Rombongan 890

Sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on September 17, 2016

ALMADA BIN ASKIDAR (10, Gagal Ginjal Kronis). Alamat : Desa Sungai Bemban, RT 7, Kec. Batang Asai, Kab. Sarolangun, Prov. Jambi. Hari pertama masuk sekolah merupakan hari yang ditunggu-tunggu para pelajar setelah liburan panjang kenaikan kelas, namun Almada tidak bisa menikmati keseruan tersebut bersama teman-temannya. Anak lelaki yang sudah menjadi piatu sejak berumur 4 tahun ini mendadak demam tinggi menjelang masuk sekolah. Setelah keluarga membawa Almada ke mantri kesehatan demamnya pun turun, namun belum sempat masuk sekolah ia kembali kambuh. Almada akhirnya dibawa ke Puskesmas Batang Asai, dan setelah meminum obat demamnya turun. Tidak lama kemudian Almada mengalami demam lagi dan kembali dibawa ke Puskesmas. Kali ini Puskesmas Batang Asai merujuk Almada ke RSUD Chatib Quswain Sarolangun. Setelah dirawat selama 3 hari, Almada dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi pada 4 Agustus 2016. Setelah dilakukan pemeriksaan darah di RS Raden Mattaher Jambi, barulah diketahui kandungan kreatinin di dalam darah Almada mencapai 11 mg/dl, padahal normalnya sekitar 2 mg/dl. Dokter RS Raden Mattaher mendiagnosa Almada mengalami gagal ginjal kronis dan harus menjalani cuci darah. Sayangnya, RS Raden Mattaher dan rumah sakit lainnya di Kota Jambi belum memiliki fasilitas cuci darah khusus anak-anak. Akhirnya, Almada dirujuk ke RSUD Muhammad Hosein, Palembang. Pihak keluarga tidak bisa segera membawa Almada ke rumah sakit tersebut karena terkendala biaya yang tidak sedikit untuk transportasi ke Palembang. Ayah Almada, Askidar, hanya bekerja serabutan di kampungnya dengan penghasilan yang tidak menentu. Terkadang ia bekerja menjadi kuli bangunan, kerja di kebun, atau membersihkan rumput. Kamis, 11 Juli 2016, Almada mengalami kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri. Begitu sadar, Almada tidak bisa berbicara, ia sering mengamuk dan meracau. Keluarga mencoba mencari biaya untuk memberangkatkan Almada ke Palembang. Keluarga Almada mendatangi Dinas Kesehatan Propinsi Jambi yang kemudian menghubungi kurir #SedekahRombongan Jambi. Saat ditemui kurir #SedekahRombongan, kondisi Almada sangat lemah dan harus segera dirujuk ke RS Muhammad Hoesin Palembang. Dengan didampingi salah satu kurir #SedekahRombongan yang berlatar belakang sebagai dokter, pada Minggu 14 Agustus 2016 sekitar pukul 23.00 WIB, Almada masuk IGD RSUD Muhammad Hosein. Keesokan harinya sekitar pukul 01.30 WIB Almada masuk ruang perawatan di Gedung Kemuning Lantai 2. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk biaya transportasi ke Palembang dan kebutuhan hidup selama Almada dirawat.  Semoga bantuan yang diserahkan oleh kurir #SedekahRombongan dapat sedikit membantu proses pengobatan Almada.

Jumlah Bantuan : Rp 1.700.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @EmhadiUsman @ririn_restu

Almada menderita Gagal Ginjal Kronis

Almada menderita Gagal Ginjal Kronis


ELVRINA ZAHIRAH RAHMA (1 Tahun, Jantung). Alamat: Desa Gembleb    RT 16, RW 06 Kec. Pogalan, Kab. Trenggalek, Jawa Timur. Adek Elvrina dari lahir sudah diketahui menderita penyakit jantung bawaan. Sebelumnya adek elvrina berobat di Trenggalek kemudian di rujuk ke RS dr. Iskak Tulung Agung. Selanjutnya dari RS dr. Iskak dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan fjaminan kesehatan BPJS. Diagnosa yang didapatkan setelah melakukan pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo adalah DORV + ASD Secundum Kecil L to R. Adek Elvrina membutuhkan operasi besar jantung yang membutuhkan biaya yang cukup besar. Adek Elvrina dijadwalkan kateterisasi jantung 2 tahun lagi karena antrian overload di RSUD Dr. Soetomo. Selama berobat di surabaya adek Elvrina dan ibu tinggal di tempat neneknya di daerah ketintang. Bulan Maret 2016 Ibu Solihah, ibu dari adek Elvrina ingin anaknya segera ditangani. Penanganan di RSUD Dr. Soetomo harus menunggu antrian panjang untuk operasi. Tim dokter di RSUD Dr. Soetomo menyarankan untuk ikhtiar ke RS PHC Surabaya jika ingin segera ditangani, karena antrian operasi jantung anak di RS PHC tidak terlalu banyak. Saat ini kondisi adek Elvrina sangat kurus, dengan berat badan 6 kg dan usia 9 bulan. Ayah dari adek Elvrina baru saja diangkat menjadi PNS Kesehatan golongan 3A di Trenggalek. Sedangkan ibu dari adek Elvrina sudah tidak bekerja lagi semenjak menemani adek Elvrina berobat ke Surabaya. Sebelumnya ibu bekerja sebagai guru honorer di Tulung Agung. Adek Elvrina mempunyai 2 saudara. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan adek Elvrina. Melihat semangat orang tua yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu pengobatan adek Elvrina dengan memberikan santunan untuk biaya berobat dan transportasi. Saat ini adek Elvrina melakukan melakukan pengobatan di RS PHC. Keluarga merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini adek Elvrina masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan         : Rp. 1,000.000,-
Tanggal                 : 22 Juni 2016
Kurir                   : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 & Agung

Elvrina menderita Jantung

Elvrina menderita Jantung


KIPTIYAH BIN SUMADINI (48 Tahun, Gagal Ginjal). Alamat: Dsn. Kradenan RT. 01, RW.02, Ds. Sukolilo, Kec. Bancar, Kab.Tuban, Jawa Timur. Sudah hampir satu tahun bu Kiptiyah setiap hari rabu dan sabtu pulang pergi ke RSUD DR. Koesma Kab. Tuban untuk menjalani cuci darah, kejadian ini bermula dari sakit yang ia derita, yaitu komplikasi dari diabetes, kolestrol, darah tinggi, dan jantung, karena efek dari mengkonsumsi obat menyebabkan fungsi ginjal terganggu, sehingga harus cuci darah 2 kali seminggu, hampir semua perabotan rumah tangga ia jual untuk biaya pengobatan, keaadan ini diperparah dengan meninggalnya suami tercinta, praktis untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya ia sangat bergantung dari orang lain, anak perempuan nya masih sekolah di SMA kelas satu, sedangkan anak laki-lakinya baru lulus SMA dan masih menganggur sehingga belum bisa membantu meringankan beban keluarga, selain itu bu Kiptiyah merupakan anak tunggal, praktis tidak ada saudara yg bisa dimintai bantuan, sedangkan keluarga dari suami jauh-jauh karena bu Kiptiyah merupakan perantauan. Walaupun dari segi pengobatan dia di cover BPJS, tapi untuk biaya tranportasi cuci darah ke RSUD, 2 kali seminggu sangatlah memberatkan, belum lagi ditambah untuk biaya hidup sehari-hari, dengan kondisi sakit yg ia derita tidak memungkinkan untuk bekerja. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Kiptiyah. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu beliau. Saat ini bu Kiptiyah mendapatkan bantuan dari #SR dan melakukan kembali melakukan pengobatan. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Kiptiyah masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan        : Rp. 500.000,-
Tanggal                : 3Juni 2016
Kurir                  : @Wahyu_CSD & Miftakhul

Ibu kiptiyah menderita Gagal Ginjal

Ibu kiptiyah menderita Gagal Ginjal


MELATI DWI (6 Tahun, Congenilal Perforalef Nasal Seplum). Alamat: Perum. Panji RT 3 RW 15 Lingkungan Mimbaan Panji, Situbondo, Jawa Timur. Adek Melati pada usia 3 bulan terkena muntaber dan keluar busa dari mulutnya serta infeksi di daerah hidung, bernafas mengunakan mulut, saat di rawat di Rumah Sakit dilakukan ronsen. Kemudian tim dokter memberikan keputusan untuk operasi, namun operasi dapat dilakukan jika berat bedan sudah 10 kg. Pada usia 1,5 th  adek Melati dibwa ke RS Situbondo karena beratnya sudah mencapai 10 kg, kemudian dilakukan rujukan ke RSUD Dr. Soetomo. Di RSUD Dr. Soetomo adek Melati kontrol dan dokter mnyarankan minmal usia 5 th untuk melakukan operasi serta di himbau untuk rutin kontrol. Akhirnya saat usia adek melati sudah 5 th dokter memberikan persetujuan pada usia 6 th. Operasi pertama telah dilakukan pada tanggal 25 maret 2016. Ayah dari adek Melati sehari-hari menjadi pengamen. Sedangkan ibu dari adek Melati tidak bekerja. Saudara dari adek Melati ada 4. Kondisi ekonomi keluarga adek Melati sangat kekurangan. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan adek Melati. Melihat semangat adek Melati & orang tua yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu pengobatan adek Melati. Santunan telah diberikan, keluarga merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini adek Melati masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 24 Juni 2016
Kurir                   : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Melati menderita Congenilal Perforalef Nasal Seplum

Melati menderita Congenilal Perforalef Nasal Seplum


SUDJONO BIN AMIRUL (64 Tahun, Kaki Gajah). Alamat: RT/RW 69/08 Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Semenjak 8 tahun yang lalu kaki kiri pak Sudjono terus membengkak sampai membesar seperti kaki gajah sehingga menyulitkan dalam beeaktifitas. Kemudian pak Sudjono memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso. Selama menjalani pengobatan di poli penyakit dalam RSUD Kusnadi Bondowoso pak Sudjono hanya diberi obat minum dan selama mengkonsumsi obat tersebut tidak terdapat perkembangan apapun. Pak Sudjono kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo dikarenakan keterbatasan peralatan di RSUD Kusnadi Bondowoso. Pak Sudjono merupakan pensiunan PNS golongan IIB, tetapi uang pensiunan hanya cukup untuk kebutuhan makan keluarga sehari-hari. Kondisi ekonomi keluarga pak Sudjono tergolong menengah ke bawah. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Sudjono. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu beliau. Saat ini pak sudjono melakukan kembali melakukan pengobatan. Santunan telah diberikan, keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Sudjono masih bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan

Jumlah Santunan        : Rp. 500.000,-
Tanggal                       : 19 Juni 2016
Kurir                            : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @Martinomongi

Pak sudjono menderita Kaki Gajah

Pak sudjono menderita Kaki Gajah


SUHARTIK BIN MALAWI (43 Tahun, Komplikasi). Alamat: Kedung Sumber Barat RT 4 RW 1, Gresik, Jawa Timur. Awal Januari 2016 bu Suharti mengalami sakit, dalam satu bulan ini sudah periksa ke Rumah Sakit sebanyak 2 kali. Pada awalnya bu Suharti di diagnosa sakit typhoid, namun tidak kunjung sembuh dan pada saat melakukan pemeriksaan lagi diketahui bu Suharti menderita diabetes dan penyakit jantung. Semakin lama bu Suharti sering merasa sesak. Bu Suharti melakukan kontrol rutin ke Rumah Sakit 2 kali seminggu. Selama ini bu Suharti periksa ke RS Bunder menggunakan kendaraan mobil carteran. Kondisi badan bu Suharti bengkak (tangan dan kaki), terdapat komplikasi (jantung-paru-diabetes, asam urat, kolestrol). Setelah berobat rawat jalan rutin selama 4 bulan terakhir bu Suharti yang awalnya tidak bisa duduk sekarang sudah membaik. Kondisi ekonomi keluarga bu Suharti serba kekurangan, suami hanya pekerja serabutan. Setiap harinya bu Suharti membutuhkan obat berupa cairan albumin yang harga nya relative mahal. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Suharti. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu beliau. Saat ini bu Suharti melakukan kembali melakukan pengobatan. Santunan telah diberikan, keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Suharti masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 8 Juni 2016
Kurir                   : @Wahyu_CSD Mukhlisin & Khusaini

Ibu suhartik menderita Komplikasi

Ibu suhartik menderita Komplikasi


SITI MAISAROH (37, Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB). Alamat : Jalan HP Kusuma, RT 18, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Kehamilan Ibu Siti kali ini merupakan kehamilan ketiganya. Selama hamil Ibu Siti beberapa kali memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Koni, Kota Jambi. Sampai dengan usia kehamilan menjelang persalinan, saat memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Koni diketahui bahwa tekanan darah Ibu Siti meningkat, sehingga disarankan untuk melakukan persalinan di RSUD Abdul Manap. Setibanya di RSUD Abdul Manap, diputuskan Ibu Siti harus segera menjalani persalinan melalui operasi caesar, dengan pertimbangan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya. Saat kurir #SedekahRombongan mengunjungi Ibu Siti di RSUD Abdul Manap, terlihat kesedihan yang tersimpan pada wajahnya dan keluarganya mengingat biaya operasi caesar yang tidak sedikit, sedangkan BPJS yang disiapkan untuk persalinan belum aktif. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan Ibu Siti sudah diperbolehkan pulang, namun masih ada tunggakan rumah sakit sejumlah Rp. 5.712.000,-. Tunggakan ini terasa berat, dikarenakan suaminya, Herman Hadi (39), yang bekerja sebagai buruh bangunan, serta merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga hanya berpenghasilan kurang dari Rp.700.000,- per dua minggu itupun jika ada borongan kerja. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu membayar cicilan tunggakan rumah sakit, setelah sebelumnya dibantu pada Rombongan 873.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @Shintatantri @ririn_restu

Ibu siti menderita Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB

Ibu siti menderita Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB


IBNU WAHYU SAPUTRA (12, Penyakit Jantung Rematik). Alamat : Dusun Delima, RT 4, Desa Purwodadi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Ibnu harus menunda keinginannya menjadi santri di sebuah pondok pesantren di Belilias Riau. Meskipun sudah diterima di pondok pesantren tersebut, di hari pertama sekolahnya Ibnu mendadak demam tinggi dan sesak napas. Bukannya ke pondok pesantren, Pak Sutrisno justru harus mengantarkan anak kelimanya ke klinik swasta di Purwodadi, Tanjung Jabung Barat. Demam Ibnu tak kunjung turun sehingga dokter klinik merujuknya ke Puskesmas dan RSUD Daud Arif, Kuala Tungkal. Dokter RSUD Daud Arif pun tak dapat menangani dan merujuk Ibnu ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Raden Mattaher Jambi, dokter mendiagnosa Ibnu menderita Penyakit Jantung Rematik (PJR). Keterbatasan medis membuat RSUD Raden Mattaher merujuk Ibnu ke RS Harapan Kita Jakarta. Keluarga terkendala dana untuk biaya keberangkatan Ibnu ke Jakarta. Maklum saja, Pak Sutrisno hanyalah pekerja serabutan, itupun jika ada panggilan bekerja di sub kontraktor perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan terkadang bekerja di perkebunan. Pak Sutrisno bersedia mengerjakan apa saja untuk menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya yang berjumlah 9 orang. Sekitar 20 hari Ibnu dirawat di RSUD Raden Mattaher dan berharap bisa berangkat ke Jakarta. Akhirnya dokter yang merawat Ibnu menghubungi kurir #SedekahRombongan Jambi dan menginformasikan perihal kesulitan keluarga Ibnu. Ibu Ibnu, Erni Sudiyatuti, menerima bantuan dari kurir #SedekahRombongan yang digunakan untuk membeli tiket pesawat  dan biaya hidup selama di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp 4.000.000,-
Tanggal Santunan : 29 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @EhmadiUsman @ilfa_Mid @ririn_restu

Ibnu menderita Penyakit Jantung Rematik

Ibnu menderita Penyakit Jantung Rematik


IBNU WAHYU SAPUTRA (12, Penyakit Jantung Rematik). Alamat : Dusun Delima, RT 4, Desa Purwodadi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Ibnu harus menunda keinginannya menjadi santri di sebuah pondok pesantren di Belilias Riau. Meskipun sudah diterima di pondok pesantren tersebut, di hari pertama sekolahnya Ibnu mendadak demam tinggi dan sesak napas. Bukannya ke pondok pesantren, Pak Sutrisno justru harus mengantarkan anak kelimanya ke klinik swasta di Purwodadi, Tanjung Jabung Barat. Demam Ibnu tak kunjung turun sehingga dokter klinik merujuknya ke Puskesmas dan RSUD Daud Arif, Kuala Tungkal. Dokter RSUD Daud Arif pun tak dapat menangani dan merujuk Ibnu ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Raden Mattaher Jambi, dokter mendiagnosa Ibnu menderita Penyakit Jantung Rematik (PJR). Keterbatasan medis membuat RSUD Raden Mattaher merujuk Ibnu ke RS Harapan Kita Jakarta. Keluarga terkendala dana untuk biaya keberangkatan Ibnu ke Jakarta. Maklum saja, Pak Sutrisno hanyalah pekerja serabutan, itupun jika ada panggilan bekerja di sub kontraktor perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan terkadang bekerja di perkebunan. Pak Sutrisno bersedia mengerjakan apa saja untuk menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya yang berjumlah 9 orang. Sekitar 20 hari Ibnu dirawat di RSUD Raden Mattaher dan berharap bisa berangkat ke Jakarta. Akhirnya dokter yang merawat Ibnu menghubungi kurir #SedekahRombongan Jambi dan menginformasikan perihal kesulitan keluarga Ibnu. Pada 28 Agustus 2016 Ibnu diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani pengobatan di RS Harapan Kita. Setelah menjalani pemeriksaan sejak 29 Agustus 2016 – 1 September 2016, Ibnu diperbolehkan pulang dan kembali kontrol tiga bulan mendatang. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membiayai kekurangan akomodasi perjalanan pulang ke Jambi. Sebelumnya Ibnu dibantu pada 29 Agustus 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @EhmadiUsman @ririn_restu

Ibnu menderita Penyakit Jantung Rematik

Ibnu menderita Penyakit Jantung Rematik


KHAIRIL AMRI (5, Abses Otak dan Jantung Bocor). Alamat : Desa Jembatan Mas, RT 9/1, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi. Khairil dilahirkan pada 30 Januari 2011, ketika itu ia terlahir dengan kondisi badan membiru. Pada usia 9 bulan, barulah diketahui bahwa Khairil mengalami jantung bocor. Orang tuanya tidak menyangka jika Khairil mengidap penyakit jantung bawaan. Khairil pun mengalami keterlambatan perkembangan karena ia hanya bisa duduk. Khairil direncanakan dapat menjalani operasi jantung pada usia 3 tahun. Setelah genap usianya 3 tahun, Khairil dijadwalkan untuk operasi di RS Harapan Kita Jakarta dengan bantuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Batanghari. Akan tetapi, operasi yang telah direncanakan tidak dapat dilakukan karena pada saat itu Khairil belum memiliki jaminan kesehatan dan keluarga memilih untuk pulang ke Jambi dahulu. Akhirnya operasi pun ditunda dan Khairil pulang ke Jambi dengan kondisi badan masih membiru. Sejak pulang ke Jambi Khairil hanya menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat, mengingat biaya yang digunakan untuk operasi tidaklah sedikit. Kondisi kesehatan Khairil terus menurun dan puncaknya sekitar Maret 2016 ia mengalami demam lebih dari 1 bulan disertai dengan tangan dan kaki kiri tidak bisa digerakan, bahkan terkadang tangannya bergerak tanpa bisa dikendalikan. Bermodalkan BPJS Kelas III, orang tuanya membawa Khairil ke RSUD H. Abdoel Madjid Batoe Batanghari namun dirujuk ke RS Raden Mattaher Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan CT Scan, diketahuilah Khairil juga mengidap abses otak dan disarankan untuk dioperasi di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, Ibu Khairil, Aina Ananda (25), menceritakan abses otaknya harus segera mendapat tindakan. Akhirnya dengan didampingi oleh dokter, pada 4 Juli 2016 Khairil berangkat ke Jakarta dan kini sedang menunggu jadwal operasi di RSCM. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya sehari – hari selama di Jakarta, mengingat ayah Khairil, Ridwan (27), yang bekerja sebagai pemangkas rambut tak dapat bekerja karena harus mendampingi anaknya berobat. Sebelumnya Khairil telah dibantu pada Rombongan 876 dan pada tanggal 31 Juli 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1,000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ Shintatantri @untari @ririn_restu

Khairil menderita Abses Otak dan Jantung Bocor

Khairil menderita Abses Otak dan Jantung Bocor


PONDOK PESANTREN MINI YATIM SANIAH MUHAMMAD (Bantuan Sepeda). Alamat : Sungai Buluh, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galam, Kota Batam, Kepulauan Riau. Pondok Pesantren Mini Yatim Saniah Muhammad Said merupakan binaan KH. Ma’mun Murod Al-Basyri. Untuk mencapai pondok pesantren tersebut dari Kota Batam, waktu yang harus ditempuh adalah lebih dari 2 jam. Pondok pesantren tersebut juga jauh dari lokasi sarana pendidikan. Terdapat 25 santri dan 22 santriwati yang tinggal di sana, mereka terdiri dari 1 anak SMA, 10 anak SMP dan 36 anak SD. Jauhnya lokasi pendidikan membuat pengurus mencari cara agar para santri dapat berangkat sekolah. Mobil milik pengurus sengaja dilepas kursi bagian tengah dan belakangnya agar bisa menampung para santri menuju sekolah. Pengurus sangat kesulitan karena sekolah yang dituju para santri berbeda – beda, dan mobil tidak bisa menampung semua santri sehingga harus bolak – balik. Kurir #SedekahRombongan Batam yang mengunjungi pesantren tersebut memberikan bantuan 10 sepeda untuk para santri. Semoga sepeda yang diberikan dapat mempermudah para santri berangkat sekolah.

Jumlah Bantuan : Rp.6.000.000,-
Tanggal : 3 September 2016
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @meinnameistarin @justayaara @ririn_restu

Bantuan Sepeda

Bantuan Sepeda


BOIMIN SIAK (63, Syaraf Terjepit). Alamat : Dusun Karya Baru, RT 21/7, Kampung Simpang Perak Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Sejak 3 tahun lalu, Pak Boimin merasakan sakit pada tulangnya. Sakitnya mulai dari tulang belakang, pinggul, dan lehernya yang menjadi bengkok ke kanan. Pak Boimin tinggal bersama anak dan istrinya, Paijem (60), di rumah mereka yang sangat sederhana. Sehari-hari Pak Boimin bekerja sebagai petani harian dengan penghasilan tidak tetap, sedangkan anaknya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang sangat kecil. Meskipun Pak Boimin sudah sakit cukup lama, ia tidak mampu berobat ke rumah sakit karena penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bila rasa nyeri menyerang, Pak Boimin hanya mampu mendatangi bidan desa untuk diresepkan obat pereda rasa nyeri dan obat asam urat saja. Keluarga Pak Boimin tidak memiliki jaminan kesehatan apapun karena berkas administrasi yang diperlukan untuk pembuatan jaminan kesehatan tidak ada. Kondisi kesehatannya saat ini semakin memburuk karena rasa nyeri yang dirasakannya semakin sering mendera. Beberapa minggu yang lalu ia tak lagi mampu menahan nyeri hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Pak Boimin menjalani rontgen dan dokter menyatakan ada syaraf terjepit yang menyebabkan tulang belakangnya bengkok dan terasa nyeri. Ketiadaan jaminan kesehatan untuk berobat membuat biaya yang dikeluarkan menjadi besar karena ia berobat sebagai pasien umum. Biaya yang digunakan untuk berobat saat itu didapatnya dari berutang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Boimin dan dapat memberikan santunan untuk membantu biaya pengurusan BPJS ia dan keluarganya. Semoga dengan adanya jaminan kesehatan yang ia miliki nantinya, Pak Boimin dapat berobat lebih maksimal sehingga bisa segera sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita via Habibi Alfahmie @ririn_restu

Pak boimin menderita Syaraf Terjepit

Pak boimin menderita Syaraf Terjepit


SAJEM KARSAN (52, Kanker Payudara). Alamat : Paket B, RT 2/2, Jalur 2, Kelurahan Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Ibu Sajem dan suaminya, Pak Karsan (40), memiliki 4 anak. Saat ini mereka tinggal bersama kedua anaknya sedangkan dua anaknya lain sudah menikah dan tidak tinggal bersama mereka lagi. Pak Sarjan bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, ia hanya bekerja bila ada tetangga yang meminta bantuan tenaganya. Penghasilan yang tidak menentu dan kecil membuat kehidupan sehari-hari keluarga ini masih sangat terbatas, terlebi lagi Ibu Sajem kini sedang sakit. Riwayat penyakit Ibu Sajem berawal ketika ia merasakan benjolan kecil pada payudara sebelah kanannya sekitar 3 tahun yang lalu. Di sekitar payudaranya, ada ruam memerah yang semakin melebar dan membengkak seiring dengan benjolan yang semakin membesar. Ibu Sajem hanya mengonsumsi obat herbal untuk mengatasi benjolan dan nyeri yang dirasakannya. Seiring waktu benjolan tersebut sempat mengempis, tetapi kemudian malah menimbulkan luka yang menjalar sampai ke punggung belakang. Suatu hari saat ia sedang mencari kayu bakar, payudara kanannya tertusuk kayu hingga berlubang sehingga membuat kondisinya semakin memburuk. Ibu Sajem tidak pernah berobat secara medis dan hanya mengandalkan ramuan herbal dari pinang dan sirih. Ketiadaan jaminan kesehatan membuatnya sulit berobat karena pastinya membutuhkan biaya yang sangat besar. Saat kurir #SedekahRombongan menjenguk Ibu Sajem kondisinya sungguh memprihatinkan, payudara sebelah kanannya telah berlubang, lukanya meluas hingga ke punggung dan mengalami infeksi. Ia hanya bisa terbaring lemah dan sudah tidak mampu untuk duduk apalagi berdiri dan berjalan. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk membantu biaya pengurusan BPJS, dengan harapan agar Ibu Sajem dapat berobat lebih baik sehingga ia bisa sembuh dari penyakitnya. Insyaa Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @masragil2 @ririn_restu

Bu sajem menderita Kanker Payudara

Bu sajem menderita Kanker Payudara


ROSMANIDAR MANDAU (62, Batu Empedu dan Asam Urat). Alamat : Jalan Nusantara 1, Gang Durian, RT 4/13, Kelurahan Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Ibu Rosmanidar sehari-hari berjualan kue dan ketupat sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejak suaminya, Herman, meninggal dunia pada Juni 2014, ia hanya tinggal bersama anak perempuannya yang juga ikut membantunya berjualan. Kehidupan sehari-hari keluarga ini sangat terbatas, namun pasangan ibu dan anak ini tidak pernah berputus asa bahkan ketika Ibu Rosmanidar didera sakit. Riwayat penyakitnya berawal ketika Ibu Rosmanidar didiagnosa menderita asam urat 3 tahun yang lalu hingga akhirnya ia dinyatakan sembuh. Tiba-tiba pada pertengahan Agustus 2016 ia merasakan nyeri pada bagian bawah perutnya, setelah kontrol di RSUD Duri akhirnya diketahui ia menderita batu empedu hingga akhirnya dirawat inap. Pada 11 Agustus 2016, Ibu Rosmanidar sebenarnya dijadwalkan untuk kontrol ke dokter bedah, namun ketiadaan biaya untuk pergi berobat membuatnya mengurungkan niat pergi ke dokter. Ia pun sudah tidak lagi mengonsumsi obat asam urat karena tidak ada uang untuk membelinya sehingga rasa sakitnya hanya bisa ia tahan. Kondisi Ibu Rosmanidar saat ini belum membaik, ia masih sulit bergerak. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Rosmanidar dan dapat memberikan bantuan untuk biaya transportasi agar Ibu Rosmanidar dapat kembali berobat ke rumah sakit. Semoga Ibu Rosmanidar segera diberikan kesembuhan dan ia dapat beraktivitas lagi seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Ibu rosmanidar menderita Batu Empedu dan Asam Urat

Ibu rosmanidar menderita Batu Empedu dan Asam Urat


LENI ROSMAN (21, Melahirkan). Alamat : Jalan Nusantara 1, Gang Durian, RT 4/13, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Leni dan anaknya yang berusia 3 tahun tinggal bersama ibunya yang sudah sakit-sakitan. Suami Leni telah meninggal dunia pada Desember 2015 karena kecelakaan lalu lintas. Setelah suaminya meninggal, ia baru mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung anak ke-2. Sehari-hari Leni bekerja sebagai penjual pinang di pasar dengan hasil penjualan yang tidak seberapa. Selama masa kehamilannya, ia tetap membonceng ibu dan anaknya untuk mencari pinang ke daerah Tasik Serai KM 33 yang lokasinya sangat jauh dari rumahnya. Daerah tersebut jalannya belum beraspal, penuh tanjakan curam, dan bergelombang. Di sana ia membeli pinang sebanyak 40 kg – 60 kg yang kemudian ia jual kembali ke penadah. Pinang itu ia bawa dengan menggunakan motor saudaranya dengan cara meletakkan pinang sebanyak 40 kg di depan yang kemudian dijadikan sebagai tempat duduk anaknya, lalu ibunya duduk di belakang memangku 20 kg pinang. Kondisi kehamilannya yang semakin membesar membuat Leni tidak kuat lagi mencari pinang karena sering pusing hingga muntah-muntah. Dengan tidak adanya penghasilan, keluarga ini hanya bertahan hidup dari uang hasil berjualan pinang yang tidak seberapa untuk membiayai hidup mereka sehari-hari. Ketiadaan jaminan kesehatan dan penghasilan hidup yang pas-pasan membuat Leni tidak mampu menyisihkan sebagian uang hasil berjualan pinang untuk biaya melahirkan anak keduanya nanti. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Leni dan dapatmemberikan santunan untuk membantu biaya persalinan di bidan desa serta perlengkapan bayi sumbangan dari sedekaholics yang peduli dengan keadaan Leni dan keluarganya. Semoga proses kelahiran Leni berjalan dengan lancar. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @nurulyuli @ririn_restu

Bantuan biaya Melahirkan

Bantuan biaya Melahirkan


MUHAMMAD FAUZAN (8 Bulan, Kelainan Jantung). Alamat : Jl. Kempas IV, Blok B42, No. 20, RT 2/4, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Fauzan lahir dari pasangan Feriyanto (35) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Ahnayani (35) seorang ibu rumah tangga. Riwayat penyakit Fauzan berawal dari demam tinggi dan diare yang cukup lama dideritanya. Khawatir dengan kondisi Fauzan, orang tuanya membawanya berobat ke Puskesmas Simpang Tiga Pandau dan dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru karena kondisinya semakin mengkhawatirkan. Fauzan langsung dirawat di ruangan PICU untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan, dokter mendiagnosa Fauzan menderita kelainan jantung bawaan. Meskipun Fauzan telah menggunakan jaminan kesehatan Jamkesda sehingga ia bebas biaya selama pengobatannya, namun keluarga Fauzan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari di rumah sakit selama mendampingi Fauzan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Fauzan dan dapat memberikan santunan biaya akomodasi selama Fauzan dirawat. Semoga Fauzan segera diberikan kesembuhan atas penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @masragil2 @ririn_restu

Fauzan menderita Kelainan Jantung

Fauzan menderita Kelainan Jantung


MUHAMMAD FAUZAN (8 Bulan, Kelainan Jantung). Alamat : Jl. Kempas IV, Blok B42, No. 20, RT 2/4, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Fauzan lahir dari pasangan Feriyanto (35) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Ahnayani (35) seorang ibu rumah tangga. Riwayat penyakit Fauzan berawal dari demam tinggi dan diare yang cukup lama dideritanya. Khawatir dengan kondisi Fauzan, orang tuanya membawanya berobat ke Puskesmas Simpang Tiga Pandau dan dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru karena kondisinya semakin mengkhawatirkan. Fauzan langsung dirawat di ruangan PICU untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan, dokter mendiagnosa Fauzan menderita kelainan jantung bawaan. Setelah beberapa hari dirawat, takdir Allah berkata lain. Fauzan akhirnya meninggal dunia di PICU RSUD Arifin Achmad pada 29 Agustus 2016. Kurir #SedekahRombongan ikut berduka cita atas berpulangnya Fauzan dan mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Santunan duka diberikan oleh Kurir #SedekahRombongan setelah sebelumnya dibantu pada 22 Agustus 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @masragil2 @ririn_restu

Fauzan menderita Kelainan Jantung

Fauzan menderita Kelainan Jantung


DIANA PUTRI (4, Kelainan Jantung). Alamat : Desa Tegar 20 KM Bekasap, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Diana lahir dalam keadaan normal meskipun sudah terlihat tanda-tanda napasnya agak tersengal. Saat ia berumur 3 bulan, badan Diana tiba-tiba membiru dan ia mengalami sesak napas. Keluarga langsung membawanya ke RSUD Duri dan dari hasil pemeriksaan diketahui ada kelainan pada jantungnya sehingga ia langsung dirawat inap selama 2 hari. Mengingat Diana perlu diperiksa lebih intensif, pihak RSUD Duri kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Ia dirawat di sana selama 20 hari sambil menunggu hasil ECO. Saat itu Diana disarankan untuk dibawa ke RSCM Jakarta, namun karena berat badannya masih kurang dari 5 kg dan keluarga telah kehabisan biaya hidup di Pekanbaru, akhirnya pihak keluarga meminta agar Diana diperbolehkan pulang untuk dirawat di rumah saja. Meskipun demikian, Diana tetap kontrol rutin ke RSUD Duri. Alhamdulillah saat Diana berumur 3.5 tahun keluarga sudah berhasil mengumpulkan uang dan meminta kepada pihak RSUD Duri agar merujuk Diana kembali ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk selanjutnya dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita Jakarta Diana kembali menjalani pemeriksaan rontgen, ECO dan diobservasi untuk persiapan pra operasi. Hasil observasi menunjukkan Diana tidak dapat dioperasi karena tekanan darahnya tinggi dan hasil keputusan tim dokter mewajibkan Diana minum obat setiap hari untuk memperpanjang usianya. Obat seharga Rp.1.500.000,-/bulan tersebut tidak ditanggung BPJS dan hanya ada di RS Eka Hospital. Alhamdulillah dokter anak di RSUD Duri, Aryuni, SpA, sedang mengusahakan agar obat tersebut masuk subsidi Pemda setempat sehingga harganya bisa lebih murah di RSUD Duri. Hingga kini Diana tidak boleh beraktivitas hingga kelelahan karena dapat menyebabkan sesak napas. Ia pun tidak boleh berlari karena dikhawatirkan bisa terjatuh karena dapat menyebabkan badannya membiru hingga pingsan. Harga obat yang cukup mahal membuat kondisi keluarga semakin sulit. Ayah Diana, Wahidin (33), bekerja sebagai petani serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Nuryani (34), adalah seorang ibu rumah tangga. Sebelumnya keluarga ini memiliki ladang yang tidak seberapa luas untuk dijadikan pegangan hidup mereka, namun itu pun telah terjual untuk biaya transportasi dan akomodasi mereka saat Diana menjalani pengobatannya di RS Harapan Kita Jakarta. Jangankan untuk membeli obat, penghasilan keluarga ini pun tidak mencukupi untuk biaya hidup. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Diana dan keluarganya dan dapat memberikan santunan untuk dapat membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Semoga Diana selalu sehat dan diberikan kemudahan untuk sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Diana menderita Kelainan Jantung

Diana menderita Kelainan Jantung


SUTARMAN RIAU (28, Hernia). Alamat : Jl. Bakti Bangun Rejo, RT 5/8, Tanah Putih, Kelurahan Sebanga, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak 6 tahun yang lalu, Sutarman merasakan sakit di bagian perut bawah dan kantung kemihnya. Sakit yang ia rasakan datang dan pergi disertai rasa nyeri. Jika sakit ia hanya pergi ke tukang urut untuk dipijit karena tidak ada biaya. Saat ia tidak dapat lagi menahan sakit, aparat desa berinisiatif mengurus KTP-nya agar Sutarman dapat dibuatkan surat keterangan tidak mampu. Dengan berbekal surat keterangan tidak mampu, Sutarman mengurus Jamkesda agar ia dapat berobat di RSUD Duri. Pada 11 Agustus 2016, Sutarman merasakan sakit yang luar biasa hingga ia dilarikan ke IGD RSUD Duri. Dari hasil pemeriksaan ternyata ia menderita penyakit hernia akut sehingga harus segera dioperasi. Hari itu juga ia langsung dirawat inap untuk persiapan operasi. Pada 13 Agustus 2016 Sutarman menjalani operasi hernia dengan lancar. Saat kurir #SedekahRombongan menjenguk Sutarman di rumah sakit, ia masih dalam proses pemulihan pasca operasi. Meskipun seluruh biaya pengobatan Sutarman ditanggung Jamkesda, keluarga mengalami kesulitan biaya akomodasi selama Sutarman dirawat. Penghasilannya sebagai pendodos sawit pun masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari istri dan 1 anaknya. Selama Sutarman dirawat, ia tidak dapat bekerja sehingga tak memiliki penghasilan. Ia terkadang berutang pada tauke sawit. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat memberikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Sutarman dirawat dan bantuan sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga. Semoga Sutarman cepat sembuh dan kembali sehat sehingga ia dapat bekerja lagi untuk menafkahi keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita via Hermansyah @ririn_restu

Pak sutarman menderita Hernia

Pak sutarman menderita Hernia


RAHMA RAMADANI (1, Bibir Sumbing dan Hydrocephalus). Alamat : Jalan Abdurrahman Asrama Tribrata, Gang 2, Kelurahan Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Rahma lahir pada 17 Juni 2015 di RSUD Duri dengan berat badan 3.6 kg. Ia terlahir dalam kondisi menderita hydrocephalus, bibir sumbing, serta tidak memiliki tulang hidung. Kondisi tersebut membuat Rahma langsung masuk inkubator selama 9 hari. Rahma sempat dirawat di RSUD Pekanbaru untuk tindakan operasi hydrocephalus. Operasi lanjutan belum dapat dilakukan karena Rahma sering mengalami kejang dan muntah sehingga tidak bisa dioperasi. Saat ini, Rahma terlihat sangat kurus dengan berat badan yang jauh dari normal. Ia sulit minum susu karena kondisinya yang mengalami bibir sumbing dan sering kejang. Rahma bahkan dalam 1 jam bisa mengalami 10 kali kejang dan dari diagnosa dokter itu karena ia juga menderita epilepsi. Rahma hanya bisa mengonsumsi susu bubuk dan baru-baru ini saja bisa makan bubur saring. Kondisi Rahma hanya bisa berbaring namun ia masih dapat merespon kehadiran orang. Ketiadaan jaminan kesehatan menyulitkannya untuk menjalani pengobatan, selama ini keluarganya hanya mengandalkan surat keterangan tidak mampu untuk membawa Rahma berobat. Ayah Rahma, Fauzi (27), bekerja sebagai buruh bangunan pembuat kusen pintu dengan penghasilan tidak tetap, sedangkan ibunya, Misnayanti (24), adalah seorang ibu rumah tangga. Ketiadaan biaya menyulitkan mereka membuat jaminan kesehatan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Rahma dan dapat memberikan santunan untuk membantu pengurusan jaminan kesehatannya. Semoga Rahma segera diberi kesembuhan dan dapat berkembang seperti layaknya anak yang normal. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @robyparm @ririn_restu

Rahma menderita Bibir Sumbing dan Hydrocephalus

Rahma menderita Bibir Sumbing dan Hydrocephalus


MUSLIM GONTU (67, Infeksi Paru). Alamat : Jl. Lokasi, RT 2/4, Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak lebih dari 4 tahun yang lalu, Pak Gontu sering mengalami demam dan badannya mudah lelah. Ia kemudian memeriksakan diri ke klinik di daerah Kecamatan Pinggir, namun ia dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RSUD Duri. Dokter di RSUD Duri mendiagnosa Pak Gontu menderita infeksi paru-paru. Hingga kini ia hanya berobat di klinik kecil di daerah Muara Basung karena tidak memiliki biaya untuk pergi berobat ke RSUD Duri. Dokter di klinik Muara Basung memberikan obat untuk meringankan rasa sakit saat ia mengalami sesak napas. Ia pun dianjurkan dokter untuk melakukan kontrol setiap 3 bulan sekali. Kondisi kesehatan Pak Gontu saat ini belum juga membaik, sehari-hari ia hanya bisa berbaring karena napasnya sering terasa sesak dan tersengal-sengal. Biaya hidup keluarga Pak Gontu ditanggung oleh anak pertamanya yang sudah berkeluarga meskipun kondisi ekonomi anaknya tersebut juga dalam keadaan serba terbatas. Istri Pak Gontu, Awo (63), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia merawat Pak Gontu. Dalam ikhtiar pengobatannya, Pak Gontu menggunakan Kartu Indonesia Sehat. Namun ia tetap mengalami kendala biaya transportasi untuk pergi berobat ke klinik Muara Basung. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Gontu dan dapat memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi agar ia dapat terus melanjutkan pengobatan. Semoga Pak Gontu segera disembuhkan dari segala penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @robyparm @ririn_restu

Pak muslim menderita Infeksi Paru

Pak muslim menderita Infeksi Paru


SITI SAMSINAH (44, Lumpuh). Alamat : Jl. Tegal Sari, RT 1/3, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Ibu Siti tinggal bersama suaminya, Rusli (48), dan ketiga anaknya di rumah kontrakan mereka yang sederhana. Pak Rusli bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, meski demikian alhamdulillah ketiga anaknya dapat bersekolah hingga anaknya yang pertama sudah menamatkan pendidikannya di SMK. Saat ini Ibu Siti menderita kelumpuhan. Riwayat penyakit Ibu Siti berawal saat ia merasakan nyeri pada benjolan di payudaranya dan akhirnya benjolan tersebut dioperasi 3 tahun yang lalu. Setelah operasi, Ibu Siti merasakan kebas pada kedua kakinya hingga tidak bisa digerakkan. Ia tidak pernah memeriksakan kondisinya secara intensif ke rumah sakit karena ketiadaan biaya. Ibu Siti tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga semakin menyulitkannya untuk berobat. Pernah ia berobat ke Puskesmas terdekat di rumahnya namun dokter tidak juga menemukan penyakitnya. Hingga kini tidak diketahui apakah kelumpuhan kakinya berhubungan dengan tumor payudara yang pernah dideritanya atau tidak. Semakin hari tubuhnya semakin mengurus, aktivitas sehari-harinya hanya bisa ia lakukan di tempat tidur. Ibu Siti hanya bisa terbaring lemah dan badannya sudah sulit digerakkan. Sesekali ia masih memeriksakan kondisinya ke Klinik dr. Misbah di Rumbai yang mendatangkan perawat ke rumahnya. Keluarganya ingin membuat BPJS namun terkendala biaya karena penghasilan yang ada hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari saja. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Siti dan dapat memberikan bantuan untuk pengurusan BPJS. Semoga dengan adanya jaminan kesehatan, Ibu Siti dapat berobat kembali sehingga kondisi kesehatannya bisa membaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @robyparm @ririn_restu

Ibu siti menderita Lumpuh

Ibu siti menderita Lumpuh


SYAHRUL HIDAYAT (14, Leukimia). Alamat : Jl. Panti Asuhan, Gang Bambu Kuning, RT 13, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Syahrul berawal pada tahun 2013, pada saat itu terdapat beberapa benjolan kelenjar di sekitar lehernya. Selain itu ia sering mengalami demam tinggi dan kehilangan selera makan sehingga badannya semakin kurus. Beberapa bulan kemudian kondisinya semakin memburuk, Syahrul sering mimisan bahkan muntah darah hingga segera dibawa ke RSUD Dumai dan dilakukan cek darah. Hasil lab menunjukkan kadar HB-nya tinggal 2 dan trombositnya hanya 15.000. Saat itu juga ia langsung menjalani transfusi darah sebanyak 11 kantong dan dirujuk ke RSUD Pekanbaru. Di RSUD Pekanbaru, dokter mengecek kondisi Syahrul dengan pemeriksaan BMP sumsum tulang belakang dan hasil diagnosa menyatakan Arul menderita leukimia. Pengobatan kemoterapi pun segera dijalani Syahrul karena kondisinya semakin parah. Ia menjalani kemo selama 2.5 tahun hingga akhirnya dinyatakan sembuh. Pada bulan Juni 2016 tiba-tiba Syahrul tidak bisa jalan dan lumpuh total, ia pun segera menjalani pemeriksaan BMP kembali untuk memastikan apakah penyakitnya kambuh namun ternyata hasilnya negatif. Hingga kini, Syahrul masih menjalani masa observasi karena lumpuh pada kakinya belum juga membaik dan belum ditemukan apa penyebabnya. Sementara ini ia menjalani terapi totok pada kakinya sambil menunggu hasil pemeriksaan medisnya keluar. Selama berobat di Pekanbaru, Syahrul tinggal di RSSR didampingi ibunya, Sri (36), yang tengah hamil 7 bulan. Ayah Syahrul, Selamat (43), tidak dapat mendampingi Syahrul karena ia pun baru saja mengalami kecelakaan dan belum dapat beraktivitas dengan maksimal. Kondisi perekonomian keluarga semakin sulit, ayah Syahrul yang bekerja sebagai buruh serabutan sementara tidak bisa bekerja karena kondisinya saat ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Syahrul dan keluarga dan dapat memberikan bantuan biaya akomodasi selama Syahrul dirawat di RS Eria Bunda Pekanbaru. Semoga Arul segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.400.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @mursyidafw @ririn_restu

Pak syahrul menderita Leukimia

Pak syahrul menderita Leukimia


SATRIYATI binti Subita  (52, STROKE) Alamat Kwayuhan RT 1 RW 9 Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah. Ibu Satriyati adalah seorang janda karena suaminya meninggal dan tidak mempunyai anak. Ibu Satriyati menderita stroke sejak 2 agustus 2016, awal menderita sakit stroke di sebabkan karena tensi darah yang tinggi. Saat pertama menderita stroke bu satriyati berada di rumah kakanya di Tulung Agung Jawa Timur, oleh kakaknya di bawa ke RSUD Tulung Agung dan di rawat selama 11 hari.  Setelah dirawat 11 hari tidak ada perubahan, hingga akhirnya di bawa pulang ke Magelang. Saat ini bu Satriyati tinggal dan dirawat adiknya di Magelang  yang bekerja sebagai tukang cat mebel, karena penghasilan yang minim adiknya kesulitan untuk membeli obat. Keseharian bu Satriyati hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga bu Satriyati untuk menyampaikan titipan sedekaholics untuk membeli obat. Keluarga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 September 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82

Ibu satriati menderita STROKE

Ibu satriati menderita STROKE


Sriyanto (43 th) menderita sakit ca colon/kanker usus semenjak setahun yang lalu tepatnya pada bulan ramadhan. Awalnya beliau hanya mengeluh lemes, mual, demam saja.  Pada saat itu dokter umum hanya mendiagnosa pak Sriyanto menderita sakit maag saja. Namun yang terjadi setelah minum obat maag, sakitnya tak kunjung reda. Setelah itu mereka mencoba second opinion dengan dokter lain, setelah melalui serangkaian pemeriksaan diketahui bahwa beliau menderita ca colon/kanker usus.
Sebelum sakit Pak Sriyanto bekerja sebagai driver dan memilki usaha rental mobil, namun semenjak sakit otomatis pekerjaannya ditinggalkan sehingga istrinya Fa’liyatul Umma(39 th) menopang  ekonomi keluarga. Pak Sriyanto beserta keluarga tinggal di Yogyakarta, rumah beliau beralamat di Jl. Kampung, Wirosaban RT 55/RW 14, Wirosaban. Bu Uma bekerja di sebuah bengkel cat mobil di Jogja. Mereka memiliki 4 orang anak, 1 anak angkat, sedangkan 3 lainnya anak kandung. Ketiga anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar, sementara anak bungsunya masih berusia 2,5 th.
Beberapa kali mondok di rumah sakit, Pak Sriyanto hanyamemiliki jaminan BPJS kelas 3, sehingga setiap kali mondok masih harus membayar sisa tagihan rumah sakit yang tidak tercover BPJS. Mondok kali ini beliau sudah kesekian kalinya, pun kali harus dilakukan operasi kembali karena dari hasil pemeriksaan laboratorium ususnya mengalami adhesi. Berdasarkan informasi yang didapat dari kurir sedekahrombongan bahwa keluarga Pak Sriyanto membutuhkan uluran bantuan maka dari SR membantu meringankan beban mereka dengan memberi  santunan sebesar Rp. 4.000.000,- . Semoga dengan santunan tersebut bisa sedikit meringankan beban Pak Sriyanto, dan besar harapannya setelah menjalani operasi makakondisinya segera membaik, aamiin.

Tanggal santunan: 1 September 2016
Besar Santunan   : Rp. 4.000.000,-
Kurir            : @saptuari  via: @nuliwsaputri

Pak sriyato menderita sakit ca colon/kanker usus

Pak sriyato menderita sakit ca colon/kanker usus


MISRIYA BIN ALAWI (35 Tahun, Tumor Pipi). Alamat: RT/RW 10/01 Desa Glingseran Kecamatan Wringin, Bondowoso, Jawa Timur. Sejak bu Misriya berumur 10 tahun telah muncul benjolan di dalam gusi  sebelah kiri dan semakin lama semakin membesar. Bu Misriya telah memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso dan dikarenakan keterbatasan peralatan di RSUD Bondowoso bu Misriya di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan tindakan operasi  bedah pengangkatan benjolan. Setelah tindakan operasi, bu Misriya rutin kontrol ke poli bedah mulut, poli mata, poli syaraf dan poli bedah plastik. Namun ikhtiar bu Misriya terancam etrhenti karena tidak ada dana lagi untuk biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Kondisi ekonomi keluarga bu Misriya  temasuk ekonomi menengah kebawah. Suami bu Misriya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal karena kecelakaan. Sehari-hari bu Misriya bekerja sebagai buruh tani dan tempat tinggal selama ini masih menumpang dirumah saudara nya. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Misriya. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu beliau. Saat ini bu Misriya melakukan kembali melakukan pengobatan. Santunan telah diberikan, bu Misriya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Misriya masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                       : 16 Juni 2016
Kurir                            : @Wahyu_CSD & Gita

Ibu misria menderita Tumor Pipi

Ibu misria menderita Tumor Pipi


DIARDO BRIGITA WIRYAWAN (6 Tahun, Postop Kloaka). Alamat:Perumahan Kramat 1 blok M-8, Kab. Jember, Jawa Timur. Diardo biasanya ia dipanggil oleh ayah dan ibunya adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak awal kelahirannya dik Diardo sudah terdeteksi adanya daging tumbuh pada saluran anusnya, sehingga pada usia 2 bulan dik Diardo harus melakukan operasi pembuatan anus di perut sebelah kiri. Genap usia 10 bulan dilakukan operasi kedua yaitu pengangkatan daging tumbuh yang ada di dalam anusnya. Semua operasi ini dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menggunakan SKTM karena RS di jember tidak mampu menangani adik Diardo. Beberapa waktu kemudian penggunaan SKTM untuk pengobatan dihapuskan oleh pemerintah dan keluarga Dik Diardo langsung membuat BPJS agar pengobatan dapat terus berjalan. Selama proses pengobatan biaya yang digunakan untuk transportasi dari Jember ke Surabaya tidaklah murah, sehingga mau tidak mau orang tua dik Diardo harus mencari pinjaman sana sini agar proses pengobatan dapat terus berjalan. Alhamdulillah dik Diardo dan keluarga dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga berkesempatan membantu membiayai proses pengobatannya. Saat ini dik Diardo oleh dokter disarankan untuk melakukan suntik hormone satu kali setiap bulannya sebelum dilakukan proses operasi selanjutnya. Santunan sudah diberikan, kelaurga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Diardo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga kondisi dik Diardo semakin hari semakin baik sehingga memudahkan proses pengobatan yang masih harus dijalani selanjutnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal             :  4 Juni 2016
Kurir                   :  @Wahyu_CSD @Martinomongi

Diardo menderita Postop Kloaka

Diardo menderita Postop Kloaka


SUKAJI (59, Stroke). Alamat: Jl. Sungai Kamundan, KM 12, Kelurahan Klawuyuk, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Sukaji menderita Stroke sudah sekitar 2 tahun lamanya. Gejala yang dirasakan Pak Sukaji mulai dari kaki bengkak sampai kesulitan berjalan. Berbagai pengobatan baik secara tradisional dengan herbal dan di fasilitas kesehatan pemerintah (Puskesmas dan RSUD) sudah ditempuh Pak Sukaji. Namun, kondisinya sampai saat ini belum kunjung membaik. Kurir #sedekahrombongan mendengar berita Pak Sukadi dan melakukan kunjungan awal sekaligus survey. Kondisi rumahnya sangat sederhana dan Pak Sukaji termasuk keluarga kurang mampu. Salah satu anak Pak Sukaji yang merawat langsung mengatakan kepada kurir bahwa Pak Sukaji sempat putus asa tidak mau berobat lagi. Pak Sukaji sudah tidak bekerja lagi sejak menderita stroke ini. Untuk kebutuhan harian didukung oleh anaknya yang bekerja sebagai guru honor dan usaha warung. Pak Sukaji tinggal bersama istri dan 4 orang anaknya. Istrinya juga menderita Stroke, sehingga mempersulit keluarga Pak Sukaji untuk membiayai kesehatan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Pak sukaji menderita Stroke

Pak sukaji menderita Stroke


ABBAS JARE (54, Suspect Tuberkolosis). Alamat: Jl. Basuki Rahmat, Km 8, RT/RW 02/01, Kelurahan Klasabi, Kecamatan Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Abbas suspect menderita Tuberkolosis Paru. Gejala yang dirasakan Pak Abbas seperti batuk yang terus menerus, rasa nyeri pada bagian dada dan sering sekali sesak nafas. Penyakitnya ini sudah dialami sejak kurang lebih 6 bulan lalu. Pak Abbas belum pernah memeriksakan kondisinya ke Puskesmas atau rumah sakit karena khawatir tidak mampu membayar resiko biayanya. Kartu layanan BPJS-nya saja belum terurus. Sehari-hari pekerjaan Pak Abbas menyusuri sungai, dan bahkan menyeberang pulau untuk mencari kayu dengan perahu sampan. Hasil kayunya ini dijual sebagai kayu bakar atau bahan membuat tiang bendera. Penghasilan dari jualannya ini hanya cukup memenuhi makan harian keluarga. Pak Abbas mempunyai istri dan anak. Anaknya ini juga sedang menderita penyakit tumor kandungan, sehingga memang sangat kekurangan juga untuk biaya-biaya pengobatan anaknya. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk membantu biaya pemeriksaan awal Pak Abbas ke Puskesmas terdekat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Faisal

Pak abbas menderita Suspect Tuberkolosis

Pak abbas menderita Suspect Tuberkolosis


MISIEM (57, Stroke). Alamat: Jl. Sungai Kamundan, KM 12, Kelurahan Klawuyuk, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Misiem menderita penyakit Stroke yang sudah dialami sejak 3 tahun lalu. Gejala yang dirasakan seperti badan dan kakinya yang sulit digerakkan. Saat ditemui, Bu Misinem sedang tergolek di kamar tidurnya. Pengobatan sudah dilakukan baik di Puskesmas dan Rumah Sakit. Bu Misiem ini adalah istri dari Pak Sukaji yang juga mendapatkan santunan dari #sedekahrombongan. Sehari-hari Bu Misiem adalah ibu rumah tangga dan tinggal bersama suami dan 4 orang anaknya. Pemenuhan kebutuhan harian mengandalkan penghasilan dari anaknya yang bekerja sebagai guru honor dan usaha warung. Bu Misiem termasuk keluarga kurang mampu dan untuk pengobatan menggunakan BPJS. Santunan yang disampaikan oleh kurir #sedekahrombongan akan digunakan untuk membantu biaya berobat diluar tanggungan BPJS, seperti biaya transportasi dan obat-obat yang tidak ditanggung.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Pasinem

Ibu misiyem menderita Stroke

Ibu misiyem menderita Stroke


SALAMUN (52, Tumor). Alamat: Jl. F.Kalasuat, Kelurahan Malanu, Kecamatan Sorong Utara, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Salamun menderita tumor jinak pada bagian punggungnya. Gejala awalnya seperti benjolan bengkak karena benturan, sehingga tidak dihiraukan. Namun semakin lama benjolannya ini semakin sakit dan sempat tidak tertahankan. Pak Salamun kemudian melakukan pemeriksaan di Puskesmas terdekat. Dokter kemudian mendiagnosis itu sebagai tumor jinak. Pengobatan mulai dilakukan tetapi dokter menyarankan untuk operasi agar dapat dilakukan pengangkatan tumor. Biaya operasi yang dibutuhkan ternyata cukup besar dan BPJS tidak menanggung semua. Pak Salamun tinggal dengan istri dan 4 orang anak. Keseharian Pak Salamun bekerja sebagai pengendara ojek, sedangkan istrinya mengurus rumah tangga. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk membantu menambah persiapan biaya operasi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Rima

Pak salamun menderita Tumor

Pak salamun menderita Tumor


TIDORES JARE (50, Santunan kematian). Alamat: Jl.Kelinci, Komplek Kokoda, Lorong 2, RT/RW 2/1, Kelurahan Klasabi, Kecamatan Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Tidores mempunyai anak bernama Herman Jare, 27 tahun, yang meninggal karena penyakit penurunan imun tubuh dan Tuberkolosis. Pak Tidores tinggal bersama  satu anak (adik Herman Jare) dan cucunya (anak dari Herman Jare) yang berumur 4 tahun. Selama masih hidup dan sakit, gejala yang dirasakan Herman seperti batuk berkepanjangan, lemas tidak punya tenaga dan sesak nafas. Herman pernah dirawat di rumah sakit menggunakan layanan BPJS, tetapi keluar paksa karena kerepotan dengan biaya-biaya tambahan non tanggungan BPJS selama dirawat. Herman ternyata mempunyai istri yang sudah meninggal 2 tahun lalu dengan riwayat penyakit yang sama. Saat santunan diberikan, Herman baru meninggal sekitar 1 minggu lalu. Bantuan dalam bentuk santunan kematian diberikan kepada Pak Tidores melalui #sedekahrombongan untuk membantu biaya pemakaman anaknya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Faisal

Santunan kematian

Santunan kematian


SOLIHIN (58, Penurunan imun tubuh). Alamat: Jl. Harapan Indah, Kelurahan Klawuyuk, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Solihin menderita penurunan imun tubuh sejak tahun 2010. Sempat badan Pak Solihin kurus dan terbaring dirumah sakit selama 2 minggu. Berkat dukungan keluarga dan dokter yang merawatnya, Pak Solihin berangsur membaik kondisi tubuhnya. Pak Solihin minum obat secara teratur dan sampai sekarang rutin memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Saat kurir #sedekahrombongan datang membawa santunan ternyata Pak Solihin masih belum pulang. Pak Solihin bekerja sebagai penjual bakso keliling. Santunan diserahkan kepada istrinya untuk bantuan biaya pemeriksaan kesehatan dan makanan bergizi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Rima

Pak solihin menderita Penurunan imun tubuh

Pak solihin menderita Penurunan imun tubuh


PESANTREN EMEYODERE (Biaya pembangunan asrama dan mesjid). Alamat: Jl.  Kanal Victory, KM 10, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pesantren Emeyodere dikelola oleh sebuah Yayasan Islam yang saat ini pengelolanya adalah putra asli Papua, Bapak Ismail Agia. Yayasan ini juga mendirikan sekolah tingkat Ibtidayah dan Tsanawiyah. Warga belajarnya banyak berasal dari Suku Kokoda, penduduk asli Papua yang dominan beragama Islam. Adapun kebutuhan yang akan dibangun adalah asrama putra dan masjid. Untuk asrama putri sudah lebih dahulu dibangun. Dalam upaya merealisasikan pembangunan, Pak Ismail sudah berupaya mencari dana dari Kementrian Agama dan Pemda setempat, namun belum mendapatkan hasil. Pak Ismail kemudian berupaya keras mencari bantuan dari berbagai pihak untuk biaya pembangunan maupun biaya operasional lainnya. Bantuan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk membantu biaya pembangunan asrama putra dan masjid. Tampak pada gambar Kurir Hasanuddin menyerahkan bantuan kepada Bapak Ismail Agia sebagai ketua yayasan sekaligus kepala madrasah.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 15 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Hasanuddin

Biaya pembangunan asrama dan mesjid

Biaya pembangunan asrama dan mesjid


MUHAMMAD HAFIDHUL HIDAYAT (11 th, Dmd ) yang beralamat di Cageran RT 02/RW 01 Tamanmartani Kalasan, Sleman, Yogyakarta merupakan seorang putra ke 3 dari 4 bersaudara.3 th yg lalu gejala awal sakitnya adalah dari duduk mau berdiri dirasa susah, dan harus ada bantuan, lalu agak susah untuk berjalan,dan tidak bisa berlari atau pun melompat. Pada awalnya di periksa di klinik dekat rumah, lalu dapt info untuk berobat alternatif, setelah beberapa kali dan beberapa tempat pengobatan alternatif, di rasa hasilnya tidak ada perkembangan sama sekali, kemudian melanjutkan pengobatan medis di RSU. Dr. Suradji klaten namun di sana langsung di rujuk ke RSUP. Sardjito. Di RS ini dek hafid menjalani terapi rutin setiap minggu, pada saat pertama menjalani perawatan di RS Sardjito di fonis dokter bahwa dik Hafidz sakit DMD, dan sempat dijelaskam penyakit ini belum ada obatnya. Tapi keluarga dik Hafid tidak patah semangat untuk terus berusaha berikhtiar menjemput kesembuhannya. Dan ditengah perjalanan berobat memperoleh info tentang pengobatan stem cell di RS Dr Soetomo Surabaya.Kemudian keluarga dik Hafid di sambungkan dengan Dr. Purwati seorang Dokter di RS. RS.Sutomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Biaya untuk sekali stem cell ini cukup mahal yaitu 50.000.000, namun karena Dr.Purwati iba beliau membantu biaya Stem Cell yang dijalani dik Hafid meski sebagian. Pengobatan stem cell ini baru ada 1 di Indonesia.Kondisi dek hafid saat ini masih belum bisa berjalan, namun Alhamdulillah ada perkembangan karena semangat dik Hafid untuk sembuh cukup besar.Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah swt. dipertemukan dengan pihak keluarga dik Hafid untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban keluarga dik hafid dengan menyampaikan santunan titipan #sedekaholics yang digunakan untuk akomodasi ke RS. Dr.Sutomo

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER @Hanif

Hafidz menderita Dmd

Hafidz menderita Dmd


ABDULLAH ALI (50 Tahun). Pak Abdullah tinggal di Bundelan RT.01 Tancep, Ngawen, Gunungkidul, DIY. Pak Abdullah (50 Tahun), bekerja sebagai ustad dan buruh serabutan. Maryusnani (44 Tahun), istrinya, bekerja sebagai petani sayur. Pasangan ini mempunyai tiga belas anak, tiga orang sudah menikah dan bekerja, lima orang tinggal di pondok pesantren, lima sisanya masih balita tinggal bersama mereka. Kehidupan keluarga ini serba kekurangan, makan pun hanya seadanya. Suatu saat mereka sama sekali tidak punya makanan, yang tersisa hanya nasi kering dan daun kedondong yang dapat mereka makan, sungguh miris. Ekonomi keluarga dengan banyak anak ini memang sulit, namun sang kepala keluarga tidak mau dikasihani oleh siapa pun. Keluarga ini tinggal di sebuah rumah yang sudah bobrok, dindingnya berasal dari anyaman bambu, itu pun sudah tak utuh lagi, berlubang di sana-sini. Tiang penyangga rumah sudah keropos termakan usia, tentunya sangat membahayakan bagi para penghuninya. Kamar mandi sungguh tak layak digunakan, terutama untuk mereka yang masih balita. Bila turun hujan, atap bocor dimana-mana, mereka harus berteduk di bawah plastik. Setelah hujan reda pun lantai rumah mereka becek, karena lantainya masih terbuat dari tanah. Pak Abdullah tidak punya biaya untuk memperbaiki rumahnya, selama ini yang terpenting adalah mencukupi kebutuhan makanan serta biaya sekolah anak-anaknya. Namun di balik itu semua, ternyata keluarga ini merupakan keluarga penghafal Al-Quran. Tetangga dan warga di sekitar rumahnya kemudian berinisiatif untuk merenovasi rumah Pak Abdullah. Mereka bersama-sama membangun rumah, memberikan apa yang mereka punya untuk membantu tetangga mereka yang sedang kesulitan. Sayangnya pembangunan rumah tersebut sempat terhenti karena kehabisan dana… Alhamdulillah, Allah mendekatkan kurir #SedekahRombongan dengan keluarga Pak Abdullah. Kurir segera mendatangi lokasi rumah dan melakukan survei lapangan. Kurir juga mendata bahan material yang masih dibutuhkan untuk membangun kembali rumah Pak Abdullah. #Sedekaholic dan #SedekahRombongan kemudian membantu pembangunan rumah tersebut dengan memberikan bantuan senilai sepuluh juta rupiah. Pak Abdullah dibantu para tetangga memulai kembali pembangunan rumah tersebut, mereka gotong royong dan bahu membahu demi terwujudnya rumah baru untuk Pak Abdullah dan keluarganya. Semoga rumah ini cepat selesai agar Pak Abdullah dan keluarganya dapat segera menempati rumah baru mereka. Pak Abdullah dan keluarganya mengucap syukur dan menyampaikan rasa terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Terima kasih, #Sedekaholic, berkat sedekahmu Pak Abdullah dan keluarganya memiliki tempat berlindung yang layak…

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @saptuari, @aji_kristanto

Bantuan pembangunan rumah

Bantuan pembangunan rumah


PANTI ASUHAN RAUDHATUL JANNAH (Bantuan Tunai). Alamat : Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Madura, Jawa Timur. Rekan-rekan dari Intelektual Muda Pamekasan bersama dengan kurir #SedekahRombongan bersama-sama mengadakan buka bersama dengan adik-adik di panti Raudhatul Jannah. Panti tersebut dipilih karena lokasinya yang jauh dari pusat kota dan kondisi panti yang belum bisa disebut layak untuk menampung keseluruhan penghuninya. Jumlah adik di panti tersebut 35 orang dengan tingkat pendidikan mulai dari SMP hingga SMA. Santunan telah diberikan, para penghuni dan pengasuh di panti asuhan tersebut merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal             : 11 Juni 2016
Kurir                 : @wahyu_CSD @ivaniniteen @rwahyuagung @hafnirosa

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


NURIL KHAIRIANA (16  Tahun, Kanker Tulang). Alamat : Desa Pagar Batu, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur. Nuril adalah seorang remaja putri yg awalnya sebelum menderita sakit adalah seorang santri di Pondok Pesantren Al-Amien Madura. Ia tinggal berasama ibu dan kakaknya. Sakitnya Nuril berawal saat masih berada di Pondok Pesantren, waktu itu Nuril jatuh dan terjadi memar saja. Namun karena hanya sebatas dipijat dan penanganan yg telat, lengan Nuril semakin membesar dan membengkak. Setelah diperiksa ke dokter waktu itu sudah dinyatakan kanker tulang dan harus diamputasi. Namun karena keterbatasan dana maka operasi tidak dijalankan, Nuril maupun keluarga juga tidak memiliki jaminan kesehatan. Kini kondisi Nuril semakin memburuk, lengannya sudah semakin membesar, Nuril hanya bisa berbaring. Kini Nuril dirawat oleh ibunya dan kedua orang kakaknya. Pada dasarnya kini kehidupan keluarga Nuril semakin terpuruk. Sejak bapak Nuril meninggal penghasilan keluarga ini tidak menentu, kakaknya memilih berhenti kuliah dan fokus merawat adiknya. Dengan tidak adanya fasilitas jaminan kesehatan juga memperparah kondisi keuangan keluarga ini. Pada bulan mei Nuril sempat dibawa lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan keinginan untuk amputasi, namun menurut keluarganya, dokter sudah tidak menangani. Timbul rasa penyesalan yg mendalam setelah tahu keputusan dokter, keluarga berpikir seharusnya saat awal sudah diamputasi. Sekarang keluarga hanya merawat Nuril di rumah dengan bantuan tabung oksigen karena kakaknya (Nurul, 26) adalah seorang perawat. Ketika kami #SedekahRombongan sampai di rumah Nuril, ibu Nuril menyampaikan sangat berharap ada jalan keluar meskipun pengobatan diluar medis. Dan beliau menyampaikan bahwa Nuril mulai menghafal surat Al-Mulk untuk penerangnya di alam kubur nanti. Tepat pada awal september 2016 nuril kembali pada Allah azzawajal. Kami berharap amalnya diterima dan kuburnya dilapangkan serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 19 Juni 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Ivanineteen

Nuril menderita Kanker Tulang

Nuril menderita Kanker Tulang


REIHADI BIN REDAWI (51 Tahun, Kencing Manis). Desa Bulay, Kec. Galis, Kabupaten Pamekasan Madura, Jawa Timur. Bapak Reihadi biasa ia dipanggil, saat ini sedang menderita yang awalnya diketahui sakit kencing manis. Kondisinya saat ini sudah susah bangun dari tempat tidur selama 2 minggu dari saat tim #SedekahRombongan melakukan kunjungan ke rumah, beliau hanya bisa sebatas ke kamar mandi saja. Pak Reihadi dan istri, bu Marhamah (44) hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan tanggungan 1 orang anak umur 5 tahun. Saat ini anaknya tidak melanjutkan pendidikan karena tidak ada biaya untuk mendaftar. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Reihadi. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu beliau. Saat ini pak Reihadi melakukan kembali melakukan pengobatan. Santunan telah diberikan, pak Reihadi dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan  : Rp 1.000.000,-
Tanggal                 : 14 Juni 2016
Kurir                      : @Wahyu_CSD @ ivaneteen @dr.erien @renalradityo

Pak reihadi menderita Kencing Manis

Pak reihadi menderita Kencing Manis


MURAPIK BIN HAIRUN (55 Tahun, Pembengkakan Liver). Alamat: Dsn. Banlebban, Desa Trasak, Kec. Larangan, Kab. Pamekasan Madura, Jawa Timur. Bu Murapik biasa disapa, beliau menderita penyakit maag kronis sebelumnya. pada mei 2016 beliau diperiksakan ke dokter umum, lalu hanya didiagnosa maag dan diberi obat maag biasa. Penyakitnya tak kunjung sembuh, oleh keluarga dibawa ke dokter radiologi 1 minggu yang lalu dan hasilnya dinyatakn positif penyakit liver. Bu Murapik mendapat tindakan berupa terapi obat tetapi obat tidak bisa ditelan dan dimuntahkan. Beliau bekerja sebagai buruh bangunan, suaminya bekerja sebagai buruh di gudang rokok. Memiliki 2 anak, yang pertama telah menikah tetapi masih tanggungan beliau dikarenakan anak dan suaminya tinggal dirumah beliau dengan anaknya sebagai ibu rumah tangga dan suaminya buruh bangunan. Anak kedua masih berusia 12 tahun. Tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Beliau tidak memiliki cukup biaya untuk berobat ke rumah sakit sehingga dirawat di rumah sendiri. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu beliau. Saat ini bu Murapik melakukan kembali melakukan pengobatan. Santunan telah diberikan, bu Murapik dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 750.000,-
Tanggal                 : 24 juni 2016
Kurir                      : @Wahyu_CSD @ivaneteen @u_nitaKs

Pak murapik menderita Pembengkakan Liver

Pak murapik menderita Pembengkakan Liver


AMINAH BIN KARIM (76 Tahun, Komplikasi). Alamat: Kebunan Sok Lancar RT 02 RW 01, Kec. Sumenep, Kab. Sumenep, Madura, Jawa Timur. Bu Aminah merasakan sakit  selama bertahun-tahun pada bagian tulang rusuk dan perut akibat maag akut yang dideritanya. Berdiri pun sulit, karena terasa pusing dan matanya berkunang-kunang seperti akan jatuh. Hal ini menyebabkan aktifitas sehari-harinya bu Aminah lebih banyak diatas kasur. bu Aminah merupakan janda dengan 2 orang anak,  Rukayya dan Miski yang sama-sama bekerja serabutan. Untuk kebutuhan sehari-hari, bu Aminah hanya berharap dari anak-anak dan cucu-cucunya. Saat didatangi oleh kurir #SedekahRombongan untuk di survey, bu Aminah  sedang terbaring di kasur tipis lusuh di atas lantai sambil meringis kesakitan. Ketiadaan kartu jaminan kesehatan dan keadaan ekonomi yang sulit menyebabkan bu Aminah harus menanggung rasa sakit selama bertahun-tahun. Melihat kondisi beliau, kami hanya bida berdoa dan memberi sedikit bantuan. Santunan telah diberikan, bu Aminah dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan. Semoga bantuan ini bisa mengurangi beban yang dialami oleh bu Aminah.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.500.000,-
Tanggal                 : 2 juni 2016
Kurir                      : @Wahyu_CSD @ivaninteen

Aminah menderita Komplikasi

Aminah menderita Komplikasi


ISMA BINTI ISHAK (70, Tumor Rahim + Darah Tinggi + Asam Urat). Alamat : Jln. H. Agus Salim, Gg. Darma Bakti No. 35, RT 3/1, Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya Ibu Isma sering merasa pusing, mata dan leher terasa berat serta pegal-pegal. Ibu Isma hanya membeli obat warung untuk menghilangkan sakit kepalanya, tetapi hanya sembuh sesaat dan kembali kambuh  hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur. Ibu Isma lalu dibawa berobat ke Puskesmas Palapa oleh anaknya dan ketika ditensi darahnya mencapai 200/100 dan terkena asam urat. Kondisi Ibu Isma semakin menurun dan sangat lemah sehingga ia dirujuk ke RS Abdul Moeloek dan dirawat inap selama 7 hari. Ibu Isma disarankan berobat jalan agar darah tingginya dapat terkontrol. Beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit, Ibu Isma mengikuti pengajian dan tiba – tiba ia jatuh dengan posisi duduk. Setelah jatuh, Ibu Isma mengalami pendarahan pada kemaluannya terus-menerus selama 1 minggu. Ibu Isma merasa takut dan langsung berobat ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium dinyatakan Ibu Isma mengidap tumor di rahim dan harus dioperasi, namun karena takut ia meminta untuk berobat jalan saja. Kondisi rahim Ibu Isma semakin membaik, namun penyakit asam uratnya semakin parah. Ibu Isma harus berjalan dengan tertatih – tatih dan sering mengalami nyeri sendi sehingga tidak bisa beraktivitas. Selama ini Ibu Isma berobat menggunakan BPJS kelas 3 yang dimilikinya. Kini Ibu Isma hanya hidup seorang diri karena suaminya sudah lama meninggal. Sebelumnya Ibu Isma mengais rezeki sebagai buruh cuci dari rumah ke rumah, tetapi karena sakitnya ia tidak bisa bekerja lagi. Hal tersebut membuat Ibu Isma sering mendapat bantuan dari para tetangga baik berupa uang atau makanan. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang dialami Ibu Isma. Bantuan awal pun disampaikan agar Ibu Isma dapat berobat secara rutin. Semoga Ibu Isma lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @trii20 @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak isma menderita Tumor Rahim + Darah Tinggi + Asam Urat

Pak isma menderita Tumor Rahim + Darah Tinggi + Asam Urat


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Minggu, 31 Juli 2016, pukul 17.15 WIB, Guna diminta orang tuanya untuk membeli air galon isi ulang. Ia pun pergi ke toko terdekat dengan mengendarai motor bersama adiknya. Sore itu lalu lintas ramai dari arah Pekanbaru ke Kerinci. Ketika sampai di belokan persimpangan rumahnya, ia perlahan-lahan mengarahkan motor untuk belok ke kanan, namun tiba-tiba ada motor melaju kencang melewati mobil persis di belakang motor Guna. Posisi motor Guna yang sudah mulai belok langsung dihantam motor tersebut dan menabrak kaki kanan Guna. Motor Guna terjatuh dan adiknya terlempar hingga terkilir. Guna yang saat itu sudah tidak dapat menggerakan kakinya langsung dibawa oleh warga menggunakan ambulan desa ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini Guna telah menjalani operasi tulang bertahap pada kakinya sebanyak 3 kali. Ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pasca menjalani fisioterapi setelah kondisinya benar-benar pulih. Alhamdulillah Guna menggunakan Jamkesmas selama berobat di RSUD sehingga ia bebas dari segala biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi sehari-hari selama Guna dirawat di RSUD. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan dapat memberikan santunan untuk membantu biaya akomodasi mereka selama mendampingi Guna di RS. Semoga Guna segera sembuh dan pulih dari sakit yang dideritanya sehingga ia dapat berkumpul kembali dengan keluarganya dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @masragil2 @ririn_restu

Pak guna menderita Patah Tulang Kaki

Pak guna menderita Patah Tulang Kaki


LARA ANANDA PUTRI (7, Hydrocephalus). Alamat : Jl. Karyasari No. 13 B, RT 1/3, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Lara lahir pada 22 Agustus 2008 dalam keadaan normal dan tidak terdapat kelainan, namun saat berusia 1 minggu ia terjatuh dari ayunan dengan kepala terbentur lebih dulu. Sejak peristiwa itu, Lara sering mengalami demam tinggi dan sakit kepala namun tidak pernah ditangani secara serius karena keterbatasan biaya. Lara sempat dibawa ke RSUD Pekanbaru pada tahun 2011, namun pengobatan yang dijalani saat itu pun tidak tuntas karena ketiadaan biaya transportasi untuk membawa Lara ke RSUD. Kondisi Lara saat ini hanya bisa berbaring dan mengalami kekurangan gizi. Badannya sangat kurus dan tidak mengalami perkembangan seperti anak-anak normal seusianya. Ayah Lara, Afda, telah meninggal dunia sejak Lara masih bayi, sehingga kebutuhan keluarga diperjuangkan seorang diri oleh ibu Lara, Devriwilda (35), yang bekerja sehari-hari sebagai penjual bakso bakar keliling. Ia berjuang keras menafkahi 3 anaknya bahkan terkadang Lara terpaksa dititipkan kepada tetangga sekitar rumahnya saat ia berjualan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan dengan Lara dan langsung membawanya ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani secara intensif. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan kepada ibu Lara untuk biaya hidup sehari-hari selama mendampingi Lara yang dirawat di RSUD. Takdir berkata lain, beberapa hari setelah bantuan diberikan kabar duka datang dari keluarga Lara yang mengabarkan bahwa Lara telah berpulang untuk selama-lamanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Lara menderita Hydrocephalus

Lara menderita Hydrocephalus


RAVA RAMADHAN (3, Gizi Buruk dan Typhus). Alamat : Jl. Surya Minang, Gudang Parna, Kecamatan Kandis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Rava berawal ketika ia mengalami demam berkepanjangan selama 10 hari yang disertai diare. Ia pun tidak dapat mengonsumsi makanan apapun karena selalu muntah. Rava kemudian dibawa ke bidan setempat dan dokter umum namun tidak ada perubahan berarti karena ia masih terus mengalami diare hingga akhirnya dehidrasi. Dokter umum kemudian merujuknya ke RSUD Duri untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Selama pengobatan Rava di RSUD, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarga Rava tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Biaya rumah sakit tidak mampu dibayar keluarga karena untuk kehidupan sehari-hari pun masih sangat kekurangan. Keluarga juga tidak ada biaya untuk membeli obat yang harus ditebus untuk pengobatan Rava. Kedua orang tua Rava, Adi (32) dan Sunah (32), bekerja sebagai pemulung barang-barang bekas. Sehari-hari mereka tinggal di gudang kara-kara barang bekas yang di sekelilingnya dipenuhi dengan tumpukan sampah. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rava dan keluarganya melalui info dari pihak RSUD Duri. #SedekahRombongan mendatangi keluarga Rava dan memberikan bantuan untuk pembayaran biaya rumah sakit selama Rava dirawat inap di RSUD. Alhamdulillah saat ini Rava telah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Semoga Rava selalu diberikan kesehatan hingga seterusnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi via Dewi @ririn_restu

Rava menderita Gizi Buruk dan Typhus

Rava menderita Gizi Buruk dan Typhus


MISNAR BENGKALIS (50, Stroke). Alamat : Jl. Cengkeh RT 1/2, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Ibu Misnar berawal sekitar 5 tahun yang lalu, ketika itu ia tiba-tiba tidak dapat menggerakkan seluruh bagian kri badannya. Ia langsung dibawa ke Puskesmas oleh warga dan dokter di Puskesmas mendiagnosa Ibu Misnar menderita penyakit stroke. Dokter menyarankan Ibu Misnar menjalani terapi di RSUD Duri 3 kali dalam seminggu. Ia sempat menjalani terapi sebanyak 8 kali namun akhirnya tidak dilanjutkan karena tidak mampu membayar ojek yang mengantarnya berobat ke RSUD Duri. Kondisi Ibu Misnar saat ini sulit untuk beraktivitas karena seluruh bagian badan sebelah kirinya sudah tidak dapat digerakkan lagi. Saat berjalan, ia harus merambat berpegang pada dinding karena jalannya sudah terpincang-pincang. Suami Ibu Misnar sudah meninggalkan keluarganya sejak 19 tahun yang lalu dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Walaupun kondisi kesehatannya sudah tidak memungkinkan untuk beraktivitas, Ibu Misnar tidak pernah berputus asa. Sehari-hari ia berjualan mie rebus instant dan kopi di warungnya yang sangat sederhana. Dengan segala keterbatasannya ia berusaha menghidupi dirinya sendiri dan berjuang keras untuk tetap mengais rezeki. Hidupnya menumpang di rumah adiknya yang secara ekonomi juga sulit, kamar yang ia tinggali kurang layak bagi penderita stroke karena harus naik turun tangga. Hasil berjualan mie instant ia gunakan untuk membeli lauk pauk untuk makan sehari-hari dan sisanya ia tabung untuk modal berjualan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Misnar dan dapat memberikan bantuan biaya transportasi agar ia dapat melanjutkan pengobatannya di rumah sakit. Semoga Ibu Misnar segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas secara normal kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Misnar menderita Stroke

Misnar menderita Stroke


NASYA ADELLYA SYARIF (12, Biaya Masuk Sekolah). Alamat : Jl. Nuri Gang Belibis No. 1, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Nasya adalah anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan M. Syarif (37) dan Diana Mega (34). Ayah Nasya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya berjualan koran untuk membantu perekonomian keluarga. Keterbatasan ekonomi membuat anak ke-2 Pak Syarif dibawa oleh keluarga ke Bali, sehingga kini hanya 3 anaknya yang tinggal bersama mereka. Keluarga ini masih menumpang tinggal di rumah keluarga jauhnya yang sederhana. Sehari-hari Nasya, adiknya dan ibunya berjualan koran untuk membantu perekonomian keluarga yang masih terbatas. Biasanya Nasya berjualan koran sepulang dari sekolah di depan Polda Riau tanpa ada rasa malu. Terkadang bila ibunya tidak mendapatkan penghasilan dari berjualan koran atau ayahnya tidak mendapatkan pendapatan dari pekerjaannya sebagai buruh serabutan keluarga ini tidak bisa makan. Di sekolah, Nasya adalah anak yang pandai dan semangatnya selalu tinggi untuk mengejar ilmu. Sayangnya, keluarganya tidak mampu untuk membayar uang masuk sekolah Nasya yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Nasya dan keluarganya sehingga dapat membantu membayarkan uang masuk sekolah Nasya agar ia dapat terus melanjutkan pendidikannya di SMP. Semoga Nasya selalu semangat untuk menuntut ilmu hingga ia dapat terus melanjutkan pendidikannya setinggi mungkin. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.425.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Bantuan Biaya Masuk Sekolah

Bantuan Biaya Masuk Sekolah


RIANTO RIAU (29, Diabetes). Alamat : Jl. Lokasi RT 2/4, Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Rianto sudah menderita diabetes sejak 2 tahun yang lalu. Satu tahun terakhir ini kondisinya semakin memburuk sehingga ia tidak dapat bekerja lagi karena kondisinya sudah lemah. Sejak ia tidak bekerja, ia berobat hanya sesekali saja ke Puskesmas atau bidan di daerah Pungut karena tidak ada biaya. Bidan yang membantunya terkadang juga membantu membeli vitamin dan obat yang dibutuhkan Rianto dalam pengobatan diabetesnya. Setiap kali ia mengecek kesehatan ke bidan, Rianto harus menyediakan uang Rp. 80.000,- untuk kontrol dan pembelian obat. Dengan ketiadaan penghasilan, uang sebesar itu dirasa berat bagi Rianto karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun untuk berobat. Kondisi Rianto saat ini semakin memprihatinkan, seringkali setelah makan tiba-tiba kotoran keluar dengan sendirinya karena makanan yang dimakannya tidak bisa lagi dicerna oleh tubuh. Sehari-hari ia lebih banyak berbaring sehingga keluarganya kadang memakaikan diapers untuk Rianto. Kondisi fisiknya pun semakin memburuk: lututnya sering lemas, jari-jari dan kukunya tidak semuanya utuh, gigi sudah banyak yang rusak, mata mulai terasa kabur dan ia mengalami kesulitan tidur. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rianto dan dapat memberikan santunan untuk membantu pembelian obat-obatan yang ia perlukan. Semoga Rianto cepat sembuh dan bisa sehat seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @robyparm @ririn_restu

Pak rianto menderita Diabetes

Pak rianto menderita Diabetes


SITI AISYAH NASUTION (28, Osteosarkoma). Alamat : Dusun XVI Samben, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Berdagai, Provinsi Sumatera Utara. Sejak tahun 2011 Siti merasakan ada benjolan kecil di sekitar paha kanannya namun ia biarkan saja. Hingga 2 tahun lamanya ia tidak pernah memeriksakan benjolan tersebut ke dokter dan hanya diobati sendiri dengan ramuan herbal. Pada Oktober 2013 setelah ia melahirkan anaknya yang ke-2, benjolan tersebut pecah sehingga mengeluarkan bau yang tidak sedap. Akhirnya keluarga membawanya ke RS Adam Malik dan dokter mendiagnosa Siti menderita Osteosarkoma (kanker tulang) dan harus dioperasi. Selain tindakan operasi Siti juga harus menjalani kemoterapi sebanyak 6 siklus, namun karena keterbatasan biaya akomodasi selama di rumah sakit ia hanya mampu menjalani 2 siklus dan kemoterapi akhirnya harus terhenti 3 tahun lamanya. Pengobatan yang tertunda membuat benjolan semakin membesar dan membusuk hingga keluarga Siti membawanya pindah berobat ke RSUD Pasir Pengaraian di daerah Ujung Batu. RSUD Pengaraian tidak sanggup menangani sehingga Siti dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada 13 Agustus 2016. Setelah dirawat inap dan dilakukan kemoterapi, RSUD Pekanbaru merujuk Siti kembali ke RS Adam Malik Medan untuk tindakan lanjutan operasi tumornya karena ketiadaan dokter spesialis bedah tulang di RSUD Pekanbaru. Pihak keluarga tidak ada biaya transportasi untuk membawa Siti ke Medan. Suami Siti, Dedi Ariadi (31), saat ini tidak memiliki pekerjaan karena ia harus mendampingi istrinya selama pengobatan. Sebelumnya Dedi bekerja sebagai tukang becak keliling dengan penghasilan yang tidak tetap. Kondisi ekonomi keluarganya yang sulit membuatnya urung membawa Siti ke Medan. Bagian Pengaduan RSUD menginfokan kepada #SedekahRombongan mengenai kondisi Siti, dan akhirnya Siti diantar ke RS Adam Malik Medan dengan menggunakan MTSR dikarenakan tidak ada satu pun maskapai pesawat yang bersedia membawa Siti yang kondisi sudah parah. Alhamdulillah, saat ini Siti sudah dirawat inap di RS Adam Malik Medan. #SedekahRombongan memberikan bantuan biaya transportasi Siti dari RSUD Pekanbaru ke RS Adam Malik Medan. Semoga Siti segera disembuhkan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @masragil2 @ririn_restu

Ibu siti menderita Osteosarkoma

Ibu siti menderita Osteosarkoma


WIDODO KARTO (65, DIABETES DENGAN AMPUTASI) Alamat : Bawuran II  RT. 04, Pleret, Bantul, DIY. Pak Widodo  adalah seorang suami dari Ibu Tuginem dan ayah dari tiga anak. Pak Widodo setahun lalu kulit bernanah, terus mengering dan gula naik. Setiap periode waktu tertentu sering kumat bernanah. Awalnya periksa di sebuah rumah sakit di Banguntapan Bantul dengan diagnosa diabetes dan sudah mengalami luka serta pembusukan. Mendapatkan tindakan operasi pertama di rumah sakit yang sama. Kontrol pasca operasi dilakukan di Puskesmas Pleret dan pengobatan dengan obat. Bahkan juga selain medis, juga pengobatan dengan herbal. Pak Widodo berjalan dengan alat bantu dan dipapah, namun akhir akhir ini, luka semakin membusuk dan harus di potong amputasi di Rumah Sakit Nur Hidayah sejak 3 September 2016. Bersyukur kurir #Sedekahrombongan bisa silaturahmi dengan keluarga Pak Widodo untuk menyampaikan santunan dari sedekaholiks untuk biaya operasional amputasi dan pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 03 September 2016
Nama kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Pak widodo menderita DIABETES DENGAN AMPUTASI

Pak widodo menderita DIABETES DENGAN AMPUTASI


MTSR Magelang (BBM, GANTI OLI, SERVICE, PAJAK DAN BALIK NAMA, DRAGBAR) Periode Agustus September 2016
Seiring dengan banyaknya pasien yang harus didampingi di wilayah Magelang Temanggung maka mobilitas Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Magelang semakin tinggi.
Dengan semakin seringnya mobilitas itu maka kebutuhan akan BBM Bensinpun semakin banyak untuk mengantar dan menjemput pasien dampingan sedekah rombongan serta melayani permintaan Warga untuk antar jemput ke rumah sakit. Penggunaan MTSR sangat bermanfaat bagi pasien dampingan dan warga sekitar, pada bulan ini mengantar dan menjemput pasien dampingan dari Ngadirejo Temanggung Ke RSSR Solo, Mengantar Pasien dari Magelang Ke RSSR Semarang. Mengantar Pasien dari Kulonprogo ke RS di Gunung Pati Semarang, mengantar pasien dari Kranggan Temanggung ke RSSR Jogja, Mengantar Pasien dari Magelang ke RSSR Jogja, mengantar pasien dari Parakan Temanggung ke RSSR Jogja. Mengantar Pasien dari Grabag ke RSSR Jogja , Mengantar Pasien Salaman Magelang ke RSSR Jogjakarta. Mengantar warga yang minta tolong ke RS KENSARAS Semarang. Membawa Jenazah Ke Pemakaman di Japunan Kab. Magelang. Pada bulan ini juga Pajak kendaraan sudah jatuh tempo dan sekaligus di urus untuk proses balik nama dan rubah bentuk menjadi nama ambulan #sedekah rombongan. Pemakaian juga untuk Service, Ganti Oli, Spooring Balancing serta tune up.
Pemakaian anggaran juga digunakan untuk mengganti dragbar yang sudah rusak.

Jumlah : Rp. 6.730.000.-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82  Sigit Purnomo, ardo Limar, Swastiko, Ilyam, noven samakta.

Biaya BBM, GANTI OLI, SERVICE, PAJAK DAN BALIK NAMA, DRAGBAR

Biaya BBM, GANTI OLI, SERVICE, PAJAK DAN BALIK NAMA, DRAGBAR


ALI SUDARLI (56 Tahun, Dhuafa). Pak Ali Sudarli tinggal di Plumbungan RT. 01 RW. 03, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul, DIY. Sehari-harinya, Pak Ali bekerja sebagai penjaga kamar mandi di Pasar Karangmojo. Sementara itu, istrinya bekerja sebagai buruh serabutan di Pasar Karangmojo, pasangan ini dikaruniai dua anak. Keluarga ini tidak memiliki rumah, mereka berlindung di sebuah ruangan sempit di dalam pasar yang tadinya merupakan sebuah kamar mandi. Terkadang mereka tidur di bangku reyot di emperan kios atau di depan kamar mandi, sungguh menyedihkan. Ironis memang, tetapi memang begitu adanya, mereka adalah golongan yang jauh dari kemapanan. Setiap hari, Pak Ali membersihkan kamar mandi pasar, anaknya terkadang membantunya menimba air untuk mengisi bak kamar mandi. Sungguh malang ujian keluarga ini, kala kemiskinan menguji mereka musibah sakit menghampiri mereka. Pak Ali terserang stroke, ia kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat dan dirawat selama tiga hari. Setelah itu ia memaksa pulang karena tidak mempunyai uang untuk membayar biaya perawatan di rumah sakit. Terlebih tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga biaya perawatan pun terbilang sangat basar bagi keluarga mereka. Padahal, ia masih harus dirawat, diterapi dan kontrol rutin. Pak Ali kembali ke pasar, disana ia hanya dirawat seadanya, ia tentu berhenti bekerja karena sedang sakit, keluarga ini hanya pasrah dengan keadaan. Pak Ali sangat membutuhkan uluran tangan dari #Sedekaholic, mari barsama-sama membantu meringankan beban hidupnya. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian memberikan bantuan yang digunakan untuk membantu biaya pengobatan. Pak Ali dan keluarganya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Mereka pun mengucapkan terima kasih sembari berdoa untuk #Sedekaholic dan #SedekahRombongan agar selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st @aji_kristanto

Bantuan biaya pengobatan

Bantuan biaya pengobatan


SITI AISYAH NASUTION (28, Osteosarkoma). Alamat : Dusun XVI Samben, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Berdagai, Provinsi Sumatera Utara. Sejak tahun 2011 Siti merasakan ada benjolan kecil di sekitar paha kanannya namun ia biarkan saja. Hingga 2 tahun lamanya ia tidak pernah memeriksakan benjolan tersebut ke dokter dan hanya diobati sendiri dengan ramuan herbal. Pada Oktober 2013 setelah ia melahirkan anaknya yang ke-2, benjolan tersebut pecah sehingga mengeluarkan bau yang tidak sedap. Akhirnya keluarga membawanya ke RS Adam Malik dan dokter mendiagnosa Siti menderita Osteosarkoma (kanker tulang) dan harus dioperasi. Selain tindakan operasi Siti juga harus menjalani kemoterapi sebanyak 6 siklus, namun karena keterbatasan biaya akomodasi selama di rumah sakit ia hanya mampu menjalani 2 siklus dan kemoterapi akhirnya harus terhenti 3 tahun lamanya. Pengobatan yang tertunda membuat benjolan semakin membesar dan membusuk hingga keluarga Siti membawanya pindah berobat ke RSUD Pasir Pengaraian di daerah Ujung Batu. RSUD Pengaraian tidak sanggup menangani sehingga Siti dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada 13 Agustus 2016. Setelah dirawat inap dan dilakukan kemoterapi, RSUD Pekanbaru merujuk Siti kembali ke RS Adam Malik Medan untuk tindakan lanjutan operasi tumornya karena ketiadaan dokter spesialis bedah tulang di RSUD Pekanbaru. Pihak keluarga tidak ada biaya transportasi untuk membawa Siti ke Medan. Suami Siti, Dedi Ariadi (31), saat ini tidak memiliki pekerjaan karena ia harus mendampingi istrinya selama pengobatan. Sebelumnya Dedi bekerja sebagai tukang becak keliling dengan penghasilan yang tidak tetap. Kondisi ekonomi keluarganya yang sulit membuatnya urung membawa Siti ke Medan. Bagian Pengaduan RSUD menginfokan kepada #SedekahRombongan mengenai kondisi Siti, dan akhirnya Siti diantar ke RS Adam Malik Medan dengan menggunakan MTSR dikarenakan tidak ada satu pun maskapai pesawat yang bersedia membawa Siti yang kondisi sudah parah. Alhamdulillah, saat ini Siti sudah dirawat inap di RS Adam Malik Medan. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk akomodasi selama Siti dirawat di RS Adam Malik Medan setelah sebelumnya dibantu pada hari yang sama untuk transportasi dari Pekanbaru ke Medan. Semoga Siti segera disembuhkan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @masragil2 @ririn_restu

Ibu siti menderita Osteosarkoma

Ibu siti menderita Osteosarkoma


M. RIZKY FEBRIAN (6 Bulan, Saluran Tenggorokan Tersumbat). Alamat Jl. Sialang Bungkuk No.49, Kelurahan Saul, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Rizky lahir dari pasangan Handri Marlinton (28) yang bekerja sebagai petugas SPBU di Jl. Srikandi Pekanbaru dan Ani Yulia (21) seorang ibu rumah tangga. Hingga kini keluarga kecil itu tinggal di rumah nenek Rizky karena gaji Pak Handri tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Awal diketahuinya kelainan pada Rizky yaitu saat ia tidak bisa menelan ASI. Kemudian orang tuanya membawa ke rumah sakit dan dilakukan rontgen untuk mengetahui penyebabnya. Hasil rontgen menunjukkan adanya saluran yang buntu di tenggorokan ke arah jantung. Akhirnya operasi awal pun dilakukan untuk memperbaiki saluran tenggorokan Rizky agar ia dapat minum ASI. Keluarga Rizky belum memiliki jaminan kesehatan untuk membiayai pengobatan anaknya karena ketiadaan biaya. Selama berobat, keluarga meminjam uang dari kerabat dan tetangga untuk membiayai operasi Rizky. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rizky dan membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sehingga ia dapat ditangani lebih intensif dan operasi lanjutan dapat dilakukan secepatnya. Alhamdulillah operasi pembuatan saluran tenggorokan Rizky berjalan lancar dan ia diperbolehkan pulang. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk pembayaran biaya operasi dan rawat inap selama dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Sebelumnya Rizky telah dibantu pada Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @ririn_restu

Rizky menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat


M. RIZKY FEBRIAN (6 Bulan, Saluran Tenggorokan Tersumbat). Alamat Jl. Sialang Bungkuk No.49, Kelurahan Saul, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Rizky lahir dari pasangan Handri Marlinton (28) yang bekerja sebagai petugas SPBU di Jl. Srikandi Pekanbaru dan Ani Yulia (21) seorang ibu rumah tangga. Hingga kini keluarga kecil itu tinggal di rumah nenek Rizky karena gaji Pak Handri tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Awal diketahuinya kelainan pada Rizky yaitu saat ia tidak bisa menelan ASI. Kemudian orang tuanya membawa ke rumah sakit dan dilakukan rontgen untuk mengetahui penyebabnya. Hasil rontgen menunjukkan adanya saluran yang buntu di tenggorokan ke arah jantung. Akhirnya operasi awal pun dilakukan untuk memperbaiki saluran tenggorokan Rizky agar ia dapat minum ASI. Keluarga Rizky belum memiliki jaminan kesehatan untuk membiayai pengobatan anaknya karena ketiadaan biaya. Selama berobat, keluarga meminjam uang dari kerabat dan tetangga untuk membiayai operasi Rizky. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rizky dan membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sehingga ia dapat ditangani lebih intensif dan operasi lanjutan dapat dilakukan secepatnya. Alhamdulillah operasi pembuatan saluran tenggorokan Rizky berjalan lancar dan ia diperbolehkan pulang. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk pembayaran biaya operasi dan rawat inap selama dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Sebelumnya Rizky telah dibantu pada Rombongan 871 dan pada 1 Agustus 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @masragil2 @ririn_restu

Rizky menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat

Rizky menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ALMADA BIN ASKIDAR 1,700,000
2 ELVRINA ZAHIRAH RAHMA 1,000,000
3 KIPTIYAH BIN SUMADINI 500,000
4 MELATI DWI 500,000
5 SUDJONO BIN AMIRUL 500,000
6 SUHARTIK BIN MALAWI 500,000
7 SITI MAISAROH 1,000,000
8 IBNU WAHYU SAPUTRA 4,000,000
9 IBNU WAHYU SAPUTRA 500,000
10 KHAIRIL AMRI 1,000,000
11 PONDOK PESANTREN MINI YATIM SANIAH MUHAMMAD 6,000,000
12 BOIMIN SIAK 500,000
13 SAJEM KARSAN 500,000
14 ROSMANIDAR 750,000
15 LENI ROSMAN 2,500,000
16 MUHAMMAD FAUZAN 500,000
17 MUHAMMAD FAUZAN 1,000,000
18 DIANA PUTRI 1,500,000
19 SUTARMAN RIAU 700,000
20 RAHMA RAMADANI 700,000
21 MUSLIM GONTU 500,000
22 SITI SAMSINAH 500,000
23 SYAHRUL HIDAYAT 1,400,000
24 SATRIYATI binti Subita 1,000,000
25 Sriyanto 4,000,000
26 MISRIYA BIN ALAWI 500,000
27 DIARDO BRIGITA WIRYAWAN 500,000
28 SUKAJI 500,000
29 ABBAS JARE 500,000
30 MISIEM 500,000
31 SALAMUN 500,000
32 TIDORES JARE 500,000
33 SOLIHIN 500,000
34 PESANTREN EMEYODERE 2,000,000
35 MUHAMMAD HAFIDHUL HIDAYAT 2,000,000
36 ABDULLAH ALI 10,000,000
37 PANTI ASUHAN RAUDHATUL JANNAH 500,000
38 NURIL KHAIRIANA 2,000,000
39 REIHADI BIN REDAWI 1,000,000
40 MURAPIK BIN HAIRUN 750,000
41 AMINAH BIN KARIM 1,500,000
42 ISMA BINTI ISHAK 500,000
43 GUNA IBMAWAN 500,000
44 LARA ANANDA PUTRI 500,000
45 RAVA RAMADHAN 2,000,000
46 MISNAR BENGKALIS 500,000
47 NASYA ADELLYA SYARIF 3,425,000
48 RIANTO RIAU 500,000
49 SITI AISYAH NASUTION 2,500,000
50 WIDODO KARTO 500,000
51 MTSR Magelang 6,730,000
52 ALI SUDARLI 1,000,000
53 SITI AISYAH NASUTION 500,000
54 M. RIZKY FEBRIAN 1,000,000
55 M. RIZKY FEBRIAN 1,000,000
Total 78,155,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 78,155,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 890 ROMBONGAN

Rp. 41,497,565,139,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 890

  1. Selena

    I see interesting posts here. Your website can go viral easily, you need some
    initial traffic only, you should search for;
    Bushano’s traffic sources