Rombongan 881

Pancinglah reseki dengan sedekah semaksimal mungkin. Kemudian sedekahkan reseki hasil pancingan tadi untuk memancing reseki yang jauh lebih melimpah
Posted by on August 26, 2016

RSSR SOLO (Biaya Operasional), RSSR adalah tempat bernaung sementara bagi pasien dampingan #SRsolo yang beralamat di Jalan Tarumanegara RT.3/9, Banjarsari, Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah. Berjalan hampir 1 (satu) tahun, RSSR biasa para kurir menyebutnya, Difungsikan sebagai tempat singgah sementara para pasien selama berobat jalan. RSSR menjadi tempat bernaung bagi para pasien yang tinggal jauh dari Solo namun memiliki jadwal kontrol yang padat. Hilir mudik pergantian pasien pun sering terjadi, untuk itu RSSR berfungsi memfasilitasi para pasien yang sedang berikhtiar untuk sembuh. Bulan ini anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan RSSR:
1.    SEMBAKO : Rp. 5.139.000,-
2.    UTILITY (PAM/PLN/TELEPON) : Rp. 2.982.000,-
3.    KEBERSIHAN/KEAMANAN : Rp. 302.000,-
4.    OPERASIONAL (Ongkos/BBM/Pembelian ATK)
Biaya dari para #Sedekaholic untuk operasional RSSR SOLO bulan lalu masuk di Rombongan 828. Semoga tercatat sebagai amal jariyah bagi para #Sedekaholics semua kelak. Aaaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 8.648.000,-
Tanggal: 12 Mei 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka @hendra @ciciiii

Bantuan biaya operasional

Bantuan biaya operasional


BAGUS HARPINTO (20 Tahun, Dislokasi Luksasi Pelvis). Bagus Harpinto tercatat sebagai warga Panggul Tengah RT.01/RW.07 Semanu, Gunung Kidul, DIY. Bagus merupakan putra pasangan Pak Lupoyo (40 Tahun) dan Bu Partiyem (35 Tahun), ayahnya bekerja sebagai buruh tidak tetap sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Satu tahun yang lalu, Bagus mengalami kecelakaan motor, yang menyebabkan tulang pelvis pada panggul mengalami dislokasi luksasi atau tulang tidak terpasang pada tempatnya. Akibatnya ia pun tidak bisa berjalan seperti orang normal. Bagus tidak pernah berobat ke rumah sakit pasca kecelakaan itu, keluarganya memilih mengobatinya dengan cara tradisional atau alternatif. Kondisinya saat ini masih belum sembuh, jika berjalan tertatih-tatih. Bagus dan keluarganya memerlukan pertolongan karena menghadapi kendala biaya berobat dan transportasi. Alhamdulillah, Allah menunjukkan jalan kepada Kurir #SedekahRombongan untuk bertemu dengan Bagus dan kedua orang tuanya. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit untuk membantu perawatan dan pengobatan Bagus. #SR Gunung Kidul juga membantu transportasi, setiap akan berobat dijemput dan diantar menggunakan MTSR. Terima kasih #Sedekaholic berkat bantuanmu, Bagus dapat melanjutkan pengobatannya. Mari kita doakan bersama, mudah-mudahan Bagus segera diberi kesembuhan oleh Tuhan TME. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Bagus menderita Dislokasi Luksasi Pelvis

Bagus menderita Dislokasi Luksasi Pelvis


REZA ARWANDA (14 Tahun, Tumor). Reza tinggal bersama ibunya di RT.14/RW.04 Playen, Gunung Kidul, DIY. Pelajar Kelas IX SMP 4 Banaran, Playen, Gunung Kidul ini mengidap tumor sejak satu tahun yang lalu. Pada awalnya, muncul benjolan di lehernya, besar benjolan kala itu hanya seukuran ujung jari. Tetapi setelah satu tahun berselang benjolan itu terus membesar. Selain di leher benjolan itu juga muncul di bagian tubuh lain, misalnya di ketiak. Sekitar 5 bulan yang lalu upaya pengobatan sudah pernah diupayakan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Tetapi Reza menangis, meronta, serta menolak untuk dilakukan tindakan medis oleh dokter karena takut, terpaksa pengobatan batal dilakukan. Setelah itu upaya pengobatan dilakukan secara tradisional atau alternatif. Sakali berobat mereka membutuhkan biaya sekitar dua ratus hingga tiga ratus ribu rupiah. Jumiyem (44 Tahun), ibunya, mengupayakan sendiri segala kebutuhan dan biaya pengobatan sang anak karena suaminya tidak tinggal bersama mereka lagi. Desakan ekonomi membuat sang ibu terpaksa menjual tanah miliknya demi biaya berobat dan kebutuhan keluarga. Kondisi Reza kian menurun, ia menjadi susah bernafas, susah berbicara, tubuhnya pun semakin kurus. Reza tak kuat lagi jika harus pergi ke sekolah, meski demikian semangat untuk menuntaskan pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama tak pernah padam. Saat Ujian Nasional berlangsung, Reza bersikeras untuk mengikutinya meski dari rumahnya. Keluarga ini terkendala faktor ekonomi saat berikhtiar menuju kesembuhannya. #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang aktif dalam menyalurkan sedekah merasa harus ikut membantu saat ada saudara kita yang membutuhkan. #Sedekaholic melalui Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit untuk membantu pengobatan Reza. Sehari setelah dek Reza menjalani pengobatan ternyata kondisi dek Reza semakin menurun dan Allah ternyata berkehendak lain, pada tanggal 27 Mei 2016 dek Reza berpulang ke Rahmatullah, semoga dek Reza mendapatkan tempat terbaik disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan , aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Reza menderita Tumor leher

Reza menderita Tumor leher


ALISKA DISKA SILVIANA (5 Tahun, Katarak dan Glaukoma Sekunder). Aliska tinggal bersama kedua orang tuanya di Semanu Utara RT.04/RW.35 Semanu, Semanu, Gunung Kidul, DIY. Adik kecil yang satu ini menderita glaukoma sekunder dan katarak pada mata bagian kanan, jarak pandang mata bagian kanan hanya 2 meter. Semua berawal pada medio semester pertama tahun ini, ia mengalami kecelakaan ketika membonceng motor. Saat itu ada truk yang berjalan di depan motor yang dikendarai orang tuanya. Tak disangka tiba-tiba ada batu yang terlempar dari dalam truk dan langsung mengenai matanya. Seketika matanya berdarah, ia pun segera dilarikan ke dokter spesialis mata namun dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Aliska kemudian menjalani operasi pertama, penggantian lensa mata pada Juli 2015. Operasi kedua, pembuatan saluran air mata pada Agustus 2015. Operasi ketiga, pembersihan saluran air mata pada September 2015. Namun sayangnya operasi yang terakhir ini belum berhasil. Sang dokter yang menanganinya merekomendasikan untuk segera memasang selang saluran air mata. Aliska pun kemudian dirujuk ke rumah sakit spesialis mata terkemuka di Yogyakarta, RS Mata Dr. Yap. Namun, kendala terbesar yang dihadapi adalah orang tuanya tidak memiliki biaya yang cukup untuk melanjutkan pengobatan Aliska. Meski biaya rawat inap dan tindakan operasi ditanggungkan kepada pemerintah namun biaya pembelian selang saluran air mata sebesar tujuh juta rupiah membuat risau orang tua Aliska. Belum lagi biaya akomodasi dan transportasi dari rumah tinggal ke rumah sakit yang terbilang tidak sedikit. Orang tuanya bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tak bisa diprediksi, mereka merasa tidak mampu untuk menyediakan dana sebanyak itu. Setelah berkoordinasi dengan #SedekahRombongan Jogja maka diputuskan untuk mendampingi proses pengobatan Aliska. #SedekahRombongan juga memberikan fasilitas akomodasi selama berobat berupa tempat tinggal sementara di RSSR, sementara untuk transportasi selama berobat menggunakan MTSR Jogja. #SedekahRombongan kemudian menyalurkan bantuan yang digunakan untuk biaya kontrol rutin dan cek labolatorium untuk keperluan tindakan selanjutnya. Alhamdulillah, Aliska dan kedua orang tuanya sangat bersyukur, karena berkat bantuan #Sedekaholic mereka bisa melanjutkan pengobatan Aliska…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Aliska menderita  Katarak dan Glaukoma Sekunder

Aliska menderita Katarak dan Glaukoma Sekunder


ALISKA DISKA SILVIANA (5 Tahun, Katarak dan Glaukoma Sekunder). Aliska tinggal bersama kedua orang tuanya di Semanu Utara RT.04/RW.35 Semanu, Semanu, Gunung Kidul, DIY. Adik kecil yang satu ini menderita glaukoma sekunder dan katarak pada mata bagian kanan, jarak pandang mata bagian kanan hanya 2 meter. Semua berawal pada medio semester pertama tahun ini, ia mengalami kecelakaan ketika membonceng motor. Saat itu ada truk yang berjalan di depan motor yang dikendarai orang tuanya. Tak disangka tiba-tiba ada batu yang terlempar dari dalam truk dan langsung mengenai matanya. Seketika matanya berdarah, ia pun segera dilarikan ke dokter spesialis mata namun dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Aliska kemudian menjalani operasi pertama, penggantian lensa mata pada Juli 2015. Operasi kedua, pembuatan saluran air mata pada Agustus 2015. Operasi ketiga, pembersihan saluran air mata pada September 2015. Namun sayangnya operasi yang terakhir ini belum berhasil. Sang dokter yang menanganinya merekomendasikan untuk segera memasang selang saluran air mata. Aliska pun kemudian dirujuk ke rumah sakit spesialis mata terkemuka di Yogyakarta, RS Mata Dr. Yap. Namun, kendala terbesar yang dihadapi adalah orang tuanya tidak memiliki biaya yang cukup untuk melanjutkan pengobatan Aliska. Meski biaya rawat inap dan tindakan operasi ditanggungkan kepada pemerintah namun biaya pembelian selang saluran air mata sebesar tujuh juta rupiah membuat risau orang tua Aliska. Belum lagi biaya akomodasi dan transportasi dari rumah tinggal ke rumah sakit yang terbilang tidak sedikit. Orang tuanya bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tak bisa diprediksi, mereka merasa tidak mampu untuk menyediakan dana sebanyak itu. Setelah berkoordinasi dengan #SedekahRombongan Jogja maka diputuskan untuk mendampingi proses pengobatan Aliska. #SedekahRombongan juga memberikan fasilitas akomodasi selama berobat berupa tempat tinggal sementara di RSSR, sementara untuk transportasi selama berobat menggunakan MTSR Jogja. #SedekahRombongan kemudian menyalurkan bantuan yang digunakan untuk biaya kontrol rutin dan cek labolatorium untuk keperluan tindakan selanjutnya. Alhamdulillah, Aliska dan kedua orang tuanya sangat bersyukur, karena berkat bantuan #Sedekaholic mereka bisa melanjutkan pengobatan Aliska…

Jumlah Bantuan : Rp. 3.050.000,-
Tanggal : 3 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Aliska menderita  Katarak dan Glaukoma Sekunder

Aliska menderita Katarak dan Glaukoma Sekunder


SUWARNI BINTI KROMO SETIKO (40 Tahun, Kanker Payudara). Bu Suwarni dan keluarga kecilnya tinggal di Gangsalan RT.07/RW.05 Nglindur, Girisubo, Gunung Kidul, DIY. Pak Sarjo, suaminya, bekerja sebagai petani, sementara ia sendiri adalah seorang ibu rumah tangga. Pasangan Ibu Suwarni dan Pak Sarjo hanya memiliki putra tunggal, usianya sudah menginjak tujuh belas tahun dan kini duduk di bangku kelas sebelas sekolah menengah atas di sebuah SMK di Gunung Kidul. Ibu Suwarni menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya ketika merasakan adanya benjolan di dadanya. Ibu Suwarni kemudian menjalani operasi pertamanya di RSUD Wonosari pada Desember 2014. Operasi yang kedua dan ketiga masih dilakukan di RSUD Wonosari masing-masing pada April 2015 dan September 2015. Pada operasi yang terakhir dilakukan pengambilan sample daging bagian dada untuk diperiksa di labolatorium (biopsi). Selain menderita kanker payudara, ia juga mengidap penyakit diabetes melitus. Kondisi Ibu Suwarni kini semakin membaik tetapi harus suntik insulin tiga kali sehari setiap hari. Ibu Suwarni memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Jaminan kesehatan ini cukup meringankan biaya pengobatan Ibu Suwarni. Namun, Ibu Suwarni mengalami kendala dalam akomodasi karena jarak rumah tinggal dengan rumah sakit cukup jauh. Ibu Suwarni harus menyewa mobil setiap kali akan berobat. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat berkunjung dan bersilaturahmi, sekaligus menyampaikan bantuan tunai kepada Ibu Suwarni. Semoga bantuan tunai ini dapat membantu biaya akomodasi dan pengobatan Ibu Suwarni.

Jumlah Bantuan    : Rp. 786.100,-
Tanggal : 29 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Ibu suwarni menderita  Kanker Payudara

Ibu suwarni menderita Kanker Payudara


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL (Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar). Organisasi Sosial #SedekahRombongan kini kian dipercaya oleh masyarakat luas untuk membantu saudara kita yang sedang kesulitan. Keberadaan Ambulance #SedekahRombongan atau yang dikenal dengan nama Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) kini semakin dibutuhkan untuk mensupport segala kegiatan, misalnya menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, mensurvey calon pasien sekaligus menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan kerap mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. #SR Gunung Kidul yang masuk dalam wilayah kerja Jogja Raya kini mempunyai 2 unit MTSR yang mencover wilayah Gunung Kidul dan sekitarnya dengan rata-rata jarak jelajah tiap hari sekitar 200Km. Mobilitasnya pun semakin tinggi karena bayak pasien dari Gunung Kidul yang dirujuk ke Jogjakarta. Dengan semakin bertambahnya jumlah pasien dampingan SR Gunung Kidul maka semakin bertambah juga biaya operasional Untuk MTSR, selama bulan Mei 2016 MTSR Gunung Kidul membutuhkan biaya sebesar Rp. 7.065.500. Biaya ini meliputi biaya bensin, servis, tune up, ganti oli,  dan cuci mobil. Terimakasih #Sedekaholic, sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa. Doa kami menyertai #Sedekaholic semua agar selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.065.500
Tanggal : 31 Mei 2016
Kurir : @Kissherry @aji_kristanto

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar


REZA GEONINO (6 Tahun, Hidrosefalus). Reza tinggal di Rejosari RT.02 Terong, Dlingo, Bantul, DIY. Reza tinggal bersama Sumini (37 Tahun), ibunya, yang berpofesi sebagai penjahit rumahan. Sementara itu, ayahnya sudah meninggal dunia. Adik Reza mengalami kondisi hidrosefalus sejak lahir, selama ini ia menjalani pengobatan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Meski usianya sudah menginjak enam tahun, Adik Reza belum bisa beraktivitas seperti anak-anak lain seusianya. Tangan dan kakinya kaku tidak bisa digerakkan, ia pun lebih banyak berbaring di tempat tidur. Reza sangat memerlukan bantuan untuk melanjutkan pengobatannya, ibunya pun tengah menghadapi kendala ekonomi yang serba kekurangan. Penghasilan ibunya bahkan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka sehari-hari, terlebih sang ibu memiliki tanggungan lima orang anak. Alhamdulillah, Tuhan mendekatkan Kurir #SedekahRombongan dengan keluarga ini. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi sembari  menyampaikan titipan dari #Sedekaholic kepada keluarga ini. Bantuan digunakan untuk pengobatan dan pemenuhan gizi bagi Adik Reza. Keluarga sangat senang menerima bantuan karena dengan bantuan ini Adik Reza dapat melanjutkan pengobatannya kembali. Keluarga sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic selalu diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumalh Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Reza menderita Hidrosefalus

Reza menderita Hidrosefalus


WARTINEM binti MINTONO (42 Th, Gagal Ginjal) merupakan warga Dusun Semanu Tengah  RT. 003 RW. 037, Kel. Semanu, Kec. Semanu, Kab. Gunung Kidul, DIY. Ibu dari 3  anak ini sebelumnya bekerja sebagai pedagang baju keliling untuk membantu ekonomi keluarganya. Suaminya bu wartinem bekerja sebagai kenek truk pasir. Sebagai pedagang keliling ibu Wartinem memiliki kebiasaan minum minuman berenergi dingin untuk menjaga staminanya, ternyata kebiasaannya tersebut berakibat sangat fatal untuk kesehatannya. Pada awal tahun 2015 Bu Wartinem divonis dokter terkena gagal ginjal dan diharuskan untuk melakukan cuci darah dua kali seminggu di RS Sardjito. Semenjak itu bu wartinem tidak bisa bekerja lagi .  #Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai bu wartinem pada saat bu wartinem sedang dirawat di RS. Sardjito karena drop kondisinya,  akhirnya kurir  #Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan  sebesar Rp. 1.000.000,- untuk pembelian resep, Cek lab, dll serta bantuan transportasi ke Jogja setiap hari Senin dan Kamis. Semoga bantuan tersebut bisa membuat bu wartinem semakin semangat untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Mei 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Ibu wartinem menderita Gagal Ginjal

Ibu wartinem menderita Gagal Ginjal


WASTINAH BINTI PAWIROREJO (51 Tahun, Kanker Payudara). Bu Wastinah merupakan warga Walikan RT.03/RW.05  Pulutan, Wonosari, Gunung Kidul, DIY. Di rumah sederhana itu, ia tinggal bersama suami dan anak bungsunya yang kini duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Sementara itu, dua anaknya yang lain sudah dewasa dan sudah berkeluarga. Lima tahun yang lalu, muncul benjolan dai payudaranya. Lama kelamaan semakin besar dan akhirnya pecah. Luka itu pada akhirnya mengering, ia lalu berobat dan saat itu berencana untuk menjalani terapi dan operasi di rumah sakit. Namun, Bu Wastinah urung menjalanakan rencana itu karena takut, belum lagi biaya pengobatan yang tidak sedikit. Bu Wastinah dan suaminya sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani di lahan milik orang lain untuk menghidupi keluarga kecilnya. Namun setelah sakit, Bu Wastinah tidak lagi bisa bekerja. Suaminya pun sekarang sudah tak sanggup bekerja lagi karena sudah tua. Karena minimnya tindakan medis, penyakitnya itu pun menjalar ke bagian lain. Bu Wastinah jadi sering kesemutan di bagian tangan dan kaki.  Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir #SedekahRombongan dengan Bu Wastinah, ia pun menjadi Pasien Dampingan #SedekahRombongan Jogja Raya. Tiga tahun berobat berikhtiar mencari jalan kesembuhan dengan didampingi oleh #SedekahRombongan, pada akhirnya ia dinyatakan sembuh oleh dokter. Namun demikian, ia masih harus menjalani kontrol rutin setiap satu bulan sekali untuk mengontrol kondisi kesehatannya dan menjaga kondisinya tetap fit. Setelah sembuh ketika kami tanya mau bekerja apa selanjutnya, Bu Wastinah menjawab kalau sejak dulu ia punya cita-cita punya warung angkringan. Jualan dari sore hingga malam hari di satu sudut ramai di desanya. #SedekahRombongan sekali lagi mencoba mewujudkan mimpi para dhuafa. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan sedekahmu untuk  membuka usaha angkringan, supaya ibu ini sanggup berdiri tegar menafkahi anaknya, usai sakitnya yang panjang. Bu Wastinah dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2016
Kurir : @kissherry,@Aji_Kristanto

Ibu wastinah menderita Kanker Payudara

Ibu wastinah menderita Kanker Payudara


SRI SULIYATUN (42 Tahun, Kanker Payudara). Bu Sri Suliyatun tinggal bersama kelaurganya di Kaliwaru RT.02/RW.12 Kecamatan Ngawen, Gunung Kidul, DIY. Pujiyanto (45 Tahun), suaminya, bekerja sebagai buruh tani musiman yang bekerja saat musim panen di lahan milik orang lain. Penghasilannya pas-pasan hanya cukup untuk makan dan membeli kebutuhan sehari-hari. Sementara Bu Sri Suliyatun sendiri bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa. Keluarga ini mempunyai dua orang anak, yang pertama sudah bekerja sebagai karyawan di sebuah gudang retail. Anak kedua masih duduk di bangku sekolah menengah atas swasta. Kehidupan keluarga ini bergantung pada kepala keluarga, sang anak pertama pun banyak membantu problem keuangan yang mereka hadapi. Riwayat penyekit Bu Sri Suliyatun berawal dari dua tahun yang lalu, terasa ada benjolan pada payudara sebelah kanan. Benjolan waktu itu sebesar telur puyuh, karena takut maka benjolan itu hanya dibiarkan begitu saja. Benjolan itu semakin hari semakin membesar, sampai saat ini benjolan di payudara sudah sebesar apel. Bahkan benjolan itu berwarna merah, bernanah dan berbau busuk, dicurigai telah terjadi penyebaran pembengkakan pada kelenjar ketiak dan leher sehingga ibu dua anak ini tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari, tubuhnya pun semakin lemah. Selama sakit untuk kebutuhan periksa pinjam tetangga tuk biaya transportnya, sementara untuk biaya pengobatan sudah ter-cover jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Alhamdulillah, Allah menunjukkan jalan kepada Kurir #SedekahRombongan untuk bertemu dengan Bu Sri Suliyatun. #SedekahRombongan Gunung Kidul kemudian mendampingi proses pengobatannya. #SedekahRombongan juga memberikan fasilitas akomodasi selama berobat berupa tempat tinggal sementara di RSSR, sementara untuk transportasi selama berobat menggunakan MTSR. Mari kita doakan bersama, mudah-mudahan pengobatannya lancar dan segera diberi kesembuhan oleh Tuhan TME. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2016
Kurir : @kissherry,@Aji_Kristanto

Ibu sri menderita Kanker Payudara

Ibu sri menderita Kanker Payudara


SAQILA BINTI MARYADI (12 Bulan, Hidrosefalus). Saqila tinggal bersama kedua orang tuanya di Batusari RT.06/RW.04 Ngawen, Gunung Kidul, DIY. Maryadi, ayahnya, merupakan seorang buruh tani, yang bekerja menggarap lahan milik orang lain. Penghasilannya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari rumah tangganya. Saqila terlahir dengan normal, berat badannya mencukupi, perkembangan dan pertumbuhannya pun normal. Saat usianya mencapai 12 bulan, Saqila mengalami gangguan pertumbuhan, berat badannya semakin menurun. Perkembangannya cenderung stagnan, respon gerak tubuhnya pun semakin melemah, terutama bagian tubuh sebelah kanan. Balita satu tahun ini pun sulit menelan makanan sehingga asupan gizi ke tubuhnya menjadi kurang. Orang tuanya membawanya ke RSUD Wonosari, namun kondisi balita ini tak kunjung membaik. Saqila kemudian dipindahkan ke RSI Klaten, setelah melakukan pemeriksaan rontgen kepala, dokter menyatakan pasien menderita hidrosefalus. Selain itu, ternyata ada tumor yang bersarang di kepala pasien. Dokter menyarakan agar pasien segera menjalani operasi, namun keluarga mengurungkan jadwal operasi lantaran keterbatasan biaya. Pihak keluarga kemudian mengurus jaminan kesehatan untuk meringankan biaya pengobatan sang buah hati. Sementara itu kondisi pasien semakin lemah dan kepalanya semakin membesar. Orang tuanya pun semakin khawatir kepada putrinya. Beberapa saat kemudian, melalui jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Saqila. Saqila pun menjadi Pasien Dampingan #SedekahRombongan. Pengobatannya pun pindah ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, jaminan kesehatannya juga sudah bisa digunakan (BPJS). Bantuan sebesar satu juta rupiah diserahkan kepada keluarga dek shaqila agar dapat meringankan beban yang dipikul, serta bantuan akomodasi dan transportasi selama menjalani pengobatan di RSUP Sardjito. Semoga dek shaqila bisa segera pulih, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal                : 30 Juni 2016
Kurir.        : @kissherry, @aji_kristanto

Saqila menderita Hidrosefalus

Saqila menderita Hidrosefalus


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL (Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar). Organisasi Sosial #SedekahRombongan kini kian dipercaya oleh masyarakat luas untuk membantu saudara kita yang sedang kesulitan. Keberadaan Ambulance #SedekahRombongan atau yang dikenal dengan nama Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) kini semakin dibutuhkan untuk mensupport segala kegiatan, misalnya menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, mensurvey calon pasien sekaligus menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan kerap mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. #SR Gunung Kidul yang masuk dalam wilayah kerja Jogja Raya kini mempunyai 2 unit MTSR yang mencover wilayah Gunung Kidul dan sekitarnya dengan rata-rata jarak jelajah tiap hari sekitar 200Km. Mobilitasnya pun semakin tinggi karena bayak pasien dari Gunung Kidul yang dirujuk ke Jogjakarta. Dengan semakin bertambahnya jumlah pasien dampingan SR Gunung Kidul maka semakin bertambah juga biaya operasional Untuk MTSR, selama bulan Juni 2016 MTSR Gunung Kidul membutuhkan biaya sebesar Rp. 7.125.000. Biaya ini meliputi biaya bensin, servis, tune up, ganti oli,  dan cuci mobil. Terimakasih #Sedekaholic, sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa. Doa kami menyertai #Sedekaholic semua agar selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.125.000
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @Kissherry @aji_kristanto

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar


Mbah DALIO (82 Tahun, BPH Prostat). Pak Dalio bertempat tinggal di Pundung Sari, Kec. Semin, Kab. Gunung Kidul, DIY. Pak Dalio tinggal sendirian di rumah gubuk milik bapak dukuh setempat, yang berdiri di atas lahan milik tetangganya. Pak Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Pak Dalio mempunyai dua orang anak, namun tak ada satupun yang peduli dan enggan mengurusnya padahal jarak rumah mereka tak terlalu jauh. Begitupun dengan keluarganya yang lainnya, sama sekali tidak ada yang memperhatikannya. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Ia juga menderita sakit jantung yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Kini, Pak Dalio dibantu para tetangganya untuk urusan makan sehari-hari. #SedekahRombongan Wilayah Jogja kemudian mendampinginya untuk memulai pengobatannya. Ternyata, Pak Dalio selama sakit sama sekali belum pernah diperiksakan. Tetapi, Pak Dalio begitu bersemangat berikhtiar untuk menyambut kesembuhannya. Pak Dalio dijadwalkan menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya hidup sehari hari. Semoga Pak Dalio selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @kissherry, @aji_kristanto

Mbah dalio menderita BPH Prostat

Mbah dalio menderita BPH Prostat


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL (Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar). Organisasi Sosial #SedekahRombongan kini kian dipercaya oleh masyarakat luas untuk membantu saudara kita yang sedang kesulitan. Keberadaan Ambulance #SedekahRombongan atau yang dikenal dengan nama Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) kini semakin dibutuhkan untuk mensupport segala kegiatan, misalnya menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, mensurvey calon pasien sekaligus menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan kerap mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. #SR Gunung Kidul yang masuk dalam wilayah kerja Jogja Raya kini mempunyai 2 unit MTSR yang mencover wilayah Gunung Kidul dan sekitarnya dengan rata-rata jarak jelajah tiap hari sekitar 200Km. Mobilitasnya pun semakin tinggi karena bayak pasien dari Gunung Kidul yang dirujuk ke Jogjakarta. Dengan semakin bertambahnya jumlah pasien dampingan SR Gunung Kidul maka semakin bertambah juga biaya operasional Untuk MTSR, selama bulan Juli 2016 MTSR Gunung Kidul membutuhkan biaya sebesar Rp. 6.752.500. Biaya ini meliputi biaya bensin, servis, tune up, ganti oli,  dan cuci mobil. Terimakasih #Sedekaholic, sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa. Doa kami menyertai #Sedekaholic semua agar selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.752.500
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @Kissherry @aji_kristanto

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar


Mbah DALIO (82 Tahun, BPH Prostat). Pak Dalio bertempat tinggal di Pundung Sari, Kec. Semin, Kab. Gunung Kidul, DIY. Pak Dalio tinggal sendirian di rumah gubuk milik bapak dukuh setempat, yang berdiri di atas lahan milik tetangganya. Pak Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Pak Dalio mempunyai dua orang anak, namun tak ada satupun yang peduli dan enggan mengurusnya padahal jarak rumah mereka tak terlalu jauh. Begitupun dengan keluarganya yang lainnya, sama sekali tidak ada yang memperhatikannya. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Ia juga menderita sakit jantung yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Kini, Pak Dalio dibantu para tetangganya untuk urusan makan sehari-hari. #SedekahRombongan Wilayah Jogja kemudian mendampinginya untuk memulai pengobatannya. Ternyata, Pak Dalio selama sakit sama sekali belum pernah diperiksakan. Tetapi, Pak Dalio begitu bersemangat berikhtiar untuk menyambut kesembuhannya. Pak Dalio dijadwalkan menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya hidup sehari hari. Semoga Pak Dalio selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @kissherry, @aji_kristanto

Mbah dalio menderita BPH Prostat

Mbah dalio menderita BPH Prostat


WAHYUNI BINTI JUMINO DARMO (45 Tahun, Kanker Payudara). Bu Wahyuni tinggal di Dusun Walikan RT.04/RW.05 Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Sehari-harinya ia bekerja sebagai pedagang sayuran keliling menggunakan sepeda butut miliknya. Bu Wahyuni terdiagnosa menderita kanker payudara sejak medio Tahun 2015. Pada awalnya ia tidak merasakan sakit, padahal lengan kirinya sudah mulai membesar. Lama kelamaan, leher dan pipi kirinya juga mengalami pembengkakan. Anehnya, bagian yang bengkak tidak terasa sakit tapi kebas. Bu Wahyuni kemudian memeriksakan diri ke RSUD Wonosari, Gunung Kidul, tetapi setelah diperiksa belum diketahui apa penyakitnya. Bu Wahyuni kemudian dirujuk dari RSUD Wonosari, Gunung Kidul, ke RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta. Bu Wahyuni kemudian menjalani serangkaian tes dan observasi untuk mengetahui penyakitnya. Setelah menjalani pemeriksaan yang lebih lanjut, diketahui bahwa Bu Wahyuni menderita kanker payudara. Bu Wahyuni bertemu dengan #SedekahRombongan kemudian menjadi salah satu Pasien Dampingan #SedekahRombongan Wilayah Jogjakarta dan memulai proses penyembuhan penyakitnya. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan memberikan bantuan kepada Bu Wahyuni untuk biaya pengobatan dan biaya pembelian obat (yang tak ter-cover bpjs). Semoga Tuhan YME segera memberikan kesembuhan kepada Bu Wahyuni, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 874.600,-
Tanggal : 29 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Ibu wahyuni menderita Kanker Payudara

Ibu wahyuni menderita Kanker Payudara


SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO (46 Tahun, Kanker Payudara). Bu Suprapti tinggal di Sawah Lor, Banyusoco, Playen, Gunung Kidul, DIY. Sudah dua tahun lamanya Bu Suprapti menderita kanker payudara. Kanker ini pada awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Bu Suprapti kemudian memeriksakannya ke poliklinik umum dan langsung dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito di Yogyakarta. Ternyata, Bu Suprapti masih dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta dan disarankan untuk segera menjalani kemoterapi. Bu Suprapti kemudian menjalani kemoterapi, tetapi hanya menjalani dua kali dari enam kali kemoterapi yang telah dijadwalkan. Kankernya pun belum diangkat dan ia pun kerap merasakan nyeri di payudaranya. Hal tersebut karena terkendala biaya pengobatan yang terbilang berat baginya dan keluarganya. Belum lagi, biaya akomodasi dan transportasi yang harus dikeluarkan untuk menempuh perjalanan dari rumahnya yang berada di pelosok kabupaten menuju ke pusat kota, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Suaminya bekerja sebagai pekebun, sementara ia sendiri bekerja sebagai pedagang makanan. Hasil kerja dan usaha mereka cukup digunakan untuk membiayai hidup harian. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Suprapti melalui salah seorang kerabat Bu Suprapti. Bu Suprapti kemudian menjadi pasien dampingan dan segera melanjutkan proses pengobatannya. Bu Suprapti kini telah tercatat sebagai pemegang kartu jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri. Jadi biaya pengobatan dan rawat inap sudah tercover BPJS. Hanya obat-obatan khusus saja yang harus dibeli sendiri. Bu Suprapti menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali di RSUP Dr. Sardjito. Setelah selesai kemoterapi, selanjutnya ia menjalani operasi mastektomi (pengangkatan payudara) sebelah kanan di RS Panti Rapih Yogyakarta pada pertengahan bulan April 2016. Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan lancar, namun masih harus menjalani rawat inap agar mudah dalam memantau perkembangan kesehatannya. Rencananya akan ada kemoterapi tambahan tetapi belum dijadwalkan oleh dokter yang menanganinya. Perawat dan Kurir #SedekahRombongan akan terus mendampinginya selama ia berikhtiar menjemput kesembuhannya. #SahabatSR melalui #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Bu Suprapti. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Bu Suprapti dan keluarganya merasa sangat terbantu dan menyampaikan terima kasih kepada #SedekahRombongan. Mari kita berdoa bersama agar Bu Suprapti segera sembuh… Bu Suprapti sebelumnya telah tergabung dalam rombongan 822 dan 762.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara


SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO (46 Tahun, Kanker Payudara). Bu Suprapti tinggal di Sawah Lor, Banyusoco, Playen, Gunung Kidul, DIY. Sudah dua tahun lamanya Bu Suprapti menderita kanker payudara. Kanker ini pada awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Bu Suprapti kemudian memeriksakannya ke poliklinik umum dan langsung dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito di Yogyakarta. Ternyata, Bu Suprapti masih dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta dan disarankan untuk segera menjalani kemoterapi. Bu Suprapti kemudian menjalani kemoterapi, tetapi hanya menjalani dua kali dari enam kali kemoterapi yang telah dijadwalkan. Kankernya pun belum diangkat dan ia pun kerap merasakan nyeri di payudaranya. Hal tersebut karena terkendala biaya pengobatan yang terbilang berat baginya dan keluarganya. Belum lagi, biaya akomodasi dan transportasi yang harus dikeluarkan untuk menempuh perjalanan dari rumahnya yang berada di pelosok kabupaten menuju ke pusat kota, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Suaminya bekerja sebagai pekebun, sementara ia sendiri bekerja sebagai pedagang makanan. Hasil kerja dan usaha mereka cukup digunakan untuk membiayai hidup harian. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Suprapti melalui salah seorang kerabat Bu Suprapti. Bu Suprapti kemudian menjadi pasien dampingan dan segera melanjutkan proses pengobatannya. Bu Suprapti kini telah tercatat sebagai pemegang kartu jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri. Jadi biaya pengobatan dan rawat inap sudah tercover BPJS. Hanya obat-obatan khusus saja yang harus dibeli sendiri. Bu Suprapti menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali di RSUP Dr. Sardjito. Setelah selesai kemoterapi, selanjutnya ia menjalani operasi mastektomi (pengangkatan payudara) sebelah kanan di RS Panti Rapih Yogyakarta pada pertengahan bulan April 2016. Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan lancar, namun masih harus menjalani rawat inap agar mudah dalam memantau perkembangan kesehatannya. Rencananya akan ada kemoterapi tambahan tetapi belum dijadwalkan oleh dokter yang menanganinya. Perawat dan Kurir #SedekahRombongan akan terus mendampinginya selama ia berikhtiar menjemput kesembuhannya. #SahabatSR melalui #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Bu Suprapti. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Bu Suprapti dan keluarganya merasa sangat terbantu dan menyampaikan terima kasih kepada #SedekahRombongan. Mari kita berdoa bersama agar Bu Suprapti segera sembuh… Bu Suprapti sebelumnya telah tergabung dalam rombongan 822 dan 762.

Jumlah Bantuan : Rp. 934.650
Tanggal : 5 Juni 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara


SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO (46 Tahun, Kanker Payudara). Bu Suprapti tinggal di Sawah Lor, Banyusoco, Playen, Gunung Kidul, DIY. Sudah dua tahun lamanya Bu Suprapti menderita kanker payudara. Kanker ini pada awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Bu Suprapti kemudian memeriksakannya ke poliklinik umum dan langsung dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito di Yogyakarta. Ternyata, Bu Suprapti masih dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta dan disarankan untuk segera menjalani kemoterapi. Bu Suprapti kemudian menjalani kemoterapi, tetapi hanya menjalani dua kali dari enam kali kemoterapi yang telah dijadwalkan. Kankernya pun belum diangkat dan ia pun kerap merasakan nyeri di payudaranya. Hal tersebut karena terkendala biaya pengobatan yang terbilang berat baginya dan keluarganya. Belum lagi, biaya akomodasi dan transportasi yang harus dikeluarkan untuk menempuh perjalanan dari rumahnya yang berada di pelosok kabupaten menuju ke pusat kota, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Suaminya bekerja sebagai pekebun, sementara ia sendiri bekerja sebagai pedagang makanan. Hasil kerja dan usaha mereka cukup digunakan untuk membiayai hidup harian. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Suprapti melalui salah seorang kerabat Bu Suprapti. Bu Suprapti kemudian menjadi pasien dampingan dan segera melanjutkan proses pengobatannya. Bu Suprapti kini telah tercatat sebagai pemegang kartu jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri. Jadi biaya pengobatan dan rawat inap sudah tercover BPJS. Hanya obat-obatan khusus saja yang harus dibeli sendiri. Bu Suprapti menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali di RSUP Dr. Sardjito. Setelah selesai kemoterapi, selanjutnya ia menjalani operasi mastektomi (pengangkatan payudara) sebelah kanan di RS Panti Rapih Yogyakarta pada pertengahan bulan April 2016. Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan lancar, namun masih harus menjalani rawat inap agar mudah dalam memantau perkembangan kesehatannya. Rencananya akan ada kemoterapi tambahan tetapi belum dijadwalkan oleh dokter yang menanganinya. Perawat dan Kurir #SedekahRombongan akan terus mendampinginya selama ia berikhtiar menjemput kesembuhannya. #SahabatSR melalui #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Bu Suprapti. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Bu Suprapti dan keluarganya merasa sangat terbantu dan menyampaikan terima kasih kepada #SedekahRombongan. Mari kita berdoa bersama agar Bu Suprapti segera sembuh… Bu Suprapti sebelumnya telah tergabung dalam rombongan 822 dan 762.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara


SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO (46 Tahun, Kanker Payudara). Bu Suprapti tinggal di Sawah Lor, Banyusoco, Playen, Gunung Kidul, DIY. Sudah dua tahun lamanya Bu Suprapti menderita kanker payudara. Kanker ini pada awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Bu Suprapti kemudian memeriksakannya ke poliklinik umum dan langsung dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito di Yogyakarta. Ternyata, Bu Suprapti masih dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta dan disarankan untuk segera menjalani kemoterapi. Bu Suprapti kemudian menjalani kemoterapi, tetapi hanya menjalani dua kali dari enam kali kemoterapi yang telah dijadwalkan. Kankernya pun belum diangkat dan ia pun kerap merasakan nyeri di payudaranya. Hal tersebut karena terkendala biaya pengobatan yang terbilang berat baginya dan keluarganya. Belum lagi, biaya akomodasi dan transportasi yang harus dikeluarkan untuk menempuh perjalanan dari rumahnya yang berada di pelosok kabupaten menuju ke pusat kota, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Suaminya bekerja sebagai pekebun, sementara ia sendiri bekerja sebagai pedagang makanan. Hasil kerja dan usaha mereka cukup digunakan untuk membiayai hidup harian. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Suprapti melalui salah seorang kerabat Bu Suprapti. Bu Suprapti kemudian menjadi pasien dampingan dan segera melanjutkan proses pengobatannya. Bu Suprapti kini telah tercatat sebagai pemegang kartu jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri. Jadi biaya pengobatan dan rawat inap sudah tercover BPJS. Hanya obat-obatan khusus saja yang harus dibeli sendiri. Bu Suprapti menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali di RSUP Dr. Sardjito. Setelah selesai kemoterapi, selanjutnya ia menjalani operasi mastektomi (pengangkatan payudara) sebelah kanan di RS Panti Rapih Yogyakarta pada pertengahan bulan April 2016. Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan lancar, namun masih harus menjalani rawat inap agar mudah dalam memantau perkembangan kesehatannya. Rencananya akan ada kemoterapi tambahan tetapi belum dijadwalkan oleh dokter yang menanganinya. Perawat dan Kurir #SedekahRombongan akan terus mendampinginya selama ia berikhtiar menjemput kesembuhannya. #SahabatSR melalui #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Bu Suprapti. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Bu Suprapti dan keluarganya merasa sangat terbantu dan menyampaikan terima kasih kepada #SedekahRombongan. Mari kita berdoa bersama agar Bu Suprapti segera sembuh… Bu Suprapti sebelumnya telah tergabung dalam rombongan 822 dan 762.

Jumlah Bantuan : Rp. 721.500,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara


AMAR HAWA (86, Katarak dan Rematik). Alamat : Kampung Babakan Sompok RT. 11/5, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Ibu Amar menderita katarak dan rematik sejak tahun 2013. Menurut dokter, penyakit yang diderita Ibu Amar karena faktor usia. Ibu Amar ingin sekali berobat, tetapi tak ada biaya. Ia juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun dan tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Ibu Amar kini hanya bisa tinggal di rumah dengan kondisi lemah, sering sakit-sakitan, tubuh membungkuk sehingga tidak bisa banyak beraktivitas. Kabar mengenai kesulitan Ibu Amar sampai juga kepada #sedekahrombongan, alhamdulillah bantuan dari #sedekaholic telah disampaikan kepadanya untuk membantu biaya pengobatannya. Semoga kondisi Ibu Amar segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy @kakakgladys @ririn_restu

Ibu amar menderita Katarak dan Rematik

Ibu amar menderita Katarak dan Rematik


ELIATUL IKHLAS (12, Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan RT. 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu #sedekahrombongan. Ia amsih harus berobat rutin di RSCM Jakarta. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan untuk operasional berobat. Sebelumnya Elia dibantu pada rombongan 862.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Juli 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy via @anasaramadhan @ririn_restu

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah


EDI BIN ENDANG (20, Tumor Mata). Alamat : Kampung Cipacung RT. 2/5, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Sudah dua tahun Edi menderita sakit tumor mata. Sebelumnya Edi hanya berobat di pengobatan alternatif saja, alhamdulillah dengan dampingan #sedekah rombongan Edi sudah melakukan ikhtiar dengan cara pengobatan medis. Sejak 23 Mei 2016 Edi berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama berobat di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan ditanggung BPJS, namun operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari selama di Jakarta menjadi beban yang berat bagi orang tuanya, Endang (41) yang hanya berprofesi sebagai buruh serabutan dan Enong (36), yang hanya ibu rumah tangga biasa. ?Kurir #?sedekahrombongan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan Edi dan kehidupan sehari -harinya dan orang tuanya yang mendampingi selama di Jakarta. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari, sebelumnya Edi telah dibantu pada rombongan 862.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy via @anasaramadhan @ririn_restu

Edi menderita  Tumor Mata

Edi menderita Tumor Mata


SUHRI CISAAT (30, Digigit Ular). Alamat : Kampung Cisaat, Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang. Pada Senin, 25 Juli 2016, Pak Suhri pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, tiba-tiba seekor ular menggigitnya, karena merasa kesakitan Pak suhri pun pulang dan diobati, beberapa jam kemudian terjadi pembengkakan pada kakinya sehingga tidak bisa berjalan. Karena tidak memiliki kartu jaminan kesehatan dan tidak punya simpanan uang untuk berobat, Pak Suhri tidak melakukan pengobatan secara medis. Bapak yang mempunyai 2 anak ini hanya bisa pasrah. Kurir #sedekahrombongan mendengar berita mengenai musibah yang dialami Pak Suhri. Alhamdulillah bantuan awalpun diberikan kepadanya agar Pak Suhri segera melakukan pengobatan secara medis. Semoga Pak Suhri segera sembuh dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy via oji fahrurroji @ririn_restu

Pak suhri mengalami infeksi akibat Digigit Ular

Pak suhri mengalami infeksi akibat Digigit Ular


JUHRA BIN ABDULLAH (60, Retak Tulang Pinggul). Alamat : Kampung Koncang Panjang, Desa Gunung Cupu, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Sakit Pak Juhra dideritanya sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya ia terjatuh saat pulang dari masjid dan megakibatkan keretakan pada tulangnya. Pengobatan pun dilakukan dengan cara memanggil ahli pijat patah tulang. Tahun pertama  pengobatan hanya dilakukan sekitar 4 sampai 5 kali saja, sehingga tidak ada perubahan. Karena penyakitnya tak kunjung membaik dan semakin hari terasa semakin sakit, keluarga mencoba memeriksakan ke mantri kesehatan terdekat agar rasa sakitnya sedikit berkurang. Karena Mantri bukanlah dokter, ia hanya sebatas pekerja kesehatan desa yang kekurangan alat dan obat, maka ia menyarankan untuk berobat ke rumah sakit agar dapat ditangani secara intensif. Tetapi karena ketiadaan biaya dan tidak punya kartu jaminan kesehatan, sampai saat ini Pak Juhra tidak memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit. Selain itu kendala lainnya adalah transportasi ke RSUD harus sewa kendaraan roda empat, karena Pak Juhra sudah tidak dapat berjalan. Pak Juhra merupakan tulang punggung keluarga, ia masih harus menghidupi istrinya meski keempat anaknya sudah berumah tangga dan sudah pisah rumah. Semenjak sakit, ia sudah tidak bekerja lagi sebagai buruh tani. Saat ini untuk biaya hidup sehari-hari hanya mengandalkan dari pemberian anak-anaknya, sedangkan keadaan ekonomi keempat anaknya pun masih kekurangan. Saat dijenguk kurir #sedekahrombongan istri Pak Juhra mengungkapkan kesedihannya atas kesulitan yang dihadapinya.  Alhamdulillah bantuan dari #sedekaholic #sedekahrombongan diberikan kepadanya untuk biaya berobat dan biaya proses pembuatan BPJS. Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk Pak Juhra.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 14 agustus 2016
Kurir : @kakakgladys @nurmanmlana @yadi_uy @kakakgladys @ririn_restu

Pak juhra menderita  Retak Tulang Pinggul

Pak juhra menderita Retak Tulang Pinggul


YAMAH BAMA (50, Typus). Alamat : Kampung Kadu Payung, RT. 4/2, Desa Bama, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Yamah yang merupakan tulang punggung keluarga mengalami  sakit sejak bebrapa hari yang lalu, gejalanya diawali dengan panas dingin. Awalnya ibu Yamah menyangka yang dirasakannya hanya meriang biasa saja, tetapi kondisi panasnya semakin tinggi sehingga ia tidak bisa beraktivitas. Karena merasa semakin lemah, Ibu Yamah memeriksakan penyakitnya ke bidan desa yang mendiagnosanya terserang typus. Bidan desa menyarankannya untuk berobat ke Puskesmas, tetapi sampai saat ini urung dilakukan karena ketiadaan biaya dan tidak mempunyai kartu jaminan kesehatan. Ibu Yamah masih mempunyai suami, tetapi kondisi suaminya dalam keadaan sakit jiwa sehingga tidak bisa mencari nafkah. Untuk menghidupi keluarganya Ibu Yamah bekerja sebagai kuli membantu membuat emping melinjo pada tetangganya, penghasilannya antara Rp20.000 – Rp30.000 per hari, itupun kalau ada permintaan kerja. Penghasilannya tersebut tidak cukup untuk biaya hidup sehari-hari apalagi untuk simpanan. Saat dijenguk kurir #sedekahrombongan Ibu Yamah  mengungkapkan kesedihannya karena tidak punya uang simpanan untuk berobat ke Puskesmas atau RSUD. Alhamdulillah bantuan dari #sedekaholic #sedekahrombongan diberikan kepadanya untuk membuat BPJS dan untuk biaya operasional ke Puskesmas. Semoga Ibu Yamah segera sembuh dan dapat ikhtiar kembali dalam mencari nafkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @bangminkelana @ririn_restu

Ibu yamah menderita Typus

Ibu yamah menderita Typus


SUPANDI MUNCANG (36, Paru-Paru). Alamat : Kampung Cipopokol RT 5/5, Kelurahan Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pak Pandi kini hanya bisa berbaring di ruang rawat inap RSUD Sekar Wangi, Cibadak. Awal mulanya Pak Pandi merasakan sesak yang luar biasa pada dadanya. Oleh Pak Pandi sakitnya hanya ditangani dengan meminum obat-obatan warung. Namun bukannya sembuh melainkan rasa sakitnya semakin bertambah. Oleh sang istri, Nirah (45), Pak Pandi dibawa ke Puskesmas. Oleh pihak Puskesmas, Pak Pandi dirujuk ke UGD RSUD Sekar Wangi. Pak Pandi langsung mendapat tindakan dengan dipasangkan alat bantu pernapasan. Pak Pandi   berprofesi sebagai buruh bangunan lepas, dimana penghasilannya hanya tergantung saat beliau mendapat panggilan. Oleh karena itu Bu Nirah merasa khawatir ada obat yang harus dibayar walaupun sudah menggunakan jaminan BPJS PBI. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan untuk membantu biaya operasional selama di rumah sakit dan menebus obat yang tidak ditanggung BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @ririn_restu

Pak supandi menderita sakit Paru-Paru

Pak supandi menderita sakit Paru-Paru


I GUSTI AGUNG AYU WIDIASTUTI (43, Kanker Payudara). Banjar Samuan Kawan, Desa Carang Sari, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Istri dari Bapak I Gusti Agung Ketut Surya (43) yang  bekerja sebagai buruh bangunan ini mengetahui dirinya menderita kanker payudara sejak tahun 2014. Pada payudara kanannya terdapat benjolan yang setelah diperiksa ternyata Ibu Agung positif menderita kanker payudara stadium III B. Ibu Agung sudah menjalani operasi  pengangkatan payudara pada bulan Februari di RSUP Sanglah menggunakan JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara). Namun pada Maret 2016 diketahui kanker menyebar ke kelenjar leher sebelah kanannya dan sudah menjalani radioterapi dan penyinaran. Kini kondisi Ibu Agung sudah membaik namun pada saat berobat keluarga kehabisan dana hingga memilliki utang sebesar Rp 5.000.000,- yang belum dapat dibayarkan. Hal itu terjadi karena suaminya tidak dapat bekerja lagi selama merawat Ibu Agung. Puji syukur kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga ini dan dapat memberikannya bantuan untuk kebutuhan pengobatan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan sedikit beban keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia via Ni Putu Sukmawati @ririn_restu

Bu agung menderita Kanker Payudara

Bu agung menderita Kanker Payudara

Ni Ketut Remian umur 50 tahun  adalah ibu Rumah tangga  yag berasal dari desa terpencil dipinggiran kota tabanan tepatnya Dusun pemanis banjar biaung  kecamatan penebel kabupaten Tabanan Provinsi Bali, kehidupan ibu Ketut sangat memperihatinkan dia memiliki suami bernama I Nyoman Sukerta usia 55 tahun dan bekerja sebagai buruh serabutan, ibu Nyoman membantu suaminya sebagai buruh ladang dan mengangkut hasil bumi dari ladang ke jalan raya dimana tempat yang dilalui ibu nyoman adalah lembah yang jaraknya bisa berkilo-kilo meter, suatu hari ibu Nyoman mendapat tugas mengangkut padi, naas nasibnya pada saat melewati danau yang curam ia terpeleset dan terjatuh padi yang beratnya lebih dari 50 kg menimpa kepalanya sehingga tulang lehernya patah, dan saraf leher ada yang rusak ibu Nyoman tidak sadarkan diri dia dibantu oleh temannya dibawa ke RSU Tabanan dan masuk ICCU memakai kartu jaminan kesehatan Bali MANDARA (JKBM) ,dan bu Nyoman harus menjalani operasi, JKBM tidak menanggung semua biaya dan disarankan oleh pihak RS menyiapkan dana +/- Rp 50 juta, keluarga tidak mampu membiayai belum lagi biaya makan Suami yang menunggu dengan setia istrinya, mereka benar-benar kebingungan, puji syukur  ada seseorang yang menginformasikan ke kurir #SedekahRombongan, dan memberikan bantuan uang Tunai ,- untuk tambahan biaya selama di Rumah sakit. Suami ibu Nyoman titip salam mengucapkan terima kasih kepada #SedekahRombongan kurir dan para donaturnya.

Jumlah Bantuan         ;  Rp 10.00.000,-
Tanggal                       :  2 agustus 2016
Kurir # SR                   ;  Komang Sukawati

Ibu nyoman terjatuh dan mengalami  tulang lehernya patah, dan saraf leher ada yang rusak

Ibu nyoman terjatuh dan mengalami tulang lehernya patah, dan saraf leher ada yang rusak


PUTU FEBRI ARTA (6, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Banjar Tanah Bang, Kecamatan Marga Tabanan, Provinsi Bali. Di usianya yang masih sangat belia, Putu Febri harus tabah kehilangan kedua orangtuanya, I Nyoman Sukarata dan Ni Nengah Merta, juga adik satu – satunya yang saat itu masih berusia 2 tahun. Mereka telah meninggal dunia menghadap sang ilahi karena penyakit penurunan kekebalan tubuh yang mereka derita. Putu Febri yang juga menderita penyakit yang sama kini diasuh oleh kakeknya, I Wayan Cakra (75) yang salah satu matanya mengalami kebutaan karena katarak. Mereka hidup hanya berdua dan untuk hidup sehari – hari dibantu tetangga dan keluarga terdekat. Untuk biaya pengobatan, Putu menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM). Putu Febri memerlukan nutrisi yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, namun sayang sang kakek tidak memiliki cukup uang untuk membelinya. Kondisi rumah yang mereka tinggali juga sangat memperihatinkan, terlebih lagi Putu juga sudah harus masuk sekolah TK. Bersyukur keluarga kecil ini bertemu dengan kurir #SedekahRombongan sehingga  mendapat bantuan  berupa sembako dan uang tunai.

Jumlah Bantuan : Rp 1000.000,-
Tanggal : 4 Agustus  2016
Kurir : @arfanesia via Putu Susanthi @ririn_restu

Putu febri menderita Penurunan Kekebalan Tubuh

Putu febri menderita Penurunan Kekebalan Tubuh


KARIASIH (56 thn, Kanker Payudara). Beliau adalah seorang janda dengan 1 anak dan 3 orang cucu. Tinggal di alamat jln sumatra IX/192 RT 03 RW 032 Sumbersari Jember Jawa timur dan bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa. Beliau menderita sakit kanker payudara sejak 10 bulan yang lalu. Saat ditemui tim kurir sedekah rombongan penyakitnya telah menjalar ke paru-paru. Beliau tidak bisa meneruskan pengobatan karena telah menunggak pembayaran iuran BPJS selama 10 bulan.
Semanjak sakit, kebutuhan sehari-hari dibantu oleh anak tunggal nya yang bekerja sebagai pelayan di sebuah konter handphone. Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat beliau tidak mendapatkan perhatian dari mantan suami dan keluarga lainnya maupun lingkungan sekitar.
Santunan yang diberikan senilai di bawa ini digunkan untuk pembayaran iuran BPJS beliau yang telah menunggak selama 10 bulan itu. Alhamdulillah sekarang beliau sudah melanjutkan proses pengobatannya. Terimakasih para sedekaholic semoga ini menjadi catatan amal baik. Aamiin

Jumlah santunan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 12 JULI 2016
Kurir: @yudhoari , @Gredyanto

ibu kariasih menderita Kanker Payudara

ibu kariasih menderita Kanker Payudara


Nurul Huda,(38 Tahun Kanker Usus).Pria berumur 38 Tahun ini merupakan pekerja serabutan. Alamat Jl. manggar Gang 11, RT 2 RW 16, Gebang , Patrang, Jember. Dalam kesehariannya Pak Nurul melakukan Pekerjaan apapun termasuk reparasi alat-alat rumah tangga sampai perihal permesinan. Riwayat sakitnya dimulai kurang lebih setahun lalu ditandai dengan BAB disertai dengan darah segar. Sehingga harus dirawat kurang lebihnya dua minggu di Rumah Sakit Citra Husada. Sebetulnya dokter sudah merekomendasikan untuk segera dilakukan operasi untuk mengangkat benjolan di ususnya, yang didiagnosanya sebagai tumor usus. Karena keterbatasan biaya Pak Nurul menunda operasinya tersebut. Sampai akhirnya tiga bulan lalu kondisinya menurun dan mengalami pendarahan tiap kali BAB sehingga harus dirawat kembali di Rumah Sakit Citra Husada. 9 kantong darah sudah dihabiskan dalam masa perawatan seminggu itu dan sekali lagi dokter merekomendasikan untuk segera dilakukan tindakan medis lanjutan ke Rumah sakit Dr. Soebandi. Bapak dari satu putri ini yang sekarang duduk di kelas 3 SMK benama Nadira. Nadira lah yang memberi informasi terhadap Tim #SRjember dan kemudian dilakukan survey dan pendampingan. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan Pak Nurul didiagnosa menderita kanker usus yang harus segera dilakukan tindakan medis lanjutan ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya.
Santunan yang disampaikan dipergunakan untuk biaya akomodasi perawatan dan pembelian obat-obatan yang rutin tiap satu bulan sekali. Semoga ini menjadi catatan amal para sedekaholic dalam membantu kesembuhan Bapak Nurul Huda. Aamiin

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Juni 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Pak nurul menderita Kanker Usus

Pak nurul menderita Kanker Usus


RATNADILLA,(17TH, CA KULIT). Ber Alamat Dusun Sukolembono RT 030 RW 001 Sumber Gading , Kecamatan Sumber Wringin Kapubaten Bondowoso. Ratnadilla adalah anak Dari Bapak Heru yang sehariannya hanya bekerja pengisi gas Korek keliling yang tidak mampu membiayai Kehidupannya . dan di Tambah penyakit Anaknya yang sedang kambuh untuk di bawa ke rumah sakit. Ratnadilla Anak Pak Heru tergolong Orang tidak mampu,Dan TIM #SRjember Bersilaturahmi Untuk membantu Ratnadilla untuk di Rujuk ke rumah Sakit Agar Penyakitnya segera di tangani Oleh Dokter sehingga tidak semakin parah.
Santunan yang disampaikan dipergunakan untuk akomodasi selama perawatan rutin dan kebutuhan lainnya selama perawatan di Rumah Sakit. Semoga Ratnadilla segera diberikan jalan kesembuhan dan kontribusi para sedekaholic mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 JULI 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto

ratnadila menderita CA KULIT

ratnadila menderita CA KULIT


AHMAD MISBAHUL ULA (21) Alamat: Ds. Karangjompo Kec. Tirto Kab. Pekalongan Jawa Tengah. Adalah peraih beasiswa untuk mengikuti pendidikan di Sudan Afrika. Berasal dari keluarga sederhana, Misbah panggilan akrabnya adalah pribadi yang sangat tekun belajar. Sejak pendidikan tingkat dasar di MIS, MTS, dan Pesantren At-Takhossus Pekalongan sudah memiliki banyak prestasi. Selain itu putra kedua dari almarhum Bapak M. Shofa dan Ibu Nur Falah ini juga adalah seorang Hafidz 30 juz Al Quran. Pertengahan Mei 2016, Misbah mengikuti seleksi beasiswa pendidikan ke Sudan melalui seleksi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga akhirnya Misbah lolos dan mendapatkan ranking 2 nasional untuk peserta beasiswa ke Sudan. Namun setelah pengumuman, Misbah harus menyiapkan biaya sendiri untuk berangkat ke Sudan karena beasiswa akan diterimanya setelah tiba di Sudan dan untuk kebutuhan pemberangkatan serta berkas lain Misbah harus mengeluarkan biaya sendiri. Berasal dari keluarga sederhana, akhirnya Misbah harus mencari cara untuk memperoleh dana agar bisa berangkat. Bantuan ini kami sampaikan untuk membantu biaya akomodasi Misbah untuk berangkat ke Sudan. Semoga bermanfaat untuknya dan Misbah pulang dengan membawa manfaat bagi sebanyak mungkin umat di tanah air kelak.

Jumlah Bantuan : Rp 11.000.000,-
Tanggal : 14 Juli 2016
Kurir : @indrades

Beasiswa  untuk membantu biaya akomodasi Misbah untuk berangkat ke Sudan.

Beasiswa untuk membantu biaya akomodasi Misbah untuk berangkat ke Sudan.


RUBINI BINTI PAWIRO DINOMO (43 Tahun, Sarkoma). Ibu Rubini tinggal di Dusun Gatak RT.01/RW.07 Kelurahan Gari, Kecamatan Wonosari, Gunung Kidul, DIY. Ia tinggal bersama suami dan kedua anaknya di sebuah rumah sederhana. Bu Rubini dan Pak Riswanto, suaminya, bekerja sebagai buruh tani, mereka menggarap lahan milik orang lain. Penghasilan yang mereka dapatkan tak terlalu banyak, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak pertama mereka laki-laki, saat ini duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sementara anak kedua mereka perempuan, baru saja masuk pendidikan dasar. Tiga tahun yang lalu, Bu Rubini divonis oleh dokter menderita sarkoma (sekelompok tumor ganas yang menyerang tubuh bagian tengah). Ia pun sudah menjalani dua kali operasi di RSK Bedah Sudirman Yogyakarta. Setelah itu ia menjalani satu kali operasi, kali ini di RSUD Wonosari Gunung Kidul. Operasi-operasi tersebut nyatanya belum mampu mengantarkannya ke gerbang kesembuhan. Sejak Mei 2016, Bu Rubini dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dokter menjadwalkan satu protokol kemoterapi. Hingga saat ini sudah menjalani lima dari dua belas kali jadwal kemoterapi. Bu Rubini dan pihak keluarga telah menghabiskan banyak biaya untuk pengobatannya, padahal mereka berasal dari kalangan sederhana. Kini mereka sedang menghadapi kesulitan biaya berobat meski selama ini ia memanfaatkan jaminan kesehatan untuk berobat (KIS). Belum lagi ada jadwal kemoterapi dan pengobatan lainnya, dan biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Bu Rubini. #SedekahRombongan kemudian mendampingi proses pengobatan Bu Rubini. Kala berobat, Bu Rubini harus menempuh jarak yang cukup jauh, untuk menjaga staminanya sebelum berobat kadang ia singgah di RSSR Jogja. Saat berobat, Bu Rubini bersama pasien dampingan #SR yang lainnya berangkat menggunakan MTSR. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan dari #Sedekaholic untuk membantu biaya pengobatan Bu Rubini. Alhamdulillah, Bu Rubini dan keluarganya sangat bersyukur, karena berkat bantuan #Sedekaholic mereka bisa melanjutkan pengobatan Bu Rubini…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Pak rubini menderita  Sarkoma

Pak rubini menderita Sarkoma


NENEK KASIYEM (60 Tahun, Dhuafa Sakit). Nenek Kasiyem tinggal di rumahnya yang ada di Pucung RT.02/RW.17 Candirejo, Semin, Gunung Kidul, DIY. Ia tinggal sebatang kara di sebuah gubuk kecil yang jauh dari kata layak. Dinding rumahnya hanya terbuat dari anyaman bambu, banyak berlubang di sana sini. Tiang penyangga juga hanya terbuat dari bambu yang kini sudah lapuk, hampir roboh. Gubuk ini hanya berlantaikan tanah, memasuki ke dalam hanya ada satu ruangan penuh barang, kumuh. Gubug ini merupakan warisan dari orang tuanya yang sudah meninggal. Nenek Kasiyem di usianya yang telah senja juga menderita sakit pinggang sehingga ia kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari. Sebelumnya Nenek Kasiyem tinggal di ibu kota dan bekerja sebagai pedagang kelontong. Namun karena usianya sudah tua ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Semin, Gunung Kidul. Nenek Semin kemudian banting stir menjadi pedagang sayur keliling. Pagi-pagi ia membeli aneka sayur mayur di Pasar Semin lalu menjualnya di sekitar rumahnya. Namun, ia bisa berjualan hanya pada saat badan atau pinggangnya tak sakit. Rumah miliknya sebenarnya sudah tak layak huni lagi, Nenek Kasiyem sebenarnya ingin sekali memperbaiki rumahnya agar nyaman ditinggali. Namun apalah daya ia tidak punya biaya untuk merenovasinya terpaksa ia bertahan di rumah itu. Padahal rumah itu sewaktu-waktu dapat roboh dan mengancam keselamatannya. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah merasa harus ambil bagian saat ada saudara kita yang sedang kesulitan. Kurir #SedekahRombongan kemudian mendatangi lokasi dan mensurvei rumah Nenek Kasiyem. Kurir juga berkoordinasi dengan pamong desa dan masyarakat setempat. Kurir kemudian mendata bahan meterial yang dibutuhkan untuk membangun rumah Nenek Kasiyem. Beberapa hari kemudian kurir mengantar bahan material untuk membangun rumah, seperti kayu, batu, pasir, semen, batako, dan lain sebagainya, bantuan yang diberikan senilai lima belas juta rupiah. Masyarakat setempat kemudian bergotong royong dan bahu-membahu demi terwujudnya rumah baru Nenek Kasiyem. Semoga rumah ini cepat selesai supaya sang nenek dapat segera menempati rumah barunya. Nenek Kasiyem menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Terima kasih #Sedekaholic, berkat bantuanmu, Nenek Kasiyem memiliki tempat berlindung yang layak…

Jumlah Bantuan : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir : @Saptuari @Aji_Kristanto

Bantuan renovasi rumah

Bantuan renovasi rumah


Muhammad Daffy Syasifawaidi (1,5th, Lymfangioma). Alamat : Dusun Kp.haji, RT 007 RW 002, Desa Bataan, Kecamatan tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur.  Daffy biasa ia di sapa merupakan putra pertama dari pasangan Bapak Halid (25th) beliau bekerja sebagai buruh harian lepas dengan berpenghasilan tidak menentu. Dan ibu Lina Lutfiah (21th) tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Daffy lahir dengan memiliki penyakit bawaan, setelah diperiksa diagnosanya Lymfangioma ( tumor jinak).  Tumor jinak yang tumbuh sejak lahir tersebut berada di leher dan di bawah ketiak sebelah kanan. Untuk saat ini daffy telah melakukan 2x operasi pengambilan tumor dengan di dampingi oleh kurir #sedekahrombongan Malang. Setelah menjalankan 2x operasi dan menjalani injeksi setiap bulannya hingga sampai akhirnya injeksi dihentikan  alhamdulillah kondisi daffy semakin membaik, normal dan tidak ada keluhan. Bahkan benjolan di ketiak dan leher semakin lama semakin kecil. Selama ini untuk biaya perawatan Daffy menggunakan fasilitas BPJS. Alhamdullilah #SedekahRombongan dan Daffy dipertemukan oleh Allah. Pertama kali Daffy bertemu dengan kurir Bondowoso dan kurir tersebut mempertemukan Daffy kepada kurir Malang, akhirnya Daffy didampingi oleh kurir Malang. Bantuan pun disampaikan oleh #SedekahRombongan kepada keluarga Daffy sebesar Rp 600.000. Keluarga Daffy sangat bersyukur akan bantuan yang diberikan oleh #sedekahholic. Semoga Daffy segera sembuh total dan dapat tumbuh besar menjadi anak yang sehat, kuat dan berbakti kepada orang tua kelak. Amin..

Jumlah Bantuan: Rp 600.000,-
Tanggal : 1 Juli 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria

Daffy menderita Lymfangioma

Daffy menderita Lymfangioma


SITI KOPSOH, (46th, Ca Mamae) Bertempat tinggal di Dusun Tegal Rejo, RT01 RW01, Wonorejo, Kecamatan Ngadi Luwih, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Ibu Siti Kopsoh atau yang biasa di panggil Bu Kopsoh adalah penderita ca mamae (kanker payudara) sejak 2013. Awal gejala darah tinggi, kepala pusing dan mulai terlihat benjolan kecil di payudara sebelah kanan. Benjolan tersebut dirasa semakin lama semakin membesar dan berwarna merah disertai badan terasa panas dingin. Sempat dibawa ke pengobatan alternatif namun tak kunjung sembuh. Akhirnya pada awal tahun 2015 beliau memeriksakan ke Puskesmas terdekat. Namun, pihak Puskesmas merujuk ke Rumah Sakit Gambiran dan pada saat itu beliau masih tidak mempuyai jaminan kesehatan apapun sementara biaya operasi dibutuhkan sekitar 7 juta. Alhamdulilah dari bantuan perangkat desa diuruskan dan dibuatkan BPJS untuk membantu beliau. Akhirnya pada tanggal 28 April 2015 kanker beliau diangkat. Ibu Kopsoh adalah ibu rumah tangga biasa yang untuk kebutuhan sehari-hari dibantu anak-anak mereka yang sudah tidak satu rumah karena sudah berkeluarga masing-masing. Suami beliau telah meninggal pada tahun 2004 lalu.Bulan ini pada 10 Agustus ialah terakhir kalinya beliau kontrol, karena bu Kopsoh juga sudah merasa kondisinya baikan. Setelah Bulan Juli kemarin sempat 5x sinar di RSSA Malang. Santunan ke-7 kembali kurir sampaikan kepada beliau sejumlah Rp 500.000 untuk biaya transportasi dan uang saku. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan dan mempermudah pengobatan beliau.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000
Tanggal: 10 Agutstus 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria

Ibu siti menderita Ca Mamae

Ibu siti menderita Ca Mamae


TETI BINTI ABDULLAH (34, Susp. Tumor Mata). Alamat: Kp. Sambong Pari, RT 002/003, Kel. Sambong Jaya, Kec. Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Teti adalah seorang ibu rumah tangga biasa dengan dua anak yang masih bersekolah. Ia biasanya melakukan aktivitas seperti IRT pada umumnya atau kadang menjadi buruh lepas harian untuk menambah penghasilan keluarga membantu sang suami dalam hal perekonomian. Namun, beberapa bulan lalu, ia merasakan ada benjolan di dekat kelenjar air mata dan semakin hari semakin mengganggu. Benjolan tersebut awalnya kecil tapi kadang membesar sebesar bola tenis, dan bisa mengecil kembali sewaktu-waktu. Bu Teti akhirnya memberanikan diri untuk memeriksakan matanya ke puskesmas namun harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Sayangnya, pemeriksaan lanjutan tersebut terkendala biaya dan kini ia hanya diam saja di rumah. Suaminya pun, Ujang (37) tidak bisa berbuat apa-apa karena hasil dari kerjaannya hanya mampu untuk makan sehari-hari. Alhamdulillah, ada informan yang memberitahu #SedekahRombongan akan keberadaan Bu Teti yang membutuhkan pertolongan segera. Akhirnya kurir #SR segera mengunjungi beliau dan memberikan santunan agar Bu Teti bisa berobat supaya ia bisa berobat lanjutan karena ia pun belum mempunyai jaminan kesehatan seperti KIS atau BPJS. Semoga Bu Teti segera diberi kesembuhan dan bisa beraktivitas kembali. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luckhakiem

Ibu teti menderita Susp. Tumor Mata

Ibu teti menderita Susp. Tumor Mata


EDI bin KERTA PERMANA (47, Penyakit Mata). Alamat: Dusun Wage, Rt. 27/5, Desa Mekarwangi, Kec. Lebakwangi, Kab. Kuningan. Bapak Edi, biasa beliau dipanggil adalah seorang Kepala keluarga yang memiliki satu orang istri dan 7 orang anak. Ke 6 orang anaknya telah berumah tangga. Bapak Edi tinggal di sebuah rumah sederhana dekat dengan area persawahan. Sehari-hari, beliau bekerja sebagai penjual balon dan mainan anak-anak dengan mengayuh sebuah sepeda tua. Beliau menjajakan mainan hingga berkilo-kilo jauhnya tanpa mengenal lelah. Pekerjaan ini beliau jalani demi memenuhi kebutuhan rumah tangga meskipun kondisi kedua matanya sudah tidak sehat. Kondisi tersebut lebih mengkhawatirkan ketika kacamata yang beliau gunakan sudah tidak layak pakai. Kacamata beliau penuh dengan solatip dan lem sebagai perekat bagian bingkai kacamata yang telah patah. Menurut penjelasan beliau, sudah lama sekali beliau tidak memeriksakan kondisi kedua matanya. Hal itu berkenaan dengan tidak adanya biaya yang beliau miliki untuk berobat. Selain itu, menurut salah satu putrinya, Bapak Edi seperti enggan untuk melakukan pemeriksaan. Beliau selalu pasrah dengan keadaan yang beliau alami. Alhamdulillah, Allah memberi kesempatan kepada Kurir #SedekahRombongan Kuningan untuk bersilaturahmi dengan Bapak Edi. Melalui pertemuan tersebut, kami meminta beliau untuk memeriksakan kedua matanya ke RSUD 45 Kuningan dengan memanfaatkan bantuan BPJS. Alhamdulillah, di kesempatan yang sama #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan awal kepada Bapak Edi untuk memeriksakan matanya sekaligus membeli kacamata baru untuk beliau. Semoga dengan pemeriksaan pihak medis dan kacamata baru, beliau bisa melakukan aktifitasnya sehari-hari dengan jauh lebih mudah.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000
Tanggal: 24 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, @evainhere, @nitaapuji, Melisa, Dedeh Juhaeriah

Pak edi menderita Penyakit Mata

Pak edi menderita Penyakit Mata


UHI bin TABINI (72, Lumpuh). Alamat: Dusun Surian, Rt. 10/05, Desa Karangpaninggal, Kec. Panawangan, Kab. Ciamis, Jawa Barat. Suami dari Ibu Nursih (68) menderita lumpuh tangan & kaki. Bapak Uhi, biasa beliau dipanggil ini hanya bisa menggerakkan kepalanya saja. Kondisi beliau saat ini sangat mengkhawatirkan. Keseharian beliau selalu terbaring lemah di tempat tidur. Banyak aktifitasnya sehari-hari yang beliau lakukan di tempat tidur. Seharusnya, beliau memiliki kursi roda agar beliau bisa melakukan aktifitas ringan dengan lebih mudah. Beliau biasa menjalani pengobatan dengan bantuan jaminan BPJS. Namun, beliau memiliki kendala berupa tidak adanya biaya untuk membeli kursi roda. Sudah banyak biaya diluar bantuan  BPJS yang harus beliau keluarkan demi kesehatannya. Biarpun demikian, Alhamdulillah beliau dan sang istri tidak memiliki hutang kepada pihak lain. Alhamdulillah, dengan kondisi tersebut #SedekahRombongan dapat menyampaikan sebuah kursi roda senilai Rp. 1.160.000 kepada Bapak Uhi agar beliau bisa lebih leluasa melakukan aktifitasnya sehari-hari tanpa harus selalu menghabiskan waktu di tempat tidur. Dengan kursi roda tersebut, Bapak Uhi bisa menghirup udara pagi dan menikmati sinar matahari pagi seperti sebelum kondisi beliau drop. Semoga keshehatan beliau berangsur-angsur membaik. Aamiin.

Jumlah Santunan: Kursi Roda senilai Rp. 1.200.000
Tanggal: 20 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, Arif Munandar

Pak uhi menderita Lumpuh

Pak uhi menderita Lumpuh


NIZAM MAULANA bin LUKMANUL HAKIM (1 bulan, Bibir Sumbing). Alamat: Dusun Surian, Rt.10/05, Desa Karangpaninggal, Kec. Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Nizam adalah putra ke 3 dari Bapak Lukmanul Hakim (37) dan Ibu Eti Rohaeti yang menderita bibir sumbing. Usianya kini baru menginjak 12 hari, Nizam dilahirkan pada tanggal 13 Juni 2016 lalu. Nizam telah diperiksa oleh seorang dokter yang bernama Dr. Iwan di Tasikmalaya. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Nizam harus melakukan tindakan medis berupa pemasangan gusi atas. Pemasangan gusi atas pun telah Nizam jalani dengan menggunakan suatu alat. Untuk operasi, Nizam masih terlalu kecil. Sehingga ia harus menunggu beberapa waktu kedepan. Selain itu, berat badan Nizam juga menjadi persyaratan sebelum tindakan operasi. Saat ini, Nizam masih harus menunggu usia dan berat badannya bertambah untuk bisa melakukan operasi. Kondisi Nizam terakhir Alhamdulillah sehat. Ia harus melakukan kontrol sebanyak 2 kali dlam seminghu ke Tasikmalaya. Biarpun menggunakan jaminan BPJS, kedua orang tua Nizam membutuhkan biaya transportasi karena harus pulang pergi Panawangan-Tasikmalaya sebanyak 2 kali seminggu. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan kedua untuk biaya transportasi Nizam berobat. Semoga kondisi Nizam semakin membaik sehingga ia bisa menjalani operasi. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000
Tanggal: 20 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, Arif Munandar

Nizam menderita Bibir Sumbing

Nizam menderita Bibir Sumbing


HERMAWAN bin EMPUD ( 41, Lumpuh ) Kp Sarakan RT 2/03, Desa Cikukulu, Kec Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Semasa sehatnya Pak Hermawan bekerja sebagai penjual buah kelapa ke Pasar tradisional. Hasil kerja kerasnya mengais rejeki dari pohon serba guna tersebut dipergunakan untuk menghidupi keluarganya yang terdiri dari seorang istri dan 3 orang anaknya. Keadaan ekonomi Pak Hermawan dirasakan semakin sulit saat musibah menimpa Pak Hermawan dua tahun silam. Pak Hermawan terjatuh dari pohon kelapa saat ia hendak memetik buah kelapa yang akan ia jual ke pelanggan di Pasar. Kejadian tersebut membuat tulang punggung Pa Hermawan retak dan harus mendapat perawatan selama 2 bulan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tasikmalaya. Kini bahkan Pa Hermawan tidak bisa menggerakkan kakinya. Semua aktifitasnya dibantu oleh isteri tercinta. Jaminan kesehatan yang dimilikinya tidak dapat membantu secara optimal, berbagai cara sudah ditempuh guna mencari kesembuhan. Namun tidak kunjung membaik, harta benda yang ia miliki pun berangsung berkurang untuk biaya pengobatan. Diagnosa dokter Pak Hermawan mengalami Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau penyempitan di daerah tulang belakang. Kini Pa Hermawan hanya terbaring di sebuah kamar ukuran tiga meter persegi dan beralaskan kasur lusuh yang sudah banyak terdapat robekan. Pak Hermawan berharap ada jalan keluar untuk dirinya agar dapat sembuh seperti sediakala. Saat Kurir dipertemukan rasa haru bercampur bahagia menyelimuti keluarga Pak Hermawan. Isteri Pak Hermawan berharap suaminya bisa sembuh dan kembali menjadi tulang punggung keluarga. Santunan diberikan guna pembelian obat-obatan dan membantu memfasilitasi Pak Hermawan memeriksakan diri ke RS Umum Daerah dr. Soekardjo Tasikmalaya dengan menggunakan mobil carteran, karena pada saat yang sama MTSR Tasikmalaya sedang mengantarkan pasien ke RSHS Hasan Sadikin Bandung dan lokasi tempat tinggal Pak Hermawan cukup jauh dari rumah sakit. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk Pak Hermawan yang menjalani pengobatan lanjutan di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya yang dipergunakan untuk biaya transportasi menyewa mobil carteran, pembelian obat-obatan di luar jaminan, dan akomodasi selama menjalani pengobatan, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 866.

Jumlah santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juli 2016
Kurir : @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Pak hermawan menderita Lumpuh

Pak hermawan menderita Lumpuh


KAYAT RUKAYAT (90, Lumpuh). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 003/001, Kel. Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Mak Kayat, biasa beliau dipanggil oleh para tetangganya adalah seorang lansia yang asalnya bekerja sebagai petani. Setiap hari Mak Kayat pergi ke sawah seorang diri karena suaminya sudah meninggal meskipun itu bukan sawahnya sendiri. Ia diberi imbalan per hari oleh pemilik untuk mengurus sawahnya. Sayangnya, dua tahun lalu, secara tidak sengaja beliau terpeleset di rumahnya karena lantai yang licin. Keluarganya mengira, Mak Kayat akan sembuh cepat dan bisa diobati dengan hanya dipijat. Namun setelah beberapa bulan tidak ada kemajuan sama sekali, Mak Kayat malah tidak berjalan dan kakinya sulit digerakkan. Ada keinginan untuk membawanya ke rumah sakit tapi tidak ada biaya karena keluarganya termasuk keluarga tidak mampu terlebih Mak Kayat tidak mempunyai jaminan BPJS atau KIS. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa mengunjungi beliau di kediamannya. Mak Kayat diurus menantunya, Udin (56) meskipun sebenarnya beliau mempunyai 10 anak. Santunan pun diberikan kepada Mak Kayat supaya bisa digunakan untuk berobat ke rumah sakit dan memeriksakan kakinya. Semoga Mak Kayat diberi kesembuhan karena manusia bisa berikhtiar meskipun akhirnya Allah lah yang menentukan. Aamiin.

Jumlah santunan: Rp.500.000,-
Tanggal: 20 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita

Bu kayat menderita Lumpuh

Bu kayat menderita Lumpuh


UJANG AMI bin ABDUL PATAH (36, Liver). Alamat: Kompleks Lik, Rt. 3/11, Kel. Mulyasari, Kec. Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sudah semenjak 6 bulan yang lalu, kesehatan Bapak Ujang Ami terganggu. Berawal dari gejala berupa sakit perut, beliau mengira sakit yang beliau rasakan hanya penyakit perut biasa. Namun, semakin lama rasa sakit di perutnya semakin menjadi-jadi. Kondisi tersebut lebih mengkhawatirkan ketika perut beliau terlihat membesar. Biarpun demikian, Bapak Ujang Ami tetap mencari nafkah sebagai buruh supir angkot. Sayangnya, beliau belum memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit. Hal tersebut dikarenakan beliau tidak memiliki biaya untuk berobat. Pendapatan hasil menyupir hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Setelah beberapa bulan berlalu, pada bulan Juni 2016 perut Bapak Ujang Ami semakin terlihat membuncit. Walaupun kondisi kesehatannya semakin memburuk, Bapak Ujang Ami tetap saja memaksakan diri untuk bekerja. Namun, dalam satu minggu beliau hanya dapat bekerja dua atau tiga hari. Tak lama, pada tanggal 18 Juli 2016 lalu kondisi beliau drop hingga dilarikan ke RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Dengan kondisi seperti ini, istri Bapak Ujang Ami, Ibu Tika Partika (35) merasa kesulitan berkenaan dengan biaya di luar bantuan Jamkesda untuk perawatan suaminya yang sedang dirawat inap. Terlebih, keduanya memiliki satu orang anak yang masih sekolah di tingkat SLTP. Kondisi terakhir Bapak Ujang Ami masih terbaring lemas di ruang perawatan rumah sakit. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa menyampaikan santunan awal kepada Bapak Ujang Ami untuk biaya obat-obatan di luar jaminan Jamkesda yang juga hanya menjamin 50% dari biaya perawatan beliau. Semoga Allah lekas mengangkat segala penyakit Bapak Ujang Ami. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 1.500.000
Tanggal: 12 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, @miftahudinsr

Pak ujang menderita Liver

Pak ujang menderita Liver


DIDI JUMARDI (50, Maag Kronis dan Gangguan Jantung). Alamat: Kp. Cideres, RT 026/013, Desa Sukamenak, Kec. Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bapak Didi mulai mengeluhkan sakit pada perut sejak 4 bulan yang lalu. Ia selalu muntah setiap hari dan fisiknya mulai melemah seiring waktu. Istrinya, Haryanti (46), mulai panik melihat suaminya yang tak kunjung sembuh selama berhari-hari. Akhirnya Pak Didi memeriksakan dirinya ke puskesmas dan divonis maag kronis akibat makan yang tidak teratur karena sibuk bekerja sebagai tukang mie ayam keliling. Setelah berobat, ternyata kesehatannya tak kunjung membaik kemudian ia kembali memeriksakan diri dan dokter memberitahu bahwa Pak Didi mempunyai gangguan jantung. Gejala awalnya yaitu kaki bengkak. Pak Didi dan istri tinggal bersama kedua anaknya di daerah yang jauh dari rumah sakit sehingga tak pernah melakukan pengobatan lanjutan, terlebih ongkos yang harus dikeluarkan besar. Alhamdulillah, kurir #Setelah rombongan dipertemukan dengan Pak Didi dan mendengarkan keluhannya. Bantuan dari Sedekaholics pun diberikan untuk pengobatan dan biaya pembuatan BPJS. Semoga Allah mengangkat penyakit Pak Didi supaya beliau bisa berdagang kembali untuk menafkahi keluarga. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 19 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita

Pak didi menderita Maag Kronis dan Gangguan Jantung

Pak didi menderita Maag Kronis dan Gangguan Jantung


ETI binti SUKARYA (40, CA Mammae), Kampung Cikembang RT 2/1, Desa Wargakerta, Kecamatan. Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Eti yang berstatus janda cerai mati dengan tanggungan 3 orang ini sudah bertahun-tahun menderita penyakit yang sangat ditakut kaum perempuan ini. Namun ia menutup rapat-rapat keadaannya ini, sampai-sampai keluarga dan saudara-saudaranya pu banyak yang tidak tahu kalau ia menderita penyakit yang cukup ganas ini. Setelah ia merasa tidak kuat lagi merasakan penyakitnya, karena ia kerap merasakan sakit yang amat sangat sampai sering ia tidak dapat tidur, akhirnya ia berterus terang bahwa ia menderita kanker payudara. Melihat kondisi penyakitnya yang sudah parah, saudara Bu Eti segera menginformasikannya kepa Kepala Desa setempat. Pak Asep Kepala Desa Wargakerta mengontak Kurir #SR untuk meminta bantuan agar #SR dapat membantu pengobatan Bu Eti karena selain seorang janda, Bu Eti berasal dari keluarga yang kurang mampu. Pak Kepala Desa membantu dengan membuatkan fasilitas Jamkesda dari PemKab Tasikmalaya, bahkan ia pun mengantar Bu Eti ke RSHS Bandung, karena rupanya RSUD Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya tidak bisa menangani penyakit Bu Eti yang diperkirakan sudah mencapai stadium 3 dan merujuknya ke RSHS Bandung. Bu Eti tinggal sementara di RSSR Bandung selama menjalani rangkaian pemeriksaan sebelum dlakukan tindakan medis lebih lanjut untuk pengobatan penyakitnya. Sampai saat ini Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi ke Bandung untuk menjalani pemeriksaan di RSHS dan didampingi sepenuhnya oleh Kurir #SR. Bu Eti masih menunggu hasil PA yang telah dilakukannya di RSHS Bandung. Untuk menjaga kondisinya, Bu Eti mengkonsumsi obat-obatan herbal sambil menunggu penatalaksanaan medis lanjutan di RSHS Bandung. Tanggal 29 Desember 2014 Bu Eti kembali berangkat ke RSHS untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan konsultasi hasil PA, untuk sementara sekarang ia tinggal di RSSR Bandung. Di bulan Januari 2015 Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi dari Tasikmalaya ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi. Untuk tetap menjaga kondisi kebugaran tubuhnya selama menjalani kemoterapi, Bu Eti juga mengkonsumsi obat-obatan herbal. Saat jadwal kemoterapi bulan Februari 2015 ternyata HB Bu Eti kurang, sehingga dirujuk balik ke RSUD Kab Tasikmalaya untukmenjalani transfusi. Setelah HB-nya cukup Bu Eti akan kembali menjalani kemoterapi lanjutan di RSHS.  Tanggal 2 Maret 2015 Bu Eti kembali menjalani jadwal kemoterapi di RSHS Bandung. Bulan April 2015 Bu Eti menjalani kemoterapi dan kontrol ke RSHS Bandung. Bu Eti untuk Bulan Mei 2015 kembali menjalani kemo dan kontrol rutin 2 minggu sekali ke RSHS Bandung. Bulan Juni 2015 Bu Eti menalani jadwal kemoterapi 2 kali di RSHS Bandung. Bu Eti masih menjalani terapi lanjutan di RSHS Bandung selama bulan Juli 2015. Perkembangan penyakitnya cukup menggembirakan, lukanya sekarang keliatan sudah mulai mengering. Bu Eti masih harus menjalani kontrol di RSHS Bandung selam bulan September 2015. Bulan Maret 2016 Bu Eti menjalani Radioterapi lanjtan di RSHS Bandung. Selepas menjalani radioterapi, pertengahan Mei 2016 kondisi Bu Eti sempat menurun, beberapa kali jadwal kontrolnya diundur karena kondisinya belum memungkinkan untuk perjalanan jauh dari Tasikmalaya ke Bandung, sehingga ia harus terlebih dahulu menjalani perbaikan KU dan mengkonsumsi obat-obatan resep dokter dan obat herbal. Selama bulan Juli 2016 Kondisi Bu Eti masih belum membaik. Beliau belum bisa menjalani jadwal kontrol ke RSHS karena kondisinya masih lemah. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk pembelian obat-obatan biaya sehari-hari selama Bu Eti menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 850.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juli 2016
Kurir : @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Ibu eti menderita CA Mammae

Ibu eti menderita CA Mammae


FAIRUS SAFANA binti HIDAYATULLAH (2, Hidrosefalus, TB Paru). Alamat: Kp. Talaga RT 01/08, Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika dilahirkan, keadaan fisik Fairus sudah terlihat tidak normal. Kepalanya yang membesar tidak seperti bayi kebanyakan. Orangtuanya sudah membawanya ke puskesmas sampai ke rumah sakit untuk ditangani. Berkali-kali keluar masuk rumah sakit hingga berobat jalan selama lima bulan pernah Fairus jalani. Namun, sampai sekarang keadaannya masih memprihatinkan karena tidak ada perubahan yang menggembirakan. Orangtua Fairus, Hidayatullah (47) dan Irmawati (36) sudah berusaha mengobati buah hatinya ini sesuai dengan kemampuannya, tapi kemampuan perekonomian mereka sangat terbatas, mengingat Hidayatullah hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sebenarnya mereka mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda, tapi mereka mempunyai tujuh anak yang harus dibiayai dan mereka membutuhkan biaya tambahan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Sehingga ketika menerima bantuan dari #SedekahRombongan yang berasal dari donasi para sedekaholic, mereka mengungkapkan kelegaannya karena bisa melanjutkan pengobatan Fairus yang diperkirakan oleh dokter akan memakan waktu yang lama, mengingat Fairus menderita beberapa penyakit komplikasi yang cukup berat. Bulan April 2015 Fairus diduga menderita hernia, namun yang akan didahulukan adalah pengobatan TB Parunya dulu, serta terapi yang harus ia jalani di klinik swasta. Fairus bulan Mei 2016 masih menjalani terapi rutin TB Paru dan terapi gerak utuk melatih syaraf motoriknya di klinik swasta. Santunan #SedekahRombongan disampaikan kembali untuk biaya terapi dan pengobatan Fairus selama bulan Julii 2016 di RSUD dr. Soekardjo dan klinik Syifa Medina Tasikmalaya, untuk biaya transportasi, akomodasi sehari-hari, biaya terapi, dan membeli asupan makanan bergizi agar kondisinya tetap stabil dan untuk meningkatkan gizi Fairus yang juga mengalami perkembangan badan yang agak terlambat. Semoga Fairus dapat segera sembuh dan merasakan kegembiraan seperti anak-anak yang lainnya, amiin.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 11 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Fairus menderita Hidrosefalus, TB Paru

Fairus menderita Hidrosefalus, TB Paru


RUKINI binti TARSONO (46, Kanker Payudara). Alamat: Dusun II Cibodas, Rt. 01/04, Desa Cipondok, Kec. Cibingbin, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Ibu Rukini adalah seorang Ibu yang memiliki 4 orang anak. Suami beliau bernama Bapak Suhana (62) dan bekerja sebagai buruh tani. Berdasarkan pemeriksaan pihak medis, Ibu Rukini telah mengidap penyakit Kanker Payudara selama 2 tahun. Sayangnya, beliau baru mengetahui kepastian penyakit tersebut pada bulan Maret lalu. Gejala yang telah dialami beliau sudah terjadi sejak 2 tahun lalu. Hingga saat ini, beliau telah menjalani biopsi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Setelah divonis positif terkena Kanker payudara, kemudian beliau menjalani operasi pada bulan April lalu. Sudah 2 kali beliau menjalani operasi, namun setelah tindakan operasi yg ke 2 beliau harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk menjalani kemoterapi. Akan tetapi, beliau sudah tidak memiliki biaya untuk transportasi dan membeli obat-obatan lanjutan setelah menjalani operasi. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Ibu Rukini dengan kurir #SedekahRombongan sehingga dapat menyampaikan santunan awal kepada Ibu Rukini. Semoga dengan santunan tersebut, beliau bisa melakukan kemoterapi demi kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000
Tanggal: 31 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, @evainhere, @nitaapuji, Diah dan Kang Boik

Ibu rukini menderita  Kanker Payudara

Ibu rukini menderita Kanker Payudara


BANTUAN PEMBUATAN TANDON AIR. Berlokasi di Dusun Patemon RT 016 RW 005, Desa Randuagung, Kecamatan Sumber Jambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Jika pada musim kemarau tiba warga masyarakat  Dusun Patemon RT 016 RW 005, Desa Randuagung ini mengalami keterbatasan air bersih untuk di kebutuhan sehari-harinya. Pembuatan Tandon Air ini dikarenan sumur dan mata air mengering saat musim kemarau tiba. Oleh karena itu digagaslah sebuah ide untuk membuat tandon air untuk menyalurkan kebutuhan air bersih. Dengan sistem swadaya masyarakat sekitar dana dikumpulkan untuk melaksanakan tujuan tersebut. Demi kebutuhan dasar air untuk masyarakat sekitar maka #SedekahRombongan melakukan kerja sama dalam pembangunannya. Diharapkan dengan pembangunan tandon air tersebut dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk kurang lebih 125 KK.
Kurir #sedekahrombongan menyampaikan bantuan dari #sedekaholic yang diterima oleh pengurus pembuatan Tandon untuk mewakili masyarakat Randuagung di sana. Bantuan yang diberikan berupa uang sebesar Rp. 3.500.000,-. Semoga santunan Pembuatan Tandon ini berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitar tercukupi akan kebutuhan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Dan ini akan menjadi catatan amal baik yang akan terus mengalir bagi para #sedekaholic #sedekahrombongan Aamiin…

Jumlah Santunan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2016 dan 21 Juni 2016
Kurir : @yudhoari, @gredyanto , @viandwiprayugo

bantuan pembuatan tandon air

bantuan pembuatan tandon air


AINUL YAKIN,(14TH,SESAK NAFAS) Alamat Dusun Krajan RT 013 RW 001, Desa Brumbungan Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Sering di panggil Yakin. Yakin tinggal bersama Ibu Sulaika seorang janda yang berprofesi penjual kelontong. Adek Yakin mengalami sesak nafas sejak umur 12 tahun yang lalu akibat dibanting oleh guru sekolahnya sehingga dadanya terbentur oleh dengkul sehingga menyebabkan dadanya sesak dan dengkulnya bengkak. Adek Yakin ini tidak pernah di rujuk ke rumah sakit oleh keluarganya karena keterbatasan biaya hidupnya, Adik Yakin hanya dibawa ke dukun pijit di desanya. Kondisi sekarang agak mendingan mungkin karena terlalu lama dibiarkan sehingga tidak dirasakan. Tim #SedekahRombongan berlisahturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics untuk membantu kebutuhan Hidup sehari-hari.
Semoga sedekah para sedekaholic dalam membantu Adik Ainul Yakin menjadi catatan amal baik dan mendapatkan ganti berlipat ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2016
Kurir : @yudhoari

Ainul menderita SESAK NAFAS

Ainul menderita SESAK NAFAS


IKA WULANDARI,(5TH,HYDROCHEPALUS) Alamat Dusun Krajan RT 009 RW 002, Desa Brumbungan Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Tinggal bersama Bapak Santio yang berprofesi sebagai Buruh Tani dan Ibu Sumiati yang berprofesi Ibu rumah tangga. Adek Ika ini mengalami Hydrocephalus bawakan sejak lahir. Adek Ika ini pernah di operasi pemasangan selang di rumah sakit Primer surabaya difasilitasi oleh pemkab setempat. Setelah satu tahun kemudian,pihak keluarga pun tidak melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit, karena keterbatasan biayanya di rumah sakit. Adik Ika tidak ada perkembangan. Kondisi saat ini Adik Ika terbaring lemas dan tidak bisa menyanggah lehernya dan juga kadang sering kejang-kejang. Tim #SedekahRombongan berlisahturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics untuk membantu kebutuhan Hidup sehari-hari, karena tergolong keluarga tidak mampu, karena kerjanya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Semoga sedekah para sedekaholic dalam membantu Adik Ika Wulandari menjadi catatan amal baik dan mendapatkan ganti berlipat ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Mei 2016
Kurir : @yudhoari

Ika menderita HYDROCHEPALUS

Ika menderita HYDROCHEPALUS


MUHAMMAD ELIANAS,(12TH,JARI DEMPET) Alamat Dusun Krajan RT 011 RW 001, Desa Brumbungan Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Tinggal bersama Bapak Alwi yang berprofesi sebagai Buruh tani dan Ibu Masini yang berprofesi Ibu rumah tangga. Adek Elianas mengalami Jari dempet bawakan sejak lahir. Adek Elianas ini tidak pernah di dirujuk kerumah sakit karena kererbatasan biaya hidupnya, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tim #SedekahRombongan berlisahturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics untuk membantu kebutuhan Hidup sehari-hari, karena keluarga tergolong tidak mampu dikarenakan penghasilan orang tua yang tidak menentu dikarenakan bekerjanya bergantung dari orang lain yang membutuhkan tenaga kerjanya untuk menggarap sawah, hanya cukup untuk kebutuh sehari-hari.
Semoga sedekah para sedekaholic dalam membantu Adik Elianas menjadi catatan amal baik dan mendapatkan ganti berlipat ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Mei 2016
Kurir : @yudhoari

Elianas menderita JARI DEMPET

Elianas menderita JARI DEMPET


PUTRI AMELIA MAHARANI,(6TH,HYDROCEPHALUS) Alamat Dusun Krajan RT 011 RW 002, Desa Brumbungan Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Tinggal bersama Bapak Usman yang berprofesi sebagai Nelayan dan Ibu Ekanawati yang berprofesi Ibu rumah tangga. Adek Putri mengalami Hydrocephalus bawakan sejak lahir. Adek Putri ini pernah di operasi pemasangan selang di rumah sakit Primer surabaya difasilitasi oleh pemkab setempat. Setelah satu tahun kemudia,pihak keluarga pun tidak melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit, karena keterbatasan biayanya di rumah sakit. Adik Putri tidak ada perkembangan, terkadang saat diam tiba-tiba Adik Putri sering jatuh sendri, BAB sendiri, dan BAK sendiri. Tim #SedekahRombongan berlisahturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics untuk membantu kebutuhan Hidup sehari-hari.
Semoga sedekah para sedekaholic dalam membantu Adik Putri Amelia Maharani menjadi catatan amal baik dan mendapatkan ganti berlipat ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Mei 2016
Kurir :  @yudhoari

Putri menderita HYDROCEPHALUS

Putri menderita HYDROCEPHALUS


ACE HARISKI (15, KELAINAN SYARAF) yang bertempat tinggal di Wringin Bondowoso. Dik Riski sejak kelas 6 SD mengalami panas tubuh yang berlebihan. Kemudian dibawa berobat oleh orang tuanya ke RS, tapi keadaannya tidak malah membaik tapi malah semakin membuat kaku syarafnya. Bapaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya yang bekerja sebagai pembuat besek ikan terus mengusahakan kesembuhan dik Riski. Kemudian dibawa berobat ke RS untuk kedua kalinya dan kemudian dibawa berobat alternatif ke Madura dengan menghasilkan jamu-jamuan untuk diminum. Namu tetap saja tidak membuahkan hasil. Dik Riski yang berasal dari keluarga yang kurang mampu akhirnya dibawa pulang ke rumah karena kebiasaan biaya. Sampai akhirnya dik Riski bertemu dengan Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan membantu dalam pengurusan pengobatannya yang di rujuk berobat ke RS dr. Soebandi Jember. Sedekah Rombongan membantu pembelian susu dan obat-obatan. Sedekah Rombongan juga membantu memberikan pinjaman kursi roda dan alat olahraga kaki untuk membantu proses penyembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 560.000,-
Tanggal: 16 MEI 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Ace menderita KELAINAN SYARAF

Ace menderita KELAINAN SYARAF


MISNATI (45TH, LEIOMYOMA OF UTERUS) Alamat Dusun Wonosroyo RT 010 RW 004, Desa Jumpong, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Bu Misnati adalah ibu rumah tangga yang bersuami Bapak Hasan yang berkerja ulu ulu banyu. Bu Misnati menderita Leiomyoma Of Uterus mulai tahun 2013 dan pernah diperiksakan dirumah sakit Bondowoso, tetapi didiagnosa tidak diketahui penyakitnya. Pada awal bulan Juli 2016 dikarenakan pendarahan secara terus-menerus dan akhirnya dirujuk kerumah sakit Bhayangkara Bondowoso, sehingga diketahui menderita Leiomyoma Of Uterus dan dijadwalkan operasi pada tanggal 22 Juli 2016 dan operasi telah berhasil dilaksanakan. Dan Tim Kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke Ibu Misnati, maka kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan berupa uang santunan titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan untuk Akomodasi Pembelian Kantong darah yang tidak tercover oleh KIS dan biaya pendampingan pasien selama rawat inap dirumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Ibu Misnati dan menghasilkan kesehatan Amin .

Jumlah Santunan ; Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto, @viandwiprayugo , @awwaludin_yudha

Ibu misnati menderita LEIOMYOMA OF UTERUS

Ibu misnati menderita LEIOMYOMA OF UTERUS


RICKY BIN BUHARI(1TH,KOLOSTOMI) Alamat Dusun Jampit RT 007 RW 003, Desa Jampit, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Adek Ricky adalah Putra kedua dari pasangan Pak Buhari yang berkerja sebagai Buruh PTPN XII dan Ibu Sriwati sebagai Ibu Rumah Tangga. Semenjak lahir tidak mempunyai anus dan sejak umur 1 hari langsung di rujuk ke rumah sakit Bondowoso. Dikarenakan rumah sakit bondowoso tidak mampu menangani hingga dirujuk kerumah sakit Dr.Soebandi Jember sehingga dilakukan tindakan operasi pembuatan Anus sementara diperut.
Saat ini sudah umur 1 tahun dan dijadwalkan operasi kembali setelah berumur 3 tahun. #SedekahRombongan bersilahturahmi ke Rumah Adek Ricky, maka kurir Sedekah Rombongan berniat untuk menyampaikan santunan berupa uang santunan titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan untuk Akomodasi perawatan di luar rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Adek Ricky dan menghasilkan kesehatan Adek Ricky. Amin .

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 JULI 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto, @awwaludin_yudha

Ricky menderita KOLOSTOMI

Ricky menderita KOLOSTOMI


POPI JEMBER – BONDOWOSO SANTUNAN AL-QUR’AN Dari santunan Al-Qur’an ini tersebar dibeberapa mushola yang terdiri dari 22 Mushola yang memerlukan Al-Qur’an untuk bahan belajar mengaji untuk anak-anak maupun orang tua, dan rata-rata Al-Qur’an di Mushola tersebut banyak Al-Qur’an yang sudah banyak yang tidak layak untuk dibaca dan sudah banyak yang rusak. Al-Qur’an untuk Mushola-mushola yang membutuhkan Al-Qur’an baru. #SedekahRombongan bersilahturahmi ke 22 Mushola maka kurir Sedekah Rombongan berniat untuk menyampaikan santunan berupa 110 Al-Qur’an santunan titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 4.879.000,- telah disampaikan untuk mushola. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Anak-anak yang membacanya Amin .

Jumlah Santunan : 4.879.000,-
Tanggal : 1 JULI 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @awwaludin_yudha

 santunan berupa 110 Al-Qur’an

santunan berupa 110 Al-Qur’an


JUMALI,(54TH,TUMOR TESTIS) Alamat Dusun Sumber Rejo Timur RT 003 RW 007, Desa Pondok Rejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bapak Jumali adalah seorang penjual kayu bakar di desanya dan istri yang bernama Ibu Middeh yang kesehariannya menjadi ibu rumah tangga dan mengasuh anak bungsunya yang masih berumur 3 tahun. Bapak Jumali memiliki lima orang anak. Rata-rata sudah menikah dan bekerja, hanya tinggal jauh dari kediamanya sekarang.
Mulanya Pak Jumali mengalami sakit perut dibagian kanan bawah dan kemudian mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Jember. Setahun kemudian Pak Jumali sakitnya kambuh lagi kali ini di perut bagian bawah. Kemudian pihak keluarga membawa Pak Jumali ke puskesmas terdekat  untuk mendapatkan perawatan dan diberikan injeksi dan obat minum untuk meredakan sakit yang dialaminya. Setelah 10 bulan berlalu Pak Jumali dirujuk ke Rumah Sakit Dr.Soebandi karena sakitnya semakin bertambah parah, Pak Jumali terdiagnosa mengalami Tumor Testis. Dan harus segera di operasi, tapi pihak keluarga pak jumali kehabisan dana untuk pembiayaan operasi di rumah sakit.
Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan uang sebesar Rp. 500.000,- dipergunakan untuk akomodasi selama perawatan di rumah sakit Semoga santunan yang disampaikan dapat bermanfaat bagi keluarga Bapak Jumali. Dan semoga para #sedekaholic #SedekahRombongan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA Aamiin…

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juli 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Pak jumali menderita TUMOR TESTIS

Pak jumali menderita TUMOR TESTIS


MUSTADI BIN AHMAD (26TH, IMMOBILLITY SYNDROME PARAPLEGIC) Alamat Desa Banyuwulu RT 003 RW 001, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Mustadi bekerja sebagai buruh bangunan menderita penyakit Immo Billity Syndrom bawakan sejak lahir yang mengakibatkan berjalan tidak sempurna. Telah dirujuk kerumah sakit Dr.Koesnadi Bondowoso dan sempat dirawat inap selama 5 hari. Dan tindakan selanjutnya oleh poli syaraf dikonsulkan ke poli fisiotrapi atau rehap medik untuk mendataptkan rawat jalan setiap 1 minggu, 1 kali.
Tim kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke Rumah Mustadi, maka kurir Sedekah Rombongan berniat untuk menyampaikan santunan berupa uang santunan titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan untuk Akomodasi pembiayaan di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Mustadi dan menghasilkan kesehatan Mustadi. Aamiin .

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 JUNI 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto, @awwaludin_yudha , @viandwiprayugo

Mustadi menderita IMMOBILLITY SYNDROME PARAPLEGIC

Mustadi menderita IMMOBILLITY SYNDROME PARAPLEGIC


TORIYA (46TH, MALIGNANT NEOPLASM OF ABDOMEN)  Alamat Desa Mas Kuning Kulon RT 020 RW 004, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Wanita sebatang kara ini hidup sendiri karena tidak mempunyai suami dan Anak,  dan hanya bekerja sebagai buruh tani. Ibu Toriya ini menderita penyakit Tumor Of Abdomen sejak tahun 2010 yang semakin lama, semakin membesar. Hingga akhirnya di bulan Juli dijuruk kerumah sakit Bhayangkara Bondowoso untuk mendapatkan tindakan operasi untuk pengangkatan Tumor Abdomen. Dan Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar, dan pengangkatan tumor sebesar 20kg berhasil diangkat. Dan saat ini hanya menjalankan kontrol setiap 1 bulan 1 kali.
Tim kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke Rumah Toriya, maka kurir Sedekah Rombongan berniat untuk menyampaikan santunan berupa uang santunan titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan untuk Akomodasi Pembiayaan pendampingan di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat Ibu Toriya dan menghasilkan kesehatan Ibu Toriya. Amin .

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 JULI 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @awwaludin_yudha

Ibu toriya menderita MALIGNANT NEOPLASM OF ABDOMEN

Ibu toriya menderita MALIGNANT NEOPLASM OF ABDOMEN


SULASMI (46TH,KANKER PAYUDARA) Alamat Dusun Krajan RT 021 RW 009, Desa Sempol, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Jember. Bu Sulami Lahir pada tanggal 10-12-1968, Bu Sulasmi berdagang bensin eceran dan suaminya sebagai buruh tani di desanya, mereka hanya hidup berdua karena tidak dikarunia i Putra.
Sejak tahun 2015 bu sulasmi menderita tumor payudara dan pernah diperiksakan dirumah sakit Dr.Koesnadi Bondowoso, dikarenakan biaya operasi mahal dan bu sulasmi tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, semisal BPJS atau KIS dan SPM sehingga pengobatannya tidak dilanjutkan.
Pada bulan Mei 2016 perangkat desa Sempol melaporkan kondisi Bu Sulasmi yang semakin kritis kepada Tim Kurir #SedekahRombongan Bondowoso. Yang kemudian di tindak lanjuti dengan membuatkan BPJS kelas III untuk Ibu Sulasmi dan Sumianya. Dan setelah Aktiv BPJSnya langsung dirujuk kerumah sakit Dr.Koesnadi Bondowoso untuk mendapatkan perawatan.
Setelah kurang lebih 2 minggu mendapatkan perawatan di rumah sakit Dr.Koesnadi Bondowoso, Tim Dokter tidak dapat menlanjutkan pengobatan Ibu Sulasmi dikarenakan Kanker Payudaranya sudah dalam kondisi Stadium IV dan dengan kondisi pendarahan yang terus menerus sehingga menghabiskan kantong darah transfusi sekitar 10 ampul. Dan oleh dokter disarankan untuk pulang karena tidak ada tindakan medis yang dapat membantu. Dikarenakan tindakan medis sudah tidak dapat membantu akhirnya Kurir #SedekahRombongan membawa pulang Ibu Sulasmi. maka kurir #Sedekah Rombongan berniat untuk menyampaikan santunan berupa uang santunan titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan untuk Akomodasi pembiayaan di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Ibu Sulasmi dan menghasilkan kesehatan Ibu Sulasmi. Amin .

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 JUNI 2016
Kurir : @yudhoari, @gredyanto , @viandwiprayugo , @awwaludin_yudha

Ibu sulasmi menderita KANKER PAYUDARA

Ibu sulasmi menderita KANKER PAYUDARA


FARID (1 tahun,CRANIOSYNOSTOSIS), Farid adalah seorang anak dari keluarga kurang mampu yang beralamatkan di RT 1 RW 1 Lingkungan Krajan, Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Penyakit yang dideritanya adalah Craniosynostosis telah dialaminya sejak usia masih sangat kecil. Keterbatasan ekonomi membuatnya sulit mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit hingga sampai bertemu dengan Tim Kurir Sedekah Rombongan yang akhirnya diputuskan untuk mendapatkan pendampingan dari Sedekah Rombongan. Santunan yang diberikan digunakan untuk Kontrol pasca oprasi ke dua.
Santunan yang di berika semoga bermanfaat bagi Adek farid amienn

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Agustus 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Farid menderita CRANIOSYNOSTOSIS

Farid menderita CRANIOSYNOSTOSIS


JIHAN FAHIRA ( 7 Bulan,GANGGUAN SARAF MOTORIK). Jihan Fahira anak dari Bapak Martoso dan Ibu Hariningsih yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga. Keluarga dari Adik Jihan Fahira ini tergolong tidak mampu untuk membiayai pengobatan di rumah sakit. Keluarga Adik Jihan Fahira hanya mampu membiayai kehidupan sehari-hari. Awal mula Adik Jihan Fahira sakit sejak umur 3 Bulan yang saat itu mengalami fungsi motoriknya yang tergangu sehingga seluruh organ tubuhnya tidak berfungsi dengan normal dan cenderung pasif. Sempat di bawa ke puskesmas terdekat namun pengobata tidak bisa dilanjutkan terkendala biaya.
Alhamdulillah tim #SedekahRombongan bertemu dengan Adik Jihan dan melihat kondisinya secara langsung. Sesudah itu Adik Jihan di bawa ke Rumah Sakit Dr.Soebandi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah di diagnosa Adik Jihan Fahira mengalami ganguan saraf motorik yang memerlukan pemeriksaan lanjutan dan terapi rutin. #Kurir #SedekahRombongan #SRjember pada pagi itu 19 Agustus 2016 mendapatkan kabar duka. Adik Jihan berpulang menghadap Sang Khalik. Titipan para #sedekaholic #SedekahRombongan disampaikan berupa santunan kematian kepada keluarga Adik Jihan. Semoga santunan yang disampaikan dapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkannya. Dan semoga ini menjadi catatan amal baik para #sedekaholic serta mendapatkan balasan berlipat-lipat ganda dariNYA. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto

Jihan menderita GANGGUAN SARAF MOTORIK

Jihan menderita GANGGUAN SARAF MOTORIK


IKA SUMARTIKA binti ENGKOS HERMAWAN (49, Kanker Payudara). Alamat: Cikalang Girang, Rt. 7/4, Kel. Kahuripan, Kec .Tawang, Kota Tasikmalaya. Ibu Ika adalah seorang Ibu rumah tangga yang memiliki seorang anak dan seorang suami bernama Bapak Asep Purnama (49). Sudah dua tahun Ibu Ika mengindap penyakit kanker payudara. Gejala awal yang beliau rasakan adalah meriang dengan adanya benjolan di kedua payudarnya. Awalnya, beliau tidak menyadari bahwa benjolan yang ada pada kedua payudaranya itu adalah kanker, beliau mengira itu hanya gigitan binatang kecil seperti semut atau serangga lain. Maklum, beliau kurang paham tentang penyakit-penyakit berat seperti kanker. Pada saat itu, beliau tidak memeriksakan benjolan pada kedua payudaranya karena keterbatasan biaya. Namun dengan berjalannya waktu, benjolan yang ada pada payudaranya itu semakin membesar dan terasa nyeri. Meriang pun semakin sering beliau rasakan. Beliau hanya mampu berobat ke Puskesmas saja walaupun sudah diberi surat rujukan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Hal itu dikarenakan suami beliau tidak mampu membiayai pengobatan Ibu Ika karena sang suami hanya bekerja sebagai buruh bangunan yang pengahasilannya hanya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan, akhirnya Ibu Ika memaksakan diri untuk berobat ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Namun hasilnya sangat mengejutkan, ia positif terkena kanker payudaya dan beliau harus melakukan operasi di RSHS Bandung. Tetapi ia tidak melanjutkan pengobatannya dengan alasan keterbatasan biaya. Lama-lama, penyakit yang beliau idap semakin mengkhawatiran, benjolannya semakin membesar dan mengakibatkan Ibu Ika tidak bisa kemana-mana, beliau hanya bisa berbaring dan pasrah dengan kondisinya. Alhamdulillah, Allah Maha Baik, dengan seizin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Ika. Alhamdulillah, pada akhirnya Ibu Ika bisa melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Alhamdulilah, kondisi terkini Ibu Ika pasca operasi menunjukkan perkembangan yang baik. Namun, beliau juga menghadapi kendala lain karena tidak adnya biaya untuk melanjutkan pengobatan. Tanggal 22 Februari 2016 bu Ika diantar MTSR ke Bandung untuk menjalani kemoterapi di RSHS. Bulan Mei 2016 Bu Ika masih harus melakukan kontrol rutin ke RSHS Bandung dan ke RSUD dr. Soekardjo untuk mengobservasi perkembangan penyakitnya. Bulan Julii 2016 Bu Ika masih harus menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung dan ke RSUD dr. Soekardjo untuk mengobservasi perkembangan penyakitnya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya obat-obatan diluar jaminan Jamkesda dan akomodasi sehari-hari selama Bu Ika menjalani pengobatan di RSHS Bandung dan RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Semoga dengan bantuan yang diberikan melalui kurir #SedekahRombongan, kondisi Ibu Ika semakin membaik dan sembuh dari penyakit kanker payudara tersebut. Semoga Ibu Ika juga senantiasa diberikan kesabaran oleh Allah. Aamiin..

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000
Tanggal: 13 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Ibu ika menderita Kanker Payudara

Ibu ika menderita Kanker Payudara


KAKAY ROKAYAH (46, CA Mamae). Tinggal di Kampung Cisaro RT.3/6 Desa Cipakat Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Suami Mamat Rahmat (50), buruh serabutan, tanggungan 3 orang, fasilitas kesehatan UPCPK dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Bu Kakay sudah lama menderita penyakit kanker payudara, namun ia selalu menyembunyikan penyakitnya itu, karena ia merasa malu dan tidak ingin merepotkan keluarga dan saudara-saudaranya. Baru sekitar dua tahun yang lalu ia memberitahukan penyakitnya ini kepada Ibu Ros, adiknya. Asalnya Bu Kakay tidak mau dibawa diperiksakan ke Dokter, namun akhirnya setelah dibujuk oleh saudara-saudaranya ia mau dibawa ke Dokter. Dokter menyatakan ia menderita kanker payudara (CA Mamae) dan merujuknya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Lagi-lagi Bu Kakay tidak mau dibawa ke RSUD karena merasa takut dan memilih untuk berobat di rumah saja. Hari demi hari penyakit Bu Kakay semakin parah, dan cobaan tidak samapi di situ, karena ia pun harus pindah rumah karena gubuk yang selama ini ditempatinya adalah milik Desa yang akan segera dibangun untuk kantor desa. Akhirnya atas bantuan tetangga dan kerabatnya ia pindah ke pinggiran kampung, Bu Kakay seakan ingin mengasingkan diri dari keramaian dan tidak mau ditengok/ditemui oleh tetangga dan saudara-saudaranya. SepeRTinya secara psikologis Bu Kakay menderita depresi karena penyakitnya ini. Kurir #SedekahRombongan yang datang ke rumahnya pun tidak bisa mengambil fotonya karena Bu Kakay keberatan untuk difoto. Yang difoto bersama Kurir #SR adalah Ibu Ros, adiknya. Bu Kakay belum bersedia untuk dirawat di RSUD, jadi ia hanya dirawat jalan di rumahnya saja. Setelah memeriksakan ke RSUD, ada beberapa jenis obat dan peralatan yang harus dibeli karena tidak dijamin oleh Jamkesda/UPCPK PemKabupaten Tasikmalaya. Saat ini Bu Kakay kondisinya sedikit membaik, pengobatannya sendiri dibantu pengobatan alternatif dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal. Bu Kakay masih belum bersedia untuk berobat kembali secara medis, walaupun ia kerap tidak bisa tidur karena merasa kesakitan. Kami terus berupaya untuk melakukan pendekatan dan penjelasan agar ia mau berobat kembali ke RS, namun ia saat ini masih memilih untuk berobat menggunakan obat-obatan herbal yang juga Kami bantu untuk biaya pembelian obat-obatannya. Setelah hampir enam bulan Bu Kakay didampingi oleh #SedekahRombongan, akhirnya ia mau berobat kembali ke rumah sakit. Sudah empat tahun sejak ia menderita penyakit ini tidak pernah lagi ia berobat ke rumah sakit. Karena kondisi penyakit CA mamae-nya sudah cukup parah, pihak RSUD Dr. Soekardjo langsung merujuknya ke RSHS Bandung. Dengan MTSR, Kami mengantarkan Bu Kakay dan keluarga yang mendampinginya ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung untuk selanjutnya akan menjalani rangkaian pemeriksaan dan pengobatan di RSHS. Sudah lebih dari seminggu Bu Kakay berada di RSSR Bandung untuk menjalani rangkaian pemeriksaan lanjutan CA Mamae yang dideritanya. Bu Kakay sudah menjalani pemeriksaan USG dan test laboratorium, saat ini ia dalam persiapan untuk menjalani biopsi. Pasca menjalani biopsi, Bu Kakay kemudian dirujuk ke RS Mata Cicendo, karena diduga mata sebelah kanannya juga sudah terkena tumor. Untuk memastikan kondisi matanya, RSHS merujuk Bu Kakay ke RS Mata Cicendo. Sampai saat ini Bu Kakay masih tinggal di RSSR Bandung dan belum pulang lagi ke Tasikmalaya. Karena untuk ke RS Mata Cicendo diperlukan surat rujukan dari RSUD Kota Tasikmalaya, rencananya Bu Kakay akan pulang dulu untuk mengurus surat-surat yang diperlukan untuk kelanjutan pengobatannya. Sebelum menjalani pemeriksaan di RS Mata Cicendo, Bu Kakay harus menjalani pemeriksaan Laboratorium dan CT Scan di RSHS Bandung yang rencananya akan dilakukan hari Selasa tanggal 2 Desember 2014. Bu Kakay masih tinggal di RSSR Bandung, untuk menjaga kondisi kesehatannya agar tetap fit dalam menjalani rangkaian pemeriksaan. Untuk memperpanjang surat rujukan dari RSUD dr. Soekardjo dan surat jaminan dari DinkesKab Tasikmalaya, diurus oleh anaknya dengan dibantu oleh Kurir #SR. Setelah menjalani CTScan, Bu Kakay rencananya akan konsultasi lagi dengan tim dokter, ada kemungkinan setelah hasil CTScan keluar, Bu Kakay hars menjalani pemeriksaan di RS Mata Cicendo, sambil menunggu pengurusan surat rujukan dan jaminan dari Dinkes Kabupaten Tasikmalaya, Bu Kakay tetap tinggal di RSSR Bandung. Bu Kakay sudah mulai menjalani pemeriksaan di RS Mata Cicendo, namun karena mulai 1 Desember 2014 tidak menerima pasien Jamkesda, Kami pun segera membuatkan Kartu BPJS untuk membantu pengobatan Bu Kakay di RS Mata CIcendo. Karena kebijakan BPJS yang mengharuskan pasien menunggu selama 7 hari sampai kartunya aktif, Bu Kakay pun sementara ini harus menunggu karena Kartu BPJS-nya baru aktif tanggal 31 Desember 2014. Selain itu surat-surat rujukan dari RSUD Kota Tasikmalaya dan dari Dinkeskab Tasikmalaya Bu Kakay pun harus diperpanjang karena sudah habis. Bu Kakay tinggal di RSSR selama bulan Januari 2015 untuk menjalani pengobatan di RSM Cicendo dan RSHS. Pengobatan matanya di RSM Cicendo selesai pertengahan bulan Januari, selanjutnya ia menjalani kemoterafi pertamanya tanggal 19 Januari 2015 di RSHS. Bu Kakay bulan Maret 2015 masih tinggal di RSSR Bandung untuk menjalani jadawal kemoterapi dan pengobatan mata di RS Cicendo, terkadang kalau jadwal kemo agak luang beliau pulang dulu ke Tasik karena kangen sama anak cucunya. Bulan Januari 2016 Bu Kakay kembali harus berangkat ke Bandung untuk menjalani radioterapi dan pengobatan matanya. Pertengahan Mei 2016, perut Bu Kakay mengalami pembengkakan yang diperkirakan karena tersumbatnya cairan di dalam perut beliau sehingga ia harus dirawat di RSHS selama beberapa hari untuk dilakukan penyedotan cairan dari dalam perutnya. Awal Juli 2016 Bu Kakay untuk sementara kembali ke Tasikmalaya, meskipun kondisinya belum membaik. Namun atas permintaan beliau dan keluarganya, MTSR akhirnya menjemput beliau pulang. Selama berada di kampungnya untuk menjaga kondisi kesehatan beliau, #SR menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk pembelian vitamin, obat-obatan herbal dan keperluan sehari-harinya, karena suami beliau tidak dapat bekerja lagi selama Bu Kakay menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 4 Juli 2016
Kurir : @mustikanoverita @luchakiem, @miftahudinsr, Cincin

Ibu kakay menderita Kanker Payudara

Ibu kakay menderita Kanker Payudara


UKA UKASIH (71, Katarak). Alamat: Kp. Walagar, RT 002/001, Desa Kamulyan, Kec. Manonjaya. Sudah hampir setahun ini Ibu Uka tidak bisa melihat dengan jelas. Awal mulanya, terasa ada yang menghalangi di bagian mata kiri, lama-kelamaan malah semakin parah dan pandangan semakin kabur dan gelap, akhirnya beliau tidak bisa melihat. Pekerjaan beliau sebagai buruh tani otomatis terhenti padahal itu salah satu pencaharian yang diandalkan karena suami Ibu Uka sudah meninggal beberapa tahun lalu dan kini hanya tinggal bersama anak, menantu dan 2 cucunya. Ibu Uka hanya memeriksakan dirinya ke puskesmas terdekat dan diobati dengan obat seadanya tanpa pergi ke rumah sakit karena kendala biaya dan transportasi. Masalah tersebut menambah beban Bu Uka yang tak mempunyai jaminan kesehatan BPJS atau Jamkesda. Anaknya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci tak bisa membantu banyak. Sekarang Bu Uka hanya bisa berdiam diri di rumah tapi masih mampu untuk buang air sendiri dan hal-hal lain seperti berjalan tanpa bantuan orang lain. Ketika dikunjungi kurir #SedekahRombongan, Bu Uka menceritakan semua yang dirasakannya, kurir pun mengerti dengan keadaan beliau dan memberikan santunan yang berasal dari tangan-tangan #Sedekaholics. Santunan tersebut akan digunakan Bu Uka untuk berobat dan biaya akomodasi. Semoga Bu Uka segera diberi kesembuhan  di usia senjanya. Aamiin Ya Robbal Alamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita

Ibu uka menderita  Katarak

Ibu uka menderita Katarak


KAMILAH binti UCA ( 42, Susp. Parkinson’s Disease). Alamat: Kp. Desakolot RT 2/7, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Suami Bu Kamilah, alm. Pak Endin, adalah pasien penderita kanker dampingan SR yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.  Almarhum suami Bu Kamilah meningggalkan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Dua tahun yang lalu Bu Kamilah secara tiba tiba tak sadarkan diri dan terjatuh. Beliau sempat dilarikan MTSR ke IGD RSUD SMC dan dirawat beberapa hari sampai akhirnya beliau siuman. Namun setelah sadar beliau tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya apalagi bangun. Karena peralatan yang kurang memadai maka beliau pun dirujuk ke RSUD dr.  Soekarjdo Kota Tasikmalaya, dan kurang lebih 15 hari dirawat inap di sana. Pasca beliau dirawat dan kondisinya agak membaik ia diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Bu Kamilah sudah tidak memiliki lagi tulang punggung keluarga karena suaminya sudah meninggal, beliau sendiri pun sudah tidak dapat lagi bekerja mencari nafkah karena penyakit yang dideritanya. Selama ini ia hanya mengandalkan belas kasihan dari kerabat dekat dan tetangganya dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, untuk biaya berobat beliau hanya bisa pasrah dan berdo’a semoga lewat tangan-tangan para dermawan, Allah mengirimkan pertolongan-Nya. Kondisi Bu Kamilah masih belum stabil, penyakit beliau masih sering kambuh sehingga ia harus menjalani kontrol rutin di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu kesulitan janda tua ini. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Bu Kamilah dan keluarganya, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000.
Tanggal: 17 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Ibu kamilah menderita Susp. Parkinson's Disease

Ibu kamilah menderita Susp. Parkinson’s Disease


NAURA SALSABILA binti MAIN HERMAIN (8, Acute Lymphoblastic Leukaemia). Alamat: Kp. Pasar Rebo, Rt. 4/6, Kel. Indihiang, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya. Naura adalah putri dari pasangan suami istri Bapak Main Hermain (48) dan Ibu Yanti Nurmayanti (46). Naura menderita penyakit Acute Lymphoblastic Leukeumia (ALL) atau Lekeumia Limfositik Akut (LLA) sejak berumur 1 tahun. Leukeumia Limfositik Akut (LLA) merupakan penyakit yang sering menyerang anak-anak. Secara umum, LLA adalah suatu penyakit yang berakibat fatal, dimana sel-sel yang dalam keadaan normal berkembang menjadi limfosit dan berubah menjadi ganas. Kemudian, dengan segera akan menggantikan sel-sel normal di dalam sumsum tulang. Naura yang kini berusia 8 tahun ini sudah 7 tahun menderita penyakit LLA dengan gejala tubuh sering lemas, wajah terlihat pucat dan sering demam. Kedua orang tua Naura sudah melakukan pengobatan terbaik sesuai kemampuan keduanya. Naura sudah melakukan pengobatan dari mulai berobat ke klinik terdekat, Puskesmas, hingga berkali-kali harus menjalani rawat inap di RSUD Dr. Soekarjdo Kota Tasikmalaya. Berdasarkan anjuran dari pihak RSUD, Naura harus melanjutkan pengobatannya ke Bandung. Namun, tidak adanya biaya yang dimiliki oleh kedua orang tua Naura membuat Naura tidak segera melanjutkan pengobatan ke Bandung. Ayah Naura hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan pas-pasan untuk membiayai 5 orang anggota keluarga. Pengobatan ke Bandung memerlukan biaya yang lumayan besar untuk biaya transportasi, akomodasi, dan keperluan lain-lain selama di Bandung. Bulan Mei 2015 Naura menjalani jadwal kemoterapi lanjutannya di RSHS Bandung. Bulan September Naura menjalani kemoterapi 2 minggu sekali di Bandung. Tanggal 2 Mei 2016 Naura menjalani jadwal kemoterapi ke 2 siklus ke 83 di RS Al-Islam Bandung. Tanggal 16 Mei 2016 Naura menjalani jadwal kemoterapi ke 2 siklus ke 84 di RS Al-Islam Bandung.Tanggal 30 Mei 2016 Naura menjalani jadwal kemoterapi ke 2 siklus ke 85 di RS Al-Islam Bandung. Bulan Juni 2016, Naura menjalani kemo yang ke 89 dan 90, sehinggga ia kembali harus 2 kali bolak-balik ke Bandung. Bulan Juli 2016, Naura menjalani kemo yang ke 91 dan 92, sehinggga ia kembali harus 2 kali bolak-balik ke Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan kepada Naura agar ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapinya. Semoga kesabaran selalu Allah berikan kepada Naura sekeluarga dan semoga Allah lekas memberikan kesembuhan untuk Naura. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000
Tanggal: 12 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Naura menderita  Acute Lymphoblastic Leukaemia

Naura menderita Acute Lymphoblastic Leukaemia


TETI SUHAETI (51, Tumor Jinak) Alamat: Kp. Cipedes RT 024/012, Kel. Sukamenak, Kec. Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kegiatan Bu Teti sehari-hari adalah mengurus rumah dan anak-anaknya yang masih sekolah. Asalnya ia terlihat sehat dan bisa melakukan aktivitas secara normal. Namun, sejak sebulan lalu ia merasakan tidak nyaman di bagian vagina dan kadang merasa kesakitan. Setelah diperiksa ternyata ada benjolan di vagina Bu Teti dan dokter menyarankan untuk rawat inap selama satu minggu. Sayangnya, setelah rawat inap, Bu Teti tidak merasakan perubahan apapun, benjolannya memang tidak membesar tapi menghalanginya untuk melakukan kegiatan sebagai seorang ibu rumah tangga. Seringkali ia berobat alternatif tapi masih saja nihil. Setelah beberapa kali mencoba berobat ke beberapa rumah sakit berbeda, kurir #SR menyarankan untuk berobat di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya dan Alhamdulillah, benjolan di vaginanya mulai mengecil dan biaya yang dikeluarkan pun tidak sebesar sebelumnya. Suaminya, Wawan Hermawan (51) kini masih bekerja sebagai buruh dan merasakan lega karena kemajuan istrinya. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk Bu Tuti dari Sedekaholics untuk biaya transport pengobatan  biaya iuran BPJS dan tunggakan ke rumah sakit yang masih belum terpenuhi. Mudah-mudahan  Bu Tuti segera disembuhkan oleh Allah SWT dan kesehatannya segera pulih. Aamiin, Ya Robbal Alamiin.

Jumlah santunan: Rp.750.000,-
Tanggal: 19 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita

Ibu teti menderita Tumor Jinak

Ibu teti menderita Tumor Jinak


SITI JAMILAH binti DEDE (16, Biaya Melahirkan). Kp. Nangoh, RT 2/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.  Siti Jamilah adalah istri dari Gugun (20) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bengkel sepeda motor dan tambal ban. Ibu belia ini pada tanggal 9 Juli 2016 malam merasakan perutnya mulas hebat, sehingga orang tuanya segera membawanya ke bidan terdekat, karena diperkirakan ia akan segera melahirkan. Namun karena kondisinya yang lemah dan tekanan darahnya rendah, bidan kemudian merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo. Di sanalah akhirnya Siti melahirkan anak pertamanya dengan dibantu peralatan dan tenaga medis yang lebih lengkap. Karena tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan, mereka kesulitan untuk membayar biaya persalinan yang terpaksa daftarkan dengan fasilitas umum. Pak Gugun yang penghasilannya per hari tidak menentu ini sangan terbebani dengan biaya yang harus ia bayar,maklumlah kadang penghasilan untuk biaya sehari-hari pun tidak dapat ia penuhi. Akhirnya dengan memberanikan diri, Pak Dede orang tua Siti Jamilah, meminta bantuan kepada #SedekahRombongan. Alhamdulillah, melalui bantuan dari para #Sedekaholic SR, biaya melahirkan anaknya dapat dilunasi, dan sekaligus mereka juga dapat membeli keperluan bayi pertamanya ini. Untuk selanjutnya Pak Gugun dapat lebih tenang menjalani hari-harinya untuk lebih fokus dalam membiayai kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.250.000,-
Tanggal: 24 Juli 2014
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @adesrtasik

Bantuan Biaya Melahirkan

Bantuan Biaya Melahirkan


RAHMAN bin TASLIM (44, Kanker Nasofaring). Alamat: Lingkungan Bojongsari, Rt. 03/12, Desa Maleber, Kec. Ciamis, Kab. Ciamis, Jawa Barat. Suami dari Ibu Asih Kurniasih (39) ini menderita penyakit kronis, yaitu penyakit Kanker Nasofaring. Kanker Nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Bapak Rahman sudah 1 tahun 6 bulan menderita penyakit tersebut. Secara fisik, penyakit yang beliau derita bisa terlihat jelas karena di bagian lehernya terdapat benjolan yang cukup menonjol. Dengan keadaan seperti saat ini, beliau sudah kesulitan makan ataupun berbicara. Saat ini, beliau lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur. Padahal, sebelum sakit beliau bekerja sebagai supir bus antar kota. Dengan kondisi Bapak Rahman yang tidak memungkinkan untuk bekerja mencari nafkah, maka istri beliau bekerja di Tasikmalaya sebagai seorang penjaga toko akuarium. Bapak Rahman dan Ibu Asih dikaruniai 3 orang anak, 2 orang anak mereka ikut bersama Ibu Asih, sedangkan anak terakhir keduanya ikut bersama Bapak Rahman di Ciamis. Sehari-hari, Bapak Rahman di rawat oleh Kakak nya yang bernama Ibu Icih. Sudah 6 bulan Ibu Icih merawat Bapak Rahman dengan baik. Untuk pengobatan, beliau dibantu dengan jaminan kesehatan BPJS. InsyaAllah, pada hari Jum’at tanggal 5 Agustus 2016 nanti Bapak Rahman akan melakukan pengecekan HB dan dilanjutkan pada tanggal 9 Agustus 2016 beliau akan menjalani kemoterapi ke 2 di Rumah Sakit SMC Tasikmalaya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan kepada Bapak Rahman untuk meringankan biaya transportasi dan juga akomodasi selama menjalani pengobatan lanjutan nanti. Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk Bapak Rahman. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000
Tanggal: 29 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem, Arif Munandar

Pak rahman menderita  Kanker Nasofaring

Pak rahman menderita Kanker Nasofaring


TOHA bin NUKDI (70, Patah Tulang Paha). Kp. Nangoh RT 1/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pak Toha memiliki Kartu Jaminan KIS,  beliau memiliki tanggungan  4 orang. Dari sejak tiga Minggu yang lalu pak Toha mengalami patah tulang paha bagian kanan. Yang awal kejadiannya ketika ia sedang duduk dan bermaksud untuk berdiri, tapi ketika ia sudah berdiri mengalami pusing kepala yang mendadak dan ahirnya ia terjatuh kembali kelantai dan kakinya yang sebelah terbentur ke tembok lantai sehingga tulang paha kaki kanannya patah. Ia pun sempat tak sadarkan diri beberapa menit akibat benturan dan pusing kepala yang mendadak. Kondisi terkini pak Toha hanya bisa berbaring di tempat tidur. Ia tidak berdaya sehingga buang air kecil, bab dan yang lainnya ia lakukan di tempat tidurnya. Pak Toha sehari hari berprofesi sebagai buruh dagang keliling sayuran milik orang lain. Ia punya tanggungan seorang istri yang sedang sakit. Istri pak Toha bernama ibu IJOH (67) mengindap penyakit paru-paru yang harus berobat jalan tiap sebulan sekali. Dan juga pak Toha harus membiayai cucunya yang sudah tidak punya ayah karena meninggal beberapa tahun silam. Nama cucunya SIDIK (19), yang juga mengindap penyakit epilepsi sejak usia 5 tahun. Sidik juga sama harus berobat jalan setiap bulan karna penyakitnya tersebut. Sidik tidak bekerja dan juga tidak melanjutkan sekolahnya dikarenakan tidak ada biaya. Ia sering kambuh penyakitnya sehingga ia tidak bisa beraktivitas seperti orang sehat. #SedekahRombongan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya pengobatan Pak Toha serta membantu meringankan beban keluarga yang sedang bertubi-tubi mengalami cobaan dari Allah ini. Semoga mereka senantiasa diberi kesabaran dan ketawakalan, dan Allah segera mengangkat cobaan yang mereka alami, amiin.

Jumlah Santunan: Rp. 1.250.000
Tanggal: 12 Juli 2016
Kurir: @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr

Pak toha menderita  Patah Tulang Paha

Pak toha menderita Patah Tulang Paha

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR Solo 8,648,000
2 BAGUS HARPINTO 1,000,000
3 REZA ARWANDA 1,500,000
4 ALISKA DISKA SILVIANA 500,000
5 ALISKA DISKA SILVIANA 3,050,000
6 SUWARNI BINTI KROMO SETIKO 786,100
7 MTSR Gunung kidul 7,065,500
8 REZA GEONINO 1,000,000
9 WARTINEM binti MINTONO 1,000,000
10 WASTINAH BINTI PAWIROREJO 500,000
11 SRI SULIYATUN 1,500,000
12 SAQILA BINTI MARYADI 500,000
13 MTSR Gunung kidul 7,125,000
14 Mbah DALIO 500,000
15 MTSR Gunung kidul 6,752,500
16 Mbah DALIO 500,000
17 WAHYUNI BINTI JUMINO DARMO 874,600
18 SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO 500,000
19 SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO 934,650
20 SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO 500,000
21 SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO 721,500
22 AMAR HAWA 500,000
23 ELIATUL IKHLAS 500,000
24 EDI BIN ENDANG 500,000
25 SUHRI CISAAT 500,000
26 JUHRA BIN ABDULLAH 500,000
27 YAMAH BAMA 500,000
28 SUPANDI MUNCANG 1,000,000
29 I GUSTI AGUNG AYU WIDIASTUTI 1,000,000
30 Ni Ketut Remian 1,000,000
31 PUTU FEBRI ARTA 1,000,000
32 KARIASIH 2,500,000
33 Nurul Huda 500,000
34 RATNADILLA 500,000
35 AHMAD MISBAHUL ULA 11,000,000
36 RUBINI BINTI PAWIRO DINOMO 1,000,000
37 NENEK KASIYEM 15,000,000
38 Muhammad Daffy Syasifawaidi 600,000
39 SITI KOPSOH 500,000
40 TETI BINTI ABDULLAH 500,000
41 EDI bin KERTA PERMANA 500,000
42 UHI bin TABINI 1,200,000
43 NIZAM MAULANA bin LUKMANUL HAKIM 500,000
44 HERMAWAN bin EMPUD 1,000,000
45 KAYAT RUKAYAT 500,000
46 UJANG AMI bin ABDUL PATAH 1,500,000
47 DIDI JUMARDI 750,000
48 ETI binti SUKARYA 1,000,000
49 FAIRUS SAFANA binti HIDAYATULLAH 1,000,000
50 RUKINI binti TARSONO 500,000
51 BANTUAN PEMBUATAN TANDON AIR 3,500,000
52 AINUL YAKIN 1,000,000
53 IKA WULANDARI 750,000
54 MUHAMMAD ELIANAS 1,000,000
55 PUTRI AMELIA MAHARANI 750,000
56 ACE HARISKI 560,000
57 MISNATI 1,000,000
58 RICKY BIN BUHARI 500,000
59 POPI JEMBER – BONDOWOSO SANTUNAN AL-QUR’AN 4,879,000
60 JUMALI 500,000
61 MUSTADI BIN AHMAD 500,000
62 TORIYA 500,000
63 SULASMI 500,000
64 FARID 500,000
65 JIHAN FAHIRA 1,000,000
66 IKA SUMARTIKA binti ENGKOS HERMAWAN 1,000,000
67 KAKAY ROKAYAH 1,500,000
68 UKA UKASIH 500,000
69 KAMILAH binti UCA 1,000,000
70 NAURA SALSABILA binti MAIN HERMAIN 1,000,000
71 TETI SUHAETI 750,000
72 SITI JAMILAH binti DEDE 1,250,000
73 RAHMAN bin TASLIM 500,000
74 TOHA bin NUKDI 1,250,000
Total 119,196,850

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 119,196,850,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 881 ROMBONGAN

Rp. 40,701,103,449,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.