Rombongan 896

Sedekahkanlah yang terbaik yang bisa anda sedekahkan. Maka hidup anda akan menjadi yang terbaik.
Posted by on October 2, 2016

IDA BINTI CAYO (17, Tumor Mandibula). Alamat : Dsn. Krajan Barat, RT 2/3, Ds. Manggungjaya, Kec. Cilamaya Kulon, Kab. Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ida, mulai merasakan adanya pembengkakan dibagian rahang bawah sebelah kiri sejak tahun 2012. Saat itu ia masih duduk dibangku kelas IV Sekolah Dasar. Ida dibawa untuk diperiksa di klinik dekat rumahnya dan dianjurkan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang. Hasil pemeriksaan medis di RSUD Kab. Karawang adalah bahwa Ida didiagnosa mengidap tumor mandibula  atau dalam bahasa awam dikenal sebagai tumor rahang bawah dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Satu minggu dirawat di RSHS Bandung, Ida akhirnya pulang karena tindakan medis berupa pemasangan alat untuk menormalkan rahangnya tidak dicover oleh Jamkesmas Mandiri yang dulu dimilikinya. Satu tahun yang lalu, Ida dan keluarganya dibuatkan fasilitas Kesehatan BPJS mandiri kelas 3 oleh seorang tetangga yang lain, namun tidak sanggup membayar iuran rutinnya hingga menunggak selama satu tahun. Ida saat ini tinggal bersama 4 orang adiknya, karena Ibunya , Ane (51) merantau bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Jakarta dan ayahnya sudah lama meninggal. Kurir #SedekahRombongan mendapat informasi keberadaan Ida dan keluarga dari seorang tetangga yang peduli. Bantuan awal diberikan untuk melunasi tunggakan BPJSnya untuk kemudian mengajukan kartu KIS. Semoga Ida bisa mendapatkan pengobatan hingga tuntas dan mendapatkan kesehatan seperi sedia kala. Aamiin yaa Rab..

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 12 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Badrudin

Ibu ida menderita Tumor Mandibula

Ibu ida menderita Tumor Mandibula


RUKINI BINTI TARSONO (46, Ca Mammae). Alamat : Dusun II Cibodas, RT. 1/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rukini adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan. Beliau mengidap penyakit Ca Mammae atau bahasa umumnya biasa disebut dengan kanker payudara semenjak 2 tahun yang lalu. Sel kanker tersebut menyerang payudara sebelah kiri beliau. Setelah positif terkena kanker payudara, beliau sudah menjalani biopsi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Selanjutnya, pada bulan April lalu beliau telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sudah 2 kali beliau menjalani operasi, namun setelah tindakan operasi yang ke 2 beliau harus melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi. Alhamdulillah selama menjalani serangkaian pengobatan Ibu Rukini terbantu dengan adanya jaminan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah. Hanya saja beliau memerlukan biaya lain seperti transportasi dan akomodasi. Suami Ibu Rukini bernama Bapak Suhana (62), beliau bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Keduanya kesulitan mendapat biaya transportasi maupun akomodasi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan telah menyampaikan santunan kedua kepada Ibu Rukini untuk biaya transportasi ke RSHS. Semoga dengan santunan tersebut, beliau bisa melakukan pengobatan lanjutan ke Bandung demi kesembuhannya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rukini merupakan pasien rombongan 881.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20  September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu rukini menderita Ca Mammae

Ibu rukini menderita Ca Mammae


NIA DEWIANTI (34, Kanker Usus). Alamat : Dusun Sukamukti, RT. 2/4, Desa Mekar Raharja, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nia merupakan salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan. Penyakit Ibu Nia berawal ketika beliau sering mengeluh sakit di bagian perut. Akhirnya, beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit dan segera mendapat perawatan di Rumah Sakit. Hasil USG, tes darah dan rongten menunjukkan bahwa Ibu Nia menderita penyakit Kanker Usus. Beliau menjalani tindakan operasi pemotongan usus sebanyak 2 kali pada bulan Maret 2016 lalu. Untuk aktifitasnya sehari-hari pasca operasi beliau menggunakan alat Colostomy yang dipasang pada perutnya sebagai alternatif buang air besar. Saat ini kondisi beliau Alhamdulillah sudah jauh lebih baik setelah melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pertengahan bulan Juni lalu. Ibu Nia harus menjalani check up kesehatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sebelum menjalani kemoterapi. Selama menjalani pengobatan, Ibu Nia menggunakan BPJS mandiri kelas 3 yang dibayar secara mandiri. Namun, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi. Suami Ibu Nia, Bapak Andrianan (34) saat ini bekerja sebagai pedagang sayuran keliling demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga sekaligus mencicil beban hutang kepada sanak saudaranya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan ke empat untuk biaya transportasi kontrol kesehatan ke RSHS Bandung. Semoga ikhtiar Ibu Nia membuahkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nia merupakan pasien rombongan 882.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Ibu nia menderita Kanker Usus

Ibu nia menderita Kanker Usus


RAJIHAT BIN BIDIN (13, Hemangioma Dinding Abdomen). Alamat : Jln. Meulaboh – Tapak Tuan, Pesantren Darul Ulum, Desa Rambong, Kec. Setia, Kab. Aceh Barat Daya, Prov. Nanggroe Aceh Darusalam. Namanya Rajihat, dia bocah kecil yang luar biasa hebat asal Aceh. 1 bulan yang lalu Rajihat mengalami demam tinggi dan batuk akibat jatuh saat bermain. Rajihat langsung dibawa ke pukesmas terdekat, setelah dilakukan pemeriksaan Rajihat terindikasi tumor. Karena peralatan medis yang tidak lengkap Rajihat dirujuk ke rumah sakit setempat. Di rumah sakit Rajihat menjalani pemeriksaan lanjut uji lab dan rontgen, hasilnya terdapat 4 tumor ( 1 perut, 3 di dinding usus ). Rajihat didiagnosa menderita tumor jinak pembuluh darah pada dinding perut. Pada tanggal 15 Agustus 2016 Rajihat menjalani operasi pengangkatan tumor di bagian Abdomen, di hari yang sama juga dilakukan operasi pengangkatan tumor di bagian usus tetapi gagal karena tumor menyatu dengan pembuluh darah. Apabila dilakukan akan terjadi pendarahan yang luar biasa hebat. Beberapa hari kemudian, Rajihat dirujuk lagi ke rumah sakit Zainol Abidin daerah Banda Aceh pada tanggal 22 Agustus 2016. Selama menjalani pengobatan, Rajihat menggunakan BPJS yang keseluruhan biayanya ditanggung BPJS. Sejak bayi Rajihat sudah di tinggal orang tuanya ( meninggal dunia ), Rajihat kemudian tinggal bersama pamannya tetapi beberapa bulan yang lalu pamannya juga meninggal dunia. Sekarang Rajihat tinggal bersama abangnya di salah satu pondok pesantren daerah Aceh. Alhamdulillah, dia dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan yang kemudian menjenguk Rajihat di rumah singgah BFLF. Pada saat itu bersyukur #SedekahRombongan juga memberinya bantuan yang disalurkan melalui kurir #SedekahRombongan, yang digunakan untuk biaya sehari-hari. Rajihat menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Rajihat cepat sembuh, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @pratiw

Rajihat menderita Hemangioma Dinding Abdomen

Rajihat menderita Hemangioma Dinding Abdomen


RSSR (RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN) BANDUNG RAYA (BIAYA Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT.02/02 Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun 2013 alhamdulillah #SedekahRombongan Bandung Raya telah dipercaya untuk mengelola rumah singgah yang berada di sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kami menyebutnya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung Raya. Walaupun sampai saat statusnya masih belum hak milik #SR, keberadaan RSSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya oleh saudara kita, dhuafa sakit, yang sedang berobat di RSHS Bandung. RSSR Bandung Raya menjadi tempat singgah sementara pasien dampingan #SR dari berbagai daerah di Jawa Barat yang sedang berproses menjalani tahapan pengobatan di RSHS Bandung. Di samping itu, RSSR juga berfungsi sebagai sarana kordinasi kurir, promosi, dan ladang amal bagi sedekaholics yang ingin bersedekah secara langsung. Di RSSR Bandung Raya terdapat 15 kasur bagi pasien dan ruangan tengah yang cukup luas untuk pendamping pasien. Ada dua jamban layak pakai yang bisa digunakan pasien dan keluarganya. Dapur dan peralayannya pun disediakan. Dengan empati sedekaholics, seiring perjalanan waktu, RSSR juga dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari pasien dan pendamping pasien. Setiap bulan RSSR Bandung Raya mendapatkan bantuan untuk pengadaan logistik dan kebutuhan lainnya untuk menjalankan pengkhidmatan dhuafa di RSSR Bandung Raya. Pada bulan ini bersyukur sedekaholics kembali memberi bantuan untuk operasional RSSR Bandung Raya. Adapun pengalokasian bantuan #SR untuk operasional RSSR Bandung Raya bulan Agustus 2016 adalah sebagai berikut: 1. Pembelian SEMBAKO Rp.3.156.000,-, 2. Biaya UTILITY (PAM/PLN/Telepon/Internet/Kebersihan) : Rp.1.004.000,- . Bantuan rutin untuk operasional RSSR Bandung Raya dari para sedekaholics ini sangat bermanfaat bagi pasien dan pendamping. Semoga dapat menjadi pahala bagi para sedekaholics dan membawa berkah kesembuhan bagi pasien #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.160.000
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @fuad_baasil

Bantuan biaya operasional

Bantuan biaya operasional


SYARIF NURDIANSYAH (39, Neurofibromatosis). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT.2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif sudah berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas, namun tidak teratur karena terkendala biaya transport ke rumah sakit. Maklum saja penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan upaya kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampingi Pak Syarif berobat. Kini Pak Syarif harus menjalani bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung. Terapi bedah beku secara rutin harus ia jalani untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS, ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pak Syarif juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minggu terakhir bulan Aptil 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan ia mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, alhamdulillah, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Pada pertengahan Agustus 2015, Pak Syarif melanjutkan ikhtiar berobatnya ke RSHS Bandung dan ia menjalani bedah beku. Pada awal Oktober 2015 ia harus kontrol lagi ke RSHS dan kembali menjalani bedah beku. Pada bulan November 2015 ia tidak mendapatkan terapi bedah bekunya karena obatnya kosong. Pada bulan Desember 2015 kurir sudah mendaftarkannya untuk terapi bedah beku yang keberhasilannya mulai terasa. Pada awal Februari 2016 seorang dokter RSHS Bandung menelpon keluarga Pak Syarif, menawarkan alternatif lain untuk penanganan penyakitnya, yaitu melalui operasi kecil. Didampingi kurir #SR, ia kemudian diantar ke RSHS Bandung untuk menjalaninya. Tindakan ini membawa hasil yang memuaskan. Pada April dan Mei 2016 Pak Syarif kontrol rutin ke RSHS Bandung sambil meneruskan tindakan operasi mengangkat benjolan-benjolan lainnya yang masih bertebaran di sekujur tubuhnya. Begitu juga pada Juni 2016, MTSR dan kurir Bandung bersyukur bisa  mendampingi Pak Syarif menjalani operasi kecil di RSHS Bandung dan memberinya satunan lanjuan untuk biaya berobat. Ia harus senantiasa didampingi karena tak bisa berjalan secara normal setelah penglihatannya tak berfungsi dengan baik. Pada pertengahan September 2016, kurir #SR Bandung menemuinya kembali di rumahnya Keluarga dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk melanjutkan pengobatannya di rumah sakit. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali memberinya santun untuk biaya transport, membeli obat dan biaya sehari-hari kepada muadzin yang juga rutin mengajar ngaji anak-anak di mushola ini. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 862.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir.: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak syarif menderita Neurofibromatosis

Pak syarif menderita Neurofibromatosis


MOCH. NABIL SATRIA (5, Diagnosa : Leukemia). Alamat : Kampung Warudoyong Selatan RT. 42/09 Desa Rengasdengklok, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. sakit sejak th 2013.diagnosa nhml. NABIL –begitu panggilannya– bertemu dengan kurir #SedekahRombongan saat ia didampingi ibu dan kakak sulungnya menjalani terapi dan kontrol rutin di RSHS Bandung. Mereka sedang kebingungan karena kehabisan biaya sehari-hari di Bandung. Menurut penuturan ibunya, keluarga mereka sudah mengupayakan kesembuhan Nabil sejak tiga tahun yang lalu (2013 an), “Kami akan terus berupaya walau ini telah menguras tenaga, pikiran, dan harta kami,” kata ibunya. Selama itu pula Nabil terpaksa harus kehilangan indahnya masa anak-anak karena didiagnosa terserang penyakit cukup serius: Leukemia. Berbagai upaya medis dan nonmedis dilakukan oleh keluarganya. Tak terhitung jumlahnya berapa kali Nabil diperiksakan ke Puskesmas, RSUD Daerah bahkan akhirnya ditangani di RSHS Bandung. Nabil dan keluarganya layak dibantu. Ayahnya, Pak Asep (40) hanya pedagang di pasar tradisional yang kini kiosnya sudah dikontrakkan setelah ia kehabisan modal. Ibunya, Bu Kiki (38) hanya disibukkan dengan kewajibannya mengurus rumah tangga. Sungguh berat beban hidup mereka! Dalam keadaan ekonomi keluarga yang semakin terpuruk, Pak Asep harus berjuang menghidupi empat orang anggota keluarganya sambil mengobati Nabil yang harus rutin menjalani kemoterapi di RSHS Bandung. Kesulitan dan harapan mereka akhirnya disampaikan kepada sedekaholics #SR. Dengan empati sedekaholics, Nabil bersama ibu dan kakaknya akhirnya tinggal di rumah singgah SR selama sepuluh hari. Selain itu alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan juga dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk Nabil dan keluarganya yang digunakan untuk uang saku selama berobat dan biaya transportasi. Pada awal Agustus 2016 Nabil diantar lagi ke RSSR Bandung untuk menjalani kemoterapo dan kontrol rutin di RSHS Bandung. Setelah dua hari tinggal di rumah singgah, akhirnya ia dirawat inap di Ruang Kenanga RSHS Bandung selama 10 hari. Hampir dua minggu Nabil dan kedua orangtuanya tinggal di Bandung. Kondisi Nabil masih belum membaik. Tetapi setelah beres kemoterapi, orangtua Nabil meminta izin untuk pulang dulu; bulan September 2016 Nabil harus datang lagi ke Kota Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutinm. Diantar MTSR Bekasi, pada pertengahan September 2016 Nabil datang lagi ke RSSR Bandung untuk manjalani pemeriksaan dan pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat di Kota Bandung. Nabil dan keluarganya masih membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, kembali kurir #SR di Bandung dapat menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya melunasi tunggakan Iuran BPJS Mandiri Kelas 3 dan biaya sehari-hari. Bantunan sebelum ini tercatat di Rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 16 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Nabil menderita Diagnosa : Leukemia

Nabil menderita Diagnosa : Leukemia


REZA NUR HAKIM (9, Tumor Batang Otak). Alamat : Jalan Laswi, Kampung Bumi Sari, Desa Bumiwangi RT 5/11, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Berawal pada tahun 2011, Reza tak henti-hentinya mengalami muntah-muntah. Ia kemudian dibawa ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan. Sungguh malang! Ternyata Reza didiagnoa mengidap penyakit tumor batang otak. Tak lama dari situ, Reza harus menjalani rawat inap sekaligus operasi di RSHS. Pasca operasi, Reza mengalami koma selama tiga hari. Saat itu ia sempat sadarkan diri satu hari, tetapi kemudian ia kembali koma selama 11 hari. Setelah koma yang kedua kalinya, ia dirawat di rumah dan memilih untuk berobat jalan. Akan tetapi, karena orang tuanya bercerai, pengobatannya terbengkalai. Pada tahun 2015, kondisi Reza kembali menurun drastis; hingga sekarang kondisinya kian memburuk. Ia tidak dapat berjalan dan berbicara dengan jelas. Saat ini, Reza dan dua saudaranya diurus oleh ibunya yang janda dan tidak memiliki pekerjaan. Mereka hidup mengandalkan pemberian kakek-nenek Reza yang tinggal di rumah kontrakan, dekat dengan tempat tinggal kontrakan mereka. Karena kesulitan ekonomi yang mereka hadapi dan belum memiliki Fasilitas Kartu BPJS Kesehatan, sampai saat ini Reza tidak pernah diperiksakan, berobat kemana pun. Kebingungan mereka akhirnya sampai beritanya kepada #SedekahRombongan. Berempati atas kesulitan yang dialami mereka, #SedekahRombongan kemudian memberi mereka bantuan awal yang digunakan untuk membantu biaya pengobatan di rumah sakit dan biaya pembuatan BPJS Kesehatan. Semoga seekah dari para dermawan dan para kurir #SedekahRombongan dapat meringankan beban hidup mereka dan dapat membuka jalan bagi kesembuhan Reza. Aaminn ya Rabb.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 29 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima

Reza menderita Tumor Batang Otak

Reza menderita Tumor Batang Otak


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional 14 Agustus 2016 – 24 September 2016). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR Bandung Raya 1 harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR Bandung Raya 1 sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya 1 semakin tinggi. Ketersediaan bahan bakar, kesiapan kendaraan, dan kesigapan supir MTSR Bandung Raya 1 menjadi keharusan agar pengkhidmatan #SedekahRombongan semakin dirasakan masyarakat. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasi menyokong misi MTSR Bandung Raya 1 dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung Raya  1 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah para dermawan #SedekahRombongan telah memberi bantuan untuk operasional bulan September 2016 yang digunakan untuk : (1) membayarkan pembelian bahan bakar; (2) biaya ganti oli; (3) honor supir; (4) biaya tol dan parkir; (5) pengeluaran tak terduga. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 1 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 878.

Jumlah Bantuan: Rp.3.850.000,-
Tangggal: 28 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Bantuan biaya operasional

Bantuan biaya operasional


RINO ALVARO (1, Kanker Usus). Alamat : Dusun Cisalam, RT 3/2, Desa Salajambe, Kecamatan Salajambe, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Rino adalah seorang bayi berusia kurang dari 1 bulan yang menderita kanker usus. Rino memiliki gangguan kesehatan sejak lahir karena ia tidak memiliki lubang anus yang menyebabkan ia tidak bisa buang air besar. Berdasarkan pemeriksan tim medis, Rino menderita penyakit kanker usus. Beberapa waktu lalu, Rino sudah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Namun saat itu Rino belum terdaftar sebagai pasien yang memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS atau sejenisnya. Sehingga kedua orang tua Rino harus membayar seluruh biaya rumah sakit. Rino harus menjalani serangkaian operasi namun masih harus menunggu sampai berat badan dan usianya mencukupi. Saat ini, kurir #SedekahRombongan Kuningan telah mengupayakan pembuatan jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang pembayarannya ditanggung oleh pemerintah. Kedua orang tua Rino, Bapak Nana Nurhana (47) dan Ibu Nurhayati (35) merasa kesulitan bila tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun. Bapak Nana selaku ayah Rino hanya bekerja sebagai seorang sopir yang berpenghasilan minimum. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari 5 orang anggota keluarganya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Rino sehingga santunan pertama telah disampaikan kepada Rino untuk membantu pelunasan biaya rumah sakit. Setelah keluar dari rumah sakit, Rino harus rutin mengontrol kesehatannya. Karna keterbatasan biaya itulah, santunan kedua dapat disampaikan kepada Rino untuk biaya kontrol kesehatan dan transportasi. Semoga Rino lekas sembuh dan bisa tumbuh sehat tanpa gangguan kesehatan apapun. Aamiin. Sebelumnya Rino masuk ke dalam pasien rombongan 885.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Rino menderita Kanker Usus

Rino menderita Kanker Usus


NENGSIH BINTI KARTA MAKUN (57, Toxic Adenomatous Goiter). Alamat : Dusun Wage, RT 18/4, Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nengsih adalah salah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan. Beliau saat ini menderita penyakit Toxic Adenomatous Goiter atau biasa disebut dengan peradangan kelenjar tiroid. Awalnya, terdapat benjolan kecil di bagian leher sebelah kiri. Lama kelamaan, semakin membesar hingga menyebabkan rasa sakit. Selain itu beliau juga sering sakit kepala bahkan sampai sesak nafas. Beliau pernah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Hasilnya menunjukkan bahwa beliau terkena peradangan kelenjar tiroid dan harus operasi. Sayangnya ketersediaan alat operasi di RSUD 45 Kuningan tidak lengkap. Tak lama Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Kuningan dipertemukan dengan Ibu Nengsih. Melihat hasil pemeriksaan sebelumnya, kurir #SedekahRombongan Kuningan membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan ulang. Alhamdulillah setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, akhirnya tim medis langsung mengambil tindakan berupa operasi pengangkatan kelenjar tiroid pada tanggal 13 September 2016 lalu. Selanjutnya, pada tanggal 26 September 2016 ini Ibu Nengsih harus menjalani tindakan medis berupa pemasangan alevin di lehernya. Ibu Nengsih memanfaatkan kartu jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah untuk menjalani pengobatan. Suami Ibu Nengsih bernama Bapak Wardi (60) dan bekerja sebagai buruh tani. Beliau hanya bekerja bila ada tetangga yang membutuhkan jasanya. Penghasilan beliau sangat minim bahkan untuk kehidupan sehari-hari kadang masih kesulitan. Ibu Nengsih dan suami merasa kesulitan berkenaan dengan biaya pembelian alevin dan transportasi. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kedua kepada Ibu Nengsih untuk biaya pembelian alevin dan juga transportasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Ibu Nengsih. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nengsih merupakan pasien rombongan 894.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu nengsih menderita Toxic Adenomatous Goiter

Ibu nengsih menderita Toxic Adenomatous Goiter


AZMI HAIL MAHLAL (2, Flek Paru-paru). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang balita yang kesehatannya terganggu akibat adanya flek pada paru-parunya. Sakit yang Azmi derita berawal ketika ia baru berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Diusia ke 2 tahun, ia belum bisa bergerak aktif seperti anak seusianya. Ia hanya bisa terbaring lemas bahkan duduk pun harus dibantu dengan adanya penyangga. Azmi belum pernah menjalani pengobatan di rumah sakit besar. Ia hanya menjalani pengobatan di Puskesmas terdekat. Azmi mempunyai jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Namun hingga saat ini masih ada tunggakan BPJS yang belum dibayar. Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohinah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan membayar biaya BPJS tiap bulannya. Maklum saja, Bapak Johan hanya bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Azmi dan keluarga. Santunan awal pun dapat disampaikan kepada Azmi untuk biaya pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Azmi menderita flek paru-paru

Azmi menderita flek paru-paru


NUR NABILAH SARI (14, Thypus + Asma). Alamat : Kampung Sukaresmi Rt. 4/2, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Nabila biasa ia disapa sudah sejak kecil memang mempunyai riwayat sakit Asma yang terkadang membuatnya harus keluar masuk ruang rawat rumah sakit. Remaja kelas 3 SMP ini pada tanggal 16 September 2016 lalu ketika sedang tidur badan Nabila demam tinggi disertai dengan rasa nyeri luar biasa, karena khawatir Nabila pun di bawa ke puskesmas oleh ayahnya yang bernama Pak Yacup (54) dan oleh dokter di diagnosa bahwa Nabila sedang mengidap Tifus dan harus segera dirujuk dan dirawat di RSUD Kota Bogor. Sesampainya di RSUD Kota Bogor Nabila langsung di rawat karena kondisi fisiknya yang sudah semakin lemah. Pak Yacup dan Istrinya Junah (45) kebingungan untuk menebus beberapa obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Pak Yacup ketika sedang kebingungan untuk menebus obat di sebuah apotek. Setelah mendengarkan cerita dari Pak Yacup yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan tersebut akhirnya kurir #SedekahRombongan pun menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu Nabila menebus obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Sekarang kondisi Nabila sudah sadar namun belum bisa banyak bergerak karena masih harus mendapatkan perawatan dari pihak rumah sakit. Semoga Nabila segera sembuh agar bisa kembali bersekolah dan berkumpul bersama keluarga. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Nabilah menderita Thypus + Asma

Nabilah menderita Thypus + Asma


RANGGA ALI MUHTAR  (2, Rhabdomyosarcoma et Regio Brachii Dextra) Alamat: Jebug, RT 12/7, Kecamatan Karawang Kulon, Kabupaten Karawang,  Provinsi Jawa Barat. Rangga mulai merasakan gejala sakit sejak usianya 8bulan. Gejala awalnya yaitu  muncul benjolan sebesar kelereng di pangkal lengan atas sebelah kanan berwarna sama dengan warna kulitnya. Orang tuanya tidak terlalu mengkawatirkan kondisi Rangga, karena dianggap tidak berbahaya. Ayah Rangga, Bayu (41), adalah seorang penjual bubur keliling bersama istrinya, Titin (34). Namun kemudian benjolan di lengan Rangga membesar dalam waktu singkat diikuti dengan kondisi Rangga yang sering demam yang disertai kejang. Rangga sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang selama 2hari. Dokter menyarankan agar  Rangga dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Rangga sempat mendapatkan perawatan medis selama 2 bulan di RSHS Bandung dan menjalankan kemoterapi siklus pertamanya. Namun kondisi Rangga terus menurun, hingga kondisinya kritis dan perlu dirawat di ruang ICU RSHS Bandung. Upaya tim Medis untuk menolong Rangga tidak berhasil, Rangga meninggal dunia. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan sebagai tanda bela sungkawa kepada orang tua Rangga. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 889. Semoga orang tua Rangga diberikan kekuatan, keihlasan dan kesabaran dalam melewati ujian ini. Sesungguhnya kita manusia hanya mampu berusaha sebaik mungkin, tapi Allah SWT yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba Nya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000
Tanggal: 23 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucucuanda

Alm rangga menderita Rhabdomyosarcoma et Regio Brachii Dextra

Alm rangga menderita Rhabdomyosarcoma et Regio Brachii Dextra


DIMAS BIN MASUD (17, Kista). Alamat : Kampung Kencana, Rt. 04/11, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari 2 tahun yang lalu Dimas merasa ada benjolan di perut bagian bawah, karena dirasa tidak sakit dan tidak mengganggu akhirnya benjolan tersebut pun dibiarkan dan tidak diberitahukan ke orang tuanya. Hingga pada akhirnya sekitar 3 bulan yang lalu benjolan tersebut mulai menimbulkan sakit dan mulai mengganggu aktivitas Dimas sebagai pelajar di salah satu sekolah di Bogor. Dimas akhirnya menceritakan apa yang dirasakannya kepada Munawiyah (44) ibundanya dan akhirnya Dimas dibawa ke puskesmas Tanah Sareal. Oleh puskesmas Dimas pun di rujuk ke RSUD Kota Bogor untuk mendapatkan diagnosa yang tepat ketika diperiksa di RSUD Kota Bogor, Dimas didiagnosa mengidap Kista dekat kantung kemih dan harus segera operasi. Akhirnya operasi pun dilakukan dengan biaya yang di tanggung oleh BPJS PBI. Saat ini dimas sudah diperbolehkan pulang namun sebelum pulang masih ada biaya yang harus di bayarkan yang tidak di tanggung oleh BPJS. Pak Mas’ud (47) tidak mampu membayar kekurangan biayanya karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Kurir #SedekahRombongan pun dipertemukan dengan Pak Mas’ud di RSUD Kota Bogor dan ia bercerita tentang kesulitan yang dia rasakan. Bantuan awalpun di sampaikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk membantu membayar kekurangan biaya di RSUD Kota Bogor. Semoga Dimas lekas pulih dan bisa kembali bersekolah seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Dimas menderita Kista

Dimas menderita Kista


MUHAMMAD NAUFAL AL-FARIZI (2, Tumor Ganas pada Testis + Tumor Jinak pada Perut). Alamat : Blok Saradan RT 7/4 Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Saat Naufal lahir, dokter mendiagnosa terkena flek pada paru-paru namun ternyata terdapat benjolan di bagian perut dan alat kelamin. Semula diduga benjolan biasa atau hernia, setelah melalui pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Sentot Patrol dan menjalani USG di Klinik Medissina Lohbener Indramayu, Nauval dinyatakan menderita tumor jinak pada perut dan tumor ganas pada testisnya. Bulan Juli 2016, Naufal-pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu, dan dr. Jono, SpB yang menangani menyatakan tidak sanggup karena keterbatasan alat sehingga Naufal dirujuk untuk segera dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Rujukan ini tidak bisa diterima oleh pihak RSHS Bandung sebab Naufal tidak memiliki Jaminan Kesehatan BPJS, hanya memiliki Kartu KASEP (Kartu Sehat dan Pintar) dari Pemerintah Daerah Indramayu. Keluargapun memutuskan untuk merawat Naufal di rumah saja. Ayah Naufal, Bapak Mohamad Saefudin (28) adalah seorang pedagang list plafond dengan penghasilan tidak tentu dan Ibunya Casminih (23) hanya mengurus rumah tangga. Naufal memiliki seorang kakak perempuan berusia 5 tahun. Ketika kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi di kediamannya, orang tua Naufal berharap #SedekahRombongan bisa membantu proses pengobatan Naufal di RSHS Bandung karena saat itu Naufal sedang dalam kondisi suhu tubuh yang tinggi selama dua hari. Kurir #SedekahRombongan segera menyampaikan bantuan dan berkoordinasi untuk memberangkatkannya ke Bandung saat itu juga, namun Allah berkehendak lain, beberapa saat kemudian dia menghembuskan nafas terakhirnya sebelum sempat dibawa ke Bandung. Ikhtiar maksimal semua pihak sudah dilaksanakan, semoga Naufal tenang di sisi-Nya dan kelak menjadi pendamping orang tuanya di surga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @heni_nuraini agung

Naufal menderita Tumor Ganas pada Testis + Tumor Jinak pada Perut

Naufal menderita Tumor Ganas pada Testis + Tumor Jinak pada Perut


DAVA BIN DENI (5, Spinal Muscular Atrophy tipe 2). Alamat : Blok Galunggung Asih RT 7/15 Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dava terlahir normal, namun pada usia 10 bulan dia mengalami kelainan yaitu tidak bisa mengeluarkan kotoran hingga menyebabkan kelumpuhan pada tubuhnya. Semula orang tua Dava membawa anaknya berobat ke dokter secara rutin namun karena tidak ada perubahan yang signifikan maka Dava dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Diagnosa dokter di RSUD Gunungjati menyatakan Dava mengidap Spinal Muscular Atrophy tipe 2 yaitu kelainan genetik yang ditemui pada bayi usia 3 hingga 15 bulan berupa melemahnya syaraf untuk mengontrol gerakan pada anggota tubuh, dengan gejala sulit bernapas, tungkai lemah, otot-otot sering berkedut menimbulkan refleks yang tidak normal sehingga sulit belajar berdiri, apalagi berjalan. Di RSUD Gunungjati, Dava mendapatkan pengobatan dan terapi otot serta pengobatan untuk mengeluarkan kotoran. Karena keterbatasan alat di RSUD Gunungjati, akhirnya Dava dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dava sempat beberapa kali menjalani terapi di RSHS Bandung, namun akhirnya terhenti karena kendala biaya transportasi. Ibu Dian (42) yang saat ini menjadi orang tua tunggal bagi Dava menyampaikan perihal keinginannya untuk terus mengobati Dava secara rutin di RSHS Bandung kepada kurir #SedekahRombongan yang menemuinya saat awal bersilaturahmi di rumah kontrakan mereka. Kesulitan yang dihadapi adalah kendala biaya transportasi sedangkan untuk pengobatan, Dava sudah memiliki Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri. Kurir #SedekahRombongan akhirnya menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya transportasi untuk pengobatan Dava secara rutin dan maksimal. Semoga Dava bisa disembuhkan dan menjalani masa anak-anak seperti pada umumnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 2 September 2016v
Kurir : @ddsyaefudin @heni_nuraini rina

Dava menderita Spinal Muscular Atrophy tipe 2

Dava menderita Spinal Muscular Atrophy tipe 2


ERAH BINTI SAIKAM (50, Infeksi Ginjal). Alamat: Kp. Cilandak Curug RT 4/2, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Bu Erah biasa ia dipanggil. Beliau tinggal bersama 2 orang anaknya. Gejala penyakitnya berawal pada akhir tahun 2011 muncul benjolan di bagian dada dan menyebabkan pegal dan nyeri. Lama kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terasa sakit. Bu Erah melakukan pemeriksaan ke klinik terdekat di daerah Rangkas Bitung. Setelah diperiksa, dokter menyatakan jika Bu Erah menderita Infeksi Ginjal. Selama 3 tahun Bu Erah mengkonsumsi obat dari klinik tempat ia berobat tapi tidak ada hasilnya. Kemudian Bu Erah dirujuk ke RSUD setempat untuk berobat. Letak rumah yang jauh dari perkotaan dan akses jalan yang sulit dilewati dengan kendaraan membuat keluarga Bu Erah kesulitan membawa Bu Erah ke RS. Ibu Erah bekerja sebagai buruh tani dan suaminya Bapak Suardi (52) seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Anaknya bekerja di Jakarta sebagai buruh konveksi. Bu Erah dan suaminya mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan karena Bu Erah sendiri tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah #SedekahRombongan mendapat info tentang kesulitan yang dialami Bu Erah, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Bu Erah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @anasaramadhan @untaririri

Ibu erah menderita Infeksi Ginjal

Ibu erah menderita Infeksi Ginjal


NAMIN BIN MAMIT (60, Cedera Kepala Berat). Alamat: Kp. Areman RT 4/8 Desa Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Pak Namin, biasa beliau disapa. Hari Rabu (17/9/16), Pak Namin berangkat bekerja seperti biasanya di Pondok Laras sebagai buruh cuci piring. Saat melakukan aktivitas, tiba-tiba Pak Namin terpeleset dan terjatuh dengan posisi kepala bagian belakang lebih dulu yang membuat Pak Namin tidak sadarkan diri.  Saat itu, Pak Namin langsung dilarikan ke RS Tugu Ibu. Tapi dengan alasan ruang perawatan yang penuh, pihak RS menyaran supaya Pak Namin dibawa ke RS lain supaya mendapat pengananan yang cepat. Selanjutnya Pak Namin dibawa ke RS BRIMOB, tapi karena keterbatasan alat akhirnya pihak RS merujuk Pak Namin ke RS Pusat Otak Nasional (RSPON). Alhamdulillah disana, Pak Namin langsung mendapat penanganan dan dirawat di lantai 7 kamar 703. Tapi disini masalah baru muncul, selama ini Pak Namin masih menjadi tulang punggung buat keluarganya sehingga saat kondisi Pak Namin terbaring di RS tidak ada lagi yang mencari nafkah. Istri Pak Namin, Bu Aisyah (55) juga bekerja sebagai buruh cuci dan masih mempunyai tanggungan 3 orang anak. Alhamdulillah, untuk biaya RS sudah terbantu dengan adanya Kartu Indonesia Sehat (KIS), tapi untuk kebutuhan sehari-hari Bu Aisyah kadang bingung harus mencari kemana. Menurut Bu Aisyah, anak-anaknya di rumah membuat kotak sumbangan untuk biaya perawatan sang ayah. Setelah mendapat informasi tentang hal ini #KurirSR langsung mendatangi Pak Namin dan menyampaikan bantuan awal untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani perawatan di RS. Bu Aisyah menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 11 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin Deni @EnnyEmiliyanti @untaririri

Pak namin menderita  Cedera Kepala Berat

Pak namin menderita Cedera Kepala Berat


TOTON RUDIANA (20, Post Partus). Alamat: Kampung Sinar Negri RT 4/4, Desa Sinar Negri, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Bu Toton, begitu biasa ibu satu orang anak ini disapa. Bu Toton bersama dengan suaminya Pak Nur Zain (25) adalah seorang perantauan yang mencoba mencari nafkah di ibukota Jakarta. Pak Nur, sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dikawasan Pasar Senen, sementara Bu Toton sejak hamil tidak lagi bisa bekerja. Saat itu, hari Sabtu (10/9/16) Bu Toton mengeluh nyeri hebat dan sudah mengeluarkan cairan ketuban. Karena khawatir, oleh Pak Namin langsung dibawa ke RSCM sebagai pilihan rumah sakit terdekat dari tempatnya waktu itu. Alhamdulillah, di IGD RSCM Bu Toton langsung ditangani oleh tim medis dan dapat melahirkan secara normal. Lahir seorang anak perempuan dengan berat 3,2 kg. ditengah kebahagiaan yang dirasakan Pak Namin dan Bu Toto nada getir luka tersediri, Bu Toton datang ke RS tanpa membawa jaminan kesehatan apapun. Untuk biaya perawatan di RS menggunakan biaya pribadi, sementara Pak Nur tidak memiliki cukup biaya untuk membayar biaya RS yang mencapai Rp. 8.278.000,-. Sehingga Pak Nur mencoba untuk mengajukan pembebasan biaya dari pihak RS, tapi pihak RS tidak memberikan melainkan diberikan keringanan biaya menjadi Rp. 4.000.000,-. Dengan keringanan biaya segitu Pak Nur belum bisa menyanggupi dan masih terus mencoba untuk meminta keringanan, setelah melalui perjuangan yang cukup panjang Alhamdulillah Pak Nur mendapat keringanan biaya lagi dan cukup membayar Rp. 2.000.000,-. Tapi sisa uang yang dimiliki oleh Pak Nur masih jauh dari angka tersebut, sehingga Pak Nur meminta bantuan melalui Humas RSCM. dari Humas RSCM, #SedekahRombongan mengetahui tentang kondisi keluarga kecil ini. Seperti misi dari #SedekahRombongan, #KurirSR langsung mendatangi Bu Toton dan Pak Nur dan menyampaikan bantuan untuk biaya perawatan di RSCM. Pak Nur tak henti-henti mengucapkan syukur Alhamdulillah atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 12 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Toton menderita Post Partus

Toton menderita Post Partus


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu bialu disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhgamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agoh diperbolehkan pulangtapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini aja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya.  Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, setelah mendapat informasi dari salah seorang tetangga Pak Agih, kurir #SedekahRombongan langsung mendatangi keluarga Pak Agih dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi ke RS. Semoga bantuan yang diberikan oleh #SedekahRombongan sedikit banyak bisa meringankan beban yang dialami oleh keluarga Pak Agih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Pak agih menderita  Patah Tulang Kaki Kiri

Pak agih menderita Patah Tulang Kaki Kiri


LINDAWATI TUPAL (32, Fistel Vesicovaginalis). Alamat: Dusun Banjarsari RT 2/5, Desa  Karyamulya, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Ibu Linda, seorang ibu satu anak dengan perawakan mungil ini sejak tahun 2014 dinyatakan menderita Fistel Vesicovaginalis. Dengan berbekal Jamkesda Bu Linda berangkat ke Jakarta untuk berobat ke RSCM, meski dibilang nekad tapi inilah pilihan terakhir karena sakit yang dialami Bu Linda menghauskannya untuk menjalani pengobatan di Jakarta. Tahun 2014, Bu Linda telah dilakukan tindakan operasi yang pertama. Setelah itu Bu Linda, berlanjut menjalani kontrol rutin di Poli Kebidanan RSCM. Karena kondisinya terus membaik saat itu, ibu Linda memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya sembari menunggu jadwal operasi yang kedua. Bu Linda menceritakan kesulitan hidupnya kala awal datang ke Jakarta bersama suaminya hingga kehabisan bekal untuk bertahan hidup. Suami Bu Linda, Pak Tupal Siagian (35) adalah seorang tunanetra yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijit. Dengan penghasilan yang tak menentu, tapi semangat Pak Tupal untuk bisa memberikan pengobatan yang terbaik untuk istrinya. September 2016 ini, Bu Linda mendapat panggilan dari RSCM untuk persiapan operasi keduanya. Kembali, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya kontrakan dan kebutuhan selama menjalani perawatan di Jakarta, setelah TUPAL

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Ibu linda menderita Fistel Vesicovaginalis

Ibu linda menderita Fistel Vesicovaginalis


ETI BINTI SUKARYA (40, CA Mammae). Alamat: Kp. Cikembang RT 2/1, Desa Wargakerta, Kec. Sukarame, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Eti yang berstatus janda cerai mati dengan tanggungan 3 orang ini sudah bertahun-tahun menderita penyakit yang sangat ditakuti kaum perempuan ini. Namun ia menutup rapat-rapat keadaannya, sampai-sampai keluarga dan saudara-saudaranya pun banyak yang tidak tahu kalau ia menderita penyakit yang cukup ganas. Setelah ia merasa tidak kuat lagi merasakan penyakitnya, karena ia kerap merasakan sakit yang amat sangat sampai sering ia tidak dapat tidur, akhirnya ia berterus terang bahwa ia menderita kanker payudara. Melihat kondisi penyakitnya yang sudah parah, saudara Bu Eti segera menginformasikannya kepada Kepala Desa setempat. Pak Asep, Kepala Desa Wargakerta mengontak Kurir #SR untuk meminta bantuan agar #SR dapat membantu pengobatan Bu Eti karena selain seorang janda, Bu Eti berasal dari keluarga yang kurang mampu. Pak Kepala Desa membantu dengan membuatkan fasilitas Jamkesda dari PemKab Tasikmalaya, bahkan ia pun mengantar Bu Eti ke RSHS Bandung, karena rupanya RSUD Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya tidak bisa menangani penyakit Bu Eti yang diperkirakan sudah mencapai stadium 3 dan merujuknya ke RSHS Bandung. Bu Eti tinggal sementara di RSSR Bandung selama menjalani rangkaian pemeriksaan sebelum dlakukan tindakan medis lebih lanjut untuk pengobatan penyakitnya. Sampai saat ini Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi ke Bandung untuk menjalani pemeriksaan di RSHS dan didampingi sepenuhnya oleh Kurir #SR. Bu Eti masih menunggu hasil PA yang telah dilakukannya di RSHS Bandung. Untuk menjaga kondisinya, Bu Eti mengkonsumsi obat-obatan herbal sambil menunggu penatalaksanaan medis lanjutan di RSHS Bandung. Tanggal 29 Desember 2014 Bu Eti kembali berangkat ke RSHS untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan konsultasi hasil PA, untuk sementara sekarang ia tinggal di RSSR Bandung. Di bulan Januari 2015 Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi dari Tasikmalaya ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi. Tanggal 2 Maret 2015 Bu Eti kembali menjalani jadwal kemoterapi di RSHS Bandung. Bulan April 2015 Bu Eti menjalani kemoterapi dan kontrol ke RSHS Bandung. Bu Eti untuk Bulan Mei 2015 kembali menjalani kemo dan kontrol rutin 2 minggu sekali ke RSHS Bandung. Bulan Juni 2015 Bu Eti menalani jadwal kemoterapi 2 kali di RSHS Bandung. Bu Eti masih menjalani terapi lanjutan di RSHS Bandung selama bulan Juli 2015. Perkembangan penyakitnya cukup menggembirakan, lukanya sekarang keliatan sudah mulai mengering. Bu Eti masih harus menjalani kontrol di RSHS Bandung selam bulan September 2015. Bulan Maret 2016 Bu Eti menjalani Radioterapi lanjutan di RSHS Bandung. Selama bulan Juli 2016 Kondisi Bu Eti masih belum membaik. Support dari #SedekahRombongan terus disampaikan dengan kunjungan rutin para Kurir secara berkala ke kediaman Bu Eti, dan #SR kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk pembelian obat-obatan biaya sehari-hari selama Bu Eti menjalani pengobatan, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 881.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Ibu eti menderita CA Mammae

Ibu eti menderita CA Mammae


KAMILAH BINTI UCA (42, Susp. Parkinson’s Disease). Alamat: Kp. Desakolot RT 2/7, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Suami Bu Kamilah, alm. Pak Endin, adalah pasien penderita kanker dampingan SR yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.  Almarhum suami Bu Kamilah meningggalkan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Dua tahun yang lalu Bu Kamilah secara tiba tiba tak sadarkan diri dan terjatuh. Beliau sempat dilarikan MTSR ke IGD RSUD SMC dan dirawat beberapa hari sampai akhirnya beliau siuman. Namun setelah sadar beliau tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya apalagi bangun. Karena peralatan yang kurang memadai maka beliau pun dirujuk ke RSUD dr.  Soekarjdo Kota Tasikmalaya, dan kurang lebih 15 hari dirawat inap di sana. Pasca beliau dirawat dan kondisinya agak membaik ia diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Bu Kamilah sudah tidak memiliki lagi tulang punggung keluarga karena suaminya sudah meninggal, beliau sendiri pun sudah tidak dapat lagi bekerja mencari nafkah karena penyakit yang dideritanya. Selama ini ia hanya mengandalkan belas kasihan dari kerabat dekat dan tetangganya dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, untuk biaya berobat beliau hanya bisa pasrah dan berdo’a semoga lewat tangan-tangan para dermawan, Allah mengirimkan pertolongan-Nya. Kondisi Bu Kamilah masih belum stabil, penyakit beliau masih sering kambuh sehingga ia harus menjalani kontrol rutin di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Tanggal 27 Agustus 2016 Kurir SR mendampingi Bu Kamilah yang menjalani kontrol ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Dokter memberikan resep obat-obatan di luar jaminan seharga Rp 800.000 karena Bu Kamilah memang tidak punya BPJS, sehingga Bu Kamilah yang seorang janda dan sudah tidak tidak dapat bekerja ini sempat memutuskan untuk tidak menebus obat tersebut. Alhamdulillah #SedekahRombongan sangat memahami kesulitan Bu Kamilah dan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu pembelian obat-obatan janda tua ini. Bantuan sebelumnya di Rombongan 881. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Bu Kamilah dan keluarganya. Amiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 Agustus 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Ibu kamilah menderita Susp. Parkinson's Disease

Ibu kamilah menderita Susp. Parkinson’s Disease


FAIRUS SAFANA (2, Hidrosefalus + TB Paru). Alamat: Kp. Talaga RT 1/8, Desa Sukamaju Kidul, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ketika dilahirkan, keadaan fisik Fairus sudah terlihat tidak normal. Kepalanya yang membesar tidak seperti bayi kebanyakan. Orangtuanya sudah membawanya ke puskesmas sampai ke rumah sakit untuk ditangani. Berkali-kali keluar masuk rumah sakit hingga berobat jalan selama lima bulan pernah Fairus jalani. Namun, sampai sekarang keadaannya masih memprihatinkan karena tidak ada perubahan yang menggembirakan. Orangtua Fairus, Hidayatullah (47) dan Irmawati (36) sudah berusaha mengobati buah hatinya ini sesuai dengan kemampuannya, tapi kemampuan perekonomian mereka sangat terbatas, mengingat Hidayatullah hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sebenarnya mereka mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda, tapi mereka mempunyai tujuh anak yang harus dibiayai dan mereka membutuhkan biaya tambahan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Sehingga ketika menerima bantuan dari #SedekahRombongan yang berasal dari donasi para sedekaholic, mereka mengungkapkan kelegaannya karena bisa melanjutkan pengobatan Fairus yang diperkirakan oleh dokter akan memakan waktu yang lama, mengingat Fairus menderita beberapa penyakit komplikasi yang cukup berat. Bulan April 2015 Fairus diduga menderita hernia, namun yang akan didahulukan adalah pengobatan TB Parunya dulu, serta terapi yang harus ia jalani di klinik swasta. Fairus bulan Mei 2016 masih menjalani terapi rutin TB Paru dan terapi gerak utuk melatih syaraf motoriknya di klinik swasta. Santunan #SedekahRombongan disampaikan kembali untuk biaya terapi dan pengobatan Fairus selama bulan Julii 2016. Fairus masih menjalani pengobatan dan kontrol  di RSUD dr. Soekardjo dan klinik Syifa Medina Tasikmalaya selama bulan Agustus 2016. Untuk membantu biaya transportasi, akomodasi sehari-hari, biaya terapi, dan membeli asupan makanan bergizi agar kondisinya tetap stabil dan untuk meningkatkan gizi Fairus #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan dari para #Sedekaholics, agar Fairus dapat terus dapat menjalani pengobatannya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 881. Semoga Fairus dapat segera sembuh dan merasakan kegembiraan seperti anak-anak yang lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 21 Agustus 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Fairus menderita Hidrosefalus + TB Paru

Fairus menderita Hidrosefalus + TB Paru


HERMAWAN BIN EMPUD (41, Lumpuh ) Kp. Sarakan RT 2/3, Desa Cikukulu, Kec. Karangnunggal, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Hermawan terjatuh dari pohon kelapa saat ia hendak memetik buah kelapa yang akan ia jual ke pelanggan di Pasar. Kejadian tersebut membuat tulang punggung Pak Hermawan retak dan harus mendapat perawatan selama 2 bulan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tasikmalaya. Kini bahkan Pa Hermawan tidak bisa menggerakkan kakinya. Semua aktifitasnya dibantu oleh isteri. Harta benda yang ia miliki pun berangsung berkurang untuk biaya pengobatan. Semasa sehatnya Pak Hermawan bekerja sebagai penjual buah kelapa ke Pasar tradisional. Hasil kerja kerasnya mengais rejeki dari pohon serba guna tersebut dipergunakan untuk menghidupi keluarganya yang terdiri dari seorang istri dan 3 orang anaknya. Diagnosa dokter Pak Hermawan mengalami Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau penyempitan di daerah tulang belakang. Kini Pak Hermawan hanya terbaring di sebuah kamar ukuran tiga meter persegi dan beralaskan kasur lusuh yang sudah banyak terdapat robekan. Pak Hermawan berharap ada jalan keluar untuk dirinya agar dapat sembuh seperti sediakala. Saat Kurir dipertemukan rasa haru bercampur bahagia menyelimuti keluarga Pak Hermawan. BPJS kesehatan yang dimilikinya tidak dapat membantu secara optimal, berbagai cara sudah ditempuh guna mencari kesembuhan. Namun tidak kunjung membaik,Isteri Pak Hermawan berharap suaminya bisa sembuh dan kembali menjadi tulang punggung keluarga. Santunan diberikan guna pembelian obat-obatan dan membantu memfasilitasi Pak Hermawan memeriksakan diri ke RS Umum Daerah dr. Soekardjo Tasikmalaya dengan menggunakan mobil carteran, karena pada saat yang sama MTSR Tasikmalaya sedang mengantarkan pasien ke RSHS Hasan Sadikin Bandung dan lokasi tempat tinggal Pak Hermawan cukup jauh dari rumah sakit. Tanggal 25 Agustus 2016 Pak Hermawan untuk ketiga kalinya menjalani pengobatan di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk Pak Hermawan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, pembelian obat-obatan di luar jaminan, dan akomodasi selama menjalani pengobatan, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 881.

Jumlah santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Pak hermawan menderita Lumpuh

Pak hermawan menderita Lumpuh


MOCHAMMAD FARHAN NURROHMAN (1, Hydrocephalus) Kp. Tanjungwangi RT 2/14, Desa Sukanegara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak usia 2 bulan, Farhan, mengalami kelainan, kepalanya terus membesar. Orangtua Farhan, Pak Edi (40) dan Bu Yuyum (39) kemudian membawa Farhan ke Puskesmas, namun pihak Puskesmas langsung merujuk Farhan ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Diduga kuat, Farhan menderita hydrocephalus. Di rumah sakit ini, pada tanggal 7 Januari 2015, Farhan menjalani operasi pertamanya, yang dlanjutkan dengan operasi kedua pada tanggal 22 Januari 2015. Akan tetap, meskipun sudah menjalani dua kali operasi, kondisi Farhan belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Bahkan, Farhan, yang tadinya harus menjalani rawat jalan secara berkala, terancam tidak bisa melanjutkan pengobatan, karena Pak Edi sudah kehabisan biaya, sementara anak-anaknya yang lain pun sangat membutuhkan biaya untuk kebutuhan sehari-harinya. Menggunakan fasilitas jaminan BPJS kelas 3 yang dimilikinya, Pak Edi melanjutkan pengobatan anaknya ke RSUD dr. Soekardjo. Keluarga Pak Edi  termasuk keluarga besar dengan tanggungan 4 orang anak termasuk Farhan yang semuanya masih kecil. Penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu dan gak seberapa, tentu cukup berat bagi Pak Edi untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Derita dan beban hidup yang dirasakan keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan. Bersyukur kurir #SR bisa bertemu dengan keluarga yang tabah ini. Alhamdulillah, harapan mereka untuk terus berikhtiar  dipertemukan dengan empati sedekaholics #SR yang memahami kesulitan mereka dan memasukkan Farhan dalam daftar pasien dampingan #SR. Pada akhir Mei 2016, Farhan menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Kondisinya masih stagnan. Farhan dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk terus berobat. Ia tinggal beberapa hari di RSSR Bandung. Di Rumah singgah ini pula, dengan izin Allah Swt, alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban kesulitan mereka. Di bulan Juli 2016 Farhan masih harus menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung. Untuk itu ia memerlukan biaya transportasi dan akomodasi untuk selama hampir  2 minggu ia berada di Bandung agar memperlancar pengobatannya. Pertengahan Agustus 2016 Farhan kembali menjalani pengobatan di RSHS Bandung dan tinggal sementara di RSSR Bandung. Untuk membantu kelancaran pengobatannya, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya akomodasi sehari-hari selama menjalani pengobatan di  RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya tercatat masuk di Rombongan 882.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Agustus 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, Reza Alba, Cincin

Farhan menderita  Hydrocephalus

Farhan menderita Hydrocephalus


SYAIFUL YUSUF (5, Rhabdomyosarcoma). Alamat: Kp. Panembong, RT 1/6, Kel. Manggungjaya, Kec. Rajapolah, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Syaiful, anak yang lahir pada tanggal 20 February 2011 ini menderita penyakit Rabdomiosarcoma. Ia mengeluh, ada massa yang tumbuh besar dengan cepat dibagian mulutnya, ia merasakannya sejak 1 tahun lebih. Awalnya terdapat benjolan kecil seperti jerawat. Berdasarkan keterangan dari dokter Puskesmas setempat, benjolan tersebut hanya lipoma sehingga ia mendapat tindakan medis berupa eksisi/pembuangan. Setelah dieksisi/dibuang, ternyata benjolan itu tumbuh kembali, bahkan membesar sebesar bola pimpong. Kemudian, Syaiful dibawa ke RSUD Dr. Soekardjo dan menjalani operasi. Selesai operasi, jaringan tersebut kemudian di PA dan hasilnya menunjukkan Embrional Rabdomiosarcoma. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, akhirnya Syaiful di rujuk ke RSHS Bandung untuk melakukan kemoterapi. Akan tetapi, setelah beberapa bulan berlalu, ia tak kunjung mendapat jadwal untuk melakukan kemoterapi. Sedangkan tumor di mulutnya semakin membesar. Lalu, Dinas Kabupaten Tasikmalaya membawa Syaiful ke RS SMC untuk meminta surat rujukan agar ia bisa berobat ke Darmais. Namun, dokter spesialis onkologi di RS SMC menyarankan agar Syaiful mencoba tindakan kemoterapi di SMC. Alhamdulillah, hingga saat ini Syaiful telah menjalani kemoterapi sebanyak 3 kali. Hasilnya menunjukkan hasil yang cukup baik, Alhamdulillah tumor di mulutnya telah mengecil. Untuk pengobatannya selama ini, ia mengandalkan bantuan dari jaminan kesehatan KIS. Sayangnya, kedua orang tua Syaiful mengeluhkan tentang biaya sehari-hari selama Syaiful menjalani perawatan di rumah sakit. Hal tersebut dikarenakan ayah Syaiful tidak bekerja sama sekali semenjak Syaiful dirawat di rumah sakit sehingga tidak ada pemasukan untuk biaya pengobatan Syaiful. Untuk biaya berobat Syaiful menggunakan kartu BPJS namun ada beberapa obat yang tidak dicover. Alhamdulillah, Bupati Kabupaten Tasikmalaya juga telah memberikan santunan untuk Syaiful. Sampai akhir Juli 2016 Syaiful telah menyelesaikan proses kemoterapi-nya sebanyak 7 kali di RSUD SMC Tasikmalaya. Selama ia menjalani kemoterapi #SR mendampingi dan mengantarnya pulang pergi dari Rajapolah ke RS SMC. Selanjutnya Syaiful dijadwalkan untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung, karena hasil 7x kemoterapi yang sudah ia jalani belum menunjukkan banyak perubahan. Sejak Akhir bulan Juli Syaiful tinggal di RSSR Bandung guna menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung, yaitu kemoterafi lanjutan dengan formula yang berbeda dengan kemoterapi sebelumnya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk Syaiful agar ia tetap menjalani perawatan maksimal di rumah sakit demi kesembuhannya. Bantuan sebelumnya di Rombongan 882. Semoga Syaiful lekas sembuh dan Allah selalu memberi kesabaran kepada Syaiful dan keluarga. Aamiin

Jumlah Santunan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 27 Agustus 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr Cincin

Syaiful menderita Rhabdomyosarcoma

Syaiful menderita Rhabdomyosarcoma


MASTUROH BINTI WAHYUDIN (37, Tumor Otak). Alamat: Kp. Sukarame, RT 2/7, Kel. Sukalaksana, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Semenjak satu tahun yang lalu, Ibu Masturoh sering merasakan sakit pada kepalanya. Beliau mengira sakitnya itu adalah sakit kepala biasa karena kelelahan atau karena migren. Namun, sejak dua bulan terakhir  sakit di kepalanya semakin parah. Bahkan, ketika sakit kepala beliau kambuh beliau juga merasakan gejala lain berupa rasa lelah dan lesu pada tubuhnya. Selain itu, beliau juga merasa kakinya terasa kaku untuk digerakkan dan penglihatan beliau pun seperti kabur. Beliau sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Pengobatan demi pengobatan telah beliau lakukan, dimulai dari pemeriksaan di Puskesmas, klinik, dan RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut akhirnya beliau divonis terkena penyakit Tumor Otak dan harus melanjutkan pengobatan di RSHS Bandung. Namun, beliau terkendala masalah biaya. Maklum saja, suami beliau Bapak Herman (47) hanya bekerja sebagai buruh bangunan yang pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari 5 orang anggota keluarganya. Kondisi terakhir Ibu Masturoh amat memprihatinkan, beliau tidak bisa melakukan aktifitas apapun karena penglihatannya semakin terganggu. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan awal kepada Ibu Matsuroh untuk pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Pertengahan Agustus 2016 Bu Masturoh mulai menjalani pengobatan di RSHS Bandung dengan jaminan KIS. Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan awal, beliau akhirnya diharuskan menjalani rawat inap di RSHS Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-harinya selama beliau menjalani rawat inap di RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya di Rombongan 882. Semoga ikhtiar pengobatan lanjutan beliau medapatkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 27 Agustus 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Ibu masturoh menderita Tumor Otak

Ibu masturoh menderita Tumor Otak


ASROR MAGRIBI (13, Obstructive Hydrocephalus) Alamat: Kp. Tenjosari, RT 4/1, Dusun Tenjosari, Desa Cikukulu, Kec. Karangnunggal, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Asror, biasa ia dipanggil oleh teman-temannya ini asalnya tumbuh secara normal, namun ketika usianya menginjak 12 tahun, ia mengalami kecelakaan terjatuh dari sepeda. Ketika Asror sedang mengendarai sepedanya, tiba-tiba ia kehilangan kendali dan terperosok ke sebuah kali. Saat itu juga Asror dibawa ke Puskesmas  terdekat, namun karena terjadi benturan pada kepalanya, Asror pun dirujuk ke RS Jasa Kartini untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Di sana Asror sempat dirawat selama 2 minggu sampai akhirnya ia dirujuk ke RSHS Bandung karena ada indikasi ia menderita hydrocephalus atau pembesaran kepala. Tetapi Asror belum dapat berangkat untuk memenuhi rujukan RS Jasa Kartini Tasikmalaya karena kendala biaya akomodasi. Saat itu kondisi Asror sudah tidak dapat melihat dan berjalan karena terjadi gangguan pada bagian sarafnya, sayang pengobatan Asror harus terhenti karena keluarga sudah tidak dapat lagi mengusahakan biaya untuk melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa mengunjungi Asror dan segera menjemputnya dari tempat tinggal Asror yang cukup jauh di daerah selatan Kabupaten Tasikmalaya, dan selanjutnya mendampingi anak yang bercita-cita untuk dapat menimba ilmu di Pondok Pesantren ini melanjutkan pengobatannya sesuai dengan rujukan dokter. Asror sempat tinggal di RSSR Tasikmalaya selama 4 hari selama menjalani pemeriksaan di RS Jasa Kartini Tasikmalaya, dan kini ia sedang melanjutkan ikhtiarnya berobat di RSHS Bandung. Sudah lebih dari 3 minggu ia berada di Bandung, beberapa hari tinggal di RSSR Bandung, dan sekarang sedang dirawat di RSHS. Tanggal 27 Agustus 2016 Asror masih menjalani pengobatan di RSHS Bandung, dan alhamdulillah ia sudah mendapatkan ruangan dan menjalani rawat inap dengan jaminan KIS. Santunan lanjutan kembali disampaikan #SedekahRombongan untuk membantu biaya akomodasi sehari-hari selama ia menjalani rawat inap, setelah seblumnya masuk di Rombongan 882. Semoga ikhtiar untuk menjemput kesembuhan diberi kelancaran dan Asror bisa bersekolah lagi. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 27 Agustus 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem Cincin

Asror menderita Obstructive Hydrocephalus

Asror menderita Obstructive Hydrocephalus


MTSR TASIKMALAYA (B 1495 SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kaki-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 3 November 2014 MTSR Tasikmalaya mengalami kerusakan pada perseneling pada saat sedang dalam perjalanan menjemput pasien ke RSSR Bandung.  Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 100km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama bulan Agustus 2016, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 882.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr Reza Alba Qiner

Biaya Operasional dan Perawatan Rutin

Biaya Operasional dan Perawatan Rutin


AOS MUBAROK (67, Lumpuh). Kp. Sindangsari RT 2/1 Ds. Rancapaku Kec.Padakembang Kab.Tasikmalaya. Pak Aos asalnya bisa berjalan dengan normal, namun beberapa bulan ini kakinya tidak bisa digerakkan dan merasa lemas. Keluarganya kemudian langsung membawanya ke puskesmas namun harus dirujuk. Sayangnya, karena keterbatasan biaya, Pak Aos hanya dibawa ke Balai Pengobatan Asyifa Singaparna dan dirawat selama 4 hari. Beliau sudah 3 kali keluar masuk balai pengobatan, kali ini kondisinya memburuk sehingga harus menjalani rawat inap di RS SMC. Istrinya Ibu Imas Masriah (55) hanya pedagang makanan ringan di sekolah samping rumahnya. Keseharian Pak Aos ini disamping imam masjid jamie juga mengajarkan ilmu agama kepada anak didiknya di sore hari dan ba’da magrib. Setiap hari minggu memberikan pengajaran kepada jemaah ibu-ibu.  #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu pengobatan Pak Aos untuk biaya akomodasi selama beliau dirawat karena untuk perawatan beliau mempunyai jaminan KIS. Semoga Pak Aos bisa segera menjemput kesembuhan dan kembali mengisi pengajian. Aamiin

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Agustus 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem Rahmat

Pak aos menderita Lumpuh

Pak aos menderita Lumpuh


DEDE RUSTINI (32, Keguguran Kandungan), Alamat : Jalan Ceremai, RT. 6/10, Kelurahan Bantar Jati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dede biasa ia dipanggil, merupakan ibu dari 2 anak dan kini sedang mengandung anak ke 3 nya     yang kini memasuki usia kandungan 3 bulan. Berawal ketika sedang mencuci pakaian di rumah kontrakan nya, Dede merasakan sakit di bagian perut nya disertai dengan pendarahan yang hebat serta rasa sakit yang luar biasa di rasakan Dede. Karena khawatir dengan kondisi kandungannya akhirnya Dede dibawa ke klinik oleh ibundanya, sesampainya di klinik oleh dokter klinik tersebut Dede di sarankan untuk ke RSUD Kota Bogor untuk USG dan mengecek kondisi kandungannya secara menyeluruh, namun karena tidak memiliki biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya niat tersebut pun urung dilakukan. Syarif (35) tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga tidak bisa mengobati istrinya ke RSUD. Bersyukur kurir #SedekahRombongan di infokan kondisi Dede oleh salah seorang kerabat Dede, akhirnya kurir #SedekahRombongan pun mengunjungi Dede di rumah kontrakannya. Saat dikunjungi Dede hanya bisa berbaring di kasur menahan sakit di perutnya dan oleh kurir #SR Dede langsung dibawa ke RSUD untuk mendapat penanganan lebih lanjut walaupun tanpa jaminan kesehatan. Oleh dokter di RSUD Kota Bogor, Dede disarankan untuk di kuret untuk mengeluarkan gumpalan darah di rahimnya. Alhamdulillah proses tersebut pun lancar dilakukan dan sekarang Dede sudah bisa kembali kerumah. Bantuan untuk biaya rumah sakit Dede pun di sampaikan. Semoga Dede lekas kembali pulih supaya bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @ tutikaendo @rexy_eas

Bu dede menderita Keguguran Kandungan

Bu dede menderita Keguguran Kandungan


NIZAM MAULANA (1, Labiopalatoschizies). Alamat : Dusun Surian, RT 10/5, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Nizam merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang menderita Labiopalatoschizies atau bibir sumbing. Nizam telah menjalani perawatan dengan dampingan seorang dokter yang bernama Dr. Iwan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Beberapa waktu lalu, Nizam telah melakukan tindakan medis berupa pemasangan gusi atas dengan menggunakan suatu alat khusus. Pemasaangan gusi tersebut bertujuan untuk memudahkan Nizam saat meminum susu. Pada tanggal 19 September 2016 ini Nizam akan mendapat tindakan operasi penambalan bibir sumbing di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Nizam menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 untuk menjalani perawatan medis. Namun dibutuhkan biaya lain yang tidak sedikit mencakup alat-alat operasi, transportasi dan juga akomodasi. Menurut dokter yang menangani Nizam, ada beberapa alat yang biayanya diluar tanggung jawab BPJS. Kedua orang tua Nizam, Bapak Lukmanul Hakim (37) dan Ibu Eti Rohaeti tentu merasa kesulitan berkenaan dengan hal tersebut. Maklum saja, pendapatan harian Bapak Lukmanul Hakim sebagai seorang buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan ketiga kepada Nizam untuk biaya alat operasi dan transportasi. Semoga kondisi Nizam semakin membaik. Aamiin. Sebelumnya Nizam adalah pasien rombongan 881.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @noveritamustika @jaudymedia

Nizam menderita  Labiopalatoschizies

Nizam menderita Labiopalatoschizies


BUNGA RISKI TRIWAHYUNI (1, Lemah Jantung). Alamat: Kp. Cihaji, RT 002/005, Kelurahan Purbaratu, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Awalnya, Bunga terlahir secara normal dengan bantuan bidan setempat meskipun prematur dengan berat mencapai 2,3 kilogram. Namun ternyata beberapa hari kemudian Bunga harus dirujuk ke puskesmas setempat karena diduga mengalami lemah jantung.  Setelah dibawa ke puskesmas, Bunga harus dirujuk lagi ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya dan berat badannya kembali menyusut menjadi 1,6 kg. Sayangnya, ketika dirujuk ternyata ruang perinatolog di RSUD penuh sehingga harus dirujuk lagi ke RS Jasa Kartini dengan biaya 1,5 juta per hari. Hingga kini, Bunga sudah dirawat selama 15 hari dengan biaya perawatan belasan juta rupiah yang tak mampu dibayar orangtuanya, Adis (26) dan Wina (22) karena Bunga tak mempunyai jaminan kesehatan seperti BPJS. Setelah dirawat selama hampir tiga minggu, Bunga kini boleh pulang dengan jaminan karena orangtuanya masih belum mampu melunasi semua biaya perawatan bunga yang mencapai 20 juta.  #SedekahRombongan kembali berkunjung ke rumah orangtua Bunga dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu meringankan biaya pengobatan mengingat pendapatan ayah Bunga yang hanya 50 ribu dari kerjaannya sebagai buruh dan itu pun terkadang tidak menentu dan hanya bisa menutup kebutuhan pangan. Semoga bantuan dari para Sedekaholics bisa ikut   meringankan beban keluarga Bunga. Aamiin. Sebelumnya Bunga masuk dalam rombongan 893.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 24 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bunga menderita Lemah Jantung

Bunga menderita Lemah Jantung


RUFALI MAULIA HAMZAH FADILA (13, Thypus dan Benjolan sekitar Perut). Alamat : Gang Jembar 2, Rt. 8/6, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Lia biasa ia dipanggil pada bulan Mei 2016 mengalami demam tinggi disertai nyeri disekitar perutnya, karena khawatir akan kondisi kesehatan anaknya, Elfizar (40) membawa Lia ke klinik untuk mendapatkan pertolongan dengan diagnosa dari dokter bahwa Lia dinyatakan positif Tifus serta ada benjolan di sekitar perutnya dan harus segera di USG di dokter bedah. Karena tidak memiliki biaya untuk ke Dokter bedah akhirnya Lia pun dibawa kembali kerumah dengan hanya diberikan obat penurun demam dari dokter di klinik tersebut. Pada tanggal 8 Agustus 2016 Lia kembali demam tinggi dan kembali dibawa ke Klinik untuk mendapatkan pengobatan kembali, namun demam kali ini tidak kunjung turun walaupun sudah diberikan obat hingga pada tanggal 15 Agustus Lia dibawa ke RS. Bungsu dengan biaya umum karena Lia belum memiliki Jaminan kesehatan apapun. Karena biaya di RS. Bungsu sudah terlalu besar akhirnya Lia dirujuk ke RSUD Ujung Berung dengan menggunakan fasilitas SKTM. Sehari setelah dirujuk ke RSUD Ujung Berung, Lia mengalami kejang – kejang dan tak sadarkan diri hingga harus masuk ruangan ICU. Setelah 4 hari diruangan ICU ternyata Allah berkehendak lain, Lia dipanggil menghadap yang maha kuasa di usianya yang masih belia. Kurir #SedekahRombongan yang datang merasakan kesedihan yang mendalam yang dirasakan keluarga Lia. Bantuan Awalpun disampaikan untuk keluarga Lia yang digunakan untuk membayar biaya pengobatan Lia selama di RS. Bungsu. Semoga allah menempatkan Lia di surganya kelak. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @cucucuanda @rexy_eas

Rufali menderita Thypus dan Benjolan sekitar Perut

Rufali menderita Thypus dan Benjolan sekitar Perut


JAJA BIN HADI (52, Maag Kronis). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kel. Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Jaja sudah mengidap penyakit maag selama dua tahun. Penyakit yang dideritanya diakibatkan dari jarang makan dan minum karena terlalu sibuk bekerja. Akhirnya, dari bulan Juli, penyakitnya semakin parah dan ia harus terbaring di rumah. Setelah lebaran, kondisinya makin parah namun karena terkendala biaya ia hanya meminta resep obat dari dokter. Seminggu yang lalu, Pak Jaja terpaksa dibawa ke RSUD dr. Soekardjo karena keadaannya makin kritis, dan mengalami koma. Sehari-hari Pak Jaja bekerja sebagai petani dengan penghasilan tidak menentu. Ia kini hidup bersama dua anaknya, Deti (16) dan Deni (10) di rumah kontrakan. Pak Jaja kini sudah mempunyai jaminan KIS untuk berobat sehingga bebannya menjadi lebih ringan.  #SedekahRombongan kembali menjenguk Pak Jaja di rumah sakit dan merasa iba dengan keadaannya yang sudah tidak berdaya. Kurir pun memberi santunan untuk akomodasi dan bekal selama di perawatan di rumah sakit. Sejam setelah diberi santunan, ternyata Allah berkehendak lain, Pak Jaja dipanggil yang Maha Kuasa dan harus berpulang meninggalkan kedua anaknya yang masih sekolah. Semoga keluarga diberi kekuatan dan semua kesalahan Pak Jaja diampuni Allah SWT. Aamiin. Sebelumnya Pak Jaja masuk di rombongan 893.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Pak jaja menderita  Maag Kronis

Pak jaja menderita Maag Kronis


ETI SUMIYATI (33, Ca Mamae). Alamat : Kampung Pasir Panjang, Rt. 2/1, Kelurahan Karang Tunggal, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bu Eti biasa dia disapa sudah sejak setahun yang lalu menderita Kanker Payudara (Ca Mamae). Karena tidak adanya biaya untuk berobat maka Bu Eti hanya ke rumah sakit jika memiliki biaya untuk ongkos. Pada pertengahan Agustus 2016 kondisi Bu Eti mendadak drop yang membuat keluarganya kebingungan untuk membawa Bu Eti kerumah sakit karena tidak adanya biaya untuk transportasi karena suaminya Pak Ahmad hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Bersyukur ada salah seorang tetangga yang memberikan bantuan transportasi untuk membawa Bu Eti ke RSUD Kab. Bandung. Sesampainya di RSUD dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3 Bu Eti langsung mendapat penanganan intensif oleh pihak dokter setelah 3 hari dirawat di RSUD kondisi Bu Eti semakin menurun hingga harus masuk ICU. Dengan ikhtiar yang sudah maksimal ternyata Allah memiliki rencana lain untuk Bu Eti, pada tanggal 28 Agustus 2016 Bu Eti menghadap yang maha kuasa. Kurir #SedekahRombongan yang datang ikut merasakan kesedihan keluarga Bu Eti. Sambil mengurus berkas – berkas administrasi, kurir #SR memberikan bantuan dari para sedekaholics untuk keluarga Bu Eti yang akan digunakan untuk membeli keperluan pemakaman Bu Eti. Semoga Allah mengampuni segala dosa – dosa Bu Eti dan menempatkan Bu Eti di Surga-NYA. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @cucucuanda @rexy_eas

Ibu eti menderita  Ca Mamae

Ibu eti menderita Ca Mamae


MIMIN BINTI ENTONG (61, Ca Mamae). Alamat : Kedung Badak, Rt. 07/01, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Mimin didiagnosa mengidap Kanker Payudara sejak tahun 2010, namun baru pada tahun 2014 Bu Mimin melaksanakan operasi pengangkatan payudaranya di RSUD Kota Bogor dengan fasilitas BPJS setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh dokter di RSUD Kota Bogor. Saat ini Bu mimin masih harus rutin untuk memeriksakan kondisinya ke RSUD Kota Bogor untuk kemoterapi dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan bahwa sel kanker sudah tidak ada di tubuh Bu Mimin. Namun karena Pak Adang (60) sudah tidak bekerja lagi maka Bu Mimin tidak bisa Kontrol ke RSUD karena tidak memiliki biaya untuk akomodasi. Saat ini Bu Mimin dan Pak Adang tinggal dengan salah seorang anaknya di kontrakan kecil. Ketika di kunjungi oleh kurir #SedekahRombongan, Bu Mimin menceritakan kesulitannya untuk control ke RSUD karena tidak adanya uang untuk ongkos. Kurir #SedekahRombongan yang datang pun langsung menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk akomodasi Bu Mimin ke RSUD agar bisa memeriksakan kondisi kesehatannya. Semoga Allah Membalas segala kebaikan para donatur yang telah menitipkan dananya di Sedekahrombongan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu mimin menderita  Ca Mamae

Bu mimin menderita Ca Mamae


GHANDI NAUFAL NAJIB AGUSTIAN (2th, Jantung Bocor) beralamatkan di Dusun Tegalsari , RT 04 /RW 016, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kab. Sleman, Prop. DIY. Dik Ghandi mengalami kebocoran pada kedua jantungnya, dan itu diketahui keluarganya sejak dia berumur 2 bulan. Dik Ghandi diharuskan menjalani pengobatan ke RS. Panti Nugroho sekali setiap bulan, serta ke RS. Sardjito setiap 3 bulan sekali. Dik Ghandi memiliki jaminan kesehatan BPJS, untuk biaya berobat dan kontrol di RS. Panti Nugroho serta RS. Sardjito, semunya tercover dari BPJS. Sekarang kondisi Dik Ghandi masih stabil, namun saat kecapaian, tubuhnya membiru. Wahyudi (36), ayah Dik Ghandi bekerja sebagai karyawan swasta, sedang ibunya, Trimiati (43) bekerja sebagai penjahit di rumah. Kendala yang dihadapi keluarga Dik Ghandi adalah kesulitan untuk akomodasi di rumah sakit. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, semoga dapat sedikit meringankan beban keluarga Dik Ghandi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,00
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi @vsauqani @fahmiSQ

Ghandi menderita Jantung Bocor

Ghandi menderita Jantung Bocor


ASEH SUGIRAN (43 Tahun, Lumpuh). Bu Aseh tercatat sebagai warga Banyu, Rejosari, Semin, Gunung Kidul, DIY. Namun saat ini ia tinggal di sebuah kamar kos yang beralamat di Jl. Raya Janti No. 8 Caturtunggal, Sleman, DIY. Sugiran (43 Tahun), suaminya, bekerja sebagai pedagang makanan, ia mempunyai sebuah angkringan. Pendapatan hariannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarga ini mempunya dua tanggungan yaitu anak pertama yang tengah menempuh studi di universitas dan anak kedua yang tengah duduk di bangku sekolah dasar kelas lima. Akhir Desember 2015 silam, Bu Aseh mengalami kecelakaan, ia terjatuh dari lantai dua saat sedang bersih-bersih. Ia segera dilarikan ke RSU Bethesda Yogyakarta dan menjalani rawat inap selama dua hari. Berhubung banyak anggota keluarga tinggal di Tegalyoso, Klaten, Jawa Tengah, pasien kemudian dibawa pulang ke sana. Ia menjalani operasi tulang belakang dan pemasangan pen di RSUP dr. Soeradji Tritonegoro Klaten, dan dirawat selama kurang lebih setengah bulan. Paska operasi, pasien mengalami kelumpuhan kaki karena ada syaraf yang terjepit akibat tulang belakang ada yang bergabung. Pengobatan di RSU Bethesda menggunakan biaya sendiri, setelah itu keluarganya baru mengurus jaminan kesehatan untuk meringankan biaya pengobatan selanjutnya. Dari Tegalyoso, pasien kemudian berpindah tempat tinggal ke Wonosari, Gunung Kidul. Selama dua setengah bulan pasien menjalani 21 x terapi di RSJD Dr. RM. Soejarwadi, Klaten, Jawa Tengah. Beruntung sang kakak membantunya dengan menyediakan transportasi setiap kali terapi. Awal Mei 2016, Bu Aseh kembali ke kamar kosnya, semenjak itu ia belum terapi lagi. Kondisinya saat ini belum bisa berjalan dan masih menggunakan kursi roda. Syaraf telapak kakinya belum bisa berfungsi, kakinya juga kerap merasakan nyeri. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan kepada Bu Aseh. Bantuan ini digunakan untuk pembelian kasur khusus decubitus dan meringankan biaya berobatnya. Bu Aseh dan keluarganya sangat senang menerima bantuan ini, mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #SahabatSR diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @RofiqSILVER @jemigigi @Hutdi_Nur

Bu aseh menderita  Lumpuh

Bu aseh menderita Lumpuh


WARTINAH (56 Th, Post Ops Pengambilan Pen Kaki Kanan) beralamat di Desa Sikampuh Guguran RT 035 RW 03 Kec. Kroy,a Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Sekitar 4 tahun yang lalu bu Wartinah mengalami kecelakaan dan patah tulang di kaki kanan. Keluarga kemudian membawa bu wartinah ke RSU Siaga Medika Banyumas untuk dilakukan operasi pemasangan pen. Pasca operasi bu Wartinah baru menjalani 3 kali kontrol dan sudah 4 tahun pen yang terpasang di kaki kanan bu Wartinah belum diambil. Keluarga bu Wartinah terkendala oleh biaya untuk pengambilan pen yang mencapai Rp. 10.000.000 sementara bu Wartinah tidak memiliki Jaminan Kesehatan apapun serta penghasilan keluarga bu Wartinah dari berjualan sayur di pasar hanya cukup untuk makan sehari – hari dan biaya anak sekolah. Mendengar informasi tersebut  #SedekahRombongan mendatangi rumah bu Wartinah untuk survey dan membawa bu Wartinah kontrol ke RSU Siaga Medika untuk kemudian membuat jadwal operasi pengambilan pen. Alhandulillah pada tanggal 1 September 2016 bu Wartinah telah menjalani operasi pengambilan pen di RSU Siaga Medika. Santunan dari  #Sedekaholics disampaikan kepada bu Wartinah untuk biaya operasi pengambilan pen, biaya kontrol 3 kali pasca operasi dan santunan untuk membantu kebutuhan hidup sehari – hari. Semoga bu Wartinah segera pulih pasca operasi dan dapat menjalankan aktivitas sehari – hari seperti sedia kala, Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 13.000.000
Tanggal : 2 September 2016
Kurir : @Saptuari @ddeean, Meikun, Nanang

Ibu wartinah menderita Post Ops Pengambilan Pen Kaki Kanan

Ibu wartinah menderita Post Ops Pengambilan Pen Kaki Kanan


ALMARHUMAH TUKINEM BINTI SUTARNO (51, Gagal Ginjal) Alamat: Banyuanyar, RT 3/8, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjasari, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Almarhumah Ibu Tukinem, ibu rumah tangga penderita gagal ginjal akut. Besar keinginan beliau untuk bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya, agar bisa mengurus anak dan cucunya yang masih menjadi tanggungannya. Beberapa kali menjalani perawatan di Rumah Sakit untuk mendapat kesembuhan. Terakhir rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dari tanggal 26 Agustus sampai dengan tanggal 5 September 2016. Dua hari setelah rawat inap di RS, kondisi fisik ibu Tukinem semakin menurun. Bahkan  2 kali jadwal kontrol ke RS terlewati, lantaran kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk perjalanan kontrol ke RS. Bu Tukinem berharap dan berusaha akan kesembuhannya, akan tetapi Allah Berkehendak lain. Kamis Sore tanggal 15 September 2016 ibu Tukinem meninggal Dunia. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 895. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya dan menerima semua amal baik almarhumah. Santunan diberikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Keluarga ibu Tukinem menyampaikan ucapan banyak terima kasih atas santunan yang telah disampaikan dari Sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 16 September 2016
Kurir : @mawan @aisyahnka @aldimeifi @warihhandoyo

Almh bu tukinem menderita Gagal Ginjal

Almh bu tukinem menderita Gagal Ginjal


NOVIA SURTINI (34, Kanker Payudara) Alamat: Manisharjo, RT 2/3, Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Novi merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak satu tahun lalu. Pada 2013 silam, Mbak Novi menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Jogja, karena sakit yang diderita beliau mengharuskan beliau menjalani operasi di RS. Sarjito Jogja. Pasca operasi, kondisi beliau membaik dan disarankan untuk melakukan kontrol rutin di rumah sakit daerah. Karena itu Mbak Novi pun kemudian dinyatakan dilepas dari pasien dampingan #SedekahRombongan Jogja. Namun, setelah satu tahun berjalan, kanker Mbak Novi muncul kembali, dokter menyarankan agar Mbak Novi kembali menjalani operasi dan kemoterapi di RSUD Sukoharjo. Kurir #SedekahRombongan Solo pun kemudian mendampingi pengobatan Mbak Novi karena beliau tidak bekerja. Alhamdulillah pengobatan Mbak Novi ditunjang oleh BPJS Kelas 3. Saat ini, Mbak Novi masih harus pulang-pergi ke RS karena gula darah dan tekanan darah yang tinggi. Santunan ke-3 pun kembali disampaikan untuk biaya transportasi Mbak Novi. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 798. Mbak Novi dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih serta doa semoga amal ibadah sedekaholics dibalas Allah SWT. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 18 September 2016
Kurir: @Mawan @aisyahnka @cicicinta

Ibu novia menderita Kanker Payudara

Ibu novia menderita Kanker Payudara

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 IDA BINTI CAYO 2,500,000
2 RUKINI BINTI TARSONO 500,000
3 NIA DEWIANTI 500,000
4 RAJIHAT BIN BIDIN 1,000,000
5 RSSR BANDUNG RAYA 4,160,000
6 SYARIF NURDIANSYAH 750,000
7 MOCH. NABIL SATRIA 750,000
8 REZA NUR HAKIM 500,000
9 MTSR BANDUNG RAYA 1 3,850,000
10 RINO ALVARO 1,000,000
11 NENGSIH BINTI KARTA MAKUN 500,000
12 AZMI HAIL MAHLAL 500,000
13 NUR NABILAH SARI 1,000,000
14 RANGGA ALI MUHTAR 500,000
15 DIMAS BIN MASUD 500,000
16 MUHAMMAD NAUFAL AL-FARIZI 1,000,000
17 DAVA BIN DENI 750,000
18 ERAH BINTI SAIKAM 1,000,000
19 NAMIN BIN MAMIT 1,000,000
20 TOTON RUDIANA 2,000,000
21 AGIH PRIYANTO 1,000,000
22 LINDAWATI TUPAL 1,200,000
23 ETI BINTI SUKARYA 750,000
24 KAMILAH BINTI UCA 1,000,000
25 FAIRUS SAFANA 500,000
26 HERMAWAN BIN EMPUD 500,000
27 MOCHAMMAD FARHAN NURROHMAN 500,000
28 SYAIFUL YUSUF 750,000
29 MASTUR 750,000
30 ASROR MAGRIBI 750,000
31 MTSR TASIKMALAYA 2,500,000
32 AOS MUBAROK 500,000
33 DEDE RUSTINI 1,000,000
34 NIZAM MAULANA 500,000
35 BUNGA RISKI TRIWAHYUNI 2,000,000
36 RUFALI MAULIA HAMZAH FADILA 1,000,000
37 JAJA BIN HADI 500,000
38 ETI SUMIYATI 1,000,000
39 MIMIN BINTI ENTONG 500,000
40 GHANDI NAUFAL NAJIB AGUSTIAN 500,000
41 ASEH SUGIRAN 500,000
42 WARTINAH 13,000,000
43 ALMARHUMAH TUKINEM BINTI SUTARNO 1,000,000
44 NOVIA SURTINI 500,000
Total 56,960,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 56,960,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 896 ROMBONGAN

Rp. 41,965,146,000,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.