Rombongan 894

Sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on September 28, 2016

ANAH BINTI NUR HAMID (53, TB Paru dan Tumor Mata). Alamat : Kedung Halang Sentral, Rt. 02/03, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Anah akrab kami memanggil sudah sejak 5 tahun lalu terdiagnosa mengidap Tumor Mata dan telah dilakukan operasi pengangkatan tumor di RSUD Kota Bogor. Setelah 2 tahun pasca tumor matanya di operasi, sekarang ada lagi gangguan kesehatan yang meyerang Bu Anah, Bu Anah sering merasakan sakit di bagian dada dan sering terasa sesak. Karena khawatir akan kondisi kesehatannya, Bu Anah ke RSUD untuk memeriksakan kondisi kesehatannya dan oleh dokter RSUD Bu Anah di diagnosa mengidap TB Paru dan harus menjalani serangkaian pengobatan untuk memulihkan kondisinya. Pada awalnya Bu Anah rutin check up ke RSUD namun setelah suaminya meninggal Bu Anah berhenti melakukan pengobatan karena tidak adanya biaya untuk akomodasi. Sekarang Bu Anah tinggal dengan anaknya yang bekerja sebagai tukang parkir di sebuah mini market karena rumah yang dahulu di tempati oleh Bu Anak dan suaminya sudah di jual untuk akomodasi dan untuk biaya sehari – hari Bu Anah dan Alm. Suaminya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan di pertemukan dengan Bu Anah. Kurir #SedekahRombongan pun menyampaikan titipan sedekaholics untuk Bu Anah. Semoga dana yang di berikan oleh kurir#SedekahRombongan bisa dipergunakan untuk kembali memulai pengobatan Bu Anah dan Bu Anah di mudahkan segala proses pengobatannya nanti. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu anah menderita TB Paru dan Tumor Mata

Ibu anah menderita TB Paru dan Tumor Mata


IIM MARLINA (36, TB Paru MDR). Alamat : Kedung Halang Sentral, Rt.03/05, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Lilis biasa kami menyapa sejak 2 tahun lalu sudah di diagnosa oleh dokter di Puskesmas tanah sareal mengidap TB Paru dan harus rutin meminum obat – obatan yang diberikan oleh Puskesmas namun karena Bu Lilis merasa kondisi nya sudah lebih baik akhirnya obat – obatan yang diberikan tidak diminum secara rutin. Beberapa bulan yang lalu Bu Lilis kembali merasakan sesak dan sering pusing setelah itu Bu Lilis kembali memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas Tanah Sareal dan diberikan rujukan untuk ke RSUD Cisarua. Betapa kagetnya Bu Lilis setelah memeriksakan kondisinya di RSUD Cisarua sekarang Bu Lilis sudah Mengidap TB Paru MDR yang di sebabkan karena ketidak rutinan Bu Lilis meminum program obat dari puskesmas. Sekarang Bu Lilis hanya bisa menyesal karena dulu tidak rutin mengikuti program obat dari puskesmas dan sekarang Bu Lilis harus rutin control ke RSUD Cisarua yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Bu Lilis. Kini Bu Lilis kebingungan karena tidak adanya biaya untuk akomodasi setiap check up ke RSUD Cisarua, maklum penghasilan suaminya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk biaya sehari – hari dan untuk keperluan anaknya yang masih kecil. Alhamdulillah Bu Lilis dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan yang langsung memberikan bantuan dari pada Sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi Bu Lilis check up ke RSUD Cisarua. Semoga Allah memberikan ganjaran yang setimpal untuk para sedekaholics yang telah menitipkan dananya untuk di sedekahkan di #SedekahRombongan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu iim menderita TB Paru MDR

Ibu iim menderita TB Paru MDR


BEBEN SABENI (50, Diabetes). Alamat : Jalan Pabrik Es, Rt. 03/06, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mamang biasa di sapa oleh tetangga dan rekan – rekan nya, 4 bulan yang lalu mengalami luka kecil di kaki bagian kiri ketika sedang bekerja sebagai tukang parkir. Karena di pikir hanya luka biasa oleh Mamang hanya di berikan obat merah dan obat – obatan seadanya. Setelah 2 bulan di berikan obat seadanya luka tersebut tak kunjung sembuh malah ada luka baru di kaki bagian kanan yang Mamang pun tidak tahu dari mana asal luka tersebut. Karena khawatir dengan kondisinya Mamang pun memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas Bogor Tengah dan setelah cek darah ternyata Mamang di diagnosa mengidap Diabetes dan gangguan jantung lalu oleh dokter puskesmas di sarankan untuk ke RSUD Kota Bogor agar dapat pelayanan kesehatan yang lebih memadai dan lengkap. Karena Mamang belum mempunyai jaminan kesehatan apapun maka niat untuk ke RSUD pun urung dilakukan. Mamang pun sudah tidak bisa melakukan pekerjaannya sebagai tukang parkir karena kondisi kakinya tersebut. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan di perkenankan untuk membantu Mamang mengurus jaminan kesehatan. Bantuan awal pun di sampaikan yang digunakan untuk biaya mengurus BPJS dan untuk kebutuhan sehari – hari. Semoga Mamang bisa kembali melaksanakan aktivitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak beben menderita Diabetes

Pak beben menderita Diabetes


TATANG BIN SURYANA (44, Kanker Usus). Alamat : Jalan Ciwaringin, Rt. 01/09, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Tatang pada awal tahun 2015 sudah mulai sering mengalami sakit perut di bagian bawah serta Pak Tatang sulit untuk buang air besar dan buang air kecil. Karena di pikir hanya sembelit maka oleh Pak Tatang hanya meminum obat – obatan warung dan memakan buah – buahan saja dengan harapan akan sembuh dengan sendiri nya. Setelah beberapa bulan tidak kunjung mendapat kesembuhan akhirnya Pak Tatang memberanikan diri untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke RSUD Kota Bogor dengan menggunakan BPJS. Alangkah terkejutnya Pak Tatang ketika mendengar diagnosa dari dokter bahwa ternyata selama ini Pak Tatang mengidap kanker usus dan harus menjalani operasi kolostomi agar bisa buang air besar dan kecil seperti biasanya. Sampai saat ini Pak Tatang sudah 2 kali menjalani operasi di RSUD dan harus menunggu jadwal untuk menjalani operasi lagi di bulan oktober 2016. Karena harus banyak istirahat Pak Tatang pun tidak bisa bekerja sebagai supir angkutan di wilayah Bogor. Pak Tatang kebingungan untuk membiayai kebutuhan sehari – hari keluarga nya dengan tanggungan 2 orang anak yang masih membutuhkan biaya sekolah. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan diberikan kesempatan untuk membantu meringankan beban Pak Tatang, bantuan awalpun disampaikan untuk akomodasi Pak Tatang check up ke RSUD serta untuk biaya makan sehari – hari Pak Tatang dan keluarga. Semoga Pak Tatang lekas diberikan kesembuhan oleh Allah Swt. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak tatang menderita Kanker Usus

Pak tatang menderita Kanker Usus


MAHMUD BIN HASAN (55, Hipertensi dan Diabetes). Alamat : Kedung Halang Blok Asem, Rt. 04/02, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Mahmud sudah sejak 5 tahun lalu menderita sakit Hipertensi dan Diabetes, namun baru semenjak 2 bulan terakhir Pak Mahmud Stroke yang membuat ia hanya bisa tergolek lemah di lantai rumahnya dengan beralaskan kasur tipis. Pak Mahmud bukan tanpa ikhtiar untuk pengobatan sakitnya, ia sering kali bulak balik ke RSUD untuk memeriksakan kondisi kesehatannya namun semenjak terkena Stroke 2 bulan terakhir Pak Mahmud tidak pernah memeriksakan kondisi kesehatannya ke RS karena tidak adanya biaya akomodasi. Sebelum menderita Stroke, Pak Mahmud bekerja sebagai kernet truk di sebuah matrial namun setelah di serang oleh Stroke Pak Mahmud pun tidak lagi bisa bekerja. Jangankan untuk bekerja, untuk berjalan pun sekarang Pak Mahmud sudah tidak bisa dan harus di bantu oleh sang istri Bu Juwarsih (52). Alhamdulillah kami kurir #SedekahRombongan di pertemukan kepada Pak Mahmud. Titipan sedekah dari para Sedekaholics pun di sampaikan untuk Pak Mahmud untuk membantu Pak Mahmud melanjutkan proses pengobatannya ke RSUD dan untuk biaya sehari – hari Pak Mahmud dan keluarga karena Pak Mahmud yang tidak bekerja. Rasa syukur pun terucap dari Pak Mahmud kepada para donatur yang membantu Pak Mahmud. Semoga ikhtiar Pak Mahmud untuk kembali berobat diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Aamiin/

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak mahmud menderita Hipertensi dan Diabetes

Pak mahmud menderita Hipertensi dan Diabetes


ADIS BIN SANUSI (69, Infeksi Saluran Kencing). Alamat: Jl. Budi Mulia RT. 3/4 No. 19, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Adis, begitulah beliau sering disapa oleh orang-orang disekitarnya. 2 tahun terakhir ini Bapak Adis sering mengeluh jika buang air kecil sakit. Namun, Pak Adis tak kunjung memeriksakan dirinya ke rumah sakit terdekat. Beliau hanya mencoba beberapa pengobatan alternatif, tapi apa daya semua itu tidak membuahkan hasil. Dua bulan lelah menjalani pengobatan tanpa hasil, Pak Adis mulai melakukan pengobatan secara medis. Di mulai dengan sering kontrol ke Puskesmas dan klinik terdekat, saat itu Pak Adis dinyatakan menderita Pembesaran Prostat. Lama tidak ada keluhan, Pak Adis tidak lagi kontrol. Tapi beberapa bulan yang lalu Pak Adis merasakan keluhan yang sama lagi. Kemudian oleh keluarga dibawa ke Puskesmas terdekat, kemudian dirujuk ke RSUD Koja supaya Pak Adis mendapat penanganan medis yang lebih baik. Di RSUD Koja, dokter mengatakan jika Prostatnya kambuh dan sekarang juga mengalami Saluran Infeksi Kencing. Sempat beberapa hari menjalani perawatan di RSUD Koja, kondisinya berangsur membaik. Dan disarankan untuk kontrol rutin ke RSUD Koja. Tapi kendala baru muncul, yaitu biaya akomodasi. Pak Adis sudah tidak dapat bekerja lagi, sehingga untuk hidup sehari-hari beliau hanya bergantung sama istrinya, Ibu Sani (65) yang sehari-hari berjualan bubur. Alhamdulillah, kini Pak Adis sudah sembuh dan bisa kembali melanjutkan bekerja, kemarin kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 882. Pak Adis menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberika #SahabatSR hingga ia bisa sembuh seperti sekarang ini. Semoga ke depan Pak Adis selalu diberi kesehatan dan kehidupannya pun lebih baik. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 8 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Pak adis menderita Infeksi Saluran Kencing

Pak adis menderita Infeksi Saluran Kencing


ENI NURAENI (21, Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT. 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awalnya Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan  dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, Bapak Husen tidak lagi harus standby menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 873 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan. Kini Eni juga sedang mengikuti program Paket C.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.200.000,-
Tanggal: 13 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis  @untaririri

Eni menderita  Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah

Eni menderita Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah


YAYASAN GALUH (Bantuan Sembako), beralamat di Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT. 3/2, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Yayasan Galuh diketuai oleh Bpk. Suhanda Gendu (59) anak dari Gendu Mulatip yang merupakan pendiri dari Yayasan Galuh. Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan. Sejak tahun 1980, Yayasn Galuh sudah berdiri diatas tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 4.000m, saat ini sudah menampung sekitar 370an pasien dari Bekasi dan kota lainnya, dalam sebulan kebutuhan beras untuk Yayasan bisa mencapai 6 ton ditambah lauk pauk yang harus mereka siapkan dengan dibantu oleh relawan sebanyak 45 orang. Mereka adalah orang-orang yang pilihan Tuhan, dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang skizofrenia, cacat mentalnya dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah sejak tahun 2012 #SedekahRombongan telah rutin menyampaikan bantuan untuk keperluan operasional dan pada bulan September 2016 kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk keperluan operasional yayasan ini setelah santunan sebelumnya masuk pada Rombongan 869. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Bapak Suhanda dan tentunya untuk pasien-pasien yang sekarang berikhtiar di Yayasan Galuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @untaririri

Bantuan Sembako

Bantuan Sembako


AINUR ASYILA (4, Myastenia Gravis). Alamat: BTN Kodam III Blok A6 No.11, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam ilmu kedokteran penyakit saraf (neurologi), Myastenia Gravis (MG) termasuk jenis penyakit sulit yang tingkat kegawatannya sangat tinggi, dimana penderita mengalami kelumpuhan otot secara bertahap dan jika akut akan mengalami gagal napas yang bisa mengakibatkan kematian. Gejala penyakit ini salah satunya, mengalami kelelahan terus-menerus, dan pagi hari, saat bangun tidur, terasa ada ketidakberesan dengan mata yang kelopaknya menjadi separuh tertutup. Lalu, siang hari mata menjadi tertutup karena merasa ngantuk dan lemas. Sekedar diketahui, Myasthenia gravis termasuk penyakit langka. Penderitanya boleh dibilang 1 di antara 1.000. MG disebabkan karena terjadinya kekacauan penyimpangan antara saraf dan otot (neuro muscular junction disorder), yang antara lain memengaruhi kekebalan tubuh manusia. Awal diketahuinya Asyila menderita penyakit ini adalah sejak tahun 2013 lalu, dimana saat diperiksakan ke rumah sakit ternyata, dokter mendiagnosa Asyila menderita penyakit Myastenia Gravis. Meski mendapatkan pengobatan rutin dari dokter, namun penyakitnya bertambah parah bahkan Asyila saat ini ketergantungan obat, sehingga orang tua Asyila memutuskan untuk merawat Asyila dirumah karena alasan biaya. Saat itu karena kondisi Asyila yang tidak kunjung menunjukan perubahan, akhirnya orang tua Asyila membawa Asyila berobat ke Jakarta meskipun dengan bekal seadanya. Ayahnya bernama Muhammad Syaeful (36) yang setiap harinya bekerja sebagai pedagang roti mantao di salah satu pinggir jalan di kota Makassar. Ibunya Andi Harmiah (29) ibu rumah tangga biasa. Hidup pas- pasan dengan mengontrak rumah. Alhamdulillah. Di Jakarta Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan bocah lucu nan menggemaskan ini sekaligus turut merasakan beban hidup yang dialami Asyila, bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Kota Solo setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 878. Sejak sebulan yang lalu, Asyila sedang melanjutkan pengobatannnya di kota Solo, yakni terapi stem cells dan bulan iniAsyila sudah menjalani 2 kali stem cellls. Asyila kecil masa depannya masih panjang, semoga serangkaian proses pengobatan yang dijalaninya saat ini akan membawa pada satu jalan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 September  2016
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @cahyanieka @untaririri

Ainur menderita  Myastenia Gravis

Ainur menderita Myastenia Gravis


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu, RT. 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini  adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 2 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 878. Pasca menjalani tindakan operasi untuk rekonstruksi pipi, kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 7 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Ibu Agustini menderita Tumor Pipi

Ibu Agustini menderita Tumor Pipi


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus dan Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT. 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Hampir 8 bulan orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masukdi Rombongan 878. Saat ini Mella masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah, Poli Jantung, Poli Neuro dan Psikiatri. Alhamdulillah kondisi terus membaik, kini Mellla sudah tidak lagi terpasang selang NGT. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 7 September 2016
Kurir: @ddsyaefuddin @harji_anis @untaririri

Mella menderita Hidrocepalus dan Jantung Bocor

Mella menderita Hidrocepalus dan Jantung Bocor


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT. 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta karena alasan biaya. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 878. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Siti menderita Tumor Perut

Siti menderita Tumor Perut


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor dan Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT. 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang taunya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 878 untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya. Saat ini Yudistira masih harus menjalani kontrol rutin di beberapa poli di RSCM.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 7 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Yudistira menderita  Jantung Bocor dan Cerebral Palsy

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Cerebral Palsy


ICAH BINTI HACIM (47, TB Paru dan Tumor Jinak di Leher). Alamat : Kampung Lebak Nangka, Rt.04/02, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 1.5 tahun yang lalu Bu Icah mengeluh sakit pada bagian dada di sertai sesak nafas dan batuk. Karena sudah beberapa kali mengkonsumsi obat – obatan dari warung namun tidak kunjung sembuh juga akhirnya Bu Icah memeriksakan diri ke puskesmas Bogor selatan. Ternyata dokter yang memeriksa Bu Icah menyebut kalau Bu Icah mengidap TB paru dan harus rutin menjalani program pengobatan untuk meyembuhkannya. Selain mengidap TB Paru, Bu Icah juga memiliki benjolan yang sebesar telur ayam di bagian lehernya dan setelah di periksakan ke puskesmas benjolan tersebut merupakan tumor jinak. Walaupun tidak berbahaya namun tetap harus di waspadai agar tidak menjadi tumor ganas. Bu Icah juga memiliki gangguan pada penglihatannya yang menurun karena faktor usia dan karena rutin meminum obat yang di berikan dokter untuk menyembuhkan TB nya. Ketika kurir #SedekahRombongan datang ketempat Bu Icah, ia bercerita ada beberapa vitamin yang di sarankan dokter untuk mempercepat penyembuhan TB paru nya namun vitamin tersebut tidak di cover oleh BPJS yang dimilikinya. Ia kesulitan untuk menebus vitamin yang tidak di cover BPJS karena penghasilan suaminya sebagai tukang bubur keliling hanya cukup untuk makan sehari – hari dan untuk membiayai anaknya yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Bantuan awalpun di sampaikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk membantu Bu Icah menebus obat – obatan yang tidak di cover oleh BPJS dan untuk akomodasi Bu Icah check up ke puskesmas. Semoga sakit yang di rasakan oleh Bu Ical segera diangkat oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu icah menderita  TB Paru dan Tumor Jinak di Leher

Bu icah menderita TB Paru dan Tumor Jinak di Leher


ALIYAH BINTI ALIMIN (46, Katarak dan Gangguan Syaraf). Alamat : Kampung Nyangkokot, Rt. 01/04, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Iyah biasa di panggil oleh orang di kampong nya sudah sejak beberapa tahun lalu di diagnose oleh dokter mengidap Katarak dan harus segera di operasi agar kondisi penglihatannya bisa menjadi lebih baik namun karena pada waktu itu Bu Iyah belum memiliki jaminan kesehatan maka rencana untuk operasi pun urung di lakukan. Beberapa bulan kemudian jaminan kesehatan Bu Iyah pun selesai di buat dan Bu Iyah kembali memeriksakan kondisi matanya di RSUD Kota Bogor supaya bisa mendapatkan penjadwalan operasi matanya. Alhamdulillah setelah di lakukan operasi di RSUD Kota Bogor penglihatan Bu Iyah menjadi lebih baik lagi namun ada keluhan lain yang ia rasakan yaitu sering tiba – tiba pusing dan suka berhalusinasi. Kembali lagi Bu Iyah memeriksakan kondisi tersebut ke RSUD dan oleh pihak RSUD menyebut bahwa ada gangguan syaraf yang di alami oleh Bu Iyah dan harus melakukan therapy untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Untuk biaya pengobatan memang Bu Iyah tidak kesulitan karena ada fasilitas kesehatan namun Bu Iyah tidak memiliki biaya untuk akomodasi ke Rumah Sakit karena Bu Iyah merupakan seorang janda yang tidak memiliki pekerjaan. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan oleh Bu Iyah dan di perkenankan untuk membantu Bu Iyah. Bantuan awalpun di sampaikan untuk membantu akomodasi Bu Iyah ke Rumah Sakit untuk Therapy. Semoga Allah segera mengangkat penyakit yang sedang dirasakan Bu Iyah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu alilyah menderita Katarak dan Gangguan Syaraf

Ibu alilyah menderita Katarak dan Gangguan Syaraf


RUDY DJUMANTARA (58, TB Paru dan Gangguan Pendengaran). Alamat : Jalan Merdeka, Rt. 01/05, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Rudy biasa kami memanggil sudah sejak berusia 40 tahun sudah di diagnosa oleh dokter mengidap TB Paru dan harus mengkonsumsi obat secara rutin agar TB paru yang di alaminya bisa segera membaik. Setelah meminum obat secara rutin selama setahun perlahan – lahan kondisi pendengaran Pak Rudy makin hari makin menurun hingga pada puncaknya sekarang Pak Rudy sudah benar – benar tidak bisa mendengar hingga aktivitasnya pun menjadi terganggu. Sekarang TB Paru yang di alami oleh Pak Rudy sudah berangsur membaik, namun pendengaran pak Rudy yang sekarang menjadi kendala. Pak Rudy tidak memiliki jaminan kesehatan apapun untuk mengobati penyakit yang di deritanya, ia berharap ada bantuan dari dermawan yang bisa memberikan bantuan berupa alat bantu pendengaran agar Pak Rudy bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan di pertemukan oleh Pak Rudy dan ia bercerita sangat membutuhkan alat bantu pendegaran karena aktivitasnya yang sebagai marbot sebuah masjid di kawasan Bogor Tengah. Titipan dari #Sedekaholics pun di sampaikan untuk Pak Rudy agar bisa memeriksakan kondisi pendengarannya dan agar bisa membeli alat bantu pendengaran. Semoga dengan adanya alat bantu pendengaran bisa kembali membuat aktivitas Pak Rudy berjalan normal. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak rudy menderita TB Paru dan Gangguan Pendengaran

Pak rudy menderita TB Paru dan Gangguan Pendengaran


ANI BINTI AJID (26, Epilepsi). Alamat : Kampung Lebak Nangka, Rt.04/02, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ani sudah sejak usia 10 tahun sering mengalami kejang – kejang hingga menyebabkan ia pingsan. Oleh sang ayah Pak Ajid (60) Ani dibawa berobat ke puskesmas Bogor Selatan dan oleh dokter di puskesmas Bogor Selatan disebut bahwa Ani mengidap Epilepsi dan harus rutin meminum obat supaya sakit yang di rasakan tidak kambuh kembali. Awalnya Ani rutin meminum obat yang diberikan oleh puskesmas namun karena kondisi keuangan keluarga yang tidak mencukupi akhirnya pengobatan Ani pun dihentikan. Namun setelah beberapa tahun dihentikan tiba – tiba sakit Epilepsi yang di derita Ani kembali kambuh dan kali ini Ani menjadi lebih sering kejang – kejang hingga pingsan. Ketika periksa ke puskesmas Ani di rujuk ke RS. Marzoeki Mahdi agar mendapat perawatan yang lebih baik. Sekarang Ani harus rutin periksa ke RS. Marzoeki Mahdi 2 minggu sekali untuk mendapatkan obat – obatan. Ani mengalami kesulitan untuk akomodasi ke Rumah Sakit tersebut karena Pak Ajid ayahnya hanya bekerja sebagai penjual sayur pikul yang keliling kampung. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ani serta menyampaikan titipan yang diberikan oleh para Sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi Ani check up ke RS. Marzoeki Mahdi. Semoga Ani bisa kembali sehat dan beraktivitas seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ani menderita Epilepsi

Ani menderita Epilepsi


FITRIA ANDRIYANI (25, Liposarcoma), Alamat : Kedung Halang Sentral, RT. 3/1, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari 10 bulan yang lalu ada bisul kecil di bawah ketiak Fitria, karena menimbulkan sakit yang luar biasa dan menggangu aktivitasnya, Fitria pun memeriksakan kondisinya ke puskesmas Bogor Utara, ketika diperiksa oleh dokter puskesmas, ia hanya diberikan obat penghilang rasa nyeri dan salep untuk benjolan tersebut. Namun 3 bulan yang lalu benjolan tersebut makin membesar dan membiru hingga Fitria akhirnya memeriksakan kembali ke puskesmas dan oleh pihak puskesmas di rujuk ke RSUD Kota Bogor dan setelah di periksa oleh dokter, Fitri di diagnosa mengidap kanker lipoma atau biasa disebut Liposarcoma dan di sarankan untuk melanjutkan ke RS. Dharmais Jakarta, namun karena Fitri tidak memiliki biaya untuk akomodasi ke RS. Dharmais akhirnya niatan tersebut urung dilakukan. Chandra (32) suami Fitri tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga BPJS yang dimiliki oleh Fitri pun menunggak 2 bulan. Kurir #sedekahrombongan pun berkesempatan membantu meringankan beban Fitri untuk melanjutkan proses pengobatannya ke RS. Dharmais. Bantuan awalpun di sampaikan untuk Fitri untuk membayar tunggakan BPJS nya dan untuk biaya akomodasi Fitri ke RS. Dharmais Jakarta. Semoga Allah memudahkan jalan Fitri untuk meraih kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @ tutikaendo @rexy_eas

Ftiria menderita Liposarcoma

Ftiria menderita Liposarcoma


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Operasional Agustus 2016). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk pembelian bensin dan untuk tol serta operasional penjemputan pasien. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 884

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya Operasional Agustus 2016

Biaya Operasional Agustus 2016


EMBEH BINTI AHMAD AMAN (80, Maag Kronis), Alamat : Blok Asem, RT. 2/3, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mak Embeh akrab kami menyapa, seiring dengan usianya yang menua, kondisi kesehatannya pun ikut menurun. Mak Embeh sering mengalami sesak nafas jika ia sedang tertidur dan sering sakit di bagian perutnya karena memiliki sakit maag kronis. Mak Embeh sering memeriksakan kondisi kesehatannya ke puskesmas Tanah Sareal dan mendapat obat – obatan untuk Maag dan sesak nafas yang ia derita. Sekarang Mak Embeh sudah tidak berjalan dengan normal karena kondisi kakinya yang mulai lemah, oleh dokter puskesmas Mak Embeh di sarankan untuk membeli tongkat untuk membantu mobilitas sehari – hari. Kini Mak Embeh hanya bisa berbaring dikasur dan duduk tanpa bisa berjalan. Mak Embeh kini tinggal di rumah salah seorang anaknya disebuah kontrakan sejak ditinggal suaminya meninggal 15 tahun yang lalu. Mak Embeh berharap bisa memiliki tongkat untuk membantunya berjalan. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan di pertemukan oleh Allah untuk berbagi kepada sesama. Kami datang ke rumah Mak Embeh dengan membawa bantuan tongkat dan bantuan tunai dari #Sedekaholics untuk keperluan sehari – hari Mak Embeh. Terlihat raut muka bahagia di wajah Mak Embeh. Semoga Allah Senantiasa memberikan kesehatan untuk Mak Embeh dan untuk para donatur yang sudah menitipkan sumbangan ke #SedekahRombongan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @ tutikaendo @rexy_eas

Bu embeh menderita Maag Kronis

Bu embeh menderita Maag Kronis


PUTRI BAMBANG DWI YANTO (1, Bibir Sumbing). Alamat : Kampung Sawah, Rt. 004/008, Kelurahan Bojong Gede, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sebelum melahirkan, Nurgianti (22) tidak merasakan kelainan apapun, namun ketika hendak melahirkan di Puskesmas Bojong Gede oleh pihak Puskesmas Nurgianti di rujuk ke RS. Salak Bogor untuk melaksanakan operasi Caesar karena kondisi Nurgianti tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Walaupun tidak memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya operasi Caesar pun dilakukan oleh RS. Salak dengan menggunakan biaya umum, namun ketika sudah melahirkan betapa sedihnya Nurgianti melihat kondisi anaknya ada kelainan yaitu bibir sumbing dan harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di RSCM Jakarta untuk memasang alat di langit-langit mulut (obturator). Namun kembali kendala biaya menjadi alasan untuk Nurgianti dan Bambang karena tidak memiliki biaya untuk akomodasi ke RSCM dan untuk membayar biaya rumah sakit untuk persalinan. Alhamdulillah setelah kurir #SedekahRombongan di pertemukan oleh Nurgianti, kurir #SedekahRombongan langsung memfasilitasi Putri dari Nurgianti untuk membuat BPJS agar bisa melanjutkan pengobatan ke RSCM. Alhamdulillah setelah kurir #sedekahrombongan berkoordinasi dengan pihak RS. Salak, Alhamdulillah segala biaya persalinan operasi Caesar Nurgianti di gratiskan. Sekarang Putri sedang melanjutkan pengobatan ke RS. Ciawi untuk pemeriksaan lanjutan sebelum berangkat ke RSCM. Bantuan lanjutan pun di sampaikan untuk membayar biaya pemeriksaan dan pembelian alat untuk langit mulut Putri yang tidak di cover BPJS. Semoga Putri bisa tumbuh menjadi anak yang normal seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabintiachyani @kartimans1 @tutikaendo @rexy_eas

Putri menderita Bibir Sumbing

Putri menderita Bibir Sumbing


RIKA SUSANTI (34, Caesar). Alamat : Jl. Bintara 9 RT 1/1, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Saat usia kehamilan Bu Rika 3 bulan, berdasarkan hasil USG kondisinya bagus, namun saat menjelang kelahiran posisi bayi tidak sesuai yang diharapkan sehingga ia harus menjalani operasi Caesar. Dari klinik terdekat ia dirujuk ke RS Islam Pondok Kopi Jakarta untuk menjalani operasi tanpa memiliki jaminan apa-apa. Biaya operasi dan perawatan mencapai 14 juta rupiah, namun suami Bu Rika hanya mampu membayar 4 juta. Kekurangan biaya rumah sakit sebesar 10 juta membuat Bu Rika harus tertahan di ruang perawatan. Suami Bu Rika, Andre (38) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Dengan dibantu Kurir #SedekahRombongan, akhirnya Pak Andre membuat perjanjian dengan pihak rumah sakit untuk melakukan pembayaran dengan dicicil. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan cicilan rumah sakit sehingga Bu Rika bisa pulang ke rumah dengan surat perjanjian hutang. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 857.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa @mardisay

Bantuan biaya operasi cesar

Bantuan biaya operasi cesar


POPTI atau Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia adalah sebuah organisasi yang di dalamnya berhimpun orangtua dengan latar belakang anaknya menderita Thalassemia. POPTI berperan menjembatani komunikasi antara orangtua penderita thalassemia dengan pihak rumah sakit dalam pengurusan obat, dan terkadang juga  mencarikan bantuan untuk penderita thalassemia yang kurang mampu. Saat ini totalnya ada 147 penderita Thalassemia yang menjalani tranfusi rutin di RS Sentra Medika Cikarang. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak usia sekolah yang setiap 2-4 minggu sekali datang ke rumah sakit untuk menjalani transfusi. Selain itu, mereka harus rutin minum obat kelasi besi. Syukur alhamdulillah hampir semua pengobatan dicover oleh jaminan BPJS. Akan tetapi dari 147 anak ini ternyata  memiliki latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda-beda. Berdasarkan data POPTI, ada 50 anak yang berasal dari keluarga tidak mampu sehingga membutuhkan uluran tangan donatur untuk membayar iuran BPJS atau biaya transport ke rumah sakit. Meskipun menggunakan BPJS kelas 3 biaya iuran tetap dirasakan berat. Bahkan ada satu anak yang jaminan BPJS-nya telah  dinonaktifkan karena lebih dari 3 bulan tidak dibayar. Ada anak yang sejak kecil ditinggal orangtuanya dan sekarang tinggal bersama neneknya yang tidak bekerja. Anak yang lain ada yang ditinggalkan ibunya karena sang ibu tidak bisa menerima keadaannya. Ada orangtua yang harus menggadaikan telepon genggam untuk biaya transport dari kota Bekasi ke rumah sakit. Semenjak ada pemberlakuan pembayaran BPJS seluruh anggota keluarga, para orang tua penderita Thalassemia ini semakin merasakan beban yang berat. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bertemu anggota POPTI di rumah sakit dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar iuran BPJS anak-anak dengan Thalasemia yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @mardisay

Bantuan lanjutan untuk membayar iuran BPJS anak-anak dengan Thalasemia

Bantuan lanjutan untuk membayar iuran BPJS anak-anak dengan Thalasemia


AHMAD MUZAKI (4, Leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT.2/1, Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu, Zaki didiagnosa menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, yaitu RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Sampai saat ini ia tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung. Ia termasuk pasien dampingan #SR yang sampai saat ini dibantu untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih harus melanjutkan terapinya. Pada awal Maret 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Dek Zaki di rumah singgah, saat ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Waktu itu sedekaholics #SR memberi mereka bantuan untuk biaya berobat. Alhamdulillah perkembangannya semakin menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus terapi rutin ke RSHS Bandung. Pada awal April 2016 Zaki dan kedua orangtuanya datang kembali ke Bandung untuk menjalani terapi rutin. Saat itu alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantunya untuk biaya berobat. Perkembangannya alhamdulillah cukup menggembirakan, tetapi dia masih harus terus berobat. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk tambahan membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS. Karena itu, pada bulan September 2016 #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. “Jazakumullah #SR! Semoga sedekah para dermawan membawa kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi semua pasien dan kurir SR, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Zaki penuh ketulusan. Santunan Lanjutan ini disampaikan di rumah singgah. Bantuan untuk Ahmad Zaki sebelum ini tercatat di Rombongan 862.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Zaki menderita Leukemia

Zaki menderita Leukemia


ANDIKA SURYA (6, ALL). Alamat:  Kampung Gunung Guruh RT.35/17, Desa Cikajang,   Kecamatan Gunung Guruh,  Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Cuup lama Andika Surya terserang penyakit yang cukup serius, yaitu kanker darah, Akut Leukimia Limfoblastik (ALL). Sejak akhir tahun 2014. Sampai saat ini hampir 18 bulan ia didampingi #SedekahRombongan berikhtiar sehat di rumah sakit. Menurut penuturan orangtuanya, awalnya Andika kerap terliat lemas, loya dan sering sakit; bahkan berat badannya terus menyusut. Berbagai upaya dilakukan keluarganya untuk menyembuhkan Andika. Puskesmas, klinik, dokter praktek, dan RSUD menjadi tempat yang kerap mereka datangi untuk memeriksakannya. Akhirnya penanganan medis Andika dilakukan di RSHS Bandung setelah mendapatkan rujuakan medis dari RSUD Bunut Sukabumi. Di Rumah Sakit Umum Pusat inilah keluarga dhuafa ini bertemu dengan kurir #SR dan menyampaikan keinginannya untuk bisa berobat di Kota Kembang di tengah kemiskinan yang mereka alami. Andika terlahir dari  keluarga yang kurang mampu.  Ayah Andika, Bapak  Sumanto (31),  sehari- hari hanya seorang  guru honorer di salah satu sekolah di Sukabumi. Ibunya,  Rini Andrian (31), hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang disibukkan dengan kegiatan kerumahtanggaan. Penghasilan keluarga ini sangat minim; hanya cukuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sampa saat ini Andika masih menjalani terapi pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS. Alhamdulillah kondisi terakhir Andika semakin membaik. Bahkan, hasil BMP evaluasi tim dokter di Poli Hemato RSHS Bandung, menunjukkan bahwa kondisi Andika menuju ke arah sehat. Meskipun demikian, ia masih harus menjalani kontrol rutin. Untuk menjalani pengobatan Andika harus berangkat dari Sukabumi menuju RSHS Bandung. Andika dan keluarganya membutuhkan uang transport dan bekal selama di Bandung, juga biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung oeh BPJS. Pada bulan September 2016, Andika menjalani kontrol ke RSHS Bandung dan bertemu dengan kurir #SR. Pada kesempatan bersilaturahmi itu, alhamdulillah kembali #SedekahRombongan menyampaikan batuan lanjutan untuk Andika. Santunan sedekaholics #SR yang mereka terima di rumah singgah ini digunakan untuk pembelian obat Mercapto yang dan biaya transportasi-akomodasi berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Andika dan keberkahan untuk para dearmawan. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 865.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 15 September 2016
Kurier: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung

Andika menderita Akut Leukimia Limfoblastik

Andika menderita Akut Leukimia Limfoblastik


IMAS ROSMIATI (52, Darah Tinggi dan Stroke). Alamat: Kampung Mumunggang RT.3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan satu anaknya yang belum berkeluarga, Bu Imas tinggal di rumah panggung yang amat sederhana. Suaminya, Pak Samsudin (58), bekerja sebagai pedagang keliling yang kini tidak bisa lagi beraktivitas karena ia juga menderita penyakit seperti yang dialami istrinya. Suami-istri ini tengah mendapatkan ujian luar biasa! Sejak akhir 2013 Bu Imas tidak mampu lagi menjalankan tugas kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Ia sakit-sakitan, dan sempat berbulan-bulan hanya teronggok di pembaringan. Berawal dari serangan thypus, kedua pergelangan tangan dan pergelangan kakinya kemudian tak bisa berfungsi. Dari pergelangan kaki dan tangan sampai jari-jarinya bahkan menghitam. Ia diduga mengalami Stroke dan Darah Tinggi. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, baik melalui medis maupun nonmedis dengan biaya sendiri. Selain ke dokter praktek, Puskesmas, RSUD Sumedang, ia bahkan pernah berobat ke RSHS Bandung sebagai pasien umum. Karena sudah habis biaya, akhirnya ia menggunakan fasilitas BPJS Kelas 3 untuk berobat. Akan tetapi, ikhtiar berobatnya kerap terhenti karena ketidakadaan dana. Cobaan hidup yang dialami Bu Imas akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan atas informasi seorang kader PKK. Ketika kurir #SR berkunjung ke rumahnya, ia menuturkan harapannya untuk terus berobat. Alhamdulillah empati sedekaholics  #SR menjawab keinginan Bu Imas dan dapat mendampinginya berobat sampai saat ini. Pada kunjungan di bulan Maret 2016 tampak kondisi psikisnya menggembirakan, tetapi, secara fisik, masih stagnan. Begitu juga pada kunjungan bulan Agustus 2016, Bu Imas kondisi fisiknya belum membaik. Tangan dan kakinya masih sakit dan sulit digerakkan, sehingga setiap harus berobat ia memerlukan transportasi yang bisa mengantar-jemput dari rumahnya ke rumah sakit. Ia masih harus kontrol rutin ke RSUD dan masih membutuhkan bantuan biaya untuk melanjutkan usahanya untuk sembuh. Pada bulan Kemeredekaan RI alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan untuk biaya berobat Ibu Imas. Pada bulan September 2016 Ibu Imas kembali harus menjalani kontrol dan pengobatan rutin ke rumah sakit. Berdasarkan hasil kunjungan silaturahmi kurir #SR di Sumedang, kondisi Ibu masih stagnan dan ia masih memerlukan bantuan. Memahami derita yang dialami Bu Imas dan keluarganya, kembali #SedekahRombongan menyampaikan titipan sedekaholics #SR untu Ibu Imas. Bantuan yang disampaikan di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi kontrol dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @tantri @denisugema

Ibu imas menderita Darah Tinggi dan Stroke

Ibu imas menderita Darah Tinggi dan Stroke


SAMSUDIN BIN OTO (58, Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal). Alamat: Kampung Mumunggang RT.3./10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan satu anaknya yang masih lajang, Pak Samsudin tinggal di rumah panggung sederhana, hasil kerja kerasnya, berdagang, sebelum ia terserang penyakit. Sejak awal 2011 Pak Samsudin tidak bisa bekerja lagi seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan biaya pribadi, ia memeriksakan penyakitnya ke dokter praktek dan rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Samsudin pertama kali didiagnosa menderita kencing mannis (Diabetes Melitus). Ketika masih mengobati penyakitnya itu, ia juga dikatakan menderita gagal ginjal berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional ini ia pernah dua minggu dirawat, menggunakan biaya sendiri. Bertahun-tahun ia berobat, menguras segala yang ia miliki: kesabaran, harta dan air mata. Karena tidak punya lagi biaya, dia sempat berhenti berobat. Apalagi, istrinya pun, Imas Rosmiati (55) sudah setahun terserang Stroke. Atas saran saudaranya, ia kemudian membuat Kartu BPJS Kelas 3. Sampai saat ini dia bisa berobat lagi dan menjalani hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali di RS AMC Cileunyi Bandung, menggunakan fasilitas BPJS. Musibah yang menimpa Pak Samsudin dan keluarganya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah #SR bisa bersilaturahmi dengan Pak Samsudin dan keluarganya, menyampaikan bantuan dari sedekaholics serta mendaftarkannya sebagai pasien dampingan #SR. Alhamdulillh masa kritisnya telah terlewati. Tetapi ia harus rutin kontrol dan berobat ke rumah sakit. Pada minggu kedua di bulan Maret 2016 kurir #SR di Bandung kembali menemu Pak Samsudin di rumahnya. Walaupun nampak membaik, ia masih harus melanjutkan berobatnya. Begitu juga, saat dikunjungi kurir #SR ke rumahnnya pada akhir April 2016, kondisinya belum membaik. Ia masih membutuhkan uluran tangan saudaranya yang peduli. Karena itu, kembali kurir #SR menyampaikan Titipan Langit dari sedekaholics #SR kepadanya. Bantuan yang ia terima di rumahya ini digunakan untuk membayar Iuran BPJS, ongkos ke rumah sakit, dan biaya sehari-hari. Dikarenakan sejak Mei proses cuci darah Pak Samsudin harus ia jalani 2x seminggu, maka pada bulan Juni, Juli, dan Agustus 2016 kurir #SR secara berturut-turut kembali menyampaikan Titipan Langit dari sedekaholics #SR, juga untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat. Bantuan ke-7 ini diterima langsung oleh Pak Samsudin di rumahnya. Pada bulan September 2016 kurir #SR menjenguk Pak Samsudin di RSUD SMC Sumedang saat ia menjalani pengobatan. Ia masih membutuhkan biaya untuk melanjutkan pengobatan dan cuci darah. Di RSUD itu ia juda tengah menjalani tindakan “nuklir” kedua ginjalnya. Memahami betapa beratnya derita hidup Pak Samsudin dan keluarganya, kembali #SedekahRobongan memberinya santunan lanjutan  untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari, yang ia terima di rumah sakit. Bantuan sebelum ini  tercatat di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @hengkisenandika @denisugema

Pak samsudin menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal

Pak samsudin menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal


DONI SYAIFUL RAHMAN (19, Thalasemia Major). Alamat : Jl. Ancol Kawung No. 34 RT.4/3, Kelurahan Ancol Kawung, Kecamatan Ancol, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Doni ad alah anak kedua dari Bapak Sabar (58) dan Ibu Lisa Setiawati (50). Anak pertama Pak Sabar, Desy, telah meninggal dunia di usia 25 tahun dengan  penyakit yang sama diderita Doni. Pak Sabar sempat  membiayai pengobatan dua orang anaknya tanpa jaminan kesehatan apa pun. Semua hasil jerih payah usaha Pak Sabar sudah habis terkuras. Kini yang tersisa hanyalah gubuk kecil di ujung gang sempit,  yang kini jadi tempat tinggal mereka. Rumah pengap itu menjadi saksi betapa selama ini mereka harus memikul cobaan hidup yang teramat berat! Penghasilan Pak Sabar sebagai pedagang bakso tahu pikulan keliling tentu tAkan seberapa dibandingkan dengan tuntutan hidup dan keniscayaan yang harus mereka hadapi setiap hari. Meskipun demikian, Pak Sabar tak pernah merasa lelah berusaha, sambil mengobati anaknya. Doni diduga mengidap penyakit Thalasemia Major sejak usia 9 bulan. Beberapa tahun terakhir ia harus ditransfusi darah dua minggu sekali. Akibat transfusi itu terjadi pembengkakan limpa dan perutnya membesar. Ia sering mengalami sesak nafas dan harus diberi bantuan oksigen  Meskipun tabung oksigen  sudah dimilikinya, mereka harus mengisinya dua kali setiap bulan. Sebelum Doni terdaftar sebagai peserta BPJS, biaya transfusi dibayar sendiri dari hasil kerja dan pinjaman karena pengajuan SKTM tidak pernah selesai. Kini biaya transfusi darah sudah  ditanggung BPJS. Tetapi, untuk membeli obat yang lain, biaya transportasi dan kebutuhan oxygen harus mereka keluarkan sendiri walau mereka harus meminjam ke pihak ketiga. Padahal, hutang mereka terdahulu yang digunakan untuk membiayai pengobatan putranya –sebelum ada BPJS– belum terlunasi. Pak Sabar dan keluarganya membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS, transportasi, dan biaya tambahan untuk kebutuhan sehari-hari. Biaya yang mereka butuhkan untuk membeli obat, isi ulang oxygen, dan lain-lain per bulan sekitar Rp.800.000,-. Cerita duka keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir #SedekahRombongan berdasarkan informasi salah satu radio swasta di Kota Bandung. Alhamdulillah #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah dan tawakal ini dan menjadikan Doni sebagai pasien dampingan. Pada pertengahan Mei 2016 kurir #SR Bandung Raya menjenguk Doni di rumahnya dan memberinya bantuan untuk terus berobat rutin karena kondisinya belum membaik. Pada pertengahan September 2016 kurir #SR di Kota Bandung kembali menjenguk Doni di rumahnya. Walau kondisinya tampak membaik, pengobatannya masih harus berlanjut. Selain melakukan transfuse darah, Doni juga selalu memeriksakan matanya ke Cicendo dan berobat untuk gatal-gatal di tubuhnya yang diakibatkan dari efek samping transfuse darah. Dengan rahmat Allah Swt, alhamdulillah #SR kembali menyampaikan titipan langit melalui para sedekaholics untuk membantu meringankan beban hidup keluarga dhuafa ini. Bantuan ke-8 yang mereka terima di rumah gubuknya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat rutin, membeli gas oxygen,  pemeriksaan mata ke RS Cicendo, dan mengobati gatal-gatalnya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda  @asepbima @hengkisenandika

Doni menderita Thalasemia Major

Doni menderita Thalasemia Major


TITIAN KASIH NAULI (9, Hydrosepallus). Alamat : Jl. Babakan Cihapit No.178 RT.8/6, Kelurahan Pasir Layung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Nama panggilannya Titian. Ia adalah anak tunggal dari ibu Neni (33). Ibunya sehari-hari hanya disibukkan dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga; tak ada pekerjaan lain selain membesarkan anaknya dalam kesendirian dan kemiskinan. Anak malang ini tidak mempunyai ayah lagi. Ayahnya meninggal saat Titian masih dalam kandungan sang ibu. Awalnya, ketika megandung anaknya itu Bu Neni merasakan ada kelainan, tetapi ia tidak menghiraukannya. Pada saat usia anak yatim itu menginjak uia 4 bulan, tampak ada pembesaran di kepalanya yang mengakibatkan retina matanya seperti tertarik ke atas. Dengan segera, ibunya kemudian membawa Dik Titian ke rumah sakit terdekat untuk mengetahui apa yang terjadi kepadanya. Dokter menginformasikan bahwa Titian diduga mengidap Hydrocephalus (terdapat sumbatan cairan pada kepalanya) yang mengakibatkan pembesaran pada kepalanya. Bebagai upaya dilakukan oleh ibunya untuk kesembuhan anak semata wayangnya itu, menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Walaupun kerap tertunda, alhamdulillah saat berumur 9 tahun Dek Titian dapat menjalanki operasi pemasangan selang di kepalanya dan menjalani kontrol rutin di rumah sakit sebulan sekali. Berawal dari informasi seorang sahabat Sedekah Rombongan di Jakarta, akhirnya kurir #SedekahRombongan Bandung bisa bersilaturahmi dengan keluarga kecil dhuafa ini d rumah kontrakannya dan memberinya bantuan awal untuk biaya berobat dan keperluan sehari-hari. Pada pertengahan September 2016 ibunya menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa Titian masih menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Berdasarkan hasil kunjungan dan silaturahmi kurir #SR, Titan dan keluarganya ini memang sangat layak untuk mendapatkan pendampingan dan bantuan lanjutan untuk meneruskan ikhtiarnya sampati ia dinyatakan sembuh. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, bantuan #SR kembali disampaikan kepada Titian yang diterima ibunya. Bantuan ke-2 yang disampaikan di rumah kontrakannya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 822.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 16 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika

Titian menderita Hydrosepallus

Titian menderita Hydrosepallus


TATANG BIN DIDI JUNAEDI (49, Gumpalan Darah di Dalam Kepala). Alamat: Jl. H. Munajad III No. 126 D, RT.7/8, Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Juli 2016, Bapak Tatang terserang sakit kepala yang sangat menyakitkan. Ketika dibawa ke klinik, dokter mengatakan bahwa ia terkena darah tinggi. Saat itu dokter memberinya obat darah tinggi. Akan tetapi, karena sakit di kepalanya tidak berkurang, Bapak Tatang kembali berobat ke Puskesmas di Kiaracondong dan dari sana ia dirujuk untuk diperiksakan ke RS Immanuel Bandung. Menggunakan KIS, ia kemudian dievakuasi ke RS Immanuel; dari sana pun kembali ia hanya diberi obat. Satu bulan berlalu, tetapi sakit di kepalanya tidak berkurang, sehingga ia semakin menderita. Pak Tatang hanya terbaring di rumahnya, tak bisa lagi mencari nafkah untuk keluarganya. Bapak Tatang –yang sehari-harinya mencari nafkah berjualan barang bekas di pasar loakan– kini tidak bisa lagi memberi nafkah istri dan kelima anaknya, yang beberapa orang di antaranya masih sekolah di SMA, SMP dan SD. Melihat penderitaan keluarga dhuafa ini, salah satu adik Pak Tatang kemudian membawa dan merawat Pak Tatang di rumahnya. Karena kondisi Pak Tatang semakin mengkhawatirkan, adiknya membawanya ke RS Immanuel untuk yang kedua kalinya. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan bahwa di kepala Pak Tatang terdapat gumpalan darah yang sudah mengeras dan harus dilakukan tindakan operasi untuk mengeluarkannya. Karena keluarganya sangat memerlukan biaya untuk perawatan, transportasi dan bekal sehari-hari, adik Pak Tatang meminta bantuan saudara-saudaranya yang lain. Kabar duka keluarga prasejahtera ini akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan melalui keluarga adiknya, yaitu Ibu Tanti. Ketika kurir #SR mengunjungi rumah Ibu Tanti, Pak Tatang sudah dibawa ke RS Immanuel. Menurut informasi dari RS, ia dijadwalkan akan dioperasi pada malam harinya. Pada esok harinya kurir #SR dapat mengunjungi Bapak Tatang di ruang perawatan kelas 3 RS Immanuel. Alhamdulillah tindakan operasinya berjalan lancar; Pak Tatang dirawat untuk masa pemulihan. Pada kunjungan kedua itu, kurir #SR juga bersyukur dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari para sedekaholik. Bantuan yang diterima keluarganya di RS Immanuel ini digunakan untuk membantu keluarga Pak Tatang memenuhi kebutuhan transportasi dan bekal sehari-hari di rumah sakit. Walaupun satu minggu setelah dioperasi pak Tatang bisa pulang ke rumah, ia masih merasakan rasa sakit di kepalanya dan terus merasa pusing. Oleh karena itu ia kembali diperiksakan ke Rumah Sakit Immanuel. Dokter yang menanganinya menyarankan ia melakukan pemeriksaan/cek up setiap minggu. Oleh sebab itu, keluarga Pak Tatang memerlukan bantuan biaya transportasi dan akomodasi. Pada pertengahan September 2016 Kurir #SR kembali mengunjungi Pak Tatang di rumahnya. Pada kunjungan kedua itu kurir #SR kembali menyampaikan bantuan, titipan dari para sedekaholik, berupa uang untuk biaya  transportasi-akomodasi selama proses pemeriksaan dan pengobatannya. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi semua yang telah membantunya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @esumiati

Pak tatang menderita Gumpalan Darah di Dalam Kepala

Pak tatang menderita Gumpalan Darah di Dalam Kepala


SUMIATI BINTI KASAN (42, Gangguan jiwa). Alamat :  Jl. Binong Kidul No. 90A/127C RT.4/3, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu yang memiliki satu anak ini adalah istri Bapak Sutisna. Suaminya bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Kiaracondong, Kota Bandung. Karena profesi suaminya yang hanya buruh kecil tersebut, keluarga mereka hidup dalam kesederhanaan, bahkan sering mengalami kesulitan ekonomi. Kesedihan dan kesusahan keluarga mereka bertambah ketika pada tahun 2014 Ibu Sumiati mengalami tekanan batin dan stress berat. Ibu Sumiati mengalami gangguan jiwa dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa Nur Ilahi Bandung selama 10 hari. Walaupun Ibu Sumiati sudah tenang dan kembali ke rumah, suaminya tidak bisa meninggalkan rumah dan bekerja dalam waktu yang lama. Ia khawatir istrinya itu kembali mengalami gangguan jiwa dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Akibat penghasilannya dari kuli panggul semakin sedikit, suami Ibu Sumiati tidak mampu membeli obat penenang atau memeriksakan Ibu Suamiati secara rutin ke Rumah Sakit Jiwa. Puncak penderitaan dan kesusahan keluarga Bpk. Sutisna terjadi lagi pada bulan Juli 2016. Ibu Sumiati kembali mengalami gangguan jiwa yang semakin berat. Ia sering berteriak-teriak sendiri, mengganggu ketenteraman masyarakat, dan beberapa kali melakukan tindak kekerasan kepada anaknya yang baru berusia 11 tahun. Karena kondisi istrinya yang semakin meresahkan, Ketua RT beserta beberapa warga yang peduli berusaha mencari solusi agar dapat membatu Suami dan anak Ibu Sumiati tersebut. Sampailah kabar duka keluarga dhuafa tersebut kepada Kurir #SedekahRombongan, melalui Ibu Nani Rohaeni (Ketua RT) dan beberapa pemuda Karang Taruna di daerah setempat. Alhamdulillah, kurir #SR dapat berkunjung dan bersama-sama membicarakan cara untuk menolong Ibu Sumiati beserta keluarganya. Pada kunjungan pertama tersebut, kurir #SR juga alhamdulillah dapat menyampaikan titipan sedekaholics, berupa uang. Bantuan awal yang diterima suaminya ini digunakan untuk biaya transportasi mengurus pembuatan SKM, meminta surat rujukan dari Puskesmas, dan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa. Pada tanggal 5 Agustus kurir #SR bersama pengurus dan warga setempat berusaha membujuk Ibu Sumiati untuk dibawa ke rumah sakit. Pada saat itu Ibu Sumiati sedang mengamuk dan berusaha kabur. Alhamdulillah, dengan menggunakan MTSR kurir #SR bersama suami Ibu Sumiati dan para pengurus berhasil membawanya ke Rumah Sakit Jiwa Propinsi Jawa Barat di Cisarua Lembang Kabupaten  Bandung Barat. Ia akhirnya dirawat di RSJ binan Pemprov Jabar ini dengan menggunakan Jaminan krtu BPJS. Alhamdulillah #SedekahRombongan juga dapat menyampaikan bantuan awal pada bulan Agustus 2016 yang digunakan untuk biaya akomodasi selama ia dirawat dan biaya sehari-hari keluarganya. Pada pertengahan September 2016 kurir #SR menjenguknya untuk yang ketiga kalinya. Dengan empati sedekaholics #SR, alhmdulillah kurir #SedekahRombongan di Bandung kembali dapat  memberinya bantuan untuk melanjutkan pengobatan dan perawatan Bu Sumiati di RSJ Cisarua Lembang Kab. Bandung Barat dan untuk memperbaiki rumahnya yang bocor. Bantuan Ke-2 ini diterima suaminya di rumah mereka yang sempit dan kumuh. Bantuan sebelum ini tecatat di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 15 September 2016
Kurirr: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima@hengkisenandika @lilisdariyah @Tantri

Ibu sumiati menderita Gangguan jiwa

Ibu sumiati menderita Gangguan jiwa


RAIHAN PUTRA RAHADIAN (8, Infeksi penyakit kulit). Alamat: Kampung Pasir Buntu RT 14/04, Desa Cisarua, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Raihan adalah anak pertama dari pasangan Ridwan Rahadian (29) dan Siti Maryam (26). Raihan memiliki satu orang adik yang berusia 3 tahun. Bersama ibu dan adiknya, ia tinggal bersama nenek dan kakeknya di desa yang letaknya di pegunungan di daerah Samarang Garut. Ayahnya yang tidak memiliki pekerjaan tetap, mencari nafkah di Kota Bandung dengan bekerja serabutan: kadang-kadang menjadi kuli bangunan, kadang-kadang membantu jadi tukang mengangkut barang di tempat penyewaan alat hiburan dan sound system. Pada Juni 2016 Raihan terserang penyakit kulit. Pada kaki dan tangannya muncul bintik-bintik seperti terkena kutu air. Raihan terus menggaruk-garuk kaki dan tangannya, ia kerap merasa tersiksa dan susah tidur. Karena tinggal di desa, ia hanya dibawa berobat ke mantri. Seiring perkembangan waktu, bintik-bintik dan gatal-gatal itu menjalar dan membesar di seluruh tubuhnya, sampai mengeluarkan nanah. Akibat sakitnya itu, kondisi tubuh Raihan semakin kurus karena susah tidur dan tidak mau makan. Ia juga jadi tidak bisa bersekolah dan diizinkan libur oleh gurunya. Karena kondisinya semakin parah, Raihan dibawa ke Klinik Cisarua di Samarang Kabupaten Garut. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Raihan terkena penyakit kulit akibat alergi atau virus—yang diprediksi dapat menular. Kemudian dokter memberinya obat dan merujuk penanganan medis Raihan ke Klinik Spesialis Kulit di RSHS Bandung. Akan tetapi, karena orang tuanya tidak memiliki biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan, Raihan tidak juga dibawa ke RSHS Bandung, yang jaraknya sangat jauh. Raihan hanya diberi obat dari dokter di klinik dan kalau habis kembali meminta obat ke Puskesmas. Penderitaan Raihan dan keluarganya itu disampaikan kepada kurir #SedekahRombongan oleh saudaranya yang tinggal di Bandung. Alhamdulillah, dengan bantuan saudaranya itu, kurir #SR bisa dipertemukan dengan Raihan dan keluarganya. Pada kunjungan pertama ini kurir #SR juga alhamdulillah dapat menyampaikan titipan langit, berupa uang, dari para sedekaholik untuk membantu biaya pembuatan BPJS dan transportasi agar Raihan dapat diperiksakan di RSHS Bandung. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi Raihan dan keluarganya serta menjadi berkah bagi semua yang telah membantunya. Aamiin!

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika

Raihan menderita Infeksi penyakit kulit

Raihan menderita Infeksi penyakit kulit


CARYA BIN WANGSA (56, Hernia). Alamat : Dusun Sukamulya, RsT 3/5, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Carya merupakan seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai seorang buruh tani. Kondisi kesehatan beliau saat ini sedang terganggu. Berawal dari cedera pada kaki dan paha akibat terpeleset di pinggir kolam dn membentur plesteran. Akibatnya, setelah kejadian tersebut Bapak Carya sulit buang air kecil. Menurut penjelasan beliau, semenjak terpeleset beliau merasa seperti ‘turun berok’ atau dalam istilah medis disebut Hernia. Awal September kemarin, Bapak Carya telah menjalani operasi pertama. Beliau menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah untuk menjalani pengobatan. Alhamdulillah Allah kembali mempermudah ikhtiar Bapak Carya dengan mempertemukannya dengan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Sudah dua kali #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk beliau. Santunan pertama untuk biaya transportasi sedangkan santunan kedua untuk biaya lain diluar tanggung jawab KIS ketika menjalani operasi. Saat ini, beliau membutuhkan biaya untuk transportasi karena harus menjalani kontrol dan buka perban pasca operasi. Alhamdulillah, santunan ketiga telah disampaikan oleh #SedekahRombongan. Sebelumnya, Bapak Carya merupakan pasien dampingan yang masuk ke dalam rombongan 885.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Pak carya menderita Hernia

Pak carya menderita Hernia


ICIH SRI NINGSIH (35, Diabetes Melitus + Gagal Jantung + Gagal Ginjal). Alamat : Dusun 1, RT 4/1, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icih adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak. Diusia yang masih relatif muda beliau terkena beberapa penyakit serius. Beliau menderita Diabetes Melitus, Gagal Jantung dan juga Gagal Ginjal. Berawal dari 10 tahun lalu, pasca melahirkan anak pertama beliau mulai merasakan kejanggalan pada kondisi tubuhnya. Setelah diperiksa, beliau terkena penyakit typus dan diabetes melitus. Selain itu, beliau juga memiliki riwayat penyakit hipertensi. Sepuluh tahun berlalu, saat ini kondisi kesehatan beliau kembali drop. Beliau menderita penyakit lain yaitu gagal jantung dan juga gagal ginjal. Gejala awal yang beliau rasakan berupa sesak nafas. Kondisinya amat memprihatinkan dengan perut membuncit, kaki bengkak bahkan sampai mengeluarkan cairan dari perut. Karena kondisi tersebut, beliau kerap merintih menahan sakit. Terakhir, beliau menjalani tindakan medis berupa cuci darah di Rumah Sakit El-Syifa Kuningan. Alhamdulillah beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah, namun untuk biaya transportasi dan sterilisasi darah beliau terpaksa meminjam kepada sanak saudara. Suami beliau bernama Bapak Warpa (45) yang bekerja sebagai seorang buruh bangunan di kota besar. Beliau saat ini harus berhenti bekerja karena menemani istrinya menjalani perawatan. Oleh karena itu, Ibu Icih dan suami kesulitan mendapatkan biaya lain diluar tanggung jawab KIS seperti biaya transportasi dan sterilisasi darah. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan Kuningan dengan Ibu Icih. Bantuan awal telah disampaikan oleh #SedekahRombongan kepada Ibu Icih untuk biaya transportasi dan juga cuci darah. Semoga Allah lekas mengangkat segala penyakit yang tengah dirasakan oleh Ibu Icih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu icih menderita Diabetes Melitus + Gagal Jantung + Gagal Ginjal

Ibu icih menderita Diabetes Melitus + Gagal Jantung + Gagal Ginjal


NENGSIH BINTI KARTA MAKUN (57, Toxic Adenomatous Goiter). Alamat : Dusun Wage, RT 18/4, Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nengsih adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Beliau saat ini menderita penyakit Toxic Adenomatous Goiter atau biasa disebut dengan peradangan kelenjar tiroid. Awalnya, terdapat benjolan kecil di bagian leher sebelah kiri. Lama kelamaan, semakin membesar hingga menyebabkan rasa sakit. Selain itu beliau juga sering sakit kepala bahkan sampai sesak nafas. Karena kondisi tersebut, akhirnya beliau dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut dokter yang menangani beliau, ternyata beliau menderita peradangan kelenjar tiroid dan harus segera menjalani operasi. Sayangnya ketersediaan alat operasi di RSUD 45 Kuningan tidak lengkap. Tak lama kurir #SedekahRombongan Kuningan dipertemukan dengan Ibu Nengsih. Melihat hasil pemeriksaan sebelumnya, kurir #SedekahRombongan Kuningan membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan ulang. Alhamdulillah setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, akhirnya tim medis langsung mengambil tindakan berupa operasi pengangkatan kelenjar tiroid. Ibu Nengsih memanfaatkan kartu jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah untuk menjalani pengobatan. Suami Ibu Nengsih bernama Bapak Wardi (60) dan bekerja sebagai buruh tani. Beliau hanya bekerja bila ada tetangga yang membutuhkan jasanya. Penghasilan beliau sangat minim bahkan untuk kehidupan sehari-hari kadang masih kesulitan. Saat ini, keduanya juga memiliki beban lain berupa pinjaman kepada pihak keluarganya. Biarpun demikian, Alhamdulillah Ibu Nengsih sangat terbantu dengan adanya bantuan jaminan KIS. Akan tetapi, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan adanya alat medis yang harus dibayar menggunakan uang pribadi terlebih biaya lain seperti biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah Allah memberi jalan melalui pertemuannya dengan kurir #SedekahRombongan Kuningan. #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan awal kepada Ibu Nengsih untuk biaya membeli alat medis, transportasi dan akomodasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Ibu Nengsih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu nengsih menderita Toxic Adenomatous Goiter

Ibu nengsih menderita Toxic Adenomatous Goiter


SARMADI BIN JAYA WINATA (75, Luka Infeksi Pada Kaki Kiri). Alamat : Dusun 2 Cibodas, RT 1/3, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Sarmadi adalah seorang buruh tani yang masih bekerja di usia senjanya. Dua bulan yang lalu, Bapak Sarmadi mengalami kecelakaan kerja di sawah. Kaki beliau tertusuk bambu tajam sehingga membuat beliau menerima tindakan medis di kaki sebanyak 29 jahitan. Tak lama, kaki beliau membusuk dan daging di bagian kaki beliau terbuka karena kulit luar sudah mengelupas. Alhamdulillah Allah mempertemukan beliau dengan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Sehingga, kurir Kuningan segera membawa Bapak Sarmadi ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Menurut pihak medis, kaki kiri beliau sudah infeksi. Akhirnya, beliau mendapat perawatan medis berupa operasi untuk menutup daging tersebut dengan mengambil lapisan kulit dari paha. Proses operasi dilakukan secara bertahap sebanyak 3 kali operasi. Keadaan beliau pasca operasi cukup mengkhawatirkan karena beliau telah 2 kali mengalami pendarahan. Beliau harus segera menjalani kontrol kesehatan ke rumah sakit. Bapak Sarmadi menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 selama menjalani pengobatan. Namun beliau membutuhkan salep yang biaya pembeliannya tidak ditanggung oleh jaminan BPJS untuk pengeringan luka pada kakinya. Alhamdulillah, bantuan kedua dapat disampaikan #SedekahRombongan kepada Bapak Sarmadi untuk biaya transportasi dan biaya obat-obatan diluar jaminan BPJS. Sebelumnya beliau masuk ke dalam pasien rombongan 884.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Pak sarmadi menderita Luka Infeksi Pada Kaki Kiri

Pak sarmadi menderita Luka Infeksi Pada Kaki Kiri


WINDA YULIANA (12, Suspect Tumor Kelenjar). Alamat : Dusun Sukamulya, RT 3/5, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Di usia 12 tahun, kesehatan Winda sedikit terganggu. Hal itu berkenaan dengan adanya benjolan di bagian sebelah kanan leher Winda. Ia merasakan gejala awal ketika ia masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Benjolan di lehernya semakin hari semakin membesar hingga mengeluarkan nanah. Menurut pemeriksaan tim medis, ia didiagnosa menderita tumor kelenjar. Beberapa waktu lalu, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dan meninggalkan lubang bekas nanah. Awal September lalu Winda menjalani operasi pengambilan sampel tumor pada lehernya dengan dampingan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Saat ini keadaan Winda masih belum stabil pasca operasi pertama. Winda pun masih menunggu kepastian penyakit yang ia derita. Selain itu, pertengahan September ini Winda harus menjalani kontrol kesehatan dan persiapan operasi kedua. Alhamdulillah selama menjalani pengobatan Winda menggunakan bantuan jaminan kesehatan BPJS jenis Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibayar oleh pemerintah. Selain itu, berkat pertolongan Allah #SedekahRombongan telah menyampaikan santunan sebanyak dua kali agar Winda tetap melanjutkan pengobatan di rumah sakit. Sebetulnya jaminan KIS sangat membantu proses perawatan Winda, hanya saja Winda membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit nanti. Maklum saja, di waktu yang sama ayah Winda, Bapak Carya sedang sakit sehingga tidak bisa mencari nafkah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan ketiga untuk biaya transportasi ke Rumah Sakit dan akomodasi. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Winda demi kesembuhan penyakitnya. Aamiin. Sebelumnya Winda masuk ke dalam pasien rombongan 885.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Winda menderita Suspect Tumor Kelenjar

Winda menderita Suspect Tumor Kelenjar


SHAZIA AZIZA FAZEELA ILMA (10, Hepatoma). Alamat : Perum Dian Anyar, Blok SB No 11, RT. 17/12, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Shazia, gadis kecil periang yang tinggal di sebuah kontrakan ini telah didiagnosa mengidap penyakit kanker hati (Hepatoblastama) sejak Februari 2013 lalu oleh tim medis di RS. Santosa Bandung. Ia disarankan untuk menjalani kemotherapy, namun orangtuanya memilih untuk menjalani pengobatan herbal terlebih dahulu. Hingga April 2015, Shazia terjatuh dari sepeda, kejadian tersebut menyebabkan ia tak bisa menggerakkan badannya dan tak berhenti muntah-muntah. Ia pun kemudian dibawa ke RSHS Bandung, hasil pemeriksaan mengharuskan Shazia menjalani biopsi dan khemoteraphy seminggu sekali. Namun sayangnya, kemotherapy Shazia tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan. Juni 2016 lalu ia mengalami kejang-kejang dan diharuskan untuk menjalani perawatan intensif selama 3 minggu di RSHS Bandung. Diagnosa dokter saat itu bertambah, Shazia juga mengalami TLS atau Tumor Lysis Syndrome yaitu penumpukan sel kanker yang hancur di ginjal serta adanya gangguan fungsi otak. Hal tersebut menyebabkan Shazia lupa sebagian memori otaknya. Saat itu Shazia masih menggunakan biaya umum karena belum memiliki fasilitas BPJS, hal ini tentu amat sangat berat untuk kedua orangtuanya. Ditambah semenjak Shazia sakit, ayahnya Cepi Munawar (38) yang merupakan seorang karyawan swasta, tak bisa lagi bekerja karena ia harus mengantar Shazia pulang pergi ke Rumah Sakit. Alhamdulillah, dengan ijin Allah #SedekahRombongan bisa menjadi bagian dari kebahagiaan Shazia, #SedekahRombongan bergotong royong dengan komunitas sosial lain untuk meringankan beban orangtuanya membiayai pengobatan Shazia. Shazia kini dirujuk untuk menjalani pengobatan di RSCM Jakarta, beruntungnya kini Shazia telah memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS. Menurut kabar dari orangtuanya, Shazia harus menjalani program transplantasi hati. Program tersebut memerlukan biaya yang sangat besar. Bantuan awal pun telah tersampaikan, semoga bantuan tersebut bermanfaat dan mampu memenuhi kebutuhan Shazia selama menjalani pemeriksaan di RSCM Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @untaririri

Shazia menderita Hepatoma

Shazia menderita Hepatoma


UJANG BAHRUDIN (45, Suspect Cirosis Hepatis). Alamat : Kp. Krajan, RT. 4/2, Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Ujang, akrab kami memanggil ayah dari empat orang anak ini. Semenjak Juni 2016 ia tak bisa lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, hal tersebut dikarenakan Pak Ujang didiagnosa menderita penyakit kuning atau secara medis disebut Suspect Cirosis Hepatis. Pada awalnya Pak Ujang sering mengalami sakit di bagian perut disertasi muntah darah, ia kemudian dibawa ke RSBA oleh keluarganya, selama 10 hari Pak Ujang menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit tersebut menggunakan fasilitas Jampis. Sepulang dari RS tersebut keadaan belum juga membaik. Satu bulan kemudian ia kembali dibawa ke RSBA dengan keadaan perut yang sudah membengkak dan tubuh yang mulai menguning disertai sesak nafas. Pada akhirnya Dokter pun mengambil tindakan, yakni melakukan penyedotan cairan dari perut Pak Ujang. Saat itu sebanyak 18 Liter cairan berhasil dikeluarkan. Pasca proses penyedotan, kondisi pak Ujang mulai membaik, ia kemudian dibawa pulang ke rumah dengan syarat harus menjalani kontrol rutin yang dijadwalkan oleh tim medis RSBA. Pada jum’at tanggal 9 September 2016, kali kedua Kurir #SedekahRombongan menjenguk Pak Ujang, saat itu keadaannya sangat memprihatinkan, badannya kurus dan semakin menguning ditambah ia pun harus buang air kecil dan besar di tempat tidur. Sambil menangis istrinya mengeluhkan bahwa “tadi pagi Bapak harus saya lap badannya pakai air dingin, karena kami tidak ada uang lagi untuk membeli gas”, ujarnya. Ditambah kamis besok Pak Ujang harus menjalani kontrol pengobatan di RSBA, tentunya membutuhkan biaya untuk pulang pergi kesana. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics, bantuan tersebut akan sangat bermanfaat untuk Pak Ujang dan keluarganya. Mari doakan bersama agar Allah angkat penyakit yang ada pada tubuh Pak Ujang, serta Allah beri kesabaran untuk istri dan anak-anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @kiki_zakiah @hastapradja

Pak ujang menderita Suspect Cirosis Hepatis

Pak ujang menderita Suspect Cirosis Hepatis


ABDUL KOHAR (41, Suspect Lipoma). Alamat : Kp. Tanjung Wari, RT. 2/1, Desa Cirende, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Kohar, kami memanggilnya. Dua bulan terakhir ini tumbuh banyak benjolan di tangan kiri dan kanannya, gejalanya adalah pegal yang tak seperti biasa ia rasa. Pak Kohar kemudian memeriksakan diri ke mantri setempat, ia didiagnosa mengidap penyakit tumor tumor yang berasal dari jaringan lemak di tubuhnya, dalam bahasa medis biasa disebut Suspect Lipoma. Pak Kohar dirujuk untuk melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta, agar diagnosa penyakitnya tersebut membuahkan hasil yang akurat dan menjadi rujukan pengobatan. Namun karena kendala biaya, maka saat itu Pak Kohar menunda kepergiannya menuju RSBA. Kini untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Pak Kohar dibantu oleh istrinya yang bernama Haryati (42), istrinya tersebut bekerja sebagai tukang buruh cuci di rumah tetangganya. Meski sedikit, tapi penghasilan tersebut telah cukup untuk biaya sehari-hari keluarganya, karena kini Pak Kohar tak lagi bisa bekerja secara maksimal. Ketika kurir #SedekahRombongan datang menjenguknya, ia mengeluh ingin segera memeriksakan diri ke RSBA, karena kahwatir benjolan di tangannya semakin membesar dan membiak. Bersyukur kurir #SedekahRombongan diamanahi titipan bantuan untuk Pak Kohar dari para sedekaholics, maka pada pertemuan kedua kalinya bantuan tersebut kami sampaikan. Doakan bersama agar Allah melunakkan penyakit yang ada pada tubuh Pak Kohar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @nilwan_zen

Pak abdul menderita Suspect Lipom

Pak abdul menderita Suspect Lipom


NONENG YATI (52, Gangguan Paru-paru). Alamat : Kp. Ciwareng, Rt. 4/3, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Noneng, –ibu dari dua anak yang sejak lama suaminya telah meninggal dunia ini– tiga minggu lalu ia merasakan sesak nafas, tidak nafsu makan dan sulit tidur. Pernah ia memeriksakan diri ke puskesmas, namun belum juga terlihat hasilnya. Kemudian ia kembali menjalani pemeriksaan di puskesmas tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa Bi Noneng diharuskan menjalani pengobatan ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih). Namun, karena kendala biaya maka hingga kini Bi Oneng belum bisa memeriksakan diri ke RS tersebut, maklum saja penghasilannya sebagai buruh kebun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan ia dan dua anaknya sehari-hari. Ditambah kedua anaknya tersebut masih duduk di bangku sekolah, maka setiap hari Bi Noneng perlu membekalinya uang. Dengan ijin Allah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bi Noneng, kami menyampaikan bantuan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Bi Noneng menuju RSBA. Doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit yang ada pada tubuh Bi Noneng.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Ibu noneng menderita Gangguan Paru-paru

Ibu noneng menderita Gangguan Paru-paru


NUNAH MAEMUNAH (78, Osteoporosis). Alamat : Kp. Cijait, Rt. 1/1, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Nunah, nenek yang kini tinggal bersama anak dan menantunya di sebuah gubuk kecil di daerah Maniis. Usia Mak Nunah mencapai hamper kepala 8, hal terebut salah satunya yang menyebabkan Mak Nunah mengalami penyakit osteoporosis. Ingin hati menjalani pengobatan di Puskesmas atau Rumah Sakit, namun apa daya untuk tinggal pun ia harus menumpang di rumah anaknya. Anaknya tersebut adalah perempuan dan merupakan ibu rumah tangga, sedangkan menantunya yang laki-laki pun tidak mempunyai pekerjaan tetap. Tentu hal tersebut menjadi pertimbangan Mak Nunah untuk meminta uang kepada anak atau menantunya. Bersyukur, kami kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga Mak Nunah, kami menyampaikan titipan para sedekaholics untuk berobat dan biaya keperluan sehari-hari Mak Nunah. Doakan bersama, agar Allah senantiasa limpahkan kesehatan untuk Mak Nunah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Ibu nunah menderita Osteoporosis

Ibu nunah menderita Osteoporosis


IYAR BINTI SADISI (48, Hypertensi). Alamat : Kp. Cidalowong, Rt. 24/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Iyar adalah ibu dari dua anak yang sejak lama ditinggalkan suaminya meninggal dunia. Salah satu anaknya terpaksa harus putus sekolah, karena harus menggantikan Bi Iyar yang sering sakit-sakitan untuk mencari nafkah. Bi Iyar sering merasakan pusing di kepalanya jika terlalu capek dan berpikir berat. Maka dari itu kini ia memilih diam di rumah, dan mengandalkan anaknya untuk bekerja. Besar keinginan Bi Iyar untuk sembuh total dengan memeriksakan diri ke klinik dokter setempat, karena beberapa kali ini ia hanya bisa memeriksakan diri dan pengobatan  ke puskesmas dengan hasil yang tak kunjung membaik. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan menjadi wasilah Bi Iyar untuk memeriksakan dirinya ke klinik di daerahnya, kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics untuk Bi Iyar. Doakan bersama agar Allah mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Bi Iyar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Bu iyar menderita Hypertensi

Bu iyar menderita Hypertensi


DEWI SANUSI (52, Diabetes). Alamat : Kp. Datar Manjah, RT 15/1, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Dewi dan keluarganya tinggal di daerah area waduk Cirata, kebanyakan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut bekerja sebagai nelayan dan pencari keong tutut di pesisir waduk. Termasuk Bu Dewi, telah lama ia menjalani profesinya sebagai pencari keong tutut yang kemudian ia jual ke pengepul, enghasilannya setiap hari berkisar antara Rp. 20.000-30.000. Kegiatannya tersebut saat ini harus terhenti sejak kaki kanannya tertusuk keong di pesisir waduk, seiring waktu luka tersebut semakin membusuk, padahal ia sudah melakukan ikhtiar pengobatan ke Puskesmas setempat untuk menyembuhkan lukanya. Bu Dewi pun kemudian dibawa berobat ke RS. Siloam Purwakarta, dokter di RS tersebut memutuskan untuk mengamputasi jari yang terkena luka dan membusuk tersebut. Tak sampai disitu, ternyata kini lukanya menyebar dan kembali membusuk, ia kemudian memeriksakan diri kembali ke Puskesmas. Tim medis di Puskesmas tersebut kemudian menyarankan agar Bu Dewi kembali melakukan pengobatan di Rumah Sakit besar. Kali ini Bu Dewi sudah tidak memiliki biaya untuk ikhtiar pengobatannya, ia pun hanya bisa berdiam diri di rumah. Bersyukur Allah mempertemukan kami kurir #SedekahRombongan dengan keluarga Bu Dewi, kami menyampaikan titipan bantuan dari Sedekaholics untuk membantu meringankan biaya pengobatan Bu Dewi. Semoga Allah menyembuhkan penyakit yang ada di dalam tubuh Bu Dewi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Ibu dewi menderita Diabetes

Ibu dewi menderita Diabetes


KIAH SUKIAH (38, Maag Kronis). Alamat : Kp. Cidahu, RT 1/1, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Kiah, akrab kami memanggilnya. Beberapa minggu ini ia mengalami pusing, muntah-muntah, mual dan sama sekali tidak bisa mengonsumsi makanan. Ia kemudian dibawa berobat ke Puskesmas setempat, diberi obat dan diperbolehkan pulang untuk istirahat di rumah. Pasca pemeriksaan di Puskesmas tersebut, kondisi Bi Kiah belum juga membaik. Ia kemudian dibawa berobat ke Klinik setempat, dokter di klinik tersebut menyarankan Bi Kiah untuk melakukan pengobatan di RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih), agar mendapat perawatan intensif. Saat itu Bi Kiah berangkat menggunakan ambulance desa, kemudian untuk bekal ia mengandalkan pemberian uang perelek dari warga tempat ia tinggal. Selama kurang lebih empat hari Bi Kiah dirawat di RS tersebut, ia diharuskan untuk menjalani kontrol rutin. Minggu ini menjadi jadwal Bi Kiah untuk memeriksakan kembali penyakitnya tersebut, namun karena kendala biaya ia pun belum bisa berangkat. Bi Kiah adalah seorang janda, lima tahun lalu suaminya meninggal dunia. Bi Kiah kini tinggal bersama ketiga anaknya, buah hati dari Bi Kiah dan alm suaminya. Ketiga anaknya tersebut belum ada yang mampu membantu ibunya, karena usianya masih dibawah umur. Bi Kiah saat ini bekerja sebagai buruh tani, penghasilannya sebesar Rp. 30.000,-/hari telah cukup membiayai anaknya pesantren dan sekolah juga cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bi Kiah membutuhkan uluran tangan dermawan untuk biaya ia berobat, karena penghasilannya sebagai buruh tani hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bi Kiah yang amat membutuhkan bantuan ini, kami pun menyampaikan titipan dari para sedekaholics #SedekahRombongan untuk meringankan biaya berobat Bi Kiah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Ibu kiah menderita Maag Kronis

Ibu kiah menderita Maag Kronis


YANA BIN LILI (24, Buta dan Gangguan Psikologis). Alamat : Kp. Cidalowong, RT 25/8, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Yana telah mengalami kebutaan sejak ia lahir 24 tahun lalu, lahir dari rahim seorang ibu bernama Mumun (52) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dan sang ayah Lili (56) yang bekerja sebagai pengambil getah karet di kebun milik negara. Ayah Yana mengeluhkan tentang kondisi anaknya dua bulan terakhir ini, kabarnya Yana berkelakuan aneh tak seperti biasanya. Dulu ia masih sering bermain dan bergaul dengan anak-anak kecil yang usianya jauh dari Yana, tapi kini Yana lebih sering mengurung diri dan diam jika ada orang yang menyapanya. Yana pernah keluar rumah tanpa pamit kepada kedua orangtuanya, orangtua Yana sempat mencarinya, Yana pun kemudian ditemukan jauh di desa sebrang. Ayahnya sangat ingin membawa anaknya tersebut kepada psikiater untuk dilakukan proses penyembuhan, namun ia terkendala dengan biaya. Maklum saja, pekerjaan ayahnya sebagai pengambil getah karet hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Nana, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk ikhtiar penyembuhan Nana.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Yana mengalami Buta dan Gangguan Psikologis

Yana mengalami Buta dan Gangguan Psikologis


OMAN BIN UTIN (61, Hipertensi). Alamat: Kampung Cileutak, RT 10/3, Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Oman adalah seorang kuli tani, tinggal di rumah milik sendiri bersama istrinya Enem (56/IRT). Pak Oman mempunyai 4 orang anak, 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Semua anaknya sudah menikah. Sejak 5 bulan yang lalu Pak Oman sering merasakan sakit kepala dan sakit pada bagian punggung. Ia pergi berobat ke klinik terdekat. Pak Oman didiagnosa tekanan darah dan kolesterolnya sangat tinggi. Ia harus segera berobat ke Rumah Sakit Umum. Pak Oman tidak memiliki jaminan kesehatan. Dan karena keterbatasan biaya transportasi yang menjadi halangan, Pak Oman sampai saat ini masih belum memerisakannya ke Rumah Sakit. Pak Oman hanya bisa pasrah pada keadaan. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Oman, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan Pak Oman untuk pergi berobat ke RSUD. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis_maemunah

Pak oman menderita Hipertensi

Pak oman menderita Hipertensi


YANI MARYANI (52, Tumor Buli). Alamat: Kampung Pangkalan, RT 6/3, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Yani biasa ia disapa, sudah hampir 6 tahun ini mengalami sakit di bagian perut bawah. Bi Yani tinggal bersama ibu mertua yaitu Mak Anok (77). Bi Yani sudah 7 tahun ditinggalkan suaminya. Bi Yani memiliki 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan, semuanya telah menikah. Bi Yani adalah seorang pembantu rumah tangga. Kini Bi Yani sudah tidak menjalani aktivitasnya. Mak Anok (77) mertua Bi Yani menjadi tulang punggung keluarga dengan berdagang wajit-wajit buatannya. Kondisi Bi Yani makin hari malah makin parah. Bi Yani mengeluh nyeri setiap kali buang air kecil, dan keluarnya pun sedikit-sedikit. Pada Bulan Mei 2016 Bi Yani dibawa berobat ke Puskesmas. Namun ia dirujuk untuk segera berobat ke Rumah Sakit. Bi Yani tidak memiliki jaminan kesehatan, dan disarankan untuk menggunakan JAMKESDA (Jaminan Kesehatan Daerah). Pada Bulan Juni 2016, Ia di rawat di Rumah Sakit Siloam Purwakarta, Bi Yani menjalani cek lab. Hasil pemeriksaan radiologi Bi Yani dicurigai kena tumor buli (massa vesica urinaria). Setelah menjalani rawat inap di rumah sakit selama 5 hari, Bi Yani disarankan untuk kontrol setiap 2 minggu sekali. Karena keterbatasan biaya transportasi yang menjadi halangan, keluarga Bi Yani mengajukan bantuan kepada kepala desa setempat untuk mengantarnya setiap kali kontrol. Selama ini untuk biaya transportasi sudah terbantu oleh pihak Desa. Bi Yani hanya terbaring di tempat tidur. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bi Yani, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan Bi Yani untuk pergi berobat ke RSUD. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 September 2016.
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis_maemunah

Ibu yani menderita Tumor Buli

Ibu yani menderita Tumor Buli


KONAH BINTI UDI (75, Maag Kronis & Osteophorosis). Alamat: Kampung Bungur Sarang, RT 7/4, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Konah biasa ia disapa. Sudah hampir 1 tahun ini mengalami sakit di bagian punggung. Mak Konah hanya tinggal bersama suami yaitu Rojak (76) seorang kuli tani. Mereka memiliki 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan, semuanya telah menikah. Mak Konah sudah 3 kali dibawa berobat ke mantri yang ada di desanya, Mak Konah didiagnosa mempunyai penyakit maag yang sudah kronis, dan pengeroposan tulang. Ia harus segera berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah. Mak Konah tidak memiliki jaminan kesehatan. Karena keterbatasan biaya transportasi yang menjadi halangan, Mak Konah sampai saat ini masih belum memerisakannya ke Rumah Sakit. Mak Konah hanya terbaring di tempat tidur. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mak Konah, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan Mak Konah untuk pergi berobat ke RSUD. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016.
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis_maemunah

Bu konah menderita Maag Kronis & Osteophorosis

Bu konah menderita Maag Kronis & Osteophorosis


MAMAN SOPIAN (50, liver). Alamat: Kampung Margasaluyu, RT.1/1, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Prov. Jawa Barat. Pak Maman adalah seorang tukang kuli bangunan. Pak Maman tinggal bersama istrinya Uju (44) dan anak perempuannya yang sudah menikah. Sudah tiga bulan ini Pak Maman tidak bisa melakukan aktivitasnya tersebut. Karena nyeri perut, dan kakinya bengkak. Untuk biaya sehari-hari, mereka mengandalkan Asep (26) menantunya yang bekerja sebagai kuli bangunan juga. Pak Maman pun dibawa berobat ke mantri yang ada di desanya, Pak Maman didiagnosa mengidap liver dan harus segera berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah. Pak Maman belum memiliki jaminan kesehatan. Karena keterbatasan biaya transportasi yang menjadi kendala, Pak Maman sampai saat ini masih belum memerisakannya ke Rumah Sakit. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Maman, bantuan dari sedekaholics yang kami sampaikan semoga dapat meringankan Pak Maman untuk pergi berobat ke RSUD. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016.
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis_maemunah

Pak maman menderita  liver

Pak maman menderita liver

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ANAH BINTI NUR HAMID 500,000
2 IIM MARLINA 500,000
3 BEBEN SABENI 500,000
4 TATANG BIN SURYANA 750,000
5 MAHMUD BIN HASAN 500,000
6 ADIS BIN SANUSI 500,000
7 ENI NURAENI 3,200,000
8 YAYASAN GALUH 2,500,000
9 AINUR ASYILA 1,000,000
10 AGUSTINI NURMAN 1,500,000
11 MELLATUL LATIFAH 750,000
12 SITI MARSELA 500,000
13 YUDISTIRA PRATAMA 750,000
14 ICAH BINTI HACIM 500,000
15 ALIYAH BINTI ALIMIN 500,000
16 RUDY DJUMANTARA 500,000
17 ANI BINTI AJID 500,000
18 FITRIA ANDRIYANI 750,000
19 MTSR BOGOR 500,000
20 EMBEH BINTI AHMAD AMAN 750,000
21 PUTRI BAMBANG DWI YANTO 500,000
22 RIKA SUSANTI 1,000,000
23 POPTI 1,000,000
24 AHMAD MUZAKI 750,000
25 ANDIKA SURYA 750,000
26 IMAS ROSMIATI 500,000
27 SAMSUDIN BIN OTO 500,000
28 DONI SYAIFUL RAHMAN 500,000
29 TITIAN KASIH NAULI 500,000
30 TATANG BIN DIDI JUNAEDI 500,000
31 SUMIATI BINTI KASAN 1,000,000
32 RAIHAN PUTRA RAHADIAN 500,000
33 CARYA BIN WANGSA 500,000
34 CIH SRI NINGSIH 1,000,000
35 NENGSIH BINTI KARTA MAKUN 1,000,000
36 SARMADI BIN JAYA WINATA 500,000
37 WINDA YULIANA 500,000
38 SHAZIA 2,000,000
39 UJANG BAHRUDIN 1,000,000
40 ABDUL KOHAR 500,000
41 NONENG YATI 500,000
42 NUNAH MAEMUNAH 500,000
43 IYAR BINTI SADISI 500,000
44 DEWI SANUSI 500,000
45 KIAH SUKIAH 500,000
46 YANA BIN LILI 500,000
47 OMAN BIN UTIN 500,000
48 YANI MARYANI 500,000
49 KONAH BINTI UDI 500,000
50 MAMAN SOPIAN 500,000
Total 37,450,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 37,450,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 894 ROMBONGAN

Rp. 41,707,224,933,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.