Rombongan 876

Sedekah adalah investasi paling menguntungkan, sekaligus investasi yang paling mudah dan sederhana dilakukan.
Posted by on August 14, 2016

ASMONOWATI (52, KELOID AKUT), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14 Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Tim #SRjember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada.Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk  Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS.

Jumlah santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 22 Juni 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Ibu asmonowati menderita KELOID AKUT

Ibu asmonowati menderita KELOID AKUT


Laporan Bantuan untuk  Yayasan Sosial Pondok Pesantren NURUSSALMAH ISLAMIC CENTER(YANIC) , Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB.

Yayasan Sosial , Pondok Pesantren NURUSSALAMAH ISLAMIC CENTRE ( YANIC),
dipimpin oleh : Drs. Ustad Ahmad Musleh Kholis Salim, M.A  (… tahun), Alamat  : Jl.Raya Lingkar Selatan  Pasar Mandalika Belakang (GOR/KONI Turide Prov NTB. Jln.YANIC No. 004 RT / RW 001  Montong Are Kelurahanan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, Provinsi NTB.

Yayayasan ini bergerak di bidang sosial , Pendidikan dan Pondok Pesantren.
YANIC menyelenggarakan kegiatan sbb:

1. Lembaga Non Formal:
Panti Asuhan NURUSSALAMAH  ini menampung anak piatu, anak yatim dan yatim piatu, anak miskin dan anak anak terlantar. Berdiri tanggal 13 Maret 2003 atau 10 Muharram 1424 H.  Jumlah anak didik sebanyak 379 orang (  Laki laki = 182 orang dan Wanita = 197 orang ) .  Tinggal di asuhan keluarga (  tinggal di keluarga )  sebanyak 170 orang, tinggal di pondok pesanten 51 orang dhuafa
( laki laki = 15 orang dan Wanita 36 orang )  dan yang tinggal di asrama panti asuhan sebanyak 158 orang ( laki laki = 69 orang dan Wanita = 89 orang), Yatim Piatu 107 anak ( laki laki = 49 orang  dan Wanita 58 orang ) .  Dengan tingkat pendidikan  SD sederajat   21 orang, Madrasah Tsanawiyah 167 orang, Madrasah Aliyah sebanyak 191 orang dengan jumlah pengurus seluruhnya  sebanyak 39 orang. Dan anak yang  Sekolah Dasar sebanyak 4 orang, MTs = 73 orang ( setingkat SLTP) dan MA = 81 orang ( setingkat SMA).

2. LEMBAGA INFORMAL.
Kegiatan yang di laksanakan  lembaga informal ini yaitu : Bidang Da’wah Islamiyah sebagai wadah menuntut ilmu agama dengan program unggulan terpadu bidang study ekstra kurikuler yaitu : Tahfizhul Qur’an  Walhadis, Tilawatil Qur’an , Kitab Kuning, Bahasa Arab / Bahasa Asing dan bahasa sasak halus, Tamrinul Mukhodarah ( Latihan Berpidato) . Kriteria Santriawan dan Santriwati pondok pesantren adalah umur 12 tahun sampai umur 18 tahun ( Tamatan SD atau tamatan SMP/MTs) diwajibkan tinggal di Pondok.
3. Lembaga Formal , yaitu :
Madrasah Tsanawiah  dan Madrasah Aliyah.

Kondisi Pondok Pesantren yang sangat memprihatikan. Dimana anak anak tidur di lantai beralaskan tikar. Biaya hidup semua  anak anak yang di tampung di pondok pesantren adalah gratis  baik pemondokan dan pendidikan Madrasah Tsanawiah, Madrasah Aliyyah. Sumber dana oprasional selama ini di peroleh dari beberapa donatur yang secara suka rela menyisihkan rezki nya utk yayasan ini. Selain itu juga mendapatkan bantuan dari Darmais  yang dipetoleh 1 kali setahun.
Alhamdulillah  #Sedekah Rombongan dapat membantu Yayasan NURUSSALAMAH sebesar Rp.10.000.000,00;
Semoga bantuan yang di berikan oleh Sedekah Rombongan pada Yayasan ini merupakan ibadah yang kelak mendapat balasan kebaikan dari Alloh swt. Aamiin

Tanggal survey :  8 Juni  2016.
Bantuan: 10.000.000
Kurir : Panca Yuniati NTB & Saptuari

Bantuan tunai untuk operasional pesantren

Bantuan tunai untuk operasional pesantren

————-
ALI THOIB (38 th, Kanker Tulang Tangan) alamat Jl.Bintaran Tengah No 2 Wirogunan Mergangsan Kodya Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Saudara Ali Thoib putra dari pasangan Alm.Bapak Achmad dan Ibu Syachroni Nasution (76th) yang berprofesi mengurus rumah tangga. Berawal Mas Ali Thoib jatuh terpeleset disekitar kediamannya dianggap biasa saja setelah dibawa ke pengobatan tradisional pijat namun rasa nyeri tak kunjung sembuh. Oleh pihak keluarga diperiksakan ke RSU Arifin Ahmad di RIAU dari diagnosa tim medis terdapat tumor pada tulang tangan kiri. Pada pemeriksaan bulan April 2015 diagnosa kanker tulang stadium 3. Pada bulan September 2015 awal #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Mas Ali Thoib saat itu mempunyai kendala masalah membiayai pengobatan serta masalah beban biaya hidup saat menjalani pengobatan di Jogja. Saat ini Mas Ali Thoib menjalani pengobatan di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan amanah titipan #Sedekahollics guna meringankan beban hidup serta derita beliau selama menjalani pengobatan di RSUP Dr Sarjito
senilai Rp 1.000.000 ( Satu Juta Rupiah )

Jumlah: Rp 1.000.000
Tgl: 19 Mei 2016
Via: @Saptuari @faisal_gudeg @KedunkUSSIL

Pak ali menderita Kanker Tulang Tangan

Pak ali menderita Kanker Tulang Tangan


Nur Salam (52 th sakit tulang retak karena kecelakaan lalu lintas) adalah anak dari pasangan alm bapak Achmad, yang sudah meninggal dunia 13 tahun yang lalu, dengan ibu Syahroni (76 th) berorofesi sebagai ibu rumah tangga, tetapi saat ini tidak bisa bekerja karena menderita sakit pengapuran tulang dan gula yang tinggi, Keluarga ini tercatat sesuai Kartu Tanda Pedududuk beralamat di kampung padurenan, kelurahan jatiasih,kecamatan jatiluhur,Bekas Barat. Selama pengobatan di Yogyakarta berpindah-pindah kost, saat ini kost di Wonorejo, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,Keluarga ini sudah tidak punya rumah, kalau Pulang kampung Pulang ke Kalimantan Tengah, tempat saudaranya.Tahun 2011 Nur Syham mengalami kecelakaan ditabrak sepeda motor di daerah Pondok Kopi Jakarta Timur, namun penabraknya melarikan diri. Akibat kecelakaan tersebut Nur Syham mengalami retak tulang pinggang. Selama ini hanya diperiksakan ke alternatif dan diurut namun sampai saat ini masih sering terasa sakit. Ada rencana mau dibawa kerumah sakit namun terkendala biasa, karena keluarga ini ada empat anggota keluarganya yang menderita sakit. Selain itu Nur Syham juga menderita keterbelakangan minta. Alhamdulilah #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Nur Syham untuk menyampaikan santunan titipan dari #Sedekah Hollics.

Santunan Rp.  1.500.000,-
Tanggal Penyampaian: 20 Juli 2016
Via Kurir:@Saptuari Sugiharto @faisal_gudeg @JemiRikab

Pak nur salam menderita sakit tulang retak karena kecelakaan lalu lintas

Pak nur salam menderita sakit tulang retak karena kecelakaan lalu lintas


ALI THOIB (38 th, Kanker Tulang Tangan) alamat Jl.Bintaran Tengah No 2 Wirogunan Mergangsan Kodya Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Saudara Ali Thoib putra dari pasangan Alm.Bapak Achmad dan Ibu Syachroni Nasution (76th) yang berprofesi mengurus rumah tangga. Berawal Mas Ali Thoib jatuh terpeleset disekitar kediamannya dianggap biasa saja setelah dibawa ke pengobatan tradisional pijat namun rasa nyeri tak kunjung sembuh. Oleh pihak keluarga diperiksakan ke RSU Arifin Ahmad di RIAU dari diagnosa tim medis terdapat tumor pada tulang tangan kiri. Pada pemeriksaan bulan April 2015 diagnosa kanker tulang stadium 3. Pada bulan September 2015 awal #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Mas Ali Thoib saat itu mempunyai kendala masalah membiayai pengobatan serta masalah beban biaya hidup saat menjalani pengobatan di Jogja. Usai dibantu oleh #SedekahRombongan beberapa kali, keluarga Ali Thoib memutuskan berobat ke Kalimantan. Ketika di Pelabuhan Surabaya, tim SR kembali menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan. Semoga bantuan ini meringankan beban mereka

Jumlah: Rp 3.000.000
Tgl: 4 Agustus 2016
Via: @Saptuari tim #SedekahRombongan Surabaya

Pak ali menderita Kanker Tulang Tangan

Pak ali menderita Kanker Tulang Tangan


Tri Hartanto (28 tahun) alamat di Bantulan 8/4 Sidoarum Godean Sleman, sejak kecil memiliki kelainan secara fisik jenis cerebral palsi (CP), sehingga mengalami kesulitan gerak kaki. Dalam kondisi yang terbatas Tri sangat sulit melakukan aktivitas. Kehadiran kawan-kawan difabel lainnya dengan kordinator Triyono mengajaknya bergabung menjadi driver Difa Ojek, layanan antar jemput yang semua drivernya difabel. Motor yang sudah dimiliki dimofikasi. Semoga bantuan dari #SedekahRombongan ini meringankan beban Tri Hartanto dan mencari nafkah bersama kawan-kawannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.500.000
Tanggal: 23 Juli 2016
Kurir: @Saptuari & Triyono

Tri menderita cerebral palsi

Tri menderita cerebral palsi


Bangun mustofa (28 tahun), Alamat: Jambidan kidul 04 Jambidan Banguntapan, sehari-hari bekerja sebagai Security di BLH Jogja, mengalami kecelakaan tunggal ketika berangkat kerja naik motor dalam kondisi hujan deras. Kondisi retak tulang panggul, dan harus dilakukan operasi di rumah sakit Betesda Jogja. Perkiraan harus menginap di Rumah Sakit selama 1 bulan, karena harus proses penyembuhan posisi tulangnya. Kondisi makin berat karena istrinya sedang hamil 4 bulan, sehingga tidak dapat bekerja. #SedekahRombongan hadir memberikan santunan sebesar 3 juta untuk meringankan beban sakitnya. Dan dimudahkan semua urusannya oleh ALLAH.

Jumlah Bantuan: 3.000.000
Tanggal: 1 Agustus 2016
Kurir: @Saptuari

Pak bangun menderita retak tulang panggul

Pak bangun menderita retak tulang panggul


Kismadi (56 tahun) alamat Jetak 06/29 Sendangtirto Berbah Sleman Yogyakarta. Sudah setahun terakhir sakit komplikasi sehingga hanya bisa tiduran dan semua aktivitas dari tempat tidur. Beliau bekerja sebagai kuli bangunan ketika sehat dulu, sudah seminggu dirawat intensif di RS Betesda Jogja, belum ada perkembangan yang signifikan. Istri pak Kismadi bekerja membuat makanan kecil dan dititipkan di angkringan. Semoga bantuan dari #SedekahRombongan bisa meringankan beban mereka sekeluarga.

Jumlah Bantuan: 3.000.000
Tanggal: 1 Agustus 2016
Kurir: @Saptuari

Pak kismadi menderita sakit komplikasi

Pak kismadi menderita sakit komplikasi


YAYASAN MUHAMMAD AL FATEH (Bantuan Tunai). Alamat : Jl. Teluk Mata Ikan, Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Yayasan Muhammad Al Fateh berdiri pada tahun 2001. Awalnya yayasan ini hanya berupa pesantren tempat melakukan aktivitas belajar agama islam, kemudian berkembang menampung anak yatim dan orang jompo. Pada tahun 2003 yayasan ini mulai fokus menerima orang-orang dengan gangguan kejiwaan. Semua kegiatan dilakukan dari dana pribadi pemilik dan para donatur. Tidak banyak orang yang dirawat di awal tahun yayasan ini mulai merehabilitasi orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Hanya beberapa orang yang ditempatkan di 3 kamar dilengkapi kerangkeng yang posisinya persis di bawah kantor. Lalu setelah informasi menyebar, orang-orang dari berbagai penjuru Batam mulai berdatangan. Tidak hanya dari Batam dan Kepulauan Riau saja, tapi juga dari berbagai provinsi di Indonesia. Kini pada tahun 2016 sudah lebih dari 100 orang yang ditampung oleh yayasan ini. Jumlah kamar yang tadinya berjumlah tiga kini sudah bertambah menjadi 50 kamar lengkap dengan pintu teralisnya. Sebanyak 43 kamar diperuntukkan pasien laki-laki, dan sisanya untuk wanita. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan untuk keperluan konsumsi para pasien.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman @ririn_restu

Bantuan tunai

Bantuan tunai


MTSR SOLO RAYA (MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN) AD 1998 SR Kendaraan bermotif batik yang difungsikan sebagai ambulance untuk mengantar -jemput dhuafa sakit, menyampaikan santunan, mensurvey sasaran ini biasa disebut dengan MTSR.  Dengan nomor hotline 0815-8911-911, selama hampir 1,5 tahun MTSR telah banyak bergerak. Perawatan secara berkala pun terus dilakukan demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Bulan APRIL ini, biaya operasional MTSR telah tersampaikan dengan dengan jarak tempuh 4.395km
yang digunakan untuk:
Biaya Operasional: Rp. 4.650.000,-
Keamanan: Rp. 200.000,-
Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 847. Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 4.850.000,-
Tanggal: 21 Juni 2016
Kurir: @Mawan  @aisyahnka @hendra @ciciii

Bantuan operasional

Bantuan operasional


GUSRIWATI BINTI DINAR (44, Katarak). Alamat : Taman Jaya Asri Blok J2 No. 9, Kelurahan Bulian, Kecamatan Batu Aji, Batam. Wanita yang biasa dipanggil Bu Wati ini menderita katarak. Sakitnya bermula pada tahun 2014, mata sebelah kiri Bu Wati jika terkena cahaya terasa sakit. Kondisi tersebut ia hiraukan dan sejak diperiksa pada Desember 2015 barulah diketahui ia menderita katarak. Dokter menyarankan untuk segera dioperasi. Namun Bu Wati menghadapi kendala dimana ia tidak memiliki uang dan BPJS. Selama belum dioperasi Bu Wati hanya menggunakan obat tetes mata. Alhamdulillah ia dapat dioperasi pada 18 April 2016. Suaminya, Pak Nurdin (45) sehari – harinya bekerja sebagai guru mengaji sedangkan Bu Wati berjualan kue yang biasa ia titipkan di kantin pabrik. Kondisi sekarang Bu Wati mulai merasakan mata sebelah kanannya seperti ada gangguan. Dokter menyarankan untuk menggunakan kaca mata khusus yang harganya jutaan namun ia terkendala biaya. Bantuan awal diberikan untuk membeli kacamata khusus yang disarankan dokter.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2016
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman @ririn_restu

Bu gusri menderita Katarak

Bu gusri menderita Katarak


LUTFI BERLIANA (7 tahun, Tuna Wicara dan Kelainan Syaraf Tulang) Alamat : Desa Teguhan RT 4 RW 3, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karang Malang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, adalah seorang anak penyandang Tuna Wicara yang sejak lahir menderita kelainan pada Syaraf Tulangnya, sehingga tidak bisa  berjalan seperti teman ataupun manusia normal lainnya. Ayahnya Suroto (48 tahun) adalah penarik becak yang kerja serabutan dengan penghasilan Rp. 500.000 – Rp.600.000 perbulannya. Sedangkan Ibunya Yanti (36 tahun) ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi yang kekurangan tidak memungkinkan Lutfi berobat secara rutin serta membeli kursi roda. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah dipertemukan dengan Lutfi dan orang tuanya, kemudian menyampaikan titipan dari #sedekaholics untuk pembelian kursi roda guna membantu meringankan biaya hidup Lutfi dan kedua orang tuanya. Lutfi dan kedua orang tuanya, menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Semoga amal kebaikan #Sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan diterima Alloh. Aamiin

Jumlah Bantuan :  Rp 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juni 2016
Kurir : @Mawan @Aisyahnka @Warihhandoyo

Luthfi menderitaTuna Wicara dan Kelainan Syaraf Tulang

Luthfi menderitaTuna Wicara dan Kelainan Syaraf Tulang


ERVAN NUR HASAN (8, Lemah Tulang Belakang & Penyempitan Zat Gizi) Beralamat di Desa Bagan RT 3 RW 1, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Dik Ervan merupakan seorang siswa di SLBN Sragen. Sejak lahir kondisi tulang belakangnya sudah lemah dan mengalami penyempitan gizi, yang menyebabkan kedua kakinya tidaj kuat untuk menopang berat tubuh serta berjalan. Ayahnya,  Bapak Sumardi (45) bekerja sebagai penjual angkringan dengan penghasilan Rp. 600.000,-/bulan, sementara ibunya Surati (38) adalah ibu rumah tangga. Dengan keterbatasan ekonomi, Dik Ervan tidak dapat melakukan pengobatan rutin serta tak mampu untuk memiliki kursi roda yang mampu menunjang aktivitasnya. Selama ini ia hanya menjalani pengobatan tradisional berupa pijat di daerah Gendok, Sragen. Alhamdulillah kurir #sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Ervan kemudian menyampaikan santunan berupa kursi roda untuk memudahkan aktivitas Dik Ervan. Keluarga menyampaikan terimakasih, semoga amal #sedekaholics diterima. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 18 Juli 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka @warihhandoyo

Ervan menderita Lemah Tulang Belakang & Penyempitan Zat Gizi

Ervan menderita Lemah Tulang Belakang & Penyempitan Zat Gizi


SUNARSIH TAMPIR (65, Dhuafa) Bertempat tinggal di Desa Tampir RT 6 RW 3 Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Mbok Narsih adalah seorang janda penyandang tuna rungu yang memiliki 1 orang anak. Suami beliau sudah lama meninggal yang menyebabkan beliau menjadi tulang punggung keluarga. Sekarang Mbok Narsih tinggal bersama cucu beliau yang bernama Fadila berumur 3 tahun yang mengalami keterbelakangan mental. Putri beliau meninggalkan rumah setelah melahirkan Fadila. Setiap hari, Mbok Narsih dan cucu makan dari belas kasihan tetangga dan orang sekitar, karena jasanya sebagai tukang pijit panggilan sebagai satu-satunya penghasilan sudah jarang sekali digunakan oleh orang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mbok Narsih kemudian menyampaikan bantuan dari #Sedekaholics kepada Mbok Narsih untuk biaya kebutuhan harian. Mbok Narsih sangat berterima kasih atas kebaikan #sedekaholics semua. Semoga amal kebaikan selalu di terima oleh Alloh. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 21 Juli 2016
Kurir : @Mawan @aisyahnka @arifagungnugroho

ibu sunarsih seorang Dhuafa

ibu sunarsih seorang Dhuafa


AMENIA BINTI KARSUN (46 Tahun, Sinus Ohrenicocostali). Alamat: Dusun Buncitan RT 10 RW 5, Desa Kampung Baru, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Januari 2014 lalu beliau merasakan keanehan pada tenggorokannya, sakit yg tidak seperti biasa dirasakan dan setelah beberapa kali diperiksakan hasilnya sama saja sehingga dari Puskesmas beliau dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Singkat cerita, sesuai hasil laboratorium diketahui ada kelainan di tenggorokan bu Amenia yang disebut Sinus Ohrenicocostali dan beliau dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Setelah dilakukan tes beberapa kali, ibu satu orang anak ini diharuskan untuk melakuakan kemoterapi. Kemoterapi sudah dilakukan berkali-kali dan singkat cerita terpaksa berhenti karena tidak adanya biaya untuk berobat, utamanya untuk biaya transportasi. Bu Amenia adalah ibu rumah tangga biasa, sedangkan sang suami, pak Banjir (50) seorang kuli angkut air. Selama 2014 -2015 sakit ini hanya diobati dengan sabar & doa, dan alhamdulillah sembuh sementara waktu ini. Sekitar Januari 2016, muncul benjolan disebelah kiri leher, tapi belum pernah diperiksakan sama sekali karena ketebatasan biaya. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan pada Februari 2016 mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Amenia. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu beliau. Saat ini bu Amenia melakukan kembali melakukan kemoterapi. Santunan telah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 855, keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Amenia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 03 Mei 2016
Kurir                   : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Amenia menderita Sinus Ohrenicocostali

Amenia menderita Sinus Ohrenicocostali


ERISKA DWI NOFITRI (11 Tahun, Kanker Ginjal). Alamat: Dusun Sugian RT 03, RW 02, Desa Sukorejo, Kec. Parengan, Kab. Tuban, Jawa Timur. Riska biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, pada bulan 10 tahun 2013 mengalami demam tinggi dan perutnya mulai mengeras. Orang tua Riska membawa ke dokter praktek yang kemudian di rujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di Bojonegoro. Setelah menjalani berbagai macam rangkaian pemeriksaan, Riska terdiagnosis mengidap penyakit tumor yang menempel pada ginjal sebelah kiri. Kemudian setelah 7 hari di rumah sakit, Riska menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri dengan biaya mandiri. Pada februari 2014 kondisinya kembali menurun. Berbekal kartu jamkesnas, keluarga membawanya ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Dokter mendiagnosis adanya bekas tumor yang berkembang menjadi kanker pada saluran ginjal kanan. Dokter tidak berani melakukan operasi karena ginjal kiri Riska sudah diangkat dan hanya sisa ginjal sebelah kanan. Oleh karena itu tindakan yang dilakukan adalah kemoterapi dan penyinaran. Saat itu pihak keluarga mengeluhkan tentang banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan, ongkos transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami #SedekahRombongan dipertemukan dengan Riska. Setelah melalui survey, Riska resmi menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Saat ini Riska melakukan kontrol rutin sebulan sekali. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 809, 832 & 866. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Riska masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Riska bisa segera diobati dan Riska bisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 13 Mei 2016
Kurir                   : @wahyu_CSD @RathyaJelita @Martinomongi

Eriska menderita Kanker Ginjal

Eriska menderita Kanker Ginjal


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas 2 sekolah menengah pertama di Pare, Kediri. Ia putra pertama dari 2 bersaudara dari pasangan Bapak Heru Widodo (42) yang bekerja sebagai pedagang asongan dan Ibu Winarti (40) seorang ibu rumah tangga yang juga membantu suaminya berdagang. Awalnya pada september 2015 Bima sering mengeluh cepat capek, merasa lemas yang menyebabkan ia sering demam, setelah itu orang tuanya memeriksakan Bima ke puskesmas. Awal november Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang yang membuat orang tuanya panik, sehingga Bima langsung diperiksakan ke rumah sakit Amelia di Pare, Kediri. Sempat opname beberapa hari, akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya, bahkan KTP ibunya sempat ditahan sebagai jaminan oleh pihak rumah sakit karena belum bisa melunasi kekurangan biaya sebesar 3 juta. Alhamdulillah Bima dipertemukan dengan #SedekahRombongan, dan saat itu juga kurir #SedekahRombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya terbilang lancar. Sampai januari 2016 Bima sudah menjalani 6 kali kemoterapi, dan pada bulan ini melakukan sekali kemoterapi lagi. Santunan sudah diberikan dan sebelumya tercatat pada rombongan 808, 809, 832, 850 dan 862. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan. Juga mari bersama-sama kita berdoa semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan          : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 19 Mei 2016
Kurir                   : @wahyu_CSD @dinininutz  @Martinomongi

Bima menderita Kelainan Ginjal

Bima menderita Kelainan Ginjal


MUNAWIR BIN WASIMIN (45, Glukoma). Alamat: Dsn. Wringin Tengah RT02/RW06 Kel. Wringin, Kec. Wringin, Kab.  Bondowoso, Jawa Timur. Sama seperti pasien #SRSurabaya yang lain, Pak Munawir datang ke Surabaya untuk melanjutkan pengobatan penyakit glukoma yang dideritanya. Saat pertama kali datang kondisi mata Pak Munawir sudah cukup parah, kedua matanya tidak lagi bisa melihat. Pak Munawir adalah salah satu pasien #SR Surabaya yang progress pengobatannya cepat dan unpredictable. Saat pertama kalinya kontrol, Pak Munawir masuk ke poli mata, dan pada hari itu juga beliau langsung opname dan dijadwalkan operasi pembersihan mata sebelah kanan keesokan harinya. Sampai disini kami masih merasa biasa saja. Operasi berjalan lancar dan beliau diperbolehkan untuk pulang. Serangkaian proses tersebut dilalui Pak Munawir hanya dalam empat hari dan beliau kembali ke rumah singgah #SRSurabaya. Selama di rumah singgah, tidak sengaja kami melihat kegiatan keseharian mereka dan kami tertarik untuk mengamatinya. Ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka berdua  tinggalkan,  meskipun Pak Munawir sendiri belum bisa melihat. Setelah sholat dilanjutkan dengan mengaji, istri beliau yang mengaji dan beliau menyimak dan mendengarkan di sebelahnya. Saat menjelang siang, sholat dhuha pun menjadi santapan keduanya. Hingga saat tengah malam tiba, sholat tahajud menjadi bunga mimpi mereka. MashaAllah..! setelah kontrol pasca operasi yang kedua mereka kembali ke poli mata, dengan keadaan Pak Munawir yang belum bisa melihat. Dan dihari itu juga mereka mendapat keputusan bahwa jika Pak Munawir ingin bisa melihat kembali, beliau harus melakukan cangkok mata, sedangkan biasanya donor mata sangat sulit untuk didapat. Dengan perasaan pesimis akhirnya beliau dan istri memutuskan untuk pulang ke Bondowoso. Mereka pun diantarkan oleh kami sampai terminal bus Bungurasih Surabaya, dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bus. Baru menginjakkan kaki di rumah, tiba-tiba mereka mendapatkan kabar bahwa ada pendonor mata untuk Pak Munawir, dan beliau harus segera kembali ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk opname dan operasi keesokan harinya. Pada hari itu juga Pak Munawir dan istri berangkat kembali ke Surabaya. Masuk ke rumah sakit dan menjalani operasi cangkok mata, alhamdulillah operasi berjalan lancar dan sukses. Tiga hari setelah operasi, saat pertama kali uji coba mata , Pak Munawir bisa kembali melihat kecantikan istrinya. Alhamdulillah.. walaupun harus membayar biaya alat sebesar Rp. 4.000.000,- tetapi setelah kami berusaha melakukan negosiasi ahirnya mendapatkan harga Rp. 2.500.000,-. Namun setelah itu Pak Munawir harus tetap melakukan kontrol secara rutin. Saat ini kondisi mata sebelah kiri beliau sudah normal kembali, tapi masi perlu dilakukan pengobatan, namun kondisi mata kanan beliau masih belum bisa melihat. Pak Munawir masih menunggu datangnya dermawan yang mau mendonorkan matanya, untuk mata kanan beliau. Saat ini Pak Munawir masih rajin untuk datang ke Surabaya untuk melakukan kontrol rutin 2 minggu sekali. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 780, 791, 809, 832 dan 866. Pak Munawir mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 16 Mei 2016
Kurir                   :  @wahyu_CSD @Martinomongi

Pak munawir menderita Glukoma

Pak munawir menderita Glukoma


NUR AINIYAH (1 Tahun, Megacolon Cogenital Latisis) Alamat: Desa Solokuro, Kabupaten lamongan, Jawa Timur. Dek Nur Ainiyah adalah seorang bayi yang lahir dari rahim ibu Atin istri dari bapak Saiful yang bekerja sebagai kuli/serabutan. Tingkahnya yang lucu dan wajahnya yang cantik membuat semua orang mudah suka padanya. Bayi ini selalu riang dengan senyuman manisnya. Namun semua itu seakan akan hilang dari wajah dek Nur semenjak ia divonis menderita cogenital lalitis oleh dokter pada usia 10 bulan. Awalnya dek Nur mengalami panas tinggi selama 2 minggu, perut kembung tidak bisa BAB lalu pada akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa dek Nur ke RSUD Lamongan. Karena tidak ada perkembangan yang baik terhadapn penyakitnya akhirnya dek Nur dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Ketika mendapatkan penanganan berupa infus, ternyata dek Nur mengalami infeksi di tangan kanannya yang membengkak. Bukan hanya itu, kendala yang dihadapi oleh keluarga selama di iktiar di rumah sakit adalah biaya tempat tinggal yang begitu mahal sehingga memaksa keluarga untuk tidur dilantai rumah sakit sehari harinya. Alhamdulillah kami Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dek Nur Ainiyah dan mendapat kesempatan untuk sedikit membantu proses ikhtiar mencari kesembuhan pengobatan dek Nur. Santunan telah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 867. Keluarga dek Nur Ainiyah merasa sangat terbantu dan juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekahholic melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 13 Mei 2016
Kurir                   : @wahyu_CSD @Martinomong dan Aam

Nur menderita Megacolon Cogenital Latisis

Nur menderita Megacolon Cogenital Latisis


SARNO BIN SETRO GIMUN (45 Tahun, Prostat). Alamat: Desa Karangrejo RT 21 RW 09, Kec. Kawedanan, Kab. Magetan, Jawa Timur. Pak Sarno telah menderita prostat sejak lima tahun yang lalu. Beliau tinggal bersama bapak, istri dan seorang anaknya. Bapaknya bernama Setro Gimun berumur 72 tahun yang sudah tidak bisa bekerja. Istri Pak Sarno bekerja sebagai penjual jamu yang penghasilan perbulannya sekitar Rp.600.000,- tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Pak Sarno. Pada tahun 2010 lalu Pak Sarno mengalami gangguan saluran kencing dan divonis terkena prostat. Pak Sarno sudah berusaha berobat ke rumah sakit dengan biaya umum. Sudah beberapa kali berobat namun belum mendapatkan hasil yang baik. Karena keterbasan biaya akhirnya pengobatanpun berhenti. Akhirnya lama kelamaan muncul benjolan di buah zakarnya. Benjolan tersebut mengeluarkan nanah dan semakin membesar bila Pak Sarno kelelahan yang menyebabkan beliau tidak bisa bekerja sampai sekarang. Benjolan itu mengakibatkan Pak Sarno tidak bisa buang air kecil dan harus memakai kateter atau alat bantu buang air kecil. Bahkan bila benjolan itu kambuh, Pak Sarno tidak bisa berjalan. Bila kambuh, keluarga hanya bisa memberikan pengobatan ke dokter umum terdekat saja karena keterbatasan dana. Sekarang Pak Sarno telah memiliki BPJS dan ingin berobat ke rumah sakit kembali. Namun karena kondisinya yang terbatas Pak Sarno masih kesulitan untuk berobat. Alhamdulillah Pak Sarno dipertemukan dengan #SedekahRombongan berdasarkan informasi dari saudara salah satu kurir #SedekahRombongan. Setelah selama 5 bulan berobat di RSUD Soedono Madiun dalam dampingan #SedekahRombongan, Pak Sarno dirujuk dokter untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Rencana besarnya Pak Sarno akan melakukan operasi, namun saat ini tim dokter masih mengumpulkan data dan melihat perkembangan kondisi Pak Sarno dengan kontrol rutin 2 minggu sekali. Pak Sarno menyatakan bahwa semenjak berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, mulai ada perkembangan kondisi yang semakin baik. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 780, 808, 809, 831, 850 dan 866. Keluarga pak Sarno mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 26 Mei 2016
Kurir                   :  @wahyu_CSD  @martinomongi dan Ellif

Pak sarno menderita Prostat

Pak sarno menderita Prostat


SUCI RAMADANI (3 Tahun, Kelumpuhan Saraf Otak). Alamat: Dukuh Kupang Barat 1 buntu 3 blok II no 58 Surabaya. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRSurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannyapun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di RS William Booth, Surabaya. Terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 791, 809, 831 dan 866. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin..

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000,-
Tanggal                 : 24 Mei 2016
Kurir                   :   @wahyu_CSD @RathyaJelita @dinininutz

Suci menderita Kelumpuhan Saraf Otak

Suci menderita Kelumpuhan Saraf Otak


ZAHRA AMIRA (2 tahun, Kelainan Jantung). Alamat: Dusun Krajan RT 11 RW 03, Desa Tambakrejo, Kec.Tongas, Kab. Probolinggo, Jawa Timur. Dik Zahra begitu ia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Gejala awal yang dialami Dik Zahra adalah wajahnya pucat disertai demam. Kemudian Dik Zahra diperiksakan ke Puskesmas setempat, lalu berlanjut diperiksakan ke salah satu rumah sakit di Probolinggo. Kondisinya berangsur membaik dan dinyatakan sembuh karena hanya terkena sakit demam biasa. Namun sekitar april 2015 kembali terulang, keadaan tersebut membuat orang tuanya panik dan Dik Zahra kembali diperiksakan ke rumah sakit di Probolinggo. Dokter menyatakan ada kelainan pada jantung Dik Zahra, dan dokter langsung memberikan rujukan untuk berobat di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Zahra sempat menunda proses pengobatan ke Surabaya. Alhamdulillah melalui info penduduk sekitar, bertemulah Dik Zahra dengan kurir #SedekahRombongan Probolinggo. Informasi tersebut langsung disalurkan ke kurir #SedekahRombongan Surabaya dan Dik Zahra langsung diantar ke Surabaya untuk melanjutkan proses pengobatan. Menjadi pasien dampingan sejak mei 2015, alhamdulillah saat ini kondisi Dik Zahra semakin membaik. Ikhtiar yang dilakukan adalah  kontrol rutin sebulan 1 – 2 kali di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Santunan telah diberikan dan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 810, 812 dan 866. Orang tua Dik Zahra mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholic, berkat bantuannya sampai saat ini Dik Zahra masih bisa berikhtiar untuk mencari kesembuhan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat & Kasih Sayang-Nya untuk kita semua yang mempunyai niat ikhlas membantu sesama. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2016
Kurir :  @wahyu_CSD  @martinomongi dan Gita

Zahra menderita Kelainan Jantung

Zahra menderita Kelainan Jantung


NJOO SWIE FOEN (61 Tahun, Kanker Payudara). Alamat:  Jl. Syamanhudi no 35, Jember, Jawa Timur. Ibu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya adalah salah satu pasien #SedekahRombongan yang telah meninggal dunia. Beliau tinggal seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya. Sakitnya berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa Bu Gio menderita kanker payudara stadium 3. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan Bu Gio  membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan Bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Pada saat kemoterapi dan sinar radiotherapy, Bu Gio sudah dalam dampingan #SedekahRombongan. Semua proses kemoterapi dan sinar sudah selesai, namun saat ini muncul lagi benjolan yang semakin membesar di punggung beliau dan masih dalam tahap diagnosis. Bantuan sudah disampaikan ke Bu Gio untuk biaya berobat & transportasi dari Jember ke Surabaya. Bantuan sebelumnya sudah masuk di rombongan 780, 791, 809, 832, 850 dan 866. Saat ini Bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2016
Kurir :   @wahyu_CSD  @martinomongi

Njoo menderita Kanker Payudara

Njoo menderita Kanker Payudara


SANTUNAN ANAK YATIM, PIYATU, & DHUAFA (Bantuan untuk alat tulis dan sekolah) Alamat: dusun Jembangan, Sudimoro Kec tulung Kabupaten klaten. Merupakan bantuan untuk santunan anak yatim piyatu dan dhuafa yang nanti nya untuk pembelian alat tulis dan sekolah di usia belajar tingkat SD. Tim sedekah rombongan menerima informasi bahwa ada beberapa anak yatim piyatu dan kurang mampu/duafa yang membutuhkan alat tulis dan sekolah di daerah tersebut. Santunan di berikan bersamaan dengan acara buka bersama dan pengajian menjelang buka.  Semangat adek adek ini  begitu tinggi untuk bisa belajar mengajar di sekolahan selayak nya anak yang lain. Namun ada beberapa kendala yang membuat mereka merasa minder dengan anak didik yang lain karena keadaan yg kurang mampu, Bantuan pun diberikan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar yang layak sekaligus penyemangat buat mereka (anak yatim piyatu&dhuafa)
Semoga santunan yang di berikan bermanfaat bagi adek adek kita ini, dan menjadi amal kebaikan bagi para #sedekaholic.

Jumlah santunan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 1 july 2016
Kurir: @dhe_mang @agung

Bantuan untuk alat tulis dan sekolah

Bantuan untuk alat tulis dan sekolah


MTSR SURABAYA (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Mobil Daihatsu Luxio Type D 2012 dengan Nomor Polisi W 894 PV adalah mobil ambulance operasional #SedekahRombongan wilayah Surabaya dan Sekitarnya. Untuk menjaga kelancaran mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Surabaya, menuntut adanya performa mobil ambulance yang baik. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area Surabaya dan sekitarnya untuk transportasi dari/ke RSSR, maupun dari/ke luar kota untuk menjemput/mengantar pasien dari/ke kampung halaman. Selama mei 2016 ini, MTSR mengeluarkan biaya meliputi biaya pembelian bahan bakar, biaya operasional yang meliputi gaji sopir, biaya servis, tune up, ganti oli, juga pembelian drag bar. Bantuan dari sedekahholic sangat membantu kinerja kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan para pasien. Bantuan untuk MTSR sebelum ini tercatat di rombongan 780, 811, 831, 844 dan 862. Semoga bantuan dari sedekahholic dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan pahalanya dilipatgandakan oleh Tuhan YME. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 5.282.310,-
Tanggal : 31 Mei 2016
Kurir :  @wahyu_CSD @MasKhus1027 @Martinomongi dan Aam

Bantuan operasional

Bantuan operasional


RSSR SURABAYA (Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya). Alamat: Jl. Semampir Selatan Gang 2A, No. 61, Surabaya. RSSR Surabaya merupakan rumah yang digunakan sebagai tempat pasien dampingan untuk singgah sementara selama mereka berikhtiar menjemput kesembuhan di Surabaya. Hadirnya RSSR memudahkan para pasien yang tinggal jauh dari rumah sakit tempat mereka berobat dan harus menjalani rawat jalan. Sehingga dengan tinggal di RSSR mereka tidak perlu bolak-balik melakukan perjalanan untuk kontrol. Karenanya, RSSR terus dikontrol dan dirawat oleh para kurir maupun pasien. Kurir #SedekahRombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang digunakan di RSSR, meliputi Konsumsi, Medikasi,  pembayaran BPJS pasien dan biaya operasional. Santunan dari sedekahholic sangat membantu kinerja kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Selama 2016 ini laporan RSSR telah tercatat pada rombongan 811, 831, 844 dan 862. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari sedekahholic dan semoga sedekah yang sedekahholic berikan dapat menjadi ladang amal diakhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan :  Rp. 5.336.000,-
Tanggal     : 31 Mei 2016
Kurir          : @wahyu_CSD  @SantiDwi Gita dan Iin

Bantuan operasional

Bantuan operasional


SITI NUR AINI ( 16 tahun , Celebralpalsy). Ber Alamat Dusun Klampang RT 001 RW 003, Desa Cumpedak, Kecamatan SumberJambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Siti Nur Aini Tinggal Bersama Bapak Alim dari pasangan Ibu Ira yang berprofesi Ibu rumah tangga. Dan Bapak Alim yang berprofesi sebagai buruh tani di kampungnya. Adek siti mengalami Celebralpalsy Sejak Umur 5 Tahun yang lalu . Adek Siti ini pernah di rujuk ke rumah sakit dr.soebandi oleh keluarganya saat umur 6 Tahun. Pihak keluarga pun tidak melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit, karena keterbatasan biayanya di rumah sakit dan adek siti tidak ada perkembangan. Dan samapai ini adek Siti  pun tidak ada perkembangan , Tim Sedekah Rombongan berlisahturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics untuk membantu kebutuhan Hidup sehari-hari.

Semoga sedekah para sedekaholic dalam membantu Adik Siti Nur Aini menjadi catatan amal baik dan mendapatkan ganti berlipat ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juni 2016
Kurir : @yudhoari

Siti menderita Celebralpalsy

Siti menderita Celebralpalsy


HATTA CHUMAIDI (42, stroke ringan) merupakan sebuah bapak yang tinggal bersama keluarganya di Perum Puskopad Simpang KH Yusuf Blok A12, RT 01/RW 06, Tasikmadu, Lowokwaru, Malang. Istri beliau biasa dipanggil dengan Bu Hatta, dan kini Bapak Hatta dan istrinya tinggal bersama kedua anaknya. Terkena stroke ringan sejak 2 bulan yang lalu, tepatnya sekitar bulan Juni, yang menyebabkan kaki kiri beliau menjadi tidak bisa digerakkan, Padahal kaki kanan sendiri juga sudah pernah patah sehingga tidak dapat dijadikan tumpuan, sehingga untuk berjalan harus menggunakan tongkat. Bapak Hatta sudah dibawa ke Klinik Kimia Farma, dan mendapat obat dari dokter disana, tapi kesembuhan juga belum kunjung dirasakan. Keluarga ini pun mengalami kesulitan dalam kondisi finansial karena Bapak Hatta sebagai kepala keluarga sudah tidak bekerja lagi karena kesulitan dalam berjalan. Tanggungan beliau ialah menghidupi kebutuhan dua anak, dan istri beliau yang sebagai ibu rumah tangga atau di rumah saja sehingga tidak memiliki penghasilan. Ditambah lagi rumah yang saat ini dihuni ialah rumah kontrakan, sehingga harus memikirkan uang untuk membayar sewa tiap tahunnya yang semakin tahun semakin meningkat. Sejauh ini Bapak Hatta telah mencoba menjalani pengobatan tradisional yang menghabiskan dana sebesar Rp 4.000.000 dan masih menghutang untuk dana tersebut. Mengetahui kesulitan keluarga ini, kurir Sedekah Rombongan Malang menyalurkan santunan sebesar  Rp 1.500.000 untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga dengan santunan ini membantu keluarga Bapak Hatta.

Jumlah bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Pak hatta menderita stroke ringan

Pak hatta menderita stroke ringan


JESICA CLAUDIA PUTRI JARTIKA (2 tahun, Leukimia) tinggal di RT 02/RW 02, Dusun Karangayam, Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Pada awalnya diare menyerang Jesica, maka orang tuanya pun memeriksakan untuk cek lab dan ternyata didiagnosa kelebihan sel darah putih sehingga sel darah merah menjadi kekurangan. April 2016 Jesica telah dibawa ke Rumah Sakit Tulungagung, tetapi dirujuk untuk perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang agar lebih optimal. Operasi kecil untuk pemasangan infus telah dilakukan, menunggu kondisi stabil untuk pengambilan sumsum tulang belakang dalam rangka keperluan cek lab. Dadang Sujatmiko dan Wiji Septikasari sebagai orang tua Jesica menyatakan kesulitan dalam biaya rumah sakit dan transportasi menuju Malang, bahkan mereka harus berhutang untuk menyewa ambulan dari Tulungagung menuju Malang saat pemberangkatan dulu. Tim kurir #SedekahRombongan pun bersiap membantu keluarga ini. Sayangnya pada 30 Juli, Jesica memerlukan trombosit 9 kantong, sementara baru tersedia 2 kantong. 9 kantong ini diperlukan dalam 3 hari, jadi setiap hari memerlukan 3 kantong. Dalam beberapa hari, Jesica pun MRS di rumah sakit. 9 Agustus kami mendapatkan berita duka atas wafatnya Jesica. Santunan sebagai wujud belasungkawa kami berikan bersama dengan mengantarkan jenazah Jesica ke rumahnya. Semoga keluarga tetap semangat dan diberi ketabahan meski kehilangan Jesica, aamiin.

Jumlah : Rp 1.850.000
Tanggal : 9 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Jesica menderita Leukimia

Jesica menderita Leukimia


DINA AGUSTINA (37 Tahun, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Sanggrah RT 07 RW 03, Desa Pakandangan Sangra, Kec. Bluto Kab. Sumenep, Jawa Timur. Pertengahan tahun 2013 ketika masih tinggal di Bekasi, hidung Bu Dina terasa mampet semacam pilek. Setelah pindah domisili ke Madura awal tahun 2014, diperiksakan ke dokter spesialis dan beliau di vonis mengidap tumor jinak. Pertengahan tahun 2014 Bu Dina dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan sudah melakukan operasi pada maret 2015. Tindakan yang saat ini dilakukan adalah kemoterapi yang kedua. Kondisi pasien saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Yang dikeluhkan pasien adalah biaya transportasi dari rumah di Sumenep ke RSUD Dr. Soetomo yang mahal, serta biaya kost ketika sedang berada di Surabaya untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Bahkan tidak jarang pasien tidur di teras rumah sakit yang sudah tentu tidak layak dijadikan tempat istirahat. Apalagi untuk jadwal berobat bisa 2 kali dalam satu bulan. Suami bu Dina sebelumnya bekerja sebagai pengajar di yayasan islam di Sumenep tetapi diberhentikan karena sering izin untuk menemani istri berobat ke Surabaya. Saat ini suami beliau bekerja serabutan, terkadang bertani. Pasien tinggal dirumah orang tua suami, bersama bapak dan ibu mertuanya serta seorang anak di Sumenep. Setelah melalui survey, Bu Dina resmi menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Saat ini Bu Dina melakukan kemoterapi yang keempat. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 809, 855 & 866. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Dina masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Mei 2016
Kurir : @wahyu_CSD @ivaninteen & Gita Tamara

Dina menderita Kanker Nasofaring

Dina menderita Kanker Nasofaring


MOH. IMRAN (55 Tahun, Infeksi Saluran Kencing ) Alamat: Jl. Yos Sudarso No. 23B, RT 01 RW 01, Kecamatan Pabian, Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur. Pak Imran biasa ia disapa. sehari-hari bekerja sebagai tukang becak dan buruh panggilan. Beliau menghidupi istri dan 2 orang anak. Awalnya beliau mengeluhkan pandangan yang mulai kabur. Namun belakangan diketahui ternyata pak Imran menderita katarak dan kemudian juga diketahui menderita infeksi saluran kencing karena keluhannya sakit dibagian perut bawah. Beliau pernah melakukan pemeriksaan di Puskesmas dan dokter di Sumenep menggunakan uang pinjaman dari tetangga. Namun sakit yang dirasa tidak kunjung sembuh. Ditengah kebingungan dalam mencari biaya pengobatan dan biaya untuk mecukupi kebutuhan keluarga, kami beruntung dipertemukan dengan pak Imran. Setelah melalui survey, beliau layak mendapat bantuan. Santunan telah diberikan sebesar 500 ribu rupiah dan santunan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 867. Pak Imran dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan para sedekahholic melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2016
Kurir : @wahyu_CSD @ivanineteen

Pak imran menderita Infeksi Saluran Kencing

Pak imran menderita Infeksi Saluran Kencing


EMI YUNIATI (33 Tahun, Kanker Payudara) Alamat: Desa Lemper, Kec Pademawu, Kab.Pamekasan Madura Jawa Timur. Bu Emi adalah seorang janda beranak 2 dan bekerja sebagai guru honorer di MTS Miftahul Qulub Toroan Pamekasan Madura. Bu Emi menjadi tulang punggung keluarga sejak ditinggal cerai dengan suaminya, sekarang bu Emi membiayai hidup 1 orang anak perempuannya dan ibunya. Beliau menderita kanker payudara sejak tahun 2014 lalu. Saat tim #SedekahRombongan bertemu dengan bu Emi, beliau telah menjalani kemoterapi 4 kali di Pamekasan. Biaya kemoterapi saat itu sekitar Rp. 1.700.000 di RSUD Pamekasan karena saat itu RSUD Pamekasan tidak menyediakan obat   moterapi, maka harus beli di Surabaya. Bu Emi sudah habis banyak dana dan sampai meminjam kanan kiri untuk biaya pengobatan, sedangkan jaminan kesehatannya tidak menanggung biaya obat kemoterapi. Saat kurir #SedekahRombongan pertama bertemu bu Emi, sudah mulai terdapat luka yang cukup besar mencakup seluruh payudara bagian kirinnya. Bu Emi pada bulan februari telah beberapa kali keluar masuk rumah sakit karena penyakitnya. Sempat dirawat di RSUD Pamekasan karena HB rendah dan Rumah Sakit ParuParu Pamekasan. Masih sangat membutuhkan dampingan karena kondisi makin memburuk. Sering sesak kumatkumatan karena penyakit jantungnya, pada perawatan yang terakhir juga diketahui bahwa bu Emi juga mengidap diabetes. Sudah selesai CTScan Simulasi pertama untuk rencana radioterapi. Direncanakan dalam waktu 34 minggu setelah kontrol, akan dihubungi oleh pihak RSU Dr. Soetomo Surabaya untuk simulasi lagi dan perencanaan radioterapi. Tim #SedekahRombongan membantu uang saku selama sebulan untuk tiap bulannya, Kontrol di Surabaya untuk penanganan lebih lanjut dan penentuan operasi atau masih akan di sinar. Bantuan yang sudah disalurkan tim  #SedekahRombongan kepada bu Emi sebelumnya sudah tercatat pada rombongan 791 & 844. Bu Emi mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan yang diberikan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Mei 2016
Kurir : @wahyu_CSD @ivanineteen @radityorenal @rwahyuagung

Ibu emi menderita Kanker Payudara

Ibu emi menderita Kanker Payudara


WASIH SUEB (50, Luka Lambung, Asam Urat, Jantung dan Ginjal ). Alamat : Batu 14 Jalan Raya Uban Kampong Bawean, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang. Lima tahun yang lalu Ibu Wasih tidak bisa makan dan hanya bisa minum air putih saja, lambungnya terasa sakit jika masuk makanan. Dua bulan terakhir Ibu Wasih sudah tidak bisa berjalan dan tidak bisa berbaring telentang dengan sempurna karena pinggangnya sakit. Ibu Wasih hanya bisa tertidur dengan posisi miring saja. Ibu Wasih sempat dirawat di RSUP Provinsi Kepulauan Riau. Jaminan kesehatan yang dimilikinya adalah Jamkesmas, namun ia terkendala biaya obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Suami Ibu Wsih sudah meninggal dan kini hidup dengan anak perempuannya, sedangkan anaknya yang lain merantau ke Pulau Jawa. Kurir #sedekahrombongan bermaksud memberikannya bantuan untuk berobat, namun Allah berkata lain, Ibu Wasih meninggal dunia. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan untuk pemulasaran jenazah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2016
Kurir : @arfanseia @herubinyatiman via Dodi Gunawan Supriyadi  @ririn_restu

Pak wasih menderita Luka Lambung, Asam Urat, Jantung dan Ginjal

Pak wasih menderita Luka Lambung, Asam Urat, Jantung dan Ginjal


NADIBA DAN NADIRA (7 Bulan, Kembar Siam/Kepala Dempet). Alamat : Jl. Pramuka Ir. Bawean No. 7, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjung Pinang. Pada 21 Januari 2016 telah lahir bayi kembar 3 dari pasangan Bapak Juarnes Prana Dinata (30) dan Ibu Siti Nurya Ningsih (30) di RSUD Tanjung Pinang. Ketiga bayi tersebut diberi nama Nadira, Nadiba dan Nadiva. Dua dari ketiga bayi tersebut yakni Nadiba dan Nadira mengalami kondisi kembar siam dimana kepala mereka berdempetan satu sama lain. Pada usia 8 hari Nadiba dan Nadira dirujuk ke RSCM guna mendapatkan perawatan lebih intensif. Dokter akan melakukan operasi pemisahan bila bobot bayi kembar siam sudah mencapai 10 kg. Alhamdulillah saat dirawat selama 2.5 bulan kondisi bayi kembar siam semakin membaik. Saat Kurir #sedekahrombongan menjenguk mereka, Bapak Juarnes menceritakan keluh kesahnya sudah mengeluarkan banyak uang, untuk operasional berobat saja sudah belasan juta dihabiskan. Pengobatan bayi kembar siam ini ditanggung BPJS namun Bapak Juarnes masih kebingungan untuk kebutuhan harian selama pengobatan anaknya. Pak Juarnes kini tidak bekerja lagi, beliau berhenti dari pekerjaannya untuk fokus dalam pengobatan anaknya. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan awal untuk operasional berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Mei 2016
Kurir : @arfanseia @herubinyatiman via Dodi Gunawan Supriyadi  @ririn_restu

Bantuan pengobatan Kembar Siam/Kepala Dempet

Bantuan pengobatan Kembar Siam/Kepala Dempet


SUPARMAH SAOLAN (60, Kanker Payudara). Alamat : Jl. Kijang Lama RT. 3/5, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Berawal pada tahun 2012, Ibu Suparmah divonis menderita kanker stadium 4 di payudara sebelah kirinya dan dokter meminta untuk segera dilakukan operasi pengangkatan. Pada saat itu, bersamaan dengan anaknya, Erma, yang akan melahirkan secara caesar sehingga operasi Ibu Suparmah diundur selama enam bulan karena terkendala dana. Setelah dilakukan operasi dan kemoterapi sebanyak 3 kali, penyakit Ibu Suparmah bukannya membaik tetapi justru semakin menjalar ke organ sekitarnya. RSUD Tanjung Pinang  tidak mampu menangani penyakit Ibu Suparmah dan merujuknya ke RSUD Embung Fatimah untuk dilakukan operasi ke-2. Alhamdulillah operasi ke-2 sudah dilakukan dan Ibu Suparmah diminta melakukan kemoterapi sebanyak 8 kali. Karena terkendala biaya, kemoterapi hanya bisa dilakukan sebanyak 5 kali. Karena kemoterapinya terhenti, kankernya semakin menjalar ke paru-paru. Ibu Suparmah  saat ini masih dalam proses pemulihan, karena kendala biaya ia belum pernah berobat lagi. Ia merasa dadanya sering sesak jika bekerja dan berjalan terlalu lama. Suami Ibu Suparmah, Bapak Saolan (64), bekerja sebagai buruh harian lepas dan juga tukang becak dengan penghasilan yang tak seberapa. Alhamdulillah Ibu Suparmah sudah memiliki Jamkesda, namun belum bisa membantu maksimal karena kebanyakan obat yang dikonsumsi tidak ditanggung. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 839. Namun Allah berkata lain, Bu Suparmah sudah kembali ke Rahmatullah. Semoga amalan ibadah almarhumah diterima dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-NYA.

Jumah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Mei 2016
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman @ririn_restu

Ibu suparmah menderita Kanker Payudara

Ibu suparmah menderita Kanker Payudara


SUTINI TONI HERMANUS (39, Jantung). Alamat : Jl. Hutan Lindung RT. 4/4, Kelurahan Tanjung Pinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjung Pinang. Bermula dari tiga bulan yang lalu, Bu Sutini mengalami tensi darah yang tinggi, napasnya terasa sesak dan ia memeriksakan keluhannya ke Puskesmas Pancur. Setelah pemeriksaan selesai hasilnya menunjukkan terjadi pembengkakan jantung. Dokter memberinya obat dan menganjurkan untuk rawat jalan. Pada 9 Mei 2016, tiba-tiba Bu Sutini jatuh pingsan, oleh keluarga dan tetangganya dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut. Setelah diperiksa dan dirontgen ditemukan bahwa jantung Bu Sutini mengalami infeksi dan bernanah. Karena keterbatasan ekonomi, BPJS mandiri yang dmilliki Bu Sutini tidak pernah dibayarkan iurannya sehingga tak bisa ia gunakan untuk berobat. Suaminya, Toni Hermanus (47) bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan tak menentu. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan untuk keperluan berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Mei 2016
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman via Dodi Gunawan Supriyadi  @ririn_restu

Ibu sutini menderita Jantung

Ibu sutini menderita Jantung


RAH BINTEN (48, Tumor di Paha). Alamat : Parit Senang Hati, RT. 2/3, Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Rah Binten adalah janda dengan 3 orang anak, suaminya sudah meninggal sejak 13 tahun yang lalu. Untuk menghidupi ketiga anaknya Ibu Rah Binten menoreh pohon getah/karet setiap harinya. Enam tahun lalu muncul benjolan kecil di bagian paha sebelah kirinya, namun karna tidak terasa sakit ia tak pernah memeriksakannya ke Puskesmas. Hingga akhirnya sebelum bulan ramadhan benjolan yang tadinya kecil perlahan membesar dan Ibu Rah Binten merasakan sakit yang luar biasa. Ibu Rah Binten pun sering tak dapat tidur karena menahan sakit. Ketiadaan biaya menjadi alasan utama Ibu Rah Binten tidak pernah berobat, jangankan berobat untuk kebutuhan hidup sehari – hari saja belum tercukupi. Kurir #SedekahRombongan merasakan betul kesulitan Ibu Rah Binten saat berkunjung kerumahnya, Bantuan awal pun diberikan untuk keperluan berobat serta biaya transportasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.1000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu rah menderita Tumor di Paha

Ibu rah menderita Tumor di Paha


WAGINEM BINTI KASAN WINARTO (68, Stroke). Alamat : Dusun 1 RT. 1/1, Desa Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Ibu Ginem pernah mengalami stroke sekitar lima tahun lalu. Saat itu kaki kirinya terasa kaku dan sulit untuk digerakkan. Ibu Ginem tidak melakukan terapi apapun hanya membiarkan saja hingga kondisinya membaik dengan sendirinya. Tetapi pada pertengahan bulan Juli Ibu Ginem terjatuh ketika sedang memasak. Saat itu Ibu Ginem langsung dibawa ke rumah sakit di Pringsewu, setelah beberapa rumah sakit tidak dapat menerima karena kondisi kamar perawatan penuh dan juga tidak adanya dokter spesialis saraf akhirnya Ibu Ginem dirawat di Rumah Sakit Mutiara Hati Pringsewu. Di rumah sakit tersebut Ibu Ginem tidak dapat menggunakan Kartu Jaminas KIS PBI Kelas 3 yang dimiliki karena rumah sakitnya belum bekerjasama dengan BPJS. Hal itu menyulitkan Ibu Waginem, karena ia tinggal dengan anaknya Sugiarto (36) yang hanya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan tidak menentu dan hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Saat kurir #SedekahRombongan Lampung mengunjungi Ibu Ginem di rumah sakit, tubuh bagian kirinya sulit digerakkan. Disela kunjungan kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan sedekah dari para #sedekaholic untuk meringankan biaya perawatan Ibu Ginem di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @akuokawai @citra_ncitd @yulian_safri @sayasepti @ririn_restu

Ibu waginem menderita Stroke

Ibu waginem menderita Stroke


HAMSAD RANGKUTI (73, Darah Tinggi, Stroke, Prostat). Alamat : Jalan Bangau 6 no. 268 RT 2/8, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Depok. Lebih dari lima tahun, maestro cerpenis kebanggaan Indonesia, Hamsad Rangkuti (73), menderita darah tinggi dan stroke yang membuat ia lebih banyak menghabiskan hari-harinya di tempat tidur. Pria yang karena karya fenomenalnya telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional ini, kini justru kesulitan keuangan untuk membiayai pengobatannya. Lingkungan rumah Pak Hamsad juga sangat tidak sehat karena berdekatan dengan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS). Antara rumah Pak Hamsad dengan TPSS hanya berjarak tujuh meter dan sampah sering dibiarkan berbulan-bulan, akibatnya seluruh anggota keluarga sering jatuh sakit. Ironisnya, TPSS tersebut dibangun di atas tanah milik Pak Hamsad, namun keluarga tak pernah mendapatkan kompensasi apapun. Keluarga Pak Hamsad sudah menolak tegas pembangunan TPSS ini, merekapun telah mengeluhkan dampak buruknya terutama yang menimpa keluarga pada pemerintah Depok, namun tidak ada hasil. Ditengah sakit yang mendera, Pak Hamsad, yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia ini justru harus akrab dengan bau sampah di rumahnya sendiri. Saat kurir #sedekahrombongan menjenguk Pak Hamsad, kondisinya membaik namun ia kesulitan berjalan meski sudah menggunakan tongkat. Untuk dudukpun sangat sulit, namun senyum tak luput dari wajahnya dan semangatnya masih terpancar. Ia juga sedikit sulit berbicara, sehingga tak banyak cerita yang bisa diungkapkannya. Saat ini Pak Hamsad dirawat di ruang HCU RS Fatmawati. Pak Hamsad harus mendapatkan perawatan intensif karena selain ada penyumbatan di kepala juga terjadi masalah pada lambung pak Hamsad. Sebelumnya Pak Hamsad dirawat selama 1 bulan di rumah sakit di Kota Medan. Bantuan lanjutan diberikan untuk membantu biaya operasional selama di rumah sakit. Sebelumnya Pak Hamsad telah dibantu pada rombongan 834. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Pak Hamsad yang telah berkarya dan mengharumkan nama bangsa.

Jumlah Bantuan :  Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  27 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak hamsad menderita Darah Tinggi, Stroke, Prostat

Pak hamsad menderita Darah Tinggi, Stroke, Prostat


DIMAS DWI NUGROHO (12, Kanker Otot dan Celebral Palsy). Alamat : Jl. H. Salim Gg. Bidan RT.9/6 Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan. Sudah belasan tahun anak dari pasangan  Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan Celebral Palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi. Saat menjalani protokol ke-3 dengan penambahan dosis obat justru menimbulkan efek berat untuk Dimas sehingga pengobatan untuk kankernya tidak dilanjutkan. Jika Dimas minum obat untuk sakit kankernya akan berdampak pada penyakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri dan harus sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit. Dimas tidak boleh putus meminum obat. Namun, dibalik kondisi tidak boleh putus minum obat, orang tua Dimas menghadapi kesulitan dimana ketersediaan obat yang dibutuhkan sering tidak ada di rumah sakit, terlebih lagi salah satu obatnya itu sudah tidak dicover BPJS. Karena itulah orangtua Dimas sering kebingungan jika obat tersebut akan habis dan mereka tidak memiliki uang untuk membelinya. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering mengalami kejang dan panas karena tidak teraturnya minum obat. Orangtuanya tak mampu jika harus terus membeli obat di luar. Dimas membutuhkan obat Depakane Syrup dan selang NGT yang silikon. Dosis obat Dimas ditambah karena seringnya ia kejang dan dirawat di rumah sakit. Semakin dosisnya ditambah, semakin banyak uang yang harus dikeluarkan untuk membeli obat itu. Dimas saat ini sering batuk-batuk darah. Saat Dimas kontrol di poli bedah kanker RS Harapan Kita Dimas mengalami kejang-kejang yang akhirnya dibawa ke UGD. Keadaan tersebut sering dialmi oleh Dimas. Untuk itu, Dimas memang membutuhkan perhatian yang cukup itensif baik itu mengenai obat-obatan. Pak Agus sering mengeluh mengenai obat-obatan yang harus dibeli. Pak Agus tidak mempunyai simpanan uang untuk membelinya mengingat kebutuhan berobat Dimas yang banyak. Bantuan diberikan untuk membeli obat-obatan Dimas. Sebelumnya, Dimas dibantu pada rombongan 868.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy


ATEK BINTI SIEM (60, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Pelita RT. 1/11, Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Dua tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2014  muncul benjolan kecil di payudara Ibu Atek. Karena pada waktu itu tidak terasa sakit dan dianggap hanya benjolan biasa, Ibu Atek tidak memeriksakannya ke dokter. Ia tetap menjalani aktifitasnya seperti biasa yaitu membantu suaminya ke sawah untuk menanam padi. Hingga akhirnya satu tahun berlalu benjolan yang tadinya kecil semakin membesar dan terasa sakit hingga Ibu Atek tidak dapat menjalani aktivitasnya sehari – hari. Jarak rumah sakit yang jauh dari kediaman Ibu Atek serta ketiadaan biaya membuat suami Ibu Atek, Bapak Apheng, hanya bisa membawa istrinya berobat ke pengobatan alternatif. Namun cara tersebut belum menimbulkan hasil yang signifikan, hingga akhirnya saudara dan tetangga membawa Ibu Atek ke RSUD Sudarso Pontianak dikarenakan kondisinya yang mulai lemah akibat tidak adanya asupan makanan dan minuman selama dua hari. Ibu Atek sudah menjalani operasi pengangkatan sel tumor dan kanker pada payudaranya. Ia masih harus rutin berobat. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan lanjutan untuk akomodasi kontrol rutin ke RSUD Sudarso Pontianak. Sebelumnya Ibu Atek dibantu pada rombongan 870.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Bu atek menderita Kanker Payudara

Bu atek menderita Kanker Payudara


SANDRA WATI (42, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem RT. 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (36), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya. Ia tampak bersemangat menghadapinya dengan semangat berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (10) positif mengalami sakit yang sama sepertinya sedangkan anak keduanya, Lutfi (8), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktifitas kontrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya. Kemauan untuk sembuh sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Perkembangan untuk Aulya masih sangat stabil. Bahkan Aulya sangat rajin dalam minum obat. Tidak jarang ia sering mengingatkan orang tuanya. Untu Fajar juga masih stabil dan masih harus kontrol. Sedangkan sandra harus tes VL guna mengetahui seberapa besar virus yang menjangkitinya. Bantuan diberikan untuk biaya operasional berobat dan membantu  biaya tes VL. Sebelumnya Sandra dibantu pada rombongan 862.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana

Ibu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh

Ibu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh


ALM. CICIN MULIANI (39, Typhus dan TB Paru). Alamat : Kampung Sawah Murti, RT 1/2, Kelurahan Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Bu Cicin meninggal pada Rabu, 27 April 2016 di RS. Fatmawati Jakarta. Bu Cicin mempunyai riwayat sakit Typhus dan TB Paru. Awal sakitnya pada 1 bulan yang lalu, Bu Cicin mengalami demam yang tak kunjung turun. Oleh suaminya, Iswan Khoiri (47), Bu Cicin diperiksakan ke Puskesmas. Setelah berobat dari Puskesmas, Kondisinya membaik. Satu minggu kemudian, kondisi Bu Cicin melemah hingga dibawa ke rumah sakit di daerah Parung, Bogor. Karena ketidaktersediaan peralatan, Bu Cicin dirujuk ke UGD RS. Fatmawati pada 25 April 2016. Setelah 6 jam berada di UGD, Bu Cicin dipindahkan ke ruang perawatan Gedung Teratai kelas Isolasi. Menurut pihak dokter Bu Cicin juga terkena TB Paru sehingga perlu penanganan yang itensif. Namun Allah berkehendak lain, Bu Cicin menghembuskan napas terakhirnya pada 27 April 2016. Biaya perawatan di RS Fatmawati menggunakan jaminan umum karena ia tidak mempunyai BPJS. Pak khoiri harus membayar biaya rumah sakit sekitar Rp6.000.000. Pak Khoiri merasa tidak mampu menutupi biaya rumah skait tersebut. Penghasilannya sebagai penjual mainan anak-anak di sekolah-sekolah masih sangat sedikit dan belum lagi beliau harus menutupi kebutuhan 2 anaknya. Oleh karena itu Pak Khoiri membuat surat perjanjian utang yang setiap bulannya harus diangsur. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membayar ciiclan tunggakan di rumah sakit setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 863.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Alm bu cicin menderita Typhus dan TB Paru

Alm bu cicin menderita Typhus dan TB Paru


PARSEL LEBARAN DHUAFA (Kota Batam, 10 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami masyarakat yang tergolong dhuafa di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Keterbatasan ekonomi membuat mereka hanya dapat melihat orang lain mepersiapkan perayaaan hari kemenangan. #SedekahRombongan sangat merasakan kesedihan mereka, melalui dana sedekah yang diterima dari #Sedekaholics, kita buatkan program nasional serentak “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka. Mulai Papua hingga ke Aceh, Kurir #SR menyampaikan amanah para Sedekaholics, semoga parsel yang diberikan pada para dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan Ramadhan ini. Untuk para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah : Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman @ririn_restu

Bantuan 10 Paket Sembako

Bantuan 10 Paket Sembako


SELLA UMI SALAMAH (2,7 bulan, Komplikasi Jantung, Katarak dan Rubella Kongetal). Alamat: Perum Taman Raya Rajeg, B 11/32 RT. 4/7, Mekar Sari Rajeg, Kab. Tangerang, Banten. Sella anak ke-2 dari pasangan Bu Ristiwana (38) dan Pak Bustomi (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Sejak lahir Sella mengalami kelainan jantung bocor, kemudian berobat ke RS Harapan Kita Jakarta. Beberapa kali berobat di RS Harapan Kita, kemudian diketahui bahwa Sella mengidap penyakit lainya, yaitu, katarak di kedua matanya dan juga terkena virus rubella kongetal. Dikarenakan penyakitnya butuh penanganan yang lebih serius, akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta untuk penanganan lebih lanjut. Kejadian tersebut jelas membuat keluarganya bingung, karena keterbatasan biaya. walaupun Sella pengguna JAMKESDA yang sudah sangat membantu  pengobatanya, tetapi tetap saja mereka harus mengeluarkan biaya, yaitu ongkos ke rumah sakit dan biaya obat yang tidak ditanggung Jamkesda, disamping itu juga Sella harus rutin membeli susu yang harganya cukup mahal. Kondisi Sella belum menunjukkan adanya perkembangan yang baik dan semakin memburuk. Ia masih harus berobat ke RSCM Jakarta dan masih harus rutin kontrol seminggu 3 kali. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu Sella dan operasional berobat ke RSCM dan RSU Tangerang. Sebelumnya Sella dibantu pada Rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Sella menderita Komplikasi Jantung, Katarak dan Rubella Kongetal

Sella menderita Komplikasi Jantung, Katarak dan Rubella Kongetal


MISKA AULIA (3, Rubella Konengital Syndrom). Alamat: Kapuk Pulo RT. 6/10 Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Miska adalah anak ke 3 dari Pak Saripudin yang bekerja sebagai buruh konveksi dan Ibu Musripah yang sehari-harinya mengurus anak dan berasal dari keluarga kurang mampu. Sejak balita ada keanehan pada mata kanan Miska, ia lalu diperiksa ke puskesmas terdekat.  Karena kondisinya semakin memburuk, ia kemudian dirujuk ke RSUD Cengkareng dan didiagnosa menderita Katarak pada mata kanannya. Miska sudah menjalani operasi untuk peyakit kataraknya. Selama berobat di RSUD Cengkareng, ditemukan ada penyakit lain. Miska ternyata juga menderita kelainan jantung bawaan jenis PA VSD. RSUD Cengkareng merujuknya ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita, dilakukan kateterisasi untuk persiapan operasi bedah thorax yang masih dalam penjadwalan. Sambil menunggu jadwal operasi, Miska dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan penunjang penyakit kataraknya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinyatakan Miska memerlukan lensa mata yang tidak dicover BPJS. Hal tersebut jelas membuat bingung keluarganya karena jangankan untuk pengadaan lensa mata, untuk ongkos berobat ke rumah sakitpun mereka kesulitan. Penghasilan Pak Saripudin hanya cukup untuk membayar kontrakan dan memberi makan istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Kondisi tersebut terkadang memaksa Pak Saripudin meminjam uang ke tetangga dan kerabat untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Beruntung Miska dibantu Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang sudah meringankan biaya berobatnya. Kondisi Miska perlahan menunjukkan perkembangan namun masih harus melakukan pengobatan. Saat ini Miska masih menungu jadwal di poli jantung RS Harapan Kita dan masih rutin berobat. Miska kini sudah bisa bermain seperti anak-anak normal lainya. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Miska di bantu pada Rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Miska menderita Rubella Konengital Syndrom

Miska menderita Rubella Konengital Syndrom


JULAILA DABONG (38, Tumor Nasofaring). Alamat: Dusun Meriam Jaya RT. 10/1, Desa Dabong, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Propinsi Kalimantan Barat. Sejak tujuh bulan terakhir Ibu Julaila membantu suaminya sebagai juru masak di tempat suaminya bekerja sebagai buruh bangunan. Satu bulan bekerja Ibu Julaila merasakan ada sesuatu yang aneh di leher sebelah kanan bagian belakang. Di leher Ibu Julaila tumbuh benjolan kecil yang akhirnya karena terasa nyeri ia berobat ke mantri kesehatan di sekitar tempatnya bekerja. Mantri tersebut mengatakan bahwa itu hanya penyakit biasa dan ia memberikan obat untuk penghilang rasa nyeri. Setelah 1 minggu berlalu obat yang diberikan pun sudah habis namun rasa nyeri itu masih ada. Kembalilah Ibu Julaila ke mantri tempat awal ia berobat, dan mantri pun menyarankan untuk segera berobat ke rumah sakit. Karena jarak dari rumah Ibu Julaila ke rumah sakit cukup jauh dan ia tidak punya uang, akhirnya ia belum juga berobat ke rumah sakit. Setelah lima bulan bulan berlalu barulah keluarga membawa Ibu Julaila ke RS Sudarso Pontianak dan setelah menjalani beberapa pemeriksaan medis dokter menyatakan bahwa benjolan tersebut adalah tumor nasofaring dan harus segera dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Karena ketiadaan biaya, keluarga hanya bisa pasrah karena tak bisa membawa Ibu Julaila berobat. Ibu Julaila sudah beberapa minggu menjalani pemeriksaan di RS Dharmais. Karena Ibu Julaila dalam kondisi hamil, dokter memutuskan untuk menghentikan sementara pengobatan kemoterapi selama masa kehamilan Ibu Julaila. Ibu Julaila pun diperkenankan pulang ke Pontianak. Alhamdulillah kurir #sedekahrombongan telah memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup serta keperluan lain selama di rumah sakit, dikarnakan pada 24 Juli 2016 Ibu Julaila sempat menurun kondisi tubuhnya hingga dilarikan ke rumah sakit dan menjalani rawat inap selama 1 minggu lebih. Sebelumnya Ibu Julaila telah dibantu pada rombongan 870.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu julaila menderita Tumor Nasofaring

Ibu julaila menderita Tumor Nasofaring


KHAIRIL AMRI (5, Abses Otak dan Jantung Bocor). Alamat : Desa Jembatan Mas, RT. 9/1, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi. Khairil dilahirkan pada 30 Januari 2011. Ketika itu ia terlahir dengan kondisi badan membiru. Orangtuanya tidak menyangka jika Khairil mengidap penyakit jantung bawaan. Pada usia 9 bulan, barulah diketahui bahwa Khairil mengalami jantung bocor. Khairil pun mengalami keterlambatan perkembangan, karena ia hanya bisa duduk. Ia direncanakan operasi jantung pada usia 3 tahun. Setelah genap usianya 3 tahun, Khairil  dijadwalkan untuk operasi di RS Harapan Kita dengan bantuan Dinas Kesehatan (DINKES) Batanghari. Akan tetapi, operasi yang telah direncanakan tidak jadi dilakukan dikarenakan pada saat itu Khairil belum memiliki jaminan kesehatan dan keluarga memilih untuk pulang ke Jambi dahulu. Akhirnya operasi pun ditunda dan Khairil pulang ke Jambi dengan kondisi badan masih membiru. Sejak pulang ke Jambi Khairil hanya melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat, mengingat biaya yang digunakan untuk operasi tidaklah sedikit. Namun, kondisi kesehatan Khairil terus menurun dan puncaknya sekitar Maret 2016 ia mengalami demam ± 1 bulan disertai dengan tangan dan kaki kiri tidak bisa digerakan, serta terkadang tangannya bergerak tanpa bisa dikendalikan. Bermodalkan BPJS Kelas III, orang tuanya membawa Khairil ke RSUD H. Abdoel Madjid Batoe (HAMBA) Batanghari. Melihat kondisi Khairil yang lemah, oleh tim medis RS HAMBA Khairi dirujuk ke RS Raden Mattaher Jambi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan CT Scan di RS Raden Matahher Jambi, diketahuilah Khairil juga mengidap Abses Otak. Oleh tim medis RS Raden Matahher Jambi, Khairil disarankan untuk dilakukan operasi Abses Otak di RSCM Jakarta. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, Ibu Khairil, Aina Ananda (25) menceritakan Abses Otaknya harus segera dilakukan tindakan, namun kondisi Khairil yang tidak stabil (membutuhkan oksigen) mengakibatkan pemberangkatan ke Jakarta tertunda. Saat ini Khairil masih dalam perawatan di RS Raden Mataher Jambi sambil menunggu kondisi stabil untuk bisa dibawa ke Jakarta. Kami kurir #SedekahRombongan sangat merasakan kesedihan keluarga Khairil, mengingat Ridwan (27), ayah Khairil menafkahi istri dan 2 anaknya dari bekerja sebagai pemangkas rambut yang penghasilannya sekitar Rp. 50.000 – Rp. 80.000/ hari. Bantuan awalpun disampaikan guna membantu kebutuhan sehari-hari selama perawatan Khairil.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2016
Kurir : @arfanesia@Shintatantri

Khairil menderita Abses Otak dan Jantung Bocor

Khairil menderita Abses Otak dan Jantung Bocor


MARWAH HABIBATUN NISA (6, Hidrosefalus). Alamat : Jl. BGN 3 ,RT. 7/2 Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Marwahanak dari pasangan Bu Jamilah (30) dan Pak Asep (40) yang keseharianya berdagang tahu di Pasar Cengkareng dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Marwah terlahir  sehat, hingga saat usia 3 bulan ia sama sekali tidak bisa menangis kemudian dibawa ke RSUD Cengakareng dan  didiagnosa ada cairan berlebih di otak yang ternyata disebabkan oleh sepsis atau infeksi. Sampai saat ini Marwah sudah menjalani 3 kali operasi di kepala untuk memasang selang yang bertujuan untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Baru beberapa hari ini Marwah dirawat di RSUD Cengkareng di ruang isolasi anak karena Marwah terkena virus yang membuat tubuhnya lemas. Setelah cek darah hasilnya ternyata leukositnya tinggi. Orangtua Marwah sangat kebingungan untuk biaya sehari-hari di RSUD, penghasilan Pak Asep hanya bisa menutupi sewa rumah saja. Kondisi Marwah saat ini sudah mulai membaik namun masih harus menjalani kontrol rutin. Alhamdulillah, #SedekahRombongan sudah memberikan bantuan lanjutan untuk ongkos kontrol rutin ke RSUD seminggu 2 kali, menjalani terapi yang sudah dijadwalkan dan untuk membeli keperluan Marwah lainnya. Bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

marwah menderita Hidrosefalus

marwah menderita Hidrosefalus


YANI BIN ADJAN (50, GLAUCOMA). Alamat: Jln. Ukir Dalam RT 6/13 Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Bu Yani berasal dari keluarga yang kurang mampu, beliau tinggal di kontrakan sepetak bersama sang ayah yang sudah sangat sepuh, Pak Adjan (80). Sejak 3 tahun lalu, kedua mata Bu Yani memerah, ia lalu berobat ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Cengkareng untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD akhirnya ia didiagnosa menderita Glaucoma (sejenis katarak). Karena tidak sanggup menangani, kemudian ia dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bu Yani berobat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Yani tidak bekerja, ia pun belum menikah. Selama ini ia dibantu oleh tetanganya. Kondisi saat ini Bu Yani sama sekali tidak bisa melihat dan tumbuh benjolan di bagian leher yang belum pernah ia periksakan. Pengobatan untuk matanya pun sempat tertunda karena tidak memeliki uang untuk ongkos ke RSCM. Saat ini Bu Yani masih terus berobat jalan di RSCM namun belum ada perkembangan yang baik dari penyakitnya. Belum dapat diketahui penanganan apa yang akan dilakukan untuk mata Bu Yani. Ia masih terus bersemangat menjalani pengobatan dan berharap sembuh agar bisa merawat ayahnya. Kondisinya pun sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membayar kontrakan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Bu Yani dibantu pada Rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu yani menderita GLAUCOMA

Ibu yani menderita GLAUCOMA


NATHAN LEVINE SUWANTO (2, Bocor Jantung). Alamat: Jl. Ukir Dalam RT 6/13 No. 54 Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Nathan anak pertama dari Bu Sisca (28) dan Pak Wawan (30) yang bekerja sebagai supir pribadi. Sejak Nathan lahir sudah ada kelainan pada hidungnya dimana warna hidungnya terlihat kebiru-biruan tidak seperti bayi pada umumnya. Bidan merujuknya ke spesialis anak untuk mengetahui apa yg diderita Nathan. Setelah pemeriksaan dilakukan, Nathan didiagnosa menderita kelainan jantung. Ia dirujuk ke RSCM Jakarta karena rumah sakit yang selama ini merawatnya tidak mampu menangani. Di usianya saat ini, Nathan belum bisa berjalan, mendengar dan berbicara, terlebih lagi ia menderita kekurangan gizi. Kedua orang tuanya kebingungan karena harus membeli alat bantu dengar yang harganya sangat mahal senilai kurang lebih 10 juta dan tidak ditanggung BPJS. Orangtua Nathan tak mampu membeli alat tersebut, penghasilan yang didapat saja masih terasa kurang untuk membayar kontrakan rumah, membeli kebutuhan sehari-hari dan membeli susu penambah berat badan untuk Nathan yang harganya juga mahal. Namun Alhamdulillah, Nathan sudah mendapatkan bantuan alat bantu dengar. Kondisi jantungnya juga semakin membaik dan ia harus kontrol setahun sekali untuk memeriksakan jantungnya. Saat ini Nathan sudah bisa pakai alat bantu dengar dengan baik untuk telinganya. Ia masih menjalani terapi bicara dan terapi Motorik di RSUD Cengkareng.  Kini Nathan sudah bisa berdiri tegak, hanya saja ia masih harus belajar jalan. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu pemberat badan yang harganya cukup mahal dan juga untuk membeli pembersih lensa khusus yang diaarankan untuk dokter. Sebelumnya Nathan dibantu pada Rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Nathan menderita Bocor Jantung

Nathan menderita Bocor Jantung


HASIMUDDIN DOMPU (80, Bantuan Pembuatan Kamar Mandi dan WC). Alamat : Alamat Jl. Melat Langko, Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Kode POS. 83554 . Bapak Hasimmudin tinggal sendirian setelah istrinya meninggal dan anak-anaknya menikah kemudian meratau untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya masing masing. Pekerjaan Bapak Hasimmudin  saat ini adalah marbot masjid. Bapak Hasimmudin di usia senjanya sering sakit – sakitan. Rumah tempat  Bapak Hasimmudin tinggal sudah sangat lapuk termakan usia, sehingga ia cemas dan  khawatir jika rumahnya tiba-tiba rubuh. Saat bertemu #SedekahRombongan Bapak Hasimmudinmenyampaikan bahwa ia sangat membutuhkan kamar mandi dan WC. Selama ini ia tidak mempunyai WC sehingga jika BAB di kali atau menumpang di rumah tetangga. Dengan pekerjaan sebagai marbot masjid penghasilannya  tidak mencukupi untuk membuat kamar mandi dan WC. Iapun tidak bisa memperbaiki rumahnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja ia dibantu masyarakat sekitar masjid setiap dua kali dalam sebulan. Masyarakat memberikan sesuai kemampuan, ada yang memberikan beras untuk kebutuhan makan-minum sehari-hari. Hal ini sangat menyentuh kurir #SR, alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantu pembuatan kamar mandi dan WC. Ucapan terima kasih dari Bapak Hasimmudin pada #sedekaholics #sedekahrombongan.

Jumlah Bantuan Rp.3.287.000;
Tanggal : 25 Juni 2016
Kurir : @arfanesia Samsul Zali dan Panca Yuniati

Bantuan Pembuatan Kamar Mandi dan WC

Bantuan Pembuatan Kamar Mandi dan WC

NURHOSNA BIN MUSAKKI (46 Tahun, Tumor Mata ). Alamat: Desa Dawuhan,Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal puasa september tahun 2014 lalu ibu 2 anak ini tumbuh benjolan dimana diagnosis dokter di salah satu rumah sakit daerah Bondowoso menjelaskan bahwa Bu Nur mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolan tersebut bertambah besar hingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorab ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya untuk ongkos pulang pergi saja beliau yang hanya seorang ibu rumah tangga harus menghabiskan uang ditabungannya untuk berobat di Surabaya. Beruntung beliau bertemu dengan tim #SedekahRombongan, sehingga beliau bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan. Bantuan kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan sejumlah Rp. 500.000,- untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 780, 791, 809, 843, 850 dan 866. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Bu Nurhosna bisa segera selesai dan dokter menyatakan sembuh. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2016
Kurir :  @wahyu_CSD  @martinomongi dan Gita

Ibu nurhonsa menderita Tumor Mata

Ibu nurhonsa menderita Tumor Mata


RUSMIINI BIN MUSALIM (53 Tahun, Batu Buli Buli) Alamat: Desa Seruni,  Kec. Gedangan, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur.  Bu Rusmini adalah seorang penjual nasi. Suaminya, Samuji (55) seorang petugas kebersihan masjid. Bu Rusmini merasakan sakit semenjak 2 tahun lalu, tapi setiap kali terasa sakit beliau hanya mengobatinya dengan obat maag karena dikira sakit biasa. Begitu terus selama 2 tahun, hingga januari 2016 sakitnya terasa hebat, hingga beliau tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Kebetulan keluhan ini didengar oleh pengurus jamaah masjid Sholahudin Gedangan tempat suaminya bekerja sebagai petugas kebersihan masjid. Diperiksakanlah ibu Rusmini ke rumah sakit BDS Tebel Sidoarjo dan dirawat selama 8 hari dengan menggunakan dana sedekah dari masjid. Dari hasil pemeriksaan dan perawatan diketahuilah bahwa beliau menderita batu buli buli. Beliau yang sehari hari jual nasi dipojok rumah kontrakannya ini memaksa pulang dan meminta rawat jalan. Bulan februari tepatnya tanggal 6 kemarin sakit itu kambuh lagi dan diperiksakan lagi ke labolatorium dan hasilnya sesuai yang tertera di lampiran. Beliau disarankan untuk melakukan tindakan IVP, tapi karena keterbatasan dana maka proses IVP ini tidak dilaksanakan. Berkat info dari pak Andri (Donatur MTSR Surabaya), bu Rusmini kami #SedekahRombongan survei dan menjadi pasien dampingan #SR Surabaya sejak februari 2016. Bulan lalu bu Rusmini menjalani kontrol di poli urologi RSUD Sidoarjo dan bulan ini rencananya akan segera dilaksanakan tindakan operasi. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 845. Bu Rusmini  dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan para sedekahholic yang telah memberikan sedikit rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu proses pengobatannya. Semoga semua amal kebaikan sedekahholic diterima oleh Allah SWT dan rejekinya dilancarkan. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,­
Tanggal : 1 Mei 2016
Kurir :   @wahyu_CSD @Martinomongi

Ibu rusmini menderita Batu Buli Buli

Ibu rusmini menderita Batu Buli Buli


DESSY NUR FADILAH  (13 Tahun, Kanker Nasofaring) Alamat: Jl. Semampir AWS Gang 5, No. 15A, Surabaya, Jawa Timur. Dessy adalah seorang pelajar kelas 1 SMP. Pada tahun 2015 awal, Dessy mengalami pusing dan bengkak dipipinya. Setelah diperiksakan Dessy didiagnosa menderita tumor. Akhirnya Dessy menkjalani tindakan operasi di RS Mitra Lamongan dengan biaya pribadi sebesar 10.500.000. Pasca operasi keaadaan tumornya bukannya membaik tetapi semakin memburuk. Kemudian Dessy dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Setelah itu Dessy didiagnosa menderita kanker nasofaring, dan harus menjalani kemoterapi. Pasien menggunakan BPJS kelas 2. Karena keterbatasan biaya, kondisi gizi Dessy sangat tidak terpenuhi, hingga badannya tiinggal tulang dan kulit, dikarenakan untuk makan sehari-hari saja mengalami kesulitan. Dessy mempunyai lima saudara, bapaknya seorang kuli bangunan yang sejak Dessy sakit sudah berhenti bekerja. Begitupun dengan ibunya. Saat ini kebutuhan yang tidak sanggup untuk dipenuhi adalah biaya obat kemo yang tidak tercover BPJS sebesar 1.165.000, kemudian susu dan kebutuhan Dessy sehari-hari. Melihat kesuloitan tersebut, kami #SedekahRombongan merasa mempunyai tanggung jawab untuk membantu. Dessi menjadi pasien dampingan #SR Surabaya pada Februari 2016. Saat ini Dessy sedang menjalani kemo kelima. Santunan telah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 844. Dessy dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan para sedekahholic yang telah memberikan sedikit rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu proses pengobatannya. Semoga semua amal kebaikan sedekahholic diterima oleh Allah SWT dan rejekinya dilancarkan. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 600.000,­
Tanggal :  7 Mei 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @martinomongi

Ibu desy menderita Kanker Nasofaring

Ibu desy menderita Kanker Nasofaring


SITI FATONAH (31 Tahun, Kanker Serviks) Alamat: Jl. Gatot koco RT2 RW6, Pamekasan Madura, Jawa Timur. Bu Siti biasa ia dipanggil, dinyatakan menderita kanker serviks stadium 3 oleh dokter di salah satu rumah sakit swasta di Pamekasan. cerita berawal ketika 7 bulan sebelumnya pasien mengalami keputihan yang banyak, dan hanya mengkonsumsi obat yang dibeli sendiri di apotek karena dirasa keputihan biasa, Kemudian tak lama setelah itu bertambah dengan keluhan sakit pinggang sehingga tak bisa melakukan aktivitas. Setelah itu beliau berobat ke bidan dan hanya diberi obat anti nyeri. Tak tahan dengan sakitnya kemudian bu Siti memutuskan berobat ke dokter spesialis untuk dilakukan rontgen serta USG dan ditemukan pasien mengalami kanker serviks. Keluarga pasien memutuskan untuk membawa pasien ke RSUD Pamekasan untuk mendapat pengobatan lanjutan. Setelah 7 hari berobat di rumah sakit beliau masih mengalami sakit yang luar biasa, akhirnya bu Siti pun dibawa pulang dan dibawa ke salah satu klinik swasta di Pamekasan, dan ditemukan hasil yang lebih detail yaitu pasien didiagnosa mengalami kanker serviks stadium 3. Dokter menyarankan agar mendapat pengobatan ke tingkat faskes yang lebih mumpuni di Surabaya. Pasien adalah ibu rumah tangga, janda dengan 2 anak. Anak pertama berumur 11 tahun dan anak ke 2 berumur 5 tahun. Kebutuhan sehari-hari ditanggung oleh orang tua bu Siti yang juga ibu rumah tangga dan ayahnya bekerja sebagai kuli. Bu Siti memiliki jaminan kesehatan BPJS, akan tetapi bieliau mengalami kesulitan dan kekurangan dana untuk biaya transportasi pulang pergi ke Surabaya dan tempat tinggal ketika berikhtiar mencari kesembuhan selama di Surabaya. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang kesulitan bu Siti, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Bu Siti dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholic atas bantuan yang telah diberikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp1.500.000,-
Tanggal : 7 Mei 2016
Kurir    : @Wahyu_CSD @ivaneteen @u_nitaks, @hafnirosania dan Anis

Ibu siti menderita Kanker Serviks

Ibu siti menderita Kanker Serviks


SALIM BIN HIDAYAT (36 Bulan, Gizi Buruk dan Kelainan Usus). Alamat : Dusun Bentek, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Provinsi NTB. Sejak berumur 17 bulan, berat badan Salim terus menurun. Salim akhirnya mendapat perawatan di Puskesmas Gunung Sari Lombok Barat. Pada 9 Mei 2016, Salim berobat ke Puskesmas Pemenang, dan pada 14 Juni 2016 ditimbang di Posyandu dengan berat badan 7.7 kg dan  tingi badan 81.5 cm. Kondisi Salim memburuk dengan kadar haemoglobin 2.5 gr/dl hingga dirujuk ke RSUD KLU. Pada 18 Juni 2016 Salim dirujuk ke RSUP NTB dengan diagnosa gizi buruk dan kelainan usus. Ayah Salim, Pak Hidayat (30) bekerja sebagai buruh kerajinan tangan khas NTB dengan penghasilan yang hanya cukkup untuk kebutuhan sehari – hari. Salim  belum mempunyai jaminan kesehatan tetapi biaya perawatan dari  RSUD KLU  Gratis dan biaya selama di RSUP NTB sedang dalam pembahasan apakah gratis atau dibantu Pemda KLU. Alhamdulillah #SedekahRombongan bisa menjenguk Salim yang sedang dirawat di RSUP NTB Ruang Gili Nanggu 112 dan menyerahkan langsung bantuan dari #SedekahRombongan untuk keperluan berobat Salim. Semoga bantuan tersebut bisa di manfaatkan dengan baik, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1000.000,-
Tanggal : 01 Juni 2016
Kurir : @arfanesia Samsul Bahri dan Panca Yuniati @ririn_restu

Salim menderita Gizi Buruk dan Kelainan Usus

Salim menderita Gizi Buruk dan Kelainan Usus


ALFAN KURNIAWAN (21 Bulan, Celebral Palsy). Alamat: Kapuk Pulo RT. 10/2. Kapuk Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Alfan anak sulung dari pasangan Bu Sani (22) dan Pak Iwan (23) yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Sejak lahir Alfan sudah terdiagnosa Celebral Palsy dan sampai saat ini Alfan berobat di RSUD Cengkareng. Alfan sering kejang-kejang disertai melemasnya badan dan otot-otot. Di usianya yang hampir 2 tahun Alfan hanya terbaring lemas, berat badan kurang dan cenderung gizi buruk. Alfan berobat menggunakan BPJS kelas 3, namun orang tua Alfan kesulitan untuk ongkos ke RSUD dan untuk membeli susu karena penghasilan Pak Iwan yang tidak mencukupi untuk keperluan Alfan. Kondisi Alfan saat ini masih lemas dan belum banyak perkembangan. Ia masih harus berobat dan menjalani terapi ke RSUD. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu dan operasional berobat ke RSUD Cengkareng. Sebelumnya Alfan dibantu pada Rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Alfan menderita Celebral Palsy

Alfan menderita Celebral Palsy


REZA AFIF FIRDAUS (1,9 Bulan, Tumor Ganas Testis). Alamat : Pedongkelan Depan RT 4/6 No. 36, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Reza adalah anak dari Pak Drajad (43) yang keseharianya berjualan bubur dan Ibu Jarwi (32) yang keseharianya mengurus Reza yang tengah sakit. Sejak bayi Reza sudah mengidap penyakit tumor testis. Kondisi tersebut membuat kedua orang tua Reza kebingungan, karena harus mendampingi anaknya yang harus berobat ke RSUD Cengkareng dan RSCM Jakarta. Terpaksa Pak Drajad tak berjualan karena mendampingi anaknya berobat padahal ia masih harus memenuhi kebutuhan kedua kakak Reza yang masih sekolah. Beruntung pengobatan Reza terbantu oleh BPJS, namun masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit saat melakukan kemoterapi. Saat ini Reza harus menjalani kemoterapi yang dijadwalkan dua minggu sekali. #SedekahRombongan dipertemukan dengan Reza dan memberikan bantuan lanjutan untuk ongkos ke RSCM Jakarta. Sebelumnya Reza dibantu pada Rombogan 868.

Jumlan Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Reza menderita Tumor Ganas Testis

Reza menderita Tumor Ganas Testis


M. SYAYUTI AFGHANI (5 Tahun,  Lumpuh layu) Alamat: Dsn. Gunung Kenek RT 05 RW 04, Desa Seddur, Kec. Pakong, Kab. Pamekasan Madura, Jawa Timur. Dek Afghan biasa dipanggil, merupakan putra dari pasangan pak Waris (29) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, dan bu Nining Kartika (22) seorang ibu rumah tangga. Awal mulanya saat umur 2 tahun, dek Afghan dibawa ke RSUD karna ada keluhan di perutnya. Setelah diperiksa, diketahui hasilnya dek Afghan menderita penyakit Hirschspung Disease, yakni kelainan kongenital dimana tidak dijumpai pleksus auerbach  & pleksus meisneri pada kolon, dan harus segera melakukan operasi. Keadaan keluarga yang kurang mampu & merasa paranoid mengenai biaya operasi sehingga keluarga tidak mengoperasi dek Afghan yang seharusnya sudah harus dioperasi di umur 2 tahun. Sekarang di usia 5 tahun dek Afghan juga menderita kelumpuhan di lehernya. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang keadaan dek Afghan, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan bebannya. dek Afghan dan orang tuanya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholic atas bantuan yang telah diberikan melalui #SedekahRombongan. Semoga dengan bantuan ini, pihak keluarga kembali bersemangat untuk berikhtiar menjalani pengobatan untuk kesembuhan dek Afghan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 8 Mei 2016
Kurir    : @Wahyu_CSD @ivaneteen @rwahyuagung

Afghan menderita Lumpuh layu

Afghan menderita Lumpuh layu


UMI ALFIAH (36, Tumor Pembuluh Darah). Alamat: Jln. Ukir Dalam RT 6/13 No.53 Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak 2011 lalu, terdapat benjolan pada mata bagian kiri Bu Umi. Karena khawatir, ia langsung memeriksakannya ke RSUD Cengkareng dengan menggunakan BPJS kelas 3. Ia sudah pernah menjalani tindakan CT-Scan sebanyak dua kali namun belum terdeteksi penyakitnya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD Cengkareng, Bu Umi kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta dan dari hasil CT-Scan RSCM Bu Umi didiagnosa menderita tumor pembulu darah. Sebelumnya, Bu Umi berdagang sayuran di pasar namun karena gampang lelah, kondisinya sering menurun akhirnya ia tidak bisa lagi berdagang. Sudah beberapa bulan ini ia mengandalkan bantuan  dari saudara-saudaranya di kampung dan tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Iapun sempat mengalami depresi karena tiga bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Ia kebingungan bagaimana menafkahi keempat anaknya dalam kondisi sakit seperti ini. Bu Umi seharusnya rutin menjalani rawat jalan di RSCM, namun karena ketiadaan biaya dan bingung meninggalkan anaknya, ia jarang berobat. Ia pun sering kebingungan untuk membayar kontrakan karena sudah tidak lagi berdagang. Bu Umi mendapatkan jadwal operasi mata pada 1 Januari 2017. Kondisi Bu Umi semakin membaik namun ia masih harus menjalani kontrol rutin sambil menunggu operasi mata yang telah dijadwalkan. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya kontrol ke RS Harapan Kita, RSCM Jakarta dan juga untuk biaya hidup sehari-hari dengan keempat anaknya. Sebelumnya Bu Umi dibantu pada Rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah


HARUN AL-RASYID (9, Celebral Palsy). Alamat: Jl. H Jairi RT. 5/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Harun anak pertama dari Bu Samidah (46) yang bekerja sebagai tukang jahit dan Pak Mujiono (47) yang tidak bisa bekerja karena kendala fisik yang sudah tidak mendukung. Saat berusia 2 bulan Harun sakit demam, kejang kemudian dirawat di rumah sakit. Hingga saat ini, Harun masih sering mengalami kejang sehingga mengakibatkan tubuhnya lemas dan tidak dapat melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Di usianya kini ia hanya bisa berguling dan semua aktivitas tergantung pada orang tuanya. Harun berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia pun berobat dibantu dengan BPJS. Meski pengobatan ditanggung BPJS, orang tua Harus masih menghadapi kendala ongkos pulang pergi ke RSUD Cengkareng untuk fisioterapi yang harus dilakukan dengan rutin. Saat ini Harun masih menjalani fisioterapi rutin, dan belum mengalami perkembangan yang signifikan. Kurir #SedekahRombongan kembali  memberikan bantuan untuk operasional berobat. Sebelumnya Harun dibantu pada Rombongan 868.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Harun menderita Celebral Palsy

Harun menderita Celebral Palsy


NENENG BAITASIAH (33, Tumor Jinak di Payudara). Alamat : Kp. Kadu Hejo RT.7/3, Kel. Citumenggung, Kec. Bojong, Kabupaten Pandeglang, Prop. Banten, Kode Pos 42275. Ibu Neneng merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan. Dulu ia menderita tumor payudara yang ukurannya sangat besar bahkan melebihi besar kepalanya. Saat itu #sedekahrombongan mendampingi Bu Neneng berobat di RS Dharmais Jakarta hingga tumornya terangkat yang beratnya mencapai 13 kg. Pasca operasi ia masih harus menjalani kontrol rutin. Setelah 9 bulan pasca operasi, Ibu Neneng dapat beraktivitas seperti biasa dan ia kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun satu bulan yang lalu, ia kembali terbaring sakit akibat tumbuhnya benjolan pada ketiaknya. Pertumbuhan benjolannya begitu cepat dan dalam rentang waktu satu bulan saja sudah sebesar bola. Bu Neneng kini dirawat di RS Dharmais Jakarta. Selagi menunggu hasil biopsi Bu Neneng rutin menjalani kemoterapi. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya ia telah dibantu pada rombongan 745. Semoga Bu Neneng segera pulih dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @ririn_restu

Ibu neneng menderita Tumor Jinak di Payudara

Ibu neneng menderita Tumor Jinak di Payudara


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (6, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (4, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); LISHA ZAHRA PERMATASARI  (3, ADHD Kombinasi). Alamat Jl. Lembang Baru IV No. 12 B , RT.2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Kondisi Rifki kini berangsur lebih baik. Ia sudah mulai paham bila diperintah dan diberi tahu tentang suatu hal. Ia pun sudah bisa diberi pemahaman bahwa ia adalah seorang kakak yang harus menjaga dan melindungi adiknya. Rifki sudah lulus TK dan naik ke SD. Ia sudah bisa membaca meski sering lupa dan harus diulang – ulang. Rifki sudah mulai bisa menghitung. Kondisi Zaskia pun mengalami peningkatan,  ia sudah mulai bisa tenang dan dapat berbicara lebih dari 10 kata. Meskipun harus menjalani 2 tahun di TK A dan belum dapat naik ke TK B, Zaskia sudah mulai bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan teman – temannya dan orang baru. Terakhir ini. Zaskia sudah mengenal huruf. Berbeda dengan kedua saudaranya, Alisha belum terlalu banyak mengalami peningkatan. Ia masih bersikap agresif dan emosinya susah dikontrol. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya diduga juga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anaknya lagi sedangkan anak – anaknya masoh harus terus menjalani pengobatan. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 863.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan pengobatan untuk anak-anak penderita ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan

Bantuan pengobatan untuk anak-anak penderita ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru). Alamat : Jombang Kali RT. 1/1 Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasan dan TB paru sejak  tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta seperti RS Polri Kramat Jati, RS Harapan Kita, RSCM dan RS Persahabatan untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati dicover BPJS tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi saat ini penyakit yang dideritanya sedang kambuh sehingga ia tak dapat bekerja dan mendapat penghasilan. Kondisi terakhir, Bu Fatmawati Masih menjalani cek darah dan rongent torax sebagai penunjang pemasangan stan isoparing (pembesaran alat pernapasan) yang sudah mulai mengecil dan stan isoparing dipasang secara permanen. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 868.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :  8 Agustus 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @harji_anis @ririn_restu

Ibu fatmawati menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru

Ibu fatmawati menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru


FIQIH RAMADHAN (6, Kelainan Ginjal). Alamat : Jalan Diponegoro 1 RT 4/3 Serua Permai, Kelurahan Pondok Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Fiqih ini saat ini sedang dirawat di RSUD Kota Tangerang Selatan. Fiqih mengalami kelainan pada ginjalnya. Awalnya ia merasakan sakit yang luar biasa pada perut. Oleh sang ibu, Nati (47), Fiqih dibawa ke Puskesmas. Oleh pihak Puskesmas, Fiqih dirujuk ke RSUD Kota Tangerang Selatan dan oleh dokter disarankan untuk dirawat di ruang NICU karena Fiqih membutuhkan penanganan yang itensif. Namun pihak RSUD Tangerang Selatan belum mempunyai ruang NICU. Pihak RSUD juga sudah berkoordinasi dengan rumah sakit lain namun semuanya masih penuh. Orang tuanya juga sudah berupaya mencari ruang NICU di rumah sakit lain namun belum menemukan hasil. Bu Nati yang bekerja sebagai asisten rumah tangga ini hanya bisa memasrahkan sepenuhnya kepada pihak dokter. Fiqih berobat di RSUD Kota Tangerang Selatan menggunakan BPJS PBI. Bantuan dari #sedekahrombongan diberikan untuk membantu biaya operasional selama di rumah sakit. Namun selang bebrapa hari setelah kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan, Fiqih dipanggil Allah SWT. Semoga kelak almarhum  menjadi penyelamat bagi orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 8 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Fiqih menderita Kelainan Ginjal

Fiqih menderita Kelainan Ginjal


DARSO BIN KARIADI (42, Patah Tulang Belakang). Alamat : Jalan Mujaer RT 2/3, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Pak Darso saat ini dirawat di RS Fatmawati dengan ditemani istrinya, Bu Irah (37) karena sakit patah pada tulang belakang. Awal mula sakitnya ketika Pak Darso jatuh saat bekerja sebagai kuli bangunan di Bengkulu. Pak Darso terjatuh karena memegang kabel yang ternyata ada aliran listrik. Oleh teman-temannya, Pak Darso dibawa ke rumah sakit setempat karena tidak sadarkan diri. Pak Darso mendapatkan perawatan selama 3 hari dan kemudian dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta karena RS di Bengkulu tersebut tidak mempunyai alat yang memadai. Pak Darso sudah mendapatkan perawatan selama 2 bulan dan 1 kali tindakan operasi guna pemasangan pen. Setelah tindakan operasi, Pak Darso harus melakukan tindakan rehabilitasi di poli Rehab Medik karena saat duduk selalu merasa pusing. Bagian perut ke bawah masih terasa kebal atau tidak merasakan apa-apa jika mendapat sentuhan. Oleh dokter, Pak Darso disarankan untuk menggunakan kursi roda paraplegia guna membantu aktifitas sehari-hari. Namun Pak Darso tidak mempunyai biaya dan merasakan kesulitan jika harus menebusnya belum lagi beliau memikirkan kebutuhan kedua anaknya.  Bantuan dari #sedekahrombongan digunakan untuk membeli kursi roda.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak darso menderita Patah Tulang Belakang

Pak darso menderita Patah Tulang Belakang


BOYAN MARDIANSYAH (30, Typhus).  Alamat :  Kampung Jati RT 3/4, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Boyan memiliki satu putri bernama Zahra Zakira Dinata (5) dan seorang putra bernama Dareli (7). Ia adalah sosok ayah yang gigih mencari nafkah untuk keluarganya. Meski hanya seorang tukang parkir, ia tidak malu dengan profesi yang dijalankannya. Bahkan beberapa waktu lalu meski keluarganya berada dalam kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, ternyata ia mampu merawat seorang nenek terlantar hingga bertahun-tahun hanya dengan mengandalkan hasil jerih payah memarkir hingga sang nenek tutup usia. Kini tiga hari sudah Boyan hanya bisa tidur di atas kasur lusuhnya. Kondisi kesehatan Boyan menurun karena penyakit typus dan pembekakan lambung yang dideritanya. Hanya mengandalkan obat warung ia berharap penyakitnya cepat sembuh supaya bisa beraktifitas seperti biasa. Ia tidak memeriksakan ke fasilitas kesehatan terdekat karena faktor biaya. Boyan belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Bantuan dari #sedekahrombongan diberikan untuk pendaftaran peserta BPJS dan operasional berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak boyan menderita Typhus

Pak boyan menderita Typhus


Rofa Nur Afifah 19thn (Hafidz 30 Juz yang mendapat beasiswa ke Sudan) yang beralamat kp leles desa mekarsari 04/12 kecamatan ciparay kabupaten bandung . sang ayah bapak Yamin Samdan 56thn yang kesehariannya berdagang mainan anak di depan sekolah SD dekat Rumahnya dan sang Ibu Neni Rohaeti 49 thn merasa senang dan Sedih dgn kabar beasiswa yang di peroleh anaknya ini  , berawal dari peluang yang diberikan oleh pemerintah untuk Beasiswa ke luar negeri Rofa pun mencoba kwbwruntungannya dan mengitu ujian di jakarta bulan Mei kemarin dan Alhamdulillah tidak disangka Rofa pun lulus dengan nilai yang baik termasuk dalam 20 orang yang mendapat beasiswa ke Sudan . tapi sayangnya beasiswa tersebut tidak memfasilitasi ongkos ke berangkatan dari tanah air menuju Sudan . Rofa pun harus berjuang mencari dana untuk keberangkatan mengejar Impiannya Tersebut .Alhamdullilah kurir sedekah rombongan dipertemukan oleh Rofa atas izin Allah Sedekah Rombongan membantu  biaya keberangkatan Sofa ke sudan untuk melanjutkan pendidikannya . Jazakamullah para Sedekahholics SR atas bantuannya semoga Gusti Allah membalas kebaikan yang telah diberikan Amin ya Robbal Alamin

Bantuan : 12.000.000
Tanggal: 1 Agustus 2016
Kurir: @Saptuari & @Kasviansyah

Bantuan biaya keberangkatan Sofa ke sudan

Bantuan biaya keberangkatan Sofa ke sudan


SUHARTIK BIN SUWITO ( 43Tahun, Komplikasi) Alamat:  Desa Kedung Sumber Barat RT 4 RW 1, Kab. Gresik, Jawa Timur. Bu Suharti biasa dipanggil keluuarganya adalah seorang ibu rumah tangga. Pada awal januari 2016 beliau mengalami sakit, pada bulan tesebut sudah opname sebanyak 2 kali, awalnya didiagnosis mengalami sakit tifus namun tidak kunjung sembuh, setelah diperiksakan lagi bu Suharti didiagnosis mengidap diabetes dan sakit jantung. Semakin lama beliau sering merasa sesak.Ikhtiarnya yaitu melakukan kontrol di Rumah Sakit Bunder 2 kali seminggu berbekal fasilitas kesehatan jamkesmas. Dokter menyarankan agar bu Suharti mengkonsumsi obat berupa cairan albumin seharga 1,2 juta dan obat tersebut tidak dicover oleh jaminan kesehatan. Keluarga beliau merasa belum mampu untuk menjalani pengobatan dengan maksimal, apalagi suami bu Suharti, pak Yanto (47) beliau bekerja serabutan dengan pendapatan dibawah 500 ribu sebulan. Beliau juga memiliki tanggungan 2 orang anak. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang kesulitan bu Suharti , dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. bu Suharti dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholicatas bantuan yang telah diberikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2016
Kurir    : @Wahyu_CSD Mukhlis dan Khusaini

Ibu suhartik menderita Komplikasi

Ibu suhartik menderita Komplikasi


MUZAWAWI BIN TARMUSI (52 Tahun, Rabun Mata) Alamat: Dusun Kedungsumber RT 04, RW 02, Kab. Gresik, Jawa Timur. Pak Muzawawi sehari hari bekerja sebagai buruh tani. Pada tahun 1990 pak Muzawawi pernah dating ke RS Undaan untuk periksa mata namun tidak ditemukan penyakitnya. Lalu beliau menggunakan kacamata, dokter menyatakan mata pak Muzawawi terdapat minus, silender 0.5 dan masih bisa melihat. Dokter menyatakan bahwa pak Muzawawi didiagnosis terdapat kelainan pada saraf mata nya. Pak Muzawawi dirujuk ke RSU Dr. Soetomo Surabaya namun beliau belum pernah berobat ke Surabaya karena keterbatasan biaya. Pak Muzawawi terakhir berikhtiar melakukan kontrol pada tahun 2005 ke RS Kedung Doro dan saat ini hanya meminum obat herbal. Melihat info dan kesulitan yang dialami pak Muzawawi tersebut, kami #SedekahRombongan merasa mempunyai tanggung jawab untuk membantu. Santunan telah diberikan untuk baiay pengobatan pak Muzawawi. Beliau dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan para sedekahholic yang telah memberikan sedikit rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu proses pengobatannya. Semoga semua amal kebaikan sedekahholic diterima oleh Allah SWT dan rejekinya dilancarkan. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,­
Tanggal :  5 Mei 2016
Kurir : @Wahyu_CSD Mukhlis & Khusaini

Ibu muzawawi menderita Rabun Mata

Ibu muzawawi menderita Rabun Mata


Duku RT01, RW 27, Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bu Ririn biasa ia disapa. Awalnya pada 2013 muncul benjolan di langit langit mulut bu Ririn. Setelah itu bu Ririn  melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Jember dan dilakukan tindakan biopsi. Tindakan setelah itu adalah melakukan operasi pada kelenjar air liur, dan hasilnya baru diketahui bahwa bu Ririn ibu menngidap penyakit kanker pada mulut. Pendek cerita dokter merujuk bu Ririn ke RSU Dr. Soetomo Surabaya mulai tahun 2014. Bu Ririn baru melakukan pengobatan ke RSU Dr. Soetomo Surabaya pada agustus 2015 yaitu serangkaian sinar.  Pada februari 2016 muncul benjolan di atas hidung dan didiagnosa sebagai kanker. Menurut info kanker baru tersebut sudah tidak bias diopearsi karena sudah menyebar ke otak. Bu Ririn memang memiliki fasilitas jaminan kesehatan yaitu JKN, namun beliau tidak memiliki dana untuk biaya transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Selain itu bu ririn juga masih memiliki hutang yang digunakan untuk biaya operasinya selama 2 kali karena waktu lalu masih menggunakan jalur umum. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang kesulitan yang dialami bu Ririn, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Bu Ririn dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholic atas bantuan yang telah diberikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp  1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2016
Kurir    : @Wahyu_CSD @martinomongi

Bu rurin mengidap penyakit kanker pada mulut

Bu ririn mengidap penyakit kanker pada mulut


SUDJONO BIN DARMAN (64 Tahun, Kaki Gajah) Alamat: Desa Taman RT 06 RW 08, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Pak Sudjono semenjak 8 tahun lalu kaki kirinya mengalami pembengkakan sampai membesar seperti kaki gajah dan terasa nyeri sehingga menyulitkan dalam beraktifitas. Pak Sudjono kemudian melakukan pemeriksaan ke poli organ dalam RSUD Kusnadi Bondowoso, namun belum nampak perkembangannya. Pak Sudjono dirujuk oleh dokter ke RSU Dr. Soetomo Surabaya. Pak Sudjono mengalami hambatan dalam berikhhtiar mencari kesembuhan di Surabaya, karena kondisi ekonomi beliau  temasuk ekonomi menengah kebawah dikarenakan uang pensiunan hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari hari saja. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang kesulitan yang dialami pak Sudjono, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Pak Sudjono dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholic atas bantuan yang telah diberikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp  500.000,-
Tanggal : 16 Mei 2016
Kurir      : @Wahyu_CSD @martinomongi

Pak sudjono menderita Kaki Gajah

Pak sudjono menderita Kaki Gajah

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Asmonowati 1,000,000
2 Ponpes NURUSSALMAH ISLAMIC CENTER 10,000,000
3 Ali Thoib 1,000,000
4 Nur Salam 1,500,000
5 Ali Thoib 3,000,000
6 Tri Hartanto 3,500,000
7 Bangun mustofa 3,000,000
8 Kismadi 3,000,000
9 YAYASAN MUHAMMAD AL FATEH 1,000,000
10 MTSR SOLO RAYA 4,850,000
11 GUSRIWATI 1,000,000
12 LUTFI BERLIANA 1,000,000
13 ERVAN NUR HASAN 1,000,000
14 Sunarsih 500,000
15 AMENIA BINTI KARSUN 500,000
16 ERISKA DWI NOFITRI 500,000
17 MOHAMAD BIMA ADI 500,000
18 MUNAWIR BIN WASIMIN 500,000
19 NUR AINIYAH 500,000
20 SARNO BIN SETRO GIMUN 500,000
21 SUCI RAMADANI 500,000
22 ZAHRA AMIRA 500,000
23 NJOO SWIE FOEN 500,000
24 Santunan anak yatim dusun Jembangan 2,000,000
25 MTSR SURABAYA 5,282,310
26 RSSR SURABAYA 5,336,000
27 SITI NUR AINI 1,000,000
28 HATTA CHUMAIDI 1,500,000
29 JESICA CLAUDIA PUTRI JARTIKA 1,850,000
30 Dina 1,000,000
31 Muh Imran 500,000
32 EMI YUNIATI 1,000,000
33 WASIH SUEB 500,000
34 Nadiba 1,000,000
35 SUPARMAH SAOLAN 500,000
36 SUTINI TONI HERMANUS 1,000,000
37 RAH BINTEN 1,000,000
38 WAGINEM BINTI KASAN WINARTO 500,000
39 HAMSAD RANGKUTI 1,000,000
40 Dimas 500,000
41 ATEK BINTI SIEM 1,000,000
42 SANDRA WATI 2,000,000
43 ALM. CICIN MULIANI 500,000
44 PARSEL LEBARAN DHUAFA 500,000
45 SELLA UMI SALAMAH 750,000
46 MISKA AULIA 500,000
47 JULAILA DABONG 500,000
48 KHAIRIL AMRI 500,000
49 MARWAH HABIBATUN NISA 750,000
50 Yani 750,000
51 NATHAN LEVINE SUWANTO 500,000
52 HASIMUDDIN DOMPU 3,287,000
53 NURHOSNA BIN MUSAKKI 500,000
54 Rusmini 500,000
55 DESSY NUR FADILAH 600,000
56 SITI FATONAH 1,500,000
57 SALIM BIN HIDAYAT 1,000,000
58 Alfan 500,000
59 REZA AFIF FIRDAUS 750,000
60 M. SYAYUTI AFGHANI 500,000
61 UMI ALFIAH 500,000
62 Harun Al Rasyid 500,000
63 NENENG BAITASIAH 1,000,000
64 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
65 FATMAWATI BINTI ANWAR 500,000
66 FIQIH RAMADHAN 500,000
67 DARSO BIN KARIADI 1,500,000
68 BOYAN MARDIANSYAH 500,000
69 Rofa Nur Afifah 12,000,000
70 SUHARTIK BIN SUWITO 500,000
71 MUZAWAWI BIN TARMUSI 1,000,000
72 RIRIN INDRAWATI 1,000,000
73 SUDJONO BIN DARMAN 500,000
Total 103,705,310

justify;”>

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 103,705,310,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 876 ROMBONGAN

Rp. 40,322,593,543,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.