Rombongan 892

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Posted by on September 21, 2016

REVITA SARI (2, Hydrocephalus + TB + Malnutrisi tipe Kwashiokor). Alamat : Dusun Pematang Binjai, RT 3/2, Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Anak bungsu dari pasangan Pak Haryono (35) dan Ibu Rumiyati (28) ini merupakan pasien #SedekahRombongan. Ia mengalami gizi buruk sejak usianya 9 bulan. Tidak hanya itu, ia juga menderita Hydrocephalus dan TB Paru aktif. Penyakit Hydrocephalus yang terjadi akibat menumpuknya cairan serebrospinal di dalam otak ini  mengakibatkan tekanan di otak sehingga terjadi kerusakan, gangguan fisik, mental, dan berakibat pada perkembangan motorik yang terganggu. Saat ini Revita baru mampu membalikkan badan saja. Kondisi ini diperberat dengan tuberculosis paru yang ia derita. Semua usaha telah dilakukan demi kesembuhan Revita, ibu dan ayah Revita yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan tak pernah putus berjuang dan doa demi kesembuhan anak kesayangan mereka. Di balik semua usaha yang telah dilakukan, Allah berkehendak lain, Revita kembali ke hadapan Allah SWT. Bantuan lanjutan pun kembali disampaikan kurir #SedekahRombongan Lampung untuk biaya mobil jenazah dan pemakaman, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 849. Semoga Revita dapat menjadi penolong orang tuanya di akhirat kelak. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @akhiddd @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restuN

Revita menderita Hydrocephalus + TB + Malnutrisi tipe Kwashiokor

Revita menderita Hydrocephalus + TB + Malnutrisi tipe Kwashiokor


BACO BIN BADRUNG (52, Patah Kaki Kanan). Alamat : Dusun Bukit Harapan, RT 2, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Tujuh tahun lalu Bapak Baco mengalami kecelakaan kerja saat berkebun, ketika itu ia sedang memanen buah-buahan. Pak Baco jatuh dari pohon yang cukup tinggi sehingga menyebabkan kaki kanannya patah. Kondisi itu menyebabkan ia tidak dapat bekerja seperti biasanya. Istrinya pun meninggalkan Pak Baco, hingga akhirnya ia hidup seorang diri. Pak Baco hanya mengandalkan kebun yang tak lagi bisa ia garap dan dari hasil kebunnya lah Pak Baco mampu bertahan hingga kini. Kaki Pak Baco yang patah tak mendapat tindakan medis secara berkelanjutan karena dahulu ia tidak memiliki uang dan jaminan kesehatan apapun. Kini Pak Baco memiliki jaminan kesehatan KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan tetap harus kontrol di Puskesmas Pembantu (Pustu) yang letaknya cukup jauh dari rumahnya. Pak Baco membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat. #Sedekahrombongan merasakan kesulitan Pak Baco, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobatnya. Semoga Pak Baco senantiasa berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Nheni @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Pak baco menderita Patah Kaki Kanan

Pak baco menderita Patah Kaki Kanan


STEFANUS SUBAN PHILIPUS (55, Dermatitis dan Anemis). Alamat : Dusun Berjoko, RT 9, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Bapak Stefanus adalah warga Indonesia yang bekerja sebagai buruh pabrik di Malaysia. Pada April 2016, Pak Stefanus terpaksa harus berada di Malaysia karena ketiadaan paspor. Lingkungan yang ditempati Pak Stefanus di sana jauh dari kata bersih dan tidak teratur. Pak Stefanus mengalami berbagai penyakit seperti : diare, gatal-gatal, batuk dan pilek namun tak pernah diobati. Pak Stefanus akhirnya pulang ke Pulau Sebatik, Indonesia, dan kembali ke keluarganya. Pak Stefanus tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, selama ini ia hanya membeli obat warung yang sudah menghabiskan ratusan ribu uangnya. Pak Stefanus membutuhkan biaya untuk pengobatan selanjutnya ke Puskesmas. #SedekahRombongan merasakan kesedihan yang dirasakan Bapak Stefanus. Santunan awal diberikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Bapak Stefanus selalu berikhtiar untuk menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Daniel Lalang @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Pak stefanus menderita Dermatitis dan Anemis

Pak stefanus menderita Dermatitis dan Anemis


FATIMAH BINTI ABDULLAH (100, Stroke). Alamat : Jalan Raya Merak Belantung, Dusun Kenjuru, RT 1/5, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Nenek Imah panggilannya,  sekitar tahun 1980-an suami Nenek Imah meninggal, sejak saat itu ia sering sakit-sakitan dan dua tahun kemudian tiba-tiba ia mengalami lumpuh yang diduga akibat terserang stroke. Nenek Imah tidak pernah berobat karena tidak memiliki biaya, jangankan untuk berobat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun masih kewalahan. Kini Nenek Imah masih menderita stroke dan tidak dapat berjalan. Ia tinggal bersama anaknya, Masilah (75), yang mengalami katarak pada mata sebelah kirinya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini mengandalkan belas kasihan orang lain. Fasilitas kesehatan pun belum dimiliki. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Nenek Imah dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup dan biaya pengobatan Nenek Imah dan anaknya. Mereka sangat berterimakasih kepada Sedekahholics dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @handi @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Ibu fatimah menderita Stroke

Ibu fatimah menderita Stroke


MUSTAQIM BIN SARIPAN (41, Ca Colon). Alamat : RT 15/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Pada awalnya Pak Mustaqim mengeluh sakit di bagian bawah perutnya, setelah menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat, Pak Mustaqim didiagnosa menderita penyakit hernia. Jarak yang dituju dari rumahnya di Sumatera Selatan ke rumah sakit sangat jauh, membutuhkan waktu 4 jam perjalanan dan harus menggunakan speed boat. Kondisi tersebut membuat keluarga memutuskan untuk menumpang pada saudara yang berada di Kota Metro, Provinsi Lampung, agar lebih mudah ke rumah sakit. Sekitar bulan November 2014, Pak Mustaqim dioperasi penyakit hernianya, setelah sembuh ia dan sang istri, Parti (36), tidak kembali ke Sumatera Selatan dan memutuskan untuk bekerja sebagai petani dan tinggal di rumah saudaranya yang ia tumpangi. Beberapa bulan kemudian Pak Mustaqim sering mengeluh mual dan nyeri di bagian perutnya dan keluhan itu tidak dihiraukannya. Bulan Juni 2016, Pak Mustaqim dirawat kembali di rumah sakit karena perutnya membesar, setelah diperiksa lebih lanjut ia didiagnosa menderita Ca. Colon atau kanker usus besar. Pak Mustaqim lalu dioperasi, dan setelah itu ia disarankan untuk menjalani kemoterapi setiap 2 minggu sekali di RSUD Ahmad Yani Metro. Saat dikujungi kurir #SedekahRombongan Lampung Pak Mustaqim bererita meski telah menggunakan fasilitas KIS PBI Kelas 3, tetap saja ia kesulitan untuk biaya hidup selama melakukan kemoterapi, karena ia tidak dapat bekerja. Mendengar hal tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak untuk membantu dengan memberikan titipan sedekah dari sedekaholics untuk operasional berobat. Semoga bantuan yang disampaikan dapat berguna dan Pak Mustaqim lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @rn_irmala @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak mustaqim menderita Ca Colon

Pak mustaqim menderita Ca Colon


HARWENI BINTI MURDI (55, Ca. Recty). Alamat : Dusun II, RT 46/11, Kelurahan Pakuan Aji, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada tahun 2013 Ibu Harweni sering mengeluh mual dan setiap makan muntah. Ia lalu berobat di klinik terdekat tetapi dirasakan belum ada perubahan. Pada akhir tahun 2013, Ibu Harweni dirawat di rumah sakit dan setelah menjalani  serangkaian pemeriksaan ia didiagnosa terkena Ca. Recty atau dalam bahasa awamnya dikenal dengan kanker usus bagian bawah. Ibu Harweni lalu menjalani operasi dan pemasangan kolostomi atau pembuatan usus baru di perut. Setelah itu ia rutin menjalani kemoterapi setiap 2 minggu sekali sejak bulan Februari 2016 hingga saat ini. Ibu Harweni menjalani pengobatan dengan menggunakan JKN-KIS PBI Kelas 3. Ibu Harweni saat ini menjalani kemoterapi yang terakhir, setelah itu ia akan menjalani kontrol rutin. Domisili yang jauh dari rumah sakit menjadi kendala selama pengobatan, karena suami Ibu Harweni, Pak Maryono (56), hanya bekerja sebagai petani yang penghasilannya tak menentu. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung bergerak menyampaikan bantuan untuk transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Semoga Ibu Harweni lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @rn_irmala @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu harweni menderita Ca. Recty

Ibu harweni menderita Ca. Recty


TAUFIK QUROHMAN ALFIKRI (14, Tumor Pembuluh Darah Lutut Kiri). Alamat : Palas Jaya, RT 11/4, Desa Palas Jaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Bermula saat 3 tahun lalu, siswa SMP ini merasakan ada benjolan di lutut kirinya, tapi ia biarkan saja. Kemudian benjolan itu kian membesar dan sedikit mengganggu aktivitasnya. Baru pada Januari 2016 Taufik memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dengan menggunakan JKN-KIS PBI Kelas 3 dan dirujuk ke RSUD Kalianda. Setelah diperiksa Taufik didiagnosis tumor pembuluh darah. Taufik disarankan melakukan operasi namum gagal karena keterbatasan alat yang dimiliki rumah sakit. Taufik pun disarankan untuk memeriksaan diri lebih lanjut ke RS Abdul Moeloek (RSAM). Hal tersebut urung dilakukan karena jarak yang jauh sehingga membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk biaya trasportasi, sedangkan orang tua Taufik, Suhartono (47) hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak tentu dan Nurhayati (46) hanyalah ibu rumah tangga. Mendengar kabar tentang Taufik kurir #SedekahRombongan Lampung segera bergerak menemui Taufik dan menyampaikan titipan sedekaholics agar Taufik dapat segera berobat sehingga penyakitnya dapat diobati. Semoga Taufik dapat segera pulih dan bersekolah seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @akhiddd @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak taufik menderita Tumor Pembuluh Darah Lutut Kiri

Pak taufik menderita Tumor Pembuluh Darah Lutut Kiri


MASIAH BINTI KASIM (55, Squamous Cell Carcinoma). Alamat : Dusun Maringgis, RT 2/5, Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Awal tahun 2016, Ibu Masiah merasakan nyeri pada dagu sebelah kanan dan terdapat benjolan kecil. Ibu Masiah kemudian memeriksakan benjolan tersebut ke Puskesmas terdekat dan didiagnosis hanya pembengkakan kelenjar biasa. Ibu Masiah kemudian berobat ke RSU Kotabumi karena belum yakin pada diagnosis dokter Puskesmas, dan benar saja dari hasil pemeriksaan laboratorium ada indikasi sebuah kanker. Ketika itu ibu Masiah tidak lantas langsung dirawat, hingga benjolannya itu semakin membesar barulah ia dirawat di RSU Kotabumi pada Agustus 2016 namun kondisinya tak kunjung membaik. Saat ini benjolan di dagu sebelah kanan Ibu Masiah semakin membesar dan mengeluarkan nanah serta bau yang tidak enak, karena hal tersebut selama lima hari ia tidak mau makan. Kondisi Ibu Masiah semakin memprihatinkan,  suaminya sudah meninggal dunia dan kini ia tinggal dan diurusi oleh anak bungsunya yang masih bersekolah. Ibu Masiah memiliki 3 anak laki-laki yang sudah berkeluarga, namun penghasilan mereka sebagai juru pakir sangat kecil sehingga tidak bisa maksimal membantu ibunya berobat. Selama berobat Ibu Masiah menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi Ibu Masiah di rumahnya dan menyampaikan sedekah dari Sedekaholics untuk biaya pengobatan dan membawa Ibu Masiah ke rumah sakit agar segera dapat ditangani.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 September 2016
Kurir : @wirawiry @akuokawai @yulian_safri @Purnawan @ririn_restu

Ibu masiah menderita Squamous Cell Carcinoma

Ibu masiah menderita Squamous Cell Carcinoma


ANANG SUROSO (60, Katarak). Alamat : Dusun Palas Jaya, RT 10/5, Kelurahan Palas Jaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Kurang lebih 1 tahun yang lalu Mbah Anang terjatuh dan tidak dapat berjalan. Mbah Anang kemudian sakit selama satu bulan dan mulai tidak dapat melihat. Ia lalu dibawa ke Puskesmas terdekat dan hasilnya didiagnosis menderita katarak. Oleh pihak Puskesmas disarankan untuk dirujuk ke RSUD Adul Moeloek, tetapi hal itu urung dilakukan karena jaraknya yang jauh dan juga ketiadaan biaya untuk transportasi. Kini Mbah Anang tidak dapat melihat sama sekali. Mbah Anang yang sebelumnya bekerja sebagai petani kini tidak dapat bekerja, sehingga sang istri, Kuswanti (47), yang memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan membantu pekerjaan tetangga. Fasilitas Jaminan Kesehatan yang dimiliki oleh Mbah Anang adalah BPJS PBI Kelas III. Saat Kurir #SedekahRombongan Lampung mengunjungi kediamannya, Mbah Anang mengungkapkan keinginannya untuk dapat melihat kembali.  Mbah Anang merupakan pasien dampingan #SedekekahRombongan yang berobat di RS DKT Bandar Lampung. Mata kanan Mbah anang kemudian dioperasi. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi dan transportasi selama pengobatan, juga obat – obatan di luar tanggungan BPJS. Bantuan terakhir masuk dalam Rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @akhiddd @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak anang menderita Katarak

Pak anang menderita Katarak


SALIMAH BINTI MA’MUM NAWAWI (2, Gizi Buruk dan Gangguan Fungsi Usus). Alamat : Dusun Gumuk Rejo, RT 5/2, Desa Gumukrejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Salimah lahir melalui operasi caesar dengan berat badan 2,6 Kg. Hari ke hari berat badan Salimah menurun dan setelah berumur 2 bulan ketika ke posyandu berat badannya menurun menjadi 2,3 Kg. Setelah dari Posyandu Salimah dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa dan didiagnosis mengalami gizi buruk. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut Salimah juga mengalami kelainan atau gangguan fungsi usus sehingga menyebabkan nutrisi makanannya tidak terserap tubuh dengan baik. Sampai saat ini Salimah belum pernah berobat lagi dikarenakan tidak adanya biaya meskipun ia mempunyai BPJS kelas 3. Penghasilan Pak Ma’mum Nawawi (42) dari berjualan bubur hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan istrinya, Tuminah (42) hanya ibu rumah tangga. Sekarang usia Salimah sudah menginjak 2 tahun tetapi berat badannya hanya meningkat menjadi 2,9 Kg, ia pun sangat lemah dan kurus. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi kediaman Salimah untuk menyampaikan sedekah dari Sedekaholics agar dapat membantu meringankan biaya perawatan Salimah. Semoga Salimah lekas membaik dan sehat seperti anak seusianya yang lain. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @rishaoktaviana @yulian_safri @sayasepti @akuo_kawai @ririn_restu

Salimah menderita Gizi Buruk dan Gangguan Fungsi Usus

Salimah menderita Gizi Buruk dan Gangguan Fungsi Usus


ARYA HERMAWAN (11, Leukemia). Alamat : Jalan Mega Ujung Gunung Ilir, Kota Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Arya merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Elfin (35) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Simah (34) seorang ibu rumah tangga. Pada akhir tahun 2015, Arya sering mengalami demam, sakit kepala dan terlihat pucat. Kemudian orang tua Arya membawanya berobat ke Puskesmas dan bidan terdekat. Selang beberapa hari kemudian Arya mengalami panas tinggi dan demam disertai sakit perut yang hebat. Oleh orang tuanya Arya langsung dibawa ke RSUD Menggala. Selama menjalani pengobatan di RSUD Menggala, tim dokter memutuskan Arya harus mendapatkan pengobatan lebih lanjut di RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Dari hasil pemeriksaan darah yang dilakukan selama di RSAM, Arya dinyatakan mengidap penyakit Leukemia atau keganasan sel darah putih. Akhirnya tim dokter spesialis anak yang berada di RSAM menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Gatot Subroto Jakarta. Saat ini Arya berobat di RSAM menggunakan BPJS PBI kelas 3. Akhir Agustus lalu, kondisi Arya semakin memburuk, dan sempat dilarikan ke RSAM kembali. Keluarga sepakat membawa Arya ke RS Gatot Subroto di Jakarta. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyantuni Arya untuk meringankan biaya transportasi dan biaya hidup selama di Jakarta. Sebelumnya santunan Arya sudah masuk pada Rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @akuokawai @evandlendi @indahpujaamelya @yesaridani @ririn_restu

Arya menderita Leukemia

Arya menderita Leukemia


DWI NGATRIANA (36, Post Sectio Caesaria dengan Eklamsia). Alamat : Dusun Bangun Harjo, RT 4/2, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Pada awal kehamilan Ibu Dwi dinyatakan sehat. Ibu Dwi rutin periksa ke bidan terdekat dan dinyatakan tidak ada masalah. Pada usia kehamilan 6 bulan, saat periksa ke bidan dinyatakan pasien mengalami darah tinggi pada kehamilan, pada saat itu tekanan darah mencapai 180/100 mmHg. Bidan menyarankan agar Ibu Dwi mengurangi konsumsi garam, ia tidak diberi obat penurun tekanan darah namun hanya diberi vitamin kehamilan. Keluarga membiarkan keadaan tersebut karena tidak mengerti tentang bahaya hipertensi pada kehamilan. Pada Juli 2016, Ibu Dwi mulai mengalami bengkak di  kaki dan wajahnya namun karena ketidaktahuannya tentang penyakit yang dialami, kondisi tersebut ia biarkan saja. Ibu Dwi kemudian berobat ke bidan dan bidan menyatakan ia mengalami keracunan kehamilan sehingga disarankan untuk ke dokter. Dokter melakukan tindakan sectio saesaria pada Ibu Dwi pada Minggu, 28 Agustus 2016 dengan umur kehamilan 8 bulan dan bayi yang dilahirkan beratnya 1,4 Kg. Bayi Ibu Dwi masuk ruang perina dan kondisi Ibu Dwi sendiri semakin menurun, ia mengalami sesak napas, tekanan darahnya mencapai 230/130 mmHg dan disarakan masuk ICU. Ibu Dwi pun sempat mengalami kejang, terkadang ia mengigau dan sulit diajak komunikasi. Suami Ibu Dwi, Bapak Sutikno (40), hanya mengais rezeki sebagai buruh serabutan dengan pendapatan tidak menentu, sedangkan Ibu Dwi hanya ibu rumah tangga. Saat ini kendala yang dihadapi keluarga adalah tidak memiliki biaya untuk masuk ICU serta masih memiliki utang. Ibu Dwi berobat sebagai pasien umum karena BPJS-nya sedang diurus dan belum aktif sehingga tidak bisa digunakan. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang dialami Ibu Dwi, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu meringankan biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Ibu Dwi bisa dirawat insentif sehingga tekanan darahnya cepat menurun dan Ibu Dwi bisa pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @akuokawai @agembluk @indahpujaamelya @ririn_restu

Ibu dwi menderita Post Sectio Caesaria dengan Eklamsia

Ibu dwi menderita Post Sectio Caesaria dengan Eklamsia


JUMANI BIN ABDUL SYUKUR (51, Pecah Pembuluh Darah Otak). Alamat : Jalan Imam Bonjol, Gang Sepakat No. 14, RT 1, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Bapak Jumani sangat giat bekerja, bahkan di hari liburnya ia mengikuti temannya bekerja sebagai kuli bangunan. Saat Bapak Jumani sedang mengaduk semen, ia merasakan kepalanya pusing dan berputar. Tiba-tiba pandangannya menjadi gelap dan ia terhuyung kebelakang jatuh tepat di atas batu hingga kepalanya terbentur dan langsung tak sadarkan diri. Bapak Jumani segera dilarikan ke RS Bayangkara dan sempat dirawat inap selama semalam. Keterbatasan alat membuat ia dirujuk ke Rumah Sakit Bintang Amin (RSBA), namun karena alasan yang sama ia kembali hanya dirawat inap selama semalam. Bapak Jumani akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Setelah diperiksa, dokter mengatakan ada pendarahan di bagian otak dan kedua pembuluh darah pecah. Dokter meminta Bapak Jumani untuk segera dioperasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta karena RSAM terkendala alat dan dokter spesialis bagian dalam kepala. Sampai saat ini Bapak Jumani sudah 4 hari dirawat inap di RSAM. Kondisinya masih sangat lemas karena kesadarannya rendah dan suka memberontak ketika bangun dari tempat tidur. Pihak keluarga hanya bisa mengandalkan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) karena belum membuat BPJS. Istrinya, Iin Indah Wati (45), hanyalah seorang ibu rumah tangga yang tidak mempunyai simpanan untuk membawa Bapak Jumani ke RSCM. Ibu Iin, sedih melihat kondisi sang suami yang tidak kunjung membaik. Kurir #SedekahRombongan Lampung ditakdirkan bertemu dengan keluarga Bapak Jumani. Santunan awal pun diberikan guna membantu meringankan kesulitan biaya berobat yang tidak ditanggung Jamkesda dan untuk merujuk Bapak Jumani ke RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @fajri @yesaridani @indahpujaamelya @akuokawai @ririn_restu

Pak jumani menderita Pecah Pembuluh Darah Otak

Pak jumani menderita Pecah Pembuluh Darah Otak


SAGITA RIYANTI (9 Bulan, Leukimia). Alamat : Jalan KH. Dewantoro, RT 3/7, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sagita merupakan putri dari pasangan Abu Yasid (28) dan Novita Suryani (23). Awalnya Sagita mengalami panas tinggi, kemudian oleh orang tuanya dibawa ke Puskesmas Ciputat. Pemeriksaan dan pemberian obat dilakukan selayaknya bayi yang sedang mengalami panas tinggi, kemudian Sagita dibawa pulang. Setelah dibawa pulang, panasnya tak kunjung menurun dan 2 hari setelahnya Sagita dibawa kembali ke Puskesmas Ciputat. Sagita kemudian menjalani pemeriksaan darah dan hasilnya menunjukkan bahwa trombositnya rendah. Sagita kembali dibawa pulang oleh orang tuanya dengan harapan kondisinya segera membaik. Sayangnya suhu badan Sagita tak kunjung menurun, kemudian Sagita dibawa lagi ke Puskesmas Ciputat dan kembali dilakukan pengecekan darah. Trombosit Sagita semakin menurun dan akhirnya ia dirujuk ke Puskesmas Jurangmangu. Puskesmas Jurangmangu pun tidak bisa menangani akhirnya Sagita dirujuk ke Rumah Sakit Bhineka Bhakti Husada. Kondisi Sagita masih belum sadar, ia juga belum memiliki jaminan kesehatan. Pada Kamis, 1 September 2016, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Sagita dan memberi pengarahan agar segera membuat BPJS. Bersamaan dengan itu, kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal dari #Sedekaholics kepada keluarga Sagita untuk pembuatan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlna @rianananudz @ririn_restu

Sagita menderita Leukimia

Sagita menderita Leukimia


SUMARNO BIN SUTAR (61, Carcinoma Kulit). Alamat : Dusun IV, RT 17/4, Kelurahan Negara Ratu, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Saat Pak Marno SD, muncul benjolan di telapak kaki kirinya, lalu dilakukan operasi pengangkatan pada benjolan tersebut. Saat beranjak dewasa muncul benjolan di kepala kirinya dan kembali dilakukan operasi untuk menghilangkannya. Setelah itu mulailah muncul benjolan-benjolan kecil di seluruh tubuh Pak Marno, namun karena keterbatasan biaya dan tempat tinggal yang jauh menyebabkan Pak Marno tidak memeriksakan dirinya ke dokter. Sejak Pak Marno memiliki BPJS Mandiri kelas 3 tepatnya pada Februari 2016, Pak Marno diantar kerabat untuk memeriksakan dirinya. Dari hasil pemeriksaan Pak Marno didiagnosis kanker kulit dan disarankan untuk kemoterapi teratur. Pak Marno mendapatkan jadwal kemoterapi setiap 21 hari dengan proses rawat inap 4-5 hari. Saat ini Pak Marno sudah menjalani kemoterapi ke-5 dan benjolan di tubuh Pak Marno mulai mengecil. Selama proses kemoterapi Pak Marno dibantu sanak keluarga untuk biaya transportasi dan menemaninya selama rawat inap. Sehari – harinya Pak Marno bekerja sebagai petani yang kini tinggal dengan ibunya, Satinah (75), yang juga seorang petani dengan penghasilan tidak menentu. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang sedang berkunjung ke Rumah Sakit Ahmad Yani mendengar cerita tentang Pak Marno lalu bergegas menemuinya dan menyampaikan bantuan awal guna keperluan akomodasi dan trasnportasi selama kemoterapi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak sumarno menderita Carcinoma Kulit

Pak sumarno menderita Carcinoma Kulit


SITI NAFIAH (63, Ca. Paru). Alamat : Dusun I, RT 4/1, Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Ibu Nafiah sebelumnya merasakan sesak napas yang kadang muncul dan hilang. Pada tahun 2015, Ibu Nafiah lebih sering merasakan sesak napas, tetapi hal tersebut tidak ia keluhkan kepada siapapun karena tak mau merepoti keluarganya. Saat ini hanya Ibu Nafiah yang mencari nafkah, sedangkan suaminya, Mursidi (67) sudah tidak dapat bekerja karena sakit diabetes. Anak-anaknya yang tinggal berdekatan pun tidak diberitahu karena Ibu Nafiah takut merepotkan mereka yang kondisi ekonominya tidak jauh berbeda dengannya. Pada Februari 2016, Ibu Nafiah kembali sesak napas hebat dan diketahui anaknya, lalu Ibu Nafiah dibawa ke dokter terdekat dan dirujuk ke RS Ahmad Yani. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Ibu Nafiah didiagnosis kanker paru-paru dan disarankan untuk melakukan kemotrapi rutin. Jarak dari kediamannya ke rumah sakit yang jauh membuat Ibu Nafiah enggan melakukan kemoterapi, meski begitu anak-anak Ibu Nafiah terus semangat membawanya kemoterapi secara bergantian. Ibu Nafiah membutuhkan biaya yang cukup besar untuk transportasi saat kemoterapi. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendengar kesulitan Ibu Nafiah dan melihat semangat anak – anaknya tergerak untuk memberikan titipan dari sedekaholics untuk transportasi Ibu Nafiah kemoterapi. Semoga Ibu Nafiah lekas pulih dan dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuo_kawai @ririn_restu

Ibu siti menderita Ca. Paru

Ibu siti menderita Ca. Paru


RSUD PRINGSEWU (Bantuan 10 Unit Kursi Roda). Alamat : Jalan Kesehatan No. 1360, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. RSUD Pringsewu merupakan salah satu rumah sakit pemerintah yang menjadi rujukan, tidak hanya untuk Kabupaten Pringsewu tetapi juga beberapa kabupaten di sekitarnya, seperti : Kabuaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kabupaten Pesawaran. Di RSUD Pringsewu sendiri ada banyak pasien dari berbagai daerah yang bisa menjadi target #SedekahRombongan. Melihat hal tersebut, pentingnya menjalin kerjasama dengan RSUD Pringsewu demi membantu dhuafa yang sakit. Kurir #SedekahRombongan Lampung pun bersilaturahmi menyampaikan maksud dan tujuannya. Dengan kejarsama yang ada diharapkan terjalin komunikasi terkait informasi rumah sakit, pasien dhuafa, pelayanan medis, dan juga kemudahan akses kurir saat bergerak di RSUD Pringsewu. Bersamaan dengan acara silaturahmi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan bantuan berupa 10 unit kursi roda, semoga dapat bermanfaat bagi penanganan medis pasien.

Jumlah Bantuan :Rp. 8.250.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @evandlendi @andradideri@saesaraya @jajang_fajar @yulian_safri @akuokawai @ririn_restu

Bantuan 10 Unit Kursi Roda

Bantuan 10 Unit Kursi Roda


ERMI BINTI WARSONO (28, Hamil di Luar Kandungan). Alamat : Talok Timur RT 1/6, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Sungguh menyedihkan perjuangan yang dilakukan oleh Ermi. Ia berupaya keras datang ke Jakarta untuk mencari suaminya dengan berbekal uang seadanya. Di Jakarta, Ermi menginap di tempat temannya yang berprofesi sebagai pengamen di daerah Pasar Minggu. Selama berhari-hari mencari, Ermi belum juga menemukan sang suami. Akibat kelelahan, Ermi mengalami pendarahan di bagian pahanya. Oleh temannya, Ermi dibawa ke RS Fatmawati Jakarta. Ermi mendapatkan perawatan selama satu minggu, dan dokter menyatakan ia mengalami hamil di luar kandungan. Sampai saat ini tidak ada sanak keluarga maupun kerabat yang menjenguk Ermi. Bantuan dari #sedekahrombongan diberikan untuk membantu biaya operasional Ermi di rumah sakit dan untuk membeli tiket pulang ke Bumiayu

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ermi Hamil di Luar Kandungan

Ibu Ermi Hamil di Luar Kandungan


ERNAWATI TOHIR (41, Jantung dan TB Paru). Alamat : Jalan Beringin 3, RT 3/6, Kelurahan Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Ernawati saat ini mendapatkan penanganan di RS Fatmawati Jakarta karena sakit Jantung dan TB Paru yang dideritanya. Bu Ernawati sudah mendapatkan perawatan selama 3 minggu. Bu Ernawati berobat ke rumah sakit ditemani oleh anaknya, Nanda (19), yang berupaya keras agar sang ibu bisa langsung dirawat. Meski kondisinya saat itu sudah sangat lemas, Bu Ernawati terpaksa berangkat ke rumah sakit dengan kereta api karena tidak memiliki uang. Bu Ernawati masuk melalui UGD karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Setelah beberapa hari menjalani berbagai pemeriksaan medis, Bu Ernawati dinyatakan menderita TB Paru dan jantungnya mengalami pembengkakan. Bu Ernawati belum mempunyai BPJS, anaknya pun tidak tahu bagaimana cara mengurusnya. Untuk jaminan rumah sakit, akan diajukan melalui rekomendasi dari dinas sosial. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan untuk membantu biaya operasional selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu.

Erna menderita Jantung dan TB Paru

Erna menderita Jantung dan TB Paru


MARYATI BAHAR (62, Kanker Ovarium). Alamat : Jalan Belimbing, RT 1/1, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Bu Maryati hidup seorang diri, ia tidak memiliki suami dan sanak saudara di Depok. Bu Maryati saat ini mendapatkan perawatan di RS Fatmawati Jakarta karena menderita kanker ovarium. Berdasarkan info yang didapat dari petugas rumah sakit, Bu Maryati diantarkan oleh beberapa orang ke UGD karena mengalami pingsan. Bu Maryati mendapatkan penanganan di UGD kemudian dipindahkan ke ruang rawat inap. Dokter menyarankan agar Bu Maryati melanjutkan rawat jalan setelah diperbolehkan pulang. Bu Maryati berobat dengan menggunakan BPJS PBI. Bu Maryati saat ini menggantungkan hidupnya dari bantuan orang lain karena tak memiliki penghasilan. Bantuan dari #sedekahrombongan diberikan untuk biaya operasional berobat jalan Bu Maryati.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu maryati menderita Kanker Ovarium

Ibu maryati menderita Kanker Ovarium


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Glukoma). Alamat: Dsn. Wringin Tengah, RT 2/6, Kel. Wringin, Kec. Wringin, Kab.  Bondowoso, Jawa Timur. Sama seperti pasien #SRSurabaya yang lain, pak Munawir datang ke Surabaya untuk melanjutkan pengobatan penyakit glukoma yang dideritanya. Saat pertama kali datang kondisi mata Pak Munawir sudah cukup parah, kedua matanya tidak lagi bisa melihat. Pak Munawir adalah salah satu pasien #SR Surabaya yang progress pengobatannya cepat dan unpredictable. Saat pertama kalinya kontrol, Pak Munawir masuk ke poli mata, dan pada hari itu juga beliau langsung opname dan dijadwalkan operasi pembersihan mata sebelah kanan keesokan harinya. Sampai disini kami masih merasa biasa saja. Operasi berjalan lancar dan beliau diperbolehkan untuk pulang. Serangkaian proses tersebut dilalui Pak Munawir hanya dalam empat hari dan beliau kembali ke rumah singgah #SRSurabaya. Selama di rumah singgah, tidak sengaja kami melihat kegiatan keseharian mereka dan kami tertarik untuk mengamatinya. Ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka berdua  tinggalkan,  meskipun Pak Munawir sendiri belum bisa melihat. Setelah sholat dilanjutkan dengan mengaji, istri beliau yang mengaji dan beliau menyimak dan mendengarkan di sebelahnya. Saat menjelang siang, sholat dhuha pun menjadi santapan keduanya. Hingga saat tengah malam tiba, sholat tahajud menjadi bunga mimpi mereka. MashaAllah..! setelah kontrol pasca operasi yang kedua mereka kembali ke poli mata, dengan keadaan Pak Munawir yang belum bisa melihat. Dan dihari itu juga mereka mendapat keputusan bahwa jika Pak Munawir ingin bisa melihat kembali, beliau harus melakukan cangkok mata, sedangkan biasanya donor mata sangat sulit untuk didapat. Dengan perasaan pesimis akhirnya beliau dan istri memutuskan untuk pulang ke Bondowoso. Mereka pun diantarkan oleh kami sampai terminal bus Bungurasih Surabaya, dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bus. Baru menginjakkan kaki di rumah, tiba-tiba mereka mendapatkan kabar bahwa ada pendonor mata untuk Pak Munawir, dan beliau harus segera kembali ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk opname dan operasi keesokan harinya. Pada hari itu juga Pak Munawir dan istri berangkat kembali ke Surabaya. Masuk ke rumah sakit dan menjalani operasi cangkok mata, alhamdulillah operasi berjalan lancar dan sukses. Tiga hari setelah operasi, saat pertama kali uji coba mata , Pak Munawir bisa kembali melihat kecantikan istrinya. Alhamdulillah.. walaupun harus membayar biaya alat sebesar Rp. 4.000.000,- tetapi setelah kami berusaha melakukan negosiasi ahirnya mendapatkan harga Rp. 2.500.000,-. Namun setelah itu Pak Munawir harus tetap melakukan kontrol secara rutin. Saat ini kondisi mata sebelah kiri beliau sudah normal kembali, tapi masi perlu dilakukan pengobatan, namun kondisi mata kanan beliau masih belum bisa melihat. Pak Munawir masih menunggu datangnya dermawan yang mau mendonorkan matanya, untuk mata kanan beliau. Saat ini Pak Munawir masih rajin untuk datang ke Surabaya untuk melakukan kontrol rutin 2 minggu sekali. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 876. Pak Munawir mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                       : 16 Juni 2016
Kurir                            :  @wahyu_CSD @Martinomongi

Pak munawir menderita Glukoma

Pak munawir menderita Glukoma


KHITAN MASSAL (30 Anak, Bantuan Tunai) Alamat: Jl. KH Mas Mansyur No.180 – 182, Nyamplungan, Kec. Pabean Cantian, Kota Surabaya, Jawa Timur. Pada bulan juni 2016, #SedekahRombongan Surabaya bekerjasama dengan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya untuk mengadakan kegiatan khitan massal di rumah sakit tersebut yang ditujukan kepada para dhuafa. Alhamdulillah kegiatan kali ini berjalan lancar dan para peserta antusias pada kegiatan yang diadakan memang tepat pada masa libur sekolah ini. Kali ini kami #SedekahRombongan ikut memberikan bantuan dana untuk mendukung kelancaran jalannya acara tersebut. Pada kegiatan kali ini terdapat lebih dari 100 peserta yang di khitan.  Para peserta merasa senang dang mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan tersebut bermanfaat dan menjadi berkah serta pembuka pintu rezeki bagi sedekahholics dan kurir #SedekahRombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal        : 7 Juni 2016
Kurir          : @wahyu_CSD @MasKhus1027 & Agung

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


RSSR MALANG (Operasional Bulan Juli 2016). Beralamat di Jalan Emas no 15B, RT 02/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir #SedekahRombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir #SedekahRombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir #SedekahRombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Biaya operasional bulan ini mencangkup biaya listrik, air, konsumsi, persediaan alat medis, serta administrasi. Santunan dari sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.966.844,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir: @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Biaya Operasional Bulan Juli 2016

Biaya Operasional Bulan Juli 2016


KASIANI BINTI NITIGIMAN (43, Kanker Serviks). Merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Malang sejak awal bulan Agustus. Saat ini beliau bersama suaminya Bapak Lil Aswardi (45) tinggal di rumah singgah atau RSSR Malang yang bertempat di Jalan Emas 15B, RT 02/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Bu Kasiani merasakan sakit sejak bagian pinggang beliau terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin. Setelah di USG ditemukanlah kista dan jarak satu minggu kemudian Bu Kasiani menjalani operasi pengangkatan kista di RSUD Palembang. Kista tersebut kemudian di P.A dan dinyatakan masih ada penyakit yang tertinggal di tubuhnya. Kemudian beliau disarankan untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemoterapi di RS Palembang. Namun, beliau mengurungkan niatnya karena disarankan pihak keluarga untuk menjalani kemoterapi di Malang. Bulan ini Bu Kasiani menjalani cek laboratorium ginjal dan rencananya akan CT scan awal September. Beliau mempunyai 2 orang anak bernama Edwin (19) dan Ani Rahayu (11). Sebelum sang istri sakit Bapak Lil bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Santunan kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi rumah sakit, transportasi ke rumah tinggal dan obat-obatan yang tidak tercover bpjs, setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 798. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mendoakan keberkahan untuk #sedekaholics serta kurir. Semoga Bu Kasiani dapat segera sembuh Amin..

Jumlah Bantuan : Rp. 619.000
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Ibu kasiani menderita Kanker Serviks

Ibu kasiani menderita Kanker Serviks


JURENI BIN SAMAT (51, Hernia). Alamat : Dusun Bangsri, RT 25/07, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Hernia yang diderita Pak Jureni telah ada sejak sekitar tahun 2011. Sakit ini berawal saat Pak Jureni sering angkat beban berat di sawah, maklum saja pekerjaan beliau ialah buruh tani. Gejala berupa benjolan di bawah perut sebelah kanan muncul setelah 5 bulan, dan setelah diperiksa ternyata itu ialah hernia. Sayangnya keterbatasan biaya menyebabkan Pak Jureni tak mampu ke Rumah Sakit untuk berobat, jadi sampai penyakit hernia beliau telah berumur 5 tahun pun belum pernah berobat. Pekerjaan Pak Jureni yang terlalu berat juga menyebabkan hernia beliau sering kumat, sehingga untuk mengurangi rasa sakit ini Pak Jureni mengikat bagian yang sakit dengan tali. Alhamdulillah Pak Jureni bertemu dengan Kurir #SedekahRombongan Malang sehingga pada 18 Agustus kontrol sebelum operasi di Rumah Sakit Prima Husada, ternyata jantung beliau bengkak dan kekurangan kalium. Pemberian obat jantung dan pisang ambon diharapkan dapat memerbaiki kondisi Pak Jureni. Setelah kondisi membaik, pada 20 Agustus  Pak Jureni menjalani operasi hernia, dan kontrol terakhir pada 29 Agustus, atau jika ada keluhan. Buruh tani serabutan dengan gaji tak menentu membuat kehidupan keluarga Pak Jureni serba pas-pasan bahkan kurang, apalagi untuk berobat, tentu menyulitkan Pak Jureni agar bisa memenuhi segala keperluan berobatnya. Kartu Indonesia Sehat yang beliau miliki pun belum bisa sepenuhnya membantu. Bantuan disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan Malang untuk biaya pengobatan dan uang saku. Semoga pak Jureni bisa segera sembuh dan bekerja kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @LazuardiPermana

Pak jureni menderita Hernia

Pak jureni menderita Hernia


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional MTSR Juli 2016). #SedekahRombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien #SedekahRombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Mobil Tanggap #SesekahRombongan (MTSR) Malang yang kedua ini berfungsi sebagai mobil antar jemput pasien yang memerlukan kapasitas kursi penumpang lebih banyak dibanding MTSR 1, sehingga designnya seperti mini bus yang muat orang jumlah banyak. Mobilitas MTSR 2 pun juga padat, bahkan sering keluar kota untuk mengantar/menjemput pasien. MTSR yang didapatkan dari peogram “PATUNGAN AMBULAN” ini tentu harus dijaga dan beroperasi sebagai wujud pertanggung jawaban kami kepada para donatur. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini MTSR 2 pembelian bahan bakar, perawatan dan servis bulanan. Laporan keuangan MTSR 2 ini bulan sebelumnya bisa dicek di nomor rombongan 870.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.099.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria

Biaya Operasional MTSR Juli 2016

Biaya Operasional MTSR Juli 2016


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional MTSR Juli 2016). Mobil Tanggp #SedekahRombongan atau MTSR adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir #SedekahRombongan (SR) untuk beraktivitas seperti mengantar/ menjemput pasien dampingan #SedekahRombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari  sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, cuci, servis rutin, kabel aux dan air coolant untuk performa ambulan yang lebih baik. Biaya operasional ini secara umum digunakan agar MTSR tetap terawat sehingga bisa beroperasi dengan baik dan move pun lebih lancar. Santunan dari sedekaholics ini sangat membantu untuk operasional MTSR Malang dalam aktivitas pendampingan para pasien dampingan #SedekahRombongan. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 870. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi #sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Santunan : Rp. 1.835.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Biaya Operasional MTSR Juli 2016

Biaya Operasional MTSR Juli 2016


AHMAD ZAINURI (20 Kanker Nasofaring) yang biasa dipanggil Zainuri ini tinggal di rumah beralamat Jalan Ki Ageng Gribig Gang  6, RT 02/05,  Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Zainuri sudah sejak 2015 menderita Kanker Nasofaring atau kanker di rongga belakang hidung, Zainuri tidak memyangka jika ternyata radang yang dia anggap penyakit biasa lama-kelamaan semakin parah bahkan ia menjadi sulit bicara, sehingga akhirnya diketahui bahwa ia terkena kanker Nasofaring. Pengobatan yang harus dijalani Zainuri ialah 12 kali kemoterapi di RS Syaiful Anwar Malang. Saat ini Zainuri sedang menjalani kemoterapi ke 2, bantuan lanjutan dari rombongan 824 ini berupa uang tunai untuk bisa dimanfaatkan keluarga Zainuri.  Hendri sebagai ayah Zainuri yang bekerja sebagai supir travel dengan gaji tak tentu mengungkapkan kesedihannya karena masih punya tunggakan hutang belasan juta untuk upaya kesembuhan Zainuri, sementara Zainuri masih muda dan memiliki semangat sembuh tinggi. Semoga bantuan sedekaholiqc untuk pengobatan rutin Zainuri dapat bermanfaat, Zainuri lekas sehat dan bisa beraktifitas kembali seperti sedia kala agar dapat bekerja membantu kehidupan ekonomi keluarganya selanjutnya.

Jumlah Bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Agustus 2016
Kurir: @FaizFaeruz @LazuardiPermana

Ahmad menderita Kanker Nasofaring

Ahmad menderita Kanker Nasofaring


MUJAYANAH BINTI GARNAM (37, Tumor Rahim) Alamat : Dusun Jangkung RT 27/09, Kelurahan Dadapan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Awalnya terdapat benjolan di sekitar rahim mulai 3 tahun yang lalu (pada tahun 2013) , benjolan tersebut semakin lama semakin membesar dan menonjol. Bu Mujayanah juga pernah periksa, dokter menyarankan USG, tetapi karena keterbatasan biaya beliau tidak melakukan USG jadi belum terdeteksi sakit apa. Alhamdulillah setelah bertemu kurir #SedekahRombongan Malang, bu Mujayanah bisa segera diketahui sakit apa, yang ternyata tumor rahim sudah sebesar kelapa Pertengahan Agustus operasi pengangkatan tumor dan rahim dijalani Bu Mujayanah di Rumah Sakit Lavallate Malang dan berjalan lancar. Akhir Agustus pun kontrol setelah operasi dijalani untuk memastikan kondisi beliau semakin membaik. Pak Supartik (40), sebagai suami bu Mujayanah yang bekerja sebagai buruh tani hanya berpenghasilan Rp. 20.000,- per harinya, sementara bu Mujayanah sendiri sebagai ibu rumah tangga sehingga tidak memiliki penghasilan. Padahal anak mereka masih kelas 2 dan 4 SD, sehingga masih memerlukan banyak dana. Minimnya pendapatan menjadi kendala keluarga ini untuk membawa bu Mujayanah berobat. Semoga bantuan dari sedekaholics membawa bu Mujayanah untuk segera sembuh kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria

Ibu mulyanah menderita Tumor Rahim

Ibu mulyanah menderita Tumor Rahim


MUHAMMAD DAFFY SYASIFAWAIDI (2, Limfangioma). Alamat : Dusun KP Haji, RT 07/02, Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Terlahir dengan memiliki penyakit bawaan, setelah diperiksa ternyata terdiagnosa Limfangioma (tumor jinak). Tumor jinak yang tumbuh sejak lahir tersebut berada di leher dan di bawah ketiak sebelah kanan. Alhamdulillah Daffy dipertemukan dengan Kurir Malang dan telah melakukan 2x operasi pengambilan tumor. Setelah menjalankan 2x operasi dan menjalani injeksi setiap bulannya hingga sampai akhirnya injeksi diputuskan dihentikan, karena Kondisi Daffy pun semakin membaik, normal dan tidak ada keluhan. Bahkan benjolan di ketiak kanan dan di leher semakin lama semakin kecil. Tapi bulan Agustus ini kurir mendengar kabar bahwa muncul benjolan di ketiak Daffy sehingga harus menjalani operasi pengangkatan benjolan tersebut pada akhir Agustus di Rumah Sakit Lavallate, Malang. Daffy merupakan putra pertama dari pasangan Bapak Halid (25), beliau bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Lina Lutfiah (21), yang bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa, melihat pekerjaan orang tua Daffy tentu keluarga ini kesulitan untuk mencukupi biaya berobat karena gaji ayah tidak menentu dan IBU yang tidak berpenghasilan. Meski selama ini untuk biaya perawatan Daffy menggunakan fasilitas BPJS, jadi cukup membantu ekonomi keluarga Daffy. Bulan ini bantuan disampaikan oleh #SedekahRombongan kepada Daffy untuk uang saku, transportasi, dan membeli popok. Semoga Daffy segera sembuh total dan dapat tumbuh besar menjadi anak yang sehat, kuat dan berbakti kepada orang tua kelak. Amin..

Jumlah Bantuan: Rp. 503.600.-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria

Daffy menderita Limfangioma

Daffy menderita Limfangioma


SUANAH SANI (69, Kebakaran Rumah). Alamat : Kp. Salimah, RT 11/4, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Di usia rentanya, Bu Suanah hidup bersama anak gadisnya yang lumpuh. Ia tinggal di rumah yang berdinding bilik dan berlantai tanah. Sehari-harinya Nenek Suanah bercocok tanam di lahan sempit samping rumahnya. Lahan yang tak luas itu ia tanami sayuran yang bisa ia masak untuk makan sehari-hari. Jika tak ada makanan, terkadang Nenek Suanah dibantu tetangga sekitar rumahnya. Anak perempuanya yang dulu sebagai tulang punggung keluarga kini hanya bisa terbaring di tempat tidur akibat lumpuh yang dideritanya. Anaknya divonis dokter lumpuh permanen. Nenek Suanah kembali mendapat cobaan dari Allah, rumah biliknya terbakar habis rata dengan tanah. Kejadian itu terjadi pada 3 September 2016 sekitar pukul empat pagi. Nenek Suanah baru mengetahui rumahnya terbakar setelah api membesar. Api dengan cepat melalap rumah karena hampir semua bagian rumah terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Selain itu, rumah Nenek Suanah juga jauh dari rumah tetangganya. Nenek Suanah hanya bisa menyelamatkan diri dan dengan susah payah menyeret anaknya yang lumpuh ke luar rumah. Semua barang yang ia punya semuanya terbakar. Saat ini Nenek Suanah dan anaknya tinggal di rumah tetangganya. Alhamdulillah #SedekahRombongan mendapatkan info kebakaran tersebut dan langsung datang ke rumah Nenek Suanah. Kurir #SedekahRombongan memberikan  bantuan untuk makan sehari-hari, semoga bisa sedikit membatu dan bermanfaat untuk Nenek Suanah.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur @abdullahicall @endangmplus @ririn_restu

Ibu suanah mengalami Kebakaran Rumah

Ibu suanah mengalami Kebakaran Rumah


ROHIM BIN RASUDIN (25, Tumor Mata). Alamat : Kampung Garung, RT 3/1, Desa Cigorondong, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Rohim adalah putra pertama dari empat saudara. Dua tahun yang lalu ia memiliki benjolan di pipi kiri dan leher, seiring berjalannya waktu benjolan tersebut semakin membesar sehingga merubah struktur mata dan hidungnya. Saat ini kondisi Rohim semakin memprihatinkan, benjolan pada pipinya telah pecah sehingga pipi dan hidungnya selalu mengeluarkan darah. Tahun pertama pengobatan hanya dilakukan dengan berobat jalan di Puskesmas, sempat juga berobat ke RSUD dan didiagnosis tumor ganas. Ketiadaan biaya membuat pengobatan tidak dilanjutkannya. Ayah Rohim, Rasudin (47), adalah buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu sehingga tak mampu membiayai pengobatan anaknya. Berita terkait Rohim terdengar oleh kurir #SedekahRombongan, kurir pun mengunjunginya dan prihatin melihat kondisi Rohim dan keadaan ekonomi keluarganya. Kurir  #SedekahRombongan langsung menyampaikan bantuan dari sedekaholic untuk biaya berobat Rohim. Selain bantuan biaya, kurir #sedekahrombongan juga melakukan pendampingan dari Puskesmas sampai mendapat rujukan ke RSUD.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @wiraairiy @nurmanmlana @yadi_uy @oji_fahrur @bapakamin @ririn_restu

Rohim menderita Tumor Mata

Rohim menderita Tumor Mata


JASMAH JIPUT (52, Suspect Radang Paru – Paru). Alamat : Kampung Babad Masjid, RT 8/4, Desa Tenjolahang, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Delapan bulan yang lalu Ibu Jasmah jatuh sakit. Ibu Jasmah berobat ke Puskesmas, mantri dan pengobatan alternatif, namun penyakitnya belum diketahui secara pasti. Dari kondisi yang terlihat Ibu Jasmah seperti menderita suspect radang paru – paru. Ibu Jasmah kini hanya dapat tertidur menahan sakit, ia menyampaikan keinginannya untuk berobat lanjutan, tetapi selain tidak ada biaya ia juga belum menjadi peserta BPJS. Alhamdulillah titipan sedekaholic telah disampaikan kepada Ibu Jasmah untuk biaya proses pembuatan  BPJS. Semoga Ibu Jasmah segera sembuh seperti sediakala. Aamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @oji_fahrur @bapakami

Ibu jasmah menderita Suspect Radang Paru - Paru

Ibu jasmah menderita Suspect Radang Paru – Paru


RIKI BINTI SUYARTO ( 22, Operasi Caesar ). Alamat : Dsn. Watubonang RT02/1, Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ibu satu anak ini merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Suyarto dan Ibu Painem. Kesehariannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Adapun suami saat ini masih mencari pekerjaan. Sebelum mendapatkan kerja, suami membantu mertua sebagai petugas kebersihan serta penjaga sebuah rumah dinas di Wonogiri. Pasca pernikahannya, dia dikarunia seorang anak. Ketika usia kehamilan cukup besar dan memasuki hari perkiraan lahir, janin yang dikandung sulit keluar. Melihat kondisi ini pun, Riki di bawa ke rumah sakit setempat dan mendapatkan perawatan medis. Dokter pun memberikan pemeriksaan dan infus, supaya kondisi ibu ini membaik. Akhirnya, agar bayi selamat perlu dilakukan sebuah upaya operasi. Dan operasi caesar pun dilakukan. Alhamdulillah, penanganan medis cepat sehingga tidak terlambat. Bayi terlahir dengan sempurna. Bayi itu diberi nama Leila usianya saat ini 10 bulan. Orang tua Riki hanya pegawai rendahan, dengan penghasilan yang pas – pasan. Untuk membiayai operasi serta pengobatan di rumah sakit pun masih belum cukup. Keluarga ini membutuhkan bantuan agar bayi bisa segera di bawa pulang. Yarto pun bertemu dengan kami, dan menceritakan mengenai hal tersebut. Dengan iba, dia memohon bantuan agar semua bisa berjalan lancar. Saat malam tiba, Yarto datang ke rumah kami dan menceritakan kondisi yang ada pada saat itu. Dia membutuhkan bantuan untuk membiayai segala proses kelahiran cucu nya tersebut. #SedekahRombongan memberikan bantuan dana, untuk kebutuhan itu. Dengan bantuan ini, permasalahan keluarga tersebut pun terselesaikan. Semoga, bantuan ini meringankan beban mereka dan bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.725.800,-
Tanggal : 4 Juni 2016
Kurir : @Mawan

Bantuan biaya Operasi Caesar

Bantuan biaya Operasi Caesar


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah. Daffa terlahir kurang sempurna. Balita ini mempunyai kelainan kromosom. Dengan adanya kelainan tersebut menyebabkan dia tidak mempunyai pori – pori di kulitnya. Hal ini mengakibatkan tubuh tidak bisa mengeluarkan keringat sebagaimana manusia normal. Kondisi tersebut juga diperparah oleh kondisi kulit Daffa yang selalu mengelupas. Sehingga, kulitnya terlihat seperti “nglethek”serta bersisik. Sebelum lahir, tidak ada firasat apapun yang dirasakan oleh kedua orang tuanya. Kemudian, balita tersebut di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Diagnosa dokter menjelaskan bahwa ini adalah penyakit yang disebut dengan Icthyosis Lamelar. Dan penyakit ini bersifat herediter atau seumur hidup. Bayangkan, balita ini akan menjalani sakit seumur hidupnya. Kedua orang tua Daffa pun terus berusaha agar sang anak bisa hidup normal. Berbagai upaya pun telah dilakukan. Yulianto, ayah Daffa tidak putus asa. Begitu pula Ibunya, Rahning Puspitasari. Mereka sayang kepada anak satu – satunya ini. Kedua orang tua Daffa tidak bekerja, akan tetapi sang ayah selalu berupaya bekerja apapun juga untuk mendapatkan uang demi pengobatan sang anak. Untuk mengobatinya, mereka rutin setiap dua minggu membawa Daffa ke Rumah Sakit Moewardi Solo. Jarak dari rumah pun cukup jauh. Pasien ini sudah kita dampingi sejak satu tahun yang lalu. Adapun obat luar yang harus di cukupi belum tercover oleh jaminan kesehatan. Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Setiap dua minggu kami mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Biaya akomodasi dan transportasi kita bantu meringankan. Alhamdulillah, perkembangan psikologis anak ini semakin membaik. Dia sudah tidak terlihat minder dengan apa yang di alaminya saat ini. Bulan ini perkembangan menunjukkan sedikit kondisi kurang bagus pada kulitnya. Kulit bermasalah disebabkan faktor cuaca yang tidak menentu. Cuaca panas membuat kulit Daffa gatal dan dia sering menggaruknya. Akibatnya kulit menjadi berdarah karena luka. Saran yangg diberikan dokter untuknya adalah dengan menjaga kelembaban kulit. Bisa dengan mengolesi kulit dengan lotion. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Dia sudah mulai belajar berdiri sendiri dan berbicara. Jari tangan dan kaki sudah mulai terbentuk sempurna. Ketika pertama kali #SedekahRombongan menghandlenya, jari tangan masih menyatu begitupun dengan jari – jari kaki. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Januar menderita Ichtyosis Lamelar

Januar menderita Ichtyosis Lamelar


SATIJEM TUKARUNG ( 43, Ca Mamae ). Tinggal di dusun Blimbing RT02/16, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri, Jawa tengah. Perjalanan pengobatan ibu ini berjalan hampir 1 tahun. Dia menderita sakit kanker payudara atau dalam bahasa medis disebut dengan Ca Mamae. Kondisi sebelum sakit, dia tidak merasakan apa – apa. Suatu ketika, payudara sebelah kiri terasa sakit sekali. Hal ini dibiarkan begitu saja, maklum dia dan suami hidup miskin. Suami beliau pun juga tidak normal, sang suami pasca mengalami kecelakaan mengakibatkan kaki pincang. Sehingga, saat berjalan pun harus menggunakan alat bantu. Kondis saat ini cukup bagus. Tiap minggu sekali pasien dampingan #SedekahRombongan tersebut menjalani kontrol rutin ke Rumah Sakit Moewardi Solo Jawa Tengah. Dia tidak punya anak. Suami bekerja sebagai buruh jahit di Jakarta. Awalnya, suaminya juga kita handle dalam pengobatannya. Bantuan rutin ini untuk pengobatan, akomodasi serta transportasi dan pembelian obat yang diperlukan serta tidak tercakup dalam jaminan kesehatan. Bulan Juni ini, Satijem melaksanakan khemoterapi ke sembilan. Semoga, dengan pendampingan #SedekahRombongan, bisa meringankan beban keluarga tersebut. Sehingga Satijem bisa sembuh dari Ca Mamae yang dideritanya saat ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Ibu satijem menderita Ca Mamae

Ibu satijem menderita Ca Mamae


KARTINI BINTI SAMIYO (57, Ca Mammae), Alamat : Dusun Blimbing 02/07 , Ngadirojo Kidul, Ngadirojo Wonogiri, Jawa Tengah. Hampir satu tahun jadi pasien dampingan kita. Pertama kali kita handle kondisi payudara sebelah kanan membengkak karena sudah terjadi peradangan dengan kondisi luka berlobang menganga di beberapa tempat, berdarah dan bernanah. Kondisi seperti itu sudah 9 bulan beliau derita. Dokter pun sempat mengatakan tak bisa diangkat karena kondisinya sudah seperti itu, khawatir terjadi masalah pasca operasi. Akhirnya dokter mengambil langkah tindakan kemoterapi dahulu selama 3 kali. Ternyata setelah menjalani kemoterapi luka justru mengering, menutup dan payudara juga mengecil. Melihat kondisi yang seperti inilah tim dokter akhirnya berani melakukan tindakan operasi pengangkatan payudara. Melihat hasil pasca operasi juga bagus, dokter pun memutuskan melanjudkan kemoterapi karena Bu Kartini juga sudah di level stadium 4. Sampai saat ini pasien sudah menjalani 7 kali kemoterapi. Kondisi pasien saat ini juga stabil bahkan sudah bisa beraktifitas seperti sebelum beliau sakit dulu.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Ibu kartini menderita Ca Mamae

Ibu kartini menderita Ca Mamae


TRI PURNOMO APRIANTO ( 59, Syaraf Terjepit), Alamat :  Dusun Jarum 01/01, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Sudah hampir 11 bulan ini beliau sakit, keluar masuk RS menjalani rawat inap. Beberapa tahun yang lalu pun beliau sudah sering sakit-sakitan bahkan beberapa kali menjalani operasi diantaranya tyroid dan hernia. Tapi untuk kali ini beliau merasakan sakit dari bahu sampai kaki. Terasa panas, kesemutan sakit untuk melakukan gerakan apalagi untuk berjalan. Kehidupan Pak Tri sangat kederhana bisa dibilang hanya pas-pasan. Sebelum sakit beliau adalah tulang punggung keluarga. Diusia tuanya beliau belum bisa menikmati masa-masa istirahat seperti kebanyakan orang. Beban ekonomi salah satu penyebabnya. Untuk tindakan selanjutnya pasien harus menjalani fisioterapi rutin seminggu dua kali di RSD. Moewardi Surakarta untuk melatih otot dan syaraf yang selama ini mengalami gangguan. Pak Tri ingin sembuh, membesarkan ketiga cucu yatim piatu karena kedua anak-anak ini meninggal dunia setahun lalu karena sakit. Kesembuhan Pak Tri, menentukan masa depan anak-anak yatim piatu ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Pak tri menderita Syaraf Terjepit

Pak tri menderita Syaraf Terjepit


TONI SISWANTO (10, Megacolon) Alamat : Dusun Jetis 04/02, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten WonogirI, Jawa Tengah. Siswa kelas 3 SD ini putra keempat dari lima bersaudara pasangan Bapak Senen dan Ibu Bimani. Kehidupan mereka jauh dari kekurangan. Pak Senen sehari-hari hanyalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Menghidupi lima orang anak dan juga ibunya yang sudah renta. Mereka tinggal di sebuah rumah yang terlihat kumuh berdinding anyaman bambu yang sudah banyak lobangnya, sebagian berdinding batu bata yang sudah usang dimakan usia. Pintu terbuat dari kayu usang yang mulai rapuh, atap tak jauh berbeda banyak genting yang pecah. Membiayai  sekolah  empat orang anak dengan penghasilan pas-pasan, bahkan selain Toni masih ada lagi anaknya yang saat ini juga sakit. Anak sulungnya yang diharapkan bisa meringankan beban keluarga justru menderita gangguan jiwa. Sama seperti Toni pada , karena ketiadaan biaya sakit itu dibiarkan saja. Toni sendiri sebenarnya  sudah mulai merasakan sakit saat dia berumur 5 tahun. Keadaan ekonomi yang kekurangan membuat keluarga membiarkan sakit itu dan berharap akan sembuh dengan sendirinya, mengingat terkadang sakit itu kadang timbul dan hilang dengan sendirinya. Hingga akhirnya penyakit itu tak kunjung sembuh, tubuh Toni semakin kurus, perut semakin membesar. Akhirnya ada tetangga yang menyarankan membawa Toni ke RS. Mereka awalnya menolak karena mereka kebingungan soal biaya. Awalnya Toni dicurigai menderita gizi buruk. Tapi kecurigaan itu berubah saat diketahui bahwa Toni mengalami masalah BAB sejak kecil, hanya saja tak begitu di hiraukan. Kepastian itu baru  muncul saat Toni di bawa berobat ke RSUD WONOGIRI. Dari hasil rongent , USG dan Lopograpi diketahui bahwa Toni menderita Megacolon. Operasi pertama dilakukan di IBS RSUD WONOGIRI untuk pemotongan usus dan pembuatan colostomi. Bulan ini akan dilaksanakan pemeriksaan kembali untuk saluran pasca operasi sebelumnya. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk mencukupi kebutuhan akan hal tersebut, untuk akomodasi, pengobatan jalan dan pembelian berbagai kebutuhan medis lain. Ditengah himpitan ekonomi dengan segala keterbatasannya keluarga Toni berjuang demi kesembuhan Toni. Toni ingin bisa normal seperti anak seusianya, ingin kembali bermain dan bersekolah bersama saudara kembarnya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Noniska

Toni menderita Megacolon

Toni menderita Megacolon


PARIYEM BINTI TARYO (48, Tumor Syaraf Tulang Belakang), beralamat Klampisan 02/10 , Kaliancar ,Selogiri , Wonogiri. Pasien ini kita handle sejak bulan Desember 2014, artinya hampir 1,5 tahun jadi pasien dampingan kita. Pasca operasi pengangkatan tumor yang mengganggu kinerja syarafnya selama ini pasien mengalami kelumpuhan dari pinggang sampai telapak kaki. Pasien disarankan menjalani fisioterapi rutin seminggu dua kali setiap hari Senin dan Kamis di RSD.Moewardi Solo. Perlu kesabaran juga baik untuk pasien, keluarga pasiaen terasuk pendamping karena fisioterapi ini akan memakan waktu lama. Saat ini pasien sudah menunjukkan adanya perkembangan, bagian tubuh dari pinggang sampai lutut sudah mulai bisa digerakkan kembali. Sang suami, Taryo hanya bekerja sebagai buruh. Mereka hidup kurang mampu. Anaknya pun sudah berkeluarga, dan kehidupannya juga tidak jauh berbeda dengan mereka. Kondisi keterbatasan ekonomi ini yang membuat pengobatan sempat tertunda. Saat ini fisioterapi fokus ke bagian lutut sampai telapak kaki. Bantuan #SedekahRombongan untuk proses pendampimgan pasien selama kontrol dan mencukupi kebutuhan lainnya. Perkembangan saat ini sudah cukup membaik serta menunjukkan progress yang positip. Semoga kesabaran Bu Pariyem bisa menunjukkan hasil seperti yang diharapkan, bisa berjalan kembali seperti sedia kala.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Kikis

Bu pariyem menderita Tumor Syaraf Tulang Belakang

Bu pariyem menderita Tumor Syaraf Tulang Belakang


LUTFHI ARYA FIRDAUS (16 bulan, Jantung + Hemangioma). Alamat : Dusun Pancuran 01/06, Desa Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Lutfhi mengalami masalah kesehatan sejak lahir. Terlahir dalam keadaan terlambat satu minggu dari jadwal kelahiran membuat bayi ini harus dilahirkan lewat proses dipacu Lahir di RS. PKU MUHAMMADIYAH WONOGIRI .Karena ada masalah setelah kelahiran Lutfi lansung masuk dalam perawatan ruang inkubator selama 5 hari untuk menjalani perawatan dan fisiotherapi agar bisa menyusu tanpa alat bantu selang. Ternyata tak sampai situ saja, 7 hari setelah kelahirannya muncul bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuhnya. Keluarga berharap bercak itu akan hilang seiiring bertambah usia. Tapi pada kenyataannya justru sebaliknya bertambahnya usia, bercak semakin banyak. Pertumbuhannya  juga lambat dan sering sakit-sakitan. Putra pertama pasangan Bapak Anton Sujarwo  dan Ibu Siti Aisyah ini dilihat secara sepintas memang seperti anak yang tak normal BB hanya 5 KG. Dari semua test yang dilakukan Lutfi didiagnosa menderita kelainan jantung dan hemangioma kapiler. Saat ini Lutfi rutin terapi obat jantung, sebulan sekali chek up. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk pendampingan serta proses penghandle-an secara rutin. Semoga, kondisinya semakin membaik.

Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 18 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Kikis

Luthfi menderita Jantung + Hemangioma

Luthfi menderita Jantung + Hemangioma


FARID ABDULLAH (3, Atresia Ani). Tinggal di Dusun Tahunan 02/06, Desa Sambirejo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Farid terlahir tak seperti anak normal. Terlahir dalam keadaan atresia ani atau tak memiliki anus, tak memiliki lubang telinga dan daun telinga sebelah kiri, jari tangan masing-masing hanya 4 jari, telapak tangan bengkok serta adanya kelainan jantung. Sungguh sebuah ujian yang tak ringan bagi keluarga Farid. Ayahnya hanyalah seorang terapis keliling yang hanya bekerja jika ada panggilan saja. Ibunya memilih jadi ibu rumah tangga. Farid tergolong keluarga yang sangat sederhana sekali, bahkan mereka masih menumpang di rumah kakek neneknya. Karena kondisi ekonomi yang seperti itulah, selama dalam kandungan Farid kurang mendapat perawatan pada masa kehamilan. Perkembangannya kurang terpantau, hanya diperiksakan di bidan dengan fasilitas minim dan hanya sekali saja di periksakan ke dokter kandungan. Itupun saat usia kandungan baru menginjak usia 5 bulan jadi belum nampak dengan jelas. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab ketidak normalan yang diderita oleh Farid, karena sampai saat ini Farid belum dikonsultasikan lebih lanjut. Farid yang lahir secara normal di bidan setempat sempat di rujuk ke RSD. Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma sebagai pengganti anus untuk sementara. Untuk memiliki anus Farid masih harus menjalani dua kali operasi lagi. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk kebutuhan rutin proses pendampingan dan penghandle-an pasien tersebut. Antara lain pengobatan pasca operasi pembuatan anus, dan operasi penyambungsn usus sekaligus penutupan stoma. Belum lagi untuk operasi jantungnya. Semoga segala sesuatu bisa berjalan dengan baik sebagaimana harapan.

Bantuan : Rp. 1.000.000,
Tanggal : 19 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Farid menderita Atresia Ani

Farid menderita Atresia Ani


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Saat ini tinggal di sebuah rumah sederhana di Dusun Suwondo, RT 01 RW 09, Desa Gumiwang, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Saat ini menjalani kemotherapi yang keenam. Pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pasca operasi pertama, kondisi agak tidak baik. Kemudian, berjalan hampir dua minggu terjadi pendarahan hebat di pipinya. Keluarga sangat risau, dan kami pun menjemput ke rumah yang cukup jauh dari kota. Perjalanan kemudian menuju Moewardi Solo. Istrinya menangis terus selama dalam perjalanan itu. Keluarga ini kurang mampu, himpitan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga ini. Usia yang tak lagi muda dan produktif, tenaga yang tak lagi sekuat dulu, membuatnya hanya pasrah dengan keadaan yang menimpanya saat ini. Dan sakit itu pun terbiarkan selama 10 tahun. Rumahnya sangat sederhana, rumah tua yang berlantaikan tanah dan memprihatinkan, jika hujan lebat tak sedikit air masuk ke rumah karena sebagian genteng bocor. Dia tak pernah mengeluh dengan hidupnya itu. Kebutuhan untuk perjalanan, serta proses pendampingan di cukupi dengan #SedekahRombongan. Akhir bulan juli nanti rencananya akan dilakukan kontrol rutin. Semoga proses ini selalu dimudahkan.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juni 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Kikis

Pak dalimin menderita Tumor Pipi

Pak dalimin menderita Tumor Pipi


PARSEL LEBARAN DHUAFA (120 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan. Seperti yang dialami dhuafa sekitar wilayah Madura. Mereka harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan harian, berpuasa tanpa memikirkan mampu berbuka atau tidak saat maghrib menjelang. Himpitan kondisi memaksa mereka untuk terus bekerja, menikmati keberkahan ramadhan dari peluh keringat yang ada. Asa mereka untuk mampu membeli kebutuhan pokok untuk sekedar merayakan nikmatnya hari kemenangan. Kurir #SRmadura kemudian menyampaikan 120 paket parsel lebaran untuk dhuafa-dhuafa yang terbagi di daerah. Bingkisan lebaran disebar ke empat kabupaten yang terdapat di pulau Madura, yakni kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.. Bahagia dan syukur terlihat dari sorot mereka, semoga mampu membawa ceria saat hari kemenangan tiba. Serta para sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Ramadhan adalah bulan berbagi, sebagai mana janji Allah:  Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.160.550,-
Tanggal  : 25 Juni 2016
Kurir : @wahyu_CSD @ivaniteen & Semua Kurir #SRmadura

Bantuan 120 Paket Sembako

Bantuan 120 Paket Sembako


RAHMAT BIN RAPEI (38, Paru – Paru dan Kelainan Jantung). Alamat : Kp. Jerenong, RT 2/7, Desa Babakan Lor, Kec. Jiput, Kab. Pandeglang, Prov. Banten.  Pak Rahmat mengalami penurunan kesehatan sejak 3 tahun yang lalu. Penyakitnya diawali dengan adanya benjolan kecil di pundaknya, awalnya benjolan tersebut ia anggap benjolan biasa, tetapi sejak saat itu ia sering sakit-sakitan. Aktivitasnya sebagai buruh jahit pakaian di kampungya pun terganggu, padahal ia masih harus menghidupi istri dan 1 anaknya. Selama ini, ia berobat di Puskesmas Kecamatan Jiput. Sekitar awal tahun 2015 penyakitnya bertambah parah, benjolan di lehernya semakin besar dan bertambah satu benjolan lagi berada di bawah ketiak. Selain itu, ia sering batuk-batuk dan tidak bisa tidur telentang, karena menyebabkan ia batuk terus-menerus sehingga ia harus tidur dengan posisi duduk. Kondisi yang semakin memburuk membuat Pak Rahmat akhirnya berobat jalan ke RSUD Pandeglang dengan mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi sampai saat ini perkembangan kesehatannya tidak mengalami perubahan. Hasil pemeriksaan dari dokter RSUD Berkah Pandeglang, Pak Rahmat harus berobat ke Rumah Sakit Cipto Makunkusumo (RSCM) Jakarta. Karena keinginan sembuh yang begitu kuat, Pak Rahmat pun bertekad melakukan pengobatan ke RSCM Jakarta dengan mengandalkan KIS dan bekal uang seadanya. Kuri #SedekahRombongan mendampinginya berobat di RSCM pada Januari 2016, namun pengobatannya tidak dituntaskan dan memilihi beristirahat di rumah. Hal tersebut menyebabkan kondisinya semakin parah, hingga akhirnya pada bulan Agustus lalu keluarga kembali membawanya ke RSUD Pandeglang. Keluarga kesulitan biaya operasional selama Pak Rahmat dirawat. Kurir SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat Pak Rahmat setelah sebelumnya dibantu pada Rombongan 806.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Pak rahmat menderita sakit Paru – Paru dan Kelainan Jantung

Pak rahmat menderita sakit Paru – Paru dan Kelainan Jantung


SAR’IAH PAGELARAN (61, Kelainan Syaraf Telinga). Alamat : Kampung Kadu Payung, RT 4/2, Desa Bama, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Beberapa hari yang lalu Nenek Sari’ah terjatuh di dapur rumahnya yang berlantaikan tanah. Kepalanya terbentur hingga mengeluarkan cairan yang terus mengalir dari telinga kanannya. Awalnya Nenek Sar’iah menyangka biasa saja, namun kondisinya semakin buruk, kepalanya terasa sakit dan cairan yang keluar dari telinganya semakin banyak sehingga ia harus menutupnya dengan kapas. Dengan kondisi tersebut, Nenek Sari’ah tetap memaksakan diri beraktivitas walaupun kepalanya terasa sakit. Sampai saat ini Nenek Sar’iah tidak memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas karena ketiadaan biaya dan tidak mempunyai kartu jaminan kesehatan. Nenek Sar’iah mempunyai dua orang anak yang bekerja sebagai kuli serabutan, namun kedua anaknya tak mampu berbuat banyak karena mereka sudah berkeluarga dan juga hidup dalam kemiskinan. Keseharian Nenek Sar’iah adalah sebagai kuli membantu membuat emping melinjo pada tetangganya untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari, penghasilannya sekitar Rp.15.000,- per hari, itupun kalau ada yang memintanya bekerja. Saat dijenguk kurir #SedekahRombongan, Nenek Sar’iah mengungkapkan kesedihannya karena tidak punya uang simpanan untuk berobat ke Puskesmas. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholic #sedekahrombongan telah disampaikan kepadanya untuk memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas. Semoga Nenek Sar’iah segera sembuh dan dapat ikhtiar kembali dalam mencari nafkah dengan tidak merasakan sakit lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @bangminkelana @ririn_restu

Ibu sariah menderita Kelainan Syaraf Telinga

Ibu sariah menderita Kelainan Syaraf Telinga


IKA KARTIKA (22, Tumor Ovarium). Alamat : Kampung Pasir, RT 2/2, Kelurahan Muara Ujung Barat, Kecamatan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Gadis yatim piatu ini sakit sejak September 2015 dan serangkaian pengobatan pun sudah dijalaninya. Pada Juni 2016, Ika mendapat rujukan dari RSUD Aji Darmo Lebak ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Dengan biaya seadanya, Ika didampingi uwak -panggilan kakak dari ayah-, berobat ke RSCM meskipun harus pergi-pulang naik kereta. Ketiadaan biaya membuat  pengobatannya dihentikan setelah beberapa kali berobat di RSCM. Kondisi Ika saat ini sangat memprihatinkan, perutnya semakin membesar seperti orang hamil dan ia mengalami sesak napas karena banyaknya cairan di perut yang mulai merendam paru-parunya. Saat dijenguk kurir #SedekahRombongan di rumah uwaknya, Ika menuturkan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan ke RSCM agar dapat segera dioperasi. Keinginannya itu selalu tertunda karena ketiadaan biaya untuk transportasi ke RSCM. Maklum saja, Ika tidak memiliki penghasilan, kedua orang tuanya pun sudah meninggal dunia dan kedua kakaknya tak dapat membantunya karena hidup dalam kesusahan. Uwaknya yang selama ini mendampinginya pun tak bisa membantu biaya pengobatan Ika karena penghasilannya sebagai buruh serabutan tak menentu. Alhamdulillah titipan sedekah dari sedekaholic #sedekahrombongan telah disampaikan kepadanya untuk membantu biaya transportasi dan operasional berobat di RSCM Jakarta. Semoga Ika segera mendapat perawatan di RSCM dan kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Ibu ika menderita Tumor Ovarium

Ibu ika menderita Tumor Ovarium


RIAN BIN SUKASNO (10 Tahun, Kolesterol). Rian tinggal bersama keluarganya di Dayu RT.03/RW.27 Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, DIY. Ayahnya bekerja sebagai buruh serabutan, namun enam bulan terakhir tidak lagi bisa bekerja karena sakit. Ibunya merupakan karyawan sebuah rumah laundry yang gajinya hanya bisa mencukupi kebutuhan harian mereka. Sementara itu, Rian sendiri berusia sepuluh tahun, ia memiliki kakak laki-laki yang berusia lima belas tahun . Rian dan keluarganya berasal dari kalangan tidak mampu, mereka bahkan tidak memiliki rumah. Mereka hanya menempati sebuah gubuk reyot tanpa adanya listrik, gubuk mereka berdiri di atas tanah milik orang lain, sang pemilik mengizinkan mereka tinggal di atas tanahnya karena merasa iba. Namun jika ewaktu-waktu sang pemilik akan menggunakan tanahnya untuk suatu keperluan, Rian dan keluarganya harus rela pindah dari tempat itu. Kehidupan mereka begitu sulit, ayahnya sakit, ditambah dengan gejala sakit yang dirasakannya. Awalnya kakinya membesar, pipinya memerah, ia lantas diperiksakan ke RS Panti Nugroho Pakem Sleman. Tanpa berbekal jaminan kesehatan, Rian harus menempuh jalur pengobatan umum yang tentunya memerlukan biaya yang tak murah bagi mereka. Setelah melalui pemeriksaan diketahui kadar kolesterolnya tinggi di atas angka 700, ia pun terdeteksi kekurangan albumin, selanjutnya ia diberi obat dan diperkenankan untuk rawat jalan. Kondisi saat ini kadar kolesterolnya sudah normal tetapi harus kontrol rutin ke rumah sakit setiap dua bulan sekali. Karena tak memiliki jaminan kesehatan, biaya pengobatannya pun cukup memberatkan bagi mereka. Biaya pengobatannya selama ini berasal dari pinjaman pemilik laundry tempat ibunya bekerja, selanjutnya gaji sang ibu akan dipotong untuk melunasi pinjaman tersebut sampai lunas. Rian dan keluarganya sangat memutuhkan pertolongan kita agar dapat melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan keluarga ini dengan cara yang tak pernah disangka. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar lima ratus ribu rupiah. Bantuan disampaikan melalui Kurir #SedekahRombongan yang bersilaturahmi ke gubuk mereka. Rian dan keluarganya sangat gembira dan bersyukur kepada Allah SWT. Mereka pun mengucapkan terima kasih sembari berdoa untuk #Sedekaholic dan #SedekahRombongan agar selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @jemirikab @RofiqSILVER

Rian menderita Kolesterol

Rian menderita Kolesterol


SLAMET bin NARTO SUPATMO (38, kecelakaan lalu lintas). Alamat: Morisan, Cetan, Ceper, RT 01, RW 07, Klaten, Jawa Tengah. Slamet adalah anak kedua dari 5 bersaudara, anak dari pasangan Pak Narto Supatmo (86, Buruh) dan Bu Saminem (56, Pembantu). Awalnya waktu di jalan raya ditabrak kendaraan sepeda motor di bagian kaki kiri lalu luka parah sehingga tidak bisa jalan. Habis ditabrak rutin dibawa ke RS untuk operasi memasang PIN dan pengobatan mengganti perban yg luka bagian kaki. Saat ini pengobatan sendiri karena luka sudah agak kering dan dilakukan di rumah karena perjalanan ke RS yang agak jauh dan harus bolak balik menghabiskan biaya banyak. Sekarang keadaan masih tidak bisa jalan tidak keluar dari kamar tidur. Diperlukan dana untuk biaya ke RS nantinya yaitu sewa kendaraan untuk operasi untuk mengambil PIN di kaki. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Slamet untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai  Rp 1.000.000.- yang dipergunakan untuk membantu biaya operasi Pak Slamet. Dari pihak keluarga menyampaikan banyak terimakasih atas bantuan yang telah diberikan, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat. Amin.

Jumlah : Rp.1.000.000
Tanggal santunan: 9 September 2016
Kurir: @kisshery @ekow_st @satyaluke @rofiqsilver

Pak slamet mengalami kecelakaan lalu lintas

Pak slamet mengalami kecelakaan lalu lintas


RAHMAD JUNIANTO (2 Bulan, Bibir Sumbing). Bayi Rahmad dirawat oleh keluarganya di Plalar, RT.03/RW.09 Umbulrejo, Ponjong, Gunungkidul, DIY. Pasangan Pak Priyo dan Bu Kasiyem memiliki seorang anak yang dikaruniai kekurangan. Namanya Febri, ia menderita cacat fisik dan keterbelakagan mental. Keluarga ini berasal dari kalangan sederhana, sang kepala keluarga hanya bekerja sebagai buruh di ibu kota, sementara istrinya hanya ibu rumah tangga biasa. Ketika sakit dan kemiskinan menguji mereka, datang cobaan lagi. Febri mengalami pelecehan seksual, dan kini telah melahirkan bayi laki-laki dengan kondisi bibir sumbing. Bayi Rahmad tidak bisa menyusu langsung kepada ibunya karena kondisi fisik sang ibu yang tidak memungkinkan. Rencananya si bayi akan dioperasi jika sudah cukup berat badannya. Keluarga mengalami kesulitan biaya operasi, biaya transport dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan keluarga ini dengan cara yang tak pernah disangka. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit berupa uang tunai untuk membantu biaya operasi sang bayi. Semoga bantuan dapat sedikit meringankan beban kehidupan mereka…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 9 September 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Rahmat menderita Bibir Sumbing

Rahmat menderita Bibir Sumbing


SUPARNO BIN AHMAD SUKRI WIDODO (51, luka sakit gula). Alamat: RT 7, Jomegatan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Pak Suparno adalah suami dari Bu Sarinah (41, Ibu RT). Beliau tinggal dengan istri dan anaknya. Awalnya, saat bekerja terkena luka di bagian kaki dan saat itu beliau mengidap penyakit gula sehingga menyebabkan luka yang cukup parah. Dulu sudah beberapa kali terkena luka dan sekarang sudah setahun terakhir ini belum bisa sembuh. Terakhir berobat ke RS Sarjito dan sekarang masih ada luka yang belum kering atau belum sembuh. Saat ini masih memerlukan dana untuk beberapa kali pengobatan agar menghilangkan luka karena penyakit gulanya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Pak Suparno untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai  Rp 1.000.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya berobat Pak Suparno. Dari pihak keluarga menyampaikan banyak terimakasih atas bantuan yang telah diberikan, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 8 September 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @satyaluke

Pak suparno menderita luka sakit gula

Pak suparno menderita luka sakit gula


SURADAL BIN  SUDI UTOMO (60, Tumor). Alamat: RT 7, Jomegatan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Pak Suradal adalah adalah suami dari Bu Kadiyem (56, Ibu RT). Dulu merasakan sakit bagian kepala dan dibawa ke Rumah Sakit namun belum ketahuan mengidap apa hanya dibilang kena stroke. Karena merasakan sakit pada kepalanya akhirnya pada beberapa waktu yang lalu akhirnya dibawa ke DR Sarjito dan ketahuan didiagnosis mengidap penyakit tumor bagian kepala. Saat dibawa ke rumah sakit untuk cek darah agar bisa dinyatakan bagus untuk dikemoterapi. Sering butuh biaya utk suntik dan pengobatan lain. Di saat menunggu utk dikemo Pak Suradal dibawa pulang ke rumah. Namun saat ini Pak Suradal tidak bisa bertahan melawan penyakitnya dan meninggal pada tanggal 9 September 2016. Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Pak Suradal untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita keluarga yang ditinggalkan dengan menyampaikan santunan titipan #sedekaholics yang dipergunakan untuk uang santunan duka senilai Rp. 1.000.000,-. Pihak keluarga memohon doa untuk almarhum semoga almarhum diterima di sisi Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 8 September 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @satyaluke

Pak surndal menderita luka sakit gula

Pak surndal menderita tumor


PURWANTO bin WAGIMIN (32 Tahun, komplikasi). Purwanto tinggal di Banyu Urip RT.04 Jatimulyo, Dlingo, Bantul, DIY. Purwanto bekerja sebagai pekerja proyek di perusahaan listrik. Ia tinggal bersama adik dan ibunya di rumah mereka yang sederhana. Purwanto memiliki riwayat penyakit tumor jinak, ia pernah dioperasi pada tahun 2009 lalu. Setelah itu kondisinya normal, dan tidak ada keluhan sakit. Namun pada bulan ramadhan tahun ini, ia mengalami gejala batuk dan sakit kepala, tangan dan kaki kanannya juga tak bisa digerakkan, kesehatannya menurun. Purwanto kemudian dilarikan ke RS Rajawali Citra Bantul dan rawat inap selama 4 hari. Dari sana ia dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta dan rawat inap selama 12 hari. Setelah kondisinya membaik ia diperbolehkan rawat jalan dengan kontrol dan konsumsi obat secara rutin. Semenjak sakit, Purwanto tidak lagi bisa bekerja. Hidupnya kini menjadi tanggungan adiknya. Sang adik bahkan kini tidak lagi bekerja karena harus merawat kakak dan ibunya yang juga sedang opname di rumah sakit. Kondisinya saat ini masih rawat jalan dan mengkonsumsi obat secara rutin, selain itu masih harus menjalani terapi syaraf tiga kali setiap bulan. Setiap kali terapi harua mengeluarkan biaya sekitar dua ratus hingga tiga ratus ribu rupiah. Keluarga ini sangat membutuhkan uluran tangan kita. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit sebesar Rp. 2.000.000,- untuk membantu biaya pengobatan Purwanto. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban kehidupannya, Purwanto sangat bersyukur dan berterimakasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Mari kita doakan bersama agar ia juga segera diberikan kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 9 September 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @imbams

Pak purwanto menderita komplikasi

Pak purwanto menderita komplikasi


SUMANTO BIN ARJO SIDO (58th, Hernia) bertempat tinggal di dusun Mundon Rt 17 Rw 07, desa Burikan Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah, bersama si istri Saminten (56th) yang hanya sebagai ibu rumah tangga. Bapak Sumanto menderita penyakit hernia sejak 3 bulan yg lalu diperiksakan namun sudah harus operasi namun blm bisa operasi karna beliau kesulitan akomodasi dan belum ada biaya untuk ke rumahsakit maka beliau menangguhkan operasinya, akhirnya penyakitnya itu sering kambuh dan cuma diperiksakan ke puskesmas, Alhamdulillah #kurirSR dipertemukan dengan bapak Sumanto, dan dapat menyampaikan santunan dari para #sedekahholic sehingga dapat membantu meringankan biaya untuk akomodasi ke rumah sakit dan pengurusan BPJS agar segera dioperasi

Jumlah santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal santunan : 17 September 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st @dwiastutihelmy, sunandar

Pak sumanto menderitaHernia

Pak sumanto menderitaHernia


MUHAMMAD DAVID RADIAL (6 Tahun, Sakit Mata). David tinggal bersama kedua orang tuanya di Kerto Tengah, RT.05/RW.08 Pleret, Banguntapan, Bantul, DIY. Keluarga ini berasal dari golongan yang sederhana, Edi Supriyadi (34), Ayah David, berprofesi sebagai buruh, sementara Lirawati (34), Ibu David, bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa. David mengalami sakit mata karena matanya terkena tusuk sate saat bermain panah tusuk sate, kejadian itu berlangsung kira-kira 10 bulan yang lalu. David kemudian dibawa ke rumah sakit khusus mata untuk menjalani pemeriksaan. Ia sudah dua kali kontrol, yang pertama ia menjalani operasi injeksi atau operasi kecil, yang kedua penutupan mata. Penutupan mata dilakukan karena ada lubang pada mata karena tusukan sate, ia kemudian diberikan obat tetes mata yang digunakan setiap dua jam sekali. David seharusnya masih menjalani kontrol lagi, namun ia mengalami kendala keterbatasan biaya, selama ini pengobatannya telah menelan biaya kira-kira enam belas juta rupiah. Tetapi biaya itu ditanggung oleh dua pihak yaitu pihak keluarga David dan pihak keluarga anak yang memanah. Selama pengobatan, David menggunakan jalur umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan baik swasta maupun pemerintah. Di samping itu, dokter yang menanganinya masih berada di luar negeri dan diperkirakan akan kembali pada Bulan Oktober 2016. David dan keluarganya begitu terbebani dengan biaya pengobatan karena mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu. Mari kita bantu saudara kita yang tengah diuji dengan musibah sakit ini… #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Melalui Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah mereka kemudian menyampaikan titipan langit sebesar satu juta rupiah. Bantuan ini digunakan untuk membeli obat yang diperlukan oleh David. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka… Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 7 September 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @Satyaluke

David menderita Sakit Mata

David menderita Sakit Mata


ASEP SAPRUDIN Bin AHMAT (32, Radang Paru-Paru) yang beralamat di Dusun Barengan,RT 09 / RW 04 ,Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawatengah. Sejak 2014 melakukan pengobatannya berkala atas sakitnya, Bapak Asep selama ini cuma diperiksakan ke pukesmas dan saat ini dirawat di Rumah sakit BP4 klaten sejak tanggal 13 September 2016. Kondisi terkini masih memerlukan alat bantu oksigen, dan menunggu hasil laboratorium untuk tindakan selanjutnya. Bapak Asep tidak memiliki jaminan kesehatan. Kendala yang dihadapi saat ini yaitu belum memiliki kartu jamkesmas dan biaya Rumah Sakit serta kesulitan utuk mencari pendamping yang menemani Bapak Asep selama di Ruma Sakit, karena memiliki anak yang masih balita dan ibu dari istrinya juga menderita sakit Diabetes. Saat ini Bapak Asep,istri dan anaknya juga masih tinggal menumpang dirumah kakak dari istrinya.
Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah swt. dipertemukan dengan pihak keluarga Bapak Asep Saprudin untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #sedekaholics yang digunakan untuk Biaya pengobatan selama di Rumah Sakit senilai Rp.2.500.000 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

Jumlah santunan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal penyampaian santunan : 19 September 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st,@Putri,@Sunandar dan Zainal Arifin

Pak asep menderita Radang Paru-Paru

Pak asep menderita Radang Paru-Paru

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 REVITA SARI 1,000,000
2 BACO 1,000,000
3 STEFANUS SUBAN PHILIPUS 500,000
4 FATIMAH BINTI ABDULLAH 1,000,000
5 MUSTAQIM BIN SARIPAN 500,000
6 HARWENI BINTI MURDI 500,000
7 TAUFIK QUROHMAN ALFIKRI 750,000
8 MASIAH BINTI KASIM 1,000,000
9 ANANG SUROSO 1,250,000
10 SALIMAH BINTI MA’MUM NAWAWI 500,000
11 ARYA HERMAWAN 500,000
12 DWI NGATRIANA 750,000
13 JUMANI BIN ABDUL SYUKUR 1,000,000
14 SAGITA RIYANTI 500,000
15 SUMARNO BIN SUTAR 500,000
16 SITI NAFIAH 750,000
17 RSUD PRINGSEWU 8,250,000
18 ERMI BINTI WARSONO 1,000,000
19 ERNAWATI TOHIR 1,000,000
20 MARYATI BAHAR 1,000,000
21 MUNAWIR BIN WASIMIN 500,000
22 KHITAN MASSAL 2,000,000
23 RSSR MALANG 8,966,844
24 KASIANI BINTI NITIGIMAN 619,000
25 JURENI BIN SAMAT 1,300,000
26 MTSR MALANG 2,099,000
27 MTSR MALANG 1,835,000
28 AHMAD ZAINURI 500,000
29 MUJAYANAH BINTI GARNAM 1,500,000
30 MUHAMMAD DAFFY SYASIFAWAIDI 503,600
31 SUANAH 1,000,000
32 ROHIM BIN RASUDIN 1,000,000
33 JASMAH JIPUT 500,000
34 RIKI BINTI SUYARTO 11,725,800
35 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
36 SATIJEM TUKARUNG 1,000,000
37 KARTINI BINTI SAMIYO 500,000
38 TRI PURNOMO APRIANTO 1,000,000
39 TONI SISWANTO 1,000,000
40 PARIYEM BINTI TARYO 1,000,000
41 LUTFHI ARYA FIRDAUS 1,000,000
42 FARID ABDULLAH 1,000,000
43 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,000,000
44 PARSEL LEBARAN DHUAFA SR MADURA 10,160,550
45 RAHMAT BIN RAPEI 500,000
46 SAR’IAH PAGELARAN 500,000
47 IKA KARTIKA 1,000,000
48 RIAN BIN SUKASNO 500,000
49 SLAMET bin NARTO SUPATMO 1,000,000
50 RAHMAD JUNIANTO 1,000,000
51 SUPARNO BIN AHMAD SUKRI WIDODO 1,000,000
52 SURADAL BIN SUDI UTOMO 1,000,000
53 PURWANTO bin WAGIMIN 2,000,000
54 SUMANTO BIN ARJO SIDO 1,500,000
55 MUHAMMAD DAVID RADIAL 1,000,000
56 ASEP SAPRUDIN Bin AHMAT 2,500,000
Total 89,459,794

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 89,459,794,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 892 ROMBONGAN

Rp. 41,587,024,933,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.