok. Ibunya sangat berharap semoga anaknya bisa sehat kembali. Ja’far belum mendapatkan pengobatan untuk sakitnya ini. Rencana akan  berobat ke Rumah Sakit Ngawi yang bisa menangani Depresi seperti Ja’far. Pada saat ini Ja’far memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS. Alhamdulillah Ja’far mendapatkan bantuan sebesar Rp. 1.000.000 untuk biaya berobat dan bisa untuk modal usaha ibunya di rumah. Ibunya mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh #Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Jafar menderita Depresi

Jafar menderita Depresi


BEGAWAN ALFATHIHAN,  (12, Lumpuh). Alamat :  Dusun Modinan, RT 1/1,  Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bega adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakaknya baru saja lulus SLTA  dan adiknya masih berusia 4 tahun. Bapaknya yang bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kecil di desanya. Bega saat ini lulus dari kelas 6 di sebuah MI di desanya. Semangatnya untuk bersekolah sangat besar, sehingga dia tetap melanjutkan sekolah meskipun dalam keadaan lumpuh sejak 3 tahun yang lalu. Saat bertemu dengan #SedekahRombongan, Bega menyampaikan ingin melanjutkan sekolah tapi kalau sudah bisa berjalan lagi. #SedekahRombongan  memberi semangat agar tetap bisa melanjutkan sekolah walau kondisi belum mampu berjalan lagi. Dulu kakinya masih bisa berjalan meski tidak begitu sempurna, namun karena tidak ada tindakan/ pemeriksaan oleh orang tua karena faktor keterbatasan pengetahuan dan keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, akibatnya Bega mengalami kelumpuhan. Saat ini tangannya pun sulit untuk diangkat atau digerakkan. Sehingga untuk memakai bajupun Bega harus dibantu orang lain. Bega hanya bisa menulis pelajaran saat tangannya menopang pada bangku/meja saja. Saat ini Bega menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS. Dengan keadaan tersebut, Bega yang sebelumnya  sudah pernah mendapatkan santunan  dan masuk dalam rombongan  853, saat ini santunan pun kembali disampaikan untuk membantu pengobatan agar bisa sembuh dan mampu beraktifitas sesuai perkembangannya. Bega merasa senang sekali dan orang tua Bega mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari sedekacholics yang telah disampaikan oleh #SedekahRombongan. Semoga dengan santuan tersebut Bega pulih bisa berjalan lagi sehingga masa depannya cerah. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bengawan menderita Lumpuh

Bengawan menderita Lumpuh


SUTIMAH BINTI SODINOMO, (69, Diabetes). Alamat : RT 9/2 Dusun Tengklik Desa Durenan Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Mbah Sutimah yang sudah renta ini tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana dan sangat tidak layak huni bersama suami nya yaitu Mbah Pardi (83) dan seorang cucu nya. Mbah Sutimah sehari hari bekerja menganyam bambu sedangkan Mbah Pardi bekerja serabutan. Mereka mempunyai 2 anak yang semuanya sudah menikah dan tinggal di luar kota. Selama beberapa tahun terakhir mbah Sutimah mengidap penyakit diabet tetapi karena keterbatasan biaya sehingga hanya mampu berobat ke puskesmas sebulan sekali. Informasi mengenai keluarga ini diperoleh dari teman salah satu kurir #SRMagetan. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan pembelian kambing supaya simbah bisa mendapat penghasilan ke depan nya. Tangis haru mbah Sutimah saat menerima santunan dan tak lupa beliau mengucapkan terimakasih tak terhingga serta mendoakan para Sedekaholic supaya mendapatkan rejeki lancar dan selalu dikaruniai kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive

Ibu sutimah menderita Diabetes

Ibu sutimah menderita Diabetes


AJI PANGESTU BIN  DAMIN, (10, Katup Jantung). Alamat : Jalan Kelud No. 378  RT 6/1 Dukuh Kauman Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Dik Aji mengalami sakit yang menurut  hasil diagnosa dokter adalah penyakit katup jantung. Awal mula sakit Dik Aji ini adalah sesak di dada, pusing dan seluruh badan terasa lemas. Kemudian Dik Aji ini dibawa ke RSUD dr.Sayidiman Magetan  pada hari Senin tanggal 30 Maret 2015. Karena harus diperiksa dan cek darah, akhirnya Dik Aji diharuskan menginap selama 1 minggu. Hasil diagnosa dokter Dik Aji ini mengalami penyakit katup jantung, dan oleh dokter disarankan untuk  dirujuk ke RSU dr.Soedono Madiun untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Setelah dibawa ke RSUD Madiun, dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. Dik Aji ini masih sekolah kelas 4 SD. Bapak Dik Aji bernama Pak Damin (49) yang bekerja sebagai buruh di industri kulit. Penghasilan Pak Damin sebulan  hanya sekitar Rp.1.000.000,- yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak. Sedangkan ibunya, Bu Rusmiyati  (50) sebagai ibu rumah tangga. Dik Aji adalah 2 bersaudara, kakaknya bernama Dwi. Dwi berusia 15 tahun kelas 3 SMP. Untungnya keluarga ini sudah memiliki Jamkesmas. Keluarga Dik Aji merasa senang bisa bertemu dengan #SedekahRombongan. Info Dik Aji ini didapat dari salah satu kurir #SR. Keluarga Dik Aji  berharap #SedekahRombongan bisa membantu untuk biaya pengobatan Dik Aji. Bantuan dana dari para sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama pengobatan dan kontrol rutin setelah sebelum nya masuk rombongan 833. Keluarga Pak Damin mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 28 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive, @Ronypratama

Aji menderita Katup Jantung

Aji menderita Katup Jantung


WINDARTI BINTI KASNI, (15,Tumor otak). Alamat : RT 02/01 Dusun Genggong Desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Windarti belum sempat tamat SD saat 2013 divonis kena tumor otak. Hal yang ia rasakan yaitu sering pusing dan sempoyangan. Dia sempat dioperasi di Rsud Soedono 2 tahun silam tepatnya pada bulan Juni 2013 dan kondisi membaik, dia sudah bisa berjalan dan bersepeda seperti teman-teman sebayanya. Namun keadaan kurang beruntung menghampirinya lagi pada bulan Agustus 2014 dia mengalami drop lagi, oleh pihak medis dia diminta operasi tapi terbentur dengan masalah biaya operasional, saat itu dia hanya bisa berbaring lemah di kasur lusuh, berbicara hanya beberapa patah kata saja. Ayahnya, yaitu Pak Kasni (43) ingin melanjutkan pengobatan, namun apa daya beliau hanyalah seorang buruh tani yang pendapatannya hanya 800 ribu perbulan sedangkan sang Ibu, yaitu bu Lasmini (37) sebagai ibu rumah tangga sehingga sangat kesulitan untuk biaya operasional maupun biaya pengobatan Windarti ini. Dulu kalau kontrol ke Madiun bisa naik ojek tetapi sekarang kondisinya sangat lemah, dia hanya bisa berbaring saja dan untuk berobat perlu carter mobil sedangkan kedua orangtuanya tidak sanggup untuk membayar. Mereka membutuhkan bantuan untuk meringankan beban yang dialami Windarti dan keluarga. Alhamdulillah keluarga Pak Kasni dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari salah satu kurir. Setelah proses operasi dan kontrol rutin, kondisi Windarti sudah membaik, bisa bicara, mendengar bahkan berjalan normal. Setelah beberapa saat berjalan ternyata tumor di kepala Windarti tumbuh lagi sehingga dokter menyarankan tindakan sinar. Akhir nya Windarti dirujuk ke Rsud Moewardi Solo dan menjalani rangkaian sinar sebanyak 35 kali. Santunan keenam sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi dan pembelian obat diluar bpjs setelah sebelum nya masuk rombongan 745, 764, 788, 866 dan 880. Pak Kasni mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000. 000
Tanggal : 1 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Windarti menderita Tumor otak

Windarti menderita Tumor otak


SUKARMAN BIN DIRUN, (34, Sirosis Hepatitis). Alamat : RT 5/3 Dusun Sambi Desa Simo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Karman, begitu biasa dia dipanggil mengalami sakit Sirosis Hepatitis sejak 3 tahun yang lalu. Awal nya Pak Karman bekerja sebagai kuli bangunan di Jakarta tetapi harus pulang ke desa karena sering sakit-sakitan. Istrinya yaitu Ibu Astuti (25) dulu bekerja sebagai pembantu rumah tangga tetapi sejak Pak Karman sakit, praktis istrinya tidak bisa bekerja karena harus menjaga pak Karman. Saat ini pasutri ini tinggal menumpang di rumah kakak pak Karman karena belum mempunyai rumah. Sedangkan anak semata sayangnya yang masih berumur 4 tahun dititipkan di rumah mertua pak Karman. Untuk membiayai seluruh pengobatan baik rawat inap maupun kontrol rutin ditanggung oleh kakak nya. Walaupun telah memiliki jaminan kesehatan BPJS mandiri tetapi biaya akomodasi pengobatan dan konsumsi makanan dan vitamin sehari-hari pak Karman di rasa sangat memberatkan keluarganya. Saat kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumah kakaknya, pak Karman sangat berharap bantuan untuk meringankan beban nya. Informasi mengenai pak Karman diperoleh dari Pasien Dampingan Sedekah Rombongan terdahulu. Alhamdulillah #SedekahRombongan hadir untuk meringankan beban keluarga pak Karman dengan menyampaikan Santunan titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya pengobatan Pak Karman. Keluarga pak Karman sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak sukarman menderita Sirosis Hepatitis

Pak sukarman menderita Sirosis Hepatitis


MARSUDI UTAMA, (37, Paru-paru). Alamat : Jalan Biliton RT 2/5 Kelurahan Kepolorejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Didik begitu panggilan sehari-hari nya mengalami penyakit paru paru sejak 10 tahun terakhir. Sering sekali Mas Didik harus keluar masuk rumah sakit untuk rawat inap maupun kontrol rutin. Mas Didik tinggal bersama kedua orang tuanya yang sudah tua di sebuah rumah kontrakan. Bapak nya bekerja serabutan sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Mas Didik hanya bisa bekerja sesuai dengan kondisi fisik nya, yaitu beternak burung untuk dijual kembali. Hasil kerja nya hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari, untuk berobat di rasa memberatkan walaupun sudah mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Informasi mengenai mas Didik diperoleh dari masyarakat sekitar. Saat kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi ke rumahnya, mas Didik sangat berharap bantuan untuk pengobatan nya. Alhamdulillah santunan lepas titipan Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan mas Didik. Ucapan terimakasih tak lupa disampaikan oleh Mas Didik atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bisa meringankan beban biaya pengobatan dan semoga segera sembuh dari sakit yang diderita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal :  10 September 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak marsudi menderita Paru-paru

Pak marsudi menderita Paru-paru


MTSR Banyumas (AB 1664 TA, Biaya Operasional).  Alhamdulillah #SedekahRombongan Banyumas dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada para dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Banyumas. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Banyumas maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Juli 2016 kebutuhan biaya operasional MTSR Banyumas adalah sebesar Rp. 950.000 yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien, mengantar jenazah serta membayar biaya servis rutin MTSR. Insha Allah, hingga ke depannya MTSR Banyumas akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh pasien dhuafa di wilayah Karesidenan Banyjmas dan pasien dhuafa lainnya dari wilayah lain sekitar Banyumas. Aamiin.

Jumlah  : Rp 950.000
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir: Nanang dan seluruh kurir Purwokerto

Bantuan biaya Biaya Operasional

Bantuan biaya Biaya Operasional


MTSR Purwokerto (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Mobil dengan nomor polisi AB 1664 TA ini biasa digunakan untuk membantu kelancaran pasien dampingan berobat. Penggunaan mobil MTSR ini sangat bermanfaat, terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap), dan Brebes. Dengan makin seringnya mobilitas, kebutuhan untuk BBM pun makin banyak untuk mengantar dan menjemput pasien kontrol, melakukan survey, menyampaikan santunan, atau mengantar jenazah. Penggunaan anggaran bulan Agustus ini untuk operasional mtsr seperti bahan bakar,  cuci mobil, perawatan, dsb.

Jumlah : Rp 2.975.000
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : Nanang dan all kurir Purwokerto

Bantuan  operasional mtsr seperti bahan bakar,  cuci mobil, perawatan.

Bantuan operasional mtsr seperti bahan bakar, cuci mobil, perawatan.


RSSR Purwokerto yang beralamat di Jl. Penatusan 1 rt1/2 no.5, Banyumas, Jawa Tengah. Sering kali pasien dampingan (yang tidak bisa berjalan) yang kontrol di RS Margono tidak mendapatkan kursi roda, dikarenakan banyaknya pasien dari berbagai daerah yang juga memeriksakan di rumah sakit tersebut. Pembelian kursi roda ini dimaksudkan untuk menunjang kebutuhan dan kelancaran pasien dampingan baik saat periksa atau kontrol di rumah sakit, maupun pada saat di rumah singgah (inventaris). Semoga sumbangan ini bisa bermanfaat untuk pasien dampingan #SedekahRombongan di Purwokerto dan para #sedekaholic mendapatkan berkah melimpah… Aamiin

Jumlah : Rp.  1.045.000
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Bantuan kursi roda

Bantuan kursi roda


RSSR Purwokerto (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah rumah singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota, untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Purwokerto, RSSR mengontrak rumah di Jalan Penatusan Gg. 1 No.5 RT 01 / RW 02, Kelurahan Purwokerto Wetan. RSSR ini digunakan sebagai tempat tinggal sementara para pasien, sambil mereka berobat di RS Margono, RS Dadi Keluarga, dan RS Banyumas. Pasien dampingan yang menempati rumah singgah biasanya berasal dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap (Barlingmasca)  , serta Jawa Barat seperti Ciamis dan Brebes. Mereka harus menjalani terapi serta pengobatan selama berbulan-bulan. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien, pemeriksaan pasien, membayar pajak, serta kebutuhan sarana dan prasarana RSSR Purwokerto selama bulan Agustus.

Jumlah : Rp. 2.328.500
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @olipe_oile dan seluruh kurir Purwokerto

Biaya operasional untuk kebutuhan makan pasien, pemeriksaan pasien, membayar pajak

Biaya operasional untuk kebutuhan makan pasien, pemeriksaan pasien, membayar pajak


AAH BINTI RANGGA (57TH, CA MAMMAE). Dusun Cibiru RT. 05/RW. 12, Desa Kawali, Kec. Ciamis, Kab. Ciamis, Jawa Barat. Semenjak divonis kanker payudara, Ibu Aah sering bolak-balik ke RS Margono untuk menjalani pengobatan. Beberapa kali beliau harus menjalani rawat inap dan tranfusi karena kondisinya yang lemah. Sampai sekarang Bu Aah sudah menjalani lebih dari 4x kemoterapi dan masih menjalani kemoterapi secara rutin setiap dua minggu sekali di RS Dadi Keluarga Purwokerto. Meski Bu Aah memilik jaminan kesehatan BPJS, namun biaya untuk transportasi dan biaya sehari-hari masih menjadi kendala bagi beliau bila harus menjalani kontrol dan pengobatan di Purwokerto. Selain itu Bu Aah juga mengandalkan anak pertama untuk membiayai hidupnya, sedangkan anak pertamanya tersebut selain seorang janda juga karena sering menjaga ibunya, akhirnya tidak bisa bekerja. Alhamdulillah Bu Aah dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan sehinga dapat membantu proses pengobatannya. Untuk mempermudah proses pengobatan di Purwokerto, selama ini Bu Aah tinggal di RSSR Purwokerto. Beliau pernah masuk di rombongan 803, 827 dan 859. Meskipun kini kondisi beliau agak sulit untuk berjalan dan membutuhkan bantuan tongkat, namun Bu Aah sangat sabar dan semangat dalam menjalani pengobatannya. Santunan diberikan untuk membantu kebutuhan dan perawatan serta pengadaan tongkat untuk membantu mobilitas Bu Aah.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @Olipe_oile, @pauLSyifa

Ibu aah menderita CA MAMMAE

Ibu aah menderita CA MAMMAE


SUKATRI BINTI SUDARWAN (43TH, KAKI PALSU). Alamat : Sokaraja Wetan RT 05 RW 02, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ibu Sukatri mengalami kecelakaan lalulintas sekitar 3 bulan yang lalu. Pada saat itu, beliau terlindas truk saat sedang mengendarai sepeda motornya. Dari hasil pengobatan diputuskan bahwa kaki kanan Bu Sukatri harus diamputasi. Sekarang kondisi luka post amputasi sudah mebaik setelah menjalani 2 kali operasi. Bu Sukatri hanya dianjurkan untuk kontrol 1 kali lagi. Beruntung biaya pengobatan dapat dibantu oleh KIS yang dimiliki Bu Sukatri. Namun dengan keadaan kakinya yang tidak lagi genap, Bu Sukatri yang awalnya seorang buruh tidak dapat bekerja seperti sedia kala lagi. Sang suami, Sudarwan (47) yang juga bekerja sebagai buruh pun untuk sementara waktu tidak dapat bekerja karena harus membantu merawat sang istri. Praktis penghasilan keluarga yang semula pas-pasan kini harus semakin berkurang bahkan dapat dikatakn terhenti. Padahal kedua anak pasangan ini masih bersekolah di bangku SMP dan SMA. Alhamdulillah, biaya keseharian keluarga Bu Sukatri selama ini dibantu oleh saudara beliau. Mengetahui hal tersebut, kurir #SedekahRombongan merencanakan pengadaan kaki palsu untuk Bu Sukatri. Dengan adanya kaki palsu ini diharapkan aktifitas Bu Sukatri dapat terbantu sehingga beliau dapat bekerja lagi untuk membantu perekonomian keluarga.

Jumlah bantuan : Rp 2.750.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @arfanesia, Tomy Gyanovan, Nanang, @paulsyifa

Bantuan KAKI PALSU

Bantuan KAKI PALSU


KIRANA DERMAWAN (11 bulan, TUMOR GANAS). Alamat : Kedondong RT 06 RW 03, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kirana. anak dari pasangan Sugeng Prayitno (32) dan Lanjar Tri Mulyani (29) ini memiliki benjolan pada kaki kanannya sejak lahir. Pak Sugeng dan istrinya kemudian segera memeriksakan Dik Kirana ke RSUD Margono. Dari hasil pemeriksaan, Dik Kirana didiagnosa menderita tumor ganas dan harus diamputasi. Mendengar hal tersebut Pak Sugeng lalu membawa Kirana berobat ke RS Sardjito. Sekarang setiap setengah bulan sekali, Dik Kirana harus menjalani kemoterapi di RS Sardjito Yogyakarta. Alhamdulillaah, pengobatan Dik Kirana terbantu oleh BPJS  yang dimilikinya. Namun biaya operasional untuk kemoterapi ke RS Sardjito dan selama tinggal di Yogyakarta menjadi kendala bagi keluarga Pak Sugeng. Pak Sugeng yang seorang penjual bakso keliling yang sesekali berjualan burung dara di pasar merasakan kesulitan untuk mengatasi kendala tersebut. Penghasilan dari berjualan bakso dan burung dara yang tidak seberapa harus diatur dengan baik oleh Bu Lanjar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan ketiga anaknya yang masih kecil, belum lagi biaya operasional untuk pengobatan Dik Kirana. Mengetahui hal tersebut kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke kediaman Pak Sugeng segera mengajukan bantuan untuk Dik Kirana. Santunan dari #Sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya operasional kemoterapi Dik Kirana. Sebelumnya dik Kirana sudah pernah dibantu #SedekahRombongan dan sudah ada laporan di web www.sedekahrombongan.com di Rombongan 875. Semoga sakit Dik Kirana segera diangkat sehingga Dik Kirana dapat tumbuh dengan baik menjadi penyejuk hati orang tuanya.

Jumlah bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal: 2 September 2016
Kurir: @arfanesia @ddeean

Kirana menderita TUMOR GANAS

Kirana menderita TUMOR GANAS


YULIANTO BIN NASIR ATMOWIJOYO (37th, GAGAL GINJAL, KOMPLIKASI PARU-PARU DAN JANTUNG BENGKAK). Alamat : Jl. Kulon RT 01 RW 03 Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Putra dari Pak Nasir (65) dan Bu Sarinah (58) mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak 2 tahun lalu. Keluarga kemudian memeriksakan Mas Yulianto ke RSU Banyumas. Dari hasil pemeriksaan diketahui Mas Yulianto mengalami gagal ginjal dan komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Mas Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu seminggu dua kali. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menghirup oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Saat ini kondisi Mas Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.  Biaya pengobatan dapat dibantu jamkesmas yang dimiliki Mas Yulianto, namun masih ada biaya yang belum dapat dipenuhinya, seperti biaya untuk membeli oksigen yang dapat menghabiskan 10 tabung perminggu (harga Rp 40.000,- per tabung). Sejak sakit, Mas Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobat. Penghasilan dari berjualan batagor harus diaturnya untuk keperluan sehari-hari bersama suami dan kedua anaknya yang masih sekolah TK dan SD. Sebelumnya Mas Yulianto sudah pernah dibantu tim #SedekahRombongan dan sudah ada di laporan web www.sedekahrombongan.com di rombongan 872. Untuk membantu kesulitan yang dialami Mas Yulianto, tim #SedekahRombongan memberikan santunan dampingan untuk membeli oksigen sebulan sebanyak 40 tabung.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2016
Kurir : @arfanesia, Yunanto, @paulsyifa

Pak yulianto menderita  GAGAL GINJAL, KOMPLIKASI PARU-PARU DAN JANTUNG BENGKAK

Pak yulianto menderita GAGAL GINJAL, KOMPLIKASI PARU-PARU DAN JANTUNG BENGKAK


(ALM) RAHMAN ALFARIZI (13th, RHABDOMYOSARKOMA-HIGH RISK GROUP). Alamat : Rejasari RT 04 RW 01 Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Putra dari Pak Abdul Kholik (55) memiliki benjolan di belakang telinga sejak 2 tahun yang lalu. Dari hasil pemeriksaan di RSU Sardjito diketahui Alm. Rahman mengalami Rhabdomyosarkoma-High Risk Group yang termasuk kategori kanker resiko tinggi. Mengetahui hal tersebut, pengobatan Alm. Rahman segera dilakukan dengan chemotherapy dan penyinaran di RSUP Dr. Sardjito. Pak Abdul adalah seorang tukang jahit yang penghasilannya tidak menentu, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Selama ini biaya akomodasi dan transportasi Purwokerto-Yogyakarta dibantu oleh pihak RT yang mengumpulkan dana dari donatur, namun dana saat ini hampir habis sedangkan pengobatan chemotherapy masih harus dijalani 13 kali lagi. Namun Alloh SWT berkata lain, Pak Abdul Kholik harus rela kehilangan putranya ini pada tanggal 15 Agustus 2016. Sebelumnya Alm Rahman  sudah pernah dibantu tim #SedekahRombongan dan sudah ada di laporan web www.sedekahrombongan.com di rombongan  859 dan 872.   Bantuan #Sedekaholics disampaikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan Alm. Rahman. Semoga Alm. Rahman mendapat tempat terbaik disisiNya.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 16 Mei 2016
Kurir : @arfanesia, Yunanto, @paulsyifa

Rahman menderita RHABDOMYOSARKOMA-HIGH RISK GROUP

Rahman menderita RHABDOMYOSARKOMA-HIGH RISK GROUP


SUGIARTI BINTI SUPRAPTO (31TH, OP CAESAR). Alamat: Kebontebu RT 03 RW 03 Desa pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ibu Sugiarti melahirkan secara caesar di RS Margono. Karena tidak memiliki jaminan kesehatan dan tidak mengerti cara mengurus administrasi di rumah sakit, akhirnya Bu Sugiarti diharuskan mengeluarkan  biaya sebesar Rp6.800.000,00 untuk biaya operasi. Hal ini sangat memberatkan keluarga Bu Sugiarti. Suami Bu Sugiarti adalah seorang guru ngaji dengan bayaran yang tidak seberapa. Kedua orang tua Bu Sugiarti hanyalah pasangan buruh tani yang penghasilannya juga tidak seberapa. Biaya operasi yang besar harus ditanggung dengan cara berhutang kesana kemari. Alhamdulillah, baik Bu Sugiarti maupun bayinya dalam keadaan sehat. Pihak keluarga kini sedang kebingungan mencari cara untuk mengembalikan hutang biaya persalinan tersebut. Mengetahui hal tersebut, kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan hutang biaya operasi caesar Bu Sugiarti.

Jumlah Santunan : Rp3.500.000
Tanggal : 25 Mei 2016
Kurir : @arfanesia, Yunanto, @paulsyifa

Ibu sugiharti menderita OP CAESAR

Bantuan biaya operasi cesar


MUSHOLLA AL MU’MIN (RENOVASI MUSHOLLA). Panisihan RT 03 RW 02, Desa Panisihan, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Musholla Al Mu’min yang berdiri di Desa Panisihan ini masih berlantai semen, belum di keramik. Atap dan plafonnya juga masih ala kadarnya dengan menggunakan seng. Pengurus musholla sudah mengupayakan penggalangan dana untuk menyelesaikan pembangunan namun belum terkumpul. Warga sekitar juga sudah melakukan iuran semampunya, namun dana tersebut  masih belum dapat menutup kekurangan, yaitu sejumlah Rp25.000.000,00. Kehadiran musholla ini sangat diperlukan warga sekitar untuk beribadah, sehingga semakin cepat pembangunan diselesaikan maka warga segera dapat beribadah dengan tenang dan nyaman. Bantuan dari #Sedekaholics disalurkan guna membantu biaya pengadaan material untuk penyelesaian pembangunan musholla Al Mu’min. Semoga bangunan musholla tersebut dapat segera selesai sehingga warga dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.

Jumlah santunan: Rp5.000.000,00
Tanggal: 30 April 2016
Kurir: @arfanesia, Yunanto, @paulsyifa

Bantuan renovasi mushola

Bantuan renovasi mushola


WINDA AULIYA KHOERONI (2BULAN, GANGGUAN PERNAFASAN). Alamat lengkap : Gandatapa RT 03 RW 02, Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dik Winda adalah putri dari pasangan Daryo (40) dan Tri Wigati (36). Pada akhir Juli 2016, Dik Winda mengalami batuk, pilek, demam dan gangguan pernafasan. Kedua orang tuanya segera membawa Dik Winda berobat ke RS Margono. Dari hasil pemeriksaan, Dik Winda harus dirawat di ruang ICU khusus bayi hingga saat ini. Beruntung biaya pengobatan Dik Winda terbantu oleh jamkesda yang dimilikinya. Namun masih ada biaya lain yang masih sulit dicukupi oleh kedua orang tuanya. Pak Daryo adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan kecil, sedangkan Bu Tri Wigati adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak berpenghasilan. Pasangan ini memiliki 3 orang anak yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Praktis masalah ekonomi juga menjadi kendala bagi pengobatan Dik Winda. Bantuan dari #SedekahRombongan disampaikan untuk meringankan beban keluarga Dik Winda selama pengobatannya. Semoga Dik Winda dapat segera sehat dan tumbuh menjadi anak yang membanggakan keluarga.

Jumlah santunan: Rp1.000.000
Tanggal: 30 Juli 2016
Kurir: @arfanesia, Yunanto, @paulsyifa

Winda menderita GANGGUAN PERNAFASAN

Winda menderita GANGGUAN PERNAFASAN


NAFISA KAILA (2TH, JANTUNG BOCOR). Alamat: Desa Pekuncen RT 02 RW 02, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Semenjak divonis jantung bocor, anak bungsu dari Ibu Supriati (30) dan Pak Rohmat (36) ini selalu berobat ke RSUD Banyumas dan RS Sardjito Yogyakarta. Derita yang dialami Dik Nafisa membuat wajahnya semakin hari semakin membiru, pun membuat badannya semakin kurus. Alhamdulillah biaya pengobatan Dik Nafisa terbantu oleh BPJS kesehatan. Meski demikian, keluarga masih memiliki kendala karena tidak memiliki biaya ketika harus kontrol. Sebelumnya Dik Nafisa sudah pernah dibantu tim #SedekahRombongan dan sudah ada di laporan web www.sedekahrombongan.com di rombongan 800, 803, 814, 827 dan 859, untuk biaya kontrol Dik Nafisa. Mulai bulan Februari 2016, Dik Nafisa kontrol ke RS Harapan Kita Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai rujukan dokter yang menangani sebelumnya. Alhamdulillah pengobatan Dik Nafisa berjalan lancar. Sekarang Dik Nafisa sudah dapat duduk, tubuhnya tidak sekurus dulu dan badannya sudah tidak membiru lagi. Dik Nafisa sudah dapat bercanda dan tertawa seperti balita seusianya. Dokter RS Harapan Kita menyarankan untuk kontrol satu tahun lagi. Pengobatan Dik Nafisa berlanjut di RSUD Banyumas, hingga kini sudah 6 kali kontrol. Santunan disampaikan oleh #SedekahRombongan untuk biaya transportasi kontrol dik Nafisa ke RSUD Banyumas, biaya hidup sehari-hari dan susu khusus. Semoga keadaan Dik Nafisa segera membaik. Aamiin…

Jumlah Santuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia, @olipe_oile, @paulsyifa

Nafisa menderita JANTUNG BOCOR

Nafisa menderita JANTUNG BOCOR


LUTFIANA ULFA (4 TH, HYDROCEPHALUS). Alamat : Desa Kaliwungu RT 02 RW 04 Kec. Mandiraja Kab.Banjarnegara, Jawa Tengah. Lutfi, begitu ia biasa dipanggil, mederita pembesaran lingkar kepala sejak usia 1,5 tahun . Dari riwayat kelahiranya Dik Lutfi dilahirkan dengan bantuan sedot karena kondisi yang mestinya dilakukan operasi caesar , namun diputuskan untuk disedot atas hasil kesepakatan dengan pihak orang tua yang saat itu menyatakan tidak mampu untuk membiayai operasi caesar. Dari pihak dokter yang menangani kelahiran Dik Lutfi sudah memberikan keterangan tentang resiko bayi jika lahir dengan bantuan sedot. Gejala pembesaran kepala Dik Lutfi yang sejak usia 1,5 tahun dianggap sebagai kejadian biasa oleh sang ibu dan nenek yang ikut mengasuh Dik Lutfi karena kurangnya pengetahuan. Apalagi ditambah dengan kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan. Di saat Dik Lutfi demam atau sakit ringan lainya sang nenek hanya memberikan padanya dengan obat-obatan warung seadanya. Pernah beberapa saat yang lalu (saat usia mendekati 2,5 tahun) Dik Lutfi berobat ke dokter yang menangani kelahirannya, namun pernyataan sang Dokter membuat sang ibu tambah ciut dengan kesehatan anaknya lantaran diminta untuk menyediakan dana sekitar  50 juta untuk mengobati sakit anaknya itu. Sehingga kondisi pembesaran di kepala Dik Lutfi tidak tertangani segera sampa usia 3 tahun lebih. Sejak usia kandungan 6 bulan Dik Lutfi sudah di tinggal Ayahnya karena berpisah dari ibunya (cerai), sehingga sejak kecil diasuh Neneknya yang kondisi kehidupannya serba kekurangan. Rumini (30), ibu Dik Lutfi adalah seorang pembantu rumah tangga yang berpenghasilan kecil. Ibu Dik Lutfi berperan sebagai tulang punggung keluarga harus mengumpulkan biaya pengobatan anaknya sekuat tenaga, disamping itu ia juga harus memikirkan kebutuhan sehari-hari keluarganya.Bahkan saat ini ibu Dik Lutfi memaksakan diri untuk mengais rejeki di ibu kota sebagai PRT. Mengetahui hal tersebut tim #SedekahRombongan segera bergerak membantu pengobatan Dik Lutfi. Bulan kemarin, Dik Lutfi sudah ditangani RS Margono. Cairan di kepalanya sudah berhasil dikeluarkan sehingga kini Dik Lutfi masih harus menjalani kontrol sebulan sekali di RS Margono. Meski terkendala pendamping sang nenek saat berobat ke RS Margono, sang nenek tetap semangat merawat Dik Lutfi. Santunan dari #Sedekaholics diberikan untuk membantu biaya transportasi dan kehidupan sehari-hari Sang Nenek untuk mengasuh Dik Lutfi.

Jumlah santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia, Cahyo, @ddeean, @paulsyifa

Luthfi menderita HYDROCEPHALUS

Luthfi menderita HYDROCEPHALUS


TARWIN BIN RASMIARJO SAEN (40 TH, ABSESGLUTEAL/BENJOLAN HIPEREMIS). Alamat: Sokaraja Wetan  Rt 01 Rw 01 Kec. Sokaraja Wetan Kab. Banyumas, Jawa tengah. Pada akhir Juli 2016 kemarin, Pak Tarwin mwngalami demam tinggi dan pada daerah sekitar selangkangannya muncul bintik kecil. Istrinya, Sopiah (40) merasa bingung karena disatu sisi ia ingin mengobati derita suaminya, sedangkan disisi lain ia tidak memiliki biaya yang cukup untuk berobat. Pak Tarwin tidak memiliki jaminan kesehatan. Saat tim #SedekahRombongan melakukan survey ke kediaman Pak Tarwin hanya bisa terbaring di ranjang dan tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Di selangkangannya terdapat benjolan sebesar bakso yang membuatnya sakit saat berjalan. Pak tarwin yang biasanya bekerja sebagai buruh harian lepas praktis tidak dapat bekerja. Penghasilan keluarganya pun mandek karena sang istri tidak bekerja (ibu rumah tangga). Mengetahui keadaan Pak Tarwin tersebut, kurir #edekahRombongan segera merencanakan bantuan pengobatan bagi Pak Tarwin. Pada tanggal 13 Agustus 2016, Pak Tarwin menjalani operasi untuk pengangkatan benjolan di selangkangannya. Santunan #Sedekaholics diberikan untuk kebutuhan pasca operasi dan membantu kehidupan sehari-hari keluarga Pak Tarwin. Semoga pengobatan Pak Tarwin berjalan lancar sehingga beliau dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir: @arfanesia, Sugeng, @ddeean, @paulsyifa

Pak tarwin menderita  ABSESGLUTEAL/BENJOLAN HIPEREMIS

Pak tarwin menderita ABSESGLUTEAL/BENJOLAN HIPEREMIS


AGUS SUPRIYADI (57 TH, MASSA EPIGASTRIUM/BENJOLAN ULU HATI). Alamat: Jl. Mayjen Sutoyo Gg. I RT 04 RW 08 Kel. Kedungwuluh Kec. Purwokerto Barat Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Pada Februari 2016, Suami dari Sarinah (53) merasakan panas di dada dan perut terasa mual serta kembung. Pak Agus ingin segera berobat, namun masalah ekonomi menjadi kendala baginya. Pak Agus biasa berjualan bubur candil di alun-alun Purwokerto, sedangkan istrinya berjualan jajanan pasar. Karena sakit yang dialami beliau, praktis Pak Agus tidak dapat bekerja, penghasilan keluarga yang semula sudah sedikit kini semakin berkurang. Hingga kondisi Pak Agus bertambah parah. Pada April 2016 lambungnya mulai bengkak. Akhirnya pada Selasa 9 Agustus 2016, Pak Agus baru memeriksakan diri ke RS Margono setelah mendapatkan Jamkesda Sakit pada lambung Pak Agus belum reda dan pinggangnya juga mulai terasa sakit. Setelah tanggal 15 Agustus 2016 Pak Agus menjalani USG di RS Margono, diperoleh hasil ada benjolan di ulu hati yang harus segera diangkat. Selasa kemarin 23 Agustus 2016 beliau menjalani operasi pengangkatan benjolan di ulu hati tersebut. Bantuan disampaikan #SedekahRombongan untuk biaya opersional ke rumah sakit. Semoga pengobatan Pak Agus berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan untuk beraktivitas seperti semula.

Jumlah santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir: @arfanesia, @ddeean, @paulsyifa

Pak agus menderita MASSA EPIGASTRIUM/BENJOLAN ULU HATI

Pak agus menderita MASSA EPIGASTRIUM/BENJOLAN ULU HATI


TURIP BIN NURYASA (38TH, BEDAH RUMAH). Alamat : Wlahar Kulon RT 009 RW 002 Kec. Patikraja Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Pak Turip adalah seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai penambang pasir di sungai serayu. Penghasilannya yang hanya Rp 30.000,- per hari, harus diatur sedemikian rupa agar cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Istri Pak Turip, Sarwati (35) bekerja serabutan untuk membantu perekonomian keluarga. Pak Turip memiliki 3 orang anak yang harus bersekolah, yaitu : Lisnawati (12), Mei Kurniyati (9) dan Burkholik Mustofa (7). Saat tim #SedekahRombongan bertamu ke rumah Pak Turip, tampak kondisi rumah yang memprihatinkan. Dinding yang terbuat dari papan kayu di rumah itu sudah banyak yang termakan rayap dan berlubang sehingga banyak hewan yang masuk melalui dinding papan yang berlubang itu. Kondisi atap rumah juga tidak lebih baik. Genteng yang terpasang banyak yang bocor sehingga apabila musim hujan tiba air hujan dapat masuk ke dalam rumah. Mengetahui hal tersebut, tim #SedekahRombongan beserta masyarakat dan relawan mengadakan musyawarah untuk membahas perbaikan (rehab) rumah Pak Turip. Berikut rincian kebutuhan biaya rehab rumah Pak Turip yang dihasilkan pada musyawarah hari Minggu 15 Mei 2016 tersebut:
1.Rumah akan direhab secara swadaya dan gotong royong
2.Dikerjakan maximal selama 20 hari
3.Tinggi bangunan 3,5 meter
4.Tanah yang dibangun seluas 6×6 meter
Adapun bahan bangunan yang dibutuhkan yang diajukan oleh ahli bangunan hingga bangunanya jadi adalah:
– Batako 300 bh x 3.500 = Rp. 1. 050.000
– Pasir 1 truk = Rp. 950.000
– semen 18 sak x 62.000/sak = Rp. 1.116.000
– Seng 10 lbr x 37.500 = Rp. 375.000
– Kalsibot 28 lbr x 60.000 = Rp. 1.680.000
– Kaso 70 btg x 18.000 = Rp. 1.260.000
– Paku usuk / plavon = 4 kg x 18.000 = Rp. 72.000
– Paku Kalsibot = 2 kg x 40.000 = Rp. 80.000
– Kaca 3 lbr x 50.000 = Rp. 150.000
– Benang 2 glondong x 2.000 = Rp. 4.000
– Bambu 20 Btg x 15.000 = Rp. 300.000
Total keseluruhan biaya yang dibutuhkan adalah Rp 7.037.000,-. Bantuan dari #Sedekaholics disampaikan untuk memenuhi kebutuhan biaya tersebut. Pengerjaan rehab dilakukan dari tanggal 10 Agustus 2016. Alhamdulillah kini rumah Pak Turip sudah jauh lebih baik dan nyaman untuk dihuni keluarga tercinta.

Jumlah bantuan : Rp 7.000.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir: @arfanesia, @ddeean, @paulsyifa

Bantuan BEDAH RUMAH

Bantuan BEDAH RUMAH


PURWITA WIJAYANTI (36TH, CA CERVIX). Jl. Kober, Gg. Riswan No. 25, Rt1/5, Kober, Kec. Purwokerto Barat, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Istri dari Glenn Allan McGrew (49) ini, sudah divonis kanker sejak 2014. Semenjak saat itu Bu Purwita sudah rutin menjalani kemo dan sinar di RS margono. Kondisinya yang makin memburuk menyebabkan Bu Purwita harus menjalani HD. Bu Purwita pun dipasang nefro pada bulan Juni dan HD Kit pada Juli 2016 kemarin. Keduanya sudah mulai keluar sendiri karena jahitannya lepas. Seharusnya nefro dan HD Kit tersebut diganti pada bulan Juli namun terkendala biaya dan beberapa hari yang lalu sempat harus transfusi darah karena drop. Biaya pengobatan Bu Purwita dapat terbantu oleh BPJS yang dimilikiny namun beliau tidak memiliki biaya untuk transportasi dan memenuhi kebutuhan selam perawatan di rumah sakit. Suami Bu Purwita hanyalah seorang penjual burger yang penghasilannya tidak menentu dan harus memikirkan biaya sekolah kedua anaknya juga. Karena kondisi Bu Purwita yang sering drop membuat beliau sering keluar masuk RS Margono dan RS Sardjito. Suaminya yang setia mendampingi pengobatan Bu Purwita terpaksa harus berhenti berjualan burger. Praktis penghasilan keluarga ini terhenti. Tim #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk mengurangi beban biaya transportasi dan kebutuhan selama perawatan di rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal: 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia, @olipe_oile, Nanang, @paulsyifa

Ibu purwita menderita CA CERVIX

Ibu purwita menderita CA CERVIX


Puput Nuraini Wijayanti (14 th, Cairan di selaput otak). Alamat desa Karangturi RT 11 RW 5 Kec Mrebet Kab Purbalingga, Jawa Tengah. Bermula sering mengeluh sakit kepala sakit, dan badan lemas, Puput yang masih SMP ini oleh orang tuanya segera dilarikan ke RS dan dirawat RS Harapan Ibu pada bulan Juni 2016, diagnosa dokter menyatakan terjadi penyumbatan di otak. Setelah pengobatan, Puput masih sering mengeluh sakit kepala serta mata sebelah kiri bengkak dan badan kaku susah untuk digerakkan. Pada tanggal 18 Juli 2016 Puput tidak sadarkan diri dan akhirnya dibawa ke RS Margono,  berdasarkan hasil CT Scan dan diagnosa dokter ada cairan di selaput otak sehingga perlu pengobatan lebih lanjut namun terkendala biaya. Ayah Puput yaitu bpk Sutrisno yang bekerja serabutan keberatan melanjutkan pengobatan karena terkendala biaya, apalagi keluarga bpk Sutrisno tidak memiliki BPJS. Berdasarkan laporan tetangga, Kurir #SR menyalurkan bantuan sebagai biaya pembuatan BPJS dan akomodasi selama perawatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 16 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia, didiks

Puput menderita  Cairan di selaput otak

Puput menderita Cairan di selaput otak


Mustolah Mrebet (70 Tahun, typhus) Yang beralamat di  RT 010 RW 005 Desa Karangturi Kec. Mrebet Kab. Purbalingga, Jawa Tengah ini merupakan suami dari ibu Masirah (68 Tahun) yang berprofesi sebagai seorang buruh tani. Bapak Mustolah menderita sakit typhus, pada awalnya bpk Mustolah sakit perut, demam dan terasa pusing. Demamnya semakin lama semakin tinggi di malam hari. Nafsu makan juga berkurang sehingga Bapak Mustolah dibawa periksa ke RS. Setelah diperiksa Bapak Mustolah di haruskan opname selama 5 hari di RS Harapan Ibu Purbalingga. Setelah pulang dari rawat inap tersebut sakit typhus bapak Mustolah kambuh lagi sehingga melakukan rawat inap selama tiga hari pada tgl 12 Agustus 2016. Meski punya KIS tetapi Bapak Mustolah terkendala dengan biaya untuk akomodasi selama di Rumah Sakit sehingga harus utang ke tetangga. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama menjalani rawat inap tersebut, Semoga Bapak Mustolah cepat sembuh dan bisa bekerja lagi.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia, DidikS

Pak mustolah menderita typhus

Pak mustolah menderita typhus


Masdono Kaligondang ( 71 th,sendi bawah tulang panggul dioperasi akibat kecelakaan ). Alamat Dusun Lamongan RT 003/002 Desa Lamongan Kec Kaligondang Purbalingga, Jawa Tengah. Pada Hari Senin tgl 18 Juli 2016 Pak Masdono yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak tidak menyangka pada hari tersebut mengalami kecelakaan hebat. Pak Masdono yang sedang mengayuh becak memuat rongsokan tertabrak sepeda motor dari arah berlawanan di Kedungmenjangan yang  mengakibatkan tak sadarkan diri seketika. Warga yang mengetahui Bapak Masdono tidak sadarkan diri segera melarikan ke rumah sakit. Setelah beberapa hari di RS Harapan Ibu, Bapak Masdono diharuskan operasi sendi di bawah tulang belakang. Pekerjaannya sebagai tukang becak dengan penghasilan yang pas-pasan menjadi kendala untuk biaya perawatan di RS, Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Masdono sehingga diberi kesempatan untuk menyampaikan santunan kepada Bapak Masdono untuk akomodasi selama perawatan di RS dan membantu biaya hidup selama belum bekerja. Semoga Bapak Masdono segera diberi kesembuhan sehingga dapat bekerja lagi seperti semula.

Jumlah Santunan : Rp 1.500.000
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @arfanesia, didik

Pak masdono menderita sendi bawah tulang panggul dioperasi akibat kecelakaan

Pak masdono menderita sendi bawah tulang panggul dioperasi akibat kecelakaan


SUMINI BUKATEJA (80 th, renovasi rumah), Ibu Sumini bertempat tinggal di Desa Kedungjati RT 004 RW 004 Kec. Bukateja Kab. Purbalingga, Jawa Tengah.
Ibu Sumini tinggal bersama kedua anaknya, di umur 80 tahun seharusnya dirawat oleh anak cucunya, tapi tidak demikian dengan ibu Sumini. Di usia yg sudah tua beliau masih merawat kedua anaknya yang keterbelakangan mental dan agak stress. Beban berat ibu Sumini bertambah karena rumah peninggalan suami yang ditempati sudah banyak yang bocor. Kepedulian muncul dari para tetangga, sehingga para tetangga dan tokoh masyarakat setempat berembuk untuk merenovasi rumahnya terutama bagian atap. Dalam pertemuan tersebut beberapa warga ada yang siap membantu bambu dan tenaga untuk pengerjaan renovasi rumah. Namun, masih ada kendala yaitu dana untuk pembelian material yang lain. Akhirnya salah satu warga mengusulkan untuk meminta bantuan #SR. setelah tim #SR dihubungi akhirnya warga mengadakan rapat kembali untuk mengajukan bahan material yang masih belum ada. Setelah dikalkulasi, warga bersama tim survey dari #SR bersepakat mengajukan Rp 2.000.000,- terutama untuk pembelian seng sebagai penutup atap rumah.

Jumlah bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : Didik, Cahyo

Bantuan renovasi rumah

Bantuan renovasi rumah


Pros ekawati (35, Ca Mata) alamat jl. Kalibener gang 2 RT 4 RW 2 Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sekitar 4 tahun yang lalu ada benjolan di mata kiri bu Pros. Benjolan di mata kiri lama kelamaan membesar dan mengganggu penglihatan bu Pros. Setelah memeriksakan diri ke RSUD Banyumas, dokter mendiagnosa kanker mata stadium 4 sehingga bu Pros harus melanjutkan dan menjalani serangkaian pengobatan di RSUP Sarjito. Sementara penghasilan keluarga bu Pros hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dan biaya sekolah 3 orang anak. Alhamdulillah  pengobatan bu Pros terbantu oleh BPJS yang dimilikinya. Mengetahui hal tersebut #SedekahRombongan mendatangi rumah bu Pros dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk menbantu biaya operasional selama pemeriksaan di Yogyakarta.
Sebelumnya bu Pros sudah pernah dibantu #SedekahRombongan dan sudah ada laporan di web www.sedekahrombongan.com di Rombongan 875. Semoga bu Pros segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti semula Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 29 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia, Nanang, Tomy Gyanovan, @ddeean

Ibu pros menderita Ca Mata

Ibu pros menderita Ca Mata


MEDI KARDIANSYAH (14, Lumpuh). Alamat : Jalan Rawa Sari, Lorong Purnama, RT 50, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Medi mengalami kelumpuhan sejak kecil, ia tidak bisa bergerak tanpa diketahui secara pasti apa penyebabnya. Kondisi orang tuanya yang serba kekurangan membuat Medi tidak menjalani pengobatan secara rutin ke rumah sakit. Bapaknya yang hanya seorang tukang becak dan ibunya yang sudah meninggal semakin membuat kondisi keluarga Medi sulit. Jaminan kesehatan pun tidak dimiliki. Beberapa waktu lalu kurir #SedekahRombongan melakukan survey untuk melihat kondisinya secara langsung. Akhirnya setelah melihat kondisi Medi, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk operasional berobat Medi dan membeli kebutuhannya sehari – hari. Semoga bantuan yang diberikan bisa sedikit mengurangi beban yang ditanggung oleh keluarga dan Medi bisa menjalani pengobatan secara rutin di rumah sakit agar diketahui secara pasti apa penyakit yang dideritanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @arfanesia Hari Gunthoro @ririn_restu

Pak medi menderita Lumpuh

Pak medi menderita Lumpuh


RINI ARYANTI (33, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Gandaria 1, RT 7/3, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Istri dari Bapak Syarif ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ia menderita kanker payudara sejak Februari 2016 saat mengandung anak ketiga. Pasca melahirkan anaknya di akhir bulan April 2016, Ibu Rini menjalani operasi pengangkatan payudaranya dengan lancar pada 11 Mei 2016 di RS Bakti Wara Pangkalpinang. Setelah kurang dari dua bulan pasca operasi pengangkatan kanker, kondisi ibu Rini menurun dan kembali muncul benjolan di sekitar dada sebelah kiri. Dokter memperkirakan masih ada jaringan kanker di sekitar payudara Ibu Rini sehingga dokter merujuknya untuk menjalani pengobatan intensif di RS Khusus Kanker Dharmais Jakarta. Bapak Syarif yang bekerja sebagai teknisi servis AC hanya mendapat penghasilan jika ada yang menggunakan jasanya. Kondisi tersebut membuat ia tak mampu membayar tagihan rumah sakit saat istrinya dirawat di RS Bakti Wara Pangkalpinang dan biaya pengobatan istrinya di Jakarta. Pada 17 Juli 2016, Ibu Rini diberangkatkan ke Jakarta untuk segera menjalankan pengobatan di RS Dharmais. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Obat ini diperlukan untuk proses kemoterapi pertama Ibu Rini. Sebelumnya Ibu Rini telah dibantu pada Rombongan 893.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Kemas Mahmud  @suharji @rianannanudz @ririn_restu

Ibu rini menderita Kanker Payudara

Ibu rini menderita Kanker Payudara


RINI ARYANTI (33, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Gandaria 1, RT 7/3, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Istri dari Bapak Syarif ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ia menderita kanker payudara sejak Februari 2016 saat mengandung anak ketiga. Pasca melahirkan anaknya di akhir bulan April 2016, Ibu Rini menjalani operasi pengangkatan payudaranya dengan lancar pada 11 Mei 2016 di RS Bakti Wara Pangkalpinang. Setelah kurang dari dua bulan pasca operasi pengangkatan kanker, kondisi ibu Rini menurun dan kembali muncul benjolan di sekitar dada sebelah kiri. Dokter memperkirakan masih ada jaringan kanker di sekitar payudara Ibu Rini sehingga dokter merujuknya untuk menjalani pengobatan intensif di RS Khusus Kanker Dharmais Jakarta. Pada 17 Juli 2016, Ibu Rini diberangkatkan ke Jakarta untuk segera menjalankan pengobatan di RS Dharmais. Bapak Syarif yang bekerja sebagai teknisi servis AC hanya mendapat penghasilan jika ada yang menggunakan jasanya. Kondisi tersebut bahkan membuat ia tak mampu membayar biaya rumah sakit saat istrinya dirawat di RS Bakti Wara Pangkalpinang sehingga menyisakan tagihan. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk pembayaran angsuran biaya rumah sakit. Sebelumnya Ibu Rini telah dibantu pada Rombongan 893 dan pada 22 Agustus 2016.

Jumlah Bantuan : Rp.1.250.000,-
Tanggal : 3 September 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Kemas Mahmud @ririn_restu

Ibu rini menderita Kanker Payudara

Ibu rini menderita Kanker Payudara


RINI ARYANTI (33, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Gandaria 1, RT 7/3, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Istri dari Bapak Syarif ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ia menderita kanker payudara sejak Februari 2016 saat mengandung anak ketiga. Pasca melahirkan anaknya di akhir bulan April 2016, Ibu Rini menjalani operasi pengangkatan payudaranya dengan lancar pada 11 Mei 2016 di RS Bakti Wara Pangkalpinang. Setelah kurang dari dua bulan pasca operasi pengangkatan kanker, kondisi ibu Rini menurun dan kembali muncul benjolan di sekitar dada sebelah kiri. Dokter memperkirakan masih ada jaringan kanker di sekitar payudara Ibu Rini sehingga dokter merujuknya untuk menjalani pengobatan intensif di RS Khusus Kanker Dharmais Jakarta. Bapak Syarif yang bekerja sebagai teknisi servis AC hanya mendapat penghasilan jika ada yang menggunakan jasanya. Kondisi tersebut membuat ia tak mampu membayar tagihan rumah sakit saat istrinya dirawat di RS Bakti Wara Pangkalpinang dan biaya kebutuhan pengobatan istrinya di Jakarta. Pada 17 Juli 2016, Ibu Rini diberangkatkan ke Jakarta untuk segera menjalankan pengobatan di RS Dharmais. Ibu Rini telah menjalani kemoterapi yang pertama, Ia belum dapat pulang ke Pangkalpinang karena masih harus menjalani pengobatan di RS Dharmais. Selama berobat di RS Dharmais, Ibu Rini dibantu #SedekahRombongan menyewa sebuah kamar kos di sekitar RS Dharmais untuk memudahkan akses pengobatannya. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membayar sewa kos dan kebutuhan selama di Jakarta. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu kelancaran proses pengobatan Ibu Rini. Sebelumnya Ibu Rini telah dibantu pada Rombongan 893, pada 22 Agustus 2016 dan pada 3 September 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 6 September 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Kemas Mahmud  @suharji @rianannanudz @ririn_restu

Ibu rini menderita Kanker Payudara

Ibu rini menderita Kanker Payudara


JENY OKTAVIA SAPUTRI (5, Leukemia). Alamat : RT 3/6, Dusun Tugu, Desa Ngunut, Kecamatan Badar, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Jeny, balita berusia lima tahun ini menderita leukimia sejak tahun 2013. Saat itu, ia menjalani operasi di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo, Jawa Timur karena mengalami penyumbatan darah. Alhamdulillah, berkat operasi tersebut penyakitnya dapat diangkat meski harus menghabiskan biaya lebih dari tiga puluh juta rupiah. Pada bulan Februari 2014, kondisi kesehatan Jeny memburuk kembali. Ia kemudian dirujuk untuk berobat ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah menjalani serangkaian cek, Jeny didiagnosa menderita leukemia atau kanker darah. Jeny kemudian dijadwalkan menjalani kemoterapi. Pihak keluarga merasa kebingungan dalam membiayai pengobatan putri mereka terlebih kondisi ekonomi mereka kurang mampu. Ayah Jeny, Heri Budi Prasetyo (30) bekerja sebagai wiraswasta dan Murdaningsih (28) sebagai ibu rumah tangga sekaligus merawat buah hatinya di rumah. Keduanya sangat berterimakasih kepada kurir #SedekahRombongan yang bersilaturahmi sembari menyalurkan bantuan. Pasalnya, meskipun menggunakan fasilitas jaminan kesehatan, BPJS kelas III, orangtua Jeny masih merasa berat menanggung biaya transpotasi Pacitan-Yogyakarta. Setiap tiga minggu sekali Jeny menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Sardjito. Tanggal 21 September, tepat sehari sebelum menjalani kemoterapi, Jeny demam dan diare. Ia pun langsung dibawa ke RSUP Dr. Sardjito dan opname semalam. Keesokan harinya Jeny tetap dijadwalkan kemoterapi karena kondisinya sudah membaik, tetapi masih dalam pantauan dokter. Bantuan kali ini digunakan untuk biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit serta biaya akomodasi selama di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jeny menderita  Leukemia

Jeny menderita Leukemia


SUYADI BIN PAWIRO (75, Lumpuh + Anemia). Alamat : Madigondo, Desa Sidoharjo, Kecamatan  Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Suyadi dan Suapminah adalah pasangan suami istri dengan empat anak yang semua sudah berkeluarga. Suami istri ini bekerja sebagai petani dan dengan penghasilan pas-pasan bahkan untuk makan saja masih kekurangan apalagi untuk berobat. Suyadi awalnya menurut dokter sakit anemia/ kurang darah dan sekarang tidak bisa bekerja di ladang.  Suyadi sering keluar masuk RSUD Wates dan mengalami lumpuh, belum bisa berjalan lagi. Keluarga menceritakan ujian keluarga ini dengan beban berat saat bertemu kurir Sedekah Rombongan terutama untuk pembayaran kantong darah walau pengobatan sudah dijamin dengan KIS (Kartu Indonesia Sehat). #sedekahrombongan menyampaikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya operasional pengobatan selama ini. Ini adalah santunan kedua, digunakan untuk operasional pengobatan. Sebelumnya telah disantuni pada Rombongan 827.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Ahmad Amin Saifullah.

Pak suyadi menderita Lumpuh + Anemia

Pak suyadi menderita Lumpuh + Anemia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 PATMI BINTI SOIKROMO SIMIN 500,000
2 LARTOMO BIN KROMOYONO 1,500,000
3 MUHAMMAD FAJAR AKSANI 1,000,000
4 MASJID AL AMIN 2,000,000
5 SYAHRUDIN BIN SENIYEM 500,000
6 TPA AR RUKYAT 1,000,000
7 BAYI IBU NGADIYAH 1,000,000
8 SUBARNO BIN PRAPTO SUDARNO 1,000,000
9 ADI PRASETYO 500,000
10 INTAN ANDIKA PUTRI 500,000
11 SRI SUBEKTI RAHAYU 500,000
12 REIHAN DHARMA SURYA 1,000,000
13 MUSOFA HAMDAN 1,000,000
14 NUK BINTI SOMO KARYO 1,000,000
15 JA’FAR SHODIQ 1,000,000
16 BEGAWAN ALFATHIHAN 1,000,000
17 SUTIMAH BINTI SODINOMO 1,000,000
18 AJI PANGESTU BIN DAMIN 1,000,000
19 WINDARTI BINTI KASNI 1,000,000
20 SUKARMAN BIN DIRUN 1,000,000
21 MARSUDI UTAMA 1,000,000
22 MTSR Banyumas 950,000
23 MTSR Purwokerto 2,975,000
24 RSSR Purwokerto 1,045,000
25 RSSR Purwokerto 2,328,500
26 AAH BINTI RANGGA 500,000
27 SUKATRI BINTI SUDARWAN 2,750,000
28 KIRANA DERMAWAN 750,000
29 YULIANTO BIN NASIR ATMOWIJOYO 1,000,000
30 (ALM) RAHMAN ALFARIZI 750,000
31 SUGIARTI BINTI SUPRAPTO 3,500,000
32 MUSHOLLA AL MU’MIN 5,000,000
33 WINDA AULIYA KHOERONI 1,000,000
34 NAFISA KAILA 1,000,000
35 LUTFIANA ULFA 1,000,000
36 TARWIN BIN RASMIARJO SAEN 1,000,000
37 AGUS SUPRIYADI 1,000,000
38 TURIP BIN NURYASA 7,000,000
39 PURWITA WIJAYANTI 500,000
40 Puput Nuraini Wijayanti 1,000,000
41 Mustolah Mrebet 750,000
42 Masdono Kaligondang 1,500,000
43 SUMINI BUKATEJA 2,000,000
44 Pros ekawati 1,000,000
45 MEDI KARDIANSYAH 500,000
46 RINI ARYANTI 2,000,000
47 RINI ARYANTI 1,250,000
48 RINI ARYANTI 1,800,000
49 JENY OKTAVIA SAPUTRI 500,000
50 SUYADI BIN PAWIRO 1,000,000
Total 67,348,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 67,348,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 897 ROMBONGAN

Rp. 42,032,494,500,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 897

  1. Maik

    This website is really interesting. I have bookmarked it.
    Do you allow guest posting on your website ? I can provide high quality posts for
    you. Let me know.