Rombongan 879

Sedekah membuat mental anda semakin kuat semakin pantas untuk diamanahkan kekayaan.
Posted by on August 23, 2016

ROBI SUNDARA (15, Leukemia). Alamat: Jl. H. Agus Salim Gg. Darma Bakti No. 75 Lk. III RT. 6, Desa Kaliawi, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sejak November 2015 Robi mengalami panas tinggi yang tidak kunjung sembuh, kemudian muncul bercak-bercak merah di sekitar kulit disertai keluar gumpalan darah dari gigi. Apabila terluka atau tergores sedikit akan keluar darah secara terus-menerus. Awal Desember 2015, Robi masuk Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM), berlanjut bulan Januari 2016 dirawat selama 2 hari di RS. Immanuel. Lalu masuk lagi ke Rumah Sakit Abdul Moeloek untuk ke-2 kalinya setelah lebaran hingga sekarang. Dokter mendiagnosa Robi menderita penyakit leukemia atau keganasan pada sel darah putih. Adik kecil ini sudah pernah menjalani transfusi darah 3 kantong dan akan kembali menjalani tranfusi darah yang ke-4. Kondisi adik Robi saat ini badannya lemas, bagian pipi dan leher bengkak-bengkak, badan terus mengurus, namun sudah mulai mau makan. Ayah Robi, Ijal Satria (47) dan ibunya, Peni Pancawati (36) merasa sedih dengan kondisi anaknya. Pak Ijal mengais rejeki sebagai tukang ojek. Robi berobat menggunakan BPJS kelas 3 tetapi untuk biaya sehari-hari sudah tidak ada masukan karena ayah dan ibu Robi tidak bisa bekerja karena harus menjaga Robi di Rumah Sakit. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesedihan yang dialami Robi. Santunan dari sedekaholics pun diberikan untuk membantu biaya pengobatan dan hidup sehari-hari di RSAM. Semoga adik Robi lekas sehat dan bisa beraktifitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2015
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @rishaoktaviana @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Robi menderita Leukemia

Robi menderita Leukemia


SAPRI BIN ASAN (15, Lumpuh). Alamat: Jl. H. Agus Salim Gg. Darma Bakti No. 41 RT. 1/2, Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya ketika Sapri berusia 2 tahun, Sapri sering mengalami sakit panas hingga kejang. Puncaknya Sapri panas tinggi hingga step berkali – kali, orangtua pun panik lalu membawanya ke tukang urut. Setelah beberapa hari kemudian keadaan Sapri bukannya membaik malah semakin parah. Tangan, kaki dan jari-jari tidak bisa digerakkan, ia lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdoel Muluk (RSAM) Lampung.  Hasil diagnosa dokter Sapri mengalami kelumpuhan dan dokter menyarankan untuk fisioterapi. Karena tidak ada biaya, orangtua hanya pasrah dan hanya membawa ke tukang urut saja. Tapi keadaan Sapri justru semakin parah dan ketika di bawa ke rumah sakit lagi ternyata Sapri sudah mengalami kelumpuhan permanen. Hingga kini usianya sudah 25 tahun Sapri tidak dapat beraktifitas dan tumbuh sebagai anak yang tidak normal. Ibunya, Alm. Sarimah meninggal ketika Sapri berusia 15 tahun dan 2 tahun yang lalu ayah nya, Alm. Asan juga meninggal dunia. Kini Sapri menjadi anak yatim piatu dan hanya hidup bertiga dengan kakaknya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan sang adik yang merawatnya di sela sekolahnya. Akhir-akhir ini kondisi Sapri semakin lemah dan sering sakit karena kurangnya asupan makanan yang layak. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang dialami Sapri. Bantuan awalpun disampaikan guna pengobatan Sapri dan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @trii20 @evandlendi @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Sapri menderita  Lumpuh

Sapri menderita Lumpuh


UTAMI BINTI GUNAWAN (15, Suspect Sindrom Lupus Eritematosus). Alamat: Jl. R. Gunawang Tunas No. 12 RT. 2/2, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya Utami mengalami demam dan muncul bercak-bercak merah di badannya, sang ibu membawanya ke klinik setempat dan hasilnya terkena virus dan gejala thypoid. Seminggu kemudian kondisi Utami makin lemah, demam tinggi dan kembali berobat ke klinik. Namun, dikarenakan kondisinya yang sangat lemah akhirnya Utami dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Setelah mendapat penanganan dokter di RSAM selama 20 hari, Utami kembali lemah karena darahnya rendah dan harus transfusi darah, lalu dokter melakukan kultur urine dan sampel darah yang nantinya akan dikirim ke Jakarta. Hasil pemeriksaan medis menunjukan Utami menderita anemia, kelainan darah, serta mengalami kerusakan pada ginjal yang mengharuskan Utami menjalani cuci darah secara rutin dalam sebulan. Kondisi Utami saat ini lemah, susah napas dan sulit bicara. Dari hasil pemeriksaan sementara tim dokter RSAM mencurigai Utami mengidap penyakit Sindrom Lupus Eritematosus yang merupakan sebuah penyakit autoimun dimana sel-sel di dalam tubuhnya merusak organ-organ tubuhnya sendiri. Meski telah menggunakan BPJS Kelas 3, namun untuk pemeriksaan darah berupa ANA test dan DS-DNA, pihak RSAM harus mengirimkan sampel darahnya ke laboratorium yang lebih lengkap untuk memastikan penyakit yang diderita Utami. Kurir #SedekahRombongan Lampung pun tergerak untuk membantu Utami, untuk meringankan biaya hidup dan pengobatan selama di RSAM. Semoga Utami lekas sembuh dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @trii20 @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Utami menderita  Suspect Sindrom Lupus Eritematosus

Utami menderita Suspect Sindrom Lupus Eritematosus


UZIEL BIN TIOPAN SINAGA (5, Luka Amputasi Kaki Kiri). Alamat : Jalan  Soekarno Hattta RT. 5, Kampung Gorong-gorong, Kecamatan Panjang, Kota Madya Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya, Uziel bermaksud mengambil buah ceri di belakang stasiun bersama teman-temannya dan melewati rel kereta api. Ketika Uziel hendak menyeberang, kakinya tersangkut di bantalan rel dan terjatuh ke belakang, sehingga tubuhnya berada di atas rel. Teman-temannya berteriak mengingatkan Uziel bahwa kereta akan melintas dan jarak kereta sudah cukup dekat. Uziel tidak sempat menghindar, ia kesakitan dan ketakutan melihat kereta meluncur di atas kepalanya. Setelah itu Uziel dilarikan ke Rumah Sakit Abdoel Muluk (RSAM) untuk mendapatkan  pengobatan. Dokter yang menangani Uziel mengatakan bahwa tulang kaki kiri Uziel hancur dan harus dilakukan amputasi, sedangkan kaki kanan kulitnya terkoyak serta telapak kakinya sobek. Kondisi saat ini, telapak kaki kanan Uziel harus diberi besi penyangga, keadaannya pun masih lemah pasca operasi amputasi. Orang tua Uziel, Bapak Tiopan Sinaga (42) dan Ibu Mariana (43), hanya bisa ikhlas dan banyak berdo’a. Pekerjaan Bapak Tiopan yang hanya seorang supir tidak dapat menutupi biaya rumah sakit dan hanya cukup untuk makan sehari-hari, terlebih lagi mereka belum memiliki kartu jaminan kesehatan. Sedangkan istrinya, Ibu Mariana hanyalah ibu rumah tangga. Kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak untuk menyantuni keluarga Bapak Tiopan. Santunan awal pun diberikan semoga Uziel cepat sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Adit @yesaridani @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Uziel menderita Luka Amputasi Kaki Kiri

Uziel menderita Luka Amputasi Kaki Kiri


WALDIMIN BIN ROSO (59, Stroke). Alamat: Jl. Purnawirawan 1, Gg.impres 2 No.6 RT.3, Kelurahan Telung Salak, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pak Waldimin sakit sejak 8 tahun yang lalu. Saat pulang kerja, dirinya merasa kaki sebelah kanannya lemas tetapi tidak dihiraukan. Beberapa hari kemudian kakinya semakin terasa sakit, lalu ia dibawa ke Puskesmas. Setelah diperiksa hasilnya ternyata Pak Waldimin mengalami stroke ringan. Setelah minum obat dari Puskesmas beberapa bulan, kaki kanan Pak Waldimin mulai terasa berat melangkah dan berobat kembali ke dokter setempat dan hasil diagnosa terkena stroke dengan tekanan darah mencapai 210/100. Setelah Pak Waldimin minum obat, ia tetap bekerja sambil menahan rasa sakit. Pak Waldimin rutin melakukan terapi seminggu sekali tetapi ia tidak mau dibawa ke rumah sakit karena takut dan juga tidak memiliki biaya. Akhirnya sepulang kerja Pak Waldimin jatuh hingga kaki dan seluruh tubuh tidak bisa bergerak, mata tidak bisa melihat, hanya bisa mendengar dan berbaring di tempat tidur. Kondisi tersebut ia alami sejak 3 tahun lalu hingga sekarang. Istri Pak Waldimin, Bu Tugiyah (53), hanya bisa pasrah dengan keadaan suaminya. Bu Tugiyah mengais rezeki dengan berdagang di warung miliknya sedangkan Pak Waldimin tidak bisa bekerja lagi semenjak jatuh sakit. Karena tak memiliki biaya, Pak Waldimin hanya berobat jalan, walaupun sudah menggunakan KIS PBI Kelas 3 tetapi butuh biaya transport untuk berobat jalan. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang dihadapi Pak Waldimin. Santunan awalpun diberikan digunakan untuk biaya pengobata. Semoga Pak Waldimin lekas sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2015
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Fajri @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak waldimin menderita Stroke

Pak waldimin menderita Stroke


HASAN BIN WAHIDIN (15, Penyakit Jantung Bawaan). Alamat : Dusun Pelita, RT. 3/1, Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Pada usia 6 tahun Hasan sering mengeluh sakit pada dadanya, lalu orang tuanya membawa ke dokter dan didiagnosa terkena gejala pembengkakan jantung akibat penyakit jantung bawaan. Akhirnya Hasan berobat jalan sampai umur 13 tahun. Dengan bertambahnya usia, semakin banyak kegiatan yang dijalani Hasan sehingga berpengaruh terhadap kesehatan jantungnya. Hingga saat ini pembengkakan jantungnya semakin parah. Hasan sering merasa kesakitan pada dadanya jika mendengar suara yang agak keras, dan seminggu yang lalu Hasan dibawa ke rumah sakit daerah namun pihak rumah sakit menganjurkan untuk dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Karena terkendala biaya, sampai saat ini Hasan belum bisa dibawa ke Jakarta. Ayah Hasan, Wahidin (39), dan ibunya, Toyibah (39), mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan Lampung. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan Fasilitas Kartu BPJS pun masih dalam proses pembuatan. Saat ini biaya berobat sementara dibantu oleh sanak saudara serta tetangganya. Pak Wahidin mengais rezeki dan menafkahi anaknya dengan menjadi buruh dengan penghasilan tidak tetap, sehingga kesulitan untuk memenuhi biaya hidup dan kebutuhan anaknya berobat. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga Hasan segera membaik kesehatannya dan ia dapat sekolah seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @ azizilalang @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Hasan menderita  Penyakit Jantung Bawaan

Hasan menderita Penyakit Jantung Bawaan


ASMONOWATI (52, KELOID AKUT), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14 Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Tim #SRjember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada.Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk  Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS.

Jumlah santunan: Rp. 700.000,-
Tanggal: 10 Agustus 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Ibu asmonowati menderita KELOID AKUT

Ibu asmonowati menderita KELOID AKUT


MAJALAH TEMBUS LANGIT #SEDEKAHROMBONGAN EDISI 9. Pada usianya yang ke lima tahun, #SedekahRombongan telah menyalurkan dana sedekah, dari #Sedekaholic kepada ribuan dhuafa sakit dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, kami semakin bertransformasi, salah satu bentuk inovasi kami adalah menerbitkan sebuah majalah yang diberi nama Majalah Tembus Langit (MTL). MTL adalah media inspirasi #SedekahRombongan. MTL Edisi 9 terbit pada bulan Juli/Agustus 2016. Pembahasan yang diangkat pada edisi kali ini adalah bagaimana kita semua bisa belajar dari para dhuafa, para Pasien Dampingan #SR. Kala sakit menguji mereka, selalu ada secercah harapan kesembuhan yang mereka pegang. Kala kemiskinan datang pada mereka, selalu ada syukur di setiap doa yang mereka panjatkan. Kala asa menjauhi mereka, selalu ada keyakinan kebahagiaan akan datang menghampiri mereka. Kisah lainnya bisa kit abaca di majalah yang terbit di awal agustus lalu. MTL Edisi 9 dicetak sebanyak 1040 eksemplar dan didistribusikan ke lebih dari tujuh belas wilayah kerja #SedekahRombongan di seluruh Indonesia, untuk disampaikan kepada #Sedekaholic. MTL juga didistribusikan ke berbagai kalangan mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras, dan dibagikan secara cuma-cuma. Proses produksi MTL Edisi 9 membutuhkan biaya sebanyak Rp. 6.500.000,- (biaya cetak). Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada #Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan yang tergabung lebih dari 875 rombongan. MTL juga merupakan salah satu bentuk pelaporan kepada masyarakat pada umumnya dan kepada #Sedekaholic pada khususnya, tentang pelaporan dana sedekah yang mereka titipkan melalui #SedekahRombongan. Semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 6.500.000,-.
Tanggal : 16 Agustus 2016
Kurir : @Saptuari Redaksi MTL #SedekahRombongan

Biaya cetak majalah tembus langit

Biaya cetak majalah tembus langit


ALMARHUMAH NINING NURHAYATI BINTI  ABDUL KHOLIK (35 , TB Paru), Alamat : Dusun  Doplang,RT 04/ RW 03, Kelurahan  Doplang, Kecamatan  Purworejo, Kabupaten  Purworejo , Provinsi  Jawa Tengah. Istri dari Pak Djamiat Dahlar 42 tahun yang bekerja sebagai penjual cireng keliling .
Bu Nining  pada awalnya tidak merasakan sakit. Sakit yang dirasakan Bu Nining saat 2 tahun yang lalu pernah jatuh dari sepeda dan tulang punggungnya kebentur sepeda, namun tidak dirasakan ataupun dipijit. Semenjak Hamil anak ke enam (usia kehamilan 1 bln), mulai dirasakan tulang belakang sakit, selama kehamilan sudah 5 kali masuk rumah sakit di RSU Tjitro Wardjojo Purworejo sampai kelahiran anak ke 6 yang lahir di rumah sakit. Setelah kelahiran kondisi Ibu Nining semakin menurun, yang dialami sakit tulang belakang, gemetar, lemas, sesak napas. Anak-anak Pak DJamiat Dan Bu Nining berjumlah  5 orang. Anak  yang pertama Bagas Eka Saputra (kelas 3 SMP 26 Popongan), Anak ke 2 Tasya Ramadhani (Kelas 6 SD Negeri  Doplang), Anak ke 3 Iqbal Maulana (kelas 4 SD Negeri Doplang), anak Ke 4 Achmad Rifai ( kelas 1 SD Negeri Doplang), anak ke 5 Jihan Nareswari (USIA 3.5 thn diasuh ama adiknya pak Djamiat di Kalimantan) , anak ke 6 Yaser Taufiqurrochman (USIA 2 bln). Alhamdulilah, Bu Nining ketemu kurir #SR dan dapat di bawa ke RSU Tjitro Wardojo pada tanggal 10 Juli 2016 dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih lengkap. Pihak keluarga, kurir #SR yang melakukan pendampingan dan pihak medis telah berupaya untuk kesembuhan bu Nining namun Takdir Alloh berkehendak lain, pada tanggal 16 Juli 2016 bu Nining meninggal dunia.Kurir # Sedekah Rombongan  berkunjung ke rumahnya memberi santunan untuk melunasi biaya rumah sakit yang belum dibayarkan.

Jumlah bantuan : Rp 2.090.000
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, M. Kamila, Didit

Almh ibu nining menderita TB Paru

Almh ibu nining menderita TB Paru


Almarhumah SEKAR AINI BINTI IWAN SETYAWAN  (6th, Osteothristis). Alamat Semawung Daleman Rt 01 Rw 01 Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten  Purworejo Provinsi  Jawa Tengah.  Aini  biasa kami dan keluarganya memanggil, berawal saat Aini jatuh pada usia 2 tahun, saat itu Aini masih beraktifitas seperti bisa layaknya anak usia 2 tahun. Namun ketika Aini menginjak usia 3,5 tahun ia tidak bisa berjalan dan duduk sendiri. Pengobatan pun dilakukan oleh ibu Aini dengan membawanya ke RS Palang Biru Kutoarjo. Dari hasil pemeriksaan dokter, Aini di diagnosa menderita sakit pengapuran tulang belakang (Osteoarthritis). Selama  pengobatan Ainun dijamin oleh BPJS. Sedangkan untuk kehidupan sehari-hari ibunda Ainun mengandalkan dari usaha jualan ayam bakar pinggir jalan di  dekat rumah. Karena sejak ayahnya Iwan Setiawan 38 tahun (alm), meninggal dunia disebabkan  sakit gagal ginjal, praktis tidak ada yg mencari nafkah untuk keluarganya selain ibunya Aini sendiri ibu Dwi Sulistyoningsih(38th). Ditambah ibunya Aini harus mencukupi kebutuhan kakaknya (12th) yang masih sekolah kelas 6SD dan nenek nya. Sejak Aini sakit ibunya Aini tidak lagi dapat berjualan. Orang tua Aini pun hanya bisa menerima bantuan dan uluran tangan dari tetangga, saudara dan para dermawan. Sampai saat  ini Aini tidak bisa duduk hanya berbaring bahkan untuk makan/minum harus dibantu untuk membuka mulut karena sejak 6 bln terakhir  rahang wajahnya tidak dapat digerakkan. Pengobatan masih terus dilakukan, disamping pengobatan medis,ibunya Aini juga ikhtiar melakukan pengobatan lain berupa alternatif untuk terapi Aini di Kaliduren Kulonprogo DIY. Meskipun biaya pengobatan alternatif seikhlasnya, akan tetapi biaya transportasi yang cukup jauh dari Kutoarjo ke Jogjakarta memerlukan biaya. Karena itu Ibu Aini hanya membawanya berobat alternatif apabila ada rejeki. Alhamdulilah kurir #SR dipertemukan dengan Aini untuk membantu pendanaan dalam  pengobatannya. Pada tanggal 19 Juli 2016 kondisi Aini menurun drastis. Oleh  ibunya dibawa ke Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo. Pihak RS Palang Biru  menyarankan dirujuk ke RS Sardjito Jogjakarta karena perlu penanganan lebih lanjut. Dikarenakan RS Sardjito kamar penuh maka dirujuk ke RS Margono Purwokerto pada tanggal 29 Juli 2016. Segala upaya keluarga, pihak Rumah sakit dan kurir #SR melakukan yang terbaik namun Allaah berkehendak lain. Allah lebih menyanyangi ananda  Aini. Pada hari Sabtu tanggal 30 Juli 2016 Ananda Aini meninggal dunia di RSU Margono Purwokerto jam 06.00. Mendengar kabar  meninggal Ananda Aini maka kurir #SR Purworejo berkoordinasi dengan kurir # SR Purwokerto untuk mengantar ke rumah duka di Kutoarjo Purworejo. Alhamdulillaah semuanya berjalan lancar.Kurir # Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah Ibu Dwi untuk memberikan santunan. Mudah – mudahan dengan santunan ini dapat meringankan beban Ibu Dwi. Selamat Jalan Ananda Aini dirimu sudah tenang di samping Nya….

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Dwi, Rafiq dan Kurir Purwokerto

Almh sekar menderita Osteothristis

Almh sekar menderita Osteothristis


FAOZAN MA’RUF bin MUKHOLIS (28 thn, Kecelakaan lalu lintas ), Alamat : Desa  Purwosari RT 04 RW 02 Kecamatan  Puring Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni sebelum  Ramadhan tahun 2016 ini, mas Faozan diajak juragannya mengirim pesanan genteng ke Jakarta dengan menggunakan truk. dalam perjalanan malam sesampai di wilayah tol Cipali, sang supir mengantuk dan menabrak truk tronton yang sedang parkir di sisi kiri jalan. Kendaraan hancur dan mas Faozan yang posisinya berada di sebelah kiri mengalami luka parah di ke dua kakinya dan di bawa di RS terdekat yaitu RS SILOAM. Dari hasil pemeriksaan luka yang dialami ternyata   kaki kanan harus dioperasi sebatas lutut. Operasi ini butuh  biaya  sekitar 40 juta. Selanjutnya, beberapa hari kemudian oleh orang tuanya di bawa pulang dan ditindaklanjuti pengobatannya ke RS ORTOPEDI Purwokerto. Dalam perjalanan sakitnya  ternyata kaki yang kiri harus diamputasi juga karena keparahannya luar biasa . Operasi ini dengan biaya sekitar 30 juta.
Bapak IBU Mas Faozan yaitu Bapak  Mukholis (60 thn) dan Ibu Maryatun (60 thn) pekerjaan sehari-hari sebagai buruh tani. Saat ini mas Faozan sudah berada di rumah dan melakukan rawat jalan untuk perawatan pasca operasinya. Alhamdulillah luka sudah mulai mengering. Untuk pengobatan Mas Faozan menggunakan kartu KIS. Kurir #Sedekah Rombongan Purworejo mendengar info ini segera melakukan kunjungan untuk melihat kondisi mas Faozan. Alhamdulilah kurir #SR bisa bertemu  langsung ke rumah Mas Faozan. Santunan awal diberikan untuk biaya Akomodasi dan kebutuhan Mas Faozan. Untuk pembuatan kaki palsu menunggu kesembuhan luka bekas operasi kaki Mas Faozan. Semoga cita – cita mas Faozan segera terwujud untuk mendapatkan kaki palsu . Aaamiiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Yoga Nduts, Wiwit, Arif, Fandi, Fitri, Dwi

Faozan menderita Kecelakaan lalu lintas

Faozan mengalami Kecelakaan lalu lintas


SRI KARDIATI (49 thn, CA Mamae),  Alamat : Dusun Mranti Rt 01 Rw 01, Kelurahan Mranti, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sri biasa panggilan ibu Sri Kardiati, mulai merasakan sakit tahun 2012 yang lalu dengan tanda tanda di dada seperti ada benjolan di payudara kiri. Karena ada benjolan di payudara tersebut ibu Sri mengobatinya dengan obat herbal. Pengobatan ini tidak membuat sembuh malahan penyakitnya makin parah, kemudian diperiksakan ke dokter praktek. Setelah diperiksa kemudian disarankan operasi pada tanggal 29 Oktober 2013 di RSUD Saras Husada, sekarang Tjitro Wardjojo Purworejo dengan fasilitas SKTM. Ibu Sri sangat terkejut karena dari hasil laboratorium diketahui  tergolong kanker ganas.
Pada awal tahun 2014 sampai awal 2015 menjalani kemoterapi  di RS Sardjito Yogyakarta dengan fasilitas BPJS kelas 3 mandiri. Pada akhir 2015 lalu Ibu Sri mulai merasakan ada benjolan lagi di payudara kanan serta telah dilakukan operasi tgl 2 Oktober 2015. Ternyata selain itu Ibu Sri punya penyakit kista dan di operasi di RS Sardjito pada tanggal 8 Juni 2015. Semenjak sakit untuk kebutuhan hidup sehari hari bu Sri dibantu oleh tetangga dan adik kandungnya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisi saat ini bu Sri terkadang masih merasakan  nyeri di daerah payudara (kanan dan kiri) dan pada daerah jahitan (operasi kista).
Alhamdulilah Bu Sri bertemu dengan Kurir #SedekahRombongan dan diupayakan  menjadi pasien dampingan   #SR ntuk pengobatan lanjutan di RS Sardjito Jogjakarta. Bantuan awal  diberikan untuk meringankan kehidupan dan kebutuhan sehari-hari bu Sri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Didit

Ibu sri menderita CA Mamae

Ibu sri menderita CA Mamae


KASMILAH MISNGAT (51 thn, Ca Ovarium). Alamat : Desa Kedungsari Rt 02 Rw 03 Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Suami Misngat (55 thn ) pekerjaan butuh serabutan .
Ibu Kasmilah mulai sakit sekitar 2 tahun yang lalu, dengan gejala perut sakit tidak kunjung sembuh perut  semakin hari semakin sakit dan semakin membesar. Ibu Kasmilah saat itu memeriksakan di RSUD Tjitro Wardjojo Purworejo dan di diagnosa oleh dokter kandungan penyakit tumor kandungan. Oleh dokter  disarankan untuk operasi, tetapi ibu Kasmilah tidak mau mengambil jalur operasi karena saat itu belum ada biaya dan juga belum menjadi peserta BPJS.
bapak Misngat (55thn) suami bu Kasmilah yang sehari-hari bekeja sebagai buruh serabutan sangat prihatin dengan kondisi istrinya yang semakin memburuk. Sakit yang dirasakan belum juga usai, tepat lebaran tahun 2016 yang lalu opname di RSUD Tjitro Wardjojo Purworejo dengan perut yg semakin besar dan sesak nafas. Karena perlu penanganan lebih komplit kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjutdengan fasilitas BPJS klas 3. Hasil USG ibu Kasmilah menderita Ca Ovarium dan selama ini ibu Kasmilah sudah 3 kali periksa kontrol untuk menunggu jadwal operasi di Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta.
Disaat menunggu jadwal operasi kondisi semakin memburuk. Mulai hari Jumat  tanggal 5 Agustus 2016 masuk RSUD Tjitro Wardjojo lagi dengan kondisi HB 6 Dan kondisi lemas. Alhamdulilah #Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar tersebut langsung menindaklanjuti,
Santunan diberikan ke keluarga ibu Kasmilah untuk biaya akomodasi dan kebutuhan selama di Rumah Sakit.

Jumlah Santunan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Nurul Mukminah

ibu kasmilah menderita Ca Ovarium

ibu kasmilah menderita Ca Ovarium


DARMA WIYATI (47, Chronic Heart Failure). Alamat: Wonodadi RT. 2/5, Desa Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu,  Provinsi Lampung. Berawal dari 10 bulan lalu yang Ibu Wiwi – begitu ia biasa disapa mengeluh sering pusing yang sepertinya diakibatkan oleh darah tinggi namun tidak ia hiraukan. Tujuh bulan kemudian Ibu Wiwi masih merasakan pusing, dada terasa sesak, linu-linu, jantung berdebar-debar dan untuk bergerak terasa susah. Kemudian Ibu Wiwi memeriksakan diri ke Puskesmas Gadingrejo dan dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Di sana Ibu Wiwi menjalani pemeriksaan rontgen dan diberikan obat penurun darah. Dokter rumah sakit mengatakan ada pembengkakan di jantung Ibu Wiwi atau dalam bahsa medis dikenal dengan penyakit Chronic Heart Failure. Selama perawatan di rumah sakit Ibu Wiwi menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI Kelas 3. Namun ada beberapa obat yang harus ditebus karena tidak tercover dan harganya cukup mahal. Hal tersebut terasa sulit bagi keluarga Ibu Wiwi karena suaminya, Samsudin (47) hanya bekerja sebagai buruh yang penghasilannya tidak menentu. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan langsung mendatangi Ibu Wiwi untuk menyampaikan sedekah dari para #sedekaholic untuk meringankan biaya pengobatan Ibu Wiwi dan kehidupan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @akuokawai @saesaraya @yulian_safri @sayasepti @ririn_restu

Ibu darma menderita Chronic Heart Failure

Ibu darma menderita Chronic Heart Failure


MUJIANTO BIN PAIMAN (36, TBC Paru). Alamat: Margoyoso 2 RT. 2/2, Desa Matara, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awalnya badan Pak Mujianto tiba-tiba bengkak, kemudian oleh keluarga dibawa ke Rumah Sakit Wisma Rini. Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium ternyata hasilnya menunjukan telah terjadi infeksi pada paru-paru yaitu TBC paru dan dianjurkan untuk dirawat. Setelah dirawat selama 4 hari, kemudian Bapak Mujianto melanjutkan dengan rawat jalan di Puskesmas Gadingrejo selama 6 bulan, namun baru 2 minggu menjalani rawat jalan Pak Mujianto memutuskan untuk berhenti karena merasa bosan minum obat secara terus-menerus. Tak lama kemudian penyakitnya kembali kambuh dan bengkaknya bertambah besar, akhirnya ia dirawat lagi di Rumah Sakit Umum Pringsewu. Setelah dirawat ternyata di paru-parunya didiagnosa terdapat semacam tumor, dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek karena di RSUD Pringsewu tidak ada dokter khusus paru-paru. Namun kondisinya semakin melemah dan akhirnya Bapak Mujianto wafat pada 25 Juli 2016 lalu. Bapak Mujianto selama perawatan di rumah sakit menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI Kelas 3. Istrinya Sri Rahayu (35) yang menemani Pak Mujianto selama dirawat meski tidak ada pemasukan sama sekali. Kurir #SedekahRombongan Lampung untuk menyampaikan sedekah dari sedelaholics untuk membantu akomodasi selama di rumah sakit dan biaya pemakaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @ citra_ncitd @yulian_safri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak mujianto menderita TBC Paru

Pak mujianto menderita TBC Paru


RITWANTORO BIN SUNTORO (24, Lumpuh). Alamat : Desa Tegalsari RT. 6/2, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Pada tahun 2011 Bapak Ritwantoro yang bekerja sebagai petani pembuat gula merah (gula kelapa) seperti biasa berangkat jam 6.30 pagi untuk memulai aktifitasnya mengambil air batang kelapa untuk membuat gula. Baru 3 pohon yang dipanjat tiba- tiba Bapak Ritwantoro merasa pusing hingga akhirnya ia terjatuh dari pohon kelapa. Ia berteriak minta tolong hingga ada warga yang mendengar dan mengantarkannya pulang ke rumah. Kemudian orang tuanya memanggil tukang urut, sudah 3 kali diurut namun tidak ada perubahan. Kemudian Bapak Ritwantoro dibantu aparatur desa berobat ke Rumah Sakit Abdul Moeloek dan oleh dokter saraf disarankan untuk operasi karena sarafnya ada yang terjepit dan mengakibatkannya lumpuh. Bapak Ritwantoro berobat menggunakan dana pribadi karena tidak adanya jaminan kesehatan yang dimiliki. Pasca operasi kondisi sedikit lebih baik dan saat ini Bapak Ritwantoro hanya bisa duduk dan terbaring di tempat tidur. Sehari – hari Bapak Ritwantoro tinggal bersama adiknya yang mengandalkan kerajinan tangannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan Lampung mendatangi Bapak Ritwantoro dan menyampaikan sedekah dari para #sedekaholics untuk meringankan biaya keseharian Bapak Ritwantoro. Semoga titipan yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Leni Marlina @yulian_safri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak ritwantoro menderita Lumpuh

Pak ritwantoro menderita Lumpuh


AHMAD MAULANA (1, Hiscprung Disease). Alamat : Desa Fajar Baru RT.2/2, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Maulana dilahirkan melaui persalinan normal di bidan dalam kondisi sehat. Setelah 2 minggu Maulana tidak mau diberi asi dan kondisinya mulai  melemah dan susah buang air besar. Kemudian Maulana dibawa ke RSUD Pringsewu dan dari hasil pemeriksaan dokter, kondisinya melemahnya diakibatkan oleh tertelannya air ketuban pada saat dilahirkan. Setelah mendapatkan perawatan di RSUD Pringsewu, kondisi Maulana mulai membaik dan diperbolehkan pulang. Setelah beberapa hari Maulana di rumah, ia kembali mengalami susah buang air besar dan tidak mau diberi asi. Perutnya semakin membesar dan dibawa lagi ke RSUD Pringsewu yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Tim dokter RSAM menyatakan Maulana mengidap penyakit Hiscprung atau yang lebih dikenal dengan penyempitan usus besar dan harus segera dioperasi. Ayahnya, Bapak Saeran (31) bekerja sebagai buruh tani, dan ibunya, Ibu Rindani (24) hanya seorang ibu rumah tangga. Orang tua Adik Maulana merasa kesulitan biaya transportasi untuk bolak-balik dari rumah ke RSAM. Operasi yang sudah dijadwalkan pun tertunda akibat menurunnya kondisi Maulana. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasa prihatin melihat kondisi Maulana, santunan awal pun diberikan, digunakan untuk kebutuhan pengobatan  selama di RSAM. Semoga Maulana segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2016
Kurir :@wirawiry @abahnyamarlele @Rikaandara adit @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ahmad menderita Hiscprung Disease

Ahmad menderita Hiscprung Disease


SAKIRAN BIN AHMAD SAIMI (40, Patah Tulang dan Syaraf Mati). Alamat : Pekon Banyuwangi RT. 1/1, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Bapak Sakiran sebelumnya adalah seorang buruh timah di Kepulauan Bangka, sekitar 4 tahun yang lalu, ia mendapat musibah tertimpa dan tertimbun longsoran tanah di tambang timah tempat Bapak Sakiran bekerja. Saat tertimpa longsoran Pak Sakiran dalam kondisi duduk, sehingga longsoran tersebut mengenai badan belakangnya tepatnya di punggungnya. Malangnya, Bapak Sakiran bekerja di pertambang milik perorangan sehingga tidak adanya jaminan kecelakaan kerja. Saat kejadian tersebut Pak Sakiran dibawa teman-temannya ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan penanganan medis. Oleh pihak rumah sakit Pak Sakiran dianjurkan untuk dioperasi karena terjadi patah tulang di tulang belakang, mengenai syaraf  dan terdpat luka yang cukup parah di bagian tubuh bawah. Keluarga Pak Sakiran menolak dilakukan operasi karena biaya yang cukup tinggi dan tidak memiliki kartu jaminan kesehatan sama sekali. Hingga akhirnya Pak Sakiran dipulangkan ke kampung halaman di Pekon Banyuwangi Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung menggunakan kapal cepat dari Bangka ke Lampung. Selama 4 tahun ini Pak Sakiran hanya bisa berbaring miring di ranjang, tubuh bagian bawahnya tidak bisa digerakkan, kaku karena syaraf terputus dan tulang punggung belakang patah. Pak Sakiran tidak bisa memberi nafkah untuk keluarga sehingga sang Istri, Siti Indun (42) yang harus menafkahi keluarga dengan menjadi buruh pemotongan genteng dengan upah 20 ribu per hari. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi kediaman Bapak Sakiran untuk menyampaikan sedekah dari para #Sedekaholic untuk membantu biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir: @wirawiry @abahnyamarlele @saesaraya @yulian_safri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak sakiran menderita Patah Tulang dan Syaraf Mati

Pak sakiran menderita Patah Tulang dan Syaraf Mati


SUYATMI BINTI DERI (63, Ca. Colon). Alamat : Desa Tegal Sari RT. 9/3, Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Ibu Suyatmi adalah seorang pedagang di kantin sekolah, ia sering telat makan hingga sering merasa mual dan sakit perut. Ia hanya meminum obat maag untuk mengatasi sakitnya. Hinga pada Januari 2016, Ibu Suyatmi tidak kuat lagi menahan sakit karena jika buang air besar bercampur darah. Kemudian oleh anaknya dibawa ke Puskesmas setempat yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Karena kondisinya semakin buruk, akhirnya Ibu Suyatmi dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Dari hasil foto rontgen, Ibu Suyatmi didiagnosa terkena tumor ganas usus besar (Ca. Colon) dan harus segera dioperasi. Dokter membuat lubang pembuangan sementara di perut sebelah kiri dan sekarang Ibu Suyatmi menjalani kemoterapi. Sejauh ini Ibu Suyatmi sudah menjalani 3 kali kemoterapi. Kondisi Ibu Suyatmi saat ini masih sering merasa mual dan perutnya masih terasa sakit. Dalam pengobatannya Alhamdulillah Ibu Suyatmi sedikit terbantu dengan menggunakan BPJS Mandiri kelas 3, namun untuk transportasi dan biaya keseharian Ibu Suyatmi sering merasa bingung karena ia hanya mengandalkan penghasilan menantunya, Yuli (35), yang bekerja sebagai buruh. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan langsung mendatangi Ibu Suyatmi untuk menyampaikan sedekah dari #sedekaholic untuk meringankan biaya selama melakukan kemoterapi dan untuk kesehariannya, semoga Ibu Suyatmi bisa untuk segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir :@wirawiry @abahyamarlele @jajang_fajar Leni Marlina @yulian_safri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Bu suyatmi menderita Ca. Colon

Bu suyatmi menderita Ca. Colon


ALFRIDA BINTI SANGGI (46, Tumor Ovarium dan Anemia). Alamat: Jl. Kampung Tebol Lourdes, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Sebelumnya Ibu Alfrida menderita suspect ulkus pepticum dan anemia. Namun beberapa minggu lalu Ibu Theresia didiagnosa oleh dokter menderita tumor ovarium. Saat itu Ibu Alfrida dirawat di RSUD Nunukan karena kondisinya yang semakin menurun. Kondisi Ibu Alfrida ini menyebabkan ia tidak dapat beraktivitas. Suaminya, Bapak Estefanus (58), masih dalam penjara di negara tetangga karena paspor yang sudah kadaluarsa. Hal tersebut membuat perekonomian keluarga berkurang, terlebih lagi Ibu Alfrida sedang menurun kondisi kesehatannya. Ibu Alfrida sudah mempunyai jaminan kesehatan BPJS kelas III, walaupun baru aktif.  Kini Ibu Alfrida masih dalam perawatan di RSUD Nunukan sambil menunggu persiapan pengangkatan tumor di ovariumnya.  #Sedekahrombongan melalui kurir #SR Kalimantan Utara di Pulau Sebatik kembali memberikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan keluarga saat Ibu Alfrida dirawat dan pembelian obat yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya ia telah dibantu pada rombongan 868. Semoga bantuan yang diberikan semakin bersemangat dalam menjemput kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Danil Lalang Siti Aisyah @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Alfrida menderita Tumor Ovarium dan Anemia

Alfrida menderita Tumor Ovarium dan Anemia


HAFID BIN MALINTA (51, Reumatik Kronis). Alamat: Dusun  Sungai Limau RT. 5, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Bapak Hafid sudah mengidap Reumatik yang kronis sejak masih muda, saat itu ia masih bekerja sebagai buruh kebun di Malaysia. Bapak Hafid sudah minum obat namun tak kunjung sembuh. Ditahun 2002, Bapak Hafid kembali ke Indonesia dan mencari pekerjaan di Sebatik. Saat itu penyakit Bapak Hafid belum juga sembuh hingga sendi-sendi kaki tangannya bengkak. Tahun 2013 kondisi kesehatan Bapak Hafid kembali menurun dan harus dirawat di RSUD Nunukan. Di rumah sakit, Bapak Hafid dioperasi oleh tim dokter pada area yang bengkak. Setelah operasi, Bapak Hafid kembali ke Sebatik dan bekerja, namun seiring pekerjaannya yang cukup berat, sakit reumatiknya sering kambuh. Satu bulan yang lalu, kaki Bapak Hafid yang terdapat luka operasi terkena kayu saat bekerja. Lukanya kembali terbuka dan menjadi infeksi. Saat ini Bapak Hafid harus rutin membersihkan luka di Puskesmas meski jaraknya dari rumah sangat jauh. Lebih dari 1 kilometer Bapak Hafid harus berjalan kaki menggunakan tongkatnya. Bapak Hafid tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, ia adalah seorang duda yang tak memiliki anak, sehingga harus mengerjakan semuanya sendirian. Alhamdulillah, akhirnya Bapak Hafid bertemu dengan kurir #SedekahRombongan di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Kurir #SR turut merasakan kesulitan dan kesedihan Bapak Hafid yang terus berikhtiar untuk kesembuhan. Santunan awal diberikan kepadanya untuk membantu biaya pengobatan, semoga Bapak Hafid senantiasa semangat dalam berikhtiar menjemput kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Danil Lalang @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Pak hafid menderita Reumatik Kronis

Pak hafid menderita Reumatik Kronis


AHMAD RASULI, (38TH,PEMPHIGUS VULGARIS). Tidak ada yang menyangka perjuangannya merawat ayah tercinta yang sakit katarak akan berbalik kepada dirinya yang saat ini menahan perih akibat penyakit Pemphigus Vulgaris yang baru diderita 2 bulan lalu.
Inilah kisah bakti seorang anak lelaki yang sabar merawat & menafkahi ayahnya dengan bekerja sebagai penarik becak.Dialah mas Ahmad Rasuli yang tinggal di sebuah rumah kecil di sudut kampung Blindungan,jalan KH Agus Salim, kabupaten Bondowoso yang saat ini sdh berusia 38 tahun belum memikirkan utk berkeluarga hanya karena dia harus merawat ayahnya yang sakit katarak dan dalam himpitan ekonomi yang minim.
Meskipun pengorbanan mas Ahmad Rasuli begitu besar dalam merawat ayahnya tetapi Allah Subhanahuwata’ala lagi-lagi mengujinya dalam menjalani hidup di dunia ini.Cerita ini berawal saat dua bulan lalu mas Ahmad Rasuli menderita gatal2 pada tubuhnya,yang dirasa hanya panas dan gatal di sekujur tubuhnya hingga mas Ahmad Rasuli tidak bisa lagi menarik becaknya utk memberi nafkah kepada sang ayah.Alhamdulillah masih ada tetangga yang perduli membawa mas Ahmad Rasuli berobat ke puskesmas,hingga akhirnya oleh dokter setempat terdiagnosa penyakit Pemphigus Vulgaris yang gejalanya mirip dngan Stephen Johnson Syndrome.Pemphigus Vulgaris merupakan penyakit kulit yang terkait dng sistem imun tubuh,gejalanya berupa bula/gelembung yang kemudian meletus dan bersifat kronis.Dan bula2 tersebut muncul di seluruh bagian tubuhnya.
Siang pukul tepat jam 13.45 tanggal 6 Agustus 2016 ?#?KurirSR? Jember & Bondowoso mengevakuasi mas Ahmad Rasuli dari rumahnya di Bondowoso menuju IGD RS Soebandi Jember. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic berupa uang untuk akomodasi perawatan selama di RS Soebandi Jember. Semoga santunan yang diberikan kepada Mas Rasuli menjadi catatan amal pahala para #sedekaholic semua Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Agustus 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto

Pak ahmad menderita PEMPHIGUS VULGARIS

Pak ahmad menderita PEMPHIGUS VULGARIS


TUJIYANTO (40, patah kaki kiri dan kanan dan tulang belakang). Dusun 16 Desa Barongan, RT 65/RW 32, Desa Karangsewu, Galur, Kabupaten Kulon Progo. Tujiyanto adalah suami dari Sulastri (30, Ibu RT) anak dari Ahmad Mursyidi (meninggal) dan Saminem (75, Ibu RT). Pernah jatuh dari lantai 3 bangunan di Bogor sewaktu kerja menjadi buruh. Sehingga kedua kaki tidak bisa bergerak dan tulang belakang mengalami saraf kejepit. Terdapat luka di belakang waktu pertama kali di pinggul hingga berlubang karena perjalanan dari Bogor ke Yogya namun sudah baik sekarang. Saat ini masih belum dapat berdiri, karena tidak ada pengobatan dari dokter dan terlalu lama jika dioperasi menunggu di Sarjito yang menggunakan BPJS yang bisa menghabiskan puluhan juta bila menggunakan biaya sendiri. Akhirnya hanya menggunakan terapi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Tujiyanto untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita Tujiyanto dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai  Rp 2.000.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya berobat beliau. Dari pihak keluarga menyampaikan banyak terimakasih atas bantuan yang telah diberikan, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal: 19 Mei 2016
Kurir: @Saptuari @RofiqSILVER @satyaluke

Pak tujianto menderita patah kaki kiri dan kanan dan tulang belakang

Pak tujianto menderita patah kaki kiri dan kanan dan tulang belakang


PIUS BALA LAMAK (58, Asthma Bronkhial). Alamat : Jalan Kampung Lourdes RT 11, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sejak berusia 1 tahun, Bapak Pius mengidap sakit asma. Sakit asma ini sangat mengganggunya dalam beraktivitas. Bapak Pius selalu kontrol ke Puskesmas untuk mendapatkan obat asmanya. Namun karena jauhnya jarak dari rumahnya menuju Puskesmas yakni sekitar 7 km, Bapak Pius biasanya sering menyewa ojek atau mobil menuju Puskesmas tiap bulannya. Namun ongkos kendaraan yang cukup mahal membuat Bapak Pius semakin jarang kontrol ke Puskesmas. Terakhir dokter di Puskesmas menganjurkan Bapak Pius dirujuk ke RSUD Nunukan untuk dilakukan pemeriksaan rontgen dan ditangani dokter spesialis Paru, namun Bapak Pius terkendala biaya. Kini istrinya, Ibu Yasinta Kewa (58), yang menggantikan suaminya bertani untuk tetap memenuhi kebutuhan keluarga. Bapak Pius memiliki kartu Jamkesmas yang dapat membantu pelayanan berobat di rumah sakit. Alhamdulillah Bapak Pius dipertemukan dengan kurir #sedekahrombongan di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Bapak Pius berhak dibantu oleh #sedekaholics #sedekahrombongan untuk meringankan biaya berobat dan kontrolnya. Semoga bantuan yang diberikan bisa membuat Bapak Pius dan keluarga terus berusaha untuk kesembuhannya.  Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir: @wirawiry @arisasamara via Danil Lalang @akuokawai @rintawulandari

Pak pius menderita Asthma Bronkhial

Pak pius menderita Asthma Bronkhial


ICAL ANDIKA (15, Fraktur os Humerus & Nekrosis Digiti I Pedis Sinistra). Alamat : Jln. Bintang Husada RT. 7, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Minggu sore, 10 Juli 2016 lalu, Ical jatuh dari motor. Ical yang dibonceng temannya terjatuh dan terluka parah lebih parah daripada temannya yang mengemudikan motor. Ical segera dibawa ke UGD Puskesmas. Ical mengalami patah pada tangan kirinya (Fraktur Humerus Sinistra) dan terdapat luka yang cukup dalam pada jempol kaki kirinya, hingga kukunya tak tersisa lagi. Saat itu dokter di Puskesmas menyarankan agar Ical langsung dirujuk ke RSUD Nunukan, namun keluarganya menolak dengan alasan tidak memiliki biaya dan tak punya jaminan kesehatan apapun. Ayah Ical, Bapak Firman (47), sehari-harinya bekerja sebagi petani, sedangkan ibunya, Ibu Mardiana (32) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka sangat bingung untuk pengobatan Ical karena untuk kebutuhan sehari-sehari saja sangat sulit. Karena menolak dirujuk, maka dokter di Puskesmas menyarankan agar Ical ke Puskesmas setiap hari untuk membersihan lukanya. Semakin hari ternyata luka Ical seperti infeksi dan ada jaringan mati di jempol kaki kirinya. Dikhawatirkan akan terjadi kecacatan pada tangan Ical yang patah jika tidak segera dioperasi pemasangan pen di RSUD Nunukan. Alhamdulillah Ical dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Bantuan diberikan untuk meringankan biaya pengobatan Ical. Semoga Ical dan keluarganya tidak letih ikhtiar untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Ical menderita Fraktur os Humerus & Nekrosis Digiti I Pedis Sinistra

Ical menderita Fraktur os Humerus & Nekrosis Digiti I Pedis Sinistra


THERESIA O TUTO (17, Partus Normal). Alamat : Dusun Berjoko RT. 10/2, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Theresia melahirkan secara normal (partus normal) pada 13 Juli 2016 di Puskesmas Pembantu Desa Sungai Limau dengan batuan bidan. Bayi yang dilahirkannya berjenis kelamin laki-laki dan berbadan sehat. Theresia membutuhkan biaya melahirkan dan kebutuhan sehari-hari anak. Ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga masih menunggak pembiayaan persalinan sebanyak Rp. 1.000.000,- kepada pihak Puskesmas.  Theresia bertemu dengan kurir #SedekahRombongan di Puskemas Pembantu Desa Sungai Limau. Kondisi Theresia dan keluarganya sangat miskin dan layak dibantu oleh #sedekaholics #SedekahRombongan. Bantuan pun diberikan untuk membayar biaya melahirkan di Puskesmas. Semoga santunan yang dititipkan dari para #sedekaholics dapat membantu meringankan beban Theresia.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara Danil Lalang @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Bantuan untuk membayar biaya melahirkan di Puskesmas

Bantuan untuk membayar biaya melahirkan di Puskesmas


YUVENSIUS MUDA (18, Snake Bite). Alama t: Dusun Berjoko RT 12, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Yuven terkena gigitan ular awal bulan Mei lalu. Ia digigit ular saat akan ke kamar mandi. Saat itu Yuven tinggal di tempat majikan ibunya di Malaysia. Yuven terkena gigitan ular hitam yang cukup besar yang kemungkinan berbisa. Karena gigitan itu Yuven merasa mual, muntah-muntah disertai pusing. Kemudian ia dibawa ke Rumah Sakit Keningau dan dirawat selama dua hari. Karena biaya yang besar akhirnya Yuven pulang paksa dan belum menyelesaikan perawatan hingga tuntas. Setelah kembali ke Pulau Sebatik, luka gigtan ular di kaki Yuven makin parah. Dua minggu kemudian kakinya mulai infeksi dan lukanya bernanah yang berbau tak sedap.  Yuven harus mendapatkan perawatan luka tiap 3 hari di Pustu. Ia tidak bisa kembali ke Malaysia menemui ibunya karena ketiadaan paspor. Ayah Yuven, Bapak Yosep Muda (45) yang  bekerja sebagai buruh dan ibunya, Ibu Yustina (38), bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Mereka memiliki penghasilan yang tidak stabil. Yuven pun juga tidak memiliki jaminan kesehatan dan hal ini menjadi kendala untuk biaya pengobatan di rumah sakit. Akhirnya kurir #SedekahRombongan di Kalimantan Utara bertemu dengan Yuven.  Santunan pun diberikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Yuven tetap bersemangat berjuang untuk sembuh agar bisa beraktivitas seperti sediakala lagi. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Danil Lalang @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Yuven terkena gigitan ular

Yuven terkena gigitan ular


ANANG SUROSO (60, Katarak). Alamat : Dusun Palas Jaya, RT. 10/5, Kelurahan Palas Jaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Kurang lebih 1 tahun yang lalu Mbah Anang terjatuh dan tidak dapat berjalan.  Mbah Anang kemudian sakit selama satu bulan dan mulai tidak dapat melihat. Ia lalu dibawa ke Puskesmas terdekat dan hasilnya didiagnosa katarak. Oleh pihak Puskesmas disarankan untuk dirujuk ke RSUD Adul Moeloek, tetapi hal itu urung dilakukan karena jaraknya yang jauh dan juga ketiadaan biaya untuk transport. Kini Mbah Anang tidak dapat melihat sama sekali. Mbah Anang yang sebelumnya bekerja sebagai petani kini tidak dapat bekerja, sehingga praktis sang istri, Kuswanti (47) yang memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan membantu pekerjaan tetangga. Fasilitas Jaminan Kesehatan yang dimiliki oleh Mbah Anang adalah BPJS PBI Kelas III. Saat Kurir #SedekahRombongan Lampung mengunjungi kediamannya, Mbah Anang mengungkapkan keinginannya untuk dapat melihat kembali.  Mendengar keinginan tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung tersentuh dan memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan katarak dan pembelian lensa mata.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Vida Alviyanti @akhiddd @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak Anang menderita Katarak

Pak Anang menderita Katarak


LINDRI KURNIADI (23, Kanker Kelenjar Getah Bening dan Lumpuh). Alamat : Jalan Trio Desogang Rawaweh No. 138 RT. 2/5, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Lindri awalnya menderita batuk yang berkepanjangan dan tak sembuh-sembuh, ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Kotabumi untuk dirawat. Karena keterbatasan peralatan di RSUD Kotabumi Lindri dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Setelah beberapa hari dirawat dan diperiksa ditemukan kanker kelenjar getah bening tepat di belakang paru-paru. Ia kemudian dirawat sebulan dan dilakukan tindakan operasi di akhir tahun 2015. Setelah operasi, Lindri harus menjalani kemoterapi untuk membersihkan sel kankernya yang masih tersisa. Selang 2 bulan kemudian sakitnya kambuh lagi dan seluruh badannya langsung lumpuh, seketika itu langsung dirawat lagi di RSAM selama 15 hari dan didiagnosa kanker getah beningnya telah menjalar ke sumsum tulang belakang. Lindri sempat dirujuk ke RS Gatot Subroto Jakarta dan dirawat selama 15 hari. Di sana dianjurkan untuk melakukan operasi pengangkatan 3 ruas tulang belakang namun kedua orang tuanya Edi Warman (50) dan Eva Diana (43) tidak mengizinkan. Hal tersebut dikarenakan takut biaya yang dihabiskankan mahal, karena Bapaknya hanya berdagang kecil-kecilan dengan pengasilan yang tidak tetap dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Akhirnya Lindri dibawa pulang dan melakukan pengobatan alternatif. Selama pengobatan Lindri menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Kondisi Lindri sekarang hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur dan terkadang berjalan dengan kursi roda dbantu adik atau ibunya. Mendengan kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan langsung mendatangi rumah Lindri untuk menyampaikan sedekah dari #Sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan dan terapinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele@yulian_safri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Bu lindri menderita Kanker Kelenjar Getah Bening dan Lumpuh

Lindri menderita Kanker Kelenjar Getah Bening dan Lumpuh


ALI IMRON (42, Fraktur Clavicula dan Lebam Paru). Alamat : Dusun VII RT. 20/10 Desa Mataram Baru, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pak Ali mengalami kecelakaan lalu lintas pada Rabu, 13 Juli 2016 di daerah Sri Bhawono, Lampung Timur. Ia kemudian diberikan pertolongan pertama di klinik setempat, karena mengalami luka yang cukup serius Pak Ali dirujuk ke RSU Muhammadyah Metro. Hasil pemeriksaan Pak Ali mengalami patah pada tulang selangka dan retak pada tulang rusuknya serta mengalami lebam pada paru. Rabu malam dilakukan tindakan operasi pemasangan pen pada tulang yang patah. Pengobatannya ditanggung oleh KIS PBI Kelas 3 dan COB Jasa Raharja. Kebutuhan keluarga saat ini mengalami kesulitan karena Pak Ali tidak dapat lagi berjualan hordeng keliling, sedangkan istrinya, Maimunah (39), hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Dokter menganjurkan Pak Ali untuk fisioterapi namun terkendala biaya karena jarak dari rumah ke rumah sakit sangat jauh dan ia tidak memiliki kendaraan. #SedekahRombongan Lampung mengunjungi Pak Ali di rumah sakit dan merasakan kesulitan yang dirasakan keluarga Pak Ali, untuk itu disampaikan titipan #sedekaholics guna biaya hidup di rumah sakit dan biaya fisioterapi. Semoga Pak Ali lekas sembuh dan kembali bekerja sebagaimana semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @rn_irmala @sayasepti  @akuokawai @ririn_restu

Pak ali menderita Fraktur Clavicula dan Lebam Paru

Pak ali menderita Fraktur Clavicula dan Lebam Paru


PONIKEM BINTI KARJONO (44, Glukoma). Jl. Merica III, RT. 8/4 Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Lima tahun yang lalu mata kanan Ibu Ponikem buram dan tidak dapat melihat dengan baik. Ibu Ponikem memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit A. Yani Metro dan didiagnosa terkena penyakit glaukoma. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi, tetapi hal tersebut urung dilakukan karena tekanan darah Ibu Ponikem tinggi. Kurang lebih setahun lalu, Ibu Ponikem terjatuh di rumah majikannya dan mengenai kelopak mata kirinya hingga membengkak, berdarah, dan mengeluh penglihatannya kabur. Saat itu Ibu Ponikem berobat rutin di Puskesmas terdekat, tetapi beberapa bulan kemudian tidak lagi melakukan hal tersebut, karena BPJS Mandiri kelas 3 yang dimilikinya tidak dapat dipakai lagi karena belum dibayarkan iurannya. Sejak saat itu Ibu Ponikem penglihatannya terus menurun. Ibu Ponikem dan Suami, Sardi (51), yang bekerja sebagai tukang becak, tinggal dengan keluarga kakaknya, Sarman (59), yang juga bekerja sebagai tukang becak. Kini Ibu Ponikem tidak dapat melihat dan hanya dapat beraktivitas di sekitar rumah dengan meraba daerah sekitarnya. Tangan, kaki dan mulutnya sering bergetar dengan sendirinya. Ibu Ponikem tidak berani memeriksakan kondisinya karena takut ditolak berobat karena BPJS-nya belum terbayar. Mendengar kondisi Ibu Ponikem kurir #SedekahRombongan tergerak untuk menyampaikan titipan #sedekaholic untuk membantu membayar tagihan BPJS agar segera dapat digunakan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @rn_irmala @sayasepti @ririn_restu

Bu ponikem menderita Glukoma

Bu ponikem menderita Glukoma


HADI ABUDUSSALAM (4, Hidrosefalus). Alamat : Lingkungan Pringombo 3 RT. 4/3, Kecamatan Pringsewu Timur, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Hadi dilahirkan secara caesar di RSUD Pringsewu. Sejak lahir Hadi sudah menderita hidrosefalus. Saat berusia 3 hari ia dibawa ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Lampung  untuk menjalani operasi. Pada usia 4 bulan Hadi kembali menjalani operasi dan dilakukan transfusi darah melalui kepala karena kaki dan tangan tidak bisa dilakukan transfusi. Saat Hadi berusia 7 bulan, kepalanya semakin membesar dan dilakukan operasi kembali untuk yang ketiga kalinya. Menginjak usia 10 bulan, Hadi menjalani operasi ke-4 dan ke-5. Setelah menjalani operasi pada Oktober dan November 2013, Hadi kembali dioperasi untuk mengeluarkan di kepalanya pada Agustus 2016. Kondisi Hadi semakin membaik dan sudah bisa diberi asupan makanan namun kepalanya belum mengempis. Karena sakit yang dideritanya, Hadi sulit berbicara, pertumbuhan dan perkembangan geraknya kurang maksimal. Hadi menggunakan BPJS Mendiri kelas 3 untuk berobat.  Ayah Hadi, Bapak Romlan (37), bekerja sebagai buruh yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari sedangkan ibunya, Ibu Martini (28), hanyalah seorang ibu rumah tangga. Kurir #sedekahrombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit dari para #sedekaholics untuk pengobatan Hadi setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 866.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @saesarraya @rishaoktaviana @yulian_safri @sayasepti @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Hadi menderita Hidrosefalus

Hadi menderita Hidrosefalus


KIRANA SHAHILIA NADIFA (2, Pengerutan Otak). Alamat : Desa Kediri 1, RT. 1, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Kirana merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan. Ia didiagnosa menderita pengerutan otak. Kirana masih menjalani pengobatan rutin dan terapi untuk pemulihan tulang kaki yang membentuk leter O akibat seringnya kejang. Sebelumnya Kirana dipasang selang untuk minum susu namun kini tidak lagi. Ia sudah bisa belajar makan makanan yang halus seperti bubur bayi instan. Tangannya pun sudah bisa digerakkan meski kakinya belum kembali normal. Orangtua Kirana, Bapak Miran (36) dan Ibu Suprapti (36) mengungkapkan kesedihannya karena penghasilannya dari bertani tak cukup untuk pengobatan rutin Kirana meski ia telah berobat dengan BPJS kelas 3. Alhamdulillah kurir #sedekahrombongan Lampung dapat kembali menyampaikan titipan langit dari para #Sedekaholics demi untuk biaya kontrol rutin ke RSAM. Sebelumnya Kirana dibantu pada rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @citra_ncitd @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Kiirana menderita Pengerutan Otak

Kiirana menderita Pengerutan Otak


WARTINAH (48 Tahun, Kelainan Jantung dan TBC Paru-Paru). Bu Wartinah merupakan warga Jetak RT.05/RW.29 Sendang Tirto, Berbah, Sleman, DIY. Bu Wartinah sehari-harinya bekerja sebagai buruh, penghasilan yang ia dapatkan tak menentu. Hasil kerja kerasnya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bu Wartinah menderita TBC Paru-Paru, gejala awal penyakitnya adalah demam dan tidak enak badan, istilahnya meriang. Sebenarnya ia sudah empat tahun lamanya menderita penyakit ini, ironisnya ia juga menderita kelainan jantung. April 2016 Bu Wartinah terpaksa dibawa ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya menurun. Ia menjalani rawat inap di RSUD Panembahan Senopati Bantul, DIY. Hingga kini kondisi tubuhnya masih lemah, ia masih sering mengalami pusing, demam, dan sesak napas. #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang giat dalam menyalurkan sedekah merasa harus ikut membantu saat ada saudara kita yang membutuhkan. Kurir #SedekahRombongan kemudian menjenguknya di rumah sakit, dalam kesempatan tersebut kurir menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic. Bantuan ini akan digunakan meringankan biaya pengobatan herbal di Sleman Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi semua. Bu Wastinah mengucapkan terima kasih kepada #SahabatSR dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Ia mendoakan agar #SahabatSR dan #SedekahRombongan senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2016
Kurir :  @Saptuari @RofiqSILVER

Ibu wartinah menderita Kelainan Jantung dan TBC Paru-Paru

Ibu wartinah menderita Kelainan Jantung dan TBC Paru-Paru


FAHMI ALFARIZI (4, Batu Ginjal). Alamat : Dusun Brebes RT. 5/3, Desa Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Kabupatem Pringsewu, Provinsi Lampung. Adik Fahmi mengalami susah untuk buang air kecil hingga tidak bisa sama sekali. Ia langsung dibawa ke dokter praktek dekat rumahnya, namun karena tidak adanya kateter disarankan langsung dibawa ke UGD RSUD Pringsewu. Fahmi diperiksa oleh dokter jaga dan hasilnya diidagnosa menderita batu ginjal dan harus dioperasi. Karena tidak punya biaya, Fahmi lantas dibawa pulang dan orang tuanya mengusahakan untuk membuat BPJS. Setelah BPJS Mandiri Kelas 3 jadi, Fahmi langsung dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek untuk dilakukan operasi. Pada 3 Agustus 2016, Fahmi menjalani operasi pengangkatan batu ginjal dan kondisinya saat ini masih lemas. Keluarga Fahmi kebingungan untuk biaya keseharian selama Fahmi dirawat. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan langsung mendatangi Fahmi di rumah sakit untuk menjenguk dan menyampaikan titipan dari para #sedekaholics untuk meringankan biaya sehari-hari selama perawatan Fahmi. Semoga Fahmi lekas pulih dan bisa beraktivitas seperti anak yang lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Fajri @yulian_safri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Fahmi menderita Batu Ginjal

Fahmi menderita Batu Ginjal


ASTARI BIN ASARUDIN (20, Lumpuh). Alamat : Jalan Way Abung 3 Nomor 21, RT.1/1, Kelurahan Kali Cinta, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi  Lampung. Astari sudah mengalami lumpuh pada tangan dan kakinya sejak lahir, oleh orang tuanya ia tidak pernah dibawa berobat karena keluarga ketiadaan biaya. Keluarga Astari hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini. Astari hanya bisa terbaring di tempat tidur untuk makan juga harus disuapi oleh ibunya dan sesekali digendong keluar rumah untuk sekedar melihat dunia luar. Fasilitas Jaminan kesehatan yang digunakan adalah Kartu Indonesia Sehat. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi kediaman Astari untuk menjenguk dan menyampaikan sedekah dari para #Sedekaholics untuk membantu pengobatan Astari dan biaya hidup sehari-hari, semoga Astari bisa sembuh dan beraktivitas seperti orang lain.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @pipithasan @yulian_safri @sayasepti @akuokawai  @ririn_restu

Astari menderita  Lumpuh

Astari menderita Lumpuh


ARYA HERMAWAN (11, Leukemia). Alamat : Jl. Mega Ujung Gunung Ilir, Kota Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Arya merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Elfin (35) yang bekerja sebagai buruh serabutan di Menggala dan Ibu Simah (34) seorang ibu rumah tangga. Pada akhir tahun 2015, Arya sering mengalami demam, sakit kepala dan terlihat pucat. Kemudian orang tua Arya membawanya berobat ke Puskesmas dan bidan terdekat. Selang beberapa hari kemudian Arya mengalami panas tinggi dan demam disertai sakit perut yang hebat. Oleh orang tuanya Arya langsung dibawa ke RSUD Menggala. Selama menjalani pengobatan di RSUD Menggala, tim dokter memutuskan Arya harus mendapatkan pengobatan lebih lanjut di RS Abdoel Moeleok (RSAM) Bandar Lampung. Dari hasil pmeriksaan darah yang dilakukan selama di RSAM, Arya dinyatakan mengidap penyakit Leukemia atau keganasan sel darah putih. Akhirnya tim dokter spesialis anak yang berada di RSAM menyarankan untuk dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Karena kondisi ekonomi yang kurang mendukung dan tak ada sanak saudara di Jakarta, keluarga Arya menolak untuk dirujuk ke RSCM. Saat ini Arya berobat di RSAM menggunakan BPJS PBI kelas 3. Arya adalah pasien dampingan #SedekahRombongan, untuk itu kembali disampaikan titipan #sedekaholics untuk operasional pengobatan Arya. Sebelumnya Arya dibantu pada Rombongan 822.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @melisaagus @indahpujaamelya @yesaridani @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Arya menderita Leukemia

Arya menderita Leukemia


LISMAWATI BINTI SUHAIMI (44, Chephalgia). Alamat : Lingkungan 2, RT. 6/2, Kelurahan Bandarjaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Provinsi Lampung. Ibu Lisma adalah seorang penjual bendera. Awal mula sakitnya, Ibu Lisma sedang berjualan bendera di pasar, tiba-tiba ia merasakan kepalanya pusing. Lalu, Ibu Lisma pulang untuk istirahat tetapi tidak lama kemudian ia merasakan pusingnya semakin menjadi disertai mual-mual. Oleh keluarga Ibu Lisma dibawa ke Puskesmas terdekat dan didiagnosa terkena chepalgia atau sakit kepala, namun setelah 5 hari berobat belum juga menunjukan perubahan. Karena tidak adanya biaya ia memutuskan untuk tidak berobat lagi, dan sekarang kondisi Ibu Lisma masih lemas dan hanya meminum obat dari warung untuk meredakan sakit kepalanya. Suami Ibu Lisma, Alm. Mahyudin, sudah meninggal beberapa tahun yang lalu sehingga Ibu lisma menjadi ibu sekaligus tulang punggung keluarga. Karena saat ini ia sakit, keluarga ini kesulitan untuk memenuhi biaya hidup, dan untuk kebutuhan berobat. Jaminan kesehatan pun belum ia miliki. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Ibu Lisma dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya berobat. Mereka sangat berterimakasih kepada #Sedekahholics dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @nasution6914 @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Ibu lisma menderita Chephalgia

Ibu lisma menderita Chephalgia


NURLENI BINTI DATUK GARANG (66, Ca. Mamae dan Diabetes Militus). Alamat : Lingkungan 10, RT. 4/1, Kelurahan Bandarjaya Barat, Kecamatan Terbanggi  Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Sudah 1 tahun lamanya Ibu Nurleni menderita sakit kanker payudara (Ca. Mamae). Awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Ia disarankan tetangganya untuk memeriksakan diri ke rumah sakit dan ketika diperiksa oleh dokter kanker payudaranya sudah stadium 3 dan disarankan untuk dioperasi. Takut penyakitnya semakin parah, akhirnya Ibu Nurleni menjalani operasi di Rumah Sakit Harapan Bunda, dan setelah itu ia diharuskan kontrol rutin dan menjalani kemoterapi pasca operasi setiap bulan di Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Beruntung Ibu Nurleni sudah memiliki BPJS sehingga meringankan biaya pengobatannya. Sampai kini Ibu Nurleni masih merasakan nyeri di payudaranya dan sebelumnya ia memiliki penyakit diabetes yang sampai saat ini belum sembuh. Ibu Nurleni hidup seorang diri karena sang suami, Alm. Bapak Bagindo Zaidir, sudah lama meninggal dunia. Ibu Nurleni tidak memiliki pekerjaan dan untuk makan sehari-hari ia diberi oleh anaknya yang sudah berumah tangga. Kurir #SedekahRombongan yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung oleh Ibu Nurleni, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan Ibu Nurleni.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 11 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @ Nando_931 @lilianiharis @akuokawai @ririn_restu

Ibu nurleni menderita Ca. Mamae dan Diabetes Militus

Ibu nurleni menderita Ca. Mamae dan Diabetes Militus


RAHMAT HIDAYAT (18, Epilepsi). Alamat : Lingkungan III, RT. 14/1, Kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Sejak lahir Rahmat memang sudah mempunyai kelainan atau biasa disebut anak berkebutuhan khusus (ABK). Saat Rahmat berusia 14 tahun, ia mengalami panas tinggi dan oleh keluarganya dibawa ke balai pengobatan terdekat. Karena keterbatasan biaya, keluarga hanya sekali membawa Rahmat berobat, sehingga panasnya tak kunjung mereda dan ia mengalami kejang-kejang hingga mengeluarkan busa. Dibantu oleh tetangga Rahmat dibawa lagi ke balai pengobatan terdekat dan didiagnosa terkena penyakit epilepsy atau ayan. Sekarang kondisi Rahmat masih sering kejang dan oleh tetangga yang simpati diberikan pengobatan traditional untuk membantu meredakan penyakitnya. Ayah Rahmat, Hermansyah (48), dan ibunya, Halimatus Sakdiyah (45), mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan Lampung. Pak Hermansyah juga sedang sakit kepala disertai ada kelainan di mata berupa mata kristal. Adik Rahmat, Muhammad Iqbal (15), juga mengalami sakit yang gejalanya tidak jauh berbeda dengan Rahmat. Pak Hermansyah terkadang tidak dapat menarik becak karena harus mengurusi kedua anaknya yang sakit. Keluarga ini kesulitan untuk memenuhi biaya hidup dan kebutuhan untuk berobat. Fasilitas kesehatan pun belum dimiliki. Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Lampung dengan keluarga Rahmat. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya berobat. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Rahmat dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @heni @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Rahmat menderita Epilepsi

Rahmat menderita Epilepsi


WAKIDI BIN PAWIRO SUDARMO (67, Asam Urat, Reumatik, Mata Rabun). Alamat : Lingkungan V, RT. 10/3, Kelurahan Bandarjaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Lebih dari 5 tahun Pak Wakidi menderita sakit asam urat, rematik dan mata rabun. Awalnya Pak Wakidi merasakan persendian kakinya nyeri, sulit digerakkan, kaku, linu dan lemah terkadang juga ia merasa kesemutan sehingga membuatnya sulit beraktivitas. Pak Wakidi memeriksakan diri ke dokter dari hasil diagnosa dokter Pak Wakidi menderita asam urat dan rematik. Setelah minum obat dari dokter, sakitnya sedikit berkurang dan bisa beraktivitas seperti biasa. Beberapa lama kemudian penyakitnya kambuh lagi dan ia sudah berobat sebanyak 3 kali namun tidak juga ada perubahan. Penglihatannya juga terganggu sehingga membuatnya sulit melihat. Untuk berobat lagi Pak Wakidi tidak memiliki biaya dan ia juga belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Lima tahun yang lalu sebelum mederita sakit Pak Wakidi bekerja sebagai buruh bangunan, saat ini ia tidak dapat bekerja karena untuk berjalan pun sulit. Pak Wakidi hidup sebatang kara, sehari-harinya ia hanya memelihara beberapa ekor ayam dan dari hasil penjualan ayamnya itulah untuk makan sehari-hari. Terkadang tetangga sekitar juga memberi sedikit bantuan berupa uang dan makanan. Kurir #SedekahRombongan yang datang ke rumah dan melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang dialami Pak Wakidi. Untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan  Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan Bapak Wakidi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @nurul_listiana @lilianiharis @akuokawai @ririn_restu

Pak wakidi menderita Asam Urat, Reumatik, Mata Rabun

Pak wakidi menderita Asam Urat, Reumatik, Mata Rabun


SAQILA BINTI MARYADI (12 Bulan, Hidrosefalus). Saqila tinggal bersama kedua orang tuanya di Batusari RT.06/RW.04 Ngawen, Gunung Kidul, DIY. Maryadi, ayahnya, merupakan seorang buruh tani, yang bekerja menggarap lahan milik orang lain. Penghasilannya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari rumah tangganya. Saqila terlahir dengan normal, berat badannya mencukupi, perkembangan dan pertumbuhannya pun normal. Saat usianya mencapai 12 bulan, Saqila mengalami gangguan pertumbuhan, berat badannya semakin menurun. Perkembangannya cenderung stagnan, respon gerak tubuhnya pun semakin melemah, terutama bagian tubuh sebelah kanan. Balita satu tahun ini pun sulit menelan makanan sehingga asupan gizi ke tubuhnya menjadi kurang. Orang tuanya membawanya ke RSUD Wonosari, namun kondisi balita ini tak kunjung membaik. Saqila kemudian dipindahkan ke RSI Klaten, setelah melakukan pemeriksaan rontgen kepala, dokter menyatakan pasien menderita hidrosefalus. Selain itu, ternyata ada tumor yang bersarang di kepala pasien. Dokter menyarakan agar pasien segera menjalani operasi, namun keluarga mengurungkan jadwal operasi lantaran keterbatasan biaya. Pihak keluarga kemudian mengurus jaminan kesehatan untuk meringankan biaya pengobatan sang buah hati. Sementara itu kondisi pasien semakin lemah dan kepalanya semakin membesar. Orang tuanya pun semakin khawatir kepada putrinya. Beberapa saat kemudian, melalui jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Saqila. Saqila pun menjadi Pasien Dampingan #SedekahRombongan. Pengobatannya pun pindah ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, jaminan kesehatannya juga sudah bisa digunakan (BPJS). Bantuan sebesar satu juta rupiah diserahkan kepada keluarga dek shaqila agar dapat meringankan beban yang dipikul, serta bantuan akomodasi dan transportasi selama menjalani pengobatan di RSUP Sardjito. Semoga dek shaqila bisa segera pulih, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal                : 12 Mei 2016
Kurir.        : @kissherry, @aji_kristanto

Saqila menderita Hidrosefalus

Saqila menderita Hidrosefalus


HERIANTO UTOMO (47 Th, Gagal Ginjal) merupakan warga Dusun Prampakan 2 RT. 001 RW. 007, Kel. Kenteng, Kec. Ponjong, Kab. Gunung Kidul, DIY. Bapak dari 1 anak ini sebelumnya bekerja sebagai satpam di sekolah swasta dikota Tangerang. Sebagai satpam bapak Heriyanto memiliki kebiasaan minum minuman berenergi untuk menjaga staminanya, ternyata kebiasaannya tersebut berakibat sangat fatal untuk kesehatannya. Pada tahun 2010 pak heri divonis dokter terkena gagal ginjal dan diharuskan untuk melakukan cuci darah. Semenjak itu pak Heriyanto tidak bisa bekerja lagi dan memutuskan untuk pulang ke kampung halaman di gunung kidul. Karena tidak ada pemasukan tetap kehidupan pak Heriyanto semakin memprihatinkan apalagi dengan kondisi kesehatannya pak Heriyanto tidak bisa mencari nafkah dan digantikan oleh istrinya yang ikut membantu pekerjaan tetangganya. #Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai pak Heriyanto pada saat pak Heriyanto mengalami pembengkakan disekujur tubuhnya karena sudah terlambat cuci darah selama 1 bulan lebih, #Sedekah Rombongan telah mendampingi pak Heriyanto kurang lebih selama 3 bulan, dan selama itu pula setiap minggu MTSR setia mengantar dan menjemput pak Heriyanto cuci darah, tetapi apa mau dikata, ternyata Allah berkehendak lain, sehingga pak Heriyanto dipanggil menghadap Ilahi pada tanggal 28 Mei 2016 setelah beberapa hari dirawat di RSUP Sardjito, semoga arwah almarhum diterima di sisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan , aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal  : 28 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @aji_kristanto

Pak herianto menderita Gagal Ginjal

Pak herianto menderita Gagal Ginjal


Mbah DALIO (82 Tahun, BPH Prostat). Pak Dalio bertempat tinggal di Pundung Sari, Kec. Semin, Kab. Gunung Kidul, DIY. Pak Dalio tinggal sendirian di rumah gubuk milik bapak dukuh setempat, yang berdiri di atas lahan milik tetangganya. Pak Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Pak Dalio mempunyai dua orang anak, namun tak ada satupun yang peduli dan enggan mengurusnya padahal jarak rumah mereka tak terlalu jauh. Begitupun dengan keluarganya yang lainnya, sama sekali tidak ada yang memperhatikannya. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Ia juga menderita sakit jantung yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Kini, Pak Dalio dibantu para tetangganya untuk urusan makan sehari-hari. #SedekahRombongan Wilayah Jogja kemudian mendampinginya untuk memulai pengobatannya. Ternyata, Pak Dalio selama sakit sama sekali belum pernah diperiksakan. Tetapi, Pak Dalio begitu bersemangat berikhtiar untuk menyambut kesembuhannya. Pak Dalio dijadwalkan menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya hidup sehari hari. Semoga Pak Dalio selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2016
Kurir : @kissherry, @aji_kristanto

Mbah dalio menderita BPH Prostat

Mbah dalio menderita BPH Prostat


TITI UNTARI (53, kanker payudara) merupakan pasien Sedekah Rombongan Malang sejak Agustus 2016. Beliau tinggal di Jalan Arif Margono Gang 8 RT 11/ RW.07 Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen No 1622, Malang, Jawa Timur. Suami beliau ialah Pak Darno (63 tahun), sementara kedua orang tua beliau sudah meninggal semuanya. Awal tahun 2014 beliau merasa ada benjolan sebesar kutil, tapi benjolan tersebut dianggap benjolan biasa. Seiring berjalannya waktu, benjolan yang awalnya hanya sebesar kutil tersebut membesar menjadi seukuran kelereng. Keadaan ini pun mendorong niat bu Titi dengan diantar suaminya menuju ke pengobatan alternatif untuk menjalani pengobatan alternatif, namun kondisi malah semakin memburuk bahkan beserta benjolan yang pecah. Kekhawatiran berlanjut dan beliau pun menjalani pengobatan di RSUD Saiful Anwar sejak Januari 2016, Alhamdulillah setelah mendapat perawatan medis, kondisi Bu Titi membaik dan tidak dirasa lagi nyeri maupun rasa sakit lainnya. Pengobatan beliau terbantu dengan adanya program BPJS namun untuk keperluan transport, cek laboratorium, dan obat yang tidak dicover BPJS dirasa berat untuk beliau tanggung, karena suami hanya buruh toko dengan pendapatan kurang lebih Rp 800.000/bulan. Untuk itu, Kurir #SedekahRombongan Malang yang bertemu dengan Bu Titi pun berniat membantu keluarga ini, dengan santunan sebesar Rp 500.000 yang telah kami berikan. Semoga kondisi Bu Titi membaik terus dan beliau pun segera sembuh, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 17 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc

Bu titi menderita  kanker payudara

Bu titi menderita kanker payudara


PRADANA ILHAM PAMUNGKAS, (9, Miningoecephalitis). Alamat Dusun Nepak RT 02 RW 02 Kel. Bulurejo Kec. Mertoyudan Kab. Magelang, Jawa Tengah. Dik Ilham adalah putra dari bapak Zaenal Arifin (42) buruh lepas bengkel cat mobil dan Ibu Yayuk Siamussia (43) pembantu rumah tangga. Sekitar 1 tahun lalu,  Dik Ilham mengalami panas dan kejang. Dik Ilham langsung dilarikan ke RSU Magelang, karena pihak RSU tidak bisa menangani sakitnya, akhirnya Dik Ilham dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dan menjalani perawatan rawat inap selama 3 bulan. Selanjutnya rawat jalan dan terapi di rumah oleh terapis RSU Magelang dengan membayar biaya Rp 50.000.  Saat ini, Dik Ilham masih terbujur kaku di tempat tidur karena rawat jalan, kontrol, dan terapi tersebut terakhir yang dilakukan pada bulan agustus 2015. Belum ada tindakan lebih lanjut lagi yang dilakukan oleh keluarganya karena BPJS terakhir dibayar bulan juli 2015 dan sudah tidak memiliki biaya untuk mengundang terapis lagi. Alhamdulillah keluarga Dik Ilham dipertemukan oleh Allah SWT dengan tim #Sedekah Rombongan dan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Ilham sudah bisa melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Ilham sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pertengahan bulan April lalu, Ilham mengalami kejang karena suhu tubuhnya sangat tinggi dan diare, Ilham kemudian menjalani rawat inap di RSU Tidar Magelang. Bantuan diberikan kepada keluarga dek Ilham  untuk  membantu  biaya akomodasi selama menjalani rawat inap di RSU Tidar,  Magelang. Pada tanggal 25 Mei 2016 Dek Ilham melakukan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Hasil dari kontrol kondisi Dek Ilham membaik secara keseluruhan, suhu tubuhnya sudah lebih stabil, jadwal kontrol berikutnya pada pertengahan bulan juni 2016.  Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan Dik Ilham selama berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 954.000
Tanggal: 01 Juni 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo@naadiahusna

Ilham menderita Miningoecephalitis

Ilham menderita Miningoecephalitis


ALFAN TAUFIQU (11, Kanker Kelenjar Getah Bening) Dik Alfan adalah putra dari Akhmad Sobirin (35) dan Eni Linda Wati (36). Alamat Desa Kasepuhan Kec. Batang Kab.Batang Jawa Tengah. Dik Alfan sejak 2 tahun yang lalu mulai menunjukkan gejala kelainan pada tubuhnya, beberapa benjolan sempat tumbuh di tubuh Dik Alfan. Saat itu benjolan-benjolan tersebut sudah dioperasi namun tumbuh lagi dan kondisi tubuhnya secara umum terus menunjukkan penurunan. Dokter di RSUD Batang menyarankan agar Dik Alfan dirujuk ke RS Kariadi Semarang agar mendapatkan perawatan lebih intensif. Namun karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Alfan yang hanya bekerja sebagai buruh biasa tidak mampu melanjutkan proses pengobatan tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November 2014, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan DikAlfan dan membawanya ke Semarang untuk melakukan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Dik Alfan dalam tahap observasi oleh tim dokter di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan belakangan diketahui ada kelainan juga pada Limfa. Dengan adanya benjolan pada limfa maka Dik Alfanharus menjalani kemoterapi. Kemoterapi tahap pertama dinyatakan telah selesai. Saat ini Dik Alfan sedang menjalani kemoterapi tahap ke dua siklus ketujuh di RSUP Dr Kariadi. Dan sudah dilakukan perawatan yang insetif oleh para Dokter di RSUP Dr Kariadi. Alhamdulilah berkat bantuan dan doa dari Sedekaholiq kondisi Dik  Alfan semakin membaik. Proses Kemoterapi akan dilanjutkan untuk menekan benjoln pada Limfa. Semoga Allah memudahkan pengobatan Dik Alfan.  Alhamdulillah setelah menjalani program kemoterapi selama 8 kali siklus. Dan dilakukan penyinaran MRI, hasilnya benjolan pada Limfa sudah tidak ada. Dilanjutkan kontrol rutin tiap 2 minggu sekali di RSUD DR. Kariadi. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi Dik Alfan dan keluarga selama pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 09 JUNI 2016
Kurir : @indrades, @idaiddo, @Qiiyu

Alfan menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Alfan menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah) Dik Maghfiroh adalah putri ketiga dari pasangan suami istri Bapak Yunan Purnomo (45) dan Ibu Nur Alfiana (42) yang beralamat di Ds. Godong Rt 03/ Rw 01 Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan, Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfirohlangsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun karena keterbatasan biaya waktu itu, ayah Dik Maghfirohyang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini bersama keluarganya memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan yang seharusnya masih panjang. Pada Januari 2015 kami dipertemukan Allah dengan Dik Maghfiroh di Pekalongan, kami bersama keluarga sepakat untuk memulai proses pengobatan kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan saat ini Dik Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dalam dampingan tim kurir #SedekahRombongan di Semarang. Bantuan pun di sampaikan guna membantu kebutuhan akomodasi Dik Maghfiroh dan keluarga selama di Semarang. Mohon doa nya semoga proses pengobatan DikMaghfiroh berlajan dengan lancar dan segera sehat kembali.

JumlahBantuan  : Rp 960.000,-
Tanggal        : 17 Juni 2016
Kurir          : @indrades , @idaiddo , @auliarahman04

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah


SEPTIANA DEWI (3, Tumor Pipi) adalah putri pertama dari pasangan suami istri Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga warga Jl. Angkatan 66 Gang 10A RT 004 Rw 002 Desa Kramatsari Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah. Dik Septi, nama panggilannya, mengidap tumor di pipi sejak lahir dan terus membesar hingga saat usianya 2 tahun. Sesaat setelah kelahiran, Dik Septi sempat menjalani serangkaian pengobatan hingga ke RSUP Dr. Kariadi Semarang, namun tim dokter baru bisa melanjutkan proses pengobatan setelah Dik Septi berusia 2 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Sejak pertengahan September 2014 kami bertemu Dik Septi dan mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP DR. Kariadi Semarang. 11 Mei 2016 lalu, Dik Septi telah menjalani operasi rekonstruksi tahap ke enam. Saat ini Dik Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan pasca operasi. Santunan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan akomodasi Dik Septi selama di Semarang.

Jumlah Bantuan Rp. 1.000.000,-
Tanggal 20 Juni 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @haurilmnisfari, @restirianii

Septi menderita Tumor Pipi

Septi menderita Tumor Pipi


SUDI BIN KASDI (46, Tumor Kepala) adalah warga Sidorejo Tengah RT/RW 005/004 Balong Kembang Jepara. Beliau tinggal bersama istrinya, Bu Marsulin yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan dua orang anaknya. Sakit Pak Sudi berawal di tahun 2004 atau sekitar 11 tahun yang lalu. Benjolan kecil tumbuh di kepala bagian belakang. Tak berapa lama benjolan tersebut membesar. Operasi pertama kali dilakukan di tahun 2013 di RS Kelet, Jepara.  Setelah operasi, beliau hanya kontrol perawatan luka. Benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Sempat berobat alternative, namun bukan kesembuhan yang diperoleh justru benjolan semakin membesar. Hingga akhirnya beliau menjalani operasi ke-2 di Bulan April 2014 di RS Kartini.  Tak berhenti sampai disitu, benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Tujuh bulan setelah operasi, pak Sudi harus menjalani operasi yang ke-3 di RS Kariadi Semarang di bulan November  2014. Setelah evaluasi pasca operasi, diputuskan dari tim dokter untuk melanjutkan kemoterapi. Setelah satu tahun, saat ini Pak Sudi telah selesai menjalani serangkaian paket kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi. Selanjutnya Pak Sudi masih harus menjalani kontrol rutin, evaluasi untuk hasil dari kemoterapinya. Evaluasi yang dijalani beliau saai ini dilakukan secara berkala 3 bulan sekali. Alhamdulillah, hasil evaluasi baik dan tidak ada tanda – tanda kemunculan sakitnya lagi. Proses pengobatan beliau masih panjang. Dan dengan bantuan #Sedekaholics, PakSudi terus bisa melakukan pengobatan. Santuan yang disampaikan ini ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Pak Sudi selama berobat di Semarang. Semoga kesembuhan segera diperoleh Pak Sudi.

Jumlah Bantuan : Rp 1.300.000,-
Tanggal        : 20 Juni 2016
Kurir          : @indrades @idaiddo @desiariyanii

Pak sudi menderita  Tumor Kepala

Pak sudi menderita Tumor Kepala


ELI NURJANAH ( 42, TUMOR DAGU ) Alamat : DK Tumpek Rt 04/06, Pakujati, Kec. Paguyangan, Kab. Brebes. Bu Eli begitu biasa ia dipanggil. Ketik pertama kali ada benjolan kecil di dagu nya, beliau hanya mengira bahwa itu hanyalah jerawat dan dibiarkan begitu saja. Namun, lama kelamaan karena terasa nyeri beliau memeriksakan benjolan di dagunya ke rumah sakit bedah Jatiwinangun di ketahui bu eli menderita tumor ganas stadium awal, bahasa medisnya Mentalis Pheriferal Sheet Nerve Tumor Maligna atau benjolan dagu membesar cepat. Dari RS Jatiwinangun Purwokerto dirujuk ke RS Karyadi Semarang. Kalau beliau ingin mendaftar sebagai pasien umum akan segera di tangani tapi dengan biaya Operasi sebesar Rp. 20.000.000. Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu dan saat ini pun bu eli masih belum punya rumah sehingga masih hidup bersama di keluarga mertua serta suami hanya bekerja sebagai kuli bangunan, membuat mereka melupakan niat untuk operasi dengan dana sebesar itu. Namun, tim #Sedekah Rombongan akan mengusahakan agar bu eli bisa di operasi dengan BPJS kesehatan. Pada tanggal 7 desember bu eli telah di operasi pengambilan tumor di dagu dan saat ini sedang dalam tahap pemulihan. Hasil operasi bu eli bagus hanya saja memang bagian wajah agak miring sehingga di butuhkan kemo terapi dan kemungkinan ke depan akan dilakukan operasi lagi untuk me rekontruksi bentuk wajah agar kembali normal dan tidak miring. Pada tanggal 27 februari bu eli mulai proses kemo terapi yang pertama dan seharusnya kemo terapi lagi pada tanggal 15 Maret hanya saja ternyata leukositnya tidak mencukupi sehingga harus minum penambah leukosit baru kemudian kontrol lagi apda tanggal 21 Maret. Jika Leukosit sudah mencukupi tanggal 21 Maret Bu Eli dijadwalkan untuk kemo yang kedua. Tanggal 13 April bu eli cek lab lagi ke Karyadi dan setelah dinyatakan kondisnya baik pada tanggal 14 April Bu Eli rawat inap untuk kemo yang ketiga. Dijadwalkan kembali untuk penyinaran di Radio Therapy pada tanggal 16,17,18 Mei. Tanggal 16 Mei Bu Eli kontrol dan dijadwalkan cek lab tanggal 20 Mei. Setelah cek lab tanggal 20 Mei kondisi bu Eli di nyatakan baik dan hanya memerlukan radio therapy satu kali dan pada tanggal 24 Mei dilakukan pemetaan wajah. Tanggal 24 Mei dilakukan penyinaran dan dijadwalkan kontrol kembali tanggal 6 Juni. Tanggal 7 Juni Bu Eli kontrol hasil operasi ke karyadi hasilnya bagus tidak ada masalah. Dan hanya perlu kontrol rutin setiap bulan. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Eli dan keluarga selama berobat.

Jumlah Bantuan     : Rp 500.000
Tanggal            : 8 Juni 2016
Kurir              : @indrades, @idaiddo, @sekarkusumadewi

Ibu eli menderita TUMOR DAGU

Ibu eli menderita TUMOR DAGU


SUNIAH BINTI RASDJAN (51, Kanker Payudara). Desa Tengki RT.02/04, Kab. Brebes, Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, Bu Suniah tiba-tiba merasakan nyeri pada bagian dada lebih tepatnya dekat dengan tulang rusuk bagian bawah. Awalnya Bu Suniah mengira sakit tersebut hanya sakit sementara dan melakukan terapi pijat. Karena dirasa tak juga membaik, Bu Suniahmemutuskan untuk berobat ke dokter klinik setempat. Dokter menyebutkan bahwa sakit yang dirasakan BuSuniah kemungkinan adalah sakit Maag. Hari-hari berlalu, dan rasa nyeri belum juga hilang setelah berobat hingga pada akhirnya Bu Suniah mulai merasakan adanya benjolan pada payudara bagian kanannya. Akhirnya Bu Suni’ah memeriksakan diri di Rumah Sakit setempat dan ternyata benjolan tersebut adalah kanker yang sudah cukup besar. Benjolan yang muncul kemudian diambil dengan jalan operasi dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Bekerja sebagai buruh tani, jarak yang jauh dari Semarang dan biaya pengobatan membuat Bu Suniah berfikir untuk melakukan pengobatan lanjut. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Suniah dan saat ini telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. BuSuniah dibawa ke Semarang untuk menjalani beberapa tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Suniah telah menjalani kemoterapi sebanyak 6x. Berdasarkan hasil lab terakhir, dokter merujuk Bu Suniah untuk melakukan pengobatan di Radiologi pada bulan Desember mendatang.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal:  8 Juni 2016
Kurir: @indrades, @idaiddo, @restirianii, @idaiddo

Ibu suniah menderita Kanker Payudara

Ibu suniah menderita Kanker Payudara


MUHAMMAD ASYARI, (22, Kanker Hidung). Alamat: Desa Tluwuk RT. 08 RW.02 Wedarijaksa Kab. Pati,Jawa Tengah. Ari, biasa ia dipanggil adalah seorang mahasiswa semester 7 di STAIN Kudus. Gejala penyakitnya berawal bulan oktober 2014, awalnya pilek terus2n tpi cuma bagian kiri aja. Lama kelamaan berbau lalu muncul benjolan tapi belum bengkak.Kedua orangtuanya khawatir terhadap kondisi anaknya sehingga memeriksakan kondisi ari ke puskesmas. Setelah diberi obat dari puskesmas, benjolannya kempes. Akan tetapi muncul benjolan lagi jika obatnya habis. Kemudian ari dirujuk ke poli tht RS.Soewondo. Di RS.Soewondo sampel diambil lalu dikirim ke RSUP Karyadi untuk dianalisis. Setelah dianalisis, didiognosa tumor ganas. Setelah pemerikasaan dan pengambilan sampel di RS.Soewondo Pati, Ari mengalami pembengkakan di luar hidung. Kemudian dilakukan operasi di RSUP.Karyadi untuk diambil PA nya. Pada PA pertama diagnosa acute maxsiori sinusitis yg menyerang sel lalu karena mengalami pendarahan pada kemo kedua kemudian disinar dulu dan dilakukan PA ulang ternyata hasilnya berbeda yaitu didiagnosa LNH signosial yg menyerang kelenjar kemudian diganti obatnya dan mengulang program kemo dari pertama. Setelah tahu bahwa anaknya didiagnosis kanker oleh pihak RS kedua orang tua Ari mengalami kebingungan mengenai biaya untuk pengobatan karena tidak diberi kartu jamkesmas oleh pihak desa. Setelah mencari informasi data di puskesmas ternyata ari terdaftar sebagai penerima kartu jamkesmas. Belum usai kegelisahan yang dialami, kedua orang tua Ari harus menanggung biaya perjalanan dan akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang. Ayah Ari, Said (50) dan ibunya, Uswatun Hasanah (45) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir #‎SedekahRombongan . Maklum saja bapak Said bekerja menjadi buruh jemur gabah dan bu Uswatun Hasanah tidak bekerja dengan menanggung hidup kedua anaknya. Mereka bolak-balik semarang-pati untuk menjalani pengobatan. Jika terpaksa harus bermalam, ibu Uswatun Hasanah dan Ari menginap di rumah singgah RSUP Karyadi yang harganya tergolong murah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan. Rencana awal pada tanggal 13 Juni operasi pembersihan hidung dan penutupan luka tetapi pada kenyataannya penutupan luka dibatalkan karena lukanya masih lebar. Pada tanggal 28 juni dilakukan pengecekan kondisi dalam hidung dan hasilnya sudah baik. Ibu Uswatun sempat bercerita kepada kurir #SedekahRombongan bahwa merasa bersyukur dan terbantu sejak dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Semoga lukanya segera ditutup dan kesehatan Ari segera pulih kembali sehingga ia dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @vazen

Ari menderita  Kanker Hidung

Ari menderita Kanker Hidung


SEMIN BIN DANURI (62, Benigna Prostrat Hipertropy) Alamat: Wahyurejo RT 7 RW 1 Kel. Pringapus Kec. Pringapus  Kab. Semarang Jawa Tengah. Pak Semin bekerja sehari sebagai seorang petani ladang dan tinggal bersama istrinya yang mengidap penyakit stroke. Pada awal tahun 2014 Pak semin meraskan nyeri yang luar biasa ketika membuang air kecil. Dan kesehatan Pak Semin semakin menurun ketika mau kencing tapi tidak bisa keluar air seninya dan juga nyeri yang dirasakannya. Beruntung Pak Semin bertemu dengan sedekah rombongan. Sehingga terbantu untuk biaya operasional guna pengobatan Pak Semin, karena Pak Semin sudah terdaftra sebagai anggota BPJS. Pak Semin untuk saat ini sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan, nyeri yang dirasakan Pak Semin sudah jarang dirasakannya lagi. Pak Semin harus rajin kontrol 1 kali dalam 1 bulan secara rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi Pak Semin dan keluarga selama di Semarang. Pak Semin sudah melakukan kontrol selama 5 kali, hasilnya membaik, Pak Semin tidak boleh melakukan pekerjaan berat dan terlalu capek, karena bisa mengakibatkan pendarahan pada alat kelamin. Pak Semin masih menunggu hasil kontrol 6 kali berturut- turut baru dokter bisa mengambil tindakan untuk operasi. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 23 Juni 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @ulizphd

Pak semin menderita Benigna Prostrat Hipertropy

Pak semin menderita Benigna Prostrat Hipertropy


AMRIH MARYANTO (23, Hematoma). Alamat: Dusun Ngabean RT 04 RW 03 Kel. Pringapus Kec. Pringapus  Kab. Semarang, Jawa Tengah. Mas Amrih adalah anak bungsu dari pasangan suami istri Bapak Mujiono dan Ibu Sukarsih. Ayah Amrih bekerja sebagai penjual sosis keliling dan Ibu Amrih bekerja sebagai penjual gendar pecel keliling. Amrih saat ini kalau pagi bekerja di tempat pembuatan jok kursi dan malam hari sebagai penjaga di pengisian air minum isi ulang. Mas Amrih telah menderita tumor di bagian mata sejak lahir,  sudah dilakukan operasi pada saat berusia 7 bln dengan biaya pribadi yang dibayar secara diangsur selama berbulan-bulan. Setelah lulus SMP tumor kembali membesar dan dilakukan operasi kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan biaya swadaya masyarakat. Pada tahun 2014 tumor kembali membesar dan oleh dokter kembali disarankan untuk melakukan operasi, namun sampai sekarang belum dilakukan operasi karena terkendala biaya. Meskipun pada saat itu pasien sudah memiliki kartu Jamkesda namun dari Jamkesda hanya bisa mengkover kurang lebih 10jt padahal oleh rumah sakit sudah diberi estimasi biaya lebih dari itu, sehingga pasien dan keluarga memutuskan untuk tidak melakukan operasi. awal tahun 2016, tim kurir dipertemukan dengan keluarga Mas Amril dan sepakat untuk mendampingi pengobatan Mas Amrih. Mas Amril kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr.Kariadi Semarang. Alhamdulillah, pada tanggal 5 April 2016, Mas Amrih telah dilakukan operasi. Pasca operasi, Mas Amrih menjalani kontrol rutin untuk melihat kondisi dari kankernya. Setelah kontrol pasca operasi dokter menyarankan agar Mas Amrih mendaftar terapi radiasi dan kontrol rutin satu bulan sekali. Alhamdulillah kondisi Mas Amrih semakin membaik, saat ini Mas Amrih tinggal menjalani kontrol rutin setiap bulannya.  Bantuan dari #sahabatSR ini ditujukan untuk Mas Amrih dan keluarga untuk biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal        : 20 Juni 2016
Kurir          : @indrades, @idaiddo, @Haiqal Rachman Qayyumi

Amrih menderita Hematoma

Amrih menderita Hematoma


MOHAMMAD YUSUF RAMADHANI (10, Jantung Bocor) tinggal di Bojong Minggir, RT 11, RW 6, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan. Sejak lahir, Yusuf sudah mengalami batuk, hidung tersumbat, dan sesak nafas. Kondisi tersebut membatasi aktivitas Yusuf, sehingga ia tidak dapat melakukan aktivitas sebagaimana anak seumurannya. Pada saat Yusuf menginjak usia 40 hari, pihak keluarga memutuskan untuk memeriksakan Yusuf ke RSUD setempat. Akan tetapi, Yusuf belum terdiagnosis menderita Jantung Bocor. Kemudian saat Yusuf menginjak usia 1,5 tahun, Yusuf diperiksakan lagi ke  RSUD setempat karena sakitnya yang tidak kunjung sembuh. Ternyata, Yusuf didiagnosa oleh dokter menderita Jantung Bocor. Dokter menyarankan agar Yusuf melakukan kontrol secara rutin demi kelancaran proses pengobatan dan bisa segera melakukan operasi pembedahan jantung. Akan tetapi karena keterbatasan biaya, orang tua Yusuf menghentikan pengobatan dan tidak menyetujui anjuran dokter tersebut. Yusuf merupakan anak dari Bapak  Muji Slamet (46) yang hanya bekerja sebagai buruh dan Ibu Syarifah (36) hanya sebagai ibu rumah tangga. Mereka  menyadari bahwa  pengobatan Jantung Bocor Yusuf itu memerlukan dana yang cukup besar. Akhirnya, pengobatan Yusuf pun berhenti ketika Yusuf berumur 2 tahun . Alhamdulillah, atas izin Allah tim #SedekahRombongan bertemu dengan Yusuf pada saat ia berusia 10 tahun. Yusuf kembali menjalani serangkaian pengobatan dan operasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Yusuf masih menjalani proses pemulihan pasca operasi dengan meminum obat dari resep dokter. Kondisi Yusuf semakin membaik, sehingga yang semula kontrol sebulan sekali menjadi 3 bulan sekali. Bantuan dari #SahabatSR telah disampaikan guna membantu biaya akomodasi dan pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juni 2016.
Kurir : @indrades, @idaiddo, @nisa_unnes.

Yusuf menderita Jantung Bocor

Yusuf menderita Jantung Bocor


MUHAMMAD NUR RIZKY (17, Hipospadia) Alamat Desa Rejosari, Kec Grabag, Kab Purworejo, Jawa Tengah. Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini tinggal bersama neneknya yang sudah tidak mampu bekerja, Ayahnya meninggalkannya sejak ia kecil sedangkan Ibunya merantau untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Rizky menderita hipospadia atau kelamin ganda sejak lahir. Awalnya rizky menjalani kehidupan sebagai seorang anak perempuan, hingga masuk SMK akhirnya memutuskan untuk berganti nama menjadi Muhammad Nur Rizky karena lebih dominan sifat laki-laki daripada sifat perempuannya. Pada bulan januari 2016 #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rizky. Dan Rizky menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Rizky telah dirujuk di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mejalani pengobatan dan telah dijadwalkan untuk melanjalani operasi pertama, namun karena ada sedikit kendala sehingga operasi ditunda untuk sementara waktu. Bantuan dari #sahabatSR ditujukan untuk Rizky dan keluarga untuk biaya operasional selama menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal              : 23 Juni 2016
Kurir                   : @indrades, @idaiddo, @mbakipa

Rizky menderita Hipospadia

Rizky menderita Hipospadia


Maryati binti Tanijah (32, KANKER PAYUDARA), Alamat: Jln. Kakaktua RT.04/RW.03 No.10, Gang 1 Randu Gunting Kecamatan Tegal Selatan. Sejak 2013 lalu Ibu Mariyati binti Tanijah mengalami benjolan di bagian payudaranya. Kemuadian beliau memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Ibu Mariyati binti Tanijah menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis dokter merujuk Ibu Mariyati binti Tanijah berobat ke RSUP Dr. Kariadi. Pengobatan pertama dilakukan setelah Ibu Mariyati binti Tanijah melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan Kanker nya dioperasi dikarenakan saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar dokter menyarankan Ibu Mariyati binti Tanijah dioperasi akan tetapi Ibu Mariyati binti Tanijah tidak berani dan karena keterbatasan biaya juga akhirnya kanker dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Ibu Mariyati binti Tanijah sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suaminya Bp Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Ibu Mariyati binti Tanijah, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Ibu Mariyati binti Tanijah terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Ibu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RS Kariadi dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan Rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kanker nya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di Liver, dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan bu maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol tgl 3 Juni dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Selama menjalani pengobatan Ibu Maryati tinggal di RSSR Semarang. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi dan biaya sehari hari selama Ibu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 825.000 ,-
Tanggal : 23 Juni 2016
Kurir : @Indrades @Ida @NoniiFurry

Ibu Maryati menderita KANKER PAYUDARA

Ibu Maryati menderita KANKER PAYUDARA


Cici Asri Wahyusi Binti Eko Wahyono (18th, Meningokel) , Alamat di Jalan Bedagung RT 02 / RW 03 , Pelem Pare , Kediri , Jawa Timur. Dek cici adalah pasien yang menderita miningokel sejak lahir. Pada usia 8 tahun sempat menjalani oprasi di rumah sakit HVA pare. Dek cici merupakan siwa berprestasi di kelasnya yang masih peringkat 5 besar dari SD sampai SMP. Dengan semangat yang tinggi dan keterbatasan fisik tidak menghalanginya untuk berprestasi. Dek cici merupakan anak pertama dari 4 bersaudara yang berusia 8 tahun, 6 tahun dan 4 tahun. Sang ayah bekerja di sebuah pabrik sepatu di kediri dan ibunya  tidak bekerja hanya menjadi ibu rumah tangga biasa itu membuat pengobatan Cici tertati-tatih. Beruntung keluarga dipertemukan dengan tim #SedekahRombongan pada pertengahan tahun 2011 lalu. Kemudian menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. akhirnya ia dirujuk dari RSUD ke RSSA Malang untuk menjalani operasi pada awal 2012 dan 2014. Bulan Juni 2016 Cici berhasil operasi benjolan di telapak kaki. Pertengahan bulan Agustus ini Cici kontrol kembali, dan untuk selanjutnya Cici akan kontrol tiap 2 bulan sekali karena kondisinya sudah cukup membaik. Bulan ini, bantuan dialokasikan untuk uang saku, biaya kontrol, membeli obat, biaya BPJS, dan uang transportasi. Semoga Cici bisa menjadi anak yang membanggakan untuk kedua orang tuanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 1.581.310
Tanggal : 16 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria

Cici menderita Meningokel

Cici menderita Meningokel


SUYINI BINTI NGADENO, (50, KANKER PAYUDARA). Alamat Dusun Joho RT 02/RW 04, Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Bu Suyini Binti Ngadeno merupakan istri dari Bapak Suroso. Suami Beliau merupakan satu – satunya tulang punggung keluarga sebagai buruh tani. Dan beliau memiliki 5 anak, anak yang pertama dan kedua telah menikah dan tinggal bersama suami mereka. Saat ini Beliau memiliki tanggungan tiga orang anak, anak ke-3 berjenis kelamin perempuan dan menempuh kelas 6 SD, anak ke-4 berjenis kelamin laki – laki kelas 3 sd, Dan anak ke-5 berjenis kelamin laki-laki kelas 1 SD .Penyakit bu Suyini ini baru diketahui setahun terakhir,  Beliau mengeluhkan sakit pada tubuhnya dan tiba – tiba seluruh tangan dan kakinya kaku dan sulit digerakkan. Dan terdeteksi adanya benjolan di payudara sebelah kanan. Dugaan sementara Beliau menderita kanker payudara.Selama menderita sakit kanker payudara, Beliau hanya diperiksa ke Puskesmas Pringapus. Saat ini Beliau hanya  berbaring di tempat tidur dan sesekali duduk diruang tengah rumahnya. Kini Beliau tidak mampu lagi beraktifitas seperti biasanya dan memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu. Saat ini Beliau tidak mampu lagi melakukan pengobatan dikarenakan kondisi keluarga yang kekurangan dan minimnya sumber daya manusia. Atas kehendak Allah SWT, Alhamdulillah Beliau dipertemukan oleh tim #SedekahRombongan dan menjadi salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan. Bu Suyini Binti Ngadeno merupakan pasien dampingan baru #SedekahRombongan, Beliau telah menyerahkan sampel PA dan akan dilakukan kemoterapi.Beliau dijadwalkan kontrol tanggal 22 Juli 2016. Bantuan disampaikan guna keperluan biaya akomodasi selama di Semarang.

Jumlah bantuan :Rp 500.000,00
Tanggal : 25 Juni 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @oris_tiana

Ibu suyini menderita KANKER PAYUDARA

Ibu suyini menderita KANKER PAYUDARA


Aris Hadi Winarto (14, Congenital Talipes Equino Varus) beralamat di Dk.Rubiah RT2/RW9, Desa Bageng, Kec.Gembong, Kab.Pati, Jawa Tengah. Putra semata wayang dari pasangan Bapak Sarju (49 tahun) pekerja serabutan dan Ibu Karti (46 tahun) Ibu seorang rumah tangga yang lahir pada tanggal 15 November tahun 2001. Dik Aris  sejak lahirkan di tumit kiri sudah ada benjolan lunak saat dipegang. Di kaki kirinya juga ada kelainan kulit, kulit bagian belakang berwarna hitam gosong seperti bekas luka bakar. Dik Aris tidak mengeluhkan sakit pada kakinya tersebut, hanya saja apabila digunakan berjalan agak jauh terasa pegal, kesemutan dan  linu, dan Dik Aris kesusahan untuk berjalan normal karena benjolannya membengkak. Dik Aris belum pernah berobat sebelumnya karena keterbatasan biaya, Alhamdulillah di pertemukan dengan #SR untuk di dampingi dan di bantu dalam pengobatan. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Soewondo Pati di rujuk ke RS Ortopedi Soeharso Surakarta. Hasil pemeriksaan dari Surakarta tidak ada kelainan atau penyakit pada tulang, sehingga akhirnya Dik Aris di rujuk ke RSUP Kariadi Semarang.  Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, dokter mendiagnosa kaki Dek Aris ternyata mengalami CTEV ( Congenital Talipes Equino Varus ) dan di jadwalkan melakukan operasi pada tanggal 29 Juni 2016. Semoga kondisi Dek Aris segera pulih dan sehat. Santunan di berikan kepada Dek Aris dan keluarganya untuk biaya akomodasi selama rawat inap  di RSUP Kariadi Semarang.

Jumlah bantuan : Rp. 800.000
Tanggal:  24 Juni  2016
Kurir : @indrades , @idaiddo@naadiahusna

Aris menderita Congenital Talipes Equino Varus

Aris menderita Congenital Talipes Equino Varus


ROMADHON BIN CUNDUK, (50, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Tondano No.18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah. PakRomadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Hingga pada akhir bulan Juli 2015, keluarga mulai mengkhawatirkan kondisi Pak Romadhon karena benjolan pada lehernya semakin membesar, berat badan terus menurun dan kesulitan dalam melakukan pekerjaannya. Pada awal bulan Agustus 2015 keluarga memutuskan membawa Pak Romadhonberobat ke RSUD Bendan Kota Pekalongan dengan memanfaatkan fasilitas kartu BPJS Kesehatan. Dari pemeriksaan, dokter menyimpulkan Bpk Romadhonmengidap Kanker Kelenjar Getah Bening dan harus segera dilakukan operasi. Akhirnya pada tanggal 9 Agustus 2015 dilakukan operasi kepada PakRomadhon oleh tim dokter RSUD Bendan. Pasca operasi kondisi Bpk Romadhon membaik. Dokter menyarankan agar Bpk Romadhon tetap rutin melakukan kemoterapi dan radiasi, namun beliau tidak melakukannya. Pada bulan Oktober 2015, benjolan pada lehernya tumbuh kembali dan semakin cepat membesar hingga mengeluarkan darah. Pihak keluarga tidak membawa ke rumah sakit karena keterbatasan biaya. Sejak Bpk Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. Padahal beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Bpk Romadhon dengan kurir #Sedekah Rombongan. Tim SR membawa Bpk Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pada tanggal 3 Mei 2016 Pak Romadhon melakukan rontgent dan disarankan rawat inap untuk segera dilakukan kemoterapi ke-6. Pada tanggal 11 Mei 2016 Pak Romadhon mulai rawat inap di RS Kariadi. Berdasarkan pemeriksaan secara keseluruhan, Dokter menyimpulkan bahwa Pak Romadhon tidak perlu menjalani kemoterapi ke-6 karena kondisi sudah baik sehingga diperbolehkan pulang pada tanggal 20 Mei 2016. Saran dari Dokter, selanjutnya Pak Romadhon hanya melakukan kontrol rutin sebulan sekali. Pada tanggal 20 Juni Pak Romadhon melakukan kontrol rutin dan cek lab di RS Kariadi. Hasil cek lab tanggal 27 Juni 2016 menyatakan bahwa kondisi Pak Romadhon dalam keadaan baik dan dijadwalkan kontrol kembali pada tanggal 25 Juli 2016. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza @yodhadidot

Romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium) Alamat Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan. Ibu dari 2 anak ini hidup dengan 2 anaknya di rumah, suaminya bekerja sebagai tukang batu di Jakarta dan saat ini masih berjuang juga untuk menghidupi keluarganya. Bu Musiyam telah mengidap Kanker Ovarium sejak tahun 2014, sudah pernah berobat di RSUD Kajen Pekalongan dan dianjurkan untuk dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Pada tanggal 1 Oktober 2015, akhirnya kanker dalam rahim Bu Musiyam diangkat melalui operasi yang berlangsung selama kurang lebih 7 jam. Pasca operasi pengangkatan kanker, Bu Musiyam telah menjalani kemoterapi lanjutan untuk membunuh sel-sel kanker yang ada. Setelah dievaluasi selama 2 bulan, Bu Musiyam diprogramkan untuk melanjutkan kemoterapi ke 4. Kemoterapi ke 4 sudah dilakukan pada bulan Juni. Selanjutnya kemoterapi ke 5 akan dilakukan bulan Juli. Bantuan dari #sahabatSR ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya operasional beliau saat pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 611.155
Tanggal            : 27 Juni 2016
Kurir                 : @indrades, @idaiddo

Ibu siti menderita Kanker Ovarium

Ibu siti menderita Kanker Ovarium


TRI SURYANTI Bin DUMADI ( 20, Patah Tulang ). Alamat: Dusun Jamus, Desa Jamus RT03/01, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. Patah tulang yang di derita Tri sudah dirasakannya pada tanggal 23 November tahun 2015. Awalnya adalah akibat kecelakaan yang dialami sewaktu berangkat kerja ke ngablak di sebuah pabrik bersama temannya, Tri yang sedang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan berlawanan dengan sepeda motor tossa roda tiga yang menyebabkan kaki sebelah kanan bawah patah. Lalu Tri dibawa ke rumah sakit selama 1,5 hari. Karena tidak ada biaya pengobatan di rumah sakit akhirnya dibawa ke pengobatan alternatif dan harus rawat inap selama tiga minggu, karena  kehabisan biaya lalu Tridibawa pulang. Patah tulang tersebut menyebabkan bahaya infeksi atau mungkin sudah membusuk karena luka payah tulang terbuka dan dagingnya terkelupas  serta kulitnya sudah membusuk. Hal ini dikarenakan pengobatan patah tulang tidak di tangani secara tepat dan benar. Dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk proses pengobatan karena Tri tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS. Namun atas ijin Allah tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Tri. Saat ini Tri telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang dan Tri telah menjalani pengobatan lanjutan di RSUD Ketileng Semarang. Setelah menjalani beberapa tindakan medis, Tri menjalani operasi pertama yaitu pemasangan pen dan untuk meluruskan kaki. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Dan Tri sedang menjalani kontrol rutin pasca operasi. Setelah menjalani beberapa kali kontrol,kondisi Tri dinyatakan baik sehingga Tri sudah bisa menjalani kontrol rutin di RS Pelita Anugrah di Demak. Pada kontrol rutin yang ke 4 dokter ortopedi RS Pelita Anugerah Demak merujuk kembali ke RSUD Ketileng Semarang. Dokter ortopedi RSUD Ketileng menyatakan kondisi tulang kaki Tri perkembangannya baik. Pada akhirnya operasi penggantian pen yang sebelumnya akan dilakukan pada bulan Juni akhirnya dibatalkan sebab menurut dokter ortopedi kondisi tulang sudah baik dan kuat untuk berdiri maupaun berjalan. Dokter ortopedi menyarankan berlatih berdiri ataupun berjalan secara mandiri dan dilakukan pelan pelan. Semoga Tri segera sembuh. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Tri selama berobat.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal             : 27 Juni 2016
Kurir                  : @indrades, @idaiddo, @harisarmansyah1

Tri menderita Patah Tulang

Tri menderita Patah Tulang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ROBI SUNDARA 500,000
2 SAPRI BIN ASAN 500,000
3 UTAMI BINTI GUNAWAN 2,000,000
4 UZIEL BIN TIOPAN SINAGA 5,000,000
5 WALDIMIN BIN ROSO 500,000
6 HASAN BIN WAHIDIN 750,000
7 ASMONOWATI 700,000
8 MAJALAH TEMBUS LANGIT #SEDEKAHROMBONGAN EDISI 9 6,500,000
9 ALMH NINING NURHAYATI BINTI ABDUL KHOLIK 2,090,000
10 ALMH SEKAR AINI BINTI IWAN SETYAWAN 1,000,000
11 FAOZAN MA’RUF 500,000
12 SRI KARDIATI 500,000
13 KASMILAH MISNGAT 500,000
14 DARMA WIYATI 500,000
15 MUJIANTO BIN PAIMAN 500,000
16 RITWANTORO BIN SUNTORO 500,000
17 AHMAD MAULANA 500,000
18 SAKIRAN BIN AHMAD SAIMI 500,000
19 SUYATMI BINTI DERI 500,000
20 ALFRIDA BINTI SANGGI 1,000,000
21 HAFID BIN MALINTA 1,000,000
22 AHMAD RASULI 500,000
23 TUJIYANTO 2,000,000
24 PIUS BALA LAMAK 1,000,000
25 ICAL ANDIKA 1,000,000
26 THERESIA O TUTO 1,000,000
27 YUVENSIUS MUDA 1,000,000
28 ANANG SUROSO 1,500,000
29 LINDRI KURNIADI 750,000
30 ALI IMRON 500,000
31 PONIKEM BINTI KARJONO 500,000
32 HADI ABUDUSSALAM 500,000
33 KIRANA 500,000
34 WARTINAH 1,500,000
35 FAHMI ALFARIZI 500,000
36 ASTARI BIN ASARUDIN 750,000
37 ARYA HERMAWAN 500,000
38 LISMAWATI BINTI SUHAIMI 500,000
39 NURLENI BINTI DATUK GARANG 500,000
40 RAHMAT HIDAYAT 1,000,000
41 WAKIDI BIN PAWIRO SUDARMO 500,000
42 SAQILA BINTI MARYADI 1,000,000
43 HERIANTO UTOMO 1,500,000
44 Mbah DALIO 500,000
45 TITI UNTARI 500,000
46 PRADANA ILHAM PAMUNGKAS 954,000
47 ALFAN TAUFIQU 500,000
48 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 960,000
49 SEPTIANA DEWI 1,000,000
50 SUDI BIN KASDI 1,300,000
51 ELI NURJANAH 500,000
52 SUNIAH BINTI RASDJAN 1,000,000
53 MUHAMMAD ASYARI 500,000
54 SEMIN BIN DANURI 1,000,000
55 Amrih 1,000,000
56 MOHAMMAD YUSUF RAMADHANI 500,000
57 MUHAMMAD NUR RIZKY 1,000,000
58 Maryati binti Tanijah 825,000
59 Cici Asri Wahyusi Binti Eko Wahyono 1,581,310
60 SUYINI BINTI NGADENO 500,000
61 Aris Hadi Winarto 800,000
62 ROMADHON BIN CUNDUK 500,000
63 SITI MUSIYAM 611,155
64 TRI SURYANTI Bin DUMADI 1,000,000
Total 62,071,465

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 62,071,465,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 879 ROMBONGAN

Rp. 40,507,327,638,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.