Rombongan 893

Allah Akan Sentiasa Membalas Kebaikan Kepada Orang Yang Bersedekah.
Posted by on September 25, 2016

SUHARYANTI BINTI JUMADI (35th, Tumor Maksila), bertempat tinggal di dusun Wanujoyo Kidul RT 04 Srimartani Piyungan Bantul Yogyakarta, ditemani oleh suami Isnadi (40tahun) yang berprofesi sebagai pedagang bawang merah, awal mula penyakit ini diketahui sejak tahun 2006, muncul benjolan di bagian rahangnya lalu diperiksakan ke puskesmas dan dirujuk ke RS sardjito dan dari dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan rahang atas, karena pengalaman (ayah kandung nya memiliki penyakit yang sama setelah dioperasi memburuk dan meninggal) lalu dia memutuskan untuk mengobati dengan obat herbal sejak tahun 2011. Alhamdulillah#kurirSR dipertemukan kembali untuk yang kedua kalinya menyampaikan santunan dari para #sedekahholic guna melanjutkan pengobatan herbalnya. Dan ibu Suharyanti menyampaikan terimakasih kepada para #sedekahholic.

Jumlah santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian 16 September 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @dwiastutihelmy, sunandar

Ibu suharyanti menderita Tumor Maksila

Ibu suharyanti menderita Tumor Maksila


MASIYEM BINTI MUNADI, (73, Dhuafa Janda). Alamat : Kampung Jatikuwung Lor Rt. 3/5, Kelurahan Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Masiyem, seorang dhuafa janda yang ditinggal sang suami 20 tahun yang lalu. Beliau sosok tangguh yang luar biasa, di usianya yang tak lagi muda, beliau masih berjuang keras untuk hidup. Keseharian beliau menggarap sawah yang bukan miliknya. Dari hasil panen tersebut, beliau jual ke warung. Pendapatan rata rata yang diperoleh ialah Rp 20.000,-/hari. Beliau dulu pernah tinggal bersama sag anak disaat beliau sakit, tetapi dengan perilaku sang anak yang kurang baik kepada beliau, beliau memilih tinggal sendiri di rumah yang dulu meskipun tidak ada yang merawat beliau. Mengetahui hal tersebut kurir #SedekahRombongan berkunjung ke kediaman beliau. Kemudian menyampaikan titipan dari sedekahholics guna meringankan biaya hidup beliau. Ibu Masiyem mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di terimanya. Semoga amal kebaikan sedekahholics dan kurir #SedekahRombongan diterima Alloh SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 September 2016
Kurir : @Mawan @Aisyahnka @YuliSetiyowat12

Ibu masiyem seorang Dhuafa Janda

Ibu masiyem seorang Dhuafa Janda


JARWOTO BIN MOHMADI, (49, Stroke+ Gangguan Jantung). Allamat: Desa Tanon Lor RT.3/1, Kelurahan Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karang Anyar, Provinsi Jawa Tengah. Awal kejadian bermula pada tanggal 27 Maret 2016, ketika Pak Jarwoto mencari sampah yang tidak terpakai untuk dijual, di pinggir sungai Colomadu, tidak jauh dari tempat tinggal beliau. Karena jalan licin atau kurang hati hati Pak Jarwoto jatuh. Akibatnya kedua kaki beliau tidak dapat digerakkan untuk berjalan. Oleh keluarga kaki pak Jarwoto diurut dan di baluri balsem untuk mengurangi rasa sakitnya. Setelah 7 hari tidak ada perubahan, Pak Jarwoto berobat dan rawat inap di RSUD Muwardi Surakarta. Oleh RS pak Jarwoto didiagnosa terkena Stroke dan Gangguan Jantung. Pak Jarwoto memiliki BPJS kls 3. Namun, Karena keterbatasan dana untuk biaya transport, sampai saat ini pak Jarwoto belum bisa kontrol lagi di RS. Penghasilan yang didapat dari hasil memulung maksimal sejumlah Rp. 800.000,-/bulan habis untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sri Rahayu (46) istri beliau merupakan ibu rumah tangga dan Krisna Andi (12) anak beliau masih sekolah. Dengan Kondisi tersebut, tidak mungkin bagi Pak Jarwoto berobat secara rutin untuk mendapatkan kesembuhan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Jarwoto kemudian menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk membantu meringankan beban beliau. Pak Jarwoto menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diterima. Semoga amal kebaikan sedekaholics dan #SedekahRombongan diterima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal  : 13 September 2016
Kurir : @ mawan @aisyahnka @warihhandoyo.

Pak jarwoto menderita Stroke+ Gangguan Jantung

Pak jarwoto menderita Stroke+ Gangguan Jantung


GUNUNG GAMALAMA TERNATE (Bencana Alama Gunung Meletus). Gunung Api Gamalama yang berada di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara meletus pada Rabu, 3 Agustus 2016 pukul 06.28 WIT. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) letusan tersebut diduga dipicu gempa tektonik pada pukul 06.14 WIT dengan pusat gempa berada pada titik 86 kilometer Barat Daya Halmahera Barat, dengan kedalaman 18 kilometer. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Gamalama melaporkan bahwa Gunung Gamalama meletus menyemburkan abu vulkanik dengan tinggi 500 – 600 meter ke arah Tenggara hingga Selatan. Abu vulkanik tersebut menghujani Kota Ternate dan sekitarnya mulai pukul 06.55 WIT, dan yang paling parah menghujani Ternate bagian Utara yang berdekatan dengan lokasi turunnya lahar gunung berapi. Kurir #SedekahRombongan Ternate membagikan masker gratis di beberapa titik yang paling parah dampak abu vulkanik yakni Kota Ternate Utara dan Tengah. Pembagian masker ini diharapkan dapat menjaga kesehatan warga dari bahaya abu vulkanik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernaasan Akut (ISPA).

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia, Heldha, Cindy, @MahfudSalama @ririn_restu

4-gunung-2

NI KADEK AYU LOPITA PUSPAKARIRANI (2 Bulan, Benjolan pada Punggung Kaki). Alamat : Banjar Alas, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selamadeg Timur, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Bayi mungil yang biasa dipanggil Lopita ini adalah anak dari Ni Komang Ayu Puspa Kariani. Ayahnya meninggalkan ibunya ketika mengandung Lopita. Saat dalam kandungan, Lopita terlilit tali pusat dan setelah lahir terdapat benjolan pada punggung kaki kirinya. Benjolan tersebut belum diketahui penyakitnya namun cukup serius sehingga menurut dokter harus segera dioperasi. Operasi yang akan dilakukan sebanyak tiga kali itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Puluhan juta dibutuhkan untuk sekali operasi, namun kondisi keuangan yang pas – pasan membuat operasi urung dilakukan. Maklum saja, untuk kebutuhan sehari – hari saja ibu Lopita kekurangan terlebih lagi suami tak lagi mendampinginya. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk operasional berobat Lopita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia via Nur Komariah @ririn_restu

5-ni-kadek-ayu-lopita-puspakarirani-2

Lopita menderita Benjolan pada Punggung Kaki


SUMANTIA MUKHTAR (25, Kelahiran Vaginal). Alamat  : Dusun Rasa Na’e Selatan, RT 5, Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ibu Sumantia melahirkan anak kedua di RSUD Dompu pada 6 Agustus 2016 dengan kondisi tekanan darah tinggi. Walaupun ada keluhan darah tinggi, Ibu Sumantia beruntung bisa melahirkan dengan normal. Ibu Sumantia mengalami kesulitan tidak memiliki uang untuk biaya persalinan dan membeli kebutuhan bayinya. Suaminya, Pak Mukhtar (34) sehari – harinya bekerja sebagai buruh tani dan tukang ojek serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, sehingga kondisi ekonomi keluarga ini sangat memprihatinkan. Alhamdulillah Ibu Sumantia mendapatkan bantuan untuk biaya persalinan dari kader kesehatan setempat, Ibu Siti Hawa. Ibu Siti Hawa pun mengupayakan pembuatan kartu jaminan kesehatan untuk Ibu Sumantia. Sementara itu, Ibu Sumantia masih kebingungan karena ia sama sekali belum mempersiapkan perlengkapan seperti baju, popok, perlengkapan mandi dan kebutuhan bayi lainnya. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk membeli perlengkapan bayi dan 25 kilogram beras untuk Ibu Sumantia. Ucapan terima kasih dari Ibu Sumantia dan keluarga atas bantuan #SedekahRombongan, semoga limpahan rahmat dan balasan kebaikan dilimpahkan pada sedekaholic dan kurir #Sedekah Rombongan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.250.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia Siti Hawa, Omiyati, Panca Yuniati @ririn_restu

Bantuan untuk membeli perlengkapan bayi dan 25 kilogram beras

Bantuan untuk membeli perlengkapan bayi dan 25 kilogram beras


ADE SETIAWAN (18, Kanker Mata). Alamat : RT 5/3, Desa Roi, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kanker mata yang dialami Ade semakin parah hingga merusak wajahnya. Sakit yang diderita Ade ini diawali karena kebiasaannya yang suka mengorek telinga sehingga terjadi pembengkakan yang akhirnya menjalar pada matanya. Ade kini tak dapat bersekolah karena sakitnya. Ia kini tinggal bersama neneknya setelah kedua orang tuanya bercerai. Ade telah menjalani berbagai pengobatan tradisional namun kondisinya bukannya membaik tetapi justru bertambah parah. Salah satu yayasan sosial di Kabupaten Bima sudah mengupayakan pengobatan Ade di RSU Sanglah Bali namun dokter tak mampu menanganinya karena kondisinya yang sudah sangat parah. Ade kini hanya bisa berdiam diri di kamarnya sambil menangis memikirkan sakitnya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari. Nenek yang merawat Ade hanya bisa pasrah pada Allah SWT atas cobaan yang dialami cucunya. Ade dan neneknya berterima kasih pada #SedekahRombongan dan berdoa semoga perhatian dan bantuan tersebut dibalas Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 1 September 2016.
Kurir : @arfanesia Mukhtar, Panca Yuniati @ririn_restu

Ade menderita Kanker Mata

Ade menderita Kanker Mata


AWALULAH BIN SIRAJUDIN (2, Luka Bakar dan Berulat di Kepala). Alamat : Desa Nicera, RT 15/6, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat rumahnya terbakar, Awalulah mengalami luka bakar. Luka tersebut tidak segera ditangani sehingga muncul ulat di kepalanya. Awalulah sempat dirawat di RSUD Kabupaten Bima selama 2 minggu, karena mengalami luka bakar 50%. Selama pengobatan di RSUD Bima, Awalulah tidak mengalami perubahan dan akhirnya pada 4 September 2016 ia dirujuk ke RSU Sanglah Bali. Ayah Awalulah, Bapak Sirajudin (31) bekerja sebagai buruh tani, sedangkan Ibunya, Masita (28 ) hanya seorang  ibu rumah tangga. Mereka tidak mempunyai uang untuk biaya pengobatan lanjutan anaknya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantu kesulitan yang sedang dihadapi keluarga Awalulah dengan memberikan bantuan biaya untuk kebutuhan sehari – hari dan sewa kos, selama Awalulah berobat di RSU Sanglah Bali. Ucapan terima kasih dari kedua orang tua Awalulah pada #SedekahRombongan dan berdoa semoga Allah swt membalas semua kebaikan tersebut, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.400.000,-
Tanggal : 13 September 2016.
Kurir : @arfanesia via Mukhtar, Panca Yuniati, Mang Sri, Lusi

Awalulah menderita Luka Bakar dan Berulat di Kepala

Awalulah menderita Luka Bakar dan Berulat di Kepala


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia dan Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan #Sedekahrombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah rutin 2 kali setiap bulan. Untuk menuju kota Pangkalpinang, Zaky dan ayahnya harus menempuh perjalanan selama 3 jam dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan kepada Zaky untuk keperluan transportasi dan akomodasi berobat ke Pangkalpinang. Sebelumnya Zaky masuk ke rombongan 870.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, @Effendy_babel, Herda Herdiansyah @ririn_restu

Zaky menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis

Zaky menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia dan Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan #Sedekahrombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah rutin 2 kali setiap bulan. Zaky telah menjalani transfusi darah pertama di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang pada 12 Juli 2016 dan kembali melanjutkan transfusi darah yang kedua pada 27 Juli 2016. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan kepada Zaky untuk keperluan transportasi dan akomodasi berobat ke Pangkalpinang. Sebelumnya Zaky dibantu pada Rombongan 870 dan pada 12 Juli 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Zaky menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis

Zaky menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis


ABDUL SYAKUR (17, Korban Tabrak Lari). Alamat : Jalan Raya Adi Sucipto, RT 3/2, Gang Mutiara, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Pada Kamis, 1 September 2016, terjadi kecelakaan antara motor yang dikendarai Abdul dan temannya dengan mobil di Jalan Tanjung Raya 2 Kota Pontianak. Abdul sempat dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu RSI Yarsi, namun karena kondisinya semakin parah hingga muntah darah  akhirnya ia dirujuk Ke RS Antonius Pontianak. Selama beberapa hari dirawat di sana biaya yang harus dikeluarkan mencapai 6 juta rupiah, karena tidak adanya pertanggung jawaban dari pihak penabrak maka biaya tersebut harus ditanggung orang tua Abdul. Orang tua Abdul tidak memiliki uang untuk membiayai pengobatan anaknya sehingga mereka terpaksa membawa Abdul pulang. Abdul semestinya masih harus menjalani pengobatan lanjutan namun karena ketiadaan biaya pengobatan tersebut tidak ia lakukan. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan keluarga ini, bantuan awal pun diberikan untuk biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir: @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Bantuan biaya pengobatan Korban Tabrak Lari

Bantuan biaya pengobatan Korban Tabrak Lari


MASJID AL MUKAROMAH (Santunan Dhuafa dan Anak Yatim Piatu). Alamat : Jln. Gandaria 1, Kel. Air Kepala Tujuh, Kec. Gerunggang, Kodya Pangkal Pinang, Prov. Bangka Belitung. Pada tahun 2003, Masjid Al Mukaromah didirikan secara pribadi oleh Bapak H. Zulkarnain di lahan miliknya. Periode tahun 2003 s.d. 17 Juni 2015 masjid tersebut dikelola sendiri oleh keluarga Bapak H. Zulkarnaen tanpa ada bantuan dari pihak luar. Pada 17 Juni 2015, masjid tersebut diwakafkan untuk masyarakat RT 6 Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang. Setelah proses penyerahan ke masyarakat dilakukan, dibentuklah kepengurusan yang baru untuk pengelolaan Masjid Al Mukoramah. Dalam rangka mengisi bulan Ramadhan, pengurus masjid mengadakan acara santunan anak – anak yatim piatu. Para pengurus Masjid mengumpulkan sedekah dari para warga dan donatur yang kemudian akan diberikan kepada kaum dhuafa dan yatim piatu. Alhamdulillah #Sedekahrombongan ikut kembali memberi bantuan untuk kegiatan di masjid ini. Semoga Allah selalu memberkahi langkah dan usaha kita untuk membantu sesama. Sebelumnya Masjid Al Mukaromah telah dibantu pada Rombongan 863.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal  : 24 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Bantuan renovasi masjid

santunan anak yatim dan dhuafa


GUNARTI BINTI ALM. MURBIJI (48, Stroke). Alamat : Pondok Suguh No. 6, RT 1, Desa Retak Mudik, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Bu Gunarti mempunyai riwayat darah tinggi, pada Januari 2016 tensinya pernah mencapai 240/100 mmHg. Ia akhirnya memeriksakan diri ke Pukesmas dan setelah diberi obat alhamdulillah keadaannya membaik. Setelah berbuka puasa Bu Gunarti mengalami pusing dan setelah dibawa ke dokter ternyata tensinya kembali tinggi dan ditambah kadar gula yang tinggi. Hasil pemeriksaan dokter Bu Gunarti mengalami stroke ringan. Sepulang dari dokter Bu Gunarti masih bisa berjalan namun setelah sholat subuh badannya yang sebelah kiri tidak bisa digerakkan lagi. Suami Bu Gunarti, Pak Fahmi (50) bekerja sebagai buruh serabutan yang tak tentu penghasilannya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Gunarti dan dapat menyampaikan santunan dari sedekahholic untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2016
Kurir : @Arfanesia @AldiMeifi @ririn_restu

Ibu gunarti menderita Stroke

Ibu gunarti menderita Stroke


GUNARTI BINTI ALM. MURBIJI (48, Stroke). Alamat : Pondok Suguh No. 6, RT 1, Desa Retak Mudik, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Bu Gunarti mempunyai riwayat darah tinggi, pada Januari 2016 tensinya pernah mencapai 240/100 mmHg. Ia akhirnya memeriksakan diri ke Pukesmas dan setelah diberi obat alhamdulillah keadaannya membaik. Setelah berbuka puasa Bu Gunarti mengalami pusing dan setelah dibawa ke dokter ternyata tensinya kembali tinggi dan ditambah kadar gula yang tinggi. Hasil pemeriksaan dokter Bu Gunarti mengalami stroke ringan. Sepulang dari dokter Bu Gunarti masih bisa berjalan namun setelah sholat subuh badannya yang sebelah kiri tidak bisa digerakkan lagi. Suami Bu Gunarti, Pak Fahmi (50) bekerja sebagai buruh serabutan yang tak tentu penghasilannya sehingga tak bisa membiayai pengobatan istrinya. Setelah melakukan pengobatan di RS Raflesia dan melakukan terapi, berangsur-angsur Bu Gunarti mengalami perkembangan dimana tangan dan kakinya sudah bisa digerakkan. Dokter menyarankan untuk terapi sebulan sekali ke rumah sakit dan melakukan terapi sendiri di rumah agar otot tangan dan kakinya tidak kaku. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat setelah sebelumnya dibantu pada 18 Juli 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @Arfanesia @AldiMeifi @riirn_restu

Ibu gunarti menderita Stroke

Ibu gunarti menderita Stroke


DEDI RINALDI (19, Osteosarcoma). Alamat : Dusun Handayani, RT 3/4, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Rinaldi merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ketika Rinaldi berumur 2 tahun, ia menjadi korban kecelakaan tabrak lari dengan kondisi luka-luka yang memprihatinkan. Kaki kirinya patah dan testis sebelah kirinya juga pecah, kemudian ia dibawa ke RSUD Bangkinang untuk dirawat. RSUD Bangkinang tidak sanggup menangani Rinaldi dan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Setelah dilakukan tindakan medis, Rinaldi menjalani operasi pengangkatan testisnya yang pecah dan pengikisan kulit kakinya yang mulai membusuk. Setelah operasi pertama selesai, dilakukan lagi operasi kedua untuk penambahan daging pada kaki, namun operasi ini tidak bisa dilakukan karena kondisi Rinaldi saat itu kurus dan tidak berdaging, sehingga pihak rumah sakit hanya memberinya obat. Sejak saat itu Rinaldi hanya melakukan pengobatan rawat jalan. Hingga kini, Rinaldi sudah menderita sakit selama 17 tahun. Pihak keluarga sudah tidak sanggup lagi untuk membiayai pengobatan Rinaldi karena ayahnya, Syahfril (38), hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak tetap, sedangkan ibunya, Narimah (36), adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Rinaldi dapat melanjutkan kembali pengobatannya dan kini tinggal di RSSR Riau selama menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru menggunakan BPJS kelas 3. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, hasil diagnosis dokter menyatakan Rinaldi menderita osteosarkoma atau kanker tulang pada lututnya. Rinaldi direncanakan akan segera menjalani operasi amputasi pada tulang lututnya setelah seluruh siklus pengobatan kemoterapinya selesai. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan kepada Rinaldi selama ia dirawat inap di RSUD saat menjalani kemoterapi. Sebelumnya Rinaldi dibantu pada Rombongan 834. Semoga Rinaldi segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Nasrul @ririn_restu

Dedi menderita Osteosarcoma

Dedi menderita Osteosarcoma


DIKI WAHYUDI (6, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jl. Tengku Mahmud, Palas, Simpang Jengkol dekat TPU, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Prov. Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut. Namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun. Saat ini kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Kini mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo, untuk 1 kali siklus kemo ia membutuhkan 2 botol obat dengan harga 1,7 juta rupiah/botol, obat kemo Actinomycin tersebut tidak ditanggung BPJS. Kendala biaya membuat Diki belum menjalani kemo hingga Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. #SedekahRombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi dan menjalani operasi pembuangan tumornya yang pecah. Setelah menjalani operasi, kondisi Diki berangsur membaik. Hingga kini Diki masih menjalani kemoterapi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama dirawat inap saat menjalani kemoterapi. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Diki menderita Tumor di Dada Kiri

Diki menderita Tumor di Dada Kiri


MUHAMMAD ARIF MUBAROK (9, Suspect Autoimun). Alamat : Jalan Tegal Sari KM 4, RT 1/4, Kulim Duri, Kelurahan Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak 9 bulan yang lalu saat duduk di kelas 2 SD, Arif sering merasakan lemas yang disertai dengan bengkak-bengkak di sekujur tubuhnya. Saat itu ia langsung dibawa ke RSUD Duri dan dirawat inap untuk menjalani transfusi darah B+ sebanyak 2 kantong. Hingga kini ia sering dirawat inap di RSUD Duri maupun RSUD Pekanbaru. Pengobatannya sempat terhenti ketika kelenjar tiroidnya membengkak sehingga ia harus menunggu sampai fungsi tiroidnya normal kembali. Selama berobat Arif menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesda. Dua bulan terakhir ini Arif sering diopname di RSUD Duri karena kondisi kesehatannya menurun. Ia terlihat pucat hingga jari-jarinya memutih, badannya penuh bercak memerah dan hanya bisa terbaring lemah sehingga harus menjalani transfusi darah. Akhirnya dokter memutuskan Arif dirujuk ke RSUD Pekanbaru agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif dan menjalani pemeriksaan ulang untuk mengetahui kepastian tentang penyakitnya. Meskipun biaya pengobatan Arif telah dijamin oleh Jamkesda, namun keluarga Arif masih mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi mereka sehari-hari selama Arif dirawat di RSUD Pekanbaru. Ayah Arif, M. Khairul Ilyas (42), bekerja sebagai pendodos sawit dengan penghasilan tidak tetap dan ibunya, Siti Rahmawati (37), adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga Arif hanya mampu untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari saja. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Arif dan keluarganya dan memberikan santunan untuk membantu biaya akomodasi mereka selama mendampingi Arif dirawat inap di RSUD Pekanbaru.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Arif menderita Suspect Autoimun

Arif menderita Suspect Autoimun


RAH BINTEN (48, Tumor di Paha). Alamat : Parit Senang Hati, RT 2/3, Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Rah Binten adalah janda dengan 3 orang anak, suaminya sudah meninggal sejak 13 tahun yang lalu. Untuk menghidupi ketiga anaknya Ibu Rah Binten menoreh pohon getah/karet setiap harinya. Enam tahun lalu muncul benjolan kecil di bagian paha sebelah kirinya, namun karna tidak terasa sakit ia tak pernah memeriksakannya ke Puskesmas. Hingga akhirnya sebelum bulan ramadhan benjolan yang tadinya kecil perlahan membesar dan Ibu Rah Binten merasakan sakit yang luar biasa. Ibu Rah Binten pun sering tak dapat tidur karena menahan sakit. Ketiadaan biaya menjadi alasan utama Ibu Rah Binten tidak pernah berobat, jangankan berobat untuk kebutuhan hidup sehari – hari saja belum tercukupi.  Alhamdulillah Ibu Rah Binten sudah mulai menjalani pengobatannya. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 883.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu rah binten menderita Tumor di Paha

Ibu rah binten menderita Tumor di Paha


WIWIN BINTI WARTA (26, CA Ovarium/Kanker rahim). Alamat : Dusun pasar, RT. 01/01, Desa Kampung sawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Wiwin adalah seorang Ibu rumah tangga. Beliau di diagnosa terkena penyakit kanker rahim sejak 2 tahun lalu. Suami dari Ibu Wiwin, Bapak Asep (33), hanyalah seorang kuli panggul,pekerjaannya tidak tetap. Karena itu, mereka berdua hidup dalam kekurangan. Menggunakan Fasilitas Jaminan Kesehatan BPJS Kelas 3 yang telah dibuatnya, Wiwin dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan sudah menjalani operasi untuk menghilangkan cairan di perutnya pada bulan April 2016. Saat ini Wiwin sedang di rawat inap di RSCM untuk proses pemulihan kondisi luka pasca penyedotan cairan di tubuhnya yang  belum mengering dan untuk meningkatkan berat badannya agar dapat dilakukan tindakan berikutnya yaitu berupa operasi pengangkatan sel-sel kanker di rahimnya. Santunan kembali diberikan untuk membeli obat berupa salep yang harus pakai yang berguna untuk membantu mempercepat keringnya luka di perutnya dan untuk biaya kebutuhan sehari-hari selama di rawat inap.Sebelumnya Wiwin masuk ke dalam rombongan 848. Semoga Allah memberikan kekuatan kepadanya dalam menjalankan pengobatan hingga dikarunia kesembuhan seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @harji

Ibu wiwin menderita CA Ovarium/Kanker rahim

Ibu wiwin menderita CA Ovarium/Kanker rahim


YANI HENDRAYANI, (36, Melahirkan Sesar). Alamat: Kp. Salawu Barat, RT 01/01, Desa Karangmukti, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Keinginan melahirkan normal bagi Bu Yani pupus sudah karena ia ternyata harus melahirkan secara sesar. Tidak ada gejala yang berarti dalam masa kehamilan Bu Yani selama ini, namun ternyata ketika hendak melahirkan di puskesmas, bidan merujuknya ke RS SMC Singaparna karena ada kelainan plasenta. Setelah masa pemulihan selama seminggu di rumah sakit, Bu Yani dan bayi bisa dibawa pulang. Sayangnya, biaya operasi sebesar 6 juta yang dibebankan terlalu besar baginya karena suaminya, Nasihin (39) haya seorang guru honorer bergaji 500 ribu dengan tanggungan 3 anak yang masih sekolah apalagi Bu Yani tak mempunyai jaminan kesehatan BPJS ataupun KIS. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa dipertemukan dengan Bu Yani dan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya operasi. Semoga donasi dari Sedekaholics bisa mengurangi kesulitan Bu Yani dan keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.850.000,-
Tanggal: 5 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @rezaalba

Bantuan biaya operasi cesar

Bantuan biaya operasi cesar


ADE ROMANSAH, ( 34, Kecelakaan Kerja Tangan Kiri Diamputasi). Alamat: Kp. Pangapekan RT 2/5, Desa Cogreg, Kec. Cikatomas, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Pak Ade adalah seorang pekerja bangunan yang mengalami nasib nahas karena beliau mengalami kecelakaan kerja ketika sedang mengerjakan pembangunan rumah tinggal di daerah Salopa, Kabupaten Tasikmalaya. Ia terjatuh dari lantai 3 bangunan yang sedang dikerjakannya. Setelah sempat dibawa ke RSUD dr. Soekardjo, keluarga Pak Ade sempat membawa beliau pulang paksa karena khawatir tidak dapat membayar biaya rumah sakit, karena belau tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Walaupun kemudian dengan bantuan aparat desa setempat beliau mendapatkan fasilitas Jamkesda dari Pemkab Tasikmalaya, namun keluarganya mencoba membawa Pak Ade ke pengobatan alternatif ahli tulang. Karena luka yang dideritanya cukup parah, pengobatan alternatif tidak sanggup untuk menanganinya sehingga Pak Ade kembali dibawa ke RSUD dr. Soekardjo, sementara luka yang dideritanya sudah bertambah parah dan mulai membusuk, sehingga akhirnya tangan kiri Pak Ade harus diamputasi. #sedekahRombongan yang mendapatkan kabar tentang kondisi Pak Ade segera menemuinya dan kemudian mengantarkan beliau pulang ke kampung halamannya selepas menjalani operasi amputasi dan dirawat di RSUD dr. Soekardjo. Bulan Juni 2016 Pak Ade kembali menjalani kontrol ke RSUD dr. Soekardjo dan mendapatkan surat keterangan sebagai pengantar untuk pemasangan tangan palsu. Pertengahan dan akhir Juni 2016 Pak Ade pulang-pergi ke Bekasi untuk melakukan pengukuran tangan palsu yang akan diberikan sacara gratis oleh Polresta Bekasi dalam rangka Hari Bhayangkara. Kemudian, pada Agustus kemarin, Pak Ade kembali berangkat ke Bekasi untuk pemasangan tangan palsu.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi akomodasi Pak Ade. Alhamdulillah, kini ia bisa melakukan beberapa aktivitas yang bisa ditopang dengan tangan palsu tersebut. Terimakasih para Sedekaholics, lewat sedekahmu, banyak dhuafa mampu menjemput kesembuhan. Bantuan untuk Pak Ade yang sebelumnya tercatat di Rombongan 856.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Pak ade mengalami Kecelakaan Kerja Tangan Kiri Diamputasi

Pak ade mengalami Kecelakaan Kerja Tangan Kiri Diamputasi


ODAH BINTI IDI (49, Stroke). Alamat: Kp. Tangsi, RT 011/002, Kel. Margaluyu, Kec. Manonjaya, Kab. Tasikmalaya, Prov. Jawa Barat. Dari masa muda, Ibu Odah tidak mempunyai riwayat sakit yang parah. Namun sejak dua bulan lalu, tiba-tiba sekujur tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali untuk bangun dari tempat tidur pun Bu Odah kesulitan karena mendadak badannya menjadi kaku. Bu Odah tidak tahu apa penyakit yang ia derita dan hanya bisa beristirahat beberapa hari di rumah tapi keadaannya sama sekali tidak membaik. Akhirnya, keluarganya membawanya ke RS Manonjaya dan ternyata Bu Odah harus dirawat selama 3 hari karena divonis stroke. Meskipun rawat inap harus berlanjut, tapi Bu Odah memilih pulang karena tidak sanggup dengan biaya yang dibebankan padanya. Sehari-hari ia berjualan Mie Ayam dengan penghasilan pas-pasan dan hanya cukup untuk makan dan untuk berobat ia harus mengeluarkan uang pribadi karena tidak mempunyai jaminan kesehatan seperti BPJS. Untuk biaya sekolah anaknya, Verdi (14) dan Vajal (6) terkadang ia harus meminjam pada tetangga terlebih Bu Odah kini hidup menjanda. Atas informasi dari tetangganya, kurir #SedekahRombongan segera mengunjungi kediaman Bu Odah dan langsung melihat kondisinya yang semakin melemah dan sudah tidak berjualan lagi. Santunan pun diberikan untuk keperluan pengobatan lanjutan supaya Bu Odah bisa segera sembuh dan berjualan agar ia bisa merawat anak-anaknya yang masih butuh kasih sayang orangtua. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bu odah menderita Stroke

Bu odah menderita Stroke


AEP SAEPUL BAHRI (15, DBD). Alamat: Kp. Ceger, RT 001/002, Kel. Tanjung Baru, Kec. Cikarang Timur, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Aep adalah seorang siswa SMA kelas XI yang juga menimba ilmu agama di salah satu pesantren di Tasikmalaya. Awalnya, Aep terserang panas selama dua hari, kemudian ia memeriksakan diri ke poskestren dan diberi beberapa obat namun setelah seminggu minum obat tidak ada perubahan sama sekali pada diri Aep. Semakin hari, panas Aep semakin tinggi disertai bintik-bintik merah di sekujur badan dan pengurus pesantren pun berinisiatif membawa Aep ke Klinik Avicenna Tasikmalaya. Ternyata Aep harus dirawat inap karena setelah pemeriksaan lanjutan ternyata Aep terserang DBD. Orangtua Aep pun dihubungi agar bisa menjaga Aep di klinik. Sayangnya, kartu KIS tidak bisa digunakan di klinik tersebut dan akhirnya keluarga Aep harus membayar sebanyak 3 juta untuk biaya rawat inap selama 4 hari. #SedekahRombongan Tasikmalaya mendapatkan informasi tentang Aep dari salah satu kurir Bekasi dan langsung mengunjungi Aep untuk membantu meringankan biaya. Saat ini Asep sudah kembali ke pondok pesantren diantar oleh keluarganya. Mudah-mudahan Aep segera pulih total dan bisa kembali menimba ilmu dan membanggakan kedua orangtuanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Aep menderita DBD

Aep menderita DBD


EMAR BINTI ADAM (51, Diabetes Militus/Komplikasi). Alamat : Kp. Gandu RT. 2/5, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah 3 tahun Bu Emar berjuang melawan penyakitnya, berbagai upaya pengobatan sudah dilakukan, medis dan alternatif. Namun saat ini sudah hampir 1 tahun Bu Emar sedang menjalani tahapan pengobatan di RS. Bakti Husada Cikarang dengan jaminan Kartu KIS PBI yang ia miliki. Akhir-akhir ini Bu Emar sangat kesulitan biaya akomodasi karena selama ini ia hanya mengandalkan pemberian dari anaknya yang sudah berkeluarga. Anaknya hanya seorang buruh serabutan dengan jumlah tanggungan 3 orang. Kadang mereka kebingungan saat akan berobat namun persediaan uang tidak ada, terpaksa mereka mencari pinjaman ke tetangga terdekat. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga Bu Emar diberi kemudahan dalam upaya pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @mardisay

Ibu emar menderita Diabetes Militus/Komplikasi

Ibu emar menderita Diabetes Militus/Komplikasi


KANAH BINTI JURI, (57, Diabetes Melitus). Alamat: Kp. Karangresik, RT 02/010, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awal mula gejala penyakit yang diderita Bu Kanah adalah gatal-gatal di sekujur tubuh yang tidak tertahankan. Bu Kanah yang menyangka itu hanya gatal biasa tidak merasa khawatir dan hanya mendiamkannya saja. Lama-lama rasa gatalnya semakin parah dan sebagian badannya ada yang membusuk. Kemudian, ia memeriksakan diri ke puskesmas dan ternyata harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Akhirnya, ia harus dirawat selama seminggu. Dua tahun kemudian, penyakitnya kembali kambuh ditambah benjolan di paha kiri dan kanan yang menghambat aktivitasnya sehari-hari  sehingga ia harus dioperasi minggu lalu. Bu Kanah hidup seorang diri karena kini ia sudah menjanda tanpa ditemani anak-anaknya. Untuk makan ia diberi dari para tetangga yang merasa kasihan dengan kondisinya karena Bu Kanah sudah tidak bekerja sebagai buruh tani. Ia kini tinggal di kontrakan kecil. Meskipun berobat dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS, ia kesulitan untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau dan memberikan santunan dari Sedekaholics untuk akomodasi selama ia sakit. Semoga Bu Kanah bisa menjemput kesembuhan dan kembali sehat seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @obetpond

Ibu kanah menderita Diabetes Melitus

Ibu kanah menderita Diabetes Melitus


ANDINI KAYLA RAHMA (4, Epilepsi; suspek thalasemia). Alamat:  Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.  Andini tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah kontrakan sederhana milik Bapak Birong.  Ayah Andini, Pak Dedi Rahayu (27)  sehari-harinya  bekerja sebagai pedagang asongan sedangkan ibunya, Anita Dewi (29) seorang ibu rumah tangga.  Andini dilahirkan keadaan normal dan sehat. Pada usia 1 tahun ia  dirawat di RS dr. Sander B, Cikarang selama 8 hari karena diare dan thypus. Setelah satu minggu setelah dirawat Andini diperbolehkan pulang namun sesudah itu  Andini mulai mengalami kejang-kejang. Karena keterbatasan biaya, Andini dirawat di rumah saja selama 2 hari. Ketika kondisinya semakin memburuk  orangtuanya  membawa ke RS dr.Sander B., Cikarang dengan berbekal uang pinjaman dari tetangga. Di rumah sakit tersebut Andini mendapatkan pertolongan dan dirawat selama 11 hari. Saat ini Andini masih berobat rutin ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Andini dan kedua orangtuanya. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan untuk pembayaran iuran BPJS. Bantuan sebelumnya untuk Andini masuk di Rombongan 871. Semoga Allah SWT segera  memberikan kesembuhan untuk Andini. Amiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Andini menderita Epilepsi; suspek thalasemia

Andini menderita Epilepsi; suspek thalasemia


KEISYA RIA AMANSYAH (6, Epilepsi). Alamat: Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ayah Keisya bernama Dasman Firmansyah (31), sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Ibunya bernama Mimin Minarti (29), seorang ibu rumah tangga.  Jumlah tanggungan mereka 3 orang.  Semenjak lahir di RS Permata Bunda Cibitung Bekasi, Keisya sudah mendapatkan perawatan intensif karena gangguan pernapasan dan kejang.  Keisya dirawat selama 3 minggu dan  diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat. Namun, setelah 1 minggu di rumah Keisya kembali kejang-kejang dan di rawat di RSUD Cibitung selama 1 bulan. Setelah itu Keisya mengalami kejang berulang  kali sampai dirawat di rumah sakit.  Seiring bertambah usia Keisya,  kedua orangtuanya merasa beban semakin berat. Hingga akhirnya ada teman orangtua Keisya yang memberikan bantuan untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung.  Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, Keisya dinyatakan menderita epilepsi. Ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh BPJS, sehingga harus beli sendiri. Jarak tempuh Cikarang-Bandung membuat Ibunya Keisya mengambil keputusan baru untuk melanjutkan pengobatan Keisya ke RSCM Jakarta. Saat ini Keisya masih rutin melakukan pengobatan di RSCM Jakarta. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Santunan sebelumya masuk di Rombongan 871. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Keisya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 September 2016
Kurir: @ddsyaefudi @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Keisya menderita Epilepsi

Keisya menderita Epilepsi


PUPUT OKTAVIANI (23, Ca Mammae). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT. 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Semenjak 3 tahun yang lalu, Puput pernah menderita kanker payudara stadium satu dan sudah pernah dioperasi di RSUD Kabupaten Bekasi.  Setelah operasi, kondisi Puput semakin menurun dan saat ini badan Puput semakin hari semakin kurus, nafasnya berat dan suaranya nyaris habis tidak terdengar. Semenjak itu Puput belum pernah berobat ke rumah sakit manapun dikarenakan keterbasan biaya dan belum memiliki jaminan kesehatan. Namun terlihat sangat besar keinginannya untuk sembuh. Suaminya, Nirman (24) hanya seorang buruh harian disebuah pabrik di Cikarang. Saat ini kartu BPJS masih dalam proses, namun kondisi penyakit yang diderita memaksa supaya Puput segera mendapat tindakan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya pengobatan di RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Puput menderita Ca Mammae

Puput menderita Ca Mammae


JAJA BIN HADI (52, Maag Kronis). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 003/001, Kel. Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Jaja sudah mengidap penyakit maag selama dua tahun. Penyakit yang dideritanya diakibatkan dari jarang makan dan minum karena terlalu sibuk bekerja. Akhirnya, dari bulan Juli, penyakitnya semakin parah dan ia harus terbaring di rumah. Setelah lebaran, kondisinya makin kritis dan harus dibawa ke rumah sakit untuk dirawat namun karena terkendala biaya ia hanya meminta resep obat dari dokter. Sekarang, Pak Jaja hanya dirawat saudaranya di rumah karena ia hidup menduda sejak 5 tahun lalu. Sehari-hari Pak Jaja bekerja sebagai petani dengan penghasilan tidak menentu. Ia kini hidup bersama dua anaknya, Deti (16) dan Deni (10) di rumah kontrakan. Pak Jaja menghabiskan biaya 200 ribu per minggu untuk pengobatan karena tidak punya jaminan KIS. Terkadang ia dibantu tetangga untuk hal finansial atau meminjam pada saudara terdekat. Alhamdulillah #SedekahRombongan bisa diberi kesempatan untuk bertemu dengan Pak Jaja dan menyampaikan santunan yang akan digunakan berobat dan akomodasi. Semoga Pak Jaja diberi kesembuhan dan bisa kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Pak jaja menderita Maag Kronis

Pak jaja menderita Maag Kronis


BUNGA RISKI TRIWAHYUNI (1 minggu, Lemah Jantung). Alamat: Kp. Cihaji, RT 002/005, Kel. Purbaratu, Kec. Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Awalnya, Bunga terlahir secara normal dengan bantuan bidan setempat meskipun prematur dengan berat mencapai 2,3 kilogram. Namun ternyata beberapa hari kemudian Bunga harus dirujuk ke puskesmas setempat karena diduga mengalami lemah jantung.  Setelah dibawa ke puskesmas, Bunga harus dirujuk lagi ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya dan berat badannya kembali menyusut menjadi 1,6 kg. Sayangnya, ketika dirujuk ternyata ruang perinatolog di RSUD penuh sehingga harus dirujuk lagi ke RS Jasa Kartini dengan biaya 1,5 juta per hari. Hingga kini, Bunga sudah dirawat selama 15 hari dengan biaya perawatan belasan juta rupiah yang tak mampu dibayar orangtuanya, Adis (26) dan Wina (22) karena Bunga tak mempunyai jaminan kesehatan seperti BPJS. Alhamdulillah, atas info dari salah satu keluarganya, #SedekahRombongan bisa mengunjungi Bunga dan orangtuanya. Ketika dikunjungi, ayah Bunga menyampaikan keluhannya yang merasa terbebani dengan biaya pengobatan karena ia hanya bekerja sebagai buruh bangunan dengan pendapatan minim dan sudah tak mempunyai barang berharga untuk dijual. Kini mereka tinggal bersama neneknya Bunga di rumah dengan luas 5×5 meter. #SedekahRombongan kemudian memberikan santunan awal untuk meringankan biaya rawat inap Bunga. Semoga Bunga lekas sembuh dan bisa tumbuh seperti anak-anak lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 21 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bunga menderita Lemah Jantung

Bunga menderita Lemah Jantung


MUHAMMAD TEGUH BIN BONAN (2 bulan, Labiopalatoschizis/ Bibir Sumbing). Alamat : Kp. Pulo Puter RT. 6/2, Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 17 Juli 2016, telah lahir seorang bayi di RSUD Kabupaten Bekasi yang diberi nama Muhammad Teguh. Kondisi Teguh saat lahir dengan berat badan cukup, akan tetapi ada kelainan pada mulutnya yaitu tidak mempunyai dinding antara mulut dengan hidung atau disebut labiopalatoschizis. Bukan hanya itu, kedua telinganya tidak berlubang, hanya ada daun telinga saja. Tentu saja kesedihan dan kebingungan pun menyelimuti keluarga ini karena Teguh tidak bisa minum susu tanpa bantuan selang lambung. Beruntung Teguh saat ini sudah memiliki jaminan BPJS PBI. Pak Bonan (36) ayah Teguh adalah seorang supir tembak, ia tidak memiliki biaya untuk berobat Teguh karena sesuai hasil pemeriksaan fisik Teguh perlu dilakukan pemeriksaan CT scan dan konsultasi ke beberapa dokter spesialis dan subspesialis. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan dan bekal berobat ke RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 878.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Eny Meiliya, Mamat Maksudi

Teguh menderita Labiopalatoschizis/ Bibir Sumbing

Teguh menderita Labiopalatoschizis/ Bibir Sumbing


KRISTIANA VITA SARI (34, Diabetes Melithus). Alamat : Desa Telaga Murni RT. 3/14, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bermula dari bisul yang terdapat di bokong dan kemudian menyebabkan demam. Saat kondisi demam, Bu Vita dibawa ke klinik dengan biaya umum. Beberapa kali menjalani pengobatan di klinik, ternyata belom ada harapan membaik, namun sebaliknya bisul pecah hingga menimbulkan luka yang melebar. Dokter klinik menyarankan agar Bu Vita melanjutkan pengobatan ke RS. Ridhoka Salma. Setelah dilakukan pemeriksaan teryata harus dilakukan operasi Debridement terhadap luka bisul tersebut dan dari pemeriksaan laboratorium juga menunjukan kalau Bu Vita ada penyakit gulanya (DM). Kemudian dilakukan operasi pada hari itu juga,pada saat operasi teryata bisul/absesnya sudah melebar sehingga nanti setelah operasi perlu dilakukan perawatan luka terbuka . Setelah selesai operasi dan beberapa hari menjalani rawat inap luka yg tadinya terbuka sudah bisa ditutup dengan cara dijahit. Biaya operasi yang sangat besar membuat suami Bu Vita kebingungan. Pak Yudi (38), hanya bekerja sebagai buruh di tempat pembuatan lemari kayu. Karena KTP dan Kartu Keluarga Bu Vita masih wilayah Solo, keluarganya kesulitan dalam memproses Kartu BPJS dalam waktu cepat. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan dan berupaya membuat surat perjanjian hutang yang akan dicicil oleh #SedekahRombongan. Santunan lanjutanpun disampaikan untuk membayar cicilan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 1 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Ibu kristiana menderita Diabetes Melithus

Ibu kristiana menderita Diabetes Melithus


OSAM BIN AMIR (58, Ca Liver). Alamat : Kp. Rawa Palangan RT. 1/6, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sekitar 4 tahun yang lalu, Pak Osam merasa ada kelainan di perutnya yang dirasa lama kelamaan semakin membesar. Ternyata setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, Pak Osam dinyatakan menderita Hepatoma (Ca Liver). Sejak saat itu Pak Osam sering keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan. Hingga saat ini kondisi Pak Osam semakin menurun dan harus segera dilakukan tindakan medis. Tapi karena keterbatasan biaya, Pak Osam hanya berbaring di rumah tanpa tindakan medis. Semenjak sakit, ia tidak bisa bekerja lagi, Pak Osam hanya seorang buruh tani. Sedangkan istrinya, Bu Rohaya (53) seorang ibu rumah tangga. Untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan, apalagi ditambah utk ongkos berobat, meskipun ia memiliki kartu KIS PBI. Akhirnya mereka dipertemukan oleh Kurir #SedekahRombongan sehingga dapat membantu meringankan beban mereka. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama Pak Osam menjalani pengobatan di RSUD Kabupaten Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Mamat Maksudi

Pak osam menderita Ca Liver

Pak osam menderita Ca Liver


AANG UMAR (43, Tumor Anus). Alamat : Dusun Kenanga Dua RT.6/3, Desa Solokan, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sejak tahun 2012, Pak Aang mulai merasakan adanya benjolan kecil seperti jerawat dekat lubang anusnya,  lama kelamaan membesar seperti bisul. Setiap kali buang air besar selalu mengeluarkan darah dan sakit. Hingga saat ini benjolan dekat lubang anusnya semakin membesar sehingga membuat Pak Aang tidak bisa jalan. Upaya pengobatan sudah ia lakukan, awalnya ia melakukan pemeriksaan ke RS. Proklamasi Rengasdengklok dan RSUD Kabupaten Karawang. Namun saat ini ia dalam tahap pemeriksaan di RS. Hasan Sadikin Bandung. Baru sekali melakukan pemeriksaan ke RSHS Bandung, ia mulai kebingungan untuk ongkos selanjutnya. Maklum saja, Pak Aang dulunya hanya seorang buruh tani. Sedangkan istrinya, Bu Samina (39) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Nuraini

Pak aang menderita Tumor Anus

Pak aang menderita Tumor Anus


RAMI BINTI RAWA (85, asam urat tinggi). Alamat Kp. Pulo Tanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah semenjak 3 tahun nenek ini sering sakit-sakitan, namun karena ia tidak punya uang untuk berobat akhirnya ia hanya mengandalkan obat-obatan warung. Maklum saja nenek ini hidup di rumah yang sangat kecil. Sedangkan sanak saudara hanya kadang-kadang saja memberinya uang, karena kondisi ekonomi mereka pun tergolong tidak mampu. Kadang nenek Rami mendapat pemberian uang dari tetangga yang simpati. Selama ini ia tidak pernah ke puskesmas karena kondisi yang tidak memungkinkan. Penyakitnya hanya bisa dirasakan tanpa bisa berbuat banyak. Sebetulnya rumah nenek Rami berdekatan dengan anaknya, namun tidak bisa mengupayakan untuk membawanya ke Puskesmas terdekat. Keluarga ini takut seandainya nenek Rami dirawat ada biaya yang harus dibayar. Suami nenek Rami sudah sekitar 21 tahun yang lalu meninggal dunia. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat ke puskesmas dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 809.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Nenek rami menderita asam urat tinggi

Nenek rami menderita asam urat tinggi


AI SUMIATUN (21, Pendarahan). Alamat Kp. Gaga RT.1/2, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ai yang belum lama tinggal bersama suaminya mengalami pendarahan saat usia kehamilannya baru 3 bulan. Ai belum memiliki Kartu BPJS yang tentunya membuat suaminya sangat kebingungan. Kampung halaman Ai adalah Tasikmalaya. Karena KTP Ai masih beralamat Tasikmalaya, mereka kesulitan dalam pembuatan BPJS secara instan.  Awalnya pemeriksaan dilakukan oleh Bidan Desa setempat, namun bidan tidak sanggup dan menyarankan supaya Ai menjalani kuret kandungan. Suami Ai, Juhari (26) hanya seorang pedagang tahu keliling yang mana saat ini jualannya sedang sepi. Hingga akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang kemudian langsung membawa Ai ke RS. Ridhoka Salma. Setelah menjalani pemeriksaan, esok harinya langsung dilakukan kuret di RS. Ridhoka Salma. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk membayar cicilan rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Ibu ai menderita Pendarahan

Ibu ai menderita Pendarahan


DEDI MUNANDAR (65, Gangguan Prostat dan TB Paru). Alamat : Kampung Bojong Neros, Rt. 01/07, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi biasa ia di panggil pada awalnya memang memiliki riwayat penyakit TB Paru dan masih sampai sekarang masih menjalani proses pengobatan di RSUD Cisarua. Namun sejak 3 bulan terakhir ia punya masalah baru pada kesehatannya yaitu Pak Dedi sering merasakan sakit yg luar biasa ketika akan buang air kecil. Pak Dedi kembali memeriksakan kondisi kesehatannya di RSUD Kota Bogor dan ternyata ada gangguan di prostat Pak Dedi dan jika ingin kembali lancar pada saat buang air kecil seharusnya Pak Dedi melakukan operasi Prostat namun karena Pak Dedi ada gangguan di Paru – Paru maka operasi tersebut tidak bisa dilakukan dan untuk membantu buang air kecil Pak Dedi hanya bisa di bantu dengan pemasangan kateter dan kateter tersebut harus di ganti setiap 3 hari sekali. Pak Dedi memiliki jaminan kesehatan KIS untuk pengobatan namun ia tidak memiliki akomodasi apapun untuk ke RSUD karena kondisi Pak Dedi yang sudah tidak mampu untuk melakukan pekerjaan apapun. Alhamdulillah kami di pertemukan dengan Pak Dedi untuk menyampaikan titipan dari pada sedekaholics. Bantuan awal pun di sampaikan ke Pak Dedi untuk akomodasi dan untuk biaya makan sehari – hari Pak Dedi yang saat ini tinggal sendiri di sebuah rumah kecil di kawasan Paledang. Semoga Pak Dedi tetap semangat menjalani proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Pak dedi menderita Gangguan Prostat dan TB Paru

Pak dedi menderita Gangguan Prostat dan TB Paru


PUTRI BAMBANG DWI YANTO (2 Minggu, Bibir Sumbing). Alamat : Kampung Sawah, Rt. 004/008, Kelurahan Bojong Gede, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sebelum melahirkan, Nurgianti (22) tidak merasakan kelainan apapun, namun ketika hendak melahirkan di Puskesmas Bojong Gede oleh pihak Puskesmas Nurgianti di rujuk ke RS. Salak Bogor untuk melaksanakan operasi Caesar karena kondisi Nurgianti tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Walaupun tidak memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya operasi Caesar pun dilakukan oleh RS. Salak dengan menggunakan biaya umum, namun ketika sudah melahirkan betapa sedihnya Nurgianti melihat kondisi anaknya ada kelainan yaitu bibir sumbing dan harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di RSCM Jakarta untuk memasang alat di langit-langit mulut (obturator). Namun kembali kendala biaya menjadi alasan untuk Nurgianti dan Bambang karena tidak memiliki biaya untuk akomodasi ke RSCM dan untuk membayar biaya rumah sakit untuk persalinan. Alhamdulillah setelah kurir #SedekahRombongan di pertemukan oleh Nurgianti, kurir #SedekahRombongan langsung memfasilitasi Putri dari Nurgianti untuk membuat BPJS agar bisa melanjutkan pengobatan ke RSCM. Alhamdulillah setelah kurir #sedekahrombongan berkoordinasi dengan pihak RS. Salak, Alhamdulillah segala biaya persalinan operasi Caesar Nurgianti di gratiskan. Bantuan awal pun di berikan untuk biaya pembuatan BPJS dan untuk akomodasi Nurgianti ke RSCM untuk pembuatan Obturator. Semoga Putri bisa tumbuh menjadi anak yang normal seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabintiachyani @kartimans1 @tutikaendo @rexy_eas

Putri menderita Bibir Sumbing

Putri menderita Bibir Sumbing


SUKASNO BIN PATMO SUKARTO (60 Tahun, Patah Tulang). Pak Sukasno tinggal di Dayu RT.03/RW.27 Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, DIY. Ia tinggal bersama istrinya, pasangan ini memiliki dua orang anak, masing-masing duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Sehari-harinya, Pak Sukasno bekerja serabutan, sementara istrinya bekerja sebagai karyawan laundry. Penghasilan mereka tentu tak seberapa, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, kadang malah kekurangan… Keluarga ini tinggal di sebuah gubuk seadanya tanpa ada listrik. Gubuk mereka berdiri di atas tanah milik orang lain, sang pemilik mengizinkan mereka tinggal di atas tanahnya karena merasa iba. Sewaktu-waktu jika sang pemilik akan menggunakan tanahnya untuk suatu keperluan, Pak Sukasno dan keluarganya harus rela pindah dari tempat itu. Kehidupan mereka begitu sulit, di tengah cobaan itu mereka masih diuji dengan suatu musibah. Mei 2016, Pak Sukasno jatuh dari tangga, akibatnya kaki kirinya patah dan ada pergeseran pada bagian paha. Ia langsung di bawa ke ahli tulang tradisional (sangkal putung) karena tidak memiliki biaya untuk berobat di rumah sakit. Pak Sukarso dirawat di sangkal putung selama 40 hari, tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Tulang pahanya belum sembuh dan telapak kaki kirinya mati rasa. Semenjak sakit, ia tidak lagi bisa bekerja, istrinya-lah yang menggantikannya menjadi tulang punggung keluarga. Biaya pengobatannya pun berasal dari pinjaman pemilik laundry, selanjutnya gaji istrinya akan dipotong untuk melunasi pinjaman tersebut sampai lunas. Pak Sukasno sangat ingin sembuh kembali agar bisa bekerja lagi. Alhamdulillah, Allah menuntun langkah Kurir #SedekahRombongan hingga akhirnya bertemu dengan Pak Sukasno dan keluarganya. #Sedekaholic via #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan untuk membantu kesulitan yang dialami oleh Pak Sukasno. Bantuan ini disampaikan oleh Kurir #SedekahRombongan ketika bersilaturahmi ke rumahnya. Pak Sukasno dan keluarganya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER

Pak sukasno menderita Patah Tulang

Pak sukasno menderita Patah Tulang


MAULANA HERMAN (35, Infeksi Kulit dan Cacat Tulang Belakang). Alamat : RT 5, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Barat 2, Kota  Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Maulana tinggal bersama kakaknya, Herman (49), yang bekerja sebagai buruh harian lepas di Pasar 16 Ilir, Palembang. Penghasilan yang didapat sang kakak tidaklah begitu besar, rata-rata hanya Rp.30.000,- s.d. Rp.35.000,- per hari. Kakaknya memiliki tiga orang anak, dua diantaranya masih menjadi tanggungannya. Sejak tahun 2002, Maulana terkena penyakit kulit dan sudah dioperasi namun hasil operasinya tidak maksimal dan mengakibatkan infeksi parah hingga sekarang. Infeksi tersebut menyebabkan tubuhnya bungkuk karena luka bekas operasi di bagian belakang badan dan samping. Maulana terpaksa menjadi pengemis untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Perkembangan mentalnya sedikit terganggu dan kondisi kesehatannya semakin menurun karena lingkungan tempat ia tinggal sangat kumuh dan tidak sehat. Maulana ingin sekali sembuh namun ia tak bisa berobat karena tak memiliki uang meski ia memiliki Jamkesmas. Kehidupannya kini bergantung sepenuhnya pada orang lain, mandi, makan, minum, dan aktivitas lain dibantu oleh kakak dan keluarganya. Bersyukur kurir #SedekahRombongan bisa bertemu dengan Maulana dan keluarganya dan dapat memberikan bantuan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mereka dan dapat memberikan semangat pada Maulana untuk tetap ikhtiar demi kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @arfanesia Muhammad Tias SP @ririn_restu

Pak maulana menderita Infeksi Kulit dan Cacat Tulang Belakang

Pak maulana menderita Infeksi Kulit dan Cacat Tulang Belakang


MUHAMMAD NI’AM JAZILA (1 bulan, Kelainan Jantung dan Infeksi Usus). Alamat : Desa Fajar Indah, Batu Betumpang RT 1/1, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Pada saat Ibu Diah mengandung, tidak ada masalah atau keluhan dengan kondisi kehamilannya. Hingga akhirnya tepat diusia kandungan 8 bulan 1 minggu, Ibu Diah mengalami pecah ketuban dengan kondisi bayi lambat keluar. Akhirnya dengan bantuan bidan desa, Ibu Diah melahirkan bayi yang dipanggil Ni’am secara normal dengan berat badan bayi 2,1 Kg. Pada usia 4 hari, Ni’am terlihat pucat dan muntah – muntah setiap diberi ASI. Oleh keluarga, Ni’am dibawa ke bidan setempat dan selanjutnya dirujuk ke Puskesmas. Dikarenakan kondisinya yang tidak kunjung membaik, Ni’am dirujuk ke RSUD Toboali dengan menggunakan fasilitas BPSJ dan dirawat selama 8 hari. Dokter mendiagnosis Ni’am mengalami keracunan air ketuban disertai adanya kelainan di jantung dan usus. Akhirnya Ni’am kembali dirujuk ke RSUD Sungailiat untuk menjalani operasi. Di RSUD Sungailiat Ni’am dirawat selama kurang lebih 1 minggu sambil menunggu kondisi kesehatannya stabil untuk dioperasi. Akan tetapi, Allah berkehendak lain, Ni’am meninggal dunia pagi hari menjelang tindakan operasinya. Ni’am adalah anak pertama dari pasangan Bapak Muyasar dan Ibu Diah. Mereka berasal dari Pulau Jawa yang bertransmigrasi ke Pulau Bangka. Bapak Muyasar yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Diah sebagai ibu rumah tangga hanya bisa memenuhi kebutuhan mereka sehari – hari meskipun masih jauh dari cukup. Mereka tinggal serumah dengan orang tua Ibu Diah yang sudah berusia uzur dan kakak kandungnya yang menderita lumpuh. Oleh karena itu beban Bapak Muyasar sangat berat sebagai satu – satunya yang mencari nafkah di rumah tersebut. #SedekahRombongan berbahagia bisa bertemu dan dapat membantu meringankan beban Bapak Muyasar dan keluarganya. Bantuan disampaikan untuk pengobatan Ni’am dan membantu memenuhi kebutuhan sehari – hari .

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, @Effendy_babel @ririn_restu

Niam menderita Kelainan Jantung dan Infeksi Usus

Niam menderita Kelainan Jantung dan Infeksi Usus


JULAILA DABONG (38, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Meriam Jaya, RT 10/1, Desa Dabong, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Julaila merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Di leher Ibu Julaila tumbuh benjolan yang setelah menjalani rangkaian pengobatan didiagnosis ia menderita kanker nasofaring. Sebelumnya Ibu Julaila berobat di RS Sudarso Pontianak namun dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Dengan berbekal bantuan dari #SedekahRombongan Ibu Julaila beberapa minggu menjalani pemeriksaan di RS Dharmais, namun karena pada saat itu Ibu Julaila dalam kondisi hamil, dokter memutuskan untuk menghentikan sementara pengobatan kemoterapi selama masa kehamilan Ibu Julaila. Ibu Julaila pun diperkenankan pulang ke Pontianak. Saat di Pontianak Ibu Julaila sempat dirawat di RSUD Sudarso. Kini Ibu Julaila hendak melanjutkan pengobatannya ke RS Dharmais Jakarta. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk transportasi ke Jakarta dan biaya hidup serta keperluan lain selama di Jakarta. Sebelumnya Ibu Julaila telah dibantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu julaila menderita Kanker Nasofaring

Ibu julaila menderita Kanker Nasofaring


KARTA SUWITO (75, Stroke). Alamat : Jalan Lembah Sari, RT 4/1, Kecamatan Babussalam, Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Lebih dari 1,5 tahun lamanya Pak Karta merasakan sakit di perutnya. Rasa sakit tersebut menyebabkan perutnya terasa kembung dan nyeri seperti ditusuk-tusuk. Jika rasa sakit menyerang, Pak Karta pergi ke Puskesmas terdekat hingga akhirnya ia dirujuk ke RSUD Duri untuk mendapatkan pemeriksaan lebih intensif. Enam bulan yang lalu, tiba-tiba Pak Karta merasakan kakinya kaku hingga tidak dapat digerakkan dan setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosisnya terserang stroke. Kondisi kesehatan Pak Karta setelah menderita stroke menurun drastis karena ia tidak lagi dapat menjalankan aktivitasnya sehari-hari dengan baik. Dokter menyarankannya untuk menjalani terapi agar kondisi fisiknya bisa berangsur pulih. Kondisinya yang lemah mengurungkan niatnya untuk melakukan terapi meskipun ia memiliki Jamkesda yang memudahkannya berobat. Saat ini Pak Karta hanya bisa beraktivitas di dalam rumah saja, ia masih kesulitan untuk berjalan, jalannya terpincang-pincang dan harus menyeret kakinya untuk berjalan. Selain itu, ia juga mulai sering merasakan sesak napas dan nyeri pada perutnya. Dengan kondisi kesehatan yang menurun, ia tidak lagi mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sebelumnya Pak Karta bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan istrinya, Sumini (60), membantu penghasilan keluarganya dengan berjualan sayuran hasil dari menanam sayur-sayuran di halaman rumah mereka. Pendapatan yang diperoleh Ibu Sumini sekitar Rp. 50.000,- dari hasil berjualan sayur dua kali seminggu. #SedekahRombongan mendapatkan informasi tentang Pak Karta dan memberikan bantuan sembako untuk membantu kehidupan sehari-hari keluarga ini. Semoga Pak Karta segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya dan dapat beraktivitas kembali seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Pak karta menderita Stroke

Pak karta menderita Stroke


CAHYATI TOYIB (48, Diabetes). Alamat : Jalan Poros, Desa Sencano Jaya, Kecamatan Batang Pranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Ibu Cahyati berawal dari rasa nyeri berkepanjangan yang dirasakannya di bagian perut. Setelah ia memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, ternyata ia menderita radang usus dan disarankan untuk berobat ke rumah sakit agar dapat diperiksa lebih intensif. Dokter di RSUD Pematang Rebah mendiagnosisnya menderita diabetes, sehingga ia harus menjaga pola makan agar kadar gula darahnya selalu stabil. Saat kurir #SedekahRombongan mendatangi rumah Ibu Cahyati, ia sedang terbaring lemah dengan kondisi tubuh yang membengkak dan kaki kirinya yang sudah mengalami luka infeksi akibat penyakit diabetes yang dideritanya. Meskipun ia memiliki Jamkesmas, ia tidak memiliki biaya untuk pergi berobat ke rumah sakit terdekat karena lokasi rumahnya yang sangat jauh dari pusat kota. Dalam kesehariannya suami Ibu Cahyati, Toyib (52), bekerja sebagai buruh tani di kebun milik orang lain dengan penghasilan yang tidak tetap. Keluarga ini memiliki dua anak, anak yang paling besar sudah menikah dengan kondisi ekonomi yang terbatas sedangkan anaknya yang kedua terpaksa harus putus sekolah karena ketiadaan biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Cahyati dan dapat memberikan bantuan untuk biaya transportasi sehingga ia bisa kembali pergi berobat. Semoga Ibu Cahyati segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @fitrihandayan_ @ririn_restu

Ibu cahyati menderita Diabetes

Ibu cahyati menderita Diabetes


M. RIZKY FEBRIAN (7 Bulan, Saluran Tenggorokan Tersumbat). Alamat : Jalan Sialang Bungkuk No.49, Kelurahan Saul, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Rizky lahir dari pasangan Handri Marlinton (28) yang bekerja sebagai petugas SPBU di Jl. Srikandi Pekanbaru dan Ani Yulia (21) seorang ibu rumah tangga. Hingga kini keluarga kecil itu tinggal di rumah nenek Rizky karena gaji Pak Handri tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Awal diketahuinya kelainan pada Rizky yaitu saat ia tidak bisa menelan ASI. Kemudian orang tuanya membawa ke rumah sakit dan dilakukan rontgen untuk mengetahui penyebabnya. Hasil rontgen menunjukkan adanya saluran yang buntu di tenggorokan ke arah jantung. Akhirnya operasi awal pun dilakukan untuk memperbaiki saluran tenggorokan Rizky agar ia dapat minum ASI. Keluarga Rizky belum memiliki jaminan kesehatan untuk membiayai pengobatan anaknya karena ketiadaan biaya. Selama berobat, keluarga meminjam uang dari kerabat dan tetangga untuk membiayai operasi Rizky. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rizky dan membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sehingga ia dapat ditangani lebih intensif dan operasi lanjutan dapat dilakukan secepatnya. Alhamdulillah operasi pembuatan saluran tenggorokan Rizky berjalan lancar dan ia diperbolehkan pulang. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk pembayaran biaya operasi dan rawat inap selama dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Sebelumnya Rizky telah dibantu pada Rombongan 890.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @masragil2 @ririn_restu

Rizky menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat

Rizky menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat


MARTINUS KAMPAR (28, Patah Tulang Kaki). Alamat : Dusun 1 Melati, RT 5/1, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada 12 Juli 2016, Martinus pergi ke salah satu perusahaan di daerah Kampar untuk memenuhi panggilan pekerjaan, namun nasib baik belum berpihak kepadanya sehingga ia tidak mendapatkan pekerjaan tersebut dan pulang kembali ke rumahnya dengan mengendarai motor. Dalam perjalanan pulang, Martinus berusaha menghindari lubang di jalan namun akhirnya malah menabrak pohon sawit. Malangnya tidak ada yang menolongnya karena pada saat itu jalanan sepi dan tidak ada satu pun orang yang lewat, hingga keesokan paginya Martinus ditemukan warga setempat dalam keadaan pingsan. Warga kemudian membawanya ke Puskesmas terdekat dan dokter menganjurkan agar Martinus segera dirujuk ke RSUD Pekanbaru karena kondisinya semakin memburuk dengan suspect patah tulang pada kakinya. Bagian Pengaduan RSUD Pekanbaru menginfokan kurir #SedekahRombongan Riau mengenai kondisi Martinus yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga ia memiliki tunggakan biaya selama dirawat inap di RSUD yang tidak bisa ia dibayarkan. Sehari-hari Martinus hanya bekerja sebagai buruh serabutan, ia bekerja bila ada yang meminta bantuannya. Jangankan untuk membayar biaya rumah sakit, ia sendiri pun belum dapat menghidupi keluarganya secara layak. Istrinya, Putri (20), adalah seorang ibu rumah tangga dan saat ini tengah mengandung anak pertama mereka. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membayar angsuran biaya perawatan Martinus di RSUD Pekanbaru setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan 891.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

MArtinus menderita Patah Tulang Kaki

MArtinus menderita Patah Tulang Kaki


CHARLES SIALAGAN (25, Patah Tulang). Alamat : Dusun 4, RT 37/9, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Charles adalah putra dari pasangan almarhum Kamen Sialagan dan Ibu Rumita Br Siregar (65) yang sejak suaminya meninggal bekerja sebagai buruh harian lepas. Pada 13 Agustus 2016 sekitar pukul 21.00 WIB, Charles mengalami kecelakaan motor tunggal sepulang ia bertandang ke rumah temannya. Kecelakaan Charles dipicu oleh kondisi jalan yang buruk yang membuat motornya oleng hingga terjatuh. Saat terjadinya kecelakaan kepala Charles terbentur ke jalan dan kondisi lengannya sobek cukup parah. Malam itu juga ia langsung dibawa ke bidan desa agar mendapatkan perawatan darurat, namun karena kondisi tulang lengannya patah dan tidak memungkinkan untuk ditangani bidan, oleh warga desa Charles langsung dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Di RSUD Charles dirawat selama 5 hari dengan status pasien umum kelas 3 karena Jamkesda yang dimiliki Charles sudah tidak berlaku lagi. Pada 18 Agustus 2016 akhirnya Charles diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi pada tulang lengannya, namun keluarganya tidak dapat membayar biaya rumah sakit karena ketiadaan uang. Pihak #SedekahRombongan dihubungi oleh bagian pengaduan RSUD Arifin Achmad mengenai kondisi Charles dan alhamdulillah dapat memberikan bantuan untuk membayar angsuran biaya rumah sakit. Sebelumnya Charles dibantu pada Rombongan 891.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @ririn_restu

Charles menderita Patah Tulang

Charles menderita Patah Tulang


PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA (Kabupaten Tabalong, 25 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan, baik berupa makanan dan pakaian. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami dhuafa di seluruh Indonesia khususnya di Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Jangankan untuk memepersiapkan kebutuhan untuk menyambut hari kemenangan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun mereka masih serba kekurangan. #SedekahRombongan sangat merasakan kesedihan mereka, melalui dana zakat dan sedekah yang diterima dari para #Sedekaholics, kita buatkan program nasional serentak “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka.  Mulai Papua hingga ke Aceh, kurir #SedekahRombongan menyampaikan amanah para Sedekaholics, semoga parsel yang diberikan pada para dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan Ramadhan ini. Serta para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Ramadhan adalah bulan berbagi, sebagai mana janji Allah :  Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.750.000,-
Tanggal: 29 Juni 2016
Kurir: @arfanesia @ilhamasmara @ririn_restu

Bantuan 25 Paket Sembako

Bantuan 25 Paket Sembako


AWALIA NURHIDAYAH (4, Hisprung). Alamat : Jln. Masjid Al Husna, RT 4/2, Kec, Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Prov. Bangka Belitung. Awalia merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan, sejak lahir ia sudah memililki kelainan, ia hanya Buang air Besar (BAB) sebanyak satu kali dalam dua hari. Saat berusia 6 bulan, Awalia tidak pernah lagi BAB, karena awam dan menganggap biasa kondisi ini, orang tua Awalia memberikannya obat pencahar untuk merangsang Awalia agar BAB. Hal ini dilakukan untuk waktu yang cukup lama namun obat ini tidak lagi memberikan pengaruh sehingga akhirnya orang tua Awalia membawanya ke dokter. Saluran pembuangan (anus) Awalia ada dan normal, namun yang menjadi masalah adalah tidak adanya keinginan untuk BAB. Akibatnya kotoran menumpuk di dalam perut dan ada yang sudah mengeras. Awalia menjalani operasi usus pada bulan Februari lalu. Sebagian kecil ususnya dipotong dan dibuatkan saluran BAB di luar perut. Pada bulan Mei, Awalia kembali menjalani operasi untuk memasukkan usus ke dalam perutnya. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan semoga pasca operasi ini Awalia bisa BAB dengan normal tanpa harus dirangsang terlebih dahulu. Pengobatan Awalia tidak sepenuhnya ditanggung BPJS sehingga masih menyisakan tagihan. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan lanjutan untuk membayar angsuran rumah sakit. Sebelumnya Awalia masuk dalam rombongan 870.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Herda @ririn_restu

Awalia menderita Hisprung

Awalia menderita Hisprung


AWALIA NURHIDAYAH (4, Hisprung). Alamat : Jln. Masjid Al Husna, RT 4/2, Kec, Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Prov. Bangka Belitung. Awalia merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan, sejak lahir ia sudah memililki kelainan, ia hanya Buang air Besar (BAB) sebanyak satu kali dalam dua hari. Saat berusia 6 bulan, Awalia tidak pernah lagi BAB, karena awam dan menganggap biasa kondisi ini, orang tua Awalia memberikannya obat pencahar untuk merangsang Awalia agar BAB. Hal ini dilakukan untuk waktu yang cukup lama namun obat ini tidak lagi memberikan pengaruh sehingga akhirnya orang tua Awalia membawanya ke dokter. Saluran pembuangan (anus) Awalia ada dan normal, namun yang menjadi masalah adalah tidak adanya keinginan untuk BAB. Akibatnya kotoran menumpuk di dalam perut dan ada yang sudah mengeras. Awalia menjalani operasi usus pada bulan Februari lalu. Sebagian kecil ususnya dipotong dan dibuatkan saluran BAB di luar perut. Pada bulan Mei, Awalia kembali menjalani operasi untuk memasukkan usus ke dalam perutnya. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan semoga pasca operasi ini Awalia bisa BAB dengan normal tanpa harus dirangsang terlebih dahulu. Pengobatan Awalia tidak sepenuhnya ditanggung BPJS sehingga masih menyisakan tagihan. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan lanjutan untuk membayar angsuran rumah sakit. Sebelumnya Awalia masuk dalam rombongan 870 dan 16 Agustus 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 3 September 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Herda @ririn_restu

Awalia menderita Hisprung

Awalia menderita Hisprung


RINI ARYANTI (33, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Gandaria 1, RT 7/3, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Istri dari Bapak Syarif ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ia menderita kanker payudara sejak Februari 2016 saat mengandung anak ketiga. Pasca melahirkan anaknya diakhir bulan April 2016, Ibu Rini menjalani operasi pengangkatan payudaranya dengan lancar pada 11 Mei 2016 di RS Bakti Wara Pangkalpinang. Setelah kurang dari dua bulan pasca operasi pengangkatan kanker, kondisi ibu Rini menurun dan kembali muncul benjolan di sekitar dada sebelah kiri. Dokter memperkirakan masih ada jaringan kanker di sekitar payudara Ibu Rini sehingga dokter merujuknya untuk menjalani pengobatan intensif di RS Khusus Kanker Dharmais Jakarta. Bapak Syarif yang bekerja sebagai teknisi servis AC hanya mendapat penghasilan jika ada yang menggunakan jasanya. Kondisi tersebut bahkan membuat ia tak mampu membayar tagihan rumah sakit saat istrinya dirawat di RS Bakti Wara Pangkalpinang. Pada 17 Juli 2016, Ibu Rini diberangkatkan ke Jakarta untuk segera menjalani pengobatan di RS Dharmais. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk keperluan hidup selama di Jakarta dan membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Ibu Rini telah dibantu pada Rombongan 888.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @yahyaisyoyok, Kemas Mahmud @suharji @rianannanudz @ririn_restu

Rini menderita Kanker Payudara

Rini menderita Kanker Payudara


RINI ARYANTI (33, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Gandaria 1, RT 7/3, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Istri dari Bapak Syarif ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan. Ia menderita kanker payudara sejak Februari 2016 saat mengandung anak ketiga. Pasca melahirkan anaknya di akhir bulan April 2016, Ibu Rini menjalani operasi pengangkatan payudaranya dengan lancar pada 11 Mei 2016 di RS Bakti Wara Pangkalpinang. Setelah kurang dari dua bulan pasca operasi pengangkatan kanker, kondisi ibu Rini menurun dan kembali muncul benjolan di sekitar dada sebelah kiri. Dokter memperkirakan masih ada jaringan kanker di sekitar payudara Ibu Rini sehingga dokter merujuknya untuk menjalani pengobatan intensif di RS Khusus Kanker Dharmais Jakarta. Pada 17 Juli 2016, Ibu Rini diberangkatkan ke Jakarta untuk segera menjalankan pengobatan di RS Dharmais. Bapak Syarif yang bekerja sebagai teknisi servis AC hanya mendapat penghasilan jika ada yang menggunakan jasanya. Kondisi tersebut bahkan membuat ia tak mampu membayar tagihan rumah sakit saat istrinya dirawat di RS Bakti Wara Pangkalpinang. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan untuk pembayaran angsuran biaya rumah sakit. Sebelumnya Ibu Rini telah dibantu pada Rombongan 888 dan pada 30 Juli 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir : @yahyaisyoyok, Kemas Mahmud @ririn_restu

Rini menderita Kanker Payudara

Rini menderita Kanker Payudara


RYZKY Z TOGUBU (1, Hydrocephalus). Alamat : Desa Balbar, RT 3/3, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Saat melaksanakan akikah Rizky, ayahnya, Ilham Manaf (28), kaget melihat kepala anaknya membesar. Akhirnya Rizky dibawa ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate dan didiagnosis menderita hydrocephalus dan dirujuk ke rumah sakit di luar kota. Ketiadaan biaya membuat Rizky hanya diobati secara tradisional. Saat itu Rizky berusia 6 bulan dan lingkar kepalanya berukuran 53 cm. Rizky bertahan dengan obat tradisional yang diminimunya selama 6 bulan namun kondisinya belum membaik bahkan lingkar kepalanya bertambah menjadi 61 cm. Rizky kini tinggal bersama orang tuanya di sebuah kos mahasiswa di Kelurahan Sasa, RT 4/2, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, karena ayahnya masih berkuliah semester akhir di Universitas Muhammadiyah Ternate. Ibunya, Rosita J Kopman (28), sehari – harinya bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu kantor Pemda Provinsi Maluku Utara. Kondisi Rizky semakin menurun, akhirnya orang tuanya memutuskan Rizky kembali menjalani pengobatan medis agar bisa dioperasi. Rizky belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Kurir #SedekahRombongan Ternate melihat secara langsung kondisi fisik Ryzky yang semakin hari kepalanya semakin membesar dan sangat memprihantikan. Kurir #SedekahRombongan Ternate menyampaikan titipan sedekaholic untuk membantu pembuatan BPJS dan biaya transportasi berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 September 2016
Kurir : @arfanesia Heldha Paays, Nurchaida Ali @MahfudSalama @ririn_restu

Ryzky menderita Hydrocephalus

Ryzky menderita Hydrocephalus

—-

MASJID BUSTANUL JANNAH (Renovasi Bangunan). Alamat : Dusun Empat, RT 7/-, Kab. Manggarai Barat, Prov. Nusa Tenggara Timur. Masjid Bustanul Jannah merupakan salah satu tempat ibadah bagi kurang lebih 2000 jiwa warga Pulau Komodo yang 100 % beragama muslim. Kendati demikian, pembangunan masjid ini masih tampak terbengkalai sekalipun aktifitas ibadah tetap berjalan pada umumnya. Belum semua langit-langit dipasang plafond, jendela masih belum dicat, bangunan belum selesai di bangun, dan alat sholat yang masih ala kadarnya. Maka dari itu, #SedekahRombongan ikut memberikan bantuan berupa uang tunai  untuk digunakan dalam membantu menyelesaikan pembangunan masjid ini. Dana tersebut diterima oleh Bapak Suhardi selaku ketua takmir dan akan dipergunakan untuk memperbaiki plafond. Semoga dana yang diberikan sedekaholic melalui #SedekahRombongan dapat bermanfaat bagi pembangunan Masjid Bustanul Jannah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal Penyerahan : 11 September 2016
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti

Bantuan renovasi masjid

Bantuan renovasi masjid

———-

BAKSOS NTT (Khitanan Masal). Alamat : Jln. Waemata, Kec. Labuan Bajo, Kab. Manggarai, Kep. Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Yogyakarta, Yayasan Islam Al-Furqon Magelang, serta beberapa lembaga lain termasuk #SedekahRombongan, menggelar acara khitanan massal di beberapa daerah yang membutuhkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Acara tersebut digelar pada tanggal 10 – 16 September 2016 dengan target 2000 orang peserta, baik putra maupun putri. Untuk memudahkan pekerjaan, petugas medis dibagi menjadi 4 tim yang disebar ke beberapa titik antara lain di Pulau Flores, Pulau Komodo, Pulau Sumba, Maumere dan Pulau Bajawa, serta Pulau Alor dan sekitarnya. Khitanan massal ini merupakan acara berbasis sosial kemasyarakatan, sehingga peserta tak dipungut biaya. Bahkan pihak penyelenggara memberikan bingkisan berupa sarung bagi setiap peserta. Sampai hari akhir pelaksanaan, peserta yang berhasil dikhitan tercatat berjumlah 2007 orang. Keberhasilan acara ini tak terlepas dari santunan dari sedekaholics yang disampaikan melalui #SedekahRombongan. Semoga sedekaholics  mendapat balasan berlipat dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 20.000.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti

Pengadaan baksos khitanan massal

Pengadaan baksos khitanan massal

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUHARYANTI BINTI JUMADI 1,000,000
2 MASIYEM BINTI MUNADI 1,000,000
3 JARWOTO BIN MOHMADI 1,000,000
4 GUNUNG GAMALAMA 500,000
5 NI KADEK AYU LOPITA PUSPAKARIRANI 1,000,000
6 SUMANTIA MUKHTAR 1,250,000
7 ADE SETIAWAN 1,000,000
8 AWALULAH BIN SIRAJUDIN 1,400,000
9 MUHAMMAD ZAKY 500,000
10 MUHAMMAD ZAKY 500,000
11 ABDUL SYAKUR 1,000,000
12 MASJID AL MUKAROMAH 2,000,000
13 GUNARTI BINTI ALM. MURBIJI 1,500,000
14 GUNARTI BINTI ALM. MURBIJI 1,500,000
15 DEDI RINALDI 500,000
16 DIKI WAHYUDI 500,000
17 MUHAMMAD ARIF MUBAROK 500,000
18 RAH BINTEN 500,000
19 WIWIN BINTI WARTA 1,000,000
20 YANI HENDRAYANI 1,850,000
21 ADE ROMANSAH 750,000
22 ODAH BINTI IDI 500,000
23 AEP SAEPUL BAHRI 500,000
24 EMAR BINTI ADAM 1,000,000
25 KANAH BINTI JURI 500,000
26 ANDINI KAYLA RAHMA 500,000
27 KEISYA RIA AMANSYAH 500,000
28 PUPUT OKTAVIANI 1,000,000
29 JAJA BIN HADI 500,000
30 BUNGA RISKI TRIWAHYUNI 2,000,000
31 MUHAMMAD TEGUH BIN BONAN 500,000
32 KRISTIANA VITA SARI 2,500,000
33 OSAM BIN AMIR 500,000
34 AANG UMAR 500,000
35 RAMI BINTI RAWA 1,000,000
36 AI SUMIATUN 2,500,000
37 DEDI MUNANDAR 1,000,000
38 PUTRI BAMBANG DWI YANTO 500,000
39 SUKASNO BIN PATMO SUKARTO 2,000,000
40 MAULANA HERMAN 1,500,000
41 MUHAMMAD NI’AM JAZILA 750,000
42 JULAILA DABONG 1,500,000
43 KARTA SUWITO 500,000
44 CAHYATI TOYIB 1,000,000
45 M. RIZKY FEBRIAN 1,000,000
46 MARTINUS KAMPAR 1,000,000
47 CHARLES SIALAGAN 1,000,000
48 PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA 3,750,000
49 AWALIA NURHIDAYAH 2,000,000
50 AWALIA NURHIDAYAH 2,000,000
51 RINI ARYANTI 4,500,000
52 RINI ARYANTI 2,000,000
53 RYZKY Z TOGUBU 1,000,000
54 MASJID BUSTANUL JANNAH 500,000
55 BAKSOS NTT 20,000,000
Total 82,750,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 82,750,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 893 ROMBONGAN

Rp. 41,669,774,933,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.