Rombongan 891

Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.
Posted by on September 19, 2016

NADI SUWANTO (47 Tahun, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: RT/RW 004/001 Desa Labuhan, Kec. Brondong, Kab. Lamongan, Jawa Timur. Awal mula pada tahun 2015 bulan 10 pak Nadi pergi ke Tuban mengendarai sepeda motor milik tetangganya untuk membeli obat sakit perut disalah satu tempat, di perjalanan pulang menuju Lamongan tiba-tiba motor yang dikendarai pak Nadi ditabrak oleh pengendara motor tanpa ada rasa tanggung jawab. Kemudian pak Nadi dibawa ke rumah sakit setempat oleh warga sekitar lokasi kejadian. Dari pemeriksaan dokter RS setempat menyatakan kondisi tulang pasien tidak apa-apa hanya cidera biasa. Beberapa hari kemudian pak Nadi merasa kesakitan pada kakinya yg sebelah kiri dan tidak bisa jalan selama 2 bulan. Pak Nadi kemudian dibawa ke pengobatan tradisional sagkal putung. Alhamdulillah sudah bisa jalan tetapi masih terasa sakit. Selanjutnya pak Nadi ke RSUD Lamongan dan dilakukan foto rongten, dari hasil pemeriksaan diketahui urat saraf kakinya bermasalah serta cincin anulus patela pecah. kamis 12 mei 2016, pak Nadi dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Sehari-hari pak Nadi bekerja serabutan dan menumpang di gubuk milik tetangga karena pak Nadi tidak memiliki rumah. Pak Nadi tinggal sendirian, tidak memiliki anak dan sudah cerai dengan istrinya. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan pada mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Nadi. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu beliau. Saat ini pak Nadi melakukan kembali melakukan pengobatan. Santunan telah diberikan dan pak Nadi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Nadi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 22 Juni 2016
Kurir                   : @Wahyu_CSD @Martinomongi & Mukhlisin

Pak nadi mengalami Kecelakaan Lalu Lintas

Pak nadi mengalami Kecelakaan Lalu Lintas


MARTINUS KAMPAR (28, Patah Tulang Kaki). Alamat : Dusun 1 Melati, RT 5/1, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada 12 Juli 2016, Martinus pergi ke salah satu perusahaan di daerah Kampar untuk memenuhi panggilan pekerjaan, namun nasib baik belum berpihak kepadanya sehingga ia tidak mendapatkan pekerjaan tersebut dan pulang kembali ke rumahnya dengan mengendarai motor. Dalam perjalanan pulang, Martinus berusaha menghindari lubang di jalan namun akhirnya malah menabrak pohon sawit. Malangnya tidak ada yang menolongnya karena pada saat itu jalanan sepi dan tidak ada satu pun orang yang lewat, hingga keesokan paginya Martinus ditemukan warga setempat dalam keadaan pingsan. Warga kemudian membawanya ke Puskesmas terdekat dan dokter menganjurkan agar Martinus segera dirujuk ke RSUD Pekanbaru karena kondisinya semakin memburuk dengan suspect patah tulang pada kakinya. Bagian Pengaduan RSUD Pekanbaru menginfokan kurir #SedekahRombongan Riau mengenai kondisi Martinus yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga ia memiliki tunggakan biaya selama dirawat inap di RSUD yang tidak bisa ia dibayarkan. Sehari-hari Martinus hanya bekerja sebagai buruh serabutan, ia bekerja bila ada yang meminta bantuannya. Jangankan untuk membayar biaya rumah sakit, ia sendiri pun belum dapat menghidupi keluarganya secara layak. Istrinya, Putri (20), adalah seorang ibu rumah tangga dan saat ini tengah mengandung anak pertama mereka. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat memberikan bantuan untuk membayar angsuran biaya perawatan Martinus di RSUD Pekanbaru.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @arikurniati142 @ririn_restu

Pak martinus menderita Patah Tulang Kaki

Pak martinus menderita Patah Tulang Kaki


MARTINUS KAMPAR (28, Patah Tulang Kaki). Alamat : Dusun 1 Melati, RT 5/1, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada 12 Juli 2016, Martinus pergi ke salah satu perusahaan di daerah Kampar untuk memenuhi panggilan pekerjaan, namun nasib baik belum berpihak kepadanya sehingga ia tidak mendapatkan pekerjaan tersebut dan pulang kembali ke rumahnya dengan mengendarai motor. Dalam perjalanan pulang, Martinus berusaha menghindari lubang di jalan namun akhirnya malah menabrak pohon sawit. Malangnya tidak ada yang menolongnya karena pada saat itu jalanan sepi dan tidak ada satu pun orang yang lewat, hingga keesokan paginya Martinus ditemukan warga setempat dalam keadaan pingsan. Warga kemudian membawanya ke Puskesmas terdekat dan dokter menganjurkan agar Martinus segera dirujuk ke RSUD Pekanbaru karena kondisinya semakin memburuk dengan suspect patah tulang pada kakinya. Bagian Pengaduan RSUD Pekanbaru menginfokan kurir #SedekahRombongan Riau mengenai kondisi Martinus yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga ia memiliki tunggakan biaya selama dirawat inap di RSUD yang tidak bisa ia dibayarkan. Sehari-hari Martinus hanya bekerja sebagai buruh serabutan, ia bekerja bila ada yang meminta bantuannya. Jangankan untuk membayar biaya rumah sakit, ia sendiri pun belum dapat menghidupi keluarganya secara layak. Istrinya, Putri (20), adalah seorang ibu rumah tangga dan saat ini tengah mengandung anak pertama mereka. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membayar angsuran biaya perawatan Martinus di RSUD Pekanbaru setelah sebelumnya dibantu pada 1 Agustus 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @arikurniati142 @ririn_restu

Pak martinus menderita Patah Tulang Kaki

Pak martinus menderita Patah Tulang Kaki


CHARLES SIALAGAN (25, Patah Tulang). Alamat : Dusun 4, RT 37/9, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Charles adalah putra dari pasangan almarhum Kamen Sialagan dan Ibu Rumita Br Siregar (65) yang sejak suaminya meninggal bekerja sebagai buruh harian lepas. Pada 13 Agustus 2016 sekitar pukul 21.00 WIB, Charles mengalami kecelakaan motor tunggal sepulang ia bertandang ke rumah temannya. Kecelakaan Charles dipicu oleh kondisi jalan yang buruk yang membuat motornya oleng hingga terjatuh. Saat terjadinya kecelakaan kepala Charles terbentur ke jalan dan kondisi lengannya sobek cukup parah. Malam itu juga ia langsung dibawa ke bidan desa agar mendapatkan perawatan darurat, namun karena kondisi tulang lengannya patah dan tidak memungkinkan untuk ditangani bidan, oleh warga desa Charles langsung dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Di RSUD Charles dirawat selama 5 hari dengan status pasien umum kelas 3 karena Jamkesda yang dimiliki Charles sudah tidak berlaku lagi. Pada 18 Agustus 2016 akhirnya Charles diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi pada tulang lengannya, namun keluarganya tidak dapat membayar biaya rumah sakit karena ketiadaan uang. Pihak #SedekahRombongan dihubungi oleh Bagian Pengaduan RSUD Arifin Achmad mengenai kondisi Charles dan alhamdulillah dapat memberikan bantuan untuk membayar angsuran biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @ririn_restu

Charles menderita Patah Tulang

Charles menderita Patah Tulang


ALAM T. MAHENDRA (4, Bibir Sumbing). Alamat : Dusun 1 Jurong, Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Alam lahir dengan berat badan 3.9 kg dalam kondisi bibir sumbing. Meskipun demikian, tumbuh kembangnya normal namun gigi dekat bibirnya yang sumbing agak menonjol keluar. Pada umur 1 tahun Alam sempat mengalami masalah pada fungsi ginjalnya, dengan gejala hampir seluruh bagian tubuhnya dari mata, wajah, perut hingga kemaluannya membengkak. Ia kemudian menjalani pengobatan rutin di rumah sakit untuk penyakitnya tersebut. Alhamdulillah pada 15 Agustus 2016 Alam dinyatakan sembuh dari penyakitnya yang ditandai dengan fungsi ginjalnya menjadi normal kembali. Ia tetap disarankan kontrol rutin setiap 2 minggu sekali untuk menjaga kesehatan fungsi ginjalnya. #SedekahRombongan mendapatkan info tentang operasi bibir sumbing gratis dari RSIA Ibnu Sina Pekanbaru dan mengabarkan pihak keluarga Alam di Jurong. Alhamdulillah dengan tidak adanya lagi masalah kesehatan, Alam dapat menjalani operasi bibir sumbing secepatnya. Sayangnya keluarga tetap terkendala biaya transportasi dan biaya akomodasi bila Alam berobat di RSIA Ibnu Sina Pekanbaru. Ayah Alam, Erizal Lubis (35), bekerja sebagai pendodos sawit dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Udur Tumiur (39), adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Erizal hanya mampu untuk membiayai kehidupan sehari-hari keluarganya dengan tanggungan 6 anak. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat memberikan bantuan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama ia dirawat di RSIA Ibnu Sina Pekanbaru. Kini Alam telah selesai menjalani operasi bibir sumbingnya dan alhamdulillah saat ini ia tinggal menunggu proses pemulihan pasca operasi saja. Semoga Alam selalu diberikan kesehatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Alam menderita Bibir Sumbing

Alam menderita Bibir Sumbing


SURIANAH SAHIR (32, Kista di Rahim). Alamat : Jl. Melati II, Desa Bukit Kratai, RT 12/5, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Ibu Surianah berawal sejak 3 tahun lalu ketika ia merasakan sakit pada bekas operasi caesar pasca melahirkan anak keduanya. Selain nyeri, ia mengeluhkan rasa ngilu yang terkadang disertai demam pada bagian yang sakit tersebut. Dua minggu paska operasi caesar, pada bekas jahitan operasi tampak ada luka infeksi yang terasa nyeri. Kemudian ia berobat ke bidan desa untuk meminta obat penghilang rasa sakit dengan dibarengi mengonsumsi obat-obatan herbal. Sakit yang ia rasakan tidak kunjung membaik hingga 8 bulan lamanya. Akhirnya dengan berbekal uang pinjaman dari saudaranya ia pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. Diagnosa dokter menyebutkan adanya pelengketan rahim yang sebaiknya dioperasi agar penyakitnya segera bisa teratasi. Ketiadaan biaya membuat Surianah akhirnya memutuskan untuk menahan rasa sakit saja karena ia dan keluarga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun untuk berobat. Pada Juli 2016, Surianah tidak dapat lagi menahan rasa sakit hingga akhirnya pihak desa membantu membuatkan surat keterangan tidak mampu agar ia bisa berobat di RSUD Bangkinang dengan menggunakan Jamkesda. Di RSUD Bangkinang, ia dirontgen dan hasilnya terlihat ada kista di rahimnya sehingga dokter memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit. Dokter menyarankan agar ia dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk dioperasi, namun ia harus membuat BPJS terlebih dahulu karena kartu Jamkesda yang dimilikinya tidak dapat digunakan untuk berobat di luar kabupaten tempat tinggalnya. Suami Surianah, Sahir Rustam (42), adalah seorang buruh sadap karet dengan penghasilan yang hanya mampu untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari keluarga kecilnya. Rumah mereka saat ini pun masih menumpang di pondok kebun sawit atas ijin pemilik kebun. Keluarga tidak memiliki biaya untuk mengurus BPJS dan biaya akomodasi berobat di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Surianah dan dapat memberikan santunan untuk membantu pengurusan BPJS. Selanjutnya Surianah insyaa Allah akan terus didampingi oleh #SedekahRombongan dalam ikhtiar pengobatannya di Pekanbaru hingga ia dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @masragil2 @ririn_restu

Ibu surianah menderita Kista di Rahim

Ibu surianah menderita Kista di Rahim


ELIA SUTIKNO (58, Infeksi pada Kaki). Alamat : Desa Sungai Sagu, RT 2/1, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Ibu Elia bermula ketika 17 tahun yang lalu ia mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda. Kecelakaan tersebut mengakibatkan cedera pada pergelangan kaki kirinya dan ketika itu dokter menganjurkan untuk dioperasi. Ketiadaan biaya dan rasa takut menjadi penyebab operasi tersebut tidak pernah dilakukan. Selama ini luka tersebut hanya diberi obat oles berupa salep sehingga tidak kunjung membaik. Sehari-hari Ibu Elia menahan rasa sakit dengan kondisi luka pada kakinya yang semakin memburuk. Luka tersebut semakin menghitam dan terlihat mulai membusuk. Saat ini Ibu Elia menjadi tulang punggung keluarga yang menghidupi 5 orang anaknya dengan bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang relatif kecil. Sejak lebih dari 20 tahun yang lalu suaminya, Sutikno, meninggalkan keluarga hingga akhirnya ia meninggal dunia 5 tahun yang lalu. Kehidupan Ibu Elia dan keluarganya semakin sulit dengan adanya pengurangan tenaga kerja lepas sehingga ia hanya bekerja serabutan untuk menyambung hidup. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Elia dan dapat memberikan bantuan untuk biaya transportasi agar ia bisa berobat kembali. #SedekahRombongan juga mendampingi pengobatan Ibu Elia selama ia berobat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga Ibu Elia segera disembuhkan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita via Suprapto @ririn_restu

Ibu elia menderita Infeksi pada Kaki

Ibu elia menderita Infeksi pada Kaki


RAUDAH SALSABILA (7, Hirschsprung). Alamat : Jalan Naga Huta Blok 1, Gang Umbul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematang Siantar, Provinsi Sumatera Utara. Pada awal tahun 2011, Raudah merasa kesulitan buang air besar selama beberapa hari. Setiap akan buang air besar ia merasakan kesakitan yang luar biasa. Raudah menjadi trauma untuk buang air besar dan berusaha untuk selalu menahannya dengan berdiri dan menyilangkan kakinya, namun ia semakin merasa kesakitan. Keluarga merasa khawatir sehingga membawa Raudah berobat ke bidan terdekat dan menjalani pengobatan herbal. Setelah sekian lama berobat kondisi Raudah tidak kunjung membaik. Keluarga akhirnya membawanya ke rumah sakit terdekat dan setelah dirontgen dokter mendiagnosa Raudah menderita penyakit Hirschsprung, yakni bentuk penyumbatan usus besar yang terjadi akibat lemahnya pergerakan usus karena sebagian usus besar tidak memiliki saraf yang mengendalikan kontraksi ototnya. Sejak itu Raudah berobat ke rumah sakit di Pematang Siantar tetapi tetap saja tidak ada perubahan berarti, sehingga keluarga memutuskan Raudah dibawa berobat ke rumah sakit di Medan dengan meminjam uang kepada teman kerja ayahnya. Hasil konsultasi dengan dokter di Medan menyatakan bahwa Raudah harus menjalani pemeriksaan ulang. Ketakutan akan biaya rumah sakit yang besar mengurungkan niat orang tuanya untuk melanjutkan pengobatan Raudah, sehingga mereka memutuskan untuk pulang. Ayah Raudah, Rahmat Dani (38), bekerja sebagai tenaga honorer di Pemda Pematang Siantar, sedangkan ibunya, Suponingsih (35), adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan ayah Raudah hanya cukup untuk menghidupi keluarganya sehari-hari, sehingga mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan akomodasi keluarga bila Raudah dirawat inap di rumah sakit. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Raudah dan dapat memberikan bantuan untuk biaya transportasi dan akomodasi pengobatan Raudah. Semoga Raudah segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @masragil2 @ririn_restu

Raudah menderita Hirschsprung

Raudah menderita Hirschsprung


RSSR RIAU (Biaya Sewa Tahun ke-2). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru, yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan #SR Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pergerakan pendampingan para pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Pada bulan Agustus 2016, #SR Riau melunasi pembayaran uang sewa RSSR Riau tahun ke-2 yang berlaku hingga bulan Februari 2018. Semoga RSSR Riau semakin bermanfaat untuk kaum dhuafa di Riau yang sedang berjuang untuk kesembuhan mereka. Aamiin. Sebelumnya operasional RSSR masuk pada rombongan 865.

Jumlah Bantuan : Rp. 20.000.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita seluruh kurir Riau @ririn_restu

Biaya Sewa Tahun ke-2

Biaya Sewa Tahun ke-2


FUANI M. YUSUF (38, Bantuan Perbaikan Atap Rumah). Alamat : Dusun O’o Timur, RT 4, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. Ibu Fuani adalah seorang janda karena suaminya, Dedirman, telah lama meninggal dunia. Ibu Fuani menderita  asam urat sudah lebih dari 1 tahun, ia pernah dirawat di RSUD Dompu selama 3 bulan, setelah membaik ia diperbolehkan pulang dan diberi obat untuk penyakit asam uratnya. Saat ini Ibu Fuani mengeluh sakit pada kaki dan setiap malam badannya panas. Hal tersebut dikarenakan obat yang seharusnya rutin ia minum habis dan ia tidak mempunyai uang untuk membelinya. Ibu Fuani akhirnya menjalani rukiyah massal di masjid dekat rumahnya seminggu sekali, tetapi tidak ada perubahan. Jika berjalan, Ibu Fuani merasakan kakinya lemas. Sakit yang dideritanya membuat Ibu Fuani tidak dapat bekerja dan hanya bisa duduk berdiam di rumah. Kebutuhan hidup sehari – hari keluarga dipenuhi ibunya yang sudah tua dengan bekerja sebagai buruh tani. Ia pun terkadang mendapat bantuan dari keluarga dan tetangganya. Rumah yang ditempati Ibu Fuani adalah rumah panggung. Kondisi rumahnya tidak layak huni karena atap rumah rumahnya rusak dan hanya ditutup menggunakan terpal. Saat hujan tiba rumahnya selalu mengalami kebocoran, dan tidak hanya itu kayu penahan atapnya juga sudah keropos. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantu Ibu Fuani untuk memperbaiki atap rumah sehingga rumahnya tidak bocor dan ia tidak kedinginan lagi. Ucapan terima kasih pada #SedekahRombongan disampaikan Ibu Fuani atas bantuan perbaikan atap rumahnya.

Jumlah Bantuan: Rp.3.250.000,-
Tanggal : 16 Juli  2016
Kurir :  @arfanesia Omiyati, Panca Yuniati, @ririn_restu

Bantuan Perbaikan Atap Rumah

Bantuan Perbaikan Atap Rumah


MUJNAH AMA SENE (63, Bantuan Pembuatan Kamar Mandi). Alamat : Dusun O’o Barat, RT 2, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. Ibu Mujnah tinggal seorang diri tanpa sanak keluarga di rumah gubuknya yang sangat memprihatinkan. Suami Ibu Mujnah, Ama Sene, telah meninggal pada tahun 2003 karena sakit. Ibu Mujnah memiliki 3 orang anak yang semuanya telah berkeluarga, namun karena keadaan ekonomi anak-anaknya juga memprihatinkan, mereka tidak bisa membantu dan memberi nafkah ibunya. Di usia senjanya, Ibu Mujnah masih bekerja sebagai buruh tani. Ibu Mujnah tinggal di gubuk berukuran 4×5 meter di lahan miliknya yang hanya beralaskan tanah, tanpa kasur, tanpa WC, dan tanpa peralatan rumah tangga seperti rumah pada umumnya. Tempat yang dipakai untuk tidur hanyalah bale yang terbuat dari bambu dan hanya ada 1 panci bekas untuk memasak, bahkan ia tidak mempunya piring untuk makan. Ibu Mujnah sudah terbiasa makan Nasi To atau nasi tanpa lauk karena penghasilan sehari-harinya hanya mampu untuk membeli beras seadanya. Terkadang Ibu Mujnah dibantu tetangganya, Bapak Aidin (40), yang memberinya beras untuk makan. #SedekahRombongan sebelumnya telah membantu Ibu Mujnah memperbaiki rumahnya yang kondisinya sangat tidak layak huni. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk pembuatan kamar mandi dan WC karena selama ini untuk mandi dan buang air ia menumpang di rumah Bapak Aidin atau pergi ke kali. Ucapan terima kasih disampaikan Ibu Mujnah atas bantuan yang diberikan SedekahRombongan dan berdoa agar #SedekahRombongan dapat terus membantu dhuafa yang membutuhkan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Mujnah dibantu pada Rombongan 843.

Jumlah Bantuan : Rp.3.370.000,-
Tanggal :   18 Juli  2016.
Kurir : @arfanesia Ommiyati, Panca Yuniati, @ririn_restu

Bantuan Pembuatan Kamar Mandi

Bantuan Pembuatan Kamar Mandi


BARIAH BINTI SARPAN (45, Ca. Mamae). Alamat : Desa Sumber Agung, RT 2/1, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awalnya Ibu Bariah tidak menyadari ada benjolan di sekitar payudaranya, tetapi lama-kelamaan ia merasakan nyeri. Ibu Bariah langsung memeriksakan diri ke Puskesmas Ambarawa yang kemudian merujuknya ke RSUD Pringsewu. Setelah dilakukan pemeriksaaan, Ibu Bariah didiagnosa terkena Ca. Mamae atau yang lebih dikenal dengan kanker payudara. Menyadari hal itu suami Ibu Bariah langsung mengurus jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Ibu Bariah dirujuk ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung untuk tindakan lebih lanjut dan dokter menyarankan untuk dioperasi, namun sebelum dioperasi ia harus menjali 4 kali tahap kemoterapi. Ibu Bariah telah menjalani operasi pengangkatan sel kankernya yang pertama di RS Urip Sumoharjo pada April 2016 dan yang kedua pada Juni 2016. Saat ini Ibu Bariah sudah bisa beraktivitas seperti biasa namun ia masih harus menjalani kemoterapi 4 kali lagi untuk menghilangkan semua sel kanker yang ada pada tubuhnya. Ibu Bariah tak memiliki uang untuk operasional berobat, karena itulah kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatanginya dan menyampaikan sedekah dari Sedekaholics untuk meringankan biaya hidup sehari-hari dan biaya transportasi Ibu Bariah selama melakukan kemoterapi. Semoga Ibu Bariah bisa segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @yulian_safri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu bariah menderita Ca. Mamae

Ibu bariah menderita Ca. Mamae


MUHAMAD SUSANTO (2, Gizi buruk). Alamat : Panutan 4, RT 1/4, Desa Panutan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Susanto lahir secara prematur, dan sejak lahir sudah mengalami gizi buruk. Hingga usianya 1 tahun 3 bulan, Susanto belum bisa duduk dan mengalami layu badan. Berat badannya kini hanya 7 kg dan tak juga mengalami kenaikan. Selain itu, Susanto sering mengalami batuk dan pilek. Susanto belum pernah dibawa berobat meski telah memiliki BPJS kelas 3 karena keterbatasan dana. Susanto dibesarkan oleh ibunya, Yuniarti (21), dan saat ini mereka tinggal di rumah nenek dan kakeknya yang hanya bekerja sebagai buruh. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi Susanto dan menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk meringankan beban biaya pengobatan dan biaya hidup Susanto. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan membantu peyembuhan penyakit Susanto.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahyamarlele @rishaoktaviana @jajang_fajar @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Susanto menderita Gizi buruk

Susanto menderita Gizi buruk


ROSID ERLANGGA (10, Thalasemia). Alamat : Desa Ambrawa, RT 5/3, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Saat berumur 3 tahun Rosid sering mengalami demam tinggi, terlihat pucat dan terdapat benjolan di perut sebelah kiri. Ketika diperiksakan ke dokter praktek di Pringsewu, Rosid didiagnosa terkena penyakit thalasemia dan dianjurkan untuk dioperasi.  Operasi tersebut membutuhkan biaya yang cukup mahal, namun orang tuanya tidak memiliki uang hingga dokter memberikan alternatif agar Rosid selalu menjalani transfusi darah ketika badannya terasa lemah dan terlihat pucat. Setiap transfusi darah Rosid membutuhkan 3-4 kantong darah. Pada umur 7 tahun  kondisi Rosid sempat membaik dan tidak melakukan transfusi darah selama 3 tahun, namun pada usia 10 tahun kondisinya kembali melemah dan harus melakukan transfusi darah karena kadar HB-nya yang hanya 4 gr/dl. Saat itu Rosid menghabiskan 6 kantong darah sekali transfusi. Saat ini kondisi Rosid sudah lebih baik, namun perutnya semakin membesar dan terasa keras tetapi badannya semakin mengecil. Rosid berobat menggunakan BPJS kelas 3 sehingga sedikit meringankan beban orang tuanya, namun mereka masih harus menyiapkan uang untuk operasional berobat. Penghasilan orang tuanya, Sangidun (35) dan Suwarti (30) yang berkerja sebagai buruh tidak menentu, sehingga mereka sangat membutuhkan bantuan untuk pengobatan anaknya. Kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi kediaman Rosid dan menyampaikan sedekah dari sedekaholics untuk meringankan biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyarlele @yulian_safri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Rosyid menderita Thalasemia

Rosyid menderita Thalasemia


SUYANTO BIN JAMARI (47, Suspect Fraktur Kompresi os Lumbalis). Alamat : Desa Pandansurat, RT 10/5, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Sudah dua tahun Pak Yanto sering merasakan punggung dan perutnya panas, ia pun terkadang mengalami kesemutan yang menjalar ke tangan dan 3 jari kirinya. Keterbatasan biaya membuat Pak Suyanto selama ini hanya pergi ke tukang pijit dan pengobatan alternatif. Pengobatan secara medis pernah dilakukan Pak Suyanto dengan memeriksakan diri ke Puskesmas, namun tidak ada perubahan. Terakhir kali Pak Yanto mencoba berobat ke klinik untuk rontgen, dan didiagnosa mengalami tulang pungggung yang bertumpuk akibat sering mengangkat beban berat atau dalam bahasa medisnya dikenal sebagai penyakit fraktur kompresi os lumbalis. Ia disarankan melanjutkan pemeriksaan ke dokter syaraf, namun tidak adanya biaya membuat Pak Yanto tidak melanjutkan pengobat secara medis. Sehari-hari Pak Yanto hanya mengandalkan dari kebun kakao yang penghasilannya tak menentu, sedangkan istrinya, Mujiharti (44), hanya ibu rumah tangga. Saat ini Pak suyanto tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga semua biaya pengobatan ditanggung sendiri. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi Pak Suyanto dan  menyampaikan sedekah dari sedekaholics untuk meringankan beban beliau dan juga memberikan informasi dan saran untuk pengurusan pembuatan Kartu Indonesia Sehat agar dapat melanjutkan pengobatan secara medis.

Jumlah Bantuan : 750.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahyamarlele @riyan_fy @jajang_fajar @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak suyanto menderita Suspect Fraktur Kompresi os Lumbalis

Pak suyanto menderita Suspect Fraktur Kompresi os Lumbalis


YULIA RAMADHANI (4, Suspect Congenital Talipes Equano Valus). Alamat : Margoyoso, RT 1/1, Desa Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Yulia sejak lahir sudah memiliki kelainan dimana kakinya bengkok atau secara medis dikenal dengan penyakit congenital talipes equano valus. Bidan menyarankan untuk membawa Yulia ke dokter syaraf,  namun karena terkendala biaya akhirnya keluarga hanya membawanya ke tukang urut bayi. Sampai saat ini kondisi Yulia masih belum ada perubahan. Sejak bayi hingga sekarang Yulia hanya minum susu dan tidak mau makan apapun. Dalam satu hari Yulia mampu menghabiskan satu kotak susu ukuran 150 gr. Penghasilan orang tua Yulia, Sindon Widodo (40) yang tak menentu sebagai buruh dan Jarini (37) yang hanya membuat anyaman dari bambu menyebabkan mereka terlilit utang di warung hingga menjual sawahnya. Sampai sekarang Yulia hanya bisa berbaring, untuk duduk pun tidak bisa karena seluruh tubuhnya terasa lemas. Yulia belum pernah dibawa berobat karena tidak mempunyai jaminan kesehatan. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi Yulia dan menyampaikan sedekah dari sedekaholics untuk biaya berobat dan biaya hidup Yulia. Semoga Yulia mendapat pengobatan dan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahyamarlele @riyan_fy @jajang_fajar @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Yulia menderita Suspect Congenital Talipes Equano Valus

Yulia menderita Suspect Congenital Talipes Equano Valus


NURUL LUTFIAH (25, Suspect Gastritis Kronis). Alamat : RT 9/3, Desa Margodadi, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Awalnya Ibu Nurul sering mengalami pusing dan pingsan, lalu pada 10 Agustus 2016, ia merasakan sakit perut yang luar biasa. Ibu Nurul kemudian dibawa ke mantri oleh mertuanya namun dirujuk ke RSUD Pringsewu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sampai saat ini pihak rumah sakit belum memberikan kesimpulan penyakit apa yang diderita Ibu Nurul karena masih menunggu hasil USG kedua, dan sementara tim dokter menduga ia terkena penyakit tukak lambung atau gastritis. Alhamdulillah biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS karena Ibu Nurul terdaftar sebagai peserta KIS PBI kelas 3, namun biaya untuk transportasi dan biaya sehari-hari tak mampu dipenuhi suaminya, Pak Abdul Sukur (27), yang bekerja sebagai petani. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi Ibu Nurul dan menyampaikan sedekah dari sedekaholics untuk biaya transportasi dan biaya sehari-hari selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahyamarlele @jajang_fajar @saesarraya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu nurul menderita Suspect Gastritis Kronis

Ibu nurul menderita Suspect Gastritis Kronis


SAENI BINTI ZAELANI (36, Vulnus Amputatum dan Osteomyelitis). Alamat : Dusun Banjar Mulyo, RT 1/2, Desa Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten  Tanggamus, Provinsi Lampung. Pada 26 Juli 2016 Ibu Saeni mengalami kecelakan lalu lintas, sepeda motor yang dikendarai Ibu Saeni bersama anaknya tertabrak bus dalam kota. Kaki Ibu Saeni terlindas roda bus tersebut yang mengakibatkan kakinya remuk sehingga salah satu kakinya harus diamputasi. Ibu Saeni sempat dirawat di RS Mitra Husada Pringsewu selama 9 hari, dan sekarang hanya di rawat di rumahnya. Kondisi salah satu kakinya yang diamputasi semakin memburuk. Di atas lututnya terdapat koreng yang berlubang cukup besar dan mulai membusuk, dicurigai Ibu saeni terkena radang tulang atau osteomyelitis. Koreng tersebut harus dibersihkan secara rutin. Pekerjaan suami Ibu Saeni, Tego Dintik (41), adalah buruh terkadang juga menjadi supir. Ibu Saeni tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga biaya pengobatan seperti untuk membersihkan luka terasa berat. Untuk biaya hidup sehari-hari saja keluarga ini mengalami kesulitan. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi Ibu Saeni dan menyampaikan sedekah dari sedekaholics untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan : 2.000.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahyamarlele @saesarraya Maria Apriana @jajang_fajar @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu saeni menderita Vulnus Amputatum dan Osteomyelitis

Ibu saeni menderita Vulnus Amputatum dan Osteomyelitis


SANDRA SARI (23, Unspesific Lhymphadenophati). Alamat : Dusun Guyuban, RT 1/10, Desa Paguyuban, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Awalnya Sandra tidak pernah merasakan keluhan apapun, namun pada  Juli 2016 ia merasakan lehernya pegal dan sakit. Lehernya kemudian mengalami pembengkakan yang semakin membesar disertai dengan demam, sakit untuk menelan makanan, mual, muntah, sariawan seluruh permukaan bibir hingga membiru. Hal tersebut membuat Sandra tidak bisa makan, badannya sering gemetar dan kini pendengarannya pun sedikit terganggu. Dari hasil diagnosis sementara, tim dokter menyatakan bahwa Sandra terkena peradangan kelenjar getah bening pada leher yang tidak khas atau dalam bahasa kedokterannya disebut unspesific lhymphadenphati. Orang tuanya, Maswan (55), yang seorang buruh bangunan tidak dapat bekerja karena baru sembuh dari sakit, sedangkan ibunya, Niswati (49) hanya ibu rumah tangga. Keluarga tersebut kesulitan membiayai pengobatan Sandra terlebih lagi ia juga tidak memiliki jaminan kesehatan. Mengetahui kondisi Sandra tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi kediaman Sandra dan memberikan bantuan dari sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan Sandra dan untuk pembuatan kartu jaminan kesehatan. Semoga Sandra cepat berobat dan lekas sembuh dari sakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Leni Marlina @yulian_safri @sayasepti @akuokawai  @ririn_restu

Sandra menderita Unspesific Lhymphadenophati

Sandra menderita Unspesific Lhymphadenophati


Bapak SATINO HARJO (39th) Bapak Satino tinggal di Dusun Rejosari RT 01/11, Ngawis, Karangmojo, Gunungkidul. Memiliki tiga orang anak salah satunya masih balita. Hidup sebagai buruh tani bagi warga sekitar yg membutuhkannya dikatakan belum mencukupi kebutuhan hidupnya bersama anak dan istrinya, dan kebutuhan rumah tangga. Tanggal 20 Agustus 2016 sekitar pukul 10.30 WIB, rumah, satu-satunya harta yang ia miliki ambruk diterjang angin. dinding bambu hingga atapnya rata dengan tanah.  beruntung, saat itu bapak satino dan keluarga tidak ada di dalam rumah. Namun sejak itu bapak satino dan ank istrinya tinggal di dalam tenda yang dibuatkan oleh Dinas Sosial dan masyarakat setempat. Sehari setelah kejadian, #SedekahRombongan mendapat informasi mengenai kondisi bapak satino. Kurir ##SedekahRombongan segera survei ke lapangan, dilanjutkan berkoordinasi dengan pamong desa, lalu segera mendata kebutuhan untuk membangun kembali rumah bapak satino. Tanggal 9 September, material dari #sedekaholics seperti genteng, kerpus, kusen ran daun pintu, kayu, dll dikirim ke lokasi. Alhamdulillah, warga setempat turut bahu-membahu membantu. semoga bapak satino segera dapat menempati rumah barunya. aamiin

jumlah bantuan : Rp 10.000.000
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @saptuari, @aji_kristanto

Bantuan renovasi rumah

Bantuan renovasi rumah


DINA AGUSTINA (37 Tahun, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Sanggrah RT 07 RW 03, Desa Pakandangan Sangra, Kec. Bluto Kab. Sumenep, Jawa Timur. Pertengahan tahun 2013 ketika masih tinggal di Bekasi, hidung Bu Dina terasa mampet semacam pilek. Setelah pindah domisili ke Madura awal tahun 2014, diperiksakan ke dokter spesialis dan beliau di vonis mengidap tumor jinak. Pertengahan tahun 2014 Bu Dina dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan sudah melakukan operasi pada maret 2015. Tindakan yang saat ini dilakukan adalah kemoterapi yang kedua. Kondisi pasien saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Yang dikeluhkan pasien adalah biaya transportasi dari rumah di Sumenep ke RSUD Dr. Soetomo yang mahal, serta biaya kost ketika sedang berada di Surabaya untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Bahkan tidak jarang pasien tidur di teras rumah sakit yang sudah tentu tidak layak dijadikan tempat istirahat. Apalagi untuk jadwal berobat bisa 2 kali dalam satu bulan. Suami bu Dina sebelumnya bekerja sebagai pengajar di yayasan islam di Sumenep tetapi diberhentikan karena sering izin untuk menemani istri berobat ke Surabaya. Saat ini suami beliau bekerja serabutan, terkadang bertani. Pasien tinggal dirumah orang tua suami, bersama bapak dan ibu mertuanya serta seorang anak di Sumenep. Setelah melalui survey, Bu Dina resmi menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Kondisi Bu Dina sempat menurun dan melakukan pemeriksaan di RSUD Pamekasan. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 876. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Dina masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @ivaninteen

Ibu dina menderita Kanker Nasofaring

Ibu dina menderita Kanker Nasofaring


EMI YUNIATI (33 Tahun, Kanker Payudara) Alamat: Desa Lemper, Kec Pademawu, Kab.Pamekasan Madura Jawa Timur. Bu Emi adalah seorang janda beranak 2 dan bekerja sebagai guru honorer di MTS Miftahul Qulub Toroan Pamekasan Madura. Bu Emi menjadi tulang punggung keluarga sejak ditinggal cerai dengan suaminya, sekarang bu Emi membiayai hidup 1 orang anak perempuannya dan ibunya. Beliau menderita kanker payudara sejak tahun 2014 lalu. Saat tim #SedekahRombongan bertemu dengan bu Emi, beliau telah menjalani kemoterapi 4 kali di Pamekasan. Biaya kemoterapi saat itu sekitar Rp. 1.700.000 di RSUD Pamekasan karena saat itu RSUD Pamekasan tidak menyediakan obat   moterapi, maka harus beli di Surabaya. Bu Emi sudah habis banyak dana dan sampai meminjam kanan kiri untuk biaya pengobatan, sedangkan jaminan kesehatannya tidak menanggung biaya obat kemoterapi. Saat kurir #SedekahRombongan pertama bertemu bu Emi, sudah mulai terdapat luka yang cukup besar mencakup seluruh payudara bagian kirinnya. Bu Emi pada bulan februari telah beberapa kali keluar masuk rumah sakit karena penyakitnya. Sempat dirawat di RSUD Pamekasan karena HB rendah dan Rumah Sakit Paru-Paru Pamekasan. Masih sangat membutuhkan dampingan karena kondisi makin memburuk. Sering sesak kumat-kumatan karena penyakit jantungnya, pada perawatan yang terakhir juga diketahui bahwa bu Emi juga mengidap diabetes. Tanggal 11 agustus kami kurir #SedekahRombongan menjenuk beliau di rumahnya, beliau mengeluhkan kakinya bengkak, nafas kadang tersengal-sengal.  2 hari setelahnya, kami mendapat kabar bahwa kondisi bu Emi menurun hingga akhirnya beliau dipanggil oleh Allah dan tiada untuk selamanya. Kami dan keluarga sangat berduka, namun alhamdulillah keluarga beliau telah ikhlas dan menerima kepergiannya. Santuan kematian sudah diberikan dan bantuan yang sudah disalurkan tim  #SedekahRombongan kepada bu Emni sebelumnya sudah tercatat pada rombongan 866. Keluarga bu Emi sangat berterimakasih atas bantuan para sedekahholics yang telah memberikan sedikit rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu proses pengobatan bu Emi. Almarhumah bu Emi telah meninggal dengan khusnul khotimah, semoga semua amal kebaikan beliau diterima oleh Allah SWT. Aamiin..

Jumlah Bantuan                 : Rp. 1.500.000,-
Tanggal          : 20 Juni 2016
Kurir               : @Wahyu_CSD @ivaninteen @imaniarisya @radityorenal @rwahyuagung

Ibu emi menderita Kanker Payudara

Ibu emi menderita Kanker Payudara


MELATI DWI (6 Tahun, Congenilal Perforalef Nasal Seplum). Alamat: Perum. Panji RT 3 RW 15 Lingkungan Mimbaan Panji, Situbondo, Jawa Timur. Adek Melati pada usia 3 bulan terkena muntaber dan keluar busa dari mulutnya serta infeksi di daerah hidung, bernafas mengunakan mulut, saat di rawat di Rumah Sakit dilakukan ronsen. Kemudian tim dokter memberikan keputusan untuk operasi, namun operasi dapat dilakukan jika berat bedan sudah 10 kg. Pada usia 1,5 th  adek Melati dibwa ke RS Situbondo karena beratnya sudah mencapai 10 kg, kemudian dilakukan rujukan ke RSUD Dr. Soetomo. Di RSUD Dr. Soetomo adek Melati kontrol dan dokter mnyarankan minmal usia 5 th untuk melakukan operasi serta di himbau untuk rutin kontrol. Akhirnya saat usia adek melati sudah 5 th dokter memberikan persetujuan pada usia 6 th. Operasi pertama telah dilakukan pada tanggal 25 maret 2016. Ayah dari adek Melati sehari-hari menjadi pengamen. Sedangkan ibu dari adek Melati tidak bekerja. Saudara dari adek Melati ada 4. Kondisi ekonomi keluarga adek Melati sangat kekurangan. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan adek Melati. Melihat semangat adek Melati & orang tua yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu pengobatan adek Melati. Santunan telah diberikan sebesar 1 juta rupiah untuk biaya pengobatan, transportasi dan biaya hidup selama berada di Surabaya. Keluarga merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini adek Melati masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan         : Rp. 1.000.000,-
Tanggal                          : 26 Mei 2016
Kurir                               : @Wahyu_CSD @Santidwi

Melati menderita Congenilal Perforalef Nasal Seplum

Melati menderita Congenilal Perforalef Nasal Seplum


NIAH BIN SAMIRAN (70 Tahun, Dhuafa). Alamat: Jl. Sawah Polo Gang 2 No. 12, Surabaya, Jawa Timur. Mbah Niah begitu ia biasa disapa. Wanita paruh baya ini sehari-harinya berjualan lontong mie dan rujak cingur. Mbah Niah menjadi tulang punggung keluarga semenjak sang suami menderita kelumpuhan. Saat ini kondisi suaminya masih dalam tahap pemulihan. Wanita paruh baya ini berasal dari Bangkalan Madura dan sudah lama tinggal di Surabaya. Beliau tidak mempunyai anak ataupun kerabat sama sekali karena semua saudaranya sudah meninggal. Sehari-harinya mbah Niah berjualan di pinggir Jl. KH Mansyur seorang diri.  Jarak antara rumah dan tempat jualan cukup jauh sehingga beliau harus menggunakan becak dengan tariff sebesar 20 ribu untuk pulang pergi, hal itu beliau lakukan setiap hari. Hasil dari jerih payahnya, beliau kumpulkan untuk biaya hidup bersama sang suami. Tak jarang modal yang beliau keluarkan tak sebanding dengan apa yang di dapat. Modal yang dikeluarkan sehari-harinya bisa mencapai 100 ribu.  Meski beliau harus menanggung uang kontrakan selama setahun sebesar 1 juta, namun tak ada keluhan di raut wajah mbah Niah saat beliau menceritakan kisahnya, bahkan pendapatan yang di dapat perhari kurang dari kata cukup. Beliau mulai berjualan dari sore hingga pukul 02.00 WIB dini hari. Melihat kondisi beliau, kami hanya bisa memberi sedikit bantuan. Santunan telah diberikan berupa sembako dan uang tunai. Mbah Niah dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan. Semoga bantuan ini bisa mengurangi beban yang dialami oleh beliau dan semakin bersemangat dalam ikhtiar menjemput rizki dari Allah SWt

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.000.000,-
Tanggal                 : 19 Juni 2016
Kurir                      : @Wahyu_CSD ,  Sina & Gita

Ibu niah seorang Dhuafa

Ibu niah seorang Dhuafa


AMAD BIN SUTARDI, (19, Tumor Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT. 05/06, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah seorang pemuda yang bekerja sebagai seorang buruh bangunan di Jakarta. Kondisi kesehatannya saat ini sedang terganggu. Hal tersebut dikarenakan ia terkena penyakit tumor tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian kaki hingga paha. Tak lama selang beberapa hari pahanya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di RSUD 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten. Berdasarkan diagnosa dokter ternyata Amad terkena penyakit tumor tulang. Tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Kondisi Amad sekarang ini semakin membaik setelah ia melakukan pengobatan herbal berupa tindakan operasi oleh seorang tabib. Rasa sakit dan linu pada kakinya sudah tidak ia rasakan lagi walaupun pahanya masih membengkak. Selain itu, ia sudah mulai bisa berjalan meski sedikit tertatih. Saat ini, kehidupan Amad kembali ditanggung oleh kedua orang tuanya Bapak Sutardi (41) dan Ibu Castinah (37). Kedua orang tua Amad bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad masih membutuhkan obat racikan dari tabib seharga Rp. 400.000. Amad memiliki fasilitas kesehatan BPJS, namun BPJS tidak bisa membantu biaya pengobatan herbal. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kedua kepada Amad untuk membeli obat racikan tabib demi kesembuhannya. Semoga pengobatan herbal yang dijalani Amad menjadi bagian dari proses penyembuhannya. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam rombongan 866.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Dedeh

Amad menderitaTumor Tulang

Amad menderitaTumor Tulang


RISKI SULUNG (7 Tahun, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: Desa Pabean, Kec. Sedati, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur. Selasa malam, 29 maret 2016, Riski ikut ayahnya (pak Yono) mengantar ibunya kontrol ke bidan, karena ibunya baru 2 bulan melahirkan. Sewaktu menunggu antrian, Riski diajak ayahnya sholat isya’ di musholla seberang jalan. Setelah selesei sholat mereka berniat kembali ke tempat bidan, tapi naas, saat menyebrang, pak Yono tidak sadar kalau Riski tidak ikut menyebrang hingga akhirnya Riski menyebrang sendirian dengan berlari tanpa melihat arah kanan dan kiri. Disaat yang bersamaan melaju Wawan dengan kecepatan cukup kencang karena jalan tampak sepi dan minim penerangan. tabrakan pun tak terelakkan. Hal itu yg mengakibatkan kaki sebelah kiri Riski mengalami patah tulang dan harus dirawat dan dioperasi di RSUD Sidoarjo. Setelah beberapa hari di rawat di RSUD, Riski diperbolehkan pulang. Permasalahnya adalah biaya operasi dan perawatan Riski mencapai Rp. 17.300.000,- . Pak Yono yang hanya bekerja serabutan ini hanya bisa mengumpulkan dana sebesar 9 juta dari sisa tabungan, hasil sumbangan dari tetangga, teman dan hasil dari gadai motornya. Sedang dari saudara Wawan hanya bisa membantu 4 juta. Asuransi dari jasa raharja tidak bisa diproses karena kejadian kecelakaan sudah lebih dari 2 x 24 jam. Melihat kesulitan yang dialami dan perjuangan keluarga yang begitu besar, kami #SedekahRombongan beruntung berkesempatan untuk membantu beliau. Santunan telah diberikan berupa uang tunai sebesar 2 juta. Pak Yono dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan. Semoga bantuan ini bisa mengurangi beban yang dialami oleh beliau dan keluarga.

Jumlah Bantuan  : Rp. 2.000.000,-
Tanggal         : 4 April 2016
Kurir           : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Riski menderita Kecelakaan Lalu Lintas

Riski menderita Kecelakaan Lalu Lintas


ALFRIDA BINTI SANGGI (46, Tumor Ovarium dan Anemia). Alamat : Jl. Kampung Tebol Lourdes, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Alfrida sebelumnya telah menjalani pengangkatan tumor ovarium di Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Nunukan. Ia tetap wajib kontrol rutin dan menjalani perawatan luka operasi di Puskesmas. Ibu Alfrida masih belum bisa bergerak seperti biasa karena rasa nyeri akibat luka operasi. Suami Ibu Alfrida, Bapak Estefanus (58), sudah pulang ke Indonesia setelah dipenjara di Malaysia karena paspor yang kadaluarsa, namun ia datang dengan ketiadaan pekerjaan. Bapak Stefanus saat ini juga terjangkit berbagai penyakit akibat penjara yang tidak terurus dan tidak terjaga kebersihannya. Bapak Estefanus masih belum bisa memenuhi kebutuhan keluarganya karena ketiadaan pekerjaan, sedangkan Ibu Alfrida masih harus berobat. Ibu Alfrida memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas III untuk biaya pengobatan, namun ia masih membutuhkan dana untuk akomodasi dan transportasi pengobatan. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Ibu Alfrida dan keluarga. Ibu Alfrida sudah didampingi kurir #SedekahRombongan sejak operasi di RSUD Nunukan hingga sekarang. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan setelah sebelumnya Ibu Alfrida dibantu pada Rombongan 879. Semoga dengan bantuan yang diberikan, Ibu Alfrida senantiasa berusaha menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Danil Lalang, Siti Aisyah @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Ibu alfrida menderita Tumor Ovarium dan Anemia

Ibu alfrida menderita Tumor Ovarium dan Anemia


BERE BINTI PANENGGA (71, Katarak dan Tinea Corporis). Alamat : Jalan TVRI, RT 1, Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Bere mengidap katarak sejak 3 tahun yang lalu, dan satu tahun belakangan ini ia tidak dapat melihat sama sekali. Selain itu, Ibu Bere juga mengalami gatal-gatal pada kulitnya. Muncul ruam yang menghitam dan terdapat bentolan-bentolan di badannya karena infeksi jamur atau dalam bahasa medis dikenal dengan penyakit tinea corporis. Usia yang semakin menua membuat Ibu Bere juga sering merasakan sakit kepala dan sakit perut. Ibu Bere tinggal dengan anaknya yang juga kekurangan dalam segi ekonomi. Ibu Bere hanya diobati secara tradisional saja, namun ia masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk sakit katarak dan tinea corporis yang dideritanya. Ibu Bere memiliki jaminan kesehatan berupa Jamkesmas, namun akomodasi ke instansi kesehatan membutuhkan biaya yang cukup banyak karena jarak yang ditempuh sangat jauh. Ibu Bere juga membutuhkan makanan yang bergizi untuk menunjang kesehatannya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Bere, bantuan awal pun disampaikan untuk berobat dan membeli makanan yang bergizi. Semoga kondisi Ibu Bere bisa lebih baik dan ia senantiasa bersemangat menjemput kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Samsyuriyadi @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Pak bere menderita Katarak dan Tinea Corporis

Pak bere menderita Katarak dan Tinea Corporis


MONIKA NOGO (51, Suspect TB Paru Kasus Kambuh). Alamat : Dusun Berjoko, RT 9, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Monika mengalami batuk kering bercampur darah sejak tahun 2002, kemudian sempat berhenti setelah menjalani pengobatan di Puskesmas. Pada tahun 2014, batuk bercampur darah kembali muncul hingga akhirnya dilakukan pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA) di Puskesmas Aji Kuning dan hasilnya Ibu Monika negatif TBC. Ibu Monika tetap harus rutin kontrol ke Puskesmas atau ke Puskesmas Pembantu di desanya. Selama ini untuk pengobatan Ibu Monika sudah mengeluarkan biaya hingga 1 juta rupiah, dan ia memiliki utang sebanyak Rp 150.000,-. Pada tahun 2016 ini sakit yang dirasakan muncul kembali. Saat ini Ibu Monika mengeluhkan nyeri dada dan batuk yang disertai bercak darah. Suami Ibu Monika, Bapak Yohanes Ado, sehari – harinya bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang sangat kecil. Ibu Monika dianjurkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan untuk dirontgen dan  menjalani pemeriksaan selanjutnya. Ibu Monika memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas III, namun ia masih terkendala biaya untuk transportasi ke rumah sakit. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan Ibu Monika. Santunan awal diberikan kepada Ibu Monika untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga dengan bantuan ini Ibu Monika bisa berobat di rumah sakit agar dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih rinci dan semoga ia senantiasa terus semangat berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Daniel Lalang @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Ibu monika menderita Suspect TB Paru Kasus Kambuh

Ibu monika menderita Suspect TB Paru Kasus Kambuh


SIMON SAMI (57, Lumpuh). Alamat : Desa Bambang, RW 7, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Sudah lima hari Bapak Simon tidak bisa beraktivitas, ia hanya terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Pak Simon merupakan tukang kebun, ia mengalami kecelakaan kerja saat memanjat pohon tarap untuk mengambil buahnya. Saat itu, Pak Simon memijak dahan yang salah dengan ranting yang rapuh hingga jatuh. Ia jatuh dari pohon tarap yang cukup tinggi sehingga mengalami luka yang cukup parah. Pak Simon berusaha beranjak dari tempat ia jatuh dengan merayap dan pada saat itu sekitar kebun tidak ada orang sama sekali. Pak Simon hanya berobat secara tradisional namun belum ada perubahan. Akhirnya Pak Simon memanggil petugas kesehatan yang sedang berkeliling untuk mengobatinya. Saat ini Pak Simon masih mengalami nyeri di bagian pinggang dan punggung. Ia disarankan ke Puskesmas Aji Kuning untuk mendapatkan pengobatan selanjutnya. Pak Simon memiliki Jamkesmas, namun jarak menuju Puskesmas yang sangat jauh sekitar 15 Km membutuhkan biaya transportasi yang besar yang tak mampu ia penuhi. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan Pak Simon dan keluarga, santunan awal pun diberikan. Semoga Pak Simon senantiasa bersemangat dalam ikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele  Daniel Lalang @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Pak simon menderita Lumpuh

Pak simon menderita Lumpuh


SITTI BINTI PATTOLA (61, Pembengkakan Limpa). Alamat : Jalan TVRI, RT 1, Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Awalnya Ibu Sitti menggalami kesulitan BAB hingga perutnya membesar dan mengeras. Ibu Sitti mengalami pembengkakak perut sejak 8 bulan yang lalu. Perut Ibu Sitti semakin terasa sakit jika ia keletihan bekerja. Akhirnya ia berobat di Puskesmas, namun dokter menyarankan agar Ibu Sitti dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan untuk dilakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) pada perutnya. Ibu Sitti tidak mengikuti saran dokter karena ia tak memiliki uang meskipun sudah memiliki Jamkesmas. Bila sakitnya kambuh Ibu Sitti merasa sangat kesakitan, hingga nyerinya menjalar ke kepala. Ibu Sitti adalah Janda tua yang tinggal seorang diri, anak-anaknya sudah menikah dan tinggal di Makasar namun mereka juga kesulitan ekonomi. Ibu Sitti mengungkapkan kesedihannya, #SedekahRombongan merasakan kesedihan Ibu Sitti dan memberikan bantuan awal untuk operasional berobat. Semoga Ibu Sitti bisa melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dan selalu berikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Syamsuriyadi @rintawulandari @akuokawai @ririn_restn

Ibu sitti menderita Pembengkakan Limpa

Ibu sitti menderita Pembengkakan Limpa


RISKA SARI (29 Tahun, Melahirkan Secara Cesar). Alamat: Desa Buncitan, Kec. Sedati, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur. Kamis, 7 april 2016, Bu Riska mengalami kontraksi, lalu ia dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan. Di Puskesmas diketahui sudah ada pembukaan 4,5 dan kembali ke 4 lagi. hingga akhirnya bu Riska dirujuk ke Rumah sakit Ibu dan Anak Sidoarjo untuk penanganan lebih lanjut. Setelah diperiksa, ternyata kepala bayi tidak mau bergerak masuk pinggul, ini menyebabkan pembukaan hanya di angka 6, menyebabkan bu Riska meronta kesakitan. Akhirnya harus dilakukan persalinan dengan cara operasi cesar. Alhamdulilah operasi berjalan lancar. Dari operasi ini diketahui bahwa bu Riska mempunyai kista sebesar telur ayam. Alhamdulillah kista tersebut berhasil langsung diangkat. Permasalahan yang muncul adalah biaya yang harus dibayar untuk operasi cesar yakni sebesar 7 juta. Bu Riska dan keluarga merupakan kalangan menengah kebawah. Penghasilan kelurga hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Melihat kesulitan yang dialami keluarga bu Riska dan perjuangan keluarga yang begitu besar, kami #SedekahRombongan beruntung berkesempatan untuk membantu beliau. Santunan telah diberikan berupa uang tunai sebesar 2 juta. Bu Riska dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan. Semoga bantuan ini bisa mengurangi beban yang dialami oleh beliau dan keluarga.

Jumlah Bantuan  : Rp. 2.000.000,-
Tanggal         : 7 April 2016
Kurir           : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Bantuan biaya persalinan cesar

Bantuan biaya persalinan cesar


YOHANES ADO (58, Suspect TB Kelenjar). Alamat : Dusun Berjoko,  RT 9, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pada akhir Januari 2016, Bapak Yohanes mengalami demam tinggi selama 4 hari. Setelah minum obat, ia kembali pulih namun satu minggu kemudian timbul benjolan kecil di lehernya. Benjolan itu semakin membesar dan jika disentuh terasa keras. Satu minggu kemudian Bapak Yohanes mengalami batuk bercampur bercak darah selama 3 hari. Diagnosis sementara dokter mencurigai Bapak Yohanes mengidap penyakit TB Kelenjar. Bapak Yohanes ingin melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan untuk mengetahui lebih jelas sakit yang dideritanya, namun karena terkendala biaya ia hanya mampu ke Puskesmas Aji Kuning. Bapak Yohanes belum juga memiliki uang untuk transportasi dan akomodasi ke rumah sakit meski ia sudah memiliki kartu BPJS kelas 3, karena untuk menuju ke RSUD Nunukan Bapak Yohanes harus menyeberangi pulau dan melalui jalan darat yang cukup jauh. #Sedekahrombongan merasakan kesulitan yang dialami Bapak Yohanes. Santunan awal diberikan untuk biaya akomodasi berobat. Semoga Bapak Yohanes selalu bersemangat untuk menjemput kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Daniel Lalang @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Pak yohanes menderita Suspect TB Kelenjar

Pak yohanes menderita Suspect TB Kelenjar


RIDHA AMINAH (26 Tahun, Bantuan Kaki Palsu) Alamat: Pagesangan Asri Gang 3 No. 21, Sidoarjo, Jawa Timur. Ridha biasa ia disapa, adalah seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Sidoarjo. Dia  tinggal bersama suaminya. Suaminya bekerja sebagai karyawan biasa. Pada oktober 2015 lalu ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki sebelah kanannya diamputasi. Kini ia hanya menjalani kontrol dirumah sakit. Alhamdulillah saat ini kondisi kesehatannya membaik, namun dia kesulitan melakukan aktitas seperti biasanya karena kehilangan kaki kanannya. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ridha dan bisa mewujudkan harapannya untuk berjalan dengan normal meski dengan kaki palsu. Ridha dan keluarga merasa sangat terbantu dan juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekahholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.500.000,-
Tanggal         : 11 April 2016
Kurir           : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Gita & Warda

Bantuan Kaki Palsu

Bantuan Kaki Palsu


AJENG BINTI MUHIDIN (14, Cedera Kepala Ringan).  Alamat : Jalan Pala, RT 42/18, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Seitar 3 tahun yang lalu, saat Ajeng sedang bercanda dengan teman-temannya di gorong-gorong terjadilah kecelakaan, ia terjatuh dan masuk ke gorong-gorong. Kepala bagian kanannya terbentur ujung semen gorong-gorong dan setelah dibawa berobat ke dokter ia dinyatakan mengalami gegar otak ringan. Sejak saat itu terkadang Ajeng mengeluh sakit di area kepala yang terbentur. Pada Oktober 2015, Ajeng dinyatakan TBC Kelenjar dan harus minum obat rutin selama 6 bulan. Awal Agustus 2016, Ajeng tiba-tiba pingsan di kamar mandi dan setelah sadar seharian ia muntah-muntah. Ajeng lalu dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo dan hasilnya didiagnosis cedera kepala ringan. Ajeng disarankan kontrol kembali untuk dipantau perkembangannya. Ajeng berobat menggunakan KIS PBI Kelas 3. Sampai saat ini Ajeng sering mengeluh pusing tiba-tiba dan juga sakit di area kepala yang terbentur. Orang tua Ajeng, Muhidin (46), hanya seorang tukang becak, namun ia terus bekerja keras agar mempunyai uang untuk biaya transportasi anaknya berobat. Ibu Ajeng, Siti Nurhasanah (44), senantiasa setia mendampinginya selama pengobatan. Melihat gigihnya orang tua Ajeng, kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak untuk membantu Ajeng dengan menyampaikan titipan sedekaholics guna membantu biaya transportasi dan juga biaya hidup sehari hari keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 201
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuo_kawai @ririn_r

Ajeng menderita Cedera Kepala Ringan

Ajeng menderita Cedera Kepala Ringan


FAHMI AZIZ SAPUTRA (4, Vulnus Amputatum Digiti I Pedis Dextra). Alamat : Dusun 2, RT 5/3, Kelurahan Siraman, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada 17 Agustus 2016, Fahmi berjalan-jalan bersama ayahnya menggunakan sepeda motor dengan posisi duduk berada di depan. Kecelakaan menimpa mereka dan kaki kanan Fahmi masuk ke jari-jari roda depan sepeda motor hingga terluka, bahkan ibu jari kaki kanannya terputus. Fahmi lalu dibawa ke bidan setempat dan langsung dirujuk ke RS Ahmad Yani (RSAY) Lampung. Setelah memeriksa dokter menyarankan kaki Fahmi yang terluka dioperasi. Dokter mendiagnosis Fahmi mengalami luka amputasi pada kakinya. Orang tua Fahmi, Gunawan (34), dan Nining Suryani (34), berkeluh pada kurir #sedekahRombongan Lampung yang mengunjungi di RSAY, penghasilannya sebagai buruh serabutan tak cukup untuk biaya operasi sedangkan Fahmi belum mempunyai jaminan kesehatan. Mendengar hal tersebut kurir #SedekahRombongan memberi arahan untuk membuat jaminan kesehatan. Bantuan awal pun disampaikan guna pembuatan jaminan kesehatan, biaya transportasi dan kebutuan hidup selama di rumah sakit. Semoga bantuan dari sedekaholics dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @ sayasepti @akuokawai @ririn_r

Fahmi menderita Vulnus Amputatum Digiti I Pedis Dextra

Fahmi menderita Vulnus Amputatum Digiti I Pedis Dextra


MISTA BIN TAMIN (57, Bronchopneumonia). Alamat : Jalan Pala No. 68, RT 42/18, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pak Mista sudah lama merasakan sesak di dadanya, tetapi ia hiraukan. Pada Juni 2016, Pak Mista sudah tidak kuat menahan sesak dan akhirnya memeriksakan kondisinya ke mantri setempat namun disarankan untuk ke dokter spesialis. Hal tersebut urung dilakukan karena tidak adanya uang dan jaminan kesehatan. Awal Agustus 2016, Pak Mista harus dirawat karena sesak napas, saat dirawat dilakukan pemeriksaan rontgen dan hasilnya Pak Mista dinyatakan menderita bronchopneumonia atau infeksi akut pada alveoli dan disarankan berobat rutin selama 6 bulan ke depan. Saat dirawat Pak Mista diusahakan dibuatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kelas 3. Sebelumnya Pak Mista bekerja sebagai tukang becak, setelah kondisinya terus menurun Pak Mista tidak kuat lagi mengayuh becak. Istrinya, Mursanah (51), hanya seorang ibu rumah tangga. Kini Pak Mista mengandalkan anaknya yang bekerja serabutan untuk biaya transportasi selama pengobatan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan Lampung dipertemukan dengan Pask Mista, dan kurir pun menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya trasnportasi pengobatan dan biaya hidup sehari -hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuo_kawai @ririn_restu

Ibu mista menderita Bronchopneumonia

Ibu mista menderita Bronchopneumonia


PARNO ANAM (35 Tahun, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: Desa Sambirejo, Kec. Wonosalam, Kab. Jombang, Jawa Timur. Mas Parno biasa dipanggil, dia adalah driver MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Surabaya. Mas Parno sudah bertugas membantu #SRsurabaya selama 2 bulan. Saat ini mas Parno terpaksa tidak bisa membantu karena dia baru saja mengalami kecelakaan. Hal tersebut bermula ketika 12 Mei 2016 dia melakukan perjalanan ke rumah saudaranya di Pamekasan Madura. Mas Parno berangkat dari Sidoarjo  pada pagi hari dan berencana kembali pada sore hari. Ketika perjalanan pulang menuju Sidoarjo, dia mengalami kecelakaan di daerah Pamekasan. Lalu dia dibawa oleh penduduk sekitar ke RSUD Pamekasan. Beruntung di rumah sakit tersebut ada kurir #SedekahRombongan yang juga seorang dokter disana. Kurir tersebut langsung memberi info ke kami. Kami menggunakan MTSR memutuskan segera melihat kondisi mas Parno di RSUD Pamekasan. Menurut hasil diagniosa dokter, bagian kaki dan lengan mas Parno kondisinya cukup parah. Keesokan harinya mas Parno dirujuk ke rumah sakit daerah Jombang karena jaraknya yang lebih dekat dari rumah mas Parno, sehingga pihak keluarga lebih mudah untuk mendampingi mas Parno dalam berobat. Akibat kecelakaan yang dialami ini, praktis mas Parno tidak bisa melanjutkan mencari nafkah, sehingga tidak ada pemasukan untuk keluarganya. Belum lagi tanggungan yang muncul untuk biaya berobat saat di rumah sakit dan saat berobat jalan. Melihat kesulitan yang dialami dan kemauan untuk sembuh yang begitu besar, kami #SedekahRombongan beruntung berkesempatan untuk membantu mas Parno. Santunan telah diberikan berupa uang tunai sebesar 1 juta. Mas Parno dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan. Semoga bantuan ini bisa mengurangi beban yang dialami oleh beliau dan keluarga.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.000.000,-
Tanggal         : 22 Mei 2016
Kurir           : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @Martinomongi @dr.erien @ kurnia_isw

Pak parno mengalami  Kecelakaan Lalu Lintas

Pak parno mengalami Kecelakaan Lalu Lintas


BERBAGI NASI TAKJIL (200 Nasi Bungkus, Bantuan Langsung). Ramadhan telah tiba, sebagian besar umat muslim berbahagia menyambut datangnya bulan penuh rahmat ini. Mereka mulai berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan, mereka juga mempersiapkan berbagai hal termasuk masakan yang lezat untuk santap sahur dan berbuka bersama keluarga di rumah. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya berbuka dan sahur di rumah bersama keluarga. Seperti yang dialami oleh para pasien yang harus menjalani rawat inap dan para keluarganya yang mendampingi di rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya. Mereka harus berjuang menghadapi rasa saki, dalam kondisi berpuasa, tanpa memikirkan makanan apa yang digunakan untuk berbuka puasa nantinya. Tidak apa berpuasa di rumah sakit, yang penting mereka bisa lebih sehat, begitu pikir mereka dan keluarga. Alhamdulillah kami Kurir #SRSurabaya diberi kesempatan untuk membagikan 200 nasi bungkus dan kurma ke para keluarga dan pasien yang sedang menjalani rawat inap, kemoterapi dan sinar di rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya. Semoga sedikit kebaikan ini bisa membuat mereka sedikit merasakan bahagia di bulan penuh berkah ini. Semoga Allah selalu memberi keberkahan dalam hidup dan kesuksesan dunia akhirat untuk para sedekahholics. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal               : 9Juni 2016
Kurir                    : @Wahyu_CSD @rathyajelita @Martinomongi @MasKhus1027 @dimas_gingin @kurnia_isw Mukhlisin, Tomo, Sinta, Sina

Bantuan nasi bungkus

Bantuan nasi bungkus


PARSEL LEBARAN DHUAFA (36 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan. Seperti yang dialami dhuafa sekitar wilayah Surabaya. Mereka harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan harian, berpuasa tanpa memikirkan mampu berbuka atau tidak saat maghrib menjelang. Himpitan kondisi memaksa mereka untuk terus bekerja, menikmati keberkahan ramadhan dari peluh keringat yang ada. Asa mereka untuk mampu membeli kebutuhan pokok untuk sekedar merayakan nikmatnya hari kemenangan. Kurir #SRsurabaya kemudian menyampaikan 36 paket parsel lebaran untuk dhuafa-dhuafa yang terbagi di daerah Tuban, Surabaya, Situbondo, dan Sidoarjo. Bahagia dan syukur terlihat dari sorot mereka, semoga mampu membawa ceria saat hari kemenangan tiba. Serta para sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Ramadhan adalah bulan berbagi, sebagai mana janji Allah:  Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.982.000,-
Tanggal: 27 Juni 2016
Kurir: @Wahyu_CSD & Semua Kurir #SRsurabaya

Bantuan sembako

Bantuan sembako


KASMIATI (61, Maag dan Asam urat). Alamat: Jl. F.Kalasuat, Kelurahan Malanu, Kecamatan Sorong Utara, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Kasmiati menderita penyakit maag dan asam urat. Penyakitnya ini sering membuat Bu Kasmiati mengeluh sakit pada bagian lambungnya. Pengobatan sudah dilakukan Bu Kasmiati di Puskesmas dengan menggunakan layanan BPJS. Suami Bu Kasmiati sudah meninggal dan kini tinggal menumpang di rumah sederhana milik orang lain, yang hanya seluas 4×4 meter. Bu Kasmiati ini termasuk keluarga kurang mampu. Untuk kebituhan makan masih mengandalkan bantuan dari kerabatnya yang biasa datang membawakan makanan. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan kepada Bu Kasmiati untuk bantuan berobat dan tambahan makan harian.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 12 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Rima

Ibu kasmiati menderita Maag dan Asam urat

Ibu kasmiati menderita Maag dan Asam urat


PETRONELA (21, Biaya operasi cesar). Alamat: Jl. Yohan, Kelurahan Klademak, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.  Petronela adalah seorang ibu muda yang baru saja melahirkan buah hatinya di RSUD Kota Sorong. Karena suatu kondisi, proses persalinan Bu Petronela harus melalui cesar. Namun sayangnya, karena BPJS tidak bisa menanggung seluruh biaya persalinan yang ada sehingga Bu Petronela kebingungan mencari tambahan biaya sebesar 3 juta rupiah. Bu Petronela mempunyai suami seorang pekerja buruh di Pelabuhan Sorong. Penghasilan dan tabungan yang ada tidak sanggup menutupi biaya persalinan RSUD. Kurir #sedekahrombongan mendengar informasi kesulitan ini dan segera menyampaikan santunan dana untuk meringankan biaya yang ada. Proses pemberian santunan diberikan di tempat tinggal Bu Petronela paska keluar dari RSUD.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 12 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Tenci, Rima

Bantuan Biaya operasi cesar

Bantuan Biaya operasi cesar


EDIKA MLASMINI (32, Tuberkolosis). Alamat: Jl. Pariyangan, Desa Makbusun, Kecamatan Mayamuk, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Edika didiagnosa menderita Tuberkolosis sejak 2 bulan lalu. Kini Bu Edika disarankan untuk rutin mengkonsumsi obat supaya cepat sembuh dari penyakitnya. Bu Edika mempunyai suami bernama Yustinus yang bekerja sebagai petani sagu. Bu Edika juga mempunyai 2 orang anak. Di daerahnya, Bu Edika termasuk keluarga yang kurang mampu. Untuk membiayai kebutuhan harian saja kadang kekurangan karena penghasilan dari sagu ini tidak menentu. Dana santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna membantu biaya transport ke Puskesmas dan tambahan makanan bergizi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Riyanti

Ibu edika menderita Tuberkolosis

Ibu edika menderita Tuberkolosis


DEVIANTI (20, Biaya pendidikan). Alamat: Jl. D.I Panjaitan, Kelurahan Rufei, Kecamatan Sorong Barat, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Devianti adalah seorang mahasiswa yang tidak mampu dan kesulitan untuk membiayai kuliahnya. Jarak dari tempat tinggalnya juga cukup jauh harus 2 kali naik angkutan umum. Orang tua Devianti bekerja sebagai petani sayur sawi di Kampung Toraja. Saat ini, Devianti tinggal di rumah pamannya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Untuk bantu mendapatkan tambahan biaya, Devianti juga mengambil pekerjaan cuci baju dan mengasuh anak tetangganya. Walaupun penghasilannya tidak besar, namun lumayan untuk tambahan biaya. Santunan dana melalui #sedekahrombongan disampaikan kepada Devianti untuk membantu biaya kuliah semesteran Devianti.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Pasinem

Bantuan biaya pendidikan

Bantuan biaya pendidikan


MARWIAH (46, Kanker Payudara). Alamat: Jl. Rinjani, Kelurahan Remu Selatan, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Marwiah menderita Kanker Payudara dan menurut hasil diagnosa dokter sudah stadium 1. Untuk menghindari penyakitnya yang bertambah parah, Bu Marwiah disarankan untuk secara rutin melakukan pemeriksaan dan pengobatan. Sudah 3 bulan terakhir ini Bu Marwiah menjalani pengobatan dan kebetulan sudah mempunyai kartu BPJS. Walaupun sudah terbantu BPJS untuk keringanan biaya berobat, Bu Marwiah masih kesulitan biaya untuk transportasi rutin ke puskesmas dan rumah sakit terdekat, serta beberapa tambahan biaya diluar tanggungan BPJS. Suaminya Bu Marwiah sudah meninggal, sehingga harus mencari penghasilan sendiri dengan berjualan nasi kuning. Santunan #sedekahrombongan disampaikan untuk mendukung pengobatan rutin Bu Marwiah.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Pasinem

Ibu marwiyah menderita Kanker Payudara

Ibu marwiyah menderita Kanker Payudara


SANTUNAN ANAK YATIM (73 Anak Yatim, Bantuan Tunai). Alamat : Pendopo Balai Desa Bulujiwo, Kec. Bancar, Kab. Tuban, Jawa Timur. Bulan suci ramadhan telah tiba, sebagian besar umat muslim berbahagia menyambut datangnya bulan penuh rahmat ini. Mereka mulai berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan dengan melakukan sesuatu hal yang bermanfaat. Seperti halnya yang dilakukan sekumpulan orang di Tuban yang menamakan organisasinya Bulu YOung Generation (BYOG). Kegiatan kali ini difokuskan untuk memberi santunan kepada anak-anak yatim. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 19 Juni 2016. Bantuan diberikan kepada 73 anak yatim yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar. Kegiatan ini sudah dilakukan rutin sejak tahun 2006. Untuk turut mensukseskan acara tersebut, kami #SedekahRombongan turut ambil bagian dengan memberi bantuan dana sebesar 1 juta. BYOG menyambut baik bantuan tersebut. Anak-anak yatim penerima bantuan merasa senang dang mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi para penerima dan menjadi berkah serta pembuka pintu rezeki bagi sedekahholics dan kurir #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Juni 2016
Kurir : @wahyu_CSD & Miftakhul Huda

Bantuan Biaya pendidikan

Bantuan Biaya pendidikan


MUSTAKIM BIN KASMIRAH (28, Epilepsi). Alamat : Dusun 4, RT 17/8, Kelurahan Tegal Ombo, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada tahun 2004 Mustakim mengalami kecelakaan yang menyebabkan luka di kepala kanannya. Pada tahun 2013, lagi – lagi Mustakim mengalami kecelakaan dan kembali melukai kepala kanannya dan kali ini hingga bocor. Mustakim hanya berobat ke dokter setempat dan sejak saat itu tidak ada rambut yang tumbuh pada daerah luka tersebut. Beberapa kali kepala Mustakim yang terluka terasa sakit yang begitu hebat, puncaknya akhir tahun 2015 setiap kali kepalanya sakit tidak lama kemudian tubuhnya kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri. Mustakim oleh saudaranya dibawa ke dokter spesialis syaraf dan didiagnosis menderita epilesi atau dalam bahasa awamnya dikenal dengan penyakit ayan. Sejak saat itu Mustakim melakukan berobat rutin namun karena biaya yang dibutuhkan besar dan saudaranya tidak mampu lagi membiayai, Mustakim pindah berobat ke RS Ahmad Yani sembari menunggu BPJS Mandiri kelas 3 miliknya jadi. Setelah jadi, Mustakim diarahkan ke RS Mardi Waluyo dan sejak saat itu ia berobat rutin di sana. Mustakim semula bekerja serabutan, sejak tubuhnya sering tiba-tiba kejang, orang tuanya tidak membolehkannya bekerja. Orang tua Mustakim, Kasmirah (64) dan Asih (58) adalah petani, mereka terus mendorong Mustakim untuk berobat jalan. Saat ini biaya untuk transportasi masih jadi kendala dan sering dibantu oleh sanak keluarga. Kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak untuk membantu Mustakim, bantuan awal pun disampaikan. Semoga titipan sedekaholics dapat bermanfaat bagi pengobatan Mustakim.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuo_kawai @ririn_r

Ibu mustakim menderita Epilepsi

Ibu mustakim menderita Epilepsi


SUTILAH BINTI KLIWON (39, Tumor Mata Kiri). Alamat : Tegalrejo RT 15/8, Desa Transtanjungan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinisi Lampung. Sepulang kerja menanam padi, saat magrib Ibu Sutilah mencuci baju karena ia berpikir besok pagi-pagi  akan bekerja. Saat itulah tidak sengaja busa sabun cuci mengenai mata sebelah kirinya dan segera ia bersihkan dengan menggunakan air. Ia mengira setelah dibersihkan dengan air matanya tidak akan perih lagi, namun tidak lama kemudian ia mengeluh matanya sakit dan terasa panas. Ternyata terjadi pembengkakan hampir di seluruh mata kirinya hingga ia tak dapat melihat. Kini ia hanya dapat melihat menggunakan mata kanannya. Ibu Sutilah baru sekali berobat ke bidan setempat karena jarak ke Puskesmas terdekat cukup jauh, itu pun ia dibantu oleh tetangganya. Saat ini Ibu Sutilah sedang menjalani pengobatan di RS Abdul Moeloek (RSAM) Lampung dan disarankan untuk dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Namun hal tersebut terasa berat mengingat suaminya, Sarman (50), hanya bekerja sebagai buruh yang penghasilannya untuk makan sehari-hari saja sering kali tidak cukup. Meskipun Ibu Sutilah memiliki BPJS PBI, Ia dan suaminya tak memiliki uang untuk berobat ke Jakarta. Ibu Sutilah adalah pasien dampingan #sedekahrombongan yang kini tinggal di RSSR Lampung. Bantuan kembali diberikan kepada Ibu Sutilah untuk guna melanjutkan pengobatan ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @ arisasamara @sayasepti @akuo_kawai @ririn_restu

Ibu sutilah menderita Tumor Mata Kiri

Ibu sutilah menderita Tumor Mata Kiri


TAMINAH BINTI KARSEN (53,  Gagal Ginjal). Alamat : Jalan Jeruk RT 9/3, Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ibu Taminah adalah buruh cuci dan gosok di sekitar rumahnya. Selama Ibu Taminah bekerja, ia tidak pernah memperhatikan kondisi tubuhnya, hingga September 2015 lalu ia merasakan tubuhnya panas dan juga lemah. Oleh anaknya Ibu Taminah dibawa ke Puskesmas terdekat, lalu didapati tensi dan gula darahnya tinggi. Ia juga dinyatakan kemungkinan mengalami gejala gagal ginjal, dan dokter menyarankan untuk menjaga pola hidup. Ibu Taminah tidak menghiraukan anjuran dokter dan tetap bekerja keras tanpa memperhatikan kondisi kesehatannya. Pada pertengahan Juli 2016, kondisi Ibu Taminah kembali menurun dan dibawa ke RS Ahmad Yani (RSAY) Lampung dan kemudian dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Lampung. Setelah diperiksa Ibu Taminah didiagnosis gagal ginjal dan disarankan untuk cuci darah rutin. Jadwal untuk cuci darah di RSAM dan RSAY sudah penuh sehingga Ibu Taminah melakukan cuci darah di Klinik Hemodialisa Lions Bandar Lampung dengan tetap menggunakan KIS Mandiri Kelas 3 yang dimiliki. Jarak kediaman dengan klinik yang jauh memberatkan Ibu Taminah, karena suaminya, Suratno (59) adalah buruh bangunan yang tak menentu pengasilannya terlebih lagi dua anaknya masih bersekolah. Kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak untuk menyampaikan bantuan kepada Ibu Taminah untuk biaya akomodasi dan transportasi selama cuci darah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu taminah menderita Gagal Ginjal

Ibu taminah menderita Gagal Ginjal


UCUP SUPRIYADI (44, Gagal Ginjal). Alamat : RT 18/5, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, Provinsi Lampung. Bapak dari 4 orang anak ini bekerja sebagai penjual somay keliling. Kurang lebih sejak tahun 2015 Pak Ucup tak bisa merasakan rasa pada makanan yang ia makan, meludah terus menerus, lemas dan badan terasa panas. Kemudian Pak Ucup memeriksakan kondisinya ke RS Ahmad Yani (RSAY) Lampung dan dari hasil pemeriksaan ia didiagnosis gagal ginjal dan harus rutin melakukan cuci darah. Keterbatasan alat membuat Pak Ucup dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Lampung. Pada tangan sebelah kiri Pak Ucup telah dipasang cimino, sebuah alat yang digunakan untuk mempermudah proses cuci darah (hemodialisis). Pak Ucup disarankan menjalani cuci darah rutin setiap Senin dan Kamis. Kini ia tidak bisa lagi maksimal berjualan somay karena kondisinya yang sering merasa lemas. Sang istri, Suharti (44), yang terkadang menggantikannya berjualan somay di sekolah terdekat dengan kediaman mereka. Meskipun Pak Ucup telah mempunyai jaminan kesehatan BPJS PBI kelas 3, terkadang ia tidak bisa cuci darah sesuai jadwal yang disarankan karena jarak dari rumahnya dengan RSAM cukup jauh dan membutuhkan biaya yang cukup banyak. Selain itu, ada biaya lain yang harus dikeluarkan untuk pemeriksaan laboratorium yang tidak ditanggung BPJS. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan titipan sedekahholics untuk biaya pemeriksaan laboratorium dan sebelumnya Pak Ucup telah dibantu pada rombongan 860.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak ucup menderita Gagal Ginjal

Pak ucup menderita Gagal Ginjal


IHYA RAMADHANI (14, Truncus Arteriosus). Alamat : Jalan Domba No. 47, RT 11/4, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Gadis kecil yang duduk di kelas 8 jenjang SMP ini, sejak berumur 2 tahun mudah sekali sesak napas dan tiba-tiba tubuhnya membiru. Saat itu Ihya dibawa oleh ibunya ke dokter setempat, lalu dirujuk ke RS Abdul Moelok (RSAM) Lampung kemudian dirujuk ke RS Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta. Dokter RSCM mendiagnosis Ihya menderita Truncus Arteriosus atau lebih dikenal sebagai Sakit Jantung Langka. Selama 6 tahun berobat rutin ke RSCM, karena dirasa tidak ada perkembangan Ihya meminta dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Sejak saat itu Ihya mengalami perkembangan yang baik, sampai saat ini ia harus minum obat secara rutin dan harus segera dioperasi. Ihya harus kontrol rutin sebulan sekali ke RS Harapan Kita, selang 10 hari setelah berobat ibunya kembali untuk mengambil obat yang hanya ada di RS Harapan Kita. Ihya kini sedang menunggu keputusan untuk operasi pada 15 Agustus 2016. Meskipun biaya pengobatan telah ditanggung Jamkesmas yang Ihya pakai, orang tua Ihya masih kebingungan untuk transportasi ke RS Harpan Kita. Ayah Ihya, Haryya Sakti (45) hanya bekerja sebagi tukang servis elektronik yang penghasilannya tak tentu, sedangkan ibunya, Kusni Darty (44) membantu suaminya dengan berjualan nasi uduk saat pagi hari, itu pun jika Ihya dalam kondisi baik. Kesulitan keuangan tak menyurutkan semangat Ihya untuk terus berobat, ia pun rela naik turun berganti kendaraan umum untuk sampai ke RS Harapan Kita. Mendengar Ihya yang terus bersemangat, kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak menemui keluarga ini dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Semoga Ihya Lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ihya menderita Truncus Arteriosus

Ihya menderita Truncus Arteriosus


MTSR MAGETAN KEDUA AE 1495 KG, (Patungan untuk pengadaan ambulan ke 2 Magetan). Untuk mempermudah pergerakan #SedekahRombongan Magetan yang dirasa sudah tidak efisien dengan satu armada MTSR fleksibel kami yang sering bongkar pasang dari strecher menjadi bangku dan sebalik nya dari bangku menjadi strecher untuk menyesuaikan kebutuhan pasien. Kemarin pada tanggal 9 Juni 2016 team #SedekahRombongan Magetan melakukan penggalangan dana bersama warga Magetan juga dukungan dari #SedekahRombongan pusat untuk pengadaan MTSR kedua Magetan. Pengumpulan dana di lakukan secara offline dan tidak menggunakan media sosial seperti facebook, twitter dan lain sebagainya. Kami hanya merangkul warga Magetan dan organisasi sosial lain yang bersinergi dengan #SedekahRombongan Magetan. Syukur Alhamdulilah karena antusias warga dan teman kurir juga dukungan dari #SedekahRombongan pusat yang sangat besar, dalam waktu 2 bulan dana sudah sudah terkumpul sebesar Rp 120.200.000. Rekening penggalangan dana dengan nomor rekening 7915153194 A/n Ervin Sulistyawati  kami tutup tepat tanggal 15 Agustus 2016.  Dana yang terkumpul saat ini sudah kami realisasikan dalam bentuk 1 unit mobil LUXIO type M warna hitam, lighbar dan juga interior ambulan standart dan juga branding. Team Kurir  #SedekahRombongan area Magetan mengucapkan terima kasih atas partisipasi para sedekaholic. Semoga dengan adanya MTSR kedua Magetan pergerakan semakin mudah dan cepat juga menjadi penyemangat para kurir untuk terus menyampaikan titipan langit kepada para duafa. Salam tembus langit.

Jumlah Santunan : Rp. 120.200.000
Tanggal : Jum’at, 12 Agustus 2016
Kurir : All kurir Sedekah Rombongan Magetan

Patungan untuk pengadaan ambulan ke 2 Magetan

Patungan untuk pengadaan ambulan ke 2 Magetan


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Agustus 2016). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015, kami mengontrak rumah di Jln. Jaksa Agung Suprapto 25 Magetan selama satu tahun. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi subuh bisa langsung berangkat ke Solo.  Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain  untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Agustus 2016 setelah sebelum nya masuk rombongan 880.

Jumlah Santunan : Rp 2.855.500
Tanggal : Kamis, 1 September 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Agustus 2016

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Agustus 2016


AMBULANCE MTSR MAGETAN,  (Biaya operasional Mtsr Magetan bulan Agustus 2016). Mtsr Wilayah Solo Raya dengan nomer hotline 0815 8911 911 yang beralamat di RT 1 RW 1 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mtsr AE 1755 R mulai beroperasi di Magetan tanggal 19 April 2015. Mtsr berkiprah sangat maksimal di Magetan, banyak duafa yang terbantu dengan keberadaan Mtsr. Alhamdulillah tanggal 12 Agustus 2016 satu unit Mtsr ke 2  AE 1495 KG bisa diwujudkan dari donasi warga Magetan untuk #SedekahRombongan. Mtsr merupakan mobil operasional yang digunakan oleh para kurir dan driver untuk mengantar jemput pasien, mengantar barang ke panti asuhan, memberikan kebutuhan pada para dhuafa yang membutuhkan, orang sakit yang tak mampu, warga miskin dan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan, serta mengangkut jenazah. Selama bulan Agustus 2016 biaya operasional MTSR sejumlah Rp 5.205.000 yang meliputi Bensin mtsr, biaya servise mtsr dan ganti oli, biaya cuci Mtsr, biaya perlengkapan  serta Jasa Driver setelah sebelumnya masuk rombongan 880. Sedekah dari para #sedekahholic semua sangat membantu dan menunjang kebutuhan kami dalam menyalurkan santunan. Doa kami menyertai #Sedekahholic semua agar selalu dilindungi dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT

Jumlah santunan :  Rp 5.205.000
Tanggal : Kamis, 1 September 2016
Kurir : @MawanHananto @Ervinsurvive @Allcrew

Biaya operasional Mtsr Magetan bulan Agustus 2016

Biaya operasional Mtsr Magetan bulan Agustus 2016


SUMIYEM BINTI KARSO SIRIN, (55, kedua kaki patah karena kecelakaan). Alamat : RT.03/01 Dusun Basri Desa Sidorejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Setahun lalu Ibu Sumiyem mengalami kecelakaan tertabrak truk saat pulang dari menghadiri hajatan saudara nya. Kedua kaki nya remuk dan harus dirawat di RS Ortopedi Soeharso Solo beberapa minggu. Si penabrak hanya memberikan santunan Rp 5.000.000 dan ditinggalkan pergi. Ibu Sumiyem mempunyai jaminan kesehatan Bpjs tetapi untuk biaya transport dari Ngawi ke Solo dan akomodasi di rumah sakit sangat memberat kan keluarga, apalagi jadwal kontrol nya sangat sering mengingat luka yang dialami oleh Ibu Sumiyem sangat parah. Sedangkan suami nya yaitu Bapak Kasiman (58 tahun) hanya bekerja serabutan sehingga hasil nya tidak menentu. Bu Sumiyem mempunyai 2 anak, yang pertama sudah meninggal karena sakit gagal ginjal. Yang kedua yaitu Mardi (27 tahun) sudah berkeluarga dan kerja di sebuah restoran. Untuk proses berobat, Mardi ini lah yang selalu menjadi pendamping ibu nya. Karena keterbatasan biaya operasi pelepasan pen belum bisa dilakukan sampai akhir nya dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan dan sudah 4 bulan terakhir menjadi pasien dampingan. Santunan kedua titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 1.500.000 dan digunakan untuk pembelian kursi roda dan akomodasi kontrol setelah sebelum nya masuk rombongan 874. Keluarga Pak Kasiman sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dan pendampingan kepada Ibu Sumiyem selama ini. Semoga menjadi catatan amal terbaik bagi semua pihak yang telah membantu.

Jumlah Santunan : Rp 1.500.000
Tanggal : Rabu, 31 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @RonyPratama

Ibu sumiyem menderita kedua kaki patah karena kecelakaan

Ibu sumiyem menderita kedua kaki patah karena kecelakaan


SUGI BIN PARTOWAGI, (52, pergeseran tempurung lutut) Alamat : RT.01/03 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pada Desember 2014 Pak Sugi mengalami kecelakaan kecil hingga tempurung lutut nya bergeser dan menyebabkan beliau tidak bisa berjalan. Pernah di obatkan ke Sangkalputung dan RS Kustati tetapi karena ketidakadaan biaya pengobatan harus terhenti. Pak Sugi hanya bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan yang tidak menentu. Apalagi sejak mengalami kecelakaan, praktis tidak bisa bekerja sama sekali. Bu Sani (48 tahun) yaitu istri pak Sugi bekerja sebagai penganyam bambu yang penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beliau mempunyai 2 anak, yang pertama sudah berkeluarga dan anak kedua beliau masih tinggal serumah dan mendampingi proses pengobatan pak Sugi selama ini. Berdasarkan informasi dari warga sekitar akhir nya Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Sugi. Beliau melanjutkan pengobatan ke RSO Soeharso Solo. Setelah beberapa kali berobat, saat ini sudah ada kemajuan, beliau sudah bisa berjalan walau dengan bantuan walker, dan proses pengobatan terus dilanjutkan. Santunan titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk pembelian obat dan akomodasi selama proses pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 827. Keluarga pak Sugi sangat terharu dan berterimakasih atas santunan yang telah disampaikan oleh Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Kamis, 25 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurive @Ronypratama

Pak sugi menderita pergeseran tempurung lutut

Pak sugi menderita pergeseran tempurung lutut


KINI BINTI WAHYO, ( 38, jantung lemah, benjolan di leher ). Alamat : Dusun Papringan RT.02/04 Desa Getasanyar Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Jawa Timur. Ibu Kini memiliki fasilitas kesehatan berupa Jamkesmas. Beliau memiliki tanggungan  2 orang anak, kelas 5 Sekolah Dasar, Balita 5 tahun gizi buruk sedangkan anaknya yg tertua berumur 18 tahun dan bekerja menjadi pembantu di rumah makan. Suami Ibu Kini yaitu bapak Sunu (53 tahun) bekerja sebagai penjual cilok keliling yang penghasilannya bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Bu Kini mengalami sakit benjolan di leher sejak 11 tahun yang lalu sampai-sampai untuk berbicara tidak jelas bahkan untuk bernafas kadang mengalami kesulitan. Sedekah Rombongan bertemu dengan Bu Kini berdasarkan Informasi dari warga sekitar. Proses pengobatan di mulai di RS Dr. Sayidiman Magetan setahun yang lalu, tetapi karena keterbatasan peralatan terpaksa harus dirujuk ke RS Dr. Moewardi Solo. Santunan ke 4 titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan untuk biaya akomodasi selama pengobatan setelah sebelumnya masuk pada rombongan 632, 774 dan 785. Keluarga Bu Kini merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari #Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Kamis, 25 Agustus 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak kini menderita jantung lemah, benjolan di leher

Pak kini menderita jantung lemah, benjolan di leher


MUJIONO BIN SURAJI, (30, percobaan bunuh diri memotong pergelangan tangan karena depresi). Alamat :  RT. 02/02 Dukuh Kelang Desa Campursari Sidorejo Magetan Jawa Timur. Mujiono adalah seorang pria lajang berusia 30 tahun yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu menyesuaikan ada atau tidaknya pekerjaan. Ia tinggal bersama adik dan orang tuanya yang sudah sangat tua. Mungkin karena depresi dengan masalah kehidupan nya atau entah karena apa kemarin tanggal 23 Agustus 2016 pukul 02.00 dini hari Mujiono mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara memotong pergelangan tangan nya sendiri. Beruntung kakak nya yang mendapat laporan dari orang tua tentang tingkah laku aneh Mujiono yang kebetulan menginap segera mengetahui peristiwa itu karena curiga dengan suara gaduh yang ada di kamar Mujiono. Sontak keluarga segera melarikan Mujiono ke RSUD Dr. Sayidiman Magetan. Namun karena tindakan menyakiti diri sendiri tidak tertanggung BPJS, sementara pasien harus di rujuk ke RSUD Dr. Soedono Madiun untuk mendapat fasilitas penanganan yang lebih lengkap. Keluarga tidak langusng menyetujui saran dokter karena keterbatasan biaya umum untuk operasi karena keluarga hanya bekerja sebagai buruh tani dan tidak memiliki tabungan yang cukup. Masih di hari yang sama tanggal 23 Agustus 2016 pukul 09.00 WIB kakak Mujiono mencoba mencari bantuan kemana- mana hingga akhir nya mendapat saran dari warga untuk mendatangi RSSR Magetan guna memohon bantuan. Saat itu juga kurir menyurvei rumah, datang kerumah sakit melihat kondisi pasien dan bernegosiasi dengan pihak rumah sakit untuk penggunaan BPJS. Seperti biasa pihak rumah sakit menerima tim #SedekahRombongan dengan baik dan mengusahaka rujukan dengan cara lain sehingga saat itu juga pasien bisa dirujuk ke RSUD Dr. Soedono Madiun mengunakan BPJS dengan laporan kecelakaan kerja . Bantuan sebesar Rp. 2.000.000 di sampaikan guna pembayaran administrasi dan pembelian obat selama perawatan pertama di RSUD Dr. Sayidiman Magetan. Saat narasi ini dibuat Mujiono sudah menjalani operasi penyambungan nadi dan sudah di perbolehkan pulang. Orang tua sangat-sangat mengucapkan terimakasih atas tindakan cepat yang di lakukan team #SedekahRombongan dan santunan dari para Sedekaholic kepada Mujiono.

Jumlah santunan : Rp 2.000.000
Tanggal survey : Rabu, 23 Agustus 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak mujiono mengalami percobaan bunuh diri memotong pergelangan tangan karena depresi

Pak mujiono mengalami percobaan bunuh diri memotong pergelangan tangan karena depresi


GAGAH SATRIO, (9 bulan, Intususepsi/invaginasi). Alamat : Dusun Sendang Desa Nglanduk RT.05/02 Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun Jawa Timur. Gagah Satrio, anak dari Bapak Agil Pangrekso, salah satu dari sekian anak yang mengalami Intususepsi / invaginasi (Intususepsi / invaginasi adalah bagian usus masuk ke dalam usus di bagian belakang dan terjadi jepitan usus yang menyebabkan hambatan aliran usus, dan mengganggu aliran darah yang melalui bagian usus yang mengalami intususepsi). Satrio adalah bayi berumur 9 bulan yang terdeteksi terkena intususepsi ketika usia 4 bulan. Satrio sampai dengan saat ini sudah menjalani pembedahan ileostom, tindakan ini sendiri diambil bila penyakit maupun kelainan pada usus besarnya tidak dapat diatasi melalui pengobatan. Setelah tindakan diambil, operasi berikutnya yang sudah dijalani Satrio adalah penyambungan usus besar dan usus kecilnya. Sudah hampir 14 hari di Rumah Sakit Islam Madiun, keadaan Satrio pasca operasi ke-2 Alhamdulilah berangsur membaik, namun lubang di perut Satrio belum tertutup sempurna, masih perlu pengobatan dan kontrol secara berkala seiring berjalannya pengobatan. Selama dirawat, Satrio seringkali menangis karena kesakitan ditambah sakit flu sehingga susah untuk bernafas. Saat ini orangtua Satrio hanya berharap pada bantuan pemerintah (BPJS) yang hanya memberikan fasilitas penuh saat proses operasi. Masih dibutuhkan dana yg cukup besar untuk proses pemulihan, obat-obatan dan  kebutuhan Satrio lainnya. Informasi tentang Satrio diperoleh dari salah satu kurir Magetan. Alhamdulillah Satrio mendapatkan santunan dampingan sebesar Rp. 1.000.000 untuk biaya pengobatan. Orang tua Satrio mengucapkan banyak terimakasih kepada Sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui #Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Sabtu, 3 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Gagah menderita Intususepsi/invaginasi

Gagah menderita Intususepsi/invaginasi


ALMH. SIPON BINTI NGALIMAN. Alamat :  Desa Slambur RT.03/02 Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Semasa hidupnya, Bu Sipon adalah janda yang hidup dengan seorang anaknya perempuan kelas 6 SD. Bu Sipon menderita Diabet sejak 2 tahun yang lalu dan sudah berpengaruh ke mata. Bu Sipon pernah periksa ke puskesmas dan diberi obat. Sudah lama tidak ke puskesmas karena tidak ada yang mengurusi. Suaminya sudah lama meninggal dan tidak dikaruniai anak, sehingga mengasuh anak orang lain yang sekarang kelas 6 SD bernama Nur. Nur termasuk anak yang pandai dan menyadari dengan kondisi ibunya yang sudah tua dan sakit –  sakitan. Ke sekolah naik sepeda yang seadanya (kecil sekali kalau untuk ukuran anak kelas 6 dan onderdil banyak yang sudak rusak. Namun Nur tetap semangat. Waktu bertemu dengan SR, Nur mengutarakan kalau ingin melanjutkan ke SMP dan ingin memiliki sepeda baru untuk nanti sekolah SMP. Kondisi terakhir mbah Sipon setelah ranap di RSUD Dolopo hampir 2 minggu masih tergolek lemah karena terkena strooke dan gangguan ginjal. Jadi untuk menelan makanan sudah tidak bisa, bicara juga tidak mampu. Informasi tentang mbah Sipon diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Mbah Sipon  yang sebelumnya masuk pada rombongan 841 akhirnya pada tanggal  14 Agustus 2016 meninggal dunia. Santunan kematian sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan pada keluarganya dan digunakan untuk biaya pemakaman. Semoga almarhumah Bu Sipon diterima semua amal baiknya, diampuni segala dosa dan keluarga yang ditinggal diberi keikhlasan dan sabar. Amin.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Jumat, 2 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Santunan kematian

Santunan kematian


SITI MARIYAM BINTI SOMO PADI, (33, Ascites). Alamat : Desa Jatisari RT.17/09 Kecamatan Geger  Kabupaten Madiun Jawa Timur. Bu Siti Mariyam adalah seorang ibu rumah tangga yang hidup bersama 2 orang anaknya. Suaminya sudah lama pergi meninggalkannya dan tidak tahu kemana perginya. Putranya yang pertama masih duduk di bangku SMA swasta, Dan putra ke 2 nya masih berusia 2 tahun. Pada saat salah satu kurir #SR mengunjunginya, bu Siti menangis dan mengeluhkan sakitnya yang tak kunjung sembuh. Perut bu Siti terus membesar dan tak mampu untuk berobat. Dalam kondisi seperti itu, bu Siti juga harus merawat ibunya yang sudah tua renta dan tinggal bersamanya. Informasi tentang bu Siti diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah Bu Siti mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 untuk biaya berobat. Bu Siti mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Sedekaholics atas bantuannya yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Sabtu,  3 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu siti menderita Ascites

Ibu siti menderita Ascites


IBRAHIM BIN NUR SAID, (4, Dhuafa’). Alamat: RT.08/02 Desa Sareng Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Baim, biasa dipanggil sehari-hari begitu baru masuk sekolah dan masih belum mau berpisah dengan ibunya. Sampai saat ini untuk biaya masuk sekolah Baim belum bisa terbayar karena keadaan ekonomi keluarganya yang kurang mampu. Ibunya yang seharusnya baru mulai belajar menjahit di tetangganya harus dengan rela menunda belajarnya itu demi anaknya. Ibunya sebagian anggota badannya mengalami cacat fisik yaitu sebagian wajah dan tangan kanan terbakar sampai kelima jari tangan kanannya habis. Kecelakaan itu sudah lama terjadi, namun ibunya Baim tidak menyerah walau kondisi tangan sudah tidak sempurna namun dia tetap semangat belajar menjahit. Ibunya Baim ingin sekali setelah bisa menjahit dia ingin membuka jahitan sendiri di rumahnya agar bisa membantu suaminya yang seorang buruh tani. Informasi tentang Baim dan ibunya diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah Baim dan ibunya  mendapatkan santunan modal untuk membeli mesin jahit  sehingga kehidupan mereka bisa lebih baik. Saat ini Baim mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000. Baim dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih pada Sedekaholics. Tak lupa keluarga Baim mendoakan para kurir #Sedekah Rombongan agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Sabtu,  3 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibrahim seorang Dhuafa'

Ibrahim seorang Dhuafa’


MUHAMMAD NUR ZAKI, (10,Lumpuh). Alamat : RT.04/02 Desa Jatisari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Keluarga ibu Sumini ini sungguh malang nasibnya. Bu Sumini yang sudah lama mempunyai penyakit jantung dan hampir setahun ini ditambah lagi dengan perutnya yang membesar. Kondisi tersebut ternyata masih terasa semakin berat lagi karena anaknya  Zaki lumpuh sejak kecil. Dari mulai bisa berjalan sudah nampak bahwa berjalannya tidak sempurna. Namun waktu itu ibunya masih telaten untuk mengantar sekolah hingga kelas 3 SD. Akhirnya sekarang Zaki tidak sekolah lagi karena kondisi ibunya juga sakit. Sementara bapaknya harus kerja serabutan agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Saat  kurir #SR mendatangi rumah  bu Sumini, kondisi Zaki tergolek lemas di tempat tidurnya. Untuk beraktifitas sehari-hari Zaki digendong. Zaki adalah anak kembar. Sementara kembarannya diasuh oleh saudaranya di Ponorogo dengan kondisi yang sama. Informasi tentang Zaki diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah Zaki mendapatkan santunan sebesar Rp.1.000.000 yang akan digunakan untuk biaya berobat. Tak lupa Zaki beserta keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Jumat, 2 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Zaki menderita Lumpuh

Zaki menderita Lumpuh


TUKIRAH BINTI KASAN TUKIMAN, (73, dhuafa). Alamat : Desa Tambakmas RT.31/03 Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun Jawa Timur. Mbah Tukirah adalah seorang nenek yang hidup sebatang kara. Sebenarnya mbah Tukirah mempunyai anak, namun sudah lama terbengkalai kehidupan nenek Tukirah itu. Karena anaknya yang sudah berkeluarga tidak ada perhatian sama sekali kepada orang tuanya.  Di sisi lain memang kondisi ekonomi anaknya tersebut juga minim sekali. Akhirnya mbah Tukirah harus berupaya sendiri agar dapurnya tetap bisa mengepul setiap hari. Saat kurir #SedekahRombongan ke rumahnya, mbah Tukirah sedang di belakang rumah membakar sampah yang bertumpuk di situ. Untuk berdiri saja mbah Tukirah sebenarnya sudah tidak tegak lagi, jadi agak membungkuk. Kasihan kalau melihat kondisi tersebut, namun masih harus mengerjakan segala aktifitas sendirian tanpa ada sanak keluarga yang membantu. Tidak jarang juga mbah Tukirah untuk mencukupi makan sehari-harinya, dia mencari sayuran seadanya di samping rumahnya, seperti gambas dan daun ketela. Kalau ada lebihnya, biasanya sayuran tersebut dijual ke tetangganya. Namun mbah Tukirah tidak pernah mengeluh dengan kondisinya. Informasi tentang mbah Tukirah diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Mbah Tukirah mendapatkan santunan sebesar Rp.1.000.000 yang akan digunakan untuk membeli obat dan modal jualan sayur. Mbah Tukirah juga mengucapkan terima kasih pada Sedekaholic yang telah membantu beliau melalui #Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Kamis, 1 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan tunai untuk membeli obat dan modal jualan sayur

Bantuan tunai untuk membeli obat dan modal jualan sayur


SITI CHOMSATUN, (41, sakit karena kecelakaan). Alamat : Desa Banthengan RT.06/02 Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun Jawa Timur. Bu Siti adalah  ibu dari 2 orang anak Marzuki dan Nadya serta memiliki suami yang kondisinya stress. Merupakan seorang yang duafa, yang bekerja sebagai seorang buruh cuci untuk menghidupi anak-anaknya seorang diri. Punya suami namun tak bisa diharapkan karena kondisi kejiwaaannya yang terlihat seperti orang setres. Ia  bekerja tak menentu, kanan kiri pekerjaan yang ada disambutnya demi memenuhi kebutuhan buah hatinya walaupun hasilnya tak seberapa. Ini membuatnya tak sempat untuk mengurusi hal-hal lainnya, ia lebih mementingkan kebutuhan makannya dan keluarga. Bahkan rumahnya yang dari gedek pun tak dipedulikannya, hingga akhirnya mendapatkan bantuan dari TNI AU untuk merenovasi rumahnya, yang sekarang alhamdulillah menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Namun ditengah-tengah perjalanannya meraih rezeki, mengalami kecelakan yang menyebabkannya patah kaki.  Ia sempat kebingungan untuk mendapatkan biaya operasi yang mencapi 18 juta rupiah, beruntung saudara-saudara, tetangga-tetangganya masih berusaha untuk membantu untuk mengurusi jamkesmas, dan namun tetap ada rasa kekwatiran apakah bisa atau tidak nya bantuan pemerintah tersebut bisa atau tidak keluarnya. Informasi tentang bu Siti diperoleh dari salah satu kurir Magetan. Alhamdulillah bu Siti mendapatkan santunan sebesar Rp. 1.000.000 untuk  biaya pengobatannya, dengan harapan  bila ia sembuh dapat segera bekerja kembali seperti sedia kala serta mengurusi anak dan suaminya. Tidak lupa bu Siti mengucapkan banyak terimakasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui  #Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Sabtu, 3 September 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu siti menderita sakit karena kecelakaan

Ibu siti menderita sakit karena kecelakaan

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Nadi 500,000
2 MARTINUS KAMPAR 1,000,000
3 MARTINUS KAMPAR 1,000,000
4 CHARLES SIALAGAN 1,000,000
5 ALAM T. MAHENDRA 500,000
6 SURIANAH SAHIR 500,000
7 ELIA SUTIKNO 500,000
8 RAUDAH SALSABILA 1,000,000
9 RSSR RIAU 20,000,000
10 FUANI M. YUSUF 3,250,000
11 MUJNAH AMA SENE 3,370,000
12 BARIAH BINTI SARPAN 500,000
13 MUHAMAD SUSANTO 750,000
14 ROSID ERLANGGA 750,000
15 SUYANTO BIN JAMARI 750,000
16 YULIA RAMADHANI 500,000
17 NURUL LUTFIAH 500,000
18 SAENI BINTI ZAELANI 2,000,000
19 SANDRA SARI 500,000
20 Bapak SATINO HARJO 10,000,000
21 DINA AGUSTINA 1,500,000
22 EMI YUNIATI 1,500,000
23 MELATI DWI 1,000,000
24 AMAD BIN SUTARDI 500,000
25 RISKI SULUNG 2,000,000
26 ALFRIDA BINTI SANGGI 500,000
27 BERE BINTI PANENGGA 750,000
28 MONIKA NOGO 1,000,000
29 SIMON SAMI 1,000,000
30 SITTI BINTI PATTOLA 750,000
31 RISKA SARI 2,000,000
32 YOHANES ADO 1,000,000
33 RIDHA AMINAH 1,500,000
34 AJENG BINTI MUHIDIN 500,000
35 FAHMI AZIZ SAPUTRA 1,500,000
36 MISTA BIN TAMIN 500,000
37 PARNO ANAM 1,000,000
38 BERBAGI NASI TAKJIL 2,000,000
39 PARSEL LEBARAN DHUAFA 4,982,000
40 KASMIATI 1,000,000
41 PETRONELA 1,000,000
42 EDIKA MLASMINI 500,000
43 DEVIANTI 500,000
44 MARWIAH 500,000
45 SANTUNAN ANAK YATIM 1,000,000
46 MUSTAKIM BIN KASMIRAH 500,000
47 SUTILAH BINTI KLIWON 1,500,000
48 TAMINAH BINTI KARSEN 500,000
49 UCUP SUPRIYADI 500,000
50 IHYA RAMADHANI 750,000
51 MTSR MAGETAN KEDUA AE 1495 KG 120,200,000
52 RSSR MAGETAN 2,855,500
53 AMBULANCE MTSR MAGETAN 5,205,000
54 SUMIYEM BINTI KARSO SIRIN 1,500,000
55 SUGI BIN PARTOWAGI 500,000
56 KINI BINTI WAHYO 500,000
57 MUJIONO BIN SURAJI 2,000,000
58 GAGAH SATRIO 1,000,000
59 ALMH. SIPON BINTI NGALIMAN 1,000,000
60 SITI MARIYAM BINTI SOMO PADI 1,000,000
61 IBRAHIM BIN NUR SAID 1,000,000
62 MUHAMMAD NUR ZAKI 1,000,000
63 TUKIRAH 1,000,000
64 SITI CHOMSATUN 1,000,000
TOTAL 222,362,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 0,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM ROMBONGAN

Rp. 41,497,565,139,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.