Rombongan 882

Bersedekahlah, maka doa mereka akan membawa kebahagiaan kepada anda.
Posted by on August 29, 2016

PASIEN THALASSEMIA RSUD DR. SOEKARDJO Tasikmalaya. RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya memiliki ruangan khusus untuk penderita Thalassemia. Banyak diantara penderita thalassemia yang berasal dari keluarga kurang mampu. Saat ini totalnya ada 70 orang penderita Thalassemia yang menjalani  tranfusi rutin di RSUD dr. Soekardjo. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak balita, anak usia sekolah, dan remaja tanggung, yang setiap 2-4 minggu sekali datang ke rumah sakit untuk menjalani transfusi. Sebagian dari mereka berasal dari daerah yang jauh dari RSUD, sehingga untuk menjalani transfusi mereka memerlukan biaya transportasi yang dirasakan cukup berat untuk mereka. Beberapa orang bahkan kadang harus menginap di Tasikmalaya sebelum menjalani jadwal tranfusi, sehingga bagi yang tidak memiliki kerabat harus bayar kost. Syukur alhamdulillah hampir semua pengobatan di-cover oleh BPJS, namun kadang mereka juga harus mencari pendonor darah sendiri jika stok darah di PMI sedang kosong. Sebagian besar pasien yang berasal dari keluarga tidak mampu sehingga membutuhkan uluran tangan donatur untuk membayar iuran BPJS dan biaya transport dan akomodasi ke RSUD. Meskipun menggunakan BPJS kelas 3 biaya iuran tetap dirasakan berat. Bahkan ada beberapa anak yang jaminan BPJS-nya telah  dinonaktifkan karena menunggak. Ada juga diantara mereka yang berstatus yatim piatu, mereka sejak kecil ditinggal orangtuanya dan sekarang tinggal bersama kerabatnya, yang juga termasuk keluarga pas-pasan. #SedekahRombongan sering mengunjungi mereka di RSUD dan membantu mencarikan pendonor darah jika stok darah di PMI sedang kosong. Salah seorang Kurir SR, Pak Oos, berkonsentrasi untuk lebih fokus mendampingi para pasien penderita Thalassemia khususnya yang menjalani transfusi rutin di RSUD dr. Soekardjo. Untuk bulan Juli 2016, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membayar iuran BPJS, transportasi untuk mereka yang tinggal jauh dari RSUD dr. Soekardjo, dan akomodasi anak-anak Thalasemia yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.

Jumlah Bantuan: Rp 1.750.000,-
Tanggal : 9 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, Oos

Santunan lanjutan untuk membayar iuran BPJS, transportasi

Santunan lanjutan untuk membayar iuran BPJS, transportasi


AISYAH binti YAYAT SUPRIATNA (22, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/05, Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi  harus dirujuk ke RSHS  Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (49), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Karena Aisyah tidak dapat menjalani transfusi di Tasikmalaya, tanggal 14 Juli 2016 Aisyah kembali menjalani jadwal transfusi di RSHS Bandung, dan #SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk obat-obatan,  transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Aisyah menjalani perawatan di RSHS. Semoga Aisyah dapat terus melanjutkan pengobatannya dan  diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan lebih baik.

Jumlah bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 14 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Aisyah menderita  Thalasemia

Aisyah menderita Thalasemia


KUSWADI bin ADAM (66, Tumor Solid Liver). Alamat: Kp. Kubangpari, RT 05/02, Desa Bangunsari, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis. Sudah satu bulan ini Bapak Kuswadi mengeluhkan ada benjolan  yang tumbuh membesar di atas perut bagian kanan, ditambah beliau sudah menderita batuk selama satu tahun. Ia mengira itu hanya benjolan biasa dan batuk pun akan menghilang dengan sendirinya tapi ternyata tidak. Kemudian ia pergi memeriksakan diri ke dokter setempat tapi tidak ada kemajuan dan mencoba pergi berobat ke RS Banjar. Oleh dokter ia divonis tumor solid liver sehingga harus dirujuk lagi ke RSUD SMC Singaparna untuk dilakukan kemoterapi atau operasi.  Selama sakit ia dirawat dan ditemani istrinya, Tarmi (61) yang bekerja sebagai buruh tani. Setelah beberapa kali berobat ternyata beliau harus dirujuk ke RSHS Bandung, akhirnya MTSR menjemput Bapak Kuswadi untuk pemeriksaan lanjutan dan dirawat selama beberapa hari. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan bisa disegerakan bertemu dengan Bapak Kuswadi dan melakukan pengobatan sesegera mungkin. Meskipun  ia punya jaminan kesehatan yaitu KIS, tetap saja keluarganya merasa terbebani karena harus mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk akomodasi Ciamis-Bandung dan bekal selama di rumah sakit. #SR pun memberikan santunan untuk Pak Kuswadi untuk meringankan beban di pundaknya. Semoga segera diberi kesehatan agar bisa beraktivitas seperti biasa. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp 1.200.000,-
Tanggal: 13 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita, @luchakiem, @albareza, @adiabdillah

Pak kuswadi menderita Tumor Solid Liver

Pak kuswadi menderita Tumor Solid Liver


TITING SURYANI (37, Pembengkakan Jantung). Warga Kp.Nagrog RT 3/2 Desa Padasuka Kec. Sukarame Kab.Tasikmalaya, Jawa Barat ini adalah seorang Ibu rumah tanggga yang bersuamikan Bpk. Edi Herdiana (41 thn), seorang tukang ojek di kampungnya. Keluarga Pak Edi adalah keluarga sederhana dan memiliki tanggungan 4 jiwa. Namun demikian keluarga ini luput dari pendataan Jamkesmas, tetapi hanya mendapatkan fasilitas Jamkesda, itu pun kelompok 3 yang hanya mendapatkan keringatan 50% dari biaya pengobatan. Semenjak melahirkan anaknya yg ke-3 Ibu Titing sering batuk-batuk disertai sesak napas. Karena gejala tersebut sering dialami oleh Bu Titing, maka Pak Edi pun membawanya ke puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuknya ke  RSUD Kab. Tasikmalaya untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan,  Bu Titing dinyatakan menderita pembengkakan jantung dan harus dirawat inap. Setelah satu minggu dirawat beliau diizinkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin setiap seminggu sekali. Kondisi Bu Titing sempat membaik, namun tak lama kemudian penyakitnya kambuh lagi. Saat dijenguk Bu Titing sedang mengalami sesak napas yang hebat, perut dan kakinya membengkak, dan beliau mengalami kesulitan buang air kecil. Saat itu juga MTSR langsung membawa Bu Titing ke RSUD Kab.Tasikmalaya, dan kembali beliau harus menjalani rawat inap. Sudah 9 hari beliau dirawat, semoga Allah SWT memberikan kesembuhan.

Jumlah bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 31 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita, @luchakiem, Rahmat Muzacky

Ibu titing menderita Pembengkakan Jantung

Ibu titing menderita Pembengkakan Jantung


NIA DEWIANTI binti ARDAN (34, Kanker Usus). Alamat: Dusun Sukamukti, RT 002/004, Desa Mekar Raharja, Kec. Talaga, Kab. Majalengka, Jawa Barat. Ibu Nia merupakan salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan. Penyakit Ibu Nia berawal ketika beliau sering mengeluh sakit di bagian perut. Akhirnya, beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit dan segera mendapat perawatan di Rumah Sakit. Hasil USG, tes darah dan rongten menunjukkan bahwa Ibu Nia menderita penyakit Kanker Usus/Colon. Beliau menjalani perawatan pada bulan Maret 2016 lalu. Untuk aktifitasnya sehari-hari, beliau menggunakan alat Colostomy yang dipasang pada perutnya sebagai alternatif BAB. Saat ini kondisi beliau Alhamdulillah sudah jauh lebih baik. Beliau sudah bisa berjalan seperti biasa meskipun langkah kakinya masih pelan. Dokter menyarankan agar beliau  menaikkan berat badan sebelum menjalani pengobatan lanjutan. Alhamdulillah, pada pertengahan bulan Juni ini beliau bisa melanjutkan pengobatan ke RSHS Bandung. Bulan Juli Bu Nia kembali menjalani kontrol lanjutan ke RSHS Bandung.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi ke Bandung. Semoga ikhtiar Ibu Nia membuahkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: 500.000,-
Tanggal: 18 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @evainhere @nitaapuji, Diah

Ibu nia menderita Kanker Usus

Ibu nia menderita Kanker Usus

—-
SEPTI RAHMAWATI (12, Usus Buntu). Warga Kp. Rancapaku RT 02/03 Ds. Rancapaku Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Putri dari Bpk Yuyup Supriyana (42th) buruh harian lepas yang kadang nyambi sebagai pencari barang rongsokan. Ibunya Rini (30th) IRT. Rasa sakit di bagian usus Septi sebenarnya sudah lama ia rasakan, kurang lebih sejak 2  tahun yang lalu, namun keluarga mengira hanya sakit maag biasa. Sampai suatu hari siswi Madrasah Ibtidaiyah(MI) ini terpaksa harus meninggalkan sekolah lebih awal karena perutnya terasa panas dan seperti ada yg menusuk nusuk. Sesampainya di rumah orang tua Septi langsung membawanya ke mantri kesehatan terdekat. Melihat gejala seperti itu mantri hanya memberi obat penekan rasa sakit dan menganjurkan agar dibawa ke rumah sakit. Dokter Spesialis Dalam RSUD Singaparna menyatakan Septi positif menderita usus buntu dan harus menjalani rawat inap. Hari ke-2 Septi langsung menjalani operasi . Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar, hari ke-5 kondisinya makin membaik sehingga dokter yang menanganinya mengijinkan ia pulang, untuk selanjutnya berobat jalan dan harus kontrol beberapa kali.

Jumlah Bantuan: 1.250.000,-
Tanggal: 22 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, Rahmat Muzacky

Septi menderita Usus Buntu

Septi menderita Usus Buntu


MOCHAMAD FARHAN NURROHMAN (11 bln, Hydrocephalus) Kp. Tanjungwangi RT 2/14, Desa Sukanegara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Farhan begitu ia dipanggil adalah putra dari Bapak Edi Supriadi (40), seorang buruh serabutan, dan Ibu Yuyum Sutarsih (39). Keluarga Pak Edi termasuk keluarga besar dengan tanggungan 4 orang anak yang semuanya masih kecil. Penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu dan gak seberapa, tentu cukup berat bagi Pak Edi untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Kesulitan keluarga ini tidak berhenti sampai di situ; sejak usia 2 bulan, anak keempatnya, Farhan, mengalami melainan: kepalanya terus membesar. Pak Edi dan Bu Yuyum kemudian membawa Farhan ke Puskesmas, namun pihak Puskesmas langsung merujuk Farhan ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaha untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Diduga kuat, Farhan menderita hydrocephalus. Menggunakan fasilitas jaminan BPJS kelas 3 yang dimilikinya, Pak Edi melanjutkan pengobatan anaknya ke RSUD dr. Soekardjo. Di rumah sakit ini, pada tanggal 7 Januari 2015, Farhan menjalani operasi pertamanya, yang dlanjutkan dengan operasi kedua pada tanggal 22 Januari 2015. Akan tetap, meskipun sudah menjalani dua kali operasi, kondisi Farhan belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Bahkan, Farhan, yang tadinya harus menjalani rawat jalan secara berkala, terancam tidak bisa melanjutkan pengobatan, karena Pak Edi sudah kehabisan biaya, sementara anak-anaknya yang lain pun sangat membutuhkan biaya untuk kebutuhan sehari-harinya. Derita dan beban hidup yang dirasakan keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan. Bersyukur kurir #SR bisa bertemu dengan keluarga yang tabah ini. Alhamdulillah, harapan mereka untuk terus berikhtiar  dipertemukan dengan empati sedekaholics #SR yang memahami kesulitan mereka dan memasukkan Farhan dalam daftar pasien dampingan #SR. Pada akhir Mei 2016, Farhan menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Kondisinya masih stagnan. Farhan dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk terus berobat. Ia tinggal beberapa hari di RSSR Bandung. Di Rumah singgah ini pula, dengan izin Allah Swt, alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban kesulitan mereka. Di bulan Juli 2016 Farhan masih harus menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung. Untuk itu ia memerlukan biaya transportasi dan akomodasi untuk selama hampir  2 minggu ia berada di Bandung agar memperlancar pengobatannya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya transportasi-akomodasi kontrol ke RSHS Bandung, keperluan bayi, dan biaya sehari-hari mereka. Bantuan sebelumnya tercatat masuk di Rombongan 853.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 14 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, Reza Alba, Cincin

Farhan menderita Hydrocephalus

Farhan menderita Hydrocephalus


EMAN bin KARIMAN (61, Osteoporosis). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 003/001, Desa Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bapak Eman sudah setahun ini hanya berdiam diri di rumah karena mengeluh sakit tulang di punggung. Ia pernah ambruk ketika bekerja saking merasakan sakit yang tidak tertahan. Dulu ia bekerja sebagai buruh bangunan atau buruh tani tergantung dari orang yang menyuruhnya.Ditambah pencernaannya pun mulai terganggu dengan seringnya muntah dan nafsu makan berkurang. Akhirnya, ia kini terkulai lemas dan badannya mulai kurus dan hanya dirawat istrinya, Encum (55) di rumah kecil karena anak-anaknya sudah tinggal berjauhan. Pak Eman hanya memeriksakan dirinya ke puskesmas terdekat dan takut pergi ke rumah sakit karena biaya meskipun ia punya Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pendapatannya kini ia dapatkan dari warung kecil-kecilan dan itu pun tidak seberapa. Alhamdulillah, Allah memberi kesempatan kurir #SedekahRombongan untuk berkunjung ke kediamannya dan memberikan santunan dari #Sedekaholics kepada Pak Eman agar ia bisa berobat lanjut dan membeli makanan bergizi mengingat asupan makanan yang masuk selama ini sangat kurang. Mudah-mudahan Allah memberi kesehatan kepada Pak Eman sekeluarga sehingga bisa menjalankan aktivitas seperti biasa. Aamiin

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 19 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita

Pak eman menderita Osteoporosis

Pak eman menderita Osteoporosis


IMAS KARTINI (29, Anemia Hemolitik), Kp. Cigadog RT 4/1 Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Imas, istri dari Pak Diki Permadi (38) seorang tukang jualan cilok (sejenis makanan kecil terbuat dari tepung kanji) ini sudah menjalani proses pengobatan yang cukup panjang, sejak dari Puskesmas, RSUD Kabupaten Tasikmalaya, RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan terakhir dirujuk ke RSHS Bandung. Awalnya tanggal 1 Oktober Bu Imas mengalami sakit keras yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan beberapa kali mengalami pingsan. Pak Diki yang memiliki 4 orang anak yang masih kecil-kecil ini, segera membawanya berobat ke Puskesmas terdekat. Semula dokter mendiagnosa Bu Imas hanya menderita penyakit maag dan memberinya obat maag sirup. Tanggal 9 Oktober Bu Imas kembali berobat ke dokter, kali ini menurut dokter ia menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung, dan ia pun diberi beberapa jenis obat yang harus diminum setiap hari dan diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Karena perkembangan penyakitnya belum kunjung membaik, tanggal  12 Oktober Bu Imas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya, karena HB-nya menurun drastis, sampai 4,3. Ia kemudian dirawat inap selama 7 hari dan di sana ia diberi terapi pengobatan dengan beberapa jenis obat, infus, kemudian menjalani pemeriksaan rontgen dan tes darah sampai tgl 18 Oktober 2014. Karena kehabisan bekal, Pak Diki membawa Bu Imas pulang paksa untuk menjalani perawatan di rumah, meskipun Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Suspect AIHA. Salah seorang kepala perawat di RSUD Kabupaten Tasikmalaya menyarankan Pak Diki untuk menemui Kurir #SedekahRombongan agar mendapat bantuan untuk melanjutkan pengobatan Bu Imas ke RSHS Bandung. Ketika Kami menemi Bu Imas, di rumahnya, kondisinya sudah sangat lemas sehingga atas ijin keluarganya segera mengevakuasinya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Tanggal 24 Oktober Bu Imas masuk ke IGD RSUD Kota Tasikmalaya, kemudian diberi terapi pengobatan dan alhamdulillah HB-nya naik menjadi 5,9. Selanjutnya Bu Imas dirawat selama 7 hari dan menjalani pengobatan dengan suntikan, infus dan obat-obatan. Alhamdulillah kondisinya mulai membaik, HB-nya naik sampai 7.  Menurut pihak RSUD Dr. Soekardjo, Bu Imas harus mendapatkan transfusi darah jenis WRC (Washed Red Cell) yang pemrosesannya belum bisa dilakukan di PMI Tasikmalaya, sehingga tranfusi darah tidak bisa dilakukan di Tasikmalaya. Kemudian Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Anemia Hemolitik. Pada tanggal 30 Oktober 2014 pukul 21.30 dengan didampingi oleh dua orang perawat dari RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Kami mengantarnya ke RSHS Bandung dengan MTSR untuk selanjutnya ia akan menjalani perawatan di RS tersebut. Pasca menjalani perawatan selama satu minggu di RSHS Bandung, dimana ia menjalani rangkaian pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan sample dari sumsum tulang belakang, dan transfusi WRC golongan darah O+ sebanyak 3 labu, tanggal 5 Nopember 2014 Bu Imas diperbolehkan pulang dengan HB terakhir 9,8. Rabu 12 Nopember Bu Imas dijadwalkan untuk kontrol lagi ke RSHS Bandung. Hari Selasa 25 Nopember 2014 Bu Imas kembali berangkat ke RSHS untuk menjalani jadwal kontrol. Alhamdulillah kondisinya membaik dan HB-nya terakhir tercatat 12,2. Meskipun demikian ia tetap harus menjalani kontrol 2 minggu mendatang untuk mengobservasi perkembangan kesehatannya. Hari Rabu tanggal 10 Desember 2014 Bu Imas kembali menjalani kontrol rutin dwi mingguan di RSHS Bandung. Sehari sebelumnya dengan MTSR Kami mengantar Bu Imas ke RSSR Bandung. Hasil pemeriksaan terhadap perkembangan kesehatan Bu Imas dinilai tim dokter sangat bagus, HB terakhir adalah 13,2 sehingga kontrol selanjutnya dijadwalkan tidak dwi mingguan lagi tetapi setiap bulan. Tanggal 5 Januari 2015 Bu Imas kembali menjalani kontrol rutin ke RSHS. Kali ini kondisinya kurang bagus, sehingga ia harus tinggal beberapa hari di Rumah Singgah SR untuk menjalani beberapa pemeriksaan dan harus kembali ke RSHS tanggal 19 Januari.  Untuk mendukung pengobatan medis dan menjaga kondisinya selain mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter, Bu Imas juga mengkonsumsi obat-obatan herbal. Bu Imas bulan Februari menjalani 2 kali kontrol rutin ke RSHS Bandung, jika HB-nya turun ia akan menjalani transfusi darah tipe WRC (Washed Red Cell) di RSHS, karena di UTD PMI Tasikmalaya belum bisa. Bulan April 2015 Bu Imas seminggu 2 kali harus menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Alhamdulillah bulan Mei 2015 Bu Imas kondisinya cukup menggembirakan sehingga ia bisa menjalani kontrol rutin ke RSHS dengan lancar, namun ia disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi untuk menjaga HB-nya agar tetap stabil. Kondisi Bu Imas masih belum stabil di bulan Juni 2015, HB-nya kadang bagus tapi lebih sering ngedrop sehingga ia harus kembali ke RSHS Bandung setiap 2 minggu sekali untuk menjalani transfusi darah. Bu Imas masih sering mengalami kondisi kesehatan yang menurun, sehingga pada bulan September ia harus dua kali menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Tanggal 15 Mei 2016,  Bu Imas kembali berangkat ke RSSR Bandung, untuk kontrol rutin dan menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Alhamdulillah kondisinya sedikit-demi sedikit mulai membaik. Tanggal 7 Juni 2016 kondisi Bu Imas kembali menurun. HB-nya hanya 6 sehingga beliau harus menjalani transfusi darah jenis WRC di RSHS Bandung, dan tinggal selama 3 hari di RSSR Bandung. Selama Bulan Juli 2016 Bu Imas 2x pulang pergi ke Bandung untuk menjalani transfusi darah jeis WRC yang tidak dapat dilakukan di RSUD Tasikmalaya, selama ia menjalani pengobatan di Bandung beliau tinggal sementara di RSSR Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, pembelian obat herbal, asupan makanan bergizi,  dan biaya sehari-hari selama Bu Imas menjalani transfusi di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp 1.150.000,-
Tanggal : 11 Juli 2016
Kurir : @mustikanoverita @luchakiem, Reza Alba

Ibu imas menderita Anemia Hemolitik

Ibu imas menderita Anemia Hemolitik


ITOK binti MUKHTAR (54, Diabetes dan Darah Tinggi). Alamat: Kp. Banjar Sari, Desa Tawang Banteng, Kec. Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Ibu Itok adalah seorang janda tua yang sehari-harinya berprofesi sebagai seorang tukang pijat. Beliau tinggal di sebuah rumah yang reyot dan sudah tidak layak huni. Sejak 2 tahun terakhir Bu Itok sering menderita pusing-pusing dan menurut hasil pemeriksaan dokter Puskesmas, beliau menderita tekanan darah tinggi dan diabetes, namun setiap kali merasa pusing, beliau hanya mengobatinya dengan obat-obatan warung biasa. Tepat sehari setelah hari raya Idul Fitri, kondisi kesehatan beliau tiba-tiba menurun drastis, beliau mengeluh merasa pusing, tubuhnya lemas bahkan sampai pingsan. Keluarga beliau segera membawa Ibu Itok ke Puskesmas setempat. Namun, karena fasilitas kesehatan di sana tidak memadai, maka beliau segera dirujuk ke RSUD Kota Tasikmalaya. Atas informasi dari warga setempat, MTSR segera menolong Bu Itok dan mengantarkannya ke IGD RSUD dr. Soekardjo. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan awal kepada beliau untuk biaya berobat, karena beliau belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan apa-apa. Semoga kesehatan Ibu Itok lekas membaik.

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 9 Juli 2015
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, Reza Alba

Ibu itok menderita Diabetes dan Darah Tinggi

Ibu itok menderita Diabetes dan Darah Tinggi


SYAIFUL YUSUF bin HENDRA (5, Rhabdomyosarcoma). Alamat: Kampung Panembong, RT 01/06, Kel. Manggungjaya, Kec. Rajapolah, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Syaiful Yusuf adalah putra dari pasangan suami istri Bapak Hendra (29) dan Ibu Lina (28). Syaiful, anak yang lahir pada tanggal 20 February 2011 ini menderita penyakit Rabdomiosarcoma. Ia mengeluh, ada massa yang tumbuh besar dengan cepat dibagian mulutnya, ia merasakannya sejak 1 tahun lebih. Awalnya terdapat benjolan kecil seperti jerawat. Berdasarkan keterangan dari dokter Puskesmas setempat, benjolan tersebut hanya lipoma sehingga ia mendapat tindakan medis berupa eksisi/pembuangan. Setelah dieksisi/dibuang, ternyata benjolan itu tumbuh kembali, bahkan membesar sebesar bola pimpong. Kemudian, Syaiful dibawa ke RSUD Dr. Soekardjo dan menjalani operasi. Selesai operasi, jaringan tersebut kemudian di PA dan hasilnya menunjukkan Embrional Rabdomiosarcoma. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, akhirnya Syaiful di rujuk ke RSHS Bandung untuk melakukan kemoterapi. Akan tetapi, setelah beberapa bulan berlalu, ia tak kunjung mendapat jadwal untuk melakukan kemoterapi. Sedangkan tumor di mulutnya semakin membesar. Lalu, Dinas Kabupaten Tasikmalaya membawa Syaiful ke RS SMC untuk meminta surat rujukan agar ia bisa berobat ke Darmais. Namun, dokter spesialis onkologi di RS SMC menyarankan agar Syaiful mencoba tindakan kemoterapi di SMC. Alhamdulillah, hingga saat ini Syaiful telah menjalani kemoterapi sebanyak 3 kali. Hasilnya menunjukkan hasil yang cukup baik, Alhamdulillah tumor di mulutnya telah mengecil. Untuk pengobatannya selama ini, ia mengandalkan bantuan dari jaminan kesehatan KIS. Sayangnya, kedua orang tua Syaiful mengeluhkan tentang biaya sehari-hari selama Syaiful menjalani perawatan di rumah sakit. Hal tersebut dikarenakan ayah Syaiful tidak bekerja sama sekali semenjak Syaiful dirawat di rumah sakit sehingga tidak ada pemasukan untuk biaya pengobatan Syaiful. Alhamdulillah, Bupati Kabupaten Tasikmalaya juga telah memberikan santunan untuk Syaiful. Sampai akhir Juli 2016 Syaiful telah menyelesaikan proses kemoterapi-nya sebanyak 7 kali di RSUD SMC Tasikmalaya. Selama ia menjalani kemoterapi #SR mendampingi dan mengantarnya pulang pergi dari Rajapolah ke RS SMC. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk Syaiful agar ia tetap menjalani perawatan maksimal di rumah sakit demi kesembuhannya. Selanjutnya Syaiful dijadwalkan untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung, karena hasil 7x kemoterapi yang sudah ia jalani belum menunjukkan banyak perubahan. Semoga Syaiful lekas sembuh dan Allah selalu memberi kesabaran kepada Syaiful dn keluarga.

Jumlah Santunan: 1.500.000
Tanggal: 26 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem

Syaiful menderita  Rhabdomyosarcom

Syaiful menderita Rhabdomyosarcom


HANA NUR HALIMAH (7, TOF). Kp. Nyempet RT 4/ 2 Desa Padakembang Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Puteri dari Bapak Mulyana (34) dan Ibu Syukrilah (37) ini sejak kecil sering sakit-sakitan. Ia didiagnosa menderita bocor jantung, namun orang tuanya belum mampu mengobati Hana dengan lebih serius karena ketidakmampuan biaya, maklumlah Pak Mulyana hanya seorang buruh bangunan dengan tanggungan 6 orang, yang lebih sering menganggur karena tidak mendapatkan pekerjaan. Ketika bertemu dengan #SedekahRombongan, Hana belum memiliki fasilitas  jaminan kesehatan apa-apa, sehingga Kurir SR segera mengajukan pembuatan Jamkesda untuk membantu meringankan biaya pengobatannya. Hana hampir sepanjang hidupnya terus bolak balik berobat.Sejak lahir berobat mulai ke Pukesmas 2 minggu sekali, tapi belum ada perubahan yang berarti, kemudian mencoba pengobatan ke alternatif  1 bulan sekali sampai 6 bulan, selanjutnya hanya diobati di rumah karena tidak punya biaya. Pernah beberapa kali dirawat di RS SMC karena jika sedang kambuh, Hana sesak nafas dan badan serta tangannya membiru. Sebenarnya Hana sudah mendapatkan rujukan ke RSHS dan harus menjalani pemeriksaan ECHO karena di RS SMC belom ada fasilitas tersebut, namun karena tidak ada biaya, akhirnya Hana hanya dibiarkan berobat seadanya di rumah. Tanggal 9 Maret malam, ibu Syukrilah, ibu Hana, menelpon Kurir SR mengabarkan kalau kondisi anaknya sedang mengalami sesak nafas dan jari-jari tangannya membiru. MTSR segera meluncur menjemput dan mengantarkannya ke IGD RSUD SMC dan selanjutnya dirawat selama beberapa hari di sana. Karena Jamkesda Rini belum diperpanjang kembali, terpaksa Rini didaftarkan sebagai pasien Umum. Bulan Mei 2016 Hana yang sering mengalami kejang, lemas dan ujung jari tangannya membiru beberapa kali harus dlarikan ke RSUD SMC karena penyakitnya kumat. Bulan Juli 2016 Hana kembali menjalani kontrol rutin ke RSUD SMC untuk memantau kondisi penyakitnya. Sebenarnya sudah ada rujukan untuk membawa Hana ke RS Harapan Kita, namun orang tua Hana masih menunggu kesiapan anaknya serta  keluarganya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan nuntuk biaya perawatan dan akomodasi sehari-hari selama Hana menjalani pengobatan di RSUD SMC. Semoga Hana kondisinya membaik dan dapat segera melanjutkan pengobatannya, amiin.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 22 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem

Hana menderita bocor jantung

Hana menderita bocor jantung


MASTUROH binti WAHYUDIN ( 37, Tumor Otak). Alamat: Kp. Sukarame, Rt. 2/7, Kel. Sukalaksana, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Semenjak satu tahun yang lalu, Ibu Masturoh sering merasakan sakit pada kepalanya. Beliau mengira sakitnya itu adalah sakit kepala biasa karena kelelahan atau karena migren. Namun, sejak dua bulan terakhir  sakit di kepalanya semakin parah. Bahkan, ketika sakit kepala beliau kambuh beliau juga merasakan gejala lain berupa rasa lelah dan lesu pada tubuhnya. Selain itu, beliau juga merasa kakinya terasa kaku untuk digerakkan dan penglihatan beliau pun seperti kabur. Beliau sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Pengobatan demi pengobatan telah beliau lakukan, dimulai dari pemeriksaan di Puskesmas, klinik, dan RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut akhirnya beliau divonis terkena penyakit Tumor Otak dan harus melanjutkan pengobatan di RSHS Bandung. Namun, beliau terkendala masalah biaya. Maklum saja, suami beliau Bapak Herman (47) hanya bekerja sebagai buruh bangunan yang pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari 5 orang anggota keluarganya. Kondisi terakhir Ibu Masturoh amat memprihatinkan, beliau tidak bisa melakukan aktifitas apapun karena penglihatannya semakin terganggu. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan awal kepada Ibu Matsuroh untuk pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Semoga ikhtiar pengobatan lanjutan beliau medapatkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 23 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, @miftahudinsr

Ibu masturoh menderita Tumor Otak

Ibu masturoh menderita Tumor Otak


DINA FARHI PADILAH (11, Gangguan Penglihatan). Alamat: Kp. Sambong Asem, Rt. 03/02, Kel. Mangkubumi, Kec. Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Anak pertama dari pasangan Bapak Cecep Dodi dan Ibu Deliani ini menderita gangguan penglihatan. Dina merupakan seorang anak yang masih duduk dikelas 5 Sekolah Dasar. Sekitar 3 bulan lalu, ia mengeluh sering merasakan pusing saat melihat benda-benda disekitarnya. Ia selalu merasa pusing bila melihat suatu benda terlalu lama. Selain itu,  benda yang ia lihat pun semakin lama semakin terlihat samar-samar. Kondisi ini sangat mengganggu proses belajar Dina di sekolah. Dina harus mengatur jarak pandangnya, karena jika jaraknya kurang dari 50 cm, tulisan pada buku tidak terlihat. Dina belum pernah memeriksakan kondisi kedua matanya dikarenakan keterbatasan biaya yang dimiliki oleh kedua orang tuanya. Maklum saja, kedua orang tua Dina hanya bekerja sebagai seorang buruh di pabrik sandal. Dina membutuhkan biaya untuk akomodasi dan tranportasi berobat ke RSUD serta biaya untuk membeli kaca mata. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk Dina agar ia bisa memeriksakan kedua matanya agar mendapatkan perawatan terbaik dari pihak medis serta untuk membeli kaca mata yang selama ini ia idam-idamkan.

Jumlah Santunan: Rp 700.000,-
Tanggal: 23 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, Reza

Dina menderita Gangguan Penglihatan

Dina menderita Gangguan Penglihatan


ASROR MAGRIBI (13, Obstructive Hydrocephalus-G911) Alamat: Kp. Tenjosari, RT 04/01, Dusun Tenjosari, Desa Cikukulu, Kec. Karangnunggal, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Asror, biasa ia dipanggil oleh teman-temannya ini asalnya tumbuh secara normal, namun ketika usianya menginjak 12 tahun, ia mengalami kecelakaan terjatuh dari sepeda. Ketika Asror sedang mengendarai sepedanya, tiba-tiba ia kehilangan kendali dan terperosok ke sebuah kali. Saat itu juga Asror dibawa ke Puskesmas  terdekat, namun karena terjadi benturan pada kepalanya, Asror pun dirujuk ke RS Jasa Kartini untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Di sana Asror sempat dirawat selama 2 minggu sampai akhirnya ia dirujuk ke RSHS Bandung karena ada indikasi ia menderita hydrocephalus. Tetapi Asror belum dapat berangkat untuk memenuhi rujukan RS Jasa Kartini Tasikmalaya karena kendala biaya akomodasi. Saat itu kondisi Asror sudah tidak dapat melihat dan berjalan karena terjadi gangguan pada bagian sarafnya, sayang pengobatan Asror harus terhenti karena keluarga sudah tidak dapat lagi mengusahakan biaya untuk melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa mengunjungi Asror dan segera menjemputnya dari tempat tinggal Asror yang cukup jauh di daerah selatan Kabupaten Tasikmalaya, dan selanjutnya mendampingi anak yang bercita-cita untuk dapat menimba ilmu di Pondok Pesantren ini melanjutkan pengobatannya sesuai dengan rujukan dokter. Asror sempat tinggal di RSSR Tasikmalaya selama 4 hari selama menjalani pemeriksaan di RS Jasa Kartini Tasikmalaya, dan kini ia sedang melanjutkan ikhtiarnya berobat di RSHS Bandung. Sudah lebih dari 3 minggu ia berada di Bandung, beberapa hari tinggal di RSSR Bandung, dan sekarang sedang dirawat di RSHS. Semoga ikhtiar untuk menjemput kesembuhan diberi kelancaran dan Asror bisa bersekolah lagi. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 27 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, @miftahudinsr

Asror menderita Obstructive Hydrocephalus-G911

Asror menderita Obstructive Hydrocephalus-G911


HENDRA PURNAMA bin UJANG SOBANDI (21, Tuberculosis of Bones and Joints). Alamat: Desa Cipasung, Rt.02/07, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Hendra, seorang pemuda yang merupakan putra dari Bapak Ujang Sobandi dan Ibu Enuy Nurjannah. Sakit yang diderita berawal dari tahun lalu. Hendra pernah dirawat di RS Rancamaya selama 6 hari pada bulan Mei 2015, kemudian ia kembali memeriksakan kesehatannya pada bulan Desember kemarin. Saat ini, ia akan melakukan pemeriksaan di RSHS Bandung dan tengah menunggu di rumah singgah #SedekahRombongan Bandung. Selama menjalani pengobatan, ia menggunakan fasilitas kesehatan kartu KIS. Namun, tetap saja ia membutuhkan biaya untuk transportasi dan bekal sehari-hari selama berobat. Rencananya Hendra akan menjalani jadwal operasi pada akhir September 2016. Namun karena pada pertengahan Juli 2016 kondisinya memburuk, dan lukanya mengeluarkan nanah terus menerus, akhirnya setelah ia dirawat selama beberapa hari di RSUD SMC, tim dokter akhirnya melakukan operasi lebih awal dari yang dijadwalkan. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk Hendra yang dipergunakan untuk biaya akomodasi selama ia menjalani operasi dan perawatan di RS SMC Tasikmalaya.

Jumlah Santunan: Rp 750.000,-
Tanggal: 25 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Hendra menderita Tuberculosis of Bones and Joints

Hendra menderita Tuberculosis of Bones and Joints


REZA FEBRIAN (6 Bulan, Lahir Prematur dan Hernia). Alamat : Jalan Waduk Manggar RT 16 KM12, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Propinsi Kalimantan Timur. Bayi Reza Febrian adalah anak ke-3 dari pasangan Heru Wahyudi (38) dan Supriati (35). Reza lahir prematur pada 23 Februari 2016 dalam usia kehamilan 6 bulan (27 minggu). Berat badan Reza saat lahir sebesar 1290 gram dan panjang badan 35 cm,  pada saat dilahirkan Reza dalam kondisi sungsang dan badan kuning. Karena belum bisa bernapas dengan sempurna, Reza dibantu dengan ventilator dan setelah kondisinya lebih stabil ia manggunakan alat bantu napas CPAT. Saat dilakukan survey pada 12 April 2016, bayi Reza masih dirawat di ruangan NICU RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Menurut informasi dari pihak rumah sakit pada saat itu, bayi Reza baru bisa keluar rumah sakit apabila sudah bisa bernapas tanpa alat bantu. Saat itu perawatan yang dilakukan juga dengan metode kangguru, sedangkan asupan ASI melalui selang, karena bayi Reza belum bisa menyusu dengan sang bunda. Saat dilahirkan bayi Reza tidak memiliki BPJS yang baru diurus setelah dua hari kelahirannya. Hal tersebut membuat biaya ruamh sakit menjadi tanggungan pribadi keluarga. Perawatan sejak kelahiran hingga diperbolehkan pulang berlansung selama 2 bulan dan menghabiskan biaya lebih dari Rp100 juta. Orang tua Reza sangat kebingungan mengingat Pak Heru hanya bekerja sebagai buruh bangunan dan Ibu Supriati hanya seorang ibu rumah tangga. Dua bulan setelah keluar dari rumah sakit, bayi Reza kembali masuk rumah sakit untuk menjalani operasi hernia. Alhamdulillah saat kurir #sedekahrombongan menjenguk pada 22 Agustus 2016, bayi Reza Febrian dalam kondisi sehat. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan untuk membantu membayar tagihan rumah sakit. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan untuk membantu membayar tagihan rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @fperwiro @ririn_restu

Reza Lahir Prematur dan Hernia

Reza Lahir Prematur dan Hernia


DADANG RAHMAT (30, Kaki Gajah). Alamat: Kp. Pangadangan RT 7/2 Desa Cibalanarik Kecamatan Tanjungjawa Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dadang saat ini hidup menumpang di rumah orang tuanya, sejak ditinggalkan oleh istrinya yang sudah menikah lagi dengan pria lain. Istrinya tidak tahan hidup dengannya, karena selain Dadang menderita penyakit kaki gajah, juga kesulitan ekonomi yang mereka alami, maklum lah sejak Dadang menderita penyakit ini, mobilisasinya jadi terhambat. Ia hanya dapat tinggal di rumah, kadang menjahit sambil memlihara ayam, dengan penghasilan yang tidak seberapa. Penyakit Dadang memang sudah dinyatakan sembuh dari cacing filariasis, namun bekas penyakit tersebut yang menimbulkan kakinya bengkak, tidak kunjung hilang. Dadang hampir putus asa, berbagai upaya pengobatan sudah ia jalani, mulai dari medis ke dokter puskesmas/rumah sakit, maupun pengobatan alternatif. Tak sedikit biaya yang sudah ia keluarkan, harta bendanya pun satu per satu ia jual demi mengupayakan kesembuhannya, namun belum mendapatkan hasil yang menggembirakan. Akhirnya ia dipertemukan dengan #SedekahRombongan, sehingga semangatnya untuk berobat yang tadinya sudah hampir hilang, kembali muncul. #SedekahRombongan menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk pengurusan BPJS, transportasi dan akomodasi pemerikasaan awal Dadang ke Puskesmas dan RSUD. Bulan September Dadang mulai menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung, ia mendapatkan rujukan untuk menjalani pemeriksaan di sana. Bulan MAret 2016 Dadang masih menjalai terapi pengobatan dengan mengkonsumsi obat-obatan sesuai yang disarankan oleh dokter RSHS, yang akan dicoba untuk selama setahun. Bulan Januari 2016 Dadang kembali memerlukan biaya untuk pembelian obat-obatan medis dan herbal sesuai dengan  yang disarankan dokter. Bulan Juni 2016 Dadang masih melanjutkan pengobatan dengan terapi obat-obatan yang harus ia beli di apotik berdasarkan resep yang diberikan dokter RSHS, ditambah dengan obat-obatan herbal. Untuk memenuhi kebutuhan pengobatan Dadang pada bulan Juli 2016, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan agar pengobatan Dadang dapat terus dilanjutkan, yang dipergunakan untuk pembeian obat-obatan di luar jaminan BPJS selama bulan Juli 2016. Pengobatan Dadang direncanakan akan berlanjut sampai 2 tahun ke depan. Semoga ikhtiar Dadang mendapatkan hasil yang menggembirakan. Dadang sudah siap menghadapi resiko apa pun demi kesembuhan penyakitnya.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 15 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem

Pak dadang menderita Kaki Gajah

Pak dadang menderita Kaki Gajah


ATEP HIDAYAT (22, Luka Bekas Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: Kampung Cibogo RT 1/5, Desa Ciudian Kec. Singajaya Kabupaten Garut, Jawa Barat. Anak dari Bapak Iim ini pernah mengalami kecelakaan lalu lintas sewaktu ia bekerja di Tangerang. Kecelakaan tersebut mengakibatkan luka di bagian perutnya, sehingga ia harus menjalani operasi. Pasca kecelakaan tersebut Atep kembali ke kampung halamannya di Singajaya, Garut, karena kondisinya yang mengkhwatirkan dan di Tangerang ia tidak ada yang mengurus. Namun bekas jahitan lukanya bernanah terus, dan keluarganya kesulitan untuk membawa Atep ke Rumah Sakit, karena lokasi tempat tinggalnya yang cukup jauh dan mereka tidak memiliki biaya untuk mencarter mobil untuk membawa Atep, maklum kondisinya masih lemah dan tidak mungkin untuk naik kendaraan roda dua. #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Atep dan bermusyawarah dengan keluarganya untuk menjadawalkan keberangkatan Atep ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lukanya lebih lanjut. Santunan awal disampaikan untuk membantu pengurusan surat-surat yang diperlukan untuk kelancaran keberangkatan Atep ke rumah sakit, karena sudah sebulan jadwal kontrolnya terlewat, ia tidak kontrol karena tidak memiliki biaya untuk transportasi dan akomodasinya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk Atep agar ia bisa melanjutkan jadwal kontrolnya..

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000.
Tanggal: 20 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, Adi Abdillah, Qiner

Atep menderita Luka Bekas Kecelakaan Lalu Lintas

Atep menderita Luka Bekas Kecelakaan Lalu Lintas


FAHMI MAULID FIRMANSYAH binti IWAN (8 bulan, Bocor Jantung). Alamat: Kp. Sukasirna, Rt. 1/5, Kel. Sukanagara, Kec. Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bayi bernama Fahmi ini merupakan putra yang lahir dari pasangan Ibu Cucu Yuningsih (39) dan Bapak Iwan (43). Sayangnya, ia harus mengindap penyakit berat dari sejak ia dilahirkan. Namun karena terkendala masalah biaya, orang tuanya pun baru mengetahui bahwa putranya terkena penyakit serius ketika Fahmi berusia 3 bulan. Berdasarkan pemeriksaan dokter di RSUD Dr. Soekardjo, penyakit tersebut adalah bocor jantung. Berawal dari adanya gejala-gejala yang tidak biasanya terjadi pada bayi seusianya. Mekipun dokter menyarankan agar Fahmi melanjutkan pengobatannya ke RSHS Bandung, namun orang tua Fahmi tidak membawa Fahmi ke RSHS karena terkendala masalah biaya. Padahal, pihak RSUD Dr. Soekardjo sudah memberi surat rujukan untuk berobat ke RSHS Bandung. Akan tetapi, kondisi keuangan yang dialami kedua orang tuanya membuat Fahmi berhenti melanjutkan pengobatan dan terus menerus merasakan sakit. Meskipun memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah (KIS), kedua orang tua Fahmi tidak memiliki  biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung nanti. Maklum saja Bapak Iwan selaku ayah Fahmi mempunyai tanggung jawab besar demi menghidupi satu istri dan empat orang anak. Fahmi merupakan anak ke empat dan ketiga kakaknya masih sekolah sehingga membutuhkan banyak biaya pula. Bapak Iwan sendiri berprofesi sebagai penjual makanan keliling di kampungnya. Dengan penghasilan yang minim, keluarga Bapak Iwan termasuk keluarga yang kurang mampu. Alhamdulillah, #SedekahRombongan diberikan kesempatan oleh Allah untuk menyampaikan santunan kepada Fahmi agar ia bisa melanjutkan pengobatan demi kesembuhannya tanpa terkendala masalah biaya yang dialami kedua orang tuanya. Semoga Fahmi lekas sembuh dan tumbuh menjadi anak yang jauh lebih sehat tanpa harus merasakan sakit di bagian jantungnya. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000
Tanggal: 21 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, @miftahudinsr

Fahmi menderita Bocor Jantung

Fahmi menderita Bocor Jantung


SITI SUKAESIH (44), Alamat: Jl. Kosangka RT 2/1, Sirna Galih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Ibu Rumah Tangga ini mengidap Tumor Nasopharinx sudah bertahun-tahun dan tak mampu berobat walau Jaminan Kesehatan sudah ia miliki, maklum istri dari Maman (50) seorang tukang parkir ini, masih mempunyai tanggungan 2 orang anak usia sekolah. Ia pun berusaha membantu suaminya dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sekitar rumahnya, itu pun hasilnya hanya cukup untuk makan. Kemampuan ekonimo keluarga Bu Siti tergolong lemah dan penderitaanya tambah berat dengan gumpalan tumor di bagian pipi dan sebagian wajahnya yang kian hari kian membesar. Setelah menunggu jadwal operasi sekitar 4 bulan, Siti Sukaesih kembali ke RSHS untuk menjalani perawatan tindakan operasi. Alhamdulillah, pada tanggal 23 Agustur Bu Siti Sukaesih sudah menjalani operasi dengan lancar, tumor yang selama 8 tahun menggelayutinya sudah berhasil diangkat, dan sekarang sedang menjalani perawatan pasca operasi dan persiapan kemoterafi. Atas persetujuan RSHS Bandung, pasca operasi selama lebih dari 6 bulan dari Oktober 2013 sampai April 2014, Bu Sukaesih harus kontrol di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, untuk alasan kemudahan dan biaya transport. Tanggal 28 April 2014 ia pun kembali harus kontrol ke RSHS Bandung, dan untuk selanjutnya masih dalam pantauan Tim Dokter RSHS Bandung sehingga ia masih diharuskan kontrol secara rutin selama 6 bulan ke depan. Bulan Mei 2016 Bu Sukaesih akan menjalani kontrol ke RSHS yang sempat terlambat karena beliau melahirkan anak ketiganya, sehingga harus mengurus bayinya terlebih dahulu. Kanker yang diderita Bu Siti Sukaesih diduga kambuh lagi, terlihat dengan tumbuhnya benjolan kecil di tempat dulu bekas kankernya tumbuh. Tanggal 18 Juli 2016 Bu Sukaesih kembali akan menjalani kontrol ke RSHS Bandung untuk mengovservasi bejolan yang tumbuh lagi pasca menjalani operasi sekitar 2 tahun yang lalu. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk transportasi dan biaya akomodasi kontrol Bu Siti Sukaesih ke RSHS Bandung.

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal: 16 Juli 2016
Kurir : @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Ibu siti mengidap Tumor Nasopharinx

Ibu siti mengidap Tumor Nasopharinx


MUHAMMAD AKBAR JOHAR MUSTOFA (16, Chronic Myelocytic Leukimia). Alamat Jl Pertanian RT 7/15, Kel. Cilembang, Kec. Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Akbar begitu biasa ia dipanggil, diperkirakan menderita kanker darah. Dua tahun terakhir ini ia harus bolak balik ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan, perawatan, dan pengobatan penyakitnya ini, sehingga orang tua Akbar kewalahan dengan biaya pengobatan Akbar, terutama biaya transportasi dan akomodasi sehari-harinya, karena untuk biaya pengobatan Akbar sudah memiliki kartu BPJS, meskipun beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium ada juga yang di luar jaminan BPJS. Tim Dokter RSHS mendiagnosa Akbar menderita kanker darah, namun untuk jenis spesifiknya belum dapat ditentukan. Akbar masih harus menjalani beberapa tes untuk dapat menentukan jenis kanker darah yang dideritanya, sehingga ia harus terus menerus bolak-balik Bandung-Tasikmalaya. #SedekahRombongan memahami kesulitan keluarga Akbar dan segera menyampaikan santunan dari para #Sedekaholics untuk membantu kesulitannya, yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama Bulan Juni 2015 Akbar menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung. Tanggal 27 Juli 2016 Akbar akan menjalani kontrol dan transfusi darah ke RSHS Bandung. Untuk membantu kelancaran pengobatan Akbar, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan kepada Akbar. Akbar sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada #SedekahRombongan dan para #Sedekaholics yang telah memberikan bantuan, sehingga ia melanjutkan pengobatannya. Dengan bantuan ini sangat meringankan beban keluarga mereka. Semoga Akbar dapat menjalani pemeriksaan dan pengobatannya dengan lancar, amiiin.

Jumlah bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 27 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Akbar menderita Chronic Myelocytic Leukimia

Akbar menderita Chronic Myelocytic Leukimia


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional+Maintenance). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 3 November 2014 MTSR Tasikmalaya mengalami kerusakan pada perseneling pada saat sedang dalam perjalanan menjemput pasien ke RSSR Bandung.  Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 100km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu djalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama bulan Juli 2016.

Jumlah Bantuan: Rp 3.500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr Reza Alba, Qiner

Biaya Operasional+Maintenance

Biaya Operasional+Maintenance


RSSR SOLO (Biaya Operasional Mei)  RSSR adalah tempat bernaung sementara bagi pasien dampingan #SRsolo yang beralamat di Jalan Tarumanegara RT.3/9, Banjarsari, Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah. Berjalan hampir 1 (satu) tahun, RSSR biasa para kurir menyebutnya, Difungsikan sebagai tempat singgah sementara para pasien selama berobat jalan. RSSR menjadi tempat bernaung bagi para pasien yang tinggal jauh dari Solo namun memiliki jadwal kontrol yang padat. Hilir mudik pergantian pasien pun sering terjadi, untuk itu RSSR berfungsi memfasilitasi para pasien yang sedang berikhtiar untuk sembuh. Bulan ini anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan RSSR:
1.    SEMBAKO : Rp. 4.778.000,-
2.    UTILITY (PAM/PLN/TELEPON) : Rp. 1.465.750,-
3.    KEBERSIHAN/KEAMANAN : Rp.-
4.    OPERASIONAL (Ongkos/BBM/Pembelian ATK): Rp. 300.000,-

Biaya dari para #Sedekaholic untuk operasional RSSR SOLO bulan lalu masuk di Rombongan 847. Semoga tercatat sebagai amal jariyah bagi para #Sedekaholics semua kelak. Aaaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 6.951.750,-
Tanggal: 21 Juni 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka @hendra @ciciiii

Bantuan Biaya Operasional

Bantuan Biaya Operasional


Pondok Pesantren Al Anwar ( Bantuan Sepeda ). Pondok Pesantren Al Anwar yang berada di dusun Bolon Palbapang Bantul memiliki 50 santri penghafal quran yang belajar disana, mereka mayoritas dari kalangan tidak mampu, bahkan ada beberapa anak yang ditinggal orang tuanya di pondok ini dan tidak dijenguk lagi. Pondok ini dipimpin oleh KH Aris Munawar yang merintis dari bangunan dari bambu, dan sekarang pelan pelan dibangun dan menjadi tempat belajar para penghapal Quran. Hampir setiap tahun ajaran baru, Pondok Pesantren Al Anwar menerima santri baru, begitu pun tahun ajaran ini. 5 santri baru di terima di SMP di Bantul. Jarak panti ke sekolah yang cukup jauh menggerakkan pengelola dan #SedekahRombongan untuk mengadakan sepeda baru bagi ke-lima santri putri ini. Maka, pada tanggal 21 Agustus 2016 lalu, 5 sepeda merk Phoenik dikirim oleh Tim #POPIMAS (Pondok Panti Masjid) #SedekahRombongan. “Alhamdulillah. Alhamdulillah. Terima kasih,” begitu kata KH. Aris Munawar ketika menerima kedatangan Kurir #SR di panti yang dikelolanya. Harapannya, sepeda baru ini dapat meningkatkan prestasi belajar para santri. Semoga keberkahan juga berlimpah bagi keluarga besar #sedekaholics. Aamiin. Sebelumnya sudah pernah masuk dalam  Rombongan,464, 481,491,513,538, 763, 764, 787 juga operasional untuk para santrinya.

Jumlah  Bantuan: Rp. 4.375.000
Tanggal: 21 Agustus 2016
Kurir:  @rizkyaditya4 @rofiqsilver

Bantuan Sepeda

Bantuan Sepeda


MASJID DARUSSALAM KEPUH (Renovasi Bangunan). Masjid Darussalam beralamat di Kepuh, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul, DIY. Masjid Darussalam merupakan salah satu masjid tersohor di Kampung Kepuh. Sudah berdiri bertahun-tahun yang lalu, jumlah jamaahnya pun bisa dibilang banyak. Semakin tua usia bangunan, semakin usang fisik bangunan. Begitu juga dengan masjid ini, atap masjid terlihat ada yang keropos di beberapa bagian. Takmir dan Marbot Masjid Darussalam Kepuh berencana untuk mengganti atap agar tidak membahayakan para jamaah masjid yang sedang bersembahyang. Atap masjid yang semula terbuat dari kayu dan genting biasa rencananya akan diganti dengan baja ringan. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi dalam proses renovasi atap masjid tersebut. #SedekahRombongan kemudian menyalurkan dana bantuan sebesar dua juta rupiah untuk membantu biaya merenovasi atap masjid. Semoga renovasi masjid berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitar makin memakmurkan masjid ini. Amin.

 

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 16 Agustus 2016
Kurir : @RizkyAditya4 @blur_

Bantuan Renovasi Bangunan

Bantuan Renovasi Bangunan


Pur Wijayanto (20, demam berdarah), beralamat Wonokerti, Babadan, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Di Yogyakarta beliau tinggal di pondok Ora Aji, Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Putra dari Sagiyo (40) dan Narti (39), Pur Wijayanto saat ini berstatus sebagai mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga, namun beliau memutuskan untuk cuti karena biaya kuliah tidak ada. Kedua orang tua beliau merantau ke Sulawesi dan menetap disana sehingga selain di pondok, ia juga tinggal bersama neneknya. Awal mula penyakitnya diketahui pada pekan lalu tepatnya pada hari Jumat,12 Agustus 2016, badan lemas disertai dengan muntah, namun dikira masuk angin dan dirawat seadanya oleh rekan-rekannya di pondok. Karena dirasa semakin parah oleh rekan-rekan pondok, beliau dipaksa untuk periksa di rumah sakit dan diperoleh informasi bahwa beliau terkena DB sehingga disarankan untuk rawat inap di RSIY PDHI Yogyakarta.
Alhamdulillaah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pur Wijayanto dan menyalurkan donasi dari para donatur sebesr Rp. 3.000.000,- guna membayar biaya perawatan dan pengobatan selama di rumah sakit. Semoga amal kebaikan para donatur diterima oleh Allah dan diganti dengan kebaikan yang berlipat. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000
Tanggal Penyampaian : 20 Agustus 2016
Kurir: @rizkyaditya4 @rofiqsilver @fikri

Pur menderita demam berdarah

Pur menderita demam berdarah


HASNA ASTIMUFLIHAH (1 tahun/14 Agustus 2015, Jantung Bocor) beralamat di Sarirejo 12/4 Jenggrik, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah. Dik Hasna terlihat sehat dan cantik. Namun, harus menahan sakit diusia belianya. Lahir dalam keadaan normal menurut kedua orang tuanya. Ketika berumur 3 bulan, Dik Hasna mengalami batuk yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di bidan setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Sarila Husada di Sragen dan menjalani rawat inap selama 5 hari. Tapi dokter belum bisa memberikan diagnosa pasti akan penyakit dari Dik Hasna. Dan dirujuk ke Rumah Sakit Dr Moewardi, 4 kali menjalani pengobatan, pada April 2016 Dik Hasna harus dirawat di PICU RS Dr Moewardi. Menurut dokter, jantung Dik Hasna mengalami pembengkakan dan paru-paru banyak airnya. Selama 3 minggu dirawat, akhirnya Dik Hasna diperbolehkan pulang. Dokter berencana merujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Keluarga tidak memiliki biaya untuk transportasi dan biaya selama di Jakarta. Bapak Purwanto (35tahun) bekerja sebagai pedagang di Mojokerto dengan pendapatan Rp 300.000,00-Rp400.000,00 setiap 10 hari ketika dagangan terjual. Namun, selama Dik Hasna sakit, Bapak Purwanto tidak lagi berjualan sehingga tidak ada penghasilan. Ibu Umri Chusnayati (28tahun) sebagai ibu rumah tangga tidak memiliki penghasilan. Maka dari itu, kami menyampaikan sedekah dari sedekahholic untuk biaya berobat Dik Hasna selama di Jakarta dan masuk dalam rombongan
Setalah dilakukan tindakan operasi, saat ini Dik Hasna harus melakukan kontrol rutin. Karena di Jakarta juga membutuhkan dana yang besar, keluarga berencana meminta rujukan kepada dokter agar Dik Hasna dapat melanjutkan kontrolnya di Solo. Untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol dijakarta dan pulang ke Sragen, Kurir SR menyampaikan sedekah. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Santunan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 11 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @AisyahNka @Shofawa

Hasna menderita Jantung Bocor

Hasna menderita Jantung Bocor


KORBAN BANJIR SOLO (Bantuan Alat Kebersihan) Sabtu, 18 Juni 2016 hujan disertai angin lebat melanda wilayah Solo sejak sore hingga malam. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa daerah mengalami banjir hingga kedalaman 1 (satu) meter. Warga pun bergotong royong untuk membantu daerah-daerah yang mengalami banjir. Minggu pagi, beberapa daerah sudah surut. Namun, Desa Plalan Kelurahan Kadokan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah masih mengalami banjir karena bantuan yang diterima sedikit serta kurangnya alat-alat kebersihan. Kurir #SR yang mengetahui hal tersebut kemudian menyampaikan bantuan alat-alat kebersihan agar dapat membantu warga membersihkan rumah mereka. Sejumlah Rp. 1.500.000,- disampaikan pada Senin 20 Juni 2016 dini hari. Warga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan serta mengucapkan terimakasih, semoga banjir dapat segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa di rumah mereka lagi. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 1.500.000-
Tanggal: 20 Juni 2016
Kurir: @mawan , @aisyahnka , @muslim

Bantuan Alat Kebersihan

Bantuan Alat Kebersihan


DHANNY SETYO NUGROHO ( 16 tahun, Patah Tulang ) Alamat RT 02 RW 11 Kelurahan Purwosari Kecamatan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, adalah Penderita Patah Tulang. Kejadian tersebut bermula ketika DHANNY beserta teman – temannya jalan mengendarai sepeda motor ke Telaga Sarangan pada hari Minggu tanggal 24 Juli 2016. Memasuki wilayah Sarangan jam 11.00 WIB sepeda motor yang dikendarai DHANNY tabrakan dengan Mobil Pick up dari arah Timur, akibat dari kecelakaan tersebut DHANNY menderita patah tulang pada tangan kanan dan kaki kanannya. Ayahnya SURYO AJI NUGROHO ( 37 tahun) adalah Buruh Bangunan yang kerja serabutan dengan penghasilan Rp. 800.000,- perbulannya, sedangkan Ibunya SOFIAH ( 37 tahun ) ibu Rumah Tangga yang sudah tidak serumah lagi dengan DHANNY, karena bercerai dengan bapaknya, sejak DHANNY berusia 2 tahun tepatnya 14 tahun yang lalu. Selama ini DHANNY di asuh neneknya ATIK SUPRAPTI ( 59 tahun ) yang bekerja sebagai Pengasuh anak – anak dengan penghasilan 900.000 – 1.000.000 perbulannya. Segala daya, upaya dilakukan nenek SUPRAPTI demi kesembuhan cucunya DHANNY, Senin Malam tanggal 26 Juli 2016, DHANNY di operasi dan di pasang pen di POLIKLINIK JATI HUSADA, Jaten Karang Anyar. Kondisi ekonomi yang kekurangan tidak memungkinkan DHANNY untuk berobat secara rutin dan mendapat kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah dipertemukan dengan DHANNY dan Neneknya, kemudian menyampaikan titipan dari #sedekaholics untuk membantu meringankan biaya hidup DHANNY dan Neneknya. DHANNY dan neneknya mbah SUPRAPTI menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Semoga amal kebaikan #Sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan diterima Alloh. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.0000
Tanggal  : 2 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Aisyahnka @Warihhandoyo

Dhany menderita Patah Tulang

Dhany menderita Patah Tulang


MUHAMMAD REFAN SAPUTRA ( 3 tahun, Leukimia & Kelenjar Getah Bening ) Alamat Desa Tuban Kidul RT 2 RW 9 Kelurahan Tuban Kidul, Kecamatan Gondang Rejo, Kabupaten Karang Anyar, Jawa Tengah. Adalah penderita Leukimia dan Kelenjar Getah Bening. Di Bulan Ramadhan kemarin tepatnya tanggal 24 Juli 2016, suhu badan Dik REVAN tinggi, berat badan menurun dan daya tahan tubuh melemah. Pemeriksaan dan pengobatanpun di lakukan di RS Brayat Minulya, Surakarta. Hasil Diognosa Medis, Dik REVAN terkena penyakit Leukimia dan Kelenjar Getah Bening. Karena keterbatasan dana untuk membiyai pengobatan Dik REVAN di rumah sakit, maka tanggal 7 Agustus 2016 dik REVAN yang belum sembuh dari sakitnya dibawa pulang ke rumah, sambil mencari alternatif lain untuk pengobatan dan kesembuhan dik REVAN. Ayahnya AGUS TRI CAHYONO ( 21 tahun ), seorang buruh Penggergajian Kayu dengan penghasilan Rp. 800.000 perbulannya, sedangkan ibunya IKA KURNIA IGNATIA WIDYAWATI (20), seorang Ibu Rumah Tangga. Kondisi ekonomi yang terbatas, tidak memungkinkan buat Dik REVAN untuk berobat rutin dan mendapatkan kesembuhan. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah dipertemukan dengan Dik REVAN dan kedua Orang Tuanya, kemudian menyampaikan titipan dari #sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat Dik REVAN. Dik REVAN dan kedua Orang Tuanya menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Semoga amal kebaikan #sedekaholic dan kurir #SedekahRombongan diterima Alloh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,00
Tanggal  :  17 Agustus 2016
Kurir : @mawan @aisyahnka @warihhandoyo

Refan menderita Leukimia & Kelenjar Getah Bening

Refan menderita Leukimia & Kelenjar Getah Bening


RIZKI SYACHRUL RAMDHAN, (5 th, hernia) saat ini sekolah TK merupakan anak kedua dari pasangan bpk.Rochmad Adi Putra (30) dan Ibu Nining (34), yang tinggal di Ngijo Kulon Rt.02 Rw.01 Ds.Ngijo Kec. Tasikmadu, Kab. Karanganyar.  Adik Rizki memiliki seorang kakak Nafisa (9 th,duduk di kelas 4  SD  dan  seorang adik  Afghan (2 th, yang memiliki kelainan bibir sumbing). Adik Rizki sendiri diketahui memiliki kelainan hernia sejak lahir, pada awalnya ibunya mengetahui ketika memandikan adik Rizki, yang melihat kantung buah zakarnya lebih besar daripada anak-anak seusianya. Selanjutnya pada tahun 2010 diperiksakan ke RS Dr.Moewardi Solo dengan  biaya sendiri, diagnosa awal sebagai hernia dan harus dioperasi. Namun pada saat itu tidak memiliki biaya sehingga tidak sanggup untuk dilakukan operasi. Setelah upaya medis yang terkendala biaya orang tua Rizki berupaya melalui pengobatan alternatif (urut), namun meskipun berulang kali melalui pengobatan alternatif tetap saja tidak ada perkembangan positif. Pada tahun 2012, karena sangat ingin anaknya normal kembali, kedua orang tua membawa lagi adik Rizki ke RS. Dr. Moewardi Solo namun lagi-lagi solusi medis tetaplah harus5 operasi. Pertimbangan ketiadaan biaya membuat kedua orang tua Rizki kembali mengurungkan untuk operasi dan sejak itu hingga saat ini adik Rizki tidak pernah diperiksakan lagi. Untuk kondisi saat ini adik Rizki masih bisa beraktivitas secara normal namun pada saat mengalami kelelahan kantung buah zakarnya akan semakin membesar. Seiring bertambahnya usia, adik Rizki juga mulai punya rasa malu kepada teman-temannya sehingga sering meminta kepada orang tuanya untuk dioperasi saja.
Dari hati kecil orangtua sebenarnya ingin anaknya bisa segera normal namun penghasilannya menjadi buruh pembuatan arang kayu hanya Rp.1.200.000,-/bulan sudah habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Adik Rizki belum memiliki BPJS dan saat ini Kartu Keluarga dari Bpk. Rochmat Adi Putra masih tercatat di Pucangsawit Rt.01. Rw.09 Pucangsawit, Kec.Jebres Kota Surakarta, pernah mengajukan pindah KK tapi terkendala administrasi (rumah digusur).
Saat ini keluarga Bpk.Rochmat Adi Putra tidak berani membawa adik Rizki periksa ke RS karena tidak memilki cukup biaya untuk operasi adik Rizki juga biaya untuk transportasi dan biaya untuk kontrol pasca operasi.
Santunan disampaikan untuk biaya pembuatan BPJS,merupakan santunan pertama dari Sedekah Rombongan. Ucapan trimakasih dan rasa syukur dari keluarga dik RIZKI, semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua..aamiin.

Tanggal: 13 Agustus 2016
Santunan: Rp.500.000,-
Kurir: @Mawan @AisyahNka @Rahmad

Rizky menderita hernia

Rizky menderita hernia


AHMAD RASULI, (38TH,PEMPHIGUS VULGARIS). Tidak ada yang menyangka perjuangannya merawat ayah tercinta yang sakit katarak akan berbalik kepada dirinya yang saat ini menahan perih akibat penyakit Pemphigus Vulgaris yang baru diderita 2 bulan lalu.
Inilah kisah bakti seorang anak lelaki yang sabar merawat & menafkahi ayahnya dengan bekerja sebagai penarik becak.Dialah mas Ahmad Rasuli yang tinggal di sebuah rumah kecil di sudut kampung Blindungan,jalan KH Agus Salim, kabupaten Bondowoso yang saat ini sdh berusia 38 tahun belum memikirkan utk berkeluarga hanya karena dia harus merawat ayahnya yang sakit katarak dan dalam himpitan ekonomi yang minim.
Meskipun pengorbanan mas Ahmad Rasuli begitu besar dalam merawat ayahnya tetapi Allah Subhanahuwata’ala lagi-lagi mengujinya dalam menjalani hidup di dunia ini.Cerita ini berawal saat dua bulan lalu mas Ahmad Rasuli menderita gatal2 pada tubuhnya,yang dirasa hanya panas dan gatal di sekujur tubuhnya hingga mas Ahmad Rasuli tidak bisa lagi menarik becaknya utk memberi nafkah kepada sang ayah.Alhamdulillah masih ada tetangga yang perduli membawa mas Ahmad Rasuli berobat ke puskesmas,hingga akhirnya oleh dokter setempat terdiagnosa penyakit Pemphigus Vulgaris yang gejalanya mirip dngan Stephen Johnson Syndrome.Pemphigus Vulgaris merupakan penyakit kulit yang terkait dng sistem imun tubuh,gejalanya berupa bula/gelembung yang kemudian meletus dan bersifat kronis.Dan bula2 tersebut muncul di seluruh bagian tubuhnya.
Siang pukul tepat jam 13.45 tanggal 6 Agustus 2016 ‪#‎KurirSR‬ Jember & Bondowoso mengevakuasi mas Ahmad Rasuli dari rumahnya di Bondowoso menuju IGD RS Soebandi Jember. Setelah dirawat dengan intensif akhirnya tepat pada tanggal 17 Agustus 2016 pukul 17.27 wib Mas Rasuli menghembuskan nafas terakhirnya. Dan kami #kurir #sedekahrombongan #SRjember menyampaikan titipan para #sedekaholic berupa uang tunai yang digunakan untuk biaya perawatan selama di rumah sakit dan santunan kematian. Semoga semua amal ibadah mas Rasuli diterima disisi ALLOH AZZA WA JALLA Aamiin… dan santunan yang disampaikan bisa menjadi catatan amal baik para #sedekaholic #sedekahrombongan dan diganti berlipat ganda Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 2.970.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Ahmad menderita PEMPHIGUS VULGARIS

Ahmad menderita PEMPHIGUS VULGARIS


SUMADI AL GIWON BIN SETROREJO (54 tahun, Patah Tulang). Alamat : Desa Bendungan Rt 02 Rw 02 Kecamatan  Grabag Kabupaten  Purworejo Provinsi Jawa Tengah.
Pak Sumadi mengalami kecelakaan tunggal terjatuh dari sepeda motor saat beliau pulang dari SPBU untuk membeli solar untuk keparluan menjalankan traktor pembajak sawah. Patah tulang yang dialami pak Sumadi dirasakan sangat sakit sehingga langsung dibawa ke pengobatan alternatif. Selama 5 bulan pengobatan alternatif tidak membuat pak Sumadi semakin sembuh. Lantas ekonomi keluarga mengalami penurunan mengingat pak Sumadi sebagai tulang punggung keluarga bekerja buruh tani dan menjalankan traktor (mesin pembajak sawah) tidak bisa bekerja seperti dulu. Sementara istrinya Bu Sudarsih (50) hanya seorang ibu rumah tangga.Paj Sumadi masih punya tanggungan 1 anak yang masih sekolah di bangkynSLTA. Alhamdulilah dengan izin Alloh kurir #SR dipertemukan dengan pak Sumadi. Dari pertemuan sederhana tersebut kurir berusaha membantu pak Sumadi untuk mau diperiksakan ke RSUD Tjitro Wardjojo Purworejo  dengan fasilitas Jamkesmas. Hasil analisa dokter pak Sumadi harus segera dioperasi, tepat pada tggl 26 Juli 2016 telah dilakukan operasi dan berjalan lancar. Santunan diberikan ke keluarga pak Sumadi untuk meringankan beban keluarga. Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat untuk keluarga Pak Sumadi. Ucapan terimakasih dari pak Sumadi untuk para sedekaholic

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto,Rafiq

Pak sumadi menderita Patah Tulang

Pak sumadi menderita Patah Tulang


GANNIZ IQBAL AFRIANO BIN SUNGKONO (3 bulan, Hydrocepallus) Alamat : Dusun Ngaglik,RT  02 / RW 02, Desa Ngaran, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Anak pasangan suami istri, Sungkono, 28 tahun pekerjaan buruh serabutan dan Apriliyani 25 tahun ibu rumah tangga. Ibu Apriliyani pada masa kehamilan anak ke 2 ini melakukan USG pertama pada usia kehamilan 7 bulan di RSIA Permata Purworejo. Dari hasil USG dokter mendeteksi ada kelainan bawaan, namun masih kecil. Pada usia kehamilan 9 bulan dilakukan USG lagi dan langsung dibuatkan  surat rujukan di IGD RSU Tjitro Wardjojo Purworejo untuk penanganan lebih lanjut dan lengkap dengan fasilitas BPJS kelas 3. Pada tanggal 19 April 2016 ibu Apriliyani melakukan operasi Caesar dan terdeteksi Meningocelle. Pihak RSUD Tjitro Wardjojo Purworejo menyarankan untuk dirujuk ke RSUP Sardjito Jogjakarta melalui Poli Anak dan langsung rawat inap. Pada tanggal 31 Mei 2016 Ananda Iqbal biasa kami panggil menjalani operasi Maningocelle. Setelah operasi dilakukan observasi ternyata terdeteksi ada penyumbatan gejala Hydrocepallus. Setelah menunggu kondisi ananda Iqbal stabil akhirnya pada tanggal 14 Juni 2016 dilakukan  operasi pemasangan selang Hydrocepallus. Alhamdulilah kurir #SedekahRombongan mendengar kabar tersebut langsung  bersilaturahmi ke keluarga ini.  Santunan pun diberikan untuk akomodasi kontrol dan kehidupan sehari-hari keluarga bapak Sungkono dan ibu Apriliyani. Ananda Iqbal pun insya Allaah akan kami dampingi  untuk melakukan kontrol di RS Sardjito Jogjakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Didit, Gus Adib, dan  Fandi

Ganniz menderita Hydrocepallus

Ganniz menderita Hydrocepallus


JULI ALFIAN RAMADANI BIN SAN ROHMAT (2, Kejang Epilepsi) alamat Desa Wagirpandan, RT 3, RW 4, Kecamatan Rowokele Kabupaten  Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Anak dari Pak San Rohmat, 48 tahun pekerjaan tani dan penderes gula merah dan bu Saimi, 45 tahun  ibu rumah tangga. Dik Juli  sering kejang apabila kelelahan atau panas sejak bayi. Hampir setiap bulan kejang sehari bisa sampai 5x, dan biasanya diperiksakan ke bidan/perawat terdekat. Pernah dirawat di RS Purbowangi Kebumen pada tanggal 16-17 Maret 2016 dan pulang APS (atas permintaan sendiri) karena repot biaya. Selama pulang dari rumah sakit tidak pernah kontrol. Ketika tanggal 6 Agustus 2016 kejang lagi dik Juli dirawat di RSU Purbowangi Kebumen dari tanggal 6 -10 Agustus 2016. Dari hasil pemeriksaan  dokter spesialis anak didiagnosa epilepsi, saran dari dokter harus pengobatan teratur. Dik Juli dan orang tuanya tidak punya BPJS ataupun asuransi kesehatan lainnya karena kesulitan ekonomi. Saat ini dik Juli  sudah boleh pulang dan perawatan di rumah. Dik Juli saat ini sudah bisa bermain seperti anak yang lain tetapi harus rutin minum obat, Kurir #Sedekah Rombongan mendengar informasi ini dan berkunjung ke rumahnya untuk memberikan motivasi agar mengurus jaminan kesehatan serta sedikit memberikan santunan. Keluarga sangat berterima kasih kepada para sedekaholiks atas santunan yang diberikan.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Widiastuti dan Wiwit Kusmiatun.

Juli menderita Kejang Epilepsi

Juli menderita Kejang Epilepsi


SAMI BINTI SANWITA (40, Janda Duafa ) alamat Desa Glontor Rt 06, Rw 04, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten  Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, pekerjaaan buruh serabutan.  Mempunyai anak 3 yang ke satu umur 17 tahun sekolah SMK kelas 1, ke dua umur 12 tahun sekolah SD kelas 6, dan yang ketiga 7 tahun sekolah SD kelas 1. Bu Sami baru saja ditinggal  suaminya  meninggal dunia 40 hari yang lalu karena sakit kanker. Sejak saat itu Bu Sami harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah anaknya. Bu Sami bekerja sebagai buruh pancakan artinya bekerja berpindah- pindah sesuai dengan ada tidaknya orang yang menyuruhnya bekerja di sawah atau diladang. Terkadang juga tidak bekerja apabila tidak ada orang yang membutuhkan. #Sedekah Rombongan ikut prihatin dengan kondisi ini maka melalui kurirnya disampaikan Santunan dari para sedekaholiks sekedar meringankan beban bu Sami. Bu Sami mengucapkan terima kasih kepada semua sedekaholiks yang sudah membantu keluarganya.

Jumlah santunan : Rp.500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto , Widiastuti dan Bambang Utoyo

Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari


Almarhumah PUPUT NINDI BINTI SAMPAN (25, Gagal Ginjal dan Lemah Jantung ). Alamat Desa Peniron RT 03 RW 08 Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Istri dari Eko 27 tahun pekerjaan buruh swasta, keluarga ini  memiliki 2 anak, yg kesatu umur 2 tahun 2 bulan dan yg kedua umur 11 bulan. Ibu Puput tinggal di Jakarta bersama suami dan anak-anak nya. Saat bulan puasa pulang ke rumah orang tua di Kebumen, bu Puput menjalankan ibadah puasa tanpa kendala. Namun setelah puasa berjalan 3 minggu bu Puput merasakan perutnya sakit yang luar biasa, kemudian diperiksakan ke RS Permata Medika Kebumen dan dirawat selama 9 hari. Dari penjelasan  dokter bahwa bu Puput mengalami sakit Lemah jantung, dan Gagal Ginjal, bu Puput diperbolehkan pulang dengan saran rawat jalan dan kontrol rutin. Pulang dari rumah sakit kondisi membaik namun satu  minggu kemudian bu Puput sesak nafas dan kembali dibawa ke RS Permata Medika Kebumen. Karena menggunakan BPJS  Bu Puput harus membawa surat rujukan dari Puskesmas, jadi Bu Puput diminta balik lagi esok hari dengan  membawa rujukan dari  fasilitas kesehatan tingkat pertama. Karena  keluarga  sudah tidak tahan melihat kondisi Bu Puput akhirnya dibawa periksa ke dokter praktek swasta dan diberi obat untuk  mengurangi sesak nafasnya, namun karena tidak ada perubahan atas saran dari saudaranya akhirnya bu Puput  dibawa ke RSU PKU Muhammadiyah Sruweng Kebumen. Bu Puput dirawat selama 2 hari dengan diagnosa Gagal Ginjal Kronik, Anemia (kurang darah) dan Lemah Jantung. Karena  peralatan yang tidak memadai kemudian Bu Puput dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Gombong pada tanggal 4 Agustus 2016 namun kondisi pasien semakin memburuk. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut Bu Puput mengalami Sepsis (infeksi menyebar ke seluruh tubuh) dan hipertiroid (pembesaran kelenjar gondok) dan Bu Puput dirawat  di ruang ICU. kondisi saat ini Bu Puput koma (tdk sadar) sejak semalam jam 01.00,  menggunakan alat bantu nafas, alat monitor jantung dan alat2 lain yg ada di R. ICU. Segala Upaya telah dilakukan namun Allah berkehendak lain setelah satu minggu dirawat Bu Puput akhirnya menghembuskan nafas terakhir. #Sedekah Rombongan memberikan santunan sebagai rasa ikut berduka cita untuk keluarga Bu Puput .Semoga Bu Puput mendapatkan tempat yang terbaik di Sisi-Nya. Aaamiiin

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2016
Kurir : @Marjunul NP, Toto Sudiarto dan  Widiyastuti

Almh Puput menderita Gagal Ginjal dan Lemah Jantung

Almh Puput menderita Gagal Ginjal dan Lemah Jantung


NEYRA AZAHRA ARUMIANI ( 4th, Leukimia ). Beralamat di Mranggen, RT 21/10, Mranggen, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Anak dari Ernanto (28, buruh) dan Kunti Tri Utami (25, ibu rumah tangga), pada awalnya seperti anak pada umumnya yang rewel, namun seiring berjalannya waktu, tubuh Neyra semakin lemas, kemudiannl oleh orang tua dibawa ke RSIA Aisyiyah Klaten. Dari hasil pemeriksaan di rumah sakit tersebut diperoleh informasi bahwa HB 3,7 dan trombosit 0 (nol). Kemudian RSIA Aisyiyah memberikan rekomendasi ke PKU Klaten. Setelah mendapat hasil dengan diagnosa leukimia, Neyra kembali dirujuk ke RSIA Aisyiyah oleh pihak PKU Klaten. Dari RSIA Aisyiyah diputuskan bahwa Neyra disarankan untuk dipindahkan ke RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Hasil pemeriksaan labiratorium menunjukkan bahwa limfoblasnya mencapai angka 94%, artinya 6% bagian tubuh Neyra yang dinyatakan normal dan bebas dari sel kanker. Dokter di RSUP dr. Sardjito mewajibkan Neyra untuk melakukan kemoterapi. Terhitung saat kurir Sedekah Rombongan menyampaikan donasi, Neyra sudah mengalami 19 kali kemoterapi dari 114 kemoterapi yang sudah dijadwalkan. Alhamdulillah hasil cek laboratorium setelah 19 kali kemoterapi menunjukkan bahwa limfoblasnya mencapai 2%, optimis sembuh Ibunda Neyra akan terus mengupayakan pengobatan buah hatinya.Alhamdulillaah, kurir Sedekah Rombongan telah menyalurkan donasi dari para donatur sebesar Rp 1.000.000,- guna keperluan akomodasi selama dirawat di rumah sakit. Dengan disalurkannya bantuan tersebut, semoga dapat digunakan sebagaimana mestinya terkait pengobatan dan perawatan Neyra di rumah sakit dan semoga bagi donatur yang telah bersedia mengeluarkan sebagian rizqinya untuk membantu pengobatan Neyra dibalas oleh Allah dengan rizqi yang melimpah dan barokah. Aamiin…

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 13 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @RofiqSILVER  @JemiGigi

Neyra menderita Leukimia

Neyra menderita Leukimia


JUMARI EMI PUJIYANTI (46 Tahun,Gagal Ginjal ). Pak Jumari tinggal di Kediwung RT.36  Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY. Rumah yang ia tinggali sekarang bukan  miliknya melainkan milik orang tua istrinya. Untuk saat ini, Ia  terpaksa tinggal menumpang di rumah saudaranya di Pajimatan Imogiri,  karena sedang menjalani terapi di Pondok Pesantren Isiteks, Imogiri,  Bantul, DIY. Pak Jumari sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani. Emi  Pujiyanti, istrinya, bekerja sebagai ibu rumah tangga. Keluarga ini  mempunyai tanggungan dua orang anak, anak pertama duduk di kelas 8  bangku sekolah menengah pertama yang diasuh oleh sang kakek. Sementara  anak kedua masih duduk di kelas 4 sekolah dasar yang dititipkan di  sebuah pondok pesantren. Pak Jumari beserta keluarganya pernah  merantau mengadu nasib ke Pulau Sumatra selama empat tahun. Saat  merantau ia bekerja sebagai penebar pestisida di sawah, istilahnya  peracun rumput. Pak Jumari kemudian mengikuti program transmigrasi ke  Desa Siong, Kecamatan Paju Empat, Kabupaten Barito, Provinsi  Kalimantan Timur. Belum satu tahun ia menetap di tempat baru itu, ia  sudah mulai sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, diagnosa awal  mengatakan bahwa ia terkena racun tanaman (pestisida). Ia pun  disarankan untuk melakukan cuci darah, dan sudah melakukannya sebanyak  satu kali. Akomodasi yang ia keluarkan untuk berobat mencapai dua  setengah juta rupiah karena rumah tinggalnya letaknya cukup jauh dari  pusat kota sehingga biaya yang dikeluarkan pun tidak murah. Pada  akhirnya ia kembali ke kampung halamannya di Jogja untuk melanjutkan  pengobatannya. Ia terdiagnosa menderita gagal ginjal dan ia pun  menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu di RSU PKU Muhammadiyah  Bantul. Ia juga menjalani terapi di Pesantren Isiteks, Imogiri,  Bantul, DIY. Ironisnya, ada gejala ia juga menderita penyakit hernia  dan harus segera menjalani operasi. Selama sakit belum pernah menerima  bantuan dari pihak lain, selama berobat ia menggunakan fasilitas  jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri. BPJS Mandiri miliknya  ia buat saat tinggal di Kalimantan, dan sekarang dalam proses  pemindahan supaya dapat digunakan di Yogyakarta. Pak Jumari tengah  menghadapi kesulitan ekonomi, ia sangat membutuhkan biaya untuk segera  menjani operasi hernia. Pak Jumari tidak lagi bisa bekerja sejak  sakit, ia pun sudah menjual harta bendanya untuk membiayai  pengobatannya tersebut. #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial  yang giat menyalurkan dana sedekah merasa harus mengambil peran saat  ada saudaranya yang tengah mengalami kesulitan. #Sedekaholic melalui  #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan tunai untuk membantu  kesulitan yang dihadapinya. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat  meringankankan beban dan derita beliau. Tak lupa ia mengucap syukur  dan sangat berterimakasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan  atas bantuan yang diberikan. Pak Jumari kemudian memanjatkan doa  supaya para #Sedekaholic selalu mendapat keberkahan dari Tuhan Yang  Maha Esa. Mari kita juga berdoa bersama supaya Pak Jumari segera  sembuh. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @imbams

Pak jumari menderita Gagal Ginjal

Pak jumari menderita Gagal Ginjal


SARIAH (58TH, CA MAMAE) Tinggal di RT 003 RW 004, Desa Gadingrejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Ibu Sariah, dhuafa ini merupakan seorang janda yang sudah berbulan-bulan Ca Mamae. Mulanya muncul benjolan kecil di area payudara sebelah kirinya, karena minimnya pengetahuan tentang kesehatan kondisi tersebut didiamkan saja sampai rasa nyeri yang luar biasa di alaminya. Beberapa minggu pun berlalu sampai benjolan tersebut meletus dan menimbulkan luka. Dan akhirnya Bu Sariah dibawa berobat ke Puskesmas terdekat oleh tetangga dekatnya. Dan kemudian harus dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soebandi untuk mendapatkan pengobatan tingkat lanjut. Dari pemeriksaan Patologi Anatomi Ibu Sariah positif mengidap penyakit kanker payudara (CA Mamae) dan harus menjalani kemoterapi di rumah sakit yang ditunjuk.
Akhirnya kemoterapi pun dijalankan oleh Bu Sariah untuk beberapa kali dan beberapa bulan kemudian kondisinya menurun dan akhirnya proses kemoterapi tidak dapat dilanjutkan. Dan tepat pada tanggal 11 Mei 2016 ada kabar duka dari keluarga Ibu Sariah, bahwa Ibu Sariah meninggal dunia. Sebagai wujid empati atas apa yang dialami keluarga dhuafa ini, #kurirSR menyampaikan titipan para sedekaholic #SR berupa santunan duka bagi keluarga yang ditinggalkannya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Ibu Sariah dan mengampuni segala dosanya. Semoga keluarganya diberi ketabahan, kekuatan iman, dan kesabaran atas musibah kematian ini. Inna Lillahi Wa Inna Illaihi Rojiuun…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Mei 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Bu sariah menderita CA MAMAE

Bu sariah menderita CA MAMAE


FATIMATUS SA’DIYAH, (34 TAHUN PENDARAHAN).  Tinggal di Dusun Gedangan RT 022 RW 003, Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Fatimatus adalah seorang Ibu Rumah tangga mempunyai dua anak. Suaminy Bapak Erfan Isma’il, berprofesi sebagai buruh bangunan yang penghasilannya tidak menentu.
Fatimatus wanita yang hamil tua ini seperti biasa melakukan aktivitas hariannya, tiba-tiba ditengah aktivitasnya itu terjadi pendarahan. Setelah itu Fatimatus langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat setelah dilakukan perawatan dan akhirnya dia harus dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Koesnadi untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Karena kondisinya yang melemah akibat kehilangan darah. Setelah dirawat dengan intens Alhamdulillah kondisinya berangsur-angsur pulih dan kehamilannya dapat diselamatkan.
Dan tepat pada tanggal 21 Juni 2016 jam 2 dini hari, ada tanda-tanda kelahiran dan sempat dilarikan ke puskesmas terdekat. dan bidan menyatakan bahwa Fatimatus tidak dapat melahirkan dengan secara normal. dan harus menjalani operasi cesar di rumah sakit Dr. Koesnadi Bondowoso.
Alhamdulillah operasi cesar Fatimatus berjalan dengan lancar dan tepat tanggal 22 Juni 2016 Jam 14.00 WIB lahirlah bayi perempuan lucu, yang diberi nama Rifatul Jannah.
Tim SR Jember bersilahturahmi ke tempat tinggal Fatimatus dan menyampaikan santunan untuk pembiayaan operasi cesar di Rumah Sakit  Dr. Koesnadi Bondowoso. Semoga sedekah para sedekaholic dalam membantu Ibu Fatimatus menjadi catatan amal baik dan mendapatkan ganti berlipat ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp.4.000.000,-
Tanggal : 29 JUNI 2016
Kurir : @yudhoari, @gredyanto ,@viandwiprayugo

Ibu fatimats menderita PENDARAHAN

Ibu fatimats menderita PENDARAHAN


FATAHIAH BINTI ECIM (10, Kelainan Genentik). Alamat: Jl. Warakas 1, RT. 13/1, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta. Ipat biasa Fatahiah dipanggil, gadis manis dari pasangan bapak Ecim (38) dan Ibu Linah (38). Ipat, sudah lama menderita Kelainan Genetik dimana hampir seluruh badannya ditumbuhi rambut. Bahkan pernah tahun 2011, banyak media sosial yang beramai-ramai untuk menyampaikan berita tentang kondisi Ipat dan mencarikan bantuan, tapi semua itu tidak berlangsung lama. Setelah Ipat selesai menjalani operasi yang pertama semuanya terhenti dan dengan terpaksa orang tua Ipat pun juga menghentikan pengobatan Ipat karena ketiadaan biaya. Orang tua Ipat, bapak Ecim hanya bekerja sebagai penambal ban di pinggir jalan kampung dan ibu Linah sebagai buruh cuci dan setrika di kampungnya. Ipat kadang merasa rendah diri, karena merasa berbeda dengan teman-teman sebayanya. Disaat yang lain sedang asyik menikmati masa sekolahnya, Ipat hanya bisa menepi dirumahnya. Orang tua Ipat sangat berharap Ipat bisa sembuh. Kemarin kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi ke RS Koja setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 873. Semoga Ipat terus bisa melanjutkan pengobatannya dan diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Ipat menderita Kelainan Genentik

Ipat menderita Kelainan Genentik


MUSA BIN SANUREJA (47, Tumor di Ketiak). Alamat: Jl. KH Mas Mansur RT. 1/15 Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinangn, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Pak Musa, begitulah akrab disapa. Juni 2016, Pak Musa mengeluh terdapat benjolan di ketiak sebelah kiri, benjolan tersebut seringkali membuat pegal dan nyeri. Karena khawatir, Pak Musa membawa dirinya ke dokter dekat tempat tinggalnya, dokter mengatakan jika benjolan itu tumor ganas dan harus segera dibawa ke rumah sakit karena dikhawatirkan akan semakin membesar. Tapi karena keterbatasan biaya, akhirnya Pak Musa memutuskan untuk berobat tradisional saja. Selang 2 bulan, benjolan itu semakin membesar dan Pak Musa sering merasakan nyeri hebat. Akhirnya keluarga membawa Pak Musa berobat ke RSUD Tangerang, saat itu Pak Musa belum juga memiliki jaminan kesehatan. Tabungan yang semakin menipis, memaksa Pak Musa harus menghentikan lagi pengobatannya. Pak Musa sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara, istrinya Bu Sartunah (40) seorang ibu rumah tangga. Pak Musa masih mempunyai tanggungan 2 orang anak yang masih duduk dibangku SMA dan SMP. Beban yang dirasakan Pak Musa semakin berat, karena saat kondisinya seperti ini beliau tidak dapat bekerja lagi. Alhamdulillah, #KurirSR dipertemukan dengan Pak Musa dan menyampaikan bantuan untuk membuat jaminan kesehatan dan melanjutkan proses pengobatabnya. Semoga ikhtiar yang dilakukan Pak Musa nantinya akan membawa pada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 12 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri via Ryan Mita

Pak musa menderita Tumor di Ketiak

Pak musa menderita Tumor di Ketiak


ADIS BIN SANUSI (69, Infeksi Saluran Kencing). Alamat: Jl. Budi Mulia RT. 3/4 No. 19, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Adis, begitulah beliau sering disapa oleh orang-orang disekitarnya. 2 tahun terakhir ini Bapak Adis sering mengeluh jika buang air kecil sakit. Namun, Pak Adis tak kunjung memeriksakan dirinya ke rumah sakit terdekat. Beliau hanya mencoba beberapa pengobatan alternatif, tapi apa daya semua itu tidak membuahkan hasil. Dua bulan lelah menjalani pengobatan tanpa hasil, Pak Adis mulai melakukan pengobatan secara medis. Di mulai dengan sering kontrol ke Puskesmas dan klinik terdekat, saat itu Pak Adis dinyatakan menderita Pembesaran Prostat. Lama tidak ada keluhan, Pak Adis tidak lagi kontrol. Tapi beberapa bulan yang lalu Pak Adis merasakan keluhan yang sama lagi. Kemudian oleh keluarga dibawa ke Puskesmas terdekat, kemudian dirujuk ke RSUD Koja supaya Pak Adis mendapat penangan medis yang lebih baik. Di RSUD Koja, dokter mengatakan jika Prostatnya kambuh dan sekarang juga mengalami Saluran Infeksi Kencing. Sempat beberapa hari menjalani perawatan di RSUD Koja, kondisinya berangsur membaik. Dan disarankan untuk kontrol rutin ke RSUD Koja. Tapi kendala baru muncul, yaitu biaya akomodasi. Pak Adis sudah tidak dapat bekerja lagi, sehingga untuk hidup sehari-hari beliau hanya bergantung sama istrinya, Ibu Sani (65) yang sehari-hari berjualan bubur. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi rawat jalan ke RSUD Koja, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 863. Mohon doa untuk kesembuhan Pak Adis, semoga dimudahkan dan diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Pak adis menderita Infeksi Saluran Kencing

Pak adis menderita Infeksi Saluran Kencing


IKHAT MUTIA (22, Post Sectio Caesar). Alamat: Kampung Parung RT. 2/17 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kotamadya Depok, Provinsi Jawa Barat. Mutia begitulah ibu muda ini biasa disapa, 12 Agustus 2016 adalah hari yang membahagiakan buat pasangan ibu Ikhat Mutia dan Bapak Imam Rujito (31). Hari itu pasangan muda ini dikaruniani buah hati yang ketiga sekaligus keempat, tapi dibalik kebahagiaan itu ada kepiluan tersendiri. Ibu Ikhat melahirkan saat usia kandungannya masih berusia 8 bulan, sehingga proses kelahirannya terpaksa harus dengan operasi Section Caesar. Saat itu ibu Ikhat belum memiliki jaminan kesehatan, sehingga harus menggunakan biaya pribadi. Sementara suami ibu Ikhat, bapak Imam tidak punya cukup tabungan untuk membayar biaya rumah sakit. Sehari-hari bapak Imam bekerja sebagai  buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, untuk hidup sehari-hari saja hanya pas-pasan. Alhamdulillah, ditengah kebingungan yang dialami oleh bapak Imam, Allah menuntun langkah kami untuk bertemu dengan keluarga kecil ini sekaligus menyampaikan bantuan untuk biaya rumah sakit. Semoga bayi kecil ibu Ikhat kelak akan tumbuh menjadi anak yang sholeh dan memberi manfaat untuk sesama. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 14 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Bantuan untuk biaya rumah sakit

Bantuan untuk biaya rumah sakit


CARYA BIN WANGSA (56, Hernia). Alamat: RT. 03/05, Desa Sukamulya, Kec. Cibeureum, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Bapak Carya merupakan seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai seorang buruh tani. Beliau memiliki seorang istri bernama Ibu Rukinah (47). Keduanya memiliki 3 orang anak, namun anak pertamanya telah meninggal dunia. Sebagai seorang tulang punggung keluarga, Bapak Carya cukup bertanggung jawab. Hanya saja, semenjak anak pertamanya meninggal beliau sering sakit-sakitan. Kondisi kesehatannya semakin menurun ketika kaki dan paha beliau cedera akibat terpeleset di pinggir kolam. Tubuh Bapak Carya membentur plesteran dengan posisi kedua paha beliau menyilang. Akibatnya, setelah kejadian tersebut Bapak Carya sulit buang air kecil. Menurut penjelasan beliau, semenjak terpeleset beliau merasa seperti ‘turun berok’. Akan tetapi, beliau tidak segera memeriksakan kondisinya ke rumah sakit walaupun rasa sakit sering beliau rasakan. Ketika penyakitnya kambuh, beliau hanya bisa menahan rasa sakit di tempat tidur. Kemudian, lama-lama beliau akan merasakan tubuhnya lemas tak bertenaga. Karena penyakit tersebut akhirnya beliau sudah jarang bekerja, sehingga secara ekonomi keluarga Bapak Carya bisa dikatakan sebagai keluarga yang kurang mampu. Meskipun memiliki jaminan kesehatan BPJS,  Bapak Carya tidak memiliki biaya untuk transportasi. Penghasilannya bekerja hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. Terlebih beliau memiliki seorang anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Anak beliau ini juga menderita penyakit yang cukup serius. Anak beliau didignosa menderita penyakit tumor kelenjar. Di tengah kesulitan yang beliau alami, Alhamdulillah Allah mempertemukan Bapak Carya dengan kurir #SedekahRombongan. Akhirnya, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan awal kepada Bapak Carya agar beliau bisa segera menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Sindi Nurlaeliana

Pak carya menderita Hernia

Pak carya menderita Hernia


NUR OKTAVIANI (7, Hydrocepalus). Alamat : Jl. Dewi Sartika RT. 2 RW. 14 Gang Asem, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kotamadya Depok, Provinsi Jawa Barat. Nur Oktaviani atau lebih akrab disapa Okta, Okta kecil sejak ibunya meninggal Jui 2016 kemarin dirawat oleh pamannya, Jumadi (51). Saat usia 3 bulan mengalami pembesaran pada kepalanya. Semakin hari lingkar kepalanya semakin membesar, oleh orang tuanya langsung dibawa ke rumah sakit karena khawatir dengan kondisi anaknya tersebut. Di RSCM, oleh dokter Okta didiagnosa menderita Hydrocepalus. Sejak saat itu Okta rutin menjalani pengobatan ke RSCM. Tahun 2010 Okta menjalani operasi pemasangan VP Shunt untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Tahun 2012 ditemukan kelainan di hidungnya, hidung Okta mengalami penyumbatan lemak yang menyebabkan pernafasannya terganggu kemudian setelah itu Okta menjalani operasi pemasangan alat bantu pernafasan di lehernya (trakheostomi). Saat ini Okta masih menjalani kontrol rutin di RSCM untuk persiapan operasi tahun depan. Sehari – hari Pak Jumadi bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, hampir setiap minggu sekali Pak Jumadi harus bolak balik Depok – RSCM, kadang dirasakan berat. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Jumadi dan  Okta sekaligus menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi ke RSCM. Semoga proses pengobatan yang sedang dijalani Okta diberi kelancaran dan Okta kecil dapat tumbuh besar layanya anak seusianya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @cahyaniekat @untaririri

Nur menderita Hydrocepalus

Nur menderita Hydrocepalus


WINDA YULIANA binti CARYA (12, Tumor Kelenjar Leher). Alamat: RT. 03/05, Desa Sukamulya, Kec. Cibeureum, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Di usia 12 tahun, kesehatan Winda sedikit terganggu. Hal itu berkenaan dengan adanya benjolan di bagian leher Winda. Putri kedua dari pasangan suami istri Bapak Carya (56) dan Ibu Rukinah (47) ini merasakan gejala awal ketika ia masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Awalnya, leher Winda terasa panas ketika ia sedang mengikuti pelajaran olahraga di sekolah. Dua minggu kemudian, muncul benjolan di bagian leher yang mengeluarlan nanah. Meskipun kondisinya cukup mengkhawatirkan, Winda belum nemeriksakan penyakitnya ke dokter spesialis atau bahkan ke Rumah Sakit besar. Kedua orang tua Winda hanya memeriksakan kondisi Winda ke Mantri desa. Berdasarkan pemeriksaan Mantri desa, Winda didiagnosa menderita tumor kelenjar. Hingga saat ini, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dengan adanya lubang bekas nanah. Namun, sayangnya ia belum juga melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Kedua orang tua Winda menjelaskan bahwa keduanya tidak memiliki biaya lebih untuk membawa Winda ke rumah sakit meskipun memiliki jaminan BPJS. Maklum saja, ayah Winda hanya bekerja sebagai seorang buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Terlebih kondisi beliau saat ini juga sering sakit-sakitan semenjak anak pertamanya meninggal dunia. Ibu Winda seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Beliau saat ini fokus merawat adik Winda yang masih berusia 6 bulan. Dengan kondisi tersebut, keuangan keluarga Winda memang tidak stabil. Penghsilaan ayah Winda hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Winda dengan kurir #SedekahRombongan, sehingga #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan awal untuk biaya transportasi agar Winda bisa memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Winda demi kesembuhan penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Sindi Nurlaeliana

Winda mendeirta  Tumor Kelenjar Leher

Winda mendeirta Tumor Kelenjar Leher


JUMAROH BINTI DAKIR (33, Soft Tissue Tumor  Regio Temporalis Sinistra). Alamat : Kp. Tanah Merah Plumpang B RT. 3/11 Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Ibu Jumaroh beliau akrab disapa, adalah seorang janda dengan 2 orang anak yang sedang berjuang untuk melawan penyakit tumor yang dideritanya saat ini. Waktu itu tahun 2011, Ibu Jumaroh saat duduk dan hendak berdiri tanpa memperhatikan sekitarnya, beliau terbentur kayu pelipis kirinya. Awalnya hanya sering pusing dan merasakan nyeri di daerah bekas benturan, tapi oleh ibu Jumaroh tidak dihiraukan. Sampai beberapa bulan muncul benjolan yang perlahan tambah membesar. Hingga tahun 2014 benjolan itu menjadi besar, saat itu ibu Jumaroh masih di Subang, sehingga beliau berobat ke RSUD Subang dan dilakukan tindakan operasi disana untuk pengangkatan benjolan tersebut. Setahun berselang, benjolan itu tumbuh lagi. Oleh beberapa tetangga, disarankan untuk melakukan pengobatan alternatif ke daerah Sumedang, bukan kesembuhan yang didapat tapi benjolan yang diderita ibu Jumaroh malah semakin membesar. Akhirnya tahun 2015, memutuskan untuk ikut merantau bersama kakaknya dan melanjutkan pengobatan di Jakarta. 3 bulan ibu Jumaroh menjalani rawat jalan di RS Koja, benjolan yang dideritanya kian membesar sampai melebihi bola tenis karena keterbatasan fasilitas rumah sakit, lalu ibu Jumaroh dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo. 4 bulan ibu Jumaroh bolak balik kontrol dan melakukan segala macam pemeriksaan. Sampai minggu kemarin, saat ibu Jumaroh kontrol mengalami perdarahan di benjolannya. Kemudian oleh dokter disarankan untuk menjalani rawat inap dan dijadwalkan untuk segera dilakukan operasi. Alhamdulillah hari Senin, 28 Maret 2016 kemarin telah dilakukan tindakan operasi untuk ibu Jumaroh. Sekarang beliau menjalani kontrol rutin di Poli Bedah RSCM. Dibalik proses pengobatan yang panjang, ada derita tersendiri yang harus dipikul ibu Jumaroh. Di tengah kondisinya yang seperti itu, ibu Jumaroh harus tetap berjuang seorang diri untuk membesarkan kedua orang anaknya yang masih berusia 9 tahun dan 4 tahun. Selama tinggal ditempat kakaknya di daerah Koja, ibu Jumaroh harus rela banting tulang sebagai buruh cuci harian demi anak-anaknya. Hasil itupun tidak seberapa sehingga untuk makan sehari-hari ibu Jumaroh bergantung pada kakaknya. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali dipertemukan dengan Ibu Jumaroh dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi ke RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 850. Kini Ibu Jumaroh masih harus menjalani kemoterapi di RSCM dan direncanakan akan menjalani radioterapi setelah selesai menjalani kemoterapi. Ibu Jumaroh juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan #SahabatSR.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anis @untaririri

Bu jumaroh menderita Soft Tissue Tumor  Regio Temporalis Sinistra

Bu jumaroh menderita Soft Tissue Tumor Regio Temporalis Sinistra

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 PASIEN THALASSEMIA RSUD DR. SOEKARDJO 1,750,000
2 AISYAH binti YAYAT SUPRIATNA 750,000
3 KUSWADI bin ADAM 1,200,000
4 TITING SURYANI 1,500,000
5 NIA DEWIANTI binti ARDAN 500,000
6 SEPTI RAHMAWATI 1,250,000
7 MOCHAMAD FARHAN NURROHMAN 1,000,000
8 EMAN bin KARIMAN 500,000
9 IMAS KARTINI 1,150,000
10 ITOK binti MUKHTAR 1,000,000
11 SYAIFUL YUSUF bin HENDRA 1,500,000
12 HANA NUR HALIMAH 750,000
13 MASTUROH binti WAHYUDIN 750,000
14 DINA FARHI PADILAH 700,000
15 ASROR MAGRIBI 1,500,000
16 HENDRA PURNAMA bin UJANG SOBANDI 750,000
17 REZA FEBRIAN 1,500,000
18 DADANG RAHMAT 750,000
19 ATEP HIDAYAT 500,000
20 FAHMI MAULID FIRMANSYAH binti IWAN 1,000,000
21 SITI SUKAESIH 750,000
22 MUHAMMAD AKBAR JOHAR MUSTOFA 750,000
23 MTSR TASIKMALAYA 3,500,000
24 RSSR SOLO 6,951,750
25 Pondok Pesantren Al Anwar 4,375,000
26 MASJID DARUSSALAM KEPUH 2,000,000
27 Pur Wijayanto 3,000,000
28 HASNA ASTIMUFLIHAH 1,000,000
29 KORBAN BANJIR SOLO 1,500,000
30 DHANNY SETYO NUGROHO 750,000
31 MUHAMMAD REFAN SAPUTRA 1,500,000
32 RIZKI SYACHRUL RAMDHAN 500,000
33 AHMAD RASULI 2,970,000
34 SUMADI AL GIWON BIN SETROREJO 500,000
35 GANNIZ IQBAL AFRIANO BIN SUNGKONO 500,000
36 JULI ALFIAN RAMADANI BIN SAN ROHMAT 500,000
37 SAMI BINTI SANWITA 500,000
38 Almarhumah PUPUT NINDI BINTI SAMPAN 1,000,000
39 NEYRA AZAHRA ARUMIANI 1,000,000
40 JUMARI EMI PUJIYANTI 1,000,000
41 SARIAH 500,000
42 FATIMATUS SA’DIYAH 4,000,000
43 FATAHIAH BINTI ECIM 500,000
44 MUSA BIN SANUREJA 1,000,000
45 ADIS BIN SANUSI 500,000
46 IKHAT MUTIA 1,000,000
47 CARYA BIN WANGSA 500,000
48 NUR OKTAVIANI 1,000,000
49 WINDA YULIANA binti CARYA 500,000
50 JUMAROH BINTI DAKIR 500,000
Total 64,846,750

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 64,846,750,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 882 ROMBONGAN

Rp. 40,765,950,199,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.