Rombongan 895

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.
Posted by on September 29, 2016

CICI AISAH (57, Asma). Alamat : Kp. Cidahu, RT 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Cici akrab kami memanggilnya, ia menderita penyakit asma sejak 2 tahun lalu, selama 2 tahun tersebut ia hanya beberapa kali memeriksakan penyakitnya tersebut. Saat kambuh, Bi Cici harus menghentikan aktivitasnya sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya. Ia ingin sekali sembuh, namun tak memiliki biaya untuk pengobatannya. Penghasilannya sebagai buruh tani tersebut cukup untuk membiayai kehidupan ia, suami, dan cucunya sehari-hari, tapi tak cukup untuk biaya pengobatannya. Suaminya sudah sangat sepuh, sehingga tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bi Cici, kami menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics untuk biaya Bi Cici berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Ibu cici menderita CICI AISAH

Ibu cici menderita CICI AISAH


NENENG FATMAWATI (2, Thalasemia). Alamat : Kp. Citeko Kaler, RT 9/4, Desa Citeko Kaler, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neneng sapaan akrab kami, ia adalah anak ke-11 dari pasangan Bapak  Wahyudin (45) dan Ibu Nurmalasari (40). Neneng mengalami penyakit Thalassemia, yakni penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah atau disebut dengan hemoglobin tidak berfungsi secara normal. Setiap bulannya Pak Wahyudin harus membawa Neneng menjalani terapi dan pengobatan di RSBA Purwakarta karena kondisi Neneng selalu lemas dan tidak mau makan. Beruntungnya, bapak Bupati Purwakarta mengeluarkan kebijakan untuk para penderita thalasemia, yakni pengobatan dan fasilitas ruang rawat inap gratis. Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk anak pertama hingga anak ketiganya saja. Pak Wahyudin yang seorang buruh harian lepas, merasa sangat berat jika harus menanggung sendiri seluruh biaya pengobatan Neneng, ia pun membuat jaminan BPJS manidri yang otomatis 13 orang yang ada dalam kartu keluarga terdaftar semuanya. Setiap bulan Pak Wahyudin harus membayar semua biaya BPJS yang tidak sedikit, namun karena kendala biaya Pak Wahyudin merasa kebingungan dengan biaya BPJS tersebut dan biaya transportasi membawa Neneng ke rumah sakit.  Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Neneng, sehingga amanah dari sedekaholics #SR dapat disampaikan yang bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 831. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Neneng dan memberi kesembuhan terbaik. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi Lani

neneng menderita Thalasemia

neneng menderita Thalasemia


MUHAMMAD DAFFA (1, Epilepsi). Alamat : Kampung Pasirpeuteuy, RT 17/6, Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Daffa, akrab kami memanggilnya. Ia merupakan putra kedua dari pasangan Iwan Hasanudin (34) dan Patmawati (29). Keduanya bekerja sebagai guru honorer di sekolah dasar dekat rumahnya. Sejak 2 bulan yang lalu Daffa tiba-tiba kejang dan mulutnya mengeluarkan busa, hal tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 menit ujar ibunya. Daffa kemudian diperiksa ke Rumah Sakit Umum Daerah, menurut keterangan tim medis di RS tersebut Daffa harus segera diperiksakan ke RS Hasan Sadikin Bandung. Setelah dilakukan cek laboratrium& rontgen Daffa harus menjalani kontrol selama beberapa bulan ke depan., alhamduillah dengan bantuan BPJS biaya pengobatan Daffa menjadi ringan. Namun, karena jarak rumah sakit yang cukup jauh, mereka terkendala dengan biaya transportasi. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Daffa, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan untuk pergi berobat ke RSHS. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang  diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Daffa menderita Epilepsi

Daffa menderita Epilepsi


MOHAMMAD ADAM BIN SUBADA (49, Stroke). Alamat : Kp. Cabang Pulo Bambu RT 1/1, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sudah 2 tahun lebih Pak Adam tidak bekerja lagi sebagai pegawai desa di tempat tinggalnya semenjak stroke serta kelumpuhan kaki dan tangan sebelah kiri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan pendapatan  istrinya yang bekerja sebagai buruh sawah tetangga. Ibu Maya Pohan (40), istri Pak Adamlah yang saat ini menjadi tulang punggung keluarga dengan tanggungan 3 orang. Awal penyakit Pak Adam bermula sekitar 1 tahun yang lalu saat Pak Adam sedang di kamar mandi, tiba-tiba lengan dan tungkai kirinya tidak dapat digerakan yang membuat ia terjatuh di kamar mandi. Berbagai upaya kesembuhan sudah dilakukan oleh keluarga Pak Adam. Saat ini Pak Adam masih rutin menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi dan teraphy. Kondisinya sudah terlihat ada kemajuan, sedikit-sedikit belajar berjalan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama ia menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 885.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @alle_Recyclle @mardisay

Pak adam menderita Stroke

Pak adam menderita Stroke


MUHAMMAD TEGUH BIN BONAN (1 bulan, Labiopalatoschizis/ Bibir Sumbing). Alamat : Kp. Pulo Puter RT 6/2, Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 17 Juli 2016, telah lahir seorang bayi di RSUD Kabupaten Bekasi yang diberi nama Muhammad Teguh. Kondisi Teguh saat lahir dengan berat badan cukup, akan tetapi ada kelainan pada mulutnya yaitu tidak mempunyai dinding antara mulut dengan hidung atau disebut labiopalatoschizis. Bukan hanya itu, kedua telinganya tidak berlubang, hanya ada daun telinga saja. Tentu saja kesedihan dan kebingungan pun menyelimuti keluarga ini karena Teguh tidak bisa minum susu tanpa bantuan selang lambung. Beruntung Teguh saat ini sudah memiliki jaminan BPJS PBI. Pak Bonan (36) ayah Teguh adalah seorang supir tembak, ia tidak memiliki biaya untuk berobat Teguh karena sesuai hasil pemeriksaan fisik Teguh perlu dilakukan pemeriksaan CT scan dan konsultasi ke beberapa dokter spesialis dan subspesialis. Setelah menjalani beberapa kali tahapan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, akhirnya Teguh dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan bekal ke RS Persahabatan Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 878.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Jaenudin @mardisay

Teguh menderita Labiopalatoschizis/ Bibir Sumbing

Teguh menderita Labiopalatoschizis/ Bibir Sumbing


SYARIAH BINTI DANI (23, Susp. Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Blokang RT 2/13, Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Gejala penyakit yang dialami Syariah muncul satu tahun yang lalu. Awalnya Syariah tiba-tiba merasakan sesak nafas sehingga ia  langsung dibawa  ke RSUD Kabupaten Bekasi di Cibitung. Ia sempat menjalani perawatan  selama 2 hari dan kemudian diperbolehkan pulang. Namun, 4 hari kemudian ia mengalami gejala yang sama dan setelah dilakukan pemeriksaan lengkap ia dinyatakan mengalami gangguan jantung.  Syariah kemudian dirujuk ke RS. Harapan Kita Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjut. Saat ini,  Syariah dalam masa kehamilan usia 5 bulan. Ia masih menjalani tahap-tahap pemeriksaan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Namun karena terlalu sering menjalani pemeriksaan, suami dan orang tua Syariah mengalami kesulitan untuk biaya transport ke rumah  sakit. Untuk  biaya rumah sakit sudah tercover dengan kartu BPJS yang ia miliki. Maklum saja, suaminya, Nedih (33) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ayahnya, Pak Dani (50) hanya seorang buruh tani.  Saat ini Syariah masih menjalani kontrol rutin ke RS. Harapan Kita Jakarta. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Harapan Kita Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 809.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Kadus Zae @mardisay

Syariah menderita Susp. Pembengkakan Jantung

Syariah menderita Susp. Pembengkakan Jantung


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir #SedekahRombongan, saat ini BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama Bu Koyah menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu koyah menderita Tumor Payudara

Bu koyah menderita Tumor Payudara


AGUS SUWANDI (55, Tumor Otak). Alamat : Kp. Rawa Lintah RT 4/3, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pertengahan bulan Maret 2016, saat Pak Agus sedang di tempat kerja ia mengaalami kejang-kejang dan lemas. Upaya keluarga hanya membawa Pak Agus ke pengobatan alternatif karena tidak ada biaya. Namun hingga saat ini tidak ada perkembangan yang baik sehingga membuat keluarga mulai putus asa. Sebenarnya Pak Agus memiliki Kartu BPJS Kesehatan yang preminya sudah tidak dibayar selama 2 tahun terakhir. Sebagai seorang kepala keluarga, Pak Agus bekerja sebagai juru parkir untuk memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya. Semenjak ia sakit, sudah tidak ada penghasilan lagi sehingga membuat perekonomian keluarga ini terpuruk. Istri Pak Agus, Bu Yanti (45) sudah 3 tahun tidak dapat melihat karena penyakit glukoma yang dideritanya. Saat ini ia rutin menjalani kontrol di RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk bekal selama menjalani kontrol di RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 884. Semoga Pak Agus cepat membaik dan dapat beraktivitas kembali. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Alle_Recyclle @mardisay

Pak agus menderita Tumor Otak

Pak agus menderita Tumor Otak


MUHAMMAD ALVARIZKI (9, Kekakuan Sendi). Alamat : Jln. Pasir Putih No. 206 RT 4/9, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu Utara, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Alva, begitulah ia biasa dipanggil, yang 5 tahun lalu pernah menjalani operasi di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Penyakit yang dideritanya sejak lahir ini dalam bahasa medis disebut Atrogriposis. Awalnya ia lancer menjalani kontrol rutin ke RSCM, namun saat ini terjadi kendala dengan Kartu BPJS yang ia gunakan preminya tidak terbayar selama 1 tahun lebih sehingga menyebabkan berhentinya pelayanan. Ayah Alva, Pak Agung Gunawan (42) adalah seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Novi Nurhapni (42) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Agung tidak menentu sehingga premi BPJS nya tidak terbayarkan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan mereka membayar iuran BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Yunita Muslimah

Alva menderita Kekakuan Sendi

Alva menderita Kekakuan Sendi


KANTOR SEDEKAH ROMBONGAN BEKASI (Pembelian Peralatan Kerja Admin). Alamat : Jalan Raya Imam Bonjol No. 7, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 9 September 2016, Owner RS Ridhoka Salma, Ibu Roziana Ghani secara resmi memberikan 1 ruangan khusus untuk dijadikan kantor #SedekahRombongan area Bekasi dan sekitarnya. Dengan adanya kantor yang dipergunakan sebagai wadah diskusi internal antar Kurir #SedekahRombongan dan sebagai pusat informasi tentang #SedekahRombongan, maka sangat dibutuhkan beberapa alat pendukung agar berfungsi selayaknya. Beberapa alat yang dibutuhkan antara lain : Printer, White Board dan Alat Tulis Kantor. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyediakan biaya untuk pembelian Printer, White Board dan Alat Tulis Kantor. Inshaa Allah dengan adanya fasilitas kantor ini akan menjadikan Kurir #SedekahRombongan khususnya area Bekasi dan sekitarnya akan lebih professional dalam setiap gerakannya membantu sesama. Kami atas nama #SedekahRombongan mengucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas fasilitas yang diberikan oleh RS Ridhoka Salma.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pembelian Peralatan Kerja Admin

Pembelian Peralatan Kerja Admin


RUMIYATI APRILIA (1, Susp. Gangguan Pencernaan). Alamat : Kp. Bojong Koneng Poncol RT 2/6, Desa  Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir memang sudah ada kelainan pada Rumiyati, sulit buang air besar sehingga perut terkadang membuncit. Sungguh sangat disayangkan selama ini belum ada upaya pengobatan maksimal karena ia tidak memiliki jaminan apa-apa. Kartu keluarganya masih beralamat Tegal, saat ini ia hanya tinggal di sebuah kontrakan rumah bedeng. Ada kesulitan saat akan mengurus kartu BPJS, karena NIK atas nama Ibu Siti Khodijah dan anak pertamanya sudah terdaftar atas nama orang lain, sehingga pihak BPJS meminta surat pernyataan yang menyatakan bahwa pemilik nomor NIK tersebut adalah keluarga ibu Siti Khodijah, orang tua Rumiyati. Tentu saja hal ini memakan proses yang cukup lama karena melibatkan Dinas Catatan Sipil Tegal dan Kabupaten Bekasi karena NIK diterbitkan di Bekasi. Saat ini selagi menunggu proses perbaikan NIK, pasien butuh evakuasi segera karena perut semakin membesar. Dengan bantuan Kurir #SedekahRombongan, Rumiyati pun akhirnya dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani pemeriksaan dengan biaya umum dari #SedekahRombongan. Saat ini ia masih harus menjalani beberapa kali pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Rumiyati tinggal bersama ibu dan 2 orang kakaknya. Ibunya, Bu Siti Khodijah (28) yang sudah berpisah dengan suaminya beberapa bulan yang lalu, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia bekerja sebagai buruh cuci di komplek perumahan yang tidak jauh dari rumah kontrakannya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya pemeriksaan di rumah sakit. Semoga mereka diberi kemudahan dalam menghadapi cobaan ini, Aamiin..!!

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Jaenudin @mardisay

Rumiyati menderita Susp. Gangguan Pencernaan

Rumiyati menderita Susp. Gangguan Pencernaan


SALMEH BINTI NAPIS (42, Tumor Ovarium). Alamat : Kp. Gaga RT. 1/2, Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah 1 tahun Bu Salmeh merasakan sakit pada perutnya dan semakin membesar. Dari hasil USG dokter kandungan, Bu Salmeh dinyatakan ada tumor di luar rahim dan disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam. Ketiadaan biaya yang membuat proses pemeriksaannya sempat terhenti, karena untuk hidup sehari-hari saja mereka sangat kesulitan. Suaminya, Pak Rohman (48) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Saat ini Bu Salmeh menjalani kontrol rutin ke RS. Cibitung Medika. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 861.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Nah Jaronah @mardisay

Pak salmeh menderita Tumor Ovarium

Pak salmeh menderita Tumor Ovarium


ARSINI BINTI WADI (55, Suspek : Kanker Tulang Hidung). Alamat : Desa Kedung Krisik Utara, RT.2/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Bersama suaminya, Akim (70), Ibu Arsini tinggal berdua di rumahnya yang sangat sederhana, yang dibangun atas kepedulian warga. Meskipun tidak dikaruniai anak, pasangan suami-istri dhuafa ini bekerja keras untuk mencari nafkah. Tetapi, karena faktor usia juga pendidikan dan keterampilan yang tendah, mereka sulit keluar dari kubangan kemiskinan. Apalagi, sejak Ibu Arsini sakit, kehidupan ekonomi mereka semakin terpuruk. Awalnya, enam tahun lalu (tahun 2000) Ibu Arsini mengalami nyeri di sekitar hidung dan pipi sebelah kirinya. Seiring dengan adanya nyeri di sekitar hidung, tumor juga mulai tumbuh di tulang hidungnya dan semakin hari semakin membesar hingga menutup lubang hidung dan matanya. Upaya penyembuhan tak banyak yang mereka lakukan. Ibu Arisini (55) hanya ibu rumah tangga biasa, dan suaminya sudah lama tidak lagi mencari nafkah. Bahkan, rumah yang mereka tempati kini sebelumnya sangat memprihatinkan dan tidak layak ditempati. Karena faktor ekonomi inilah, selama 6 tahun ini pasien hanya sesekali berobat di Puskesmas. Pada tahun 2016 keluarga dhuafa ini bertemu dengan kader PKK di kampungnya. Berkat bantuan kader itu kemudian Bu Arsini dibantu berobat ke RSUD Gunung Jati Cirebon. Pihak RS menyatakan bahwa pasien harus dirujuk ke RSHS Bandung. Karena kendala biaya, saat itu pasien tidak dapat diberangkatkan. Berbagai upaya mencari bantuan akhirnya dilakukan, melalui Pemda Cirebon, Dinas Kesehatan, juga berbagai organisasi sosial, tetapi belum membuahkan hasil yang maksimal. Bersyukur, atas kehendak Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan pasien dan keluarganya. Setelah bersilaturahmi dengan mereka, pada 1 Juni 2916, kurir #SR di Cirebon berketetapan hati untuk membantu Ibu Arsini dan mengajukannya sebagai pasien dampingan #SR. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, pada 2 Juni 2016 pasien lalu diberangkatkan ke Bandung untuk tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung selama berobat di RSHS Bandung. Dengan izin Allah Swt pula alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan santunan kepada Bu Arsini. Bantuan awal yang mereka terima di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan uang saku selama ia berobat di RSHS Bandung. Sebelum Idul Fitri 1437 H Bu Arsini meminta diantar pulang dulu untuk berlebaran bersama keluarganya dan alhamdulillah MTSR bisa memenuhi harapannya. Setelah Idul Fitri keluarganya meminta bantuan #SR untuk menjemputnya. Karena MTSR berhalangan, dia berangkat ke RSHS menggunakan jasa travel. Sejak 17 Juli 2016 Nek Arsini kembali tinggal di RSSR Bandung didampingi suaminya untuk menjalani pemeriksaan rutin. Berdasarkan hasil biopsi tim medis, Bi Arsini harus menjalani 40 kali terapi sinar. Pada akhir Agustus 2016 Ibu Arsini datang lagi ke Bandung dan tinggal di RSSR Bandung untuk menjalani terapi sinar. Bersyukur dia ama bersemangat dalam berikhtiar sehat dan kurir #SR dapat mendampinginya setiap hari. Bu Arsini dan suamnya masih memebutuhkan bantuan para dermawan. Sungguh berat derita nenek dhuafa ini! Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung dapa menyampaikan Bantuan  Ke-3 yang disampaikan di RSSR. Santunan lanjutan ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 870.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 16 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu arsini menderita Suspek : Kanker Tulang Hidung

Bu arsini menderita Suspek : Kanker Tulang Hidung


DINDIN SETIAWAN (47. Suspek : Kanker di Dagu). Alamat : Kampung Nagrak Kulon RT.2/8 Desa Mangkurayat, Kecamatan Cilawu, Kabuaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan lima anaknya yang masih membutuhkan uluran kasih sayang, Pak Dindin tinggal di rumah sempit dan kumuh. Dengan jumlah tanggungan keluarga enam orang, tidaklah mudah bagi Pak Dindin yang tidak memiliki pekeraan dan penghasilan yang memadai. Pak Dindin dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan motivasi untuk menjalani kehidupan. Seperti pengakuannya kepada kurir #SR di Garut, kondisi ekonomi mereka semakin berat setelah Pak Didin sering sakit dan diduga terserang kanker di dagunya sekitar tahun 2013. Berbekal BPJS Mandiri Kelas 3, Pak Dindin memeriksakan dirinya ke Puskesmas dan RSUD Selamet Kabupatn Garut. Akan tetapi, ikhtiarnya tidak dilakukan secara rutin dan berkelanjutan karena ketidakadaan biaya. Bahkan iuran bulanan Kartu BPJS pun sudah lama tidak dibayarkan. Selama ia tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga, perannya digantikan oleh istrinya yang bekerja sebagai buruh cuci di warga sekitar kampungnya. Kesulitan hidup Pak Dindi dan keluarga serta keinginannya untuk terus berobat sampai beritanya kepada #SedekahRobongan melalui kurir di Garut yang sempat menemui mereka pada akhir bulan Agustus 2016. Dengan upaya kurir dan warga peduli lainnya, alhamdulillah, tunggakan iuran BPJS Mandiri atas nama Pak Dindin kini sudah dibayar lunas oleh Bapak Camat Cilawu yang juga berempati atas ujian hidup yang dialami Pak Dindin dan keluarganya. Pak Dindin akhirnya dapat meneruskan kembali tahapan pemeriksaannya ke RSUD Garut yang kemudian merujuk penanganan lanjutannya ke RSHS Bandung. Pada minggu pertama bulan September 2016, kurir #SR mendampinginya menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung dan memberinya bantuan awal untuk kelanjutan usahanya untuk sembuh. Pada 14 September 2016 penanganan medis Pqk Dindin dirujuk ulang ke RSUD Garut karena ia harus menjalani transfusi yang bisa dilakukan di rumah sakit daerah. Menggunakan MTSR Bandung, Pak Dindin dan istrinya diantar sampai terminal untuk menindaklanjuti rujukan RSHS tersebut. Akhirnya ia  dirawat di  RSUD Selamet Garut selama tiga hari. Pak Didin dan keluarganya masih membutuhkan bantuan. Pada 24 September 2016 ia berangkat lagi ke Bandung untuk menjalani tahapan pemeriksaan lanjutan di RSHS. Alhamdulillah,  dengan bantun sedekaholics, #SedekahRombongan kembali memberinya bantuaak Ke-2 berupa uang yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @MahfudSalama@devayulianti

Pak dindin menderita Suspek : Kanker di Dagu

Pak dindin menderita Suspek : Kanker di Dagu


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (2, Diagnosa: Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT.2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya– ini pada usia delapan hari setelah dilahirkan kemudian diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi dipahami para awdwkaholik SR. Alhamdullah #SR bisa bersilaturahmi dengan anak yatim ini dan mendampinginya berobat ke rumah sakit sampai saat ini. Biaya tranportasi-akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung Juga biaya sehari-hari mereka dibantu sedekaholik. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Selama bulan Juni 2015 lima kali Shiddiq menjalani pemeriksaan di RSHS Banding sebelum tindakan operasi. Pada 1 dan 2 Juli 2015 ia juga dirujuk ke RS Mata Cicendo Kota Bandung yang hasil pemeriksaannya akan keluar 7 Juli 2015. Pada awal Agustis 2015 anak yatim ini harus menjalani kembali serangkaian pemerksaan medis di RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 Shiddiq dirawat inap hampir sebulan dilanjutkan dengan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi pertamanya berhasil. Pada 28 Agustus 2015 ia diperbolehkan pulang dan dijemput MTSR Bandung. Siddiq menjalani kontrol pertamanya pada 3 September 2015, juga diantar-jemput MTSR. Perkembangannya sangat menggembirakan. Benjolannya sudah mengecil. Minggu kedua Oktober 2015 Shidddiq kontrol lagi ke RSHS Bandungi. Pada kontrol ketiga, bulan November 2015, dokter menyatakan bahwa penanganan di RSHS telah tuntas. Tetapi karena pada mata kirinya sering keluar cairan dan memerah, ia dirujuk ke RS Mata Cicendo, dan harus berobat jalan dua minggu sekali. Pada akhir Desember 2015, Shiddiq diantar-jemput lagi ke RS Mata Cicendo untuk pemeriksaan matanya yang kerap berair. Pada 9 Februaru 2016, kurir #SR kembali mendampinginya kontrol ke Poli Anak RSHS Bandung. Kondisinya alhamdulillah membaik, meskipun ia masih harus kontrol kembali. Pada awal April 2016 ibunya mengabari kurir #SR di Bandung bahwa Shiddiq harus kontrol selaligus menjalani terapi di RSHS Bandung. “Kami harus bawa lagi Shiddiq ke RSHS tapi kami tak punya biaya,” kata ibunya. Anak yatim dari keluarga dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya. Kurir #SR kemudian mengantar-jemput Shiddiq dan keluarganya menjalani pemeriksaan medis dan terapis di RSHS Bandung. Selain itu, alhamdulillah, sedekaholiks #SR juga kembali memberinya bantuan untuk biaya akomodasi selama berobat dan biaya sehari-hari. Sejak bulan Mei 2016 Shiddiq rutin menjalani terapi seminggu sekali ke RSHS Bandung. Alhamdulillah kurir #SR terus mendampingi dan mengantar-jemputnya menggunakan MTSR Bandung. Meskipun kondisinya amat menggembirakan, sampai September 2016, anak yatim ini masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS Bandung. Berempati atas apa yang dialami Shiddiq dan keluarganya, kembali kurir #SedekahRombongan di Bandung menyampaikan bantuan lanjutan untuk mereka yang digunakan untuk biaya tranportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 864.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Shiddiq menderita Diagnosa: Meningokel

Shiddiq menderita Diagnosa: Meningokel


DIDIN SYAEFUDIN (39, Keropos Tulang Pinggul). Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Hampir dua tahun Kang Didin tak berdaya. Jangankan untuk menghidupi keluarganya; untuk berjalan pun ia tak mampu, karena tulang/otot punggangnya tak berfungsi. Mungkin karena kuli bangunan ini terlalu sering memaksakan memikul beban di luar kemampuannya. Sampai saat ini ia belum mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Keluarganya tak mampu mengupayakan kesembuhannya karena ketiadaan biaya. Bapaknya, juga terkena stroke cukup lama. Saat bertemu dengan kurir #SedekahRombongan, mereka menuturkan kisah hidupnya sambil sesekali menyeka air mata: Terlihat juga kepiluan, rasa malu, dan harapan saat pertama kali Pak Didin merasakan duduk di kursi roda. Tak henti-hentinya ia juga mengucapkan terima kasih dan doa bagi semua. Berbulan-bulan Didin tak ada di kampungnya. Ia diajak berobat alternatif oleh saudaranya. Akan tetapi, upaya ini juga tak dilanjutkan. Pada pertemuan dengan kurir #SR tanggal 22 Februari 2015 Didin menuturkan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit. Secara psikologis, kondisi Pak Didin kini membaik, meskipun aktivitasnya masih menggunakan kursi roda. Pada kunjungan terakhir, 11 September 2015, ia menuturkan bahwa ia sebulan sekali diperika di  Puskesmas dan diterapi urut. Pada 30 November 2015, kurir #SR bersilaturahmi kembali ke rumah orangtuanya. Kondisinya masih belum menggembirakan. Begitu juga, pada 12 Februari 2016, saat dikunjungi #kurir #SR, Pak Didin mengutarakan rencananya untuk berobat lagi pada 16 Februari 2016. Alhamdulillah pada bulan itu ia mendapatkan bantuan. Pada akhir Mei 2016 keluarganya menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Didin harus kontrol dan terapi. Walaupun tidak sempat mengantarnya berobat, pada bulan ini kurit #SR memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobatnya. Pada minggu kedua bulan September 2016, kurir #SR kembali menjenguk Pak Didin di rumah panggung milik orangtuanya. Ia masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh. Karena itu, bantuan lanjutan kembali disampaikan kepada bapak satu anak ini untuk membayar BPJS, biaya transportasi-akomodasi, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 853.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 13 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak dindin menderita Keropos Tulang Pinggul

Pak dindin menderita Keropos Tulang Pinggul


ANIH SUMARNI (59, Suspek Stroke). Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Janda mendiang Pak Mamat ini tinggal di daerah pegunungan. Di rumah bilik yang sempit dan gelap, ia tinggal bersama kedua anaknya yang sudah berkeluarga. Sejak ditinggal mati suaminya, Mak Anih semakin merasakan beratnya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Walaupun ia terbiasa bekerja di ladang, sawah, atau kebun orang, kini semakin berkurang tawaran untuk bekerja menjadi buruh tani. Padahal, upah Rp.25.000,- per hari kerja pun amat dibutuhkannya. Selain karena faktor usia, rupanya kondisi fisik dan kesehatan Mak Anih kini tak memungkinkannya lagi bisa bekerja seperti biasa. Hasil pemeriksaan Puskesmas Sugihmukti menduga ia mengalami stroke ringan. Kaki kirinya tak bisa digerakkan dengan sempurna. Seminggu sekali dia dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan dan terapi. Untung saja dia sudah lama terdaftar sebagai peserta Jamkesmas dan dapat memanfaatkannya untuk berobat ke rumah sakit. Yang menjadi kendala untuk berobat adalah biaya transportasi, akomodasi, dan pembelian obat yang tidak dijamin Jamkesmas. Keinginan Mak Anih untuk terus berobat sampai kepada kurir #SedekahRombongan atas informasi pengurus Rukun Warga. Alhamdulillah, dengan cepat, empati kurir #SR membukakan harapannya untuk terus berikhtiar mengobati penyakit yang hampir melumpuhkan semangat hidupnya. Bantuan Awal dari #SedekahRombongan kemudian disampaikan kepada Mak Anih pada 24 September 2015. Pada kunjungan kurir #SR tanggal 30 November 2015, Ma Anih menceritakan perkembangan kesehatannya yang semakin membaik tetapi dia masih harus berobat rutin. Pada awal Februari 2016, nenek yang tabah ini menuturkan rencananya untuk kontrol ke RSUD Soreang. Alhamdulillah saat itu kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pasa akhir Mei 2016 kurir #SR mengunjungi Ma Anih di gubuk tuanya. Ia masih memerlukan uluran tangan sedekaholics untuk terus mengikhtiarkan kesembuhannya, seperti keinginannya. Alhamdulillah harapannya terkabulkan. Pada akhir Mei 2016 itu #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan. Pada awal September 2016 keluarganya mengabarkan kepada kurir #SR di Bandung bahwa Ma Anih membutuhkan bantuan untuk biaya membeli obat. Kurir #SR kemudian mengunjungi Ma Anih di gubuk reyotnya. Kondisinya belum membaik. Ia belum bisa berjalan. Janda dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR dapat dapat menyampaikan santunan kepadanya yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 853.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu anih menderita Suspek Stroke

Ibu anih menderita Suspek Stroke


UYUM BINTI ARJU (72, Katarak). Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ma Uum –begitu panggilannya– dikenal warga tempat tinggalnya kini sebagai “janda tua sebatang kara”. Dari beberapa kali pernikahannya, ia tidak memiliki keturunan. Saudara sekandungnya sudah lama meninggal dunia; begitu juga orangtua dan suami terakhirnya. Satu-satunya harta peninggalan yang ia miliki adalah rumah kecil sederhana yang kini sudah berpindah tangan. Untung saja ada warga yang berempati kepadanya, membawanya tinggal serumah, dan mengurusnya seperti orangtua sendiri. Ma Uum memang layak dibahagiakan. Apalagi kedua matanya tak bisa melihat lagi sejak bulan September 2015. Gelap! Dunia semakin gelap baginya! Tragisnya, ia belum pernah memeriksakan diri ke dokter apalagi berobat ke rumah sakit. Kartu Jamkesmas yang telah ia miliki hilang bersama Kartu Tanda Pendudik (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Kisah pilu anak cucu Adam-Hawa ini sampai kepada #SedekahRombomgan atas informasi warga kepada kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan bisa berkunjung ke tempat tinggalnya yang sekarang, yaitu di rumah keluarga Bu Anih S yang sempit, gelap,  dan sederhana. Menurut keterangan Bu Anih, kegiatan utama Ma Uum setiap hari hanya duduk, beribadah, berdoa, berbaring dan tidur. Ketika diajak bercakap-cakap, Ma Uum sendiri sempat mengutarakan keinginannya untuk memeriksakan matanya ke rumah sakit. Mata Ma Uum diduga menderita katarak. Berempati atas apa yang dialami Ma Uum, alhamdulillah sedekaholics #SR  memberinya bantuan dan terus mendampinginya berobat, dibantu warga dan pengurus RW setempat.  Doa Ma Uum selama ini tak sia-sia. Kehadiran #SR telah membukakan secercah harapannya untuk kembali melihat kekuasaan Allah Swt di muka bumi. Setelah dibuatkan Kartu Keluarga (KK) baru dan Kartu BPJS, Bu Uum semakin bersemangat untuk berobat ke RSUD Soreang dan RS Mata Cicendo. Pada akhir Mei 2016 kurir #SR menjenguknya untuk yang keempat kali. Sampai ulan Sepeber 2016 Kondisinya belum ada perbaikan. Janda tua dhuafa itu masih membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup dan mengupyakan kesembuhan matanya. Maka untuk melanjutkan pengobatannya, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan kepada Bu Uum yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 853.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu uyum menderita Katarak)

Bu uyum menderita Katarak


MTSR CIREBON (B 1167 FMO, Biaya Instalasi Perlengkapan Ambulance). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan atau lebih dikenal dengan MTSR adalah kendaraan yang setiap hari wara-wiri dipakai oleh kurir #SedekahRombongan untuk mensurvey, menjemput dan mengantar para dhuafa sakit. Saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya baik oleh pasien dampingan #SedekahRombongan maupun masyarakat sekitar. Jakarta sebagai pusat rujukan dari pasien-pasien daerah tentu harus didukung dengan fasilitas yang mumpuni. Alhamdulillah, kembali untuk MTSR Cirebon bulan ini #SedekahRombongan telah mengupayakan untuk modifikasi MTSR dengan penggantian dan penambahan beberapa komponen agar menjadi ambulance yang selayaknya. Beberapa komponen yang ditambahkan yaitu : Stretcher, Tabung Oksigen, Kotak P3K, Tabung Pemadam Kebakaran, Gantungan Infus, Lampu Penerang, Jok Dokter dan Jok Perawat. Semoga dengan tampilan MTSR yang lebih lengkap, akan semakin banyak dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan: Rp. 18.500.000,-
Tanggal: 22 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @ahmaedshaleh

Biaya Instalasi Perlengkapan Ambulance

Biaya Instalasi Perlengkapan Ambulance


KRISTIANA VITA SARI (34, Diabetes Melithus). Alamat : Desa Telaga Murni RT 3/14, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bermula dari bisul yang terdapat di bokong dan kemudian menyebabkan demam. Saat kondisi demam, Bu Vita dibawa ke klinik dengan biaya umum. Beberapa kali menjalani pengobatan di klinik, ternyata belom ada harapan membaik, namun sebaliknya bisul pecah hingga menimbulkan luka yang melebar. Dokter klinik menyarankan agar Bu Vita melanjutkan pengobatan ke RS. Ridhoka Salma. Setelah dilakukan pemeriksaan teryata harus dilakukan operasi Debridement terhadap luka bisul tersebut dan dari pemeriksaan laboratorium juga menunjukan kalau Bu Vita ada penyakit gulanya (DM). Kemudian dilakukan operasi pada hari itu juga,pada saat operasi teryata bisul/absesnya sudah melebar sehingga nanti setelah operasi perlu dilakukan perawatan luka terbuka . Setelah selesai operasi dan beberapa hari menjalani rawat inap luka yg tadinya terbuka sudah bisa ditutup dengan cara dijahit. Biaya operasi yang sangat besar membuat suami Bu Vita kebingungan. Pak Yudi (38), hanya bekerja sebagai buruh di tempat pembuatan lemari kayu. Karena KTP dan Kartu Keluarga Bu Vita masih wilayah Solo, keluarganya kesulitan dalam memproses Kartu BPJS dalam waktu cepat. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan dan berupaya membuat surat perjanjian hutang yang akan dicicil oleh #SedekahRombongan. Santunan lanjutanpun disampaikan untuk membayar cicilan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan (Santunan sebelumnya belum naik Web).

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Ibu vita menderita Diabetes Melithus

Ibu vita menderita Diabetes Melithus


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan biaya operasional bulan Agustus 2016. Biaya operasional digunakan untuk membeli bensin dan bayar tol saat mengantar pasien ke RSHS Bandung dan juga ke RSCM Jakarta. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 16 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @Alle_Recyclle

Biaya Operasional

Biaya Operasional


AI SUMIATUN (21, Pendarahan). Alamat Kp. Gaga RT 1/2, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ai yang belum lama tinggal bersama suaminya mengalami pendarahan saat usia kehamilannya baru 3 bulan. Ai belum memiliki Kartu BPJS yang tentunya membuat suaminya sangat kebingungan. Kampung halaman Ai adalah Tasikmalaya. Karena KTP Ai masih beralamat Tasikmalaya, mereka kesulitan dalam pembuatan BPJS secara instan.  Awalnya pemeriksaan dilakukan oleh Bidan Desa setempat, namun bidan tidak sanggup dan menyarankan supaya Ai menjalani kuret kandungan. Suami Ai, Juhari (26) hanya seorang pedagang tahu keliling yang mana saat ini jualannya sedang sepi. Hingga akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang kemudian langsung membawa Ai ke RS. Ridhoka Salma. Setelah menjalani pemeriksaan, esok harinya langsung dilakukan kuret di RS. Ridhoka Salma. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar cicilan rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Ai mengalami Pendarahan

Ai mengalami Pendarahan


RAFFI BIN NIMUN (1, Hydrocephalus Kongenital). Alamat : Kp. Sukamanah Timur, RT 4/12, Ds. Cikampek Barat, Kec. Cikampek, Kab. Karawang, Provinsi Jawa Barat. Raffi lahir dengan berat badan 3,6 Kg dan lingkar kepala mencapai 40 cm. Dokter anak yang menangani Raffi saat ia lahir kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan dan Raffi didiagnosa mengidap Hydrocephalus kongenital ( menumpuknya cairan di dalam otak). Dokter menyarankan agar Raffi dioperasi, namun untuk dapat dilakukan operasi, sebelumnya Raffi harus memperbaiki kondisi kesehatannya secara umum yaitu kondisi berat badannya yang harus mecapai 5 kg. Namun hingga saat ini kondisi Raffi belum layak untuk mendapatkan tindakan medis berupa operasi, karena berat badannya saat ini baru mencapai 4 kg. Kondisi keuangan orang tuanya menyebabkan Raffi tidak mendapatkan asupan gizi yang seharusnya. Ayah raffi, Nimun (37) adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lili Sari (35) adalah seorang ibu rumah tangga. Selain karena penghasilan yang tidak mencukupi, pengobatan Raffi menjadi tersendat dikarenakan keluarga ini tidak memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kurir #SedekahRombongan memahami kesulitan yang dihadapi oleh orangtua Raffi, bantuan awal diberikan untuk membantu membeli susu formula yang dianjurkan oleh Dokter agar berat badan Raffi meningkat. Semoga Raffi bisa segera melanjutkan pengobatannya hingga mendapatkan kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp.  1.000.000,-
Tanggal : 12 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih

Raffi menderita Hydrocephalus Kongenital

Raffi menderita Hydrocephalus Kongenital


AKILLA NURAJIJAH (2, Hydrocephalus). Alamat: Dusun Jarong Kulon, RT12/5, Desa Kiara, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sakit yang dirasakan oleh Akilla berawal sejak usianya menginjak 6bulan, gejalanya berupa pembengkakan di kepalanya. Saat itu Akilla diperiksakan ke puskesmas terdekat namun itupun hanya beberapa kali saja, karena orang tua Akilla tidak mempunyai cukup simpanan untuk biaya transportasi Akilla ke Puskesmas. Ayahnya Akilla, Mulyadi (34) adalah seorang pemulung, sedangkan Ibunya, Patmawati (35) adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang juga sedang sakit. Oleh karena itu, pengobatan Akilla terpaksa terhenti. Sementara itu bengkak di kepala Akilla bertambah besar dalam jangka waktu singkat. Berbekal Fasilitas kesehatan BPJS kelas 3 yang dibuat oleh ayahnya, Akilla melanjutkan pengobatannya, kali ini Akilla dirujuk oleh Puskesmas ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang. Dokter menyarankan agar dilakukan operasi pemasangan Vp-shunt dikepala Akilla, tapi sebelumnya Akilla harus melakukan persiapan salah satunya menaikkan berat badannya. Alhamdulillah sebulan kemudian kondisi Akilla siap dioperasi dan operasinya berjalan lancar. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan awal untuk membantu biaya sehari-hari selama Akilla dirawat di RSUD Karawang. Pengobatan yang harus dijalankan oleh Akilla masih panjang, bantu Akilla untuk mendapat kesembuhan seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 9 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu Badrudin

Akilah menderita Hydrocephalus

Akilah menderita Hydrocephalus


ARTALIM BIN KIAN (55, Tumor Buli). Alamat : Desa Bangkuang, RT 4/9, Kec.Karawang Barat, Kab.Karawang, Provinsi Jawa Barat. Satu tahun lalu Pak Artalim mulai mengeluhkan sakit ketika Buang Air Kecil (BAK) namun saat itu Pak Artalim tidak segera memeriksakan diri ke dokter terdekat dan hanya mengkonsumsi obat yang dibelinya dari apotek terdekat. Sakitnya mulai menjadi sejak 6bulan lalu Pak Artalim mulai mengeluarkan darah ketika BAK dan sakitnya semakin menjadi-jadi. Istri Pak Artalim,Endah Kurnia (50) membawa Pak Artalim untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang menggunakan Fasilitas Kesehatan BPJS kelas 3. Sayangnya, saat itu di RSUD Karawang ruang perawatan sedang penuh, sehingga Pak Artalim pindah ke Rumah Sakit Islam (RSI) Karawang. Di RSIK, Pak Artalim mendapat tindakan medis berupa operasi pengangkatan tumor buli atau tumor kandung kemih. Alhamdulillah, setelah operasi tersebut keadaannya membaik dan Pak Artalim bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Selang beberapa bulan, Pak Artalim mulai merasakan kembali gejala sakitnya kambuh, dan kali ini dokter menyarankan agar Pak Artalim dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif. Karena kesulitan biaya transportasi, Pak Artalim mengurungkan niatnya untuk berobat ke RSHS Bandung. Kemudian kurir #SedekahRombongan membantu memfasilitasi keberangkatan Pak Artalim ke RSHS Bandung dengan menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan memberikan bantuan santunan untuk mencukupo biaya sehari-hari selama dirawat inap di RSHS Bandung. Semoga pengobatan Pak Artalim bisa dilakukan hingga tuntas dan kembali sehat sehingha bisa beraktifitas kembali. Aamiin..

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih

Ibu artalim menderita Tumor Buli

Ibu artalim menderita Tumor Buli


GALANG HAFIZ RAMADHAN (3, Katarak + Bibir Sumbing). Alamat : Dusun Semuluh Kidul, RT 3/15, Dukuh Ngeposari, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Sejak lahir Galang mengalami cacat bawaan, bibir sumbing. Di usia 8 bulan ia menjalani operasi pertama di RS Permata Husada Bantul, Yogyakarta. Selain itu, balita ini juga menderita katarak di kedua matanya. Sampai sekarang Galang fokus menjalani pemeriksaan katarak tersebut di RSUP Dr. Sardjito. Jarak rumah Galang ke Rumah sakit memang tidak bisa dibilang dekat, lebih dari 50 km, sementara biaya sewa mobil pun mahal. Biaya transportasi inilah yang menjadi kendala ayah Galang, Panto (42) yang bekerja sebagai pengukir batu. Biaya operasi katarak yang cukup besar juga sempat mengurungkan niat orangtua Galang untuk melanjutkan pemeriksaan meskipun ia memiliki jaminan kesehatan BPJS Kelas III. Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan keluarga Galang. Dua hari lalu Galang menjalani operasi katarak di mata kirinya di RSUP Dr. Sardjito. Saat ini ia tinggal sementara di RSSR Jogja sembari menunggu jadwal kontrol selanjutnya. Santunan ini dipergunakan untuk biaya akomodasi selama Galang opname di rumah sakit. Penyampaian santunan untuk pasien Galang sebelumnya ada di rombongan 870.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Galang menderita Katarak + Bibir Sumbing

Galang menderita Katarak + Bibir Sumbing


JENY OKTAVIA SAPUTRI (5, Leukemia). Alamat : RT 3/6 Dusun Tugu, Desa Ngunut, Kecamatan Badar, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Jeny, balita berusia lima tahun ini menderita leukimia sejak tahun 2013. Saat itu, ia menjalani operasi di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo, Jawa Timur karena mengalami penyumbatan darah. Alhamdulillah, berkat operasi tersebut penyakitnya dapat diangkat meski harus menghabiskan biaya lebih dari tiga puluh juta rupiah. Pada bulan Februari 2014, kondisi kesehatan Jeny memburuk kembali. Ia kemudian dirujuk untuk berobat ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah menjalani serangkaian cek, Jeny didiagnosa menderita leukemia atau kanker darah. Jeny kemudian dijadwalkan menjalani kemoterapi. Pihak keluarga merasa kebingungan dalam membiayai pengobatan putri mereka terlebih kondisi ekonomi mereka kurang mampu. Ayah Jeny, Heri Budi Prasetyo (30) bekerja sebagai wiraswasta dan Murdaningsih (28) sebagai ibu rumah tangga sekaligus merawat buah hatinya di rumah. Keduanya sangat berterimakasih kepada kurir #SedekahRombongan yang bersilaturahmi sembari menyalurkan bantuan. Pasalnya, meskipun menggunakan fasilitas jaminan kesehatan, BPJS kelas III, orangtua Jeny masih merasa berat menanggung biaya transpotasi Pacitan-Yogyakarta. Setiap tiga minggu sekali Jeny menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Sardjito dan tinggal sementara di RSSR Jogja. Kini kondisinya stabil dan kian membaik. Bantuan kali ini digunakan untuk biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit serta membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 745.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jeny menderita Leukemia

Jeny menderita Leukemia


RIAN JUNIOR ( 8, Kanker Otak ). Tinggal di Tasikharjo RT03/2, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah. Rian mengalami keterbelakangan mental disebabkan karena perkembangan otak yang relatif terhambat. Hal ini di pengaruhi faktor sakit kanker yang di alaminya. Kedua orang tuanya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membawanya ke pengobatan baik medis maupun non medis. Akan tetapi, keterbatasan ekonomi kedua orang tuanya, hal ini tidak bisa berjalan sebagaimana harapan. Wiyarti, ibunya berharap anak satu – satunya ini bisa mendapatkan mukjijat kesembuhan. Pekerjaan sehari – hari ibu ini hanyalah sebagai petani membantu suami menggarap ladang yang bukan miliknya sendiri. Penghasilan tiap hari pun tidak tentu. Kondisi ini pun bisa dikatakan tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka. Mereka bisa mendapatka hasil untuk kebutuhan pokok pun sudah alhamdulillah. Kondisi rumah pun biasa saja, dinding masih kayu serta lantai belum dilapisi plester atau keramik. Terkadang pula, jika musim hujan air masuk ke rumah. Hal ini dikarenakan atap atau genteng yang sebagian besar juga bocor. Mereka membutuhkan biaya untuk pengobatan sang anak. Kebutuhan itu antara lain untuk kontrol setiap minggu sekali. Jarak tempuh antara rumah dengan rumah sakit pun cukup jauh. Jika kebetulan belum mempunyai uang, mereka pun berupaya dengan meminjam uang ke tetangganya. Bantuan ini sebagai bantuan pengobatan rian, semoga saja dengan bantuan dari #SedekahRombongan bisa sedikit meringankan beban keluarga mereka saat ini. #SedekahRombongan mencoba membantu semaksimal mungkin. Rian menjadi pasien dampingan yang setiap kali melaksanakan kontrol kita dampingi. Tim #SR Wonogiri dengan bantuan perangkat setempat, berusaha meringankan beban hidup keluarga kurang mampu ini. Semoga, langkah ini bisa bermanfaat bagi sesama. Aamiin.

Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 24 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Kikis

Rian menderita Kanker Otak

Rian menderita Kanker Otak


SRI MARYANI ( 41, Lumpuh ), tinggal di Klemut RT03/2, Bulusulur, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu ini mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Saat ini pun hanya terbaring lemah di tempat tidurnya. Awalnya, keseharian membantu suami berjualan di pasar wonogiri. Namun, saat hendak pulang tiba – tiba musibah itu menimpa mereka. Kecelakaan pun terjadi. Kondisi luka sang suami tidak begitu parah, tidak demikian dengan ibu ini. Dia harus menjalani operasi atas luka di kakinya. Sehingga, dengan kejadian itu beliau pun saat ini tidak mampu berdiri. Suami, Warsito ( 43 ) bersyukur, walau kondisi istri demikian. Sebab, dia masih bisa melanjutkan mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Pendapatannya saat ini tidak seperti saat istri membantu berdagang seperti sebelumnya. Kondisi ekonomi keluarga mereka semakin berkurang. Untuk membeli kebutuhan hidup khususnya dalam perawatan sakit atas istrinya, Warsito pun merasa kesulitan. Bantuan pembelian kursi roda tersebut diberikan #SedekahRombongan agar bisa mengurangi beban hidup keluarga mereka. Semoga ini bisa meringankan beban hidup yang sedang dijalani ibu ini dan keluarganya. Terimakasih kepada para sedekaholics, yang telah memberikan bantuan melalui #SedekahRombongan, semoga Tuhan bisa membalas dan mengganti rejeki dengan limpahan rejeki yang lebih banyak. Dan doa untuk para kurir, semoga selalu diberikan kemudahan dalam segala hal.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 25 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Ibu sri menderita Lumpuh

Ibu sri menderita Lumpuh


WINANTI Binti TAYAT ( 20, Megacolon ). Tinggal di Dusun Pagersengon 02/07, Selopuro, Batuwarno, Wonogiri, Jawa Tengah. Sejak Juni 2014, pasien ini kami dampingi dan beberapa kali operasi telah di lakukan, namun sampai saat ini upaya tersebut belum benar – benar sempurna. Kedua orang tua pun seolah tampak lelah, apalgi sang bapak. Operasi terakhir membutuhkan pendampingan extra, dan ini dilakukan oleh salah satu kurir kami yang kebetulan juga seorang perawat dan tinggal tidak terlalu jauh dari rumah keluarga Winanti. Winanti sangat ingin tersembuhkan. Operasi terakhir berjalan dan dia terpaksa di rawat di Moewardi hampir satu bulan lamanya. Di rumah sakit kondisi tubuh benar – benar memprihatinkan. Tubuh kurus dan layu, akhirnya pun kami bawa pulang untuk kita rawat sendiri. Kondisi inilah yang membuat tim memutuskan merawat luka Winanti sampai benar-benar memungkinkan untuk mampu melanjudkan pengobatan ke RSD. Moewardi lagi. Selama perawatan dirumah baik biaya medikasi maupun perlengkapan medikasi dan obat tetap tercover oleh #SedekahRombongan. Saat ini Winanti melanjudkan chek up kembali ke Rumah Sakit Daerah Moewardi Solo. Kami telah memberikan bantuan dan laporan pada rombongan 584, 580, 676, 736, 696, 744, 779, 821, 871. Semoga perjalanan pendampingan ini akan memberikan hasil maksimal, kami pun manusia yang hanya ingin berikhtiar memberikan yang terbaik. Membantu sedekah rombongan menyalurkan dana sebaik mungkin, menyembuhkan warga miskin yang sakit serta memberikan dampingan semaksimal mungkin. Barangkali masih banyak kekurangan dari tim kurir, akan tetapi segala kondisi pun kita jalankan sebaik – baiknya. Manusia wajib berupaya dan berikhtiar, kondisi sembuh dan lainnya adalah hak-Nya. Semoga Tuhan segera memberikan kesembuhan untuk sakit Winanti, agar upaya ini berhasil sebagaimana harapan bersama.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Kikis

Ibu winanti menderita Megacolon

Ibu winanti menderita Megacolon


SAMIYEM SUNARNI ( 68, Asma Akut ), Tinggal di ds.Sendang Ijo, RT04/2, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu ini sudah lama mengidap sakit asma. Puncaknya saat musim hujan dan kondisi dingin. Hidup sebatang kara dengan kondisi rumah yang cukup memprihatinkan. Dinding rumah yang belum sempurna, lantai masih tanah belum berkeramik, genteng pun banyak yang bocor sehingga jika saat hujan tiba air akan masuk ke rumah. Ibu ini merasakan sakit di dadanya, kemudian tidak kuat menahan sehingga di bawa ke rumah sakit setempat oleh tetangga. Selama di rumah sakit mendapatkan penanganan secara medis. Kondisi tubuh kemudian di check up, dan diberikan selang infus untuk tambahan asupan makanan sebagai sumber energinya. Selama kurang lebih 4 hari, kondisi berangsur membaik. Dia sudah mulai dapat berbicara lagi seperti sedia kala. Jaminan kesehatan belum punya, sehingga kebutuhan biaya sebagian sementara di tanggung oleh kemurahan hati tetangga dengan iuran. Saat tim #SedekahRombongan menangani pasien di Selogiri, kami mendapatkan informasi ada warga membutuhkan bantuan. Sehingga, kami pun survey ke rumahnya dan mendapatkan ibu ini sendirian di tempat tidurnya saat itu. Dia hidup sebatang kara. Suami sudah mendahului menghadap-Nya kurang lebih 6 tahun yang lalu. Saat itulah, dia mulai sakit – sakitan. Dia menceritakan mengenai kondisi kesehatannya. Bantuan ini untuk meringankan serta mencukupi kebutuhan hidup sementara ibu ini. Agar dalam proses penyembuhan bisa lebih cepat membaik dengan kebutuhan pokok makan yang lebih baik lagi. Selain itu, untuk kontrol seminggu setelahnya, agar warga juga terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Terimakasih untuk sedekaholics bersama #SedekahRombongan meringankan beban hidup beliau saat ini, semoga segala amal kebaikan di balas dengan kelimpahan rejeki serta kemudahan dalam berbagai hal. Aamiin.

Bantuan : Rp. 4.860.200,-
Tanggal : 28 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Yuli

Ibu samiyem menderita Asma Akut

Ibu samiyem menderita Asma Akut


PARCEL LEBARAN ( 75 Paket Sembako ). Alhamdulillah sekali bahwa untuk tahun 2016 ini #SedekahRombongan membagikan paket lebaran untuk 75 orang yang terdiri dari para pasien dan keluarganya serta dhuafa yang kami survey serta pantas untuk mendapatkan bingkisan lebaran. Penerima bingkisan merasa sangat bersyukur sekali. Mereka pun berterimakasih kepada para sedekaholics melalui gerakan #SedekahRombongan yang selalu perduli dengan masyarakat kurang mampu. Pergerakan #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri sudah sangat dikenal luas oleh masyarakat Wonogiri. Terlebih, dengan adanya Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang semakin banyak. Wonogiri dengan jumlah kecamatan sebanyak 25 serta luasan wilayah cukup luas, dengan medan geografis yang cukup berat tidak menghentikan atau mematahkan semangat kami untuk membaikkan. Pasien – pasien dampingan yang setiap hari semakin bertambah, membawa semangat tersendiri bagi kurir untuk selalu bergerak. Hal ini merupakan tekad dan komitmen untuk membantu menyalurkan sedekah di Wonogiri dan sekitarnya. Mencakup wilayah di luar kabupaten, antara lain juga wilayah Pacitan dan Ponorogo. Bingkisan lebaran ini sebagai salah satu bentuk perhatian #SedekahRombongan kepada para pasien dan dhuafa di wilayah kami. Tujuannya, selain berbagi juga memberikan semangat utamanya para pasien dampingan yang kami handle. Semoga, tahun depan #SedekahRombongan tetap pada jalur eksisnya, sehingga lebih bermanfat bagi sesama, menyalurkan dana titipan para sedekaholics dimanapun berada. Aamiin.

Jumlah : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 28 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Allteamkurir

Bantuan 75 Paket Sembako

Bantuan 75 Paket Sembako


MTSR WONOGIRI ( AD1999SR, Operasional Juni ). Keberadaan mobil ambulan yang dinamakan dengan MTSR atau Mobil Tanggap Sedekah Rombongan membawa dampak luar biasa bagi pergerakan #SedekahRombongan di Wonogiri. Tiap harinya, tidak kurang dari 4 sampai 5 pasien kami bawa ke Moewardi Solo untuk mendapatkan penanganan secara medis. Hal ini meliputi aktivitas pendampingan kontrol secara rutin, serta pasien – pasien baru yang kita handle. Bukan itu saja, masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ini untuk mengangkut serta mengantarkan jenazah. Hal ini memberikan respon baik terhadap keberadaan #SedekahRombongan di Wonogiri yang semakin hari semakin dikenal secara luas. Hingga akhirnya, ada sedekaholics yang dengan ikhlas menambah armada ambulan untuk digunakan sebagai sarana pergerakan #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri. Tentunya kami sangat senang serta mengucapkan beribu terimakasih. Dengan adanya penambahan tersebut, operasional pun juga bertambah. Ekuivalensi tersebut wajar ketika setiap hari mobil ambulan ini hampir tak pernah istirahat. Berangkat pagi pulang petang, membaikkan membawa pasien dampingan serta warga tak mampu yang membutuhkan. Semoga ke depannya, akan semakin banyak lagi sedekaholics yang memperhatikan pergerakan kami. Sehingga, besar harapan kami kiranya bisa menambah lagi armada MTSR yang akan kami tempatkan di wilayah sekitar koordinasi soloraya. Kami selalu berharap, bahwasanya makna positip yang terbawa dari bergeraknya mobil – mobil ambulan ini membawa berkah bagi pemberi atau penyedekah. Urusan pahal tentunya hak prerogratif-Nya, namun sebagai manusia pasti kita selalu berharap yang baik dan lebih baik lagi. Mudah – mudahan, harapan kami segera diijabah oleh Tuhan, di respon oleh tangan – tangan malaikat yang digerakkan-Nya melalui manusia berhati mulia seperti para sedekaholics yang selama ini sangat banyak membantu pergerakan #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri.

Biaya : Rp. 4.100.670,-
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @Mawan@allteam

Biaya operasional

Biaya operasional


RSSR WONOGIRI ( Operasional, Juni 2016). Bertempat di depan kantor Kelurahan Wonokarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Keberadaan RSSR atau dinamakan Rumah Singgah Sedekah Rombongan sangat penting sebagai prasana dalam membantu pergerakan kurir #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri. Segala biaya dan kebutuhan yang timbul untuk mencukupi pasien dampingan membutuhkan operasional yang tiap bulannya kami laporkan melalui website ini. Pada bulan Juni 2016, kegiatan di RSSR pun cukup banyak. Selain sebagai tempat transit para pasien, khususnya pasien yang akan kita kontrolkan esok harinya. Maka, saat malam sebelumnya kami inapkan di RSSR ini. Dan mereka membutuhkan makan serta pendampingan secara medis. Selain itu, untuk menjaga RSSR kami siapkan staf sebagai pendamping khusus yang bertugas dalam kebersihan rumah dan sebagainya. Manfaat dari adanya RSSR sangat dirasakan baik oleh pasien maupun masyarakat umumnya. Ini juga sebagai basecamp dari komando pergerakan #SedekahRombongan di Wonogiri. Adapun kebutuhan untuk bulan Juni sebagaimana terlaporkan di website ini, semoga bermanfaat. Aamiin.

Biaya : Rp. 1.890.200,-
Tanggal : 29 Juni 2016
Kurir : @Mawan@allteam

Biaya Operasional Juni 2016

Biaya Operasional Juni 2016


JIHAN FATIN (2, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usianya dua bulan, bayi mungil ini mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Berdasarkan observasi, dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dokter mendiagnosa menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan dan demam tinggi & kejang sampai memengaruhi fungsi syaraf mata. Bagian punggungnya pun mengalami decubitus karena terlalu lama berbaring. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu pregistimil. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Orangtua Jihan pun tercengang ketika mendengar biaya pengobatan dengan cara cangkok hati bisa mencapai 1‒1,5M. Meski memiliki jaminan kesehatan, BPJS, namun tidak bisa dimaksimalkan karena jaminan kesehatan ini maksimal mengcover 250 juta rupiah. Alhamdulillah, melalui salah satu tokoh masyarakat, Kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Jihan dan keluarganya. Melalui persetujuan dua belah pihak, akhirnya Jihan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Setiap dua minggu sekali Jihan diantar Mobil Tanggap #SedekahRombongan ke Jogja untuk kontrol rutin ke RSUP Dr. Sardjito. Bantuan dari sedekaholics ini dipergunakan untuk pembelian 2 kaleng susu pregistimil dan pembelian obat yang tidak dicover BPJS. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp. 695.622,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita Atresia Bilier + Sirosis

Jihan menderita Atresia Bilier + Sirosis


JOKO SANTOSA (24, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Kalibenda, RT 1/3, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum terdiagnosa menderita kanker nasofaring, pemuda lulusan SMK ini bekerja sebagai karyawan swasta. Semenjak sakit, Joko keluar dari pekerjaannya, kemudian menjalani pengobatan di RS. Emanuel Banjarnegara, Jawa Tengah dan selalu didampingi ibunya. Meski sudah berobat selama beberapa minggu tidak tampak perkembangan signifikan pada kesehatan Joko. Akhirnya Joko dirujuk ke rumah sakit yang memiliki sarana & prasarana yang lengkap. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Joko dan ibunya. Sejak itu, Joko menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Di awal datang di RSSR Jogja, kondisinya drop hingga dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani perawatan kurang lebih satu tahun, Joko, yang sebelumnya terbatas geraknya di atas kursi roda, saat ini sudah dapat berjalan kembali. Untuk biaya pengobatan, Joko memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Saat ini Joko masih menjalani cek lab dan kontrol rutin. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover BPJS dan susu khusus untuk tulang. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat pada rombongan 888.

Jumlah Bantuan : Rp. 754.948,-
Tanggal : 17 September 2016
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

Joko menderita Kanker Nasofaring

Joko menderita Kanker Nasofaring


PUJI ASTUTI (35, Patah Tulang). Alamat : Dusun Kranggan, RT 1/14, Desa Wringin Putih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Puji tinggal bersama tiga anak laki-lakinya yang masih kecil-kecil dan ibunya. Bu Puji membuka warung akringan yang tak jauh dari rumahnya, sebagai ladang rezeki bagi keluarganya. Awal Bulan Agustus 2016, Bu Puji mengalami musibah. Saat mempersiapkan dagangan di warungnya, ia mengambil teko yang berada di ketinggian. Bu Puji memanjat kursi plastik, namun ia malah terpeleset dan mengakibatkan tulang tangang kirinya patah. Seorang tetangganya menghubungi #SedekahRombongan Magelang untuk meminta pertolongan. Tanpa menunggu lama, Kurir #SR Magelang segera menyambangi rumahnya dan membawanya ke RSUD Tidar Magelang, Jawa Tengah. Dari sana kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Kurir #SedekahRombongan Magelang membawa Bu Puji ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Kurir #SedekahRombongan Jogja, bekerja sama dengan Kurir #SedekahRombongan Magelang mendampingi pengobatan Bu Puji. Beberapa tahun yang lalu, Bu Puji juga pernah mengalami patah tulang kaki dan pengobatannya dilakukan di RSU Nur Hidayah Bantul DIY. Saat itu, ia juga menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Setelah melalui pemeriksaan, dokter menyarankan untuk melakukan operasi, namun untuk pertolongan pertama bisa di-gips terlebih dahulu. Alhamdulillah, setelah gips terpasang, Bu Puji pun diijinkan pulang tanpa rawat inap terlebih dahulu. Penghasilannya dari berjualan hanya cukup untuk hidup sehari-hari dan membiayai sekolah anak-anaknya. Belum lagi, jaminan kesehatan dari pemerintah tak bisa digunakan karena tak pernah dibayar sejak tahun 2014 silam. Kini keadaan Bu Puji membaik. Sebulan sekali ia kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito. Santunan ini diberikan untuk biaya pemeriksaan rutin dan pembelian obat. Semoga Bu Puji segera diberikan kesembuhan agar dapat segera berjualan kembali. Sebelumnya santunan kepada Bu Puji telah masuk pada rombongan 875.

Jumlah Bantuan : Rp. 599.664,-­
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Puji menderita Patah Tulang

Puji menderita Patah Tulang


SAMPAN BIN MARTO BALO (55, Tumor Ginjal). Alamat : Dusun Banjar Utama, RT 5/2, Desa  Banjareja, Kecamatan  Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Pak Sampan dulunya bekerja sebagai buruh bangunan. Sementara istrinya, Jumiyah (52) ialah ibu rumah tangga. Awalnya Pak Sampan sering mengeluhkan sakit di perut bagian kiri. Bagian perut tersebut juga tegang dan keras. Selain itu, setiap buang air juga keluar darah segar. Keluargan Pak Sampan segera memeriksakan ke Puskesmas. Namun karena keterbatasan alat Pak Sampan dirujuk ke RS PKU Gombong, Kebumen. Di PKU Gombong ini Pak Sampan opname selama sepuluh hari. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan Pak Sampan menderita tumor di ginjalnya. Pihak rumah sakit pun merujuk pengobatan Pak Sampan ke RSUP Dr. Sardjito. Meski memiliki fasilitas jaminan kesehatan, Jamkesmas, keluarga merasa keberatan karena keterbatasan ekonomi dan tidak ada tempat singgah selama menjalankan serangkaian pemeriksaan penunjang. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir #SR dengan keluarga Pak Sampan. Sejak itu, Pak Sampan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Selama berobat di RSUP Dr. Sardjito, Pak Sampan mendapat pendampingan penuh dari #SedekahRombongan Yogyakarta. Bantuan ini digunakan untuk membiayai akomodasi dan transportasi dari Cilacap ke Yogyakarta. Saat ini Pak Sampan sedang menunggu jadwal operasi dari RSUP Dr. Sardjito. Semoga Pak Sampan dapat sehat kembali dan beraktifitas seperti semula. Keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh #SR. Santunan sebelumnya terdapat dalam pelaporan rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 26 September 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Pak sampan menderita Tumor Ginjal

Pak sampan menderita Tumor Ginjal


KRISDIYANTO BIN KARTUN (40, Post Amputasi Kaki). Alamat : Dusun Kutabaru, RT 2/10, Desa Kutasari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Pak Kris, sapaannya, tinggal bersama dua anaknya dan ayahnya. Anak pertama, seorang siswi di bangku sekolah menengah pertama sementara putra kedua masih sekolah di tingkat sekolah dasar. Pak Kris sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tak menentu. Pada tahun 2007, ia menderita sakit pada kedua kakinya. Kondisi ekonomi yang serba terbatas tak mengizinkannya berobat ke rumah sakit. Penyakitnya semakin parah, satu tahun kemudian, kedua kakinya terpaksa diamputasi sebatas betis. Pascaamputasi kaki, ia tidak melakukan kontrol ataupun perawatan sehingga menimbulkan luka di bekas amputasinya. Setelah kakinya diambil, ia berjalan dengan cara menarik tubuh bagian bawah. Praktis, ini membuat lukanya rentan terkena kotoran. Alhamdulillah, #SedekahRombongan diberikan kesempatan oleh Allah SWT agar bisa bertemu dengan Pak Kris. Pak Kris menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan melanjutkan pemeriksaan penyakit yang terbilang kasus unik tersebut. Akhirnya ia berobat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan dokter memutuskan untuk operasi lanjutan. Selama pengobatan Pak Kris menggunakan fasilitas kesehatan BPJS. Tanggal 5 September 2016, Pak Kris menjalani operasi amputasi kembali. Pascaoperasi keadaannya membaik. Kontrol rutin pun bisa dilakukan di puskesmas setempat. Santunan ini diberikan untuk biaya pemakaman kaki dan akomodasi pasien selama berobat di Cilacap. Pak Kris dan keluarga sangat mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 21 September 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Pak kris menderita Post Amputasi Kaki

Pak kris menderita Post Amputasi Kaki


TUKINEM BINTI SUTARNO (51, Gagal Ginjal). Bertempat tinggal di Banyuanyar, RT 5/8, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Ibu Tukinem, 3 tahun lalu mengalami jatuh di rumah, nyeri akibat jatuh tak dirasakan beliau kala itu. Satu tahun setelah kejadian sakit sekujur tubuh baru beliau rasakan terutama dibagian punggung. Pengobatan pun dilakukan di salah satu klinik di Banyuanyar. Karena kondisi semakin menurun, Oktober 2015 oleh dokter beliau dirujuk untuk menjalani rawat inap di RSUD Ngipang Solo. Oleh pihak RS beliau didiagnosa menderita urat terjepit. Setelah kondisi membaik, beliau diperbolehkan pulang. Tanggal 5 Agustus 2016 kondisi beliau kembali menurun dan menjalani rawat inap di RSUD Ngipang. Diagnosa terakhir beliau mengalami gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah. Suami beliau Bapak Sri Mardiono keseharian bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak lebih dari Rp. 900.000,-/bulan. Tak hanya menanggung biaya berobat istri, beliau juga masih memiliki tanggungan satu anak, Rusiana (19), dua cucu Andika (15) dan Jonathan (13) sehingga urung untuk melanjutkan pengobatan Ibu Tukinem. Saat ini keluarga ibu Tukinem sudah memiliki BPJS kelas 3, namun karena baru saja membuat, kartu belum dapat digunakan. Alhamdulillah kurir #sedekahrombongan dipertemukan dengan beliau kemudian menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan beliau. Kini beliau berada di RS untuk mendapatkan pengobatan lanjutan. Keluarga merasa sangat bersyukur serta doa agar amal ibadah kita diterima oleh Allah dan memperoleh yang lebih baik kelak. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 28 Agustus 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka @aldimeifi @warih_handoyo

Ibu tukinem menderita Gagal Ginjal

Ibu tukinem menderita Gagal Ginjal


MUHAMMAD NUR RIZKY (17, Hipospadia). Alamat : Desa Rejosari, Kec Grabag, Kab Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini tinggal bersama neneknya yang sudah tidak mampu bekerja, Ayahnya meninggalkannya sejak ia kecil sedangkan Ibunya merantau untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Rizky menderita hipospadia atau kelamin ganda sejak lahir. Awalnya Rizky menjalani kehidupan sebagai seorang anak perempuan, hingga masuk SMK akhirnya memutuskan untuk berganti nama menjadi Muhammad Nur Rizky karena lebih dominan sifat laki-laki daripada sifat perempuannya. Pada bulan Januari 2016 #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rizky. Dan Rizky menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Rizky telah dirujuk di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mejalani pengobatan dan telah dijadwalkan untuk melanjalani operasi pertama.Untuk sekarang rizky masih kontrol dan antri kamar rawat inap di RS Karyadi untuk jadwal operasi. Bantuan dari #sahabatSR ditujukan untuk Rizky dan keluarga untuk biaya operasional selama menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal              : 1 Agustus 2016
Kurir                   : @indrades, @idaiddo, @mbakipa, @DiahPertiwi1110

Rizky menderita Hipospadia

Rizky menderita Hipospadia


Aris Hadi Winarto (14, Congenital Talipes Equino Varus). Alamat : Dk. Rubiah,  RT 2/9, Desa Bageng, Kec.Gembong, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Putra semata wayang dari pasangan Bapak Sarju (49) pekerja serabutan dan Ibu Karti (46) Ibu seorang rumah tangga yang lahir pada tanggal 15 November tahun 2001. Dik Aris  sejak lahirkan di tumit kiri sudah ada benjolan anak saat dipegang. Di kaki kirinya juga ada kelainan kulit, kulit bagian belakang berwarna hitam gosong seperti bekas luka bakar. Dik Aris tidak mengeluhkan sakit pada kakinya tersebut, hanya saja apabila digunakan berjalan agak jauh terasa pegal, kesemutan dan  linu, dan Dik Aris kesusahan untuk berjalan normal karena benjolannya membengkak. Dik Aris belum pernah berobat sebelumnya karena keterbatasan biaya, Alhamdulillah di pertemukan dengan #SR untuk di dampingi dan di bantu dalam pengobatan. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Soewondo Pati di rujuk ke RS Ortopedi Soeharso Surakarta. Hasil pemeriksaan dari Surakarta tidak ada kelainan atau penyakit pada tulang, sehingga akhirnya Dik Aris di rujuk ke RSUP Kariadi Semarang.  Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, dokter mendiagnosa kaki Dek Aris ternyata mengalami CTEV ( Congenital Talipes Equino Varus ) dan di jadwalkan melakukan operasi pada tanggal 29 Juni 2016. Alhamdulillah, pada tangga 29 Juni 2016 operasi sudah dilakukan dengan lancar. Pada tanggal 3 Agustus 2016 Dek Aris menjalani kontrol di Poli Onkologi RSUP Dr. Kariadi Semarang kedua kalinya pasca operasi, Bekas operasi dek Aris di cek dan di ganti perban, dari hasil kontrol menunjukkan kondisi Dek Aris secara keseluruhan membaik,  tidak ada keluhan, pantangan makan, dan belum di perbolehkan untuk berjalan terlebih dahulu. Jadwal kontrol selanjutnya  3 September 2016. Santunan di  berikan kepada Dek Aris dan keluarga untuk membantu biaya akomodasi saat berobat di Semarang.

Jumlah bantuan : 500.000
Tanggal: 3 Agustus 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo  @naadiahusna @DiahPertiwi1110

Aris menderita Congenital Talipes Equino Varus

Aris menderita Congenital Talipes Equino Varus


ERNIYANTI DWI ASIH (15, ATRESIA VAGINA). Alamat Jl Kauman RT 04/3 Kowangan, Kab. Temanggung, Prov.  Jawa Tengah. Erni adalah anak nomer 2 dari 4 bersaudara. Ibu Erni bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan ayahnya bekerja sebagai tukang jahit. Derita Dik Erni dimulai sekitar bulan November lalu, awalnya mengeluh perutnya sakit. Sang ibu merasa anaknya sudah mendekati dewasa sehingga itu dikatakan biasa sebagai wanita yang pertama kali akan haid. Namun kondisi itu tak kunjung sembuh dan haidnya juga tidak keluar. Sang ibu merasa panik dan memeriksakan ke dokter, dari dokter dirujuk ke RSUD Temanggung didiagnosa bahwa darah haid itu tidak bisa keluar dan harus dilakukan operasi. Sehingga dari rumah sakit setempat diberikan rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kedua orang tuanya lalu membawa anaknya ke RSUP Dr. Kariadi untuk pemeriksaan awal Lab. Namun setelah itu Keluarga belum bisa mengambil hasil lab dikarenakan kondisi keuangan. Pada bulan Januari 2016 akhirnya #Sedekah Ronbongan dipertemukan dengan Erni. Kemudian Erni menjalani pemeriksaan ulang di RSUP Dr. Kariadi dan diputuskan untuk menjalani operasi agak bisa haid. Namun sebelum menjalani operasi, Erni menjalani kontrol rutin dan dinyatakan bahwa kondisi Erni membaik dan sehat sehingga tidak perlu menjalani operasi. Erni dianjurkan untuk menjalani kontrol pada awal tahun 2017 untuk memastikan bahwa Erni benar-benar sehat dan tidak perlu pengobatan serius. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Erni selama di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal              : 18 Agustus 2016
Kurir                   : @indrades, @idaiddo, @rishafaiq , @DiahPertiwi1110

Erni menderita ATRESIA VAGINA

Erni menderita ATRESIA VAGINA


SUNARTI BINTI JOYO KARNO (47, Tumor Perut +  Batu Ginjal).  Alamat: DK. Jenggolo Desa Banyuurip Margorejo, Kota Pati, Jawa Tengah. Bu Sunarti adalah seorang ibu rumah tangga. Berawal pada awal tahun 2014, Bu Sunarti sering mengeluh sakit pada perut. Kemudian Bu Sunarti dibawa ke rumah sakit setempat untuk periksa namun peralatan kesehatan yang kurang memadai sehingga Bu Sunarti dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk memperoleh tindakan lebih lanjut. Bu Sunarti menjalani rontgen dan berbagai tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang, hasilnya positif bahwa Bu Sunarti menderita tumor perut dan batu ginjal. Hal tersebut yang membuat perut Bu Sunarti sering sakit. Bu Sunarti dianjurkan untuk kontrol rutin sambil menunggu tindakan selanjutnya. Setelah menjalani kontrol rutin, pada awal bulan juni 2014 Bu Sunarti menjalani operasi pengangkatan tumor perut. Dan proses operasi berjalan lancar. Bu Sunarti menjalani kontrol rutin pasca operasi. Setelah kondisi membaik, Bu Sunarti dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi. Bu Sunarti sangat bersemangat untuk sembuh, sehingga Bu Sunarti selalu tepat waktu menjalani kontrol dan kemoterapi. Meskipun jarak rumah ke RSUP Dr. Kariadi sangat jauh serta biaya transportasi yang cukup besar tidak pernah mengurangi semangat Bu Sunarti untuk berobat. Terkadang Bu Sunarti harus meminjam uang kepada tetangga untuk bisa berangkat berobat. Atas ijin Allah SWT pada awal maret 2016, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Dengan berbagai pertimbangan, kurir sepakat untuk melakukan dampingan kepada Bu Sunarti selama pengobatan. Dan membawa Bu Sunarti ke Semarang untuk melanjutkan proses pengobatan yaitu kemoterapi. Saat ini, kondisi Bu Sunarti semakin membaik, meski terkadang masih merasakan nyeri di bagian kaki, paha, dan pinggang karena penyakit batu ginjalnya.  Alhamdulillah Bu Sunarti saat ini sudah selesai menjalani kemoterapi. Bu Sunarti akan melakukan tes laboratorium pada akhir bulan September, kemudian akan melakukan kontrol di poli onkologi pada bulan Oktober. Setelah itu, Bu Sunarti akan menjalankan operasi pengangkatan tumor di perutnya.  Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Sunarti selama di Semarang. Mohon doanya semoga proses pengobatan Bu Sunarti dilancarkan  dan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo@lianhumaira

Ibu sunarti menderita Tumor Perut + Batu Ginjal

Ibu sunarti menderita Tumor Perut + Batu Ginjal


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium). Alamat Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Ibu dari 2 anak ini hidup dengan 2 anaknya di rumah, suaminya bekerja sebagai tukang batu di Jakarta dan saat ini masih berjuang juga untuk menghidupi keluarganya. Bu Musiyam telah mengidap Kanker Ovarium sejak tahun 2014, sudah pernah berobat di RSUD Kajen Pekalongan dan dianjurkan untuk dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Pada tanggal 1 Oktober 2015, akhirnya kanker dalam rahim Bu Musiyam diangkat melalui operasi yang berlangsung selama kurang lebih 7 jam. Pasca operasi pengangkatan kanker, Bu Musiyam telah menjalani kemoterapi 5 kali untuk membunuh sel-sel kanker yang ada.  Dari hasil USG masih terlihat bahwa kanker di rahim Bu Mus masih ada, dan massanya semmakin membesar. Posisi kanker semakin mendesak organ ginjal sehingga mengganggu fungsi urologinya. Kedepannya direncanakan untuk operasi pemasangan selang ke ginjal Bu Siti Musiyam. Kendala yang dialami adalah kondisi umum Bu Mus yang kurang baik, sehingga tindakan kemoterapi sering kali tertunda. Bantuan dari #sahabatSR ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya akomodasi Bu Musiyam saat pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 1.410.200
Tanggal            : 21 Agustus 2016
Kurir                 : @indrades @idaiddo @harumnhs @DiahPertiwi1110

Ibu siti menderita Kanker Ovarium

Ibu siti menderita Kanker Ovarium


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Dik Maghfiroh adalah putri ketiga dari pasangan suami istri Bapak Yunan Purnomo (45) dan Ibu Nur Alfiana (42) yang beralamat di Ds. Godong RT 3/ 1 Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfirohlangsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun karena keterbatasan biaya waktu itu, ayah Dik Maghfirohyang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini bersama keluarganya memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan yang seharusnya masih panjang. Pada Januari 2015 kami dipertemukan Allah dengan Dik Maghfiroh di Pekalongan, kami bersama keluarga sepakat untuk memulai proses pengobatan kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan saat ini Dik Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dalam dampingan tim kurir #SedekahRombongan di Semarang. Bantuan pun di sampaikan guna membantu kebutuhan akomodasi Dik Maghfiroh dan keluarga selama di Semarang. Mohon doa nya semoga proses pengobatan Dik Maghfiroh berlajan dengan lancar dan segera sehat kembali.

JumlahBantuan  : Rp 984.000,-
Tanggal                 : 18 AGUSTUS 2016
Kurir                   : @indrades , @idaiddo , @auliarahman04 , @DiahPertiwi1110

Maghfiroh menderita Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah

Maghfiroh menderita Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Kaki). Alamat Pasar Banggi Rt 01 Rw 03 Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa  pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat sedang menjalani kontol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum menjalani tindakan lebih lanjut. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp.2.173.963,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @bram_gp @DiahPertiwi1110

Giat menderirita Patah Kaki

Giat menderirita Patah Kaki


TRI SURYANTI BINTI DUMADI ( 20, Patah Tulang ). Alamat: Dusun Jamus, Desa Jamus RT 3/01, Mranggen, Kab. Demak, Prov. Jawa Tengah. Patah tulang yang di derita Tri sudah dirasakannya pada tanggal 23 November tahun 2015. Awalnya adalah akibat kecelakaan yang dialami sewaktu berangkat kerja ke ngablak di sebuah pabrik bersama temannya, Tri yang sedang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan berlawanan dengan sepeda motor tossa roda tiga yang menyebabkan kaki sebelah kanan bawah patah. Lalu Tri dibawa ke rumah sakit selama 1,5 hari. Karena tidak ada biaya pengobatan di rumah sakit akhirnya dibawa ke pengobatan alternatif dan harus rawat inap selama tiga minggu, karena  kehabisan biaya lalu Tridibawa pulang. Patah tulang tersebut menyebabkan bahaya infeksi atau mungkin sudah membusuk karena luka payah tulang terbuka dan dagingnya terkelupas  serta kulitnya sudah membusuk. Hal ini dikarenakan pengobatan patah tulang tidak di tangani secara tepat dan benar. Dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk proses pengobatan karena Tri tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS. Namun atas ijin Allah tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Tri. Saat ini Tri telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang dan Tri telah menjalani pengobatan lanjutan di RSUD Ketileng Semarang. Setelah menjalani beberapa tindakan medis, Tri menjalani operasi pertama yaitu pemasangan pen dan untuk meluruskan kaki. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Dan Tri sedang menjalani kontrol rutin pasca operasi. Setelah menjalani beberapa kali kontrol,kondisi Tri dinyatakan baik sehingga Tri sudah bisa menjalani kontrol rutin di RS Pelita Anugrah di Demak. Pada kontrol rutin yang ke 4 dokter ortopedi RS Pelita Anugerah Demak merujuk kembali ke RSUD Ketileng Semarang. Dokter ortopedi RSUD Ketileng menyatakan kondisi tulang kaki Tri perkembangannya baik. Pada akhirnya operasi penggantian pen yang sebelumnya akan dilakukan pada bulan Juni akhirnya dibatalkan sebab menurut dokter ortopedi kondisi tulang sudah baik dan kuat untuk berdiri maupaun berjalan. Dokter ortopedi menyarankan berlatih berdiri ataupun berjalan secara mandiri dan dilakukan pelan pelan. Alhamdulillah kondisi saat ini Tri bisa berjalan secara mandiri tanpa menggunakan bantuan tongkat sesuai saran dokter dan hasil rontgen tulang kaki yang terakhir tulang pada kaki Tri sudah kuat untuk menopang berat badan Tri itu sendiri. Akan tetapi masih dilakukan kontrol rutin oleh dokter ortopedi RSUD Kota Semarang. Semoga Tri segera sembuh. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Tri selama berobat.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal             : 22 Agustus 2016
Kurir                  : @indrades @idaiddo @harisarmansyah1 @DiahPertiwi1110

Tri menderita Patah Tulang

Tri menderita Patah Tulang


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Agustus 2016 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR).  Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Agustus 2016. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 885

Jumlah Santunan : Rp. 14.126.000,-
Tanggal :  30  Agustus 2016
kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Biaya Operasional RSSR Agustus 2016

Biaya Operasional RSSR Agustus 2016


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1009 TX , Biaya Operasional Agustus 2016 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo  dan Banyuwangi. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR, Pembelian Drakbar dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 885

Jumlah santunan: Rp.15.850.000,-
Tanggal: 30 Agustus 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Biaya Operasional RSSR Agustus 2016

Biaya Operasional RSSR Agustus 2016


SULASMI BINTI SUNAR,  (46,Kanker Payudara) Alamat Dusun Krajan RT 021 RW 009, Desa Sempol, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Jember. Bu Sulami Lahir pada tanggal 10-12-1968, Bu Sulasmi berdagang bensin eceran dan suaminya sebagai buruh tani di desanya, mereka hanya hidup berdua karena tidak dikarunia i Putra. Sejak tahun 2015 bu sulasmi menderita tumor payudara dan pernah diperiksakan dirumah sakit Dr.Koesnadi Bondowoso, dikarenakan biaya operasi mahal dan bu sulasmi tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, semisal BPJS atau KIS dan SPM sehingga pengobatannya tidak dilanjutkan. Pada bulan Mei 2016 perangkat desa Sempol melaporkan kondisi Bu Sulasmi yang semakin kritis kepada Tim Kurir #SedekahRombongan Bondowoso. Yang kemudian di tindak lanjuti dengan membuatkan BPJS kelas III untuk Ibu Sulasmi dan Sumianya. Dan setelah Aktiv BPJSnya langsung dirujuk kerumah sakit Dr.Koesnadi Bondowoso untuk mendapatkan perawatan. Setelah kurang lebih 2 minggu mendapatkan perawatan di rumah sakit Dr.Koesnadi Bondowoso, Tim Dokter tidak dapat menlanjutkan pengobatan Ibu Sulasmi dikarenakan Kanker Payudaranya sudah dalam kondisi Stadium IV dan dengan kondisi pendarahan yang terus menerus sehingga menghabiskan kantong darah transfusi sekitar 10 ampul. Dan oleh dokter disarankan untuk pulang karena tidak ada tindakan medis yang dapat membantu. Dikarenakan tindakan medis sudah tidak dapat membantu akhirnya Kurir #SedekahRombongan membawa pulang Ibu Sulasmi. maka kurir #Sedekah Rombongan berniat untuk menyampaikan santunan berupa uang santunan titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan untuk Santunan kematian Bu Sulasmi, dan semoga amal ibadah Ibu Sulasmi diterima di sisiNya. Santunan sebelumnya Alm Bu Sulasmi ini masuk di Rombongan 885

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @yudhoari, @gredyanto ,@viandwiprayugo , @awwaludin_yudha

Ibu sulasmi menderita Kanker Payudara

Ibu sulasmi menderita Kanker Payudara


NAILA MUTASYAROFAH (6, Presence of tooth-rooth and Mandibular Implants) Alamat Dusun Lengkong RT 03 RW 09 Desa Sucopangepok Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember Jawa Timur. Putri bungsu dari tiga bersaudara ini merupakan putri dari pasangan almarhum Bapak Buhari dan Ibu Niwat. Lebih kurang setahun lalu Ayah Adik Naila Pak Buhari mengalami kecelakaan kerja dan meninggal dunia. Kini sepeninggal ayahnya keluarga Adik Naila hanya  mengandalkan bantuan saudara-saudara untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Adik Naila menderita kelainan bawaan lahir, dimana gusi atas dan bawah menempel sampai daerah graham belakang. Akibat kelainan ini proses makan dan minum tidak bisa dilaksanakan dengan normal, hanya bisa diberikan melalui lubang-lubang kecil di sekitar gusi bagian dalam. Lantas, bagaimana selama ini Naila makan dan minum hingga bisa tumbuh normal?, ternayata ada lubang kecil di belahan bibirnya yang cukup untuk memasukkan sedotan. Lubang sebesar setengah sentimeter itu dibuat dukun saat Naila berumur tiga bulan. Dari lubang tersebut, Ibu Niwat dengan telaten memasukkan air susu melalui lubang kecil di belahan bibir gusi belakang Naila. Ketika Naila sudah cukup umur, Ibu Niwat juga mulai memberi makan. Caranya ialah melumat makanan menjadi butiran-butiran kecil dan memasukkan melalui lubang mungil di bibir Naila. Satu demi satu butiran nasi, dan biasanya Naila suka telur dan susu. Meski memiliki kelainan sejak lahir, Naila tetep tumbuh dan berkembang layaknya Anak-anak normal dan Naila juga bersekolah. Kini Naila tercatat sebagai murid kelas 1 di SDN Sucopangepok 4 Jelbuk. Bahkan wulau organ mulutnya tidak normal, Naila hobi “menyanyi”. Dan hari ini  Tanggal 22 Agustus 2016 Adik Naila akan menjalani tindakan operasi “CRANIO FACIAL”. Termasuk dalam tingkat operasi bedah yang rumit. Untuk memperbaiki struktur rahang, otot wajah, saraf penggerak dan lain sebagainya sehingga normal kembali. Operasi *Cranio Facial* ini akan dilaksanakan di fasilitas bedah sebuah R.S di Jember dengan tim dokter pilihan yang didatangkan dari Surabaya untuk menggapai kesembuhan adik Naila.Semoga tindakan operasi yang insyaAlloh akan dilaksanakan Tanggal 22 Agustus 2016 yang pembiayaannya sudah ditanggung oleh para sedekaholics #SedekahRombongan bisa berjalan dengan lancar sesuai rencana tim dokter, Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 45.995.000,-
Tanggal  : 26 Agustus 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Naila menderita Presence of tooth-rooth and Mandibular Implants

Naila menderita Presence of tooth-rooth and Mandibular Implants


ERIK ESADA (18, Tumor Otak). Adalah Seorang remaja yang tinggal di Dusun Krajan RT 001 RW 04 Sidorejo, Umbulsari, Jember, Jawa Timur. Merupakan putra dari Bapak Candra Hadi Iswanto (66). Berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di rumah bambu dan triplek dan menumpang di tanah milik Gereja. Kondisi ini sungguh memprihatinkan mengingat penyakit yang diderita Erik yang tergolong penyakit urgen dan berat. Hal ini juga pernah menimbulkan warga sekitar sempat menggalang sumbangan untuk biaya akomodasi ke Rumah sakit Jember dan Surabaya. Sebelum ditemukan Tim Sedekah Rombongan Jember, Erik telah mengalami operasi 2 kali. Benjolan di kepala terus membesar dan sering membuat Erik kejang. Kondisi ini mengharuskan Erik untuk melakukan kontrol rutin ke rumah sakit Dr Soebandi Jember. Kondisi pasca operasi yang sering mengalami perembesan luka mengharuskan perawatan intensif dengan kasa tertentu dan salep tertentu yang tidak murah dan tidak dicover oleh BPJS kesehatan. Bapak dari Erik esada bekerja sebagai kuli serabutan yang penghasilannya tidak menentukan hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Dan pada tanggal 23 September 2016 tepat pada pukul 16.07 Erik esada menghebuskan nafas terakhirnya di Rumah sakit Dr.Soebandi Jember. Santunan yang diberikan senilai dibawah ini digunakan untuk Bantunan perawatan Erik dan pembelian kasa, salep,dan kemoterapi  selama dalam masa perawatan di Rumah Sakit Dr.Soebandi Jember dan Santunan Kematian Alm Erik Esada, Semoga amal ibadah diterima disisiNya. Santunan sebelumnya Alm Erik Esada ini masuk di Rombongan 874

Jumlah santunan: Rp. 2.260.000,-
Tangal: 22 Agustus 2016 dan 23 September 2016 (Akumulasi)
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Erik menderita Tumor Otak

Erik menderita Tumor Otak


SUPYANI BINTI ALWIN, (34, Persalinan Bayi Kembar) Alamat Dusun Patemon RT 017 RW 005, Desa Randu Agung, Kecamatan SumberJambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Supyani adalah seorang Ibu Rumah tangga yang aktivitasnya mengurus rumahnya, Dan Supyani mempunyai pasangan Suami yang bernama Salim Susanto (44) yang pekerjaannya menjadi Buruh Serabutan. Dan Suami Supyani sempat mengalami gangguan Jiwa yang sangat cukup lama. 9 bulan kemudian pada tanggal 01 September 2016 Ibu Supyani melahirkan seorang Bayi kembar yang diberi nama Muhammad Yudho Firmansyah dan Muhammad Yudha Firmansyah. Dan Tim Kurir #SedekahRombongan menjenguk Ibu Supyani di RS Dr.Soebandi Jember untuk memberikan santunan untuk mengenai persalinan Bayi kembar karena Ibu Supyani tergolong orang tidak mampu dan kesehariannya pun masih tergantung kepada orang tuannya. Santunan ini untuk Akomodasi Persalinan Bayi Kembar, semoga bayi kembar yang bernama Yudho dan Yudha bermanfaat bagi kedua orang tua dan menjadi Anak Sholeh. Aminn.

Jumlah Santunan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 01 September 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Bantuan biaya Persalinan Bayi Kembar

Bantuan biaya Persalinan Bayi Kembar


SUPI BINTI NIJO ,(48, Urethral Syndrome). Beralamat di Dusun Krajan RT 014 RW 002 Desa Kretek Kecamatan Taman Krocok Kabupaten Bondowoso. Tinggal di Tengah-tengah pergunungan.Ibu Supi ini adalah seorang janda dan bekerja sebagai buruh tani di desanya saat suaminya meninggal. Awal mula Ibu Supi sakit saat bekerja jatuh di sawah dengan posisi duduk, dan Ibu Supi kesakitan di bagian bokongnya. Ibu Supi terus melanjutkan pekerjaanya saat kesakitan, sesudah itu Ibu Supi di pijat oleh dukun pijat dirumahnya malah sakitnya malah tambah parah. Dan Ibu Supi pun dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk pemeriksaan awal. Sesudah diperiksa ke Puskesmas terdekat Bu Supi harus dirujuk ke Rumah Sakit Kusnadi Bondowoso untuk pemeriksaan lanjutan. Setelah Diagnosa Ibu Supi telah mengalami Urethral Syndrome, yang sempat dirawat di Rumah Sakit Kusnadi Bondowoso selama 4 (Empat hari). Dan keluarga Ibu Supi kehabisan biaya dirumah sakit , dan sempat meminta rawat jalan dari pihak rumah sakit. Setelah itu tim SedekahRombongan bersilahturahmi ke Ibu Supi untuk menyampaikan titipan para sedekaholics berupa uang untuk membantu biaya perawatan dan pengobatan di rumah sakit. Semoga santunan dari sedekaholics menjadi catatan amal baik dan diberi balasan berlimpah ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @irviyandwiprayugo

Ibu supi menderita Urethral Syndrome

Ibu supi menderita Urethral Syndrome


NURUL HUDA, (38, Kanker Usus) Pria berumur 38 Tahun ini merupakan pekerja serabutan. Alamat Jl. manggar Gang 11, RT 2 RW 16, Gebang , Patrang, Jember. Riwayat sakitnya dimulai kurang lebih setahun lalu ditandai dengan BAB disertai dengan darah segar sehingga pada waktu itu dirawat kurang lebihnya dua minggu di Rumah Sakit Citra Husada. Sebetulnya dokter sudah merekomendasikan untuk segera dilakukan operasi untuk mengangkat benjolan di ususnya, Diagnosanya adalah Tumor usus. Karena keterbatasan perekonomian Pak Nurul menunda operasinya tersebut sampai pada akhirnya Tiga bulan lalu kondisinya menurun dan mengalami pendarahan tiap kali BAB sehingga harus dirawat kembali di Rumah Sakit Citra Husada. 9 kantong darah sudah dihabiskan dalam masa perawatan seminggu itu dan sekali lagi dokter merekomendasikan untuk segera dilakukan tindakan medis lanjutan ke Rumah sakit Dr. Soebandi. Bapak dari satu putri ini yang sekarang duduk di kelas 3 SMK benama Nadira. Nadira lah yang memberi informasi terhadap Tim #SRjember dan kemudian dilakukan survey dan pendampingan. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan Pak Nurul didiagnosa menderita kanker usus yang harus segera dilakukan tindakan medis lanjutan ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Dan dalam kesehariannya Pak Nurul melakukan Pekerjaan apapun termasuk Reparasi Alat-alat Rumah tangga sampai perihal permesinan. Santunan di Bulan ini Untuk Akomodasi Pembelian Obat-obatan dan Rawat Jalan. Semoga Pak Nurul segera diberikan jalan kesembuhan dan kontribusi para sedekaholic mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya Pak Nurul ini masuk di Rombongan 881

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 01 Juli 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Pak nurul menderita Kanker Usus

Pak nurul menderita Kanker Usus


ACE HARISKI (15, Kelainan Syaraf) yang bertempat tinggal di Dusun Krajan RT 03 RW 005,  Desa Wringin, Kabupaten Bondowoso. Dik Riski sejak kelas 6 SD mengalami panas tubuh yang berlebihan. Kemudian dibawa berobat oleh orang tuanya ke Rumah Sakit, tapi keadaannya tidak malah membaik tapi malah semakin membuat kaku syarafnya. Bapaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya yang bekerja sebagai pembuat besek ikan terus mengusahakan kesembuhan dik Riski. Kemudian dibawa berobat ke RS untuk kedua kalinya dan kemudian dibawa berobat alternatif ke Madura dengan menghasilkan jamu-jamuan untuk diminum. Namun tetap saja tidak membuahkan hasil. Dik Riski yang berasal dari keluarga yang kurang mampu akhirnya dibawa pulang ke rumah karena kebiasaan biaya. Sampai akhirnya dik Riski bertemu dengan #SedekahRombongan. #SedekahRombongan membantu dalam pengurusan pengobatannya yang di rujuk berobat kerumah sakit Dr. Soebandi Jember. #Sedekah Rombongan membantu pembiayaan dan pendampingan saat berobat. Sedekah Rombongan juga membantu memberikan pinjaman kursi roda untuk membantu aktivitasnya. Santunan yang diberikan di bawah ini digunakan untuk Pembelian Susu, Kruk, dan Kontrol. Santunan sebelumnya Dik Riski ini masuk di rombongan 885

Jumlah Bantuan: Rp. 1.040.000,-
Tanggal: 29 Juli 2016 , 16 September 2016 (Akumulasi)
Kurir: @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Ace menderita Kelainan Syaraf

Ace menderita Kelainan Syaraf


SARJINO BIN NGADIKIN ROTOLIRING (60, Lumpuh) beralamat di Kadipaten wetan, RW 08 no 217 Kec. Keraton, Jogja, Yogyakarta. Berawal 10 tahun yang lalu Pak Sarjino bekerja di sawah bersama istri di daerah Kulonprogo, namun karena terlalu sering bekerja di air dan lumpur, kaki Pak Sarjino mengalami sakit yang mengakibatkan tidak bisa berjalan. Keluarga membawa Pak Sarjino ke tukang pijit dan pengobatan alternatif karena tidak mempunyai uang. Berkali-kali Pak sarjino mencoba mengobati kakinya melalui jalur non medis, namun tidak ada hasil. Banyak dana dan waktu yang terbuang sia-sia, saat ini Pak Sarjino tinggal sendirian. Beliau hidup sendiri, mempunyai satu orang anak, namun anak sudah tinggal terpisah yg tidak bisa setiap hari menemani . Pak Sarjino pernah mendapat kursi roda dari kelurahan, namun jarang di gunakan karna tidak ada yang membantu menggunakanya. Sekarang Pak Sarjino tinggal di rumah bekas almarhum orang tuanya. Beliau di rawat adiknya Ngadinah (55 tahun) seorang tukang bersih-bersih kantor polisi di daerah Pasar Ngasem dan kakaknya Sutijan seorang tukang parkir di pasar Ngasem. Keseharian Pak Sarjino hanya berbaring di dalam kamar yang hanya 3×2 meter saja besarnya, makan dan buang air juga di situ, sehingga bau pesing sangat menyengat dalam rumah  tersebut. #SedekahRombongan merasakan kesulitan Pak Sarjino, bantuanpun disampaikan untuk membantu biaya berobat dan keperluan sehari-hari. Semoga bantuan ini dapat meringangkan beban keluarga dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 September 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @anjesmou

Pak sarjino menderita Lumpuh

Pak sarjino menderita Lumpuh


LUTFIANA FRADIBTASARI (16 Tahun, Kanker Payudara). Lutfiana merupakan warga Mrican RT.26/RW.09 Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, DIY. Lutfiana, atau yang biasa disapa Vivi, adalah anak kedua dari pasangan Waluyo (45 Tahun) dan Sukistini (42 Tahun), kedua orang tuanya bekerja sebagai pedagang kecil. Sang Ayah bekerja di sebuah warung mie yang berada di pintu keluar Terminal Giwangan Yogyakarta. Sang Ibu membuka warung rames di seputaran Terminal Giwangan Yogyakarta. Sang Ibu juga bekerja paruh waktu sebagai penjaga rumah pada malam harinya. Vivi sendiri masih tercatat sebagai pelajar kelas 10 yang bersekolah di SMK Koperasi Yogyakarta. Vivi merasakan gejala sakit sejak satu tahun yang lalu, badannya lemas, sering sesak nafas dan staminanya tidak bertahan lama. Orang tuanya membawanya ke dokter, setelah diperiksa Vivi didiagnosa terkena kanker payudara. Tapi kondisinya kini membaik karena ia rutin meminum obat dan menjaga pola makan yang baik. Vivi diharuskan melakukan kontrol rutin, dokter menyarankan untuk segera melakukan operasi pengangkatan kanker. Namun keluarganya kini tengah menghadapi berbagai kendala… Kakak Vivi, Erina Rahmatika (23 Tahun), juga menderita sakit yang sama, kanker payudara. Sang kakak menderita penyakit ini sejak satu setengah tahun yang lalu. Ibu Vivi, menderita sakit diabetes, penyakitnya ini telah menggerogoti gusi dan gigi hingga gigi depannya habis (ompong). Alhamdulillah, Allah mendekatkan Kurir #SedekahRombongan dengan Vivi dan keluarganya. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan dari #Sedekaholic kepada Vivi dan keluarganya. Mereka sangat senang menerima bantuan ini karena dengan bantuan ini mereka daoat melanjutkan pengobatannya. Bantuan ini akan digunakan untuk  membuat jaminan kesehatan sekaligus untuk membeli obat dan membiayai kontrol rutin. Keluarga Vivi sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Mari kita juga berdoa bersama agar Vivi terus bersemangat beraktivitas dan mengejar cita-citanya. Amin. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 867.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 September 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @ Jemirikab @Anjesmou

Ibu vivi menderita Kanker Payudara

Ibu vivi menderita Kanker Payudara


HADIWIDODO BIN WIROTINOYO (64, Diabetes) beralamatkan di Bawuran II RT04, Pleret, Bantul, DIY. Beliau sudah didiagnosa terkena diabetes sejak 3 tahun yang lalu, dan diharuskan kontrol rutin 4 (empat) kali seminggu di RS. Nur Hidayah, Imogiri. Sekitar 8 bulan yang lalu, beliau merasakan panas diseluruh tubuh serta bengkak disekitar lutut, kemudian segera dibawa kontrol di RS. Nur Hidayah. Setelah diperiksa, beliau disarankan operasi oleh dokter. Setelah menunggu 9 hari pasca kontrol, beliau dioperasi pada bagian lutut untuk mengambil daging yang bengkak. Beberapa bulan setelah operasi pertama, beliau mengeluh tubuhnya panas kembali, serta bagian telapak kaki yang membengkak dan mengeluarkan nanah. Setelah dibawa ke RS. Nur Hidayah, doktor menyarankan untuk operasi kembali, namun kali ini untuk mengambil daging yang ada ditelapak kakinya. Pasca operasi kedua, kaki beliau tidak beranjak membaik, bahkan mengeluarkan belatung. Hal itu membuat dokter mengaruskan kaki beliau untuk diamputasi. Jarak operasi pertama sampai yang ketiga tidak terlalu jauh, yaitu sekitar 7 sampai 8 bulan. Pak Hadiwidodo memiliki jaminan kesehatan yaitu BPJS, dan biaya berobat serta operasi beliau sangat terbantu karena jaminan dari pemerintah tersebut. Namun untuk ketiga operasi Pak Hadiwidodo, beliau tetap diharuskan untuk membayar beberapa biaya yang tidak tercover BPJS.  Keadaan Pak Hadiwidodo sekarang ini sudah semakin membaik, bekas operasi beliau sudah semakin kering, namun kemarin sempat sedikit mengalami pendarahan karena kaki beliau terantuk tembok disebelah tempat tidur. Pak Hadiwidodo juga masih diharuskan kontrol di RS. Nur Hidayah dua hari seminggu, yaitu pada hari Rabu dan Jumat. Kendala yang dihadapai keluarga Pak
Hadiwidodo adalah ketiadaan mobil untuk transportasi beliau berobat ke RS. Nur
Hidayah, serta biaya penggantian perban yang harus dilakukan setiap hari oleh
bidan didekat rumah beliau. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan dengan keluarga Bapak Hadiwidodo, dan
semoga kondisi beliau semakin membaik.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 18 September 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER @jemigigi @Hutdi_Nur

Pak hadi menderita Diabetes

Pak hadi menderita Diabetes


SUMIATI BINTI SUHUD (48, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Kartosari RT 1/4, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal mula sakit yang diderita beliau ialah pada pertengahan 2014 terdapat benjolan sebesar telur puyuh di payudara sebelah kiri. Dikira benjolan biasa namun lama kelamaan semakin membesar. Pada akhir 2014 pun dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk diperiksakan dan mendapat tindakan awal yaitu foto rontgent. Dari hasil pemeriksaan tersebut kemudian ditemukanlah adanya kanker payudara. Setelah operasi dan rutin kontrol, ternyata kanker beliau sudah menjalar ke otak. Sampai beberapa lama beliau hanya mampu terbaring di kasur dengan dirawat oleh suaminya. Sampai akhirnya 7 September, kurir #SedekahRombongan Malang menerima kabar atas wafatnya Ibu Sumiati. Sehari-hari Pak Tumirin, suami beliau yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu, dan Bu Sumiati tidak bekerja, sempat mengalami putus asa dalam usahanya untuk mengobatkan istrinya. Pekerjaan sebagai buruh harian lepas membuat proses pengobatan Ibu Sumiati putus-sambung, yang akhirnya bertemu kurir Malang dan didampingi sampai wafatnya Ibu Sumiati. Ibu Sumiati memiliki Jamkesda sebagai fasilitas kesehatan beliau. Santunan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 870. Semoga Keluarga yang ditinggalkan pun diberi ketabahan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Ibu sumiati menderita Kanker Payudara

Ibu sumiati menderita Kanker Payudara


BAKSOS MALANG (Khitanan Massal + Pengobatan Gratis). Alamat : Jalan Sumberwaras, RT 12/2, Desa Ganjaran, Kecamatan Gondang Legi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ialah kegiatan kerjasama #SedekahRombongan Malang dan tim KKN 147 Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini diadakan serentak pada 14 Agustus 2016 di 2 lokasi berbeda. Untuk Khitanan Massal dilakukan di Balai Desa Ganjaran, dengan peserta sejumlah 7 orang untuk se-Kecamatan Gondanglegi. Sementara tak jauh dari itu, dilaksanakan Pengobatan Gratis di Omah Dolan, yang tak lain ialah posko KKN 147 UMM yang disulap menjadi semacam klinik, dengan peserta sejumlah 150 lebih. Dua armada ambulan dan 1 mobil pribadi dikerahkan untuk antar jemput pasien yang tidak mampu berjalan ke lokasi klinik, serta home visit untuk peserta pengobatan gratis yang benar-benar tidak dapat bangun dan dibawa ke lokasi pengobatan gratis. Sebelum pelaksanaan acara telah dibentuk tim survey dan screening kesehatan untuk warga sehingga pengobatan gratis ini diharapkan tepat sasaran bagi mereka yang memang membutuhkan. Alhamdulillah acara tersebut sempat dihadiri oleh perwakilan camat kecamatan Gondanglegi, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, serta Babinkamtibmas Desa Ganjaran. Semoga kegiatan kerjasama seperti ini semakin banyak dan meluaskan gerak, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu.

Jumlah Bantuan : Rp. 13.770.700,-
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc @nay_munaa

Khitanan Massal + Pengobatan Gratis

Khitanan Massal + Pengobatan Gratis


RAFFA ADITYA PRATAMA (2, Hydrocephalus). Alamat : Jalan Sumber Urip, RT 19/10, Dusun Krajang, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir ada benjolan di belakang kepala bagian atas. Kemudian periksa ke bidan lalu dirujuk ke Rumah Sakit Hartoyo Lumajang. Namun, dari rumah sakit Hartoyo dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang karena peralatan medis yang lebih lengkap. Saat periksa ke dokter syaraf perkiraan Hydrocephalus. Setelah di CT-SCAN ternyata hasilnya positif Hydrocephalus. Kepala mulai membesar saat Raffa menginjak umur 1 minggu. Makin hari makin dirasa kedua orangtuanya kalau kepala anaknya semakin membesar. Namun, dari pihak rumah sakit belum ada penanganan khusus hanya timbang dan ukur tinggi badan saja. Setelah berumur 5 bulan Raffa baru mendapat penanganan dan menentukan jadwal operasi.  Bulan ini Raffa dirawat luka bagian abdomen karena bulan kemarin selang di perut Raffa sempat membuat luka terbuka selebar 6×1,3 cm. Rofik (38), ayah Raffa bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan Rp 30.000,- sampai Rp 50.000,- per hari. Penghasilan tersebut hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja. Sumsila, istri beliau hanya menjadi ibu rumah tangga biasa. Raffa memiliki jaminan kesehatan yaitu BPJS kelas tiga. Kendala yang dihadapi keluarga ini adalah tidak mempunyai dana untuk pengobatan dan tempat menginap, terkadang tidur di depan RSSA demi menunggu daftar kontrol selanjutnya. Bulan ini bantuan dialokasikan unruk biaya transportasi, membeli popok dan obat. Bulan kemarin bantuan untuk Raffa tercatat dalam nomor rombongan 874. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, semoga kondisi Raffa membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 866.700,-
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Raffa menderita Hydrocephalus

Raffa menderita Hydrocephalus


FARIDA BINTI SUYANTO (52, Kanker Payudara). Alamat : RT 4/3, Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal sakit beliau ditandai dengan benjolan kecil di dada sebelah kanan, karena keadaan semakin mengkhawatirkan, beliau mendapat rujukan dari RS Pare tempat biasanya beliau berobat, untuk menuju RSSA Malang pada bulan Mei 2016. Sampai saat ini Ibu Farida sudah menjalani 8 kali kemo. Kabarnya Ibu Farida sudah tidak kemo lagi, karena Alhamdulillah kankernya sudah hilang. Sementara beberapa hari lalu telah cek USG abdomen dan mamae. Ayah beliau ialah alm Bapak Suyanto, sementara ibu beliau alm Bu Suparti. Beliau memiliki 2 anak, putra dan putri yang sekarang duduk di bangku SMA. Sekarang beliau tinggal dengan anaknya yang putra, sementara suami beliau telah meninggal sejak 1996. Pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang gajinya tak seberapa banyak, menyulitkan beliau untuk memenuhi kebutuhan berobat terutama dalam biaya transportasi Kediri-Malang dan sebaliknya serta biaya tempat menginap sewaktu di Malang. Ibu Farida memiliki fasilitas kesehatan berupa Jamkesmas. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya cek USG. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam nomor rombongan 874. Semoga Ibu Farida tetap membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori @nay_munaa

Ibu Farida menderita Kanker Payudara

Ibu Farida menderita Kanker Payudara


SITI FATIMAH (1, Bibir Sumbing). Alamat : Jalan Regulo, Dusun Jatisari, RT 2/11, Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Fatimah telah terkena bibir sumbing sejak ia terlahir, karena dirasa kelainan tidak terlalu membahayakan dan tidak ada keluhan sama sekali yang membuat Fatimah rewel, maka Fatimah pun belum pernah dibawa ke dokter untuk berobat. Fatimah terlahir dari pasangan Bapak Kasani (43) dan Tutiari (39). Bapak Kasani bekerja sebagai buruh tani, dengan pendapatan sekitar Rp 700.000,- per bulan, sementara Ibu Tutiari ialah seorang ibu rumah tangga biasa. Kendala biaya menyulitkan keluarga ini untuk membawa Fatimah berobat, meski kondisi Fatimah belum kuat untuk menjalani operasi, tapi besar harapan keluarga agar Fatimah segera sembuh. Selain itu pendapatan yang ada sudah teralokasikan untuk memenuhi kebutuhan hidup serta biaya sekolah 4 kakak-kakak Fatimah. Fatimah juga belum terdaftar dalam layanan kesehatan apapun. Semoga Fatimah segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 799.700,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Siti menderita Bibir Sumbing

Siti menderita Bibir Sumbing


TUMINI KASREPAN (65, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Kasrepan RT 5/2, Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Dua tahun lalu atau sekitar tahun 2014 Ibu Tumini merasakan adanya benjolan di area payudara kiri, yang semakin lama ternyata semakin membesar. Sehingga beliau inisiatif untuk menuju Puskesmas. Bulan Juli lalu mendapat rujukan dari puskesmas setempat untuk menuju ke RSUD Dr Iskak Tulungagung. Sesampainya  di RSUD tersebut, Ibu Tumini hanya diberi obat luar saja, sementara penanganan serius belum juga dilakukan. Pengobatan tradisional pun jadi pilihan sebagai peredam rasa sakit beliau yang kadang kambuh di sela-sela aktivitas beliau membuat kerupuk untuk dijual. Kondisi beliau saat ini masih bisa bergerak aktif, dan normal seperti biasa, hanya saja kadang terasa panas di bagian payudara dan sekitarnya. Saat ini beliau hanya tinggal bersama anak semata wayangnya yang bekerja sebagai petani. Sementara suami beliau telah lama meninggal dunia. Tidak adanya biaya dan transportasi menjadikan Ibu Tumini ragu untuk berobat. Ibu Tumini memiliki fasilitas kesehatan BPJS. Kurir #SedekahRombongan Malang pun menyalurkan santunan berupa uang saku untuk keluarga ini, semoga Bu Tumini semakin sehat dan bisa beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz Dirham

Ibu tumini menderita Kanker Payudara Kiri

Ibu tumini menderita Kanker Payudara Kiri


KARNIANTO BIN KLIWON (49, Patah Tulang). Alamat : RT 01/08, Desa Gledug, Kec. Sanan Kulon, Kab. Blitar, Prov. Jawa Timur. Pak Karni merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak tahun 2012 saat beliau mengalami kecelakaan bus yang menyebabkan patah tulang kaki. Pekerjaan sehari-hari beliau adalah sopir bus pariwisata. Namun, sejak kecelakaan terjadi, karena patah tulang kaki yang parah, beliau istirahat total dan tidak bekerja selama satu tahun. Saat itu #SedekahRombongan membantu biaya operasi pemasangan pen eksternal, pendampingan kontrol rutin sejak Desember 2012 hingga Desember 2013 serta operasi pemasangan tulang sintetis. Januari 2015 santunan kaki palsu serta bantuan modal usaha disampaikan kepada beliau. Santunan tersebut tercatat dalam rombongan 603. Satu tahun setelah dilepas sebagai pasien dampingan, Pak Karni dan keluarga ternyata mengalami kesulitan ekonomi. Hal itu membuat istri Pak Karni, Ibu Ida (39) merantau bekerja di Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan hidup meninggalkan putri mereka yang masih bersekolah di bangku kelas 3 SD. Mengetahui kesulitan ekonomi yang dialami Pak Karni dan keluarga, Kurir #SedekahRombongan Malang kembali menyampaikan santunan untuk modal usaha serta membeli tiket pesawat dan travel untuk kepulangan istri Pak Karni dari Kalimantan ke Tulungagung. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih, semoga santunan yang diberikan membuat ekonomi keluarga berangsur membaik. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.130.700,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @obybee @nay_munaa

Pak karni menderita Patah Tulang

Pak karni menderita Patah Tulang


ANDIRO ADREANSAH (1, Giant Lymphoma). Alamat : Dusun Krajan RT 2/1,  Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir Andiro sudah memiliki benjolan di dekat ketiak kanannya. Andiro dibawa ke pengobatan alternatif yang tak jauh dari kampungnya. Tapi, bukannya membaik, benjolan itu malah semakin membesar. Padahal, awalnya benjolan ini ukurannya kecil. Akhirnya keluarga membawanya ke puskesmas terdekat. Beberapa kali periksa, tetapi petugas medis tidak dapat mendiagnosa penyakit apa yang tengah diderita Andiro. Petugas medis di puskesmas tersebut menyarankan untuk membawa Andiro ke RSUD. Dr. Soebandi yang merupakan rumah sakit besar di kota Jember. Sampai akhirnya Andiro dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dan menjalani tindakan injeksi. Keadaan yang semakin membaik dan benjolan semakin mengecil membuat penyuntikan Andiro dihentikan, dan jika dalam jangka 6 bulan benjolan tidak membesar, akan dilakukan operasi bersih pada benjolan Andiro. Andiro tinggal bersama kedua orang tuanya dan kakaknya yang bernama Siti Mariyam (7). Bapak Saman (34) bekerja sebagai pencari tokek dengan penghasilan tak menentu dan Ibu Ulfa (28) hanya sebagai Ibu rumah tangga biasa yang mengurus kedua anaknya. Santunan ke-6 kembali kurir sampaikan kepada Andiro untuk biaya kontrol, membeli susu, dan transportasi Malang-Jember. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 798. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga Andiro diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.151.800,-
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Andiro menderita Giant Lymphoma

Andiro menderita Giant Lymphoma


NOOR ADILA KHAYLA SYAKIRA (5, Atresia Ani). Alamat : Jalan Tlogo Agung 45H, RT 2/2 Desa Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Atresia Ani atau tidak memiliki anus telah diidap Adila sejak kecil, bahkan juga sudah dioperasi melalui tahap-tahap pembuatan pembuangan seperti, operasi di perut dan operasi anus buatan. Namun karena tidak diajarkan untuk buang air besar (BAB) dengan benar, maka terjadi lagi penumpukan kotoran. Untuk BAB harus dirangsang pakai obat. Perut Adila pun membesar, dan dokter menyarankan agar dioperasi secepatnya karena dikhawatirkan elastisitas usus tidak bisa membendung banyaknya kotoran yang tertimbun selama 2 tahun. Sementara kotoran masih menumpuk di usus besar, bahkan muatannya hingga 4x ukuran normal. 26 Juli kemarin Adila telah menjalani tahap kedua pengeluaran kotoran dari perutnya, meski belum bisa bersih sepenuhnya, bahkan masih tersisa banyak, sehingga belum bisa periksa usus. Adila pun didaftarkan untuk memiliki BPJS. Keterbatasan biaya karena gaji ayahnya sebagai pengurus pondok pesantren yang tak seberapa menjadikan niat untuk operasi pun maju mundur. Akhirnya Adila bertemu dengan #SedekahRombongan Malang, dan setelah diperiksakan ternyata tulang ekor Adila tidak terbentuk sempurna. Bulan ini bantuan dialokasikan untuk biaya ct-scan. Setelah bulan kemarin bantuan tercatat dalam nomor rombongan 857. Semoga Adila dipermudah untuk sembuh, aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.056.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @LazuardiPermana

Noor menderita Atresia Ani

Noor menderita Atresia Ani

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 CICI AISAH 500,000
2 NENENG FATMAWATI 500,000
3 MUHAMMAD DAFFA 500,000
4 MOHAMMAD ADAM BIN SUBADA 500,000
5 MUHAMMAD TEGUH BIN BONAN 500,000
6 SYARIAH BINTI DANI 500,000
7 KOYAH BINTI ODIH 500,000
8 AGUS SUWANDI 500,000
9 MUHAMMAD ALVARIZKI 500,000
10 KANTOR SEDEKAH ROMBONGAN BEKASI 2,500,000
11 RUMIYATI APRILIA 1,000,000
12 SALMEH BINTI NAPIS 500,000
13 ARSINI BINTI WADI 500,000
14 DINDIN SETIAWAN 750,000
15 MUHAMMAD SHIDDIQ MY 750,000
16 DIDIN SYAEFUDIN 500,000
17 ANIH SUMARNI 500,000
18 UYUM BINTI ARJU 500,000
19 MTSR CIREBON 18,500,000
20 KRISTIANA VITA SARI 2,500,000
21 MTSR BEKASI 3,000,000
22 AI SUMIATUN 2,500,000
23 RAFFI BIN NIMUN 1,000,000
24 AKILLA NURAJIJAH 1,000,000
25 ARTALIM BIN KIAN 500,000
26 GALANG HAFIZ RAMADHAN 500,000
27 JENY 745,000
28 RIAN JUNIOR 2,000,000
29 SRI MARYANI 1,500,000
30 WINANTI Binti TAYAT 1,000,000
31 SAMIYEM SUNARNI 4,860,200
32 PARCEL LEBARAN 15,000,000
33 MTSR WONOGIRI 4,100,670
34 RSSR WONOGIRI 1,890,200
35 JIHAN FATIN 695,622
36 JOKO SANTOSA 754,948
37 PUJI ASTUTI 599,664
38 SAMPAN BIN MARTO BALO 1,100,000
39 KRISDIYANTO BIN KARTUN 600,000
40 TUKINEM BINTI SUTARNO 1,000,000
41 MUHAMMAD NUR RIZKY 500,000
42 Aris Hadi Winarto 500,000
43 ERNIYANTI DWI ASIH 500,000
44 SUNARTI BINTI JOYO KARNO 500,000
45 SITI MUSIYAM 1,410,200
46 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 984,000
47 GIAT AGUS SALIM 2,173,963
48 TRI SURYANTI BINTI DUMADI 500,000
49 RSSR JEMBER 14,126,000
50 MTSR JEMBER 15,850,000
51 SULASMI BINTI SUNAR 1,000,000
52 NAILA MUTASYAROFAH 45,995,000
53 ERIK ESADA 2,260,000
54 SUPYANI BINTI ALWIN 2,000,000
55 SUPI BINTI NIJO 500,000
56 NURUL HUDA 500,000
57 ACE HARISKI 1,040,000
58 SARJINO BIN NGADIKIN ROTOLIRING 1,000,000
59 LUTFIANA FRADIBTASARI 500,000
60 HADIWIDODO BIN WIROTINOYO 1,000,000
61 SUMIATI BINTI SUHUD 2,000,000
62 BAKSOS MALANG 13,770,700
63 RAFFA ADITYA PRATAMA 866,700
64 FARIDA BINTI SUYANTO 1,000,000
65 SITI FATIMAH 799,700
66 TUMINI KASREPAN 1,000,000
67 KARNIANTO BIN KLIWON 9,130,700
68 ANDIRO ADREANSAH 1,151,800
69 NOOR ADILA KHAYLA SYAKIRA 1,056,000
Total 200,961,067

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 200,961,067,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 895 ROMBONGAN

Rp. 41,908,186,000,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.