Rombongan 888

Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.
Posted by on September 11, 2016

ERIKA DWI ALFIANITA BINTI SUGIYANTO, ( 15 tahun, Bantuan Tunai ), Sawit, RT.03, Sawit, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Adik Erika saat ini bersekolah di kelas X Desain Produksi Tekstil 3 SMK Negeri 2 Bantul. Ibunya sudah meninggal ketika bencana gempa bumi 27 Mei 2006 yang terjadi di Bantul Yogyakarta. Ayahnya yaitu Bapak Sugiyanto saat ini yang menjadi tulang punggung keluarga, beliau bekerja serabutan sebagai tukang pijet, buruh bangunan, jualan madu dan kadang menjadi tukang becak. Penghasilan Bapak Sugiyanto memang tidak pasti hanya cukup untuk kebutuhan makan keluarganya setiap hari, untuk biaya sekolah Adik Erika yang seharusnya dibayarkan ketika masuk sekolah di SMK sampai semester kedua ini belum mampu terbayarkan. Pihak sekolah sudah berusaha untuk mencarikan beasiswa dan keringanan biaya namun tetap tidak bisa dan tunggakan biaya itu harus dibayar oleh wali murid. Adik Erika memiliki dua orang saudara kakaknya sudah bekerja sebagai karyawan di sebuah toko swalayan dan adiknya masih sekolah di kelas 6 SD.  Seorang tetangga Bapak Sugiyanto yaitu Bapak Nurohmat menceritakan kesulitan untuk melunasi biaya sekolah Adik Erika kepada kurir #SR Rudianto. Setelah melakukan konfirmasi ke pihak sekolah tentang kebenaran adanya tunggakan biaya yang harus dibayar maka kita putuskan untuk melunasi tunggakan biaya yaitu sebesar Rp.825.000,00 yang dibayarkan langsung kepihak administrasi sekolah. Ada sisa uang Rp.175.000,- karena uang dari #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- kita serahkan ke Adik Erika untuk bisa dipakai membeli buku dan alat tulis. Adik Erika terlihat senang sekali ketika mengetahui tunggakan biaya selolahnya sudah terbayar dan Bapak Sugiyanto mengucapkan banyak terima kasih pada #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Nurohmat
Tanggal Pemberian: 29 Maret 2016

Bantuan beasiswa sekolah

Bantuan beasiswa sekolah


SAIFUL TRIONO BIN YASIR, (12 tahun, Bantuan Tunai), Jln. Tapang Dengklok, RT.04/RW.08, Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah. Adik Saiful saat ini tinggal bersama ibu dan adiknya yang berumur 5,5 tahun di sebuah rumah kontrakan yang terbuat dari kayu dengan ukuran 3×6 meter di daerah tepi jalan Tapang Dengklok. Adik Saiful seorang anak yatim karena ayahnya meninggal dunia karena sakit ketika dia masih kelas 1 SD. Rumah kontrakan yang cukup sempit itu juga dipakai oleh ibunya untuk berjualan kelontong kecil-kecilan, karena memang dari situ sumber penghasilan ibunya untuk mencukupi kebutuhan hidup kedua anaknya. Semenjak suaminya meninggal dunia memang ibunya lah yang  menjadi tulang punggung keluarga. Adik Saiful saat ini bersekolah di kelas 7 SMP N 4 Cilacap, dia seorang anak yang rajin, nilai sekolah dan perilaku di sekolahnya juga baik. Menurut informasi dari Ibu Retno yaitu salah seorang guru di sekolah Adik Saiful  menginformasikan bahwa masih ada tunggakan biaya sekolah yang harus dibayar oleh orang tuanya, namun karena ibunya tidak punya biaya maka sampai sekarang belum terbayar. Pihak sekolah melalui Ibu Retno dan temannya juga sudah mengusahakan keringan biaya sekolah untuk Adik Saiful karena melihat kondisi ekonomi ibunya yang kurang mampu. Namun usaha itu tidak berhasil sepenuhnya masih ada biaya sebesar Rp.800.000,- yang tetap harus dibayar oleh orang tuanya. Ibu Retno kemudian merekomendasikan pada Mas Sutrisno agar Adik Saiful bisa dibantu #SedekahRombongan untuk dapat melunasi tunggakan biaya sekolah  demi meringankan beban ibunya. Melalui Mas Sutrisno Regu Semut #SR menitipkan bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk membantu melunasi tunggakan biaya sekolah Adik Saiful.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno
Tanggal Pemberian: 19 Desember 2015

Bantuan beasiswa sekolah

Bantuan beasiswa sekolah


MEILANI BINTI ROHADI, (12 tahun, Bantuan Tunai), RT.01/RW.08, Jeruk Legi, Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah. Adik Meilani saat ini tinggal bersama ibunya di sebuah rumah yang sederhana. Adik Meilani seorang anak yatim karena ayahnya yang seorang nelayan meninggal dunia karena kecelakaan laut. Semenjak sang suami meninggal Ibu Sumiatun yang menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah, beliau bekerja sebagai buruh cuci dan setrika baju di rumah tetangganya, penghasilannya hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan makan mereka sehari-hari. Adik Meilani saat ini bersekolah di kelas 7 SMP N 4 Cilacap, dia seorang anak yang rajin, nilai sekolah dan perilaku di sekolahnya juga baik. Menurut informasi dari Ibu Retno yaitu salah seorang guru di sekolah Adik Meilani menginformasikan bahwa masih ada tunggakan biaya sekolah yang harus dibayar oleh orang tuanya, namun karena ibunya tidak punya biaya maka sampai sekarang belum terbayar. Pihak sekolah melalui Ibu Retno dan temannya juga sudah mengusahakan keringan biaya sekolah untuk Adik Meilani karena melihat kondisi ekonomi ibunya yang kurang mampu. Namun usaha itu tidak berhasil sepenuhnya masih ada biaya sebesar Rp.800.000,- yang tetap harus dibayar oleh orang tuanya. Ibu Retno kemudian merekomendasikan pada Mas Sutrisno agar Adik Saiful bisa dibantu #SedekahRombongan untuk dapat melunasi tunggakan biaya sekolah  demi meringankan beban ibunya. Melalui Mas Sutrisno Regu Semut #SR menitipkan bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk membantu melunasi tunggakan biaya sekolah Adik Saiful.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno
Tanggal Pemberian: 19 Desember 2015

Bantuan beasiswa sekolah

Bantuan beasiswa sekolah


TPA BANI ROHIMIN (PENGASUH BAPAK MARSUDI, Bantuan Tunai), Ngetuk, RT.01, Srihardono, Pundong, Bantul, Yogyakarta. TPA BANI ROHIMIN merupakan sebuah sarana belajar mengaji Al Quran yang dibangun untuk menampung santri di sekitaran Dusun Ngetuk dan sekitarnya. Pengasuhnya adalah Bapak Marsudi dan istri yang juga dibantu oleh anak-anaknya. Selama ini Bapak Marsudi mengajar santrinya di ruang tamu rumahnya, namun seiring bertambahnya jumlah santri beliau berkainginan membangun sebuah tempat mengaji di samping rumahnya. Bapak Marsudi ingin mewakafkan tanahnya itu untuk TPA yang sudah dimulai sendiri dengan memasang tiang cor, namun sampai saat ini belum jadi karena kehabisan dana. Oleh inisiatif warga sekitar dan juga wali santri, mereka melakujan iuran dana sukarela agar TPS itu bisa segera berfungsi karena masih belum beratap dan belum ada dindingnya. Dana yang dihimpun warga ternyata masih belum mencukupi sehingga Mas Yuli merekomendasikan unntuk TPA Bani Rohimin bisa dibantu oleh #Sedekah Rombongan, melalui Regu Semut #SR kita putuskan untuk membantu dana sebesar Rp.1.000.000,- yang dikirimkan via Mas Yuli dan diterima oleh Ibu Marsudi. Selama ini TPA Bani Rohimin mengajarkan baca  tulis Al Qur’an dan Iqro’ dengan santrinya berusia 5 tahun sampai dengan 12 tahun, jumlah santrinya sekarang sekitar 45 santri. Keluarga Bapak Marsudi sebagai pengasuh selama ini tidak memungut dana dari para wali santri. Bapak Marsudi mengikhlaskan ilmu dan waktunya sebagai bentuk amal jariyah beliau dan keluarga. Sampai saat ini belum ada perhatian dan bantuan dari pihak kelurahan maupun pedukuhan setempat. TPA Bani Rohimin saat ini masih dalam proses pengerjaan dengan dana setimulus dari #Sedekah Rombongan dan dana iuran dari para wali santri.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh, Ikshan Nur
Tanggal Pemberian: 23 Mei 2016

Bantuan untuk operasional TPA

Bantuan untuk operasional TPA


RINI ARYANTI (33, Kanker Payudara). Alamat : Jl. Gandaria 1 RT. 7/3, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Propinsi Bangka Belitung. Saat istri dari Bapak Syarif ini mengandung anak kedua, ada benjolan kecil di payudara sebelah kirinya. Pada Februari 2016, benjolan mulai membesar saat Ibu Rini hamil anak ketiga. Penyakit Ibu Rini semakin menyebar dan ia mulai merasakan sakit pada punggungnya hingga sering mengalami kontraksi perut. Karena kondisinya semakin memburuk, Ibu Rini dibawa dan dirawat selama dua hari di RS Bakti Wara dengan menghabiskan biaya lebih dari 2 juta rupiah. Untuk membayar tagihan rumah sakit, Bapak Syarif meminjam uang kepada temannya. Dokter menyarankan Ibu Rini menjalani operasi caesar untuk proses kelahiran anak ketiganya. Pada 27 April 2016, Ibu Rini dibawa kembali ke RS Bakti Wara karena pecah ketuban hingga akhirnya melahirkan secara prematur pada usia kandungan 7 bulan dengan berat badan anak 1,7 gram. Pada 1 Mei 2016, Ibu Rini dan bayinya diperbolehkan pulang dengan kondisi masih terdapat benjolan besar di dadanya. Biaya yang dikeluarkan selama dirawat di rumah sakit lebih dari 6 juta rupiah harus dibayarkan secara pribadi karena Ibu Rini belum memiliki BPJS hingga meninggalkan tunggakan. Setelah layanan BPJS Ibu Rini dapat digunakan, pada 8 Mei 2016 ia kembali ke RS Bakti Wara untuk menjalani operasi kanker payudara, namun tindakan operasi sempat tertunda karena tekanan darah Ibu Rini yang tinggi. Alhamdulillah pada 11 Mei 2016 operasi berhasil dijalankan. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat Ibu Rini dan keluarga tidak bisa mebayar tagihan rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Bapak Syarif yang bekerja sebagai tenaga servis AC hanya mendapatkan penghasilan jika ada yang menggunakan jasanya. #SedekahRombongan bersyukur bisa bertemu dan membantu Ibu Rini dan keluarganya. Bantuan awal disampaikan untuk membayar angsuran pertama tagihan rumah sakit. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga Ibu Rini.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 23 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok via Kemas Mahmud @ririn_restu

Ibu rini menderita Kanker Payudara

Ibu rini menderita Kanker Payudara


OKA VIANOP (12, Radang Sendi). Alamat : Jl. Gang Tower RT. 6, Kelurahan Simpang Perlang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Propinsi Bangka Belitung. Mulanya Oka adalah anak yang ceria, akan tetapi sejak Maret 2016 keceriaan tersebut berangsur menghilang bersamaan dengan munculnya rasa nyeri di pangkal pahanya. Nyeri tersebut terasa karena adanya pembengkakan seperti bisul yang semakin membesar dan ini menjadi awal penyakit yang diderita Oka. Ditemani sang ayah, Bapak Sahirman, Oka diperiksakan ke RSUD Bangka Tengah. Berdasarkan hasil rontgen, dokter menyimpulkan Oka mengalami penyakit radang sendi. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan penanganan yang lebih intensif, Oka disarankan berobat ke poli anak, namun Bapak Sahirman mengurungkan niatnya karena khawatir akan membutuhkan biaya besar meskipun Oka memiliki BPJS. Bapak Sahirman khawatir karena ia hanya mengandalkan penghasilannya yang tidak menentu sebagai buruh yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Oleh karena itu, Oka hanya diobati secara tradisional dan kini ia hanya terbaring lemah di tempat tidurnya dengan rasa perih di kakinya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bapak Sahirman dan berjumpa langsung dengan Oka. Bantuan awal disampaikan untuk membantu keluarga agar bisa memeriksakan kondisi Oka lebih intensif. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok via Ahmad Hendra Martadinata @ririn_restu

Oka menderita Radang Sendi

Oka menderita Radang Sendi


JOKO SANTOSA (24 Tahun, Kanker Nasofaring). Joko tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai ibu rumah tangga di Kalibenda RT.01/RW.03 Kalibenda, Sigaluh, Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebelum terdiagnosa menderita kanker nasofaring, pemuda lulusan sekolah menengah kejuruan ini bekerja sebagai karyawan swasta. Semenjak sakit, Joko keluar dari pekerjaannya, kemudian menjalani pengobatan di RS. Emanuel Banjarnegara, Jawa Tengah. Selama sakit, ia terus didampingi oleh ibunya. Meski sudah berobat selama beberapa minggu tidak tampak perkembangan signifikan pada kesehatan Joko. Akhirnya Joko dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar, yang memiliki sarana & prasarana yang lengkap. Pihak keluarga merasa kebingungan karena harus membawa Joko ke rumah sakit lain. Tentu mereka harus menyediakan dana yang besar juga, padahal kondisi ekonomi mereka juga pas-pasan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Joko dan ibunya. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga dan berkoordinasi dengan #SedekahRombongan Jogjakarta maka #SedekahRombongan memutuskan untuk mendampingi proses pengobatan Joko. Joko dan ibunya pun segera hijrah dari Banjarnegara ke Jogjakarta. Kondisi Joko kian memprihatinkan selama perjalanan hijrah tersebut. Sesaat setelah sampai di RSSR Jogja, ia dilarikan ke unit gawat darurat RSUP Dr. Sardjito, Jogjakarta. Joko terpaksa langsung rawat inap karena kondisinya kian menurun. Joko kemudian menjalani cek lab dan transfusi darah karena kadar Hb rendah. Setelah beberapa hari dirawat, ia menjalani reontgen tulang, dan hasilnya mengatakan bahwa ada penyebaran sel kanker. Joko disarankan untuk melakukan kemoterapi, dilanjutkan dengan radioterapi, dengan catatan setelah kadar Hb normal dan kondisi fisiknya dinyatakan mampu. Joko disarankan untuk menjalani 6X kemoterapi, disertai dengan kontrol rutin dan kontrol pra & pasca kemoterapi di poli onkologi. Setelah menjalani kemoterapi, keluhan yang sering ia rasakan yaitu pusing, nyeri pada kanker, nyeri pada tulang seluruh tubuh. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kembali menyalurkan bantuan yang digunakan untuk biaya akomodasi dan uang saku selama melakukan pengobatan di Jogjakarta. #SedekahRombongan juga memberikan fasilitas selama berobat berupa tempat tinggal sementara di RSSR Jogja, dan untuk transportasi selama berobat menggunakan MTSR Jogja. Sementara untuk biaya rawat inap dan pengobatan lainnya ditanggungkan kepada pemerintah karena Joko memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Alhamdulillah, Joko dan Ibunya sangat bersyukur, karena berkat bantuan #Sedekaholic mereka bisa melanjutkan pengobatan Joko. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat dan susu khusus untuk tulang. Mari kita doakan supaya Joko segera pulih dan selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp 788.335
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

Joko menderita Kanker Nasofaring

Joko menderita Kanker Nasofaring


AMENIA BINTI KARSUN (46 Tahun, Sinus Ohrenicocostali). Alamat: Dusun Buncitan RT 10 RW 5, Desa Kampung Baru, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Januari 2014 lalu beliau merasakan keanehan pada tenggorokannya, sakit yg tidak seperti biasa dirasakan dan setelah beberapa kali diperiksakan hasilnya sama saja sehingga dari Puskesmas beliau dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Singkat cerita, sesuai hasil laboratorium diketahui ada kelainan di tenggorokan bu Amenia yang disebut Sinus Ohrenicocostali dan beliau dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Setelah dilakukan tes beberapa kali, ibu satu orang anak ini diharuskan untuk melakuakan kemoterapi. Kemoterapi sudah dilakukan berkali-kali dan singkat cerita terpaksa berhenti karena tidak adanya biaya untuk berobat, utamanya untuk biaya transportasi. Bu Amenia adalah ibu rumah tangga biasa, sedangkan sang suami, pak Banjir (50) seorang kuli angkut air. Selama 2014 -2015 sakit ini hanya diobati dengan sabar & doa, dan alhamdulillah sembuh sementara waktu ini. Sekitar Januari 2016, muncul benjolan disebelah kiri leher, tapi belum pernah diperiksakan sama sekali karena ketebatasan biaya. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan pada Februari 2016 mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Amenia. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu beliau. Saat ini bu Amenia kembali melakukan kemoterapi. Santunan telah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 855 dan 876. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Amenia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 30 Juni 2016
Kurir                   : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Ibu amenia menderita Sinus Ohrenicocostali

Ibu amenia menderita Sinus Ohrenicocostali


ERISKA DWI NOFITRI (11 Tahun, Kanker Ginjal). Alamat: Dusun Sugian RT 03, RW 02, Desa Sukorejo, Kec. Parengan, Kab. Tuban, Jawa Timur. Riska biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, pada bulan 10 tahun 2013 mengalami demam tinggi dan perutnya mulai mengeras. Orang tua Riska membawa ke dokter praktek yang kemudian di rujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di Bojonegoro. Setelah menjalani berbagai macam rangkaian pemeriksaan, Riska terdiagnosis mengidap penyakit tumor yang menempel pada ginjal sebelah kiri. Kemudian setelah 7 hari di rumah sakit, Riska menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri dengan biaya mandiri. Pada februari 2014 kondisinya kembali menurun. Berbekal kartu jamkesnas, keluarga membawanya ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Dokter mendiagnosis adanya bekas tumor yang berkembang menjadi kanker pada saluran ginjal kanan. Dokter tidak berani melakukan operasi karena ginjal kiri Riska sudah diangkat dan hanya sisa ginjal sebelah kanan. Oleh karena itu tindakan yang dilakukan adalah kemoterapi dan penyinaran. Saat itu pihak keluarga mengeluhkan tentang banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan, ongkos transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami #SedekahRombongan dipertemukan dengan Riska. Setelah melalui survey, Riska resmi menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Saat ini Riska melakukan kontrol rutin sebulan sekali. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 809, 832, 866 dan 876. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Riska masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Riska bisa segera diobati dan Riska bisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 13 Juni 2016
Kurir                   : @wahyu_CSD @RathyaJelita @Martinomongi

Eriska menderita Kanker Ginjal

Eriska menderita Kanker Ginjal


RIRIN INDRAWATI (51 Tahun, Kanker Mulut) Alamat: Dusun Duku RT01, RW 27, Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bu Ririn biasa ia disapa. Awalnya pada 2013 muncul benjolan di langit langit mulut bu Ririn. Setelah itu bu Ririn  melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Jember dan dilakukan tindakan biopsi. Tindakan setelah itu adalah melakukan operasi pada kelenjar air liur, dan hasilnya baru diketahui bahwa bu Ririn ibu menngidap penyakit kanker pada mulut. Pendek cerita dokter merujuk bu Ririn ke RSU Dr. Soetomo Surabaya mulai tahun 2014. Bu Ririn baru melakukan pengobatan ke RSU Dr. Soetomo Surabaya pada agustus 2015 yaitu serangkaian sinar.  Pada februari 2016 muncul benjolan di atas hidung dan didiagnosa sebagai kanker. Menurut info kanker baru tersebut sudah tidak bias diopearsi karena sudah menyebar ke otak. Bu Ririn memang memiliki fasilitas jaminan kesehatan yaitu JKN, namun beliau tidak memiliki dana untuk biaya transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Selain itu bu ririn juga masih memiliki hutang yang digunakan untuk biaya operasinya selama 2 kali karena waktu lalu masih menggunakan jalur umum. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang kesulitan yang dialami bu Ririn, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Bantunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada Rombongan 876. Bu Ririn dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholic atas bantuan yang telah diberikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp  500.000,-
Tanggal : 29 Juni 2016
Kurir    : @Wahyu_CSD @martinomongi

Ibu ririn menderita Kanker Mulut

Ibu ririn menderita Kanker Mulut


RSSR SURABAYA (Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya). Alamat: Jl. Semampir Selatan Gang 2A, No. 61, Surabaya. RSSR Surabaya merupakan rumah yang digunakan sebagai tempat pasien dampingan untuk singgah sementara selama mereka berikhtiar menjemput kesembuhan di Surabaya. Hadirnya RSSR memudahkan para pasien yang tinggal jauh dari rumah sakit tempat mereka berobat dan harus menjalani rawat jalan. Sehingga dengan tinggal di RSSR mereka tidak perlu bolak-balik melakukan perjalanan untuk kontrol. Karenanya, RSSR terus dikontrol dan dirawat oleh para kurir maupun pasien. Kurir #SedekahRombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang digunakan di RSSR. Total Pengeluaran Juni 2016 : Rp. 5.100.006,-. Santunan dari sedekahholic sangat membantu kinerja kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Sebelumnya laporan RSSR telah tercatat pada rombongan 811, 831, 844, 862 dan 876. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari sedekahholic dan semoga sedekah yang sedekahholic berikan dapat menjadi ladang amal diakhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan         : Rp. 5.100.006,-
Tanggal                 : 30 Juni 2016
Kurir                   : @wahyu_CSD  @nambisembilu  @EArynta & Gita

Bantuan operasional

Bantuan operasional


SUCI RAMADANI (3 Tahun, Kelumpuhan Saraf Otak). Alamat: Dukuh Kupang Barat 1 buntu 3 blok II no 58 Surabaya. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRSurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannyapun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di RS William Booth, Surabaya. Terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 791, 809, 831, 866 dan 876. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin..

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 25 Juni 2016
Kurir                   :   @wahyu_CSD @RathyaJelita @dinininutz

Suci menderita Kelumpuhan Saraf Otak

Suci menderita Kelumpuhan Saraf Otak


NJOO SWIE FOEN (61 Tahun, Kanker Payudara). Alamat:  Jl. Syamanhudi no 35, Jember, Jawa Timur. Ibu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya adalah salah satu pasien #SedekahRombongan yang telah meninggal dunia. Beliau tinggal seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya. Sakitnya berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa Bu Gio menderita kanker payudara stadium 3. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan Bu Gio  membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan Bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Pada saat kemoterapi dan sinar radiotherapy, Bu Gio sudah dalam dampingan #SedekahRombongan. Semua proses kemoterapi dan sinar sudah selesai, namun saat ini muncul lagi benjolan yang semakin membesar di punggung beliau dan masih dalam tahap diagnosis. Bantuan sudah disampaikan ke Bu Gio untuk biaya berobat & transportasi dari Jember ke Surabaya. Bantuan sebelumnya sudah masuk di rombongan 780, 791, 809, 832, 850, 866 dan 876. Saat ini Bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Santunan           : Rp. 500.000,-
Tanggal                   : 13 Juni 2016
Kurir                     :   @wahyu_CSD  @Martinomongi

Ibu njoo menderita Kanker Payudara

Ibu njoo menderita Kanker Payudara


DIAH NUR SAFITRI (13, Neurogenic Blader) Alamat: Jl. Wijaya Kusuma RT 12 W 01 No. 9 Sukabumi Kab. Probolinggo, Jawa Timur. Dik Diah, seorang gadis kecil yang telah menderita tumor di tulang belakangnya sejak ia berusia tujuh bulan. Ketika kambuh, badan Dik Diah menjadi panas, sakit di perut, dan kram pada kaki secara tiba-tiba. Pada usia 1 tahun, Dik Diah melakukan pengobatan dengan terapi dan juga mengkonsumsi obat herbal, namun tidak mendapatkan hasil apapun. Ketika Dik Diah berusia tiga tahun, ayahnya meninggal dunia dan Bu Sujinah (Ibu Dik Diah – 43 Tahun) menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di pagi hari dan jika kondisi Dik Diah sedang baik, sore harinya Bu Sujinah membuat krupuk gulung untuk dijual. Tahun 2006 Dik Diah mendapat rujukan dari puskesmas setempat untuk berobat ke RSUD Malang. Dengan berbekal surat keterangan tidak mampu Dik Diah menjalani MRI dan dianjurkan untuk terapi. Ikhtiar untuk kesembuhan Dik Diah dilakukan dengan melakukan terapi secara rutin 1-2 kali dalam satu minggu dan telah dijalani selama dua tahun, namun ternyata hasilnya masih nihil. Akhirnya Dik Diah pun dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan operasi penyambungan saraf. Biayanya pun cukup mahal, namun dengan menggunakan sisa uang pinjaman dan sumbangan dari dermawan ahirnya Dik Diah bisa menjalani operasi. Setelah menjalani operasi, kondisi Dik Diah mulai membaik. Kram di kaki, sakit di perut, dan badan panas secara tiba-tiba sudah jarang kambuh. Namun ada keluhan lain yang dirasakan. Sampai sekarang Dik Diah tidak bisa menahan buang air kecil dan air besar sehingga mengharuskan untuk memakai pampers setiap hari. Bulan februari lalu dek Diah menjalani tindakan operasi. Bulan ini dek Diah melakukan kontrol paska operasi selama beberapa kali. Santunan telah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 845 & 866. Semoga dek Diah bisa segera mendapat kesembuhan dan dapat melanjutkan pendidikan di SMP. Keluarga dek Diah mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan para sedekahholic melalui #SedekahRombongan. Semoga para sedekahholic selalu diberi kesehatan dan rejeki yang berkah dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Santunan         : Rp.  500.000,-
Tanggal                 : 22 Juni 2016
Kurir                   :  @wahyu_CSD @dinininutz  @Rathyajelita @Martinomongi

Diah menderita Neurogenic Blader

Diah menderita Neurogenic Blader


SARNO BIN SETRO GIMUN (45 Tahun, Prostat). Alamat: Desa Karangrejo RT 21 RW 09, Kec. Kawedanan, Kab. Magetan, Jawa Timur. Pak Sarno telah menderita prostat sejak lima tahun yang lalu. Beliau tinggal bersama bapak, istri dan seorang anaknya. Bapaknya bernama Setro Gimun berumur 72 tahun yang sudah tidak bisa bekerja. Istri Pak Sarno bekerja sebagai penjual jamu yang penghasilan perbulannya sekitar Rp.600.000,- tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Pak Sarno. Pada tahun 2010 lalu Pak Sarno mengalami gangguan saluran kencing dan divonis terkena prostat. Pak Sarno sudah berusaha berobat ke rumah sakit dengan biaya umum. Sudah beberapa kali berobat namun belum mendapatkan hasil yang baik. Karena keterbasan biaya akhirnya pengobatanpun berhenti. Akhirnya lama kelamaan muncul benjolan di buah zakarnya. Benjolan tersebut mengeluarkan nanah dan semakin membesar bila Pak Sarno kelelahan yang menyebabkan beliau tidak bisa bekerja sampai sekarang. Benjolan itu mengakibatkan Pak Sarno tidak bisa buang air kecil dan harus memakai kateter atau alat bantu buang air kecil. Bahkan bila benjolan itu kambuh, Pak Sarno tidak bisa berjalan. Bila kambuh, keluarga hanya bisa memberikan pengobatan ke dokter umum terdekat saja karena keterbatasan dana. Sekarang Pak Sarno telah memiliki BPJS dan ingin berobat ke rumah sakit kembali. Namun karena kondisinya yang terbatas Pak Sarno masih kesulitan untuk berobat. Alhamdulillah Pak Sarno dipertemukan dengan #SedekahRombongan berdasarkan informasi dari saudara salah satu kurir #SedekahRombongan. Setelah selama 5 bulan berobat di RSUD Soedono Madiun dalam dampingan #SedekahRombongan, Pak Sarno dirujuk dokter untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Rencana besarnya Pak Sarno akan melakukan operasi, namun saat ini tim dokter masih mengumpulkan data dan melihat perkembangan kondisi Pak Sarno dengan kontrol rutin 2 minggu sekali. Pak Sarno menyatakan bahwa semenjak berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, mulai ada perkembangan kondisi yang semakin baik. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 780, 808, 809, 831, 850, 866 dan 876. Keluarga pak Sarno mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                       : 21 Juni 2016
Kurir                            :  @wahyu_CSD  @Martinomongi

Pak sarno menderita Prostat

Pak sarno menderita Prostat


SITI RAHMI (19 Tahun, Carsinoma Sinonasal). Alamat: Desa Pindahan Baru, Kec. Beruntung, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan. Rahmi biasa dia dipanggil, adalah seorang gadis yang lahir di Jambu Burung pada 17 April 1996. Merupakan anak kedua dari Bapak Abdullah (49) dan Ibu Faridah (46). Keduanya bekerja sebagai buruh tani di desa sekitar tempat tinggalnya. Gejala penyakit Rahmi berawal pada tahun 2012, muncul benjolan di gusi Rahmi. Hasil pengobatan di Rumah sakit setempat mengharuskan rahmi untuk menjalani operasi kecil untuk mengambil cairan pada gusinya yang benjol. Menurut Dokter cairan tersebut adalah cairan sinusitis. Selang dua tahun kemudian Rahmi mengalami sakit gigi hebat sehingga dari puskesmas setempat menyarankan Rahmi untuk dirujuk di Rumah Sakit besar yaitu RSUD Ulin Banjarmasin. Pada saat itu Rahmi duduk di bangku kelas 3 SMK Negeri 1 Takisung. Lokasi rumah sakit yang jauh, serta bersamaan dengan berlangsungnya ujian kelulusan maka Rahmi beserta orang tuanya memutuskan untuk menunda pengobatan sampai ujian selesai. Selama empat bulan Rahmi menahan sakit gigi yang luar biasa dan sesak yang kerap hadir di setiap malam. Seusai ujian kelulusan Rahmi melanjutkan pengobatan ke RSUD. Ulin Banjarmasin menggunakan fasilitas jamkesda. Dari hasil pemeriksaan ternyata Rahmi harus segera dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya karena langit-langit mulut Rahmi sudah sangat tipis. Pekerjaan kedua orang tuanya yang hanya mengandalkan hasil buruh tani rasanya seperti mimpi Rahmi bisa berobat ke Surabaya. Melalui Tangan-Tangan Allah, berita tentang keadaan Rahmi tersebut sampailah ke kurir #SedekahRombongan, dan Alhamdulillah Rahmi bisa berobat ke Surabaya pada Maret 2015 ditemani oleh ayahnya. Sesampainya di Surabaya, setelah melewati serangkaian pemeriksaan melalui Poli Gigi dan Posa THT di RSUD Dr. Soetomo Rahmi dinyatakan mengidap kangker saluran sinus stadium 3 atau istilah kedokterannya adalah “Carsinoma Sinonasal” yang berada di area sekitar hidung, bawah pipi kanan, dan merambat sampai rongga mulut atas, dan akhirnya diputuskan bahwa Rahmi akan menjalani operasi besar yang melibatkan dokter ahli bedah THT, dokter ahli bedah saraf, dan dokter ahli dari poli Gigi. Rahmi dioperasi pada April 2015. Langit-langit rongga mulut dan seluruh gigi rahmi yang ada di sebelah kanan atas diambil agar penyakit Rahmi tidak menjalar lagi dan dituntaskan sampai ke akarnya. Kemudian rahmi direncakan untuk dibuatkan langit-langit rongga mulut palsu, dan sampai saat ini Rahmi tidak memiliki sebagian gigi atasnya, hal ini membuat Rahmi sedikit kesusahan untuk makan dan bahkan bicaranya pun menjadi sengau/tidak jelas. Setelah operasi, pengobatan Rahmi belum selesai. Dia harus melakukan serangkaian proses kemoterapi dan melakukan sinar radioterapi sebanyak 25 kali untuk membunuh sel-sel kanker yang dikhawatirkan masih aktif. Setelah selesai melakukan proses sinar sebanyak 25 kali pada bulan desember 2015, dokter menyarankan Rahmi untuk melakukan sinar periode kedua sebanyak 10 kali. Alhamdulillah saat Rahmi telah selesai melakukan sinar radioterapi periode kedua dan tinggal menunggu panggilan untuk persiapan operasi besarnya. Bantuan kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan sejumlah Rp. 600.000,- untuk uang saku maret untuk berobat. Sebelumnya bantuan untuk Rahmi masuk dalam rombongan 791, 810, 859 dan 866. Pihak keluarga merasa sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Rahmi bisa segera selesai dan dokter menyatakan bahwa Rahmi telah sembuh. Aamiin.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                       : 16 Juni 2016
Kurir                            :  @wahyu_CSD  @Dinininutz @Martinomongi

Siti menderita Carsinoma Sinonasal

Siti menderita Carsinoma Sinonasal


SUGITO BIN KASENI (51 Tahun, Tumor Pipi). Alamat: Dusun Gragalan Rt 01 Rw 01, Desa Soso, Kec. Gandusari, Blitar, Jawa Timur. Pak Gito biasa dipanggil, dulunya adalah seorang penjual bakso di Kalimantan Barat. Namun karena sakit, beliau tidak bisa bekerja dan pulang kembali ke Jawa Timur. Beliau tinggal bersama istrinya (Ibu Sarifah) di sebuah rumah yang sangat kecil dengan berlantai tanah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari istrinya bekerja sebagai buruh di sawah. Pada mulanya Pak Gito merasakan sakit pada matanya, dan muncul benjolan di pipi sebelah kanan. Kemudian beliau mencoba mengobati sakitnya secara tradisional dengan menggunakan duri pada pohon jeruk, namun benjolannya malah menjadi semakin besar. Selanjutnya beliau berobat ke RSUD Ngudi Waluyo Blitar dengan menggunakan biaya sendiri, namun karena peralatan yang kurang memadai kemudian beliau dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar Kota Malang. Pengobatanpun tidak berlanjut karena tidak adanya biaya. Pada awal bertemu dengan #SedekahRombongan, kondisi pak Gito sangat memprihatinkan, benjolan di pipi yang sangat besar dan tubuh yang sangat kurus. Kemudian Pak Gito dirujuk untuk menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.  Pengobatan berupa kemoterapi yang dilakukan rutin setiap bulan. Alhamdulillah benjolan di pipi beliau sudah mulai mengecil dan tubuh beliaupun mulai normal kembali. Semoga dengan kontrol dan kemoterapi secara rutin kondisi Pak Gito akan semakin membaik dan bisa sembuh total. Bantuan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 816, 831, 850 dan 866. Saat ini Pak Gito sedang menunggu jadwal kemoterapi ke delapan yang dilakukan di awal bulan ini. Semoga semuanya berjalan lancar. Aamiin..

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                       : 16 Juni 2016
Kurir                            :  @wahyu_CSD @Martinomongi

Pak sugito menderita Tumor Pipi

Pak sugito menderita Tumor Pipi


MTSR SURABAYA (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Mobil Daihatsu Luxio Type D 2012 dengan Nomor Polisi W 894 PV adalah mobil ambulance operasional #SedekahRombongan wilayah Surabaya dan Sekitarnya. Untuk menjaga kelancaran mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Surabaya, menuntut adanya performa mobil ambulance yang baik. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area Surabaya dan sekitarnya untuk transportasi dari/ke RSSR, maupun dari/ke luar kota untuk menjemput/mengantar pasien dari/ke kampung halaman. Selama januari 2016 ini, MTSR mengeluarkan biaya meliputi biaya pembelian bahan bakar, biaya operasional yang meliputi gaji sopir, biaya servis, tune up, ganti oli, juga pembelian dragbar. Bantuan dari sedekahholic sangat membantu kinerja kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan para pasien. Bantuan untuk MTSR sebelum ini tercatat di rombongan 780, 811, 831, 844, 862 dan 876. Semoga bantuan dari sedekahholic dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan pahalanya dilipatgandakan oleh Tuhan YME. Aamiin..

Jumlah Santunan         : Rp 7,111,500,-
Tanggal                 : 30 Juni 2016
Kurir                   :  @wahyu_CSD @MasKhus1027 @Martinomongi & Gita

Biaya gaji sopir, biaya servis, tune up, ganti oli, juga pembelian dragbar

Biaya gaji sopir, biaya servis, tune up, ganti oli, juga pembelian dragbar


ZAHRA AMIRA (1 tahun, Kelainan Jantung). Alamat: Dusun Krajan RT 11 RW 03, Desa Tambakrejo, Kec.Tongas, Kab. Probolinggo, Jawa Timur. Dik Zahra begitu ia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Gejala awal yang dialami Dik Zahra adalah wajahnya pucat disertai demam. Kemudian Dik Zahra diperiksakan ke Puskesmas setempat, lalu berlanjut diperiksakan ke salah satu rumah sakit di Probolinggo. Kondisinya berangsur membaik dan dinyatakan sembuh karena hanya terkena sakit demam biasa. Namun sekitar april 2015 kembali terulang, keadaan tersebut membuat orang tuanya panik dan Dik Zahra kembali diperiksakan ke rumah sakit di Probolinggo. Dokter menyatakan ada kelainan pada jantung Dik Zahra, dan dokter langsung memberikan rujukan untuk berobat di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Zahra sempat menunda proses pengobatan ke Surabaya. Alhamdulillah melalui info penduduk sekitar, bertemulah Dik Zahra dengan kurir #SedekahRombongan Probolinggo. Informasi tersebut langsung disalurkan ke kurir #SedekahRombongan Surabaya dan Dik Zahra langsung diantar ke Surabaya untuk melanjutkan proses pengobatan. Menjadi pasien dampingan sejak mei 2015, alhamdulillah saat ini kondisi Dik Zahra semakin membaik. Ikhtiar yang dilakukan adalah  kontrol rutin sebulan 1 – 2 kali di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Santunan telah diberikan dan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 810, 812, 850 dan 876. Orang tua Dik Zahra mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholic, berkat bantuannya sampai saat ini Dik Zahra masih bisa berikhtiar untuk mencari kesembuhan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat & Kasih Sayang-Nya untuk kita semua yang mempunyai niat ikhlas membantu sesama. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2016
Kurir :  @wahyu_CSD  @_ariina Ade & Firman Hao

Zahra menderita Kelainan Jantung

Zahra menderita Kelainan Jantung


SARJONO binti SUWARDI (66, Stroke) yang beralamat di RT 05, Priyan, Trirenggo, kecamatan Bantul, Bantul, Yogyakarta menderita stroke sejak tahun 2013. pada awal menderita sakit hanya bagian tubuh bagian kanan. Sejak awal berupaya berobat jalan di RS PKU Jogja. Namun, keadaan ekonomi keluarga semakin buruk.Sehingga kontrol ke rumah sakit hanya ketika ada uang terkumpul. Bapak Sarjono sebelum menderita stroke bekerja sebagai karyawan hotel. Penghasilannya sebagai karyawan tentu saja tidak banyak bisa menyisihkan untuk ditabung. Istrinya, Ibu Murjilah (63) ikut bekerja sebagai penjaga toko. Keadaan ini diperparah anaknya, Ari Eko Nugroho (39) juga mengalami stroke bagian kanan. sehari-hari menunggui warung bekas orangtuanya. Selain mengalami stroke, bapak Sarjono juga menderita komplikasi. Sehari-hari tidak bisa bergerak bebas. Kakinya tidak dapat digerakkan semua karena mengalami pengapuran pada tulang sendi. Tiga bulan yang lalu beliau menginginkan kursi roda agar bisa melihat luar rumah. Menengok warungnya yang sederhana. Agar tidak bosan berada di dalam kamar terus. Saat kurir Sedekah Rombongan datang ke rumah beliau. Bapak Sarjono dan istri tidak menyangka jika akan di beri bantuan kursi roda. Isak tangis dari keduanya terdengar sambil terucap syukur tiada henti saat bungkusan kardus kami buka. Tidak menyangka harapan 3 bulan yang lalu tiba-tiba datang tanpa diduga-duga. Keluarga bapak Sarjono mengucapkan banyak terimakasih sebesar-besarnya atas bantuan yang mereka terima.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000
Tanggal : Rabu, 7 September 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @keliqer @anjesmo

Pak sarjono menderita Stroke

Pak sarjono menderita Stroke


RIFAI BODRO IRANI (58 Tahun, Suspek Asam Lambung Akut). Ibu Rifai beralamat di Jl. Juwangen RT.08/RW.02 Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY. Sehari-harinya, ia bekerja sebagai ibu rumah tangga. Suatu hari di awal bulan September 2016, Bu Rifai mengalami muntah-muntah sehabis makan, ia juga sakit kepala, badannya pun terasa meriang. Setelah itu, ia merasa was-was apabila harus mengonsumsi makanan atau pun minuman. Bu Rifai kemudian memutuskan untuk memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit. Setelah melalui proses pemeriksaan awal, dokter mewajibkannya untuk menjalani rawat inap untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penyakitnya belum diketahui dengan pasti. Bu Rifai memiliki riwayat penyakit asam lambung dan tensi tinggi mencapai 180 – 200. Untuk itu dokter perlu mengobservasi lebih lanjut untuk menegaskan diagnosa penyakitnya. Saudara kita ini membutuhkan pertolongan karena berasal dari golongan yang sederhana, mari kita bersama-sama meringankan beban hidupnya… Alhamdulilah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Rifai.  #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit sebesar Rp. 1.000.000,- untuk membantu biaya pengobatan Bu Rifai. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban kehidupannya, Bu Rifai sangat bersyukur dan berterimakasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Mari kita doakan bersama agar ia juga segera diberikan kesembuhan, amin…

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 September 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @satyaluke @vsauqani

Pak rifai menderita Suspek Asam Lambung Akut

Pak rifai menderita Suspek Asam Lambung Akut


SUPRIHATIN (33 tahun), Warga Kalakijo, Guwosari, Pajangan, Bantul Jogjakarta, sakit luka tekan ulkus decobetus akibat gempa hebat yang melanda Jogja 2006 lalu, saat ini lumpuh dan dalam kondisi hamil. Sebelum kejadian itu Suprihatin sehat dan berjalan normal, bisa bekerja untuk mencari nafkah keluarganya. Setelah kejadian itu Suprihatin tidak dapat bekerja dan bergantung pada kursi roda. Santunan ini untuk pengobatan sakitnya yang masih nyeri. Semoga bermanfaat

Santunan: Rp. 2.000.000
Tanggal: 1 Agustus 2016
Kurir: @Saptuari dan @FerryMangrove

Ibu suprihatin menderita lumpuh

Ibu suprihatin menderita lumpuh


MARDALINA BINTI LOSO NEGER, (24, Tumor Pantat). Alamat: Sugehwaras RT. 02/06, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Mbak Lina merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak 1,5 tahun lalu. Awalnya, terdapat benjolan kecil di pantat Mbak Lina, namun lama-kelamaan terus membesar hingga menyebabkan Mbak Lina sulit untuk beraktivitas. Pada 2010, keluarga memeriksakan Mbak Lina ke RS. Pandanarang Boyolali, kemudian dirujuk ke RS. Moewardi Solo untuk dilakukan operasi. Namun, karena terkendala biaya, oeprasi lanjutan urung dilakukan. Ibu Mbak Lina, Sutiyem (45) bekerja sebagai buruh serabutan, sementara sang Ayah pergi meninggalkan Mbak Lina dan keluarga sejak mengetahui Mbak Lina sakit. Untuk menyambung hidup, dengan menahan rasa sakit, Mbak Lina menjadi pengasuh anak dengan penghasilan Rp. 400.000,-/bulan. Kini, Mbak Lina sudah menjalani 2 kali operasi, awal September lalu Mbak Lina kembali menjalani kontrol rutin. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan ke-8 untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 852. Semoga Mbak Lina lekas sembuh. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 September 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka @kuncorowibowo

Ibu mardalina menderita Tumor Pantat

Ibu mardalina menderita Tumor Pantat

—-
KURNIANDI METIARIDHO, (11, CTEV). Alamat: Lawatan RT 1/1, Dukuh Turi, Tegal, Jawa Tengah. Dik Ridho merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak tahun 2015 lalu.  Sejak lahir Dik Ridho sudah mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya. Meski begitu, Dik Ridho termasuk sosok yang rajin dan pantang menyerah. Bahkan ia pernah bekerja di tempat pengrajin bulu angsa. Ayahnya, Kuwatman (40) bekerja sebagai penjual mie ayam yang berpenghasilan tidak menentu. sementara Ibunya Kurninda (35) tidak bekerja. Dik Ridho pernah mendapat bantuan pengobatan dari luar. Namun tidak sampai selesai sudah terhenti. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Ridho dan keluarga. Sehingga pengobatan bisa dilanjutkan kembali. Sejauh ini, Dik Ridho telah menjalani dua kali operasi. Kondisi terkini, kakinya sudah bisa untuk berpijak dan akan melaksanakan kontrol kembali tanggal 21 September 2016. Santunan ke-8 kembali disampaikan untuk biaya Travel dari Tegal ke Solo (PP) . Santunan sebelumnya telah masuk dalam rombongan 884. Dik Ridho dan keluarga menyampaikan terima kasih kepada #Sedekaholics. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang jauh lebih baik lagi. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal: 7 September 2016
Kurir:@Mawan @Aisyah @ciciii @KuncoroWibowo

Ridho menderita  CTEV

Ridho menderita CTEV


IIS JUJU ZULAIKAH, (22, Infeksi Kaki Sebelah Kanan). Alamat: Desa Candi RT. 01/06, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Iis merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Semarang yang saat ini menjadi dampingan #SedekahRombongan Solo. Mei 2015 silam sepulang dari bekerja di Kalimantan, Mbak Iis mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki kanannya retak. Oleh warga sekitar dilarikan ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Tiga hari kemudian setelah kondisi Mbak Iis agak membaik dokter melakukan operasi pemasangan pen di kaki kanan. Beberapa bulan setelah operasi pemasangan pen, kaki bekas pen mengalami bengkak namun karena jarak ke Rumah Sakit jauh dan kondisi keuangan keluarga yang tidak mampu maka tidak dibawa ke rumah sakit sehingga pada akhirnya kaki yang bengkak tadi membusuk, jahitan membuka, pen lepas dan sekarang terlihat tulang kaki karena daging juga mengelupas. Apabila berjalan, keluar tetesan darah dari luka tersebut. Namun karena keterbatasan biaya, pengobatan dilakukan seadanya. Sejak sakit, Mbak Iis tidak bekerja, kemudian Mbak Iis dan Ibunya, Ida Zubaidah (42) memutuskan untuk kembali ke Jawa tinggal menumpang di rumah kerabat di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan harapan akan mendapatkan pengobatan yang lebih layak. Sementara sang ayah dan adik tetap berada di Kalimantan. Kurir #SedekahRombongan Semarang dipertemukan dengan Mbak Iis dan keluarga kemudian mendampingi pengobatan Mbak Iis hingga mengantar berobat ke Solo. Mbak Iis baru saja menjalani operasi pengambilan pen Senin, 5 September 2016. Santunan awal untuk biaya selama berada di RS pun disampaikan kepada Mbak Iis. Semoga mampu mengurangi beban dan Mbak Iis berangsur sembuh. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 7 september 2016
Kurir : @mawanhananto @aisyahnka @AldiMeifi

Ibu iis menderita Infeksi Kaki Sebelah Kanan

Ibu iis menderita Infeksi Kaki Sebelah Kanan


HIKMAWATI BINTI SAIMAN,  (3, Cerebral Palsy). Alamat: RT. 006/003, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Dik Hikma merupakan putri pasangan dari Bapak Saiman (36) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Rayem (26) seorang ibu rumah tangga. Dik Hikma sendiri mengalami cacat bawaan sejak lahir. Sejak menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Solo enam bulan lalu, Dik Hikma sudah menjalani beberapa perawatan dan pengobatan. Pada 23 April 2016, Dik Hikma menjalani operasi kaki kirinya. Setelah itu, Dik Hikma masih perlu menjalani kontrol rutin untuk mengetahui perkembangan kakinya. Lalu tanggal 15 Juni 2016, Dik Hikma kembali kontrol. Karena kaki Dik Hikma masih belum lurus, maka diputuskan untuk di gips  kembali. Tanggal 8 agustus 2016, gips dilepas dan menggunakan sepatu kembali. Agar mempercepat proses pemulihan, Dik Hikma dianjurkan untuk terapi. Minimal 2 kali sehari setelah mandi. 7 September 2016, Dik Hikma kembali menjalani kontrol rutin. Alhamdulillah sudah mulai membaik dan mulai belajar berjalan tanpa memakai sepatu, dan sampai hari ini masih dalam tahap terapi dari keluarga terutama orang tuanya. Karena proses pengobatan yang panjang, kedua orang tua Dik Hikma tidak bisa bekerja. Sehingga tidak ada pemasukan. Alhamdulillah berkat #Sedekaholics,  kurir #SedekahRombongan Solo dapat menyampaikan santunan ke-8  kepada keluarga Dik Hikma untuk membantu meringankan biaya hidup sehari-hari dan untuk transportasi.  Sebelumnya santunan kepada Dik Hikma telah masuk rombongan 865. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan para #Sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 September 2016
Kurir: @mawan @aisyahNKA @KuncoroWiboowo

Hikma menderita Cerebral Palsy

Hikma menderita Cerebral Palsy

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ERIKA DWI ALFIANITA BINTI SUGIYANTO 1,000,000
2 SAIFUL TRIONO BIN YASIR 1,000,000
3 MEILANI BINTI ROHADI 1,000,000
4 TPA BANI ROHIMIN 1,000,000
5 RINI ARYANTI 2,500,000
6 OKA VIANOP 1,000,000
7 JOKO SANTOSA 788,335
8 AMENIA BINTI KARSUN 500,000
9 ERISKA DWI NOFITRI 500,000
10 RIRIN INDRAWATI 500,000
11 RSSR SURABAYA 5,100,006
12 SUCI RAMADANI 500,000
13 NJOO SWIE FOEN 500,000
14 DIAH NUR SAFITRI 500,000
15 SARNO BIN SETRO GIMUN 500,000
16 SITI RAHMI 500,000
17 SUGITO BIN KASENI 500,000
18 MTSR SURABAYA 7,111,500
19 ZAHRA AMIRA 1,500,000
20 SARJONO binti SUWARDI 1,000,000
21 RIFAI BODRO IRANI 1,000,000
22 SUPRIHATIN 2,000,000
23 MARDALINA BINTI LOSO NEGER 500,000
24 KURNIANDI METIARIDHO 500,000
25 Iis Juju 500,000
26 HIKMAWATI BINTI SAIMAN 500,000
Total 32,499,841

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 32,499,841,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 888 ROMBONGAN

Rp. 41,227,500,139,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.