Rombongan 883

Sedekah dikatakan ajaib karena uang yang anda sedekahkan selalu kembali melalui jalan yang tak anda sangka-sangka.
Posted by on August 30, 2016

AFIFAH SYAHIRA (3, Tumor Batang Otak). Alamat: Jl. Peta Barat Rawalele RT. 8/10 No. 15, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Afifah Syahira, sejak Maret 2015 lalu dinyatakan oleh team dokter yang menanganinya menderita Tumor Batang Otak. Sejak saat itu pula, Afifah mulai bersahabat dengan rumah sakit. Penyakit ini termasuk jarang dialami oleh anak seusianya, sehingga tidak semua rumah sakit bisa menangani. Salah satu rumah sakit yang bisa menangani adalah RS. Siloam Karawaci, tapi ada beberapa kendala yang dihadapi oleh orang tua Afifah, Ibu Irna Soleha (27) selain rumah sakit tersebut tidak bisa menerima pasien dengan jaminan kesehatan BPJS, jarak tempuh ke rumah sakit cukup jauh, juga Afifah tidak bisa dibawa naik kendaraan umum. Afifah butuh sirkulasi udara yang cukup dan jika dipaksakan Afifah bisa mengalami kejang. Jadi untuk bisa dibawa ke rumah sakit yang jauh harus memakai kendaraan pribadi atau ambulance. Semua itu juga tidak mudah untuk seorang ibu Irna Sholeha yang sehari-hari hanya berjualan es keliling, terlebih dimusim penghujan seperti ini, sering kali dagangan yang dibawanya tidak habis. Jika mengandalkan dari hasil berjualan ibu Irna, tidak memungkinkan untuk Afifah dilakukan operasi karena untuk biaya kontrakan dan makan sehari-hari saja sudah sangat pas-pasan. Sejak Afifah mulai sakit ibu Irna, membesarkan Afifah seorang diri sehingga beliau harus banting tulang sendiri. Rasanya berat sekali beban yang harus dipikul ibu Irna. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan kembali dengan Afifah dan menyampaikan bantunan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 859. Kini Afifah sedang menjalani perawatan di RSUD Cengkareng.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin  @harji_anis  @anasaramadhan @untaririri

Afifiah menderita Tumor Batang Otak

Afifiah menderita Tumor Batang Otak


APING BIN YAHMAD, (96, Kencing Batu). Alamat:  Kampung Ciwareng RT.17/8, Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bah Aping adalah seorang kuli tani, tinggal di rumah milik sendiri, bersama istrinya Anah (83) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Bah Aping mempunyai 11 orang anak (7 orang laki-laki dan 4 orang perempuan). Kesebelas anaknya sudah menikah dan sudah tidak tinggal serumah. Bah Aping sudah tidak dapat bekerja sejak 15 tahun yang lalu, kondisinya sangat lemah. Bah Aping punya penyakit kencing batu, dia sering merasa sakit pada perut bagian bawah, dan merasakan sakit pada saat buang air kecil, Bah Aping merasa sangat menderita dan tersiksa dengan penyakitnya. Bah Aping pernah dirawat di RS. Siloam Purwakarta selama dua minggu dengan bantuan biaya dari desa setempat. Sepulang dari rumah sakit Bah Aping tidak pernah kontrol memeriksakan kesehatannya lagi, karena tidak ada biaya. Hanya dengan obat-obatan tradisional saja Bah Aping diobati. Bah Aping sangat ingin memeriksakan kesehatannya agar bisa sembuh. Untuk biaya hidup sehari-hari Bah Aping sering merasa kekurangan, mereka sering mendapat bantuan dari anak-anaknya. Pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Bah Aping sedang duduk lemah, serta mengeluhkan sakitnya yang sudah lama diderita. #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya berobat jalan ke rumah sakit. Semoga Bah Aping bisa memeriksakan kesehatannya dan keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis.maemunah

Abah aping menderita Kencing Batu

Abah aping menderita Kencing Batu


HADIP BIN UTIN (90, Maag Kronis & Hipertensi). Alamat: Kampung Cileutak RT.10/3, Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pak Hadip adalah seorang buruh tani, tinggal di rumah gubuk miliknya seorang diri. Istrinya Daisah telah lama meninggal. Pak Hadip mempunyai 7 orang anak (3 laki-laki dan 4 perempuan). Semua anaknya sudah menikah. Sudah sejak 2 tahun yang lalu Pak Hadip sering merasakan sakit dibagian perut yang sangat luar biasa. Pak Hadip mengira penyakit kembung biasa. Namun makin hari malah semakin parah kondisinya. Pah Hadip sering memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Dari hasil pemeriksaan dokter Pak Hadip mempunyai penyakit maag yang sudah lama diderita dan tekanan darahnya sangat tinggi. Karena kondisinya sudah sangat lemah Pak Hadip harus banyak istirahat. Pak Hadip tidak mempunyai jaminan kesehatan. Karena tidak ada biaya, Pak Hadip tidak pernah memeriksakan kesehatannya lagi, untuk biaya sehari-hari saja Pak Hadip sudah banyak terbantu dari anak-anaknya. Pak Hadip hanya bisa pasrah pada keadaan. Pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Pak Hadip sedang duduk lemah dan mengeluhkan sakitnya. #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya berobat jalan ke rumah sakit. Semoga Pak Hadip bisa memeriksakan kesehatannya dan keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis.maemunah

Pak hadip menderita Maag Kronis & Hipertensi

Pak hadip menderita Maag Kronis & Hipertensi


OMAN BIN MANSYUR (46, Kelainan Ginjal). Alamat: Kp. Cidahu, RT. 2/2, Desa  Gunungkarung, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta. Pak Oman, akrab kami memanggil lelaki pekerja keras ini. Ia merupakan seorang buruh tani di sawah, berangkat saat sebelum matahari terbit dan pulang saat hari mulai gelap. Kadang ia lupa dengan kesehatannya, jika sedang asyik bekerja ia lupa untuk sesekali meneguk air putih. Ia lebih memilih tenggorokannya kering kerontang. Hal itulah yang menyebabkan Pak Oman didiagnosa mengalami penyakit kelainan ginjal, salah satunya adalah karena ia jarang sekali meminum air putih. Awalnya ia sering mengeluh kesakitan di bagian punggung dan perutnya, ia pun dibawa berobat ke Puskesmas setempat. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan agar Pak Oman segera melakukan pemeriksaan di RSUD Daerah. Ia pun kemudian dibawa ke RS tersebut dengan menggunakan fasilitas BPJS. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa ia mengidap penyakit gangguan ginjal dan harus melakukan kontrol pemeriksaan setiap bulannya. Ia merasa keberatan dengan biaya transportasi dan akomodasi pulang-pergi RS tersebut, juga ia harus membayar beberapa obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan keluarga Pak Oman, kami menyampaikan titipan para Sedekaholics #SedekahRombongan. Semoga Pak Oman segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Pak oman menderita Kelainan Ginjal

Pak oman menderita Kelainan Ginjal


ELIH PARIDAH (33, Infeksi Mata). Alamat : Kp. Gunungkarung, RT 10/5 Desa Gunungkarung, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta, Jawa Barat. Bu Elih, akrab kami memanggil ibu dari 3 orang anak ini. Ia merupakan suami dari Rahmat (35) yang merupakan buruh serabutan, kadang Pak Rahmat ini ikut serta kuli mengambil getah karet di perkebunan milik perhutani, kadang juga berjualan sawo milik tetangganya. Bu Elih memiliki putri yang masih balita, saat itu seperti biasa setiap pagi ia menyuapi anak balitanya sarapan bubur. Tiba-tiba anaknya tersebut mencakar bagian bola mata Bu Elih hingga ia tak bisa membuka mata, suaminya pun kaget. Selang beberapa hari pemglihatannya menjadi kabur, ia pun kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat. Tim medis di puskesmas tersebut menyarankan agar Bu Elih menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUD Bayu Asih. Namun, keberangkatannya tertunda karena harus terkendala biaya. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan keluarga Bu Elih, ia membutuhkan bantuan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Bayu Asih. Bantuan pun telah tersalurkan, semoga Bu Elih segera Allah beri kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Ibu elih menderita Infeksi Mata

Ibu elih menderita Infeksi Mata


TITI SARYANI (50, TB Paru). Alamat: Kp. Sukamaju RT 14/4, Desa Darangdan, Kec. Darangdan, Kab. Purwakarta. Bi Titi akrab kami memanggil istri dari Bapak Sa’i (52) ini. Bi Titi telah bertahun-tahun mengidap penyakit TB Paru, semakin lama badannya semakin kurus. Ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan dan pengobatan setiap bulan, namun selama beberapa bulan ini harus terhenti karena kendala biaya. Ia pun hanya bisa mengonsumsi obat warung seadanya. Maklum saja, suaminya adalah buruh serabutan, kadang ia mendapat penghasilan kadang tidak sama sekali. Salah satu anaknya yang sudah besar tak juga bisa membantu perekonomian keluarga, karena anaknya pun mengidap penyakit yang sama dengan Bi Titi. Alhamdulillah, kami dipertemukan dengan keluarga Bi Titi. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics SR untuk biaya transportasi dan akomodasi Bi Titi selama menjalani pengobatan ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Ibu titi menderita TB Paru

Ibu titi menderita TB Paru


DAYAT SUDRAJAT (81, Reumatik Akut). Alamat : Kp. Bungur Rt. 1/1, Ds. Tegaldatar, Kec. Maniis. Bapak paruh baya ini kami panggil Abah Dayat, kerutan di kening dan tangannya amat sangat nampak. Ya, Abah ini telah berusia 81 tahun, bagi kebanyakan orang usia 81 merupakan usia dimana seseorang sudah tak perlu bekerja keras menafkahi keluarga. Berbeda dengan Bah Dayat, setiap harinya ia harus menyusuri danau Cirata mencari tutut untuk kemudian ia jual. Penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan satu cucunya. Bukan untuk pertama kali Bah Dayat mengeluhkan rasa sakit di bagian punggungnya karena terlalu sering membungkuk mencari tutut di pesisir pantai, tapi rasa sakitnya selalu ia tahan, tak lain hanya agar istri dan cucunya tetap bisa makan setiap harinya. Rasa sakit tersebut ia anggap biasa, hingga suatu hari pada bagian punggung, tangan juga kakinya membengkak, kali ini ia benar-benar tak bisa berangkat mencari tutut. Tak ada obat, tak ada apapun, ia hanya bisa terbaring di rumah kayu miliknya. Beberapa hari berlalu, tengkulak yang sering membeli tutut Bah Dayat menjenguknya di rumah. Dengan bantuan tengkulak tersebut, Bah Dayat pun dibawa pergi ke puskesmas setempat. Akses menuju puskesmas tersebut tidaklah mudah, mereka harus melewati danau menggunakan perahu. Sesampainya di Puskesmas dan menjalani pemeriksaan, Bah Dayat didiagnosa mengidap penyakit reumatik akut, ia dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSBA. Namun mengingat dirinya memiliki keterbatasan biaya, akhirnya Bah Dayat meminta dibawa pulang ke rumahnya. Alhamdulillah, kami kurir #SR Purwakarta dipertemukan dengan Bah Dayat dan keluarga, setelah melakukan survey pada pertemuan pertama, maka pada pertemuan kedua kami langsung menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics #SedekahRombongan untuk Bah Dayat dan keluarga. Titipan tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pengobatan ke RSBA Purwakarta serta biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @asep_za

Pak dayat menderita Reumatik Akut

Pak dayat menderita Reumatik Akut

—-
EHA JULAEHA (78, Hipertensi). Alamat: Kp. Cibalenyen, Rt. 4/1, Ds. Tegaldatar, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta. Mak Eha, akrab kami memanggilnya. Sejak lama ia menderita penyakit hipertensi atau penyakit yang menyerang pembuluh darah dan akan mengakibatkan tekanan darah didalam tubuh seseorang menjadi naik secara drastis, orang yang mengalami sakit hipertensi jika sudah tidak terkontrol akan menyebabkan terkena stroke bahkan bisa menyebabkan resiko kematian yang tinggi. Gejala yang sering dialami oleh Mak Eha adalah sakit kepala dan punduk terasa sangat berat, terkadang ia hanya bisa berbaring karena kepala yang katanya seperti diputar-putar. Kali ini penyakit Mak Eha sedang kambuh, ia pun dibawa berobat ke puskesmas oleh suaminya Yayat (81). Tim medis di puskesmas tersebut menyarankan agar Mak Eha menjalani perawatan intensif di RS Daerah, agar tekanan darahnya selalu terkontrol juga agar Mak Eha selalu mendapatkan asupan makanan yang baik. Tim medis mengkhawatirkan, jika tekanan darah Mak Eha semakin tinggi maka ia akan terkena penyakit stroke. Mak Eha pun pulang ke rumah, suaminya berniat untuk mengumpulkan uang terlebih dahulu sebagai bekal menuju RS Daerah/RSBA Purwakarta. butuh waktu lama untuk mengumpulkan uang tersebut, pasalnya Pak Yayat –suami Mak Eha- adalah buruh serabutan, jika masa panen tiba ia memiliki pekerjaan dan penghasilan. Jika masa panen selesai, maka ia pun tak memiliki penghasilan. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Mak Eha, kami menyampaikan titipan bantuan para sedekaholics untuk biaya akomodasi dan transportasi ke RSBA.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @asep_za

Ibu eha menderita Hipertensi

Ibu eha menderita Hipertensi


OLIS BINTI WIRA, (65, Tumor Abdomen). Alamat: Kp. Cikondang RT.9/4, Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Bu Olis begitulah orang memanggilnya, sejak tahun 2012 sering mengeluh sakit perut. Saat itu Bu Olis mengira bahwa ia hanya menderita sakit maag, sehingga hanya diberi obat warung saja. Ia sempat juga berobat ke bidan desa dengan keluhan yang sama dan diberikan obat untuk nyeri perutnya.  Setahun lamanya Bu Olis menahan rasa sakit, namun  keluhan itu tidak berkurang malah sebaliknya, semakin bertambah dan disertai perut yang  mengeras dan membesar. Saat itu Bu Olis sempat berobat ke Puskesmas, dan kemudian ia dirujuk  karena Bu Olis juga sudah mempunyai Jamkesmas sehingga biaya berobat ditanggung pemerintah. Namun keluarga keberatan, dengan alasan tidak mempunyai biaya transport ke rumah sakit. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat pas-pasan apalagi jika harus ditambah dengan bolak balik ke rumah sakit.  Akhirnya, keluarga memutuskan untuk merawat Bu Olis di rumah saja. Saat ini, sudah kurang lebih 2 tahun Bu Olis menahan sakitnya tanpa berobat. Kondisinya Bu Olis sangat lemah, hanya bisa terbaring ditempat tidur dan tumornya semakin membesar. Suami Bu Olis, Pak Aceng (85) sebenarnya tidak tega melihat istrinya seperti itu. Ia sangat berharap ada orang yang peduli dengan mereka supaya Bu Olis bisa berobat dan kembali sembuh, ia pun hanya mampu memanjatkan doa-doa untuk kesembuhan Mak Olis, maklum saja Pak Aceng sudah sangat tua dan tak mampu lagi mencari nafkah untuk keluarganya. Jawaban dari doa-doa Pak Aceng datang, Allah mempertemukan Kurir #SedekahRombongan dengan Bu Olis dan keluarga. Kami kurir #SR terus mendampingi Bu Olis hingga sampai pada tahap operasi Juli lalu, kurang lebih selama delapan bulan ini kami mendampinginya. Kini, perut Bu Olis tak lagi membengkak, ia sudah sembuh, hanya saja harus menjalani kontrol satu bulan satu kali ke RSHS Bandung. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 864. Mohon doa dari sedekaholics #SR semoga Bu Olis dan keluarga senantiasa selalu disehatkan oleh Allah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @avinptr

Ibu olis menderita Tumor Abdomen

Ibu olis menderita Tumor Abdomen


UTANG BIN EJI (83, Asam Urat). Alamat : Kp. Babakan Jati, Rt. 4/4, Ds. Tegaldatar, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta. Kami akrab memanggilnya Aki Utang, Aki merupakan sebuah nama sapaan di daerah sunda untuk laki-laki yang umurnya sudah menua. Ya, Ki Utang tak lagi muda, umurnya sudah menginjak 83 tahun, bagi kebanyakan orang pada rentang usia umur tersebut mereka menghabiskan waktunya bersama keluarga dan menikmati kehidupan tanpa harus bekerja keras mencari nafkah lagi. Berbeda dengan Ki Utang, setiap harinya ia harus menyusuri hutan karet di daerahnya. Ia menjadi buruh pengambil getah karet, dan mendapat upah Rp. 20.000,- hingga Rp. 25.000,- setiap harinya. Namun pekerjaannya tersebut harus terhenti, karena kakinya tak bisa digerakkan, saat itu taka da yang mengetahui bahwa Ki Utang sedang sakit. Hanya saja kerabatnya khawatir, karena beberapa hari ia tak melihat Ki Utang keluar rumah. Ia pun penasaran lalu mendatangi rumah Ki Utang, didapatinya Ki Utang sedang terbaring lemah di kasur lusuhnya. Kerabatnya tersebut membawa ia berobat ke puskesmas terdekat, hasil pemeriksaan di puskesmas tersebut menunjukkan bahwa Ki Utang harus menjalani pengobatan di RSBA. Dengan modal JAMPIS (Jaminan Purwakarta Istimewa) akhirnya ia pun dibawa berobat menuju RSBA, selama empat hari empat malam ia berada di ruang perawatan RS tersebut. Saat kondisinya mulai membaik, ia pun diperbolehkan pulang ke rumah, namun harus membayar obat yang tidak tercover oleh fasilitas JAMPIS. Dengan terpaksa, ia dan kerabatnya pun berikhtiar mencari pinjaman. Alhamdulillah, ada tetangganya yang mau meminjamkan uang untuk membayar obat Ki Utang. Seminggu kemudian ia harus menjalani kontrol di RS tersebut, namun sejak awal dia sudah berniat untuk tidak berangkat, karena ia sadar ia tak punya banyak uang untuk biaya transportasi dan pembelian obat penyakitnya. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan Ki Utang dan kerabatnya, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics #SR. Ia pun kemudian dapat kembali menjalani kontrol pemeriksaan dan membeli obat sesuai resep dokter untuk penyakit yang dideritanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @asep_za

Pak utang menderita Asam Urat

Pak utang menderita Asam Urat


SINDI PUSPITASARI (12, Infeksi Kulit). Kp. Cibalenyen, RT. 4/1, Desa. Tegaldatar, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta. Sindi, akrab kami memanggil putri bungsu dari Bapak Saded dan Ibu Iin ini. Sudah beberapa minggu Sindi merasakan gatal-gatal di kulit kepala dan telinganya, saat itu orangtuanya tak menduga bahwa gatal tersebut akan menyebar dan menjadi infeksi seperti sekarang. Awalnya ia hanya meminum obat warung sebagai pereda gatal, kemudian ia dibawa ke puskesmas karena kondisinya tak kunjung membaik. Selang beberapa hari, kondisi Sindi semakin parah. Gatal tersebut tumbuh menjadi infeksi kulit dan menimbulkan bau tak sedap, Sindi pun urung untuk pergi ke sekolah. Ia pun kembali dibawa berobat ke puskesmas, tim medis di puskesmas tersebut menyarankan agar Sindi dibawa berobat ke RSBA, agar langsung ditangani oleh dokter kulit. Orangtuanya mulai resah, pasalnya meeka tak punya banyak uang untuk biaya transportasi menuju RSBA. Maklum saja, bapaknya Sindi adalah kuli serabutan, kadang menjadi kuli di sawah kadang kuli bangunan. Tentu saja penghasilannya sangat tidak menentu. Selang dua hari berlalu, kami kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Sindi, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics #SR untuk biaya transportasi dan akomodasi Sindi dan keluarganya menuju RSBA Purwakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @asep_za

Sindi menderita Infeksi Kulit

Sindi menderita Infeksi Kulit


DINA TIARA, (6, Talasemia). Alamat: Kp. Krajan RT. 2/1, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dina sapaan akrab kami, ia adalah anak kedua dari pasangan Pak Deneng (37) dan Bu Tini (28). Berawal saat Dina berusia 6 bulan wajahnya selalu terlihat pucat, lemas dan susah makan sehingga seperti kekurangan gizi. Dina pun langsung dibawa ke Puskesmas dan dirujuk kembali ke RSB Asri Purwakarta untuk menjalani cek selanjutnya. Namun karena kondisinya yang sudah dehidrasi ia harus dirawat selama 5 hari dengan diagnosa sementara penyakit liver. Selang beberapa bulan setelah kepulangannya kondisi Dina kembali memburuk ia harus dirawat kembali di RSUD Bayu Asih Purwakarta dengan menggunakan Jampis, saat itu Dina harus transfusi darah satu labu 250cc dengan diagnosa talasemia mayor. Namun terjadi pembengkakan pada limfa sehingga harus dirujuk langsung ke RSHS dan ditangani oleh dokter khusus talasemia, benar saja dosis yang diberikan sebelumnya terlalu banyak sehinga bisa menimbulkan kerusakan pada limfa. Sampai usiaya saat ini yang sudah 6 tahun Dina harus terus kontrol untuk menjalani transfusi darah ke RSHS Bandung. Setiap HB Dina menurun ia harus langsung ke RSHS, namun Pak Deneng yang hanya bekerja sebagai pedagang kaki lima hanya bisa pasrah ketika tidak mempunyai biaya perjalanan yang cukup jauh tersebut, penghasilannya yang tidak menentu dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja memaksa dirinya untuk mencari pinjaman agar anaknya bisa tertolong. Bersyukur info tersebut sampai kepada kurir #SedekahRombongan dari kader yang selalu mengantarnya berobat. Kami pun mengerti kesulitan mereka dan menyampain bantuan awal dari Sedekaholics untuk meringankan biaya berobat jalan ke RSHS Bandung. Semoga Allah menyembuhkan penyakit Dina dan selalu diberi kelancaran selama menjalani pengobatan. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @lilis

Dina menderita Talasemia

Dina menderita Talasemia


NASUR BN MAR’AT (77, TBC). Alamat: Kp. Jawa RT. 5/3, Desa Cibogoghilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mang Entur sapaan akrab di kapungnya, sudah lama istrinya meninggal dunia dan kini tinggal bersama anak bungsunya Ela (28). Berawal tiga tahun yang lalu ia selalu merasakan sesak nafas, ia pun sudah lama mempunyai maag kronis yang membuatnya tidak bisa lagi bekerja sebagai buruh tani. Sudah beberapa kali ia dirawat di RS Siloam Purwakarta karena kondisinya yang selalu memburuk dengan diagnosa TBC. Mang Entur sudah tidak bisa berjalan jauh, tanggannya selalu bergetar jika ingin memegang sesuatu. Karena kondisi paru – parunya yang sudah tidak bagus ia harus rutin berobat jalan setiap seminggu sekali, ia pun memaksakan diri membuat BPJS untuk meringankan biaya berobat, namun karena kendala biaya BPJS tersebut tidak terbayar dan ia pun kebingungan dengan biaya trnsportasi yang bisa menghabiskan 250 ribu setiap pergi berobat. Ela yang hanya bekerja sebagai Ibu rumah tangga dan suamiya yang bekerja sebagai buruh harian lepas tidak bisa membantu banyak untuk Mang Entur berobat, maklum saja penghasilan mereka tidak menentu dan masih jauh dari cukup untuk kebuthan sehari-hari. Saat kurir #SedekahRobongan menjenguk Mang Entur yang sudah terbaring lemas, ia menceritakan keinginannya untuk bisa kembali berobat. Kami pun merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya trasnportasi berobat jalan. Semoga kesehatan Mang Entur segera pulih kembali agar ia bisa beraktivitas seperti biasanya. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @ukhti_fuzi

Pak nasur menderita TBC

Pak nasur menderita TBC


MAMAD ISMAIL (18, Gangguan Jiwa).   Alamat: Kp. Cibolang RT.5/2, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Gejala yang dialami Mamad berawal bulan Januari tahun 2013. Ia mempunyai keinginan membeli sepeda motor tetapi karena ayahnya tidak mampu membelikan. Pak Dudung (56), ayah Mamad sehari-harinya bekerja  menjadi pengemudi ojeg dari motor sewaan sebesar 15 ribu/hari. Sejak itu Mamad mulai jarang pulang, dan setiap pulang ke rumah, ia selalu marah-marah dan terus merengek minta dibelikan motor. Bapak Dudung sangat sedih, bagaimana tidak, untuk kebutuhan sehari-hari saja penghasilannya masih belum cukup untuk menghidupi keluarga. Karena emosi yang tidak terkontrol akhirnya Mamad mengalami depresi, sering mengamuk  dan berbicara ngelantur. Keluarga akhirnya membawa Mamad pergi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta dengan jaminan JAMKESDA. Karena kondisi Mamad semakin memburuk, ia dibawa ke RSJ Cisarua untuk dirawat inap. Setelah mendapat bantuan awal dan lanjutan yang masuk dalam  rombongan 838,  perkembangan Mamad semakin membaik dan boleh pulang, kini ia sudah bisa diajak ngobrol dan dikendalikan emosinya namun masih harus kontrol berobat jalan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta Selama 18 bulan agar bisa sembuh total. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan  bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi rawat jalan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Rasa syukur dan terimakasih keluarga Mamad untuk sedekaholics #SR yang berkenan membantu mereka. Semoga  Mamad segera diberi kesembuhan dan dapat menjalani aktivitas sehari-harinya dengan normal. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ukhti_fuzi

Mamad menderita Gangguan Jiwa

Mamad menderita Gangguan Jiwa


ANDIN MERLIANA PUTRI, (10 Bulan, Atresia Ani). Alamat: Kp. Babakan Sari RT.4/5, Desa Ciwareng, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Tidak akan ada menyangka bahwa adik manis seceria ini ternyata memiliki kecacatan pada tubuhnya. Semenjak lahir ia tidak memiliki lubang anus seperti bayi pada umumnya, ia harus mengerang kesakitan setiap akan melakukan buang air besar, hal tersebut harus ia lalui sampai saat ini. Pada usia 5 bulan Andin dibawa ke RSHS Bandung untuk dilakukan serangkain pemeriksaan oleh tim medis Rumah Sakit tersebut, pihak RSHS menginformasikan bahwa Andin akan dilakukan tindakan operasi namun harus menunggu beberapa bulan mendatang. Hingga kini, 5 bulan sudah orangtua Andin menunggu kabar berita dari RSHS terkait jadwal operasi, namun belum juga ada. Hingga bulan Juli kemarin Alhamdulillah Andin telah dilakukan operasi pertama oleh tim medis RSHS, operasi kedua akan dilaksanakan pada tanggal 1 Setember mendatang. Kami kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Andin, menyampaikan titipan bantuan berupa materil sekaligus membantu negosiasi dengan pihak RSHS. Bantuan materil tersebut nantinya akan digunakan untuk biaya akomodasi RSHS, semoga Andin segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 837.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @fentifatimah

Andin menderita Atresia Ani

Andin menderita Atresia Ani


IIM MUSLIMAH, (35, Mioma Uteri). Alamat : Kp. Cisalak RT. 7/8, Desa Sakaroya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bi Iim adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama suaminya Mang Rosyid (45). Sudah sembilan belas tahun menikah namun Bi iim belum juga dikaruniai seorang anak sampai ia mengangkat anak laki-laki dari adiknya. Karena kendala biaya ia tidak pernah memeriksakan diri ke dokter, ia hanya pasrah dan terus berharap kelak bisa mempunyai anak. Beberapa bulan yang lalu ia baru merasakan bahwa didalam perutnya terdapat benjolan, ia pun memeriksakan diri ke dukun beranak di kampungnya, setelah diperiksa katanya Bi Iim sedang hamil. Bahagia bukan main, karena ternyata doa mereka sudah terjawab. Bi Iim dan suaminya pergi memeriksakan diri ke RSB Asri Purwakarta untuk memastikan dengan cara USG. Namun harapannya harus pupus, karena dokter menjelaskan bahwa yang didalam rahim bukanlah janin tapi miom yg ukurannya sudah besar, pantas saja jika Bi Iim tidak bisa mempunyai anak karena terhalang oleh miom tersebut yang sudah cukup lama. Dokter menjelaskan pula jika ingin menjalani operasi maka harus diangkat dengan rahimnya sehingga Bi Iim seumur hidup tidak akan mempunyai anak. Bi Iim dan suaminya pulang dengan rasa sedih namun berusaha untuk ikhlas. Ia masih belum bisa memutuskan untuk menjalani operasi karena takut rahimnya yang harus diangkat. Namun jika dibiarkan maka akan terus membesar dan membahayakan hidupnya. Ia pun memutuskan untuk rutin berobat jalan agar miom tersebut bisa dihancurkan oleh obat. Namun apa daya suaminya hanya buruh bangunan yang penghasilannya tidak menentu, ia kebingungan dengan biaya rumah sakit karena tidak mempunyai jaminan apapun. Dengan izin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bi Iim yang sudah lama tidak kontrol dan selalu merasakan sakit di bagian rahim. Kami pun merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya berobat jalan ke rumah sakit. Semoga Allah mengangkat penyakit Bi Iim  dan diberi keikhlasan dengan takdir terbaiknya. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @ukhti_fuzi

Ibu iim menderita Mioma Uteri

Ibu iim menderita Mioma Uteri


IKIN SODIKIN (60, Stroke dan Darah Tinggi). Alamat: Jln. Binong Tengah, RT. 6/7, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sebelum terserang stroke, Pak Ikin –begitu panggilan kesehariannya– bekerja sebagai sopir pribadi. Istrinya, Ibu Rohimah (58), hanya ibu rumah tangga. Ketika Pak Ikin sakit dan tak bisa lagi mencari nafkah, keluarga dhuafa ini semakin terpuruk dalam kemiskinan. Padahal, mereka masih punya dua anak yang masih dibiayai. Pada Januari 2016, sepulang bekerja, Pak Ikin mengalami pusing, sampai terjatuh. Ia kemuduan dibawa ke klinik terdekat yang merujuknya ke Rumah Sakit PINDAD. Berdasarkan pemeriksaan dokter, ia dinyatakan mengalami darah tinggi. Pak ikin juga diduga kuat mengalami stroke dan lumpuh di bagian badan sebelah kanan. Mulutnya pun menjadi kaku dan membengkok. Di RS PINDAD Pak Ikin Sodikin dirawat selama satu minggu. Ketika kondisinya berangsur membaik, keluarganya meminta izin untuk pulang, namun pihak Rumah Sakit tidak mengizinkannya. Mereka memaksa pulang karena tidak punya lagi biaya untuk bekal hidup di rumah sakit dan biaya transportasi selama Pak Ikin dirawat. Sejak pulang dari rumah sakit, Pak Ikin masih terus berobat jalan dan harus kontrol satu kali dalam seminggu. Tetapi, ikhtiarnya kerap terputus di tengah jalan. Jangankan untuk berobat; untuk kebutuhan sehari-hari pun sering tak terpenuhi. Sejak sakit dan dirawat di rumah sakit, ia tidak lagi bekerja. Tragisnya ketika ia sedang mengalami musibah, majikan di tempatnya bekerja tidak memberi santunan sedikit pun. Malah sampai sekarang, walaupun Pak Ikin sudah berhenti bekerja, ia tidak mendapatkan pesangon. Ia amat layak dibantu. Bersama keluarganya ia tinggal di rumah sewaan berukuran kecil, dengan harga sewa Rp.350.000,- per bulan. Selain itu, kedua anaknya yang sudah lulus SMP tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Kebutuhan hidup mereka sehari-hari hanya mengandalkan pemberian ala kadarnya dari anaknya yang sudah berumah tangga. Kabar duka keluarga dhuafa tersebut sampai kepada Kurir #SedekahRombongan melalui seorang teman anaknya yang sudah berumah tangga. Syukur, kurir #SR bisa berkunjung dan bersilaturahmi dengan mereka. Kepada kurir #SR keluarganya juga menceritakan kesusahannya, termasuk beban utangnya yang makin banyak kepada tetangga, juga tentang ketidakmampuan mereka untuk membayar sewa rumah yang sudah menunggak selama dua bulan. Berempati atas apa yang dialami keluarga dhuafa ini, alhamdulillah, pada akhir bulan April 2016 sedekaholics #SedekahRombongan memberi mereka bantuan awal yang digunakan untuk biaya transportasi berobat ke rumah sakit dan biaya sehari-hari. Pada pertengahan Agustus 2016 kurir #SR kembali mengunjungi Pak Ikin di rumahnya. Pada kunjungan kedua tersebut #SedekahRombongan kembali menyampaikan titipan sedekaholics, berupa uang yang diganakan untuk biaya transportasi dan akomodasi agar ia dapat melanjutkan pengoabatan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 840.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @hengkisenandika @lilisdariyah

Pak ikin menderita Stroke dan Darah Tinggi

Pak ikin menderita Stroke dan Darah Tinggi


KASRI BINTI ASNAWI (67, Darah Tinggi dan Sakit Kaki Sebelah Kanan). Alamat: Jl. Karees Sapuran No. 7/121, RT.3/3 Kelurahan Samoja Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Kasri sehari-hari hanya disibukkan dengan urusan rumah tangga sementara, suaminya, Pak Ading Supriatna (77) tak mempunyai pekerjaan tetap untuk menyambung kehidupan keluarga. Karena tidak memiliki pekerjaan tetap, suami Bu Kasri baru memperoleh penghasilan apabila ada warga setempat atau siapa saja yang meminta bantuannya bekerja Mereka tergolong warga PraSejahtera bahkan miskin papa. Keluarga dhuafa ini semakin terpuruk sejak Bu Kasri sakit dan harus rutin berobat. Sejak terserang penyakit darah tinggi Ibu Kasri hanya berobat ke klinik dan puskesmas. Selain darah tinggi, akhir-akhir ini ia juga menderita sakit di kaki bagian kanan, dan belum bisa diperiksakan ke rumah sakit karena mereka tidak memiliki biaya. Mereka memiliki empat orang anak yang sudah berumah tangga; tetapi keadaan ekonominya sama-sama pas-pasan. Kebutuhan sehari-hari keluarga Ibu Kasri selalu dibantu Ketua RT dan warga setempat, juga mengandalkan pemberian anak-anaknya; itu pun kalau kebetulan sedang ada rezekinya. Karena keterbatasan ekonominya itulah, Ibu Kasri dan Bapak Ading tidak mampu berobat ke Rumah Sakit dan memeriksakan penyakit di kakinya. Beruntung sekali kurir #SedekahRombongan memperoleh informasi dari Ketua RT di lingkungannya. Alhamdulillah kurir #SR bisa bersilaturahmi dengan keluarga miskin ini dan dapat menyampaikan bantuan dari sedekaholics #SR  di rumahnya. Tanda Cinta Dhuafa dari #SedekahRombongan ini digunakan untuk membiayai pembuatan BPJS, membantu biaya sehari-hari dan transportasi untuk segera mengobati penyakit darah tinggi dan penyakit di kakinya yang sangat menghambat aktivitasnya. Pada bulan Agustus Kurir #SR kembali mengunjunginya dan, alhamdulillah Ibu Kasri sudah terlihat bisa beraktivitas dan berjualan di teras rumahnya, walaupun tangannya masih agak sulit digerakkan. Pada kunjungan kedua ini #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan Ke-2 dari para sedekaholik berupa biaya untuk melanjutkan pengobatannya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 805.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 19 Agustus  2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @AzepBima @LilisDariyah

Bu kasri menderita Darah Tinggi dan Sakit Kaki Sebelah Kanan

Bu kasri menderita Darah Tinggi dan Sakit Kaki Sebelah Kanan


WIWI SURYATI (51. Diagnosa : Asam Urat, Darah Tinggi). Alamat: Jln. Pelindung Hewan Gg. Darusalam RT.4/8 Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Wiwi dan suaminya yang bernama bin M. Harun (66 tahun) tinggal bersama 3 orang anaknya yang masih sekolah di SLTP dan SD. Mereka menghuni rumah sewaan yang sempit, ukuran sekitar 4 M2, dengan biaya sewa Rp.425.000,- per bulan. Suaminya yang sudah tua dan hanya tukang laden, kuli bangunan, itu kini jarang mendapat pekerjaan sehingga tidak mampu mengontrak rumah yang lebih layak. Mereka termasuk dhuafa. Di tengah kemiskinannya, keluarga ini harus membiayai anak-anaknya yang masih sekolah. Keperluan sekolah anak-anaknya sering kali tak terpenuhi. Oleh karena itu, demi mencukupi kebutuhan hidupnya, Ibu Wiwi setiap hari mau bekerja apa saja untuk membantu suaminya mencari nafkah. Setiap hari ia berkeliling menjajakan dagangan titipan tetangganya, atau membantunya mencuci pakaian dan membereskan pekerjaan dapur di tetangganya. Kesusahannya semakin bertambah setelah dalam 2 tahun ini ia terserang darah tinggi. Dalam 6 bulan terakhir Ibu Wiwi juga csering mengalami pegal dan linu; badannya bengkak-bengkak dan sulit tidur. Bahkan, dalam dua bulan terakhir ia terjangkiti penyakit gatal-gatal;  muncul pula bentolan-bentolan di sekujur tubuhnya. Bentolan-bentolan yang merambat sampai ke tangan dan kakinya itu mengeluarkan cairan yang terasa perih. Akan tetapi, segala rasa sakit di badan dan pusing-pusing itu tidak dia hiraukan. Ia harus bekerja demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Ia harus terus bekerja. Selama sakit ia hanya berobat sekali-kali ke Puskesmas atau meminta obat-obatan dari tetangga dan saudaranya. Ia tak mampu berobat ke rumah sakit. Bahkan ia sering khawatir, kalau penyebab sakitnya diketahui dan harus dirawat yang pasti membutuhkan biaya lebih besar. Kabar duka derita keluarga dhuafa ani akhirnys sampai kepada kurir #SedekahRombongan berdasarkan informasi dari para tetangganya, juga dari Ketua RW setempat yang sering membantunya. Alhamdulillah pada kunjungan pertama kurir #SR dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari para sedekaholics untuk Ibu Wiwi, berupa uang tunai. Santunan awal ini digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi, dan membeli obat-obatan. Pada Agustus 2016 kembali kurir #SR mengunjunginya. Alhamdulillah, bintik-bintik di lengan dan tubuhnya sedang dalam proses penyembuhan. Pada kunjungan kedua ini #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan sedekaholick untuk melanjutkan pengobatan darah tinggi dan asam uratnya. Selain itu, mudah-mudahan dapat membantunya untuk biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatatat di Rombongan 860.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @hengkisenandika @hapsarigendhis

Ibu wiwi menderita Diagnosa : Asam Urat, Darah Tinggi

Ibu wiwi menderita Diagnosa : Asam Urat, Darah Tinggi


MIROD BIN MINTARSIK (85. Diagnosa : Pembengkakan Lambung, Sulit BAB). Alamat: Kampung Maruyung, RT.1/3, Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri tercinta, Ibu Itok (82), Pak Mirod tinggal di rumah sederhana. Berdasarkan penuturan keponakannya, Pak Tasman, bapak pendiam ini sakit cukup lama. Awalnya, pada Februari 2016 Aki Iro –panggilan akrabnya– terserang sakit perut yang sangat menyakitkan dan menimbulkan rasa pusing. Waktu itu juga ia diperiksakan ke RSUD Bina Sehat di Dayeuh Kolot untuk diberi tindakan medis. Setelah dirawat dan dirontgent, hasilnya menunjukkan bahwa Pak Mirod mengalami pembengkakan lambung akibat sulit BAB dan kurang minum. Dari rumah sakit, ia diberi obat dan resep untuk dibeli di apotek. Namun, merasa tidak sakit, Pak Mirod tidak lagi meminum obat karena tidak memiliki uang untuk membelinya di apotek. Pada akhir Mei 2016 Pak Mirod kembali mengalami pusing-pusing disusul muntah-berak; ia kemudian pingsan. Dalam keadaan seperti itu ia kembali dievakuasi ke RSUD Bina Sehat di Dayeuh Kolot. Di salah satu rumah sakit rujukan di Kab. Bandung ini ia dirawat satu hari. Karena keterbatasan biaya, mereka meminta izin pulang, dan memilih berobat jalan. Sampai kini Pak Mirod belum bisa berobat maksimal di rumah sakit; ia hanya menjalani pemeriksaan di Puskesmas atau dokter praktek terdekat. Jarak dari rumah mereka ke RSUD di Kabupaten Bandung cukup jauh. Mereka termasuk dhuafa dan mustahiq. Bapak Mirod dan istrinya tinggal berdua di rumah bilik bambu sederhana. Mereka tidak dikaruniai anak. Hanya keponakannya yang sesekali mengunjungi dan menemaninya. Pak Mirod tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia dan istrinya hanya bekerja bila ada tetangganya/warga yang meminta bantuannya di kebun. Selain hasil kerja serabutan, ia bisa membeli kebutuhan hidup atas karena bantuan saudara atau keponakannya. Saat dirawat di rumah sakit, ia memperoleh bantuan biaya dari tetangga dan saudaranya, juga dari salah satu yayasan. Saat dikunjungi, Pak Mirod menuturkan, “Sekarang saya dalam masa istirahat untuk proses pemulihan. Saya belum bisa berangkat ke RSUD untuk pemeriksaan dan melanjutkan pengobatan karena jaraknya jauh di kota; saya juga belum punya biaya. Baru sekali saya diperiksakan lagi, ke dokter di Klinik 24 jam yang jaraknya agak dekat.” Sampai kini ia tidak lagi bisa membeli obat seperti yang diresepkan dokter, karena obat itu harus dibeli di apotek yang harga per botolnya cukup mahal. Kabar duka yang menimpa keluarga Pak Mirod akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan di Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat mengunjungi mereka dan menyampaikan Titipan Langit dari sedekaholics untuk Pak Mirod. Santunan yang mereka terima langsung ini digunakan untuk biayai transportasi pemeriksaan ke RSUD, biaya membeli obat yang harus dibeli di apotek, dan untuk membantunya biaya sehari-hari. Pada pertengahan bulan Agustus 2016 Kurir #SR kembali mengunjungi Pak Mirod untuk melihat perkembangan kesehatannya. Alhamdulillah, katanya, nafsu makannya sudah baik hanya masih ada pusing dan bermasalah dalam BAB. Pada kunjungan kedua tersebut #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan dari Sedekaholics untuk membantunya membiaya cek-up dan pengobatan ke Rumah Sakit. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 860.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @Hengkisenandika

Pak mirod menderita Diagnosa : Pembengkakan Lambung, Sulit BAB

Pak mirod menderita Diagnosa : Pembengkakan Lambung, Sulit BAB


EES SUKAESIH (52, Diagnosa: Usus Buntu). Alamat: Kampung Maruyung, RT.1/3, Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu yang sudah lama menjanda ini pernah bekerja menjadi TKW di Arab Saudi demi menghidupi dan membiayi sekolah anak-anaknya. Setelah anak bungsunya dewasa dan selesai sekolah kejuruan, ia pun pulang dan berhenti jadi TKW karena merasa sudah tua dan lelah. Akan tetapi, sepulangnya ke kampung halaman, ia pun harus tetap bekerja serabutan untuk mencari nafkah karena satu orang putrinya masih belum bekerja dan satu lagi anak perempuannya menjanda serta memiliki satu anak yang masih kecil. Ibu Ees mencari nafkah dengan membuat macam-macam makanan tradisional berupa rengginang, kerupuk dari singkong dan lain-lain. Makanan tersebut ia jual sendiri atau dibantu saudaranya, dengan menjajakannya ke daerah-daerah di Kabupaten Bandung. Sering juga ia hanya bekerja membantu tetangganya membuat makanan-makanan serupa karena ia kehabisan modal. Pada bulan Juni 2016 ia mengalami sakit perut dan muntah-muntah. Ia dibawa ke dokter dan berdasarkan pemeriksaan dokter ia dinyatakan positif terserang sakit usus. Berdasarkan rujukan dokter, ia dibawa ke RS Al-Ihsan di Baleendah Bandung. Berdasarkan pemeriksaan di RS Al-Ihsan, Ibu Ees dinyatakan terkena Usus Buntu. Akan tetapi, karena tidak ada dokter ahli dan fasilitas operasinya tidak tersedia, ia dirujuk kembali ke RS Immanuel Kota Bandung. Di RS Immanuel itulah Ibu Ees dioperasi dan dirawat selama 3 hari dengan menggunakan fasilitas BPJS. Hampir dua bulan sepulang dari Rumah Sakit Ibu Ees tidak pernah memerisakan kembali kondisi kesehatannya karena tidak memiliki biaya. Bahkan, walaupun badannya belum sehat, sering merasa pusing, dan perutnya sakit melilit-litit, ia memaksakan diri bekerja membantu tetangganya demi mencari nafkah. Kebutuhan sehari-hari beserta keluarganya yang didapat dari kerja serabutan dan gaji anaknya sebagai guru honorer tidak mampu membiayai transportasi dan pengobatan ke Rumah Sakit yang jaraknya cukup jauh dari desanya. Duka Ibu Ees tersebut disampaikan tetangganya yang kebetulan adalah pasien dampingan #SedekahRombongan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dapat berkunjung ke rumahnya dan mendengarkan cerita duka serta keluhan-keluhannya. Pada kunjungan pertama itu #SedekahRombongan menyampaikan tanda cinta dari para sedekaholik, berupa bantuan uang untuk membiayai pemeriksaan kesehatan dan pengobatannya ke rumah sakit. Bantuan pertama ini digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi, dan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @Hengkisenandika

Ibu ees menderita Diagnosa: Usus Buntu

Ibu ees menderita Diagnosa: Usus Buntu


ONIH BINTI KAMID (59, kencing manis). Alamat: Jalan Kencana Indah 4 Buah Batu RT.8/11 Kelurahan Gumuruh Kecamatan Batu Nunggal Kotamadya Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama suaminya,   Mamat bin Mista (65), dan kedua anaknya, ia tinggal di gubuk sempit tak layak huni yang lahannya pun berstatus pinjaman dari warga yang peduli atas nasib Bu Onih dan keluarganya. Sampai kini keluarga dhuafa ini belum memiliki rumah tinggal sendiri. Mereka berpindah-pindah menempati rumah kontrakan. Penghasilan suaminya sebagai pemulung barang rongsokan belum bisa mensejahterakan keluarganya. Walaupun ia dan kedua anaknya ikut membantu usaha suaminya, mereka masih diuji dengan kemiskinan. Bu Onih juga diuji Allah Swt dengan penyakit yang ia derita di masa tua kehidupannya. Sejak Oktober 2014, ia diduga menderita sakit “gula kering” dan “penglihatan matanya buram”. Karena tidak punya biaya dan jaminanan kesehatan apapun, pengobatan yang dapat ia upayakan hanya sampai Puskesmas. Rujukan untuk pemeriksaan ke rumah sakit umum belum sempat ia tindaklanjuti. Keadaan memprihatinkan yang dialami Bu Onih dan keluarganya akhirnya sampai kepada #SR melalui kurir Kota Bandung, Hengki S dan Hj. Lilis Dariya. Berdasarkan hasil kunjungan (survey) dan penuturan Bu Onih, ia sangat membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit atau dokter. Alhamdulillah para sedekaholics #SR berempati atas kesulitan hidup yang dialami Bu Onih dan keluarganya serta memberinya santunan awal yang digunakan untuk membuat Kartu SKM atau BPJS, transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Pada pertengahan bulan Agustus 2016, kurir #SR kembali mendapat kabar bahwa Ibu Onih sakit lagi dan membutuhkan pertolongan medis. Pada 20 Agustus 2016, kembali kurir #SR mengunjungi Bu Onih di rumahnya. Pada kunjungan itu #SedekahRombongan kembali menyampaikan Bantuan Ke-2 dari para sedekaholic berupa uang untuk biaya pemeriksaan dan pengobatan ke rumah sakit. Bantuan sebelum ini tercatat pada Rombongan 784.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @Hengki @Lilisdariyah

Ibu onih menderita kencing manis

Ibu onih menderita kencing manis


RAHMANSYAH BIN MARTONO (7, TB. Tulang). Alamat: Blok Nyongat, RT. 8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Sampai usianya yang kini sudah menginjak usia 6 tahun, Rahmansyah tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena sakit berat yang ia derita. Saat usia satu tahun ia  mengalami hydrocephalus. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, ia dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Saat berusia 2 tahun ia mengalami TB Tulang kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini, sudah empat tahun orangtua Rahmansyah berikhtiar di RSHS Bandung untuk kesembuhan anak keduanya ini. Satu minggu sekali dia kontrol dan dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat ini. Sampai saat ini perkembangan Rahmansyah sangat menggembirakan. Pascaoperasi ia sudah bisa berjalan, setelah dilakukan pemasangan sepatu untuk memudahkan ia berjalan serta bermain seperti anak-anak se-usianya. Dengan dukungan sedekaholics #SR, ia rajin menjalani fisioterapi seminggu 3 kali di RSHS Bandung. Rahmansyah juga semakin rajin bersekolah di TK bersama teman-teman seusianya. Ia bersemangat saat belajar membaca, menulis dan berhitung di sekolah yang tidak jauh dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Putra  bungsu dari keluarga dhuafa ini masih membutuhkan dukungan para dermawan. Ayah Rahmansyah, yaitu Martono (55), sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibundanya, Aisyah (37) hanyalah ibu rumah tangga biasa. Selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung, Rahmansyah menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas. Untuk kelanjutan terapi Rahmansyah, alhamdulillah, #SedekahRomnongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk anak periang ini. Bantuan yang diterima ibunya di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi ke Jakarta untuk pembuatan sepatu kaki kanan yang terkena TB. Tulang. Pemasangan sepatunya alhamdulillah berhasil. Semoga Rahmansyah segera dapat pulih dari penyakitnya. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 863.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda  @avinptr@hapsarigendhis

Rahmansyah menderita TB. Tulang

Rahmansyah menderita TB. Tulang


ULSA BIN ADAM (50, Ca Nasofaring). Alamat: Desa Belendung  RT. 6/20, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Pak Ulsa, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, kini sedang diuji Allah Swt dengan penyakit yang membuatnya tidak bisa mencari nafkah untuk keluarganya. Awalnya, setahun yang lalu, ia merasakan adanya benjolan pada leher sebelah kanan dan kerap mengalami demam cukup lama. Keluarga Pak Ulsa kemudian membawanya periksa ke Rumah Sakit Umum Daerah setempat. Tim medis RSUD Subang itu lalu menyarankannya untuk berobat lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Pak Ulsa didiagnosa terkena penyakit Ca Nasofaring atau kanker saluran hidung dan tenggorokkan. Bersama sang istri, dia akhirnya melanjutkan pengobatan di Bandung. Ketika berobat di rumah sakit terakhir inilah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini. Sampai kini Pak Ulsa sudah bulan didampingi #SR dan tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Bandung untuk menjalani terapi sinar di RSHS Bandung, dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS Kelas III. Lebih dari itu #SR juga telah memberunya bantuan kepada Bapak Ulsa untuk keperluan pembelian obat dan bekal selama dua bulan di Bandung. Pada akhir Juni 2016 ia datang kembali ke RSHS untuk kontrol. Perkembangannya ada pembaikan, tetapi dia masih harus terus berobat. Pak Ulsa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah sedekaholics #SR berempati atas apa yang dialami Pak Ulsa dengan memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Saat bantuan ini disampaikan, terucap kata syukur dan doa dari Pak Ulsa dan istrinya untuk para sedekaholics yang sudah membantu memberikan santunan melalui #SedekahRombongan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 863.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 18 Agustus 2016
Kurir :  @ddsyaefudin @cucucuanda @avinptr

Pak ulsa menderita Ca Nasofaring

Pak ulsa menderita Ca Nasofaring


LILIS NURAINI, (53, Ca Mamae). Alamat: Kp. Cimeungpeuk RT.4/6 Desa Cimeungpeuk, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Pada awal tahun 2011 Ibu Lilis merasakan sakit di payudara sebelah kiri. Tak lama kemudian, masih di bagian payudara kirinya, tumbuh benjolan berwarna merah. Ibu Lilis tidak terlalu menghiraukan benjolan tersebut; ia menduga itu hanya benjolan biasa. Dua bulan kemudian rasa sakit itu muncul lagi dan benjolannya semakin membesar. Suami Bu Lilis, yaitu Pak Pepen Supendi (51), tak tinggal diam: ia langsung membawa Bu Lilis ke Puskesmas terdekat. Setelah dua minggu berobat di Puskesmas, penyakitnya tidak terdeteksi secara akurat. Karena itu, penanganannya lalu dirujuk ke RSUD Sumedang untuk memastikan penyakitnya. Setelah mendapatkan tindakan “biopsi” (operasi kecil) di RSUD Sumedang, baru didiagnosa bahwa Ibu Lilis terkena penyakit Kanker Payudara atau Ca Mamae. Akhirnya beliau berobat rutin, pulang-pergi ke RSUD Sumedang. Karena kondisinya semakin memburuk, pengobatannya dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Berbekal jaminan kesehatan dari Pemerintah Daerah (Jamkesda Sumedang) dan bekal uang seadanya, Ibu Lilis memaksakan diri mengupayakan kesembuhannya ke Kota Kembang ditemani anak lelakinya. Saat berobat dan menjalani kemoterapi di RSHS Bandung, dia mendapatkan informasi dari seorang dokter untuk menghubungi #SedekahRombongan agar ia bisa tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) karena penyembuhan penyakitnya membutuhkan waktu cukup lama. Alhamdulillah kurir #SR bisa bertemu dengan ibu yang tabah ini dan mengajaknya tinggal di RSSR sampai saat ini. Ibu Lilis dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak dibantu untuk melanjutkan pengobatan di rumah sakit. Ibu Lilis adalah istri Pak Pepen Supendi (51) yang sehari-hari dikenal sebagai pedagang kelinci. Dengan tanggungan keluarga empat orang, sangat berat dirasakan Pak Pepen untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya, apalagi setelah Ibu Lilis sakit-sakitan. Di luar dugaan Bu Lilis, alhamdulillah, sedekaholic #SR berempati atas apa yang mereka alami dan menjadikan Bu Lilis sebagai pasien dampingan #SR sampai saat ini. Pada akhir April 2016 Ibu Lilis telah menyelesaikan kemoterapinya di RSHS Bandung. Selama tiga bulan ia hanya berobat seadanya di rumah. Akibatnya, penyakitnya kambuh lagi. Tangan kirinya mengalami pembengkakan. Dia kemudian diajak anaknya untuk konsultasi langsung ke RSHS Bandung. Dia terpaksa harus menjalani pemeriksaan dari awal lagi. Memahami betapa beratnya cobaan yang dialami Bu Lilis, dengan izin Allah Swt, kembali  #SedekahRombongan menyampaikan titipan sedekaholics untuk Ibu Lilis. Bantuan yang dia terima di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 867. Sampai 11 Agustus 2016 dia kembali menjalani serangkaian pemeriksaan di RSHS Bandung. Akan tetapi, pada tanggal 12 Agustus 2016 kondisi Bu Lilis memburuk. Kurir Bandung kemudian mengevakuasinya ke  IGD RSHS Bandung. Setelah ditangani beberapa hari, pada 14 Agustus 2016 Ibu Lilis meninggal dunia. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun. Semoga beliau termasuk hamba Allah yang menemuiNya dalam keadaan husnul khatimah. Derita sakit yang dialaminya semoga menjadi penebus segala kekhilafannya. Aamiin! Malam itu juga jenazahnya diantarkankurir #SR menggunakan MTSR Bandung. “Atas bantuan dan perhatian para dermawan dan rekan-rekan di #SR, kami ucapkan terima kasih. Jazaakumulaah,” doa anaknya kepada kurir #SR.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @avinptr @hapsarigendhis

Ibu lilis menderita Ca Mamae

Ibu lilis menderita Ca Mamae


NANI MARYANI (50, Susp. Tumor Ovarium). Alamat : Kampung Babakan Baru RT.2/4, Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama anak satu-satunya, Bu Nani tinggal di rumah keluarganya. Dengan segala keterbatasan, mereka bahu-membahu saling membantu menjalani kehidupan.  Ketika Bu Nani sakit, keluarganya sekemampuan menjaga dan mendampinginya. Pada awal Januari 2016 Bu Nani merasa sakit di bagian peranakan. Setelah diurut atau dipijat oleh paraji, gejala aneh yang ia rasakan itu bukannya membaik, malah semakin mengakibatkan rasa sakit. Karena kondisi kesehatannya tak kunjung pulih, pada Februari 2016  ia dibawa periksa ke Puskesmas setempat. Karena Puskesmas menyatakan tidak sanggup menangani penyakitnya, akhirnya penanganan penyakit Ibu Nani dirujuk ke RSUD Cikopo Cicalengka Kabupaten Bandung. Di RSUD ini ia dicek darah dan di-USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Ibu Nani Maryani diduga kuat terkena penyakit Tumor Ovarium. Untuk lebih memastikan penyakitnya, Ibu Nani kembali diperiksakan ke RSHS Bandung. Setelah kembali di-USG , menjalani rontgent, dan berdasarkan pemeriksaan di laboratorium, Ibu Nani dinyatakan mengidap penyakit Tumor Ovarium Ganas dan dianjurkan untuk segera menjalani operasi. Setelah mendaftar serta berdasarkan antrian Ibu Nani akan mendapat jadwal operasi pada Februari 2017. Ibu Nani memohon bantuan doa dari kurir #SedekahRombongan yang mengunjunginya agar tindakan operasinya dapat segera dilaksanakan dan berhasil. Berdasarkan pengamatan kurir yang mengunjunginya, Bu Nani amat layak dibantu. Ibu Nani sangat menderita akibat rasa sakit. “Obat penahan sakit” yang harus diminumnya tidak terbeli. Di samping menanggung penderitaan dari penyakitnya, ia juga mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebagai seorang janda dan memiliki tanggungan seorang anak, sekarang ia tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah. Biaya sehari-hari saat ini dibantu anaknya yang juga sudah berkeluarga. Harapan Bu Nani untuk terus berjuang melawan kanker, akhirnya sampai juga kepada kurir #SR. Pada 22 April 2016, MTSR Bandung sempat mengevakuasi Bu Nani ke IGD RSUD Cicalengka dan IGD RSHS Bandung karena kondisinya menurun drastis. Ia sempat tinggal tiga hari di RSSR.Bandung. Selain mendapatkan dampingan dari #SR, alhamdulillah ia juga mendapatkan bantuan dari sedekaholics yang digunakan untuk akomodasi selama berobat, membeli obat, san biaya sehari-hari. Pada pertengahan Mei 2016, Bu Nani akhirnya dapat menjalani tindakan operasi di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung. “Karena menunggu antrian untuk masuk ruang rawat inap di RS Cibadak lama, terpaksa kami pindahkan operasinya ke rumah sakit lain. Biayanya dengan menjual rumah kami,” kata anaknya saat dijenguk kurir #SR. Kondisinya kini membaik walau ia harus kontrol satu bulan sekali. Bu Nani masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk mengurangi beban kehidupannya. Berempati atas apa yang dialami Bu Nani, pada bulan Juli dan Agustus SedekahRombongan kembali memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi kontrol dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @hengkisenandika @lilisdariyah @mukhtarefendi

Ibu nani menderita Susp. Tumor Ovarium

Ibu nani menderita Susp. Tumor Ovarium


AENAH BINTI ARSAI (54, Kanker Gusi). Alamat: Dusun Dano, Rt. 008/016, Desa Cisantana, Kecamatn Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Aenah adalah pasien dampingan #SedekahRombongan penderita Kanker Gusi. Beliau sudah hampir 2 bulan tinggal di Bandung untuk menjalani perawatan di RSHS Bandung. Beberapa waktu lalu kondisi beliau sempat drop hingga memmbutuhkan darah sebanyak 12 labu. Selain itu, asupan makanan beliau hanya berupa susu khusus penderita kanker karena dia tidak bisa makan seperti pada umumnya. Sayangnya, bengkak di gusinya semakin hari semakin membesar. Akhir Mei 2015, Ibu Aenah mendapat perawatan di ruangan steril khusus yang mendapat penjagaan ketat dari pihak rumah sakit. Hal tersebut berkenaan dengan penyakit beliau yang semakin memprihatinkan. Alhamdulilah berkat kesabaran beliau dan keluarga yang menemani, Ibu Aenah dapat menjalani kemo terapi pertamanya buan Mei 2016; awal Juni 2016 ini beliau akan dibuatkan jadwal kemo yang kedua sekaligus tindakan medis berupa sinar/laser. Ibu penyabar ini masih membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan pada bulan itu kembali menyampaikan santunan kepada Ibu Aenah agar ia terus mendapatkan perawatan terbaik untuk kesembuhannya. Begitu juga pada Agustus 2016 edekaholics #SR memberinyabantuan santunan yang merupakan santunan ke-6. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin Santunan sebelum ini tercatat di rombongan 856 .

Jumlah Santunan: Rp.750.000
Tanggal: 20 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @avinptr

Ibu aenah menderita Kanker Gusi

Ibu aenah menderita Kanker Gusi


RAFLI DWI SAPUTRA (10, Ca REGIO THORAX). Alamat : Pedukuhan VIII Pleret Panjatan Kabupaten Kulon Progo, DIY.
Rafli Dwi Saputra adalah anak kedua dari  Muhammad Januari (44) yang sehari harinya bekerja sebagai buruh serabutan dan Tukirah (43) yang bekerja sebagai karyawati pabrik wig. Sejak kecil, Rafli sering mimisen, demam bila kecapaian dan batuk dengan bengkak di pipi. Oleh keluarga biasanya diperiksakan ke dokter, mendapat obat serta istirahat 2-3hari sembuh, dan bengkak dipipi juga menghilang. Namun pada bulan Januari 2016 setelah 4 hari tetap bengkak dipipi dan kembali periksa, Rafli kemudian disuruh opname di RSUD Wates dan dirujuk ke RSUP DR. Sardjito dengan diagnosa tumor di bagian thorax dan dilakukan pemeriksaan secara intensiv di Estela RSUP DR. Sardjito selama 20 hari. Setelah pulang, kondisi Rafli bertambah sesak nafas pada hari keempat, Rafli kembali dibawa ke IGD RSUP DR. Sardjito untuk perawatan efusi pleura, massa tumor regio thorax. Setelah hasil pemeriksaan, direncanakan operasi pada bulan Mei 2016. Setelah operasi opname 10 hari boleh pulang namun 3 hari di rumah Rafli kejang kemudian opname kembali selama 18 hari. Selanjutnya Rafli dijadwalkan kemotherapy 12 kali setiap minggu. Karena seringnya Rafli keluar masuk ke Sardjito, praktis Muh. Januari tidak bekerja dan mengandalkan penghasilan Tukirah dari perusahaan yang tidak seberapa. Biaya selama perawatan Rafli ke RSUP DR. Sardjito dan membeli obat yang tidak masuk dalam jaminan BPJS cukup banyak sehingga selain dibantu keluarga dan mendapat bantuan dari para tetangga, Muh. Januari saat ini mempunyai pinjaman Rp. 7.500.000,- untuk pengobatan Rafli. Biaya Rafli selama di RSUP DR. Sardjito menggunakan BPJS. Kondisi Rafli Dwi Saputra saat ini kurus dan kaki sulit untuk beraktifivitas karena terasa nyeri. Keluarga  bersyukur kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Rafli Dwi Saputra untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu untuk memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan ke RSUP DR. Sardjito

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik

Rafli menderita Ca REGIO THORAX

Rafli menderita Ca REGIO THORAX


EVIANA LESTARI (30, HAEMORGHIA POST PARTUM). Alamat : Pedukuhan III Pleret, Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, DIY.
Eviana Lestari adalah istri Nur Ashar (33) yang bekerja sebagai tani dan penjaga sound sistem. Selama ini Nur Ashar dan Eviana tinggal menumpang dirumah orang tua Nur Ashar. Eviana melahirkan puteri kedua pada tanggal 31 Juli 2016 di Bidan Praktik Mandiri secara normal. Setelah melahirkan terjadi perdarahan karena atonia uteri dan langsung dirujuk ke RSUD Wates. Di RSUD dilakukan operasi histerektomi namun tetap terjadi perdarahan hebat sehingga memerlukan 25 kalf darah untuk transfusi. Eviana tidak mempunyai jaminan kesehatan, dan setiap kalf darah harus membayar Rp. 360.000,- sampai 460.000,-. Karena tidak mempunyai tabungan yang cukup, Nur Ashar meminjam kepada keluarga sebesar Rp. 7.000.000,- dengan menjual ternak orang tuanya. Kondisi Eviana koma dan dirujuk ke RSUP DR. Sardjito untuk perawatan intensif selanjutnya, sedangkan bayi Eviana beberapa hari yang lalu masih dalam perawatan Bidan sudah pulang dan diasuh orang tua Nur Ashar di rumah. Bayi tersebut juga membutuhkan donor ASI setiap harinya. Kondisi bayi dalam keadaan sehat. Sedangkan Eviana masih koma dalam perawatan ICU RSUP DR. Sardjito. Nur Ashar setia menunggu di Rumah Sakit dan praktis tidak bekerja. Untuk biaya hidup dan pengasuhan kedua anaknya mengandalkan orang tuanya. Eviana tidak mempunyai jaminan kesehatan dan hanya dijamin oleh Jamkesda sebesar 1.500.000. Untuk biaya operasi di RSUD sampai saat ini belum diurus. Keluarga  Bersyukur Kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga  Eviana Lestari untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu untuk memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan ke Sardjito.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik

Ibu evi menderita HAEMORGHIA POST PARTUM

Ibu evi menderita HAEMORGHIA POST PARTUM


SUJIYEM Binti SUJARMIN (63, Ca MAMMAE). Alamat : Kutan, Jatirejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Sujiyem sehari-hari berjualan bakmi dengan peghasilan tidak menentu. Sujiyem adalah istri dari Suroso (70) yang sudah tidak bekerja, dan hanya membantu istrinya berjualan bakmi. Sujiyem dan Suroso hidup berdua karena tidak mempunyai anak, dan mengangkat anak sejak kecil yang saat ini sudah berumah tangga dan tinggal di Gamping, Yogyakarta. Sejak 2 bulan yang lalu Sujiyem merasakan ada benjolan di payudara kanan dan terasa nyeri, kemudian periksa ke Rumah Sakit Pura Raharja. Oleh RS, Sujiyem dirujuk untuk pemeriksaan mammografi di RS. UGM dengan hasil curiga keganasan. Kemudian dilakukan operasi untuk biopsi di RSUD. Setelah hasil PA keluar yaitu kanker, Sujiyem dioperasi mastektomi pada tanggal 12 Agustus 2016. Kondisi Sujiyem saat ini baru saja menjalani operasi dan masih lemah. Rencana setelah pulih, oleh pihak RS. akan dirujuk ke RSUP DR. Sardjito untuk kemotherapy. Sejak sujiyem sakit, praktis tidak ada pemasukan sehingga biaya untuk ke RS. UGM dan keseharian selain memakai tabungan yang ada, Suroso meminjam dari saudara sebesar Rp. 3.000.000,-. Keluarga  bersyukur kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Sujiyem untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu untuk memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan selanjutnya yang masih butuh banyak biaya dalam waktu yang lama.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik

Ibu sujiyem menderita Ca MAMMAE

Ibu sujiyem menderita Ca MAMMAE


HANA ASSYIFA (4, MDLV). Alamat : Sindon Hargorejo Kokap Kabupaten Kulon Progo, DIY.
Hana Assyifa adalah puteri keempat dari pasangan Rinto Sulistyo (37) dan Ika Agustina (35). Rinto Sulistyo adalah orang Palembang yang sejak tahun 2009 membawa anak dan istrinya menetap di Sindon, sehari-hari berjualan empek-empek dengan penghasilan yang tidak menentu. Hana Assyifa sudah menderita sakit sejak lahir, pada usia 6 bulan dengan diagnosa limfangioma dirujuk dari RSUD Wates ke RSUP Dr Sardjito di Yogyakarta dan rencana operasi tetapi belum jadi. Selama ini Hanna Assyifa sudah menjalani perwatan dan opname di RSUP DR. Sardjito 3x, Panti Rapih 2x, PKU Muhammadiyah Yogyakarta 1x, dan RSUD Wates 1x. Saat ini Hanna Assyifa mendapat pengobatan rutin setiap bulan sekali di RS. Permata Husada dan fisiotherapy di RSUP DR. Sardjito  setiap 2 hari sekali. Keadaan tersebut membuat Rinto Sulistyo sering tidak berjualan sehingga penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup istri dan empat anaknya semakin sulit. Belum lagi Hanna Assyifa yang sebelumnya tidak mempunyai jaminan kesehatan, sehingga oleh Rinto Sulistyo didaftarkan BPJS Mandiri. Kondisi Hana Assyifa saat ini dapat beraktifitas seperti biasa, berat badan 11 kg tetapi batuk terus-menerus. Pada saat batuk semakin menggigil dan pipi bengkak semakin membesar. Keluarga  bersyukur kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Hana Assyifa untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu untuk memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan selanjutnya yang masih butuh banyak biaya dalam waktu yang lama.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Widiarto

Hana menderita limfangioma

Hana menderita limfangioma


RINA BINTI SURANTI (30,  Bantuan Modal Usaha). Alamat : Kalisoka Margosari Pengasih Kabupaten Kulon Progo, DIY.
Rina adalah janda dengan tiga anak yang masih kecil. Sejak 7 bulan yang lalu suaminya meninggal dunia karena sakit kanker. Biaya perawatan suaminya pada saat sakit membuat hampir seluruh tabungannya terkuras. Setelah suaminya meninggal, Rina memilih tinggal menumpang di rumah ibunya Suranti (66) yang tinggal sendiri dan bekerja serabutan sebagai tukang pijat bayi, dengan penghasilan tidak menentu. Sedangkan Rina selama ini hanya mengandalkan usaha berjualan produk kosmetik yang begitu kecil jasa yang didapatkan. Untuk kehidupan sehari-hari sering dibantu keluarga. Keluarga  bersyukur kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Rina untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu untuk memberikan santunan yang dapat digunakan untuk modal usaha penjualan pulsa.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani

 Bantuan Modal Usaha

Bantuan Modal Usaha


MURJIYO BIN MATSUDI (63, Bedah Rumah) Alamat: Garongan II RT 8 RW 04 Panjatan, Kulon Progo, DIY.
Pak Murjiyo seorang  dhuafa yang tinggal bersama istri dan seorang anak laki-laki yang masih sekolah di SMA. Pak Murjiyo bekerja sebagai muadzin dan penjaga masjid dengan penghasilan tak tentu. Rumahnya terbuat dari bambu dan kayu yang sudah tidak layak huni. Karena kondisi rumahnya yang sudah mengkhawatirkan warga sekitar berinisiatif untuk gotong royong memperbaiki bangunan rumah untuk keluarga pak murjiyo. Pak Murjiyo membutuhkan tambahan dana untuk biaya bedah rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga bapak Murjiyo untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan untuk bedah rumah .

Jumlah bantuan : Rp.2.000.000,-
Tanggal : 12 juli 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Titin Dwijayanti.

Bantuan Bedah Rumah

Bantuan Bedah Rumah


SUKARMAN BIN PARTOREJO (63, STROKE). Alamat : Tepus, Sidoharjo, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY.
Sukarman sehari-hari mencari kayu bakar untuk dijual dengan penghasilan tidak menentu. Sukarman adalah suami dari Suwarti (60) yang  bekerja membantu suami mencari kayu bakar untuk dijual. Sukarman yang stroke hidup bertiga, dengan istri dan dengan anak, dimana anaknya bekerja sebagai buruh lepas yang dengan penghasilan yang tidak tentu, kerja borongan di Kab. Bantul mengergaji kayu. Sukarman stroke 3 tahun yang lalu sehingga separo badan bermasalah, kemudian periksa ke RSUD Wates rutin. Oleh RSUD Wates, Sukarman dinyatakan stroke dan obat rutin di RSUD. Kondisi Sukarman saat ini baru saja menjalani terapi di Klinik Terapi Banyu Urip di samping di RSUD Wates Sejak Sukarman sakit, praktis tidak ada pemasukan sehingga biaya untuk ke RSUD dan keseharian selain memakai tabungan yang ada, Sukarman meminjam dari saudara sebesar Rp. 3.000.000, – Keluarga Bersyukur Kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Sukarman untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu untuk memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan selanjutnya yang masih butuh banyak biaya dalam waktu yang lama.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Ahmad Amin

Pak sukarman menderita STROKE

Pak sukarman menderita STROKE


SADINEM binti JOYOREJO (54, Dhuafa) Alamat : Ngrojo RT.70/RW.23, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo, DIY.
Bu Sadinem adalah janda dhuafa yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh momong. Beliau mempunyai 2 anak, yang satu masih menganggur dan yang satunya kelas 3 SMK. Pekerjaannya sebagai buruh momong kurang mencukupi untuk membayar sekolah anaknya, karena suaminya sudah meninggal. Selain itu, anaknya tidak mendapat BSM (Beasiswa Kurang Mampu) dari sekolah.
#Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dg keluarga ibu Sadinem untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan berupa uang untuk beasiswa putranya Muhammad Nurrahman.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Yanarti

Santunan berupa uang untuk beasiswa putranya

Santunan berupa uang untuk beasiswa putranya


PONIYEM Binti RESO LESONO (79, STROKE) Alamat: Ngrojo Rt.70/Rw.23, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo, DIY.
Bu Poniyem mendapatkan indikasi stroke dari Rumah Sakit Klepu. Awalnya mengalami kejang-kejang, dibawa ke dokter Agus kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Klepu. Hal itu terjadi pada bulan Juni 2016. Saat saya observasi kondisinya masih terbaring di kamar, karena masih belum bisa berjalan. Ketika berjalan masih pelan-pelan. Selain stroke, beliau juga mempunyai diabetes yg masih akan dikontrol ke dokter.
#Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dg keluarga ibu Poniyem untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan berupa uang untuk pengobatan.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal :14 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Yanarti

Ibu poniyem menderita STROKE

Ibu poniyem menderita STROKE


IDAWATI binti SURATIJO (38, BEASISWA) Alamat: Ngrojo Rt.73/Rw.24, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo, DIY.
Ibu Idawati adalah janda dhuafa yang bekerja sebagai buruh tenun stagen. Penghasilannya hanya Rp. 10.000,- sehari. Beliau memiliki satu anak yang masih sekolah di kelas 2 SMP.
#Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dg keluarga ibu Idawati untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan berupa uang untuk beasiswa putranya Fikri Kadavi

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Yanarti

Santunan berupa uang untuk beasiswa putranya

Santunan berupa uang untuk beasiswa putranya


DALIYEN binti KARTO JEMO (62, LUMPUH) Alamat: Ngrojo Rt.73/Rw.24, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo, DIY.
Ibu Daliyem adalah dhuafa yang tinggal bersama ibunya. Ibunya sudah berumur 90 tahun. Saat ini dalam kondisi lumpuh atau tidak bisa berjalan. Hal itu terjadi pada tahun 2015, ketika ibu Daliyem jatuh dari mencuci piring. Akibatnya sekarang kalau berjalan “nglasut/ngesot”. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dg keluarga ibu Daliyem untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan berupa uang untuk bantuan pengobatan.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Yanarti

Bu daliyen menderita LUMPUH

Bu daliyen menderita LUMPUH


PARSILAH Binti PAIMIN (37, BEASISWA) Alamat : Boto VII, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo, DIY. Ibu Parsilah adalah janda dhuafa yang bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilannya tidak menentu. Suaminya sudah meninggal pada tahun 2015 (satu tahun yang lalu).  Beliau memiliki 4 tanggungan anak. Anak pertama, Yudan Prasetyo kelas 2 SMA. Anak kedua, Yoshman Aryadi kelas 1 SMK. Yasinta kelas 6 SD, dan anak terakhir Ahmad Basuki kelas TK B. Kondisi saat ini, rumah masih menumpang punya orang lain. Tentu saja, karena anaknya ada 2 yang di SMK, beliau membutuhkan biaya pendidikan untuk sekolah anaknya. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dg keluarga ibu Parsilah untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan berupa uang untuk beasiswa putranya.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,00
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Yanarti

Santunan berupa uang untuk beasiswa putranya.

Santunan berupa uang untuk beasiswa putranya.


LESTARI W.S. binti SUPARJAN (38, BEASISWA) Alamat : Pronosutan RT.57/RW.19, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo, DIY. Ibu Parsilah adalah ibu rumah tangga yang mempunyai 2 anak. Suaminya Wasito bekerja sebagai buruh yang penghasilannya dibagi dua dengan saudaranya. Mereka mempunyai dua anak yaitu Farel kelas 2 SD dan Fardan yang masih di PAUD. Kondisi terkini masih ada hutang di koperasi dan membutuhkan beasiswa untuk anaknya sekolah. Bulan ini secara berurutan mereka sakit diare dan diopname di rumah sakit. Saat ini sudah di rumah, dan kondisi sudah agak membaik. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dg keluarga ibu Lestari untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan berupa uang untuk beasiswa putranya.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Yanarti

Santunan berupa uang untuk beasiswa putranya.

Santunan berupa uang untuk beasiswa putranya.


SRI TAMTINI (50, CA RAHIM SANTUNAN KEDUA) Alamat : Karet RT. 08, Pleret, Bantul, DIY. Ibu Sri Tamtini adalah seorang pedagang ayam potong di pasar Pleret dibantu suami (Mardiyono) dan anaknya Novikuntari. Namun sejak Ibu Sri sakit pada Juli 2015 dengan ditandai keputihan. Berdagang dilanjutkan anaknya. Ibu Sri sudah berobat ke RS. Rajawali Citra dan dirujuk ke RS. Harjolukito dan dirujuk kembali ke RSUP DR. Sardjito dengan diagnosa kanker rahim ,dan sudah  kemotherapy 4 kali sampai bulan ini di RSUP. DR. Sardjito dan  perawatan serta kemotherapy di RSUD Margono Purwokerto dengan penyinaran 28 x dengan BPJS mandiri. Setelah sebulan penyinaran di RSUD Margono Purwokerto, beliau masih harus menjalani penyinaran lanjut sebulan. Keluarga  Bersyukur Kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Sri Tamtini untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yang kedua kalinya yaitu untuk memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya berobat ke RSUD Margono Purwokerto selama sebulan lagi.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2016
Nama kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Ibu sri menderita CA RAHIM

Ibu sri menderita CA RAHIM


Mbah Supinem Sukiyati (77, stroke) Kampung Tambalan, Pedukuhan Trayeman RT 05 Kelurahan Pleret, Kec. Pleret, Kabupaten Bantul DIY.
Mbah Supin terkena stroke sekitar 2 bulan yang lalu, awalnya normal saja, disuatu pagi jatuh dari tempat tidur, terus kejang dan oleh anak perempuannya dibawa ke RS Rajawali Citra Jambidan Bantul, didiaknosa infeksi otak, sempat menginap 6 hari, karena tidak ada perkembangan yang signifikan, oleh anaknya dibawa pulang. Kontrol setiap seminggu sekali menggunakan Jamkesda. Namun karena tidak bisa duduk harus minta tolong mobil tetangga, dengan biaya bensin sekedarnya, karena tidak ada becak.
Mbah Supin tinggal bersama kakak perempuannya yang sudah tidak bisa mencari nafkah, dan anak perempuannya seorang janda bekerja ditoko swalayan bernama Sukiyati (50). Bu Sukiyati meminta kepada kurir #Sedekah Rombongan untuk dibelikan kursi roda supaya mbah Supin bisa berjemur dihalaman. Sedekah Rombongan memberikan bantuan sejumlah Rp 1.500.000,- berupa kursi roda senilai 1.000.000 dan sisanya untuk biaya berobat dan transportasi ke rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp 1.500.000, –
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP

Mbah supinem menderita stroke

Mbah supinem menderita stroke


JAMI (60, KISTA OVARIUM). Ber Alamat Dusun Krajan Atas RT 010 RW 001, Desa Suger, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Bu Jami tinggal bersama Anaknya yang bernama Lilis Suryani (34 tahun) yang telah berkeluarga dengan Karnoto (43 tahun) yang sudah mempunyai buah hati yang bernama Khaliza Dwi Syaputri (7 Tahun). Dan Bapak Karnoto ini menjadi tulang punggung Ibu Jami , yang berprofesi buruh tani di kampungnya.
Bu Jami mengalami sakit KISTA OVARIUM sejak satu tahun yang lalu (1th). Sejak awal Bu Jami sakit Kista Ovarium, Ibu Jami menyangka hanya sakit perut biasa dan di periksa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya. Sesudah di periksa ke puskesmas Ibu Jami di rujuk ke Rumah Sakit Kusnadi Bondowoso untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan lebih lanjut kata pihak dari Rumah Sakit Kusnadi Bondowoso Ibu Jami Mempunyai Tumor ganas di dalam perutnya. Sesudah pemeriksaan Ibu Jami di rumah sakit Kusnadi Bondowoso Tim  Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke rumah Ibu Jami untuk membantu untuk di rujuk ke Rumah Sakit dr.soebandi untuk pemeriksaan lebih lanjut karna perut Bu Jami sudah semakin membesar dan di rawat di rumah sakit Dr.soebandi
Santunan yang diberikan untuk akomodasi perawatan pasca Operasi di rumah sakit Dr. Soebandi Jember dan pembayaran BPJS
Semoga santunan dari sedekaholics menjadi catatan amal baik dan diberi balasan berlimpah ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 912.000,-
Tanggal : 26 Mei 2016, 05 Juni 2016 dan 27 Juni 2016 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari , @gredyanto, @viandwiprayugo

Bu jami menderita KISTA OVARIUM

Bu jami menderita KISTA OVARIUM


JASI APRILYANO (5, korban kecelakaan) tinggal di Mergosono gang 3 bawah mushola, no 36, Kedungkandang, Malang, awa Timur. Jasi merupakan anak dari pasangan Bapak Achmad Zakariya 33th & istrinya. Pertengahan bulan Agustus ini, Jasi dan kedua orang tuanya berniat untuk keluar silaturahim ke saudara, karena Jasi masih kecil maka mereka bertiga pun menaiki cukup satu motor, dan Jasi berdiri di bagian depan motor matic yang mereka naiki. Ayah dan Ibu Jasi merupakan pasangan tunawicara, dan pendengaran mereka juga mengalami permasalahan karena tidak bisa digunakan mendengar dengan baik. Sehingga, sampai di suatu jalan terjadi kecelakaan yang menyebabkan kaki kanan Jasi terluka parah, sementara bagian atas paha itu lukanya bahkan lebih parah (dalam bahasa Jawa dedel), luka tersebut menyebabkan adanya infeksi sehingga perlu segera ditangani, Alhamdulillahnya orang tua JAsi tidak terluka terlalu parah. Tapi, biaya operasi Jasi juga bukan nominal yang sedikit bagi keluarga ini yaitu senilai 8 juta. Keluarga ini pun bingung karena keterbatasan biaya untuk berobat anak mereka. Sementara pekerjaan ayah yang serabutan dan ibu yang keadaannya bisu hanya seorang penjahit panggilan dirasa sulit untuk berhasil mengumpulkan uang dengan nominal 8 juta dalam waktu cepat, padahal penanganan Jasi harus segera dilakukan. Kurir #SedekahRombongan yang bertemu keluarga ini pun menyalurkan donasi senilai Rp 500.000 untuk penanganan awal Jasi. Semoga Jasi bisa segera sembuh dan menjadi kebanggaan negara ini, aamiin

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir  : @FaizFaeruz @nay_munaa

Bantuan tunai korban kecelakaan

Bantuan tunai korban kecelakaan


SITI AMINA (64th, kanker Serviks). Bu Amina bertempat tinggal di Jalan Kh Agus Salim Pelindungan, Bondowoso, Jawa Timur. Ibu Amina merupakan penderita kanker serviks sejak tahun 2014. Awal mula sakit yang diderita beliau di tandai dengan pendarahan secera terus- menerus, mengetahui hal seperti ibu Amina langsung membawanya kerumah sakit Dr. Kusnaidi untuk mencegah pendarahan yang beliau alami. Kemudian beliau di lab dan diketahui jika beliau mengidap kanker serviks, setelah itu beliau dirujuk ke RS Saiful Anwar untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemoterapi dan sinar. Abdul Bahra (70th) suami beliu bekerja sebagai buruhan tani biasa dengan penghasilan tidak menentu. Dengan keterbasan biaya tersebut membuat pengobatan Ibu Amina tertunda, Alhamdulillah beliau dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan dan telah menjalani pengobatan beberapa bulan. Mulai bulan ini Bu Amina bisa kontrol keadaan ginjal beliau di Bondowoso, jadi tidak perlu jauh-jauh ke Malang karena juga telah diberi rujukan dari RS Saiful Anwar Malang sehingga bisa kontrol di kota kelahiran beliau. Sementara untuk penanganan lanjutan, Bu Amina dijadwalkan kontrol 3 bulan lagi di RSSA. Bulan ini santunan senilai Rp 700.000 diberikan untuk uang saku selama di rumah. Ucapan terimakasih disampaikan kepada #SedekahHoliq dan kurir #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan dan membantu proses pengobatan Ibu Amina dan beliau segera diberi kesembuhan Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp 700.000
Tanggal : 18 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria

Ibu siti menderita kanker Serviks

Ibu siti menderita kanker Serviks


BANTUAN PEMBUATAN TANDON AIR. Terletak di Dusun Mumbul RT 023 RW 008, Desa Randuagung, Kecamatan Sumber Jambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Jika pada musim kemarau tiba warga masyarakat desa Randuagung mengalami keterbatasan air bersih untuk di kebutuhna sehari-harinya. Pembuatan Tandon Air karena sumur dan mata air dalam kekeringan saat musim kemarau tiba. Masyarakat Randuagung mengusulkan pembuatan tandon air bahwa masyarakat seperti pengajian, kebutuhan vital dan rumah tangga masyarakat Randuagung. Maka #SedekahRombongan melakukan kerja sama dengan Swadaya masyarakat Randuagung untuk mendirikan pembuatan tandon air yang jauh dari sumber mata air di desanya.
Tim #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic yang diterima oleh pengurus pembuatan Tandon untuk mewakili masyarakat Randuagung di sana. Bantuan yang diberikan berupa uang sebesar Rp. 2.000.000,-. Semoga santunan Pembuatan Tandon berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitar mencukupi kebutuhan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Amin….

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @yudhoari, @gredyanto , @viandwiprayugo

Bantuan pembuatan tandon air

Bantuan pembuatan tandon air


RAH BINTEN (48, Tumor di Paha). Alamat : Parit Senang Hati, RT. 2/3, Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Rah Binten adalah janda dengan 3 orang anak, suaminya sudah meninggal sejak 13 tahun yang lalu. Untuk menghidupi ketiga anaknya Ibu Rah Binten menoreh pohon getah/karet setiap harinya. Enam tahun lalu muncul benjolan kecil di bagian paha sebelah kirinya, namun karna tidak terasa sakit ia tak pernah memeriksakannya ke Puskesmas. Hingga akhirnya sebelum bulan ramadhan benjolan yang tadinya kecil perlahan membesar dan Ibu Rah Binten merasakan sakit yang luar biasa. Ibu Rah Binten pun sering tak dapat tidur karena menahan sakit. Ketiadaan biaya menjadi alasan utama Ibu Rah Binten tidak pernah berobat, jangankan berobat untuk kebutuhan hidup sehari – hari saja belum tercukupi.  Alhamdulillah Ibu Rah Binten sudah mulai menjalani pengobatannya. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya pergantian perban pasca operasi pengangkatan tumor yang telah dilaksanakan. Bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 876.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu rah menderita Tumor di Paha

Ibu rah menderita Tumor di Paha


HASAN ARDA (49, Batu Ginjal). Alamat : Kampung Sengkol RT 3/6, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pada Jumat, 22 Juli 2016 Pak Hasan mengalami sakit pada perutnya. Rasa sakitnya tidak mampu ia tahan. Oleh sang anak, Aeni (25), Pak Hasan dibawa ke Puskesmas. Karena keterbatasan alat, Pak Hasan dirujuk ke RSUD Tangerang Selatan dengan berbekal kartu KIS. Pak Hasan masuk melalui UGD RSUD Kota Tangerang Selatan dan langsung mendapat tindakan pemasangan infus. Setelah satu hari di UGD, Pak Hasan dipindahkan ke ruang rawat inap. Sudah 1 Minggu Pak Hasan dirawat. Pak Hasan mendapat tindakan cek rontgen, USG, dan tes darah. Berdasar hasil foto USG, di kedua ginjal Pak Hasan terdapat batu. Pihak dokter mengatakan bahwa akan dilakukan tindakan operasi pada Pak Hasan. Dengan berbekal uang seadanya, sang anak merasakan ketakutan soal biaya jika ada yang tidak ditanggung KIS. Belum lagi untuk biaya sehari – hari di rumah sakit. Pak Hasan tidak mempunyai uang karena penghasilannya sebagai kuli pasir masih jauh dari cukup. Bantuan dari #sedekahrombongan digunakan untuk biaya operasional dan membantu membeli obat yang tidak dicover BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak hasan menderita Batu Ginjal

Pak hasan menderita Batu Ginjal


KUSNIATI (36, Janda Dhuafa). Alamat : Jl. Ujung Pandang RT. 3/37, Desa Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak Barat, Provinsi Kalimantan Barat. Dua tahun terakhir ini menjadi masa – masa sulit bagi Ibu Kusniati sejak meninggalnya suami tercinta. Ibu Kusniati harus berjuang seorang diri untuk membesarkan anak – anaknya yang masih usia sekolah dan balita. Segala upaya ia lakukan untuk menghidupi anaknya mulai dari memulung sampai menjadi buruh cuci pakaian, belum lagi ibu empat orang anak ini harus mengurus anak bungsunya yang memiliki keterbelakangan mental. Tetapi itu semua tetap ia lakukan dengan penuh kesabaran agar semua anaknya tidak putus sekolah dan tetep bisa menggapai cita – cita. Saat berkunjung ke rumahnya, kurir #sedekahrombongan merasakan betul kesulitan Ibu Kusniati, terlebih lagi rumah yang ia tempati selama ini lahannya milik orang lain yang sewaktu – waktu jika akan digunakan otomatis membuat Ibu Kusniati kehilangan tempat tinggal. Bantuan awalpun diberikan untuk kebutuhan modal usaha.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Bantuan modal usaha.

Bantuan modal usaha.


ZAYNAL ASYIQIN (14, Pembengkakan Hati). Alamat : Jl. Tanjung Raya 1 Gang Almuntahar RT. 3/4, Desa Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Sebulan yang lalu Zaynal terjatuh dari pohon di sekolahnya, namun karena pada waktu itu ia hanya mengalami luka ringan, ia tidak menceritakan kepada orangtuanya atas apa yang ia alami.  Dua minggu kemudian Zaynal merasakan ada yang aneh dengan kondisi tubuhnya dimana muncul gejala iritasi pada kulitnya disertai rasa panas pada seluruh badannya. Akhirnya Zaynal pun memberitahu orangtuanya mengenai kondisi yang ia rasakan, namun karena keterbatasan biaya ia hanya dibawa ke pengobatan alternatif. Hingga saat ini Zaynal pun hanya dapat terbaring di rumahnya dan tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga Zaynal, maklum saja keluarga ini tidak memiliki simpanan uang untuk berobat. Bantuan awal pun diberikan kepada Zaynal untuk pembuatan BPJS serta akomodasi berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin @ririn_restu

Zaynal menderita Pembengkakan Hati

Zaynal menderita Pembengkakan Hati


AGNA NAFSA (6, ROI Cruris) Dik Agna panggilannya, bertempat tinggal di Jalan Waruga RT 002/015, Ciwaruga, Parongpong, Bandung, Jawa Barat. Putri semata wayang dari pasangan Bapak Danu (33) dan Ibu Idat (27), ini menderita patah tulang kering pada kaki kanannya sejak kecil berumur satu tahun. Kondisi tersebut diketahui ibu dik Agna ketika kaki kanan anaknya tidak normal seperti anak yang lain. Orantua dik agna pun kemudian memeriksakan ke RS terdekat, namun pihak RS menyatakan operasi termasuk berat dan bila tidak berhasil kaki harus diamputasi terlebih biaya yang dibutuhkan besar. Tak kehabisan semangat untuk menyembuhkan dik agna orangtua mencari informasi RS yang bisa menyembuhkan hingga kemudian membawa dik Agna ke RS. Karima Utama Solo (RSKU). Dik Agna kemudian menjalani operasi pemasangan pen pada usia 3 tahun, kemudian menjalani kontrol rutin di Bandung. Memasuki usia 6 tahun, kondisi kakinya sudah membaik dan diperbolehkan untuk melepas pen. Dari Bandung, Dik agna ke solo untuk menjalani operasi pengambilan pen di RS. Karima Utama, namun ternyata kondisi dik Agna menurun, ia mengalami demam sehingga operasi ditunda, sudah 5 hari dik Agna berada di Solo, karena ditunda biaya yang dimiliki oleh orangtua dik Agna mulai menipis, selama 3 hari dik Agna dan orangtua tinggal di mushola dekat RSKU, sampai kemudian ada warga sekitar yang membantu mencarikan kos-kosan murah, kini dik Agna tinggal di rumah kos di jalan amarta 9, sukoharjo, Solo. Ayah dik agna sehari-hari bekerja sebagai tukang bekam, bila bekerja full pendapatan yang diterima berkisar Rp. 1.800.000,-/bulan, namun karena dik Agna sakit, sang ayah meminta cuti dan tidak memperoleh pendapatan lain. Dik Agna memiliki bpjs kelas 3 yang digunakan untuk kontrol namun, bpjs hanya tinggal berlaku seminggu kedepan karena surat rujukan sudah hampir habis masa berlakunya, bila ternyata dik Agna mundur lagi jadwal operasinya, keluarga sudah tidak lagi memiliki masukan biaya untuk menunjang hidup sehari-hari, padahal dik Agna juga harus membeli popok, susu dsb. Senin 1 Agustus 2016, dik Agna kembali menjalani kontrol, karena kondisi sudah membaik malamnya dik Agna dijadwalkan menjalani operasi. Operasi berjalan lancar, dik Agna diperbolehkan pulang. Kurir #sedekahrombongan kemudian menyampaikan titipan sedekah untum membantu biaya transport serta kebutuhan harian dik Agna. Pihak keluarga mengucapkan banyak terimakasih serta mendoakan agar Allah membalas segala kebaikan #sedekaholics semua. Aaamiii.

Jumlah Santunan:  Rp.1.000.000,-
Tanggal: 2 agustus 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka @anissetya60

Agna menderita ROI Cruris

Agna menderita ROI Cruris


WAHYUNI BINTI JUMINO DARMO (45 Tahun, Kanker Payudara). Bu Wahyuni tinggal di Dusun Walikan RT.04/RW.05 Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Sehari-harinya ia bekerja sebagai pedagang sayuran keliling menggunakan sepeda butut miliknya. Bu Wahyuni terdiagnosa menderita kanker payudara sejak medio Tahun 2015. Pada awalnya ia tidak merasakan sakit, padahal lengan kirinya sudah mulai membesar. Lama kelamaan, leher dan pipi kirinya juga mengalami pembengkakan. Anehnya, bagian yang bengkak tidak terasa sakit tapi kebas. Bu Wahyuni kemudian memeriksakan diri ke RSUD Wonosari, Gunung Kidul, tetapi setelah diperiksa belum diketahui apa penyakitnya. Bu Wahyuni kemudian dirujuk dari RSUD Wonosari, Gunung Kidul, ke RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta. Bu Wahyuni kemudian menjalani serangkaian tes dan observasi untuk mengetahui penyakitnya. Setelah menjalani pemeriksaan yang lebih lanjut, diketahui bahwa Bu Wahyuni menderita kanker payudara. Bu Wahyuni bertemu dengan #SedekahRombongan kemudian menjadi salah satu Pasien Dampingan #SedekahRombongan Wilayah Jogjakarta dan memulai proses penyembuhan penyakitnya. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan memberikan bantuan kepada Bu Wahyuni untuk biaya pengobatan dan biaya pembelian obat (yang tak ter-cover bpjs). Semoga Tuhan YME segera memberikan kesembuhan kepada Bu Wahyuni, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 05 Juli 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Ibu wahyuni menderita Kanker Payudara

Ibu wahyuni menderita Kanker Payudara


PARSEL LEBARAN DHUAFA (30 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan. Seperti yang dialami dhuafa sekitar wilayah Solo Raya. Mereka harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan harian, berpuasa tanpa memikirkan mampu berbuka atau tidak saat maghrib menjelang. Himpitan kondisi memaksa mereka untuk terus bekerja, menikmati keberkahan ramadhan dari peluh keringat yang ada. Asa mereka untuk mampu membeli kebutuhan pokok untuk sekedar merayakan nikmatnya hari kemenangan. Kurir #SRsolo kemudian menyampaikan 30 paket parsel lebaran untuk dhuafa-dhuafa yang terbagi di daerah Sukoharjo, Boyolali, Sragen, dan Solo. Tawa dan syukur terlihat dari sorot mereka, semoga mampu membawa ceria saat hari kemenangan tiba. Serta para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah :  Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya… Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 29 Juni 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka @cicii @hendra @eliana @rosyid @anton @muslim @shofawa

Bantuan 30 Paket Sembako

Bantuan 30 Paket Sembako


MADRASAH DINIYAH MIFTAHUL HUDA beralamat  di RT 02/05 Ds. Kalimaro Kec. Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah. Letaknya tepat berada disamping Masjid Ageng Al-Mubaroq merupakan bagian dari fungsi sosial dari Masjid. Madrasah diniyah ini dibangun dengan dana swadaya masyarakat pada tahun 1984.  Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan di Miftahul Huda  adalah Bpk Kyai Mulyadi dengan dibantu kepala madrasah adalah Ustad Kasmirin.  Bagi anak dari kalangan tidak mampu, tidak dipungut biaya ,termasuk para pengajarnya tidak mendapat gaji atau honor. Mereka dengan suka rela mengajar para santri. Madrasah Diniyah ini terdiri dari 6 kelas, dengan total santri / siswa 93 santri terdiri dari 39 laki – laki dan 54 perempuan. Lebih dari 80% santri ini berasal dari masyarakat kurang mampu. Kegiatan belajar mengajar di Madrasah ini dimulai pukul 14.00 – hingga 17.00 Untuk membantu operasional Madrasah diniyah ini maka #SR  menyampaikan bantuan sebesar 3.300.000 . Atas bantuan ini pengurus Madrasah Diniyah Miftahul Huda menyampaikan terima kasih dan berdoa semoga sedekaholich ditambah nikmat dan rizkinya serta dimudahkan segala urusannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.300.000,-
Tanggal Penyerahan : 28 Juni 2016
Kurir : @kissherry  Via  Samsudin

Bantuan operasional

Bantuan operasional


FATIMAH (61) merupakan  warga RT 04/04 Desa Kalimaro Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.  Lek Fat (nama panggilannya) adalah seorang janda  yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Ia mengerjakan sendiri tegal atau lahan pertanian tadah hujannya baik penggarapan lahan, bercocok tanam maupun memanen hasil pertaniannya. Ini dilakukan karena lek Fat tidak memiliki cukup uang untuk membayar orang lain menggarap lahannya. Sementara sang suami sudah lama pergi meninggalkannya. Karena dikerjakan sendiri sebagai seorang wanita maka kadang hasil pertaniannya tidak maksimal dan hanya cukup untuk bertahan hidup.  Beliau tinggal  disebuah rumah dari kayu cukup sederhana dan seadanya. Ia tinggal bersama anak perempuannya Ti Utami (21) yang  mengalami keterbelakangan mental. Hal ini membuat kehidupan lek Fat lebih berat karena harus mencari nafkah sendiri untuk dirinya dan anaknya yang tidak bisa membantunya bahkan ia harus merawat serta menjaga anaknya ektra dibanding merawat anak pada umumnya.  Tri Utami atau sering disapa Uut adalah anak yang memiliki keterbelakangan mental. Dari itu segala kebutuhan dan kegiatannya masih perlu bantuan dari lek Fat meski ia kini sudah berusia sekitar 21 tahun. Untuk membantu meringankan beban lek Fat, #SR menyampaikan santunan berupa beras, susu, gula, minyak goreng, mie instan dan kebutuhan hidup lainnya senilai 600.000. Atas bantuan yang telah disampaikan Lek Fat merasa senang dan berdoa semoga sedekaholich dimudahkan rizkinya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal Penyerahan : 28 Juni 2016
Kurir : @kissherry  Via  Samsudin

Bantuan sembako

Bantuan sembako


SUKARNI BIN PARTO (43 Tahun, Difabel) Tinggal di Desa Gangin Rt. 2 Rw. 5 Karakan, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Bu Sukarni biasa di panggil adalah istri dari bapak Suparman (45 Tahun). Pasangan suami istri ini memiliki 3 orang anak yakni Joko (22 Tahun) belum bekerja, Haryanti (19 Tahun) difabel daksa, mental intelektual dan  microcephalus dan anak ketiga Alif (4 Tahun) teridentifikasi mengalami penyempitan syaraf otak sehingga sering kejang. Ibu Sukarni sejak kecil mengalami gangguan pendengaran dan termasuk difabel rungu. Kini bu Sukarni sebagai tulang punggung keluarga, bekerja serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya. Suaminya Suparman sedang mendekam di penjara karena kasus pemerkosaan terhadan anak kandungnya yang bernama Haryanti dan divonis pidana penjara selama 8 tahun. Sebelum mendekam dipenjara Pak Suparman dan istri sempat meminjam uang di bank untuk membuka usaha, namun usahanya tidak berjalan lancar dan akhirnya tutup. Semenjak itu Ibu Sukarni harus banting tulang untuk menghidupi keluarganya karena suaminya tidak mau bekerja. Hingga kasus tersebut terjadi Pak Suparman di penjara dan menyisahkan tanggungan hutang bank sebesar Rp 1.500.000,- yang beralih menjadi tanggung jawab Bu Sukarni. Bu Sukarni yang hanya bekerja sebagai Buruh serabutan dengan penghasilan Rp 20.000/hari hanya cukup untuk makan. Kurir #sedekahrombongan kemudian menyampaikan santunan untuk membantu Ibu Sukarni melunasi hutang-hutangnya. Beliau mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diberikan serta mendoakan semoga amal ibadah #sedekaholics semua diterima dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT. Aaaamiin.

Jumlah Santunan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 25 Juli 2016
Kurir: @Mawan @Aisyahnka @eli_annnaa

Ibu sukarni seorang difabel

Ibu sukarni seorang difabel


TRI HARYANTI (21 tahun) beralamat Gulon RT 03 RW 19 Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. Beliau anak bungsu dari 3 bersaudara pasangan Sukiman dan Suharti
Kehidupan  selama ini Tri haryanti cuma bisa berbaring dengan kaki ,tangan,lehernya yang tidak normal.awalnya waktu kecil seperti anak normal pada umumnya.menginjak usia 8 tahun entah knapa kaki mulai terasa sakit sehingga menyebabkan kelumpuhan.Dokter pun belum bisa mendianogsa penyakitnya dan disarankan suntik dengan biaya satu suntikan 4 juta rupiah sampai 2x suntikan.tapi keluarga Tri Haryanti tak menyangupinya dengan alasan keterbatasan ekonomi.terpaksa Tri haryanti hanya dirawat dirumah saja sampai sekarang.yang sangat memprihatinkan  segala aktifitas sehari hari Tri haryanti cuma minta bantuan orang tuanya saja. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau kemudian menyampaikan santunan untuk biaya keperluan sehari hari.Dan beliau mengucapkan banyak terima kasih serta mendoakan kepada kita semua semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Amiin

jumlah santunan : Rp 750.000,-
Tanggal  : 23 juli 2016
Kurir  :@mawan @aisyahnka @anthoni

Tri menderita lumpuh

Tri menderita lumpuh


KRISDIYANTO KARTUN (39, Sakit Pembuluh Artileri) Bertempat tinggal di Kutabaru RT 02 RW 10, Kutasari, Cipari, Cilacap, Jateng. Bapak Kris, sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Pada 2007 silam, beliau menderita pembuluh artileri pada kedua kakinya, namun urung beliau periksakan karena ketiadaan biaya. Satu tahun kemudian pada 2008, kaki kanan beliau terpaksa harus diamputasi. Meskipun demikian, beliau tetap tidak melanjutkan pengobatan, hingga pada 2011 kaki kiri beliau pun kemudian diamputasi. Dengan keterbatasan yang ada beliau harus menghidupi seorang istri, Ibu Suparni (38) serta kedua orang anak beliau, Sri Mulyani (15), Iqbal (5). Beliau berharap dapat memperoleh kaki palsu untuk membantu memudahkan kerja beliau. Kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan beliau, kemudian memberikan santunan kepada beliau untuk dapat melanjutkan pengobatan dan memperoleh kaki palsu. Bapak Kris dan keluarga merasa tertolong dan senang sekali atas bantuan yang diberikan. Doa dan salam beliau titipkan untuk #sedekaholics semua agar selalu dalam keberkahan Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 700.000,-
Tanggal: 3 Juli 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka @kuncoro

Pak kris menderita Sakit Pembuluh Artileri

Pak kris menderita Sakit Pembuluh Artileri


SUPARMI BINTI SUNARDI (51, Penyempitan Syaraf Tulang Belakang) Mbah Comel panggilannya, wanita paruh baya yang tinggal di Kepatihan Wetan, RT 4 RW 2, Jebres, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, ini tinggal seorang sendiri, beliau belum pernah nikah, karena selama 17 tahun beliau bekerja menjadi asisten rumah tangga di Jakarta beliau sulit untuk bisa keluar maupun berinteraksi sosial, beliau sering memperoleh perlakuan kasar dari majikan beliau yang lama, bahkan hingga menyebabkan mata beliau tidak bisa lihat karena kejepit. Beliau hendak dioperasi namun urung dilakukan karena tidak berani. Setelah berhasil keluar menjadi asisten rumah tangga, beliau kemudian mencoba peruntungan di Solo dengan menjadi tukang pijet keliling, penghasilan beliau tentu tidak menentu, terlebih setelah sering memperoleh perlakuan kasar, beliau sering mengalami sakit-sakitan. Puncaknya saat sedang bekerja, beliau jatuh kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr. Oen Jebres, disana diketahui beliau mengalami penyempitan syaraf tulang belakang serta pembekuan darah, beliau pun kemudian menjalani operasi, operasi dibiayai oleh dokter yang berbaik hati pada beliau. Namun, beliau masih harus menjalani terapi 2 kali semingu, serta sebulan sekali kontrol di dokter syaraf. Selama ini bila kontrol beliau menggunakan becak dengan membayar Rp. 50.000,- sekali berangkat. Pak Sahlio, orang yang membantu mengantarkan beliau ke rumah sakit dengan becak yang dimiliki, Pak Sahlio pula yang membantu mengurus administrasi dan surat-surat yang ada, setiap kontrol beliau sudah menggunakan BPJS. Kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan beliau kemudian menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi beliau berobat. Beliau mengucapkan banyak terimakasih serta mendoakan semoga amal ibadah #sedekaholics diterima dan dibalas Allah SWT. Aaamiin

Jumlah Santunan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 24 Juli 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka @roschandptr

Ibu suparmi menderita Penyempitan Syaraf Tulang Belakang

Ibu suparmi menderita Penyempitan Syaraf Tulang Belakang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 AFIFAH SYAHIRA 500,000
2 APING BIN YAHMAD 500,000
3 HADIP BIN UTIN 500,000
4 OMAN BIN MANSYUR 500,000
5 ELIH PARIDAH 500,000
6 TITI SARYANI 500,000
7 DAYAT SUDRAJAT 500,000
8 EHA JULAEHA 500,000
9 OLIS BINTI WIRA 500,000
10 UTANG BIN EJI 500,000
11 SINDI PUSPITASARI 500,000
12 DINA TIARA 500,000
13 NASUR BN MAR’AT 500,000
14 MAMAD ISMAIL 500,000
15 ANDIN MERLIANA PUTRI 500,000
16 IIM MUSLIMAH 500,000
17 IKIN SODIKIN 500,000
18 KASRI BINTI ASNAWI 500,000
19 WIWI SURYATI 500,000
20 MIROD BIN MINTARSIK 500,000
21 EES SUKAESIH 500,000
22 ONIH BINTI KAMID 500,000
23 RAHMANSYAH BIN MARTONO 1,000,000
24 ULSA BIN ADAM 500,000
25 LILIS NURAINI 1,000,000
26 NANI MARYANI 500,000
27 AENAH BINTI ARSAI 750,000
28 RAFLI DWI SAPUTRA 1,000,000
29 EVIANA LESTARI 1,000,000
30 SUJIYEM Binti SUJARMIN 1,000,000
31 HANA ASSYIFA 1,000,000
32 RINA BINTI SURANTI 500,000
33 MURJIYO BIN MATSUDI 2,000,000
34 SUKARMAN BIN PARTOREJO 1,000,000
35 SADINEM binti JOYOREJO 500,000
36 PONIYEM 500,000
37 IDAWATI binti SURATIJO 500,000
38 DALIYEN binti KARTO JEMO 500,000
39 PARSILAH Binti PAIMIN 500,000
40 LESTARI W.S. binti SUPARJAN 500,000
41 SRI TAMTINI 500,000
42 Mbah Supinem Sukiyati 1,500,000
43 JAMI 912,000
44 JASI APRILYANO 500,000
45 SITI AMINA 700,000
46 BANTUAN PEMBUATAN TANDON AIR 2,000,000
47 RAH BINTEN 1,500,000
48 HASAN ARDA 1,000,000
49 KUSNIATI 1,000,000
50 ZAYNAL ASYIQIN 1,000,000
51 AGNA NAFSA 1,000,000
52 WAHYUNI BINTI JUMINO DARMO 500,000
53 PARSEL LEBARAN DHUAFA 3,000,000
54 MADRASAH DINIYAH MIFTAHUL HUDA 3,300,000
55 FATIMAH 600,000
56 SUKARNI BIN PARTO 2,000,000
57 TRI HARYANTI 750,000
58 KRISDIYANTO KARTUN 700,000
59 SUPARMI BINTI SUNARDI 1,000,000
Total 48,712,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 48,712,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 883 ROMBONGAN

Rp. 40,814,662,199,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.