Rombongan 880

Rutinkan diri anda bersedekah, maka keajaiban akan selalu terjadi pada anda.
Posted by on August 24, 2016

SUTI BINTI TIRTO DJANI (53, Katarak) adalah warga Ds. Karang Legi 6/2 Trangkil, Kab. Pati, Jawa Tengah. Beliau tinggal bersama anaknya, Santoso yang bekerja sebagai kuli angkut bata. Sakit mata Bu Suti bermula sekitar tahun 2012, atau sekitar 4 tahun yang lalu. Pertama kali karena terkena serangga di mata sebelah kanan, namun tidak dirasakan oleh beliau. Lambat laun mata beliau memerah dan menjalar juga di mata kiri dikarenakan pekerjaan beliau sebagai kuli cetak bata yang memperparah kondisi kedua mata beliau, lalu sempat diperiksakan ke klinik dua kali dan dinyatakan tidak ada kelainan di mata beliau. Setelah itu pengobatan berhenti dikarenakan tidak adanya biaya.
Alhamdulillah di bulan Mei beliau dipertemukan dengan tim Sedekah Rombongan, dan beliau dibawa kontrol ke RSUD Suwondo Pati, dokter mengatakan bahwa mata kanan beliau sudah tidak bisa dioperasi karena tegangan syaraf kornea mata kanan beliau sudah sangat tinggi, dikhawatirkan bila dioperasi hasilnya pun tidak maksimal, lalu dokter memberi obat dan memantau kondisi mata kiri beliau apakah memungkinkan untuk operasi, dan pada waktu kontrol kedua Bu Suti dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang karena keterbatasan alat. Alhamdulillah pada tanggal 8 Juni 2016 beliau menjalani Operasi Katarak pada mata kirinya. Bantuan dari Sedekaholic diberikan untuk akomodasi beliau selama pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan  : Rp 1.314.361
Tanggal         : 27 Juni 2016
Kurir           : @indrades, @idaiddo, @yodhadidot

Ibu suti menderita Katarak

Ibu suti menderita Katarak


NGATINI BINTI AMIR, (36, Tumor Dagu). Alamat Dusun Ngaliyan RT 03 RW 13 Kel. Kalongan Kec. Ungaran Timur Kab. Semarang. Sepuluh tahun yang lalu, sekitar tahun 2004, Bu Ngatini awalnya memiliki keluhan sakit gigi, kemudian muncul benjolan kecil di area dagunya. Benjolan tersebut semakin lama semakin membesar. Saat itu, Bu Ngatini diantar periksa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang oleh tetangganya yang bekerja sebagai perawat di RSUP Dr. Kariadi. Bu Ngatini divonis terkena tumor dagu jinak oleh dokter dan harus dilakukan operasi. Menurut dokter meskipun tumor tersebut jinak namun apabila tidak diambil maka semakin lama akan semakin besar dan akan mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Ngatini. Namun karena jarak dari rumah beliau menuju RSUP Dr. Kariadi yang cukup jauh, terlebih dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan sampai sekarang belum dilakukan operasi pengangkatan tumor padahal tumor dagunya sudah sangat besar. Bu Ngatini bekerja di sebuah perumahan sebagai buruh bagian merawat taman. Suami Bu Ngatini, Pak Kuat dahulu bekerja sebagai kernet truk di Sumatra namun sekarang hanya  bekerja serabutan di rumah. Bu Ngatini masih mempunyai tanggungan 2 anak yang masih kecil dan bapak mertua yang sudah lansia. Saat ini Bu Ngatini sudah memiliki  fasilitas BPJS tanpa bayar yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Karena faktor kurangnya pengetahuan sehingga Bu Ngatini memerlukan pendampingan dalam proses pengobatan. Serta dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh. Tanggal 27 Januari 2016 Tim #SedekahRombongan bertemu dengan Bu Ngatini, setelah melakukan obrolan panjang akhirnya tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Ngatini.  Pada tanggal 4 Februari 2016, atas rujukan dari RSUD Ungaran, Bu Ngatini melakukan kontrol pertama di RS Tugu Semarang dengan dampingan tim #SedekahRombongan di Poli Onkologi. Karena kondisi tumornya yang sudah sangat besar dan sudah menyerang rahang, dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi dengan resiko Bu Ngatini akan kehilangan semua gigi bagian bawahnya sebab rahang bawah harus diganti dengan pen. Dan Bu Ngatini bersedia dengan resiko tersebut. Alhamdulillah, tanggal 28 April 2016, Bu Ngatini menjalani operasi pengangkatan tumor di Rumah Sakit Daerah Kariadi. Operasi berjalan dengan lancar dan saat ini Bu Ngatini sedang dalam masa pemulihan pasca operasi di RSDK. Kondisi Bu Ngatini semakin membaik, selang bantu makan sudah dilepas tanggal 25 Mei 2016. Alhamdulilah Bu Ngatini sudah bisa memakan makanan halus lewat mulut, meskipun kondisi mulutnya belum bisa menutup dengan sempurna. Sekarang Bu Ngatini menjalankan kontrol rutin satu minggu sekali untuk memeriksa dan membersihkan luka jahitan setelah operasi. Saat ini, kondisi Bu Ngatini semakin membaik. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan Bu Ngatini saat di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Ngatini lekas sembuh dan dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan         : Rp 1.800.000,-
Tanggal                : 28 Juni 2016
Kurir                  : @indrades , @idaiddo , @lianhumaira

Ibu ngatini menderita Tumor Dagu

Ibu ngatini menderita Tumor Dagu


SURONO BIN TARMUJI , (42, patah kaki & stroke). Alamat: Desa Jawisari RT. 01 RW. 01 Kecamatan Limbangan, Kendal Jawa Tengah. Di  tahun 1992 Pak Surono kerja di RB PURA RAHARJA Jogjakarta bagian administrasi kemudian menikah di tahun 1996. Pada tanggal 3 December 2009 Pak Surono mengalami stroke ringan di sebelah kiri. Pihak keluarga membawa Pak Surono ke RS. Bethesda Jogja untuk mendapat perawatan lebih intensif. Setelah itu stroke Pak Surono sering kambuh sampai menyerang tubuh bagian kanan hingga menyebabkan bibir memerot kesamping. Kondisi Pak Surono tak kunjung menunjukkan perbaikan justru di tahun 2010 penyakit Pak Surono semakin parah sampai menyerang kondisi kejiwaan dan membuat kesehatanya tidak stabil. Belum lepas dari stroke ringan yang di derita, pada awal bulan november 2011 Pak Surono mengalami kecelakaan bersama anak pertama beliau. Hingga menyebabkan kaki Pak Surono patah dan harus dilakukan operasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping Jogja. Dibutuhkan biaya sekitar 25 juta untuk operasi pemasangan pen di kaki namun apa daya keluarga tidak mempunyai simpanan uang sebanyak itu. Setelah meminjam kesana kemari keluarga Pak Surono hanya memperoleh pinjaman 2 juta, hanya cukup untuk menebus obat dan membayar administrasi rumah sakit. Pengobatan Pak Surono pun ditunda hingga tahun 2013. Alhamdulillah atas ijin Allah, pertengahan tahun 2013 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Surono. Setelah mengalami tahap survey, saat ini Pak Surono telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan Pak Surono dapat melanjutkan pengobatan kembali. Pak Surono telah menjalani serangkaian pengecheckan secara intensif di RSUD Tugurejo Semarang dan telah menjalani operasi pengambilan pen pada kaki. Saat ini Pak Surono melanjutkan pengobatan di RS Permata Medika Ngaliyan Semarang dengan program konsultasi dokter syaraf dan dokter dalam serta fisioterapi rutin. Bantuan diberikan untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan biaya transportasi ke Rumah Sakit.

Jumlah bantuan: 1.800.000
tanggal: 28 Juni 2016
kurir: @indrades @idaiddo @haurilmnisfari

Pak surono menderita patah kaki & stroke

Pak surono menderita patah kaki & stroke


SUNARTI BINTI SUPRAT (55, Patah Kaki) adalah seorang Ibu dengan 4 orang anak yang bekerja sebagai buruh di peternakan ayam. Ibu Sunarti bertempat tinggal di Dusun Jetis Desa Margosari RT 04 RW 02 Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Bu Sunarti menderita patah kaki setelah mengalami kecelakaan bermotor pada tahun 2003. Kaki kiri bagian tulang kering dan pahanya patah sehingga harus dipasang pen. Selama 12 tahun setelah pemasangan pen, Ibu Sunarti tidak pernah melakukan kontrol ke dokter dikarenakan keterbatasan biaya. Pada bulan November 2015 Ibu Sunarti mulai merasakan sakit di bagian tulang keringnya. Sejak saat itu, Ibu Sunarti mulai melakukan kontrol dan dianjurkan untuk melepas pen yang sudah terlalu lama berada di dalam tubuhnya. Pada tanggal 24 November 2015 Ibu Sunarti menjalani operasi pelepasan pen di RS Permata Medika Ngaliyan. Pen yang dilepas hanya yang berada di tulang kering saja, sedangkan yang di bagian paha belum dilepas dengan alasan tidak terasa sakit. Saat ini Ibu Sunarti dalam keadaan baik namun sudah tidak bekerja pasca operasi.  Saat ini Bu Sunarti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Setelah menjalani kontrol rutin di RSUD Soewondo Kendal, Bu Sunarti telah menjalani operasi pelepasan pen yang ke dua. Saat ini kondisi Bu Sunarti baik dan sedang dalam masa penyembuhan. Santunan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan Rp. 1.000.000,-
Tanggal 28 Juni 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @haurilmnisfari @rifqiizzatuttijal

Ibu sunarti menderita Patah Kaki

Ibu sunarti menderita Patah Kaki


MUHAMMAD ASYARI, (22, Kanker Hidung). Alamat: desa tluwuk RT. 08 RW. 02 Wedarijaksa Kab. Pati,Jawa Tengah. Ari, biasa ia dipanggil adalah seorang mahasiswa semester 7 di STAIN Kudus. Gejala penyakitnya berawal bulan oktober 2014, awalnya pilek terus2n tpi cuma bagian kiri aja. Lama kelamaan berbau lalu muncul benjolan tapi belum bengkak.Kedua orangtuanya khawatir terhadap kondisi anaknya sehingga memeriksakan kondisi ari ke puskesmas. Setelah diberi obat dari puskesmas, benjolannya kempes. Akan tetapi muncul benjolan lagi jika obatnya habis. Kemudian ari dirujuk ke poli tht RS.Soewondo. Di RS.Soewondo sampel diambil lalu dikirim ke RSUP Karyadi untuk dianalisis. Setelah dianalisis, didiognosa tumor ganas. Setelah pemerikasaan dan pengambilan sampel di RS.Soewondo Pati, Ari mengalami pembengkakan di luar hidung. Kemudian dilakukan operasi di RSUP.Karyadi untuk diambil PA nya. Pada PA pertama diagnosa acute maxsiori sinusitis yg menyerang sel lalu karena mengalami pendarahan pada kemo kedua kemudian disinar dulu dan dilakukan PA ulang ternyata hasilnya berbeda yaitu didiagnosa LNH signosial yg menyerang kelenjar kemudian diganti obatnya dan mengulang program kemo dari pertama. Setelah tahu bahwa anaknya didiagnosis kanker oleh pihak RS kedua orang tua Ari mengalami kebingungan mengenai biaya untuk pengobatan karena tidak diberi kartu jamkesmas oleh pihak desa. Setelah mencari informasi data di puskesmas ternyata ari terdaftar sebagai penerima kartu jamkesmas. Belum usai kegelisahan yang dialami, kedua orang tua Ari harus menanggung biaya perjalanan dan akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang. Ayah Ari, Said (50) dan ibunya, Uswatun Hasanah (45) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir #‎SedekahRombongan . Maklum saja bapak Said bekerja menjadi buruh jemur gabah dan bu Uswatun Hasanah tidak bekerja dengan menanggung hidup kedua anaknya. Mereka bolak-balik semarang-pati untuk menjalani pengobatan. Jika terpaksa harus bermalam, ibu Uswatun Hasanah dan Ari menginap di rumah singgah RSUP Karyadi yang harganya tergolong murah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan. Rencana awal pada tanggal 13 Juni operasi pembersihan hidung dan penutupan luka tetapi pada kenyataannya penutupan luka dibatalkan karena lukanya masih lebar. Pada tanggal 28 juni dilakukan pengecekan kondisi dalam hidung dan hasilnya sudah baik. Ibu Uswatun sempat bercerita kepada kurir #SedekahRombongan bahwa merasa bersyukur dan terbantu sejak dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Semoga lukanya segera ditutup dan kesehatan Ari segera pulih kembali sehingga ia dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juni 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @vazen, @rifqiizzatulrijal

Asyari menderita Kanker Hidung

Asyari menderita Kanker Hidung


PRADANA ILHAM PAMUNGKAS, (9, Miningoecephalitis). Alamat Dusun Nepak RT 02 RW 02 Kel. Bulurejo Kec. Mertoyudan Kab. Magelang, Jawa Tengah. Dik Ilham adalah putra dari bapak Zaenal Arifin (42) buruh lepas bengkel cat mobil dan Ibu Yayuk Siamussia (43) pembantu rumah tangga. Sekitar 1 tahun lalu,  Dik Ilhammengalami panas dan kejang. Dik Ilham langsung dilarikan ke RSU Magelang, karena pihak RSU tidak bisa menangani sakitnya, akhirnya Dik Ilham dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dan menjalani perawatan rawat inap selama 3 bulan. Selanjutnya rawat jalan dan terapi di rumah oleh terapis RSU Magelang dengan membayar biaya Rp 50.000,- . Saat ini, Dik Ilham masih terbujur kaku di tempat tidur karena rawat jalan, kontrol, dan terapi tersebut terakhir yang dilakukan pada bulan agustus 2015. Belum ada tindakan lebih lanjut lagi yang dilakukan oleh keluarganya karena BPJS terakhir dibayar bulan juli 2015 dan sudah tidak memiliki biaya untuk mengundang terapis lagi. Alhamdulillah keluarga Dik Ilham dipertemukan oleh Allah SWT dengan tim #Sedekah Rombongan dan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Ilham sudah bisa melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Ilham sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
21 Juni 2016 Dik Ilham di jadwalkan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang, hasil kontrol Dik Ilham  kondisi secara keselurahan membaik akan tetapi tanggal 22 Juni kondisi Dik Ilham tiba-tiba drop dan menjalani rawat inap di RSUP Dr. Kariadi Semarang hingga tanggal 29 Juni 2016. Bantuan di berikan Dik Ilhan untuk membantu biaya akomodasi selama rawat inap di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Jumlah bantuan : Rp. 1.200.000
Tanggal:  22 Juni  2016
Kurir : @indrades , @idaiddo@naadiahusna

Ilham menderita Miningoecephalitis

Ilham menderita Miningoecephalitis


AGUNG PRIO ANGGODO ( 24, FRAKTUR CERVICALIS ) Alamat : Jl. Pelem Gedong RT. 01 RW. 02, Tambakaji, Semarang. Bulan november saat berniat untuk membantu tukang merenovasi rumahnya mas agung justru terjatuh dari ketinggian tiga meter. Begitu jatuh anggota badan sudah tidak bisa digerakkan lagi kemudian mas agung dilarikan ke rumah sakit karyadi. Mas agung mengalami patah tulang dan kemudian di operasi tapi masih belum ada perkembangan signifikan. Mas agung masih tidak bisa menggerakkan anggota badannya dan mati rasa. Karana merasa pesimis dengan rumah sakit akhirnya mas agung tidak melanjutkan kontrol lagi. Selama ini mas agung hanya tinggal bersama ibunya. Kondisi ekonomi semenjak mas agung jatuh sakit sudah tidak ada pemasukan lagi. Suaminya pergi semenjak mas agung kecil. Selama ini mas agunglah yang menjadi tulang punggung keluarga. Selama ini mereka hanya hidup berdua dan untuk melanjutkan hidup saat ini mereka kadang mendapat santunan dari para tetangga. Mas Agung sudah menjalani kontrol ke RS Tugurejo pada tanggal 26 April 2016. Pihak RS Tugurejo kembali merekomendasikan mas Agung untuk kontrol ke RS Kariadi. Pada tanggal 28 Juni 2016 Sedekah Rombongan memberikan santunan kepada mas Agung sebesar Rp. 1.000.000

Jumlah Bantuan      : Rp. 1.000.000
Tanggal             : 28 Juni 2016
Kurir               : @indrades, @idaiddo, @rishafaiq

Agung menderita FRAKTUR CERVICALIS

Agung menderita FRAKTUR CERVICALIS


SUNARTI BINTI JOYO KARNO (47, Tumor Perut dan Batu Ginjal) Alamat: DK. Jenggolo Desa Banyuurip Margorejo, Kota Pati, Jawa Tengah. Bu Sunarti adalah seorang ibu rumah tangga. Berawal pada awal tahun 2014, Bu Sunarti sering mengeluh sakit pada perut. Kemudian Bu Sunarti dibawa ke rumah sakit setempat untuk periksa namun peralatan kesehatan yang kurang memadai sehingga Bu Sunarti dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk memperoleh tindakan lebih lanjut. Bu Sunarti menjalani rontgen dan berbagai tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang, hasilnya positif bahwa Bu Sunarti menderita tumor perut dan batu ginjal. Hal tersebut yang membuat perut Bu Sunarti sering sakit. Bu Sunarti dianjurkan untuk kontrol rutin sambil menunggu tindakan selanjutnya. Setelah menjalani kontrol rutin, pada awal bulan juni 2014 Bu Sunarti menjalani operasi pengangkatan tumor perut. Dan proses operasi berjalan lancar. Bu Sunarti menjalani kontrol rutin pasca operasi. Setelah kondisi membaik, Bu Sunarti dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi. Bu Sunarti sangat bersemangat untuk sembuh, sehingga Bu Sunarti selalu tepat waktu menjalani kontrol dan kemoterapi. Meskipun jarak rumah ke RSUP Dr. Kariadi sangat jauh serta biaya transportasi yang cukup besar tidak pernah mengurangi semangat Bu Sunarti untuk berobat. Terkadang Bu Sunarti harus meminjam uang kepada tetangga untuk bisa berangkat berobat. Atas ijin Allah SWT pada awal maret 2016, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Dengan berbagai pertimbangan, kurir sepakat untuk melakukan dampingan kepada Bu Sunarti selama pengobatan. Dan membawa Bu Sunarti ke Semarang untuk melanjutkan proses pengobatan yaitu kemoterapi. Saat ini, kondisi Bu Sunarti semakin membaik, meski terkadang masih merasakan nyeri di bagian kaki karena penyakit batu ginjalnya.  Alhamdulillah Bu Sunarti sudah menjalani kemoterapi kesebelas dari program duabelas kali kemoterapi. Setelah itu, Bu Sunarti akan menjalankan operasi pengangkatan tumor di perutnya. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Sunarti selama di Semarang. Mohon doanya semoga proses pengobatan Bu Sunarti dilancarkan  dan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 29 Juni 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo@lianhumaira

Ibu sunarti menderita Tumor Perut dan Batu Ginjal

Ibu sunarti menderita Tumor Perut dan Batu Ginjal


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Kaki) Alamat Pasar Banggi Rt 01 Rw 03 Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa  pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat sedang menjalani kontol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum menjalani tindakan lebih lanjut. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.321.000,-
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @bram_gp

Giat menderita Patah Kaki

Giat menderita Patah Kaki


Suminah binti Kasnadi (43, Kanker Payudara). Alamat: Kedungcino RT 12/4 Kedungcino, Jepara Jateng. Ibu Sumini nama panggilannya adalah istri dari Bapak Triman dan memiliki 1 orang anak. Bu Sumini mulai merasakan sakit pada awal 2015 di bagian payudara. Awalnya payudara terlihat membengkak seperti ketika datang bulan, tetapi terus menerus menjadi tambah parah. Payudara semakin bertambah besar dan sakit. Karena tidak mengerti dan keterbatasan dana, penyakit bu sumini dibiarkan saja tanpa diobati. Semakin sakit, akhirnya pada 3 bulan terakhir bu sumini sempat mencoba pengobatan tradisional jawa dan dianjurkan melakukan puasa mutih. Pekerjaan sebagai buruh amplas pun ditinggalkan karena penyakit semakin parah. Bu sumini berperan sebagai tulang punggung keluarga. Suami bu sumini, pak Triman yang berusia 80 tahun sudah tidak bekerja karena terlalu tua, dan anaknya masih kelas 3 SMP. Karena keadaan kesehatan bu Sumini tak juga membaik, pada bulan Desember 2015 akhirnya memeriksakan diri ke RSUD. Kartini Jepara dan baru disinilah didiagnosa kanker payudara dan langsung dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Pemeriksaan awal dilakukan di RSUP Kariadi. Pada akhir Januari 2016 SR Semarang dipertemukan dengan Bu Suminah dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatannya. Kemoterapi I telah dilakukan pada 16 Februari 2016 di RSUP Kariadi Semarang, kemoterapi ke II pada 8 Maret 2016 dan telah selesai melakukan kemoterapi ke 3. Bu Suminah telah menjalani operasi dan pembersihan rutin pasca operasi. Tanggal 29 Juni 2016 Bu Suminah menjalani kemoterapi pertama pasca operasi.

Jumlah Bantuan: 1.450.000
Tanggal: 30 Juli 2016
Kurir: @indrades, @idaiddo, @restirianii, @idaiddo

Ibu suminah menderita Kanker Payudara

Ibu suminah menderita Kanker Payudara


RUDI HARTONO ( 40, Kanker Kulit) Alamat : Bumiharjo 1/7 Ngandong Keling,  Kota Jepara, Jawa Tengah. Pak Rudi biasa ia dipanggil. Berawal pada pertengahan tahun 2007 yang lalu, ketika Pak Rudi sedang membantu tetangga merenovasi rumah kemudian kakinya tersangkut kabel listrik dengan teganggang yang sangat tinggi seketika Pak Rudi  tersengat arus listrik tersebut. Kemudian tetangga membawa Pak Rudi ke RSUD Kartini Jepara. Karena luka pada kaki yang parah, sehingga harus dilakukan tindakan operasi untuk mengamputasi kaki kiri. Proses operasi berjalan lancar dan Pak Rudi menjalani proses perbaikan pasca operasi. Pasca operasi Pak Rudi harus terus menjalani kontrol  agar luka bekas operasi segera sembuh. Berbekal Jamkesmas pada waktu itu, sang Istri, Bu Nani (36) dengan setia mengantar Pak Rudi rutin kontrol di RSUD Kartini. Setelah merasa baik, Pak Rudi tidak melanjutkan kontrol rutin. Selain merasa kondisi sudah baik, disebabkan biaya transportasi yang cukup banyak sehingga Pak Rudi tidak melanjutkan pengobatan. Selang 9 tahun pasca operasi, Pak Rudi kembali merasakan sakit pada bagian kaki kanan. Setelah dilakukan pengecheckan ternyata Pak Rudi menderita kanker kulit yang mengharuskan diamputasi kaki kanannya. Saat itu kondisi Pak Rudi sangat drop karena dengan kehilangan kedua kakinya membuat Pak Rudi tidak bisa bekerja seperti biasa. Sedangkan Pak Rudi memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih sekolah. Namun Allah berkehendak lain, Alhamdulillah tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Rudi. Saat ini Pak Rudi telah menjadi pasien dampingan SR Semarang. Pak Rudi kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk kontrol rutin beserta kemo rawat jalan. Alhamdulilah kondisi Pak Rudi semakin membaik , mohon doa dari Sedekah holic sekalian agar Pak Rudi lekas sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi Pak Rudi Selama di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 1.600.000
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @indrades @idaiddo , @arifiin_yaa

Pak rudi menderita Kanker Kulit

Pak rudi menderita Kanker Kulit


SUNARTI BINTI JOYO KARNO (47, Tumor Perut dan Batu Ginjal) Alamat: DK. Jenggolo Desa Banyuurip Margorejo, Kota Pati, Jawa Tengah. Bu Sunarti adalah seorang ibu rumah tangga. Berawal pada awal tahun 2014, Bu Sunarti sering mengeluh sakit pada perut. Kemudian Bu Sunarti dibawa ke rumah sakit setempat untuk periksa namun peralatan kesehatan yang kurang memadai sehingga Bu Sunarti dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk memperoleh tindakan lebih lanjut. Bu Sunarti menjalani rontgen dan berbagai tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang, hasilnya positif bahwa Bu Sunarti menderita tumor perut dan batu ginjal. Hal tersebut yang membuat perut Bu Sunarti sering sakit. Bu Sunarti dianjurkan untuk kontrol rutin sambil menunggu tindakan selanjutnya. Setelah menjalani kontrol rutin, pada awal bulan juni 2014 Bu Sunarti menjalani operasi pengangkatan tumor perut. Dan proses operasi berjalan lancar. Bu Sunarti menjalani kontrol rutin pasca operasi. Setelah kondisi membaik, Bu Sunarti dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi. Bu Sunarti sangat bersemangat untuk sembuh, sehingga Bu Sunarti selalu tepat waktu menjalani kontrol dan kemoterapi. Meskipun jarak rumah ke RSUP Dr. Kariadi sangat jauh serta biaya transportasi yang cukup besar tidak pernah mengurangi semangat Bu Sunarti untuk berobat. Terkadang Bu Sunarti harus meminjam uang kepada tetangga untuk bisa berangkat berobat. Atas ijin Allah SWT pada awal maret 2016, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Dengan berbagai pertimbangan, kurir sepakat untuk melakukan dampingan kepada Bu Sunarti selama pengobatan. Dan membawa Bu Sunarti ke Semarang untuk melanjutkan proses pengobatan yaitu kemoterapi. Saat ini, kondisi Bu Sunarti semakin membaik, meski terkadang masih merasakan nyeri di bagian kaki karena penyakit batu ginjalnya.  Alhamdulillah Bu Sunarti sudah menjalani kemoterapi kesebelas dari program duabelas kali kemoterapi. Kemoterapi keduabelas yang merupakan kemoterapi terakhir akan dilaksanakan setelah lebaran. Setelah itu, Bu Sunarti akan menjalankan operasi pengangkatan tumor di perutnya. Mohon doanya semoga proses pengobatan Bu Sunarti dilancarkan  dan lekas sembuh. Bantuan disampaikan biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo@lianhumaira

Ibu sunarti menderita Tumor Perut dan Batu Ginjal

Ibu sunarti menderita Tumor Perut dan Batu Ginjal


PAMUJI BIN JARMIN (42, K.KELENJAR GETAH BENING) Alamat : Semirejo  Rt 02, Rw 03 Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Pak Pamuji, demikian beliau biasa dipanggil. Bermula saat Pak Pamuji pulang dari Sumatera  tiga tahun yang lalu bekerja di perkebunan karet, Pak Pamuji merasakan sakit dibagian leher,namun rasa sakit itu diabaikan. Hingga pada akhir tahun 2013 memeriksakan ke RSUD Soewondo dan dokter mendiagnosa kanker kelenjar getah bening. Setahun berjalan keluarga melakukan pengobatan alternatif demi kesembuhan Pak Pamuji hingga ke Jawa Timur. Namun dalam pengobatan selama itu tiada kesembuhan yang didapat akhirnya membawa pak Pamuji ke RS.Keluarga Sehat. Kondisi yang kian memburuk membuat keluarga membawa ke RS Karyadi untuk melakukan kemotherapi guna membunuh sel-sel kanker di lehernya. Pengobatan dilakukan dengan sabar dan biaya sebisanya didapat, namun pada tahap kemotherapi yang ke-lima, keluarga sudah tidak ada biaya untuk melanjutkan pengobatan. Kondisi saat ini leher  Pak Pamuji makin membesar dan mengeras juga menjadi kurus kering, sehingga tidak bisa bekerja lagi dan lebih banyak berbaring di tempat tidur. Kesedihan Pak Pamuji pun makin bertambah karena sebetulnya masih ada yang jadi beban pikirannya yaitu dua anaknya Anis Juliani (21) dan Lita Aprillia Ardani (8) yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Sedangkan istrinya Sarini (40) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah keuarga pak pamuji bertemu dengan kurir #SedekahRombongan dan dibantu untuk pengurusan BPJS. Pada bulan juni 2016 beliau sudah melanjutkan sampai kemoterapi ke-7. Terima kasih #Sedekaholic sehingga Pak Pamuji dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah santunan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal         : 29 Juni 2016
Kurir        : @indrades , @idaiddo , @syamok

Pak pamuji menderita Kanker KELENJAR GETAH BENING

Pak pamuji menderita Kanker KELENJAR GETAH BENING


Aris Hadi Winarto (14, Congenital Talipes Equino Varus) beralamat di Dk.Rubiah RT2/RW9, Desa Bageng, Kec.Gembong, Kab.Pati, Jawa Tengah. Putra semata wayang dari pasangan Bapak Sarju (49 tahun) pekerja serabutan dan Ibu Karti (46 tahun) Ibu seorang rumah tangga yang lahir pada tanggal 15 November tahun 2001. Dik Aris  sejak lahirkan di tumit kiri sudah ada benjolan lunak saat dipegang. Di kaki kirinya juga ada kelainan kulit, kulit bagian belakang berwarna hitam gosong seperti bekas luka bakar. Dik Aris tidak mengeluhkan sakit pada kakinya tersebut, hanya saja apabila digunakan berjalan agak jauh terasa pegal, kesemutan dan  linu, dan Dik Aris kesusahan untuk berjalan normal karena benjolannya membengkak. Dik Aris belum pernah berobat sebelumnya karena keterbatasan biaya, Alhamdulillah di pertemukan dengan #SR untuk di dampingi dan di bantu dalam pengobatan. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Soewondo Pati di rujuk ke RS Ortopedi Soeharso Surakarta. Hasil pemeriksaan dari Surakarta tidak ada kelainan atau penyakit pada tulang, sehingga akhirnya Dik Aris di rujuk ke RSUP Kariadi Semarang.  Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, dokter mendiagnosa kaki Dek Aris ternyata mengalami CTEV ( Congenital Talipes Equino Varus ) dan di jadwalkan melakukan operasi pada tanggal 29 Juni 2016. Alhamdulillah, pada tangga 29 Juni 2016 operasi sudah dilakukan dengan lancar. Saat ini Dik Aris sedang menjalani masa pemulihan pasca operasi.Semoga kondisi Dek Aris segera pulih dan sehat. Santunan di berikan kepada Dek Aris dan keluarganya untuk biaya akomodasi selama rawat inap  di RSUP Kariadi Semarang.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal:  30 Juni  2016
Kurir : @indrades , @idaiddo@naadiahusna

Aris menderita Congenital Talipes Equino Varus

Aris menderita Congenital Talipes Equino Varus


SUTILAH BINTI KLIWON (39, Buta Mata Kiri). Alamat : Tegalrejo RT. 15/8, Desa Transtanjungan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinisi Lampung. Sepulang kerja menanam padi, saat magrib Ibu Sutilah mencuci baju karena ia berpikir besok pagi-pagi  akan bekerja. Saat itulah tidak sengaja busa sabun cuci mengenai mata sebelah kirinya dan segera ia bersihkan dengan menggunakan air. Ia mengira setelah dibersihkan dengan air matanya tidak akan perih lagi, namun tidak lama kemudian ia mengeluh matanya sakit dan terasa panas. Ternyata terjadi pembengkakan hampir di seluruh mata kirinya hingga ia tak dapat melihat. Kini ia hanya dapat melihat dengan mengguankan mata kanannya. Ibu Sutilah baru sekali berobat ke bidan setempat karena jarak ke Puskesmas terdekat cukup jauh, itu pun ia dibantu oleh tetangganya. Saat ini Ibu Sutilah sedang menjalani pengobatan di RS Abdul Moeloek (RSAM) Lampung dan disarankan untuk dirujuk ke RSCM Jakarta. Namun hal tersebut terasa berat mengingat suaminya, Sarman (50), hanya bekerja sebagai buruh yang penghasilannya untuk makan sehari-hari saja sering kali tidak cukup. Meskipun Ibu Sutilah memiliki BPJS PBI, Ia dan suaminya tak memiliki uang untuk berobat ke Jakarta. Ibu Sutilah adalah pasien dampingan #sedekahrombongan yang kini tinggal di RSSR Lampung. Bantuan kembali diberikan kepada Ibu Sutilah untuk kebutuhan pengobatan di RSAM. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 866.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @ arisasamara @sayasepti Herlina Yulia @akuo_kawai @ririn_restu

Ibu sutilah menderita Buta Mata Kiri

Ibu sutilah menderita Buta Mata Kiri


RSUD AHMAD YANI METRO (Hibah 10  Unit Kursi Roda). Alamat : Jl. A.Yani No. 13, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Rumah Sakit Ahmad Yani Metro (RSAY), merupakan salah satu rumah sakit umum daerah tipe B yang menjadi rujukan pengobatan dan Rumah Sakit Pendidikan FK Unila. RSAY tidak hanya diperuntukan untuk warga Kota Metro Saja, tetapi juga beberapa kabupaten disekitarnya yaitu Kabuaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kabupaten Tulang Bawang. Oleh karena itu ada banyak pasien dari berbagai daerah yang bisa menjadi target kurir #SedekahRombongan. Melihat hal tersebut, pentingnya menjalin kerjasama dengan RSAY demi menolong dhuafa yang sakit di deerah Kota Metro dan sekitarnya. Kurir #SedekahRombongan Lampung pun bersilaturahmi menyampaikan maksud dan tujuan tersebut. Dengan adanya kerjasama antara pihak RSAY dan kurir #SedekahRombongan Lampung, diharapkan terjalin komunikasi mengenai rumah sakit, informasi pasien dhuafa, pelayanan medis, dan juga kemudahan akses kurir saat bergerak di RSAY. Bersamaan dengan acara silaturahmi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan hibah berupa 10 unit kursi roda, semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi penanganan medis untuk pasien-pasien di RSAY.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.250.000,-
Tanggal : 13 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @evandlendi @andradideri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Hibah 10 Unit Kursi Roda

Hibah 10 Unit Kursi Roda


NING MA’RIFAH (32, Maag Kronis). Alamat : Dusun Sribakti, RT. 1/8, Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Ibu Ning adalah seorang buruh di ladang. Awal mula sakitnya sekitar 5 tahun yang lalu, tiba-tiba Ibu Ning merasakan perut mual dan perih disertai keluar keringat dingin. Keluarga membawanya ke Puskesmas dan didiagnosa terkena penyakit maag. Sebetulnya oleh dokter sudah disarankan agar Ibu Ning tidak bekerja terlalu keras, namun karena desakan ekonomi hal itu tidak diindahkan oleh Ibu Ning. Hal tersebut membuat penyakitnya semakin parah. Akhirnya Ibu Ning sekarang sudah tidak bisa bekerja lagi. Ibu Ning dan suaminya, Jumali (34), sehari – harinya bekerja di ladang milik orang lain yang penghasilannya tidak menentu.  Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari saja mereka kesulitan ditambah Ibu Ning  saat ini masih sakit dan butuh biaya pengobatan. Jaminan kesehatan pun mereka belum memilikinya. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan Kurir #SRLampung dengan Ibu Ning dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk kebutuhan berobat. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Ibu Ning dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @azizilalang @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Ibu ning menderita Maag Kronis

Ibu ning menderita Maag Kronis


DWI WINARSIH (44, Kanker Payudara dan Diabetes). Alamat : Dusun Purwosari RT.16/4, Desa Tegalsari, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Dua tahun lalu terdapat benjolan kecil di sekitar payudara Ibu WInarsih tetapi tidak dihiraukan. Hingga awal tahun 2016, benjolan itu membesar hingga sebesar telur ayam. Ibu Winarsih kemudian memeriksakannya ke Puskesmas dan dicurigai terkena kanker payudara dan disarankan untuk operasi ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Pada Februari 2016, Ibu Winarsih mulai menjalani kemoterapi yang pertama setelah melakukan operasi. Pada April 2016 ibu Winarsih melakukan operasi yang ke-2 dan hingga saat ini sudah 6 kali menjalani kemoterapi. Ibu Winarsih sering merasa sakit pada bagian bekas operasinya dan sering merasa lemas, ia ingin sekali sembuh dari penyakitnya. Selama menjalani pengobatan Ibu Winarsih dibantu dengan BPJS kelas 3 sehingga sedikit ringan untuk biaya pengobatannya, tetapi untuk akomodasi dan transportasi Ibu Winarsih sering merasa bingung karena penghasilan suaminya, Ahmadi (51), yang pas pasan. Karena kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung pun langsung mendatangi Ibu Winarsih di kediamannya untuk menyampaikan sedekah dari #sedekaholic yang semoga bisa membantu biaya sehari-hari selama menjalani kemoterapi dan semoga Ibu Winarsih bisa cepat sembuh dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir :@wirawiry @abahnyamarlele@jajang_fajar  Leni Marlina @yulian_safri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu dwi menderita Kanker Payudara dan Diabetes

Ibu dwi menderita Kanker Payudara dan Diabetes


NOTO BIN SASTRO (54, Gumpalan pada Saraf Otak). Alamat : Desa Tegalsari RT. 2/1, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Sekitar awal tahun 2016, Bapak Noto yang bekerja sebagai buruh bangunan merasakan matanya saat perih ketika keringat menetes mengenai matanya. Sejak saat itu, semakin hari penglihatanya semakin kabur. Bapak Noto Kemudian berobat ke Puskesmas dan dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada. Karena Rumah Sakit Mitra Husada tidak memiliki dokter saraf, kemudian Bapak Noto dirujuk ke Rumah Sakit Abdoel Muluk (RSAM) Bandar Lampung. Hasil scaning menunjukkan adanya gumpalanan pada saraf otak. Selama 6 hari dirawat, Bapak Noto menggunakan KIS PBI Kelas 3 dan keadaannya mulai membaik dan dibawa pulang. Satu bulan kemudian Bapak Noto merasakan tangan kirinya tidak bisa digerakkan lagi. Bapak Noto tidak melanjutkan pengobatannya karena tidak ada biaya karena ia tidak dapat bekerja, sedangkan istrinya, Tutik (53) hanya seorang ibu rumah tangga. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak menemui Bapak Noto dan memberikan  bantuan untuk biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahyamarlele Leni Marlina @jajang_fajar @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak noto menderita Gumpalan pada Saraf Otak

Pak noto menderita Gumpalan pada Saraf Otak


SUMIATI BINTI NURI (36, Ca. Mamae). Alamat : Desa Waringinsari Timur RT. 19/5, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awal Januari 2016, payudara Ibu Sumiati membesar. Menurut pengakuan Ibu Sumiati tidak ada tanda-tanda benjolan di payudaranya sebelumnya. Kemudian Ibu Sumiati dibawa ke klinik terdekat oleh keluarga yang kemudian dirujuk ke Puskesmas Adiluwih. Dari Puskesmas Ibu Sumiati dirujuk ke Rumah Sakit Wismarini Pringsewu yang akhirnya merujuknya ke RSUD Pringsewu. Melihat kondisi Ibu Sumiati yang sudah mengkhawatikan, RSUD Pringsewu pun merujuk Ibu Sumiati ke Rumah Sakit Abdoel Muluk (RSAM) Bandar Lampung. Di RSAM disarankan untuk dilakukan kemoterapi. Namun ibu Sumiyati tidak melanjutkan pengobatan dan memilih jalur pengobatan alternatif. Setelah beberapa lama, sakit Ibu Sumiati tidak kunjung membaik, malah muncul benjolan lain di payudaranya dan benjolan tersebut pecah. Setelah dibujuk akhirnya Ibu Sumiati mau melanjutkan pengobatan medis kembali. Selama pengobatan Alhamdulillah Ibu Sumiati terbantu dengan kartu JKN kelas 3 yang dimiliki. Namun untuk transportasi Ibu Sumiati sering merasa bingung mengingat jarak dengan RSAM yang jauh dan ia juga harus beberapa kali berobat dalam satu minggu, sedangkan ia tinggal sendiri dan tidak bekerja. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi Ibu Sumiati untuk menyampaikan sedekah dari #sedekaholics untuk akomodasi dan trasnportasi selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahyamarlele @saesarraya @jajang_fajar @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu sumiati menderita Ca. Mamae

Ibu sumiati menderita Ca. Mamae


PUTRI AMELIA AMANDA (21, Paraparesis Inferior). Alamat : Jl. KH. Manshur  Gg. Hanawi, RT. 1/2, Desa Sidang Sari, Kecamatan Kota Bumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Awalnya Putri mengalami sakit maag dan susah buang air besar. Pada 30 Maret 2016 ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Kota Bumi. Setelah seminggu dirawat belum ada perubahan dan akhirnya dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM). Putri belum juga membaik setelah dirawat beberapa hari bahkan ia mengalami kelumpuhan pada anggota gerrak bagian bawah.  Akhirnya ia dirujuk ke RS Gatot Subroto dan dirawat selama 20 hari namun tidak juga ada perubahan. Akhirnya ia dibawa dan dirawat lagi di RSAM dan melakukan terapi setiap hari. Ayahnya, Bapak Amirudin (52), bekerja sebagai wiraswata dengan penghasilan tak seberapa dan ibunya, Meli Yentina (40), bekerja sebagai ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Putri ditanggung BPJS PBI Kelas 3 namun orang tuanya kebingungan untuk operasional berobat. Putri merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan dan kini tinggal di RSSR Lampung karena rumahnya yang jauh dengan RSAM. Kurir #sedekahrombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit dari para #sedekaholics untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari – hari selama di RSSR. Sebelumnya Putri dibantu pada rombongan 866.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele via rika @yesaridani @sayasepti @akuo_kawai @ririn_restu

Putri menderita Paraparesis Inferior

Putri menderita Paraparesis Inferior


RSSR LAMPUNG (Operasional RSSR). Alamat : Jl.  Zebra No. 24 Kel. Sidodadi, Kec. Kedaton, Kota Bandar Lampung (Depan Bank Syariah Mandiri Kedaton). Lokasi rumah pasien yang jauh dari rumah singgah, dan proses pengobatan pasien yang harus berkali-kali dijalani inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR) di Lampung. Biaya Operasional Rumah Singgah #SedekahRombongan Lampung selama Bulan Juli 2016 sejumlah dibawah ini digunakan untuk operasional administrasi bulanan, pembayaran litrik, pembelian gas, beras, telur dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit sekitar Bandar Lampung. Sebelumnya operasional RSSR Lampung sudah masuk dalam rombongan 868. Semoga sedekah dari para sedekahholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan dari Allah swt. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @evandlendi Rika @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Operasional RSSR

Operasional RSSR


CICIH AGUSTINI (23, Kanker Payudara). Alamat : Kampung Bayur, Desa Cimanis, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Cicih merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan yang berobat di RS Fat,awati Jakarta. Pada 24 Juni 2016 Cicih telah menjalani operasi yang berjalan dengan lancar. Namun Cicih masih harus menjalani rangkaian pengobatan secara rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Saat menunggu jadwal berobat selanjutnya pada Bulan Juli, Cicih kembali ke kampungnya di Pandeglang. Saat mendekati jadwal berobatnya keluarga kebingungan karena tak memiliki biaya untuk ongkos ke Jakarta. Maklum saja ayahnya, Cihong (61) hanya seorang kuli bangunan dengan penghasilan yang sangat kecil dan ibunya, Neneng (55), hanya ibu rumah tangga biasa. Alhamdulilah Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lajutan untuk akomodasi berobat ke Jakarta setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 862.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Cicih menderita Kanker Payudara

Cicih menderita Kanker Payudara


ABU BAKAR (63, Stroke). Alamat : Kampung Babakan Sompok, RT. 11/5, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Pak Abu Bakar mempunyai riwayat penyakit stroke sejak tahun 2012. Penyakitnya berawal saat berada di sawah tiba-tiba tubuhnya mati rasa sebelah. Setelah diperiksa dan berobat jalan, Pak Abu Bakar dinyatakan menderita stroke. Pengobatannya terhenti karena ia tak memiliki uang. Ia ingin sekali meneruskan pengobatannya, tapi tak ada biaya. Akhirnya saat ini Pak Abu Bakar hanya bisa tinggal di rumah, dengan kondisi lemah tidak bisa banyak aktivitas. Pak Abu Bakar kini tak bisa mencari nafkah seperti dulu padahal ia masih mempunyai tanggungan 1 orang anak yang masih sekolah dan seorang istri. Kabar mengenai kesulitan Pak Abu Bakar sampai juga kepada #sedekahrombongan, Alhamdulillah bantuan dari #sedekaholic telah disampaikan kepadanya untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Pak Abu Bakar segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir : @wirawiry  @brahmana @yadi_uy @kakakgladys @ririn_restu

Pak abu menderita Stroke

Pak abu menderita Stroke


HERMAN ABDULLAH (45, Stroke). Alamat : Kampung Kadu Tiis RT. 6/11 Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Pak Herman menderita stroke sejak tahun 2009. Saat Pak Herman bangun tidur, tubuhnya tidak bisa digerakkan. Ia lalu berobat ke mantri setiap setengah bulan sekali. Saat ini karena tidak ada biaya berobat ia hanya bisa tinggal di rumah, dan kebutuhan sehari-harinya dibantu oleh saudara dan tetangganya yang peduli. Penderitaan Pak Herman bertambah saat sang istri pergi meninggalkannya. Kabar mengenai kesulitan Pak Herman sampai juga kepada #sedekahrombongan, Alhamdulillah bantuan dari #sedekaholic telah disampaikan kepadanya untuk biaya pengobatan. Semoga Pak Herman segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @kakakgladys @ririn_restu

Pak herman menderita Stroke

Pak herman menderita Stroke


SUMINTA SOBONG (57, Lumpuh). Alamat : Kampung Sobong RT. 2/3, Desa Palurahan, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Pak Suminta yang sekarang sudah tidak bekerja lagi awalnya adalah seorang pedagang buah-buahan. Pada tahun 2009, Pak Suminta menggalami kecelakaan, ia terjatuh dari pohon dan mengakibatkan keretakan pada tulang ekornya. Saat itu pengobatan yang dilakukannya hanya pijat tradisional saja. Setelah sekian lama penyakitnya tak kunjung sembuh dan mengakibatkan kelumpuhan. Setelah diperiksakan ke RSUD, dokter menyarankan untuk dioperasi, tetapi ia hanya berobat ke mantri kesehatan saja, sehingga lama kelamaan penyakitnya bertambah lagi dengan adanya peradangan yang akut pada bagian dubur dan kelaminnya. Saat ini Pak Suminta tinggal di rumah saja dan setiap saat harus menahan kesakitan. Pak Suminta ingin sekali berobat secara maksimal tetapi karena ketiadaan biaya ia hanya bisa pasrah. Saat ini Pak Suminta tidak bisa bekerja lagi, kesehariannya hanya mengandalkan bantuan dari tetangga yang peduli dan kiriman uang dari anaknya yang bekerja kuli serabutan di luar kota. Alhamdulillah Allah mempertemukan #sedekahrombongan dengan Pak Suminta, bantuan dari sedekahholic telah sampai kepadanya untuk membantu biaya pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy wiwin suzanti @ririn_restu

Pak suminta menderita Lumpuh

Pak suminta menderita Lumpuh


OJI BIN MUKSIN (49, Patah tulang paha kanan). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT.10/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pak Oji mengalami patah tulang paha. Awalnya, 2 minggu yang lalu, ia mengalami musibah saat sedang mengangkut sekarung gabah di bahu dan kemudian ia terpeleset sehingga paha kanan tertimpa karung gabah yang ia bawa. Pak Oji segera dibawa berobat ke pengobatan urut tradisional dan klinik di dekat rumahnya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, ia dianjurkan berobat ke rumah sakit. Pak Oji adalah tulang punggung keluarga yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh kasar di sawah. Tetangga sekitarnya sering meminta jasa Pak Oji sebagai pengangkut gabah dan membantu pekerjaan memanen padi. Karena sakitnya, kini ia sudah tidak bisa bekerja lagi dan hanya berbaring di tempat tidur. Sedangkan istrinya, Bu Namih (48) ibu rumah tangga, tidak dapat berbuat banyak untuk menambah penghasilan. Setelah melihat secara langsung keadaan keluarga ini, Kurir #SR menyimpulkan keluarga ini sangat layak dibantu. Saat ini kondisi Pak Oji masih belum bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan masih menjalani teraphy rutin. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya teraphy. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 789. Semoga Pak Oji cepat sembuh dan bisa bekerja kembali untuk menafkahi keluarganya. Aamiin,

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak oji menderita Patah tulang paha kanan

Pak oji menderita Patah tulang paha kanan


MUHAMMAD AZMIL (4, Hypotiroid). Alamat : Kp. Gaga RT.3/3, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Muhammad Azmil atau yang biasa dipanggil Azmil ini sejak lahir memang sudah mengalami gangguan fisik.  Perutnya terlihat membuncit dan terkadang ia mual dan  muntah. Azmil sering mengalami kejang dan  tubuh membiru serta kesulitan bernafas.  Hingga usia 3 tahun saat ini, ia belum dapat berjalan. Pada pertengahan Bulan Oktober 2015, kondisil kesehatan Azmil memburuk dan sempat dibawa ke  rumah sakit di Karawang. Ia menjalani rawat inap selama 9 hari dan setelah pulang, ia harus kontrol ke rumah sakit tersebut 1 minggu kemudian. Ayahnya, Pak Muhaimin (55) seorang pedagang makanan keliling di kampungnya. Penghasilannya yang tidak seberapa membuat mereka kebingungan ketika harus membawa Azmil untuk berobat. Sedangkan Ibunya, Bu Siti Khadijah (50) seorang ibu rumah tangga. Pada tanggal 14 Agustus 2016, Azmil kondisinya mengkhawatirkan dan terpaksa harus dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama ia dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 818.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Via Nah Jaronah @hapsarigendhis

Azmil menderita Hypotiroid

Azmil menderita Hypotiroid


TRI PUJIYANTI (21, TB. Paru). Alamat : Kp. Teluk Buyung RT. 2/7, Desa Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah 1,5 tahun Tri menderita TB. Paru dan hingga saat ini masih menjalani pengobatan rutin. Tri sudah menjalani beberapa kali pemeriksaan dan perawatan di RSUD Kota Bekasi saat kondisinya kritis. Kondisi paru yang sudah parah membuat ia harus dirujuk ke RS. Persahabatan Jakarta dengan jaminan Kartu KIS PBI. Selain itu ia juga sangat bergantung pada oksigen, sebab kalau tidak akan menimbulkan sesak nafas yang membuatnya drop. Sungguh malang nasibnya, di usia remaja ia hanya lebih banyak terbaring di tempat tidur. Ayahnya, Pak Yayah Nurhaya (47) hanya seorang tukang ojek sedangkan ibunya, Bu Sumiati (48) hanya ibu rumah tangga. Ketika Kurir #SedekahRombongan dating menemui Tri di RS. Persahabatan, kondisinya sangat lemah terpasang selang oksigen. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk bekal selama ia menjalani perawatan di RS. Persahabatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Tri menderita

Tri menderita TB Paru


FIKRI BIN MADRUDIN (6, Hemophilia). Alamat: Kp. Pulo Kukun RT.2/6, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Fikri putra Pak Madrudin (36) dan Ibu Engkar (32). Fikri mengalami gejala hemophilia sejak usia 9 bulan. Awal gejala penyakitnya yaitu seluruh badan Fikri tampak membiru dan pucat. Setelah diagnosis dokter ditegakkan bahwa ia mengalami hemophilia, Fikri harus menjalani pengobatan seumur hidup. Fikri dijadwalkan kontrol teratur 1 bulan sekali ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Tujuannya adalah kondisi fisiknya tetap fit, kuat dan tidak melemah. Empat tahun terakhir mereka sering pulang-pergi Bekasi-Bandung untuk pengobatan Fikri. Kemiskinan mereka menjadi kendala dalam masalah biaya, sehingga ada kalanya ibunda Fikri hanya membawa berobat saat kondisi Fikri memburuk. Alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya transport berobat ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 864.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Fikri menderita Hemophilia

Fikri menderita Hemophilia


ANGKASA RAMADHAN (6, Gangguan Pencernaan). Alamat : Kp. Kumejing RT. 3/6, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Orang tuanya biasa memanggil dengan nama Aang, yang sejak lahir memang sudah ada kelainan. Namun, dokter belum berani untuk ambil tindakan dan harus tunggu ketika ia sudah agak besar. Ada benjolan yang terdapat seperti lubang kecil terletak sekitar 5 cm di atas bokong. Ia tidak pernah merasakn mulas saat akan buang air besar, sehingga kotorannya berceceran saat ia sedang main bersama teman-temannya. Tentu saja hal ini kadang membuat Aang dijauhi dari teman-temannya. Ketika Kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumahnya, Aang belom memiliki jaminan apa-apa untuk berobat dan rencananya akan segera dibuatkan kartu BPJS. Ayahnya, Pak Joni (44) seorang buruh serabutan, sedangkan ibunnya, Bu Acih (41) ibu rumah tangga. Saat ini Aang menjalani pemeriksaan lanjutan ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitannya sehingga menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 861.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Angkasa menderita Gangguan Pencernaan

Angkasa menderita Gangguan Pencernaan


ROHMAN BIN SANUSI (59, TB Paru). Alamat : Kp. Biyombong RT. 3/6, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah hampir 6 tahun lamanya Pak Rohman atau yang biasa di sapa Pak Oman  menderita sakit batuk yang berkepanjangan. Karena keterbatasan dana, ia hanya dibawa berobat ke klinik terdekat dengan pengobatan tidak teratur. Sejak batuknya parah, Pak Oman tidak bisa lagi bekerja, karena jika banyak beraktifitas, kondisi tubuhnya akan ngedrop. Sejak saat, putranya yang bernama Jayadi (26) yang  menggantikan Pak Oman untuk menjadi tulang punggung keluarga. Sedangkan istri Pak Oman, Bu Sopiah (46) hanya ibu rumah tangga. Penghasilan Jayadi yang bekerja sebagai kuli pencari pasir di sungai Citarum masih belum bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Jadi apabila Pak Oman kondisi nya sedang drop, keluarga hanya membawanya berobat ke mantri terdekat. Setiap kali berobat ke klinik, disarankan agar Pak Oman dibawa berobat ke rumah sakit agar lebih mendapatkan penanganan memadai. Tapi keluarga hanya bisa mengiyakan, tanpa bisa berbuat banyak karena tidak ada biaya meskipun ia memiliki KIS PBI, namun biaya akomodasi dan bekal mereka tidak punya. Hingga akhirnya pada tanggal 9 Agustus 2016, Pak Oman dilarikan ke RS. Medorossa Cikarang dan sempat dirawat di Ruang ICU. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi dan bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Rohman menderita TB Paru

Rohman menderita TB Paru


MARIANA BR LUMBAN RAJA (26, Pembengkakan Syaraf Otak). Alamat: Jl. Meranti Selatan II Blok D, RT. 5/11, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Bu Maria, begitu ia akrab disapa, merupakan wanita single parent dari 2 orang anak. Kesehariannya, ia bekerja sebagai penjual kue di rumahnya. Pada tanggal 19 Maret 2016 lalu, Bu Maria jatuh di kamar mandi dan tidak sadarkan diri selama 3 hari. Oleh dokter, ia didiagnosa mengalami pembengkakan syaraf otak. Akibatnya, ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit selama 2 minggu dan kemudian dilanjutkan menjalani rawat jalan. Lalu, pada awal Agustus 2016 kemarin, tiba-tiba Bu Maria mengalami mual-mual dan pusing di kepala. Oleh keluarganya ia dilarikan ke RS. Rawalumbu. Ternyata, sakit akibat pembengkakan syaraf otak di kepalanya kambuh lagi. Dan kini ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Sampai saat ini, Kak Maria masih menunggu tindakan selanjutnya dari dokter yang menanganinya. Wanita yang menjadi tulang punggung keluarga ini, merasa kesulitan untuk membiayai pengobatannya selama di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat mengantarkan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Ibu mariana menderita Pembengkakan Syaraf Otak

Ibu mariana menderita Pembengkakan Syaraf Otak


PUPUT OKTAVIANI (23, Ca Mammae). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT. 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Semenjak 3 tahun yang lalu, Puput pernah menderita kanker payudara stadium satu dan sudah pernah dioperasi di RSUD Kabupaten Bekasi.  Setelah operasi, kondisi Puput semakin menurun dan saat ini badan Puput semakin hari semakin kurus, nafasnya berat dan suaranya nyaris habis tidak terdengar. Semenjak itu Puput belum pernah berobat ke rumah sakit manapun dikarenakan keterbasan biaya dan belum memiliki jaminan kesehatan. Namun terlihat sangat besar keinginannya untuk sembuh. Suaminya, Nirman (24) hanya seorang buruh harian disebuah pabrik di Cikarang. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan Kartu BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Puput menderita Ca Mammae

Puput menderita Ca Mammae


ALIM BIN NISAM (55, TB Paru). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT. 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Berawal sekitar 3 bulan yang lalu, Pak Alim merasakan badannya demam dan panas tinggi yang disertai batuk dan muntah darah. Saat itu juga Pak Alim dilarikan ke RS. Medirossa berbekal kartu jaminan KIS PBI. Setelah menjalani pemeriksaan, Pak Alim dinyatakan mengidap TB Paru dan menjalani perawatan selama 1 minggu. Saat ini ia harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit dan belum bisa bekerja untuk menafkahi keluarganya. Pak Alim yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek, sangat kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di rumah sakit.  Sedangkan istrinya, Ibu Tati (46) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk membantu biaya akomodasi selama Pak Alim menjalani pengobatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Pak alim menderita TB Paru

Pak alim menderita TB Paru


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT. 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir #SedekahRombongan, saat ini BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama Bu Koyah menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Ibu koyah menderita Tumor Payudara

Ibu koyah menderita Tumor Payudara


DARWIN HARSONO (45 Tahun, Suspect Gangguan Sistem Saraf). Pak Darwin atau yang akrab disapa Pak Hawwin, tercatat sebagai warga Karangbendo RT.06 Kretek, Jambidan, Banguntapan, Bantul, DIY. Bersama Suwartini, istrinya, ia tinggal di sebuah rumah sederhana dan sedikit kumuh. Sehari-harinya, Pak Hawwin bekerja sebagai buruh cetak batu-bata. Sejak Bulan Maret 2016, kakinya mulai terasa kesemutan, seminggu kemudian, kaki dan tangan tidak bisa digerakkan. Kondisinya pun hanya bisa berbaring di tempat tidur. Setelah itu ia periksa ke puskesmas terdekat dan dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta. Ternyata Pak Hawwin diharuskan rawat inap lima hari lamanya sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah. Ia masih harus rawat jalan, empat kali kontrol rutin namun keadaannya belum ada kemajuan. Pak Hawwin kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, rawat inap selama dua puluh hari, dilanjutkan dengan kontrol rutin lima kali. Selama itu belum diketahui secara pasti apa penyakitnya, masih dalam tahap observasi. Pak Hawwin memanfaatkan jaminan kesehatan BPJS untuk berobat dan meringankan biaya berobatnya. Berdasarkan informasi dari tetangganya, ada yang menyarankan untuk berobat ke salah satu dokter spesialis saraf, dr. Gojik Agung Prasetyo. Setelah beberapa kali berobat ia merasakan beberapa kemajuan, kaki dan tangannya sedikit-sedikit sudah bisa digerakkan, namun belum bisa duduk. Dokter menduga ada saraf tulang belakang yang terjepit sehingga menyebabkan gangguan fungsi motorik tubuh. Namun butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk menegaskan diagnosa tersebut. Pak Hawwin memutuskan untuk tetap melanjutkan pengobatan mandiri ini, ia kontrol rutin setiap 10 hari sekali. Sayangnya, sejak pertengahan juli 2016 lalu ia terpaksa menghentikan pengobatannya karena tidak ada biaya lagi. Sejak sakit, ia tidak bisa bekerja lagi, istrinya pun fokus mengurus pengobatannya. Kini Pak Hawwin sangat memerlukan bantuan untuk melanjutkan ikhtiar pengobatannya, juga untuk melanjutkan hidup mereka. Alhamdulillah, melalui jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Hawwin. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan santunan dari #Sedekaholic untuk membantu meringankan biaya pengobatannya. Terima kasih, #Sedekaholic, berkat sedekahmu, Pak Hawwin dapat melanjutkan ikhtiar pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @RofiqSILVER Suparno

Pak darwin menderita Suspect Gangguan Sistem Saraf

Pak darwin menderita Suspect Gangguan Sistem Saraf


DYAH WURYANTININGSIH (44 Tahun, Ca Mamae). Bu Dyah Wuryantiningsih (44 Tahun) dan Pak Isnaini Hermanto (47 Tahun) tinggal di sebuah rumah kecil sederhana yang berlokasi di Panembangan RT.02/RW.01, Purbalingga, Jawa Tengah. Pak Isnaini bekerja sebagai pedagang kecil di warung kelontong yang besarnya tak seberapa, sementara Bu Dyah bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pasangan ini memiliki tiga orang anak, yaitu Indira Liliana Hapsari (20 Tahun, mahasiswi), Indra Kurniawan Hapsara (17 Tahun, Pelajar SMA), dan Irfanda Bayu Tri Hapsara (15 Tahun, Pelajar SMP). Tahun 2011 Bu Dyah terdiagnosa menderita kanker payudara, dan di tahun yang sama ia menjalani operasi pengangkatan payudara di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Bu Dyah juga sempat menjalani kemoterapi selama enam kali, namun berhenti karena ketiadaan biaya. Selama dua tahun, ia tidak merasakan sakit. Awal tahun 2013, Bu Dyah merasakan sakit kembali dan saat diperiksa ternyata kanker telah menyebar sampai ke axila (kelenjar ketiak). Bu Dyah dianjurkan untuk segera operasi, namun menolak karena keterbatasan dana. #SedekahRombongan Wilayah Jogja kemudian mendampingi Bu Dyah untuk menjalani pengobatan atas rekomendasi dari dr. Retno, dokter radioterapi yang bertugas di RSUP Dr. Sardjito. Bu Dyah kemudian memulai pengobatan lagi dengan konsultasi perdana dengan dr.Gede di Poli Onkologi RSPAU dr. S. Hardjolukito. Selanjutnya Bu Dyah menjalani serangkaian tes labolatorium seperti cek darah lengkap, USG Thorakal, dan USG Abdomen upp & lower, setalah hasilnya keluar kemudian dikonsultasikan kembali.  Bu Dyah menjalani radioterapi sebanyak lima belas kali selama bulan Maret 2015 hingga April 2015. Saat ini Bu Dyah pun masih dalam proses pengobatan, ia menjalani kemoterapi, radioterapi, dan kontrol rutin, terlebih karena  adanya penyebaran sel kanker dokter memberikan tambahan kemo sebanyak 6x dengan seri A dan B. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan memberikan bantuan kepada Bu Dyah, yang digunakan untuk membiayai rangkaian pengobatannya. Bu Dyah sangat berterimakasih kepada #Sedekaholic atas bantuan yang diberikan, ia mendoakan para #Sedekahholic agar selalu diberi keberkahan oleh Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 16 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @imamnurhuda @RofiqSILVER

Ibu dyah menderita Ca Mamae

Ibu dyah menderita Ca Mamae


MUHAMMAD ILYAS BIN NUR HIDAYAT ALM (16 Tahun, Patah Tulang). Pemuda yang akrab disapa ilyas ini tinggal di Karanggayam RT.01 Sitimulyo, Piyungan, Bantul, DIY. I Ayahnya sudah lama meninggal, ia hidup hanya bersama ibu dan saudara-saudaranya. Rita Susanti, ibunya, kesehariaannya berprofesi sebagai penjahit. a mengalami musibah patah tulang tangan menjelang Idul Fitri 2016.Musibah itu bermula pada saat H-2 sebelum lebaran, Ilyas jatuh dari motor. Sesaat setelah jatuh Ilyas langsung dibawa ke RS Rajawali Citra di Pleret, namun karena pihak rumah sakit tidak sanggup menangani ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah dicek medis, diketahui terdapat 2 patahan di bagian tangan. Ternyata RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta juga tidak menyanggupi dengan alasan tidak ada tenaga medis dikarenakan kondisi waktu menjelang lebaran. Ilyas akhirnya dibawa ke rumah sakit khusus bedah di ringroad selatan dan dilakukan proses operasi dengan jumlah total selama 5 hari perawatan. Proses operasi telah dijalani dan memakan biaya Rp 9.000.000,-. Biaya operasi berasal dari pinjaman kepada keluarga dan teman-temannya, sampai saat ini belum bisa dikembalikan. Kondisi Ilyas saat ini dalam masa pemulihan dan sudah bisa berangkat ke pondok pesantren untuk belajar. Bulan September/Oktober 2016 rencananya akan dilakukan operasi ulang untuk pengecekan operasi sebelumnya. Rita Susanti merupakan janda yang memiliki tanggungan 6 anak orang anak. Selama ini keluarganya bertahan dari penghasilan menjahit, bila diakumulasikan selama sebulan maka penghasilannya mencapai 1 jutaan. Kebutuhan lainnya dicover oleh saudara dan teman-temannya. Seperti halnya rumah yang ditempatinya adalah pinjaman rumah temannya yang tidak menggunakan rumah tersebut karena berada di Jepang. Ilyas dan keluarganya sangat membutuhkan uluran tangan dari #Sedekaholic untuk perawatan dan biaya operasi selanjutnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan Ilyas dan keluarganya. #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut serta berpartisipasi meringankan beban dan deritanya. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan yang digunakan untuk membayar biaya operasi yang tertunggak. Ilyas beserta keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat membantu pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @Tya_Nurulendah @HaniaAmien

Alm Ilyas menderita Patah Tulang

Alm Ilyas menderita Patah Tulang


PAWIRO UTOMO (87 Tahun, bantuan Tunai). Kakek Pawiro tinggal bersama istrinya di Karanggayam RT.01 Sitimulyo, Piyungan, Bantul, DIY. Sepasang suami istri, Pawiro Utomo (87)dan Ny. Pawiro Utomo (76) sudah menjalani asam garam kehidupan bersama dalam puluhan tahun. Keduanya kini menempati rumah sederhana pinjaman dukuh setempat. Pasangan ini mempunyai 2 orang anak. Anak pertama sudah merantau ke Sumatera dan tidak pernah ada kabar. Anak kedua berada di desa yang sama dan sudah berkeluarga. Pekerjaan anak Kakek Pawiro adalah tukang kebun kantor kelurahan, sehingga penghasilan hanya cukup memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri. Biaya makan sehari-hari yang tak menentu karena hanya menunggu uluran tangan sang anak dan tetangga sekitar lah yang membuat pasangan ini hidup dibawah garis kemiskinan.Sedangkan Kakek Pawiro bertahan hidup dari uluran tangan para tetangga tiap harinya. Wajar saja karena keduanya sudah tua renta dan tidak bisa bekerja lagi. Pak Dukuh dan masyarakat setempat menggalang dana untuk membantu walaupun hanya sedikit. Keprihatinan masyarakat sekitar terhadap mereka ditunjukkan dengan bahu membahu menanggung kebutuhan hidup mereka. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan Kakek Pawiro untuk turut serta berpartisipasi meringankan kebutuhan hidup beliau selama ini. #Sedekaholic melalui Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan berupa sembako dan 2 buah kasur senilai Rp. 800.000,-. Kakek Pawiro beserta warga setempat mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban hidup beliau.

Jumlah bantuan senilai : Rp. 800.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @Tya_Nurulendah, Hania

Bantuan tunai untuk meringankan beban hidup beliau.

Bantuan tunai untuk meringankan beban hidup beliau.


REJO SAGI (97 Tahun, Bantuan Tunai). Nenek Rejo hidup sebatang kara, ia tinggal di Karanggayam RT.01 Sitimulyo, Piyungan, Bantul, DIY. Suaminya sudah lama meninggalkannya seorang diri. Anak-anaknya tidak diketahui kondisinya. Ada anaknya yang masih tinggal di Jogja, namun tak mampu untuk datang membantu. Mereka pergi merantau dan tidak pernah ada kabar lagi. Sedangkan Mbah Rejo hanya bisa bertahan hidup dari uluran tetangga tiap harinya. Rumah yang ia tinggali merupakan tanah kas desa yang dimanfaatkan untuk membangun rumah bambu sederhana. Masyarakat setempat beberapa kali menggalang dana untuk membantu biaya kehidupan sehari hari. Nenek Rejo mendapat kesempatan makan ketika ada tetangga yang memberi makan untuknya. Dulu Nenek Rejo berprofesi sebagai petani, namun apalah daya dengan umur yang udzur hampir menginjak 1 abad. Kondisi tubuh tak kuasa menahan beban berat pekerjaan sebagai petani. Alhamdulillah, Allah SWT  mempertemukan #SedekahRombongan dengan Nenek Rejo. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan berpartisipasi meringankan kebutuhan hidup beliau selama ini. Kurir #Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan bantuan dari #Sedekahollics yang dipergunakan untuk membeli sembako dan 2 buah kasur senilai Rp. 700.000,-. Nenek Rejo beserta warga setempat mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholics dan #SedekahRombongan. Semoga bantuan ini dapat meringankan sedikit beban hidup beliau.

Jumlah bantuan senilai : Rp. 700.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @Tya_Nurulendah, Hania

Bantuan tunai untuk meringankan beban hidup beliau.

Bantuan tunai untuk meringankan beban hidup beliau.


YATIMAH BINTI PARMOGIONO (35 Tahun, Kista). Bu Yatimah tinggal di Kemit RT.04/RW.08 Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Ia tinggal berdua saja dengan Pak Dwi Joko Indrianto (37 Tahun), suaminya, merupakan buruh tani, tetapi kini sudah tidak bisa bekerja sejak medio semester pertama tahun ini karena mengalami stroke. Bu Yatimah terdiagnosa menderita kista sejak dua tahun yang lalu. Setiap akan tidur terasa ada yang mengganjal, ia lantas mengurutnya dan terasa ada benjolan. Bu Yatimah pun kemudian melakukan rongent dan pemeriksaan, dari sana diketahui benjolan itu adalah kista. Ia pun menjalani pengobatan tradisional, dan sampai sekarang belum pernah berobat secara medis. Bu Yatimah memiliki riwayat operasi caesar, namun bayinya ternyata sudah meninggal di dalam kandungan. Sampai saat ini pasangan ini pun belum dikaruniai momongan. Akhir tahun lalu, Bu Yatimah mendaftar jaminan kesehatan dan mendaftar untuk operasi pengangkatan kista. Tapi sampai pada waktunya jadwal operasi dilaksanakan, ia belum memenuhi semua persyaratan administratif sehingga operasi batal dilakukan. Kondisi Bu Yatimah saat ini kista belum diangkat dan perut terlihat semakin membesar. Suaminya juga tengah menjalani pengobatan secara tradisional. Kondisi ekonomi mereka pun serba kekurangan karena keduanya tidak bekerja. Untuk pengobatan dan kebutuhan sehari-hari mereka mengandalkan uang tabungan yang jumlahnya pun tidak banyak. Pasangan ini sangat membutuhkan bantuan karena kondisi ekonomi mereka sedang kekurangan. #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan sedekah turut merasakan kesulitan yang dialami oleh saudara kita. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka. Pada kesempatan itu pula Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic kepada Bu Yatimah dan Pak Dwi Joko. Bantuan ini digunakan untuk biaya berobat, akomodasi dan transportasi. Terimakasih #Sedekaholic berkat sedekahmu kini Bu Yatimah dapat melanjutkan pengobatannya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000
Tanggal :14 Agustus
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @Hutdi_Nur

Ibu yatimah menderita Kista

Ibu yatimah menderita Kista


ASIH SUMARNI (70 Tahun, Saraf Terjepit). Nenek Asih tinggal di Dusun Ngaliyan RT.01/RW.01 Gesikan, Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah. Nenek Asih memiliki tiga orang anak perempuan, semuanya sudah menikah dan tinggal bersama suami masing-masing. Ia juga memiliki satu orang anak laki-laki, yang tinggal bersamanya dan juga mengurusnya. Empat anaknya bekerja sebagai buruh, sementara itu di usianya yang renta, Nenek Asih pun masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Nenek Asih berdagang sayur keliling, ia membeli sayur-sayuran yang akan dijual (kulakan) di Pasar Wedi, Klaten. Dua tahun silam, saat subuh menjelang, nenek tua ini bersiap mengambil air wudhu, namun nahas ia malah terjatuh. Setelahnya Nenek Asih masih bisa berdiri dan berjalan seperti biasanya, namun pada sore harinya kakinya tak bisa digerakkan, ia pun tak bisa berjalan. Keluarganya kemudian membawanya ke sebuah rumah sakit di Wedi, Klaten. Nenek Asih kemudian di-rongent, dari sana diketahui jika ada saraf yang terjepit sehingga ia tidak bisa berjalan. Sejak saat itu ia selalu kontrol rutin setiap dua puluh hari sekali selama satu setengah tahun. Setiap kontrol ia mengeluarkan biaya sekitar dua ratus ribu rupiah untuk biaya kontrol itu sendiri dan biaya menyewa mobil. Selama berobat ia menggunakan jalur umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Enam bulan belakangan, ia dan keluarganya memutuskan untuk menghentikan kontrol dan beralih ke pengobatan alternatif yang ada di Kota Jogja. Metode pengobatan tradisional ini dengan cara memijat bagian punggung dan pinggang. Setelah menjalani pengobatan alternatif ada sedikit perkembangan, ia mulai bisa berjalan meski harus memakai bantuan tongkat. Kondisinya saat ini pinggang masih sakit dan kaki terasa dingin, akhir-akhir ini bahkan perutnya mulai membengkak. Nenek Asih dan putranya sangat membutuhkan bantuan karena kondisi ekonomi mereka sedang kekurangan. Mereka pun masih mempunyai tanggungan dengan pihak lain. Alhamdulillah, Tuhan mendekatkan Kurir #SedekahRombongan dengan keluarga mereka. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic yang akan digunakan untuk membantu biaya pengobatan ke Kota Jogja. Nenek Asih dan putranya sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @Hutdi_Nur

Nek asih menderita Saraf Terjepit

Nek asih menderita Saraf Terjepit


KRISMANTI BINTI SODIKUN (72 Tahun, Bantuan Tunai). Bu Krismanti tercatat sebagai warga RT.06/RT.02 Kotegede, Yogyakarta, DIY. Bu Krismanti tinggal bedua saja bersama suaminya yang sedang sakit infeksi paru-paru, Pak Heri Mulyono (82 Tahun). Suami terkena stroke ringan yang mengakibatkan ia tidak bisa berjalan layaknya orang-orang normal. Sehari-harinya, Bu Krismanti berdagang kue dan snack buatannya yang ia titpkan di warung-warung, sembari merawat suaminya sedang sakit. Suaminya sudah lama sakit sehingga ia pun menjadi tulang punggung keluarga yang mebcari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli obat bagi dirinya dan suaminya. Pasangan ini memiliki tiga orang anak, semuanya sudah berkeluarga dan merantau ke Madiun dan Palembang, anak-anak mereka jarang sekali pulang. Keluarga ini sangat membutuhkan uluran tangan dari para pecinta sedekah karena mereka sedang menghadapi kesulitan ekonomi. #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan sedekah turut merasakan kesulitan yang dialami oleh saudara kita. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka. Pada kesempatan itu pula Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic kepada Bu Krismanti dan Pak Heri Mulyono. Mereka berduamenyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga ini. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 10 Agustus 2015
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER

Bantuan tunai untuk meringankan beban hidup beliau.

Bantuan tunai untuk meringankan beban hidup beliau.


ASEH SUGIRAN (43 Tahun, Lumpuh). Bu Aseh tercatat sebagai warga Banyu, Rejosari, Semin, Gunung Kidul, DIY. Namun saat ini ia tinggal di sebuah kamar kos yang beralamat di Jl. Raya Janti No. 8 Caturtunggal, Sleman, DIY. Sugiran (43 Tahun), suaminya, bekerja sebagai pedagang makanan, ia mempunyai sebuah angkringan. Pendapatan hariannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarga ini mempunya dua tanggungan yaitu anak pertama yang tengah menempuh studi di universitas dan anak kedua yang tengah duduk di bangku sekolah dasar kelas lima. Akhir Desember 2015 silam, Bu Aseh mengalami kecelakaan, ia terjatuh dari lantai dua saat sedang bersih-bersih. Ia segera dilarikan ke RSU Bethesda Yogyakarta dan menjalani rawat inap selama dua hari. Berhubung banyak anggota keluarga tinggal di Tegalyoso, Klaten, Jawa Tengah, pasien kemudian dibawa pulang ke sana. Ia menjalani operasi tulang belakang dan pemasangan pen di RSUP dr. Soeradji Tritonegoro Klaten, dan dirawat selama kurang lebih setengah bulan. Paska operasi, pasien mengalami kelumpuhan kaki karena ada syaraf yang terjepit akibat tulang belakang ada yang bergabung. Pengobatan di RSU Bethesda menggunakan biaya sendiri, setelah itu keluarganya baru mengurus jaminan kesehatan untuk meringankan biaya pengobatan selanjutnya. Dari Tegalyoso, pasien kemudian berpindah tempat tinggal ke Wonosari, Gunung Kidul. Selama dua setengah bulan pasien menjalani 21 x terapi di RSJD Dr. RM. Soejarwadi, Klaten, Jawa Tengah. Beruntung sang kakak membantunya dengan menyediakan transportasi setiap kali terapi. Awal Mei 2016, Bu Aseh kembali ke kamar kosnya, semenjak itu ia belum terapi lagi. Kondisinya saat ini belum bisa berjalan dan masih menggunakan kursi roda. Syaraf telapak kakinya belum bisa berfungsi, kakinya juga kerap merasakan nyeri. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan kepada Bu Aseh. Bantuan ini digunakan untuk pembelian kasur khusus decubitus dan meringankan biaya berobatnya. Bu Aseh dan keluarganya sangat senang menerima bantuan ini, mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #SahabatSR diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @RofiqSILVER @Hutdi_Nur

Bu aseh menderita Lumpuh

Bu aseh menderita Lumpuh


MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI (15, Kaki Leter O) bertempat tinggal di Semoyan RT 01, Banguntapan, Bantul, DIY. Dik Fauzan sudah mengalami kaki leter O semenjak kecil, sehingga sangat sulit baginya untuk berjalan. DikFauzan juga tidak mempunyai jaminan kesehatan dari pemerintah untuk membantu dalam pengobatan, sehingga keluarganya mengusahakan dengan membuatkan BPJS Kesehatan untuknya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh dengan pihak keluarga Dik Fauzan untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholcis senilai Rp. 1.216.380 yang dipergunakan untuk membayar premi BPJS Kesehatan selamat setahun bagi Fauzan dan ibunya. Keluarga Dik Fauzanmengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekaholics atas bantuannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir: @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER

Fauzan menderita Kaki Leter O

Fauzan menderita Kaki Leter O


TEGAR JUNIARTA ( 2th, Bibir Sumbing ) Alamat Malangan UH VII/489 RT38 RW13 Yogyakarta. Dik Tegaryang lahir pada tanggal 3 Juni 2014 ini mengalami kelahiran tidak normal dengan terjadinya bibir sumbing. Orang tuanya bernama Dwi Wibowo (32th) yang bekerja sebagai montir mobil dan Yulinda Rinami (28th) yang bekerja sebagi guru TK swasta. Setelah dilakukan pemeriksaan di RS. Nur Hidayah Bantul, dik Tegar di sarankan untuk melakukan Operasi. Pihak keluarga langsung menyetujui dan segera mengurus BPJS. Pada tanggal 12 February 2015 dik Tegar di operasi bagian bibir nya. Untuk selanjutnya dokter akan melakukan operasi ke dua pada bagian celah langit-langit. Sedekah Rombongan membantu pemabayaran BPJS untuk persiapan operasi ke 2 yang rencana operasi bagian langit,

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @RofiqSILVER @Tya_Nurulendah

Tegar menderita Bibir Sumbing

Tegar menderita Bibir Sumbing


SUPADI MULYO UTOMO, (69, lumpuh), beralamat di Srayu RT O6, Canden Jetis, Bantul, D.I Yogyakarta. Beliau adalah suami dari Ngatinem (56 tahun) dan ayah dari 4 anak. Penyakitnya dimulai setelah beliau membangun rumahnya sendiri yang terkena gempa pada tahun 2006, saat itu beliau mengeluhkan sakit pada bagian tangan. Setelah dibiarkan sekian lama, rasa sakit di tangan semakin parah dan pada akhirnya kurang lebih 2 tahun yang lalu beliau mengalami kelumpuhan. Sehingga saat ini istri beliau yang berusaha menggantikan beliau untuk mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan keluarga. Bapak Supadi pernah menjalani perawatan di rumah sakit, yakni di RS Nur Hidayah sebanyak dua kali dan RS Senopati sekali. Kondisi beliau saat ini terbaring lemah di rumahnya karena kelumpuhan yang beliau alami dan mendapatkan perawatan seadanya dari istri beliau. Sesekali beliau dibawa ke rumah sakit oleh istri untuk sekedar pemeriksaan kondisi beliau menggunakan ambulan rumah sakit yang membutuhkan biaya operasional.
Alhamdulillaah atas ijin Allah, tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bapak Supadi Mulyo Utomo dan menyalurkan donasi dari para donatur sebesar Rp 1.000.000,-. Semoga donasi dari para donatur yang disampaikan kepada bapak Supadi Mulyo Utomo dapat digunakan sebagaimana mestinya guna keperluan perawatan dan pengobatan beliau dan bagi para donatur yang telah memberikan sebagian rizqinya dibalas oleh Allah dengan balasan yang banyak dan barokah. Aamiin…aamiin yaa Robbal’aalamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 13 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @Fikri_Item

Pak supadi menderita lumpuh

Pak supadi menderita lumpuh


AMBULANCE MTSR MAGETAN (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Wilayah Solo Raya dengan nomer hotline 0815 8911 911 yang beralamat di RT 1 RW 1 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mobil berwarna hitam dengan gradasi warna putih-merah yang biasa disebut MTSR oleh para kurir ini merupakan mobil operasional yang digunakan oleh para kurir dan driver untuk mengantar jemput pasien, mengantar barang ke panti asuhan, memberikan kebutuhan pada para dhuafa yang membutuhkan, orang sakit yang tak mampu, warga miskin dan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan, serta mengangkut jenazah. Selama bulan Juli 2016 biaya MTSR sejumlah Rp 6.070.000 yang meliputi Bensin mtsr, biaya servise mtsr dan ganti oli, Biaya cuci Mtsr, biaya perlengkapan  serta Jasa Driver. Sedekah dari para #sedekahholic semua sangat membantu dan menunjang kebutuhan kami dalam menyalurkan santunan. Doa kami menyertai #Sedekahholic semua agar selalu dilindungi dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT

Jumlah santunan :  Rp 6.070.000
Tanggal : Senin, 1 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Allcrew

Biaya operasional untuk Bensin mtsr, biaya servise mtsr dan ganti oli, Biaya cuci Mtsr, biaya perlengkapan serta Jasa Driver

Biaya operasional untuk Bensin mtsr, biaya servise mtsr dan ganti oli, Biaya cuci Mtsr, biaya perlengkapan serta Jasa Driver


RSSR MAGETAN (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015, kami mengontrak rumah di Jln. Jaksa Agung Suprapto 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi subuh bisa langsung berangkat ke Solo.  Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain  untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Juli 2016.

Jumlah Santunan : Rp 2.773.600
Tanggal : Senin, 1 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain

Biaya operasional untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain


SADIKUN BIN MARTO WIJOYO (85 tahun, duafa korban tabrak lari). Alamat : RT 4 RW 1 Kelurahan Tambran Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pak Sadikun adalah seorang duafa yang hidup nya menumpang pada kakak nya disebuah rumah sederhana. Hanya mereka berdua, tidak ada orang lain dalam rumah tersebut. Sebenarnya pak Sadikun mempunyai anak tetapi sudah berkeluarga dan kurang memperhatikan orang tuanya. Hari Minggu malam tanggal 10 Agustus 2016 pak Sadikun mengalami kecelakaan di depan pasar Baru Magetan dan dilarikan ke Ugd Rsud Sayidiman Magetan. Karena tidak ada satupun identitas yang dibawa maka tidak ada yg bertanggung jawab terhadap pengobatan Pak Sadikun. Kurir Magetan melalui grup Bbm dan Whatsap menyebarkan tentang kondisi beliau dengan tujuan ada yang kenal dengan pak Sadikun sehingga bisa memberi kabar tentang pak Sadikun pada keluarga nya. Berkat berita yang tersebar, dalam waktu 1 jam keluarga pak Sadikun dapat ditemukan. Santunan titipan para Sedekaholic telah tersampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk biaya pengobatan selama di rumah sakit. Pak Sadikun mengucapkan terimakasih atas  bantuan yang telah beliau terima dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Kamis, 11 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak sadikun seorang dhuafa korban tabrak lari

Pak sadikun seorang dhuafa korban tabrak lari


FARIDATUL BINTI HADI SASMITO ( 15 tahun, duafa terancam putus sekolah ). Alamat : Jalan Imam Bonjol Nomor 8D Kelurahan Magetan Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Farida, begitu teman sekolah nya memanggil anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Hadi Sasmito (ayah) dan Ida Alm (ibu). Ibu Farida meninggal 1 bulan yg lalu karena sakit sedangkan ayahnya yang hanya bekerja sebagai supir tembak di sebuah gudang di wilayah Magetan mengakibatkan sekolah Farida dan kedua adik nya kurang terperhatikan. Biaya spp, sragam sekolah, uang gedung, bahkan uang saku yg tidak selalu ada setiap harinya membuat Farida enggan masuk sekolah. Adik nya pun juga tidak ingin masuk sekolah karena seragam sekolah dasar yang di miliki nya sudah sobek dan lusuh sehingga malu kepada teman2 nya. Informasi tentang Farida dan kedua adik nya di peroleh dari salah seorang kurir yg bekerja di dekat rumah Farida. Syukur Alhamdulilah bantuan dari sedekaholic di sampaikan dalam wujud spp untuk Farida dan seragam sekolah adik bungsunya jg peralatan belajar lain nya. Rasa terimakasih dari keluarga Farida di tujukan kepada Sedekah Rombongan dan para sedekaholic. Saat narasi ini naik ke web tim #SRMagetan memastikan Farida dan kedua adik nya kembali bersekolah seperti biasanya.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : Senin, 15 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @RonyPratama @ArifBpn

Bantuan uang spp untuk Farida dan seragam sekolah adik bungsunya jg peralatan belajar lain nya

Bantuan uang spp untuk Farida dan seragam sekolah adik bungsunya jg peralatan belajar lain nya


DWI NINGSIH BINTI SUYONO (17 tahun, osteoma/ benjolan di dagu). Alamat : Dusun Pondok RT 03 RW 02 Desa Manjung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Ningsih biasa dipanggil adalah seorang pelajar kelas 9 di MAN Panekan, ayahnya sudah lama meninggal. Ningsih hidup dan dibiayai oleh ibu kandung nya, yaitu Bu Sumirah (45 tahun). Tiga tahun yang lalu Ningsih mengalami benjolan pada dagu nya tapi hanya di priksakan ke dokter praktek yang hanya diberi obat tanpa ada penjelasan tentang penyakit yang diderita. Akibat keterbatasan biaya akhirnya Ningsih hanya dibiarkan saja oleh ibunya, sampai pada bulan Desember 2015 yang lalu Ningsih mengalami sakit yang luar biasa dengan bertambah besar nya benjolan pada dagunya, akhirnya ibu Sumirah membawa Ningsih ke Rsu Pangkalan Udara Iswahyudi. Dan dikarenakan bersamaan dengan hari Natal sehingga Ningsih tidak dapat pertolongan apapun dari pihak rumah sakit dan kembali dibawa pulang ke rumahnya. Sampai kurir Sedekah Rombongan menemukan dan melihat kondisi yang di alami Ningsih dan memutuskan untuk mendampingi pengobatan Ningsih. Dalam 6 bulan pendampingan Sedekah Rombongan, telah dilaksanakan dua kali operasi di rsud Moewardi Solo. Selanjutnya Ningsih sudah dinyatakan sehat dan kontrol selanjutnya dilakukan apabila ada keluhan saja. Santunan keempat titipan dari sedekaholic untuk oprasional kontrol telah di sampaikan sebesar Rp 500.000 setelah sebelumnya masuk rombongan 841. Keluarga Ningsih sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang di berikan oleh Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Rabu, 17 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Dwi menderita osteoma/ benjolan di dagu

Dwi menderita osteoma/ benjolan di dagu


WINDARTI BINTI KASNI (15 tahun,Tumor otak). Alamat : RT 002 RW 001 Dusun Genggong Randugede Plaosan Magetan. Windarti belum sempat tamat SD saat 2013 divonis kena tumor otak. Hal yang ia rasakan yaitu sering pusing dan sempoyangan. Dia sempat dioperasi di Rsud Soedono 2 tahun silam tepatnya pada bulan Juni 2013 dan kondisi membaik, dia sudah bisa berjalan dan bersepeda seperti teman-teman sebayanya. Namun keadaan kurang beruntung menghampirinya lagi pada bulan Agustus 2014 dia mengalami drop lagi, oleh pihak medis dia diminta operasi tapi terbentur dengan masalah biaya operasional, saat itu dia hanya bisa berbaring lemah di kasur lusuh, berbicara hanya beberapa patah kata saja. Ayahnya (Kasni, 43 tahun) ingin melanjutkan pengobatan, namun apa daya beliau hanyalah seorang buruh tani yang pendapatannya hanya 800 ribu perbulan sedangkan sang Ibu (Lasmini, 37 tahun) sebagai ibu rumah tangga sehingga sangat kesulitan untuk biaya operasional maupun biaya pengobatan dek Windarti ini. Dulu kalau kontrol ke Madiun bisa naik ojek tetapi sekarang kondisinya sangat lemah, dia hanya bisa berbaring saja dan untuk berobat perlu carter mobil sedangkan kedua orangtuanya tidak sanggup untuk membayarnya. Untuk sementara ini dek Windiarti untuk berobat hanya mengandalkan bantuan dari Jamkesda. Mereka membutuhkan bantuan untuk meringankan beban yang dialami dek Windarti dan keluarga. Alhamdulillah keluarga Pak Kasni dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari salah satu kurir. Setelah proses operasi dan kontrol rutin, kondisi Windarti sudah membaik, bisa bicara, mendengar bahkan berjalan normal. Setelah beberapa saat berjalan ternyata tumor di kepala Windarti tumbuh lagi sehingga dokter menyarankan tindakan sinar. Akhir nya Windarti dirujuk ke Rsud Moewardi Solo dan menjalani rangkaian sinar sebanyak 35 kali. Santunan kelima sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi dan pembelian obat diluar bpjs setelah sebelum nya masuk rombongan 745, 764, 788 dan 866. Pak Kasni mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan selama ini.

Jumlah santunan : Rp 1.000. 000
Tanggal : Kamis, 4 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Windarti menderita Tumor otak

Windarti menderita Tumor otak


GALUH, RAHMAD dan DITA (13 Tahun, 11 Tahun dan 8 Tahun, anak-anak telantar)  Alamat : RT 17 RW 08 Dusun Kepak Desa Morang Kecamatan Kare Kabupaten Madiun Jawa Timur. Ketiga anak tersebut hidup terlantar. Ayahnya meninggalkan rumah sudah lama sekali. Sedangkan Ibunya mengalami keterbelakangan mental. Akhirnya keluarga tersebut tidak terkondisikan dengan baik. Hidup apa adanya. Sedang ibunya yang tidak stabil mentalnya jelas tidak bisa mengurusi ketiga anaknya. Dan akhirnya anak-anak  sekolah dengan bantuan tetangga yang peduli dengan kondisi mereka. Bahkan anak-anaklah yang merawat seadanya kondisi ibunya tersebut.  Informasi tentang keluarga inu diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Saat Kurir SR berkunjung ke rumahnya, anak anak tersebut sedang bekerja mengiris kunyit untuk dijemur dan dijual pada tukang jamu. Mereka pun belum makan karena beras pemberian tetangga sudah habis. Dan alhamdulillah, mereka mendapatkan bantuan sebesar Rp. 1.000.000 untuk membeli sembako dan kebutuhan hidup lainnya juga biaya sekolah. Tak lupa Galuh dan adik adiknya mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Rabu, 16 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan untuk membeli sembako dan kebutuhan hidup lainnya juga biaya sekolah

Bantuan untuk membeli sembako dan kebutuhan hidup lainnya juga biaya sekolah


SAMIRAN BIN SENO SAMIDI (43 tahun, dhuafa sakit) Alamat : RT 03 RW 01 Desa Sirapan Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jawa Timur. Miran adalah anak yatim sejak usia 1 tahun. Tidak menikah sampai sekarang. Sejak umur 1 tahun ditinggal orang tuanya meninggal. Sebenarnya dulu sekolah sampai SD lulus. Namun tetap saja kurang mampu dalam baca tulis. Karena tidak mempunyai biaya maka  tidak diteruskan sekolahnya. Sekarang hanya keluyuran saja. Tidak ada yang mengarahkan. Saat survei tidak ada orangnya karena biasa keluyuran. Akhirnya kembali lagi lain hari ke rumah Miran. Alhamdulillah Pak Miran mendapatkan bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 untuk biaya ternak kambing agar bisa memiliki penghasilan sendiri untuk mencukupi hidupnya. Pak Miran mengucapkan banyak terima kasih pada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Rabu, 16 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan untuk biaya ternak kambing

Bantuan untuk biaya ternak kambing


DARSI BINTI DIRHAM (68 tahun, dhuafa). Alamat : Desa Sukosari RT 9 RW 3 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Jawa Timur. Mbah Darsi adalah seorang nenek dhuafa yang hidup numpang sebatang kara. Suaminya telah meninggal dunia sekitar 18 tahun yang lalu. Setelah beberapa tahun suaminya meninggal maka rumah mbah Darsi dijual oleh anaknya dengan alasan ibunya mau diboyong ke surabaya. Ternyata selang beberapa tahun mbah Darsi tidak krasan akhirnya pulang kampung. Karena tidak punya rumah maka untuk berteduh mbah Darsi numpang di rumah tetangga. Di rumah tetanggapun tidak krasan. Untung ada rumah kosong milik ibu kepala desa setempat sehingga mbah Darsi dipersilahkan untuk menempatinya. Namun untuk makan sehari-hari mbah Darsi menanti belas kasihan dari tetangga sebab mbah Darsi sudah tidak mampu untuk bekerja lagi, sedangkan putra semata wayangnya hanyalah sebagai kuli bangunan yg pendapatannya tidak cukup untuk menghidupi keluarganya di Surabaya. Informasi keberadaan mbah Darsi diperoleh dari salah satu kurir SR Madiun. Saat dikunjungi mbah Darsi sedang beristirahat karena capek. Alhamdulillah mbah Darsi mendapatkan santunan lepas sebesar Rp 1.000.000, sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Tak lupa mbah Darsi mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Mbah Darsi mendoakan semoga diberi kelancaran dalam segala kebaikan, Amin.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Rabu, 16 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari

Bantuan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari


DIKEM BINTI SURODIKROMO (75 tahun, Dhuafa) Alamat : RT 16 RW 08 Desa Morang, Kecamatan Kare Kabupaten Madiun Jawa Timur. Bu Dikem adalah Seorang Janda. Suaminya sudah lama meninggal dunia. Bu Dikem memiliki 3 orang anak, salah satunya sudah meninggal dunia dan 2 orang anaknya mengalami gangguan mental. Bu Dikem harus membanting tulang sendiri untuk mencukupi kebutuhan hidupnya bersama kedua anaknya. Tak jarang Bu Dikem harus berjalan menyusuri hutan untuk mencari kayu bakar dan dijualnya ke pasar untuk mengepulkan asap dapurnya. Terkadang Bu Dikem dan anaknya hanya memakan singkong rebus yang didapatnya dari kebun tetangga. Info tentang Bu Dikem didapat dari teman salah satu kurir SR Madiun. Saat dikunjungi, Bu Dikem sedang terbaring lemas karena baru pulang dari hutan. Alhamdulillah Bu Dikem mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 sehingga bisa digunakan untuk membeli kebutuhan hidup dan membantu biaya sekolah cucunya. Tidak lupa Bu Dikem mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Bu Dikem mendoakan semoga diberi kelancaran dalam segala kebaikan. Amin

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Rabu, 16 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan untuk membeli kebutuhan hidup dan membantu biaya sekolah cucunya

Bantuan untuk membeli kebutuhan hidup dan membantu biaya sekolah cucunya


MUVI MAESAROH (35, Patah Tulang) Ibu Muvi Maesaroh Isteri dari Bapak Butuk Bin Sastro Sucipto (43), Yang Beralamat di Jl.Lobak RT 06 RW 05 Desa Sendangguwo kec.Tembalang, Kota Semarang Jawa Tengah. Ibu Muvi tinggal bersama mertuanya Bapak Sucipto (55) dan ibu mertuanya bu Sutini (50). Bu Muvi bekerja sebagai  pembantu sedangkan suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehingga menyulitkan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi Orang Tua dari Pak Butuk sudah  tidak memungkinkan untuk bekerja lagi. Kondisi rumah merekapun tidak layak untuk ditempati, karena hanya sebatas kamar tidur dan dapur saja. Setiap malam Pak Butuk dan Bu Muvi terpaksa harus tidur di teras depan rumah karena terbatasnya ruang dalam rumah. Pak Butuk dan Bu Muvi belum dikaruniai anak jadi belum ada tanggungan. Awal mulanya terjadi kecelakaan pada hari senin 11 Januari 2016, bu Muvi diserempet oleh orang yang tidak dikenal naik sepeda motor di Jalan Pandanaran Semarang. Bu muvi hendak ke rumah Orang tua di Desa Tegalsari Semarang dengan naik sepeda. Orang yang menabrak bu Muvi tidak bertanggung jawab dan melarikan diri, ketika itu bu Muvi ditolong oleh orang-orang yang lewat dan dilarikan ke Puskesmas terdekat, kemudian dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi Semarang. Sesampainya di RSUP Dr.Kariadi bu Muvi di operasi kecil untuk menutup lukanya dan diketahui menderita patah tulang pada kaki kanan, dan harus segera dilakukan operasi. Karena tidak ada biaya untuk operasi Bu Muvi sementara menjalani rawat inap di kamar Rajawali RSUP Kariadi. Dikenakan biaya rumah sakit karena masuk lewat jalur umum. Oleh pihak Rumah Sakit bu Muvi diberi waktu tiga hari untuk mengurus Jamkesmaskot/BPJS, Karena kondisi Bu Muvi tidak mempunyai BPJS. tetapi karena keterbatasan pengetahuan pak Butuk dan bu Muvi hanya lulusan SD tidak tahu harus berbuat apa, dan tidak ada keluarga yang bisa menguruskan jamkesmaskot/BPJS. Selama rawat jalan Bu Muvi mempunyai tunggakan 2 juta untuk biaya pengobatan di Rumah sakit dan belum terbayarkan.Selama empat hari saudara dari Bu Muvi berusaha untuk mencari jalan keluar dan alhamdulilah bertemu dengan kurir SR Semarang. Kemudia Bu Muvi dibantu dalam menguruskan Jamkesmaskot/BPJS untuk dilakukan operasi patah tulang. Saat ini Bu Muvi tinggal di RSSR Semarang untuk menunggu antrian kamar di RSUP Dr.Kariadi yang akan dijadwalkan Operasi pada tanggal 27 Januari 2016. Saat ini Bu Muvi telah menjalani operasi pemasangan pen pada kaki. Dan Bu Muvi sedang menjalani kontrol rutin pasca operasi di RSUP Dr.Kariadi Semarang. Semoga Allah memudahkan pengobatan bu Muvi. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya pengobatan bu Muvi dan keluarga.

Jumlah bantuan : Rp. 1.300.000
Tanggal : 28 JUNI 2016
Kurir : @indrades, @idaiddo, @Qii_yu

Bu muvi menderita Patah Tulang

Bu muvi menderita Patah Tulang


ALM. BAPAK KUAT (37 Tahun, Infeksi Usus). Pak Kuat dan keluarganya tinggal di Cungkup, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, DIY.  Pria berusia 37 tahun ini memiliki satu istri dan dua anak yang masih kecil-kecil. Pekerjaan sehari-harinya menjadi buruh, sementara istrinya adalah ibu rumah tangga. Sebelum mengalami infeksi usus, Pak Kuat terserang virus tifus yang tak kunjung sembuh. Dua bulan lamanya ia menderita tifus, suhu badannya panas, ipun mengalami mual dan sakit perut. Setelah dua bulan ia pun diperiksakan ke dokter, ia dicurigai menderita infeksi usus dan usus buntu. Pak Kuat pun menjalani operasi dan harus menjalani rawat inap selama 1,5 bulan. Selama itu hampir tak ada kemajuan, kondisinya pun kian melemah. Selama berobat, ia menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Tidak ada cobaan yang diberikan Empunya Kuasa melampaui kemampuan ummat-Nya. Seluasa mungkin Dia memberikan waktu untuk mereka yang mau berusaha, berikhtiar dan berdoa untuk kesembuhannya. Tapi, bila memang Dia cinta, kita manusia ingin bilang apa? Diambilnya mereka ke sisi-Nya, tanda Illahi cinta kepada mereka sepenuh hati, seperti kita… Pak Kuat akhirnya meninggal dunia setelah berbulan-bulan melawan penyakitnya, innnalillahiwainnailaihiroojiu n. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan turut berbelasungkawa, Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan santunan belasungkawa untuk keluarga Pak Kuat. Keluarga menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Pihak keluarga memohon doa untuk almarhum semoga almarhum diterima di sisi Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @Blur_Haikal

Alm pak kuat menderita Infeksi Usus

Alm pak kuat menderita Infeksi Usus


NYONYA PAINEM (66 Tahun, Decubitus). Nyonya Painem merupakan seorang janda yang tinggal di Kampung Kidul RT. 01 RW. 03 Kel. Kampung, Kec. Ngawen, Gunung Kidul, DIY. Nyonya Painem mempunyai 4 orang anak yang tinggal dalam satu rumah, mereka bekerja sebagai buruh yang penghasilannya tak menentu. Rumah mereka sedikit kumuh, jauh dari kata sederhana. Lantainya masih tanah, jika hujan tanahnya ikut lembab, basah… Dinding rumah terbuat dari bambu yang banyak lubangnya, untuk mengurangi hawa dingin ditutup pakai kertas bekas. Tiang rumah masih memakai bambu seadanya, pun kelihatannya tak cukup kokoh… Tiga puluh enam tahun yang lalu, Nyonya Painem mengalami kecelakaan ditabrak sepeda motor. Akbatnya, bagian tulang punggungnya mengalami cedera. Sejak saat itu tubuhnya mengalami kekakuan sehingga kalau tidur tidak bisa lurus. Selama itu pula ia sering berobat ke berbagai tempat, namun belum membuahkan kesembuhan. Nyonya Painem pernah berobat ke dokter spesialis saraf tetap belum ada perubahan meski sudah mengkonsumsi obat yang diberikan. Ternyata ia pun alergi terhadap obat, sehingga ia tidak bisa mengkonsumsi obat apapun karena dapat menyebabkan tubuhnya melepuh. Tujuh tahun terakhir ia tidak bisa melakukan aktivitas normal karena tidak bisa berpindah dari tempat tidurnya. Sejak beberapa waktu yang lalu, Nyonya Painem mengalami decubitus pda bagian punggung sampai tulang pinggul. Ia mengeluh sakit sampai tidak bisa tidur, badannya menjadi kurus kering membuat tubuhnya rentan terkenan penyakit. Sering ia merintih kesakitan karena lukanya… Lukanya hanya mendapat perawatan seadanya, namun dengan alas tidur ala kadarnya membuat penyembuhanannya sulit dan dikhawatirkan lukanya akan meluas. Kondisi ekonomi keluarga ini pas-pasan hanya bisa membantu merawat dan memenuhi kebutuhan harian ibunya. Alhamdulillah, Allah mendekatkan kurir #SedekahRombongan dengan Nyonya Painem dan keluarganya. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan dari #SahabatSR kepada Nyonya Painem dan keluarganya. Bantuan ini akan digunakan untuk membiayai perawatan luka Nyonya Painem, sekaligus untuk membeli alas tidur anti decubitus yang dapat mengurangi peradangan yang lebih parah. Nyonya Painem dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #SahabatSR dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #SahabatSR diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 5 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Ibu painem menderita Decubitus

Ibu painem menderita Decubitus


SALFA KARISTA PUTRI (5 Tahun, Penyakit Jantung Bocor). Salfa tinggal bersama orang tuanya di Karang Tengah 2 RT.04/RW.02 Karang Tengah, Wonosari, Gunung Kidul, DIY. Adik Salfa terdiagnosa menderita penyakit jantung bocor saat usianya baru saja menginjak lima tahun. Pemeriksaan pertama kali dilakukan oleh seorang dokter, balita manis ini kemudian dirujuk ke RSUD Wonosari Gunung Kidul. Adik Salfa kemudian dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Ia kemudian menjalani rawat jalan, diharuskan kontrol rutin setiap satu bulan sekali selama tiga bulan. Setelah itu kontrol rutin setiap dua bulan sekali (dua kali setiap empat bulan). Selama pengobatan, Adik Salfa memanfaatkan jaminan kesehatan untuk meringankan biaya pengobatannya. Namun, keluarganya mengalami kendala yaitu kesulitan dalam akomodasi dan transportasi. Alhamdulillah, Allah menuntun langkah Kurir #SedekahRombongan untuk bertemu dengan Adik Salfa dan keluarganya. #SedekahRombongan kemudian berpartisipasi meringankan bebannya dengan menyampaikan amanat dari #Sedekaholic. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan sedekah dari #Sedekaholic untuk membantu kesulitan akomodasi dan transportasi. Tidak lupa, pihak keluarga mengucapkan syukur dan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan. Semoga Adik Salfa lekas sembuh dan tumbuh menjadi anak yang pintar serta berbakti kepada kedua orang tua, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Salfa menderita Penyakit Jantung Bocor

Salfa menderita Penyakit Jantung Bocor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUTI BINTI TIRTO DJANI 1,314,361
2 NGATINI BINTI AMIR 1,800,000
3 SURONO BIN TARMUJI 1,800,000
4 SUNARTI BINTI SUPRAT 1,000,000
5 MUHAMMAD ASYARI 1,000,000
6 PRADANA ILHAM PAMUNGKAS 1,200,000
7 AGUNG PRIO ANGGODO 1,000,000
8 SUNARTI BINTI JOYO KARNO 1,300,000
9 GIAT AGUS SALIM 1,321,000
10 Suminah binti Kasnadi 1,450,000
11 RUDI HARTONO 1,600,000
12 SUNARTI BINTI JOYO KARNO 1,000,000
13 PAMUJI BIN JARMIN 1,300,000
14 Aris Hadi Winarto 1,000,000
15 SUTILAH BINTI KLIWON 500,000
16 RSUD AHMAD YANI METRO 8,250,000
17 NING MA’RIFAH 500,000
18 DWI WINARSIH 500,000
19 NOTO BIN SASTRO 500,000
20 SUMIATI BINTI NURI 500,000
21 PUTRI AMELIA AMANDA 500,000
22 RSSR LAMPUNG 3,500,000
23 CICIH AGUSTINI 500,000
24 ABU BAKAR 500,000
25 HERMAN ABDULLAH 500,000
26 SUMINTA SOBONG 500,000
27 OJI BIN MUKSIN 1,000,000
28 MUHAMMAD AZMIL 500,000
29 TRI PUJIYANTI 500,000
30 FIKRI BIN MADRUDIN 500,000
31 ANGKASA RAMADHAN 500,000
32 ROHMAN BIN SANUSI 500,000
33 MARIANA BR LUMBAN RAJA 500,000
34 PUPUT OKTAVIANI 500,000
35 ALIM BIN NISAM 500,000
36 KOYAH BINTI ODIH 500,000
37 DARWIN HARSONO 1,000,000
38 DYAH WURYANTININGSIH 500,000
39 MUHAMMAD ILYAS BIN NUR HIDAYAT ALM 2,000,000
40 PAWIRO UTOMO 800,000
41 REJO SAGI 700,000
42 YATIMAH BINTI PARMOGIONO 2,000,000
43 ASIH SUMARNI 1,500,000
44 KRISMANTI BINTI SODIKUN 1,000,000
45 ASEH SUGIRAN 1,000,000
46 MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI 1,000,000
47 TEGAR JUNIARTA 2,000,000
48 SUPADI MULYO UTOMO 1,000,000
49 AMBULANCE MTSR MAGETAN 6,070,000
50 RSSR MAGETAN 2,773,600
51 SADIKUN BIN MARTO WIJOYO 500,000
52 FARIDATUL BINTI HADI SASMITO 500,000
53 DWI NINGSIH BINTI SUYONO 750,000
54 WINDARTI BINTI KASNI 1,000,000
55 GALUH, RAHMAD dan DITA 1,000,000
56 SAMIRAN BIN SENO SAMIDI 1,000,000
57 DARSI BINTI DIRHAM 1,000,000
58 DIKEM BINTI SURODIKROMO 1,000,000
59 MUVI MAESAROH 1,300,000
60 ALM. BAPAK KUAT 1,000,000
61 NYONYA PAINEM 850,000
62 SALFA KARISTA PUTRI 1,000,000
Total 74,578,961

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 74,578,961,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 880 ROMBONGAN

Rp. 40,581,906,599,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.