Rombongan 878

Hanya orang layak yang berhak menerima sesuatu yang spesial. Rajin bersedekah membuktikan kalau anda telah menjadi orang-orang yang layak.
Posted by on August 18, 2016

ALMARHUM SAQILA BINTI MARYADI (12 Bulan, Hidrosefalus). Saqila tinggal bersama kedua orang tuanya di Batusari RT.06/RW.04 Ngawen, Gunung Kidul, DIY. Maryadi, ayahnya, merupakan seorang buruh tani, yang bekerja menggarap lahan milik orang lain. Penghasilannya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari rumah tangganya. Saqila terlahir dengan normal, berat badannya mencukupi, perkembangan dan pertumbuhannya pun normal. Saat usianya mencapai 12 bulan, Saqila mengalami gangguan pertumbuhan, berat badannya semakin menurun. Perkembangannya cenderung stagnan, respon gerak tubuhnya pun semakin melemah, terutama bagian tubuh sebelah kanan. Balita satu tahun ini pun sulit menelan makanan sehingga asupan gizi ke tubuhnya menjadi kurang. Orang tuanya membawanya ke RSUD Wonosari, namun kondisi balita ini tak kunjung membaik. Saqila kemudian dipindahkan ke RSI Klaten, setelah melakukan pemeriksaan rontgen kepala, dokter menyatakan pasien menderita hidrosefalus. Selain itu, ternyata ada tumor yang bersarang di kepala pasien. Dokter menyarakan agar pasien segera menjalani operasi, namun keluarga mengurungkan jadwal operasi lantaran keterbatasan biaya. Pihak keluarga kemudian mengurus jaminan kesehatan untuk meringankan biaya pengobatan sang buah hati. Sementara itu kondisi pasien semakin lemah dan kepalanya semakin membesar. Orang tuanya pun semakin khawatir kepada putrinya. Beberapa saat kemudian, melalui jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Saqila. Saqila pun menjadi Pasien Dampingan #SedekahRombongan. Pengobatannya pun pindah ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, jaminan kesehatannya juga sudah bisa digunakan (BPJS). Tidak ada cobaan yang diberikan Allah SWT, melampaui kemampuan ummat-NYA. Kita manusia hanya bisa berusaha, tapi pada akhirnya Tuhan-lah yang menentukan segalanya. Saqila akhirnya meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakitnya, dua bulan rawat inap di rumah sakit, tiga kali naik meja operasi. #Sedekaholic dan #SedekahRombongan turut berbelasungkawa, Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan santunan belasungkawa untuk keluarga Saqila. Pihak keluarga menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Pihak keluarga memohon doa untuk almarhumah semoga almarhum diterima di sisi Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry @aji_kristanto

Alm saqila menderita Hidrosefalus

Alm saqila menderita Hidrosefalus


ANDI DWI PURNAMA (21 Tahun, Patah Tulang). Andi tinggal di sebuah rumah peninggalan kedua orang tuanya yang beralamat di Baran, Srigading, Sanden, Bantul, DIY. Ya, Andi merupakan seorang yatim pitatu, ayahnya meninggal lima tahun yang lalu, sementara ibunya meninggal satu tahun yang lalu. Ia mempunyai satu kakak, sudah berkeluarga dan tinggal terpisah darinya. Sehari-harinya, Andi bekerja sebagai petugas keamanan di Banguntapan, Bantul, DIY. Selasa, 5 Juli 2016 subuh, satu hari menjelang hari raya idul fitri, Andi mengalami kecelakaan tunggal saat perjalanan ke rumah selepas bekerja. Ia mengalami laka dan pada saat kejadian langsung tak sadarkan diri. Ia pun ditolong oleh orang-orang disekelilingnya dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, RSUD Panembahan Senopati Bantul. Andi mengalami patah tulang kaki kiri bagian atas (paha), ia pun terpaksa menjalani operasi dan pemasangan platina. Selepas operasi, kini kondisinya kian membaik meski terkadang masih mengalami pusing dan mual. Dokter yang menanganinya menangatakan, Andi sudah diperbolehkan pulang ke rumah dan masa pemulihan di rumah. Namun, ia tetap harus melakukan kontrol rutin (rawat jalan). Andi dan keluarganya kesulitan melunasi biaya operasi dan biaya rumah sakit. Mereka bukan berasal dari kalangan yang kaya raya, terlebih andi pun tidak mempunyai jaminan kesehatan apa pun. Alhamdulillah, lewat jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Andi dan keluarganya. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic sebesar sepuluh juta rupiah untuk meringankan beban biaya operasi dan rumah sakit. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, pada saat kurir menyerahkan santunan, teman-teman, tetangga dan kerabat mereka pun juga datang dan turut mengumpulkan iuran untuk melunasi biaya operasi dan rumah sakit. Dari patungan tersebut terkumpul uang sebesar 5 jutaan, sehingga tagihan operasi dan rumah sakit sebesar Rp. 15.686.439,- pun terbayar lunas. Alhamdulillah… Andi pun diijinkan untuk pulang, Kurir #SedekahRombongan pun mengantarkannya sampai rumah menggunakan MTSR. Andi dan keluarganya mengucapkan terima kasih kepada #SahabatSR dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Mereka mendoakan agar #SahabatSR dan #SedekahRombongan senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 11 Juli 2016
Kurir : @Saptuari dan Suryo Dwiatmoko

Andi menderita Patah Tulang

Andi menderita Patah Tulang


SHAQILA ARDANI (12 Bulan, Hidrosefalus). Shaqila tinggal bersama kedua orang tuanya di Batusari RT.06/RW.04 Ngawen, Gunung Kidul, DIY. Maryadi, ayahnya, seorang buruh tani yang bekerja menggarap lahan milik orang lain. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari rumah tangganya. Shaqila terlahir dengan normal, berat badannya mencukupi, perkembangan dan pertumbuhannya pun normal. Saat usianya mencapai 12 bulan, Shaqila mengalami gangguan pertumbuhan, berat badannya semakin menurun. Perkembangannya cenderung stagnan, respon gerak tubuhnya pun semakin melemah, terutama bagian tubuh sebelah kanan. Balita satu tahun ini pun sulit menelan makanan sehingga asupan gizi ke tubuhnya menjadi kurang. Orang tuanya membawanya ke RSUD Wonosari, namun kondisi balita ini tak kunjung membaik. Shaqila kemudian dipindahkan ke RSI Klaten. Setelah melakukan pemeriksaan rontgen kepala, dokter menyatakan pasien menderita hidrosefalus. Selain itu, ternyata ada tumor yang bersarang di kepala pasien. Dokter menyarakan agar pasien segera menjalani operasi, namun keluarga mengurungkan jadwal operasi lantaran keterbatasan biaya. Pihak keluarga kemudian mengurus jaminan kesehatan untuk meringankan biaya pengobatan sang buah hati. Sementara itu kondisi pasien semakin lemah dan kepalanya semakin membesar. Orang tuanya pun semakin khawatir kepada putrinya. Beberapa saat kemudian, melalui jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Shaqila. Shaqila pun menjadi Pasien Dampingan #SedekahRombongan. Pengobatannya pun pindah ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, jaminan kesehatannya, BPJS, juga sudah bisa digunakan. Akhir Mei 2016, Shaqila menjalani operasi pengambilan cairan hidrosefalus di RSUP Dr. Sardjito. Dua hari sebelumnya ia sempat dirawat di RSPAU Hardjolukito karena demam tinggi dan kejang. Alhamdulillah operasi pertama berjalan lancar. Tanggal 5 Juli 2016, ia masuk di ruang operasi kembali untuk pengangkatan tumor. Operasi kedua pun berjalan lancar. Balita ini semakin ceria dan tingkah polah kanak-kanaknya semakin kentara. Kemudian Shaqila dijadwalkan menjalani operasi pengambilan selang tanggal 1 Agustus 2016. 4 jam di meja operasi, Shaqila bertahan. Sayangnya, keesokan hari Shaqila mengalami kejang dan dipindahkan perawatannya ke Ruang PICU. Ketika Kurir #SedekahRombongan menyampaikan amanah sedekaholic ini, Shaqila dalam keadaan tidak sadar. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Shaqila, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

 saqila menderita Hidrosefalus

saqila menderita Hidrosefalus


KARTINAH BINTI MU’IN (71, Hipertensi). Alamat : Desa Kota Baru RT. 3/2, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Mbah Inah adalah seorang petani. Awalnya sekitar tiga bulan yang lalu Mbah Inah merasakan pusing disertai badan lemas dan sesak napas, kemudian keluarga membawanya ke bidan terdekat dan didiagnosa terkena darah tinggi (hipertensi). Setelah berobat Mbah Inah belum juga membaik, karena keluarga khawatir Mbah Inah dibawa lagi ke bidan dan disarankan untuk dirawat di rumah sakit. Karena keluarga tidak memiliki uang, Mbah Inah hanya dirawat di rumah dan diberikan obat dari bidan. Saat ini kondisi Mbah Inah masih sering pusing, lemas, dan sesak napas. Mbah Inah sudah lama ditinggal suaminya, Alm. Narto. Selama ini yang memenuhi kebutuhan keluarga adalah anaknya dengan kondisi ekonomi yang juga sulit, sehingga untuk transportasi dan berobat Mbah Inah tak mampu dipenuhi, terlebih lagi Mbah Inah belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Mbah Inah dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @siskakhadija @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Ibu kartinah menderita Hipertensi

Ibu kartinah menderita Hipertensi


MAINU EFENDI (46, Efusi Pleura). Alamat : Dusun Banjar Mulia RT. 2/9 lingkungan 1, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Saat itu Pak Mainu sedang  jaga malam di sebuah pabrik di daerah tempat tinggalnya, tiba – tiba ia merasakan dadanya sesak disertai batuk kering. Ia lalu dibawa ke rumah dan diberi obat warung  karena keluarga beranggapan hanya sakit biasa. Selama 3  hari di rumah Pak Mainu belum juga sembuh, akhirnya ia dilarikan ke Rumah Sakit Islam Bandarjaya dan dirawat selama 5 hari. Pak Mainu menjalani rontgen dan didapati paru-parunya terdapat cairan atau dalam bahasa medis dikenal sebagai efusi pleura. Dokter menawarkan untuk memasang alat di paru-parunya guna mengeluarkan cairan yang  ada di dalam paru-parunya, namun Pak Mainu tidak bersedia karena takut. Beruntung Pak Mainu sudah memiliki BPJS sehingga dapat meringankan biaya pengobatannya. Kini Pak Mainu hanya menjalani rawat jalan dalam kondisi badan yang  lemas disertai batuk kering. Sakit Pak Mainu membuat ia berhenti  dari pekerjaannya sebagai penjaga keamanan, sehingga untuk berobat dan biaya hidup sehari-hari masih kekurangan. Kini Bapak Mainu hanya di rumah ditemani istri dan anak-anaknya yang satu diantaranya bekerja serabutan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung keluarga Bapak Mainu, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan Bapak Mainu.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir :@wirawiry @abahnyamarlele  @NstZakaria  @lilianiharis @akuokawai @ririn_restu

Pak mainu menderita Efusi Pleura

Pak mainu menderita Efusi Pleura


NURLINA BINTI ABDURRAHMAN (60, Dislokasi Sendi Lutut). Alamat: RT. 1/9, Kelurahan Banjar Mulya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Saat sedang membersihkan rumah, Ibu Lina terjatuh dan merasakan sakit di lutut sebelah kanan.  Kemudian keluarga membawanya ke tukang urut tetapi lama-kelamaan rasa sakitnya menjalar ke kaki sebelah kiri. Akhirnya keluarga membawa Ibu lina ke Rumah Sakit Islam Yukum Jaya dan didiagnosa terkena pergeseran tulang lutut (dislokasi sendi lutut). Karena ketiadaan biaya semenjak suaminya meninggal, Ibu Lina memutuskan untuk tidak berobat lagi, dan hingga sekarang ia masih sering merasakan sakit pada lututnya.  Suami Ibu Lina, Alm. Sakban, sudah lama meninggal sehingga saat almarhum sudah tidak ada, keluarga ini kesulitan untuk memenuhi biaya hidup, terlebih lagi untuk kebutuhan berobat. Bahkan hingga saat ini Ibu Lina masih memiliki utang untuk berobat sebesar Rp. 4.000.000,- dengan pihak lain yang belum mampu ia lunasi. Untuk tinggal pun Ibu Lina dan keluarga masih menumpang. Alhamdulillah Ibu Lina  sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mengetahui hal ini sangat prihatin atas beban derita yang dialami Ibu Lina, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan untuk biaya pengobatan. Semoga Ibu Lina dapat segera sembuh seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @Nando_931 @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Ibu nurlina menderita Dislokasi Sendi Lutut

Ibu nurlina menderita Dislokasi Sendi Lutut


SURYAWATI BINTI SAFARI  (38, Ca Mamae). ALamat : Kota Baru RT. 7/2, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada tahun 2013, Bu Suryawati didiagnosa menderita kanker payudara (Ca. Mamae). Hingga kini Bu Suryawati tak pernah berehenti berobat demi kesembuhannya. Bulan Agustus 2016, Bu Suryawati telah menjalani kemo yang ke-10 dan sudah menunjukkan perubahan meski belum bisa dioperasi. Bu Suryawati merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan dan berobat di RS Abdul Moeloek Lampung. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan dari #sedekaholics untuk berobat setelah sebelumnya dibantu dan masuk rombongan 860.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele @siskakhadija @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Bu surya menderita Ca Mamae

Bu surya menderita Ca Mamae


ERIK ESADA (18 thn, tumor otak). Adalah seorang remaja yang tinggal di dusun krajan rw 04 Sidorejo, Umbulsari, Jember, Jawa timur. Merupakan putra dari Bapak Candra Hadi Iswanto (66 thn). Berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di rumah bambu dan triplek dan menumpang di tanah milik gereja. Kondisi ini sungguh memprihatinkan mengingat penyakit yang diderita Erik yang tergolong penyakit urgen dan berat. Hal ini juga pernah menimbulkan warga sekitar sempat menggalang sumbangan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit jember dan surabaya. Sebelum ditemukan tim sedekah rombongan jember, Erik telah mengalami operasi 2 kali. Benjolan di kepala terus membesar dan sering membuat Erik kejang-kejang dan kadang tidak menyadarkan diri. Kondisi ini mengharuskan Erik untuk melakukan kontrol rutin ke rumah sakit Dr.Soebandi Jember. Kondisi pasca operasi yang sering mengalami perembesan luka mengharuskan perawatan intensif dengan kasa tertentu dan salep tertentu yang tidak murah dan tidak dicover oleh BPJS kesehatan. Santunan yang diberikan senilai dibawah ini digunakan untuk bantunan perawatan Erik dan pembelian kasa, salep,dan kemoterapi  selama dalam masa perawatan di rumah sakit Dr.Soebandi Jember.

Jumlah santunan: Rp. 3.020.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Erik menderita tumor otak

Erik menderita tumor otak


RIYAD BIN MA’I ,(47TH, RADANG OTAK). Alamat Dusun Pondok Jeruk Kulon RT 002 RW 042, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Beliau biasa di panggil Riyadi dan memiliki istri Ibu Winarsih, mereka adalah pasangan suami istri yang kurang mampu. Sehari-hari Bapak Riyadi dan Ibu Winarsih ini hanya jadi Mlijo atau penjual sayur keliling di desanya, mereka pun hidup hanya menumpang rumah dari adik ipar Bapak Riyadi. Pada hari Senin Tanggal 30 Mei 2016 Bapak Riyadi mengalami kecelakaan ringan waktu berjualan sayur keliling di desanya, yang entah bagaimana kronologi nya tak ada orang yang tau sampai pada tetangga menemukan Bapak Riyadi tergeletak di pinggir jalan dan langsung melarikannya ke Puskesmas terdekat. Dan setelah dilakukan pemeriksaan dokter ternyata Bapak Riyadi mengalami pendarahan pada otaknya dan sesudah itu langsung dilarikan ke rumah sakit Dr.Soebandi untuk perawatan lebih lanjut. Adik dan suami Bapak Riyadi saat ini sedang bingung dengan keadaan keuangan untuk membayar pengobatan Bapak Riyadi, jaminan kesehatan yang dipunyai Bapak Riyadi bisa digunakan 2 minggu lagi. Sampai pada kurir #SedekahRombongan menemui Bapak Riyadi yang tergeletak lemas di Rumah Sakit Dr.Soebandi dengan diagnosa radang otak akibat pendarahan otak yang dialaminya, maka kurir Sedekah Rombongan berniat untuk menyampaikan santunan berupa uang santunan lepas titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp 500.000,- telah disampaikan. Bapak Riyadi dan keluarga sangat terharu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholic yang sudah membantu meringankan biaya pengobatan Bapak Riyadi melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juni 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Riyad menderita RADANG OTAK

Riyad menderita RADANG OTAK


BANTUAN BEDAH RUMAH. Rumah yang terletak di Dusun Sumber Tengah, Desa Randuagung RT 019 RW 006, Kecamatan Sumber Jambe, Kabupaten Jember, sudah hampir roboh.  Di dalamnya tinggal seorang janda tua yang bernama Ibu Niba yang tidak memiliki pekerjaan karena faktor usia, Ibu Niba ini mempunyai 2 Seorang Anak Laki-laki yang bernama Asmadi yang sudah wafat saat umur 1 tahun, dan yang bernama Asmatim yang sudah lama berkerja di luar kota sekitar 17 tahunan sudah tidak pernah pulang ke rumahnya. Dan Ibu Niba saat ini hanya tinggal bersama cucunya yang yatim yang bernama Muzamil yang sudah usia 15 tahun. Muzamil bekerja menjadi kernet angkutan desa untuk menafkahi kehidupan sehari-hari dengan Ibu Niba. Tim #SedekahRombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Niba dan dalam kesempatan tersebut Tim #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic berupa uang sebesar Rp.1.000.000,-. Semoga santunan yang diberikan kepada Ibu Niba untuk memperbaiki tempat tinggalnya menjadi catatan amal pahala para #sedekaholic semua Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto

Bantuan bedah rumah

Bantuan bedah rumah


SUROSO,(43TH,KOMPLIKASI). Alamat Dusun Kamaran RT 004 RW 036, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bapak Suroso dikenal sebagai sosok ayah yang sangat menyayangi keluarganya. Ayah tiga putri yang masih duduk di bangku sekolah ini dalam memenuhi kebutuhan nafkah keluarganya harus bekerja di Bali selama tiga bulan kurang lebihnya. Selama bekerja disana dia sering mengalami sakit saat bekerja. Dan Pak Suroso harus diperiksa ke puskesmas terdekat dan diberikan injeksi dan obat minum untuk meredakan sakit yang dialaminya.Tak lama setelah itu Bapak Suroso pulang ke kampung halamannya, akan tetapi sakit yang dialaminya malah semakin tambah parah. Dan pihak keluargapun harus membawa Bapak Suroso  ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember. Dan terdiagnosa bahwa Bapak Suroso mengalami komplikasi akibat infeksi paru-paru dan menjalar hati dan jantung.

Bapak Suroso dirawat secara intensif selama tiga minggu di Rumah Sakit Dr. Soebandi, tetapi harapan kesembuhan itu berlainan dengan kenyataan. Allah Maha Menentukan berkehendak pada hari itu Bapak Suroso harus berpulang menghadapNYA  dan tim #SedekahRombongan bersilahturahmi ke ruang Bapak Suroso di Rumah Sakit Dr.Soebandi bahwa pada saat itu tanggal 24 Juni 2016 sebagai wujud empati atas apa yang dialami keluarga dhuafa ini, kami menyampaikan titipan sedekaholics #SR berupa santunan duka bagi keluarga yang ditinggalkannya. Semoga Allah menerima amal ibadah Bapak Suroso dan mengapuni segala dosanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan iman, dan kesabaran atas musibah kematian ini. Innalillaahi Wa’innaa Ilaihi Raaji’uun.

Jumlah Santunan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 24 Juni 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto ,@viandwiprayugo

Pak suroso menderita KOMPLIKASI

Pak suroso menderita KOMPLIKASI


KAMSIAH BINTI ROZAK (60, Suspect Hodgkin Disease.) Alamat: Jl. Abung RT. 3 LK 1, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada awal tahun 2016, Ibu Kamsiah mengalami sakit kepala yang sakitnya menjalar sampai ke leher belakang. Lambat laun leher belakangnya membengkak, lalu Ibu Kamsiah mencoba periksa ke Puskesmas terdekat. Setelah minum obat, Ibu Kamsiah masih saja merasakan sakit. Akhirnya Ibu Kamsiah berobat ke klinik terdekat, setelah diperiksa ia didiagnosa terkena tumor ganas kelenjar getah bening atau dalam istilah medis dikenal sebagai hodgkin disease. Karena tidak ada biaya untuk berobat, sakitnya ia biarkan selama beberapa bulan. Pada bulan Juli benjolan di leher belakang Ibu Kamsiah semakin membengkak sampai ia susah berbicara. Ibu Kamsiah lalu dilarikan ke Rumah Sakit Lampung Tengah tetapi karena tidak memiliki alat-alat yang lengkap, Ibu Kamsiah dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM). Suami Ibu Kamsiah, Bapak Sutro (65) mengungkapkan kesedihan atas keadaan yang dialami istrinya saat kurir #SedekahRombongan Lampung menjenguk. Walaupun sudah menggunakan KIS PBI Kelas 3, Ibu Kamsiah memiliki kendala biaya berobat yang tidak ditanggung KIS dan biaya hidup selama di rumah sakit karena Bapak Sutro hanya bekerja sebagai buruh dagang yang pendapatan tidak menentu. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka,  bantuan awalpun disampaikan untuk operasional berobat. Semoga Ibu Kamsiah kesehatannya segera membaik  dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @abahnyamarlele Fajri @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu kamsiah menderita Suspect Hodgkin Disease

Ibu kamsiah menderita Suspect Hodgkin Disease


MUHAMMAD RIZKY AKBAR (1, Malrotasi Usus). Alamat : Desa Bandarsari, RT. 3/7, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten lampung Tengah, Provinsi Lampung. Rizky biasa ia di panggil adalah putra dari pasangan Bapak Junaidi (37) dan Ibu Supriyati (36). Pada malam itu Rizki tiba – tiba tidak mau diberi ASI, padahal sore harinya setelah bangun tidur ia masih mau menyusu. Rizki selalu menangis hingga kejang seperti menahan sakit, kondisi ini berlangsung selama 3 hari dan ia masih juga belum mau menyusu. Orang tuanya membawanya ke bidan dan didiagnosa menderita masuk angin. Selang sehari diberi obat pada malam harinya Rizky kembali terus menangis, ia mengeluarkan BAB berlendir tanpa ampas.  Rizky lalu dibawa ke dokter anak dan didiagnosa menderita usus terbelit atau malrotasi usus dan langsung dirujuk ke RS. Mitra Mulia Husada. Ia dirawat selama 3 hari 2 malam, karena minimnya peralatan dan kondisi Rizky juga tidak ada perubahan oleh pihak rumah sakit ia dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Oleh dokter Rizki didiagnosa menderita invaginasi, malam kedua dirawat Rizky menjalani operasi dan hingga kini kondisinya masih panas tinggi. Orang tua Rizky mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir #SedekahRombongan, maklum saja ia tidak memiliki biaya untuk pengobatan anaknya terlebih lagi Rizky belum memiliki BPJS. Hal itu membuat biaya operasi Rizky menjadi beban yang berat bagi Pak Junaidi yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Kurir #SedekahRombongan yang mengetahui hal ini sangat prihatin atas beban derita yang dialami keluarga Bapak Junaidi, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan adik Rizky.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry  @abahnyamarlele fajri  @lilianiharis @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Rizky menderita Malrotasi Usus

Rizky menderita Malrotasi Usus


MURNI BINTI MUALIM (36, Ca Mamae). Alamat : Jalan Selingkut Ulu, Kelurahan Sindang Pagar, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Pada pertengahan tahun 2015, Ibu Murni melahirkan anak yang ke-3. Ketika menyusui anaknya, Ibu Murni merasakan payudara sebelah kirinya mengeras, tetapi ia dan suami menganggap hal tersebut biasa terjadi pada ibu menyusui. Hingga di bulan ke-6 menyusui sekitar akhir tahun 2015, benjolan pada payudara kirinya masih mengeras dan muncul keluar. Ibu Murni pun beberapa kali mengeluh panas dingin. Setelah itu suaminya, Suradi (36), membawanya ke Puskesmas setempat untuk menjalani rawat jalan. Pada Maret 2016, Ibu Murni sempat dirawat inap di Rumah Sakit Handayani, Kotabumi, dikarenakan sel darah merahnya rendah dan harus transfusi darah. Kemudian awal Juli dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk menjalani perawatan lebih lanjut sebab benjolannya mulai pecah dan Ibu Murni dicurigai terkena penyakit kanker payudara atau Ca Mamae. Kondisi terkini Ibu Murni masih menjalani rawat inap di RSAM untuk penyedotan jaringan di payudaranya dan menunggu hasil keputusan perawatan selanjutnya. Bapak Suradi yang seorang petani hanya bisa mengandalkan JKN-KIS PBI Kelas 3 untuk biaya rumah sakit. Namun ia tetap masih membutuhkan banyak biaya untuk operasional berobat karena tempat tinggal yang jauh dari rumah sakit dan untuk kebutuhan harian menunggu istrinya.  Untuk itu kurir #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan untuk operasional berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir :@wirawiry @abahnyamarlele @rnirmala @evandlendi @akhidd @ahnu_ngarsono @yesaridani @sayasepti @akuokaawai @ririn_restu

Bu murni menderita Ca Mamae

Bu murni menderita Ca Mamae


SARASEHAN BERSAMA SANGGAR INKLUSI. Ramadhan menjadi tempat untuk kembali memupuk semangat, kembali meningkatkan kualitas diri, salah satunya dengan tetap belajar dan berbagi. Karenanya, kurir #SRsolo kemudian mengadakan agenda sarasehan kurir bersama sanggar inklusi. Sanggar yang terletak di Ringin Larik RT 14 RW 3, Musuk, Boyolali, Jawa Tengah. Sanggar ini merupakan tempat bernaung tidak hanya bagi para difabel namun juga untuk kegiatan warga sekitar, serta tempat belajar al-qur’an bagi adik-adik disekitar sanggar. Diprakarsai oleh Mbak Isnaini (44), beliau mengatur pergantian jadwal penggunaan sanggar, kegiatan yang ada di sanggar menjadi terlaksana dan berjalan baik. Sanggar inklusi sendiri merupakan sanggar tempat bernaung bagi difabel, terdiri dari anak-anak dan orang dewasa dengan jumlah 20 orang. Kegiatan berlangsung pada 26 Juni 2016 setelah ashar hingga menjelang isya. Agenda yang ada antara lain, perkenalan kurir dengan anggota sanggar difabel kemudian berlanjut berbagi cerita serta tanya jawab diselingi pemutaran video. Acara berlangsung khidmat saat masing-masing anggota menceritakan pengalaman mereka yang sebagian besar dipandang sebelah mata karena keterbatasan yang ada. Namun semangat mereka tak padam, hingga mereka mampu berkarya, bahkan salah satu rajutan karya anggota sanggar pernah dibeli oleh turis asing. Bantuan pun disampaikan untuk konsumsi serta masukan kas bagi sanggar untuk dijadikan modal. Mbak Isnaini dan anggota sanggar mengucapkan banyak terimakasih. Semoga keberkahan selalu menaungi kita semua. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 26 Juni 2016
Kurir : @mawan @aisyahnka @allkurirSoloraya

Bantuan  konsumsi dan kas sanggar

Bantuan konsumsi dan kas sanggar


Nuruh Afidin siswa kelas 2 SMK di kota jogja berasal dari kab banjarnegara, pekerjaan orang tuanya sehari hari buruh nderes (mengabil air getah kelapa) utk di setor ke pengepul sekaligus produsen gula kelapa, afidin di titikan ke panti asuhan oleh orang tuanya, saat mengikuti ekskul tapak suci tiba tiba badanya lemes dan malam hari badanya panas paginya tiba tiba ga bisa jalan, diagnosa medis menyebutkan ada masalah dg kalium yg ada di dalam tubuhnya. #SedekahRombongan hadir untuk meringankan beban dhuafa dg memberikan santunan biaya berobat sebesar Rp 1.500.000,  semoga segera di beri kesehatan dan kita semua di mudahkan oleh Allah.

jumlah santunan: Rp 1.500.000,
tanggal 16 agustus 2016
kurir: @gus_madkhan & Saptuari

Ibu nuruh mengalami kelainan kalium

Ibu nuruh mengalami kelainan kalium


KARTINI BINTI HASAN BASRI (62, Darah Manis). Alamat : Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda KM 14,5 Dusun Sejahtera Desa Cot Karieng, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Ibu Kartini adalah seoarang petani, yang hampir setiap harinya mengurus sawah miliknya. Awal mula penyakit Ibu Kartini diketahui pada tahun 2008, saat itu Ibu Kartini sedang di sawah. Ibu Kartini sedang menanam padi, pada langkah berikutnya jari jempol Ibu Kartini terkena cangkang bekicot. Tidak ada reaksi apapun pada hari itu, 1 minggu kemudian kaki Ibu Kartini bengkak dan luka parah. Ibu Kartini langsung dibawa ke rumah sakit dan sebagian daging di jari jempol harus diambil karena infeksi. Setelah pengobatan yang dilakukan Ibu Kartini, keadaan Ibu Kartini terus membaik. Harapan Ibu Kartini untuk sembuh dari penyakitnya pun hilang, awal tahun 2016 lalu pecah-pecah biasa. Dan Ibu Kartini selalu mengoleskan betadine di kakinya. Namun, sayangnya kaki Ibu Kartini tidak kunjung sembuh malah semakin parah. Kaki Ibu Kartini merah dan pecah-pecah menjadi luka parah, pada pertengahan bulan Juni lalu Ibu Kartini terpeleset di kamar mandi. Kaki bagian kanan patah yang mengakibatkan Ibu Kartini tidak bisa berjalan lagi, 1 bulan yang lalu Ibu Kartini harus dirujuk ke rumah sakit karena kaki yang pecah-pecah itu mulai membusuk. Dokter menganjurkan kaki Ibu Kartini diamputasi tetapi Ibu Kartini enggan kakinya diamputasi, selama 14 hari di rumah sakit kaki Ibu Kartini hanya dibersihkan. Kondisi Ibu Kartini sekarang, masih lemah dan tidak bisa bangun lagi. Di tengah semangat Ibu Kartini untuk sembuh, alhamdulillah, dia dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan yang kemudian menjenguk Ibu Kartini di rumahnya. Bantuan pun di salurkan melalui kurir #SedekahRombongan yang digunakan untuk biaya berobat. Ibu Kartini menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikam. Semoga Ibu Kartini cepat sembuh. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @pratiwi

Ibu kartini menderita Darah Manis

Ibu kartini menderita Darah Manis


NURAINI BINTI ANZIB MAHMUD (62, Tumor Paha). Alamat : Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda KM 14,5 Dusun Bahagia Desa Cot Karieng, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Penyakit Ibu Nuraini terjadi sejak tahun 2004. Saat itu di paha Ibu Nuraini ada benjolan kecil yang semakin hari semakin membesar. Kemudian Ibu Nuraini memeriksakan diri ke dokter dan hasilnya dinyatakan ada tumor di paha bagian kanan. Kebetulan pada tahun 2004 itu ada pengobatan masal gratis di Lanud Sultan Iskandar Muda, dan Ibu Nuraini mendaftarkan namanya sebagai salah satu pasien. Hari berikutnya Ibu Nuraini menjalani operasi pengangkatan tumor di pahanya. Alhamdulillah, setelah operasi itu, tumornya dinyatakan bersih, dan keadaan Ibu Nuraini semakin membaik. Namun, tanpa dia duga, tepatnya 8 bulan yang lalu, Ibu Nuraini mengeluh sakit pada kaki bagian kanannya disertai perih dan benjolan-benjolan kecil. Awalnya Ibu Nuraini mengira hanya sakit kaki biasa. Tetapi seiring waktu pada kaki Ibu Nuraini ada pembengkakan sehingga ia sulit berjalan. Ibu Nuraini kembali melakukan pemeriksaan ke dokter. Berdasarkan pemeriksaan, dokter menduga ada tumor juga di kakinya. Rupanya tumor yang dulu di paha menjalar ke kaki Ibu Nuraini. Karena keterbatasan biaya, Ibu Nuraini membiarkan kakinya terus bengkak dan tidak berobat. Akibatnya, kaki Ibu Nuraini semakin parah. Kondisi saat ini, kaki Ibu Nuraini masih bengkak dan mengeras yang mengakibatkan saraf-saraf kakinya tidak berfungsi lagi. Ibu Nuraini tidak berobat di rumah sakit karena takut kakinya diamputasi. Beliau hanya menjalani pengobatan di dokter setempat. Di tengah semangat Ibu Nuraini untuk bisa sembuh lagi, ahamdulillah, dia dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan yang kemudian menjenguk Bu Nuraini di rumahnya. Pada saat itu bersyukur #SedekahRombongan juga memberinya bantuan yang disalurkan melalui kurir #SR yang digunakan untuk buaya berobat. Ibu Nuraini menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Santunan ini bisa menjadi jalan kesembuhan untuk Ibu Nuraini. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @pratiwi

Ibu nuraini menderita Tumor Paha

Ibu nuraini menderita Tumor Paha


SARIPAH YUSUF (55, Sesak nafas akut dan jantung). Alamat: Kampung Pakuluran RT.4/2 Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan tiga orang cucu yang kini menjadi tanggungannya, Ibu Saripah tinggal di rumah sederhana hasil jerih payahnya bersama suami saat mereka sehat dan bisa berpenghasilan. Bertahun-tahun sampai sekarang mereka.tak bekerja lagi. Suaminya, Pak Edi Yusuf (65) tak bisa lagi berjualan karena sakit. Begitu juga dengan Ibu Saripah. Sekitar 3 tahun yang lalu  (2013-an) ia pernah dirawat cukup lama di rumah sakit akibat terserang jantung. Semenjak itu ia harus terus melakukan pengobatan setiap bulan, bahkan sekarang harus setiap minggu. Saat ditemui kurir Sumedang, suaminya mengatakan bahwa kondisi Bu Saripah setiap malam mengalami sesak sampai pagi, dan harus ditunjang obat. “Mungkin karena pengobatannya tidak rutin,” tambahnya. Pengobatannya kerap tertunda dikarenakan tidak ada biaya untuk transportasi dan akomodasi berobat. Keluarga prasejahtera ini mengaku kesulitan masalah biaya untuk ongkos dan akomodasi ke RSU Sumedang, sementara pengobatannya harus setiap minggu. Jangankan untuk biaya berobat, bahkan untuk lauk pauk dan kebutuhan sehari-hari mereka pun kini sering dibantu saudara dan warga. Dan yang lebih miris lagi, pasangan suami-istri ini harus mengurus 3 orang cucunya yang masih kecil setelah mereka ditinggal ibunya, yaitu anak perempuan Ibu Saripah dan Pak Edi. Ketika masih hidup, anak perempuannya itulah yang ikut membantu penghidupan Ibu Saripah dan Pak Edi. Kabar ihwal penderitaan keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir #SR #SedekahRombongan yang kemudian mengunjunginya pada awal Agustus 2016. Kepada kurir #SR, mereka menyampaikan harapannya agar bisa dibantu untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit menggunakan jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dengan izin Allah Swt, alhamdulillah keinginannya terkabulkan setelah para dermawan #SR memberi Ibu Saripah santunan berupa uang. Bantuan awal yang disampaikan kurir Sumedang di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tangggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda  @boysatrio

Ibu saripah menderita Sesak nafas akut dan jantung

Ibu saripah menderita Sesak nafas akut dan jantung


MUHAMMAD AFKAR ABBASI (4 bulan; Suspek : Bronkopneumonia, Down Syndrome). Alamat : Blok Bojong Masjid RT.2/2 Kelurahan Gegunung, Kecamatan Gegunung, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Muhammad Afkar Abbasi biasa dipanggil Afkar. Balita ini terlahir dari pernikahan antara Bapak Abdul Latif (46) dan Ibu Armi (42). Bapaknya sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Kesua orangtua Afkar termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan untuk bertahan hidup, apalagi setelah Afkar diduga mengidap penyakit yang cukup serius. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga miskin ini ketika Afkar dirawat di Rumah Sakit Sumber Hurip Kabupaten Cirebon pada pertengahan bulan Juni 2016. Saat ditengok kurir #SR, kondisinya lemah, nafasnya terdengar bersuara dan harus dibantu oksigen, dan degup jantungnya terlihat cepat. Dokter mendiagnosa dia mengalami bronkopneumonia, kelainan jantung bawaan dan down syndrome. Setelah dirawat empat hari, keadaan Afkar tak kunjung membaik. Dokter kemudian menyarankan agar Afkar masuk ICU tetapi tidak dapat dilaksanakan karena semua ruang ICU di RSUD Cirebon penuh. Saat itu ada yang menyampaikan informasi bahwa di Rumah Sakit Umum Daerah Waled ada ruang ICU yang bisa ditempati Afkar. Tetapi, pihak keluarga menolak dirawat di sana dengan alasan jarak yang jauh. Selain itu, karena tidak ada biaya, mereka merasa tidak akan mampu jika Afkar dirawat di ICU dengan tarif sebagai pasien umum. Akhirnya, Afkar dibawa pulang (pulang-paksa) dan pihak keluarga memutuskan untuk merawatnya di rumah. Kurir #SR kemudian menemui Afkar untuk bersilaturahmi dengan keluarganya di ruma mereka, sambil menyampaikan  santunan dari sedekaholics #SR untuk Dek Afkar. Bantuan berupa uang ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Senyum di wajah ayah dan ibu yang mendampingi Afkar menyiratkan ungkapan bahagia dan ucapan terima kasih mendalam atas perhatian yang sedekaholic berikan. “Jazakumullah ahsan jazaa!”

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @Heni_Nuraini @ahmadshaleh, @makhrusyusela @dhemisfransisco

Afkar menderirta  Suspek : Bronkopneumonia, Down Syndrome

Afkar menderirta Suspek : Bronkopneumonia, Down Syndrome


MTSR BANDUNG (B 1629 SZF, Biaya Operasional Juni 2016 – Agustus 2016). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung semakin tinggi. Ketersediaan bahan bakar, kesiapan kendaraan, dan kesigapan supir MTSR Bandung menjadi keharusan agar pengkhidmatan #SedekahRombongan semakin dirasakan manfaatnya. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasi menyokong misi MTSR dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah para dermawan #SedekahRombongan telah memberi bantuan untuk Operasional SR bulan Juni 2016 sampai dengan bulan Agustus 2016 yang digunakan untuk : (1) membayarkan pembelian bahan bakar; (2) biaya servis dan ganti oli; (3) honor supir; (4) pembelian ban luar dan ban dalam; (5) pengeluaran tak terduga. Insya Allah, MTSR Bandung akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 862.

Jumlah Bantuan: Rp.4.500.000,-
Tangggal: 12 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

BIaya operasional

BIaya operasional


SULAMI BINTI HAWA (48, Myoma Intraabdomen). Alamat: Blok Plaksan, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Myoma Intraabdomen adalah nama penyakit yang sudah bertahun-tahun diderita Ibu Sulami. Awalnya, delapan tahun lalu ketika menjalani operasi caesar pada kelahiran putra tunggalnya, Ibu Sulami merasakan adanya benjolan di dalam perutnya. Gejala yang dirasakannya saat itu : sakit di bagian perut. Akan tetapi, karena himpitan ekonomi yang dialami keluarganya dan tidak ada biaya untuk berobat, ia memilih untuk tidak menghiraukan penyakitnya itu. Ibu Sulami bersama suaminya, Bapak Anta (54), kembali menyambung hidup sebagai buruh batik. Suatu ketika, kondisi penyakitnya kian memburuk. Ibu Sulami sempat berobat ke Puskesmas, dan dirujuk ke RS Mitra Plumbon untuk diambil sampel penyakit yang selanjutnya dicek di laboratorium RSHS Bandung. Demi kesembuhannya, Ibu Sulami tak berhenti berikhtiar menjalani pengobatan ke Bandung. Pada tanggal 26 Agustus 2016, Ibu Sulami harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan tindakan medis di RSHS Bandung. Namun ia mengaku bahwa dirinya sama tidak memiliki uang untuk transport dan biaya hidup selama di Bandung. Alhamdulillah, Ibu Sulami dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan di Cirebon. Kurir #SR kemudian menemui Ibu Sulami di rumahnya. Pada kesempatan itu pula alhamdulillah kurir #SR berkesempatan menyampaikan santunan untuk Ibu Sulami. Bantuan awal ini digunakan untuk biaya pengobatan, biaya transport, dan kebutuhan lain selama menjalani pengobatan di Bandung. Semoga Ibu Sulami senantiasa diberikan jalan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 12 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ahmadshaleh @makhrusyusela @nurmuhammadiskandar

Ibu sulaimi menderita Myoma Intraabdomen

Ibu sulaimi menderita Myoma Intraabdomen

—-
MARJUKI BIN ADHAM (65, Paru-paru dan Hernia). Alamat: Kedung Krisik Utara RT.2/6, Kelurahan Argasurya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Juki —panggilan akrabnya— bersama istri, Sukmiyah (55), dan 5 anaknya tinggal di rumah sederhana hasil jerih payahnya sebelum ia sakit. Kini Pak tak bisa bekerja keras mencari nafkah lagi sejak menderita penyakit paru-paru dan hernia. Saat kondisinya sehat, ia bekerja sebagai supir pengiriman barang di toko meubel. Semenjak dioperasi hernia pada tahun 2014, ia jarang mengemudi jarak jauh karena khawatir dengan kondisi kesehatannya. Pasca operasi hernia, kesehatannya semakin melemah. Pada tahun 2015, ia kembali dirawat di Rumah Sakit Gunung Djati. Pada bulan Juli 2016 lalu, dia juga menjalani rawat inap di rumah sakit yang sama karena paru-parunya terendam cairan sebanyak 2 liter. Setelah 7 hari dirawat, ia diperbolehkan pulang. Pasca kepulangannya dari rumah sakit, kondisi Bapak Juki bertambah buruk bahkan ia mengalami koma karena tingginya dosis obat yang ia minum. Akhirnya, ia kembali dilarikan ke RS Gunung Djati dan dirawat selama 5 hari. Tim mesis di RS Gynung Djati kemudian merujuk penanganannya ke RS Paru-Paru, Bandung. Namun karena keterbatasan biaya, untuk sementara ia memilih berobat jalan di Klinik Dokter Said, Cirebon. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit Bapak Juki sudah bisa melakukan aktivitas kecil. Meskipun demikian, kini ia tidak bisa lagi menjadi tulang punggung keluarga dan beraktivitas seperti sediakala. Sukmiyah, istri Bapak Juki, tidak bisa membantu perekonomian keluarga karena ia juga sakitsakitan. Di tengah cobaan dan himpitan ekonomi yang harus dihadapinya, Bapak Juki harus tetap menghidupi istri dan kelima anaknya. Cobaan yang dialami Pak Juki dan keluarganya akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SedekahRombongan. Bersyukur kurir #SR di Cirebon dapat bersilaturahmi dengan keluarga Bapak Juki dan berkesempatan untuk mengunjunginya. Dengan  empati dan kepedulian dari sedekaholics, alhamdulilah kurir #SR pun dapat menyampaikan bantuan untuk Bapak Juki. Bantuan yang disampaikan di rumahnya ini digunakan untuk biaya pengobatan dan membantu kebutuhan sehari-hari. Semoga Bapak Juki beserta istrinya senantiasa diberikan kesembuhan dan keberkahan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 16 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda  @Heni_Nuraini @Suniah

Pak marjuki menderita Paru-paru dan Hernia

Pak marjuki menderita Paru-paru dan Hernia


DEDY SAMBUDI (60, Diabetus mellitus dan Gangrene). Alamat : Jln. Pengayoman Dukuh Semar RT.10/03 Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Bapak Dedy diduga menderita diabetus melitus setelah ia diperiksa secara saksama. Saat itu ditemukan ada luka kecil yang semakin melebar dan menimbulkan bengkak disertai keluarnya nanah pada telapak kaki. Itu terjadi tepatnya pada awal bulan Juli 2015. Sebelumnya, ada riwayat flek pada paru paru. Dia pernah dirawat 28 hari di RSUD Gunung Jati sejak tanggal 8 Juni 2016, menggunakan jaminan kesehatan SKTM dari kelurahan setempat; saat itu ia sempat mengalami koma selama 3 hari. Berbagai upaya medis sudah dilakukan. Saat ini ia hanya berobat jalan di PKM Larangan, didaftarkan sebagai pasien umum, dengan pendampingan kurir #SR. Dua minggu sekali kurir #SedekahRombongan menyiapkan transportasi untuk mengevakuasinya dari rumah menuju PKM Larangan hingga kembali kagi ke rumah. Pak Dedy memang layak mendapatkan bantuan. Selain diuji menderita penyakit, keadaan ekonomi Pak Dedy di hari tuanya itu pun sangat memprihatinkan. Penghasilanya sebagai seniman pahat kayu dan seni lukis tidak dapat diandalkan untuk biaya hidup sehari-hari. Selama ini makan sehari-hari pun mengandalkan uluran tangan dari teman-teman sesama seniman. Pak Dedy juga saat ini hanya hidup sebatangkara tanpa ada keluarga atau saudara yang mendapinginya di hari tua beliau, sehingga untuk beli obat-obatan ketika ia sakit pun Pak Dedy tidak sanggup. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan sempat memberikan pendampingan saat pengurusan jaminan kesehatan BPJS bersubsidi dari pemerintah. Lebih dari itu, alhamdulilah, dengan uluran tangan sedekaholic #SR, kurir #SR dapat menyampaikan bantuan untuk Pak Dedy yang digunakan untuk biaya hidup dan biaya berobat jalan ke PKM Larangan dan RSUD Gunung Jati. Semoga Pak Dedy bisa memeriksakan kesehatannya dan keadaannya segera membaik. Ucapan terima kasih dan doa disampaikan Pak Dedy kepada sedekaholics dan #SR yang sudah membantunya. Kurir di Cirebon juga.mengucapkan terima kasih
atas kesempatan yang diberikan untuk mendampinginya.

Jumlah Bantunan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @heninuraini @ahmadshaleh, @Yosef_Priyatno

Dedi menderita Diabetus mellitus dan Gangrene

Dedi menderita Diabetus mellitus dan Gangrene


MUHAMMAD TEGUH BIN BONAN (22 hari, Labiopalatoschizis/ Bibir Sumbing). Alamat : Kp. Pulo Puter RT. 6/2, Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 17 Juli 2016, telah lahir seorang bayi di RSUD Kabupaten Bekasi yang diberi nama Muhammad Teguh. Kondisi Teguh saat lahir dengan berat badan cukup, akan tetapi ada kelainan pada mulutnya yaitu tidak mempunyai dinding antara mulut dengan hidung atau disebut labiopalatoschizis. Bukan hanya itu, kedua telinganya tidak berlubang, hanya ada daun telinga saja. Tentu saja kesedihan dan kebingungan pun menyelimuti keluarga ini karena Teguh tidak bisa minum susu tanpa bantuan selang lambung. Beruntung Teguh saat ini sudah memiliki jaminan BPJS PBI. Pak Bonan (36) ayah Teguh adalah seorang supir tembak, ia tidak memiliki biaya untuk berobat Teguh karena sesuai hasil pemeriksaan fisik Teguh perlu dilakukan pemeriksaan CT scan dan konsultasi ke beberapa dokter spesialis dan subspesialis. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar hutang perawatan bayi dan bekal berobat ke RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 871. Bayi dari Bu Nengsih Binti Kanih yang pada waktu itu belum ada nama.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Eny Meiliya, Mamat Maksudi

Teguh menderita Labiopalatoschizis/ Bibir Sumbing

Teguh menderita Labiopalatoschizis/ Bibir Sumbing


KARLINAN BIN SUBUR (14, Luka di Bokong Tulang Kanan). Alamat: Kp. Srengseng RT.1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karlinan, putra bapak Subur (51) seorang penarik becak dan ibu Nacih (42) buruh tani di kampungnya. Sejak 2 tahun yang lalu, Karlinan menderita luka di bokong kanan.  Riwayat penyakitnya ini diawali ketika ia terjatuh dan  bokongnya menimpa batu. Bokong kanan Karlinan menjadi bengkak, muncul bisul dan nanah serta darah terus menerus. Karlinan sempat tidak mendapat terapi medis karena ketiadaan biaya. Setelah memiliki kartu BPJS,  Karlinan dibawa berobat ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan mendapatkan penanganan berupa operasi  pembersihan luka di tulang bokong. Ia juga operasi pelurusan tulang kaki, karena tulang  kaki  kanannya memendek 5 cm. Setelah dioperasi keadaannya terus membaik. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Karlinan, digunakan untuk akomodasi rutin theraphy ke RSCM Jakarta yang dilakukan tiap sebulan sekali. Akomodasi kali ini untuk menyerahkan semua hasil pemeriksaan dan kontrol yang sudah berjalan selama 1,5 tahun, pasca operasi pertama. Setelah nanti disimpulkan hasilnya bagus, tim dokter akan menjadwalkan operasi lanjutan. Sebelum ini ia tercatat di Rombongan 858. Semoga harapan kesembuhan untuk Karlinan tetap ada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  13 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Karlinan menderita Luka di Bokong Tulang Kanan

Karlinan menderita Luka di Bokong Tulang Kanan


AHMAD FADILLAH (25, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Wates RT. 3/2, Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari orang tuanya memanggil ia dengan nama Ahmad. Gejala gangguan jiwa yang dialami Ahmad berawal saat ia remaja. Ada sebuah permasalahan di sekolah saat ia berusia 14 tahun yang memicu kondisinya  menjadi seperti saat ini. Jiwanya terganggu, berbagai upaya sudah dilakukan orang tuanya. Ia pernah dirawat selama 3 bulan di RSJ Grogol. Bahkan pernah juga dibawa ke pengobatan alternatif terdekat karena kedua orang tuanya sudah kesulitan biaya untuk transport ke rumah sakit yang ada di Grogol. Baru 2 tahun terakhir ini ia dapat melanjutkan pengobatan di RSUD Kabupaten Bekasi, tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah Ahmad. Namun, semakin hari semakin berat juga beban materi yang dirasakan kedua orang tuanya dalam upaya pengobatan Ahmad meskipun ia memiliki kartu BPJS. Orang tua Ahmad, Pak Sugianto (58) adalah seorang sopir angkot yang penghasilannya tidak pasti setelah dipotong setoran untuk juragan angkot. Sedangkan ibunya, Bu Sanih (48) ibu rumah tangga yang mencari tambahan nafkah dengan berjualan buah-buahan keliling kampung. Saat ini Ahmad rutin melakukan kontrol ke RSUD Kabupaten Bekasi. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama ia menjalani kontrol ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 818. Semoga Allah memberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

AHmad menderita Gangguan Jiwa

AHmad menderita Gangguan Jiwa


ENI SUHENI (51, Tumor Payudara). Alamat : Jl. Budimulia RT.10/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Eni Suheni atau yang akrab disapa Ibu Eni, sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci. Ibu Eni sudah 4 tahun ini menderita Tumor Payudara. Gejala awal yang  dirasakannya ada benjolan kecil dan sakit jika disentuh pada payudaranya. Pengobatan pertama dilakukan di Puskesmas terdekat dan dari Puskesmas Ibu Eni kemudian dirujuk ke RSUD Sukmul Jakarta Utara, namun karna keterbatasan peralatan di RSUD tersebut, Ibu Eni kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RS Husada Jakarta Pusat. Operasi pengangkatan tumor pernah dilakukannya 3 tahun yang lalu di RSUD Koja Jakarta Utara, namun karna kehidupan yang miskin dan keterbatasan biaya pasca operasi Ibu Eni tidak pernah melakukan kontrol rutin dan melanjutkan pengobatannya, sehingga tumor pada payudaranyapun tumbuh kembali. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Eni, bantuan lanjutan kembali kami sampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 869. Pasca menjalani operasi pengangkatan payudara, kini Ibu Eni masih harus menjalani kemoterapi dan  kontrol rutin di RSUD Koja. Semoga pengobatannya dimudahkan dan ibu Eni Suheni diberikan kesembuhan, Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Ibu eni menderita  Tumor Payudara

Ibu eni menderita Tumor Payudara


AMINI BINTI NAMIN (47, Katarak). Alamat: Jl. Gas Alam Cisalak RT. 3/7 No. 54 Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok Jawa Barat. Tahun 2011, ibu Amini mengeluh sakit dibagian kepalanya. Awalnya ibu Amini hanya memeriksakan kondisinya ini ke Puskesmas terdekat, saat itu kondisinya berangsur membaik. Selang beberapa tahun, sakit yang dirasakan ibu Amini terasa sampai ke mata dan membuat pandangannya kabur. Karena takut ibu Amini memeriksakan diri ke Klinik Mata Cimanggis Medika, disana ibu Amini oleh dokter dinyatakan menderita Katarak. Beberapa bulan berobat rutin ke Klinik, akhirnya 13 Juli 2016 kemarin ibu Amini menjalani operasi untuk matanya. Kini ibu Amini sudah diperbolehkan pulang dan masih harus menjalani kontrol rutin ke RSCM Kirana. Sehari-hari ibu Amini adalah seorang ibu rumah tangga, sementara suaminya bapak Kandar (50) bekerja dibengkel motor dengan penghasilan yang pas-pasan. Alhamdulillah, #KurirSR dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 869. Ibu Amini menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan  @untaririri

Ibu amini menderita Katarak

Ibu amini menderita Katarak


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT. 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta karena alasan biaya. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 869. Bulan Juni 2016 kemarin Sela baru selesai menjalani operasi pengangkatan ginjal dan sekarang masih harus menjalani kontrol rutin. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan@untaririri

Siti menderita Tumor Perut

Siti menderita Tumor Perut


YUDISTIRA PRATAMA (68, Jantung Bocor dan Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT. 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang taunya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 869 untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya. Saat ini Yudistira masih harus menjalani kontrol rutin di beberapa poli di RSCM.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan@untaririri

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Cerebral Palsy

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Cerebral Palsy


SANIA PUJI RIANI (7, Jantung Bocor). Alamat: Nayu Barat, RT. 5/13, Nusukan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Sania, biasa ia dipanggil, sejak lahir mengalami kelainan organ dalam, yaitu Jantung Bocor. Namun hal itu baru diketahui beberapa tahun terakhir ini. Awalnya, Bapak Bambang Sumedi (31) dan Ibu Dwi Wulandari (25) memeriksakan kondisi Sania ke puskesmas terdekat. Dari Puskesmas dirujuk ke RSDM Moewardi Surakarta. Setelah beberapa kali pemerikasaan, akhirnya pihak RS merujuk Sania ke RS Harapan Kita. Tim kurir #SR sendiri mendapat informasi terkait kondisi Sania melalui PMI Surakarta. Setelah melakukan koordinasi, kurir #SR langsung survei. Ketika itu, kami dapati bahwa keluarga Bapak Bambang tinggal dalam rumah berukuran 2×4 m, berdampingan dengan rumah neneknya. Selama ini Bapak bambang bekerja dengan penghasilan tidak menentu, rata-rata 20.000 s.d 35.000 rupiah per hari. Adapun Ibu Dwi, ia bekerja sebagai juru masak di warung milik tetangga dengan penghasilan kurang lebih 25.000 rupiah per hari. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya pengobatan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 869. Saat ini Sania masih menunggu jadwal operasi yang rencananya akan dilaksanakan bulan Maret 2017 di RS Harapan Kita. Mohon doa dari rekan-rekan untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhannya Sania.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 7 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Sania menderita Jantung Bocor

Sania menderita Jantung Bocor


AMINAH BINTI HATA (32, Tumor Mata). Alamat: Kampung Pasir Peteuy RT. 2/1 Desa Pasir Peteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Aminah adalah salah satu pasien #DampinganSR asal Pandeglang yang tinggal di RSSR Jakarta. 3 tahun yang lalu Ibu Aminah mengira goresan biru di bawah mata kanannya adalah bawaan kandungan, yang kebetulan saat itu Ibu Aminah sedang mengandung anak kedua. Tapi setelah melahirkan goresan dibawah matanya lambat laun makin membesar dan memerah. Ibu Aminah langsung memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, tapi karena keterbatasan fasilitas pihak puskesmas memutuskan untuk merujuk Ibu Aminah ke RSUD Betah Pandeglang, Banten. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter mengatakan jika Ibu Aminah menderita Tumor Mata. Lagi-lagi karena keterbatasan fasilitas, Ibu Aminah harus dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo. Awalnya Ibu Aminah dan suami sedikit keberatan karena harus ke Jakarta. Suami Ibu Aminah, Bapak Iyan (31) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Tapi karena tekad Ibu Aminah yang ingin sembuh, akhirnya keluarga memutuskan untuk berangkat ke Jakarta dengan berbekal jaminan kesehatan BPJS. Hampir 1 tahun berobat di RSCM, Alhamdulillah, proses Radioterai dan Kemoterapi yang dijalani Ibu Aminah telah selesai. Kini Ibu Aminah masih terus menjalani rawat jalan di RSCM setiap 2 minggu sekali. Bantuan lanjutan kembali disampaikan kepada Ibu Aminah untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di RSCM dan untuk membeli obat yang tidak tercover oleh BPJS. Sebelumnya Ibu Aminah telah menerima bantuan dari #Sedekaholics dan masuk rombongan 869. Terima kasih #SahabatSR atas bantuan yang terus mengalir, semoga ini adalah salah satu jalan ibu Aminah mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal:  7 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan@untaririri

Ibu aminah menderita Tumor Mata

Ibu aminah menderita Tumor Mata


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT. 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 10 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 869. Kini Alzena sedang menjalani kontrol rutin ke RSCM Jakarta, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal: 7 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefuddin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Azlena menderita Gizi Buruk

Azlena menderita Gizi Buruk


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus dan Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT. 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Hampir 8 bulan orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masukdi Rombongan 869. Saat ini Mella masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah, Poli Jantung, Poli Neuro dan Psikiatri. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefuddin @harji_anis @untaririri

Mella menderita Hidrocepalus dan Jantung Bocor

Mella menderita Hidrocepalus dan Jantung Bocor


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu, RT. 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini  adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 2 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 869. Senin kemarin, ibu Agustini baru saja menjalani tindakan operasi untuk rekonstruksi pipinya terlebih dahulu dan alhamdulillah tidak lama berselang ibu Agustini sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya yang terus membaik. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 3.700.000,-
Tanggal: 7 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan@untaririri

Ibu agustini menderita Tumor Pipi

Ibu agustini menderita Tumor Pipi


AINUR ASYILA (4, Myastenia Gravis). Alamat: BTN Kodam III Blok A6 No.11, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam ilmu kedokteran penyakit saraf (neurologi), Myastenia Gravis (MG) termasuk jenis penyakit sulit yang tingkat kegawatannya sangat tinggi, dimana penderita mengalami kelumpuhan otot secara bertahap dan jika akut akan mengalami gagal napas yang bisa mengakibatkan kematian. Gejala penyakit ini salah satunya, mengalami kelelahan terus-menerus, dan pagi hari, saat bangun tidur, terasa ada ketidakberesan dengan mata yang kelopaknya menjadi separuh tertutup. Lalu, siang hari mata menjadi tertutup karena merasa ngantuk dan lemas. Sekedar diketahui, Myasthenia gravis termasuk penyakit langka. Penderitanya boleh dibilang 1 di antara 1.000. MG disebabkan karena terjadinya kekacauan penyimpangan antara saraf dan otot (neuro muscular junction disorder), yang antara lain memengaruhi kekebalan tubuh manusia. Awal diketahuinya Asyila menderita penyakit ini adalah sejak tahun 2013 lalu, dimana saat diperiksakan ke rumah sakit ternyata, dokter mendiagnosa Asyila menderita penyakit Myastenia Gravis. Meski mendapatkan pengobatan rutin dari dokter, namun penyakitnya bertambah parah bahkan Asyila saat ini ketergantungan obat, sehingga orang tua Asyila memutuskan untuk merawat Asyila dirumah karena alasan biaya. Saat itu karena kondisi Asyila yang tidak kunjung menunjukan perubahan, akhirnya orang tua Asyila membawa Asyila berobat ke Jakarta meskipun dengan bekal seadanya. Ayahnya bernama Muhammad Syaeful (36) yang setiap harinya bekerja sebagai pedagang roti mantao di salah satu pinggir jalan di kota Makassar. Ibunya Andi Harmiah (29) ibu rumah tangga biasa. Hidup pas- pasan dengan mengontrak rumah. Alhamdulillah. Di Jakarta Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan bocah lucu nan menggemaskan ini sekaligus turut merasakan beban hidup yang dialami Asyila, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 850. Sejak minggu kemarin, Asyila sedang melanjutkan pengobatannnya di kota Solo, yakni terapi stem cells. Asyila kecil masa depannya masih panjang, semoga serangkaian proses pengobatan yang dijalaninya saat ini akan membawa pada satu jalan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @untaririri

Ainur menderita Myastenia Gravis

Ainur menderita Myastenia Gravis


SRI NINGSIH (56 Tahun, Korban Bencana Alam) Alamat: Dsn. Bogor Kerep RT.05 RW. 03, Desa Sukolilo, Kec. Bancar, Kab. Tuban, Jawa Timur. Bu Ningsih hampir dua tahun beliau ditinggal meninggal oleh suaminya, dan hidup dengan tiga anak yang masih kecil kecil. Anak tertua sudah lulus SMA. Untuk menghidupi keluarganya beliau rela bekerja serabutan, kadang sebagai tukang cuci dan setrika di rumah tetangganya, terkadang juga sebagai tukang pijet. Rumah bu Ningsih berada di tepian pantai. Terjadi bencana alam di rumah yang beliau tempati, ombak memporak-porandakan rumah satu-satunya peninggalan suaminya, yang pada akhirnya bu Ningsih terpaksa meninggalkan rumahnya karena demi keselamatan anak-anaknya. Bu Ningsih dibantu oleh para tetangganya mendirikan rumah tinggal bilik seadanya yang berada di depan rumah yang ia tinggalkan. Beberapa kali apparat desa meninjau ke lokasi, namun belum ada realisasi bantuan, sedangkan saudara bu Ningsih tinggal jauh dari rumahnya. Bu Ningsih selalu ketakutan bila ombak pasang, terkadang air laut tumpah sampai di rumah biliknya. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang kesulitan yang dialami bu Ningsih, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Bu Ningsih dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholic atas bantuan yang telah diberikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan :  Rp  1.000.000,-
Tanggal   : 31 Mei 2016
Kurir        : @Wahyu_CSD @martinomongi & Miftakhul Huda

Bantuan Korban Bencana Alam

Bantuan Korban Bencana Alam

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ALMARHUM SAQILA BINTI MARYADI 1,500,000
2 ANDI DWI PURNAMA 10,000,000
3 SHAQILA ARDANI 500,000
4 KARTINAH BINTI MU’IN 500,000
5 MAINU EFENDI 500,000
6 NURLINA BINTI ABDURRAHMAN 500,000
7 SURYAWATI BINTI SAFARI 500,000
8 ERIK ESADA 3,020,000
9 RIYAD BIN MA’I 500,000
10 BANTUAN BEDAH RUMAH 1,000,000
11 SUROSO 1,000,000
12 KAMSIAH BINTI ROZAK 500,000
13 MUHAMMAD RIZKY AKBAR 500,000
14 MURNI BINTI MUALIM 500,000
15 SARASEHAN BERSAMA SANGGAR INKLUSI 3,000,000
16 Nuruh Afidin 1,500,000
17 KARTINI BINTI HASAN BASRI 1,500,000
18 NURAINI BINTI ANZIB MAHMUD 500,000
19 SARIPAH YUSUF 500,000
20 MUHAMMAD AFKAR ABBASI 500,000
21 MTSR BANDUNG 4,500,000
22 SULAMI BINTI HAWA 500,000
23 MARJUKI BIN ADHAM 1,000,000
24 DEDY SAMBUDI 1,000,000
25 MUHAMMAD TEGUH BIN BONAN 1,500,000
26 KARLINAN BIN SUBUR 500,000
27 AHMAD FADILLAH 500,000
28 ENI SUHENI 500,000
29 AMINI BINTI NAMIN 500,000
30 SITI MARSELA 500,000
31 YUDISTIRA PRATAMA 500,000
32 SANIA PUJI RIANI 1,000,000
33 AMINAH BINTI HATA 500,000
34 ALZENA SAFA 500,000
35 MELLATUL LATIFAH 500,000
36 AGUSTINI NURMAN 3,700,000
37 AINUR ASYILA 500,000
38 SRI NINGSIH 1,000,000
Total 47,720,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 47,720,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 878 ROMBONGAN

Rp. 40,445,256,173,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.