Rombongan 889

Rutinkan diri anda bersedekah, maka keajaiban akan selalu terjadi pada anda.
Posted by on September 14, 2016

WATI BINTI RUSMAN (13, Suspect kelumpuhan saraf otak). Alamat: Kampung Jampe Berun RT.3/7 Desa Sindang Kerta, Kecamatan Sindang Kerta, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Bersama ayah dan ibunya, kini Wati tinggal menumpang di rumah nenek dari ibunya. Di rumah panggung berdinding bilik ini bernaung dua keluarga. Baru dua bulan keluarganya pindah ke Bandung Barat. Sebelumnya mereka tinggal di wilayah Banten di daerah terpencil, di rumah sederhana yang dibangun di atas tanah milik Perhutani. Karena tidak ada lagi pekerjaan, ayah-ibunya membawanya hijrah ke tempat kelahiran ibu Wati, Sumiati (41) di Sindangkerta. Ayahnya, Rusman (45) pernah bekerja di sana sebagai penyedap karet. Kepindahan mereka juga dipicu keinginan ayah-ibu Wati untuk melupakan kesedihan mereka ditinggal  kedua kakak Wati yang telah meninggal. Wati terlahir dalam keadaan normal. Akan tetapi, ketika berusia lima bulan, Wati kerap mengalami kejang, sulit menerima asupan makanan dan sulit tidur. Selama bertahun-tahun di Banten, Wati belum pernah diperiksakan secara serius ke rumah sakit. Walaupun sudah memiliki Jamkesmas, mereka belum pernah memanfaatkannya karena jarak yang jauh dan ketidakadaan biaya operasional. Dua bulan di Bandung, ibunya menguatirkankan kondisi anaknya. Ia kemudian menemui Kepala Desa Sindangkerta, meminta petunjuk dan bantuan untuk mengobati Wati.  Berdasarkan informasi dari Kepala Desa, alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga dhuafa ini. Didampingi Kepala Desa Sindagkerta, kurir #SR kemudian memeriksakannya langsung ke RS Dustira Kota Cimahi. Tim medis rumah sakit binaan TNI AD ini menduga Wati mengalami kelumpuhan otak. Wati harus menjalani fisioterapi dua kali dalam seminggu. Setelah menjadi pasien dampingan #SR dan mendapatkan perhatian khusus dari Kepala Desa dan kader PKK setempat, pengobatan Wati semakin teratur. Berat badannya kini bertambah meskipun belum ada tanda-tanda pembaikan yang berarti. Pada blan september 2016 kurir #SR kembai mengunjungi Wati dan keluarganya di rumah milik mereka yang dibuatkan warga. Pertumbuhan fisik Wati sangat menggembirakan. Ia kini hanya menjalani terapi sebulan sekali. Wati dan keluarganya masih membutuhkan bantuan sedekaholics. Memahami beratnya musibah yang menimpa Wati dan keluarganya, sedekaholics #SR kembali menyampaikan bantuan yang diterima ibunya. Bantuan ini digunakan untuk transportasi-akomodasi berobat, membeli susu, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 829.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000.-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

wati menderita Suspect kelumpuhan saraf otak

wati menderita Suspect kelumpuhan saraf otak


DEDE SAEPUDIN (56, TB. Paru). Alamat : Kampung Pasir Kembang RT.1/3 Desa Cintakarya, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Bersama istri dan kedua anaknya yang belum bekeluarga, Pak Dede tinggal di rumah panggung berdinding bilik hasil jerih payah mereka selama bertahun-tahun. Pak Dede dikenal sebagai penjahit yang lebih sering kerja di perusahaan konfeksi di beberapa kota di Jawa Barat dan Jakarta. Istrinya, Ibu Cucu Supiarti (44) lebih banyak disibukkan dengan urausan rumah tanggal dan mengurus kedua anaknya. Dengan tanggungan empat anak tentu bukan hal mudah membesarkan mereka dalam kondisi perekomian keluarganya yang termasuk prasejahtera. Kesulitan hidup mewarnai keseeharian mereka. Apalagi, setelah Pak Dede sakit, keluarganya semakin kebingungan menghadapi kehidupan. Beruntung, kerabat dan tetangganya banyak yang peduli atas apa yang mereka alami dan kerap memberinya bantuan. Pak Dede diduga mengidap TB. Paru sejak bulan April 2016. Pada 11 April 2016 seorang relawan di Bandung Barat menelpon kurir #SR Badung, memohon bantuan #SR untuk mengevakuasi Pak Dede ke IGD rumah sakit terdekat. MTSR Badung Raya kemudian menemui Pak Dede dan keluarganya. Karena saat itu kondisinya masuk kategori gawat darurat, siang itu juga Pak Dede dibawa periksa ke IGD RSUD Cililin Kabupaten Bandung Barat. Setelah diperiksa beberapa waktu, ia kemudian dirujuk penanganannya ke RSUD Cibabat  Kota Cimahi. Berdasarkan pemeriksaan di rumah sakit yang disebutkan terakhir, ia positif dinyatakan terserang TB. Paru. Alhamdulillah masa kritisnya dapat terlewati. Ia kemudian ditangani perawatannya di ruang isolasi. Dua hari kemudian ia dipindahkan ke Ruang Rawat Inap RSUD Cibabat Cimahi. Selama dua minggu dia dirawat di sana dan mendapatkan pelayanan terbaik. Setelah berangsur pulih, ia kemudian diperbolehkan pulang. Dengan kegigihan istrinya, bersyukur ia juga dapat menjalani kontrol sebulan sekali ke RSUD Cibabat Cimahi sampai saat ini. Pada bulan September 2016 kurir #SR menjenguk Pak Dede untuk yang kedua kalinya di rumahnya. Kondisinya membaik, tetapi dia masih harus berobat sampai tuntas. Memahami kesulitan yang dialami Pak Dede dan keluarganya, alhamdulillah, sedekaholics #SR memberinya bantuan berupa uang yang digunakan untuk biaya transportsi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000.-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak dede menderita TB. Paru

Pak dede menderita TB. Paru


KIKI BINTI MAMAN (23, Suspek : Ginjal/Hipertensi). Alamat : Jl. Muara Timur 1 Gg. Perikanan 2, RT.3/5 No. 113, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak muda yang sehari hari bekerja sebagai pemulung ini terpaksa harus terbaring tak berdaya. Ia tak bisa Lagi membantu ibunya, Bu Emiyati (55),  mencari nafkah untuk sekadar bertahan hidup. Ibunya — yang juga seorang pemulung– yang selama ini  membersarkan dan membimbingnya menjalani hidup sebagai pemulung. Ayahnya, Pak Maman, sudah lama meninggal dunia. Walau terbiasa dengan hidup serba kekurangan, mereka merasakan beban lebih berat sejak Kiki sakit-sakitan. Sejak April 2016 anak kedua ini mengalami rasa sakit pada punggung sampai paha, yang mengakibatkan ia tidak bisa berjalan. Setiap hari lebih ia banyak terbaring; sesekali duduk apabila akan makan dan minum saja. Karena tidak memiliki biaya, ia tidak segera dibawa berobat oleh ibunya. Pada bulan Juli 2016 ibunya memaksakan membawa Kiki ke dokter untuk berobat. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Kiki memiliki tekanan darah tinggi. Untuk menangani rasa sakit di punggung sampai pahanya, dokter menyarankan. untuk memeriksakannya ke rumah sakit. Akan tetapi, karena ibunya hanya seorang pemulung dan tidak memiliki uang, maka sampai saat ini Kiki belum dibawa ke rumah sakit. Bahkan, untuk berobat ke Puskesmas di daerah setempat pun mereka merasa sulit, karena badannya sakit bila digerakkan. Kabar ihwal penderitaan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Kota Bandung atas informasi dari tetangga keluarga Kiki. Bersyukur kurir #SR bisa mengunjungi mereka keluarga dhuafa ini. Mereka amat layak dibantu. Selain karena tanggungan keluarganya cukup banyak (tiga orang), kiki adalah anak yatim yang telah lama ditinghal ayahnya. Walaupun bekerja, ibunya hanya seorang janda yang mencari nafkahnya sekadar mengumpulkan botol-botol dan kardus bekas yang kemudian dijualnya. Mereka sekeluarga tinggal di sebuah bangunan kecil, berukuran kurang-lebih 2X3 meter. Bangunan itu pun dibuat di belakang gereja atas izin pengurus gereja, yang bahan bangunanya sumbangan dari gereja di daerah itu. Ketika sedang sehat, Kiki membantu ibunya mencari botol dan kardus bekas untuk dijual, sebagai mata pencahariannya. Sehingga, ketika Kiki terserang penyakit, ia tidak bisa membantu mencari nafkah. Kebutuhan sehari-harinya seringkali hanya didapatkan dari pemberian, belas kasihan para tetangganya. Karena kehidupannya yang serba sulit itulah, Ibu Kiki sampai saat ini tidak mampu membawanya ke sumah sakit untuk diperiksa. Walaupun memiliki jaminan kesehatan (KIS), ibunya kerap tidak memiliki biaya untuk transportasi. Kiki sulit berjalan dan memerlukan kendaraan untuk mengangkutnya, sehingga mereka harus sewa mobil. Memahami betapa beratnya duka keluarga dhuafa ini, sedekaholics #SR, alhamdulillah, berempati kepada Kiki dan keluarganya dengan memberi mereka bantuan berupa uang. Bantuan Ke-1 yang disampaikan di rumah kecilnya itu digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari mereka. Pada awal September 2016 kembali Kurir #SR mengunjungi rumah Kiki untuk melihat perkembangannya. Alhamdulillah, saat dikunjungi Kiki sudah membaik. Kata ibunya, ia sekarang sudah bisa berjalan walau terbungkuk-bungkuk dan masih terlihat kesakitan. Dalam ikhtiar untuk kesembuhan Kiki, setiap hari ibunya membawa Kiki berobat dengan cara terapi dan beberapa kali ke dokter. Untuk itu mereka masih membutuhkan biaya transportasi dan biaya berobat dan biaya terapi. Pada kunjungan yang kedua itu, kurir #SR kembali menyampaikan tanda cinta dari para sedekaholik berupa bantuan uang untuk biaya transprotasi dan biaya berobat untuk kesembuhannya. Bantuan sebelumi ini tercatat di Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 6 September  2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkiHendrawan @esumiati1

Kiki menderita Suspek : Ginjal/Hipertensi

Kiki menderita Suspek : Ginjal/Hipertensi


ALMARHUM FULAN BIN FULAN (Jenazah Tak Dikenal/Mr. X). Alamat : Ruang Forensik RSHS Bandung. Kematian sungguh rahasia Allah Swt. Hanya Dia-lah Yang Mahatahu. Kapan, di mana, dan dengan cara apa manusia meninggalkan alam fana ini, tak ada seorang pun yang menngetahuinya. Setiap hari saudara kita di alam semesta ini ada yang meninggal dunia tanpa dikenali identitasnya, tak ditemukan keluarganya. Mungkin mereka orang yang menjadi korban pembunuhan, tunawisma, atau mereka yang mengidap gangguan jiwa. Di RSHS Bandung mereka biasa disebut Mr. X. Dalam sebulan ada saja jenazah Mr. X yang dimasukkan Ruang Forensik RSHS Bandung. Mereka adalah juga manusia yang harus mendapatkan pemulasaraan layaknya jenazah pada umumnya. Dengan anggaran yang terbatas kerap kali pihak RSHS meminta bantuan para supir ambulance yang mangkal di Parkiran Ruang Forensik RSHS Bandung untuk membatu memulasara, mengevaluasi, dan menguburkannya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ujung Berung Kota Bandung. Berdasarkan hasil diskusi dengan pengurus Yayasan Lintas Persada (lembaga yang menaungi pelayanan Mobil Jenazah), ativitas pengkhidmatan terhadap jenazah Mr. X memerlukan bantuan dari berbagai pihak yang peduli akan nasib mereka yang sebagian besar kaum dhuafa. Harapan para pengurus Yayasan Lintas Persada, alhamdulillah mendapatkan jawaban dari #SedekahRombongan dengan memberinya Bantuan berupa uang.  Bantuan yang disampaikan di halaman Forensik RSHS ini digunakan untuk tambahan operasional ambulance dan biaya penguburan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 4 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bantuan tunai untuk tambahan operasional ambulance dan biaya penguburan.

Bantuan tunai untuk tambahan operasional ambulance dan biaya penguburan.


MTSR BANDUNG RAYA (B 2641 BF, Biaya Operasional). Sejak bulan Mei 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015 intensitas penggunaan MTSR Bandung (B 1629 SZF) semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Memperhatikan betapa banyaknya warga dhuafa sakit yang  membutuhkan ambulance, alhamdulillah pada awal Mei 2016  sedekaholics #SR mempercayakan lagi satu unit mobil ambulance (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola #SR Bandung Raya. Ambulance yang kerap dipanggil Mr. Black ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah sedekaholics #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar masa penggunaan dari 1 Agustus 2016 sampai 3 September 2016, pembelian pelumas, pembelian satu ban pengganti, dan honor supir. Insya Allah, MTSR Bandung II ini akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 872.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.750.000,-
Tangggal: 3 September 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda3

Biaya Operasional

Biaya Operasional


UZI LESTARI (15, Kanker Tulang Kaki). Alamat : Kampung.Gamnung RT.4/8 Desa Mejarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Uzi adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Bersama ibu dan saudaranya, ia tinggal di rumah bedeng milik perusahaan (bedeng adaah perumahan sederhana untuk pekerja kelas rendahan di perusahaah perkebunan teh). Ayahnya telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan. Ibunya, Bu Komaiah (40), hanya ibu rumah tangga biasa yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus rumah dan anak-anak; ia tidak punya pekerjaan tetap untuk melanjutkan kehidupan: membesarkan kedua anaknya yang kini menjadi anak yatim. Sepeninggal ayahnya, Uzi dan keluarganya semakin terpuruk. Mereka termasuk dhuafa yang sangat layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi setelah siswi SLTP ini mengalamai sakit yang tak biasa sejak bulan Juli 2016. Ia diduga  terserang tumor di betisnya. Berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga Uzi membawanya berkali-kali diperiksa ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang. Akhinya, RSUD Soreang merujuk penanganan medis Uzi ke RSHS Bandung. Akan tetapi karena ketidakadaan biaya, ikhtiarnya tertunda beberapa lama, padahal Uzi bersemangat untuk berobat karena ingin kembali bersekolah. Harapan Uzi dan keluarganya untuk terus berobat akhirnya sampai beritanya kepada #SedekahRombongan atas informasi dari keder Posyandu di desa yang berada di dataran tinggi ini. Dengan Izin Allah Swt, bersyukur kurir #SR di Kabupaten Bandung dapat mengantar-jemput dan mendampingi Uzi dan keluarga diperiksa di RSHS Bandung. Setelah dua kali didaampingi menjalani tahapan diagnosa di RSHS, alhamdulillah, tindakan biopsi sudah dilakukan. Kini Uzi dalam sedang menunggu tahapan penegaka Patology Anatomy (PA). Secara medis, perjalanan dia meraih kesembuhan masih amat panjang, sedangkan segala kemampuan mereka telah terkuras habis. Memahami musibah yang dialami Uzi dan keluarganya, dengan empti sedekaholics #SR, alhamdulillah, kurir di Bandung dapat menyampaikan bantuan untuk Uzi yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya membeli obt yang tidak ditanggug Pogram BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp.750,000,-
Tanggal : 3 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Uzi menderita Kanker Tulang Kaki

Uzi menderita Kanker Tulang Kaki


WILDAN AZI SAPUTRA, (3, Leukemia). Alamat: Dusun Dua, RT. 07/02, Desa Cineumbeuy, Kec. Lebakwangi, Kab. Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Wildan adalah seorang balita berusia 3 tahun. Sudah hampir 4 bulan Wildan divonis menderita leukemia. Awalnya, tidak ada gejala khusus berkenaan dengan penyakit Wildan, hanya saja saat itu ia terlihat sangat pucat. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, dokter menyimpulkan ia menderita leukemia. Saat ini ia sering masuk rumah sakit karena harus menjalani transfusi darah setiap 3 minggu sekali. Sudah 4 kali ia menjalani transfusi darah, terakhir ia menghabiskan 5 labu darah. Keadaan Wildan memang sudah sangat kritis, oleh karena itu ia sedang menjalani rawat jalan. Ketika kurir #SedekahRombongan Kuningan mengunjungi Wildan, keadaanya begitu mengkhawatirkan. Muka mungilnya pucat, kedua matanya bengkak sampai berwarna biru keunguan. Selain itu, perutnya membuncit dan terasa keras. Wildan hanya bisa berbaring di tempat tidur atau sesekali duduk dipangku karena keadaan tubuhnya amat lemah. Meskipun memiliki jaminan kesehatan BPJS, kedua orang tua Wildan membutuhkan biaya lebih setiap Wildan akan menjalani transfusi darah. Hal itu dikarenakan biaya sterilisasi darah tidak termasuk ke dalam tanggung jawab BPJS. Kedua orang tua Wildan, Bapak Andi Rohandi (37) dan Ibu Neni Juliani (32) bekerja sebagai penjual ketoprak. Namun, semenjak kondisi Wildan semakin drop, keduanya berhenti berjualan ketoprak karena harus merawat Wildan. Sehingga, keuangan keluarga Bapak Andi tidak stabil. Terlebih kedua orang tua Wildan memiliki tanggungan lain seorang anak yang masih sekolah di bangku Sekolah Menengah Pertama. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah, santunan awal bisa disampaikan oleh #SedekahRombongan untuk keperluan pengobatan lanjutan di rumah sakit. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Belum sempat Wildan menjalani pengobatan lanjutan, Wildan meninggal dunia. Allah tentu lebih menyayangi Wildan. Semoga Wildan tenang di sisi Allah dengan keadan suci tanpa harus menderita sakit sedikitpun. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitapuji

Wildan menderita Leukemia

Wildan menderita Leukemia


MUHAMMAD IQBAL FAUZY (17, Gangguan Ginjal). Alamat : Kampung Ranca Ucit RT.4/6 Desa Ranca Panggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Bersama ayah, ibu, dan kelima saudara kandungnya, ia tinggal di rumah sederhana yang masih belum selesai pembangunannya. Ayahnya, Pak Hasanudin (36) bekerja sebagai tukang ojek di kampungnya dengan penghasilan tak menentu. Ibunya, Rosnawati (36 ), selain disibukkan dengan mengurus anak-anaknya, juga berdagang warungan di rumahnya. Bagi Pak Hasanudin, bukan hal yang mudah membesarkan keenam anak-anak mereka dalam kondisi ekonomi yang tergolong dhuafa. Apalagi putra kedua mereka, Iqbal, mengalami penyakit berat yang membutuhkan penanganan serius. Sejak November 2015, siswa Kelas 2 SMK Jurusan Otomotif ini tak dapat buang air kecil dan buang air besar dengan lancar.  Dengan menggunakan Kartu Jamkesmas, orangtuanya kemudian memeriksakan Iqbal ke puskesmas dan RSUD Cililin dan sempat dirawat dua minggu. Iqbal diduga menderita kebocoran ginjal. Ia kemudian dirujuk ke IGD RS Dustira dan ke IGD RSHS Bandung. Karena tidak ada biaya untuk terus dirawat di rumah sakit, keluarganya hanya pasrah mengobatinya di rumah. Harapan Iqbal untuk terus berikhtiar sampai sembuh dan bisa bersekolah lagi akhirnya sampai kepada kurir #SR atas informasi tetangga mereka. Kurir #SedekahRombongan kemudian menjenguk Iqbal di rumahnya dan malam itu juga membawanya ke IGD RS Dustira. Tim medis di rumah sakit binaan TNI AD ini memutuskan untuk merawat inap Iqbal malam itu juga. Dan alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, malam itu #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk Iqbal dan keluarganya. Santunan yang diterima kakak Iqbal ini digunakan untuk biaya akomodasi dan biaya sehari-hari selama Iqbal dirawat di rumah sakit. Setelah dirawat, Iqbal gigih memperjuangkan kesembuhannya dengan rutin kontrol dan menjaga kesehatannya. Pada akhir Maret 2016, saudaranya memberitahu kurir #SR di Bandung bahwa Iqbal masih membutuhkan biaya untuk menuntaskan ikhtiarnya. Saat berjumpa dengan Iqbal dan keluarganya, ia tampak semakin membaik setelah menjalani kontrol dan pengobatan di minggu terakhir bulan Maret 2016. Berdasarkan hasil cek di laboratorium, insya Allah, Iqbal mendekati kesembuhan. Ibunya pun sudah mulai bersemangat berdagang lagi di depan rumahnya. Meskipun demikian, pengobatannya belum diberhentikan oleh dokter yang menanganinya dI RSU Dustira Kota Cimahi. Ia masih harus kontrol dan membutuhkan bantuan. Dengan izin Allah Swt dan kedermawanan sedekaholics, alhamdulillah, kembali kurir #SR menyampaikan bantuan ke-2 pada bulan April 2016 untuk melanjutkan pengobatan dan kontrol rutinnya ke RSU Dustira Cimahi.  Pada akhir Agustus 2016 ibunya Iqbal menelpon kurir SR di Bandung, mengabarkan bahwa kondisi Iqbal semakin membaik tetapi ia masih harus kontrol dua bulan sekali. Pada awal Septeber 2016 kurir #SR di Bandung Raya baru bisa menjenguknya, mematikan berita kembira tersebut. Saat dikunjungi di rumahnya, kondisi kesehatan Iqbal memang menggembirakan. Kaena Iqbal masih harus melanjutkan kontrolnya sampai untas, kembali Titipan Langit dari sedekaholics #SR disampaikan kurir Bandung kepada Iqbal dan keluarganya. Bantuan ke-3 yang diterima ibunya ini rumahnya digunakan untuk biaya membeli obat, tranportasi-akomodasi, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 829.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Iqbal menderita Gangguan Ginjal

Iqbal menderita Gangguan Ginjal


WIWIN BINTI WARTA, (26,  CA Ovarium/Kanker rahim). Alamat : Dusun pasar, RT. 01/01, Desa Kampung sawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Wiwin adalah seorang Ibu rumah tangga. Ia mengidap penyakit Kanker Rahim. Gejala penyakitnya mulai ia rasakan sejak 2 tahun yang lalu, ketika itu Ia memeriksakan diri ke Puskesmas, Dokter di Puskesmas tersebut menyarankan agar Wiwin berobat ke RSUD Karawang. Dikarenakan tidak ada biaya dan tidak memiliki Fasilitas jaminan kesehatan apapun pada saat itu, Ia pun mengurungkan niatnya. Suami dari Ibu Wiwin, Bapak Asep (33), hanyalah seorang kuli panggul,pekerjaannya tidak tetap. Sedangkan Ibunda Wiwin bekerja sebagai TKW di Arab Saudi, baru sekitar 1 tahun yang lalu, ketika Ibu nya pulang dari Arab Saudi, Wiwin dibawa ke RSUD Karawang. Hasil pemeriksaan medisnya menunjukan bahwa Wiwin didiagnosa mengidap Kanker rahim dan Ia mendapat rujukan untuk dibawa ke RSCM Jakarta. Menggunakan Fasilitas Jaminan Kesehatan BPJS Kelas 3 yang telah dibuatnya, Wiwin dibawa ke RSCM Jakarta, dan sampai sekarang sudah menjalani serangkaian operasi, untuk menghilangkan cairan di perutnya. Saat ini Wiwin sedang menjalankan proses kemoterapi dan sudah berada di RSSR Jakarta selama hampir 4 bulan. Berat badannya turun drastis akibat kemoterapi yang dijalankannya. Santunan kembali diberikan untuk membeli obat yang tidak dicover oleh BPJS. Sebelumnya Wiwin masuk ke dalam rombongan 848. Semoga Allah memberikan kekuatan kepadanya dalam menjalankan pengobatan hingga dikarunia kesembuhan seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @harji

Wiwin menderita CA Ovarium/Kanker rahim

Wiwin menderita CA Ovarium/Kanker rahim


MOCH. NABIL SATRIA (5, Diagnosa : Leukemia). Alamat : Kampung Warudoyong Selatan RT. 42/09 Desa Rengasdengklok, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. sakit sejak th 2013.diagnosa nhml. NABIL –begitu panggilannya– bertemu dengan kurir #SedekahRombongan saat ia didampingi ibu dan kakak sulungnya menjalani terapi dan kontrol rutin di RSHS Bandung. Mereka sedang kebingungan karena kehabisan biaya sehari-hari di Bandung. Menurut penuturan ibunya, keluarga mereka sudah mengupayakan kesembuhan Nabil sejak tiga tahun yang lalu (2013 an), “Kami akan terus berupaya walau ini telah menguras tenaga, pikiran, dan harta kami,” kata ibunya. Selama itu pula Nabil terpaksa harus kehilangan indahnya masa anak-anak karena didiagnosa terserang penyakit cukup serius: Leukemia. Berbagai upaya medis dan nonmedis dilakukan oleh keluarganya. Tak terhitung jumlahnya berapa kali Nabil diperiksakan ke Puskesmas, RSUD Daerah bahkan akhirnya ditangani di RSHS Bandung. Nabil dan keluarganya layak dibantu. Ayahnya, Pak Asep (40) hanya pedagang di pasar tradisional yang kini kiosnya sudah dikontrakkan setelah ia kehabisan modal. Ibunya, Bu Kiki (38) hanya disibukkan dengan kewajibannya mengurus rumah tangga. Sungguh berat beban hidup mereka! Dalam keadaan ekonomi keluarga yang semakin terpuruk, Pak Asep harus berjuang menghidupi empat orang anggota keluarganya sambil mengobati Nabil yang harus rutin menjalani kemoterapi di RSHS Bandung. Kesulitan dan harapan mereka akhirnya disampaikan kepada sedekaholics #SR. Dengan empati sedekaholics, Nabil bersama ibu dan kakaknya akhirnya tinggal di rumah singgah SR selama sepuluh hari. Selain itu alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan juga dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk Nabil dan keluarganya yang digunakan untuk uang saku selama berobat dan biaya transportasi. Pada awal Agustus 2016 Nabil diantar lagi ke RSSR Bandung untuk menjalani kemoterapo dan kontrol rutin di RSHS Bandung. Setelah dua hari tinggal di rumah singgah, akhirnya ia dirawat inap di Ruang Kenanga RSHS selama 10 hari. Hampir dua minggu Nabil dan kedua orangtuanya tinggal di Bandung. Kondisi Nabil masih belum membaik. Sebulan yang akan datang ia harus kontrol lagi ke Rumah Sakit Umum Pusat di Kota Bandung. Nabil dan keluarganya masih membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, kembali kurir #SR di Karawang memberi mereka bantuan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari.  Santunan sebelum ini masuk di Rombongan 867.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucucuanda

Nabil menderita Diagnosa : Leukemia

Nabil menderita Diagnosa : Leukemia


RANGGA ALI MUHTAR (18 bulan, Rhabdomyosarcoma et Regio Brachii Dextra) Alamat, Jebug RT.12/7, Karawang Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Rangga Adalah anak ke dua dari pasangan suami istri Bayu (41) dan Titin (34). Anak pertama mereka saat ini berusia (13). Pak Bayu dan Istrinya bersama-sama berjualan bubur untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, hingga anak keduanya Rangga mulai merasakan gejala sakit di usia 8bulan. Gejala awalnya berupa benjolan sebesar kelereng di pangkal lengan atas sebelah kanan berwarna sama dengan warna kulit sehingga pasangan ini tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi kesehatan anaknya saat itu. Namun benjolan tersebut membesar dalam waktu singkat diikuti dengan kondisi Rangga yang sering demam yang disertai kejang. Baru kemudian Rangga dibawa ke RSUD Karawang dan sempat dirawat selama 2 hari. Selang satu minggu kondisi Rangga terus menurun, dan Rangga pun dibawa kembali ke RSUD Karawang namun kali ini tim medis RSUD Karawang merujuk Rangga ke rumah sakit rujukan RSHS Bandung. Saat ini Rangga sudah berada di RSHS selama hampir 2 bulan, dan sedang menjalankan kemoterapi siklus pertama. Bantuan diberikan kepada orang tua Rangga untuk membantu biaya hidup mereka sehari-hari dan membeli keperluan Rangga. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada keluarga kecil ini dan memberikan kesembuhan kepada Rangga. Aamiin..

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 1 Sept 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda

Rangga menderita Rhabdomyosarcoma et Regio Brachii Dextra

Rangga menderita Rhabdomyosarcoma et Regio Brachii Dextra


SANTI BINTI SUKARMI, (32, TBC) Alamat: Dusun cidampa, RT.9/04, Desa Kutanegara, Ciampel, Karawang, Jawa Barat. Bu Santi adalah seorang ibu rumah tangga biasa, sedangkan suaminya, Ero Casnara, (34), bekerja sebagai kuli serabutan di kawasan industri di Karawang. Pasangan suami istri ini memiliki seorang anak. Bu Santi mulai merasakan sesuatu yang janggal pada tubuhnya sejak 10 tahun yang lalu. Saat itu sakit yang dialami hanya berupa batuk kering yang lama tidak kunjung sembuh meski sudah sering berobat ke dokter. Lama-lama kelamaan, Bu Santi mulai merasakan nafasnya menjadi sesak hingga jangankan untuk beraktifitas, untuk tidur pun sulit. Oleh karena itu berat badannya menurun drastis dan batuknya mulai mengeluarkan darah. Saat itu Bu Santi langsung memeriksakan diri ke puskesmas terdekat dan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan berupa rontgen. Hasilnya menunjukkan Bu Santi positif mengidap TBC dan diharuskan untuk mengonsumsi obat selama 6 bulan tanpa putus. Tapi kondisi keuangan keluarga Bu Santi kerap membuatnya sering telat kontrol rutin ke dokter dan pengobatannya sering terputus di tengah jalan. Saat ini Bu santi memiliki fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat yang memudahkannya melakukan kontrol rutin. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi pengobatannya karena jarak antara rumah dan RSUD karawang cukup jauh. Semoga kali ini pengobatannya bisa tuntas dan Bu Santi disembuhkan dari sakitnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 21 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu @diden

Santi menderita TBC

Santi menderita TBC


RASYA Bin RANA (10, Leukimia Limfoblastik Akut) Alamat : Dusun Buer, RT.06/01, desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Rasya, adalah buah hati dari pasangan Bapak Rana (33), dan Ibu Siti Hasanah (32). Gejala penyakitnya berawal ketika suatu hari sepulang sekolah, badannya panas, wajahnya pucat, dan Rasya mengeluh seluruh badannya sakit serta ngilu. Orangtuanya membawa Rasya ke Dokter terdekat. Setelah 2 kali berobat akhirnya Dokter memberi rujukan agar Rasya dibawa ke RSUD Karawang. Disana Ia menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Tim Dokter RSUD Karawang merujuk Rasya dibawa ke RSHS Bandung, dengan diagnosa suspect ALL/Kanker Darah. Berkat bantuan seorang tetangganya merekapun sampai di RSHS Bandung dengan harapan untuk kesembuhan Rasya. Saat ini Rasya sedang menjalankan kemoterapi dan diharuskan mengonsumsi obat mercaptopurin yang tidak dicover oleh BPJS Yang dimilikinya. Sedangkan untuk membelinya orang tua Rasya tidak mampu karena pekerjaan Ayahnya hanya seorang pedagang asongan. Sedekah Rombongan memberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat tersebut. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam rombongan 842. Semoga Rasya lekas sehat kembali seperti sedia kala dan ceria seperti anak-anak seusianya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung

Rasya menderita Leukimia Limfoblastik Akut

Rasya menderita Leukimia Limfoblastik Akut


ERINA  NURFADILAH (7, Leukemia Limpoblastik Akut (LLA)). Alamat: Dusun Sukasari RT.8/4, Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ayah Erina adalah  Ahmad (37) seorang buruh harian dan ibunya Dedeh Ropiah (35) adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Erina didiagnosa leukemia sejak setahun yang lalu. Kondisi fisiknya terus menurun, hingga orangtuanya membawa Erina ke RSUD Karawang. Erina kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung dan diharuskan menjalani kemoterapi sebanyak 8 kali. Berbekal Fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) mereka berikhtiar untuk kesembuhan Erina, dan ini cukup meringankan biayanya. Alhamdulillah, kemajuan perkembangan kesehatan Erina sangat menggembirakan. Bantuan diberikan oleh #SedekahRombongan kepada Erina untuk membeli obat Mercapto yang harus dikonsumsinya secara rutin. Bantuan sebelumnya ini tercatat dalam Rombongan 840.

Jumlah Bantuan : Rp. 750,000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung

Erina menderita Leukimia Limfoblastik Akut

Erina menderita Leukimia Limfoblastik Akut


RUMAH TAHFIDZ DAARUL QURAN (Bantuan Renovasi). Alamat : Jalan Belimbing 3 blok E 11 no. 3 Rt. 03/13, Perumahan Villa Citra Bantar Jati Permai, Kelurahan Bantar Jati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Rumah Tahfizh Daarul Qur’an ini di kelola oleh seorang pemuda bernama Hafidh Husain dan di isi oleh sekitar 25 anak – anak yang setiap harinya belajar untuk menjadi tahfizh Qur’an. Namun karena kondisi rumah yang sudah tua dan banyak bagian – bagian di rumah tersebut yang rusak membuat aktivitas kegiatan belajar mengajar anak – anak disana terganggu, belum lagi jika hujan maka rumah tersebut sudah menjadi langganan kebocoran. Kurir #SedekahRombongan di berikan info oleh ustadz di daerah sana bahwa ada Rumah Tahfizh yang membutuhkan bantuan untuk renovasi rumah. Ketika di kunjungi oleh kurir #SR memang banyak bagian dari rumah tersebut yang sudah rusak dan harus di renovasi. Bantuan renovasi rumah pun di berikan dengan di wakili oleh Hafidh Hasan. Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat untuk renovasi rumah tahfizh tersebut. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Bantuan Renovasi

Bantuan Renovasi


UNIH BINTI TARMIZI (40, Kaki Gajah). Alamat : Kampung Leuwinutug Rt.03/05, Kelurahan Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Unih sejak 6 tahun lalu sudah menderita penyakit Kaki Gajah dan sudah 3 kali menjalani operasi untuk mengobati penyakitnya di RS. Fatmawati, namun pengobatannya terhenti di pertengahan bulan Maret 2016 karena terkendala biaya akomodasi yang membuat kaki Bu Unih makin membesar setiap harinya yang membuat ia tidak bisa berjalan dan mulai menimbulkan bau yang tidak sedap. Suami Bu Unih bercerita pengobatan istrinya terhenti karena penghasilan sebagai tukang sayur keliling hanya cukup untuk makan dan untuk biaya sekolah ke 3 anak – anaknya hingga tidak ada sisa untuk akomodasi Bu Unih ke RS. Fatmawati. Kurir #SR yang mengunjungi Bu Unih mendengarkan cerita Bu Unih kalau ia sangat ingin sembuh agar bisa membantu suaminya berjualan sayur. Kurir #SR yang dating sangat mengapresiasi semangat Bu Unih yang sangat ingin sembuh namun terbentur dengan biaya akomodasi. Alhamdulillah sedekah dari sedekaholics pun di sampaikan untuk Bu Unih untuk membantu biaya akomodasi Bu Unih control ke RS. Fatmawati. Semoga semangat Bu Unih untuk sembuh menjadi pemacu kurir #SedekahRombongan untuk semakin bermanfaat bagi sesama. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu unih menderita Kaki Gajah

Ibu unih menderita Kaki Gajah


ESIH SUKAESIH (58, CA Mammae). Alamat : Kampung Barengkok RT. 01/04, Kelurahan Barengkok, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Esih biasa kami menyapa sudah sejak awal tahun 2016 merasakan benjolan yang tidak wajar di bagian payudaranya sebelah kanan namun karena ketidaktahuan tentang informasi kesehatan dan keterbatasan biaya yang di miliki Bu Esih tidak pernah menceritakan kepada siapapun termasuk ke suaminya Pak Suhardi (60). Di bulan Ppril 2016 benjolan di payudara Bu Esih semakin membesar dan mulai mengganggu aktifitas hariannya sebagai seorang pemulung, hingga pada akhir April kondisi Bu Esih benar – benar drop hingga hanya bisa berbaring di kasur saja. Alhamdulillah ada seorang kerabat Bu Esih yang berempati dan berinisiatif membawa Bu Esih ke Puskesmas walau tanpa jaminan kesehatan apapun. Kerabat Bu Esih tersebut pun memberikan informasi ke kurir #SedekahRombongan tentang kondisi Bu Esih pun langsung mengunjungi Bu Esih dan langsung berkordinasi dengan kelurahan setempat untuk membuatkan jaminan kesehatan untuk Bu Esih. Bantuan awalpun di sampaikan untuk Bu Esih yang di pergunakan untuk membuat jaminan kesehatan dan untuk biaya sehari – hari. Semoga Bu Esih di beri kemudahan dalam proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Ibu esih menderita CA Mammae

Ibu esih menderita CA Mammae


ANISA NURASIFA (7 bulan, Kelainan Darah). Alamat : Kampung Pondok Menteng RT. 01/02, Kelurahan Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Anisa gadis mungil yang baru berusia 7 bulan ini sejak lahir sudah tinggal dengan kakek dan neneknya, ibunda Anisa meninggal saat melahirkan anisa dan ayah nya pun sampai sekarang tidak di ketahui oleh kakek dan neneknya. Sejak 3 bulan lalu Anisa mengalami bibir pecah – pecah, namun lama kelamaan muncul benjolan di bibir Anisa dan membesar seperti memar, karena khawatir, Anisa pun di bawa ke RSUD Kota Bogor untuk mengetahui kondisi Anisa dengan diagnose dari dokter kalau Anisa mengidap kelainan darah, tapi untuk memastikan dokter menyarankan untuk menunggu hasil Lab agar hasilnya lebih akurat. Kakek dan Nenek Anisa hanya bekerja sebagai penjual warung kecil – kecilan di depan rumahnya dengan penghasilan tidak menentu mereka kebingunan untuk membiayai pengobatan Anisa, apalagi Anisa belum memiliki jaminan kesehatan. Kurir #SR yang mendapat info tentang Anisa langsung mengunjungi rumah Kakek dan Nenek Anisa. Bantuan Awalpun di sampaikan untuk membantu Anisa membuat BPJS. Semoga Anisa diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Anisa menderita Kelainan Darah

Anisa menderita Kelainan Darah


SENEN BIN MARTOIJOYO (46, Suspect Lipoma et Regio Gluteus Sinistra). Alamat : Kampung Salabenda Rt. 04/04, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Sanen biasa ia dipanggi sejak setahun lalu ada benjolan kecil yang dikira hanya bisul di bagian bokong, tapi karena kondisi kejiwaan Pak Sanen yang agak terbelakang ia tidak pernah mengeluh ataupun memberi tahu ke paman nya bahwa ada Benjolan di bagian bokongnya. Hingga setelah idul fitri kemarin Pak Sanen sudah mulai kelihatan sering kesakitan. Karena merasa kasihan akhirnya Pak Sanen pun di bawa oleh pamannya ke Puskesmas Tanah Sareal dan langsung mendapat rujukan ke RSUD kota Bogor dengan menggunakan BPJS. Setelah di periksa di RSUD Kota Bogor ternyata yang selama ini di kira bisul adalah Tumor jinak pada bokong kiri yang berasal dari jaringan lemak yang sudah terinfeksi atau dalam bahas kedokteran dikenal sebagai penyakit Supect Lipoma et Regio Gluteus Sinistra. Tumor jinak tersebut harus segera di operasi agar tidak semakin menyebar. Walaupun Pak Sanen mempunyai BPJS namun Pak Joyo (60) tidak memiliki biaya untuk akomodasi dari rumah ke RSUD Kota Bogor karena Pak Joyo hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Kurir #SedekahRombongan pun di pertemukan oleh Pak Sanen dan Alhamdulillah kurir #SR bersedia untuk mendampingi Pak Sanen hingga sembuh. Bantuan Awal pun di sampaikan untuk Pak Sanen yang di gunakan untuk akomodasi ke RSUD dan untuk biaya makan sehari – hari Pak Sanen. Semoga Pak Sanen di berikan kelancaran dalam operasi nanti dan Pak Sanen segera di beri kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak senen menderita Suspect Lipoma et Regio Gluteus Sinistra

Pak senen menderita Suspect Lipoma et Regio Gluteus Sinistra


NURHAIDA BINTI MUHAMMAD JATI (64, Asam Lambung + Rematik + Darah Tinggi). Alamat : Jalan Gatot Subroto, Gang Al Barokah Kampung Sawah, Lingkungan III RT 14/3, Kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Sejak 1 tahun yang lalu, Ibu Ida memiliki riwayat penyakit asam lambung dan sudah mencoba berobat ke Puskesmas tetapi tidak ada perubahan. Saudaranya menyarankan untuk berobat ke pengobatan alternatif dan alhamdulillah kondisinya membaik. Sehari – harinya Ibu Ida biasa membantu suaminya, Asril (44), berjualan es jagung, namun terkadang jari tengah dan kelingkingnya tiba-tiba tidak bisa digerakan sehingga ia kesulitan membantu suaminya. Ia pun sering merasakan sakit kepala yang berlebihan ketika darah tingginya sudah mulai kambuh. Saat ini Ibu Ida hanya meminum obat seadanya sehingga tangan dan kepalanya masih sering terasa sakit. Pendapatan yang kecil membuat keluarga Ibu Ida kesulitan untuk memenuhi biaya hidup, terlebih lagi untuk kebutuhan Ibu Ida berobat.  Fasilitas kesehatan pun belum dimiliki. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Ibu Ida dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup dan biaya pengobatan Ibu Ida. Mereka sangat berterimakasih kepada #sedekaholics dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @heni2509 @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Ibu ida menderita Asam Lambung + Rematik + Darah Tinggi

Ibu ida menderita Asam Lambung + Rematik + Darah Tinggi


ROWIYAH BINTI RAHARJO (65, Hipertensi). Alamat : Jalan 2, Dusun Adijaya RT 20, Kelurahan Adijaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Mak Iyah biasa ia dipanggil saat ini menderita sakit darah tinggi atau dalam istilah medis dikenal dengan hipertensi. Sakitnya bermula saat sedang berdagang, kepala Mak Iyah tiba – tiba terasa pusing. Mak Iyah lalu pulang dan setibanya di rumah penglihatannya kabur. Mak Iyah kebingungan dan akhirnya ia dibawa tetangganya berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata Mak Iyah mengalami darah tinggi dan setelah diberi obat ia sudah tidak merasakan pusing lagi. Saat ini Mak Iyah masih sering mengalami sakit kepala dan terkadang sulit bernapas, namun upaya pengobatan sudah dihentikan karena ia tidak memiliki biaya. Mak Iyah kini tinggal seorang diri karena anak – anaknya tinggal di luar kota sedangkan sang suami sudah lebih dulu menghadap yang Kuasa. Sehari – harinya ia hanya berjualan jajanan ringan dan es balon menggunakan gerobak di sekolahan. Kurir #SedekahRombongan yang datang ke rumah Mak Iyah sangat prihatin dengan keadaannya, untuk  mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan  Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Mak Iyah.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @Nasution6914 @lilianiharis @akuokawai @ririn_restu

Ibu rowiyah menderita Hipertens

Ibu rowiyah menderita Hipertens


UMMI BINTI SLAMET (81, Athritis Gout dan Hipertensi). Alamat : Dusun Yukum Jaya, RT 41/15, Desa Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Saat Nenek Ummi bergerak bangun dari istirahatnya selepas bekerja sebagai buruh tani, ia tiba-tiba merasakan nyeri pada kaki dan pinggangnya. Nenek Ummi kemudian meminum obat yang dibelinya di warung, namun sakitnya tak juga reda bahkan berlangsung hingga 1 minggu. Cucunya membawa Nenek Ummi berobat ke Puskesmas terdekat dan setelah diperiksa ternyata ia menderita Athritis Gout (asam urat) dan Hipertensi (darah tinggi). Setelah berobat rasa nyerinya sedikit berkurang walaupun terkadang masih terasa sakit. Sakit yang diderita Nenek Ummi membuat ia sulit beraktivitas dan bekerja seperti biasa. Nenek Ummi saat ini hanya tinggal bersama 2 orang cucunya karena sang suami, Alm. Sumarto, sudah lama meninggal dunia. Cucunya bekerja menjadi buruh tani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hingga saat ini Nenek Ummi masih merasakan sakit pada kaki dan pinggangnya, penglihatannya pun bermasalah karena darah tinggi yang dideritanya. Nenek Ummi sudah tidak pernah lagi berobat karena tidak ada biaya padahal ia sudah memiliki Jamkesmas namun masih belum tahu cara menggunakannya. Kondisi Nenek Ummi saat ini masih merasa lemas, ia hanya bisa duduk dan terbaring saja. Kurir #SedekahRombongan yang datang ke rumah Nenek Ummi sangat prihatin dengan keadaannya, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Nenek Ummi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @ Nst Nasution6914 @lilianiharis @akuokawai @ririn_restu

Ibu ummi menderita Athritis Gout dan Hipertensi

Ibu ummi menderita Athritis Gout dan Hipertensi


AGUNG WICAKSONO (23, Gangguan Ginjal). Alamat : Jl. Yos Sudarso RT 6, Kelurahan Panjang, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pada pertengahan Juni 2016, Pak Agung sering merasakan sakit pinggang tetapi tidak dihiraukannya. Hingga akhirnya kakinya bengkak dan ia merasakan nyeri pada telapak kaki dan perutnya. Pak Agung lalu diperiksa di Puskesmas dan didiagnosa menderita asam urat, namun setelah minum obat dari Puskesmas ia tidak mengalami perubahan. Pak Agung mencoba berobat di klinik terdekat dan didiagnosa mengalami gangguan pada ginjal. Pak Agung hanya berobat jalan di klinik tersebut karena tidak memiliki biaya untuk berobat ke rumah sakit. Saat Pak Agung tidak lagi kuat menahan sakit, ia langsung dibawa oleh keluarganya ke RS Urip Sumohardjo dan disarankan dokter untuk dirawat. Tidak adanya ruangan yang kosong di RS Urip Sumohardjo membuat keluarga memutuskan membawa Pak Agung ke RS Imanuel Bandar Lampung. Pak Agung dirawat di RS Imanuel dengan biaya sendiri karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS. Kondisi Pak Agung saat ini lemas, perut masih sering sakit, dan kakinya masih bengkak. Sakit Pak Agung membuat ia tidak bisa bekerja lagi sebagai supir travel, sedangkan istrinya, Dwi Septiani (23), hanya ibu rumah tangga. Pak Agung dan istrinya tak memiliki uang untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari – hari selama di rumah sakit karena mereka tak lagi memiliki penghasilan. Hal tersebut membuat Pak Agung meminta bantuan keluarga untuk membiayainya selama dirawat di rumah sakit. Melihat kondisi Pak Agung Kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak untuk memberikan bantuan guna meringankan beban biaya pengobatan selama dirawat di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Elfira @gembluk @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Agung menderita Gangguan Ginjal

Agung menderita Gangguan Ginjal


ALDO KEVIN (8, Atresia ani). Alamat : Jaya Murni, RT 15/5, Desa Jaya Murni, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Aldo, begitu panggilan akrab bayi malang ini. Sejak lahir, si kecil ini tidak memiliki anus atau dalam bahasa medis dikenal dengan atresia ani. Akibatnya, Aldo tidak bisa buang air besar sehingga membuat perutnya membesar. Terlebih lagi kondisi badannya melemah karena sering demam, buang air kecil pun bayi kecil ini selalu menangis kesakitan. Mulanya Aldo dibawa ke bidan terdekat namun dirujuk ke RS Urip Sumoharjo dan dokter menjelaskan bahwa ia harus menjalani 3 kali operasi. Setelah menjalani operasi pertama seminggu kemudian dokter menyarankan untuk operasi kedua, namun karena keterbatasan biaya dan tidak mempunyai kartu jaminan kesehatan Aldo dibawa pulang. Ayah Aldo, Indra Sahrudi (27) yang seorang buruh tani segera membuat kartu BPJS, dan setelah dua hari pembuatan kartu selesai langsung digunakan untuk operasi Aldo kedua di Rumah Sakit Abdoel Muluk (RSAM). Saat ini kondisi Aldo masih lemah pasca operasi kedua, buang air kecil pun harus lewat selang dan masih belum bisa buang air besar. Dokter mengatakan operasi ketiga akan dilakukan jika tidak ada perubahan setelah operasi kedua. Bapak Indra setiap harinya bergantian dengan istrinya, Siti Maesaroh (21), menemani buah hati tercinta di rumah sakit. Saat ini mereka mengandalkan BPJS kelas 2, namun biaya hidup di rumah sakit masih terasa berat bagi mereka, apalagi penghasilan yang didapat Bapak Indra dari bertani sangat kecil, sedangkan Ibu Siti hanya seorang ibu rumah tangga. Kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak untuk menyantuni keluarga Bapak Indra. Santunan awal dari sedekaholics disampaikan guna meringankan operasional pengobatan Aldo.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir :  @wirawiry @abahnyamarlele @adityaBdvil @yesaridani @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Aldo menderita Atresia ani

Aldo menderita Atresia ani


IRFAN HAKIM (3, TBC Paru + Cerebral Palsy + Gizi Kurang). Alamat : Jln. Hidayah No.70, Komplek Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Kejang-kejang yang sudah dialami Irfan sejak berusia 3 bulan mulanya sudah jarang kambuh setelah rutin menjalani rawat jalan, namun setelah memasuki usia 1 tahun penyakitnya kambuh dan dibawa ke RSU Pringsewu. Sebelumnya Irfan berobat di RS Abdul Moeloek dan didiagnosa terkena penyakit Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak yang menyebabkan Irfan sering mengalami kejang. Ia juga menderita TBC Paru serta Gizi Kurang. Irfan sudah ditinggal ayahnya, Alm. Taufik Hidayat, saat usia 3 bulan. Hal tersebut membuat ibunya, Sulastri (32), harus menjadi ibu sekaligus tulang punggung keluarga untuk membiayai kedua anaknya. Ibu Sulastri yang keseharianya sebagai buruh cuci di lingkungan setempat, merasa kesulitan untuk membiayai kebutuhan keluarga dan menanggung biaya pengobatan Irfan, apalagi Irfan sering masuk keluar rumah sakit. Keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa jaminan kesehatan daerah. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Ibu Sulastri dan keluarganya. Irfan masih harus menjalani pengobatannya dan #SedekahRombongan Lampung kembali memberikan bantuan untuk operasional berobat dan biaya hidup sehari-hari setelah sebelumnya dibantu pada Rombongan 851. Semoga Irfan sehat kembali dan bisa bermain dengan teman-temannya.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @putranando93 @evandlendi @yesaridani @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Irfan menderita TBC Paru + Cerebral Palsy + Gizi Kurang

Irfan menderita TBC Paru + Cerebral Palsy + Gizi Kurang


MAIMUNAH BINTI WARTO UTOMO (47, Ca. Ovarium). Alamat : Desa Panggung Rejo Utara, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Pada Maret 2015, Ibu Maimunah merasa ada benjolan kecil di bawah perutnya. Setelah periksa ke dokter, Ibu Maimunah didiagnosa memiliki tumor namun masih kecil sehingga dihiraukannya. Pada Juni 2016 benjolan tersebut semakin membesar dan berisi air, lalu Ibu Maimunah memeriksakan diri ke RS Pringsewu Lampung menggunakan BPJS Kelas 3. Ibu Maimunah disarankan dokter untuk dioperasi karena ternyata benjolan tersebut bersifat ganas. Ia didiagnosa menderita tumor ganas indung telur atau dalam bahasa medis dikenal sebagai cancer ovarium. Ibu Maimunah menjalani pemeriksaan lanjutan dan didapati ada cairan pada kandungannya sebanyak kurang lebih 7 liter dan akhirnya dilakukan penyedotan untuk mengeluarkan cairan tersebut. Keterbasan alat di RS Pringsewu membuat Ibu Maimunah dirujuk ke RS Abdul Moeloek Bandar Lampung untuk menjalani operasi yang masih dalam penjadwalan. Kondisi Ibu Maimunah saat ini mengalami pembengkakan pada perut sampai ke kakinya yang terasa sakit. Ibu Maimunah terkendala biaya berobat dan operasional di rumah sakit karena suaminya, Bapak Sajiman (50), hanya mengais rezeki sebagai petani yang pengahasilannya tidak menentu, sedangkan ia sendiri hanya ibu rumah tangga. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang dialami Ibu Maimunah, bantuan awal pun disampaikan. Semoga Ibu Maimunah lekas dioperasi oleh dokter dan penyakitnya bisa sembuh seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Heni Fajri @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu maimunah menderita Ca. Ovarium

Ibu maimunah menderita Ca. Ovarium


MURNAH BINTI SASTRO DIJAYA (77, Tuna Netra dan Tuna Rungu). Alamat : Jalan Sisingamangaraja, Gang Goa Jajar RT 12, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Ibu Murnah yang memasuki usia senja hanya tinggal bersama suaminya, Bapak Bakat (76), karena mereka tidak memiliki anak. Sejak lima tahun lalu mata Ibu Murnah mengalami kerabunan, namun karena keterbatasan biaya ia hanya mampu memeriksakannya ke mantri dan bidan terdekat. Semakin hari rabun matanya bertambah parah, sampai akhirnya ia tidak bisa melihat lagi. Ibu Murnah hanya bisa mengandalkan tembok rumah seperti saat ingin ke kamar mandi jika suaminya pergi. Tak lama kemudian, pendengaran Ibu Murnah pun berkurang. Kondisinya semakin memprihatinkan, kini dunianya gelap dan sunyi. Bapak Bakat hanyalah seorang pemulung sayur-sayuran di pasar, melihat keadaan istrinya ia hanya bisa berdoa karena tak mampu membawanya berobat. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja, Bapak Bakat hanya mampu memberikan sayuran yang telah dibuang pedagang. Rumah yang ditempati pun masih milik orang lain. Ibu Murnah mengerti kondisi suaminya, karena itu ia tidak pernah meminta dibawa ke rumah sakit. Kartu jaminan kesehatan pun mereka tidak punya, walaupun Ibu Murnah sangat ingin melihat dan mendengar seperti sedia kala. Tubuhnya yang semakin ringkih membuat jalannya tertatih dan kesakitan. Kurir #SedekahRombongan Lampung mendengar harapan-harapan Ibu Murnah dan Bapak Bakat. Kediaman mereka pun segera didatangi para kurir #SedekahRombongan yang bermaksud menyampaikan titipan langit untuk biaya berobat dan biaya hidup mereka. Bapak Bakat dan Ibu Murnah berterima kasih kepada sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @nia_dec07 @agembluk @aditBdvil @evandlendi08 @yesaridani @sayasepti @akuokaawai @ririn_restu

Ibu murni menderita Tuna Netra dan Tuna Rungu

Ibu murni menderita Tuna Netra dan Tuna Rungu


NAZWA ALIA PUTRI (6, Hydrocephalus). Alamat : Jln. Imam Bonjol, Gg. Benda RT 3/2, Kelurahan Tanjung Karang Barat, Kecamatan Gedong Air, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Nazwa dilahirkan pada tahun 2010, ketika berumur 7 hari ia menangis terus-menerus hingga tubuh terutama kepalanya menguning. Saat itu ibunda Nazwa, Sriyuningsih (33), panik dan Nazwa langsung dilarikan ke RS Abdul Moeloek (RSAM). Setelah diperiksa, Nazwa didiagnosa Hydrocephalus yaitu terdapat cairan di kepala dan menderita sakit lambung yang sudah kronis. Nazwa beberapa kali harus menjalani rawat inap di RSAM karena sakit yang dideritanya. Dokter menyarankan Nazwa untuk terapi rutin di RSAM hingga 1 tahun kedepan. Pada tahun 2012, kondisi Nazwa belum ada perubahan : tubuh Nazwa masih menguning, kepalanya tetap mengeras dan lambungnya tak kunjung sembuh. Hal itu membuat Nazwa harus kembali dirawat inap selama 1 bulan. Kondisi Nazwa tak kunjung juga mengalami perubahan, orang tuanya mencoba membawa Nazwa terapi rutin ke dokter spesialis anak setempat. Kondisi Nazwa yang sebelumnya berangsur membaik harus kembali menurun karena terapi yang dijalankan terpaksa terhenti pada Agustus 2013. Orang tua Nazwa terkendala biaya yang harus dibayar setiap terapi. Nazwa akhirnya hanya berobat jalan ke dokter setempat dan tidak lagi ke dokter spesialis anak. Kondisi Nazwa saat ini lemas tak berdaya, sudah berumur 6 tahun tetapi tidak bisa melakukan apa-apa dan setiap menangis tubuhnya menguning dan kepalanya mengeras. Ayah Nazwa, Bapak Komarudin (31) mengais rezeki sebagai supir angkutan kota, sedangkan ibunya hanyalah ibu rumah tangga. Mereka hanya tinggal di rumah kontrakan dan sudah pasrah dengan keadaan Nazwa. Saat ini orang tua Nazwa sedang mengupayakan pembuatan BPJS mandiri kelas III. Kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak menemui keluarga ini dan bermaksud menyampaikan titipan dari sedekaholics agar Nazwa dapat kembali berobat. Semoga Nazwa lekas sembuh dan sedekaholics diberikan kesehatan pula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Fajri @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Nazwa menderita Hydrocephalus

Nazwa menderita Hydrocephalus


RESTU SISWANDI (32, Gagal Ginjal). Alamat : Jln. Flamboyan Raya, Gg. Binika 5, RT 9, Kel. Labuhan Dalam, Kec. Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Prov. Lampung. Awalnya pada tahun 2014 Bapak Restu mengalami kram di bagian perut. Ia lalu berobat ke bidan praktek terdekat dan dinyatakan menderita maag namun setelah berobat ternyata masih belum membaik. Bapak Restu akhirnya memeriksakan diri ke dokter praktek di dekat rumahnya dan diagnosa dokter masih dengan gejala sakit maag. Kondisi Bapak Restu tidak ada perkembangan dan belum juga membaik. Bapak Restu kemudian memeriksakan diri ke klinik terdekat untuk cek darah dan hasilnya ternyata HB (darah merah) rendah dan harus dilakukan transfusi. Setelah itu Bapak Restu dirujuk ke RS Abdul Moeloek, dari hasil pemeriksaan ia dinyatakan mengidap gagal ginjal dan harus rutin cuci darah seminggu 3 kali. Kondisi Bapak Restu saat ini masih terlihat lemas, tubuhnya membiru dan mulai merasakan sakit di seluruh badannya. Sebelum sakit Bapak Restu bekerja sebagai tukang ojek, tetapi kini ia tidak mampu bekerja lagi karena sering lemas, sedangkan istrinya, Ibu Sri Rezeki (32), hanya ibu rumah tangga. Akibatnya Bapak Restu mengalami kendala untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya akomodasi setiap ke rumah sakit. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan oleh Bapak Restu adalah BPJS kelas III. Mendengar kabar tentang Bapak Restu, kurir #SedekahRombongan Lampung mengunjunginya di rumah kontrakannya dan menyampaikan titipan sedekaholics guna keperluan berobat dan biaya sehari – hari. Semoga Bapak Restu kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @evandlendi @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak restu menderita Gagal Ginjal

Pak restu menderita Gagal Ginjal


SURYANI BINTI DARMO (45 Tahun, HB Rendah). Ibu Suryani tercatat sebagai warga RT.02/RW.01 Nglindur Wetan, Girisubo, Gunungkidul, DIY. Awal Bulan September 2016, Ibu Suryani terpaksa dilarikan ke RSUD Wonosari, Gunungkidul, karena kondisinya yang drop, lemas. Setelah diperiksa ternyata kadar haemoglobinnya rendah, hanya pada angka 5. Badannya pun mulai menguning, dokter menyarankan untuk segera menjalani transfusi darah. Tranfusi pertama, Ibu Suryani membeli sendiri satu kantong darah seharga tiga ratus ribu rupiah. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun, padahal ia berasal dari kalangan sederhana, tinggal di rumah sederhana yang mayoritas bahan meterialnya terbuay dari kayu. Penghasilannya pun terbilang tak banyak karena ia hanya bekerja sebagai buruh. Selama menjalani rawat inap, ia menjalani tujuh kali transfusi darah. Alhamdulillah, Allah menuntun langkah Kurir #SedekahRombongan untuk bertemu dengan Ibu Suryani. Saat bersilaturahmi, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic sebesar satu juta rupiah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan biaya pengobatannya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @Kiss_Herry, ekow_st, @Aji_Kristanto

Ibu suryani menderita HB Rendah

Ibu suryani menderita HB Rendah


PARTILAH BINTI KISMO REJO (60 Tahun, Kista Ovarium). Ibu Partilah tinggal di Jaten RT.03/RW.09 Ponjong, Gunungkidul, DIY. Ia merupakan seorang single parent yang memiliki dua anak, keluarga ini tinggal di rumah sederhana yang sebagian besar materialnya terbuat dari kayu, perabot rumah tangga di dalamnya pun hanya seadanya. Sehari-harinya ia bekerja sebagai buruh, penghasilan yang ia dapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga ini, untuk makan sehari-hari dan membeli kebutuhan pokok. Pada kondisi ekonomi yang serba kekurangan itu, Ibu Partilah diberi ujian sakit kista ovarium. Semakin hari kondisinya semakin parah, perutnya membesar, dan ada gejala penyakit itu menyebar dan merusak fungsi organ yang lain. Berbekal jaminan kesehatan dari pemerintah, ia berobat ke puskesmas, rumah sakit daerah, hingga rumah sakit umum pusat, RSUD Dr. Sardjito Yogyakarta. Ibu partilah kemudian dijadwalkan untuk menjalani operasi, tapi ia harus bersabar karena berada di urutan ke-10. Meski pengobatan tercover BPJS, tetapi ia membutuhkan biaya untuk akomodasi dan transportasi. Padahal sejak sakit ia tidak lagi bekerja, otomatis tak punya penghasilan lagi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Partilah, dan mendampingi proses pengobatannya. Tak lama, ia naik meja operasi, paska operasi tersebut kondisinya semakin membaik. Ibu Partilah dinyatakan sembuh oleh dokter, namun harus melakukan kontrol rutin. #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan dari #Sedekaholic, berupa bantuan tunai untuk sedikit meringankan beban hidupnya. Ibu Partilah mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @Kiss_Herry, @ekow_st, @Aji_Kristanto

Ibu partilah menderita Kista Ovarium

Ibu partilah menderita Kista Ovarium


MARTO SEMITO (65 Tahun, Kencing Batu). Pak Marto Semito merupakan warga RT.05/RW.13 Ngasem, Tepus, Gunungkidul, DIY. Pak Marto dan Bu Wasikem, istrinya, dan kedua anaknya, sehari-harinya mereka bekerja sebagai petani. Mereka menggarap lahan milik sendiri, lahan yang tak begitu luas itu merupakan harta yang tersisa. Sebelumnya ia memiliki lahan dan hewan ternak, namun sedikit demi sedikit ia jual untuk membiayai pengobatannya. Sejak tahun 2011, Pak Marto mengidap penyakit kencing batu, setiap buang air kecil terasa sangat sakit. Ia pernah menjalani dua kali operasi di RS Panti Rapih, Yogyakarta, untuk pengambilan batu yang ada pada tubuhnya. Biaya yang ia keluarkan cukup besar, sekitar lima belas juta rupiah, selama berobat ia menggunakan biaya pribadi karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah. Pak Marto mendapatkan dana operasi dari menjual ternak dan sawahnya. Meski demikian sudah berusaha, tetapi kesembuhan belum menghampiri dirinya. Kondisinya saat ini masih merasakan sakit, terlebih saat buang air kecil dan saat berjalan. Semenjak sakit, Pak Marto banting setir menjadi pembuat gaplek di rumah, hasilnya di jual di warung-warung di sekitar rumahnya. Paska operasi ia kemudian mengurus jaminan kesehatan, namun sampai sekarang belum digunakan karena sudah lama tidak kontrol ke rumah sakit. Hal itu karena terkendala biaya akomodasi dan transportasi, yang biayanya juga tidak murah. Pak Marto membutuhkan uluran tangan para #Sedekaholic untuk membantu pengobatan dan meringankan beban kehidupan mereka. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk membantu meringankan beban kehidupan mereka. Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi sembari menyampaikan bantuan kepada Pak Marto. Semoga dengan ini dapat memberikan semangat beliau untuk tetap ikhtiar menghadapi sakitnya dan tetap berusaha mencari kesembuhan atas sakitnya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 September 2016
Kurir : @Kiss_Herry, @Aji_Kristanto

Pak marto menderita Kencing Batu

Pak marto menderita Kencing Batu


RAMADHAN (15, Tuberkolosis). Alamat: Jl. Sriti No. 2, Kelurahan Remu Utara, Kecamatan Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Ramadhan didiagnosa menderita Tuberkolosis dan sempat beberapa kali berobat di Puskesmas Malawei. Ramadhan sedang menjalani minum obat rutin untuk penyakitnya selama 4 bulan terakhir ini. Ramadhan tinggal bersama saudara dan orangtuanya, mereka termasuk keluarga kurang mampu. Bapaknya Ramadhan seorang buruh bangunan, sedangkan ibunya penjual kue. Sehubungan orang tuanya Ramadhan seharian mencari nafkah, maka keduanya jarang sekali ada di rumah mendampingi. Sehingga yang memastikan minum obat rutin adalah kakak perempuan Ramadhan. Kurir #sedekahrombongan menyampaikan santunan untuk membiayai kebutuhan berobat jalan dan dukungan makanan bergizi untuk memastikan kondisi tubuh Ramadhan tetap sehat selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Pasinem

Ramadhan menderita Tuberkolosis

Ramadhan menderita Tuberkolosis


BASIR (45, Patah tulang kaki). Alamat: Jl. Juanda RT/RW 2/3, Kelurahan Majener, Kecamatan Salawati, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Basir menderita patah tulang pada bagian kaki dan timbul kista. Sakit Pak Basir diawali saat terjatuh di hutan dan berakibat patah tulang pada bagian pergelangan mata kaki. Kemudian beliau berobat ke pengobatan tradisional khusus patah tulang. Namun, 3 bulan berselang, patah tulang yang diderita Pak Basir tak kunjung sembuh. Pak Basir kemudian berobat ke dokter dan ditemui timbul kista pada bagian mata kaki. Setelah 1 tahun berlalu, kondisi pak Basir semakin memprihatinkan karena jarang berobat. Pak Basir sangat membutuhkan dana untuk biaya rujukan dan operasi. Pak Basir sebetulnya dirujuk ke Rumah Sakit dr. Suwandi Surabaya untuk rencana operasi. Pak Basir memiliki BPJS, tetapi untuk kebutuhan lain-lain seperti ongkos transport dan biaya hidup selama di Surabaya cukup besar. Dengan demikian rencana berobat ke rumah sakit di Surabaya ditunda. Pak Basir adalah seorang buruh pemotong kayu di hutan, selama sakit, akhirnya Pak Basir mengandalkan hasil dari istrinya yang hanya juga seorang buruh pemotong kayu. Penghasilannya dari pekerjaannya ini hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sambil menunggu terkumpul dana, Pak Basir meneruskan berobat dan kontrol di RSUD Kabupaten Sorong. Pak Basir tinggal bersama istri dan 3 anaknya yang masih duduk dibangku SMP dan SD. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan kepada Pak Basir untuk tambahan biaya operasi dan kontrol di RSUD Kabupaten Sorong.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 16 Maret 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Endang

Pak basir menderita Patah tulang kaki

Pak basir menderita Patah tulang kaki


SUJALMA (58, Gangguan paru). Alamat: Jl. Alor No. 32, RT/RW 1/3, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bu Sujalma didiagnosa oleh dokter menderita gangguan paru, dimana ditemukan ada flek pada bagian parunya. Gejala penyakit yang dirasakan Bu Sujalma diawali dengan sering batuk-batuk dan keluar lendir. Selain itu Bu Sujalma mengeluhkan penyakit asam uratnya juga yang tidak kunjung membaik. Bu Sujalma tinggal bersama suaminya, Pak Tahang Haji, yang bekerja membuka kios kecil bahan makanan pokok. Sejak penyakit gangguan parunya dirasakan, Bu Sujalma hanya sempat memeriksakan satu kali kondisinya ke rumah sakit. Harapan bisa secara rutin memeriksakan kesehatan, namun kekurangan biaya. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan oleh kurir Kupang kepada Bu Sujalma yang ditujukan untuk bantuan pemeriksaan kesehatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 Februari 2016
Kurir: @bratamanggala via Tety

Bu sujalma menderita Gangguan paru

Bu sujalma menderita Gangguan paru


TEMPAT MENGAJI IBU HALIMA (Bantuan perlengkapan belajar ngaji). Alamat: Jl. Sonbay 18, RT/RW 14/8, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ibu Halima Sainang Natsir membuka tempat belajar ngaji dan ada sekitar 15 anak dari lingkungannya yang ikut belajar. Namun, saat kurir #sedekahrombongan mengunjungi tempat belajar mengaji ini, perlengkapannya tempat belajar mengaji Bu Halima sangat minim. Bu Halima menyampaikan seandainya ada tambahan Al-Quran, Juz Amma dan meja akan sangat membantu. Bu Halima tinggal bersama 2 orang anaknya, sedangkan suaminya sudah meninggal. Bu Halima sehari-hari mencari penghasilan dengan berdagang bedak, buku tulis dan obat-obatan yang dijual didaerah pegunungan. Setelah berdiskusi dengan Bu Halima mengenai perlengkapan apa saja yang akan dibantu, santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan kepada Bu Halima. Dana santunan akan dibelikan Al-Quran besar, Juz Amma, perlengkapan papan tulis, spidol, meja mengaji, mukena dan beberapa alat pendukung lainnya. Semoga dengan adanya tambahan perlengkapan, bisa membantu anak-anak yang belajar mengaji di tempat Bu Halima.

Jumlah Bantuan: Rp. 4.000.000,-
Tanggal: 27 Februari 2016
Kurir: @bratamanggala via Tety

Bantuan perlengkapan belajar ngaji

Bantuan perlengkapan belajar ngaji


NURDIN (52, Tuberkolosis). Alamat: Jl. Madukoro, KM12, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Nurdin menderita penyakit Tuberkolosis sejak satu tahun lalu. Sebelumnya Pak Nurdin sempat minum obat Tuberkolosis reguler namun tidak tuntas, sehingga gejalanya kambuh lagi. Kurangnya kesadaran dan pendampingan menyebabkan Bapak Nurdin tidak disiplin minum obat. Selain itu juga Pak Nurdin harus merogoh uang yang tidak sedikit ketika harus pulang pergi ke fasilitas kesehatan terdekat. Pekerjaan sehari-hari Pak Nurdin adalah sebagai sopir cadangan. Bapak dengan 4 anak ini semenjak sakit sudah tidak dapat bekerja lagi, sehingga kini istri dan anaknya-lah yang menjadi tulang punggung berjualan membuka kios kecil dan membantu cuci pakaian di rumah tetangga atau panggilan cuci pakaian. Rumah yang ditinggali beliau pun masih sewa, setiap bulan sebesar 800 ribu. Alhamdulilah Kurir #sedekahrombongan mendapat informasi dari tenaga kesehatan Puskesmas Klasaman untuk dapat membantu pengobatan Pak Nurdin. Dana santunan diserahkan kepada Pak Nurdin untuk tujuan membantu biaya transportasi ke puskesmas dan biaya lainnya untuk mendukung kesehatan Pak Nurdin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Pasinem

Pak nurdin menderita Tuberkolosis

Pak nurdin menderita Tuberkolosis


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN PAPUA BARAT (PB 1526 SF, Pengadaan kendaraan). Dalam upaya meningkatkan layanan dalam membantu duafa yang sakit dan membutuhkan di Kota dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat, tim #sedekahrombongan melakukan pengadaan satu unit MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). MTSR Sorong ini adalah mobil Toyota tipe Innova G, dengan tambahan lightbar dan branding stiker #sedekahrombongan. Keberadaan MTSR ini akan difungsikan sebagai ambulan, mengantar pasien ke RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Sorong dan mengantarkan kurir menjangkau duafa sakit yang ada di rumah-rumah. Dengan MTSR ini, kurir-kurir #sedekahrombongan Sorong lebih mudah secara operasional menjangkau wilayah-wilayah yang cukup sulit dan jauh di daerah Kabupaten Sorong. Kerjasama dengan instansi-instansi kesehatan di Kota dan Kabupaten Sorong juga mulai dibangun untuk memperlancar proses bantuan pasien. Panggilan MTSR untuk antar jemput pasien dapat diakses di nomor telfon 081354112984. Sejak pengadaan sampai proses pelaporan ini, MTSR telah membantu kurir dalam proses distribusi zakat fitrah, distribusi santunan duafa-duafa sakit di rumah, dan antar pasien ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 118.000.000,-
Tanggal: 15 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Pengadaan kendaraan

Pengadaan kendaraan


JAMALIA (67, Batuk dan Asam urat). Alamat: Jl. Obadiri, Kelurahan Remu Selatan, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Jamalia menderita sakit batuk yang berkepanjangan sudah setahun terakhir dan juga asam urat. Saat ini Bu Jamalia sedang dalam pemeriksaan dahak dan suspect menderita Tuberkolosis. Bu Jamalia mempunyai 3 orang anak, yang bekerja sebagai pengendara ojek dan pedagang asongan di pasar sentral. Namun, yang 2 anak sudah tidak serumah dan sudah berkeluarga. Suami Bu Jamalia sudah meninggal, sehingga hanya ada satu anak lagi yang menemani tinggal bersamanya Bu Jamalia. Ketika penyakitnya Bu Jamalia sering kambuh, anak yang tinggal serumah ini yang sering mendampingi berobat ke Puskesmas terdekat. Saat berobat, Bu Jamalia menggunakan layanan BPJS, sehingga meringankan biaya pengobatan. Santunan yang disampaikan melalui #sedekahrombongan ditujukan untuk meringankan biaya pengobatan diluar tanggungan BPJS dan untuk tambahan makanan bergizi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Pasinem

Ibu jamalia menderita Batuk dan Asam urat

Ibu jamalia menderita Batuk dan Asam urat


EVI KURNIA (16, Cedera mata). Alamat: Jl. Obadiri, Kelurahan Remu Selatan, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Dik Evi tertimpa musibah, kedua matanya tidak dapat melihat akibat kecelakaaan lalu lintas beberapa bulan lalu. Kini Dik Evi kesulitan untuk melanjutkan sekolah. Dik Evi bersama ibunya sudah berupaya berobat ke rumah sakit namun hingga saat ini belum ada perubahan. Ibunya Dik Evi seorang penjual kue, dan hasil penjualannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan bapaknya Dik Evi sudah tidak tinggal bersama lagi. Dik Evi sekarang sedang belajar untuk menyesuaikan diri dengan kondisinya dan ingin tetap memeriksakan kondisi matanya secara berkala. Bantuan melalui #sedekahrombongan disampaikan kepada Dik Evi dan ibunya untuk menambah biaya pemeriksaan berkala kondisi matanya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Pasinem

Evi menderita Cedera mata

Evi menderita Cedera mata


SAPRI BIN ASAN (25, Lumpuh). Alamat : Jln. H. Agus Salim, Gg. Darma Bakti No. 41, RT 1/2, Kel. Kaliawi, Kec. Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Prov. Lampung. Awalnya saat berusia 2 tahun, Sapri sering mengalami sakit panas hingga kejang. Puncaknya Sapri panas tinggi hingga step berkali – kali, orang tuanya pun panik lalu membawanya ke tukang urut. Beberapa hari kemudian kondisi Sapri bukannya membaik tetapi semakin parah. Tangan, kaki, dan jari-jari tidak bisa digerakkan, ia lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdoel Muluk (RSAM) Lampung.  Hasil diagnosa dokter menyatakan Sapri mengalami kelumpuhan dan disarankan untuk fisioterapi. Ketiadaan biaya membuat orang tua Sapri pasrah dan hanya membawanya ke tukang urut. Kondisi Sapri semakin memburuk dan ketika dibawa ke rumah sakit ternyata ia sudah mengalami kelumpuhan permanen. Hingga kini Sapri tidak dapat beraktivitas dan tumbuh sebagai anak yang tidak normal. Ibunya, Alm. Sarimah, meninggal ketika Sapri berusia 15 tahun dan 2 tahun yang lalu ayahnya, Alm. Asan, juga meninggal dunia. Kini Sapri menjadi anak yatim piatu dan hanya hidup bertiga dengan kakaknya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan sang adik yang merawatnya di sela sekolahnya. Fasilitas jaminan kesehatan pun sama sekali tidak dimiliki oleh Sapri. Sapri merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Lampung. Bantuan kembali disampaikan untuk pembelian kursi roda karena kursi roda sebelumnya sudah tak layak pakai. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir: @wirawiry @arisasamara @trii20 @evandlendi @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Sapri menderita Lumpuh

Sapri menderita Lumpuh


SARIYAH BINTI SAHAR (47, Hipertensi). Alamat : Jalan H. Agus Salim, Gang Darma Bakti No. 40, RT 3/1, Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya Ibu Sariyah sering merasa pusing, sakit pada leher, dan mata berkunang-kunang. Ibu Sariyah tidak menghiraukan penyakitnya itu, jika sudah pusing ia hanya minum obat yang dibeli di warung. Awal Agustus 2016, saat Ibu Sariyah sedang menjalani pekerjaannya sebagai buruh cuci di rumah tetangga, ia tiba-tiba terjatuh. Setelah itu Ibu Sariyah diantar ke Puskesmas dan setelah cek darah ternyata tekanan darahnya tinggi hingga 180/100. Kondisi Ibu Sariyah semakin lemah, matanya merah hingga dirawat di rumah sakit. Setelah beberapa hari dirawat Ibu Sariyah mulai membaik dan diperbolehkan pulang. Suami Ibu Sariyah, Bapak Kastura (50), hanya bisa pasrah, maklum saja ia hanya mengais rejeki sebagai buruh serabutan, itupun jarang dilakukan karena penyakit reumatik yang ia derita sering kambuh. Hal tersebut membuat Ibu Sariyah dan Bapak Kastura kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga biaya berobat. Fasilitas jaminan kesehatan yang dimiliki oleh Ibu Sariyah adalah BPJS Kelas III. Melihat kondisi Ibu Sariyah, kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak untuk memberikan titipan sedekaholics guna kepererluan berobat. Semoga bantuan yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @trii20 @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu sariyah menderita Hipertensi

Ibu sariyah menderita Hipertensi


SITI AISYAH (56, Darah Tinggi dan Sesak Napas). Alamat : Jalan Imam Bonjol, Gang Persada RT 2, Kelurahan Kemiling Permai, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Ibu Siti adalah seorang janda, ia yang tidak memiliki keturunan ini hidup sendirian di rumah peninggalan orang tuanya dan masih harus bekerja keras menjelang usia senjanya. Menjadi seorang pemulung ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ibu Siti tak pernah mengeluh mengerjakan segalanya sendirian. Seiring waktu, kondisi tubuh Ibu Siti semakin lemah, ia mulai terkena darah tinggi yang diawali dengan kepala pusing. Badannya sering terasa lemas, batuk-batuk dan pada malam hari napasnya terasa sesak. Ia hanya mampu membeli obat warung dan tidak berani ke Puskesmas maupun rumah sakit karena tidak mempunyai jaminan kesehatan. Terkadang Ibu Siti terpaksa menahan rasa sakitnya jika uangnya habis untuk makan. Kurir #SedekahRombongan Lampung prihatin melihat kondisi Ibu Siti. Titipan dari sedekaholics pun disampaikan guna memenuhi kebutuhan hidup, membeli obat, dan membuat kartu jaminan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @aditBdvil @yesaridani @sayasepti @akuokaawai @ririn_restu

Ibu siti menderita Darah Tinggi dan Sesak Napas

Ibu siti menderita Darah Tinggi dan Sesak Napas


SOBIRIN BIN KULUS (52, Stroke). Alamat : Gedong Air, Gg. Benda No.79, RT 3/2, Kel. Langkapura, Kec. Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Prov. Lampung. Pada tahun 2000, saat Bapak Sobirin bekerja sebagai tukang bangunan ia merasakan matanya buram, tubuh lemas dan kaku hingga terjatuh saat bekerja. Bapak Sobirin lalu dibawa pulang dan sesampainya di rumah ia sudah kaku dan lemas tak berdaya namun dibiarkan saja selama beberapa hari. Akhirnya Bapak Sobirin berobat dan dirawat di RS Advent dan didiagnosa terserang stroke. Setelah 3 hari dirawat, Bapak Sobirin dibawa pulang karena keluarga tak mampu membayar biaya berobat yang semakin membengkak. Bapak Sobirin mencoba terapi urut dan berobat jalan di dokter setempat. Pada tahun 2003 Bapak Sobirin kembali dirawat di RS Abdul Moeloek (RSAM) selama 4 hari karena serangan stroke, namun tak kunjung ada perubahan. Tahun 2005 Bapak Sobirin mulai berobat jalan hingga kondisinya berangsur pulih, ia sudah bisa berdiri dan berjalan meski secara pelan-pelan. Pada tahun 2013 Bapak Sobirin menderita hernia, ia menjalani operasi hernia dan dirawat di RSAM selama 7 hari. Saat ini sakit hernianya sudah sembuh, tetapi Bapak Sobirin masih susah berjalan dan berbicara akibat stroke yang sering menyerangnya. Bapak Sobirin hanya mengais rezeki dari berjualan sosis goreng keliling sedangkan Istrinya, Ibu Mita (40), hanya ibu rumah tangga. Bapak Sobirin mengabaikan penyakitnya dan tidak rutin berobat karena terkendala biaya. Penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari – hari keluarganya. Saat ini Bapak Sobirin sudah menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS kelas 3, tetapi belum digunakan karena belum paham bagaimana menggunakannya. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan Bapak Sobirin dan keluarga, bantuan awal pun disampaikan untuk operasional berobat. Semoga Bapak Sobirin kembali sehat, bisa berjalan normal dan bberbicara lancar seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Fajri @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak sobirin menderita Stroke

Pak sobirin menderita Stroke


SRI SUKOWATI (63, Athritis Gout). Alamat : Jln. H. Agus Salim, Gg. Darma Bhakti No. 23, RT 3/1, Kel. Kaliawi, Kec. Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung, Prov. Lampung. Awalnya Ibu Sri sering merasa pegal dan nyeri sendi yang membuat ia tidak bisa beraktivitas. Ibu Sri lalu berobat ke Puskesmas dan didiagnosa terkena reumatik atau dalam bahasa medis dikenal sebagai athritis gout. Setelah minum obat keadaan Ibu Sri mulai membaik dan rasa nyeri sendinya pun hilang. Setelah obat habis penyakit Ibu Sri sering kambuh, terlebih lagi jika ia banyak berjalan saat berjualan jamu keliling kampung. Setelah itu Ibu Sri berobat ke rumah sakit umum untuk mengetahui secara jelas penyakitnya dan hasil pemeriksaan dokter menyatakan ia menderita reumatik. Ibu Sri disarankan dirawat di rumah sakit untuk mengistirahatkan kakinya agar tidak banyak bergerak dulu. Ibu Sri menolak saran tersebut karena ia tinggal seorang diri dan memilih berobat jalan. Sejak awal Agustus 2016, Ibu Sri tidak bisa berjalan karena jatuh dari kamar mandi hingga kakinya bengkak dan tidak bisa berjualan seperti biasa. Kendala yang dihadapi Ibu Sri saat ini adalah biaya hidup sehari-hari dan biaya berobat karena ia tak lagi memeiliki penghasilan. Fasilitas jaminan kesehatan yang dimilikinya adalah BPJS Kelas III. Untuk meringankan beban Ibu Sri, kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan bantuan awal untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Ibu Sri lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir: @wirawiry @abahnyamarlele @trii20 @indahpujaamelya @akuokawai @ririn_restu

Ibu sri menderita Athritis Gout

Ibu sri menderita Athritis Gout


TRIMAH BINTI TOHADI (58, Stroke). Alamat : Jln. Samratulangi, Gg. Bungsu, Lingkungan 3, RT. 3, Kel. Penengahan, Kec. Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Prov. Lampung. Awalnya Ibu Trimah jatuh di kamar mandi hingga tidak sadarkan diri. Keluarga langsung membawa Ibu Trimah ke RSUD Cokro Djipto Kota Bandar Lampung. Setelah beberapa hari dirawat, Ibu Trimah tidak kunjung membaik dan karena keterbatasan biaya keluarga membawa Ibu Trimah pulang. Saat ini kondisi Ibu Trimah tidak bisa menggerakkan separuh anggota tubuhnya, sering merasa sakit kepala hingga menjalar ke gigi dan tenggorokannya. Ibu Trimah hanya mengonsumsi obat warung sebagai penghilang rasa sakit yang dirasakannya. Suami Ibu Trimah sudah lama meninggal, saat ini ia tinggal bersama anak laki-lakinya, Supri (25), yang bekerja sebagai petugas kebersihan. Ibu Trimah tidak pernah lagi berobat karena tidak memiliki biaya dan jaminan kesehatan BPJS. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang dialami Ibu Trimah, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Ibu Trimah. Semoga Ibu Trimah dapat berobat dan lekas sembuh sehingga bisa menggerakkan seluruh anggota tubuhnya seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Triss Kurnia @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu trimah menderita Stroke

Ibu trimah menderita Stroke


AHMAD MAULANA (1, Hiscprung Disease). Alamat : Desa Fajar Baru RT 2/2, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Maulana dilahirkan melaui persalinan normal di bidan dalam kondisi sehat. Setelah 2 minggu Maulana tidak mau diberi asi dan kondisinya mulai melemah dan susah buang air besar. Maulana lalu dibawa ke RSUD Pringsewu dan dari hasil pemeriksaan dokter kondisinya melemah karena tertelan air ketuban pada saat dilahirkan. Setelah mendapatkan perawatan di RSUD Pringsewu, kondisi Maulana mulai membaik dan diperbolehkan pulang. Setelah beberapa hari Maulana di rumah, ia kembali mengalami susah buang air besar dan tidak mau diberi asi. Perutnya semakin membesar dan dibawa lagi ke RSUD Pringsewu yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Tim dokter RSAM menyatakan Maulana mengidap penyakit Hiscprung atau yang lebih dikenal dengan penyempitan usus besar dan harus segera dioperasi. Ayahnya, Bapak Saeran (31), bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibunya, Ibu Rindani (24), hanya seorang ibu rumah tangga. Orang tua Adik Maulana kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi berobat rutin ke RSAM. Untuk itu bantuan kembali disampaikan dan Maulana tinggal di RSSR Lampung sambil menunggu jadwal operasi. Bantuan digunakan untuk biaya hidup, transportasi dan kebutuhan lain maulana. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 879.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @Rikaandara adit @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Maulana menderita Hiscprung Disease

Maulana menderita Hiscprung Disease


DAC 01 Badamita merupakan TK yang memiliki jumlah siswa paling banyak di Badamita. Menempati tempat yang seadanya, dan belum memiliki kamar mandi. Sehingga apabila anak-anak ingin buang air kecil atau buang air besar kesulitan. Seringkali mereka harus menumpang di masjid atau rumah penduduk. Lantai yg awalnya hanya plester yg sudah rusak dan menimbulkan banyak debu sangat mengganggu aktivitas, dan rentang menyebabkan ISPA. Para guru dan orangtua murid akhirnya memasang keramik lantai dengan menggunakan tabungan siswa. Sedangkan untuk pembuatan KM, karena tdk memiliki dana akhirnya pimpinan yayasan mengajukan proposal untuk minta bantuan #SedekahRombongan. Pemberian bantuan diperuntukan untuk membuat KM di bagian belakang TK.
Data Darul Aftal Cokroaminoto 01
Nama sekolah: DAC  01 BADAMITA
Alamat : Jln. Masjid Baiturokhman RT 03/01
Nama Yayasan : Yayasan Pendidikan Islam Cokroaminoto Badamita.
Didirikan 12 agustus 1968
Jumlah siswa 46. Kls A didirikan thn 2011.
Siswa Kls A (L:18 P:10).
Siswa Kls B (L:9 P:9).

Data MI Cokroaminoto 01
Nama sekolah : MI Cokroaminoto 01 Badamita.
Alamat : Jln Raya Badamita RT 01/ RW 03.
Yayasan : Yayasan Pendidikan Islam Cokroaminoto (YPIC)
Didirikan : thn;1978.
Jumlah siswa : 70 anak
Jumlah siswi :53 anak
Jumlah total siswa :123
Jumlah guru 10

Sekolah MI Cokroaminoto bersebelahan dengan MTs Cokroaminoto. Namun belum memiliki mushola, karena keterbatasan dana. Pimpinan yayasan akhirnya mengajukan proposal ke SedekahRombongan untuk bantuan mendirikan mushola yang rencananya didirikan di samping tempat parkiran kendaraan. Sehingga para siswa dan pengajar tidak bingung jika hendak beribadah.

Bantuan @5.000.000
Total: Rp. 10.000.000
Tanggal: 2 Agustus 2016
Kurir: @Saptuari & Endro Sukendar

Bantuan pendirian mushola

Bantuan pendirian mushola


KHAIRIL AMRI (5, Abses Otak dan Jantung Bocor). Alamat : Desa Jembatan Mas, RT 9/1, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi. Khairil dilahirkan pada 30 Januari 2011, ketika itu ia terlahir dengan kondisi badan membiru. Pada usia 9 bulan, barulah diketahui bahwa Khairil mengalami jantung bocor. Orang tuanya tidak menyangka jika Khairil mengidap penyakit jantung bawaan. Khairil pun mengalami keterlambatan perkembangan karena ia hanya bisa duduk. Khairil direncanakan dapat menjalani operasi jantung pada usia 3 tahun. Setelah genap usianya 3 tahun, Khairil dijadwalkan untuk operasi di RS Harapan Kita Jakarta dengan bantuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Batanghari. Akan tetapi, operasi yang telah direncanakan tidak dapat dilakukan karena pada saat itu Khairil belum memiliki jaminan kesehatan dan keluarga memilih untuk pulang ke Jambi dahulu. Akhirnya operasi pun ditunda dan Khairil pulang ke Jambi dengan kondisi badan masih membiru. Sejak pulang ke Jambi Khairil hanya menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat, mengingat biaya yang digunakan untuk operasi tidaklah sedikit. Kondisi kesehatan Khairil terus menurun dan puncaknya sekitar Maret 2016 ia mengalami demam lebih dari 1 bulan disertai dengan tangan dan kaki kiri tidak bisa digerakan, bahkan terkadang tangannya bergerak tanpa bisa dikendalikan. Bermodalkan BPJS Kelas III, orang tuanya membawa Khairil ke RSUD H. Abdoel Madjid Batoe Batanghari namun dirujuk ke RS Raden Mattaher Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan CT Scan, diketahuilah Khairil juga mengidap abses otak dan disarankan untuk dioperasi di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, Ibu Khairil, Aina Ananda (25), menceritakan abses otaknya harus segera mendapat tindakan. Akhirnya dengan didampingi oleh dokter, pada 4 Juli 2016 Khairil berangkat ke Jakarta dan kini sedang menunggu jadwal operasi di RSCM. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya sehari – hari selama di Jakarta, mengingat ayah Khairil, Ridwan (27), yang bekerja sebagai pemangkas rambut tak dapat bekerja karena harus mendampingi anaknya berobat. Sebelumnya Khairil telah dibantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan          : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 31 Juli 2016
Kurir                   : @arfanesia @ Shintatantri @untari @ririn_restu

Khairil menderita Abses Otak dan Jantung Bocor

Khairil menderita Abses Otak dan Jantung Bocor


BONEH MUARA BULIAN (58, Diabetes Militus dengan Komplikasi Ulkus). Alamat : Lorong Alisa, RT 3/1, Kel. Rengas Condong, Kec. Muara Bulian, Kab. Batanghari, Prov. Jambi. Pak Boneh sehari-harinya berjualan nasi goreng hingga dini hari. Terkadang Pak Boneh berjualan bergantian dengan anak perempuannya yang duduk dibangku SMA. Pak Boneh tinggal di rumah kontrakan sederhana bersama 4 anaknya tanpa didampingi istrinya yang telah lama meninggal dunia. Sakit yang diderita Pak Boneh bermula saat ia mengail ikan beberapa bulan lalu, tanpa sengaja jempol kakinya tertusuk duri. Keesokan harinya Pak Boneh panas tinggi dan ia segera minum obat yang dibelinya di warung. Suhu badannya sesaat menurun namun tak lama ia kembali mengalami demam. Beberapa hari kemudian jempol kaki Pak Boneh semakin meradang dan bengkak. Oleh anaknya Pak Boneh dibawa ke Puskesmas untuk mengobati lukanya. Semakin hari jempol Pak Boneh semakin membusuk dan berbau. Tiga bulan setelah kejadian itu oleh tetangganya, Pak Boneh dibawa ke praktek dokter umum dan setelah diperiksa kadar gula darahnya tinggi mencapai 400 mg/dl. Sejak saat itu Pak Boneh dibuatkan BPJS oleh anak tertuannya agar dapat rutin mengambil obat penurun kadar gula. Luka Pak Boneh sehari – harinya hanya dibersihkan oleh anaknya dengan menggunakan air hangat untuk mengeluarkan nanah dan darah yang menggumpal. Hingga saat ini Pak Boneh tidak sanggup berjualan dikarenakan badannya yang semakin kurus dan melemah serta sakit di bagian kakinya yang semakin membengkak dan menghitam. Pak Boneh mengungkapkan kesedihannya kepada kurir #SedekahRombongan dengan kepala tertunduk dan sedih. Ia berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk keperluan berobat. Semoga Pak Boneh cepat pulih dan dapat berjualan kembali.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal Santunan : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @Shintatantri@Cut_Yusnila @ririn_restu

Pak boneh menderita Diabetes Militus dengan Komplikasi Ulkus

Pak boneh menderita Diabetes Militus dengan Komplikasi Ulkus


MBAH MIJAH (80, Dhuafa). Alamat : Pelayangan RT 4, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muaro Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Mbah Mijah adalah seorang janda yang kesehariannya bekerja mencari pinang. Terkadang jika tidak ada pinang, Mbah Mijah mencari kayu bakar di hutan sekitar tempat tinggalnya untuk dijual atau dipakainya sendiri jika tidak laku. Suami Mbah Mijah sudah lama meninggal, terkadang ia menerima ulurang tangan dari tetangga yang memberinya lauk-pauk untuk makan. Kelima anak Mbah Mijah menurut tetangga tidak pernah menjenguknya, mereka pun tak pernah memberi uang untuk kebutuhan Mbah Mijah karena juga hidup dalam kesusahan. Rumah yang ditinggali Mbah Mijah hanya pondokan kayu berukuran 3×4 meter yang dibangunnya di samping tembok rumah cucunya. Ia berkata tak mengapa tinggal di rumahnya yang sangat sederhana seorang diri supaya tidak merepotkan orang banyak. Jika ingin makan ikan, Mbah Mijah biasa mengail sendiri di sungai Batanghari di belakang rumahnya. Mbah Mijah sangat bersyukur bisa bertemu dengan kurir #SedekahRombongan yang memberikannya bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @Cut_yusnila @ririn_restu

Bantuan tunai untuk kehidupan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kehidupan sehari-hari


ELPINA SILMI (30, Dhuafa). Alamat : Desa Penyengat Olak, RT 15/8, Kec. Jaluko, Kab. Muaro Jambi, Prov. Jambi. Ibu Elpina yang seorang mualaf ini kini tinggal berjauhan dengan keluarga besarnya yang tinggal di Medan. Ia hidup dalam kondisi kesulitan ekonomi karena suaminya tak memberinya nafkah. Kondisi keluarga semakin sulit karena hubungan yang kurang baik antara ia dan suaminya.  Ibu Elpina sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Ia ingin sekali berjualan makanan ringan dan sayuran untuk menyambung hidup namun tak tahu kemana mencari bantuan modal. Beruntung ia bertemu dengan kurir #SedekahRombongan Jambi yang memberikannya bantuan untuk modal usaha agar kehidupannya menjadi lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @laviola_niza @ririn_restu

Bantuan tunai untuk kehidupan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kehidupan sehari-hari


ALMA TAMBAKSARI (46, Suspect Kanker Usus). Alamat : Jln. Bangau I, RT 10, Kel. Tambaksari, Kec. Jambi Selatan, Kota Jambi, Prov. Jambi. Riwayat sakit yang diderita Ibu Alma bermula dari infeksi radang usus yang dideritanya 1 tahun belakangan ini. Saat ini Ibu Alma sering mengeluh perut terasa melilit, BAB berdarah dan bernanah. Berbekal BPJS kelas 3, Ibu Alma telah menjalani pemeriksaan medis di RS Raden Mattaher Jambi sebanyak 25 kali dan di RS DKT Jambi sebanyak 3 kali. Dari rangkaian pengobatan yang telah dilakukan, dokter menganjurkan agar Ibu Alma segera dioperasi, namun ia menolaknya karena takut. Pengobatan medis yang dijalani dirasa belum membuahkan hasil, akhirnya Ibu Alma memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif di Talang Duku Jambi dan pada seorang tabib di Kota Barus. Dari pengobatan alternatif yang dijalani, Ibu Alma merasakan kondisinya sedikit membaik dari kondisi sebelummya. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesedihan yang dialami oleh Ibu Alma, mengingat ia hanya seorang janda dan tidak memiliki penghasilan tetap. Bantuan diberikan guna membantu proses pengobatan Ibu Alma.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @laviola_niza @riirn_restu

Ibu alma menderita Suspect Kanker Usus

Ibu alma menderita Suspect Kanker Usus


TUGIYO BIN BUGEL (44,Diabetes Minitus Kering) Alamat Dusun Tampir Kulon 03/01  Desa Candimulyo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah.  Pak Tugiyo adalah seorang petani di Desanya Istrinya Rasinah (44,Ibu rumah tangga) dan mempunyai seorang anak (Tarminah,17). Derita Pak Tugiyo dimulai sekitar 4 tahun yang lalu, Beliau menderita Diabetes dikarenakan faktor keturunan dan pola makan. Hari hari dilaluinya hanya dengan berobat ke Puskesmas setempat itupun jika mempunyai biaya mengingat dialah tulang punggung keluarga dan istrinya juga tidak bekerja. Saat ini beliau hanya dirumah dan hanya berobat ke Puskesmas menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS. Padahal dari Puskesmas sudah dianjurkan untuk ke RSUD Magelang sehingga mendapatkan perawatan yang lebih menunjang, namun lagi lagi kendala biaya yang menjadikan keluarga tidak membawa ke RSUD Magelang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Pak Tugiyo untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk tambahan Biaya berobat di RSUD Magelang. Keluarga sangat berterima kasih kepada #SedekahRombongan yang telah memberikan bantuan dengan harapan Tugiyo diberi kesembuhan

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
KURIR: @MarjunulNP @Fathurrozaq82, @Novensamakta

Pak tugiyono menderita Diabetes Minitus Kering

Pak tugiyono menderita Diabetes Minitus Kering


MUSHOLA ROUDHOTUL JANAH (Pembangunan Sarana Mushola) Mushola Roudhotul Janah beralamat di  Dusun Gatak Pendem 02/09 Desa Jamus Kauman Kecamatan  Ngluwar Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Mushola ini merupakan satu satunya tempat ibadah yang telah didirikan sejak 6 tahun yang lalu. Waktu itu pembangunan itu sangat memerlukan perjuangan besar. Hal ini mengingat masyarakat sekitar adalah bekerja sebagai petani. Dengan hanya sekitar 27 kepala keluarga pembangunan ini bisa dilaksanakan. Namun pembangunan ini masih menyisakan pekerjaan yang sangat besar dan urgent yaitu pembangunan tempat untuk wudhu. Warga berusaha untuk mengumpulkan dana lagi untuk membangun tempat wudhu tersebut meskipun belum sepenuhnya.  Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT kepada Takmir Musholla Roudhotul Janah,  untuk ikut serta memberikan sumbangan dari  #Sedekahholic yang digunakan untuk membantu pembangunan tempat wudhu tersebut. Masyarakat sangat berterimakasih kepada #SedekahRombongan atas bantuannya Semoga pembangunan tempat wudhu ini berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitar  semakin memakmurkan Mushola ini. Amin.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,
TANGGAL : 28 Agustus 2016
KURIR : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @masdodo_1983

Pembangunan Sarana Mushola

Pembangunan Sarana Mushola


SITI KOMIYATUN BINTI RANU REJO (39,KISTA)  Alamat Dusun Kedungan 1 01/08 Desa Sambeng Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah.  Ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan Pak Sutikno ( 42,Buruh bangunan). Awal derita Ibu Siti terjadi pada akhir tahun 2010 yang lalu,saat itu dirasakan sakit jika setiap mengalami menstruasi sehingga dibawa ke Puskesmas setempat, dari Puskesmas diberikan rujukan ke RSUD Magelang setelah dilakukan pemeriksaan Ibu Siti diagnosa mengalami Kista dan dilakukan operasi pengangkatan kista, setelah selesai operasi dan dinyatakan sembuh selang setahun kemudian beliau tidak bisa BAB ternyata setelah di periksakan ada kelainan pada ususnya dan dilakukan operasi lagi. Sejak tahun 2012 dirasakan perutnya mengalami pembesaran keluarga sudah sangat pasrah dikarenakan biaya untuk ke RS sudah tidak mempunyai lagi sementara kondisi sekarang dengan perut membesar diharuskan ke RS Sarjito Yogyakarta untuk segera mendapatkan perawatan. Meski mempunyai Jaminan Kesehatan BPJS keluarga sangat kesulitan biaya jika harus ke RS Sarjito. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT kepada Ibu Siti, dan setelah dinyatakan lengkap berkas berkasnya Ibu Siti menjadi pasien dampingan #Sedekah Rombongan dan bantuan dari #Sedekahholic ini digunakan untuk Biaya pengurusan berkas berkas. Keluarga sangat berterimakasih semoga Ibu Siti cepat diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
KURIR: @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @Novensamakta

Ibu siti menderita KISTA

Ibu siti menderita KISTA


ANIS SEFRIYANI (21, Thalasemia). Alamat  Dusun Plekoran Desa Kalibanget kecamatan Gemawang  Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Anis adalah anak pertama dari Bapak Safari ( 45 ) dan Ibu Marsinah (44) . Pak safari pernah membiayai pengobatan mbak Anis secara mandiri namun karena setiap 1 bulan sekali mbak anis harus melakukan transfusi darah. Pak safari atas petunjuk dari RS.Sarjito akhirnya memutuskan untuk mendaftar dan mengunakan Kartu BPJS.  Semua hasil jerih payah usaha Pak safari sudah habis terkuras. Hasil jualan keliling sandal sebagai mata pencaharian pak safari digunakan untuk biaya pengobatan anaknya. Keluarganya menjadi saksi betapa selama ini mereka harus memikul cobaan hidup yang teramat berat. Meskipun demikian, Pak safari tak pernah merasa lelah berusaha, sambil mengobati anaknya sambil jadi kuli bangunan. Mbak anis diduga mengidap penyakit Thalasemia  sejak usia sekolah SMA. Beberapa tahun terakhir ia harus ditransfusi darah 1 bulan sekali di RSU Tidar Magelang.  Sebelum anis terdaftar sebagai peserta BPJS, biaya transfusi dibayar sendiri dari hasil kerja dan pinjaman. Kini biaya transfusi darah sudah  ditanggung BPJS. Tetapi untuk membeli obat yang lain, biaya transportasi dan kebutuhan oxygen harus mereka keluarkan sendiri walau mereka harus meminjam ke pihak ketiga. Padahal, hutang mereka terdahulu yang digunakan untuk membiayai pengobatan putranya sebelum ada BPJS belum terlunasi.
Alhamdulilah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga mbak anis untuk turut berpartisipasi meringankan beban dan deritanya dengan memberikan bantuan untuk biaya akomodasi ke Rumah Sakit serta biaya pembayaran BPJS.

Jumlah : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 ,Basori

Ibu anis menderita Thalasemia

Ibu anis menderita Thalasemia


PRADANA ILHAM PAMUNGKAS (8, Lumpuh) Nepak RT 2 / RW 2, Bulurejo Mertoyudan Kabupaten Magelang Jawa Tengah.
Adik Ilham adalah anak dari bapak YAENAL ARIFIN (42, Buruh lepas bengkel cat mobil), Ibu YAYUK SIAMYSSIA (43 , pembantu rumah tangga). Dik Ilham menderita sakit sekitar 2 tahun lalu yang awalnya menderita panas dan akhirnya kejang langsung di bawa ke RSU Magelang karena pihak RSU tidak bisa menanggani dirujuk ke RS Karyadi  Semarang dan sempat rawat inap selama 3 bulan dan selanjutnya rawat jalan dan therapi dirumah oleh therapis rsu magelang dengan membayar Rp 50.000,- . Saat ini dik Ilham masih terbujur kaku di tempat tidur karena rawat jalan, kontrol, terapi Tersebut terakhir pada bulan agustus 2015 sampai sekarang belum ada tindakan lebih lanjut lagi dikarenakan BPJS terakhir dibayar bulan juli 2015 dan untuk mengundang therapis pun tidak ada biaya.
Alhamdulillah  #Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluaraga dik Ilham untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang digunakan untuk membeli alat Nebulizer dan obat, yang digunakan untuk mencairkan dahak karena jika terlalu banyak dahak di tenggorokan adik ilham akan panas dan  kejang karena dia tidak bisa meludah selama ini hanya berbaring dan di pangku saja. Alhamdulillah adik Ilham sudah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak bulan januari 2016 sampai saat ini ada pada Rombongan 880. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @Sigit Purnomo

Ilham menderita Lumpuh

Ilham menderita Lumpuh


MAKWO SYAMSIDAR (66, Darah Tinggi + Asam Urat + Reumatik). Alamat : Lorong Jahit RT 8, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Dua tahun belakangan ini Makwo Syamsidar menderita komplikasi yang membuat ia kesulitan beraktivitas. Makwo Syamsidar sempat dirawat anaknya yang berada di Kota Batam selama lebih dari 1 tahun untuk menjalani pengobatan baik medis maupun non medis. Perawatan medis mengandalkan kartu BPJS kelas 3 namun kondisinya semakin menurun. Hampir satu tahun lamanya Makwo Syamsidar hanya bisa terbaring lemah karena lumpuh yang disebabkan penyakit reumatik dan asam urat yang dideritanya. Makwo Syamsidar juga sering mengalami pusing akibat tekanan darah tinggi bahkan pernah dua kali tak sadarkan diri. Keluarga Makwo Syamsidar sudah pasrah dengan pengobatan medis dan mencoba pengobatan alternatif. Dari pengobatan tersebut, perkembangan kesehatan Makwo Syamsidar mengalami peningkatan. Makwo yang dulunya lumpuh kini dapat berdiri lagi namun untuk berjalan perlu dipapah agar tidak jatuh. Setelah sekian lama di Kota Batam Makwo Syamsidar berkeinginan kembali ke rumahnya di Jambi. Di Jambi ia tinggal bersama dua cucunya yang masih remaja di rumah semi permanen dengan fasilitas seadanya. Satu cucunya masih bersekolah dan yang satunya mencari nafkah untuk kebutuhan sehari – hari. Kurir #SedekahRombongan yang menemui Makwo menyarankan agar ia menjalani pengobatan secara medis dengan memanfaatkan BPJS yang dimiliki, namun keluarga menolak karena trauma dan tetap memilih pengobatan anternatif. Kurir #SedekahRombongan Jambi memberikan bantuan untuk membantu biaya pengobatan Makwo Syamsidar. Semoga Makwo Syamsidar segera membaik kesehatannya dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @ianPradifaD @ririn_restu

Pak makwo menderita Darah Tinggi + Asam Urat + Reumatik

Pak makwo menderita Darah Tinggi + Asam Urat + Reumatik


BASUKI Bin MARTOIRONO (60, STROKE). Alamat : Madigondo, Sidoharjo, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Basuki adalah suami dari Karmilah (58) yang  bekerja membantu suami sebagai petani/ mencari kayu bakar untuk di jual dan ayah dari 3 anak. Basuki yang hidup bersama istri dan ketiga anaknya dimana anaknya rata-rata bekerja sebagai buruh lepas yang dengan penghasilan yang tidak tentu dengan kerja borongan.  Basuki mengalami stroke 4 tahun yang lalu sehingga tidak bisa kerja dan berjalan kemudian diperiksakan ke Rumah Sakit Umum Wates secara rutin. Kondisi Basuki selain pengobatan medis, saat ini juga menjalani terapi di Klinik Terapi Banyu Urip di samping di RSUD Wates. Sejak Basuki sakit, praktis tidak ada pemasukan sehingga biaya untuk ke RS dan keseharian selain memakai tabungan yang ada, Basuki meminjam dari saudara. Keluarga  bersyukur Kurir #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Basuki untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu untuk memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan selanjutnya yang masih butuh banyak biaya dalam waktu yang lama.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2016
Nama kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Ahmad Amin

Pak basuki menderita STROKE

Pak basuki menderita STROKE


FAHRI AKBAR NURFIANTO (2, Jantung Bocor). Alamat : Dukuh Kadireso, Desa Argodadi, Kecamatan  Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY. Fahri adalah anak kedua dari Kirwanto dan Evi Rahayu, sejak umur 1 tahun tidak mengalami pertambahan berat badan. Pemeriksaan ke RSUD Bantul dengan diagnosa jantung bocor dan dirujuk ke RSUP DR. Sarjito dan inap 3 hari untuk menjalani serangkaian pemeriksaan yang akhirnya dirujuk ke RS. Harapan Kita Jakarta. 6 bulan kemudian Fahri periksa ke RS. Harapan Kita dan beberapa kali bolak-balik ke RS. Harapan Kita dengan harapan untuk sembuh. Ayahanda Fahri(Kirwanto) sebagai karyawan bengkel dengan penghasilan pas-pasan untuk kehidupan sehari-hari, harus menanggung biaya operasional berobat dari Jogja ke Jakarta yang tidak sedikit. Kabar gembira jadwal operasi sudah ada, sejak sekian lama bolak-balik Jakarta untuk kontrol dan memastikan jadwal operasi. Fahri bersama kedua orangtuanya dan kakaknya rencana 18 September 2016 akan berangkat ke RS. Harapan Kita Jakarta. Keluarga bersyukur kurir #Sedekahrombongan bisa bersilaturahmi untuk memberikan santunan kedua dari sedekaholiks untuk biaya operasional pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-.
Tanggal : 07 September 2016.
Nama kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Fahri menderita Jantung Bocor

Fahri menderita Jantung Bocor


SAN KARTA Bin DIPARJA (73, lumpuh, Duafa) Alamat Desa Panjatan Dukuh Sirabak RT 01 RW 01 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Pak San Karta pada tahun 2005 jatuh dari atap ketika membetulkan genteng rumahnya. Kemudian dibawa ke Puskesmas. Akan  dirujuk ke RS tidak mau karena tidak punya biaya.Dibawa pulang lagi dan diobati dengan minyak urut saja biar hangat dan tidak sakit tulangnya.Pak Karta tinggal dengan anak perempuannya yang janda (tidak bekerja) namanya Bu Wagini.Untuk biaya hidup sehari- hari mengandalkan cucunya (anak pertama Bu Wagini) tapi sekarang cucu pak Karta sudah berkeluarga sehingga sudah tidak membantu lagi karena  kondisi ekonomi juga repot.Pak Karta tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kondisi Pak San Karta saat ini sering ngeluh punggungnya sakit dan  butuh bantuan untuk biaya hidup sehari- hari.Sementara itu Bu Wagini , ternyata hutangnya banyak sekali.Hutang ini di beberapa tempat ,di Bank plecit dan  perorangan hingga terkumpul Rp.9.200.000,- Utang-utang tersebut untuk biaya hidup sehari-hari. Bu wagini tidak pernah dapat bantuan BLT (Bantuan Langsung Tunai). Pernah mendapatkan bantuan rehab rumah & pembuatan kamar mandi. Saat ini ingin berjualan bubur  dan ketan lupis. Tapi butuh modal 300 ribu. Bingung mau utang kemana lagi. Untuk cicilan utang tidak lancar, kalo ada yg nagih suka ngumpet. Nyuruh anaknya (1 orang) kalo dia lagi pergi.Kondisi pak Sankarta saat ini sering ngeluh punggungnya sakit. Penghasilan cuma mengandalkan bu Wagini, jika disuruh tetangga mbantu masak. Itu juga jarang-jarang. Kalo ada hasil kebun seperti  pisang, kelapa di belakang rumahnya, baru dijual untuk keperluan sehari -hari. Itu pun tidak mesti tiap bulan sekali.Alhamdulillaah #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Melalui kurir dan beberapa lembaga dan perorangan kami bersama – sama membantu menyelesaikan masalah keluarga ini. Ada yang memberi modal usaha, ada yang memberi bantuan pelunasan hutang dan #SR disamping memberi santunan ke Pak San Karta  juga membantu pembayaran hutang bu Wagini. Semoga Pak San Karta bisa sehat dan bu Wagini bisa keluar dari jerat hutang serta  bisa memulai usaha baru tanpa harus hutang yang mengandung riba. Aaamiiin….

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @Marjunul NP, Toto Sudiarto, Widiastuti dan Eni Indrayani

Pak karta lumpuh, Duafa

Pak karta lumpuh, Duafa


MUHAMMAD ISMAIL BIN DAWUD, (5, Luka Bakar) , Alamat : Dusun Jrakah Rt 001  Rw 003, Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Dik Ismail putra dari Pak Dawud 40 tahun dan Ibu Sariyanti 32 tahun. Pak Dawud pekerjaan  sehari-hari  sebagai tukang bengkel motor di desanya, sedang istrinya hanya ibu rumah tangga. Dik Ismail mengalami kecelakaan ini bermula dari ketika Dik Ismail bersama teman-teman sebayanya sedang bermain obor pada malam takbiran hari raya Idul Fitri. Pada saat menyalakan oncor (bambu yang diisi minyak/spirtus) terjadilah percikan  minyak/spirtus ke tubuh Dik Ismail, kejadian begitu cepat. Dik Ismail seketika terbakar hingga 60% bagian tubuhnya. Setelah kejadian tersebut Dik Ismail sempat dirawat di RSU Tjitro Wardjojo Purworejo selama 6 hari dengan menggunakan surat keterangan tidak mampu kemudian  dilanjutkan rawat jalan. Akan tetapi karena kondisi luka terkena infeksi maka pihak keluarga bekerja sama dengan pamong desa untuk membawa kembali Dik Ismail ke rumah sakit . Kondisi saat ini luka bakar kena infeksi hingga 85% dan dalam kondisi kritis sampai masuk di ruang ICU. Pak Dawud sangat sedih akan kejadian ini dan merasakan kebingungan akan biaya yang ditangung. Berkat kerja sama dengan  pihak desa maka satu minggu setelah kejadian pak Dawud sekeluarga dibuatkan BPJS mandiri.
Mendapat informasi tentang Ananda Ismail, Kurir #SedekahRombongan langsung berkunjung ke rumah nya dan ke ruang ICU RSU Tjitro Wardjojo Purworejo pada saat itu. Alhamdulilah akhirnya berkat kerja sama dengan semua pihak Dik Ismail mendapat support beaya perawatan dari KPAI  (Komisi Perlindungan Anak Indonesia ) sehingga bisa dirawat di ruang yang lebih baik dari ruang perawatan sebelumnya. Alhamdulillaah setelah dua bulan dirawat di RSU akhirnya dik Ismail sudah boleh pulang dengan perawatan di rumah dan kontrol 1 minggu sekali . Sedekah Rombongan juga ikut membantu untuk pasca perawatan dari rumah sakit ini dengan memberikan peralatan kesehatan yang diperlukannya. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak tidak terkecuali para sedekaholiks yang sudah ikut membantu. Semoga Dik Ismail cepat sembuh dan dapat bermain lagi aaamiiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Didit, Rafiq, Arif, Fandi, Gus Adib

Ismail menderita Luka Bakar

Ismail menderita Luka Bakar


SAMPAN Bin MARTO BALO (55, Tumor ginjal) Alamat  Desa  Banjareja RT 5 Rw 2 Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Pak Sampan dulunya bekerja sebagai buruh bangunan. Suami dari Jumiyah, 52 tahun sebagai ibu rumah tangga. Pak Sampan sering mengeluh bahwa perut bagian kiri sering merasa sakit, tegang dan mengeras. Jika Buang air besar disertai keluar darah segar. Karena takut ada apa apa Pak Sampan diperiksakan ke Puskesmas, namun karena keterbatasan alat Pak Sampan dirujuk ke RS PKU Gombong Kebumen. Di PKU Gombong ini Pak Sampan opname selama sepuluh hari dan dari hasil pemeriksaan USG ternyata Pak Sampan menderita tumor di ginjalnya. Dengan fasilitas Jamkesmas Pak Sampan harus dirujuk ke RSUP Sardjito Jogjakarta. Keluarga merasa keberatan karena keterbatasan ekonomi dan tidak ada tempat singgah selama menjalankan serangkaian pemeriksaan penunjang. Kurir #SR mendengar informasi ini dan berkunjung ke rumah Pak Sampan untuk memotivasi dan memberikan bekal sekedar untuk persiapan ke Jogjakarta. Selain itu akan mendampingi dan membantu untuk dapat tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jogjakarta selama periksa di RSUP Sardjito. Semoga Pak Sampan dapat sehat kembali dan beraktifitas seperti semula. Keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh #SR.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @Marjunul NP, Toto Sudiarto , Rasinah .

Pak sampan menderita Tumor ginjal

Pak sampan menderita Tumor ginjal


Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Purworejo ( Biaya Operasional ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk  mendukung kelancaran gerakan #Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk  penyampaian  santunan dari para sedekaholiks lewat para kurir # Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta bahkan ke Solo. Pada Bulan JULI 2016 hingga awal SEPTEMBER 2016 biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut untuk pembelian modul /sirine Rp. 2.000.000,- biaya service MTSR Rp.560.000,- Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) selama 3 bulan Rp. 3.302.000,- Bantuan tiket pasien ( tiket kereta api, chiropraktik dan beli obat ) Rp.548.000,-

Jumlah : Rp. 6.410.000,-
Tanggal : 9 September 2016
Kurir : @Marjunul NP, Toto Sudiarto dan semua kurir

Biaya Operasional

Biaya Operasional

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 WATI BINTI RUSMAN 750,000
2 DEDE SAEPUDIN 750,000
3 KIKI BINTI MAMAN 500,000
4 ALMARHUM FULAN BIN FULAN 500,000
5 MTSR BANDUNG RAYA 3,750,000
6 UZI LESTARI 750,000
7 WILDAN AZI SAPUTRA 500,000
8 MUHAMMAD IQBAL FAUZY 750,000
9 WIWIN BINTI WARTA 1,000,000
10 MOCH. NABIL SATRIA 1,000,000
11 RANGGA ALI MUHTAR 1,000,000
12 SANTI BINTI SUKARMI 500,000
13 RASYA Bin RANA 750,000
14 ERINA NURFADILAH 750,000
15 RUMAH TAHFIDZ DAARUL QURAN 2,000,000
16 UNIH BINTI TARMIZI 500,000
17 ESIH SUKAESIH 500,000
18 ANISA NURASIFA 500,000
19 SENEN BIN MARTOIJOYO 750,000
20 NURHAIDA BINTI MUHAMMAD JATI 500,000
21 ROWIYAH BINTI RAHARJO 500,000
22 UMMI BINTI SLAMET 500,000
23 AGUNG WICAKSONO 750,000
24 ALDO KEVIN 500,000
25 IRFAN HAKIM 500,000
26 ISMA BINTI ISHAK 500,000
27 MAIMUNAH BINTI WARTO UTOMO 500,000
28 MURNAH BINTI SASTRO DIJAYA 500,000
29 NAZWA ALIA PUTRI 500,000
30 RESTU SISWANDI 1,000,000
31 SURYANI BINTI DARMO 1,000,000
32 PARTILAH BINTI KISMO REJO 1,000,000
33 MARTO SEMITO 1,000,000
34 RAMADHAN 500,000
35 BASIR 3,000,000
36 SUJALMA 1,000,000
37 TEMPAT MENGAJI IBU HALIMA 4,000,000
38 NURDIN 500,000
39 MTSR PAPUA BARAT 118,000,000
40 JAMALIA 500,000
41 EVI KURNIA 500,000
42 SAPRI BIN ASAN 1,000,000
43 SARIYAH BINTI SAHAR 500,000
44 SITI AISYAH 500,000
45 SOBIRIN BIN KULUS 750,000
46 SRI SUKOWATI 500,000
47 TRIMAH BINTI TOHADI 1,000,000
48 AHMAD MAULANA 500,000
49 Darul Aftal Cokroaminoto dan MI Cokroaminoto 10,000,000
50 KHAIRIL AMRI 500,000
51 BONEH MUARA BULIAN 750,000
52 MBAH MIJAH 500,000
53 ELPINA SILMI 500,000
54 ALMA TAMBAKSARI 750,000
55 TUGIYO BIN BUGEL 1,500,000
56 MUSHOLA ROUDHOTUL JANAH 1,000,000
57 SITI KOMIYATUN BINTI RANU REJO 500,000
58 ANIS SEFRIYANI 1,500,000
59 PRADANA ILHAM PAMUNGKAS 1,000,000
60 MAKWO SYAMSIDAR 500,000
61 BASUKI Bin MARTOIRONO 500,000
62 FAHRI AKBAR NURFIANTO 1,000,000
63 SAN KARTA Bin DIPARJA 3,000,000
64 MUHAMMAD ISMAIL BIN DAWUD 2,000,000
65 SAMPAN Bin MARTO BALO 500,000
66 MTSR Purworejo 6,410,000
Total 191,910,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 191,910,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 889 ROMBONGAN

Rp. 41,419,410,139,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.