Rombongan 885

Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.
Posted by on September 5, 2016

RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan JULI 2016. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb

Jumlah Santunan : Rp. 10.381.000,-
Tanggal : 31 JULI 2016
kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Biaya operasional

Biaya operasional


RATNADILLA ,(17TH, CA KULIT). Ber Alamat Dusun Sukolembono RT 030 RW 001 Sumber Gading , Kecamatan Sumber Wringin Kapubaten Bondowoso. Ratnadilla adalah anak Dari Bapak Heru yang sehariannya hanya bekerja pengisi gas Korek keliling yang tidak mampu membiayai Kehidupannya . dan di Tambah penyakit Anaknya yang sedang kambuh untuk di bawa ke rumah sakit. Ratnadilla Anak Pak Heru tergolong Orang tidak mampu,Dan TIM #SRjember Bersilaturahmi Untuk membantu Ratnadilla untuk di Rujuk ke rumah Sakit Agar Penyakitnya segera di tangani Oleh Dokter sehingga tidak semakin parah.
Santunan yang disampaikan dipergunakan untuk akomodasi selama perawatan rutin dan kebutuhan lainnya selama perawatan di Rumah Sakit. Semoga Ratnadilla segera diberikan jalan kesembuhan dan kontribusi para sedekaholic mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.010.000,-
Tanggal : 16 AGUSTUS 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto

Ratnadilla menderita CA KULIT

Ratnadilla menderita CA KULIT


SUNARDI (63, Stroke dan Lumpuh). Alamat Dusun Brujulan RT 07 RW 02 Desa Krempong Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.
Pak Sunardi biasa dipanggil, mengalami Stroke yang awalnya dirasakan adalah merasa sering mengalami sakit panas hingga kejang. Puncaknya pak Sunardi panas tinggi hingga step berkali kali, keluarganya pun panik lalu membawanya ke Puskesmas Gemawang. Setelah beberapa hari kemudian keadaan pak Sunardi bukannya membaik malah semakin parah. Tangan, kaki dan jari-jari tidak bisa digerakkan, ia lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung. Hasil diagnosa dokter, Pak Sunardi mengalami kelumpuhan dan dokter menyarankan untuk fisioterapi. Karena tidak ada biaya, keluarga hanya pasrah dan hanya membawa ke tukang urut saja. Tapi keadaan pak Sunardi justru semakin parah dan ketika di bawa ke rumah sakit lagi ternyata pak Sunardi sudah mengalami kelumpuhan permanen. Hingga kini sudah 1 Tahun lamanya pak Sunardi hanya tiduran di kamarnya. Kini Pak Sunardi  hanya hidup bertiga dengan istri dan Anaknya  yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan . Alhamdulilah  Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami pak Sunardi dengan memberikan Bantuan kursi roda guna menunjang pak Sunardi bisa beraktivitas kembali.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @M_ilyam17

Pak sunardi menderita Stroke dan Lumpuh

Pak sunardi menderita Stroke dan Lumpuh


KHOIRUL IMAM (16, Thalasemia). Alamat  Dusun Karangseneng RT 01 RW 01 desa Karangseneng kec Gemawang  Kab. Temanggung Jawa Tengah. Imam adalah anak kedua dari Bapak Muji Slamet ( 52 ) dan Ibu Siti Maryam (46). Pak Muji sempat  membiayai pengobatan dek Imam secara mandiri namun karena setiap 3 bulan sekali dek Imam harus melakukan transfusi darah, Pak Muji akhirnya memutuskan untuk mengunakan Kartu BPJS yang dimilikinya. Semua hasil jerih payah usaha Pak Muji sudah habis terkuras. Kini yang tersisa hanyalah gubuk kecil di ujung gang sempit,  yang kini jadi tempat tinggal mereka. Rumah yang hanya memiliki 2 Kamar dan 1 ruang tamu yang sekaligus dijadikan ruang makan dan ruang keluarga itu menjadi saksi betapa selama ini mereka harus memikul cobaan hidup yang teramat berat. Meskipun demikian, Pak Muji tak pernah merasa lelah berusaha, sambil mengobati anaknya. Dek Imam diduga mengidap penyakit Thalasemia  sejak usia 6 bulan. Beberapa tahun terakhir ia harus ditransfusi darah 3 bulan sekali. Sebelum Imam terdaftar sebagai peserta BPJS, biaya transfusi dibayar sendiri dari hasil kerja dan pinjaman karena pengajuan SKTM tidak pernah selesai. Kini biaya transfusi darah sudah  ditanggung BPJS. Tetapi, untuk membeli obat yang lain, biaya transportasi dan kebutuhan oxygen harus mereka keluarkan sendiri walau mereka harus meminjam ke pihak ketiga. Padahal, hutang mereka terdahulu yang digunakan untuk membiayai pengobatan putranya sebelum ada BPJS belum terlunasi. Alhamdulilah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dek Imam untuk turut berpartisipasi meringankan beban dan deritanya dengan memberikan bantuan untuk biaya akomodasi ke Rumah Sakit serta biaya pembayaran BPJS.

Jumlah bantuan : Rp1.500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @M_Ilyam17

Imam menderita Thalasemia

Imam menderita Thalasemia


MUFID BIN ROSLAN (78th, Tetanus dan kejang-kejang). Beralamat Klenteng RT 01 RW 04, Desa Losari Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Suami Bu Mursidah (60th) ini bekerja membantu memasak di panti PAY MUHAMADDIYAH. Bapak MUFID pada bulan puasa sebelum hari raya mengalami kecelakaan tunggal di Nambangan Kota Magelang. Dari kecelakaan itu mengakibatkan kuku pada jari kelingking kiri di kakinya hampir lepas, setelah sampai di rumah maka di potong sekalian karna pak MUFIT  merasa kurang nyaman. Pada awal lebaran hari raya cara bicara pak MUFIT agak celat-celat sama pihak keluarga di bawa ke mantri daerah setempat dan mantri memprediksi gejala setruk. Ketika pada lebaran ke lima tanggal 10 juli 2016 mengalami kejang dan malamnya di bawa ke RST Magelang dokter jaga menyarankan harus rawat inap. Setelah menjalani rawat inap hasil lab dokter yang menangani menyatakan penyakit tetanus dan kejang di akibatkan dari tetanus tersebut. Pak mufid tinggal bersama istri dan anaknya yang bernama Muarifah  (26) belum bekerja dan belum berkeluarga. Pak Mufid semasa sehat bekerja serabutan jika ada orang minta tolong. Alhamdulillah #SedekahRombongan di pertemukan dengan bapak MUFID sehingga bisa membantu biaya pengobatan. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan santunan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus santoso

Pak mufid menderita Tetanus dan kejang-kejang

Pak mufid menderita Tetanus dan kejang-kejang


ZULAIKA BINTI TURYANTI (7,HYPERMETROPIA). Alamat Bendo RT 01 RW 02 Kelurahan Kertosari Kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Zulaika merupakan anak ketiga dari pasangan Risyanto (37,Buruh) dan Turyanti (40,Buruh Pijat). Zulaika menderita gangguan pada matanya sejak dia lahir namun belum pernah mendapatkan penanganan dari Medis. Hal ini di sebabkan kedua kakaknya Handoko (20) dan Jeni (13) sama sama mengalami gangguan yang sama pada matanya. Itu juga terjadi kepada Ibunya, sehingga dikeluarga ini semuanya menderita kelainan pada matanya. Saat ini Zulaika menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan sejak 4 bulan lalu. Saat ini dia sudah menjalani operasi mata untuk yang kedua kalinya. Operasi mata yang pertama sudah sukses sehingga penglihatannya sudah jelas. Saat ini Zulaika harus setiap minggunya kontrol ke RS Sarjito Yogyakarta setelah operasi keduanya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantu untuk tahap yang kedua atau lanjutan  dengan memberikan santunan dari #sedekahholic kepada Zulaika. Semoga Zulaika segera mendapat kesembuhan dan dapat segera melanjutkan untuk sekolah.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 Swastiko

Zulaika menderita HYPERMETROPIA

Zulaika menderita HYPERMETROPIA


MUHROJI BIN DARTO (55,KORBAN KEBAKARAN) Alamat Dusun Mojosari 02/06 Desa Mojosari Kecamaatan Bansari Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Pak Roji begitu nama panggilannya adalah seorang buruh tani yang mempunyai seorang istri Wartini (50,ibu rumh tangga) dan mempunyai seorang anak yang belum menikah. Kejadian berawal hari itu Kamis 6 Juli 2016 sekitar jam 19.30 terjadi kebakaran hebat dirumahnya. Kebakaran itu terjadi saat semua keluarga ini ke masjid untuk menunaikan sholat isya’. Setelah seharian berlebaran tanpa diduga malam itu terjadi kebakaran. Tetangga yang mengetahui api yang diduga berasal dari konsleting listrik itu langsung membesar dan membakar seluruh rumah yang terbuat dari kayu. Pak Roji yang pulang dari masjid hanya bisa meratapi semua isi rumahnya sudah rata dengan tanah tanpa ada yang bisa di selamatkan. Dalam waktu 2 jam Api baru bisa di padamkan dan yang tersisa tinggal pakaian yang dipakai saat itu saja. Saat ini keluarga Pak Roji tinggal dirumah tetangga yang membantunya. Kondisinya sangat memperihatinkan baik dari segi moral dan material terutama Pak Roji yang shok akibat kejadian ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Pak Roji untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban beliau dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk membeli semen dan gamping. Keluarga pak Roji mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan mudah mudahan rumah Pak Roji dapat segera dibangun dan bisa ditempati lagi bersama keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2016
KURIR: @MarjunulNP @fathurrozaq8 2 swastiko

Renovasi untuk membeli semen dan gamping

Renovasi untuk membeli semen dan gamping


BASRORI BIN MUHTADI (55, PATAH TULANG BELAKANG) Alamat Dusun Bendan RT02 RW 04 Desa Mudal Kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Pak Bas beliau dikenal adalah seorang buruh bangunan dan seorang pekerja keras untuk menghidupi Istrinya Maudah (51,Ibu rumah tangga) dan anak satu satunya Fajar H (19 tahun). Derita Pak Bas dimulai sekitar 7 bulan yang lalu, Pak Bas bekerja sebagai buruh bngunan, saat beliau bekerja di bangunan yang berlantai 2 itu Pak Bas mengalami kecelakaan yaitu bangunan yang sudah dibangun itu roboh dan menimpa dirinya dan anaknya. Kondisi anaknya tidak begitu parah hanya lecet di kaki, namun Pak Bas mengalami Patah tulah dibelakang itu diketahui saat langsung di bawa ke RSUD Temanggung dengan menggunanakan Jaminan Kesehatan JAMKESMAS untuk tindakan lebih lanjut.  Namun pihak RSUD Temanggung memberikan rujukan untuk tindakan intensif ke RS Margono Purwokerto. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penanganan selama hampir 4 bulan kondisinya semakin membaik dan diperbolehkan pulang, namun harus terus melakukan terapi sebulan sekali ke RS margono Purwokerto dan terapi setiap minggunya di RSUD Temanggung. Saat ini kondisi Pak Bas sudah seperti orang yang sehat namun jika digunakan untuk duduk dan berdiri terlalu lama masih dirasakan sakit sehingga masih rutin kontrol ke RSUD Temanggung setiap minggunya. Pak Bas adalah tulangpunggung keluarga dalam mencari nafkah sehingga keluarga ini sangat kesulitan biaya jika harus setiap mnggunya ke RSUD Temanggung.  Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Pak Basrori untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk Biaya terapi di RSUD Temanggung. Keluarga sangat berterima kasih kepada #SedekahRombongan yang telah memberikan bantuan dengan harapan Pak Bas diberi kesembuhan sehingga bisa bekerja lagi.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2016
KURIR: @MarjunulNP @fathurrozaq82 Swastiko

Pak basrori menderita PATAH TULANG BELAKANG

Pak basrori menderita PATAH TULANG BELAKANG


IRFANI BASRORI (61, USUS BUNTU) Alamat Dusun Siladu 01/01 Desa Gambasan Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Pria yang tekenal dengan panggilan Mbah Pan ini sehari harinya adalah buruh tani. Istrinya Mbah Temu (60, ibu rumah tangga) sangat setia mendampingi Mbah Pan mengingat kedua anaknya sudah berkeluarga sendiri dan hidup tidak bersamanya. Mbah Pan mengalami usus buntu sejak 4 bulan yang lalu, itu diketahui saat itu dirasakan sakit di bagian perutnya sehingga langsung di bawa ke RSUD Temanggung. Dokter memngambil tindakan medis dengan cept dengan melakukan operasi. Setelah mendapat perawatan selama 1 minggu Mbah Pan diperbolehkan pulang. Dokter memberikan rujukan untuk setiap minggunya kontrol ke RSUD Temanggung, Awalnya Mbah Pan bisa melakukan kontrol rutin ke RSUD namun kendala biaya untuk transportasi inilah yang menyebabkan Mbah Pan tidak bisa rutin ke RSUD Temanggung. Saat ini hanya dirumah dan belum bisa bekerja seperti dulu lagi. Istrinya juga sudah tidak bisa lagi bekerja dan keadaan ekonomi anaknya juga sangat kurang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Mbah Pan untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk Biaya Transportasi ke RSUD Temanggung. Keluarga sangat berterima kasih kepada #SedekahRombongan yang telah memberikan bantuan dengan harapan Mbah Pan diberi kesembuhan sehingga bisa beraktifitas seperti dulu lagi.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2016
KURIR: @MarjunulNP @Fathurrozaq82 Swastiko

Pak irfani menderita USUS BUNTU

Pak irfani menderita USUS BUNTU


TUMI BINTI MARNO (75, STROKE) Alamat Dusun Rejosari RT 02/RW 01 Desa Tening Kecamatan Wonoboyo Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Ibu Tumi adalah seorang janda yang tidak mempunyai siapa siapa. Beliau hidup di gubug reot sendiri, rumahnya juga bukan rumah sendiri karena dibangunkan oleh warga di tanah milik Desa setempat. Ibu Tumi mengalami stroke ringan sejak satu tahun yang lalu, disaat usianya yang sudah sepuh dan harus mendapat pendampingan untuk berobat, Bapak Kadus setempat yang dengan sukarela mengantar Ibu Tumi untuk ke Puskesmas setempat. Namun untuk periksa ke Puskesmas membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga hanya dua bulan sekali atau kadang tidak periksa ke Puskesmas. Saat ini Ibu Tumi hanya tidur dan duduk di rumah saja dan berharap ada belas kasihan dari orang lain. Alhamdulillah dengan di dampingi Bapak Kepala Desa setempat #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Ibu Tumi untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk Biaya berobat ke Puskesmas setempat. Bapak Kepala Desa yang mewakili mengucapkan terimakasih dan semoga Ibu Tumi segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2016
KURIR : @MarjunulNP @Fathurrozaq82  Swastiko

Bu tumi menderita STROKE

Bu tumi menderita STROKE


HARTI BINTI SUPARNO (55, Kanker Rektrum) Alamat Dusun Nyamplung RT 01 RW 03 Desa Kundisari Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Mbak Harti begitu panggilannya adalah istri dari Pak Surono (56, buruh) dan mempunyai 3 orang anak, namun anaknya sudah berumah tangga semua sehingga beliau hanya tingga berdua saja dengan suaminya. Derita Mbak Harti dimulai sejak 1 tahun yang lalu. Saat itu dirasakan Sakit di perut dan bagian duburnya sehingga dengan segera dibawa ke RSUD Temanggung. Setelah mendapat perawatan dan diagnosa Dokter menyatakan mengalami Kanker rektrum dan harus segera dilakukan operasi. Saat itu juga dilakukan operasi dan setelah selesai diperbolehkan pulang. Sejak 3 bulan ini dirasakan kambuh lagi dan disarankan untuk segera ke RS Sarjito. Suaminya yang hanya buruh merasa sangat keberatan dikarenakan faktor biaya sehingga hanya dibelikan obat saja. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT kepada keluarga Mbak Harti, dan setelah dinyatakan lengkap berkas berkasnya Mbak Harti menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan diberikan santunan dari #Sedekahholic yang digunakan untuk kesehariannya. Keluarga sangat berterimakasih kepada #SedekahRombongan atas bantuannya mudah mudahan Mbak Harti segera diberikan kesembuhan.

Jumlah : Rp 500.000,
TANGGAL : 23 Agustus 2016
KURIR: @MarjunulNP @fathurrozaq82 Swastiko M Ilyam

bu harti menderita Kanker Rektrum

bu harti menderita Kanker Rektrum


TRIMAH BINTI SIMAD (41 tahun, TBC), Alamat: Desa Podourip RT 06 RW 02 Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.
Awal mula sakit yang dirasakan ibu Trimah sejak bulan Juni 2016, ibu Trimah dengan gejala batuk-batuk yang tidak kunjung berkurang, karena sudah merasakan capek sering batuk maka pada tanggal 13 Agustus 2016 ibu Trimah dibawa ke Puskesmas Petanahan Kebumen, dari hasil pemeriksaan dan  hasil laboratorium tes dahak membuat ibu Trimah lemas, karena didiagnosa Positif TBC. Ibu Trimah janda dari almarhum Suyanto yang sudah meninggalkan ibu Trimah sejak 27 tahun lalu. Ibu Trimah menempati rumah peninggalan ayah nya dan saat ini bu Trimah tinggal bersama ibu kandungnya. Tiap hari ibu Trimah bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari hari yang didapat dari tetangga nya yang membutuhkan tenaganya bu Trimah. Kondisi terkini Ibu Trimah dirumah saja menjalani pengobatan TBC selama 6 bln kedepan. Karena kondisi fisik tidak memungkinkan lagi untuk bekerja, secara otomatis keluarga mengalami kesulitan ekonomi. Belum lagi beliau mempunyai 2 orang anak yang masih sekolah, anak pertama sekolah kelas 3 SMP dan anak yang kedua kls 1 SMP. Bu Trimah pengobatan tidak mempunyai jaminan kesehatan BPJS/KIS dan sejenisnya. Kendala yg dihadapi adalah biaya hidup  karena untuk proses penyembuhan TBC selain obat juga harus di bantu dengan makan dan minum yg bergizi sementara pasien tidak punya penghasilan tetap, apalagi bu Trimah masih punya tanggungan hutang 5 juta. Alhamdulilah ibu Trimah dipertemukan kurir #SR yang langsung berkunjung ke rumah nya.  Bantuan diberikan Bu Trimah untuk kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  20 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Widiyastuti, Erni Kuswandari

Bu trimah menderita TBC

Bu trimah menderita TBC


GALIH FERI SAPUTRA (18, Benjolan tangan), Alamat lengkap: Dusun Slorok RT 003 RW 003 Kelurahan Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur.Anak dari pasangan Pak Jarno & Bu Winarsih ini mengalami nasib yang kurang baik karena yang lain. Remaja 18 tahun ini hidup bersama 4 saudara dan Galih adalah anak ke dua dari pasangan Pak Jarno dan Bu Winarsih. Awalnya dirasa normal dengan istilah Toh dan sangat kecil. Namun seiring berjalannya waktu, Mas Galih merasakan pertambahan masa yang semakin membesar pada tangannya dan pada saat yang bersamaan Mas Galih sangat terganggu dengan adanya pembesaran pada tangannya tersebut. Karena penambahan besar benjolan pada tangan tersebut maka keluarga berinisiatif untuk membawa Mas Galih ke Rumah Sakit. Awal pengobatan adalah ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, karena kurang mendapat pelayanan yang baik maka pihak keluarga mencoba ke RS Bhayangkara. Namun lagi-lagi hal yang sama terjadi hingga akhirnya keluarga membawanya ke Malang yakni RSUD Dr Saiful Anwar. Pengobatan berlangsung dengan membawa kartu BPJS dan langsung menuju poli bedah. Mas Galih mulai mendapatkan perawatan dan mulai tertangani. Kontrol dengan Dokter sudah terlaksana dan saat ini masih menunggu panggilan tahap pemeriksaan selanjutnya. Saat ini sakit yang dirasakan semakin nyeri saat malam hari. Beruntung Sedekah Rombongan ditemukan dengan Mas Galih dan keluarga. Keluarga pun menceritakan kondisi dan keadaan anak tercinta dan saat ini keluarga bersedia untuk didampingi pengobatan selama di Malang maklum Pak Jarno hanya petani dan Bu Winarsih adalah peternak. Bantuan pun tersampaikan dari sahabat SR untuk keluarga Mas Galih yang dialokasikan untuk uang saku dan biaya transportasi. Alhamulillah, akhir Bulan Agustus ini Galih telah menjalani kontrol unit rawat luka di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Blitar setelah mendapat surat rujukan dari RSSA Malang. Ucapan terima kasih senantiasa terucapkan dari kami sebagi kurir SR dan dari keluarga pasien. Sedekahmu telah membantu mereka yang memang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.346.000
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @setyahatta

Galih menderita Benjolan tangan

Galih menderita Benjolan tangan


MUHAMMAD AQIL (13th, Keterbatasan Fisik). beralamat di Desa Patuk Sukolilo, RT 28 RW 11, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Aqil merupakan anak pertama dari Bapak Arifin (37th) dan Ibu Yulia Ulfa (29th). Sejak lahir Aqil sudah menderita keterbatasan fisik yaitu tumbuh kembang lambat dan sampai saat ini Aqil masih belum bisa berjalan. Dengan keterbatasan fisik yang ia miliki membuat ia sering mendapat ejekan dari temen-temennya. Sampai suatu hari Aqil pernah mencoba bunuh diri dengan meminum detergent namun usahanya digagalkan lantaran diketahui oleh orang tuanya. Di sisi lain, ia mempunyai bakat yang tidak biasa dimiliki anak lain sepantarannya. Ia merupakan hafidz Qur’an asal Wajak, bahkan Aqil pernah berprestasi dengan mendapatkan juara 1 lomba adzan di sekolahnya. Kurir yang datang pada saat itu mencoba memberi semangat ditambah dengan dorongan dari kerabat dan orang tua agar Aqil tetap bersemangat meskipun mempunyai kekurangan. Tentu anak seperti Aqil harus dipertahankan sebagai motivasi kita bahwa tentu ada kelebihan dalam setiap manusia. Aqil sekarang tetap rutin fisioterapi di YPAC Malang. Pada akhir bulan ini Aqil terjadwalkan kontrol kembali, bantuan pun tersalurkan untuk uang saku bagi Aqil. Pihak keluarga sangat  bersyukur atas santunan yang diberikan semoga bakat dan kondisi Aqil tambah lebih baik setelah ikhtiar dan do’a yang selalu dipanjatkannya. Amiiin..

Jumlah bantuan: Rp 500.000
Tanggal  : 25 Agustus 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria

Bantuan untuk biaya fisioterapi di YPAC Malang

Bantuan untuk biaya fisioterapi di YPAC Malang


SAHWANI BINTI ASJONO, (46, kanker serviks) menetap di sebuah rumah di RT 12/RW 04, Kalitapen, Kecamatan tapen Kota Bondowoso. Bu Sahwani mulai menderita sakit sejak November, 2015. Penyakit ini pun memerlukan tindakan cepat sehingga beliau dan keluarga memutuskan untuk melakukan operasi. Operasi berjalan lancar dan berhasil di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Pasca operasi, keadaan kesehatan bu Sahwani membaik, dan pihak dokter menyarankan agar bu Sahwani dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang lebih optimal. Akhirnya bu Sahwani pun mengikuti hal yang telah disarankan oleh dokter. Setelah operasi, Bu Sahwani perlu melakukan kemo yang otomatis dilakukan di RSSA. Jauhnya jarak dari Bondowoso ke Malang tentu menyulitkan keadaan ekonomi bu Sahwani sekeluarga untuk mencari transportasi, belum lagi biaya rumah sakit dan penginapan untuk keluarga beliau. Apalagi pekerjaan suami beliau sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tak tentu. Syukurlah, kami sebagai kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga bisa membantu mengurangi beban keluarga bu Sahwani. Bantuan senilai Rp 800.000 pun telah tersalurkan untuk biaya transportasi, biaya BPJS dan uang saku. Bulan ini Bu Sahwani menjalani kontrol laboratorium pada 29 Agustus, lau keesokan harinya pun kemo. Semoga setelah operasi, kemo dan pengobatan ini bu Sahwani semakin lancar, sehingga beliau bisa segera sembuh.

Jumlah : Rp 800.000
Tanggal : 31 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuhori

Ibu sahwani menderita kanker serviks

Ibu sahwani menderita kanker serviks


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER. keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo  dan Banyuwangi. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Akomodasi Driver Ambulance, Akomodasi Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin…

Jumlah santunan: Rp.4.633.000,-
Tanggal: 28 JULI 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Biaya untuk Bahan Bakar, Akomodasi Driver Ambulance, Akomodasi Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR

Biaya untuk Bahan Bakar, Akomodasi Driver Ambulance, Akomodasi Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR


ACE HARISKI (15, KELAINAN SYARAF) yang bertempat tinggal di Wringin Bondowoso. Dik Riski sejak kelas 6 SD mengalami panas tubuh yang berlebihan. Kemudian dibawa berobat oleh orang tuanya ke RS, tapi keadaannya tidak malah membaik tapi malah semakin membuat kaku syarafnya. Bapaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya yang bekerja sebagai pembuat besek ikan terus mengusahakan kesembuhan dik Riski. Kemudian dibawa berobat ke RS untuk kedua kalinya dan kemudian dibawa berobat alternatif ke Madura dengan menghasilkan jamu-jamuan untuk diminum. Namu tetap saja tidak membuahkan hasil. Dik Riski yang berasal dari keluarga yang kurang mampu akhirnya dibawa pulang ke rumah karena kebiasaan biaya. Sampai akhirnya dik Riski bertemu dengan Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan membantu dalam pengurusan pengobatannya yang di rujuk berobat ke RS dr. Soebandi Jember. Sedekah Rombongan membantu pembelian susu dan obat-obatan. Sedekah Rombongan juga membantu memberikan pinjaman kursi roda dan alat olahraga kaki untuk membantu proses penyembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.780.000,-
Tanggal: 26 JUNI 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto , @viandwiprayugo

Riski menderita biaya untuk Bahan Bakar, Akomodasi Driver Ambulance, Akomodasi Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR

Riski menderita biaya untuk Bahan Bakar, Akomodasi Driver Ambulance, Akomodasi Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR


SULASMI (46TH,KANKER PAYUDARA) Alamat Dusun Krajan RT 021 RW 009, Desa Sempol, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Jember. Bu Sulami Lahir pada tanggal 10-12-1968, Bu Sulasmi berdagang bensin eceran dan suaminya sebagai buruh tani di desanya, mereka hanya hidup berdua karena tidak dikarunia i Putra.
Sejak tahun 2015 bu sulasmi menderita tumor payudara dan pernah diperiksakan dirumah sakit Dr.Koesnadi Bondowoso, dikarenakan biaya operasi mahal dan bu sulasmi tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, semisal BPJS atau KIS dan SPM sehingga pengobatannya tidak dilanjutkan.
Pada bulan Mei 2016 perangkat desa Sempol melaporkan kondisi Bu Sulasmi yang semakin kritis kepada Tim Kurir #SedekahRombongan Bondowoso. Yang kemudian di tindak lanjuti dengan membuatkan BPJS kelas III untuk Ibu Sulasmi dan Sumianya. Dan setelah Aktiv BPJSnya langsung dirujuk kerumah sakit Dr.Koesnadi Bondowoso untuk mendapatkan perawatan.
Setelah kurang lebih 2 minggu mendapatkan perawatan di rumah sakit Dr.Koesnadi Bondowoso, Tim Dokter tidak dapat menlanjutkan pengobatan Ibu Sulasmi dikarenakan Kanker Payudaranya sudah dalam kondisi Stadium IV dan dengan kondisi pendarahan yang terus menerus sehingga menghabiskan kantong darah transfusi sekitar 10 ampul. Dan oleh dokter disarankan untuk pulang karena tidak ada tindakan medis yang dapat membantu. Dikarenakan tindakan medis sudah tidak dapat membantu akhirnya Kurir #SedekahRombongan membawa pulang Ibu Sulasmi. maka kurir #Sedekah Rombongan berniat untuk menyampaikan santunan berupa uang santunan titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan untuk Akomodasi pembiayaan di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Ibu Sulasmi dan menghasilkan kesehatan Ibu Sulasmi. Amin .

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 JULI 2016
Kurir : @yudhoari, @gredyanto , @viandwiprayugo , @awwaludin_yudha

Ibu sulasmi menderita KANKER PAYUDARA

Ibu sulasmi menderita KANKER PAYUDARA


GRACIO MAXIMILLIAN NATANAEL SIAHAAN (4 bulan, Infeksi Paru-Paru dan Pembengkakan Jantung). Alamat: Jl. Meranti Selatan II Blok D, No.223 RT. 5/11, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Pada 11 April 2016 lalu, tiba-tiba Gracio mengalami demam, diare dan muntah. Oleh Maria (26), ibunya, ia dibawa ke RS. Rawalumbu. Namun saat itu ruangan di rumah sakit tersebut sedang penuh. Selanjutnya Gracio dibawa ke RS. Elisabeth dan oleh tim dokter Gracio dicek darahnya. Saat itu hasilnya menunjukkan kalau Hb nya rendah. Karena kondisi ruangan juga penuh, pihak rumah sakit  merujuk Gracio ke rumah sakit lain di kota Bekasi, namun di sana Gracio ditolak karena demamnya belum mencapai 40 derajat. Selanjutnya Ibu Gracio membawanya kembali pulang ke rumah. Pada malam harinya Gracio dibawa lagi ke RS. Hermina dan tim dokter melakukan cek urine, feses dan juga rontgen. Dari hasil cek urine menunjukkan kalau Gracio menderita dehidrasi, dari hasil cek feses menunjukkan kalau ada bakteri dan dari hasil rontgen menunjukkan kalau Gracio mengidap infeksi paru-paru dan pembengkakan jantung. Selanjutnya Gracio dirawat selama satu minggu di RS Hermina. Namun pihak rumah sakit hanya melakukan pengobatan sakit paru-parunya, sedangkan untuk jantung tidak ditangani, hal ini dikarenakan keterbatasan alat di RS tersebut. Selama satu minggu dirawat, Gracio diuap sebanyak 6-7 kali dan diberi obat antibiotik serta parasetamol. Pada hari Sabtu, 16 April Gracio diperbolehkan pulang dan tetap harus menjalani rawat jalan. Selama di rumah, Gracio susah minum. Pada hari Rabu selanjutnya, Gracio melakukan kontrol ke RS dan diberi obat buat mengeluarkan dahak. Karena masih juga demam, Ibu dari Gracio membawanya ke IGD RS. Rawalumbu. Sampai saat ini pihak rumah sakit masih berupaya untuk menyembuhkan Grasio dengan memberi tindakan injeksi dan uap di Ruang NICU. Saat dirawat di rumah sakit sebelumnya, ia menelan biaya sebesar Rp 3.045.000, karena saat itu BPJS belum jadi. Saat ini BPJS sudah ada dan bisa dipergunakan, namun kesulitan mereka tidak hanya sampai di sini, ada obat-obatan yang tidak dapat dicover BPJS dan harus dibeli. Karena Ibu Gracio seorang janda dan saat ini sedang tidak bekerja. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Gracio dan keluarga sehingga bisa membantu meringankan beban mereka. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk bekal selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 841.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir: @ddsyefudin @SuharnaYana @nurhida_161 Via Yunita

Gracio menderita Infeksi Paru-Paru dan Pembengkakan Jantung

Gracio menderita Infeksi Paru-Paru dan Pembengkakan Jantung


ZUL ARIZAH (23, Meningitis). Alamat : Dusun Semingkir RT. 8/2, Desa Semingkir,Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Sudah hampir 2 bulan, Zul dan suaminya berada di Jakarta untuk mencari pekerjaan. Sejak 1 bulan terakhir, Zul sering merasakan kepala pusing, namun tidak ia hiraukan. Hingga pada saat suatu hari Zul hendak bersilaturahmi dengan kerabatnya yang tinggal di Cibitung Bekasi. Dalam perjalanan akibat rasa pusing tersebut Zul terjatuh dan tidak sadarkan diri. Saat itu juga ia dilarikan ke RS. Cibitung Medika dan membutuhkan ruang ICU. Sudah 1 minggu lebih Zul dirawat di rumah sakit ini dengan biaya umum. Karena ia tidak memiliki jaminan apa-apa, sedangkan Kartu Keluarga masih beralamat Pemalang yang membuat suaminya kesulitan untuk mengurus jaminan BPJS. Seiring waktu berjalan, tentu saja tagihan rumah sakit semakin membengkak dan membuat keluarga ini gelisah. Upaya keluarga mencari donatur pun dilakukan dan akhirnya mereka mendapatkan donatur yang siap membantu. Suaminya, Pak Sobirin (35) selama ini bekerja sebagai tukang antar tabung gas di Jakarta sambil menunggu dapat pekerjaan yang lebih baik. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan beban mereka selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Emma Hermawati

Zul menderita Meningitis

Zul menderita Meningitis


USIH BINTI USIN (31, Susp. Kanker Payudara). Alamat : Kp. Pasir Randu RT. 5/3, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan Maret 2013, Usih sudah merasakan adanya benjolan pada payudara kirinya yang semakin lama makin membesar. Awalnya pengobatan yang ia lakukan hanya sebatas pengobatan alternative yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Selama beberapa kali melakukan upaya pengobatan alternative namun tidak dirasakan hasil yang menggembirakan, malah semakin membesar. Waktu itu Usih sempat menghentikan pengobatan, hingga pada awal tahun 2015 ia berupaya menjalani pengobatan medis di klinik terdekat, namun dokter klinik menyarankan agar Usih memeriksakan diri ke rumah sakit. Kendala biaya yang ia rasakan membuat proses pemeriksaan ke rumah sakit tidak terlaksana. Saat ini Usih sudah memiliki BPJS. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di rumah sakit. Bantuan Sebelumnya masuk di Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @DidikDoanks

Bu usih menderita Susp. Kanker Payudara

Bu usih menderita Susp. Kanker Payudara


NURJANAH BINTI JAMAD (48, Diabetes Militus). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT. 2/7, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebenarnya riwayat penyakit Bu Nurjanah ini sudah lama, hampir 16 tahun ia menjalaninya. Pernah menjalani operasi sekitar 1 tahun yang lalu, namun pada bulan Juli 2016 kembali dilakukan operasi di RSUD Kabupaten Bekasi karena terjadi pembusukan pada luka. Beruntung Bu Nurjanah memiliki kartu KIS PBI yang bisa ia gunakan untuk berobat. Sehari-harinya ia bekerja sebagai tukang cuci pakaian di perumahan, suaminya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Saat ini Bu Nurjanah kesulitan biaya akomodasi selama menjalani kontrol di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Ibu nurjanah menderita Diabetes Militus

Ibu nurjanah menderita Diabetes Militus


RAINAN BIN MUSA ( 72, Diare). Alamat : Kp. Muara Mati RT. 4/5, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Awal Agustus 2016, Pak Rainan sering merasakan mulas dan buang air hingga kondisi tubuhnya sangat lemah. Karena keadaan lah yang membuat ia tidak berdaya untuk berobat ke rumah sakit. Ia hanya mengandalkan pengobatan mantra kesehatan terdekat, terkadang ada pula tetangga yang simpati membayarkan biaya obat infus dan suntik. Pak Rainan hanya seorang penjaga jembatan gantung di kampungnya. Penghasilan yang ia dapat tidak seberapa, jauh dari cukup. Istrinya, Bu Iis (50) hanya seorang ibu rumah tangga. Keluarga ini layak dibantu dilihat dari keadaannya, sehingga membuat Kurir #SedekahRombongan tergugah hatinya untuk menyampaikan bantuan. Bantuan awal pun disampaikan untuk meringankan beban mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Nah Jaronah

Pak rainan menderita Diare

Pak rainan menderita Diare


DARWATI BINTI JAYADI (51, Diabetes Militus). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT. 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah 1 tahun Bu Darwati menderita diabetes, saat ini menimbulkan luka pada kaki sebelah kiri.  Selama itu, Bu Darwati menjalani pengobatan rutin di RS. Sentra Medika Cikarang. Namun keterbatasan biaya transport membuat pengobatannya tidak maksimal. Terkadang berbenturan dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Ada kalanya obat yang dibutuhkan tidak ada di apotik rumah sakit, sehingga harus membeli di luar. Seandainya obat yang ia butuhkan tersedia di apotik rumah sakit, ada kemungkinan bisa tercover oleh Kartu BPJS yang ia miliki tanpa harus merogoh kocek. Pendapatan suami tidak menentu, kadang untuk makan pun sulit. Suami Bu Darwati, Pak Usir (52) yang sehari-harinya mencari nafkah sebagai tukang ojek. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

ibu darwati menderita Diabetes Militus

ibu darwati menderita Diabetes Militus


SRI MULYATI (44, Ca Mammae). Kp. Bojong Koneng RT. 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ibu dari 2 anak ini menderita kanker payudara sejak hampir 2 tahun. Setelah menjalani pemeriksaan bertahap, bulan April 2016, ia menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kanan di RS Hermina Kota Bekasi. Saat ini ia harus menjalani kemotherapy rutin di RS. Hermina. Suaminya, Pak Umar Sumarjo (46) hanya tukang ojek yang mangkal di depan perumahan tak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya akomodasi pengobatan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS. Hermina, Bu Sri dirujuk ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Ibu sri menderita Ca Mammae

Ibu sri menderita Ca Mammae


MOHAMMAD ADAM BIN SUBADA (48, Stroke). Alamat : Kp. Cabang Pulo Bambu RT.1/1, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sudah 1 tahun lebih Pak Adam tidak bekerja lagi sebagai pegawai desa di tempat tinggalnya semenjak stroke serta kelumpuhan kaki dan tangan sebelah kiri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan pendapatan  istrinya yang bekerja sebagai buruh sawah tetangga. Ibu Maya Pohan (40), istri Pak Adamlah yang saat ini menjadi tulang punggung keluarga dengan tanggungan 3 orang. Awal penyakit Pak Adam bermula sekitar 1 tahun yang lalu saat Pak Adam sedang di kamar mandi, tiba-tiba lengan dan tungkai kirinya tidak dapat digerakan yang membuat ia terjatuh di kamar mandi. Berbagai upaya kesembuhan sudah dilakukan oleh keluarga Pak Adam. Saat ini Pak Adam masih rutin menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi dan teraphy. Kondisinya sudah terlihat ada kemajuan, sedikit-sedikit belajar berjalan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama ia menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 797.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @alle_Recyclle @hapsarigendhis

Pak adam menderita Stroke

Pak adam menderita Stroke


AZIZ DEBIA AROBI (21, Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum). Alamat: Kp. Pamahan RT.4/1, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Aziz menderita Diabetes Melitus (DM) tipe I ini sudah cukup lama,  yaitu sekitar 8 tahun. Selama itu pula ia diharuskan untuk berobat rutin di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bahkan menurut dokter, pengobatan ini harus dijalani Aziz seumur hidup.  Aziz kini tinggal bersama ibunya, Ibu Winih (42), yang sehari-harinya sebagai buruh serabutan di sawah milik tetangga. Pekerjaan itu dilakukan ibunya,  semenjak ayahnya, Pak Maja meninggal 6 tahun yang lalu. Karena penyakit Diabetes Melitus yang ia derita tipe tergantung insulin (IDDM), maka selama masa pengobatan Aziz harus menyuntik sendiri dengan alat suntik Novorapid FlexPen  beberapa saat setelah ia makan. Obat yang didapat dari rumah sakit  hanya cukup untuk 1 bulan dan ia  harus kembali sebelum obat habis. Aziz pernah punya pengalaman  kehabisan obat, sehingga ia sempat mengalami koma. Saat ini Aziz harus rutin menjalani beberapa kali pemeriksaan ke Poli Endokrin untuk memeriksakan kakinya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 865. Semoga Allah memudahkan segala urusan Aziz agar ia tetap semangat menjalani kehidupan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @suharnayana @mardisay

Aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum

Aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum


ISMAIL MAHADI (52, Maag Kronis). Alamat : Kp. Kempes RT. 5/4, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pertengahan Agustus 2016, tengah malam, Pak Ismail merasakan sakit perut. Karena panik keluarga langsung membawanya ke RSUD Kabupaten Bekasi menggunakan mobil pick up milik tetangganya. Setelah diperiksa dokter UGD, akhirnya Pak Ismail disarankan untuk dirawat. Pak Ismail dinyatakan menderita Magh Kronis. Hari-hari pun berlalu di rumah sakit, mereka kini merasa kesulitan bekal untuk makan selama menemaninya. Pak Ismail hanya seorang ustad dan guru ngaji yang penghasilannya tidak pasti. Sedangkan istrinya, Bu Lonih (50) seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @suharnayana Via Jaenudin

Pak ismail menderita Maag Kronis

Pak ismail menderita Maag Kronis


RUSMIYATI BINTI ENDANG HIDAYAT (43, Lumpuh) Alamat : Kampung Sindang Sari Rt. 04/11, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Umi sapaan akrab tetangganya kepada ibu 2 anak ini pada bulan April 2016 yang lalu baru saja melahirkan anak ke 2 nya di bidan dekat rumahnya. Setelah beberapa hari pasca melahirkan umi mengalami sakit pada bagian perutnya, karena dipikir hanya sakit biasa pasca melahirkan jadi Umi hanya mengobati sakitnya ke tukang urut di kampungnya. Lama kelamaan sakit tersebut tidak kunjung reda bahkan membuat Umi merasakan pusing di kepala, mual, hingga kini Umi tidak mampu berjalan dengan kedua kakinya beberapa minggu terakhir. Umi memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang bisa di pergunakan untuk memeriksakan kondisinya, namun Umi tidak memiliki biaya untuk transportasi ke Rumah Sakit. Bersyukur kurir #SR di pertemukan dengan Umi dan keluarga dan bisa membantu Umi untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Bantuan awal pun di berikan untuk Umi supaya bisa memeriksakan kondisi kesehatannya ke RSUD kota Bogor.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu rusmiati menderita Lumpuh

Ibu rusmiati menderita Lumpuh


DIAN KUSWANDI (40, Diabetes) Alamat : Kampung Genteng Rt. 04/07, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Iwan Akrab kami memanggil adalah seorang ayah dari 4 orang anak, sudah sejak usia 25 tahun di diagnosa mengidap Diabetes. Awalnya ada luka kecil di kaki Iwan saat sedang bekerja, namun lama kelamaan luka tersebut membesar dan meluas yang menyebabkan Iwan harus kehilangan beberapa jari di kaki dan tangannya. Iwan bekerja sebagai buruh lem sepatu di kawasan bogor utara dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari ia dan 5 orang anggota keluarga yang lain. Iwan sebenarnya harus rutin memeriksakan kondisinya ke RSUD apabila obat yang diberikan sudah habis, tapi beberapa bulan ini Iwan terpaksa tidak memeriksakan kondisi badannya karena tidak memiliki biaya untuk transportasi ke RSUD. Kurir #SR yang mendapat kabar tersebut dari kader desa langsung menuju ke rumah Iwan untuk menyampaikan titipan dari #sedekaholics. Bantuan awal pun diberikan untuk membantu Iwan supaya bisa kembali memeriksakan kondisi badannya ke RSUD kota bogor.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu Dian menderita Diabetes

Pak Iwan menderita Diabetes


KUSNADI BIN AAN (42, Appendicitis, Lumpuh dan Keterbelakangan Mental). Jl. Antawis Rt. 1/10, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan. Laki-laki ini kami panggil dengan nama sapaan Engkus. Engkus merupakan seorang yatim yang terlahir dalam keadaan idiot syndrome, lumpuh dan memiliki kaki yang bengkok. Beberapa bulan lalu ia mengeluhkan rasa sakit di bagian perutnya, ibunya Ijah (62) pun mulai khawatir dengan keadaan putra sulungnya tersebut. Pasalnya bukan sekali dua kali ia mengeluh kesakitan. Engkus kemudian dibawa berobat ke dokter setempat oleh ibunya tersebut, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia didiagnosa mengalami radang usus buntu dan harus sesegera mungkin dilakukan operasi di RSUD Bogor. Namun, karena keterbatasan biaya dan hal lainnya, ibunya pun tak segera membawa Engkus ke RSUD, sampai akhirnya radang ususnya pun harus pecah. Keadaan tersebut sangat darurat, maka dengan uang seadanya Engkus pun dibawa ke RSUD Bogor untuk kemudian dilakukan operasi oleh tim medis di RS tersebut dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Alhamdulillah kini kondisi Engkus sudah jauh lebuh baik, namun Engkus memiliki kendala untuk melakukan aktivitas sehari – hari di karenakan  kondisi kakinya yang bengkok yang membuat ia tidak bisa berjalan. Bersyukur kami kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Engkus, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics sebuah kursi roda untuk mendukung kegiatan dan aktivitas Engkus seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak kusnadi menderita Appendicitis, Lumpuh dan Keterbelakangan Mental

Pak kusnadi menderita Appendicitis, Lumpuh dan Keterbelakangan Mental


SITI SUAEBAH (50, Ca Mamae). Kp. Babakan Peundeuy, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Siti tak pernah menyangka sebelumnya, kalau sakit di bagian dadanya tersebut didiagnosa dokter sebagai kanker payudara. Ia kebingungan, pasalnya ia merupakan ibu sekaligus ayah dari 1 putrinya yang juga harus mencari nafkah. Sedangkan beberapa bulan terakhir ini profesinya sebagai tukang jahit pun harus terhenti, karena ia tak lagi kuat berlama-lama duduk dan menggerakkan mesin jahit miliknya. Ia sempat memeriksakan kondisi kesehatannya ke RSUD Kota Bogor, Disana Bu Siti mendapat rujukan ke RS. Dharmais Jakarta untuk melakukan pemeriksaan dan penjadwalan operasi, karena tidak memiliki biaya untuk akomodasi akhirnya rencana control ke RS. Dharmais pun urung di lakukannya. Kini ia hanya bisa terbaring lemah di kontrakannya bersama putri bungsunya. Kondisi ekonomi Siti betul-betul sedang kritis, ia kebingungan harus kemana mencari bantuan. Dengan ijin Allah, kami kurir #SR dipertemukan dengan Ebah untuk menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics SR. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi menuju RS. Dharmais dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

ibu siti menderita Ca Mamae

ibu siti menderita Ca Mamae


NURI ALFIYAH (2, Kanker Mata). Gg. Kosasih, Rt. 3/10, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Saat balita seusia Nuri sedang lucu-lucunya dan belajar berjalan, berbeda dengan Nuri, ia harus mengerang kesakitan di sekitar matanya, karena dalam waktu 3 bulan ini mata bagian kanannya terus membengkak. Dokter mendiagnosa bahwa Nuri terkena penyakit kanker ganas pada matanya atau Retina Blastoma dan harus sesegera mungkin dilakukan operasi. Ia telah dirujuk untuk dilakukan pengobatan dan tindakan operasi di RSCM Jakarta, namun hingga saat ini Nuri masih menunggu antrian untuk jadwal operasi. saat ini ia hanya bisa dirawat oleh Dariah (29) ibunya di rumah sambil menunggu jadwal operasi diberikan dari pihak RSCM. Ayah Nuri Mulyadi (33) bekerja sebagai buruh lem sepatu di sebuah pabrik di kawasan bogor selatan dengan penghasilan tidak cukup untuk membiayai akomodasi Nuri untuk control ke RSCM. Bersyukur kami kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Nuri, kami menyampaikan titipan bantuan para sedekaholics untuk meringankan biaya transportasi dan keperluan sehari-hari keluarga Nuri serta akan mendampingi proses pengobatan Nuri di RSCM hingga sembuh. Semoga Allah Memberikan kekuatan untuk Nuri dan keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Nuri menderita  Kanker Mata

Nuri menderita Kanker Mata


RINO ALVARO (18 hari, Kanker Usus). Alamat: Dusun Cisalam, Rt. 003/002, Desa Salajambe, Kec. Salajambe, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Bayi berusia 18 hari ini biasa dipanggil Rino. Ia adalah putra dari pasangan suami istri Bapak Nana Nurhana (47) dan Ibu Nurhayati (35). Rino memiliki gangguan kesehatan sejak lahir karena ia tidak memiliki lubang anus yang menyebabkan ia tidak bisa buang air besar. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, Rino menderita penyakit kanker usus. Saat ini, Rino tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Dengan segala keterbatasan yang ada, kedua orang tua Rino mengupayakan kesembuhan bagi putranya. Namun sayangnya, Rino belum terdaftar sebagai pasien yang memiliki kartu jaminan KIS atau sejenisnya. Padahal, Bapak Nana selaku ayah Rino hanya bekerja sebagai seorang sopir yang berpenghasilan minimum. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari 5 orang anggota keluarganya. Terlebih, saat ini beliau harus membayar biaya perawatan Rino yang terdaftar sebagai pasien tanpa jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kedua orang tua Rino dengan kurir #SedekahRombongan sehingga santunan pertama Alhamdulillah telah disampaikan oleh #SedekahRombongan kepada Rino. Selain itu, kurir #SedekahRombongan Kuningan sedang mengupayakan agar Rino memiliki jaminan kesehatan KIS dari pemerintah. Semoga Rino lekas sembuh dan bisa tumbuh sehat tanpa gangguan kesehatan apapun. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 30 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin, @evainhere, @nitaapuji, Diah dan Kang Boik

Rino menderita Kanker Usus

Rino menderita Kanker Usus


TASWID BIN DARNO (48, Diagnosa Infeksi Saluran Kencing). Alamat: Rt. 03/01, Desa Sukaharja, Kec. Cibingbin Kab. Kuningan, Jawa Barat. Bapak Taswid, seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai seorang supir angkutan umum. Saat ini, beliau kembali terkena gangguan kesehatan setelah sebelumnya pada tahun 2011 beliau telah menjalani operasi pengangkatan tumor di perut. Kesehatan beliau kembali terganggu di pertengahan tahun 2016 dengan gejala awal berupa pembengkakan di kaki sebelah kanan. Hal tersebut akibat dari sebuah penyakit di bagian saluran kencing yang tersumbat karena adanya benjolan. Pertengahan bulan Agustus lalu, beliau sudah menjalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Kuningan. Beliau mendapat surat rujukan agar menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Meskipun telah memiliki jaminan kesehatan BPJS, sayangnya beliau kesulitan untuk mendapatkan biaya transportasi dan akomodasi ke Bandung. Maklum saja, semenjak sakit beliau sudah tidak bisa bekerja seperti sedia kala. Istri beliau pun tidak dapat bekerja sebagai pedagang masakan keliling karena menjaga suaminya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan kepada Bapak Taswid agar beliau segera melanjutkan pengobatan ke RSHS Bandung. Semoga Allah semakin meringankan ikhtiar Bapak Taswid demi kesembuhan beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin, @evainhere, @nitaapuji, nurul

Pak taswid menderita Diagnosa Infeksi Saluran Kencing

Pak taswid menderita Diagnosa Infeksi Saluran Kencing


WINDA YULIANA BINTI CARYA (12, Tumor Kelenjar). Alamat: Rt. 03/05, Desa Sukamulya, Kec. Cibeureum, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang anak 12 tahun yang menderita tumor kelenjar. Putri kedua dari pasangan suami istri Bapak Carya (56) dan Ibu Rukinah (47) ini merasakan gejala awal berupa benjolan di leher ketika ia masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Berdasarkan pemeriksaan dari tim medis, Winda menderita tumor kelenjar. Beberapa waktu lalu, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dan meninggalkan lubang bekas nanah. Alhamdulillah, pada tanggal 21 Agustus 2016 #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan awal kepada Winda agar ia bisa memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Selanjutnya, kurir #SedekahRombongan Kuningan juga mendampingi proses pemeriksaan Winda di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Hasil pemeriksaan medis menyatakan, bahwa Winda harus menjalani operasi pengangkatan sel tumor pada tanggal 01 September 2016. Dengan segala kemudahan yang diberikan oleh Allah, Alhamdulillah Winda bisa melakukan tindakan operasi. Santunan kedua pun telah disampaikan oleh #SedekahRombongan untuk biaya akomodasi, transportasi dan biaya membeli benang operasi yang tidak ditanggung oleh BPJS. Semoga Allah lekas memberikan kesembuhan kepada Winda. Aamiin. Sebelumnya, Winda merupakan pasien yang termasuk ke dalam rombongan 882.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah dan Kang Boik

Winda menderita  Tumor Kelenjar

Winda menderita Tumor Kelenjar


CARYA BIN WANGSA (56, Hernia). Alamat: Rt. 03/05, Desa Sukamulya, Kec. Cibeureum, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Bapak Carya merupakan seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai seorang buruh tani. Sebagai seorang tulang punggung keluarga, Bapak Carya cukup bertanggung jawab terhapap seorang istri dan 2 orang anak. Hanya saja, semenjak anak pertamanya meninggal beliau sering sakit-sakitan. Kondisi kesehatannya semakin menurun ketika kaki dan paha beliau cedera akibat terpeleset di pinggir kolam. Tubuh Bapak Carya membentur plesteran dengan posisi kedua paha beliau menyilang. Akibatnya, setelah kejadian tersebut Bapak Carya sulit buang air kecil. Menurut penjelasan beliau, semenjak terpeleset beliau merasa seperti ‘turun berok’. Akan tetapi, beliau tidak segera memeriksakan kondisinya ke rumah sakit walaupun rasa sakit sering beliau rasakan. Alhamdulillah Allah mempertemukan Bapak Carya dengan kurir #SedekahRombongan sehingga #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan awal kepada Bapak Carya untuk biaya transportasi pemeriksaan ke rumah sakit. Alhamdulillah selama menjalani perawatan, Bapak Carya didampingi oleh kurir #SedekahRombongan Kuningan. Hasilnya, beliau harus mendapat tindakan operasi karena penyakit hernia. Tindakan operasi dilaksanakan pada tanggal 1 September 2016. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dengan bantuan kedua dari #SedekahRombongan untuk biaya benang operasi hernia yang tidak ditanggung oleh BPJS. Semoga Allah lekas memberikan kesehatan kepada Bapak Carya. Aamiin. Sebelumnya, Bapak Carya merupakan pasien yang masuk ke dalam rombongan 882.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin, @evainhere, @nitaapuji, Diah dan Kang Boik

Pak carya menderita Hernia

Pak carya menderita Hernia


KASWAN DEPOK, (65, Heart Failure). Alamat: Kelapa Dua Rt.01/11 Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Pak Kaswan sudah beberapa tahun mengalami sesak nafas yang sangat membebaninya, Diagnosa dari Rumah Sakit ia terkena heart Failure atau gagal jantung. Aktifitasnya sebagai buruh bangunan menjadi terganggu, sedangkan pak Kaswan masih menjadi tulang punggung keluarganya dalam mencari nafkah. Anak-anaknya hanya dapat membantu mendampingi perobatannya untuk biaya operasional seadanya dan pak Kaswan masih terus kontrol ke rumah sakit untuk rutin berobat. Pak Kaswan alhamdulillah berobat menggunakan Jamkesmas dan #SedekahRombongan memberikan biaya untuk membeli Tabung Oksigen + Aksesorisnya untuk perwawatn di rumahnya. Semoga pak Kaswan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 675.000,-
Tanggal : 21 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @deni_delon

Pak kaswan menderita Heart Failure

Pak kaswan menderita Heart Failure


TAMSI binti SUMO WAGIMAN, (84, Dhuafa). Alamat: Dukuh Ngipik RT.06/RW.03, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Perempuan yang sudah berumur ini biasa dipanggil Mbah Tamsi. Mbah Tamsi adalah seorang dhuafa yang sudah tua, badanya ringkih dan sudah pikun. Beliau sering sakit-sakitan, namun pengobatan yang dilakukan hanya menggunakan obat-obatan dari warung terdekat, tidak adanya anggota keluarga lain, selain adiknya Parsih (74) yang hidup serumah dengannya, membuat semua kebutuhan hidup hanya menunggu dari belas kasihan tetangga mereka. Saat kurir #SedekahRombongan menyambangi rumahnya, melihat banyak kekurangan yang dialami Mbah Tamsi dan keluarga, #SedekahRombongan memberikan santunan dengan harapan semoga dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 April 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Miftah

Bu tamsi menderita  untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Bu tamsi menderita untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.


RUKAMTO bin SARKAWI, (39, Patah Tulang). Alamat: Dukuh Guwo RT.02/RW.01, Desa Gading Rejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Lelaki setengah baya yang biasa dipanggil Pak Kamto, pada tahun 2007 Pak Kamto mengalami kecelakaan di jalan Ngalian Wedarijaksa Pati dan langsung dilarikan ke  RSUD RAA Soewondo Pati, kemudian dilakukan operasi pemasangan tulang palsu karena tulang paha sampai tulang pinggang rusak, lima belas hari dirawat di RSUD RAA Soewondo beliau diperbolehkan pulang. Namun hasilnya belum maksimal, selanjutnya keluarga memutuskan melakukan pengobatan alternatif di sangkal putung di daerah Sulang Rembang sebanyak lima belas kali, yang tiap kali pengobatan memerlukan biaya lima ratus ribu rupiah. Dari pengobatan tersebut tidak mendapatkan kemajuan yang berarti. Tidak puas dengan hasil pegobatan tradisional, keluarga kembali membawa ke RSI dengan harapan ini adalah pengobatan yang terbaik dan terakhir. Operasi pun kembali dilakukan oleh tim dokter dan dirawat inap selama lima belas hari. Pengobatan ini justru hasil operasinya makin memperburuk keadaannya, Pak Kamto hanya bisa berbaring saja di tempat tidur selama berbulan-bulan. Keluarga berikhtiar agar mendapatkan hasil terbaik, kemudian membawa ke dokter Tunjung di Solo dan disarankan untuk melakukan operasi dari awal lagi karena kesalahan saat operasi yang pertama dengan total biaya enam puluh juta rupiah dengan rincian membeli tulang palsu sepuluh juta rupiah, beli mangkokan empat puluh juta rupiah dan biaya operasi sepuluh juta rupiah. Saat itu dokter Tunjung mengatakan bahwa jika tidak segera dilakukan operasi lagi, tulang belakang Pak Kamto akan tergerus. Namun dengan kondisi Pak Kamto yang sudah terlalu lama tidak bekerja, sebagian harta pun sudah habis terjual untuk pengobatan dan istrinya Tri Lestiningsih (35) yang hanya Ibu Rumah Tangga, sehingga sampai sekarang rencana pengobatan ke dokter Tunjung hanya jadi tinggal rencana saja. Alhamdulillah Pak Kamto dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu Pak Kamto untuk melakukan operasi kembali dan sembuh seperti sediakala.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 April 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Imam_Teguh.

Pak rukamto menderita Patah Tulang

Pak rukamto menderita Patah Tulang


ALI MAHMUDI, (38, Patah Tulang Belakang). Alamat: Pondowan Gading RT.03/RW.03, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pak Ali adalah nama panggilannya sehari-hari, beliau bekerja sebagai tukang batu di desanya. Satu tahun yang lalu mengalami kecelakaan kerja ketika merenovasi teras rumah milik seorang perantaun di Arab Saudi, pada saat itu beliau kejatuhan stager rumah milik bosnya.  Delapan bulan yang lalu pak Ali hanya bisa tertidur tanpa terapi dari medis hingga sering merasakan kesakitan apabila kulit beliau tersentuh sedikit. Hal tersebut terjadi apabila obat beliau habis dan telat tidak kontrol ulang ke dokter yang biasa menangani. Istrinya Sulistyowati (33) yang bekerja sebagai buruh lepas PT. Djarum, selalu berupaya untuk kesembuhan suaminya, sedikit demi sedikit  gajinya ditabung sampai pada nominal yang memadai baru beliau memeriksakan Pak Ali. Belum lagi kedua anaknya Andika Bagus Prasetyo (8) yang masih sekolah dibangku kelas empat SD dan Hanna Khoirunnisa (2), Bu Sulis harus bekerja keras untuk menghidupi mereka. Alhamdulillah, tepatnya pada bulan Januari 2016 keluarga Pak Ali dipertemukan dengan #SedekahRombongan, sebelumnya Pak Ali sudah pernag dibantu pada Rombongan ke-799 sebagai pasien dampingan. Dari bertemunya #SedekahRombongan dengan Keluarga Pak Ali, pengobatan beliau menjadi lancar. Empat bulan rutin melakukan terapi dan minum obat, akhirnya membuahkan hasil yang maksimal, perkembangan bagus.  Kini kedua kaki beliau sudah bisa bergerak seperti sedia kala, hanya saja tulang bagian yang patah belum sepenuhnya bisa menyokong badan beliau, jadi belum bisa berjalan normal. Kini jadwal dari fisioterapi masih tiga kali lagi, dan diharapkan pada terapi-terapi berikutnya membuahkan hasil maksimal dan beliau bisa sehat seperti semula. Dan #SedekahRombonganpun memberi bantuan untuk biaya akomodasi kontrol, pembelian selang dan gel sebagai alat bantu buang air kecil, besar doa semangat dari keluarga dan kurir #SedekahRombongan yang mendampingi beliau untuk bisa sembuh. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 23 April 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @JeanseaMaurer

Pak ali menderita  Patah Tulang Belakang

Pak ali menderita Patah Tulang Belakang


PARSIH Binti SUMO WAGIMAN, (74, Dhuafa). Alamat: Dukuh Ngipik RT.06/RW.03 Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sehari-hari biasa dipanggil Mbah Parsih. Mbah Parsih adalah seorang dhuafa yang sudah ringkih dan pikun. Beliau sering sakit-sakitan, tapi pengobatan yang dilakukan hanya menggunakan obat-obatan dari warung terdekat, tidak adanya anggota keluarga lain yang hidup serumah dengannya, membuat semua kebutuhan hidup hanya menunggu dari belas kasih tetangga mereka. Saat kurir #SedekahRombongan yang menyambangi rumahnya, sangat tidak layak untuk dihuni. #SedekahRombongan memberikan santunan dengan maksud membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari –harinya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 April 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfm @ Miftah

Bantuan tunai  untuk memenuhi kebutuhan sehari –harinya.

Bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari –harinya.


SUDARGO bin KARDONO, (66, Jantung Bocor). Alamat: Desa Kalidoro RT.03/RW.02, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pak Dargo, demikian beliau biasa dipanggil. Bermula sejak lima tahun yang lalu Pak Dargo telah divonis oleh dokter menderita jantung bocor. Beliau pernah rawat inap dua kali di RSUD RAA Soewondo dikarenakan mengalami nyeri pada dada yang menyakitkan dan pihak RSUD sudah memberikan rujukan untuk melakukan pemasangan ring. Namun, Pak Dargo merasa takut untuk operasi pemasangan ring tersebut dan karena tidak adanya biaya,  sehingga operasi pemasangan ring tidak dilakukan. Pak Dargo memiliki tiga anak, dua anaknnya sudah menikah, kini beliau hidup berdua dengan anaknya Doni Budi Hartono (34) yang bekerja sebagai penjual kopi di warung kecil-kecilan sebelah rumahnya, istrinya sudah meninggal setahun yang lalu karena sakit. Doni pasrah melihat keadaan bapaknya, sesekali saat badan ayahnya sakit dia hanya bisa merawat jalan ayahnya saja dan membeli obat yang terjangkau di apotik terdekat. Walaupun Pak Dargo memiliki fasilitas kartu BPJS, rasa takut akan pemasangan ring dan pemikiran tentang  adanya biaya tersebut membuat beliau tidak kunjung melakukan operasi pemasangan ring pada jantungnya. Alhamdulillah keluarga Pak Dargo bertemu dengan kurir #SedekahRombongan. Dan #SedekahRombongan memberikan santunan agar dapat membantu mengurangi beban hidupnya dan diharapkan bisa untuk membantu berobat ayahnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 22 April 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Yayan

Pak sudargo menderita Jantung Bocor

Pak sudargo menderita Jantung Bocor


RASTINI binti RAMIN, (64, Dhuafa). Alamat: Dusun Ngeluk RT.16/RW.03, Desa Panjunan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Suami Bu Rastini telah lama meninggal dunia, kehidupan yang serba pas-pasan membuat kehidupan Bu Rastini harus pintar-pintar mengatasi tiap kesulitan hidupnya. Beban hidupnya ternyata kian berat karena hidup berdua hanya dengan anak perempuannnya Ika Hernawati (34) yang 10 tahun yang lalu pernah mengalami gangguan jiwa dan dirawat di RSJ Semarang selama 15 hari. Walau kondisinya sekarang sudah lebih baik, namun tetap harus kontrol  dan menebus obatnya tiap tiga bulan sekali. Nasib baik belum berpihak pada Bu Rastini, suatu hari terjatuh dan tulang lutut sebelah kanan melesat dan tidak pernah diperiksakan ke dokter. Akibatnya kakinya pun tidak kuat untuk berjalan jauh. Sehingga Bu Rastini pun tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhannya berdua. Hanya tetangga yang berbaik hati lah yang secara bergantian membantu memberi makan pada Bu Rastini dan anaknya. Alhamdulillah Bu Rastini dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang sengaja  berkunjung ke rumahnya berkat adanya informan. Santunan yang diberikan semoga bisa sedikit membantu mengurangi beban hidupnya.

Jumlah Bnatuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 April 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfm @nadya.

Bantuan tunai  untuk memenuhi kebutuhan sehari –harinya.

Bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari –harinya.


SUMALI bin ABDUL GANI, (61, Hematemesis Melena). Alamat: Desa Winong RT.11/RW.03, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sudah sejak lama Pak Mali sakit-sakitan, tepatnya sejak tahun 1974, namun sakitnya tidak pernah beliau rasakan. Puncaknya pada tanggal 6 Agustus 2015 harus rawat inap ke RSUD RAA Soewondo dan terdiagnosa terkena Hematemesis melena. Hal ini menyebabkan Pak Mali tidak dapat bekerja dengan baik. Pekerjaannya sebagai penarik becak terpaksa dia hentikan karena kondisi kesehatan yang sudah tidak memungkinkan. Apalagi sekarang ini stroke ringan pun menimpanya. Beliau hidup berdua dengan anaknya Purwadi (25), yang bekerja menjadi Office Boy di RS. Mitra Bangsa Pati, istri beliau sudah meninggal.dan saat ini rumah Pak Mali akan digusur, karena rumah yang dihuni sekarang berdiri diatas tanah milik desa. Kurir #SedekahRombongan yang mengunjungi rumahnya pun merasa tersentuh melihat keadaannya. Santunan ini diberikan diharapkan dapat mengurangi beban hidupnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 April 2016
Bantuan: @robbyadiarta @dewa_popfm @wahyu

Ibu sumali menderita Hematemesis Melena

Ibu sumali menderita Hematemesis Melena


SITI FATIMAH, (Eritroderma, 27). Alamat: Karaban RT.05/RW.07, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Apa yang diderita Bu Siti berawal dari 8 bulan lalu setelah beliau melahirkan dua orang putrinya secara caesar, 2 minggu kemudian beliau mengalami panas tinggi dan masuk ke RSUD RAA Soewondo Pati, setelah 3 minggu muncul penyakit kulit seperti campak di seluruh tubuh dan tampak menguning di seluruh pergelangan serta bengkak dan keluar cairan protein. Selanjutnya Bu Siti dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Beliau dirawat selama 18 hari dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Lalu pada tanggal 22 Januari 2016 Bu Siti kembali dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk memperbaiki kondisinya. Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 3 minggu, Bu Siti diperbolehkan pulang dan untuk selanjutnya melakukan kontrol rutin satu minggu sekali di RS. Mitra Bangsa Pati. Bu Siti tinggal bersama suaminya yaitu Pak Rochmad (34) yang berprofesi sebagai pedagang dan dua orang anaknya,Sri Maharani Arsala Qudsy dan Sri Maharani Amira Tungga Dewi (9 bulan). Kini kondisi beliau jauh lebih baik dari beberapa bulan yang lalu, hanya saja dibagian kaki masih terasa gatal yang membuat beliau harus masih mengosumsi albumin, agar kulit di daerah gatalnya bisa lembab dan cepat untuk disembuhkan. Bu Siti adalah salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan pada Rombongan 799. Bantuan yang diberikan ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Bu Siti di Pati. #SedekahRombongan bahagia mendengar perkembangan kesembuhan Bu Siti, terima kasih juga diucapkan kepada #Sedekaholic yang senantiasa selalu mensupport #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 29 April 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati

Ibu siti menderita Eritroderma

Ibu siti menderita Eritroderma


SOMAD, (80, Jompo Dhuafa). Alamat: Dusun Winong RT.04/RW.01, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Mbah Somad merupakan Jompo tanpa anak, beliau hidup sendiri, usianya yang sudah lanjut membuat beliau tidak bisa bekerja maupun sekedar untuk memasak. Kondisi fisik juga sudah melemah, fungsi penglihatan dan pendengaran mulai berkurang, untuk makan sehari-hari Mbah Somad hanya menggantungkan pemberian tetangga. Alhamdulillah ada Mbah Musyarofah, saudarinya di lain Dusun yang masih peduli dan dengan keikhlasannya mengantarkan makanan untuk Mbah Somad dan Mbah Musyarofah lah yang menjadi orang kepercayaan warga untuk mengatur dan menjaga pemberian warga agar tetap tersampaikan dan memastikan sepenuhnya untuk Mbah Somad. Mbah Somad tinggal sendirian di rumah kecil dekat Masjid, rutinitas beliau mengunjungi masjid untuk shalat, maklum dulu waktu raga masih bugar beliau adalah tukang bersih-bersih masjid. Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan #SedekahRombongan dengan Mbah Shomad dan sedekah dari saudara-saudara melalui #SedekahRombongan disampaikan. Melalui Mbah Musyarofah sedekah disampaikan agar terjaga dan tersampaikan dengan baik, terucap do’a semoga Allah SWT membalas dengan kebaikan dan kelancaran rizki halal barokah Mbah Musyarofah menyampaikan ucapan terimakasih untuk semua pihak di #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 15 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @agtianrestiarto @muhtadinexc

Bantuan tunai  untuk memenuhi kebutuhan sehari –harinya.

Bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari –harinya.


SLAMET bin MARTOYO, (47, Pembengkakan kaki). Alamat: Tingkir Lot RT.04/RW.01, Kecamatan Tingkir Kota Salatiga, Jawa Tengah. Pak Slamet yang belum pernah beristri merupakan putra ketiga dari Ibu Nasiriyah (90 th). Pak Slamet menderita sakit kaki bengkak sejak tahun lalu, kondisi ini menjadi sebab Pak Slamet tidak bisa mencari nafkah. Pak Slamet tinggal dengan Ibunya yang sudah lanjut usia juga lumpuh dan hanya berbaring ditempat tidur. Banyak pihak yang telah membantu Pak Slamet termasuk warga sekitar, namun kondisi Ibu Nasiriyah yang tidak berkenan ditinggal berobat oleh Pak Slamet membuatnya belum sempat dirawat intensif di Rumah Sakit terdekat. Selama ini Pak Slamet menjalani pengobatan rawat jalan. Apabila obat sudah habis, Pak Slamet datang ke Puskesmas untuk minta obat, jika ada dana untuk transportasi. Pak Slamet biasa masak nasi untuk makan dirinya dan ibunya, apabila kaki sedang fit Pak Slamet membeli lauk di tetangga dengan jalan kaki meskipun kaki agak diseret karena berat. Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan #SedekahRombongan dengan Pak Slamet, melihat kondisi Pak Slamet dan Ibu Nasiriyah, #SedekahRombongan akhirnya menyampaikan sedekah dari #sedekahholic untuk Pak Slamet dan Ibu Nasiriyah. Teriring do’a semoga Allah SWT menggantinya dengan yang berlipat-lipat dan kelancaran rizki halal barokah, Pak Slamet dan Ibu Nasiriyah menyampaikan terimakasih untuk semua pihak di #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 15 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @agtianrestiarto @muhtadinexc

Pak slamet menderita Pembengkakan kaki

Pak slamet menderita Pembengkakan kaki


MUJIONO, (56, Korban Tabrak Lari). Alamat: Desa Pringsari RT.03/RW.02, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pada tanggal 14 januari 2016 tim #SedekahRombongan telah memeriksakan kondisi beliau ke RS. Ken Saras Kabupaten Semarang, kemudian setelah dilakukan beberapa pemeriksaan terutama dibagian kaki dan tangan, dokter menyarankan untuk melakukan terapi terutama di bagian kaki, karena mengingat kondisi beliau pasca operasi amputasi. Kemudian Pak Mujiono dijadwalkan untuk melakukan terapi di RS Ken Saras dan melatih terapi sendiri di rumah dalam satu minggu dianjurkan untuk dua kali terapi. Selama kurang lebih 4 bulan dari pertengahan januari hingga pertengahan bulan april beliau terpantau disiplin melakukan terapi dalam melatih gerak kaki, hal ini dilakukan untuk persiapan pemasangan kaki palsu yang telah direncanakan agar cita cita dan semangat beliau agar bisa kembali bekerja dan tidak bergantung belas kasihan orang lain. Tim #SedekahRombongan terus melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit yang sangat membantu proses terapi dan pengadaan kaki palsu. Pak Mujiono merupakan pasien dampingan yang pernah dibantu di rombongan 799. Alhamdulillah setelah menunggu proses pembuatan kaki palsu selama satu bulan dengan penuh kesabaran dan semangat untuk sembuh Pak Mujiono sudah mendapatkan kaki palsu yang selalu beliau harapkan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 15 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta, @agtianrestiarto

Bantuan kaki palsu

Bantuan kaki palsu


SUYINI binti NGADENO, (50, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Joho RT 02/RW 04,  Desa Wonoyoso,  Kec. Pringapus, Kab. Semarang, Jawa Tengah. Berawal sekitar 3 tahun yang lalu muncul benjolan di payudara Bu Suyini, kemudian seiring berjalannya waktu sekitar satu tahun terakhir ini beliau mengeluhkan sakit dan tiba-tiba saja seluruh tubuh terutama bagian tangan dan kakinya agak kaku dan sakit apabila digerakkan, sehingga untuk beraktifitas sehari hari dan mengurus kegiatan rumah tanggapun sudah tidak mampu, hanya  bisa berbaring dan duduk-duduk saja. selama kurun waktu tersebut Bu Suyini belum pernah sama sekali konsultasi ataupun berobat ke Rumah Sakit meskipun beliau sudah mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS), dikarenakan faktor ekonomi dan SDM yang serba kekurangan, beliau sudah pasrah dengan keadaan sakitnya, karena tidak ingin menjadi beban bagi suami dan anak anaknya. Bu Suyini sehari hari bekerja membantu suaminya Pak Suroso sebagai buruh tani di desanya. Beliau mempunyai lima anak, anak pertama dan kedua beliau sudah berkeluarga tapi masih serba kekurangan, kemudian ketiga anaknya yang lain masih duduk dibangku sekolah dasar yang tentunya masih memerlukan biaya dan perhatian. Pada tanggal 3 Mei 2016, tim #SedekahRombongan mendapatkan informasi tentang kondisi beliau dari seorang Ibu Guru yang menjadi wali kelas salah putra Bu Suyini. Kemudian tim #SedekahRombongan bersilaturahmi ke kediaman beliau untuk melihat kondisi secara langsung dan menyampaikan maksud dan tujuan untuk membantu dalam proses pendampingan untuk konsultasi dan berobat Ke RSUD terdekat, agar segera terdeteksi dan tertangani penyakit yang dideritanya.
Pada tanggal 15 Mei 2016 tim #SedekahRombongan memberikan santunan untuk biaya akomodasi dan transportasi pendampingan awal selama beliau menjalani perawatan di RSUD. Pada tanggal 19 Mei 2016 tim #SedekahRombongan membawa Bu Suyini ke RSUD Ambarawa untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi beliau, kemudian dokter menyatakan bahwa beliau harus rawat inap selama dua hari di RS guna dilakukan operasi pengambilan sample/biopsi di bagian payudara untuk memastikan terhadap dugaan penyakitnya.
Tanggal 22 Mei 2016 Beliau sudah diperbolehkan pulang ke rumah dengan diberi obat dan menunggu hasil operasi pengambilan sample selama 10 hari dan dijadwalkan untuk kontrol ke RS kembali.

Jumlah Bantuan: 1.000.000,-
Tanggal: 15 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta, @agtianrestiarto

Ibu suyini menderita Kanker Payudara

Ibu suyini menderita Kanker Payudara


RIYANTO BIN RUKITO, (34, Hernia). Alamat: Kelurahan Kalidoro RT.02/RW.02, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pak Yanto panggilan sehari-harinya, sepuluh tahun yang lalu merasakan sakit pada testisnya, pada saat itu dokter mendiagnosa Pak Yanto mengidap hernia dan saat itu juga dokter menyarankan untuk melakukan operasi di RSUD RAA Soewondo Pati. Tindakan operasi tersebut tidak dilakukan karena tidak adanya biaya, beliau hidup berdua dengan Bu Tarsi (Ibunya), Pak Yanto sebagai tulang punggung keluarga dulunya sebelum dia menderita Hernia, pekerjaannya sebagai kenek angkot, namun beberapa tahun setelah sakitnya, dia beralih pekerjaan menjadi tukang sampah, hingga akhirnya sekarang tidak bekerja karena kondisinya pasca hernia tidak kuat membawa barang berat juga kondisinya melemah. Alhamdulillah pada bulan April 2016 Yanto bertemu dengan #SedekahRombongan. Yanto didampingi oleh kurir #SedekahRombongan dari awal periksa sampai akhirnya tindakan operasi yang dilakukan dengan fasilitas KIS sebagai jaminan kesehatan pada 28 Mei 2016 dan kini Pak Yanto serta keluarga tinggal menunggu keadaan sehat seperti sediakala. #SedekahRombongan memberikan santunan untuk keperluan akomodasi dan pemeriksaan berikutnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1000.000,-
Tanggal: 25 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Sri_antini

Pak riyanto menderita  Hernia

Pak riyanto menderita Hernia


DARSIN bin KASNO, (66, Prostate). Alamat: Desa Tayu Kulon RT02/RW.03, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dua tahun yang lalu saat Mbah Darsin ingin buang air kecil merasa kesakitan, dalam pikiran beliau hanya sebatas sakit biasa, namun kesakitan tersebut memperburuk keadaannya, selang beberapa waktu Mbah Darsin dibawa ke RSUD Kelet Jepara, namun tidak ada perkembangan. kemudian Mbah Darsin berobat ke RSUD RAA Soewondo Pati, pada saat itu benjolan di sekitar kemaluannya sudah kian membesar hingga sebesar bola pingpong. Dokter menyarankan untuk tindakan operasi, namun Mbah Darsin tidak ada keberanian untuk tindakan operasi, hingga akhirnya hanya berbaring dirumah hingga sekarang. Saat ini pun tidak ada pengobatan maksimal yang dilakukan, hingga kondisinya kian parah. Pusar keluar nanah dan saat mengeluarkan air seni pun harus dibantu dengan kateter. Saat kateter mampet membuat Mbah Darsin kejang, saat itulah keluarga memanggil mantri desa untuk  memperbaiki kateternya. Kateter yang dipakai pun sudah lima bulan tidak diganti karena ketiadaan biaya. Istrinya Sukiyanti (66) tidak bisa membantu keadaan suaminya karena beliau juga menderita pengapuran tulang yang belum pernah mendapatkan penanganan medis, sehingga beberapa anggota tubuh tulangnnya melengkung. Kesehariannya hanya bergantung pada anaknya Suparmi (52) seorang tuna rungu yang bekerja sebagai buruh cuci, dialah yang sehari-hari memenuhi kebutuhan atas orang tuanya. Beruntung Allah mempertemukan dengan #SedekahRombongan, santunan yang diberikan untuk membeli selang baru dan pengobatannya ke mantri yang sedia merawat Mbah Darsin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 16 Mei 2016.
Kurir: @robbyadiarta @Dewa_popfmpati @emanggita

Pak darsin menderita Prostate

Pak darsin menderita Prostate


DWI SULISTYANI, (27, Chest Pain,Gastritis). Alamat: Desa Randukuning RT.10/RW.03 Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati. Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Satu tahun yang lalu Mbak Dwi sering merasa kesakitan yang teramat sangat di bagian ulu hati, terutama saat beliau banyak pikran. Keadaan yang terus berulang akhirnya memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam. Dalam diagnosanya dokter Didik mengatakan bahwa Mbak Dwi mengidap sakit jantung dan asam lambung tinggi. Namun karena keterbatasan dana, itulah pertama dan terakhir Mbak Dwi memeriksakan diri ke dokter. Kondisi Mbak Dwi kini kian memburuk, badannya semakin kurus dan mudah terserang penyakit lainnya, beliau hanya bisa beraktivitas seadanya dirumah seperti mengasuh kedua anaknya  Indah (4) dan Mutia (1). Suaminya Aris Budhiarto (27) yang bekerja sebagai buruh pembuat kerupuk hanya bisa berdoa dengan keadaan istrinya dan berusaha membuat hati istrinya tenang agar tidak banyak pikiran. Rumah yang ditempati pun berdiri diatas tanah tetangganya dan masih numpang satu rumah dengan orangtuanya. Dengan adanya prorgram pemerintah, Alhamduliiah bisa berdiri rumah yang layak huni, dan menadapat kartu jaminan kesehatan yang bisa digunakan untuk berobat. #SedekahRombongan memberikan santunan awal untuk pemeriksaan dan akomodasi Mbak Dwi berobat. Tiga hari yang lalu, kurir #SedekahRombongan mendapat kabar bahwa MbakDwi sedang di opname karena sakit thypus dan #SedekahRombongan menyampaikan do’a untuk kesembuhan mbak Dwi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 16 Mei 2016
Bantuan: @robbyadiarta @Dewa popfm_pati @Sri_Antini

Ibu dwi menderita Chest Pain,Gastritis

Ibu dwi menderita Chest Pain,Gastritis


FARID JAYA MALIK, (9, Thalasemia Mayor). Alamat: Dukuh Suwu Negara RT.03/RW.05, Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. DikFarid Saat itu tubuhnya panas, kulitnya menjadi pucat dan perutnya membuncit hingga beberapa hari. Akhirnya keluarga membawa ke Rumah Sakit dan didiagnosa menderita Thalasemia Mayor, kejadian tersebut terjadi ketika Dik Farid umur empat tahun. Sejak saat itu sampai sekarang Dik Farid harus kontrol rutin tiap bulan sekali dan transfusi darah tiap bulan atau dua bulan melakukan transfusi darah tergantung kadar HB dan kondisi tubuh Dik Farid. Hingga saat ini Dik Farid sudah melakukan transfusi darah yang ke enam belas. Dokter menyarankan setelah transfusi darah yang ke dua puluh baru bisa melakukan operasi sumsum tulang belakang, Namun transfusi darah yang dilakukan terus menerus mengakibatkan terjadinya penumpukan zat besi. Kondisi Dik Farid saat ini badanya makin lemas, suhu tubuhnya tinggi dan perut membuncit. Ayahnya Endi Suprapto (38) dan ibunya Rasini (39) yang hanya pengusaha konveksi kecil-kecilan terkadang harus mencari pinjaman kesana kemari saat harus memeriksakan Dik Farid ke rumah sakit. #SedekahRombongan memberikan santunan awal untuk akomodasi dan pemeriksaan transfusi yang ke tujuh belas dan berharap untuk kesembuhan Dik Farid.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 16 Mei 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa popfm_pati @EryIrawan

Farid menderita Thalasemia Mayor

Farid menderita Thalasemia Mayor


PAMUJI bin JARMIN, (42, Limfoma Nasofaring). Alamat: Desa Semirejo RT.02/RW.03, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pak Pamuji, demikian beliau biasa dipanggil. Bermula saat Pak Pamuji pulang dari Sumatra tiga tahun yang lalu, Pak Pamuji merasakan sakit dibagian leher, namun rasa sakit itu diabaikan. Hingga pada akhir tahun 2013 memeriksakan ke RSUD RAA Soewondo dan dokter mendiagnosa kanker kelenjar getah bening. Setahun berjalan keluarga melakukan pengobatan alternatif demi kesembuhan Pak Pamuji hingga ke Jawa Timur. Namun dalam pengobatan selama itu tiada kesembuhan yang didapat akhirnya membawa pak Pamuji ke RS.Keluarga Sehat Pati. Kondisi yang kian memburuk membuat keluarga membawa ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk melakukan kemotherapi, untuk membunuh sel-sel kanker di lehernya. Pengobatan dilakukan dengan sabar dan biaya sebisanya yang didapat, namun pada tahap kemotherapi yang ke-lima, keluarga sudah tidak ada biaya untuk melanjutkan pengobatan. Kondisi saat ini leher  Pak Pamuji makin membesar dan mengeras, juga badan menjadi kurus kering, sehingga tidak bisa bekerja lagi dan lebih banyak berbaring di tempat tidur. Kesedihan Pak Pamuji pun makin bertambah karena sebetulnya masih ada yang jadi beban pikirannya yaitu dua anaknya Anis Juliani (21) dan Lita Aprillia Ardani (8) yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Sedangkan istrinya Sarmini (40) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah keuarga Pak Pamuji bertemu dengan #SedekahRombongan dan #SedekahRombongan memberikan santunan untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang juga untuk pembuatann BPJS, karena selama ini beliau menggunakan Jamkesda dan terlalu ribet jika akan memperbaharui berkas periksa setiap bulannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 16 Mei 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa popfm_pati @JeanseaMaurer

Pak pamuji menderita Limfoma Nasofaring

Pak pamuji menderita Limfoma Nasofaring

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR Jember 10,381,000
2 RATNADILLA 1,010,000
3 SUNARDI 1,000,000
4 KHOIRUL IMAM 1,500,000
5 MUFID BIN ROSLAN 1,500,000
6 ZULAIKA BINTI TURYANTI 500,000
7 MUHROJI BIN DARTO 2,000,000
8 BASRORI BIN MUHTADI 1,000,000
9 IRFANI BASRORI 1,000,000
10 TUMI BINTI MARNO 1,000,000
11 HARTI BINTI SUPARNO 500,000
12 TRIMAH BINTI SIMAD 500,000
13 Aqil 500,000
14 GALIH FERI SAPUTRA 1,346,000
15 SAHWANI BINTI ASJONO 800,000
16 MTSR Jember 4,633,000
17 ACE HARISKI 3,780,000
18 SULASMI 500,000
19 GRACIO MAXIMILLIAN NATANAEL SIAHAAN 500,000
20 ZUL ARIZAH 1,000,000
21 USIH BINTI USIN 500,000
22 NURJANAH BINTI JAMAD 500,000
23 RAINAN BIN MUSA 500,000
24 DARWATI BINTI JAYADI 500,000
25 SRI MULYATI 1,000,000
26 MOHAMMAD ADAM BIN SUBADA 1,000,000
27 AZIZ DEBIA AROBI 1,000,000
28 ISMAIL MAHADI 500,000
29 RUSMIYATI BINTI ENDANG HIDAYAT 750,000
30 DIAN KUSWANDI 750,000
31 KUSNADI 1,250,000
32 SITI SUAEBAH 750,000
33 NURI ALFIYAH 1,000,000
34 RINO ALVARO 1,000,000
35 TASWID BIN DARNO 500,000
36 WINDA YULIANA BINTI CARYA 500,000
37 CARYA BIN WANGSA 500,000
38 KASWAN DEPOK 675,000
39 TAMSI binti SUMO WAGIMAN 1,000,000
40 RUKAMTO bin SARKAWI 1,000,000
41 ALI MAHMUDI 1,000,000
42 PARSIH Binti SUMO WAGIMAN 1,000,000
43 SUDARGO bin KARDONO 1,000,000
44 RASTINI binti RAMIN 1,000,000
45 SUMALI bin ABDUL GANI 1,000,000
46 SITI FATIMAH 1,000,000
47 SOMAD 1,000,000
48 SLAMET bin MARTOYO 1,000,000
49 MUJIONO 1,500,000
50 SUYINI binti NGADENO 1,000,000
51 RIYANTO BIN RUKITO 1,000,000
52 DARSIN bin KASNO 1,000,000
53 DWI SULISTYANI 1,000,000
54 FARID JAYA MALIK 1,000,000
55 PAMUJI bin JARMIN 1,000,000
Total 65,625,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 65,625,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 885 ROMBONGAN

Rp. 41,058,375,199,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.