Rombongan 884

Pancinglah reseki dengan sedekah semaksimal mungkin. Kemudian sedekahkan reseki hasil pancingan tadi untuk memancing reseki yang jauh lebih melimpah.
Posted by on September 1, 2016

KURNIANDI METIARIDHO (11, CTEV) Bertempat tinggal di Lawatan RT 1/I, Dukuh Turi, Tegal, Jawa Tengah. Ridho merupakan pasien dampingan #SRsolo sejak 1 tahun lalu. Sejak lahir ia sudah mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya. Ayahnya, Kuwatman (40) bekerja sebagai buruh sementara dan Ibu Kurninda (35) tidak bekerja. Sehingga urung untuk memeriksakan Ridho. Beruntung, ada yang berkenan untuk mengobatinya. Namun, terhenti sejak Juli tahun lalu. Sejak didampingi #SR , Ridho telah menjalani dua kali operasi. Kondisi terkini, kakinya sudah bisa untum berpijak, dan akan melaksanakan kontrol kembali bulan September mendatang. Santunan ke-7 kembali disampaikan untuk biaya transportasi dimana santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 865. Terimakasih Ridho dan keluarga ucapkan untuk #SahabatSR semua karena telah menjadi jalan kesembuhan untuk Ridho.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Juli 2016
Kurir:@Mawan @Aisyah @ciciii @KuncoroWibowo

Kurniandi menderita CTEV

Kurniandi menderita CTEV


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang) Pasien dampingan #SRbrebes sejak awal Maret 2016 ini kini menjadi dampingan dari #SRsolo. Anak ketiga dari 5 bersaudara ini tinggal bersama Ayahnya di Dukuh Kalenpandan RT 4/14, Pamulihan, Larangan, Brebes, Jawa Tengah.  Namun, harus menahan sakit diusia mudanya. Untung Sahara mengalami kecelakaan yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di klinik setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan menjalani kontrol setiap bulannya, Tetapi pengobatan terhenti karena terkendala biaya serta tak ada kemajuan kesembuhan. Kurir #SRbrebes dipertemukan dengan Untung kemudian mendamipingi pengobatanya. Untung dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Maret 2016, Untung menjalani pemeriksaan awal kemudian kontrol tiap satu bulan sekali. Pada 25 April 2016, dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan rutin rawat jalan selama beberapa minggu untuk mematikan sel kanker yang ada, sebelum dilakukan operasi. Awal Agustus 2016, Untung kembali menjalani kontrol serta tes laboratorium, kemudian 8 Agustus ia menjalani operasi kaki bagian kiri. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RS serta dianjurkan untuk berbaring selama 6 minggu untuk memulihkan kaki pasca operasi. Santunan ke 5 kembali disampaikan setelah santunan sebelumnya berada dalam rombongan 862.

Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @AisyahNka @KuncoroWiboowo

Untung menderita Kanker Tulang

Untung menderita Kanker Tulang


ARIS MUDAKIR (46tahun, Kanker Usus) beralamat di Bakpo RT 013 Ngepringan, Jenar, Sragen, Jawa Tengah. Sekitar tahun 2009, Pak Aris yang saat itu masih bekerja sebagai buruh penebang tebu sering mengalami sakit pada bagian perut. Berbulan-bulan hanya berobat di bidan setempat. Setelah tidak kuat menahan sakitnya, beliau kemudian dibawa ke RSUD Sragen. Dokter mendiagnosa usus buntu, sehingga disarankan untuk operasi. Keluarga setuju dan dilakukan operasi. Setalah menjalani operasi, Pak Aris kembali bekerja lagi sebagai buruh penebang tebu karena menurutnya kesehatannya sudah pulih. Pekerjaan yang menguras tenaga tersebut mengakibatkan kesehatan Pak Aris memburuk. Selama 4 tahun terakhir ini, kesehatannya menurun. Sering merasakan sakit dan panas pada bagian perut, menurut dokter di salah satu klinik, Pak Aris menderita infeksi lambung. Pak Aris selalu mengkonsumsi obat bebas apabila sudah tidak bisa menahan sakitnya. Bahkan Pak Aris sudah tidak kuat apabila harus berjalan jauh. Oleh keluarga dibawa ke Rumah Sakit Amal Sehat tanpa menggunakan fasilitas kesehatan karena RS tersebut swasta. Pak Aris 3 kali dirawat di RS Amal Sehat dengan biaya kurang lebih Rp 5.000.000,00 setiap dirawat. Untuk menutupi biaya tersebut, Ibu Sami (45tahun) meminjam uang kepada keluarganya. Sampai saat ini belum bisa melunasinya. Ibu Sami tidak memiliki pendapatan yang pasti karena penebangan tebu hanya dilakukan apabila musimnya. Bahkan rumah yang ditempati keluarganya, atap banyak yang berlubang, lantainya masih berupa tanah,  dan berdinding anyaman bambu. Selama 4 tahun menahan sakit, Pak Aris sudah tidak lagi bekerja. Padahal masih memiliki tanggungan anak keduanya Astuti Wulandari (9 tahun) yang masih sekolah kelas 3 di SD N 1 Ngperingan. Sedangkan anak pertama Endi Setiyobudi (21 tahun) yang hanya lulusan SD ini bekerja di pengisian air ulang dengan upah Rp 50.000,00 setiap kerja apabila musim kemarau karena kebutuhan air yang banyak. Uang tersebut dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membayar biaya sekolah adiknya dan untuk biaya berobat Pak Aris. Keluarga membutuhkan bantuan untuk pengobatan Pak Aris. Saat ini kondisi Pak Aris kembali menurun dan harus dirawat di RS Dr Moewardi Solo. Santunan ke 5 disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama di rawat di rumah sakit. Santunan sebelumnya masuk rombongan 861Pak Aris dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada #sedekaholics semoga Allah membalas setiap amal ibadah kita. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,00
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir : @mawan @aisyahnka @shofawa

Pak aris menderita Kanker Usus

Pak aris menderita Kanker Usus


PARMIN BUTUH (67) Desa Butuh Rt 1 Rw 2 Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Mbah Parmin adalah Dhuafa yang tinggal menumpang rumah orang yang tidak ditempati. Kondisi tempat tinggal nya sangat memprihatinkan. Bahkan tidak ada pintu dan jendela satupun. Sehari hari hidup dari belas kasihan tetangga dan orang2 sekitar. Mbah Parmin hidup seorang diri dan tidak bisa bekerja karena salah satu kakinya cacat, beberapa tahun lalu tertabrak sepeda motor dan tidak dibawa ke dokter karena tidak ada biaya. Kakinya dibiarkan sembuh begitu saja namun tidak bisa sempurna. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mbah Parmin dan kami menyalurkan bantuan dari #Sedekaholic kepada Mbah Parmin. Mbah Parmin sangat berterima kasih atas kebaikan #sedekaholic semua. Semoga amal kebaikan selalu di terima oleh Alloh. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @ Mawan @aisyahnka @arifagungnugroho

Bantuan tunai untuk mbah parmin seorang dhuafa

Bantuan tunai untuk mbah parmin seorang dhuafa


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN BOGOR, (B 1681 SIF, Biaya Operasional Juli 2016). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk melakukan Service rutin dan Tune up. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 871

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya Operasional Juli 2016

Biaya Operasional Juli 2016


NAZWA LUTFIA, (5, Tumor Batang Otak). Kp. Sawan Rt. 4/6, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Dik Nazwa, akrab kami memanggil bocah kecil ini. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Ahmad Jami (36) dan Ria Apriati (35). Pertumbuhan Dik Nazwa memiliki kelainan, ia berbeda dengan bocah lain seusianya. Selain pertumbuhannya yang tidak normal, Dik Nazwa pun sering kejang dan mengalami demam tinggi. Hal tersebut terjadi semenjak ia berumur satu tahun. Orangtuanya adalah tukang service elektronik, penghasilannya kadang tak menentu. Itulah sebabnya Dik Nazwa selama empat tahun terakhir tidak pernah dibawa berobat kemanapun. Ia baru menjalani pemeriksaan dan pengobatan akhir 2015 lalu. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Nazwa mengidap penyakit Tumor di Batang Otak. Ia harus segera menjalani operasi. Alhamdulillah pada bulan April 2016 kemarin, Dik Nazwa menjalani operasi yang pertama. Saat ini kondisinya sudah stabil namun masih belum sadar dan terbaring di rumah sederhana di daerah Bogor. Kemudian kurir SR pun ditakdirkan untuk bertemu dengan keluarga Dik Nazwa, setelah mendengar keluh kesah keluarganya, kami pun memutuskan untuk memberikan santunan lanjutan titipan dari para Sedekaholics SR. Semoga dengan santunan tersebut, beban biaya pengobatan Dik Nazwa menjadi sedikit ringan. Kita doakan semoga kesehatan Dik Nazwa cepat pulih agar bisa kembali ceria dan bermain bersama teman seusianya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 858.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Nazwa menderita Tumor Batang Otak

Nazwa menderita Tumor Batang Otak


ZAENUDIN BIN ABIH, (57, TB Paru), Alamat : Kampung Cemplang Baru Rt.01/04 Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor Propinsi Jawa Barat. Pak Udin biasa kami menyapa sejak usia 30 tahun sudah sering merasa tidak sehat, karena merasa aktivitas nya terganggu dengan keadaan badan nya yang tidak sehat Pak Udin lalu mencoba berobat di puskesmas lalu oleh pihak puskesmas di berikan paket obat yang harus di minum secara rutin, karena merasa badannya sudah pulih dan sudah tidak ada keluhan tentang kesehatannya Pak Udin berhenti meminum obat yang di berikan oleh puskesmas padahal paket obat yang di berikan oleh dokter masih ada dan belum habis. sampai pada akhirnya di penghujung tahun 2015 Pak Udin mengalami sakit kembali namun sakit yang di rasakan kali ini berbeda dengan sakit – sakit yang sebelumnya di rasakan oleh Pak Udin, sakit yang kali ini dia rasakan di sertai demam, sesak nafas dan batuk – batuk yang membuat pak udin kaget adalah ketika batuk yang ia rasakan mengeluarkan darah, pak udin mempunyai jaminan kesehatan BPJS dan ingin sekali berobat rutin di puskesmas atau rumah sakit namun karena tidak ada nya biaya untuk akomodasi ke puskesmas dan rumah sakit pak udin hanya di rawat di rumah oleh sang istri Isnawati (40), dengan sakit yang di deritanya sekarang pak udin tidak bisa menafkahi keluarganya , ia mempunyai 3 anak yang berumur 5,7, dan 9 tahun, 2 anak Pak Udin yang berumur 7 dan 9 tahun terpaksa tidak sekolah karena tidak mempunyai ongkos untuk berangkat kesekola dikarenakan ayahnya sedang sakit dan tidak bisa bekerja. pekerjaan pak udin sehari – hari adalah sebagai pemulung dan tinggal di sebuah gubuk kecil berukuran 3 x 3 meter dan menumpang di tanah milik KOREM Bogor Barat. Kurir #SedekahRombongan yang datang melihat kondisi pak udin merasa sangat iba karena dengan kondisi sakit yang diderita Pak Udin. Bantuan Lanjutan pun di sampaikan untuk biaya akomodasi pak udin ke rumah sakit dan untuk kebutuhan sehari – hari keluarga tersebut. semoga ALLAH SWT segera mengangkat penyakit yang di derita Pak Udin. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 799.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak zaenudin menderita TB Paru

Pak zaenudin menderita TB Paru


SINTYA MAHARANI (9, Kelainan Syaraf) Kp. Rancamaya, Rt. 3/8, Kel. Rancamaya, Kec. Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Neng Tya, akrab kami memanggil putri dari pasangan Udin (40) dan Wati (37) ini. Sejak umur 1 tahun orangtuanya mulai khawatir dengan kondisi Neng Tya, pasalnya ia sama sekali tak dapat merespon panggilan dari orang sekitarnya. Ditambah dengan kedua matanya seperti tak dapat melihat apapun. Akhirnya orangtua Neng Tya membawa ia berobat ke RSUD Bogor, setelah menjalani rangkaian pemeriksaan Tya kecil pun dirujuk untuk menjalani therapy di RSHS Bandung. Dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan, orangtuanya membawa Neng Tya menjalani therapy di Bandung. Therapy tersebut tak berlanjut karena keterbatasan biaya, hingga kini umurnya menginjak 9 tahun, kondisi Neng Tya masih sama, ia tak dapat mendengar dan tak mampu melihat. Bukan ayahnya tak ingin Neng Tya sembuh menjadi manusia normal pada umumnya, hanyasanya ayahnya tak memiliki cukup uang untuk biaya pulang pergi Bandung-Bogor. Maklum saja, ayah Neng Tya adalah tukang ojek yang penghasilannya tak menentu. Alhamdulillah, diusia Neng Tya yang ke-9, Allah pertemukan keluarganya dengan kami kurir #SR. Orangtuanya berkata bahwa ikhtiar pengobatan Neng Tya akan berlanjut jika ia memiliki cukup uang. Kami pun menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk Neng Tya, semoga ia sembuh dapat melihat juga mendengar. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Sintya menderita Kelainan Syaraf

Sintya menderita Kelainan Syaraf


YULNIDA (45, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Karees Kulon RT.5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat. Ibu Yulnida tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anaknya dan ibunya yang sudah renta. Pekerjaannya sehari-hari adalah buruh harian lepas untuk menafkahi keluarga. Beban hidupnya dirasakan semakin berat sejak ia mengalami gagal ginjal kronik 4 tahun yang lalu. Karena penyakit yang dideritanya itu, ia harus mengatur pola makannya sesuai anjuran dokter dan teratur minum obat. Tidak hanya itu, ia juga harus menjalani hemodialisa 2 kali dalam satu minggu agar kondisi fisiknya tetap stabil. Bu Yulnida berobat menggunakan kartu BPJS PBI Kelas 3. Alhamdulillah, sampai saat ini #SedekahRombongan dapat mendampingi Bu Yulnida berobat di RS Hasan Sadikin Bandung. Dari perjalanan penyakitnya, diketahui bahwa pada bulan Juni 2014, Bu Yulnida mendapat tindakan penyedotan untuk mengurangi cairan di bagian perut. Keadaannya sesudah itu ia berangsur membaik. Namun, pada bulan Agustus 2014, bagian kaki dan tangannya mengalami pembengkakan. Bu Yulnida berobat kembali pada bulan September 2014. Saat ini kondisinya stabil meskipun ada keluhan gatal di badannya. Pada awal bulan Januari 2015 kurir SR mendapat informasi dari Bu Yulnida bahwa ia kerap merasakan denyut jantungnya berdetak cepat dan keras. Pada 29 Juni 2015 kurir #SedekahRombongan menemuinya di ruangan Hemodialisa RSHS Bandung dan menyampaikan Santuan Lanjutan. Pada kunjungan tanggal 26 Februari 2015, Bu Yulnida mengutarakan bahwa tim dokter RSHS menganjurkannya berkonsultasi ke Poli Kulit serta tetap kontrol dan menjalani hemodialisa 2 kali seminggu. Pada 30 April 2015 kurir SR mengunjungi Bu Yulnida di RSHS. Pada akhir Juni 2015 ia juga menjalani kontrol rutinnya ke RSHS Bandung. Kondisinya masih stagnan meskipun permasalahan pada kulitnya sudah teratasi. Pada awal Agustus 2015 kembali MTSR Bandung mengantar-jemput Bu Yulnida kntrol ke RSHS dan menjalani hemodialisis. Akhir September 2015 ia kontrol juga ke RS Mata Cicendo Kota Bandung karena ia kehilangan 30 persen fungsi matanya. Selain ada gangguan lain di matanya, ia juga harus mengganti kacamata. Alhamdulillah #SR membantu membelikannya. Akhir Oktober 2015, Bu Yulnida kembali menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Pada 25 November 2015 kondisi Bu Yulnida menurun drastis. Saat menjalani hemodialisis, ia muntah-muntah, tak bisa bergerak dan sempat pingsan. Ia kemudian dievakuasi di IGD RSHS Bandung. Masa kritisnya alhamdulillah dapat terlewati. Pada 19 Januari 2016 keluarganya mengontak kurir #SR memberitakan bahwa Bu Yulnida tak bisa berjalan ketika akan pergi menjalani hemodialisa. MTSR 1629 kemudian menjemput dia ke rumahnya. Pada pertengahan Maret 2016, kurir SR mendampinginya kembali kontrol dan cuci darah di RSHS Bandung. Kondisinya masih mengkhawatirkan. Fungsi matanya semakin menurun walaupun dibantu dengan kaca mata. Alhamdulillah saat itu #SR juga dapat menyampaikan bantuan untuk Bu Yulnida. Pada bulan Mei 2016 dan Juni 2016 kurir #SR rutin menjenguk dan mendampinginya agar ia bisa terus termotivasi untuk kontrol rutin dan menjalani hemodialisis delapan kali sebulan. Sesekaholics #SR juga alhamdulillah terus membantunya untuk biaya berobat Bu Yulnida. Pada awal Juli 2016 kurir #SR menjenguk Bu Yulnida di rumahnya untuk yang kesekian kalinya sambil menyampaikan bantuan para sedekaholics #SR. Pada pertengahan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR di Bandung mengabarkan bahwa ia harus diperiksakan ke Poli Kulit di RSHS Bandung, selain masih harus menjalani cuci darah secara rutin. Ia juga memohon bantuan untuk biaya kontrak rumah bulan Agustus 2016. Karena ikhtiar pengobatan Bu Yulnida masih harus dilakukan dan ia termasuk dhuaa yang layak dibantu, kembali #SR menyampaikan Santunan Lanjutan untuk Bu Yulnida dan ibunya. Bantuan yang dia terima di rumah kontrakannya itu digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 864.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu yulnida menderita Gagal Ginjal Kronik

Ibu yulnida menderita Gagal Ginjal Kronik


SUPRIYATIN BINTI SUPRIONO (60, TB Tulang). Kampung Sukamanah, Rt. 4/3, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Titin akrab kami memanggilnya, ia telah bertahun-tahun menderita penyakit TB Tulang. Setiap bulannya ia harus menjalani kontrol ke RSUD Kota Bogor. Beberapa bulan lalu timbul penyakit gatal di sekujur tubuhnya, Bu Titin mengira gatal tersebut adalah efek dari pengobatan TB tulang yang dideritanya. Ia pun memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, namun tim medis menyarankan agar melakukan pemeriksaan di RSUD. Ia pun kemudian menjalani pemeriksaan di dokter specialist kulit. Hasil pemeriksaan tersebut tidak menunjukan adanya infeksi apapun pada kulitnya. Dokter specialist kulit tersebut menyarankan agar Bu Titin menjalani pemeriksaan khusus di dokter specialist syaraf, dengan harapan agar penyakitnya segera diketahui. Bu Titin membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatannya, maklum saja ia dan suaminya sudah tak sanggup lagi bekerja mencari nafkah. Alhamdulillah, kami kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bu Titin, kami menyampaikan bantuan dari para sedekaholics #SR. Semoga Bu Titin segera disembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu supriyatin menderita TB Tulang

Ibu supriyatin menderita TB Tulang


HANI NURHAWATI (35, Lupus dan Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang, RT.1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah sambil terus berusaha, bekerja menjadi pembantu dan tukang cuci. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya semakin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal, dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Pada 18 September 2015 kurir #SR menemuinya di RSHS. Kondisnya masih memprihatinkan dan ia harus terus berobat. Begitu juga saat ia dijemput selesai berobat pada 14 November 2015, ia masih diharuskan berobat dan alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan. Pada akhir Desember 2015, ia mengeluhkan rasa sakit di telinganya. Kondisi Bu Hani semakin memburuk. Pada awal Februari 2016, dia meminta bantuan kurir #SR untuk berobat karena beberapa bagian dari kulit kepalanya kerap mengeluarkan nanah. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada bulan itu #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Pada akhir Maret 2016 Bu Hani kembali memohon bantuan #SR untuk melanjutkan pengobatan. Saat bertemu di RSHS Bandung, ia menyampaikan bahwa kanker di kulit kepalanya semakin menyebar. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Bu Hani di RSHS Bandung saat ia berobat dan memberinya santunan lanjutan dari para dermawan. Pada minggu pertama di bulan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa ia masih berobat rutin dan membutuhkan bantuan. Saat dijumpai di RSHS Bandung, kondisinya belum membaik. Ia masih membutuhkan uluran tangan. Untuk meringankan beban Bu Hani, kembali #SedekahRombongan memberinya  bantuan lanjutan yang digunakan untuk uang transport-akomodasi berobat dan biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 847.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal:  22  Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit


SARONI BIN ADAM (65, Hernia). Alamat: Blok Kauman Kidul, Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Provini Jawa Barat. Sebelum sang istri wafat, Bapak Saroni bekerja sebagai tukang becak. Hidupnya sangat sederhana, tinggal di sebuah rumah mungil bersama keempat orang anaknya. Namun sepeninggal sang istri dan anak-anaknya sudah mulai berkeluarga, beliau sering tidur di masjid. Sesekali ikut bebersih dan akhirnya beliau diangkat menjadi petugas kebersihan masjid. Penghasilannya yang tak seberapa, hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan tak cukup untuk biaya pengobatan penyakit hernia yang dideritanya. Awalnya, Bapak Saroni merasakan pegal, linu, dan kaku di sekitar kaki, pinggang, dan paha bagian atas. Namun karena tidak dilakukan tindakan medis cepat, sakitnya kian bertambah parah. Akhirnya Bapak Saroni menjalani pemeriksaan di dokter terdekat : beliau didiagnosa menderita penyakit hernia dan harus segera dioperasi. Karena keterbatasan biaya, beliau tidak terlalu mengikuti anjuran dokter. Hingga suatu ketika, beliau pingsan saat berada di masjid. Oleh pengurus DKM, dia dibawa ke RS Sumber Hurip, Cirebon dan menjalani tindakan operasi pada tanggal 4 Agustus 2016. Bersyukur kurir #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan Bapak Saroni, sosok penyabar dan ahli ibadah ini.  Alhamdulillah, santunan pun dapat disampaikan kepada Bapak Saroni untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari. Semoga titipan langit dari #Sedekaholics bisa membuka jalan kesembuhan untuk Bapak Saroni.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 21 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @makhrusyusela @nurmuhamadiskandar

Ibu saroni menderita Hernia

Ibu saroni menderita Hernia


AGUS BIN MOMO (48, Lumpuh). Alamat: Kampung Balong RT.1/10 Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Buruh tani ini tinggal di rumah bilik di daerah pegunungan bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Selain menjadi buruh tani, dia sekali-kali berdagang buah-buahan, seperti konyal, kesemek dan alpukat yang ia ambil dari pohon-pohon di hutan dekat kampungnya. Betapapun kerasnya usaha Pak Agus menghidupi keluarganya, sampai kini ia masih merasakan beratnya beban ekonomi yang menggelayuti bahtera rumah tangganya. Istrinya, Raswati (33), yang kedua kakinya cacat sejak lahir, hanya mampu menjalankan tugas sehari-hari sebagai istri dengan segala keterbatasannya. Keluarga ini layak dibantu, apalagi kini Pak Agus–sebagai tulang punggung keluarga — mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dari pohon saat mengambil buah konyal pada awal tahun 2015. Berbekal Jamkesmas, kerabat dan tetangganya memeriksakan Pak Agus ke Puskesmas, RSUD Soreang, dan RSHS Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata tulang pinggul dan kakinya harus dioperasi. Sampai kini ia menunggu jadwal panggilan untuk masuk ruang rawat inap. Kenyataan pahit yang dialami Pak Agus dan keluarganya diketahui #SedekahRombongan berkat informasi dari Kepala Desa Cisondari. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini padal 1 Mei 2015. Pada tanggal yang sama disampaikan pula wujud empati sedekaholik #SR kepada keluarga dhuafa ini, berupa bantuan untuk biaya sehari-hari dan transportasi-akomodasi selama dia berobat. Pada pertengahan Agustus 2015 kondisi Pak Agus memburuk; pantatnya mengalami decubitus. Pada malam hari, dia kemudian dievakuasi MTSR Bandung ke IGD RS Santosa Kota Bandung, dan dirawat inap di sana menggunakan Jamkesmas/BPJS PBI. Pada 5 September 2015 dia diperbolehkan pulang karena masa kritisnya telah terlewati. Tanggal 12 September 2015 Pak Agus diharuskan kontrol ke rumah sakit yang sama. MTSR kembali menjemputnya sekaligus memberinya bantuan untuk membeli obat, transportasi dan akomodasi pengobatan serta biaya sehari-hari. Pada 6 Oktober 2015 Pak Agus didampingi lagi kontrol ke RSHS Bandung untuk penanganan tulangnya. Ia sempat menginap sampai 8 Oktober 2015. Pada minggu kedua November 2015 ia kembali dievakuasi ke RSSR Bandung untuk melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Berdasarkan kapasitas hasil pemeriksaan RMI, tim medis RSHS Bandung memutuskan untuk mengambil tindakan operasi tulang yang akan dilaksanakan pada bulan Januari 2016. Senin 18 Januari 2016 keluarganya memberi tahu kurir #SR bahwa Pak Agus harus ke RSHS Bandung untuk diagnosa RMI pada Kamis, 21 Januari 2016. Pak Agus kemudian dievakuasi dari rumahnya ke RSSR Bandung pada Rabu 20 Januari 2016. Alhamdulillah decobitus di tulang belakangnya mulai mengering. Masih ada tahapan medis yang harus ia jalani, yaitu operasi tulang belakangnya. Pada bulan Maret 2016 ia harus melakukan pemeriksaan pra-operasi di RSHS Bandung. Pada bulan itu bersyukur #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Luka besar di punggungnya mulai berangsur sembuh. Tak ada lagi nanah dan bau menyengat. Akan tetapi, karena Pak Agus bersedia menjalani operasi tulang ekornya, maka pada bulan Juni dan Juli 2016 kurir #SR membawanya periksa ke RSHS Bandung sambil menunggu panggilan masuk ruang rawat inap. Sejak 8 Juli 2016 ia bahkan tinggal di RSSR Bandung didampingi anaknya. Ikhtiar untuk kesembuhan Pak Agus masih cukup lama. Pak Agus dan keluarganya masih membutuhkan bantuan, selain motivasi dan dukungan. Allhamdulillah pada akhir Juli 2016 Pak Agus dipanggil masuk ruaangan rawat inap sebelum dilakukan tindakan operasi bedah plastik dan operasi tulang belakang. Tindakan operasi yang dilaksanakan pada …… alhamdulillah lancar. Pascaoperasi Pak Agus harus menjalani kontrol dua minggu sekali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Kini kondisinya amat menggembirakan. Ia sudah mulai bisa duduk. Mekipu demikian, ia masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk melanjutkan ikhtiar sehatnya sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada ahir Agustus 2016 kembali #SR memberinya santunan lanjutan. Bantuan yang ia terima di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi selama berobat, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 867.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda  @hapsarigendhis

Pak agus menderita Lumpuh

Pak agus menderita Lumpuh


ZAHRA BINTI MUBARAK (55, Kanker Payudara). Alamat: Jalan Kalijaga Gg. Pelita RT 02/09, Kelurahan Pegambiran, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sejak 2 tahun lalu, Ibu Zahra didiagnosa menderita penyakit kanker payudara. Dokter dari RS Gunung Jati – tempat Ibu Zahra menjalani pengobatan- menyatakan bahwa Ibu Zahra menderita kanker payudara stadium 4. Pada tahun 2014, Ibu Zahra sudah menjalani tindakan operasi sebanyak dua kali. Namun malangnya, kondisi Ibu Zahra tak kunjung membaik, justru kanker ganasnya semakin menyebar ke ketiak bagian depan dan belakang serta merembet ke bagian leher. Karena tak kuat menahan rasa sakit, Ibu Zahra kembali menjalani pengobatan ke RS Gunung Jati dan dokter merujuk beliau untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung secepatnya. Saat ini Ibu Zahra tinggal bersama adiknya, dan sang adiklah yang selama ini menemani beliau berikhtiar untuk kesembuhannya. Sang suami yang sudah berusia lanjut dan kondisinya yang sering sakit-sakitan, tak mungkin lagi menemani Ibu Zahra dalam menjalani pengobatan. Bahkan suaminya pun tidak memiliki penghasilan lagi karena sudah tidak kuat bekerja, padahal ia masih memiliki tanggungan dua orang anak dan istrinya (Ibu Zahra) yang sedang sakit. Selama pengobatan, Ibu Zahra hanya mengandalkan kartu BPJS Kesehatan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Zahra. Atas kepedulian dan empati dari #Sedekaholics, santunan pun disampaikan kurir #SR kepada Ibu Zahra untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.. Semoga Ibu Zahra segera diberi kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 21 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @Heni­_Nuraini @suniah

Bu zahra menderita Kanker Payudara

Bu zahra menderita Kanker Payudara


YUYUN SRI WAHYUNI (35, Kanker Payudara). Alamat: Jalan Gunung Malabar 1 D.22 No.242, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Perumnas, Kota Cirebon, Provini Jawa Barat. Sudah 3 tahun, Ibu Yuyun harus berjuang melawan penyakit kanker payudara yang dideritanya. Selama sakit, Ibu Yuyun menjalani pengobatan awal di rumah sakit di Cirebon. Karena harus menjalani tindakan operasi, beliau kemudian menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung. Sambil menunggu jadwal operasi, Ibu Yuyun harus menjalani kemoterapi setiap dua minggu sekali, sebanyak 22 kali. Pada tahun 2015, Ibu Yuyun sudah menjalani dua kali kemoterapi, namun beliau masih belum mendapatkan kepastian jadwal operasi. Padahal saat itu, kondisi penyakitnya kian bertambah parah dan kankernya semakin menyebar. Tindakan kemoterapi yang sempat dijalaninya pun belum memberikan efek yang berarti untuk kesembuhannya. Akhirnya, Ibu Yuyun menjalani operasi pengangkatan payudara di RS Gunung Jati, Cirebon karena sudah tidak kuat lagi menahan sakit yang luar biasa. Namun malang tak dapat ditolak, pasca operasi pengangkatan satu payudaranya, kanker yang diderita Ibu Yuyun justru semakin menyebar ke seluruh dada dan sebagian punggungnya. Ibu Yuyun pun kembali berikhtiar menjalani kemoterapi dan harus bolak-balik Cirebon-Bandung tiga kali seminggu. Saat ini, kondisi Ibu Yuyun sudah semakin parah. Sebelumnya Ibu Yuyun masih bisa duduk; sekarang beliau hanya bisa berbaring lemah di tempat tidurnya. Bersyukur, cerita dhuafa ini sampai kepada kurir #SedekahRombongan. Kepada kurir #SR, Ibu Yuyun mengungkapkan harapannya agar membantunya dalam hal transportasi dan mencarikan jadwal operasi. Selama berikhtiar menjalani pengobatan, Bapak Rosi (suami Ibu Yuyun) bekerja keras banting tulang dan pinjam sana-sini untuk mengusahakan kesembuhan sang istri. Mereka termasuk dhuafa yang layak dibantu. Alhamdulillah, titipan langit melalui #sedekaholics telah disampaikan kepada mereka untuk membantu meringankan beban Ibu Yuyun dan keluarganya. Bantuan ini digunakan untuk biaya pengobatan dan biaya transportasi.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @Heni­_Nuraini @suniah

Bu yuyun menderita Kanker Payudara

Bu yuyun menderita Kanker Payudara


SABRINA ADIBATUL FITRIA (3, Hydrochepalus). Alamat : Kp. Pulo RT.5/3 Desa Sukakarya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sabrina lahir pada tanggal 13 Agustus 2013 lalu. Saat dilahirkan, Sabrina terlihat sehat seperti bayi baru lahir pada umumnya. Setelah Sabrina berusia 2  minggu mulai terjadi pada perubahan fisiknya. Kepalanya terlihat mulai membesar dan membuat orantuanya kebingungan, hingga kemudian mereka membawa Sabrina  berobat.  Karena ukuran kepala Sabrina terlihat semakin lama semakin membesar dan tumbuh kembangnya terganggu, orangtua Sabrina membawanya berobat ke RS Mitra Keluarga saat Sabrina berusia 1 tahun. Namun,  karena keterbatasan biaya orang tua Sabrina memutuskan untuk menghentikan pengobatan. Orang tua Sabrina hanya bisa pasrah dan berharap ada donatur yang berbaik hati mau membantu membiayai pengobatan anak mereka. Ayahnya, Pak Jumhari (41) adalah seorang buruh pabrik, sedangkan ibunya, Siti Romlah (38) ibu rumah tangga. Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dengan tubuh yang kurus kering terbaring di rumahnya. Saat kontrol ke Poli Gizi seminggu yang lalu, akhirnya Sabrina harus dirawat agar berat badannya bertambah. Selama menjalani perawatan ada obat yang harus beli di Apotik luar rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan santunan lanjutan untuk membeli obat dan bekal selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 877. Semoga santunan ini dapat membantu meringankan beban orang tua Sabrina. Mohon doa terbaik untuk Sabrina kecil, semoga Allah memberikan kesembuhan kepada Sabrina.  Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Emma Hermawati @hapsarigendhis

Sabrina menderita Hydrochepalus

Sabrina menderita Hydrochepalus


AGUS SUWANDI (55, Tumor Otak). Alamat : Kp. Rawa Lintah RT.4/3, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pertengahan bulan Maret 2016, saat Pak Agus sedang di tempat kerja ia mengaalami kejang-kejang dan lemas. Upaya keluarga hanya membawa Pak Agus ke pengobatan alternatif karena tidak ada biaya. Namun hingga saat ini tidak ada perkembangan yang baik sehingga membuat keluarga mulai putus asa. Sebenarnya Pak Agus memiliki Kartu BPJS Kesehatan yang preminya sudah tidak dibayar selama 2 tahun terakhir. Sebagai seorang kepala keluarga, Pak Agus bekerja sebagai juru parkir untuk memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya. Semenjak ia sakit, sudah tidak ada penghasilan lagi sehingga membuat perekonomian keluarga ini terpuruk. Istri Pak Agus, Bu Yanti (45) sudah 3 tahun tidak dapat melihat karena penyakit glukoma yang dideritanya. Sudah 1 minggu lamanya Pak Agus menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi, bahkan sebelumnya sempat dirawat di Ruang ICU. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk membayar iuran BPJS dan bekal selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 861. Semoga Pak Agus cepat membaik dan dapat beraktivitas kembali. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Mamat Maksudi

Pak agus menderita Tumor Otak

Pak agus menderita Tumor Otak


MUHAMMAD AZMIL (4, Hypotiroid). Alamat : Kp. Gaga RT.3/3, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Muhammad Azmil atau yang biasa dipanggil Azmil ini sejak lahir memang sudah mengalami gangguan fisik.  Perutnya terlihat membuncit dan terkadang ia mual dan  muntah. Azmil sering mengalami kejang dan  tubuh membiru serta kesulitan bernafas.  Hingga usia 3 tahun saat ini, ia belum dapat berjalan. Pada pertengahan Bulan Oktober 2015, kondisil kesehatan Azmil memburuk dan sempat dibawa ke  rumah sakit di Karawang. Ia menjalani rawat inap selama 9 hari dan setelah pulang, ia harus kontrol ke rumah sakit tersebut 1 minggu kemudian. Ayahnya, Pak Muhaimin (55) seorang pedagang makanan keliling di kampungnya. Penghasilannya yang tidak seberapa membuat mereka kebingungan ketika harus membawa Azmil untuk berobat. Sedangkan Ibunya, Bu Siti Khadijah (50) seorang ibu rumah tangga. Tanggal 18 Agustus, Azmil sudah diperbolehkan pulang setelah 4 hari dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi, namun ia wajib menjalani kontrol ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama Azmil menjalani kontrol ke RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Via Nah Jaronah @hapsarigendhis

Azmil menderita Hypotiroid

Azmil menderita Hypotiroid


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Servis dan Perawatan). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan biaya servis dan perawatan bulan Agustus 2016. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Samsudin

Biaya Servis dan Perawatan

Biaya Servis dan Perawatan


SILVA NADILA (2.5, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Pulo Nangka 1 RT. 8/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kabupaten Jakarta Barat, DKI Jakarta. Silva biasa bocah ini disapa, saat usianya menginjak sepuluh bulan terdapat tanda pembesaran kepala dan pernah mengalami demam tinggi. Karena khawatir orang tua Silva membawa Silva ke RS Royal Taruma, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan Hydrocepalus. Pihak dokter menyarankan jika sebaiknya Silva segera dilakukan operasi untuk pemasangan VP Shunt. Alhamdulillah setelah dilakukan tindakan operasi lingkar kepala Silva tidak bertambah besar. Tetapi Silva kecil masih terlihat lemas dan lunglai, belum bisa mengankat kepalanya. Tapi orang tua Silva, bapak Sanajaya (43) dan ibu Sarni (33) tidak patah semangat untuk berjuang mencari kesembuhan putri pertamanya ini. Bapak Sana sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut di sebuah pergudangan dengan penghasilan yang pas-pasan, sementara ibu Sarni sebagai ibu rumah tangga. Kadang bapak Sana bingung jika tiba jadwal kontrol tapi tidak ada biaya, dengan sangat terpaksa mereka harus merelakan satu kesempatan melihat anaknya sembuh. Alhamdulillah, ditengah kondisi itu #kurirSR dipertemukan dengan mereka dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari buat Silva. Saat ini Silva masih harus menjalani fisioterapi setiap seminggu sekali di RS Royal Taruma. Semoga apa yang telah diusahakan oleh orang tua Silva nantinya akan berbuah manis, ya Silva sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 23 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri via Ryan

Silva menderita Hydrocepalus

Silva menderita Hydrocepalus


SYAKILA CHOIRUNNISA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Hutan Jati RT. 4/11 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Syakila adalah putri kedua dari pasangan bapak Sultoni (33) dan ibu Sumiyati (34). Syakila terlahir beda dengan bayi pada umumnya, yaitu ada pembesaran kepala. Saat ibu Sumiyati mengandung, sebenarnya sudah terdeteksi adanya virus tokso pada janin Syakila. Dokter sempat memberikan obat supaya virus itu mati, tapi yang terjadi virus malah berkembang. Sampai saat usia kandungan 9 bulan, Syakila harus terlahir dengan kondisi kepala yang besar (Hydrocepalus). Saat itu, dokter menganjurkan untuk operasi pemasangan VP Shunt jika usia Syakila sudah menginjak 3 bulan. Tapi, karena masalah internal operasi itu tidak kunjung dilakukan. Sampai saat usia Syakila menginjak 6 bulan, pihak rumah sakit menyarankan supaya Syakila dirujuk ke RSCM. Alhamdulillah, di RSCM Syakila langsung bisa dilakukan pemasangan VP Shunt, kondisinya juga baik. Beberapa bulan paska menjalani operasi, kadang Syakila mengalami kejang dan keluar busa dari mulutnya. Syakila kecil harusnya berobat rutin ke rumah sakit setiap seminggu sekali, tapi karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung akhirnya pengobatan dialihkan ke RSUD terdekat itupun tidak dilakukan secara rutin.  Bapal Sultoni sehari-hari bekerja sebagai karyajwan swasta tapi gaji yang diterimanya tidak cukup jika harius dipakai untuk bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan masih untuk membeli susu dan pampers untuk anak kembarnya yang masih berusia 8 bulan (kakak Syakila). Sementara ibu Sumiyati dirumah mengurus ketiga putri kecilnya. Kadang jika waktunya kontrol tapi tidak mempunyai ongkos, orang tua Asykila harus meminjam ke tetangganya atau rela tidak berangkat le rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan orang tua Asykila berikhtiar mencari kesembuhan untuk putrinya, Allah menuntun langkah #kurirSR untuk bertemu dengan mereka. Bantuan awal untuk biaya akomodasi dan keperluan Asykila telah disampaikan, semoga ini akan sedikit banyak membantu mengurangi beban orang tua Asykila.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 23 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri via Ryan Mita

Syakila menderita Hydrocepalus

Syakila menderita Hydrocepalus


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta, tepatnya di Jl. Kenari II Inspeksi Kali Ciliwung RT. 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM kita mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-hari RRSR menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik untuk 3 rumah singgah dan beberapa kamar kos yang kita sewa. Saat ini pasien yang ada di 3 RSSR berjumlah 15 orang pasien ditambah keluarga yang mendampingi. Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik, Operasional bulan September 2016 di RSSR Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 877. Semoga pasien-pasien yang sedang berjuang kesembuhan diberi kelancaran dalam proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 14.500.000,-
Tanggal: 24 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anies @untaririri

Bantuan operasional makan dan kebutuhan sehari-hari RRSR

Bantuan operasional makan dan kebutuhan sehari-hari RRSR


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT. 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rahabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke RS. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya membayar kontrakan dan biaya transport setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 869. Kini Rahma kecil masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik RSCM. Keluarga Rahma juga menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Rahma menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis

Rahma menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT. 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38)  Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk biaya akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 869. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Aldi menderita Cerebral Palsy

Aldi menderita Cerebral Palsy


MUH. RIZKI (5, Rabdomiosarcoma) Alamat: Kampung Pabuaran RT. 1/5, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sungguh menyedihkan nasib Rizki, bocah yang sejak kecil sudah menderita Rabdomiosarcoma. Saat itu mata sebelah kirinya menonjol keluar. Melihat kondisi anaknya yang sepeti ini, orang tua Rizki sempat bingung harus bagaimana karena jika berobat pasti akan berlangsung lama sementara bayangan tentang biaya terus menghantuinya. Ibunya, Siti Solihat (39) menyatakan kesulitan yang mereka hadapi dimana mempunyai tanggungan 5 anak semuanya masih kecil-kecil. Ayahnya, Acang (41) adalah seorang supir truk pengangkut pasir. Dengan keyakinan dan harapannya akan kesembuhan Rizki, orang tua Rizki memutuskan untuk membawa Rizki berobat ke Jakarta. Karena saat itu, Rumah Sakit Daerah tempatnya berobat tidak dapat menangani penyakitnya. Ditengah proses pengobatan yang dijalani Rizki, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Melihat semangat Rizki yang ingin sembuh begitu luar biasa, kami merasa bertanggung jawab untuk membantunya. Bantuan lanjutan untuk biaya hidup selama Rizki menjalani pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebeumnya masuk Rombongan 861. Kini Rizki kecil masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM Kirana setiap sebulan seklai. Semoga proses pengobatan yang dijalani Rizki akan menuntunnya menuju kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anis @untaririri

Rizki menderita Rabdomiosarcoma

Rizki menderita Rabdomiosarcoma


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT. 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 878. Kini Alzena sedang menjalani kontrol rutin ke RSCM Jakarta, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal: 24 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefuddin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Alzena menderita Gizi Buruk

Alzena menderita Gizi Buruk


RENDRA MITRA (8, Syndrom Von Willebrand). Alamat: Jln. Budi Mulya RT. 11/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Rendra bocah kecil yang saat ini duduk dibangku Sekolah Dasar ini telah mengidap Leukimia sejak tujuh bulan lalu. Karena penyakit yang diderita ini, Rendra harus berobat rutin ke rumah sakit, dengan bekal seadanya orangtua Rendra mencoba membawa Rendra ke RSCM dengan memanfaatkan fasilitas KJS. Ayahnya Nana (29) sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek motor dan ibunya Ita (26) ibu rumah tangga, terpaksa meninggalkan pekerjaanya sementara menunggu buah hatinya berobat di RSCM. Keluarga dengan jumlah tanggungan tiga orang anak ini merasa keberatan untuk biaya transportasi bolak-balik berobat ke RSCM, mengingat untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan kepada Rendra Mitra untuk biaya transportasi selama rawat jalan di RSCM Jakarta setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 873. Kini Rendra masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM. Semoga pengobatan yang ditempuh Rendra dilancarkan dan diberikan kesembuhan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan

Rendra menderita Syndrom Von Willebrand

Rendra menderita Syndrom Von Willebrand


RIZA SAPUTRI (16, Sinoviosarkoma). Alamat : Ds. Teluk Kandai RT. 1/1, Kelurahan Teluk Kandai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Gadis manis yang akrab disapa Riza ini adalah siswi kelas 2 SMP yang telah cuti selama 6 bulan karena harus menjalani proses pengobatan yang panjang. Bermula pada bulan Juli 2015 silam, di paha sebelah kanan Riza terdapat benjolan sebesar telur ayam, beberapa bulan sebelumnya sudah ada tapi Riza tidak berani mengatakan kepada orang tuanya. Sejak saat itu, orang tua Riza membawa Riza berobat ke RS. San Sani, tapi pihak dokter tidak mengetahui diagnosa pasti dari sakit yang diderita Riza. Tidak puas berobat di rumah sakit tersebut, orang tua Riza kemudian membawa Riza berobat ke RS. Eka Hospital, disana dokter mengatakan jika Riza menderita Tumor Jinak, tapi karena keterbatasan alat akhirnya pihak rumah sakit merujuk Riza ke RS. Arifin Ahmad Pekan Baru. Di RS. Arifin Ahmad, Riza langsung dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada bulan November 2015, Riza bersama dengan kedua orangtuanya berangkat ke Jakarta untuk berikhtiar mencari kesembuhan. Di RSCM Riza langsung mendapat penanganan medis, setelah menjalani beberapa pemeriksaan, bulan Desember 2015, Riza dilakukan tindakan biopsi dan dari hasil biopsi tersebut dokter mengatakan jika Riza menderita Sinoviosarkoma. Setelah dilakukan tindakan biopsi, benjolan di paha Riza sempat membesar. Selama ini pengobatan yang dijalani adalah pemberian kemoterapi. Nanti untuk tindak lanjutnya akan dilakukan tindakan pengangkatan tumor jika respon pemberian terapi posistif. Hampir Selama 10 bulan Riza dan kedua orang tuanya berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan tentu bukan menjadi hal yang mudah. Sebelum ke Jakarta ayah Riza, bapak Syafrizal (43) adalah seorang petani kebun dan ibunya, ibu Santi (38) sehari- hari menjadi ibu rumah tangga biasa. selama di Jakarta bapak Syafrizal tidak bisa berkebun lagi, untuk kebutuhan sehari-hari selama di Jakarta harus berhemat. Alhamdulillah Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga ini dan kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan selama di rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 873. Saat ini Riza menjalani rawat jalan dua kali seminggu di Poli Bedah Anak di RSCM Kiara untuk dilakukan tindakan kemoterapi. Riza dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Riza juga meminta doa dari #SahabatSR semoga jalan dia untuk mencari kesembuhan diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @cahyani_eka @untaririri

Riza menderita Sinoviosarkoma

Riza menderita Sinoviosarkoma


EVA SURYATI (34, Tumor Mata). Alamat: Jl. Budimulia RT. 4/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan berlalu lintas menggunakan sepeda motor yang mengakibatkan ibu Eva mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Kini mata kanan ibu Eva  sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan ke rumah sakit.  Ibu Eva, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Meningitis dan Retinaglauma. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan,  namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 873. Saat ini ibu Eva sedang menunggu jadwal operasi matanya di RSCM Jakarta. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anis @untaririri

Ibu eva menderita Tumor Mata

Ibu eva menderita Tumor Mata


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT. 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan  Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk  pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 869. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anies @anasaramadhan @untaririri

Dalem menderita Down Syndrome dan Jantung Bocor

Dalem menderita Down Syndrome dan Jantung Bocor


SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Jadi Ibu Sunarmi harus bisa merelakan untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 873. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena denganbantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @anasaramadhan

Ibu sunarmi menderita Stroma Nodosa

Ibu sunarmi menderita Stroma Nodosa


TRI BUDIANTORO (40, TBC MDR). Alamat: Jl. Budimulia RT. 8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Tri Budiantoro sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami pemuda lajang ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, Bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi  Bapak Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD Bapak Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini Bapak Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 869. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat, tapi Bapak Tri Budiantoro harus tetap menjalani proses panjang pengobatan tersebut. Sampai saat ini Bapak Tri Budiantoro masih terus menjalani kontrol rutin ke RS Persahabatan Jakarta, karena obat yang diminum sekarang tidak boleh putus. Semoga apa yang telah dilakukan Bapak Tri Budiantoro akan memberikan kesembuhan nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Ibu tri menderita TBC MDR

Ibu tri menderita TBC MDR


ENI SUHENI (51, Tumor Payudara). Alamat : Jl. Budimulia RT.10/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Eni Suheni atau yang akrab disapa Ibu Eni, sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci. Ibu Eni sudah 4 tahun ini menderita Tumor Payudara. Gejala awal yang  dirasakannya ada benjolan kecil dan sakit jika disentuh pada payudaranya. Pengobatan pertama dilakukan di Puskesmas terdekat dan dari Puskesmas Ibu Eni kemudian dirujuk ke RSUD Sukmul Jakarta Utara, namun karna keterbatasan peralatan di RSUD tersebut, Ibu Eni kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RS Husada Jakarta Pusat. Operasi pengangkatan tumor pernah dilakukannya 3 tahun yang lalu di RSUD Koja Jakarta Utara, namun karna kehidupan yang miskin dan keterbatasan biaya pasca operasi Ibu Eni tidak pernah melakukan kontrol rutin dan melanjutkan pengobatannya, sehingga tumor pada payudaranyapun tumbuh kembali. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Eni, bantuan lanjutan kembali kami sampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 878. Kini Ibu Eni masih harus menjalani kemoterapi dan  kontrol rutin di RSUD Koja. Semoga pengobatannya dimudahkan dan ibu Eni Suheni diberikan kesembuhan, Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Ibu eni menderita Tumor Payudara

Ibu eni menderita Tumor Payudara


SITI MALIHATUN (14. Tumor di kaki kiri). Alamat : Kampung Alanglanang RT.8/4 Desa Sukadana, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Siti adalah oanghilan wehari-harinya. Dia anak kelima yang terlahir dari pasangan suami-istri, Pak Warim (55) dan Bu Toyibah (50). Ayahnya tidak punya pekerjaan tetap, selain sebagai buruh tani dan kerja serabutan. Ibunya hanya mejalani tugas sebagai ibu rumah tangga. Saat bertemu mereka dalam kebingungan di RSHS Bandung, kurir #SR sudah menduga bahwa Siti dan keluarganya termasuk dhuafa yang berhak mendapatkan dukungan dan bantuan untuk menjalani kehidupan yang layak. Apalagi, anak bungsu mereka kini menderita penyakit serius yang tak pernah terlintas di pikiran mereka. Menurut penuturan bapaknya, setahun yang lalu, tepatnya pada awal Juli  2015, Siti merasakan ada perbedaan di lutut kaki kirinya. Ada benjolan yang terasa mengganggu. Seiring perjalanan waktu, benjolannya semakin membesar. Berbagai upaya pengobatan mereka lakukan, termasuk berobat ke alternatif. Menggunakan jaminan KIS, mereka juga memeriksakan Siti ke Puskesmas Cilamaya, Puskesmas Sukadana, bahkan RSUD Karya Husada. Pada bulan Maret 2016, tim medis rumah sakit daerah kemudian merujuk pemeriksaannya ke RSHS Bandung. Pada bulan Juni 2016 ia sempat terjatuh dan memperparah kondisi kakinya. Siswa kelas 2 SLTP itu kini tak bisa berjalan sama sekali.  Saat bertemu di RSHS, Siti sedang terbaring sambil menangis. Tahapan pemeriksaan Siti masih lama sedangkan bekal untuk biaya berobat sudah habis. Dengan bsntuan parandermawan, Siti dan keluarganya kemudian dievakuasi menggunakan MTSR ke RSSR Bandung untuk melanjutkan pengobatan yang hampir mereka tunda. Dengan empati sedekaholics juga kurir #SR dapat menyampaikan bantuan untuk Siti dan keluarganya. Santun awal yang disampaikan di RSSR Bandung ini digunakan untuk ongkos pulang bapaknya, biaya akomodasi, ebeli obat, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Siti menderita Tumor di kaki kiri

Siti menderita Tumor di kaki kiri


TUGIYO AHMAD DALHAR (75,  JANTUNG LEMAH, INSOMNIA, GLUKOMA) Alamat Ngentak larangan RT 3 / RW10 Kelurahan Gelangan Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang Jawa Tengah. Pak Tugiyo mengalami sakit Lemah Jantung sudah sekitar 30 Tahun yang lalu. Selain itu pak Tugiyo juga mengalami insomnia sejak 6 tahun lalu yang mengakibatkan tidak bisa beraktifitas secara normal. Pak Tugiyo hidup bersama istrinya (JUMIYATI, 56 Tahun) yang bekerja sebagai buruh serabutan untuk mencukupi kebutuhan hidup, dan memiliki seorang anak yang masih menjadi tanggungan. Saat ini pak Tugiyo tinggal dirumah kontrakan bersama istri dan anaknya. Sakit
Insomnia ini mengharuskan sebulan sekali kontrol ke apotik kedu dan untuk Jantung Lemah kontrol ke Dokter spesialis di RST Magelang. Kondisi ini mengharuskan pak Tugiyo rutin membeli obat setiap 10 hari sekali demi berusaha menyembuhkan penyakitnya. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga pak Tugiyo untuk memberikan bantuan untuk biaya kontrol dan membeli obat secara rutin. Keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 23 April 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 agus herson

Pak tugiyo menderita JANTUNG LEMAH, INSOMNIA, GLUKOMA

Pak tugiyo menderita JANTUNG LEMAH, INSOMNIA, GLUKOMA


AHMAD FARHAN (14, beasiswa) Alamat Tempurejo RT 01/RW 02 Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dik Farhan sekolah di SMP negeri 2 Bandongan Magelang, setiap hari berangkat sekolah dari rumahnya berjalan kaki bersama teman-temannya karena jarak dari rumah ke sekolah tidak begitu jauh. Farhan adalah anak dari bapak Mahfud Sutopo (38) bekerja sebagai penjaga sekolah dasar yang statusnya masih honorer dengan gaji Rp.400.000,-  ibunya sudah meninggal.
Alhamdulillah  #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga dik Ahmad Farhan untuk turut serta berpartisipasi membantu biaya pendidikan dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan membeli perlengkapan sekolah. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada teman- teman #Sedekah Rombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 April 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @Sigit Purnomo

Bantuan biaya pendidikan dan untuk membeli perlengkapan sekolah.

Bantuan biaya pendidikan dan untuk membeli perlengkapan sekolah.


YAUDIN (35, Patah tulang) Alamat Dusun Tlogopucang Selatan, RT 2 / RW 4 Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Pak Yaudin begitu disapa di desanya adalah seorang buruh tani di Desanya, awal mula derita Pak Yaudin ini dimulai saat beliau sedang mencari kayu di bulan Februari dengan memanjat pohon, tak di sangka kayu yang diinjak licin dan patah sehingga Pak Yaudin terjatuh dari pohon sekitar 4 meter. Saat itu langsung di bawa ke PUSKESMAS dan langsung mendapat rujukan ke RSUD Temanggung. RSUD langsung memberikan penanganan dengan cara di operasi. Saat ini beliau masih dalam penyembuhan di rumah dengan kontrol ke RSUD Temanggung. Namun bekas operasi belum kering dan masih mengeluarkan air sehingga kakinya belum bisa digerakkan. Pak Yaudin yang merupakan tulang punggung keluarga sekarang belum bisa bekerja sehingga Istrinya Titik (45) yang berjuang mencari nafkah meski hasilnya tidak seberapa. Saat itu #SedekahRombongan dapat bersilaturahi ke rumahnya sehingga bisa melihat secara langsung kehidupan keluarga ini. Alhamdulilah #SedekahRombongan di pertemukan dengan keluarga pak Yaudin, untuk berbagi dan membantu meringankan beban keluarga ini dengan memberikan bantuan dari #Sedekaholics yang dipergunakan untuk biaya kontrol ke RSUD Temanggung dan membeli obat yang tidak diberikan Dokter. Keluarga sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan mudah mudahan bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 6 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @gusdurholics

Pak yaudin menderita Patah tulang

Pak yaudin menderita Patah tulang


SAMINAH (32, Duafa ) alamat Dusun Ngadisalam RT 02 RW 16, Desa Gunungpring,  Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang,  Propinsi Jawa Tengah. Bu Sam begitu di panggil adalah termasuk keluarga Rumah Tangga Miskin (RTM). Suaminya Pak Supri (35) adalah seorang buruh bangunan yang hanya bekerja jika ada orang yang membutuhkan, sehingga untuk tinggalnya pun mereka hanya menempel dengan bangunan milik saudaranya. Kondisi Ini diperparah dengan kondisi rumah yang sangat jauh dari layak. Banyak orang yang berharap hujan segera tiba saat itu, namun dalam hati keluarga ini berdoa  agar jangan hujan ini dikarenakan jika hujan datang atap rumahnya akan bocor dan dinding dari kayu tersebut akan mudah keropos. Saat ini keluarga ini hanya bisa pasrah dan berdoa agar mendapat bantuan, karena mereka juga masih mempunyai anak anak yang masih sekolah sehingga untuk membenahi atap rumahnya sangat kesulitan sementara pekerjaan suaminya juga tidak menentu. Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan  #Sedekah Rombongan dengan Ibu Sam untuk turut serta berpartisipasi membantu meringankan beban keluarga dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya di perbaikan rumah. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal Penyampaian : 25 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @masdodo_1983

Bantuan untuk biaya perbaikan rumah

Bantuan untuk biaya perbaikan rumah


MUHAMMAD MUJIB (25th, Patah Tulang) Alamat Dusun Gergunung  RT 02/RW 06, Desa Ambartawang, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Mujib begitu dikenal di kampungnya adalah petani muda yang memiliki Istri Rismawati (21, Ibu rumah tangga) dan belum mempunyai anak. Derita Mujib bermula pada tanggal 09 Februari 2016, saat itu Mujib diminta tolong oleh tetangganya untuk mengambilkan kelapa. Mujib pun menyetujui dan memanjat pohon kelapa yang memiliki ketinggian sekitar 11 meter itu. Namun daun kelapa yang menjadi pijakan dan karena licin Mujib terjatuh dari pohon kelapa tersebut. Saat itu langsung dibawa ke Puskesmas untuk memperoleh pertolongan dari Puskemsmas di sarankan untuk ke RSUD Magelang, dengan menggunakan JAMKESDA yang dimilikinya. Dari Dokter diketahui beliau mengalami Patah tulang dan disarankan untuk melakukan CT scan. Namun dengan kondisi rumah tangga miskin sehingga tidak bisa melakukan CTscan. Saat ini Mujib hanya tidur dirumah sampai teman #Sedekah rombongan datang untuk menjenguknya. Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan  #Sedekah Rombongan dengan pak Mujib untuk turut serta berpartisipasi membantu meringankan beban keluarga dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya di pengobatan. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyampain : 25 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP  @fathurrozaq82  @masdodo_1983

Pak mujib menderita Patah Tulang

Pak mujib menderita Patah Tulang


TRIMO PAWIRO ( 70, syncope dan konvulsi) alamat Trasan RT 003 RW 033 Desa Bringin Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Pak Trimo adalah suami dari Ny. Sriayem (65), Pak Trimo adalah tulang punggung keluarga dan bekerja sebagai petani. Pada pagi hari, tiba-tiba saja tanpa sebab Pak trimo pawiro kejang-kejang kemudian pingsan, oleh anaknya langsung dibawa ke perawat setempat. Setelah diperiksa oleh perawat disarankan untuk dibawa ke Rumah Sakit. Keluarga Pak trimo pawiro tidak terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan, sehingga merasa keberatan jika harus membawa pak trimo pawiro ke Rumah Sakit.
Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan  #Sedekah Rombongan dengan keluarga pak Trimo Pawiro untuk turut serta berpartisipasi membantu meringankan bebannya dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman-teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq @slametseto

Pak trimo menderita syncope dan konvulsi

Pak trimo menderita syncope dan konvulsi


INTAN AULIA PUTRI (11. Suspek : Kanker pada alat kelamin). Alamat: Gg. Sukaresmi RT.8/5 Kelurahan Cicaheum Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Panggilan sehari-harinya : Intan. Remaja cilik ini didiagnosa mengidap kanker langka pada kelaminnya. Pada usianya yang masih sangat muda dia diuji dengan penyakit. Saat anak lain seusianya menikmati masa bertumbuh dan bersosialisasi dengan kawan-kawannya, Intan hanya bisa terbaring lemah karena kanker langka yang dideritanya. Sejak usia Intan 2 tahun, kanker tersebut sudah tumbuh di dalam dirinya. Kedua orang tua Intan, Pak Otong (39) dan Ibu Novi (39) sempat membawanya berobat ke rumah sakit, juga diperiksakan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Di RSUP ini bahkan ia sempat dioperasi, tetapi kedua orangtuanya harus menanggung cobaan lagi lantaran operasinya tidak membuahkan hasil yang diharapkan dan dianggap gagal: hingga saat ini kanker tersebut belum dapat diangkat. Sampai pada saat ini, kedua orang tua Intan masih mengikhtiarkan kesembuhan anak yang lucu itu dengan berobat jalan di RSHS meskipun belum sempat dilakukan operasi lagi. Dalam ikhtiarnya mengobati Intan, tak jarang orangtuanya harus meminjam uang karena ketidakmampuan ekonomi keluarga mereka. Orang tua Intan hanya pekerja biasa dengan gaji yang tak seberapa. Untuk biaya berobat mereka bisa mengandalkan SKTM agar bisa memeriksakan anaknya.  Tetapi untuk ongkos dan biaya akomodasi saat berobat selama ini sering kali diperoleh dari dari pinjaman ke tetangga. Itulah sebabnya hutang mereka semakin menumpuk. Intan butuh sekali untuk segera sembuh, agar dapat tumbuh sebaik anak lainnya dan melanjutkan sekolahnya lagi dengan baik. Penderitaan mereka akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi warga yang tergabung dalam Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Kiaracondong. Bersyukur kurir SR diberi kesempatan dapat bersilaturahmi dengan keluarga dhuafa ini, dan, dengan empati sedekaholics #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan awal yang digunakan biaya berobat Intan. Saat penyerarahan bantuan, Bapak Lurah Cicaheum ikut menyaksikan sambil mendoakan kesembuhan Intan. Sedekah ini tentu akan menjadi sesuatu yang sangat bernilai bagi Intan, dan sangat membantu dalam proses penyembuhannya. “Semoga Allah melipatgandakan balasan-Nya bagi kawan-kawan sedekaholic dan kurir #SedekahRombongan,’ doa orangtuanya saat kurir SR berpamitan dengan mereka.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @zainabsuzan

Intan menderita Kanker pada alat kelamin

Intan menderita Kanker pada alat kelamin


TINA AGUSTINA (37, Lumpuh). Alamat: Jl. Kebonjayanti RT 04 RW 13 Kelurahan Kebonjayant,i Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sebelas tahun yang lalu (tahun 2005), ketika itu Tina sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya. Tina biasa menggunakan kereta sebagai model transportasinya untuk bolak-balik rumah dan tempat kerjanya. Tina menuturkan kepada tim #SedekahRombongan yang menengok ke kediamannya beberapa hari lalu bahwa pada tahun 2005 ia terjatuh dari kereta dan mengalami cedera yang sangat parah. Segera setelah kecelakaan tersebut Tina dibawa periksa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, dan didapatinya tulang punggung Tina patah. Seketika itu pihak Rumah Sakit pun langsung melakukan tindakan operasi dan memasangkan pen di punggung Tina. Seelah peristiwa memilukan itu, kehidupan Tina berubah 180 derajat. Kini Tina mengalami kelumpuhan pada kakinya dan akibat kelumpuhan tersebut jari-jari kakinya pun merapat disertai dengan rasa seperti terbakar pada kulit kakinya. Penderitaannya bertambah saat pen yang dipasangkan dokter pada tahun 2005 silam tidak bisa dibuka hingga kini, yang mengakibatkan Tina harus menanggung sakit yang luar biasa, bahkan hingga membuatnya menjerit dan menangis. Pihak keluarga sebetulnya sudah sempat membawa Tina ke RSHS lagi untuk melepaskan pen tersebut, namun para dokter mengaku tidak sanggup; pihak keluarga dan Tina pun tidak mengerti apa penyebab pin tidak bisa dilepas, dan belum ada penindakan lebih lanjutan untuk hal tersebut dari pihak rumah sakit. Hari-hari Tina kini dihabiskan di tempat tidur saja, bahkan untuk buang air pun sudah tidak lagi sanggup ke kamar mandi, sehingga dipasangkan kateter agar lebih memudahkan. Bertahun-tahuh  Tina tidak lagi dibawa berobat ke rumah sakit, bukan tidak ingin, namun keuangan tidak mendukungnya untuk terus berobat langsung ke dokter. Pengobatan Tina yang masih bisa dilakukan kini hanya mengonsumsi Amoxilin sebagai pereda rasa nyeri jika sakitnya sedang meradang. Tina sangat membutuhkan bantuan agar bisa berobat dan langsung ditangani oleh dokter ahli, dan Tina pun sangat perlu untuk rutin membeli kateter, obat dan juga pampers. Tina membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah dengan izin Allah Swt, kurir #SRSedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan awal dari sedekaholic yang digunakan untuk biaya berobat Tina. Saat penyerahan bantuan, Lurah Cicaheum dan kelompok warga yang tergabung dalam PSM Kiaracodong ikut menyaksikan. “Teima kasih. Semoga Allah akan melipatgandakan balasan-Nya bagi kawan-kawan sedekaholic #SedekahRombongan yang sudah membantu warga kami,” doa Pak Lurah.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Ibu tina menderita Lumpuh

Ibu tina menderita Lumpuh


IRVAN TUGU SYUHADA (24. Kecelakaan Tunggal). Alamat : Ciseureuh RT.4/7 Kelurahan  Ciseureuh, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Povinsi Jawa Barat. Nama pangilannya Irvan. Dia adalah anak bungsu pasangan Bapak Moh. Deli Sanjaya dan Ibu Yuli Yunani; keduanya sudah lama meninggal dunia. Mahasiswa yang gigih bekerja dan mencari ilmu ini tinggal bersama kakak perempuannya. Kurir #SedekahRombngan di Bandung bertemu dengan Irvan ketika ia dan keluarganya dikabarkan sempat bingung melanjutkan biaya pengobatan Irvan setelah mengalami kecelakaan tunggal sepulang kuliah di Jalan Buah Batu Kota Bandung pada tanggal 14 Agustus 2016. Apa pasal? Irvan rupanya tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Biaya rumah sakit saat ia dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bandung mereka peroleh dari pinjaman. Saat itu Irvan didaftarkan sebagai ‘pasien umum”. Klaim kecelakaan ke jasaraharja pun urang dilakukan karena kecelakaan yang dialaminya termasuk kecelakaan tunggal yang tidak mendapatkan jaminan. Mereka kebingungan untuk melanjutkan ikhtiar kesembuhan Irvan. Saat ditemui di rumahnya, Irvan juga sempat menyampaikan harapannya untuk terus berobat sampai sembuh dan bisa segera menamatkan kuliahnya. Alhamdulillah dengan empati sedekaholics, #SR dapat membuka harapan pemuda mandiri itu dengan memberinya santunan awal untuk Irvan. Bantun yang diterima Irvan dan kakaknya ini digunakan untuk biaya pembuatan BPJS Kelas 3 dan biaya membeli obat.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bantuan untuk biaya pembuatan BPJS Kelas 3 dan biaya membeli obat.

Bantuan untuk biaya pembuatan BPJS Kelas 3 dan biaya membeli obat.


REYTA ANGGRAENI PUTRI (14. Penggumpalan darah di rahim/Penyempitan selaput dara). Alamat : Kampung Sekeloa RT.6/9 Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehai-hari ia dipanggil Reyta. Ia adalah anak tunggal yang terlahir dari pernikahan Pak Tendi Supriadi (38) dengan Bu Nenden S (47).  Anak yang tengah menginjak remaja dan sedang giat belajar ini terpaksa harus berhenti sekoah selama beberapa bulan karena ia kerap mengalami sakit pada bagian kewanitaannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa dokter praktek dan Puskesmas, pada rahimnya ada penggumpalan darah, yang menghambat menstruasi secara alami. Akibat lainnnya, ia tak bisa kencing dan BAB dengan lancar. Tim medis Puskesmas dan dokter praktek telah menyarankan orang tua Reyta agar membawanya periksa ke rumah sakit. Akan tetapi karena tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun¸ orang tuanya kebingungan sehingga penanganan medisnya tertunda-tunda.  Kebingungan mereka ahirnya sampai beritanya kepada #SedekahRommbongan atas informasi kawan akrab PakTendi kepada kurir #SR di Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan Reyta dan keluarganya di rumah kontrkan dhuafa penyabar yang tengah diuji Allah Swt dengan penyakit. Alhamdulillah, dengan empati sedekahoics, kurir #SR dapat menyampaikan bantuan awal untuk Reyta yang digunakan untuk biaya pembuatan BPJS Kelas 3 yang langsung aktif dan biaya sehari-hari. Setelah Kartu BPJS. Reyta beres dan dapat digunakan, keesokan harinya Reyta langsung diperiksakan ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Soreang. Pada 24 Agustus 2016 alhamdulillah tim medis memutuskan untuk mempercepat penanganan medis untuk Reyta : operasi. Pada 25 Agustus 2016 oragn tua reyta mengabrkan bahwa Reytas sudah menjalani operasi dan berhasil. Ia harus rawat inap selama beberapa hari unuk pemulihan. Mudah-mudahan Reyta segera sembuh dan kembali bersekolah.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Reyta menderita Penggumpalan darah di rahim/Penyempitan selaput dara

Reyta menderita Penggumpalan darah di rahim/Penyempitan selaput dara


SAFA OCTAVIANI PUTRI (3. Diagnosa : Down Syndrome). Alamat : Jl. Pahlawan Sukaluyu I No. 22 RT.7/6 Kelurahan Cihaur Geulis, Kecamatan Cibeuying Kaler, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Safa bertemu dengan kurir #SedekahRombongan berkat informasi dari Ibu Heni, pegawai RSHS Bandung yang berempati atas apa yang dialami Safa dan keluarganya yang tergolong dhuafa. Sejak dilahirkan Safa mengalami kelainan bawaan yang dikenal dengan istilah Down Sindrome. Secara medis, kelainan ini cukup serius, yaitu suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Pertumbuhannya tidak normal seperti umumnya anak-anak. Ia mengalami kelainan genetika. Gejala penyakit ini pada Safa terlihat pada gejala yang tampak minimal dan melalui tanda yang khas. Penampilan fisiknya berbeda dengan penampian fisik umumnya anak-anak. Kedua orang tua dan keluarganya telah memeriksakan Safa, baik secara medis maupun nonmedis. Sayang sampai saat ini ia tidak memiliki jaminan kesehaan BPJS. Safa pernah dirawat di RSHS Bandung yang biayanya sampai saat ini belum terbayarkan (Sisa tagihannya kurang lebih Rp.5.500.000,-). Padahal samapai saat ini Safa harus terus menjalani  kontrol rutin ke RS Santo Yusuf dan RSHS Bandung. Saat bertemu dengan kurir #SR di RSHS Bandung, ibunya menyampaikan harapannya untuk dapat membayar tunggakan tagihan di RSHS Bandung dan kelanjutan ikhtiar sehatnya bagi Safa. Mereka termasuk mustahiq yang layak dibantu. Tempat tinggal mereka numpang rumah keluarga. Ayah Safa, Pak Andi Rusli (29) hanya buruh harian lepas yang penghasilannya tak menentu dan tak seberapa. Ibunya Rina Marlina (38) sehari-hari hanya disibukkan dengan urusan rumah tangga dan merawat kedua anak mereka. Harapan mereka alhamdulillah mendapatkan empati dari sedekaholis #SR dengan memberi mereka Bantuan Awal yang digunakan untuk membayar cicilan tagihan dari RSHS Bandung dan biaya pembuatan BPJS Kelas 3.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tangal : 22 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Safa menderita Down Syndrome

Safa menderita Down Syndrome


MTSR JAKARTA, (B 1409 SZJ, Pelunasan Leasing). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan atau dikenal dengan MTSR, yang selama ini mengiring pengkhidmatan #SedekahRombongan bagi para dhuafa antar jemput berobat. Dan juga berfungsi sebagai kendaraan pengantar jenazah bagi masyarakat umum yang membutuhkannya, maka dalam menjaga amanah tersebut serta kesiapan pelayanan operasional yang harus terus terjaga – #SR menyampaikan amanat donator yang memahami kegunaannya. Saat ini Jakarta telah memiliki 2 MTSR dan MTSR bernomor polisi B 1409 SZJ telah melakukan pelunasan leasingnya, MTSR akan terus menjelajah jalan mengantara para dhuafa berobat dan bagi para donator semoga Allah masukan ke dalam amal jariah dan digantikan rezekinya yang melimpah, Aamiin.

Biaya Pelunasan : Rp. 46.779.000,-
Tanggal: 1 Juli 2015.
Kurir : @ddsyaefudin  AsepBachrudin

Pelunasan Leasing

Pelunasan Leasing


MTSR JAKARTA, (B 1360 SZG, Pelunasan Leasing). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan atau dikenal dengan MTSR, yang selama ini mengiring pengkhidmatan #SedekahRombongan bagi para dhuafa antar jemput berobat. Dan juga berfungsi sebagai kendaraan pengantar jenazah bagi masyarakat umum yang membutuhkannya, maka dalam menjaga amanah tersebut serta kesiapan pelayanan operasional yang harus terus terjaga – #SR menyampaikan amanat donator yang memahami kegunaannya. Saat ini Jakarta telah memiliki 2 MTSR dan MTSR bernomor polisi B 1360 SZG telah melakukan pelunasan leasingnya, MTSR akan terus menjelajah jalan mengantara para dhuafa berobat dan bagi para donator semoga Allah masukan ke dalam amal jariah dan digantikan rezekinya yang melimpah, Aamiin.

Biaya Pelunasan : Rp. 46.779.000,-
Tanggal: 1 Juli 2015.
Kurir : @ddsyaefudin  AhmadHaryono

Pelunasan Leasing

Pelunasan Leasing


ANDINI ESTY OKTAVIANI (4, Tumor Hidung). Alamat: Kp. Pasirandu RT. 10/5 Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru,  Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Andini, begitu gadis kecil ini disapa. Sejak 6 bulan yang lalu harus berteman dengan rumah sakit, berawal saat Andini dinyatakan menderita Tumor Hidung oleh dokter. Sejak saat itu Andini terus menjalani kontrol rutin ke RS Dharmais, dalam seminggu Andini beserta orang tuanya bisa 2x datang untuk kontrol. Orang tua  Andini Bapak Aan (35) bekerja sebagai montir disalah satu bengkel motor didekat kontrakannya, sementara ibu Dian (27) adalah seorang ibu rumah tangga. Seminggu 2x harus bolak balik ke rumah sakit ditambah dengan penghasilan yang tidak menentu membuat orang tua Andini bingung, padahal mereka ingin melihat anaknya bisa sembuh. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Andini dan menyampaikan bantuan kembali untuk biaya akomodasi ke RS Dharmais Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 873. Saat ini pengobatan yang tengah dijalani Andini adalah kemoterapi. Mohon doa dari rekan-rekan semoga Andini kecil lekas diberi jalan untuk kesembuhannya. Aamiin

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Agustus 2016
Kurir@ddsyaefudin @harji_anis @untaririri @retta_rizky

Andini menderita Tumor Hidung

Andini menderita Tumor Hidung


HADI ANDRIANSYAH (13, Varises Esofagus) Alamat: Kampung Gelam Timur RT. 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan Endoscopy. Ditengah kebingungan orang tua Hadi menjalani hidup di Jakarta, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, sekaligus menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 873. Kini Hadi sedang menjalani kontrol rutin di RSCM Jakarta setiap seminggu sekali dan sedang menunggu jadwal untuk dilakukan tindakan endoscopy. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 25 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Hadi menderita Varises Esofagus

Hadi menderita Varises Esofagus


WARSA BIN NAYA KARMA (90, Tumor Pipi). Alamat : Dusun 2 Cibodas, Rt. 002/003, Desa Cipondok, Kec. Cibingbin, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Kakek tua berusia 90 tahun ini biasa dipanggil dengan sebutan Abah Warsa. Beliau seorang buruh tani yang masih harus berjuang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Beliau saat ini tinggal bersama anak bungsunya yang bekerja sebagai seorang buruh pemetik kelapa. Di usia yang semakin senja, beliau menderita penyakit serius. Berdasarkan pemeriksaan dari tim medis, di bagian pipi sebelah kiri beliau terdapat sel tumor. Penyakit tersebut berawal dari lima tahun yang lalu ketika Abah Warsa mengira tumbuhnya tahi lalat di bawah mata sebelah kirinya. Namun, semakin lama benjolan seperti tahi lalat itu kian membesar. Sayangnya, beliau tidak segera memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Setelah hampir 5 tahun penyakit tersebut dibiarkan hampir menutup mata, beliau sering merasa kesakitan bahkan benjolan itu terasa gatal. Kemudian, benjolan tersebut mendadak pecah sehingga beliau dibawa ke klinik terdekat. Tak lama, setelah diperiksa pihak dokter memutuskan bahwa Abah Warsa harus segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di sebuah Rumah Sakit daerah Kuningan, sampel dari benjolan tersebut diperiksa oleh tim medis bagian patologi anatomi. Hasilnya cukup mengejutkan, Abah Warsa positif terkena tumor. Setelah itu, Alhamdulillah Abah Warsa telah menjalani operasi pengangkatan sel tumor sebanyak 2 kali dengan menggunakan bantuan jaminan kesehatan KIS. Kondisi beliau saat ini Alhamdulillah semakin membaik, hanya saja beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya membeli vitamin Albumin Kapsul serta biaya transportasi kontrol sebanyak 1 kali dalam seminggu. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan kepada Abah Warsa untuk biaya membeli vitamin dan transportasi. Semoga Allah lekas memberikan kesembuhan untuk Abah Warsa. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Kang Boik.

Pak warsa menderita Tumor Pipi

Pak warsa menderita Tumor Pipi


WASKINI BINTI SACA WARIA (52, Glukoma). Alamat: Dusun 2 Cibodas, Rt. 002/003, Desa Cipondok , Kec. Cibingbin, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Ibu Waskini ialah seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Beliau tinggal bersama seorang suami dan 2 orang anak. Usia beliau saat ini genap 52 tahun, namun beliau sudah tidak bisa melihat. Kedua mata ke dokter praktek di dekat rumahnya. Sang dokter menganjurkan agar beliau segera melakuan rongten dan USG. Tak lama, beliau menjalani rongten juga USG dengan hasil maag akut. Belum sembuh maag di perutnya, gangguan kesehatan lain beliau rasakan. Kedua mata beliau sering sakit dan mengeluarkan air mata. Alhamdulillah, dengan adanya kartu jaminan KIS dari pemerintah, Ibu Waskini merasa terbantu ketika menjalani pemeriksaan di dokter spesialis mata. Pihak dokter memvonis Ibu Waskini terkena penyakit katarak dan beliau telah menjalani pengobatan jalan selama 6 bulan. Akan tetapi, tidak ada perubahan yang signifikan sehingga beliau diberi surat rujukan untuk pemeriksaan lanjutan ke Rumah Sakit Cicendo Bandung. Selanjutnya, Ibu Waskini pun dibawa ke Rumah Sakit Cicendo dengan hasil bahwa beliau terkena penyakit glukoma di kedua matanya. Sejak saat itu, beliau telah menjalani operasi sebanyak 2 kali. Namun sayangnya Allah berkehendak lain, meskipun telah melakukan serangkaian pengobatan, beliau sudah tidak bisa melihat seperti sedia kala. Disaat beliau sudah tidak bisa melihat, rasa sakit pada matanya masih sering beliau rasakan. Oleh karena itu, beliau masih rutin menjalani cek kesehatan di Rumah Sakit Cicendo sebanyak 2 bulan sekali. Dengan keadaan tersebut, suami Ibu Waskini yang hanya bekerja sebagai seorang buruh tani merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan membeli obat diluar tanggungjawab kartu jaminan KIS. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kepada Ibu Waskini agar beliau bisa terus melakukan cek kesehatan ke Rumah Sakit Cicendo Bandung. Semoga Allah senantiasa memberikan kesabaran kepada Ibu Waskini dan keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah dan Kaang Boik

Ibu waskini menderita Glukoma

Ibu waskini menderita Glukoma


SARMADI BIN JAYA WINATA (75, Other Post Infectious Arthropathies/Infeksi Kulit). Alamat: Dusun 2 Cibodas, Rt. 001/003, Desa Cipondok, Kec. Cibingbin, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Bapak Sarmadi adalah seorang buruh tani yang masih bekerja di usia senjanya. Beliau masih harus bekerja membanting tulang demi memenuhui kebutuhan hidup seorang istri dan satu orang anak. Dua bulan yang lalu, Bapak Sarmadi mengalami kecelakaan kerja di sawah. Kaki beliau tertusuk bambu tajam sehingga membuat beliau menerima tindakan medis di kaki sebanyak 29 jahitan. Lama kelamaan, kaki beliau terus membusuk dan harus menjalani operasi meskipun telah disuntik anti tetanus di Puskesmas terdekat. Keadaan beliau semakin mengkhawatirkan karena daging di bagian kaki Bapak Sarmadi semakin membusuk dan menyebabkan bau yang tidak sedap. Kulit luar sudah mengelupas sehingga sebagain daging di kaki beliau terlihat jelas. Alhamdulillah Allah mempertemukan beliau dengan kurir #SedekahRombongan Kuningan. Tak lama, kurir Kuningan segera membawa Bapak Sarmadi ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Di sana, beliau mendapat perawatan medis berupa operasi untuk menutup daging tersebut dengan mengambil lapisan kulit dari paha. Proses operasi dilakukan secara bertahap sebanyak 3 kali operasi. Beliau telah menjalani operasi sebanyak 2 kali dan saat ini tengah mempersiapkan untuk operasi ke 3. Alhamdulillah, setelah operasi tersebut beliau mulai bisa berjalan setelah sebelumnya sulit melakukan aktifitas berjalan. Hanya saja, beliau membutuhkan biaya lain untuk membeli obat-obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS. Selain itu, biaya transportasi juga sangat dibutuhkan oleh Bapak Sarmadi karena jarak rumah sakit cukup jauh. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kepada Bapak Sarmadi demi kelancaran proses pengobatan yang sedang beliau jalani. Semoga Allah lekas mengangkat penyakit Bapak Sarmadi. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah dan Kang Boik

Pak sarmadi menderita Other Post Infectious Arthropathies/Infeksi Kulit

Pak sarmadi menderita Other Post Infectious Arthropathies/Infeksi Kulit


VIKA NUR’AINI AJMALIA  dan  ANISA ULFA binti JONI KASTOYO (9 dan 6, Thalasemia ) Kakak beradik anak dari pasangan suami istri Joni Kastoyo 46 tahun pekerjaan supir dan Asiyah 40 tahun sebagai ibu rumah tangga. Alamat Dusun Sidoharum RT 2 RW 2 Desa Sempor Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Vika dan Anisa menderita sakit Thalasemia kira kira sejak 3 tahun yang lalu. Mula mula mereka sering merasa kelelahan lemas, lesu dan pucat, takut terjadi apa apa kedua anak ini diperiksakan ke dokter. Untuk memastikan sakitnya dokter menyarankan untuk cek  hb
Dari hasil tes hb ternyata hb Vika hanya 3,8 mg%.Demikian juga Anisa hb hsnya 4 mg%. Dengan kondisi ini mereka harus sering ditransfusi darah untuk menaikksn hb nya. Setiap 3 bulan sekali mereka harus menjalani transfusi darah. Alhamdulillaah keluarga ini memiliki jamkesmas sehingga dapat meringankan pengobatan mereka. # Sedekah Rombongan melalui kurirnya memberikan santunan untuk kedua anak ini, semoga bermanfaat dan Vika dan Anisa dapat hidup sehat seperti anak anak yang lain.

Jumlah Bantuan : Rp. 1000.000, –
Tanggal                : 18 Mei 2016
Kurir                      ; @MarjunulNP, Toto Sudiarto dan Widiastuti serta Fitri

Vika dan anisa menderita Thalasemia

Vika dan anisa menderita Thalasemia


SEKAR AINI  BINTI ALM.IWAN SETYAWAN ( 6th, pengapuran tulang belakang). Alamat semawung daleman RT 01/RW 01 Kelurahan Semawung Daleman Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah.  Ainun biasa di panggil di keluarganya pada saat berusia 2 tahun pernah jatuh masih bisa berjalan dan duduk. Namun ketika mulai berusia 3,5 tahun Ainun tidak bisa berjalan dan duduk sendiri. Pengobatan pun dilakukan oleh orang tuanya dengan membawanya ke RS  Palang Biru Kuutoarjo. Dari  hasil pemeriksaan dokter Ainun di diagnosa menderita sakit pengapuran tulang belakang. Meskipun biaya pengobatan di tanggung BPJS tetapi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari terkadang keluarga ini merasa kesulitan. Dikarenakan sejak ayahnya Ainun almarhum  Iwan Setiawan yang bekerja di restorasi kereta api  kena PHK  2 tahun yang lalu dan  meninggal dunia karena sakit gagal ginjal, praktis tidak ada yang mencari nafkah untuk keluarganya. Ibunya Ainun sendiri ibu Dwi Sulistyoningsih  38 tahun hanya berjualan tempe dan ayam panggang. Ibu ini  harus mencukupi kebutuhan kakaknya juga yang kelas 6 SD dan neneknya Ainun. Sejak Ainun sakit ibunya jarang dapat berjualan karena waktunya lebih banyak untuk mengurus Ainun. Ibunya Ainun hanya bisa mengandalkan bantuan uluran tangan dari  tetangga, saudara dan para dermawan. Saat ini Ainun hanya dapat terbaring ditempat tidur. Kalau untuk sekedar makan/minum harus di bantu ibunya. Untuk membuka mulutnya saja Ainun mengalami kesulitan .Karena sejak 6 bulan yang lalu  (November 2015) rahang bawahnya  tidak bisa di gerakkan. Untuk duduk sendiri/berdiri melangkah juga harus di pegangi punggungnya karena punggungnya tidak kuat untuk menopang badannya. disamping pengobatan medis,ibunya Ainun juga ikhtiar melakukan pengobatan lain berupa alternatif untuk terapi Ainun. Meskipun biaya pengobatan alternatif seikhlasnya saja akan tetapi biaya operasionalnya yang cukup jauh dari Kutoarjo ke Jogjakarta tidak sedikit. Untuk itu ibunya Ainun hanya membawa Ainun berobat alternatif apabila ada rezeki yang datang kepadanya. Semua dilakukan ibunya Ainun hanya demi untuk kesembuhan Ainun. Berita ini sampai juga ke kurir # Sedekah Rombongan sehingga kurir langsung mengunjungi dan memberikan bantuan yg digunakan utk membantu pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Saat kurir # Sedekah Rombongan mengunjungi ibunya Ainun juga menyampaikan kalo Ainun senang melihat teman-teman sebayanya di sekitar rumah berlari dan bermain. Semoga bantuan yg di berikan para sedekaholiks dapat sedikit  meringankan beban Ainun dan keluarganya. Aamiin..

Jumlah Bantuan  : Rp.500.000,-
Tanggal         : 30 Mei 2016
Kurir.          : @ MarjunulNP, Toto Sudiarto,@dury1717 dan Rafik Zulkarnaen

Sekar menderita pengapuran tulang belakang

Sekar menderita pengapuran tulang belakang


YUMINI BINTI SUMERI (48, Dhuafa ) alamat RT 02 RW 04 Trukan Pangenjurutengah, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Istri dari Pak Tego Widarso 50 tahun buruh tani.
Seminggu yang lalu sakit hipertensi 180/110 mmHg. Pada mulanya dirinya metada pegal – pegal di leher disertai pusing dan perut juga mual mual bahkan  sempat mutah darah. Sempat dirawat  di RS PKU Muhammadiyah Purworejo dengan Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesmas ) selama 3 hari .Dari hasil pemeriksaan dokter ternyata bu Yumini juga mengalami gastritis ( gangguan fungsi lambung ). Ini yang menyebakan mual bahkan mutah darah. Setelah kondisi membaik bu Yamini diperbolehkan pulang. bu Yumini ini  sebagai pembantu rumah tangga tetapi tidak tinggal di rumah majikan .Setiap hari dari jam 07.00 sampe sore kira kira jam 16.00 bu Yumini buruh nyuci, bersih-bersih di rumah tetangga lain RT. Ia mempunyai anak  Siti Nur Hanifah 13 tahun siswi SMPkelas satu. Selama ia sakit otomatis tidak ada pemasukan uang untuk biaya hidup sehari hari. #Sedekah Rombongan sedikit memberikan santunan dari para sedekaholiks untuk Bu Yumini. Semoga bantuan ini bermanfaat aaamiiin.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal.        : 1 Juni 2016
Kurir.          ; @MarjunulNP, Toto Sudiarto

Bantuan untuk kehidupan sehari-hari

Bantuan untuk kehidupan sehari-hari


ENNY WAHYUNINGSIH (40, Diabetes Akut dengan Pecah Pembuluh Darah Mata). Alamat Dukuh Tegalsari, RT 003/ RW 002, Desa Wirokerten, Kecamatan  Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY. Ibu Enny istri dari Tri Ismanto awalnya Agustus 2015 tidak bisa merasakan separuh badannya. Pemeriksaan di puskesmaspun belum membuahkan hasil sehingga melanjutkan periksa di rumah sakit Rajawali Citra dengan diagnosa diabetes.Sejak itu menjalani rawat jalan dan pengobatan alternatif. Sekarang kondisi Bu Enny tidak bisa melihat dengan jelas karena efek pembuluh darah mata pecah mata kanan dan kiri. Selama rawat jalan sudah banyak pula biaya yang dikeluarkan, apalagi suami sebagai buruh tani pas pasan untuk kehidupan sehari-hari beliau, istei dan kedua anaknya. Terakhir periksa di RS Harjolukito dan dirujuk ke RSUP DR. Sarjito.Bersyukur Kurir #Sedekah Rombongan bisa silaturahmi dengan keluarga Bu Enby untuk menyampaikan amanat dari para sedekaholiks yaitu pemberian santunan yang dapat digunakan untuk pembuatan BPJS dan biaya pengobatan sehingga Bu Enny bisa mendapatkan pengobatan yang memadai.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 07 Mei 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Ibu enny menderita Diabetes Akut dengan Pecah Pembuluh Darah Mata

Ibu enny menderita Diabetes Akut dengan Pecah Pembuluh Darah Mata


FAHRI AKBAR NURFIANTO (2, Jantung Bocor). Alamat :Dukuh Kadireso, Desa Argodadi, Kecamatan  Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY. Fahri adalah anak kedua dari Kirwanto dan Evi Rahayu, sejak umur 1 tahun tidak mengalami pertambahan berat badan. Pemeriksaan ke RSUD Bantul dengan diagnosa jantung bocor dan dirujuk ke RSUP DR. Sarjito dan inap 3 hari untuk menjalani serangkaian pemeriksaan yang akhirnya dirujuk ke RS. Harapan Kita Jakarta. 6 bulan kemudian Fahri periksa ke RS. Harapan Kita dan beberapa kali bolak-balik ke RS. Harpan Kita dengan harapan untuk sembuh.Ayahanda Fahri (Kirwanto) sebagai Karyawan bengkel dengan penghasilan pas-pasan untuk kehidupan sehari-hari, harus menanggung biaya operasional berobat dari Jogja ke Jakarta yang tidak sedikit. Bersyukur Kurir #Sedekah Rombongan bisa silaturahmi dengan keluarga Fahri untuk menyampaikan amanat dari para sedekaholiks yaitu pemberian santunan yang dapat digunakan untuk biaya operasional pengobatan sehingga Fahri segera bisa mendapatkan pengobatan yang memadai.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 28 April 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Fahri menderita Jantung Bocor

Fahri menderita Jantung Bocor


NAFISA AMIRA RUBIQONIAH (1, Muntaber dan Infeksi Pencernaan serta Santunan Tambah Modal usaha Ibunya). Alamat :Dukuh Tamanan Wetan RT. 4, Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY. Nafisa adalah anak kedua dari Zamrin Aula dan Evi Fiat Handayani, di bulan Januari 2015 sakit muntaber dan opname di RSIA `45 Yogya. Sejak saat itu, Nafisa sering sakit-sakitan dan diare, tepat 2 hari setelah keluar dari RSIA `45 dan berobat ke RS. Rajawali Citra dengan diagnosa muntaber.Saat ini, Nafisa baru saja pulih dari infeksi pencernaan dan dirawat 5 hari. Saat ini, ibunya (Evi Fiat Handayani) berjuang sendiri setelah tidak ada kabar dengan suaminya. Ibu Evi berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak pertamanya, dengan berjualan buku keliling.Ibu Evi membutuhkan tambahan modal penjyalaan bukunya.Bersyukur Kurir #Sedekah Rombongan bisa silaturahmi dengan keluarga Nafisa untuk menyampaikan amanat dari para sedekaholiks yang kedua yaitu pemberian santunan yang dapat digunakan untuk biaya operasional pengobatan Nafisa dan tambahan modal Ibu Evi berjualan buku keliling.

Jumlah Bantuan: Rp.2.000.000,-
Tanggal : 28 April 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Nafisa menderita Muntaber dan Infeksi Pencernaan serta Santunan Tambah Modal usaha Ibunya

Nafisa menderita Muntaber dan Infeksi Pencernaan serta Santunan Tambah Modal usaha Ibunya


Tumijem (56, Santunan Pembenahaan Ruang Usaha). Alamat :Dukuh Bandut Kidul RT. 51, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY.Tumijem dan Sumiharjo adalah pasangan suami istri dengan dua anak yang satu sudah berkeluarga, dan satunya membantu suami istri ini dagang di pasar dan usaha jamur.Beberapa saat yang lalu puting beliung disertai hujan lebat telah memporak porandakan beberapa rumah di Bandut Kidul dan Pereng, salah satunya ruang usaha jamur keluarga ini. Berhari-hari keluarga ini berjuang membangun lagi usaha jamurnya dengan biaya yang tidak sedikit bagi keluarga ini, yang belum banyak menghasilkan dari usaha jamur ini, namun sudah mendapat musibah. Bersyukur Kurir #Sedekah Rombongan bisa silaturahmi dengan keluarga Ibu Tumijem dan Pak Sumiharjo untuk menyampaikan amanat dari para sedekaholiks yaitu pemberian santunan yang dapat digunakan untuk biaya membangun kembali usaha jamunya.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 2 Mei 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Santunan Pembenahaan Ruang Usaha

Santunan Pembenahaan Ruang Usaha


SUKIDAH (62,Ca Mammae). Alamat Dusun Bandut Lor ,RT. 31 ,Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY .Ibu Sukidah sejak 2008 didiagnosa kanker payudara dan berobat alternatif dan di RSUP DR. Sarjito menjalani penyinaran pertama. Semenjak pengobatan 2008 kondisi Ibu Sukidah membaik sampai sebulan lalu, beliau kambuh dan opname di RSU PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, DIY. Dirujuk ke RSUP DR. Sarjito untuk menjalani kemoterapi. Walaupun sudah berobat dengan BPJS, namun biaya operasional dan transportasi dirasa berat bagi suaminya (Jumadi Raharjo) yang berdagang membantu istrinya di pasar, apalagi keluarga ini menghidupi anaknya satu dan cucunya. Bersyukur Kurir #Sedekah Rombongan bisa silaturahmi dengan keluarga Bu Sukidah untuk menyampaikan amanat dari para sedekaholiks yaitu pemberian santunan yang dapat digunakan untuk biaya operasional pengobatan sehingga Bu Sukidah bisa mendapatkan pengobatan yang memadai.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 29 April 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Ibu sukidah menderita Ca Mammae

Ibu sukidah menderita Ca Mammae


RISMARDIANTO (17, Obdomiosarcoma) dan ZAENAL ABIDIN (45, Ca Recti). Alamat : Bojong VII, RT. 28/ RW. 14, Panjatan, Kulon Progo, DIY.  Rismardianto adalah putra dari Alm. Prapto Wiyono dan ibu Sonem (55th), dinyatakan menderita obdomiosarcoma. Rismardianto sakit sejak SD awalnya telinga berdarah, setelah mengalami pengobatan lama dari herbal sampai medis, dan diagnosa cancer stadium 3.Kemudian dirujuk di RSUP DR. Sarjito, kemo 31x, sinar 50x. Saat ini fisik mulai lemah dengan luka makin besar, sering keluar cairan di telinga leher kiri dan hidung. Mata agak tertarik ke bawah dengan Hb 7gr. Rencana jika sudah selesai pengobatan akan operasi plastik. Rismardianto sudah 6 tahun menjalani perawatan di RSUP DR. Sardjito dan sudah menghabiskan biaya untuk transportasi dan operasional pengobatan yang besat walau pengobatan sudah dengan BPJS. Permasalahannta biaya operasional pengobatan ke depannya tidak ada karena ibunya hanya bekerja sebagai petani. Bahkan biaya selama ini dari hutang sana sini. Terlebih paman, Zaenal Abidin yang tinggal serumah juga sakit ca recti.Bersyukur kurir sedekah rombongan bisa menyampaikan amanat dari sedekaholiks untuk biaya transportasi dan operasional pengobatan sehingga tetap bisa melanjutkan pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,00
Tanggal : 29 April 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Titin Dwijayanti

Risma menderita Obdomiosarcoma


EDI BIN ENDANG (20, Tumor Mata). Alamat : Kampung Cipacung RT. 2/5, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Sudah dua tahun Edi menderita sakit tumor mata. Sebelumnya Edi hanya berobat di pengobatan alternatif saja, alhamdulillah dengan dampingan #sedekah rombongan Edi sudah melakukan ikhtiar dengan cara pengobatan medis. Sejak 23 Mei 2016 Edi berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama berobat di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan ditanggung BPJS, namun operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari selama di Jakarta menjadi beban yang berat bagi orang tuanya, Endang (41) yang hanya berprofesi sebagai buruh serabutan dan Enong (36) yang hanya ibu rumah tangga biasa. Pengobatan yang Edi jalani saat ini adalah kemoterapi, ia sudah menjalani kemoterapi yang pertama dan dijadwalkan kemoterapi yang ke-2 pada 31 Agustus 2016. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk oprasional berobat. Sebelumnya Edi telah dibantu pada rombongan 881.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana via @suharji @ririn_restu

Edi menderita Tumor Mata

Edi menderita Tumor Mata


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru). Alamat : Jombang Kali RT. 1/1 Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasan dan TB paru sejak  tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta seperti RS Polri Kramat Jati, RS Harapan Kita, RSCM dan RS Persahabatan untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati dicover BPJS tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Ibu Fatmawati telah menjalani pemeriksaan bronkoskopi sebagai penunjang untuk pemasangan saluran pernapasan. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :  19 Agustus 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @harji_anis @ririn_restu

Ibu fatmawati menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru

Ibu fatmawati menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru


ALM. EDI BIN ENDANG (20, Tumor Mata). Alamat : Kampung Cipacung RT. 2/5, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Almarhum Edi dalah pasien dampingan #sedekahrombongan yang dua tahun lebih menderita sakit tumor mata. Sejak 23 Mei 2016 almarhum berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta untuk menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Setelah menjalani kemoterapi yang pertama, almarhum dijadwalkan menjalani kemoterapi yang ke-2 pada 31 Agustus 2016, namun sebelum tiba jadwal yang ditentukan kondisi almarhum memburuk. Pada 21 Agustus 2016, almarhum mengalami muntah – muntah yang tak kunjung henti. Oleh orang tuanya, Endang (41) dan Enong (36), almarhum dibawa ke UGD RSCM. Kondisi almarhum semakin lemah hingga keesokan harinya pada pukul 11.00 WIB almarhum menghembuskan napas terakhirnya. Kurir #sedekahrombongan mengantarkan jenazah ke kediamannya di Pandeglang dan memberikan bantuan lanjutan untuk pemulasaran jenazah. Sebelumnya almarhum dibantu pada rombongan 881 dan pada 19 Agustus 2016. Semoga almarhum khusnul khotimah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @ririn_restu

Alm edi menderita Tumor Mata

Alm edi menderita Tumor Mata


DIMAS DWI NUGROHO (12, Kanker Otot dan Celebral Palsy). Alamat : Jl. H. Salim Gg. Bidan RT.9/6 Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan. Sudah belasan tahun anak dari pasangan  Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan Celebral Palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit. Terakhir Dimas dirawat karena batuk yang tak kunjung henti bahkan hingga mengeluarkan darah. Dimas adalah pasien dampingan #sedekahrombongan. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli kebutuhan Dimas selama dirawat dan obat – obatan yang tidak dicover BPJS. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 876.

Jumlah Bantuan: Rp.1.500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy


REZA AFIF FIRDAUS (20 Bulan, Tumor Ganas Testis). Alamat : Pedongkelan Depan RT 4/6 No. 36, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Reza adalah anak dari Pak Drajad (43) yang keseharianya berjualan bubur dan Ibu Jarwi (32) yang keseharianya mengurus Reza yang tengah sakit. Sejak bayi Reza sudah mengidap penyakit tumor testis. Kondisi tersebut membuat kedua orang tua Reza kebingungan, karena harus mendampingi anaknya yang harus berobat ke RSUD Cengkareng dan RSCM Jakarta. Terpaksa Pak Drajad tak berjualan karena mendampingi anaknya berobat padahal ia masih harus memenuhi kebutuhan kedua kakak Reza yang masih sekolah. Beruntung pengobatan Reza terbantu oleh BPJS, namun masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit saat melakukan kemoterapi. Saat ini Reza harus menjalani kemoterapi yang dijadwalkan dua minggu sekali. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk berobat ke RSCM Jakarta saat menjalani kemoterapi. Sebelumnya Reza dibantu pada Rombogan 876.

Jumlan Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Reza menderita Tumor Ganas Testis

Reza menderita Tumor Ganas Testis


MISKA AULIA (3, Rubella Konengital Syndrom). Alamat: Kapuk Pulo RT. 6/10 Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Anak ke-3 dari pasangan Pak Saripudin dan Ibu Musripah ini mengalami kelainan pada mata kanannya yang didiagnosa adalah penyakit katarak. Selain itu ia juga menderita kelainan jantung bawaan jenis PA VSD. RSUD Cengkareng tempat awal Miska berobat merujuknya ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita dilakukan kateterisasi untuk persiapan operasi bedah thorax yang masih dalam penjadwalan. Sambil menunggu jadwal operasi, Miska dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan penunjang penyakit kataraknya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinyatakan Miska memerlukan lensa mata yang tidak dicover BPJS. Hal tersebut memberatkan Pak Saripudin yang bekerja sebagai buruh konveksi dengan penghasilan yang sangat kecil. Alhamdulillah Miska dapat memiliki lensa mata tersebut dan kini sudah bisa bermain seperti anak-anak normal lainya. Miska adalah pasien dampingan #SedekahRombongan. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli pencuci lensa mata khusus dan untuk operasional berobat rutin di RSUD Cengkareng dan RSCM Jakarta. Sebelumnya Miska di bantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Miska menderita Rubella Konengital Syndrom

Miska menderita Rubella Konengital Syndrom


MARWAH HABIBATUN NISA (6, Hidrosefalus). Alamat : Jl. BGN 3 ,RT. 7/2 Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Marwah adalah anak dari pasangan Bu Jamilah (30) dan Pak Asep (40) yang keseharianya berdagang tahu di Pasar Cengkareng. Marwah terlahir sehat, namun saat berusia 3 bulan ia sama sekali tidak bisa menangis hingga akhirnya dibawa ke RSUD Cengkareng dan didiagnosa ada cairan berlebih di otak yang disebabkan oleh sepsis atau infeksi. Sampai saat ini Marwah sudah menjalani 3 kali operasi pemasangan selang di kepala untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Pak Asep sangat kebingungan untuk operasional berobat Marwah meski sudah menggunakan BPJS, karena penghasilannya hanya bisa untuk makan dan membayar sewa rumah saja. Kondisi Marwah semkain membaik namun masih harus menjalani kontrol dan terapi rutin. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat rutin seminggu 2 kali dan kebutuhan Marwah lainnya. Sebelumnya Marwah telah dibantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Marwah menderita Hidrosefalus

Marwah menderita Hidrosefalus


YANI BIN ADJAN (50, Glaucoma). Alamat: Jln. Ukir Dalam RT 6/13 Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Bu Yani berasal dari keluarga yang kurang mampu, beliau tinggal di kontrakan sepetak bersama sang ayah yang sudah sangat sepuh, Pak Adjan (80). Sejak 3 tahun lalu, kedua mata Bu Yani memerah, ia lalu berobat ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Cengkareng untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD akhirnya ia didiagnosa menderita Glaucoma (sejenis katarak). Karena tidak sanggup menangani, kemudian ia dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bu Yani berobat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Yani tidak bekerja, ia pun belum menikah. Selama ini ia dibantu oleh tetanganya. Kondisi saat ini Bu Yani sama sekali tidak bisa melihat dan tumbuh benjolan di bagian leher yang belum pernah ia periksakan. Pengobatan untuk matanya pun sempat tertunda karena tidak memeliki uang untuk ongkos ke RSCM. Saat ini Bu Yani masih terus berobat jalan di RSCM namun belum ada perkembangan yang baik dari penyakitnya. Belum dapat diketahui penanganan apa yang akan dilakukan untuk mata Bu Yani. Kini kondisi Bu Yani menurun, ia tuk mengatasinya. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membayar kontrakan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Bu Yani dibantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Yani menderita Glaucoma

Yani menderita Glaucoma


NATHAN LEVINE SUWANTO (2, Bocor Jantung). Alamat: Jl. Ukir Dalam RT 6/13 No. 54 Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Nathan anak pertama dari Bu Sisca (28) dan Pak Wawan (30) yang bekerja sebagai supir pribadi. Sejak Nathan lahir sudah ada kelainan pada hidungnya dimana warna hidungnya terlihat kebiru-biruan tidak seperti bayi pada umumnya. Nathan didiagnosa menderita kelainan jantung dan berobat di RSCM Jakarta. Karena kekurangan gizi tumbuh kembang Nathan terhambat, ia belum bisa berjalan, berbicara dan mendengar. Nathan kini menggunakan alat bantu dengar dan masih harus menjalani terapi. Ia sudah dapat berdiri tegak dan mendengar lebih baik namun masih harus belajar berjalan. Kondisi jantungnya juga semakin membaik dan ia harus kontrol setahun sekali untuk memeriksakan jantungnya. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu dan operasional terapi. Sebelumnya Nathan dibantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Nathan menderita Bocor Jantung

Nathan menderita Bocor Jantung


ALFAN KURNIAWAN (22 Bulan, Celebral Palsy). Alamat: Kapuk Pulo RT. 10/2. Kapuk Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Alfan anak sulung dari pasangan Bu Sani (22) dan Pak Iwan (23) yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Sejak lahir Alfan sudah terdiagnosa Celebral Palsy dan sampai saat ini Alfan berobat di RSUD Cengkareng. Alfan sering kejang-kejang disertai melemasnya badan dan otot-otot. Di usianya yang hampir 2 tahun Alfan hanya terbaring lemas, berat badan kurang dan cenderung gizi buruk. Alfan berobat menggunakan BPJS kelas 3, namun orang tua Alfan kesulitan untuk ongkos ke RSUD dan untuk membeli susu karena penghasilan Pak Iwan yang tidak mencukupi untuk keperluan Alfan. Kondisi Alfan memburuk dari sebelumnya, belakangan ia sering kejang – kejang dan panas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Ia masih harus berobat dan menjalani terapi. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu dan operasional berobat ke RSUD Cengkareng. Sebelumnya Alfan dibantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Alfan menderita Celebral Palsy

Alfan menderita Celebral Palsy


UMI ALFIAH (36, Tumor Pembuluh Darah). Alamat: Jln. Ukir Dalam RT 6/13 No.53 Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak 2011 lalu, terdapat benjolan pada mata bagian kiri Bu Umi. Dari hasil CT-Scan RSCM Jakarta Bu Umi didiagnosa menderita tumor pembulu darah. Sebelumnya, Bu Umi berdagang sayuran di pasar namun karena gampang lelah, kondisinya sering menurun akhirnya ia tidak bisa lagi berdagang. Sudah beberapa bulan ini ia mengandalkan bantuan  dari saudara-saudaranya di kampung dan tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Iapun sempat mengalami depresi karena tiga bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Ia kebingungan bagaimana menafkahi keempat anaknya dalam kondisi sakit seperti ini. Bu Umi seharusnya rutin menjalani rawat jalan di RSCM, namun karena ketiadaan biaya dan bingung meninggalkan anaknya, ia jarang berobat. Ia pun sering kebingungan untuk membayar kontrakan karena sudah tidak lagi berdagang. Bu Umi mendapatkan jadwal operasi mata pada 1 Januari 2017. Kondisi Bu Umi semakin memburuk, ia sering merasakan sakit pada matanya dan badan semakin melemah. Ia masih harus menjalani kontrol rutin sambil menunggu operasi mata yang telah dijadwalkan. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Bu Umi dibantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah


HARUN AL-RASYID (9, Celebral Palsy). Alamat: Jl. H Jairi RT. 5/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Harun anak pertama dari Bu Samidah (46) yang bekerja sebagai tukang jahit dan Pak Mujiono (47) yang tidak bisa bekerja karena kendala fisik yang sudah tidak mendukung. Saat berusia 2 bulan Harun sakit demam, kejang kemudian dirawat di rumah sakit. Hingga saat ini, Harun masih sering mengalami kejang sehingga mengakibatkan tubuhnya lemas dan tidak dapat melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Di usianya kini ia hanya bisa berguling dan semua aktivitas tergantung pada orang tuanya. Harun berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia pun berobat dibantu dengan BPJS. Meski pengobatan ditanggung BPJS, orang tua Harus masih menghadapi kendala ongkos pulang pergi ke RSUD Cengkareng untuk fisioterapi yang harus dilakukan dengan rutin. Saat ini Harun masih menjalani fisioterapi rutin, dan belum mengalami perkembangan yang signifikan. Kurir #SedekahRombongan kembali  memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan terapi rutin. Sebelumnya Harun dibantu pada Rombongan 876.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Harun menderita Celebral Palsy

Harun menderita Celebral Palsy


RINA ASTUTI (16, Kelainan Tulang Belakang). Alamat : Jl. Adi Sucipto Gang Masjid RT. 3/4, Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Berawal dari 3 bulan yang lalu, Rina merasakan ada yang aneh dengan kondisi tubuhnya dimana jika ia duduk terlalu lama langsung kesemutan dan punggungnya sakit luar biasa. Kondisi tersebut berlangsung lama hingga akhirnya keluarga membawanya ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ada kelainan di tulang ekor yang membuat Rina tidak bisa duduk dan dokter menyarankan untuk dirujuk ke Jakarta. Karena biaya berobat dan kebutuhan hidup selama di Jakarta tidak sedikit, keluarga mengurungkan niat untuk melanjutkan pengobatan Rina. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Rina dan dapat memberikan bantuan awal untuk akomodasi ke Jakarta dan biaya hidup selama di sana.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Rina menderita Kelainan Tulang Belakang

Rina menderita Kelainan Tulang Belakang


MUHAMMAD WILDAN AL-FATIH (7 hari, lahir premature) tinggal bersama kedua orang tua nya di sebuah rumah Jalan Dr. Sutomo Gang 1 No 49 RT 02/RW 03 Desa Sukalipuro, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Ia merupakan pasien Sedekah Rombongan Malang sejak Agustus 2016. Wildan terlahir dari pasangan orang tua yang bernama Bapak Adimas Ayudhi Laksono dan Ibu Zaqyah Marlyana Firdaus. Wildan yang merupakan anak ke dua di keluarganya harus lahir dengan cara premature, karena kondisi yang tidak mendukungnya untuk terlahir secara normal. Kelahiran premature ini tentu membuat dek bayi Wildan membutuhkan biaya lebih untuk perawatan yang berbeda dengan bayi yang lahir normal. Padahal pekerjaan ayah Wildan hanya serabutan, sementara ibu Wildan sebagai ibu rumah tangga. Pekerjaan-pekerjaan kedua orang tua Wildan tentu tidak mampu jadi jaminan tercukupinya biaya perawatan Wildan. Melihat kesedihan keluarga ini, kurir #SedekahRombongan pun berbagi keceriaan dengan donasi dari para #sedekaholiq yang telah kami salurkan bagi Wildan. Donasi ini sebesar Rp 5.000.000 berupa uang tunai yang semoga bisa membantu Wildan untuk segera membaik. Terima kasih tak lupa keluarga dan kurir ucapkan atas bantuan dari para #sedekaholiq. Semoga dengan sedekahmu, Wildan dan keluarga-keluarga lain terbantu dan bisa beraktivitas normal kembali.

Jumlah Bantuan : Rp 5.000.000
Tanggal : 13 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Wildan lahir premature

Wildan lahir premature


SALSA SOFIATUN HALIMAH (3th, Talasemia) beralamat di Dusun Winony RT 01/RW 02, Desa Dono, Kecamatan Sendong, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Salsa merupakan putri ke4 dari 5 bersaudara  Ibu Rubiah yang berumur 33 tahun. Ibu Rubiah bekerja serabutan menitipkan kerupuk di toko-toko. Ibu Rubiah banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nya sendiri karena suaminya meninggalkan beliau sudah hampir 2 tahun ini, padahalmasih ada 2 kakak Sasa juga yang masih memerlukan biaya banyak untuk sekolah dan biaya hidup. Kabar sedih mulai bertambah saat awal mula sakit yang di derita Salsa yaitu mulai dari perutnya yang membesar setelah itu terjadi komplikasi kelainan darah dan saat ini Salsa menderita Talasemia. Bulan-bulan sebelumnya Salsa harus menjalani pengobatan rutin di poli anak RS Syaiful Anwar Malang. Mulai pertengahan bulan Juli Salsa tidak perlu jauh-jauh ke Malang untuk berobat karena telah dirujuk di RS Tulungagung, tapi pada akhir bulan kemarin kami mendapat kabar bahwa Hb Salsa drop dan harus opname di RS Tulungagung. Bantuan kali ini digunakan untuk uang saku membantu kehidupan sehari-hari Salsa dan keluarga. Semoga Salsa segera sembuh kembali seperti pertengahan bulan kemarin, aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Salsa menderita Talasemia

Salsa menderita Talasemia


SRI RAHAYU, (40, kanker payudara). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak bulan Agustus. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Pak Edi (45th) dan satu anaknya bernama Hilal (12th) di jalan Tawangsari RT 05 RW 05, Ds. Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri,  Jawa Timur. Sehari-hari Pak Edy bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan antara 20rb sampai 30rb. Dan ibu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Awal mula sakit tahun 2014  lalu beliau saat merasakan sakit dipayudara dan lambat laun semakin membesar sampai akhirnya menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke RS.Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani akhirnya dibawa kebhayangkara dan dilakukan operasi tanpa melihat biaya untuk penanganan tersebut. Sampai pihak rumah sakit membolehkan pulang dan keluarga harus melunasi biaya sampai Rp. 15.600.000 keluarga tidak mampu menebus biaya tersebut dan pasien ditahan untuk tetap tinggal di rumah sakit sampai bisa melunasi. Bulan ini Bu Sri sebenarnya waktu untuk kemo, tetapi harus diundur karena Hemoglobin beliau rendah. Jadi pada 16 Agustus ini, bu Sri kembali menjalani cek darah di RS Saiful Anwar, setelah hasilnya baik beliau lalu kontrol kemo pada dua hari setelahnya. Santunan ke-11 kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi Kediri-Malang, biaya BPJS, dan uang saku. Keluarga merasa bersyukur atas santunan yang diberikan semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang ditanggung saat ini.

Jumlah bantuan : Rp 530.000
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir: @FaizFaeruz  @Tica_Fajaria

Ibu sri menderita kanker payudara

Ibu sri menderita kanker payudara


ERNI BIN NARDI (24, Gagal Ginjal). Alamat: Dusun Jember RT 05/03,.Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang Jawa Timur. Erni dan suamimya, Ortha Melando (27), telah berumah tangga selama 5 tahun. Selama itu, pasangan tersebut belum dikaruniai keturunan. Untuk segera mendapatkan anak, salah satu usaha yang dilakukan oleh Erni adalah dengan mengkonsumsi jamu. Sayangnya usaha tersebut malah menjadikan Erni terkena penyakit. Sekitar 10 bulan yang lalu, tensi Erni sempat menyentuh angka 200. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, Erni dinyatakan gagal ginjal. Sampai saat ini, Erni telah melakukan penyinaran sebanyak 52 kali dan rawat inap sebanyak 17 kali. Suaminya, Ortha, terpaksa resign dari pekerjaannya sebagai karyawan sebuah BPR untuk merawat Erni. Karena tidak memiliki pekerjaan, pasangan ini dan keluarganga pelan-pelan mulai menjual segala harta bendanya untuk biaya pengobatan Erni. Beruntung biaya pengobatan Erni yang rutin kontrol di RS Saiful Anwar Malang tiap tanggal 1 ini banyak terbantu dengan Fasilitas Kesehatan BPJS. Namun untuk obat-obatan dan biaya transport Jombang-Malang, Erni dan Ortha harus menanggungnya sendiri. Apalagi sekarang Ortha sudah pindah ke Jakarta untuk merantau. Sehingga Erni cukup kesulitan untuk mengambil cairan cuci darah. Melihat hal tersebut kurir sedekahrombongan tanggap memberikan bantuan kepada Erni. Semoga bantuan dari #Sedekahholics bisa meringankan beban Erni dan Ortha.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir : @FaisFaeruz @nay_munaa

Erni menderita Gagal Ginjal

Erni menderita Gagal Ginjal

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 KURNIANDI METIARIDHO 500,000
2 Untung Sahara 500,000
3 ARIS MUDAKIR 500,000
4 PARMIN BUTUH 500,000
5 MTSR BOGOR 1,000,000
6 NAZWA LUTFIA 500,000
7 ZAENUDIN BIN ABIH 500,000
8 SINTYA MAHARANI 500,000
9 YULNIDA 750,000
10 SUPRIYATIN BINTI SUPRIONO 500,000
11 HANI NURHAWATI 500,000
12 SARONI 500,000
13 AGUS BIN MOMO 750,000
14 ZAHRA BINTI MUBARAK 500,000
15 YUYUN SRI WAHYUNI 1,000,000
16 SABRINA ADIBATUL FITRIA 500,000
17 AGUS SUWANDI 1,000,000
18 MUHAMMAD AZMIL 500,000
19 MTSR BEKASI 1,500,000
20 SILVA NADILA 750,000
21 SYAKILA CHOIRUNNISA 750,000
22 RSSR JAKARTA 14,500,000
23 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
24 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
25 MUH. RIZKI 1,000,000
26 ALZENA SAFA 500,000
27 RENDRA MITRA 500,000
28 RIZA SAPUTRI 500,000
29 EVA SURYATI 500,000
30 DALEM PANGESTU 500,000
31 SUNARMI SUTRISNO 500,000
32 TRI BUDIANTORO 500,000
33 ENI SUHENI 500,000
34 SITI MALIHATUN 1,000,000
35 TUGIYO AHMAD DALHAR 1,500,000
36 AHMAD FARHAN 500,000
37 SAMINAH 1,500,000
38 HAMMAD MUJIB 1,000,000
39 TRIMO PAWIRO 10,000,000
40 INTAN AULIA PUTRI 500,000
41 TINA AGUSTINA 500,000
42 IRVAN TUGU SYUHADA 750,000
43 REYTA ANGGRAENI PUTRI 500,000
44 SAFA OCTAVIANI PUTRI 750,000
45 MTSR JAKARTA 46,779,000
46 MTSR JAKARTA 46,779,000
47 ANDINI ESTY OKTAVIANI 500,000
48 HADI ANDRIANSYAH 1,000,000
49 WARSA BIN NAYA KARMA 500,000
50 WASKINI BINTI SACA WARIA 500,000
51 SARMADI BIN JAYA WINATA 500,000
52 VIKA NUR’AINI AJMALIA dan ANISA ULFA binti JONI KASTOYO 1,000,000
53 SEKAR AINI BINTI ALM.IWAN SETYAWAN 500,000
54 YUMINI BINTI SUMERI 500,000
55 ENNY WAHYUNINGSIH 1,000,000
56 FAHRI AKBAR NURFIANTO 1,000,000
57 NAFISA AMIRA RUBIQONIAH 2,000,000
58 Tumijem 1,000,000
59 SUKIDAH 1,000,000
60 RISMARDIANTO 1,500,000
61 EDI BIN ENDANG 500,000
62 FATMAWATI BINTI ANWAR 500,000
63 ALM. EDI BIN ENDANG 1,500,000
64 DIMAS DWI NUGROHO 1,500,000
65 REZA AFIF FIRDAUS 750,000
66 MISKA AULIA 500,000
67 MARWAH HABIBATUN NISA 750,000
68 YANI BIN ADJAN 750,000
69 NATHAN LEVINE SUWANTO 750,000
70 ALFAN KURNIAWAN 500,000
71 UMI ALFIAH 500,000
72 HARUN AL-RASYID 500,000
73 RINA ASTUTI 1,500,000
74 MUHAMMAD WILDAN AL-FATIH 5,000,000
75 SALSA SOFIATUN HALIMAH 500,000
76 SRI RAHAYU 530,000
77 ERNI BIN NARDI 1,500,000
Total 178,088,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 178,088,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 884 ROMBONGAN

Rp. 40,992,750,199,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.