Rombongan 886

sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on September 6, 2016

RIATUN binti RAHMAD, (56, Dhuafa). Alamat: Desa Prawoto RT.04/RW.06, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bu Riatun adalah seorang janda memiliki tiga anak. Delapan tahun yang lalu suaminya telah meninggal, kini beliau hidup dengan ketiga ananya Ahmad Muzahid (38), Siti Khoirul Ummah (32), Siti Murdliah (27). Ketiga anaknya tersebut mengalami cacat fisik dan mental dari lahir, Pekerjaannya sebagai buruh tani, penghasilan yang tak seberapa digunakan menghidupi ketiga anaknya. Doa dan ikhtiar Bu Riatun selalu dipanjatkan untuk kemudahan dalam menghidupi ketiga anaknya. Para tetanggapun terkadang silih berganti memberikan bantuan walau hanya sekedar nasi dan lauk untuk makan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 16 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @ery_irawan

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari


PUJI LESTARI, (20, Thalipes equivaros). Alamat: Kertomulyo RT.02/RW.02, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mbak Puji sehari-hari panggilannya, saat berusia dua tahun mengalami demam tinggi sampai mengalami step, namun hanya dilakukan pengobatan tradisional. Baru disadari kalau tangan dan kakinya ternyata bengkok, sejak saat itu hingga kini Mbak Puji berusia 20 tahun, keluarga berusaha ikhtiar untuk kesembuhan Mbak Puji namun tetap belum ada hasil. Kelainan yang dialaminya sampai pada akhirnya pada 08 mei 2016 lalu, dibawa ke RSI Islam Ngemplak Pati, masuk dalam ruangan ICU selama satu minggu lamanya dengan diagnosa epileptikus. Untuk berjalan jauh Mbak Puji merasa kesulitan, sedangkan tangan kanannya sudah kaku dan untuk berjalan sedikit menyeret. Sang ayah Suwadi (69) seorang buruh dan ibunya Sunti (59) sebagai ibu rumah tangga. Karena keadaan ekonomi yang tidak memadai, keluarga tidak bisa mencari pengobatan Mbak Puji hingga maksimal demi kesembuhan kaki putrinya. #SedekahRombongan memberikan santunan yang diharapkan membantu kesembuhan Mbak Puji.

Jumlah Bantuan : Rp. 1000.000,-
Tanggal:: 16 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @Dewa_popfmpati @JeanseaMaurer

Puji menderita Thalipes equivaros

Puji menderita Thalipes equivaros


SANAJI bin RADI, (66, Kebutaan). Alamat: Desa Margorejo RT.03/RW.07, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Lelaki paruh baya ini biasa disapa Pak Sanaji, berawal saat Pak Sanaji pulang dari Mushola usai sholat kemudian berlanjut beristirahat hingga ketiduran. Saat terbangun dari tidur itulah tiba-tiba mata Pak Sanaji tidak bisa melihat, hal ini berlangsung hingga sekarang. Sudah pernah berobat ke dokter Joko, tapi dokter tidak dapat menemukan indikasi penyakitnya. Keluarga pun tidak melanjutkan proses pengobatan. Kondisi sekarang beliau sering sakit dan matanya tidak ada perkembangan yang baik, tetap mengalami kebutaan. Praktis pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang pijat tidak bisa dilakukannnya lagi. Sedangkan istrinya Sarini (57) sekarang yang menjadi tulang punggung keluarga dengan membantu tetangga yang membutuhkan tenaganya. Sedangkan anaknya Nur Mustofa sudah berkeluarga dan tinggal di lain desa hanya bisa membantu semampunya. Saat berjumpa dengan kurir #SedekahRombongan diharapkan santunan yang diberikan bisa mengurangi beban hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal: 16 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewapopfm_pati @wahyu

Pak sanaji menderita Kebutaan

Pak sanaji menderita Kebutaan


MANISAH, (82, Dhuafa). Alamat: Randukuning RT.12/RW.03, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mbah Manisah seorang dhuafa yang sudah renta, beberapa tahun yang lalu beliau mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh dan pada akhirnya hanya bisa berbaring ditempat tidur, hidup berdua dengan anaknya yang sudah janda Munasih (51). Di rumahnya yang sederhana sang anak hanya mengandalkan berjualan es juice dan jajanan anak-anak di teras rumahnya, dengan hasil yang hanya bisa digunakan untuk memenuhi makan sehari-hari saja. #SedekahRombongan memberikan santunan yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 16 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa popfm_pati

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari


PONI, (70, Dhuafa, Patah Tulang). Alamat: Desa Kuniran, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mbah Poni adalah nenek renta yang beberapa waktu lalu terjatuh dipasar dan mengakibatkan tulang pinggulnya patah. Kondisi sekarang ini mbah Poni hanya terbaring di Puskesmas Kecamatan Batangan. Dengan keadaan tidak bisa berjalan, beliau ternyata seorang gelandangan tanpa sanak saudara dan tidak memiliki kartu identitas. Kurir #SedekahRombongan mendapat kabar tentang Mbah Poni, lalu melihat keadaannya, sempat mencari info tentang keluarga Mbah Poni lewat perangkat-perangkat desa di Batangan, namun tidak mendapat info yang jelas. akhirnya #SedekahRombongan memberikan santunan untuk beliau dan sekarang ditempatkan di panti jompo.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tangggal : 16 Mei 2016.
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @ImamTeguh

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari

Mbah poni seorang dhuafa dan menderita patah tulang


ARIS HADI WINARTO, (14, Talipes Equinovarus). Alamat :Dukuh Rubiah RT0.2/RW.09, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dik Aris begitulah biasanya dipanggil. Riwayatnya dari ketika Dik Aris lahir terdapat keganjilan pada tumit kiri semacam daging tumbuh yang ketika dipegang terasa lunak. Selain itu di sepanjang kaki kiri belakang dari bawah hingga pangkal paha terdapat juga kelainan kulit, dimana kulit tersebut berwarna hitam gosong nampak seperti luka bakar (orang kejawen menyebutnya sawanen oli). Pernah dulunya mau diobatkan oleh orang tuanya dengan menggunakan jaminan kesehatan KIS yang didapat dari dana APBN, namun Aris Menolaknya dikarenakan takut jikalau kakinya diamputasi (karena ditakut-takuti tetangganya). Dia adalah siswa MTS PIM MUJAHIDIN BAGENG GEMBONG yang berjarak 5 km dari rumahnya dan orang tuanya tidak mempunyai kendaraan untuk mengantarkannya ke sekolah, saat berjalan jauh kakinya pun tidak kuat menahan nyeri. Sang ayah Sarju (49) yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan bayaran tak seberapa dan ibunya Karti (46) yang hanya sebagai ibu rumah tangga, mengungkapkan kesedihannya menceritakan keadaan sang anak, ketika dijenguk oleh kurir #SedekahRombongan. Kini Dik Aris menjadi salah satu dampingan #SedekahRombongan, sebelumnya sudah dibantu pada Rombongan 803, kini Dik Aris tinggal menunggu panggilan kamar dari RSUP. dr.. Kariadi Semarang, sebelumnya Dik Aris menjalani pemeriksaan di RSO Soeharso Solo, karena awalnya dikira kelainan terdapat pada tulang kaki, ternyata setelah berobat  di RSO Soeharso Solo dinyatakan bukan kelainan tulang, tapi adanya cairan pada kakinya dan daging tumbuh di area kakinya tersebut. Besar harapan #SedekahRombongan untuk kesembuhan Dik Aris, bantuan ini untuk biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 21 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @WahyuSantoso

Aris menderita Talipes Equinovarus

Aris menderita Talipes Equinovarus


EKO WAHYUDI (26, Tumor Testis) Mas Eko panggilannya merupakan seorang buruh gondola dari Jakarta. Sejak 1,5 tahun lalu nyeri pada selangkangan dan sekitar paha sering ia rasa, namun tidak ia pedulikan karena harus bekerja. Kedua orangtuanya telah lama berpulang, Bapak Sakarmin dan Ibu Imah, ia memiliki seorang adik bernama Aji (17) yang tinggal bersama dengan budhenya di Wonogiri. Sakit yang ia derita semakin parah hingga membengkak, budhe kemudian membawanya pulang ke wonogiri. Di Wonogiri ia tinggal di Tanggulangin, Pelang, RT 02/002, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah bersama budhe, pakdhe dan adik. Ia kemudian dibawa berobat ke RS. Moewardi menggunakan bpjs kelas 3. Satu bulan menjalani pengobatan rawat jalan, seminggu lalu ia menjalani rawat inap untuk persiapan operasi. Dokter menyatakan ia menderota tumor testis. Karena sakitanya itulah ia melepas pekerjaan sebagai buruh di Jakarta, rumah kontrakan di Jakarta pun belum diurus kembali. Adiknya yang selama ini merawat karena budhe harus bekerja di Bogor berjualan jamu sementara pakdhe di rumah menderita tbc sehingga tidak dapat bekerja. Mas Eko telah menjalani operasi pertama pada tanggal 1 September 2016,rencana akan dilakukan operasi berikutnya,namun menunggu kondisi kesehatan Mas Eko. Saat ini mereka hanya mengandalkan biaya kiriman dari saudara-saudara sekitar yang ada untuk biaya hidup selama berada di rumah sakit. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Santunan : Rp500.000,-
Tanggal : 3 September 2016
Kurir : @Mawan @Aisyahnka @shofawa @gabeeela

Eko menderita Tumor Testis

Eko menderita Tumor Testis


PAMUJI BIN JARMIN (42, K.KELENJAR GETAH BENING) Alamat : Semirejo  Rt 02, Rw 03 Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. PakPamuji, demikian beliau biasa dipanggil. Bermula saat Pak Pamuji pulang dari Sumatera  tiga tahun yang lalu bekerja di perkebunan karet, Pak Pamuji merasakan sakit dibagian leher,namun rasa sakit itu diabaikan. Hingga pada akhir tahun 2013 memeriksakan ke RSUD Soewondo dan dokter mendiagnosa kanker kelenjar getah bening. Setahun berjalan keluarga melakukan pengobatan alternatif demi kesembuhan Pak Pamuji hingga ke Jawa Timur. Namun dalam pengobatan selama itu tiada kesembuhan yang didapat akhirnya membawa pak Pamuji ke RS.Keluarga Sehat. Kondisi yang kian memburuk membuat keluarga membawa ke RS Karyadi untuk melakukan kemotherapi guna membunuh sel-sel kanker di lehernya. Pengobatan dilakukan dengan sabar dan biaya sebisanya didapat, namun pada tahap kemotherapi yang ke-lima, keluarga sudah tidak ada biaya untuk melanjutkan pengobatan. Kondisi saat ini leher  Pak Pamuji makin membesar dan mengeras juga menjadi kurus kering, sehingga tidak bisa bekerja lagi dan lebih banyak berbaring di tempat tidur. Kesedihan Pak Pamuji pun makin bertambah karena sebetulnya masih ada yang jadi beban pikirannya yaitu dua anaknya Anis Juliani (21) dan Lita Aprillia Ardani (8) yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Sedangkan istrinya Sarini (40) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah keluarga pak pamuji bertemu dengan kurir #SedekahRombongan dan dibantu untuk pengurusan BPJS. Pada bulan juni 2016 beliau sudah melanjutkan sampai kemoterapi ke-7 dan akan menjalani kemoterapi di bulan depan. Terima kasih #Sedekaholic atas segala bantuannya sehingga Pak Pamuji dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal         : 30 Juni 2016
Kurir        : @indrades , @idaiddo , @syamok

Pak pamiji menderita Kanker KELENJAR GETAH BENING

Pak pamiji menderita Kanker KELENJAR GETAH BENING


Sunarti Binti Astap (38, Kanker Ovarium). Alamat: Karangmalang RT 04/02 Kec. Kedungbanteng Tegal Jawa tengah. Bu Narti adalah anak ke-2 dari 2 bersaudara. Bu Narti menjadi tulang punggung bagi orang tua beliau karena Beliau sudah berpisah dengan suaminya dan sang kakak telah berkeluarga sendiri. Tiga tahun lalu (2013) Bu Sunarti mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke RSUD setempat diketahui terdapat tumor dalam perut Bu Narti. Pihak keluarga Bu Narti tidak langsung melakukan pengobatan kepada Bu Narti karena kala itu Bu Narti masih bekerja di luar kota. Tahun 2014, Bu Narti pertama kali melakukan tindakan operasi di RSUD Soesilo. Namun, setahun kemudian perut bu Narti terlihat bertambah besar. Bu Narti lalu melakukan operasi ke-2 di RSI Singkil dan dokter mneyarankan untuk rujuk ke RSUP Kariadi guna pemeriksaan lebih lanjut. Tim #SedekahRombongan dipertemukan Bu Narti ketika bulan ramadhan 2016. Setelah berdiskusi dengan keluarga, Bu Narti kemudian dibawa ke Semarang dan menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Bu Narti telah melakukan beberapa kali kontrol di Poli Kandungan RSUP Kariadi. Sekarang, Bu Narti sedang menunggu keputusan tim dokter dalam menentukan tindakan yang tepat.

Jumlah Bantuan: 2.600.000
Tanggal : 28 Juni 2016
Kurir: @indrades, @idaiddo, @indrades

Ibu sunarti menderita Kanker Ovarium

Ibu sunarti menderita Kanker Ovarium


ALFAN TAUFIQU (11, Kanker Kelenjar Getah Bening) Dik Alfan adalah putra dari Akhmad Sobirin (35) dan Eni Linda Wati (36). Alamat Desa Kasepuhan Kec. Batang Kab.Batang Jawa Tengah. Dik Alfan sejak 2 tahun yang lalu mulai menunjukkan gejala kelainan pada tubuhnya, beberapa benjolan sempat tumbuh di tubuh Dik Alfan. Saat itu benjolan-benjolan tersebut sudah dioperasi namun tumbuh lagi dan kondisi tubuhnya secara umum terus menunjukkan penurunan. Dokter di RSUD Batang menyarankan agar Dik Alfan dirujuk ke RS Kariadi Semarang agar mendapatkan perawatan lebih intensif. Namun karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Alfan yang hanya bekerja sebagai buruh biasa tidak mampu melanjutkan proses pengobatan tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November 2014, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan DikAlfan dan membawanya ke Semarang untuk melakukan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Dik Alfan dalam tahap observasi oleh tim dokter di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan belakangan diketahui ada kelainan juga pada Limfa. Dengan adanya benjolan pada limfa maka Dik Alfanharus menjalani kemoterapi. Kemoterapi tahap pertama dinyatakan telah selesai. Saat ini Dik Alfan sedang menjalani kemoterapi tahap ke dua siklus ketujuh di RSUP Dr Kariadi. Dan sudah dilakukan perawatan yang insetif oleh para Dokter di RSUP Dr Kariadi. Alhamdulilah berkat bantuan dan doa dari Sedekaholiq kondisi Dik  Alfan semakin membaik. Proses Kemoterapi akan dilanjutkan untuk menekan benjoln pada Limfa. Semoga Allah memudahkan pengobatan Dik Alfan.  Alhamdulillah setelah menjalani program kemoterapi selama 8 kali siklus. Dan dilakukan penyinaran MRI, hasilnya benjolan pada Limfa sudah tidak ada. Dilanjutkan kontrol rutin tiap 2 minggu sekali di RSUD DR. Kariadi. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi Dik Alfan dan keluarga selama pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 18 Juli 2016
Kurir : @indrades, @idaiddo, @Qiiyu

Alfan menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Alfan menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


GIAT AGUS SALIM (15, Patah tulang) Alamat Pasar Banggi Rt 01 Rw 03 Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa  pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 19 Juli 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @bram_gp

Giat menderita Patah tulang

Giat menderita Patah tulang


Maryati binti Tanijah (32, KANKER PAYUDARA), Alamat: Jln. Kakaktua RT.04/RW.03 No.10, Gang 1 Randu Gunting Kecamatan Tegal Selatan. Sejak 2013 lalu Ibu Mariyati binti Tanijah mengalami benjolan di bagian payudaranya. Kemuadian beliau memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Ibu Mariyati binti Tanijah menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis dokter merujuk Ibu Mariyati binti Tanijah berobat ke RSUP Dr. Kariadi. Pengobatan pertama dilakukan setelah Ibu Mariyati binti Tanijah melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan Kanker nya dioperasi dikarenakan saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar dokter menyarankan Ibu Mariyati binti Tanijah dioperasi akan tetapi Ibu Mariyati binti Tanijah tidak berani dan karena keterbatasan biaya juga akhirnya kanker dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Ibu Mariyati binti Tanijah sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suaminya Bp Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Ibu Mariyati binti Tanijah, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Ibu Mariyati binti Tanijah terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Ibu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RS Kariadi dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan Rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kanker nya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di Liver, dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan bu maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol tgl 3 Juni dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Selama menjalani pengobatan Ibu Maryati tinggal di RSSR Semarang. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi dan biaya sehari hari selama Ibu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 500.000 ,-
Tanggal : 18 Juli 2016
Kurir : @Indrades @Ida @NoniiFurry

Ibu maryati menderita KANKER PAYUDARA

Ibu maryati menderita KANKER PAYUDARA


Aris Hadi Winarto (14, Congenital Talipes Equino Varus) beralamat di Dk.Rubiah RT2/RW9, Desa Bageng, Kec.Gembong, Kab.Pati, Jawa Tengah. Putra semata wayang dari pasangan Bapak Sarju (49 tahun) pekerja serabutan dan Ibu Karti (46 tahun) Ibu seorang rumah tangga yang lahir pada tanggal 15 November tahun 2001. Dik Aris  sejak lahirkan di tumit kiri sudah ada benjolan lunak saat dipegang. Di kaki kirinya juga ada kelainan kulit, kulit bagian belakang berwarna hitam gosong seperti bekas luka bakar. Dik Aris tidak mengeluhkan sakit pada kakinya tersebut, hanya saja apabila digunakan berjalan agak jauh terasa pegal, kesemutan dan  linu, dan Dik Aris kesusahan untuk berjalan normal karena benjolannya membengkak. Dik Aris belum pernah berobat sebelumnya karena keterbatasan biaya, Alhamdulillah di pertemukan dengan #SR untuk di dampingi dan di bantu dalam pengobatan. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Soewondo Pati di rujuk ke RS Ortopedi Soeharso Surakarta. Hasil pemeriksaan dari Surakarta tidak ada kelainan atau penyakit pada tulang, sehingga akhirnya Dik Aris di rujuk ke RSUP Kariadi Semarang.  Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, dokter mendiagnosa kaki Dek Aris ternyata mengalami CTEV ( Congenital Talipes Equino Varus ) dan di jadwalkan melakukan operasi pada tanggal 29 Juni 2016. Alhamdulillah, pada tangga 29 Juni 2016 operasi sudah dilakukan dengan lancar. Pada tanggal 20 Juli 2016 Dek Aris menjalani kontrol di Poli Onkologi RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pertama kalinya pasca operasi, hasil kontrol menunjukkan kondisi Dek Aris secara keseluruhan membaik,dan belum di perbolehkan untuk berjalan terlebih dahulu. Santunan di  berikan kepada Dek Aris dan keluarga untuk membantu biaya akomodasi saat berobat di Semarang.

Jumlah bantuan : 500.000
Tanggal:  20 Juli 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo@naadiahusna

Aris menderita Congenital Talipes Equino Varus

Aris menderita Congenital Talipes Equino Varus


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah) .Dik Maghfiroh adalah putri ketiga dari pasangan suami istri Bapak Yunan Purnomo (45) dan Ibu Nur Alfiana (42) yang beralamat di Ds. Godong Rt 03/ Rw 01 Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan, Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfirohlangsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun karena keterbatasan biaya waktu itu, ayah Dik Maghfirohyang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini bersama keluarganya memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan yang seharusnya masih panjang. Pada Januari 2015 kami dipertemukan Allah dengan Dik Maghfiroh di Pekalongan, kami bersama keluarga sepakat untuk memulai proses pengobatan kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan saat ini Dik Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dalam dampingan tim kurir #SedekahRombongan di Semarang. Bantuan pun di sampaikan guna membantu kebutuhan akomodasi Dik Maghfiroh dan keluarga selama di Semarang. Mohon doa nya semoga proses pengobatan Dik Maghfiroh berlajan dengan lancar dan segera sehat kembali.

JumlahBantuan  : Rp 978.000,-
Tanggal        : 21 July 2016
Kurir          : @indrades , @idaiddo , @auliarahman04

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah


PAMUJI BIN JARMIN (42, K.KELENJAR GETAH BENING) Alamat : Semirejo  Rt 02, Rw 03 Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Pak Pamuji, demikian beliau biasa dipanggil. Bermula saat Pak Pamuji pulang dari Sumatera  tiga tahun yang lalu bekerja di perkebunan karet, Pak Pamuji merasakan sakit dibagian leher,namun rasa sakit itu diabaikan. Hingga pada akhir tahun 2013 memeriksakan ke RSUD Soewondo dan dokter mendiagnosa kanker kelenjar getah bening. Setahun berjalan keluarga melakukan pengobatan alternatif demi kesembuhan Pak Pamuji hingga ke Jawa Timur. Namun dalam pengobatan selama itu tiada kesembuhan yang didapat akhirnya membawa pak Pamuji ke RS.Keluarga Sehat. Kondisi yang kian memburuk membuat keluarga membawa ke RS Karyadi untuk melakukan kemotherapi guna membunuh sel-sel kanker di lehernya. Pengobatan dilakukan dengan sabar dan biaya sebisanya didapat, namun pada tahap kemotherapi yang ke-lima, keluarga sudah tidak ada biaya untuk melanjutkan pengobatan. Kondisi saat ini leher  Pak Pamuji makin membesar dan mengeras juga menjadi kurus kering, sehingga tidak bisa bekerja lagi dan lebih banyak berbaring di tempat tidur. Kesedihan Pak Pamuji pun makin bertambah karena sebetulnya masih ada yang jadi beban pikirannya yaitu dua anaknya Anis Juliani (21) dan Lita Aprillia Ardani (8) yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Sedangkan istrinya Sarini (40) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah keuarga pak pamuji bertemu dengan kurir #SedekahRombongan dan dibantu untuk pengurusan BPJS. Pada bulan juli 2016 beliau sudah melanjutkan sampai kemoterapi ke-8. Tetapi pada tanggal 31 Juli 2016 , Beliau pak pamuji kembali ke rahmatullah. Terima kasih kepada #Sedekaholic yang selama ini membantu pengobatan pak pamuji.

Jumlah santunan   : Rp. 800.000,-
Tanggal           : 24 Juli 2016
Kurir        : @indrades , @idaiddo , @syamok, @desiarianii

Pak pamuji menderita K.KELENJAR GETAH BENING

Pak pamuji menderita K.KELENJAR GETAH BENING


KUSMIATUN (36, JANTUNG BOCOR) Alamat Tamansari RT 04/RW 05, Desa Tamansari, Kec. Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Awalnya rasa sakit yang dialami oleh Ibu Kusmiatun ini terjadi sekitar tahun 2013, di mana dadanya terasa sesak, berdebar dan lemas. Kemudian beliau memeriksakan diri ke RSU Margono Purwokerto, dan diketahui ibu Kusmiatun mengalami gangguan jantung yaitu CONGESTIVE HEART FAILURE. Karena adanya keterbatasan biaya, orang tua ibu Kusmiatun yang hanya seorang buruh tani ini merasa berat ketika Dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. Akhirnya ibu Kusmiatun hanya melakukan kontrol dan obat jalan ketika kambuh dan tidak kuat menahan sakit.
Alhamdulillah di bulan Juli 2016, kami  dipertemukan dengan ibu Kusmiatun sehingga beliau bisa melanjutkan pengobatan kembali. Mengingat tindakan medis bu Kusmiatun sudah tercover oleh Jamkesmas, maka kami Tim Kurir Sedekah Rombongan mencoba membantu biaya operasional selama berobat di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kami juga mohon doa dari #SahabatSR semoga ibu Kusmiatun cepat pulih dari sakitnya. Santunan sebesar lima ratus ribu rupiah dari #SahabatSR kami sampaikan kepada ibu Kusmiatun untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang.

Jumlah bantuan  : Rp 500.000,-
Tanggal               : 25 Juli 2016
Kurir                    : @indrades,@harumnhs,@asteria

Ibu kusmiatun menderita JANTUNG BOCOR

Ibu kusmiatun menderita JANTUNG BOCOR


SUTI BINTI TIRTO DJANI (53, Katarak) adalah warga Ds. Karang Legi 6/2 Trangkil, Kab. Pati. Beliau tinggal bersama anaknya, Santoso yang bekerja sebagai kuli angkut bata.
Sakit mata beliau bermula sekitar tahun 2012, atau sekitar 4 tahun yang lalu. Pertama kali karena terkena serangga di mata sebelah kanan, namun tidak dirasakan oleh beliau. Lambat laun mata beliau memerah dan menjalar juga di mata kiri dikarenakan pekerjaan beliau sebagai kuli cetak bata yang memperparah kondisi kedua mata beliau, lalu sempat diperiksakan ke klinik dua kali dan dinyatakan tidak ada kelainan di mata beliau. Setelah itu pengobatan berhenti dikarenakan tidak adanya biaya. Alhamdulillah di bulan Mei beliau dipertemukan dengan tim Sedekah Rombongan, dan beliau dibawa kontrol ke RS Suwondo, dokter mengatakan bahwa mata kanan beliau sudah tidak bisa dioperasi karena tegangan syaraf kornea mata kanan beliau sudah sangat tinggi, dikhawatirkan bila dioperasi hasilnya pun tidak maksimal, lalu dokter memberi obat dan memantau kondisi mata kiri beliau apakah memungkinkan untuk operasi, dan pada waktu kontrol kedua Bu Suti dirujuk ke RSDK karena keterbatasan alat. Kondisi Bu Suti pasca operasi baik, pada tanggal 25 Juli 2016 beliau melakukan kontrol mata pasca operasi. Bantuan dari Sedekaholic diberikan untuk akomodasi beliau selama pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan  : Rp 500.000
Tanggal               : 25 Juli 2016
Kurir                     : @indrades, @idaiddo, @yodhadidot

Ibu suti menderita Katarak

Ibu suti menderita Katarak


ROMADHON BIN CUNDUK, (50, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Tondano No.18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah. PakRomadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Hingga pada akhir bulan Juli 2015, keluarga mulai mengkhawatirkan kondisi Pak Romadhon karena benjolan pada lehernya semakin membesar, berat badan terus menurun dan kesulitan dalam melakukan pekerjaannya. Pada awal bulan Agustus 2015 keluarga memutuskan membawa Pak Romadhonberobat ke RSUD Bendan Kota Pekalongan dengan memanfaatkan fasilitas kartu BPJS Kesehatan. Dari pemeriksaan, dokter menyimpulkan Bpk Romadhonmengidap Kanker Kelenjar Getah Bening dan harus segera dilakukan operasi. Akhirnya pada tanggal 9 Agustus 2015 dilakukan operasi kepada PakRomadhon oleh tim dokter RSUD Bendan. Pasca operasi kondisi Bpk Romadhon membaik. Dokter menyarankan agar Bpk Romadhon tetap rutin melakukan kemoterapi dan radiasi, namun beliau tidak melakukannya. Pada bulan Oktober 2015, benjolan pada lehernya tumbuh kembali dan semakin cepat membesar hingga mengeluarkan darah. Pihak keluarga tidak membawa ke rumah sakit karena keterbatasan biaya. Sejak Bpk Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. Padahal beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Bpk Romadhon dengan kurir #Sedekah Rombongan. Tim SR membawa Bpk Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pada tanggal 3 Mei 2016 Pak Romadhon melakukan rontgent dan disarankan rawat inap untuk segera dilakukan kemoterapi ke-6. Pada tanggal 11 Mei 2016 Pak Romadhon mulai rawat inap di RS Kariadi. Berdasarkan pemeriksaan secara keseluruhan, Dokter menyimpulkan bahwa Pak Romadhon tidak perlu menjalani kemoterapi ke-6 karena kondisi sudah baik sehingga diperbolehkan pulang pada tanggal 20 Mei 2016. Saran dari Dokter, selanjutnya Pak Romadhon hanya melakukan kontrol rutin sebulan sekali. Pada tanggal 20 Juni Pak Romadhon melakukan kontrol rutin dan cek lab di RS Kariadi. Hasil cek lab tanggal 27 Juni 2016 menyatakan bahwa kondisi Pak Romadhon dalam keadaan baik dan dijadwalkan kontrol kembali pada tanggal 25 Juli 2016. Tanggal 25 Juli 2016 Pak Romadhon melakukan kontrol dengan hasil cukup baik, luka di leher sudah mengering dan dokter memberikan obat pereda nyeri serta vitamin. Pak Romadhon dijadwalkan kontrol kembali tanggal 8 Agustus 2016. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


FARID JAYA MALIK (9, Talasemia Mayor). Farid Jaya Malik adalah warga Dukuh Suwunegara RT 3 RW 5 Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo Pati, Jawa Tengah. Putra dari Bapak Endi Suprapto (38) pekerjaan serabutan dan Ibu Rasini (37) seorang ibu rumah tangga. Dik Farid terlahir seperti anak normal lainnya bersekolah dan bermain. Tetapi sudah sekitar 4 tahun Dik Farid didiagnosa mengidap penyakit kelainan darah atau yang disebut Talasemia Mayor. Talasemia Mayor adalah kelainan darah yang mengakibatkan tubuh tidak memproduksi cukup hemoglobin sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di dalam tubuh sedikit. Hemoglobin adalah protein pembentuk sel darah merah yang berguna untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Sehingga mewajibkan Dik Farid untuk rajin kontrol dan tranfusi darah setiap bulan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dan harus segera melakukan operasi tulang sum sum karena sudah ada penumpukan zat besi. Kalau tidak segera di operasi dihawatirkan tidak dapat menjalani transfusi darah rutin karena di takutkan jantung pasien tidak kuat. Keluarga Dik Farid sudah kehabisan biaya untuk pengobatan selama ini dan ada beberapa hutang untuk pengobatannya. Alhamdulillah, pada pertengahan April 2016 kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Dik Farid dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan di RSUP Dr. Kariadi. Saat ini Dik Farid  telah menjalani kontrol rutin dan transfusi darah di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan sedekah ini diberikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @mbakipa

Farid menderita Talasemia Mayor

Farid menderita Talasemia Mayor


SEPTIANA DEWI (3, Tumor Pipi) adalah putri pertama dari pasangan suami istri Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga warga Jl. Angkatan 66 Gang 10A RT 004 Rw 002 Desa Kramatsari Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah. Dik Septi, nama panggilannya, mengidap tumor di pipi sejak lahir dan terus membesar hingga saat usianya 2 tahun. Sesaat setelah kelahiran, Dik Septi sempat menjalani serangkaian pengobatan hingga ke RSUP Dr. Kariadi Semarang, namun tim dokter baru bisa melanjutkan proses pengobatan setelah Dik Septi berusia 2 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Sejak pertengahan September 2014 kami bertemu Dik Septi dan mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP DR. Kariadi Semarang. 11 Mei 2016 lalu, Dik Septi telah menjalani operasi rekonstruksi tahap ke enam. Saat ini Dik Septi sedang menjalani kontrol rutin dan persiapan untuk rekonstruksi tahap ke tujuh. Santunan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan akomodasi Dik Septi selama di Semarang.

Jumlah Bantuan Rp. 600.000,-
Tanggal 25 Juli 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @haurilmnisfari, @arrazaqul

Septi menderita Tumor Pipi

Septi menderita Tumor Pipi


NGATINI BINTI AMIR, (36, Tumor Dagu). Alamat Dusun Ngaliyan RT 03 RW 13 Kel. Kalongan Kec. Ungaran Timur Kab. Semarang. Sepuluh tahun yang lalu, sekitar tahun 2004, Bu Ngatini awalnya memiliki keluhan sakit gigi, kemudian muncul benjolan kecil di area dagunya. Benjolan tersebut semakin lama semakin membesar. Saat itu, Bu Ngatini diantar periksa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang oleh tetangganya yang bekerja sebagai perawat di RSUP Dr. Kariadi. Bu Ngatini divonis terkena tumor dagu jinak oleh dokter dan harus dilakukan operasi. Menurut dokter meskipun tumor tersebut jinak namun apabila tidak diambil maka semakin lama akan semakin besar dan akan mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Ngatini. Namun karena jarak dari rumah beliau menuju RSUP Dr. Kariadi yang cukup jauh, terlebih dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan sampai sekarang belum dilakukan operasi pengangkatan tumor padahal tumor dagunya sudah sangat besar. Bu Ngatini bekerja di sebuah perumahan sebagai buruh bagian merawat taman. Suami Bu Ngatini, Pak Kuat dahulu bekerja sebagai kernet truk di Sumatra namun sekarang hanya  bekerja serabutan di rumah. Bu Ngatini masih mempunyai tanggungan 2 anak yang masih kecil dan bapak mertua yang sudah lansia. Saat ini Bu Ngatini sudah memiliki  fasilitas BPJS tanpa bayar yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Karena faktor kurangnya pengetahuan sehingga Bu Ngatini memerlukan pendampingan dalam proses pengobatan. Serta dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh. Tanggal 27 Januari 2016 Tim #SedekahRombongan bertemu dengan Bu Ngatini, setelah melakukan obrolan panjang akhirnya tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Ngatini.  Pada tanggal 4 Februari 2016, atas rujukan dari RSUD Ungaran, Bu Ngatini melakukan kontrol pertama di RS Tugu Semarang dengan dampingan tim #SedekahRombongan di Poli Onkologi. Karena kondisi tumornya yang sudah sangat besar dan sudah menyerang rahang, dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi dengan resiko Bu Ngatini akan kehilangan semua gigi bagian bawahnya sebab rahang bawah harus diganti dengan pen. Dan Bu Ngatini bersedia dengan resiko tersebut. Alhamdulillah, tanggal 28 April 2016, Bu Ngatini menjalani operasi pengangkatan tumor di Rumah Sakit Daerah Kariadi. Operasi berjalan dengan lancar dan saat ini Bu Ngatini sedang dalam masa pemulihan pasca operasi di RSDK. Kondisi Bu Ngatini semakin membaik, selang bantu makan sudah dilepas tanggal 25 Mei 2016. Alhamdulilah Bu Ngatini sudah bisa memakan makanan halus lewat mulut. Kondisi mulut Bu Ngatini sudah bisa menutup dengan baik.  Sekarang Bu Ngatini menjalankan kontrol rutin satu minggu sekali untuk memeriksa dan membersihkan luka jahitan pada pipi sebelah kiri. Saat ini, kondisi Bu Ngatini semakin membaik, pipi sebelah kanan sudah tidak membengkak dan luka jahitan juga sudah kering. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan Bu Ngatini saat di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Ngatini lekas sembuh dan dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan         : Rp 600.000,-
Tanggal                : 26 Juli 2016
Kurir                  : @indrades , @idaiddo , @lianhumaira

Ibu ngatini menderita Tumor Dagu

Ibu ngatini menderita Tumor Dagu


MUHAMMAD ASYARI, (22, Kanker Hidung). Alamat: desa tluwuk rt 8 rw 2 wedarijaksa pati. Ari, biasa ia dipanggil adalah seorang mahasiswa STAIN Kudus. Gejala penyakitnya berawal bulan oktober 2014, awalnya pilek terus2n tpi cuma bagian kiri aja. Lama kelamaan berbau lalu muncul benjolan tapi belum bengkak.Kedua orangtuanya khawatir terhadap kondisi anaknya sehingga memeriksakan kondisi ari ke puskesmas. Setelah diberi obat dari puskesmas, benjolannya kempes. Akan tetapi muncul benjolan lagi jika obatnya habis. Kemudian ari dirujuk ke poli tht RS.Soewondo. Di RS.Soewondo sampel diambil lalu dikirim ke RSUP Karyadi untuk dianalisis. Setelah dianalisis, didiognosa tumor ganas. Setelah pemerikasaan dan pengambilan sampel di RS.Soewondo Pati, Ari mengalami pembengkakan di luar hidung. Kemudian dilakukan operasi di RSUP.Karyadi untuk diambil PA nya. Pada PA pertama diagnosa acute maxsiori sinusitis yg menyerang sel lalu karena mengalami pendarahan pada kemo kedua kemudian disinar dulu dan dilakukan PA ulang ternyata hasilnya berbeda yaitu didiagnosa LNH signosial yg menyerang kelenjar kemudian diganti obatnya dan mengulang program kemo dari pertama. Setelah tahu bahwa anaknya didiagnosis kanker oleh pihak RS kedua orang tua Ari mengalami kebingungan mengenai biaya untuk pengobatan karena tidak diberi kartu jamkesmas oleh pihak desa. Setelah mencari informasi data di puskesmas ternyata ari terdaftar sebagai penerima kartu jamkesmas. Belum usai kegelisahan yang dialami, kedua orang tua Ari harus menanggung biaya perjalanan dan akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang. Ayah Ari, Said (50) dan ibunya, Uswatun Hasanah (45) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir #‎SedekahRombongan . Maklum saja bapak Said bekerja menjadi buruh jemur gabah dan bu Uswatun Hasanah tidak bekerja dengan menanggung hidup kedua anaknya. Mereka bolak-balik semarang-pati untuk menjalani pengobatan. Jika terpaksa harus bermalam, ibu Uswatun Hasanah dan Ari menginap di rumah singgah RSUP Karyadi yang harganya tergolong murah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan. Rencana awal pada tanggal 13 Juni operasi pembersihan hidung dan penutupan luka tetapi pada kenyataannya penutupan luka dibatalkan karena lukanya masih lebar. Sampai saat ini masih masih dilakukan pengecekan kondisi luka dan ct-scan sebelum diputuskan penutupan luka. Ibu Uswatun sempat bercerita kepada kurir #SedekahRombongan bahwa merasa bersyukur dan terbantu sejak dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Semoga lukanya segera ditutup dan kesehatan Ari segera pulih kembali sehingga ia dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @vazen

Hammad menderita Kanker Hidung

Hammad menderita Kanker Hidung


MUHAMMAD NUR RIZKY (17, Hipospadia) Alamat Desa Rejosari, Kec Grabag, Kab Purworejo, Jawa Tengah. Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini tinggal bersama neneknya yang sudah tidak mampu bekerja, Ayahnya meninggalkannya sejak ia kecil sedangkan Ibunya merantau untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Rizky menderita hipospadia atau kelamin ganda sejak lahir. Awalnya rizky menjalani kehidupan sebagai seorang anak perempuan, hingga masuk SMK akhirnya memutuskan untuk berganti nama menjadi Muhammad Nur Rizky karena lebih dominan sifat laki-laki daripada sifat perempuannya. Pada bulan januari 2016 #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rizky. Dan Rizky menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Rizky telah dirujuk di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mejalani pengobatan dan telah dijadwalkan untuk melanjalani operasi pertama. Kemarin tanggal 26 Juli 2016 dijadwalkan untuk kontrol dan persiapan operasi tetapi dikarenakan dokter yang menangani mengalami kecelakaan operasi pun ditunda kembali. Bantuan dari #sahabatSR ditujukan untuk Rizky dan keluarga untuk biaya operasional selama menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal        : 28 Juli 2016
Kurir          : @indrades, @idaiddo, @mbakipa

Rizky menderita Hipospadia

Rizky menderita Hipospadia


Suminah binti Kasnadi (43, Kanker Payudara). Alamat: Kedungcino RT 12/4 Kedungcino, Jepara Jateng. Ibu Sumini nama panggilannya adalah istri dari Bapak Triman dan memiliki 1 orang anak. Bu Sumini mulai merasakan sakit pada awal 2015 di bagian payudara. Awalnya payudara terlihat membengkak seperti ketika datang bulan, tetapi terus menerus menjadi tambah parah. Payudara semakin bertambah besar dan sakit. Karena tidak mengerti dan keterbatasan dana, penyakit bu sumini dibiarkan saja tanpa diobati. Semakin sakit, akhirnya pada 3 bulan terakhir bu sumini sempat mencoba pengobatan tradisional jawa dan dianjurkan melakukan puasa mutih. Pekerjaan sebagai buruh amplas pun ditinggalkan karena penyakit semakin parah. Bu sumini berperan sebagai tulang punggung keluarga. Suami bu sumini, pak Triman yang berusia 80 tahun sudah tidak bekerja karena terlalu tua, dan anaknya masih kelas 3 SMP. Karena keadaan kesehatan bu Sumini tak juga membaik, pada bulan Desember 2015 akhirnya memeriksakan diri ke RSUD. Kartini Jepara dan baru disinilah didiagnosa kanker payudara dan langsung dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Pemeriksaan awal dilakukan di RSUP Kariadi. Pada akhir Januari 2016 SR Semarang dipertemukan dengan Bu Suminah dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatannya. Bu Suminah dijadwalkan menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Kemoterapi I telah dilakukan pada 16 Februari 2016 dan kemoterapi ke-6 baru saja diselesaikan tanggal 26 Juli 2016. Perkembangan kesehatan Bu Suminah akan tetap di cek dengan melakukan kontrol rutin.

Jumlah Bantuan: 600.000
Tanggal: 29 Juli 2016
Kurir: @indrades, @idaiddo, @restirianii, @lianhumaira

Ibu suminah menderita Kanker Payudara

Ibu suminah menderita Kanker Payudara


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium) Alamat Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan. Ibu dari 2 anak ini hidup dengan 2 anaknya di rumah, suaminya bekerja sebagai tukang batu di Jakarta dan saat ini masih berjuang juga untuk menghidupi keluarganya. Bu Musiyam telah mengidap Kanker Ovarium sejak tahun 2014, sudah pernah berobat di RSUD Kajen Pekalongan dan dianjurkan untuk dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Pada tanggal 1 Oktober 2015, akhirnya kanker dalam rahim Bu Musiyam diangkat melalui operasi yang berlangsung selama kurang lebih 7 jam. Pasca operasi pengangkatan kanker, Bu Musiyam telah menjalani kemoterapi 5 kali untuk membunuh sel-sel kanker yang ada.  Dari hasil USG masih terlihat bahwa kanker di rahim Bu Mus masih ada, ditambah luka bekas operasi yg masih belum kering memmbuat Bu Mus sering kesakitan di bagian perut dan pinggang. Saat ini Bu Mus sedang menjalani rawat inap di RSUP Dr Kariadi Semarang untuk tindakan Kemoterapi ke 6.  Kendala yang dialami adalah kondisi umum Bu Mus yang kurang baik, sehingga tindakan kemoterapi sering kali tertunda. Bantuan dari #sahabatSR ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya operasional beliau saat pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 1.572.650
Tanggal            : 30 Juli 2016
Kurir                 : @indrades, @idaiddo, @harumnhs

Ibu siti menderita Kanker Ovarium

Ibu siti menderita Kanker Ovarium


SUNARTI BINTI JOYO KARNO (47, Tumor Perut dan Batu Ginjal) Alamat: DK. Jenggolo Desa Banyuurip Margorejo, Kota Pati, Jawa Tengah. Bu Sunarti adalah seorang ibu rumah tangga. Berawal pada awal tahun 2014, Bu Sunarti sering mengeluh sakit pada perut. Kemudian Bu Sunarti dibawa ke rumah sakit setempat untuk periksa namun peralatan kesehatan yang kurang memadai sehingga Bu Sunarti dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk memperoleh tindakan lebih lanjut. Bu Sunarti menjalani rontgen dan berbagai tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang, hasilnya positif bahwa Bu Sunarti menderita tumor perut dan batu ginjal. Hal tersebut yang membuat perut Bu Sunarti sering sakit. Bu Sunarti dianjurkan untuk kontrol rutin sambil menunggu tindakan selanjutnya. Setelah menjalani kontrol rutin, pada awal bulan juni 2014 Bu Sunarti menjalani operasi pengangkatan tumor perut. Dan proses operasi berjalan lancar. Bu Sunarti menjalani kontrol rutin pasca operasi. Setelah kondisi membaik, Bu Sunarti dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi. Bu Sunarti sangat bersemangat untuk sembuh, sehingga Bu Sunarti selalu tepat waktu menjalani kontrol dan kemoterapi. Meskipun jarak rumah ke RSUP Dr. Kariadi sangat jauh serta biaya transportasi yang cukup besar tidak pernah mengurangi semangat Bu Sunarti untuk berobat. Terkadang Bu Sunarti harus meminjam uang kepada tetangga untuk bisa berangkat berobat. Atas ijin Allah SWT pada awal maret 2016, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Dengan berbagai pertimbangan, kurir sepakat untuk melakukan dampingan kepada Bu Sunarti selama pengobatan. Dan membawa Bu Sunarti ke Semarang untuk melanjutkan proses pengobatan yaitu kemoterapi. Saat ini, kondisi Bu Sunarti semakin membaik, meski terkadang masih merasakan nyeri di bagian kaki, paha, dan pinggang karena penyakit batu ginjalnya.  Alhamdulillah Bu Sunarti saat ini sedang dirawat untuk menjalani kemoterapi terakhir, yaitu kemoterapi keduabelas. Setelah itu, Bu Sunarti akan menjalankan operasi pengangkatan tumor di perutnya. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Sunarti selama di Semarang. Mohon doanya semoga proses pengobatan Bu Sunarti dilancarkan  dan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo@lianhumaira

Ibu sunarti menderita Tumor Perut dan Batu Ginjal

Ibu sunarti menderita Tumor Perut dan Batu Ginjal


NAFIATUN NUR, (23, Lipoma). Alamat: Dukuh Krajan RT.02/RW.01, Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Nafiatun yang sejak lahir mengalami kejanggalan di sekitar pantatnya, adanya sebuah benjolan yang tidak seperti anak pada umumnya. Kemudian Nafiatun diperiksakan ke RSUD RAA Soewondo Pati, lalu dokter mendiagnosa beliau menderita lipoma. Saat Nafiatun kecil sudah akan dilakukan operasi, namun tiap akan dilakukan operasi, suhu badannnya tinggi, sehingga operasi gagal dilakukan. Hal ini terus berulang hingga Nafiatun beranjak dewasa, tiap hari di bagian benjolan tersebut mengeluarkan nanah yang menimbulkan bau busuk dan harus menggunakan pembalut. Karena kondisi yang kian memprihatinkan, akhirnya keluarga membawa Nafiatun menjalani pemeriksaan awal pada 15 Maret 2016 di puskesmas, dokter di puskesmas mendiagnosa Nafiatun menderita penyakit yang sama dan harus dirujuk ke Poli Bedah RSUD RAA Soewondo Pati. Ayahnya Ahmad Mu’rob (63) hanya buruh serabutan dan ibunya Ibu Munawaroh (56) hanya ibu rumah tangga biasa. Kini Nafiatun menjadi salah satu dampingan #SedekahRombongan, sebelumnya sudah dibantu pada Rombongan 836. Santunan sebelumnya diberikan untuk akomodasi dan pemenuhan kebutuhannya selama di rawat inap dan pemulihan setelah menjalani operasi. Pada 18 Mei 2016 mbak nafiatun dinyatakan sembuh dari lipomanya, #SedekahRombongan bahagia mendengar kesembuhan Mbak Nafiatun.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 15 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Yayan

Nafiatun menderita Lipoma

Nafiatun menderita Lipoma


AHMAD SHOLEH, (20, Chronic Combustio). Alamat :Dusun Mbangan ,RT.03/RW.02, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa tengah. Satu setengah tahun yang lalu Mas Sholeh mengalami musibah tersengat listrik tegangan tinggi, yang mengakibatkan sekujur tubuh mengalami luka bakar parah 90% sampai melepuh, ketika itu Mas Sholeh langsung dibawa ke RSU RAA Soewondo Pati dan dilakukan rawat inap sekitar satu minggu, tapi karena faktor biaya dan kondisi pasien merasa putus asa akhirnya pasien memutuskan untuk pulang. Namun hampir kurang lebih selama satu setengah tahun dari pengobatan pertama, tidak ada penanganan medis. Hanya mengandalkan obat dari apotek yang dibelikan oleh tetangga dan orang-orang yang mau menolongnya. Alhamdulillah luka bakar di bagian pusar keatas sudah kering, tetapi kondisi pasien masih terbaring di tempat tidur karena luka bakar disekujur kaki (pusar sampai ujung kaki) mejadi borok dan bengkak. Semua aktivitas hanya dilakukan diatas tempat tidur, Mas Sholeh adalah tulang punggung keluarga, ayahnya sudah meninggal lama, dia hidup dengan ibunya Juminah (40) dan adiknya Sri Utami (16). #SedekahRombongan memberikan santunan untuk pengobatan pertamanya di RSUD RAA Soewondo Pati dan untuk akomodasi. Selama kurang lebih dua minggu menjalani rawat inap, Mas Sholeh akhirnya diperbolehnya pulang tepatnya pada 11 Juni 2016, lukanya lumayan kering dari luka sebelumnya. Disarankan satu minggu berikutnya kontrol lagi agar cepat sembuh. #SedekahRombongan selalu mengupayakan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 28 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Londho

Sholeh menderita Chronic Combustio

Sholeh menderita Chronic Combustio


MARKIJAN bin SAIDI, (95, Patah Kaki). Alamat: Desa Margorejo RT.05/RW.07, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Beliau adalah Dhuafa cacat yang pada tahun 2012 lalu beliau mengalami kecelakaan saat berboncengan dengan temannya yang mengakibatkan patah tulang pada kakinya. Ketika kecelakaan tersebut beliau sempat dibawa ke RS. Keluarga Sehat Pati, dokter menyarankan untuk operasi pemasangan pen pada kakinya. Namun, hal tersebut tidak dilakukan karena tidak adanya biaya. Semenjak kecelakaan tersebut Mbah Markijan tidak pernah berobat medis sama sekali, tidak adanya keluarga yang dekat dan kurangnya pengetahuan tentang manfaat jaminan kesehatan dari pemerintah. Istri beliau sudah meninggal, kedua anaknya Jaiman (42) dan Ngatemi (36) sudah berumah tangga tinggal jauh dari Mbah Markijan. Kehidupan beliau hanya mengandalkan belas kasihan orang lain, jika dahulu masih bisa bekerja serabutan namun kini hanya berbaring di bilik rumah kecil miliknya. #SedekahRombongan mendengar berita tersebut dan memberikan santunan semoga bisa digunakan meringankan kehidupannya dan membeli kebutuhan pokok.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 16 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @WahyuSantoso

Pak markijan menderita Patah Kaki

Pak markijan menderita Patah Kaki


IIS JUJU ZULAIKAH, (22, Infeksi Kaki). Alamat Dusun Talun, Desa Candi, RT.01/RW.06 Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kurang lebih sekitar satu tahun yang lalu tepatnya bulan Mei Iis pulang kerja dan mengalami kecelakaan beruntun yang mengakibatkan kaki kanannya mengalami retak dan oleh warga sekitar dilarikan ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Tiga hari kemudian setelah kondisi Iis agak membaik dokter melakukan operasi pemasangan pen di kaki kanan Iis. Beberapa bulan setelah operasi pemasangan pen, kaki bekas pen mengalami bengkak, namun karena jarak dari rumah sampai Rumah Sakit jauh dan kondisi keuangan keluarga yang tidak mampu maka tidak dibawa ke rumah sakit sehingga pada akhirnya kaki yang bengkak tadi membusuk, jahitan membuka, pen lepas dan sekarang terlihat tulang kaki karena daging sudah mengelupas, apabila dipakai untuk berjalan darah menetes keluar lewat tulang dan daging yang terbuka tadi. Karena tidak mempunyai biaya, selama ini hanya diobati menggunakan pengobatan alternatif dan obat-obat seadanya. Sudah sekitar satu bulan ini Pasien dan Ibu tinggal menumpang dirumah kerabat di Desa Candi Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang dengan harapan di Jawa bisa mendapatkan pengobatan yang layak. Pasien masih merasakan sakit, masih belum bisa berjalan sendiri sehingga apabila ke kamar mandi harus dipapah dan sakitnya luar biasa, darah terus menetas kemana-mana apabila dipakai untuk berjalan. Orang tua Iis adalah orang yang tidak mampu, ayahnya saat ini tinggal di Kalimantan bersama dengan adiknya, Iis dan Ibunya menumpang dirumah kerabat di Kabupaten Semarang. Secara Finansial orang tua Iis tidak memiliki kemampuan untuk memberikan pengobatan yang layak untuk Iis. Setelah melakukan survey atas kondisi pasien, #SedekahRombongan memberikan bantuan sebagai santunan awal yang akan dipergunakan untuk mengurus administrasi guna pembuatan BPJS. Pasien belum memiliki fasilitas kesehatan apapun pada saat tim #SedekahRombongan melakukan kunjungan, dikarenakan latar belakang pasien yang berkali-kali berpindah domisili dan latar belakang keluarga yang cukup rumit sehingga cukup mempersulit dalam pengurusan administrasi dan fasilitas kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 April 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto

Iis menderita Infeksi Kaki

Iis menderita Infeksi Kaki


SUYINI binti NGADENO, (50, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Joho RT 02/RW 04, Desa Wonoyoso,  Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Bu Suyini merupakan pasien dampingan #sedekah rombongan, dimana telah melakukan beberapa proses dampingan untuk pemeriksaan di Rumah Sakit terhadap penyakitnya. Terakhir pada bulan Mei beliau telah menjalani proses operasi pengambilan sample/biopsi dan dinyatakan positif kanker payudara dengan kondisi sudah ada penyebaran di beberapa bagian tubuh, kemudian dokter di RSUD Ambarawa yang menangani beliau menyarankan untuk segera dirujuk ke RSUP dr Kariadi karena peralatan lebih memadai untuk proses penanganan lebih lanjut. Kemudian Tim #SedekahRombongan berkoordinasi dengan keluarga untuk secepatnya membawa Bu Suyini menuju RSUP dr Kariadi untuk menjalani beberapa proses pemeriksaan dengan menyertakan sample yang telah dibawa dari pemeriksaan sebelumnya di RSUD Ambarawa. Setelah proses pemeriksaan dilakukan oleh RSUP dr Kariadi, dari pihak rumah sakit berencana melakukan tindakan kemoterapi terhadap Bu Suyini setelah Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada bulan Juli yang lalu. Setelah berkoordinasi dengan keluarga karena bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri, maka disarankan bisa istirahat di rumah, kemudian oleh Tim #SedekahRombongan Bu Suyini diantar pulang ke rumah di Desa Joho. Beberapa hari setelah libur Idul Fitri, Tim #SedekahRombongan berencana menjemput beliau untuk melakukan proses medis selanjunya di RSUP dr. Kariadi. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, tim #SedekahRombongan dikabari oleh salah satu anggota keluarga beliau, bahwa Bu Suyini telah meninggal dunia pada hari Jumat, 22 Juli 2016, pukul 10.00 pagi hari. Tim #SedekahRombongan langsung menuju ke rumah Almarhumah di Desa Joho. Semoga Khusnul Khotimah dan Allah SWT mengampuni segala khilaf dan kesalahan Almarhumah, menjadikan sakitnya sebagai penggugur dosa..Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juli 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto

Ibu suyini menderita Kanker Payudara

Ibu suyini menderita Kanker Payudara


IIS JUJU ZULAIKAH, (22, Infeksi Kaki ). Alamat: Dusun Talun Desa Candi RT.01/RW.06, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Beliau Merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan, melalui informasi yang didapat dari koordinasi #SedekahRombongan di grup WhatsApp tentang status kondisi pasien sebelumnya yang memang layak untuk didampingi. Setelah melalui proses survey dan proses mengurus segala sesuatu terkait fasilitas kesehatan untuk tindakan medis terhadap penyakitnya, maka tim #SedekahRombongan terus bergerak untuk mendampingi dalam setiap penanganan yang dibutuhkan untuk kesembuhan kondisi sakitnya. #SedekahRombongan memberikan bantuan yang diperuntukan untuk subsidi pembayaran premi BPJS kelas 3 (25.500,-/Bulan) selama 1 tahun sebesar Rp. 360.000,- kemudian sisanya untuk perawatan luka dan kebutuhan sehari hari. Dipertimbangkan diberi subsidi premi BPJS karena memang sebelumnya pasien belum memiliki faskes dan kondisi luka yang urgent untuk segera dilakukan pertolongan untuk perawatan luka infeksi pada kaki kanan pasien akibat bekas kecelakaan setahun yang lalu, jadi lebih cepat prosesnya hanya 2 minggu untuk bisa di gunakan kartu BPJS nya. Setelah semua berkas-berkas lengkap tim #SedekahRombongan membawa ke dokter pribadi untuk membuat surat pengantar ke RSUD Ambarawa, yang kemudian dokter ortopedi memberikan surat rujukan ke RSO Soeharso Solo untuk dilakukan tindakan medis dengan pertimbangan sarana prasarana yang memadai.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto

Iis menderita Infeksi Kaki

Iis menderita Infeksi Kaki


AI HANIFAH (27, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Nagrog  RT. 3/7, Curug Wetan, Curug, Kab. Tangerang, Banten. Satu tahun yang lalu Ibu Hanifah mulai merasakan ada benjolan di payudara kanannya, namun ia tidak mempedulikan benjolan itu yang kian lama membesar dan didiagnosa kanker payudara. Ibu Hanifah hars rutin berobat dua minggu sekali. Beberapa minggu terakhir kondisi Bu Hanifah menurun, payudaranya kembali membesar setelah sempat mengecil dan siap untuk dioperasi. Operasi akhirnya ditunda kembali menunggu kondisi Bu Hanifah membaik. Bu Hanifah juga harus rutin menjalani kemoterapi sebulan dua kali. Ia membutuhkan bantuan untuk operasional berobat karena suaminya, Pak Sofyan yang tadinya bekerja sebagai supir serabutan kini tidak lagi bisa bekerja karena harus merawat Bu Hanifah. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Bu hanifah sebelumnya telah dibantu pada Rombongan 862.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur @ririn_restu.

Ibu hanifah menderita Kanker Payudara

Ibu hanifah menderita Kanker Payudara


AMAR MALIK SUKARYO, (7 bulan, Hydrocephalus). Alamat: Sekuro RT.09/RW.02 Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Amar adalah buah hati pertama dari pasangan suami istri Pak Agus dan Bu Afifah. Awalnya pihak keluarga tidak menyadari bahwa Amar menderita penyakit hydrocephalus yang ditandai dengan membesarnya ukuran kepala akibat penumpukan cairan dalam otak dan mata menghadap kebawah. Pihak keluarga baru menyadari bahwa Amar tidak seperti bayi pada umumnya ketika bulan Ramadhan 2016, kepala Amar lebih sering jatuh ke belakang seperti terlihat berat. Namun, hal tersebut belum benar-benar membuat Bu Afifah sadar bahwa kepala Amar berukuran lebih besar hingga pada suatu hari topi yang biasa dipakai Amar beberapa hari lalu menjadi tidak muat dipakai lagi. Pak Agus yang mengetahui hal tersebut segera membawa Amar ke dokter daerah dan langsung dinyatakan bahwa Amar positif Hydrocephalus. Amar kemudian disarankan segera operasi di Semarang. Hidup sederhana dan seadanya tidak membuat Pak Agus putus asa memperjuangkan kesembuhan Amar. Pak Agus segera membuat BPJS untuk melanjutkan pengobatan Amar. Alhamdulillah, ketika lebaran #SedekahRombongan dipertemukan Amar dan langsung dirujuk ke Semarang untuk menjadi pasien dampingan. Saat ini, Amar sedang melakukan pemeriksaan awal sebelum dijadwalkan operasi pemasangan selang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @robbyadiarta @idaiddo, @oris_tiana

Amar menderita Hydrocephalus

Amar menderita Hydrocephalus


MUHAMMAD IYAN FEBRIANSYAH, (20, Patah Tulang Bahu). Alamat: Desa Banyu Urip RT.02/RW.01, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Iyan asalnya adalah orang Bekasi, tapi dari kecil dia dititipkan di pondok pesantren di daerah Banyu urip hingga sampai sekarang dia dewasa. Tapi orang tuanya tidak sekalipun menengok atau menjemputnya untuk pulang kembali ke Bekasi. Bahkan Iyan sampai lupa alamat rumahnya disana, lupa wajah orang tuanya hingga nama orang tuanya pun dia tidak ingat karena sangat lamanya tidak bertemu dengan orang tuanya. Dia disini berusaha mencukupi kebutuhan dirinya dengan bekerja sebagai buruh harian lepas. Tapi sekarang dia tidak bisa bekerja lagi karena 2 hari yang lalu dia jatuh dari sepeda hingga tulang bahunya patah. Dalam keadaan seperti itu ada salah satu warga yang merawat dan memberi tumpangan dirumahnya karena Iyan hidup sebatang kara disini. Pernah dia dibawa ke mantri desa tapi dari hasil pemeriksaannya mantri menyarankan untuk dioperasi. Tapi operasi itu tidak dilakukan karena ketiadaan biaya dan dia hanya hidup sendiri bahkan kartu keluarga pun tidak punya, sehingga untuk mengurus jaminan kesehatan daerah pun susah. #SedekahRombongan pun memberikan bantuan yang ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Iyan di Pati.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2016
Kurir : @robbyadiarta @JeanseaMaurer @Dewa_popfmpati

Iyan menderita Patah Tulang Bahu

Iyan menderita Patah Tulang Bahu


ENDAH APRILIA SARI, (31, Patah Tulang). Alamat: Desa Tambah Agung, Dukuh Sono RT.04/RW.04, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Awal mula sakit dari kecelakaan sekitar satu bulan lalu mengakibatkan bahu sebelah kirinya patah. Kurangnya biaya mengakibatkan beliau hanya menjalani pengobatan di pijat tradisional (Sangkal Putung), bahkan Bu Endah harus dirawat disana selama satu bulan lamanya. Namun pengobatan pijat tradisional yang beliau jalani tidak ada hasilnya, malahan rasa nyeri dan sakit terus-menerus dirasakan di bahu Bu Endah. Bu Endah hanyalah ibu rumah tangga biasa, kesehariannya merawat anaknya Arifin (9th) dan suami Suparman (32),  beliau bekerja sebagai buruh yang penghasilannya pas-pasan sehingga ketika Bu Endah terkena musibah itu pun tidak ada biaya untuk pengobatan ke rumah sakit. Hingga salah satu kurir #SedekahRombongan mendengar tentang kondisi yang beliau alami.  #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk membantu akomodasi pengobatan Bu Endah di Pati. Pada 11 Agustus 2016 Bu Endah didampingi para kurir #SedekahRombongan untuk check up tulangnya di RS. Mitra Bangsa Pati, dan dari hasil yang didapat Bu Endah hanya dianjurkan dokter untuk rutin fisioterapi tanpa harus operasi karena tulang yang dulunya patah sudah tersambung hanya saja bila digunakan untuk bergerak masih terasa sakit. #SedekahRombongan berdoa selalu untuk kesehatan Bu Endah dan untuk semua pasien dampingan #SedekahRombongan

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2016
Kurir : @robbyadiarta @Dewa_popfmpati

Ibu endah menderita Patah Tulang

Ibu endah menderita Patah Tulang


ALI MASKUN, (33, Tumor Otak). Alamat: Dusun Ngembes RT.01/RW.01, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Awal sakit ketika sekitar 1,5 tahun yang lalu beliau mengalami musibah tersengat aliran listrik dengan tegangan tinggi yang mengakibatkan sekujur tubuhnya mengalami luka bakar yang parah dan melepuh. Beliau pernah diperiksakan di RSU RAA Soewondo Pati sekitar sembilan bulan yang lalu, dengan hasil pemeriksaan beliau divonis kanker otak oleh dokter. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi, tetapi karena kurangnya biaya beliau hanya bisa menjalani rawat inap selama 15 hari dan dilanjut dengan rawat jalan. Sekarang beliau mengalami kelumpuhan, buta pada kedua matanya, hilangnya pendengaran dan kondisi beliau pun sekarang sangat memprihatinkan. Bahkan untuk semua kegiatan dan kebutuhan beliau dibantu oleh ibunya (Nasri) yang sekarang menjadi tulang punggung bagi keluarga dan hanya bekerja sebagai buruh tani, karena suami (Alm.Wahid) telah lama meninggal dunia. Sebelum terkena musibah ini Pak Ali Maskun adalah tulang punggung keluarga, beliau bekerja menjadi pegawai sablon di Jakarta. Karena musibah yang tidak sangka-sangka ini lah beliau terbaring lumpuh dikamar. Hanya ibunya yang merawatnya selama ini . Tapi terkadang para tetangga dan saudara sering membantu ibu beliau dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena keluarga Pak Ali Maskun memang termasuk kurang mampu. #SedekahRombongan mengetahui kesulitan yang dihadapi keluarga ini dan memberi santunan untuk akomodasi perawatan medis sebagai pasien dampingan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 01 Agustus 2016
Kurir : @Robbyadiarta @Dewa_popfmpati  @Londo

Pak ali menderita Tumor Otak

Pak ali menderita Tumor Otak


WAGIMAN, (75,Tunanetra). Alamat: Desa Karangmalang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Awal sakit yang diderita Mbah Wagiman sudah beliau rasakan kurang lebih sekitar lima tahun yang lalu, berawal dari berkurang ketajaman penglihatan. Pernah berobat ke mantri dibantu oleh menantunya tapi tidak pernah diobati lagi karena menantu dan anak tirinya pergi merantau ke Sumatra. Seiring berjalannya waktu karena ketiadaan biaya mata beliau tidak bisa melihat sama sekali. Bahkan untuk ke kamar mandi, beliau menggunakan seutas tali yang mengarahkannya agar tidak salah arah. Semasa muda beliau sering merantau dan sudah memiliki keluarga di Palembang. Karena ada masalah keluarga, akhirnya beliau memilih untuk pulang ke Jawa. Sekitar tiga tahun yang lalu Mbah Wagiman menikah lagi dengan Mbah Wasi. Namun satu tahun yang lalu Mbah Wasi telah meningal. Beliau sekarang hanya menempati sebuah ruangan dengan perabot hanya 2 bangku yang berfungsi untuk tempat sholat dan tidur, karena rumah utama dikunci oleh anak tirinya yang sekarang merantau di Sumatra. Untuk semua keperluan, beliau menunggu uluran tangan dari para tetangga. #SedekahRombongan memberikan bantuan ke Mbah Wagiman supaya sedikit bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 07 Agustus 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Wid

Bantuan tunai membantu memenuhi kebutuhan hidup beliau.

Bantuan tunai membantu memenuhi kebutuhan hidup beliau.


AHMAD MUNTOHA, (61,Jantung Koroner). Alamat: Perum Ngagul Asri RT.03/RW.05, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ahmad Muntoha atau warga sekitar sering memanggil beliau Mbah Mun. Beliau adalah seorang anggota takmir masjid dan juga seorang ustadz yang sering mengisi ceramah diberbagai majelis taklim. Tetapi sekarang beliau harus mengurangi kegiatannya karena mengidap sakit jantung. Bermula dari 2 tahun yang lalu diawali sakit lambung kemudian penyakit lain mulai berdatangan seperti jantung koroner, jantung lemah dan stroke ringan pada kaki beliau. Pengobatan medis pernah beliau jalani, bahkan beliau rutin menjalani rawat jalan di RSUD RAA Soewondo sudah sejak 2 tahun yang lalu dengan selang waktu 1 bulan sekali. Tetapi kondisi terkini, seringnya merasakan nafas agak berat, jalan susah dan ditambah seringnya kumat penyakit jantung yang dialami. Kondisi itulah yang memaksa beliau untuk banyak istirahat, padahal beliau adalah tulang punggung keluarga dan orang tua tunggal dari Abdullah Muslih (14) yang masih sekolah kelas 2 aliyah karena Mbah Mun sudah bercerai dengan istrinya (Almh Asiwah) sekitar 2 tahun yang lalu. Untuk kondisi keuangan beliau pun minim karena kondisi yang semakin menurun hingga beliau mengurangi kegiatan untuk mengisi ceramah di majelis-majelis lagi. Bahkan untuk kontrol ke RSU RAA Soewondo beliau sering dibantu oleh para tetangga ataupun saudara-saudaranya. #SedekahRombongan memberikan bantuan santunan yang bertujuan untuk periksa kesehatan beliau dan bertujuan mengurangi beban hidup beliau.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 07 Agustus 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @adinatabayu

Mbah mun menderita Jantung Koroner

Mbah mun menderita Jantung Koroner


NURUL MAULIDIA (3, Meningitis). Alamat : Kp.Kelapa Dua, RT. 5/1, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Nurul merupakan anak dari pasangan Iman (30) dan Anih (27). Lebih dari enam bulan Nurul menderita meningitis. Berkat kesabaran orangtuanya, Nurul mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dahulu ia hanya bisa terbaring dan untuk makan pun harus melalui selang lewat hidungnya, kini ia sudah mulai bisa berjalan dan berbicara walau masih terbata – bata. Nurul dianjurkan untuk berobat setiap dua minggu sekali selama 2 tahun. Selain itu ia juga harus minum susu setiap hari. Setelah beberapa minggu yang lalu menderita diare, Alhamdulillah kini Nurul sudah pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa. Nurul masih membutuhkan bantuan untuk operasional berobat karena ayahnya yang bekerja sebagai buruh bongkar muat pasir berpenghasilan sangat kecil sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Kurir #sedekahrombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan kepada untuk biaya kontrol dan membeli susu setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 862.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur @ririn_restu

Nurul menderita Meningitis

Nurul menderita Meningitis


ALI MAKSUN, (33, Tumor Otak). Alamat: Dusun Ngembes RT.01/RW.01, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Awal sakit beliau ketika sekitar 1,5 tahun yang lalu beliau mengalami musibah tersengat aliran listrik dengan tegangan tinggi yang mengakibatkan sekujur tubuhnya mengalami luka bakar yang parah dan melepuh. Beliau pernah diperiksakan di RSUD RAA Soewondo sekitar sembilan bulan yang lalu, dengan hasil pemeriksaan beliau divonis kanker otak oleh dokter. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi, tetapi karena kurangnya biaya beliau hanya bisa menjalani rawat inap selama 15 hari dan dilanjut dengan rawat jalan. Untuk semua kegiatan dan kebutuhan beliau dibantu oleh ibunya (Nasri) yang sekarang menjadi tulang punggung bagi keluarga dan hanya bekerja sebagai buruh tani, karena suami (Alm.Wahid) telah lama meninggal dunia. Pada tanggal  01 Agustus 2016 pak Ali Maksun menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan melakukan pemeriksaan awal di RSUD RAA Soewondo Pati yang akhirnya dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semrang untuk melakukan operasi pengangkatan tumor di otaknya. Allah berkehendak lain tepat sepuluh hari setelah operasi dilakukan Pak Ali meninggal dunia tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2016. #SedekahRombongan memberikan santunan untuk meringankan akomodasi pemakaman dan menghaturkan bela sungkawa atas meninggalnya Pak Ali dan para kurir bersama-sama melayat serta berdoa agar arwah beliau ditempatkan yang terbaik oleh Allah SWT, Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @Robbyadiarta @Dewa_popfmpati  @Londo

Pak ali menderita Tumor Otak

Pak ali menderita Tumor Otak


SUPARTILAH BINTI SARIJAN (64, Usus Buntu). Alamat : Jl. Ridwan Rais No. 7 RT. 5/2, Kalibalok Kencana, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya Ibu Supartilah merasakan panas dingin, badan terasa lemas, perut terasa sakit dan BAB bercampur darah. Ibu Supartilah sudah berobat ke mantri dan klinik namun tak ada perubahan. Sebelumnya pada tahun 2013, Ibu Supartilah mempunyai riwayat penyakit infeksi usus dan sudah dioperasi. Pasca operasi dokter menyarankan untuk kembali kontrol dan melarang Ibu Supartilah bekerja terlalu keras. Namun karena kebutuhan hidup dan untuk membantu meringankan beban suami, Ibu Supartilah tetap berdagang pecel dan gorengan sehingga penyakitnya kambuh lagi dan harus segera dioperasi. Saat ini Ibu Supartilah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) karena kondisinya lemah dan BAB-nya masih bercampur darah. Ibu Supartilah akan segera dioperasi jika kondisinya membaik. Kendala yang dihadapi adalah ia tak memiliki uang untuk biaya hidup selama dirawat di RSAM walaupun sudah menggunakan KIS PBI kelas 3. Penghasilan Pak Supono (68) yang bekerja sebagai buruh dan jaga malam di lingkungan sekitar rumahnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dan membayar sewa rumah. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang dialami Ibu Supartilah. Bantuan awalpun di sampaikan. Semoga Ibu Supartilah lekas sehat dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @trii20 @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu supartilah menderita Usus Buntu

Ibu supartilah menderita Usus Buntu


DASIRAH BINTI MAD DUSMIN (81, Patah Tulang). Alamat : Desa Sidoharjo, RT. 7/2, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Sekitar lima tahun yang lalu saat sedang melakukan aktivitas di rumah, Mbah Dasirah tiba-tiba terjatuh dan merasakan sakit di bagian paha atas. Keluarga membawa Mbah Dasirah berobat ke mantri namun sakitnya tak kunjung sembuh dan bertambah parah. Mbah Satirah menjalani pengobatan di ahli patah tulang di Sangkal Putung selama dua bulan dan sesekali ke mantri kesehatan jika sakitnya kembali kambuh. Saat ini Mbah Dasirah masih sering merasakan sakit di pangkal paha kanannya sehingga kesulitan beraktivitas di rumah. Mbah Dasirah tinggal bersama cucunya yang bekerja sebagai buruh dengan pendapatan yang tak menentu. Suaminya, Alm. Abdullah,  sudah lama meninggal. Mbah Dasirah membutuhkan bantuan untuk membeli kebutuhan sehari – hari dan kebutuhan berobat. Fasilitas kesehatan yang dimiliki berupa BPJS Mandiri Kelas 3. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Mbah Dasirah dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Mbah Dasirah dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @siskakhadija @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Ibu dasirah menderita Patah Tulang

Ibu dasirah menderita Patah Tulang


FARID (1 tahun,CRANIOSYNOSTOSIS), Farid adalah seorang anak dari keluarga kurang mampu yang beralamatkan di RT 1 RW 1 Lingkungan Krajan, Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Penyakit yang dideritanya adalah Craniosynostosis telah dialaminya sejak usia masih sangat kecil. Keterbatasan ekonomi membuatnya sulit mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit hingga sampai bertemu dengan Tim Kurir Sedekah Rombongan yang akhirnya diputuskan untuk mendapatkan pendampingan dari Sedekah Rombongan. Santunan yang diberikan digunakan untuk Kontrol dan pembelian obat diluar BPJS.
Santunan yang di berika semoga bermanfaat bagi Adek farid amienn

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 02 September 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto , @viandwiprayugo

Farid menderita CRANIOSYNOSTOSIS

Farid menderita CRANIOSYNOSTOSIS


MASJID AL MUTTAQIN (Renovasi Bangunan). Masjid Al Muttaqin beralamat di Dusun Jati, Desa Melikan, Kelurahan Rongkop, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Masjid ini didirikan pada tahun 2012, dengan biaya swadaya masyarakat. Berbagai pihak, baik kelompok maupun perorangan, turut memberikan sumbangsih untuk pembangunan masjid ini. Masjid ini didirikan di atas tanah wakaf yang diberikan oleh Bapak Roslan. Tikar dan tampungan air yang ada di masjid tersebut pun merupakan bantuan yang diberikan dari masjid yang ada di dusun sekitar sana. Salah satu takmir masjid yang ikut merintis masjid dari awal hingga sekarang adalah Bapak Suwarjo. Ia aktif mengajukan bantuan ke berbagai yayasan islami mulai dari berdirinya masjid. Masjid Al Mutaqin merupakan sarana dakwah untuk dusun tersebut. Bapak Siman, sorang ustad yang sering mengisi kajian di masjid itu telah berhasil memualafkan (mengislamkan) sejumlah 21 kepala keluarga yang ada di dusun tersebut. Hingga saat ini masih ada 4 kepala keluarga yang belum beragama Islam. Hingga saat ini pembangunan masjid masih terus berlangsung karena belum menyelesaikan pembangunan di beebrapa bagian masjid seperti kakus dan kamar mandi. Pihak takmir pun masih memiliki tanggungan dengan pihak penyedia bahan bangunan. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian turut berpartisipasi membantu pembangunan bagian masjid yang tertunda. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan dana sedekah sebesar lima juta rupiah yang diterima oleh takmir masjid sebagai wakil seluruh jamaah masjid. Dana akan digunakan untuk keperluan pembangunan kakus dan kamar mandi, pembelian material sebesar Rp. 3.700.000,- dan sisa dari uang tersebut yakni Rp. 1.300.000 diganakan untuk pembayaran tukang yang mengerjakan pembangunan tersebut. Semoga semoga pembangunan fasilitas masjid berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan masjid ini. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @RizkyAditya4. @rian_

Bantuan Renovasi Bangunan

Bantuan Renovasi Bangunan


PONDOK PESANTREN AL MURTADHO (Bantuan Operasional). Pondok Pesantren Al Murtadho beralamat di Susukan II, Kelurahan Genjahan, Kecamatan Ponjong, Gunung Kidul, DIY. Ponpes ini didirikan oleh Bapak Sudiharto, sampai sekaran pun beliau masih memimpin ponpes ini. Pondok pesantren tersebut saat ini membimbing lebih dari 60 santri terdiri, dari laki laki dan perempuan yang berasal dari beberapa daerah di Gunung Kidul. Bapak Sudiharto ingin fokus untuk pengkaderan remaja yang berasal dari Gunung Kidul. Seluruh santri yang ada di pondok pesantren ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Kebutuhan sehari-hari ponpes ini dicukupi oleh donatur, masyarakat sekitar, dan tentu saja dari Keluarga Bapak Sudiharto. Selain nyantri mereka juga bersekolah di sekolah formal. Santri umumnya merupakan siswa sekolah menengah pertama dan sekolah atas. Sekolah mereka yang jaraknya jauh, sekitar 5 km dari ponpes. Mereka berangkat dan pulang hanya berjalan kakai karena tidak memiliki alat transportasi yang memadai. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang turut menyampaikan sedekah urut prihatin melihat kondisi mereka. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan dana sedekah sebesar Rp. 9.625.000,-. Bantuan tersebut yang diwujudkan menjadi 9 buah sepesa, terdiri dari 5 sepeda untuk laki-laki dan 5 sepeda untuk perempuan. Semoga sepeda ini memberikan manfaat dan menjadi solusi masalah transportasi yang selama ini menjadi kendala. Santri dan pengurus sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka pun mendoakan para #Sedekaholic agar senantia mendapat keberkahan dari Allah SWT. Amin…

Jumlah bantuan senilai : Rp. 9.625.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @RizkyAditya4 @rian_

Bantuan sepeda

Bantuan sepeda


MUHAMMAD HAVIV (9 TAHUN, TB TULANG). adalah seorang anak dari pasangan Bapak Sukriyanto (34 thn) dan Ibu Neny (32 thn) yang tinggal di Desa Pondok, RT 14 RW 04 Klabang, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Bapak Sukriyanto memiliki 3 anak dan ini menjadi beban yang berat bagi beliau dengan satu anak yang sakit ini. Bapak Sukriyanto bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang tidak pasti, sedangkan Ibu Neny bekerja sebagai Ibu Rumah tangga. Adik Muhammad Haviv sudah mengalami sakit sejak 1 tahun yang lalu, dan pernah mengalami operasi usus buntu. Dan sejak saat itu Haviv mengalami pertumbuhan yang tidak normal, badan mengecil, dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Setelah didiagnosa, ternyata Adik Haviv mengalami penyakit TB tulang. Ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga ini. Keluarga ini tinggal satu rumah dengan nenek Muhamad Haviv. Dan karena sakit ini, Adik Haviv sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya sejak 8 bulan yang lalu, dan ini sungguh memprihatinkan mengingat semangat Adik Haviv yang ingin sembuh dan dapat melanjutkan sekolah kembali. Latar belakang adik Haviv dari lingkungan sungguh membuat iba, sehingga lingkungan tetangga sekitar sering memberikan bantuan saat pergi ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan ini, Adik Haviv sangat memerlukan perawatan rutin, kontrol ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini ke rumah sakit Dr kusnadi Bondowoso. Santunan yang diberikan sebesar nominal di bawah ini digunakan untuk biaya rumah sakit dr koesnadi bondowoso dengan fasilitas umum.

Jumlah santunan: Rp. 1.523.000,-
Tanggal: 31 Agustus 2016
kurir: @yudhoari , @gredyanto , @irviyandwiprayugo

Haviv menderita TB TULANG

Haviv menderita TB TULANG


PAK SUGIMAN (52 Tahun, Pasca Operasi Rahang). Pak Sugiman tercatat sebagai warga Pendopo RT.01/RW.06 Jepitu, Girisubo, Gunungkidul, DIY. Sehari-harinya, Pak Sugiman dan Bu Warti, istrinya, bekerja sebagai petani yang menggarap lahan milik sendiri. Hasil pertanian dari sawah yang tak begitu luas itulah yang menyangga perekonomian keluarga mereka. Pasangan Pak Sugiman dan Bu warti memiliki satu orang anak yang sudah dewasa, dan kini sudah bekerja di tempat fotocopy di sebuah sekolah menengah kejuruan di Girisubo. Riwayat sakit Pak Sugiman berawal dari kecelakaan yang ia alami saat hendak berangkat ke sawahnya. Layaknya kesehariannya, pagi-pagi ia bersiap menuju sawah, namun di tengah perjalanan ia tersandung batu. Pak Sugiman jatuh dalam posisi telungkup, tiga giginya tanggal, pembatas lubang hidung pun patah, ia pun segera dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Wonosari. Pak Sugiman menjalani pemeriksaan, dijahit bagian hidung, dilanjutkan dengan operasi rahang bawah. Ia dirawat selama 2 hari lamanya, biaya operasi dan perawatan lainnya ditanggung oleh jaminan kesehatan pemerintah, BPJS. Alhamdulillah, #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan dapat membantu transportasi kepulangan Pak Sugiman. MTSR mengantarkannya dari rumah sakit ke rumah tinggal. Namun saudara kita ini masih membutuhkan pertolongan, mari kita bersama-sama meringankan beban hidupnya… Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan sebesar lima juta rupiah untuk membiayai kontrol rutin dan pengobatan lainnya yang tak tercover jaminan kesehatan. Semoga ikhtiar pengobatannya berjalan dengan lancar dan membuahkan kesembuhan sesuai yang diharapkan…

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 2 September 2016
Kurir : @Saptuari, @aji_kristanto

Bantuan biaya pengobatan Pasca Operasi Rahang

Bantuan biaya pengobatan Pasca Operasi Rahang


RATEMI BINTI SAMSURI, (49, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat: Temenggungan RT 002 RW 006 Sumberejo,  Kaliwungu, Kendal Jawa Tengah. Bu Ratemi adalah seorang ibu rumah tangga, suaminya bernama Suwandi (54) bekerja sebagai teknisi listrik serabutan. Pada awal tahun 2016 bu Ratemi sering mengalami pusing, namun tidak begitu dihiraukan oleh beliau, hanya berobat ke Puskesmas terdekat dan diberi obat pusing . Lalu timbul benjolan kecil di pelipis wajahnya yang semakin hari ukurannya semakin membesar. Lalu beliau memeriksakan keluhannya di RSUD Soewandi Kendal, dan didiagnosa menderita tumour facial dan dijadwalkan operasi pada bulan April 2016. Setelah menunggu beberapa minggu, Bu Ratemi menjalani operasi dan kondisinya membaik. Namun pada pertengahan Mei 2016 kondisi Bu Ratemi kembali  ngedrop dan dibawa berobat kembali ke RSUD Soewandi Kendal. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ditemukan benjolan juga pada bagian bawah leher, lalu pihak RS Soewandi Kendal memberikan rujukan ke RS Tugu Semarang. Berdasarkan pemeriksaan RSUD Tugurejo Bu Ratemi didiagnosa menderita kanker kelenjar tiroid. Pada 11 Juni 2016 Bu Ratemi kembali menjalani operasi di RSUD Tugurejo. Semua biaya untuk pemeriksaan dan operasi telah dicover oleh BPJS. Kendala yang dihadapi beliau adalah biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit karena suaminya hanya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu,  dan masih ada tanggungan anak ketiga yang masih berusia 13 tahun. Anak pertama Bu Ratemi bekerja di salon dan telah berkeluarga, anak kedua buruh pabrik, selama ini biaya akomodasi ditanggung bersama putra-putranya. Hingga pada tanggal 13 Juni 2016 atas ijin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Ratemi dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Ratemi. Pasca operasi Bu Ratemi melakukan kontrol di RSUD Tugurejo kembali, oleh dokter disarankan untuk dilakukan tetes tyroid, dan diberi rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada tanggal 01 Agustus 2016 Bu Ratemi melakukan kontrol ke RSUP Dr.  Kariadi dan menurut dokter sel kankernya sudah mulai menyebar ke otak namun untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan lebih lengkap. Untuk saat ini tindakan dokter difokuskan untuk dilakukan tetes tyroid terlebih dahulu. Pada tanggal 9 Agustus 2016 Bu Ratemi telah diberikan tetes tyroid yang pertama dan alhamdulillah pada kontrol tanggal 12 Agustus 2016 hasil CT Scannya titik tyroidnya telah berkurang. Bu Ratemi disarankan untuk kontrol kembali pada bulan September 2016 dan untuk keluhan benjolan yang di dekat pelipis disarankan untuk dilakukan pemeriksaan ke bagian Onkologi RSUP Dr.Kariadi Semarang. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Ratemi selama berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Juli 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @ThikaNugrahini

Bu ratemi menderita Kanker Kelenjar Tiroid

Bu ratemi menderita Kanker Kelenjar Tiroid


JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI (43, PENDERITA PENJEPITAN SYARAF TULANG BELAKANG DAN LUMPUH) Alamat :Jl.sadewo VII/40 RT.001/RW.004 kel.Pendrikan Lor, Semarang Tengah, Jawa Tengah. BuJuariyah adalah seorang guru les dan mengaji bagi anak-anak disekitar rumahnya. Bu Juariyah  telah mengalami kelumpuhan dan penjepitan syaraf tulang belakang selama 10 tahun, hal ini menyebabkan BuJuariyah hanya bisa duduk dan tidak bisa jalan. Suami Bu Juariyah yaitu Pak Wawan (48) hanyalah seorang tukang pijat dan mengalami kebutaan. Dari penghasilan sebagai guru les dan tukang pijat membuat mereka belum bisa membawa Bu Juariyah berobat secara maksimal. Pada pertengahan bulan Juli 2015 kurir #SRSemarang bertemu dengan Bu Juariyah dan keluarga. Alhamdulillah kini Bu Juariyah telah menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Bu Juariyah telah menjalani paket Terapi  berupa fisioterapi (FT) dan Okupasi terapi (OT) untuk mempertahankan kekuatan dan agar semua anggota tubuh bisa digerakkan dengan baik. Kemudian karena setelah dilakukan Terapi Okupasi dan bagian tangan respon cukup baik dan kemampuannya meningkat, maka disarankan dokter untuk menjalani Okupasi Terapi (OT) dan melatih gerakan tangannya dirumah sendiri. Sampai saat ini bu Juariyah menjalani fisioterapi selama dua minggu berturut- turut , terakhir kaki beliau disinar dan berusaha untuk diluruskan tetapi mengalami kesakitan pada kakinya dan akan dilakukan bergantian dengan Okupasi Terapi. Tepat setahun Bu Juariyah menjadi pasien dampingan #SRSemarang harapan kesembuhan selalu diharapkan oleh beliau. Setelah bulan april kemaren bu Juariyah dirawat inap di Rsud Tugurejo Semarang. Sampai bulan juli ini kondisi bu juariyah stabil dan masih menjalani fioterapi berupa penyinaran dan penyetruman syaraf agar aliran darah belaiu lancar dan kondisinya tidak semakin lemas . Terima kasih #Sedekaholic yang telah  ikut membantu untuk pengobatan Bu Juariyah, semoga Bu Juariyah segera pulih dan bisa lebih bermanfaat bagi sesama.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.000.000
Tanggal  : 31 Juli 2016
Kurir  : @indrades , @idaiddo , @syamok

Ibu juariyah PENDERITA PENJEPITAN SYARAF TULANG BELAKANG DAN LUMPUH

Ibu juariyah PENDERITA PENJEPITAN SYARAF TULANG BELAKANG DAN LUMPUH


SRI PUJIATI (48, Anemia Grafis). Alamat: Kp. Randukuning RT. 011 RW.003 Kel. Pati Lor, Kec. Pati, Kab. Pati, Jawa Tengah. Bu Sri nama panggilannya. Sehari-hari Bu Sri bekerja sebagai penjual gorengan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bu Sri tinggal bersama suami yaitu Pak Temon (63) juga sebagai pekerja serabutan dan anak yaitu Wahyu (23) yang belum memiliki pekerjaan. Berawal pada pusing dan lemas yang Bu Sri rasakan namun tidak kunjung sembuh. Keluarga membawa Bu Sri untuk periksa di RSUD Dr. Soewondo Pati agak dapat diketahui secara jelas perihal sakit Bu Sri. Hasil lab menunjukkan kalau Bu Sri menderita anemia sehingga harus dirawat di RSUD Dr. Soewondo untuk mendapat perawatan lebih intensif. Akan tetapi Bu Sri memilih pulang untuk dirawat di rumah karena tidak adanya biaya untuk berobat. Bu Sri hanya memperoleh pengobatan seadanya di rumah. Pada tanggal 24 Maret 2016, tim kurir dipertemukan dengan keluarga Bu Sri. Atas berbagai pertimbangan kami sepakat mendampingi Bu Sri dalam proses pengobatan. Bu Sri dirujuk di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani kontrol rutin sebelum dilakukan tindakan selanjutnya. Pada bulan juni tepatnya tanggal 2 juni, bu Sri Pujiati dinyatakan sembuh oleh dokter dan tidak perlu menjalani kontrol rutin lagi, tetapi pada bulan juli bu Sri mengeluh sakit pada bagian punggung dan mengalami pendarahan. Setelah mendapat rujukan dari RSUD Dr. Soewondo Pati, bu Sri menjalani Kontrol di Poli Penyakit Dalam RSUP Dr. Kariadi. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Sri selama di Semarang.

Jumlah Bantuan          : Rp. 794.760,-
Tanggal                 : 31 Juli 2016
Kurir                   : @indrades , @idaiddo , @amnahnuralfi

Ibu sri menderita Anemia Grafis

Ibu sri menderita Anemia Grafis


RASIYEM BINTI KASIM (42, Kanker Rahang) Alamat: Dukuh Jumbleng RT 005 RW 004 Kel. Sojomerto Kec. Gemuh Kab. Kendal Jawa Tengah. Bu Rasiyem memiliki 3 orang anak, anak yang pertama bernama Abdurahman (22) sekarang menganggur dan tinggal bersama neneknya. Anak yang kedua, Ade Kusuma Maulana (14) sekarang kelas 2 Mts di pesantren, dan anak yang ketiga bernama Fendi Andriyanto (11) masih duduk di bangku SD. Sedangkan suami bu Rasiyem, pak Kasim (45) bekerja sebagai buruh serabutan. Penyakit bu Rasiyem dimulai 2 thn yg lalu (2014) ibu Rasiyem merasakan sakit gigi, kemudian timbul benjolan di rahang kanannya. Kemudian, beliau berobat ke dokter praktek di desa. Oleh dokter disarankan ke RSI di Kendal. Dua hari setelah berobat,rasa sakitnya makin hebat kemudian dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang. Disana telah dilakukan operasi cabut gigi kiri dn kanan. Dr hasil PA, dicurigai ada keganasan. Namun karena merasa sudah membaik,pengobatan tdk dilanjutkan. Saran dari dokter untuk di operasi pun juga tidak di lakukan,karena dilarang oleh keluarga ibu Rasiyem. Setahun lalu sakitnya semakin menjadi, dan bu Rasiyem kembali berobat jalan di RSUD Tugurejo Semarang. Baru berobat jalan selama 3 bln, kemudian berhenti karena tidak adanya biaya. Alhamdulillah pada bulan Juni 2016 #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Rasiyem. Dan akhirnya bu Rasiyem melanjutkan pengobatannya dan sekarang sedang menjalani kemo yang kedua.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal        : 31 Juli 2016
Kurir          : @indrades, @idaiddo, @rishafaiq

Ibu rasiyem menderita Kanker Rahang

Ibu rasiyem menderita Kanker Rahang


SEMIN BIN DANURI (62, Benigna Prostrat Hipertropy) Alamat: Wahyurejo RT 7 RW 1 Kel. Pringapus Kec. Pringapus  Kab. Semarang Jawa Tengah. Pak Semin bekerja sehari sebagai seorang petani ladang dan tinggal bersama istrinya yang mengidap penyakit stroke. Pada awal tahun 2014 Pak semin meraskan nyeri yang luar biasa ketika membuang air kecil. Dan kesehatan Pak Semin semakin menurun ketika mau kencing tapi tidak bisa keluar air seninya dan juga nyeri yang dirasakannya. Beruntung Pak Semin bertemu dengan sedekah rombongan. Sehingga terbantu untuk biaya operasional guna pengobatan Pak Semin, karena Pak Semin sudah terdaftra sebagai anggota BPJS. Pak Semin untuk saat ini sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan, nyeri yang dirasakan Pak Semin sudah jarang dirasakannya lagi. Pak Semin harus rajin kontrol 1 kali dalam 1 bulan secara rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi Pak Semin dan keluarga selama di Semarang. Pak Semin sudah melakukan kontrol selama 5 kali, hasilnya membaik, Pak Semin tidak boleh melakukan pekerjaan berat dan terlalu capek, karena bisa mengakibatkan pendarahan pada alat kelamin. Pak Semin masih menunggu hasil kontrol 6 kali berturut- turut baru dokter bisa mengambil tindakan untuk operasi. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @ulizphd

Pak semin menderita Benigna Prostrat Hipertropy

Pak semin menderita Benigna Prostrat Hipertropy


MARJONO BIN ALM. MARTOWIYONO (58 Tahun, Diabetes & Stroke). Pak Marjono beralamat di Kedungpih Kidul RT.02/RW.02 Nglipar, Gunungkidul, DIY. Riwayat penyakitnya dimulai sejak enam tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2010. Pak Marjono menderita penyakit diabetes, ironisnya ia juga terserang stroke. Berbagai ikhtiar penyembuhan rela ia lakukan, bolak-balik opname di rumah sakit pun ia lakoni. Pak Marjono beberapa kali rawat inap di rumah sakit di Kota Jogja, dan rawat jalan di rumah sakit di Wonosari. Dua setengah tahun lamanya ia menjalani terapi, namun sayang harus berhenti karena keterbatasan biaya. Sebelum sakit, ia dan istrinya bekerja sebagai buruh tani. Pendapatan yang mereka dapatkan tak seberapa, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Marjono semenjak sakit tidak lagi bekerja, istrinya pun menghabiskan lebih banyak waktu untuk merawatnya. Kondisi Pak Marjono saat ini tidak bisa melakukan banyak aktivitas karena hanya bisa berbaring di tempat tidur. Jika ingin berpindah tempat, atau berjalan, harus dibantu orang lain, terkadang harus digendong juga. Badannya kaku dan kurus, karena sudah lama tidak menjalani terapi. Saudara kita ini masih membutuhkan pertolongan, mari kita bersama-sama meringankan beban hidupnya… Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan sebesar delapan ratus lima  pulih ribu rupiah dalam bentuk kursi roda. Semoga kursi roda ini dapat membantu aktivitas sehari-hari, sekaligus meringankan beban kehidupannya dan keluarga yang merawatnya. Pak Marjono dan keluarganya sangat bersyukur, #Sedekaholic begitu peduli padanya sampai membantunya dengan memberikan kursi roda. Ia lalu memanjatkan syukur, dan berterimakasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan senilai : Rp. 850.000,-
Tanggal : 3 September 2016
Kurir : @Saptuari, @aji_kristanto

Pak marjono menderita Diabetes & Stroke

Pak marjono menderita Diabetes & Stroke

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RIATUN binti RAHMAD 1,000,000
2 PUJI LESTARI 1,000,000
3 SANAJI bin RADI 1,000,000
4 MANISAH 1,000,000
5 PONI 1,000,000
6 ARIS HADI WINARTO 1,000,000
7 EKO WAHYUDI 500,000
8 PAMUJI BIN JARMIN 1,000,000
9 Sunarti Binti Astap 2,600,000
10 ALFAN TAUFIQU 1,000,000
11 GIAT AGUS SALIM 1,000,000
12 Maryati binti Tanijah 500,000
13 Aris Hadi Winarto 500,000
14 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 978,000
15 PAMUJI BIN JARMIN 800,000
16 KUSMIATUN 500,000
17 SUTI BINTI TIRTO DJANI 500,000
18 ROMADHON BIN CUNDUK 500,000
19 FARID JAYA MALIK 500,000
20 NGATINI BINTI AMIR 600,000
21 HAMMAD ASYARI 500,000
22 MUHAMMAD NUR RIZKY 500,000
23 Suminah binti Kasnadi 600,000
24 SITI MUSIYAM 1,572,650
25 SUNARTI BINTI JOYO KARNO 1,100,000
26 NAFIATUN NUR 1,000,000
27 AHMAD SHOLEH 1,000,000
28 MARKIJAN bin SAIDI 1,000,000
29 IIS JUJU ZULAIKAH 1,000,000
30 SUYINI binti NGADENO 1,000,000
31 IIS JUJU ZULAIKAH 1,500,000
32 AI HANIFAH 500,000
33 AMAR MALIK SUKARYO 500,000
34 MUHAMMAD IYAN FEBRIANSYAH 1,000,000
35 ENDAH APRILIA SARI 1,000,000
36 ALI 1,000,000
37 WAGIMAN 1,000,000
38 AHMAD MUNTOHA 500,000
39 NURUL MAULIDIA 500,000
40 ALI MAKSUN 1,000,000
41 SUPARTILAH BINTI SARIJAN 500,000
42 DASIRAH 500,000
43 FARID 500,000
44 MASJID AL MUTTAQIN 5,000,000
45 PONDOK PESANTREN AL MURTADHO 9,625,000
46 MUHAMMAD HAVIV 1,523,000
47 PAK SUGIMAN 5,000,000
48 RATEMI BINTI SAMSURI 500,000
49 JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI 1,000,000
50 SRI PUJIATI 794,760
51 RASIYEM BINTI KASIM 500,000
52 SEMIN BIN DANURI 500,000
53 MARJONO BIN ALM. MARTOWIYONO 850,000
Total 62,043,410

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 62,043,410,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 886 ROMBONGAN

Rp. 41,120,418,609,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.